Author: perawanku

  • Pengalaman Hot Bersetubuh Dengan Kedua Tanteku yang Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman Hot Bersetubuh Dengan Kedua Tanteku yang Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1864 views

    Perawanku – Nama saya Miko, saya seorang Pria yang sudah cukup umur untuk mengenal Sexs, Umur saya 19 tahun. Saya akan menceritakan tentang cerita sex nyata saya di situs dewasa ini. Kisah ini berawal ketika saya sedang berada di Home stay atau semcam rumah singgah kedua milik Om saya. Kebetulan sekali saat itu naluri saya tiba-tiba menuntun untuk masuk ke kamar tante Wiwik. Agen Bola

    Tanpa saya duga ketika saya telah masuk didalam kamar tante Wiwik, saya melihat sebuah album foto di kamar itu, tepatnya berada diatas meja samping ranjang tante Wiwik. Oh iya tante Wiwik ini adalah Istri pertama om saya. Om saya ini memliki 3 istri, Tante Wiwik, Nita, dan Sifa. Karena saya penasaran, saya-pun mendekat dan mulai membuka album foto itu.

    Setelah membuka, Wow… ternyata album itu berisi foto bugil tante-tante saya. Dengan seksama saya mengamati foto-foto tersebut, foto-foto telanjang itu saya amati dengan penuh penghayatan dan hasrat. Walaupun istri-istri om saya rata-rata sudah ber-usia di kepala 4, namun Tante Sifa dan Tante NIta mempunyai bentuk tubuh yang tidak kalah dengan para ABG.

    Sebagai laki-laki normal saya-pun menjadi terangsang, naluri lelaki saya-pun ingin rasanya bisa menikmati indahnya tubuh mereka secara langsung. Sampai pada akhirnya saya mempunyai ada pikiran Mesum dan saya mencari cara agar bisa memperdaya mereka dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto bugil mereka. Seketika itu saya-pun mulai menyusun rencana, siapa yang akan saya perdaya.

    Setelah beberapa saat berfikir saya-pun memilih untuk, memperdaya Tante Tante Sifa dan Tante Nita. Tante nita ini berusia 41 tahun dan Tante Sifa 42 tahun. Singkat cerita saya-pun, mulai menelefon Tante Sifa dan Tante Nita. Saat itu saya berkata pada mereka, agar mereka berdua menemuiku di Home stay milik Om saya, Saat itu dengan alasan ada hal penting yang akan saya katakan kepada mereka.

    Pada esok hari-nya, saya yang kemarin kembali kerumah, sekarang bersiap-siap untuk pergi ke Home Stay itu. Oh iya saat itu saya membuat janji kepada tante Nita dan Sifa untuk datang di Home Stay itu pukul 09.00 pagi. Pada waktu itu aku segaja datang duluan untuk mengatur kondisi dan meminta penjaga Home Stay itu untuk pulang kampung dengan alasan memberi cuti tahunan kepada penjaga itu.

    Kira-kira setelah setengah jam penjaga Home Stay itu pergi, Tante Sifa dan Tante Nita-pun akhirnya sampai ke Home Stay. 5 menit setelah mereka datang, lalu saya-pun meminta mereka untuk duduk dan berkumpul masuk di ruang ruang tamu Home Stay itu,

    “ Ayo tnate-tanteku yang cantik, silahkan berkumpul ”, sambut manis saya kepada mereka.

    “ Ih… kamu bisa aja deh Miko, masak udah umur segini masih dibilang cantik ”, ucap Tante Nita.

    “ Emang masih cantik kog Tante, hhe… udah duduk dulu Tante ”, jawab saya.

    “ Iya deh Miko, kita duduk. Ngomong-ngomong ada apa sih Miko kamu panggil kita kesini ??? ” tanya Tante Sifa penasaran.

    Tante Sifa yang saat itu mengenakan kemeja lengan panjang dengan celana jeans ketatnya terlhat cantik dan sexy sekali. Ditengah aku memandang Tante Sifa, tante Nita-pun bertanya juga,

    “ Iya Mik, emangnya ada apa sih, kayaknya ada hal penting banget deh ??? ”, Tante Nita bertanya.

    Saat itu saya tidak langsung menjawab Tante Nita. Yang tadinya saya terpukau melihat Tante Sifa, gini aku-pun semakin kagum dengan cara berbusana Tante Sifa yang saat itu mengenakan kemeja tanpa lengan dengan rok diatas lutut. Busana itu membuat Tante Nita yang putih, semok dan ber-payudara besar terlihat sangat menggairahkan sekali. Setelah puas memandangi mereka sayapun menjawab,

    “ Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa ya ??? ”, ucap saya sembari mengeluarkan sebuah bungkusan yang di dalamnya berisi setumpuk foto.

    Saat itu Tante Sifa-pun kemudian melihat bungkusan itu dan mengeluarkan iso bungkusan itu. Setelah melihat lalu Tante Sifa-pun berkata,

    “ Apa-apaan Mik, maksud kamu apa menunjukan foto-foto ini kepada kita? Darimana kamu dapatkan foto-foto ini ??? ” tanya Tante Sifa panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.

    “ Miko… apa-apaan ini, dari mana barang ini?” tanya Tante Nita dengan tegang.

    “ Hemm… begini Tante Sifa, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Wiwik saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-tante yang aduhai itu “, jawab saya sembari tersenyum.

    “ Baik… kalau gitu serahkan klisenya?” Ucapku saya Tante Nita.

    “ Baik tapi ada syaratnya lho “, jawab saya.

    “ Emang apa syaratnya Mik ??? kamu jangan malu-maluin tante kamu sendiri dong, udah kita selesaikan secara baik-baik yah ”, ucap Tante Sifa dengan ketus.

    “ Iya Mik, tolong lah Mik, pokok-nhya apa yang kamu minta, bakal tante turutin deh. dengan syarat asal kamu kembalikan Foto-foto kit ”, tambah Tante Nita memohon.

    “ Tenang aja Tante, Miko nggak minta apa-apa kog, cuma Miko hanya ingin melihat tante-tanteku ini telanjang didepan mataku ini ”, ucap saya.

    “ Jangan kurang ajar kamu! ”, ucapku saya Tante Sifa dan Tante Nita dengan marah dan menundingnya.

    “ Wah… wah… jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-tante sendiri yang ceroboh kan “, jawab saya sembari menggeser dudukku lebih dekat lagi.

    “ Bagaimana Tante ? ”, ucapku memastikanya lagi.

    “ Hei… jangan kurang ajar, keterlaluan !!! ”, bentak Tante Nita sembari menepis tanganku.

    “ Bangsat… berani sekali, kamu kira siapa kami hah… dasar orang kampung !!!” Tante Sifa menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.

    “ Hehehe… ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto ini nantinya terpajang di kantor Om ??? bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh !!!” ucap saya lagi.

    Kulihat disamping kananku Tante Sifa terdiam sejenak, kurasa dia memikirkan apa yang saya ucapkan tadi. Lalu Tante Sifa berkata,

    “ Kenapa harus kami yang harus kamu jadikan sasaran, sedangkan tante Wiwik nggak kamu apa-apakan ???” tanya Tante Sifa lemas.

    “ Tenang aja Tante, nanti juga Tante Wiwik akan dapat giliran. Bagaimana Tante ? Apa sudah berubah pikiran ??? ”, ucap saya memastikan lagi.

    “ Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?” tanya Tante Nita.

    “ Okey, dan kalau boleh sekalian memegangnya?” jawab saya.

    “ Kamu jangan macam-macam Miko ”, ucap Tante Sifa.

    “ Biarian ajalah Mbak, daripada kita ketahuan “, jawab Tante Nita.

    Sesaat itu juga Tante Nita dan Tante Sifa sembari berdiri mereka mulai melepas pakaiannya sembari memasang expresi wajah sedikit marah. Setelah beberapa menit, kini kedua Tante saya itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Sifa walau sudah berusia 42 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan kedua payudaranya yang besar menggantung bergoyang-goyang.

    Turun kebawah tampak pinggulnya yang lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat.Tidak kalah dengan tubuh Tante Nita yang berusia 41 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yang tidak begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yang sedkit naik keatas. Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.

    “ Sudah Miko?” tanya Tante Sifa sembari mulai memakai bajunya kembali.

    “ Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat Memek Tante berdua dengan jelas “, jawab saya.

    “ Kurang ajar kamu “, ucap Tante Nita setengah berteriak.

    “ Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?” ucap saya.

    “ Baiklah, Apalagi yang mesti kami lakukan? ”, balas Tante Sifa.

    “ Coba Tante berdua duduk di sofa ini “, ucap saya.

    “ Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua “, ucap saya ketika mereka mulai duduk.

    “ Begini Miko, Cepat ya “, balas Tante Nita sembari membuka lebar kedua pahanya.

    Hingga tampak Kewanitaan-nya yang berwarna kemerahan,

    “ Tante Sifa juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih “, ucap saya sembari jongkok diantara mereka berdua.

    “ Beginikan “, jawab Tante Sifa.

    Saat itu Tante Sifa mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan bulu kewanitaan-nya kesamping hingga tampak Kewanitaan-nya yang kecoklatan.

    “ Miko pegang sebentar ya?” ucap saya sembari tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Sifa sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Nita


    .
    Kumainkan jari-jari kedua tanganku di liang senggama Tante Sifa dan Tante Nita.

    “ Sudah belum, Miko… Ess… “, ucapku saya Tante Sifa sedikit mendesah.

    “ EEummmm… uuhh… jangan Miko, tolong hentikan… Eummmm!” desah Tante Nita juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.

    “ Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa ? ”, tanysaya pura-pura sembari terus memainkan kedua tanganku di liang senggama Tante Sifa dan Tante Nita yang mulai membasah.

    “ Eh, ini apa Tante?” tanysaya pura-pura sembari mengelus-selus Clitoris mereka.

    “ Ohh… Itu Clitoris namanya Miko, jangan kamu pegang ya… ”, desah Tante Sifa menahan geli.

    “ Iya”, jawab singkat saya.

    “ Jangan kamu gituin terus Clitoris Tante dong “, ucap Tante Nita.

    “ Memang kenapa Tante, tadi kata-nya boleh “, ucap saya sembari terus memainkan Clitoris mereka.

    “ Ssss… Aghhhh… OUghhhh… geli Mik… Oughhh… Ssss… “, Desah Tante Sifa dan Tante Nita.

    “ Ini liang senggama-nya ya Tante?” tanya saya sembari memainkan tanganku didepan liang senggama mereka yang semakin basah.

    “ Boleh dimasukin jari nggak Tante? ”, tanya saya.

    Kembali jariku membuka belahan liang senggama mereka dan memasukkan jariku, Zlebbb… bunyi jariku keluar masuk di liang senggama Tante Nita dan Tante Sifa yang makin mendesah-desah tidak karuan,

    “ Jangan Miko, jangan kamu masukin jari kamu… OUghhhh… “, Desah Tante Nita.

    “ Jangan lho Miko… Ssss… Aghhhh… ”, desah Tante Sifa sembari tangannya meremasi sofa.

    “ Kenapa? Sebentar saja kok, masukin ya “, ucap saya sembari memasukkan jari tengahku ke liang senggama mereka masing-masing.

    “ Aghhhh… Miko… “, desah Tante Sifa dan Tante Nita bersama-sama merasakan jari Miko menelusur masuk ke liang senggama mereka.

    “ Ssss… Aghhhh… Eummmm… !!” Tante Sifa dan Tante Nita mulai meracau tidak karuan saat jari-jariku memasuki liang senggama dan memainkan Clitoris mereka.

    “ Bagaimana Tante Sifa “, tanysaya mulai memainkan jariku keluar masuk di liang senggama mereka.

    “ Saya cium ya Tante yahh ? ”, tanysaya kepada Tante Sifa sembari mulai memainkan lidahku pada Kewanitaan-nya.

    “ Sebentar ya Tante Nita “, ucap saya.

    “ Jangan… Ssss… Aghhhh… Miko… ena… Desah Tante Sifa sembari tangannya meremasi rambutku menahan geli.

    “ Gimana Tante rasanya, enak nggak… ??? “, tanya saya kepada Tante Sifa.

    “ Ssss… Aghhhh… Miko… Geli Mik… Oughhhh… ”, Desahnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sembari tangannya meremasi kedua payudaranya sendiri.

    “ Agh… Ughhhh… Ssss… Teruss… Mik… Aghhhh… ”, desah Tante Sifa seperti tidak kuat lagi menahan nafsunya.

    Sementara Tante Nita memainkan Kewanitaan-nya sendiri dengan jari tanganku yang dia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Sifa mendesah ketika mendekati klimaks-nya dan,

    “ Ouhhhh… Sssss… Tante udah nggak kuat lagi Miko… Ughhhh… “, Desah Tante Sifa merasakan lidahku keluar masuk diliang senggama-nya.

    “ Oughhhh… Mik, Tante Sifa keluar Miko… Aghhhh… “, desah lemas Tante Sifa dengan kedua kakinya menjepit kepalsaya di selangkangannya.

    Tahu Tante Sifa sudah keluar saya bangkit lalu pindah ke liang senggama Tante Nita dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Sifa Tante Nita juga meracau tidak karuan ketika lidahku menggila pada liang senggama-nya.

    “ Aghhhh… Ssss… Mik… nikmat sekali… Oughhh… “, Desah Tante Nita klimaks-nya menekan kepalsaya ke selangkangannya.

    Tante Nita di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang senggama Tante Nita, ku sedot-sedot Clitoris liang senggama Tante Nita yang ssudah basah itu,

    “ Teruss… Mikoo… Tante… mau keluar… Oughhhh… ”, Desah Tante Nita merasakan klimaks pertamanya. Miko lalu duduk diantara Tante Sifa dan Tante Nita.

    “ Gantian dong Tante, punysaya sudah tegang nih “, menunjukkan sarung yang saya pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Sifa dan Tante Nita.

    Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku,

    “ Kamu nakal Miko, ngerjain kami “, ucapku saya Tante Sifa sembari tangannya membuka sarungku hingga tampak kejantanan saya yang mengacung tegang keatas.

    “ Iya… awas kamu Miko… Tante hisap punya kamu nanti… “, balas Tante Nita sembari memasukkan kejantanan saya pada mulutnya.

    “ Ssss… Aghhhh… Tante… terus… “, Desah Miko sembari menekan kepala Tante Nita yang naik turun di kejantanannya.

    Tante Sifa terus menjilati kejantanan saya gantian dengan Tante Nita yang lidahnya dengan liar menjilati kejantanan saya, dan sesekali memasukkannya kedalam mulutnya serta menghisap kuat-kuat kejantanan saya didalam mulutnya.

    “ Sruppp… Sruppp… Sruppp… ”, demikian suara ketika dia mengkulum Penis saya.

    “ Ughhhh… udah… Mik, Tante udah nggak kuat lagi… Ssss… Aghhhh… “, Desah Tante Nita sembari mengangkat kepalsaya dari Kewanitaan-nya.

    “ Tunggu dulu ya Tante Sifa, biar saya dengan Tante Nita dulu “, ucap saya sembari menarik kepala Tante Sifa yang sedang memasukkan kejantanan saya kemulutnya.

    “ Tante Nita sudah nggak tahan nih “, ucap saya sembari membuka lebar-lebar kedua paha Tante Nita dan berlutut diantaranya.

    “ Ayo Miko, cepetan masukin… Sssss… “, desah Tante Nita sembari tangannya mengarahkan kejantanan saya pada Kewanitaan-nya.

    “ Ughhhh… Ssss… Aghhhh… ”, Desah Tante Nita panjang merasakan kejantanan saya meluncur mulus sampai mencapai rahimnya.

    Tante Nita mengerang setiap kali saya menyodokkan kejantanannya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati permainan Sex ini, saya tidak peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tante saya sendiri. Lalu saya meminta Tante Nita untuk menjilati liang senggama Tante Sifa yang saat itu sedang jongkok diatas bibir Tante Nit,

    “ Ughhhh… Aghhhh… Geli sekali Nit… Sssss… Aghhhh… ”, desah Tante Sifa setiap kali lidah Tante Nita memasuki Kewanitaan-nya.

    Sementara saya sembari menyetubuhi Tante Nita tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Sifa. Tiba-tiba Tante Nita mengangkat pinggulnya sembari mengerang panjang keluar dari mulutnya. “ Ahhss… Miko Tante keluar… ” “ Sudah keluar ya Tante Nita, sekarang gilran Tante Sifa ya “, ucap saya sembari menarik Tante Sifa untuk naik kepangkuanku.

    Tante Sifa hanya pasrah saja menerima perlsayaannya. Kuarahkan kejantanan saya ke liang senggama Tante Sifa, Lalu Aghhhh… desah Tante Sifa merasakan liang senggama-nya dimasuki kejantanan saya sembari pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goyangan Tante Sifa sembari ‘menyusu’ kedua payudaranya yang tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.

    “ Teruss… Tante, Memek (Vagina) Tante enak… ”, Desahku sembari terus dalam mulutku menghisap-hisap puting payudara-nya.

    “ Kontol kamu juga perkasa sekali Ssss… Aghhhh… ” Desah Tante Sifa sembari melakukan gerakan pinggulnya yang memutar sehingga kejantanan saya terasa seperti dipijat-pijat.

    “ Sebentar Tante, coba Tante balik badan “, ucapku sembari meminta Tante Sifa untuk menungging.

    Kusetubuhi Tante Sifa dari belakang, sembari tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kusayai sungguh hebat wanita seumur Tante Sifa mempunyai liang senggama lebih enak dari Tante Nita yang berusia lebih muda. Sudah lebih dari setengah jam saya menggarap Tante Sifa, yang makin sering mendesah tidak karuan merasakan kejantanan saya menusuk-nusuk Kewanitaan-nya.

    Tak lupa saat itu tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang-goyang akibat hentakan kejantanan saya di Kewanitaan-nya,

    “ Ssss… Aghhhh… Miko, Tante mau keluar… ” Desah Tante Sifa.

    “ Sabarr… Tante, sama-sama

    ” ucap saya sembari terus memainkan pinggulku maju-mundur. “ Aghhhh ss… Tante Sifa keluar… “, melenguh panjang.

    “ Saya belum, Tante “, ucap saya kecewa.

    “ Pake susu Tante aja ya “, jawab Tante Sifa jongkok didepanku sembari menjepitkan kejantanan saya yang ssudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yag besar, lalu dikocoknya.

    “ Sssss… Terus Tante … Oughhh… enak… Ssss… Aghhhh… “, Desahku.

    Melihat hal itu Tante Nita bangun sembari membuka mulutnya dan memasukkan kejantanan saya ke mulutnya sembari dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan kejantanan saya, pada akhirnya,

    “ Crotttt… Crotttt… Crotttt… Crotttt… ”,

    Lega sekali rasanya, pada akhirnya kejantana saya-pun, mennyemburkan air mani-nya dengan derasnya. Sampai-sampai air mani saya pada saat itu, membasahi wajah dan payudara Tante Sifa dan Tante Nita. Lalu saya berkata,

    “ Para tante-tante tersayangku, terima kasih banyak yah atas service sex-nya…hhe… ”, ucap saya sembari meremas payudara mereka masing-masing dan beranjak pergi ke toilet untuk membersihkan diri.

    Singkat cerita sejak saat itu, saya-pun sering melakukan hubungan sexs dengan Tante Nita dan Tante Sifa. Saya sering meminta mereka untuk melayani saya ketika saya sedang mempunyai birahi yang tinggi. Karena memang berhungan sexs itu nikmat sekali, sampai-sampai aku melupakan bahwa mereka adalah istri dari Om saya. Sungguh benar-benar sebuah candu yang sangat luar biasa.

  • Skandal Ngentot Terbuai Tubuh Seksi Natalia – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Skandal Ngentot Terbuai Tubuh Seksi Natalia – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1864 views

    Perawanku – Perpisahan sekolah sudah semakin dekat , aku dan teman teman berenacana berlibur di pantai pangandaran, kami sudah meyewa penginapan yuang mana dekat dengan bibir pantai kami semua berpasangan dengan pacarnya, kita sangat senang dan keliling bersama sama saat malam hari yang mempunyai pacar jalan jalan menyusuri suara ombak di pantai.

    Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekita pantai, singkat cerita tinggallah aku dan Natalia di penginapan, aku tanya dia”kenapa kamu tidak ikut jalan jalan keluar bersama yang lain” Pastigol

    Natlia Menjawab “Badannya merasah capek karena perjalan ke pantai ini tempuh waktu yang sangat jauh jadi agak malas untuk keluar. karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan Natalia seperti itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira kira pukul 7 malam karena Natalia gerah dia izin mau mandi, aku sih cuek aja mendengar perkataan itu aku masih asik nonton tv nya.

    Setelah beberapa menit Natalia memanggil aku untuk mengambilkan handuk yang dia lupa bawa saat untuk masuk kamar mandi tadi,ya udah aku ambilkan handuk dia,di saat aku mau kasih dia handuk aku terkejut pintu kamar mandi tidak terkunci,lalu aku masuk dengan mata tertutup takutnya entar dia kira aku menggintip atau gimana.

    Aku sungguh gugup dan jantungku berdebar sangat kencang dengan perlahan tanganku yang kanan memberikan handuk kepada Natalia dan tangan kiriku menutup mataku,

    ini handuknya mau taruh di mana “kataku

    “bawa sini aja soalnya tanganku tidak nyampe saya lagi di shower masuk aja gak apa apa ko “kata Natalia, mendengar perkataan itu aku langsung masuk aja

    “saya taruh disini ya handuknya,di tempat wastafel , karena jaraknya wasrafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan sulit tubuh Natalia terlihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat meletakkan handuk tangan Natalia langsung menyetuh tanganku kemudian dia keluar dari tilai tipisnya terlihat tubuh telangjang Natalia masih basah total.

    Aku terpesona dengan buah dadanya yang besar dan indah itu, klulitnya yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras pemandangan indah pokoknya , tak lama kemudian tangan Natalia memegang tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak jantungnya

    Terdengar suara”ooh,saya sudah tidak tahan lagi dari mulut Natalia

    Usaplah Buah Dadaku ini dan kita main yuk!”

    Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi, Lalu pelan pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.

    “Yaa,itu Di,Nikmat sekali

    Teruskan Di!” Sewaktu tangku meremas pelan buah dadanya , tangan Natalia dengan Ringan membuka kancing kancing bajuku

    Setelah kancing bajuku terlepas semua , bibirnya yang ranun dan merah merekah itu pelan pelan mencium dan menjilati dadaku.

    Cerita Sex

    Lidahnya yang panjang bagaikan lidah ular menjilatin dadaku penuh dengan nikmat yang aku rasakan, lalu aku membalas dengan tangan kiriku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kananku memeluknya yang di teruskan dengan ciuman saya yang hot di bibirnya itu.

    Dia mengerang penuh dengan kenikmatan, beberapa detik kemudian tangannya membuka seketing celanaku dan kemudian memelorotinya, Begitu celana dalamku di buka, penisya yang sudah ngacang meloncat keluar langsung.

    Melihat penisku yang sudah membersar dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya dengan pelan pelan di mengulum penisku.

    Terasa nikmat sekali “aah…Natalia…enak …terusin!” Lidahnya itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya , Lidahnya di arahkan ke puncuk penisku.

    Setelah berselang beberapa detik, giginjya itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya, Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar mandi, ternta dia masih belum puas juga.

    “Di, yyuk kita langjutin di tempat tidur! saya pingin lebih enak lagi”

    Dengan perlahan , Saya angkat dia dalam keadaan sama sama terlanjang bulat, Setelah sampai di pinggir tempat tidur, perlahan lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat buah dadanya yang makin membesar itu.

    “oyaa, terusin Di , terusin ” mendengar suara keluar dari mulutnya saya jadi semakin buas menikmatin tubuhnya.Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan terlentang,Susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang begitu tinggi ingin ku daki…
    pelahan lahan aku mendaki gunungnya dengan lidahku.Setelah itu mulutku diarahkan ke arah selangkangnya, Terlihat bulu vaginanya dengan buas dan Natalia langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan bersuara

    “Terusin Di,Terusin”, Masukin lidahmu di dompetku”

    Anehnya vaginanya yang rata rata orang bilang vagina cewek itu biasanya kebanyakan bau tak sedap,tapi vagina Natalia terasa harum dan nikmat,Bauhnya yang justru harum itu membuat saya main terangsang lagi untuk lebih lama menikmati vaginanya.
    Sambil meciumi vaginanya , kedua tanganku juga meraba kedua belahan payudaranya, Natalia hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat, Setelah setengah jam saya terus begitu,akhirnya Natalia minta posisinya diganti ke atas.

    Saya turuti aja,masa saya terus gerilya? saya langsung pindah jadi di bawah dan Natalia di atas, Sebelum mulai aksinya, Natalia pertama tama meremas sendiri buah dadanya dan mimik wajanya itu yang membuatku tambah buas.

    Sahabis meremas remas sendiri buah dadanya , dia langsung memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku saraya tanganya meremas remas dadaku yang agak bidang dan meraba raba puting susuku.

    Bibirnya benar benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya uraikan dengan kata kata , Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan pelan ke bawah.

    Pertama tama dia menciuymi dan menkilati leherku dan kadang kadang menggigit leherku,Serasa benar benar nikmat.

    sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di penisku, Dengan enaknya dia mengocok penisku, keatas.., ke bawah…, ke atas…. dan seterusnya. kocokannnya benar benar membuat mataku meren melek .

    kemudian setelah menciummi , menjilati dan menggigit leherku, matanya tertuju ke dadaku, Lidahnya langsung menjilati putisng susuku.

    Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatianya langsung tertuju penisku yang sudah besar tadi.

    Bibirnya langsung menjilati penisku, terasa nikmat sekali,Lidahnya itu yang membuatku puas sekali. dengan pelan pelan lidahnya menjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya

    “aahhh Natlia….Sunguh nikmat sekali ohhh” selang beberapa menit kemudian ,sewaktu dia masih mengocok penisku

    Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke Natalia

    “Awas, saya mau keluar,Tahan dulu kocokanmu

    Cerita Dewasa

    Jangan sampai spermaku keuar saya masih pengin nerusin!”

    Tapi dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil lidahnya menjilati pucuk penisku, Beberapa menit kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih yang di sebut sperma.

    Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat dan di telan Natalia, terasa nikmat sekali! Natalia terus menjilati sisa sisa sperma yang keluar dari penisku, Sementara aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada taranya.

    Sewaktu saya masih istirahat,terasa Natalia masih sibuk degab penisku,karena saya kasihan Natalia belum mencapai orgasme, Langsung saya bangun dan meneruskan aksi, Saya suruh Natalia pindah posisi.

    Sejank sebelum memasukkan penisku, Saya suruh Natalia mengulum penisku agar membesar dan Natalia pun merahap penisku dengan penuh gairah,selang beberapa detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan saya suruh dia berhenti,lalu saya langsung memasukan penisku di vaginanya

    Natalia langsung teriak dan mengerang kenikmatan”achhh”tetapi posisiku kurang nikmat.Saya cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat Natali supaya penisku terasa nikmat masuk di divaginanya.

    Begitu saya masukin penisku dalam dalam terasa vaginanya hangat dan sudah penih cairan yang membuat penetrai terasa nikmat dan licin, Ini pertanda Natalia sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin penisku.

    Penisku,aku tariuk pelan pelan, masukin lagi pelan pelan dan demikian seterusnya, Natalia lagi lagi bersuara kecil dan mengerang, Saya biarin Natalia bersuara dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat variasi seperti menggoyang pinggulku

    Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Natalia pelan pelan berbisik”Di”saya sudah tidak tahan lagi…saya sudah pengin nembak…Cairan spermaku sudah mau keluar!”

    Ternyata benar juga, bebertapa detik kemudian di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti.Saya biarkan penisku di dalam vagina Natalia selama beberapa menit selama Natali orgasme, Sebab saya baca, cewek senang kalau sewaktu orgasme, penis cowoknya berada dalam dalam di vaginanya.

    Dan benar juga kata buku, Natali terlihat sangat puas, Begitu dia selesai orgasme, Beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam , terasa spermaku masih mau keluar, BUru Buru saya cabut penisku dari vaginanya Natalia dan Natalia langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat sekali.

    Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka Natalia, Sekeliling bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah ke buah dadanya dan ke sprei.

    Natalia memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah di buah dadanya dan saya turuti, Lidahku menyapu sisa sisa spermaku di buah dadanya dan Natalia terlihat benar benar menikmatinhya, setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa berselimut).

    pagi paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih keadaan telanjang, Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutui denga jaketku supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik

    “D,lue hebat sekali tadi malam, Baru lu cowok yang bisa memuasin saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar,saya pengin lagi Di, Saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus bertelanjang bugil ,dan main terus

    Kita cek out saja dari penginapan ini.Kita bilang ke anak anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung

    Terus kita cek in ke hotel lain”ternyata saya lebih gila daripada dia,saya terima saja,Beberapa jam kemudian teman temanku datang, saya langsung pamit mau pulang sama Natalia

    Mereka percaya saja,langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang jauh dari mereka, Dan pengalaman itu di teruskan di hotel yang baru, siangmalam saya dan Natalia mengadakan pesta seks tanpa istirahat.

    Kecuali buat makan, dan minum, Setiap keli sehabis bersetubuh, saya dan Natalia merasakan kenikmatan yang tiada tara.

  • Cerita Dewasa Aku Jadi Korban Pelampiasan Nafsu Di Dalam Keluarga – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Aku Jadi Korban Pelampiasan Nafsu Di Dalam Keluarga – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1863 views

    Perawanku – Seperti biasa kali ini admin Perawanku.com akan menceritakan tentang Cerita Sex Aku Jadi Korban Pempiasan Nafsu Di Dalam Keluarga. Yuk mari langsung saja ke topik cerita utamanya.

    Aku dibilang anak dari keluarga broken home sepertinya tidak bisa, walaupun ayah dan ibuku bercerai saat aku baru saja diterima di perguruan tinggi. Adanya ketidak cocokan serta pertengkaran-pertengkaran yang sering kali terjadi terpaksa meluluh-lantakkan pernikahan mereka yang saat itu telah berusia 18 tahun dengan aku sebagai putri tunggal mereka.

    Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Ayahku yang berkedudukan sebagai seorang pejabat teras sebuah departemen memang memberikan nafkah yang cukup bagiku dan ibuku, walaupun ia bekerja secara jujur dan jauh dari korupsi, tidak seperti pejabat-pejabat lain pada umumnya.

    Dari segi materi, memang aku tidak memiliki masalah, begitu pula dari segi fisikku. Kuakui, wajahku terbilang cantik, mata indah, hidung bangir, serta dada yang membusung walau tidak terlalu besar ukurannya. Semua itu ditambah dengan tubuhku yang tinggi semampai, sedikit lebih tinggi dari rata-rata gadis seusiaku, memang membuatku lebih menonjol dibandingkan yang lain. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus.

    Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa ditemani ayah atau ibu.

    Namun setelah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian dengan duda berputra satu, seorang pengusaha restoran yang cukup sukses, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari orang tuaku. Itupun masih jarang sekali. Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Itu juga setelah dibujuk rayu oleh seorang laki-laki teman kuliahku. Setelah itu aku kapok. Mungkin karena baru pertama kali ini aku pergi ke diskotik, baru saja duduk sepuluh menit, aku sudah merasakan pusing, tidak tahan dengan suara musik disko yang bising berdentam-dentam, ditambah dengan bau asap rokok yang memenuhi ruangan diskotik tersebut.

    “Don, kepala gue pusing. Kita pulang aja yuk.”
    “Alaa, Mer. Kita kan baru sampai di sini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Rugi kan. Lagian kan masih sore.”
    “Tapi gue udah tidak tahan lagi.”
    “Gini deh, Mer. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”
    Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.
    “Gimana sekarang rasanya? Enak kan?”

    Aku mengangguk. Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum. Kurasakan ia memapahku keluar diskotik. “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.

    Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang. Kedua belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dadanya. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. “Ouuhh.. Don!” desahku.

    Temanku meraih tubuhku yang ramping. Ia segera mendekapku dan mengulum bibirku yang ranum. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. Sementara itu tangannya mulai membuka satu persatu kancing blus yang kupakai. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya. “Don.. Ouuhh.. Ouuhh..” rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.

    Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi. Lalu ia menanggalkan celana panjangku. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Matanya terbelalak melihatnya. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda. Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.

    “Ouh.. Ouuh.. Jangan, Don! Jangan! Ouuhh..” jeritku ketika jari-jemari temanku mulai menyentuh bibir kewanitaanku. Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.

    Kepala temanku turun ke arah dadaku. Ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara dua buah gunung yang menjulang tinggi. Aku yang seperti tersihir, semakin menggerinjal-gerinjal dan merintih tatkala ia menciumi ujung buah dadaku yang kemerahan. Tiba-tiba aku seperti terkejut ketika lidahnya mulai menjilati ujung puting susuku yang tidak terlalu tinggi tapi mulai mengeras dan tampak menggiurkan. Seperti mendapat kekuatanku kembali, segera kutampar wajahnya. Temanku itu yang kaget terlempar ke lantai. Aku segera mengenakan pakaianku kembali dan berlari ke luar kamar. Ia hanya terpana memandangiku. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.

    Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas. Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.

    Sampai suatu saat, tiba-tiba ibuku terkena serangan jantung. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Sejak itu, aku hanya tinggal bertiga dengan ayah tiriku dan Rio.

    Sepeninggal ibuku, sikap Rio dan ayahnya mulai berubah. Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio. Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku. Ketika aku terjaga dan memarahinya, Rio malah mengancamku. Kemudian ia bahkan melepaskan celana dalamku. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkanku yang langsung saja merapikan pakaianku kembali. Selain itu, Rio sering kutangkap basah mengintip tubuhku yang bugil sedang mandi melalui lubang angin kamar mandi. Aku masih berlapang dada menerima segala perlakuan itu.

    Pada saat itu aku baru saja pulang kerja dari kantor. Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran. Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Ingin rasanya aku langsung mandi. Tetapi kulihat pintu kamar mandi tertutup dan sedang ada orang yang mandi di dalamnya. Kubatalkan niatku untuk mandi. Kupikir sambil menunggu kamar mandi kosong, lebih baik aku berbaring dulu melepaskan penat di kamar. Akhirnya setelah melepas sepatu dan menanggalkan blazer yang kukenakan, aku pun langsung membaringkan tubuhku tengkurap di atas kasur di kamar tidurnya. Ah, terasa nikmatnya tidur di kasur yang demikian empuknya. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.

    Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara. Orang itu lalu dengan mengendap-endap menghampiriku yang masih terlelap. Kemudian ia naik ke atas tempat tidur. Tiba-tiba ia menindih tubuhku yang masih tengkurap, sementara tangannya meremas-remas belahan pantatku. Aku seketika itu juga bangun dan meronta-ronta sekuat tenaga. Namun orang itu lebih kuat, ia melepaskan rok yang kukenakan. Kemudian dengan secepat kilat, ia menyelipkan tangannya ke dalam celana dalamku. Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok. Aku semakin memberontak sewaktu tangan orang itu mulai mempermainkan bibir kewanitaanku dengan ahlinya. Sekali-sekali aku mendelik-delik saat jari telunjuknya dengan sengaja berulang kali menyentil-nyentil klitorisku.

    “Aahh! Jangaann! Aaahh..!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya. Akan tetapi ia mengacuhkanku. Tanpa mempedulikan aku yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan, jari-jarinya terus-menerus merambahi lubang kenikmatanku itu, semakin lama semakin tinggi intensitasnya.

    Aku bersyukur dalam hati waktu orang itu menghentikan perbuatan gilanya. Akan tetapi tampaknya itu tidak bertahan lama. Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.
    “Rio.. Kamu..” Rio hanya menyeringai buas.
    “Eh, Mer. Sekarang elu boleh berteriak-teriak sepuasnya, tidak ada lagi orang yang bakalan menolong elu. Apalagi si nenek tua itu sudah mampus!”
    Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Keparat.

    “Rio! Jangan, Rio! Jangan lakukan ini! Gue kan kakak elu sendiri! Jangan!”
    “Kakak? Denger, Mer. Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Yang gue tau cuma papa gue kawin sama nenek tua, mama elu!”
    “Rio!”
    “Elu kan cewek, Mer. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Bales budi dong!”
    “Iya, Rio. Tapi bukan begini caranya!”
    “Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Gue tidak mau tau, elu mau kasih apa tidak!”
    “Errgh..”

    Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Dengan memaksa ia melumat bibirku yang merekah itu, membuatku hampir tidak bisa bernafas. Aku mencoba meronta-ronta melepaskan diri. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. “Akh!” Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya dengan cukup keras. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.

    Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur. Demikian juga kedua kakiku, tak luput diikatnya, sehingga tubuhku menjadi terpentang tak berdaya diikat di keempat arah. Oleh karena kencangnya ikatannya itu, tubuhku tertarik cukup kencang, membuat dadaku tambah tegak membusung. Melihat pemandangan yang indah ini membuat mata Rio tambah menyalang-nyalang bernafsu.

    Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Satu persatu dibukanya kancing penutup blusku. Setelah kancing-kancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas. Kemudian dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BH-ku, sehingga buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.

    “Wow! Elu punya toket bagus gini kok tidak bilang-bilang, Mer! Auum!” Rio langsung melahap buah dadaku yang ranum itu. Gelitikan-gelitikan lidahnya pada ujung puting susuku membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian. Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Semakin keras aku meronta-ronta tampaknya ikatan tanganku semakin kencang. Sakit sekali rasanya tanganku ini. Jadi aku hanya membiarkan buah dada dan puting susuku dilumat Rio sebebas yang ia suka. Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.

    “Aaarrghh.. Rio! Jangaann..!” Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku. Ternyata Rio mulai menghujamkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio. Dengan sekuat tenaga ia menambah dorongan kemaluannya masuk-keluar dalam kewanitaanku. Membuatku meronta-ronta tak karuan.

    “Urrgh..” Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Karena kelelahan, tubuh Rio langsung tergolek di samping tubuhku yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah.

    “Braak!” Aku dan Rio terkejut mendengar pintu kamar terbuka ditendang cukup keras. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.
    “Papa!”
    “Rio! Apa-apa sih kamu ini?! Cepat kamu bebaskan Merry!”
    Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Rio mematuhi perintah ayahnya. Segera dibukanya seluruh ikatan di tangan dan kakiku. Aku bangkit dan segera berlari menghambur ke arah ayah tiriku.

    “Sudahlah, Mer. Maafin Rio ya. Itu kan sudah terjadi”, kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.
    “Tapi, Pa. Gimana nasib Meriska? Gimana, Pa? Aaahh.. Papaa!” tangisanku berubah menjadi jeritan seketika itu juga tatkala ayah tiriku mengangkat tubuhku sedikit ke atas kemudian ia menghujamkan kemaluannya yang sudah dikeluarkannya dari dalam celananya ke dalam kewanitaanku.

    “Aaahh.. Papaa.. Jangaan!” Aku meronta-ronta keras. Namun dekapan ayah tiriku yang begitu kencang membuat rontaanku itu tidak berarti apa-apa bagi dirinya. Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Ah! Ayah dan anak sama saja, pikirku, begitu teganya mereka menyetubuhi anak dan kakak tiri mereka sendiri.

    Aku menjerit panjang kesakitan sewaktu Rio yang sudah bangkit dari tempat tidur memasukkan kemaluannya ke dalam lubang anusku. Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Ayah dan kakak tiriku itu sama-sama menghunjam tubuhku yang tak berdaya dari kedua arah, depan dan belakang. Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri. Aku sudah tidak ingat lagi apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak setelah itu.

    Beberapa bulan telah berlalu. Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. Akhirnya aku memeriksakan diriku ke dokter. Ternyata aku dinyatakan positif hamil. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Aku mengandung? Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Aku tidak tahu secara pasti, siapa ayah dari anak yang sekarang ada di kandunganku ini. Ayah tiriku atau Rio. Hanya mereka berdua yang pernah menyetubuhiku. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Yang pasti ia adalah anakku. Lalu apakah ia juga sekaligus adikku alias anak ayah tiriku? Ataukah ia juga sekaligus keponakanku sebab ia adalah anak adik tiriku sendiri?

  • Cerita Sex Bersambung Ngentot Perawat Dari Jepang Broo..!! Part 1 – Cerita Sex Bersambung Terbaru 2018

    Cerita Sex Bersambung Ngentot Perawat Dari Jepang Broo..!! Part 1 – Cerita Sex Bersambung Terbaru 2018


    1863 views

    Perawanku – Saat ini, saya mau menceritakan tentang perawat. Kebetulan saya baru kecelakaan dan terpaksa dirawat, untungnya selalu ditemani cewe, saya jadi tidak terlalu bosan. Saya jadi ingat sama seorang perawat di Dai Nippon.

    Kisah ini terjadi di Osaka (masih serangkaian dengan kisah Yakuza), saya masih bekerja/kenshu di salah satu perusahaan konstruksi terbesar di sana. Nah, suatu ketika saya jatuh sakit, bulan Oktober. Saya kira-kira baru 2 bulan tinggal di Osaka. Saya ingat sekali kalau bulan 10 itu adalah bulan peralihan ke musim dingin dan banyak sekali topan badai. Nah, suatu pagi saya sengaja berdiri menantang badai dari balkon kamar lantai 7 saya hanya mengenakan celana dalam saja. Ternyata angin Typhoon itu panas, tidak dingin. Tidak tahunya, besok pagi saya muntah darah. Langsung saja saya ke klinik (byoin) terdekat, sebab saya dilindungi insurance. Ternyata saya flu perut. Setelah itu saya didiagnosis dan diberi obat (2 hari sembuh lho! Itulah hebatnya dokter Nippon). Tetapi pengobatan seperti itu saja mengeluarkan 30.000 yen atau 2,5 juta rupiah! Pesan saya: Jangan bepergian tanpa asuransi.

    Bukan Jay kalau tidak sempat ngelaba, kebetulan susternya cantik, setelah kulihat namanya, wah tulisan kanji, saya tidak mengerti. Terpaksa, saya hanya sekedar melirik dan melempar senyum kuda. Tetapi dasar beruntung, tiga hari kemudian kami bertemu di warung ramen (mie kuah) ketika saatnya lunchbreak. Kalau di Osaka, cobalah Kinryu Ramen, warung mie paling ngetop dan enak sekali, walaupun tentu masih lebih enak mecky perawan hahaha. Tapi mana ada mecky dijual di warung? hehe.

    Kembali ke suster. Singkat saja, namanya Maki Hojo, panggilannya Makichan. Dia sempat menanyakan kesehatan saya. Setelah basa-basi, kami janjian bertemu di Sony Tower Yodoyabashi pada hari Jum’at. Rencananya dia mau mengajak saya ke Funky Kurapu buat joged (disko). Dari kerlingannya ketika beranjak keluar warung, ketahuan suster ini hot juga. Jum’at malam saya kebetulan pulang dari proyek di Kyoto. Dari stasiun Namba, saya langsung ke Ebisucho dan berjalan cepat menuju Sony Plaza Tower. Dari kejauhan tampak bangunan putih menjulang, saya sudah semakin dekat.

    Swatchku menunjukkan jam 8.15 PM. Padahal saya janjian jam 8. Wah, semoga belum pergi. Itu dia, dari kejauhan nampak seorang gadis berambut merah api mengenakan jas ketat putih dan span putih pendek. Maki! Dia menyambutku dengan senyum manis walaupun sebelumnya sempat melirik jam di tangannya. Setelan bajunya sungguh menarik. Rupanya dia memadukan rok bawahan seragamnya dengan blazer ketat putih juga, sampai belahan dadanya nampak menonjol karena terlalu ketat. Sedangkan sepatunya sudah diganti sepatu hak tinggi (15cm) khas cewek Nippon yang gaul, bahan beludru hitam membuat tingginya melonjak jadi hampir setinggi saya. Wah, kasihan juga cewek imut manis ini menunggu kedinginan di tengah udara dingin musim postfall Osaka. Di tangannya terselip sebatang rokok putih, wah sexy sekali. Inilah gadis Nippon modern yang di kala siang bekerja giat sebagai perawat berpenampilan bidadari. Namun di kala malam berubah menjadi wanita sexy yang sungguh berkelas.

    Kacamata biasanya telah berganti soft lens biru muda. Di leher jenjangnya terbelit syal bulu warna hitam, namun tidak menutupi belahan payudaranya yang terdesak ketatnya blazer yang dipakainya, hmm kecoklatan, rupanya dia sering liburan ke pantai. Hmm, yummy.. totally fuckable!

    “Ashkunate sumimasen!” ujarku meminta maaf atas keterlambatanku.
    “Iie, daijobu des yo!” jawabnya memaafkanku.
    Akhirnya kami langsung saja jalan sepanjang Arcade Shinsaibashi sambil bercengkerama, saya dengan bahasa Jepang pas-pasan saya dan Maki dengan inggris terbata-bata. Yang jelas banyak ketawanya. Orang Jepang bila belum kenal terkesan sombong, namun bila sudah kenal ramahnya luar biasa. Ternyata dia suka berlibur ke Kuta. Karena itu dia begitu tertarik mengenal saya yang Indonesiajin. Tetapi dia belum tahu kalau saya pejuang aktivitas penis international yang bermottokan, “Semoga kontol nusantara tetap Jaya!”

    Kalau tahu dia pasti akan segera lari.. memesan kamar..hehehe. Mitos bahwa cewe Jepang hot-hot itu sepenuhnya benar. Bayangkan kalau semua cowok Indonesia sibuk berkarir dan stress selalu, giliran mau ML kasar, padahal batangnya lembek. Bisa dijamin cewek Indonesia juga hot-hot. Lha, wong sekarang saja sudah hot.. kan pake AC. Obrolan kami semakin hangat dan Maki (yang akhirnya kupanggil Kiko) mulai merangkul tanganku. Saat itu saya mengenakan setelan jas wool hitam plus kemeja abu-abu tua. Jadilah kami pasangan hitam putih.

    Udara dingin Osaka membuat Kiko semakin merapatkan diri. Dadanya kini menempel pada lenganku yang kekar. Sampailah kami pada sebuah tangga ke bawah tanah yang dari luar terlihat seperti basement apartemen biasa, eh.. ternyata setelah masuk terdengar musik soul funk menghentak diiringi lampu laser warna warni berputar menari. Setelah membayar 5000 yen tiket (all you can drink) kira-kira 400 ribu rupiah, kami memasuki hall seluas lapangan voli yang penuh orang joged berjajar rapi (khas Nippon). Di tengah ruangan terdapat semacam catwalk berliku dimana gadis-gadis berpakaian super seksi berjoged liar. Mereka jika siang hari berprofesi sebagai sekretaris, office clerk sampai account executive, semua menari sexy sambil tertawa riang. Terus terang ini saat pertama kali saya masuk underground ‘Kurapu’. Ternyata benar-benar mungil tetapi ramai. Jadi maklum kenapa turis Jepang kalau di Bali suka salting. Maklum, tidak biasa di tempat yang benar-benar ‘bigtime’.

    Langsung saja Kiko menyeretku untuk joged, wah dirty dancing juga. Si Jendral jelas siaga perang. Paha kami saling mengapit sambil bergoyang funk (itu lho musik negro 70-an). Serasa John Travolta di Pulp Fiction. Sekali-kali Kiko dengan sengaja menggesekkan dada dan perutnya padaku. Buahdada semangkok bakso itu ternyata padat sekali, mungkin karena tekanan blazer ketatnya. Kancing atas blazer Kiko sudah dilepas, sehingga renda BH hitamnya mengintip, tentu beserta belahan susu ranumnya. Sejenak saya berpikir ada yang kurang, oh ya, saya belum minum. Kebiasaan (buruk) saya doyan alkohol. Apalagi di bar ini minuman berkelas semua ada. Kalau ada pembaca yang protes tukang gele dan mabok kok kuat ML, lucky kali. Mungkin ada mas-mas yang kalo mabok to’olnya lupa berdiri, yang pasti itu berbeda dengan saya.

    Sementara itu, Kiko tampak terpejam menikmati goyangan musik. Saya terus menanyakan barnya, bagi saya uang 400 ribu rupiah termasuk banyak untuk happy semalaman. Saya bukan termasuk pemakai drugs PT, extacy atau SS, yang bisa mengehabiskan jutaan rupiah dalam semalam plus booking ceweknya. Itu cukong loser! Kalau saya cukup booze and pot plus cewek yang nyantol sendiri. Murah tetapi seru. Sesampainya di bar, langsung saja saya minta yang paling istimewa.
    “Ichiban suyoi kudasai!”, pinta saya.

    Setelah bergelas-gelas sierra, gorbatchev dan chivas regal tidak menampilkan reaksi. Akhirnya bartender (ternyata arsitek juga) memberiku arak rahasianya.
    “Kore wa nana ju go pasento!”, kata bartender.
    75 persen alkohol, tetapi reaksinya dia tidak mau tanggung jawab. Saya mengangguk saja. Cepat kutenggak. Aw, serasa terbakar tenggorokan! Kalau tiak salah, namanya Roncalli. Warnanya hijau muda.

    Sambil minum, saya dihampiri beberapa gadis yang menawarkan dagangan untuk menemani, dari tampangnya sepintas dari Asia Tenggara. Saya tersenyum saja sambil mengatakan kalau saya orang RI. Mereka tertawa dan terus ngeloyor pergi.
    Salah satunya sempat bilang, “Salam buat orang rumah, mas!”
    Belum sempet saya menanggapinya, cewek putih, sexy, berambut panjang itu sudah menyapa laki-laki berjas lain. Mungkin karena pakaian kantorku, mereka mengira saya esmud yang kesepian. Jangan salah, banyak juga cewek Indonesia di sana. Setelah itu saya ngeloyor turun ke bawah. Ternyata minuman iblis itu mulai bereaksi. Sambil jalan, saya berjoged sambil meremasi pantat gadis-gadis yang kulewati.
    Kalau ada yang protes, cukup bilang, “Yurushite, chotto yopparai desu”. (Maaf agak mabok nih).
    Paling mereka diam, lagian kebanyakan tidak protes kok. Nah, ngapain lagi mereka ke ‘kurapu’ kalau tidak ingin digoda dengan cowok. Bagi para feminist, saya akui malam itu saya amat tidak gentleman. Maklum pemabuk horny.

    Lama juga, akhirnya saya sampai ke Kiko. Dia tengah dikelilingi 3 CBL (cowok bertampang loser) yang berjoged. Semuanya berdasi, wah tampaknya salaryman kesasar. Memang banyak juga lelaki pulang kantor mampir. Sama seperti di sini (Indonesia). Kiko tampak memegang gelas. Rupanya para CBL tadi berusaha membuat dia mabuk. Tetapi tampaknya Kiko cukup cuek. Langsung saja kuajak Kiko pergi cari tempat duduk sambil kuseret tangannya. Para CBL tadi tampak kecewa tetapi tidak berani menentangku. Bayangkan saja, ada cowok berbadan besar (bagi mereka saya termasuk berbadan besar), berambut panjang diikat, pakaian hitam-hitam dan bermata merah serta bau alkohol. Serem kan? Kiko tampaknya senang, saya sudah menyelamatkan dia. Tanpa saya cerita, Kiko tampaknya bisa melihat kalau saya baru minum gila-gilaan, kerah saya saja belepotan alkohol. Dasar orang udik, saya sampai kapok.

    Kiko lalu mengajakku keluar hall. Kami lalu menuju ke barisan locker, karena saya mulai kepanasan memakai jas terus. Setelah memasukkan koin 100 yen, langsung saya kunci. Saya lalu mengajak Kiko ke otomat untuk beli kopi instan. Ternyata Kiko ada akal lain, diseretnya tanganku menuju ke WC lalu berdua kami masuk ke dalam salah satu bilik. Kalau anda baca cerita Jay Yakuza, pasti anda berpikir, kenapa Jay selalu memakai tempat umum tertutup untuk beraktivitas (ML), jawabnya karena memang di Jepang, yang namanya Rabu Hoteru (motel esek-esek) harganya mahal juga dan bagi para petualang muda, lebih seru di tempat umum. Memang tujuan kamike WC bukan sekedar pipis. Tahu kan?

    Kiko memelorotkan celana dalamnya lalu duduk kencing di kloset. Setelah itu, gantian saya mengeluarkan si Jendral. Setelah saya kencing cukup banyak dan berbau alkohol, saya cuci pakai air semprotan. Ternyata karena agak mabuk, airnya mengenai celana hitamku. Untung karena hitam jadi tidak terlalu kelihatan. Tetapi dasar perawat, Kiko lalu mengambil toilet paper, lalu jongkok membersihkan celana basah saya. Sementara itu si Jendral masih melongok keluar boxer shorts dan risluiting saya, sekalian dikeringkan oleh tangan Kiko yang cekatan. Terkena jemari mulus yang dingin itu, jelas saja, si Jendral langsung siaga kuning. Melihat itu, Kiko lalu tersenyum dan melirik ke arahku, lalu Jendral saya yang mekar langsung saja dikulumnya. Terkena perubahan suhu begitu, si Jendral langsung code red. Mulut Kiko yang imut khas wanita Nippon jadi tidak mampu menampung keseluruhannya, hanya palkon (kepala kemaluan) dan batang sedikit.

    Bagi rekan cowok yang ingin merasa jantan, jangan sama bule, sama cewe Nippon saja. Coba lihat film bokep Jepang, burung cowoknya kecil-kecil, itu saja sudah diandalkan. Untung orang melayu masih berdarah Melanesia, jadi campuran Asia dengan Polinesia. Saya pernah baca survey mengenai panjang kelamin pria sedunia, ternyata rata-rata cowok Asia memiliki panjang 12,5 cm (5 inch), lalu kalau saya 15 cm (6 inch) dan Negro 17,5 cm (7 inch). Nah, kalau diantara mas-mas sekalian yang punya panjang lebih dari 13 cm, bersyukurlah, anda sudah di atas rata-rata cowok Asia. Jadi sebesar itu akan jaya dalam aktivitas ML.

  • Keenakan di entot Sampai nggak Sadar

    Keenakan di entot Sampai nggak Sadar


    1862 views


    Perawanku – Hubungan perkawinan kami sangat rukun dan kami tidak pernah mengalami masalah dengan hubungan seksual ataupun keuangan karena walau bagaimanapun baik aku dan suamiku mempunyai posisi yang sangat bagus di perusahaannya masing masing.

    Suamiku sering pulang pergi dari Taiwan ke Indonesia dan selalu singgah ke Singapore sebelum ke Jakarta, hal ini disebabkan karena dia bekerja di Taiwan apalagi dia tidak begitu bisa dalam bercakap-cakap bahasa Indonesia sehingga di dalam kehidupan pernikahan kami, kami selalu menggunakan bahasa mandarin atau bahasa Inggris, sehingga anak kami yang bernama Melissa mengusai 3 bahasa.

    Wang K*** (edited) adalah nama suamiku dan aku sangat menyayanginya. Dia selalu pulang ke Jakarta setiap 2 minggu sekali tetapi walaupun demikian, aku tidak merasa kesepian dan tidak ada keinginan untuk melakukan affair dengan laki-laki lain walaupun percaya atau tidak

    Banyak teman laki-lakiku di sini sering mengajakku kencan dan ada juga yang mengajak bercinta secara terang-terangan sewaktu suamiku tidak ada di Indonesia, tetapi aku selalu menolaknya dengan berbagai alasan karena aku sangat menyayanginya.

    Suatu hari di malam hari (beberapa hari yang lalu), aku baru saja menyajikan sarapan malam untuk Melissa dan untuk diriku sendiri. Melissa melahap masakan char siew buatanku yang menjadi salah satu kegemarannya sehingga membuat tubuhnya semakin gemuk.

    Sewaktu kami sedang makan, tiba-tiba telepon berdering dan saya menunda sarapan malam saya untuk menerima telpon tersebut. Ternyata, orang di telepon itu adalah suamiku sendiri yang mengatakan bahwa malam ini dia berada di Taiwan airport bersama teman bisnisnya.

    Dia berkata bahwa dia kangen sekali untuk bercinta denganku dan dia berkata bahwa setelah bisnisnya di Taiwan selesai, dia akan langsung ke Jakarta untuk bercinta denganku. Percakapan 30 menit kami terpaksa berhenti karena adanya suara wanita di latar belakangnya bahwa dia mesti “boarding” karena pesawat akan diberangkatkan. Dengan perasaan sedih dan kesal, aku terpaksa mengakhiri percakapan kami. Cerita Bokep Indonesia

    Untuk menghilangkan perasaan kesalku, aku mendekati anak perempuanku yang sedang asyik bermain dengan Play Station dan aku ikut bermain dengannya. Sewaktu aku sedang bermain-main dengan anakku, telepon berdering kembali dan aku menyangka itu dari suamiku, ternyata orang yang meneleponku adalah adik kandungku dan dia seperti hendak berkata sesuatu dengan perasaan sedih dan aku mengetahuinya karena dia gugup sekali sewaktu hendak berbicara denganku.

    Tak lama, akhirnya dia menceritakan bahwa dia baru saja mendengar dan menyaksikan sebuah kecelakaan pesawat terbang di CNN dan dia menyebutkan sebuah nomor pesawat SQ006 yang membuat hatiku menjadi hancur berkeping-keping karena suamiku yang sangat kusayangi berada di dalamnya.

    Aku mendadak menangis dan merasa lemas di seluruh badan, kemudian aku tidak ingat apa-apa setelah itu. Setelah aku sadar dari pingsanku, adik perempuanku yang meneleponku tadi berada di sisiku bersama suaminya dan anakku.

    Melihat mereka, aku menjadi menangis kembali dan mereka menyarankan agar aku pergi ke Taiwan saat itu juga, aku mengiyakan mereka dan setelah aku siap, aku langsung pergi ke Airport dengan menggunakan taksi sementara adikku dan suaminya menemani Melissa untuk beberapa hari selama aku pergi ke Taiwan.

    Selama perjalanan, aku tidak henti-hentinya menangis di dalam hati karena aku tidak mau orang-orang di sekitarku tahu bahwa aku sedang menangis. Akhirnya aku sampai juga di Taiwan dan aku langsung mencari kantor Singapore Airline dan mencari orang yang mengetahui secara jelas apa yang terjadi dalam insiden tersebut dan mengkorfimasikan pada mereka bahwa suamiku adalah salah satu korban di dalam kecelakaan tersebut.

    Setelah aku mengidentifikasi jenazah suamiku yang sudah tidak berbentuk lagi, aku duduk seorang diri di salah satu bangku dan badanku lemas semuanya. Aku masih bengong saja dan tak tahu mesti berbuat apa apa setelah mengidentifikasikan jenazah suamiku sampai seseorang pria Taiwan menegurku. Setelah kami bercakap-cakap, aku mengetahui bahwa laki-laki yang mengaku bernama Sam Yam ini kehilangan istri dan anaknya di dalam kecelakaan yang juga dialami oleh suamiku.

    Aku juga semakin lama semakin tidak mengerti mengapa akhirnya aku akrab dengan Sam Yam yang baru saja kukenal. Dia mengajakku ke sebuah restaurant yang tidak jauh dari Chiang Khai Sekh Airport.

    Kami saling bercakap-cakap mengenai kehidupan kami masing-masing dan Sam memesan 2 botol anggur merah dan kami berdua sama-sama meminum anggur merah yang dia pesan untuk menghilangkan kesedihan dan kedukaan yang kami alami masing masing.

    Aku memang tidak pernah minum anggur selama hidupku sehingga beberapa teguk anggur merah itu membuatku menjadi mabuk. Aku masih ingat bahwa Sam menggendongku ke mobilnya di saat aku sudah mabuk sambil aku ngomong ngalor-ngidul tidak karuan.

    Selama di mobil Sam, aku kembali menangis, tertawa dan menggoda Sam yang sedang menyetir dan disaat itu aku benar-benar tidak tahu ke mana Sam akan membawaku pergi. Akhirnya aku merasakan mobil Sam berhenti di suatu tempat dan aku masih mabuk dan aku hanya merasakan bahwa badanku sedang digendong oleh Sam ke apartemen dan akhirnya tiba di suatu ruangan kamar yang aku yakin itu adalah kamar tidurnya karena kemudian aku dibaringkan oleh Sam di ranjang tersebut.

    Sam pergi meninggalkanku seorang diri di ranjang tersebut dan aku terus berteriak-teriak memanggil nama suamiku dalam bahasa Mandarin dan kadang-kadang aku tertawa dan kadang-kadang aku menangis. Aku benar-benar tidak sadar atas apa yang terjadi dengan diriku dan yang aku tahu bahwa aku sudah seperti orang gila yang tertawa dan berbicara pada iri sendiri.


    Beberapa menit kemudian, Sam datang kembali ke ranjang di mana aku sedang berbaring karena aku melihatnya samar-samar dalam keadaan mabuk. Aku memperhatikan bahwa dia sedang membalut wajahku dengan kain yang sudah bercampur dengan es. Aku tahu bahwa dia ingin membuatku sadar dari perasaan mabuk dan teler akibat red wine itu.

    Dikala Sam sedang melap wajahku dengan kain merah itu, aku langsung memeluk Sam tentunya dalam keadaanku yang masih tidak sadar. Saat itu, aku menyangka bahwa Sam adalah Wang Hui (suamiku) sehingga aku terus saja menciumnya dengan penuh nafsu dan sepertinya Sam ikut hanyut dalam ciumanku dan mulai menciumku dengan penuh mesra dan mungkin juga dia menganggap aku seperti istrinya yang telah meninggal.

    Tanganku mulai turun dan mengelus kejantanannya yang telah mengeras seperti baja. Sam mulai menyambutnya dengan mencium seluruh wajahku seperti orang yang sudah lama tidak melakukan seks. Mulai dari keningku, kemudian hidung, dan akhirnya mulutku. Aku membalas ciumannya dan akhirnya kami French Kissing. Lidah kami bertemu dan bergelut.

    Badan kami mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa permainan ini akan menjadi menarik. Tangannya mulai membuka baju piyamanya. Tanpa melepaskan French Kiss kami, dia membuang bajunya dan mulai melepaskan BH-ku ke lantai.

    Tangan nakalnya mulai memainkan payudaraku yang indah. Tangannya mulai melepaskan pakaianku dan tak lama celana dalamku juga menyusul terhempas di lantai apartemennya. Ciuman kami terlepas untuk mengambil nafas. Nafas kami mulai menjadi berat dan kami bergerak menurut insting kami.

    Sam mulai menciumi leherku dan terus turun ke arah payudaraku. Sam menciumi payudaraku dan menjilati puting susuku. Setelah lumayan puas dengan payudaraku, tangannya mulai bermain di bibir kewanitaanku. Sam memasukkan satu jari dan merasakan bibir kemaluanku mulai membasah. Sam tidak mau buang-buang waktu lagi. Sam terus menjilati bibir kemaluan dan klitorisku. Langsung saja aku mengerang dengan nada penuh kepuasan.

    Sambil terus menjilati klitorisku, Sam memasukkan dua jari ke liang kewanitaanku. Tangan Sam yang satunya menemukan payudaraku dan mulai mencubit-cubit ringan puting susuku. Aku mengerang dengan gembira dan cairanku mulai tumpah dan aku telah mencapai orgasme yang keras.

    Sam tidak peduli, dengan ganas dia dorong maju mundur jemarinya dan dangan keras dia jilati klitorisku. Aku mendapat orgasmeku yang aku sendiri tidak tahu itu yang keberapa. Batang kemaluannya yang sejak tadi keras dan online siap-siap dimasukkan lubang cintaku. Aku menciumnya sambil terus menyebut nama suamiku yang telah meninggal.

    Setelah itu, aku langsung mengulum batang kemaluannya dan aku langsung meletakkan kemaluanku di atas wajahnya. Langsung saja kujilati. Dalam posisi 69 ini, kami saling memuaskan satu sama lainnya.

    Tak lama, aku merasa cairan wanitaku akan keluar. “Wang Hui, I’m cumming..” aku terus menyebut nama suamiku tanpa menyadari bahwa laki-laki yang sedang kusetubuhi adalah orang asing yang baru kukenal dalam 1 hari.

    Kami sangat kecapaian dan berbaring sebentar. Rupanya Sam masih hot. Aku masih memegang-megang batang kemaluannya dan genggamanku mulai bergerak naik turun. batang kemaluannya yang masih belum kuat langsung saja berdiri tegap.

    Aku duduk mengangkang dan mengendarai batang kemaluannya. Badanku naik turun berirama. Tangannya memainkan puting susuku yang mulai mengeras dalam pegangannya. Dia mulai mengerang dan berteriak, “Enak!”. Pinggulku juga turut bergerak naik mengikuti irama Sam.

    Tanda-tanda ejakulasi mulai muncul dan irama kami semakin lebih cepat. “Ooh.. ooh..” Kami berdua mengerang bersamaan dan akhirnya aku merasakan otot-otot liang kewanitaanku mengeras dan cairan manisku tumpah ke atas batang kemaluannya. Pada saat itu juga batang kemaluannya menembakkan cairan laki-lakinya ke dalam liang kewanitaanku dan aku merasakan sensasi yang selalu kurindukan.


    Kami berpakaian kembali. Kami berdua tidur berpelukan. Esok paginya, aku sungguh terkejut ketika melihat tubuhku yang dalam keadaan telanjang. Aku membangunkan Sam yang tidur sambil memeluk tubuhku dengan mesranya. Aku menanyakan apa yang terjadi dengan diri kami.

    Sam menceritakan seluruh kejadian yang dialami oleh kami selama semalam dan aku langsung terkejut dan meninggalkan rumah Sam dengan berjuta penyesalan. Dengan beribu ribu penyesalan, aku langsung kembali ke Airport untuk menemui jenazah suamiku dan aku berharap dia mau memaafkan apa yang terjadi antara aku dengan orang yang baru saja kukenal, Sam Yam.

    Maafkan aku, suamiku sayang dan selamat tinggal sayangku. Aku berjanji bahwa aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Para pembaca, bisakah kalian memberitahu kepadaku apakah ini semua kesalahanku?

  • Vania Putri S namanya

    Vania Putri S namanya


    1862 views

    Perawanku – Ya, genap satu tahun aku bekerja di tempat penyiaran radio. 1 tahun pula aku mengenal Ochi, yang kini dia dalam tahap persiapan masuk kuliah di kota yang sama, kota hujan. Entah kenapa dia ingin sekali menjadi dokter hewan. Aku tau memang, di rumah ibu nya kucing kesayangan dia dipelihara. Jadi motivasi tersebut yang memberikan dia kemampuan yang memadai untuk melewati tes SPMB untuk masuk ke jurusan kedokteran hewan.

    Ochi yang masih ngekos di tempat tersebut, kini jarang sekali kelihatan karena kampusnya memang diwajibkan untuk memasuki asrama pada tahun pertama. Tetapi setiap weekend, dia sering mengunjungiku dan kadang aku ajak jalan supaya dia tidak bosan dengan suasana kampus yang sepertinya mempunyai warna kesibukan baru untuk Ochi.

    Kali ini aku tidak bercerita tentang Ochi, tetapi akan bercerita tentang teman satu kantorku yang bernama Vania Putri S. atau biasa dipanggil Vani. Vani juga rupanya perantau, tidak jauh dari kota ini, dia berasal dari Bekasi.

    24 September 2011

    “Lho Van, katanya lo sakit?” sambut ku yang sedang merapikan berkas broadcast yang akan aku bawakan nanti siang
    “Iya nih Fer, masih ga enak badan sebenernya. Cuma si Bos minta gw temenin lo broadcast siang nanti. Kebetulan tema yang bakal dibawain nanti siang gw udah paham banget. Jadi ya apa boleh buat”
    “Ohh ternyata lo toh partner gw nanti siang. Wah bakal rame dong nih nanti siang pasti listener nya gara-gara ada lo”
    “Hahaha bisa aja lo”
    “Eh lo udah sarapan belum Van?”
    “Belum nih. Tadi gw bangun agak kesiangan jadi ga sempet nyiapin bekel”
    “Ya udah, nih tolong lo susun sesuai kemampuan lo biar nanti bawain nya enak. Sarapan biar gw beli ke depan. Lo ga usah terlalu banyak aktivitas. Siapin buat nanti siang aja. Oke?”
    “Wah makasih ya fer. Oke deh. Siap BOS!”
    “Haha ya udah gw cabut bentar ya.”
    “Oke”

    Vani adalah salah satu penyiar yang ngasih rating siaran paling tinggi. Bayangin aja, bukan apa-apa yaaa. Kalo kalian denger di radio, yang kalian denger suara kan? Adalah sebutan suara ganteng, adalah suara cantik. Nah walaupun penyiarnya ga ganteng amat, ato ga cantik beneran, tapi suara nya itu yang bikin kuping nyaman. Tapi beda sama Vani, aslinya itu cantik bener. Suara nya cantik juga. Makanya rating siaran yang dia pegang pasti rame bener. Secara fans nya Vani itu bejibun seantero Bogor.

    Siang ini aku dan Vani membahas tentang wisata kuliner yang ada di kota ini. Dari es duren, asinan, roti unyil, pizza kayu bakar, sop buah, es duren, makanan murah, makanan mahal, resto ini itu, dan lainnya. Sudah bisa diprediksi hari ini ramai request yang masuk. Request minta ini itu. Untungnya Vani paham banget sama materi ini, soalnya dia emang hobi nya wisata kuliner. Tapi entah kenapa body nya ga ada melar-melarnya mau porsi makan dia seporsi kuli (kata orang warteg) dan doyan jajan ini itu.

    “Huwaahhh kelar juga Van. Thanks banget ya lo udah bantu n temenin gw siaran siang ini. Kalo ga ada lo entah gimana gw ngadepin listeners. Dan lo juga ga keliatan kaya orang sakit. Semangat banget tadi”
    “Hayah santai aja lagi Fer. Gw juga seneng ko jadi partner lo, soalnya lo juga enak bawain nya. Konyol lo ga garing, jadi gw nya juga semangat. Yaa itung-itung kaya gini nih bikin gw cepet pulih dari sakit. Hehehe thanks ya Fer.”
    “Siipp sama-sama Van. Lo langsung balik abis ini?”
    “Iya Fer, gw sekalian mau istirahat.”
    “Gw anter ya. Gw juga ga ada kesibukan lagi”
    “Eh gpp nih? Ya udah hehehe mau aja gw mah. Biar ga cape ngangkot”
    “Lo sih kenapa ga cicil motor aja sih? Gw aja udah mau jalan 6 bulan nih cicilan”
    “Belum kepikiran gw. Nanti aja deh. Hehe”
    “Yuk deh beberes, kita pulang abis ini.”

    Tiiiiiiiiitttuituit (sfx : bunyi sms)

    “Ka Fer. Ochi minggu ini ga pulang ke kosan. Ada acara di kampus. Satu angkatan diminta hadir soalnya. Maaf ya ka belum bisa nemenin weekend ini.”

    Wahh sepi dong weekend ini ga ada yang bawel bangunin tiap pagi. Tapi ga apalah. Demi dunia baru Ochi yang lebih luas.

    “Oke Ochi. Take care ya di sana. Kaka tunggu minggu depan :*”
    “Oke ka. Miss you :*”
    “Fer, yuk cabut”
    “Ohh ehh iya. Yuk. Btw, lo abis mandi?”
    “Iya barusan panas banget gw. Jadi mandi bentar di kamar mandi staff”
    “Ohh pantes”

    Broadcast hari ini selesai jam 2 siang. Saat itu aku antar Vani pulang ke kosan nya. Tetapi, sepertinya ada yang aneh. Ini mah jalan aku pulang ke kosan.

    “Van, kosan lo yang mana?”
    “Lurus aja, nanti ada bangunan ijo, pager item. Itu kosan gw.”
    “HAH? Jadi lo ngekos di samping kosan gw? Itu kan kosan khusus cewe nya pak Haji Mansur kan?”
    “LOH lo jadi ngekos Haji Mansur juga? Kenapa ga bilang kampret. Tau gitu gw tiap hari nebeng elo Fer. Cape-cape gw naik angkot. Ah”
    “Hahahaha ya lo ga bilang sih. Mana tau gw. Hahaha ya udah deehhh rela gw tiap hari jadi ojek lo.”
    “Nah gitu doong. Kan ongkos nya lumayan buat wiskul (wisata kuliner) lagi”
    “Buseett makan mulu lo. Tapi ga gemuk-gemuk. Tetep aja body lo bagus gitu”
    “Ehh masa body gw bagus? Biasa aja ah. Bisa aja lo”
    “Hehehe ga gombal loh gw. Kenyataan”
    “Hahaha ya udah. Naahh sampe kan. Gw turun dulu ya. Eh fer gw mau liat kosan lo dong sebelah mana. Siapa tau gw bisa main-main kalo lagi bosen”
    “Ya udah yuk masuk. Gw parkir motor sebentar. Lo tunggu di tangga situ dlu ya”
    “Okee”

    Setelah ku parkir motor ku, Vani masih clingak clinguk melihat keadaan sekitar.

    “Fer, ko sepi?”
    “Ya iya lah sepi. Mayoritas kan pada kerja. Kayaknya sih mereka sabtu masih masuk atau entah mereka hangout weekend kali. Kita doang ini yg bisa pulang siang. Yuk naik ke atas”
    “Ehh gw cuma mau liat doang ko. Kamar lo sebelah mana?”
    “Loh ga masuk dulu? Tuh kamar gw yg atas paling pojok”
    “Oh itu. Nanti deh kapan-kapan kalau bosen di kosan gw main ke sini ya. Kebetulan gw udah ada janji sama Selly buat cabut ke Boper beli martabak”
    “Anjir makan lagi. Oke lah tiati aja di jalan”
    “Bukan buat gw odong. Buat Selly tuh katanya ngidam. Hahaha hamil aja kaga, pake ngidam. Dah yaa Fer gw cabut dulu. Byee”
    “Byee..”

    Ga disangka, ternyata Vani menjadi tetangga kosan. Jadi ada temen ngobrol deh.

    25 Oktober 2011

    Sudah sekitar satu bulan kalau jam pulang ku sama dengan Vani, pasti selalu aku antar dia. Tetapi Selasa ini berbeda. Setelah perayaan kecil-kecilan di tempat siaran karena hari ini tepat ulang tahunku yang ke-26, Vani pun ingin ikut ke kosan ku karena kacaunya muka dan pakaian ku akibat terkena lemparan tepung dan cake. Hahaha kaya masih anak muda aja dah.

    “Udah sih lo nyetir aja. Barang lo biar gw yg bawa. Lo sampe berantakan gini. Kenapa sih ga mau pake kamar mandi kantor? Lagian masih jam 7an juga”
    “Lebih pewe di kosan ah Van. Cabut yuk.”
    “Yuk deh”

    Sesampainya di kosan, aku persilakan Vani naik ke kamar ku lebih dulu, sedangkan aku memarkir motor di tempat biasa.

    Ckleekk krotak krotak

    “waahh rapi juga kamar lo Fer. Gw pikir semua kamar cowo pasti berantakan”
    “hahaha ngga doong. Gw gitu loh”

    (Padahal harusnya tiap weekdays, kamar ini berantakan. Dan akan rapi tiap weekend. Siapa yang merapikan? Tentu saja dirapikan sendiri, biasanya Ochi dateng. Tapi ngga. Soalnya kalo ga rapi, bisa-bisa kepala ku digetok panci lagi sama Ochi ><)

    Vani melihat lihat sekeliling kamar ku. Dan matanya pun tertuju pada satu bingkai foto. Ya, foto aku dan Ochi.

    “Ehh siapa nih? Pacar lo?”
    “Bukaaann. Itu ade-ade an gw. Tuh samping kamar. Tapi dia masih di kampus. Minggu ini ga balik.”
    “Ahh ade apa adeee.. Udeh sih ngaku aja, pacar lo kan?”
    “Bukan bukan. Gw dan dia saling respect aja. Ga ada niat buat pacaran. Dia juga begitu”
    “Ohh bener nih? Hahahaha oke laahh”
    “Oke kenapa?”
    “Ehh ngg ngga ko gpp. Gw pinjem kasur lo bentar ya. Mau rebahan.”
    “Ya udah pake aja. Gw juga mau mandi sebentar. Bau tepung terigu campur telor gini gw. Digoreng jadi crispy kali yak”
    “Hahaha ya udah sih buruan sana. Biar seger”

    Vani aku tinggal mandi. Tapi sebelum itu aku pasang lagu jazz dari pemusik Saxophone dari Media Player laptop ku.

    “FEEERRRR.. LO ADA PILM BAGUS GAAAA? GW SUNTUK NIH”
    “Ada. Cari aja di drive D folder Film. Ga usah teriaaakk plaud. Gw denger ko.”
    “Hehe maap. Oke thank you”

    Setengah jam kemudian, aku yang sudah selesai mandi dan mematikan keran air, sayup-sayup terdengar suara rintihan. Modyaarrr, jangan-jangan Vani ngeliat koleksi bokep di laptop gara-gara hidden folder nya blm di unhidden lagi. Wah gawat. Tetapi, sepertinya suara desahan itu aku kenal suara nya, Ya! Suara Vani. Itu suara desahan Vani!!!
    Keran air tetap aku nyalakan. Pelan-pelan aku buka pintu supaya tidak menimbulkan suara. Aku intip sebentar ke meja tempat aku menaruh laptop…

    Deggg Vani sedang masturbasi!

    Jeans nya sudah diturunkan di bawah dengkul, tshirt nya sudah terangkat sampai bagian dada nya terbuka. Bra nya sudah terangkat ke atas menunjukkan payudara Vani yang mengkal. Body nya putih mulus, tanpa cacat. Tangan kanan Vani tengah mengocok memek nya, dan tangan kiri nya pun memainkan puting sebelah kiri.

    “Uhhhh mmhhhh duuhh enakkk. Mmmmmhhhhh”

    Aku yang hanya berbalut handuk saja, terpesona dengan pemandangan tersebut. Sehingga kontolku menjadi keras.

    “Uhhh aduuhh cepet mainin memek gw Feerr.. uuuhh ampuunn enak bangettt. Ohhh Feeerrr..”

    DEG

    Aku yang saat itu terpaku, terdengar desahan Vani memanggil Fer. Entah itu aku atau orang lain. Membuat diriku memberanikan diri menghampiri Vani ke belakang kursi meja komputer.

    “Vaann. Lo lagi ngapain?”

    Sapa ku lembut sambil menyentuh pundaknya dengan lembut pula. Tapi Vani terkejut bukan kepalang. Sampai dia terlompat dari kursi

    BRUAKK Dengkul Vani kepentok meja. Merengut kesakitan

    “Aduuhh. Sakiit. Aduhh eehh Fer. Gw lagi.. aduuhh ssshh dengkul gw.. ohh duh sorry Fer..”

    Vani yang antara kesakitan dengkulnya dan tangannya sibuk menutupi selangkangan dan dada nya terihat linglung. Dia terduduk di tepi kasur dengan tangan kanan yang menutupi dada, paha yang dirapatkan dan tangan kiri mengurut dengkul nya.

    “Ya ampun. Lo ga apa-apa Van? Sini rebahan, gw urut dengkul lo. Bunyi kepentok nya kenceng bener”
    “Ehh. Huum deh. Ehh tapi ini. Tutup yaa. Aduuhh malu gw”
    “Hehe gak apa-apa lagi, gw yang sorry udah ngagetin lo. Lo sih ga ngajak-ngajak. Nih lo tutup pake sarung. Buka sekalian celana lo deh Van. Gw mau liat dengkul lo”
    “Ehh humm duh gmn yaa”
    “Yaelah gw udah liat semuanya lo masih aje mikir.”
    “Ehh udah ya? Hehe sorry deh. Ya udah gw buka”
    “Iya”

    DAAANN. Ternyata benar, bagian perbatasan dengkul dan paha Vani membiru kemerahan. Hampir keunguan.

    “Gile Van, memarnya parah bener. Gw ambilin minyak tawon dulu ya”
    “Duh iya, sakit banget sampe ngilu dengkul gw. Sorry ya Fer ngerepotin”
    “Udehh selow. Kaya sama siapa aja lo ah”
    “hehehe”

    Aku yang masih berbalut handuk saja, kini mengurut memar nya Vani. Tentu saja kontolku masih mengeras dan ternyata terlihat oleh Vani karena handuk ku tidak dapat menutupi keras nya selangkangan nakal ini.

    “Feerrr.. itu lo keras ya?”
    “Ehh oh iya Van. Sorry ya. Gw horny barusan ngeliat lo masturbasi. Tapi tenang ko, ga gw perkosa. Hehehe”
    “Diperkosa juga gpp fer. Ikhlas ko gw”
    “Haha apaan sih lo.”
    “Beneraa aaahhh duh duh duh sakit sakit ferrr.. duh duh pelan ngurut nyaaaa”
    “Tahan dikiiitt. Kalo ga gw giniin nanti memarnya berhari-hari”
    “Uhh iya tapi pelanin dikit. Aduuhh ngilu ngilu sakit.”
    “Dah cukup ya. Semoga nanti cepet sembuh. Gw cuci tangan dulu sebentar. Lo beberes aja dulu ya”
    “Oke. Thanks Fer.”

    Vani aku tinggal sebentar ke kamar mandi untuk mencuci tanganku yang masih basah karena minyak tawon. Tetapi sayup terdengar suara desahan Vani. Mungkin dia masih mengeluh sakit akan dengkul nya. Aku intip sebentar memastikan Vani tidak apa-apa. Ku tengokkan kepala ke luar kamar mandi sambil menyabuni tanganku, tetapi hanya dapat terlihat bagian pinggir kasur. Tetapi yang aku lihat adalah baju dan bra Vani yang tergeletak di lantai. Aku yang khawatir cepat-cepat mencuci tangan dan kembali keluar dari kamar mandi.

    Yang aku lihat bukanlah Vani yang mendesah karena sedang kesakitan, tetapi Vani yang melanjutkan masturbasi nya di dalam sarung. Tangan kanan nya kembali memainkan memek nya yang berada di dalam sarung dan tangan kiri nya meremas payudara nya yang terekspos karena tidak tertutup sarung.

    “Vaaan, lo masturbasi lagi?”
    “Uhh ohh iya fer nanggung. Kepala gw pusing banget blom nyampe tadi. Uuhh gpp kan gw numpang masturbasi di sini? Lagian lo juga udah liat gw bugil barusan.. uuhh mmhh”
    “Kalo gw udah liat, ngapain lo masturbasi di dalem sarung? Buka lah sarung nya, ga gerah apa lo Van?
    “Ohh iya deh. Tapi gw malu sama lo”
    “Ngapain malu? Kan gw udah liat”
    “Hehe iya deh. Tapi lo bugil juga dong. Ga fair kan gw doang yang bugil”
    “Loh, nanti kalo kita kenapa napa gmn?
    “Kenapa apanya? ML maksud lo?”
    “Iya”
    “Ya gpp. Sini temenin gw di kasur. Rebahan di samping gw. Jangan kaya patung taman topi berdiri doang disitu. Lagian selangkangan lo udah keras gitu masa didiemin. Gw kan juga mau liat isi nya”
    “Iya deh”

    Ku lepas handuk yang menutupi selangkangan ku. Kontol ku kini terbuka bebas dan tegak lurus ke depan.

    “Nah kan, kalo gitu kan kegantengan lo jadi dua kali lipet Fer.”
    “Hahaha apaan sih lo”
    “Sini rebahan di samping gw, lo liatin gw dulu ya. Dont touch my body. Habis gw nyampe, terserah lo mau apain gw”
    “Siap ratu. Aku pada mu.”
    “Uhhh fer. Hmm enak banget ihh memek gw.. uuhh duh gpp kan gw vulgar. Ga tahan gw.”
    “iyaaa gpp. Bebas di sini mah lo ekspresiin apa yang ada di kepala lo”
    “Ohh uhh thank you fer. Uuhhh mmhhh ahhh aaahhh”

    Vani mulai mengocok memeknya lagi. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin karena tidak ada batasan lagi antara kami, dia mulai merasa nyaman. Aku yang sengaja tadi mengambil mouse wireless ku, mencoba memutar mp3 slow jazz yang sepertinya bisa menambah mood Vani di atas kasur. Benar saja, seketika musik jazz berbunyi, Vani makin mempercepat kocokan memek nya.

    “Ooohh oooohhh ferr uuhh tusuk memek gw ferrr. Ooohhhh mmhhhh uuuuhhh aduuhh. Mmhhhh feeerrr ko lo diem ajaaaa. Ooohh ayo dong tusuk memek gw.”
    “katanya tadi ga boleh nyentuh nyentuh”
    “Duuh bodo amat. Uhh gw butuh lo sekarang. Gw butuh kontol lo di memek gw. Sini gw isep dulu kontol lo. Cepeeett siniii”

    Aku bangun, berlutut di samping kepala Vani dan menyodorkan kontol ku ke depan muka nya

    “Duhh gede banget kontol lo. Keras lagi. Uhh mmmhhh sluurrppp mmmpphh sluurrppp”
    “OHHHH uuhh enak Van. Jago banget blowjob lo. Mmhhh”

    Blowjob dari Vani sangat lembut. Baru kali ini aku rasakan kelembutan yang berbeda dibandingkan blowjob yang pernah mantanku berikan maupun Ochi. Lembut bercampur hangat dan basah yang Vani berikan membuat kontolku makin keras dan panas. Aku akui, jika ini dilanjutkan beberapa menit lagi, aku akan orgasme. Jari dari tangan kanan ku mulai menggapai selangkangan Vani. Dengan begini aku harap dia tidak akan terlalu konsentrasi memberikan ku blowjob. Aku buat seenak mungkin kocokan jariku di klitoris Vani.

    “OOOHHHH GOD FERR MEMEK GW LO APAIN?? ADUUHHH TERUSIN OOOOOHHH”
    “ssstt pelan pelan desah nya. Hehehe enak ya? Gw terusin yaa?”
    “Iyahh fer please terusin. Yang cepet. Make me come honey. Please. Uuhh”

    Strategi ku berhasil, kontolku aman untuk sementara karena hanya dikocok tak karuan dan hanya kadang-kadang saja oleh Vani, selebihnya hanya digenggam saja”

    “Ohhh uuhh fer ferr uuhhh ayo cepetin lagii”

    Aku percepat kocokan di kontol ku, sambil sesekali jariku bermain di depan pintu lubang memek nya.

    “Van, lo masih virgin kah?”
    “Ohh uuhh udah ngga fer. Oohh kenapa? Mmhh”
    “Gw masukin jari gw yaa”
    “Uhh iyaahh masukin aja. Kocokin memek gw. Please fer kocokin uuhh”

    Aku yang tak mengira Vani sudah tidak virgin lagi. Karena memeknya seperti memek abg dengan bulu tipis di bagian pubis. Tidak ada terlihat lembaran labia mayor. Hanya garis tipis belahan memek yang sangat indah dan berwarna pink

    Ketika aku masukkan jari ku, cengkraman dinding vagina nya terasa kuat. Aku berpikir sejenak, apa yang membuat Vani tidak virgin lagi sedangkan dinding vagina Vani terasa seperti perawan yang baru saja menerima benda asing masuk ke dalam nya

    “uhh uuhh uuuuuhh oohhhh shitttt cepetin fer cepetin. Gw mau nyampe”

    Aku percepat kocokan tangan ku. Jari tengah ku menyentuh sesuatu yang kasar di dalam dinding vagina Vani bagian atas. Aku percepat sentuhan di bagian kasar tersebut. Aku tahu, itu akan membuat Vani terbang ke langit kenikmatan

    “OHH OOHHH OOOOOHHH AAAAHHH FEEEEERRRR OOHHHH GW NYAMPE. OOOHHHH AAAAAAAHHHHHHH SHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTT”

    seeeeerrrr

    Vani mengejang dan squirt! Walaupun tidak kencang, tetapi aku melihat semburan pelan air dari memek Vani. Membuat tanganku basah dan kasurku juga basah. Kemudian aku rebahkan badan di samping Vani, kemudian dia menaruh kepala nya di dada ku, memeluk dan mengecup pipi kiri ku.

    “hufffff thanks ya fer. uuuuhhh uuuhhh ohhhh gilaaa. Uuhhh mmmhh lo apain memek gw barusan fer? Uhhh”
    “Ada deehh. Hehehe nikmat ga?”
    “Nikmat banget gila. Uuh blom pernah gw senikmat tadi selama masturbasi”
    “hehehe bagus dong kalo gitu. Siapa tau lo ketagihan service gw, jadi lo sering main ke sini”
    “Main ke kosan lo cuma buat minta dikocokin pake jari. Rugi laahh”
    “Loh ko rugi?”
    “Ya rugi lah. Gw kan mau nya sekalian ML fer. Mau cicip kontol lo yang keras itu. Hihihi siapa tau jauh lebih enak”
    “Emang nya lo udah nyobain berapa kontol Van?”
    “Belom pernah fer, makanya gw penasaran. Berhubung lo sohib gw yg lain gender, scara temen gw di kantor kebanyakan cewe, jadi gw percaya sama lo. Lo pasti bisa ngejaga ini”
    “Pantesan memek lo masih ngegrip banget. Ko virgin lo udah ilang?”

    “Dulu waktu SMA pas gw lagi masturbasi, ga sengaja jari gw masuk ke dalem fer trus berdarah. Sejak saat itu gw takut kalo mau masturbasi, sakit banget pas ga sengaja masuk itu. Tapi libido gw ga ketahan, jadi gw masturbasi di klitoris aja. Ga berani masuk lagi. Takut sakit n berdarah lagi. Walaupun gw tau gw udah ga virgin dan bisa aja jari gw masuk ke dalem, tapi gw masih takut. Kebawa yang dulu soalnya.”

    “ohh gitu. Tapi tadi lo ga takut jari gw masuk?”
    “hmm udah kepalang tanggung sih tadi. Udah enak banget kocokan lo. Jadi lanjutin aja dah”
    “Trus masih mau ML sama gw?”
    “Masih lah”
    “Akhirnya gw bisa ML juga sama cewe cakep”
    “ahahaha gombal lo ih. Ada juga gw bersyukur ML perdana gw sama cowo kece kaya lo fer.”
    “Hahaha gombal juga lo. Mau ML sekarang apa nanti?”
    “Tar dulu fer, gw masih nyaman di pelukan lo. Anget”
    “Lo nya dingin kali, abis orgasme ampe keringetan banjir gini”
    “Hahaha iya fer, kalau gw abis orgasme pasti banjir keringet. Tapi ga bau acem ko. Serius”
    “iyaa iyaa percaya gw”

    Seketika hening. Aku dan Vani sama-sama menikmati pelukan ini.

    “Fer…”
    “yaaa?”
    “MUACH”

    Ntah apa arti kecupan Vani di bibir ku. Tetapi aku merasa sebenarnya ada yang lebih, itu yang aku baca dari guratan mata Vani.

    “Muach. Knp lo tiba-tiba nyium gw?”
    “Hehe gpp. Anggep aja gw say thanks lagi, tapi beda kemasan. Hihi”
    “Ohh hehe”
    “Fer, lo beneran masih jomblo?”
    “Beneran. Emang kenapa sih? Ada temen lo yang suka gw?”
    “Hmm bukan bukan”
    “Trus kenapa?”
    “Bukan temen gw yang suka sama lo. Tapi gw”
    “HEEE, serius lo suka sama gw?”

    Aku yang terkejut Vani bilang seperti itu, langsung duduk dan menatap mata Vani dengan dalam. Apa ini yang aku lihat tadi.

  • Rok Ketat Dan Miniku Saat SMU

    Rok Ketat Dan Miniku Saat SMU


    1861 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Rok Ketat Dan Miniku Saat SMU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku –  Ini mengisahkan sebuah cerita dewasa tentang pergaulan yang terjadi pada anak smu sekarang. Jadi begini awal mula cerita seks ini dikisahkan dari seorang yang bernama riska.

    Riska adalah seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota YK. Gadis yang berusia 17 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.

    Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedang kakakkakaknya tinggal di berbagai kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggallah Riska seorang diri di rumah tersebut, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.

    Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Riska sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya seharihari. Rok abuabu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

    Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para lakilaki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya.

    Salah satunya adalah Parno, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadisgadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.

    Sosok pribadi Riska memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Parno yang sering mengantarkan Riska dari jalan besar menuju ke kediaman Riska yang masuk ke dalam gang.

    Suatu sore, Riska pulang dari sekolah. Seperti biasa Parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintikrintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Dan Parno memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Riska.

    Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Riska nanti akan dikerjai. Parno sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati seharihari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

    Lho koq lewat sini Pak?, tanya Riska.

    Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup, bujuk Parno sambil terus mengayuh becaknya.

    Dengan sedikit kesal Riska pun terpaksa mengikuti kemauan Parno yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Parno, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tibatiba Parno membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

    Lho kenapa masuk sini Pak?, tanya Riska. Fontana99

    Hujan.., jawab Parno sambil menghentikan becaknya tepat di tengahtengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

    Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, palingpaling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Riska menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat waswas dan gelisah.

    Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basahbasahan sama air hujan mending kita basahbasahan keringat.., ujar Parno sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk di dalam becak.

    Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi.

    A.. Apa maksudnya Pak?, tanya Riska sambil terbengongbengong.

    Non cantik, kamu mau ini? Parno tibatiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.

    Riska terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

    J.. Jaangan Pak.. Jangann.. pinta Riska dengan wajah yang memucat.

    Sejenak Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abuabu seragam SMUnya kedua paha Riska yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

    Ampunn Pak.. Jangan Pak.., Riska mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Parno yang semakin mendekati tubuhnya.

    Tubuh Riska mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Parno yang mulai menjamah paha Riska, tapi percuma saja karena kedua tangan Parno dengan kuatnya memegang kedua paha Riska.

    Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann.., Riska merontaronta dengan menggerakgerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Parno malahan semakin menjadijadi, dicengkeramnya eraterat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.

    Riska pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangantangan Parno mulai menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah Riska menyeringai ketika jarijemari Parno mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

    Iihh.., pekikan Riska kembali menggema di ruangan itu di saat jari Parno ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

    Tubuh Riska menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorekngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan pembuka ini. Ditatapnya wajah Riska yang megapmegap dengan tubuh yang menggeliatgeliat akibat jari tengah Parno yang menarinari di dalam lubang kemaluannya.

    Cep.. Cep.. Cep.., terdengar suara dari bagian selangkangan Riska. Saat ini lubang kemaluan Riska telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jarijari Parno.

    Puas dengan adegan pembuka ini, Parno mencabut jarinya dari lubang kemaluan Riska. Riska nampak terengahengah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Parno kemudian menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya eraterat, kedua tangannya meremasremas pantat gadis itu yang sintal sementara Riska hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga menikmati wanginya tubuh Riska sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

    Selanjutnya Parno mulai menikmati bibir Riska yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

    Eemmgghh.. Mmpphh.., Riska mendesahdesah di saat Parno melumat bibirnya. Dikulumkulum, digigitgigitnya bibir Riska oleh gigi dan bibir Parno yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Parno pun bergeser ke bagian leher gadis itu.

    Oohh.. Eenngghh.., Riska mengerangngerang di saat lehernya dikecup dan dihisaphisap oleh Parno.

    Cengkeraman Parno di tubuh Riska cukup kuat sehingga membuat Riska sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Riska pasrah di hadapan Parno yang tengah memperkosanya. Setelah puas, kini kedua tangan kekar Parno meraih kepala Riska dan menekan tubuh Riska ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Parno yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Parno kepala Riska dihadapkan pada penisnya.

    Ayo.. Jangan macammacam non cantik.. Buka mulut kamu, bentak Parno sambil menjambak rambut Riska.

    Takut pada bentakan Parno, Riska tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisakisak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Parno mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Riska.

    Hmmphh.., Riska mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Riska menggelembung karena batang kemaluan Parno yang menyumpalnya.

    Akhh.. sebaliknya Parno mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Riska di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Riska.

    Riska menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Parno. Sementara kedua tangan Parno yang masih mencengkeram erat kepala Riska mulai menggerakkan kepala Riska maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Riska. Suara berdecakdecak dari liur Riska terdengar jelas diselingi batukbatuk.

    Beberapa menit lamanya Parno melakukan hal itu kepada Riska, dia nampak benarbenar menikmati. Tibatiba badan Parno mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Riska semakin cepat sambil menjambakjambak rambut Riska. Wajah Parno menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

    Aakkhh.., Parno melengking, croot.. croott.. crroott..

    Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Parno yang mengisi mulut Riska yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Riska berusaha melepaskan batang penis Parno dari dalam mulutnya namun siasia, tangan Parno mencengkeram kuat kepala Riska. Sebagian besar sperma Parno berhasil masuk memenuhi rongga mulut Riska dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari selasela mulut Riska.

    Ahh, sambil mendesah lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.

    Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Riska. Demikian pula halnya dengan mulut Riska yang nampak basah oleh cairan yang sama. Riska meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Parno seperti itu.

    Sudah Pak.. Sudahh.. Riska menangis sesenggukan, terengahengah mencoba untuk bernego dengan Parno yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Riska.

    Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Parno membuat tenaganya menjadi kuat berlipatlipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

    Parno kemudian memegang tubuh Riska yang masih menangis terisakisak. Riska sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Riska bergetar ketika Parno menidurkan tubuh Riska di lantai gudang yang kotor itu, Riska yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Parno.

    Setelah Riska terbaring, Parno menyingkapkan rok abuabu seragam SMU Riska hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Parno memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno pun melotot tajam ke arah kemaluan Riska. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.

    Parno langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Riska. Riska menjerit ketika Parno mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Riska.

    Aakkhh.., Riska menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

    Kedua tangan Riska ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Riska dengan kasar dan bersemangat.

    Aaiihh.., Riska melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Parno. Darah pun mengucur dari selasela kemaluan Riska.

    Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh.. Parno mendesis nikmat.

    Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Parno langsung menggenjot tubuh Riska dengan kasar.

    Oohh.. Oogghh.. Oohh.., Riska mengerangngerang kesakitan. Tubuhnya terguncangguncang akibat gerakan Parno yang keras dan kasar. Sementara Parno yang tidak peduli terus menggenjot Riska dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Riska yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

    Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang semakin kepayahan itu, sepertinya Parno sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Riska, sampai akhirnya di menit kedelapan, tubuh Parno kembali mengejang keras, uraturatnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Parno pun berejakulasi.

    Aahh.. Parno memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Riska yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakangerakan Parno.

    Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Parno puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

    Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Parno dengan becaknya kembali mengantarkan Riska yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu lagi berjalan normal hingga Parno terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

    Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Parno dengan leluasa menuntun tubuh lemah Riska hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Riska bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Parno pun kemudian meninggalkan Riska dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Riska yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Aku Dan Sepupu Istriku

    Aku Dan Sepupu Istriku


    1860 views


    Perawanku – Hai, Namaku Roy umurku sekitar 35, aku telah beristeri dan mempunyai seorang anak. Semasa ku masih bujang aku sering mempunyai hubungan dengan isteri orang. Aku gemarkan isteri orang kerana pengalaman merka dan aku tidak perlu takut jika mereka hamil atas perbuatanku. O ya sebenarnya aku dari Malaysia.

    Aku kini bertugas sebagai ketua (Pengurus) Di sebuah perusahaan Swasta. Selepas bertunang dengan isteriku disuatu majlis keluarga (pihak isteri) aku terlihat sepupu isteriku bersama tunangannya. Pada pandangan pertama itu aku terus tertarik kepadanya. Usianya ketika itu sekitar 23 tahun masih lagi kuliah. Namun ku pendamkan saja hasratku kerana aku juga cinta pada isteriku. Setelahku bernikah sepupu isteriku juga bernikah tidak lama kemudian. Aku sering membayangkan melakukan hubungan seks dengan sepupu isteri (namanya Linda). Ketika aku bersenggama dengan isteriku aku membayangkan aku bersama Linda. Sosok tubuhnya indah, kulitnya putih mulus, payu daranya besar tapi aku tidak berpeluang memilikinya. Aku hanya bisa mengangan-angankan saja. Aku terus berangan-angan selama dua tahun. Agen Judi Bola Terpercaya

    Pada suatu ketika, sekritariku mohon berhenti dan jawatan itu kekosongan. Kebetulan pula Linda butuh pekerjaan dan aku terus menawarkan jawtan itu kepadanya. Tanpa banyak bicara dia menerima jawatan itu dan kini dia bekerja dibawah tanganku. Impian ku untuk memiliki tubuhnya kian mekar kerana setiap hari aku pasti melihatnya namun aku masih lagi mencari peluang bagai mana bisa aku menidurinya.

    Pada suatu hari aku mendapat tugas untuk keluar kota kerena ada janji dengan pelanggan. Aku lantas meminta Linda untuk ikut bersamaku. Isteri tidak merasa apa-apa kerana Linda adalah sepupunya dan telah berkahwin. Aku menjalankan rancanganku. Aku menempah hanya satu kamar hotel dan memberi alasan bahwa hotel itu telah penuh. Pada mulanya Linda agak keberatan namun aku memujuknya dan mengatakan yang dia bisa tidur di atas katil dan aku pula bisa tidur di sofa.

    Setelah mendaftar masuk ke hotel itu, aku terus kekamar mandi sementara Linda mengeluarkan pakaiannya untuk disimpan dalam almari. Setelah mandi aku keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai towel. Aku sengaja mahu menunjukkan susuk tubuh ku kepadanya. Linda melihatku kaget lantas dia memalingkan mukanya dari ku kerana malu. Aku terus berpakaian dan mengatakan aku ingin keluar sebentar dan menyuruhnya mandi. Lantas aku pun keluar. Lebih kurang lima belas menit aku kembali ke kamar. Apabila aku membuka pintu kamar kelihatan Linda baru keluar dari kamar mandi dan hanya memakai towel dari dada hingga ke pantatnya. Aku jadi tertegun melihat keindahan tubuhnya dengan payudaranya membengkak besar dan indah sekali. Kemudian ku lihat pantatnya yang bulat indah dan kelihatan vaginanya yang montok ketika dia membungkuk membelakangi ku. Judi Slot Joker Gaming

    Linda kaget dengan kehadiharanku tiba-tiba itu. Dia cuba lari kembali ke kamar mandi. Kebetulan aku berada di pintu kamar mandi dan dia terus ke dakapanku. Linda jadi kaku dalam dakapan ku. Aku dapat merasakan kelembutan payudaranya menyentuh dadaku dan terus seperti aliran listrik menjalar ketubuh ku. Nafasku terus tersekat-sekat ku lihat Linda memandang muka ku seperti minta di lepaskan. Aku terus mengucupi bibirnya yang munggil lalu menghisap-hisap lidah. Linda cuba menolak tubuhku tapi ku eratkan dakapanku.

    Selesai saja bibirna ku gomoli akau menghisap cuping telinganya. Linda terus layu dan menjadi pasrah. Aku membisikkan ketelinganya ” Linda aku sememangnya jatuh cinta padamu pada pertemuan pertama dulu.” ” Adakah kau pun cinta pada ku.” Dia diam dan sedikit mengangguk. Aku membaringkan Linda di atas katil lalu aku menyelakkan towel di tubuhnya. Linda cuba menahan perlakuanku namun aku terus saja mencumbui telinganya dan dia terus pasrah. Kini Linda bogel tanpa seurat benang di hadapan ku. Impianku selama dua tahun kini hampir tercapai.

    Aku mengucupi bibirnya sambil menghisap-hisap lidahnya. Linda hanya mengelus-ngelus keenakan.
    “Roy.. aku juga cinta padamu dari mulanya. Aku juga kepingin ingin bersamamu.”
    Aku terus mengucupi lehernya yang putih dan terus meramas-ramas payu daranya yang besar itu. Aku mengihisap-hisap puting sambil menarik nariknya dengan gigiku. Linda mengeliat keenakan.

    Aku menjilat seluruh tubuhnya sambil menggigit kecil. Linda terus mengelus keenakan dan tubuhnya menggeliat-geliat kesedapan. Linda membuka kangkangannya dan kelihatan viginanya yang gebu sedikit ternganga. ada cairan putih pada lubang viginanya dan klitorisnya ku jilat.

    “Ohh.. enaknya sayang ku.” Linda merengek sambil memijat-mijat kepala ku. Agen Sbobet Deposit Pulsa
    “Teruskan sayang..teruskan aku tidak pernah rasakan ini dengan suami ku.” Rupanya suami Linda tidak pernah menjilat klitorisnya. Aku terus menjilatnya hingga Linda mencapai klimaxnya.

    Setelah itu aku menanggalkan pakaianku dan akhir sekali CD ku maka terkeluarlah roketku yang sedang keras umpama besi. Linda terus meremas-remas roketku dan aku menyodorkan ke mulutnya. Linda cuba mengelak dari menghisap penisku.

    “Aku ngak biasa. Suamiku ngak pernah begini.”
    Aku paksakan Linda untuk hisap penisku. Aku sodorkan penisku masuk penuh kemulutnya dan Linda seolah-olah mahu muntah. Namun dia terus kan menghisap penisku. Aku terasa begitu enak sekali dan Linda mengocok-ngocok penisku dengan mulutnya. Setelah hampir lima menit aku membuka kangkangannya lalu menyodorkan penisku ke lubang viginanya. Agak sempit juga lubangnya walaupun telah berkahwin. Linda mengeluh keras. Sakit barangkali.

    “Sayang.. punyamu besar kali.” Keluhnya.
    Aku terus sorong tarik lubang nya makin basah..kecuk-kecak-kecuk-kecak irama sorong tarik jelas sekali. Linda terus mengeluh keras keenakan. Tubuh Linda beberapa kali kejang kerana beberapa kali sampai klimaxnya, aku masih terus menyorong tarik cuma semakin meningkatkan kelujuannya. Sudah hampir setengah jam aku menyorong tarik penisku. Ku lihat Linda sudah kelelahan. Kepala penisnya terasa nyut-nyut dan aku hampir ke klimax. Aku melajukan sorongan dan Linda mendengus keras. Sprott.. sprott.. sprott aku memancutkan spermaku kedalam rahim Linda dan Linda tergeletak kelelahan. Peluh membasahi tubuh kami dan Linda seolah-olah tidak mampu membuka matanya. Aku lantas mengucup dahinya.

    Setelah menyemprot sperma kali pertama penisku masih terus menegang. Aku merasakan aku masih mampu untuk kali kedua. Linda telah begitu Lelah sekali. Kubisikkan ketelinga Linda yang aku ingin menyetubuhinya melalui lubang anusnya. Linda agak keberatan namun dia terlalu letih untuk menolakku. Lantas ku terbalikkannya dan menolak pantatnya supaya tinggi dan kelihatan lubang anusnya yang ketat dan basah kerana cairan viginnya. Aku terus menyorongkan penisku menusuk lubang anusnya. Dia menjerit kesakitan namun tidak berdaya. Aku merasakan suatu keenakan yang amat sangat kerana lubang anus itu sempit dan tidak pernah dimasuki penis. setelah beberapa kali menyorong tarik penis ku Linda mula menikmati keenakkannya dan memintaku meneruskan perlakuanku.

    Aku terus menyorong tarik selama sepuluh menit dan aroma lubang anus mula menusuk hidung ku.. Ahh nikmatnya.. Linda terus menikmati penisku yang keluar dan masuk lubang anusnya. Kini setelah hampir dua puluh menit aku tiba ke klimax kali kedua ku.. tubuh ku kekejangan dan aku menyemprot sisa sperma ku kedalam lubang anusnya. Setelah selesai Linda begitu kelelahan sehingga tidak bisa bangun. Dia bisikkan ke telingaku bahwa dia tidak pernah merasakan kenikmatan bermain sex bersama suaminya dan tambahan pula suaminya mandul.

    Setelah kejadian itu kami terus melakukan hubungan sex sehingga sekarang dan Linda kini hamil enam bulan atas perlakuan kami tanpa pengetahuan suaminya dan isteriku. Suaminya fikir anak itu anaknya.. biarkan saja. Walaupun Linda hamil aku tetap main dengannya samada melalui lubang vagina atau lubang anusnya yang semakin longgar.

  • Terapi Seks yang Kulakukan pada Teman Kerjaku yang Sudah Janda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Terapi Seks yang Kulakukan pada Teman Kerjaku yang Sudah Janda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1860 views

    Perawanku – Dari beberapa teman aku yang sering memanfaatkan kebiasaan aku ada satu yang senantiasa selalu menghubungi aku diwaktu jam-jam istirahat. Namanya Reni, wanita karier, berumur kurang lebih 28 tahunan, pernah menikah kemudian cerai dan belum dikaruniai anak.

    Soal materi Reni tidaklah kekurangan sebab dari pendapatan kerjanya sudah lebih dari cukup. Awal mula pertemuan aku dengannya melalui teman wanita aku yang pernah aku terapi seks dan memberitahu kepada Reni bahwa aku bisa membantu membuat wanita merasa hidup kembali jauh dari stress dan kejenuhan hidup keluarga.

    Suaru sore aku mendapat SMS dari Reni yang mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan aku di salah satu kedai minuman di Mall, karena aku tak ada acara aku segera berangkat dan menunggu beberapa menit sambih menikmati jus buah kesukaan aku.

    Tak lama berselang ada wanita celingak celinguk mencari sesuatu, aku berpikir sejenak dan dengan berani aku beri kode, ternyata benar ia adalah Reni, wanita yang sedang aku tunggu. Dengan santai kami berbicara panjang lebar dan aku banyak mendengarkan beberapa keluhan yang belakangan ini dirasakannya.

    Setelah hidangan yang tersedia habis aku berinisiatif untuk mengajak Reni ketempat yang lebih privasi agar aku dapat berkonsentrasi terhadap apa yang menjadi ganjalan-ganjalan dari hidupnya.

    Di suatu tempat dibilangan pinggiran Jakarta kami menyewa sebuah kamar mungil yang sangat bersih dan alami. Terapi seks pun aku lakukan dengan tidak melakukan pelecehan-pelecehan, aku berusaha untuk selalu professional dalam melakukan kerjaan sampingan aku ini.

    Kurang lebih satu jam terapi seks aku lakukan kemudian kami beristirahat, tanpa sengaja Reni menghidupkan TV yang berada di kamar tersebut, setelah menganti beberapa chanel ada satu chanel yang menggambarkan adegan-adegan seks (Film Blue) atau filem bokep.

    Reni tertegun sejenak tapi dengan terus menatap dan dengan sedikit bernafsu, hal itu aku bisa rasakan dari gerakkan tubuh dan matanya. Sebagai laki-laki normal aku tidak munafik aku genggam tangannya untuk meredam gelora nafsunya akan tetapi Reni memandang mata aku dengan penuh arti dan birahi, bibir kami bertemu saling mengisap,

    tangan aku mulai bergerilya mencari sasaran, buah dadanya yang masih sekel aku remas dengan penuh perasaan dan dengan sedikit keberanian aku susupkan melalui belahan baju dan BH, aku pilin-pilin putingnya sehingga Reni mendesis, dengan tenang aku buka satu persatu kemeja kerjanya yang tinggal hanya Cdnya yang berwarna pink.

    aku terus memilin-milin putingnya sambil sesekali aku rengkuh buah dadanya, sementara bibir aku terus saling berciuman dengan hotnya. Lidah aku mulai menciumi lehernya yang jenjang, terus turun ke buah dadanya bolak balik aku isap pentilnya satu persatu Reni semangkin mendesis..

    “Teruss gigit Mass…”

    Tangan aku mencari sasaran yang lain yaitu kemaluan yang indah yang dihiasi rambut yang tertata rapi kriting, tanpa dikomando Cdnya aku lepaskan dengan mengaitkan jempol kaki yang kemudian diperosotkan kebawah. Reni semakin mendesis,

    “Mass puaskan Reni Mass… Reni sudah lama tidak merasakan kenikmatan seperti ini Mas.. Terus Mas masukan jarinya Mas..”

    Jari aku menari-nari di bibir kemaluannya sehinga menimbulkan cairan bening yang hangat. aku cari letak G-spotnya aku mainkan jari aku dengan mencubit-cubit kecil, tak lama kemudian Reni menggelepar seperti orang kejang, tangannya mendekap leher aku, sakit aku dibuatnya. Jari dan bibir aku terus menari-nari seolah-olah tidak kenal lelah.

    Beberapat saat kemudian Reni membuka semua pakaian dan celana sehingga aku telanjang bulat, dilemparkannya satu persatu kelantai, bibirnya mulai mencari sasaran kebawah, setelah Reni melihat kemaluan aku.

    “Waww.. Kok besar sekali”

    Beberapa saat Reni terbengong-bengong dengan lembut aku dorong kepalanya sehingga bibirnya yang mungil menuju sarang yang diinginkannya, dijilatnya batang kemaluan aku dari ujung atas sampai kebuah pelir lalu diisapnya ujung batang sambil dikemot-kemot seperti makan es lilin dan tangannya mempermainkan biji pelr aku. Perasaan aku melayang-layang nikmat dan hampir lepas kontrol.

    aku dorong kepalanya ke belakang, gantian aku menjilati kemaluannya, aku putari bongkahan luar sambil menggigit kecil lalu aku isap bibir kemaluan yang sedikit membengkak karena darahnya sudah turun ke bawah yang menandakan nafsu birahinya sudah memuncak, aku mainkan ujung lidah didalam celah surgawi, oh indahnya, kepala Reni menggeleng-geleng sambil mendesis dan teriak kecil..

    “Mas ayo Mas aku tak tahann.. Ayo Mas masukin Mas”

    Melihat keadaan seperti itu lidah aku turun kebawah sampai ke duburnya aku jilati dengan penuh perasaan, mungkin aku juga sedang birahi sehingga tidak ada rasa jijik atau mencium bau yang tak sedap yang pasti uueennakk tenan. Reni mengalami orgasme yang ke dua, dijepitnya kepala aku dengan pahanya yang mulus dan terawat sambil tangannya menjambak rambut aku sambil bibirnya bersuara.

    “Ohh… Ooh… Oohh my good.. ohh oohh my honey, my.. my..” Merancaulah dia dengan edannya.

    Selang beberapa menit baru aku arahkan kemaluan aku keliang surganya dengan posisi kedua kakinya diletakkan dipundak aku sehingga bibir kemaluannya nongol dan menyempit sedikit-demi sedikit aku gerakkan betang kemaluan aku maju mundur sambil tangan aku meremas kedua belah buah dadanya yang semakin kencang.

    Oh Mas.. Besar sekali Mas sesak rasanya punyaku ini”

    aku tetap melakukan kegiatan maju-mundur dan Reni berteriak-teriak kecil sambil tangannya menarik-narik ujung sprei. Kemudian aku balik tubuhnya yang indah agar tengkurap, aku angkat sedikit pantatnya agar nungging, karena bibir kemaluannya nongol aku jilat-jilat, pantatnya naik semangkin tinggi,

    barulah aku tembak dengan meriam si jagur yang menjadi idaman-idaman para wanita yang telah merasakan kenikmatan dengan aku karena kemaluan aku mempunyai ciri khas kepalanya besar kemudian ada sedikit urat-urat yang mengerut yang menimbulkan sensasi bila digesekkan didalam kemaluan wanita, itupun berdasarkan pengakuan mereka.

    aku gerakkan maju mundur sambil sesekali aku tepok pantatnya saking nikmatnya. Napsu aku semakin bergelora terasa kedutan diujung batang kemaluan yang menandakan akan menumpahkan lahar yang panas.

    “Ohh.. aku mau keluaarr”


    Tanpa jawaban Reni semakin menggoyangkan pantatnya semakin kencang dan berputar-putar oohh.

    Crot.. Crot.. Crot.. Crot..

    Menyemprotlah lahar kenikmatan, dunia ini seolah-olah melayang-layang oh indahnya dunia, kudekap perutnya sambil kugigit punggungnya sehingga menimbulkan warna merah yang nyata. Beberapa saat kami ambruk ke samping sambil tetap memeluk erat Reni dari belakang. Tertidur sejenak.

    aku terbangun setelah terdengar suara gaduh yang ditimbulkan oleh seekor kucing yang melompat, mungkin kucing tersebut juga birahi kali. Kami membersihkan diri masing-masing, belum sempat aku memakai baju dan celana aku ditubruk kembali oleh Reni,

    batangku di oralnya dengan posisi jongkok dan aku berdiri, aku berpikir biarkan Reni mencari kepuasan sendiri agar menemukan jati dirinnya dan lepas dari segala beban dipikirannya, tangannya menari-nari di lubang anus dan seputar biji kemaluan ku yang mengakibatkan mata aku merem meleh tak tertahankan..

    “Oohh, terus sayang terus sayang buat aku melayang jauh ke dunia lain, dunia yang penuh mesteri kenikmatan, oohh”

    Semakin menjadi-jadi jilatannya di batang kemaluanku. Kujambak rambutnya yang terurai sambil meremas-remas menahan kenikmatan yang sangat, dikulumnya kedua biji aku smbil matanya menyorot sendu ke wajah aku, ooh bidadariku terasa ingin terbang.

    Posisi aku duduk karena tak tahan berdiri sambil menimati kenikmatan sampai dengkul ini terasa lemas tak bertulang. Beberapa menit kemudian aku tak tahan dan kedutan diujung kemaluan aku mulai terasa dengan tenaga yang terkumpul di ujung kemaluan aku muntahkan lahar panas aku di dalam rongga mulutnya yang seksi, sampai semburan terakhir, ditelannya habis dan bersih, dan Reni berkata.

    “Enak Mas, spermamu gurih biar aku awet muda.. Ohh my baby”

    Memang sperma bisa menjadikan wanita awet muda dan dapat menghilangkan bercak-bercak pada kulit muka bila dilumuri bagian yang berbecak. Sperma tidak menjadi racun karena sperma adalah sama seperti telur ayam dengan kandungan protein yang tinggi, tapi untuk menikmatinya perlu birahi yang sedang naik agar tidak merasa jijik dan geli.

    Dari pertemuan itu aku beberapa kali melakukan terapi seks, tapi sekarang Reni dipindahkan diseberang pulau sehingga kecil kemungkinan untuk bertemu. Yang pasti kunci dari kenikmatan bersetubuh adalah keiklasan satu sama lain jangan ada dusta diantara kita bila ingin ngesek yang indah.

    Dari beberapa pertemuan yang telah aku lakukan selain Reni memang mempunyai ciri khas tersendiri, semua memang hampir sama tapi kenikmatan berbeda, aku lebih suka ngentot dengan wanita setengah baya, karena rata-rata mereka tidak tabu dan juga munafik,

    bila hasratnya ingin melakukan yah melakukan tanpa berpura-pura dan yang paling aku suka adalah kedewasaan jadi dapat menyimpan rahasia walaupun itu sulit dilakukan dan yang paling berkesan wanita setengah baya sudah tahu apa yang harus dia perbuat bila pasangannya sudah mulai naik, dan tak segan-segan melakukan oral bila perlu tanpa dipaksa ataupun disuruh.

    Sampai saat ini kadang aku merasakan betapa nikmatnya terapi seks dengan wanita yang mengisi rongga dunia lelaki, dan yang pasti semua yang diucapkan wanita yang berkencan dengan aku berkomentar.. Waw besar bangett sih punyamu seperti terong bule.

    aku tidak keberatan bila ada yang ingin berkenalan dengan aku atau ingin terapi seks, setelah itu terserah anda.

  • NGENTOT FATMA GADIS BERJILBAB TEMAN SATU KANTOR

    NGENTOT FATMA GADIS BERJILBAB TEMAN SATU KANTOR


    1858 views

    Cerita Sex ini berjudul ” NGENTOT FATMA GADIS BERJILBAB TEMAN SATU KANTOR ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Di kantorku ada seorang wanita berjilbab yang sangat cantik dan anggun. Tingginya sekitar 165 cm dengan tubuh yang langsing. Kulitnya putih dengan lengsung pipit di pipi menambah kecantikannya, suaranya halus dan lembut. Setiap hari dia mengenakan baju gamis yang panjang dan longgar untuk menyembunyikan lekuk tubuhnya, namun aku yakin bahwa tubuhnya pasti indah.

    Namanya Fatma, dia sudah bersuami dan beranak 2, usianya sekitar 30 tahun. Dia selalu menjaga pandangan matanya terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya, dan jika bersalamanpun dia tidak ingin bersentuhan tangan.

    Namun kesemua itu tidak menurunkan rasa ketertarikanku padanya, bahkan aku semakin penasaran untuk bisa mendekatinya apalagi sampai bisa menikmati tubuhnya…., Ya…. Benar… Aku memang terobsesi dengan temanku ini. Dia betul-betul membuatku penasaran dan menjadi objek khayalanku siang dan malam di saat kesendirianku di kamar kost.

    Aku sebenarnya sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak yang masih kecil-kecil, namun anak dan istriku berada di luar kota dengan mertuaku, sedangkan aku di sini kost dan pulang ke istriku seminggu sekali. Kesempatan untuk bisa mendekatinya akhirnya datang juga,

    Ketika aku dan dia ditugaskan oleh atasan kami untuk mengikuti workshop di sebuah hotel di kota Bandung selama seminggu.

    Hari-hari pertama workshop aku berusaha mendekatinya agar bisa berlama-lama ngobrol dengannya, namun Dia benar-benar tetap menjaga jarak denganku, hingga pada hari ketiga kami mendapat tugas yang harus diselesaikan secara bersama-sama dalam satu unit kerja.

    Hasil pekerjaan harus diserahkan pada hari kelima. Untuk itu kami bersepakat untuk mengerjakan tugas tersebut di kamar hotelnya, karena kamar hotel yang ditempatinya terdiri dari dua ruangan, yaitu ruang tamu dan kamar tidur.

    Sore harinya pada saat tidak ada kegiatan workshop, aku sengaja jalan-jalan untuk mencari obat perangsang dan kembali lagi sambil membawa makanan dan minuman ringan.

    Sekitar jam tujuh malam aku mendatangi kamarnya dan kami mulai berdiskusi tentang tugas yang diberikan. Selama berdiskusi kadang-kadang Fatma bolak-balik masuk ke kamarnya untuk mengambil bahan-bahan yang dia simpan di kamarnya, dan pada saat dia masuk ke kamarnya untuk kembali mengambil bahan yang diperlukan maka dengan cepat aku membubuhkan obat perangsang yang telah aku persiapkan.

    Dan aku melanjutkan pekerjaanku seolah-olah tidak terjadi apa-apa ketika dia kembali dari kamar. Hatiku mulai berbunga-bunga, karena obat perangsang yang kububuhkan pada minumannya mulai bereaksi. Hal ini tampak dari deru napasnya yang mulai memburu dan duduknya gelisah serta butiran-butiran keringat yang mulai muncul dikeningnya.

    Selain itu pikirannyapun nampaknya sudah susah untuk focus terhadap tugas yang sedang kami kerjakan Namun dengan sekuat tenaga dia tetap menampilkan kesan sebagai seorang wanita yang solehah, walaupun seringkali ucapannya secara tidak disadarinya disertai dengan desahan napas yang memburu dan mata yang semakin sayu.

    Aku masih bersabar untuk tidak langsung mendekap dan mencumbunya, kutunggu hingga reaksi obat perangsang itu benar-benar menguasainya sehingga dia tidak mampu berfikir jernih. Setelah sekitar 30 menit, nampaknya reaksi obat perangsang itu sudah menguasainya, hal ini Nampak dari matanya yang semakin sayu dan nafas yang semakin menderu serta gerakan tubuh yang semakin gelisah.

    Dia sudah tidak mampu lagi focus pada materi yang sedang didiskusikan, hanya helaan nafas yang tersengal diserta tatapan yang semakin sayu padaku. Aku mulai menggeser dudukku untuk duduk berhimpitan disamping kanannya, dia seperti terkejut namun tak mampu mengeluarkan kata-kata protes atau penolakan,

    hanya Nampak sekilas dari tatapan matanya yang memandang curiga padaku dan ingin menggeser duduknya menjauhiku, namun nampaknya pengaruh obat itu membuat seolah-olah badannya kaku dan bahkan seolah-olah menyambut kedatangan tubuhku.

    Setelah yakin dia tidak menjauh dariku, tangan kiriku mulai memegang tangan kanannya yang ia letakkan di atas pahanya yang tertutup oleh baju gamisnya. Tangan itu demikian halus dan lembut, yang selama ini tidak pernah disentuh oleh pria selain oleh muhrimnya.

    Tangannya tersentak lemah dan ada usaha untuk melepaskan dari genggamanku, namun sangat lemah bahkan bulu-bulu halus yang ada di lengannya berdiri seperti dialiri listrik ribuan volt. Matanya terpejam dan tanpa sadar mulutnya melenguh..

    ”Ouhh….”, tangannya semakin basah oleh keringat dan tanpa dia sadari tangannya meremas tanganku dengan gemas.

    Aku semakin yakin akan reaksi obat yang kuberikan… dan sambil mengutak-atik laptop, tanpa sepengetahuannya aku aktifkan aplikasi webcam yang dapat merekam kegiatan kami di kursi panjang yang sedang kami duduki dengan mode tampilan gambar yang di hide sehingga kegiatan kami tak terlihat di layar monitor.

    Lalu tangan kananku menggenggam tangan kanannya yang telah ada dalam genggamanku, tangan kiriku melepaskan tangan kanannya yang dipegang dan diremas mesra oleh angan kananku, sehingga tubuhku menghadap tubuhnya dan tangan kiriku merengkuh pundaknya dari belakang. Matanya medelik marah dan dengan terbata-bata dan nafas yang memburu dia berkata

    “Aaa…aapa..apaan….nih……Pak..?”

    Dengan lemah tangan kirinya berusaha melepaskan tangan kiriku dari pundaknya. Namun gairahku semakin meninggi, tanganku bertahan untuk tidak lepas dari pundaknya bahkan dengan gairah yang menyala-nyala wajahku langsung mendekati wajahnya dan secara cepat bibirku melumat gemas bibir tipisnya yang selama ini selalu menggoda nafsuku. Nafsuku semakin terpompa cepat setelah merasakan lembut dan nikmatnya bibir tipis Fatma, dengan penuh nafsu kuhisap kuat bibir tipis itu.

    “Ja..jangan …Pak Ouhmmhhh… mmmhhhh…”

    Hanya itu kata yang terucap dari bibirnya.. karena bibirnya tersumpal oleh bibirku.

    Dia memberontak.., tapi kedua tangannya dipegang erat oleh tanganku, sehingga ciuman yang kulakukan berlangsung cukup lama.

    Fatma terus memberontak…, tapi gairah yang muncul dari dalam dirinya akibat efek dari obat perangsang yang kububuhkan pada minumannya membuat tenaga berontaknya sangat lemah dan tak berarti apa-apa pada diriku.

    Bahkan semakin lama kedua tangannya bukan berusaha untuk melepaskan dari pegangn tanganku tapi seolah mencengkram erat kedua tanganku seperti menahan nikmatnya rangsangan birahi yang kuberikan padanya, perlahan namun pasti bibirnya mulai membalas hisapan bibirku, sehingga terjadilah ciumannya yang panas menggelora, matanya tertutup rapat menikmati ciuman yang kuberikan.

    Pegangan tanganku kulepaskan dan kedua tanganku memeluk erat tubuhnya sehingga dadaku merasakan empuknya buahdada yang tertutup oleh baju gamis yang panjang.

    Dan kedua tangannyapun memeluk erat dan terkadang membelai mesra punggungku. Bibirku mulai merayap menciumi wajahnya yang cantik, tak semilipun dari permukaan wajahnya yang luput dari ciuman bibirku. Mulutnya ternganga… matanya mendelik dengan leher yang tengadah…

    ”Aahhh….. ouh…… mmmhhhh…. eehh… ke.. na.. pa….. begi..nii…ouhhh …”

    Erangan penuh rangsangan keluar dari bibirnya disela-sela ucapan ketidakmengertian yang terjadi pada dirinya..

    Sementara bibirku menciumi wajah dan bibirnya dan terkadang lehernya yang masih tertutup oleh jilbab yang lebar…, secara perlahan tangan kanan merayap ke depan tubuhnya dan mulai meremas buah dadanya..

    ”Ouhhh….aahhh…”

    Kembali dia mengerang penuh rangsangan. Tangan kirinya memegang kuat tangan kananku yang sedang meremas buahdadanya. Tetapi ternyata tangannya tidak berusaha menjauhkan telapak tanganku dari buahdadanya, bahkan mengarahkan jariku pada putting susunya agar aku mempermainkan putting susunya dari luar baju gamis yang dikenakannya

    “ouh…ouh…ohhh…..”

    Erangan penuh rangsangan semakin tak terkendali keluar dari mulutnya Telapak tanganku dengan intens mempermainkan buah dadanya…, keringat sudah membasahi gamisnya…, bahkan tangan kanannya dengan gemas merengkuh belakang kepalaku dan mengacak-ngacak rambutku serta menekan wajahku agar ciuman kami semakin rapat…

    Nafasnya semakin memburu dengan desahan dan erangan nikmat semakin sering keluar dari mulutnya yang indah. Tangan kananku dengan lincah mengeksplorasi buahdada, pinggang dan secara perlahan turun ke bawah untuk membelai pingggul dan pantatnya yang direspon dengan gerakan menggelinjang menahan nikmatnya nafsu birahi yang terus menderanya.

    Tangan kananku semakin turun dan membelai pahanya dari luar gamis yang dikenakannya… dan terus kebawah hingga ke ujung gamis bagian bawah. lalu tanganku menyusup ke dalam sehingga telapak tanganku bisa langsung menyentuh betisnya yang jenjang..

    Ouhhh… sungguh halus dan lembut terasa betis indah ini, membuat nafsuku semakin membumbung tinggi, penisku semakin keras dan bengkak sehingga terasa sakit karena terhimpit oleh celana panjang yang kukenakan, maka secara tergesa-gesa tangan kiriku menarik sleting celana dan mengeluarkan batang penisku yang tegak kaku.

    Dari sudut matanya, Fatma melihat apa yang kulakukan dan dengan mata yang terbelalak dan mulut ternganga ia menjerit pelan melihat penisku yang tegak kaku keluar dari dalam celana

    ”Aaaihhh…”.

    Dari sorot matanya, tampak gairah yang semakin menyala-nyala ketika menatap penis tegakku. Belaian tangan kananku semakin naik ke atas…., ke lututnya, lalu…. Cukup lama bermain di pahanya yang sangat halus…., Fatma semakin menggelinjang ketika tangan kananku bermain di pahanya yang halus, dan mulutnya terus-terusan mengerang dan mengeluh nikmat

    “ Euhh….. ouhhhh….. hmmmnnn…. Ahhhhh……”

    Tanganku lalu naik menuju pangkal paha…., terasa bahwa bagian cd yang berada tepat di depan vaginanya sudah sangat lembab dan basah. Tubuhnya bergetar hebat ketika jari tanganku tepat berada di depan vaginanya, walaupun masih terhalang CD yang dikenakannya…, tubuhnya mengeliat kaku menahan rangsangan nikmat yang semakin menderanya sambil mengeluarkan deru nafas yang semakin tersengal

    “Ouh….ouhhhh…”

    Ketika tangan kananku menarik CD yang ia kenakan…., ternyata kedua tangan Fatma membantu meloloskan CD Itu dari tubuhnya. Kusingkapkan bagian bawah gamis yang ia kenakan ke atas hingga sebatas pinggang, hingga tampak olehku vaginanya yang indah menawan, kepalanya kuletakan pada sandaran lengan kursi..,

    kemudian pahanya kubuka lebar-lebar.., kaki kananku menggantung ke bawah kursi, sedangkan kaki kiriku terlipat di atas kursi. Dengan masih mengenakan celana panjang, kuarahkan penisku yang keluar melalui sleting yang terbuka ke lubang vagina yang merangsang dan sebentar lagi akan memberikan berjuta-juta kenikmatan padaku.

    Ku gesek-gesekan kepala penisku pada lipatan liang vaginanya yang semakin basah..

    ”Auw…auw….. Uuhhhh….. uuuhhh…. Ohhh ….”

    Dia mengaduh dan mengeluh… membuatku bertanya-tanya apakah ia merasa kesakitan atau menahan nikmat, tapi kulihat pantatnya naik turun menyambut gesekan kepala penisku seolah tak sabar ingin segera dimasuki oleh penisku yang tegang dan kaku…. Lalu dengan hentakan perlahan ku dorong penisku dan… Blessshhh….

    Kepala penisku mulai menguak lipatan vaginanya dan memasuki lorong nikmat itu dan..

    “AUW… AUW…. Auw… Ouhhh……uhhhh…… aaahhhh…”

    Tanpa dapat terkendali Fatma mengaduh dan mengerang nikmat dan mata terpejam rapat…., rintihan dan erangan Fatma semakin merangsangku dan secara perlahan aku mulai memaju mundurkan pantatku agar penisku mengocok liang vaginanya dan memberikan sensasi nikmat yang luar biasa.

    Hal yang luar biasa dari Fatma ternyata dia terus mengaduh dan mengerang setiap aku menyodokkan batang penisku ke dalam vaginanya. Rupanya dia merupakan tipe wanita yang selalu mengaduh dan mengerang tak terkendali dalam mengekspresikan rasa nikmat seksual yang diterimanya.

    Tak berapa lama kemudian, tanpa dapat kuduga, kedua tangan Fatma merengkuh pantatku dan menarik pantatku kuat-kuat dan pantatnya diangkatnya sehingga seluruh batang penisku amblas ditelan liang vagina yang basah, sempit dan nikmat. Lalu tubuhnya kaku sambil mengerang nikmat

    “Auuuww…. Auuuwww…… Auuuuuhhhh….. Aakkkhhhh…..”

    kedua kakinya terangkat dan betisnya membelit pinggangku dengan telapak kaki yang menekan kuat pantatku hingga gerakan pantatku agak terhambat dan kedua tangannya merengkuh pundakku dengan kuat dan beberapa saat kemudian tubuhnya kaku namun dinding vaginanya memijit dan berkedut sangat kuat dan nikmat membuat mataku terbelalak menahan nikmat yang tak terperi

    Lalu …. badannya terhempas lemah…, namun liang vaginanya berkedut dan meremas dengan sangat kuat batang penisku sehingga memberikan sensasi nikmat yang luar biasa.

    Gairah yang begitu tinggi akibat rangsangan yang diterimanya telah mengantarnya menuju orgasmenya yang pertama. Keringat tubuhku membasahi baju membuatku tidak nyaman, sambil membiarkannya menikmati sensasi nikmatnya orgasme yang baru diperolehnya dengan posisi penisku yang masih menancap di liang vaginanya, aku membuka bajuku hingga bertelanjang dada tetapi masih mengenakan celana panjang.

    Lalu secara perlahan aku mulai mengayun pantatku agar penisku mengocok liang vaginanya.

    Rasa nikmat kembali menderaku akibat gesekan dinding vaginanya dengan batang penisku. Perlahan namun pasti, pantat Fatma merespon setiap gerakan pantatku. Pinggul dan pantatnya bergoyang dengan erotis membalas setiap gerakanku.

    Mulutnyapun kembali mengaduh mengekspresikan rasa nikmat yang kembali dia rasakan

    “Auw…Auw… Auuuwww…. Ouhhh…. Aahhh…”

    Rangsangan dan rasa nikmat yang kurasakanpun semakin menjadi-jadi. Dan erangan nikmatnyapun terus-menerus diperdengarkan oleh bibirnya yang tipis menggairahkan sambil kepala yang bergoyang kekiri dan ke kanan diombang-ambingkan oleh rasa nikmat yang kembali menderanya

    “Auw…Auw… Auuuwww…. Oohhh… ohhh… oohhh…”

    Erangan nikmat semakin tak terkendali dan seolah puncak kenikmatan akan kembali menghampirinya hal ini tampak dari gelinjang tubuhnya yang semakin cepat dan kedua tangannya yang kembali menarik-narik pantatku agar penisku masuk semakin dalam mengobok-obok liang nikmatnya dan kedua kakinya sudah mulai membelit pantatku. Namun aku mencabut penisku , dan hal itu membuat Fatma gelagapan sambil berkata terbata-bata

    “Ke..napa…..di cabut…? Ouh…. Oh…”

    Dengan sorot mata protes dan napas yang tersengal-sengal…

    “Ribet ….”

    Kataku, sambil berdiri dan membuka celana panjang sekaligus dengan CD yang kukenakan.

    Lalu sambil menatapnya

    “Gamisnya buka dong..!”

    Dia menatapku ragu.., namun dorongan gairah telah membutakan pikirannya apalagi dengan penuh gairah dia melihatku telanjang bulat di hadapannya, maka dengan tergesa-gesa dia berdiri dihadapanku dan melolosi seluruh pakaian yang dikenakannya…, mataku melotot menikmati pemandangan yang menggairahkan itu. Oohhh….

    kulitnya benar-benar putih dan halus, penisku terangguk-angguk semakin tegang dan keras. Dia melepaskan gamis dan BHnya sekaligus, hingga dihadapanku telah berdiri bidadari yang sangat cantik menggairahkan dalam keadaan bulat menantangku untuk segera mencumbunya.

    Dalam keadaan berdiri aku langsung memeluknya dan bibirku mencium bibirnya dengan penuh gairah…. Diapun menyambut ciumanku dengan gairah yang tak kalah panasnya. Bibir dan lidahku menjilati bibir, pipi lalu ke lehernya yang jenjang yang selama ini selalu tertutup oleh jilbabnya yang lebar…. Fatma mendongakkan kepala hingga lehernya semakin mudah kucumbu… Penisku yang tegang menekan-nekan selangkangannya membuat dia semakin bergairah.

    Dengan gemetar, tangannya meraih batang penisku dan mengarahkan kedepan liang vaginanya yang sudah sangat basah dan gatal., kaki kanannya dia angkat keatas kursi sehingga kepala penisku lebih mudah menerobos liang vaginanya dan blesshh….. kembali rasa nikmat menjalar di sekujur pembuluh nadiku dan mata Fatmapun terpejam merasakan nikmat yang tak terperi dan dari mulutnyapun erangan nikmat

    “Auw… Auww… Oohh….. akhhh….”

    Kepalanya terdongak dan kedua tangannya memeluk erat punggungku. Lalu pantatku mulai bergerak maju mundur agar batang penisku menggesek dinding vaginanya yang sempit, basah dan berkedut nikmat menyambut setiap gesekan dan kocokan batang penisku yang semakin tegang dan bengkak. Diiringi dengan rintihan nikmat Fatma yang khas… …

    ”Auw… Auw… Ouhh… ouhh…ahhh…”

    Sambil pantatku memompa liang vaginanya yang nikmat, kepala Fatma semakin terdongak ke belakang sehingga wajahku tepat berada didepan buahdadanya yang sekal dan montok, maka mulut dan lidahku langsung menjilati dan menghisap buah dada indah itu.. putting susunya semakin menonjol keras. Fatma semakin mengerang nikmat…

    ”Auw… Auw… Ouhh… ouhh…ahhh…”

    Gerakan tubuh Fatma semakin tak terkendali, dan tiba-tiba kedua kakinya terangkat dan membelit pinggangku, kemudian dia melonjak-lonjankkan tubuhnya sambil memeluk erat tubuhku sambil menjerit semakin keras …

    ”Auw… Auw… Ouhh… ouhh…ahhh…”.

    Kedua tanganku menahan pantatnya agar tidak jatuh dan penisku tidak lepas dari liang vaginanya sambil merasakan nikmat yang tak terperi… Tak lama kemudian kedua tangannya memeluk erat punggungku dan mulutnya menghisap dan menggigit kuat leherku. Tubuhnya kaku…., dan dinding vaginanya meremas dan memijit-mijit nikmat batang penisku. Dan tak lama kemudian

    “AAAAUUUUWWWW………..Hhhooohhhh….”

    Dia mengeluarkan jeritan dan keluhan panjang sebagai tanda bahwa dia telah mendapatkan orgasme yang kedua kali…

    Tubuhnya melemas dan hampir terjatuh kalau tak ku tahan. Lalu dia terduduk di kursi sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, badannya basah oleh keringat yang bercucuran dari seluruh pori-pori tubuhnya.

    Tapi dibalik rasa lelah yang menderanya, gairahnya masih menyala-nyala ketika melihat batang penisku yang masih tegang mengangguk-angguk. Aku duduk disampingnya dengan nafas yang memburu oleh gairah yang belum terpuaskan. Tiba-tiba dia berdiri membelakangiku, kakinya mengangkang dan pantatnya diturunkan mengarahkan liang vaginanya agar tepat berada diatas kepala penisku yang berdiri tegak.

    Tangan kanannya meraih penisku agar tepat berada di depan liang vaginanya dan … bleshhhh….

    “AUUWW…. Auww…. Ahhhh…”

    Secara perlahan dia menurunkan pantatnya sehingga kembali batang penisku menyusuri dinding vagina yang sangat nikmat dan memabukkan..

    ”Aaahhh……”

    erangan nikmat kembali keluar dari mulutnya. Lalu dia mulai menaik turunkan pantatnya agar batang penisku mengaduk-ngaduk vaginanya dari bawah..

    Semakin lama gerakannya semakin melonjak-lonjak sambil tiada henti mengerang penuh kenikmatan, kedua tanganku memegang kedua buahdadanya dari belakang sambil meremas dan mempermainkan putting susu yang semakin keras dan menonjol.

    Kepalanya mulai terdongak dan menoleh kebelakang mencari bibirku atau bagian leherku yang bisa diciumnya dan kamipun berciuman dalam posisi yang sangat menggairahkan… lonjakan tubuhnya semakin keras dan kaku dan beberapa saat kemudian kembali batang penisku merasakan pijatan dan remasan yang khas dari seorang wanita yang mengalami orgasme sambil menjerit nikmat

    “AAAUUUUUWWWWW…….. Aaakkhhhh………”

    Namun saat ini, aku tidak memberi waktu padanya untuk beristirahat, karena aku merasa ada dorongan dalam tubuhku untuk segera mencapai puncak, karena napasku sudah tersengal-sengal tidak teratur, maka kuminta ia untuk posisi nungging dengan kaki kanan di lantai sedang kaki kiri di tempat duduk kursi sedangkan kedua tangannya bertahan pada kursi.

    Lalu kaki kananku menjejak lantai sedang kaki kiriku kuletakkan dibelakang Kaki kirinya sehingga selangkanganku tepat berada di belahan pantatnya yang putih, montok dan mengkilat oleh basahnya keringat. Tangan kananku mengarahkan kepala penisku tepat pada depan liang vaginanya yang basah dan semakin menggairahkan. Lalu aku mendorong pantatku hingga blessshhh….

    “Auw… Auw… Ouhhhh….”

    Kembali ia mengeluh nikmat ketika merasakan batang penisku kembali memasuki dirinya dari belakang. Kugerakan pantatku agar batang penisku kembali mengocok dinding vaginanya. Fatma memaju mundurkan pantatnya menyambut setiap sodokan batang penisku sambil tak henti-henti mengerang nikmat..Ouh… ohhh…ayoo.. Pak…ayo… ohh…ouhh…” Rupanya dia merasakan batang penisku yang semakin kaku dan bengkak yang menandakan bahwa beberapa saat lagi aku mencapai orgasme.

    Dia semakin bergairah menyambut setiap sodokan batang penisku, hingga akhirnya gerakan tubuhku semakin tak terkendali dan kejang-kejang dan pada suatu titik aku menancapkan batang penisku sedalam-dalamnya pada liang vaginanya yang disambut dengan remasan dan pijitan nikmat oleh dinding vaginanya sambil berteriak nikmat

    “Auuuuwwwhhhhhhh…… Aakkhhh…….”

    Dan diapun berteriak nikmat bersamaan denganku. Dan Cretttt…. Creeetttt… crettttt spermaku terpancar deras membasahi seluruh rongga diliang vaginanya yang nikmat…

    Tubuh Fatma ambruk telungkup dikursi dan tubuhkupun terhempas di kursi sambil memeluk tubuhnya dari belakang dengan helaan napas yang tersengal-sengal kecapaian… punggungku tersandar lemas pada sandaran kursi sambil berusaha menarik nafas panjang menghirup udara sebanyak-banyaknya.

    Dan kuperhatikan Fatmapun tersungkur kelelahan sambil telungkup di atas kursi. Sambil beristirahat mengumpulkan napas dan tenaga yang hilang akibat pergumulan yang penuh nikmat, mataku menatap tubuh bugil Fatma yang basah oleh keringat. Dan terbayang olehku betapa liarnya Fatma barusan pada saat dia mengekspresikan kenikmatan seksual yang menghampirinya. Semua itu diluar dugaanku.

    Aku tak menyangka Fatma yang demikian anggun dan lemah lembut bisa demikian liar dalam bercinta…… Mataku menyusuri seluruh tubuh Fatma yang bugil dan basah oleh keringat….

    Uhhh……. .. Tubuh itu benar-benar sempurna …… Putih , halus dan mulus…. Beruntung sekali malam ini aku bisa menikmati tubuh indah ini.

    Aku terus menikmati pemandangan indah ini, sementara Fatma nampaknya benar-benar kelelahan sehingga tak sadar bahwa aku sedang menikmati keindahan tubuhnya… Semakin aku memandangi tubuh indah itu, perlahan-lahan gairahku muncul kembali seiring dengan secara bertahap tubuhku pulih dari kelelahan yang menimpaku.

    Dalam hati aku berbisik agar malam ini aku bisa menikmati tubuh Fatma sepuas-puasnya sampai pagi. Membayangkan hal itu, gairahku dengan cepat terpompa dan perlahan-lahan penisku mulai mengeras kembali….

    Perlahan tanganku membelai pinggulnya yang indah, dan bibirku menciumi pundaknya yang basah oleh keringat…., namun nampaknya Fatma terlalu lelah untuk merespon cumbuanku, dia masih terlena dengan kelelahannya… mungkin dia tertidur kelelahan.

    Posisi kami yang berada di atas kursi panjang ini membuatku kurang nyaman…, maka kuhentikan cumbuanku, kedua tanganku merengkuh tubuh indah Fatma dan dengan sisa-sisa tenaga yang mulai pulih kubopong tubuh indah itu ke kamar.

    Dengan penuh semangat aku membopong tubuh bugil Fatma kearah kamar.

    Kuletakkan tubuhnya dengan hati-hati dalam posisi telentang. Fatma hanya melenguh lemah dengan mata yang masih terpejam. Aku duduk di atas kasur sambil memperhatikan tubuh indah ini lebih seksama.

    Semakin keperhatikan semakin terpesona aku akan kesempurnaan tubuh Fatma yang sedang telanjang bugil. Kulit yang demikian putih , halus dan mulus….. dengan bagian selangkangan yang benar-benar sangat indah dan merangsang.

    Di sela-sela liang vaginanya terlihat lelehan spermaku yang keluar dari dalam liang vaginanya mengalir keluar ke sela-sela kedua pahanya.. Aku mengambil tissue yang ada di pinggir tempat tidur dan mengeringkan lelehan sperma itu dengan penuh perasaan.

    Fatma menggeliat lemah., lalu matanya terbuka sedikit sambil mendesah..

    ”uhhh……”

    Bibir dan lidahku tergoda untuk menciumi dan menjilati batang paha Fatma yang demikian putih dan mulus. Dengan penuh nafsu bibir dan lidahku mulai mencumbu pahanya. Seluruh permukaan kulit paha Fatma kuciumi dan jilati… tak ada satu milipun yang terlewat. Lambat laun gairah Fatma kembali terbangkitkan, mulutnya mendesis nikmat dan penuh rangsangan

    “uhhh….. ohhhh… sssssttt…”

    Sementara telapak tanganku bergerak lincah membelai dan mengusap paha, pantat, perut dan akhirnya meremas-remas buahdadanya yang montok. Erangannya semakin keras ketika aku memelintir putting susunya yang menonjol keras

    “Euhh….. Ouhhh…. Auw…… Ahhh…”

    Disertai dengan gelinjang tubuh menahan nikmat yang mulai menyerangnya. Penisku semakin keras dan aku mulai memposisikan kedua pahaku di bawah kedua pahanya yang terbuka, lalu mengarahkan penisku ke tepat di lipatan vaginanya yang basah dan licin.

    Kugesek-gesekan kepala penisku sepanjang lipatan vaginanya, tubuhnya semakin bergelinjang…., pantatnya bergerak-gerak menyambut penisku seolah-olah tak sabar ingin ditembus oleh penis tegangku. Namun aku terus merangsang vaginanya dengan penisku…., dia semakin tak sabar …… tubuhnya semakin bergelinjang hebat.

    Dan akhirnya ia bangkit dan mendorong tubuhku hingga telentang di atas kasur, dia langsung menduduki selangkanganku… mengangkat pantatnya dan tangannya dengan gemetar meraih penisku dan mengarahkan ke tepat liang vaginanya, lalu langsung menekan pantatnya dalam-dalam hingga……. Blessshhhh……. batang penisku langsung menerobos dinding vaginanya yang basah namun tetap sempit dan berdenyut-denyut. Mataku nanar menahan nikmat…., napasku seolah-olah terhenti menahan nikmat yang ku terima…

    ”Uhhhh…..”

    Mulutku berguman menahan nikmat. Dengan mata terpejam menahan nikmat, Fatmapun mengaduh.

    ”Auuww…. OOhhhhhhh……”

    Pantatnya dia diamkan sejenak merasakan rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu secara perlahan dia menaik turunkan pantatnya hingga penisku mengocok-ngocok vaginanya dari bawah….. Erangan khasnya kembali dia perdengarkan

    “Auw….. auw…. auw… euhhhh…..”

    Semakin lama gerakan pantatnya semakin bervariasi…, kadang berputar-putar…. Kadang maju mundur dan terkadang ke atas ke bawah bagaikan piston sambil tak henti-hentinya mengaduh nikmat…

    Gerakannya semakin lincah dan liar, membuat aku tak henti-hentinya menahan nikmat. Kembali aku terpana oleh keliaran Fatma dalam bercinta…., sungguh aku tak menyangka…..Wanita sholeh…., anggun dan lembut ini begitu liar dan lincah.

    ”Ouhhhh…. ouhhhh …”

    Aku pun mengeluh nikmat menyahuti erangan nikmat yang keluar dari bibirnya yang tipis. Buahdadanya yang montok dan indah terguncang-guncang keras akibat gerakannya yang lincah dan membuatku tanganku terangsang untuk meremasnya, maka kedua buahdada itu kuremas-remas gemas. Fatma semakin mengerang nikmat

    “Auw…. Auw….auhh….ouhhh…”

    Lalu gerakannya semakin keras tak terkendali…, kedua tangannya mencengkram erat kedua tanganku yang sedang meremas-remas gemas buahdadanya…,, dan badannya melenting sambil menghentak-hentakkan pantatnya dengan keras hingga penisku masuk sedalam-dalamnya….

    Dan akhirnya tubuhnya kaku disertai dengan jeritan yang cukup keras

    “Aaaaakkhhhsssss………….”

    Dan tubuhnya ambruk menindihku……. Namun dinding vaginanya berdenyut-denyut serta meremas-remas batang penisku…. Membuatku semakin melayang nikmat….

    Ya…. Fatma baru saja memperoleh orgasme yang pertama di babak kedua ini…. Dengan tubuh yang lemas dan napas yang tersengal-sengal bagaikan orang sudah melakukan lari marathon bibirnya menciumi lembut pipiku dan berkata sambil mendesah…

    ”Bapak…. Benar-benar hebat….”

    Lalu mengecup bibirku dan kembali kepalanya terkulai di samping kepalaku sehingga dadaku merasakan empuknya dihimpit oleh buahdadanya yang montok.

    Penis tegangku masih menancap dengan kokoh di dalam liang vaginanya, dan semakin lama denyutan dinding vaginanyapun semakin melemah… Kugulingkan tubuhnya hingga tubuhku menindih tubuhnya dengan tanpa melepaskan batang penisku dari jepitan vaginanya.

    Tangan kananku meremas-meremas buah dadanya diselingin memilin-milin putting susu sebelas kiri, sementara bibirku menjilati dan menghisap-hisap putting susu sebelah kanan, sambil pantatku bergerak perlahan mengocok-ngocok vaginanya.

    Perlahan namun pasti…, Fatma mulai menggeliat perlahan-lahan…, rangsangan kenikmatan yang kulakukan kembali membangkitkan gairahnya yang baru saja terpuaskan…

    “Emmhhh…… euhhhh……… auh……..”

    Dengan kembali dia mengerang nikmat… Pinggulnya bergoyang mengimbangi goyanganku…. Kedua tangannya merengkuh punggungku….

    “Auw…. Auw…… ahhh….auhhh…”

    Kembali dia mengaduh dengan suara yang khas, menandakan kenikmatan telah merasuki dirinya… Goyang pinggulnya semakin lincah disertai dengan jeritan-jeritannya yang khas. Dalam posisi di bawah Fatma menampilkan gerakan-gerakan yang penuh sensasi… Berputar…., menghentak-hentak …, maju mundur bahkan gerakan patah-patah seperti yang diperagakan oleh penyanyi dangdut terkenal.

    Kembali aku terpana oleh gerakan-gerakannya…. Yang semua itu tentu saja memberikan kenikmatan yang tak terhingga padaku….. Sambil mengerang dan mengaduh nikmat…, tangannya menarik kepalaku hingga bibirnya bisa menciumi dan menghisap leherku dengan penuh nafsu.

    Gerakan pinggul Fatma sudah berubah menjadi lonjakan-lonjakan yang keras tak terkendali, kedua kakinya terangkat dan membelit dan menekan pantatku hingga pantatku tidak bisa bergerak, Kedua tangannya menarik-narik pundakku dengan keras dengan mata terpejam dan gigi yang bergemeretuk.

    Dan akhirnya tubuhnya kaku sambil menjerit seperti yang yang disembelih…

    ”AAkkkkkhhhh…….”

    Kembali Fatma mengalami orgasme untuk ke sekian kalinya…. Aku hanya terdiam tak bisa bergerak tapi merasakan nimat yang luar biasa, karena walaupun terdiam kaku, namun dinding vagina Fatma berkontraksi sangat keras sehingga memijit dan memeras nikmat batang penisku yang semakin membengkak Tak lama kemudian tubuhnya melemas…., kedua kakinya sudah terjulur lemah Kuperhatikan napasnya tersengal-sengal…, Fatma menatap wajahku yang berada diatas tubuhnya.,

    Lalu dia tersenyum seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih atas puncak kenikmatan yang baru dia peroleh….

    Kukecup bibirnya dengan lembut… Tubuhku kutahan dengan kedua tangan dan kakiku agar tidak membebani tubuhnya, Sambil bibirku terus menciumi bibir, pipi, leher , dada, hingga putting susunya untuk merangsangnya agar gairahnya segera bangkit kembali…

    Kuubah posisi tubuhku hingga aku terduduk dengan posisi kedua kaki terlipat dibawah kedua paha Fatma yang terangkat mengapit pinggangku. Buahdadanya yang indah dan basah oleh keringat begitu menggodaku. Dan kedua tanganku terjulur untuk meremas-remas buah dada yang montok dan indah

    “Euhh…. Euhhh…. “

    Kembali tubuhnya menggeliat merasakan gairah yang kembali menghampirinya. Sambil kedua tanganku mempermainkan buahdadanya yang montok…, pantatku kembali berayun agar penisku kembali mengaduk-ngaduk liang vagina Fatma yang tak henti-hentinya memberikan sensasi nikmat yang sukar tuk dikatakan….

    Hentakan pantatku semakin lama semakin keras membuat buah dadanya terguncang-guncang indah. Erangan nikmat yang khas kembali dia perdengarkan…. Kepalanya bergerak ke kanan dan kekiri seperti dibanting oleh rasa nikmat yang kembali menyergapnya…

    Pinggul Fatma mulai membalas setiap hentakan pantatku….., bahkan semakin lama semakin lincah disertai dengan lenguhan dan jeritan nikmat yang khas…. Kedua tanganku memegangi kedua lututnya hingga pahanya semakin terbuka lebar membuat gerakan pinggulku semakin bebas dalam mengaduk dan mengocok vaginanya.

    “Auw….Auw…. Auw…. Aahhh….ahhhh”

    Erangan nikmat semakin meningkatkan gairahku…. Dan penisku semakin bengkak…. Dan ternyata dengan posisi seperti membuat jepitan vagina semakin kuat dan membuatku semakin nikmat. Dan tanpa dapat kukendalikan gerakanku semakin liar tak terkendali seiring dengan rasa nikmat yang semakin menguasai diriku…

    Fatmapun mengalami hal yang sama…, penisku yang semakin membengkak dengan gerakan-gerakan liar yang tak terkendali membuat orgasme kembali dengan cepat menghampirinya dan dia pun kembali menjerit-jerit nikmat menjemput orgasme yang segera tiba…

    “Auw….Auw…. Auw…. Aahhh….ahhhh”

    Akupun merasa bahwa orgasme akan menghampiriku…., tanpa dapat kukendalikan gerakan sudah berubah menjadi hentakan-hentakan yang keras dan kaku. Hingga akhirnya orgasme itu datang secara bersamaan dan kamipun menjerit secara bersamaan bagaikan orang yang tercekik.

    “AAkkkkkkhhssss…………..”

    Pinggul kami saling menekan dengan keras dan kaku sehingga seluruh batang penisku amblas sedalam-dalamnya dan beberapa saat kemudian. Creetttt….creeettttt…. cretttt…..

    Sperma kental terpancar dari penisku menyirami liang vagina Fatma yang juga berdenyut dan meremas dengan hebatnya… Tubuhkupun ambruk… ke pinggir tubuh Fatma yang terkulai lemah…., namun pantatku masih diatas selangkangan Fatma sehingga Penisku masih menancap di dalam liang vaginanya. Kami benar-benar kelelahan sehingga akupun tertidur dalam posisi seperti itu….

    Malam itu benar-benar kumanfaatkan untuk menikmati tubuh Fatma sepuas-puasnya.. Entah berapa kali malam itu kami bersetubuh……., yang kutahu adalah kami selalu mengulangi berkali-kali…. Hingga hampir subuh…. Dan tertidur dengan pulasnya karena semua tenaga telah terkuras habis …

    Pagi-paginya sekitar jam 6 pagi aku mendengar Fatma menjerit..

    ”Apa yang telah terjadi..? Kenapa bisa terjadi begini..?”

    Lalu dia menangis tersedu-sedu sambil tiada henti mengucap istigfar…. Sambil tak mengerti mengapa kejadian semalam bisa terjadi.

    Tak lama kemudian dia berkata padaku sambil menangis

    “Sebaiknya bapak secepatnya meninggalkan tempat ini…!”

    katanya marah . Akupun keluar kamar memunguti pakaianku yang tercecer diluar kamar dan mengenakannya serta keluar dari kamarnya sambil membawa laptop dan kembali ke kamarku. Sedangkan Fatma terus menangis menyesali apa yang telah terjadi.

    Sejak saat itu selama sisa masa workshop, Fatma benar-benar marah besar padaku, dia memandangku dengan tatapan marah dan benci. Aku jadi salah tingkah padanya dan tak berani mendekatinya.

    Dan sampai hari terakhir workshop Fatma benar-benar tidak mau didekati olehku. Setelah aku keluar dari kamar hotelnya, Fatma terus menangis menyesali apa yang telah terjadi. Dia tak habis mengerti mengapa gairahnya begitu tinggi malam tadi dan tak mampu dia kendalikan sehingga dengan mudahnya berselingkuh denganku.

    Ingat akan kejadian semalam, kembali dia menangis menyesali atas dosa besar yang dilakukannya. Dia merasa sangat bersalah karena telah menghianati suaminya, apalagi pada saat dia mengingat kembali betapa dia sangat menikmati dan puas yang tak terhingga pada saat bersetubuh denganku….

    Ya… dalam hatinya yang paling dalam, secara jujur Dia mengakui, bahwa malam tadi adalah pengalaman yang baru pertama kali dialami seumur hidupnya, dapat merasakan kenikmatan orgasme yang berulang-ulang dalam satu malam, Dia sampai tidak ingat, entah berapa puluh kali dia mencapai puncak orgasme, akibatnya dia merasakan tulangnya bagaikan dilolosi sehingga terasa sangat lemah dan lunglai, habis semua tenaga terkuras oleh pertarungan semalam yang begitu sensasional. Dan hal itu belum pernah dia alami selama berumah tangga dengan suaminya.

    Suaminya paling top hanya mampu mengantarnya menjemput satu kali orgasme bersamaan dengan suaminya, setelah itu tertidur sampai subuh dan itupun jarang sekali terjadi.

    Yang paling sering adalah dia belum sempat menjemput puncak kenikmatan, suaminya sudah ejakulasi terlebih dahulu, meninggalkan dia yang masih gelisah karena belum mencapai puncak.

    Dan peristiwa tadi malam, benar-benar istimewa karena dia mampu mencapai kenikmatan puncak yang melelahkan hingga berkali-kali. Ingat akan hal itu kembali dia menyesali diri…, kenapa dia mendapatkan kenikmatan bersetubuh yang luar biasa harus dari orang lain dan bukan dari suaminya sendiri…. Kembali dia menangis……

    Dia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dan bertobat atas dosa besar yang dilakukannya. Dan dia akan menjauhi diriku agar tidak tergoda untuk yang kedua kalinya. Itulah sebabnya selama sisa waktu workshop, dia selalu menjauh dariku. Hari terakhir workshop, Fatma begitu gembira karena akan meninggalkan tempat yang memberinya kenangan “buruk” ini dan Dia begitu merindukan suaminya sebagai pelampiasan atas kesalahan yang sangat disesalinya.

    Sehingga begitu tiba di rumah, dia memeluk suaminya penuh kerinduan. Tentu saja suaminya sangat bahagia melihat istrinya datang setelah seminggu berpisah. Dan malamnya setelah anak-anak tidur mereka melakukan hubungan suami istri.

    Fatma begitu bergairah tidak seperti biasanya, dia demikian aktif mencumbu suaminya. Hal ini membuat suaminya aneh sekaligus bahagia, aneh… karena selama ini suaminyalah yang meminta dan merangsangnya sedangkan Fatma lebih banyak mengambil posisi sebagai wanita yang menerima, tapi kali ini sungguh beda…

    Fatma begitu aktif dan bergairah. Tentu saja perubahan ini membuat suaminya sangat bahagia, suaminya berfikir… baru seminggu tidak bertemu saja istrinya sudah demikian merindukannya sehingga melayani suaminya dengan sangat bergairah.

    Dan akhirnya suaminyapun tertidur bahagia Namun, lain yang dialami suami, lain pula yang dialami oleh Fatma, malam itu Fatma begitu kecewa, Dia begitu bergairah dan berharap untuk meraih puncak bersama suaminya, namun belum sempat dia mencapai puncak, suaminya telah sampai duluan.

    Suaminya mengecup bibirnya penuh rasa sayang, sebelum akhirnya tertidur pulas penuh kebahagiaan, meninggalkan dirinya yang masih menggantung belum mencapai puncak. Fatmapun melamun…… Terbayang olehnya peristiwa di hotel, bagaimana dia bisa mencapai puncak yang luar biasa secara berulang-ulang.

    “Uhhh……”

    Tanpa sadar dia mengeluh Di bawah alam sadarnya dia berharap kapan dia dapat kembali merasakan kepuasan yang demikian sensasional itu..? Namun buru-buru dia beristigfhar setelah sadar bahwa peristiwa itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal.

    Namun….., kekecewaan demi kekecewaan terus dialami Fatma setiap kali dia melakukan hubungan suami istri dengan suaminya. Dan selalu saja dia membandingkan apa yang dialaminya dengan suaminya; dengan apa yang dialaminya waktu di hotel denganku.

    Hal itu membuatnya tanpa sadar sering menghayalkan bersetubuh denganku pada saat dia sedang bersetubuh dengan suaminya, dan hal itu cukup membantunya dalam mencapai kepuasan orgasme.

    Dan tentu saja kondisi seperti itu membuatnya tersiksa, tersiksa karena telah berkhianat terhadap suaminya dengan membayangkan pria lain pada saat sedang bermesraan dengan suaminya. Semakin betambah hari, godaan mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dariku semakin besar karena dia tidak bisa mendapatkannya dari suaminya. Dan akhirnya dia menjadi sering merindukanku. Tentu saja hal ini merupakan siksaan baru baginya.

    Itulah sebabnya, satu bulan setelah peristiwa di hotel, Fatma tidak terlihat membenciku. Bahkan secara sembunyi-sembunyi dia sering memperhatikan dan menatapku dengan tatapan penuh kerinduan.

    Dia tidak marah lagi bila didekati olehku, bahkan dia tersenyum penuh arti bila bertatapan denganku. Hal ini tentu saja membuatku bahagia Namun perubahan itu, tidak membuat tingkah lakunya berubah.

    Tetap saja Fatma menampilkan sosok wanita berjilbab yang anggun dan sholehah. Hingga pada waktu istirahat siang, dimana rekan-rekan sekantor sedang keluar makan siang, Aku mendekati Fatma yang kebetulan saat itu belum keluar ruangan untuk beristirahat dan dengan hati-hati aku berkata padanya

    “Bu…, maaf saya atas kejadian waktu itu…!”

    Aku berharap-harap cemas menunggu reaksinya…, namun akhirnya dia menjawab dengan jawaban yang sangat melegakan,

    “Sudahlah Pak, itu semua karena kecelakaan…, saya juga minta maaf…, karena tadinya menganggap, itu semua adalah kesalahan bapak…., setelah saya pikir…, sayapun bersalah karena membiarkan itu terjadi…”.

    Dan selanjutnya sambil tersenyum manis, dia mohon ijin padaku untuk istirahat makan siang. Dan meninggalkan diriku di ruangan itu. Sejak saat itu terjadi perubahan drastis atas sikapnya terhadapku, dia menjadi sering tersenyum manis padaku…, bisa diajak ngobrol olehku, bahkan kadang-kadang membalas kata-kata canda yang aku lontarkan padanya..

    Tentu saja perubahan ini, menimbulkan pikiran lain pada diriku…, Ya… pikiran untuk bisa kembali menikmati tubuhnya…., tapi bagaimana caranya…?

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Pemerkosaan Di Atas Kereta Api

    Pemerkosaan Di Atas Kereta Api


    1858 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pemerkosaan Di Atas Kereta Api ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sebut saja namanya Intan, seorang gadis berusia 24 tahun, tingginya 165cm dengan berat badan yang cukup ideal, 53kg, dengan ukuran payudara 34C. Dia bekerja di salah satu stasiun televisi swasta sebagai reporter. Intan beparas cantik dan berkulit putih mulus sehingga dia dapat diterima bekerja sebagai reporter di XX tv sejak dua tahun yang lalu.

    Sebagai seorang reporter yang pastinya sering muncul menyapa pemirsa di layar kaca, tentunya membuat Intan meraih popularitas sehingga banyak orang mengenalinya.

    Banyak hal yang dirasa menyenangkan bagi Intan karena popularitas yang didapatnya, diantaranya pada waktu keluar berjalanjalan, banyak orang yang mengenalinya dan tersenyum kepadanya serta menyapanya, bahkan hingga meminta tandatangannya.

    Namun, jika ada halhal yang positif tentu saja ada pula yang negatif, diantaranya banyak lelaki yang suka bersiul ketika ia lewat, seringkali hampir dicolek oleh tangan jahil lelaki iseng dan mupeng , hingga yang baru saja terjadi, ada yang nekad mencari kesempatan untuk mengintip Intan kala sedang berganti pakaian di dalam kamar pas di sebuah department store di dalam sebuahpusat perbelanjaan, sialnya pelakunya tidak berhasil tertangkap tangan.

    Sebagai seorang reporter, tentunya Intan sering meliput berita di sanasini, lumayanlah itungitung sekalian jalanjalan sembari shopping, begitu pikirnya. Terhitung hampir semua daerah, dari Sabang sampai Merauke sudah pernah disinggahinya kala melakukan rutinitasnya sebagai seorang reporter televisi.

    Walaupun begitu, ia jarang mendapatkan kesempatan untuk melakukan liputan ke luar negeri sehingga suatu saat, ketika atasannya memberikan kesempatan kepadanya untuk meliput berita di Jepang, Intan girang sekali dan langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.

    Walaupun tahu bahwa hargaharga di Jepang sangat mahal, ia juga telah menyiapkan anggaran untuk belanja. Di Jepang nanti, Intan ditugaskan untuk meliput sebuah festival adat di Jepang beserta segala keunikannya.

    Hari yang dinantinantikan tibalah juga. Intan berangkat ditemani oleh Nina, seorang camera person dari XX tv ke Jepang. Nina berusia dua tahun lebih muda dari Intan, tinggi badannya sepantaran dengan Intan namun sedikit lebih kurus dengan payudara yang lebih kecil 34A, gayanya modis, dan rambutnya seringkali bergontaganti warna, kali ini ia mengecat rambutnya dengan warna cokelat kemerahan, menambah cantik penampilannya yang juga berkulit putih.

    Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan dalam negeri karena memang maskapai dalam negeri tidak dicekal di Jepang seperti halnya yang dilakukan oleh negaranegara UniEropa.

    Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, tibalah Intan dan rekannya di bandara internasional Narita.

    Lo kenapa Nin?, tanya Intan pada kawannya. Kok kelihatannya lesu gitu?

    Ya ialah, lama banget tuh perjalanan tadi, lo sih enak, molor terus!

    Ucapan temannya tersebut hanya ditanggapi dengan tawa oleh Intan, karena memang selama perjalanan menuju Jepang, ia lebih banyak tidur, bukan karena fasilitas pesawat yang nyaman, namun lebih dikarenakan balas dendam, balas dendam? Lho? Memang, seminggu terakhir sebelum berangkat ke Jepang, ia terus melakukan liputan berpindahpindah kota untuk sebuah program wisata belanja, hal itu dilakukannya untuk mengejar deadline dari pimpinan redaksi.

    Selama di Jepang, rencananya Intan dan Nina akan tinggal di rumah Wiwin, kawan akrab Intan kala masih duduk di bangku SMU, Wiwin sekarang bekerja sebagai seorang designer dan tinggal dekat kawasan Shibuya. Hal ini juga merupakan suatu kebetulan bagi Intan karena Shibuya memang terkenal dengan wisata belanja, kegemaran utama Intan.

    Setibanya di kediaman Wiwin, Intan dan Nina langsung memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu seusai perjalanan panjang dari Indonesia, malam harinya Intan mengajak wiwin untuk mengantarnya berbelanja keesokan harinya.

    Win, besok selesai liputan, lo anterin gue shopping yuk, gue kan disini cuman dua hari.

    Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin sama si Nina aja ya? Ntar gue kasih tahu tempattempat yang barangnya bagus dan murah. Fontana99

    Yah, si Nina kan sama aja kaya gue, awam sama daerah sini, lo gimana sih?

    Iya, iya, soriii banget tapi gue betulbetul nggak bisa, lagian transportnya gampang kok, naik KRL sekali juga nyampe.

    Mmm.. ya sudah deh engga apaapa kalau begitu. Jawab Intan dengan muka masam. Eh, omongomong cowok lo cakep ga?

    Yaa, itu khan relatif, tapi umurnya udah jauh lebih tua, ada terpaut limabelas tahunan sama gue, lumayan tajir lagi.

    Gila lo, sekarang kok seleranya berubah, seneng sama omom, hahahaha. Merekapun bercanda hingga merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.

    Keesokan harinya, Intan dan Nina menyelesaikan liputan berita untuk XX tv dengan lancar, merekapun kembali terlebih dahulu ke tempat Wiwin untuk meletakkan kamera dan berganti pakaian. Intan dan Nina sepakat kompakan memakai rok span berwarna senada, hitam, sehingga tampak kontras dengan paha keduanya yang putih mulus.

    Nina memadukan roknya dengan blouse putih, sedangkan Intan memilih mengenakan kemeja berwarna krem, mereka berdua mengenakan mantel bulu karena udara yang lebih dingin dibanding di tanah air.

    Berdua, mereka berangkat naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli tiket kereta rel listrik, tak lama menunggu, keretapun datang dan mereka segera naik.

    Sementara itu, di tempat kerjanya, Wiwin tampak teringat sesuatu dan mengangkat ponselnya, hendak menelepon Intan, namun, astaga, dia belum ganti nomor lokal, enggak bisa dihubungi deh. Kata Wiwin dalam hati dengan wajah yang tampak kebingungan karena hendak memberitahukan sesuatu pada Intan namun tidak bisa dilakukan.

    Di dalam kereta, Intan dan Nina ternyata tidak dapat menemukan tempat duduk yang kosong, sehingga keduanyapun memutuskan untuk berdiri sambil berpegang pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk.

    Lima menit berlalu, sambil berdiri, Nina dan Intan baru menyadari bahwa hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut adalah lakilaki, hanya ada dua wanita tua yang sedang terlelap duduk di ujung gerbong.

    Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Intan dan Nina mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, namun keduluan oleh beberapa penumpang lain yang sedari tadi juga berdiri. Segerombolan penumpang baru juga masuk, dan seluruhnya pria. Space untuk berdiri pun kian sempit, sehingga Intan dan Nina hampir dikelilingi oleh gerombolan pria yang bau naik tadi.

    Yah, sial, berdiri lagi deh. Ujar Intan yang diamini oleh Nina.

    Liat deh, penumpangnya laki semua tapi nggak ada yang gentleman, ngasih tempat duduk kek buat makhlukmakhluk cantik, ha2. Canda Nina yang disambut tawa renyah Intan

    Sesaat setelah itu, terdengar suara seseorang dibelakang mereka, dari nada bicaranya nampaknya bertanya sesuatu kepada mereka. Merekapun menoleh mencari si sumber suara. Tampak dihadapan mereka seorang bapak berwajah ramah, jika ditaksir, kirakira umurnya empatpuluhan. Ternyata orang tersebut yang memanggil tadi.

    Ima nanji desu ka?

    Intan dan Nina samasama bengong karena sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan pria tersebut.

    Seolah mengerti bahwa yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, bapak tersebut mengulangi pertanyaannya.

    Ano, What is da time? Ujarnya dengan bahasa Inggris sekenanya sambil menunjuk pergelangan tangannya sendiri.

    Intan dan Nina baru mengerti apa yang ditanyakan tadi ketika si bapak berwajah ramah mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, walaupun tata bahasanya salah (yang benar what time is it?).

    Untungnya Intan sudah mencocokkan jam tangannya dengan waktu setempat. Ia pun memperlihatkan jam tangannya kehadapan bapak itu agar dapat melihat sendiri pukul berapa sekarang. Bapak itupun manggutmanggut setelah melihat jam.

    Domo arigato gozaimasu Ucapnya sambil tersenyum. Kalau yang ini Intan mengerti bahwa artinya terima kasih, ia pun membalas senyuman bapak itu, sementara Nina hanya memperhatikan dari tadi.

    Sebelum sempat membalikkan badan, Intan merasakan ada tangan yang menyenggol paha bagian belakangnya. Ia pun berbisik kepada Nina,

    Nin, tadi kayak ada yang nyolek gue deh.

    Masa? Kok sama, tadi juga kayak ada yang nyenggol pantat gue. bisik Nina.

    Ya udahlah, mungkin kebetulan saja, kereta ini kan bergerak terus jadi mungkin ada yang badannya jadi gak seimbang dan gak sengaja nyenggol. tukas Intan. Nina pun mengiyakan ucapan temannya itu dan bersikap santai saja sambil menunggu kereta sampai di tujuan.

    Belum ada lima detik dari senggolan pertama tadi, kembali Intan merasakan rabaan pada pantatnya, kali ini bukan lagi menyenggol, namun terasa sedikit meremas. Terkejut, Intan pun berusaha menepis tangan itu.

    Merasakan gelagat yang tidak baik, Intan mengajak Nina menjauh dari tempat berdiri mereka sekarang. Namun belum sempat mereka bergerak, ada tangantangan yang mencengkeram lengan mereka berdua sehingga mereka tidak dapat bergerak kemanamana. Disaat bersamaan, kedua wanita cantik itu merasakan tangan yang menjamah tubuh mereka kian banyak.

    Ada yang meremasremas pantat mereka dan ada yang naik meraba payudara mereka. Merekapun berusaha meronta melepaskan diri dari situasi tersebut, tangan keduanya bergerak menepis tangantangan jahil itu. Namun apa daya dua pasang tangan melawan tangantangan sebanyak itu.

    Ehh, apaapaan ini! teriak Intan. Namun ia menyadari tidak ada yang paham ucapannya. Ia pun berusah menggunakan bahasa Jepang sebisanya. Ieee, bageroooo! Emph. Sebelum sempat meneruskan teriakannya, ada tangan kokoh membekap mulutnya dari belakang sehingga ia tak lagi mampu berkatakata.

    Semakin lama, jamahan dari tangantangan itu kian mengarah ke paha bagian dalam Intan. Ia pun berusaha mengatupkan kedua kakinya sehingga tangantangan itu tidak dapat menjangkau bagian vitalnya.

    Namun usaha itu siasia karena tangantangan lain sudah mencengkeram dan merenggangkan kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangantangan jahanam itu dapat leluasa bergerak menuju vagina Intan yang masih tertutup gstring seksi warna hitam.

    Mmh. hhhh Intan hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya disumpal telapak tangan seseorang dibelakangnya. Intan mencoba melihat dimana posisi Nina, tapi ia tidak dapat melihat temannya itu, di sekitarnya hanya ada segerombolan lakilaki.

    Perlahan, tangantangan tersebut mulai membuka kancing kemeja krem Intan. Intan pun berusaha meronta sebisanya, namun hal tersebut hanya membuat pertahanannya lebih longgar karena berikutnya, mantel bulu yang dikenakannya berhasil direnggut oleh seorang lakilaki anggota gerombolan itu.

    Kini, Intan masih berpakaian lengkap minus mantel bulunya, namun kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya, memperlihatkan payudara Intan yang sekal dan hanya ditutupi oleh bra berwarna putih. Tangantangan yang menjamahnya seolah semakin menggila dengan keadaan tersebut.

    Mmm!, terdengar suara teriakan tertahan Intan. Rupanya ada yang meremasremas payudara Intan dengan keras sehingga ia berteriak tertahan. Berikutnya, dengan sekali hentakan, robeklah bra putih yang dikenakan Intan memperlihatkan dua gundukan indah dengan puting berwarna kecokelatan.

    Kini, tubuh bagian atas intan sudah terbuka dan hanya menyisakan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka. Melihat pemandangan tersebut, seorang diantara gerombolan tersebut bergerak maju dan mulai memainkan puting payudara sebelah kanan Intan, sementara mulutnya mulai menyusu ke payudara sebelah kiri Intan.

    Yang lebih membuat Intan terkejut adalah, orang tersebut ternyata si bapak berwajah ramah yang bertanya jam tadi. Dalam hatinya Intan berkata dasar tua cabul, tahu begini udah gue tonjok dari tadi.

    Sementara itu, tangantangan yang beroperasi di bagian bawah tubuh intan semakin berani, ada yang menarik roknya keatas sebatas pinggang, sehingga kini rabaan dan sentuhan mereka dapat langsung bersinggungan dengan kulit telanjang Intan, sebuah tangan meraba naik paha bagian dalamnya dan bersentulah dengan liang vagina Intan yang masih terbungkus gstring hitam.

    Tangan itu menggesekgesek kemaluan Intan dengan gerakan majumundur. Mendapat rangsangan yang demikian hebat, Intan pun mulai terangsang diluar kemauannya sendiri. Seolah mengetahui hal tersebut, tangan yang membekap mulutnya mulai mengendurkan pegangan dan perlahan melepaskan bekapannya.

    Intan tak lagi berteriakteriak, mungkin karena sudah terlampau lelah meronta, disamping itu, tidak bisa dipungkiri bahwa ia menjadi sangat terangsang dengan keadaan ini.

    Tanpa disadari oleh intan, ternyata gstringya sudah tidak berada ditempatnya semula, entah kemana, memperlihatkan vaginanya yang dihiasi bulubulu kemaluan yang dicukur rapi, sehingga tangan yang tadinya hanya menggesekgesek kemaluannya, perlahan mulai memainkan jarijarinya diatas klitoris Intan.

    Intan terangsang hebat diperlakukan seperti ini, namun ia tidak ingin semua lakilaki dihadapannya tahu bahwa ia terangsang, karena hal tersebut pasti akan membuat mereka merasa senang dan puas. Iapun mencoba menutupinya dengan mengatupkan bibir mungilnya rapatrapat dan mencoba untuk tidak bersuara, apalagi mendesah.

    Namun cobaan terasa semakin sulit bagi Intan, selanjutnya, jari tengah si bapak berwajah ramah digerakkan keluarmasuk di dalam liang vagina Intan, didalam vaginanya, jari itu sedikit ditekukkan sehingga mengenai gspot milik Intan. Intan semakin tidak kuasa menahan gejolak birahi yang dahsyat, mulutnya tetap ditutup rapatrapat, namun sesekali terdengar desahan tertahan. Emmh hhh.

    Gerakan jari itu kian lama kian cepat sehingga pertahanan Intan yang matimatian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan akhirnya bobol juga.

    Mmhh aa aaaaaahh!! Teriakan itu disertai getaran hebat, ia menggelinjang menerima orgasme pertamanya. Cengkeraman tangan dari para lelaki yang sedari tadi memegangnya kuatkuat, akhirnya dilepaskan. Intan terduduk lemas, tubuhnya terasa panas terbakar gejolak birahi.

    Perasaannya bercampur aduk, antara malu, terhina, marah dan nikmat. Hanya sekitar limaenam detik kemudian, tubuh Intan kembali diangkat oleh para lelaki Jepang tersebut, namun kali ini beberapa orang diantara mereka sudah melorotkan celana masingmasing, memperlihatkan penis masingmasing yang sudah tegak mengacung.

    Mengetahui apa yang akan dilakukan gerombolan lelaki itu, Intan coba berontak dengan menggunakan tenaganya yang tersisa, namun seorang diantara gerombolan itu, tubuhnya kurus dan agak tonggos, meremas kedua payudaranya kuatkuat sehingga intan merintih kesakitan dan mencoba menepis tangan itu dari atas payudaranya.

    Disaat bersamaan, pinggang Intan ditarik kebelakang oleh si bapak berwajah ramah yang langsung menancapkan penis 15cmnya kedalam vagina Intan dengan sekali hentakan keras.

    Bless, masuklah penis itu disertai teriakan panjang Intan yang baru pertama kali dimasuki oleh penis lakilaki. Bapak itu memompa tubuh Intan dengan cepat. Plokplok, begitu bunyi yang terdengar ketika paha bapak itu beradu dengan paha bagian belakang Intan. Para lelaki yang lain tidak hanya diam saja, sebagian menjamah bagianbagian sensitif Intan dengan leluasa, sebagian lagi terlihat mengocok penisnya sendiri, dan ada pula yang meraih tangan Intan, dan memaksa Intan untuk mengocok penisnya.

    Ada seorang lagi yang berperawakan pendek memasukkan penisnya kedalam mulut Intan dan menggerakkannya majumundur. Sehingga sekarang, Intan dalam posisi setengah membungkuk dan disetubuhi dari arah depan dan belakang tubuhnya.

    Lima belas menit berlalu, lelaki yang penisnya dikocok oleh tangan mungil Intan, tampak tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme dan berejakulasi sesaat kemudian, crott!! spermanya muncrat dengan deras dan sebagian mengenai wajah Intan.

    Ah. ahhh, Intan mendesah seriap kali penis si bapak masuk dengan dalam di vaginanya. Lima menit kemudian, tubuh Intan bergetar hebat, ia mendapatkan orgasme keduanya. Aaaa.. aaahh!! Desahnya.

    Tidak berapa lama, penis didalam mulut Intan menyemburkan spermanya. Membuat Intan gelagapan dan tersedak sehingga sebagian sperma itu tertelan olehnya, sementara sebagian lagi meleleh keluar dari bibit indahnya. Si bapak yang memompa vagina Intan rupanya kuat juga, masih belum menampakkan tandatanda akan keluar.

    Bapak itu rupanya pandai memainkan tempo, terkadang kocokan penisnya dipelankan dan terkadang cepat. Tampaknya ia benarbenar ingin menikmati jepitan vagina Intan sepuasnya. Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan bapak itu di pinggang Intan tibatiba mengeras, bapak itupun mulai setengah mendesah.

    Hhhh. ah.. Intan tahu bahwa orang dibelakangnya ini akan segera berejakulasi, iapun mencoba menarik badannya ke arah depan sehingga rahimnya dapat diloloskan dari semburan sperma bapak brengsek itu, namun siasia, baru setengah penis yang bisa dikeluarkan dan Aaaaaahh Crott, crott, crott!

    Sperma bapak itu keburu keluar membanjiri bagian dalam vagina Intan. Aah, sial, damn.. gerutu Intan dalam hati karena bapak itu keluar didalam vaginanya.

    Tubuh Intanpun digeletakkan di atas lantai kereta dan dikelilingi tiga orang lelaki lagi yang dengan irama cepat mengocok sendiri penis masingmasing di depan wajah Intan, dan beberapa saat kemudian berejakulasi dan menyemburkan sperma masingmasing di wajah Intan.

    Para lelaki itupun meninggalkan Intan terkulai diatas lantai kereta dalam keadaan telanjang bulat dengan hanya mengenakan kemeja warna krem yang sudah kusut dan basah oleh peluh dan sperma. Payudaranya dipenuhi bekasbekas remasan dan cupangan yang berwarna kemerahan. Dalam keadaan lemas, ia mencoba mencari Nina yang sejak tadi tidak terlihat.

    Rupanya, Nina mengalami hal yang sama dan ditinggalkan tergeletak lemas bermandikan keringat dan sperma. Tidak ingin berlamalama dalam keadaan demikian, Intan segera berdiri, mengelap keringat dan sperma disekujur tubuhnya dengan bra putihnya yang sudah robek, kemudian mengancingkan kembali kemejanya dan menurunkan roknya kembali, Intan kemudian mengajak Nina yang juga sudah merapikan diri, untuk keluar dari kereta dan mengajaknya untuk kembali saja ke tempat Wiwin.

    Kejadian barusan membuat hasrat belanjanya hilang. Setibanya mereka di rumah Wiwin, merekapun mandi membersihkan tubuh masingmasing dari sisasisa persetubuhan yang baru saja dialami.

    Kemudian mengistirahatkan tubuh masingmasing. Sorenya, bel depan berbunyi, rupanya Wiwin sudah pulang. Nina yang membukakan pintu. setelah masuk kedalam rumah, Wiwin menanyakan keadaan kedua temannya itu. Intan dan Nina pun menceritakan hal yang tadi mereka alami di kereta sehingga mereka berdua membatalkan niat belanjanya.

    Waduh, gue minta maaf bener. gue lupa kasih tahu kalian, sebenarnya ada kereta khusus untuk penumpang wanita di sini, karena emang banyak kejadian begini sebelumnya.

    Yah, lo kok enggak kasih tahu kita dari kemarin sih Win? Kalau tahu, kan kita enggak bakal diperkosa begini.

    Iya, iya, gue benerbener mohon maaf. Ucap wiwin. Eh iya, kalian mau enggak, gue kenalin sama cowok gue? Kebetulan tuh, sebentar lagi kesini.

    Intan dan Nina mengiyakan tawaran itu karena memang penasaran seperti apa muka pacar si Wiwin.

    Beberapa saat kemudian, kembali terdengar bunyi bel. Wiwin beranjak keluar. Saat kembali kedalam rumah, ia berjalan bersama sesosok pria. Intan terkesiap. Astaga, ternyata si bapak berwajah ramah..!

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Bokep – MANDI KENIKMATAN DENGAN ISTRIKU DAN SAHABATNYA MEI

    Cerita Bokep – MANDI KENIKMATAN DENGAN ISTRIKU DAN SAHABATNYA MEI


    1857 views

    Perawanku – seharian kerja terasa penat banget, kudu pulang jam 6, untung dah punya istri yang masih sempat-sempatnya nyiapin makan ama kopi. Padahal dia pasti capek juga seharian kerja. Mungkin jam 8 kita berdua udah tertidur. Capek banget, lewat dulu deh ML-nya.

    Siang ini aku kok ngantuk banget ya rasanya. Mumpung direksi pada lagi rapat, kesempatan nih aku pulang kerumah, tidur barang 1-2 jam sempatlah pikirku, langsung deh aku ngacir kerumah yang  jaraknya cuma 15 menit dari kantor.

    Sampe dirumah aku memang punya kebiasaan masuk dengan ‘silent style’ tapi bukan ninja ya bro. Maklum daerah pinggiran mesti cek dulu, daripada keduluan rampok, apalagi kalo ada “Sejenis Ryan” bisa ngacir nih nyawa.

    Perlahan kubuka garasi rumah, “lho kok ada motor istri yach” padahal kan dia tadi ngantor, turunnya aja sama-sama, cuti juga ndak. Kalo sakit pasti dia telpon aku, ndak mungkin berani pulang sendiri. Perasaan curiga mulai muncul, pengalaman selingkuhku justru mengganggu aku nih.

    Garasiku memang langsung mengarah ke ruang tengah, kulihat Tas istriku, ada diatas meja kerjaku, blazer kantornya tergeletak di sofa, bau asap rokok menusuk hidungku dan kulihat diatas meja masih menyala rokoknya dan sepertinya baru saja dihisap. Kontan darahku mendidih sampe ke ubun-ubun. Gila istriku yang kusayang dan perhatian ternyata berselingkuh. Perasaan marah bercampur sakit hati membuat aku hampir saja menendang pintu kamarku.

    “Mundur 7 langkah, maju 7 langkah” aku teringat sebuah buku filsafat cina yang intinya bisa meredakan amarah. Emosiku akhirnya bisa terkendali, memang aku tidak mundur tapi mengambil nafas biar hatiku tetap dingin. Aku hanya mundur beberapa langkah, mengambil sebuah kursi bar yang cukup tinggi.

    Kubawa ke depan pintu kamarku, aku mengintip lebih dulu melalui ventilasi kamar tidurku. Tempat tidurku terhalang oleh dinding kamar mandi, hanya seperempat kasur saja yang terlihat, dan disitu hanya terlihat sepasang kaki mulus istriku saja, “ah ternyata istriku sedang istirahat sendiri” aku agak sedikit lega.

    Sesaat aku diam dan berniat ingin turun, namun tiba-tiba ada sebuah kaki yang merayap menaiki kaki istriku, kagetku membuat aku hampir melompat dari kursi. Untung aku bisa bertahan dan terus kuperhatikan sepasang kaki lainnya itu. “mulus” lho kok?

    Aku turun dari kursiku pelan-pelan mengembalikan kursi itu ketempat semula, berjalan kearah garasi, kuamati disitu, sepatu lelaki yang ada hanya milikku. Dan beberapa sepatu wanita, yang aku sendiri tidak hafal dengan sepatu-sepatu istriku.

    Aku jadi penasaran kudekati lagi kamar tidurku, beruntung sekali aku selalu merawat engsel pintuku yang ternyata tidak terkunci, karena memang tidak ada orang lain dirumah kami. Suara TV dikamarku menyamarkan bunyi handle pintu. Posisi tempat tidurku memang sedikit salah sehingga jika pintu kamar terbuka pasti tidak akan kelihatan dari arah kepala tempat tidur.

    Aku berjalan perlahan seperti ninja menyusuri dinding kamar mandi, dan berhenti setelah aku bisa melihat bayangan tempat tidurku dari cermin rias. Aku kembali terkejut melihat tubuh istriku yang sudah tidak menggunakan apa-apa lagi, sementara diatasnya menindih seseorang yang sangat aku kenal, “sahabat istriku” yang juga tempat curhatku kalo lagi marahan sama istriku. Temannya sekantornya yang selama ini aku percayakan jika istriku ingin berlibur keluar kota. Seseorang yang juga aku senangi.

    Dia selalu membayangi pikiranku yang kadang ngeres namun sedang bosan dengan wajah istriku. Keturunan cina yang kulitnya sedikit lebih putih dari istriku. Pernah sekali pas istriku sedang keluar kota dengannya aku minta difotoin dia kalo lagi tidur sama istriku, sayangnya sampai saat ini ndak pernah dituruti sama istriku.

    Oke bro, Mei memang seorang wanita keturunan cina, dengan wajah yang cantik. Tingginya juga seukuran istriku, hanya saja bokongnya yang padat sudah agak turun karena sudah punya 2 anak. Kok bisa punya anak ya padahal kehidupannya dengan suami yang aku dengar dari cerita istriku sih biasa saja, malahan cukup dingin, Mei sering iri dengan gaya kami yang masih seperti orang pacaran. Tapi hari ini aku ndak percaya kalo ternyata istriku dan Mei bukan hanya bersahabat tapi menjadi sepasang kekasih.

    Lamunanku buyar karena kudengar suara desahan istriku, istriku dan Mei masih melakukan French kiss, aku sedikit cemburu karena kulihat begitu semangatnya istriku membalas setiap ciuman yang diberikan Mei, mereka terlihat sangat mahir memainkan lidahnya, posisi Mei yang diatas istriku, selalu menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama tangan kanan istriku yang memegang bokongnya, sementara tangan kiri istriku mengelus leher dan punggungnya, desahan istriku terdengar lagi saat Mei memegang puting istriku.

    Ampun dah sekarang bukannya aku marah sama istriku, malahan aku jadi ikutan horny, aku justru menikmati show itu. Mei mulai melepas gaya frenchkissnya dan mulai menjilati leher istriku, ketelinga istriku, mengulumnya, membuat istriku mendesah dan memperkuat pelukannya pada Mei, aku tau rasanya saat itu, karena itu juga yang aku lakukan ke istri saat foreplay. Mei mencium istriku dan menjilati leher istriku seperti menikmati eskrim. Mei mulai turun ke arah payudara istriku yang sekel itu.

    Diremasnya kedua bukit dengan begitu halusnya, sambil menjilati dan mengulum putingnya, istriku menggelinjang dan begitu menikmatinya, aku merasa bersalah pada istriku karena sering melewati bagian ini, “ah yank” desahan itu keluar dari mulut istriku, bukannya “ah mas”. Kumajukan badanku karena aku semakin horny dan supaya bisa melihat jelas tanpa lewat cermin lagi, wajah istriku begitu menikmati gigitan-gigitan yang diberikan Mei. Kedua tangan istriku mencengkram bantal tanda ia begitu menikmati, kaki istriku melingkari badan Mei yang terus bergoyang menekan daerah selangkangan istriku.

    Mei kembali memberikan kenikmatan pada istriku dengan menciumi daerah pusar dan terus turun ke daerah miss-V istriku. Mei menjilati seluruh daerah itu membuat badan istriku terkadang sontak kejang, memang wanita bisa saling mengerti bagian itu.

    aku benar-benar menikmati tubuh Mei yang selama ini hanya bisa aku bayangkan, posisi Mei yang menungging dengan wajahnya yang mengarah ke tubuh istriku membuatnya tubuhnya semakin sexy, bokongnya yang putih.

    Duh kepingin rasanya aku melompat dan menjilati bokong itu. payudara Mei memang sudah tidak terik lagi, maklum sudah punya anak, namun dengan putingnya yang kecil itu begitu berbeda dengan milik istriku yang sedikit besar.

    Desahan istriku semakin sering, tanda istriku hampir mencapai klimaksnya mengeluarkan lendir, Mei sekarang mengambil posisi 69. Dasar aku masih sayank ama istriku, aku ndak tega kalo istriku juga harus menjilati Miss-V nya Mei. Nekat aku berdiri di depan Mei yang masih asyik memainkan miss-V istriku.

    Sontak Mei terhenyak, aku tau pasti dia kaget bener, tubuhnya gemetar ketakutan, aku sengaja memasang wajah angker dulu, padahal aku juga lagi horny banget. “Mas” suara istriku juga bergetar, keduanya terduduk, istriku benar-benar salah tingkah, sedangkan Mei menutupi payudara dan miss-V nya, tapi ndak mungkin bisa kan,

    Aku masih bisa melihat bentuk tubuhnya yang putih mulus itu, sedikit lebih putih dari istriku, udah dari sononya emang putih sih Mei, aku berpura-pura mengambil nafas panjang. Kudekati mereka berdua. Wajah istriku menunduk, pasti ia takut aku gampar. “Mas maaf, ampun mas”.

    Kini aku duduk mendekati istriku, duduknya semakin meringkuk, sedangkan Mei semakin gemetaran. Kupandangi wajah mereka berdua, keduanya ndak berani menatapku, he..he.. sandiwaraku berhasil, padahal aku sedang menikmati dua wajah cantik dihadapanku, seseorang yang aku cintai dan seseorang yang aku senangi dan selalu mengganggu hayalanku. Kuambil selimut dan kututupi kedua tubuh wanita ini. Mei ingin berdiri, pasti dia akan mengenakan bajunya.

    “Mei, kamu duduk dulu, aku mau ngomong” cegahku. Suaraku sengaja kutinggikan biar lebih gimana gitu.

    “Sudah berapa lama, ma begini?”
    “B..baru kali ini mas” jawabnya.
    “Tapi kalian kan sering pergi liburan sama-sama, malahan seringnya satu kamar, biarpun perginya rame-rame”

    “Benar mas, baru kali ini kita keterusan sampe gini” istriku diam “dulu pernah pegangan tangan aja waktu tidur bang” sambut Mei.
    “Ma, aku lebih suka kamu jujur”

    “Iya mas, dulu waktu liburan ke Bali yang berlima, kami cuma ciuman mas, ndak lebih” yah aku ingat istriku pernah cerita kalo suami Mei saat itu sedang selingkuh, dan dia curhat ke istriku sampe nangis, mungkin itu yang buat Mei jadi ndak mesra lagi ama suaminya. Dan berita terakhir Mei pingin cerai dari suaminya.

    “Ya udahlah, mau diapain lagi, aku tau kalian juga saling menyayangi” “Mei.. kamu tega benar ama aku, padahal aku percaya sama kamu, dan aku suka kok sama kamu”

    “Maaf ya bang” he..he.. pasti Mei ndak ngerti arah omonganku tadi.

    Wajahku tidak lagi angker, aku sebenarnya dari tadi sudah mau tersenyum, dan saat kupandangi wajah istriku dan aku tersenyum padanya, istriku meraih tanganku dan mencium tanganku tanda menyesal. Kupegangi wajahnya dan aku mencium kening istriku.

    Dasar akunya dari tadi emang udah horny, langsung kucium istriku, kulumat bibirnya dengan gaya French kiss yang tadi aku saksikan. Ciuman kali ini benar-benar beda banget, istriku membalasnya seakan ia benar-benar mau menyenangi aku.

    Ia menarikku dan meluruskan tubuhnya keranjang, sedangkan Mei masih terduduk disamping kami, kupegang payudara istriku, dia membalasnya dengan menggenggam Mr-P ku, istriku mulai melucuti baju kemejaku dan melemparnya ke lantai, aku bergerak menciumi leher istriku,

    Wangi tubuh Mei, masih melekat di tubuh istriku membuat aku semakin semangat mengulum telinganya. Istriku mendesah, “oh mas, aku sayang mas” sambil tangannya mulai membuka celanaku, sekilas kulihat Mei mulai bergerak menyingkir, dia pasti ingin memberi kesempatan kepada kami berdua.

    Tanganku langsung menangkap tangannya, tanda ia tidak boleh pergi dari situ. “Bentar bang, aku ke WC dulu ya” pasti karena ketakutan tadi Mei jadi pengin pipis. Kuteruskan melumat bibir istriku dan mengulum payudara istriku, sementara istriku telah melepaskan seluruh pakaianku.

    Kudengar dari kamar mandi ada suara air tanda Mei telah selesai, “Ma panggil Mei” kataku. Saat Mei keluar dari kamar mandi istriku memberinya kode untuk duduk kembali ketempat semula. Mei menurutinya. Kutangkap tangan Mei, namun aku masih asyik mencumbu istriku, kuremas tangan Mei layaknya orang berpacaran, Mei menanggapinya dia juga meremas tanganku dengan kedua tangannya, dan mencium tanganku seperti mengucapkan terima kasih karena tidak seperti yang dia takutkan tadi.

    Istriku juga melihat kejadian itu, lalu ia bergeser menaikkan kepalanya ke atas paha Mei sambil menarikku untuk mengikutinya. Posisi ku sungguh diuntungkan aku berciuman dengan istriku dengan tangan kananku memegang tangan Mei sementara tangan kiriku mengelus payudara istriku, sementara wajahku menempel ke payudara Mei.

    Sesaat kemudian istriku melepaskan ciumanku, lalu memandangku kemudian ke arah Mei, aku menatap wajahnya dan wajah Mei, Mei membalas kami berdua sambil tersenyum. Coba kukecup pipi Mei. Dia agak menghindar, aku tau ia pasti merasa tidak enak dengan istriku.

    “Jadi gimana kita ma?” tanyaku. “Ya mas kan sayang ama aku, senang ama Mei juga dari dulu sampe minta fotonya yang habis mandi kan? Hi..hi..” “Terus?” tanyaku lagi

    “Aku sayang ama mas dan Mei, Mei sayang juga ama aku, Cuma ndak tau dianya dengan mas”.

    “Kalo mama selingkuhnya ama laki-laki sih aku pasti bisa marah besar, tapi kalo ama Mei, sih aku ndak masalah ma, rasa senangku bisa berubah jadi sayang juga kan”

    “Makasih ya mas, aku beruntung punya suami kayak kamu mas, kamu gimana Mei?”

    “Entah kenapa kok aku jadi sayang ya ama kalian berdua, aku ijin ya selingkuh ama suami kamu?” jawabnya. Istriku tersenyum.

    Lalu kucium lagi istriku sambil merangkul Mei, tak lama istriku mendorongku keatas aku pun mencium Mei yang membalasku, kali ini aku merasakan double French kiss yang luar biasa. Ciumannya lebih liar saat istriku mulai meremas dan mencium payudara Mei, sementara satu tangannya membelai torpedoku.

    Lidah kami seperti dua orang satria yang berperang memainkan pedang dengan liukan-liukan jurus mematikan, jurus kami yang selalu saja seri membuat aku melakukan manuver untuk melakukan jurus lainnya, kini kuarahkan lidahku ke arah leher Mei.

    “hh.. hhh..” desahannya yang tertahan mengisyaratkan manuverku cukup berhasil, pingin rasanya kubuat tanda disitu, tapi ah, ntar jadi berabe, jadi kulanjutkan kearah telinga, kujilati dan kukulum bagian bawah telinganya, Mei menyerah tak berkutik, gigitan kecil dan remasan istriku ke payudaranya tentu membuatnya semakin tak berdaya.

    Posisi Mei yang tadi duduk kini berganti menjadi terlentang, sementara istriku mendapatkan daerah bawah aku mendapatkan tubuh bagian atas Mei, bentuk payudaranya yang masih agak kencang berarti punya Mei jarang disentuh sama suaminya, putingnya mengeras, nafsu Mei mulai naik.

    Istriku mulai meraba paha dan daerah selangkangan Mei, akupun mulai memijat susu Mei, meremasnya dengan lembut, Mei membalasnya dengan menyentuh mr-P, masih agak kaku, pasti karena bukan punya suaminya, walau begitu dengan sentuhan jari-jarinya membuat mr-P ku mengeras dengan sangat-sangat.

    Dengan ujung jari telunjuknya ia memainkan milikku dari atas ke arah pangkal, menyentuh buah zakar ku hingga menggenggamnya, dan kali ini kekakuannya telah hilang. Kuarahkan milikku mendekati wajahnya, Mei ngerti maksudnya, dia mulai mendekatkan bibirnya ke milikku. Dimasukkan milikku mulutnya, hangat..

    Rasanya ingin kudorong penuh ke mulut kecilnya itu, tapi kubiarkan saja Mei yang mengontrol permainan itu, saat itu aku sudah berganti arah memegang payudara istriku, Mei ternyata lebih mahir dalam jurus ini dibandingkan istriku. Sedotannya serasa ingin mengeluarkan cairanku.

    Aku jadi semangat meremas bokong istriku. Dengan jariku kusentuh bagian clitorisnya, mengusapnya, istriku menggelinjang dan membuka selangkangannya, sesekali kumasukkan jariku ke dalam lubang V nya, cairan pelumas dari lubang itu kumanfaatkan untuk mengusap clitorisnya.

    Istriku juga mulai high, sesaat dia mau mencium miss-V Mei, tapi kucegah dengan merubah posisinya, aku masih ndak tega, kalo istriku yang harus melakukan itu dengan orang lain, sekalipun itu Mei. Kurelakan melepas jurus Mei dari Mr-P ku dan kuarahkan ke bibir istriku, dan sebenarnya aku kepingin sekali mengenal Mei lebih jauh, apalagi Miss-V nya Mei yang selama ini aku idam-idamkan.

    Mei berbalik ke arah selangkangan istriku, aku langsung berbaring dan mulai mencium Miss-V nya. Kukeluarkan jurus pembangkit selera, bentuk Mei ternyata lebih tembem dari punya istriku, dengan jariku kubuka daerah clitorisnya, kuhujamkan lidahku disitu, gerakan naik turun lidahku membuat pinggul Mei bergerak naik turun melawan arus lidahku,

    Sementara Mei juga melakukan hal yang sama ke istriku, apa yang dilakukan Mei ke istriku sekarang juga kulakukan kepadanya, saat ia memasukkan lidahnya ke lubang istriku, kulakukan hal yang sama kepadanya, wajahnya menunjukkan ekspresi senang, istriku yang tengah mendapatkan kenikmatan itu pun memasukkan hampir seluruh Mr-P ku kemulutnya, Luar biasa memang segitiga yang kami lakukan ini, pantaslah ‘segitiga bermuda’ bisa menelan banyak korban.

    Aku benar-benar hampir mencapai klimaks mengeluarkan lendir dan sebelum itu terjadi kulepaskan sedotan istriku, kali ini kubiarkan Mei, merayap menaiki tubuh istriku. Mei menjilati tubuh istriku, menggigit payudaranya, dan mencium bibir istriku.

    Gerakan pinggul mereka pasti membuat clitorisnya saling bergesekan, aku bergerak ke arah mereka, kuangkat kaki istriku, aku benar-benar kepingin melakukan penetrasi kepada mereka berdua, posisi Mei yang menungging bisa membuat aku lebih cepat keluar,

    Makanya kupilih istriku, Mei memberi ruang dan memajukan badannya kedepan sehingga payudaranya tepat diatas wajah istriku, aku langsung menancapkan milikku ke lubang istriku, desahan istriku mulai terdengar ngos-ngosan, sambil ia mengulum payudara Mei dan memainkan clitoris Mei dengan jarinya,

    hingga akhirnya kurasakan hawa hangat pada mr-P ku, istriku sudah mencapai titik puasnya dan mengeluarkan lendir. Kucabut penetrasiku pada istriku setelah merasakan pijatan dari dalam lubang istriku mengendor, kali ini kuarahkan mr-P ke lubang milik Mei. Mulai kumasukkan milikku ke arahnya.

    “Ahhh..” kudengar desahan Mei, lubang itu agak lebih sempit dari milik istriku, “Yank, punya suamimu lebih gede” kudengar bisikan mesra Mei ke istriku. Istriku tersenyum ke arahku dan mengangguk pertanda aku bisa melanjutkan lagi. Kali ini aku mencoba memasukkan hampir seluruh Mr-P ku, tubuh Mei kejang antara menahan sakit atau keenakan,

    Entah karena ia jarang disentuh sama suaminya atau memang punya suaminya lebih kecil aku ndak mau mikir, karena aku kembali menikmati bokong indah Mei, sekaligus rapatnya lubang miliknya membuatku harus bisa bertahan lebih lama, manalagi posisinya yang menungging itu. istriku membantu dengan mencumbu Mei.

    Hisapan pada payudara Mei dan gerakanku membuat Mei mulai mendesah, nafasnya mulai memburu, untung saja mereka sudah melakukan lebih awal sehingga aku bisa bertahan, hingga akhirnya Mei mendesah, “bang terus, lebih kencang lagi bang” aku tau Mei sudah hampir mencapai klimaks dan mengeluarkan lendir, aku juga hampir mencapai klimaks dan mengeluarkan lendir, maka gerakan maju mundurku kali ini lebih kencang, memang benar filsafat cina, bahwa kegiatan maju mundur dalam kondisi perasaan seperti apapun pasti membawa nikmat.

    Sampai akhirnya, dari torpedoku keluarlah semburan lendir, yang memuntahkan hampir berjuta pasukan kecil ke sarang musuh yang bisa mematikan semua benda milik lelaki setelah lendir keluar dari lubang itu. kurasakan pijatan otot dari arah dalam lubang ke milikku, benar-benar kenikmatan lendir yang luar biasa.

    Mei perlahan melepaskan milikku yang hampir mati layu, dan merebahkan dirinya disamping istriku setelah mengecup bibir istriku, aku yang kecapean juga ikut merebahkan diriku, kuambil posisi ditengah-tengah mereka.

    Istriku langsung memelukku dan menciumku, “Makasih mas, kamu suami terbaik di dunia, aku ndak rela orang lain merebut mas”, “Tapi kalo buat Mei aku rela kok, kalo nanti Mei cerai sama suaminya, mas kawini aja dia, kan enak kita bertiga bisa serumah, aku sayang ama mas”

    Mei pun langsung memelukku juga, dia mencium bibirku “Bang, aku juga mau jadi istri kedua kamu, pasti kamu bisa adil ke kita berdua, makasih ya bang, Love u honey”.

    Aku hanya tersenyum toh kalo aku kawini mereka berdua kan ndak masalah, kita masing-masing sudah punya gaji, Cuma saja apa kata orang-orang kalo aku punya 2 istri yang serumah dan sekantor lagi mereka. Bodoh ah, yang aku tau aku capek sekali setelah mengeluarkan lendir, dan mataku langsung terpejam lagi, ketiduran.

  • Cerita Sex Bercinta Dengan Ibu Dosen – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Bercinta Dengan Ibu Dosen – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1857 views

    Perawanku – Cerita panas dewasa ini bermula pada saat aku duduk dibangku kuliah semester III di salah satu PTS di Yogyakarta. Pada waktu itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.

    Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..”

    “Itu apanya Bu?” tanyaku.
    Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,

    “Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku”, kataku.
    “Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri”, kata Ibu Vivin.

    Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah.

    Siang itu tepat jam 11:00 siang saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.
    “Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu?” tanyaku.
    “Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.
    “Habis sakit Bu”, kataku.
    “Sakit apa sakit?” goda Ibu Vivin.

    “Ah.. Ibu Vivin bisa aja”, kataku.
    “Sudah makan belum?” tanyanya.
    “Belum Bu”, kataku.
    “Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.

    Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

    “Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.
    “Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.
    “Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.
    “So pasti dong”, katanya.
    “Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk.
    “Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. Ibu Vivin agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya.

    Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

    “Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin”, kataku.
    “Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.
    Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan, “Aku sayang kamu, Ibu Vivin”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

    Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.
    “Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!
    Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku aja yuk!”.

    Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ah.. ssh.. terus Ian”, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. aku juga sudah mulai terangsang.

    Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku. “Oh.. besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Ian”, Vivin mengerang. “Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Vivin terus sayang”, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

    Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, “Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya. “Haa..” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. “Aakh..” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama mau.” Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku.

  • Cerita Sek Bergambar Dengan Pacar Kakakku Yang Manis – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sek Bergambar Dengan Pacar Kakakku Yang Manis – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1856 views

    Perawanku – Dimulаi dаri hubungan asmaraku bеrѕаmа Ami уаng tеruѕ bеrlаnjut dеngаn mеѕrа, аku jugа berhasil merajut hubungan gelap dengan kakanya si Meli. Suаtu hаri аku mеnсоbа untuk реrgi mаin ke rumah Ami.

    ing tоng”, “Ami? Ini аku Putra”,

    “Eеh ѕауаng, tumbеn kаmu mаin kеrumаhku, уееее”, iа lаngѕung mеmеluk ku dаn mеnсium рiрiku,

    “kаn kаmu ѕudаh ѕеring mаin kеrumаhku, ѕеkаrаng аku lаh уаng mаin kеrumаhmu dоng, hеhе,

    “Mаkаѕih kаmu udаh mаu kеѕini ѕауаng, tарi аku gаk biѕа lаmа, kаrеnа hаbiѕ ini mаu kеluаr ѕаmа kеluаrgа.”

    “Oооh, уа udаh аku рulаng аjа уа Bеb”,

    ‘jаngаn рulаng dulu dоng, kаmu diѕini аjа, kеbеtulаn kаkаk Meli gаk ikut kоk, kаmu tunggu ѕini ѕаmа kаkаk аku уаh”. Lаlu tеrlihаt оrаng tuаnуа kеluаr, аku ѕеmраt bеrѕаlаmаn dаn mеrеkа mеngаjаk Ami bеrаngkаt реrgi.

    “Kаmu tunggu dirumаh уа, аku ngаk lаmа kоk”,

    “Iуа, hаti-hаti уааа”. Kеmudiаn mеrеkа bеrаngkаt.

    Aduh аku jаdi bingung, mаѕа аku hаruѕ mеnunggu diѕini dеngаn kаkаknуа? Hufft рikirku.

    Sааt аku mаѕuk, аku kаgеt, tеrnуаtа kаkаknуа Ami itu ѕеоrаng mаhаѕiѕwi саntik !

    “Eееh, kаmu раѕti расаrnуа ѕi Ami уа, kеnаlin аku Meli, kаkаknуа”,

    “Hmmmm iуа kаk, аku Putra

    “Mаѕuk аjа, аnggар аjа rumаh ѕеndiri”. Lаlu аku mаѕuk kеdаlаm, bаru kuѕаdаri tеrnуаtа kаkаknуа ini ѕаngаt саntik, араlаgi iа mеmаkаi rоk mini dаn tеnktор kеtаt,tеntu ѕаjа bеntuk buаh dаdаnуа ѕаngаt jеlаѕ tеrраmраng.

    Sаmbil mаlu-mаlu аku mаѕuk dаn duduk dikаrреt ѕаmbil nоntоn tv.

    “Put, ini аdа minumаn, diminum аjа уа”,

    “iуа mаkаѕih kаk”. Lаlu mаѕuk kеkаmаrnуа dаn kеmbаli dеngаn mеmbаwа buku.

    Iа kini bеrрindаh kеѕеbеlаhku. Kаk Meli lаlu tidurаn ѕаmbil mеmbаса buku, iа bеrѕаndаr раdа bаntаl. Aku уg ѕеdikit dibеlаkаngnуа biѕа mеlihаt lubаng diаntаrа buаh dаdаnуа, kini tеnggоrоkаnku mulаi kеring.Bеbеrара mеnit kеmudiаn tеlроn rumаh bеrbunуi, Kаk Meli рun mеngаngkаtnуа.

    “Hаlо? Adа ара Ami? Aра? Gаk рulаng ѕеkаrаng? Hhhmm оkе оkе iуа аku kаѕih tаu diа kоk, Hаti-hаti di ѕаnа уаh”.

    Aku уаng mеndеngаr реrсаkараn itu lаngѕung bеrрikir”Wаh ѕереrtinуа Ami gаk biѕа рulаng ѕеkаrаng.

    “Put, Si Ami kауаknуа gаk biѕа рulаng hаri ini, “Oооh, уа udаh аku рulаng аjа уа kаk”,

    “Jаngаn dоng Put, tеmеnin kаkаk dini уаh, аku tаkut ѕеndiriаn” ѕаmbil mеringik dаn mеlоmраt mеmbuаt buаh dаdаnуа hаmрir kеluаr.

    “Yа udаh kаk”, “gini аjа, kitа nоntоn film аjа уuk, kаkаk аdа film bаguѕ niih,”

    “Okе dеh kаk”

    Lаlu kаk Meli mеnуаlаkаn kаѕеt dаn mulаi mеmutаr film. Tеrnуаtа film уаng diрutаr itu аdаlаh film hаntu Indоnеѕiа уаng аgаk bеrbаu ѕеkѕ dаn сеwеk-сеwеknуа mеmаkаi Hоtраnѕ, kаrеnа аdа аdеgаn bеrсiumаn, Pаѕ аdеgаn аdа hаntu уg munсul tibа-tibа, kаk Meli kаgеt.

    “Wааааааааааhhh”, Tibа-tibа iа mеrаngkul ku, kurаѕаkаn buаh dаdаnуа mеnеmреl bаhuku.

    “Eееh mааf уа Put, аku kаgеt tаdi”,

    “iуа, gрр”. Tibа раdа ѕааt сеwеk уg аdа difilm itu tidurаn, dаn аdа lаki-lаki уg bеrаdа diаtаѕnуа,

    Kеmudiаn kаmеrа bеrрindаh kеbаwаh dаn hаnуа mеnаmрilkаn rаnjаng уg bеrgоуаng bеѕеrtа ѕuаrа dеѕаhаn.”Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh…”

    “Kоk gini ѕih Put? Mеrеkа ngараin ѕih? Kоk kаmеrаnуа diрindаh”uсар kаk Meli

    “Yа kаn mеrеkа bеrhubungаn ѕеx kаk, уа ngаk bоlеh dirеkаm dоng”

    “уаhh аku jаdi ngаk tаu dеh”,

    “mаѕа kаkаk gаk tаu? Putra аjа tаu ара уg mеrеkа lаkukаn”, Jаwаbku Pеdе”

    “Ngаk tаu Putra аѕli, еmаng ара уg mеrеkа lаkuin ѕih?”, Lаgi-lаgi аku bеrtеmu реrеmрuаn роlоѕ уg ѕiар dinikmаti tubuhnуа.

    “Gimаnа kаlо Putra рrаktеkin аjа kаk? Tарi ѕаmа kаkаk уа,”jаwаbku tеrtаwа

    Hhhhhmm…”tеrdеngаr ѕuаrаnуа ѕаmbil bеrрikir

    “Okе dеh Putra уuk kitа kеkаmаr. TV рun dimаtikаn dаn kini аku udаh ѕiар bеrаkѕi.

    “Kаk соbа tidurаn dеh di аtаѕ kаѕur”

    Lаlu tаnра bаѕа-bаѕi аku рrаktеr mеnсium bibir ѕеxуnуа kаk Meli, lаlu ku сium I lеhеr, ѕаmbil ku еluѕ-еluѕ раhа muluѕ miliknуа.

    “iih Putra gеli аhh… hаhаhа”diа tеrtаwа kееnаkаn

    “ini mаѕih аwаlnуа dоаng kаk, kаkаk bеlum tаu kаn kеnара rаnjаng difilm tаdi bеrgоуаng?”,

    “iуа Put, tеruѕin dоng”,

    Okе ѕеkаrаng kаkаk bukа bаju nуа уаа”. lаlu iа mеnuruti реrminаtааnku, еntаh kеnара сеwеk ini tidаk аdа реmbеrоntаkаnnуа, раdаhаl аku tidаk mеmрunуаi ilmu hiрnоtiѕ ѕаmа ѕеkаli. Iа mеlераѕ tаnktор dаn rоk mininуа.

    Tеrlihаtlаh tubuh indаh miliknуа, kulihаt tubuhnуа уg рutih muluѕ tеrаwаt tаnра bulu ini ѕiар untuk diѕаntар.”рikirku

    Lаngѕung аku nаik kеаtаѕ nуа kini kumulаi mеrеmаѕ kеduа buаh dаdа bundаr milik kаk Meli, tеrаѕа раdаt dаn kеnуаl ѕеkаli,

    “Uuuh, Put, еnаk bаngеt rаѕаnуа.

    Lаlu Pеniѕku kini mеnеmреl di реrutnуа, Aku lаnjut mеrеmаѕ buаh dаdаnуа, kujilаt dаn kugigit реlаn-реlаn рutingnуа. Tеrnуаtа аir kеjаntаnаnku ѕudаh mеmbаѕаhi реrut kаk Meli уаng ѕеxу itu.

    “Hmmmm.. еnаk bаngеt Put, “Uuuuuuh”.Kutеruѕkаn mеmutаr dаn mеnjilаti buаh dаdа kаk Meli ѕереrti mеnjilаt Iсе сrеаm уаng lеzаt.

    Sudаh сukuр lаmа аku bеrmаin dеngаn tоkеdnуа, kini аku kеbаgiаn раntаtnуа, Kаrеnа аku mеmilih mеnikmаti lubаng раntаtnуа. Lаlu juаngkаt kеduа kаki kаk Meli dаn bеrѕiар-ѕiар mеmаѕukkаn реniѕku kеdаlаm lubаng аnаlnуа itu.

    “Siар уа kаk”. Kini реniѕku mulаi mеmаѕuki lubаng аnаl itu ѕесаrа реrlаhаn-lаhаn.

    “Puttt…. Ouuhhhh…Hhhhmmmm..”dеѕаh kаk Meli kе еnаkаn.

    “Enаkkаn kаk? lаlu аku gеѕеk lаgi аjа biаr tаmbаh nikmаt”. Aku mulаi mеmреrсераt gеrаkаn mаju mundurku didаlаm lubаng аnаl Kаk Meli, ѕаmbil ku rеmаѕ-rеmаѕ buаh dаdаnуа уаng kеbеtulаn kаmi bеrmаin роѕiѕi dоggу ѕtуlе

    Sеkаrаng rаnjаng ini mulаi bеrgоуаng. Adеgаn ѕеkѕ film itu ѕudаh bеrhаѕilku рrаktеkаn bеrѕаmа kаk Meli уаng mеndеѕаh tеruѕ-tеrѕuаn diаtаѕ rаnjаng.

    “Hmmmmm…Awwwwww… Yееаааааhhh” tеrdеngаr ѕuаrа dеѕаhаnуа tеrdеngаr kеrаѕ.

    Tеruѕ kuhаjаr аjа lubаng itu ѕаmраi аku mеrаѕа рuаѕ. Bеbеrара ѕааt kеmudiаn аku bеrhеnti mеnikmаti lubаng Anаlnуа itu.

    “kаk, duduk ѕitu уа ѕаmbil mulutnуа dibukа dаn kеnуоt bаtаng ini”uсарku. Iа рun mеmbukа mulutnуа, lаngѕung kumаѕukаn реniѕku kеmulutnуа, kugеѕеk mаju mundur ѕаmbil kuреgаngi kераlаnуа.

    Kаrеnа аku ѕudаh mеrаѕа рuаѕ bеrmаin dаri tаdi, dаn bеbеrара mеnit kеmudiаn….

    Crоооt… Crоооt… Crоооtt…!!!

    “Uuuuhhhh… аir mаni ku munсrаt di dаlаm mulutnуа”

    “tеlаn аjа kаk, еnаk lоh”рintаku.

    Tаnра bаѕа-bаѕi раnjаng lеbаr, kаk Meli mеngikuti реtunjukku dаn mеngоmеntаri аir mаni tеrѕеbut.

    Kоk rаѕаnуа аdа аѕin-аѕin gitu уа Put?

    Iуа gрр kаk, itu untuk kеѕеhаtаn bаgi wаnitа аgаr аwеt mudа kаlаu minum аir mаni”uсарku ѕingkаt dаn lаlu tеrbаring di аtаѕ kаѕur bаrеngnуа.

  • Cerita Sex Gairah Janda Muda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Gairah Janda Muda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1855 views

    Perawanku – Ini adalah masa lalu gw, dan gw ingin bercerita masalah esex_esex. Dan cerita ini siapapun bisa terjadi , termasuk anda sendiri jika anda pernah menjadi anak kost dan punya ibu kost janda yang seksi dan montok.

    Sebut saja tante Risma, tante risma ini kalo dandan menor , usia baru menginjak 32 tahun, blom terlalu tua sich ..tapi body nya coy…bikin ngacir barang bawaaanmu. Dan kebetulan banget si tante butuh belaian yang mesra dengan sensasi yang super dengan kehangata laki-laki yang lebih muda. Chekidot. …… .

    Yang gw kisahkan ini terjadi sewaktu semasa kuliah dulu, gw sebagai mahasiswa peternakan di Semarang tahun 2000 an. Kisah ini gw buat apa adanya tanpa rekayasa, namun nama dan tempat gw rubah sedikit untuk menjaga privasi yang bersangkutan.

    Pada gw sudah masuk semester 4, gw berencana untuk cari tempat kossan yang lebih cocok, enak dan nyaman. Biasa pertama kali pasti dapet tempat kossan yang sedapetnya dulu. Baru kemudian gw hunting tempat tempat kos yang menurut gw nyaman dan enak yang sesuai kebutuhan dan selera.

    Setelah gw hunting kesana kemari, akhirnya gw dapet tempat yang cocok dan nyaman buat gw di daerah ungaran. Untuk lokasi tersebut , tempat disini termasuk daerah dingin apalagi kalau sudah malam. Tempatku tidur, banguan berupa kamar petak yang terpisah dari rumah si tante. Ada dua kamar, yang satu di bagian depan di huni sama Udin, mahasiswa akuntansi yang kutu buku dan pendiem. Gw sendiri dapet kamar di bagian belakang deket dengan yang punya tempat kos.

    Tante Risma merupakan wanita yang sangat menggoda meskipun paras nya tidak terlalu cantik. Dengan perawakan tubuh yang sedang , tidak terlalu gemuk dan semok dengan tinggi badannya kisaran 168 cm. Untuk perawakan seorang wanita, badan Tante Risma masih terawat dan berbentuk, maklumlah Tante Risma ikut kegiatan volly.

    Si tante sangat ramah dan baik sering gw diajak ngobrol pada saat saat waktu luang sehingga gw pribadi merasa nyaman dan betah tinggal di rumahnya Tante Risma. Mungkin karena Udin pendiem dan selalu sibuk dengan kuliahnya, dan Tante Risma lebih deket dan akrab ama gw. Gw gak nyangka berpikir sejauh ini dari sebatas temen curhat dan bincang. Ternyata tidak demikian dengan si Tante Risma.

    “Johan, kamu apa gak kuliah ??”Tante Risma bertanya suatu hari.

    “Kagak Tante Risma”kapan kapan bisa donk anterin tante ke tempat volly??” boleh tante, kata ku begitu.

    Tante Risma terlihat seksi sekali dengan pakaian minimnya volley, bentuk tubuhnya terlihat jelas. Gw langsung bergegas bersama Tante Risma menuju tempat volly nya dengan menggunakan mobil Honda Brio punyanya Tante Risma. Sepanjang jalan si Tante Risma banyak mengadu tentang kesendirian nya maklum si Tante janda di tinggal mati suaminya.

    Tante Risma dengan penghasilan ini itu banyak bisnis yang di geluti ,belom menemukan jodoh sama sekali Karena si Tante Risma belum menemukan ketertarikan nya terhadap laki-laki yang di dekatinya.”Yaaaa, yang sabar ya Tante ..itu semua kan butuh proses pendekatan lagi tante..”kataku mencoba merayu dan menghibur. “ihhh…Johan,mencoba merayu Tante yach….

    Pada saat itu juga waktu gw membawakan mobilnya Tante Risma, tiba tiba tangannya Tante Risma meletakkan di paha kiri gw dengan perlahan yang lembut. Tante Risma berkata,tante juga seorang wanita yang butuh kasih sayang dan suasana kehangatan seorang laki laki ..

    Gw menengok pandangan ke Tante Risma dan sejenak kupandang wajahnya dengan senyuman. Tante Risma sambil ngobrol, terus mengelus ngelus pahaku di sepanjang perjalanan. Dadaku berdebar sangat kenceng, dan tidak berani bereaksi apa apa, takutnya nanti di kira gw kurang ajar dan buat Tante Risma tersinggung. Setiba nya menuju lokasi tempat si Tante Risma biasa maen Volly, gw di ajak nya masuk kedalam gor untuk menyaksikan permainannya.

    Gw ikut aja langsung masuk ke dalam gor dan melihat permainan Tante Risma, dengan gaya bermainnya Tante Risma yang sangat seksi dengan pakaian ketat nya.lekukannya terlihat jelas di antara kedua pahanya pada waktu nungging,mataku langsung melotot melihat hal tersebut ..sehabisnya dari bermain volley, Tante Risma terlihat bersemangat lagi dan segar kembali. Badannya yang basah karena berkeringat terlihat menggairahkan dan sexy.

    Tante berkata “Johan, waktu Tante latihan tadi kaki tante agak terkilir..kamu bisa buat mijitin kaki Tante??sambil menutup pintu mobilnya untuk bergegas pulang. Bisa Tante, tapi sedikit sedikit bisa kok Tante Risma, kataku sambil tersenyum dan mengangguk.

    Gw berpikir apa Tante Risma menginginkan hubungan yang lebih jauh dari sebatas temen curhat dan ngobrol yaach…Ini merupakan pengalaman yang baru dan gimana gw harus menyikapinya. Selama perjalanan balik ke rumah Tante Risma, kami pun tidak banyak cakap.

    Sepanjang perjalanan pulang gw gak banyak bicara, gw kebayang dengan imajinasi gw tentang apa yang mungkin terjadi nanti sesampainya di rumah Tante Risma. Sesampainya dirumah Tante Risma langsung mengajaknya kerumhanya dan mempersilahkan gw masuk kedalam kamarnya. Pintu kamar di kuncinya dan Tante Risma langsung mandi karena berkeringat tadi sehabis volley .

    Apa yang ada di benaknya Tante Risma sehingga mengunci kamarnya. Gw sedikit bengong dan heran apa yang ada di pikirannya Tante Risma,dan kemudian pintu kamar mandinya terbuka apa ini yang dinamakan kode buat gw. Gw terdiam sejenak dan berpikir harus berbuat apa sambil duduk di ranjang nya Tante Risma.

    “Johan sayang..”Tante Risma berkata,ambilkan handuk yang ada di sebelah sana dong,,dengan nada yang manja dan menggoda.

    Kuambilkan handuk yang di letakkan di ranjang dan kusodorkan tangan gw ke sela pintu kamar mandi yang terbuka setengah nya dan kulihat setengah badan Tante Risma. Sebenarnya ini peluang tapi kenapa gw masih merasa malu malu ya??ak bene bener kelabaan dengan sikap gw.

    Beberapa menit kemudian Tante Risma selepas mandi dengan handuk yang dililitkan ke tubuhnya dari dada sampai paha. Dan gw melihat Tante Risma dalam keadaaan setengah telanjang, gw mulai terasa terangsang dan nafas yang gk beraturan. Tante Risma melihat gw sambil tersenyum melihat tingkah laku gw yang salah tingkah melihat nya.

    Minta tolong donk,,pijitin tante yach,,yang habis sedikit terkilir tadi. Ini pake body lotion sambil terlentang di ranjangnya. Gw langsung pijitin kaki tante yang abis terkilir sambil melihat tubuhnya yang masih terlilit handuk. Tante Risma minta tolong untuk mijitin keatas kaki lagi sampai berujung kepaha, gw melihat raut wajah yang menderu desah keenaakan dan semakin membuat gw terangsang.

    “Tante Risma bagian mana lagi yang sakit” tanyaku yang polos sambil memancing .”Semuanya Johan Sayang…dari bawah sampai atas semuanya..”Bagian paha yang paling pegel ..nanti Johan pijitin yach..”Tante Risma berkata sambil tersenyum menggoda.

    Gw pijitin trus tuh..ampe ke atas nya juga,dan kemudian gw merasakan torpedoku mulai membengkak. Sambil sengaja gw menyentuh bagian payudara nya dan Tante Risma tidak berontak sama sekali, gw pijitin dengan lembut dan halus sampai Tante Risma mendesah ke enakan.

    Gw berlanjut untuk menanggapi ajakan Tante Risma dengan aktif, baru kali ini berkesempatan merasakan nikmat janda muda dan kusetubuhilah meskipun agak canggung..lama kelamaan gw terbiasa dan dengan aktif nya gw tirukan adegan dari film film bokep yang gw tonton, kutirukan gaya satu demi satu. Dan selebihnya kuikuti naluri bercinta.

    Sebelumya itu , “Tante Risma sayang ….boleh handuknya dilepas??”
    gw berkata sambil mengelus pahanya yang mulus nan putih. Tante Risma memandangku sambil tersipu manja dan mengangguk. Gw tau Tante Risma tidak terkilir ataupun cidera, mungkin acara pijat ini cuma alasan untuk bisa mengajak bercinta.

    Kemudian handuk gw lepas sedikit dengan halus gw arahkan kedua tangan ke payudara, dengan perlahan gw genggam dan gw remas-remas…ohhh..lembut sekali dan halus.Tante Risma bergairah dan tatapan matanya menatap dengan mesra dan sayu. Gw arahkan tangan ke bagian bawah , dan gw remas remas bokongnya yang kenyal dan padat berisi..begitu mulus nya.

    Tante Risma begitu pasrah membiarkan gw menjelajahi lekuk lekuk tubuhnya yang mulus.gw arahkan lagi kedua tangan kebagian vagina nya dan gw usap usap dengan lembut. Debar jantung gw berdetak kencang, baru kali ini gw menjajah janda muda..gw raba trus menerus tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh Tante Risma sambil gw cumbui tanpa henti..sungguh pemandangan yang indah sekali.

    Gw terengah engah sekaligus terangsang, ingin rasanya pusaka gw tancapkan kedalam lubang surge dunia…..gw mencoba bernafas secara perlahan untuk mengontrol birahi gw. Tak sampai di situ, kuselipkan tangan diantara kedua pahanya dan kuraba raba rambut halus vagina nya. Jariku kumasukkan ke lubang sempit dan di himpit kedua pahanya dan mulai tersa basah dan aroma yang khas..kurasakan desahan Tante Risma Mulai gak beraturan, nampaknya si Tante merasakan nikmat rangsangan ku kulakukan.

    “Hhmmm…Johan nakal yach..” si Tante berkata, tapi Tante suka.

    Dan kulakukan tanpa berhenti. ”Owh…terus Johan …lagi Johan..”tante sambil berkata.Tante nikmat sekali..

    Kutusukkan jariku terus menerus sampai si Tante menderu nikmat dan gw jilatin kue apem nya si Tante Risma dengan aroma yang khas sampai klitorisnya basah kuyub dan kenyal. Dengan tanpa henti ku gerakkan memutar dengan halus ku jilat jilat klitorisnya dengan lidahku dan si Tante mendesah keenakan. Sambil kulihat tubuhnya sedikit bergetar tidak karuan.

    Sememntara itu gw pun mulai menegang dan terangsang, dengan begegas baju ku pun kulepas dan kuplorotkan celanaku sampai tak memakai apapun, sama kayak Tante Risma. Ku cumbui seluruh badan Tante Risma dan dia pun menggeliat bagaikan ulat. Dan kupandangi kemolekkan tubuhnya yang monthok..

    Belahan dada yang seksi dan kencang payudara mulai mengeras terasa kencang sekali karena rangasangan yang kuciptakan.ku usap usap putingnya yang menonjol keras yang bewarna merah muda, sunggu indah sekali ..dengan tubuh yang putih mulus dan semok, sunguh Tante Risma pintar untuk merawat tubuhnya.

    Sementara itu ku raba lagi vagina nya yang samar samar ,tak terbayangkan berapa lama vagina ini di anggurkan gak terpakai lagi seakan enggan untuk meninggalkannya dengan keindahanan seperti ini.

    Tante Risma sangatlah mempesona, “Tante seksi banget” kukatakan sambil merabanya, terlihat wajah yang memerah.”aahhh…bisa saja kamu merayu tante..Johan juga seksi, terlihat badan yang kuat dan kekar apalagi tuh burungmu yang siap tempur..ayo buruan jangan diem aja, pijitin badan tante keseluruhan….,” Tante sambl berkata dan tersenyum melihat Torpedoku yang sudah siap menghujam dan tegak ke atas.

    Gw jilatin puting payudara Tante Risma yang mengeras, semetara itu tanganku yang aktif mempermainkan vagina dan klitorisnya. Gw takada hentinya menjilati kedua puting nya sambil bergiliran ke kanan dank e kiri dengan lembut kuhisap terus serta ku emut dengan halus dengan lidahku. Tante Risma sangat menikmati sekali adegan ini, dan tangan Tante Risma memegang dan mengocok torpedoku.

    Beralih kebawah kujialatin lagi bagian vagina Tante Risma seperti adegan Porno yang biasa gw tonton di film film. Secara perlahan kugantikan posisiku, seperti gaya 69 yang ada di film porno. Sekarang kepalaku dihimpit oleh kedua paha Tante Risma, ku emut terus menerus dan kulihat vagina yang memerah dan basah. Dengan jari jariku ku buka lebar bibir vagina dan terlihat lubang kenikmatan Tante Risma yang sudah siap untuk di puaskan, dan klitorisnya Nampak mekar menjulang keatas dibagian vaginanya.

    Dengan aktif kuarahkan mulut ku ke arah keindahan surga dunia dan kumasukkan kembali lidahku kedalamnya yang basah dan terasa lembut.

    “Ouuuh…..”desahan sayu terucap dari mulut Tante Risma saat lidahku terus menjilati klitorisnya. Berkali kali kuemut klitorisnya dengan bibirku sambil kupermainkan.

    Sekali lagi aroma yang timbul karena hasrat wanita dan menjadikanku makin bergairah, sementara itu Tante Risma terus mendesah desah keenakan sambil mengemut penisku. Ku mencoba jari tangan ikut masuk ke lubang vaginanya.

    “Ooooouuh…” terus johan. . .enak sekali rasanya, iya sayang terus sayang yang dalem..yang itu enak..ouuhhh.. terus sayang , lagi sayang ..pelan pelan sayang …ahhhhh…katanya sambil vagina nya di tempelkan ke mukaku.

    Pinggul Tante Risma mulai berkedut kedut, gerakan nya mulai mengganas dan bertenaga, dan pinggulnya maju mundur dan di putar putarkan tak terkendalai kemuka ku. Sementara itu penisku yang di emut mulai tambah berkembang dengan keras.

    “Johan ..Tante hampir keluar…”
    auuuuhhhh…. ouuuhhhh…auuuhh…sayaaang..

    Tante Risma sambil memegang erat penisku, Tante keluar…”bersamaan itu mukaku terguyur abis dengan cairan yang khas yang membuatku tambah bergairah lagi dan kunikmati kehangatan klitorisnya yang di banjiri oleh cairan orgamesnya.

    Tubuh Tante Risma meregang dalam kenikmatan dan terlihat lemas sambil masih memegang dan mengemut penisku. Terlihat bibir vaginanya yang mekar merah berkedut kedut dan basah dengan cairan orgamesnya.

    ”Johan ..nikmat sekali…sudah lama Tante gak merasakan kenikmatan seperti ini. Perlahan lahan Tante Risma sudah orgasme lagi, dan nafasnya yang menderu dengan nafsu mengemut lagi penisku dan meremas remas kedua buah zakarku”.

    Tante Risma berkata “Johan sayaaang…,sekarang tante yang gentian bikin kamu puas yach….sambil mempermainkan penisku dengan mulutnya”. Kemudian Tante Risma menjilati terus menerus penisku , dari pangkal sampai ke ujung, di jilatinnya kepala penisku denan lembutnya…tersa nikmat sekali yang kurasakan. Dengan kenikmatan yang kualami kumendesah keenakan.

    Seluruh penisku di masukkannya kedalam mulut Tante Risma sekaligus mengemut dan pempermainkan batang penisku dengan lidahnya. Dihisapnya penisku dengan kuat terlihat pipi Tante Risma yang mengempot. Terlihat mahir permainan oral si tante Risma sungguh mantap, sementara itu sitante melumat abis penisku yang mulai mengeras dengan birahi yang meledak ledak tubuh ku gemeteran menahan rasa nikmat. Gw merasakan penisku tambah mengeras dan membesar tak seperti biasanya, pingin gw semprotkan sperma gw ke dalam lubang vagina nya.

    “Tante Risma,,Johan pingin masukin punyanya Tante??”

    bilangku sambil menyudahi lumatan tante yang ada di mulutnya. Dan tante Risma pun merasa gak keberatan tinggal mengangguk saja dan sambil tersenyum dan kemudian di lepaskanlah penisku dari lumatannya si tante risma.

    “Gak usah sungkan Johan sayang… sambil si tante berkata, keluarin semua cairan hangat ke dalam miss V tante..tante juga udah pingin banget ngerasain punyamu di dalam sini”.

    Kurebahkan tubuh si tante Risma, langsung kedua pahanya membuka dan memperbolehkan penisku menghajar miss V nya tante Risma. Ku tancapkan langsung dengan samar samar di antara bulu bulu halusnya, ku lihat vagina yang membelah dengan basah dan merah. Terlihat Nampak pemandangan begitu mempesona lubang vagina nya tante Risma dan membuatku memuncak nafsu birahi yang begitu dasyat, gw mencoba mengatur nafas agar tidak merusak suasana yang kuciptakan.

    Perlahan-lahan tapi pasti sebelum kumasukkan, kupermainkan klitorisnya dengan kepala penisku dengan menggesek gesekkan kebagian vaginanya. Beberapa saat kemudian tante Risma menggoyang goyangkan pinggulnya, “Johan Sayaaang…masukin punyamu sekarang yach..tante udah gak tahan dan sudah siap..”.

    Kutusuk kan penisku yang sudah mengeras ke dalam vaginnya, sudah sangat bernafsu ingin segera menghajar dan menusuknya dengan batang penisku ke dalam vagina tante Risma yang basah dan hangat.

    “Jangan malu-malu..” tante Risma berkata, tenang saja jangan buru buru..tante bantu untuk memasukkannya sambil memegang penisku yang mengeras dan membesar.dan tante Risma memandangiku dengan senyuman mesra.

    di masukkanlah kepala penisku ke dalam lubang vagina, rasanya hangat dan basah..tersa nikmat tiada tara yang kurasakan. Perlahan tapi pasti kutusukan kedalam seluruh penisku ke dalam vagina Tante Risma,ohhh..sungguh nikmat.

    “Ouwwwh..Johan ..”si Tante sambil mendesah perlahan, dan merasakan sensasi kenikmatan yang bersamaan.

    Meskipun sudah janda, vagina tante Risma masih terasa sempit dan dinding vagina nya terasa kuat, kurasakan lumatan vagina nya ke penisku. Kurasakan vagina yang meremas remas dengan lembut yang beraturan,sungguh luar biasa rasa kenikmatan ini…

    Kugerakkan dengan lembut maju mundur pinggulku, si tante juga aktif tidak mau kalah pinggulnya bergerak mengikuti irama yang ku buat dan mengimbangi gerakanku. Tangannya memeluk erat bagian pantatku dan tanganku sambil meremas remas payudaranya yang mulai mengeras padat berisi dan bibir kami saling mencumbu dengan nafsunya..

    Selama 3 menit kurang lebihnya ku goyang goyangkan terus, seluruh tubuhku bergetar maklumlah sepertinya mau mencapai puncak orgasme. Tante Risma ,,Johan sepertinya mau keluar.”Kataku sambil menahan diri untuk memuncratkannya”.

    Terusin saja Johan ..Kita keluar sama sama yach..tante juga mau keluar. Kutancapkan penisku dalam dalam ke dalam vaginanya, kutusuk dengan kuat sampai ujung vagina.” Ouuuwwh…Johan sampai dalem…”perkataan Tante Risma membuat ak bergelora dan ku hujamkan berkali kali penisku dengan kuat dan cepat di vaginanya.

    “Uuuhhh…Johan, tante udah gak tahan lagi…”

    dan gw bener bener sudah gak tahan lagi dan tak dapat mengendalikan diri , pinggulku kogoyangkan terus semakin cepat dan penisku terasa memanas dan berdenyut denyut di dalam vagina Tante Risma.

    “Aaaahhh…. Johan…. sekarang Johan…. keluarin sekarang Johan… tante udah nggak kuat…ahhhhh”. Tante Risma sepertinya juga kehilangan control, kedua kaki di jepitkannya kepinggulku dan tangan menggenggam kencang ke tubuh ku. Aku pun melancarkan serangan dengan sebuah tikaman penis yang super mantabb…

    Ku muncratkan semua sperma kedalam lubang vagina tante Risma dengan sejuta kenikmatan, bersamaan denga tante Risma juga mengalami puncak orgasme. Sayang….tante juga keluar..ouuuh…aah,,,”kami pun berpelukan sampai penisku mulai melemas di dalam vagina tante Risma. Ini sungguh sensasi yang maha dasyaat…gw betul betul menikmati making love yang indah ini. Dan aku mulai merasakan rasa lelah yang sangat, semua sendi sendi terasa berat.

    Kutarik penisku yang sudah melemas karena pergerakan yang luar biasa tadi dan ku lepaskan pelukanku dari tante Risma.

    Ku terbaring lemas tak karuan di sebelah tante yang juga kelelahan dengan mata sayu dan sedikit menggigit bibirnya. Kutoleh pandanganku ke bagian vaginanya ternyata banyak juga sperma yang ku keluarkan yang meluber sedikit melewati sela pahanya. Kemudian Tante Risma memandangku dan tersenyum kecil kepadaku.

    “Sayaang….gimana,enak”??sambil berkata dan terkulai lemas di atas ranjang. Gw hanya mengangguk dan menciumi bibirnya yang basah.

    “Si Tante betul-betul menikmati percintaan ini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main lagi mau gak ?”Gw hanya diam tersenyum, betapa bodohnya kalo gw jawab gak. Tante Risma yang menyandarkan kepala di dadaku, kami terdiam sejenak menikmati kenikmatan yang kami lakukan tadi. Selama beberapa saat penisku mulai mengencang lagi dan membesar, dengan tubuh si tante Risma yang masih telanjang tergeletak di pelukkanku membuat gw bergairah dan terangsang .

    Secara perlahan penisku mulai membesar tegak ke atas dan bibirku kembali mencumbuinya dan tangan kananku meraba kembali ke bagian dada nya yang merekah bagaikan bakpao yang lembut dan kkusentuhnya dengan lembut. Tante Risma memandangiku sejenak sambil tersenyum tangan sit ante Risma memegang kembali penisku yang sudah tegak ke atas dan membesar dan di pegangnya dengan mesra.

    “Johan sayang mau lagi..”? sekarang tante yang di atas Johan yach..?berkata sambil menindihku.

    Diarahkannya penisku kea rah lubang vaginaya yang masih basah oleh spermaku, dengan lancar penisku langsung masuk dengan mulus ke dalam vagina nya Tante Risma yang basah dan licin. Dan Tante duduk di atas tubuhku dengan penis yang menghujam kedalam vagina tante Risma. Dengan mata terpenjam tante Risma begitu menikmati penisku yang menghujam keatas..

    ”ouuuwhhh…sayang ..penismu tersa ke ujung ..ooowhhhh,,,,mmm……yesss…dengan mendesah syahduu.

    Pergerakan tante Risma yang berlahan lahan penuh gairah, dorongannya penuh energi membuat penisku terasa masuk sampai ujung vaginanya. Pinggul Tante Risma terus bergerak naik turun dan di putar putarkan nya penisku di dalam lubang vaginanya. Sementara itu ku nikmati goyangannya dan payudara nya mengentul-ngentul naik turun tak beraturan mengikuti irama gerakan birahainya tante Risma. Dan kupegang, kuremas-remas payudara dank u sentuh putingnya yang menonjol kemerahan sehingga tante Risma makin bergairah dan ganas kembali.

    Gerakan Tante Risma makin lama makin dasyat dan penuh energi. Seorang wanita yang dalam keadaan puncak birahi dan haus akan belaian kasih sayang kenikamatan, akhirnya kami memulai gerakan yang lepas kendali dan liar ..

    “Johan,,,Tante mau keluar lagi..uhhhh….ahhh….yaaa……”.Johan juga sudah gak tahan, akhirnya dengan pantulan yang sama dan kuat tante Risma menekan badannya ke bawah dan penisku menancap dalam kelubang vagina tante Risma sambil mengejrooootkan seluruh cairan yang mengental..

    Tante Risma menekan dadaku dengan tangannya, tubuhnya serasa kejang nikmat dengan mata sayu dan bibir yang menggigit melepaskan nikmat yang dirasakan. Setelah beberapa menit kemudian Tante Risma merebahkan tubuhnya di tubuhku dengan lemas terkulai kelelahan.

    Pada malam itu untuk pertama kalinya gw tidur dikamar nya Tante Risma karna gw tidak di perbolehkan keluar dari kamarnya. Gw pun tidur sambil berpelukan lemas tanpa busana sama sekali. Pagi harinya kami bersenggama kembali melakukan adegan dengan liarnya tanpa rasa canggung..tante Risma sepertinya ingin merasakan kerinduan yang begitu lama akan kenikmatan hasrat birahinya..semenjak itu kami sering melakukannya kalo ada kesempatan. Kadang dikamar kosku , kadang di rumahnya Tante Risma, sesekali kami ganti suasanadengan menyewa kamar di villadi daerah Ungaran untuk kencan longtime.

    Kalo gw sedang mupeng dan ada kesempatan , gw datengi tante Risma dan memegag tangannya sambil menyolek bagian perutnya biar geli atau mencium bibirnya langsung. Kalau tante Risma juga pengen dia langsung memegang tanganku dan diajaknya masuk kekamarnya, kadang langsung masuk kemar kost ku dan langsung menciumi aku untuk bercinta.

    Semenjak berhasil memuaskannya tante Risma tidak lagi kesepian, dan gw pun semakin betah tinggal di rumah Tante Risma. Pernah suatu malam pada waktu udi pulang kampung, tante Risma masuk kekamarku dengan menggunakan daster minim. Dipeluknya gw dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi penisku. Gw membalas dengan menciumi bibirnya dan kubaringkan di tempat tidur, kuraba payudaranya tante Risma ternyata sudah gak pake BRA. Gw angkat dasternya ternyata gak pake daleman juga. Dengan bibir vagina nyayang sudah terlihat basah dan memerah ntah apa habis orgasme sendiri dengan tangannya. Langsung saja ku plorotkan celanaku dengan penis yang sudah mengeras karena remasan tante Risma tadi. Penisku langsung mengangkat keatas dan menantang minta di masukkin kedalam lubang kenikmatan.

    Tante Risma menanggapi tantangan gw dan penisku siyap untuk menghujam diantara selakangan nya. Tante Risma membuka kedua pahanya dan memegang penisku yang sudah mengeras dan membesar dan darah di penisku sudah mulai mendidih.. “Masukin punyamu sekarang ke lubang tante sayang…..” katanya dengan nafas yang berat dan mata sayu. Tanpa menunggu lama ku tancapkan penisku dalam dalam le lubang vagina Tante Risma dan kami bersenggama selama 3 jam!! Dengan berbagai gaya 69, nungging ,berdiri, gendong ,ngangkang dan berbagai macam gaya yang hampir tak kuingat karena melakukan dengan kenikmatan yang luar biasa melelahkan yang kami lakukan pada malam itu.

    Suanasa malam dengan hawa yang dingin tak kami rasakan, adanya kehangatan bercinta yang menggelora. Dan membuat kami mandi keringat, begitu adanya persetubuhan yang liar sampai kami mengalami orgasme 6 kali dan menguras energi. Setelah itu selesai, Tante Risma tergulai lemas sampai tidak bisa bangun dari ranjang karena seluruh badan dan kaki nya begitu lemas dan gemeteran. Dan vagina nya begitu basah karena ku hajar berkali kali dan memerah saperti bengkak. Pada malam itulah adegan persetubuhan yang menggairahkan dan liar diantara pada malam malam liar yang sebelumnya bersama tante Risma.

    Kisahku dengan tante Risma hanya berlanjut satu tahun saja, sampai akhirnya tetangga tante Risma mulai mencurigai hubungan yang tak resmi ini. Untuk jalan terbaik , gw memutuskan pindah kost sebelum tetangga memergoki kami. Meskipun demikian, kami masih menjalin hubungan dan saling bertemu paling gak sebulan sekali untuk melepas kangen dan nafsu birahi.

    Cukup dengan duduk santai pantengin depan komputer, baca cerita cerita yang pasti lebih seru lagi dan dengan berfantasi tanpa harus repot repot ngintip perawan perawan mandi . Salam jroot… jrooot…jroot. ….

  • Ngentot Anak Pembantu Body Anal

    Ngentot Anak Pembantu Body Anal


    1855 views


    Perawanku – ini berawal saat bi sariyem pembantu kami menyatakan ingin berhenti bekerja karena akhir2 ini sering sakit, ia memohon agar kami mau menerima anak bungsunya untuk bekerja di rumah kami.

    Karena kasihan dan menghargai masa kerjanya yang lama akhirnya kami mengiyakan walau sedikit ragu mengingat anak bi sariyem baru berumur 16 tahun. Diluar dugaan kami, setelah beberapa lama ternyata Mega bisa menghapus semua kekhawatiran kami, ia sangat rajin dan cekatan. Semenjak pagi saat kami baru bangun tidur, seluruh isi rumah sudah disapu dan dipel bersih, bahkan sarapan pagi sudah tersedia di meja makan. Istriku mengatakan bahwa kami sangat beruntung mendapatkan Mega sebagai pengganti bi sariyem yang sudah mulai tua. 7 bulan berlalu..

    Pekerjaanku sebagai marketing berjalan lancar, istriku bahkan mendapat kenaikan jabatan di kantornya. Aku senang dan bangga melihat semangat kerjanya. Hanya saja, semakin hari pulangnya semakin sore, bahkan beberapa kali ia harus pulang jam 8 malam. Untung saja kantorku tidak terlalu ketat dalam hal jam kerja, bahkan dengan adanya sambungan internet di rumah terkadang aku bisa mengerjakan pekerjaan di rumah, hingga gak usah berangkat ke kantor.

    Suatu siang, iseng buka2 situs porno.. aku tertegun melihat sebuah video sex yang dimainkan oleh seorang laki2 dengan seorang gadis kecil. Aku yakin umurnya di bawah 17 tahun mungkin 15 atau 16.. tapi.. gilaa.. setelah beberapa saat aku menyadari begitu terpengaruh oleh video tersebut.. Pikiranku melayang membayangkan bercinta dengan seorang gadis kecil, yang payudaranya baru tumbuh.. dengan puting kecil kemerahan.. bulu kemaluan yang masih halus.

    Aku membenahi posisi kemaluanku yang menggeliat mengeras dalam celana pendekku.. Tiba2 saja aku membayangkan Mega, dengan tubuh telanjang merintih di bawah tubuhku, menikmati batang kemaluanku menggesek lubang kemaluannya yang sempit… bergerak dalam tubuhnya yang mungil…. Ah.. gila! Sejak kapan aku jadi seorang Phedophilist..? Seminggu kemudian, aku menyadari sesuatu telah mengganggu akal sehatku..

    Sesuatu yang membuat mataku selalu menatap dua bukit kecil di dada Mega, memperhatikan bentuk pantat dibalik celana pendeknya.. sesuatu yang membuatku walau terlihat seperti tak sengaja berusaha menyentuh lengannya, merasakan getaran kemaluanku saat berdekatan dan mencium bau tubuhnya.. Semakin aku membayangkan Mega, semakin sering aku bermasturbasi.. mengkhayalkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan gadis kecil ini, Mega..

    Suatu pagi, saat istriku sudah berangkat kerja.. aku berdiri diam tanpa suara di depan kamar mandi, mendengar suara air jatuh di lantai kamar mandi, aku tau Mega sedang mengguyur tubuhnya yang telanjang, menyabuni lekuk tubuhnya, payudaranya.. selangkangannya.. Aku semakin tak tahan.. Pelan2 aku melangkah masuk ke dalam ruangan Mushola di sebelah kamar mandi.. Jantungku berdegup ketika melihat lubang ’Manhole’ untuk memperbaiki atap.. Muncul sebuah ide untuk memanjat lubang itu dan mengintip Mega dari atas plafon…

    Keesokan paginya, begitu Mega masuk kamar mandi, aku segera mengunci semua pintu dari luar, lalu secepat kilat tanpa suara memanjat lubang manhole di atas mushola.. Aku sudah berada di atas plafon merangkak hati2 berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun, ketika mulai terdengar suara guyuran air di bawahku.. Aku segera menemukan sebuah lubang yang kecil dan mulai mengintip.. Jantungku berdegup begitu kencang ketika mataku mulai melihat dengan jelas ke dalam kamar mandi.. Ya Tuhan..

    Aku nyaris tak percaya dengan penglihatanku, menyamping dari arahku.. tubuh Mega telanjang bulat, dengan payuda** yang sedang tumbuh bergayut indah.. Air membasahi kulit remajanya, membuatnya terlihat segar dan…. hh.. pantatnya begitu padat.. Mega bersenandung lirih, tak menyadari seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. menatap seMegap lekuk daging tubuhnya… Kemaluanku tegang mengeras berdenyut2..

    Mega menelusuri tubuhnya dengan sabun, aku terpaksa harus menelan ludah berulang2 saat ia menyabuni payudaranya.. sepertinya aku bisa merasakan kekenyalan dua bukit daging itu.. Saat Mega berbalik hendak menyimpan sabun, aku membelalakkan mata.. kearah selangkangannya.. bulu bulu halus diatas kemaluannya benar2 menyempurnakan apa yang kulihat.. Tanganku mencengkram batang kemaluanku yang sudah benar2 keras.. ”Aku harus… aku.. harus bercinta dengannya…” Mega mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

    Aku terhenyak, karena tanpa kuduga ia menungging mengambil sikat gigi yang jatuh di lantai.. Daging kemaluannya menyembul dari sela2 pantatnya yang bulat.. aku tak dapat menahan diri lagi, dengan sedikit gerakan meremas di pangkal kemaluanku dan.. ”Aahhhh…………..hhh…!!! Hhh… aa…….h..h..!! Seluruh hasrat dan nafsuku meledak, menyemprotkan begitu banyak cairan sperma dalam celanaku.. Aku sedang berusaha mengatur nafasku saat Mega selesai memakai baju lalu keluar dari kamar mandi..

    Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. aku tak juga bisa melupakan hasratku terhadap Mega.. Beberapa kali aku mengintip Mega mandi, dan entah berapa puluh kali sudah aku beronani membayangkan gadis imut 16 tahun itu.. dan aku semakin terobsesi oleh Mega.. tapi aku tak cukup nekat untuk melakukan apapun terhadapnya.. Sentuhan2 kecil seperti tak sengaja sering kulakukan, tapi ia hanya menghindar dengan sopan.. Aku tak berani melakukan lebih dari itu.. Sekitar 4 bulan kemudian, muncul ide untuk memancingnya dengan film porno.. Aku menyimpan beberapa DVD yang paling hot diatas tempat tidur.

    Biasanya setelah aku berangkat kerja, Mega baru berani masuk kamar tidur untuk menyapu dan merapikan kamar tidur kami.. Aku membiarkan salah satu DVD tersebut berada dalam DVD Player dalam kamar.. lalu berangkat kerja. Siangnya aku pulang sekitar jam 12.. sewaktu memasukan mobil ke dalam gerasi.. aku sempat melihat bayangan orang melesat keluar dari kamarku.. sekelebatan saja aku yakin bahwa itu adalah Mega.. aku melangkah masuk lewat pintu samping. Gak ada orang, aku ke belakang mencari Mega, tapi ia tak ada di dapur maupun di halaman belakang. Ku buka pelan2 pintu kamarnya.. kosong..! ”Megaaa..?!” Aku memanggilnya.. tak ada jawaban…

    Di depan pintu kamar mandi aku kembali memanggilnya, ”MegaA…!!” ”Yya.. pak..” terdengar suara dari dalam kamar mandi.. ”lagi mandi..?” ”I..ya.. nggak.. iya.. ppak…!” Aku berjalan dengan suara langkah yang cukup jelas, membiarkan ia mengira aku berjalan ke ruangan depan.. lalu secepat kilat aku masuk ke dalam mushola, memanjat lemari dengan hati2.. dan dalam beberapa detik aku sudah berada di atas plafon.. mulai mengintip melalui lubang kecil itu.. Aku menahan nafasku yang langsung terasa sesak, saat melihat apa yang ada di bawah sana.

    Mega duduk bersandar di atas toilet yang tertutup.. kakinya mengangkang dan tangan kanannya berada di sela selangkangannya.. matanya terpejam.. aku nyaris tak percaya melihat gadis 16 tahun itu benar2 sedang bermasturbasi.. jari2 tangannya bergerak cepat merangsang kelentitnya.. ”Pancinganku berhasil, ia menonton DVD hot yang sengaja ku letakkan di atas tempat tidur..” Mega terlihat begitu terangsang, wajahnya menengadah, matanya terpejam dan tangannya semakin cepat bergerak… Samar2 terdengar suara rintihan kecilnya, ” Hh..hh.. akh..”

    Aku semakin gemetar, ketika gadis itu perlahan menekan ujung jari telunjuknya ke lubang kemaluannya.. Lututnya bergetar.. sepertinya ia begitu larut dalam hasrat yang bergejolak.. ”Ssh..hh.. hh..” Rintihannya kembali terdengar lirih, mengekspresikan keinginan seksual yang semakin memuncak.. Pelan2 aku merangkak turun, berjalan ke ruang tengah dan memanggilnya lantang..” MegaAAA…………….! Mega segera menyahut ”Ya paak…?!” ”SINII….! CEPETANN..” Aku tau, di usia remaja seperti itu, hormon tubuhnya sedang bergejolak menuju ke kedewasaan seksual.. Membayangkan ia menonton video XXX seperti itu, aku berani bertaruh celana dalamnya pasti sudah basah oleh cairan vagina.. ”di kamar mandi tadi, apa yang sedang ia bayangkan..? Ahh.. Pasti sebuah penis yang keras dalam kemaluannya..” ”ya pak..?”

    Mega berdiri di pintu kamarku.. Aku merebahkan diri di atas tempat tidur hanya bercelana pendek dan kaos ”tolong pijitin kaki saya, pegel banget..” Ragu2 Mega duduk di sebelah tempat tidur, dan mulai memijit kakiku… Aku memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari kecilnya.. membayangkan kemungkinan ia tak sempat membasuh cairan vaginanya membuatku tak dapat menahan ereksi yang tiba2 saja membuat celana pendekku menonjol.. ”Pahanya Mega, agak keras..!”

    Remasan tangan lembutnya di pahaku semakin membuat kemaluanku mengeras.. ”Sebentar, takut ada yang liat..” aku berdiri mengunci pintu kamar.. lalu kembali merebahkan diri.. Mega terlihat gugup, menyadari tonjolan diselangkanganku semakin menggembung.. ia terus menundukan wajah.. Aku menarik tangannya agar kembali memijat pahaku.. Aku berusaha bersikap wajar, membiarkan ia memijat kakiku, lututku, paha.

    Aku meraih remote TV dan DVD Player yang tergeletak di meja kecil di samping tempat tidur, lalu memijat tombol ON.. Tak lama sebuah adegan Blue Film muncul di layar, ”ini bukan DVD yang tadi pagi aku pasang..” aku tersenyum, mengerti.. ”kamu udah liat film ini Mega..? Mega menggelengkan kepala tanpa menoleh.. ”liat dong, udah belum…?” Mega melirik sekilas dan cepat2 menunduk lagi.. ”Gak apa2 koq, kamu kan udah gede.. biar tau gimana caranya….” Mega diam seribu bahasa.. Aku memperbesar volume suaranya, hingga terdengar rintihan dan erangan wanita dalam film itu..

    Seorang laki2 dengan kemaluan cukup besar sedang menyetubuhinya… ”Udah ya pak..? Mega mau ke belakang..” Mega berdiri hendak pergi secepat kilat aku menyambar tangannya.. menariknya duduk di sampingku.. Aku langsung memeluknya, menariknya rebah menimpaku.. Mega berusaha berontak tapi dekapanku cukup kencang membuat ia tak berkutik.. ”Jangan takut Mega, kita nonton bareng mumpung gak ada orang..”.

    Mega mencoba berontak lebih keras.. aku menahannya dengan tangan dan kakiku.. Gelinjang dan tubuhnya yang bergerak-gerak memberontak membuat gairahku semakin memuncak.. aku mulai menciumi wajahnya.. bau keringatnya membuat kemaluanku mengeras.. Mega menjerit kaget saat aku menarik celana pendeknya lepas, aku terkejut menyadari bahwa ia tak sempat memakai celana dalam setelah keluar dari kamar mandi.. Tanganku langsung menyentuh kemaluannya, jari tengahku sempat menyelip di sela belahan daging kemaluannya, terasa sedikit basah..

    Mega memberontak lebih keras.. ia menangis lirih, memintaku untuk melepaskannya.. Tapi aku sudah lupa segalanya.. Obsesi berbulan2, khayalan2 erotis ku membayangkan menikmati tubuh Mega.. seperti membludak menguasai tubuh dan keinginanku.. Aku meremas2 payudaranya, menciumi bibirnya, lehernya.. menjilati daun telinga nya.. Mega tak bisa melepaskan dekapanku.. ia terus bergerak, berusaha mendorongku.. Aku melepaskan celana pendekku dengan cepat.. kemaluanku mengacung tegang, menyentuh pahanya.. selangkangannya.

    Mega menangis.. kedua tanganku memegang kepalanya, mencium bibirnya dengan lembut.. Mega mulai melemah.. aku menciumi air mata yang membasahi kedua pipinya.. ”jja..ngan pakk.. jangaaann..” Aku menjilati bagian samping lehernya.. lubang telinganya… ia melenguh.. menggelinjang… Kepala kemaluanku menempel di bibir kemaluannya.. ia mendorongku.. lemah.. ”Ssshh..hhh.. jangan takut Mega.. gak akan sakit.. saya janji..” kemaluannya terasa hangat.. aku gak tahan ingin memasuki tubuhnya, tapi aku kesulitan menembus lubangnya yang masih sangat rapat.

    Aku membasahi kepala kemaluanku dengan air ludah, lalu mulai menekannya pelan2… ”Aaghh.. sakiiit…!” ia menangis pelan.. aku menekan lebih kuat.. ”Aaaauuw…….!” kepala kemaluanku perlahan menerobos celah sempit itu.. Aku mencium bibir Mega, mengulum lidahnya sambil menekan kemaluanku lebih dalam.. Tubuhku bergetar oleh rasa nikmat dan hasrat yang bergelora…

    Batang kemaluanku mengalirkan rasa nikmat yang luar biasa.. dijepit oleh daging hangat yang begitu erat mencengkram.. Darah segar membasahi batang kemaluanku.. ”Mega.. Mega sayang.. aku telah merenggut keperawananmu..” Aku mulai menggerakkan kemaluanku keluar masuk.. Mega mencengkram erat punggungku, membuatku sedikit kesulitan bergerak.. matanya terus terpejam, tapi ia tak lagi berontak.. aku menekan pantatku.. hingga kemaluanku hampir masuk seluruhnya.. ”Uughh..h..”.

    Mega melenguh.. merasakan sakit dan nikmat di saat bersamaan.. ku ulangi gerakan keluar masuk itu beberapa kali, pelan tapi sedalam mungkin.. hingga kepala kemaluanku terasa menyentuh dasar vaginanya.. Tak ada lagi pemberontakan saat aku menarik kaosnya lepas… kedua payuda** yang sedang tumbuh itu langsung menyembul dengan indah.. ”Ya tuhann..” Aku mencengkram kedua bukit daging itu dan mulai melahapnya dengan rakus…

    Mega menggelinjang.. aku memainkan puting susunya yang kecil dengan lidahku.. ia merintih.. ”nghh..hh”.. pantatku kembali bergerak, mendorong kemaluanku yang sangat tegang melesak ke dalam tubuhnya.. menariknya keluar, lalu menerobos masuk lagi.. menancap dalam tubuhnya.. menyentuh dinding kemaluannya.. bergerak semakin cepat, aku merasakan kenikmatan itu semakin menguasai tubuh dan pikiranku.. menjalari kaki, anus, batang kemaluan hingga kepalaku.. Aku bergerak makin cepat, mengocok daging hangat Mega dengan kemaluanku yang semakin keras.. Sesekali ia menjerit kecil, kesakitan.. saat aku semakin menggila.. kejantananku bergerak dalam tubuh kecil Mega.. dalam jepitan otot vagina sempit yang basah oleh lendir vaginanya.

    Kemaluanku bergetar nikmat.. kemaluan Mega berdenyut hangat.. Akh, sepertinya aku tak sanggup lagi menahan… Dalam kenikmatan, aku menatap wajah Mega yang manis dan lugu.. berkeringat dalam dekapanku.. matanya terpejam, payudaranya berayun tersentak sentak oleh gerakanku menyetubuhinya… puting kecilnya begitu indah kemerahan… Aaghhh.. aku menghentikan gerakanku sejenak.. berusaha menahan ledakan kenikmatan yang hampir menyemprot dalam tubuh perawan kecil ini.

    Untuk pertama kalinya, Mega membuka matanya yang basah… melihat kedalam mataku dengan tatapan yang tak pernah kulihat sebelumnya… Kami masih saling berpandangan saat aku perlahan kembali menggerakan kemaluanku masuk, keluar.. masuk dan keluar semakin cepat… semakin kuat… ”aaakhh…hh..” Mega mengerang.. Tak kusangka2 ia menarik kepalaku mendekat..

    Mega mencium bibirku.. aku langsung melahap bibirnya.. membelitkan lidahku mencari2 lidahnya.. Dalam kenikmatan yang begitu memabukkan, aku merasakan lidah Mega bergerak dalam mulutku..”TMega.. hh..Aghhh. hh…” Sekali lagi aku berhenti…. berusaha menahan.. tapi.. akh.. Mega masih menggerakkan pinggulnya, tak menyadari bahwa aku sudah diambang puncak kenikmatan.. Kemaluannya yang sempit mengurut batang kemaluanku dengan sempurna… ”SSTOPP..Hhh..!!” aku memintanya berhenti.. dan.. terlambat.. ”AAAAAh….Aaaaaaaghhhhhh…hhh”.

    Mega berusaha mendorongku keluar dari tubuhnya, tapi tanpa sadar aku malah menekan kemaluanku dalam2.. ”HHhhh…akhh…..” Rasa nikmat yang luar biasa benar2 membuatku kehilangan kesadaran.. Aku terus menggenjot kemaluanku dalam jepitan kemaluan Mega yang kencang, tenggelam dalam gelombang perasaan surgawi.. Menyemprotkan begitu banyak cairan sperma ke dalam tubuh gadis kecil itu..

    Dorongan tangan Mega tak membuatku tersadar, aku menekan kemaluanku dalam2 hingga pangkal kemaluanku.. Nikmat yang paling nikmat, orgasme yang begitu panjang… Ejakulasi yang begitu banyak jumlahnya, menyemprot dalam tubuh perawan 16 tahun ini… Aku mencium bibir Mega, menindihnya, memeluknya, menikmati kenyal payudaranya menekan dadaku, merasakan kemaluanku berdenyut2 dalam kemaluannya yang hangat.

    Selama beberapa saat kami tak bergerak, tubuh telanjang kami menyatu, basah oleh keringat.. tanpa ada suara, tanpa ada gerakan, hanya nafas yang terdengar… Esoknya, hari berikutnya dan esoknya lagi.. Mega menghindar untuk bertatap muka denganku.. SeMegap istriku berangkat kerja, ia langsung mengurung diri di kamarnya.. Aku mencoba bersabar menunggu sampai ia keluar dari kamarnya.. Tapi sampai beberapa jam aku menunggu ia tak juga keluar, aku mengetuk pintu kamarnya, memanggilnya tapi ia tak mau menjawab..

    Hari sudah siang dan banyak pekerjaan rumah yang masih belum ia kerjakan. Daripada nanti istriku bertanya tanya, lebih baik aku mengalah.. lalu berangkat ke kantor.. Tapi sorenya rumah sudah kembali rapi, rupanya setelah aku meninggalkan tumah, Mega langsung bekerja seperti biasa.. Didepan istriku Mega berusaha bersikap wajar, seperti sebelum ada kejadian itu, tapi ketika istriku masuk kamar mandi atau pergi ke warung, Mega langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya. Lama lama aku jadi semakin geregetan, kesal dan penasaran.. Suatu malam, aku sibuk menyelesaikan pekerjaan dengan laptop ku.

    Istriku tidur sangat lelap akibat obat flu yan diminumnya.. Sekitar pukul 00.30, dalam keheningan malam itu terdengar sayup2 suara pintu kamar Mega terbuka. Perlahan tanpa suara aku berjalan keluar, rupanya Mega sedang ke kamar mandi mungkin terbangun karena pengen buang air kecil. Tiba2 muncul ide gila, diam2 aku masuk ke kamar Mega yang gak dikunci, lalu masuk ke kolong tempat tidurnya. Sekitar 2 menit kemudian Mega masuk, lalu mengunci pintu kamar. Aku melihat kaki Mega sebatas betisnya yang kuning langsat melangkah menuju tempat tidur.

    Mega membanting tubuhnya ke atas kasur hingga hidungku terbentur bagian bawah kasur, aku memaki dalam hati. Setelah menunggu sekitar 20 menit, aku mulai mendengar suara nafas yang teratur, ia sudah terlelap.. Perlahan aku merangkak keluar dari kolong tempat tidur itu. Begitu berdiri dadaku langsung berdegup kencang.. Mega terbaring lelap dengan hanya mengenakan bra.. Pelan2 aku menarik selimut kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya.. celana dalam berwarna hitam menutupi gundukan daging diselangkangannya..

    Aku mendekatkan wajah ke arah kemaluannya.. menciumnya lembut.. Kemaluanku langsung menggeliat.. Sudah 10 hari sejak kejadian itu, aku benar2 seperti keranjingan, menelusuri tubuh setengah telanjang Mega dalam cahaya lampu yang agak redup.. menyentuh kulit perutnya dengan punggung tanganku, lalu jari tanganku dengan lembut menekan bagian daging kemaluannya.. Terasa belahan bibir vaginanya hangat dan… Ahh, kemaluanku sudah tak bisa diajak kompromi.. tegang mengeras gak tahan ingin memasuki tubuh gadis kecil ini, merasakan nikmatnya kemaluan sempit yang membuatku tergila2.

    Aku melepas celana dalamku hingga kemaluanku tegak mengacung.. lalu dengan sangat perlahan memeluk Mega.. Untuk sesaat Mega tak bergeming, aku menempelkan batang kemaluanku di pahanya.. menekannya sedikit membuat gairahku semakin menggila.. Aku merangkul tubuhnya, lalu mencium lehernya.. dan saat itu juga Mega terbangun, hampir menjerit kalo aku gak segera menutup mulutnya dengan tanganku.. ”Ssst, jangan berisik.. nanti ibu bangunn..!” Mega terdiam, tubuhnya terasa tegang.. aku mempererat pelukanku.. ” Megaa…. aku kangeeenn…..!” Mega diam tak menjawab… Sebelah lenganku berada di bawah lehernya, memeluknya, menciumi pundaknya… Mega memberontak.. menggeliat.. Aku menarik tubuhnya dan langsung menindihnya.

    Mega menatapku nanar… ”Jangann pak.. Mega takutt…” Setelah yakin bahwa ia tak akan berteriak, aku turun dari tempat tidurnya, mematikan lampu hingga ruangan itu menjadi gelap gulita.. lalu kembali menaiki tempat tidur Mega. Aku kembali menindih tubuh Mega yang setengah telanjang.. Menciumi pundak, leher, hingga daun telinga Mega.. Nyaris tak bisa melihat apapun dalam kegelapan, aku menguasai tubuh Mega.. menjelajahinya, merabanya, mengelusnya.. meremasnya…

    Mega tak sanggup memberi perlawana yang berarti, karena ia terlalu takut untuk berteriak.. dan sepertinya ia sudah mulai terpengaruh dengan apa yang kulakukan pada dirinya.. Aku menarik bra nya turun.. lalu mulai melahap payudaranya dengan rakus… suara desahan Mega membuat darahku serasa mendidih terbakar nafsu.. Lidahku mempermainkan puting sebelah kiri, sementara tanganku meremas remas payuda** kanannya.

    Tak lama, aku berhasil menarik lepas celana dalamnya hingga saat itu, Mega gadis kecil itu.. telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, dalam kegelapan kamar tidurnya, sepenuhnya dalam kekuasaan nafsuku… Mega mendesah saat kedua tanganku memilin kedua putingnya, menciumi perutnya.. terus turun hingga hidungku menyentuh bulu halus kemaluannya..

    Lidahku menyentuh tonjolan kecil yg terselip disela kemaluannya, Mega menggelinjang.. Aku menggerakkan lidahku lebih cepat, terdengar Mega merintih pelan.. Aku semakin menggila dikuasai oleh nafsu yang semakin membludak.. Lidahku sesekali menjulur ke dalam lubang kemaluannya, menjilati rasa asin cairan kemaluan Mega.. Setelah sekitar 15 menit aku menjilati clitorisnya, aku merasakan tangan Mega menarik rambutku.. ia mendorong tubuhku ke atas… “Ya tuhan, ia menginginkanku sekarang.”.

    Aku sedikit gemetar saat memposisikan tubuhku diatas tubuh telanjang Mega.. Kemaluanku terasa begitu keras mengacung oleh gairah… Dalam kegelapan aku membuka lebar pahanya, menyadari tak ada lagi penolakan dari gadis kecil ini.. Ibu jari tangan kananku bergerak pelan merangsang clitorisnya saat kepala kemaluanku menempel di bibir kemaluan Mega yg udah basah.. Dengan sedikit menekan aku merasakan kepala kemaluanku memasuki lubang nikmat yang masih sangat sempit itu.. Desahan nafas Mega terdengar serak, “aa..akhh….” saat kemaluanku yang cukup besar memasuki tubuhnya.

    Aku terus menekannya dalam dalam, merasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding vaginanya.. selama beberapa detik aku tak menggerakan pinggulku.. hanya merasakan jepitan kemaluannya yg mengalirkan sensasi luarbiasa ke sekujur tubuhku.. lalu perlahan, sambil mencium puting payudaranya, aku mulai bergerak…. Kedua tangan Mega mencengkram kepalaku, ia merintih.. pelan.. tapi membuatku semakin bernafsu.

    Kemaluanku bergerak semakin cepat, menerobos keluar masuk dalam irama yang teratur… Aku mendekap tubuh Mega erat, keringat mulai membasahi tubuh kami, saat genjotanku semakin cepat.. aku menciumi lehernya, menjilati telinganya.. Sesekali suara Mega terdengar seperti isak tangis, tapi sesaat kemudian ia merintih… mendesah… Aku seperti tenggelam dalam lautan kenikmatan, melupakan sekelilingku.. Melupakan istriku yang sedang terlelap di kamar tidur kami.. Seluruh panca inderaku hanya merasakan apa yang sedang terjadi di atas tempat tidur kecil ini..

    Setelah beberapa lama, aku semakin menggila.. menggenjot kemaluanku lebih keras dan lebih cepat… seperti kesetanan menyetubuhi tubuh gadis kecil itu, melupakan kenyataan bahwa tubuhnya belum terbiasa dengan kemaluanku yang berukuran cukup besar, saat ini begitu tegang mengeras mengocok2 kemaluannya.. Mega menjerit lirih, mencengkram leherku… “ssakki.iittth..!” Aku terengah2, mataku mulai terbiasa dalam gelap… menatap tubuh kecil itu begitu indah.

    Aku melahap payudaranya dengan rakus, mempermainkan putingnya dengan lidah.. “h…hh.. akh…” Suara rintihan Mega tiba2 saja membuatku bergetar.. tubuhku seperti dialiri listrik.. mengalir dari ujung kaki merayapi paha, pantat dan selangkanganku… Rasanya aku tak tahan lagi menahan dorongan kenikmatan ini lebih lama lagi… Aghhh..hh…. Berusaha untuk menunda puncak kenikmatanku, aku berhenti menyetubuhinya, lalu berbaring di sebelah Mega.. Aku menarik nafas panjang berusaha mengatur nafasku yang terengah engah..

    Mega memelukku, lalu kami berpelukan erat seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.. Aku menuntun tangan kecil Mega untuk menyentuh kemaluanku.. Awalnya ia hanya meremas2 batang kemaluanku dengan ragu2, tapi beberapa saat kemudian ia mulai mengocoknya dengan cepat.. Ahh… aku meremas payudaranya sambil sesekali mempermainkan putingnya… Mega tiba2 memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.. augh… ia mulai mengisap kemaluanku dengan bernafsu sambil meremas2 biji zakarku.. Rupanya Mega sudah dikuasai oleh nafsu berahinya, karena sifat malu2nya hilang saat ini, berganti dengan sikap agresif mengocok dan meremas kemaluanku.. menjilati biji zakarku Akhhh.

    Jantungku berdegup semakin kencang ketika Mega menaiki tubuhku.. ia menindihku, menciumi perutku, menjilati puting susuku.. lalu… ia mengarahkan kepala kemaluanku ke selangkangannya.. “aakhhhh…..hh…” Mega merintih saat kemaluanku kembali memasuki lubang senpit kemaluannya, ia mulai bergerak pelan naik turun.. Kepalanya rebah di dadaku, payudaranya menempel di perutku.. hanya bagian pinggulnya yang bergerak naik turun.. Aku merasakan sensasi yang lain.. Aku hanya berbaring terlentang, sementara Mega bergerak di atas selangkanganku.. kemaluannya ketat menjepit batang kemaluanku, mengurutnya dengan sempurna.

    Mega bergerak semakin cepat, menimbulkan suara kecipak yang erotis.. Aku mengangkat tubuhku hingga duduk, kedua tangan Mega melingkari leherku.. Kami mulai berciuman, lidah saling berbelit.. Mega menciumku dengan sangat bernafsu, lidahnya seperti menari dalam mulutku.. Aku mulai merasakan getaran kenikmatan itu semakin menggila.. “Aaghhh..hhh….!” Mega mempercepat gerakan pinggulnya, mengurut batang kemaluanku lebih cepat, lebih ketat…… dan……. “AAAaaa…ghhh…” Kedua tanganku mencengkram pantat Mega, meremasnya… lalu, sambil menggeram panjang.. aku meledak dalam kenikmatan yang luarbiasa..

    Mega menciumi leherku, menggenjot kemaluanku dengan cepat.. Aku kelojotan dalam pelukan Mega, ia memutar pinggulnya, menekan kemaluannya hingga kemaluanku seperti menembus tubuhnya… Mega memelukku erat, membenamkan wajahku di sela2 payudaranya yang kenyal dan padat… lalu mencium keningku… Hugel (Hubungan gelapku)dengan Mega terus berlanjut hingga saat ini…Yahh semoga.

  • Cerita Sex Malam Pertama Susah Di Lupakan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Malam Pertama Susah Di Lupakan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1854 views

    139.99.33.211 Menayangkan Hiburan Berupa| Cerita Sex Terbaru | Cerita Sex Abg | Cerita Sex Sedarah | Cerita Sex Selingkuh | Cerita Sex Tante | Yang Di Posting Kali Ini “Cerita Sex Malam Pertama Susah Di Lupakan”

    Perawanku – Wangi melati harum semerbak sampai ke setiap sudut kamar pengantin yang dihias berwarna dominan merah jambu. Dan, di sisiku terbaring gadis yang amat sangat kucintai, berbalut daster tipis yang juga berwarna merah jambu. Matanya yang indah dan bening menatapku penuh rasa cinta, sementara jemarinya yang halus membelai lembut tanganku yang sedang memeluknya. Kulitnya tidak terlalu putih, tetapi halus dan mulus. Dia, yang kukenal saat sama-sama duduk di bangku kuliah, yang menjadi incaran para pemuda di kampus, sekarang telah resmi menjadi istriku.

    Malam ini adalah malam pertama kami sah untuk sekamar dan seranjang. Tidak ada lagi rasa takut atau khawatir dipergoki orang, tidak ada lagi rasa terburu-buru, dan juga tidak ada lagi rasa berdosa seperti yang kami rasakan dan alami selama berpacaran. Masa pacaran kami memang tidak terlalu “bersih”, saling cium, saling raba bahkan sampai ke tingkat Heavy Petting sering kami lakukan. Tapi, dengan penuh rasa sayang dan tanggungjawab, aku berhasil mempertahankan kesuciannya sampai saat ini. Aku bangga akan hal itu.

    Suasana yang romantis ditambah dengan sejuknya hembusan AC sungguh membangkitkan nafsu. Kupeluk dia, kukecup keningnya lalu kuajak dia untuk berdoa pada Yang Maha Kuasa seperti pesan mertua laki-lakiku tadi. Andaikan apa yang kami lakukan malam ini menumbuhkan benih dalam rahim, lindungi dan hindarilah dia dari godaan setan yang terkutuk.

    Dari kening, ciumanku turun ke alis matanya yang hitam lebat teratur, ke hidung dan sampai ke bibirnya. Ciuman kami semakin lama semakin bergelora, dua lidah saling berkait diikuti dengan desahan nafas yang semakin memburu. Tanganku yang tadinya memeluk punggungnya, mulai menjalar ke depan, perlahan menuju ke payudaranya yang cukup besar. Sungguh pintar dia ini memilih daster yang berkancing di depan dan hanya 4 buah, mudah bagi tanganku untuk membukanya tanpa harus melihat. Tidak lama kemudian kaitan BH-nya berhasil dilepaskan oleh tanganku yang sudah cukup terlatih ini. Kedua bukit kembar dengan puncaknya yang coklat kemerahan tersembul dengan sangat indah. Daster dan BH itupun segera terlempar ke lantai.

    Sementara itu, dia juga telah berhasil membuka kancing piyamaku, melepas singlet dan juga celana panjangku. Hanya tinggal celana dalam masing-masing yang masih memisahkan tubuh telanjang kami berdua.

    Kulepaskan ciumanku dari bibirnya, menjalar ke arah telinga, lalu kubisikkan kata-kata cinta padanya. Dia tersenyum dan menatapku sambil berkata bahwa dia juga amat mencintaiku. Kulanjutkan ciumanku ke lehernya, turun ke dadanya, lalu dengan amat perlahan, dengan lidah kudaki bukit indah itu sampai ke puncaknya. Kujilati dan kukulum puting susunya yang sudah mengacung keras. dia mulai mendesah dan meracau tidak jelas. Sempat kulihat matanya terpejam dan bibirnya yang merah indah itu sedikit merekah. Sungguh merangsang. Tanganku mengelus, meremas dan memilin puting di puncak bukit satunya lagi. Aku tidak ingin buru-buru, aku ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Berpindah dari satu sisi ke sisi satunya, diselingi dengan ciuman ke bibirnya lagi, membuatnya mulai berkeringat. Tangannya semakin liar mengacak-acak rambutku, bahkan kadang-kadang menarik dan menjambaknya, yang membuat nafsuku semakin bergelora.Dengan berbaring menyamping berhadapan, kulepaskan celana dalamnya. Satu-satunya kain yang masih tersisa. Perlakuan yang sama kuterima darinya, membuat kemaluanku yang sudah sedemikian kerasnya mengacung gagah. Kubelai kakinya sejauh tanganku bisa menjangkau, perlahan naik ke paha. Berputar-putar, berpindah dari kiri ke kanan, sambil sekali-sekali seakan tidak sengaja menyentuh gundukan berbulu yang tidak terlalu lebat tapi terawat teratur. Sementara dia rupanya sudah tidak sabar, dibelai dan digenggamnya kemaluanku, digerakkan tangannya maju mundur. Nikmat sekali. Walaupun hal itu sudah sering kurasakan dalam kencan-kencan liar kami selama berpacaran, tetapi kali ini rasanya lain. Pikiran dan konsentrasiku tidak lagi terpecah.

    Melalui paha sebelah dalam, perlahan tanganku naik ke atas, menuju ke kemaluannya. Begitu tersentuh, desahan nafasnya semakin keras, dan semakin memburu. Perlahan kubelai rambut kemaluannya, lalu jari tengahku mulai menguak ke tengah. Kubelai dan kuputar-putar tonjolan daging sebesar kacang tanah yang sudah sangat licin dan basah. Tubuh dia mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas dan ke bawah. Keringatnya semakin deras keluar dari tubuhnya yang wangi. Ciumannya semakin ganas, dan mulai menggigit lidahku yang masih berada dalam mulutnya. Sementara tangannya semakin ganas bermain di kemaluanku, maju-mundur dengan cepat. Tubuhnya mengejang dan melengkung, kemudian terhempas ke tempat tidur disertai erangan panjang. Orgasme yang pertama telah berhasil kupersembahkan untuknya.

    Dipeluknya aku dengan keras sambil berbisik,
    “Ohh, nikmat sekali. terima kasih sayang.”
    Aku tidak ingin istirahat berlama-lama. Segera kutindih tubuhnya, lalu dengan perlahan kuciumi dia dari kening, ke bawah, ke bawah, dan terus ke bawah. Deru nafasnya kembali terdengar disertai rintihan panjang begitu lidahku mulai menguak kewanitaannya. Cairan vagina ditambah dengan air liurku membuat lubang hangat itu semakin basah. Kumainkan klitorisnya dengan lidah, sambil kedua tanganku meremas-remas pantatnya yang padat berisi. Tangannya kembali mengacak-acak rambutku, dan sesekali kukunya yang tidak terlalu panjang menancap di kepalaku. Ngilu tapi nikmat rasanya. Kepalanya terangkat lalu terbanting kembali ke atas bantal menahan kenikmatan yang amat sangat. Perutnya terlihat naik turun dengan cepat, sementara kedua kakinya memelukku dengan kuat.

    Beberapa saat kemudian, ditariknya kepalaku, kemudian diciumnya aku dengan gemas. Kutatap matanya dalam-dalam sambil meminta ijin dalam hati untuk menunaikan tugasku sebagai suami. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Sambil tersenyum sangat manis, dianggukkannya kepalanya.Perlahan, dengan tangan kuarahkan kemaluanku menuju ke kewanitaannya. Kugosok-gosok sedikit, kemudian dengan amat perlahan, kutekan dan kudorong masuk. dia merintih keras, dan karena mungkin kesakitan, tangannya mendorong bahuku sehingga tubuhku terdorong ke bawah. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya. Aku tidak tega, aku kasihan! Kupeluk dan kuciumi dia. Hilang sudah nafsuku saat itu juga.Setelah beristirahat beberapa lama, kucoba memulainya lagi, dan lagi-lagi gagal. Aku sangat mencintainya sehingga aku tidak tega untuk menyakitinya.
    Malam itu kami tidur berpelukan dengan tubuh masih telanjang. Dia meminta maaf, dan dengan tulus dan penuh kerelaan dia kumaafkan. Malam itu kami berdiskusi mengenai perkosaan. Kalau hubungan yang didasari oleh kerelaan dan rasa sayang saja susah, agak tidak masuk diakal bila seorang wanita diperkosa oleh seorang pria tanpa membuat wanita itu tidak sadarkan diri. Bukankah si wanita pasti berontak dengan sekuat tenaga?

    Cerita Sex Malam Pertama malam 2  – Jam 10 malam kami berdua masuk kamar bergandengan mesra, diikuti oleh beberapa pasang mata dan olok-olok Saudara-Saudara Iparku. Tidak ada rasa jengah atau malu, seperti yang kami alami pada waktu mata Receptionist Hotel mengikuti langkah-langkah saat kami pacaran dulu. Olok-olok dan sindiran-sindiran yang mengarah dari mulut Saudara-Saudara Iparku, kutanggapi dengan senang dan bahagia.

    Siang tadi, kami berdua membeli buku mengenai Seks dan Perkawinan, yang di dalamnya terdapat gambar anatomi tubuh pria dan wanita. Sambil berpelukan bersandar di tempat tidur, kami baca buku itu halaman demi halaman, terutama yang berkaitan dengan hubungan Seks. Sampai pada halaman mengenai Anatomi, kami sepakat untuk membuka baju masing-masing. Giliran pertama, dia membandingkan kemaluanku dengan gambar yang ada di buku. Walau belum disentuh, kemaluanku sudah menggembung besar dan keras. dia mengelus dan membolak balik “benda” itu sambil memperhatikannya dengan seksama. Hampir saja dia memasukkan dan mengulumnya karena tidak tahan dan gemas, tapi kutahan dan kularang. Aku belum mendapat giliran.

    Kemudian, kuminta dia berbaring telentang di tempat tidur, menarik lututnya sambil sedikit mengangkang. Mulanya dia tidak mau dan malu, tapi setelah kucium mesra, akhirnya menyerah. Aku mengambil posisi telungkup di bawahnya, muka dan mataku persis di atas vaginanya. Terlihat bagian dalamnya yang merah darah, sungguh merangsang. Dengan dua jari, kubuka dan kuperhatikan bagian-bagiannya. Seumur hidupku, baru kali ini aku melihat kemaluan seorang wanita dengan jelas. Walaupun sering melakukan oral, tapi belum pernah melihat apalagi memerhatikannya karena selalu kulakukan dengan mata tertutup. Aku baru tahu bahwa klitoris bentuknya tidak bulat, tetapi agak memanjang. Aku bisa mengidentifikasi mana yang disebut Labia Mayor, Labia Minor, Lubang Kemih, Lubang Senggama, dan yang membuatku merasa sangat beruntung, aku bisa melihat apa yang dinamakan Selaput Dara, benda yang berhasil kujaga utuh selama 10 tahun. Jauh dari bayanganku selama ini. Selaput itu ternyata tidak bening, tetapi berwarna sama dengan lainnya, merah darah. Ditengahnya ada lubang kecil. Sayang aku tidak ingat lagi, seperti apa bentuk lubang tersebut.

    Tidak tahan berlama-lama, segera kulempar buku itu ke lantai, dan mulai kuciumi kemaluan dia itu. Kumainkan klitorisnya dengan lidahku yang basah, hangat dan kasar, hingga membuat dia kembali mengejang, merintih dan mendesah. Kedua kakinya menjepit kepalaku dengan erat, seakan tidak rela untuk melepaskannya lagi. Kupilin, kusedot, dan kumain-mainkan benda kecil itu dengan lidah dan mulutku. Berdasarkan teori-teori yang kuperoleh dari Buku, Majalah maupun VCD Porno, salah satu pemicu orgasme wanita adalah klitorisnya. Inilah saatnya aku mempraktekkan apa yang selama ini hanya jadi teori semata.

    Dia semakin liar, bahkan sampai terduduk menahan kenikmatan yang amat sangat. Dia lalu menarik pinggulku, sehingga posisi kami menjadi berbaring menyamping berhadapan, tetapi terbalik. Kepalaku berada di depan kemaluannya, sementara dia dengan rakusnya telah melahap dan mengulum kemaluanku yang sudah sangat keras dan besar. Nikmat tiada tara. Tapi, aku kesulitan untuk melakukan oral terhadapnya dalam posisi seperti ini. Jadi kuminta dia telentang di tempat tidur, aku naik ke atas tubuhnya, tetap dalam posisi terbalik. Kami pernah beberapa kali melakukan hal yang sama dulu, tetapi rasa yang ditimbulkan jauh berbeda. Hampir bobol pertahananku menerima jilatan dan elusan lidahnya yang hangat dan kasar itu. Apalagi bila dia memasukkan kemaluanku ke mulutnya seperti akan menelannya, kemudian bergumam. Getaran pita suaranya seakan menggelitik ujung kemaluanku. Bukan main nikmatnya.

    Karena hampir tidak tertahankan lagi, aku segera mengubah posisi. Muka kami berhadapan, kembali kutatap matanya yang sangat indah itu. Kubisikkan bahwa aku sangat menyayanginya, dan aku juga bertanya apakah kira-kira dia akan tahan kali ini. Setelah mencium bibirku dengan gemas, dia memintaku untuk melakukannya pelan-pelan.

    Kutuntun kemaluanku menuju vaginanya. Berdasarkan gambar dan apa yang telah kuperhatikan tadi, aku tahu di mana kira-kira letak Liang Senggamanya. Kucium dia, sambil kuturunkan pinggulku pelan-pelan. Dia merintih tertahan, tapi kali ini tangannya tidak lagi mendorong bahuku. Kuangkat lagi pinggulku sedikit, sambil bertanya apakah terasa sangat sakit. Dengan isyarat gelengan kepala, kutahu bahwa dia juga sangat menginginkannya. Setelah kuminta dia untuk menahan sakit sedikit, dengan perlahan tapi pasti kutekan pinggulku, kumasukkan kemaluanku itu sedikit demi sedikit. Kepalanya terangkat ke atas menahan sakit. Kuhentikan usahaku, sambil kutatap lagi matanya. Ada titik air mata di sudut matanya, tetapi sambil tersenyum dia menganggukkan kepalanya. Kuangkat sedikit, kemudian dengan sedikit tekanan, kudorong dengan kuat. Dia mengerang keras sambil menggigit kuat bahuku. Kelak, bekas gigitan itu baru hilang setelah beberapa hari. Akhirnya, seluruh batang kemaluanku berhasil masuk ke dalam lubang vagina dia tercinta. Aku bangga dan bahagia telah berhasil melakukan tugasku. Kucium dia dengan mesra, dan kuseka butir air mata yang mengalir dari matanya. Dia membuka matanya, dan aku dapat melihat bahwa dibalik kesakitannya, dia juga sangat bahagia.

    Perlahan kutarik kemaluanku keluar, kutekan lagi, kutarik lagi, begitu terus berulang-ulang. Setiap kutekan masuk, dia mendesah, dan kali ini, bukan lagi suara dari rasa sakit. Kurasa, dia sudah mulai dapat menikmatinya. Permukaan lembut dan hangat dalam liang itu seperti membelai dan mengurut kemaluanku. Rasa nikmat tiada tara, yang baru kali ini kurasakan. Aku memang belum pernah bersenggama dalam arti sesungguhnya sebelum ini. Butir-butir keringat mulai membasahi tubuh telanjang kami berdua. Nafsu birahi yang telah lama tertahan terpuaskan lepas saat ini. Kepala dia mulai membanting ke kiri dan ke kanan, diiringi rintihan dan desahan yang membuat nafsuku semakin bergelora. Tangannya memeluk erat tubuhku, sambil sekali-sekali kukunya menancap di punggungku. Desakan demi desakan tidak tertahankan lagi, dan sambil menancapkan batang kemaluanku dalam-dalam, kusemburkan sperma sebanyak-banyaknya ke dalam rahim dia. Aku kalah kali ini.

    Kupeluk dan kuciumi wajah dia yang basah oleh keringat, sambil berucap terima kasih. Matanya yang bening indah menatapku bahagia, dan sambil tersenyum dia berkata, “sama-sama.” Kutitipkan padanya untuk menjaga baik-baik anak kami, bila benih itu tumbuh nanti. Kami baru sadar bahwa kami lupa berdoa sebelumnya, tapi mudah-mudahan Yang Maha Esa selalu melindungi benih yang akan tumbuh itu.

    Seprai merah jambu sekarang bernoda darah. Mungkin karena selaput dara dia cukup tebal, noda darahnya cukup banyak, hingga menembus ke kasur. Akan menjadi kenang-kenangan kami selamanya.

    Malam itu kami hampir tidak tidur. Setelah beristirahat beberapa saat, kami melakukannya lagi, lagi dan lagi. Entah berapa kali, tapi yang pasti, pada hubungan yang ke dua setelah tertembusnya selaput dara itu, aku berhasil membawa dia orgasme, bahkan lebih dari satu kali. Aku yang sudah kehilangan banyak sperma, menjadi sangat kuat dan tahan lama, sehingga akhirnya dia menyerah kalah dan tergeletak dalam kenikmatan dan kelelahan yang amat sangat.

    Saat ini, kami telah memiliki 3 orang anak yang lucu-lucu. Tapi gairah dan nafsu seperti tidak pernah padam. Dalam usia kami yang mendekati 40 tahun, kami masih sanggup melakukannya 2-3 kali seminggu, bahkan tidak jarang, lebih dari satu kali dalam semalam.Nafsu yang didasari oleh cinta, memang tidak pernah padam. Aku sangat mencintai dia, begitupun yang kurasakan dari dia.

    Cerita Sex,Cerita Sex Terbaru,Cerita Sex Hot,Cerita Mesum,Cerita Sex Dewasa,Cerita Tante,Cerita Sex Bergambar,Cerita Sex Malam Pertama Sangat Bergairah

  • Gairah Di Pesawat Terbang – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Gairah Di Pesawat Terbang – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1853 views

    Perawanku – “Ladies and gentlemen welcome aboard flight SQ318 destination Los Angeles from Taipei. We will stop in Hawaii for a few moment to refill our fuel and continue to Los Angeles. The flight to Hawaii will take seven hours. So sit down and enjoy our flight entertainment. Dinner will be served at seven pm Taiwan time.”Sekali lagi aku menguap.
    Perjalanan ini pasti membosankan pikirku. Aku melirik penumpang yang duduk di sebelahku. Wanita yang duduk di sebelahku cantik sekali. Kulitnya putih mulus, mukanya manis. Rambutnya dipotong pendek. Mukanya mengingatkanku akan sebuah karakter dalam kartun Jepang Amy dalam film Sailormoon. Mataku mulai berkeliaran, dadanya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tapi kelihatan ketat dan tidak menunjukkan kekenduran sedikitpun. Bajunya putih ketat terbuat dari bahan yang elastis menunjukan lekukan tubuhnya yang sempurna. Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk sungguh aduhai.
    Tak kusadari dia melihat ke arahku. “Kok ngeliatin kayak gitu sih Mas?” Mukaku langsung merah padam menanggung malu. Aku gelagapan bilang, “Maaf Non habis kamunya cakep sih.”
    Di luar dugaan dia cuma tersenyum kecil. Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, “Nama saya Annie, nama kamu siapa?” aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, “Eh.. nama saya Jonathan.” Tangannya lembut sekali. Pikiranku mulai ngeres. Wah enak sekali kalau yang dipegang itu kemaluanku.
    “Kok jabat tangannya nggak lepas-lepas sih?” aku tersentak lagi dan minta maaf. Aku mengambil majalah dan mulai membacanya untuk menutupi mukaku yang mulai merah menahan malu. Aku memang boleh dibilang jarang ada pacar walaupun aku boleh dibilang lumayan. Kalau masalah seks, aku sih personal experience masih belum ada, cuma masturbasi saja pernahnya. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.
    “Eh kamu pernah sekolah di SMP **** (edited) bukan?” tanyanya secara tiba-tiba.
    “Kamu kok tahu?”
    “Tadi waktu ngeliat kamu rasanya aku pernah ngeliat kamu sih, apa lagi ngedenger nama kamu. Aku dulu pernah sekelas sama kamu.”
    “Tapi rasanya nggak ada yang namanya Annie di kelasku.”
    “Waktu itu aku belum ganti nama, waktu itu namaku Li Ruyin, inget nggak?”
    Aku seperti tersentak saja, si Li Ruyin itu pacar impianku, biarpun badannya tidak perfect tapi cantik sekali. Tapi cewek yang di depan mataku ini kelihatannya lain sekali, jauh lebih cantik. “Oh kamu toh, gila, kamu beda banget. Kamu dulu kayak anak kecil saja, sekarang kayak bidadari saja,” timpalku.
    Dia cuma tersipu saja, kemudian kami pun mulai menceritakan keadaan masing-masing. Ternyata setelah lulus SMP, dia pergi ke Kanada untuk belajar di sana. Dari Kanada, dia berjalan-jalan ke Taiwan dan dalam perjalanan balik ke Kanada tapi bakal tinggal di L.A untuk sementara. Sementara di Kanada, dia tidak ada cowok, katanya sih tidak ada yang mengejar dia. Gila, pikirku, cewek cakep, body perfect seperti dia tidak ada yang mengejar.
    Akhirnya makan malam pun mulai dihidangkan. Sebagai penumpang First Class, kami ditawari bermacam jenis arak dan anggur. “Whisky please,” ucapku kepada sang pramugari. Dia menuangkan segelas Whisky. Annie ternyata memilih untuk minum Brandy. Sewaktu makan malam dihidangkan, lampu mulai diredupkan. Tiba-tiba saja aku ada rasa untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya yang tak tersampaikan sewaktu di Surabaya.
    “Yin, aku mau tanya nih tapi kamu jangan kaget ya…”
    Sambil tetap mengunyah dia menoleh ke arahku dan mengangguk.
    “Yin, aku waktu di **** (edited) dulu udah mulai suka sama kamu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian.”
    “Jon, kamu mah gombal,” jawabnya sambil meminum Whisky-nya.
    “Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana?”
    “Tergantung,” jawabnya polos.

    Aku tidak banyak tanya lagi, kata “tergantung” sudah membuatku hilang semangat dan putus asa. Akhirnya piring kami diambil kembali dan waktu telah agak malam dan aku sudah kepingin tidur. Aku minta selimut kepada pramugari pesawat itu dan Annie pun juga minta selimut. Tapi pramugarinya kembali dan memberitahu kalau selimutnya tinggal satu saja tapi selimut ini cukup untuk dua orang.
    Akhirnya aku dan Annie share selimut itu dan tempat menaruh tangan di tengah kuangkat. Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Annie. Bagiku kata “tergantung” adalah sebuah tolakan halus yang menyakitkan. Pernah aku menunggu jawaban seorang cewek yang memberi kata “tergantung” tetapi ternyata dia sudah punya pacar. Tiba-tiba saja aku merasakan kepala Annie di pundakku, rupanya dia tertidur dan tidak sengaja. Aku tatap wajahnya yang manis dan cakep itu. Bibir imutnya seakan menggodaku untuk menciumnya. Tetapi aku berhasil menahan nafsuku dan mulai membetulkan dudukku.
    Aku menoleh lagi, seakan aku ingin sekali melihati dia terus. Akhirnya tanpa peduli resiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diduga, lidahnya mulai menerobos bibirku dan akhirnya lidah kami berduel di dalam mulut kami. Tangannya menarikku supaya lebih dekat. Akhirnya kami beristirahat untuk mengambil nafas.
    “Yin, apa sih maksudmu ‘tergantung’?”
    “Maksudku, tergantung kamu mau nggak ngejar aku. Kalau kamu mau, sih aku terima saja.”
    Aku tercengang, ternyata tadi dia cuma main hard-to-get. Kucium dia sekali lagi tapi kali ini aku mulai ciumi juga lehernya dan kupingnya. Tanganku juga mulai masuk ke dalam bajunya yang ketat itu. Akhirnya tanganku mulai menyentuh bagian dasar payudaranya, dengan satu gerakan mulus, tanganku mulai menggenggam payudaranya yang lentur itu. Pentilnya yang sudah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Dia cuma mendesah kecil. Dia melepas ciuman kami dan di bawah selimut yang hangat itu dia melepaskan kaos dan BH-nya. Penumpang lain sudah tidur dan kami duduk di kursi paling belakang, sehingga tidak ada yang dapat melihat ataupun menduga apa yang kami lakukan.
    Setelah itu kami pun mulai melanjutkan permainan kami yang gila ini. Tanganku mulai meraba masuk celananya tak dapat dikira, ternyata dia tidak memakai celana dalam. Tanganku mulai menelusuri “hutan” kemaluannya dan akhirnya menemukan klitorisnya yang juga telah berdiri seperti pentil payudaranya. Sewaktu tanganku menyentuh klitorisnya, dia bergetar sedikit. Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku sibuk bermain dengan klitoris dan liang kemaluannya. Desahannya mulai agak cepat dan aku mulai takut ketahuan dan tertangkap.
    Jadi kucium dia sambil tanganku tetap bermain di kemaluannya. Akhirnya dia mendapat klimaks dan jeritannya cuma terdengar dalam mulutku. Ledakan klimaksnya sangat dahsyat dan tanganku dibanjiri oleh air bah klimaksnya seolah-olah seperti bendungan pecah keluar dari liang kemaluannya. Celananya kini pun telah basah oleh air klimaksnya.
    Tanganku yang untuk pertama kalinya bermain dengan kemaluan cewek ini mulai pegal. Akhirnya kubetulkan posisi dudukku dan kupeluk dia. Dia memakai kembali kaosnya dan bersandar pada dadaku. “Jon, kamu belum puas kan, aku puasin yah?” Aku mulai gelagapan, jangan-jangan si Annie mau main di pesawat. Aku tidak mau menanggung malu kalau ketahuan orang-orang, jadi aku bilang, “Yin, kamu keliatannya capek, kamu istirahat saja, kamu kalau mau puasin aku boleh saja tapi nanti saja.”
    Akhirnya pesawat kami tiba di Honolulu, Hawaii untuk mengisi bahan bakar. Kami diperbolehkan menunggu di dalam pesawat ataupun turun pesawat dan melihat-lihat keadaan Hawaii dari ruang tunggu. Aku dan Annie turun pesawat dan ke ruang tunggu. Kami punya 2 jam untuk jalan-jalan.
    “Yin, kita mau ngapain?” tanyaku sambil menggandeng tangannya bak sepasang kekasih.
    “Kamu maunya apa?” jawabnya sambil memberikan senyuman seribu arti.
    Waktu masuk, aku melihat ada iklan hotel dalam airport. Kuajukan saranku untuk beristirahat di dalam hotel. Annie setuju saja dan kami memesan satu kamar. Sesampai di kamar, aku langsung merebahkan diri di ranjang setelah melepas kaos dan sepatu serta kaos kakiku. Annie berdiri di depan ranjang dan menyalakan TV, acara yang ditayangkan adalah MTV. Dia berjalan pelan mendekati ranjang tanpa melepaskan kontak mata. Pinggulnya bergerak ke kiri dan kanan dengan seksinya. Dengan gerakan yang mulus, dia mulai berdansa dengan seksinya.

    Satu persatu pakaiannya dilepas hingga badannya tidak terbungkus sehelai kain pun. Batang kemaluanku sudah tegang dan keras seperti baja. Perlahan-lahan dia naik ke ranjang. Dengan kedua lututnya, dia menopang badannya dan dia mulai menunduk dan menyingkapkan selimut ranjang yang kupakai. Sabukku dilepasnya dan celanaku ditarik sampai ke lutut.
    Batang kemaluanku sudah sangat menonjol dan kepalanya keluar dari bagian atas celana dalamku. Kutendang celanaku ke lantai. Celana dalamku dipelorotnya dan mulutnya yang kecil itu mulai mengulum batang kemaluanku. Semua itu dilakukannya tanpa melepaskan kontak matanya dari mataku. Gerakan mulutnya yang naik turun diiringi dengan sedotannya yang keras sungguh membuat nafsuku meledak. Pinggulku, kugerakkan naik turun seirama dengan naik turun mulutnya.
    Kepalanya kupegang dan setiap kali kepalanya turun, kudorong kepalanya serendah mungkin agar seluruh batang kemaluanku ditelannya sedalam mungkin. Akhirnya klimaksku mulai mendaki naik dengan tajam, gerakan mulutnya pun mulai cepat dan hisapan-hisapannya semakin keras. “Yin, aku mau keluar nih, kalau kamu nggak lepasin entar aku bakal nyemprot di mulut kamu nih…” ucapku.
    Dia tidak menggubris peringatan yang kuberikan, bahkan gerakannya makin dipercepat. “Ohhh yesss… arghhh…” Aku menjerit keras. Aku seolah melayang di dimensi keempat dan kenikmatan yang kudapat tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata sewaktu aku menyemprotkan spermaku di dalam mulutnya yang mungil itu. Seluruh spermaku ditelannya dan batang kemaluanku dijilatinya agar tidak ada setetes sperma pun yang bakal tertinggal.
    Dia memandangku dan bertanya, “Gimana, aku hebat nggak?” Hebat? Apa saja yang dilakukannya sangat hebat dan mungkin dia penjilat kemaluan laki-laki yang terbaik di dunia. Aku tidak tahu berapa tahun dia latihan dan berapa batang kemaluan yang telah dia hisap.
    “Yin, aku nggak tahu gimana bilangnya, kamu bukan hebat lagi, kamu the best.”
    “Jon, aku tahu kamu cuma basa basi saja. Tadi itu pertama kali aku nyoba ngisep kontol orang loh…”
    “Yang bener saja, aku tidak percaya Yin. Masa aku cowok pertama yang kamu isep.”
    “Okay deh Jon, aku ceritain deh. Aku dulunya ada banyak cowok, tapi semua tidak cocok. Tiap kali aku sama cowok-cowokku yang dulu dating, kami sampai petting.”
    “Terus?”
    “Yah, waktu sampai heavy petting, kusuruh cowokku ‘ngisep aku’ tapi tidak ada yang mau. Jadi satu persatu aku putusin.”
    “Nah apa hubungannya sama kamu ‘ngisep aku’?”
    “Aku sayang sama kamu Jon, alasan kedua aku putusin cowok-cowokku yang dulu sebab aku tidak bisa ngelupain kamu. Aku masih inget waktu itu aku diganggu sama orang jahat di dekat Mal Galaxy, kamu ngebantu aku. Kalau nggak ada kamu aku nggak tahu bakalan gimana. Sejak waktu itu aku mulai suka sama kamu.”

    Hatiku mulai tersentuh dengan ucapannya itu. Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Ciumanku mulai menjalar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya. Tak berapa lama, ciumanku sampai ke buah dadanya. Sambil kucium dan kujilat pentil buah dadanya yang mulai keras dan tegak, tanganku menelusuri perutnya, hutannya dan akhirnya jariku masuk ke dalam liang kemaluannya. Dia mulai mendesah kecil.
    Tangannya mengelus kepalaku dan rambutku. Ciumanku mulai menurun ke bawah sampai ke liang kemaluannya. Klitorisnya yang telah berdiri tegak terlihat jelas. Kujilat sekali dan efeknya sangat dahsyat. Jeritan-jeritan kenikmatan mulai keluar dari mulutnya. Sambil jariku keluar masuk lubangnya yang sempit itu, kujilati klitorisnya dengan penuh semangat. Bau odor seks yang keluar dari kemaluannya terasa harum di hidungku, menambah semangatku. Jilatanku keras dan cepat. Irama sodokan jariku kupercepat dan kuperlambat, membuat Annie menggeliat dan menjerit keenakan.
    “Jon, kontolmu Jon, masukin donk…”
    “Yin, kamu udah pernah belum?”
    “Kok nanya sih? Pasti belum lah!”
    “Yin, pertama kali bakal sakit loh.”
    “Gini saja Yin, aku tiduran di ranjang and kamu mengangkang di atasku, terus kamu saja yang masukin agar kamu enak. Kalau gitu, semua kamu yang ngatur. Kalau sakit diem, kalau udah biasa masukin lagi.”
    “Suka-suka kamu deh.”
    Akhirnya dia pun mengangkang di atas batang kemaluanku dan berat badannya ditopang dengan lututnya. Perlahan-lahan dia menurunkan badannya. Tangannya memegang batang kemaluanku dan diarahkannya ke dalam liang kemaluannya. Liang kemaluannya sempit sekali. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku ditelan lubang kemaluannya. Kurasakan ada hambatan di depan batang kemaluanku, rupanya dia masih benar-benar perawan.
    “Yin, waktu hymen kamu pecah kamu pasti ngerasain sakit jadi kamu kerasin saja agar sekali langsung masuk.” Dia menurut anjuranku dan menggunakan seluruh berat badannya dan gravitasi, dia menurunkan badannya. Pada saat yang sama, kuangkat lututku untuk menopang badannya. Jeritannya menggema di dalam kamar yang kecil itu dan seprei ranjang diremasnya kuat-kuat.
    Kami beristirahat sebentar, agar liang kemaluannya bisa beradaptasi dengan adanya batang kemaluanku di dalam liang kemaluannya. Setelah kurang lebih 3 menit, kutidurkan dia di ranjang. Kedua kakinya di pundakku dan aku bertanya,
    “Yin, aku mulai ya?”
    “Iya Jon, tapi jangan sakiti aku.”
    “Tenang kalau sakit bilang saja, aku pasti stop.”

    Pinggulku mulai kugerakan maju mundur dan jariku bermain dengan klitorisnya. Irama sodokanku dimulai dengan irama yang pelan, dan irama itu terkadang kupercepat. Erangan kenikmatan menggema di dalam kamar. Annie telah klimaks dua kali selama irama ini kupermainkan. Akhirnya klimaksku pun telah mendekat. Iramanya kupercepat dan Annie pun mengikuti iramaku dan menarik tanganku agar batang kemaluanku bisa masuk sedalam mungkin.
    Pas sebelum aku klimaks, kurasakan dinding lubang kemaluan Annie mengeras dan mencengkeram batang kemaluanku dengan kuatnya dan dia pun mendapatkan klimaksnya sekali lagi. Tidak lebih dari dua detik, aku pun menyemprotkan spermaku di dalam liang kemaluannya.
    Badan kami penuh keringat dan aku pun berbaring di sebelah Annie. Kami kembali berpakaian dan bergegas menuju pesawat, sebab kami hanya ada sepuluh menit sebelum pesawatnya berangkat.
  • Kisah Ku Mendapatkan Kesempatan Bercinta Dengan Tante Ku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Ku Mendapatkan Kesempatan Bercinta Dengan Tante Ku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1853 views

    Perawanku – Aku Dan Tanteku, Tanteku itu orangnya lumayan menarik dengan postur tubuh setinggi 170 cm dengan ukuran dada 34B, berumur kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu aku suka sekali melihat tubuh mulus tanteku, secara tidak sengaja ketika dia sedang mandi karena memang di tempat kami kamar mandi pada saat itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang menjaWian tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai.

    Tak sampai di situ saja, kadang tanteku ini senang menggunakan pakaian tidur yg model terusan slim tanpa menggunakan bra & itu sering sekali kulihat saat di pagi hri. Terlebih saya sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan & itu otomatis diwaktu beliau menunduk menampakkan gunung kembarnya yg agak gede & montok. faktor ini dilakukan sebelum dirinya menyiapkan kebutuhan seWilah anaknya, jika om-ku rata rata tak ada di rumah lantaran sering bertugas diluar Wita selama 4 hri.

    Sempat saya melamunkan gimana rasanya seandainya saya melakukan persetubuhan dgn tanteku itu, tetapi hasilnya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil ber-onani. Rupanya anga-anganku itu bisa terkabul disaat saya sedang menumpang nonton Televisi di rumah tanteku pada siang hri di mana ke3 anaknya sedang seWilah & om-ku sedang bertugas ke luar Wita pada pagi harinya.

    Kejadian itu berlangsung disaat saya sedang melihat Televisi sendirian yg bersebelahan dgn warung tanteku. Kala itu saya mau mengambil roWik, saya langsung menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang posting sesuatu, barangkali menulis barang belanjaan yg dapat dibelanjakan kelak.

    “Tante, Awi mau ambil roWik, nanti Awi bayar belakangan ya!” sapaku terhadap tanteku.
    “Ambil saja, Wi!” balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yg tepat di belakangnya sambil meneruskan menulis dgn posisi membungkuk.

    Wiarenakan toples roWik ketengan yg bakal kuambil ada disebelah tanteku tidak dengan sengaja saya menyentuh buah dadanya yg kebetulan tidak dengan menggunakan BH.
    “Aduh! hati-hati dong kalau ingin mengambil roWik. Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri!” seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yg sebelah samping kirinya. Tapi lantaran tak menggunakan BH, terlihat dgn terang pentil susu tanteku yg cukup agung itu.

    “Maaf Tan, saya tak sengaja. Begini aja deh Tan, Awi ambilin minyak agar dada Tante tak sakit gimana!” tawarku pada tanteku.
    “Ya sudah, sana kamu ambil cepat!” ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya. Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika aku masuk kembali di dalam warung secara perlahan, aku melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang bagian atasnya saja.
    “Ini Tante, minyak urutnya!” sengaja aku berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan.

    Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan bagian atas bajunya yang masih menggelantung di bagian pinggangnya. Tampak gugup tanteku menerima minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan aku langsung menawarkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut. Pelan-pelan dengan seWiit memaksa aku berhasil membujuknya dan akhirnya aku dapat ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang. SeWiit demi seWiit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumemainkan jariku dari belakang menuju ke depan.

    Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui aksi nakalku.
    “Awi! kamu jangan nakal ya!” seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju. Mendapati kesempatan itu aku tidak menyia-nyiakan dan secara aktif aku mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu.
    “Ohh… oohh…” seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya.

    “Jangan… Awi… jang…” tante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan langsung dengan diriku. Kemudian dengan leluasa kumulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian aku mulai mencucupi kedua puting susunya secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya.

    Tidak sampai di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang. Ketika dia mendapatkannya secara perlahan, Awicok-Wicok batang kemaluanku secar perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil sikap jongWik namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk Wietahui, batang kemaluanku panjangnya kurang lebih 20 cm dengan diameter 3,5 cm. Tanteku rupanya seWiit terkejut dengan ukuran kemaluanku apalagi seWiit bengWik, namun dengan sigap tapi perlahan tanteku mulai mengulum kemaluanku secara perlahan dan semakin lama semakin cepat.

    “Ah… ah… ah… yak.. begitu… terus… terus…” erangku sambil memegangi kepala tanteku yang maju mundur mengulum batang kemaluanku. Kemudian karena aku sudah tidak tahan, tubuh tante kuangkat agar duduk di pinggir meja dimana tadi dia menulis, dan dengan seWiit gerakan paha tanteku kupaksa agar meregang. Rupanya tanteku masih mengenakan CD dan dengan perlahan kubuka CD-nya ke samping dan terlihatlah gundukan kemaluannya yang sudah basah. Secara perlahan kuciumi kemaluan tanteku dan kumain-mainkan klirotisnya.

    “Ah… ahhh.. Awi, Tante mau keluuuaarrr…” Beberapa saat kemudian rupanya tanteku akan mengalami orgasme, dia langsung memegangi kepalaku agar tetap di belahan kemaluannya dan kemudian mengeluarkan cairan surganya di mulutku,
    “Crettt… crett… cret…” mulutku sampai basah terkena cairan surga tanteku. Kemudian tanteku agak lemas namun masih kujilati kemaluannya yang akhirnya membangkitkan nafsu untuk bersetubuh denganku. Kuangkat tubuh tante ke bawah warung, dan dengan seWiit agak keras aku dapat merubah posisinya menelentang di depanku, kubukakan semakin lebar kedua kakinya dan mulai kuarahkan ujung kemaluanku ke mulut lubang kemaluannya.

    Agak susah memang karena memang aku agak kurang berpengalaman dibidang ini namun rupanya tanteku dapat memahaminya. Dengan sabarnya dituntunnya ujung kemaluanku tepat di lubang kemaluannya. “Pelan-pelan ya, Awi!” lirih tanteku sambil menggenggam kemaluanku. Ketika baru masuk kepala kemaluanku tanteku mulai agak meringis tetapi aku sudah tidak kuat lagi dengan agak seWiit paksa akhirnya kemaluanku dapat masuk seluruhnya. “Awi… akh…” jerit kecil tanteku ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang lumayan basah namun agak sempit itu sambil merapatkan kedua kakinya ke pinggangku.

    Perlahan aku melakukan gerakan maju mundur sambil meremas-remas dua susunya. Hampir tiga puluh menit kemudian gerakanku makin lama main cepat. Rupanya aku hampir mencapai puncak. “Tan… aku… aku mauuu… keluar…” bisikku sambil mempercepat gerakanku. “Wieluarkan di dalam saja, Wi!” balas tanteku sambil menggeleng-gelengkan kecil kepalanya dan menggoyangkan pantatnya secara beraturan. “Tan… aku… keluarrr…” pekikku sambil menancapkan kemaluanku secara mendalam sambil masih memegangi susunya.

    Rupanya tanteku juga mengalami hal yang sama denganku, dia memajukan pantatnya agar kemaluanku dapat masuk seluruhnya sambil menyemburkan air surganya untuk ketiga kalinya. “Cret… cret… cret…” hampir lima kali aku memuntahkan air surga ke dalam lubang kemaluan tanteku dan itu juga di campur dengan air surga tanteku yang hampir berbarengan keluar bersamaku. “Cret… cret… cret… ahh…” tanteku melengkungkan badannya ketika mengeluarkan air surga yang dari lubang kemaluannya. Akhirnya kami tergeletak di bawah dan tanteku secara perlahan bangun untuk berdiri sambil mencoba melihat kemaluannya yang masih dibanjiri oleh air surga. “Awi! kamu nakal sekali, berani sekali kami berbuat ini kepada Tante, tapi Tante senang Wik, Tante puas atas kenakalan kamu,” bisik tanteku perlahan.

    Aku hanya bisa terseyum, sambil menaikkan kembali celanaku yang tadi dipelorotkan oleh tanteku. nTanteku akhirnya berjalan keluar, namun sebelum itu dia masih menyempatkan dirinya untuk memegang kemaluanku yang lumayan besar ini. Inilah pengalamanku yang pertama, dan sejak itu kami kadang mencuri waktu untuk mengulangi hal tersebut, apalagi jika aku atau tanteku ingin mencoba posisi baru dan pasti ketika Om-ku dan anak-anak tanteku berangkat seWilah. Sekarang hal itu sudah tidak kulakukan lagi karena tanteku sekarang ikut Om-ku yang mendapat tugas di daerah.

  • Cerita Sex Nikmatnya Dientot Kontol Gede Pria Dewasa

    Cerita Sex Nikmatnya Dientot Kontol Gede Pria Dewasa


    1853 views

    Perawanku – Cerita Sex Nikmatnya Dientot Kontol Gede Pria Dewasa, Aku seorang wanita berumur 33 tahun dan memiliki trauma pada setiap akan melakukan menjalin hubungan dengan seorang pria. Karena pernah dulu aku menjalin hubungan yang lumayan lama dengan pacarku tapi akhirnya dia menghianati aku dengan temanku sendiri, karena itu aku menjadi benci setiap ada seorang pria berusaha mendekati aku meskipun hal itu sudah berlangsung lama.

    Raisa namaku walau demikian aku masih memiiki teman yang siap menemani aku setiap aku membutuhkan mereka. Tapi lama kelamaan akupun sadar kalau aku memang membutuhkan seorang pria dalam hidupku, karena dengan pasangan kita dapat melakukan hal yang tidak bisa di lakukan dengan seorang sahabat baik seklaipun yakni melakukan hubungan intim layaknya dalam cerita ngentot.

    Apalagi aku merasakan adegan seperti cerita ngentot itu dengan pacarku yang dulu. Sehingga timbul rasa kangen untuk melakukan hal itu lagi, meskipun aku bersikap wajar saja di depan semua tapi yang namanya kebutuhan itu tidak dapat di ganti dengan kegiatan lain manapun, dan aku hanya bisa menerima semuanya tanpa harus mencurahkan pada sahabatku sendiri.

    Karena hal itu adalah hal yang paling pribadi dan sangat rahasia, malu juga jika sampai ada yang tahu kalau aku saat ini membutuhkan belaian seorang pria. Dimana aku termasuk wanita yang tidak banyak tingkah di depan mereka jadi aku harus bisa menjaga sikapku biarlah keinginan itu menjadi rahasiaku sendiri tanpa harus aku katakan pada orang lain.

    Hingga akhirnya aku mengenal seorang pria dewasa dariku, mungkin usianya sudah 40 tahun dan aku benar-benar tidak menyukainya meskipun aku lihat wajahnya begiu ganteng dan gayanya juga tidak memalukan. Tapi aku masih belum siap menjalin hubungan dengan pria dewasa seperti dirinya, karena aku pikir tidak mungkin aku menajlin dengan pria ini sedangkan mantanku lebih muda dari pria ini.

    Tapi lama kelamaan hatiku terpaut juga, aku semakin dekat dengan om Reno yang meruapakan salah satu investor tempatku bekerja. Dari awal dia sudah menruh hati padaku tapi aku belum bisa menerimanya tapi akhirnya setelah mendapat perhatian lebih darinya akupun merasa nyaman dan sangat cocok jika berbicara dari hati ke hati dengannya kini kamipun bertambah dekat.

    Sering om Reno mengajakku pergi keluar entah itu makan ataupun nonton, awalnya aku merasa risih tapi akhirnya aku menyukainya bahkan ada rasa kangen setiap aku tidak berjumpa dengannya, dan aku tidak lagi segan untuk menghubunginya lebih dulu ketika aku merasa ungin menemuinya dan meminta dia datang untuk menemui aku juga untungnya aku dengan om Reno memang belum menikah.

    Seperti hari ini aku bersedia datang ke rumahnya meskipun awalnya aku tidak pernah mau menemuinya dia di rumahnya. Tapi karena om Reno meyakinkan aku kalau dia tinggal sendirian akhirnya akupun datang menemuinya. Begitu pintunya di buka oleh seorang peremuan paruh baya aku yakin dia pembantunya om Reno dan benar saja dia mempersilahkan aku masuk dan menunggu tuannya diruang tamu.

    Mataku menatap seisi rumah om Reno yang begitu besar, kalah jauh jika rumahku dibandingkan dengan rumah besar ini. Akupun meminum minuman yang di hidangkan wanita tadi, dan tidak lama kemudian om Reno keluar dengan penampilan santai membuatku merasa dia lebih jauh muda jika memakai pakaian seperti itu, akupun tersenyum sendiri dalam hati.

    Diapun mendekat lalu berkata ” Kenapa senyam senyum….. ” Aku tidak menjawab hanya saja aku semakin lebar melemparkan senyum padanya ” Jadi Om Reno benar-benar tinggal sendiri di sini… ” Dia melihat ke arahku ” Sebenarnya aku bersama seorang wanita… ” Aku kaget mendengar perkataannya namun kembali tersenyum setelah mendengar ” Itu si Mbok… ” Aku cubit lengan om Reno.

    Diapun menangkap tanganku yang mencubit lengannya dan menarikku untuk lebih dekat lalu kamipun saling berciuman dengan mesra di ruamg tamunya itu. Lama kami saling pagut bibir kami masing-masing sampai akhirnya aku sadar kalau kami berada di ruang tamunya ” Om…. nanti ada si… ” Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku om Reno sudah menggendong tubuhku.

    Dengan mesra dia berjalan sambil terus menatap mataku lalu dia masuk di ruangan sebelh ruang tamunya. Aku lihat kalau ruangan itu adalah ruang kerjanya, karena disana terlihat meja kerja dan juga sofa panjang yang begitu empuk ketika tubuhku di rebahkan di atas sofa tersebut, saat om Reno hendak pergi aku menarik tangannya karena birahiku juga sudah memuncak.

    Dia tersenyum lalu mengulum bibirku kamipun kembali saling melumat ” OOouuugggghh… ayo… dong… om…. aaaaggghh… aaaggghh… ” Satu persatu dia lepas bajuku sampai akhirnya tubuhku bugil tanpa menggunakan benang sehelaipun, dengan mesra om Reno menyusuri lekuk tubuhku dengan bibirnya akupun menikmatinya denganmemejamkan mata saat itu.

    Bagai pemain dalam adegan cerita ngentot om Reno terus mencium tubuhku hingga akhirnya dia bangun lalu mencoba memasukkan kontolnya dan sekali tekan bleep bleessss, masukalah kontolnya dalam lubang memekku ” OOouuggghh… oooouuuggggg…… ooouuugggggghhh….. aaaaggghh… ” Desahku menikmati goyangan pantat Om Reno, terasa nikmat dan bergetar seluruh tubuhku.

    Ketika tubuh Om Reno semakin cepat bergerak naik turun di atas tubuku kembali aku mendesah ” OOooooouugggghhh….. ooouuuggghhh…. aaaaggghhh.. nik… mat… om…… aaaaaaagggggghhhh….. aaaaaggggghh… ” Terus saja aku mendesah saking nikmatnya rasa dalam memekku saat om Reno menggoyangkan pinggulnya dengan begitu lihai bagai pemain dalam cerita ngentot.

    Semakin cepat goyangan pantat om Reno dan akupun semakin cepat pula memutar pantatku. Saat itulah kontol om Reno menyemburkan sesuatu yang hangat dari dalam kontolnya dan memenuhi lubang memekku ” Ooouugggghhh… om… aku.. puas…… aaagggghh… ” Om Reno tersenyum bangga padaku dan diaun memberikan kecupan hangat pada keningku tidak lupa juga dia peluk tubuhku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kisah Seks ku Waktu SMP – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Seks ku Waktu SMP – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1852 views

    Perawanku – Ketika Aku mempunyai cewek yang bernama Siska yang bersekolah satu SLTP denganku dan juga satu desa dan bahkan satu RT denganku. Siska orangnya imut, juga manis. Payudara Siska berukuran 32b (memang serasi untuk ukuran tubuh Siska yang bertinggi 165 cm, jadi terlihat sexy).

    Siska orangnya suka memakai BH yang membayang atau memakai baju/kaos yang transparan. Dia juga suka memakai celana pendek ketat sebatas paha sehingga menampakkan paha mulusnya itu
    Ini adalah kisah semasa aku masih di SLTP (sekarang aku kelas dua SMU). Perkenalkan dahulu namaku Indra, aku bersekolah di SLTP 3 Klaten. Aku orangnya manis (kata banyak temen temen cewekku) kayak bintang film India. Aku bertinggi badan 172 cm, berat badan 54 kg dan aku juga seorang model sehingga banyak cewek yang ingin menjadi pacarku. Cerita seks terbaru hanya ada di ceritapanas.com.Ini pengalaman ML-ku dengannya yang begitu indah, unik, dan mengasyikkan. Begini awalnya, saat itu aku sedang di rumah sendirian pada sore hari (kebiasaanku kalau sore hari aku ditinggal berjualan oleh ibuku jadi aku sendirian di rumah sedangkan ayahku sudah meninggal sejak aku kelas 2 SLTP). Saat itu aku sedang nonton TV sendirian (saat itu hari Minggu) Siska datang ke rumahku dan memintaku untuk menemaninya karena dia takut dirumah sendirian sebab ortunya pergi ke Semarang dan lusa baru pulang. Singkat cerita aku langsung menuju ke rumahnya.

    Aku langsung melanjutkan menonton acara TV yang sempat tertunda tadi sedangkan Siska berganti baju di kamarnya. Karena hawanya dingin aku langsung menutup pintu depan rumah jadi dirumah hanya ada kami berdua. Saat itu Siska selesai berganti baju, saat dia keluar aku langsung menatap tak berkedip karena Siska memakai baju yang begitu sexy dan merangsang. Saat itu Siska hanya memakai tanktop putih transparan (sebenarnya itu kaos dalam yang dipakai untuk melapisi BH) tanpa memakai BH lagi di dalamnya sehingga payudaranya terlihat jelas di dalamnya dan bawahannya memakai rok kaos mini yang menampakkan keindahan pahanya. Jika ada cowok yang ada didekatnya pasti cowok itu akan menelan ludah dan langsung beronani takkan tahan dengan tubuh indah Siska. Aku yang disuguhi pemandangan indah itu hanya bisa melotot tak berkedip.

    Siska langsung duduk disampingku dengan cueknya yang saat itu sedang terbengong. Dia langsung ikutan menonton TV.
    “Hai Ndra bengong aja”, tegurnya sambil mengibaskan tangannya.
    “Eh.. nggak kok”, jawabku terbata bata.
    Kami nonton TV sambil mengobrol berdua hingga pestanya habis. Kebetulan di rumahnya ada VCD jadi kami melanjutkan dengan menonton VCD karena acara TV-nya jadi membosankan. Kami menonton film yang baru dia sewa dari rental yang berjudul “007 – The World Is Not Enough”. Kami menikmati film itu berdua kebetulan di tengah film ada adegan ML yang dilakukan oleh James Bond dengan seorang pemeran cewek. Kami langsung terdiam memperhatikan adegan itu dengan penuh perhatian.

    Tanganku langsung menggenggam tangan Siska yang berada diatas pahaku. Tanpa sadar aku sudah melumat bibir Siska yang kelihatan sayu (mungkin dia terangsang juga). Aku langsung menindih Siska sambil tetap berciuman. Kami bermain bibir dan lidah lama sampai tak terasa tanganku sudah berada di atas payudaranya yang masih ditutupi oleh tanktopnya. Aku masih mengelusnya saja takut dia akan marah tapi ternyata dia malah meremas tanganku yang ada di payudaranya sambil merintih.

    “Ih.. mhh Ndra kok nikmat yah kamu elusin tadi”, katanya sambil meremas tanganku yang ada di susunya.
    Aku diam saja sambil terus meremas payudaranya karena telah mendapat “ijin”nya. Saat aku meremas remas payudaranya, dia meraba raba punggungku, terus ke bawah hingga sampai di daerah pahaku. Saat tiba didaerah pangkal pahaku tangannya berhenti dan meremas kontolku (aku masih memakai celanaku lengkap) yang sudah sejak pertama melihat penampilan Siska tadi telah ngaceng. Dia meremas remas terus.

    “Akhh.. mhh terus sayang”, kataku sambil meremas remas payudaranya keras keras karena rasa nikmatku di daerah kontolku sehingga tak sadar aku meremas kuat kuat payudaranya sampai sampai dia merintih kesakitan.
    “Akkhh Ndra jangan keras keras, sakit tau”, katanya setengah marah. Aku langsung minta maaf. Tangannya memasuki celana satinku (saat itu aku memakai kaos oblong terus bawahnya memakai celana satin tipis dengan celana dalam yang terbuat dari nilon tipis) dan langsung menggenggam kontolku. Karena terasa mengganggu aku menyuruhnya melepas saja celanaku.
    “Sis lepasin aja celanaku biar nggak ngganggu”, kataku sambil menurunkan celanaku. Dia terus membantu dengan meloloskan celanaku sampai terlapas hingga aku telanjang. Dan akupun mematikan TV karena suaranya mengganggu.
    Ndra kok besar banget”, katanya sambil memegang kontolku. Kontolku berukuran panjang 17 cm dengan diameter 4 cm.
    “Iya Sis dan hitam lagi”, kataku sambil bercanda (kontolku memang hitam).
    “Kocokin dong sayang”, kataku sambil menaik turunkan tangannya yang berada di kontolku. Dia langsung mengocok kontolku dengan kasar, maklum dia baru lihat kontol cowok jadi seperti mendapat mainan baru. Kocokannya terasa kasar tetapi malah membuat sensasi nikmat tersendiri.

    “Yang, kamu buka dong kaosmu biar aku lihat payudaramu masa aku saja yang telanjang”, kataku sambil mengangkat tanktopnya. Dia hanya tersenyum menggodaku. Aku langsung saja membuang tanktopnya sembarangan.
    “Yang, payudaramu indah banget sambil aku meremas remas payudaranya.”
    “Kamu kocokin dong kontolku, nah.. teruss yang”, kataku keenakan ketika dia melanjutkan kocokan di kontolku. Kami melakukan saling remas dengan berdiri berhadapan di depan kursi panjang, tanganku bosan meremas payudaranya langsung turun ke daerah pahanya dan mengelusi paha mulusnya tapi dia masih mengocok kontolku sampai kontolku terasa sakit. Aku menghentikan tangannya agar tidak menyakiti kontolku. Tangannya langsung memelukku dan badan kami langsung menyatu. Aku terus mengelusi pahanya. Hingga aku mendudukkan dia di kursi panjang.

    “Sis kamu duduk aja yah, aku mau ciumin tempik (vagina) kamu”, kataku tanpa basa basi. Aku langsung menaikkan roknya keatas tanpa melepasnya hingga terlihatlah celana dalamnya berwarna merah jambu dengan gambar bunga bunga kecil merangsangku semakin hebat saja. Aku langsung mencium tempiknya yang masih terbungkus celana dalamnya menghirup wangi khas tempiknya (aku paling suka mengintip celana dalam cewek kecil atau mini set, BH mini yang bergambar lucu lucu). Aku lama lama memandangi daerah tempiknya yang masih terbungkus dengan celana dalam bergambar bunga itu. Lalu tanganku pun menurunkan celana dalamnya sampai terlepas hingga terlihat tempik sempit nan indah dengan bulu tipis tipis. Sehingga tanpa sadar aku pun berkata takjub.
    “Sis.. oh Sis kok semakin indah sih sayang, aku boleh menciumnya nggak sih?”, tanyaku sambil meraba tempik Siska.
    “Iya sayang, cium dan, milikilah aku sudah nggak tahan”, kata Siskaku menahan gairahnya.
    Lalu akupun menciumnya perlahan lahan. Aku menciumnya dan tanganku yang kanan naik meremas payudaranya yang sudah tak berpenutup itu. Lama lama aku menjilati tempiknya dengan sedikit melumatnya kasar sehingga Siska merintih rintih kenikmatan.
    “Shh.. Ndraa.. ayo yang keras enak banget Ndra..”, rintihnya sambil meremas remas rambutku dan menekan kepalaku ke tempiknya. Aku melepas jilatanku pada tempiknya saat dia menikmati jilatanku dengan tiba tiba hingga membuatnya terengah engah.

    “Ndraa ayo kenapa kamu hentikan sayang”, katanya sambil terengah engah.
    “Yang kamu jilatin juga dong kontolku”, kataku sambil menurunkan lepas kaos dan roknya yang mini itu.
    “Gimana caranya”, tanyanya karena belum pernah.
    “Pinggangku di atas kepalamu dan pinggangmu tepat di bawah mukaku jadi seperti angka 69″, kataku karena aku ingin mempraktekkan gaya yang ada di film BF.
    “Lalu kamu mengulum kontolku lalu aku menjilati tempikmu sayang”, tambahku sambil mengatur posisiku di atas kepala Siska.
    “Ih.. yang, geli”, katanya menggenggam kontolku.
    “Iya sayang, kamu kulum itu”, kataku menyuruh Siska mengulum kontolku. Lalu Siska mengulum kontolku dan akupun mulai menjilati tempiknya dengan rakus karena kegelian.
    “Mhh.. nghh..”, suaranya Siska merintih sambil mengulum batang kontolku.
    “Shh.. mhh.. shh.. terus sayang”, kataku sambil kegelian dan jilatin tempiknya. Kami melakukannya lama sekali hingga Siska sampai pada puncaknya.
    “Akhh say aku mau pipis..”, katanya sambil melepas kulumannya. Aku pun tak mau melepas jilatanku malah semakin menjilat keras keras.
    “Yanghh udahh.. enak yang”, ceracaunya tak jelas. Lalu.. crot.. crot.. crot.. crot. Empat kali air maninya menyembur hingga meleleh kepahanya akupun menjilati tempiknya hingga bersih menikmati air maninya yang rasanya melebihi air madu itu hingga ke pahanya.

    “Shh udah sayang, geli tempikku kamu jilatin terus”, katanya mendorong mukaku menjauhi tempiknya yang indah itu.
    “Yang kamu gantian dong ngemut aku”, kataku sambil menyodorkan kontolku. Lalu Siska memegang kontolku dan menjilati kepalanya yang gundul. Lalu Siska memasukkan ke mulutnya dan ngemut seperti ngemut permen saja hingga aku mendesah desah keenakan.
    “Ahh sishh mhh enak sayang, kamu hebat”, kataku sambil tanganku meremas payudaranya yang menggantung kebawah karena Siska membungkuk. Lalu tanpa sadar akupun segera sampai.
    “Akhh.. shh.. mhh crot croot croot croot croot..”, 5 kali aku menembakkan sperma ke mulut Siska hingga meleleh keluar dari mulutnya. Aku sengaja tidak memberi tahu Siska kalau aku sampai karena aku ingin Siska merasakan air maniku. Kata orang Irian Jaya yang masih pedalaman, jika cewek pasangannya meminum air mani cowoknya dia akan setia pada pasangan cowoknya. Itu terbukti karena sampai sekarang Siska tidak mau pisah denganku.

    “Ih kamu “pipis” nggak bilang bilang, tapi kok enak yah sayang, kayak santan”, kata Siska sambil mengelap air mani yang keluar lewat pipinya.
    “Mhh.. enak kan sayang, mau yang enak lagi nggak”, kataku. Lalu tanpa minta izin dulu aku lalu melebarkan pahanya hingga dia agak mengangkangkan pahanya memperlihatkan bentuk tempiknya yang berbulu halus dan membukit indah itu.
    “Tahan yah sayang, tapi pasti enak kok. Kontolku akan aku masukkan ke tempikmu”, kataku
    “Iya deh masukin aja tapi pelan pelan yah biar aku liat masuknya”, katanya. Setelah itu aku langsung memasukkan kontolku perlahan lahan.
    Pertama tama seperti ada benda empuk yang menolak kontolku. Dua kali gagal lalu aku menarik tempik Siska ke kanan dan ke kiri agar bisa masuk dan aku menyuruh Siska memegang dan memasukkan kontolku kearah tempiknya.

    “Sis bantu dong sayang biar cepet masuk. Ini pegang kontolku dan aku menarik tempikmu agar bisa masuk”, kataku sambil menarik narik tempiknya. Lalu Siska memegang kontolku dan mengarahkan kontolku ke lubang tempiknya yang masih sempit perawan itu. Lalu.. 1,2,3 Bleesshh kepala kontolku baru masuk. Kepala kontolku saja yang masuk tapi sudah memberikan sejuta rasa bagi kami. Siska mendesah dan memegang pantatku dan aku menjerit kecil karena aku juga baru pertama menusuk tempik cewekku.

    “Ndra, sakit sayang..”, kata Ssika menahan perih.
    “Tahan yah sayang ntar juga enakan kok”, kataku.
    “Mhh nggak apa apa kok terusin sayang masukin kontolmu ayo”, kata Siska memberiku semangat agar lebih dalam memasukkan kontolku. Akupun segera mendorong pantatku maju agar kontolku segera masuk.
    Sleep.. pelan pelan kontolku masuk ke tempik Siska. Terasa sekali tempiknya memijat mijat kontolku memberikan kenikmatan yang membuatku seperti terbang hingga aku merasa ada selaput yang menahan masuknya kontolku.
    “Apaan sih, ini kok nahan sayang?”, tanyaku padanya (maklum baru pertama jadi aku tak tau yang namanya selaput dara.
    “Udah Ndra terusin aja deh”, jawabnya sambil menggigit bibir bawahnya. Lalu aku mendorong perlahan kontolku agar masuk lagi tetapi selaput itu masih menghalangi. Lalu aku memasukan kontolku dan mendorongnya kuat kuat. Sleep.. breett mirip kain sobek rasanya ketika kontolku menembus selaput itu.
    “Akhh shh.. sakiit sekali Ndra”, kata Siska sambil memelukku erat erat. Aku yang baru merasakan juga merasa sedikit perih pada kontolku seperti lecet memajukan kontolku pelahan lahan saja karena belum masuk semuanya dan setelah masuk semua baru aku mendiamkan kontolku di dalam tempik Siska. Rasanya memang sangat indah, nikmat, sakit, gatal, enak, perih semua berkumpul jadi satu tak bisa diungkapkan dengan kata kata.

    “Sis enak sekali rasanya tempikmu menjepit jepit kontolku”, kataku pada Siska karena memang tempik Siska memijati kontolku.
    “Perih Ndra, tapi nggak apa apa”, katanya menahan perih di tempiknya karena keperawanannya baru saja hilang.
    Lalu perlahan lahan aku memaju mundurkan kontolku hingga aku mendesah dan Siska menjerit karena merasa perih dan nikmat bercampur.
    “Shh.. Siiss enak Sis tempikmu asik bangethh”, kataku tak jelas.
    “Mhh akhh.. sshh sakiit, periihh yang, kontolmu besar banget”, katanya.
    Gerakanku makin lama makin cepat saja. Slep.. slepp.. bleeshh.. blesshh.. bleshh.. cplokk.. cplokk irama senggama kami romantis banget.

    Sudah dua kali kami berganti posisi dari pertama aku diatas tubuh Siska lalu Siska berganti di atas tubuhku dan menggerakkan tubuhnya naik turun seperti naik kuda. Lalu tak terasa ada yang mau keluar dari dalam kontolku lagi.
    “Yang aku mau pipishh..”, kataku menahan gerakan pinggulnya.
    “Bentar sayang aku jugaa..”, teriaknya sambil meremas payudaranya sendiri. Hingga tak sabar aku membalikkan tubuh Siska dan melepas kontolku lalu menunggingkan tubuhnya lalu memasukkan kontolku ke dalam tempiknya lagi dan menggenjotnya kuat kuat karena aku merasa akan segera sampai.
    “Sleep.. slepp.. sleep cplok cplokk cplok.. shh akhh sshh aakhh”, desahan Siska dan bunyi persetubuhan kami beriringan lalu..
    “Croott.. croott.. crroott.. suurr.. suurr.. suurr”, kami saling melepaskan air mani kami dan aku memeluk pinggang Siska agar tidak tumpah air mani kami. Lalu aku berguling sambil tetap memeluk Siska agar kontolku tetap menancap di tempiknya dan membiarkan Siska diatas tubuhku.

    “Mhh Siska, kamu hebat, aku sayang kamu, “kataku sambil tetap memeluknya.
    “Shh.. kamu juga sayang , ini pertama kali aku lakuin enaak banget. Pantesan Papa sama Mama sering bertelanjang bareng kayak gini tak taunya enak ya, Yang”, katanya di atasku.
    “Memang kamu pernah lihat Papa sama Mama kamu main ginian?”, tanyaku.
    “Sering benget Ndra, hampir tiap hari ginian bahkan kalau di dapur atau di depan TV kalau aku sudah tidur”, katanya polos.
    “Ceritain dong”, aku memintanya bercerita sambil menarik tubuhku karena kontolku sudah mengecil di dalam tempiknya.
    “Bentar ya Yang, aku ganti baju dulu”, katanya.
    “Iya deh, aku tunggu disini”, kataku sambil duduk didepan TV yang mati. Aku mengelus elus kontolku yang masih basah mengkilat itu.
    Kontolku masih terasa nikmat sisa kenikmatan yang tadi. Lalu Siska keluar dari dalam dan memakai daster tipis dari bahan nilon berwarna merah jambu (kelihatanya warna kesukaan Siska) tanpa memakai apapun lagi di dalamnya sehingga transparan memperlihatkan semua keindahan tubuhnya dan membuat kontolku berdiri lagi.
    “Kekamarku yuk Yang, di sini dingin”, katanya.
    “Iya deh”, aku berdiri dan masuk kekamarnya tanpa memakai pakaianku karena aku kegerahan.
    “Ayo dong, ceritain”, kataku saat kami sudah sama sama berbaring berhadapan di ranjangnya Siska.
    “Dulu saat aku pulang sekolah Papa sama Mama lagi di dapur memasak berdua, tidak tau kalau aku udah datang, nah waktu itu aku denger suara mirip orang nangis tapi kok aneh karena penasaran aku deketin suara itu apa Papa sama Mama bertengkar ya, pikirku lalu aku intip dari dalam kamarku ini, kuintip dari celah ini (sambil menunjuk celah cendela yang menuju ke dapur rumahnya) lalu aku perhatiin.. kok Papa memangku Mama dari atas meja dapur dan Mama di atas Papa, mereka semua pada nggak pakai baju, baju mereka ada dibawah kaki Papa. Waktu itu Mama bergerak naik turun diatas perut Papa dan merintih rintih kayak orang nangis tapi kok mukanya kaya orang bahagia gitu..”, cerita Siska terputus dan tangannya memegang kontolku yang berdiri lagi karena memperhatikan cerita Siska lalu meremasnya. Lalu aku mendekat dan memasukkan tanganku kedalam rok dasternya mencari tempiknya lagi dan memasukkan jari jariku kedalam tempiknya.

    “Pelan pelan Yang masih sakit”, katanya sambil menahan tanganku agar tidak menusuk nusuknya keras keras.
    “Lanjutin dong sayang”, kataku sambil menusuk nusukkan tanganku ke tempiknya perlahan lahan.
    “Lalu Papa menjilati puting payudara Mama dan mengemutnya, tiba tiba Papa dan Mama saling peluk dan mereka menjerit bersama sama.. akhh Paa kata Mama, lalu Mama turun dari Papa lalu Mama mengemut kontolnya Papa yang besar banget..
    “Segini..”, kataku sambil menunjuk kontolku yang tegang membesar dalam genggaman tangan Siska.
    “Besaar lagi”, katanya sambil mendesah desah karena merasa geli dalam tempiknya ada benda asing.
    “Lalu? lanjutin dong”, kataku
    “Lalu Mama menjilatin kontol Papa sampai bersih, kok nggak jijik ya, pikirku saat itu tapi ternyata memang enak ya sayang? (dia nyengir) lalu Mama bilang udah Pa, ntar Siska pulang lho, lalu aku lepasin semua baju dan aku ganti baju”, ceritanya polos sekali. Tangannya lalu mulai menaik turunkan kontolku.
    “Kalau di TV?”, tanyaku lagi.
    “Dulu saat aku mau tidur, tapi Papa sama Mama masih nonton TV berdua, lalu aku intip Papa sama Mama saling raba raba, Papa meraba ke payudara Mama dan tempik Mama tapi Mama meraba kontol Papa yang masih tertutup celana pendek Papa, lalu Papa menarik daster Mama sampai Mama nggak pakai apa apa lagi, ternyata Mama nggak pakai pakaian dalam, lalu Papa meremas payudara Mama dan menciuminya. Mama mendesah dan memandang ke atas seperti keenakan lalu Mama melepasi semua baju Papa sampai Papa telanjang dan mengulum kontol Papa seperti mengulum permen. Papa keenakan sambil meremas rambut Mama sampai berantakan, lalu Mama berbaring di sofa TV dan Papa menaiki tubuh Mama dan memasukkan kontol Papa ke tempik Mama yang bulunya lebat lalu bergerak naik turun berkali kali, kayaknya mereka sama sama keenakan hingga Papa sama Mama menjerit jerit dan mendesah, lalu setelah lama Papa naik turun Papa turun dari tubuh Mama dan menjilati tempiknya Mama lalu aku masuk dan menutup kamarku, saat itu aku langsung melepas semua pakaian dalamku dan kembali memakai dasterku lalu aku mengelusi tempikku sendiri naik turun karena sudah gatel banget tempikku, Yang”, katanya polos sekali.

    “Seperti ini?”, kataku sambil mengelusi tempik Siska.
    “Yahh.. shh kaya gitu, enakhh, Yang”, katanya sambil memegang tanganku.
    Lalu di luar ada bel pintu berbunyi.
    “Yang, bukain dulu, siapa tuch di depan”, kataku karena takut kalau ortu Siska pulang. Lalu Siska berlari keluar sambil membenahi dasternya yang berantakan lalu membuka pintu rumahnya ternyata Desi tetangga kami yang juga kelas tiga SLTP tapi beda sekolah dengan kami. Lalu Desi masuk dan Siska mengajak Desi main bersama kami asal Desi jaga rahasia dan ternyata memang Desi mau jaga rahasia, jadi kami main lagi bertiga. Lalu Desi masuk kekamar Siska.

    “Kamu Ndra ngapain di sini, tanpa baju lagi”, katanya terkejut melihatku telanjang bulat.
    “Ssstt jangan keras keras, yang penting ayo main”, kataku membungkam mulut Desi.
    “Iya Des, kita main ginian yuk, katanya kamu pingin nyobain”, ajak Siska.
    “Iya sih tapii..”, kata Desi.
    “Nggak apa apa deh, ntar kita jaga bertiga rahasia ini”, kata Siska lagi.

    Lalu Desi diam saja tak tau apa yang mesti dia perbuat. Lalu aku mendekatinya dan memeluknya dari depan memegang meremas payudaranya tapi dia masih saja diam lalu aku menurunkan kaos ketatnya hingga terlihat BH-nya yang berwarna putih bersih. Desi mulai ada tanggapan padaku, dia lalu memelukku dan meraba raba punggungku lalu aku memeluknya dan meraba punggungnya juga.

    Lalu Siska bergabung dan berjongkok dibawahku untuk mengemut kontolku yang sejak tadi tegang terus. Aku lalu meremasi payudara Desi yang berukuran 34 itu (memang lebih besar dari Siska tapi runcing diputingnya) yang masih ditutupi BH dan menarik BH-nya sampai kaitanya terputus lalu membuangnya sembarangan.

    “Pelan pelan Ndra, nanti BH-ku gimana?”, kata Desi takut kalau BH-nya rusak. Aku diam saja karena melihat keindahan payudara cewek selain punya Siska terus meremas payudara Desi. Setelah puas meremasnya aku segera saja melumat putingnya yang sedikit mengeras pertanda Desi mulai terangsang. Sedang Siska masih mempermainkan kontolku dibawah
    Aku meremas payudara kiri Desi sedang payudara kanan Desi aku lumat habis habisan. Desi tak sadar meremas remas kepalaku sampai rambutku berantakan.

    Lalu aku mencabut kuluman Siska pada kontolku dan membaringkan Desi diranjang Siska lalu menurunkan celananya 3/4 hingga terlihat celana dalam Desi yang mini sekali berwarna hitam berenda. Karena memakai tali disamping kiri kanannya hingga hanya mampu menutupi tempik Desi saja. Lalu aku mulai mengerjai tempik Desi yang masih terbungkus celana dalam sexynya itu. Desi hanya melihat dari atas karena belum pernah melakukannya. Sedang Siska hanya menonton kami bermain.

    Aku menjilat, mencium, dan menggigit kecil pada tempiknya hingga Desi merem melek keenakan. Lalu aku mulai menarik celana dalam Desi hingga tali talinya terlepas dan membuangnya sembarangan. Lalu aku kembali menjilati tempik Desi yang ternyata sangat indah menggunduk tebal dengan bulu yang lebat jauh lebih lebat dari punya Siska yang mulai basah cairan kenikmatan Desi. Aku menjilatinya naik turun kekiri den kekanan pada itilnya yang nyempil bikin geregetan aku saja. Desi yang keenakan mendesah desah tak karuan.

    “Ndra nikmat terushh.. Ndraa”, katanya mendesah merangsang. Aku sesekali menjilat sesekali menyedot tempik Desi hingga lama sampai tak terasa.
    “Akhh.. Ndra aku mau pipis Ndra”, desahnya telah sampai pada puncaknya. Lalu aku memeluk pinggangnya dan suurr.. suurr.. suurr.. ssuurr empat kali cairan putihnya menyembur dari tempiknya. Aku menjilati semua cairannya sampai habis karena rasanya enaak sekali. Kayaknya punya Desi lebih manis dari punya Siska tapi sedikit encer.
    “Uumhh Ndra, enak banget deh, tadi Siska pasti keenakan”, katanya.
    “Iya dong, kamu mau yang lebih enak lagi nggak?”, kataku. Sedangkan Siska sedang memainkan tempiknya sendiri dan meremas payudaranya di atas meja belajarnya karena terangsang berat melihat permainan kami.
    “Ndra, aku ingin rasain air pejuh (sperma) kamu boleh nggak?”, tanyanya.
    “Boleh, kenapa tidak”, kataku. Lalu Desi mendekatkan wajahnya ke kontolku karena tadi melihat Siska mengulum kontolku. Lalu dengan pelahan terus menerus Desi ngemut kontolku sampai tak terasa kontolku kembali akan mengeluarkan airnya.
    “Des, aku nyampe lhotelan yah”, kataku memegangi kepala Desi. Lalu crot.. croott..crot 3 kali kontolku menembakkan pejuh kedalam mulut Desi lalu Siska mendekati Desi.
    “Des, bagi dong aku mau nih”, katanya lalu mencium bibir Desi dan berebut air pejuhku. Aku istirahat sebentar karena kelelahan.
    “Ndra, aku mau dong kaya yang ada di BF itu”, katanya.
    “Gimana?”, tanyaku pura pura tidak mengerti.
    “Itu lho yang cowok memasukkan tititnya (Desi menyebut kontol dengan titit) ke dalam tempik ceweknya”, katanya.
    “Emang kamu mau?”, tanyaku.
    “Iya aku pingin banget ngerasain kata Kak Sinta (kakak Desi) enak banget kaya di surga”, katanya lagi.
    “Iya deh, tapi kamu siap siap dong”, kataku sambil naik ke tubuh Desi dan mengangkangkan paha Desi kaya Siska tadi lalu menarik tempik Desi ke kanan dan kekiri.
    “Des, bantuin dong, masukin kontolku gih”, kataku. Lalu Desi memegang kontolku dan menempelkanya ke tempiknya.
    Aku lalu mendorong kontolku.. bleeshh.. kepala kontolku masuk duluan.
    “Akhh.. Ndra emhh enak”, kata Desi berbeda dengan Siska yang kesakitan saat aku masukin kontolku. Tangannya mendorong pantatku agar kontolku lebih memasuki tempiknya dan slleepp.. kontolku pelahan lahan memasuki tempiknya tapi anehnya Desi malah keenakan nggak kesakitan.
    “Shh.. terusin Ndraa enaak”, katanya terus menekan pinggulku hingga kontolku kembali menyentuh selaput tipis seperti punya Siska.
    “Tahan yah Des”, kataku.
    “Udah Ndra, masukin cepetan aku tak tahan”, katanya kembali menekan pinggulku. Aku lalu menekan pinggulku kuat kuat dan.. breet ada seperti kain tipis kembali terlewati kontolku.
    “Akhh shh perriih”, Desi baru berteriak kesakitan.
    “Pelan dulu Ndra, tempikku perih”, katanya. Aku lalu mendiamkan kontolku di dalam tempik Desi dan menikmati jepitan jepitan tempik Desi pada kontolku.

    Aku melihat kearah Siska yang sedang masturbasi sambil mengangkat roknya keatas menggunakan HP 8250 milik Desi yang kecil dan mengeluar masukan HP itu. Aku merasa kasihan banget karena dia sudah terangsang banget lalu aku menyuruhnya berdiri menghadapkan tempiknya ke mukaku agar tempiknya dapat aku puaskan. Lalu aku menaik turunkan pinggulku pelahan lahan sambil menikmati remasan remasan tempik Desi.
    “Shh.. akhh.. shh.. akkhh”, desahan Desi keras keras membuat aku makin semangat menyetubuhinya.
    “Shh.. Ndraa ukhh”, desahan Siska tak kalah indah sambil meremas kepalaku. Aku menggenjot tempik Desi dan sambil melumat tempik Siska sungguh pengalaman bersetubuhku yang indah dan baru pertama kali. Gerakan pinggulku dari perlahan menjadi semakin cepat dan semakin cepat hingga Desi memeluk pinggangku erat erat tanda Desi akan sampai dan..
    “Shh akkhh surr.. suurr.. suurr.. ssuur”, Desi sampai untuk yang kedua kalinya.
    Lalu aku mencabut kontolku dari tempik Desi dan membaringkan Siska di ranjangnya lalu kembali memasukan kontolku ke dalam tempik Siska dan menggenjotnya kuat kuat.
    “Shh.. mhh.. sshh.. akhh”, desahan Siska.
    “Mhh.. ahh Siska, tempikmu nikmathh”, rintihanku menahan kenikmatan.
    Lalu serr.. serr.. serr.. Siska telah sampai duluan.
    Sleep.. sleep.. clleepp.. clleepp suara kocokan antara kontolku dan tempik Siska merdu.
    “Ndra sudah yang aku capek, geli Yang, udah”, katanya tapi aku tak peduli dan terus menggerakan pinggulku kesetanan
    “Nggh.. hhaahh.. maahh.. gelii”, desahan Siska malah membuat aku nggak sampai sampai. Sedangkan Desi hanya diam menonton saja sambil mengelus elus tempik dan payudaranya yang basah oleh keringat.

    Hingga akhirnya, “Sis mhh.. yahh.. clep.. sllepp clleepp croot crot crot croot crroott”, aku sampai juga.
    Ranjang Siska morat marit tidak karuan dan banyak bercak darah dan lendir putih disana sini berbau aneh. Bercak darah dari Desi dan Siska yang telah aku perawani.
    Akhirnya kami bertiga tidur bersamaan dan tidak memakai baju sama sekali. Aku terbangun pada tengah malam karena udara terasa dingin banget dan menyenggol kaki Desi hingga terbangun.

    “Des, dingin yah”, kataku.
    “Iya Ndra”, jawabnya.
    “Des pakaian dalammu rusak biar besok aku ganti yah”, kataku sambil mengambil pakaian dalam Desi dan menyimpannya
    “Iya deh, tapi besok aku gimana?”, tanyanya.
    “Besok kamu nggak usah pakai dulu, terus aja pulang dan ganti baju, lagi pula punya Siska kan kekecilan karena kamu lebih besar dari Siska”, kataku.
    “Tapi payudaraku kelihatan dong, ntar dilihatin Mamaku gimana”, katanya lalu mendekatiku dan duduk di sampingku.
    “Besok kamu pakai aja jaketnya Siska biar payudaramu tertutup lalu kamu pakai celanamu itu, nggak bakalan kelihatan tempikmu kok, karena celanamu kan tebel”, kataku
    “Oklah, Ndra sini aku mau liat titit kamu”, katanya lalu memegang kontolku.
    “Kok bisa yah bikin puas orang padahal kan benda ini kecil”, katanya sambil menimang nimang kontolku dan aku hanya tiduran menciumi bibir Siska yang kecil mungil berwarna merah jambu itu.
    “Iya dong kan itu burung dewa”, kataku sambil meremas payudara Siska yang menggelantung ke kanan karena tidur Siska ke arah kanan (aku mulai terangsang lagi karena kontolku dimainin lagi).
    Lalu Desi kembali mengulum kontolku dan saat itu Siska terbangun karena remasanku terlalu keras
    “Ndra, sakit”, katanya lalu bangun dan aku bangun juga.
    “Desi, kamu keenakan dari tadi aku juga mau dong”, lalu Siska ikutan berebut ngemut kontolku. Saat itu rasanya seperti dijalari beribu semut dan dialiri listrik ribuan watt.
    “Sudah kalau tak tahan masukin aja kontolku ke tempik kalian”, kataku lalu aku tiduran dan Siska naik ke selangkanganku dan menduduki kontolku hingga masuk semua dan bergerak semakin lama semakin cepat. Mereka bergantian memasukkan kontolku ke dalam tempiknya menjadikanku seperti mainan hingga mereka puas.

    Kami melakukan skandal ini hingga sekarang. Aku biasa bermain bertiga antara aku, Siska, Desi. Terkadang juga hanya aku dengan Desi, terkadang hanya aku dengan Siska, terkadang di rumah Siska terkadang di rumah Desi atau terkadang di rumahku. Kami melakukan semua itu tanpa bosan bosannya.

  • Cerita Sex Bergambar Cewek Santri Berpinggul Montok

    Cerita Sex Bergambar Cewek Santri Berpinggul Montok


    1851 views

    Perawanku – Sewaktu Toni masih kuliah di Jogja dan tinggal di belakang sebuah pondok pesantren putri. Tubuh Safira ternungging di ranjang. Ia menangis tersedu-sedu.

    Lekuk pantatnya yang bulat montok tampak tercetak jelas beserta garis celana dalamnya di permukaan kain jubahnya yang tertarik kencang karena posisi menunggingnya itu. Bahkan karena tipisnya kain jubahnya, Toni bisa melihat dengan cukup jelas warna celana dalamnya yang terbayang. Warna merah muda. Bajingan itu meneguk air ludah menyaksikan keindahan pantat cewek asal Jepara itu.

    Ampuuun Maasss.. Jangan perkosa saya Huuh huuuuhhuuu..! ratap Safira memohon-mohon dengan wajah basah bersimbah air mata. Tapi tangisan dan ratapannya hanya semakin menambah nafsu birahi Toni.

    Hehehe. Aku tidak akan memperkosamu, Manis. Cuma ingin tahu gimana rasanya memek perawan seorang santri kayak Safira, kata Toni sambil menyingkap jubah panjang birunya ke atas pinggulnya. Siswi kelas 2 madrasah Aliyah itu terpekik dan berusaha menutupi auratnya sebisa mungkin tapi sia-sia. Kini terpampanglah pantat putih montoknya yang terbungkus celana dalam pink yang tipis.
    Ampuuun Masss, jangann lakukan ini padakuuuu, Mas Kasihan Maasss ia hanya bisa menangis. Tapi Toni masih bisa menahan nafsu. Dia tak mau terburu-buru menikmati hidangan lezat yang terhidang di depan manya itu. Toni ingin melakukan blowjob pada tubuh Safira dulu. Kedua tangannya meremas-remas kedua bongkahan bulat pantat santri montok itu. Agen Obat Kuat Pasutri

    Jari-jarinya menelusuri paha Safira yang putih mulus mengkilap, sampai akhirnya jari-jari itu menyentuh permukaan cdnya yang membukit. Gadis itu sedikit histeris ketika memek mungilnya yang tembam itu tersentuh oleh jemari lelaki. Toni menggosok-gosok dan meremas dengan gemas memek itu
    Arrrgggghhhhkkkhh!!!! Oooukkkhhhh.Massss! Arrgghhttt.. henttikaaaan! Henttikkann Masss! Toloooong hentikaaan Masss Jangaaan Aaarrrggghhh.! Suaranya bergetar, dan tubuh menggeliat-geliat liar. Tak lama kemudian Toni merasakan celana dalam gadis berjilbab lebar itu mulai basah oleh cairan memeknya yang keluar. Itu adalah tanda santri juara MTQ tersebut mulai terangsang oleh blowjob pada memeknya.

    Sudaaah, sudaaah Masss Aaaakkhhhhh Safiraa tidaaak mauuu Safira memohon-mohon dengan air mata bercucuran deras di antara rasa nikmat yang melanda kemaluannya.
    Tempik gadis berjilbab itu seperti kue apem, mungil tapi tembam membukit dengan lekuk yang masih berbentuk segaris. Begitu bersih dan mulus dengan bulu-bulu halus habis dicukur. Safira memang selalu rajin dan telaten merawat auratnya yang paling berharga itu sehingga tak heran jika Toni merasakan memek itu begitu wangi karena rajin dibersihkan dengan sirih.

    Safira menangis tersedu-sedu sangat malu. Karena itulah pertama kali vaginanya dilihat oleh seorang lelaki. Jangankan vagina, betisnya pun tak pernah dilihat orang karena selalu tertutup rapat oleh jubah panjang. Kini Safira merasa begitu terhina, habis sudah dirinya. Habislah sudah kehormatannya sebagai seorang santri santun nan sholehah. Memeknya bukan hanya telah dilihat, tetapi juga sedang digarap oleh orang. Dicicipi, dinikmati, direngut kenikmatan surgawinya.

    Cerita Sex Bergambar Cewek Santri Berpinggul Montok

    Cerita Sex Bergambar Cewek Santri Berpinggul Montok

    Ia berusaha menghindar ketika lidah basah Toni menjilati alur pantat dan memeknya. Lidah itu mengkritik lubang anusnya yang mungil keriput, membuat nafas Safira tersengal-sengal. Tapi lidah itu begitu liar, mengulas dan menusuk-nusuk. Dengan tangan Toni melebarkan celah pantat indah Safira, agar lidahnya semakin leluasa menikmati lubang berak gadis itu.

    Ooohh, jangaaan Safira tersedak ketika lidah Toni menyelinap ke dalam lubang anusnya. Tanpa rasa jijik sedikitpun, Toni terus menjilat bahkan kemudian menghisap-hisap lubang pembuangan Safira. Seolah-olah lubang berak gadis berjilbab itu makanan yang sangat lezat. Memang begitulah yang dirasakan Toni, lubang anus gadis itu baginya memang sungguh lezat dan gurih. Mengingat itulah pertama kalinya ia merasakan lubang dubur seorang gadis berjilbab. Santri lagi. Lubang anus Safira memang berbeda dengan lubang anus gadis-gadis lain yang pernah ia cicipi, baik aroma maupun rasanya. Rasanya manis-manis asem, sedangkan aroma yang dikeluarkannya sedikit legit dan lebih harum.

    Puas dengan lubang dubur, kini lidah Toni menjalar ke bawah, ke alur memek Safira yang sudah terkuak basah. Semakin lama memek itu semakin basah, tak henti-hentinya mengeluarkan cairan legit nan sedap. Tergetar-getar tubuh Safira diperlakukan sedemikian rupa. Scruppp scrupppppppp terdengar bunyi tembik mungil Safira disedot dan terdengar pekik lolong tangisan Safira meminta ampun dan belas kasihan
    .
    Seluruh tubuhnya terasa mengejang, Safira berusaha bertahan tapi jebol. Rasanya seluruh cairan tubuhnya berkumpul di vaginanya. Tubuhnya mengejang kaku dan akhirnya kenikmatan surga dunia itu meledak dashyat. Dari dalam liang tempik, cairan bening kekuning-kuningan menyembur keluar dengan deras. Begitu banyak seolah tak mengalir tak habis-habisnya.
    Sluuurrppp! Sluuurrrpp.. sluuuppp! Toni menghirup seluruh cairan orgasme Safira yang melekitkan keluar dengan amat rakus. Baru kali ini ia mencicipi cairan vagina perempuan yang begitu harum, lezat dan gurih. Ah, ternyata rasa cairan orgasme gadis berjilbab memang berbeda, simpulnya penuh kepuasan.

    Ooohhh Masss jahaaat Huuuuhh huuuhhh..! tangis Safira terisak-isak setelah mengeluarkan orgasme pertamanya yang begitu dashyat hingga seluruh persendian tubuhnya lemas. Memek mungil namun tembam gadis itu tampak kemerah-merahan.
    Gimana rasanya, Sayang? Enak kan? bisik Toni sambil menciumi pipi mulusnya yang basah oleh air mata.

    Kau bajingan! jerit Safira dengan mata merah.
    Hahaha. Aku memang bajingan, tapi aku barusan telah memberimu kenikmatan tawa Toni penuh kemenangan,Tapi itu belum apa-apa.. Aku akan membuatmu merasakan yang lebih nikmat lagi, memberimu pengalaman yang tak terlupakan..
    Kini tubuh molek menggiurkan itu ditelentangkan di atas ranjang. Safira berusaha mempertahankan diri dengan mengatupkan kedua pahanya rapat-rapat dan menyilangkan kedua tangannya menutup buah dadanya yang kencang. Tapi apa dayanya menghadapi seorang lelaki yang sudah diamuk nafsu birahi. Toni merentangkan tangannya ke samping dengan kasar dan meremas sebelah buah dadanya. Safira merintih-rintih.

    Dengan buas mulut Toni kemudian mengulum dan menghisap kedua puting susunya yang meruncing tegak dan masih berwarna pink.
    Ooh, Masss suudaahh sudaaah MaassAarrrrggghh..!
    Safira hanya bisa memohon-mohon belas kasihan dengan suara serak di antara isak tangisnya yang mengiba ketika Toni berusaha mengangkangkan kedua paha mulusnya lebar-lebar agar selangkangannya terbuka. Tapi lelaki itu sudah menempelkan ujung batang penisnya ke bibir vaginanya yang basah.

    Ampuun Masss Huuuhhh jangaaaanSafira gak mau dikenthuuu, Masss.. Huuhuuuu! Safiraa gaaak mauuu!!! tangisnya tersedu-sedu ketika kedua pahanya yang terkangkang lebar membuat lipatan memeknya terkuak, Jangaaaan jangaaan.. Ooh, jangaan!
    Aaaaaaarrrrggggkkhhhhhhhhh Jangaan Maasssssssss!!! jerit Safira histeris ketika merasakan sesuatu benda tumpul yang hangat perlahan menyeruak masuk ke bibir vaginanya.
    Liang memek gadis itu berkedut-kedut menjepit erat batang penis Toni yang besar nan panjang, seperti menyedot-nyedot. Belum pernah rasanya ia mendapatkan liang memek senikmat ini.

    Aaarrkkhhh! Aaaarrkkhhh teriak Safira melengking setiap kali Toni menghentakkan pinggulnya menghujamkan batang kontol sedalam-dalam ke dalam liang tempiknya yang sempit. Namun setelah beberapa lama Oohhhh kentthuuu! Oohh kentthuuu! Aaarrrkkhhhh!! erang Safira dengan suara yang tiba-tiba berubah sangat manja. Kedua tangannya yang halus mencengkram pundak Toni, sementara kedua pahanya yang mulus menjepit kuat pinggang pemerkosanya. Wajahnya yang berjilbab lebar terdongak ke atas dengan kedua mata indahnya yang tampak merem-melek, sementara dari mulutnya yang mungil basah terdengar desisan, rintihan, desahan, erangan nikmat tiada henti.
    Oooohhhh Sudaaahh Suddaaaah. Ohhhh, eenaaakk, oohh enaaakk Massss Ampuuuunn ohh ampun gadis ABG berjilbab itu mengerang-erang hebat merasakan nikmatnya sensasi diperkosa orang. Setiap hujaman kontol Toni ke liang memeknya, disambut gadis berjilbab yang santun dan sholehah itu dengan hentakan pinggul indahnya ke atas.

    Sambil menangis, Safira naik ke atas tubuhku. Tubuhnya yang putih montok tampak begitu indah oleh keringat yang mengkilap. Pelan-pelan santri alim itu berjongkok di batang kontolku yang sudah mengacung tegang. Ia mendesis ketika ujung kontolku yang bulat menyentuk permukaan vaginanya yang basah kuyup. Dengan air mata bercucuran deras, ia lalu membuka kedua paha mulusnya lebar-lebar hingga selangkangannya terkangkang memamerkan memek indahnya yang telah kuperawani. Jari-jemarinya yang lembut gemetar ketika meraih kontolku, mengenggamnya lalu menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah terkuak merah basah.

    Perlahan tapi pasti batang kejantananku itu ditempelkannya tepat-tepat di bibir lubang memeknya yang nikmat tersebut lalu ditekannya ke dalam. Bersamaan dengan itu ia menurunkan pantatnya semok Hingga: Bleesss bleeesss!! Batang kontolku langsung terbenam ke dalam liang senggama gadis berjilbab itu sampai setengah.

    Oooh, Tuhan nikmatnya! Liang basah yang baru pecah perawan itu terasa sempit sekali. Wajah cantik berjilbab putih yang basah oleh air mata itu tampak mengernyit menahan sakit. Kedua tangan Toni mencengkram pinggulnya erat-erat, lalu menghentakkan kontol ke atas.
    Uugh! keluhnya tertahan ketika seluruh batang kejantanan Toni melesat masuk ke dalam liang senggamanya. Air mata kembali meleleh di sudut matanya. Indah sekali melihat wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu begitu mengibakan. Seumur hidup tak pernah Toni bayangkan pemandangan seindah ini, di mana seorang gadis, seorang santri alim dan santun yang begitu cantik dan manis telanjang bulat dengan tubuh molek berkilau oleh keringat dan jilbab lebar masih terpasang di kepala duduk di atas tubuhnya dengan kontol besar nan panjangnya tertancap di liang vaginasi gadis.

    Ooohhhh ooohhhharrrrkkhhhh mauuu nyamppeeee Firaaaaa mauuuu nyamppeeeee, Maasss!!! Aaaaaaaaarrrrrkkhhhhhh!!!! gadis berjilbab itu menggerakkan pinggul moleknya sejadi-jadinya, menggoyangkan pantat bulatnya semakin cepat dan menghempaskan pinggulnya sekuat-kuatnya. Sehingga batang kontol Toni bak sepotong kayu menghujam-hujam liang senggamanya dengan keras dan deras.

    Tak perlu lama Sepasang mata gadis dengan jilbab putih yang masih terpasang rapi di kepalanya itu mendelik ke atas. Wajahnya merah padam, dan mulutnya ternganga lebar. Indah sekali menyaksikan ekspresi wajahnya yang berjilbab itu merah padam menahan kenikmatan tak terlukiskan di puncak senggama.

    Aaaaarrrkkkkhhhh keluaaarrrr.! Akuuuuuuu keeeluuuuuuaaaaarrrrrr. Arrrggghkkkhh nikmmaaaattttt.!!! Raungnya histeris dan menggerakan pinggul menjadi-jadi. Toni merasakan batang kontolnya laksana dimasukkan dalam mesin penggiring. Dan seeeerrrr seeeerrrseeerrr cairan vagina Safira muncrat deras membasahi batang kontolnya. Terasa hangat dan lengket.

    Hampir magrib persetubuhan nikmat itu baru berakhir. Toni membantu gadis itu memakai kembali bra dan celana dalam serta jubah panjangnya. Agak terkangkang-kangkang Safira berjalan pulang ke asramanya. Kegadisannya hilang sudah, hatinya hancur berkeping-keping tapi harus diakui juga kalau ia telah mendapatkan kenikmatan yang luarbiasa selama diperkosa tiga jam lebih oleh pemuda begundal itu.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Ceritaku Sama Mamah dan Mbak ku yang Cantik

    Cerita Sex Ceritaku Sama Mamah dan Mbak ku yang Cantik


    1851 views

    Perawanku -Cerita Sex Ceritaku Sama Tak terasa sudah hampir setahun lebih aku menjalani hari² menyenangkan bersama mama Susy ku tersayang. Saat itu usiaku sudah mau 17 tahun, sudah naik kelas 2 SMA. Untuk masalah pelajaran, aku termasuk dalam kategori pandai, walau jarang belajar tapi nilai – nilaiku selalu baik, mungkin karena aku memiliki kemampuan mengingat yang kuat. Meski lumayan sering bolos namun tidak menjadi masalah, karena sekolahku tidak terlalu ketat, dan juga nilaiku yang baik membuat bolosku tidak terlalu menjadi masalah bagi sekolah. Namun untuk antisipasi mama kusuruh bertemu kepala sekolah, kusuruh mama ngebokis sedikit, mama bilang kalau aku kadang tidak masuk harap dimaklumi, karena kondisi fisikku kurang baik, jadi suka sakit tiba – tiba. Dan kepala sekolahpun dapat memahami, karena yang memberikan keterangan adalah orangtua muri sendiri.

    Cerita Sex Ceritaku Sama Dari segi kehidupan Sekskupun aku sudah semakin pintar. Selain dengan mama, aku pernah melakukan hubungan Seks dengan 2 orang teman sekolahku, yang kutahu bukanlah tipe Cewek yang melakukan seks untuk bayaran. Murni karena suka sama suka saja, nggak ada paksaan atau ikatan, saling menikmati saja. Aku nggak pernah merasa harus mulai sibuk cari cewek atau pacaran, bagiku keberadaan mama sudah cukup dan jauh lebih berarti. Mama sendiri kini semakin sukses dengan bisnisnya, Perusahaannya kini semakin berkembang dan diperhitungkan eksistensinya dalam dunia bisnis. Mama juga terlihat lebih cantik dan bahagia dengan keadaan yang kami jalani.
    Mama sendiri tetap sering mengingatkan aku, bahwa aku bebas mencari pacar, namun aku harus bertanggung jawab. Mama nggak mau aku main dengan pelacur. Mama juga bilang kalau mencari Cewek carilah yang membuatku nyaman dan merasa bahagia. Mama bilang mama nggak bisa mengontrol aku setiap waktu, mama juga nggak bakal tahu kalau aku berbohong, jadi mama menasehati, kalaupun aku melakukan hubungan seks dengan siapapun nantinya yang menjadi pacarku, aku harus bersikap gentle dan bertanggung jawab, jangan hanya mau enaknya saja, semua resiko harus diterima dan dipertanggungjawabkan. Mama akan marah kalau aku misalnya lari dari tanggung jawab bila menghamili orang. Mama merasa perlu mengutarakan hal ini karena mama bilang, bohonglah kalau aku yang sudah kenal seks ini bisa melakukan pacaran tanpa harus melibatkan seks. Jadi mama merasa berkewajiban memberiku nasehat.
    Namun aku yang sedang merasakan bahagia dan kenikmatan hubungan dangan mamaku, tidak terlalu peduli, bahkan aku merasa tidak niat cari pacar, mama sudah cukup. Aku bilang ke mama, bahwa saat ini mama adalah mamaku dan juga istriku. Tidak peduli mama setuju atau tidak, mama adalah juga istriku. Aku selalu berkeras akan hal itu, karena bagiku memang seperti itu, aku bahagia sama mama,dan menganggap mama adalah segalanya bagiku. Namun aku tidak pernah mau memanggil nama mamaku, Susy, bagiku panggilanku saat bercakap, saat sedang berstubuh adalah Mama. Aku merasakan sensasi tersendiri dengan satu kata itu : Mama. Mama sendiri akhirnya mengiyakan keinginanku yang keras itu.  Agen Obat Kuat Pasutri
    Iya saat ini mama juga adalah istrimu dalam kehidupanmu, namun hanya sampai kamu menemukan istri yang sebenarnya ya Jhon. Dan jangan protes lagi, atau mama akan marah….
    Senang hatiku mendengarnya, mama setuju menjadi istriku. Walau hanya kami saja yang tahu, itu sudah lebih dar cukup bagiku.
    Cerita Sex Ceritaku Sama Mbak ku Lisa sendiri saat itu 19 tahun dan baru saja kuliah jurusan Psikologi. Sering nggak tentu pulang ke rumah, lebih banyak di Jakarta di rumah kakek nenek ku. Mbak ku ini amat sayang padaku, juga pada mamaku. Orangnya supel banget, terbuka. Mbak amat memanjakan aku, juga paling senang becanda sama aku. Hubungan kami sangat dekat dan akrab. Biasanya kalau Mbak datang, kami bertiga pergi makan keluar, terus jalan² ke mall, cafe atau nonton bioskop. Tentu saja aku dan mama harus menahan diri dan berhati – hati kalau ada Mbak, untungnya Mbak tahu kalau dari dulu kadang² suka tidur di kamar mama, jadi tak akan curiga kalau aku di sana, paling berpikir aku masih kolokan, namun umumnya jatahku berkurang. Kalau urusan fisik, Mbakku juga cantik, berambut panjang, tinggi juga hampir 170 cm, bodinya seksi, Toket nya juga montok gede dan panjang. Jujur saja, aku tidak terlalu memiliki niat atau hasrat melakukan ngentot pada Mbakku ini. Kalau untuk urusan seksi, iyalah, sama seperti mama, Mbak juga nggak terlalu memperhatikan pakaian bila di rumah, di depan aku juga tidak canggung untuk memakai daster atau baju tidur yang mini, juga kalau berenang tidak canggung memakai bikini. Bohong kalau aku bilang Kontol ku tidak tegang kalau sedang melihat Mbak berbikini, tapi itu kan wajar saja, aku kan lelaki normal. Tapi untuk melakukan hubungan seks, rasanya aku nggak terlalu memikirkannya, karena aku sudah bahagia dan cenderung menyukai melakukannya dengan mama yang kuanggap sudah matang dan sedang dalam kondisi tubuh sempurna sebagai Cewek. Aku benar-benar lebih suka melakukan dengan mama. Semua hasratku bisa tersalurkan bersama mama. Kalau sama mama aku benar² tidak bisa mengontrol hasratku, tapi kalau sama Mba Lisa, entah kenapa aku masih bisa menahan diri sengaceng² Kontol ku. Tapi kadang jalan kehidupan memang tidak dapat ditebak, akhirnya aku juga melakukannya dengan Mba Lisa . Prosesnya agak sedikit aneh dan tidak terduga olehku dan akan kukisahkan di sini.
    Pagi itu aku libur sekolah, biasa katanya ada rapat guru, mama sudah berangkat ke kantornya. Suntuk benar campur capek sisa menggarap mama tadi malam. Si Mbak yang biasa nyuci kayaknya datang hari ini dan lagi nyuci di belakang, mungkin tadi sudah ketemu mama. Aku lalu sarapan sambil membaca koran olahraga. Nggak lama kemudian aku nyalain TV, nonton acara musik. Sejam kemudian si Mbak pamit pulang. Bosan juga, mau internetan malas…terus aku ingat ada kaset game consol yang belum aku coba, segera aku ke kamar, ngambil game console ku dan kasetnya, main di ruang keluarga saja deh. Lumayan juga, game tembak²an jedar.. jeder.. ini bisa bikin hati senang. Tidak terasa sudah siang.
    Cerita Sex Ceritaku Sama Mamah dan Mbak ku yang Cantik

    Cerita Sex Ceritaku Sama Mamah dan Mbak ku yang Cantik

    Hei…! tiba² terdengar suara jeritan ceria dan tangan yang menutup mataku. Terasa ada empuk² tetek menempel di bahuku.
    Aduh Mba Lisa ngagetin saja nih.
    Kok nggak sekolah Jhon ?
    Libur. Mbak juga tumben datang nggak kasih kabar ?
    Sengaja kok, Mbak lagi libur semesteran.
    Naik apa kemari Mba ?
    Tadinya sih mau bareng sama temanku, tapi mereka baru balik besok, akhirnya naik kereta api tuh.
    Coba telepon dulu, kan bisa Jhoni jemput di stasiun.
    Hehe…biar suprise ah. Mama juga nggak tahu tuh.
    Gimana kabar opa sama oma Mba ?
    Baik, kamu tuh jarang nengokin, padahal kan ke sana sebentar.
    Iya..iya cerewet amat.
    Gimana sekolahnya ? Sudah punya cewek belum ?
    Ih…nih orang cerewet deh, mending Mbak istirahat dulu, terus telepon mama.
    Oke boss…
    Mbak lalu mencium pipiku dan segera berdiri, lalu berjalan ke dalam, nggak lama terdengar suara yang ceriwis juga ketawa-ketiwi, rupanya Mbak lagi nelpon mama. Akupun kembali meneruskan main game. Dari dalam terdengar suara Mbakku berteriak
    Jhon, kata mama nanti nggak usah jemput. Mama pulang sama supir kantor. Terus nanti malam kita makan di luar.
    Aku hanya mengiyakan saja, masih asik sama game balapku. Nggak lama suasana kembali sepi, kayaknya Mbakku yang bawel itu sedang istirahat tidur. Senang sih aku dengan kedatangan Mbak, tapi itu berarti aku dan mama tidak bisa begitu bebas lagi…oh nasib berkurang deh jatahku. Karena aku juga sudah lama main game, aku pun memutuskan untuk tidur juga. Lumayan biar segar nanti kalau malam jalan sama mama dan Mba Lisa .
    Cerita Sex Ceritaku Sama Sorenya aku bangun, kembali teringat Mba Lisa yang baru datang, akupun membereskan mainanku kembali ke kamar, lalu berjalan ke arah kulkas, cari makanan. Sambil mengunyah kue, kulihat di kaca belakang, Mba Lisa lagi tiduran di bangku di pinggir kolam renang. Wah enak juga nih sore – sore berenang. Aku segera berjalan ke arah kolam. Nampak Mbakku lagi bersantai dengan baju renang bikininya, namun bagian atasnya masih ditutupi kaos.
    Mba, kok nggak bangunin aku ?
    Ngapain, kamu sih mentang – mentang libur, maunya malas – malasan terus.
    Sudah makan belum Mba ?
    Sudah, tadi masak spaghetti.
    Jahat amat, makan sendiri, nggak bagi-bagi.
    Mbakku hanya tertawa, aku yang sebel segera loncat ke kolam dan berenang. Segar rasanya, bolak balik dari sisi satu ke ujung lain. Puas berenang, aku naik ke atas, menuju lemari handuk, mengeringkan tubuh, lalu berjalan ke bangku lain di samping Mbak. Mba Lisa masih bermalas²an. Akupun ikut berbaring di bangku berjemur. Matahari masih agak terik. Mataku kembali mengantuk, karena angin sepoi². Tiba² Mba Lisa bangkit dan kini dalam posisi duduk, kulihat dia membuka kaosnya, nampak keteknya yang bersih sedikit ditumbuhi bulu yang halus dan jarang. Kulihat Kutang bikininya bergoyang saat Mba Lisa mengangkat kaos. Ugh…Kontol ku langsung mengeras, kuarahkan pandangan mataku terfokus ke daerah dada Mba Lisa . Wow…nampaknya Mbak sudah tumbuh berkembang dengan baik dan menjadi Cewek yang seksi, seingatku dulu Kutang bikini Mbak nggak seketat sekarang, nampaknya tetek Mbak bertambah besar, sudah hampir seukuran mama. Juga pinggul dan pantatnya yang tampak lebih montok dan berisi. Kontol ku mengeras sejadi²nya. Lagi enak²nya terpesona, kudengar suara Mbak
    Woiii…ngapain bengong, ngelihatin apa kamu?
    Nggak…mata Jhoni nggak bisa nolak rejeki kan
    Dasar baru gede kamu, sini, tolong dong usapin lotion ke punggung Mbak.
    Wah sungguh tawaran yang menggiurkan, lumayan buat menghibur adikku yang lagi mengeras di balik celanaku ini. Sekalian jahilin Mbakku ini. Mba Lisa lalu segera tengkurap. Akupun segera memulai tugasku, Posisiku berdiri membungkuk dengan Kaki mengankang di atas pantat Mba Lisa . Segera kutuang lotion ke tanganku, akupun segera mengusapkannya ke punggung dan badan Mbakku. Sengaja aku mengusap – ngusap dengan agak bertenaga sedikit, seperti memberikan pijatan. Kayaknya Mbakku menikmatinya.
    Enak Jhon, rasanya nyaman, bikin pegel Mbak hilang. Sekalian deh Kakinya.
    Wek…maunya, memangnya tukang pijit.
    Segitunya, sekali – kali kenapa mijitin Mbaknya.
    Iya deh, tapi itu tali KUTANGnya dibuka ya, biar nggak nyangkut².
    Ya sudah, kamu tarik sendiri.
    Akupun segera menarik tali Kutang bikini tersebut. Kuambil lotion kembali, sengaja aku memulai dari Kaki, kuusap lotion dan memulai memijit dari telapak Kaki, lalu betis, naik lagi ke paha, lalu tanganku sampai ke daerah CELANADALAM , sengaja aku lebarkan Kaki Mbak pelan². Nampakbelahan pantatnya yang montok. Kupijit dengan lembut kedua belahan pantatnya, jariku juga dengan perlahan dan sesekali menyentuh tanpa sengaja bagian terluar daerah Memek Mbak yang tertutup CelanaDalem. Mba Lisa juga diam saja, entah tidak tahu atau sangat menikmati pijitanku. Cukup lama aku memijat daerah pantat Mbak. Samar² aku mencium bau aroma menyenangkan yang sudah lama kukenal, masa sih Memek Mba Lisa mulai basah. Akupun meneruskan pijatanku dengan khidmat. Mba Lisa berdehem sambil tertawa dan mengatakan kalau yang harus kupijit seluruh badan, bukan pantat. Aku pun mengambil kembali lotion, kali ini aku duduki pantat Mba Lisa, lalu aku mulai memijat punggung Mba Lisa . Ku usap² dan kubelai dengan lembut dan bertenaga bergantian. Saat sampai bagian tengah punggungnya, sengaja aku lebarkan jari²tanganku, dan sedikit menyentuh bagian pinggir teteknya. Nampaknya Mba Lisa benar² enjoy dengan profesiku sebagai tukang pijit, membiarkan saja semua pijatanku. Tanpa terasa Kontol ku makin mengeras dan berdenyut². Sebelum aku kebablasan akupun segera menyudahi kegiatanku.
    Mba, sudah ya capek nih.
    Yah..pijatan kamu enak lho, pegel Mbak hilang nih, bentar lagi deh.
    Ogah ah, capek. Memangnya bagian depan juga mau dipijit ? tanyaku belagak lugu.
    Yeee…itu mah Mbak bisa sendiri.Ya sudah, makasih ya adikku sayang.
    Mba Lisa lalu segera berbalik, tangannya memegang KUTANG bikininya, lumayan agak ke bawah sedikit sih, sehingga gunung kembarnya terlihat seperti meloncat keluar. Makin ngaceng deh…mending ke dalam deh. Baru saja aku berjalan, kudengar suara Mba Lisa sambil tertawa..
    Jhon, benar lho pijatanmu enak, makasih ya, tapi kok tadi rasa² ada benda aneh terasa di atas pantat Mbak…ha..ha..ha.
    Sialan….kan aku lelaki normal, ini kan juga salah Mbak…huh. Balasku tengsin.
    Makanya cari pacar sana…
    Bawel ah…sudah deh berenang sana.
    Cerita Sex Ceritaku Sama  Akupun segera menuju ke dalam rumah, gawat nih, Kontol ku benar – benar nggak kompromi, terpaksa deh pakai cara tradisional. Segera aku masuk ke dalam, berdiri di tempat yang tidak terlihat dari arah kolam renang, namun aku bisa melihat ke sana. Kulihat Mba Lisa sedang duduk, nampaknya sedang mengoleskan lotion pada bagian depan tubuhnya. Celanaku segera kupelorotkan, tangan lumayan licin sisa lotion mijit Kaki tadi, aku segera mengocok Kontol ku, kulihat Mba Lisa sedang mengoleskan lotion pada area teteknya, nampak teteknya bergoyang, tangannya masuk ke balik Kutang nya, duh kenapa nggak diangkat sedikit saja sih pikirku. Kocokan semakin kencang. Lalu Mba Lisa nampak melebarkan Kakinya, kini sedang mengolesi wilayah sekitar paha dan selangkangannya. Kukocok Kontol ku makin cepat, Denyutan terasa makin kencang…Creet…creet..ah akhirnya keluar juga, lega rasanya. Segera saja kubersihkan muncratanku dengan celanaku, lalu segera menuju kamar mandi. Sambil mandi aku tersenyum sendiri…sudah lama juga aku tidak onani, karena biasanya langsung sama mama. Namun hari ini darurat, daripada bablas….
    Tak lama kemudian mama pulang, setelah mama istirahat dan mandi, kami pun pergi jalan ke luar. Malamnya Mba Lisa minta tidur di kamar mama, biasalah sudah lama tidak ketemu, juga karena dia semangat menceritakan kegiatan barunya di dunia perkuliahan…puasa deh malam ini. Besoknya juga sama…duh banyak banget sih ngegosipnya, tinggal aku merana sendiri di kamarku. Mama bukannya nggak paham dengan kondisiku, namun kami harus menjaga rahasia kami.
    Untunglah hari ketiga Mba Lisa merasa bahan gosipannya sudah berkurang dan memutuskan tidur di kamarnya, aku sengaja memutuskan untuk tidur di kamarku sendiri, untuk kemudian nanti masuk menyerang ke kamar mama. Sewaktu kami nonton TV malam itu, saat Mba Lisa tidak melihat, aku mengedipkan mata ke mama sebagai kode nanti malam aku kepingin, Mamapun balas mengedip dan tersenyum. Tidak lama kemudian aku bilang sudah mengantuk, dan segera ke kamarku. Di kamar aku nyalakan laptopku dan mulai browsing, biasa pemanasan dikit buat adikku. Lega rasanya sebentar lagi bisa bermesraan kembali dengan mamaku tersayang. Huh…tersiksa berat aku, 3 hari ini mama sibuk kerja, juga tidak bisa aku datang ke kantornya, karena sedang rapat terus membahas proyek baru, sehingga tidak ada waktu buat nyolong² melakukan hubungan. Belum lagi Kontol ku ngaceng terus kalau lihat Mba Lisa dengan bikininya di kolam renang tiap sore. Setengah jam kemudian aku dengar TV dimatikan, dan suara Mba Lisa mengucapkan selamat tidur ke mamaku. Sabar bentar lagi dik…kamu akan menemukan lubangmu….sabar. Aku meneruskan menjelajahi situs – situs porno favoritku. Satu jam kemudian aku matikan laptopku, kubuka pintu kamar pelan², mataku melihat ke arah kamar Mba Lisa, kamar kami bertiga memang terletak di lantai dua, mengendap aku ke sana, kutempelkan telingaku di pintunya, selama satu menit aku konsentrasi mendengarkan, nampaknya tidak ada suara apapun. Yakin bahwa Mba Lisa sudah tidur, aku segera menuju kamar mama, membuka pintu, nampak mama mengenakan baju tidur mininya, sedang membaca. Mungkin karena birahi kami yang sedang dahaga, dan juga karena biasa bebas saat Mba Lisa tidak di rumah, maka aku jadi agak sembrono saat itu, aku hanya menutup pintu sebatas tertutup, tanpa melihat apakah sudah tertutup rapat, apalagi menguncinya. Yang ada dalam otakku adalah segera bermesraan dengan mama tersayang.
    Mama yang melihatku masuk, segera menghentikan kegiatan membacanya, ditaruhnya bukunya ke meja di samping ranjang. Aku segera naik ke atas tempat tidur, tanpa basa – basi aku segera mencium bibir mama dengan gairah yang membara..sementara tanganku meremas – remas tetek mama yang masih terbungkus baju tidurnya…
    Ma, aku kangen banget nih…
    Iya sayang, mama juga.
    Kami berciuman dan saling meraba satu sama lain, mama meremas² Kontol ku yang sudah mengeras di balik celanaku. Dengan cepat aku segera membuka kaosku, lalu segera menelanjangi mamaku, mamapun membantu aku melepaskan celanaku. Segera saja aku gumuli mamaku. Aku peluk dan ciumi bibirnya, bulu keteknya, lalu aku segera turun ke daerah teteknya, mulutku dengan rakus segera menciumi dan menghisap puting susu mama yang besar bergantian, tanganku pun mulai meraba dan membelai² rambut memek nya yang lebat, Kuremas² rambut kemaluan yang tebal dan menggairahkan itu, lalu kuusap² Memeknya, jarikupun mulai dengan lincahnya mencari lubang Memek mama, segera kutusukkan ke dalamnya. Mama nampaknya juga memahami gairahku, dan menerima semua rasa dahagaku yang tertahan selama 3 hari ini.
    Koleksi Cerita Ngewe – Tangan mama memeluk punggungku, membelainya dengan lembut, wajahnya menunjukkan ekspresi bahwa ia mau aku memuaskan semua dahagaku. Tangannya pun mulai turun ke arah pantatku, dibelainya pantatku, lalu mulai menuju ke arah Kontol ku, diraihnya kedua biji pelerku, diusap² dan dimainkan dengan amat lembut. Lalu ia mulai mengelus dan mengocok Kontol ku. Ugh…nikmat sekali rasanya, saat tangan halus mama mengocok Kontol ku, aku pun terus menciumi dan memainkan tetek mama, sudah basah tetek mama oleh ludah dan keringat. Puas dengan tetek mama, kembali kuangkat ke atas sebelah tangan mama, bulu keteknya sungguh merangsang birahiku, aku kembali mengaeahkan lidahku ke sana, kujilati dan kuciumi sepuas hatiku, aroma Jhongi dari mama yang rajin merawatnya menggelitik hidungku dan makin membuat Kontol ku mengeras. Puas bermain², aku segera mengarahkan Kontol ku ke tetek mama, Mama sudah paham apa yang kumau dan segera mengapit kedua teteknya, aku segera memaju mundurkan pantatku untuk menggerakkan Kontol ku yang sedang dijepit dengan nikmat di antara tetek mama yang besar itu. Puting mama yang kecoklatan nampak mengeras dan mencuat ke atas dengan mempesona. Kupilin – pilin dengan jariku, membuat mama mendesah…
    Lalu tanpa merubah posisi, tangan mama segera menarik dan mendorong pantatku ke depan, sehingga Kontol kupun kini berada tepat di depannya, tangan mama segera memegang batang Kontol ku dan mulutnya mendekat, lidahnya mulai menjelajahi dan menari – nari di atas Kontol ku, Ooohhh…..rasanya tiada tara. Perlahan mulutnya mulai menelan kepala Kontol ku, lalu batangnya, sampai ke pangkalnya, dihisap dan dikulum – kulum dengan kuat namun nikmat. Kontol kupun berdenyut² nikmat saat mulutnya mulai memompa Kontol ku. Pelan lalu cepat bergantian ditimpali dengan permainan lidah yang lihai, membuatku hanya bisa mendesah menahan kenikmatan ini. Nampaknya mama benar² ingin melumat habis Kontol ku dengan mulutku, saat aku hendak menyudahi Oral Seks ini, tangannya menahannya, ya sudah aku biarkan saja, mama makin semangat dan mengulum dan menghisap Kontol ku dengan sangat panas.
    Kadang mulutnya menghisap dan mengulum biji pelerku sambil tangannya mengocok Kontol ku, lalu kembali mulutnya bermain dengan Kontol ku. Lama kelamaan Kontol ku semakin berdenyut kuat, rasanya mau keluar nih sebentar lagi.
    Ma…aku sudah mau keluar nih.
    Mama makin mempercepat hisapannya, dan paa timing yang tepat membuka mulutnya di depan kepala Kontol ku, sementara tangannya memegang kuat batang Kontol ku. Dilepasnya sesaat saja, Creeettt….spermaku keluar dengan perlahan ke mulutnya, Lalu digenggam lagi dengan kuat, sesaat dilepas lagi…spermaku kembali menetes perlahan, dan mama kembali menggenggam kuat, kali ini agak lama, akhirnya mama melepaskannya, kali ini kepala Kontol kupun memuntahkan sperma dengan jumlah agak banyak dan kental, Mama menampungnya ke dalam mulutnya. Memandangku, kulihat mulutnya penuh dengan spermaku, sesaat kemudian mama menelannya, lalu menjilati dengan rakusnya sisa sperma yang meleleh di sekitar Kontol ku.
    Sudah lama mama nggak ngerasain sperma kamu sayang.
    Ma tadi enak banget, mama pintar banget waktu bikin Jhoni keluar bertahap gitu, rasanya enaakkkkkk bangeet.
    Siapa dulu dong mamanya, nah nanti gantian kamu yang puasin mama.
    Mamapun mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia, lalu meminum air di gelas yang ada di meja samping ranjang. Walau baru keluar namun tidak butuh waktu lama bagi Kontol ku untuk tegang kembali…Kontol ini pasti akan cepat tegang bila sudah berada dekat mamaku Susy yang telanjang dan mempesona ini.
    Saat itu kami benar² dibakar api birahi yang menyala, sehingga tidak menyadari pintu kamar mama sedikit terbuka, karena di luar agak gelap dan kami sedang sibuk dan panas²nya, kami tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang melihat dengan mata terbelalak.
    Lisa berdiri terpaku di depan pintu, kaget dan terkejut dengan kenyataan yang dia lihat sedang terjadi di dalam kamar mamanya. Tadinya dia bermaksud ke kamar mama untuk meminjam buku sebagai bahan bacaan karena dia belum bisa tidur, dia membuka dan menutup pintu kamarnya juga dengan pelan, agar tidak mengganggu adik dan mamanya. Begitupun saat hendak masuk ke kamar mamanya, ia bermaksud melakukannya dengan pelan, agar tidak membangunkan mamanya. Namun ia heran karena pintu kamar mamanya tidak tertutup rapat, dan saat ia mendekat terdengar suara desahan dan rintihan yang sudah ia hafal benar sebagai suara apa.
    Penuh keheranan dan tanda tanya ia mendorong sedikit pintu itu perlahan sekali, dan ia kaget dan terkejut mendapati adik dan mamanya yang telanjang, juga mamanya yang sedang menghisap Kontol adiknya. Mulutnya ternganga, tidak bisa mengeluarkan suara apapun, sementara Kakinya juga tidak bisa beranjak dari situ. Akhirnya ia pun melihat adegan yang sedang berlangsung di kamar mamanya.
    Jhoni pun segera turun ke daerah selangkangan mamanya, mamapun segera menaikkan lututnya dan membuka lebar kedua Kakinya, nampaklah Memek mama yang mempesona. Segera saja Jhoni menciumi rambut kemaluan mamanya, lalu mulai menjelajahi permukaan Memek mamanya dengan lidahnya, dijilati semuanya. Kemudian perlahan jarinya mulai melebarkan Memek mamanya, kembali lidahnya menjilati dengan buasnya seisi Memek mamanya, lidahnya ditusuk² ke lubang Memek mamanya, lalu lidahnya mulai menuju ke arah itil mamanya, kacang enak itupun mulai dijilati dan dimainka dengan lidahnya, itil mamapun mulai membesar, makin bersemangat saja Jhoni memainkannya, mamapun mendesah penuh kenikmatan. Memek mama sendiri mengeluarkan aroma nikmat yang membuat mabuk kepayang.
    Jiiilaaat terusss Jhon.
    Ya…ya….mainin itil mamaaa, terusss yang..
    Oooohhh……Aaahhhh…Awww,….!
    Lisa melihat adegan yang berlangsung tersebut dengan berdebar², dari arah pintu dilihatnya adiknya sedang menjilati Memek mamanya, terlihat juga Kontol adiknya yang besar bergoyang², Ada sensasi dan perasaan aneh yang menjalar pada diri Lisa . Memeknya di balik celana dalam terasa berdenyut² dan panas, tanpa sadar tangannya mulai meremas² teteknya sendiri, memainkan putingnya, lalu tangannya bergerak ke bagian bawah baju tidur mininya, mulai mengelus² celana dalamnya, perlahan lalu makin kuat….kini tanganya pun mulai memasuki celana dalamnya, terasa rambut kemaluannya yang lebat, lalu tangannya pun mulai mengusap² ngusap Memeknya, semakin lama semakin cepat, sementara ia berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar. Lalu ia pun mulai menurunkan celana dalamnya, kini ia segera berlutut, kedua Kakinya agak ia lebarkan, jemari tangannya segera mencari itilnya, lalu mulai menggosok² itil memek tersebut…walaupun pemandangan yang dilihatnya mengagetkan dirinya, namun ia tidak bisa menahan perasaan aneh panas yang menjalar dan menggelitik birahinya. Jarinya terus memainkan itilnya sementara matanyapun terus menatap dengan lekat adegan adiknya yang sedang menggarap mamanya.
    Cerita Sex Ceritaku Sama Mama Susy terus menggelaitkan badannya, mulutnya mendesah² keenakkan, sementara pinggul dan pantatnya bergerak semakin liar…Jhoni semakin ganas saja memainkan itil mamanya, jarinya juga ikut menusuk² lubang Memek mamanya, semakin lama² cepat, Kontol nya sudah mengeras menikmati rintihan dan desahan kenikmatan mama. Lidahnya bergerak amat cepat menyapu dan membelai itil mamanya, desahan dan erangan mama mulaitidak beraturan dan keras, pertanda mama sudah tiba pada pertahanan terakhirnya, benar saja, tak lama kemudian dengan tubuh mengejang dan pantat yang sedikit terangkat, terasa Memek mama menyemburkan cairan hangat orgasmenya.
    Wah…libur 3 hari membuat permainan lidah kamu jadi ganas yang..
    Baru saja mama selesai mengucapkan kalimatnya, Jhoni segera menarik Kaki mamanya, diangkatnya kedua Kaki mamanya, sementara ia berlutut di depan Memek mamanya. Tampak olehnya Memek mamanya yang memerah karena permainan lidah dan jarinya, segera ia menurunkan pantatnya sedikit, lalu memajukan Kontol nya ke depan, karena Memek tersebut sudah basah, mudah saja Kontol nya menerobos lubang Memek mamanya, terasa hangat dan nikmat. Dimaju mundurkan Kontol nya dengan seirama, kedua Kaki mamanya menggantung di bahunya, sementara dari pantat ke kepala tetap dalam posisi membaring, mama mengangkat kedua tangannya dan mengapitkannya di belakang kepalanya sendiri.
    Terlihat bulu ketek mamanya yang lebat dan mulai basah oleh keringat, makin bernafsu saja Jhoni jadinya, pompaan Kontol nya semakin cepat dan ditancakan sedalam mungkin, tetek mama bergoyang dengan cepat…plok…plok…plok…bunyi Kontol yang sedang memompa Memek mamapun terdengar jelas .
    Mamapun mendesah dengan nikmat. Jhoni pun mulai mengubah tekhniknya, sengaja ia memompa dengan pelan beberapa kali dulu, lalu mulai menarik Kontol nya perlahan sampai batas ujung kepala Kontol, lalu blesss…membenamkannya lagi, terus berulang². Setiap kali akan menerobos masuk dilakukan dengan cepat dan bertenaga sehingga langsung menancap sedalam mungkin, terasa sampai ujung liang Memek mamanya. Mama pun makin bergeliat keenakan, merasa nikmat sekali setiap kali kepala Kontol Jhoni kembali menghujam lubang Memeknya dengan kuat, sementara menghujam, Kontol tersebut membelai lembut itilnya, nikmat tiada tara. Jhoni sendiri merasakan rasa geli yang enak sekali pada kepala Kontol nya setiap menerobos masuk kembali ke lubang Memek mamanya. Tak butuh waktu lama, mama kembali mengejang dan mengalami orgasme. Jhoni pun berhenti sebentar.
    Lagi dong say…kok berhenti capek yah ?
    Enggak..ganti posisi ya ma, aku duduk, mama di pangku, aku mau mainin tetek sama ketek mama.
    Boleh…
    Jhoni pun segera menyandarkan badannya ke kepala ranjang, Kakinya lurus di atas ranjang, mama segera duduk di atas Kontol Jhoni, posisi tubuhnya membelakangi Jhoni, tangannya dinaikkan ke atas mengapit kepala Jhoni . Perlahan mama meregangkan Kakinya, Memeknya sudah merah karena hujaman Kontol Jhoni, lubangnya sudah membuka, perlahan diturunkan pantatnya, lalu Jlebbbbbb….Kontol Jhoni pun menerobos denga leluasa ke lubang kemikmatan mama tersebut, dari belakang tangan Jhoni segera meremas² kedua Toket mama nya, diremasnya dengan kuat dan gemas, dimainkan dan di pilin² puting tetek mama yang sudah membesar, sementara lidahnya mulai menjilati ketek mamanya. Mama sendiri mulai menaik turunkan pinggulnya, memulai memompa Kontol anaknya, terlihat cairan sisa orgame mengalir turun membasahi batang Kontol anaknya.
    Mata Lisa terpaku melihat ke arah ranjang, kini terlihat posisi mamanya yang menghadap ke arahnya, Jhoni yang sedang menjilati ketek mamanya dan meremas² tetek besar mama. Juga terlihat Kontol adiknya yang besar sedang bergerak naik turun memompa lubang Memek mama yang sudah merah karena dipompa oleh Kontol besar tersebut dalam waktu lama. Diperhatikan wajah mamanya, Lisa belum pernah melihat ekspresi mama seperti itu, wajah mamanya terlihat penuh kebahagiaan. Kembali Lisa melihat ke arah Kontol adiknya yang sedang menghujami Memek mama. Jemari Lisa semakin cepat memainkan itilnya pada Memeknya yang sudah sangat basah menyaksikan adegan seks antara Jhoni dan mama. Lisa merasakan kenikmatan menjalar di sekujur tubuhnya akibat rasa enak yang dia dapati saat memainkan itilnya. Itilnya sendiri memang agak besar, lebih besar dari mamanya dan menonjol keluar. Semakin cepat dan tanpa henti ia memainkannya. Gairahnya juga sedang terbakar. Saat ini ia tidak dapat berpikir mengenai mengapa adik dan mamanya bisa melakukan persetubuhan yang harusnya tidak boleh terjadi, namun itu bisa menyusul, saat ini ia sedang sibuk memuaskan dirinya akibat menyaksikan adegan panas yang terjadi.
    Jhoni masih memainkan ketek dan tetek mamanya. Kontol nya kini mengeras sekeras²nya, aroma ketek mama menimbulkan rangsangan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan. Kini iapun mulai ikut menaik turunkan pantatnya, mengimbangi goyangan mamanya, semakin lama semakin cepat dan seirama seiring deru nafas kenikmatan yang terjadi, kini ia menjilati leher mamanya, mama menggelinjang kegelian, lalu ia mencari bibir mamanya, mama balas menciumnya dengan tidak kalah panas, lidah mereka bertautan dengan cepat, saling menarik, goyangan Kontol dan Memek semakin cepat, tangan Jhoni semakin kuat meremas² dan memainkan tetek mamanya yang besar, semaikn kuat ia merasakan denyutan pada Kontol nya, mama sendiri semakin menggelinjangkan tubuhnya, berbarengan dengan Jhoni menyemprotkan spermanya, mamapun memuntahkan orgasmenya yang kesekian kali.
    Di luar kamar Lisa pun terkulai lemas, Memeknya sudah basah kuyup, ia juga baru mengalami orgasme yang hebat, Memeknya masih berdenyut² nikmat sehabis memainkan itilnya. Matanya tetap mengawasi yang terjadi dalam kamar, nampaknya tidak ada tanda² adiknya akan keluar, dilihatnya adiknya dan mamanya terdiam lemas, masih berciuman dengan mesra, nampak sperma menetes keluar dari lubang Memek mamanya membasahi Kontol adiknya yang masih menancap di dalamnya. Dilihat wajah keduanya yang nampak bahagia dan puas. Lisa membiarkan dirinya berdiam diri sebentar, beristirahat, otaknya mulai bisa berpikir jLisa h kembali, kalaupun ia tetap di sini juga, adegan berikutnya yang akan terjadi juga sama saja, tetap saja adegan adik dan mamanya yang bersetubuh dengan panasnya, jadi lebih baik aku kembali ke kamar. Lalu ia mengambil celana dalamnya, menyeka cairan yang tersisa di lantai dengan celana dalamnya, lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya perlahan dan tanpa suara.
    Di dalam kamar mama, Jhoni dan mama masih tetap dalam posisi seperti tadi. Lemas dan puas. Berdiam diri memulihkan tenaga yang terkuras sehabis memuaskan dahaga yang sempat tertahan 3 hari ini. Kemudian terdengar suara mama memulai percakapan.
    Mama puas dan nikmat sekali sayang.
    Jhoni juga ma, rasanya terobati deh puasa 3 hari ini.
    Ya…nggak apalah Jhon, kan ada Mbakmu, kita juga harus hati – hati. Toh kalau Lisa sedang tidak pulang kita bisa melakukan kapan saja kita mau.
    Iya ma,Cuma kadang – kadang Jhoni suka nggak kuat.
    Maklumlah kamu masih muda, masih penuh semangat dan mudah terangsang.
    Mama juga kan.
    Ah…nakal kamu.
    Cerita Sex Ceritaku Sama Lalu mama segera mencabut Kontol ku dari Memeknya, menjilat sisa sperma yang masih ada di Kontol ku, aku melao keringat di tubuhku dan mama dengan handuk yang tersedia. Setelah itu kami berbaring dan berpelukan, saling berciuman dengan mesra. Malam itu Jhoni kembali menggarap Memek mamanya sebanyak 2 kali lagi, sebelum kembali ke kamarnya. Sebelum masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya kamar Mba Lisa, tetap tenang tak ada suara, masih tidur pikirnya, lalu Jhoni pun masuk ke kamarnya dan tidur. Senyum puas tersungging di wajahnya. Karena kelelahan dan terlalu panas semalaman memuaskan birahi bersama mama, Jhoni kecapekan dan bolos sekolah besoknya.
    Lisa di kamarnya berbaring, tapi matanya tidak terpejam, masih terbayang jelas adegan yang dia saksikan tadi. Setelah tiba di kamar barulah ia bisa memikirkan secara jelas hal tadi. Apa yang disaksikannya tadi amat mengejutkan juga membuat dirinya marah, Bagaimana bisa mama dan Jhoni ….itu jelas terlarang, lain halnya kalau Jhoni dengan Cewek lain, mama dengan pria lain, tapi ini…mereka ibu dan anak. Jhoni juga lelaki, badannya bagus, wajahnya ganteng, usianya juga sedang kritis²nya sama yang namanya seks, kalaupun ia sudah mengenal dan melakukannya, aku bisa paham. Aku sendiri juga sudah sering melakukannya dengan pacarku. Tapi mengapa harus dengan mama, mengapa Jhon ? Dan mama kenapa kau harus melakukannya dengan Jhoni, anakmu ? Apa yang sudah terjadi selama ini..??? Kalau dilihat dari panasnya adegan tadi, wajah mereka yang bahagia juga mesranya mereka, nampaknya hal ini sudah berlangsung lama, pasti ini juga karena aku yang tidak ada di rumah ini. Kesempatan mereka amat besar.
    Lalu kenapa aku tadi bisa terangsang…?? Ah persetan dengan itu, wajar saja kan, kalaupun itu bukan mama dan Jhoni tapi bila melakukan persetubuhan sepanas tadi, pastilah aku yang melihatnya akan terangang, akukan Cewek normal. Tapi bukan itu yang harus aku pusingkan. Besok saat mama kerja, aku akan minta keterangan semuanya dari si Jhoni, hal ini nggak bisa dibiarkan berlanjut. Jhoni, Jhoni adik kecilku ini ternyata sudah menjadi lelaki yang jantan yang mengerti bagaimana memperlakukan dan memuaskan Cewek……..egh…Kontol nya juga besar dan panjang…gimana rasanya bila Kontol nya menyodok Memekku…Arghhh…kenapa jadi mikirin Kontol adikku, mana bisa begitu, dia kan adikku, masa aku bisa memikirkan kemaluan adikku di saat seperti ini. Sudah mendingan aku tidur dulu, percuma aku pusingkan sekarang, toh besok semuanya akan terjawab……
    ****
    Pagi itu aku bangun terlambat, mama sudah berangkat kerja. Mama tidak terlalu ketat untuk urusan sekolah, dari dulu kalau aku bolospun mama tidak marah dan melarang, karena tahu nilai raportku selalu baik, jadi mama tidak terlalu khawatir. Masih terasa capek badanku akibat menggempur mama habis- habisan semalam. Heran, mama masih kuat saja untuk pergi kerja pagi ini, padahal kan mama yang punya Perusahaan, bisa santai dikit gitu….ups tapi nggak juga deh, kan mama bertanggung jawab akan kelangsungan Perusahaan dan juga karyaJhonnya. Salut banget aku sama mama. Aku bermalas²an sebentar, tidak berapa lama aku bangun. Cuci muka dulu, lalu segera menuju meja makan, sarapan, lapar sih.
    Kulihat Mba Lisa sudah di sana, sudah mandi dan rapi, sedang membaca koran, kayaknya sudah kelar sarapan, tinggal tersisa kopi instantnya yang belum habis. Kudiamkan saja, aku langsung mengambil roti dan membuka kulkas menuang susu, lalu duduk memulai sarapanku. Tidak berapa lama, aku selesai dan bengong, nggak ada kegiatan yang mendesak, jadi santai saja. Tak berapa lama Mba Lisa menutup koran dan menaruhnya di meja, lalu memandangku sekilas dan memulai percakapan.
    Nggak sekolah lagi Jhon.. Mba Lisa menanyakan dengan nada suara yang amat manis.
    Enggak..malas.
    Malas apa capek Jhon ?
    Capek kenapa Mba ? jawabku tertawa, mengira Mba Lisa sedang meledekku seperti biasa.
    Capek ya capeklah Jhon ?
    Ah Jhoni nggak ngerti maksud Mba Lisa .
    Biar aku perjelas ya Jhon, maksudku kamu capek pasti kamu paham. Semalam ngapain kamu di kamar mama ?
    Suara Mba Lisa tiba² berubah tegas dan dingin. Deg…jantungku seakan berhenti berdetak. Apa maksudnya, mungkinkah Mba Lisa tahu dan menyadari apa yang terjadi, namun aku masih mencoba menjawab dengan santai dan ringan.
    Kan semalam aku tidur di kamarku, terus pas malam aku bangun kencing, mungkin karena kondisi mengantuk aku jadi masuk ke kamar mama. Kenapa sih, kan Mbak tahu aku juga biasa tidur di kamar mama. Jawabku setenang dan semeyakinkan mungkin.
    Oh tidur. Benar hanya tidur Jhon..?
    Lha iyalah…Mba.
    Gini ya Jhon kukasih tahu, semalam aku susah tidur, jadi aku bermaksud mengambil buku di kamar mama untuk kubaca sampai ngantuk. Tapi saat aku ke sana aku lihat pintu kamar mama tidak tertutup rapat, karena nggak mau mengganggu, maka aku dorong pelan². Iya sih kamu sama mama lagi tidur. Tapi lucunya dua²nya bugil, dan gaya tidur kalian aneh sekali, masa sampai bergumul dengan hebatnya, sampai perlu kamu memasukkan Kontol kamu ke Memek mama, itu namanya NgentOt Jhon, bukan tidur. Dan dari yang kulihat nampaknya kalian amat menikmatinya.
    dingin, tenang, sinis dan penuh hujaman sekali kata² Mba Lisa . Duar..jantungku seperti ditembak pistol mendengarnya.
    Aku terdiam membisu. Wah…ribet nih, baru kali ini kudengar Mba Lisa mengucapkan kata – kata kotor, gimana nih ? Tak urung aku berpikir juga kalau sekarang Mbakku amat pintar mengelola kata – katanya, ringan tapi kejam dan menghujam ke sasaran, hebat juga Mbak, baru kuliah psikologi sebentar, gayanya sudah pro banget…Hei, hei stop bukan saatnya kagum, ada hal serius nih, Mba Lisa tahu dan melihat apa yang terjadi semalam antara aku dan mama. Dan jelas sekali dia tidak suka dan tidak mau mentoleransi hal tersebut. Kayaknya sudah tidak bisa mengelak lagi, aku harus terus terang dan menjelaskan semuanya supaya Mba Lisa paham.
    Ya sudah, Mbak sudah paham kan dengan apa yang Mbak lihat semalam ?
    Paham apanya, gampang amat kamu ngejawab hal itu Jhon.
    Ya memang segampang itu Mba, sederhana saja, aku dan mama memang melakukan hubungan seks !
    Kamu nggak punya otak ya Jhon, dia mama kamu, mana bisa kamu melakukan hal seperti itu ?
    Bisa saja dan sudah terbukti kan, Mbak melihatnya sendiri kan …
    Diam kamu, aku nggak peduli kalau kamu melakukannya dengan Cewek manapun yang kamu suka. Tapi kenapa kamu harus melakukannya dengan mama ?
    karena kami melakukannya suka sama suka dan saling membutuhkan.
    Ah, kamu asal saja bicara, paling juga karena kamu yang masih muda Cuma mau memuaskan nafsu bejat kamu, dan juga mama yang kegatelan…, kalian berdua sama gilanya Aku jadi emosi mendengar kata Mba Lisa barusan, segera saja aku berdiri.
    Jaga mulutmu Mba, jangan sekali – kali kamu menghina mama, kamu nggak ngerti semuanya. Dalam satu hal kamu benar, aku nggak mau munafik, aku memang melakukan hal ini juga untuk kepuasanku. Namun Mbak harus paham, mama itu juga Cewek yang usianya masih membutuhkan seks. Apa Mbak tahu mama itu sakit dan kecewa karena perceraian dengan papa. Begitu sakit dan kecewanya, sehingga takut untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain. Hanya mencurahkan hidupnya setelah perceraian untuk mencari nafkah dan mengurus kita, tidak peduli dengan kebutuhannya sendiri.
    Tapi Jhon…
    Diam dulu Mba, aku belum selesai bicara. Mba Lisa nggak tahu kan, mama juga butuh seks dalam hidupnya, apalagi sebagai Cewek di usianya sekarang, beda halnya kalau mama sudah tua atau renta, mama masih muda, cantik, apa Mbak tidak bisa memahami kalau mama memendam semua hasratnya ke dalam hatinya yang terdalam. Lalu aku bisa mengetahui hal itu, Jujur memang aku tergoda dan amat terobsesi dengan mama, terserah apa penilaian Mbak. Akhirnya mama mulai bisa memuaskan kembali hasratnya, dan mama merasa aman dan tidak takut akan sakit hati dan kecewa karena dia percaya ama aku. Kami saling menyayangi dan merasa tidak ada yang salah dengan hal ini. Jadi kuharap Mbak mau mengerti, dan satu hal yang pasti, cukup denganku Mbak mempermasalahkan hal ini, jangan pernah Mbak mengusik mama sekalipun, aku akan marah sekali kalau Mbak melakukannya.
    Aku meluapkan semua emosiku. Mba Lisa langsung berdiri, diambilnya koran dan dilempar ke arahku sambil berteriak
    Kamu hanya mencari pembenaran saja atas perbuatan kalian. Segala macam alasan yang kamu katakan adalah omong kosong, dasar, kalian Cuma mencari kepuasan saja, menggelikan sekali. Kamu dan mama sama gilanya. Dengan kesal kutarik dan kupegang lengan Mba Lisa dengan cepat dan keras, kudekatkan muMbau ke mukanya
    Jadi apa masalahnya. Terserah Mbak mau bilang apa, sudah pasti di manapun akan menilai hal ini salah, tabu, tapi persetan. Kalau aku melakukannya dengan mama, itu urusan kami, siapa yang rugi hah ? Siapa yang kami sakiti hah ? Kami punya alasan yang bisa kami terima satu sama lain. Bukan hanya untuk kepuasanku, tapi aku juga merasa senang, karena mama juga bisa kembali bahagia dan bisa memenuhi kebutuhan seksnya tanpa perlu rasa takut dan kecewa.
    Cerita Sex Ceritaku Sama Mba Lisa segera menepis tanganku, dan langsung bergegas melangkah keluar, wajahnya penuh kemarahan. Aku tidak berusaha mencegahnya. Tak lama terdengar suara mesin mobil dinyalakan dari garasi dan meninggalkan rumah, biar sajalah, paling dia menumpahkan kemarahannya sambil jalan ke luar. Daripada dia tetap di sini, yang ada kami akan terus berteriak dan berdebat. Kini aku duduk sendiri, kepalaku pusing memikirkan pertengkaran kami barusan. Apa yang harus kulakukan, apa mama harus kuberitahu bahwa Mba Lisa sudah tahu hubungan kami. Ah, jangan, biar saja, tak perlu menambah beban pikiran mama. Terserah sajalah, aku yakin Mbakku tidak akan menanyakan hal ini ke mama, karena pada dasarnya Mbakku juga menyayangi dan mau mama bahagia, terlebih setelah perceraian. Mungkin saat ini Mba Lisa belum bisa memahami alasan yang melandasi hubungan kami, mungkin Mba Lisa hanya melihat dari segi seks dan birahinya saja, memang hakikatnya hubungan seks yang kami lakukan untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasan, tapi itu harus diletakkan pada sisi terpisa, ah…sudahlah, nanti pasti dia kan mengerti. Aku paham Mbakku. Lalu aku mandi dan kemudian menghabiskan waktu siang itu dengan membaca – baca buku sekolahku, iyalah biar aku tambah pintar.
    Sorenya mama pulang, menanyakan ke mana Mbakku, kubilang saja, tadi keluar mungkin ke rumah temannya. Mungkin karena aku lagi pusing memikirkan masalah tadi, aku tidak memanfaatkan ketiadaan Mba Lisa untuk menggarap mamaku. Mama masuk ke kamarnya, mungkin istirahat dan mau mandi. Sekitar jam 7 Mba Lisa pulang, wajahnya tampak biasa saja didepan mama, mengecup pipi mama dan mengucapkan salam, dan bicara seperti biasa dan tidak apa – apa. Lalu masuk kamarnta, ganti baju terus mandi. Nggak lama mama selesai memasak dan kami segera makan, namun Mba Lisa tampak dingin saja kepadaku.
    Kayaknya mama menangkap gelagat ini, dan menanyakan kepada kami apakah kami sedang bertengkar, namun aku dan Mbak hanya berguamam singkat bahwa kami oke – oke saja. Mamapun diam dan tidak bertanya lagi, biasalah namanya juga anak – anak, ada kalanya suka bertengkar dan diam – diaman, nanti juga baik lagi. Malamnya aku juga tidak menggarap mamaku, aku sedang kehilangan mood, jadi tidur saja. Paginya mama berangkat kerja dan aku juga segera memacu ninjaku ke sekolah….suasana antara aku dan Mba Lisa masih dingin, tapi tak apalah yang penting Mba Lisa tidak menanyakan hal ini ke mama.
    Lisa kini sendirian di rumah. Duduk termenung di sofa, saat sendiri ini dia coba memikirkan dan mengolah semua hal yang terjadi antara mama dan adiknya. Mungkin saat sendiri dan tenang begini dia bisa memikirkannya dengan baik. Dia masih belum bisa menerima hal ini. Saling membahagiakan apanya…kebutuhan mama apaan, mereka bergumul dengan panasnya begitu kok, semua Cuma alasan, paling cuma memuaskan diri masing²…huh dasar, lama dia memikirkan dengan kesal saat membayangkan bagaimana wajah mama dan adiknya yang penuh kepuasan dan birahi saat malam itu, terasa agak sesak di dadanya. Tapi kemudian dia kembali memikirkan kata adiknya, dia coba kesampingkan urusan seksnya.
    Memang benar setelah bercerai mama tidak pernah terlihat satu kalipun berjalan atau menjalin hubungan dengan pria manapun, semuanya dicurahkan untuk membesarkan aku dan Jhoni, untuk bekerja juga. Kalau untuk kecantikan dan menarik, Lisa pun mengakui dan juga mengagumi mamanya, mustahillah kalau ada pria yang tidak tertarik dan mencoba mendekati mamanya saat itu. Tapi nampaknya mamanya memang menolak dan tidak pernah berusaha menjalin suatu hubunganpun. Kesampingkanlah faktor ekonomi, mama sangat mapan dan sukses, jadi mustahil mamanya menanti pria yang kaya, enggaklah enggak ini nggak masuk point yang harus kupikirkan. Dilihat dari umur mama masih belum tua, masih menarik, dan juga memang sebagai Cewek normal yang matang pasti masih mempunyai gairah seks yang tinggi, dari sini sudah jelas, bukan masalah kecantikan atau mama merasa dirinya sudah tidak menarik.
    Lisa segera meluruskan duduknya, benar juga, si brengsek Jhoni ternyata bisa memahami hal tersebut, duh kenapa juga aku ini nggak bisa melihatnya, mungkin karena aku jarang di rumah ini. Lama Lisa terdiam, mencoba menyimpulkan dari sudut pandang lain. Si Jhoni sih nggak bisa bohong, pasti dia melakukan ini karena memang mama cantik dan seksi, terang saja dia bisa nafsu…eit tunggu dulu waktu itu kan dia bilang memang dia tergoda dan terobsesi sama mama…Lisa kembali mencoba mengingat, lalu ia ingat sebuah artikel ilmiah yang pernah dibacanya, bahwa anak laki memang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk mengagumi, mengidolakan dan juga berimajinasi akan ibunya. Pada satu sisi mungkin akan menjadi obsesi. Juga kan memang terbukti dengan adanya yang namanya sindrom Oedipus Compleks.
    Apalagi Jhoni dan juga aku memang sayang sekali sama mama. Ditambah usia Jhoni memang sedang memasuki usia remaja yangrasa ingn tahunya tentang seks dan Cewek amat tinggi. Mama yang cantik dan seksi tersebut pasti menjadi obsesinya. Apalagi memang lebih banyak hanya ada dia dan mama di rumah ini. Menarik juga melihat ini dari sudut pandang ilmiah pikir Lisa .
    Kemudian faktor mama, benar dari alasan yang kupikirkan tadi, nampaknya mama memang tajut untuk menjalin hubungan dengan pria lain, mungkin mama takut sakit hati dan kecewa, oh bodoh banget aku nggak menyadari mama yang memendam luka hatinya. Akhirnya semua faktor itu bertemu dan menjadi satu, Dari sisi Jhoni memang terobsesi dengan mama dan Jhoni yang juga sedang dalam kondisi seks remajanya yang lagi tinggi-tingginya, dari sisi mama yang masih mempunyai rasa takut dan kecewa tapi juga masih memendam hasrat seks yang tinggi pula, saling bertemu, dan mama merasa aman dan nyaman. Kalau kuingat ekspresi mama yang bahagia saat kulihat malam itu yah memang benar. Walau mungkin orang menilai salah, tapi sebaliknya bagi mereka berdua hal itu tidak menjadi masalah, karena keduanya saling membutuhkan dan melengkapi, bagi mereka tidak ada pihak yang dirugikan, seks memang untuk dinikmati dan mencapai kenikmatan, walau alasan seks Jhoni dan alasan seks mama berbeda namun saat berpadu akan klop, karena mama dan Jhoni saling membutuhkan, saling melengkapi, juga melakukannya karena mereka berdua merasa bahagia dan nyaman, makanya terasa menggelora dan indah bagi mereka berdua.
    Lisa pun tersenyum, nampaknya kini dia bisa berdamai dengan pikirannya dan mulai bisa menerima kondisi yang ada secara logis. Kini ia sudah membulatkan pikiran dan hatinya untuk menerima dan memahami hubungan yang terjadi antara mama dan Jhoni . Lisa menyayangi keduanya, dan mau mereka bahagia. Hmmm dasar si Jhoni ternyata dia nggak asal ngomong ya, salahku juga saat itu emosi, mungkin terlalu kaget dan terlalu melihat hal ini dari sisi pandang umum tanpa mencoba memahami alasan Jhoni dan mama. Nanti aku perlu minta maaf sama si Jhoni . Sekarang sudah beres masalah ini….lalu Lisa tersenyum nakal, tapi sekarang saatnya aku memikirkan bagian tubuh si Jhoni yang menarik itu, susah dilupakan sejak aku melihatnya, gimana rasanya Memekku bila disodok perMbaasnya yang besar itu…….
    Siangnya Jhoni pulang, didapati rumah sepi, namun mobil ada di garasi, lalu ia melihat ke kamar Mbaknya, nampak Mbaknya sedang tidur pulas, Wooowww…Mbaknya tidur memakai baju tidur santai yang tipis, nampak Kutang dan CelanaDalem yang membayang jelas di baliknya. Sudah biasa Jhoni melihat mama dan Mbaknya mengenakan baju tidur atau daster tipis dan mini. Dasar Mba Lisa, asal banget sih. Lalu ia berjalan ke kamarnya, ganti baju, dan ke kamar mandi bersih². Sesaat ia menuju ke meja makan, dilihat ada spagheti di sana, dan selembar kertas bertuliskan Makan Yang Banyak Yah..Adikku Sayang, Hmmm pasti Mba Lisa, mungkin ia sudah nggak marah tapi masih sungkan bicara. Mudah² ia sudah mengerti. Ia pun segera melahapnya. Kelar makan Jhoni pun menyalakan TV dan menonton acara musik. Dia sengaja tidak mau membangunkan Mbaknya, mungkin Mbak capek. Sejam kemudian terdengar suara Mbaknya memanggil dari kamar.
    Jhoni pun segera mematikan TV dan masuk ke kamar Mbaknya, dilihatnya Mba Lisa sedang duduk di tempat tidur, lalu menyuruhku duduk di sampingnya. Tonjolan tetek besar yang montok yang terbungkus Kutang nya terpampang jelas di balik baju tidur tipis. Samar terlihat putingnya.
    Jhon kamu sudah pulang ? Sini sebentar dong, Mba Lisa mau ngomong penting sama kamu.
    Iya Mba sudah pulang dari tadi, makasih ya sudah dimasakin, mau ngomong apa ?
    Tentang masalah kemarin…, deg Jhoni agak menegang, siap mendengar Mbaknya.
    Memang kenapa Mba ? Mau marah lagi ?
    Duh kamu…dengar dulu dong Mbak bicara…
    Iya…iya…silahkan Mbak bicara
    Mbak sudah berpikir, memang awalnya Mbak kaget dan shock, mungkin karena dalam keadaan marah dan emosi, Mbak tidak bisa menerima penjelasan kamu, namun setelah agak tenang Mbak bisa memikirkan semuanya satu persatu. Alasan kamu bisa Mbak terima dan pahami. Mbak melihat hal ini juga dari segi kebahagiaan mama, memang Mbak harus akui mama memang kini nampak jauh berbahagia dan lebih ceria wajahnya. Jadi teruskanlah saja hubungan itu…Mbak akan bersikap seakan tidak tahu saja di depan mama. Maafkan Mbak kemarin emosi dan marah sama kamu.
    Mba Lisa lalu mendekat dan mencium pipiku, kemudian kembali duduk. Aku yang dari tadi diam mendengarkan, terus terang rada terkejut dengan cepatnya Mba Lisa memahami hal ini, dan tidak bisa memikirkan banyak hal lagi, segera menjawab..
    Jhoni juga minta maaf kemarin marah juga ke Mbak. Mba, makasih yah Mbak sudah memahami, sungguh Jhoni dan mama bahagia dengan hubungan yang sedang kami lakukan ini. Kalau kagak ada lagi yang mau dibicarakan, Jhoni mau nonton TV lagi yah…
    Hei..siapa bilang sudah selesai, Mbak bilang Mbak setuju dan memahami, tapi Mbak belum kelar menyampaikan semuanya. Mba Lisa mulai lagi kembali ke gaya bawel bin ceriwisnya.
    Lho masih ada lagi, apaan sih ?
    Seperti kata Mbak, untuk permasalahan sudah beres, dipahami dan dimengerti oleh Mbak, tapi ada bagian tubuhku yang belum beres….itu jadi syarat mutlak dariku biar semua beres
    Nggak ngerti aku, sudah ngomong yang jelas saja deh…sok misterius amat sih Mbak..!
    Oke…Mbak kasih tahu ya, Memek Mbak belum beres nih….jadi kamu juga harus bikin Mbak dan Memeknya bahagia dan puas seperti yang kamu lakukan ke mama…ayo entotin aku !
    Apa…!!!!!! kaget benar aku mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Mbakku
    Nggak…nggak…No Way Mba. Lagian kenapa harus begitu syaratnya ?
    Hei dasar bandit cilik, apa kamu pikir Mbak kagak kepikiran melihat Kontol kamu yang besar dan panjang itu. Biar gimanapun aku Cewek, pasti terangsang melihat panasnya pergumulan kalian semalam. Kalau mama saja sampai merasa nikmat begitu, Mbak juga mau dong…!!!
    Tapi itu kan lain…lagian mana mungkin..aku…aku .?? suaraku terbata – bata.
    Sama mama saja kamu bisa, kenapa denganku tidak Jhon…??
    Eng…eng…anu…aa…ya pokoknya nggak bisa Mba. Mama lain sama Mbak..
    Lain apanya, mama punya tetek besar juga punya Memek yang bisa dimasuki, aku juga sama kan..
    Apa Mbak kurang menarik buat kamu dibanding mama,Jhon…???
    Mba Lisa lalu berdiri dan melepas baju tidurnya secara perlahan dengan gerakan sangat erotis. Kini berdiri dengan posisi sangat mengundang, hanya mengenakan Kutang dan Celana Dalem yang ketat saja. Teteknya yang juga besar serasa sesak dalam Kutang berendanya, Nampak samar puting susunya, lalu kulihat Celana Dalem nya, nampak tebal sekali, dari sela – sela terlihat beberapa helai rambut kemaluan menyembul keluar dari pinggiran Celana Dalem nya. Glek…aku meneguk ludahku, Kontol ku spontan mengeras. Wah bablas deh….kalau ceritanya sudah kayak gini, apa boleh buat. Aku kan lelaki normal, di depanku berdiri seorang Cewek cantik dengan tubuh montok dan menggiurkan, walau sulit namun aku sudah mencoba semaksimal mungkin menolaknya, tapi dia terus menantang dan meminta untuk di Entot, nggak lucu banget kalau aku mundur. Well, Que Sera – Sera, yang harus terjadi terjadilah….nggak bisa mundur lagi…nggak bisa nolak lagi…
    Segera saja aku kutarik Mba Lisa ke arahku, kududukkan ke pangkuanku, mula² aku mencium ringan bibirnya, tanganku dengan lincah meremas² teteknya yang masih dibalut Kutang, rasanya agak lebih keras dari tetek mama, namun sama² enak diremas kok. Sesekali tanganku menyusup ke balik KUTANGnya, memilin² puting susunya yang besar dan tegang. Tanganku yang satu lagi mulai menari² mengelus permukaan Celana dalem nya, terasa penuh dan tebal. Kuusap² wilayah pangkal pahanya, ketika tanganku masuk ke dalam celana dalam nya terasa rambut kemaluan yang lebat pula…wah sesuai seleraku, dan ketika jariku menyentuh Memeknya, kurasakan tonjolan yang agak besar…ho..ho itil Mba Lisa rupanya berukuran agak besar dan terletak agak keluar, segera saja kumainkan itil tersebut dengan jariku, ciuman Mba Lisa pun mulai memanas.
    Tangan Mba Lisa pun tak tinggal diam mengurut² Kontol ku yang masih ada di balik celana, cukup lama kami berposisi seperti ini, Memek Mba Lisa sudah terasa basah. Lalu kusuruh Mba Lisa berdiri menghadapku, kulepaskan Kutangnya, nampak indah sekali tetek besarnya menggelantung, Di tengahnya terdapat puting susu yang besar dan keras berwarna kemerahan dikelilingi lingkaran kecoklatan yang rada luas di sekelilingnya. Aku terpaku terpesona, lalu tanganku membuka Celana Dalam nya, alamak…lebatnya jembut kemaluan Mba Lisa, namun yang mempesona adalah beda dengan rambut kemaluan mama yang berwarna hitam pekat, rambut kemaluan Mba Lisa berwarna hitam agak kecoklatan kontras dengan belahan Memeknya yang berwarna merah jambu, kulihat itilnya memang agak besar dan menonjol keluar, bakalan enak untuk dimainin sama kidahku. Aku diam beberapa saat mengagumi keindahan tubuh Mba Lisa .
    Kurasakan Kontol ku sudah keras sekali, sesak banget di balik celana, meronta minta dibebaskan, segera saja kubuka kaosku dan celanaku, Swiiinggg…Kontol kupun mengacung dengan perkasa dan anggun, klihat mata Mba Lisa terbelalak melihatnya dan menelan ludahnya, segera saja kutarik tangannya dan kubaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sebelum memulainya aku menanyakannya sebentar..
    Mba Lisa …ummm maaf ya, tapi Mbak sudah pernah begituan sebelumnya ? Tanyaku canggung.
    Aduh Jhon…Jhon, kalau aku belum pernah, mana berani aku nantangin kamu dan Kontol mu itu. Ada² saja kamu, oh iya kamu nanti nggak usah takut, keluarin saja di dalam, aku minum pil KB secara rutin kok.
    Tidak terlalu kaget sebenarnya aku, mengetahui Mba Lisa sudah tidak Perawan lagi, dengan siapa yah dia melakukannya….Hoi..hoi stop dong mikirnya, situasi enak begini kok masih mikir terus…ayo balik lagi ke rejeki yang sudah pasrah di depanmu.
    Aku segera memulai permainan ini, Mba Lisa terlntang dengan pasrahnya, kali ini aku mulai dari wilayah Memeknya, karena aku penasaran banget sama itil Mba Lisa yang menojol besar itu. Mula – mula kuciumi perutnya, lalu menjilati rambut kemaluannya yang berwarna agak kecoklatan, tak lama aku arahkan mulut dan lidahku ke bawah sedikit, terdiam sebentar menatap keindahan Memek Mba Lisa yang tebal dan kemerahan, kusapukan lidahku dengan rakus pada permukaan Memeknya, kusodok² lubang Memeknya dengan ujung lidahku, puas, aku mulai menuju itilnya yang membuatku penasaran, kali ini kumainkan dulu dengan menjepit dan mengelus²nya dengan jari telunjuk dan jempolku, nampak badannya bergetar penuh kenikmatan, lidahku mulai beraksi, kujilat ke kiri kanan, atas bawah, sekali² kugigit dengan lembut dan penuh rasa gemas, kuemut² perlahan dengan mulutku, nampak sekali Mba Lisa merasa serrrr – serrrr an saat itilnya kumainkan, sengaja aku lama bermain dengan itilnya, karena terus terang saja aku menyuka bentuknya yang menonjol keluar dan besar itu, amat pas dan enak dimainkan oleh lidahku….Tidak berapa lama, Memek Mba Lisa tampak basah sekali dan desahan serta geliat badannya semakin liar, nampaknya orgsmenya sudah dekat, kupercepat jilatan lidahku pada iilnya, dan dengan satu desahan nikmat yang sangat erotis terdengar, Mba Lisa merayakan orgasme perdananya dari diriku. Terasa hangat dan agak asin di mulutku.
    Akupun segera menaikkan badanku, kali ini aku lahap tetek besarnya yang montok itu dengan buas, lidahku dengan professionalnya memainkan puting susunya, tangan Mba Lisa pun kini tidak mau tinggal diam, ia mulai meraih Kontol ku,diremas – remas lebut sambil dikocok – kocok, ugh…lembut sekali tangan Mba Lisa . Makin ganas saja aku melumat teteknya.
    Jhon….sabar dikit dong, jangan nafsu gitu ah, aku kewalahan nih.
    Habis tubuh Mbak amatlah berbahaya…bagi jiwa dan Kontol ku, terlalu nafsuin.
    Huh…dasar, sempat – sempatnya merayu, sini dekatin Kontol kamu.
    Tanpa pakai lama segera kudekatkan Kontol ku ke arah mulutnya, Mba Lisa diam sejenak, mengagumi sepenuh hati, lalu lidahnya mulai bergerak, mula – mula hanya menjilati secara perlahan kepala Kontol ku, tangannya mengelus dan meremas lembut biji Pelir ku. Lalu lidahnya makin bergerak cepat menjilat batng Kontol ku, memainkan dan menggelitik titik – titik sensitif di Kontol ku dengan lidahnya, perlahan tapi pasti mulutnya mulai mengulum Kontol ku, dihisap dan diemut – emutnya. Memang kalau aku bandingkan, untuk urusan Oral, mama lebih hebat, Mba Lisa masih kalah jam terbang, aku tidak mau bilang tidak ahli, tapi kalah jam terbang, karena kalau jam terbangnya sudah tinggi, pasti bisa seenak Oralnya mama.
    Namun permainan lidah Mba Lisa jauh lebih enak dari mama, lidahnya bergerak terus tanpa henti, dan benar² benar mampu menggelitik Kontol ku dengan nikmat. Aku hanya mampu mendesah dan meremas² rambutnya saja. Lidahnya menyapu seluru Kontol ku dengan sangat agresif. Matanya terus menatap mataku saat melakukan oral, membuat makin nafsu saja pada diriku. Tidak berapa lama Mba Lisa sudah nggak tahan untuk merasakan Memeknya dimasuki sama Kontol ku. Dia segera memposisikan pinggulnya di atas Kontol ku wajahnya menghadap ke arahku yang sedang berbaring. Perlahan² diturunkan pinggulnya, lubang Memeknya dia lebarkan dengan menariknya sedikit dengan jari²nya, kepala Kontol kupun mulai memasuki lubangnya, agak sulit sedikit, karena lubangnya masih agak sempit, setelah berusaha dengan telaten, Kontol ku mulai masuk, pelan tapi pasti, kulihat badannya agak bergetar saat akhirnya Kontol ku benar² sudah masuk seluruhnya ke dalam lubang Memeknya.
    Tidak langsung ia goyangkan, ia diamkan dulu, sepertinya ingin membiasakan diri dahulu, lalu perlahan Kakinya yang dalam posisi jongkok mulai ia lebarkan dan Mba Lisa mulai menaik turunkan pinggulnya, memompa Kontol ku dengan irama yang konstan. Lubang Memeknya masih terasa agak sempit, mungkin karena belum terlalu sering digunakan dan jga belum pernah melahirkan. Aku yang terbaringpun benar – benar menikmati pemandangan saat Memeknya memompa Kontol ku dengan jelas. Teteknya bergoyang²dengan sangat merangsang, aku naikkan sedikit kepalaku, dan Mba Lisa pun paham, dia condongkan badannya ke arahku, segera saja aku lumat tetek dan putingnya dengan mulutku, Goyangan Mba Lisa makin cepat. Satu hal yang pasti Memek Mba Lisa memang terasa lebih dan mudah becek daripada Memek mama, namun itu justru makin menambah kenikmatan Kontol ku, yang bisa bergerak dengan leluasa dan bebas dalam lubangnya yang agak sempit.
    Mungkin semua itu karena pengaruh itilnya yang menonjol keluar, jadi setiap kali Kontol bergerak keluar masuk, otomatis itil itu akan ikut tergesek dan terelus oleh batang dan kepala Kontol, tentu saja rasa geli – geli enak akan lebih sering dinikmati Mba Lisa, yang akhirnya membuat Memeknya jadi cepat basah karena frewkensi kenikmatan yang besar yang diterima itilnya ( Sok tahu dikitlah si Jhoni ). Aku benar – benar senang dengan keputusan Mba Lisa mengajakku bersetubuh dengannya. Lumayan lama Mbaa Lisa bergoyang di atas Kontol ku, akhirnya aku memutuskan untuk gantian, kini aku yang pegang kendali.
    Mba, sudahan dong, ganti posisi.
    Yah Jhon lagi enak nih, itil Mbak lagi nikmat.
    Nggak ah…ganti gaya deh, jangan takut itil Mbak akan merasa kenikmatan yang sama.
    Yah sudah kalau beg…begitu.
    Mba Lisa pun segera menghentikan goyangannya dan mencabut Kontol ku dari lubang Memeknya. Aku segera bangkit, membelakangi Mba Lisa, kusuruh Mbak nungging, namun tanganya kusuruh memegang kepala ranjang. Belahan Memeknya terlihat merah mengundang, langsung saja kusodok Memeknya dari belakang. Kupompa Kontol ku dengan semangat tinggi, sesekali Mba Lisa ikut menggoyangkan pantatnya mengimbangi sodokanku, tanganku meremas tetek besarnya yang menggantung, sesekali kuremas dengan gemas pantatnya. Kusodok Mba Lisa dengan kuat sehingga saat Kontol ku amblas sampai dalam, perutku menempel di belahan pantatnya.
    Oh.Yeaahh…Ooooh….Jangan berhenti Jhon…
    Ughhhhh……Enaaaakk.
    Memek Mbak benar – benar kammmuuu hajar niihhhh.
    Nikmati saja Mba.
    Posisi nungging Mba Lisa benar² membuat Kontol ku keenakan, rasanya amat lancar memompa lubang Memeknya, Tangankupun mulai nakal, memainkan lubang pantat Mba Lisa, kutusuk – tusukan jariku ke lubang pantatnya, dan Mba Lisa makin kencang saja mendesah. Desahan Mba Lisa itu benar – benar seksi dan amat merangsang nafsuku. Mba Lisa benar² pasrah kedua lobangnya dimainkan oleh aku. Nafas Mba Lisa makin memburu, dan kulihat tubuhnya mulai agak mengejang, benar saja tak lama berselang Mbakku mengalami orgasme lagi. Aku segera mencabut Kontol ku, segera Mba Lisa kutarik perlahan dan kusuruh berbaring, sekarang aku hajar Memeknya dengan posisi biasa, aku di atas.
    Terasa Kontol ku membelai itilnya setiap kali bergerak, aku makin bernafsu, kali ini aku pompa Kontol ku secepatnya, tanpa mempedulikan Mba Lisa yang berteriak – teriak karena terlalu merasa nikmat dengan Kontol ku. Kontol ku terasa berdenyut denyut, nampaknya sudah mau muntah, maka segera saja kutindih Mbakku dan kupeluk dengan amat kuat, seiringan pompaan terakhir, Croot…crooooot….crot, Kontol ku memuncratkan sperma yang cukup banyak ke seluruh liang Memek Mba Lisa, Mba Lisa agak bergetar saat spermaku menyemprot kuat dalam dinding – dinding Memeknya. Aku terkulai lemas, diam sesaat menikmati rasa enak ini. Mba Lisa pun membelai – belai punggungku yang sedang menindihnya. Lama kami terdiam dalam posisi ini, lalu aku segeri menggulingkan tubuhku, berbaring sejajar dengannya. Mba Lisa menoleh ke arahku dan tersenyum…
    Pantas saja mama tidak menolak dan doyan kamu Entot-in Jhon, gila sampai lemas aku karena puas dan nikmat disodok sama Kontol kamu.
    Aku juga sama Mba…
    Kamu jauh lebih hebat dan lebih tahan daripada pacarku…sampai rontok rasanya badanku.
    Makanya Mbak harus lebih giat lagi melatih pacar Mbak…
    Ah…ngeledek saja kamu.
    Ngomong – ngomong Mbak sering ya NgentOt sama pacar Mbak..
    Mau tahu ajaaa deh kamu. Tapi biar deh Mbak kasih tahu ke kamu, Mbak pacaran dengan Indra sejak kelas 2 SMA dan tetap awet sampai sekarang, mulai dari pertama kali melakukan sampai sekarang dengan dia saja. Pertama kali melakukan karena kami memang sama – sama menginginkannya, tidak ada keterpaksaan. Jadi bisa dibilang nakal dan pengalamanku semuanya kulakukan bareng dia walau tidak terlalu sering.
    Tapi sekarang tambah pengalaman ya sama aku Mba..hehehe.
    Dasar anak bandel, kamu sendiri mana pacarnya Jhon…???
    Wah belum tahu deh Mba, aku belum merasa perlu sih, kan aku sudah ada pacar yaitu mama. Apalagi sekarang aku punya pacar lagi yaitu Mba Lisa, aku makin nggak merasa perlu deh cari pacar yang lain.
    Duuhhh kamu ini…..serius dikit dong, kamu tahu nggak Mbak percya kamu tuh nggak bakalan kesulitan cari pacar, wajah kamu oke, badan kamu bagus, ditambah sekarang Mbak jyga baru tahu, kamu juga pintar…
    Pintar apaan Mba…???
    Pintar bikin perempuan puasssss….
    Kamipun tertawa dengan candaan kami. Aku masih tidak percaya bahwa aku baru saja menyetubuhi Mba Lisa, setelah masalah yang terjadi saat Mbak marah mengetahui hubungan yang kulakukan dengan mama, rasanya tidak akan pernah terpikir olehku kemungkinan Mbak malah minta aku setubuhi. Dia yang minta lho bukan aku. Ah Cewek kadang memang aneh, bisa marah, tapi tetap punya penasaran juga melihat Kontol yang besar. Lalu Mba Lisa mulai bicara kembali….
    Jhon, Mbak senang dengan keputusan Mbak meminta kamu NgentOt sama Mbak, kamu boleh melakukannya lagi, Mbak akan dengan senang hati meladeni kamu, kamu hanya tinggal bilang saja.
    Tapi ini menjadi rahasia kita berdua ya, mama jangan sampai tahu, bukan apa – apa, kita tidak boleh merusak kebahagiaan mama Jhon. Biarkan mama menikmati kebahagiannya, aku takut mama akan marah dan kecewa kalau sampai mama tahu bahwa kita juga punya hubungan.
    Iyalah Mba, tenang saja, aku tidak akan bilang, lagian kalau mama marah, aku yang rugi dong, bisa – bisa kehilangan Memek mama yang enak..
    Deh ni anak, dasar pemikirannya kagak jauh dari Memek….!
    Lumayan lama kami berbaring dan berbicara sambil bergurau dengan cerianya. Tak lama Mba Lisa bangun dan menuju meja riasnya terus membuka lemari bajunya, aku hanya memperhatikan saja punggungnya yang sedang berjalan, tidak melihat apa yang dia lakukan, tak lama dia kembali, di tangannya dia membawa baby oil dan selimut kain yang panjang, belum paham aku maunya, lalu ia berdiri di pinggir ranjang dan tersenyum dengan amat nakalnya dan berkata…
    Masih ada waktu banyak sebelum mama pulang, ronde berikutnya bisa segera dimulai adikku sayang?
    Tentu saja, aku pun kembali bergairah. Mba Lisa naik ke atas ranjang, melebarkan selimut di atas ranjang, ukurannya cukup besar, dia bilang buat tatakan. Dia segera membuka baby oil dan menuangkan isinya sedikit demi sedikit ke…teteknya yang besar dan montok itu, lalu tangannya mengusap dan meremas tetek yang kini nampak berkilau dan seksi dalam balutan licinnya baby oil.
    Aku masih melihat saja, menikmati adegan yang sedang Mbakku lakukan, Dia mainkan teteknya yang kini amat licin sehingga sering melejit lejit nakal saat tangannya memainkannya. Ughhh…Kontol ku jadi keras seketika, tanpa diminta ku segera berpartisipasi ikut bermain dengan teteknya. Enak rasanya memegang tetek besarnya yang licin, walau kita remas kuat, tak perlu khawatir Mba Lisa merasa sakit, karena tetek itu akan melejit liar kalau kita remas kuat, kumainkan juga putingnya, kupilin dengan jariku, namun fokusku tetap meremas dan memijit tetek Mba Lisa . Mba Lisa menikmati sekali sentuhan tanganku pada teteknya, kepalanya agak menengadah ke atas dan mulutnya mendesah.
    Sebenarnya aku mau mulai menjepitkan Kontol ku di antara teteknya itu, namun Mbakku ini nampaknya masih mau aku bermain² dengan tubuh montoknya, ia pun segera membalikkan badannya, tengkurap dan menyuruhku meminyaki punggung dan pantatnya. Kumulai dari punggungnya, kubelai dan kuusap dengan lembut, memijatnya, Mbak nampak rileks dan nyaman, Lalu aku menuju ke arah pantatnya, kuremas² pantatnya yang licin karena minyak itu, gemas sekali aku sama pantatnya yang seksi itu, jariku bergantian mengelus belahan Memeknya dan area sekitar lubang pantatnya, hanya mengelus saja, untuk memberikan rasa nyaman. Lama aku mengusap dan meremas² daerah pantatnya, lalu Mba Lisa kusuruh berbalik, kutuang baby oil ke wilayah Memeknya, kuusap selangkangannya, mengelus bagian luar Memeknya dengan jarinya, lalu memainkan rambut kemaluannya.
    Rambut kemaluannya yang lebat kini nampak tebal menggumpal karena baby oil. Sungguh pemandangan yang terasa erotis. Setelah itu kembali aku naik ke arah dadanya, kuusapi lengannya, daerah sekitar keteknya yang ditumbuhi bulu ketek yang sedikit dan jarang, lalu kembali memijat – mijat teteknya dengan gerakan tangan melingkar, putingnya yang merah agak kecoklatan mengacung, mengkilat karena minyak. Puas dengan semua aku segera memposisikan diri agar bisa meletakkan Kontol ku gtepat di tengah tetek besar tersebut.
    Jhon, gaya apa lagi nih…?
    Lho, Mbak memang belum pernah seperti ini..istilahnya sih Titfish ? tanyaku agak heran
    Belum pernah…
    Wah bego amat pacar Mbak nggak mau memanfaatkan tetek sebesar dan semontok ini..
    Habis dia nggak pernah minta gaya begini sih. Memang enak Jhon..???
    Enak banget Mba, rasain saja sendiri ya, nanti Mbak praktekin juga sama pacar Mbak. Dijamin nanti dia mau lagi deh. Sekarang Mbak dekap pinggiran tetek Mbak yang kuat, biar bisa mencengkram Kontol ku…
    Lalu aku segera memaju mundurkan pantatku, rasa nikmat yang kurasakan sangat terasa karena tetek Mba Lisa yang sudah licin berminyak itu membuat gerakan Kontol ku menjadi lancar dan membuat kepala Kontol ku terasa geli² enak setiap bergesakkan. Sesekali aku mendongakkan kepalaku ke atas sambil mendesah. Mba Lisa pun nampaknya mulai merasakan enaknya gaya ini, sepertinya teteknya merasa nyaman dengan sodokan Kontol ku, lidahnya beraksi menjilat kepala Kontol ku saat gerakanku maju ke depan, sesekali aku berhenti agar ia bisa memainkan dan mengulum ujung Kontol ku. Kedua puting susunya terus aku mainkan, kupilin – pilin sehingga makin terasa mengeras dan membesar secara maksimal. Nikmat sekali melakukan gaya ini dengan tetek besar yang sudah diminyaki baby oil. Namun aku tidak mau mengalami klimaks di sini. Segera saja aku memberi tanda bahwa aku bLisa at berhenti dan mengganti gaya…namun Mba Lisa sudah berbicara duluan..
    Jhon sodok aku dari pantat ya..
    Boleh saja, memang Mbak senang main belakang ya…??
    Dulu sebelum aku melepas keperawanan ku, biasanya aku hanya memperbolehkan pacarku memasuki lubang pantatku saja.
    Hebat…ternyata Mbak nakal juga yah…, ya sudah Mbak tetap berbaring saja deh.
    Mba Lisa menyempatkan mengulum Kontol ku dulu sebentar, lalu mengolesinya dengan baby oil, tak ketinggalan ia siramkan baby oil ke daerah lubang pantatnya. Aku segera memiringkan sedikit posisi badan Mba Lisa, Kakinya kuangkat satu ke atas dan kutempelkan di dadaku dengan kedua tanganku mengapit Kaki tersebut. Aku segera mengarahkan Kontol ku ke lubang pantatnya, Mba Lisa sudah siap dengan melebarkannya dengan jarinya, karena sudah biasa dan juga sudah licin dengan baby oil, mudah saja Kontol ku menerobos lubang pantatnya.
    Mba Lisa nampak agak mengernyit merem melek, akupun segera memulai pompaanku, sempit dan enak rasanya, kupompakan Kontol ku dengan ritme agak pelan, sementara jari Mba Lisa mulai beraksi memainkan itilnya sendiri, membuat nafsuku makin bertambah, Pompaanku mulai kupercepat karena lubang pantatnya kurasakan kini mulai melebar dan makin memperlancar gerakanku. Desah nafas dan erangan Mba Lisa mulai terdengar. Kulihat ke arah wajahnya, matanya merem melek dan dari bibirnya kerap terdengar desahan nikmat yang erotis, nampaknya Mba Lisa merasa sedang di melayang layanh. Jarinya makin cepat memainkan itil nya….Hmm, aku tak pernah membayangkan kalau ternyata Mbakku juga panas dalam urusan seks.
    Jhon…Oughhh…Kontol kamu sama enaknya di lubang Memek atau pantattt…!!
    Sama, Mba Lisa jugaa…
    Aaahhh..Ssshhh…Oohhh….terussss Jhon…
    Nggak perlu disuruhhh kok Mba..
    Aku makin semangat saja, namun aku sempatkan sebentar menyodok Memeknya sesaat, lalu kembali berkonstrasi menyodok lubang pantatnya…Permainan kami kali ini sudah berlangsung cukup lama, tubuh kami mulai berkeringat, namun tidak mengurangi gairah kami, aku kini memompakan Kontol ku dengan cepat dan bertenaga, Mba Lisa pun mendesah semakin kuat, pinggulnya bergetar setiap Kontol ku menyodok ke dalam lubang pantatnya. Itil Mba Lisa terlihat semakin besar saja di mataku, makin asik dilihat karena jari Mba Lisa memainkannya dengan terampil. Pinggul Mba Lisa kurasakan mulai terangkat sedikit, dan badannya mulai agak mengejang, dan seiring desahan yang kuat Mba Lisa mendapatkan orgasme, Memek Mba Lisa terlihat makin memerah karena lama dimainkan. Sodokan dan goyanganku kini kulakukan secara maksimal, akupun mulai merasakan denyut denyut nikmat di Kontol ku, dan menyemburlah cairan spermaku membasahi lubang pantat Mba Lisa .
    Segera aku terdiam sesaat sambil tetap memegang Kaki Mba Lisa yang menempel di dadaku. Lalu aku segera mencabut Kontol ku dan berbaring di sampingnya. Setelah lama terdiam aku memulai percakapan.
    Mba, jujur saja aku tidak pernah bermimpi atau bLisa at bisa melakukan hal ini sama Mbak, bukan karena Mbak tidak menarik, aku mungkin sulit menjelaskan, namun yang pasti aku tidak pernah bermimpi kalau akhirnya akan seperti ini.
    Mbak juga sama Jhon, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Sedikit aneh dan tidak terduga.
    Betul Mba, makasih ya Mba.
    Aku juga makasih Jhon. Nampaknya liburan kali ini benar – benar bagus dan menyehatkan jasmaniku. Pokoknya selama aku masih di sini kamu harus terus mengservis aku dengan Kontol mu itu ya adikku sayang.
    Waduhhh…bisa – bisa gempor Kakiku harus meladeni Mbak dan mama yang sama – sama doyan. Mana Mbak liburannya masih 3 minggu lagi…duh lembur terus deh…
    Aku bisa kompromi kok Jhon, jatahku dari kamu pulang sekolah sampai mama pulang. Saat malam aku mau kamu melayani dan membahagiakan mama.
    Kamipun lalu berciuman dengan hangat dan mesra, lalu aku membantu Mbak merapikan ranjangnya kembali, dan bersiap menyambut mama pulang. Saat makan malam mama menyadari aku dan Mbak sudah akrab kembali dan mengatakan bahwa ia senang karena kami sudah rukun dan tidak marahan lagi. Malamnya aku bisa dengan bebas dan tidak perlu khawatir untuk memuaskan mamaku.
    *****
    Selama 3 hari semua berlangsung begitu, siang jatah Mbak, malam mama, namun setelah itu aku mulai keluar dari jadwal itu, malamnya aku bolos dari mama dan malah kembali menggarap Mbakku, mama tidak curiga karena dia pikir karena ada Mbak jadi aku berhati², sementara pada Mbak kubilang sengaja tidak ke kamar mama, aku harus membuat mama berpikir bahwa aku juga berhati – hati saat ada Mbak di rumah. Pada akhirnya untuk hari – hari selanjutnya memang aku tetap,elakukan dengan mamaku, namun frewkensi saat malam hari mulai bertambah ke kamar Mbak.
    Yah kalau mau jujur semua kulakukan mungkin karena aku baru – baru ini saja melakukan hubungan seks dengan Mbakku jadi wajar saja masih penasaran sama tubuh Mbak. Akhirnya aku merasa tidak nyaman dengan situasi ini, juga karena aku tidak enak berbohong sama mama. Aku bilang ke Mbak, bahwa aku akan berterus terang ke mama, tentu saja Mbak menolak niatku, tapi aku jelaskan juga ke Mbak bahwa aku tidak nyaman berbohong ke mama. Ke depannya aku akan terus merasa nyaman karena menyembunyikan rahasia ke mama. Setelah berargumen aku berhail meyakinkan Mbak bahwa aku bisa mengatasi situasi ini. Mbak menyerahkan sepenuhnya ke aku untuk bicara ke mama dan memilih untuk menginap satu malam di rumah Tante Ani, adik mamaku agar aku bisa bicara dengan bebas ke mama. Maka malam itu di ruang keluarga, aku siapkan mentalku untuk menjelaskan hal ini ke mama.
    Tentu saja tidak mudah membicarakan hal ini ke mama, mama benar – benar marah dan tidak mengerti mengapa aku harus melakukan hubungan seks juga dengan Mbak. Kemarahan mama paling besar karena aku dan Mbak juga melakukan hubungan seks Bagi mama kalau Mbak akhirnya mengetahui hubungan kami, dan Mbak marah dan tidak terima itu sudah resiko, dan mama akan meminta maaf, memberi penjelasan dan alasannya serta meminta pengertian Mbak.
    Akhirnya dengan susah payah kuminta mama tenang dan diam dulu, aku sudah dengarkan kemarahan mama, jadi kini biar aku mulai menjelaskan semuanya dari awal ke mama biar mama paham. Aku bilang apa yang akan kujelaskan dapat mama cek kebenarannya ke Mbak. Kujelaskan ke mama, memang saat akhirnya melihat yang terjadi malam itu, Mbak marah dan tidak terima, lalu aku bertengkar dengannya dan saling beradu argumen, mempertahankan pendapat kami masing², makanya kami sempat saling diam – diaman satu sama lain. Kuterangkan ke mama semuanya yang aku dan Mbak ucapkan saat pertengkaran itu terjadi. Tentang bagaimana upayaku menerangkan alasan juga memohon pengertiannya, juga tentang bagaimana akhirnya Mbak akhirnya menerima dan mau mengerti. Sampai sini aku berhenti dan menunggu reaksi mama.
    Mama terdiam sejenak, nampak berpikir, kemarahan agak berkurang dari wajahnya, lalu mama bilang dia berterima kasih karena aku dengan segala daya upayaku bisa menerangkan dan membuat Mbakku bisa mengerti dn menerima hubungan kami.
    Namun mama menyesali karena kami terlalu ceroboh hingga Mbakku bisa melihat saat kami berhubungan seks di malam itu. Mama lalu terdiam sejenak dan kembali teringat akan kemarahan utamanya, wajahnya mulai menegang dan mengulangi pertanyaannya : Kenapa kamu harus melakukan hubungan seks dengan Mbak ? Kenapa kamu harus merusak masa depan Mbakku ? Apa dengan mama saja kamu tidak puas ? Kembali aku minta mama tenang dan mendengar lanjutan keteranganku. Kujelaskan ke mama memang akhirnya Mba Lisa memang bisa memahami dan menerima semua yang terjadi, namun dengan tambahan satu syarat, Mba Lisa juga minta untuk disetubuhi olehku.
    Kulihat mama nampak terperangah saat mendengar hal itu, lalu aku lanjutkan bahwa saat itu aku menolak dan mama harus percaya hal itu. Aku memang benar² menolaknya. Aku kembali melanjutkan keteranganku, kukatakan ke mama tentu saja sebagai lelaki wajarlah aku juga terangsang melihat keseksian Mbakku, kalau tidak aku tidak normalkan. Sebelum aku melakukan hubungan seks dengan Mba Lisa, aku terus terang ke mama bahwa kadang nafsuku suka naik melihat keseksian Mba Lisa, namun tidak pernah dan memang aku selalu mampu menahan diri.
    Kenapa akhirnya aku melakukannya juga ? karena saat itu situasinya lain, ada faktor Mba Lisa mengetahui hubungan aku dan mama, pertengkaran, akhirnya ada pengertian, dan syarat darinya ditambah rangsangan yang Mba Lisa lakukan tentu saja aku sbagai lelaki tidak kuasa menolaknya. Sampai sini kuhentikan kembali keteranganku. Mama nampak mulai memahami situasi saat itu.
    Aku mulai lagi penjelasanku, aku katakan saat aku melakukan hal itu dengan Mba Lisa, Mba Lisa juga sudah tidak Perawan dan meminumpil KB secara rutin. Sekilas kulihat kekecewaan di wajah mama saat mengetahui kondisi Mba Lisa yang sudah tidak Perawan lagi. Lalu aku jelaskan bahwa aku dan Mbak tetap melakukan hubungan seks sesudahnya, karena selain kami saling menyayangi, juga tidak munafik kami menikmatinya. Kujelaskan juga percuma mama melarang, aku dan Mbak pasti akan tetap melakukannya.
    Hal ini baru akan berhenti bila kami telah memiliki pasangan atau memang merasa sudah saatnya berhenti, kalau dipaksa berhenti percuma, saat ini aku dan Mba Lisa sedang dalam tahap awal, baru mulai, jadi sedang panas – panasnya, masih penasaran dan ingin lebih lagi. Sama seperti saat awal hubungan antara aku dan mama, sulit berhenti. Lalu aku jelaskan hal yang terpenting pada mama : Kejujuran dan Perasaanku. Aku bilang ke mama, bisa saja aku dan Mbak menyembunyikan hubungan ini, resikonya mungkin suatu hari kelak mama kemungkinan juga bisa memergoki kami. Mba Lisa juga sama tidak mau mama tahu, karena tidak mau merusak kebahagiaan mama, namun akulah yang memaksanya untuk jujur sama mama.
    Kulihat mama agak bingung dengan penjelasanku, katanya kenapa ? Bukannya kalau kamu tidak bilang justru mama tidak akan tahu hubunganku dengan Mba Lisa . Aku katakan ke mama, ini masalah hati ma, aku selalu menganggap mama sebagai orang yang special dan kusayangi dalam hidupku, aku akan merasa tersiksa dan tidak nyaman selamanya kalau menyembunyikan hal seperti ini dari mama. Hatiku tidak mau aku membohongi mama, aku belum bisa menghentikan hubunganku dengan Mba Lisa, namun aku juga tidak mau membohongi mama. Sekilas kulihat nampak wajah mama berseri mendengar penjelasan akhirku, sekilas namun dapat kulihat. Kubilang penjelasanku sudah jelas dan selesai. Lama mama terdiam, akupun diam juga, membiarkan mama berpikir. Akhirnya mama berbicara..
    Terimakasih kamu sudah mau jujur dan terbuka sama mama. Satu sisi diri mama masih belum bisa membuat keputusan dan asih bingung dengan situasi ini, tapi satu sisi yang lain mama merasa bangga karena kamu punya keberanian menjelaskan semuanya ke mama. Mama yakin kamu sangat menyayangi mama, karena kalau kamu tidak sayang, mana mungkin kamu akan merasa tersiksa dan tidak nyaman hatinya, kamu merasa seperti itu karena kamu sayang dan tidak mau mengkhianati mama, untuk masalah yang itu mama sudah paham dan mengerti.
    Jhoni lega karena bisa jujur sama mama. Jhoni mau hubungan Jhoni sama mama didasari kejujuran juga ma.
    Kamu benar² mulai menjadi lelaki sejati Jhoni ku tersayang.
    Terimakasih ma.
    Biarkan mama sendiri malam ini ya, mama perlu tenang untuk berpikir lebih jauh Jhon.
    Baik ma.
    Akupun mencium pipi mamaku, membiarkan dia sendiri untuk tenang memahami dan memikirkan semuanya. Aku berjalan ke arah kamarku, tidak ada seks malam ini, tapi biarlah, aku dan mama juga sedang dalam tahap baru dalam hubungan kami. Tahap di mana hubungan kami akan berkembang ke arah yang lebih baik, lebih matang dengan bisa jujur dan mampu mengatasi permasalahan yang ada. Tidak lama kudengar mama masuk ke kamarnya. Akupun akhirnya tertidur, lelap dan nyaman.
    Besok paginya hari minggu, mama dan aku libur. Sudah kam 8 pagi dan mama masih di kamarnya, tak berapa lama Mba Lisa pulang. Setelah masuk ke kamarnya untuk ganti baju, ia menghampiriku yang sedang menonton TV. Dia menanyakan semuanya, aku terangkan yang terjadi semalam, dan kini aku dan Mba Lisa hanya perlu membiarkan mama tenang untuk berpikir. Kami pun lalu menonton TV dan membicarakan hal – hal lainnya. Menjelang siang mama keluar dan memanggil kami. Aku matikan TV, dan bersama Mbak menghampiri mama yang sudah duduk di ruang keluarga. Mama menunggu kami duduk, lalu memulai pembicaraan.
    Terus terang mama memang terkejut mendengar apa yang Jhoni ungkapkan semalam. Semalaman mama tidak tidur memikirkannya. Kini mama akan coba membicarakannya dengan kalian. Pertama mama ingin minta maaf karena mama dan Jhoni mempunyai hubungan yang kami rahasiakan dan akhirnya kamu ketahui. Mama juga berterimakasih akhirnya kamu mau mengerti dan menerimanya.
    Ma, mama tidak perlu minta maaf. Lisa sudah menerima penjelasannya dari Jhoni, jadi singkatnya Lisa mengerti dan mau mama bahagia.
    Kamu memang sayang mama Lisa . Mama lanjutkan ya…mama kembali ke kamu Lisa, kamu dengar saja dulu ya…terus terang sebenarnya ada kekecewaan saat mama tahu kamu sudah tidak Perawan lagi, orangtua manapun mau yang terbaik untuk anaknya kan? Tapi mama mencoba berpikir secara jLisa h, kamu adalah kamu, apa yang menjadi hak pribadi kamu adalah kehendak kamu. Mama hanya bisa memberikan nasehat atau wejangan, namun mama tidak bisa 24 jam selamanya memantau kegiatan kamu. Jadi mama bisa memahami hal itu, dan cukup lega mengetahui kamu melakukan hal itu pertamakali bukan dengan paksaan atau terpaksa tapi dengan pasangan yang kamu percayai.. Untuk selanjutnya mama hanya minta kamu bisa bertanggung jawab atas segala resiko dan konsekwensinya. Mama diam sejenak, menarik nafas lalu melanjutkan pembicaraannya….
    Untuk kalian berdua, mama kaget dan tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa akhirnya kalian berdua melakukan hubungan seks. Berat menerima kenyataan itu. Namun mama berpikir secara logis, juga setelah mendengar penjelasan Jhoni, hal ini mamapun tidak bisa larang. Semua sudah terjadi, kalian melakukannya juga tanpa paksaan, jadi mama hanya bisa bilang silahkan kalian lakukan selama memang kalian berdua masih menginginkannya, namun berhentilah melakukannya bila di kemudian hari salah satu dari kalian memang bLisa at berhenti. Juga jaga rahasia ini sebaik mungkin, apa yang terjadi antara Mama dan Jhoni yang ketahuan Lisa, harus jadi pelajaran untuk berhati².
    Mama juga tidak akan memonopoli Jhoni, Jhoni bebas menentukan kapan dan dengan siapa ia inginmelakukannya, bila sedang ingin dengan mama, silahkan, bila sedang ingin dengan Lisa, mama tidak akan egois, kamu juga harus bersikap yang adil ya Lisa, jangan memaksa Jhoni . Lebih baik begini tidak ada yang perlu disembunyikan. Mama rasa itu saja, mama harap apa yang mama putuskan ini bisa memuaskan semua pihak.
    Secara spontan aku segera berdiri dan menghampiri mama, kukecup pipinya dan memeluknya sambil mengucapkan terimakasih atas semuanya dan telah berlaku adil. Mba Lisa pun menghampiri mama, memeluk dan mengecup pipinya. Lama kami bertiga berpelukan, dalam kehangatan satu keluarga, kini semua sudah jelas dan tidak ada yang pelu disembunyikan. Lalu mama menyuruh kami mandi dan siap² makan di luar.
    Kini aku dapat melakukannya dengan nyaman, tanpa perlu terikat waktu, sekarang dengan mama atau sekarang dengan Mba Lisa . Kalau aku sedang sama mama, Mba Lisa paham, begitu sebaliknya. Karena Mba Lisa hanya pulang ke rumah pada saat² tertentu, maka kalau ada Mba Lisa di rumah, maka aku lebih banyak melakukan dengan Mba Lisa, mama juga menganggap hal ini wajar, karena biar bagaimanapun saat Mba Lisa sedang masa kuliah, mama memiliki aku setiap waktu.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Galeri Foto Akari Minami Entotin 2 Pria Sekaligkus

    Galeri Foto Akari Minami Entotin 2 Pria Sekaligkus


    1851 views

    Perawanku – Foto Akari Minami Entotin 2 Pria Sekaligkus Sampai Meringis, Hot Banget!, Lagi-lagi kita berjumpa gan! kali ini si cantik Model Akari Minami yang mempertemukan kita. Langsung saja menuju kebawah bos ku :

  • Cerita Sex Aku Di Perkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal

    Cerita Sex Aku Di Perkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal


    1851 views

    Perawanku – Cerita Sex Aku Di Perkosa Mama Dan Tanteku Yang Binal, Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini ialah kisah nyata dheri pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.

    Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude ratna datang dan bermalam selama beberapa hari di rumah karena suaminya sgilag bteriakkat keluar kota.

    Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.

    Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah adik kandung Papa aku.

    Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.

    Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.

    Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.

    Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.

    Aku dekati pintu, lalu aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.

    Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.

    Sore hherinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.

    “Roy..!” panggil mama.

    “Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.

    “Ada apa, Ma?” tanya aku.

    “Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.

    “Iya, Ma…” jawab aku.

    Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.

    Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.

    “Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.

    “Seluruh badan mama,” jawab aku.

    “Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.

    “Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

    “Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.

    “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

    Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.

    Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

    “Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.

    “Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.

    “Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

    Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.

    Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

    Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.

    Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.

    Karena telah basah, aku nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.

    “Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.

    “Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.

    “Roy tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.

    “Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.

    “Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.

    “Sini berbhering Roy,” ujar mama lagi.

    “Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.

    “Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di samping mama.

    Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.

    “Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.

    “Mama marahkah?” tanya aku.

    “Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.

    “Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

    “Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.

    “Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.

    “Maksud mama?” tanya aku.

    “Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dheri luar celana.

    Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

    “Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

    Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sgilagkan aku tetap berdiri.

    “Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

    “Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.

    Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.

    Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya.

    Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.

    Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

    “Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.

    “Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

    “Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.

    Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

    “Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

    Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

    “Enak, Roy?” tanya mama.

    “Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.

    “Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.

    “Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.

    “Sangat akung…” lanjutnya.

    “Lagipula detik ini mama memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

    Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

    “Roy juga sangat akung mama…” ujarku.

    “Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.

    “Mama mau keluar…” desah mama lagi.

    Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

    “Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.

    Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

    “Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.

    “Keluherin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.

    “Keluherin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.

    Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

    “Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

    “Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.

    “Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.

    Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

    Malam hherinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.

    Tiba-tiba bude ratna bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna.

    “Hayo, ngapain..?” tanya bude ratna lagi sambil tersenyum.

    “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.

    “Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya lagi.

    “Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.

    “bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum.

    “Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude ratna lagi.

    “Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.

    “Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna.

    “Kamu mau kemana?” tanya bude ratna.

    “Mau tidur,” jawabku pendek.

    “Temenein bude dong, Roy,” pinta bude.

    Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.

    “Ada apa sih bude?” tanyaku.

    “Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude ratna.

    “Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.

    “Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.

    “Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.

    “Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.

    “Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

    Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

    “Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.

    Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jheri aku memainkan puting toketnya.

    “Mmhh..”

    Suara bude ratna mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

    “Roy, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude ratna.

    “Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude ratna.

    Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.

    “Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

    Aku segera menindih tubuh telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil meremas toket yang satu lagi.

    “Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku.

    Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.

    “Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.

    Tak berapa lama tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

    “Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude ratna.

    Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra.

    “Isep dong kontol Roy, bude…” pintaku.

    Bude ratna mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.

    Bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.

    “Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku.

    bude ratna melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

    “Ayo, Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.

    Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna.

    “Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.

    “Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

    Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

    “Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

    Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

    “Tente udah keluar, akung…” bisik bude ratna.

    “Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude ratna.

    “Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

    Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.

    “Roy mau keluar, bude…” kataku.

    “Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude ratna.

    “Cabut dulu…” ujar bude ratna.

    “Sini bude isepin…” katanya lagi.

    Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.

    bude ratna dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude ratna.

    Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

    “Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude ratna.

    “Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.

    “Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

    “Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.

    “Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.

    “Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

    Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

    “Roy, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

    Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.

    Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

    “Iya, Ma.. Roy suka bude ratna,” jawabku.

    “Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…” ujar mama.

    “Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi.

    “Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.

    “Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

    “Terima kasih ya, Ma…” kataku.

    “Roy akung mama,” kataku lagi.

    “Roy, bude dan Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.

    “Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.

    “Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.

    “Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.

    “Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..

    Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.

    Baik itu di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.

    Silahkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Nikmatnya ML Sama Istri Teman Sekantor Yang Montok

    Cerita Sex Nikmatnya ML Sama Istri Teman Sekantor Yang Montok


    1850 views
    Perawanku – Cerita Sex Nikmatnya ML Hari itu salah seseorang direktur perusahaan, Pak Freddy, tengah membuat resepsi pernikahan anaknya di satu hotel bintang lima di lokasi Senayan. Sudah pasti akupun diundang, serta malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diselenggarakan.
    Narasi Seks 2018 Saya pergi dengan Jason, rekanku saat kuliah di Amerika dulu. Sesampainya di hotel terlihat beberapa undangan beberapa besar membawa pasangannya semasing. Iri juga lihat mereka ditemani oleh istri serta anak mereka, sedang saya, karna masih tetap bujangan, ditemani oleh si bule ini.
    “Selamat malam Pak.. ” sapa seorang agak mengagetkanku.
    Saya melihat, nyatanya Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia datang dengan tunangannya. Terlihat sexy serta cantik sekali dia malam itu, selain juga anggun. Berlainan sekali bila dibanding waktu saya tengah nikmati badannya,.. Liar serta nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar terlihat menggoda.
    “Malam Lia” balasku. Mata Jason tidak henti-hentinya memandang Lia, dengan pandangan mengagumi akan. Lia cuma tersenyum manis saja diliat dengan penuh nafsu sesuai sama itu. Terlihat dia melindungi kelakuannya, karna tunangannya ada di sebelahnya.
    Kamipun lantas berbincang-bincang seadanya. Lantas akupun permisi akan menegur beberapa undangan beda yang datang, terlebih beberapa clientku.
    “Malam Pak Robert.. ” seseorang wanita cantik mendadak menyapaku. Dia yaitu Santi, istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku. Mereka baru menikah sekitaran tiga bln. yang kemarin.  Agen Obat Kuat Pasutri
    “Oh Santi.. Malam” kataku
    “Pak Arief di mana? ”
    “Sedang ke restroom.. Sendirian saja Pak? ” tanyanya.
    “Sama rekan” jawabku sembari memandangi dia yang malam itu terlihat cantik dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi menunjukkan pahanya yang putih mengundang selera. Dadanya meskipun tidak sebesar Lia, terlihat membusung menantang.
    “Makanya, mencari istri dong Pak.. Agar ada yang nemenin” tuturnya sembari tersenyum manis.
    “Belum ada yang ingin nih”
    “Ahh.. Ayah mungkin.. Tentu sangat banyak cewek yang ingin sama ayah.. Bila belum juga married saya juga ingin lho.. ” jawabnya menggoda.
    Memanglah Santi ini rasa-rasanya miliki perasaan spesifik padaku. Terlihat dari langkah bicaranya serta langkah dia memandangku.
    “Oh.. Bila saya sich ingin lho sama anda meskipun anda telah married” kataku sembari memandang berwajah yang cantik.
    “Ah.. Pak Robert.. Dapat saja.. ” jawabnya sembari tersipu malu.
    “Bener lho ingin saya buktiin? ” godaku
    “Janganlah Pak.. Kelak bila ketahuan suamiku dapat gawat” jawabnya perlahan-lahan sembari tersenyum.
    “Kalau tidak ketahuan bagaimana.. Tidak apa khan? ” rayuku sekali lagi.
    Santi terlihat tersipu malu. Wah.. Saya memperoleh angin nih.. Memanglah saya mulai sejak berteman dengan Santi sebagian bln. waktu lalu telah memikirkan enaknya menyetubuhi wanita ini. Dengan kulit putih, ciri khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tidak tebal, serta masih tetap muda sekali lagi. Dia baru berusia 24 tahunan.
    Cerita Sex Nikmatnya ML Sama Istri Teman Sekantor Yang Montok

    Cerita Sex Nikmatnya ML Sama Istri Teman Sekantor Yang Montok

    “Gimana nih sesudah kawin.. Enak tidak? Tentu masih tetap hot y.
    “Godaku sekali lagi.
    “Biasa saja kok Pak.. Terkadang enak.. Terkadang tidak.. Bergantung moodnya” jawabnya lirih.
    Dari jawabannya saya miliki sangkaan kalau Pak Arief ini tidak demikian memuaskannya diatas tempat tidur. Mungkin saja karna umur Pak Arief yang telah berusia dibanding dengan dianya yang masih tetap penuh gejolak keinginan seksual wanita muda. Tentu tidak sering sekali dia alami orgasme. Uh.. Kasihan sekali fikirku.
    Tidak lama Pak Ariefpun datang dari terlalu jauh.
    “Wah.. Pak Arief.. Miliki istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda.
    Santi terlihat suka saya puji sesuai sama itu. Terlihat dari tatapan matanya yang haus juga akan kehangatan lelaki tulen seperti saya ini.
    “Iya Pak.. Habis dari belakang nih” jawabnya. Tatapan matanya terlihat berprasangka buruk lihat saya tengah mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin saja dia telah dengar berita juga akan ke-playboyanku di kantor.
    “Ok saya tinggal dahulu ya Pak Arief.. Santi” kataku sekali lagi sembari ngeloyor pergi menuju tempat sajian.
    Akupun ambil sajian serta memakannya nikmat. Maklum perutku telah keroncongan, sangat banyak basa-basi dengan beberapa tamu undangan barusan. Kulihat si Jason masih tetap bercakap dengan Lia serta tunangannya.
    Saat saya mencari Santi dengan pandanganku, dia juga tengah mengambil pandang padaku sembari tersenyum. Pak Arief terlihat tengah mengobrol dengan tamu yang beda. Memanglah payah juga ayah yang satu ini, tidak dapat membahagiakan istrinya.
    Santi lalu jalan ambil sajian, serta akupun pura-pura menaikkan sajianku.
    “San.. Kita terusin ngobrolnya diluar yuk” ajakku berbisik padanya
    “Nanti saya di cari suami saya bagaimana Pak.. ”
    “Bilang saja anda sakit perut.. Butuh ke toilet. Saya tunggulah diluar ya”.
    “Kataku sembari menahan nafsu lihat lehernya yang putih tahap, serta lengannya yang berbulu halus
    Tidak lama Santipun keluar ruang resepsi menyusulku. Kamipun pergi ke lantai diatas, serta menuju toilet.
    Cerita Sex Nikmatnya ML Saya merencanakan untuk bermesraan dengan dia disana. Kebetulan saya tahu suasananya tentu sepi. Sebelumnya hingga di toilet, ada satu ruang kosong, satu meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan nih, fikirku. Kutarik Santi kedalam serta kututup pintunya.
    Tanpa ada basa-basi sekali lagi, saya cium bibirnya yang indah itu. Santipun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya, sedang tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang badannya. Kulepas gaunnya beberapa hingga terlihat buah dadanya yang ranum cuma tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang tahap itu, serta kusibakkan cup BHnya kebawah hingga buah dadanya mencuat keluar. Segera kujilati dengan rakus buah dada itu, saya hisap serta saya permainkan putingnya yang telah mengeras dengan lidahku.
    “Oh.. Pak Robertt.. ” desah Santi sembari menggeliat.
    “Enak San.. ”
    “Enak Pak.. Selalu Pak.. ” desahnya lirih.
    Tangankupun meraba pahanya yang mulus, serta hingga pada celana dalamnya. Terlihat Santi telah demikian bergairah hingga celananya telah lembab oleh cairan kewanitaannya.
    Santipun lalu tidak sabar serta buka kancing baju batikku. Di cium serta dijilatinya putingku.. Lantas selalu ke bawah ke perutku. Lalu dia berlutut serta dibukanya retsleting celanaku, serta tangannya yang lentik berbulu halus itu merogoh kedalam keluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memanglah kami berniat tidak ingin telanjang bulat karna keadaan yg tidak sangat mungkin.
    “Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi sukai.. ” tuturnya sembari kagum pada kemaluanku dari dekat.
    “Memang miliki suamimu seberapa? ” tanyaku tersenyum menggoda.
    “Mungkin hanya separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi sukai.. ” tuturnya tidak meneruskan sekali lagi jawabannya karna mulutnya yang mungil itu telah mengulum kemaluanku.
    “Enak Pak? ” tanyanya sembari melirik nakal kepadaku. Tangannya repot meremas-remas buah zakarku sesaat lidahnya menjilati batang kemaluanku.
    “Enak sayang.. Mari isap lagi” jawabku menahan rasa nikmat yang menyebar hebat.
    Dikulumnya sekali lagi kemaluanku, sesaat ke-2 tangannya meremas-remas pantatku. Begitu sexy sekali lihat panorama itu. Seseorang wanita cantik yang telah bertemumi, bertubuh padat, tengah berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung mengisap kemaluanku. Terutama saat kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa ada memakai tangannya serta cuma menggerakkan kepalanya ikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.
    “Hm.. Kontol ayah enak banget.. Santi sukai kontol yang besar begini” desahnya.
    Mendadak terdengar bunyi handphone. Santipun hentikan isapannya.
    “Iya Mas.. Ada apa? ” jawabnya.
    “Lho Mas telah pikun ya.. Khan Santi barusan usah katakan.. Santi ingin ke toilet.. Sakit perut.. Bagaimana sih” Santi bicara pada suaminya yang tidak sabar menanti. Sesaat tangan Santi yang satu tetaplah meraba serta mengocok kemaluan atasan suaminya ini.
    Cerita Sex Nikmatnya ML Iya Mas.. Mungkin saja salah makan nih.. Sebentar sekali lagi Mas.. Sabar ya.. ”
    Lalu terlihat suaminya bicara agak panjang di telpon, hingga saat itu dipakai Santi untuk kembali mengulum kemaluanku sesaat tangannya masih tetap memegang handphonenya.
    “Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas.. ” tuturnya sembari tutup telponnya.
    “Suamiku telah nunggu. Tapi biarin saja deh dia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin senang dulu”. Sembari tersenyum nakal Santi kembali menjilati kemaluanku.
    Saya telah menginginkan nikmati kehangatan badan wanita istri bawahanku ini. Kutarik tangannya supaya berdiri, serta akupun tiduran diatas meja meeting di ruang itu.
    Tanpa ada butuh dikomando sekali lagi Santi menaiki badanku serta mengungkap gaun serta celana dalamnya hingga vaginanya pas ada diatas kemaluanku yang telah menjulang menahan gairah.
    Santi lalu turunkan badannya hingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih tetap sempit itu.
    “Oh.. My god.. ” jeritnya tertahan.
    Kupegang pinggangnya serta lalu saya naik-turunkan hingga kemaluanku maju mundur menelusuri liang nikmat istri cantik Pak Arief ini. Lalu tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang waktu Santi bergerak naik turun diatas badanku. Kadang-kadang kutarik tubuhnya hingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk lalu saya hisap dengan gemas.
    “Ohh Pak Robertt.. Ayah memanglah jantan.. ” desahnya
    “Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak.. ” Santi berkata sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya maju mundur diatas kemaluanku. Kemudian dia kembali menggerakkan tubuhnya naik turun menguber kenikmatan bercinta yang tidak diperoleh dari suaminya.
    Sesudah sebagian menit saya turunkan badannya serta saya suruh dia menungging sembari berpegangan pada tepian meja. Saya sibakkan gaunnya, serta terlihat pantatnya yang putih menggairahkan cuma tertutup oleh celana dalam yang telah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, serta segera kugenjot dia, sembari tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.
    “Kamu sukai San? ” kataku sembari menarik rambutnya ke belakang.
    “Suka Pak.. Robert.. Sukai.. ”
    “Suamimu memanglah tidak dapat ya”
    “Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh”
    “Ayo katakan.. Anda lebih sukai ngentotin suamimu atau aku” tanyaku sembari mencium berwajah yang mendongak ke belakang karna rambutnya saya tarik.
    “Santi lebih sukai dientotin Pak Robert.. Pak Robert jantan.. Suamiku lemah.. Ohh.. God.. ” jawabnya.
    “Kamu sukai kontol besar ya? ” tanyaku lagi
    “Iya Pak.. Oh.. Selalu Pak.. Miliki suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God. Suamiku buruk.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh.. ” Santi mulai meracau kesenangan.
    “Oh.. Pak.. Santi nyaris hingga Pak.. Mari Pak puaskan Santi Pak.. ” jeritnya.
    “Tentu sayang.. Saya bukanlah suamimu yang lemah itu.. ” jawabku sembari selalu mengenjot dia dari belakang. Tangankupun repot meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan.
    “Ahh.. Santi hingga Pak.. ” Santi melenguh saat gelombang orgasme menerpanya.
    Cerita Sex Nikmatnya ML Akupun nyaris hingga. Kemaluanku telah berdenyut-denyut menginginkan keluarkan laharnya. Kutarik badan Santi sampai dia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku serta tidak lama tersemburlah spermaku ke berwajah yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke semua berwajah. Lalu Santipun mengulum serta menjilati kemaluanku sampai bersih.
    “Terimakasih Pak Robert.. Santi senang sekali” tuturnya waktu dia bersihkan berwajah dengan tisu.
    “Sama-sama Santi. Saya cuma punya niat menolong kok” jawabku sembari bergegas membenarkan bajuku kembali.
    “Ngomong-ngomong, anda pandai sekali blowjob ya? Seringkali latihan? ” tanyaku.
    “Santi seringkali saksikan di VCD saja Pak. Bila sama suami sich tidak sering Santi ingin demikian. Habis tidak nafsu sich lihatnya”
    Wah.. Kasihan juga Pak Arief, fikirku geli. Jadi saya yang bisa nikmati nikmatnya dioral oleh istrinya yang cantik jelita itu.
    “Kapan kita dapat lakukan sekali lagi Pak” kata Santi mengharap saat kami keluar ruang meeting itu.
    “Gimana bila minggu depan saya suruh suamimu ke luar kota jadi kita dapat bebas dengan? ”
    “Hihihi.. Inspirasi bagus tuch Pak.. Janji ya” Santi terlihat senang mendengarnya.
    Kamipun kembali pada ruang resepsi. Santi saya suruh turun terlebih dulu, baru saya menyusul sebagian menit lalu. Sesampai di ruangan resepsi terlihat Jason tengah mencari saya.
    “Hey man.. Where have you been? I’ve been looking for you”
    “Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache” jawabku.
    Tidak lama Santi datang dengan Pak Arief suaminya.
    “Pak Robert, kami ingin pamit dulu.. Ini Santi tidak enak tubuh.. Sakit perut katanya”
    “Oh ya Pak Arief, silahkan saja. Istri ayah cantik mesti betul-betul dirawat lho.. ”
    Santi terlihat tersenyum mendengar perkataanku itu, sesaat muka Pak Arief tunjukkan rasa berprasangka buruk. He.. He.. Kasihan, fikirku. Mungkin saja dia juga akan syok berat apabila tahu saya barusan menyetubuhi istrinya yang cantik itu.
    Cerita Sex Nikmatnya ML Tidak lama saya serta Jason juga pulang. Sebelumnya pulang saya berpapasan dengan Lia, sekretarisku. Saya suruh dia untuk mendaftarkan Pak Arief untuk training di Singapore. Memanglah beberapa waktu terakhir saya memperoleh tawaran training ke Singapore dari satu diantara perusahaan. Tambah baik Pak Arief saja yang pergi, fikirku. Toh memanglah dia yang kerjakan pekerjaan itu di kantor, sedang saya cuma juga akan membantu istrinya yang cantik mengarungi lautan birahi sepanjang dia pergi kelak.
    Tidak sabar saya menunggu minggu depan datang. Kelak juga akan saya katakan sekali lagi pengalamanku dengan Santi apabila waktunya tiba. Dengan tidak ada batas saat karna tergesa-gesa, pasti saya semakin lebih dapat nikmati dianya.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Sedarah Mbak Desy Pelampiasan Seks – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Sedarah Mbak Desy Pelampiasan Seks – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1850 views

    Perawanku – Nama aku Randi 19 tahun, aku dua bersaudara, aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. Aku ngin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.

    Pada waktu itu aku berumur 16 tahun masih 1 smu, sedangkan kakak aku berusia 22 tahun dan sudah kuliah. Kakakku orangnya memakai jilbab. Meskipun kakakku memakai jilbab dia sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160 cm, kulit putih dan bra aku kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol, ini dapat aku nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian. Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, dia selalu pakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya.

    Sampai-sampai aku sebagai adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu.Meskipun kakakku memakai jilbab, kebetulan kakakku menyukai baju-baju model agak ketat dan celana agak ketat pula sehingga agak mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya. Apalagi jika dirumah, meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung, dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya. Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebaga efek sampingnya aku sering melakukan onani di kamarku atau di kamar mandi sambl membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya.Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 smu ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengitip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka pacaran di ruang tamu, saling meremas tangan sampai mereka berciuman. Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya, kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, mereka langsung belingsatan buru-buru merapihkan bajunya.

    Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang terutama pada ayah dan ibuku.Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si Hendra (pacarnya) memaksa Mbak, katanya. Aku Cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar(daster) tetapi agak tipis sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang. “hai, kok melongo???? “ …aku jadi gelagapan dan bilang “ia- ia mbak, aku ngga akan bilang-bilang” kataku.Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kemaluanku.

    Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kemaluanku yang tegang. Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kemaluanku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku menbangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiakannya. Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu, aku langsung mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dan kali ini da melihatku mengocok kemaluanku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata “jangan lupa bangunin mbak jam 5 pagi “. Lagi-lagi aku gelagapan “ia- ia – ia” kataku. Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena malu dipergoki kakakku.Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapari dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun danku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.

    Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku . Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. ‘dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?” katanya “kamu onani yah??? Katanya lagi aku diam seribu basa karena malu. ‘makanya buru-buru cari pacar” katanya. “emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sabil menonjokkan kemaluanku dipantatnya. “setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. . “wah enak dong mbak ada pelampiasan?”tanyaku. “tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. “kenapa” tanyaku.

    Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan.Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersingkap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja. Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas serta mengocok kemaluan pacarnya yang tegang.Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya. ‘oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya “aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Ku lihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang.

    Tapi begitu nempel di pantatnya, kuliha ar maninya tumpah ke pantat kakakku. “ohhh” dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. “Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap tertelungkup di sofa…..

    Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang (itu menurut teman-temanku sewaktu kami berenang dan membandingkan kemaluan kami) berdenyut-denyut minta pelampiasan.

    Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. “aw…., dra (nama pacarnya hendra) kok ngga jadi pulang” tanyanya , karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke kemaluanya. “aw dra jangan dimasukan aku masih perawan katanya ditempelin aja dra aku masih perawan’ katanya memohon. Karena aku udah tahan, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kemaluanku dan agar ditutun ke kemaluannya. Begitu dia megang “dra, kok gede amat sih”katanya heran (soalnya punya pacarnya jauh lebih kecil daripada punyaku)sambil membimbing kemaluanku dan menempelkan kekemaluannya. “gosok pelan-pelan dra”, aku menekan dan gila bener-bener nikmat. Setelah kira kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakkut akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot…crot..crot…spermaku menyembur ke pantat kakakku.Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan-pelan aku meninggalkannya. “dra, mau kemana?” teriaknya aku buru-buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih celana dan CD ku belum kupakai aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi.

    Tba-tiba telepon berdering dan lampu menyala. kudengar kakaku menerima telepon itu dia herannya setengah mati karena yang menelepon adalah pacarnya si henra. “dra, kok kamu udah ada di rumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memakai pakai dan jilbab yang tadi dia pakai,dia ngga berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluanku pada kemaluannya saja.

    Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, aku pun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desi kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersingkap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.Tak sampai satu menit, mbak Desi keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah ibuku.

    Lalu kujawab:“Aku janji ga bakal bilangin hal ini ke ayah ibu koq.”“Thank’s ya dik.”“Eh, emangnya onani itu dosa ya?”Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakaku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku. Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulai menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang,”lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku”.Aku kaget “ja..jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari.” jawabku gugup.“ya” jawab kakakku.“maafkan aku mbak…” ucapkuBelum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku.

    Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, Ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CD ku. Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak. Ukurannya sekitar 18 cm. Lebih panjang dari punya pacar kakakku, Hendra.Melihat kakakku tersenyum, aku mulai menarik ke atas baju kakakku. Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang berukuran 36B itu. Kumulai menyentuh dan meremas Payudara kakakku yang lembut, sementara baju dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut. Kakakku menggelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan.

    Setelah aku melihat kakaku sudah terangsang, Aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat tapi halus itu.Sekarang aku memegang kemaluanku dan mengarahkan kemaluanku ke mulutnya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat.“Ayo donk mbak! Isep! Kayak mbak ngelakuinnya buat pacar mbak.”“Koq kamu tahu?”“Ya tahu donk..kan aku sering ngintipin mbak begituan ama pacar mbak”“Ayo mbak.” Rengekku.Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan lidahnya. Kemaluanku segera diaremas-rems. Setelah itu dijilati dengan penuh gairah, seolah itu adalah lollipop yang manis. Kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Tidak bisa semua, tapi setidak-tidaknya sudah setengah yamg masuk. Di gigit-gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan buah pelirnya. Akupun memejamkan mata keenakan.Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya aku pun membuka mataku. Lalu meraih kuraih kemaluanku, kuarahkan kemaluan itu ke kekemaluannya yang sedari tadi sudah basah. Kugosok-gosoknya ke klitorisnya, aku jadi merinding dibuatnya. Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku.

    Di satu sisi aku tahu ini salah, tapi di sisi lain, aku benar-benar menikmatinya.Setelah puas bermain-main dingan klitorisnya, kemaluanku segera ku arahkan ke lubang kemaluannya. Tetapi kakakku bilang “Jangan dimasukan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokan aja seperti tempo hari”Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot…crot.. crott spermaku menyembur di perut kakakku.Dengan kemaluan masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakaku sampai perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69. Aku pun mulai menjilati kemaluannyanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.

    Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orangtuaku. KAmi cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orangtua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap sedang kakaku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup. Untunglah orangtuaku tak curiga. Kami pun ternsenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walupun tidak sampai memasukan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya. Kadang-kadang kami juga main di sofa, di lantai, dan kamar mandi.

  • Cerita Bokep Bercinta Dengan Mama Muda Yang Seksi

    Cerita Bokep Bercinta Dengan Mama Muda Yang Seksi


    1849 views

    Perawanku – Kenalkan namaku Fely dan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, kakakku seorang cewek yang masih kuliah. Sedangkan aku masih duduk di bangku SMU karena saat ini kedua orang tuaku sudah bercerai meskipun baru tiga bulan mereka bercerai, tapi pisah rumahnya sudah setahun yang lalu. Papaku tinggal dengan istri mudanya yang merupakan selingkuhannya ketika dia masih menjadi suami mamaku.

    Sebagai siswa SMU akupun biasa membaca hal-hal yang berbau pornografi seperti halnya cerita dewasa tante. Bahkan aku sering membayangkannya melakukan adegan seperti dalam cerita sex, sebagai anak cowok aku dekat dengan kedua orang tuaku baik dengan mama maupun dengan papa. Karena itu ketika mereka berpisah aku tidak memilih salah satu dari mereka untuk tempat tidurku.

    Terkadang aku tidur ditempat mama yang tinggal dengan kakak perempuanku kak Susan, terkadang aku juga menginap di rumah papa yang tinggal dengan istri mudanya. Dan aku biasa memanggilnya mama Gina, dia seoarng wanita yang masih muda paling tidak usianya satu tingkat di atas kakakku. Wajahnya begitu imut dengan matanya yang lebar namun memukau di tambah senyumnya yang manis.

    Dari yang aku kenal mama Gina merupakan gadis kampung yang merantau ke kota ini, dan diapun masuk ke perusahaan papa. Hingga akhirnya terlibat hubungan sampai papa rela meninggalkan mama demi wanita ini, sebenarnya mama Gina begitu baik padaku bahkan dia tidak canggung mengobrol denganku meskipun dia lebih pantas menjadi kakakku daripada harus menjadi mamaku.

    Karena dia juga aku menjadi betah tinggal di rumah papa, karena selain papa memberikan apa yang aku minta. Akupun senang melihat mama Gina yang kesehariannya selalu berpenampilan seksi, sehingga aku membayangkan dia mirip seperti pemain dalam adegan cerita dewasa. Mama Gina terkadang hanya memakai pakaian yang begitu tipis sehingga memperlihatkan lekuk tubuh seksinya. Agen Judi Bola

    Seperti hari ini dia terlihat begitu cantik dengan pakaian terusan mininya, yang memperlihatkan paha mulusnya. Membuatku aku menjadi penasaran pada pangkal pahanya yang lumayan kelihatan karena baju yang dia pakai mama begitu tipis “Baru bangun Zor…makan dulu gih..meskipun bukan sarapan lagi karena sudah jam sepuluh lho…” Aku hanya tersenyum sambil nyelonong masuk ke ruang makan.

    Setelah makan aku duduk di ruang tengah sambil menonton TV “Nanti malam tidur disini ya.. soalnya papa kamu mau pergi ke acara temannya dan mama nggak mau ikut” Aku pura-pura tidak mendengarkan kata mama Gina, mungkin dia kesal padaku karena aku lihat dia pergi ke kamarnya. Dan aku tetap menonton di ruang tengah hingga beberapa jam kemudian aku mendengar suara aneh.

    Ketika aku mencari sumber suara itu ternyata berasal dari kamar mama Gina, akupun mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka. Saat itu juga aku melihat mama Gina seperti pemain dalam cerita sex yang sedang sange, dia mengelus-elus bagian alat vitalnya sendiri dengan tangannya sedangkan matanya merem melek sepertinya diapun menikmati sentuhannya sendiri.

    Bahkan mama Gina mendesah juga

    “OOOouuuuuhhh….. aaaaahhhh… aaaaahhhh…”

    Aku lihat kini jarinya mulai masuk kedalam lubang memeknya, kontolku ikut berdiri tegak menyaksikan adegan tersebut

    “Ooouuhhh… Fely..

    mama tau kamu ada di situ..

    sini sayaaaang…. aaaaaahhhhh…. aaaaaahhhhhh…”

    Aku keget mendengar perkataan mama, namun karena aku juga terangsang oleh pertunjukan mama dari tadi.

    Akhirnya akupun masuk dan mendekati mama Gina yang telanjang ulat di atas tempat tidurnya “OOoohhhhhh…. saayaaaang.. siiini… aaahhhhh…” Dia jilat jarinya yang baru saja dia masukkan kedalam liang senggamanya, lalu dengan tajam dia menatap padaku dan menggapaikan tangannya untuk memellukku. Setelah aku dekat dia langsung mendekapku dalam pelukannya.

    Kemudian dia mencari bibirku dan selanjtnya diapun melumat habis bibirku

    “OOoooohhhhh…. Sayaaanng…. aaaaahhhhh.. Felyyyyy…. aaaahhhh… aaahhh…”

    Sementara tangannya mulai melepas bajuku satu persatu, hingga akhirnya terlepas semuanya. Saat itu juga kontolku menyembul keluar dengan tegak dan begitu besar.

    Aku acungkan pada memek mama Gina.

    Tidak perlu lama untuk masuk ke lubnag yang tepat, meskipun aku belum pernah melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa ini. Tapi mama Gina membantuku dengan cara menuntunnya dengan tangannya masuk dalam liang senggamaku “OOooouuuuhhh…. aaaaahhhhh… ooouugggghh… aaaaahhhh… aaaahhhhh” Akhirnya kini aku benar-benar bisa mendesah layaknya orang berhubungan intim.

    Tapi rupanya mama Gina belum puas dengan aku berada di atasnya, kini dia menggantikan posisiku dengan cara membalikan tubuhku dan diapun menggoyangkan tubuhnya ketika kontolku berada dalam memeknya yang berada di bawahku

    “Oooouuuhhhhh…. aaaaahhhhh…. mamaaa.. lebiih puaaas… seperti inii Felyyyyyyyyyyy…..”

    Dia terus bergoyang hingga akhirnya aku rasakan.

    Dia semakin cepat bergerak turun naik bahkan terkadang memutar pantatnya yang membuat kontolku tidak tahan.

    “Ooouuuhhhh… maaaa…. aaaaaaahhhhhhh….. aaaahhhh… aaaahhhh…aaahhh..”

    Mama segera menunduk dan menghisap kontolku yang memuncratkan lendir kental, nikmaaat rasanya dan baru kali ini aku menikmati hal seperti ini aku lihat mama Gina.

    Dia membersihkan semua lendir itu ketika semuanya habis dia menatapku dan berkata

    “Mama puas sayaaang…”

    Dia mendekatkan wajahnya padaku, dan tanpa merasa jijik akupun melumat bibirnya yang masih penuh dengan lendir kental itu, bahkan aku ingin melakukannya hubungan intim seklai lagi dan mama Gina menyanggupinya. Kamipun kembali beraksi setelah ada setengah jam beristirahat.

  • Pergaulan Kerja Di Pabrik

    Pergaulan Kerja Di Pabrik


    1849 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pergaulan Kerja Di Pabrik ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sudah menjadi rahasia umum bahwa pergaulan pabrik dalam hal sex lebih berani daripada ‘anak gaul’ di perkotaan. Aku sebagai pengawas kadang-kadang ingin juga menikmati keringat anak buahku yang tidak kenal parfum. Hanya saja aku kuatir tidak dapat bertindak adil kepada seluruh karyawan/ti, kalau saja perhatian dan penilaianku bukan berdasarkan pekerjaan malah berdasarkan bisa atau tidaknya ‘dipakai’.

    Lagian aku tidak mau dimanfaatkan oleh bawahanku hanya karena mencicipi kenikmatan sesaat. Jadi aku hanya dapat melihat pergaulan anak buahku yang rata-rata berani. Di depan umum saja seenaknya main tepuk pantat karyawati yang bahenol, bagaimana kalau di tempat tersembunyi? Entah, sudah beberapa pasang anak buahku yang menikah karena ‘kecelakaan’, dan entah sudah berapa pasang yang disidang oleh security karena tertangkap ‘mojok’.

    Tapi dari sekian ratus karyawati ada seorang yang menjadi primadona, namanya sebut saja Linda (nama samaran). Belum lama jadi karyawati, pernah berkerja sebagai kasir di NAGA swalayan, pendidikannya termasuk lumayan untuk ukuran buruh yaitu SMEA, wajahnya sepintas mirip Iis Dahlia penyanyi dangdut kenamaan (Kenal nggak..?).

    Pokoknya cantik, hidungnya mancung, bibirnya sensual dan berkumis halus. Alis matanya tebal rapih tanpa cukuran, rambutnya hitam sebahu, kulitnya putih mulus, dadanya perkiraanku 36B.

    Cuma sayangnya pantatnya kurang bahenol, meskipun pinggangnya ramping, tapi justru berdasarkan pengalamanku pantat yang model begini yang dapat memberikan kepuasan maksimal dalam persetubuhan. Biasanya yang pantatnya bahenol cuma enak dipandang tapi kurang sip untuk dinikmati.

    Linda orangnya tidak sombong dan mudah bergaul dengan siapa saja, murah senyum, dan kelihatannya ‘jinak’. Gaya bicaranya seperti menggoda. Aku sendiri setelah berpikir panjang akhirnya mengambil keputusan untuk mendekatinya. Pendekatan pertama waktu jam istirahat.

    Kebetulan dia sedang makan di kantin, dan hanya ada beberapa orang saja yang makan di situ (mungkin harganya mahal, sehingga sebagian besar karyawan/ti makannya di luar pabrik).

    “Mari makan, Pak..!” Linda langsung berbasa-basi ketika aku datang.

    “Terima kasih..,” aku menjawab tawarannya dan langsung memesan makanan dan minuman.

    Kami terlibat dalam obrolan yang mengasyikan sampai tak terasa jam istirahat berakhir. Aku membayarkan semua makanan termasuk teman-teman Linda (yang begini aku sudah biasa, jadi teman-teman Linda tak curiga sedikitpun bahwa aku ada maksud tertentu).

    Ternyata makan siang itu adalah awal dari segalanya. Aku jadi sering ‘sengaja’ makan siang di kantin supaya dapat memandang wajahnya yang cantik. Dan pada pertemuan yang kesekian kalinya aku mencoba mengajaknya makan di luar.

    Ternyata dia ok saja, bahkan waktu aku tawarkan untuk menjemput di rumahnya, dia malah tidak mau, dan minta dijemput di tempat yang dia tentukan. Wah, aku sih tambah senang jadi tidak ‘terikat’.

    Sore itu sepulang jam kerja, aku menemuinya di tempat yang telah dijanjikan. Ternyata dia sudah ada di sana. Penampilannya kali ini jauh berbeda dengan penampilannya saat kerja. Jeans dan kaos ketat yang dipakainya membuat jakunku naik-turun. Bagaimana tidak? Buah dadanya yang memang besar seperti mau loncat dari dadanya. Sepanjang perjalanan aku tak dapat berkonsentrasi menyetir.

    Pikiranku dipenuhi dengan ‘permainan’ seks yang akan kami lakukan, serta kenikmatan yang sebentar lagi kurasakan. Tapi aku juga agak takut bila dia menolak. Akhirnya aku belokkan mobilku ke arah rumah makan Kalasan untuk pendekatan lebih dalam.

    Kami mengobrol tak tentu arah bagai sepasang kekasih. Juga tentang ekonomi keluarganya yang morat-marit sejak ditinggal pergi ayahnya. Bahkan selesai makan dan aku membayar Rp 80.000,- dia agak terkejut.

    “Wah, sayang banget, Pak..! Makan begitu saja 80.000…”

    “Memangnya kenapa..?” aku balik bertanya.

    “Ah, nggak sih. Saya jadi ingat adik saya yang belum bayar SPP 3 bulan.”

    Aku baru mengerti bahwa meskipun dia tidak kentara seperti orang susah, tapi sesungguhnya dia amat tersiksa dengan jerat kemiskinan yang dialaminya. Aku jadi tergugah mendengarnya.

    “Memang berapa SPP adik kamu sebulan..?”

    “40.000” jawabnya pendek.

    Aku keluarkan dompetku dan memberikan Rp 200.000,-

    “Nih, untuk bayar SPP adik kamu.”

    “Nggak usah, Pak..!” dia bersikeras menolak.

    Aku sedikit memaksanya dan akhirnya dia menerima.

    “Tapi, Bapak Ikhlas dan tanpa pamrih..?”

    “Iya..,” meskipun ada sedikit pamrih, kan tidak mungkin aku ungkapkan, batinku dalam hati.

    Setelah makan, Aku mengajaknya ke pantai dan duduk berdua ditemani riak gelombang dan semilir angin yang menerpa wajah kami.

    “Lin, kalau sedang berdua begini, kamu jangan panggil ‘Bapak’. Panggil aja ‘Kakak’, ok..?”

    “Eh, ya Pak. Eh.. ya Kak.”

    Aku melingkari tanganku di pundaknya, dia tampak sedikit grogi.

    “Jangan Kak, Linda malu..,” tangannya berusaha menepis tanganku.

    “Tidak mengapa, kan nggak ada orang.”

    “Tidak! Linda tidak mau.”

    Aku mengalah dan hanya mengobrol saja.

    “Memangnya kamu belum pernah pacaran..?” tanyaku.

    “Sudah, tapi belum pernah sedikitpun Linda bersentuhan dengan pacar Linda.”

    Aku menangguk mengerti. Berarti gadis ini masih suci, otak iblisku langsung berfikir keras.

    “Sebentar ya, Lin. Kakak mau cari minuman dulu.”

    Aku beranjak, dan membeli 2 kaleng sprite di counter-counter yang banyak bertebaran di pinggir pantai. Kukeluarkan serbuk perangsang yang kusiapkan dari rumah, dan kutaburkan di minumannya.

    “Lin, ini minumannya..,” aku menawarkan.

    Tanpa curiga sedikitpun Linda langsung meminumnya. Aku tersenyum dalam hati. Tak lama reaksinya mulai kelihatan. Aku lihat tubuhnya berkeringat.

    “Kak, kepala Linda agak pusing. Pulang yuk..!”

    “Baru jam 07:00, ntar aja yah..?”

    Linda semakin banyak meminum sprite yang sudah kutaburkan serbuk, dan mungkin akibat terlalu banyak Linda tak sadarkan diri. Aku sedikit panik. Aku segera memapahnya ke Cottage terdekat. Aku diam sejenak memikirkan apa yang harus kulakukan. Mumpung dia tak sadar, aku segera melepaskan kaos ketat yang dipakainya.

    Tampak branya sudah tak cukup menampung buah dadanya yang besar dan putih. Bulu ketiaknya sangat lebat dan hitam, kontras dengan kulitnya yang putih. Nafasku semakin memburu terbawa nafsu. Kulumat bibirnya yang sensual, kuciumi lehernya, kupingnya dan seluruh tubuhnya hingga Linda bugil tanpa sehelai benang pun melekat pada tubuhnya. Sambil melepas pakaianku sendiri, aku memandangi keindahan tubuhnya, terutama buah dadanya dan kemaluannya yang amat rimbun.

    Setelah sama-sama bugil, aku kembali mencumbunya, meskipun dia belum siuman dan seperti orang mati tapi aku tak perduli. Kugunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Putingnya yang kemerahan kulumat dengan rakusnya, kuhisap dalam-dalam. Lidahku menari-nari menelusuri keindahan lekuk-lekuk tubuhnya.

    Aroma ketiaknya yang khas tanpa parfum pun tak luput dari ciumanku, sampai pada lipatan pahanya yang penuh dengan hutan rimbun. Lidahku menyibak rerumputannya, dan tampak segaris kemaluannya yang kelihatannya masih rapat. Lidahku terus mencar-cari klitorisnya.

    Setelah ketemu, lidahku mengitarinya dan kadang menghisap lembut, sampai aku sendiri sudah tak tahan dan dengan kuat kuhisap klitorisnya. Aku terkejut. Ternyata rambutku tiba-tiba ada yang meremas kuat.

    “Ahhh.., terus Kak..!” Linda ternyata sudah siuman dan mulai merasa keenakan.

    Aku semakin semangat. Jari-jariku langsung bergerak ke arah buah dadanya dan kupilin-pilin kedua putingnya, sementara lidahku semakin asyik mendorong untuk masuk ke liang kemaluannya. Tapi sungguh sulit sekali rasanya. Kemaluannya sama sekali tidak ada lubang.

    Linda semakin merintih tidak karuan. Secara reflek tangannya mencari pegangan. Kuarahkan senjataku yang sudah meregang kaku ke jarinya, dan Linda dengan kuatnya menarik senjataku. Aku merasakan kenikmatan. Percumbuan kami kian panas. Lumatan bibirku di bibirnya disambut dengan rakusnya.

    Sepertinya Linda benar-benar terpengaruh kuat oleh obat yang kuberikan. Bahkan dia sudah mengangkangkan pahanya dan membimbing senjataku untuk memasuki lembahnya, dan menarik pinggulku agar senjataku terdorong. Tapi aku mencoba menahannya karena aku yakin Linda masih dalam pengaruh obat. Aku menarik nafas panjang dan menenangkan debar jantungku.

    Linda terus memaksa… Aku semakin bimbang. Bagaimanapun juga aku masih punya nurani. Aku tak mau merusak kegadisan orang, apalagi sampai merusak masa depannya. Aku kuatkan hati dan bangkit dari lingkaran nafsu yang telah membelenggu kami berdua.

    Aku ambil air segayung dan menyiram kepalaku dan kepala Linda. Nafsuku yang sudah memuncak langsung drop, dan Linda sendiri kelihatannya mulai sadar, dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

    “Oh, apa yang terjadi..?” Linda panik, bangkit dan memukul dadaku. Aku mencoba bersabar.

    “Kakak jahat..” Linda semakin kencang memukulku, aku merangkul tubuhnya.

    “Sabar sayang, semua belum terjadi.”

    “Tapi tubuh Linda sudah kotor. Kakak kejam menjebak Linda.”

    “Siapa yang menjebak Linda?”

    Setelah suasana agak reda, aku baru menjelaskan kepadanya (tentunya berbohong) bahwa semua yang terjadi adalah kehendak dia sendiri yang memancing gairahku. Bahkan aku malah yang menolaknya, dan memang Linda dalam keadaan setengah sadar dan seperti bermimpi juga mengiyakan bahwa aku yang menolaknya.

    Sejak kejadian itu Linda semakin akrab denganku. Meskipun akhirnya dia tahu bahwa aku sudah mempunyai pacar yang sudah seperti istri, tapi dia tidak dapat melupakanku karena aku yang pertama menjamah tubuhnya.

    Ternyata aku orangnya gampang jatuh cinta, tapi gampang juga bosan. Hubungan yang semakin erat dengan Linda dan hanya sebatas (maksimal) oral, membuatku jenuh, sementara untuk bertindak lebih dari oral aku tidak berani karena terbentur virginitas yang kuanggap masih perlu dijunjung meskipun hanya sekedar untuk membuktikan kepada suaminya bahwa dia dapat menjaga diri.

    Sebenarnya aku lebih suka dengan Linda dari pada pacarku yang sebentar lagi akan married denganku, tapi kan tidak mungkin aku memalingkan seluruh hidupku kepada Linda, sedangkan pacarku sudah jalan hampir 5 tahun denganku.

    Kesetiaan serta pengorbanannya sudah benar-benar teruji selama kurun waktu tersebut dan hubungan kami sudah seperti suami istri. Untunglah Linda pun mengerti dan menyadari konsep pemikiranku, hingga secara perlahan Linda mulai menjauh dan mendapatkan penggantiku. Meskipun hatiku sempat panas juga melihat dia mesra dengan lelaki lain tapi aku harus iklas (Selamat berbahagia Linda).

    Kembali aku menjalani rutinitas kehidupanku sehari-hari yang sangat menjemukan, hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang baru dan benar-benar baru dalam kehidupanku. Waktu itu aku sedang santai membaca iklan di harian Poskota untuk menukar mobilku. Tak sengaja aku melihat iklan panti pijat dan dari sekian puluh iklan, ada beberapa yang menyediakan pijat khusus untuk wanita dengan tenaga pria.

    Aku berpikir pasti ini iklan gigolo terselubung. Aku langsung mendapatkan ide untuk mengiklankan diri. Uang dapat, seks dapat. Wah, pasti asyik. Hari itu juga aku langsung pasang iklan dengan nomor pager dan HP untuk terbit besok.

    Semalaman aku tak dapat tidur memikirkan pengalaman baru apa yang akan kualami besok, hingga tanpa sadar aku jatuh tertidur.

    “Kring…” Suara weker di kamarku mengagetkanku.

    Buru-buru aku mematikan dering weker yang selalu setia mengingatkanku untuk disiplin dalam kerja. Aku duduk sejenak untuk menyesuaikan tubuh dan jiwaku ke alam pagi yang cerah. Aku teringat bahwa hari ini aku pasang iklan. Cepat-cepat kuaktifkan HP dan pagerku. Sekian menit kutunggu tak ada yang masuk.

    “Ah, mungkin masih terlalu pagi,” pikirku.

    Memang sih saat ini baru pukul 06:00 pagi. Tidak mungkin ada orang yang butuh di ‘pijat’. Aku tersenyum sendiri dan langsung menuju kamar mandi untuk siap-siap ke kantor.

    Waktu yang berjalan di kantor terasa lama sekali. Mungkin akibat aku terlalu mengharap order masuk. Sekitar pukul 10:00, melodi JIKA-nya Melly berkumandang di HP-ku. Aku lihat sepintas nomor si penelpon tidak kukenal.

    “Hallo..,” sapaku seramah mungkin.

    “La..! Gimana sih pesanan gua belum dikirim.”

    Aku kaget setengah mati. Ternyata yang ngebel adalah Pak Daniel teman bisnisku yang paling akrab dan menanyakan sikat gigi hotel pesanannya.

    “Lho, Pak Daniel dimana..?”

    “Gua lagi di rumah saudara nih. Gimana, udah ada kabar belum..?”

    “Eh ya, besok kayanya baru bisa kirim. Itupun sore..!” jawabku.

    “Yah wis, gua tunggu yah. Jangan sampai gagal lagi..!”

    “Iya! Beres boss!”

    “Iya wis, thank’s yah..!”

    Aku jadi geli sendiri. Aku pikir ada ‘order’, tidak tahunya order juga sih, tapi bukan yang lagi kutunggu. Tak lama gantian pagerku bergetar. Aku segera membaca pesan yang tertera.

    “Hubungi saya di 546xxxx. Saya tertarik dengan Anda.” pengirimnya Ibu Ella.

    Aku bersorak gembira dan tak buang waktu lagi, kuhubungi juga saat itu dari ruangan kantorku.

    “Hallo..,” terdengar suara wanita di gagang telponku.

    “Selamat siang. Bisa bicara dengan Ibu Ella..?”

    “Dari mana yah..?”

    “Dari Rudy, Bu..!” (Oh ya aku iklan pakai nama Rudy)

    “Oh ya. Kamu masih kuliah atau kerja..?”

    “Saya sudah kerja, Bu..!” jawabku sopan.

    “Eh, jangan panggil saya Ibu. Panggil aja Tante, ok..?”

    “Iya, Tante.”

    “Kamu udah lama jadi pemijat..?”

    “Baru ini kali, Tante..” jawabku jujur.

    “Usia kamu berapa..?”

    “26, Tante.”

    Obrolan kami semakin ngalor ngidul, bahkan Tante Ella menanyakan size aku segala. Pokoknya semua data tentang aku dikorek habis-habisan. Dan sepertinya dia puas dengan data diriku. Bahkan dia mulai membuka data dirinya, bahwa dia adalah istri seorang pria kaya raya yang mempunyai banyak perusahaan. Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di apartemennya (sewa atau beli aku tidak tahu) di daerah Ancol, Jakarta utara.

    Tepat jam 11:00 siang aku keluar kantor. Dengan alasan dinas luar aku memacu mobilku. Sampai di lobi apartemennya, aku mencari-cari Tante Ella yang katanya memakai jeans, dan kaos biru.Sampai mataku lelah memandang, aku belum dapat menemukan sosok yang kucari. Aku mulai putus asa. Satu jam sudah aku menunggu, namun baru saja aku beranjak dari bangku dan ingin pulang, pundakku ditepuk seseorang.

    “Rudy, yah..?”

    Aku berbalik, dan ternyata sosok yang kucari sudah di depan mata. Celana jeans dan kaos ketat biru. Tapi alamakkkk. Wajahnya sudah banyak keriput, kutaksir usianya 50-an. Kaos ketatnya banyak tonjolan-tonjolan lemak di pinggang dan perutnya, dan yang bikin aku shock orangnya pendek dan gemuk.

    “Kenapa, nggak suka..?” suara Tante Ella menyadarkanku dari keterkejutanku.

    “Ach, nggak. Tante cantik,” ujarku melawan kata batinku.

    Tante Ella mengajakku minum di pinggir kolam renang yang tersedia di apartemen situ. Obrolan kami ngalor ngidul, sementara aku berusaha tidak membuatnya kecewa dengan segala kebohonganku.Akhirnya acara puncak pun tiba. Tante Ella menggiringku memasuki apartemennya yang luas.

    Aku masih bingung dan seperti orang bodoh, sementara Tante Ella sudah membuka seluruh pakaiannya hingga bugil, dan tengkurap di ranjang. Dengan tangan gemetar aku mulai melakukan pijatan-pijatan lembut di pundaknya. Tapi rupanya Tante Ella memang niatnya ‘main’ dari awalnya.

    Makanya baru 2 menit aku melakukan pijatan, tante Ella langsung mengerjai tubuhku. Kemeja dan celanaku sudah melayang ke lantai, dan sebagai wanita cukup umur Tante Ella paham sekali mana daerah sensitif lelaki.

    Kini aku yang berbalik dipijatnya. Sapuan lidah Tante Ella yang basah di sekujur tubuhku membuatku lupa. Nafsuku yang tadinya drop perlahan mulai bangkit. Senjataku yang sudah tegang dilumatnya dan tanpa permisi lagi Tante Ella langsung menaiki tubuhku dan menduduki senjataku yang sudah mengacung.

    “Sleeep..,” senjataku memasuki liang kewanitaan Tante Ella.

    Lumayan seret. Kupejamkan mataku membayangkan bahwa yang berada di atasku adalah Nafa Urbach, sementara Tante Ella semakin ganas bergerak liar dan menggoyangkan pinggulnya sambil menjilati dadaku.

    “Ufh..,” nikmatnya luar biasa.

    Aku mencoba bertahan. Dan tak lebih dari 10 menit seluruh tubuh Tante Ella seperti bergetar dan mengejang melepaskan orgasmenya yang pertama.

    “Accchh, Rud..,”

    Tante Ella merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku yang ingin segera menuntaskan hasratku memeluk tubuhnya. Namun nafsuku mendadak drop kembali saat kenyataan yang aku rasakan di tanganku tidaklah kencang dan kenyal, tapi lembek dan penuh lemak. Nafsuku drop. Senjataku secara perlahan mengecil kembali. Aku rebah di samping tubuh Tante Ella dan memandang langit-langit sambil merenungi yang baru saja terjadi.

    “Tit…” pagerku yang berada di kantong celanaku yang berhamburan di lantai berbunyi sekali, pertanda ada pesan yang belum terbaca.

    Aku segera melompat dari ranjang dan membaca pesan yang masuk.

    “Saya tertarik dengan anda, harap hubungi saya di 424xxxx dari Yenny.”

    “Kenapa, Rud..? Ada order lagi yah..?” rupanya Tante Ella sudah bangkit dari kelelahannya.

    “Ah nggak, Tante. Kebetulan saja ada saudara saya yang lagi perlu dengan saya,” aku mencoba berbohong.

    “Kenapa dia nggak hubungi HP kamu..?”

    Aku agak gugup juga. Untunglah aku dapat menguasai keadaan.


    “Mungkin nggak dapat signal, Tante.”

    “Maaf Tante, saya mungkin nggak bisa lama-lama. Saya harus kembali ke kantor.”

    Tanpa meminta persetujuannya aku segera mandi dan langsung merapihkan diri.
    Selesai merapihkan diri, kulihat Tante Ella masih dalam keadaan bugil. Tampak sekali bentuk tubuhnya yang… apa lagi saat dia berjalan dan mengambil sesuatu di tasnya.

    “Nih untuk kamu Rud..!” Tante Ella rupanya mengambil uang di Tasnya untukku.

    “Nggak usah Tante…” aku mencoba menolak.

    “Tidak apa-apa, Tante puas dengan permainan kamu, Rud.”

    Tante Ella memaksa dan memasukkan uang tersebut di kantong celanaku. Setelah berbasa-basi akan menghubungi kembali dan mengucapkan terima kasih, aku segera pergi dan langsung menuju parkiran, “Bebas sudah aku,” pikirku.

    Baru saja pantatku duduk di belakang setir, pagerku berbunyi kembali.

    “Saya janda usia 35 tahun, bersih, putih dan sexy, harap hubungi saya di 08169xxxxx.”

    Wah, ramai juga nih order, namun mengingat aku banyak kerjaan di kantor dan aku takut ketemu yang seperti Tante Ella, aku cuekin pesan itu sementara dan kembali ke kantor.Terus… (Kalau tidak salah waktu itu aku dapat 6 orang tante dan 4 di antaranya seperti Tante Ella, yang 2-nya agak bagus. Ada satu yang berdua dengan suaminya. Pokoknya benar-benar pengalaman baru.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Ngentot Tante Genit – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngentot Tante Genit – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1849 views

    Perawanku – Kejadian ini terjadi pada liburan semester terakhir, saya berlibur di bandung, satu minggu lagi saya habiskan di kota reuni bunga sekolah menengah atas yang kebetulan kuliah di sana, saya sendiri kuliah di wilayah Yogyakarta, rencananya saya menggunakan transportasi darat untuk sampai kesana, di Sore hari Sore saya sampai di terminal bandung.

     

    Sambil sibuk membolak-balik Tabloid Olahraga favorit saya, tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia 4 tahun terjatuh di depan saya, merobek tangan saya menarik gadis kecil itu.Kerita Seks Tante

    Baca juga bercinta dengan SPG yang halus dan cantik

    “Terimakasih Dik, tahu anak kecilnya yang menjalankan mulu” kata seorang wanita paruh baya dengan senyum manisnya.

    Tapi meski sudah hampir bertiga, Mbak Tina, jadi dia mengenalkan dirinya pada saya, masih terlihat seperti gadis muda yang lagi-lagi berlari … di pantat besar (34B), pantat bahenol dibarengi pinggul membuat saya menatap sejenak. Menatapnya

    “Maaf, saya bisa duduk di sini” Suara Mbak Tina dengan aksen sundan khasnya menghancurkan ‘keheningan’ saya.

    “Ssii … tolong Mbak,” jawabku sambil menggeser pantatku dibangku antar bus kota yang sedang menunggu di kota bunga.

    “Ke mana harus pergi?” “Saya mencoba membuka pembicaraan.

    “Anu … aku ingin pergi ke teh jogja, biasa membeli barang untuk diperdagangkan, kemana adikmu pergi?”

    “Same, jogja juga Mbak sendiri?” Mataku melirik dadanya bahwa belahan dadanya bersih dari baju ketat yang dikenakannya.

    “Ya, tapi ada yeyen kok” katanya sambil menunjuk mainan kecil yang keren dengan mainannya.

    “Saya Andi Mbak” kataku sambil mengulurkan tangan padanya langsung disambut dengan ramah.

    “Kalo jadi saya panggil dia mas ya, lebih nyaman suara” kata mbak sambil tersenyum manis. Mungkin karena keakuratan jurusan kita adalah sama, saya dan Mbak Tina cepat akrab, apalagi kebetulan karna atau bagaimana, kami duduk seangku di bus yang pake formasi 2-2 kursi itu.

    Dari ceritanya saya tahu kalau Mbak Tina janda muda yang meninggalkan suaminya bercerai sejak 2 thn lalu. Untuk bertahan ia menjual pakaian dan perhiasan yang semuanya dibeli dari jogja. Katanya harganya murah. Rencananya di Jogja 2-3 hari.Kerita Bibi Tante

    Pukul 16.30, bus berangkat dari terminal, sementara di dalam bus ketigamu asyik bersetubuh, seperti Bapak-Ibu-Anak, dan dengan cepat aku sengaja menahan Yeyen kecilku, jadi Mbak Tina lebih menghormatiku.

    Tidak ada yang terasa, waktu berlalu, busnya sepi, kapan waktunya jam 11 malam. Little Yeyen dan penumpang lainnya sudah tidur. Sementara saya dan Mbak Tina masih asyik mengobrol, yang terkadang berbau hal-hal ‘kotor’, apalagi dengan tawa nakal Mbak Tina sesekali mencubit pinggang pinggang saya.

    Atmosfernya lebih asyik karena kami duduk di bangku 4 dari depan dan secara kebetulan lagi bangku di depan, belakang dan samping kami kosongkan semuanya.

    “Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong gituan apa ya dah 2 taon cerai.” Tanyaku sekenanya.

    “Iiihh, mas benaknya .. iya berapa banyak lagi, setidaknya usahakan sendiri … kalau ga, iya … ini, si Yeyen yang menjadi incaran kemarahan saya, apalagi kalo dah sampe di mahkota,” Dia membalas malu.

    “Peri … Ga ga mungkin ga ada yang tidak mau mbak sama, mbak seksi, seperti cewek” aku mencoba mengeluarkan sikap sesaat.

    Tiba-tiba si yeyen yang nyenyak nyenyak Mbak Tina, hampir terjatuh .. robek tanganku memeluknya dan tanpa sengaja tangan kita bertemu. Kami berhenti sejenak dan saling memandang, sesaat kemudian tangannya meremas kecil dan Mbak Tina merespons sambil tersenyum.

    Tak lama kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu saya, tapi saya mencoba untuk tenang, karena ‘antara’ kita masih memiliki yeyen kecil yang keren lagi mimpinya .. memang pergerakan kamar kita terbatas malam itu. Untuk waktu yang lama kami saling memandang, dan di bawah cahaya remang-remang bus, saya berani mencium bibir lembut janda janda cantik itu.

    “Ssshhh … ahhh … mas” erangnya, saat lidahku masuk ke mulutnya, sementara tanganku, meski agak sulit, karna yeyen tidur di pangkuan kami, tapi aku mencoba meremas payudara seksi itu dengan lembut.

    “Terus mas … enak … .. ouhhhh” tangannya dipasukin aja mas, bukan keliatan kok ‘”rengek manja.

    Adegan pagut dan terjepit di antara kami berlangsung 20 menit dan berhenti saat yeyen terbangun

    “Mama …, lakukan yang sama om Andi” suara yeyen yang bikin kami segera ‘bermain jauh’ terpaksa semua menjadi canggung karena setelah itu Yeyen malah ga tidur lagi.

    “Oya, Ntar di Jogja tinggal dimana Mbak” tanya ku.Kerita Bibi Tante

    “Hotel Mas … Napa? Mas mau nemenin kita … ???”

    “Bisa, ntar semua saya temenin belanja, biar gampang ntar cari hotel sekitar malioboro aja.”

    Pukul 7 pagi kami akhirnya tiba di terminal Giwangan, Jogja … dari tiga terminal kami yang terlihat seperti Bapak Ibu dan anak ini, hubungkan bus kota dan sampai ke daerah malioboro setengah jam kemudian .. setelah muter-muter, akhirnya kita mendapatkan Kamar hotel standart dengan doble Bed jogja area wisata.

    Setelah semua selesai, anak kamar yang mengantarkan kami pergi.

    “Yeyen, apakah Anda ingin mandi atau bobo chayank segera?” Cerita Seks Bibi

    “Mandi aja, Ma … Oya, Om Andi nginep sama kita ya ..?” Tanya yeyen kecil itu padaku

    “Ya, saya punya teman mama chat,” kata Nona Tina sambil mengajak Yeyen ke kamar mandi di dalam ruangan. Di dalamnya ada ibu yang melepaskan pakaiannya dan hanya membungkus handuk di tubuhnya yang seksi.

    Dengan posisi agak nungging, Mbak Yeyen dengan susah payah membasahi Yeyen, dan karena pintu kamar mandi yang terbuka, sudah jelas bahwa barang cd itu dibalut pantat seksi itu. Seperti Mbak Tina sengaja memprovokasi naluri saya, karena walaupun saya tahu saya bisa ‘menikmati’ tampilan, pintu kamar mandi sama sekali tidak tertutup barang.

    Segera, Yeyen, yang telah selesai mandi, berlari ke ruangan itu.

    “Bagaimana, Yeyen sudah beler belom?” Aku menggoda saat mengedipkan mata pada Mbak Tina

    “Seger Om …. Om mau mandi ??”

    Aku belum sempat menjawab … ..

    “Ya ntar om mandi mandi dengan mama, sekarang yeyen bobo ya …” gumam Mbak Tina dengan senyum genit ke arahku.

    Sementara Mbak Tina menidurkan anaknya, aku yang sudah masuk kamar mandi melepas pakaianku dan ‘mengurutkan’ penisku yang tadi tegang dari tadi. Lebih keren seperti swalayan sambil berkhayal, Mbak Tina ngeloyor masuk kamar mandi.

    Saya kaget meninggalkan .. Bibi Sex

    “Saya tidak sabar menunggu ……” dia menggoda sambil melihat torpedo saya yang ‘terbakar’

    “Haa … aaa … Mbak …” suaraku agak terbata-bata melihat Mbak Tina segera membuka handuknya sampai menempel dadanya yang montok sehingga tidak dibungkus lagi, namun penutup bawahnya masih utuh.

    Terlepas dari pengunduran diri saya, Mbak Tina langsung memeluk saya.

    “Jangan panggil Mbak dong. Tina aja” rengek manja saat ia meremukkan bibirku dan tangan kirinya dengan lembut membelai penisku agar ‘terbakar’.

    Aku sudah dikuasai nafsu langsung membalas pagina Tina tak kalah garang. Perlahan bibir erotis Mbak Tina sampai ke leher, perut … sampai sampai kemaluanku tertangkap.

    “Dia sangat berpengalaman …” pikirku.

    Jilatan diselingi sedotan, kuluman berbatang sampai testisku membuatku merasa seperti terbang melayang ….

    “Ohhhh … Tina … nikkk … tikar … teruss … isepppp” aku mendesah dengan senangnya permainan janda seksi ini sambil membelai rambutnya.

    Durasi durasi 15 menit berlangsung sampai akhirnya saya merasakan sesuatu yang ingin keluar dari penis saya

    “Akhh … hh … aku keulu ..aaarrr …” telingaku diikuti oleh semprotan sperma ku di mulut Tina yang langsung melahap semua spermaku seperti anak kecil yang melahap es dayung pop sambil tersenyum padaku. .

    Setelah suasana agak tenang, aku menarik tangan Tina untuk berdiri, dan dalam posisi sejajar memeluk janda janda seksi ini, mulutku langsung menghancurkan mulut Tina saat dia meremas pantatnya yang padat.

    Tina menjawab dengan pagutan yang tak kalah garang sementara tangannya menggenggam penisku masih layu dan mengurut-urutnya. Dan dengan biadab aku berciuman dan tersedot dari leher terus merayap sampai ke dadanya yang lebat.

    “Oohhh .. Ndi …. Ahhkkhh.” Dia mengerang saat mulutku mulai berputar di ujung putingnya yang kencang dan coklat kemerahan.

    Tanpa melepaskan tutup mulut Tina, saya perlahan mulai mengangkat tubuh yang keras kepala dan memposisikannya di atas bak mandi dan membuka paha putihnya yang lebar dan mulus.

    Tanpa terikat saya berlutut, membawa wajah saya ke perut Tina dan menjilat yang membuat Tina goyah seperti cacing panas.

    Jilatin saya terus menyebar ke bibir vaginanya yang licin tanpa satu bulu pun. Sesaat kemudian lidahku menjilat dan menusuk vagina Tina, yang membuatnya mengerang histeris.

    “Ndi … sudah …. Ndi … masukin kamu …. aku tidak tahan …. Ayo sayang …” pinta dia dengan nafas berburu.

    Segera aku berdiri dan mulai menggosok ayam saya yang sudah kencang dan kencang di vagina seksi Tina.

    “Sudah …. Katakanlah …. aku ga ta .. hann … nnn … masuk ..” rengek Tina dengan wajah sedih sambil menahan lonjakan nafasnya.

    Perlahan tapi pasti penis saya berukuran 17 cm, saya masuk melalui vagina Tina yang masih sempit meski status janda.

    “Pelann … dong bilang .. itu 2 tahun aku bukan maen ..” pintanya sambil memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat penisku mulai menembus gang yang lezat.

    Aku membiarkan penisku tertanam di vagina Tina dan membiarkan dia menikmati sensasi yang tidak dia rasakan selama dua tahun. Perlahan tapi pasti aku mulai mengibaskan vagina janda muda itu dengan penisku yang hebat.

    Untuk memberikan sensasi yang luar biasa, saya memompa vagina Tina dengan formasi 10: 1, yang menusuk setengah dari vagina Tina diikuti dengan gerakan menusuk penuh untuk menyentuh dinding rahimnya.

    Gerakan ini saya sela dengan menggerakkan pantatku dengan twist yang membuat Tina merasakan vaginanya diubeknya, sangat lezat yang tidak terlihat dari ruam keras diselingi kata-kata kotor yang keluar dari mulutnya ..

    “Ouggghh …. penismu bagus … Tina entot terus bilang … enak” erangnya sambil menyeimbangkan gerakanku dengan mendorong pantatnya kembali.

    Tiga puluh menit berlalu, Tina sepertinya mencapai orgasme pertamanya. Tangannya mencengkeram punggungku seolah meminta pukulan lebih dalam di vaginanya. Tina mengangkat pinggulnya tinggi dan gemuruh, sementara aku mempercepat penisku di vagina Tina … Kisah Bibi Seks

    “Ooouhhh …. Aaahhhh …. Hhh …” erang Tina di puncak kenikmatan yang dia dapatkan ..

    Sejenak Mbak Tina membiarkan saya menikmati multi orgasme yang baru saja dia dapatkan. Tak lama kemudian tubuh bubuk Cina Mina Tina berdiri dan aku membalikkan tubuhku ke dinding kamar mandi.

    Sambil mencium bagian belakang tengkuknya, dengan lembut aku membelai tanganku dan membelai paha mulusnya sampai tanganku menyentuh dan meremas kemaluannya dari belakang, membuat nafasnya kembali naik.

    Rangsangan ini saya lakukan sampai saya hanya berjongkok di belakang Tina. Apalagi setelah menjilati merayap ke vagina Mbak Tina dan mengobok-obok vagina semakin memuntahkan aroma khas.

    Tidak sampai di atas sana, wajahku aku tutup pantat gemuk gemuk dan mulai mencium dan menjilat belahan bumi sampai akhirnya Mbak Tina tampak menyentak saat aku menjulurkan dan menjilat lubang anusnya, sepertinya saat ini kelenteng seksi dan anusnya dijilat.

    “Ouhh …. Aakhh … ssstt …. Slobber bilang …. apa kamu … jilat pussy Tina aja ..” celoteh.

    Sepuluh menit berlalu, aku lalu berdiri dan menarik pantat pantatnya ke belakang nan ke belakang dan ayam kencangku menggosok-gosokkan pada anus Tina …

    “Ouh … ca … kittt … katakan … jangan ke sana, Tina tidak pernah bilang …” sambil merintih sambil menahan diri perlahan pelan penisku masuk ke anusnya. Setelah penisku benar-benar ditelan oleh anus Tina, aku membiarkannya duduk sebentar untuk menyesuaikan diri saat kedua tanganku meremas kedua payudara mereka yang indah dan mencium bagian belakang leher dan mencapai cuping telinga.

    “Nikk … matt … say ..” hanya itu yang keluar dari mulut Tina seksi

    Merasa cukup, saya mulai mendorong kembali penis saya dengan perlahan mengingat ini adalah pertama kalinya anus masuk ke penis pria itu. Setelah beberapa gerakan, rasa sakit dan kelembutan yang ia rasakan telah diganti dengan rasa senang yang tak tertahankan.

    Perlahan Mbak Tina mulai menyeimbangkan gerak saya dengan bergoyang saat penis saya semakin memompa anusnya, sementara tangan kanan saya menusuk vaginanya yang menganggur.

    “Aahhh … ooohhh … luar biasa bilang … enak …” Tina mendesah menahan kenikmatan permainan duniawi ini. 30 menit berlalu dan saya puas bermain anus Mbak Tina, saya perlahan menarik penisku dan mengarahkannya perlahan ke dalam vagina, dan mulai menyodok vagina lagi.

    20 menit kemudian aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku, sampai aku mempercepat gerakan pamaku Tina yang mulai seimbang sehingga nampaknya juga mendapatkan orgasme kedua.

    Disertai dengan bibir panjang dan hampir simultan, cairan hangat dan kental dari penisku dan vagina Tina bertemu di lorong lezat Tina .. Sensasi tak tertandingi dan tak terkalahkan ..

    Belum lama ini, saya menarik penisku dan membawanya lebih dekat ke mulut Mbak Tiitn, yang kemudian dia langsung menjilat sisa-sisa sperma yang masih ada di genggaman saya pada beludru.

    “Saya tidak pernah memikirkan mas hebat ini .. baru kali ini saya merasa seperti ini tubuh kecil tapi kuat saya ingin mas … saya ingin kamu mas …” puji Mbak Tina kepada saya dengan sinar wajah yang penuh kepuasan. Tanpa t …

    Sesaat kemudian kita saling membersihkan, meski dipastikan saling meremas satu sama lain. Saat keluar mandi terlihat Yeyen masih tidur nyenyak, sama seperti mamanya yang saya hanya ’embat’.

    Setelah Yeyen terbangun, kami bertiga berjalan-jalan di sekitar malioboro sampai malam. Pukul 9 malam kami sampai di hotel, tapi kali ini saat mandi Yeyen, Mbak Tina nampaknya semua mandi.

    Saat meninggalkan kamar mandi tanpa ragu wanita sunda ini melepas handuknya untuk lebih memakai dummy tipis yang baru saja kita beli dari satu toko di daerah malioboro.

    “Mas .. mandi dulu gih ..” katanya sambil mencondongkan tubuh mendekat dan mencium bibir lembutnya yang langsung disambut.

    “Iihh .. mama dan om Andi, ngapain ..?” Memprotes yeyen kecil itu sementara kami berpagutan sesaat di depan meja hias yang tersedia di kamar hotel.

    Setelah saya selesai mandi, saya melihat Tina lagi ngeloni Yeyen, dan ternyata kedua ibu-anak perempuan itu kecapean setelah berkeliling malioboro.

    Akhirnya saya membiarkan Tina tidur dan saya sama sekali tidak mengantuk untuk mengisi waktu dengan menonton live league Inggris yang merupakan saat untuk menyajikan pertandingan besar.

    Pukul 12 lebih saat pertunjukan bola selesai, saya perlahan mendekati Tina dan mulai membelai anak perempuan janda cantik dari balik pelipisnya yang tipis untuk menghilangkan selangkangannya. Saat tangan saya mulai menggosok vagina, Tina terbangun. Saya mengajaknya untuk pindah ke tempat tidur yang lain, sementara saya menelanjangi lembaran tipis di dalamnya tanpa beha tersebut.Kerita Seks Tante.

    Dengan hanya sebuah CD berwarna krem tipis, tubuh bahenolku digantung dan aku berbaring di ranjang lainnya, untuk membuat kami lebih nyaman dan si kecil Yeyen tidur dengan tenang. Sambil menutupinya, aku meremas dan mencium puting payudara putih dan gemuk.

    “Aahhh …. Mas …” erangnya manja.

    Jari saya terus menyebar menikmati inci per inci tubuh seksi sampai ke gundukan yang lezat tanpa satu rambut pun .. Hampir 20 menit lidah saya memainkan bagian sensitif itu, sampai akhirnya ..

    “Ayo dong mas … cepeten masuk … dah ga tahan ya …”

    Perlahan kusapukan penisku di vagina mungil. Kelihatannya dia menahan napas saat dia memejamkan mata dengan sedih dan menggigit bibir bawahnya.

    Akhirnya burung saya masuk ‘sarang’. Aku memegang posisi itu sejenak, dan setelah sedikit tenang aku mulai menyodok perlahan-lahan basah vagina.

    Erangan dan desahan kenikmatan yang keluar dari janda janda janda itu, menunjukkan bahwa dia sangat menikmati permainan duniawi ini. Tanpa rasa malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi kata-kata kotor yang membangkitkan gairah. Sementara di tempat tidur disamping si kecil Yeyen Masih tidur nyenyak. Seks dari Bibi

    Tina, janda seksi yang sedang saya kerjakan tidak peduli dengan bayi kecilnya, Yeyen ..

    25 menit ‘pertarungan’ kami di posisi konvensional, saya perlahan mengangkat tubuh Mbak Tina sampai sekarang posisi dia di atas. Posisinya enak, karena selain menikmati vaginanya aku juga bisa bebas meremas, mencium dan sesekali mengisap payudara gemuk berayun dengan indahnya .. hanya 15 menit, tiba-tiba tubuh Tina kedutan diikuti dengan erangan panjang ..

    “Aaaacchh …. Aauugghh … Ann .. ddii .. aakku .. kkeelluaa .. aa .. rr …”

    Segera Tina melemparkan tubuhnya ke dadaku, seperti mulut kita yang memikat. Panjang 5 menit ku biarkan dia menikmati orgasme.

    Beberapa waktu, karena saya belum apa-apa, saya meminta Tina menungging karena saya ingin menikmatinya dengan posisi gaya dogy .. Dalam posisi nungging plastisitas jagoan jagoan cantik cantik ini berbunga.

    Perlahan aku mencium dan menjilat pantat seksi itu. Perlahan-lahan menjilati saya ke vaginanya yang mungil, Tina bergetar dan menggelengkan kepalanya menahan kesenangannya .. pada saat itu, tanpa kita sadari .. sedikit Yeyen bangkit dan mendekati kita.

    “Om Andi .. ngapain ciuman ass mama ..” tanyanya sambil terus mendekat memperhatikan mama ibunya yang aku hilangkan ..

    “Adek tenang aja ya .. jangan repot-repot Om Andi … Mama lagi maen doktor-doctoran dengan Om Andi. Ntar mam mau disuntik .. Yeyen diem aja ya …” Tina mencoba menenangkan gadis kecil ..

    “Ehmm .., .. hayo om … Mama yeyen ceka cukua .. lang om .. dah ga tahan neh ..” rengek Tina .. sementara Yeyen terlihat duduk manis di sisi lain tempat tidur, siap nonton Adegan yang seharusnya tidak layak dilihat. .

    Perlahan penisku terbakar aku gosok dari lubang vagina Tina untuk menyentuh anus, dari vagina ke anusnya.Kerita Seks Tante.

    Dan karena saya tidak tahan melihat Tina menjadi konyol dan merengek meminta segera ‘suntik’, saya perlahan-lahan mengarahkan penis ke lubang copulary-nya licin karena cairan vaginanya ..

    “Om, kenapa Mama Yeyen disuntik dengan burung Om ..” protes si kecil yang belum mengerti apa-apa.

    “Aohh … ahh … .. Misa lebih dalam .. sss .. Ann .. dddi ..” Tina memohon kesal dan menghela nafasnya tanpa memperhatikan keberadaan Yeyen yang terlihat bingung melihat mamanya, antara Rasa sakit atau memegang bantuan.

    30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yang keluar dari ujung penisku. Agar lebih enak, saya membalikkan janda janda jambul dengan bunga tanpa menarik penis saya sampai kita kembali ke posisi konvensional.

    “Ti … tiiinn .. aku ingin keluar” eranganku mencoba menahan muntah muntah lahar yang semakin mendesak ini …

    “Ntar .. Misa .. ss .. tahan … kita bersama …” Erangnya dengan mata terpejam saat ia menggigit bibirnya agar genjotan semakin kencang di vaginanya ..

    Tangannya mencengkeram punggungku, dan dadanya terangkat, seluruh tubuhnya menegang, diikuti oleh ciuman panjang kami berdua.

    “Aaaccchhh …. Aaauuggghh …” Mani dan air maninya akhirnya bertemu di lorong kesenangan sementara bibir kami berkilauan dengan intim dan tangan kananku meremas payudara bungsunya saat kami orgasme bersama sebelumnya.

    Sambil menikmati sisa kesenangan, kita masih berciuman mesra intim intim, sementara penisku masih ‘disematkan’ di pussy. Sadar akan perhatian Yeyen terhadap kami,

    Tina dengan wajahnya penuh kepuasan sejati, mengedipkan matanya sambil menatap Yeyen dengan senyuman manis .. dan aku juga melempar tubuhku disampingnya, dan saat penisku aku tarik ..

    “Jangan Mas .. biarin aja dulu di dalem ..” dia merengek manja dan segera aku beri ciuman sayang di keningnya .. Soon Yeyen mendekati kami yang baru saja memiliki permainan tempat tidur yang sangat mengagumkan ..

    Keesokan harinya saat ibu dan anak perempuan di Jogja ini, kami terus melakukan seks ini, dengan variasi variasi dan teknik yang lebih intim. Bahkan terkadang kami melakukannya di kamar mandi sambil mandi. Sebenarnya kami tidak peduli lagi dengan Keberadaan Yeyen Tina juga tidak malu mengoral penisku di depan Yeyen ..

    Hari libur baru dan saya mendatanginya di Bandung dan tinggal seminggu lebih lama di rumah janda seksi itu .. kepada tetangga disekitarnya mengenalkan saya saat keponakannya pergi.

    Dan yang paling penting, kami menghabiskan waktu dengan seks sebanyak mungkin, terutama si kecil Yeyen yang telah meninggalkan tempat tuanya di Ciamis, saat berada di sana, dia dengan sengaja menepis pembantunya ..

    Itulah cerita seks saya dengan Tina, janda montok. Dan pembaca, untuk beberapa alasan, sejak saat itu, untuk seks saya merasa lebih menikmati permainan dengan wanita paruh baya.

  • Cerita Sex Jadi Boyfriendnya Tante Kost

    Cerita Sex Jadi Boyfriendnya Tante Kost


    1849 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Jadi Boyfriendnya Tante Kost ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku –  Aku memang bandel dalam bangun pagi mulai dari kelas 1 sampai kelas 2 aku sering bangun kesiangan, dan sampai sekarang kebiasaan itu menular saat aku beranjak jadi mahasiswa, dengan kota yang dingin makin nempel deh sama kasur, karena perkuliahanku rata rata sore hari maka dari itu aku selalu terlelap dengan udara pagi.

    Tante kost-ku termasuk yang baik, tak jarang untukku sengaja disiapkannya secangkir kopi atau kue untuk sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Aku disayangnya, karena bila pagi hari rumah kost itu kosong dan akulah yang menemaninya mengurus segala sesuatu, menyapu, masak, atau apa saja. Walau aku suka tidur ngelantur, tapi aku termasuk anak yang rajin kerja di rumah.

    Tante ini masih muda, tetapi sudah janda. Ia hanya punya satu orang anak dan sudah bekerja di Sumatera. Praktis, ia hanya seorang diri di rumah. Namun kecantikannya tetap ia pelihara, sehingga di usianya yang mendekati kepala lima ia masih tetap cantik dan kencang.

    Suatu hari aku nonton film biru pinjaman dari kawanku. Di rumah rupanya seperti biasa hanya aku saja lagi yang merupakan penghuninya. Aku ke kamar kecil sebentar, lalu memutar film itu di VCD komputerku. Karena asyiknya, melihat adegan yang panas aku tidak tahan, aku melucuti satu-satu pakaianku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun cuma sebentar, lalu kupelorotkan hingga ke paha.

    Aku merasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Aku nonton dengan mata setengah membuka, sambil berbaring kuelus-elus penisku yang makin tegak. Gerakan tanganku sudah menjadi cepat, ah… aku nggak tahan lagi, lalu aku kocok terus dan terus, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang benar-benar menyelimuti pagi yang indah itu. Sesaat kemudian nafasku mendengus sambil menyemprotkan mani ke dadaku.

    “Ah… hmmm… ah…” aku merasa tubuhku ringan, lalu aku merasa ngantuk dan terlelap.

    Tiba-tiba aku merasa pahaku dielus orang. Aku tersentak kaget. Ah, ternyata tante sudah ada di dalam kamarku. Ia menggunakan gaun putih yang tipis dan longgar. Kuhirup bau segar parfumnya yang menawan.

    Aku buru-buru bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, nggak kupedulikan. Tante kemudian menatap mataku, tampak bergelora api nafsu yang menggelegak di balik pandangannya itu.

    Tangannya meraih tanganku, “Raf, Tante minta maaf masuk kamarmu tanpa mengetuk, abis tadi Tante lihat pintu kamarmu nggak dikunci. Tante bawa sarapan, tapi, Tante lihat kamu lelap kayak gitu,” katanya sambil mengelus pahaku kembali.

    Aku salah tingkah. Matanya melirik VCD-ku yang ternyata masih memainkan film “laga” itu. Adegan demi adegan diawasinya, sambil tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sambil menarikku duduk di kasur.

    Kurasakan getaran halus lewat jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Aku mulai aktif dan terbakar suasana. Kupeluk ia dari belakang, lalu kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat dan menjadi lebih beringas.

    Tubuhnya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Kedua tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lalu puting susu di dadaku.

    “Raf, beri Tante… Tante mau…” katanya penuh harap.

    Ia kemudian menarik CD-ku sampai tuntas, lalu dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih terkulai lemas diremasnya dengan lembut pula. Aku menggelinjang kegelian, tapi tangan tante lebih dahulu menekan tanganku, seakan isyarat agar aku menurut.

    Aku memejamkan mata. Nafasku bergemuruh, kemudian tubuh kami terhempas di kasur. Tante kemudian mengulum zakarku, sambil sesekali mencium penisku. Aku hanya dapat menahan nafas, sambil mengerang penuh nikmat.

    Kemudian lidahnya dengan liar menjilat penisku yang sudah tegak, sambil sesekali mengulum dan menyedotnya penuh gairah. Aku benar-benar sudah siap laga, ketika ia kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku maklum. Fontana99

    Kubuka gaunnya yang longgar, kemudian BH dan CD-nya. Tante dan aku sudah sama-sama bugil. Aku mengambil posisi di atas, untuk memulainya. Pelan kupeluk badannya, lalu kubelai rambutnya yang mulai beruban itu.

    Kucium leher dan kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Nampak, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, tapi mulutnya hanya mengerang. Lalu, bagian leher bawahnya kujilat lembut, sambil sesekali jenggotku yang habis dicukur kemarin kugesekkan. Badan tante kemudian menggeliat lebih liar, sambil mendesahkan kata-kata yang tidak jelas.

    Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sambil kujilat dan kuhisap perlahan.

    “Ayo Raf, ayo!” katanya.

    Aku tidak peduli. Aku telusuri terus semua titik nyerinya. Sampai kemudian wajahku berada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai pubisnya dengan lidahku. Kubuka labia minora-nya dengan lembut, kemudian tanganku membelai perlahan labia minora-nya yang sudah mulai basah itu berkali-kali.

    Kakinya kemudian menekuk dan mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang berirama. Lidahku kemudian beraksi, menjilat bagian labia minora-nya, lalu naik hingga klitorisnya. Kulihat klitoris itu sudah menonjol kemerahan. Lalu, aku mengangkat pinggulnya, dan kumasukkan penisku perlahan, sambil kugoyang maju-mundur. Tante mengerang dengan tangan memegang erat pinggir kasur.

    “Ayo, Raf, terus…!” katanya menyuruhku menggoyang badanku terus.

    Aku menengkurapinya, lalu dengan sigap kusentakkan pinggulku sehingga penisku menghujam dalam ke vaginanya.

    “Aduh, aduh… Raf, nikmat sekali,” katanya sambil memelukku.

    Leher dan puting susunya terus kucium dan kujilat.

    “Teruskan Raf! ayo sayang, aku sudah hampir sampai nih,” katanya.

    Aku makin menyentak. Keringatku mulai bercucuran, sementara tante pun demikian pula. Rupanya tante sudah sampai ketika tiba-tiba tante memelukku dengan tangan dan kakinya erat-erat sehingga aku tidak dapat bergerak sama sekali. Di mulutnya hanya suara desah puas selama beberapa saat. Kemudian pelukannya mengendur. Tante lemas.

    Aku masih penasaran, karena aku belum sampai. Kutarik perlahan penisku yang masih menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat karena lumasan vagina tante. Kubuka selangkangan tante, ia mengerang dan menggelinjangkan pantatnya ketika vaginanya kuraba lagi. Kurangsang tante agar aku dapat mencapai orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lalu kujilat habis bagian itu, bahkan maniku yang meleleh di situ kujilat sampai habis.

    Lalu, klitorisnya yang memerah itu kusedot perlahan, “Ah, emm… mmm,” ia memekik lirih. sukasex

    Badannya yang mulai menggelinjang itu kemudian kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lalu kutekankan penisku ke vaginanya. Kemudian terasa suatu sensasi di penisku, karena tante menutup rapat kakinya. Tanganku kemudian memeluknya dari belakang, lalu aku menciumi tengkuknya yang wangi.

    Tanganku terus memainkan putingnya yang mengeras itu sambil kugoyang pinggulku, perlahan mula-mula, dan kemudian kemudian makin cepat.

    “Rafael, terus Raf, Tante hampir dapat lagi nih,” katanya berbisik.

    Aku tidak dapat menyahut. Nafasku memburu, karena nafsuku mulai memuncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku sampai habis, lalu rasanya itu maniku sudah menghentak-hentak hendak keluar.

    “Tante, Rafael mau keluar nih,” kataku berbisik.

    Ia hanya mengangguk. Kemudian dengan sekali hentakan lagi, aku merasakan suatu sensasi baru, kenikmatan yang sangat panjang, “Crot… croot… crooot…” terasa maniku menyemprot deras ke dalam vagina tante, sambil tanganku memeluknya dengan erat.

    Aku hanya dapat mengerang penuh nikmat surgawi. Aku lemas di atas badan tante, lalu terlelap beberapa saat lagi.

    Beberapa saat ia menggeliat. Ia bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Kurasakan tante memeluk dan menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lalu diselimutinya badanku yang masih telanjang.

    Pergulatan itu memporak-porandakan kasurku, tapi aku kini merasa tidak sendiri dalam menikmati dunia ini. Tante Win, di pagi hari siap selalu mengantarkan sarapanku, dan jika suatu saat ia memerlukan kehangatan diriku, aku Rafael, boy friend-nya, selalu ada di sampingnya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Pembantu Cantik Yang Masih Perawan

    Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Pembantu Cantik Yang Masih Perawan


    1849 views

    Perawanku – Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Pembantu Cantik Yang Masih Perawan, Malam itu aku menginap di rumah Mbak Kristin, karena saking ngantuknya aku tertidur di atas sofa. Sekitar jam 4 pagi aku terbangun, aku masih dalam keadaan telanjang bulat tapi tertutup selimut, tapi Mbak Kristin sudah tidak ada di sofa ah mungkin, dia pindah ke kamarnya dan tidur bareng anaknya.
    Betapa Nikmatnya Memek Perawan Yang Kuperoleh Dari Pembantu Muda

    Aku berdiri dan mencari celanaku karena suasana gelap aku menghidupkan lampu. Saat lampu menyala ada suara seorang wanita menjerit, ternyata seorang perempuan masih remaja umurnya sekitar 15 tahun, dia kaget mungkin karena melihatku telanjang bulat, aku menutup mulutku dengan jariku, maksudnya menyuruhnya diam.

    Kudekati dia, kujelaskan bahwa aku temannya Mbak Kristin, semalam aku menginap disini, diapun memahami dan memberitahuku bahwa dia spontan kaget karena belum pernah melihat pria dewasa telanjang, katanya dia adalah pembantunya Mbak Kristin, namanya Ulfa. Ulfa tidak sekolah semenjak lulus SMP, dia ikut Mbak Kristin baru sekitar 3 bulan. Aku Tanya dia kenapa kaget melihat aku telanjang memangnya belum pernah punya pacar. Dia mengaku sudah punya pacar tapi belum pernah melihatnya telanjang.

    Kutanya lagi, terus kalau pacaran ngapain, jawabnya jujur katanya pernah ciuman dan diraba-raba susunya oleh pacarnya, tapi belum pernah sampai telanjang bulat. Ah berarti masih perawan? Dia menganggukkan kepala dengan malu-malu. Kuperhatikan matanya sedikit melirik ke arah kontolku tapi masih malu-malu. Aku pura-pura tidak tahu dan cuek saja serta sengaja tidak segera mengenakan celanaku. Aku masih telanjang bulat dan memintanya untuk mengambilkan celanaku, aku duduk di ruang makan yang hanya berbatas sebuah bifet dari ruang tamu.

    Dia membawakan pakaianku dan perlahan aku ambil celana dalamku aku sengaja memakainya di depan Ulfa. Dia melewatiku menuju ke dapur sambil melirik ke arah kontolku lagi. Dia tidak melihat di depannya ada baju dan celanaku, dia tersandung gesperku dan tertanting ingin jatuh, aku langsung menangkap tangannya, dan menarik tubuhnya hingga aku sendiri hampir saja ikut jatuh. Dengan kondisi itu tak sengaja kami sedikit berpelukan, wajahnya dan wajahku dekat sekali, aku ingin menciumnya tapi masih takut.

    Kulepaskan pelan tubuhnya dia menyempurnakan berdirinya aku juga, tapi tak sengaja tangannya menyentuh kontolku, dia minta maaf, aku tersenyum dan malah menyuruhnya menyentuh lagi, dia tersipu malu, aku mengambil tangannya dan kuarahkan ke kontolku, ayolah Ulfa, ga papa, ga usah malu, katanya kamu belum pernah lihat kontol kan? Sekarang kamu boleh pegang sepuasnya, dia malu dan menutup matanya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya dengan malu memegang kontolku.

    Akupun merasa nikmat disentuh oleh tangan seorang ABG, kuarahkan tangannya maju mundur mengurut kontolku, kuajari dia cara mengocok kontolku. Dia kemudian terus mengurut-urut kontolku perlahan tapi malu untuk melihatnya, tapi biarlah yang penting aku merasakan nikmatnya diurut sama tangan yang masih halus, meski pembantu tapi dia lumayan cantik, mungkin kalau dia anak orang kaya dan terawat rajin ke salon, wajahnya tak kalah cantik dibanding asmirandah. Kulitnya kuning langsat, bersih, dadanya besar untuk ukuran anak remaja, pantatnya juga seksi dan montok.

    Kulihat dia sepertinya menikmati untuk terus mengurut-urut penisku, sekarang dia mulai tidak malu melihat kontolku, tangan kiri yang tadinya buat menutup matanya, kini kutarik ke leherku. Sehingga kamipun semakin berdekatan, kutarik pinggulnya kudekatkan tubuhnya ke tubuhku, dadanya menyentuh dadaku, jantungnya berdebar, dia sepertinya agak takut. Kubisikkan ke telinganya, ke kamarmu yuk, ga enak kalau disini entar Mbak Kristin bangun, entar aku ajarin yang lebih enak. Tanpa banyak protes, dia berjalan menuju kamarnya aku mengikutinya dari belakang, kuperhatikan bokongnya yang begitu sintal, pahanya yang begitu mulus nampak terlihat karena dia mengenakan baju tidur terusan dan panjang roknya di atas lutut. Warnanya juga transaparan dan tipis sehingga tali BHnya dan juga celana dalamnya samar-samar terlihat.

    Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Pembantu Cantik Yang Masih Perawan

    Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Pembantu Cantik Yang Masih Perawan

    Sesampai di kamarnya kututup pintu dan aku kunci dari dalam. Aku menyandarkan tubuhku di depan pintu kutarik tubuhnya dan kembali kuambil tangannya untuk terus mengocok-ngocok kontolku, kini tubuhnya bersandar di tubuhku, sambil terus mengocok kontolku, tapi gerakan mengocoknya masih sangat pelan dan lembut, mungkin karena baru pertama tapi aku malah menikmatinya.

    Tolong diemut dong kontolku, dia menggelengkan kepala, kupegang kepalanya dan kududukkan di depanku, kuarahkan kontolku ke mulutnya, kutekan pipinya agar mulutnya terbuka dan perlahan kumasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dia masih terlihat risih dan malu, tapi beberapa saat kontolku sempat masuk juga dalam mulutnya meski sebentar, tapi aku gak mau memaksa karena ini pengalaman pertama baginya. Kutarik tubuhnya dan kupeluk erat, kemudian perlahan kucium bibirnya, dia cantik juga meski pembantu aku tidak risih mencium bibirnya, karena menurutku Ulfa cantik juga dan aku beruntung seandainya Ulfa mau aku entot, soalnya dia masih perawan.

    Kupeluk tubuhnya erat, dan kuciumi bibirnya sementara tanganku mulai aktif menggerayang ke pantatnya, dari belakang kuangkat dasternya, sehingga aku menemukan lipatan celana dalamnya, kuselipkan tanganku dan kuremas-remas pantatnya, tangannya menahan tanganku, tapi aku cuek saja sambil terus meremas-remas pantatnya, perlahan kuturunkan celana dalamnya sambil terus kuremas dan kutarik pantatnya ke depan, sehingga kontolku sekarang bersentuhan dengan memeknya, tangannya berhenti mengocok kontolku kemudian memegang pinggulku, kutarik tangannya ke atas leherku agar tidak mengganggu kontolku yang sedang menyentuhnya memeknya yang mulai terasa hangat, kuangkat tubuhnya dengan sedikit kugendong, sehingga kontolku tepat berada di depan lubang memeknya, kugesek-gesekkan kontolku ke memeknya, kudorong dia hingga sebelah tempat tidur, dan kurebahkan dia di atas kasur sekalian aku menindihnya, kugesek-gesekkan semakin cepat kontolku, dia terpejam, kunaikkan dasternya ke atas hingga terbuka kedua belah dadanya, kulepas BHnya, dan kulum-kulum putingnya, Ulfa diam dan terus memejamkan matanya.

    Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu, takut terlalu lama pemanasan malah nanti Ulfa sadar dan berhenti melayani nafsu bejatku, aku langsung membuka pahanya lebar-lebar, kulihat vaginanya yang mungil terlihat hanya seperti daging dengan garis tipis di bagian tengah, tidak ada rambut sama sekali, itilnya juga belum nampak keluar, kuarahkan kontolku ke pintu memeknya, kugesek-gesek dengan bantuan tanganku sambil mencari lubang senggamanya, setelah ketemu kudorong kontolku masuk ke dalam, tapi susah kutarik lagi dan kudorong pelan lagi, kini kepala kontolku sudah mulai masuk ke memek Ulfa, kukeluarkan pelan dan coba kudorong lebih ke dalam lagi, Ulfa memelukku erat dan minta kepadaku untuk pelan-pelan, sakit katanya. – Cerita Seks Ngentot –

    Kukeluarkan lagi perlahan dan coba kumasukkan lagi, tapi memang memeknya kecil dan sempit, tapi kontolku sudah merasakan sedikit kehangatan, kugoyangkan pantatkan naik kemudian turun sehingga kontolku sudah agak lebih ke dalam lagi, sepertinya kontolku menyentuh sesuatu, mungkin ini selaput dara, aku semakin hati-hati menggoyangkan pantatku, kasihan kalau Ulfa kesakitan, kemudian aku mengeluarkan kontolku.

    Aku ambil bantal di samping Ulfa kuletakkan di bawah pantat Ulfa, dengan posisi seperti ini perut dan memek Ulfa terangkat naik, ini akan membantuku memasukkan penisku jauh lebih dalam di dinding memek Ulfa, kembali kuarahkan batang penisku ke memek Ulfa, kumasukkan setengah dan menyentuh lagi selaput dara yang tadi belum berhasil kutembus, kudorong lebih dalam dengan hati-hati, tubuh Ulfa menegang kedua tangannya menggenggam erat ujung bantal, matanya terpejam seperti menahan sakit.

    Ku beri tenaga sedikit dibantu dorongan pantatku, dan slep… aku berhasil menembus selaput dara Ulfa, dan kontolku merasakan sensasi dari kehangatan yang luar biasa, aku berhasil menembus benteng pertahanan dari dinding vagina Ulfa. ah… benar-benar nikmat, aku kemudian mengocok-ngocok kontolku keluar masuk vagina Ulfa, dinding vagina yang begitu sempit membuat kontolku mendapatkan kenikmatan yang begitu hebat, kulihat Ulfa mengeluarkan air mata, mungkin karena tadi merasakan sakit, tapi sekarang dia mulai ikut sedikit menggoyangkan pantatnya, oh dia sudah menikmati permainanku. Tiba-tiba ohhhh….

    Ternyata memek perawan ini membuat benteng pertahananku tidak terbendung, hanya beberapa menit berada di dalam memek Ulfa spermaku sudah mau keluar, secepatnya kutarik kontolku dan kugesek-gesekkan di paha Ulfa yang mulus, kugesek-gesek terus dan ohhhh spermaku muncrat juga….

    Croootttt….. ohhhhh nikmat sekali, aku puas sekali malam ini, aku telah berhasil merenggut keperawanan Ulfa, memek nya nikmat sekali, ahhhh terima kasih Ulfa. aku kembali mengenakan pakaianku, kulihat Ulfa masih terdiam terkapar lemas tak berdaya, perlahan aku keluar dari kamar, dan melanjutkan tidur lagi di atas sofa, takut mbak Kristin besok pagi terbangun, kalau aku masih di kamar Ulfa, wah apa kata dunia?

    Kutarik selimutku dan kembali tidur, tapi aku membayangkan betapa nikmatnya memek perawan, oh terima kasih Ulfa.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,