Author: perawanku

  • Cerita Dewasa Utang Di Bayar Istri – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Utang Di Bayar Istri – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2028 views

    Perawanku – Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.

    “Gua jadi enggak enak nih..”
    “Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada,” aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.
    “Ma, gua mau bisikin sesuatu..’ tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.
    “Gila lu.. Sialan..” ucapku.
    “Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan..” begitulah ucap Darta dengan serius.

    Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.

    Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

    “Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?” aku pun akhirnya mulai terbuka.
    “Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau,” jawabnya.
    “Gimana caranya?” aku penasaran.

    Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.

    “Mila..! Mila..! Milaa..!” Darta memanggil istrinya.

    Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.

    “Ada apa, Bang?” tanya Mila.
    “Tolong belikan rokok ke warung..!” kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.
    “Baik, Bang,” Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

    Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.

    Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.

    Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

    “Emh.. Ah.. Uh.. Oh..” Jelas, itu suara milik Mila.
    “Euh.. He.. Euh..” nah kalau itu, suara Darta.

    Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.

    “Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss..” suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.

    Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.

    Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.

    Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.

    “Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.
    “Agh.. Agh..!” suara Darta mengakhiri pendakian itu.

    Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.

    Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.

    “Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!” Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.
    “Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan..” Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.
    “Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!” Mila mendorong tubuhku.

    Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

    Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.

    Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.

    Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.

    “Kau menikmatinya, sayang?” bisikku.
    “Diam..!” dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.

    Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.

    “Agh.. Agh.. Agh..” Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.
    “Akh.. Akh.. Akh.. Ss..” begitulah yang keluar dari mulut Mila.

    Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak mau lagi bersentuhan denganku.

  • Kisah Seks Minggu Penuh Sensasi Seks

    Kisah Seks Minggu Penuh Sensasi Seks


    2028 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Kisah Seks Minggu Penuh Sensasi Seks ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Pagi itu seperti biasa aku bangun pagi-pagi dan langsung berdiri didepan jendela sambil menatap rumah disebelah bawah. Dan tak berapa lama orang yang ditunggu keluar, orang itu memakai baju yang bagian pundak dan ketiaknya terbuka. Lalu dia mulai menyapu halaman rumahnya sambil membungkuk, sehingga sebagian payudaranya yang besar terlihat dari kaca aku berada. Melihat payudara yang selalu ditopang oleh BH hitam 36 B itu merupakan rutinitasku tiap pagi.

    Tetanggaku itu biasa kupanggil tante Nita. Dia sudah menjanda sekitar 2,5 tahun dan memiliki dua anak. Joko, 6 tahun ikut bapaknya dan Dini, 3 tahun ikut tante nita. Tante Nita berprofesi sebagai guru TK dan dia sangat menjaga penampilan tubuhnya. Sehingga diusia 43 tahun dia terlihat 10 tahun lebih muda. Kalo artis dia seperti Betharia Sonataha yangdi usia kepala 4 tetap terlihat segar dan menggairahkan dan Chintami Atmanegara dengan payudara yang kencang dan merangsang. Dan namaku Sonny waktu itu berusia 22 tahun.

    Hari itu hari Minggu jam 10:15. Karna bosan aku pergi kesebelah untuk main. Tante Nita berteman dengan ibuku sejak SMP sehingga hubungan kekeluargaan kami sangat kuat. Kupanggil nama Tante Nita dan Dini, tapi tidak ada yang jawab akhirnya aku cuek dan langsung masuk ke dalam. Aku biasa nemanin Dini main sambil sekalian ngintipin payudaranya tante Nita. Sampai ruang tengah kulihat TV masih menyala dengan Volume kecil dan tante Nita tidur dikasur depan TV itu. Waktu itu tante Nita memakai baju seperti kaos singlet laki-laki, warnanya coklat muda. Yang membuat aku menahan napas karna salah satu payudara tante Nita agak kelihatan karna kaosnya tersingkap keatas sebagian, sementara tangannya menjadi bantalan kepala. Setan masuk kepalaku, pelan-pelan aku maju untuk mematikan TV, setelah itu aku jongkk dengan posisi diatasnya. Kugulung sedikit lagi kaosnya, sehingga kini kedua payudaranya terlihat.

    Belum pernah aku melihat payudara tante Nita sejelas dan sedekat itu. kuusap kedua payudaranya perlahan sementara mulutku menelusuri tiap jenjang lehernya. Kuteluspkan tanganku kedalam BHnya untuk meraih pentil payudara tante Nita. Saat tersentuh matanya tiba-tiba terbuka. Spontan tanganku menahan kedua tangannya, mulutku menyerbu mulutnya dan kakiku mengunci kakinya.

    ” Lepasin Son.. apa apaan ini..?? ” katanya berusaha berontak.
    ” Tante, Sonny akan muasin tante.. gak usah nglelawan ” satu tanganku turun dan memilin-milin salah satu puting susunya yang mulai mengeras.
    ” Aaakh.. tapi bukan kaya gini caranya son ” jawabnya dengan suara yang bergetar.
    ” Pokoknya tante rasakan dulu.. abis itu terserah tante aja” bisikku sambil menjilat lubang kupingnya.
    ” Ya udah terserah kamu aja ” katanya sambil membuang muka kesamping. Solaire99

    Kubuka kaos tante Nita dan kubaringkan lagi badannya setalh itu kusingkap BH hitamnya dan langsung kusedot kedua puting susu tante Nita yang kencang kemerah-merahan, sementara tanganku membuka celana dan CDnya. Kulihat vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang lebat, kucium vaginanya dan tanganku meremas remas pantatnya. Pelan-pelan lidahku yang basah menelusup himpitan daging yang lembut dan meneyntuh kloritas didalamnya.

    ” aakh..mmh..aakkrrh ” tante Nita merintih menahan rasa nikmat yang sudah lama tidak dia rasakan. Tante Nita menggeliat liar, langsung kupegang pahanya. Kutarik lidahku dan kembali kucium sekitar vaginanya sampai tenang lagi. Kembali kumasukkan lidahku sampai menyentuh kloritasnya, tante Nita menggeliat tapi tidak seliar tadi. Kelihatannya tante nita sangat menikmati tarian lidahku dalam vaginanya, terlihat dari tangannya yang meremas remas puting susunya sendiri. rangsangan semakin kutingkatkan keseluruh bagian dalam vaginanya.

    ” oouuh.. yahh.. terus son” desah tante Nita yang sudah terangsang. Napasnya memburu tak karuan. Kadang-kadang kuhisap dengan tiba-tiba sehingga tante Nita menggeliat dengan cepat, tubuhnya naik turun bahkan berputar-putar mengikuti jilatanku. Beberapa menit kemudian tubuh tante Nita menegang danmenjepit kepalaku dengan sepasang paha mulusnya. Kedua tangannya mendorong kepalaku agar labih masuk kedalam vaginanya yang mengeluarkan cairan hangat.
    ” aakhh..oouhh..sshh ” rintihnya tak tertahan. dengan perlahan tante Nita mengendurkan jepitannya, aku berdiri untuk membersihkan wajahku kulihat tante Nita masih menikmati sisa orgasmenya. Pasti sudah lama vaginanya tidak dijilat seperti tadi pikirku tersenyum.

    Saat aku kembali tante Nita berjalan terhuyung-huyung kekamarnya. Didepan pintu kusergap dia dan tanganku langsung meremas-remas susunya. Ia mendesah halus kemudian berbalikdan langsung menyerbu bibirku. Mulut kami berpagutan dan lidah kami berperang didalam sana. Sementara tangan tante Nita sibuk mempereteli baju dan celanaku sampai tak ada lagi benang ditubuh kami berdua. Setengah takjub tante Nita melihat penisku yang sudah membesar sempurna, dia meremas-remas penisku cukup lama sambil menjilatinya sampai akhirnya dia menelan habis semua batang penisku itu.

    ” Ooo.. aarghh.. yaah ” desahku saat tante Nia maju mundur mengulum penisku sementara lidahnya menari-nari disekitar penisku yang terkulum. Setelah beberapa menit kucabut penisku dan kutarik kepalanya dia terlihat kecewa.
    ” tante aku udah gak tahan ” bisikku sambil mengelus pantatnnya.
    ” ya udah .. tapi pelan-pelan aja ya ” sambil membuka agak lebar kedua pahanya.

    Secara perlahan aku masukkan penisku kevagina tante Nita dengan dibantu kedua tangannya. Kurasakan sensasi yang luar biasa saat penisku mulai tenggelam didalam vagina tante Nita, otot-otot vaginanya terasa menekan-nekan penisku. Tante Nita cuma bisa mendesah menikmatinya. Kemudian dengan mengkakngkang lebar tante Nita biarkan aku leluasa menggenjot vaginanya. Keringatku bercucuran menyatu dengan keringatnya, mata tante Nita terpejam dan mulutnya mendesah tak karuan. Kenikmatan mulai menjalari tubuh kekarku, kukencangkan otot perutku penisku semakin keras memanjang.

    ” Aaah.. oough ” ia mengerang keras. bobot tubuhnya tak sanggup ditopang lututnya yang goyah oleh rasa nikmat yang tak terkira, aku terus menggerakkan pantatku maju mundur sambil mendengar suara keciprak lendir yang membanjiri vaginanya. Akhirnya dengan mengerahkan sisa tenagaku kusentakkan pantatku kedepan untuk membenamkan penisku sedalam-dalamnya dilobang vaginanya. Tante Nita kembali menjerit halus dan tubuh kami menyatu. Tangannya ketat memelukku kepalanya tersekat dibahuku sehingga jeritannya tersekat disana. Kurasakan gelombang nikmat orgasme merayapi tubuhku, kuremas kuat pantatnya tubuh kami diam membatu mereguk sisa kenikmatan.

    setelah puas tante Nita menarikku berbaring menindihku. Kunikmati setiap sentuhannya pada badanku. Sekitar 15 menit kubaringkan dia kubuka pahanya lebar-lebar kumasukkan lagi penisku dengan cepat kelubang vaginanya dan tante Nita mendesah kecil. Dengan segera desahan itu menjadi erangan dan jeritan ketika aku mempercepat gerakan pantatku. Tangannya bergerak taktentu demikian pula kakinya yang mengkang lebar itu.

    ” aargghh.. oouuhh” jerit tante Nita. Tapi aku tak memperdulikan jeritannya itu, pantatku terus beraksi, penisku menerobos masuk ruang vaginanya. Kurasakan lahar panas dipenisku akan meledak. Maka kurankul pundaknya dan mulutku kubenamkan dileher tante Nita, dengan satu hentakan pantat yang keras kubenamkan penisku sedalam-dalamnya dilubang vaginanya. Pantatnya bergera hebat menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Pahanya membelit erat pinggangku dan mulutnya menjerit tak karuan kemudian gelombang orgasme melanda seluruh tubuhku. ” Crot..crot..crot” spermaku mengalir deras diliang vaginanya diiringi jeritan keras tante Nita.
    ” Tante sudah puas kan?” bisikku. Dia mengangguk dan akhirnya kami berdua tertidur tanpa sempat merubah posisi.


    Tamat

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Kecanduan Ngentot Adik Kandungku

    Cerita Sex Kecanduan Ngentot Adik Kandungku


    2023 views

    Perawanku – Cerita Sex Kecanduan Ngentot Adik Kandungku, kisah ini bermula ketika aku sudah beranjak dewasa bersamaan dengan adik ku juga, berawal waktu aku sedang mandi sendirian dirumah kemudian.

    Nama gue Monika, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yg ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yg terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal sekstabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dgn adik itu slalu saja gagal kubendung.

    Cerita Sek Sedarah Kecanduan Gw anak yg paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1,5 tahun dgn adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yg tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dgn adikku yg tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

    Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dgn teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

    hallow! Siapa di dalam buka dong! Udah nggak tahan! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

    Iyaaaaaaa! Wait! ternyata adikku yg di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
    Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
    aduhhhhhhh. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

    kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.
    Ada apa sih kak? katanya.
    Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
    criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
    Kulihat adikku yg berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.situs-dewasa

    Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
    Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
    Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.
    hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
    Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yg lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yg masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dgn kulupnya masih menutupi helm penisnya.

    Cerita Sek Sedarah Kecanduan Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.
    o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.
    Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
    Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

    Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.
    Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
    Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.
    Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.
    Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
    Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yg basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

    Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
    Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.
    Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
    Gw lalu membuka celana dalam gw yg warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dgn membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yg tanpa celana.

    kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.
    Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

    Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzz..! katanya.
    Karena Gw memukul dgn sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
    Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

    kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
    Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
    Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.
    Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.
    Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.
    Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.
    Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

    Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

    Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

    Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.
    Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
    Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

    Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

    Cerita Sek Sedarah Kecanduan Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
    Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.

    ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…
    Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

    Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dgn sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.
    Hihihi.. kakak terangsang ya..?
    Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.
    Ini basah banget apaan Kak..?
    Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.
    Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
    Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

    Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
    Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.
    Dikit aja Kak… Please..!
    Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dgn nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…
    Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
    uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.
    Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
    Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

    Enak ya kak..?

    Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
    Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
    kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

    Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
    Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.
    Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dgn mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

    Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dgn satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.
    Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!
    hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
    Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dgn vagina Gw.

    ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.
    Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.
    Iya Kak..!
    Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

    Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yg kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
    ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
    Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dgn sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
    Ouughhh..! katanya.
    Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

    Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.
    Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
    Wahh..! Gila adik ya..!
    Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

    Cerita Sek Sedarah Kecanduan Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dgn pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dgn jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

    uhhhhhh..! ssssttt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.

    Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yg bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yg cukup lama.

    Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yg ke Sukabumi, maka dia yg akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yg dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang .

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Seks Selingan Ranjangku Part 6 – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Cerita Seks Selingan Ranjangku Part 6 – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    2022 views

    Perawanku – Aku membuka gordin jendela kamarku, matahari pagi masih malu-malu untuk menunjukkan dirinya, aku terbangun karena suara ayam yg mulai berkokok. walau hidup ditengah kota, namun ada beberapa tetanggaku yg berhobi memelihara ayam. kulihat kembali kearah kasur, suamiku masih terbaring dengan lelap, walau jam 9 pagi dia harus sudah tiba ke kantor. kupandangi yg berada di antara kakinya dan tersimpan di dalam celananya, gumpalan dagingnya yg sangat besar yg berhasil membuatku teriak dan meringis nyeri pilu dengan ukurannya yg besar.

    Kulangkahkan kakiku keluar kamar, badanku hanya tertutup oleh kimono handuk yg panjangnya melebihi lututku, didalamnya hanya ada tanktop dan hotpants. ku intip kamar anakku, kedua anakku masih terlelap dikamarnya. kedua pembantuku sudah terbangun, ada yg menyapu halaman, yg satunya sedang cuci piring hasil sisa makan malam tadi malam.
    “mbak”, sapaku pada kedua pembantuku.
    “pagi bu”, balasnya dengan lembut.
    aku lalu membuka kulkas untuk menyiapkan sarapan untuk suamiku dan anakku yg akan bersekolah dan playgroup.
    “masak apa bu hari ini?”, tanya pembantuku yg bernama Ijah. yg berurusan dengan dapur. sedangkan yg bernama Hesti yg berurusan dengan kebersihan rumah. namun walau begitu, keduanya saling membantu.
    “sayur bayam ya, untuk sarapan aja”, balasku, lalu Ijah membantu menyiapkan panci dan lain-lainnya.

    Waktu lewat dengan sungguh cepat, setelah selesai dengan sarapannya, suamiku bergegas berangkat ke kantor. sedangkan kedua anakku sudah diantar oleh Hesti dan diantarkan oleh satpam komplex bernama Parto.
    “yang, aku berangkat dulu ya”, ujar suamiku, walau sudah lama menikah namun dia tetap saja memanggilku dengan sebutan ‘yang’.
    “iya mas, hati-hati ya”, balasku dengan memberinya kecupan di pipinya. hal ini yg aku lakukan tiap hari pada suamiku. lalu dia bergegas berangkat, dan menyalakan mobilnya yg berjenis sedan yg berasal dari Jerman itu, yaitu Marcedez-Benz C-Class nya tahun 2012.
    “haah akhirnya selesai mbak”, ujarku pada Ijah yg masih berada di dapur.
    “iya bu, nanti siang masak apa?”, tanya Ijah padaku.
    “yg gampang aja, tempe penyet aja ya, bapak kan pulang sore seperti biasa”, balasku padanya.
    “iya bu”, balasnya singkat dan menunduk.
    “yauda, aku ke kamar dulu, mau mandi”, ucapku pada Ijah.
    lalu aku berjalan ke kamarku, badanku rasanya berkeringat lengket setelah masak di dapur, rasanya ingin segera mandi dan wangi kembali.

    setibanya dikamar, aku mengunci kamarku dan duduk di tepi kasur. secara keseluruhan aku sungguh bahagia dengan kehidupanku, hidup serba cukup dan nyaman. namun dari lubuk hati yg paling dalam, aku kurang puas dengan hubungan badanku dengan suami. saat akan berhubungan, ada rasa kurang menikmati, dan selain itu ada rasa bosan juga.
    aku melangkahkan kakiku memasuki kamar mandi, kutanggalkan satu per satu baju yg menempel pada tubuhku hingga aku polos tak ada satu benangpun di badanku. aku pandangi dengan seksama di depan kaca. rambutku yg pendek seleher membuatku semakin anggun saat telanjang. ukuran payudara yg tak terlalu besar, dan badanku yg ramping membuatnya pas menempel di badanku dan vagina yg selalu bersih dari bulu.

    tangan kananku menyentuh bibir vaginaku dan aku buka bibir itu, sehingga aku bisa menggapai klitorisku.
    “ssshhhhhhh ahhhhhhhhhhh yaaampuuun enak bangeeeet”, desah panjangku saat aku membelai klitorisku.

    walau aku sudah menikah, dan dulunya perawan, namun aku sudah kenal dengan masturbasi sejak aku dibangku SMA, walau begitu aku cukup bangga bisa menjaga perawanku hingga menikah. sebagai keturunan arab, keperawanan adalah hal yg sangat penting, harus dan hanya dipersembahkan untuk suami. pernah ada cerita dari saudara tuaku bahwa ada suami yg mengembalikan istrinya pada malam pertama setelah mengetahui jika istrinya pernah melakukan hubungan dengan lelaki lain yg mengakibatkan perawannya hilang. sungguh malu bukan main untuk kedua keluarga terutama dari keluarga wanita yg kecolongan hingga anaknya bisa kentot dengan bebas. aku tak ingin begitu.

    *
    flashback saat kuliah.
    (POV BELLA)

    perkuliahan menginjak pada semester 2. jauh sebelum aku mengenal suamiku saat ini. pada saat berkuliah, aku bisa di bilang easy going. aku memiliki sahabat wanita bernama Winny dan Diana, selain itu kami juga memiliki sahabat lelaki yg bernama Gerry. layaknya seorang sahabat kami selalu bersama, namun khusus dengan Gerry kami jarang bertemu, namun sekalinya bertemu banyak sekali yg kami ceritakan, tapi kami berjanji untuk tidak menggunakan hati. selain itu Gerry juga memiliki pacar yang sedang berkuliah di Solo, maka dia dengan pacarnya LDR. jarak antara Surabaya-Solo tidak bisa ditempuh dalam waktu singkat, sehingga pertemuan mereka saat akhir semester.

    suasana diluar kelas panas dan terik, seusai kelas aku dikantin bersama dengan kedua sahabatku meminum esteh untuk menghilangkan dahaga karena teriknya matahari.
    “panas ya tumben”, ujar Winny.
    “iya nih, renang enak nih”, balasku.
    “eh Gerry gak kelihatan kemana doi”, tanya Winny pada kami, kami berempat memang bersahabat, namun nampaknya Gerry yang paling malas berkuliah, selain itu aku yg paling akrab dengan Gerry.
    “hmm gak tau”, balasku singkat.
    mumpung di kantin kami bertiga lantas turut pesan makan siang, makanan favoritku adalah gado-gado. sembari makan kami juga bergossip apa saja yg bisa dijadikan pembicaraan, rasa panas sudah tak kami hiraukan lagi.
    “heeey ladieeees”, sapa dari seorang cowok yg suaranya khas dan dalam.
    “eh elu Ger, kemana aja?”, tanya Diana.
    “haha lagi males masuk tadi, terus nongkrong di kantin deket rektorat”, balas dia dengan santai dan mengambil gelas Winny dan dia minum tanpa bertanya.
    “eh eh eh langsung ambil aja”, protes Winny pada Gerry.
    “haha gapapa laaah seperti dengan siapa aja”, balas Gerry.

    lalu kami berempat lanjut ngobrolnya hingga sore hari, dan akhirnya satu per satu kami berpamitan balik pulang.
    “eh Bell, langsung pulang lu? nebeng dong sampai rumah, aku gak bawa mobil, tadi naik uber”, tanya Gerry padaku, rumah kami tidak berdekatan, namun untuk pulang, aku bisa lewat daerah rumah Gerry.
    “hmm yauda yuk”, ajakku.
    setibanya di dalam mobil, Gerry langsung duduk dan memasang sabuk pengaman, dan aku sibuk menghidupkan mesin mobil.
    “gimana Mauren?”, tanyaku memecah keheningan sambil menunggu mobil untuk panas.
    “gak gimana-gimana, kangen banget guwe gilak”, balas dia.
    “anjir kangen haha, bisa ya cowok kangen banget gitu”, tanyaku kembali.
    “kangen lah, punya pacar kok”, balas dia dengan sok keren.
    “halah, paling hanya kangen digoyang dikamar aja haha”, balasku dengan bercanda.
    “haha termasuk itu juga”, balas dia santai. Gerry ini memang cowok yg doyan ngentot, dan dia sangat terbuka cerita kepada kami.
    “nah kan hahahha dasar mesum lu”, balasku sambil menjalankan mobil untuk memulai perjalanan.
    “eh tanya dong Bell, bener yah keturunan arab gak boleh ngentot sebelum nikah?”, tanya dia padaku.
    “haha pertanyaannya gilalu, ya pada dasarnya kan semua kudu nikah dulu, Ger, tapi keturunan arab kalau ketahuan udah gak perawan, suami mu akan melaporkan pada keluargaku, bayangin aja kan”, terangku pada Gerry.
    “wah berat ya kalau pas pengin gitu haha”, balas dia.
    “ya pakai cara lain lah hahaha”, balasku santai.
    “haha njir, ngaceng nih bahas ginian, udah ah”, terang dia.
    “anjiiiiiirrrrr Gerry paraaahhhh”, teriakku.
    setelah obrolan sedikit mesum itu, kamipun menyudahi obrolan itu dan gantian membahas yg lain. hingga akhirnya tiba dirumah Gerry, dia pun turun dan aku memacu mobilku kearah rumahku.

    Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    *
    beberapa hari kemudian.

    suasana malam kembali panas dan tak berangin membuat badan menjadi sangat gerah. sebagai seorang jomblo, pada saat kumpul diruang tengah bersama keluarga, aku sering tidak memegang HP, lagipula siapa yang akan menghubungiku.

    sebagai anak kedua dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan, rasanya seperti hidup di panti khusus wanita, ditambah 2 orang pembantu perempuan. hanya ayahku seorang yang lelaki. saat kami dirumah, kami diperbolehkan untuk tidak menggunakan jilbab, sebagai keturunan arab, ayahku sangat disiplin mengingatkan putrinya untuk terus mengenakan jilbab. namun, pada saat didalam rumah, kami bebas menggunakan apa saja. malam ini dengan cuaca yg panas, aku hanya menggunakan tanktop warna pink dan hotpants. begitupula dengan kakak dan adikku.

    kami berlima nonton acara yang cukup disenangi oleh hampir seluruh keluarga di Indonesia, yaitu dangdut Academy. yang nyanyinya hanya 3 menit, tapi komentarnya bisa sampai 3 jam. walau begitu, tetep aja kami suka menontonnya. saat pukul sudah menunjukkan pukul 11 malam, adikku pamit untuk tidur, diikuti satu-per satu hingga akhirnya kami semua masuk ke kamar masing-masing.

    aku mengunci kamarku, dan membaringkan badanku diatas kasur. aku meraih HP ku yang sejak tadi berada diatas meja dikamarku. oh ternyata ada pesan masuk dari Gerry yang sudah sejak setengahjam yang lalu.
    [22.45] Gerry: heh, Bell.
    [23.12] Bella: heh, apaan?
    [23.12] Gerry: lg apaan?
    [23.13] Bella: mau tidur, ada apaan?
    [23.13] Gerry: gapapa, haha aku kepikiran sama obrolan yang di mobil kemarin hehe ceritain dong.
    [23.14] Bella: anjir, ceritain apaan gila lho Ger.
    [23.15] Gerry: hehe yg katanya elu pernah anu hehe.
    [23.15] Bella: ya itu biasa lah Ger, kaya elu gak pernah aja.
    [23.16] Gerry: hehe makanya, karena elu arab kan guwe jadi membayangin.
    [23.17] Bella: dasar otak mesum lu.
    [23.18] Gerry: hehe selfie dong Bell, guwe belum pernah lihat elu gak pakai jilbab.
    aku berguling-guling dikasurku sambil membalas pesan dari Gerry, dan aku hampir tak percaya saat Gerry meminta selfieku yang tak memakai jilbab, hingga detik ini belum ada cowok yang melihat aku tak berhijab selain ayahku. aku dirundung kebimbangan apakah aku memberikan selfieku. namun walau begitu, obrolan nakal ini sedikit membangkitkan nafsuku.

    akupun akhirnya menuruti permintaan Gerry dengan mengirimkan selfieku, yang aku berikan hanyalah wajahku hingga sebatas tepat diatas dada.
    [23.24] Bella: udah noh, buruan di delete, ntar dilihat cewekmu.
    [23.24] Gerry: gilaaaa, mantab banget Bell, itu tali apaan di pundakmu hehe selfie depan kaca dong, seluruh badan hehe
    lagi-lagi aku akan melakukan yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, menunjukkan lekuk tubuhku dan kulit tubuhku pada seorang cowok yang bukan pacar maupun suamiku. tapi aku tertantang untuk melakukan itu, akhirnya aku memberikan selfieku seluruh tubuh didepan kaca yang memperlihatkan rambut, wajah, tanktop dan hotpantsku, selain itu terlihat jelas lekukan payudara dan pahaku yang putih.
    [23.27] Bella: udah!!
    [23.27] Gerry: ohmygad Bell, seksi banget kamu ternyata, aku gak kuat Bell, aku coli bentar hehe
    [23.28] Bella: dasar!! jangan lu apa-apakan fotoku!!
    [23.28] Gerry: siap bos, bentar yak hehe lagi konsentrasi.
    jujur saja, libido ku juga naik dengan yang aku lakukan dengan Gerry, walau hanya melalui foto dan membayangkan apa yg Gerry lakukan terhadap fotoku membuatku sedikit bernafsu. tak kusadari tangan kiri sudah masuk kedalam celana dan membelai memek perawanku.
    [23.36] Gerry: anjir, keluar banyak banget Bell hehe mau lihat gak?
    [23.36] Bella: parah lu, hahaha, hmmm boleh.
    lalu beberapa saat kemudian aku menerima foto kontol Gerry yang lemas dan tumpahan cairan putih di atas perutnya dan wajah Gerry terlihat lemas namun puas. setelah dikirimi itu, aku menyudahi obrolan itu dan menaruh HP ku lalu membenamkan diri pada selimutku.


    namun, aku tak bisa tidur, karena libidoku menanjak dan vaginaku terasa basah. tangan kiriku berada di dalam celanaku memainkan klitorisku sejak tadi.
    “sshhhhhh ahhhhhhhhh”, desahku pelan agar tak didengar orang luar, aku terus mengelus-elus klitorisku hingga rasanya sampai dengan ubun-ubun.
    “aahhhh shhhmmmm hmmmm wwhhhh”
    “ehhhmmmm oooohhhh”
    tak sadar tangan kananku sudah memerasi payudaraku sendiri, penutup tubuhku sudah tak karuan bentuknya, celanaku sudah turun hingga ke paha dan tanktopku sudah naik hingga diatas dada.
    “awwhhhhh enakk bangeeettt”
    “sshhhh ahhh ayooo teruuuus awhhh”
    desahku sambil membayangkan badanku dinaiki oleh lelaki gagah dan seksi.
    “eehhhmmmm ooohhhh hooooooo”
    saat rasanya sudah dekat, aku selalu menahannya, aku ingin masturbasi selama mungkin dan menikmati sentuhan sensual yg merangsang tubuhku ini. tangan kanan dan kiriku gantian mengobel vaginaku ini. aku terkadang mengganti posisiku tengkurap dan telentang untuk mencapai sentuhan yg paling nyaman.
    “aawwwhhhhhhhhhh oooowwwhhhhhhh”, aku mendesah dengan sangat pelan, tanganku sudah sangat capek, mungkin ini sudah saatnya untuk aku orgasme.
    aku mengobel semakin cepat, dan terus merangsang dibagian yang sama.
    “AWWWHHHH AAAHHHHH HMMMMMMMM OOOHHHHHH”, desahku panjang diiringi dengan badanku mengejang dan berasa cairan hangat keluar dari dalam rahimku dan mengenai pahaku bagian dalam. mataku merem melek menikmati moment ini.
    “hooosshh hooosshh hooosshh hooossshhhh”, nafasku terus memburu dan akhirnya bisa terkendali, lalu melihat situasi sekitar. celanaku sudah turun hingga lutut dan tanktopku sudah terbuka sana sini. aku lihat di sprei ada cairan yg berasal dari memekku membekas di sprei.

    setelah merapikan kembali pakaianku dan tempat tidurku, aku memposisikan diri untuk mulai tidur, dan menyambut hari esok dengan senyum bahagia yg terpancar dari wajah kearabanku.

  • Karena Sebuah Kesetiaan Seks

    Karena Sebuah Kesetiaan Seks


    2021 views

    Foto Sex ini berjudul ” Karena Sebuah Kesetiaan Seks ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018.

    Perawanku – Aku saat itu masih tinggal di kota Klaten, dan masih SMA kelas satu. Aku mempunyai tetangga yang cukup baik dan cukup dekat dengan keluargaku pula. Sering aku main ke tempat tetanggaku yang kebetulan seorang dokter itu karena dia mempunyai anak yang masih kecil dan sering kuajak main-main kalau aku sedang suntuk menghadapi hari-hari yang panas di Klaten.

    Istri Pak dokter itu lumayan cantik, dia berumur sekitar 22 tahun dan baru mempunyai 1 anak yang masih TK. Pada suatu hari kebetulan aku libur karena di sekolah sedang diadakan EBTA, aku ke rumah tetanggaku yang kebetulan suaminya saat itu sedang dinas luar. Suami tetanggaku itu sering keluar kota, karena dia sebagai dokter lapangan. Saat itu kujumpai anaknya yang sedang sibuk mau berangkat sekolah (TK), aku membantunya membereskan mainannya karena biasanya Tante Ana (nama istri dokter itu) mengepel lantai setelah anaknya pergi dan menjemput anaknya setelah jam 10:00 pagi.

    Tanpa sengaja saat aku merapikan mainan anaknya, aku menemukan video XX, tentu saja aku kaget campur malu, karena kebetulan Tante Ana juga ada disitu dan aku memang masih belum nonton gituan.
    Sambil deg-degan aku bilang, “Tante ini video apaan..? keliatannya nggak baek di liat sama anak kecil”.
    “Ah kamu Mon.. anak kecil kan belum bisa nyetel video.. bilang saja kamu pingin liat,” jawabnya walaupun aku sering menunggu di rumahnya sementara dia mengantar anaknya ke TK tapi lumayan juga aku deg-degan akibat itu.

    “Mon, Tante ngantar Adhe dulu ya.. tolong jaga rumah bentar,” katanya sambil lalu.
    Nggak kebayang deh, di ruang keluarganya ada video nganggur, dengan sedikit deg-degan aku mencoba menyetel kaset itu. Rasanya panas dingin deh.

    Sial, tiba-tiba Tante Ana pulang, dan masuk lewat pintu belakang, ketahuan deh.
    “Mon kamu lagi nonton RCTI? rasanya RCTI belum pernah nayangin film gituan?” tanyanya.
    Bagai kesambar petir aku kaget, rasanya lututku tidak mau kompromi alias ndeprok.
    “Mon.. kalau kamu mau nonton bilang dong, jangan di situ, di kamar Tante aja kan nggak enak kalau ada tetangga tahu kamu kayak gituan..”
    “Iya Tante..” jawabku gemetar.

    Kukeluarkan kaset itu, terus kupindahkan video ke kamar Tante Ana. Aku biasa bermain di kamar Tante Ana dengan anaknya yang masih TK itu. Begitu serius aku melihat film, tapi Tante Ana malah tertawa, “Mon.. Mon.. kamu kok culun banget padahal kamu udah SMA.. kamu udah pernah liat film kayak gitu?” tanya Tante Ana. Nexiabet
    “Belum Tante,” jawabku.
    “Sudah pernah pacaran?” tanya dia lagi.
    “Belum Tante,” jawabku lagi.
    “Wah kamu masih super bujang dong Mon..” kata Tante Ana sambil menutup pintu kamar.
    “Sorry ya Mon, Tante mau ganti baju dulu,” kata Tante Ana lagi.

    Wah saat itu aku tambah deg-degan, soalnya di kamar cuma aku dan dia! Tiba-tiba dari belakang Tante Ana memegang pinggangku (saat itu aku duduk di pinggir ranjang). Wah Tante Ana cuma memakai BH dan CD!
    Tan.. te..? kataku.
    “Kamu mulai gagap, kenapa Mon.. biasanya kamu khan suka ndongeng Adhe,” tanya Tante Ana sambil meraba tubuhku.
    Rasanya aku seperti tersetrum tegangan tinggi 20 KV. Aku tidak bisa berkata apa-apa.

    “Tante.. Tante..?” kataku.
    “Apa Mon..?” jawabnya dengan halus.
    “Mon kamu pernah onani?” tanya Tante Ana.
    “Belum.. Tante.. cuma mimpi basah aja..” jawabku sambil gemetaran.
    “Boleh Tante buka celanamu..” tanya Tante Ana sambil mulai membuka ritsluiting celanaku. Kemudian Tante Ana langsung memegang jimatku. Aduh kontan saja aku kaget, namun rasa yang aneh menyelimutiku.

    Tante Ana dari belakangku mencium punggungku dan meremas kejantananku sambil sepertinya merangsang dirinya sendiri.
    “Mon.. Om kan sering dinas luar.. sebenarnya Tante kesepian Mon,” katanya.
    “I.. Iya Tante..” jawabku sambil merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan.
    “Mon.. Tante punya sesuatu.. kamu tiduran dulu ya..” kata Tante Ana mesra.
    “Iya Tante..” jawabku sambil menuruti perintahnya.
    Tanpa kusadari, aku merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti diriku, rasa hangat tersebut berasal dari kejantananku yang diremas-remas dengan sangat halus. Kubuka mataku, ternyata Tante Ana telah membenamkan batang kemaluanku ke dalam liang senggamanya. Sambil menjerit lirih Tante Ana mengurut batang kemaluanku dengan miliknya.

    Wajah Tante Ana mulai kelihatan merah tertahan. Sedetik kemudian kurasakan getaran yang aneh dan mengurut lebih keras batang nikmatku.
    “Tante.. Mon rasanya ingin pipis..” kataku pada Tante Ana.
    “Tahan Mon.. kamu nggak mungkin pipis..” jawabnya sambil terbata-bata.

    Akhirnya ada sesuatu yang memancar melalui batang kemaluanku.
    “Mon kamu.. akh.. ah.. ah..” Tante Ana sambil terbata mendekap erat tubuhku.
    Sekarang rasanya kejantananku tidak begitu merasakan pijatan yang lembut. Kemudian Tante Ana melepaskan batang kejantananku dari miliknya.

    “Mon.. kamu baru pertama ya..” bisik Tante Ana sambil tersenyum.
    “Mon cium memek Tante ya..” kata Tante Ana.
    Aku cuma bisa mengiyakan sambil rasanya kepala ini bingung. Kuikuti perintahnya, kuciumi dan ia meraih tanganku ke payudaranya. Karena aku baru pertama kali nonton apalagi beginian aku agak grogi juga. Namun akhirnya aku agak terbiasa. “Ah.. ah.. Monn.. Monn.. akh..” sepertinya Tante Ana baru merasakan orgasme setelah aku duluan tadi. Kemudian ia memeluk erat diriku, keras sekali. “Tante.. Tante..” aku mencoba mencium Tante Ana yang cantik karena aku sudah tidak kuat lagi. Batang kemaluanku telah mengeras kembali. Kupeluk Tante Ana dengan keras dan kuremas payudaranya dengan kuat.
    “Tante.. tolong Tante..” desahku dengan nafas tersengal-sengal. “Mon.. kamu.. ka.. kamu suka..?” tanyanya sambil nafasnya mulai memburu lagi.
    “Iya Tante..” balasku mesra.

    Kemudian Tante Ana mendudukiku lagi. Karena tahu saya belum berpengalaman, maka dengan dengan dia berada di atasku, dia bisa mengontrol dirinya cuma mungkin agak capek. Kelihatan peluhnya mulai membanjiri tubuhnya, membuat aroma yang begitu khas yang membuatku bertambah hanyut.

    Sepertinya aku saat ini pemenangnya, karena aku merasakan getaran yang lebat dengan denyutan yang sangat sensasional. Air tubuhnya membasahi sekitar kejantananku.
    “Mon kamu sekarang di atas yah.. Tante capek..” kata Tante Ana sambil memeluk keras tidak mau lepas dari tubuhku. Kugulingkan pelan sambil kupagut bibirnya dalam-dalam karena aku hampir sampai dan tak ingin aku harus mulai dari awal lagi.

    Dengan style konvensional (karena yang kutahu baru itu) aku mulai mencoba memaju-mundurkan batanganku untuk dibenamkan ke dalam liang senggama Tante Ana. Rasanya seperti patah pinggangku (karena jarang olah raga kali) Tapi semua terkalahkan dengan rasa yang menyelimuti diriku. Tante Ana sepertinya mulai terangsang lagi, kupeluk dengan kuat sambil kumainkan pinggulku, terus sambil aku berpagutan hingga terasa batang kejantananku berdenyut-denyut dan gesekan dari dinding kemaluan Tante Ana makin kuat.

    “Tante.. Tante.. ugh.. ” aku memaggut bibir Tante Ana.
    “Mon..” jawabnya mesra.
    “Akh.. oh.. oh..” dan makin kupagut bibir Tante Ana.
    “Ihh.. ii.. ahh..” hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir Tante Ana.
    Ternyata kami mendapat orgasme bersamaan. Akhirnya kami terkulai lemas sambil kupeluk dan tetap kupagut bibirnya.

    “Tante.. maafkan Momon.. Momon nggak bisa ngontrol,” bisikku.
    “Mon.. ini salah Tante.. Tante telah meregut perjakamu,” katanya sambil mendesah.
    “Mon.. maafkan Tante, namun kamu jangan kamu lakukan pada wanita lain, cukup kalau kamu ingin, Tante mau melayanimu sampai kapan pun, jangan karena Tante telah menghilangkan keperjakaanmu kamu membalas dendam pada yang lain,” bisiknya.
    “Mon.. Tante nggak menjebakmu.. Tante memang rela hanya untukmu.. Tante kesepian..” balasnya sambil sesenggukan.
    “Tante.. Momon janji..” jawabku sambil memeluknya rapat.

    Ternyata suaminya beberapa tahun kemudian serong karena dia terlalu jauh dari istri dan Tante Ana tidak mau dimadu, akhirnya mereka cerai. Aku pada saat itu telah selesai kuliah dan telah bekerja dan akhirnya aku memperistri Tante Ana walaupun umurku beda dengannya. Untung tak begitu jauh sehingga keluargaku menyetujui. Dia istri yang baik, dia seperti itu karena sudah tahu suaminya mulai serong dan dia menginginkan suatu kesetiaan. Dia tahu saya menyayangi anaknya, dia ingin saya selalu mendampinginya. Saat ini Adhe sudah punya adik yang cantik seperti ibunya buah cintaku dengan ibunya.

    BONUS ++

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • 25 Foto Gadis Jepang Doyan Sepong Kontol – Foto Bugil Telanjang Bikin Horny 2018

    25 Foto Gadis Jepang Doyan Sepong Kontol – Foto Bugil Telanjang Bikin Horny 2018


    2021 views

    Perawanku – Bagaimana ketika kontol anda di sepong oleh seorang wanita, tentu sangat geli bukan dan akan semakin nikmat bila di tambah sambil dengan kocokan tangan mulus wanita tersebut.

    Nahh disini kami sudah mempersiapkan Foto Wanita jepang ini yang doyan sepong,  Bos ku langsung ambil posisi kunci kamar  dan siapkan lotion yaa ! dan bayangin saja bos ku cewek ini lagi sepongin kontol kontol anda semua yang haus akan sex dan pastinya bakalan membuat para bos ku semua pada crottt dehh : Togel Jawa

     

  • Mahasiswa dengan Memek Merahnya yang Mempesona

    Mahasiswa dengan Memek Merahnya yang Mempesona


    2020 views

    Perawanku – Mahasiswa yang sange habis pulang dari sekolahnya ini , berfose dengan melihatkan memeknya yang sangat menggoda dan berwarna merah segar  , bosku pasti ingin sekali menjajali batang bos kedalam memek memposana mahasiswa ini pasti ya bos .

    Dengan tampilan 4M ( Memek,Mekar, Merah, Menggoda ) dan pantat ya memiliki tekstur bentuk yang bahenol , yang mana kalau bos pukul pantatnya hari senin berhenti di hari jum’at , getaran pantatnya berkisar  7,3 skala Richter . terlalu dahsyat bukan pantat mahasiswa ini bosku .
    etttsss jangan serius kali bacanya bosku , mari kita lihat foto dibawah ini :

  • Anak Kost Belakang

    Anak Kost Belakang


    2020 views

    Cerita Sex Panas iniBerjudul ” Anak Kost Belakang  Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,.Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2018. 

    Perawanku –  Aku Fadil mahasiswa di Kampus X di jogja, berasal dari keluarga sederhana di kota di luar jogja. Di jogja ini aku tinggal ngekos di sebuah dusun dekat dengan kampus dan rata-rata rumah disini memang dijadikan kos-kosan, baik untuk putri maupun putra.

    Kisah Panas Anak Kost Belakang (Kiriman Pembaca)


    Kosanku berada didaerah bagian belakang dusun dan dibagian depanku ada kos putra, disamping ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang dihuni 7 orang. Yang akan aku ceritakan disini adalah pengalamanku dengan penghuni kos putri yang berada di belakang kosku.Singkat cerita aku dan penghuni kos putra yang lainnya memang sudah kenal dan lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalau ada yang perlu bantuan tinggal bilang saja. Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja diruang tamunya, itupun kalau dikosanku lagi sepi, maklum saja aku sendiri yang angkatan tua yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya.

    Saking seringnya aku main ke kosan belakang, ke-7 cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek bernama Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut dia lewat didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat melongo melihat pahanya yang mulus ternyata, dan dia cuek aja tampaknya.Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore saat aku datang ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Ana sendiri, dia memakai daster bunga-bunga tipis selutut, dia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia lagi mengerjakan tugas“lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya“masuk mas”.

    Aku pun masuk dan duduk di karpetnya
    “ emang kamu ga mudik juga An?”
    “aku kan ngambil SP mas, males klo harus ngulang reguler” jawabnya.“lagi ngegame apa sih?” tanyaku lagi
    “ini nih maen monopoly, abis yang ada cuma ini” sambil merubah posisi kakinya bersila dan sempat memperlihatkan pahanya, akupun melongo lagi di sajikan pahanya itu, sampai akhirnya dia sadar dan sambil menutup pahanya dia bilang
    “hayo ngliatin apa?”“eh ngga, ga liat apa-apa” jawabku gelagapan
    “hayooo ngaku, pasti nafsu ya, dasar cowo” dia bilang
    “yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang bikin nafsu kan cewe” kataku membela diri

    “wuuu ngeles aja” dia bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, “eh mas punya film ga? BT nih”
    “film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku
    “yaaah apa aja deeeh” dia memohon“apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”

    “mau dong mas mau” dia bilang
    aku kaget mendengar itu langsung bilang
    “beneran nih, nanti kepengen repot lagi”
    “udah sana ambilin, aku iseng ni mas”
    “tapi nontonnya bareng ya” kubilang

    “iihh ga mau ah, nanti malah mas fadil pengen, bisa diperkosa aku”
    “ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya”
    “iya deh, ambil sana” pintanya.Secepatnya aku lari ke kos lalu mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, aku copy yang bagus-bagus saja, kemudian setelah selesai aku langsung berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun langsung mengcopy yang ada di flashdiskku.

    Kamipun menontonnya, aku duduk berada disebelah kirinya, dan dia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara saat film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, aku mulai horny karena baru kali ini aku nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah berganti-ganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah berdiri tegang. Tak berapa lama sepertinya diapun mulai merasakan hal yang sama, nafasnya mulai tak teratur dan agak berat seperti ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan sekarang bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya aku yang jadi bantalnya, hmmmmm. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya“kenapa, An? hayoo”

    “apaan sih, ga kenapa-napa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerak-gerak terus?” dia merengut
    “ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua aja lagi” kubilang
    “emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja”, sepertinya dia memancingku
    nekad saja aku bilang“ya, jadi kepengen lah jadinya”
    “tuuh kan bener yang aku bilang tadi” Dia melanjutkan
    “ mas fadil suka ya begituan?”
    dan aku jawab asal“ya sukalah, enak sih”

    “lah kamu sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan kamu juga udah lagi?” langsung aku cecar saja sekalian
    “iihhh, apaan sih” dia bilang,“udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, rahasia aman kok, hehe” aku cecar terus
    “mmmm tau ah” dia malu tampaknya, kemudian dia mengalihkan dan bertanya
    “mas fadil klo begituan suka jilatin kaya gitu mas” sambil menunjuk adegan cowok lagi jilatin memek cewek
    “iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe”
    “ihhhh orang cuma nanya” jawabnya malu-malu“kamu emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?”

    “belom lah,aku sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ‘itu’ku, aku terus yang disuruh isepin ‘anu’nya “ akhirnya dia ngaku juga
    “ wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe”“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya “pacarku kan jauh An” jawabku.

    Aku langsung bergeser merapatkan diri disamping dia“ an, mau aku jilatin memeknya ga?” aku langsung aja abis udah ga tahan. Dia diam saja, aku cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, aku dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sangat bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sambil tetap berciuman.

    “An, udah lama aku pingin ngerasain ngentot sama kamu” kataku“aku juga mas, aku kan sering mancing mas fadil, tapi mas kayanya ga ngerasa” dia bilang
    “ihh pake mancing-mancing segala, kan tinggal ajak aja aku pasti mau”
    “yeee masa aku yang ajak” katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku
    “berarti boleh dong memeknya aku jilat” sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya

    “lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih” sambil tersenyum kemudian menciumiku.Aku langsung melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya hingga tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja. Ana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(saat itu aku hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku sampai menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut
    “mmmhhh Ana sayang”Aku membuka kaosku lalu melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.
    “kamu seksi An”
    “mas fadil juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?”
    “iya An, aku juga ga sabar pingin memek km” Akupun berdiri, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku sampai kontolku seperti melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget saat melihat kontolku yang memiliki panjang sekitar 17cm

    “mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya”Saat dia sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, aku langsung menariknya hingga berdiri
    “sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?”
    Ana mengangguk manyun
    “kita 69 yuk sayang”Aku membuka tali bra nya dan lalu cdnya kuturunkan, terlihat bersih memeknya tanpa jembut.

    “memek kamu bersih sayang”
    “baru kemaren aku cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?”
    “suka banget sayang” sambil kuciumi memeknya.Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya lalu mukaku didepan memeknya.
    Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan“oughhh, mmmhhh Ana sayang” memek Ana terasa sangat legit aku menjilati klitorisnya yang kemerahan
    “hmpffhhh….mmmpphhh” Ana melenguh

    Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah sama-sama tidak tahan, aku mengubah posisiku berada di atas tubuh telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya sudah agak basah setelah oral tadi, aku menggesek-gesekkan kontolku sesaat“ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh”
    Aku senang mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, baru kepalanya yang masuk, agak sulit, aku hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan akhirnya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya, sempit dan seret rasanya membuatku merasakan kenikmatan saat aku awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin karena lebih menantang.Aku memompa memeknya perlahan-lahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.

    “mmh. Hmmpppf….sayang enak banget sayang, memek kamu sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”“ he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, biar Ana jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah
    Aku menggenjot terus sampai akhirnya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.“ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot aku ohh..enak banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh” Ana sudah tak karuan omongannya saking menikmatinya.

    15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan aku memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana menurut saja, aku masukkan kontolku kememeknya lagi dan sekarang sudah agak lancar walaupun masih terasa sempitnya seperti memeras dan menyedot kontolku masuk. Aku memegang pantatnya yang mulus bersih sambil aku pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga seperti akan menelan kontolku seluruhnya dan sangat nikmat rasanya.Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan
    “auhh mas,, mmmhh terus mas, enak ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
    Nafasku semakin memburu dan bernafsu mendengar ocehannya itu membuat genjotanku menjadi sangat cepat

    “sayang, aku kluarin dimana sayang…ah ah oughh”“didalem…argh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh”
    Genjotanku cepat sekali karena spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.
    “arrrgghhh aku keluar sayanggg”
    Dan saat itu juga tubuh Ana mengejang orgasme
    “ahhhhhhh, aku juga ssssshh mas”Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, aku memutar tubuh Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,aku memeluk dan menciumnya
    “kamu hebat sayang, memek kamu hebat jepitannya”
    “mas fadil juga”

    Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melakukan hal yang sama kepadaku.Setelah selesai membersihkan tubuh kami, kami kembali kekamarnya dan memakai kembali pakaian kami,saat itu dia bilang kepadaku
    “makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat aku, enak banget ngentot sama kamu mas”

    “sama-sama sayang, besok-besok lagi ya?”
    “siap mas. Muachh” jawabnya sambil menciumkuAkupun kembali ke kosku dengan hati sangat senang dan saat ada kesempatan berdua kamipun melakukannya lagi. Atau saat sama-sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.

    Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Mesum,Cerita Hot,Cerita Sex Bergambar,Cerita Sex Panas,Cerita Bokep Seks,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Kisah Seks,Cerita Panas,Cerita Mesum

  • Cerita Sex Ngentot Adik Ipar Lebih Nikmat Ketimbang Istri Sendiri

    Cerita Sex Ngentot Adik Ipar Lebih Nikmat Ketimbang Istri Sendiri


    2017 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Adik Ipar Lebih Nikmat Ketimbang Istri Sendiri, Saya, Andry (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga, istri saya seumur dengan saya dan kami telah dikarunia 2 orang putra. Istri saya adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri yang relatif masih kecil, diantara saudara-saudara istri, saya cukup dekat dengan adik istri saya yang kurang lebih berumur 34 tahun namanya Siska (bukan nama sebenarnya).

    Keakraban ini bermula dengan seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor (tentunya kami saling menjaga rahasia ini), dimana topik pembicaraan berkisar mengenai soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangkala masalah seks masing-masing.

    Perlu diketaui istri saya sangat kuno mengenai masalah seks, sedangkan Siska sangat menyukai variasi dalam hal berhubungan masalah seks dan juga terbuka kalau berbicara mengenai masalah seks, juga kebetulan dikeluarga istri saya dia paling cantik dan sensual, sebagai ilustrasi tingginya kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34A.

    Keakraban ini dimulai sejak tahun lalu dan berlangsung cukup lama dan pada tahun ini sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari nafkahpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah laku seperti orang kaya saja.

    Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

    Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah seks ini, karena saya seringkali juga menghadapi masalah seks yang kurang lebih sama dengannya hanya saja penekanannya berbeda dengan kakaknya. Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali.

    Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam seminggu, tetapi Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks dibandingkan kualitas.

    Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit.

    Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska.

    Suatu hari Siska telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada tugas dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana. Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska.

    Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow,

    pada saat itu Siska bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal-mahal satu bungalow saja kan kita juga saudara pasti tidak akan terjadi apa-apa kok, lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

    Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggy car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, di dalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska, ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak, sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disia-siakan.

    Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok, sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi. Pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bilang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang sudah tidak apa-apa anggap saja kamu dapat rejeki. Wow, wajahnya memerah tambah cantik dia.

    Lalu kita nonton TV bersama filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalau begini terus saya bisa tidak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kami menonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini saja,

    tidak usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap di sisinya, selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau dulu kita sudah saling ketemu dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya Saya memberanikan diri bicara, Sis kamu kok cantik dan anggun sih,

    Siska menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh kok sih saya tidak bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget, Andry come on nanti saya bisa lupa nih kalau kamu adalah suami kakak saya. Biarin saja kata saya.

    Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya. Akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentle sekali. Oh, indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang, Abis kamunya sih sudah punya pacar.

    Lalu saya kecup juga bibirnya yang sensual, dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini. Kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanya. Dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling berciuman.

    Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik BH-nya, dia menggelinjang. Saya mainkan putingya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas BH-nya.

    Cerita Sex Ngentot Adik Ipar Lebih Nikmat Ketimbang Istri Sendiri

    Cerita Sex Ngentot Adik Ipar Lebih Nikmat Ketimbang Istri Sendiri

    Woww, betapa indah buah dadanya, ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya, Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, Andry kok jadi begini.

    Sis saya suka ama kamu, terus dia menarik diri. Saya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini, langsung saya sambar lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya. Siska hanya mendesah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus.

    Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus. Dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masing-masing tinggal CD saja, tangannya mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha.

    Dia semakin menggelinjang, Oww Andry nikmat dan geli sekali. Perlahan saya turunkan CD-nya, dia bilang Andry jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak sayaSaya bilang emang saya gila kali, pakai bilang-bilang kalau kita. setelah CD-nya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat clitorisnya yang berwarna merah menantang. Pada awalnya dia tidak mau, katanya dia belum pernah begituan, nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba.

    Lidah saya langsung menari-nari di clitorisnya, dia meraung keras, Ohh,Andry, enaakk sekali, saya, saya tidak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih,. Kemudian saya jilat clitoris dan lubang vaginanya, tidak berapa lama kemudian dia menjerit, Auuww saya keluar Andry Oohh nikmat sekali, dia bangkit lalu menarik dengan keras CD-ku.

    Langsung dia sambar penis saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali. Terus terang istri saya tidak perah mau melakukan oral seks dengan saya, dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. Tiba-tiba ia mengisap penis saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi, dia lepaskan penis saya, Andry ayo dong masukin ke sini, sambil menunjuk lubangnya.

    Perlahan saya tuntun penis saya masuk ke vaginanya, dia terpejam saat penis saya masuk ke dalam vaginanya sambil dia tiduran dan mendesah-desah. Ohh Andry biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya sudah dua kali keluar, kamu baru saja mulai. Waktu itu kami bercinta sudah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu.

    Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk vaginanya. Dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar. Saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang. Dia menggelinjang terus tak karuan.

    Ohh Andry saya keluar lagi. Saya angkat perlahan penis saya dan kita berganti posisi duduk, terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan, dia mendesah sambil terus menyebut, Ohh Andry,ohh Andry. Dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya, tangannya memegang pundak saya keras sekali.

    Iihh, uuhh Andry saya keluar lagi, kamu kok kuat sekali,come on Andry keluarin dong saya sudah tidak tahan nih.Biar saja, kata saya, Saya mau bikin kamu keluar terus, kan kamu bilang sama saya, bahwa kamu tidak pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus.Iya sih tapi ini betul-betul luar biasa Andry, ohh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamu.Ayo jangan ngaco ah, mana mungkin lagi, kata saya.

    Saya bilang, Sekarang saya mau mencoba doggy style.Apa tuh, katanya.Ya ampun kamu tidak tau.Tidak tuh, katanya. Lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan penis saya ke vaginanya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat penis saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang.

    Dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya. Andry, ampuun deh saya keluar lagi nih. Waktu itu saya juga sudah mau keluar.Saya bilang,Nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska.Ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh.Cobain dulu ya, akhirnya dia mengangguk.

    Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut penis saya dan sambil dia jongkok saya arahkan kepala penis saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok penis saya dengan sangat bernafsu. Sis, Ketika mau keluar langsung penis saya dimasukkan ke dalam mulutnya tidak lama lagi.

    Creett, creett, crett, creett, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya. Dia terus menjilati penis saya sampai semua sperma saya kering saya tanya dia, Gimana sis nikmat tidak rasanya.Dia bilang, Not bad.Kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30.

    Siska mengecup halus bibir saya, Andry, thanks a lot, saya benar-benar puas sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Kisah Sex Pemerkosaan Penuh Nafsu  – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Sex Pemerkosaan Penuh Nafsu – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2016 views

    Perawanku – Batang kemaluannya yang luar biasa besar itu dengan cepat keluar masuk melicinkan lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya yang akan dimasukkan itu dibandingkan dengan daya tampung vaginaku.

    Akhirnya seluruh batang kemaluan bule itu masuk, dari setiap gerakan menyebabkan keseluruhan bibir vaginaku mengembang dan mencengkeram batangnya dan klitorisku yang sudah keluar semuanya dan mengeras ikut tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang kemaluannya yang besar dan berurat itu, walaupun terasa penuh sesak tetapi lubang vaginaku sudah semakin licin dan lancar, “..Ooohh..mengapa aku jadi keenakan.? ini tak mungkin terjadi..!” pikirku setengah sadar.

    “Aku mulai menikmati diperkosa oleh teman suamiku, bule lagi? gilaa..!” sementara perkosaan itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin cepat secepat masuknya batang kemaluannya yang luar biasa besar itu,

    pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh permainan kenikmatan yang sedang diberikan oleh keperkasaan batang kemaluannya yang sedang ‘menghajar’ liang kenikmatanku, perasaanku seakan-akan terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian vaginaku yang dijejali batang kemaluannya yang super besar itu terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian tubuh,

    membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis yang belum pernah aku rasakan sedemikian dahsyat, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan John yang begitu besar dan begitu dahsyat mengaduk-aduk seluruh bagian yang sensitif di dalam vaginaku tanpa ada yang tersisa satu milipun.

    Keseluruhan syaraf syaraf yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam vaginaku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan John yang benar-benar besar itu, rasanya paling tidak tiga kali besarnya dari batang kemaluan suamiku tapi seratus kali lebih nikmaat..!

    dan cara gerakan pantat bule perkasa ini bergerak memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam vaginaku, benar-benar fantastis sangat cepat, membuatku tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, pandanganku benar benar gelap membuat secara total aku tidak dapat mengendalikan diri lagi.

    Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi, rasa bersalah kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari perasaan yang begitu nikmat yang diberikan John padaku, dengan tidak kusadari lagi aku mulai mendesah menggumam bahkan mengerang kenikmatan, pikiranku benar benar melambung tinggi..

    Tanpa malu aku mulai mengoceh merespons gelora kenikmatan yang menggulung diriku, “Ooohh.. John you’re cock is so biig.. so fuull.. so good..!! enaakk.. sekaalii..!! aaggh..! teruuss.. Fuuck mee Joohn..”

    Aku benar-benar sekarang telah berubah menjadi seekor kuda binal, aku betinanya sedang ia kuda jantannya. Pemerkosaan sudah tidak ada lagi di benakku, pada saat ini yang yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh John senikmat dan selama mungkin, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami dengan suamiku selama ini.

    “Ooohh.. yess mmhh.. puasin aku John sshh.. gaaghh..! pen.. niishh.. mu.. begitu besaar dan perkasaa..! ..aarrgghh..!” terasa cairan hangat terus keluar dari dalam vaginaku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku. “Aaagghh.. oohh.. tak kusangka benar-benar nikmaat.. dientot kontol bule..” keluhku tak percaya, terasa badanku terus melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan.

    “Aaagghh.. Joohhn.. yess.. pushh.. and.. pull.. your big fat cock..!” gerakanku yang semakin liar itu agaknya membuat John merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat mengempot batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah kuda betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat liar.

    Tiba tiba ia mencabut seluruh batang kemaluannya dari lubang vaginaku dan anehnya aku merasakan suatu kehampaan yang luar biasa..! Dengan tegas ia menyuruhku merangkak keatas kasur dan memintaku merenggangkan kakiku lebar lebar serta menunggingkan pantatku tinggi tinggi,

    oh benar benar kacau pikiranku, sekarang aku harus melayani seluruh permintaannya dan sejujurnya aku masih menginginkan ‘pemerkosaan’ yang fantastis ini, merasakan batang kemaluan John yang besar itu menggesek seluruh alur syaraf kenikmatan yang ada diseluruh sudut lubang vaginaku yang paling dalam yang belum pernah tersentuh oleh batang kemaluan suamiku.

    Sementara otakku masih berpikir keras, tubuhku dengan cepat mematuhi keinginannya tanpa kusadari aku sudah dalam posisi yang sangat merangsang menungging sambil kuangkat pantatku tinggi tinggi kakiku kubuka lebar dan yang paling menggiurkan orang bule ini adalah liang vaginaku yang menantang merekah basah pasrah diantara bongkahan pantatku lalu, kubuat gerakan erotik sedemikian rupa untuk mengundang batang kemaluannya menghidupkan kembali gairah rangsangan yang barusan kurasakan.

    Rupanya John baru menyadari betapa sexynya posisi tubuh istri temannya ini yang memiliki buahdada yang ranum pinggangnya yang ramping serta bongkahan pantatnya yang bulat, dan barusan merasakan betapa nikmatnya lubang vaginanya yang hangat dan sempit mencengkeram erat batang penisnya itu,

    “..Ooohh Hesty tak kusangka tubuhmu begitu menggairahkan vaginamu begitu ketat begitu nikmaat..!” aah aku begitu tersanjung belum pernah kurasakan gelora birahiku begitu meletup meletup, suamiku sendiri jarang menyanjungku, entah kenapa aku ingin lebih bergairah lagi lalu kuangkat kepalaku kulemparkan rambut panjangku kebelakang dengan gerakan yang sangat erotik.

    Dengan perlahan ia tujukan ‘monster cock’ nya itu keliang vaginaku, aku begitu penasaran ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana caranya ia memasukkan ‘benda’ itu kevaginaku lalu kutengok kecermin yang ada disampingku dan apa yang kulihat benar benar luar biasaa..!

    jantungku berdegup kencang napasku mulai tidak beraturan dan yang pasti gelora birahiku meluap deras sekaalii..! betapa tidak tubuh john yang besar kekar bulunya yang menghias didadanya sungguh pemandangan yang luar biasa sexy buatku.! belum lagi melihat batang kemaluannya yang belum pernah kulihat dengan mata kepalaku sendiri begitu besaar, kekaar dan panjaang..!

    Dan sekarang akan kembali dimasukkan kedalam liang vaginaku..! Secara perlahan kulihat benda besar dan hangat itu menembus liang kenikmatanku, bibir vaginaku memekar mencengkeram batang penisnya ketat sekali..! rongga vaginaku tersumpal penuh oleh ‘big fat cock’ John.
    “..Ssshh.. Aaargghh..!” Aku mendesah bagai orang kepedesan ketika batang kemaluannya mulai digeserkan keluar masuk liang kenikmatanku..! nikmatnya bukan kepalang..! belum pernah kurasakan sebegini nikmaat..! besaar.. padaat.. keraas.. panjaang..! oogghh.. entah masih banyak lagi kedahsyatan batang kemaluan John ini. Dan ketika John mulai memasukkan dan mengeluarkan secara berirama maka hilanglah seluruh kesadaranku, pikiranku terasa melayang layang diawang awang, tubuhku terasa ringan hanyut didalam arus laut kenikmatan yang maha luas.

    Setengah jam john memompa batang kemaluannya yang besar dengan gerakan berirama, setengah jam aku mendesah merintih dan mengerang diombang ambingkan perasaan kenikmatan yang luar biasa, tiba tiba dengan gaya “doggy style’ ini aku ingin merasakan lebih liar, aku ingin John lebih beringas lagi
    “Yess.. John.. harder.. John.. faster.. aargh.. fuck me.. WILDER..!”

    Giliran John yang terhipnotis oleh teriakanku, kurasakan tangannya mencengkeram erat pinggangku dengusan napasnya makin cepat bagai banteng terluka gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, gerakan-gerakan yang liar dari batang penisnya yang besar itu menimbulkan perasaan ngilu dibarengi dengan perasaan nikmat yang luar biasa pada bagian dalam vaginaku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku,

    pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan John yang makin menggila cepatnya, tiba tiba pemandanganku menjadi gelap seluruh badanku bergetar..! Ada sesuatu yang ingin meletup begitu dahsyat didalam diriku.

    “Ooohh.. fuck me hard..! aaduuh.. aaghh! Joohn..! I can’t hold any longerr..! terlalu eenaakk..! tuntaassin Johnn..! Aaarrghh..! I’m cummiing.. Joohn..” lenguhan panjang keluar dari mulutku dibarengi dengan glinjangan yang liar dari tubuhku ketika gelombang orgasme begitu panjaang dan dahsyaat menggulung sekujur tubuhku.

    Badanku mengejang dan bergetar dengan hebat kedua kakiku kurapatkan erat sekali menjepit batang penis John seolah olah aku ingin memeras kenikmatan tetes demi tetes yang dihasilkan oleh batang kejantanannya,

    kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua otot-otot pahaku mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat yang luar biasa pada John karena batang kemaluannya terasa dikempot kempot oleh lobang vaginaku yang mengakibatkan sebentar lagi dia juga akan mengalami orgasme.

    “..Aaarghh.. Hesty your cunt is soo tiight..! I’ve never crossed in my mind that your cunt so delicious..! aargh ..!” John mendengus dengus bagai kuda liar tubuhku dipeluk erat dari belakang, bibirnya menciumi tengkukku belakang telingaku dan tangannya meraih payudaraku, puting susuku yang sudah mengeras dan gatal lalu dipuntir puntirnya.. oohh sungguh luar biasaa..!

    kepalaku terasa kembali berputar putar, tiba tiba John mengerang keras.. tiba tiba kurasakan semburan hebat dilorong vaginaku cairan hangat dan kental yang menyembur keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dan banyak dari punya suamiku, air mani John serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam lobang vaginaku, rasanya langsung ke dalam rahimku banyak sekali.

    Aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari penisnya memompakan benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan istrinya yang berada jauh di negaranya.

    John terus menekan batang kemaluannya sehingga clitorisku ikut tertekan dan hal ini makin memberikan perasaan nikmat yang hebat, “..Aaarrgghh..!” tak kusangka, tubuhku bergetar lagi merasakan rangsangan dahsyat kembali menggulung sekujur tubuhku sampai akhirnya aku mengalami orgasme yang kedua dengan eranganku yang cukup panjaang, Tubuhku bagai layang layang putus ambruk dikasur.

    Aku tertelungkup terengah engah, sisa sisa kenikmatan masih berdenyut denyut di vaginaku merembet keseluruh tubuhku. John membaringkan dirinya disampingku sambil mengelus punggungku dengan mesra. Seluruh tubuhku terasa tidak ada tenaga yang tersisa, ringan seenteng kapas pikiranku melayang jauh entah menyesali kejadian ini atau malah mensyukuri pengalaman yang luar biasa ini. Akhirnya aku tertidur dengan nyenyaknya karena letih.

    Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya.

    Aku agak terkejut melihat sesosok tubuh tidur lelap disampingku, pikiranku menerawang mengingat kejadian tadi malam sambil menatap ke arah sosok tubuh tersebut, kupandangi tubuhnya yang telanjang kekar besar terlihat bulu bulu halus kecoklat-coklatan menghias dadanya yang bidang lalu bulu bulu tersebut turun kebawah semakin lebat dan memutari sebuah benda yang tadi malam ‘menghajar’ vaginaku,

    benda itu masih tertidur tetapi ukurannya bukan main.., jauh lebih besar daripada penis suamiku yang sudah tegang maksimum. Tiba tiba darahku berdesir, vaginaku terasa berdenyut, “..Oh.. apa yang terjadi pada diriku..?”

    Cerita Sex Pemerkosaan,Cerita dewasa Perkosaa,cerita Mesum Perkosa,Cerita Bokep Perkosa,Cerita Panas Perkosaa

  • Foto Sayuri M. Bugil Toket Gede Montok, Lagi Sange Pengen Dijamah Brondong – Foto Bugil Panas Terbaru Hot 2018

    Foto Sayuri M. Bugil Toket Gede Montok, Lagi Sange Pengen Dijamah Brondong – Foto Bugil Panas Terbaru Hot 2018


    2016 views

    Perawanku – Nah, ini adalah koleksi yang kalian tunggu-tunggu telah ane posting. Sayuri M. yang benar-benar asli bikin konak. Meskipun mimin tak mengenalnya, api ane benar-benar menikmati setiap adegan yang dipertontonkannya walah hanya melalui gambar. Sayuri dengan toket berukuran besar, dengan tatapan nakal yang begitu menghipnotis.

    Do’i rupanya gemar berfoto, biar tak ketinggalan sama ABG cabe-cabean yang kekinian. Toket jumbo tante ini benar-benar diumbar kepada khalayak, entah apa motivasinya. Berikut adalah foto Sayuri M. toket gede yang montok  sedang narsis sambil sange berat pengen dijamah brondong perkasa tersebut: Starbet99

  • Cerita Sex Gairah Seks di Pemandian – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Gairah Seks di Pemandian – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2016 views

    Perawanku – Setelah kelar mandi & membereskan muatan yang bakal dibawa. Jelas pukul jam 08. 30 Tante aku yang berpanggilan Dina mengsms saya, Cris tante tarik jam 09. 00 yaaa, jangan tertinggal. Saya pun membalasnya jemah tepat ruang. Perlu saya deskripsikan ketiga tante hamba ini. Yang pertama bernama tante Dina dia uzur 36 tahun, tinggi badannya sekitar 170 an (mantan Peragawati), Standar dadanya yang membuat aku menelan ludah yaitu 36b dia luar biasa berpengalaman di urusan sex. Yang ke-2 tante Mira umurnya 39 tahun menjulung badannya 175, walaupun sudah agak uzur, tp dia masih departemen dengan utama dadanya yang masih liat yaitu 34b. Yang final tante Lina yang termuda yaitu 34 tahun beserta tinggi 165 serta ukuran dada 36b, Khusus Tante Lina, saya sudah kerap bermain sex dengan dia sewaktu tante Lina tiba kerumah. Tante Lina merupakan seorang perempuan hypersex sebab bisa tampil berkali-kali.

    Tepat Pukul beker 09. 00 Mobil tante Dina telah ada diujung gang, sinambung saja hamba masuk serta duduk didepan, tepat sebelah tante Rendah. Saat itu saaya cuma bisa terbengong melihat ke3 tante aku itu. Tante Dina seharga menggunakan keonaran ketat Mejiku dengan hot pants, ketika itu tante Dina mengenakan Bra berenda warna biru, kelihatan sabur saking tipisnya baju tante Dina. Tante Mira saat itu menggunakan baju rok merah dengan potongan v necknya yang sexy. Tante Mira sepatutnya tidak memakai bra.

    Untuk Tante Mira dia sedikit suka mengenakan bra, katanya tidak senang. Sementara Tante Lina lah pakaiannya yang menurut saya paling ekstrim. Dia menggunakan You can see Suci dan hotpants. Dibalik you can see putih tersebut Tante Lina memakai kutang bikini warna hitam yang meremet. Setelah perbahasaan dengan cipika-cipiki, saya hanya mengobrol secara Tante Lucah karna Tante Mira tertidur pulas, selama Tante Lina merokok deng Mildnya dan mendengarkan mp3nya dengan super. mama segala sesuatu kabar Cris tanya tante dina indah tan menjawab aku beserta malas.

    Selama masa 1 weker aku tertidur dimobil, provisional tante rendah yang merencanakan mobil dengan hati-hati. Jelas jam 1 siang abdi sampai dalam vila yang berada dipuncak, cukup raksasa dengan 3 kamar tambah kolam renangnya. Tante Dina, Lina & Mira tepat masuk lubang dan langsung berenang, sepertinya mereka sudah biasa kepanasan secara udara diJakarta.

    Aku kendati langsung pergi ke kolam renang melihat mereka yang sudah tercebur. Tante Dina memakai bikini ungu lengkap beserta G-Stringnya, Tante Mira mengenakan bikini berenda dengan hijau sementara Tante Lini dengan memakai Bikini Kuning pasti secara kain penutup kemaluan satunnya. Saya yang lumayan berjalan dipinggir situ tiba-tiba didorong Tante Lina, Tersebut ber 3 cuma tertawaaketika aku terjungkal aja di kolam.

    Kaum menit kami berennag girang hati sampai Tante Mira, Tanteku yang tertua sudah bukan santai vitalitas menarik serawal dalam ku hingga sunyi. Aku pula biar naik kepinggir kolam renang agar Tante Mira lepih gampang mencopot celana dalamku itu. Sepintas kucari kemana Tante Rendah serta Tante Lina, ternyata itu padahal asyik bergumul diruang tamu yang kulihat, Tante lucah tampak sedang menyenggau tempik tante Lina, Butuh tersua ke3 tante aku itu juga karet lesbian. Saya pun balik berkosentrasi beserta tante Mira yang telah menjilat kontolku tersebut, Kontolku in cukup besar dengan panjang 19 cm sengkang 4 centimeter. Tante mira menjilat secara lahap.

    Aku pun seharga mengerang beserta nikmat, sesudah pas lambat, kuangkat sekadar tante mira keruang tamu untuk genggam dengan tante dina dan lina. Cepat kubuka bikini yang menggulung tante Mira. kuciumi klitoris yang sudah biasa tegak merespons, seketika saya pun disuruh tilam tengadah oleh tante Mira. Ternyata Tante Lucah akan menghisap kontolku, selama tante Lina duduk dihadapan wajahku supaya aku mencucup memeknya. Tante mira otonom menuruti untuk merokok dulu. Kuhisapkan saja memek tante lina yang segar kehisap-hisap datang tante lina mengerang.

    Sesudah sedang lama, aku memutuskan untuk mengentot tante rendah terlebih dahulu. Secara status doggie style, kutusukan kontol ku, tante lucah hanya mampu mengerang nikmat.

    Lembut kumaju-mundurkan penis ku itubunyi plak-plak menghiasi ruangan tamu itu, Tante dina cuma bisa mengerang nyaman. Kudengar pula desahan tante mira yang sedang menusuk-nusukan dildo gerigi ke tempik tante lina. Tante rendah yang mengerang kuat kesudahannya orgasme untuk pertama-tama, Tante salang pun terkulai luwes. Tante Mira yang lumayan congkong kutarik segera bertambah kepangkuan ku untuk sesi lalu kemudian. Tante Mira kendati mengoyang-goyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya.

    Tante Mira dan kemudian memukau Tante Lina untuk mencucut pyudara tante lina. Tante Mira dan Tante Lina saling mendesah tenteram. Kesal dengan posisi tersebut saya bergerak posisi secara women on top. Tant mira pula biar lalu mengoyang-goyangkan pinggulnya serta menciumi bingkai ku beserta penuh nafshu. Tante mira pun mengerang parah mengembangkan orgasme yang pertamanya sudah mucul. Tampil dengan tante mira adalah ronde terlama dengan membuang waktu 1 jam! tane mira kadang pandai urusan ngentot. Saya masih menutup agar sperma ku tidak tampak karna masih tersedia tante lina.

    Tante lina yang sementara nungging sinambung aja kutusukan penis ku ini, kugoyangkan saja penisku sambil menekan payudara tante lina yang sangat balig itu, Bukan lama kemudia tante Lina pun orgasme, lalu kucabut saja penis ku terlihat ketiga tante ku sejajar untuk menerima sperma ku yg segar itu. kukocol-kockan saja didepan suak tersebut, dan akhirnya crotttcortt 10x menyembur sperma ku, yang langsung kuarahkan ke-3 wajah tante ku tersebut. Mereka dengan serakah & lahap berebut sperma ku itu. Mereka baku berlaga supaya mendapat sperma ku tersebut, sungguh sangat panas. Tante mira yang terakhir menjilati penisku mencapai berbatas selesai.

  • Kumpulan Foto Model Xu Xianting Bugil Part II – Foto Telanjang Terbaru 2018

    Kumpulan Foto Model Xu Xianting Bugil Part II – Foto Telanjang Terbaru 2018


    2016 views

    Perawanku – Lanjut Foto Model Xu Xianting Bugil Part II  yang Hot banget bosku ,  Foto Cewek Imut Bugil Pamer Toket Gede dan Memek Kenyal ini sangat menggairah kan bos ku dengan kulih putihnya tubuh montoknya , dada kenyalnya , yang pengen di langsung merasakan bagaimana nikmatnya.

    Langsung saja deh kami sajikan buat bos ku Nexiasbet

  • Cerita Mesum Ibu Teman Montok Super Hot Yang Butuh Kepuasan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Mesum Ibu Teman Montok Super Hot Yang Butuh Kepuasan – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2016 views

    Perawanku – Namaku Bobby, Aku seorang remaja abg biasa berumur 18 tahun. Gayaku yang biasa saja bahkan bisa di bilang URAKAN ini jika dipandang cewek/wanita mungkin tidak menarik perhatian.

    Aku mempunyai seorang teman dekat sebut saja Toni. Dia merupakan teman dekat bahkan bisa dibilang seorang sahabat karib sejak kecil. Aku sering main ke rumah Toni. Keluarganya yang baik dan ramah membuatku betah jika aku berada di rumahnya. Ibu nya Toni sebut saja Bu Mawar berumur kira kira 38 Tahun. Orangnya sangat baik terhadap anak nya bahkan diriku ini sangat dimanja ketika aku bermain di rumah Toni, sedangkan ayahnya toni berprofesi sebagai buruh pabrik.

    Suatu Saat aku pernah ditawari temanku Toni untuk tidur di rumahnya, Pas banget waktu itu ada acara bola dan yang bermain adalah klub sepakbola kesukaanku dan Toni tentunya. Akhirnya akupun setuju saja ketika di suruh untuk tidur di rumah Toni, karena di saat bersamaan ayah Toni ditugaskan keluar kota.

    Akhirnya tiba lah hari itu, aku sudah bersiap dengan “dandan’an”yang rapih (maklum ini kan mau tidur di rumah teman, sopan donk hehe).Namun aku tidak langsung ke rumah Toni, melainkan aku ingin mencari angin segar dan lagipula acara Sepakbola itu mulai dini hari.

    Pukul 7 malam aku sudah bersiap menanti temanku Toni untuk sekedar mencari angin dan kami pun memutuskan untuk pergi ke angkringan. disitu kami pun ngopi ngopi sambil menikmati gorengan yang ada. Setelah itu kami pun memutuskan untuk langsung pergi ke rumah Toni karena ibu nya sudah berulang kali Telpon dan sms kalau hari sudah larut malam, memang tak terasa kami nongkrong sudah 4 jam lamanya (pukul 11 malam).

    Sesampainya di rumah Toni kami pun langsung di sambut oleh ibu Mawar.

    Bu Mawar : “kemana saja kamu, jam segini baru pulang, mamah di rumah sendirian sayang, tak ada laki laki di rumah ini, jadi maaf saja kalau mamah Was Was”

    Toni : “Maaf mah, aku habis nongkrong bareng Bobby di angkringan”

    Bu Mawar : “oh”

    Aku : “maaf bu, ini semua aku yang mengatur (dengan kepala tertunduk hehe)”

    Bu Mawar : “Gpp sayang (sejak kecil memang dia memanggilku dengan kata sayang), lain kali kalau mau pergi lama bilang ibu dulu ya” Aku pun hanya mengangguk dengan sedikit senyuman.

    Saat itu Bu Mawar hanya menggunakan kaos ketat berwarna putih dan celana pendek (kira kira sepaha). Sengaja kucuri curi perhatian ke arah Payudara Bu mawar yang pada saat itu mengenakan BH berwarna hitam.

    ”Wah kenapa dengan ku, kok rasanya ada yang beda dengan bu mawar” gumamku dalam hati.

    Akhirnya kami masuk rumah, sembari kami menunggu acara bola, Toni pun memutuskan untuk tidur dulu dan minta di bangunkan oleh aku. Tiba Tiba saja aku mendadak ingin kencing, lalu kuputuskan untuk pergi ke kamar mandi, Saat itu keadaan rumah gelap karena sudah biasanya orang rumah ini tidur dengan keadaan gelap. Aku pun hanya menggunakan Senter dari HP. Aku pun tiba di depan WC, namun keadaan WC terkunci. Akhir nya aku pun mengetuk pintu WC itu dan sedikit bertanya apakah ada orang, dan ternyata Bu Mawar sedang buang air kecil. Aku pun terpaksa menunggu, namun aku sudah sangat tidak tahan, kemudian aku pun bertanya kepada Bu Mawar.

    Aku : “bu bisa cepetan dikit ga, Bobby udh g tahan nih”

    Bu Mawar : “oh iya iya”

    dan akhirnya bu Mawar keluar dari WC. Aku pun lega.

    Setelah kencing, niatku hanya langsung menuju kamar Toni, namun tanpa kusangka ternyata Bu Mawar belum beranjak dari depan pintu WC.

    Aku: “lho, ibu kok belum masuk”

    Bu Mawar : “nunggu kamu, ibu takut”
    Aku : “loh bukan nya tadi ibu berani sendirian ke WC (terheran heran).

    Bu Mawar : “gpp kok, ibu cuma ingin masuk bersama mu saja Bob (dengan sedikit senyuman)”.

    Ohhh tidak, Penisku menjadi tegang gara gara melihat Buah Dada bu Mawar yang lumayan besar yang tertutupi BH hitamnya. Aku pun menjadi pucat karena Malu kalau ketahuan Penisku ini sudah Ngaceng berat.

    Bu Mawar : “ayo masuk”

    Aku : “i..iii ya, dengan perlahan lahan aku berjalan”

    Bu Mawar : “kamu kenapa Bob (tanya bu Mawar)”

    Aku : “ehh Anu bu, Gpp kok”

    Bu Mawar pun cuek saja.

    Sesampai nya di depan kamar bu Mawar. (kamar Toni berada di depan, sedangkan kamar Orang tuanya berada di Tengah).

    Bu Mawar : “kamu mau ga temenin ibu tidur?”

    Aku pun sangat terkejut.

    Aku : “hah, apaan bu ga denger aku nya (pura pura bego)”

    Bu Mawar : “Kamu mau ga temenin Ibu Tidur, ibu takut sendirian sayang (dengan sedikit senyuman)”

    Aku : “ehhmm tapi Bu .. Toni gimana nan..”

    Bu Mawar : “sudah ayo masuk saja tidak apa apa (sambil menarik kaos ku).

    Aku sedikit gemetaran, apakah maksud bu mawar ini, dan aku pun pasrah karena tidak mungkin aku menolak nya (tdk enak gan).

    Malam itu terasa sangat panas, akhirnya aku meminta izin untuk membuka jendela ventilasi rumah

    Aku : “Bu ini Ventilasi nya di buka sedikit ya, Gerah banget”

    Bu Mawar : “oh ya sudah buka saja, senyaman mungkin lah kamu di rumah ini Bob, mumpung suami ku tidak berada di rumah”

    Aku :”hehehe iya bu (sedikit senyuman)”.

    Waktu sudah menunjukan pukul 1 malam dan sampai saat itu pun aku belum bisa tidur, dan aku juga memikirkan Toni yang ingin dibangunkan nanti jika acara bola nya sudah mulai.

    Kamar bu Mawar ini lumayan Besar, Rapih dan Bagus. Bu Mawar tidak menyarankan aku untuk menyalakan AC dan Kipas angin (aku pun hanya mengikuti saja).

    Bu Mawar : “belum tidur kamu Bob”

    Aku : “belum bu panas banget ni padahal ventilasi udah di buka, aku kira ibu sudah tidur dari tadi”

    Bu Mawar : “klo memang masih panas, di buka aja Baju nya, ibu ndak bisa tidur, insomnia mungkin”

    Aku : “emang gpp bu kalo baju Bobby ni di buka?, oh insomnia to (dengan lugu nya gan “D)”

    Bu Mawar :”gpp sayang, buka aja, buat senyaman mungkin saja, iya ibu sering insomnia ga tau kenapa, mungkin saat ini gara gara ada kamu”. Memang sebelumnya aku belum pernah tidur di rumah Bu Mawar ini.

    Aku :”oke deh.eh sekalian celana boleh ga Bu, kan gerah pake Levis”. Aku pun pura pura tidak mengerti perkataan yang tadi Bu Mawar katakan.

    Bu Mawar : “ehmm .. it’s oke”

    lalu kubuka kaos dan celana ku, kni aku hanya di balut dengan celana dalam. Tiba tiba timbul pikiran kotorku.

    Aku : “Bu apa ibu ga gerah dengan pakaian seperti itu?” tanyaku.

    Bu Mawar pun kaget.

    Bu Mawar : “sebenernya sih Gerah Bob, tapi apa engga apa apa klo ibu buka”

    Aku : “lho gpp lah bu, emg kenapa, kan ibu yang punya rumah, jadi terserah ibu donk”.

    Bu Mawar : “sekalian celana ya (sedikit kedipan mata)”

    Dibukalah baju dan celana bu Mawar.WOOOOOOOOOW dalam hati ku, tubuh nya indah banget, payudaranya juga montok, bokong nya pun kencang, maklum mereka hanya punya 1 anak yaitu cuma Toni.

    Bu Mawar : “gimana, gpp kan ? suka ga klo ibu kaya gini”

    Aku : “suka bu, cantik banget klo penampilan ibu kaya gini” Bu Mawar pun hanya tersenyum Malu mendengar perkatan ku.

    Aku : “bu, kita jangan 1 ranjang ya tidur nya”

    Bu Mawar : “engga, pokok nya 1 ranjang (dengan nada kesal mendengar perkataanku)”.

    Aku : “ya udh deh klo itu mau nya ibu”

    Bu Mawar hanya tersenyum.Kemudian kami pun langsung menuju kasur empuk dan kami hanya di balut selimut (untuk 2 orang gan). Jantung ku merasa berdebar debar, darahku serasa naik, Hangat sekali rasanya”.karena sudah memuncak, Penisku menjadi Keras dan ingin rasanya ku muncratkan sperma ku ini di payudara Bu Mawar. Karena sudah tidak tahan, ku coba untuk mengocok Penisku ini, namun secara perlahan lahan takut bu Mawar terbangun dari tidurnya. Sambil ku kocok, ku lirik payudara bu Mawar yang lumayan Besar.Shiit Dammmn tanpa kusadari ternyata bu Mawar belum tidur..

    Bu Mawar : “lagi ngapain kamu Bob (sambil tersenyum)”.

    Aku : “ehmm,,aa ann,,anuu Buu”Tegang banget disini.

    Bu Mawar :”Ibu tau kok yang Kamu Lakuin, Kamu Terangsang yah gara gara ibu memakai pakaian seperti ini”.

    Aku : “engg..ehh iyya bu sedikit”.

    Bu Mawar :”Ibu sengaja pancing kamu untuk menemani ibu tidur, Ibu sudah jarang di sentuh oleh Suami ibu”

    Aku :”ooo.h..oohh”

    Bu Mawar :”Jadi, Mau kah Kamu Bob”tanya bu Mawar padaku.

    Aku :”ehh,, Mmm MakSuud ibu ap..appa”pura pura bego.

    Bu Mawar :”udah lah jangan berlagak gitu ahh, ibu juga tau kok klo kamu…”

    Aku : “iii ..iiyaa Bbbu”.

    Tanoa Basa Basi, Bu Mawar langsung membuka Selimut yang menutupi kami berdua.Disini aku pun terus terang karena aku belum pernah melakukan hal seperti ini.

    Aku :”Bu, aa..n.u, sblumnya Bobby belum pernah ngelakuin kaya gini”.

    Bu Mawar :”ohh bagus donk, Pasti bisa banyak nih muncratnya”

    Aku :”iii.y.a bu”

    Langsung saja bu Mawar membuka celana dalam ku, dan dia pun terkejut karena ukuran Penis ku yang lumayan besar, katanya sih punya suami bu mawar ini kalah jauh.

    Bu Mawar :”suka banget sama Penis mu sayang, punya suami ibu kalah jauh”

    Aku :”eemang iya bu? (sedikit senyuman)”

    Bu Mawar : “iya donk ..”

    First, Bu Mawar langsung melumat bibir ku,.

    Bu Mawar :”ayo mainin bibir mu Bob”.

    Aku :”emmh iya bu”

    setelah 10 menit kami Berciuman, Tangan bu indah pun langsung menuju ke penisku.

    Bu Mawar :”aduuh ibu jadi geregetan, penismu bagus sekali sayang”

    Aku :”hehe”

    Bu Mawar :”ini di BJ aja dulu ya, klo baru pertana kali, biasanya ga lama”

    karena belum tau BJ, aku pun hanya mengangguk)

    Wow pintar sekali bu Mawar memainkan Penis ku, tak lama kemudian ….

    Aku :”Bu ..aaakkk…uuu”

    semakin cepat saja bu Mawar mengocok Penisku,Dannn Ahhhh, Akhir Spermaku berceceran di muka Bu Mawar.

    Aku :”makasih buu, cukup kah segini saja?”

    Dia belum menjawab pertanyaanku, karena sedang sibuk membersihkan sperma yang ada di penis dan menjilati seluruh Spermaku yang berada di Payudara nya.

    Bu Mawar :”eiits tunggu dulu donk sayang, ini mah belum apa apa”

    Aku : “maksud nya?”

    Lalu bu Mawar membuka BH dan CD nya . Dan WOW aku terkagum kagum.Tak lama kemudian Bu Mawar Duduk dan bersandar.Lalu dia menarik Kepala ku, tepat di hadapanku Vagna yang sangat bagus milik bu Mawar, Rapih gan tercuku dan masih lumayan karena jarang di sentuh suami nya.

    Bu Mawar :”Jilat Vagina Ibu Bob”

    Aku :”iya bu”

    Kemudian aku pun Menjilati Vagina Bu Mawar TERSAYANG.

    Bu Mawar :”Ahhh,, Uhhh,, “sambil menjambak rambutku. tak berapa lama, Bu Mawar menyuruh ku untuk berhenti, (shiit padahal lagi enak enaknya, tapi apa boleh buat).

    Bu Mawar :”masukin ya”

    Aku :”iya bu”

    karena baru pertama kali melakukan nya, aku pun masih kesusahan (hehe).Bu Mawar pun tersenyum melihat ku kesusahan memasukan Penisku ke dalam Lubang Vagina nya.

    Bu Mawar :”Yeee .. Susah ya?”

    Aku :”iiya nih bu,,, maap ya karena baru pertama kali”sambil tersenyum.

    Bu Mawar pun memegang penis ku, dan mengarahkan nya ke Vagina milik nya.Sleeep Akhir nya masuk juga.

    Bu Mawar :”Tekan, lalu gerakin ya Bob”.

    Aku :”iya bu, tapi sambil di ajarin ya”

    dan Bu Mawar pun Hanya mengangguk. Aku tekan tekan Penis ku dan Memain kan nya.

    Aku:”Begini bkn bu?”

    Bu Mawar :”iya sayang, nanti klo mau keluar di percepat dikit ya gerakan nya” Ahhh Ohhh ummmHHH ahhhh Anjaas ahhhh Uhhh Ummh ucap bu Mawar..

    Aku:”ahh buuu,, emmhh”

    Kemudian aku melepaskan Batang Penisku dari Vagina Bu Mawar.

    Bu Mawar :”Lho kenapa ?”

    Aku :”Ganti Posisi ya”

    Bu Mawar :”Y udh … Anal aja ya”

    aKU :”apa itu bu”

    Bu Mawar :”Kamu tusukkan Penismu ke Anus Ibu”

    Aku:”Ohh .. iya bu”

    Kemudian Bu Mawar pun membalikan Badan nya, Disini aku sudah sedikit lihai karena tadi sudah di ajarkan oleh bu Mawar. Sleeep Masuk juga.

    Aku Mainkan Penisku,

    Aku:”ahhh buu,, ummh nikmatt bu ahhh oouuhh”

    Bu Mawar:”ahhh .. terus sayang ahh woow .. buat ibu puas malam ini”

    Aku:”Buuu klo di keluarkan di dalam bagaimana?”

    Bu Mawar :”Keluarkan saja tidak apa apa .. Ouuuhh Ahhhh Emmmh Sayanngg”

    Sekitar 5 menit …..

    Aku:”Buu Akkkuuuu KelllluuArrr”

    Bu Mawar :”ahh ahhhhh ohhhhh ahhhh sayaangg emmmmhhh ahhhh”

    Crooot Croot,, spermaku pun keluar di dalam.

    Bu Mawar:”jangan di lepas, biarkan saja, tunggu mengecil sendiri”

    Aku :”Ahhhh,, Capek dan Lemes nih Bu”

    Setelah Penisku mengecil sendiri, akhir nya kucabut.Lalu Kami berdua berbaring bersama.

    Bu Mawar :”Makasih banget Bob,, malam ini ibu Puas”(kemudian mengecup bibirku).

    Aku:”Sama Sama Bu,, baru pertama kali Bobby ngelakuin kaya gini,, Makasih banget”

    Bu Mawar :”Iya sayangg”(dengan senyuman manjanya)

    Lalu Aku pun memakai Kaos dan Celana ku kembali, tapi Bu Mawar masih Berbaring di tempat tidur nya mungkin dia kelelahan.Waktu sudah menunjukan Pukul 02.00.

    Aku:”Aku ke kamar Toni dulu yah Bu, takut dia marah”

    Bu Mawar :”iya sayang, jangan bilang bilang ya (senyum gembiranya ), sini mendekat sebentar.

    Kami melakukan Kissing sekitar 5 menit, aku pun bergegas ke kamar Toni dan melambaikan tangan ku ke arah Bu Mawar, dan dia pun hanya tersenyum puas.

  • Mbak Titin Janda Beranak Satu

    Mbak Titin Janda Beranak Satu


    2015 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Mbak Titin Janda Beranak Satu ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Bermula ketika saya tiba diterminal bis di kota Bandung pukul 2 siang, meskipun bis Bandung – Jogja yang saya tumpangi baru berangkat 2 jam kemudian. Saat sedang asyik membolak-balik Taboid Olahraga kesukaan saya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 4 tahunan terjatuh didepan saya, sontak tangan ku menarik si gadis kecil itu.

    ”Makasih Dik, maklum anak kecil kerja nya lari-lari mulu” ungkap seorang wanita setengah baya seraya mengumbar senyum manisnya. Namun walau hampir kepala tiga, Mbak Titin, demikian dia memperkenalkan dirinya pada saya, masih keliatan seperti gadis muda yang lagi ranum-ranum nya…. dada gede (34B), pantat bahenol dibarengi pinggul seksi membuat ku terpaku sejenak memandanginya.

    “Maaf, boleh saya duduk disini” suara Mbak Titin dengan logat sundanya yang khas memecah ‘keheningan’ saya

    “Ssii… silakan Mbak,” balas ku sambil menggeser pantat ku dibangku ruang tunggu bis antar kota di kota kembang itu.

    “Mau kemana mbak’”saya coba membuka pembicaraan.

    “Anu… saya the mau ke jogja. Biasa beli barang-barang buat dagang. Adik mau kemana?”

    “Sama, jogja juga. Mbak sendiri?” pandangan ku melirik payudara nya yang belahan nya jelas dari kaos lumayan ketat yang dipakainya.

    “Ya, tapi ada yeyen kok” katanya sambil menunjuk si kecil yang asik dengan mainannya.

    “Saya Andi Mbak” ucapku sambil mengulurkan tangan yang langsung disambutnya dengan ramah.

    “Kalo gitu saya manggilnya mas aja ya, lebih enak kedengarannya” ungkap si mbak dengan kembali mengumbar senyum manisnya. Mungkin karena ketepatan jurusan kami sama, saya dan Mbak Titin cepat akrab, apalagi apa karna kebetulan ato gimana, kami pun duduk sebangku di bis yang memang pake formasi seat 2-2 itu.

    Dari ceritanya ku ketahui kalo Mbak Titin janda muda yang ditinggal cerai suami sejak 2 thn lalu. Untuk menyambung hidup dia berjualan pakaian dan perhiasan yang semua dibeli dari jogja. Katanya harga nya murah. Rencananya di Jogja 2-3 hari..

    Pukul 4.30 sore, bis meninggalkan terminal tersebut, sementara didalam bis kamu bertiga asyik bercengkarama, layaknya Bapak-Ibu-Anak, dan cepat akrab saya sengaja memangku si kecil Yeyen, sehingga Mbak Titin makin respek pada saya. Tak terasa, waktu terus berjaan, suasana bis begitu hening, ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam. Si kecil Yeyen dan para penumpang lain pun sudah terlelap dalam tidur.

    Sedangkan saya dan Mbak Titin masih asyik dalam obrolan kami, yang sekali-kali berbau ha-hal ‘jorok’, apalagi dengan tawa genitnya Mbak Titin sesekali mencubit mesra pinggang saya. Suasana makin mendukung karna kami duduk dibangku urutan 4 dari depan dan kebetulan lagi bangku didepan,belakang dan samping kami kosong semua.

    “Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong seandainya pengen gituan kan dah 2 taon cerainya.” tanya ku sekenanya.

    “Iiihh, si mas pikiran nya..ya gimana lagi, palingan usaha sendiri… kalo ga,ya… ini,si Yeyen yang jadi sasaran marah saya, apalagi kalo dah sampe di ubun-ubun.” jawabnya sambil tersipu malu.

    “Masa… Ga mungkin ga ada pria yang ga mau sama mbak, mbak seksi, kayak masih gadis” aku coba mengeluarkan jurus awal.

    Tiba-tiba si yeyen yang tidur pulas dipangkuan Mbak Titin, nyaris terjatuh.. sontak tangan ku menahannya dan tanpa sengaja tangan kami bertemu. Kami terdiam sambil berpandangan, sejenak kemudian tangan nya ku remas kecil dan Mbak Titin merespon sambil tersenyum.

    Tak lama kemudian dia menyandarkan kepalanya di bahu ku, tapi aku mencoba untuk tenang, karena ‘diantara’ kami masih ada si kecil yeyen yang lagi asik mimpi..ya memang ruang gerak kami terbatas malam itu. Cukup lama kami berpandangan, dan dibawah sorot lampu bis yang redup, ku beranikan mencium lembut bibir seksi janda cantik itu.

    “Ssshhh… ahhh… mas” erangnya, saat lidah ku memasuki rongga mulutnya, sementara tangan ku, walau agak sulit, karna yeyen tidur dipangkuan kami berdua, tapi aku coba meremas lembut payudara seksi nan gede itu.

    “Terus mas… enak….. ouhhhh” tangan nya dimasukin aja mas, gak keliatan kok’” rengeknya manja.

    Adegan pagut dan remas antara kami berlangsung 20 menitan dan terhenti saat yeyen terbangun…

    “Mama…, ngapain sama Om Andi” suara yeyen membuat kami segera menyudahi ‘fore play’ ini dan terpaksa semuanya serba nanggung karna setelah itu Yeyen malah ga tidur lagi.

    “Oya, ntar di Jogja tinggal dimana Mbak” tanya ku. Solaire99

    “Hotel Mas… Napa? Mas mau nemenin kami…???”

    “Bisa, ntar sekalian saya temenin belanjanya, biar gampang, ntar cari hotelnya disekitar malioboro aja.”

    Pukul 7 pagi akhirnya kami tiba di terminal Giwangan, Jogja… dari terminal kami bertiga yang mirip Bapak-Ibu dan anak ini, nyambung bis kota dan nyampai dikawasan malioboro setengah jam kemudian.. setelah muter-muter, akhirnya kami mendapatkan hotel kamar standart dengan doble bed dikawasan wisata jogja itu.

    Setelah semua beres, si room boy yang mengantar kami pamit.

    “Yeyen, mau mandi atau langsung bobo chayank?”

    “Mandi aja, Ma… Oya, Om Andi nginep bareng kita ya..?” si yeyen kecil menanyaiku

    “Ya, biar mama ada temen ngobrolnya.” jawab Mbak Titin sambil ngajak Yeyen ke kamar mandi yang ada dalam kamar. Di dalam ternyata si mbak telah melepas pakaiannya dan hanya melilitkan handuk di tubuh seksinya.

    Dengan posisi agak nungging, dengan telaten Mbak Yeyen menyabuni si Yeyen, dan karena pintu kamar mandi yang terbuka, nampak jelas cd item yang membalut pantat seksi itu. Seperti Mbak Titin sengaja memancing naluriku, karena walau tau aku bisa ‘menikmati’ pemandangan tersebut, pintu kamar mandi tidak ditutup barang sedikitpun.

    Tak lama kemudian, Yeyen yang telah selesai mandi , berlari masuk ke dalam kamar..

    “Gimana, Yeyen udah seger belom?” godaku sambil mengedipkan mata ke arah Mbak Titin

    “Seger Om…. Om mau mandi??”Belum sempat ku jawab…..

    “Ya ntar Om Mandi mandinya bareng mama, sekarang yeyen bobo ya…” celetuk Mbak Titin sambil tersenyum genit kearah ku.

    Selagi Mbak Titin menidurkan anaknya, aku yang sudah masuk ke kamar mandi melepas seluruh pakaian ku dan ‘mengurut-urut’ penis ku yang sudah tegang dari tadi. Lagi asiknya swalayan sambil berfantasi, Mbak Titin ngeloyor masuk kamar mandi.

    Aku kanget bukan kepalang..

    “Udah gak sabar ya……” godanya sambil memandagi torpedo ku yang sudah ‘on fire’

    “Haa… aaa… Mbak…” suaraku agak terbata-bata melihat Mbak Titin langsung melepas lilitan handuknya hingga terpampang payudara nya yang montok yang ternyata sudah ga dibungkus BH lagi, tapi penutup bawah nya masih utuh.

    Tanpa mempedulikan kebengongan ku, Mbak Titin langsung memelukku.

    “Jangan panggil Mbak dong. Titin aja” rengeknya manja sambil melumat bibirku dan tangan kirinya dengan lembut mengelus-elus kemaluan ku yang semakin ‘on fire’.

    Aku sudah dirasuki nafsu biarahi langsung membalas pagutan Titin dengan tatkala ganasnya. Perlahan jilatan erotis Mbak Heny turun ke leher, perut… hingga sampe dibatang kemaluan ku.

    “Berpengalaman sekali dia ini…” pikirku.

    Jilatan yang diselingi sedotan, kuluman dibatang kemaluan hingga buah pelir ku itu membuatku serasa terbang melayang-layang….

    “Ohhhh… Titin… nikkk… mat… teruss… isepppp” desahku menahan nikmatnya permainan oral janda seksi ini sambil mengelus-elus rambutnya.
    15 menit lamanya permainan dahsyat itu berlangsung hingga akhirnya aku merasa sesuatu yang ingin keluar dari penis ku.

    “Akhh… hh… aku keulu..aaarrr…” erangku diikuti semprotan sperma ku dimulut Titin yang langsung melahap semua sperma ku persis seperti anak kecil yang melahap es paddle pop sambil tersenyum ke arahku..

    Setelah suasana agak tenang, aku menarik tangan Titin untuk berdiri, dan dalam posisi sejajar sambil memeluk erat tubuh sintal janda seksi ini, mulutku langsung melumat mulut Titin sambil meremas-remas pantatnya yang padat.

    Titin membalasnya dengan pagutan yang tatkala ganas sambil tangan nya mengenggam penisku yang masih layu dan mengurut-urutnya. Dan dengan buasnya aku mengecup dan menyedot dari leher terus merambat hingga ke payudara nya yang padat berisi.

    “Oohhh.. Ndi…. ahhkkhh.” erangnya tatkala mulutku mulai bermain di ujung putingnya yang tegang dan berwarna coklat kemerahan.

    Tanpa melepas lumatan pada mulut Titin, perlahan aku mulai mengangkat tubuh sintal tersebut dan mendudukannya diatas bak mandi serta membuka lebar-lebar pahanya yang putih mulus. Tanpa dikomando aku langsung berlutut, mendekatkan wajahku kebagian perut Titin dan menjilati yang membuat Titin menggelinjang bak cacing kepanasan.

    Jilatin ku terus merambat ke bibir vagina nya yang licin tanpa sehelai bulu pun. Sesaat kemudian lidahku menjilati sambil menusuk-nusuk lubang vagina Titin, yang membuatnya mengerang histeris.

    “Ndi… sudah…. Ndi… masukinn punyamu…. aku sudah ga tahan…. ayo sayang…” pinta nya dengan nafas memburu.

    Tak lama kemudian aku berdiri dan mulai menggesek-gesekkan penis ku yang sudah tegang dan mengeras dibibir vagina Titin yang seseksi si empunya.

    “Sudah…. say…. aku ga ta.. hann… nnn… masukin..” rengek Titin dengan wajah sayu menahan geora nafsunya.

    Perlahan namun pasti penisku yang berukuran 17 cm, ku masukkan menerobos vagina Titin yang masih sempit walau sudah berstatus janda itu.

    “Pelann… dong say.. sudah 2 tahun aku gak maen..” pinta nya seraya memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri saat penisku mulai menerobos lorong nikmat itu.

    Ku biarkan penis ku tertanam di vagina Titin dan membiarkan nya menikmati sensasi yang telah dua tahun tak dia rasakan. Perlahan namun pasti aku mulai mengocok vagina janda muda ini dengan penis ku yang perkasa. Untuk memberikan sensasi yang luar biasa, aku memompa vagina Titin dengan formasi 10:1, yaitu 10 gerakan menusuk setengah vagina Titin yang diukuti dengan 1 gerakan full menusuk hingga menyentuh dinding rahimnya.

    Gerakan ini ku selingi dengan menggerakkan pantatku dengan memuter sehingga membuat Titin merasa vagina nya diubek, sungguh nikmat yang tiada tara terlihat dari desisan-desisan yang diselingi kata-kata kotor keluar dari mulutnya..

    “Ouggghh…. kontolmu enak say… entot Titin terus say… nikmat” rintihnya sambil mengimbangi gerakanku dengan memaju-mundurkan pantatnya.

    Tiga puluh menit berlalu, Titin sepertinya akan mencapai orgasmenya yang pertama. Tangan nya dengan kuat mencengkram punggung ku seolah meminta sodokan yang lebih dalam di vaginanya. Titin menganggkat pinggulnya tinggi-tinggi dan menggelinjang hebat, sementara aku semakin cepat menghujam kan penisku di vagina Titin…

    “Ooouhhh…. aaahhhh…. hhh…” erang Titin saat puncak kenikmatan itu dia dapatkan..

    Sejenak Mbak Titin kubiarkan menikmati multi orgasme yang baru saja dia dapatkan. Tak lama kemudian tubuh sintal Mbak Titin ku bopong berdiri dan kusandarkan membelakangi ku ke dinding kamar mandi.

    Sambil menciumi tengkuk bagian belakang nya, perlahan tangan ku membelai dan mengelus paha mulus Mbak Titin hingga tangan ku menyentuh dan meremas kemaluan nya dari belakang, membuat nafsu birahinya bangkit kembali. Rangsangan ini ku lakukan hingga aku persis berjongkok dibelakang Titin.

    Apalagi setelah jilatan merambat naik ke vagina Mbak Titin dan mengobok-obok vagina yang semakin menyemburkan aroma khas. Tak cukup sampai disitu, wajahku ku dekatkan kebelahan pantat montok itu dan mulai mengecup dan menjilati belahan itu hingga akhirnya Mbak Titin seakan tersentak kaget kala aku menjulurkan dan menjilati lubang anus nya, sepertinya baru kali ini bokong seksi dan anusnya dijilati.

    “Ouhh…. aakhh… ssstt…. jorok say…. apa kamu lakukan… jilat memek titin aja..” celotehnya .

    Sepuluh menit berlalu, aku kemudian berdiri dan menarik pantat montok nan seksi itu kebelakang dan penisku yang semakin tegang itu ku gosok-gosokan disekitar anus Titin…

    “Ouh… ca… kittt… say… jangan disitu, Titin lom pernah say…” rengeknya sambil menahan saat perlahan penisku menerobos masuk anusnya.

    Setelah sepenuhnya penisku tertelan anus Titin, ku diamkan beberapa saat untuk beradaptasi seraya tangan ku meremas-remas kedua payudaranya yang menggantung indah dan menciumi tengkuk hingga leher belakang dan sampai ke daun telinga nya.

    “Nikk… matt… say..” hanya itu yang keluar dari mulut seksi Titin.

    Merasa cukup, aku mulai memaju mundurkan penis ku secara perlahan mengingat baru kali ini anusnya dimasuki penis laki-laki. Setelah beberapa gerakan kelihatan rasa sakit dan perih yang dirasakannya tadi sudah berganti dengan rasa nikmat tiada tara.

    Perlahan Mbak Titin mulai mengimbangi gerakan ku dengan goyangan saat penis ku semakin memompa anusnya, sambil tangan kananku mengobok-obok vagina nya yang nganggur.

    “Aahhh… ooohhh… laur biasa say… nikmat…” Desah Titin menahan nikmatnya permainan duniawi ini. 30 menit berlalu dan aku merasa puas mempermainkan anus Mbak Titin, perlahan ku tarik penisku dan mengarahkan nya secara perlahan ke vagina, dan memulai mengobok-obok vagina itu lagi.

    20 menit kemudian aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari penisku, hingga aku semakin mempercepat gerakan sodokan ku yang semakin diimbangi Titin yang sepertinya juga akan mendapatkan orgamasme keduanya.

    Diiringa lolongan panjang kami yang hampir bersamaan, secara bersamaan pula cairan hangat dan kental dari penisku dan vagina Titin bertemu di lorong nikmat Titin.. Nikmatnya tiada tara, sensasi yang tiada duanya..

    Tak lama berselang, aku menarik penisku dan mendekatkan nya ke mulut Mbak Tiitn yang langsung dijilatinya hingga sisa-sisa sperma yang masih ada dipenisku dijalatinya dengan rakus.

    “Tak kusangka mas sehebat ini.. baru kali ini aku merasa sepuas ini. Badan kecil tapi tenaganya luar biasa. Aku mau mas… aku mau kamu mas…” puji Mbak Titin padaku dengan pancaran wajah penuh kepuasan tiada tara…

    Sesaat kemudian kami saling membersihkan diri satu dengan lainnya, sambil tentunya sambil saling remas. Saat keluar mandi terihat Yeyen masih terdidur pulas, sepuas mama nya yang baru saja ku ‘embat’.

    Setelah Yeyen bangun, kami bertiga jalan-jalan disekitar malioboro hingga malam. Pukul 9 malam kami tiba di hotel, namun kali ini sambil memandikan Yeyen, Mbak Titin tampaknya sekalian mandi.. Saat keluar kamar mandi tanpa sungkan wanita sunda ini melepas handuknya untuk selanjutnya mengenakan daster tipis yang tadi baru kami beli dari salah satu toko di kawasan malioboro.

    “Mas.. mandi dulu gih..” ungkapnya saat aku mendekatkan diri dan mengecup lembut bibirnya yang langsung disambutnya.

    “Iihh.. mama dan om Andi, ngapain..?” protes si kecil yeyen saat kami sesaat berpagutan didepan meja hias yang tersedia di kamar hotel itu.

    Setelah aku selesai mandi, ku lihat Titin lagi ngeloni Yeyen, dan tampaknya kedua ibu-anak ini kecapean setalah jalan-jalan disekitar malioboro.

    Akhirnya ku biarkan Titin tidur dan aku gak ngantuk sama sekali mencoba mengisi waktu dengan menyaksikan live liga Inggris yang waktu itu ketepatan menyajikan big match .. Jam 12 malam lebih saat tayangan bola rampung, perlahan aku mendekati Titin dan mulai membelai-belai betis indah janda muda itu dari balik daster tipisnya hingga nyampe pangkal pahanya.

    Ketika tanganku mulai mengusap-usap vagina, Titin terbangun. Ku ajak dia pindah ke bed satunya, sambil ku lucuti daster tipis yang didalamnya tanpa beha tersebut. Dengan hanya menggunakan CD tipis berwarna krem, tubuh bahenol itu ku bopong dan ku lentang kan di ranjang satunya, agar kami lebih leluasa dan si Yeyen kecil bisa tidur tenang. Sambil menindihnya, ku remas dan kecup puting payudara putih dan montok itu.

    “Aahhh…. mas…” erangnya manja.

    Jilatan ku terus merambah menikmati inci per inci tubuh seksi itu hingga sampe di gundukan nikmat tanpa sehelai rambut pun.. Hampir 20 menit lidah ku bermain dibagian sensitive itu, hingga akhirnya..

    “Ayo dong mas… cepeten masukin… dah ga tahan nih…”

    Perlahan kusapukan penis ku di vagina mungil itu. kelihatan sekali Titin menahan napas sambil memejamkan mata nya dengan sayu dan menggigit bibir bawahnya. Akhirnya burung ku masuk ‘sarang’. Ku pertahankan posisi itu beberapa saat, dan setelah agak tenang aku mulai menyodok perlahan vagina yang semakin basah itu.

    Erangan dan desahan nikmat yang keluar dari mulut seksi janda sintal ini, menandakan dia sangat menikmati permainan duniawi ini.. Tanpa malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi kata-kata kotor yang membangkitkan gairah.. Sementara di bed sebelahnya si kecil Yeyen masih tertidur pulas..

    Titin, si Jada seksi yang lagi, ku garap seakan tidak memperdulikan keberadaan putrinya si kecil, Yeyen..

    25 menit-an kami ‘bertempur’ dalam posisi konvensional itu, perlahan ku angkat tubuh Mbak Titin hingga kini dia posisinya diatas. Posisi yang nikmat, karna selain menikmati memek nya aku juga bisa dengan leluasa meremas, mencium dan sesekali mengulum payudara montok yang ber-ayun dengan indah itu.. baru 15 menit,tiba-tiba tubuh Titin mengejang diikuti lenguhan panjang..

    “Aaaacchh…. aauugghh… Ann.. ddii.. aakku.. kkeelluaa.. aa.. rr…”

    Tak lama Titin menghempaskan tubuhnya di dada ku, seraya mulut kami berpagutan mesra. 5 menit lama nya ku biarkan dia menikmati orgasme nya. Beberapa saat, karna aku belum apa-apa, aku minta Titin menungging karna aku pengen menikmati nya dengan posisi dogstyle..

    Dalam posisi nungging keliatan jelas pantat indah janda kota kembang ini.. Perlahan ku kecup dan jilati belahan pantat seksi itu. Secara perlahan jilatan ku sampe ke vagina mungilnya, Titin menggelinjang dan menggelengkan-gelengkan kepalanya menahan nikmat.. disaat itu, tanpa kami sadari.. si kecil Yeyen bangun dan menghampiri kami.

    “Om Andi.. ngapain cium pantat mama..” selidiknya sambil terus mendekat memperhatikan memek mama nya yang ku lahap habis..

    “Adek tenang aja ya.. jangan ganggu Om Andi… Mama lagi maen dokter-dokteran dengan Om Andi. Ntar mam mau di cuntik .. Yeyen diem aja ya…” Titin coba menenangkan gadis kecil itu..

    “Ehmm.,.. hayo Om… cuntik Mama Yeyen cekaaa.. lang Om.. dah ga tahan neh..” rengek Titin.. sedangkan si Yeyen terlihat duduk manis dipinggiran bed satunya, siap menyaksikan adegan yang semestinya belum pantas dia saksikan..

    Perlahan penis ku yang sudah on fire ku gosok-gosokkan dari lubang memek Titin hingga menyentuh anusnya, dari arah memek hingga lubang anusnya. Dan karena tak tega menyaksikan Titin semakin meracau dan merengek minta segera di ’suntik’, secara perlahan ku arahkan penis ku ke liang senggama nya yang licin oleh cairan vagina nya..


    “Om, kok Mama Yeyen dicuntik pake burung Om..” protes si kecil yang belum ngerti apa-apa itu.

    “Aauhh… ahh….. lebih dalam Mass.. sss.. Ann.. dddi..” pinta Titin dalam erangan dan desahan nikmat nya tanpa mempedulikan keberadaan Yeyen yang terlihat bingung melihat mama nya, antara kesakitan atau menahan nikmat.

    30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari ujung penis ku. Agar lebih nikmat, ku putar tubuh sintal janda kembang ini tanpa mencabut penis ku hingga kami kembali paad posisi konvesional.

    “Ti… tiiinn.. aku mau keluar” erang ku mencoba menahan muntahan lahar nikmat yang semakin mendesak ini…

    “Ntar.. Masss.. ss.. tahann… kita bareng…” Erangnya dengan mata terpejam seraya menggigit kedua bibirnya menahan genjotan ku yang semakin kencang di vaginanya..

    Kedua tangan nya mencengkram punggung ku, dan dadanya diangkat membusung, seluruh badannya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang kami berdua.

    “Aaaccchhh…. aaauuggghh…” Maniku dan mani nya akhirnya bertemu di lorong kenikmatan itu sementara bibir kami berpagut mesra dan tangan kanan ku meremas payudara nya yang mengecang saat kami orgasme bareng tadi. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, kami masih berciuman mesra sambil berpelukan mesra, sementara penisku masih ‘tertanam’ di memeknya.

    Sadar dari tadi Yeyen terus memperhatikan kami, Titin dengan wajahnya yang penuh kepuasan sejati, mengedipkan matanya seraya melihat ke arah Yeyen sambil tersenyum manis.. dan aku pun menghempaskan tubuh ku disampingnya, dan saat penis ku akan ku cabut..

    “Nggak usah Mas.. biarin aja dulu di dalem..” rengeknya manja dan segera ku hadiahi ciuman mesra di keningnya.. Tak lama kemudian Yeyen mendekati kami yang baru saja permainan ranjang yang begitu dahsyat..

    Hari berikutnya selama Ibu dan anak ini di Jogja, kami terus melakukan hubungan seks ini, dengan berbagai variasi dan teknik yang lebih mesra.. bahkan kadang kami melakukan nya di kamar mandi saat mandi.. Malahan kami tak peduli lagi dengan keberadaan Yeyen. Titin juga tak segan mengoral penis ku dihadapan Yeyen..

    Liburan tahun baru lalu aku mendatangi nya di Bandung dan menginap selama se minggu lebih di rumah Janda seksi itu.. kepada tetangga sekitar dia mengenalkan aku sebagai keponakan jauhnya.. Dan yang paling penting, kami menghabiskan waktu dengan bermain seks sepuasnya, apalagi si kecil Yeyen telah dia titipkan ditempat orang tuanya di karawang, sedang selama aku disana, dia sengaja meliburkan pembantu nya..

    Begitulah kisah seks ku dengan Titin, si janda seksi.. Dan pembaca, entah kenapa, sejak saat itu, untuk urusan seks aku merasa lebih menikmati permainan dengan wanita setengah baya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Aku Dan Mamah Ku Bermain Lebih di Hotel Sepulang Dari Bandung

    Cerita Sex Aku Dan Mamah Ku Bermain Lebih di Hotel Sepulang Dari Bandung


    2014 views

    Perawanku– Cerita Sex Aku Dan Jumat siang, sepulang dari kuliah, saya di ajak ibu kepesta perkawinan keluarga diluar kota, yang jaraknya lebih kurang 200 km atau 4 jam perjalanan mobil bila tak akan macet melalui Puncak. Pesta keluarga gagasannya dilangsungkan sebentar Malam jam 19. 00. hingga usai. serta diprediksikan jam 22. 00 juga akan usai serta segera pulang sekali lagi ke tempat tinggal di Jakarta. Sesampai ditempat Pesta.. beberapa teman dekat serta keluarga banyak yang kagum pada kecantikan Ibu. Jadi ada yang bercanda kalau pasangan Kami (saya serta Ibu Kandungku) yaitu seperti pasangan suami isteri yang begitu cocok. Pokoknya di antara Keluarga serta teman dekat, kami lah sebagai konsentrasi pandang. Lebih wow… dibanding mereka yang sesaat duduk dipelaminan malam itu.

    Narasi Sex Memanglah Kecantikan ibu tak ada duannya, lebih dari kecantikan tamu2 sepantarannya yang ada jadi masih tetap lebih cantik serta seksi dibanding Ibu-Ibu 10 th. lebih gampang dari Ibu, walaupun juga sesungguhnya Ibuku telah termasuk usia 40 th.. Ibu senantiasa melindungi kesehatan serta tidak sempat melupakan senam, Bila di rumah senantiasa menjaga badannya, supaya tetaplah fit, cantik serta seksi.
    Pas jam 22. 00, kami pamitan untuk pulang, maklum tempat tinggal sangat jauh apabila tak ada rintangan mungkin saja sampainya di rumah telah larut malam atau jam 02 Pagi….. persisnya 1/2 jam lalu pk 22. 30, kami sudah meninggalkan tempat pesta serta saya segera menancap mobil untuk pulang. dalam perjalanan tiba ibu mengingatkanku.. hati2.. janganlah sangat kencang.. sayang!!!, jalannya begitu licin”, benar kata Ibu, karna hujan yang turun mulai deras, mana sekali lagi mendekati puncak makin berkabut. Sebagian waktu lalu, Tiba2 stir mobil kurasakan begitu berat, ” Aduh Mamai…, Ban Mobilnya Kempes…”, dengan refleks Ibuku menjawwabnya ” Cepat pinggirkan mobil kehalaman hotel paling dekat … nanti tidak keburu … dapat —bisa kita ngadat di jalan.. mana hujan deras lagi”… iya Mam “jawabku singkat … sembari berbelok masuk satu diantara hotel berbintang yang berada di Kaki Lereng …Puncak.
    Sebelumnya kami keluar dari mobil, Ibuku berkata, .. ” Sayang, bila Ban Mobilnya Kempes serta tidak dapat ditolong lagi…, kita mesti bermalam di Hotel ini, Besok pagi saja perjalanan kita teruskan”, serta memanglah kondisi yang mengharuskan kami untuk berkunjung bermalam…di hotel berdua dengan mama
    Kami berdua dijemput serta diantar ke Resepsionis serta untuk kurangi keraguan, Ibuku segera mencatat jati diri kami berdua jadi suami isteri, Ibu mengerling kepadaku.. sembari keluarkan Kredite Cardnya untuk digesek jadi jaminan nginap hotel 1 Malam.
    Setiba di Kamar, .. ibu segera tersenyum manis serta berkata.. ” Sayang… janganlah macam2 yah!!!, meskipun di tempat pesta barusan malam, mereka bercanda katakan kita seperti pasangan suami isteri serta di resepsionis, ibu juga menyebutkan kita suami isteri, namun anda tetaplah anak ibu.. tidak bisa macam2 sama ibu. yah!! .. spontan saya menjawab ” OK!! Mam.., sayang yang cantik ”. Tak tahu dari tempat mana datangnya keberanianku untuk merayu Ibuku, meskipun itu saya berikan dengan bercanda … namun bila dipikir, wah dapat berabe juga.. sekamar di Hotel dengan Ibu Kandung yang cantik serta seksi.. tentu sangkaan orang bila bukanlah Suami Isteri yang kemalaman pastinya peselingku yang kaya, serta yang pasti pastinya mereka memakai saat yang begitu panjang untuk bersetubuh.., atau bersanggamah atau ngentot.. sepuas-puasnya, tak ada sangkaan ketiganya…
    Fikir2 praduga orang, tidak merasa Yuniorku menegang.. semakin kencang.. sepertinya setan setan berahi mulai kuasai fikiranku…membuatku nyaris salah tingkah…, tiba2 Ibuku berkata ” Ibu Ingin Mandi dahulu yah.., tolong bukakan korset mama”, wowww.. setan penggoda semakin kuat, ” iya.. iya.. Mam” sahutku agak bergetar, sembari buka korset Ibu serta tak tahu mengapa, saya coba melirik ke buah dadanya dari samping belakang, dalam hatiku berkata, meskipun ibu tidak memakai korset namun cetakan badannya begitu prima, Pinggang yang ramping bak pinggang anak perawan yang dibarengi dengan pinggul lebar yang begitu cocok dengan benjolan buah dada yang masih tetap tegak menantang kedepan, ditambah sekali lagi kulit Ibu putih tidak bernoda begitu halus serta harum…, Pastinya semuanya lelaki menginginkan nikmati keindahan serta kesempurnaan alam yang ada pada Mama…tanpa terkecuali termasuk juga saya, anak kandungnya…. Agen Obat Kuat Pasutri
    Pada saat ibu di kamar mandi.. terdengar sayup sayup riak air di Bak Mandi yang bersentuhan dengan badan montok ibu yang telanjang bulat, tidak merasa tanganku mulai memegan siyunior yang mulai tidak bisa dikendalikan serta tiba2 terdengar teriakan perlahan-lahan Ibu ” sayang… anda juga mandi ya!! airnya Nyaman serta hangat “ jawabku ” nanti Mam ”, ” Iya donk, masa sich mandi bareng? ” lantas senyap…, fikirku.. apa ini signyal plus dari ibu???, atau cuma karna canda Ibu???, tidak merasa.. genggaman pada Yuniorku semakin kencang, “Sabar yah yunior.. anda nanti saya input di memeknya ibu ” gumanku dengan fikiran mulai kurang ajar serta kotor…
    Tak lama kemudian, Ibu keluar dari kamar mandi, serta badan ibu cuma dililit ketat oleh selembar handuk hanya 1/2 buah dada ibu ke bawah hingga sejengkal di atas lutut, Karna suhu kamar begitu sejuk, sembari lari kecil.. Ibu menuju spring bed segera masuk dalam selimut yang tidak tipis, lantas ibu berkata ” Gantian mandinya… ibu ingin tidur duluan “, serta saya segera menjawabnya ” tidak jadi mandi Mam.., pagi saja sekalian…” jawabku singkat, karna jawaban ini telah saya buat persiapan supaya cepat2 dapat tidur dengan kata lain lebih cepat tidur di samping Mamaku, ” Terserah anda aja… tapi bila bau janganlah baring selain Ibu ya?? ”
    Saya terlewat kurang lebih 10 menit sesudah nafas ibu seperti mulai teratur dengan kata lain tidur… perlahan-lahan tempat saya naik ke pembaringan selain kiri ibu, maksud saya untuk ikut pula masuk di balik selimut, saya tarik serta simak sedikit selimut yang hanya satu juga akan kami gunakan berdua, namun tiba2 ibu mengeliat mungkin saja merasa hembusan dingin karena selimut yang menutupi badannya tersinkap sedikit.., terlihat ibu tidur di bawah selimut tanpa ada kenakan sehelai kain dengan kata lain telanjang bulat, karna kami memanglah tidak menyiapkan baju tidur, ibu tidur miring membelakan disamping kanan, perlahan-lahan saya masuk di balik selimut selain kiri ibu yang telanjang, serta tak lama kemudian lalu,
    Cerita Sex Aku Dan Mamah Ku Bermain Lebih di Hotel Sepulang Dari Bandung

    Cerita Sex Aku Dan Mamah Ku Bermain Lebih di Hotel Sepulang Dari Bandung

    ibu membalikan badannya serta berwajah nyaris menyentuh wajahku, kutatap matanya yang tertutup indah, bibir yang tidak tebal merekah menantang, hidung kecil yang mancung.., kuberanikan serta kucoleng perlahan-lahan hidung ibu, namun tidak ada reaksi, kulanjutkan untuk menarik kebawah bibir ibu yang tidak tebal, supaya terlihat gigi yang putih rapi berjajar, juga tidak ada reaksi dari ibu, serta pada akhirnya dengan berdebar-debar kurapatkan mulutku serta kukecup bibir ibu, mulai desak nafas ibu sedikit terganggu, mungkin saja terhambat dengan hidungku pada akhirnya ibu buka sedikit mulutnya, tanpa ada kuberi peluang menutupnya, kusedot lidahnya, serta rupanya mamaku dalam tidurnya juga membalas ciumanku…,
    serta setelah itu kwalitas keberanianku kutambah dengan mulai memeluk serta memutari tubuh ibu dengan lenganku, reaksipun datang dengan semakin merapatnya badan ibu yang mungil serta telanjang ini kedadaku, paha ibu mulai menyerang serta menyentuh yuniorku yang beralih jadi Yunior yang kenyal serta berdiameter sebesar pergelangan tangan ibu, pelukan ibu mulai mengencang, mungkin saja punya maksud menarik object yang lebih hangat yang ada pada tubuhku, kondisi ini membuatku semakin kesurupan, tangan kiriku mulai mengerayangi pingul ibu, turun kebawah sisi bokongnya, selalu turun serta berputar-putar kedepan lebih kebawah sekali lagi, serta pada akhirnya hingga kebulu pubis ibu yang begitu halus, kutelusuri bibir vagina ibu serta pada akhirnya jari telunjukku mengelitik klitorisnya…,
    Ibu mulai berekasi, ke-2 paha ibu menjepit, tangan kanannya mencakar punggungku dengan kuku ibu yang tajam, mungkin saja ini dalah refleks karena sesutu yang masuk vaginanya, cuma ibu yang tahu, badan ibu saya dorong supaya sedikit terlentang serta awalilah saya menindis 1/2 badan ibu terlebih buah dada kiri ibu dengan badanku, paha kiri ibu dengan paha kiriku, serta tangan kananku mulai saya aktifkan dari belakan leher ibu untuk mengerayangi buah dada kanan ibu, bibir ibu serta bibirku membuat satu ruangan serta ke-2 lidah kami sama-sama menggelitik, nafas ibu semakin memburu, saya semakin kesurupan serta menyerang, karena semakin kerasnya remasan tangan kananku ditetek kanan ibu serta jari telunjuk kiriku yang mengelitik klitoris ibu yang mulai memanas serta keluarkan lendir membasahi vagina ibu, pada akhirnya ibu tersentak
    ” Hey… anda ngapain Mama…ini tidak bisa Ar…!!, “kata Ibu kaget serta geram, jawabku sembari gemetar serta bernafsu campur aduk, ” saya tidak dapat tidur mam…, terlebih seranjang dengan ibu yang sekali lagi telanjang bulat” ” ohw.. demikian yach … ibu terdiam agak lama lantas membalik membelakangiku, sambungnya “tetapi Janganlah kasar gitu donk!! ” lantas Ibu terdiam lagi…namun napasnya masih tetap memburu serta bergetar, berikut kalimat ibu yang kurang saya tahu, apakah perbuatan saya barusan dibenarkan namun tidak bisa kasar atau??? apa yach…. Saya tidak berani sekali lagi ngomong macam2.. serta jawabku singkat “Maaf Mama” sembari memandang punggung ibu yang masih tetap agak bergetar, tak tahu sebagian lama kami terdiam berdua tiba2 Ibu Membalik sembari berkata.. ”kalau anda pingin bercinta dengan ibu mesti lembut serta perlahan saja.. kan banyak waktu”,
    sambungnya sekali lagi “Kamu Anak Nakal bisa peluk serta mencium Ibu, pokoknya badan ibu malam hari ini kuserahkan semua padamu terkecuali yang satu ini, yakni Yuniormu yang gede ini dilarang keras masuk vaginanya mama”, sembari ibu memegang Yuniorku serta menarik serta menyapu kepermukaan vaginannya. ” tapi malah hanya yang satu ini punya ibu yang paling nikmat ” sebagai memprotes, serta mulai berani, “siapa yang katakan anak ****** ”, Ibu mulai menindih badanku serta menciumku, Kubalas ciuman Ibu, wow… begitu nikmat dibanding saat saya mencium ibu dalam kondisi tertidur, namun kesempatan ini dengan sadar sesadarnya, malah ibu mulai meransang, sembari melemparkan selimut kelantai, jadinya kami benar – benar telanjang bulat di udara kamar yang sejuk di atas ranjang.
    Cerita Sex Aku Dan Kami berciuman serta berpelukan telanjang bulat dengan Ibu, begitu lembut serta perlahan, rupanya ibu sangat menikmatinya, Napas Kami mulai memburu, kadang-kadang Ibu mengeram serta menggeliat jika kusentuh serta kupelintir halus putting teteknya.. Auhh!!, janganlah disitu Ar..!!, Ibu tidak tahan… sayannngggg, keluh Ibu panjang…, “tetapi enak kan Mam!! ” Aiii!!! …Mama semakin kesurupan.. serta berusaha memperoleh Yuniorku.. yang semakin kaku serta jadi membesar Maksimum…
    Pada saat Ibu menggenggam Yuniorku, Badan Ibu kudorong jadi terlentang serta dan kutindih dengan tubuhku.. Mulut Kami semakin menyatu, kupeluk erat badan Ibu yang mungil, serta Yuniorku kuarahkan ke Vagina Ibu, namun Ibu tetaplah menggenggam yuniorku, cuma menggosokian kepala yuniorku ke Mulut Vaginanya yang mulai berlendir.
    Kadang-kadang Kepalanya telah masuk 1/2 namun Ibu, keluarkan nya lagi… Karna saya tidak tahan sekali lagi perlakuan Ibu seperti ini…Kutarik Tangan Ibu yang menggenggam yuniorku supaya lepas.. rupanya usahaku ini cukup berhasil serta secara cepat kuselipkan dalam Vagina Ibu, Merasa Vaginanya begitu licin, menggesek serta berlendir dan berdenyut menjepit…Aowww…!!! Teriak Ibu, Kugocok Vagina Ibu serta ibu menyeimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang tidak karuan… namun baru 2-3 kali gocokan, tiba2 Ibu dengan kemampuan penuh… menaikan bokongnya tinggi-tinggi serta menggessernya jauh kesamping pada akhirnya yuniorku lepas dari vaginannya.. clukppp …”Aiii!!! …kenapa dikeluarin Mam…”, “Nggak… bisa sayang.. ”.
    Cerita Sex Aku Dan Tiba tiba Ibu mulai bangun lalu membawa selangkangnya ke wajahku persis mulut vaginanya bertemu dengan mulutku, ibu mulai menunduk serta mencapai Yuniorku serta memasukan ke mulutnya serta melumutnya, kadang-kadang Yuniorku digigitnya perlahan2 sembari bertukaran dengan bibir yang lembut serta hangat, yang paling mengasikan bila kepala Yuniorku digelitik dengan lidah ibu, demikian halnya klitoris ibu, saya gelitik dengan ujung lidahku, kadang-kadang ibu hilang kontrol, mendengus menaikkan gocokan serta lilitan lidahnya di kepala Yuniorku, kadang-kadang sangkin bernafsunya juga ibu, tangannya turut juga meramas biji pelirku… serta semua berjalan sama-sama kerja sama menolong masing masing menjangkau puncak birahi yang buat lupa segala-galanya kalau berbuatan bersanggamah dengan ibu kandung yang orang katakan begitu tabu, namun malah begitu mengasikkankan serta tambah lebih nikmat dengan memek manapun…. didunia ini.
    Ibu semakin hilang ingatan mengocok Yuniorku, serta pada akhirnya, saya tidak tahan lagi…cepat donk mama… masukkin dalam memek ibu.., aowww…cret…. cret.. sabar sayang…kata ibu kesurupan mempermainkan air maniku sembari menggosokkannya di-kedua buah dadanya…
    Ibu juga tidak tahan sayang…., Sesaat kemudian ibu bertukar tempat, duduk persis di atas selangkangku persis tempat Yuniorku bertemu segera dengan vagina ibu, ibu membimbingnya dengan begitu mudah masuk liang sanggamanya serta menjepitnya…wow…wow…. satu kesenangan yang begitu susah dilukiskan dengan kata2, tak ada sekali lagi kesenangan yang lebih dari kesenangan pada saat Yuniorku dijepit serta dikocok oleh vagina ibu, pinggul ibu naik turun mengakibatkan Yuniorku masuk semakin dalam basic vagina ibu, …, saya tidak mau kesenangan ini berjalan cepat, saya turun dari pembaringan, menggendong ibu sampil masih tetap menempelkan Yuniorku dalam vagina ibu,
    kugoyang2 badan ibu yang mungil, ibu semakin kesurupan…dan juga rasakan kesenangan yang tidak ada tarnya…mata ibu mulai terpejam… sembari berdengus ach–ach… ibu tidak tahan sekali lagi, minta di turunkan untuk akhiri permainan ini…” sayang… turunkan ibu.. tancapkan Yuniormu sayang lebih dalam.. ”, kubaringkan badan ibu, kuperberat tekanan Yuniorku masuk ke vagina ibu, ibu menjepit semakin kencang.. vagina ibu semakin berdenyut2… serta pada akhirnya pelukan kami berdua semakin kencang, ibu seolah juga akan menggantung ditubuhku lekat serta begitu erat …cret–cret… serta rintihan kesenangan ibu bercampur aduk dangan beranganku… semua selesai membawa kami berdua ke langit ketujuh…
    Sesudah ledakan kesenangan birahi bersanggamah dengan ibu yang menghamburkan air mani kami berdua tercecer kemana saja buat kami berpelukan lemas serta penuh kebahagian… serta pada akhirnya jam didinding hotel sudah memberikan jam 03 pagi. yang pada akhirnya kami berdua tertidur kelelahan dalam kondisi telanjang bulat berpelukan seperti bayi yang baru lahir…
    Esok harinya Ibu serta Yuniorku keduluan terjaga…, Ibu sembari memelukku, menjepit hidungku hingga saya susah bernafas serta pada akhirnya saya juga terbangun…, Selamat Pagi Anak Nakal…sambut Ibu sembari tersenyum manis…, tidak kusiasiakan Peluang ini, kutarik badan Ibu persis menindih badanku, Kuraih muka Ibu serta kulemut bibirnya yang tipis…, Ibu juga bereaksi menyongsong.. jadi dalam tempat badannya menindih badanku… berupaya memasukan Yuniorku ke Vaginanya…
    Kelihatannya Napsu Birahi Ibu semakin jadi jadi sesudah bersanggama, tidur istirahat semalam.. kusambut kebinalan Ibu serta tiba –tiba Ibu hentikan pergerakannya sembari berkata.. Ar, Anda belajar dari tempat mana kurang ajar setubuhi Ibu. sebelumnya saya menjawab, Ibu mengencangkan otot Vaginanya.. buat yuniorku semakin kelelap.. “Kan Ibu yang ajarin…” jawabku singkat sembari membalikan badan Ibu jadi tertelungkup.., kuangkat pinggul Ibu sedikit meninggi serta kuarahkan yuniorku ke Vagina Ibu dari belakang.. Kembali terdengar berangan Ibu.. “Jangan gini Ar.. oww!!, namun goyangan Maya malah mensupport serta menyongsong.. Kugocok Vagina Ibu dari belakang…agar tidak terepas ke-2 tanganku menggenggam pinggulnya.. Ibu semakin menggelapar.., serta kocokanku semakin kencang …, badan Ibu terangkat mengakibatkan buah dadanya bergelantungan bergoyang selaras tumbukan Yuniorku ke Vaginanya,
    mendadak ibu mencapai ke-2 tanganku serta membawa ke gundukan buah dadanya…dan Ibu mengeram histeris namun suaranya teredam karna Muka ibu dibenamkan dikasur.. Dalam sebagian waktu lalu, kami berdua ambil tempat duduk bertemu.. tepanya Ibu duduk di atas selanggkangku.. dengan Vaginanya tetap masih menjepit yuniorku…, Ibu menaik-turunkan bokongnya sembari mendengus serta saya menjilat leher Ibu sembari meremas ke-2 buah dadanya…. Serta pada akhirnya kami alami orgasme dalam tempat duduk..
    Kami duduk terdiam, berpelukan, sama-sama memandang, ibu tersenyum manis…, sembari kukecup bibir ibu, kubaringkan badan Ibu perlahan-lahan… dengan tidak melepas yuniorku di dalam vagina Ibu serta pelukanku… “ Ibu..!!, ada satu keinginan Anakmu yang Nakal ini”, “apa sayang!! ” sela ibu, “ Saya sayang Ibu serta saya begitu menyukai Ibu, …Maukah Ibu jadi isteriku selamanya?? ” Hilang ingatan Anda Ar.. Mana Ada Anak memperisteri Ibu Kandungnya” jawab Ibu sembari tersenyum “, “tetapi anda bisa setubuhi Ibu kapan anda ingin, seandainya Ayahmu tidak tau” sambungnya..
    Sepanjang hamper sejam, kami berdua masih tetap berbaring serta bercinta dengan kondisi telanjang bulat, saya berbaring terlentang sembari membelai rambut Ibu yang acak2akan, Ibu berbaring tertelungkup dengan kepala bertumpu didadaku, berwajah menengadah keatas begitu dekat dengan wajahku, hingga nafas kami berdua sama-sama menyatu, tangan kiriku membelai badan Ibu yang mungil, hingga kepinggang, kadang-kadang kuelus buluh pubis Ibu yang halus serta pahanya yang begitu Mulus, Mamapun tidak henti2nya mengelus yuniorku, seolah tidak akan ikhlas jika benda yang bulat panjang ini yang sudah membuatnya jadi setan histeris juga akan mengkerut.
    Cerita Sex Aku Dan Narasi kami kami berdua dipenuhi dengan kalimat cinta birahi serta jenis atau style bersetubuh, serta pada akhirnya Ibu memohon ”Gendong Ibu ke Kamar Mandi Sayang”
    Dikamar Mandi, badan kami berdua sama-sama menempel selalu …, Ibu tidak sempat melepas ciumannya, pada saat Mandipun kami bersetubuh berdiri, satu kesenangan tersendir yang ibu belum juga sempat merasakannya yakni Tubuh kami lumuri sabun cair hingga begitu licin, Ibu menjangkau orgasme pada saat saya menggendong serta menyetubuhinya sembari berdiri.. tawa cekikan serta teriakan kesenangan dan kebahagian birahi ibu mengaun dikamar mandi. Dibak Mandi yang sempitpun Kami Mandi berdua meneruskan sesi tersebut.. serta pada akhirnya Ibu juga orgasme ke-2 kalinya di Bak Mandi. Di dalam air yang dipenuhi busa sabun serta birahi.
    Sangking Gilanya Kami berdua, Kami keluar dari kamar mandi tetap dalam kondisi telanjang bulat serta berpelukan, berciuman, lalu saya duduk disopa, ibu saya dudukan di atas selangkangku…, Yuniorku yang tidak kunjung mengalah tetaplah berkubang di Vagina Ibu.. hingga pada akhirnya Jam 11 lewat 30 menit.. kami bersiap-siap cek out dari hotel.
    Pada saat kami akan ambil kunci Mobil diresepsionis, Kami disapa “Selamat Siang, terima kasih atas kunjungannya serta mudah-mudahan Ayah serta Ibu nikmati Kebahagian di Hotel Kami”, Ibu cuma tersenyum serta jalan menggantung di Bahuku menuju ke Mobil Kami yang sudah disediakan.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Top Gambar Ngentot Mei Mizuhara Di Tusuk 2 Kontol Keras

    Top Gambar Ngentot Mei Mizuhara Di Tusuk 2 Kontol Keras


    2013 views

    Perawanku –Top Gambar Ngentot Mei Mizuhara, Ouch ! Sudah tidak perlu di pertanyakan lagi bagaimana rasanya bercinta dengan Cewek Jepang Cantik Imut satu ini.

    Tidak tanggung-tanggung kali ini Mei Mizuhara adegan ngentot dengan 2 pria dengan kontol yang gede-gede super keras guyss.

  • Cerita Dewasa Cerita Panas Terpana dengan Tubuh Guruku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Cerita Panas Terpana dengan Tubuh Guruku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2013 views

    Perawanku – Tepatnya kisah ini terjadi saat aku masih SMA dan masih lajang kejadian itu saat aku berkunjung ke rumahnya mb Putri tetangga yang ada dikampungku untuk memperbaiki listrik yang konslet, dengan dihampiri anak kecil yang menyutuh aku cepat datang kerumahnya, sungguh aku ada perasaan senang selain tetanggku dia adalah guru seni di sekolahku.

    Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Putri makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi.

    Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Putri, suasana sepi. Keluarganya tampaknya sedang pergi. Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Putri yang tampak.

    “Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudara di luar kota,” sambut Mbak Putri sambil menggandeng tangganku.

    Darahku mendesir ketika membuntuti lamngkah Mbak Putri. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda.

    “Anu, Bud.. Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya.. Kau tak keberatan kan,” pinta Mbak Putri kemudian.

    Tanpa banyak basa-basi Mbak Putri menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar.

    “Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya. Nanti keburu mahrib.”

    Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunut jaringan kabel, akhirnya aku memutuskan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa.

    Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah.

    Aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Putri sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual.

    Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Putri tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Putri.

    Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi.

    “Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar.

    “Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku.. Merepotkanmu,” balas Mbak Yanti, “Itu es tehnya diminum dulu.”

    Cerita Bokep – Sementara menunggu hujan reda, kami berdua bercakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Putri selama ini. Mbak Putri juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu.

    Entah bagaimana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Putri tak segan-segan membelai wajahku, mengelus telingku dan seterusnya.

    Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang.

    Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Mbak Putri sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya.

    Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku dan Mbak Putri masih tetap saling memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Putri yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut.

    “Aaah.. Budi.. Aah..” Mbak Putri mulai melenguh kenikmatan. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.

    Mengetahui Mbak Putri tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Putri kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Putri mulai bergerak menggelinjang.

    “Uuuhh.. Mbak..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku.

    Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Putri ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol. Mbak Putri juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.

    “Aaauuhh.. Bud.. Uuuh..” Mbak Putri mendesis-desis dengan Putrirnya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.

    Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Putri dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Putri sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu.

    Cerita Bokep – Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri.

    Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir Mbak Putri dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan kujilati leher jenjang Mbak Putri, membuatnya menggerinjal-gerinjal sambil merintih kecil.

    Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Putri sehingga menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku.

    Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Putri tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Putri yang langsung saja menjadi sangat keras.

    Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya.

    “Uhh.. Hmm ahh..” Mbak Putri tidak dapat menahan desahan-desahan nafsunya.

    Segala gelitikan jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin membulak-bulak.

    Kupegang tali pengikat beha Mbak Putri lalu kuturunkan ke bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut Mbak Putri. Puting susu Mbak Putri yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku.

    Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu Mbak Putri. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku. Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu.

    Mbak Putri menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya, tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku.

    “Oooh. Buud’ desahan Mbak Putri semakin lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepi dan letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.

    Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Putri yang sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, kuperbuat pula pada yang sebelah kanan ini.

    Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan Putrirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Putri. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi.

    Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Putri pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.

    “Aaahh.. Hmm..” Mbak Putri menjerit panjang.

    Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak Putri yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans yang Mbak Putri kenakan. Kemudian dengan sedikit dibantunya sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu ke bawah hingga ke mata kaki.

    Tubuh bagian bawah Mbak Putri sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam dengan bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman samar-samar di bagian selangkangannya.

    Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin menjulang tinggi, tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula kain satu-satunya yang masih menutupi tubuh Mbak Putri yang memang sintal itu. Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar bugil di depanku, siap untuk kunikmati.

    Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina Mbak Putri di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulang-ulang dengan lembutnya.

    Tubuh Mbak Putri yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.

    “Ooohh..

    Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir vagina Mbak Putri yang mulai dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan. Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan.

    Klitoris Mbak Putri yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggerinjal-gerinjal tak tentu arahnya.

    Melihat Mbak Putri yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris Mbak Putri mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.

    Puas menjelajahi klitoris Mbak Putri, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama.

    Dengan susah payah memang, sebab vagina Mbak Putri memang masih teramat sempit. Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam vagina Mbak Putri, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.

    “Hmm.. Bud..”

    Mbak Putri merintih kecil seraya meringis seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar, bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Putri adalah selaput daranya yang masih utuh.

    Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Putri, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan melanjutkan perbuatanku itu.

    “Bud.. Jangan berhenti..” tanya Mbak Putri dengan nafas terengah-engah.

    “Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalau aku terusin kan Mbak bisa..”

    Mbak Putri malah menjulurkan tangannya menggapai selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali.

    Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan.

    Dengan secepat kilat, Mbak Putri memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Putri tampak berbinar-binar menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku.

    Diremas-remasnya penisku dengan tangannya, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya.

    “Mbak.. Aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan celana dalamku.

    Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar begitu penutupnya terlepas.

    “Aw!” Mbak Putri menjerit kaget melihat penisku yang begitu menjulang dan siap tempur.

    Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya.

    Kemudian Mbak Putri menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang vaginanya.

    Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Putri kan guru sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri?

    Cerita Dewasa -Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina Mbak Putri. Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina Mbak Putri, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. Mbak Putri menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini.

    “Aaahh.. Uuuhh..” Mbak Putri mendesah-desah dengan Putrirnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak. Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang di payudara Mbak Putri itu dengan puting susunya yang menggairahkan.

    Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap.

    Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina Mbak Putri. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Putri adalah guru sekolahku, darah dagingku sendiri!

    Mbak Putri mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung ‘tonggak’-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak Putri, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu.

    Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari liang surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong vagina Mbak Putri membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga.

    Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina Mbak Putri sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.

    Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam vagina Mbak Putri. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat. Gesekan-gesekan batang penisku dengan Putring vagina Mbak Putri semakin menggila.

    Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini. Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya, disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling susul-menyusul tanpa henti.

    Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam vagina Mbak Putri yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Putri menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.

    Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak Putri, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Putri.

    Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.

    Mbak Putri menjerit cukup keras kesakitan. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina Mbak Putri.

    Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding vagina Mbak Putri, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang kurasakan.

    Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina Mbak Putri terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya.

    Mbak Putri tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan. Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.

    “Aaah.. Budi.. Aaahh..” Mbak Putri menjerit panjang.

    Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme.

    Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Putri semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. Mbak Putri pun bertambah keras jeritan-jeritannya.

    Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu.

    Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada vagina Mbak Putri. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi.

    Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina Mbak Putri secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku.

    Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka Mbak Putri. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Putri.

    Tak lama kemudian, kami saling mengejang-ngejang ke puncak kepuasan bersama hingga kehabisan tenaga. Aku terhempas ke atas sofa di samping Mbak Putri. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung rambut ke ujung kaki.

    Hmm begitu indahnya guruku..

  • Kemontokan Adik Iparku Membuat Gila Nafsuku

    Kemontokan Adik Iparku Membuat Gila Nafsuku


    2013 views


    Perawanku –  ini bermula dari suatu minggu siang ketika aku ke rumah mertuaku, saat itu rumah sepi hanya ada Vera adik iparku yang berusia 25 tahun, yang aku yakin dia juga memendam hasrat yang sama denganku,

    karena berulang ulang kulihat sorot matanya yang bergairah sambil memperlihatkan tubuhnya yang mulus dan susunya yang montok itu ketika dia ganti baju di depanku…… maka siang itu nekat aku ke rumah mertua yang aku tahu pasti sepi karena menghadiri pernikahan di Semarang, ketika aku masuk ke dalam rumah kulihat Vera masih tiduran di kamar yang pintunya terbuka dan hanya mengenakan daster tipis. Ketika aku masuk kamar dan duduk di pinggir ranjang,

    dia masih asyik membaca koran minggu, dan tidak menghiraukan aku yang saat itu kontolku sudah ngaceng karena melihat dasternya tersingkap sampai ke batas paha. ahh, mulusnya…., lalu sambil lalu kupegang pahanya mulai dari betis naik ke paha…, dengan takut takut kuelus elus pahanya, dan ketika kulihat dia masih juga asyik membaca ( pura pura membaca padahal sudah menunggu adegan selanjutnya, begitu katanya setelah kami selesai bercinta ),

    nekat kuciumi pahanya…, eh, dia malah menggeliat sambil membuka kedua pahanya, nampaklah kini olehku celana dalam tipis warna hitam yang dulu kubelikan. aku masih terus menciumi pahanya sambil membuka risleting celanaku, sehingga aku juga hanya memakai celdam dengan ****** yang sudah sangat tegang meminta untuk segera dimasukkan ke liang senggama…, dan ketika ciumanku sampai ke daerah vaginanya, diah mendesah… ssshhh..shhhh…,

    matanya merem melek, sambil kujilati sekitar paha sebelah dalam, tanganku bergerak memelorotkan celana dalamnya, kini nampaklah olehku memek dengan rambut hitam pekat yang menebarkan aroma yang sangat merangsang…, jilatan dan ciuman aku teruskan, kusibak rambut yang menutupi liang vaginanya, vagina yang sudah basah kucium,

    kujilati kelentitnya.. dia semakin mendesah, menggeliat geliat bagai cacing kepanasan.., sssshh.. ssshhhh…,, aduh masssss,…. terus… terus….., sambil terus mebuka lebar lebar kedua pahanya…., sementara tanganku tidak tinggal diam, tangan kiri naik keatas mencengkeram susunya yang ternyata tanpa mengenakan BH….., tangan kananku kutusukkan pelan pelan ke dalam lubang memeknya yang benar benar sudah basah kuyup….., ssshhhh…shhh.. desahnya berulang ulang… ayo masssssss…. aku sudah tidak kuat lagi….. desahnya……


    masukkan masssss… masukkan…., kontolku sudah sangat tegang….. Akhirnya dengan sekali gerakan, kupelorotkan celdamku, lalu kusingkap daster yang masih menutupi sebelah atas tubuhnya…., ssssssshhhh.., ayolah masssss…sssshhhhh…., kini liang senggamanya dengan kontolku sudah berhadapan, tapi tidak langsung kumasukkan,
    kusenggol senggol bibir vaginanya dengan ujung kontolku… hal ini semakin membuatnya mendesah desah… aduhhhhhh massssss……. tangannya memegang
    kontolku, dituntunnya untuk memasuki lubang vaginanya….. dan ketika…. blesssssss… dia mendelik sambil menjerit kecil… ahhhhhhh….. segera kugenjot kontolku lebih
    dalam lagi…. dan kutarik pelan pelan.. hal ini semakin membuatnya mendesah desah tidak karuan… ahhhhhh ahhhhhh… sssshhhhhh… terus… terus………dan semakin cepat
    gerakan kontolku, dia mengimbanginya dengan goyangan yang sangat luar biasa….. ternyata dia lebih liar dibandingkan isteriku, tubuhnya lebih montok, lebih mulus
    dengan vagina yang ditumbuhi rambut yang sangat lebat sehingga semakin menambah kenikmatanku dalam menyetubuhinya……setelah sekitar lima belas menit kugenjot
    kontolku…… dengan satu gerakan kasar, dan teriakan kecil… dia menjerit…. aduh massssssssss…. aku dapet nihhhh.. terus massssss… pahanya semakin kuat menjepit
    tubuhku…. dan…… ahhhhhhhhhhh……shhhhhhhhhhhh… sambil mencium bibirku, dengan napas yang memburu, dia mencapai klimaksnya….. hhmmmmmmhhhh….hmmmmmmmhhhhhh…… sambil kutekan kuat kuat kontolku di dalam vaginanya……. terasa cairan sperma yang menumpukpun sudah mau keluar….
    akhirnya dengan satu kali genjotan yang kuat muncrat juga spermaku membasahi dinding senggamanya… ahhhhhhhhhhhhh……….., maka sejak saat itu, kami selalu mencuri curi kesempatan untuk melakukannya… dan hal itupun kami lakukan walau saat itu rumah lengkap dengan isteri dan anakku yang tidur di rumah mertua…., tetapi kalau hasrat dan gairah sudah memuncak, Vera tidak dapat dikendalikan lagi… dia pasti menyusulku yang tidur di ruang tamu….. sungguh nikmatnya bercinta dengan adik ipar……

  • Cerita Sex Kegilaan Di Sekolah – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Kegilaan Di Sekolah – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2012 views

    Perawanku – Namaku Risa atau biasanya dipanggil Icha. Aku memiliki wajah yang sedikit indo didukung dengan badanku yang kata teman-temanku seksi. Aku baru saja lulus SMU. Cerita ini adalah pengalaman sewaktu aku masih duduk di bangku SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang diberikan belum terlalu banyak karena kami masih dalam tahap transisi dari murid SMP menjadi murid SMU. Tak terbayang olehku dapat masuk ke SMU yang masih tergolong favorit di ibu kota ini. Impianku sejak dulu adalh memakai seragam putih abu-abu karena seragam ini memiliki model rok yang lebih membuatku kelihatan seksi.

    Diantara teman-teman baruku ada seorang cowok yang amat menarik perhatianku, sebut saja namanya Indra. Membayangkan wajahnya saja bisa membuatku terangsang. Aku sering melakukan masturbasi sambil membayangkan Indra. Walaupun sering bermasturbasi tapi saat itu aku belum pernah bercinta atau ngentot, bahkan petting juag belum. Entah setan apa yang masuk ke dalam otakku hari itu karena aku berencana untuk menyatakan cinta kepada Indra. Maka saat istirahat aku memanggil Indra.

    “Dra, gue nggak tahu gimana ngomongnya..”
    Aku benar-benar kalut saat itu ingin mundur tapi sudah telat.
    “Dra gue sayang sama elo, lo maukan jadi cowok gue?”
    Aku merasa amat malu saat itu, rasanya seperti ditelanjangi di kelas (paling tidak sampai sekarang aku masih memakai seragam lengkap. Indra hanya tersenyum, “Nanti aja ya gue jawabnya pas pulang”.

    Selama jam pelajaran pikiranku tak menentu, “Gimana kalau Indra enggak mau?” dalam hatiku, “Pasti gue jd bahan celaan!” berbagai pertanyaan terus mengalir di otakku. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bel pulang pun berdering, jantungku berdegup cepat. Aku hanya duduk menunggu di bangkuku, aku tidak memiliki keberanian untuk menghampiri Indra dan menanyakan jawabannya. Saat kelas sudah berangsur sepi Indra menghampiriku, “Bentar ya Cha, gue dipanggil bentar” katanya. Aku menunggu sendirian di kelas.

    “Jangan-jangan Indra ingin agar sekolah sepi dan mengajakku bercinta?” kepalaku penuh pertanyaan. Hingga aku sama sekali tidak dapat berpikir sehat. Dalam penantianku tiba-tiba ada orang datang. Aku kecewa karena bukan Indra yang datang melainkan Malik dan Ardy dari kelas I-3. Mereka menghampiriku, Malik di depanku dan Ardy disampingku. Perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, aku rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

    “Lagi nugguin Indra cha?” kata Malik.
    “Koq tahu?” kataku.
    “Tadi Indra cerita.”
    Apa-apaan nih Indra pake cerita segala dalam hatiku.
    “Lo suka sama Indra ya cha?” tanya Malik lagi. Aku cuma diam saja.
    “Koq diem?” kata Ardy.
    “Males aja jawabnya,” kataku.

    Perasaan bt mulai menjalar tapi aku harus menahan karena pikirku Ardy dan Malik adalah teman Indra.

    “Koq lo bisa suka sama Indra sih cha?” tanya Ardy tapi kali ini sambil merapatkan duduknya kepadaku dan menaruh tangannya di pahaku.
    “Indra ganteng dan enggak kurang ajar kayak lo!” sambil menepis tangannya dari pahaku.
    “Kurang ajar kaya gimana maksud lo?” tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di pahaku dan mulai mengelus-elusnya.
    “Ya kayak gini!” jawabku sambil menunjuk tangannya tapi tidak menepisnya karena aku mulai terangsang dan berpikir mungkin mereka disuruh Indra.
    “Tapi enak kan?” kali ini Malik ikut bicara.

    Ardy mulai mengelus-elus pangkal pahaku. Aku pura-pura berontak padahal dalam hati aku ingin dia melanjutkannya.
    “Sudah jangan sok berontak,” kata Malik sambil menunjukkan cengiran lebarnya.
    Makin lama usapannya membuatku membuka lebar pahaku.
    “Tadi bilang kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang.”

    Dia menggeser bangku di depan mejaku dan mulai masuk ke kolong mejaku. Sekarang Ardy berganti mengerjai payudaraku, tangan kirinya mengusap payudara kananku sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kiriku sehingga seragamku basah tepat di daerah payudaranya saja. Malik yang berada di kolong meja menjilat-jilat paha sampai pangkal pahaku dan sesekali lidahnya menyentuh memekku yang masih terbungkus CD tipisku yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuatku menggelinjang dan sesaat membuatku melupakan Indra. Ardy melepas kancing kemeja seragamku satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. Merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar braku. Lidahnya menari-nari di putingku membuatnya menjadi semakin membesar.

    “Ough Dy sudah dong, gimana nanti kalau ketauan,” kataku
    “Tenang aja guru sudah pada pulang,” kata Malik dari dalam rokku.

    Sedangkan Ardy terus mengerjai kedua payudaraku memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. Aku benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Aku merasakan ada sesuatu yang basah mengenai memekku, aku rasa Malik menjilatinya. Aku tak dapat melihatnya karena tertutupi oleh rokku.

    Perlakuan mereka sungguh membuatku melayang. Aku merasa kemaluanku sudah amat basah dan Malik menarik lepas CDku dan melemparnya juga. Ia menyingkap rokku dan terus menjilati kemaluanku. Tak berapa lama aku merasa badanku menegang. Aku sadar aku akan orgasme. Aku merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Aku melenguuh panjang, setengah berteriak. Aku mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru aku kenal.

    “Ha.. ha.. ha.. ha..” mereka tertawa berbarengan.
    “Ternyata lo suka juga yah?” kata Ardy sambil tertawa.
    “Jelaslah,” sambung Malik.
    “SMP dia kan dulu terkenak pecunnya,” kata-kata mereka membuat telingaku panas.

    Kemudian mereka mengangkatku dan menelentangkanku di lantai. Mreka membuka pakaiannya. Oh.. ini pertama kalinya aku melihat kontol secara langsung. Biasanya aku hanya melihat di film porno. Malik membuka lebar pahaku dan menaruh kakiku di atas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamaku.

    “Ough, sakit Lik,” teriakku.
    “Tenang Cha, entar juga lo keenakan,” kata Malik.
    “Ketagihan malah,” sambung Ardy.

    Perlahan-lahan ia mulai menggenjotku, rasanya perih tapi nikmat. Sementara Ardy meraih tanganku dan menuntunnya ke kontol miliknya. Ia memintaku mengocoknya. Malik memberi kode kepada Ardy, aku tidak mengerti maksudnya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutku dan memintaku mengulumnya. Aku mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke mulutku.

    “Isep kontol gue kuat-kuat cha” katanya.

    Aku mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutku. Tampaknya ini membuatnya ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Disaat bersamaan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.

    “Mmmffhh” aku ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.

    Rupanya arti dari kode mereka ini, agar aku tak berteriak. Aku sadar kevirginanku diambil mereka, oleh orang yang baru beberapa hari aku kenal.

    “Ternyata masih ada juga anak SMP SB yang masih virgin”
    “Memek cewek virgin emang paling enak,” kata Malik.

    Dia menggenjotku semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pinggulku dan hisapanku terhadap kontol Ardy juga semakin cepat. Tak lama aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Akupun menjadi sangat lemas tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar akupun juga tetap bergoyang dan menghisap dengan liarnya. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya dan melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke perutku. Ia merasa puas dan menyingkir.

    Sudah 45 menit aku menghisap kontol Ardy tapi ia tak kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutku, aku pikir ia akan orgasme tapi aku salah. Ia telentang dan memintaku naik diatasnya. Aku disetubuhi dengan gaya woman on top. Aku berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susuku. Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorongku dan akupun jatuh menindih Ardy. Malik menyingkap rokku yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahku. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anusku. Aku ingin berontak tapi aku tidak ingin saat ini selesai begitu saja. Jadi aku biarkan ia mengerjai liang duburku.

    Tak lama aku yang sudah membelakanginya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anusku dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburku. Tubuhku betul-betul terasa penuh. Aku menikmati keadaan ini. Sampai akhirnya ia mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anusku. Aku merasakan perih dan nikmat yang tidak karuan. Jadilah aku berteriak sekeras-kerasnya. Aku yang kesakitan tidak membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotku. Sekitar 15 menit mereka membuatku menjadi daging roti lapis dan akhirnya aku orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini aku berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Ardy. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa aku sadar dan menonton aku yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini.

    Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Aku yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memelukku dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liangku. Aku dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memekku tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Aku yang lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Ardy berkata.

    “Nih giliran Pak Maman ngerasain Icha”

    Aku melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kontolnya yang lebih besar dari Ardy dan Malik dengan gagahnya mengangkangiku seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Ia menuntun kontolnya ke mulutku untuk kuhisap. Aku kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat aku kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Tetapi sekarang ia malah membuatku menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluanku yang sudah basah sehingga makin lama akupun mengangkat pantatku. Aku sungguh takut ia menyodomiku.

    Akhirnya aku bisa sedikit lega saat kontolnya menyentuh bibir kemaluanku. Dua jarinya membuka memekku sedangkan kontolnya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku menuntun kontolnya masuk ke memekku. Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. Aku secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Rokku yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu-abuku melalui kepalaku. Saat ini aku telah telanjang bulat. Tangannya meremas payudaraku dan terus menggerayangi tubuhku. Disaat-saat kenikmatan aku tak sengaja menoleh dan melihat Indra duduk di pojok. Dewi teman sebangkuku mengoralnya yang lebih mengagetkan ia memegang handycam dan itu mengarah ke diriku. Aku kesal tapi terlalu horny untuk berontak. Akhirnya aku hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh orang yang aku sukai.

    Pak Maman semakin ganas meremas dadaku gerakannya pun semakin cepat. Tapi entah kenapa dari tadi aku selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. Aku berteriak panjang dan disusul Pak Maman yang menjambak rambutku kemudian mencabut kontolnya dan menyuruhku meghisapnya. Ia berteriak tak karuan. Menjambakku, meremas-remas dadaku sampai akhirnya ia menembakkan maninya di mulutku. Terdengar entah Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semuanya. Aku pun menelannya. Mereka meninggalkanku yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi aku menangis sambil mencari-cari seragamku yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. Aku menemukan braku telah digunting tepat di bagian putingnya dan aku menemukan CDku di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga aku pulang tanpa CD dan bra yang robek bagian putingnya. Di dekat tasku ada sepucuk memo yang bertuliskan.

  • Cerita Dewasa Terbawa Nafsu Saat Ngulum Kontol Teman Papaku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Terbawa Nafsu Saat Ngulum Kontol Teman Papaku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2012 views

    Perawanku – Setelah sebelumnya ada kisah mesum, kini ada cerita Terbawa Nafsu Ketika Ngulum Kontol Teman Papa. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

    Ini adalah pengalamanku dientot teman papa waktu aku masih duduk di bangku SMU. Aku termasuk salah satu bunga sekolah di sekolahku dan berprestasi di bidang seni. Rumahku sering didatangin tamu-tamu papaku, baik partner bisnis, karyawan atau teman.

    Teman papa yang bernama Om Wawan sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh sama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Wawan mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk2 halus. Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dengan mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Wawan yang berkacamata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dengan perut yang buncit dan napas yang bau. Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas.

    Om Wawan suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku. Aku risih sekali apalagi yang ngelirik adalah teman papaku sendiri yang sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Wawan dengan senyuman, dan berkata ,”Om, jangan lihatin Nini sampe gitu dong, kan malu.

    ”Om Wawan suka tersenyum mesum, “Habis Nini manis dan cakep sih, cowok yang mana gak suka liatin Nini.” Dan aku jadi tersipu malu.

    Suatu Sabtu sore hari seperti biasanya, Om Wawan datang ke rumah aku untuk ngobrol sama papa, tapi waktu itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yang ngobrol sama Om Wawan. Tiba-tiba Om Wawan tanya aku.

    “Nini gak perawan lagi ya?”

    Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Wawan bilang.

    ”Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh.” Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Wawan bisa membaca pikiran aku.

    “Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yang Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yang tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu.”

    Aku jadi kaget ketakutan karena dikasih tau ada penyakit di dalam badanku.

    “Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?”, tanyaku bertubi-tubi.

    “Yah, mayan parah lah” Aku hanya diam membisu karena sudah ketakutan.

    “Tapi Nini gak usah takut, Om bisa sembuhin kok.” Aku agak lega ,

    ”Oh ya? Gimana?” “Nini harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak?”

    “Ok, Nini akan ikut semua instruksi dari Om.”

    “Nah, sekarang ambil segelas air putih buat Om.” Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur untuk ambil segelas air.

    “Nih airnya Om”

    “Ok, Nini minum airnya dikit.” Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Wawan minum air yang baru aku minum.

    “Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu. Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat.” Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Wawan menyedot dengan kuat lidahku. Ada sensasi aneh di dalam tubuhku. Lalu Om Wawan memasukkan tangannya di dalam celana dalamku, aku kaget!

    “Jangan takut, Nini. Om mau tau separah apa penyakit yang dijangkitin Nini. Ada makhluk halus di dalam tubuh Nini yang suka mengganggu kesehatan Nini.”

    Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Wawan menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Wawan menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Wawan mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yang basah.

    “Nini dah basah ya?” Trus aku diem saja, lalu Om Wawan menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dengan kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan.

    “Ke kamar Nini yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Nini.” Aku nurut saja sama kata2 Om Wawan.

    Begitu di kamarku, Om Wawan melepaskan celananya.

    ”Nini, kulumin kontol Om!” Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau dan kotor kontolnya.

    “Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dalam tubuh Nini.” Aku jadi nurut karena aku mau diobatin. Aku mengulum kontol Om yang lagi lemas ketiduran, aku mengemut kontol Om sampe mengeras dan Om Wawan mendesah keenakan.

    ”lebih cepat kulumnya… ashh ahhh… ngemut2 kontol Om lebih keras dan lebih cepat.” Aku ikut instruksinya dan menahan napas dari bau kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Wawan menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara untuk mengusir makhluk halus. Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku.

    ”aashhhh… enak Om…. ah ahh ashh hmm… Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh…. masukin kontol Om dong….” Tapi Om Wawan sengaja gak mo masukin kontolnya, dia masih bermain2 dengan vaginaku dengan lidah dan jarinya… sampe aku memohon mohon.

    “Om, cepet dong… masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi… ahh ahhhh… tolong Om… cepet masukin”

    Lalu Om Wawan memasukin kontolnya di dalam vaginaku.

    “Oh… asiknya Om… ah ahahhh ashhhh” Om Wawan mengenjot pelan pelan.

    “Om, ahh ahh…. cepet dong ngenjotnya… ahhh ashhh ahhhhahhhh… lebih kuat dong…”

    “Wah, Nini binal sekali… Om baru tau…” Lalu dia mengenjot lebih cepat dan kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat.

    “Om lebih kuat meremas tetekku ahhhh ahhh”

    Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top…. Om Wawan sangat lihai dalam permainan ini… dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali… kita berdua meraung raung keenakan di dalam kamar… ahhh aaaahh….sssssahhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhh…..

    “Nini, Om sudah mau keluar…. Om crot di dalam memek Nini yah”

    “Iya, Om… boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Nini juga udah mau keluar ahh ahhhh” Om Wawan mengenjot lebih cepet dan kuat, ahhh ahhhh tiba2 tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku… lalu Om Wawan mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam muluntuku, aku mengulum kontolnya dengan asik dan Om Wawan mengerang dengan asik dan bergetar-getar keenakan. Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman.

    “Besok-besok Om mau ngentotin Nini lagi untuk bersihin tubuh Nini dari makhluk halus.

  • Nikmatnya Keluar Di Dalam

    Nikmatnya Keluar Di Dalam


    2011 views


    Perawan – Jam weker dimeja kamarku berdering pada jam 09 00 pagi, memang aku mensetting pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur . Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada pinggangku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur… Ups aku lupa kalau aku tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat. Kuliat tubuhku dari pantulan cermin besar mmm… dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuhku masih bagus dilihat… buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggangku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno, almarhum suamiku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kakiku yang panjang… wajahku…?

    Kata mas Seno lagi, katanya wajahku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh perempuan… Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahiku meletup dengan tiba2… di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun… sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi…sampe tubuhku benar-benar loyo.

    Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan… Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahiku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang…

    Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin… agak menggigil juga tubuhku… Aku memang wanita berlibido tinggi.

    Sejak ABG aku sudah mengenal masturbasi… menjelang lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliahku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta… Pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki pemburu seks … beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama… yang aku ingat, sore pulang kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa namanya… pokoknya keturunan Arab… Aku lupa bagaimana awal mulanya, aku bisa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk menaruh pakaianku yg habis diseterikanya… aku tengah terkagum-kagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta ampun panjangnya.

    Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu Tapi buatku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan…

    Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku… tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yang rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaanku masukin cowok malam-malam… cowokku dengan tengilnya berhasil kabur…

    Sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi… Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome dan yang membuatku bertekuk lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’… selalu membuatku bangun kesiangan esoknya…

    Sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istrinya… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apesnya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya… baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu kost memanggil namaku…

    Mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluannya di liang sanggamaku, jadi gugup dan efeknya justru membuatnya orgasme, untung gak telat nyabut… pejunya berhamburan di atas perutku banyak sekali… bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga…

    Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar… Dengan susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbarnya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah…

    Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… ngga hanya sosoknya yang jantan… permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus married dengan mas Seno karena keburu hamil

    Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua…

    Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis… Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku…

    Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar…

    ” Heee… Ron kamu disini ? kok ga sekolah ?” Kudapati Ronie di belakang komputer Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan

    ” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit kali aja butuh apa-apa” Sahut Ronie sopan, membuatku terharu… Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaanku agak berkurang…

    ” Ron, kamu bisa mijit ga ? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante kaku…” pintaku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Ronie kaya anakku sendiri Ronie duduk menghadap punggungku pijatan demi pijatan kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayaknya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan… aku mulai mendesah resah…

    Percikan api birahi dengan cepat membakarku tanpa ampun… sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun… uuuhh… dadaku terasa sesak akibat tete’ku yang semakin mengencang…

    Aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh ooohhh… gilaaa… ngga tahaann… kupegang kedua tangan Ronie, tangan kiriku memegang tangan kirinya dan tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku dan kutangkupkan di buah dadaku…

    ” Eehh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku

    ” Ron… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang… Benar-benar hilang sosok Ronie yg sehari-hari adalah pacar Astari anakku yang ada dibenakku saat itu Ronie adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah dadaku…

    ” Yaaaaahh hhh…hhh… enaaaak Ronn ulangi lagi sayaaang oooohhh… ” tubuhku menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka karena rambutku kusanggul keatas… Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkukku

    ” Ciumi leher tante… hhhmmm sssshhh yaaahh kecupin sayaaang aaaaccchh… sssshhh ” bisikan dan desah mesraku menuntun Ronie melakukan apa yg kuminta…Aku makin gemas, tubuhku gemetaran hebat… baju kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku karena tali pinggangnya masih terikat

    Kubalikkan tubuhku, sejenak kupandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh bagian depanku dengan mimik ngga karuan Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya…

    Anak muda ini gelagapan menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan nakalnya lidahku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya… Tapi insting lelakinya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku

    Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal… Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan Mmm… pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya kuremas dengan gemas.

    Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya… Sssshhh… celananya tampak menggembung besar entah ada apa dibaliknya ? jantungku berdegup semakin kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalamnya…

    Aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana dalam putihnya sampai ke lutut Ronie… Ooooohhh my God ! teriakku dalam hati… menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu macho, begitu gagah, begitu indah bentuknya… dengan kepala kemaluannya yang besar tampak mengkilat…

    Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Ronie menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… aku makin binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu, sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya…

    Mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibirku yang setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan kurindukan… apalagi kalo bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang kemaluan Ronie makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung pelirnya…

    Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku… sesekali kusambut peju itu dengan lidahku… mmmm… rasa peju yg khas itu kembali dikecap oleh lidahku…Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie… Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut sedikitpun masih tetap keras…

    Tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa… dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas kemaluan Ronie… kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi…

    Wooohh… ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku… Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya…

    ” Iiiiihhh… bantu dorong sayang… Oooooowwwwww…” Aku merengek panjang ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang sanggamaku diiring rasa perih yang menggemaskan…

    ” Sssshhh… mmmhh… ayun pinggulmu keatas sayaaang ” kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…

    ” Aaaww… aahh… ooww pelahan duluuu sayaaang… burung kamu gede banget… perih tauuk ” aku ngedumel manja… ketika Ronie mengayun pinggulnya kuat sekali… Terasa tubuhku bagaikan baterai yang baru dicharge… aliran energi aneh itu mengalir menyebar ke seluruh tubuhku… membuat aku semakin binal memainkan goyangan pinggulku… sementara Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi tubuhku diatas, membuatku sangat cepat mencapai orgasme…

    Entahlah atau karena besarnya batang kemaluan Ronie yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh syaraf dinding liang sanggamaku rata dibesutnya… Luar biasa ! dalam waktu kurang dari 5 menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku mengantar rasa nikmatnya peju orgasme yang kedua… dan…

    hhwwwoooo… aaaammmpppuuunnn !!!!
    Rupanya Ronie tak mampu menahan lebih lama bobolnya tanggul peju nya… tubuhku dihentak-hentaknya kuat sekali… seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan sepeler-pelernya ke liang sanggamaku… diiringi erangan mirip suara binatang buas sekarat…

    Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu…Tapi anehnya gairah seksualku yang meletup-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu… Aktivitas berjalan normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Ronie datang ke rumah

    ” Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar jemput saudara sepupunya yang masih SD…” Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Ronie yang tak pernah muncul… Terus terang saja, sejak kejadian itu… pikiranku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama Astari aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh… aku tak ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi…

    Hampir sebulan lamanya Ronie tak muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa berdosaku kepada Ronie dan Astari anakku… Tapi jujur sejujurnya ada terselip rasa rinduku memandang wajah anak muda itu… Aku sering mengintip dari balik gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Ronnie… kenapa hatiku berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak…

    Pikiranku makin kacau… setelah beberapa kali kulihat Ronnie mulai nongkrong lagi dirumah… kulihat Ronnie masih salah tingkah di depanku, walaupun aku sdh berusaha menetralisirnya iiihhh tapi buat aku… otakku jadi ngeres begitu melihat wajah Ronnie yg innocent…

    Betapa tidak… terbayanglah ekspresi wajahnya ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu… ekspresi wajahnya yang begitu sensual dimataku pada saat dia melepas semburan spermanya… suara erangan dan nafas birahinya seakan nempel ditelingaku…

    Maka kekacauan inilah yang mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnisku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun tak menolak ketika ia mengajakku memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari ketenangan membicarakan pekerjaan…

    Walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan mautnya yang kusambut positif… dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan lidahnya yang nakal pada leherku… desah resahku… remasan gemasku… dan… lolosnya pakaian kami satu persatu… payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan bibirnya… hhmmm… jilatannya pada clitorisku…

    Batang kemaluannya yang berbentuk indah, perkasa… memaksa bibirku untuk mengulumnya… ooowww… nikmat hentakan tubuhnya menekan tubuhku… sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku mengantarkan kenikmatan orgasmeku dua kali berturut-turut…

    2 jam kami melewatkan waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjangku yang begitu hot dan lihay… beberapa kali aku berkencan ranjang dengan Adrian lelaki tinggi besar berstyle dandy… kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang…

    Tapi bayangan sensual wajah bocah innocent bernama Ronnie itu tak juga sirna… Sampai pada suatu malam hujan turun dengan deras… rupanya malam itu Ronnie sedang dirumah, berbincang dengan Astari di ruang tamu… sedangkan aku nonton TV diruang belakang…

    ” Ma, mas Ronnie mo pulang tuh…” terdengar suara Astari dari belakangku…

    ” Eh… pulang ? hujannya gede banget, tunggu reda aja jauh lagi rumah Ronnie ” jawabku spontan sambil bangkit dari dudukku berjalan ke ruang depan… kulihat jam memang sudah terlalu malam untuk bertamu…

    ” Ronn… ujan begini lebat, udah malem lagi… ntar ada apa-apa di jalan… sudah deh Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin kamu…” ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yg khawatir kepada anaknya… Ronnie menunduk salah tingkah ga berani menolak

    ” Tapi Ronnie harus telpon rumah dulu tante…” sahutnya pelan… dan akhirnya justru aku yang menelpon kerumah Ronnie memintakan ijin orang tua Ronnie, yang ternyata menyambut baik…

    Malam semakin larut, sementara hujan semakin hebat diserta guntur dan kilatan petir… Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata… Siang tadi kembali Aku melewati kencan ranjang dengan Adrian… tapi… entah kenapa kali ini…


    Susah sekali aku mencapai orgasme… sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya… sedangkan aku tak sekalipun Gilaaa… kenapa justru sekarang wajah bocah itu yang terbayang-bayang di malam dingin ini… iiihhh… birahiku meletup- letup gila… ampuuunn… sekarang bocah itu ada dilantai atas…

    Tunggu apa lagi ??? mmmm… bisikan setan aku tak mampu menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga… dan kini aku di depan pintu kamarnya… tanpa mengetuk kubuka pintu… ternyata Ronniepun masih belum tidur…

    ” Ronnie kamu belum tidur ?” tanyaku gagap… kenapa aku jadi salah tingkah sekarang…?

    ” Tante juga belum tidur…?” sahutnya… iiihh… jawabannya begitu tegas… aahh… siapa yg menuntunku duduk diranjangnya… mmm… darahku berdesir ketika tahu mata Ronnie menatap dada montokku yg memang tak mengenakan bra, sehingga puting susuku tercetak menonjol dibalik gaun tidurku yg memang berbahan tipis, sehingga semburat kecoklatan aura puting susukupun nampak jelas, kembali aku kehilangan kontrol…

    Dan entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang mengawali… bibirku sudah dalam lumatan bibir Ronnie… sergapan nafsu birahiku tak dapat kuelakkan dan remasan lembut tangan lelaki muda pada buah dadaku melambungkan gairah seksualku… gelitikan lidah nakalnya pada puting susuku membuat tubuhku menggeliat erotis disertai erangan manjaku… satu demi satu pakaian beterbangan meninggalkan tubuh kami… aku begitu hot dan bergairah mencumbui tubuh pacar anakku itu…

    Tapi aku sudah melupakan siapa Ronnie, yang aku tahu Ronnie adalah lelaki muda yang siap memenuhi kebutuhanku ooowww… aku tak menyangka kali ini Ronnie lebih lihay dan lebih berinisiatip melakukan serangan, sampai aku hampir tak percaya ketika Ronnie menyurukkan wajahnya di selangkanganku dan mencumbui bibir kemaluanku…

    ” Ronnn… sssshhh… kamu piiiinteer sekarangg… ooohh ammpuunn nikmaaaatnyaa…” desahku merasakan nikmat cumbuan lidahnya pada clitorisku, membuat Ronnie tambah semangat… Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan… sebagai wanita dewasa yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki…

    Aku dibuat megap-megap menghadapi serangan pejantan muda ini… hajaran batang kemaluannya yang perkasa pada liang sanggamaku tak kenal ampun… membuat aku mengerang merintih bahkan menjerit setengah histeris… untung suara hujan yang lebat di timpa suara guruh meredam suaraku…

    Luluh lantak tubuhku dihajar aksi ganas Ronnie… tapi buatku adalah sebuah sensasi seksual yg sangat luar biasa yang mengantarku meraih dua kali kenikmatan orgasme… tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang kusut spreinya, tak ada sesal kali ini…

    “Ronnie jujur sama Tante… setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana…?” tanyaku datar dg nada dingin

    ” Aaah… nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante ” jawab Ronnie agak gugup menyebut namaku

    ” Ga mungkin, kamu mendadak bisa begitu canggih mencumbu Tante…?” desakku… dan akhirnya Ronnie menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang pertama, Ronnie banyak nonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya dan cara bercinta dari film-film biru yang ditontonnya…

    “Mmmmm… kaciaaan… kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang…?” bisikku sambil kudaratkan kecupanku ke bibirnya, tubuhku bergerak menindih tubuh atletis Ronnie, tubuhku direngkuh dan tubuh kami menempel ketat… kuajarkan permainan lembut… mmmm…

    Anak pintar ini dengan cepat menguasai permainan baru yg kuajarkan… dengan telaten setiap inchi tubuhku dirambahnya dengan remasan, gerayangan tangannya yang nakal… jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang sensitif… tubuhku menggeliat erotis… kadang menggelepar liar… rintihanku mulai terdengar… tak dapat kutahan desah gelisahku… diselingi jeritan gemas…

    ” Ayo sayaang…hh hhh… Tante udah ga tahan dengan peju mu…” bisikku lembut, setelah aku nggak tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Ronnie pada clitorisku…

    ” Aoooouuuhhh… Roooonnn… hhh…hhhh…” suaraku terdengar bergetar memelas… mataku meredup sayu menatap wajah imut Ronnie, manakala liang sanggamaku untuk kesekian kalinya ditembus batang kemaluan bongsor milik Ronnie, namun kali ini Ronnie menekan pelan sekali, sehingga terjadi gesekan nikmaaaaat yang lama sekali… sehingga kedua kakiku yang melingkari pinggangnya seakan mengejang, tak tahan menahan kenikmatan yang luar biasa…

    “Enaaak Tante ?” bisiknya lembut sambil tersenyum manis, ketika liang sanggamaku sudah tak ada tempat lagi bagi batang kemaluannya… iiih… menggemaskan bibirnya… aku menjawab dengan mengangkat alis… bibirku kembali menyambar bibir yang menggemaskan itu…

    Ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin liar, ekspresi kami total menyembur tanpa kendali…kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga perkasa Ronnie dengan garangnya… jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa dengus nafas birahi ronnie yang mengeros buas…

    “Aaaahhhkkk… Roonnnie ssaayaang… aammppuuunn…ooowww… ssshhh… niiikmaaat banggeet ssiih…???” rengekku dengan suara memelas, namun tarian pinggulku dengan gemulai masih dengan sengit mengcounter rajaman batang kemaluan Ronnie di liang sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku… gillaaa susah untuk kuceritakan sensasi malam itu…

    “Tante…hhh…hh Ronnie ampiir keluaar peju uu… sssshhh ” desis ronnie dengan suara bergetar… matanya garang menatapku… iiihhh mengerikan, tapi aku sngat menyukai ekspresi ini

    ” Ayoooo sayaanggg… semburkan peju bareng Tante… ooouuuuhhhh… !!” Ya ammppuuun… mengerikan sekali… tubuhku terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh Ronnie menghajar liang sanggamaku pada detik puncak… mulutku menganga lebar tanpa suara, tanganku mencengkeram erat pinggiran ranjang… dan entah apa yang terjadi, karena pada saat itu orgasmekupun meletus dahsyat…

    Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg terdengar… hujan di luar rupanya sudah berhenti juga…

    ” Tante… boleh Ronnie pulang sekarang, hujan kayanya sudah berhenti…” suara Ronnie memecah keheningan…

    ” Hmmm… sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang… ini ditinggal buat Tante aja yah ?” sambil kuremas batang kemaluan yg masih sembab…

    “ Titit kamu buat Tante aja ya sayaang… jangan buat orang lain… apalagi buat Astari… awas Tante bisa marah besar ” sambungku dengan nada serius… Ronniepun mengangguk tegas Kuantar Ronnie ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan tubuhku bugil, telanjang bulat…

    Gila… digarasi masih sempat kulakukan oral sex sampai keluar peju nya… kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku… Capek yang luar biasa kurasakan setelahnya, badan rasanya lengket-lengket dan bau gak jelas.

  • Antara Majikan Dan Pembantunya

    Antara Majikan Dan Pembantunya


    2011 views


    Perawanku – Kejadian ini berlangsung sekitar 4 tahun lalu ketika saya berumur 22 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda keturunan china berumur 40th bernama bernama Jeany, dia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th. Mulanya saya hanya tertarik karena orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol dan cukup bisa mengikuti gaya anak muda alias lumayan ‘gaul’ lah. Hampir setiap malam dia telepon ke rumah saya. Sampai kadang anak-anaknya ikutan bercanda lewat telepon.

    Suatu saat Jeany akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya dia menelepon minta dijemput di Airport katanya, wah asyik nih aku bisa ketemu sekalian bisa ngobrol dan bercanda. Pada saat hari H dia telpon saya lagi dia bilang dia pake baju warna pink dan celana panjang hitam. Hmm sesampainya di airport aku bingung sekali waktu aku lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku. Aku beranikan diri untuk menyapa,
    “Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Jeany?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons, Joker123 Deposit Pulsa
    “Apakabar Iwan”.
    Saya langsung bengong karena melihat tampangnya yang masih cantik dengan badan langsing tapi gemuk pada bagian yang penting tentunya. Tiba-tiba jeany langsung mencium pipiku..

    “Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Jeany aja!”.

    Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he..

    Seharian saya antar dia keliling ke kantor klien-kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi dia ke airport. Di perjalanan tiba-tiba dia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,
    “Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi. Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam,
    “Hmm mantap juga batang kamu ini”
    Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi menurut Jeany, “helm proyek”-nya ini bisa bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

    Setelah puas melumat bibirku dia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu hisapan mulut sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, aku tak mau tinggal diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi dia menepis, “Sudah deh kali ini biar Jeany yang kerja,” ya.. aku pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian aku serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar akhirnya “Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Jeany, Dia makin gila menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut saat jeany menyedotnya.

    “Ahhmm enak banget batang kamu, thank’s ya,” kata Jeany, sambil tersenyum dan menciumku, dia sangat suka dengan penisku, sementara aku hanya bisa diam dan masih terheran-heran melihat kebinalannya,” Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.” Tiba-tiba Jeany protes melihat aku hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada saat aku tiba di parkiran airport Jeany berkata,” Kamu masih utang lho sama aku” hmm aku hanya bisa senyum sambil kali in aku yang mencium bibir sexy-nya. Jeany memelukku erat, kami seperti pasangan kekasih aja.

    kunjungi blog www.ceritaseks17.com klik disini

    Sebulan telah berlalu, kami tetap berhubungan via telepon, hubngan kami semakin akrab, lalu saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu Jeany. Kebetulan anak-anaknya sedang liburan sekolah, sekalian saya bertugas mengajak anaknya jalan-jalan. Saat tiba di Jakarta saya menginap di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Senayan. Lalu kami bertemu dan jalan-jalan bersama kedua anaknya, “Hmm sudah seperti keluarga aja nih” pikirku dan Jeany terlihat makin cantik, lebih cantik dari sebelumnya. Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba anak Jeany yang berumur 7th meminta saya untuk menginap di rumahnya, agar kita bisa main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, karena memang aku juga keranjingan main game.

    Saya dan Dodi (anak sulung Jeany) sudah 2 jam main playstation. Saat itu sudah jam 23.00, Dodi sudah mau tidur sementara Jeany masih sibuk membereskan kamar yang akan saya tempati. Kelar main PS dengan Dodi, saya langsung mandi karena sejak tadi saya belum mandi. Selesai mandi saya lihat Jeany sudah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton TV. Cantik sekali Jeany saat itu, dengen baju tidur warna ungu, wah.. yang bikin saya deg-degan dadanya yang berukuran 34b menyembul dibalik gaunnya, dan setelah aku curi-curi pandang ternyata dia tidak memakai bra.

    “Kamu masih hutang ama aku lho Wan”, jeany berkata begitu dengen senyum manisnya.
    Ya aku langsung jawab aja, “Iya deh pasti aku lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain vagina janda.. Hehehehe biarpun sudah umur 40-an tapi badannya sangat sexy karena memang hobbynya berenang. “Kita sambil nonton bokep yuk Wan,” kata Jeany. Daftar Joker123

    Sewaktu Jeany memasang vCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya terlihat mulus den belahan pantatnya terlihat sangat bersih, aku tak tahan langsung aja aku samperin dan menjilat belahan pantatnya dari belakang sampai turun ke selangkangan.

    “Ahh sayangg.. Sabar donk.. Aku sudah lama nggak diginiin” Jeany mendesah sambil kakinya gemetaran.

    Aku gendong saja ke sofa terus aku ciumin bibrnya, Jeany merespons ciumanku dengan ganasnya, “Jago juga nih ciumannya”, pikirku.

    Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang sejak tadi membusung karena menahan nafas, “Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.

    Tangan jeany mulai berusaha meraih batang penisku yang sudah menegang dengan helm yang memerah, “Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan jeany dengan lembut, dia hanya tersenyum.

    Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting jeany yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku, “Suck my pussy baby”
    Jeany mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku. Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Saat aku mulai menyapukan lidahku dari bagian bawah ke atas vaginanya aku merasakan cairan yang sangat nikmat yang aku impikan sejak pertama kali bertemu Jeany. Aku hisap clitorisnya dia makin mengejang dan aku merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku.

    “Ciuman ama bibir atau vagina sama enaknya nih,” pikirku.
    “Oughh sayangghh enak,” gumamnya.

    Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya semakin cepat, pantatnya bergerak naik turun mengikuti irama lidahku, tiba tiba dia berteriak histeris.
    “Fuck.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Iwann eghh.,” badan Jeany mengejang, tangannya menekan kepalaku ke vaginanya hingga hidung dan hampir semua wajahku basah karena cairan vaginanya.
    Nafasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat vagina, sekarang aku suka sekali menjilat vagina sampai lawan sex-ku mencapai klimaks karena jilatanku).

    Aku jilati terus dan aku telan semua cairan vaginanya, rasanya enak banget!! Sementara nafas Jeany masih tersengal-sengal aku angkat kedua pahanya sehingga lobang pantatnya pas berada di bibirku. Aku jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang pantat jeany sambil aku teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Jeany makin menekan kepalaku, aku makin menikmati permainan ini dan aku lihat kepala jeany menegadah pertanda dia sangat menikmati jilatanku, sampai akhirnya aku berbalik lagi menjilat bagian lobang vaginanya yang masih berdenyut.

    “Sayangghh terusinn aku hampir sampai lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan pantatnya.
    Aku makin enjoy dengan rasa vaginanya yang seperti sayur lodeh.. Hehehehe. Aku hisap clitorisnya sampai akhirnya dia mulai mengejang-ngejang.. “Oughh enakk sayangku..”
    Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku. Jeany mencapai klimaks untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi aku tancapkan saja batang penisku yang dari tadi sudah menunggu untuk bersarang, Ternyata tak semudah itu, lobang vaginanya memang cukup sempit pertama kali hanya kepala penisku aja yang bisa masuk, lalu setelah aku keluarkan dan aku masukkan lagi beberapa kali akhirnya.
    BLESS..
    “Eghh.. Enak banget Wan,” gumamnya Jeany langsung menciumi bibirku dengan penuh nafsu.

    Aku mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang, enak benar vagina Jeany, pikirku. Selama 15 menit aku memompa, perlahan tapi pasti vagina Jeany makin terasa makin menyempit, aku makin merasa enak.
    “Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa. Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Jeany mencapai klimaks yang ketiga kalinya,
    “Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU FUCK ME!!”
    Aku makin mempercepat gerakanku.. Jeany makin menggila.
    “FUCK.. FUCK.. FUCK ME.. Oughh ahh ahh,” Jeany benar meracau tak karuan, untung jarak kamar tidur dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tidak mengganggu tidur kedua anaknya.


    Setalah Jeany menikmati sisa-sisa klimaksnya aku ciumin bibrnyai dia dan dia tersenyum, “Thank’s ya, hutangmu lunas, tapi kamu belum keluar sayangku,” dia berkata sambil membalikkan badannya dan kedua tangannya memegang sandaran sofa.
    “Fuck me from behind,” dia mengarahkan penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang sudah basah kuyup.

    Langsung aja aku pompa vaginanya karena aku sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar, baru sepuluh kali keluar masuk, Jeany mendesah berat dan vaginanya berdenyut pertanda dia mencapai klimaksanya, badannya seperti kehilangan tenaga, aku tahan pantatnya sambil terus aku pompa vaginanya. Denyutan vaginanya membuat aku merasa makin nikmat. Dengan mata sayu Jeany berkata, “Keluarin di mulutku sayangku, aku haus spermamu”.
    Aku tidak memperdulikan aku tetap focus mengejar kenikmatanku sendiri sampai akhirnya aku akan mencapai puncak kenikmatan aku cabut penisku, dengan sigapnya jeany meraih batang penisku dan mengocok-ngocok di dalam mulutnya.
    “Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..”
    Crott!! Crott.. Crott..
    Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya sampai keluar dari tepi bibir Jeany.

    Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku”ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget ketika aku lihat pembantu Jeany yang bernama Dini sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara bajunya sudah tidak karuan. Aku baru sadar jika permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung indah sekali. Namanya Dini.

    Ternyata Dini sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Jeany memanggilnya,
    “Sini kamu!” sambil mukanya memerah Dini berjalan mendekat.
    “Kamu ngapain?” tanya Jeany.
    “Ya lihat Ibu sama Mas Iwan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih tegak.
    Jeany berbisik, “Aku sudah cape nih, aku rela kok kamu main sama Dini, tuh penis kamu masih tegak,” sambil menciumku Jeany membisikkan hal yang benar-benar aku inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.

    Sambil menunjuk ke arah vCD bokep yang sedang beradegan anal, Jeany berkata kepada Dini,
    “Kamu mau ngentot seperti di TV itu ya Dini”
    Dengan muka makin memerah Dini menjawab dengan perlahan dan gemetaran,
    “Eng.. Engga bu, ma’afkan Dini”.
    Dengan nada sedikit membentak Jeany memerintah, “Pokoknya kamu harus layani Mas Iwan sampai dia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngentot sambil mainan vagina pula, isepin tuh penis Mas Iwan!”.
    Sambil perlahan-lahan mendekat, tangan Dini yang masih terlihat basah karena cairan vaginanya, meraih batang penisku, perlahan Dini mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm enak sekali bibr mungil Dini. Aku elus pipinya dia memandang ke arahku, aku tanya si Dini, “Kamu sudah pernah ngentot ya?”
    Dengan senyum malu-malu Dini menjawab, “Sudah Mas, dulu waktu Dini masih di kampung sama teman-teman”
    “Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” aku bertanya kembali.
    Dini hanya mengangguk lalu melanjutkan kulumannya. Aku lihat Jeany sudah terlelap kecapean.

    Tanpa sadar aku meremas-remas payudara Dini sambil memelintir putingnya. Dini mendesah menikmati sambil terus berusaha mengulum penisku. Dengan lugu Dini berkata, “Mass ahh tolong donk dimulai, masukin Mass”.
    Aku langsung mengangangkan kedua paha Dini dan Bless ternyata memang benar dia sudah tidak perawan lagi. Dini mendesah perlahan.. “Ouhh penis Mas besar sekali, baru kali ini saya ngentot sama orang dewasa.’
    Dini terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil meremas payudaranya sendiri. Wah.. cukup pengalaman juga nih anak pikirku.

    Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis seperti orang kebanyakan cabe..
    “Ssshh ahh enakk Mass eghh.”
    Tiba-tiba dia berusaha berdiri sambil mendorong badanku, “Aku mau diatas mass ahh aku mau keluar”
    Aku oke-in aja deh aku telentang, Dini berjongkok sambil menggoyangkan pantatnya, dia menciumi leherku aku remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya semakin keras aku mengimbangi goyangan pantatnya, aku naik turunkan pinggulku juga. Dini mendesah tak karuan sambil rebah di dadaku.

    “Ahh mass ahh ahh oughh aku keluar Mass ahh aku mau lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya melumat bibirku penuh nafsu, dia berdiri dan menghadap tembok.
    “Ayo Mass, kita main lagi, aku ingin dientot sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya aku lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.
    Dini menoleh ke arahku dan dia cuman tersenyum sambil berkata, “Boleh nggak yang seperti di TV Mas?”
    Wah.. binal juga nih anak pikirku, dalam hati aku juga ingin ngentot pantat nih, kebetulan. Pantat Dini memang bagus banget kenyal dan bulat, aku makin nafsu melihatnya. Dini membimbing penisku masik ke lobang anusnya, oughh sempit banget rasanya tapi enak. Langsung aja aku dorong penisku keras keras,

    “Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”

    Dini benar-benar sexy, bau badannya yang wangi rada asem dikit membuatku semakin terangsang, aku jilatin punggung dan leher bagian belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan bokongnya benar-benar mirip Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Dini meraih tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir sejak tadi.
    “Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”


    Tiba-tiba pantatnya mengejang dan berdenyut (baru kali ini aku tahu kalau pantat dientot juga bisa klimaks)
    “Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh aku keluar Mass.. Oughh ahh ahh”
    Dini meremas-remas payudaranya sendiri. Aku pompa pantatnya kencang-kencang karena denyutan anusnya aku nggak tahan sementara tanganku terus bergerak keluar masuk vaginanya.
    Dini menengadah ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan.. “Ahh mass aku keluar lagi.. Ahh ahh..”
    Mendengar desahannya aku makin bernafsu dan kepala penisku semakin membesar mau bongkar muatan,
    “Oughh Dini pantatmu enakk banget.. Ahh”
    Semprotan spermaku membasahi bagian dalam anus Dini yang masih berdenyut. Lutut Dini bergetar dan dia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan kecapean.

    Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.. Wah tidak terasa sudah hampir 5 jam aku bermain sex dengan dua wanita liar ini.

    Selama aku tinggal di rumah Jeany, tiap malam aku ngentot dengannya dan paginya Dini selalu menyediakanku sarapan pagi dan dia tidak pernah memakai celana dalam, aku sarapan sambil ngentot sama Dini. Hehehehe. Enakk tenan.

  • Cerita Panas Berhubungan Intim Dengan Kelly Bule Yang Jago WOT – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Panas Berhubungan Intim Dengan Kelly Bule Yang Jago WOT – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2011 views

    Perawanku – Kenalin nama Gue Pandji, gue bakal sharing cerita mesum yang pernah gue lakuin sama tamu hotel gue. Profesi gue adalah sebagai seorang Room Boy disalah satu hotel berbintangdi pulau dewata atau Bali. Usia gue serakarang 26 tahun, gue single dan gue bebas mau ngentot sama siapa aja. Okey guest jadi cerita sex gue ini terjadi 1 tahun yang lalu. Dimana hari itu gue baru 3 bulan kerja di hotel itu. Pada hari itu kebetulan sekali gue masuk shift siang, ketika gue lagi stanbay di outlet gue tiba-tiba aja ada bule yang menuju receptionis yang sexynya udah kelewat bates deh. Udah sexy, toketnya gede, mukanya cantiknya lagi. Buset tuh Bule bener-bener bikin siang itu main hot aja deh.

    Selama dia di receptionis gue lihatin terus, pantanya tuh buset, udah bullet kenceng lagi, huhhh… sangek abis pokoknya gue siang itu. Saat itu tuh bule cuma pakai kaos putih dan rok jeans mini yang panjangnya sejengkal kali yah dari pinggangnya. Cowok mana coba yang nggak horny lihat tuh bule. Kalau gue lihat sekilas dia sih masih lajang, soalnya dia masih muda. Udah gitu tuh bule cuma sendirian lagi datengnya. Mata gue bener-bener nggak berkedip lihatin pantat tuh bule, beuhh… ketika dia mengurus check in nya, pantatnya bergerak gerak guest, aduhhh… makin nggak kuat aja nih kontol gue. Dari pantat mat ague beralih kepunggunya, ketika gue lihatin tuh punggung, kayaknya ada yang kurang deh.

    Apa tuh guest yang kurang ??? yang kurang tuh pada punggung bule itu dipunggunya nggak ada hiasan tali Bra. Wah kalau dipunggung nggak ada hiasan tali Bra pastinya dia nggak pakai Bra Dong guest, bener nggak tuh, hhe. Kebetulan siang itu Di outlet romm boy Cuma ad ague, untuk room boy lainya kayaknya baru pada nganter tamu deh, rejeki gue nih guest, hha.

    Ketika sedang asik-asiknya berkhayal jorok tentang tuh bule, tiba aja telfon di stand gue berbunyi,

    “ Kringgggggggg… Kringgggggggg… Kringgggggggg…, ”

    Tepat sampai 3 kali gue angkat tuh telfon,

    “ Selamat siang saya Pandji ada yang bisa saya bantu, ” ucapku sesuai prosedur.

    “ Ah elu belagak profesional Char, ini gue Aldhi , ada tamu bule tuh cepetan anterin kekamar dia, ” ucap Aldhi.

    Aldhi adalah call service yang kebetulan dia temen seangkatan gue waktu kuliah di akademi pariwisata,

    “ Ah elu Dhi, gue kirain siapa, yaudah biar gue anterin lagian di outlet cuma ada gue doang, yaudah ya bey…, ” ucapku langsung menutup telfon.

    Dengan penuh semangat gue-pun langsung samperin tuh bule,

    “Good afternoon Mrs, may i bring your suitcase, ” sapa gue ke bule itu. “ Good afternoon to, sudah pakai bahasa indonesia saja, ibu saya orang indonesia, so saya mengerti bahasa indonesia, ” ucap bule sexy itu pakai bahasa indonesia baku pada gue.

    Wkwkwk… kocak banget tuh bule ngomong bahasa indonesia, syukur deh kalau dia bisa bahasa Indonesia, soalnya bahasa inggri gue juga nggk bagus, hha… emang kalau rejeki tuh nggak kemana,

    “ Oh iya Mrs baiklah, mari saya antarkan kekamar anda, ” kataku. “ Don’t call me Mrs but I’m young, call me Kelly okey Pandji, ” ucapnya dengan bahasa inggris.

    “ Yes Kelly, I’m sorry, mari saya antarkan kamu kekamar !!!!, ” kataku sembari membawakan tas.

    “ Okey Pandji, come on, ” jawabnya.

    Dia tau namaku karena dia membaca nam tagku. Aduh gimana sih nih bule, katanay ngajakin bahasa Indonesia, eh malah dia ngomong bahasa inggris,hha.. tapi nggap papa deh yang penting gue bisa ngaterin nih bule sexy. Saat itu guepun jalan duluan dan dia dibelakang gue. Kelly saat itu mendapat kamar 505.

    Segera gue dan Kelly masuk didalam Lift dan gue pencet tuh tombol lantai 5. Lantai 5 adalah lantai paling atas, dan lantai 5 itu kamar residence suit, pokoknya kamar yang paling mewah deh guest. Awalnya dialam lift kita nggak ngobrol nih guest, secara nggak sengaja saat itu gue lihatin dada tuh bule,

    “ Buset nih bule, ternyata bener dugaan gue, dia ngga pakai Bra, Shitt man… Horny ditempat gue, ” ucap gue dalem hati.

    Saat itu Kelly dengan santainya berdiri dialam lift, sembari menuju sampai lantai 5 gue lihatin terus toket tuh bule. Tahu nggak guest, putting Kelly ngejiplak jelas bray, buset dehhh… Sangek abis gue. Setelah beberapa saat berada didalam lift akhirnya kamipun sampai juga di lantai 5,

    “ Mari Kelly sudah kita sudah sampai dilantai 5, ” ucapku.

    Siang itupun kami keluar dari Lift dan segera menuju kekamar Kelly. Sesampainya didepan pintu kamar segera gue buka tuh pintu kamar. Seperti biasa Room boy masuk terlebih dahulu sbelum tamunya,

    “ Mari Kelly silahkan masuk, ” ucapku sembari masuk kekamar dan membawa tas.

    “ Okey Pandji, thanks full…, ” ucapnya dengan senyuman ramah.

    Saat itu koper Kelly segera gue letakkan disamping kasurnya. Setelah meletakan koper Kelly guepun menjelaskan tentang fasilitas kamar. Saat menjelaskan saat itu sengaja gue bikin lama durasinya, tak jarang mata gue curi-curi pandang kearah paha dan buah dada Kelly. Paha Kelly bener-bener mulus banget guest, beuhhh.

    Apalagi tuh puttingnya, terlihat jelas banget guest dimata gue. Puttingnya hitam menonjol banget dibalik kaos putihnya itu. Setelah menjelaskan fasilitas kamar akupun mencari akal agar bisa berlama-lama dikamar Kelly. Saat itu tiba-tiba saja difikiranku terlintas ide untuk menjelaskan tentang cara dan fasilitas kamar mandi,

    “ Oh iya Kelly, mari saya jelaskan untuk fasilitas kamar mandi anda, ” kataku.

    “ Iya Pandji, ” jawabnya singkat.

    Kami-pun segera masuk kekamar mandi, sesampaiya dikamar mandi aku segera menjelaskan cara pemakaian alat yang ada dikamar mandi. Setelah selesai menjelaskan tiba-tiba saja Kelly mencoba Shower kamar mandi dan secara tidak sengajapun shower itu membasahai dirinya,

    “ Ohhh Shittt… baju saya basah Pandji, hha…. I accidentally turned the shower curtain, ” ucapnya dengan tertawa.

    “ Hahaha.. tidak apa-apa Kelly, jika basah seperti itu anda terlihat sexy sekali, ” ucapku memujinya.

    “ What I’m sexy ???? kamu meledek saya Pandji ??? huhh…, ” ucap bule itu nampak sedikit marah.

    “ No no no, I’m serious Kelly, You’r sexy girl, that its really, I’m suer, ” ucapku meyakinkanya.

    Saat itu aku menjawab dengan bahasa inggris asal-asallan, yang penting Kelly mengerti apa yag aku maksud. Saat itu dia masih terlihat kesal, “ Kelly, coba kamu berkaca, coba lihat body kamu, you’r sexy Kelly, ” ucapku meyakinkan lagi.

    Kemudian Kelly segera berkaca denga wajah serius, ketika mengaca dia tersenyum-senyum dan berkata,

    “ Hahha… kamu takut saya marah ??? I’m sorry Pandji tadi saya bercanda,hhe.., terima kasih pujianya Pandji,wkwkwkwk…, ” ucapnya dengan tertawa puasa.

    Anjrittt, gue ternyata dikerjain sama tuh bule. Untung aja dia tamu gue, coba kalau nggak tamu gue pasti udah gue perkosa, hha,

    “ Hahaha… Iya Kelly, saya takut sekali tadi, ” kataku sembari tertawa lepas juga.

    “ Yasudah Kelly saya permisi, say kembali beker…….., ”

    Belum selesai berkata tiba-tiba saja Kelly menarik tangan Gue sembari berkata, “ Pandji, don’t let me go please, I wanna you stay here, saya ingin mandi bersama kamu, ” ucapnya dengan terus menggenggam taganku.

    Wah…. Ini bule bercanda apa serius yah, ucapku dalam hati,

    “ Whattttttttt???? Kamu serus Kelly ???? kamu jangan bercanda lagi ya ???, ” ucapku memastikan.

    Tanpa banyak kata lagi, Kelly langsung saja mengarahkan tangan gue kerasah buah dadanya,

    “ Kamu suka ini Pandji ??? Touch and squeeze my breast Pandji, Oughhhh…, ” ucapnya sembari mengegrakan tangan gue yang sudah menempel di buah dadanya.

    Saat itu gue sejenak terdiam karena terkejut. Benar-benar nggak gue sangka bisa berduaan sama Bule, pastinya jika udah begitu ujung-ujungnya bakalan ML,

    “ Kenapa kamu diam Pandji come on squeeze my breast, Oughhhh…., ” ucapnya memintaku untuk segera meremas buah dadanya. Tanpa banyak bicara akupun segera meremas buah dada Kelly.

    Gue nggak nyangka banget bisa meremas toket bule cantik dan sexy seperti ini,

    “ Yeahhh… come Pandji, remas terus… Oughhh.. shitttt man… Sssshhhh…, ” ucapnya mendesah ketika gue mulai meremas buah dadanya.

    Gue saat itu Cuma focus meremas toket tuh bule. Kelly mendesah kayak film bokep barat yang di film-film itu guest,
    hot banget. Tanpa diminta Kellypun segera membuka kancing celanaku. Melihat hal itu akupun membantu dia untuk melepas celana dan celana dalamku. Celana dan celana dalamku segera aku letakan di wastafel kamar mandi agar tidak basah. Setelah itu kamipun segera mesum kembali. Kelly mengocok penisku dan aku meremasi buah dadanya,

    “ Oughhhh Kelly, kocokan kamu nikmat sekali, Oughhhh… terus Kelly terus… Ahhh…, ” desahku nikmat.

    Kelly terus saja mengocok sembari mendesah liar ketika gue meremas payudaranya,

    “ Pandji… Ssssshhh… Your dick so Big, really big.. Oughhhh…, ” ucap Kelly memuji besarnya penis gue.

    Memang sih ukuran penis gue besar dan panjang. Nggak tau deh Gue kenapa penis gue bisa mirip kayak penis Bule, hha. Pas banget deh ketemu sama memek bule. Kelly terus mengocok penis gue yang udah ereksi maksimal. Kocokan tanganya sunggu liar, nikmat banget guest, udah kayak ngentot rasanya, hha.

    Beberapa waktu kita melakukan Fore play, puas dengan Foreplay Guepun minta Kelly telanjang,

    “ Kelly, mari kita buka semua pakaian kita, aku sudah horny maksimal, ” ucapku dengan bahasa baku.

    Tanpa berkata-kata lagi kamipun segera membuka semua pakaian kami hingga telanjang bulat. Teringat gue masih dalam jam kerja, baju seragam gue segera gue amankan dulu. Pakain guepun segera gue amankan di gantungan handuk yang ada dikamar mandi. Sedangkan Pakaian Kelly dibiarkan saja jatuh berceceran di lantai kamar mandi.

    Saat itu kamipun sama-sama bugil, gue dan Kelly segera meneruskan perbuatan mesum kami. Segera Gue peluk Kelly dan gue ciumin bibir Kelly dengan brutalnya,

    “ Ssssshhh… Eummmmm… Sssshhhh… Cheppppp… Chepppp…, ” suara bibir kami yang saling berciuman.

    Kelly menyambut ciuman gue dengan penuh nafsu. Gue yang sedari tadi udah nafsu makin liar aja ketika ngelihat Kelly telanjang. Toketnya gede dan kenceng banget guest, apalagi memeknyam beuhhh… bersih tanpa ada selulit apa lagi bekas luka, mulus abis. Memek Kelly gemuk dan tanpa rambut kemaluan sedikitpun, gundul guest, hha.

    Dengan penuh nafsu gue pun terus menciumi Kelly, tak hanya itu tangan gue juga mulai bergerilia keaarah vagina Kelly. Gue raih clitorisnya dan langsung gue puter-puter tuh clitoris pakai jari gue,

    “ Oughhh… Yeahhhh Pandji, Shhhhhh…. Push my clitoris Pandji… Aghhhh…, ” ucapnya mendesah nikmat.

    “ Iya Kelly, I will make you klimaks today, Ouhhhh… Shake my dick Kelly, Sssshhh.. Oughhh.., ” ucapku nikmat juga merasakan kocokannya.

    Saat itu aku memberikan rangsangan yang luar biasa untuk Kelly, kami berciuman hanya beberapa menit saja. Gue jilatin leher Kelly dan sesekali gue juga lumat daun telinga Kelly dengan mulut Gue. Tak hanya itu tangan kiri Gue juga meremas payudara, sedangkan tangan kanan gue mainin vagina Kelly, Kombinasi rangsangan yang hebatkan guest,
    hhe. Lalu,

    “ Oughhhh Pandji… Sssshhhh… I’m horny Chaelie… Oughhh… Ssshhhh…, ” desah Kelly begitu hebatnya.

    Kelly nampak sudah begitu terangsang, dia mendesah begitu hebat dan meracau tidak jelas dengan bahasa inggris. Mendengar desahan Kelly Gue pun semakin horny aja. Memek Kelly udah mulai basah dengan lendir kawinya. Dengan semangatnya aku melakukan kombinasi sex kepada tubuh Kelly,

    “ Oughhh… Oughhh.. Oughhhh… Sssshhh… put your Dick to me Pussy baby, Aghhh…, ” ucap Kelly memintaku segera memasukan penisnya kedalam vaginanya.

    Mendengar perkataan Kelly yang seperti itu akupun menghentikan rangsanganku kepada Kelly,

    “ Pandji, I’m on top Okey, ” ucapnya meminta posisex women on top.

    “ Okey Kelly, ” jawabku singkat.

    Gue segera duduk dibawah shower dan Kellypun segera berada diatas penis gue,

    “ Blesssssssssssssss….., Ahhhhhhhhhhhhh… Oughh no baby… Shhhh.., ” ucapnya merasakan nikmat ketika penis gue udah masuk keladam vaginanya.

    “ Come on Shake my Dick Kelly, Aghhhh.., ” ucapku.

    Kelly pun segera beraki dengan gaya sex women on top. Dia yang sudah horny banget, mulai bergoyang memutar seperti penyanyi dangdut. Memeknya yang belum yang tembem itu mengoyak penis Gue dengan liarnya. Benar-benar hebat memang cewek bule ketika ML, beda banget sama cewek Igo, lembek,

    “ Ouhhhh, Yeahhh… Your dick so migty baby, your dick long and big… Aghhhh.., ” ucapnya meracau sembari terus memanjakan penisku yang ada didalam vaginanya.

    “ Terima kasih Kelly, Your Pussy so nice… Ahhh, ” ucapku nikmat.

    Kelly terus bergoyang tanpa henti, dia benar-benar liar dengan posisi sex women on top saat itu. Dia menggunakan berbagai gaya saat dia diatas penis gue. Dari bergoyang, maju mundur, bahkan dia juga naik turun sembari jongkok diatas penisku. Sungguh menakjubkan dientot cewek bule guest.

    Memek Kelly semakin lama semakin basah saja, mungkin Kelly udah beberapa kali orgasme. Soalnya gue penis gue sering ngerasain kayak ada cairan hangat ketika Kelly bergoyang diatas penisku. Karena gue juga pingin pegang kendali, gue pun meminta berganti posisi sex,

    “ Kelly, Aku ingin gaya sex doggie style, ” pintaku kepada Kelly.

    “ Okey Pandji, I like that, ” ucapnya. Kelly pun segera berdiri lalu dia menuju wastafel yang ada didalam kamar mandi juga. Setelah itu diapun menungging sembari berkaca didepan kaca wastafel,

    “ Come on Pandji, input your dick to my pussy, ” ucapnya sembari menungging didepan kaca.

    “ Okey Kelly, wait me…, ” ucapku.

    Gue pun segera menyusl Kelly didepan wastafel itu. Setelah sampai dibelakang Kelly langsung aja gue masukin penis gue kedalam vagina Kelly,

    “ Blesssssssssss… Aghhhhhhhhhh… Nice baby… Aghhhh…, ” ucap Kelly nampak senang.

    Dengan penis gue yang udah tegang maksimal, gue pun segera beraksi. Gue tusuk dengan brutal memek Kelly dengan gaya doggie style,

    “ Ahhh Ahhh Ahhh Ahhh Ahhh, Oughhh yeah …. Eughhh,…, ” desah Kelly.

    Pantat Kelly yang bulat terpampang jelas didepan mataku. Melihat pantatnya yang putih dan kencang gue semakin bersemangat ngentot tuh bule. Sembari menyodok memeknya gue remaisin toket Kelly dengan nafsunya. Dari kaca terlihat jelas wajah Kelly merah karena horny sekali. Tidak terasa gue dan Kelly udah hampir setengah jam ML-nya.

    Karena memek Kelly bener-bener nikmat, penis gue pun terasa akan mengeluarkan pejuhnya,

    “ Kelly, aku akan klimaks, Oughhhh…, ” ucapku.

    “ Oughhh baby, I want to drink your sper, ” dia mengatakan ingin meminum sperma gue.

    Setelah gue tidak kuat lagi menahan sperma gue, segera gue cabut penis gue dari vagina Kelly. Kelly yang mengetahui hal iyu dia segera memutar tubuhnya lalu jongko dibawah gue. Penis gue langsung dia pegang dan langsung dia kulum dengan hebatnya,

    “ Annna… Oughhhh… Crottttttttttt…. Crottttttttttt…. Crottttttttttt…. Crottttttttttt…., ”

    Akhirnya pejuh gue keluar juga. Waktu itu pejuh gue disikat abis guest sama Kelly. Dia sedot dan dia telan pejuh gue hingga habis nggak tersisa sedikitpun. Luar biasa sensasi sex yang gue dapetin sama Kelly si bule montok dan hot. Setelah kita selesai ML, kita pun segera mandi bersama. Selesai mandi gue segera memakai baju seragam gue lagi, dan setelah itu gue segera berpamitan kepada Kelly karena gue harus kerja lagi.

    Singkat cerita selama Kelly menginap di hotel itu, sepulang kerja gue menginap dikamar hotel Kelly untuk menemani dan meuaskan hasrat sex Kelly. Kami bercinta setiap hari dengan berbagai gaya sex. Hubungan gue dengan Kelly pun masih berlanjut sampai sekarang. Dia bahkanmenyempatkan datang 2 bulan sekali untuk bertemu denganku. Kelly adalah bule australia yang ternyata dia anak seorang pengusaha furniture.

    Selain mendapatkan kepuasan sex gue juga sering ditransfer uang. Intinya segala kebutuhan gue dipenuhi oleh Kelly. Entah hubunagn kami nanti bagaimana endingnya. Untuk saat ini gue berfikir yang penting gue untung, hha. Begitulah guest kisah sex gue dengan Kelly bule sexy berduit pula, hha.

  • Cerita Ngewek Cerita Mandiin Suster Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngewek Cerita Mandiin Suster Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2009 views

    Perawanku – Saya terbangun dipagi hari dengan perasaan sakit yang luar biasa. Kepala saya terasa berat, badan saya panas sekali, dan badan tidak terasa bertenaga. Saya mencoba bangun dan sarapan. Setelah makan, saya malah terasa semakin lemas. Akhirnya saya SMS sekretaris saya untuk bilang tidak masuk kantor karena sakit. Jam 11 siang saya terbangun, kepala terasa semakin berat dan lemas sekali.

    Saya minta pembantu saya untuk panggil taksi. Setelah taksi tiba, saya berangkat dan minta diantar ke rumah sakit swasta yang besar di daerah kuningan, Jakarta. Saya langsung masuk ke unit gawat darurat dan tim medis langsung menangani saya.

    Darah saya diambil untuk dites dan sebuah infus dipasang dilengan kiri saya. Sejam kemudian, dokter memberitahukan hasil lab yang menyatakan trombosit darah saya jauh dibawah normal. Saya diminta untuk diopname.

    Sambil mengisi registrasi rumah sakit, saya minta kamar VIP dan menelepon orang tua saya bahwa saya diopname dan minta dibawakan baju ganti dari rumah saya. Setelah urusan beres, saya langsung diantar ke kamar VIP.

    Selesai makan siang dan obat, saya langsung tidur dengan pulas. Sore hari, orang tua saya datang membawa baju ganti, dsb. Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname. Joker123

    Selasa

    Jam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Kepala saya masih sakit, badan masih panas dan masih tak bertenaga. Selesai sarapan kembali saya tertidur. Jam 6:30, seorang suster masuk.

    “Selamat pagi Pak Arthur, saya mandikan ya supaya segar” kata suster.

    Saya membuka mata sedikit dan mengangguk. Si suster dengan cekatan membuka baju dan celana tidur saya. Seluruh tubuh saya dioleskan dengan sabun cair lalu digosok setelah itu dilap dengan handuk basah.

    Selama dimandikan, saya menutup mata saya karena masih pusing. Sesekali saya membuka mata, saya perhatikan si suster bernama Mia (bukan nama asli). Tubuhnya langsing, rambutnya pendek, dadanya terlihat membusung dibalik baju seragam perawatnya, nikmati sensasi membaca Kumpulan Cerita Dewasa.

    “Pak, mau dibersihkan daerah selangkangan?” suster Mia bertanya. “Ya boleh aja” jawab saya malas-malasan.

    Celana dalam saya dibuka dan kembali suster Mia mengoleskan sabun cair dan membersihkan daerah selangkangan lalu dilap dengan handuk basah. Selama dibersihkan didaerah selangkangan, kontol saya terkulai dengan lemas.

    Ternyata urat mesum saya sedang tidak beraksi sama sekali, hahahaha. Setelah beres, suster Mia membantu saya memakai pakaian yang bersih dari tas saya lalu saya mengucapkan terima kasih. Jam 8, dokter datang untuk memeriksa kondisi saya kemudian saya melanjutkan tidur.

    Rabu

    Rutinitas pagi hari kembali terulang, sarapan diantar lalu datang si pria yang meminta darah saya (udah kayak drakula minta darah) dan kembali suster Mia datang untuk memandikan saya.

    Kepala saya masih sakit walaupun tidak separah kemarin dan badah masih hangat. Kali ini sambil dimandikan, mata saya terbuka lebar dan tertuju pada TV walaupun sekali-sekali melirik ke tubuh suster Mia. Wajahnya saya perhatikan, ternyata cantik juga dia.

    Jika dilihat sepintas mirip selena gomez. Kalau tersenyum, maka sebuah lesung pipit akan terlihat di pipi sebelah kanan. Kembali suster Mia menawarkan untuk membersihkan daerah selangkangan, saya perbolehkan.

    Kontol saya masih terkulai lemas. Rupanya badan lemas memang tidak akan mampu membuat kontol berdiri. Saya melewati hari ini dengan lebih banyak tidur supaya cepat sehat. Sekali-sekali saya nonton TV tapi setelah itu kembali tidur.

    Kamis

    Pagi ini saya merasa cukup segar, kepala sudah tidak lagi sakit, temperatur badan sudah kembali normal dan tenaga tubuh terasa sudah membaik. Tidak sabar saya menunggu dimandikan suster Mia. Selesai sarapan dan pengambilan darah, suster Mia datang.

    “Halo selamat pagi, kelihatannya sudah segar Pak Arthur” kata Mia dengan tersenyum. “Panggil Arthur saja, enggak usah pakai Pak. Iya, sudah jauh lebih baik” kata saya dengan tersenyum. “Wah kalau begitu enggak perlu ya dimandikan, bisa mandi sendiri” goda Mia. “Kalau saya sehat, saya tidak ada disini, suster” jawab saya sambil tertawa. “Hahaha, bisa saja Arthur” kata Mia.

    Mia membuka baju dan celana tidur saya. Saat mengoles dada dan punggung saya dengan sabun cair, saya melirik kearah dadanya, wah besar juga! Mia menggosok dada, punggung dan lengan saya. Bibir Mia yang merah terasa dekat sekali saat itu membasuh dada saya dengan handuk basah. Ingin rasanya menciumnya. Lalu Mia melanjutkan membersihkan paha dan kaki saya.

    Tangannya yang lembut saat menyentuh paha saya tiba-tiba membangunkan urat mesum saya dan langsung kontol saya berdiri, hore! Mia tetap melanjutkan membasuh paha dan kaki walaupun sekali-sekali saya menangkap matanya melirik kearah kontol saya.

    “Mau dibersihkan selangkangannya?” tanya Mia. “Boleh, silakan” kata saya sok cuek.

    Tangan Mia meraih celana dalam saya dan perlahan ia menariknya kebawah. Kontol saya langsung terayun kearahnya. Mia lalu membalur sabun cair di daerah selangkanganku. Tangannya terasa lembut sekali dan kontol saya terasa semakin mengeras.

    “Maaf ya kalau ereksi” jawab saya sedikit malu. “Tidak apa-apa kok, normal kok” jawab Mia sambil tersenyum, rasakan sensasi Kumpulan Dewasa Terkini.

    Duh senyumannya membuat jantung saya berdegup dengan kencang. Mia kelihatannya hati-hati untuk tidak sampai menyenggol kontol saya. Selesai mandi, Mia membantu saya memakai baju lalu saya nonton TV sambil menunggu dokter datang.

    Jum’at

    Saya sudah merasa sehat sekali. Saya kembali membayangkan kenikmatan dimandikan oleh si cantik suster Mia. Sarapan dan tukang palak darah pun datang, dan sekarang saatnya mandi. Pintu kamar saya terbuka dan tiba-tiba yang muncul bukan Mia melainkan suster lain yang sama sekali tidak menarik.

    “Aarggh, shit, who the hell are you?, I want Mia” jerit saya dalam hati.

    Suster itu menawarkan untuk dimandiin. Serta merta saya menolak, saya bilang saya cukup kuat untuk mandi sendiri. Suster itu membantu saya ke kamar mandi setelah itu meninggalkan kamar saya. Selesai mandi, dokter datang dan membawa hasil lab terbaru.

    Trombosit darah saya sudah kembali normal. Nanti siang saya diijinkan untuk membuka infus dan kalau segala sesuatu baik maka hari Sabtu boleh pulang. Saya agak sedih tidak ketemu Mia, seharian saya melewatkan waktu dengan nonton TV dan menanyakan ke sekretaris keadaan di kantor.

    Malam hari setelah makan malam, orang tua saya pamit untuk pulang. Saya masih nonton TV untuk menunggu suster shift malam datang. Biasanya suster itu hanya akan memantau kondisi sebelum saya tidur. Tangan kiri saya sudah kembali bebas setelah jarum infus dicabut. Jam 21:30, pintu terbuka dan suster Mia muncul.

    “Selamat malam Arthur, sudah sehat?” Mia bertanya dengan tersenyum. “Halo Mia, saya sudah merasa sehat. Kok sekarang datangnya malam?” tanya saya. “Biasa, rotasi jam kerja” kata Mia.

    “Senang melihat Mia lagi” kata saya sedikit merayu, tanpa saya sadari saya menyentuh lengan Mia. Mia tersenyum dan membiarkan tangan saya memegang lengannya. “Gimana kabarnya? Masih lemas?” tanya Mia.

    “Sudah sehat, kan tadi sudah saya jawab” kata saya sedikit bingung. “Bukan kamu, tapi adik kamu” kata Mia dengan pandangan menggoda. “Coba saja kamu tanya sendiri” kata saya sambil tersenyum.

    Dengan mata yang tetap tertuju pada mata saya, Mia mengulurkan tangannya ke arah kontolku. Ia meremas kontol saya dari balik selimut.

    “Besar ya, Arthur” kata Mia. “Buka aja celananya” kata saya.

    Mia membuka celana piyama dan celana dalamku. Kontol saya langsung digenggam. Mia membungkukkan dadanya kearah saya dan saya langsung mencium bibirnya, saya buka kancing baju seragamnya lalu saya tarik BHnya kebawah. Agen Joker123

    Payudara mia cukup besar, berukuran 34B. Putingnya berwarna coklat muda dan payudaranya terlihat sedikit menurun. Dengan gemas, saya cium bibir Mia sambil meremas dan memelintir puting Mia.

    Mia membalas dengan meremas dan mengocok kontol saya. Setelah berciuman agak lama, Mia melepaskan dirinya dan menghisap kontol saya. Lidahnya menyapu seluruh kepala kontol lalu ke batang kontol dan biji. Hmm, nikmatnya.

    Saya mengangkat rok putih Mia dan terlihat celana dalamnya berwarna putih. Saya remas pantatnya yang tidak terlalu besar lalu saya elus vaginanya dari belakang pantatnya. Mia menggelinjang kegelian. Saya menyelipkan jari saya kebalik celana dalamnya dan mengelus-elus vaginanya. Terasa bulu-bulu kemaluan Mia disekitar vaginanya. Vagina Mia sendiri terasa basah dan licin.

    Wah kelihatannya Mia sudah orgasme, mungkin saat kita ciuman dia mengalami orgasme. Jari saya sibuk mengelus vagina dan memainkan klitorisnya. Nafas Mia mendengus-dengus dan ia menghisap kontol saya semakin keras.

    Tiba-tiba terdengar suara orang berjalan di gang. Mia langsung tersentak dan membetulkan bajunya. Ia berjalan ke pintu dan mengintip keluar, rupanya hanya orang yang keluar dari kamar selesai membesuk. Mia tersenyum dan berkata

    “Arthur, saya enggak berani melakukannya disini, takut supervisor saya lewat” “Sebentar saja, enggak ketahuan kok asalkan kita tidak berisik” ujar saya. “Hari Senin saja ya ditempat saya” kata Mia dengan wajah yang memelas. “Sebentar saja sayang, 10 menit deh” ujar saya dengan nafsu yang sudah naik ke ubun-ubun, berharap Mia mau melayaniku.

  • Pengalaman Sex Pertamaku Waktu SMA – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman Sex Pertamaku Waktu SMA – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2008 views

    Perawanku – Cerita sex panas ini bener-bener ga bisa kulupakan. Pengalaman sex yang menggelikan tiap kali aku mengingatnya. Hanya disini dan pertama kali ini aku akan menceritakan pengalaman sex pertamaku ini. Siap-siap saja kalian tersenyum geli waktu membacanya, cerita sex pengalaman pertama yang aneh, seru dan menggelikan… hihihi… tapi ini bener-bener terjadi lohhh…

    OK.. sebelumnya perkenalkan, sebut saja namaku Cindy umur 20 tahun. Aku akan menceritakan kisah seruku waktu masih duduk di bangku kelas 2 SMA di Surabaya. Aku sekolah di SMA swasta Katolik terkenal. Aku termasuk anak yang pandai di kelas namun tidak kuper. Temanku banyak, karena aku orangnya seru dan gokil. Dan aku juga suka pesta, bukan pesta sex lho he2… Beberapa waktu sekali aku dan teman teman ’se-gank’ suka mengadakan pesta di berbagai tempat. Kalau lagi ada uang kami bahkan menyewa restoran hotel untuk pesta. Dengan mengundang teman-teman seangkatan, kami patungan untuk menyewa tempat. Kadang di Westin, Sheraton, Shangri-la atau Majapahit.

    Aku sangat menikmati masa-masa SMA dulu, berkumpul dengan teman-teman. Meskipun aku anak yang pandai tidak berarti aku anak yang belajar melulu. Aku juga pernah ikut teman-teman bolos pelajaran atau eskul. Malah pernah aku terlibat ngerjai guru. Lucu sekali. Untung dengan wajahku yang polos ini aku dapat lolos dari hukuman. Aku bilang kalau aku tidak ikut-ikut. Dan para guru percaya. Yang kena ya teman-teman pria.

    Selain teman wanita, aku juga punya banyak teman pria. Tapi aku selalu memegang prinsip, bahwa selama belum kuliah aku tidak akan pacaran. Soalnya rugi. Aku tidak akan mendapatkan teman yang banyak. Beberapa dari mereka pernah berusaha menjadikanku pacar. Menurut mereka aku cukup keren dan asyik. Tapi aku ya menolak dengan halus sehingga tidak menyakiti perasaan mereka. Soalnya mereka juga teman sendiri. Kalau sakit hati kan persahabatan bisa bubar.

    Kupikir-pikir aku memang keren kok. Hihihi… Yang jelas aku rutin aerobic seminggu tiga kali. Postur tubuhku juga lumayan, tapi beberapa teman mengatakan aku agak kurus. Dengan tinggi 163 cm, beratku hanya 46 kg. Tapi biarlah tidak pa-pa. Yang penting kan sexy.

    Kejadian mendebarkan dan tidak akan terlupa kualami waktu pesta Valentine bulan Februari. Seperti biasa, kami segera mempersiapkan event besar ini dengan pesta yang heboh. Bahkan kami menentukan tema pesta kali ini. Seluruh undangan harus pakai kostum aneh. Asyik juga meskipun akhirnya tidak ada yang sewa kostum, hanya kostum bikinan sendiri hasil modifikasi bersama.

    Aku sendiri memakai gaunku yang model jaman kerajaan. Seperti gaun Cinderella dengan rok menggembung disumpal jalinan kain dan sejenis kawat lentur seperti kandang ayam. Payah juga. Agak mengganggu waktu duduk. Tapi saat aku memakainya aku seperti melihat wanita anggun tempo dulu. Hanya kurang payung kecil dan wig pirang. Aku mempersiapkan kostum ini semalaman dibantu Mamaku. Aku rasa ini akan jadi pesta Valentine terheboh sepanjang SMA.

    Karena pada saat itu semua hotel tidak menyewakan restorannya (karena masing-masing sudah punya pesta Valentine), maka kami sepakat untuk menggunakan villa salah satu teman kami di Trawas. Villa ini besar sekali dan full fasilitas. Kami sudah sering menginap beramai-ramai di tempat ini.

    Kami mengundang banyak sekali anak kelas 2. Maka saat kami memulai pestanya kami benar-benar seperti dalam acara besar. Ada yang berkaraoke, ada yang joget dan ada yang main billyard. Pokoknya kami menikmati seluruh fasilitas di villa.

    Mendekati puncak acara, yaitu disko ramai-ramai, aku pergi ke meja minuman untuk mengambil minum lagi. David temanku yang anak orang kaya itu mensponsori berbagai macam minuman, dari yang beralkohol sampai juice buah-buahan. Aku tertarik dengan minuman berwarna hijau daun yang entah sampai saat ini aku tidak tahu namanya. Mungkin Fanta, hihihi.

    Tiba-tiba dari bawah meja yang ditutupi taplak besar muncul salah satu temanku Andi.

    Aku kaget dan bertanya, “Ngapain kamu?”

    Dia bilang kalau mau bikin kejutan di tengah arena disko dengan muncul tiba-tiba pakai kostum Zorro. Aku hanya tertawa mendengarnya. Soalnya dari tadi Andi tidak muncul. Baru muncul sekarang dengan kostum Zorro-nya yang kacau balau.

    Sekedar informasi, Andi adalah sahabat baikku sejak kecil. Kebetulan rumah kami berdekatan. Dari kecil kami selalu main bersama, sekolah di sekolah yang sama dan kadang kala beli baju kembaran. Orangtuaku dan orangtuanya sudah kenal baik sejak pindah di komplek perumahanku sekitar tahun 1980an. Sebenarnya aku ada sedikit perasaan sih sama Andi. Tapi kok rasanya dia hanya menganggapku saudara. Jadi ya kusimpan baik-baik saja. Yang tahu hanya sahabatku Rosa.

    Aku menyetujui usulnya. Kemudian dia bilang kalau dia butuh bantuanku. Dia mau sembunyi di dalam rokku yang besar, terus aku disuruh jalan ke tengah arena, dan dia segera muncul. Kemudian berlagak menyandera salah satu cewek. Jelas saja aku tidak mau. Kesenangan dia dong. Terus dia bilang kalau dia kan sudah sering lihat aku berenang. Buat apa malu. Lagipula ini kan teman-teman sendiri.

    Setelah kupikir-pikir, oke lah. Dia toh sudah sering melihatku pakai baju renang maupun baju senam kok. Dan aku tidak malu. Selama ini Andi juga tidak pernah kurang ajar padaku. Malah cenderung memperhatikan dan menyayangiku.

    Kemudian setelah mendapat persetujuanku, dia segera mempersiapkan topengnya dan masuk ke dalam rokku. Tidak ada yang melihatnya masuk ke dalam rokku, karena meja minuman ini ada di sudut samping tangga, agak jauh dari kerumunan. Jadi semua berjalan lancar. Aku senyum-senyum saja membayangkan rencana si Andi. Sebenarnya risih juga ada seorang pria, meskipun si Andi, berada dekat sekali dengan daerah pinggulku. Tapi kupikir toh dia sudah sering lihat. Aku merasa dia sedang membetulkan posisinya di dalam rokku. Memang rokku besar juga dan Andi orangnya kurus. Tapi pasti cukup sulit bagi orang setinggi kira-kira 175 cm untuk bergerak.

    Tiba-tiba bagai disambar petir, aku baru ingat kalau aku ternyata hanya pakai celana dalam terbaruku yang model G-string. Model celana dalam yang bagian depannya kecil sekali dan bagian belakangnya masuk di antara pantatku. Selain itu aku hanya pakai stocking warna coklat. Wajahku mendadak bersemu merah. Jantungku berdebar. Andi belum pernah melihat pantatku terbuka sedemikian rupa. Dia pasti melihat pantatku. Aku segera panik dan berusaha memanggil Andi.

    Aku baru sadar kalau Andi diam saja di dalam rokku. Aku hanya merasakan hembusan napasnya di pahaku. Berarti dia sedang melihat daerah kemaluanku. Aku menepuk-nepuk rokku dan berusaha memanggilnya. Tapi dia diam saja. Kemudian kulihat Rosa dan Dewi menghampiriku. Mereka mengambil minum dan menanyakan kenapa aku berdiri di pojok terus. Kok tidak bersama teman yang lain.

    Sementara aku bercakap-cakap dengan Rosa dan Dewi, aku merasa kalau Andi berpindah ke belakang. Sial. Dia pasti sedang menikmati pantatku yang montok. Aku merasa hembusan napasnya yang dekat sekali. Sedetik kemudian dia mulai meraba pantatku. Aku tersentak, sehingga Rosa bertanya. Aku berusaha menjelaskan kalau aku hanya kaget karena minuman yang kuambil ternyata tidak enak. Aku segera berlagak mengganti dengan minuman yang lain.

    Dalam hatiku berkata, “Awas kamu Ndi..!”

    Sebenarnya aku bisa saja menolak dengan mengangkat rokku atau bergerak ke samping, sehingga Andi keluar. Tapi ada perasaan aneh dan mendebarkan kala Andi meraba pantatku. Aku merasakan sensasi yang aneh yang belum pernah kurasakan.

    Tahu kalau aku tidak marah, Andi semakin berani. Dia mengelus-elus pantatku dengan lembut, dari batas pinggul ke bawah terus hingga daerah selangkangan. Kemudian dia mengusap-usap perlahan dengan gerakan tidak beraturan. Kadang berputar lebar, kemudian makin ke tengah. Aku begitu menikmatinya walau aku terus berbicara dengan Rosa dan Dewi. Entah rona wajahku berubah atau tidak.

    Kemudian Rosa mengajakku karaoke. Aku bilang kalau aku masih mau mencobai minuman yang ada. Setelah Rosa dan Dewi pergi dengan keheranan, aku setengah berbisik memanggil Andi. Kutepuk kepalanya (kira-kira) dan kusuruh segera keluar meskipun sebenarnya aku penasaran.

    Andi hanya berkata, “Sebentar..!” sambil tetap meneruskan aksinya.

    Kemudian disco time mulai. Lampu mulai dipadamkan, hanya lampu disko mini punya Samuel yang dinyalakan. Sehingga suasana cenderung gelap. Hanya arena disko yang agak terang dengan lampu warna warni. Kulihat beberapa pasangan mulai larut dalam kegelapan. Ada yang asyik berciuman, ada yang berdansa mesra, bahkan kulihat pasangan yang asyik petting di sofa. Aku mengingatkan Andi untuk segera memulai aksinya. Namun dia diam saja. Aku jadi salah tingkah.

    Melihat suasana yang mendukung, Andi segera melancarkan jurus baru yang membuatku semakin terlena. Dia menciumi pantatku dengan lembut. Mulainya perlahan, dari pantat yang kiri kemudian yang kanan. Setelah mencium seluruh permukaan pantatku, Andi mulai menjilati keduanya. Aku sampai memejamkan mata karena asyiknya. Geli sekali tapi enak. Membuat bulu kudukku berdiri. Pantatku sampai tegang dan merapat. Suaraku masih menyuruh Andi keluar, tapi hatiku masih menginginkan dia meneruskan aksinya.

    Saat itu perasaanku campur aduk. Otakku sudah lepas kontrol. Karena Andi merasa aku hanya setengah hati menyuruhnya keluar, dia semakin berani. Dia berpindah ke depan dan menempelkan mulutnya di daerah kemaluanku. Dengusan napasnya yang hangat sampai di antara pahaku. Aku bergetar dan mulai menyukainya. Aku diam saja waktu dia menciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah. Aku merasa otot-otot di sekitar kemaluanku mengejang. Rasanya seperti merapat terus.

    Dia terus menjilati dan menyedot sambil tangannya meremas-remas pantatku.

    “Aahh..!” hanya desahan tertahan itu yang keluar dari mulutku.

    Pantatku menegang terus karena geli dan nikmat. Aku tidak mengerti apa yang harus kulakukan, karena ini pengalaman baru bagiku. Aku hanya merasakan dan merasakan. Suaraku tenggelam dalam suara keras house music yang berdebam-debam.

    Kemudian Andi melakukan suatu hal yang paling mengejutkan seumur hidupku. Dengan beraninya dia menurunkan celana dalamku sampai ke paha. Aku malu sekali. Dia melihat hal yang tidak boleh dilihat. Dia melihat kemaluanku. Matanya tepat di depan kemaluanku. Sesuatu yang tidak pernah dilihat pria manapun sejak ditumbuhi bulu. Aku malu sekali dan menyuruhnya menghentikan perbuatannya. Tapi dia malah melepaskan celana dalamku sampai ke bawah.

    Aku hampir marah padanya sampai tiba-tiba aku merasa ada benda lembut dan hangat lewat di antara paha yang kurapatkan menyentuh permukaan kemaluanku.

    “Aahh..!” aku menjerit tertahan.

    Antara kaget dan geli, kusadari dia menjilati kemaluanku. Lembut sekali. Mendadak kemarahanku hilang tidak berbekas, bahkan ingin dia tetap meneruskan. Aku memejamkan mata dan mengerang. Aku berpegangan pada sisi tangga dan meja minuman. Lidahnya bermain ke sana kemari. Benar-benar nikmat. Tanpa terasa aku semakin melebarkan kakiku.

    “Ahh..!” jilatannya semakin terasa.

    Seakan tahu keinginanku, Andi memasukkan wajahnya di antara pahaku dan menjilati kemaluanku sepuas-puasnya. Seluruh kemaluanku masuk ke dalam mulutnya. Kemudian dengan kuat dia menghisap kemaluanku. Rasanya seluruh cairanku terhisap keluar. Badanku menegang seperti orang kesetrum.

    Setelah itu, lidahnya menjulur keluar masuk secara terus menerus namun lembut. Terbersit perasaan malu, namun nafsuku mengalahkannya. Pikiranku sudah terbang ke khayangan.

    Uuhh..! Apalagi aku merasakan lidahnya bermain di antara belahan bibir kemaluanku. Dihisap, dikulum, dijilat dan diciumi. Sampai pada tahap lidahnya memainkan klitorisku.

    Uuahh… Sensasinya, benar-benar membuatku terlena. Dengan ujung lidahnya dia menjilati klitorisku. Ke atas ke bawah, berputar dan kadang dengan seluruh permukaan lidahnya yang lebar, melewati klitorisku ke depan dan ke belakang.

    Aku sudah tidak perduli pada sekeliling. Toh suasana gelap. Aku membiarkan Andi menjilati dan memainkan kemaluanku. Celana dalamku terasa mengganggu sehingga aku membiarkan Andi melepaskannya dari kakiku. Kemudian salah satu kakiku dinaikkan ke pundaknya. Aahh… Semakin nikmat. Aku membiarkan dia menghisap sambil kedua tangannya menyibak bibir kemaluanku. Aku merasa kemaluanku terbuka lebar dan bagian dalamnya dijilati oleh lidahnya yang lembut.

    Luar biasa..! Benar-benar nikmat tidak terkira. Aku seperti orang gila yang menahan erangan. Ingin rasanya aku berteriak merasakan aksinya sepuas-puasnya.

    Dalam waktu kira-kira sepuluh menit dia mengerjai kemaluanku, aku merasa ada dorongan aneh. Seluruh otot di daerah kemaluanku mengejang dan rasanya seperti ada sesuatu yang mau keluar dari kemaluanku. Aku tidak dapat menahan dan mencengkram pinggiran meja dengan kuat. Andi tetap menjilati klitorisku dengan cepat. Dan akhirnya, setelah perasaan yang tidak dapat kugambarkan karena nikmatnya, aku menjadi lemas, lemas sekali. Seakan-akan seluruh tulangku lepas. Aku sempoyongan. Untungnya Andi sigap dan menyangga kedua kakiku.

    Dengan susah payah aku berpegangan pada tangga dan Andi keluar dari rokku dan memapah pundakku. Kemudian kami menyadarkan diri di tangga dan dia mengambil minuman segar dan menawarkan padaku. Aku mengangguk malu. Setelah kami berdua minum, dia segera mencium pipiku seperti biasa dan menanyakan padaku apa aku suka dengan tindakannya tadi. Ciumannya terasa lain. Lebih lembut. Aku pura-pura marah dan mengatakan aku tidak suka. Tapi Andi kembali mencium pipiku dan menggodaku dengan bertanya enak mana dihisap, dijilat atau dikulum? Aku memukul bahunya sambil menyembunyikan wajahku yang tersipu.

    Aku masih malu sekali mengingatnya. Mungkin kalau lampunya terang dia dapat tertawa melihat wajahku yang tidak karuan. Sambil mengantongi celana dalamku yang jatuh di lantai dia berkata kalau pernah lihat BF dan ingin mempraktekkan apa yang dilihat. Terutama dia penasaran dengan kemaluan cewek. Penasaran apakah cewek memang bereaksi seperti itu atau hanya acting saja. Karena itu waktu melihat celana dalamku yang seksi itu dia penasaran ingin mencobanya.

    Sialan, terus aku yang dijadikan kelinci percobaan pikirku.

    “Tapi itu nggak akan membuatku hamil kan..?” aku bertanya polos.

    Dia tertawa dan berkata, “Gile kamu Cin, nggak ada yang masuk ke kemaluanmu kok. Kamu masih perawan, bagaimana bisa hamil..? Lagipula aku nggak akan merusak masa depanmu. Aku sayang banget sama kamu.”

    Lega juga mendengar perkataannya.

    Aku sudah berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana kalau aku hamil..? Bagaimana kalau aku sudah tidak perawan..? Bagaimana kalau aku tidak kawin dengannya..? Namun aku lega semuanya tidak akan terjadi.

    Malam itu aku meneruskan pesta sampai pulang tanpa menggunakan celana dalam, rasanya aneh, dingin. Sedang otot-otot kemaluanku masih berdenyut-denyut nikmat seperti perasaan mau pipis. Soalnya ini pertama kali aku orgasme. Ternyata asyik dan menegangkan juga berada di antara teman-teman tidak memakai celana dalam. Dan mereka tidak tahu. Celana dalamku yang basah dimasukkan tasnya Andi bersama pakaian gantinya. Dia janji akan mengantarkan lewat pos. Sialan dia.

    Sejak saat itu aku semakin akrab dengan Andi. Aku terkadang masih suka membayangkan perbuatannya pada kemaluanku. Kenikmatannya yang mengasyikkan. Andi juga semakin dekat padaku. Kemana-mana makin sering berdua. Sampai teman-teman mengira kami jadian. Kalau di rumah tidak ada orang, kami sering mandi bersama. Dan Andi masih sering melakukan kesukaannya mengerjai kemaluanku sampai aku orgasme, kali ini sambil meremas-remas payudaraku.

    Aku juga mulai belajar menghisap burungnya Andi. Lewat BF, aku belajar merangsang burung agar mencapai orgasme. Soalnya aku kasihan melihat dia selalu onani setelah memuaskan aku. Andi baik juga, dia tidak memaksaku melakukan itu. Dia hanya senang kalau aku orgasme. Aku jadi semakin tidak enak mendengarnya. Maka itu aku cari kesempatan mempraktekkan ‘ilmuku’ saat rumahku kosong.

    Di siang hari, di rumah aku sering sendirian. Kakak perempuanku sekolah di luar negeri, sedang ayahku kerja sampai sore. Kalau ibuku sering aktif di beberapa organisasi sejak aku SMA. Tinggal pembantuku yang agak-agak lugu.

    Ketika kesempatan itu tiba, aku segera mengontak Andi agar datang ke rumahku. Segera setelah Andi masuk ke kamarku, aku menyampaikan maksudku. Andi hanya tertawa dan segera meremas-remas lembut kedua payudaraku. Aku bilang kalau aku serius. Tapi dia tidak perduli, malah tangannya meraba-raba kemaluanku.

    Kemudian dia membuka dasterku sehingga aku hanya pakai celana dalam saja. Kemudian tangannya masuk ke celana dalamku. Dia meremas kemaluanku. Kudorong dia ke ranjangku, kemudian kukunci pintu dan kunyalakan BF di bagian yang sudah kupelajari. Kemudian kubuka celananya.

    Pertama kalinya, sambil melihat BF di kamarku, aku mulai dengan memegang seluruh bagian burung. Rasa penasaranku semakin menjadi-jadi saat menggenggam burungnya secara langsung. Mulai kepalanya, batangnya dan telurnya. Kemudian kuusap-usap. Andi memejamkan mata dan mendesah.

    Kupikir, “Wah.., bisa nih..!”

    Terus aku mulai dengan mengurutnya seperti cara dia onani. Perlahahan-lahan, kemudian makin cepat. Andi bergetar seperti orang kedinginan. Kepala burungnya mulai basah. Aku semakin hanyut oleh perasaan. Senang rasanya kalau dapat membuatnya orgasme. Lalu kulihat di BF, si cewek mulai memasukkan burung lawan mainnya ke mulut dan memainkannya dengan lidah. Perlahan kucoba mendekatkan mulutku ke burungnya. Dengan jelas kulihat kepala burungnya yang merah dan basah. Aku terhenti sejenak.

    Kemudian Andi berkata kalau aku tidak siap tidak usah. Justru perkataannya semakin membuatku merasa egois. Dia tidak jijik kok aku merasa jijik. Dengan cepat kumasukkan kepala burungnya ke mulutku. Andi mengerang dengan keras. Rasanya aneh. Seperti rasa besi. Hihihi… Aku melirik ke arah TV melihat apa saja yang dilakukan si cewek dan bagaimana reaksi si cowok. Soalnya aku penasaran.

    Kuhisap perlahan naik turun sambil tanganku mengelus-elus telurnya. Konon katanya telur itu kalau diusap-usap nikmatnya sebanding dengan kalau puting payudaraku diusap-usap. Perasaan aneh karena bau dan rasa burung yang asing segera hilang melihat Andi mengerang-erang dan memejamkan matanya karena nikmat. Aku ingat perasaanku saat itu. Aku segera meneruskan aksiku.

    Kulihat di TV si cewek meneteskan ludahnya ke kepala burung dan menjilatinya. Aku menirunya. Woow.., si Andi tampak menikmatinya. Lalu kujilati batang burungnya dari pangkal sampai ujung kepalanya. Lalu kuhisap lagi sedalam-dalamnya, terus keluar masuk sambil tanganku mengelus-elus telurnya.

    Setelah berbagai gaya mengerjai burung kulancarkan, Andi terlihat akan mencapai klimaks. Sambil merintih dia memintaku mengocoknya. Aku mengocoknya dengan kecepatan tinggi sehingga dia makin kejang-kejang tidak karuan. Aku tidak mengerti kecepatan yang sesuai bagaimana. Tiba-tiba dari kepala burungnya menyemprot cairan putih banyak sekali ke atas, kemudian jatuh. Sebagian mengenai rambutku, sebagian jatuh lagi ke pahanya.

    Di TV kulihat si cewek cepat-cepat memasukkan burung cowoknya ke mulut begitu orgasme. Aku menirunya. Kumasukkan burungnya ke mulutku dan kuhisap perlahan naik turun. Andi berkata sesuatu tapi aku tidak mendengarnya dengan jelas karena dia bergetar hebat. Seluruh otot perut dan pantatnya mengejang. Kuhisap terus burungnya sampai mulutku penuh cairan putih itu. Tiba-tiba burung Andi menjadi loyo tidak bertenaga. Aku sempat bingung. Terus terlihat Andi yang terkapar tidak berdaya.

    Dia berkata lagi bahwa spermanya jangan diminum. Aku baru sadar bahwa mulutku penuh sperma sampai menetes ke badanku. Rasanya aneh, hangat dan agak asin. Aku memuntahkan sperma Andi ke wastafel, kemudian kumur. Rasa burung dan sperma seakan-akan mendominasi mulutku sampai agak lama.

    Kata pertama yang diucapkan Andi waktu aku kembali adalah, “Hebatnya kocokanmu, sampai burungku mau lepas..!”

    Aku agak bingung pertamanya. Baru setelah itu kusadari kalau kocokanku terlalu cepat. Hihihi. Maklum baru pertama. Saat itu perasaanku senang sekali dapat membalas ‘jasa’ Andi memuaskanku. Jadi kini aku dapat juga memuaskan Andi.

    Kadang kala timbul keinginan memasukkan burungnya ke dalam kemaluanku, tapi Andi selalu menolak. Aku sendiri kalau sedang nafsu tidak mampu mengontrol diriku sendiri.

    Sampai saat ini, setelah sekian lama berlalu, pengalaman itu tidak akan pernah kulupakan. Pengalaman pertamaku mencapai orgasme tanpa kehilangan keperawanan dan pelajaran memuaskan pria tanpa berhubungan.

  • Cerita Bokep Calon Mertua Ku Bispak – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Bokep Calon Mertua Ku Bispak – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2007 views

    Perawanku – Ceritaku ini tentang calon mertua binal, udah pacaran sama anaknya eh dapet bonus dari calon mertua yang ternyata bispak, mirip-mirip tante girang kali ya hehe.. , langsung ke cerita sex nya aja ya…

    Aq punya cewek… yah dia kan udah gede… tinggi banget anakanya – Cerita Mesum

    Aq pacaran ama dia udah lama banget, tapi aq belum pernah sama sekali bertemu dengan keluarganya.. dikarenakan pacarku itu tinggal sama kakeknya. Mamanya tinggal di luar kota buat cari duit.

    Mulanya aq kasian liat pacarku, papanya kan udah pisah sama mamanya. So dia tinggal sama kakeknya.

    Cerita Bokep – Pernah sih beberapa kali bicara lewat telfon sama mamanya. Mamanya enak juga sih diajak ngbrol, keliatannya kalau diliat dari gaya bicaranya, dia masih muda banget, lalu aq tanyain sama pacarku, eh ternyata apa katanya??. Usia mamanya masih 26 thn… hehe masih bohay tuh paling…

    Hampir setaun aq pacaran ma dia, Sebut aja namanya Naya. Aq nggak tau kenapa nekat aja, pas suatu malam. Aq mengajaknya jalan keliling-keliling kota, mulanya sih nggak ada niatan apa-apa, tapi pas kami berhenti di sebuah toko, aq nggak sengaja lihat majalah yang agak hot gitu deh.

    Pikiranku jadi kacau. nafsuku semakin nggak karuan.. tanpa banyak kata, aq ajak dia pulang.

    “Nay, kerumahku dulu yuk, kita nyantai dirumah dulu” ajakku

    Sampai dirumah, kayaknya emang kesempatan memihakku. RTumahku terlihat sepi orang-orang nggak ada dirumah….

    Basa-basi dulu deh ma Naya.

    “Nay mamamu nggak pulang yah?” tanyaku.

    “Katanya sih bulan depan mau pulang mas,” jawab Naya lugu

    “Owh begitu yah?” kuatnggapi dengan bimbang, karena nafsuku udah nggak tahan nih pengen segera meledak-ledak.

    Segera aja deh aq deketin dia pelan-pelan, seperti biasanya kalau aq sedang ingin ciuman.

    Dia pun membalas ciumanku dengan lembut dan penuh kasih sayang, tapi aq menciuminya dengan penuh nafsu..

    Tanganku mulai bergerak di balik bajunya, bergerak kebelakang untuk membuka BH yang dikenakannya.

    Tanpa melepas bajunya, aq sudah melepas tali BH nya… (orang buru-buru yang begini nih)

    Tak lama kemudian, tanganku sudah bergerak kedepan lagi, meraba lembut kulit mulusnya, sampai akhirnya kurasakan bagian yang agak menonjol (34B), setelah kuremas bagian yang menonjol itu, lalu kuraba bagian pucuk putingnya, kumainkan dengan lembut bagian itu, eh dia mulai nggak konsen dengan ciumannya, dia merem melek sambil mendesis-desis….

    “Ssshhh.. emmmsssshhhh” desisnya yang bikin aq tambah nafsu

    Nggak sabar banget nih, rasanya ubun-ubunku udah mau meledak

    Langsung aja aq lepas baju dan BH nya….

    Cerita Sex – Langsung ku santap puting susunya, dan ku hisap-hisap sampai dia mengerang “oouuugghhhh” sebelah kanan kuhisap, sebelah kiri kuremas-remas lembut.

    Setelah puas dengan sebelah kanan segera aja kuhisap juga sebelah kiri…

    “Auughhh, mass geliii ahh” rintihnya

    “Tapi nikmat kan Nay? tanyaku.

    “Iiyaaahhh masss,, oogghhhhhh” dia mulai kehilangan kendali.

    Melihatnya sudah mulai kehilangan kendali, segera kumasukkan jari-jari nakalku ke balik celananya.

    Ooohhh begitu hanganya dan sangat basah sekali di sini..

    Dia terlihat diam dan menikmati permainanku

    Semakin aq ingin memainkan klitnya

    “Aaaagggghhhh maassss…” rintihnya mengeras, saat itu kudengar suara motor masuk ke garasi rumah.

    Segera saja aq dan Naya tersadar… (padahal aq belum merawanin dia)

    Kenapa kesempatan nggak ada yah????? ‘sial’ umpatku dalah hati

    Well akhirnya aq belum berhasil merawanin dia hehehehe… (jangan kecewa, masih ada yang lainnya kok)

    Akhirnya, tiba hari dimana Mamanya Naya pulang.

    Aq ikut menyambut kedatangan Mamanya Naya (sebut aja tante Tyas) di rumah tante Tyas sendiri.

    Ternyata tante Tyas bener-bener masih muda dan seksi sekali… wajahnya nggak jauh beda dengan anaknya.

    “Selamat datang tante Tyas” sembari bersalaman dengan tante Tyas, tercium bau harum menusuk lubang hidungku.

    “Oh iya, kamu yah pacarnya Naya?” tanya tante Tyas dengan tatapan liar.

    “Iya tante” jawabku agak gerogi.

    “Tolong dong kamu bantuin Naya nurunin barang-barang di taksi” pintanya.

    Iya tante” segera saja aq angkat barang-barangnya.

    (Langsung aja di hari yang paling nikmat)

    Kuambil sepeda motor, setelah aq berdandan rapi.
    Niatku sih mau ngapel kerumah Naya,
    Tapi begitu aq sampai di rumah Naya……
    Ketekan bel rumah Naya… apa yang aq liat benar-benar membuatku nggak tahan.
    Mamanya Naya keluar membuka pintu dengan pakaian yang sangat minim, celana pendek 15cm diatas lutut dan baju tanpa lengan…

    “Malam tante Naya nya ada?” tanyaku dengan sopan.

    “Aduh Naya nya baru aq suruh ambil barang kerumah kakeknya” jawabnya halus. Waahhh padahal rumahnya si kakek jauh sekali.

    “Baru aja apa udah dari tadi tante?” tanyaku penasaran

    “Baru aja berangkat, mendingan masuk dulu deh, ditunggu aja, toh dia juga nggak lama, cuma ambil barang terus langsung pulang”

    “Iya deh tante” jawabku sopan.

    Setelah aq duduk di sofa, tante membuatkan aq minum, saat kuperhatikan dari belakang… busyyeeetttt pantanya.. bikin nggak tahan aja.

    “Ini dek diminum dulu” sambil menyuguhkan minuman dingin.

    “Iya tante makasih”

    “Tante tinggal mandi dulu ya dek, gerah banget di sini” ijinnya dengan sedikit senyuman nakal.

    “Iya tante…” keringat dingin keluar diseluruh tubuhku.

    Sambil menunggu, aq melihat-lihat foto-foto yang tertempel di dinding… foto masa kecil Naya, foto papanya, dan foto muda tante Tyas.

    Memang benar-benar cantik masa muda tante Tyas…

    Beberapa menit berlalu, aq mulai bosan melihat foto-foto ini.

    Aq beranjak dari tempatku melihat foto, ehh ternyata… pintu kamar mandinya nggak tertutup rapat.

    Langsung saja aq melangkah menuju pintu kamar mandi itu, aq menyelipkan pandanganku di balik pintu kamar mandi itu.
    Disana terlihat tubuh indah dan begitu mulusnya tanpa bercak sedikit pun.

    Beberapa menit berlalu, saat tante Tyas mulai menggosok tubuhnya dengan sabun, rudalku mulai berontak, mulai nggak mau di atur.

    Kupegang aja rudalku agar terasa nikmat gitu…
    Sampai-sampai aq tak sadar kalau tante udah mulai ambil anduk… segera aja aq berlari menuju kursiku, dengan sedikit membuat suara gaduh karena buru-buru takut ketahuan.

    Tante Tyas keluar dari kamar mandi dan menuju kamarnya…
    Tak lama kemudian terdengar suara memanggil namaku…

    “Dek Tedy minta tolong bantuin tante sebentar dong…” suara tante.

    “Iya tante” dengan hati berdegup kencang aq menuju kamar tante Tyas.

    Sesampainya di kamar tante Tyas, aq lihat tante Tyas memakai celana dan BH, tapi tali BH nya belum ditalikan.

    “Dek Tedy tolong ikatin tali BH nya dong” pinta tante Tyas manja

    “Iii.. iiya tante” aq semakin gemetaran. Air ludahku serasa habis aq telan terus.

    Terasa begitu halusnya kulit tante Tyas, seakan aq mau terus menyentuhnya, aq nggak memasang BH nya.

    “Lho dek, cepet dong pasang,, gimana sih?” pintanya.

    “Eh ii iya tante, maaf” aq terkejut

    “Dek tadi apa ada orang masuk rumah? selain dek Tedy ” selanya.

    “Nggak ada tuh tante, emangnya kenapa tante?” tanyaku penasaran.

    “Nggak, tadi samar-samar denger langkah orang yang ngintip tante lagi mandi deh”…

    Wah aq semakin kalut dan keringat dinginku semakin bercucuran, untung aja aq udah selesai memasang BH nya.

    “Eh anuu tante… ginii ehhh,, emmmm” aq mulai panik.

    “Anu kenapa dek Tedy? jangan-jangan……….” tante Tyas mulai curiga

    “Nggak tante, aq nggak ngintip kok, aq nggak tau sama sekali, bener deh, aq nggak tau pokoknya” gugupku semakin parah.

    “Lho iyaa, kok kamu jadi gugup banget sih, santai aja…” sembari tante Tyas memegang pinggangku.

    “Kalau yang ngintip dek Tedy tante iklhas kok” langsung saja tubuhku didorong ke atas ranjang.

    Aq tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menelan iar liur yang habis sejak tadi.

    Segera saja, tante Tyas terjun ke atas ranjang, dengan tanpa mengenakan pakaian.
    Tepat berada diatas tubuhku.
    Kembali tante Tyas melepas BH nya yang baru aja aq pakaikan

    “Dek Tedy udah pernah negrasain belum? tanya tante Tyas dengan tanganya mulai meraba kemaluanku yang udah mengeras sejak tadi.

    “Emmmhhmmmmmmmhhhhhh” aq tak bisa berkata apa-apa

    Tante Tyas langsung aja melepas celanaku.. sampai akhirnya kemaluanku keluar semua tanpa ada yang tertutupi.
    Dilemparnya celanaku dilantai…
    Dengan tatapan binal, langsung saja tante Tyas mengnulum kemaluanku.

    Sungguh nikmat rasanya… “ooohhhhhhhhhhh” rintihku pelan menikmati permainan tante Tyas.

    Tante tyas sangat profesional sekali dalam masalah beginian. Maklumlah namanya juga udah tante.
    Masuk semua batang kemaluanku di mulut tante Tyas tanpa tersisa, sampai-sampai biji pelerku juga dijilati, ohh nikmat luar biasa. Cerita Dewasa

    Tante Tyas mulai melepas celananya, tetapi lidahnya masih saja menjilati batang kemaluanku, seakan dia tak mau membiarkan kemaluanku istirahat barang sejenak.

    Begitu celana tante Tyas terlepas dari tubuhnya, dia pindah posisi….

    Kedua paha tante Tyas mengapit kepalaku. Terus dia tetap aja menjilati dan menghisap kemaluanku.

    Aq tak tau harus berbuat apa, tapi begitu ada daging merah yang ditumbuhi dengan bulu-bulu halus itu, langsung saja aq juga menjilatinya dengan lembut.

    Kujulurkan lidahku kedalam memeknya,…..
    Oooohhhhhh baunya benar benar nikmat…..
    Saat kurasakan tubuh tante Tyas mulai gemetar, semakin kencang kupermainkan klitnya….
    Beberapa menit kemudian…

    Ooogghhhhhh” tante Tyas merintih pelan, disertai keluarnya cairan hangat dari lubang memeknya.

    Tak mau kelewatan, kujilati sampai habis cairan itu.

    “Ayo dek Tedy, tante udah nggak tahan, rasanya gatel banget di dalam sana” pinta tante Tyas dengan mesra.

    Langsung saja berpindah posisi, tante Tyas duduk diatas tubuhku tepat di batang kemaluanku, dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya.

    “Ooogghhhhh” rintihku nikmat. Benar-benar hangat dan begitu sempitnya lubang memek ini.

    Tante Tyas mulai bergerak pelan, naik turun, sembari menata tubuh.
    Setelah mulai tertata tubuhnya. Tenpo gerakannya mulai dipercepat…. sampai mengeluarkan suara… ‘Plokk.. plokk.. plokk.. plokk..’ suara pantanya menepuk-nepuk pahaku.

    “Ogghhh.. oohhhh” tante mulai hilang kendali, merintih tak karuan tanpa pedulikan apapun.

    Hampir 4 menit…. gerakan tante Tyas semakin kencang… tak tau kenapa, sangat kencang gerakannya sampai akhirnya

    “Aaaaaarrrrggghhhhhhhhhh” terasa di atas kemaluanku cairan hangat yang memenuhi lubang memek itu, memaksa batang kemaluanku untuk keluar dari lubang memek itu.

    Tante Tyas tak bergerak sedikitpun, terlihat lemas. Lalu…

    “Dek kamu gantian di atas yah” pintanya melas.

    “Iya tante” segera aq bangkit dan pindah posisi.

    Aq mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memek itu, aq gerakkan keluar masuk dengan pelan…
    Saat udah mulai lancar, aq sedikit mempercepat gerakannku….

    Kurasakan posisiku agak begitu tak nyaman. Ku angkat kedua kaki tante Tyas, berada di pundakku.

    “Ooogghhhh dek, oooooohhhh kamu pinter bangettt dekk” dengan wajahnya yang sangat menikmati permainanku.

    “Aahh tante ini bisa aja” jawabku sambil tersenyum…..

    “Ooogghhh dek ooohhh ayo dek lebih cepat dek” pintanya sambil mengigit kecil bibirnya.

    Aq pun semakin menggila, kepercepat gerakanku….

    “Ooohhhhh iyaahhh terusss dekkkk hhhhh oohhhhhhhhh tuh kan keluar lagi tante” sambil tangan tante Tyas memainkan klitnya sendiri….

    Aq tetap menggerakkan batang kemaluanku maju mundur walau apapun yang terjadi….

    “Dekkk dogy yukk..” pinta tante Tyas dengan terlihat sangat kelelahan.. tapi juga sangat kenikmatan.

    Tanpa ba bi bu segera aq mencabut batang kemaluanku dari lubang memeknya…
    Tante Tyas langsung memasang posisinya, dan terlihat dari belakang, daging merah merekah, yang membuatku terpana.

    “Ayo dekk, kok malah bengong, buruan masukin dong… bikin tante puas” pintanya genit.

    “Iya tante, maaf” aq malu banget, karena kurang banyak bicara.

    Segera kumasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya, serasa lain rasanya kalau lewat belakang.

    “Ooohhhh iya bener gitu dek ooohhhh” rintihnya menikmati

    “Ohh.. ohh.. nikmat tante, memek tante nikmat sekali” aq sudah mulai berani bicara….

    “Ooogghhhhhhhhh terus dekk, kencengin dek” grutunya sambil meremas-remas toketnya sendiri.

    Tak lama kemudian, aq merasakan ada sesuatu yang mau keluar dari tubuhku, seakan tak mau ditahan, aq tak sanggup menahannya. Aq semakin mempercepat gerakanku…

    “Oogghhh ayo dekk tante juga mau keluar nih……” keras banget suaranya….

    Sampai akhirnya tak tertahan, cerita mesum 2017.

    “Ooogghhhhh aaaaghhhhhhhh tantee,,, nggak tahan aaaghhhhhhh” kukeluarkan semua pejuhku yang ada di dalam tubuhku. Rasanya seperti hilang semua energiku…. sungguh nikmat luar biasa. Cerita Bokep

    Kudiamkan beberapa saat batang kemaluanku di lubang memeknya, sampai akhirnya kami berdua tergeletak lemas….

    Akhirnya… acara apelku gagal, aq pulang, tapi aq sangat puas bisa melampiaskan gairah nafsuku….

    Dan itulah awal selingkuhku dengan calon mertuaku, dan terus berlanjut sampai saat ini, kadang nyesel juga, tapi nafsuku susah sekali untuk ditahan kalau udah liat pantat indah calon mertua.

  • Cerita Sedarah Nikmatnya Tubuh Mulus Adik Kandungku Yang Nakal – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sedarah Nikmatnya Tubuh Mulus Adik Kandungku Yang Nakal – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2006 views

    Perawanku – Nama saya adalah Tohir, seorang anak smu yang doyan banget nge-seks dan jilatin memek seorang cewek. Aq punya adik cewek yang namanya Fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Jika aku kelas 3 Smu, fina adikku saat ini duduk di kelas 3 smp mau lulus.

    Fina di sekolahny termasuk gadis, cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Aq sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adikku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri. Pasti kontolku bakalan nut-nutan.

    Singkat kata, adikku fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya. Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aku, kakak laki-lakinya, yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya.

    Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

    Suatu hari, semuanya berubah drastic. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang. Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

    Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah focus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

    Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur. Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.

    Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

    Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan kutang. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

    Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku

    Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

    Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

    Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku. Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,” Aaaggh, aduh….uuuhh, KAK ADI, APA YANG KAULAKUKAN??” Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa.

    Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

    Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit:” Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..ka k…lep..as..kan..pana ss…sakitt!!” “Kak..Adii..mengo..uuhh..yak.. aduh…tubuhku!!! ” Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.

    Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata:’ Who is your Daddy?” Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya. Tiga menit kemudian..crott..crottt..akupu n menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur

    Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang mengadapku. Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

    Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya: ”Kak Adi, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…” Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasi menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata: “Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

    Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini. Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.

    Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

    Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah.

    Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih nakal.

  • Cerita Sex Kakak Iparku Tergoda Dengan Body Mulusku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Kakak Iparku Tergoda Dengan Body Mulusku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2006 views

    Perawanku – Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami.

    Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai.

    Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

    Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.

    Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.

    Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi.

    Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

    Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci.

    Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

    Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini.

    Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

    Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang.

    Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu.

    Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.

    Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.

    “Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

    Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni.

    “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.

    “Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

    “Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.

    “Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku.

    Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

    “Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

    Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

    Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

    Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.

    Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”

    “Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.

    Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.

    Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya.

    Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.

    Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

    Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

    “Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

    Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni.

    Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

    “Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

    Cerita Sex Sedarah,Cerita Bokep Sedarah,Cerita Ngentot Sedarah,Cerita Panas Sedarah,Cerita Hot sedrah,Cerita Kakak Ipar,Cerita Selingkuh Kakak Ipar,Cerita Dewasa Kakak Ipar

  • Kakek Mesum yang Memperawani Kedua Cucunya yang Cantik – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Kakek Mesum yang Memperawani Kedua Cucunya yang Cantik – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    2006 views

    Perawanku – Namaku Budyanto (bukan nama asli), saat ini usiaku 63 tahun. Boleh dibilang untuk urusan main perempuan aku adalah pakarnya. Ini bisa kukatakan karena pada saat usiaku 13 tahun aku sampai menghamili 3 temanku sekaligus.

    Dan di usiaku ke 17 sampai dengan 5 orang teman yang aku hamili, satu di antaranya Winnie, seorang gadis peranakan Belanda dan Cina yang pada akhirnya aku terpaksa mengawininya karena hanya dia yang ambil risiko untuk melahirkan bayi atas kenakalanku dibanding gadis lain.

    Winnie sampai memberiku 3 orang anak, tetapi selama aku mendampinginya dalam hidupku, aku masih juga bermain dengan perempuan sampai usiaku 50 tahun, inipun disebabkan karena Winnie harus tinggal di Belanda karena sakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya yaitu 7 tahun yang lalu, otomatis aku harus mendampinginya di Belanda sementara ketiga anakku tetap di Indonesia.

    Kira-kira satu tahun yang lalu petualanganku dengan perempuan terjadi lagi, tapi kali ini orangnya adalah yang ada hubungan darah denganku sendiri yaitu Dhea dan Marsha, keduanya merupakan cucuku sendiri.

    Satu tahun yang lalu, anakku yang kedua mengontakku di Belanda yang memberitahukan bahwa kakaknya yaitu anakku yang pertama dan istrinya mengalami kecelakaanyang akhirnya harus meninggalkan dunia ini. Aku si kakek mesum pun langsung terbang ke Jakarta.

    Setiba di Jakarta aku lansung menuju ke rumah anakku, di sana aku menemukan anakku dan istrinya telah terbujur kaku dan kulihat Dhea dan adiknya Marsha sedang menagis meraung-raung di depan keduajenazah itu. Sewaktu kutinggal ke Belanda, Dhea dan Marsha masih kecil.

    Setelah peguburan jenazah kedua anakku, atas anjuran anakku yang kedua, aku diminta untuk tinggal di Jakarta saja dan tidak usah kembali ke Belanda, aku harus menjaga kedua cucuku, aku pun setuju. Sejak saat itu, aku pun tinggal di Indonesia.

    Satu minggu aku sudah tinggal di rumah almarhum anakku, dan kutahu Dhea usianya 19 tahun sedangkan adiknya Marsha usianya 17 tahun ini kutahu karena tugasku sekarang menjaga dan mengantarkan cucuku sekolah. Dhea sudah tumbuh menjadi anak gadis tetapi kelakuannya agak nakal, setiap pulang dari sekolah bukannya belajar malah main ke temannya sampai jam 09.00 malam baru kembali, di saat aku sudah tertidur.

    Suatu hari ketika Dhea pulang aku si kakek mesum masih terbangun, Dhea langsung masuk kamar setelah mandi dan berdiam di dalam kamarnya yang membuat aku penasaran melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum kuketuk aku coba mengintip dari lubang pintu dan aku terkaget-kaget melihat apa yang dilakukan Dhea di kamarnya.

    TV di kamar itu menyala dimana gambarnya film porno, sedangkan Dea sedang mengangkat roknya dan jarinya ditusukkan ke dalam lubang kemaluannya sendiri. Aku mengintipnya hampir 15 menit lamanya yang membuat aku tidak sadar bahwa batangkemaluanku mulai mengeras dan celanaku basah. Setelah itu kutinggalkan Dhea yang masih onani, sedang aku si kakek mesum pun ke kamar untuk tidur, tapi dalam tidurku terbayang kemaluan Dhea.

    Paginya aku bangun terlambat karena mimpiku. Dhea dan Marsha sudah berangkat sekolah naik angkutan kota. Sore hari aku kembali setelah mengurus surat-surat kuburan anakku. Ketika aku masuk ke ruang keluarga, aku sempat terkejut melihat Dhea sedang menonton TV,

    pikirku tumben sore-sore Dhea ada di rumah dan aku makin terkejut ketika aku menghampiri Dhea, Dhea sedang melakukan onani sementara TV yang ia tonton adalah film porno yang tadi malam sudah dilihatnya. Dhea pun tidak tahu kalau aku sedang memperhatikannya dimana Dhea sedang asyik-asyiknya onani.

    “Dhea… kamu lagi… ngapain?”
    “Uh… kakek.. ngagetin aja… nih…”

    Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan channel TV.

    “Kamu kaget.. yach, kamu.. belajar begini sama siapa.. kamu ini bandel yach..”
    “Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea.. nggak bandel loh… Kek…”
    “Sini Kakek.. juga mau nonton,” kataku sambil duduk di sebelahnya.”Kakek mau nonton juga.. Kakek nggak marah sama Dea khan?” katanya agak manja sambil melendot di bahuku.
    “Nggak… ayo pindahin channel-nya!”

    Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergeming, Dhea asyik menatap film panas itu sementara nafasku sudah berubah menjadi nafsu buas dan batang kemaluanku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku.

    “Dhe… mau Kakek pangku.. nggak?” Tanpa menoleh ke arahku Dhea bergeser untuk dipangku. Dhea yang sudah meloloskan celana dalamnya merasa terganggu ketika kemaluannya yang beralaskan roknya tersentuh batang kemaluanku yang masih tertutup celana.

    “Ah.. Kakek.. ada yang mengganjal lubang kemaluan Dhea nih dari bawah.”
    “Supaya nggak ganjal, rok kamu lepasin aja, soalnya rok kamu yang bikin ganjal.”

    Tiba-tiba Dhea menungging dipangkuan melepaskan roknya, badannya menutupi pemandanganku ke arah TV tapi yang kulihat kini terpampang di depan mukaku pantat Dhea yang terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya tersembul bulu-bulu tipis yang masih halus menutupi liang kemaluannya yang mengeluarkan aroma bau harum melati.

    “Dhea.. biar aja posisi kamu begini yach!”
    “Ah.. Kakek, badan Dhea khan nutupin Kakek… nanti Kakek nggak lihat filmnya.”
    “Ah.. nggak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini.”

    Pantatnya yang montok sudah kukenyot dan kugigit dengan mulut dan gigiku. Tanganku yang kiri memegangi tubuhnya supaya tetap berdiri sedangkan jari tengah tangan kananku kuusap lembut pada liang kemaluannya yang membuat Dhea menegangkan tubuhnya.

    “Ah… Ah… ssh.. sshh…”

    Pelan-pelam jari tengahku kutusukkan lebih ke dalam lagi di lubamg kemaluannya yang masih sangat rapat. “Aw.. aw… aw.. sakit.. Kek…” jerit kecil Dhea. Setelah lima menit jariku bermain di kemaluannya dan sudah agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi agak merah.

    Kumulai memainkan lidah ke lubang kemaluannya. Saat lubang kemaluan itu tersentuh lidahku, aku agak kaget karena lubang kemaluan itu selain mengeluarkan aroma melati rasanya pun agak manis-manis legit, lain dari lubang kemaluan perempuan lain yang pernah kujilat, sehingga aku si kakek mesum berlama-lama karena aku menikmatinya.

    “Argh… argh… lidah Kakek enak deh.. rasanya.. agh menyentuh memek Dhea… Dhea jadi suka banget nih.”
    “Iya… Dhea, Kakek juga suka sekali rasanya, memekmu manis banget rasanya.”

    Dengan rakusnya kujilati lubang kemaluan Dhea yang manis, terlebih-lebih ketika biji klitorisnya tersentuh lidahku karena rupanya biang manisnya dari biji klitorisnya. Dhea pun jadi belingsatan dan makin menceracau tidak karuan.

    “Argh.. sshh.. agh… aghh… tidddaak… Kek… uenak… buanget… Kek.. argh… agh.. sshhh…”

    Hampir 30 menit lamanya biji klitoris Dhea jadi bulan-bulanan lidahku dan limbunglah badan Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengucur deras dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendir itu lebih manis lagi rasanya dari biji klitorisnya langsung kutelan habis tanpa tersisa dan membasahi mukaku.

    “Arggghh.. aaawww… sshhh.. tolong… Kek… eennaak… baangeeet… deh…” Jatuhlah tubuh Dhea setelah menungging selama 30 menit meniban tubuhku.

    Setelah tubuhku tertiban kuangkat Dhea dan kududukkan di Sofa, sementara badannya doyong ke kiri, aku melepaskan semua pakaianku hingga bugil dimana batang kemaluanku sudah tegang dan mengeras dari tadi.

    Kemudian kedua kaki Dhea aku si kakek mesum lebarkan sehingga lubang kemaluan itu kembali terbuka lebar dengan sedikit membungkuk kutempelkan batang kemaluanku persis di liang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, kumasukkan tiga buah jari ke lubang kemaluannya, supaya lubang kemaluan itu jadi lebar.

    Ketika jari itu kuputar-putar, Dhea yang memejamkan mata hanya bisa menahan rasa sakit, sesekali ia meringis. Setelah 5 menit lubang kemaluannya kuobok-obok dan terlihat agak lebar, kutempelkan batang kemaluanku tepat di lubang kemaluannya, lalu kuberikan hentakan. Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala kemaluanku saja yang bisa masuk. Dhea pun menjerit.

    “Awh… sakit.. Kek… sakit.. banget…”
    “Sabar… sayang… nanti juga enak.. deh…”

    Kuhentak lagi batang kemaluanku itu supaya masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru yang ke-15 kalinya batangan kemaluanku bisa masuk walau hanya setengah ke lubang kemaluan Dhea. Dhea pun 15 kali menjeritnya. “Ampun… Kek… sakit.. banget… ampun!” Karena sudah setengah batang kemaluanku masuk, dan mulai aku gerakan keluar-masuk dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakan Dhea berubah menjadi kenikmatan.

    “Kek.. Kek.. gh… gh… enak.. Kek… terus.. Kek.. terus.. Kek… batang.. Kakek.. rasanya… sampai.. perut Dhea.. terus… Kek!”
    “Tuh.. khan… benar.. kata Kakek… nggak.. sakit lagi sekarang.. jadi enak.. kan?”

    Dhea hanya mengangguk, kaus yang digunakannya kulepaskan berikut BH merah mudanya, terlihatlah dengan jelas payudara Dhea yang baru tumbuh tapi sudah agak membesar dimana diselimuti kulit putih yang mulus dan di tengahnya dihiasi puting coklat yang juga baru tumbuh membuatku menahan ludah. Lalu dengan rakusnya mulutku langsung mencaplok payudara itu dan kukulum serta kugigit yang membuat Dhea makin belingsatan.

    Setelah satu jam, lubang kemaluan Dhea kuhujam dengan batang kemaluanku secara ganas, terbongkarlah pertahanan Dhea yang sangat banyak mengeluarkan cairan lendir dari dalam lubang kemaluannya membasahi batanganku yang masih terbenam di dalam lubang kemaluannya disertai darah segar yang otomatis keperawanan cucuku Dhea telah kurusak sendiri. Dhea pun menggeleparlalu ambruk di atas Sofa.

    “Agh… agh.. agh.. argh… argh… sshh… ssshh… argh… gh.. gh… Dhea… keluar.. nih.. Kek.. aw… aw…”

    Lima belas menit kemudian aku si kakek mesum pun sampai pada puncak kenikmatan, dimana tepat sebelum keluar aku sempat menarik batang kemaluanku dari lubang kemaluan Dhea dan menyemburkan cairan kental hangat di atas perut Dhea dan aku pun langsung ambruk meniban tubuh Dhea.

    “Aw.. agh.. agh.. Dhea.. memekmu.. memang.. luar biasa, kontol Kakek.. sampai dipelintir di dalam memekmu…agh… kamu.. me.. memang… hebat…”

    Setengah jam kemudian, dengan terkaget aku terbangun oleh elusan tangan lembut memegangi kontolku.

    “Kakek… habis… ngapain.. Kakak Dhea… kok… Kakak Dhea dan Kakek telanjang… kayak habis.. mandi.. Marsha juga.. mau dong telanjang.. kayak… Kakek dan.. Kakak Dhea.”
    “Hah.. Marsha jangan… telanjang!”

    Tapi perkataanku kalah cepat dengan tindakannya Marsha yang langsung melepaskan semua pakaiannya hingga Marsha pun bugil. Aku si kakek mesum terkejut melihat Marsha bugil dimana tubuh anak ini kelihatan sempurna, lubang kemaluan Marsha yang masih gundul belum tumbuh bulu-bulu halus tetapi payudaranya sudah mulai berkembang malah lebih montok dari payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha pun lebih putih dan mengkilat dibanding kulit tubuh Dhea, sehingga membuat nafsu seks-ku kembali meningkat.

    “Kek… Marsha kan tadi ngintip ketika perut Kakak Dhea dimasukin sama punya kakek.. Marsha juga mau dong.. kata mama dan papa, kalau Kakak Dhea dapat sesuatu pasti Marsha juga dapat.”

    “Oh… mama dan papa bilang begitu yach, kamu memang mau perut kamu dimasukin punya Kakek.”
    “Iya.. Kek.. Marsha mau sekali.”

    Tanpa banyak basa-basi kusuruh Marsha terlentang di atas karpet. Dengan agak riang Marsha langsung terlentang, aku si kakek mesum duduk di sampingnya kedua kakinya aku lebarkan sehingga lubang kemaluannya yang gundul terlihat jelas. Kusuruh Marsha menutup mata. “Marsha sekarang tutup matanya yach, jangan dibuka kalau Kakek belum suruh, nanti kalau sakit Marsha hanyaboleh bilang sakit.”

    Marsha pun menuruti permintaanku. Lubang kemaluannya kuusap dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali jariku kumasukkan ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buasnya telah meremas payudaranya dan memelintir puting yang berwarna kemerahan. Marsha mulai menggelinjang.

    Dia tetap memejamkan matanya, sedang mulutnya mulai nyerocos. “Ah… ah… ah.. sshh.. ssh…” Kedua kakinya disepakkan ketika jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih gundul, dengan leluasa lidahku mengusapliang kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya.

    Dikarenakan usianya lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha rasanya belum terlalu manis dan 10 menit kemudian keluarlah cairan kental putih yang rasanya masih hambar menetes dengan derasnya dari dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku yang sebagian tidak kutelan karena rasanya yang masih hambar sehingga membasahi paha putihnya.

    “Ah… ah… ngeh.. ngeh… Marsha.. basah nih Kek…” Kuambil bantal Sofa dan kuganjal di bawah pantat Marsha sehingga lubang kemaluan itu agak terangkat, lalu kutindih Marshadan kutempelkan batang kemaluanku pada lubang kemaluannya yang masih berlendir.

    Kuhentak batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Marsha yang masih lebih rapat dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali kemaluanku sampai 25 kali baru bisa masuk kepala kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit.

    “Aw.. aw.. sakit.. Kek… sakit.. sekali..”
    “Katanya kamu mau perutmu aku masukin punya Kakek seperti lubang kemaluan Kakak Dhea.”
    “Iya Kek… Marsha mau… Marsha tahan aja deh sakitnya.”

    Kepala kemaluanku yang sudah masuk ke lubang kemaluan Marsha kehentak sekali lagi, kali ini masuk hampir 3/4-nya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha, ini karena lubang kemaluan Marsha masih licin sisa lendir yang tadi dikeluarkannya.

    “Hegh… hegh… hegh.. iya Kek sekarang Marsha nggak sakit lagi… malah enak.. rasanya di perut Marsha ada yang dorong-dorong… Hegh.. Hegh…” komentar Marsha ketika menahan hentakan batang kemaluanku di lubang kemaluannya.

    Setelah 30 menit lubang kemaluannya kuhujam dengan hentakan batang kemaluanku, meledaklah cairan kental dan tetesan darah dari lubang kemaluan Marsha keluar dengan derasnya yang membasahi kemaluanku dan pahanya. Marsha pun langsung pingsan.

    “Arrgh.. arrghh.. ssh… Kek… Marsha.. nggak kuat… Kek… Marsha.. mau pingsan… nih… nggak.. ku.. kuaatt…”

    Pingsannya Marsha tidak membuatku mengendorkan hentakan kemaluanku di lubang kemaluannya yang sudah licin, malah membuatku makin keras menghentaknya, yang membuatku sampai puncak yang kedua kalinya setelah yang pertama kali di lubang kemaluannya Dhea,

    tapi kali ini aku tidak sempat menarik batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluan Marsha sehingga cairan kental hangat itu kubuang di dalam perut Marsha dan setelah itu baru kulepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluan Marsha yang masih mengeluarkan lendir.

    “Ah.. ah… ser… ser… ser… jrot.. jrot.. agh… ag.. ssh… argh…”

    Tubuhku pun langsung ambruk di tengah Marsha yang pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku si kakek mesum terbangun di saat batang kemaluanku berasa dijilat dan ketika aku melirik aku melihat Dhea dan Marsha sedang bergantian mengulum batang kemaluanku dan menjilati sisa cairan lendir tadi, kuusap kedua kepala cucuku itu yang lalu kusuruh keduanya mandi.

    “Dhea.. sudah.. sayang.. sana ajak adikmu.. bersih-bersih dan mandi setelah itu kita ke Mall, beli McDonal.. ayo sayang!”
    “Kek.. Dhea puas deh.. lain.. kali lagi yach Kek!”
    “Asyik beli McDonal.. tapi lain kali lagi yach… Kek, perut Marsha jadi hangat.. deh.. enak..”
    “Iya.. sayang.. pasti lagi.. ayo sekarang Kakek yang mandiin.”

    Setelah itu kami pun mandi bertiga, sejak saat itu kedua cucuku selalu tiap malam minta coba lagi keganasan batang kemaluanku. Aku si kakek mesum pun tersenyum bangga bahwa aku memang penakluk perempuan, walau perempuan yang aku taklukan adalah kedua cucuku yang sekarang tinggal bersamaku.

  • Cerita Bokep Bersetebuh Dengan Ibu Mertua Ku Yang Seksi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Bokep Bersetebuh Dengan Ibu Mertua Ku Yang Seksi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2006 views

    Perawanku – Perkenalkan, saya Andi (nama yang telah disamarkan). Pria mapan yang sudah berusia 32 tahun dan telah menikah dengan seorang wanita cantik dan bertubuh bak gitar spanyol. Baru saja tahun lalu saya dan istri saya dikarunia oleh Yang Maha Kuasa 2 orang anak yang imut dan lugu. Setelah pernikahan yang telah kami jalani sekitar 2 tahun itu berjalan dengan bahagia dan makmur, meskipun belum dilimpahkan harta materi yang bergelimangan.

    Boleh dibilang semasa saya masih mengenyam bangku SMA, saya adalah pria idaman para kaum hawa. Bukan hanya body ku yang atletis ini saja, akan tetapi kegantengan ku juga mampu membuat wanita cantik sekelas model sampul majalah sekolah tergila-gila dengan ku. Hal yang membedakan aku yang sekarang dengan aku yang dulu adalah pada saat SMA dahulu, aku belum terlalu tertarik dengan hal-hal seperti melakukan seks dan haus akan belaian wanita. Karena pada saat itu konsentrasi ku hanya terpaku pada pendidikan dan bidang olahraga.

    Akan tetapi setelah aku beranjak ke jenjang rumah tangga, hasrat birahi ku mulai muncul secara perlahan. Aku mulau menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal yang memiliki berjuta hasrat untuk bercinta. Sejak diangkat sebagai kepala bagian pemasaran inilah, pikiran birahi semakin meracuni otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film porno.

    Film porno yang kutonton pun beragam, mulai dari seks remaja hingga seks kepada orang yang lebih tua. Bercerita kembali kepada sejarah perjalanan asmaraku, dulu pernah ada wanita lain yang sempat singgah dihatiku. Wanita itu bernama Maya, rekan kerja sekantor ku. Dia berasal dari Tanggerang dan tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Istriku, yang namanya lebih bagus tidak perlu ditulis dalam tulisan ini. Hubungan ku dengan Maya hanya berlangsung selama setengah tahun lamanya, tanpa ada melakukan aktivitas persetubuhan. Kemudian Maya pindah ke kota lain dan dinikahkan oleh orangtua nya dengan pria pilihan mereka. Memang nasib, niat untuk berselingkuh dan berpoligami pun sirna.

    Setelah kepergian Maya, aku pun frustrasi untuk beberapa bulan lamanya. Tidak ada insan yang mengisi kekosonganku diluar rumah. Dan aku pun mencari aktivitas lainnya seperti bodybuilding beserta dengan rekan kerja yang lain. Yang juga hobi melakukan aktivitas membentuk tubuh atletis.

    Sewaktu aku menjalani bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa diantaranya mengajakku berkencan. Tapi ketika pada saat itu aku masih asyik nya menekuni olahraga angkat beban ini, tanggapan dan godaan para wanita tersebut kurang ku tanggapi. Salah satu yang suka menggodaku pada saat itu adalah Mila. Dia adalah putri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkan studi nya ke sebuah perguruan tinggi terkenal di kota Bandung. Mila suka menggoda aku, bahkan di setiap mimpiku bayangan Mila selalu muncul.

    Seperti biasanya aku bangun pagi-pagi sekali, Pada saat itu jam dinding menunjukkan pukul 04:30. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, aku mulai berganti pakaian. Aku akan bersiap-siap melakukan olahraga pagi, Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling komplek perumahan. Dengan cuek aku yang memakai baju olahraga cukup ketat dan bodyfit serta celana boxer yang turut mencetak lekukan pantatku, aku pun mulai berolahraga. Aku sengaja berpakaian sedemikian rupa demi mewujudkan impianku yang selalu mengganggu tidurku ini yaitu dengan menggoda Mila dengan keindahan tubuhku. Menurut kabar, Mila juga hobi jogging. Niatku untuk bersenang-senang dengan Mila memang dari lama sudah kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran.

    Tidak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang membasahi kaos olahragaku membuat tubuh kekar ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Mila akan terangsang melihatku. Tetapi sialnya, pada pagi itu tidak ada tanda-tanda Mila sedang jogging. Tidak kelihatan juga tetangga lainnya yang biasanya berjogging sekitar setengah jam, Padahal aku sudah berjogging selama setengah jam. Ketika itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi, yang biasanya aku jogging jam 6 keatas. Dengan perasaan sedikit kecewa aku pun balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah terlihat tampak sepi. Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadipun ketika aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang pulas tertidur setelah semalaman menemani anak-anak bermain.

    Saat aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku jogging tadi. Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelahan dengan dapurnya. Setiap kali ingin minum, harus melewati kamar mandi dahulu. Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh montok mertuaku yang menggairahkan dengan jelas. Mertuaku meskupun usianya sudagh kepala 4, tapi masih kelihatan montok , meskipun sudah kurang kencang pada bagian pantat dan payudaranya.

    Cerita Bokep – Melihat pemandangan syur itu, kontan batangku mengeras. Batang besar, panjang dan keras itu serasa ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah dan lembab. Batang itu juga ingin diremas, dikulum dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih sempit lagi. Sambil meremas batang kemaluanku yang sudah mulai tegak sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertua ku itu, Akhirnya timbul nafsu birahi yang bejat untuk menggaulinya. Setelah mempertimbangkan untung dan ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku mandi bersama. Kupeluk tubuh seksinya dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.

    “Andi, nakal kamu ya.” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik langsung mencium bibirku. Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan meremas satu sama lain. Dengan tergesa aku pun melepaskan pakaianku dibantu oleh ibu mertuaku hingga aku sudah telanjang bulat. Batangku pun masih berdiri tegak dan kokoh.

    Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kutusuk kedalam kemaluannya. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku menyetubuhinya dalam posisi doggystyle. Aku meraba payudaranya yang kencang itu. Meremas dan memainkan puting nya yang sudah mengeras daritadi. Setengah jam pun berlalu, ibu mertuaku sudah sampai klimaksnya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggystyle, dan 1 kali lagi dalam posisi berhadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batang kemaluanku masih saja mengeras. Aku panik karenanya, aku khawatir jika batangku ini masih saja berdiri tegak akan dipergoki oleh istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu, dia kembali mengoral batangku yang masih berdiri itu dan berbisik mesra …

    Cerita Dewasa – “Jangan khawatir Andi sayang, waktunya masih lama.” dengan nada menggoda nakal. Aku semakin binggung mendengarnya, tapi tetap kubiarkan aktivitas ibu mertuaku itu sambil terus mendesah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan blowjobnya itu. Dia langsung berdiri kembali. Melihat itu aku pun protes.”Lho bu, aku kan belum keluar?” dengan suara parau penuh birahi. “Sabar Andi sayang, kita lanjut di kamar ibu saja yuk.” katanya dengan mesra. Aku pun tambah binggung. “Tapi kan ada bapak?” tanyaku ketakutan. Dijawabnya “Tengang saja, bapak sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi. Dia ada tugas keluar Jawa.” sambil mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di lantai kama rmandi. Kemudian menggandeng dan menuntunku ke arah kamar tidurnya untuk melanjutkan persetubuhan ini. Begitu sampai di kamarnya, aku diarahkan untuk terlentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa air ditubuhnya dengan handuk yang kering. Setelah itu, ibu mertuaku langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tang lama nafsuku pun bangkit dan membara. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang takut hubunganku di pagi yang penuh birahi ini ketahuan istriku. Tapi yasudalah, nafsuku saat ini lebih besar dibanding rasa takutku. Apapun yang akan terjadi, terjadilah.

    Aku pun balik menyerang mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas memainkan kemaluannya. Tanganku juga ikut meraba, meremas bibir kemaluannya dan menusuk-nusuk lubang pantat ibu mertuaku. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati dan kuremas dengan gemasnya. Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya. “Aaaaahhhh… Andi sayang….” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertuaku keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.

    Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat. Kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris. Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak 3 tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku memainkan juga buah dadanya yang besar dan kenyal dengan mulut dan tanganku. Kuraba-raba dan kuremas hingga kugigit sampai putingnya berubah makin keras dan berwarna merah kecoklatan. Puas bermain payudara, tanganku yang lainnya memainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiak yang halus tanpa bulu. Tangan mertuaku yang bebas, meremas dan mengacak rambutku hingga mencakar punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama beberapa lama hingga 45 menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasme lagi untuk yang keempat kalinya. Setelah itu dia minta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaanya itu karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.

    “Andi kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku.
    “Ah ibu bisa saja deh.” kataku merendah.
    “Padahal kami sudah jogging setengah jam-an, tapi kamu masih saja perkasa.” lanjut pujiannya.
    “Itukan sudah jadi kebiasaanku bu” aku berkata yang sebenarnya.
    “Kamu benar-benar lelaki perkasa. Anakku beruntuk mendapatkanmu.” puji ibu mertuaku lagi.

    Lalu kami bercakap-cakap seperti biasanya. Sambil bercakap-cakap, tangan ibu yang nakal sesekali bergerilya disekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.

    Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dengan mengakhiri permainan cinta kami.Tapi kutenangkan dia sambil berkata “Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu.” Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakkan kembali pakaianku dan keluar dari kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah beranjak pagi, tetapi istri dan anakku belum juga bangun. Dengan penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya. Sepertinya permainan playstation kemarin berhasil membuat mereka tertidur pulas. Aku mendatangi jam weker di kamar dan kusetel ke angka 9 pagi.

    Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam hati, “Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu.” lalu mengecup pipinya. Setelah itu aku kembali ke kamar mandi mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat. Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih orgasme kami bersama dalam posisi doggy anal. Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali dan mengenakan kembali baju tidurku.


    Begitulah cerita seksku dengan ibu mertuaku di suatu pagi hari yang indah, Tidak ada Mila, hanya ada ibu mertuaku yang seksi dan menggairahkan.

  • Cerita Sex Hadiah Pertama Kali Pembagian Raport Dia – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Hadiah Pertama Kali Pembagian Raport Dia – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2004 views

    Perawanku – Ketika Wulan pulang dari sekolah, dia pun memberikan selembar surat dari sekolahnya dan aq pun langsung membacanya ternyata surat pengambilan rapot Wulan untuk naik ke kelas xi

    “Abang bisa ke sekolah nggak? Ambil Rapot Wulan”

    “Ahh males kamu aja sendiri”

    “Ih abang gimana sih ngambil rapotnya harus sama orang tua nggak boleh sendiri”

    “Ooo gitu ya, ya udah deh nanti aq ke sekolah, oh iya kalau nilai kamu bagus aq bakal ngasih hadiah kamu”

    “Apa Bang hadianya?”

    “Rahasia dong liat aja nanti weeee….” aq pun sambil menggodanya, memang dari awal aq mendurinya aq ingin sekali membelikan dia vibrator kecil untuk dia masturbasi sendiri ketika dia sedang horny dan aq tdk dapat melayaninya, aq pun mencari di sebuah toko online aq menemukannya dengan harga yg cukup murah.

    Hari pembagian rapot pun tiba, aq pun bergegas menuju sekolah Wulan, Wulan pun mengenakan seragam sekolah biasanya setelan putih abu-abu yg sangat ketat apa lagi roknya yg sangat ketat, kelihatan nya dia tdk mengenakan G-stringnya lagi karena terlihat jelas di pantatnya jiplakan CD yg membuatku jadi terangsang lagi.

    “Sini ikutin aq ke kelasku” cerita sex sedarah

    “Iyaa jalan duluan sana”

    Wulan pun berjalan di depanku sungguh membuatku menjadi terangsang dengan caranya dia berjalan ingin sekali rasanya meremasnya karena semoknya

    “Disini nih bang kelasku langsung masuk aja”

    Aq pun langsung masuk ke kelasnya dan berbincang-bincang dengan wali kelasnya.

    “Iya ini siapanya Wulan ya?”

    “Oh saya abangnya Wulan pak karena orang tua saya ada dinas ke luar kota jadi saya yg mewakilinya”

    “Ohh sudah baiklah, mas nilai Wulan cukup bagus kan dan tdk ada yg di bawah kkm jadi Wulan mendapatkan rangking tiga di kelasnya”

    “Ohh begitu ya pak? hebat sekali dia pak, terima kasih banyak pak”

    Aq pun keluar dari kelas Wulan sambil tersenyum kepada Wulan.

    “Bagus juga ya nilai kamu rangking 3 di kelas jadi nih aq kasih hadiah, tapi hadianya di rumah aja ya”

    “Iya dong siapa dulu Wulan gitu hehehe”

    “Eh kamar mandinya sebelah mana ya?”

    “Sini bang ikutin aq”

    Aq pun mengikuti Wulan menuju kamar mandi, di situ sangat sepi dan sangat tertutup jadi aq berniat mencoba bersama Wulan di kamar mandi itu.

    “Ehh sini ikutan masuk” cerita sex terbaru

    “Ihh ngapain sih ada ada aja kamu ahh”

    “Yeee mau dikasih hadiah nggak?

    “Mmmm yau dah deh”

    Aq pun masuk ke kamar mandi berdua aq menyalakan kran untuk menyamarkan suara desahannya nanti.

    “Kamu nungging ya Wul pegangan bak mandi”

    “Ihh mau ngapain sih bang ada ada aja kamu mah”

    “Ihh banyak omong buruan nungging kamu”

    Wulan pun menuruti perintahku dan aq mulai meremas-remas pantat semoknya dan sesekali menarik tali CD nya.

    “Ihh nakalnya abangku ini emhh… ah..”

    Aq pun menyingkapkan rok nya ke atas, terlihatlah CD merah yg sangat harum baunya membuatku semakin tak tahan lagi, aq pun melorotkan celanaku dan CD Wulan, perlahan-lahan aq menusukkan batang penisku yg sudah tegang mengeras ke lubang anusnya, aq berenncana ingin menganalnya dan mengeluarkan pejuhku di dalam lubang anusnya.

    Slhebb.. pokk.. pokk.. pokk.. ceplokk.. ceplokk”

    Aq mengocoknya dengan pelan dan dia mengerang pelan kenikmatan.

    “Aghh ohh nikmat bangg.. ohh.. ohh”

    Saking nikmatnya tangan Wulan mencengkram bak mandi dengan kencang

    Aq mengocok dengan kencang dan terus menerus mengikuti iramanya
    Ku angkat kaki kirinya sambil mengocoknya dengan kencang

    “Ohhh Wulannn… abang mau keluaarrrr… oohhhh”

    “Keluarin di luar aja bang jangan di dalemm”

    Aq tak memperdulikan perkataanya,

    “Oghhh Wullll oohhhh… aq kkelu…aarrrr…”

    Wulan beruasaha menarik pantatnya tetapi aq terus menahanya dan akhirnya,

    “Crett.. crett.. crett.. oohhhh Wulan keluar di dalem anus kamu nih”

    “Ihh abang mah nanti Wulan hamil nggak?

    “Nggak bakal hamil kok kan nggak nyambung ke memek”

    “Ya udah deh Bang tadi bener-bener nikmat Bang jadi kepengen lagi”

    “Nanti lagi di rumah kan hadiahnya belum” sex incest

    Lubang anus Wulan pun basah dengan pejuhku karena aq menyemburkan pejuhku sangat banyak hingga membanjiri anusnya.

    Tiwi pun langsun menaikkan CD merahnya tetapi aq iseng menahannya

    “Eit tantangan kedua kamu nggak boleh pakai CD sampai rumah ya”

    “Ihh gimanah sih Bang malu atuh ih”

    “Eit mau hadiahnya nggak?

    “Ihh iya deh Bang”

    Aq dan Wulan pun keluar dari kamar mandi, dan untungnya tdk ada siapa-siapa di luar, Wulan pun berjalan di depanku terlihat rok nya basah karena pejuhku tembus di rok nya, aq pun melihatnya sambil tertawa sambil aq memegangi CD nya.

    Singkat cerita, setibanya di rumah aq langsung menuju kamar mandi dan mengambil bungkusan yg berisikan vibrator untuk Wulan, setelah itu aq menuju kamar Wulan dan masuk…

    “Tereeetttttt… ini hadiahnya yg udah abang janjiin kemarin”

    “Hmm.. apa itu isinya Bang?”

    “Coba aja buka sendiri” kisah kelainan seks

    Wulan pun langsung membuka bungkusan itu dan dia sontak kaget karena isi bungkusan itu adalah sex toys dengan tampang polosnya dia bertanya?

    “Ini apaan sih Bang? bentuknya kok aneh gini?”

    “Itu namanya vibrator Wulan, kalau kamu lagi bete terus memek kamu gatel bisa pakai itu rasanya nikmat kok”

    “Ihh abang bukannya beli apa gitu malah beli ginian tapi nggak papa deh makasih ya abangku yg cabul”

    Aq pun bergegas menuju ruang tamu untuk menonton tv lagi.

    Ketika malam tiba aq samar-samar mendengar suara aneh seperti suara desahan dari kamar Wulan aq pun mendengarkannya dari pintu, aq pun membuka pintu dan mengintipnya,, dan ternya Wulan lagi phone sex sama temenya dengan memakai vibrator yg di masukkan ke lubang memeknya.

    “Emmhh ohhh Robb aq mau keluar ohh.. ohh.. ohh…”

    “Hayooo kamu lagi ngapain”

    Dengan sontak dia terkejut dan teburu-buru mencabut vibrator yg masih ada di lubang memeknya.

    “Ihh abang mah bukan ketuk pintu dulu kalau mau masuk kamarku”

    “Udahh nggak papa, kan wajar kali buat apa kalau abang kasih kamu itu tapi buat pajangan aja”

    “Hihihihi iya Bang, mmm Bang memek aq gatel banget nih”

    “Mau diapain memekmu? mau di mainin sama abang? hehe”

    “Mmm coba Bang kalau abang bisa hehehe”

    Wulan pun langsung terlentang sambil mengangkangkan kedua kakinya dan aq pun perlahan-lahan memasukkan vibrator itu ke lubang memek Wulan, terlihat ekspresi wajahnya yg memerah dan berkeringat itu dengan desahan yg mambuatku horny.

    “Emhh ohhh teruss bang nikmat”

    Aq pun menempelkan vibrator itu ke klitnya”

    “Emhh ohh.. ohhhh.. aa.. bang.. nikmat banget… aq mmauu… keluaarrr… oohhhh..”

    Tak lama kemudian pun cairan kenikmatannya meleleh keluar dan dia pun terbaring lemas, aq langsung melepas celanaku dan terpampanglah batang penisku yg sudah tegang mengeras, wulan pun melepas tangtopnya dan dia mengenakan bh untuk ibu menyusui yg cupnya bisa di buka, dia membuka cupnya dan memegang batang penisku dan kepala penisku di tempel dan di usap-usap oleh puting susunya yg masih menguncup, ohh sungguh kenikmatan yg luar biasa.

    Dia hanya tersenyum melihat ekspresiku yg sedang kenikmatan, sekarang dia menyelipkan batang penisku di tengah-tengah toketnya dan mulai mengocoknya dengan toketnya, supaya penisku licin dan mudah di kocok dia pun meludahi penisku dan lubang penisku di jilat dan di putar-putar oleh lidahnya aq pun hanya terbaring dan menikmati permainanya. Dia terus mengocok penisku dengan toketnya rasanya sudah tak tahan ingin keluar,

    “Oghh Wulannn.. aa.. bangg.. mau keluarr…”

    Dia pun mempercepat kocokkannya dengan toketnya dan tak lama kemudian aq pun keluar dan pejuhku membanjiri toket, puting susu, wajah sampai ke rambutnya dia hanya tersenyum, dia menghisap pejuhku sampai bersih, dan aq pun terbaring lemas dan dia masih memainkan penisku yg sudah loyo dia memukul-mukulkan penisku ke wajah dan lidahnya.

    Hampir setiap hari aq melakukan semua hal yg tdk pantas untuk dilakukan oleh sodara seperti kakak adik sepertiku tetapi aq dan Wulan selalu menikmatinya.

    Di suatu hari Wulan minta ijin padaku untuk menonton pertandingan futsal di gor antara sekolahnya melawan SMA yg terkenal di jakarta

    “Bang aq boleh nonton futsal ya besok?

    “Nonton sama siapa kamu?”

    “Sendiri sih bang hehehe”

    “Ya udah besok nontonya sama abang aja ya”

    Dia pun bergegas ke dapur menuju kulkas untuk mengambil es cream, dia duduk di depanku sambil mengemut es creamnya, aq membayangkan yg nggak-nggak, karena es cream yg di emut Wulan bentuknya spserti batang penis yg besar dan hitam dia mengemutnya seperti ngeblowjob penis orang negro yg memiliki batang penis hitam dan besar, aq pun hanya menelan ludah melihatnya,

    “Ihh biasa aja kali ngeliatnya, mau kan?”

    “Hehe iya mau”

    “Nih bang”

    “Bukan mau sama es creamnya tapi mau ehm”

    “Mmm apa sih bang?”

    “Mmm pengen di emut-emut sama kamu hehehe”

    “Ihh mulai deh otak ngerenya udah nggak tahan ya?”

    Wulan pun beranjak menuju dapur untuk mengambil sesuatu yg aq pun tak tau apa yg ingin diambilnya

    “Wulan kamu ngapain sih?”

    Dia pun kembali ke ruang tamu sambil membawa selai roti rasa coklat, tiba-tiba dia memaksaku untuk merebah.

    “Eh ini mau ngapain sih”

    “Udah burut aja, mau nggak?”

    “Iyaa deh mau hehehehe”

    Wulan dengan buasnya langsung membuka celanaku dan terlihatlah batang penisku yg besar tetapi belum begitu tegang, dia mengelus batang penisku hingga tegang mengeras, dia membuka selai coklat itu dan melumurkan di batang penisku

    Hmmm es creamnya lebih besar nih nggak habis-habis lagi”

    Wulan menjilati batang penisku yg sudah dilumuri selai coklat dan sesekali mengulumnya dengan lembut, mulut Wulan pun belepotan dengan selai coklat, emmm sungguh nikmat sekali hisapan dan kuluman adikku ini sungguh beruntungnya aq ini memilikki adik sepertinya

    “Emuhhh ohhh slruppp ohhh emhhh nikmat banget bang ohhh”

    Aq pun terbawa suasana dan tak terasa aq mau keluar,

    “Oohhh Lan abang… mauu.. keluarrr oohhh”

    Wulan pun semakin cepat memaju mundurkan kepalanya sambil menjilati selai coklat yg ada di batang penisku, oohhh sungguh nikmat luar biasa.

    “Oohhh abang keluaarrr Wulaannn eehhh.. ogghhhhh”

    Pejuhku pun nyembur di dalam mulut Wulan dan sekarang pipinya penuh dengan coklat dan peju kun pun berbaring dan Wulan pun berbaring disampingku dan kami pun tertidur aq tidur dengan posisi tdk mengenakan celana.

    Di pagi harinya aq bangun dan melihat wajah Wulan berantakan dengansisa pejuh dan coklat di pipinya, aq pun berniat onani dan meyemburkan pejuhku ke wajahnya, tujuanya untuk membangunkannya, kukocok penisku sambil ku tempelkan penisku di pipinya, hampir 10 menit aq mengocok penisku dan akhirnya aq tak tahan lagi aq pun ngecrot dan pejuhku ngecrot ke wajahnya sampai rambutnya.

    “Ihh apaan nih hujan bukan? kok airnya lengket banget ya bau anyir lagi”

    “Bangun bangun katanya mau nonton pertandingan futsal”

    “Ihh pasti kerjaan kamu nih bang pejuh di kemukain pas lagi tidur iseng banget sih bang””

    “Biar kamu bangun, sana buruan mandi”


    “Sebentar ya aq mandi dulu, kamu manasin motor dulu sana”

    Aq pun bergegas untuk memanasi motorku sambil minum kopi di luar.

    “Ayo bang berangkat”

    Aq pun bengong melihat pakaianya dia memakai rok pendek di atas lutut warna hitam dan sangat ketat dengan memakai kemeja yg kancing atasnya terbuka sehingga terlihat belahan toketnya.

    “Kenapa bengong bang? ayo buruan berangkat”

    “Eh iya iya ini mau berangkat, yukkk”

    Seampainya di gor Wulan pun berkumpul dgn teman-temannya aq pun hanya melihat Wulan dan teman-temannya, uhh temanya sangat menggoda sekali dengan setelan rok pendek terlihat pahanya yg putih mulus.

    “Eh udah mau mulai nih pertandinganya masuk yuk”

    Seru sekali pertandinganya dan tiba-tiba di pertengahan pertandingan Wulan mengajakku ke kamar mandi.

    “Eh Bang anterin Wulan ke kamar mandi”

    “Ohh ayuk atuh”

    Aq dan Wulan menuju kamar mandi yg berada di belakang gor, kamar mandinya tertutup, dan tdk ada tanda toilet pria dan wanita.

    Aq menunggunya di depan kamar mandi dan akhirnya Wulan pun keluar

    “Eh Wulan aq juga mau ke dalem”

    “Ya udah sana bang buruan”

    Aq pun menarik tangan Wulan mengajak Wulan masuk ke kamar mandi.

    “Ihh ngapain sih bang”

    Aq langsung menyuruh Wulan nungging dan kusingkapkan rok nya dan kupelorotkan CDnya aq membuka kran air supaya tak terdengar dari luar, aq menyuruh Wulan untuk menggigit CD nya supaya meredam desahannya nanti.

    “Emm ahhh bang anal aja ya kalau nungging mah ahh aq lagi mens”

    Aq pun menusukkan batang penisku ke lubang anusnya dia pun tiba-tiba berteriak.

    “Aahh aw pelan bangg ohh emmhhh…”

    Wulan pun menggigit CD nya dan dia mendesah-desah kecil

    Emhh ehhh eemhhh”

    Tiba-tiba ada suara ramai-ramai dari luar aq pun menghentikan kocokkanku.

    Orang yg di luar pun mengetuk pintu kamar mandi

    “Ada orangnya nggak?

    “Ada, masih lama ke kamar mandi sebelah aja”

    Aq pun menunggu orang sebelah keluar dari kamar mandi, penisku sudah berdenyut denyut di dalam lubang anusnya Wulan, dan akhirnya orangnya keluar dan suasana sepi, aq melanjutkan kocokkannya ohh sungguh nikmat sekali.

    “Emhh Lan abang mau keluar ohhh”

    “Keluarin di dalam aja bang ohh.. ohh.. emhhh”

    Aahh akhirnya aq keluar di dalam lubang anusnya, pejuhku sampai menetes ke lantai saking banyaknya yg keluar, Wulan dan aq oun menarik nafas, Wulan langsung mengenakan CD nya dan pembalut nya lagi, kami keluar satu persatu dari kamar mandi sehingga tdk ada orang yg curiga.

    Ternyata pertandingan futsalnya sudah selesai Wulan berkumpul dengan teman-temanya.

    “Eh Lan kemana aja kamu tadi nggak ada”

    “Iya nih Rin aq habis dari kamar mandi aq tadi makan pedes perut aq sakit banget”

    “Owh gitu Lan ya udah yuk ke tempat kost aq sama Silvy, Lina, Fitri, ajakin juga tuh abang kamu Lan”

    “Ayokk cusss”

    “Bang ke tempat kost teman aq dulu yuk banyak cewek loh cowoknya cuma abang sendiri

    “Wah iya Lan? Ayo atuh kita berangkat”

    Aku dan teman Wulan bergegas menuju tempat kost Ririn di daerah dekat rumahku.