Author: perawanku

  • Istriku Main Catur

    Istriku Main Catur


    1414 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Istriku Main Catur ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Seperti halnya umumnya orang lain, setelah selesai Kuliah kemudian cari kerja dan nikah. Demikian pula dengan kehidupan yang kujalani, sejak setamat dari SLTA di Kotaku di Jawa Tengah, aku melanjutkan Kuliah di Bandung di suatu Universitas ternama.

    Tahun 1994 adalah tahun kelulusanku dan di tahun itu pula aku diterima di suatu Perusahaan BUMN setelah melalui penyaringan beberapa kali dan sangat ketat.

    Kehidupan ini kujalani seolah tanpa hambatan, lancarlancar saja, tidak seperti yang kebanyakan orang bilang bahwa kehidupan ini penuh perjuangan dan sulit untuk mencari kerja. Hal ini pernah aku syukuri bahwa ternyata aku diberikan banyak kemudahankemudahan oleh Tuhan didalam mengarungi kehidupan dijaman serba sulit ini.

    Karena telah merasa cukup dan sedikit mempunyai kemampuan untuk membina Rumah Tangga maka pada tahun 1995 aku memberanikan diri untuk melamar dan melakukan kesepakatan untuk menikah dengan seorang wanita Cantik idamanku yang sejak semester pertama kuliah aku mengenalnya dan sejak saat itu pula aku bersepakat untuk pacaran.

    Sebut saja namanya Erna, gadis asal Jawa Barat dengan kulit putih bersih yang sangat terawat dengan rambut hitam. Hal ini sangatlah wajar karena ditunjang dengan kemampuan materi Orang Tuanya yang sebagai pengusaha. Perbedaan usia hanya satu tahun antara aku dan Erna yang sekarang sudah menjadi istriku, aku lebih tua dan kini usiaku 36 tahun.

    Banyak temantemanku bilang bahwa aku adalah lakilaki yang sangat beruntung bisa beristrikan seorang wanita seperti Erna istriku. Disamping orangnya baik, supel, cantik, padat berisi, kaya lagi. Bulubulu halus tumbuh agak lebat dilengannya yang sangat mulus. Pernah seorang teman bilang bahwa dijalan raya saja banyak kendaraan apalagi diterminal.

    Cerita Hot | Hal itu memang suatu kenyataan dan merupakan gaya tarik yang sangat luar biasa yang bisa menimbulkan birahi yang menggebugebu bila melihat istriku Erna telah melepaskan semua pakaian yang menutupinya, dengan kulit yang putih mulus dan bulubulu hitam lebat diantara pangkal kedua belah pahanya yang sangat kontras, sungguh hal ini yang membuat aku semakin tak tahan untuk berpisah lamalama dengan istriku. Tinggi badan istriku 167 cm dan beratnya saat ini sekitar 53 kg.

    Kehidupan rumah tanggaku telah kujalani dengan penuh kebahagiaan selama kurang lebih delapan tahun, apalagi pada tahun ketiga pernikahanku telah lahir seorang anak lakilaki yang tumbuh dengan sehat dan lucu yang kini telah berusia 5 tahun. Ditambah lagi pada tahun keenam pernikahan, kami pindah ke rumah yang kami beli dari hasil jerih payahku sendiri selama ini walau hanya merupakan rumah KPR bertype 45.

    Kalau dibandingkan dengan rumah mertua sangatlah tidak seimbang dan istriku sangat menyukainya karena segala sesuatunya dialah yang mengaturnya tanpa harus campur tangan orang lain seperti sebelumnya yaitu di rumah orang tuanya.

    Dirumah kami inilah awal dari segala perubahan kehidupan yang aku rasakan sangat bahagia menjadi suatu siksaan dan tekanan bathin yang menimpa diriku hingga kini.

    Awalnya setelah hampir setahun tinggal dirumah sendiri, istriku berangsuransur sudah mempunyai kebebasan, keleluasaan termasuk untuk menyampaikan unegunegnya yang selama ini terpendam, yang aku sendiri sebagai suami telah disadarkan bahwa ternyata didalam kehidupan sexual istriku masih banyak ketidak puasan atas sikap dan kemampuanku sebagai seorang suami selama ini.

    Memang selama ini aku didalam melakukan hubungan senggama tidak bisa bertahan lama, paling lama mungkin hanya 20 menit itupun kalau aku dalam kondisi fit.

    Walau sebelumnya sudah melakukan pemanasan dan aku sering melihat, merasakan bahwa memek istriku sudah basah pertanda adanya rangsangan. Tragisnya bila pemanasan dilakukan terlalu lama maka semakin aku tak tahan untuk berlamalama. Aku telah berusaha berkalikali untuk pengaturan waktu agar terjadi kelambatan dan penundaan dalam penyemprotan (ejakulasi), semua itu pasti mengalami kegagalan.

    Yang aku rasakan bila sedang berhadapan dengan istriku dalam melakukan senggama adalah gairahku yang menggebu dan kenikmatankenikmatan yang tiada tara bila penisku telah kumasukan dalam memeknya, dan berikutnya aku slalu tidak bisa mengendalikan diri lagi sehingga dalam tempo yang singkat pertahananku pasti tak terbendung lagi.

    Perlu diketahui bahwa sejak pernikahan hingga kini hampir tiada perubahan atas alat kewanitaan istriku, selalu terasa sempit dan nikmat. Hal ini dimungkinkan karena pada saat melahirkan anakku satusatunya dengan cara Caesar sehingga secara phisik tidak banyak perubahan.

    Aku telah berusaha untuk mengkonsumsi obatobatan dan sering pula untuk konsultasi ke dokter tetapi hasilnya belum juga adanya hasil dan perubahan yang diharapkan atas daya tahanku. Pada awalawal pernikahan dulu, aku bisa melakukan senggama berulangulang hingga 4 atau 5 ronde dalam semalam dan itupun umumnya yang ke 4 atau ke 5 yang mempunyai daya tahan dan dapat mengimbangi kemauan istriku.

    Tapi saat ini dua rondepun sangat sulit aku lakukan, biasanya bila telah mengeluarkan sperma, badanku terasa lunglai dan ngantuk yang amat sangat. Mungkin hal ini akibat berat badanku yang sudah tidak seimbang lagi dengan tinggi badanku dimana perutku sudah membuncit dan sama sekali tidak atletis. Tinggiku 170 cm dan beratku 83 kg.

    Sejak masa SLTP aku mempunyai kegemaran atau hobby yang hingga kini masih sering aku lakukan.

    Kegemaran tersebut adalah bermain Catur. Kegemaran ini sering aku lakukan dengan orangorang atau teman pada saatsaat senggang dan sudah merupakan rutinitas hingga kini yaitu pada setiap Jumat malam aku bermain catur dengan seorang tetanggaku yang bernama Usman.

    Kadang Sabtu malampun bila samasama tidak mempunyai acara lain yang lebih penting kami asyik bermain Catur hingga kami betulbetul sudah capek dan suntuk. Sabtu dan minggu kebetulan samasama merupakan hari libur buat kami berdua.

    Dia kami kenal sejak pindah di perumahan yang kami tinggali saat ini dan Usman ini walau sudah bekerja, mempunyai rumah sendiri dan berusia mendekati angka 33 belum juga menikah.

    Orangnya tampan dan mempunyai tinggi tidak beda jauh dengan diriku, hanya saja badannya lebih atletis. Disamping mempunyai kegemaran bermain Catur, dia juga mempunyai jadwal rutin untuk bermain tennis. Usman inilah yang akhirnya semakin membuat bathinku menjadi tertekan dan tak berkutik untuk menghadapai gelombang percaturan cinta istriku hingga kini.

    Dengan media papan catur ini, hubungan antara keluargaku dengan Usman menjadi akrab dan dekat. Kedekatan yang masih dalam batas wajarwajar saja, begitupun hubungan antara istriku Erna dengan Usman, masih dalam etika kewajaran tanpa ada sesuatu yang perlu dicurigai.

     

    Sudah menjadi kebiasaan istriku, bila kami sedang bermain catur dan anakku sudah lelap tidur, istriku ikut juga menemani sambil memberikan dukungan untuk menyediakan secangkir kopi dan aneka camilan.

    Karena sudah terbiasa dan akrab, dalam menemani kami bermain catur, istrikupun dalam berpakaian juga biasa saja yaitu kadang pakai celana pendek ataupun baju tidur dan biasanya istriku hanya mampu menemani hingga jam 12 malam yang selanjutnya berpamitan untuk tidur lebih dulu. Permainan catur ini kami lakukan diruang keluarga dengan beralaskan karpet dan kadang dalam menemani kami, istriku menggelar kasur lipat sambil nonton TV.

    Aku pernah beberapa kali melihat mata Usman mencuricuri pandang pada bagianbagian tubuh indah istriku pada saat menemani kami bermain catur ataupun pada saat istriku sedang tiduran dikasur lipat tapi semua itu aku abaikan.

    Dan pernah aku rasakan permainan catur Usman sangat tidak bagus dan kurang kosentrasi, dan setelah aku cari tahu penyebabnya ternyata aku melihat bahwa matanya sering terarah ke paha mulus istriku yang saat itu duduk disebelahku.

    Inipun aku abaikan bahkan aku merasa bangga mempunyai istri yang memang penuh dengan kekaguman. Tapi suatu Jumat malam kirakira enam bulan yang lalu, pada saat permainan catur baru beberapa babak, aku merasakan kantuk yang amat sangat setelah minum kopi yang disediakan istriku dan hal ini kusampaikan pada istriku yang saat itu menemani kami.

    Ma.. Papa kok ngantuk berat yaa..
    Masak sih.. Papa khan udah minum kopi? Masak masih ngantuk juga..

    Dan berikutnya aku nggak bisa tahan lagi, aku terlelap dan tak ingat apaapa lagi. Apakah Usman langsung pamitan pulang, akupun tak tahu. Yang aku tahu pagipagi aku bangun dalam posisi ditempat tidurku dalam kondisi badan yang sangat segar.

    Jumat malam berikutnya berjalan biasa saja, permainan caturku dengan Usman berakhir hingg jam 3 pagi dan Usman berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan Jumat malam selanjutnya tanpa ada rasa kantuk tapi Sabtu malam kami bermain catur lagi karena samasama tidak mempunyai acara masingmasing dan rasa kantuk menyerang aku lagi sekitar jam masih menunjukan pkl 10.15 malam.

    Kali ini aku pamitan untuk tidur dan Usman kuanjurkan untuk pulang. Pada saat masih tersisa kesadaran sebelum terlelap, aku sempat istriku berbicara sama seseorang sesaat setelah mengantarku ke

    kamar tidur dan kejadian selanjutnya aku tak tahu apaapa.

    Timbul tandatanya dan curiga pada diriku, kenapa rasa kantuk begitu tibatiba, dan akhirnya aku sempat curiga telah terjadi sesuatu pada istriku apalagi akhirakhir ini tampilannya tambah seksi dan merias diri. Aku tidak mau sembrono dengan semua ini dan aku tidak mau menyakiti istriku atas kekeliruan akibat kesalah dugaanku yang tanpa bukti.

    Maka pada saat menjelang tiba jadwal catur rutinku dengan Usman, aku mempersiapkan diri mengatur strategi agar semua apa yang ada dibalik kecurigaanku bisa terjawabkan. Sekitar jam 7 malam, aku telah mengkonsumsi (minum) obat anti kantuk. Hal ini aku lakukan karena aku telah curiga bahwa didalam minuman kopi yang disediakan istriku telah dicampuri obat tidur.

    Permainan catur dimulai sekitar jam 19.30, semua berjalan seperti biasanya. Istriku menemani dengan tampilan terkesan sangat ceria. Kopipun aku minum seperti biasanya tapi hanya seperempat gelas saja. Sekitar jam 10.00 malam, aku merasa sedikit kantuk, dan sesuai strategi dan rencana, aku purapura ngantuk sekali dan selanjutnya aku purapura tak tahan lagi sehingga istriku memapahku ketempat tidur.

    Beberapa saat kemudian, sayupsayup terdengar istriku melakukan dialog dengan seseorang dan dengan perlahanlahan aku intip dari lubang kunci, ternyata istriku sedang duduk berhadaphadapan diantara papan catur dengan Usman. Mereka seolaholah lagi bermain catur.

    Beberapa menit kemudian istriku beranjak menuju kekamar tidurku dan buruburu aku segera memposisikan diri seolah tertidur lelap. Istriku menggoyanggoyangku seolah mau membangunkanku.

    Pa.. Pa.. gimana nih caturnya? Mau dilanjutin?

    Aku diam seolah pulas sekali dan istriku keluar kamar yang sebelumnya menyelimutiku dan menghidupkan lampu tidur dikamarku.

    Sekitar dua menit kemudian, aku mencoba mengintip lagi dari lubang kunci, ternyata papan catur telah ditinggalkan begitu saja. Diantara kerasnya suara TV, aku masih sedikit mendengar bahwa istriku telah melakukan aktifitas, apa itu, akupun belum tahu.

     

    Kemudian aku ambil kursi rias yang ada dikamarku secara perlahan dan kutaruh dekat pintu. Dengan harapan aku bisa melihat aktifitas istriku melalui ventilasi diatas pintu kamarku. Betapa terkejutnya aku, ternyata istriku sedang berpagutan mesra diatas kasur lipat dengan Usman. Badanku secara mendadak menggigil dan mengeluarkan keringat dingin.

    Aku bingung dan serba salah, apa yang harus aku lakukan, aku tak tahu. Sejenak aku ingin membuka pintu dan menghentikan tindakan pengkianatan yang dilakukan istriku dan Usman, tapi keberanian itu menjadi padam begitu aku teringat bahwa istriku sering mengeluh atas ketidak mampuanku untuk bertahan lama dalam senggama.

    Aku bingung dan kulihat lagi mereka yang ternyata tangan kanan Usman telah menyelinap didalam celana pendek istriku.. Och.. semakin aku tak mampu berbuat apaapa.

    Sekilas sempat aku berpikir mungkin perbuatan mereka kali ini bukan yang pertama kali dan semakin aku yakin bahwa selama ini istriku telah sengaja memasukan obat tidur pada kopiku sehingga mereka leluasa untuk bermain catur birahi dan dengan demikian maka tetangga yang lain tak akan pernah curiga.

    Usman dengan semangatnya melahap bergantian kedua puting susu dihadapannya dan tangannya telah berhasil memelorotkan celana pendek istriku. Aku hanya termangu menyaksikan aksi mereka berdua yang nampak saling semangat dan saling menyerang.

    Jantungku semakin berdebar. Sesaat kemudian mereka berdiri sambil melepaskan pakaian masingmasing, sesaat kemudian baik istriku dan Usman telah telanjang bulat.

    Kontol Usman telah berdiri kencang dan tegak, diameternya tidak beda jauh dengan punyaku tapi panjangnya mungkin sedikit lebih panjang punya Usman.

    Istriku dipepetkan ditembok, mereka saling berciuman dengan ganas sekali, tangan kanan istriku meremasremas kontol Usman dan tangan kanan Usman menggeseknggesek memek istriku. Terlihat istriku tidak sabaran, kontolnya Usman diarahkan ke memeknya dengan sedikit kaki kiri istriku diangkat Usman maka masuklah senjata Usman pada memeknya, terlihat istriku memejamkan mata.

    Oooch.. kocok Dik Usman.. kocok..

    Dengan gerakan naik turun, Usman mengocok berulangulang dan badan mereka berdua semakin mengkilap karena keringat.

    Cek.. cek.. pleek.. plek.. ceck..

    Sesaat kemudian kocokan Usman berhenti

    Mbak Erna.. enak sekali memeknya.. terasa kenyuutkenyuut..
    Kontolmu juga Dik Usman.. gagah perkasa..

    Kemudian gantian kaki kanan istriku diangkat dengan tangan kiri Usman dan kocokan dilanjutkan lagi.

    Och.. ooch.. enak Dik.. teeruuss.. kocok teruuss..
    Mbak.. aku mau keluar Mbak..
    Jangan dulu Dik Usman.. jangaann.. akuu masih pingiinn lamalama Dik
    Nggak tahaann Mbaak.. aku nggaak tahan.. uenaakk Mbakk..

    Terlihat Usman menghentikan kocokannya dan semakin menekan dalamdalam kontolnya dalam memek istriku..

    Maaf Mbak.. aku nggak tahaann.. maaaf.. oocchh.. oocchh..

    Istriku memeluk eraterat tubuh Usman seolah nggak mau dilepas seterusnya..

    Kenapa buruburu dikeluarin Dik.., aku belum dapet lho..
    Sabar Mbak.. betulbetul aku nggak tahaann.. wuennaakk buuanget.. memek Mbak hangett sekali dan waouw.. suereett Mbaak..

    Sesaat kemudian terlihat kontol Usman terlepas dari memek istriku dan dibarengi tetesan sperma dari dalam vagina istriku dan istriku mengambil handuk kecil untuk mengeringkan keringat serta membersihkan memeknya.

    Oochh hanya segitu kemampuan si Usman (pikirku), aku agak lega ternyata kemampuannya tidak beda jauh dengan kemampuanku. Aku menghela nafas panjang, dan berharap mudahmudahan istriku menjadi kapok karena tidak terpuaskan oleh Usman dengan begitu pasti tidak akan mengulanginya lagi. Tapi.. kenyataannya lain dari dugaanku..

    Usman betulbetul dapat layanan spesial dari istriku, diambilkannya segelas air minum dingin dan diminum bergantian dengan istriku. Sambil bersandar di dinding, kaki Usman diselonjorkan dan istriku mendekati Usman dengan duduk berhadapan diatas pangkuannya

    Mbak.. susunya masih kenceng dan bulubulu memek Mbak yang lebat ini (sambil tangan kanan Usman mengelus mesra memek istriku), membuatku ingin tiap malam bertandang kerumah Mbak ini..
    Sama Dik Usman.. aku sendiri tiap hari rindu sama kontolmu yang ini.., (sambil tangan kanan istriku mengelus kontol Usman yang masih lunglai)..

    Mereka saling kecup dan saling pagut kembali, tangan kiri Usman memeluk punggung istriku dan tangan kanannya mengeluselus secara bergantian gumpalan bokong istriku yang mulus dan menggairahkan, sesekali jari tengah Usman mengusap memek dan permukaan anus istriku sehingga istriku melakukan gerakangerakan berkedut akibat geligeli nikmat

    Ouuw.. ouucwww.. woouuwww.. geli Dik Usman..

    Tak kalah lihainya, tangan kanan istriku meremasremas Kontol Usman yang sudah agak mulai mempunyai semangat baru.
    Badan Usman bergeser kearah kasur lipat yang sedari tadi belum dimanfaatkan sambil istriku tetap dipangkuannya. Dan sekarang istriku dalam posisi diatas dan masih menunduk karena pagutan yang terlihat mulai panas kembali.

    Kedua tangan Usman meremasremas bongkahan bokong istriku yang semakin lama bergerak berputarputar tak karuan.

    Istriku terlihat mulai bangkit lagi semangatnya yang terpendam akibat belum terpuaskan. Kecupan demi kecupan istriku menjalar dari bibir Usman, ke leher, ke dada dan puting Usman dan terakhir berhenti sejenak mengulum membasahi helm kontol Usman yang sudah berdiri tegak siap perang kembali.

    Istriku terlihat sudah nggak tahan begitu melihat kontol Usman tegak menantang, dan segera dituntun untuk dimasukkan kedalam memeknya. Diputarputar kepala kontolnya di bibir memeknya yang sedikit berlendir dengan tangan kanannya dan sesaat kemudian, blless.., istriku sedikit menjerit histeris.

    Woouuwww.. heehhii.. heehhii..

    Badan istriku sedikit bergetar dan diam sejenak sambil kedua tangannya bertumpu pada dada Usman, sebaliknya kedua tangan Usman meremasremas buah dada istriku.

    Mulanya dengan gerakan sedikit memutar dan kemuadian istriku menaik turunkan pantatnya.

    Teruuss Mbak.. terruuss Mbak.. teerruuss..
    Kocok Mbak Erna sayang.. kocokk.. putaarr.. dan.. teerruuss..
    Woouwww.. woouwww.. enakk Dik.. woouwww..

    Sambil sedikit membungkuk, istriku melakukan gerakan tarik tekan berulangulang, semakin lama semakin cepat dan beberapa saat kemudian..

    Woouuwww.. woouuwww.. akuu mau keluar Dik Usman.. woouwww..

    Gerakan tarik tekan istriku semakin kenceng dan mendadak terdiam sambil pantatnya berdenyutdenyut menekannekan..

    Woouuwww.. woouwww.. aakkuu keluar Dik Usman saayyaanngg..

    Mereka saling berpelukann erat dan pantat istriku masih berdenyuutt kenyuutt menekannekan seolaholah Kontol Usman akan dilahap dimasukkan kedalam memeknya sedalamdalamnya tanpa sisa..

    Wwoouuwww..

    Napas istriku terlihat tersengalsengal dan berangsurangsur menjadi diam tanpa gerakan sedikitpun karena lunglai kenikmatan yang habis diraupnya. Bibir Usman dikecupnya berulangulang..

    Terimakasih Dik Usman.. terimaksih.. wuennaakk sekali..

    Usman mulai sedikit melakukan gerakan menaik turunkan kontolnya dimemek istriku perlahanlahan dan gerakan itu rupanya disambut oleh istriku yang masih ingin mencari kenikmatankenikmatan yang sudah lama tidak didapatkan dari aku suaminya.

    Dengan posisi sedikit dirubah, istriku bertumpuh dengan kedua lututnya disamping pinggul kiri kanan Usman, istriku mulai memompa dan menggosokgosokan memeknya pada tiang kemerdekaan Usman. Perlahan tapi pasti dan semakin lama semakin cepat kocokankocokan yang dilakukan mereka berdua. Istriku dengan gerakan angkat tekan dan Usman gerakan tarik dorong keatas sekencangkencangnya dan itu semua menimbulkan bunyi.

    Istriku mulai terpancing lagi dan..

    Zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww..
    Terruuss.. yyaa.. teerruuss.. hmemmhh.. yaa..

    Gerakan mereka berdua semakin berpacu.. kencang.. dan keraass seolah mereka mau mengakhiri semuanya dan..

    Aku mau keluar lagi Dik Usman sayaangg.. teerruuss.. teerruuss..

    Mendadak istriku memeluk erat dada Usman, gerakan sama sekali berhenti dan kembali lagi bongkahan pantat istriku berdenyutdenyut menekannekan tanda kenikmatan yang tiada tara.

    Mbak Erna.. memeknya semakin licin dan kenyuuttkennyuutt Mbak

    Wuenakk Mbak.. kontolku terasa dipijitpijit.. Mbak Erna sayaang..

    Setelah berhenti melakukan gerakan beberapa saat, istri langsung dibalik oleh Usman sehingga posisinya dibawah. Ternyata Usman belum sampai final. Dengan rakusnya Usman menghisap puting susu istriku yang semakin memerah dan kenceng.

    Istriku menggelinjangnggelinjang keenakan dan pantat Usman mulai memompa naik turun.

    Gerakan Usman memompa naik turun lama sekali. Kemudian Usman menghentikan kocokannya dan akhirnya kaki kiri istriku diangkat tegak lurus dan ditekantekannya kontolnya sekencangkencangnya.

    Teruuss.. teruuss.. Dik Usman.. teruuss.. dinding rahimku terasa tersundulsundul.. wuennaakk Dik.. teruuss dikk..

    Usman mengganti kaki kanan istriku yang sekarang diangkat dan tekanan demi tekanan semakin membuat keringat mereka berdua bercucuran.

    Dalam hatiku, edan tenan tetanggaku ini. Di satu sisi dia sebagai lawan seru caturku. dan disisi lain ternyata dia menjadi lawan tanding birahi sex istriku. Aku mangaku kalah dalam mengontrol daya tahan tetapi aku tak boleh menyerah.. aku harus bisa.. tapi.. apa mungkin aku bisa.

    Aku sedari tadi diam tertegun melihat keganasan mereka berdua dan aku hanya bisa meremasremas kontolku yang basah karena lendir akibat terangsang hebat. Badanku terasa kelu dan kaku karena depresi, tegang dan amarah yang menjadi satu.

    Kulihat lagi permainan mereka, dan ternyata kini kedua kaki istriku diangkat dengan cara tangan kiri Usman memegang pergelangan kaki kanan istriku dan sebaliknya tangan kanan Usman memegang pergelangan kaki kiri istriku. Yang menjadi iri dan aku tertegun, selain Usman masih mengocok kontolnya, kedua kaki istriku dimainkan dengan cara dirapatkan tegak lurus dan kemudian dikangkangkan, begitu terus berulang dan terlihat dari mimik wajah istriku, dia menikmati semua gerakan yang dilakukan oleh Usman.

    Ech.. ouw.. ouw.. yaou.. teruuss.. terruss.. oeii..

    Beberapa menit kemudian gerakan maju mundur Usman semakin kencang dan..
    Mbak.. aku nggak kuat lagi Mbak.. aku keluarin didalam yaa..
    Nggak papa Dik.. semprotkan semuanya di dalam.. ayoo..

    Dan gerakan Usman mendadak berhenti sambil memeluk kedua kaki istriku, pantatnya semakin ditekankan kedepan dan berkedutkedut.

    Oochh.. ouch.. creett.. creutt.. cruutt..

    Usman rebah dipelukan istriku.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Skandal Janda Kaya Pemuas Nafsu Birahiku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Skandal Janda Kaya Pemuas Nafsu Birahiku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2001 views

    Perawanku – Perkenalkan namaku Joni, usiaku saat ini 26 tahun, tinggi 174cm, badan atletis dan kulit putih. Kata para tetangga aku adalah anak haram dari hasil hubungan gelap ibuku dan majikannya dahulu saat bekerja menjadi TKI di singapura.

    Alhasil sejak kecil aku sudah terbiasa tertekan mental, selalu diejek anak haram oleh teman-teman dan tetangga. Maklum, ayahku (suami ibuku) meninggal saat aku masih dalam kandungan dan setiap aku bertanya pada ibu, jawaban yang keluar hanya air mata.

    Aku tumbuh menjadi sosok yang bermental baja dan sejak SMA aku memanfaatkan wajah indoku untuk menggaet cewek dan morotin uangnya tetapi tidak pernah sekalipun aku melakukan hubungan badan karena takut anak yang terlahir akan bernasib sama sepertiku. Tetapi hal itu berubah, saat aku memasuki kelas 2 SMA dan pindah sekolah di kota Malang bersama pamanku.

    Bisa dibilang kehidupanku berangsur membaik terutama soal penampilan dan uang, karena aku memang di beri ATM khusus oleh pamanku yang bekerja di perusahaan pertambangan terbesar di Papua tanpa sepengetahuan tante Rima atau orang lain. Maklum, pamanku adalah keluarga satu-satunya ibuku dan pamanku menganggap aku anaknya sendiri. Aku kebetulan satu sekolah tetapi berbeda ruangan dengan sepupuku, namanya Vina.

    Sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamar dan berniat untuk tidur siang tetapi hal itu urung aku lakukan karena Tante Rima berteriak-teriak kolam renangnya kotor dan menyindir aku, karena hanya aku yang ada dirumah itu sementara pembantu semua kabur karena tidak betah.

    Tante Rima sangat judes, bawel dan nada bicaranya keras sangat bertolak belakang dengan penampilanya yang alim, berjilbab dan cantik tentunya. Uang kiriman pamanku yang berlebih membuat hari-harinya hanya pergi ke salon dan fitnes center.

    Buru-buru aku berganti baju, hanya mengenakan kaos singlet serta celana pendek boxer dan langsung menuju kolam renang. Aku buka pipa pembuangan dan mulai membersihkan kolam dengan hati yang agak jengkel. Mendadak aku disuguhi pemandangan yang sangat indah, Tante Rima sedang beraerobik dengan pakaian super ketat sehingga melukis lekuk tubuhnya yang bohay.

    Tinggi 165an, BH 36 (setelah eksekusi) berat 46kg tetapi berpantat menantang, langsing tapi mempunyai bulatan yang besar dan kenyal. Mendadak kontol ku mengeras, terus berdenyut hingga menyembul keluar dari CD dan boxer. Panjang kontol ku 15 cm dengan diameter sekitar 4,5 cm, mungkin benar aku anak haram majikanku karena ukuran ini sangat tidak mungkin dimilki orang indonesia tanpa campur tangan mak erot dkk.

    Aku terus berusaha menahan diri dengan berbalik badan dan membelakangi, tetapi bayangan tubuh Tante Rima sudah terlanjur merasuk dan menjadi nafsu. Mendadak ada suara langkah kaki mendekat, tetapi aku pura-pura tidak tahu dan terus menyikat lantai kolam.

    ‘‘Jon…buruan dikit, aku mau berenang!” Kata Tante Rima

    “iya Tan, ini sudah dipercepat kok! Sambil tetap membelakangi.

    ‘‘kamu tidak sopan ya, bicara membelakangi Tante!” Tegasnya.

    “iii…iyaaa..Tan maaf, aku tidak bermaksud…. jawabku

    Kulihat mata Tante Rima melotot tidak berkedip dan seakan tidak menghiraukan jawabanku, hingga akhirnya aku menyadari bahwa mata Tante Rima tertuju kearah kont*lku yang tercetak jelas panjang menjulang bahkan seperempatnya terlihat jelas di kaos tipisku yang sudah basah. Karena takut dimarahi, aku langsung bergegas mengambil selang dan membilas kolam kemudian mengisinya kembali.

    Buru-buru aku menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian yang kering, saat itu yang ada dalam otakku hanya takut ketahuan kalau aku sempat mengintipnya beraerobik dan menjadi terangsang. Tanpa terasa aku ketiduran dan bermimpi basah dengan Tante Rima!

    ‘‘tok…tok…tok…Jon…mana Vina kok belum pulang?? Teriak Tante Rima.

    “belajar kelompok Tan! Jawabku spontan sambil berlari membuka pintu.

    ‘‘Hpnya gak aktif, coba telepon temannya! Katanya sambil menyodorkan HP.

    “iya… jawabku singkat.

    Entah disengaja atau tidak, walpaper di Hpnya adalah fotonya berpakaian senam dengan kulit mengkilat karena keringat, sangat sexy dan menggairahkan. Di telepon, Vina bilang akan merayakan ultahnya yang ke 17 dengan teman-temanya dan memintaku memberi tahu mamanya bahwa dia masih belajar dan menginap karena tugasnya akan dikumpulkan besok. Tante Rima mengangguk tanda mengizinkan padahal biasanya akan marah besar.

    ‘‘Jon…ayo keruang tamu, aku ingin bicara sesuatu! Ajaknya.

    “iya Tan, aku ganti baju dulu!! Jawabku.<br> ‘gak usah, ayo… ajaknya setengah memaksa sambil menarik tanganku.

    Sesampainya di ruang tamu, Tante Rima tanpa basa-basi langsung menyalakan TV dan DVD porno koleksinya tanpa sungkan-sungkan. Katanya, dia ingin mendengar pendapatku tentang masalah yang di hadapinya. Yaitu, tentang niat edannya mencari pemuas nafsu karena pamanku pulangnya 6 bulan sekali. Aku diajak curhat dengan harapan aku mau memahami keadaannya dan merahasiakannya dari pamanku. Dengan gugup dan terpaksa, aku mempersilahkannya asal jangan sering-sering.

    ‘‘tapi, aku takut… jawabnya

    “udah niat kok takut?! Jawabku berani karena Tante Rima tidak lagi seram buatku.

    ‘‘bukan itu, aku takut tertular penyakit kelamin. Jawabnya.

    “susah juga, walau sakit pasti ngaku sehat! Jawabku.

    ‘‘kalau kamu, sudah pernah apa belum?! Tanya Tante mengejutkan aku.

    “belum Tan, gak berani takut kalau hamil! Jawabku.’‘tapi kamu pengen gak?? Tanya Tante memaksa.

    Aku hanya diam dan itu diartikan Tante sebagai jawaban ‘pengen’ sehingga dengan entengnya Tante Rima bilang ingin bekerja sama denganku. Aku ditawari menjadi pemuasnya dengan iming-iming bayaran perbulan, aman, sehat dan berjanji akan meminta suaminya untuk menguliahkan aku agar bisa merubah kehidupanku dan ibuku. Aku takut dan teringat pamanku, tetapi keseksian dan alasan meraih cita-cita membuatku harus berkata iya!

    Begitu aku mengangguk, tangan Tante Rima langsung memelorotkan sarungku dan mengeluarkan kont*l jumboku dari CD. Seakan belum pernah melihat kont*l, Tante Rima melihat punyaku dengan tatapan penuh kemenangan, kagum dan takjub akan besarnya serta menelan ludahnya berulang kali.

    ‘‘barang impor memang beda! Pujinya.

    “ajari aku Tan… jawabku asal, sebenarnya kesel juga dibilang barang impor pasti konotasinya aku anak haram lagi gumamku dalam hati.

    ‘‘pasti sayang! Tolong panggil Rima saja ya biar mesra?! jawabnya.

    “selamat menikmati keperjakaanku! Bisikku lirih menggodanya.

    Rima tersenyum memanja dan mulai menjilati palkonku dengan lahapnya. Hisapan dan lidah basahnya berkecipak memenuhi ruang tamu beriring dengan desah Asia Carera di DVD. Aaaaaahhhh….sungguh nikmat rasanya, sebuah pengalaman pertama yang berharga. Sluuuuuuuurrrrppp….sluuuuuuuuuuurrrrrrrppp….lu dah dan lidahnya menyapu palkonku tanpa henti, sementara genggaman tangannya mulai mengocok pangkal kont*lku.

    ‘0oohhh…yeeeessssssssssss! Baby…kont*lmu besar sekali, pasti aku akan terkapar malam ini! Katanya disela-sela hisapanya

    “bukanya itu yang Tante cari… jawabku

    ‘‘kok Tanteee… protesnya!

    “sori…Say…emuuuuuuuuuuaaaaaaaaaachhhh! jawabku sambil mencium keningnya.

    Aku si pemuas nafsu mulai terangsang dan larut dalam godaan nafsunya, tanganku bergerilya menyusup baju tidurnya dan langsung menarik tali BHnya dengan keras hingga putus. Toket Rima menggantung dan kenyal sekali, toket terbesar dan terseksi yang pernah aku nikmati.

    Maklum biasanya toket pacarku SMA cukup imut dan putingnya susah di mainkan. Kepala Rima menggeleng tidak percaya, palkonku menthok di tenggorokanya tetapi menyisakan separuh di genggamanya. Aku hanya tersenyum bangga sambil memainkan toketnya.

    Rima mendorong tubuhku hingga terlentang di Sofa mengisyaratkan untuk meniru adegan di DVD, posisi 69 yang sangat terkenal itu. Memek Rima terlihat gundul seperti baru saja dicukur, begitu tembem dengan lipatan-lipatan di bibir memeknya. aku pijit-pijit dan aku gelitikin dengan ujung lidahku.

    aaaaaaaaahhhhhhhhh….ekspresi kegelian Rima tergambar jelas pada hisapanya yang kuat dan setengah menggigit. Sudah sangat becek dan licin rupanya Tanteku ini, gumamku dalam hati sambil membuka memeknya dengan dua jariku aku si pemuas nafsu memasukkan lidahku jauh kedalam batas jangkauanku.

    Pantat Rima mengejang, kedua pahanya menghimpit wajahku dan kurasakan lendir asin kembali keluar dari memek indahnya. Begitu harum dan kencang, sangat terawat sekali memeknya…. uuuuuuuuuuuuhhhhhh….palkonku berulang kali menyentuh tenggorokanya, sangat hangat dan basah.

    Nikmat sekali rasanya disepong dan ini adalah pengalaman pertamaku! Tak mau kalah, dengan jari telunjuk dan jari tengah aku mulai mengocok memeknya, sangat cepat dan sesekali menggelitiki dinding memeknya dengan tarian jariku.

    ‘‘aaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmppuuuuun..Beib…aku gak kuattt!.

    Rengeknya dan lagi-lagi Rima mencapai orgasme.

    “enak kan say… kataku sambil mengoleskan lendir di jariku ke anusnya.

    ‘masukin sekarang Beib…. katanya sambil duduk berjongkok membelakangiku.

    Di geseknya palkon ke bibir memek beceknya, berulang kali hingga membuatku nyeri dan ngilu. Layaknya penthol korek yang digesekkan dan menyala, gesekan palkon di memeknya seakan serupa dan membakar gelora nafsuku.

    Pelan-pelan Rima memposisikan palkon ke lubang memeknya dan perlahan mendudukinya.

    BLEEEEEESss….Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh….sakit Beib…gak muat rasanya! Rengeknya.

    “ooohh….say…sakit… kataku meringis karena memeknya tidak mampu menampung panjang kont*lku dan pangkalnya menjadi bengkok karena di duduki pantatnya.

    Agar sama-sama enak, aku si pemuas nafsu berinisiatif untuk mengarahkan tubuhnya ke posisi doggy style dengan bertumpu pada sandaran sofa. Aku menusuknya dengan sangat pelan, menikmati setiap mili dinding memeknya. membuat Rima menjerit melengking memecah keheningan malam.

    ‘‘ah…ah…ah…ah..ah..ah…ah…ah…ah…ah… aaaaaaaaaaaammmmpun Beib! Teriaknya.

    “bagaimana Say? Bisikku sambil memainkan lubang anusnya dengan jariku.

    ‘‘hemmmmmmmmm…aku belum pernah merasakan yang senikmat ini.

    Butuh tenaga extra untuk memompanya lebih cepat, karena memeknya memang press membungkus kont*lku. Aku mengambil 1 sachet madu dan coba-coba menuangkan dimemeknya dan melumuri kont*lku. Jauh lebih nikmat, lebih licin, agak lengket dan otomatis membuat dinding memeknya tertarik keluar masuk seiring drngsn goyangan kont*lku.

    ‘‘auh…ah…ah…ooooooooooooooooohhhh…. desah Rima.

    PLAK…PLAK…PLAK…PLAK….PLAAAAAAAAAAAKKKKKKKK K…. benturan pantatnya dan pahaku terdengar semakin jelas. Hemmmmmmmmmmmm…sangat nikmat dan dahsyat.

    ‘‘ayo Beib, buruan aku mau keluar! Desahnya

    “uuuuuuuuuuuhhhhh…tunggu bentar say kita keluarin bersamaan” kataku lirih.

    Dan benar saja, hanya dalam hitungan menit aku si pemuas nafsu dan Rima menyemprotkan lendir orgasme hampir bersamaan, begitu banyak dan kental sekali. Sengaja aku tidak mencabut kont*lku dan membiarkanya tetap terbenam dalam memeknya.

    Aku peluk dari belakang sambil memainkan toketnya dan kemudian aku dudukkan Rima diatas pangkuanku dalam keadaan kont*l masih tetap menancap. Hingga 4 kali aku ber-ML ria, memanfaatkan rumah kosong dan memaksimalkan potensi kont*lku pada hobi baru ini. Diatas tangga, di dalam kamarnya dan di dalam kamarku.

    Bahkan di pagi harinya sekitar jam 06:15 saat Rima memasak mie, aku sempatkan kembali menusuk memeknya dari belakang dengan masih berpakaian lengkap. Aku hanya membuka resleting serta menurunkan CDku saja dan langsung menyingkap dasternya kemudian memasukkanya dari sisi CD kuningnya.

    Sejak saat itu, kami seperti pengantin baru yang sedang berhoney moon dengan memanfaatkan waktu-waktu dimana Vina sedang tertidur atau keluar rumah. Disisi lain, dompetku semakin tebal Tante Rima memberiku uang saku berlebih padahal tanpa sepengetahuanya Pamanku juga memberikan uang saku bahkan dengan ATM khusus. Semua tampak harmonis, bahkan Pamanku juga senang karena istri tercintanya tidak lagi bersikap kasar terhadapku.

    Selama empat bulan, tiada hari tanpa ngentot dan ujung-ujungnya aku si pemuas nafsu menjadi ketagihan berat dengan apa yang namanya memek. Aku sangat tersiksa saat Pamanku pulang kerumah, walau hanya 12 hari tetapi itu sangat lama bagiku.

    Lucunya, suatu hari dengan sms Rima menceritakan bahwa suaminya kaget karena memeknya longgar tidak sesempit dulu tapi dengan tanpa sesal dan dosa Rima beralibi bahwa untuk mengatasi gejolak nafsunya dia memakai dildo sambil membayangkan pamanku. Hehehee….ujung-ujungnya pamanku lah yang merasa bersalah dan meminta maaf pada tante karena jarang pulang.

  • Cerita Sex ML Dengan Pembantu Yang Nakal

    Cerita Sex ML Dengan Pembantu Yang Nakal


    1064 views

    Perawanku – Cerita Sex ML Dengan Pembantu Yang Nakal, ML Dengan Pembantu Yang Nakal Pak Mahdi dapat digolongkan sebagai kaum menengah ke atas, Dia kerja untuk sebuah multinational company di bidang telekomunikasi. Dia memiliki 2 buah kendaraan & sebuah rumah yang sangat cukup untuk ditinggali oleh dia, istrinya & seorang anak tunggalnya. Bahkan Pak Mahdi dapat mempekerjakan seorang pembantu untuk mengurus rumahnya.

    Nuning, 21 tahun, itulah nama pembantu tersebut. Dia berasal dari sebuah kampung di Dekat Cilacap Jawa Tengah. Sudah hampir 1 tahun dia mengabdi kepada Pak Mahdi & keluarganya. Perlakuan Pak Mahdi & keluarganya benar – benar membuatnya betah walaupun dDia harus berpisah dengan suaminya yang menjadi petani di kampungnya. Jika pekerjaan rumahnya sudah selesai, dia akan pergi ke taman & berkumpul bersama pembantu – pembantu lain di perumahan tempat Pak Mahdi tinggal.

    Pak Mahdi hanya memiliki seorang anak. Istrinya merasakan trauma hebat akibat kelahiran anak pertamanya yang hampir merenggut nyawanya, sehingga sangat takut untuk dapat hamil lagi. Hans nama anak satu – satunya. Saat ini usianya sudah 18 tahun. Dia bersekolah di sebuah SMA swasta yang bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian & harta dari Pak Mahdi tertuju kepadanya.

    Sore itu pukul 3 sore. Hans telah pulang dari sekolahnya. Hans merasa sangat lelah hari itu sehingga ajakan temannya untuk nongkrong di mall dia tolak. Dia hanya ingin sampai di rumah & bersantai. Sampai di rumah dia langsung berganti pakaian & menuju ruang TV. DDia nyalakan tv & duduk sambil menyandarkan punggunya di sofa empuk. Pak Mahdi sendiri tentu saja masih ada di kantornya.

    Dengan kemacetan Jakarta membuat dDia paling cepat bisa sampi di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Nuning, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Hans berada.

    Sebenarnya tidak ada acara tv yang menarik bagi hans, dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Hans beranjak dari sofa malasnya. Tiba – tiba.

    Tiba2 saja Nuning duduk mengangkang di depan Hans. Belum selesai kekagetan Hans. Tiba2 saja Hans didekap oleh Nuning ke dada besarnya.

    5 menit sebelumnya…..

    “Aduhhhh kenapa sih aku jadi mikirin film bokep dari si Inah tetangga sebelah terus. Mana mas parto akhir – akhir ini klo dDiajak telponan jorok suka gamau…huh..”

    Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. & pagi tadi, Inah menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain.

    Berbeda dengan Inah & sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Inah adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Nuning adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan & biasanya pulang setahun dua kali saja.

    Walhasil Nuning pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharDian mencangkul sawah. Namun tiba – tiba Nuning melihat Hans.

    “Loh kok tumben den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den hans jadi idola pembantu2 disini hihih. Duh makin gatel deh nih meki”.

    Nuning menyapu dengan tidak tenang. DDia berpikir untuk berbuat nekat. DDia tahu risikonya sangat besar. Jika Hans menolak & melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Nuning sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.

    Namun Nuning membayangkan juga reward yang akan dDia dapat jika dDia berhasil. Bukan hanya hasratnya saat ini saja yang akan terpuaskan. Tapi tentunya ke depannya pun tidak akan sulit bagi dirinya untuk bersetubuh dengan Hans. DDia juga sudah membayangkan betapa dDia akan menjadi buah bibir di kalangan rekan – rekannya sesame pembantu. Bagaimana tidak, dDia berhasil menaklukan hati pujaan para pembantu di kompleks ini. Ahhhhhh membayangkannya saja sudah basah.

    “haduhhh bodo amat. Meki gue udah kaga bisa dDiajak kompromi. Masa dih den hans kaga suka ama toket gue. Pak sarip aja ampe kelojotan”

    Ya pak sarip, satpam kompleks, memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik Nuning. Nuning terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Nuning yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh Pak Sarip untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna.

    Untung saja baru titfuck saja Pak Sarip sudah KO. Sehingga aman lah meki Nuning dari kontol pak sarip. Walau Nuning jablay (jarang dibelai), namun dDia juga pilih-pilih untuk melampiaskan nafsunya hehehe.

    “hmmphhhh”
    “ahhh den hans ayo nikmati susu mbak Nuning. Ayo den ganteeeng” Hans tidak berdaya didekap oleh Nuning
    “hmmmphhhh” hans mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun kuat sekali dekapan Nuning.

    Nuning melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dDia melepaskan kaos & branya lalu mendekap hans kembali.

    Hans yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudDian

    “hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu kulit toket Nuning. DDia merasakan nikmatnya kekenyalan toket Nuning.
    “ayo den hans rasain gimana toket mbak Nuning. Ahhhh” Nuning sambil menggoyang2kan pinggulnya.

    Tentunya sambil menggesek-gesekk an vaginanya ke tonjolan di celana Hans. Walaupun Keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Nuning memakain rok lebar & celana dalam, sedangkan hans menggunakan celana boxer & celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.

    Hans mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket Nuning. Memang Nuning tidak wangi seperti pacarnya Cinthya yang dengan parfumnya mampu memabukkan dirinya. Wangi tubuh yang dDia cium saat ini adalah wangi alami khas perempuan desa.

    Tidak wangi memang, namun entah mengapa Hans senang dengan wangi ini. Kulit Nuning pun tidak semulus Cinthya, namun hans sangat senang dengan kekencangan kulit dari Nuning. Kekencangan kulit khas dari wanita yang sehari – hari bekerja membersihkan rumah.

    Nuning yang mulai merasakan adanyaya kerjasama dari Hans lalu melepaskan dekapannya.

    “hahhh hahhh hahhhh. Gila hah hah. Ampir bunuh saya mbak Nuning nih hah hah!!”
    “ ehehheeh jangan marah dong ganteng. Nih isep lagi susunya mbak”

    Kali ini hans langsung melahap putting kiri Nuning. Terlihat betul gerakan hans masih kaku. DDia hanya menghisap-hisap putting Nuning. Terlihat memang hans belum berpengalaman.

    Nuning perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Nuning melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol hans semakin keras.

    “hihihi ada yang ngaceng nih. Hayooooo”
    “mmmmhh mmmhh. Gimana lagi. Digesek-gesek gitu sama mbak Nuning hihihih”
    “kluarin dong kontolnya. Kasian tuh kesempitan hihihi”

    Hans pun langsung menurunkan celana pendek & celana dalamnya. Setelah kontol itu muncul. Nuning langsung mengocok-ngocok nya. Pas segenggam besarnya. Lumayan pikir Nuning. Walau tentu saja belum sebesar kontol suaminya di rumah.

    “SDiap den menuju surga dunDia? Hihihi”

    Nampaknya Nuning sudah tidak sabar merasakan kontol. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dDia pulang ke kampung. Lagipula dDia merasakan rangsangan Hans tidak ada apa – apanya. Jadi dDia pikir langsung saja ditancap.

    “iii iiiya iya”
    “hihihii belum pernah ya sebelumnya?”

    Hans menggeleng. Dalam hati Nuning merasa puas sekali. Siapa sangka dDia akan mendapatkan perjaka dari hans si ganteng hihih.

    “eh bentar sebelum dimasukin” Nuning mengambil HP nya yang dDia sakukan di rok. Lalu dDia melakukan selfie dengan Hans
    “ih buat apa mbak?”
    “buat disombongin dong ke pembantu-pembantu lain. Den hans kan favoritnya pembantu-pembantu sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den hans hihihi”

    Hans tidak peduli. DDia masih saja memainkan toket Nuning. DDia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. DDia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, & sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini. Hans & Cinthya memang belum pernah ML. paling jauh yang mereka lakukan hanyalah kissing. Itu pun hanya ciuman tempel bibir. Bukan French kiss.

    “siap yaaaaa.. ahhhhhh” Nuning akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.

    Setelah masuk seluruhnya, Nuning dDiam & tidak goyang dahulu. DDia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Hans yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Nuning semakin gemas dengan muka anak majikannya ini

    “hihihi kenapa den ganteng?”
    “ouhhhhh ouhhhhhhh” Hans fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya

    Nuning pun lalu mencium-cium wajah tampan Hans saking tidak kuatnya menahan gemas. DDia basahi seluruh muka dari Hans. Hans yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.

    Perlahan – lahan Nuning mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka hans. Ciuman & hisapan – hisapan dari Nuning mulai turun ke leher dari Hans. Nuning meninggalkan banyak cupangan di leher Hans tersebut.

    “mmmuuachh mmmm cup cupppp” Nuning sangat menikmati mengeksplor Hans, Wangi tubuh hans yang sering merawat diri benar – benar memabukkan Nuning.

    Jika ditelaah mungkin sudah tidak ada lagi bagDian wajah & leher Hans yang bebas dari liur Nuning.

    Nuning semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Hans yang baru pertama kali ngeseks benar – benar kewalahan menghadapi kebinalan Nuning yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.

    “mmhhh ahh ahhh uhhhh mmmmmhhhh” Terlihat hans berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah.

    Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudDian.

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Sperma kental keluar dari kontol Hans di dalam memek Nuning.
    “Hans, heh Hans. Bangun kamu. Kebiasaan klo nonton tivi ampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Hans terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.

    Hans yang terbangun lalu dDia meraba raba tubuhnya. Ternyata dDia masih berpakaDian lengkap. Namun dDia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.

    “Huh sial ternyata mimpi basah doang. Gue kirain beneran nyata”

    Dari kamar, Ibunya lalu berterDiak

    “Hans ati-ati ah kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol-bentol digigit nyamuk”

    Hans kaget. Hah bentol – bentol. Sekilas lalu dDia bertukar pandang dengan Pembantunya Nuning yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Nuning tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hans sambil menggigit bibir.

    “Hah…yang tadi mimpi ga sih??”

    Hans yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. DDia buka ternyata dari nomor yang tidak dDia kenal. & isinya adalah

    “makasih ya mas hans. Kapan-kapan kita ewean lagi ya. Tapi nanti mas hans nya minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”
    “glek” Hans senang sekaligus bingung sekaligus takut.

    Senang karena dDia benar – benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. & mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dDia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.

    Bingung karena kenapa dDia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal oembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan paacarnya saat ini. CInthya, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus & wajah cantik tiada tara.

    Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dDia ingat pembantunya sempat mengambil foto.

    Sementara di dapur, Nuning masih tersenyum-senyum penuh kemenangan. DDia yakin hans sudah takluk pada dirinya. DDia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini. Hihihi.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Pacar Kakak Ku Yang Tau Cara Memuaskan Wanita

    Cerita Sex Pacar Kakak Ku Yang Tau Cara Memuaskan Wanita


    1104 views

    Perawanku – Cerita Sex Pacar Kakak Ku Yang Tau Cara Memuaskan Wanita, Siang itu aku sendirian. Papa, Mama dan Mbak Sari mendadak ke Jakarta karena nenek sakit. Aku nggak bisa ikut karena ada kegiatan sekolah yang nggak bisa aku tinggalin. Daripada bengong sendirian aku iseng bersih-bersih rumah.

    Pas aku lagi bersihin kamar Mbak Sari aku nemu sekeping VCD. Ketika aku merhatiin sampulnya.. astaga!! ternyata gambarnya sepasang bule yang sedang berhubungan sex.

    Badanku gemetar, jantungku berdegup kencang. Pikiranku menerawang saat kira-kira 1 bulan yang lalu aku tanpa sengaja mengintip Mbak Sari dengan pacarnya berbuat seperti yang ada di sampul VCD tsb. Sejak itu aku sering bermasturbasi membayangkan sedang bersetubuh.

    Tadinya aku bermaksud mengembalikan VCD tersebut ke tempatnya, tapi aah.. mumpung sendirian aku memutuskan untuk menonton film tersebut. Jujur aja aku baru sekali ini nonton blue film. Begitu aku nyalain di layar TV terpampang sepasang bule yang sedang saling mencumbu.

    Pertama mereka saling berciuman, kemudian satu persatu pakaian yang melekat mereka lepas. Si cowok mulai menciumi leher ceweknya, kemudian turun ke payudara. Si cewek tampak menggeliat menahan nafsu yang membara. Sesaat kemudian si cowok mejilati vaginanya terutama di bagian klitorisnya.

    Si cewek merintih-rintih keenakan. Selanjutnya gantian si cewek yang mengulum penis si cowok yang sudah ereksi. Setelah beberapa saat sepertinya mereka tak tahan lagi, lalu si cowok memasukkan penisnya ke vagina cewek bule tadi dan langsung disodok-sodokin dengan gencar. Sejurus kemudian mereka berdua orgasme.

    Si cowok langsung mencabut rudalnya dari vagina kemudian mengocoknya di depan wajah ceweknya sampai keluar spermanya yang banyak banget, si cewek tampak menyambutnya dengan penuh gairah.Aku sendiri selama menonton tanpa sadar bajuku sudah nggak karuan. Kaos aku angkat sampai diatas tetek, kemudian braku yang kebetulan pengaitnya di depan aku lepas.

    Kuelus-elus sendiri tetekku sambil sesekali kuremas, uhh.. enak banget. Apalagi kalo kena putingnya woww!! Celana pendekku aku pelorotin sampe dengkul, lalu tanganku masuk ke balik celana dalam dan langsung menggosok-gosok klitorisku.

    Sensasinya luar biasa!! Makin lama aku semakin gencar melakukan masturbasi, rintihanku semakin keras. Tanganku semakin cepat menggosok klitoris sementara yang satunya sibuk emremas-remas toketku sendiri. Dan, “Oohh.. oohh..” Aku mencapai orgasme yang luar biasa.

    Aku tergeletak lemas di karpet. Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Tentu saja aku gelagapan benerin pakaianku yang terbuka disana-sini. Abis itu aku matiin VCD player tanpa ngeluarin discnya. “Gawat!” pikirku. “Siapa ya? Jangan-jangan pa-ma! Ngapain mereka balik lagi?”.

    Buru-buru aku buka pintu, ternyata di depan pintu berdiri seorang cowok keren. Rupanya Mas Andi pacar Mbak Sari dari Bandung. “Halo Ulfa sayang, Mbak Sarinya ada?” “Wah baru tadi pagi ke Jakarta. Emang nggak telpon Mas Andi dulu?” “Waduh nggak tuh. Gimana nih mo ngasi surprise malah kaget sendiri.”

    “Telpon aja HP-nya Mas, kali aja mau balik” usulku sekenanya. Padahal aku berharap sebaliknya, soalnya terus terang aku diem-diem aku juga naksir Mas Andi. Mas Andi menyetujui usulku. Ternyata Mbak Sari cuman ngomong supaya nginep dulu, besok baru balik ke Bandung, sekalian ketemu disana.

    Hura! Hatiku bersorak, berarti ada kesempatan nih. Aku mempersilakan Mas Andi mandi. Setelah mandi kami makan malam bareng. Aku perhatiin tampang dan bodi Mas Andi yang keren, kubayangkan Mas Andi sedang telanjang sambil memperlihatkan “tongkat kastinya”.

    Nggak sulit untuk ngebayangin karena aku kan pernah ngintip Mas Andi ama Mbak Sari lagi ml. Rasanya aku pengen banget ngerasain penis masuk ke vaginaku, abis keliatannya enak banget tuh. “Ada apa Ulfa, Kok ngelamun, mikirin pacar ya?” tanyanya tiba-tiba. “Ah, enggak Mas, Ulfa bobo dulu ya ngantuk nih!” ujarku salting.

    “Mas Andi nonton TV aja nggak papa kan?” “Nggak papa kok, kalo ngantuk tidur aja duluan!” Aku beranjak masuk kamar. Setelah menutup kintu kamar aku bercermin. Bajuku juga kulepas semua. Wajahku cantik manis, kulitku sawo matang tapi bersih dan mulus. Tinggi 165 cm.

    Cerita Sex Pacar Kakak Ku Yang Tau Cara Memuaskan Wanita

    Cerita Sex Pacar Kakak Ku Yang Tau Cara Memuaskan Wanita

    Badanku sintal dan kencang karena aku rajin senam dan berenang, apalagi ditunjang toketku yang 36B membuatku tampak sexy. Jembutku tumbuh lebat menghiasi vaginaku yang indah. Aku tersenyum sendiri kemudian memakai kaos yang longgar dan tipis sehingga meninjolkan kedua puting susuku, bahkan jembutku tampak menerawang.

    Aku merebahkan diriku di atas kasur dan mencoba memejamkan mata, tapi entah kenapa aku susah sekali tidur. Sampai kemudian aku mendengar suara rintihan dari ruang tengah. Aneh! Suara siapa malam-malam begini? Astaga! Aku baru inget, itu pasti suara dari vCD porno yang lupa aku keluarin tadi, apa Mas Andi menyetelnya?

    Penasaran, akupun bangkit kemudian perlahan-lahan keluar. Sesampainya di ruang tengah, deg!! Aku melihat pemandangan yang mendebarkan, Mas Andi di depan TV sedang menonton bokep sambil ngeluarin penisnya dan mengelusnya sendiri. Wah.. batangnya tampak kekar banget.

    Aku berpura-pura batuk kemudian dengan tampang seolah-olah mengantuk aku mendekati Mas Andi. Mas Andi tampak kaget mendengar batukku lalu cepat-cepat memasukkan penisnya ke dalam kolornya lagi, tapi kolornya nggak bisa menyembunyikan tonjolan tongkatnya itu.

    “Eh, Ulfa anu, eh belum tidur ya?” Mas Andi tampak salting, kemudian dia hendak mematikan VCD player.” Iya nih Mas, gerah eh nggak usah dimatiin, nonton berdua aja yuk!” ujarku sambil menggeliat sehingga menonjolkan pepaya bangkokku.

    “Oh iya deh.” Kamipun lalu duduk di karpet sambil menonton. Aku mengambil posisi bersila sehingga bawukku mengintip keluar dengan indahnya. “Mas, gimana sih rasanya bersetubuh?” tanyaku tiba-tiba. “Eh kok tau-tau nanya gitu sih?” Mas Andi agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya saat itu matanya asyik mencuri pandang ke arah selakanganku.

    Aku semakin memanaskan aksiku, sengaja kakiku kubuka lebih lebar sehingga vaginaku semakin terlihat jelas. “Alaa nggak usah gitu! Aku kan pernah ngintip Mas sama Mbak Sari lagi gituan.. nggak papa kok, rahasia terjaga!”

    “Oya? He he he yaa.. enak sih.” Mas Andi tersipu mendengar ledekanku. Akupun melanjutkan, “Mas, vaginaku sama punya Mbak Sari lebih indah mana?” tanyaku sambil mengangkat kaosku dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar so bawukkupun terpampang jelas.

    “Ehh glek bagusan punyamu.” “Terus kalo toketnya montokan mana?” kali ini aku mencopot kaosku sehingga payudara dan tubuhku yang montok itu telanjang tanpa sehelai benang yang menutupi. “Aaanu.. lebih montok dan kencengan tetekmu!” Mas Andi tampak melotot menyaksikan bodiku yang sexy. Hal itu malah membuat aku semakin terangsang.

    “Sekarang giliran aku liat punya Mas Andi!” Karena sudah sangat bernafsu aku menerkam Mas Andi. Kucopoti seluruh pakaiannya sehingga dia bugil. Aku terpesona melihat tubuh bugil Mas Andi dari dekat. Badannya agak langsing tapi sexy. penisnya sudah mengacung tegar membuat jantungku berdebar cepat.

    Entah kenapa, kalo dulu ngebayangin bentuk burung cowok aja rasanya jijik tapi ternyata sekarang malah membuat darahku berdesir. “Wah gede banget! Aku isep ya Mas!” Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung mengocok, menjilat dan mengulum batang kemaluannya yang gede dan panjang itu seperti yang aku tonton di BF.

    “Slurp Slurp Slurpmmh! Slurp Slurp Slurp mmh.” Ternyata nikmat sekali mengisap penis. Aku jepit penisnya dengan kedua susuku kemudian aku gosok-gosokin, hmm nikmat banget! Mas Andi akhirnya tak kuat menahan nafsu. Didorongnya tubuh sintalku hingga terlentang lalu diterkamnya aku dengan ciuman-ciuman ganasnya.

    Tangannya tidak tinggal diam ikut bekerja meremas-remas kelapa gadingku. “Ahh mmh.. yesh uuh.. enak mas” Aku benar-benar merasakan sensasi luar biasa. Sesaat kemudian mulutnya menjilati kedua putingku sambil sesekali diisap dengan kuat.

    “Auwh geli nikmat aah ouw!” Aku menggelinjang kegelian tapi tanganku justru menekan-nekan kepalanya agar lebih kuat lagi mengisap pentilku. Sejurus kemudian lidahnya turun ke vaginaku.

    Tangannya menyibakkan jembutku yang rimbun itu lalu membuka vaginaku lebar-lebar sehingga klitorisku menonjol keluar kemudian dijilatinya dengan rakus sambil sesekali menggigit kecil atau dihisap dengan kuat. “Yesh.. uuhh.. enak mas.. terus!” jeritku. “Slurp Slurp, vaginamu gurih banget Ulfa mmh”. Mas Andi terus menjilati vaginaku sampai akhirnya aku nggak tahan lagi.

    “Mas.. ayo.. masukin penismu.. aku nggak tahan..” Mas Andi lalu mengambil posisi 1/2 duduk, diacungkannya penisnya dengan gagah ke arah lubang vaginaku. Aku mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap menerima serangan rudalnya. Pelan-pelan dimasukkannya batang rudal itu ke dalam vaginaku.

    “Aauw sakit Mas pelan-pelan akh..” Walaupun sudah basah, tapi vaginaku masih sangat sempit karena aku masih perawan. “Au.. sakit” Mas Andi tampak merem menahan nikmat, tentu saja dibandingkan Mbak Sari tempikku jauh lebih menggigit. Lalu dengan satu sentakan kuat sang rudal berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatanku sampai menyentuh dasarnya.

    “Au.. sakit..” Aku melonjakkan pantatku karena kesakitan. Kurasakan darah hangat mengalir di pahaku, persetan! Sudah kepalang tanggung, aku ingin ngerasain nikmatnya bercinta. Sesaat kemudian Mas Andi memompa pantatnya maju mundur. “Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb!” “Aakh! Aakh! Auw!”

    Aku menjerit-jerit kesakitan, tapi lama-lama rasa perih itu berubah menjadi nikmat yang luar biasa. vaginaku serasa dibongkar oleh tongkat kasti yang kekar itu. “Ooh.. lebih keras, lebih cepat” Jerit kesakitanku berubah menjadi jerit kenikmatan. Keringat kami bercucuran menambah semangat gelora birahi kami. Tapi Mas Andi malah mencabut penisnya dan tersenyum padaku.

    Aku jadi nggak sabar lalu bangkit dan mendorongnya hingga telentang. Kakiku kukangkangkan tepat di atas penisnya, dengan birahi yang memuncak kutancapkan batang bazooka itu ke dalam bawukku, “Jrebb.. Ooh..” aku menjerit keenakan, lalu dengan semangat 45 aku menaik turunkan pantatku sambil sesekali aku goyangkan pinggulku.

    “Ouwh.. enak banget tempikmu nggigit banget sayang.. penisku serasa diperas” “Uggh.. yes.. uuh.. auwww.. penismu juga hebaat, bawukku serasa dibor” Aku menghujamkan pantatku berkali-kali dengan irama sangat cepat. Aku merasa semakin melayang. Bagaikan kesetanan aku menjerit-jerit seperti kesurupan.

    Akhirnya setelah setengah jam kami bergumul, aku merasa seluruh sel tubuhku berkumpul menjadi satu dan dan “Aah mau orgasme Mas..” Aku memeluk erat-erat tubuh atletisnya sampai Mas Andi merasa sesak karena desakan susuku yang montok itu. “Kamu sudah sayang? OK sekarang giliran aku!” Aku mencabut vaginaku lalu Mas Andi duduk di sofa sambil mememerkan ‘tiang listriknya’.

    Aku bersimpuh dihadapannya dengan lututku sebagai tumpuan. Kuraih penis besar itu, kukocok dengan lembut. Kujilati dengan sangat telaten. Makin lama makin cepat sambil sesekali aku isap dengan kuat. “Crupp.. slurp.. mmh..” “Oh yes.. kocok yang kuat sayang!” Mas Andi mengerang-erang keenakan, tangannya meremas-remas rambutku dan kedua bola basket yang menggantung di dadaku. Aku semakin bernafsu mengulum.

    Menjilati dan mengocok penisnya. “Crupp crupp slurp!” “Ooh yes.. terus sayang yes.. aku hampir keluar sayang!” Aku semakin bersemangat ngerjain penis big size itu. Makin lama makin cepat cepat Cepat, lalu lalu “Croot.. croot..” Penisnya menyemburkan sperma banyak sekali sehingga membasahi rambut wajah, tetek dan hampir seluruh tubuhku.

    Aku usap dan aku jilati semua maninya sampai licin tak tersisa, lalu aku isap penisnya dengan kuat supaya sisa maninya dapat kurasakan dan kutelan. Akhirnya kami berdua tergeletak lemas diatas karpet dengan tubuh bugil bersimbah keringat.

    Malam itu kami mengulanginya hingga 4 kali dan kemudian tidur berpelukan dengan tubuh telanjang. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan di Kampus

    Cerita Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan di Kampus


    1001 views

    Perawanku – Cerita Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan di Kampus, Di hari pertamaku masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, tidak ada yang aku kenal satupun, sehingga aku seperti orang nyasar, bingung celingak-celinguk kesana kemari. Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba ada cewek yang menegurku, ‘Eh, tau kelas MI1-3 nggak?

    Eeiittss.., ternyata aku juga cari kelas itu.., lalu aku jawab, ‘mm.., saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk’. ‘Saya Gita’ dia sebut namanya duluan. ‘Aku Iwan’, aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman bernama Gita. Cewek manis ini mempunyai kulit kuning langsat, nyaris tanpa cacat, tinggi badan kira-kira 166 cm, dengan berat 49 Kg. Tapi yang bikin aku tidak bosan melihatnya adalah dadanya yang menantang, cukup besar untuk ukurannya, tapi tidak terlalu besar sekali.

    Begitu pula dengan pantatnya, aku paling suka jika dia memakai jeans ketat, dengan kaos oblong warna putih. Kadang jika ia bercanda, ngomongnya nyerempet-nyerempet porno terus, walaupun sekali-sekali saja.

    Tiga bulan sudah lamanya aku dekat dengannya, jalan kemanapun selalu bersama, walaupun dia belum resmi jadi pacarku, tetapi aku dan dia selalu berdua kemanapun. Sampai akhirnya aku dan dia pergi jalan-jalan ke daerah Dieng, salah satu daerah dingin di Jawa Tengah, niatnya cuma jalan-jalan saja, tidak menginap.

    Entah kenapa hari ini dia mengajakku bercanda yang berbau porno terus, dari pagi hingga siang hari. Sampai akhirnya ia bertanya begini, ‘Wan, kalau kamu punya istri suka yang buah dada nya besar atau sedeng-sedeng saja?’. Lalu aku jawab ‘Mm.., yang kayak apa ya?, kayaknya aku suka yang seperti punya kamu itu lho’. ‘Lho emang kamu pernah liat punyaku?’, tanya dia. Aku bilang ‘Gimana mau liat, orang kamunya ajah nggak pernah kasih kesempatan.., heheheh’. Dia tanya lagi sambil bercanda, ‘Kalo aku kasih kesempatan gimana?’.

    Aku jawab, ‘Yaa.., nggak aku sia-sia’in’. ‘Emang berani?’, tantang Gita. ‘Siapa takut..’, jawabku tidak mau kalah. ‘Kalo gitu bukti’in!’, kata Gita. ‘Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?’, tantangku gantian. ‘Siapa takut..’, jawabnya tidak mau kalah juga. Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata, ‘Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh’. ‘Deg!!’, jantungku terasa berhenti.

    Dengan ragu-ragu kuarahkan mobilku masuk ke halaman losmen tersebut. Aku masih diam dan setengah tidak percaya. Terus dia berkata, ‘Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?’.

    Seperti babu kepada majikannya, aku ikuti kata-katanya dan mengikuti langkahnya masuk ke losmen. Masuk ke kamar losmen langsung kita tutup dan kunci pintunya, aku masih terdiam terus duduk di atas kasur sampai dia berkata, ‘OK, sekarang aku kasih kamu kesempatan liat dadaku, tapi jangan macem-macem yaa?.

    Tiba-tiba saja Gita menarik kaosnya ke atas, dan langsung melemparkan ke atas tempat tidur. Lalu dia terdiam sambil menatapku yang juga terdiam, walaupun sebenarnya aku sedang terpana.

    Beberapa saat dia arahkan tangan kanannya ke pundak kirinya, digesernya tali BH-nya jatuh ke lengan. Lalu gantian tangan kirinya ke pundak kanan melakukan hal yang sama. Lalu tangan kanannya diarahkan ke punggung, tetapi tangan kirinya masih memegangi BH bagian depannya. Oh God.., Nafasku terasa berhenti di tenggorokanku.., BH-nya telah terlepas, tetapi masih ditahan bagian depannya oleh tangan kirinya. Gita terus memandangiku. Gita menggigit bibir bagian bawahnya.

    Tiba-tiba ia berkata, ‘Aku nggak akan lepas ini, jika kamu nggak buka pakaianmu semuanya’ Aku ragu-ragu.., tetapi nafasku sudah tidak bisa diatur lagi.., aku buka kaosku.., aku buka jeansku.., lalu aku berhenti, tinggal celana dalam yang aku kenakan.., gantian aku yang menantang, ‘Aku nggak akan buka ini, jika kamu nggak lepas itu sekarang’ Gita diam sejenak lalu dia turunkan perlahan tangan kirinya dan akhirnya terlihat jelas buah dada nya yang kuning langsat dan benar-benar menantang.

    Belum sempat aku rampung menikmati pemandangan ini, tiba-tiba ia melompat ke arahku dan mendorongku telentang di kasur, dengan cepat dia mencium bibirku. Aku yang masih kaget akan serangan mendadak ini tidak menyia-nyiakannya, kami saling berciuman, saling melumat bibir, ‘uugghh.., oohh..’, hanya kata itu yang Gita keluarkan.

    Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya sudah terlepas. Kami sama-sama hanya memakai celana dalam saja, saling pandang tetapi itu hanya berlangsung 6 detik, dengan cepat ia menarik celana dalamku kebawah dan melepasnya.

    Gita tersenyum dan sedikit tertawa, aku tak tahu dia senang melihat punyaku atau menertawai punyaku? Akupun tidak mau kalah, kutarik perlahan-lahan celana dalamnya sedikit demi sedikit, ternyata Gita sudah tidak sabar lalu dia tarik sendiri celana dalamnya dan melemparnya ke belakang, belum sempat celana dalamnya menyentuh lantai bibirnya sudah melumat bibirku,

    ‘oohh..’, kami sekarang benar-benar telanjang bulat. Gita mulai mencium leherku tapi itu tidak lama karena aku keburu membalik badanku. Sekarang gantian ia yang telentang di kasur.
    Pemandangan yang indah sekali tetapi kali ini aku tidak mau lama-lama memandang, langsung aku berada diatasnya, kedua tangannya sudah kupegang dan tahan di samping kiri-kanan kepalanya. Aku ciumi lehernya, bibir, leher lagi. ‘Hhmmhh.., uugghh.., sstt’, cuma itu yang dia katakan.

    Ciumanku sudah ‘bosan’ di leher. Aku mulai turun. Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia mengangkat dadanya. Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Aku langsung ciumi buah dada nya sebelah kiri, sedang tangan kananku mengelus-elus buah dada nya yang kanan.

    Kali ini tangan kirinya sudah memegang kepalaku. ‘sstt.., hh.., sstt..’, mulutnya berdesis seperti ular. Dia menarik rambutku dan kepalaku dan mengarahkan kepalaku ke buah dada nya sebelah kanan. Dengan t’.

    Lalu dengan gigiku aku mulai mengigit-gigit sedikit puting susunya, kiri-kanan, kiri-kanan selalu bergantian dan adil. Sementara dari mulut Gita terus keluar kata, ‘Teruuss.., teruuss.., yang keras.., aahh.., gigit Wan.., gghh.., sstt’. Sementara punyaku sudah tegang keras.

    Kepalaku mulai turun lagi tetapi tiba-tiba ia berteriak kecil, ‘Wan.., Iwan.., uugghh.., sekarang ajjaah.., masuk’iin.., nggak usah pake mulut lagi.., masukin sekaraanng.., plizz..’. Aku langsung di dorongnya. Sekarang ganti posisi, aku yang telentang dan Gita berada di atasku. Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku.

    Begitu posisinya tepat, Gita mendorongnya dengan kuat. ‘uugghh..’, sedang aku sedikit berteriak, ‘aahh’. Punyaku sudah terbenam di dalam selangkangannya. Gita terus menggerak-gerakan pinggulnya ke atas, ke bawah, kiri-kanan, naik-turun segala arah gerakan ia lakukan.

    Matanya terpejam, bibirnya digigit seperti menahan sesuatu, sering dari mulutnya keluar kata-kata, ‘oohh.., sshhtt.., uugghh.., sshhss.., sshhiitt.., aacchh.., oouuhh..’, nafasnya tidak lagi teratur. Kedua tangannya meremas-remas buah dada nya sendiri, kepalanya sering menengadah ke atas, ‘uugghh.., oohh.., sshhsstt’.

    Sedangkan aku hanya sanggup meremas sprei di kiri dan kananku dengan kedua tanganku. Gigi atas dan gigi bawahku sudah saling menekan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku hanya suara nafasku saja yang terdengar. Kali ini aku yang mengambil alih ‘kekuasannya’ gantian kudorong tapi dia malah tengkurap, melihat pantatnya yang putih mulus.

    Aku jadi tambah bernafsu untuk segera memasukkan punyaku ke punyanya. Aku angkat pinggulnya dan Gitapun mengangkat badannya dengan kedua tangan dan kakinya. Sekarang posisinya seperti mau merangkak.

    Langsung tanpa tunggu waktu lagi aku mencoba memasukan ‘adikku’ ke lubang vaginanya. ‘Mmaasuukkiinn.., ceeppeett..’, Gita memohon kepadaku tapi belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya punyaku sudah masuk ke vaginanya. ‘oohh..’, dari mulutku keluar kata tersebut. Dengan semangat aku mulai mendorong ke depan, menarik, mendorong, menarik terus menerus seiring dengan gerakanku.

    Gerakannyapun berlawanan dengan gerakanku, setiap aku mendorong ke depan ia mendorong pantatnya ke arahku diiringi desahan dan leguhan dari mulutnya. ‘uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..’. Tiba-tiba ia berteriak, ‘Iwaann.., sshh.., oohh’, aku merasakan sesuatu keluar dari dalam lubang kemaluannya tapi, ‘oohh.., oohh.., aacchh.., Gitt.., aakku..’. Akupun merasakan kenikmatan yang tiada bandingannya seiring dengan keluarnya cairan dari dalam punyaku. ‘oohh.., uugghh’, banyak sekali cairanku keluar. ‘Terus Wan.., keluarin semuanya..’, pinta Gita.

    Tubuhku terasa sudah tidak kuat lagi berdiri. Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Gita langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku. ‘Gita sayang sama Iwan’, hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu matanya terpejam sambil terus memelukku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kisah Panas Yang Terjadi Di Dalam Keluarga – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Panas Yang Terjadi Di Dalam Keluarga – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1794 views

    Perawanku – Keadaan di rumah jadi berubah setelah sebuah pertanyaan terlontar darinya di malam itu. Aku dan Riri telah menikah selama 21 tahun, kami mempunyai seorang anak lelaki, Angga. Riri adalah seorang ibu rumah tangga dan sejauh yang kutahu dia selalu setia.

    Waktu itu kami sedang membaca di atas tempat tidur untuk menghabiskan malam, saat dia menanyakan pertanyaan yang tak terpikirkan itu.

    “Apa kamu pernah menyetubuhi ibu kandungmu?”
    “Pernah apa?” aku bereaksi dengan terkejut.
    “Kamu mendengarnya.” lanjutnya.
    “Waktu kamu muda dan masih ikut orang tua, pernahkah kamu bersetubuh dengan ibu kandungmu?”
    “Pertanyaan seperti apa itu?” tanyaku.
    “Ini bukan pertanyaan mengada-ada.. Kenyataannya itu hal yang kerap terjadi, cuma orang-orang tak mau membicarakannya. Saat kamu muda aku dapat mengerti jika kamu menyimpan rahasia seperti itu, jadi ayahmu tak mengetahuinya, tapi itu sudah berlalu dan kupikir kamu dapat menceritakannya pada isterimu sekarang, kan?” tanyanya.
    “Tidak, aku tak pernah melakukannya dengan ibuku. Dan aku yakin itu hal yang tabu dan melanggar hukum.” aku menegaskan.

    Isteriku terdiam.

    “Yah, jadi itu tak layak dan kemarin aku dengar 99% orang yang menikah mengakui pernah melakukannya.” jawabnya.
    “Jadi, aku harap perkawinan kita salah satu dari yang 1% itu.” kataku.

    Riri memejamkan matanya dan tersenyum.

    “Jadi kamu setidaknya mempunyai fantasi untuk melakukannya kan?” tanyanya.
    “Tidak, aku tak pernah membayangkannya, demi Tuhan dia adalah ibu kandungku!” aku berteriak.

    Isteriku menggelengkan kepalanya.

    “Pembohong.” katanya.
    “Sebagian besar remaja berfantasi untuk menyetubuhi ibunya, ini kenyataan yang umum. Kamu berfantasi untuk menyetubuhi ibumu seperti halnya Angga yang berfantasi untuk menyetubuhiku.”
    “Riri, itu gila, bagaimana kamu dapat beranggapan seperti itu terhadap anakmu sendiri?” tanyaku.
    “Karena itulah kenyataannya.. Angga tak berbeda dengan remaja lain seumurannya yang bermimpi tentang apa yang ada di antara paha ibu mereka saat ayah mereka pergi kerja. Itu benar-benar alami.” katanya.
    “Kamu tak tahu tentang hal itu.” kataku.
    “Sayang, percayalah padaku, aku adalah ibunya dan seorang ibu tahu hal-hal seperti itu.” katanya.
    “Oh, ayolah Ri, kamu bertingkah sepertinya kamu tahu apa yang anak-anak pikirkan.” kataku.
    “Seorang ibu biasanya tahu lebih dari apa yang kamu kira.” katanya.
    “Oh, benarkah, jadi apa yang kamu tahu tentang Angga yang tak kumengerti?” tanyaku jengkel.
    “Aku tahu kalau dia bermasturbasi tiga kali sehari, kadang empat kali. Dia berfantasi sedang menggesekkan penisnya di antara pahaku. Dia mengambil keranjang cucianku saat aku dan kamu sedang pergi dan senang menghirup dan menghisapi celana dalamku yang kotor. Dia juga senang dengan wanita yang berdada besar, terutama yang sedang hamil.. Apa kamu mau tahu lebih banyak lagi?” tanyanya.

    Aku terdiam oleh perkataannya.

    “Bagaimana kamu tahu semua itu?” tanyaku. Riri tersenyum puas.
    “Seorang ibu mempunyai caranya sendiri.” jawabnya
    “Yakin kamu tak membicarakan dengannya tentang hal ini?” tanyaku.
    “Sayang, segera setelah kamu pergi kerja dan melakukan pekerjaan hingga tak begitu memperhatikan Angga dan aku, seorang ibu dan anak mempunyai dunianya sendiri di sini di rumah, yang tak harus diperhatikan oleh seorang anak.” katanya.
    “Riri, kamu dan Angga tidak..” aku tak dapat menyelesaikan.
    “Bersetubuh?” dia berkata dengan tersenyum.
    “Jika aku menyetubuhi anakku sendiri, artinya aku sangat menarik baginya. Itu bukan topik yang akan dibicarakan seorang isteri pada suaminya.” Aku mulai merasakan darahku bergolak.
    “Riri, tolong katakan padaku, ya atau tidak. Apa kamu dan Angga telah melakukannya?” aku mendesaknya.

    Seiring wajahku memerah, isteriku tertawa dan menjulurkan jarinya ke wajahku dengan lembut.

    “Sayang, kamu membuat hal ini jadi rumit. Ini sangat mengganggumu ya?” dia bertanya sambil menahan tawanya.
    “Aku hanya berpikir kalau aku berhak untuk tahu!” kataku.
    “Tidak, kamu tidak perlu mengetahuinya. Sayang, aku mencintaimu, sebagai ayah dan suami, tapi tidak ada tempat di antara hubungan antara seorang ibu dan anaknya. Apa yang terjadi di rumah ini saat kamu pergi bukanlah urusanmu dan tak perlu perhatianmu. Kalau seorang ibu dan anaknya di rumah ini bersetubuh, maka kamu tak berbeda dengan ayah yang lainnya dan tak akan pernah tahu tentang itu.” katanya. Dia memberiku sebuah senyuman hangat.
    “Kamu sudah capek dan kamu punya hari yang sibuk besok. Tidurlah sekarang.” katanya.

    Malam itu aku tak benar-benar bisa tertidur. Pagi harinya, aku bangun seperti biasa dan Riri menyiapkan sarapan untukku dan mengantarku sampai pintu depan. Dia memakai baju terusan yang membuat payudaranya begitu terlihat indah menantang. Aku lihat Angga turun dari tangga dengan mengenakan celana pendek.

    “Dia bangun lebih awal.” kataku.
    “Ya, aku bilang padanya dia bisa bantu ibunya mengecat kuku dan mencuci baju yang kotor.” dia berkata sambil meringis. Perutku melilit.
    “Jadi apalagi yang kalian kerjakan hari ini?” tanyaku curiga.
    “Oh, aku yakin kami akan menemukan sesuatu yang bisa mempererat hubungan kami.” jawabnya sambil tersenyum lebar.
    “Lebih baik kamu segera berangkat, sayang. Kamu nanti bisa terlambat lho.”

    Aku berjalan keluar dengan membanting pintu. Waktu aku berjalan ke mobil, aku dengar isteriku mengunci pintu di belakangku dan berpikir dunia macam apa yang telah dibuat isteriku bersama Angga saat aku tak ada. Tanpa sadar, penisku terasa mengeras dari balik celanaku. Sial, seharusnya aku lebih dekat dengan ibuku!

    Seharian itu aku tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan. Otakku dibakar oleh beribu pertanyaan. Apakah isteriku dan anakku yang berumur 18 tahun berbuat gila? Akhirnya, siangnya aku ambil telepon dan memutar nomor rumahku agar aku bisa tahu dengan jelas apa yang mereka kerjakan di dunianya. Setelah cukup lama tak ada yang mengangkat, akhirnya terdengar suara isteriku di sana.

    “Hh.. Halo..” Dia berkata. Aku dapat mendengarnya bernafas dengan susah.
    “Halo sayang, ini aku.” jawabku.

    Terdengar suara ganjil berulang-ulang di belakang, seperti suara kulit yang beradu dengan kulit.

    “Sayang, a.. aku tak bis..” dia mencoba bernafas dengan susah.
    “Aku tak bisa bicara sekarang, telepon aku lagi saja nanti.” lanjutnya.

    KLIK!! Dia tutup teeponnya. Perutku tiba-tiba saja jadi terasa mulas. Aku tak pernah membayangkan isteriku akan berselingkuh, apalagi dengan anak kami yang masih remaja. Mungkinkah itu?

    Aku pulang kerja lebih awal hari itu. Aku ingin mengadakan penyelidikan. Aku harus yakin. Aku lalui jalan hanya untuk melihat isteri dan anakku yang keluar dari jalan dengan minivan isteriku. Aku ikuti mereka ke mall pada sisi lain kota ini. Dengan mengendap, aku masuki mall itu dan mengikuti mereka dari belakang.

    Aku terkejut saat melihat mereka berjalan bergandengan tangan dengan mesra, layaknya sepasang kekasih yang sedang belanja. Tingkah laku isteriku seperti seorang gadis remaja saja. Aku mengikuti isteri dan anakku yang berkeliling di seluruh mall ini, bergandengan tangan seperti remaja yang sedang kasmaran. Paling tidak, dia sudak tak muda lagi, umurnya sudah 38 tahun dan sudah menikah dan yang satunya anak muda yang baru berumur 18 tahun. Walaupun begitu, isteriku dapat mengimbanginya. Dia tak pernah semesra itu denganku, tapi benar-benar lain dengan anakku.

    Aku jadi lebih terkejut lagi saat mereka duduk berdua di bangku itu. Lengan isteriku melingkar di pundaknya, membelai mesra rambutnya. Bibirnya mendekat, membisikkan padanya sesuatu yang dapat kukira hanyalah cumbuan tentang seks. Aku tak mahir dalam hal membaca gerak bibir, tapi sungguh jelas sekali kalau yang keluar kebanyakan hanyalah ‘bersetubuh, penis dan vagina’ dari mulut isteriku. Kalau itu belumlah cukup, isteriku melepaskan sandalnya dan menggerakkan kakinya pada betis anakku. Setiap sekali gerakan disertai dengan tiupan dan ciuman ringan di leher anakku.

    Mereka meninggalkan mall dan aku memastikan kalau aku akan mengikuti mereka pulang, tapi mereka tidak pulang. Isteriku mengendarai mobilnya membawa mereka keluar kota sampai ke hutan. Dia berhenti di jalanan yang sedikit berlumpur dan itu membuatku terperanjat saat mengetahui kemana dia akan membawanya. Mereka akan pergi ke bagian rahasia di hutan ini, tempat dimana aku dan isteriku biasanya berkencan dulu.

    Tahu tepatnya tempat itu, aku parkirkan mobilku dan melanjutkan membuntuti mereka dengan berjalan kaki. Lima belas menit kemudian aku menemukan van isteriku terparkir di bawah semak-semak. Aku juga melihat mereka tak mau menyia-nyiakan waktu sedikit pun. Jendela mobil tertutup rapat dan van itu terlihat bergoncang-goncang. Aku mendekat dan segera saja telingaku menangkap erangan-erangan mesum mereka.

    “Oh, ya.. Lebih keras, sayang, setubuhi ibumu dengan benar!” isteriku merajuk.
    “Oh Tuhan, tekan!! Kerjai vaginaku, sayang!!” dia berteriak.
    “Hahh, dorong penis besarmu lebih dalam lagi.. Oouuhh!!” lanjutnya.

    Dan bila kata-kata tak senonoh itu belumlah cukup, selang beberapa menit kemudian,

    “Oh, rasanya sungguh nikmat dikerjai oleh pria jantan. Ya, begitu, lebih keras lagi.. Leb.. Bih dallaam!! Oh Tuhan aku keluar!! Aku keluar!!”

    Aku tak mampu menerimanya lagi. Yang dapat kulakukan hanya berbalik kemudian lari. Aku lari secepat yang kubisa menuju ke mobilku. Aku masih dapat mendengar isteriku menjerit dan mengerang, suaranya bergema dalam kepalaku. Aku nyalakan mobilku, hatiku mendidih, air mataku keluar. Aku menyetir dengan gila.. Dalam perjalanan pulangku, bayangan tentang anakku yang berada di antara paha isteriku menghantui aku. Apa yang harus kuperbuat?

    Malam itu aku dan isteriku berbaring berdampingan di ranjang perkawinan kami. Dia memegang sebuah majalah dan berpura-pura membacanya. Tak lama kemudian dia meletakkan majalah itu dan menatapku.

    “Sayang, ada sesuatu yang harus kuceritakan padamu.” katanya.
    “Apa?” tanyaku, bersiap untuk hal terburuk, setidaknya dalam hal ini tak ada yang akan mengejutkanku.
    “Aku hamil.” dia berkata dengan senyuman mengembang.

    Tak sekali pun dalam setahun belakangan ini aku menggauli istriku tanpa kondom. Dia tahu itu, aku tahu itu, dan dia pasti juga tahu bahwa aku mengetahuinya.

    “Ini bukan bayiku, kan?” tanyaku. Senyumnya hampir menyerupai seringai.
    “Tidak.” jawabnya.
    “Angga?” kejarku.

    Istriku menjadi serius.

    “Sebelum kamu pergi, biarkan aku mengingatkanmu kalau ayahku adalah seorang pengacara dan jika kamu menceraikanku, kamu tahu bahwa Angga dan aku akan mendapatkan ini semua, segalanya, dan kamu tak mendapatkan apa pun.” ancamnya
    “Sudah berapa lama kalian berdua melakukan ini?” aku bertanya.
    “Kamu tidak perlu tahu itu. Yang harus kamu ketahui sekarang adalah bahwa Angga dan aku telah memutuskan ada hal-hal yang perlu diubah.” katanya.
    “Seperti apa?” tanyaku dengan marah.
    “Yah, pertama, kami akan mempertahankan bayi ini dan ya, ini memang bayiku dengan Angga.” jelasnya.
    “Yang kedua, Angga akan pindah ke kamar ini dan berbagi tempat tidur denganku, dan sebaliknya mulai sekarang kamu tidur di tempat tidurnya Angga.” lanjutnya.

    Aku hanya bisa menahan amarah.

    “Dan yang ketiga, kalau kamu menolak, aku dan Angga akan pindah dan mengontrak sebuah rumah bersama dan menuntut uang cerai darimu.” katanya memojokkanku.
    “Ini gila, kamu adalah istriku..”
    “Ya, dan kamu suamiku, dan akan tetap seperti itu, tapi suami sebenarnya dan kekasihku sekarang adalah Angga. Dan kami memutuskan bahwa kamu harus tetap bekerja seperti biasanya sedangkan Angga dan aku akan tinggal di rumah membuat bayi, kami juga sudah memutuskan ingin mempunyai tiga orang anak lagi.” katanya.
    “Kamu katakan padaku kalau aku bahkan tidak boleh tidur denganmu, isteriku sendiri?” tanyaku tak percaya.
    “Tidak, maaf. Angga dan aku yang akan tidur di ranjang ini mulai sekarang.” Lalu dia memandang ke arah pintu.
    “Angga, cintaku, apa kamu di sana?” panggilnya.

    Anakku masuk ke kamar dengan tas ransel berisi barang-barangnya. Dia memandang pada ibunya dan aku.

    “Maaf, Ayah.” dia berkata dengan menyeringai.
    “Sayang, kenapa kamu tidak pergi dan bersihkan dirimu sebelum naik ke ranjang.” kata isteriku.

    Perutku jadi mulas. Isteriku menatapku tajam.

    “Kalau kamu tidak keberatan, aku ingin sendirian dengan ayah dari anakku. Ambil barang-barangmu dan pergilah ke kamarmu.” perintahnya.
    “Sayang, tolonglah.. Kita bicarakan hal ini.” aku memohon.
    “Tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku minta maaf, Sayang, tapi sekarang kamu bukan lagi seorang kepala rumah tangga.” katanya.
    “Aku akan berusaha, aku bersumpah.” ucapku putus asa.
    “Jangan, Sayang! Kamu boleh berusaha semampumu tapi kamu tidak akan bisa menyamai bahkan hanya separuh dari Angga di atas ranjang. Kamu tak bisa memohon padaku, kamu tak memiliki stamina untuk itu. Suka atau tidak, kamu tidak memiliki barang yang cukup besar untuk pekerjaan itu.. Dan anakmu memilikinya.”

    Serasa sebilah pisau yang merobek hati. Aku bangkit dari tempat tidur dan mengemasi barang-barangku. Angga keluar dari kamar mandi dan menempatkan dirinya di samping ibunya di ranjang. Dia berada di bawahnya dengan cepat, memeluknya erat hingga menekan payudaranya yang besar.

    “Inilah suami baruku. Kemari dan bercintalah dengan isterimu yang sedang hamil” katanya.

    Itu semua serasa mimpi buruk. Aku pandangi mereka berdua di balik selimut. Bisa kukatakan anakku sedang menempatkan dirinya di antara paha ibunya. Aku dapat mendengar mereka berciuman dengan hebatnya. Isteriku muncul dari balik selimut, memandangku.

    “Sayang, dapatkah kamu matikan lampu dan menutup pintunya saat kamu keluar?” pintanya. Aku hanya bisa mematuhinya.

    Malam itu aku rebah di tempat tidurku yang baru dengan mendengarkan teriakan-teriakan yang berasal dari kamar yang semula kutempati bersama isteriku. Erangan isteriku menggema di setiap sudut rumah. Semalaman itu aku dengar rangkaian rintihan tabu mereka. Isteri dan anakku sedang membuat bayi mereka dan akan menamakannya seperti nama ayahnya.

    Tahun demi tahun berlalu dan mereka telah memiliki 3 anak, semuanya laki-laki. Seiring waktu berlalu, anak-anak itu tumbuh jadi remaja, Angga tua telah menemukan seorang wanita muda yang cantik dan atas seijin ibunya boleh dinikahinya.

    Kemudian Angga pindah dan meninggalkan anak-anaknya bersamaku dan ibunya. Dalam beberapa tahun kemudian aku kembali pada kehidupan rumah tanggaku semula, hingga pada suatu malam saat kami sedang rebahan di atas tempat tidur seperti biasa, terdengar ketukan di pintu dan Angga muda, yang sekarang juga telah berumur 18 tahun, berdiri di sana dengan tas ranselnya. Isteriku, yang sekarang berusia lima puluhan meletakkan majalahnya dan kembali menoleh padaku dengan tersenyum.

    “Kemasi barang-barangmu, sayang.” katanya.

    Isteriku kembali menatap tajam padaku.

  • Kumpulan Foto Perkosaan Berujung Kenikmatan – Foto Bugil Jepang Terbaru 2018

    Kumpulan Foto Perkosaan Berujung Kenikmatan – Foto Bugil Jepang Terbaru 2018


    5410 views

    Perawanku –  Berikut ini adalah kumpulan foto dari Gadis sekolah jepang yang di perkosa awalnya menolak namun setelah di rasakan makin malah ketagihan.

    Seperti para bos ku 139.99.33.211 setelah di kocok pengen di kocok lagi kan, habis nya enak sih, tapi kurang enak jika melakukan nya sendiri bukan. Langsung saja deh siapkan pegangan anda ya bos ku bakalan crot deh liat Gadis berikut ini :

     

  • Cerita Sex Si Cantik Fifi Ku Selingkuhi

    Cerita Sex Si Cantik Fifi Ku Selingkuhi


    1021 views

    Perawanku – Cerita Sex Si Cantik Fifi Ku Selingkuhi, Kegiatan ini semua tentunya juga rapi karena ku nggak kepingin istriku tahu hal ini. Suatu ketika aku diperkenalkan pada teman-teman diana satu kelompok, dan pinter sekali diana bersandiwara dengan berpura-pura telah bertemu denganku pada suatu pesta pernikahan seseorang sehingga temannya tidak ada yang curiga bahwa aku telah berhubungan dengan diana.

    Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku harus langsung kekantor untuk mempersiapkan pertemuan penting nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk membeli perlengkapan kantor yang kurang, saat aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku ada yang mencolek, saat kutoleh dia adalah fifi teman diana yang tadi dikenalkan.
    “Belanja Apa De…, kok serius banget…”, Tanyanya dengan senyum manis.
    “Ah enggak cuman sedikit untuk kebutuhan kantor aja kok…”
    Akhirnya aku terlibat percakapan ringan dengan fifi. Dari pembicaraan itu kuperoleh bahwa Fifi adalah keturunan cina dengan jawa sehingga perpaduan wajah itu manis sekali kelihatannya. Matanya sipit tetapi alisnya tebal dan…, Aku kembali melirik kearah dadanya.., alamak besar sekali, kira-kira 36C berbeda jauh dengan diana sahabatnya.
    “Eh.., De aku ada yang pengin kubicarakan sama kamu tapi jangan sampai tahu diana ya”, pintanya sambil melirikku penuh arti.
    “Ngomong apaan sih.., serius banget Fi…, apa perlu?”, tanyaku penuh selidik.
    “Iya perlu sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, kamu naik apa..”, tanyanya lagi.
    “Ada kendaraan kok aku…” timpalku penasaran. Akhirnya kuputuskan Fifi ikut aku walaupun mobilnya ada, nanti kalau omong-omgngnya sudah selesai Fifi tak antar lagi ketempat ini.
    “Masalah apa Fi kamu kok serius banget sih…”, tanyaku lagi.
    “Tenang De…, ikuti arahku ya…, santai saja lah…”, pintanya.
    Sesekali kulirik paha Fifi yang putih itu tersingkap karena roknya pendek, dan Fifi tetap tidak berusaha menutupi. Sesuai petunjuk arah dari Fifi akhirnya aku memasuki rumah besar mirip villa dan diceritakan oleh Fifi bahwa tempat itu biasa dipakai untuk persewaan.

    “Ok fi sekarang kita kemana ini dan kamu mau ngomong apaan sih”, tanyaku tak sabar, setelah aku masuk ruangan dan Fifi mempersilahkan duduk.
    “Gini De langsung aja ya…, Kamu pernah merasakan Diana ya..?”, tanyanya.
    Deg…, dadaku berguncang mendengar perkataan Fifi yang ceplas ceplos itu.
    “Merasakan apaan sih Fi?”, tanyaku pura-pura bodoh.
    “Alaa De jangan mungkir aku dikasih tahu lho sama Diana, dia menceritakan bagaimana sukanya dia menikmatimu…, Hayooooo masih mungkir ya…”.
    Aku hanya diam namun sedikit grogi juga, nampak wajahku panas mendengar penuturan Fifi yang langsung dan tanpa sungkan tersebut. Aku terdiam sementara Fifi merasa diatas angin dengan berceloteh panjang lebar sambil sesekali dia senyum dan menyilangkan kakinya sehingga nampak pahanya yang mulus tanpa cacat. Aku hanya cengar cengir saja mendengar semua omomgannya.
    “Gimana De masih mau mungkir nih…, Bener semua kan ceritaku tadi…?”, Tanyanya antusias.
    Aku hanya tersenyum kecut. Kuperhatikan Fifi meninggalkan tempat duduknya dan tak lama kemuadian dia keluar sambil membawa dua gelas air minum. Fifi kembali menatapku tajam aku seperti tertuduh yang menunggu hukuman. Tak lama berselang kembali Fifi berdiri dan duduk disampingku.

    “De…”, sapanya manja.
    Aku melirik dan, “Apa?”, jawabku kalem.
    “Aku mau seperti yang kau lakukan pada Diana De…”, aku sedikit terkejut mendengar pengakuannya dan tanpa membuang waktu lagi kudekatkan bibirku pada bibirnya.
    Pelan dan kurasakan bibir Fifi hangat membara. Kami berpagut bibir, kumasukkan lidahku saat bibir Fifi terbuka, sementara tanganku tidak tinggal diam. Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Bibirku masih bermain semakin larut dalam bibirnya. Fifi kelihatan menikmati sekali sentuhan tanganku pada payudaranya. Sementara tangan kananku mengusap lembut punggungnya. Fifi semakin menjadi leherku diciumi dan tangan Fifi berada dipunggungku. Tanganku beroperasi semakin jauh dengan meraba paha Fifi yang mulus dia semakin menggelinjang saat tangan kananku mulai masuk dalam payudaranya. Tanpa menunggu reaksi lanjutan aku menaikkan BH sehingga tanganku dengan mudah menyentuh putting yang mulai mengeras.

    Kudengar nafas Fifi memburu dengan diselingi perkataan yang aku tak mengerti. Fifi mulai pasrah dan kedua tangaku menaikkan kaos sehingga kini Fifi hanya memakai rok mini yang sudah tidak lagi berbentuk sedangkan BH hitam sudah tidak lagi menutup payudaranya. Kudorong perlahan Fifi untuk berbaring di Sofa, Aku terkagum melihat putihnya tubuh yang nyaris tanpa cacat. Kuperhatikan putting susunya memerah dan kaku, bulu-bulu halus berada disekitar pusar menambah gairahku. Fifi hanya terpejam dan aku mulai menurunkan rok mini setelah jariku berhasil menyentil pengait dibawah pusar. Kini Fifi hanya tinggal memakai CD dan BH hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku bergegas mempreteli pakaianku dan hanya tinggal CD. Cepat-cepat kutindih tubuh mulus itu dan Fifi mulai menggelinjang merasakan sesuatu mengganjal dibawah pusarnya. Aku turun menciumi kakinya sesenti demi sesenti.
    “Enggghh hhss”, hanya suara itu yang kudengar saaat mulutku beraksi di lutut dan pahanya.

    Penisku terasa sakit karena kejang. Mulutku mulai menjalar di paha.., benar-benar kunikmati sejengkal demi sejengkal. Tanganku mencoba menelusuri daerah disela pahany, Dan kudengar suara itu semakin menjadi saat tanganku berhasil menyusup dari pinggir CD hitam dan berhasil menemukan tempat berbulu dengan sedikit becek didalamnya. Tanganku terus membelai bulu-bulu kaku dan tangan satunya berusaha mempermudah dengan menurunkan CD didaerah pada berpapasan dengan mulutku. Kusibak semua penghalang yang merintangi tanganku untuk menjamah kemaluan, dan kini semakin nampak wajah asli kemaluan Fifi indah montok putih kemerahan dengan bulu jarang tapi teratur letaknya. Mataku terus mengawasi kemaluan Fifi yang menarik, kulihat klitorisnya membengkak keluar merah muda warnamya…, aku semakin terangsang hebat.

    Mulutku masih disela pahanya sementara tanganku terus menembus liang semakin dalam dan Fifi semakin menggelinjang terkadang mengejang saat kupermainkan daging kecil disela gua itu. Kusibakkan dua paha dengan merentangkan kaki kanan pada sandaran sofa sedangkan kaki kiri kubiarkan menyentuh lantai. Kini kemaluan Fifi semakin terbuka lebar. Mulutku sudah tak sabar ingin merasakan lidahku sudah berdecak kagum dan berharap cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja itu dengan bulu yang tidak banyak. Kumisku bergeser perlahan beradu dengan bulu halus milik Fifi dan dia hanya bisa terpejam dengan lenguhan panjang setengah menjerit. Kubirakan dia mengguman tak karuan. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil milik Fifi yang menjorok keluar. Kuadu lidahku dengan daging kecil dan bibirku tak henti mengecup, kurasakan kemaluan semakin basah.

    Fifi berteriak semakin keras saat tangaku juga mengambil inisiatif untuk meremas payudaranya yang bergerak kiri kanan saat Fifi bergoyang kenikmatan. Aku juga tidak tahan melihat semua ini. Kutarik bibirku menjauh dari kemaluanya dan kulepas Cdku sehingga nampaklah batang penisku yang sudah tegak berdiri dengan ujung merah dengan sedikit lendir. Kusaksikan Fifi masih terpejam kudekatkan ujung penisku sampai akhirnya menyentuh kecil kemaluan Fifi. Jeritan Fifi semakin menjadi dengan mengangkat pantatnya supaya penisku menjenguk lubangnya. Kujauhkan penisku sebentar dan kulihat pantat Fifi semakin tinggi mencari. Kugesek gesekkan lagi penisku dengan keras, aku terkejut tiba-tiba tanfan Fifi menagkap batang penisku dan dituntun menuju lubang yang telah disiapkan. Denga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Saat kepala penis masuk Fifi menjerit keras dan menjepitkan kedua kainya dipinggangku. Kupaksakan perlahan batang penisku akhirnya berhasil menjenguk lubang terdalam milik Fifi. Kaki Fifi kaku menahanku dia membuka mata dan tersenyum.

    “Jangan digoyang dulu ya De…”, pintanya dan dia terpejam kembali.
    Aku menurut saja. Kurasakan kemaluan Fifi berdenyut keras memijit penisku yang tenggelam dalam tanpa gerak. Akhirnya Fifi mulai menggoyangkan pantatnya perlahan. Aku merasakan geli yang luar biasa. Kuputar juga pantatku sambil bergerak maju mundur dan saat penisku tenggelam kurasakan bibir kemaluan Fifi ikut tenggelam dengan kulit penisku. Tak seberapa lama aku merasakan penisku mulai panas dan geli yang berada diujung aku semakin menekan dan manarik cepat-cepat. Fifi merasakan juga rupanya, dia mengimbangi dengan menjepitkan kedua kakinya dipinggangku sehingga gerak penisku terhambat. Saat penis masuk karena bantuan kaki Fifi semakin dalam kurasakan tempat yang dituju.
    Aku tidak kuat dan, “Fi aku mau keluar”, lenguhku.
    Fifi hanya tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Akhirnya, Kutekan semua penisku dalam-dalam dan kusaksikan Fifi terpejam dan berteriak keras. Kurasakan semprotan luar biasa didalam kemaluan Fifi. Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Fifi berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat. Bibirnya menggigit dadaku sementara pantatnya terus mengejang kaku, aku hanya terdiam merasakan nikmatnya semua ini.
    Aku menindih Fifi dan penisku masih kerasan didalam liang sanggamanya. Fifi mengelus punggungku perlahan seolah merasa takut kehilangan kenikmatan yang sudah direguknya. Perlahan kujauhkan pantatku dari tubuh Fifi dan kurasakan dingin penisku saat keluar dari liang kenikmatan. Aku terlentang merasakan sisa-sisa kenikmatan. Fifi kembali bergerak dan berdiri. Dia tersenyum melangkah menuju kamar mandi. Kudengar suara gemericik air mengguyur…,
    Fifi kembali mendekatiku, aku duduk diatas karpet untuk berdiri hendak membersihkan penisku yang masih belepotan, aku terkejut saat Fifi kembali mendorongku untuk tidur.
    “Eh fi aku mau ke kamar mandi dulu.., bersih- bersih nih…”
    Tapi tak kudengar jawaban karena Fifi menunduk di sela pahaku dan kurasakan mulut Fifi kembali beraksi memanjakan penisku dengan lidahnya. Aku geli menggelinjang merasakan nikmatnya kuluman mulut Fifi ke penisku. Telur penisku dijilat dan dihisap perlahan. Serasa ujung syarafku menegang.

    Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan tapi Fifi semakin ganas melumat penisku. Ujung penisku dihisap kuat-kuat kemudian dilepas lagi dan tangnnya mengocok tiada henti. Akhirnya aku menyerah untuk merasakan kenikmatan mulut Fifi yang semakin menggila. Kulihat kepala Fifi naik turun mengelomoh penisku yang menegang. Saat mulutnya menghisap kusaksikan pipi Fifi kempot seperti orang tua. Penisku dikeluarkan dari mulutnya dan kusaksikan kepala penisku sudah memerah siap untuk menyemprotkan air kehidupan. Fifi kembali menggoyang mulutnya untuk penisku tiada henti. Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa. Dihisap dan dikulum. Lidahnya menjilat dan mengecap seluruh bagian penisku. Tangan Fifi membantu mulutnya yang mungil memegangi penisku yang mulai tak tentu arah. Aku kegerahan, kupegang kepalanya dan kuataur ritme agar aku tidak cepat keluar.

    Hanya suara aneh itu yang sanggup keluar dari mulutku. Aku mencoba duduk untuk melihat seluruh gerakan Fifi yang semakin liar pada penisku. Kepala Fifi tetap dalam dekapan tangaku, kuciumi rambutnya yang halus dan kobelai punggungnya yang putih licin, dia mulai berkeringat mengagumu penisku. Mulut Fifi berguman menikmati ujung penisku yang semakin membonggol. Tanganku kuarahkan untuk meremas payudaranya. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kuremas kuat Fifi hanya mengguman dan melenguh. Gila, Sayang aku tidak berhasil mengatur waktu yang lebih lama lagi untuk tidak mengeluarkan cairanku. Mulut Fifi sekain ganas melihat tingkahku yang mulai tak karuan. Lenguhku semakin keras. diluar dugaan Fifi semakin kuat melakukan kuluman dan hisapan peda penisku. Akhirnya aku tidak tahan merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Kuangkat pantatku tinggi – tinggi, rupanya Fifi mengerti maksudku, dimasukkannya dalam-dalam penisku dan kurasakan Fifi tambah kuat menghisap cairanku aku jadi merasa tersedot masuk dalam mulutnya.

    Tak seberapa lama setelah cairanku habis, Fifi masih mengulum dan membersihkan sisa-sisa dengan mulutnya. Aku hanya bisa tengadah merasakan semuanya. Setelah itu Fifi mulai melepas mulutnya dari penisku. Kulihat semuanya sudah bersih dan licin. Fifi tersenyum dan dia mengelus dadaku yang masih telanjang. Aku baru bisa berdiri dan menuju ke kamar mandi saat Fifi beranjak dari duduknya untuk membuatkan aku minuman. Kubersihkan diriku. Aku minum sejenak, dan Fifi hanya diam saja memandangiku.
    “Kenapa Fi…?”, tanyaku.
    Dia memandangku dan berkata, “Maaf ya De sebenarnya aku tadi hanya memancingmu saja kok, aku nggak tahu kamu udah pernah main ama Diana atau belum, abisan aku lihat tatapan mata Diana sama kamu kadang mesra sekali sih aku jadi curiga”
    “Gila, kupikir”, tapi aku hanya senyum saja mendengarnya.

    Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.45 aku harus bergegas untuk menyiapkan rapat. Kami berdua menuju ke toko tempat Fifi memarkir mobilnya. Selama diperjalanan kami semakin mesra dan berkali-kali kudengar lenguh manja Fifi seakan masih menikmati sisa-sisa orgasmenya. Tangankupun sekali-kali tidak lagi takut menelungkup disela pahanya atu penggelayut dipayudaranya yang besar. Bahkan Fifi semakin membiarkan pahanya terbuka lebar dengan rok terangkat untuk mempermudah tanganku mengembara dikemaluannya. Fifipun tak mau kalah penisku jadi sasaran tangannya saat tangaku tidak menempati kemaluannya. Kurasakan penisku tegang kembali. Fifi hanya tersenyum dan meraba terus penisku dari luar celana. Akhirnya sampai juga ditempat Fifi memarkir mobil dan kami berpisah, Fifi memberikan kecup manja dan ucapan terima kasih.
    Aku hanya tersenyum dan bergumam, “Besok aku mau lagi..”
    Fifi mengangguk dan berkata “Kapanpun Ade mau, Fifi akan layani”
    Hati setanku bersoak mendengar jawaban yang mengandung arti kemanjaan sebuah penis dan keganasan kemaluan memerah dengan bulu halus. Diana tidak mengetahui kalau aku sering merasakan kemaluan Fifi yang putih dan empuk itu. Mereka masih tetap akrab dan berjalan bersama seperti biasanya

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Tante Genit Cantik Paksa Aku Bermain Seks – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Tante Genit Cantik Paksa Aku Bermain Seks – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1644 views

    Perawanku – Namaku Wandy, aku adalah seorang mahasiswa PTS terkenal di Yogyakarta berusia 22 tahun dan aku kost di sebuah rumah milik seorang janda pengusaha toko, sebut saja Tante Lisa. Usianya masih 40 tahun. Suaminya meninggal karena komplikasi, dan dengar-dengar dari tetangga Tante Lisa itu dulunya hostess di Surabaya.

    Tante Lisa sangat cantik dan menjaga tubuhnya sehingga dia tampak seperti berumur 30 tahun. Dia juga berpenampilan seksi, suka memakai celana kaos ketat dan tank-top. Ceritanya berawal ketika suatu hari aku sedang onani di kamar mandi dan ternyata lupa dikunci. Ternyata Tante Lisa menontonnya dan setelah aku orgasme, aku kaget melihatnya.

    “Wan, kelihatannya asyik ya.. mendingan lain kali minta bantuan Tante pasti lebih enak.”

    Aku jadi malu berat dibuatnya, “Maaf Tante, saya lupa menutup pintunya.”

    “Nggak apa kok Wan, kan kamu sudah dewasa dan wajar melakukannya. Tante juga sudah sering lihat yang begituan kok”, katanya sambil senyum.

    Beberapa hari kemudian aku disuruh bantu-bantu di tokonya dan tanpa segan-segan aku membantunya hingga malam Tante Lisa memintaku untuk menemaninya dan aku disuruh menginap di situ, memang di tokonya ada dua kamar di lantai dua (ruko) dan kamar tersebut kadang ditempati Tante Lisa bersama anaknya. Tante Lisa mengajakku makan bersama dan minum wine dan aku tidak mengerti kok aku bisa sampai tidak sadar, mungkin dicampur obat tidur.

    Paginya Tante Lisa membangunkanku bahkan harus sampai disiram, aku disuruh cepat-cepat pulang kost dan merahasiakan kalau aku tidur di ruko. Aku menurutinya dan malamnya setelah toko tutup Tante Lisa mengajakku berhubungan intim.

    “Wan, Tante minta malam ini kamu puasin Tante ya.”

    Karuan saja kutolak karena aku memang belum pernah gituan dan takut meskipun aku sering nonton BF.

    “Maaf Tante saya nggak berani”, kataku sambil gugup. Tante Lisa mengancam dan Tante Lisa memutar videoku sedang tidur bugil. Tante Lisa bilang tadi malam saat tidur menelanjangiku dan merekamnya dengan Handycam.

    “Tante akan menyebarkan rekaman ini jika kamu nggak mau melayani Tante kecuali kamu mau melakukan yang Tante minta. Percaya Tante deh, toh Tante juga menjaga nama baik Tante jadi ini akan jadi rahasia kita berdua.”

    Akhirnya karena takut dan polos aku melayaninya. Dari situ aku tahu ternyata Tante Lisa maniak seks, Tante Lisa pertama minta mandi Caty (dijilati tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut) dan Tante Lisa minta aku menjilatinya liang kewanitaannya sampai berjam-jam setiap aku berhenti Tante Lisa menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke liang sorganya. Pengalaman pertamaku menyentuh wanita apalagi menjilati seluruh bagian tubuhnya, dalam keterpaksaan itu aku sampai menangis.

    “Sudah Tante.. sudah”, sambil nafasku tersengal-sengal.

    “Aghh.. jangan lepas. Teruss.. teruss!”

    Tante Lisa terus menjepit kepalaku dengan kedua pahanya yang kencang. Aku dapat merasakan harumnya kemaluan Tante Lisa. Aku sendiri merasa nikmat sekaligus takut. Dia menyuruhku tidur di sofa dan Tante Lisa menduduki wajahku sehingga aku dipaksa menjilati kelamin dan anusnya.

    “Aghh.. enak sekali Wan”, katanya sambil memutar-mutar pantatnya di atas wajahku yang sudah basah karena cairan kewanitaannya. Pantatnya yang hangat dan kencang itu menindih wajahku sehingga aku sampai susah bernafas. Jika Tante Lisa tidak merasa puas atas pelayananku ia suka sekali menampar, mencakar, menjambak, meludahi. Setelah itu Tante Lisa mengambil posisi 69 dan kami saling mengoral.

    “Ayo Wan, kamu bisa lebih panjang lagi”, katanya sambil menarik-narik kemaluanku dan memelintir pelirku. Aku yang kesakitan tapi merasakan sensasi yang luar biasa. Dalam mengoral, Tante Lisa seperti singa yang tidak diberi makan 3 hari. Sangat buas dan Tante Lisa mempermainkannya dengan sangat cekatan terampil, kadang menarik terus memutar kadang mengocoknya dengan cepat terus perlahan.

    Bahkan pernah Tante Lisa mengencingi wajahku sambil membuka mulutku.. lalu aku disuruh menjilat air kencingnya yang tercecer di lantai. Entah kenapa lama-lama aku malah menyukai mungkin aku termasuk sado masochocist.

    Suatu hari entah dari mana Tante Lisa membawa alat-alat untuk seks sado masochist, ada bola penyumpal mulut terus seperti kuas penggelitik, cemeti dari kulit, pengikat leher seperti anjing, CD kulit yang berlobang di bagian depannya dan pakaian seperti pasukan Romawi dulu

    Dia menelanjangi dan mengikatku sambil merangkak Tante Lisa berteriak-teriak memecutiku dan menendang pantatku persis seperti anjing, dia sebar makanan di lantai dan menyuruhku memungut dengan mulut bahkan menjilati ludah dan kencingnya di lantai.

    Di bagian batang kemaluanku dia mengikatkan sebuah karet gelang yang ada kerincingnya sehinga setiap kali merangkak berbunyi nyaring. “Ayo.. ayo kalau kamu mau jadi anjing Tante yang setia harus nurut yang Tante perintahkan!” Tante Lisa kadang memperlakukanku seperti kuda, dengan mengikat leherku dan menunggangi punggungku sambil memecut pantatku.

    Sering juga Tante Lisa yang maniak seks memasukkan sebagian pisang susu ke liang kewanitaannya dan menyuruhku mengambil dan memakannya dengan mulut. Untuk menyumpal mulutku agar aku tidak mengerang keras biasanya Tante Lisa memakai CD-nya atau Carefree Panty Shield.

    Aku tidak pernah punya kesempatan menggunakan batang kemaluanku, paling Tante Lisa suka sekali mengocoknya bahkan Tante Lisa pernah mengocokku sampai orgasme 4 kali dalam satu malam. Sampai batang kemaluanku lecet dan perih dan tangan Tante Lisa juga sampai pegal-pegal.

    Tante Lisa sangat merawat batang kemaluanku, buktinya setiap habis main selalu dia merendam dengan air hangat dan kadang dengan teh basi katanya agar batang kemaluanku selalu kuat dan siap kapan saja.

    “Masak cuman bisa dua kali.. nih rasakan!” katanya sambil menyentil ujung kemaluanku.

    “Aduh.. ampun Tante..” pintaku memelas.

    Itulah yang sering terjadi jika Tante Lisa yang maniak seks memaksaku orgasme berkali-kali. Dalam mengocok Tante Lisa juga kadang pakai sarung tangan, pakai foam/shampoo, odol, pakai supit untuk mie dll, biasanya Tante Lisa mengocokku sambil minta dioral seks atau menjilati puting dan ketiaknya.

  • Pengalaman Ngentot Dapat Perawan Desi

    Pengalaman Ngentot Dapat Perawan Desi


    1802 views


    Perawanku – Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan hubungan seksual. Kebetulan pula wanita itu juga baru pertama kali melakukannya. Dia adalah pacar saya. Sebutlah namanya Desi. Memang dia sudah beberapa kali saya ajak ke rumah saya. Tapi setiap kali ke rumah, kami hanya sekedar tiduran dan paling jauh cuma ciuman saja.

    Ceritanya bermula ketika untuk kesekian kalinya dia saya ajak main ke rumah. Awalnya seperti biasanya kami cuma cium-ciuman saja. Cium pipi, cium bibir, hal biasa kami lakukan. Entah setan apa yang lewat di benak kami. Tangan kami mulai berani meraba-raba bagian lain, sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh dua insan yang belum menikah. Ketika tangan saya meraba payudaranya (kami masih berpakaian lengkap), dia sama sekali tidak menolak.

    Ini membuat saya sedikit lebih berani untuk meremas payudaranya sedikit lebih keras. Ternyata dia menikmatinya. Saya mencoba untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kali ini tangan saya perlahan-lahan saya arahkan ke bagian selangkangannya. Dia masih tidak menolak. Saat itu dia memakai celana panjang dari kain yang tipis, jadi saya bisa merasakan lembutnya bibir kemaluannya. Tanpa saya sadari tangannya juga telah mengelus-elus selangkangan saya. Mungkin karena pikiran saya terlalu tegang, sampai-sampai saya kurang memperhatikannya. Kurang masuk akal memang.

    Tapi itulah yang terjadi. Kepasrahannya semakin melambungkan kekurangajaran saya. Tangan saya mulai menyelinap ke balik pakaiannya. Saya kembali meremas-remas payudaranya. Kali ini langsung menyentuh permukaan kulitnya. Saya lakukan sambil mencium lehernya dengan lembut. Suara desahan lembut mulai terdengar dari bibirnya, di saat saya menyelipkan tangan saya ke balik celana dalamnya. Ada sedikit rasa ragu ketika meraba bibir kemaluannya secara langsung. Saya kumpulkan segenap keberanian saya yang tersisa. Jari tengah saya, saya tekan sedikit demi sedikit dan perlahan ke belahan kemaluannya. Saat itulah dia tersentak dan menahan tangan saya. Dia menatap mata saya.

    “Jangan dimasukkan ya Mas”, katanya.
    Saya hanya tersenyum dan mengangguk. Serta merta dia mencium bibir saya. Sementara jari saya masih mengelus-elus bibir kemaluannya. Lendir yang membasahi dinding vaginanya, mulai merembes hingga ke bibir kemaluannya. Saya mencoba memintanya untuk menyentuh dan memegang kemaluan saya. Ternyata dia tidak menolak. Terlihat jelas di raut mukanya, dia sedikit gugup ketika membuka rensleting celana saya. Dan seakan malu memandang wajah saya ketika dia mulai menggenggam kemaluan saya. Untuk mengurangi ketegangannya saya mencium bibirnya. Selama lebih dari setengah jam kami hanya berani melakukan itu-itu saja. Kemudian saya beranikan diri untuk mengajaknya menanggalkan semua pakaian. Dia terlihat ragu, dan hanya menunduk. Mungkin dia ingin menolak tapi takut membuat saya kecewa.

    “Kamu bener berani tanggung jawab”, katanya lagi.
    Saya terdiam sejenak dan kemudian mengangguk. Padahal dalam hati, saya bertanya-tanya, benarkah saya mampu bertanggungjawab? Dia menanyakannya sekali lagi. Dan saya mengiyakannya untuk kedua kalinya. Diapun mulai melepaskan kancing bajunya. Ketika saya membantunya, dia menolak.

    “Biar Saya sendiri saja.., Kamu lepas bajumu.”, sahutnya.
    Saya menurut saja. Dan tak lama kemudian, tak ada selembar benangpun pada tubuh kami. Telanjang bulat, walaupun dia masih menutupi payudaranya dengan tangan dan menyilangkan pahanya untuk menutupi kemaluannya. Saya memeluknya sambil berusaha menurunkan tangannya. Dia menurut, saat saya kembali meremas payudaranya dengan lembut. Kali ini tanpa diminta dia mau memegang kemaluan saya sambil mengelus-elusnya. Entah karena terangsang atau karena saya mengatakan mau bertanggung jawab tadi, dia menuntun tangan saya untuk mengelus selangkangannya.

    Agar dia tidak merasa malu, saya terus mencumbunya. Dia menikmatinya sambil menekan jari saya ke bibir kemaluannya, yang saya rasakan semakin basah oleh lendir. Dia kemudian merebahkan tubuhnya. Dan saya pun merebahkan tubuh saya di atas tubuhnya. Kami kembali bercumbu. Kali ini sedikit lebih liar. Suara desahan terdengar lebih nyaring daripada sebelumnya, ketika saya mencubit clitorisnya. Ketika saya sudah tidak tahan lagi, saya mencoba “minta ijin” padanya untuk berbuat lebih jauh. Dia mengangguk sambil sedikit meregangkan belahan pahanya.

    Setelah “mendapatkan ijin”, saya mencoba memasukkan kemaluan saya ke liang vaginanya. Tapi sulitnya luar biasa. Berkali-kali saya coba, tetapi belahan itu seakan-akan direkatkan oleh lem yang kuat. Ujung kemaluan saya sampai sakit rasanya. Dan dia pun meringis kesakitan, sambil sesekali memekik kecil, “Aduh.., aduh”. Saya sedikit tidak tega juga. Saya hentikan sejenak usaha saya itu, sambil kembali mengelus bibir kemaluannya, agar sakitnya sedikit berkurang.

    “Masih sakit?”, tanya saya.
    “Udah nggak begitu sakit”, jawabnya.
    Saya mencobanya lagi. Kali ini saya minta dia membuka bibir vaginanya lebih lebar. Tetapi masih susah juga. Padahal kata teman-teman saya yang sudah sering berhubungan seks, kalau sudah basah pasti gampang. Kenyataannya ujung kemaluan saya sampai sakit gara-gara saya paksa masuk. Saya hampir putus asa. Kemaluan saya mulai lemas lagi karena saya menjadi kurang konsentrasi.

    Tiba-tiba saya teringat bahwa saya pernah baca di majalah, ada jenis selaput dara yang sangat elastis dan relatif lebih tebal daripada yang normal. Kepercayaan diri saya mulai timbul lagi. Saya “mengusulkan” padanya, pakai jari saja dulu. Maksud saya supaya agak lebar lubangnya. Dia setuju saja. Walaupun saya sadar selaput dara itu justru akan robek karena jari saya, bukan karena kemaluan saya, cara itu tetap saya lakukan. Dari pada kami (terutama dia) kesakitan, lebih baik begini.


    Mulanya saya hanya menggunakan jari kelingking. Dia hanya mendesah sambil menggigit bibirnya. Kemudian saya lakukan dengan jari tengah, sambil menggerakkannya naik turun. Dia masih hanya mendesah. Kemudian saya masukkan jari tengah dan telunjuk ke liang vaginanya. Dia menjerit halus sambil menahan tangan saya agar tidak masuk lebih dalam. Setelah dia melepaskan tangannya baru saya lanjutkan lagi dengan sangat perlahan.

    Setelah yakin sudah cukup, saya mencoba kembali memasukkan kemaluan saya ke liang vaginanya. Saya menyibakkan bibir vaginanya, sementara dia mengarahkan kemaluan saya. Memang sedikit lebih mudah sekarang. Tapi tetap saja dia merintih kesakitan. Sayapun masih merasakan sakit. Kemaluan saya seperti diperas dengan sangat keras. Setiap kali merasakan sakit (dan mungkin perih), dia menahan “laju” masuknya kemaluan saya. Sayapun hanya berani melakukannya dengan gerakan perlahan. Hati saya benar-benar tidak tega melihatnya merintih kesakitan. Tapi pada akhirnya kemaluan saya bisa masuk seluruhnya.

    Saat pertama kali berhasil masuk, saya belum berani menariknya kembali. Kami hanya berciuman saja, supaya rasa sakit itu reda dahulu. Setelah itu baru saya berani menggerakkan pinggul saya maju mundur, tapi masih sangat pelan. Sementara tangannya tampak memegang erat ujung bantal, sambil terpejam dan mengigit bibirnya. Setelah beberapa lama, kami berganti posisi. Kali ini saya berada di bawah, sementara dia duduk di atas saya. Dia saya minta menggerakan pinggulnya naik turun. Dia hanya beberapa kali melakukannya. Dan berkata, “Aku nggak bisa”, sambil berguling ke samping saya.

    Saya memeluknya dan mengelus rambutnya serta mencium keningnya. Kemudian kembali merapatkan tubuh saya ke atas tubuhnya. Saya memasukkan kembali kemaluan saya ke liang vaginanya. Kali ini gampang sekali. Di dorong sedikit langsung bisa masuk. Dan dia pun tidak lagi merintih kesakitan. Hanya mendesah halus. Saya kembali menggerakkan pinggul saya maju mundur. Saya coba lebih cepat. Rasanya licin sekali. Saya merasakan diantara kemaluan kami sangat basah oleh lendir bercampur keringat. Saya terus melakukannya sambil mencium bibirnya. Kali ini dia lebih erotis.

    Dia sangat suka menghisap-hisap lidah saya, yang sengaja saya julurkan ke dalam mulutnya. Sementara tangannya tak henti-hentinya mengelus punggung dan pantat saya. Sesekali saya jilati puting susunya dengan lidah saya. Namun dia lebih suka kalau saya menghisap putingnya itu. Sebenarnya saat itu saya kurang berkonsentrasi. Pikiran saya masih terbagi. Saya masih berpikir agar tidak membuat dia kesakitan. Mungkin karena itu saya bisa bertahan agak lama. Kalau tidak mungkin saya sudah mengalami ejakulasi.

    Setelah cukup lama, tiba-tiba dia menyentakkan pinggulnya ke atas sambil menekan pantat saya. Saya tidak tahu apakah saat itu dia mengalami orgasme atau tidak. Tapi yang jelas dia menahan posisi itu cukup lama. Setelah itu dia bilang bahwa dia capek. Saya pun mengerti, dan walaupun belum mengalami ejakulasi, saya mengeluarkan kemaluan saya dari liang vaginanya, dan tidur telentang di sampingnya. Sekilas saya lihat, di bibir kemaluannya ada lendir putih yang ketika saya pegang terasa kental dan lengket, namun tidak kesat seperti halnya sperma.


    Sepertinya dia tahu kalau saya belum puas (yah namanya juga kurang konsentrasi). Dia duduk di sebelah saya sambil kemudian menggenggam kemaluan saya. Perlahan-lahan dia menggerakan tangannya naik turun. Saya sangat menikmati perlakuannya ini. Payudaranya kembali saya elus-elus. Sesekali saya permainkan putingnya dengan jari. Kali ini saya tidak bisa bertahan lama. Ketika gerakan tangannya semakin cepat, saya merasakan geli yang luar biasa di ujung kemaluan saya. Dan saya pun akhirnya mengalami ejakulasi. Dia menampung sperma saya dengan telapak tangannya.

    Kemudian membersihkan sisanya dengan tissue. Setelah mencuci tangan serta kemaluannya, dia kembali ke kamar dan mencium saya. Dia kemudian merebahkan kepalanya di dada saya. Sementara saya mengelus-elus rambutnya.
    Saat membenahi kamar sebelum mengantarnya pulang, pandangan saya tertuju pada bekas tissue yang sebagian juga digunakan untuk membersihkan sisa lendir kemaluannya. Terlihat bercak-bercak merah pada beberapa lembar tissue, tetapi tidak banyak.
    Saya memandangnya dan bertanya, “Masih berdarah nggak?”.
    Dia menggeleng, dan menjawab, “Sudah nggak lagi, tadi sudah aku cuci”.

    Setelah itu saya mengantar dia pulang. Kalau tidak salah waktu itu sudah sekitar jam sembilan malam. Saat perjalanan kembali pulang, saya berpikir. Dia sudah mengorbankan miliknya yang paling berharga kepada saya.

    Dia berkorban karena dia percaya pada saya. Belum pernah dalam hidup saya, ada orang yang begitu percayanya pada saya. Bahkan jauh melebihi kepercayaan orang tua saya, yang lebih sering memberikan uang belaka daripada sebuah kepercayaan yang tulus. Kepercayaan yang diberikannya adalah pemberian yang tak ternilai harganya. Saya berharap kebersamaan kami dapat terjalin selamanya.

  • Cerita Seks Kelakuan Ayah Sambungan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Seks Kelakuan Ayah Sambungan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2936 views

    Perawanku – Cerita di bawah ini mengisahkan gadis belia yg hidupnya malang dimana perawan yg ranum di cicipi oleh ayah tirinya mau tau kisah sex serunya bagaimana simak yuk: tokoh Vita eksekusi Djalal.

    Vita wanita yg mau beranjak ABG sangat kasihan dimana dia dari sejak kelas SD sudah di tinggal oleh ayah kandungnya meninggal dunia sdangkan ibunya memilih untuk kawin lagi dgn laki laki lain sepeninggalan suaminya, ternyata umur ayah tiri Vita yg bernama Djalal masih berusia 30 an tahun masih Nampak muda dan belum tua.

    Dari pernikahannya sama ibu Vita , Djalal sudah memendam rasa ingin sekali mencoba lubang perawan dari Vita dan baru kali ini di usianya yg ke 17 tahun Djalal sudah mempertontonkan gerak gerik dimana setiap vita kalau sdang membersihkan rumah atau lagi ngepel mata Djalal selalu melihat pantat yg menari nari sangat indah. cerita sex bokep terbaru

    Timbullah hasratnya untuk menyaksikan tubuh sang anak tiri yg indah polos tanpa pakaian. Djalal mendapat akal, suatu hari ketika Vita dan ibunya sdang keluar rumah, Djalal bekerja keras membuat lubang di dinding kamar mandi yg hanya terbuat dari papan.

    Suatu hari ketika Vita hendak pergi mandi Djalal bersiap menunggu sambil mengintip dari lubang kamar mandi yg telah dibuatnya, Vita memasuki kamar mandi dgn hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya, setelah mengunci pintu kamar mandi dgn tanpa ragu Vita melepaskan handuknya,

    Djalal menelan liurnya menyaksikan pemandangan indah yg terpampang di depan matanya, pemandangan indah yg berasal dari tubuh indah anak tirinya, tubuh yg begitu sekal padat, ramping dan mulus itu membuat gairah Djalal bergejolak, apalagi sepasang payudara yg begitu mulus dgn sepasang puting susu berwarna merah jambu menghias indah di puncak payudara yg sekal itu,

    Mata Djalal melirik ke arah selangkangan gadis itu tampak bulu-bulu halus indah menghias di sekitar belahan kemaluan perawan itu yg membukit rapat. Semua itu membuat dada Djalal bergetar menahan nafsu, membuatnya semakin penasaran ingin menikmati keindahan yg sdang terpampang di depan matanya. Djalal tahu Vita sering keluar dari kamarnya pada malam hari untuk pipis.

    Pada malam berikutnya, Djalal dgn sabar menunggu. Begitu Vita memasuki kamar mandi, Djalal membarenginya dgn memasuki kamar Vita. Djalal menunggu dgn jantung berdebar keras, begitu Vita masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu Djalal muncul dari balik lemari,

    Vita terbelalak, mulutnya menganga, buru-buru Djalal meletakkan telunjuk ke mulutnya, isyarat agar Vita jangan berteriak, Vita mundur beberapa langkah dgn ketakutan. Djalal maju dan tiba-tiba menyergapnya Vita siap menjerit, tetapi Djalal dgn cepat menutup mulutnya.

    “Jangan menjerit!”, Djalal mengancam. Vita semakin ketakutan, badannya gemetar.

    Djalal memeluk gadis yg masih murni itu, menciumi bibirnya bertubi-tubi. Vita terengah-engah.

    “Jangan takut, nanti kuberi uang”, kata Djalal dgn nafas menggebu-gebu.

    Bibir Vita terus diciumi, gadis itu memejamkan matanya, merasakan nikmat, dgn mulut terbuka. Tanpa sadar, rontaan Vita mulai melemah, bahkan kedua lengannya memanggut bahu Djalal.

    Sekilas terbayg adegan di buku porno yg pernah dilihatnya.

    Alangkah gembiranya Djalal ketika Vita mulai membalas ciuman-ciumanya dgn tak kalah gencarnya.
    “Pak, Pak jangan…!”, Walaupun mulutnya berkata jangan, tetapi Vita tidak mengadakan perlawanan ketika gaunnya di lepas.

    Dalam sekejap, Vita hanya mengenakan beha dan celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama. Djalal mencopoti bajunya sendiri. Vita menghambur ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dgn selimut, Vita menghadap tembok, menunggu dgn dada bergetar, di hatinya terjadi pertentangan antara nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kehormatannya, namun nafsulah yg menang.

    Selimut yg menutupi tubuh ditarik, Vita dipeluk dari belakang dan dirasakannya hangatnya pisang ambon Djalal mengganjal dan menggesek-gesek di belahan pantatnya, Vita menggigil.

    Dgn bernafsu Djalal menciumi kuduk Vita, gadis itu menggelinjang-gelinjang, rasa nikmat menyelusup ke pori-porinya. Djalal membalikkan tubuh Vita hingga telentang, gadis itu meronta hendak melepaskan diri, Djalal menindihnya, tangannya meraba-raba bongkahan buah dada Vita. Dada yg ranum dan sehat, yg selama beberapa hari ini mengisi khayalan Djalal.

    Kembali rontaan-rontaan Vita melemah, dirasakannya kenikmatan pada buah dadanya, yg diciumi Djalal dgn berganti-gantian. Dada yg kenyal dan masih segar itu bergetar-getar, Djalal membuka mulutnya dan melahap putingnya yg merah jambu.

    Vita menjerit lirih, tetapi segera tenggelam dalam erangan kenikmatan. “Pak, mm.., mm.., ja..ngan ssshh mmphh…, sshh..”.

    Akhirnya Vita tidak lagi memberontak, dibiarkannya payudara kiri dan kanannya dijilati dan dihisap oleh Djalal. Aroma harum yg terpancar dari tubuh perawan itu benar-benar menyegarkan, membuat rangsangan birahi Djalal semakin naik.

    Kedua bukit indah Vita semakin mengeras dan membesar, puting yg belum pernah dihisap mulut bayi itu kian indah menawan, Djalal terus mengulum dan mengulumnya terus.

    “Pak, Saya.., takuut”, Suara Vita mendesah lembut.

    “Jangan takut, tidak apa-apa nanti kuberi uang..”, dgn napas memburu.

    “Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah..”.

    “aakh.., ibumu tidak akan bangun sampai besok pagi, ia sudah kuberi obat tidur”.

    Vita mulai mendesah lebih bergairah ketika tangan Djalal mulai bermain di bukit kemaluannya yg membengkak. Djalal menekan-nekan bukit indah itu. “Kue apemmu hebat sekali”, bisik Djalal sambil berkali-kali meneguk air liurnya, tangan Djalal menguak belahan kue apem itu.

    Vita yg semula mengatupkan pahanya rapat-rapat kini mulai mengendurkannya, bagaimana tidak? Sentuhan-sentuhan tangan Djalal yg romantis mendatangkan rasa nikmat bukan kepalang apalagi batang kemaluan lelaki yg tegak itu, menggesek-gesek hangat di paha Vita dan berdenyut-denyut.

    Sebenarnya Vita ingin sekali menggenggam batang kemaluan yg besarnya luar biasa itu.

    Sementara itu Djalal menggosok-gosokkan tangannya ke bukit kemaluan yg ditumbuhi rambut halus yg baru merintis indah menghiasi bukit itu. “Sssssh…, mmh…, sssh…, aakh..”, Mata Vita membeliak-beliak dan pahanyapun membuka.

    Djalal menggesek-gesekkan kepala kontolnya di bibir memek Vita yg masih rapat walau sudah dikangkangkan. Secara naluriah Vita menggenggam batang kontol Djalal, ia merasa jengah, keduanya saling berpandangan, Vita malu sekali dan akan menarik kembali tangannya tetapi dicegah oleh Djalal, sambil tersenyum, lelaki yg cukup ganteng itu berkata,

    “Tidak apa-apa, Vita! Genggamlah sayg, berbuatlah sesuka hatimu!”. Dan dgn dada berdegup Vita tetap menggenggam batang kontol yg keras itu. Djalal merem-melek menikmati belaian dan remasan lembut pada batang kontolnya.

    Sementara itu tangan Djalal mulai menjelajahi bagian dalam kemaluan Vita, gadis itu menjerit kecil berkali-kali. Bagian dalam kemaluannya telah basah dan licin, ujung jari Djalal menyentuh-nyentuh clitoris Vita. Vita menggelinjang-gelinjang.

    “Bagaimana Vit?”, tanya Djalal.

    “Enaakh…, Paak!”, Jawab Vita.

    Djalal semangkin gencar menggempur memek Vita dgn jari tangannya. Lalu Djalal menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Vita. Dipandanginya belahan memek yg begitu indahnya, menampakkan bagian dalamnya yg kemerahan dan licin.

    Djalal menguakkan bibir-bibir kemaluan itu, maka kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibir-bibir kemaluan Vita, Djalal tidak dapat menahan dirinya lagi, diciumnya clitoris Vita dgn penuh nafsu. Vita menjerit kecil.

    “Kenapa Vita? Sakit?”, tanya Djalal di sela kesibukannya.

    Vita menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kakinya. Dgn bernafsu Djalal menjilati memek Vita dan lidahnya menerobos menjilati bagian dalam dari kemaluan Vita, melilit dan membelai clitorisnya.

    Vita semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Djalal, tiba-tiba dirasakannya dinding bagian dalam kemaluannya berdenyut-denyut serta seluruh tubuhnya terasa menegang dan bersamaan dgn itu ia merasakan sesuatu seperti akan menyembur dari bagian kemaluannya yg paling dalam.

    “aakh…, uuggh…, Paakk..”, Vita mendesah seiring menyemburnya air mani dari dasar lubuk kemaluannya. Sementara Djalal tetap menjilati kemaluan Vita bahkan Djalal menghisap cairan yg licin dan kental yg menyembur dari kemaluan Vita yg masih suci itu, dan menelannya.

    “Sungguh nikmat air manimu Mar”, bisik Djalal mesra di telinga Vita. Sementara Vita memandang memelas ke arah Djalal, dan Djalal mengerti apa yg diingini gadis itu, karena iapun sudah tidak tahan seperti Vita.

    Batang kemaluan Djalal sudah keras sekali. Besar dan sangat panjang. Sdangkan bukit kemaluan Vita sudah berdenyut-denyut ingin sekali dimasuki kontol Djalal yg besar. Maka Djalalpun mengatur posisinya di atas tubuh Vita. Mata Vita terpejam, menantikan saat-saat mendebarkan itu. Batang kontol Djalal mulai menggesek dari sudut ke sudut, menyentuh clitoris Vita.

    Vita memeluk dan membalas mencium bibir ayah tirinya bertubi-tubi. Dan akhirnya topi baja Djalal mulai mencapai mulut lubang kemaluan Vita yg masih liat dan sempit. Dan Djalalpun menekan pantatnya. Vita menjerit. Bagaikan kesetanan ia memeluk dgn kuat. Tubuhnya menggigil.

    “Paak, oukh.., akh…, aakh…, ooough…, sakit Pak..”, Vita merintih-rintih, pecahlah sudah selaput daranya. Sdangkan Djalal tidak menghiraukanya ia terus saja menyodokkan seluruh batang kemaluannya dgn perlahan dan menariknya dgn perlahan pula, ini dilakukannya berulang kali. Sementara Vita mulai merasakan kenikmatan yg tiada duanya yg pernah dirasakannya.

    “Goygkan pinggulmu ke kanan dan ke kiri sayg!”, bisik Djalal sambil tetap menurun-naikkan pantatnya.

    “Eeegh…, yaa…, aakkhh…, oough..”, jawab Vita dgn mendesah. Kini Vita menggoygkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya. Dirasakannya kenikmatan yg luar biasa pada dinding-dinding kemaluannya ketika batang kontol Djalal mengaduk-aduk lubang memeknya.

    “Teee…, russ…, Paak…, eeggh…, nikmat…, ooough..!”, erang Vita. Djalal semakin gencar menyodok-nyodok memek Vita, semakin cepat pula goygan pinggul Vita mengimbanginya hingga,

    “Ouuuughh…, sa.., saya…, mmaau…, keluar.., Paak..”.

    “Tahan…, sebentar…, sayg…, ooouggh..”.

    Djalal mulai mengejang, diapun hampir mencapai klimaksmya. “aaGhh…”, jerit Vita sambil menekan pantat Djalal dgn kedua kakinya ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Bersamaan dgn tekanan kaki Vita Djalal menyodokkan kontolnya sedalam-dalamnya sambil menggeram kenikmatan, “Eeegghh…, Ooouugh..”. “Creeeet…, creeet…, creeeeeeeet..”.

    Mengalirlah air mani Djalal membasahi lubang kemaluan Vita yg sudah dibanjiri oleh air mani Vita. Merekapun mencapai puncak kenikmatannya. Keduanya terkulai lemas tak berdaya dalam kenikmatan yg luar biasa dgn posisi tubuh Djalal masih menindih Vita dan batang kontolnya masih menancap dalam lubang kemaluan Vita.

  • Cerita Sex Tukar Pasangan Dengan Teman Lama Yang Tak Terlupakan

    Cerita Sex Tukar Pasangan Dengan Teman Lama Yang Tak Terlupakan


    1408 views

    Perawanku – Cerita Sex Tukar Pasangan Dengan Teman Lama Yang Tak Terlupakan, Ivan namaku berpostur tinggi dengan berat yang ideal serta penampilan dan wajah keren kalau kata teman-temanku, saat ini aku berusia 24 tahun, kelahiran Bandung. Terus terang aku termasuk lelaki yang mempunyai
    libido seks tinggi dan butuh variasi yang bermacam-macam dalam melakukan hubungan seks. Saat ini aku sudah bekerja dan mempunyai posisi yang cukup bagus. Serta sudah mempunyai seorang istri yang cantik dan
    berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang menarik serta selalu merangsang nafsuku.

    Cerita yang akan kutampilkan ini adalah pengalamanku beberapa waktu lalu. Saat itu aku mendapat undangan dari seorang teman lamaku yang bernama Jay. Jay adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya. Sejak lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, tetapi komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum mengenal istrinya. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang.

    Pada saat menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang telah disediakan oleh perusahaannya. Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku ataupun istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tidaklah aman bagi istri-istri kami

    Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan istrinya.

    “Hai… Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi,” kataku.

    “Hai Van, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi… apa kabar, ini Sari istriku, Sari ini Ivan dan Lusi…” kata Jay balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.

    Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Jay dan Sari. Kulihat Lusi dan Sari cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, begitu juga dengan aku dan Jay.

    Ketika Sari dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Jay menarikku ke arah balkon yang ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.

    “Eh.. Van gua punya ide, mudah-mudahan aja elo setuju… karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu… gimana…” kata Jay.
    “Mengenai apa…” kataku.

    “Tapi elo jangan marah ya… kalau nggak setuju…” kata Jay lagi.

    “Oke gua janji…” kataku.

    “Begini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana…” ucap Jay.

    “Ah.. gila kamu…” kataku spontan.

    Tetapi aku terdiam sejenak dan berpikir sambil memandangi Lusi dan Sari yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Sari sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh seorang wanita seperti Lusi maupun Sari yang tidak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.

    “Gimana Van… kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah…” kata Jay meminta keputusanku lagi.

    “Tapi gimana caranya… mereka pasti marah… kalau kita beritahu…” aku balik bertanya.

    “Tenang aja, gua punya caranya kalau elo setuju…” kata Jay lagi.

    “Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.”

    “Oke… gua setuju..” kataku.

    Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut.

    Tukar Posisi
    Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang sudah diisi soft drink yang akan kami berikan kepada Lusi dan Sari. “Aduh.. asyik amat… apa sich yang diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah…” kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari, sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya kelihatan sudah habis.

    Kemudian Lusi dan Sari langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di samping Lusi dan Jay duduk di dekat Sari, kami pun ikutan ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik aku maupun Jay mulai melihat Lusi dan Sari mulai sedikit berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai bereaksi, pikirku.

    Cerita Sex
    Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Sari istrinya dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit meniupkan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.

    “Sar… aku sayang kamu…” kata Jay.

    Kulihat tangannya mulai meraba paha Sari, istrinya.

    “Eh Jay… apaan.. sich kamu… kan malu… akh.. ah…” kudengar suara Sari halus.

    “Nggak pa-pa.. ah… ah… kamu sayangku… ah…” desah Jay meneruskan serangannya ke Sari.

    Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung… tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak kuasa menahan gejolak nafsunya.

    “Lus… aku cinta kamu.. ukh… ulp… ah…”

    Aku pun mulai memeluk Lusi istriku dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya. Aku pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Jay.

    “Lus… akh… ak… kamu… sangat cantik sayang…” kataku.

    “Akh.. Van… ah… ah…” desah istriku panjang, karena tanganku mulai menyentuh bagian depan kemaluannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya secara perlahan.

    Kulihat Jay sudah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Sari istrinya, yang kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang.

    “Ah.. Jay… ah… ah… ah…” desah Sari kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka seluruh pakaian Sari, dan kulihat betapa mulusnya kulit Sari yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Jay.

    Tinggallah tubuh bugil Sari di atas sofa yang kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Jay pada dirinya. Kulihat Jay pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh Sari maupun Jay yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.

    “Ah… ulp… ulp… ulp.. ah.. sst.. sst…

    ” kulihat Sari menjilat dan menghisap kemaluan Jay yang putih kemerahan dengan nikmatnya.

    “ukh…ukh..ohh….ukh…” erang Jay menikmati permainan Sari.

    Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan meremas buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang. “Ah… ah… ah… Van… terus… ah.. ah..” desah Lusi keenakan. Tangan Lusi pun mulai membuka celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tidak sabaran. “Akh… akh… ukh… oh…” ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Sari.

    Tukar Posisi
    Aku kemudian segera mengatur permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian luar kemaluannya,

    “Aah… oh.. terus.. terus Van… enak… akh… akh…” desah Lusi.

    “Ulp.. ulp.. sst… sst… ah… uhm.. uhm… uhm…”

    Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yang tentunya terus mengalir dari dalam kemaluannya.

    “Ah… terus.. ah… ah… terus Van.. enak… akh… akh… ukh…” rintih Lusi.

    Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan.

    Perlahan kulihat Jay menggendong Sari istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Jay mulai memasukkan kedua jari tangannya ke lubang kemaluan milik Sari dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.

    “Akh… Jay… ahk… kamu.. gila Jay… akh.. terus… terus Jay… ahh…” rintih Sari terdengar.

    “Ukh… ah… ulp… akh… akh… akh.. oh… oh… oh…”

    Suara dan desahan dari istriku dan Sari secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba kemaluan Sari yang berada di sebelah istriku. Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke kemaluan Sari tersebut. Dan Jay pun membiarkan semua itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang kemaluan Sari, tangan kiri Jay pun mulai ikut meraba kemaluan istriku yang saat ini tanpa rambut, karena habis kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Sari maupun istriku membuka dan menutup matanya menikmati permainan yang aku dan Jay lakukan.
    Cerita Sex
    Perlahan aku mulai meraba buah dada sari dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah dada milik Sari lebih kenyal dibanding milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan. Kemudian aku mulai berdiri dan mengarahkan kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Sari. Istriku dan Sari pun membiarkan semuanya ini terus berlanjut. Dan kulihat Jay tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yang di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku maupun Sari, istrinya.

    Kemudian Jay mulai berdiri dan mengarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Sari yang sudah sangat basah, “Ah… Jay… terus… masukkan… terus Jay semuanya…” kata Sari.
    Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku.

    “Akh… ukh.. ah… oh… ah… oh…” erang istriku keenakan.

    Saat ini baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Sari berada pada posisi yang sama. Aku dan Jay terus menarik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan milik Sari dan Lusi. Begitu juga dengan Sari dan Lusi membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.

    Cerita Sex Tukar Pasangan Dengan Teman Lama Yang Tak Terlupakan

    Cerita Sex Tukar Pasangan Dengan Teman Lama Yang Tak Terlupakan

    Tukar Posisi Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Jay yang terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku. Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Sari, perlahan kurasakan lubang kemaluan Sari masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.

    “Akh… akh… Sar… memekmu begitu padat.. dan enak… akh…” kataku.

    “Terus… Van.. Terus.. punyamu begitu besar… terus Van… enak… akh…” rintih Sari.

    “Van.. terus… beri aku kenikmatan.. akh… akh… terus Van… enak… lebih dalam Van… akh..

    “Lus… punyamu begitu enak… sangat… rapat dan menjepit kontolku.. akh…” desah Jay kepada istriku.

    “Ehm… ehm… ukh… ukh… lebih dalam Jay… lebih dalam… teruskan Jay… teruskan… kontolmu… sangat panjang… akh.. dan menyentuh… dinding.. rahimku.. akh… akh… enak… Jay..” desah istriku lirih.

    Cerita Sex
    Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu milik Sari dan sekali-kali kugigit pelan putingnya dan Sari terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan Sari yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut. Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yang semakin keras dan menantang lubang kemaluan Sari yang kubuat basah sekali, dan Sari pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman batang kemaluanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan terhempas di luar kemaluan Sari tersebut.

    “Akh… Sar… enak.. sekali.. punyamu… akh.. akh..” desahku.

    “Oh Van… aku sangat… suka… milikmu ini… Van yang besar dan keras ini… akh… ogh… ogh… terus Van… ah…”

    Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yang panjang putih kemerahan tersebut dari belakang,

    “Akh… akh… akh… Jay… terus.. lebih dalam Jay… akh.. enak… Jay…” rintih istriku, yang kulihat buah dadanya menggantung bergoyang mengikuti dorongan dari kemaluan Jay yang terus keluar masuk, dan kemudian tangan Jay meremas buah dada tersebut serta menariknya.

    “Akh… Jay.. akh… ogh… ogh… ahh…” jerit nikmat istriku menikmati permainan Jay dari belakang tersebut.

    “Ogh.. Lus… buah dadamu begitu besar… dan… enak… ukh… ehm… ehmmm…” sahut Jay penuh kenikmatan.

    Sari mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Sari memasukkan dan menekan kemaluannya dari atas ke arah kemaluanku.

    “Blees…”

    “Aakh… enak… akh… Van punyamu begitu besar… akhg…” desah sari yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan sesekali menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yang terasa nikmat dan ngilu tetapi enak.

    “Oh… Sar.. terus… ah… ah…” desahku.

    “Oh Van… oh.. oh… oh… Van… aku hampir keluar Van… aogh… ogh…” jerit Sari.

    “Okh.. Van… okh… aku ke… luar… okh.. okh…” tubuh Sari mengejang bagaikan kuda dan kurasakan kemaluanku pun bergetar mengimbangi orgasme yang dicapai Sari.

    “Oh… ukh… okh.. Sar aku juga keluar.. okh… okh…”

    Kami pun berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, menikmati saat klimaks kami tersebut selama beberapa saat hingga kemudian kami berdua merasa lemas, dan tetap berpelukan dengan posisi Sari di atas, seolah kami sangat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan Jay dan istriku di sebelah kami.

    Kulihat Lusi istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay maupun istriku berkilap dikarenakan keringat yang mengalir pelan karena permainan seks mereka ini, kulit Jay yang putih mulus karena dia berdarah Manado ini kelihatan bersinar begitu juga istriku begitu menikmati panjangnya kemaluan Jay. Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih, “Ah… ah… ah… uh… uh… uh.. Jay tekan terus Jay dengan keras… ah.. ah..” kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.

    Tukar Posisi
    Aku kemudian mendorong kepalanya dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya, “Akh… Van… akh… enak.. ogh… ogh… ogh… terus Van…” rintih istriku, terasa olehku kemudian Sari menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali.

    “Ogh… ogh… ogh… Van… ogh… ogh… Jay… kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat… puas Jay… akh… terus… akh…” kata Lusi.

    “Ulp.. ulp… ulp.. ulp… ulp..” jilatan Sari di kemaluanku yang mengeras.

    “Okh… Jay… aku.. hampir.. ke.. ke.. luar… Jay… terus” desah istriku.

    Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang.

    “Akh… akh.. akh… akh.. Lus.. aku juga keluar… akh… akh…” jerit Jay kuat, kemudian tubuhnya mengejang dan bergetar hebat.

    “Ogh… ogh… ogh… ogh…” istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat.

    Aku pun kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan… “Akh… akh… akh… akh…” kemaluanku pun memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Sari dan sebagian lagi meloncat hingga ke tubuh istriku dan aku pun kembali mengejang kenikmatan dan kulihat Sari terus menjilati kemaluanku yang besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya.

    Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku, istriku, Jay dan Sari istrinya. Permainan ini kembali kami ulangi pagi harinya.

    Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga saatnya Jay dan Sari harus pulang ke Surabaya, ini semua adalah awal dari permainan seks bersama kami yang hingga kini seringkali kami lakukan kembali jika aku dan istriku ke Surabaya, ataupun mereka ke Jakarta. Bahkan kadang-kadang-kadang Sari sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Sari.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Langsung Sikat Memekku

    Cerita Sex Langsung Sikat Memekku


    1889 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Langsung Sikat Memekku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sehabis aku lulus dari kuliah aku langsung bekerja di ibukota, setelahnya lulus ternyata orangtuaku yang sudah berusia senja meminta aku cepat untuk menikah dengan salah satu anak temannya yang jauh, tanpa ada rasa apa apa yang menuruti kemauan orangtuaku kami langsung menikah tanpa pacaran sebelumnya.

    Lelaki itu (untuk selanjutnya aku sebut ja abang) lebih tua dari aku. resepsi pernikahan kami berjalan lancar. Malam pertama lewat begitu aja. Gak da tu gulat smekdon yang menggebu2. Kami langsung tertidur karena ternyata menjalani resepsi tu sangat melelahkan, walaupun cuma senyum dan salaman.

    Ketika paginya aku bangun, dia gak da disebelahku, aku memang bobo duluan semalem. aku keluar dari kamar untuk membuat secangkir kopi di dapur, dia lagi baca koran. Setelah minum kopi dan mandi, aku segera beberes untuk siap2 kekantor. Agen Judi Online

    Aku memang gak bisa cuti walaupun baru nikah. Bosku minta dengan sangat aku menunda cuti nikah karena ada proyek besar yang harus selesai dalam waktu dekat ini, dan porsi kerjaan yang menjadi bagianku penting sekali untuk keberhasilan proyek ini.

    Walaupun kesal ya aku iya aja.

    “Endah ke kantor ya bang, pulangnya mungkin malem, nguber dead line proyek” ujarku sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.

    “Iya”, jawabnya singkat, gak yau apa yang ada dibenaknya, kok malem pertamaku bisa lewat bgitu aja tanpa nyolek2 aku, istrinya yang baru ja dinikahinya.

    Masa bodoh ah, aku juga terpaksa nikah ma dia untuk menyenangkan kedua ortu aja. Dia gak mo nyentuh aku ya no problemo juga, mantan2 pacarku diluar banyak yang bersedia menyentuh aku begitu aku kasi signal hihi.

    Di kantor rame sekali, temen2 kerjaku yang prempuan cipika cipiki dengan aku sambil menggodaku betapa nikmatnya malem pertama, aku cuma senyum2 ja, gak tau ja semalem aku bobo ja ampe pagi, gak da yang nyolek2.

    Yang lelaki menyalami aku saja, kelihatan sekali kalo mereka kecewa dengan keputusanku untuk menikah, artinya gak bisa dugem lagi bareng mereka lagi. Malemnya, aku pulang dengan segudang rasa lelah akibat kerja rodi di kantor, itu juga blon slesai kerjaanku.

    Bos nyuru aku pulang duluan walau tim yang laen masi trus menggeluti kerjaannya masing2, toleransi buat pengantin anyar kata bos, dan disambut dengan gemuruh ketawaan dari seluruh tim ketika aku pamit duluan.

    Setibanya di rumah dia blon pulang, padahal dah malem banget. aku hanya merebahkan badanku yang capek di ranjang tanpa melepas pakean kerjaku. tiba tiba, “udah pulang kamu?” tanyanya sambil masuk ke kamar.

    “sorry bang, tadi Endah nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah” jawabku. Kami menyantap makan malam kami setelah pesenannya dateng.

    Dibandingkan temen2 prempuan dikantor, dan juga pengakuan temen2 lelakiku, aku termasuk wanita yang cantik, menawan serta sexy. Selain itu aku orang yang mudah mencairkan suasana dan nyambung jika diajak bercerita, makanya aku binun banget ngeliat kelakuan suamiku itu, gak tau lugu pa jutek, ampe aku juga gak tau mo ngomong apa ma dia. Walaupun dijodohkan tapi namanya malem pertama gak ngapa2in aneh juga untukku, mana ada kucing yang nolak ikan asin hihi.

    Setelah mandi dia nonton tv, karena gak da acara yang menarik menurutnya, dia duduk di meja kerjanya meneruskan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang. Dah jam 23.30, aku dah ngantuk nungguin movenya, tapi kayanya ni malem bakal lewat lagi bgitu aja. aku menghampirinya, “Blon slesai kerjanya bang”.

    “Blon”, jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya. “ya udah, kalo gitu Endah tidur duluan yah”, jawabku dengan tetep senyum manis walaupun bete banget.

    Malam itu rupanya sofa menjadi tepat tidurnya karena keesokan harinya aku bangun dan dia gak diranjang. Kukira dia olahraga ato apa, ketika aku keluar kamar ternyata dia sedang tidur di sofa.

    Rupanya malem kmaren dia juga bobo di sofa, aneh banget, takut aku makan kali ya, padahal aku dah jinak banget, dimakan si enggak – paling diemut2 hihi. Aku segera membuatkan secangkir kopi untuknya dan kembali ke sofa dimana dia tidur.

    “Bang, kok nggak tidur di kamar? Entar masuk angin loh, mending kan masuk ke Endah”, kataku melihat dia menggeliat terbangun karena suara sandalku memecah keheningan pagi itu.

    “nggak apa-apa kok, takut ngeganggu kamu yang dah bobo duluan”, jawabnya sambil mengusap , guyonanku gak dapet respon papa. “Endah buatin kopi ni”.

    “nggak, nggak usah aku bisa buat sendiri kok” jawabnya.

    “udah, nih…” ujarku sambil menyodorkan secangkir kopi kepadanya, buset dah juteknya, bukannya trima kasi dah dibikinin kopi ma istrinya.

    setelah itu aku sengaja duduk mepet disampingnya, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. Pagi itu seperti biasa aku menggunakan celpen dan kaos oblong yang kebesaran (ni seragam rumahku).

    “nggak ngantor?” tanyanya. aku sengaja menaruh tanganku di pahanya, dan menatapnya. “jam sembilan lewat dikit baru aku berangkat, abang?” tanyaku balik.

    “sama, aku juga, kita berangkat bareng mau nggak?”

    “Siap komandan,” jawabku sambil tertawa, lumayan gunung es mulai merespons signalku. Waktu sebelum berangkat ke kantor itu kami gunakan untuk bercanda dan saling mengenal lebih dekat lagi. Hari itu terasa sangat singkat, tugas-tugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang.

    Sepulang kantor dia menjemputku di kantor, sambil bergandengan tangan kami menuju mobil lalu meluncur ke sebuah rumah makan yang bersuasana romantis. Sampai di rumah makan itu lalu kami memesan makan dan minum.

    Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, “Bang, Endah seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang”. Kemudian aku banyak cerita tentang kerjaan di kantor, problema yang aku hadapi di kantor, dia hanya menjadi pendengar yang baek tanpa mengomentari apa2 critaku.

    Kemudian makanan sudah dihidangkan oleh waiter dan selanjutnya kami makan dan aku selingi dengan menyuapinya. Dia merespons dengan menyuapi aku juga. Kami memang duduk bersebelahan, dah aku atur gitu.

    Pembicaraan terhenti karena mulut masing2 sibuk mengunyah makanan yang dihidangkan. Setelah makan kami pun pulang. Gak banyak pembicaraan yang kami lakukan, aku dah mulai ngantuk, kekenyangan – penyakit orang kaya, kalo bis makan trus ngantuk.

    Maklum, kata ahli kesehatan seabis makan darah banyak mengalir ke perut untuk mengolah makanan yang masuk, mata gak kebagian darah sehingga akhirnya makin menyipit kerna ngantuk. Tapi lumayanlah, gunung es lebih mencair dibandingkan semalem.

    Sesampainya di rumah, dia mandi duluan dan langsung menonton tv. Jam 21.00, aku baru slesai mandi, aku hanya mengenakan celpen tanpa atasan. Aku sedang mencari baju kaos gombrong dilemari. Tiba2 pintu terbuka, refleks langsung dia menutup pintu sembari meminta maaf.

    Aku yakin, walaupun beberapa detik tadi dia pasti melihat kedua toketku yang lumayan besar dan masi kencang banget, “Ndah, sorry aku mau ngambil bantal, aku nggak ngintip kok” ujarnya dari luar kamar. Walaupun jengkel tapi aku jadi geli sendiri melihat kelakuan bodoh seorang lelaki yang judulnya suamiku itu.

    Apa impoten kali ya dia, sampe gak tergiur sama sekali melihat toketku tadi. Kukira gunung esnya makin cair karena sejak tadi pagi dia nampak lebi ceria, gak taunya…. “nggak apa-apa masuk aja….” teriakku dari dalam kamar.

    Dengan menggunakan tangan kiri, dia menutup matanya sedangkan tangan kanannya meraba-raba permukaan tempat tidur untuk mencari bantal. “udah, gak usah nutupin mata, ntar kesandung2 lagi,” kataku sambil mencolek pinggangnya.

    “Sorry, aku bukan mau ngintip tadi, aku bener-bener nggak sengaja”, katanya lagi. “nyantai aja lagi, Endah yang di intip kok abang yang panik”, balasku sambil tertawa, “eh, nggak pegel apa tidur di sofa?

    Enakan tidur di sini bareng Endah,” sambungku sambil menepuk tempat tidur. “udah, cepetan tvnya di matiin dulu”, lanjutku sambil sedikit mendorongnya. Lumayan gunung es nurut juga ma aku, selangkah lebi maju lagi.

    Setelah tv dimatikan, dia kembali ke kamar. Di kamar aku dah berada di atas tempat tidur, “bobo sini bang,” kataku sambil membetulkan posisi bantal yang berada di sampingku. Dia merebahkan tubuhnya tepat disampingku dan langsung memejamkan matanya.

    “Abang masih punya pacar yah waktu kita nikah” dia membuka matanya pelan-pelan, menatap wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya, karena posisi tubuhku yang menindih sebagian tubuhnya. “nggak, emang napa?” tanyanya balik.

    “penasaran aja, abisnya abang dingin banget…serem tau” jawabku sambil tersenyum. “aku cuman kaget aja, keadaan berubah drastis banget” jawabnya.

    “ohh… Endah kira abang jeruk makan jeruk.” “aku masi normal kali” jawabnya, tanganku perlahan mulai memeluk perutnya,

    “abisnya…..” aku cekikikan ja. Sepertinya signal yang aku berikan gak sia2 sama sekali walaupun belum membuahkan hasil. ternyata ada juga lelaki macam ini didunia.

    Karena tidak bisa lagi menahan kantuk akhirnya kami berdua tertidur sampai pagi, hanya tertidur tanpa melakukan sesuatu. Keesokan harinya aku bangun terlebih dahulu, sepanjang malam aku memeluknya dan tertidur dengan posisi setengah tubuhku menindih tubuhnya, aku gak meriksa ada yang tegang gak diselangkangannya.

    Aku nyesel gak mriksa, kalo tegang artinya dia masi normal seperti yang diucapkannya. “bang, bangun…nggak ngantor?” tanyaku sambil menjepit hidungnya. Dia menggeliat dan bangun sambil mengucek-ngucek mata.

    pagi itu, di kantor aku memberi perhatian lebih padanya dan terus saja mengirimkan sms yang menanyakan kegiatannya dan lain-lain. Aku terus saja mengirimkan signal2 kepadanya dan kayanya response nya positif.

    Malemnya aku sampe duluan dirumah. Hari ini hari Jumat, besok kami berdua libur, aku menyiapkan strategiku untuk mendorong dia mau mengemeliku. aku dah nyiapin makan malem buat dia. aku mengenakan kaos berlambang MU dengan celpen, karena kegedean bajunya aku atur hingga bahu sebelah kananku terlihat keluar dari leher baju.

    Dia bengong melihat aku pake baju kaya gitu. “Kenapa kok abang bengong?” tanyaku. “tu kan kaos aku,” katanya. “iya, emang istri nggak boleh pake baju suaminya?” tanyaku balik.

    “bole aja sih, eh tapi kamu cantik loh kayak gitu.

    Aku sampe terpana ngeliatnya” katanya. “bisa merayu juga toh abang. Kalo cantik mah Endah dari kecil bang, abang baru nyadar ya kalo istri abang cantik”, aku menggodanya.

    “udah makan dulu sana….keburu dingin,” kataku lagi. “Masakanmu enak Ndah”. “Tu kan selain cantik, istri abang koki yang baek juga ya”. Dia senyum2 ja mendengar ocehanku.

    Sehabis makan, dia nyamperin aku, aku lagi nonton film di tv. “duduk sini bang, deket Endah”. perlahan dia duduk disampingku.

    Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya erat-erat. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, aku langsung menyandarkan kepalaku di bahunya. Dia menaikan tangannya sedikit agar aku bisa meletakkan kepalaku di dadanya, tanganku menyusuri pinggangnya lalu kupeluk.

    “Ndah, kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja, aku siap bantu kok” katanya untuk memecah suasana. “abang masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya?” jawabku pelan. “sekarang udah nggak, abis kamu baik, cantik lagi.”

    ih gombal,.” jawabku sambil mencubit pinggangnya. “kalo Endah sih pasrah aja, orang tuaku mau nyuruh apa juga, yang penting pekerjaan Endah nggak keganggu.

    Endah mau minta sesuatu sama abang, bole gak”. “minta apa?”

    “ehm, gimana ngomongnya ya,” jawabku. “udah, bilang aja, nggak usah malu” “beneran nih, gak papa?”tanyaku lagi.

    “iya, beneran, trus apa?” “boleh minta cium nggak?”

    “ooh..” langsung dia mencium pipiku.

    “iiihh…bukan di situ, tapi di sini” kataku sambil menunjuk bibir.
    Dia tidak meresponse, padahal signal yang kuberikan dah kuat banget. “abang nggak mau ya, nggak apa-apa deh kalo gitu” kataku dengan nada sedikit kecewa.

    “nggak, aku cuma..” “Cuma apa bang?” kataku karena dia diam sejenak. “belum pernah ciuman” jawabnya malu-malu, mukanya memerah.

    “astaga, jadi kalo kita ciuman, itu first kiss abang dong?” aku mengangkat wajahnya yang tertunduk malu. “Endah prempuan pertama yang abang cium di bibir ya?” kataku lagi, “Endah ajarain dulu ya, terus nanti kalo udah bisa, abang bales.”

    Segera kucium bibirnya. mula2 hanya nempelin bibir, kemudian aku mulai memagut bibirnya dan mulai menjulurkan lidahku kedalam mulutnya. “dibales dong” kataku di sela-sela seranganku ke bibirnya. Alhamdulilah, dia membalas ciumanku dengan cara yang sama seperti yang kuajarkan.

    “mmhhh” lenguhku. Setelah beberapa menit, kulepaskan ciumanku. aku tertawa lepas sambil memandangnya, “nah, bibir abang udah nggak perjaka lagi.” kataku sambil menepuk dadaku. “hebat juga kamu ya, master banget deh kayaknya, ngasi kursus juga ya?” Situs Judi Online

    “ya nggak lah, Endah juga baru pertama kali praktek nih, tau dari baca buku ama liat film bokep, ternyata rasanya dahsyat yah” jawabku.

    “jadi bibir kamu sekarang juga udah nggak perawan nih,” candanya. “apa lagi yang masih perawan?” “ya semuanya lah” jawabku.

    “mau dong nyobain” “sok atuh, silahken…,” jawabku sambil menarik tangannya mendekati tubuhku.

    “aku becanda kok” “beneran juga nggak apa-apa. nanggung kan rasanya kalo cuman gitu-gitu aja” lanjutku memancing.

    “terus maunya gimana?” “nggak ngerti-ngerti juga?” jawabku, kok ada ya didunia ini lelaki yang selugu itu, gak tau deh kalo dia cuma pura2 lugu.

    “ngomongnya langsung aja, nggak usah berbelit-belit, bingung aku” “Endah mau diemelin ma abang” jawabku to the point sambil menarik bajunya.

    “yah…nggak tau harus gimana duluan” jawabnya. “kan ada film Bokep, liat dari situ aja bisa kan?” “aku coba deh.” Aku segera berjalan menuju kamar tidur kami dan kembali membawa kotak kecil yang isinya adalah kumpulan DVD film-film porno dari jepang, asean, gak da bule maen ma bule, aku gak demen si liatnya, kalo bule maen ma asean pa jepang baru asik diliatnya.

    lengkap banget,..hobby nonton ginian yah?” tanyanya sambil melihat-lihat dvdnya. “eh, ini punya temen kantor lagi, nonton sih sering tapi kalo punya koleksi sebanyak ini….enggak deh”, jawabku.

    “aku kira kamu hyper “ katanya bercanda. “eh hyper juga asik tau, bisa siap setiap saat” jawabku sambil tertawa dan terus mencari bokep yang menurutku sangat bagus. “nah ini dia akhirnya ketemu.” kataku sambil merapihkan dvd lain yang berantakan di atas sofa.

    “nontonnya di kamar aja, supaya kalau capek bisa langsung tidur”. “emangnya kita mau nyangkul? kok capek?” tanyaku bercanda. Adegan pertama ciuman, dia duduk diatas tempat tidur dan aku duduk di pangkuannya. “itu namanya foreplay bang”, kataku.

    Mulailah aku memagut bibirnya, selama beberapa menit kami mempertahankan posisi seperti itu. Kami saling berpagutan bibir serta kedua lidah kami saling menjalar ke seluruh rongga mulut lawan. film pun berganti adegan, sang lelaki bule mulai menggerayangi tubuh si prempuan asia, kayanya thai deh.

    Baju si prempuan disingkap keatas dan toketnya mulai diemut oleh si bule. “pengen deh di gituin” kataku sambil melepaskan ciuman kami. Posisiku sekarang duduk berhadapan dengannya, aku tetep duduk di pangkuannya. “ya udah, bajunya di buka” jawabnya.

    Aku membuka bajuku perlahan, sedikit demi sedikit toketku yang tidak tertutup bra mulai tersingkap. Seperti orang bodoh, toketku hanya diperhatikan tanpa berbuat apa-apa. “kok cuman diliatin doang, aku pake lagi nih bajunya” kataku kesel.

    “sorry, speechless aja aku, gede amir, seumur-umur baru pernah liat yang ginian selain ibuku punya, eh besar lagi. sexy banget tubuh kamu”, jawabnya untuk meredakan rasa keselku.

    “Ach masak begini saja sexy dan cantik, biasa aja kali. di emut dong” kataku lagi sambil tersenyum.

    “nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri,” jawabnya. “jadi gimana dong?” “aku jilatin aja, mau nggak?”

    Kami langsung berpagutan lagi. Dia mencium bibirku, kemudian aku melepaskan ciumannya dan menarik kepalanya ke arah toketku. lidahnya menjulur dan mulai menjilati melingkar disekitar pentilku, ujung pentilku disentuh perlahan menggunakan ujung lidahnya.

    “Mmhh…enak bang, terus..terus.. yang kanan juga..aahh,” desahku yang membuat dia bersemangat melakukannya. Lima belas menit dia menyerang kedua toketku, hanya suara desahan yang keluar dari bibirku, saat tubuhku mengelijang hebat, ada cairan membasahi celanaku. “Ndah, celana kamu basah” “iya, Endah kluar tadi”, jawabku sambil menciumi pipinya.

    Adegan di film kini berubah lagi, konti bule yang besar panjang sudah sedari tadi tegang mulai diurut turun naik oleh siprempuan., kemudian dimasukkan kedalam mulutnya. “mau Endah gituin nggak?” tanyaku.

    “udah gak usah, lain kali aja” jawabnya cepat. “nggak apa-apa, nggak usah malu…..enak lagi” balasku. Aku segera menarik celananya, dan langsung menggenggam kontinya yang belum menegang sama sekali dibalik cdnya. “gila, Endah udah hampir dua kali orgasme, abang berdiri aja belon”. “aku baru sekali diginiin” jawabnya.

    aku kemudian menarik turun celananya. “besar juga punya abang, beda dikit lah ama yang di film”, kataku sambil tersenyum. Aku mengenggam kontinya dan mulai mengurutnya dari atas ke pangkal pahanya, selama 10 menit, kemudian aku menempelkan bibirku ke ujung kepala kontinya dan menghisapnya pelan, kujilati kembali kepala kontinya dan lalu kukulum dengan mengeluarmasukkan kontinya ke dalam mulutku. “udah…udah…udah…”, katanya sambil mencoba menarik kontinya keluar dari mulutku, keluarlah maninya di dalam mulutku.

    Aku agak terkejut dan mengeluarkan kontinya dari dalam mulutku sehingga muncratan mani berikutnya membasahi wajahku.

    Aku bisa menerimanya dan kujilati yang masih tersisa di kontinya. Wah blon apa2 dah ngecret dianya, percaya deh kalo dia masi perjaka ting ting (sodaranya ayu ting ting kali ya). Dia membetulkan clananya lalu mengambil handuk di lemari untuk membersihkan maninya di wajahku. “ketelen gak?” “dikit..” jawabku sambil tersenyum.

    Tibalah film itu di puncak aksinya, si bule melepas cd si prempuan dan mulai melumat slangkangannya. “rebahan deh,” katanya. Saat aku berbaring di tempat tidur, dia telungkup diatasku dan mulai menciumku lagi. Kemudian dia menyerang leherku, seperti instruksi di film itu. “Mmhh..”, lenguhku.

    Tak lama setelah itu, kedua toketku dimainkan, dipijat pelan dan mulai dijilat perlahan. Desahan nikmat terdengar dari mulutku ketika dia menghisap serta menggigit-gigit kecil kedua pentilnya. “Ooohh.. baang.. teruuss baanngg..!” jeritku perlahan dan tertahan-tahan.

    Dia terus mengulum toket dan pentilku. Kemudian turun ke arah dan pusarku, dia menjilat sekeliling pusarku sambil tangannya meremas lembut kedua toketku. Aku menggenggam dengan kuat rambutnya sambil menjepitkan kedua kakiku ke badannya. “Bang.. Endah nggak mau disituu ajaa..teruuss tuurruunn..”

    Dia ikuti kemauanku. Dihentikannya remasan pada kedua toketku, aku menaikan pinggulku dan menurunkan celanaku. Sekarang aku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhku. “kok nggak pake cd si,” katanya sambil mencubit pipiku. “kalo nggak ada abang sih Endah pake, tapi kalo ada abang ya gak lah, kalo tiba-tiba abang minta gimana?” jawabku.

    dia kembali menciumi pusarku sampai di atas vegiku yang tidak memiliki bulu sedikitpun. “sering dicukur ya Ndah?” “nggak juga sih, gak tau kenapa, bulunya lama numbuh” jawabku. Dia menjilati dengan lembut pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan yang terasa nikmat.

    “Ach.. Uch bang enak sekali..” ceracauku sambil terengah-engah.Aku memejamkan mataku, kunikmati saja ciumannya yang panas. perlahan-lahan dengan tangan kirinya dia membuka kedua belah bibir vegiku.

    dengan disertai jeritan kecil, aku menekan kepalanya ke arah vegiku sambil mendesah, “Bang.. oohh.. ngg.. nikmaatt.. bang..” Sementara mulutnya, lidahnya terbenam di antara bibir vegiku yang sudah basah dengan keluarnya cairan bening dengan aroma yang khas, agak asin dan kental.

    Dia mengisap serta menelannya. Dikecupnya klitku. Aku menjerit kecil dan menggoyangkan pantatku naik turun disertai erangan dan desahan nikmat kadang jeritan-jeritan kecil. cepet belajar juga dia rupanya, sekali liat di bokep langsung ngerti kudu ngapain.

    aku semakin terangsang hebat sampai pantat kuangkat-angkat supaya lebih dekat dengan mulutnya. Dia pun merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam vegiku, kemudian dia mempercepat jilatannya di liang vegiku.

    Semakin cepat dia menjilat, semakin aku menjepit kepalanya di tengah kedua pahaku, “kalo Endah tau enaknya gak ketulungan gini, Endah dah minta dari awal”.

    Aku makin mengejang hebat dan mencoba menarik rambutnya agar kepalanya menjauh dari vegiku, tapi dia meneruskan permainannya hingga kurasakan suatu cairan keluar membasahi vegiku.

    Aku mengerang panjang, “Ooohh baang.. Endah keluaarr..mmff..” sambil menjepitkan kedua pahaku di kepalanya sampai dia sulit bernafas. Akhirnya jepitanku berangsur-angsur melemah dan aku tergeletak sambil membukakan kedua pahaku dan dia bisa menghirup udara segar sejenak.

    “Enak?” tanyanya. “iya, enak lah”. “ya udah, gitu aja dulu yah, kepalaku sakit banget, abis kamu jambak tadi”.

    “kok udahan sih? sorry tadi Endah keenakan jadinya narik-narik rambut abang deh.” “entar baru nyambung lagi ya”. “iya, tapi jangan lama-lama”.

    Aku hanya terbaring di tempat tidur, tubuh bugilku ditutupinya dengan selimut. Film porno itu di ‘pause’ sebentar. Dia segera menuju wastafel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan jam 11.00. Setelah minum segelas air, dia segera kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya disampingku,

    “Endah, aku mau minta maaf kalo aku udah jutek sama kamu sejak kita nikah, sekarang aku ngerasa bersalah banget”.“biarin aja berlalu yang kayak gitu mah, gak usah dipikir lagi, Endah juga udah lupa, abang juga makin hari makin asik, seneng Endah”, jawabku.

    “Kok jadi gerah ya”, katanya sambil membuka baju kaosnya dan tinggal memakai celana basket yang sejak tadi dipakainya. “ribet banget nih selimut…”kataku sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku, Aku segera memulai lagi adegan di film yang tadi kami ‘pause’.

    Aku menarik tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke selangkanganku. Kini adegan di film itu bertambah panas, pemeran pria di film itu mulai memasukkan kontinya kedalam vegi pemeran wanita. Pemeran wanita di film itu hanya menggumam tak karuan. Beberapa menit kami menyaksikan film itu.

    “mau coba gituan?” tanyaku. “kalo sekarang nggak bisa, gak apa-apa juga…..kamu aja yang master blon siap apa lagi aku,” jawabnya.

    “kita coba tapi pelan-pelan yah…soalnya Endah kan masih perawan”. “gak apa-apa nanti aja.” “tapi Endah pengen banget.” “ya uda.,,,tapi bakal sakit loh nanti.

    ” Dia menghentikan filmnya dan melepas celananya. Kontinya dah tegang lagi, bole juga tu, baru ngecret dah bisa keras lagi.

    Aku menaikkan pinggulku dan pantatku disanggah dengan bantal. Dia membuka sedikit lubang vegiku. “beneran masukin sekarang?” tanyanya.

    “iya bang tapi pelan-pelan yah”. Dia menggesek-gesekan kepala kontinya dulu pada vegiku yang sudah banyak lendirnya.

    “Ayo bang cepat, Endah sudah tidak tahan lagi” pintaku dengan bernafsu. Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontinya kedalam vegiku. Terasa perih ketika selaput prawanku ditrobos kontinya, aku meneteskan air mata.

    Ada darah membekas di batang kontinya. Aku mulai menggoyangkan pinggulku, karena dia mengeluar masukkan kontinya pelan didalam vegiku.

    “sakit?”, tanyanya pelan. “udah nggak kok,…perih aja tadi, banget…” jawabku. “mau diterusin?” tanyanya lagi. “iya..” jawabku manja.

    Perlahan mulai dia memasukkan kontinya ke vegiku sampai pada akhirnya masuk semua. Lalu dia tarik pelan-pelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam dan terasa kontinya menyentuh bibir rahimku saking dalamnya.

    Dalam permainan ini kami saling cium menjalarkan tangan kesana kemari sambil mengeluarkan suara erotis di antara kami . Aku hanya menggumam sambil meremas toketku ndiri. “ennnaaakk bang…” hingga selang beberapa lama dia memaju mundurkan pinggulnya, makin lama makin cepat.

    kami hampir bersamaan orgasme dan gak lama lagi, “Bang pompa yang cepat, bang, Endah mau keluar ach.. Uch.. Enak bang”, lenguhku, sampe akhirnya, “mmhh…Endah…. keelluuaarr..” Dengan hitungan detik kami berdua orgasme bersama sambil merapatkan pelukan dan kontinya berkedutan di dalam vegiku. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga.

    Orgasme ku disusul olehnya, senang sekali melihat expresinya ketika menyemprotkan maninya didalam vegiku. Cairan yang keluar dari vegiku bercampur sedikit dengan darah. “Endah..sorry tadi aku keluarin di dalem..”, katanya. “nggak apa-apa kali,..kalo nanti Endah hamil.. ya abang jadi bapaknya.” Akhirnya kami pun kelelahan dan tertidur.

    Kira2 satu jam kami tertidur, aku terbangun dan menuju ke kamar mandi, pipis. Dia menyusulku ke kamar mandi, rupanya pipis juga. Setelah itu kami kembali lagi ke ranjang. Gairahku timbul lagi untuk mengulang kenikmatan yang baru aja aku rasakan. aku menggapai kontinya untuk aku kulum.

    “Mau lagi ya” tanyanya. “Ehm, habis nikmat bang, Endah mau lagi ya”.

    “Enak kan Ndah kontiku” , katanya sambil menikmati kulumanku.

    “Jelas enak bang, punya abang kan besar apalagi panjang lagi, ada 17 cm ya bang. Awaknya si perih tapi udahannya nikmat buangetz”.”

    Dia diam tidak menjawab karena sangat menikmati kulumanku. Aku mengulum serta menjilati pelirnya hingga dia sampai terangsang berat menuju orgasme kedua. Aku berhenti untuk menjilatinya dan ganti dengan posisi 69.

    Dari posisi ini kami saling mengulum lagi. vegiku dia buka sedikit dengan jari dan dimasukkannya jarinya sambil dikeluar masukkan. Selang beberapa lama kami melakukan pemanasan maka dia berinisiatif untuk melakukan penetrasi pada vegiku.

    “Endah kalau masih mau, kamu nungging gih, kaya di film tadi, sepertinya nikmat juga ya” pintanya. “Oh, mau doggy style ya, ayo” ajakku bersemangat.

    Setelah aku siap menungging, dengan pelan ditempelkannya kepala kontinya ke bibir vegiku dan perlahan-lahan ditekan masuk sedikit demi sedikit, “Terus bang.. emmff.. enaakk, oohh..” aku mendesah.

    “Bleess..!” akhirnya masuk semua batang kontinya ke dalam vegiku, kemudian mulai menggerakkan pantatnya maju mundur, aku menggoyangkan pinggul seirama dengan gerakan pantatnya. “Aaahh.. bang.. enak sekali… teruuss.. oohh..” aku merintih penuh nikmat.

    Ada kira-kira 5 menit kami saling bergoyang dan tangan kirinya menjalar ke toketku dan diremas-remas pelan. Kontinya masuk semakin dalam dan dipompanya dengan semakin cepat hingga aku semakin menikmati permainan ini.

    “Ooohh.. baangg.. Endah nggak tahan lagi..” rintihku dan akhirnya aku mencapai orgasmeku lagi. Dia makin gencar menggenjot kontinya keluar masuk vegiku sehingga akhirnya ditekannya pantatnya dengan keras sehingga kontinya tenggelam habis ke dalam vegiku dan “Sroott.. sroott.. sroott..” entah berapa banyak mani yang disemprotkan di dalam vegiku.

    Kami berdua mencapai klimaks orgasme pada saat yang sama. Sepertinya dia dah lulus dari kursus singkat bokep. Dia mencabut kontinya dari vegiku dan terkapar disebelahku yang telungkup diranjang. setelah permainan itu kembali kami kembali tertidur dalam posisi itu.

    Ketika kami terbangun hari sudah siang banget. Dengan mesra aku ajak dia mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami saling membersihkan dan berciuman. Siapa dulu yang memulai kami tidak tahu karena secara spontan aku segera jongkok dan siap menjilat serta mengulum kontinya yang sudah tegak berdiri. Lalu kukulum kontinya sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun.

    Setelah dia merasa nikmat lalu ganti dia yang jongkok dan minta aku berdiri sambil kakiku satunya ditumpangkan di kloset wc, agar siap mendapat serangan oral nya yang nikmat.

    Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana kemari pada klitku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya lebih dalam ke vegiku. dia menjulurkan lidahnya lebih dalam ke vegiku sambil dia korek-korek klitku dengan jari manisnya.

    Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan dari dia sampai aku mengalami orgasme dengan derasnya hingga lendir kenikmatan itu keluar tanpa bisa dibendung lagi. Dijilatinya dan ditelannya semua lendir kenikmatanku yang ada itu tanpa sisa. “Gimana Ndah, rasanya permainan kita tadi, puas tidak?” tanyaku. “Puas banget bang, tapi abang blon kluar”.

    Kami saling membersihkan diri, disiraminya seluruh tubuhku, kemudian disabuni. Aku melakukan hal yang sama terhadapnya. Tubuh kami masih basah, kontinya mulai mengeras kembali akibat remasan tanganku, sementara dia mengusap-usap toketku kemudian turun mengusap bibir vegiku.

    jarinya masuk dan mempermainkan klitku dengan lembut. Aku mulai mendesah. Sambil berpandangan kami saling mengusap, meremas lembut apa saja yang dapat kami sentuh, sehingga pengen maen lagi.

    Tanpa sempat untuk mengeringkan badan, aku ditariknya kembali ke tempat tidur, direbahkannya diriku dan dengan agak kasar karena mulai gak tahan, aku menarik sehingga dia jatuh menindihku. Kami saling memandang, diciumnya dengan lembut bibirku.

    Aku menggigit lembut bibirnya sambil tanganku mulai meraba kontinya yang masih tegang, kubelai dan kukocok pelan-pelan, membuatnya merintih nikmat sambil memejamkan mata, sementara mulut kami berdua terkunci dengan kecupan-kecupan yang makin lama makin buas. Tangannya meremas toket dan pentilku yang mengeras.

    Aku bangun dan merayap ke atas tubuhnya hingga vegiku tepat berada di atas hidung dan mulutnya. Dia menekan pantatku dan mengecup bibir vegi serta klitku dengan lembut. Dia memainkan lidahnya pada klitku terus ke lubang vegiku, “Ooohh bang.. teruuss.. baang..!” erangku nikmat. pantatku bergoyang mengimbangi permainan bibir dan lidahnya.

    Aku gak bisa menahan napsuku sehingga aku mempoisisikan vegiku diatas kontinya, kuarahkan kontinya ke vegiku kemudian pantat kuturunkan sehingga masuklah kontinya penuh ke lubang vegiku. Aku merebahkan tubuhku diatas tubuhnya.

    Dia mulai menggerakkan pantatnya keatas memberi tekanan pada vegiku dengan kontinya. Akupun menyambut serangannya dengan menggerakkan juga pantatku naik turun dengan perlahan-lahan. Makin cepat.. makin cepat..”Ooohh.. bang.. mmff..” desahanku semakin menggila.

    Tangannya tidak tinggal diam, kedua toketku diremas dan pentilku diplintir lembut menambah kenikmatan bagiku. sekonyong-konyong aku menjatuhkan badanku ke atas dadanya sehingga remasan di toketku terlepas.

    “Bang.. Endah nggak tahaann.. oohhmmff..” lenguhku sambil memagut bibirnya dan akupun nyampe kembali. Vegiku berdenyut keras memerah kontinya yang masih nancap dengan gagahnya sehingga akhirnya dia gak bisa menahan lebih lama lagi, dan “Srroott.. Srroott.. Srroott..” maninya muncrat.

    Aku menelungkup diatasnya, bibirku dipagutnya sambil memelukku erat sekali. Hebat juga si abang, yang tadinya cuek saja ternyata menjadi pejantan tangguh di ranjang yang bisa membuat aku berkali2 mendapat O, luar biasa. Dah selesai semuanya baru terasa laper karena hari dah mo siang tapi kita sarapan ja belon. sarapannya diganti breakfast in bed alias emel.

    weekend itu kamu terus saja mengadu konti dan vegi, staminanya benar2 hebat seakan2 dia gak pernah puas menggenjot vegiku dengan kontinya sampe aku lemas Lugu diawal akhirnya jadi buas banget, nikmatnya…

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Nikmatnya Ketika Semua Lobang Dimasukin

    Nikmatnya Ketika Semua Lobang Dimasukin


    2300 views


    Ingin membaca cerita senggama? Pastikan kamu tidak melewatkan salah satu cerita senggama terbaik di blog ini.

    Cerita Senggama – Nikmatnya Ketika Semua Lobang Dimasukin

     

    Perawan – satu sore aku dapet call dari 1 om, “Nez, aku dapet nomer kamu dari temen bisnisku. Aku nyari abg yang mau digarap ber 3, kamu mau gak”. Ku iyain aja. Pada waktunya om B (Gak usah nama aslinya kan) menjemput aku, wah orangnya keren juga, tinggi besar, gak tau deh kontolnya gede pa enggak. “Temen2 om keren kaya om gak”, candaku. “Ya kamu liat aja nti kalo dah sampe”. aku diajaknya ke resort di tepi pantai, katanya sudah dipesen ma temennya, ada private beach nya sehingga bisa maen di pantai tanpa gangguan siapa2. Aku dibeliin bikini ma om B buat menghangatkan suasana. Sesampai di resort, aku dikenalin ma temen2nya, “Nez, ini temen2 aku A dan C”. Aku diajak ke halaman belakang yang merupakan bagian pantai yang ditutup supaya ada privacy, hanya pantai pasirnya saja dengan pepohonan yang rimbun, tidak mungkin menyertakan lautnya kerna itu milik publik. Ya gak apalah, yang penting kan outdoor, pasti asik sensasinya buat aku.

    Aku masuk kamar bilas dan mengganti pakeanku dengan bikini yang dibelikan om B, minim banget bikininya, cuma 3 carik kain yang diikatkan dibagian belakang tubuhku, branya diikat di leher dan di punggung sedang cdnya diikatkan disamping kiri dan kanan pinggulku dan bagian belakangnya terbuka sama sekali cuma ada seutas kain yang melesek dalam belahan pantatku. Tau dong model yang kumaksud. “Wow, kamu sexy banget kalo pake bikini”, kata om B.

    segera dia menarik aku ke dipan lebar bermatras yang terletak dibawah payung besar dan semuanya diteduhi dengan pepohonan yang rindang, disudut halaman yang berpasir putih. Karena sudah mulai gelap, lampu taman yang temaram dinyalakan disana sini menambah romantisnya suasana pantai di warnai dengan suara deburan ombak yang menggulung tiada henti dan terempas ke pantai. Om B merasa sebagai tuan rumah acara malem ini segera memulai aksinya, 2 om yang laen masi didalem rumah, gak tau pada ngapain. dia memeluk dan mencium bibirku. “eehh…om nakal..deh…. ,” kataku yang gemes melihat napsunya om B ke aku, langsung nyosor aja kaya bebek yang gak dikasi makan berhari2. Gantian aku yang kemudian mengecup bibir om B. “om kecup Inez sekali, Inez balas sekali, jadi kita impas,” kataku tersenyum, sambil mengelus-elus pahanya, malahan tanganku sudah semakin naik dan sudah berada di dalam celana pendeknya. “Iya kita impas, kamu agresif ya”. “Om suka kan”. “Suka banget”. Si om langsung ja melancarkan kecupannya. “UUUUHHHH”, desahku gak jelas kerna terhenti kembali karena ciumannya, kali ini bibirnya mencium bibirku agak lama. Akupun membalas ciumannya, bibirnya melumat bibirklu, sementara itu tanganku mulai beralih dari mengelus-elus pahanya dan mulai menjamah dan mengelus-elus batang kontolnya yang sudah tegang dan masih tertutup oleh celana pendek dan CD. Om B mendesah lirih sambil mulutnya masih sibuk melumat bibirku. terasa kont0l om B panjang dan besar yang pasti bentar lagi akan menyodok2 memekku. Om B segera menjamah toketku, dengan perlahan-lahan dia mulai meremas-remas toketku. “Toket kamu gak besar tapi napsuin kalo diremes deh”. Aku diem aja menikmati remesan di toketku. sementara tangan satunya mengarah ke selangkanganku dan mengelus2nya. Aku mendesah lirih ditengah lumatan bibirnya yang penuh napsu. lidahnya menyusup kedalam rongga mulutku membelit lidahku sementara tangannya masi sibuk meremes dan mengelus2 daerah sensitif ditubuhku. Aku cuma bisa mendesah2 karena ulahnya. CD bikiniku mulai lembab, aku dah terangsang banget karena ulahnya. Dia melanjutkan ciumannya di leherku, dijilatinya leherku . Ini membuat aku semakin mendesah, kedua tangannya semakin gencar menyerang toket dan slangkanganku, “geli om….”. dia terus saja menjilati dan menghisap-hisap leherku sampe mulai memerah.

    Om B kemudian mulai membuka pakeannya sendiri. tubuhnya atletis, perutnya six pack, dadanya bidang ditumbuhi bulu-bulu, lengannya sangat berotot,suka banget aku ma lelaki yang badannya kaya gitu. Ketika celana dan CDnya terlepas kuliat pisang tanduknya yang besar dan panjang sudah berdiri dengan kerasnya, batang kontolnya sudah siap untuk mengobrak-abrik memekku. Ada kali 18sentian panjangnya dengan diameter 4sentian. Ngebayangin pisang tanduk itu kluar masuk, memekku menjadi makin basah. Setelah dia telanjang bulat, bikiniku segera dilepasnya. Dia memandangi tubuhku yang bugil. “Sexy banget kamu Nez, toket kamu mengkal gitu, jarang diremes ya. jembut kamu alus gitu. Aku suka banget liat abg yang jembutnya alus”. Dia kliatan sekali dah pengen menjilati dan menghisap-hisap memekku. Setelah tubuhku tidak tertutupi oleh sehelai kainpun kakiku dikangkangkan. Dia melotot memandangi kedua pahaku yang terbuka lebar, bibir memekku terlihat jelas, dibagian atasnya ada jembut alus hitam yang tertata rapi dan berbentuk segitiga, sementara ujung segitiga hitam itu tepat berada diatas belahan bibir memekku, itilku sedikit mengintip, sementara di kedua sisi bibir memekku tidak nampak ditumbuhi bulu-bulu sedikitpun.

    Dia nelungkup diselangkanganku, kedua tangannya memegangi bagian dalam kedua pahaku dan bibirnya mulai menciumi belahan memekku. lidahnya mulai menjilati belahan bibir memekku. aku merasa geli dan enak saat bibir dan lidah nya mulai menyentuh bibir memekku, aku kembali mendesah, “terus jilat om, enak…geli…….hisap itil Inez….” Nikmat banget ngerasain memekku dijilati sambilitilku dihisap-hisap nya. dia hanya bisa menggumam saja karena mulutnya asyik sedang menjilati belahan memekku dan menghisap-hisap itilku. Kepalaku bergoyang kekanan-kekiri kadang-kadang terangkat saat itilku dihisap-hisap kuat, kedua tanganku meremas-remas kepalanya, pantatku kadang-kadang terangkat saat dia meneroboskan lidahnya kedalam lubang memekku, cairan memekku semakin bertambah banyak keluar pertanda nafsu birahiku sudah semakin memuncak, dan memekku sudah siap untuk diterobos oleh batang kont0l jumbonya. “udah om, Inez dah gak tahan lagi, masukin kontolnya om…..”

    Dia segera memposisikan dirinya dislangkangku. Dia menarik tubuhku sehingga pantatku berada dipinggiran matras dipan, dengan setengah berdiri dia memegangi kontolnya, dia oles-oleskan sebentar kepala kontolnya di belahan memekku yang sudah basah itu, setelah melihat kepala kontolnya mengkilat oleh cairan memekku, dia mulai menyelipkan kepala kontolnya di belahan memekku, kepala kontolnya mulai hilang dalam jepitan memekku, akupun melenguh merasakan desakan kepala kontolnya. “OOHH besarnya kont0l om….,” lenguhku. “memekmu juga enak, sempit sekali,” diapun melenguh merasakan jepitan memekku yang sangat ketat. perlahan-lahan dia mulai mendorong maju kontolnya masuk kedalam lubang memekku, aku melenguh kembali merasakan memekku yang sedang diterobos oleh kontolnya, diapun merasakan memekku yang walaupun sudah sangat basah tapi masih sangat seret, dinding memekku begitu ketatnya menempel pada batang kontolnya. kembali dia mendesakkan batang kontolnya masuk lebih dalam lagi di memekku, lagi-lagi aku melenguh nikmat, diapun merintih enak, udah hampir setengahnya batang kontolnya tenggelam di dalam memekku. Dengan perlahan dia kembali melesakkan batang kontolnya kedalam memekku, batang kontolnya makin dalem aja masuknya di memekku, aku cuma bisa melenguh merasakan memekku yang diterobos oleh kontolnya yang besar itu, dia juga terus mengerang nikmat merasakan dinding memekku yang berdenyut-denyut seolah-olah sedang meremas-remas batang kontolnya.

    Setelah mendiamkan sesaat untuk menikmati dinding memekku yang sedang berdenyut-denyut itu, dengan sekali hentakan kuat dia membenamkan seluruh batang kontolnya kedalem memekku. “Aahh kontol om dah besar panjang lagi, sampe mentok dan penuh memek Inez….…,” erangku saat merasakan mulut rahimku tersundul oleh kepala kontolnya yang sudah terbenam seluruhnya. “Nez, memekmu juga enak banget. kontolku seperti diremes2, sempit banget lagi, nikmatnya….” erangnya merasakan dinding memekku yang semakin kuat berdenyut-denyut. “oohh, genjot kont0l om, entotin Inez om, pake kont0l om yang besar, ayo om…” aku meminta dia untuk segera memompa kontolnya keluar masuk dilubang memekku.

    Dengan perlahan-lahan om B mulai menarik keluar kontolnya dari dalam lubang memekku, terlihat kontolnya sedikit demi sedikit mulai keluar dari dalam lubang memekku, dia melihat dinding memekku yang kemerahan menempel ketat di batang kon tolnya yang sedang tertarik keluar, saat dia melihat leher dari batang kon tolnya segera dia melesakkan kembali batang kon tolnya kedalam lubang memekku, dinding memekku yang menempel ketat pada batang kon tolnya ikut melesak masuk juga, dengan perlahan-lahan batang kon tolnya keluar masuk di dalam lubang memekku. “Oohh, enak om, terus keluar masukkan kontolnya oomm, entotin Inez, genjot yang kuat, yang cepat om….”, aku merintih-rintih keenakan digenjot om B. “Iya Nez, memekmu betul-betul sempit, enak…aahh….. nikmatnya ngentotin memek kamu.”

    Om B mulai mempercepat irama keluar masuk kontolnya didalam lubang memekku, karena gemas dengan kedua toket imutku yang berguncang seirama dengan dorongan tubuhnya yang sedang menggenjot memekku, kedua tangannya segera mencengkram kedua toketku dan mulai meremas-remasnya, sementara itu aku meletakkan kedua kaki dipahanya, pahaku bersentuhan dengan pahanya yang penuh dengan bulu, membuat sensasi tersendiri buatku, belum lagi dengan remasan-remasan tangannya yang agak sedikit kasar pada kedua toketku, membuat aku semakin merintih-rintih keenakan. Aku betul-betul puas dengan permainannya, selain batang kon tolnya yang besar dan panjang, staminanya juga lumayan hebat, biasanya lelaki yang menggenjot memeknya dengan irama seperti yang dilakukan oleh si om sudah muncrat pejunya dalam waktu kurang dari lima menitan, tapi sekarang ini dia sudah lumayan lama menggenjot memekku tapi belum memperlihatkan tanda-tanda akan muncrat pejunya, irama keluar masuk batang kon tolnya masih tetap stabil, aku sangat menikmati sodokan-sodokan si om yang selain mempunyai batang kont0l yang panjang dan besar juga tahan lama bila ngentot. “Terus om, cepetin ngegenjotannya, nikmatnya kont0l om, ya gitu, enak dien tot ma om…,” rintihku keenakan merasakan sodokan-sodokan batang kon tolnya. “iya Nez, ini aku percepat, memekmu juga maknyus, bisa ngempot, nikmat banget ngentotin memekmu….”

    Aku mulai menggerakkan otot-otot dinding memekku sehingga dinding memekku seolah-olah menyedot-nyedot kontolnya yang saat itu sedang keluar masuk di lubang memekku, dia betul-betul menikmati pergerakan otot-otot dinding memekku yang sedang menyedot-nyedot batang kontolnya. “Oohh Nez, kon tolku seperti disedot, enak banget, aku gak tahan lagi, aku mau keluar….”, dia mengerang merasakan kontolnya yang sedang dikenyot-kenyot oleh memekku. Gerakan maju-mundur om B semakin tidak teratur, setiap mendorong masuk kontolnya, dia menekannya dalam-dalam di lubang memekku, pejunya sudah sampai di kepala kon tolnya, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk muncrat, dia semakin mempercepat keluar masuk kon tolnya itu dan selalu menekannya dalam-dalam, tak lama kemudian dia mengerang panjang, dia mendorong batang kontolnya dalam-dalam dan mendiamkannya, kepala kontolnya mulai mengejut-ngejut menyemburkan pejunya membasahi lubang memekku, aku merasakan dinding rahimku menjadi hangat oleh semburan pejunya. “Oohh Nez, aku keluar, trima pejuku, nikmatnya ngentotin kamu, aku ngecret Nez…” erangnya saat menyambut puncak kenikmatannya. “Oohh kont0l om juga enak, peju om hangat, banyak lagi… “, rintihku merasakan semburan pejunya menyentuh dinding rahim dan membanjiri lubang memekku. Aku membiarkan dia hingga tuntas menyemprotkan pejunya di memekku, karena aku juga menikmati semburan hangat pejunya di dinding rahimku.

    dia mencabut kon tolnya dari dalam lubang memekku setelah tuntas menyemprotkan pejunya di memekku. aku mendesis saat kon tolnya tercabut dari dalam lubang memekku. memekku berdenyut-denyut berusaha untuk mengeluarkan pejunya dari dalam. “C, giliranmu”, om B manggil om C yang masi didalem rumah. Om C keluar rumah dah bertelanjang bulet, kon tolnya yang jumbo juga dah ngaceng dengan perkasanya. Sementara om B gantian masuk ke dalem rumah. Om C bawain aku minuman yang segera ku tenggak sampe abis, “Aus ya Nez”. “Iya om, bisnya om B nakal banget si”. “Ku ambilin lagi ya”, katanya sambil masuk kedalem rumah dan mengmabilkan aku minuman lagi. Segera minumannya ku abisin sekali tenggak. “Dah siap kunakali Nez”, Aku cuma ngangguk, walaupun aku dah lemes ngeladenin napsunya om B. Om B dan om A keluar dari rumah dan duduk dideket dipan, mreka mo nonton live show ku dengan om C kayanya. “Kamu cantik Nez, aku pengen kamu yang ngegenjot nich,” katanya sambil berbaring di sebelahku. “Siapa takut”, jawabku sambil tersenyum genit dan meraih kon tolnya yang dah ngaceng keras banget.

    aku menaiki badannya dengan posisi mengarah ke kakinya, membelakangi om C. Kupegang dengan tangan kanan kon tolnya, kubimbing kontolnya ke memekku, kepala kontolnya kuoles-oleskan di bibir memekku beberapa kali, setelah itu kuselipkan kepala kon tolnya di sela-sela bibir memekku, aku dan dia melenguh bersamaan, aku merasakan kepala kon tolnya yang besar itu memenuhi gerbang memekku, sementara om C merasakan jepitan gerbang memekku, “Uuhh gila, memek kamu sempit sekali…”
    perlahan-lahan aku mulai menurunkan pantatku, perlahan batang kontolnya mulai lenyap sedikit demi sedikit di dalam lubang memekku, aku mulai kembali merasakan lubang memekku terisi penuh oleh besarnya kont0l om C, dan dia sendiri sungguh menikmati seretnya lubang memekku, aku merintih nikmat dan dia mengerang enak. “oohh kont0l om besar, Inez paling suka dengan kont0l sebesar om punya…..” “Oohh gila, memekmu seret, peret seperti memek perawan aja, memekmu berdenyut….,” erangnya merasakan memekku yang sempit dan berdenyut. Setelah seluruh batang kontolnya tertelan semuanya oleh memekku, aku mendiamkan sebentar dan menggerakkan otot-otot dinding memekku, sehingga dia merasakan memekku berdenyut-denyut kuat seolah-olah sedang meremas-remas batang kon tolnya, dia merem melek merasakan itu dan suara erangan kembali terdengar keluar dari mulutnya. “Oohh memekmu tambah kuat berdenyutnya, kontolku seperti diremas-remas oleh memekmu ini, enak bener nih memekmu”.

    Kedua tanganku bertumpu pada dengkulnya, kemudian aku mulai memompa batang kontolnya keluar masuk di lubang memekku, pertama-tama gerakanku perlahan-lahan, sehingga dia dan aku masing2 merasakan pergesekannya, dia semakin merem melek, akupun merasakan nikmat juga, mataku pun merem melek merasakan nikmat. Posisi tanganku yang bertumpu pada dengkulya, membuat kedua toketku semakin mencuat karena terkepit oleh kedua tanganku.

    Cerita senggama | om B melihat pemandangan itu semakin bertambah tinggi nafsu birahinya, dengan segera dia menghampiri tubuhku yang sedang memompa batang kon tol om C, dengan penuh nafsu kedua toketku mulai diremas-remas, tidak hanya tangannya yang sibuk dengan meremas-remas, mulut dan lidahnyapun mulai bermain di kedua pentilku, kedua pentilku kiri dan kanan silih berganti dia jilati dan dia hisap-hisap. “Oohh, terus om, hisap yang kuat…,” aku merintih-rintih keenakan merasakan hisapan om B di kedua pentilku. Om A yang sudah berbugil ria cuma tersenyum melihat aksi kedua temannya itu sambil terus menerus mengelus-elus kon tolnya, dia terbangkit nafsu birahinya kerna menikmati live show ku ma temen2nya. batang kon tolnya sudah setengah berdiri, sementara om C yang sedang kupompa juga tidak mau diam. dia mulai meremas-remas bongkahan pantatku, dan kadang-kadang pantat aku dia dorong dan tarik seirama dengan gerakan naik turunnya aku, membuat kontolnya semakin bertambah cepat keluar masuk dilubang memekku, om C merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa oleh jepitan memekku yang begitu ketat melingkari kon tolnya.

    Melihat pipiku yang bersemu merah lantaran nafsu birahi yang ingin segera terlampiaskan membuat om A yang sedang memandangi pertarungan sengit itu mulai ikut maju, tangan kanannya mulai merambah keslangkanganku yang sedang naik turun itu, jari jemarinya mulai menyentuh itilku yang sudah mulai mencuat keluar, dengan segera jari-jemarinya mulai memainkan itilku, itilku dia elus-elus kadang-kadang dia jepit dengan jari telunjuk dan jempolnya lalu dia pilin-pilin, sehingga membuat aku semakin merintih-rintih. “Oohh, enak, om pada nakal, terus pilin itil Inez, hisap toket Inez, terus….,” aku merintih-rintih menikmati permainan ketiga om, sambil terus memompa naik turun dengan cepat. Om C juga tidak mau ketinggalan dengan aksinya selain kedua tangannya yang memegangi bongkahan pantat aku dan mendorong serta menarik turunnya, pantatnya mulai juga terangkat dan turun seirama dengan gerakan naik turun pantatnya aku, sehingga kontolnya semakin bertambah cepat keluar dari lubang memeknya aku dan bertambah dalam masuknya saat menerobos di dalam lubang senggama aku, dan dia juga merasakan lubang dinding memek aku seperti sedang menyedot-nyedot batang kontolnya. “Oohh Nez, memekmuu nyedot-nyedot kon tolku, enak sekali, gila enaknya….,” om C mengerang keenakan merasakan kon tolnya disedot-sedot memekku. “Sshh, kont0l om juga enak, besar panjang, enak banget dientot ma kontol om, oohh, terus hisap toket dan, itil Inez, geii…,” aku merintih-rintih menikmati serangan yang dilakukan oleh ketiga om ini.

    aku sudah mulai merasakan detik-detik klimaks sudah diambang pintu, akupun semakin mempercepat gerakan naik turunnya, aku semakin sering mengeluarkan rintihan-rintihan nikmat, kedua tanganku sudah berada di kepala om B yang sedang sibuk menetek dan kedua tanganku itu sedang meremas-remas kepala om B yang masih sibuk dengan menghisap-hisap kuat toketku silih berganti dan kedua tangannyapun masih meremas-remas kedua toketku, om a pun masih sibuk dengan tangannya yang sibuk memilin-milin dan mengelus-elus itilku yang semakin menongol keluar dari tempat persembunyiannya dan om C sendiri disibukkan dengan membantu naik turun pantatku, om C sendiri sudah merasakan hal yang sama dengan aku, puncak kenikmatannya hanya tinggal menunggu waktu saja untuk dia rengkuh, pejunya sudah mulai mengalir memenuhi kepala kontolnya dan siap-siap untuk meledak membasahi memekku. “Oohh Nez, memekmu, aku dah gak tahan lagi ni, aku dah mo ngecret didalem memekmu ya, trima pejuku…” om C mengerang panjang saat kontolnya mulai menyemburkan pejunya. aku merasakan dinding rahimku kembali hangat oleh semburan peju om C yang membasahi dinding rahim dan lubang memekku. “Om, Inez juga keluar, kont0l om juga enak, nikmat…..,” akupun merintih menyambut puncak kenikmatanku, om C merasakan hangat pada batang kontolnya oleh semburan cairan kenikmatanku.

    Om B dan om A terus aja menghisap, menjilat, memilin kedua toketku dan itilku walaupun mreka tau aku dah klimax. Om C merasakan betapa dinding memekku berdenyut kuat dan sedang menyedot batang kontolnya, dia merasakan nikmat yang sangat luar biasa yang belum pernah dia alami saat ngen tot dengan prempuan lain Setelah beberapa saat didiamkan dalem memekku, om C mencabut kontolnya dari memekku dan cairan pejunya meleleh keluar dari memekku dan jatuh tepat diatas kont0l om C yang sudah mulai lemas, Aku hanya terkapar di matras dipan aja.

    sementara om A dah siap2 mo ngen totin aku. Aku si dah lemes banget nmgeladenin 2 om itu tapi kerna om A lon dapet giliran ya aku pasrah aja. dengan penuh nafsu Om A menciumi bibir aku, sementara kontolnyapun sudah menyundul-nyundul belahan bibir memekku. Ciuman bibirnya yang bertubi-tubi dan sundulan kepala kontolnya yang terus menerus mengenai belahan bibir memekku, perlahan-lahan mulai kembali membangkitkan gairah birahiku yang baru saja padam, aku mulai mengusap-usap kepala dan punggungnya, lidahnya menerobos ke dalam rongga mulutku dan menyentuh lidahku, lidahkupun mulai membalas belitan lidahnya, sementara itu kepala kon tolnya terus menerus menyundul belahan bibir memek dan itilku, sehingga membuat aku mengerang ngilu.

    dengan segera aku brenti mengelus punggungnya, kugenggam kon tolnya yang lebih besar dan panjang dari kedua temennya sambil membalas ciuman dan permainan lidahnya. kepala kontolnya kuoles-oleskan di bibir memek dan itilku, dan tak lama kemudian setelah aku rasakan kepala kontolnya tepat berada di lubang memekku, aku mulai menekan batang kontolnya yang berada dalam genggamanku, kepala kontolnya tepat masuk kedalam lubang memekku, akupun melenguh merasakan lesakan kepala kontolnya yang lebih besar dari kepunyaan temen2nya. “OOhh, kont0l om lebi gede, Inez suka banget om…,” lenguhku saat merasakan lesakan kepala kontolnya diambang lubang memekku. “Memek kamu tetep empit Nez, padahal baru digarap ma 2 pisang tanduk”.

    Dia mulai mendorong masuk kontolnya, akupun merintih merasakan batang kontolnya yang tengah menyeruak masuk di dalam memekku. Kembali dia mendorong masuk lebih dalam lagi kontolnya, lagi-lagi aku mengerang merasakan memekku yang diterobos oleh besarnya kontolnya, dan dengan sekali hentakan kuat dia mendorong masuk seluruh batang kontolnya masuk kedalam lubang memekku. “Oohh pelan om, kont0l om besar banget, lebih besar dan lebih panjang om….”, aku melenguh sedikit kesakitan dan membalas ciumannya yang sempat terhenti tadi saat dia menghentakkan kontolnya masuk seluruhnya kedalam lubang memekku. Kedua tangannya menyelinap kebawah punggungku, pantatnya mulai bergerak memompa kontolnya keluar masuk memekku dengan irama cepat sementara itu mulutnya sibuk terus menerus mencecar bibirku, lidahnya menerobos di dalam rongga mulutku dan bersentuhan terus menerus dengan lidahku, akupun menyambut ciuman dan permainan lidahnya. dibagian bawah akupun berusaha mengimbangi permainannya, akupun memutar-mutar pantatku, dengan mengimbangi naik turun pantatnya, aku memutar keatas saat pantatnya turun kebawah dan memutarnya kebawah saat dia menarik pantatnya keatas. Dia merasakan kontolnya seperti diputar dan ditarik olehku saat dia menarik pantatnya keatas, dan dia juga merasakan kontolnya seperti diputar dan masuk lebih dalam di rongga memekku saat dia mendorong masuk kontolnya itu, membuat dia merasakan sensasi nikmat yang luar biasa. “terus goyang Nez, goyanganmu membuat kontolku seperti dipelintir….”, erangnya sambil meneruskan kembali ciumannya. “Kont0l om juga enak, terus genjot memek Inez om …..”, erangku diantara ciumannya yang ganas.

    Dia semakin gencar mengeluar masukkan kontolnya didalam lubang memekku, akupun semakin giat memutar-mutar pantat, rintihan dan erangan selalu terdengar dari mulutku dan dia, keringat sudah membanjiri tubuhku, dia juga. suara plak plok terdengar dari beradunya slangkangan kita yang sudah dibasahi oleh keringat, menambah sensasi tersendiri bagi 2 om yang nontonin aku digarap om A. Om B sudah sangat bernafsu sekali ingin ikutan ngentotin aku, kontolnya sudah berdiri kembali dengan gagahnya, dia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu gilirannya untuk menggenjot memekku, diapun menghampiri mereka. “A, putar balik dong, gua juga pengen lagi nich,” katanya pada om A yang sedang asyiknya menggenjot aku. om A menghentikan gerakannya, dengan memeluk tubuhku, dia membalikkan tubuhnya sehingga tubuhnya terlentang dan tubuhku yang sedang dipeluk dengan eratnya secara otomatis bergulir naik keatas tubuhnya, aku segera mengerti apa yang dikehendaki oleh om B, segera aku memposisikan diri dengan menekuk lutut dan mendoyongkan tubuhnya kearah om A, dengan penuh nafsu kedua tangannya segera meremas-remas kedua toketku dan mulutnyapun langsung menghisap-hisap salah satu pentilku.

    dengan tersenyum om B mulai mengarahkan kepala kontolnya kelubang pantatku, tangan kirinya dia ludahi terlebih dahulu dan diusapkannya kekepala kontolnya, lalu kepala kontolnya mulai terselip dilubang pantatku, aku mengerang merasakan lubang pantatku mulai diterobos oleh kepala kontolnya om B, “AAhhh pelan om, kont0l om besar banget buat lubang pantatInez”. “Uuhh gila, sempit banget pantat kamu Nez”, erang om B. Kontolnya perlahan-lahan masuk lebih dalam di lubang pantatku. om A merasakan memekku semakin bertambah sempit, dia merasakan dinding memekku semakin bertambah berdenyut-denyut akibat lesakan kontol om B di lubang pantatku, diapun semakin merasa keenakan.

    Baca juga cerita senggama terbaik yang satu ini: Kenikmatan DUniawi dengan bibi

    Om B terus ja neken kontolnya masuk lebi dalem di pantatku, sudah setengahnya batang kontolnya tertelan oleh lubang pantatku, dia mulai merasakan pantatku mengempot-ngempot, apa yang dirasakan oleh om B dirasakan juga om a, hanya om A merasakan empotan oleh dinding memekku. Setelah mendiamkan sejenak, om B mulai menekan lagi batang kon tolnya masuk lebih dalam lagi kedalam lubang pantatku, sampe terbenam seluruhnya. Dia melenguh keenakan, juga om A mengerang merasakan betapa memekku menjadi jauh lebih sempit akibat lesakan kont0l om B di pantatku. om A hanya bisa berdiam diri saja, dia tidak dapat memaju mundurkan kontolnya keluar masuk dilubang memekku karena posisinya yang tertindih oleh tubuhku, yang bisa dia lakukan hanya mencecar kedua toketku dengan kedua tangannya, sementara mulutnya silih berganti menghisap-hisap kedua pentilku. Om B tidak terlalu banyak bergerak, yang dia lakukan hanya mendorong dan menarik tubuh aku dengan kedua tangannya dengan berpegangan pada pinggangku sehingga dengan sendirinya batang kontolnya dan om A punya keluar masuk di kedua lubangku. suara plak plok kembali terdengar, ini akibat beradunya slangkangan om B dengan bongkahan pantatku dan juga slangkanganku dengan slangkangan om a, gerakan mendorong dan menarik om B semakin cepat, om apun semakin gencar menghisap-hisap kedua toketku.

    Om C yang menyaksikan aksi 2 in 1 ini mulai terbangkit lagi nafsu birahinya, batang kontolnya sudah setengah berdiri, diapun menghampiri dipan dan berjalan kedepan aku, dengan setengah berdiri dia asongkan kontolnya ke aku. aku mengerti keinginannya, segera melahap kontol om C, tangan kananku mulai mengocok-ngocok kontolnya, om C melenguh merasakan permainan oralku, saat kontolnya keluar dari mulutku, kujilati kepala kontolnya, dan kadang-kadang menjilati lubang kencingnya, om C sampe bergidik merasakan geli dan nikmat.

    aku betul-betul menggarap ke 3 kontol yang kluar masuk di ke 3 lubang aku, memek pantat dan mulut. aku masih terus bergoyang, pantatku maju mundur, mulutku ngemut kont0l om C, ketiga om itu melenguh nikmat, tengah asyiknya aku memaju-mundurkan pantatnya, mendadak mata aku terbelalak saat merasakan dinding memekku menjadi hangat, memekku banjir oleh semburan peju om A, saat kulirik kearah om A yang sedang sibuk bermain dengan toketku, aku melihat dia terpejam merasakan puncak kenikmatannya. aku merasakan kont0l om A berdenyut-denyut saat menyemburkan pejunya, dan aku menjadi kaget karena kon tol om A tetep ja keras banget biar dah muncrat juga, Kontolnya masih terus keluar masuk di lubang memeknya seirama dengan gerakan maju mundur pantatku, semakin bertambah cepat memaju-mundurkan pantatku, otomatis mulutkupun semakin cepat maju mundur di kont0l om C.

    sementara om Bsemakin gencar juga membantu gerakan maju mundur aku dengan menarik dan mendorong pantatku, kontolnya semakin cepat keluar masuk di lubang pantatku. om A juga bergumam nikmat ditengah kesibukan mulutnya mengenyot-ngenyot toketku. Rupanya om B sudah berada diambang puncak kenikmatannya, puncak kenikmatan yang akan dia rengkuh untuk kedua kalinya, enaknya ngentot pantatku membuat dia tidak dapat bertahan lagi, pejunya sudah terkumpul di kepala kontolnya, kepala kontolnya sudah tidak dapat menahan lebih lama lagi dan siap meledak dan menyemburkan pejunya didalam lubang pantatku. “Nez, aku dah gak tahan, aku mo kluar aaaahhhh….”, erangnya panjang sambil menyemburkan pejunya di pantatku. aku merasakan lubang pantatku menjadi hangat oleh semburan pejunya, aku menekan pantat kebelakang dan mendiamkan sebentar untuk memberikan kesempatan pada om B menuntaskan semburan pejunya. Om B menarik keluar kontolnya yang telah tuntas melepaskan seluruh pejunya dari jepitan lubang pantatku, terlihat kontolnya mulai melemas dan mengecil, dia merebahkan tubuhnya diatas kursi taman, selonjor, kayanya dah lemes dia setelah muncrat 2 x.

    Om C melihat om B sudah mencabut kon tolnya dari dalam lubang pantatku, segera melepaskan kontolnya dari emutan mulutku. Dengan terburu-buru dan dengan setengah berdiri, om C mulai mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku, kepala kontolnya mulai terjepit oleh pantatku, dan dengan sekali hentakan kuat dia menekan seluruh kon tolnya menyeruak masuk kedalam lubang pantatku, seluruh batang kon tolnya hilang tertelan oleh lubang pantatku. “Pelan om…” “AAhh….Pantatmu sama sempitnya sama kaya memekmu Nez”, erang om C merasakan nikmatnya lubang pantatku yang sempit dan berdenyut.

    Dia mulai memompa kontolnya keluar masuk di lubang pantatku, gerakan maju mundurnya seirama dengan gerakanku, saat aku mendorong pantat kebelakang dia mendorong pantatnya kedepan, saat aku menarik pantat kedepan dia menarik pantatnya kebelakang, gerakan maju-mundur aku dan om C tidak dilakukan dengan perlahan-lahan lagi, tapi dengan ritme yang cukup cepat, suara plak-plok terdengar kembali akibat dari beradunya slangkangan om C dengan bongkahan pantatku, suara tersebut membuat dia dan aku semakin bernafsu melakukan gerakan maju mundur.

    Cerita Senggama 2017 | Sementara itu om a masih sibuk menghisap-hisap kedua toketku silih berganti, aku semakin merintih-rintih keenakan merasakan hisapan-hisapan om A di toketku, diapun dibuat merem melek oleh gerakan maju mundurku yang semakin gencar, dia merasakan berkali-kali kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku, om C pun merasakan nikmat yang sangat saat kontolnya yang sedang keluar masuk di lubang pantatku, dia yang sudah merasakan betapa ketatnya lubang memekku ngempot kontolnya dan emutanku saat mengulum-ngulum kontolnya, dia merasakan lubang pantatku juga tidak kalah enaknya dengan kedua lubangku yang lain, lubang pantatku mencengkram kuat batang kontolnya membuat dia merem melek saat menggenjot kontolnya keluar masuk di lubang pantatku, mulutnya mendesah-desah nikmat, birahinya semakin memuncak, puncak kenikmatannya sudah diambang pintu, dan dia semakin mempercepat gerakan maju mundurnya.

    aku merasakan gerakan keluar masuk kont0l on C semakin bertambah cepat, aku tahu dia dah ampir muncrat. akupun mengimbangi gerakannya, dia juga mempercepat gerakan maju mudur pantatnya, sehingga membuat om A melenguh-lenguh merasakan kontolnya yang semakin cepat keluar masuk di lubang memekku, aliran birahinya mengalir dengan cepat di batang kontolnya, dia mulai merasakan puncak kenikmatannya akan segera tiba, diapun semakin ganas menghisap-hisap toketku, kedua pentilkupun tak luput dari serangannya, kedua pentilku silih berganti dia tarik-tarik menggunakan bibirnya, membuat aku semakin mengerang-ngerang menikmati serangannya di kedua toketku, terlihat kedua pentilku semakin mengeras dan membesar. gerakan maju mundur pantatku semakin bertambah cepat mengimbangi gerakan maju mundurnya om C sampe akhirnya sambil melenguh panjang, om C pun ngecret di pantatku.

    “Uuhhh… Nez, pantatmu ruar binasa deh, aku dah gak tahan lagi, aku mo kluar….aaahhhh….” Dia menyemburkan pejunya membasahi lubang pantatku, dan saat dia ngecret akupun mendorong pantat kebelakang sehingga batang kontolnya amblas lebih dalam di lubang pantatku. aku merasakan hangatnya pejunya di lubang pantatku. akupun menghentikan sebentar gerakanku untuk memberikan kesempatan pada dia menuntaskan semburan pejunya. Setelah tetes terakhir dari pejunya keluar, diapun segera mencabut kontolnya dari jepitan pantatku. terlihat kontolnya mulai mulai melemas.

    Dengan posisi tubuh yang condong ke depan sehingga tidak mengganggu aksi om A yang masih sibuk mengenyoti kedua toketku, aku mulai memompa kembali pantat naik turun di atas tubuh nya, batang kontolnya mulai kembali keluar masuk memekku, batang kontolnya terlihat mengkilat oleh cairan pejunya dan cairan memek aq bercampur. gerakan naik turun pantatku semakin bertambah cepat, kontolnya semakin lancar keluar masuk di memekku, erangan nikmatku terdengar terus menerus, tubuhku sudah dibasahi oleh keringat. aku ingin segera mencapai puncak kenikmatanku bersama om A lagi, gerakan semakin bertambah cepat. Dia semakin ganas meremas-remas dan juga mengenyoti kedua toketku, aku semakin melenguh nikmat oleh serangannya, aku merasakan bentar lagi om A mo muncrat, makanya pantatku semakin cepat memompa batang kontolnya keluar masuk di memekku.

    Nampak goyangan naik turun pantat aku mulai tidak beraturan, desahan-desahan nikmatnya semakin sering terdengar, kedua tangannya melingkari leher A, seolah-olah aku ingin A menyedot kedua toketku, tubuhnku semakin doyong kedepan, om A pun semakin rakus melahap kedua toketku silih berganti kiri dan kanan, kedua tangannya semakin kuat meremas-remas kedua toketku.

    “Terus om, kenyot yang kenceng, Inez dah mo kluar om….” “Bareng ya Nez, aku juga dah mo kluar …”, diapun mengerang disela-sela kesibukannya menyedot-nyedot toketku. “AAhhh terus om, Inez dah gak tahan lagi ni, Inez kluar om aaaahhhh….”, aku mengerang panjang menyambut puncak kenikmatanku. Dia juga mengerang panjang saat kontolnya mulai menyemburkan pejunya di dalam memekku. aku menekan pantat kuat-kuat kebawah, sementara dia mengangkat pantatnya, sehingga batang kontolnya melesak lebih dalam dan mengenai dinding rahimku, aku merasakan hangatnya semburan peju di memekku.

    Cerita Senggama | Tubuh akupun ambruk saat aku kluar, nafasku memburu hebat, lemesnya baru kerasa digarap 3 om barengan kaya gini. aku bangkit dari atas tubuhnya, kon tolnya terlepas dari memekku, aku merasakan pejunya mengalir keluar perlahan-lahan dan menetes kebawah, jatuh tepat diatas perutnya. “Kamu betul-betul hebat Nez, kami puas ngentotin kamu, abis istirahat kita main sampai pagi yach,” katanya.

  • Kumpulan Foto Ngentot Teman Kantor Di Rumahnya

    Kumpulan Foto Ngentot Teman Kantor Di Rumahnya


    2540 views

    Perawanku – Wanita karir, Bicara tentang wanita karir membuat anda pastinya ingin crot tidak ?pakaian yang super ketat menunjukan lekuk tubuhnya, ingin rasanya entotin dan memperkosanya.

    Tetapi tidak boleh begitu bos ku, meskipun tidak bisa di rasakan kami sudah menyiapkan foto nya buat para bos ku agar bisa berimajinasi layaknya lagi ngentotin Teman kantor seperti ini bos ku  :

  • Awal Dari Kesetiaan Brakhir Dengan Ngentot – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Awal Dari Kesetiaan Brakhir Dengan Ngentot – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1781 views

    Perawanku – Pada mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting.
    Tetapi lama kelamaan aku jadi ketagihan.
    Dan setiap hari aku selalu meluangkan waktu Untuk beberapa saat lamanya sembari mengerjakan tugas harian di kantor.
    Baik itu melalui MIRC ataupun di YM.

    Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu dunia cyber. Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname Jingga yang kebetulan aku suka banget dengan warna purple.

    Hingga sampailah aku di pertemukan dengan cewek yang berumur 17 tahun yang mempunyai nama asli Adinda. Adinda yang masih berstatus pelajar di salah satu SMU negeri di Jakarta dan tinggal di sekitar Jakarta Barat. Dengan paras yang cantik serta bentuk tubuh yang sexy di dukung penampilannya yang selalu mengenakan rok abu-abunya di atas lutut. Menjadikan dirinya patut untuk di kagumi oleh setiap lelaki. Apalagi dengan hem putihnya yang sedikit transparan setiap Adinda berangkat ke sekolah. Begitu menerawang terbentuk segaris Bra 36 warna hitam kesukaannya menjadikan setiap mata yang memandangnya tak akan berkedip sedetikpun.

    Adinda adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di Jakarta. Kesibukan papanya sebagai seorang pengusaha, menjadikan Adinda selalu merasa kesepian. Demikian juga dengan Mamanya yang selalu sibuk dengan urusan arisan, shopping, senam, salon dan banyak lagi kesibukan yang datang tak pernah habisnya. Karena merasa kesepian setiap pulang dari sekolah ataupun saat libur sekolah, menjadikan Adinda tumbuh tanpa seorang figur dari keluarganya. Kalau melihat kepribadiannya Adinda sebenarnya mempunyai kepribadian yang periang dan ramah.Semua itu bisa di lihat dengan kesehariannya yang selalu tersenyum kepada semua orang yang di jumpainya.

    Demikian juga saat bertemu denganku lewat Chatting. Setiap perjumpaan selalu diakhiri dengan kesan yang baik, bagaimanapun juga aku sangat menghargai. Kejujurannya yang menceritakan masalah keluarganya yang super sibuk dan mantan cowoknya yang berpaling darinya, karena tidak bisa bersabar menghadapi Adinda yang belakangan menjadi pemurung. Sifatnya yang pemurung itu disebabkan oleh suasana keluarganya yang mulai tidak harmonis lagi dan menjadikan sosok Adinda menjadi minder di sekolahnya.

    Hingga pada satu kesempatan dia memutuskan ingin bertemu secara langsung denganku. Hari itu setelah kita chatting beberapa saat, tiba-tiba dia menangis dan butuh teman untuk curhat secara langsung dan alasannya, karena dia sudah akrab dan percaya kepadaku.

    Setelah menentukan tempat yang cukup aman, sejuk udaranya dan tidak bising akhirnya aku sepakat menemuinya. Dengan perasaan deg-degan, sepanjang perjalanan aku berpikir ada masalah apa dengan Adinda. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar-benar ketemu dengannya.

    Sesaat Aku terkagum-kagum melihat penampilannya hari itu. Berbeda dengan kesehariannya yang selalu mengenakan seragam sekolah. Hari itu Adinda mengenakan stelan celana jeans agak belel warna biru di padu dengan kaos putih ketat yang menonjol di bagian dadanya. Rambut panjangnya di biarkannya tergerai menyentuh bahunya melewati leher jenjangnya yang putih bersih.

    Dari penampilannya yang mengagumkan aku sempat menelan ludah sesaat. Adinda adalah sosok cewek idolaku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan lekukan Pantatnya yang sexy tecetak jelas di celananya yang ketat juga. Membuat aku menelan terdiam sesaat, sambil membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia.

    Di sebuah cafe yang suasananya pada siang itu tidak begitu ramai, dengan hanya beberapa pengunjung, menjadikan pertemuanku dengan nya akan sangat berkesan tentunya. Selama pembicaraan di cafe, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Adinda yang cantik dan manis sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang merekah. Untuk menghilangkan rasa cemasku, aku berusaha membuka pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kesannya setelah bertemu dan ada masalah apa sampai dia memintaku datang menemuinya.

    Pertemuan itu sebenarnya hanya sekedar alasannya aja agar bisa ngobrol denganku dan mengenal lebih dekat siapa diriku sebenarnya. Hal itu aku ketahui setelah kami terlibat perbincangan serius di cafe dan dia berterima kasih, kalau selama ini aku bisa dengan penuh kesabaran mendengarkan semua masalah yang di hadapinya.

    “Diet.. Boleh aku mengatakan sesuatu?” tanya Adinda tiba-tiba.
    “Boleh.. Ada apa emangnya?” tanyaku balik.
    “Aku mulai merasakan semua kasih sayang kamu selama ini,” jawabnya.
    “Dan aku juga ingin memberikan hal yang sama buat kamu,” lanjutnya.

    Aku hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasannya, dengan lembut aku memeluk tubuhnya untuk meyakinkan bahwa semua yang kulakukan tulus adanya. Dan dengan pelan aku genggam jemari tangannya yang halus serta aku pegang dagunya dengan lembut bibirku menyentuh bibirnya yang terbuka sedikit. Yang tak lama aku telah menciumi leher Adinda yang terlihat sangat bersih dan putih.

    “Adinda aku sayang kamu..,” bisikku di telinganya lirih.

    Adinda semakin erat memelukku sebagai ungkapan kebahagiaannya atas sikapku. Setelah perbincangan di cafe selesai, Adinda mengajakku untuk bersantai sejenak sambil beristirahat dengan memesan sebuah kamar di sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe tersebut.

    “Diet.. Ohh..,” desah Adinda ketika aku mencumbu lehernya setelah kita sampai di kamar. Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Adinda yang jenjang.
    “Akhh Diet..” tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Adinda yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
    “Ooohh.. Diet..” desahnya lirih.

    Adinda mulai terangang ketika ujung lidahku menjilati bukit payudaranya yang berukuran 36 itu. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh.. Dengan meremas payudara yang satunya.

    “Adinda.. Sayang, aku buka baju kamu yah..”? bisiku di telinganya.

    Adinda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan Bra warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas di depanku.

    Setelah terbuka, kembali aku mengulum bibirnya yang merekah. Lidahku menjelajahi rongga di langit-langit mulutnya dan sesekali menghisap lidah Adinda yang mulai terangsang dengan ciumanku. Tanganku yang nakal mulai melepas Bra warna hitam miliknya. Dan.. Wow.. Tersembullah puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Adinda untuk kemudian mulai menjilati puting Adinda yang berwarna kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya.

    “Ooohh Diet.. Enak sekali sayang..,” rintih Adinda.

    Dan saat aku mulai menegang.. Adinda berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Adinda untuk bangkit dari pinggir ranjang. Parfum Adinda yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya.

    Aku beranikan diri untuk mulai membuka celana jeans serta CD hitam berenda yang dipakainya. Dan darahku mendesir saat melihat gundukan yang ditumbuhi dengan rambut yang hitam lebat. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Adinda.

    “Oohh.. Diet.. Nikmat.. Sayang,” Adinda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaannya.
    “Akhh.. Kamu pintar sekali sayaang..” Desah Adinda disaat jilatanku semakin cepat, Adinda sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda mau orgasme dan sesaat kemudian..
    “Mass Adiet.. Sayang.. Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau..” Adinda menggelinjang hebat sambil menjepit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa semakin terbenam di selangkangannya.
    “Maass.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr..” Jeritnya lirih.

    Adinda merintih panjang saat mencapai orgasmenya yang pertama, dia tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan Adinda begitu puas dengan pemanasan tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar.

    Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran lumayan besar, langsung menghujam celah kenikmatan Adinda sembari bibirku mengulum payudaranya.

    “Aaakhh.. Diet..,” desah Adinda, saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya.
    “Diet.. Penis kamu ohh..” desahnya kemudian.

    Aku merasakan setiap jepitan bibir vaginanya yang begitu ketat, sampai terasa begitu nikmat lubang senggama Adinda. Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Adinda yang pertama kalinya merasakan nikmatnya bercinta. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Adinda menggelinjang hebat karena dia mulai bisa merasakan dan menikmati permainan ini.

    “Diet.. Sudah.. Sayang.. Akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina Adinda menjepit batang penisku.

    Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Adinda. Aku tidak mempedulikan desahan Adinda yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tiba-tiba Adinda mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya.

    Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian.

    “Diet.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Sayang, aku.. Nggak tahan..”
    Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku.
    “Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh..,” rintih Adinda lirih.
    Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Adinda. Disaat aku mulai mencapai klimaks, aku meminta Adinda berganti posisi diatas.
    “Adinda.. Sayang kamu diatas yah..”Pintaku

    Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Adinda bangkit dan langsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya.
    “Akhh gila, penis kamu enak banget Maas.. Ooohh..” Adinda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.
    “Aduhh enak Diet..” desahnya lagi.
    Goyangan pinggul Adinda membuat gelitikan halus di penisku..
    “Adinda.. Sayang.. Akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Adinda menggoyang pinggulnya.
    “Diet.. Aku mau keluar nih..,” sambil merintih panjang, Adinda menekankan dalam-dalam

    Tubuhnya hingga penisku amblas ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan tanda-tanda akan mencapai orgasme.

    “Aaahh.. Ahh.. Ohh,” teriakku
    “Crott..” bersamaan dengan menyemburnya spermaku. Aku biarkan spermaku menyembur di dalam vaginanya. Sebagian dari spermaku langsung meleleh di sekujur pahanya yang mulus.

    Setelah itu Adinda berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dari vaginanya. Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru pertama kalinya Adinda bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

    “Diet.. Kapan kamu ada waktu lagi untuk melakukan semua ini sayang,” tanya Adinda.
    Aku menjawab lirih, “Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu untuk kamu.”
    “Makasih sayang.. Kamu telah memberikan apa yang selama ini belum aku rasakan,” kata Adinda.

    Kemudian aku mengecup kembali Bibirnya yang merekah sebagai tanda kasih sayangku kepada Adinda yang tulus.

  • Cerita Ngentot Mertuaku Pemuas Nafsu Ku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngentot Mertuaku Pemuas Nafsu Ku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2000 views

    Perawanku – Hampir setiap ada kesempatan aku bersetubuh dengan mertuaku, kesempatan itu aku lakukan saat istriku Indri sedang ada tugas di luar kantor yang memaksa untuk nginap beberapa hari di luar kota, aku dan mertuaku selalu tidur satu ranjang layaknya suami istri, apabila birahi datang kami selalu melengkapi dengan saling membutuhkan biasanya aku semprotkan air maniku di dalam vagina mertuaku.

    Tak lama beberapa bulan ternyata akibatnya fatal yaitu mertuaku hamil atas spermaku, aku kira mertuaku
    sudah tidak bisa hamil karena umurnya yang sudah tua 53 tahun, tapi atas kehendak mertuaku sendiri aku
    agak tenang jadi semua bisa diatasinya, saat mertuaku pulang ke desanya aku berniat untuk kesana dan
    memeriksakan kandungannya. Agen Judi Bola

    Tapi mertuaku menolak untuk aku temani entar malah suaminya curiga, setelah aku yakin bahwa mertuaku
    bisa menyembunyikan perbuatan itu otak jorokku keluar lagi dengan menelpon mertuaku aku bilang bahwa
    aku kangen banget, dan mertuaku juga merasakan apa yang aku rasakan. Setelah lama ngobrol tiba tibb
    handphone yang satunya berbunyi.

    Hallo, selamat pagi.

    Pento kamu tolong ke ruang Ibu sebentar.

    Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan Ibu
    Maya. Ibu Maya, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat
    kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan.

    Aku taksir, usia Ibu Maya kurang lebih 45 tahun, Ibu Maya seorang wanita yang begitu penuh wibawa,
    walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Maya tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Maya agak
    gemuk.

    Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya.

    Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah
    selesai kamu kerjakan atau belum?.

    Oh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada
    kesalahan. Jawabku.

    Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?. Tanya Ibu Maya.

    Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa.

    Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah
    penyakit mu.

    Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok. Jawabku.

    Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Maya, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Maya berkata,
    Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu
    mertuamu hamil.

    Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh
    mendapatkan malu yang luar biasa.

    Dari mana Ibu tahu? tanyaku dengan suara yang terbata bata.

    Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus
    Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu.

    Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok
    lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh
    dengan Ibu mertuamu sendiri.

    Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Maya adalah atasanku, selain itu Ibu Maya adalah saudara sepupu
    dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat. Aku hanya diam dan menundukan
    kepalaku, aku pasrah.

    Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu.

    Terima kasih Bu, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku

    Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK.

    Tentang apa Bu? tanyaku.

    Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak pintanya
    tegas.

    Akupun keluar dari ruangan Ibu Maya dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Maya
    yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan
    gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.

    Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya, Tanya Wilman sohibku.
    Ah, nggak ada apa apa Aku lagi capek aja.

    Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu.

    Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Maya denger mati kamu.

    Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku,
    kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku
    kekasihku,

    Rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku.
    Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Maya, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang
    aku alami dengan Ibu mertuaku,

    Uh.. rasanya mau meledak dada ini, Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik
    terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak
    mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.

    Kring.. , kuangkat telepon di meja kerjaku.

    Gimana? Sudah siap, Tanya Ibu Maya. Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI
    pemuda.

    Ternyata Ibu Maya tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil
    kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi
    ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya.

    Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Maya, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat
    kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Maya masuk ke halaman dan parkir. Ibu
    Maya pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.

    Hi.. Pento ngapain kamu disini?, sapa Ibu Maya.

    Aku jadi bingung, namun Ibu Maya mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Maya, agar kami
    bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.

    Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga, sahutku.

    Ibu Mayapun bergabung antri di depan ATM.

    Gimana, temenmu belum datang juga? Saat Ibu Maya keluar dari ruang ATM.
    Belum Bu.

    Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah.

    Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Maya, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Maya sementara
    Ibu Maya sendiri duduk dibangku belakang.

    Ayo, Pak Bari kita pulang Iya Nya.. , sahut Pak bari Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi
    aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang.

    Uh.. batinku Ibu Maya mulai bersandiwara lagi.

    Memangnya ada apa Ibu mencari saya?.

    Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa
    kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di
    rumah Ibu OK.

    Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku
    sudah sampai dirumah Ibu Maya.

    Ayo masuk, ajak Ibu mia.

    Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Maya pun
    masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Maya yang begitu
    antik dan mewah.

    Selamat sore Nya,

    Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan
    hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.
    Baik Nya.

    Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Maya.

    Silakan Den, ini kamarnya.

    Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku
    duduk di sofa yang ada di dalam kamar.

    Kring.. , kring.. , kuangkat telepon yang menempel di dinding.

    Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja
    pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut.

    Oh.. iya Bu terimakasih.

    Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun
    membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku.

    Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Maya belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang
    mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka
    dan kulihat ternyata Ibu Maya yang masuk,

    Aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Maya tipis sekali. Setelah mengunci
    pintu kamar Ibu Maya datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku
    memandangi tubuh Ibu Maya, walaupun gendut tapi Ibu Maya tetap cantik.

    Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Maya berkata kepadaku, Sekarang, kamu harus
    menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas
    semua pakaian yang kamu kenakan.

    Tapi Bu, protesku.

    Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung
    istrimu sedang mengandung anakmu.

    Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana
    pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku.

    Sial!, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Maya saat itu.

    Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu, bentak Ibu Maya.

    Mm.. , lumayan juga kontolmu.

    Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Maya tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar
    Indonesia.

    Nah, sekarang ceritakan semuanya.

    Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau
    tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku
    alami.

    Kulihat Ibu Maya mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Maya menarik napas panjang. Tiba
    tiba Ibu Maya bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana
    menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku,

    Sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan
    tubuh Ibu Maya membuat jakunku turun naik.

    Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu, bentaknya lagi.

    Baik Bu, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku,
    apalagi saat Ibu Maya menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok
    kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.

    Ahh.. , jeritku tertahan saat mulut Ibu Maya mulai mengulum kontolku.

    Ahh.. Bu.. , nikmat sekali.

    Kuangkat kepala Ibu Maya, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku.
    Bu.. kita pindah keranjang saja, pintaku,

    Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh Ibu Maya,
    ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.

    Ahh.. , Jerit Ibu Maya saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.

    Uhh Pento.. enak.. sayang.

    Ketelusuri tubuh Ibu Maya dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Maya yang licin tanpa sehelai
    rambutpun. Kuhisap memek Ibu Maya dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali
    Mungkin karena Ibu Maya sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.

    Ahh, jerit Ibu Maya saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-
    remas teteknya.

    Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas
    lidahku terus menjilati memek Ibu Maya yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku.

    Usahaku berhasil, Ibu Maya memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku
    tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Maya, tubuh Ibu
    Mayapun makin menegang.

    Aaarrgghh.. Pento, jerit Ibu Maya tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme
    melanda dirinya,”Puas Ngentot Memek Boss”

    Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Maya, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam,
    kubiarkan Ibu Maya menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Maya kujilati teteknya,
    kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.

    Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu, pintanya.

    Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Maya tengkurap kini.

    Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali.

    Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Maya pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek
    gesekan kontolku kelubang memek Ibu Maya. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang
    kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Maya.

    Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat.

    Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Maya, orang yang paling di takuti
    dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan
    memohon mohon padaku.

    Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Maya, bunyi plak..
    plak.. akibat beradunya pantat Ibu Maya dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.

    Uhh.. , jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

    Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku,
    Ibu Mayapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.

    Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. .

    Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Maya, beberapa detik
    kemudian Ibu Maya pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu
    Maya tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.

    Ibu Maya rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Maya.
    Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Maya sudah lelap tertidur,

    Dari celah belahan memek Ibu Maya, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang
    telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali tubuh Ibu Maya, kontolkupun tegak kembali, ku
    balik tubuh Ibu Maya agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di
    lubang memek Ibu Maya.

    Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang, Lirih sekali suara Ibu Maya.

    Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Maya, Bless.. Licin sekali,
    kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Maya terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk
    kontolku,

    Rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Maya hanya memejamkan
    matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Maya.. , dan
    langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Maya.

    Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Maya, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku
    terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas
    membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

    Bu.. Bu.. Maya bangun Bu.. .

    Akhirnya dengan malas Ibu Maya membuka matanya.

    Sudah malam Bu saya mau pulang.”Puas Ngentot Memek Boss”

    Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi.

    Ibu Mayapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.
    Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Maya masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Maya keluar
    dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

    Ini untuk kamu.

    Apa ini Bu?, Tanyaku, saat Ibu Maya menyodorkan sebuah amplop kepadaku.

    Aku menolak pemberian Ibu Maya, namun Ibu Maya terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi
    amplop yang diberikan Ibu Maya lalu kembali kami berciuman dengan mesranya.

    Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Maya.
    Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.

  • Foto Model Bugil Jepang, Pamer Body Sexy Aduhai di Rumah Kosong

    Foto Model Bugil Jepang, Pamer Body Sexy Aduhai di Rumah Kosong


    2433 views

    Perawanku – Model Bugil memang memiliki aura sensual tersendiri bagi pecintanya. Sama halnya dengan model keturunan jepang yang
    sedang unjuk kebolehan di rumah kosong satu ini. Tubuhnya yang
    montok dan seksi seakan mengajak anda untuk membelainya sampai
    terangsang.

    Model bugil jepang seperti ini bukanlah hal baru di dunia maya, tapi tentunya yang
    ini lebih hot dibanding yang sudah pernah kamu lihat. Model seksi gadis ini terlihat begitu mempesona sembari memamerkan puting payudara yang memiliki puting warna masih muda tersebut.
    Berikut adalah galeri model jepang bugil yang masih gadis dan menggoda tersebut.

  • Cerita Sex Kakak ML Sama Adiknya

    Cerita Sex Kakak ML Sama Adiknya


    1190 views

    Perawanku – Cerita Sex Kakak ML Sama Adiknya, Saya ingin menceritakan pengalaman seks saya 8 tahun yang lalu, sekarang saya sudah berumur 22 tahun, Cerita ini mengenai mengapa saya kehilangan perawan saya untuk pertama kali. Semenjak itu, saya menjadi kesal dengan semua laki-laki tapi bukan berarti saya menjadi lesbi. Saya bukan lesbi tapi saya juga tidak mau mengenal laki-laki. Tidak tahu lagi apa itu namanya.

    Saya adalah cewek yang lumayan cantik karena saya memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik. Payudara saya cukup besar untuk cewek berumur 14 tahun saat itu. Saya tidak mempunyai pacar karena saya ingin belajar giat supaya saya bisa bersekolah di Philadelphia, United States setelah saya lulus SMA nanti.

    Saya memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas saya. Namanya adalah Herry Susanto (Nama belakangnya bukan nama keluarga saya karena nama belakangnya adalah karangan saya saja).

    Dia satu sekolah dengan saya sehingga tiap hari Herry selalu menemani saya di sekolah. Saya tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap saya apalagi saya adalah adik perempuannya satu-satunya.Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas. Saya masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin.

    Saat itu saya sedang nonton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse. Ketika saya sedang menonton film tersebut, tiba-tiba saya mau pipis sehingga saya meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi ke kamar mandi karena saya tidak mau ngompol di sofa di mana saya sedang tiduran karena saya bisa dimarahi mama nantinya.

    Saya lari ke kamar mandi dan langsung pipis. Itulah kesalahan saya yang fatal karena saya lupa menutup pintu. Sewaktu saya sedang pipis, kakak saya Herry datang tergopoh-gopoh. Saya yakin sekali bahwa Herry pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena saya sering melihat dia teler kalau habis pakai obat.

    Herry melihat saya sedang pipis dan saya membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena saya tidak ada perasaan curiga pada dia. Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh saya yang saat itu sedang pipis. Saya kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Herry menutup mulut saya dan mengancam mau membunuh saya kalau saya berteriak. Saya langsung menangis karena saya tidak mengerti kenapa kakak saya tega melakukan perbuatan bejad kepada saya.

    Cerita Sex Kakak ML Sama Adiknya

    Cerita Sex Kakak ML Sama Adiknya

    Saya cuma menangis saja menyaksikan Herry membuka pakaian dan celana dalam yang saya kenakan. Setelah saya tidak memakai busana apa-apa lagi, Herry langsung menciumi puting susu saya dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris saya. Saya masih menangis karena saya masih tidak mengerti tetapi di lain pihak, saya mulai menikmati permainan kakak saya karena saya kadang-kadang mendesah di tengah tangisan saya, apalagi saya sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Herry mulai menjilati liang kemaluan saya dan memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluan saya. Saya yakin dia menelan semua cairan kewanitaan saya. Perasaan saya saat itu tidak karuan karena saya mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa saya.

    Herry terus menjilati kemaluan saya dan saya sudah 2 kali merasakan ingin pipis tetapi saya tidak mengerti kenapa saya ingin pipis ketika dia menjilati kemaluan saya, saya merasakan kenikmatan yang maha dasyat. Tiba-tiba saya melihat Herry mulai membuka pakaiannya dan mulai mempersiapkan batang kemaluannya yang sudah mengacung sempurna. Herry langsung menciumi saya dan saya cuma bisa berkata, “Jangan.. jangan..”, tetapi Herry diam saja dan mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan saya. Saya tahu saya masih perawan makanya saya meronta-ronta ketika dia mau memasukkan batang kemaluannya. Saya menampar pipinya tetapi dia malah membalas tamparan saya sehingga saya menjadi sangat takut waktu itu.

    Akhirnya saya cuma diam saja sambil menangis sementara Herry mulai mengarahkan batang kenikmatannya ke dalam liang kemaluan saya. Ketika batang kemaluan Herry mulai masuk ke dalam kemaluan saya, saya merasakan sakit yang amat sangat tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya sangat ketakutan apalagi saya tahu dia dalam pengaruh obat, jadinya dia tidak menyadari bahwa dia sedang menyetubuhi adiknya sendiri.

    Di saat Herry mulai memainkan batangannya di dalam lubang kenikmatan saya, saya merasakan ada cairan darah perawan yang keluar dari liang senggama saya yang sudah dirobek oleh kakak saya sendiri. Saya tiba-tiba menjadi tidak mengerti karena saya mulai menyukai goyangan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya karena secara otomatis saya mulai bergoyang-goyang mengikuti irama batang kemaluan Herry di dalam liang senggama saya walaupun saat itu saya masih menangis. Herry memeluk tubuh saya sambil terus menggenjot tubuh saya.

    Selama 20 menit Herry tetap menggenjot tubuh saya dengan tubuhnya dan batang kenikmatannya yang tertanam di dalam liang kemaluan saya.

    Saya mulai merasakan bahwa saya ingin pipis tetapi kali ini saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya tetapi rasanya enak sekali dan saya sama sekali tidak mengerti apa itu tetapi ketika saya mengeluarkan cairan nikmat saya, saya berteriak dan memeluk kakak saya erat-erat dan ketika saya memeluknya erat-erat, rupanya batang kemaluan kakakku sepertinya tertanam lebih dalam lagi di liang kenikmatan saya sehingga dia sepertinya mengeluarkan cairan dari dalam batang kelaminnya dan membasahi lapisan kemaluan saya.

    Setelah itu, herry melepaskan pelukan saya serta mencabut batang kemaluannya dari dalam liang kenikmatan saya dan kemudian meninggalkan saya seorang diri.

    Saya masih sempat melihat ada cairan bekas Herry yang masih menetes dari dalam lubang kemaluan saya. Saya hanya diam dan tiba-tiba saya menangis sedih karena harga diri saya telah dirusak oleh kakak saya sendiri.

    Sejak saat itu saya mulai membenci laki-laki, tetapi saya mulai mengenal seks karena ketika saya ingin sekali merasakan pipis nikmat, saya selalu melakukan masturbasi di kamar mandi atau bahkan di kamar tidur saya. Tapi tentunya saya selalu melakukannya kalau tidak ada orang di rumah.

    Sejak saat itu saya membenci kakak saya dan setiap kali ada lelaki yang mencoba mendekati saya, saya selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata yang kasar sehingga satu persatu dari mereka menjauhi saya.

    Sekarang saya berada di Philadelphia dan banyak teman saya yang mengatakan bahwa saya ini termasuk cewek bodoh karena saya selalu menolak cowok baik-baik yang cakap dan pandai dan itu tidak terjadi sekali. Saya memang membenci laki-laki tetapi saya bukan lesbi karena ketika saya menghindari semua laki-laki di dalam hidup saya, ada seorang lesbi yang mendekati saya dan saya juga menghindarinya.

    Akibatnya persahabatan kami menjadi renggang dan dia mulai meninggalkan saya. Saya hanya dapat mencapai orgasme ketika saya melakukan masturbasi ketika saya sedang mandi atau sebelum tidur. Jadinya itu membuat saya berpikir, kenapa saya perlu laki-laki kalau saya bisa memuaskan nafsu saya dengan swalayan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Mesum Terbaru 2020

    Cerita Sex Mesum Terbaru 2020


    1089 views

    Perawanku – Cerita Sex Mesum Terbaru 2020,Aku memang ketagihan bermain cinta dengan wanita setengah baya alias STW. Ada lagi pengalaman nyata yang kualami. Pengalamanku menaklukkan kakak iparku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku karena aku menjerumuskan orang baik-baik kedalam neraka nafsu.

    Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami.

    Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

    Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.

    Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

    Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

    Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

    Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.

    Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.
    “Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

    Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.

    “Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

    “Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.

    “Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja.

    Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

    “Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

    Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

    Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

    Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.

    Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”

    “Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.

    Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.

    Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.

    Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
    Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

    Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

    “Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

    Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

    “Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Di Balik Jilbab Sity Nurjanah Dan Temanya

    Cerita Sex Di Balik Jilbab Sity Nurjanah Dan Temanya


    1190 views

    Perawanku – Cerita Sex Di Balik Jilbab Sity Nurjanah Dan Temanya, Cerita Sex Di Balik Jilbab Sity Nurjanah dan Temanya – Namaku adalah Feri, bekerja di perusahaan konsultan IT yang cukup ternama di tanah air. Posisiku sebagai seorang programmer. Menurut teman- temanku, aku adalah orang yang beruntung, karena memiliki seorang istri yang cantik dan seksi. Nurjanah nama istriku. Tinggi istriku 167 cm dan berat yang proporsional. Tapi menurut teman-temanku yang istimewa dari istriku selain wajahnya yang putih dan cantik adalah keseksian bodynya.

    Temanku yang mata keranjang selalu jelalatan bila melihat istriku terutama melihat buah dadanya yang montok , pinggul yang besar menggoda dan pantat yang terangkat ke atas, walaupun istriku selalu mengenakan pakaian yang tertutup rapat. Dari istriku aku telah dikaruniai putra yang telah duduk di kelas 2 SD dan seorang putri yang berusia 4 tahun Pada suatu hari aku ditugaskan oleh perusahaan untuk membantu sebuah instansi pemerintah didalam membenahi IT yang terdapat di instansi tersebut.

    Di instansi tersebut aku bekerja sama dengan salah seorang pegawai yang mendapat tugas sebagai penanggungjawab IT di instansi tersebut. Nama rekan kerjaku adalah Sugianto dan biasa kupanggil Anto. Usianya 2 tahun dibawahku, telah menikah dan dikaruniai 2 orang putri yang berusia 3 tahun dan SD kelas 1. Istrinya adalah seorang wanita berjilbab lebar. Istri Anto bernama Aisyah. Namun jilbab lebar tersebut tidak mampu menyembunyikan paras wajahnya yang cantik, anggun dan putih mulus kulit wajahnya.

    Tubuhnya kecil mungil imut-imut sesuai dengan tipe cewe idamanku pada waktu aku bujangan dulu. Aisyah Dalam kerjasama ini , seringkali kami bekerja hingga jauh malam di kantor bahkan tidak jarang kami harus menginap di kantor. Sering pula kami bekerja di rumahnya hingga menginap ataupun sebaliknya menginap di rumahku. Karena dimulai dari nol, maka hubungan kerja sama ini terjalin menjadi sangat lama karena membicarakan segala aspek yang berhubungan dengan IT, dimulai dari perencanaan, pemasangan jaringan hingga sistem informasi yang akan dijalankan.

    Setelah kerjasama berjalan sekitar 3 bulan, Anto terlihat seperti orang stress dan setelah kutanyakan dia bercerita bahwa dia mendapat tekanan dari atasannya akibat kesalahan perencanaan, sehingga hasilnya melenceng dari target yang ditetapkan dan dia diberi limit waktu 3 bulan untuk segera memperbaiki dan menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan. Rupanya, atasan Anto menceritakan kesalahan perencanaan yang dilakukan oleh anakbuahnya kepada atasanku, sehingga akupun mendapat teguran keras dari atasanku sebagai karyawan yang tidak mampu membawa misi perusahaan yang mampu memberi bantuan konsultasi untuk mewujudkan terciptanya sebuah Sistem Informasi pada sebuah klien.

    Walaupun ini semua terjadi bukan kesalahanku. Akibat tekanan ini, kami menjadi semakin akrab dan menjadi dua orang sahabat setia yang saling membantu dan berbagi baik didalam suka maupun duka. Kami jadi semakin sering kerja sampai jauh malam baik di kantornya Anto, rumahku ataupun rumahnya. Pada saat bekerja, kami banyak berhubungan dengan internet untuk mendapatkan referensi ataupun masukkan yang bisa mempercepat proyek ini selesai. Dan biasanya pada saat pikiran sedang buntu, biasanya kami melakukan refreshing dengan cara mengunjungi situs-situs porno dan mendownload gambar- gambar ataupun film-film porno.

    Dari gambar-gambar dan film-film yang didownload oleh Anto serta komentar- komentar yang dilontarkan olehnya. Aku tahu bahwa Anto sangat terobsesi dengan wanita dengan buahdada yang besar dan montok. Pantas saja sering aku pergoki dia secara sembunyi-sembunyi sering menatap istriku pada saat kerja di rumahku. Tapi hal ini tidak membuatku cemburu, karena dia tidak pernah secara terang-terangan memandangi istriku apalagi menggodanya, lagi pula dia adalah sahabat baikku saat ini. Waktu terus berjalan dan batas waktu yang ditentukan semakin dekat sedangkan pekerjaan belum selesai.
    Hal ini membuat kami bekerja siang malam tiada henti. Hingga akhirnya Anto berkata padaku “Rid… Bagaimana kalau kita berjanji…?” “Janji bagaimana..?” tanyaku padanya “Kita berjanji akan melakukan syukuran dengan berlibur bersama dua keluarga menyewa sebuah villa di kawasan puncak beberapa hari untuk menikmati pemandangan alam dan sarana rekreasi yang ada di sekitar sana, sehingga bukan hanya kita yang menjadi sahabat tetapi istri-istri kita dan anak-anak kitapun bisa menjadi akrab dan bersahabat., bagaimana ?” usulnya padaku. “Ok… Aku sangat setuju…” sahutku bersemangat.

    Sejak ada komitment tersebut, semangat kami menjadi bertambah untuk dapat sesegera mungkin menyelesaikan proyek ini, sehingga akhirnya proyek tersebut selesai sebelum deadline yang ditentukan. Kami rayakan keberhasilan ini dengan acara makan bersama antara keluargaku dan keluarga Anto di rumahku. Suasana diantara kami cepat terjalin dengan hangat dan akrab. Antara istriku dan istri Anto cepat sekali akrab, seolah dalam fikiran mereka sudah tertanam motto sahabat suamiku adalah sahabatku juga, demikian juga dengan anak-anak kami.

    Kami berdua mulai menyusun rencana untuk melaksanakan janji yang pernah diucapkan sebelum proyek itu selesai. Setelah menemukan waktu yang tepat akhirnya kami berlibur selama 3 hari dengan menyewa sebuah Villa di kawasan Puncak. Karena waktu yang kami ambil bertepatan dengan liburan sekolah anak- anak maka kawasan Puncak ramai dengan wisatawan dan akhirnya kami hanya dapat menemukan sebuah villa dengan dua kamar tidur yang ada kamar mandinya, satu ruang tamu dan ruang tengah serta dapur.

    Keluargaku menempati kamar yang pintunya menghadap ke ruang tengah, sedangkan keluarga Anto menempati kamar yang pintunya menghadap ke ruang tamu. Antara ruang tengah dan ruang tamu yang berbentuk huruf L dihalangi oleh stesel berukiran indah. Kami tiba di villa tersebut sekitar jam 11 siang. Setelah istirahat dan beres-beres serta dilanjutkan dengan makan siang, maka sepanjang sisa hari gunakan untuk jalan- jalan menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara Puncak.

    Setelah gelap tiba kami semua berkumpul di ruang tengah sambil menyalakan perapian sambil menciptakan obrolan-obroalan hangat sedangkan anak-anak asyik bermain game play sation yang kami bawa dari rumah. Setiap moment yang terjadi selalu aku dan Anto abadikan dengan kamera digital yang kami bawa. ”Buat kenang-kenangan yang tak terlupakan tentang persahabatan kita…” katanya sambil tersenyum padaku. Merk dan type kamera yang kami miliki sama persis, kami membelinya sama-sama pada saat sedang mengerjakan proyek.

    Sehingga apabila kedua kamera kami disandingkan, baik Aku maupun Anto tidak dapat menentukan milik masing-masing apabila hanya dilihat dari fisiknya saja. Sekitar jam 9 malam, karena siangnya terlalu banyak aktivitas, maka anak-anak merengek-rengek minta ditemani tidur, maka kami masuk kamar untuk menemani anak kami masing-masing. Udara dingin puncak, membuat aku dan istriku saling menghangatkan badan dengan cara berpelukkan yang rapat.

    Dan karena suasana tempat tidur yang asing, maka kami tidak dapat segera tidur. Dan ditambah lagi dengan kondisi kami yang saling berpelukkan erat membuat berahi kami perlahan-lahan bangkit dan akhirnya kami saling cium, saling belai dan saling memberi rangsangan pasangannya masing-masing Badanku sudah mulai menghangat karena dorongan nafsu yang sudah menguasai diri hal ini ditandai dengan mengerasnya batang penisku dibalik celana panjang yang kukenakan Demikian pula dengan itriku, nafasnya sudah mulai memburu dan dari cd- nya kurasakan sudah mulai basah.

    Dan pantatnya sudah mulai tidak bisa diam terus bergoyang-goyang tak teratur. Tapi tak mungkin kami melanjutkan persetubuhan di tempat tidur yang sedang ditiduri oleh dua orang anak kami. Aku berfikir keras untuk menyalurkan berahi yang semakin tak terkendali. Lalu kubisikan pada istriku ”Mah… kita main di ruang tengah aja.. Mudah-mudahan Anto dan istrinya sudah tidur..?” ”Ayo…Pah… Mamah sudah nggak tahan nich….., tapi survey dulu… apakah Mas Anto dan istrinya sudah tidur..” jawab istriku dengan nafas yang ngos-ngosan seperti yang sedang menahan sesuatu.

    Akupun keluar kamar, lalu menghampiri ruang tamu dan diam sebentar di depan pintu kamar Anto. Setalah yakin aku tidak mendengar suara orang yang masih terjaga lalu aku kedapur siapa tahu Anto atau istrinya ada di sana. Setelah yakin mereka semua telah tidur, aku kembali ke kamarku dan memberi kode pada istriku bahwa suasana aman dan terkendali. Lalu istrikupun dengan berjingkat-jingkat
    meninggalkan kamar menuju ruang tengah dimana aku sudah menunggunya di atas karpet di depan perapian dengan tak sabar dan nafas yang memburu didorong nafsu yang menggebu.

    Begitu tiba didekatku, istriku langsung menerkamku dan melumat habis bibirku dengan nafsu yang mengebu-gebu. Lidahnya dengan lincah mengkait-kait dirongga mulutku dan saling bersilat lidah dalam arti yang sebenarnya. Kemesraan ini demikian panas dan menggairahkan bagaikan sepasang pengantin yang mengalami malam pertama.. Aku sendiri heran, mengapa gairahku begitu tinggi saat itu demikian juga istriku.
    Apakah karena kami berada dalam suasana yang baru ditambah dengan udara dingin daerah puncak yang romantis, sehingga menimbulkan nuansa yang dapat memacu berahi sedemikian tinggi. Kami saling bergulingan di atas karpet yang tebal disertai dengan erangan dan desahan penuh gairah yang keluar tanpa kami sadari. ”Ooohh Pah..pah … sayang… ohhhh..” desah istriku disela- sela ciumanku di bibir, dan leher disertai dengan remasan-remasan gemas pada buahdadanya yang besar, montok dan kenyal.

    Aku mulai membuka kancing baju istriku satu persatu hingga lepas semuanya dan kulepaskan dari tubuhnya dan kancing BH-nyapun sekalian kulepas dan kubuka sehingga buah dada istriku yang sangat kubanggakan ini terpampang indah di depan mataku. Dengan tidak membuang waktu tangan kananku langsung meremas gemas penuh nafsu buah dada indah sebelah kiri milik istriku ini dan terkadang kupelintir puting susunya hingga mebuat istriku melenguh dan mendengus seperti kerbau yang mau disembelih.

    ”Hhek…hek…sshhh…” lenguh istriku.. Mulutkupun tidak tinggal diam, kusosor seluruh permukaan buahdada indah bagian kanan dan akhirnya bibirku menghisap kuat puting istriku dengan kuat, memilinnya dengan bibirku dan kujilat-jilat sehingga istriku mendapat tambahan kenikmatan yang bertubi- tubi.. ”ouhh…Pah…ouhh pah…enak….. terussssss…..” erang istriku. Lalu dengan ganasnya istriku membalikkan tubuhku sehingga ia berada diatas tubuhku dan dengan terburu-buru dia membuka bajuku dan celana panjangku serta cd-ku sekalian sehingga aku dibuat telanjang bulat oleh istriku sedangkan ia masih mengenakan rok panjang dan cd.

    Mulut istriku langsung menciumi seluruh permukaan dada dan perutku juga terkadang ia menghisap dan memilin puting susuku dengan mesra sementara tangan kanannya meremas-remas penisku yang sudah sangat tegang dan keras membuat diriku melayang tinggi ke langit yang tanpa batas… ”Oohh…ouhh…. Mamah…..mamah ouh….nikmat banget….ouhh…” erangku tanpa dapat kutahan keluar dari mulutku.
    Berulang-ulang aku melenguh dan mengerang diberi kenikmatan oleh istriku yang kucintai ini… Oohh istriku memang hebat dalam memberikan pelayanan sex yang maksimum terhadap suaminya… diriku terus melayang dan melayang. Lalu mulut istriku bergeser ke selengkanganku untuk melakukan pekerjaan yang sangat disukainya, yaitu memberikan kenikmatan penuh sensasi pada penisku dengan mulutnya. Dia memang sangat expert dalam hal ini.

    Permainan mulut dan lidah didalam mengolah penisku selalu membuatku melayang- layang tinggi… ”Ouuhhhh mmamah …sayang…. ouhh yang….” eranganku semakin keras. Rupanya nafsu istrikupun sudah sangat tinggi…Dia langsung berdiri dengan tergesa-gesak dan membuka rok dan cd-nya sekaligus dan langsung jongkok mengarahkan liang vaginanya yang sudah sangat basah ke arah penisku kemudian dia meraih penisku untuk dimasukkan ke liang kenikmatannya, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk mempermainan vaginanya dengan bibir dan lidahku seperti yang biasa aku lakukan sebelum melakukan persetubuhan yang sesungguhnya.

    Blesss….penisku secara perlahan masuk ke liang vagina istriku hingga amblas seampai ke pangkalnya karena dorongan pantat istriku yang bahenol. ”Ouhhh……” erangku dan istriku secara bersamaan dan mata istriku terpejam menikmati penisku didalam vaginanya. Kedua tangan istriku bertumpu pada dadaku, kemudian mulai dia mengerakan pantatnya keatas- kebawah, kedepan-kebelakang, kadang ke kiri dan ke kanan diakhiri dengan putaran- putaran yang seolah-olah ingin memelintir penisku yang berada didalam vaginanya.

    Buahdadanya yang montok terguncang-guncang akibat gerakannya yang lincah menyajikan sebuah pemandangan yang sangat indah. Hal tersebut secara periodik terus dilakukannya secara berulang-ulang Diriku semakin melayang- layang.. .. Gerakan istriku semakin cepat dan mulutnya mulai tidak bisa diam diisi dengan suara erangan dan desahan yang semakin keras. Hingga akhirnya gerakan istriku semakin cepat dan sudah tidak beraturan lagi hentakan- hentakannya …sehingga buahdada indah istrikupun semakin terguncang-guncang dengan seksinya memberikan tambahan kepuasan batin bagi diriku.
    Dan akhirnya tubuh istriku melenting ke belakang dengan tubuh yang kaku dan kedua tangannya menarik kedua tanganku kuat-kuat sambil menjerit..”Aaahhhh……!!” Pantatnya menekan keras selangkanganku dan kurasakan liang vaginanya berkontraksi dengan hebat memijit dan menghisap-hisap penisku dan diakhiri dengan kedutan- kedutan seolah ada cairan menyirami kepala penisku yang
    berada didalam vaginanya.

    Selama beberapa detik dia terdiam dalam posisi seperti itu dan akhirnya melemas sehingga membuat ambruk terhempas di atas tubuhku. Istriku baru saja mengalami suatu orgasme yang sangat hebat, aku bangga dan bahagia serta sangat puas menyaksikan pemandangan yang sangat erotik ini. Walaupun aku belum mengalami orgasme. Aku diam saja memberi waktu pada istriku untuk menikmati sisa- sisa kenikmatan yang masih dia rasakan selema beberapa menit.

    Tak lama kemudian istriku membuka matanya dan memandang padaku dengan rasa penuh cinta serta berkata..”Fuihhh…. enak banget…Pah…, tapi Papah belum keluar yach..?” sambil mencium pipiku dengan mesra. Istriku bangun dari tubuhku dan meraih cd-nya yang tergeletak disamping tubuhnya kemudian dia mengelap vaginanya dari cairan kenikmatan yang keluar dari vagina sambil berkomentar…”Wuihh… banyak banet Pah keluarnya…” sambil mencium cd-nya yang basah oleh cairan dirinya, kemudian dia arahkan cd-nya yang basah itu ke penisku dan mengelap penisku hingga bersih, kemudian dia mencium lembut kepala penisku sambil berkata pada penisku ”terima kasih sayang…kamu hebat dech…” dan mengecupnya kembali dan sambungnya pada penisku ”Kamu belum yach..? nanti yach aku berikan yang spesial untukmu agar kamu bisa menyemprot milikku hingga membuatku melambung tinggi dan basah kuyup…” Katanya mengajak ngobrol penisku, kemudian dia mengecup lagi penisku dengan mesra.

    Namun kali ini bukan hanya sekedar mengecup, tapi dilanjutkan dengan mengulum dan mempermainkan lidahnya dikepala penisku dan menghisap-hisap penisku dengan gemas membuat aku melayang kembali didera kenikmatan yang diberikan oleh istriku. Tidak lama dia mempermainkan penisku, kemudian berbaring disisiku serta berkata ”Ayo..Pah… diatas..” sambil menarik badanku agar berada diatastubuhnya. Walaupun aku sudah sangat bernafsu dan ingin menuntaskan berahiku ini, tapi aku ingin memberikan kenikmatan yang lebih pada istriku.

    Aku tidak langsung mengarahkan penisku pada liang vaginanya, tapi kepalaku langsung mengarah ke selangkangan yang sudah basah oleh cairan kewanitaan bercampur keringat. Kuciumi seluruh permukaan paha istri yang kira dan kanan sampai akhirnya lidahku mengarah ke lipatan vaginanya yang masih terlihat rapat dari bawah ke atas berulang, lalu kusibakkan lipatan bibir vagina itu lalu kujulurkan lidahku mulai dari liang vagina hingga ke klentitnya demikian berulang-ulang membuat istriku mengerang kembali dengan pantat bahenol yang tidak bisa diam ”Enggh….engh…ouh… enak… Pah…. makasih…maksih…ouh… ouh…” erangnya.

    Lidahku merasakan campuran asin dan manis oleh cairan vagina dan keringatnya serta hidungku mencium aroma khas vagina, tapi aku tak peduli… justru semakin menambah gairah dan kepuasan pada diriku dapat memberikan kepuasan yang optimal pada istriku tercinta ini…. Gerakan pantat istriku semakin cepat dan menekan- nekan wajahku sedangkan kedua kakinya yang berada diatas pundakku dan kedua tangannya menekan-nekan kepalaku dari belakang dengan gerakan yang tak terkendali dan kembali tubuhnya melenting dan menjerit… ”Aaahhh…….”. dan lidahku yang terjulur berada dalam liang vaginanya merasakan kedutan-kedutan dari dinding vagina istriku dan ada cairan yang merembes dari dalam vagina melamuri lidahku dengan rasa yang asin gurih…. Kembali tubuhnya terhempas lemas di atas karpet sehingga tekanan di kepala melemah dan hilang… Aku kemudian menungging menghadap wajahnya dan kuperhatikan istriku sangat puas dan matanya masih terpejam merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme yang kedua kalinya.

    Aku mencium lembut pipi dan bibirnya. Kemudian istriku membuka mata dan memandangku seraya berkata..”makasih pah…Papah benar-benar the best thing which I have.” katanya. Lalu kubisikan padanya ”Masih bisa dilanjut..?” tanyaku ”Tentu sayang… aku juga masih pingin menaiki babak penentuan yang paling kutunggu-tungu…” sambil tersenyum manis. Kemudian dia membuka lebar- lebar pahanya dan kuposisikan kedua kakiku dibawah paha istriku dan kuarahkan penisku tepat di depan liang vagina istriku.. Blesss… kembali penisku menyelam didalam liang kenikmatan istriku yang masih tetap sempit walaupun telah basah oleh cairan kenikmatannya.

    Kutekan pantatku hingga penisku amblas hingga ke pangkalnya. Teng…. anganku kembali melayang merakan nikmatnya penisku yang digenggam erat oleh vagina istriku. Kemudian secara perlahan-lahan pantatku mulai bergerak maju mundur agar penisku dapat mengocok dan mengaduk- ngaduk liang istriku yang sangat nikmat ini… terus dan terus tanpa henti dan mengenal lelah.. Gerakanku semakin cepat seiring dengan kenikmatan yang kuperolehpun semakin membuat aku melayang-layang akibat gesekan ini.

    Pinggul istriku turut membantu bergerak keatas- kebawah… kekiri-kekanan…dan diputar-putar sehingga seluruh tubuhnya bergetar dengan seksi terutama buah dadanya yang terampul-ampul menyajikan pemandangan yang sangat erotis disertai dengan erangan dan dengusan nafas. ”Ouhh… makasih Pah…..Ouh… hek… hek….” mulutnya kembali meracau Tanganku tak kubiarkan mengangur aku arahkan ke kedua buah dada istriku yang menggairahkan ini dan kermeas serta kupilin putingnya membuat erangan dan dengusan napasnya semakin menggila.. Akupun merasakan bahwa akan segera menuju puncak sehingga gerakan pantatku semakin cepat dan sudah mulai tak teratur. Penisku mulai menekan-nekan keras vagiana istriku dan lenguhakupun sudah mulai keluar tak terkendali.

    ”Ohh..hoh…hek..hek..” Dengusku meraih puncak ”Ouh..ouh..aouw…ouw… sssettttt…” jerit istriku Dan akhirnya penisku menekan dalam-dalam ke liang vagina istriku sambil suara kerasku terlontar ” Hooaahhhhh…” Dan istrikupun menjerit dengan badan melenting..”Aaahh….” Cret..cret… Semprotan sperma dengan deras keluar dari mulut penisku disambut dengan kedutan-kedutan keras dinding vagina istriku secara berulang-ulang selama beberapa detik….. Dan akhirnya perasaan melayang jatuh terhempas dan akupun ambruk di atas tubuh istriku… Selama beberapa saat kami terdiam dalam posisi aku menindih istriku dan untuk mengurangi beban istriku agar bebas menarik napas panjang- panjang aku gulingkan tubuku disampingnya.

    Selama beberapa menit kami diam telentang dan kesadaran kami entah ada dimana. Entah beberapa menit kami hilang kesadaran dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya secara sayup-sayup kudengar seperti ada orang yang mengerang dan mendesah. Aku segera mengumpulkan seluruh kesadaran yang ada dan mulai berkonsentrasi terhadap suara itu. Makin lama suara erangan dan lenguhan serta terkadang disertai dengan teriakan- teriakan pendek semakin jelas terdengar. Aku segera mengenakan pakaianku dan kulihat istriku tertidur nyenyak kelelahan segera kuambil selimut yang terlipat di atas kursi dan kuselimuti istriku. Lalu dengan mengendap-ngendap kudekati asal suara itu yang ternyata berasal dari ruang tamu.

    Lalu mataku mengintip dintara lobang-lobang yang terdapat pada stesel berukir yang menghalangi ruang tengah dan ruang tamu. Disana kusaksikan sebuah pemandangan adegan panas secara live show yang dimainkan oleh Anto dan istrinya di sofa yang terdapat di ruang tamu. Aku malu menyaksikan adegan yang sedang dimainkan oleh sahabatku dan istrinya. Tapi parasaan malu dan bersalah itu terkalahkan oleh penasaran dan keinginan yang besar menyaksikan tubuh istri sahabatku yang biasanya tertutup oleh jilbab lebar dan baju longgar yang panjang yang secara selintas merupakan tubuh cewe idamanku pada waktu aku bujangan dulu. Dan pikiran isengku muncul, dengan mengendap-ngendap aku mengambil camera digital didalam kamar dan kembali mengintip sekaligus merekam adegan panas yang sedang dimainkan oleh sahabatku dan istrinya.

    Seluruh pakaian Anto dan istrinya sudah terlepas dan tergelatak dibawah sofa. Kulihat saat itu Anto menyandar di Sofa sedang memangku istrinya yang membelakanginya. Kedua tangan Anto memeluk dari belakang dan telapak tangan Anto meremas dan memilin puting susu istrinya sementara bibirnya menciumi dan menjilati leher jenjang istrinya. Kepala istrinya terdongak ke belakang dengan mata terpejam serta mulut terkatup dan gigi gemeretuk seperti sedang mengigit sesuatu yang keras serta keluar suara dari mulut istrinya : ” Euhh…euh… sssetth…seth… euh…euh…” terus menerus terkadang pelan dan terkadang tanpa disadarinya keluar cukup keras.

    Sementara pantat istrinya bergerak dengan cepat keatas dan kebawah diselingi dengan gerakan kedepan dan kebelakang agar penis suaminya yang tertanam dalam liang vaginanya dapat mengocok, mengaduk dan menggesek seluruh rongga dinding vagina miliknya. Kulihat mata Anto terbeliak- beliak menahan nikmat yang diberikan oleh istrinya dan mulut Anto menyeringai dan kadang meringis dengan erangan suara dari mulutnya ”Ohh…oohhh…Bu…Bu… terusss. Terus…oohh…” Kedua orang tersebut memang benar-benar dalam keadaan yang diliputi nafsu dan gairah sehingga keduanya tak sadar bahwa mereka sedang kurekam.

    Sungguh adegan persetubuhan ini menyajikan pemandangan yang sangat menggiurkan dan membangkitkan berahi. Betapa mengairahkannya tubuh istri sahabatku dengan kulit yang putih halus, buah dada yang tidak terlalu besar tapi sekal dan indah serta sangat mengairahkan seleraku, pinggang ramping dan paha mulus. Oohhhh betapa indahnya tubuh istri sahabatku ini. Baru kali ini aku dapat melihatnya dalam keadaan telanjang dan gerakan-gerakan yang menggairahkan, biasanya yang kulihat adalah sebuah tubuh yang tertutup rapat dan tutur kata yang halus terjaga.

    Tetapi saat ini semuanya hilang, yang kulihat adalah gerakan-gerakan seorang wanita yang benar-benar sedang menikmati sex dan mengolah tubuh untuk memberikan kepuasan pada suaminya. Kulihat pula bagaimana vagina istri sahabatku terkempot- kempot menerima dorongan dan gesekan penis suaminya dalam posisi duduk. Gerakan pantat istri temanku ini sudah tidak teratur lagi, goyangan pinggulnya semakin menggila dan mulutnya sudah mulai meracau tak jelas ”Ouh… Yah… ouhks… Yah… .eemhhsss oh…”, kepalanya semakin terdongak dengan mulut yang ternganga dan terkadang mengemeretak giginya menahan deraan nikmat yang datang terus menerus menerpa dirinya membawanya melayang dan terus melayang.

    Napasnya ngos-ngosan dan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Sungguh suatu pemandangan yang sangat erotis dan dapat merangsang siapapun yang melihatnya. Sementara gerakan Anto semakin cepat dan keras menghentak-hentakkan pinggulnya keatas kebawah disertai lenguhan dan dengusan yang semakin keras ”Ohks.. ehks…. ehks… ” dengusan Anto semakin keras dan cepat, membuat tubuh istrinya terlonjak-lonjak menerima sensasi nikmat yang teramat sangat.

    Kedua tangan Anto meremas-remas buah dada istrinya semakin gemas dan penuh nafsu manjadikan kenikmatan yang diterima istrinya menjadi semakin menggila. ”Ouh….auwh…auwh… emh….euh…” racau istri Anto semakin nyaring Akhirnya mulut istri Anto mulai meracau merengek seperti mau nangis ”Ayo Yah… ayo yah…ayo…aku nggak tahan pingin disemprot…” katanya terbata-bata sambil mata terpejam. Tiba-tiba Anto berdiri dan membalikkan badan dan meminta istrinya menungging dan tangannya bertumpu pada pegangan sofa.

    Anto berdiri tanpa mencopot penisnya yang masih tertanam di vagina istrinya. Kulihat Anto mendorong-dorongkan pantatnya dengan keras dan cepat kepantat istrinya. Tangan Anto memegang kedua sisi pinggul istrinya yang seksi dan menggairahkan. Pertemuan antara selangkangan Anto dan pantat istrinya menambah sensasi nikmat yang berbeda baik bagi Anto maupun Istrinya sehingga secara bersamaan merekapun mengeluh nikmat ”Ouh… ouh… oh… ” Tumbukan antara selangkangan Anto dan pantat istrinya yang telah basah berkeringat menimbulkan suara yang khas . Plok…plok…plok ditimpali oleh suara erangan dan lenguhan nikmatdari mereka berdua… ”Ouh… ouh… oh… ” Gerakan Anto mulai cepat- cepat tak teratur disertai dengan kejang-kejang.

    Demikian pula pingul istrinya bergerak-gerak liar sehinga bunyi benturan itu semakin keras. PLOK…PLOK…PLOK Dan istri Anto mulai meracau dengan suara yang tak terkendali ”Ayo Yah…ayo yah… ayo… semprot… semprot…… Ibu… mau… keluar…. ” Dan akhirnya secara bersamaan mereka menjerit dan melenguh keras… ”Aaakhhh….” jerit istrinya… ”Hhhooohhhhh…..” dengus napas Anto yang dilanjutkan dengan menghisap dalam- dalam leher bagian belakang istrinya. Tubuh mereka kaku beberapa saat dan kemudian terjadi kontraksi pada pantat Anto dengan berkedut-kedut beberapa kali.

    Mereka benar- benar baru saja mengalami fase orgasme yang sangat hebat dan sensasional. Pandangan mata mereka seolah gelap lalu…BRUKK… keduanya terhempas telungkup ke atas sofa. Mereka terdiam selama beberapa menit tidak bergerak..menikmati sisa-sisa orgasme hebat yang masih terasa. Lalu Anto mengecup mesra pipi istrinya sambil berkata ”Makasih Bu…., Ibu benar-benar hebat ” lau mengecup bibir istrinya dengan lembut Istri Antopun tersenyum puas sambil mengecup bibir suaminya dan berkata ”’Makasih juga Yah…, Malam ini Ayah benar-benar hebat tidak seperti biasanya.

    Ibu sangat puas”. Dengan hati-hati.. aku mematikan kamera dan aku berjinjit meninggal tempat itu, menyimpan camera disaku celanaku dan berbaring disisi istriku pura-pura tidur. Dan akhirnya aku memang pulas tertidur. Aku dibangunkan oleh istriku sekitar jam 2 dini hari dan mengajakku tidur di kamar. Sekitar jam 5 subuh Aku dibangunkan istriku, walaupun badan masih terasa lemas, kemudian mandi air hangat. Istri-istri kami yang sudah berpakaian rapih dan cantik sedang di dapur mempersiapkan sarapan, kemudian kuambil cameraku untuk mengabadikan kegiatan mereka di dapur.., mengabadikan kelincahan anak-anak kami.

    Demikian pula dengan Anto, dia mengabadikan setiap detil kejadian yang ada disekitarnya. Waktu sarapan tiba dan aku menyimpan kameraku di meja makan yang terdapat diruang tengah. Tapi oleh istriku kamera tersebut dipindahkan ke bufet yang ada dipinggir ruangan tengah dan istri Antopun menyimpan kamera suaminya dibufet yang sama. Kemudian mereka menyiapkan sarapan di meja makan tersebut, dan kamipun sarapan dengan lahap sambil diisi dengan obrolan hangat sambil mengomentari tingkah laku anak-anak kami yang lucu-lucu.

    Setelah sarapan, kami bersiap jalan-jalan pagi untuk menghirup segarnya udara puncak. Akupun langsung mengambil kamera yang ada di bufet dan kamipun jalan-jalan sambil bercanda ria.. Setelah tiba di suatu tempat dengan view yang indah, aku mulai mengambil gambar dengan kameraku, demikian pula Anto. Sedangkan istri-istri kami meneruskan jalan-jalan mengikuti anak-anak yang berlarian sambil mengobrol akrab. Aku mencari tempat yang nyaman, dan iseng-iseng aku ingin melihat adegan yang kurekam tadi malam. Begitu kubuka…Deg.. jantungku berhenti berdetak dan wajahku pucat pasi, ternyata aku sedang melihat diriku dan istriku sedang melakukan persetubuhan yang demikian panasnya.

    Gambar yang diambil lebih sering difokuskan terhadap roman ekspresi wajah istriku yang sedang didera kenikmatan serta bagian tubuh indahnya yang lain terutama bagian buah dadanya yang besar dan montok. Rupanya bukan hanya aku yang mengabadikan persetubuhan sahabatku dengan istrinya. Sahabatkupun mengabadikan persetubuhanku dengan istriku. Perasaanku bercampur aduk tak terlukiskan dan tak kumengerti terhadap sahabatku. Mau marah dan terhina, tapi akupun melakukan hal yang sama terhadapnya. Akhirnya mataku mencari-cari Anto disekitarku .

    Dan tampak olehku Anto sedang duduk termangu di bawah pohon dengan wajah bingung menatap layar kamera, sekilas wajahnya terlihat pucat. Aku mendekatinya dan dia terlihat gugup, akupun merasakan hal yang sama Dia berdiri dan kami saling berhadapan serta diam tak berkata, kemudian secara refleks kami langsung berpelukan serta berbisik…”Maafkan aku sobat….” Akhirnya kami duduk berdampingan dan Anto mulai bercerita ”Tadi malam, setelah kita masuk kamar menidurkan anak kita masing-masing. Aku dan istriku tidak bisa tidur dan akhirnya kami bermesraan disamping anak-anak yang telah tertidur lelap.

    Kami bermesraan dengan menahan agar tidak mengeluarkan suara yang bisa mengganggu tidur mereka. Karena kurang merasa nyaman dan nikmat, akhirnya kuputuskan untuk bermain di ruang tengah dekat perapian… Begitu aku keluar kamar aku mendengar suara desahan dan erangan dari ruang tengah. Aku mengendap pelan mendekati arah suara itu. Dari balik stesel kusaksikan kamu sedang bermesraan dengan istrimu. Akhirnya timbul iseng dari dalam hatiku, kuambil kamera dan kuabadikan semua gambar seperti yang lihat di kamera itu… Maafkan aku Rid… Aku tak bermaksud melecehkanmu… sungguh maafkan aku” katanya memelas.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Lugu dan Seksi Penjual Jamu

    Cerita Sex Lugu dan Seksi Penjual Jamu


    1987 views

    Perawanku – Cerita Sex Lugu dan Seksi Penjual Jamu. Hai, nama saya Andi. Ini kisah saya liburan ke ke rumah ortu saya di suatu kabupaten yang terletak di lereng pegunungan karena lagi libur pergantian semester di universitas saya. Tetapi pembantu saya yang biasanya saya jadikan pelampiasan nafsu saya, Paini (baca “Paini, Pembantu Pemuas Nafsu” dan “Nikmatnya Tidur Dengan Pembantu dan Baby Sitter“) sedang pulang kedesanya karena mbahnya sakit. Tapi jangan khawatir para pembaca, karena kali ini saya tidur dengan seorang penjual jamu keliling gendongan.

    Pada saat itu saya sedang duduk-duduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil (topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani) dan menggendong sebuat bakul yang berisi botol-botol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih. mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras.
    “jamunya tuan…..”
    kemudian dia membuka capilnya. terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya.
    “jamunya ada apa aja mbok”
    “ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. (macam-macam sampai pusing mendengarkanya)”
    “waduh maaf mbok, saya nggak sakit”
    “oh… kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat sehari-hari supaya tetap sehat”
    “ya udah deh mbok, yang itu aja…”
    kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacam-macam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender. Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulu-bulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya. mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat. tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal
    “ini mas jamunya”
    “triam kasih”
    kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang-bincang
    “waduh mbok, jamunya enak banget”
    “trima kasih mas…”
    “andi, nama saya andi. nama mbok siapa”
    “nama saya Sumirah”
    “panggilanya siapa mbok sumirah?”
    “terserah mas”
    “kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak?”
    “boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum nenek-nenek(tertawa kecil)”
    “iya mirah kamu masih muda, cantik lagi”
    “ah mas bisa aja deh”
    “pasti suami kamu pasti senang sama kamu” ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan
    “saya belum kawin mas”
    “ohh begitu toh”
    “ngomong-ngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan?”
    “sudah 7 tahun”
    “ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis”
    kemudian saya memberikan gelas kepadanya
    “3000 mas”
    kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an
    “ini mbak”
    kemudian saya menyenggol tanganya. halus sekali.
    “ini mas kembalianya” kemudian saya menyenggol tanganya kembali
    kemudian dia pergi dan menjajakan ketempat lain.
    kemudian keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam. tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah.
    “mas andi, jamunya lagi nggak?”
    “wahh… dari tadi sudah saya tunggu-tunggu kok nggak datang”
    “iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan”
    kemudian saya bingung, “belum kawin kok punya anak sih?” gumamku
    kemudian saya ajak ke dalam rumah saya
    “ayo mbak masuk aja”
    “trima kasih mas”
    kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan
    “eh mirah jangan dibuka sendalnya!”
    “nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja”
    kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin
    “em mirah kok duduk disitu sih”
    “kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan?”
    “ini kan di ruang tamu jadi nggak apa-apa ayo duduk”
    kemudian dia duduk di sofa.
    “nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo…”
    “iya mas”
    “oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga”
    “maksih mas, mas mau minum itu lagi?”
    “iya mirah”
    kemudian dia mulai meramu minumannya. tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentar-sebentar
    “mirah, biasanya yang laku itu jamu apa?”
    “oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas”
    “jamu buat perempuan itu apa aja?”
    “jamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus & jamu rapet mas. biasanya pagi-pagi saja sudah laku mas”

    rupanya menedengar begini saya penis saya sudah berdiri separo
    “oh gitu toh, pantesan yang punya cantik sekali”
    “ah mas bisa aja deh” katanya tersipu malu
    “abis itu tetek kamu juga besar, pasti sering minum jamunya ya”
    “ah mas ngga enak loh didengar orang”
    “tenang mbak santai saja di sini cuman kita berdua, tapi yang tadi beneran lo mbak”
    “oh itu gara-gara saya harus minum tiap hari”
    “kok harus?”
    “iya karena kalau rasanya beda berarti racikanya beda mas jadi hasilnya juga beda mas”
    “oh gitu toh, ngomong-ngomong tadi mbak ini janda ya?”
    “nggak mas”
    “ngangkat anak angkat?”
    “nggak mas, kok pertanyaannya seperti itu sih?”
    “anu mbak saya bingung kok katanya nganter anaknya tapi belum nikah”
    kemudian dia menumpahkan air jamunya ke lantai
    “maaf mas nggak sengaja”
    “enggak saya yang minta maaf saya lancang, saya mau ngambil pel dulu”
    kemudian saya mengambil pel lantai di sudut ruang dan membawanya ke ruang tamu
    “udah mas saya aja ngelap”
    sebetulnya saya ogah-ogahan jadi langsung memberi pelnya ke mirah
    “ini mirah”
    kemudian dia langsung menjongkok di hadapan saya dan mengelap. ini adalah kesempatan emas melihat payudaranya. maju mundur maju mundur terlihat bukitnya bergoyang dengan indah tapi tetap putingnya tidak kelihatan tapi melihat separuh dadanya sudah cukup bagiku.
    kemudian setelah itu dia kembali meramu jamunya
    “sebetulnya begini mas, kisahnya memalukan mas… saya pacaran di desa terus main gituan sama dia, tapi dia melarikan diri”
    “waduh maaf mirah kalau begitu”
    “udah mas nggak papa, semuanya sudah terjadi nggak bisa kembali, lagipula ini juga salah saya, ini mas jamunya”
    “ya makasih”
    kemudian saya mengambil gelas penuh jamu itu dari tanganya
    “saya jadi kepikiran mas”
    “udah mas, itu kan masa lalu”
    kemudian saya meneguk jamunya kembali
    “mas emang udah pernah main gituan ya?”
    “ya, emang kenapa?”
    “nggak mas emang nggak takut hamil”, rupanya gadis ini gapsek (gagap seksual)
    “mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
    “ah mas bisa aja deh…”
    “betulan, mas nggak bohong”
    “trus kesakitan nggak mas?”
    “enggak, malah mau lagi”
    “ah mas bohong ah”
    “iya betulan”
    “mas keliatan bohongnya, buktinya dulu saya begituan sakit”
    “emang sama mantan pacar kamu diapain?”
    “dulu pacarku pernah remas-remas itu saya, sakit mas, terus dia nunjukin itunya, saya ngeri mas ada bulunya kriwil-kriwil hiii”
    saya tertawa mendengar ini
    “terus gimana mbak?”
    “dia masukin itunya ke ini saya mas, perih banget mas trus pas dikeluarin ada darahnya mas, trus saya juga pernah ngeliat orang begituan mas di mobil, pas dicium dileher, perempuanya mangap-mangap mas, trus lehernya merah mas.sayajadi takut padahal ibu-ibu yang beli jamu suka ngobrol katanya sama suaminya begituan senang banget”
    “itu tandanya perempuanya keenakan rah , terus yang dikatain ibu-ibu itu bener rah”
    “tapi kok saya sakit, apa saya kelainan mas?”
    “nggak, kamu nggak kelainan, pacar kamu yang kelainan, mas bisa buktiin kalo begituan itu enak”
    “nggak ah mas, nanti anak saya jadi dua deh, susah mas”
    “lho… kan tadi mas sudah bilang, mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
    “bukan ilmu hitam kan mas?”
    “iya dong, gimana, mau nggak?”
    “nggak mas, trima kasih nawarin”
    “eh mirah, mas nggak nawarin dua kali lho, mas janji kamu nggak hamil dan nggak sakit seperti yang kamu lakuin sama pacar kamu”
    “gimana ya mas”
    “udah bilang ya aja susah banget, mas bikin kamu keenakan bahkan mau lagi”
    “tapi mas janji ya, kalo nggak mas saya laporin ke polisi lo mas”
    “iya”
    kemudian dia mengangguk-angguk kecil. berarti sudah ada lampu hijau buat saya. kemudian saya mendekatinya dengan duduk di sampingnya. saya berusaha mendekatinya. tapi iya bergeser menjauhiku terus-menerus, tapi akhirnya dia dipojok juga.
    “rah, kalo kamu minggir terus, kamu nggak dapat enaknya nanti”
    “saya ndredeg (deg-degan) mas”
    “kalo gitu kamu merem ya”
    kemudian dia merem. saya mendekatakan bibir saya ke mulutnya. kemudian saya mencium bibit merekahnya itu kemudian setelah itu saya melepaskan bibir saya
    “gimana rah?”
    “enak mas”
    “ini ada yang lebih enak, caranya nanti mulut kamu kebuka terus lidah kita ketemu”
    “ih mas jijik”
    “kamu kan belum rasain, kamu coba dulu, pas ti ketagihan”
    kemudian dia membuka mulutnya. kemudian saya memiringkan kepala saya dan mendekatakan kepala saya dan kami melakukan french kiss. “hmpphh…hmpph…” katanya yang membuatku bergelora. rupanya tanganya mendorong keras punggungku seakan-akan tidak ingin melepaskanku. kemudian terasa juga payudaranya dan putingnya di dadaku. konstan penisku naik dan sudah menempel di pinggangnya di balik bajuku. tanganku juga dipunggungnya juga merayap-rayap dan tangan saya surun ke bokongya yang bulat itu.
    tak puas dengan bibir sensualnya itu, saya naik ke kupingnya. kupingnya saya gigit-gigit kecil dan lidah saya dengan nakalnya saya masukan kelubang telinganya. tercium aroma samponya.
    “mas, geliii mas uhh sshhh ahhh”
    cukup lama saya bermain dengan kupingnya kemudian saya turun ke lehernya dan menggigit kecil lehernya
    “hmmpph ahh…uhh…”
    desahanya berulang kali dan makin lama makin keras. tangan saya yang tadi di pantatnya sekarang sedang membuka kancing bajunya.

    Cerita Sex Lugu dan Seksi Penjual Jamu

    Cerita Sex Lugu dan Seksi Penjual Jamu

    “sshhh mas apa-apaan nih ahh uhhh jangan mas ochhh”
    tetapi saya terus melanjutkannya sambil menggigit-gigit kecil lehernya. kemudian setelah membuka kacaningnya. FANTASTIS! tertampanglah sebuah sepasang buah dada sempurna!, tidak menggantung, bulat,besar montok seperti buah semangka yang sudah siap untuk dipanen. lebih besar dari punyanya paini. kemudian saya turun di dadanya dan membenamkan muka saya diantara dua bola basket itu dan kedua tangan saya memegan dua payudara itudan menjepitkan muka saya. ohh enaknya, muka saya seperti dipijit-pijit. kemudian setelah itu saya mulai meremas-remas payudaranya
    “ochhh… mass geli aduh ahhh…” katanya bertubi-tubi. kemudian saya mulai mengemut payudara kananya dan tangan kiriku melemas gunung satunya. saya mulai menggigit putingnya yang sudah menegeras dan menyedot payudaranya dengan kekuatan vacum cleaner “mas ngilu ahh… enak… terus mas ouch ouch” desahanya sambil menggelinjang tak karuan. setelah cukup lama kemudian saya berpindah kepayudara kirinya dan sekarang tangan kanan saya mulai meremas payudara kanannya yang bahsah terkena air liuruku. bedanya di payudara kiri terasa lebih keras dari pada yang kanan. saya pun bersemangat. kemudian setelah itu kedua tangan saya turun lagi dan menurunkan resletingnya di belakang. kemudian setelah itu saya melepaskan kancingnya dan terlihatlah sebuah pemandangan yang nggak kalah serunya sama bukitnya. Terlihat pahanya mulus tak berbulu dan saya mulai mengelus-elus kedua tangan saya di pahanya. rupanya dia kegelian “mas geli mas uhh” katanya sambil bergoyang. setelah itu saya menurunkan celana dalamnya yang berwarna merah muda dan ada simbol talinya berwarna merah yang terlihat sudah basah di depannya.
    “mas jangan mas”
    tapi tidak saya hirau kan perkataanya dan saya turunkan CD-nya dan tertampaklah sebuah vagina yang sudah basah dan menggembung dan pink merekah serta dihiasi asesoris bulunya yang tipis dan haitam itu dan setelah itu hidungku saya benamkan di lubanganya itu
    “eh mass mau diapain ahhh mas geli mass uhh… ouch… ouch…” dan saya gesekan ke atas dan ke kiri. setelah itu, giliran lidah saya yang beraksi. saya memasukan lidah saya dan menggerayapi vaginanya. dia berdesah lebih keras lagi “mas ach..ach terus mas” katanya sambil menjambakku. kemudian akhirnya saya menemukan klitorisnya. desahan nya lebih keras lagi. “mas terus mas jangan stop mas terus ahhhhh ahhhhh”. kemudian setelah beberapa menit, “mas mau keluar mas” kemudian setelah berselang beberapa detik dia memuncratkan cairanya ke muka saya
    “mas maaf nggak sengaja”
    “nggak papa kok”
    kemudian saya yang saat itu masih berpakaian lengkap saya buka sampai telanjang bulat. rupanya ia ngeri punya saya yang dihiasi bulu bulu hitam
    “mas saya takut mas…”
    “udah, nggak papa kok, sekarang kamu emut konthol saya”
    “di emut mas?”
    “iya diemut”
    “enggak mau mas”
    “lho kan tadi saya emut itu kamu masa kok saya yang diemut kok nggak mau”
    “jorok mas, kan itu buat pipis”
    “tenang rah, saya kalo cebok selalu pake sabun, terus jembutnya saya sampoin kok, tenang aja rah”
    kemudian dia mulai mendekatakan mulutnya dan dia masih taku
    “ayo rah, pegang punya saya”
    “iya mas”
    tetapi tanganya hanya di keatas kan, tapi tidak menyentuhnya, karena tidak sabar, saya menggapai tanganya dan langung mendekatkan tanganya ke penisku dan saya tuntun tanganya untuk mengocok penis saya. kemudian kepalanya saya pegang dan saya dekatkan ke penis saya. enak sekali rasanya, meskipun awalnya rada sakit (kena giginya) tapi kemudian teratur, begini rasanya dikocokin sama orang yang biasa megang botol jamu jadi kocokanya lebih enak dan nyaman seperti pengocok profesional, maju mundur maju mundur gerakanya sangat sempurna. “ahh mairah terus, kamu pintar ahh terus mirah uhhhh” saking enaknya. dan beberapa menit kemudian “mairah saya ingin keluar dan akhirnya “crruuut” saya mengeluarkan mani saya dimulutnya kerena lupa memberitahukannya.
    “mas kok di mulut saya sih mas?, kan jijik tauk…” katahnya sambil membuang mani di mulutnya
    “udah di telen aja”
    “mas jangan sembarangan dong, masa ditelen?”
    “kamu tau nggak, itu isinya protein semua, bahkan khasiatnya bisa ngalahin jamu kamu”
    “ah mas kerjaanya bohong”
    “mas nggak bohong, betulan kok”
    “kalo tau gitukan nggak saya buang mas, kalo gitu sekali-sekali dimasukin botol aja mas biar buat campuran jamu saya”
    aneh-aneh saja mirah ini
    “mirah tolong bikinin jamu penambah tenaga biar mas kuat”
    “iya mas”, kemudian dia mulai mengeluaran gelas dan mulai meramu lagi. saya pun tidak tinggal diam. saya duduk dibelakangnya dan kedua tangan saya memilin-milin putingnya
    “mas, nanti tumpah loo”
    tapi tidak saya hiraukan malah saya sambil cium tengkuknya
    “mas geli mas mau tumpah lo mas”
    kemudian setelah itu jamunya jadi saya suruh mirah memasukannya ke mulutnya tapi tidak ditelan kemudian setelah itu saya suruh berbalik badan dan kemudian kami french kiss lagi dan mentransfer airjamunya ke mulut saya. setelah jamunya habis saya telan, saya meremas payudaranya. efeknya jamunya dahsyat, setelah beberapa detik meminumnya, badan saya terasa panas dan penis saya berdiri lagi, urat-uratnya terlihat lebih menonjol dibanding sebelumnya kemudian setelah itu saya suruh mirah untuk tiduran
    “mirah, kamu siap ya”
    “iya mas. tapi janji beri saya kenikmatan tapi jangan beri saya anak ya mas”
    “iya”

    kemudian pertama kali saya menggesek-gesekan terlebih dahulu penis saya ke sekitar lubangnya
    “mas enak mas udah mass masukin saja mass ahhhhh”
    kemudian saya mulai memasukin liang surgawinya yang sangat kecil itu, bayangkan, saya meniduri seorang wanita yang meminum jamu rapet selama bertahun-tahun padahal tidak pernah behubungan. pasti sangat kecil sekali dan mengalahkan lubang orang perawan. tadi saja hampir tidak terlihat dibalik jembutnya. sehinggga saya juga sedikit kesusahan karena terlau sempit tapi perlahan lahan saya akhirnya berhasil memasukan seperempat dan perlahan-lan akhirnya penuh juga. setelah ful baru saya oper ke gigi 6. dengan gaya konvensional, saya mulai menjalankan kontak sexual. “ah ah ah uh mas och ouc yess ochhhh ahhhh terus mas ahhh” desahanya yang mengundang birahi siapapun yang mendengarkanya. enak sekali dijepit dengan vagina super sempit ini. enak sekali rasanya ahhh. melihat payudaranya yang juga bergerak. menambah semangatku untuk memuaskanya, setelah sepuluh menit, saya minta kepada mirah untuk berposisi doggy style. enak sekali, ini adalah posisi paling enak dengan bakul jamu ini, tak lupa saya meremas pantatnya yang semok itu dan sesekali memukulnya, dan tak lupa juga saya memegang rambutnya dan menariknya seperti naik kuda “yes yess ah ah ah enak terus mirah” genjotanya RUARR BIASA pijatanya yang memijat penisku enak sekali dan beberapa menit kemudian si mirah akhirnya orgasme juga. setelah itu saya capek menggoyangkan pingang saya saya suruh mirah sekarang untuk posisi woman on top. sambil tiduran yang mirah diatas saya sambil bergerak keatas-kebawah tangan saya meremas payudaranya yang extra besar dan extra empuk. beberapa menit kemudian saya ingat janji saya pada mirah, saya yang juga ingin keluar langsung melepaskan penis saya dan melepaskan mani saya di lantai. kami berdua mengehentikan permainan ini karena permainan kami cukup lama (40 menit) gara-gara pengaruh jamu kuatnya mirah bahkan mirah orgasme 3kali.
    “gimana mirah, enak kan?”
    “iya mas, betul kata mas”
    “lain kali kalo kamu mau kamu tinggal ke rumah saya kalo sedang liburan kesini”
    “iya mas, terima makasih ya mas”
    “iya”
    Kemudian kami saling bericiuman.
    “mas, saya hampir lupa, jamu sehat sama jamu kuat jadinya 7000 mas” masih aja ingat jamunya
    “ini mirah kamu saya kasih bonus jadi 50 ribu” (disini uang dua puluh ribu saja sudah dibilang banyak
    Setelah ini kami sering kontak fisik dengan mirah baik dirumahnya (apabila anaknya kesekolah) maupun dirumah saya dan tidak lupa saya kasih uang kadang-kadang buat bayar sekolahan anaknya. kadang-kadang kami sering threesome dengan paini. ya enak seperti saya threesome dengan ina(baca nikamtanya tidur dengan pembantu dan baby sitter) tapi bedanya kalo saya three some sama paini itu “pertarungan antar Toket gede”.
    Demikian cerita saya kalau ada salah ketik saya mohon maaf
    kalau anda berkenan saya akan menceritakan memanen anaknya si mirah (kalo anda mau).


    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Tante Penggila Ngentod

    Cerita Sex Tante Penggila Ngentod


    1050 views

    Perawanku – Cerita Sex Tante Penggila Ngentod, Ini adalah pengalaman saya dengan Bu Edi, tetangga saya, Waktu itu kira-kira jam 9 pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…

    Trus sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah bu Edi… “Pagi bu” sapaku “Eh, mas leo…,masuk..” Cerita Panas : Bayar Listrik Berhadiah Ngentot | Aku pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu begitu seksi dengan menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku dalam hati “Ini bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Saya dobel aja, kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan.

    “Oalah….kenapa kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa dipakai dulu…” katanya. “Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Daripada ntar kepakai bln depan saya jd bingung bayarnya….” Jawabku. “Mas leo ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah. “Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi. “Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas leo mau minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi. “Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku. “Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi. “Boleh deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum. Ibu Edi pun langsung masuk kedapur, Sementara aku hanya terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang. Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.

    “Silakan diminum mas…” “Terima kasih bu..” Jawabku. Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah krn daster bu edi agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Aku merasakan ****** aku mulai membesar melihat pemandangan yahud ini… “Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?” Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana. “Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya. “Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum. “Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu edi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg menganga.. “Lho kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas” katanya. “eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok.

    Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg begitu menantang.. Nampaknya bu edi mengetahui aku menyelidiki dadanya yg sekal itu..Namun bu edi hanya tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??” “Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu edi tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal. Tiba2 bu edi menyentuh pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya. “Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup “Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku. “Suka ya???” Tanyanya lagi “Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku. “Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi langsung melumat bibirku dan tangannya meramas-remas ******

    ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu edi, yang selalu jadi fantasi sex ku. Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya hanya aku liatin saja. Kami saling melumat dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menelusup dari sela-sela daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.

    Cerita Sex Tante Penggila Ngentod

    Cerita Sex Tante Penggila Ngentod

    “Terus mas leo…ssshhs, enak banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang melekat. “Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mencium bibirku. Bu edi langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi kini tinggal berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Kini bu edi telah telanjang bulat dihadapanku… “Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas sampai bawah. Tubuh bu edi memang sangat mulus, kulitnya putih, payudaranya begitu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, begitu indah dengan klitoris yg menonjol, serta tidak ada satu helaipun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.

    “Kok malah bengong mas leo….sini dong” Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku. “Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku jg tak lepas dari jilatan bu edi. Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati. Ouh..bu enak banget bu, terus bu. Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim. Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku…. “ahh….Terus bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi terlihat penuh. Sesekali bu edi menggunakan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat. Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku. Ternyata bu edi sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara bu edi sambil aku jilat lehernya. Payudara nya jg tak luput dari jilatan dan remasanku sampai aku mulai mengulum putingnya.

    Bu edi hanya mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh nikmat karenanya…. Perlahan aku baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat. Aku pun menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yg bercampur lendirnya.. Aku pun mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan. Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…” Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan…. Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…” Tak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya.. “Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”

    Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..” Cairan bu edi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih. Bu edi keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku.. Bu edi pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali basah dan aku terus mengelus elusnya. Aku pun memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring.. Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya.. “Shh..uhf.. nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..cepet mas aku udah ga tahan nih..gatel banget rasanya.” Bu edi pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat menyentuh payudaranya… Kini bibir memek bu edi muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot. Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu edi dan mulai menggesek-gesekannya.. ”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk ke dalam vagina bu edi yang sudah basah. “Ouhhhh….pelan-pelan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu edi masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus memek bu edi…semakin lama semakin cepat..

    “Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu edi…lalu aku kulum putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu edi meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali.. “Ouh..aku keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,” Aku pun membalikkan badan bu edi dan ternyata bu edi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..nikmat banget “ Aku terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan.. ”Ouh..ahh..terus mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Aku pun merasa ada yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli lagi dengan beda usia kami. Aku panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Aku merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi.. “aahh….”

    Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya….. “makasih mas……enak bgt…..” ujar bu edi. “Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi. “mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..” “Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya.. Kami pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu edi melumat bibirku dan meremas kontolku…. “Uangnya dibawa aja dulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 ciuman kami. “Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya. “kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku. “Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya.. “Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku maikan puting payudaranya…. Aku pun pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan tapi di rumah lagi ada anak-anaknya. Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu edi puas dengan pelayanan yang aku berikan… Sekian….

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Bokep – Dengan Ipar Di Ruang Ganti

    Cerita Bokep – Dengan Ipar Di Ruang Ganti


    1560 views

    Perawanku – awal cerita seks ini saat kami liburan sekeluarga. Perkenalkan namaku Rio umur 23 tahun. Akhir pekan lalu sy liburan ke pulau Lombok bersama pacar, kakak ipar dan suaminya. Kami menyewa 2 kamar hotel. 1 untuk sy dan pacar dan 1 lagi tentu untuk kakak iparku dan suaminya. Pemandangan pantai disana sangat mengagumkan. Apalagi saat melihat sunset disore hari.

    Sembari menikmati pantai kami berempat berenang dipantai. Disanalah pemandangan indah yg belum pernah sy lihat dan sangat mengganggu pikiran sy. Tubuh indah yg menawan kakak ipar sy. Dgn buah dada yg montok, pantat menggairahkan dan kulit putih mulus yg sangat bikin merangsang. Mataku tdk bisa terlepas dari pemandangan indah itu. Dlm hayalan bagaimana jika sy dapat menikmati tubuh indah kakak iparku. Sungguh mimpi yg sempurana.

    Setelah selesai berenang dipantai kamipun bersiap untuk menuju ruangan ganti yg berada dipinggiran pantai. Sesuatu yg tdk sengajapun terjadi. Hanya terdapat 2 ruangan ganti. Kebetulan kakak iparku telah masuk duluan. Tanpa pikir panjang sayapun masuk diruangan sebelahnya. Saat itu pikiran sy sdh dirasuki hasrat yg begitu membara. Namun tdk ada keberanian untuk melakukan hal nekat.

    Saat kakak iparku mulai keramas dan mandi muncul ide dari pikiranku. Sy naik ke bak penampungan air. perlahan lahan sy memanjat dan waaauuuwwww, dari sekat tembok yg terbuat dari besi sy melihat kakak ipar yg telanjang bulat. Seketika k0ntol sy ereksi dgn hebat. buah dada yg montok, kulit putih mulus dan bulu kemaluan yg tipis rapi hanya tertutup busa tipis. Sayapun mulai bingung apa yg harus dilakukan.

    Tibatiba sy terkejut ketika sy melihat ternyata ada kamera anti air disaku celana yg sy pakai. Tanpa pikir panjang sy mengabadikan moment tersebut. Sy merekam kakak ipar saat mandi tanpa dia sadari. Video yg berdurasi 10 menit itupun sy simpan rapatrapat agar tdk dilihat siapapun.

    Malam harinya kami kembali kehotel untuk istirahat. Mengingat kejadian tadi sy langsung melampiaskan nafsu ke pacar sy. Tiba di kamar hotel tanpa buang waktu sy langsung membuka semua pakaian pacar sy. Kamipun ML seperti yg biasa telah kami lakukan. Walaupun ML dgn pacarku dlm hayalan aku membayangkan kakak iparku. Terasa sensasi yg berbeda dan belum pernah sy rasakan.

    Keesokan harinya hari masih sangat pagi. Terlihat sinar mentari dari jendela dan sayapun mulai terbangun. Pacarku masih tertidur mungkin karena lelah saat hubungan kami semalam. sy berniat menikmati suasana pagi sendiri. Selesai mandi sayapun bergegas keluar kamar hotel dan langsung ke pinggiran pantai. Disana sy membeli sarapan dan kopi sambil menikmati pemandangan. Tibatiba sy terkejut ketika kakak ipar sy duduk di sebelah sy dan juga membeli makanan yg sama. Entah kenapa sy menjadi grogi dan tdk seperti biasanya. Kami mulai mengobrol seperti biasa. Dlm obrolan sy teringat dgn suaminya dan sayapun bertanya

    mbak mas adinya kemana ? kok nggak ikut kebawah? kakak sayapun menjawab
    iya nih Rio, si adi masih tidur tadi mbak bangunin katanya masih ngantuk. Ternyata hanya kami berdua, sungguh kesempatan yg sempurna dlm benakku.

    Akupun mulai nekat karena pikiranku sdh terombangambing melihat tubuh kakak iparku. Aku mulai mengeluarkan celotehan yg menantang

    mbak aku lihat kok makin hari makin seksi ya? tanyaku kepada kakak iparku.
    ah biasa aja Rio, kenapa kamu nanya gitu? terlihat agak marah.

    Kakak iparku berdiri seakan akan pergi. Tibatiba tanpa aku sadari tanganku memegang tangganya dan berkata

    sebentar mbak ada hal penting yg mau sy bicarakan. Seketika dia menatapku dan berkata
    ada apa? Mbak mau kembali kekamar. Tanpa banyak bicara aku memperlihatkan rekaman video kemarin saat kakakku mandi. Dia kaget dan tibatiba menamparku.

    Saat itu aku sangat emosi dan berkata

    mbak kalau mbak nggak mau diam dan masih marah sy akan menyebarkan video ini. Walaupun sy harus putus dgn adik mbak atau bertengkar dgn suami mbak. Kakak sayapun mulai melemah dan kembali duduk.

     

    Sayapun memulai negosiasi yg liar.

    mbak kalau sy menyebarkan video ini, hubungan mbak dgn suami akan terganggu, sy punya suatu ide yg bagus. Sy akan menghapus video ini jika mbak mau ML dgn sy. Kakak iparku terdiam dan aku mulai mengancam lagi.

    Terlihat dia sangat kebingungan. Sy memegang erat tangannya dan berkata

    Cuma sekali doang mbak, dan nggak akan ada yg tau. Dan hubungan semuanya akan baikbaik saja. Dgn tampang pasrah kakak iparku menuruti kemauanku.

    Sungguh perasaan yg luar biasa dlm hatiku. Tanpa pikir panjang aku menentukan tempatnya. Aku mengajak kakak iparku ke ruangan ganti kemarin. Disana aku ditanya sama ibuibu penjaga

    mas nggak boleh masuk ruangan berdua, kalau mau ganti harus satu-satu. saya pun kaget dan mencari solusi dan berkata
    bu, kalau sy bayar 10x lipat gimana ? ibu itupun tanpa pikir panjang dan menjawab iya. Saat itupun langsung sy bayar.

    Kami berdua pun masuk kamar ganti. Hatiku berdebar, k0ntolku tdk tertahankan dan sy bingung harus mulai darimana. Menarik nafas dlmdlm dan sy mulai memegang kendali. Pertamatama sy mencium tangannya. Kakak iparku terlihat masih kesal dan tdk melakukan apa-apa. Melihat wajahnya yg marah, sayapun merasa semakin tertantang.

    Aku mulai mencium lehernya dgn liar, melumat bibirnya yg tipis dgn nafsu. Mulai terasa nafas kakak iparku tdk karuan. Akupun mulai ke bagian payudaranya, ku remasremas sambil kucium bibirnya. Tangan kiriku mulai kebagian meqinya. Kakak iparku mulai tdk bisa menahan desahannya. Dgn cepat sy melepas bajun dan BHnya. Kujilat putingnya dan desahaan kakaku semakin tak tertahankan. Kulepas celananya dan sy terkejut. Oh my god, meqinya berwarna merah dan masih bersih. Tanpa basa basi aku mulai ke meqinya. Mulamula kucium lembut kemudian kumainkan. Kujilat klitorisnya dan kumasukan satu jariku kelubag meqinya. Diluar dugaan ternyata sdh sangat becek.

    Saat itulah keadaan berubah 180 derajat. Awalnya kakaku tdk melakukan perlawanan tibatiba menjadi sangat liar. Dia membuka celanaku tanpa malu-malu. Meremas-remas k0ntolku dan mulai mengulumnya. Ternyata dlm hal ini kakak iparku jauh lebih hebat dibandingkan pacarku. Akupun mulai mendesah tdk tahan. Saat dia masih sibuk dgn k0ntolku aku kembali meremas-remas payudaranya. Selesai dgn pemanasan kakakku berdiri dan berkata

    ayo dimasukin Rio, mbak udah ngga tahan, tp pelan-pelan ya soalnya mbak lagi hamil 1,5 bulan. Aku sangat terkejut dan tanpa pikir panjang mengiyakan permintaanya.

    Perlahan kubawa k0ntolku ke meqinya. Tdk langsung sy masukkan, perlahan sy menggosokkan secara halus, kakak iparku yg duduk di bak penampungan air mulai memelukku. Akupun kehilangan kesabaran dan mulai memasukkan k0ntolku.

    Awwwwww, rasanya sangat hangat, meqinya masih sempit dan mencengkram kuat. Kumulai penetrasi secara terus menerus, kami berdua saling mendesah, berciuman saling melumat dan tentunya tanganku terus sibuk dgn payudaranya yg montok. Kemudidan kakak iparku memelukku dgn sangat keras, terasa k0ntolku dicengkaram sangat kuat.

    lagi dikit Rio, mbak udah mau keluar nih. sayapun melakukan penetrasi lebih cepat dan kuat dann
    aaahhhhhhhhh, mbak udah ngga tahan Rio, udah mau keluar dan ahhhhhhhhhhh, kakakku mulai lemas dan mendesah,
    cukup Rio, mbak udah keluar. Aku pun menjawab
    sekarang giliran sy mbak, udah mau keluar juga sekali lagi aku mulai penetrasi dgn sangat kencang dan cepat.

    Ohh shhittt, sepertinya sy sdh mau selesai dan cruuuuuuuttt. Sy mengeluarkannya di dlm, rasanya sungguh nikmat, dan kakakku berkata

    kok di dlm?.
    iya mbak lagian juga ngga ngaruh kan? Mbak kan lagi hamil?. Kakakku tersenyum kamipun masih berpelukan.

    Sy bertanya

    mbak kapan-kapan lagi ya? kakakku menjawab
    iya nanti kita bicarakan lagi secara rahasia Rio, biar ngga ada satu orangpun yg tau.

    Kamipun membersihkan diri dan kembali melihat pemandangan pantai. Duduk bersebelahan secara wajar agar tdk mencurigakan.

  • Galeri Foto Nozomi Aiuchi Lagi Sange Emutin Dildo

    Galeri Foto Nozomi Aiuchi Lagi Sange Emutin Dildo


    1800 views

    Perawanku – Aduh Model ini wik wik wik pakek Dildo ne, kalau bos ku  yang lagi sange wik wik wik nya pakek Galeri Foto Model ini aja ya , di jamin bikin crot bos ku :

  • Goyangan Nikmat Wanita Hamil

    Goyangan Nikmat Wanita Hamil


    1769 views


    Perawan – Pada saat kejadian itu status aku sdh mempunyai seorang isteri dan bekerja disalah satu suatu perusahaan swasta di Jakarta. Kemudian pada suatu hari ada seorang cewek cantik dan sexy dari kantor cabang dimutasi ke kantor pusat yakni tempat aku bekerja. Namanya Melda, memiliki kulit putih, tinggi 162 cm, dadanya yg penuh berisi, aku sangat suka curi-curi pandang untuk melihaat mukanya dia yg sangat buat aku bergairah. Awalnya aku tak sadar jika si Melda sedang berbadan dua soalnya dia suka pake baju yg cukup longgar, karena aku tau dia tengah hamil gua malah seneng dan terus kepengen deketin, karena menurut aku cewek hamil itu tambah sexynya lebih gimana gitu!.

    Setelah pendekatan beberapa minggu lamanya, aku mulai berani ajak dia lunch di Ancol, padahal lokasi kantor aku di daerah Sudirman, he he niat bro. Setelah sampai di TKP dan parkir mobil, gua mulai lancarkan niat usaha. aku mendekatkan kearah Melda sembari ngobrol aku elus rambutnya yg sebahu itu, lalu aku pijit halus lehernya pelan dan matanya pun mulai terpejam dan aku mulai berani mencium pipinya Melda, dia kaget akan tetapi diam aja, melihat reasiknya begitu aku lanjutkan mencium bibirnya, trus mulai melumat pelan bibirnya yg aduhai.

    Awalnya Melda tdk membalas, aku rasa karena dia masih malu tp setelah beberapa menit tangannya mulai berani merengkuh leher aku dan mulai membalas sambil bergumam mmhhh!.. wah akhirnya kami pun ber-french kiss ria, dan bibir kami saling berpagut mesra, !.mantap rasanya bro, !..Hari itu hanya ciuman aja, dikarenakan masih saling sungkan atau canggung he he he.

    Beberapa hari setelahnya aku liat si Melda keliatan agak sedih, trus aku nanya” ada apa Mel? Trus dia jawab ada keluarganya yg diopname tp dia belum sempet nengok karena suaminya sibuk terus. Ya udah sini aku anterin kata aku, but aku minta dibayar ya?
    Ih, kok minta bayaran sich? Mau dibayar berapa katanya. Pake bibir Melda ya, dia nya senyum-senyum gitu dengernya.

    aku pergi ama Melda pas lunch time. Singkat cerita setelah selesai besuk, kita meluncur tak tentu tujuan, aku gelisah banget deg deg an. Trus aku nanya pelan ke Melda,
    “hutangnya kapan dibayar? Terserah kamu jawabnya. Enaknya dimana ya gumam aku. Terserah kamu aja jawabnya lagi. Wah udah lampu hijau nih pikir aku. Ya udah mobil aku arahin ke daerah MT Haryono menuju PN. Pas masuk ke pelataran PN, aku liat mukanya gelisah banget, trus aku pegang tangannya dan aku berkata
    ” kalo Melda nggak mau, kita pergi aja”. Melda malah menggelengkan kepalanya dan berkata
    ” I’m ok”.

    Setelah kami masuk ke kamar. aku langsung peluk dia erat dan diapun membalas, kemudian bibir kami saling bertaut, lumayan lama kami berciuman dgn posisi berdiri. Trus tangan aku mulai menjelajahi tubuhnya dari lehernya aku usap trus ke punggung dan pelan-pelan tangan aku mulai meremas toketnya, ugh montok banget, memang cewe kalo lagi hamil, toketnya padat montok banget.

    Ciuman aku udah mulai aku arahin ke telinganya!! aku jilat pelan belakang telinganya Ah!ah trus yg! aku cium lehernya, and Melda tambah mengerang , trus dia mulai mendesis..ssshhhhh!..ketika jari aku udah mulai mengenai niplenya! kakinya mulai melemah, aku langsung tahan badannya biar tak jatuh..Kemudian aku bawa Melda ke arah ranjang dan aku rebahin dia, dan mulai membuka bajunya, Melda sdh pasrah banget, mendesah dan menggumam tak jelas. Akhirnya Melda tinggal memakai bh and cd, wah perutnya seksi banget, hamilnya kira-kira udah 5 bulan. aku cium perutnya yg hamil sambil tangan aku meremas toketnya. Sensasinya bro!..aku nikmatin banget.

    Terus aku mulai buka bh-nya, wow padat banget, dan aku mulai mengulum niplenya, udah keras banget tanda dia udah mulai terangsang. Tangan aku mulai meraba cdnya dan mengusap cd luarnya dgn jari aku, ternyata udah mulai basah cdnya, diapun mulai terengah-engah. Sambil lidah aku masih menjilat niplenya, tangan kanan aku udah berada di dlm cd-nya dan mulai mencari klitorisnya
    Ugh!ugh ugh gumamannya tambah keras sewaktu tangan aku mulai aktif bergerak di daerah memek dia, udah basah banget.

    Trus aku buka cdnya dan lidah aku turun ke meqi dan mulai menjilat pinggiran memeknya, kemudian akhirnya aku menjilat bagian klitorisnya!. wah wanginya beda banget, belum pernah aku mencium wangi yg khas kayak gini, ada gurih-gurihnya lagi!!! lidah aku trus menjilat memek dia sambil tangan aku mengelus perutnya yg hamil.

    Trus yg! trus yg! desahnya , saat itu juga aku masukin jari telunjuk aku ke dlm lubang memek Melda!!..aargghhhhh enak yg!.katanya. aku trus jilatin klitorisnya sambil telunjuk aku keluar masuk meqinnya, perlahan banget temponya karena aku takut ganggu kandungannya, trus yg ada malah si Melda tambah terangsang dan kepala aku mulai diremas-remas lembut saking nikmatnya. Setelah beberapa saat, aku mulai merasa napas Melda tambah memburu dan badannya mulai menegang serta jepitan di meqinya tambah erat trus tempo aku agak percepat!

    jari aku tambah mantap keluar masuk memeknya!..dan akhirnya!!!oh sayang!. aku mau keluar bisiknya. Teriak aja Melda, tak usah disimpan suaranya, teriak yg keras jangan malu!!!, nggak akan ada yg denger kata aku dan Melda pun teriakannya mulai keras!.
    ” ooooggghhhhhh!!..aku mau meledak !sayang!..oooohhhhhh oooohhhhhhh!..akhirnya keluar juga si Melda, tangannya tambah keras menekan kepala aku. Jilatin trus aku lakuin, aku sedot aku minum semua cairan dari memek!.mhhhh nikmat banget rasanya.
    Terus kami berpelukan dan aku cium bibirnya sambil elus-elus perutnya yg sexy, and Melda pun berbisik, aku cium ya adiknya!.
    ” oogghh aku langsung nelen ludah, be my pleasure” kata aku!.

    Dia cium palcon aku sambil megang penis aku, trus lidahnya mulai menari-nari di ujung penis aku sambil tangannya mengocok-ngocok serta berputar2 dari pangkal sampai leher penis aku, gila enak abis, aku sampai mengerang kenikmatan. Aku pegang kepalanya dan aku bilang udah ya mainin adik aku, daripada meledak di mulut kamu” dan dia bilang biar aja, aku pengen rasain punya kamu!” wah tambah senewen aku dengernya. Akhirnya aku angkat juga kepalanya dan aku lumat bibirnya sambil aku raih badannya dan aku bikin dia telentang.

    Trus aku posisikan badan aku diatasnya, dan mulai arahin penis aku ke liang memek Melda, aku pelan2 masukin penis aku, masih seret nih pikir aku, padahal Melda udah punya anak pertama, tp mungkin karena di cesar” jadi masih rapet. Sexy banget badan Melda aku liat dari atas dgn perutnya yg membusung sexy.

    Dgn sedikit usaha akhirnya aku berhasil memasuki meqinya. Tangannya memeluk erat punggung aku, aaahhh trus yg! I’m yours!.kata Melda. penis aku udah masuk semuanya, ah nikmat banget seperti ada yg gigit, mencengkram erat penis aku, sampai aku meringis kenikmatan. Pelan-pelan aku turun naik kayak orang push up, nikmat tp karena agak susah krn kehalang perutnya trus aku bisikin Melda utk ganti posisi, biar lebih leluasa. aku angkat badan Melda dan dia bersandar di bagian kepala kasur dan dibawah pantatnya aku alasin bantal biar lebih tinggi.

    Sambil aku cium bibirnya, aku masukin lagi liang memek ama penis aku. Langsung blesss!!!.ah yg” pas banget posisinya katanya. aku juga merasa demikian karena perutnya jadi tdk menghalangi gerakan aku. Setelah masuk semua, aku diemin beberapa detik, trus yg katanya
    ”kok berhenti? aku pengen nikmatin dulu rasa ini Mel” jawab aku.

    Dan aku mulai gerak perlahan, maju mundur dgn tempo yg aku jaga. Bibir aku melumat niplenya dan tangan aku meremas toketnya dan mengelus perutnya yg sexy. Man!. viewnya sexy banget. Meqinya terasa menjepit erat penis aku. Gila!. enak banget, aku harus atur napas aku untuk menjaga biar aku nggak keluar dulu.

    Dgn tempo yg tetep aku jaga, disertai elusan, rabaan, dan ciuman-ciuman dari aku. Aura nafsu diantara kami semakin kuat, apalagi sesekali aku cium ketiaknya yg putih!..agh agh agh geli yg katanya. Kemudian badan Melda mulai menegang dan tangannya tambah erat cengkram lengan aku tanda dia mau orgasm. Gerakan aku percepat , tambah cepat!..aku juga mulai merasa udah dekat ujung!..yes yes yes honey enak sayang!.aku juga enak Mel!.

    Waktu merasa aku mau keluar, aku langsung lumat bibirnya dan Melda tambah keras mencengkram aku.

    Aahhhhhhh yg!aku mau meledak yg kata Melda. aku juga mau keluar Mel kata aku. Akhirnya meledak lah kami berbarengan, lahar yg aku tahan sejak tadi membasahi dlm meqinya!..rasanya melayg sewaktu aku orgasm. aku lumat dgn nafsunya bibir Melda yg sexy. And aku peluk Melda dan aku cium perutnya. Trus Melda berkata
    ”Sumpah yg, enak banget yg tadi”. I know, aku juga merasa nikmat” kata aku.

    Trus setelah kita puas berpelukan, kitapun mandi bareng. aku sabunin badannya dgn lembut, dan daerah yg paling lama aku sabunin adalah daerah perutnya. aku usap lembut, dgn gerakan memutar, turun naik, aku nikmatin sensasinya. Melda nanya
    ” kamu suka perut ku ya”.
    ” Iya Mel jawab aku polos”. Aku suka ama cewe hamil bisik aku lagi”. Trus kalo aku udah melahirkan, kamu masih suka nggak ama aku tanyanya.

    Aku hanya senyum tak menjawab dan sambil mencium bibirnya, aku basuh badannya dan setelah aku keringan dgn handuk, pake baju and aku ajak dia balik ke kantor.
    Aku itung-itung 5x KALI aku ML ama Melda, sampai kandungannya berusia sekitar 8 bulan. Dan guess what setelah Melda melahirkan, aku ama dia tdk pernah ML lagi, tp hubungan aku sama Melda tetap baik sampai sekarang.

  • Cerita Sex Nikmatnya Nonton Video Bokep Bersama Temanku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Nikmatnya Nonton Video Bokep Bersama Temanku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1578 views

    Perawanku – Suatu hari di awal bulan Juli tahun 2000 lalu di rumahku kebetulan sepi. Sore itu ibuku sedang pergi ke luar kota dan ayahku sedang kerja di kantornya. Kuundang kedua temanku yang juga sering kukhayalkan bercumbu denganku. Ambar dan Ully. Mereka berdua sama-sama mempunyai payudara yang sama besarnya dengan punyaku. Kami lalu bertiga menonton VCD yang sengaja kuputar film porno yang kupinjam dari sebuah rental. Kami bertiga duduk berdampingan di kursi sofa. Ambar di sebelah kiriku dan Ully di sebelah kananku.

    Pada waktu adegan kedua baru mulai vaginaku sudah terasa basah dan tanganku masuk ke celana jeans pendek ketatku. Kebetulan aku sengaja tidak memakai CD sehingga jariku langsung masuk ke vaginaku dan menggeseknya. Ambar melihat perbuatanku dan tangannya juga ikut masuk ke vaginanya sendiri. Tanganku lalu meremas kedua payudaranya yang masih dilapisi kaos oblong yang dikenakannya. Dia tidak menolak dan bibirnya mencium bibirku serta tangannya meremas juga kedua payudaraku. Kami saling meremas dan lidah kami saling menjilat di dalam kehangatan ciuman. Ully yang berada di belakangku bergabung dengan menempelkan kedua payudaranya ke punggungku. Lalu Ambar kutidurkan dan kulepas kaos yang kukenakan.

    Setelah itu kutindih dia sambil kuciumi wajahnya. Ully melepas BH-ku dari belakang sehingga aku melepaskan ciuman dari wajah Ambar. Aku akan membalik untuk mencium Ully, tetapi dia dari belakang meremas kedua payudaraku yang sudah telanjang dan tangan Ambar melepas retsluiting celana jeans pendek ketatku. Jarinya berusaha masuk ke vaginaku yang bertambah basah.

    Tiba-tiba telepon yang ada di rumahku berdering. Aku tanpa memakai pakaian yang tadi dilepas bangkit ke meja telepon. Ternyata telepon dari ayahku yang mengabarkan bahwa dia tidak pulang karena ada urusan. Aku merasa senang dan berencana mengajak Ambar dan Ully menginap di rumahku. Aku meletakkan gagang telepon dan menuju ke kursi sofa. Kulihat Ambar dan Ully sudah sama-sama hanya memakai pakaian dalam saling berciuman dan mencoba melepas BH yang dikenakan. Kukejutkan mereka dan kukatakan bahwa pemainan ini terpaksa harus berhenti sementara. Mereka kuminta pulang dulu dan kusuruh datang pukul 8 malam untuk melanjutkan permainan. Mereka setuju.

    Malamnya Ully datang pertama kali. Karena aku tidak sabar begitu dia masuk dan aku menutup pintu, aku memeluknya dari belakang dan kuremas kedua payudaranya. Kudengar bel pintu. Aku melepaskan pelukanku dan kusuruh Ully langsung ke kamar. Aku membuka pintu dan ternyata Ambar telah datang. Langsung saja kami masuk kamar. Kulihat Ully sudah tinggal memakai pakaian dalam saja sedang tiduran di tempat tidur. Kusuruh Ambar untuk mencumbunya dulu. Ambar langsung melepas pakaiannya dan ternyata dia tidak mengenakan BH hanya memakai kaos singlet dan CD.

    Dia lalu menghampiri Ully dan mendudukkannya. Dia lalu mencium Ully dan tangannya melepas BH yang dikenakan Ully. Sedangkan Ully melepas kaos singlet yang dikenakan Ambar dan aku yang berdiri hanya memakai gaun tidur tanpa pakaian dalam langsung terangsang. Kulepas gaun tidurku. Ambar yang melihatku langsung turun dari tempat tidur diikuti Ully. Ambar mendorongku sampai ke tembok lalu mencium bibirku dan meremas payudara kiriku. Sedangkan Ully jongkok di samping kakiku dan kaki Ambar lalu menjilati vaginaku yang basah sambil tidak lupa tangan kirinya meremas kedua payudara Ambar dan tangan kanannya meremas payudara kananku. Aku merasakan kenikmatan yang tiada duanya.

    Setelah beberapa menit Ambar dan Ully menjamah tubuhku dan aku sudah merasakan lemas, mereka berdua saling berpelukan dan saling menempelkan vaginanya. Mereka mendesah bersama-sama. Setelah itu Ambar melepas pelukannya dan lalu naik ke tempat tidur. Dia tidur telentang dan Ully menindihnya sambil menciumnya. Tangannya masuk ke vagina Ambar dan mengocoknya perlahan-lahan. Mulutnya perlahan-lahan turun ke vaginanya. Sambil jarinya mengocok vagina Ambar mulutnya juga menjilatinya. Aku yang sudah bergairah lagi ikut bergabung dengan mencium bibirnya yang kelihatannya akan mengeluarkan desahan. Kucium dan kujilat lidahnya. Dia membalas sambil tangannya menarik tanganku agar meremas kedua payudaranya. Kuremas kedua payudaranya dan tangannya juga meremas kedua payudaraku. Ambar ternyata dapat bertahan lebih lama dariku dari jamahanku dan Ully.

    Sekarang giliran Ully. Ully tidur telentang dan payudara kirinya dihisap oleh Ambar dan payudara kanannya kuhisap. Dia mendesah dan kedua tangannya juga membalas dengan meremas kedua payudaraku dan kedua payudara Ambar secara bergantian. Jariku dan jari Ambar lalu masuk ke vagina Ully dan mengocoknya perlahan-lahan. Ully ternyata akan mendesah lebih keras lagi sehingga bibirku dan bibir Ambar berebutan untuk menahannya. Bibir kami berdua akhirnya berciuman sambil jari kami berdua kami keluarkan dari vagina Ully dan naik ke atas berebutan kedua payudara Ully. Kami berdua meremas kedua payudara Ully dan ciuman kami turun ke bawah dan menjilati vagina Ully. Ully ternyata kalah dariku dalam bertahan.

    Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkannya lagi. Aku tidur di tengah berhadapan dengan Ully dan Ambar berada di belakangku. Kami mulai lagi dari awal dan tidak lupa bergantian posisi tengah, depan, belakang. Kami bercumbu sampai sekitar pukul 3 dini hari. Setelah itu kami tertidur pulas karena kelelahan. Dengan posisi aku dipeluk Ambar dari depan dan Ully dari belakang.

    Pagi harinya aku terbangun dan kulihat Ambar dan Ully sudah tidak ada di tempat tidur. Kudengar desahan-desahan dari dalam kamar mandi. Aku bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Kulihat Ambar dan Ully duduk berhadapan di bath tub yang penuh dengan busa sabun. Mereka berdua yang tubuhnya penuh dengan busa sabun sedang saling meremas kedua payudara mereka. Aku lalu berdiri di bawah pancuran dan kuhidupkan kran. Ambar bangkit dari bath tub dan menutup kran pancuran. Dia lalu berdiri dibelakangku dan mengambil body shower. Diusapkannya body shower ke kedua payudaraku dari belakang dan kemudian meremas-remas kedua payudaraku. Aku membalik tubuhku dan membalas meremas kedua payudaranya.

    Dia lalu meratakan body shower ke seluruh tubuhku kemudian memeluk tubuhku. Kemudian tangannya membuka kran pancuran lagi. Kami berdua saling melepaskan pelukan dan saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain. Setelah kami berdua bersih dari sabun dan busanya, Ambar mematikan kran pancuran dan keluar dari kamar mandi sambil menggaet handuk. Aku masih berdiri dan melihat Ully yang tidur di bath tub yang airnya sudah kering tinggal busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kulihat kedua payudaranya dan lalu kuremas. Setelah itu kutindih tubuhnya dan kami pindah posisi. Aku sekarang di bawah dia di atas dan duduk dengan posisi kedua vagina kami saling menempel. Dia meremas-remas kedua payudaraku. Kemudian dia mengusap seluruh tubuhku dengan busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia menindihku dan membuka kran bath tub. Kami berdua saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain.

    Setelah itu aku lebih dulu keluar dari kamar mandi setelah menghanduki tubuhku. Aku keluar dengan telanjang karena handuknya dipakai oleh Ully. Ambar ternyata tidak berada di kamar. Aku keluar dan kulihat Ambar dengan melilitkan handuk di tubuhnya sedang berjalan ke arahku sambil membawa secangkir kopi. Kusongsong dia dan kucium dia sambil tanganku meraih cangkir dari tangannya. Kuletakkan cangkir ke meja yang ada di sebelah kami berdiri dan tanganku lalu melepas handuk yang dikenakan Ambar. Kupeluk dia bersamaan dengan pelukan Ully dari belakang. Aku ingin mulai dari awal lagi tetapi kudengar klakson mobil. Kami bertiga berhamburan cepat-cepat memakai kembali pakaian. Ternyata ayahku yang datang.

    Hari itu kami tidak melanjutkan percumbuan karena ayahku seharian di rumah. Ambar dan Ully juga pulang ke kostnya masing-masing. Tetapi di hari-hari selanjutnya kami bertiga bercumbu kembali. Entah di rumahku pada saat sepi atau di tempat kost Ambar atau di tempat kost Ully. Tapi sejak awal bulan Agustus tahun 2000 lalu Ully telah mempunyai pasangan cewek baru yang masih muda dan memutuskan berpisah denganku dan Ambar. Perpisahan dirayakan dengan bercumbu semalam suntuk antara aku, Ambar, Ully dan ceweknya. Sejak itu aku hanya bercumbu dengan Ambar. Begitulah pengalamanku bercumbu dengan sesama wanita.

  • Larangan Hubungan Dengan Atasanku

    Larangan Hubungan Dengan Atasanku


    1370 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Larangan Hubungan Dengan Atasanku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Aku sendiri sudah termasuk staf senior.

    Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.

    Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 30 tahun. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Terutama karena sikapnya yang ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.

    Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Ia memang menawan karena sepasang bola matanya sewaktu-waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam.

    Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Mungkin karena telah menduduki jabatan yang cukup tinggi dalam usia yang relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yang diinginkannya.

    Mbak Lia selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya.

    Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku dapat melihat pinggul yang samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tidak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.

    Di dalam ruang kerjanya yang besar, persis di samping meja kerjanya, terdapat seperangkat sofa yang sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

    Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku dapat melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya.

    Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya.

    Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yang indah dan bersih. Terawat. Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mbak Lia..

    “Jhony, aku merasa bahwa kau sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.

    “Jhony, salahkah dugaanku?”

    “Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.

    “Mengapa?”

    Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.

    “Saya suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Dan..,” setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.

    “Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”

    “Persis seperti yang kuduga, kau pasti berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Tia sambil sedikit mendorong kursi rodanya.

    “Agar kau tidak penasaran menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”

    “Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.

    “Kompensasinya apa?”

    “Sebagai rasa hormat dan tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”

    “Bagus, aku suka. Bagian mana yang akan kau cium?”

    “Betis yang indah itu!”

    “Hanya sebuah ciuman?”

    “Seribu kali pun aku bersedia.”

    Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Ia berusaha manahan tawanya.

    “Dan aku yang menentukan di bagian mana saja yang harus kau cium, OK?”

    “Deal, my lady!”

    “I like it!” kata Mbak Lia sambil bangkit dari sofa.

    Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yang besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan.

    “Periksalah, Jhony. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya.

    “Kau tidak ingin memeriksanya, Jhony?” tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.

    Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Mbak Lia masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.

    “Jhony, kau tahu warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

    Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, dan berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tia masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.

    “Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.

    “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Dan dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.

    Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalam hati.

    Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat bulu-bulu ikal yang menyembul dari sisi-sisi celana dalamnya. Segitiga tipis yang hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua bulu yang mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.

    “Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.

    Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Tia mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus.

    Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang agak kehitaman. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat bulu-bulu itu meremang.

    “Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.

    “Suka, Jhony?” Aku mengangguk.

    “Tunjukkan bahwa kau suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”

    Aku mengangkat kaki Mbak Lia dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar dapat mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar dapat mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya.

    Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya. Karena ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku menengadah.

    “Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.

    Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus dan seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi bulu-bulu halus kehitaman. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.

    Aku merinding. Karena ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Dan paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa bulu. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Dan ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yang panas dan basah.

    Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Karena sangat dekat, walau tersembunyi, dengan jelas dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayang di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam.

    Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya. Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.

    Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis dan lutut kirinya.

    Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, dan meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalam dan semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.

    Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk dan meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yang sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah lagi menjuntai ke karpet.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!”

    “Jawab!”

    “Suka sekali!”

    Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.

    “Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Masuk ke dalam, Jhony,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.

    Aku terkesima. Mbak Tia merenggut bagian belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Mbak Lia tiba-tiba membuka ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!”

    “Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

    Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak dapat berpikir waras. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Aku hanya peduli dengan kedua belah paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan bagian belakang kepalaku,

    aroma semerbak yang akan menerobos hidung dan memenuhi rongga dadaku, kelembutan dan kehangatan dua buah bibir kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yang harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sudah sangat ingin kucucipi.

    Di kolong meja, Mbak Lia membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku.

    “Hanya lidah, Jhony! OK?”

    Aku mengangguk. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Mbak Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

    “Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Jhony?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.

    “Hm..!”

    “Haus?”

    “Hm!”

    “Jawab, Jhony!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.

    “Haus!” jawabku singkat.

    Tangan Mbak Lia bergerak melepaskan tali G-string yang terikat di kiri dan kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.

    “Jangan diam saja. Jhony!” kata Mbak Lia sambil menekan bagian belakang kepalaku.

    “Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya.

    Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan di antara dubur dan bagian bawah vaginanya. Karena harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Mbak Lia terpekik.

    Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengalir dari sumbernya. Aku mendengus. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya adalah nafas kehidupannku.

    “Fantastis!” kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.

    “Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.

    “Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.

    “Kau pandai memanjakanku, Jhony. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kau memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yang sebagian menutupi bibir kewanitaannya.

    “Jilat dan hisap dengan rakus. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yang tersisa! Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”

    Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar dan haus untuk mereguk kelembutan dan kehangatan vaginanya. Kerongkonganku terasa panas dan kering. Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Lalu bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap agar semua kebasahan yang melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.

    Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Pinggulnya terangkat dan terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Ia merintih setiap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku.

    “Ooh, ooh, Jhony! Jhony!” Dan ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap dan permainkan dengan ujung lidahku, Mbak Lia merintih menyebut-nyebut namaku..

    “Jhony, nikmat sekali sayang.. Jhony! Ooh.. Jhony!”

    Ia menjadi liar. Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.

    “Jhony, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”

    Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Membenamkan wajahku di vaginanya. Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, mengundang agar masuk lebih dalam. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku.

    Kuhisap seluruh vaginanya. Aku tak ingin ada setetes pun yang terbuang. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalam-dalamnya agar dapat langsung menghisap dari bibir vaginanya yang mungil.

    “Jhony! Hisap Jhony!”

    Aku tak tahu apakah rintihan Mbak Lia dapat terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dengan lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yang langsung ditumpahkan dari vagina Mbak Lia, dari pinggul yang terangkat agar lidahku terhunjam dalam.

    “Oh, fantastis,” gumam Mbak Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

    Ia menunduk dan mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.

    “Aku puas sekali, Jhony,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.

    “Jhony.”

    “Hm..”

    “Tatap mataku, Jhony.” Aku menatap bola matanya.

    “Jilat cairan yang tersisa sampai bersih”

    “Hm..” jawabku sambil mulai menjilati vaginanya.

    “Jangan menunduk, Jhony. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat vaginaku.”

    Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.

    “Kau memujaku, Jhony?”

    “Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.

    Mbak Lia tersenyum manja sambil mengusap-usap rambutku.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Koleksi Foto Sexy Xia Mei Toge Padat & Kenyal (Bikin Pengen Nyicip)

    Koleksi Foto Sexy Xia Mei Toge Padat & Kenyal (Bikin Pengen Nyicip)


    2859 views

    Perawanku – Malam dingin begini, ingin rasanya berfantasi seks kembali, Namun lagi-lagi saya menemukan lagi foto panas yang tak kalah asik untuk ditambahkan sebagai koleksi web 139.99.33.211, yaitu koleksi foto toket bulat besar pelecut napsu birahi yang akan saya tuangkan dalam sebuah galeri.  Bodynya yang semok dan toket bulat yang mulus tentu saja membuat foto narsis bugil perek semok yang lagi narsis di dalam kamarini menarik untuk ikut dikoleksi. Apalagi dengan wajah cantik nya ini, bakalan bikin semua pria pengen menyicip toket gede nya. Admin sih mauu banget (hehe). Bagaimana denganmu? Berikut ini foto Xia Mei pemilik Toket Gede, Padat dan Kenyal :

    Masih belum cukup buat ngecrot ? Baca juga cerita sex bergambar kami yang update setiap hari nya. Cukup Klik Disini untuk melihat kumpulan cerita sex terbaru

  • CERITA ABG DIPERKOSA MALAH KETAGIHAN

    CERITA ABG DIPERKOSA MALAH KETAGIHAN


    1413 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA ABG DIPERKOSA MALAH KETAGIHAN ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Rizal nama panggilanku, nama lengkap Rizal Alfauzi, di web dewasa ini aku akan menuliskan cerita sex mesumku yang bisa dibilang Freak, dan bahkan terkesan nekat. Aku memulai petualangan sexsku bertawal dari ketika aku mendapatkan teman yang bernama Arif, dia adalah teman satu jurusanku yang bisa dibilang memiliki wajah tampan dan dan bertubuh proposional.

    Kalau dilihat secara fisik Arif ini memang tipe lakilaki idaman para wanita. Arif ini sangat berbeda sekali dengaku, kalu berbicara tentang fisik aku seorang lakilaki yang biasabiasa saja, namun aku mempunyai kelebihan dalam hal life style. Aku tipe lakilaki yang selalu menjaga penampilan, aku bisa seperti itu karena orang tuaku cukup kaya.

    Sehingga untuk masalah life style, uang jajan, dan fasilitas kendaraan aku lebih unggul dari Roni. Walaupun kami berbeda, namun kami bersahabat baik, dari atar belakang kami maka jadilah kami duo playboy, hhe. Yang namanya Playboy/ player pastinya kami sering bergantiganti pasangan, dan tentunya hampir semua mantan kami pernah kami setubuhi.

    Sampai pada suatu hari, kamipun agak bosan dengan tipe cewek yang binal dan matre karean terlalu mudah untuk kami tiduri/setubuhi, pada akhrinya kamipun mencari pasangan yang berhijab.Untuk mendaatkan pacar berhijab saat itu kamipun tidak mendapatkan kesulitan, namun seiring berjalanya waktu gairah sex kamipun timbul kembali.

    Yah, namanya lelaki pastinya ingin merasakan barang barunya, hhe, pada saat itu kami berdua mencoba untuk merayu dan mengajak pacar kami yang berhijab untuk bersetubuh, huh namun apa hasilnya ? Alhasil kami serempak diputuskan doleh pcar kami yang berhijab tadi, hha. Namun yasudahlah namanya juga wanita berhijab, pastilah mereka menjaga auratnya.

    Singkat cerita selang 2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka mu culah pemikiran untuk melakukan perkosaan kepada wanita berhijab, namun misi ini harus berakhir berakhir dengan kepuasan dari si korban agar kami tidak terjerat undangundang asusila. Hemm Saat itu kami berfikir keras, apa bisa ya misi kami ini berhasil.

    Hari demi hari kami memikirkan rencana itu dengan serius, sampai pada akhirnya kamipun menemukan cara itu namun dengan syarat korban harus harus wanita yang kami kenal, kedua korban harus tidak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan menimbulkan trauma pada korban dan yang ketiga, kami harus mempersiapkan peralatan yang lengkap.

    Cerita Dewasa Diperkosa Malah Ketagihan Peralatan itu seperti dari tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup mulut, obat perangsang wanita, dan bahkan obat bius, hhe. Jauhjauh hari kami sudah mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah matang, maka kamipun melakukan seleksi korban, dan pada akhrinya kami menemukan calon korban itu.

    Sebut saja namanya Ibu Indah, dia adalah wanita berhijab yang sudah dan memupyai 2 anak. Namun suaminya memiliki istri muda, jadi jika kami memilih bu indah sebagai calon korban adalah hal yang tepat, karena dimanapun tempatnya istri tua pasti jarang dibelai, hhe. Bu Indah ini mempunyai beberapa kamar kost yang di khusukan untuk kost putri

    Beliau jika kami tafsirkan usianya sekitar 37 tahun, walaupun bu Indah ini berhijab namun dia Nampak sangat cantik dan menarik sekali. Bu Ini berhijab dengan ala masa kini, berhijab namun ketat, so wo man. Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat keindahan payudara dan pantatnya yang semok sekali.

    Hasil dari penafsiran kami, ukuran branya jika dilihat dari balik pakaian hijabnya kirakira berukuran 36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami, nah Bu Indah ini cukup mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kost Bu Indah untuk urusan mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Indah.

    Jika berbicara tentang wajah, wanita yang terbilang sudah matang ini sanagtlah pas dengan namanya, karena wajahnya dan tubuhnya sangat indah jika dipandang, apalagi kalau bisa dirasakan,hahahha. Tak jarang mata kami jelalatan ketika melihat pantat semoknya dan payudara yang tertutup oleh baju hijab ketatnya model masa kini.

    Sungguh egois sekali suami bu Indah ini, sudah mempunyai istri cantik dan bohay seperti ini, masoh saja mencari istri muda, dan heranya bu indah kog bisa mau yah, entahlah. Suami Bu Indah ini memeberikan kompensasi kepada Bu Indah sebuah kostkostan yang mEughhhasilkan rupiah yang cukup lumayan bahkan kalau saya hitunghitung lebih dari cukup.

    Oh iya anak bu Indah yang pertama berumur 14 tahun, dan anak yang kedua baru berusia 10 tahun, anak pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu dengan rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kamipun mendatangi kost milik Bu Indah pada sekitar pukul 09.30 pagi.

    Pagi itu terlihat suasana kost sudah sepi, karena semua pEughhhuni kost sudah berangkat kuliah dan kedua anaknya juga sedang sekolah. Karena pada saat itu kami melihat kondisi kost kondusif, kemudian kamipun langsung memasuki rumah Bu Indah yang letak rumahnya jadi satu dengan kostnya, setelah masuk kamipun menyapa,

    Permisi Bu Indah, selamat pagi, ucap sapa ramah kami.

    Cerita Sex Diperkosa Malah Ketagihan Pada saat itu kebetulan sekali Bu Indah sedang bersihbersih dan membereskan ruang tamunya. Terlihat saat itu Bu Indah memakai kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk ukuran baju muslim, dibalik baju mjslim ketatnya terlihat montok sekali guest teteknya, wow gede dan kencang sekali kawan. Mendengar sapaan kami Bu indahpun menyambut kami,

    Eh ada Arif dan Rizal, kok tumben kalian datangnya pagipagi sekali, emangnya pagipagi gini kaalian mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anakanak pada kuliah deh, ucap Bu Indah.
    Dengan senyum ramah dan manis bu indahpun menyambut kami,

    Bener juga yah Bu, pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau ngapain yah bu kesini, padahal kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek, hhe ucapku mulai memancing Bu indah.

    Wah sayang banget dong Pizzanya kalau gitu, kata Bu Indah sambil terus membereskan furniture di ruang tamunya.

    Pada saat itu posisi Bu Indah agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya terlihat bergerakgerak yang membuat jantung kami semakin berebardebar saja, lalu,

    Daripada mubazir, gimana Pizzanya kita makan samasama aja Bu, mau nggak Bu ?, ajakku.

    Beneran nih, kalau kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak, hhe, ucapnya dengan candanya dengan renyah.

    Hemm Seandainya saja Bu Indah tahu maksud kedatangan kami,

    Yaudah Bu silahkan saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang makan pastilah tidak akan habis, hhe, sahut Arif sembari membuka kardus pizza yang masih panas itu.

    Kemudian Bu Indah tanpa rasa sungkanpun mulai nimbrung dengan kami dan bersamasama dengan kami menikmati pizza yang lezat itu,

    Oh iya bu, kami kog lupa beli minuman yah Bu, ucapku.

    Udah kalian tenang aja, ngomongngo ngomong kalian mau minum apa?, ucap Bu Indah menawarkan minum pada kami.

    Eummm, apa yah, kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hhe ucap Arif memancing lagi.

    Wah, Susu murni kayanya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja ?, ucapnya menawarkan minuman lain dengan polosnya.

    Ternyata Bu Indah benarbenar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalag susu murni dari payudara Bu Irma, hha Saat itu kamu seakan sudah tak sabar ingin segera meremas payudara yang besar dan kencang itu,

    Wah, masa sih Ibu Indah enggak punya susu ?, canda Arif dengan melirik Payudara Bu Indah.

    Hemmm dasar kamu Rif, ngeres aja fikiranya Husss husss jangan gitu nggak baik !!!, kata Bu Indah ternyata mulai sadar kalau kami memandangi payudaranya dengan penuh nafsu.

    Lanjutnya lagi,

    yasudah kalian tunggu sebentar yah, biar Ibu buwatkan kalian kopi, ucapnya mengalihkan pembicaraan.

    Cerita Ngentot Diperkosa Malah Ketagihan Seakanalan Bu Indah mencoba untuk tidak meladeni candaan kami yang mulai menjurus dan berjalan ke dapur denga lenggokan pantatnya yang semok. Kami segera bangkit mengikuti Ibu montok itu. Tugas Arif adalah memegang Bu Indah supaya dia tidak bisa berontak, sementara aku akan menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang ada obat biusnya.

    Obat bius yang kami berikan kepada Bu Indah mempunyai dosis rendah, jadi jika digunakan hanya akan akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu Indah sedang membuat racikan kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami dan dengan segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri,

    Maaf Bu, kami maunya susu, boleh kan, pinta Arif dengan pandangan yang semakin nakal ke arah payudaranya.

    Iya Bu, kami minta baikbaik, sahutku beriringan.

    Bu Indah mulai nampak panik melihat wajah mesum kami.

    Gila kalian, seru Bu Indah mulai meninggi.

    Melihat cara baikbaik tampaknya gagal, Arif dengan tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Indah dari belakang,

    Jangan ngelawan dong Bu, kata Arif.

    Apaapaan nih, kalian tidak waras yah !!!, ucap Bu Indah mencoba memberontak.

    Namun percuma saja Bu Indah berontak, karena Arif lebih kuat daripada Bu indah. Saat itu akupun segera bertindak cepat dengan sapu tangan yang ada obat biusnya, alhasil dalam sekejap Bu Indah terlihat langsung pusing dan lemas. Aku segera menutup mulutnya dengan kain,

    Beres bro, udah enggak bisa berontak nih, ayo bawa ke tempat tidur, ucap Arif.

    Kami membopong tubuh semok Bu Indah yang lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku bertugas memangku Bu Indah dan Arif bertugas memberikan foreplay buat Bu Indah. Wajah Bu Indah semakin pucat karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari matanya,

    Tenang Bu, kami berikan yang terbaik kok,so Bu Indah enjoy aja yah !!! bisikku di telinganya.

    Arif dengan penuh percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya dibungkus celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontolnya. Bu Indah berusaha menendang Arif dikala Arid akan menyingkap rok panjangnya, namun tenaganya sangat kecil bahkan nyaris tak ada.

    Kini kami menikmati pemandangan kedua paha Bu Indah yang montok, putih dan mulus,

    Keren coy ujar Arif kagum pada pamandangan indah itu.

    Yoi aku membenarkan, terus ke atas dong, .

    Sabarperlahan biar Bu Indah menikmati, kilah Arif.

    Cerita Hot Diperkosa Malah Ketagihan Arif membelai paha Bu Indah dengan lembut dan sekalikali menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga terlihat daerah selangkangan dengan celana dalam warna hitam yang kontras dengan kulit putih pahanya,

    Wow, kayaknya lebat sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha, ucap Arif seraya membelai rambutrambut kewanitaan Bu Indah yang tumbuh melewati batas celana dalam.

    Bu Indah masih mencoba meronta, namun tetap tak bertenaga. Akhirnya ia hanya membuang muka dan memejamkan matanya. Dengan nakal Arif mulai menciumi selangkangan Bu Indah, suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium tepat di bagian memek Bu Indah yang masih tertutup celana dalam,

    Buka dong Rif celana dalamanya, udanh sangek banget nih gue !!, ucapku kepada Arif.

    Arif menuruti kemauanku. Dengan perlahan ia memeloroti celana dalam hitam milik Bu Indah sehingga kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dengan rambut liar yang menutupi keindahan liang senggamanya,

    Tukan bener bro, gondrong jembutnya ujar Arif.

    Yah maklum jarang dipake Ron aku menimpali.

    Benerbener nih yang punya barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus tiap hari, kata Arif.

    Dengan lembut dan profesional, Arif menyibak rambut kemaluan Bu Indah sehingga ia menemukan bibir vagina yang merekah,

    Eh udah agak basah nih ujar Arif.

    Wah dari tadi kan kami sudah bilang Bu, jangan ngelawan, pasti enak kok candaku.

    Bu Indah masih memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya mengingkari bahwa ternyata dia terangsang oleh kami. Arif memulai jurusjurus foreplay dengan membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelaibelai labium mayora Bu Indah, dan tentu saja tak ketinggalan Itilnya.

    Saat itu pada bagian Itil, Arif dengan penuh nafsu menjulurkan lidahnya dan memainkannya Tubuh Bu Indah sontak terasa menggeliat,

    Tuh kan, enak kan Bu ucapku.

    Melihat reaksi Bu Indah yang menggelinjang, Arif semakin terbakar nafsu, ia melumat habis kemaluan Bu Indah dengan mulut dan lidahnya. Aku yang melihat juga semakin berahi. Tubuh Bu Indah semakin terasa menggelinjang, dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia mulai menatap Arif yang tengah mengerjai kemaluannya yang sudah lama nganggur itu.

    Menurutku mungkin baru pertama kali dia dioral seperti itu. Arif memang dahsyat, lidahnya menjalarjalar dari perbatasan anus dan vagina hingga ujung Itil dan sekalikali ia mengulum Itil Bu Indah. Wanita mana yang bisa tahan kalau Itilnya dikulum seperti itu. Mata Bu Indah yang tadi basah oleh air mata kini menatap penuh harap pada Arif.

    Ibu mau saya buka tutup mulutnya enggak? Tapi jangan teriak ya aku menawari Bu Indah dan wanita itu terlihat mengangguk. Aku pun membuka kain penutup mulutnya.

    Kalian gila, seru Bu Indah.

    Tapi intonasinya sudah berbeda dengan seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara kalut dan nikmat,

    Eughhh Oughhh , Bu Indah semakin tak malu mengeluarkan lenguhan erotisnya disaat Arif memainkan jarinya di dalam liang kewanitaanya.

    Aku yang dari tadi Cuma jadi penonton mulai beraksi. Dengan lihai tanganku menarik kaos Bu Indah hingga payudaranya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya,

    Buset, gede banget coy, ini mah semangka namanya, seruku takjub.

    Payudara Bu Indah memang besar dan tampak masih kencang. Dengan tak sabar aku mencopot pengait BHnya sehingga buah besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera meremasremas dan memilin puting susunya yang juga besar itu,

    Eughhh kalian memang kurang ajar racau Bu Indah yang semakin terbakar birahi.

    Terlihat pada saat itu wajah manisnya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir bahkan mulutnya setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan ternyata memang benar, wanita berjilbab putih itu membalas ciumanku. Akupun melumat bibirnya yang seksi itu sambil terus meremasremas payudaranya.

    Sementara di bawah, Arif terus bergerilya. Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Indah tak mampu lagi menahan orgasmenya,

    Eughhh gila Ssssshhhh Aughhhhh, tubuhnya mengelinjang hebat.

    Cerita Saru Diperkosa Malah Ketagihan Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang sehingga gelinjangannya semakin terasa. Ibu dua anak itu melenguh cukup keras dan panjang tatkana orgasme menjemputnya. Wajah Arif terjepit dua paha mulusnya sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu montok yang sedang meraih kenikmatan duniawi itu,

    Wow asyik kan Bu seruku.

    Kini giliran kami ya Bu ujar Arif tak sabar.

    Kini Arif mulai melucuti celana dalamya dan dengan segera menempelkan ujung kontolnya di bibir kewanitaan Bu Indah,

    Eh pake kondom dong Rif seruku.

    Buset hampir lupa gua, ucapnya.

    Kemudian Arif mengurungkan niatnya untuk mEughhhunjamkan kontolnya dan segera mencari kondom di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang kejantanannya, kini diapun segera menempelkan kontolnya kembali ke bibir kemaluan Bu Indah yang montok dan perlahanlahan memasukinya.

    Aku melihat wajah Bu Indah semakin mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua dimulai. Aku berciuman dengan Bu Indah sambil terus meremasremas toketnya yang montok, sementara Arif asyik menggenjot memeknya. Sampai akhirnya terdengar lenguhan Arif tanda dia melepas orgasmenya,

    Hmm istirahat dulu ya bu ajakku membaringkn tubuh Bu Indah di atas tempat tidur.

    Tubuh montok itu masih terbungkus rok panjang dan kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih dikenakannya. Aku mengambil botol aqua dari dalam tas dan menyodorkannya pada Bu Indah. Dia menerima dan mengguk airnya, Sementara aku merobek tissue vagina yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap peralatan kami guest.

    Aku bersihkan memeknya dengan tissue yang harum itu sehingga tak ada lagi bekasbekas penjajahan Arif. Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral seks pada Bu Indah. Wanita itu mulai terangsang lagi. Kini ia semakin tak malumalu. Tanggannya membelaibelai rambutku dan sekalikali menariknya disaat dia merasa terangsang hebat.

    Aku semakin kalap dan melahap vagina ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup waktunya untuk melakukan penetrasi,

    Bu kita ML pakai gaya doggy style yah !!!, pintaku.

    Gaya Apaan tuh?, tanya lugu.

    Itu loh bu, jadi ibu nungging, terus ibu di entot dari belakang, ucap Arif menjelaskan ketika dia beristirahat setalah mendapatkan orgasmenya.

    Bu Indah menurut, dia kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai dan menungging di tepi tempat tidur. Wow pantat semoknya membuat aku semakin tak sabar menikmati permainan inti. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya, empuk sekali. Dengan tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke dalam memeknya.

    Agak mudah memang, maklum habis dipakai Arif, namun tetap nikmat. Aku menggenjotnya dengan irama perlahan seakan membelai dindingdinding memeknya. Bu Indah tampaknya sangat menikmati permainanku. Pantat semoknya bergoyanggoyang mengikuti irama sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memeknya mulai mengeras tanda dia sudah hampir orgasme.

    Aku mempercepat tempo permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersamasama. Bu Indah menggelepar di atas tempat tidur. Diaa pasti tak habis pikir, dalam hidupnya dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia dan istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 lelaki muda perkasa,hhe

    LIHAT JUGA Cerita Sex Gejolak Birahi Devina

    Bu, ibu enggak marah kan?, tanyaku.

    Bu Indah tak menjawab, namun saat itu dia menatap kami dengan wajah penuh terima kasih,

    Kalian kalian kurang ajar, serunya.

    Tapi enak kan Bu, canda Arif yang sudah berpakaian kembali.

    Iya sih, Enak banget, ucap Bu Indah dengan senyum puas.

    hhe.. berarti lain kali boleh dong kita dateng lagi Bu ?, tanyaku.

    Dasar kalian pemuda gila, benerbener maniak sexs kalian yah, ucap Bu Indah.

    Cerita Lendir Diperkosa Malah Ketagihan Dari nada biacaranya tadi, terdengar jelas bahwa dia mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata seperti itu Bu Indahpun berjalan menuju kamar mandi untuk membersikah diri dari. Singkat cerita setelah 1minggu kemudian, kami datang lagi ke rumahnya, dan Bu Indah sudah siap untuk kami setubuhi lagi.

    Setelah kejadian itu justru Bu Indah yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telefon maupun sms untuk meminta jatah kepada kami Dasar ibuibu berhijab 2 anak doyan sex, hha. Selesai.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot

    Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot


    1407 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Maukan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ? Sekarang? Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Tini tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik.

    Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.

    Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri.

    Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya.

    Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku.

    Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.

    Depannya Pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya.

    Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.

    Ah engga katanya sedikit gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingatkesetiaan?nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.

    Jadi aku tak sempat mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau coba sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku.

    Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu.

    Aduuuhhh Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tini menghindar dengan sopan.

    Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 Tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, Tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya.

    Tapi itu tak lama, Tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.

    Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya.

    Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BHnya, Ah putting dadanya sudah mengeras ! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.

    Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga BH itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu.

    Kucium belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sehingga putting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.Aaahhffffhhhhh. Paaaaak? rintihnya. Tak ada penolakan.

    Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CDnya Jangan Pak.

    Kata Tini terengah sambil mencegah melorotnya CD. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang.

    Aku melanjutkan menarik CDnya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.

    Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya.

    Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Bapak engga bilang ke Ibukan ? engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.

    Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Tini hanya menggelengkan kepalanya. Terusin Pakperlahan? sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.

    Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tini sudah tak karuan.

    Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya.

    Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.

    Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tini menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.

    Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya kemudian Engga apaapa Tin.. Kan Bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih.

    Kenapa Pak ? Jadinya saya engga bisa menahan Aku diam saja. Saya khawatir Pak Sama Ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.

    Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin Ya Pak Bapak. hampir. sampai ? Teruus Pak? Kalo.. keluar .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku.

    Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.

    Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tini memanggurih?, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak.

    Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak? Ah kamu ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Bapak bagus banget? Katamu tadi.

    Udah berapa lama kamu engga begini ..? Sejak.ehm.. udah 4 bulan Pak? Lho. Katanya kamu udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu itu saya kepepet Pak? Sama siapa? Sama tamu.

    Tapi baru sekali itu Pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00.

    Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, sampai barusan tadi sama Bapak .

    Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang.

    Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tini muncul lagi.

    Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BHnya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi.

    Begitu Tini memungut CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada waktu kok? Ah Bapak nih gede juga nafsunya? katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.

    Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku.

    Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulaiberani? memanggilku untuk menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Uci udah berangkat sekolah dan Ade pergi less bahasa Inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi.

    Terbukti, ketika aku langsung pulang, Tini menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Kisah Seks Menjadikan Istri dengan Ilmu Pelet – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Seks Menjadikan Istri dengan Ilmu Pelet – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2155 views

    Perawanku – Suara khas dari kentungan kang bakso yang lewat, semua orang yang mendengar suara tersebut hafal kalau yang berkeliling adalah bang Goni si penjual bakso, tokk tokkk tokkk tokkk tokkkkkkkkkkkk….sambil bicara soo baksooooo so baksoooo….

    Del.. itu.. Bang Goni telah datang, katanya mau beli bakso.. kata seorang cewek muda pada temannya yang juga masih muda. Cewek yang disapa Del tadi melongokkan kepalanya , nama lengkapnya Nurdellaana. Sering disapa dengan sebutan Della.

    Usianya baru menginjak 20 tahun. Wajahnya indah sekali dengan kulit putih bersih, wajahnya bulat dengan hidung mancung bermata hitam bening berkilat-kilat. Orang akan menyangka Della merupakan seorang bintang sinetron kalau belum tahu.

    Rambutnya hitam legam sepunggung, dibiarkannya selalu tergerai, senantiasa melompat ke kiri dan ke kanan jika Della berjalan. Tak heran kalau Della berada di dekat temannya, dia akan menjadi sangat menonjol, apalagi dengan temannya yang sekarang bersamanya, sangat jauh bedanya. Yang satu putih, yang satu agak hitam, yang satu indah, yang satu tak menarik.

    Untungnya Della bukan tipe cewek yang sombong dan pilih-pilih teman, mungkin itu yang membuatnya disukai di antara teman-temannya.

    Mana sih? Della melongok ke arah bunyi kentongan. Dia berlari kecil ke luar pagar Asramanya. Della memang tinggal di Asrama. Sekolahnya mengharuskan itu. Kebetulan Della sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan di Tasikmalaya. Orang paling senang melihat Della memakai seragam perawatnya yang serba putih, itu membuat tubuhnya jadi terlihat makin putih.

    Itu, di ujung jalan, temannya yang menyusul di belakang menjawab sambil menunjuk. Sebuah gerobak bakso kecil berwarna biru kusam berjalan mendekat dari arah ujung jalan dan makin-lama makin mendekat.

    Tukang baksonya bernama Goni, orangnya telah berumur sekitar 40 sampai 50 an, rambutnya telah memutih sebagian, sementara kumis dan janggutnya yang juga memutih terlihat tak terawat, kalau saja dia tak berdagang bakso, orang mungkin akan mengira dia orang gila kerena suka tersenyum-senyum sendiri.

    Eh, Non Della, Goni mengembangkan senyumnya saat bertemu dengan Della, sebaris gigi kuning kehitaman terlihat berbaris di balik bibirnya yang tebal, wajahnya yang kotor tak terawat berusaha tersenyum, tapi yang ada justru sebuah seringai mengerikan.

    Eh.. iya Bang.. Della berusaha ramah dan membalas senyum Goni.

    Yang biasa Non? tanya Goni dengan nada aneh, seperti ramah yang dipaksakan. Dengan gerakan terburu-buru Goni menyiapkan Bakso yang dipesan.

    Kok nggak kuliah Non? tanya Goni di tengah kesibukannya. Memang lagi libur ya?
    Eh.. Della terkaget sesaat. Dalam pikirannya dari mana Goni tahu kesibukannya. Iya Bang, lagi libur. Besok baru masuk lagi.

    Biasanya Non kalau libur kan jalan-jalan, sama siapa.. yang sering ke sini pakai motor RX King itu..?

    Goni bertanya lagi. Della teringat ke Ivan, pemuda yang sering mengunjunginya, meskipun bukan pacarnya, tapi Della memang suka pada Ivan.

    Memangnya Abang kenal dia? tanya Della sambil tersenyum.

    Ya.. dia kan juga sering beli bakso saya Non.. Goni menjawab canggung. Kemudian menyerahkan semanguk bakso yang mengepulkan uap panas ke tangan Della, tanpa sengaja, tangannya menyentuh tangan Della yang halus.

    Sesaat entah kenapa badan Goni meremang, dia belum pernah merasakan kelembutan tangan cewek seindah Della. Kaget kerana ada yang meraba tangannya, secara refleks Della menarik tangannya membuat pegangannya pada mangkuk bakso goyah, sebagian kuah bakso yang panas tumpah menyiram tangan Goni, membuatnya meringis kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

    Aduh, maaf Bang, sa.. saya tak sengaja.. Della gugup setengah mati, kekagetannya saat tangannya diraba oleh Goni sekarang berubah menjadi kepanikan kecil. Dengan spontan karena naluri sebagai perawat, Della langsung menyerahkan mangkuk baksonya pada temannya, dia lalu mengeluarkan sapu tangan dari saku bajunya, dengan cekatan Della mengelap tangan Goni yang tersiram kuah panas.
    Nggak apa-apa.. kata Della, rasa paniknya berkurang dengan sendirinya melihat tangan Goni tak terluka atau melepuh. Semula Della takut Goni akan marah, tapi ternyata tidak, Goni hanya diam saja, bahkan tak berkata apa-apa sampai Della selesai makan bakso.

    Bagi Della, kejadian itu dengan mudah bisa dilupakannya, tapi tak bagi Goni. Kejadian itu sangat membekas di hatinya. Selama berhari-hari wajah Della selalu berada di dalam pikiran Goni, seolah menari-nari di depan matanya. Dan perlahan-lahan segala pikiran itu berkembang menjadi sebuah perasaan aneh dalam diri Goni.

    Perasaan yang menyimpang yang membuatnya ingin memiliki Della. Dan perasaan itu berkembang bagaikan makhluk buas yang mencabik-cabik dirinya dari dalam, membuatnya lupa pada keadaan dirinya, membuatnya lupa pada istri dan empat anaknya yang ditinggal di kota asalnya. Dan bila telah tak bisa lagi menahan hasratnya pada Della, dia melampiaskannya dengan beronani sambil membayangkan dirinya sedang menyetubuhi Della.

    Tapi Goni selalu bersikap biasa jika bertemu dengan Della, dan Dellapun selalu bersikap ramah padanya. Hal ini yang membuat keinginan Goni untuk memiliki Della makin kuat. Goni telah salah mengartikan keramahan dan kebaikan Della.

    Keinginan menyimpang dari dalam diri Goni itu membuatnya malu setiap kali bertemu Della, bagaimanapun dia sadar dirinya terlalu jauh jika dibandingkan dengan Della. Della seorang cewek yang sangat indah dan masih sangat belia, sementara dirinya telah tua dan berwajah jelek. Tapi keinginan itu sangat kuat menyerang dirinya, cukup kuat untuk mendesaknya melakukan perbuatan terkutuk, dia berusaha mengguna-gunai Della.

    Dan didorong oleh keinginan yang menggebu-gebu itulah maka Goni memberanikan diri pergi menemui dukun yang selama ini dia percayai. Goni memang sering berkunjung ke dukun itu, terutama jika berhubungan dengan penglarisan dagangan baksonya.

    Rumah dukun itu terpencil di pinggiran kota, dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat. Butuh waktu satu jam jalan kaki jika ingin bertemu dukun itu karena rumahnya tak bisa dijangkau oleh kendaraan. Rumah itu sendiri tak seberapa besar, bahkan bisa dibilang kecil. Sebuah rumah kayu berkesan kumuh dan hampir rusak.

    Kayu-kayunya telah usang dan dimakan rayap, semantara sebagian gentingnya juga telah pecah, ditambal oleh potongan asbes gelombang. Begitu masuk ke rumah itu, perasaan yang muncul merupakan keseraman yang luar biasa. Dinding rumah yang tak seberapa itu dipenuhi oleh tengkorak-tengkorak binatang, bahkan Goni melihat ada beberapa tengkorak manusia terselip di sela-selanya.

    Keseraman makin terasa saat masuk ke ruangan dukun yang didominasi warna hitam. Ruangan tanpa jendela itu dipenuhi asap kemenyan yang membuat siapapun yang masih waras akan mabuk mencium baunya.

    Goni melihat dukun itu duduk menghadapi sebuah meja pendek yang dipenuhi oleh sesaji, dupa dan benda-benda logam yang kemungkinan merupakan jimat sementara di dinding sebelah kanan dan kirinya terdapat rak-rak kayu berisi puluhan kuali dan botol botol porselen yang ditutup kain berwarna merah.

    Kembali lagi rupanya, dukun itu berujar dengan bunyi berat. Dia memakai semacam jubah berwarna hitam yang terkesan kedodoran. Rambutnya gondrong menjela-jela di antara bahunya. Kumis dan jenggotnya yang sebagian telah memutih dibiarkan memanjang dan tak terawat.

    Matanya nanar menatap Goni yang berlutut ketakutan, bagian bawah matanya yang mengantung dan keriput berkedut-kedut saat menatap Goni. Wajahnya yang tua terkesan seram ditimpa nyala lampu minyak di dekatnya, satu-satunya penerangan yang ada di situ.

    I.. iya.. Mbah.. Goni menjawab gemetar, badannya seolah menciut seukuran botol saat mata si dukun menatapnya dengan tajam.

    Ini bukan urusan jualanmu kan? si dukun menebak jitu, membuat Goni mengangguk penuh takzim,mengagumi kehebatannya.

    Urusan apa? Apa kamu tak malu datang ke sini lagi? Yang dulu saja kamu belum bisa membayar, kan? si dukun bertanya ketus. Goni merasa mengerut lagi. Urusan penglarisannya yang dulu memang belum dia bayar karena tak mampu, tapi kali ini Goni telah merencanakan sesuatu.
    Saya pasti akan bayar Mbah.. Goni terbata-bata. Tapi saya tak membayar dengan uang.

    Lalu dengan apa? bunyi si dukun menggedor jantung Goni, membuatnya pucat ketakutan. Goni merogoh saku bajunya dengan gemetar dan menyerahkan sesuatu pada si dukun. Si dukun menerima pemberian Goni lalu diamatinya sebentar.

    Kamu mau membayarku dengan dia? tanya si dukun, tapi kali ini suaranya melunak. Dikembalikannya pemberian Goni, Goni mengamatinya sejenak. Ternyata itu merupakan foto Della yang sedang tersenyum manis sekali.

    Foto itu dicurinya dari dompet Della saat tertinggal di gerobaknya.

    Jadi kamu mau mengguna-gunai dia ..? si dukun menebak lagi. Goni mengangguk, sekali lagi dengan penuh ketakziman. Si dukun kemudian menanyakan tanggal dan hari kelahiran Della, Goni langsung menyebutnya dengan lancar karena Goni juga pernah melihat KTP Della. Si dukun mengangguk-angguk sesaat, lalu dia mulai merapal mantra-mantra sambil menghitung-hitung sesuatu dengan jari-jari tangannya.

    Sulit Goni.. si dukun berujar setelah diam beberapa lama. Ajang terlihat kecewa.
    Tapi jika kamu berhasil, maka dia akan menjadi milikmu selamanya. Si dukun melanjutkan, membuat Goni kembali lega. Tapi syaratnya sangat sulit.

    Saya akan kerjakan Mbah, sesulit apapun akan saya kerjakan. Goni berujar mantap.
    Syaratnya, pertama kamu harus puasa mutih tujuh hari tujuh malam tanpa putus dimulai pada hari dan weton kelahirannya, lalu kamu berikan ini padanya. Si dukun cabul itu memberi Goni semacam cairan yang dikemas dalam botol kecil berwarna hijau.

    U.. untuk apa Mbah..? Goni merasa bingung.

    Itu ramuan pemikat, tolol, si dukun membentak. Kamu pikir cukup hanya mantra dan jampi-jampi saja? Pastikan dia meminum cairan itu dan bukan orang lain, kalau tidak, risikonya kamu tanggung sendiri.

    Goni mengangguk mengerti. Hatinya terasa lebih riang sehingga seolah dia bisa mengambang satu setengah meter di udara saat berjalan pulang. Otaknya segera penuh dengan rencana. Dan pada satu kesempatan, ketika Della membeli bakso darinya Goni dengan gesit memasukkan cairan ramuan pemikat dari dukun ke dalam mangkuk bakso Della, dan dengan harap-harap cemas Goni melihat bagaimana Della dengan lahap menghabiskan baksonya.

    Gonipun melakukan ritual yang diperintahkan si dukun. Dan tepat pada malam yang ditentukan, Goni mulai melancarkan mantra pengasihan yang didapatnya. Sambil membakar kemenyan, Goni mulai membayangkan wajah Della. Dengan mulut berkomat-kamit dia memanggil nama Della sambil terus melancarkan mantra pengasihannya.

    Di tempat lain, Della yang sedang tidur mendadak menjadi gelisah, hawa di sekitarnya seolah bertambah panas mambuat sekujur badannya berkeringat. Nafasnya perlahan-lahan memburu dan terengah-engah. Di dalam tubuhnya seolah meledak sebuah dorongan aneh yang membuat nafsu birahinya meledak, seperti ada binatang buas yang mencabik-cabik tubuhnya dari dalam.

    Dalam tidurnya, Della bermimpi seolah dirinya sedang bercumbu dengan Goni. Della tak tahan melawan dorongan birahi gaib itu, dia akhirnya melepas semua pakaiannya sehingga dia terbaring telanjang bulat di ranjang.

    Della lalu mulai meremas-remas payudaranya sedniri dengan ganas sambil merintih-rintih penuh kenikmatan sambil sesekali memencet puting susunya sendiri, tangannya kemudian beralih ke selangkangannya dan mengelus-elus gundukan vaginanya sambil sesekali jari-jarinya mengaduk-aduk liang vaginanya.

    Persetubuhan gaib antara Della dan Goni berakhir setelah Della mengalami orgasme, Della mengejang sambil merintih penuh kenikmatan, dari vaginanya mengucur cairan kecewekan sampai akhirnya tubuhnya kembali melemas dan terbaring terengah-engah di ranjang bersimbah keringat. Di tempat lain Gonipun merasakan kenikmatan yang sama dan akhirnya berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya.

    Sejak malam itu, perhatian Della terhadap Goni berubah sama sekali. Della mulai terang-terangan memperlihatkan kesukaannya pada Goni, Della bahkan berani menanyakan rumah Goni dan berjanji akan mengunjunginya. Beberapa malam terakhir Della selalu memimpikan hal yang sama yaitu melakukan persetubuhan dengan Goni.

    Hal itu yang kemudian membuat Della terus-menerus terbayang-bayangi oleh Goni. Di mata Della sekarang Goni bukan lagi pria tua buruk rupa tapi telah menjelma bak pangeran dalam dongeng. Di mata Della sekarang Goni merupakan seorang pemuda gagah dan tampan yang senantiasa menggoda matanya, pengaruh mantra pengasihan yang diberikan si dukun benar-benar merasuki jiwa Della.

    Sementara Goni sendiri tiap malam selalu melancarkan mantra pengasihannya pada Della untuk melakukan persetubuhan gaibnya dengan Della, Gonipun selalu menunggu kapan dirinya bisa benar-benar menikmati tubuh Della. Dan akhirnya saat itupun datang juga.

    Sore itu, malam Minggu tiba-tiba terdengar bunyi ketukan di pintu kontrakan Goni. Dengan tergesa-gesa Goni membuka pintunya. Betapa kaget dan gembiranya dia ketika melihat bidadari yang selama ini diimpikannya sekarang berdiri di depan pintu rumahnya.

    Eh.. Dik Della.. Goni tersenyum antara gembira dan bingung. Dengan canggung Goni mempersilakan Della masuk. Della dengan gerakan canggung mengikuti saja ajakan Goni. Goni merasa mendapat kesempatan dan hal ini tak disia-siakannya. Setelah ganti baju, Goni mengajaknya ngobrol tentang segala hal yang isa diobrolkan.

    Dik Della indah banget ya hari ini kata Goni memuji.

    Ah, Bang Goni bisa aja, kata Della sambil tersipu malu.

    Eh beneran lho… kamu indah banget.. kamu mau nggak jadi pacar Abang, ujar Goni dengan lugu dan spontan.

    Semula Della hanya diam mendengar pertanyaan itu, saat itu Goni mulai melancarkan mantra pengasihannya pada Della, dan Della akhirnya mengangguk. Melihat hal itu, Goni bagai mendapat durian runtuh, seketika dia langsung memegang tangan Della, Della tak menunjukkan perlawanan apa-apa karena telah terpengaruh oleh mantra pengasihan Goni.

    Lalu karena mendapat angin, Goni mulai berani mencium bibir Della yang merah merekah itu. Dengan gerakna kasar dan rakus, Goni melumat bibir Della penuh nafsu. Perlahan lidah Goni mulai bergeliat di dalam mulut Della. Awalnya Della tak merespon, tapi akhirnya lidahnya pun akhirnya membalas serangan-serangan lidah Goni di dalam mulutnya secara serasi.

    Goni melumat bibir Della yang tipis dan merah itu kira-kira hampir 5 menit dengan penuh gairah. Baru pertama kali inilah Goni merasakan kenikmatan ciuman cewek yang menggairahkan yang tak pernah didapatnya dari istrinya.

    Dik…, kita pindah aja yuk! jangan disini, nggak leluasa, kata Goni seakan-akan dia ingin mengajak Della melakukan hal lain selain berciuman.

    Pindah kemana? kata Della.

    Kita ke dalam aja, jawab Goni sambil menggandeng tangan Della. Dia kemudian mengunci pintu kontrakannya dan menggandeng Della masuk ke sebelah dalam. Di situ terdapat ranjang rendah berlapis kasur busa usang dengan kain seprai yang sama usangnya. Pikiran Goni mulai tak karuan bercampur nafsu ketika melihat Della tak bereaksi apa-apa saat diajak ke dalam kamarnya.

    Sesampainya kami di kamar, adegan kami berciuman kembali terulang, tak hanya itu, sewaktu mereka berciuman kedua tangan Gonipun beraksi terhadap tubuh Della, awalnya Goni hanya meraba tubuhnya, tapi akhirnya Goni mulai meremas-remas payudara Della yang masih terbalut pakaian.

    “..Ohh.. Della telah lama aku tak bergaul dengan cewek seindah dirimu.. Goni mulai meracau di tengah gejolak seksualnya yang kian menggebu. seandainya kau bersedia, ingin rasanya aku menyetubuhimu… akan kuberikan kepuasan yang kau dambakan..”

    Della yang telah dirasuki matra pengasihan hanya bisa mengangguk pasrah, apalagi Goni juga dengan buas terus-menerus menciumi dan mencumbui Della membuat dorongan birahi dalam diri Della ikut meledak, nafsu birahinya semakin menjadi jadi. Vaginanya berdenyut-denyut menahan dorongan seksualnya yang menggebu.

    Satu-satunya keinginannya sekarang merupakan bagaimana bisa memuaskan hasrat seksualnya. Tanpa sadar Della mulai melepaskan bajunya satu-persatu bahkan sekaligus melepaskan BH dan celana dalamnya tanpa diminta.

    Dengan tubuh bugil putih mulus sungguh sangat sexy Della menaiki tempat tidur sambil mengangkat pantatnya yang sexy buah dadanya yang membusung ikut bergoyang, lalu dengan perlahan ia membuka kedua pahanya sehingga kelihatan vaginanya yang juga membusung, bibirnya terbelah merekah kemerah-merahan diantara bulu bulu kemaluannya yang halus dan telah kelihatan basah berair.

    Goni meneguk ludah mengagumi keindahan dan kemulusan tubuh Della yang begitu putih bak pualam. Tanpa pikir panjang lagi Goni juga membuka pakaiannya sampai bugil. Perlahan Goni mulai meremas kedua belah payudara Della yang terasa begitu lembut di tangannya. Della mengejang pelan saat payudaranya disentuh pria untuk pertama kali.

    Nafsu seksualnya langsung meledak dahsyat. Goni memicingkan sebelah matanya benar benar tak percaya apa yang dilihatnya, lekuk lekuk tubuh Della yang begitu sempurna telanjang bulat bulat terpampang dihadapannya lalu dengan kata kata bergetar ia meneruskan celotehannya

    “..Ohh akhirnya kau datang Sayangku.. pahamu sungguh mulus..” Goni menaruh kedua tangannya di paha Della sambil mengelusnya. Della bergetar hebat, sentuhan tangannya kembali menggetarkan birahinya. Della terangsang begitu hebat oleh sentuhan tangan Goni yang mengelus ngelus pangkal pahanya menyentuh pinggiran vaginanya,

    “.. sshh.. mmhh.. oogghhss..!! Bagaikan diguyur air hangat Della mendesah panjang, tubuhnya terasa dialiri jutaan volt, kenikmatan napsu birahinya makin terangsang hebat. Lalu perlahan Goni mulai menelentangkan tubuh mulus Della di atas rangang dan mengatur posisi kaki Della mengangkang begitu rupa sehingga vaginanya terkuak.

    Goni lalu mendekatkan penisnya ke bibir vagina Della lalu mulai menekan kepala penis yang telah pas berada di posisi mulut lubang vagina itu. Tampak kepala penis Goni masih agak sulit masuk kedalam lubang vagina Della yang walaupun telah basah dan berair itu karena belum pernah kemasukan penis sekalipun.

    Perlahan-lahan Goni mulai menekan batang penisnya sehingga sedikit demi sedikit berhasil menyusup ke dalam vagina Della yang terasa sekali masih sempit walaupun telah begitu basah.

    “.. Aaakkhh.. sshh..! sempit sekalii..!!” Goni menggumam sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
    “..Oohh Della sempit sekali vaginamu..

    Goni telah tak sanggup lagi untuk bertahan, kepala penisnya yang telah terjepit diantara bibir vaginanya ditambah tubuh Della yang begitu menggiurkan mana mungkin ia bisa mempertahankannya. Lalu Goni membuka matanya sambil memandang mata Della dengan penuh pengharapan.

    Della kaget bukan kepalang tubuhnya terasa lemas, rasa malu menyelubungi seluruh pikirannya tak satupun kata yang bisa meluncur dari mulutnya. Melihat keadaan tak begitu menunjang Goni langsung mengambil inisiatif. Goni langsung mencium bibir Della dengan mesra dan tanpa menunggu perintah lagi Goni mulai menggerakkan pinggulnya meneruskan aktivitasnya yang tadi sempat berhenti.

    Goni tersenyum puas lalu dengan sekali sentakan mendorong pantatnya keatas, tampak Della agak tersentak dan mengerang ketika batang penisnya menyeruak masuk lebih dalam vaginanya.
    Mata Della terbeliak dengan mulut terbuka sambil kedua tangannya mencengkeram sprei dengan kuat-kuat.

    Tak menyangka sedikitpun begitu besar batang kemaluan Goni menerobos liang vaginanya yang belum siap menerima ukuran sedemikian besar. Tampak bibir vaginanya sampai terkuak lebar seperti terkelupas seakan-akan tak muat untuk menelan besarnya kemaluannya.

    “.. Ooukkhhss.. sshh.. sakiit Bang ..! Pelaann.. pelaann.. Bang..!” Della menangis antara nikmat dan perih di vaginanya.

    “.. hhmm.. tempikmu.. niikmaat.. sekalii.. ukkhh.. uukkhh..” Goni mulai mengeluarkan kata kata vulgar dan terlihat Della agak canggung mendengarnya.

    Gejolak birahi Goni begitu menguasai tubuhnya tanpa canggung lagi mulailah ia menaik turunkan pantatnya mencari dan menggali kenikmatan yang ia ingin berikan kepada Della untuk pemuasan birahinya, batang penis Goni masuk menyusup lubang vaginanya tahap demi tahap hingga akhirnya amblas semuanya.

    “..aarrgghh..!!” Della melenguh panjang, wajahnya merah merona matanya memandang Goni dengan pandangan sayu penuh arti seperti menahan sesuatu, mungkin menahan rasa sakit atau juga mungkin menahan rasa nikmat yang luar biasa.

    Goni betul betul terpana melihat wajah Della yang semakin indah diliputi ekspresi sensasional itu. Perlahan lahan Goni mulai aktif bergoyang menarik ulur batang kemaluannya yang besar itu, dinding vagina Della yang telah dilumuri cairan vaginanya mulai terasa licin.Wajah Della semakin lepas mengekspresikan rasa sensasinya yang luar biasa yang ia tak pernah perkirakan sebegitu nikmatnya bercinta dengan Goni, Tanpa Della sadari ia mulai berceloteh diluar kontrol.

    “..Ohhss.. sshh.. enaak.. seekalii….!! oougghh..Teruss .. .. teerruuss..!!! Della mendesah, merintih dan mengerang sepuas puasnya. Della telah lupa diri bahwa yang menyetubuhi dirinya merupakan orang yang tak sepantasnya menggaulinya, yang ada dibenak Della hanyalah letupan birahi yang harus dituntaskan.
    Mereka dengan antusiasnya saling berpelukan sambil berciuman.

    Terdengar bunyi nafas mereka saling memburu kencang, lidah mereka saling mengait dan saling menyedot, saling bergulingan. Goni mengambil inisiatif dengan menggenjot pantatnya yang tampak naik turun semakin cepat diantara selangkangan Della yang semakin terbuka lebar, Dellapun mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sambil ditekuknya sampai ke kepalanya, pantatnya ikut diangkat memudahkan batang kemaluan Goni seluruhnya masuk dan menggesek seluruh syaraf syaraf kenikmatan dirongga vaginanya, bagi Gonipun semakin mudah menyodokkan penisnya yang panjang besar itu keluar masuk sampai kepangkal penisnya sampai menghasilkan bunyi bedecak-decak seperti bunyi membecek seiring dengan naik turunnya pantatnya.

    Goni memperhatikan kearah selangkangan Della vaginanya mencengkeram penisnya erat sekali, ia tersenyum puas bisa menaklukkan vagina Della, yang telah basah membanjir penuh dengan cairan putih kental sehingga membasahi bulu-bulu kemaluannya itu dan juga batang kemaluannya.

    Goni mendengus-dengus bagai banteng terluka genjotannya makin ganas saja. Mata Goni terlihat lapar menatap payudara Della yang putih montok dikelilingi bulatan pink ditengahnya terlihat putingnya yang telah begitu mengeras, tanpa menyia nyiakan kesempatan Goni langsung menyedot puting susu Della yang begitu menantang, Tubuh Della yang menyender dinding setengah duduk setengah terlentang menggelinjang hebat. payudaranya makin dibusungkan bahkan tubuhnya digerakkan kekiri dan kekanan supaya kedua puting buah dadanya yang telah gatal itu mendapatkan giliran dari serbuan mulutnya.

    Desahan penuh birahi langsung terlontar tak tertahankan begitu lidah Goni yang basah dan kasar menggesek putingnya yang terasa sangat peka itu. Goni begitu bergairah menjilati dan menghisap buah dada dan putingnya di sela-sela desah dan rintihan Della yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini,

    “..oouugghhss ..oouugghhss.. sshh.. Della makin meracau tak karuan, pikiran Della telah tak jernih lagi, terombang ambing didalam pusaran kenikmatan, terseret didalam pergumulan sex dengan Goni, jiwanya serasa seenteng kapas melambung tinggi sekali. Della merasakan kenikmatan bagai air bah mengalir ke seluruh tubuhnya mulai dari ujung kakinya sampai keubun ubunnya.

    Tubuh Della akhirnya mengejang sambil memeluk tubuh Goni erat sekali. Jiwanya terasa berputar putar merasakan semburan kenikmatan yang dahsyat diterjang gelombang orgasme. Goni terus menggenjot tubuh Della yang hanya pasrah dipelukannya mengharapkan gelombang kenikmatan selanjutnya. Lebih dari sejam Goni menyetubuhi Della tanpa henti, Della makin lama makin terseret didalam kenikmatan pergumulan seks yang ia belum pernah rasakan. Tubuh Della akhirnya melemas lagi dan Goni yang telah tak tahan akhirnya menyemburkan spermanya di dalam rahim Della.

    Untuk beberapa saat Goni membiarkan penisnya masih menancap di dalam vagina Della mencoba meresapi setiap kenikmatan tubuh putih mulus itu. Ditatapnya wajah Della yang sekarang terlihat sendu, ada sebutir air mata mengalir di pipinya.

    Goni membiarkan tubuh Della yang berada dalam pelukannya untuk beristirahat sejenak. Dilihatnya ada bercak darah bercampur lendir putih di seprainya, Della memang benar-benar masih perawan. Hal itu membuat Goni makn merasa senang karena berhasil memerawani seorang cewek seindah Della.

    Setelah beristirahat sejenak, Goni meminta Della berbalik sambil menungging, lalu dengan posisi doggy style Goni kembali membenamkan penisnya ke dalam kemaluan Della, kali ini kemaluan Della bisa menerima setiap sodokan penis Goni yang berukuran besar itu.

    Della merasakan liang vaginanya menyempit karena tertekuk oleh perutnya sehingga ia merasakan setiap detail denyutan kenikmatan yang dihasilkan oleh batang penis Goni yang merasuk ke liang kenikmatannya, secara refleks Della meningkatkan sensasi sensual ini dengan memutar mutar pantatnya yang putih sexy itu bahkan ketika Goni menyodok penisnya yang besar itu, Della menyambutnya dengan mendorong keras pantatnya kebelakang sehingga penis Goni yang besar dan panjang itu masuk ke dalam vaginanya dalam sekali mengaduk-aduk seluruh rongga kenikmatannya
    Apa yang terlihat sungguh merupakan pemandangan yang sangat erotis.

    Seorang cewek yang sangat indah dan bertubuh mulus dan begitu sexy disetubuhi oleh seorang pria setengahj baya yang berkulit hitam dan buruk rupa. tubuh Della yang mulus ramping menungging meliuk liuk, bongkahan pantatnya yang sekal dan mulus bergerak gerak dengan liarnya, kepalanya bergeleng kekiri dan kekanan, sementara buah dadanya yang montok bergoyang erotis sekali ditambah dengan erangan dan desahannya mendayu dayu memenuhi ruangan kamar, Della telah berubah menjadi kuda betina liar dimana Goni memegang kendali permainan sex ini sepenuhnya.

    ‘Pertempuran’ seks berlanjut terus, Goni menahan erat pinggang Della yang ramping supaya tubuh Della tak terjerembab ke depan karena vaginanya digenjot cepat sekali sampai batang penisnya yang besar keluar masuk liang vagina begitu dahsyat tanpa ampun, semakin deras liang vaginanya digenjot keperkasaan penisnya semakin keras erangan Della mengumandang dikamar yang dipenuhi hawa napsu birahi kedua insan ini.

    Tubuh Della sampai bergetar hebat, terlihat ia mengejang kuat-kuat pertanda ia sedang mengalami kenikmatan yang maha dahsyat. Della benar benar melayang kelangit yang ketujuh didalam pergumulan sexnya dengan pedagang bakso ini.

    Goni sangat puas melihat kepasrahan Della, lalu ia merunduk memeluk tubuh Della dari belakang tangannya merogoh keselangkangan Della, jari jari Goni memainkan klitoris Della dengan memutar mutarnya, sambil menggenjot dengan penisnya yang besar itu. Della mengerang dengan liar, tubuhnya yang dalam posisi menungging meliuk meliuk tanpa terkendali, rupanya klitorisnya merupakan alat kelamin yang paling sensitif buat Della, lubang vaginanya yang telah dihajar begitu rupa oleh penis yang berukuran luar biasa itu ditambah clitorisnya ditekan sambil diputar-putar oleh jari Goni, maka sempurnalah puncak kenikmatan yang ia rasakan, tangan Della mencengkeram sprei erat sekali, dahinya berkerut, mulutnya seperti ingin teriak dan mendesah desah tak henti hentinya. Rupanya Della sedang dilanda kenikmatan yang amat sangat luar biasaa. posisi tubuhnya yang sedang menungging makin ditunggingkan pantatnya keatas memasrahkan vaginanya dihujam oleh keperkasaannya dengan mengharapkan kedatangan gelombang kenikmatan berikutnya yang merupakan pengalaman pertama buat Della untuk mendapatkan multiple orgasme.

    AAAAAAHHHHKKKHHHH ….!!” Della mengerang histeris diterjang klimaks keduanya yang lebih panjang dan lebih dahsyat dari yang pertama, mukanya merah merona terbakar oleh puncak birahinya wajahnya semakin indah diliputi ekspresi kenikmatannya tubuhnya mengejang cukup lama selama orgasmenya berlangsung.

    Della benar benar takluk mendapatkan kepuasan yang luar biasa, rasa ketagihan merasuk jiwanya, ingin rasanya melanjutkan persetubuhannya selama-lamanya dengan Goni karena ia bisa memberikan multiple orgasme yang ia tak pernah dia rasakan sebelumnya.

    Tubuh Della telah tak bertenaga lagi akhirnya ambruk ditempat tidur berbaring napasnya tersengal sengal, Goni ikut membaringkan dirinya disamping Della. Seharian Goni mengajari Della bagaimana caranya bercinta untuk menggapai kenikmatan. Satu hari penuh Della mendapatkan pengalaman luar biasa.

    Goni merangsang nafsu birahinya dengan menyetubuhi dirinya berbagai macam posisi, posisi 69 pun tak lupa dipraktekkan dan Della menjadi murid yang cepat tanggap. Tak bisa dihitung berapa kali Della mengalami orgasme, yang jelas Della begitu menikmati bahkan mungkin begitu ketagihan disetubuhi batang kemaluan yang begitu besar dan perkasa. Dan Gonipun begitu puas bisa merealisasikan keinginannya menggauli Della yang sangat menggairahkannya. Goni mengalami ejakulasi dengan penuh kenikmatan.

    Setelah kejadian hari itu, Goni selalu berusaha untuk bisa bertindak wajar seolah olah tak terjadi sesuatu diantara mereka bahkan Goni tak terlalu memaksakan keinginannya untuk berhubungan seks kalau situasi tak memungkinkan.

    Tetapi lain halnya dengan Della, terlihat ia begitu grogi setiap bertemu dengan Goni terutama jika teman-temannya berada disampingnya, sulit sekali ia menutupi kegelisahannya. Sebagai seorang cewek perasaannya lebih banyak dikendalikan oleh emosinya. Setiapkali menatap Goni walaupun Goni berpakaian lengkap tetapi yang terbayang merupakan tubuh kekarnya yang bertelanjang bulat dengan batang kemaluannya yang menantang.

    Sejak hari itu Della tak bisa lagi menahan keinginannya untuk tak memadu kasih dengan Goni. Da ketika libur, ia mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk pergi ke tempat Goni tanpa diketahui oleh teman-temannya. Goni yang memang sengaja memanggil Della dengan mantra pengasihannya langsung menyambut memenuhi keinginan Della untuk bercinta.

    Saling lumat dan saling cumbu. Tangan Goni meraba dan mengelus daerah sensitif Della, hingga pada puncaknya mereka saling jilat dengan posisi 69. Kepala Goni membenam di selangkangan Della, menjilati dan menciumi vagina dan klitoris Della. Semantara Della juga sibuk mengocok batang kemaluan Goni sambil mulutnya mengulum kepala batang kemaluannya, awalnya Della agak canggung dengan gaya permainan itu tapi Goni yang berpengalaman membimbing Della untuk melakukannya. Della mulai terbiasa menerima penis Goni di mulutnya, perlahan dia mulai meraih penis itu dan mengocoknya pelan. Lalu Della memajukan wajahnya, sambil melanjutkan kocokannya dia menyapukan lidahnya pada kepala penis itu.

    Cerita Dewasa

    Goni mendesah merasakan belaian lidah Della pada penisnya serta kehangatan yang diberikan oleh ludah dan mulutnya. Della sendiri walaupun merasa tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya.

    Della merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Goni yang berbulu lebat itu, penis di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya. Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai Goni menekan kepalanya sambil melenguh panjang.

    Cairan putih kental itu menyembur deras di dalam mulutnya dan mau tak mau, Della harus menelannya, rasanya yang asin dan kental itu membuatnya hampir muntah sehingga tersedak. Beberapa saat kemudian barulah semprotannya melemah dan berhenti. Della langsung terbatuk-batuk begitu Goni mencabut penis itu dari mulutnya.

    Memang Goni merupakan guru yang baik, akhirnya Dellapun terbiasa dan boleh dibilang piawai dalam melakukan oral seks sampai Goni orgasme, dan spermanya menyembur keluar di wajah Della yang indah. Della lalu merebahkan badannya dan terlentang. Goni sambil mendekati Della, dia lalu berbaring di dekat Della. Goni mulai membelai wajahnya dan menciumi pipinya, kumisnya yang kasar seperti duri menusuk-nusuk pipi Della yang halus.

    Goni lalu menciumi bibir Della dengan gerakan lembut berulang-ulang sambil tak lupa tangannya bergerak ke payudara Della yang kenyal dan lembut, payudara yang putih mulus itu dibelai-belai dan diremas dengan lembut, sesekali Goni mempermainkan puting payudara Della yang berwarna pink segar dengan jari-jarinya.

    Della langsung terhanyut oleh perlakuan itu, gerakan-gerakan Goni yang sangat berpengalaman membuat pertahanannya sedikit demi sedikit bobol. Perlahan Della mulai memberikan respon pada ciuman Goni, tanpa disadari, Della mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Goni bermain-main dengan lidahnya, bahkan Della mulai ikut memainkan lidahnya sendiri dan membiarkan bibirnya berpagutan dengan bibir Goni.

    Sambil terus berciuman, Goni terus membelai dan meremas-remas payudara Della dengan lembut. Lalu Goni mengarahkan ciumannya ke bagian leher Della. Della menerima perlakuan itu sambil mendesah pelan.

    Goni terus menciumi sekujur leher Della, lalu ciumannya bergerak menelusuri bagian payudara Della. Dengan lidahnya, Goni menjilat-jilat payudara mulus itu dengan lembut, ujung lidahnya sesekali menyapu puting payudara Della membuat Della makin terangsang. Desahan nafasnya mulai memburu, wajah Dellapun mulai memerah.

    Della seperti berada di lautan kenikmatan yang maha luas dan akhirnya seperti biasanya pula batang kemaluan Goni yang besar mengaduk liang kenikmatannya. Dan seperti yang didambakan Della, Goni melambungkannya terbang melayang layang diawang awang menggapai puncak kenikmatan yang tertinggi.

    Gesekan penis di dalam vaginanya memberikan sensasi luar biasa pada sekujur tubuh Della membuatnya mengejang dan bergerak liar. Della benar-benar menikmati persetubuhan dengan Goni. Dia membiarkan saja saat Goni kembali menciumi bibirnya ditengah-tengah persetubuhan.

    Bahkan ketika Goni menghentikan genjotannya, secara tak sadar Della gantian menggerak-gerakkan pantatnya, dan Della pun menurut saja ketika Goni menyuruhnya berganti posisi. Entah telah berapa posisi yang dipraktekkan mereka. Della sendiri telah mengalami berkali-kali orgasme, dia mendesah-desah menyebut nama Goni, Sementara penis Goni terasa semakin berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya dengan geraman panjang dia menumpahkan spermanya ke dalam rahim Della.

    Dan hari-hari berikutnya Della makin sering berkunjung ke tempat Goni, kesempatan itupun kembali digunakan Goni untuk bisa menikmati kenikmatan tubuh Della yang memang sangat didambakannya. Della sendiri telah begitu terlena oleh Goni, selain oleh mantra pengasihan yang dimiliki Goni juga merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Goni menyetubuhinya.

    Kini setelah kejadian itu, mereka selalu terlihat sering berdua. Della selalu datang ke kontrakan goni sekedar untuk melepaskan unek-uneknya tentang masalah kampus namun bagi Goni itulah saat baginya untuk menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh Della. Goni pun akhirnya menikmati tubuh Della yang merupakan calon perawat itu dengan sembunyi-sembunyi, Dellapun kini telah memutuskan hubungan dengan pacarnya dan ia menerima goni sebagai calon suaminya.