Author: perawanku

  • Cerita Sex Kisah Tragis Dicabuli Rame – Rame

    Cerita Sex Kisah Tragis Dicabuli Rame – Rame


    2624 views

    Perawanku – Nasib yang tak beruntung ditimpa oleh Kina mahasiswi yang wajahnya cantik dan mungil tersebut, dimana
    nasibnya diperkosa secara bergilir oleh teman kampusnya, Kina yang masih muda mempunyai tubuh yang
    memang menggoda kaum para laki laki, apalagi dengan payudara yang besar dan bulat, rambut pendeknya
    dan mudah bergaul dengan siapa saja.

    Di kampus dan pergaulannya dia sering mengenakan jilbab, walau begitu jika sedang dirumah dia tak
    berjilbab dan berpakain santai seperti cewek kebanyakan.

    Kejadiannya bermula pada hari sabtu siang ketika Kina baru saja pulang dari kampus dan hendak
    beristirahat. Tiba-tiba hp miliknya berdering.dilayar tercantum nama Doni.dia adalah teman kampus
    Kina.

    “halo don, ada apa?”. sapa Kina.

    “halo juga, ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!” Jawab Doni.

    “sama sapa aja?” Tanya Kina lagi.

    “sama aku, Heri, Tio, Agus terus Evi, Ika sama Tika juga ikut”.jelas Doni.

    Karna merasa ada cewek lain yang ikut akhirnya Kina pun mengiyakan ajakan Doni.

    SekKinar pukul 3 sore dia menuju rumah Doni yang berjarak tak jauh dari kost-kostan Kina .dia
    mengenakan jilbab hKinam serta kaus lengan panjang berwarna merah muda serta celana jeans yang makin
    membuat lekuk tubuhnya terlihat walau dia berjilbab.

    Berapa saat kemudian Kina sampai dirumah Doni disana sudah ada Agus, Tio dan Heri namun dia belum
    melihat ada cewek yang datang.

    “eh kalian dah nyampe, mana Vivi sama yang lain?” Tanya Kina.

    Mereka tak menjawab pertanyaan Kina. Agus langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan Tio, Heri dan
    Doni menghampiri Kina yang berdiri kebingungan.

    “eh,apa-apaan ini? apa yang akan kalian lakukan?”. Kina mulai panik dengan keadaan ini.  Agen Judi Bola

    “tenang sayang, kKina akan bersenang senang sampai pagi!” Doni menimpali Kina dengan senyum yang aneh.

    Sementara Tio dan Heri mulai menghampiri Kina dan memegang kedua tangan Kina .Agus langsung maju dan
    memeluk Kina dan memaksa memagut bibir mungil Kina. Tio dan Heri mulai bergerilya dipayudara mungil
    Kina yang menawan.

    Doni tak mau kalah dia memeluk Kina dari belakang tangannya bergerilya ke daerah selangkangan Kina,
    mengelus vagina Kina dari luar. Doni mulai mencari retsleting celana jeans Kina untuk membukanya.

    Kina tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh Tio dan Heri.sementara Agus
    yan memagut bibirnya membuat dia susah bernafas.

    Akhirnya Doni berhasil membuka celana jeans milik Kina dan menurunkannya sampai batas mata kaki.Doni
    kembali berdiri dan kembali meraba vagina Kina .kali ini dia langsung menyentuh vagina Kina melalui
    celah cd warna krem milik Kina .

    “wah, mem3k kamu anget banget, jembutnya juga halus!”. komentar Doni.

    Tio dan Heri tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yang dikenakan Kina, Agus pun berhenti memagut
    Kina untuk memudahkan Tio dan Heri membuka kaos Kina. Kini Kina berdiri dengan jilbab dan bh serta cd
    saja, dikelilingi oleh 4 pria yang menatapnya dengan buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya.

    “bener-bener mulus nih cewek, susunya juga montok”. komentar Heri.

    Kina yang merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup payudara dan vaginanya.

    “wah, jangan malu-malu gitu dong, kamu khan cantik”. timpal Tio.

    Kemudian Agus mendekat dan memeluk tubuh Kina tangannya bergerilya dipunggung Kina untuk mencari
    pengait bh Kina. kemudian tanpa ragu-ragu Agus membuka bh hKinam milik Kina. Semua pria menatap kagum
    pada payudara Kina yang ranum dengan pentil merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda.

    Tanpa komando mereka mengerubuti tubuh bugil Kina. Doni dan Agus berbagi payudara Kina sementara Tio
    melepas cd Kina dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka vagina Kina dengan kedua jarinya tak
    lupa dia juga menggosok klitoris mungil milik Kina.

    Sementara Tio memeluk Kina dari belakang dan mencium bibir Kina dengan semangat. Beberapa kali mereka
    berpindah peran hingga semua mencicipi bibir, payudara, vagina dan pantat sekal Kina. Entah sudah
    berapa kali Kina orgasme, tubuhnya terasa lemas.

    Mungkin jika tak ditopang oleh Agus, Kina sudah jatuh lemas. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang
    semakin memancarkan aroma khas yang menggoda pria disekKinarnya. Mereka sudah merasakan cairan vagina
    Kina yang manis dan gurih, sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi Kina diruang tamu dalam posisi
    berdiri.hingga akhirnya Doni mengambil gelang besi yang terikat tambang.

    Kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan Kina, kemudian Doni menarik tambang dan memaksa Kina
    yang lemah untuk melangkah. Doni membawa Kina ke kamarnya. Disana ada tempat tidur yang cukup luas.

    Kemudian Doni memasang gelang lagi dikedua tangan Kina kemudian mengaitkan dengan tambang untuk
    menggantungkan Kina. Kembali Kina akan diperkosa dalam keadaan berdiri. Kini kondisinya lebih parah
    karena tangannya terikat keatas yang semakin mengekspos keindahan tubuhnya. Ketiaknya juga menjadi
    daya tarik tersendiri

    Cerita Sex Kisah Tragis Dicabuli Rame - Rame

    Cerita Sex Kisah Tragis Dicabuli Rame – Rame

    SekKinar pukul 02.00 dini hari, Agus terbangun dari tidurnya dia merasakan ada benda kenyal dan empuk
    dKinangannya. Ternyata itu adalah payudara Kina yang masih terlelap. Agus memandang wajah Kina yang
    terlelap dengan jilbab dikepalanya.

    Betapa manis dan cantiknya wajah itu. Kemudian dia mulai meremas payudara milik Kina, tentu saja hal
    itu membuat Kina terkejut dan bangun dari tidurnya. Tak hanya itu, semua yang ada disitupun ikut
    terbangun bahkan Heri yang dari semalam jarinya berada divagina Kina langsung menyodoknya. JerKinan
    dan tangisan Kina pun kembali pecah.

    “toloongg…jangaaan..saya udah cape…” rintih Kina .

    Namun tanpa ampun mereka terus menggerayangi tubuhnya.bahkan mereka sudah bersiap untuk memperkosa
    Kina. Kali ini mereka akan main secara keroyokan. Dini hari memang waktu yang sangat menggairahkan.
    Mereka mengangkat tubuh Kina, sementara Tio sudah terlentang menunggu vagina Kina.

    “ayo cepat masukin, kont0l gue pengen ngebor mem3knya lagi.” Perintah Tio.

    Kemudian mereka memapah Kina kemudian mengarahkan vagina Kina ke penis Tio. Kemudian dari arah
    belakang Heri mulai mengarahkan penisnya ke pantat Kina, sementara Doni memaksa membuka mulut Kina dan
    memasukan penisnya kesana.

    Agus mengarahkan tangan Kina dan mengarahkan untuk mengocok penisnya. Mereka terus menggarap tubuh
    Kina dan mengejar klimaks masing-masing. Sepertinya mereka tak memperdulikan kondisi Kina yang lemas.

    Kondisi pagi hari yang sepi menambah sensasi erotis dikamar itu. Selang berapa lama, Heri mulai
    mencapai klimaks disusul Tio, Agus kemudian Doni. Mereka saling bertukar posisi hingga akhirnya mereka
    lemas dan mengakhiri permainannya.

    Kini tubuh Kina kembali berlumur sperma dan keringat. Namun itu semua belum berakhir karena hari masih
    panjang dan esok adalah hari minggu. Jadi mereka masih punya banyak kesempatan untuk meniduri Kina .

    Pagi akhirnya datang, mereka terbangun sekKinar pukul 08.00. Rasa pegal dan lemas tentu melanda mereka
    semua, terlebih Kina yang menjadi pelampiasan keempat pria tersebut. Mereka menggendong Kina dan
    membawanya kekamar mandi Doni, karna ukurannya yang mewah dan cukup luas, memungkinkan mereka masuk
    semua kesana.

    Tio mulai memutar kran shawer, air dingin mengalir mengenai tubuh Kina membuat dia tersentak, mereka
    mengkerubuti Kina dan berebut untuk menyabuninya.

    Jilbab yang dari kemarin melekatpun mulai dicopot, kini nampak jelas rambut pendek sebahu Kina yang
    telah basah, kemudian Heri mengambil shampo dan mulai mengkeramasi rambut Kina .Namun tak hanya rambut
    yang dikepala, rambut vagina Kina juga ikut dikeramasi bahkan disela aktivKinasnya,

    Heri masih sempat meremas payudara Kina dan memagut bibir Kina, posisinya yang berada dibelakang tubuh
    Kina membuat penisnya menempel dipantat Kina yang sekal. Tak dapat dihindari lagi. Penis Heri pun
    mulai mencari lubang anus milik Kina untuk disodomi.

    Dalam posisi berdiri Kina kembali mengalami pelecehan seksual,bahkan kini Agus mulai maju dan
    mengangkat kaki kanan Kina untuk kemudian memasukan penisnya kelubang vagina Kina .kini Kina diapit
    oleh dua orang pria dibawah siraman air yang dingin.setelah Heri dan Agus selesai, kini giliran Tio
    dan dino.

    Tubuh Kina lemas setelah beberapa kali klimaks, andai Tio tak menopang tubuhnya mungkin dia sudah
    ambruk tak berdaya. Tio mendapat anus Kina sementara dino mendapat vagina. Setelah masing masing
    mencapai klimaks, mereka mendudukan Kina dipinggir bath-up. Agus mengambil cukuran jenggot milik dino
    hendak mencukur bulu vagina Kina .

    “ayo manis, dicukur dulu jembutnya biar tambah imut..hehehe..!” Kata Agus.  Agen Judi Bola

    Heri dan Tio pun membuka kaki Kina lebar-lebar. Sementara dino mengoleskan krim disekKinar vagina
    Kina. Kini Agus sudah siap untuk mencukur bulu vagina Kina. Kina yang nampak tak setuju mencoba
    menutup kakinya,

    Namun peganan Heri dan Tio dikakinya begitu kuat hingga membuat usahanya sia-sia. Selang satu menit,
    Agus sudah selesai mencukur bulu kemaluan Kina. Kemudian mereka memapah Kina dan menepatkannya didepan
    cermin yang besar hingga membuat pantulan tubuhnya terlihat jelas.

    “gimana cantik, bagus ga hasil karyaku?” Tanya Agus sambil mencubit vagina Kina yang kini plontos.
    Lagi-lagi Kina hanya menangis dan meratapi nasibnya.

    SekKinar pukul 09.00 akhirnya mereka selesai mandi, namun tak ada satu pun yang berpakaian. Semuanya
    masih bugil termasuk Kina yang kini juga sudah tidak mengenakan jilbab lagi, bahkan tubuh bugil itu
    dibiarkan basah oleh mereka.

    Karna menurut mereka, tubuh Kina menjadi semakin sexy. Dengan tubuh basah dan bugil, mereka membawa
    Kina ke dapur mereka ingin Kina memasak sesuatu untuk mereka. Akhirnya Kina memasak nasi goreng untuk
    mereka, disela-sela aktivKinasnya memasak, mereka juga bergantian jongkok dibawah Kina untuk menjilati
    vaginanya dan memainkan klitorisnya dengan jari mereka. Tak jarang, ketika mencapai klimaks Kina
    merasa lemas dan hampir terjatuh. Heri dan teman-temannya juga bergantian mengemut payudara Kina .

    Setelah makanan siap, mereka memapah Kina dan membaringkannya dimeja makan.Disekeliling Kina dKinaruh
    berbagai lauk pauk, bahkan Heri menaruh ice cream di vagina, payudara dan perut Kina.

    Setelah itu, dia juga menuangkan susu kental manis disekujur tubuh Kina dari kepala sampai kaki. Tentu
    saja ini terasa amat menyiksa bagi Kina, karna dia harus menahan dinginnya ice cream di daerah
    sensitifnya.

    Namun tak demikian dengan ke empat pria yang ada bersama Kina, disela-sela mereka menikmati makanan,
    mereka juga menikmati ice cream serta susu kental manis yang berada ditubuh Kina .

    “wah, ini ice cream terenak yang pernah gue rasain. Ice cream rasa mem3k!” Komentar Tio.

    “apalagi ini, susu rasa susu hahahaha!” Sambung Agus yang sedang menjilati susu kental manis yang
    berada di payudara Kina .

    Selesai makan,mereka mempersilahkan Kina untuk makan, namun kali ini menunya khusus. Mereka mencampur
    nasi yang akan dimakan oleh Kina dengan sperma mereka berempat.

    “ayo, sarapan nasi campur peju pasti sehat!” Celoteh Doni.

    Kina juga tak boleh turun dari meja,dia harus makan dalam posisi merangkak seperti anjing. Tentu saja
    Kina merasa terhina dan sedih mendapatkan perlakuan tersebut.

    “tolong hentikan, kapan kalian akan melepaskanku?” Tanya Kina lirih.

    Namun tak ada satupun yang menjawab. Doni dan Heri yang duduk disebelah kanan Kina langsung meremas
    payudara Kina yang menggantung dengan indah sementara Agus dan Tio dipayudara satunya lagi.

    Setelah itu, Tio bangkit dan mengambil sesuatu dilemari es. Ternyata dia mengambil dua batang
    mentimun, langsung tia mengangkat satu kaki Kina dari samping dan memasukan batang mentimun itu
    kevagina Kina. Tentu saja hal itu membuat Kina kaget dan memekik.

    “aaaaawww…..aaahhhh…..apa yang kalian lakukan?” Pekik Kina .

    Kembali vagina Kina merasa amat dingin, dia juga merasakan sakit karena vaginanya yang masih kering
    dan tekstur timun yang tidak halus. Heri mulai tertarik akan hal tersebut lalu mengambil sebuah wortel
    dan langsung memasukannya keliang anus milik Kina.

    Sementara Kina yang belum menyelesaikan makannya dipaksa mengulum batang penis milik Agus. Sementara
    Doni menikmati kedua payudara Kina yang menggantung bebas. Setelah beberapa menit, cairan vagina Kina
    mulai mengalir, kemudian Tio mencabut timun yang berada didalam vagina Kina dan memaksa Kina untuk
    memakanya.

    “ayo manis, rasakan mentimun rasa mem3k dan peju!” Perintah Tio dengan sedikit memaksa.
    Tak hanya itu, Heri juga memaksa Kina untuk memakan wortel yang tadi dimasukan kelubang anus Kina.

    Setelah selesai, mereka kembali berpindah tempat, kali ini mereka menuju keruang tengah. Agus yang
    menggendong Kina didepan tak mau kehilangan kesempatan dia memasukan penisnya ke vagina Kina dalam
    posisi berdiri dan berjalan.

    Payudara Kina bergesekan dengan dada Agus yang berbulu, sesampainya diruang tamu, Agus yang belum
    klimaks langsung memepet tubuh Kina ditembok kemudian dia semakin cepat menggenjotnya.akhirnya Agus
    klimaks juga dia langsung lemah dan menjatuhkan Kina dari gendongannya, Kina pun langsung duduk tak
    sanggup berdiri karena kaki yang sudah lemas.

    Tio menyeret tubuh Kina dan disuruh melakukan oral sex kepada mereka semua yang kini sudah duduk
    disofa panjang.

    Tanpa pilihan Kina melakukan hal tersebut sambil terkadang juga disuruh mengocok batang penis mereka.
    Tak hanya dimulut, mereka juga mengeluarkan sperma diluar yang mengenai rambut, wajah, leher serta
    payudaranya.

    Setelah selesai Tio mengangkat tubuh Kina dan mendudukannya diatas penisnya. Dia menggenjot dengan
    penuh semangat, payudara Kina yang berguncang membuat Tio gemas kemudian meremasnya dan terkadang
    menggigit puting Kina .

    “aw…sakiiiitt….!” Rintih Kina yang merasa Tio meremas payudaranya begitu keras.

    Setelah klimaks, Kina harus melayani Heri dan Doni semetara Agus sudah mendapat jatah pertama.

    Setelah selesai semua, Kina pun lemas tubuh bugil dan mungilnya kini tergolek lemah dikarpet, tubuhnya
    penuh dengan sperma dan bekas merah, terutama dibagian payudaranya. Merekapun terus menggilir Kina
    sampai malam, kadang diruang tamu, didapur, tangga dan berbagai tempat dirumah itu.

    Mereka juga sempat mendandani Kina menggunakan seragam smu, karna tubuh dan wajahnya yang imut Dia
    masih terlihat pantas mengenakan seragam smu. Sementara mereka berempat berperan sebagai gurunya.

    Kina kembali digenjot bergilir dengan kemeja putih dan rok abu-abu masih melekat pada dirinya.setelah
    cukup puas memperkosa dan menyiksa Kina, akhirnya mereka mengantarkan Kina kembali ke kost-annya.

    Sejak saat itu, mereka bebas menikmati tubuh Kina dimanapun kapanpun. Bahkan mereka sempat mengeroyok
    Kina di toilet kampus. Kina pun harus siap melayani mereka baik semua ataupun perorangan. Itulah
    sekelumit kisah wanita cantik nan imut yang mengalami nasib tragis.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • CERITA SEKS ANTARA TIA DAN YENY

    CERITA SEKS ANTARA TIA DAN YENY


    2085 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA SEKS ANTARA TIA DAN YENY ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Namaku adalah wawan, berumur 23 tahun, aku mempunyai tubuh yang atletis sehingga banyak cewe yang ingin jadi pacarku, namun aku belum mau terikat sama pacar, aku masih mau bebas menikmati masa muda…statusku adalah mahasiswa disalah-satu PTN dikotaku.

    Hari ini adalah hari senin, jadwal kampusku padat sekali sehingga pagi-pagi aku sudah bangun dan bersiap kekampus, o-i-a aku tinggal in the kost…tempat kost ku dilantai 1 sementara dilantai dua adalah tempat kost cewe..

    selesai mandi aku langsung berpakaian kemudian ngopi sambil merokok. Ketika aku sedang nongkrong didepan kamarku turun seoarang laki-laki dari lantai dua, dia tidak menegurku dan langsung lewat didepanku begitu saja..dalam hatiku berkata sombong banget nih cowo..pasti habis ambil jatah ama tia…

    Yang lewat tadi adalah pacarnya tia, cewe yang ngekost diatas..tia memang cantik..tinggi, putih dan bodynya padat..pagi itu aku gue langsung konak ingat tia, sempat terlintas untuk ML dengannya.

    Sesampainya di kampus Erik langsung menghampiriku, erik adalah teman seperjuanganku, biasa dalam hal berburu kenikmatan sesaat,

    wan, gimana kalau ntar malam kita berburu lagi, udah lama nih nggak pernah diasah erik berkata sambil tersenyum,

    akh aku lagi ada proyek rik, nanti aja klu sdh selesai, baru kita berburu lagi, tempatnya terserah kamu deh balasku sambil berlalu..

    Sebenarnya aku masih kepikiran sama Tia…maka akupun menyusun rencana untuk ntar malam..

    Untuk diketahui sebenarnya keinginan untuk ML itu nggak muncul begitu saja, ini karena kejadian beberapa malam yang lalu, saat itu suasana tempat kost lagi sunyi, akupun iseng naik ke lantai dua untuk minjam buku, sesampainya di depan kamar tia, terdengar eluhan-eluhan nikmat…nalurikupun segera menuntun untuk melihat yang terjadi di dalam, kebetulan sedikit ada celah di balik kaca nako jendelanya..wah ternyata si Tia lagi dientot ama pacarnya sehingga niatku untuk meminjam buku tidak jadi.

    Malam harinya aku pun menyusun rencana……

    Malam itu kira-kira pukul 9 malam suasana di kostku lagi sepi, orang disamping kamarku lagi keluar cari tugas diwarnet. Aku pun berfikir inilah saatnya untuk bercinta sama tia..otakku sudah dditutupi oleh nafsu birahi yang tinggi..

    Akupun naik keatas kekamar tia, kebetulan kamarnya terbuka, kulihat tia sedang mengerjakan tugas, dia terlihat seksi menggunakan sarung bali dan tanktop.

    Hi..lagi ngapain nih tanyaku..

    biasa kerja tugas, kenapa wan lu mau minjam buku lagi..

    nggak..gue cuman bete dibawah kaga ada orang makanya gue naik..nggak mengganggu kan

    nggak kok, kebetulan nih gue lagi bikin tugas di corel, lu bantuin gue ya, lu kan jago corel..

    beres bos..jawabku mana yang lainnya kok sepi banget

    yeny ada tuh dikamarnya sama cowonya,, kayanya lagi asyik.. jawab tia sambil tersenyum

    eh gimana bikin lay out iklan yang baguswan, lu ajarin gue donk

    Akupun mengambil alih komputer sehingga tia kini duduk dibelakangku..

    Wan lu bikinin yang meriah iklannya ya. Kalo bisa ini warnanya lu rubah biar kontras sambil tia menujuk pada monitor sehingga toketnya menempel di punggungku..

    beres bos.. konsentrasi kupun hilang..yang ada hanya nafsu sementara senjataku sudah mulai tegang…akupun mulai merencanakan sesuatu..

    tia tutup donk pintunya dingin banget nih ntar gue sakit tipes lagi gara-gara batuin lu.

    Ga usah deh wan..ga enak masa kita berdua dalam kamar..lu kan bukan pacar gue..

    makanya lu jangan berfikiran kotor terus donk, masa lu ngga percaya ama gue, emangnya lu mau gue apain

    oke deh, tapi lu jangan macem-macem ya, just kerjain tugas gue tuh..

    Tia pun menutup pintu kamarnya, kemudian duduk kembali disampingku.

    Nyali ku agak ciut karena ternyata tia bukan cewe gampangan baru disuruh tutup pintu aja susah banget gimana kalo gue suruh buka baju bisa teriak nanti. Aku pun berencana mengurungkan niat ku karena takut kalo nanti tia teriak..

    Kukerjakan tugasnya sementara sesekali tia menunjuk monitar jika ada yang salah dan toketnya menempel dipunggungku..

    Waktu sudah pukul 10 malam nampaknya tia sudah mulai ngantuk di pun menyandarkan kepalanya dibahuku..

    pinjam bahu lu ya..leher gue pegel nih.. wan matiin lagunya udah malem nih.. akupun mematikan winamp dikomputer..

    suasana dikamar kini sangat hening namun tiba-tiba terdengar suara rintihan nikmat dari kamar sebelah, dan kami pun saling berpandangan..

    diapain tuh yeni ama pacarnya tanyaku pura-pura ****

    biasa…lu kaya kaga tau aja wan

    Akupun mulai konak sementara tia kambali bersandar dibahuku..

    Suara rintihan yeni semakin lama semakin terlihat nikmat dan tanpa kusadari nafas tia kini mulai tidak teratur..wah lagi konak nih cewe ini kesmpatan gue pikirku dalam hati..akupun bersiap-siap menunggu waktu yang tepat..kuperhatikan tia duduknya mulai gelisah..aku pun berbalik dan memegang tangannya dan langsung melumat bibirnya…tia tampak terkejut dan mendorongku namun langsung kudekap erat-erat tubuhnya sehingga dia tidak bisa bergerak..

    lu apa-apaan sih, dia pun mendorong tubuhku dengan kuat sehingga pelukan ku pun terlepas…

    sory tia…gue kelepasan…abiz gue konak dengar suara yeny dari sebelah…

    sory banget yaach aku pun memohon sama tia

    Tia pun pun hanya diam menatapku dan kemudian mengangguk..

    Oh..syukurlah tia mau maafin gue..gue takut dia melapor di ibu kost bisa diusir gue..

    lu tidur aja biar tugas lu gue yang selesaikan, gue janji ga bakal ngapa-ngapain lu..

    Tia masih terdiam nampaknya dia bingung harus ngapain…

    Akupun kembali mengerjakan tugasnya tia yang tinggal sedikit..

    10 menit kemudian tugasnya tia udah selesai..

    tugas lu udah selesai..gue turun ya..sory tadi gue khilaf banget..

    Aku pun berdiri dan keluar dari kamar..tiba-tiba tia memanggilku..

    wan thanks ya..sory tadi gue gu dorong lu terlalu keras..

    ga papa..gue cabut dulu ya..

    Aku pun kembali kekamar ku menahan konak..kemudian karena terlalu konak akupun onani dikamar dibantu koleksi film bokep ku dikomputer..setelah onani tiba-tiba hpku berbunyi tanda ada sms..teryata dari tia..akupun langsung baca isi sms itu.

    wan lu kekamar donk sekarang, ada yang mau gue kasih

    Wow pucuk dicinta ulam pun tiba pikirku dalam hati..ternyata tia juga konak nih..pasti dia mau ngajak gue ML.

    Akupun langsung naik kekamar tia ditangga aku berpapasan sama yeny dengan pacarnya. Kayanya pacarnya udah mau pulang, sampai didepan kamar tia kuketuk pintunya.

    masuk aja ga dikunci kok jawab tia dari dalam…

    Aku pun masuk kedalam dan kulihat tia sedang barbaring dikasurnya sementara sarung balinya agak terangkat sehingga pahanya yang putih terlihat…kututup pintu dan langsung ku cium bibirnya tia..dan tia mendorongku..

    eit sabar dulu donk..lu udah konak banget ya…sebenarnya tadi gue juga konak tapi gara-gara lu tiba tiba brutal gue jadi takut tau.. tapi lu janji jangan bilang siapa-siapa yah apalagi ama pacar gue

    beres sayang dan langsung kulumat bibirnya..tia pun membalas dengan memainkan lidahnya,,sesekali dia menghisap lidahku..kini tangan ku mulai memainkan toketnya, dan mulai menciumi lehernya

    sshhh..uhfff..terus wan..enak banget wan..

    Kumasukkan tangan ku kedalam tank tonktopnya dan ternyata dia sudah tidak pake bh..kuremas-remas kedua bukit kembarnya..tia nampak sangat menikmatinya..tangannya mengelus-elus kepalaku dan mulutnya mengeluarkan desahan desahan kenikmatan….

    Kini kulepaskan tanktop serta sarung balinya dan kini tia telah bugil karena dia juga sudah tidak mngenakan cd..

    Tia pun juga melepaskan baju dan celana pendek serta cd ku…

    wow gede banget punya lu wan ga muat nih masuk memek gue tia pun mengelus-ngelus kontholku.

    lebih gede mana konthol gue atau konthol pacar mu tia tanyaku

    konthol lu jauh lebih gede, tapi gue takut ntar memek gue jadi longgar, pokoknya ini yang pertama dan terakhir wan ya, soalnya gue kasian tadi liat lu udah konak banget, pasti bawaannya ga enak kan sementara tangannya tia masih mengelus-elus konthol ku, bisa longgar memek gue nih kalo tiap hari dimasukin rudal kaya gini

    oke deh gue ga bakal minta lagi tapi kalo ntar lu pengen lagi sms aja..

    Tia pun tersenyum dan langsung melumat bibir ku….aku pun membalas dengan hangat dan kumainkan klitorisnya dengan jari-jariku…

    Shhh…uhffff..

    Kini kujilat puting susunya yang berwarna pink..

    Shhh…oh..ouchhh enak banget wan terus wan gue ga tahan nih…

    Kini kepalaku turun kearah perutnya dan tangannya tia mendorong kepalaku supaya lebih turun ke bawah. Kuturunkan kepalaku arah vaginannya, jembut nya gondrong..kayanya ngga pernah dicukur namun vaginya sangat harum sehingga birahi ku tambah meningkat dan kumudian ku mainkan klitorisnya dengan lidahku…

    Ouh…uhff…..enak banget wan lidah lu enak banget..terusin wan puasin aku malam ini suara tia mulai meracau…

    Aku pun menegurnya

    jangan terlalu ribut ntar kedengeran ama anak2 disebelah…

    ga ada orang kok cuman yeny yang ada, yang lainnya lagi pada pulang kampung, biarin aja yeny dengar siapa suruh tadi juga ribut..

    lanjutin lagi wan lidah lu enak banget..

    Aku pun melanjutan memainkan klitorisnya tia dan jariku memainkan bibir vaginanya.. uhfff..enak banget nih wan gue ngga tahan ….

    Akupun semakin liar memainkan lidah ku kadang kumasukkan kedalam lubag vaginanya….tia pun kadang menjambak rambut ku menahan nikmat..

    wan gue ga tahan nih gue meu keluar….terus wan ouhhh…..gue sampe wan….uhffffff

    cairan kenikmatan keluar dari lubang vaginanya dan aku pu terus menjilatnya sampai bersih…

    Gila kamu wan ternyata lu hebat banget…bisa ketagihan gue…

    Akun pun maju kedepan sehingga konthol ku kini berada didepan bibirnya..

    ogah ah wan..gue ga mau isep konthol lu..konthol pacar gue aja ga pernah gue isep…gue jijik

    Namun aku tidak memperdulikkannya karena birahiku sudah memuncak..kutarik kepalanya sehingga konthol ku kini menempel dibibirnya..kupaksa masuk sehingga mulutnya tia kini mulai terbuka. Kudorong pelan pelan dan nampaknya kini tia mulai menikmatinya dia membuka mulutnya sehingga kotolku masuk setengah..

    Tia pun mengulumnya. mulutnya memompa konthol ku…

    Ouhhh nikmat banget tia,…terusin isep yang kuat konthol gue….

    tia pun melepaskan kontholku dan menuruhku berbaring…

    lu baring aja wan biar gue isep, ternyata konthollu enak banget

    Kini tia asik mengulum kontholku dengan ganasnya dan tangannya memainkan biji pelirku..

    ouhh..tia enak banget sayang….terus…kocok terus konthol gue pake mulut lu…

    Lagi asik tia mengulum kontholku tiba-tiba pintu kamar dibuka…

    Kamipun terkejut..ternyata yeny…

    Gue boleh ikutan ngga gua konak banget nih denger suara lu tia…pacar gue udah pulang tapi gue ngga puas abis dia cepet banget keluar…

    gabung aja, wawan juga kayanya kuat kok muasin kita berdua..kunci pintunya ntar ada yang ganggu tia langsung menyuruh masuk yeny..

    Yeny pun langsung masuk dan melepas dasternya dan langsug bugil karena tidak pake cd dan bh…

    Wow tubuh yenny ngga kalah baguss ama tia, putih, bersih n toketnya gede banget mungkin terlalu sering digunakan sama pacarnya kali.

    Tia pun melanjutkan mengulum kontholku dan yeny langsung melumat bibirku..

    Gila niatnya mau mempekosa kok malah gue yang diperkosa, ama dua cewe cantik lagi..

    Yeny turun ke dadaku dan menjilati puting ku..

    Ouh..nikmat banget..lu berdua emang jagooo. Terus sayang i love it….kini yeny turun keselangkangan ku dan bergantian mengulum kontholku sama tia..

    Sungguh sahabat yang serasi saling berbagi konthol……

    Kini tia menghadapkan memeknya ke mulutku..

    sekarang lu makan nih memek gue….

    Tia pun mendorong memeknya kemulutku dan aku pun langsung menjulurkan lidahku…

    Tia pun terus memompa semetara yeny teru asyik mengulum kontholku….

    Kira-kira sepuluh menit kami saling ber-oral seks…

    Aku pun membaringkan tia di kasur semantara yeny duduk sambil memainkan jari di memeknya…

    wan jangan lu tumpain didalem ya..gue lagi masa subur nih..

    Tenang aja sayang

    Aku pun memainkan kontholku di bibir vaginanya….

    shhhh..ouhhh masukin wan gue ga tahan nih……

    Akupun memasukkan kontholku pelan-pelan…agak susah karena kontholku lumayan besar (18cm) walaupun vaginanya tia sudah sangat becek…

    dorong yang dalem wan konthollu enak banget terus wan…

    Bles…. kontholku masuk semua kedalam memeknya tia…

    Aku pun mulai memompa kontholku…

    ouh..hhshhhh…uhfff..terus wan entot teru memek gue….

    enak kan konthol gue…mana lebih enak konthol gue atau kontholnya pacar lu

    konthol lu lebih enak sayang…gede banget…terus sayang entot terus, tusuk yang dalem memek gue…

    Sementara yeny kini mulai menjilati puting susunya tia sambil meremas remasnya..

    Tia mulai bergerak tidak teraturr menahan nikmat…sementara tangangku asyik bermain fucking finger di memek nya yeny…

    Terus sayang aku mau keluar nihh….entot terus memek gue terusssssssss…ouhhhh…gue sampe wan..

    konthol ku serasa dijepit dan kemudian terasa hangat karena cairan kenikmatannnya tia.. akupun terus memompa memeknya tia yang sudah sangat becek…

    Clep..clep…clep..terdengar bunyi dari memeknya tia yang terus ku pompa..sementara yeny kini mengelus-elus dadaku yang penuh keringat…

    Tia memek lu enek banget gue entot lagi ya…konthol gue rasanya ga mau lepas

    entot terus memek gue wan…gue seneng banget …terus wan…..konthol lu perkasa wan…

    Tia pun mengoyangkan pingulnya mengikuti irama kontholku ku..tampaknya birahinya telah bangkit kembali….

    Kuketekuk kakinya kedepan sehingga kontholku lebih leluasa menerobos memeknya tia….

    oh nikmat banget wan konthollu masuk dalam banget…terus wan…entot yang kuat memek gue…nikmatin sepuasmu sayang…ouhhhh…uhfff…

    Kulihat yeny sedang asyik meainkan klitorisnya sendiri.nampaknya dia sudah sangat konak…

    wan gue mau keluar lagi nihh….terus sayang…yang kenceng……. konthollu enak wan…

    Akupun mempercepat goyangan ku dan sekali lagi tubuh tia kembali mengejang dan menumpahkan cairan kenikmatan…kucabut kontholku…dan kulihat memeknya tia nampak merah dan carairan kenikmatannya keluar mebasahi kasur…

    gue cape banget wan…ternyata lu hebat muasin wanita…..

    aku pun melumat bibirnya dengan nafsu…tiba tiba kontholku serasa hangat dan kulihat ternyata yeny telah asyik mengulum kontholku….

    wan lu kok kuat banget sihhh..mulai tadi belum keluar..memek gue aja udah tiga kali..

    aku pun hanya tersenyum..

    aku pun duduk dan menyuruh yeny terus mengulum kontholku…

    terus yen..kuluman lu enak banget…isep yang kuat kontholku….

    Yeny pun dengan ganas mengulum kontholku…

    wan entot gue sekarang ya…gue ga tahan nihhh…konthol lu gede banget…memek gue udah gatel nih pengen rasain konthol mu…

    Aku pun menyuruhnya menungging ala dogy style..kudorong pelan-pelan kontholku sampai amblas kedalam…

    ouh…nikmat banget kontholmu wan….terus wan goyang….

    Ku pompa terus memek nya yeny..

    wan enak banget…shhhh..uhff….entot terus wan,….entot yeny terus wan…yeny suka dientot ama kamu…

    Yeny mulai meracau tidak karuan sementara tia memelukku dari belakang dan dan menggesek-gesekkan jembutnya di pantatku sambil menciumi leherku…

    Tia terus berbisik kepadaku aku sayang kamu wan maukan kamu puasin aku terus..

    Aku hanya diam karena sedang berkonsentrasi mengentot memeknya yeny…

    wan gue mau keluar nih…terus wan….entot terus….ouh….

    Cret..cret..cret..terasa kontholku disiram oleh cairan cintanya yeny….aku pun terus memompanya karena aku belum apa-apa…

    Yeny nampak menahan rasa sakit dan nikmat…kutarik rambutnya sehingga wajahnya menghadap kebalakang melihatku….

    enak yen kontholku….

    enak banget wan…entot terus memek gue….terus wan…

    Kini yeny memutar-mutar pingulnya sehingga kontholku serasa terpilin-pilin

    terus yen..gue mau keluat nih…enak banget…

    iya wan gue juga mau keluar lagi….entot yang kenceng memek gue wan….

    gue tumpai dimana ni yen…

    tumpain didalam aja wan…memek gue pengen ngerasin sperma mu…

    aku pun menggenjot dengan cepat memeknya yeny dan tia sedang asyik mencupang leherku…

    gue keluar nih wan…ouh…aahhhh

    gue jua yen…..ouhhhhhhhhhh….

    Cret…cret….cret…aku pun menumpahkan spermaku didalam memeknya yeny sambil kupompa pelan-pelan..

    Sperma ku sebagian keluar lewat bibir vaginanya…

    enak banget di entot sama elu wan…uhfff…cape banget gue..

    Aku pun mencabut kontholku, karena tadi aku udah onani jadi kontholku langsung lemes..yeny langsung menjilati sisa2 sperma dikontholku sampai bersih…

    Setelah itu dia pamitan

    gue udah dulu ya cape banget nih soalnya tadi udah juga ama pacar gue..lu lanjutin aja berdua…kasian tuh sih tia, dia kayanya masih konak tuh..bye..

    Yeny pun keluar kamar…dan kini tinggal saya sama tia..

    tia sebenernya gue udah lama banget pengen ML ama elu tapi gue takut ngajak soalnya lu udah punya pacar

    wan konthol lu enak banget..jauh lebih enak dari kontholnya pacar gue jadi kapanpun lu minta memek gue, bakal gua kasih..hati gue memang milik pacar gue , tapi memek gue boleh lu milikin selama ada kesempatan..

    Akupun sangat seneng mendengarnya..wah bisa ngentot kapan aja nih..tinggal naik keatas..pikirku dalam hati…

    wan entot gue sakali lagi dong gue masih pengen nih…lu masih kuat kan..tapi konthol lu kok udah lemes sih…

    gue tadi abis onani abis gue udah konak banget..tapi kalo lu masih mau, lu kasi bangun nih ade gue..

    Tia pun tersenyum manis dan denga lahap mengulum kontholku yang masih lemas..dia memasukkan semua kontholku sampai kemulutnya dan menghisapnya..kurasakan lidahnya bermain diujung kontholku..

    ohhh nikmat banget tia…terus ade gue mulai bangun nih….

    konthol ku pun mulai tegang kembali, tia mengulumnya dengan lembut seperti sedang menikmati lolypop…

    cepet juga nih berdiri kontholmu wan..

    isep terus ya..isepan lu enak banget…

    Tia pun meghisap kontholku sambil lidahnya menggelitik ujung kontholku…

    Hampir sepuluh menit dia menhisap kontholku…

    masukkin ya sayang gue udah ga tahan nih liat konthol lu..

    Tia pun jongkok diatas konthol ku dan mengarahkan konthol ku kevaginanya..

    Pelan-pelan tapi pasti dia menurunkun pantatnya..kulihat rona mukanya yang memerah menahan sakit campur nikmat yang diberikan oleh konthol ku…

    ouh…konthol lu kok bisa gede banget sih wan..kayanya sampe ke rahim gue nih..

    Tia pun mulai menggoyang pinggulnya seperti inul sedang goyang ngebor….

    ouhh tia…enak banget sayang…terus sayang………

    konthol ku serasa di pijat dari segala arah sementara tangan ku meremas toketnya dengan kuat menahan rasa nikmat…

    oh sayang..kontholmu enak banget …remas yang kuat tete gue sayang…ouhh..uhff….

    Aku pun meremas toketnya dengan kuat dan menggoyang pnggulku…

    Nikmat sayang gue mau keluarnih….terus…

    Dia pun meremas tanganku yang berda ditoketnya..sepertinya dia sedang menahan sesuatu yang sangat nikmat dan kepalanya mengadah keatas..

    ouhhhh….gue keluar lagi sayang nikmat banget…..uhffff….

    Cairan cintanya pun mengalir dibantang kontholku dan membasahi jembut ku

    Dia pun menunduk mencium bibir ku sementara kontholku masih berada divaginanya…

    thanks sayang lu udah muasin gue…gue cape banget nih….

    Aku pun tidak memperdulikannya kubaringkan dia dan ku pompa kembali memeknya.. ouhhh sakit sayang……terus…sayang…. .uhfff….

    Aku pun memompa semakin liar…

    memek lu enak banget tia ….terus tia …goyang terus pinggul lu…gue mau keluar nih

    Tia pun menggoyang pinggulnya…

    sayang jangan dikeluarin didalam ya….

    Aku pun mencabut konthol ku kemudian berdiri dan menyuruh tia mengocoknya..

    Tiapun jongkok mengocok konthol ku

    ayo sayang keluarin spermamu….gue pengen rasain spermamu…

    Tia terus mengocok dengan semangat sambil menjilat ujung kontholku…

    hisap sayang pake mulutmu gue mau keluar nihhh..

    Tia pun langsung memasukkan kontholku kemulutnya dan menghisapnya semantara tanganya memainkan bijinya..

    Ku entot terus mulutnya tia, terasa sangat hangat kontholku didalam mulutnya tia..

    hisap tia gue keluar nih….ouhhhh achhh……..

    Creeet…creett…crettt…spe rma ku tumapah semua dimulutnya….tia langsung menelannya dan menjilati sperma yang masih tersisa di kontholku…diapun menjilat sperma yang disekitar bibirnya….

    sperma lu enak banget..rasanya asin…tapi nikmat wan..

    kontholku pun langsung lemas karena sudah keluar tiga kali dalam waktu beberapa jam..

    Gue cape banget nih tia….

    tia pun berbisik…wan gue konak lagi sekarang gara gara isep konthol lu..

    Gila nih cewe nafsunya tinggi banget sementara tenaga ku sudah habis terkuras…

    wan lu jilatain memek gue ya ampe keluar…

    Dia pun berbaring dan mengangkang…aku pun mulai menjilati memeknya yang sudah sangat becek….terasa asin namun nikmat….

    wan lu balikin badan lu donk biar gue isep konthol lu…soalnya gue tambah konak kalo isep konthol lu

    Aku pun berbalik, kini kami bergaya 69 menyamping….kepalu ku dijepit oleh pahanya tia dan lidah terus memainkan lubang vaginanya dan kadang kutusuk masuk kevaginanya. Semantara jari ku kutusuk masuk kedalam lubang anusnya…

    enak wan tangan lu…kocokkin anus gue wan…terus wan…

    Kini pinggul tia mulai bergoyang menekan mulutku…semantara kontholku terus dihisap dengan kuat sehingga kini kontholku telah berdiri kembali…

    terus sayang hisap yang kuat lubang vaginaku….ohhh aku mau keluar sayang…ouhhhhh…achhh…

    Cret..crett…terasa cairan asin membasahi lidahku….aku pun menjilatnya sampai habis…

    udah sayang kan..kamu puas kan aku pun memeluknya

    puas banget sayang kontholmu enak banget, pengen rasanya isep kontholmu terus..sayang kontholmu masih berdiri tuh gara-gara ku isep tadi….

    Biarin aja aku udah cape banget nih ntar lemes sendiri kok…

    Kulihat jam telah pukul 2 pagi dan aku sangat ngantuk namun nampaknya tia tidak mau menyia-nyiakan konthol ku yang lagi ngaceng..

    kamu tiduran aja ya,,biar kontholnya ku isep ampe keluar….kasian udah terlanjur berdiri nih..

    Ternyata tia punya nafsu yang tinggi….dia pun mengulum kontholku dengan lahapnya sementara aku hanya berbaring menikmatinya…

    shhh…uhfff terus sayang..

    Sekitar setengah jam dia mehisap akhirnya aku mau keluar….

    isep sayang aku mau keluar nih…..

    Dia pun mengulum kontholku dengan cepat dan cret..cret…sperma ku kembali keluar di mulutnya dan nampaknya hanya sedikit…dia pun asik menjilati nya sampi bersih dan badanku pun terasa lemas sekali…

    Gila kayanya gue yang diperkosa ama tia nih…dia kok kuat banget ya…pikirku dalam hati.. Kulihat tia terus menjilat kontholku dan aku pun memejamkan mata karena mengantuk dan akhirnya tertidur….dan tia pun tertidur disamping kontholku..

    Kira-kira pukul 10 aku terbangun..kulihat tia sedang menyiapakan makanan, rambutnya basah habis keramas…dia hanya memakai sarung bali yang dililitkan sampai didadanya..

    udah bagun wan…mandi gih sana trus makan nih..pasti lu laper banget kan..

    Oke deh sayang….jawabku..

    Kamar di kosku ada kamar mandinya didalam jadi ga perlu repot-repot keluar kamar..akupun mandi dan tidak menutup pintu..kulihat tia memandangku terus penuh nafsu…

    pacar lu ga datang hari ini tia..tanyaku

    katanya mau datang ntar siang jam 2.. balas tia wah…gue harus balik nih kekamar gue.. ntar lagi aja ..baru jam 10..lu makan aja dulu..

    Tia terus memandangiku dan kini tangannya meremas toketnya sendiri..akupun memanggilnya..

    Tia pun langsung masuk ke kamar mandi dan melepaskan sarung balinya..

    wan lu entot gue lagi sekarang ya…memek gue gatel nih liat konthol lu…

    gila lu tia…ga ada cape nya…

    abis lu sih mandi kaga tutup pintu, ya konak deh gue liat konthol lu..

    Dia pun jongkok mulai menghisap kontholku yang masih lemas…

    Tidak berapa lama kemudian konthol ku kembali berdiri tegak….

    Kusuruh Tia nungging dan tangang nya berpegang ke bak mandi…

    Kumasukkan kontholku kedalam memeknya yang sudah basah..dan ku entot dengan brutal…

    achhhh sakit sayang…pelan-pelan dong ntar memek gue robek nih..

    Aku tiadak peduli dan terus menggoyang pinggulku semakin ganas…

    sakit sayang…nikmatttt….terus… perkosa aku…entot terusss..

    Aku memompa memeknya tia dan tanganku meremas-remas toketnya yang bergelantungan..

    nikmat sayang terus….konthol mu panjang banget

    Tia terus meracau dan Tidak lama kemudian kurasakan tubuh tia mengejang

    ouhhh gue keluar sayang…enak konthol mu sayang…

    Aku pun mencabut konthol ku dari memeknya….

    sini gue isep lagi ampe keluar wan..

    Ngga ah gue mau entot lu aja ampe keluar..sekarang lu baring yah

    dimana disini sayang… ya iyalah…suasana pasti tambah asyik…

    Kemudian kubaringkan tia di lantai kamar mandi dan kubuka lebar lebar pahanya sehingga terlihat jelas vaginanya yang merekah…

    Ku tancapkan kontholku perlahan lahan dan beberapa saat kemudian kontholku sudah keluar masuk di memeknya…

    ouchhh nikmat sayang entot terus sayang,,siram rahimku dengan sperma mu…

    Terus sayang..

    Nampaknya gejolak birahi tia sudah memuncak sehingga dia meracau tidak karuan..kepalanya menggeleng kekiri dan kekanan di lantai kamar mandi sehinga terlihat sangat seksi…

    Aku pun memompa semakin cepat…

    entot terus sayang,, tusuk terus memek ku..

    aku mau keluar lagi…terus sayang….ouchhh..ahh… uhff..aku sampe sayang..

    Cairan cinta pun keluar dari vaginanya tia sementara itu aku juga udah mau keluar…

    Kemudian kucabut kontholku dari memeknya dan kuarahkan kewajahnya…

    Crot…crott…crot…sperma ku keluar membasahi wajah tia…kumasukkan kontholku kedalam mulutnya dan dia langsung menjilat dengan lahapnya….

    kubersihkan wajah nya dari spermaku menggunakan tangan ku dan dia langsung menjilat jari-jari ku yang penuh dengan sperma……

    Aku pun kemudian menariknya untuk berdiri…dan kami pun mandi bersama-sama

    Setelah mandi kami langsung makan..kulihat sekarang telah pukul setengah dua..

    gue turun dulu ya sayang..pacar lu udah mau datang kayanya tuh…

    oke deh sayang, kalo lu mau entot gue lu sms aja truz bilang kalo mau pinjam buku..kalo gue bales lu langsung naik aja ya…

    oke sayang aku pun mencium bibirnya sekali lagi dan turun meninggalkan tia…

    Diluar aku ketemu yeny…

    gila nih..kayanya lembur ya…kirain lu udah turun ternyata masih didalem..

    yeny pun berbisik…ntar kalo gue panggil lu entot gue lagi ya…gue ketagihan ama konthol lu yan gede…

    oke deh kapan pun lu panggil gue selalu siap..

    Akupun kembali kekamarku…dan tidak berapa lama kemudian pacarnya tia datang dan langsung naik keatas…

    kasian pacarnya baru gue garap semalaman.. kata ku dalam hati

    Aku pun langsung beli telur ayam kampung untuk memulihkan stamina ku..

    Ketika aku mau tidur tiba-tiba hp ku berdering dan ternyata yeny yang telpon…

    wan lu naik donk entot gue nih…gue konak nih abis tia lagi konthol ama pacarnya tuh..

    oke deh sayang

    Aku pun naik keatas dan kembali memuaskan yeny….

    Begitulah kegiatan ku satiap hari jika sedang tidak ada kuliah…

    Aku kaya cowo panggilannya tia ama yeny.. dan kadang kami pun main langsung bertiga.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Nafsuku Sudah Tak Tertahankan

    Cerita Sex Nafsuku Sudah Tak Tertahankan


    1216 views

    Perawanku – Aku senang sekali karena setahun ini kami berumah tangga kehidupan di keluarga kami sangat indah berjalan dengan baik tanpa masalah, nama aku Santi umurku 22 tahun aku seorang lulusan D3 setelah lulus aku langsung diterima di sebuah instansi di Solo, kulitku putih dan bersih tinggiku 170 cm dan berat badanku 50 kg ukuran buah dadaku 34b.
    Suamiku Ardi umurnya lebih tua dari ku 3 tahun dia berumur 25 tahun bergelar sarjana S1 ia bekerja di bidangnya yaitu tata kota, suamiku ini sangat perhatian dan sabar soal hubungan kami di rranjang juga tidak masalah mungkin kita lakukan seminggu 2 kali.

    Hanya saja , jika hasrat saya sedang meninggi ,dan Ardi menolak berhubungan badan dengan alasan lelah , itu membuat saya kecewa. Memang saya akui kalau soal yang satu ini , saya lebih agresive .
    Bila Ardi sudah berkata, “Kita tidur ya,” maka saya pun menganggukkan kepala meski saat itu mata saya masih belum mengantuk.

    Akibatnya, tergolek disamping tubuh suami , dengan mata yang masih nyalang itu, saya sering , menghayal. Menghayalkan banyak hal. Tentang jabatan di kantor, tentang anak, tentang hari esok , sampai tentang ranjang.

    Seperti cerita Ani atau Indah di kantor, yang setiap pagi selalu punya cerita menarik tentang apa yang mereka perbuat dengan suami mereka pada malamnya.

    Kalau sudah begini , tanpa saya sadar , vagina saya mulai berlendir . Untuk mengobati kekecewaan dengan suami saya , saya melakukan mastubasi . Tak ada jalan lain , entah apa kah saya seorang hypersex .

    Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah mengapa, mobil yang disopiri suami saya menabrak sebuah sepeda motor. Untung tidak terlalu parah betul. Pria yang membawa sepedamotor itu hanya mengalami lecet di siku tangannya.  Agen Obat Kuat Pasutri

    Namun, pria itu marah-marah. “Anda tidak lihat jalan atau bagaimana. Masak menabrak motor saya. Mana surat-surat mobil Anda? Saya ini polisi!” bentak pria berkulit hitam , berperut buncit itu pada suami saya.

    Kulihat sorot matanya tajam memandang diriku . Ketika mataku sejajar dengan matanya , aku menerima sinyal sinyal , aneh . Matanya seperti mengirim , sinyal birahi ke otakku . Aku segera menghindar , memalingkan mukaku.

    Setelah bernegosiasi dengan suamiku , Kemudian dicapai kesepakatan, suami saya akan memperbaiki semua kerusakan motornya. Sementara motor itu dititipkan pada sebuh bengkel. Orang berperut buncit itu , yang kemudian kita ketahui bernama Jono , pun setuju .

    Akhirnya kita melanjutkan , perjalanan dan tiba dirumah . Entah kenapa , sosok Jono membayangiKu ,dan membuatKu agak birahi . Aku masuk ke kamar mandi, untuk mencuci muka , dan menganti pakaian .

    Untuk mengoda suamiKu , aku mengenakan pakaian tidur tipis , tanpa bra . Lalu aku kembali ke kamar tidur . Aku memerima kekecewaan , suamiku terlihat sudah tertidur pulas .

    Cerita Sex Nafsuku Sudah Tak Tertahankan

    Cerita Sex Nafsuku Sudah Tak Tertahankan

    Aku dengan membawa rasa kecewa , berbaring di samping suamiku . mataku menerawang jauh . Tiba tiba ruangan tidurku menjadi gelap , tubuhku kehilangan gaya gravitasi , seakan tubuhku melayang .

    Dan aku meresa sesak , tubuhku di himpit sosok bertubuh besar , aku berusaha sekuat tenaga mendorongnya . Sosok itu mundur beberapa langkah , saat itu juga ruang kamarku kembali terang .

    Kudapati Jono , dengan mimik muka , penuh nafsu menghapiriku . Tubuhku bagai kehilangan tenaga .Dia merambet baju tidurku , dan merobek begitu saja . Kemudian tangan tangannya yang kasar , meremas buah dadaku , aku merasa sakit sekali . lepaskan , tolong .. tolongaE pekik panikKu .

    Lidahnya yang terlihat kasar , menjulur keluar , dan mengenai putting susuku . Saat itu juga , getaran getaran birahi merasuk tubuhku . Aku mendesah kenikmatan . Lidahnya turus berputar , memberi sensasi nikmat di puting susuKu yang mulai membesar.

    Tanpa kusadar , bagian bawah tubuhku mulai berlendir . Lidah Jono terus turun dan turun , pusar ku pun di gelitik oleh lidah kasarnya . Lidah kasar itu tak bisa berhenti , dan terus memberiku rasa yang sangat nikmat .

    Makin kebawah , terus dan lidah itu mulai menjilati bagian paling pribadi di tubuhKu.

    Aku mengerang , merasakan nikmat yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya . Lidah itu terus menjilati selangkangan celana dalamku . Tapi rasanya lidah itu bersentuhan langsung ke klitorisku .
    Aku mendesah desah , dengan penuh nafsu .

    Pinggulku bergoyang seirama dengan jilatan Jono . Dan terus begitu , sampai tubuhku mengeram , kejang . Aku menjerit sekeras mungkin Aghhh aku aku keluarrr .

    Tubuhku mengeliat , menikmati orgasme yang di berikan Jono . Sesaat kemudian Jono , hendak menarik turun celana dalamKu . Saat itu aku teringat suamiku tercinta . Segera Kakiku dengan kuat mendengan tubuhnya.

    Jono hanya tersenyum , dan dia mengambil pentungannya . Pentungan yang selalu dibawanya . Pentungan hitam sepanjang 60 cm , di hantam keras ke perutku . Aku menjerit , menerima rasa sakitnya . Berkali kali Jono memukulku dengan pentungan itu .

    Sampai tubuhku terasa lemas . Tak bisa kulawan lagi , saat dia menarik turun celana dalamku . Matanya jalang , menatap vaginaKu dengan bukit berbulu , yang sangat berlendir itu . Dia segera membuka celananya dan aku bergidik .

    Pak Jono tidak mempunyai penis . Yang tegak mengantung itu adalah pentungan hitam yang di gunakan memukul tubuhku tadi . Aku menjerit jerit , ini monster , bukan manusia . Jono semakin mendekat , pentungan yang mengantung di selangkangannya itu terus mendekat ke liang vaginaku . tolong , hentikan tolong , tolong jaritKu .

    Dan tiba , tiba aku merasakan sakit yang luar biasa di vaginaKu . Dan ruang kamarku menjadi terang benderang menyilaukan. Aku terbangun dari mimpi yang aneh itu. Peluh membasahi tubuhKu . Kulihat suamiku masih terlelap . Perlahan Aku beranjak dari ranjang , dan mengambil air minumku . Aku meminum segela air , untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokanku .

    Aku ke kamar mandi , membuka celana dalamku , dan duduk di kloset . Aku mendapati celana dalamku basah sekali , begitu juga vaginaku .

    Jari jariku menyentuh klitorisku , dan kembali sinyal sinyal birahi , aktif di otakku . Jari jari ku terus bermain di klitorisku , tubuhku menerima rasa nikmat . Terus dan terus , sampai aku mengejang , mencapai puncak birahiKu di atas kloset itu.

    Esoknya, setelah menjemput saya di kantor, Suami saya mengajak saya mampir ke rumah Jono . untuk apa , mas ? tanyaku . yah , kita silaturami saja , kan tak enak rasanya , aku telah menabraknya kata suamiKu .

    Aku mengalah , sebenar aku tak mau ketemu Jono , apalagi sejak mimpiku yang aneh itu . Dan Aku tak pernah menceritakan mimpi itu pada siapa pun , tak terkecuali suamiKu sendiri .
    kami pun pergi ke rumah Jono . Setelah berbasa basi dan minta maaf, Suami saya mengatakan kalau sepedamotor Pak Jono sudah diserahkan anak buahnya ke salah satu bengkel besar. Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang.

    Sepanjang Ardi bercerita, Pak Jono tampak cuek saja. Ia menaikkan satu kaki ke atas kursi. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yang ada di atas meja.

    Yang saya tahu matanya terus jelalatan menatap tubuhku . Dan tiap kali matanya , bertemu mataku , ada getaran aneh yang kurasakan . Tapi aku tak tahu apa itu . Yang jelas , aku sepertinya manjadi birahi.

    Kalau Memandang tubuh Jono, saya bergidik juga. Badannya besar meski ia juga tidak terlalu tinggi. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Sementara perutnya membusung. Dari balik kaosnya yang sudah kusam itu tampak dadanya yang berbulu. Jari tangannya seperti besi yang bengkok-bengkok, kasar.

    Setelah suamiku ngobrol cukup lama , akhirnya kita pamitan . Suamiku segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah . Malam itu aku berencana mengajak suamiku bercinta , tapi begitu dia masuk kamar dia langsung berkata ayo kita bobo yuk , saya lelah sekali hari ini , banyak tugas ..
    Aku tersenyum dalam kekecewaan . Dan ikut berbaring bersama suamiku .

    Di kantor ,esok harinya aku tak semangat bekerja . Jam makan siang aku gunakan untuk pergi ke Mall . Tapi apes , di perempatan lampu merah , aku kecopetan . Dompetku di gondol pencopet itu . Aku tak terlalu memikirkan uang di dompet itu.

    Tapi KTP dan SIM , mau tak mau aku harus lapor polisi. Setelah proses verbal selesai , aku pamit . Ketika berjalan di koridor kantor polisi itu aku berpapasan dengan Jono. Bu Ranta, ngapain kesini kata Jono . oh engak , cuma , lapor , saya habis kecopetan jawabku . Dan terus berjalan , mencoba menghindari dirinya.

    Eh , Bu Santi , kebenaran kemari , ayo kita makan di kantin sana ajak Jono . Matanya yang tajam menatap wajahku . Aku diam sesaat , berpikir , namanya juga polisi , pasti minta di bayarin makan . baik ,lah pak , tapi saya gak bisa lama lama yah kataKu .

    Setelah memilih tempat duduk , aku memesan air jeruk . Jono memesan nasi goreng. Sambil makan ia bercerita. Tentang tentang istri yang minta cerai, tentang dirinya yang disebut orang-orang suka menanggu istri orang. Saya hanya diam mendengarkan ceritanya.

    Kadang Jono juga bercerita , tentang hal hal kehidupan sexnya . Saya mendengarkan, rasa birahi mulai timbul , dan rasanya tubuh saya mulai , menyukai Jono . Setelah itu dia menyakan bagai mana kehidupan sex saya .

    Saya hanya bisa menjawab ah , biasa aja Pak Jono , namanya juga suami istri . Pak Jono tersenyum , iyah maksud saya , bagaimana suami kamu di ranjang apa hot kayak saya engak ? .

    Aku hanya diam , aku berpikir , Jono mulai kurang ajar , di lain pihak aku sepertinya tertarik bicara sama dia .

    Aku berusaha mengalihkan arah pembicaraan . suami saya dan saya sedang ikut program , kami ingin punya anak , jadi kita main pakai aturan . . Dan ini mendapat perhatian besar Pak Jono. Ia antusias sekali. Matanya tampak berkilau.

    “Oh ya. kalau yang itu mungkin saya bisa bantu,” katanya . “Bagaimana caranya?” tanya saya bingung.

    “Mudah-mudahan saya bisa bantu. Kalau mau kita kerumah saya . Saya beri obat,” kata Pak Jono pula. Aku berpikir , dan melirik jam tanganku , baru pukul 3.00 sore . Naik apa kita tanyaku .

    Setelah motor yang aku tumpangi berhenti di rumah Jono , dia segera mengajakku masuk kerumahnya . Tanpa bisa menolak , dia memegang tangan dan membawaku masuk kerumahnya.

    “Sekarang saja kita mulai pengobatannya,” ujarnya seraya membawa saya masuk kamarnya. Kamarnya kecil dan pengab. Jendela kecil disamping ranjang tidak terbuka. Sementara ranjang kayu hanya berasalan kasur yang sudah menipis.

    Aku masih berdiri , rasanya tubuhku kaku . loh koq bengong , ini minyak khusus untuk pengobatan , supaya cepat hamil katanya sambil memperlihat botol kecil berwarna hitam . Ayo , buka baju kamu .. katanya lagi .

    Entah apa yang terjadi pada diriku , aku seperti kehilangan akal sehat . Perlahan kancing bajuku aku buka satu persatu . Kemudian , aku membuka rok ku sendiri . Kini tubuhku hanya memaki Bra dan celana dalam hitamku saja . berdiri terpaku di depan orang yang pantas manjadi ayaku .

    Oh , Santi , BH nya juga harus di buka dong kata Jono lagi . Tanganku seperti di gerakan oleh pikirannya . Dengan gemetar , tanganku melepas kait BH ku . Dan kini dia bisa melihat jelas buah dadaku yang mengantung bebas , besar dan montok.

    Oh , Santi , suami kamu berutung bisa , memperoleh istri secantik kamu . guman pak Jono , lalu memintaku berbaring terlentang di ranjangnya.

    Setelah aku berbaring , dia mengolesi tanganya dengan minyak yang ada di botol kecil itu , sebagian minyak itu di tuang di atas tubuhku . Perlahan tangan kasarnya mulai menyentuh tubuhku . Tangannya bergerak mengurut perutku .

    Tanganya sepertinya bukan mengurut , melainkan mengelus elus perutku . Makin lama gerakkan tanganya makin keatas , dan tangan itu kini memainkan buah dadaku Aku tak kuasa menolaknya . Aku memejamkan mata , merasakan nikmat sentuhan tangan kasarnya.

    Saya merasakan bibir vagina saya pun sudah mulai basah. Saya mulai merasakan birahi saya meningkat. Jari jari itu terus mamainkan buah dada saya , tak ketinggalan putting susu saya di sentuh lembut oleh jarinya .

    Sambil mengigit bibir saya , berusaha untuk tidak mengeluarkan desahan saya . Jono terus memainkan buah dada saya. Perlahan tanganya turun kebawah , dan terus turun , jari jarinya menyentuh selangkangan celana dalam saya .

    Saya tak kuasa , tubuh saya bagai terkena segatan listrik ohh Jono , apa yang kamu lakukan .. . Jari jarinya terus menekan nekan selangkangan celana dalam saya , yang otomasis , menyentuh klitoris saya , yang berada di balik celana dalam saya.

    Lendir nikmat saya merember ke celana dalam saya , terus dan terus membasahi selangkangan celana dalam saya. Jari jari Jono pun , terus bergetar di selangkangan celana dalam saya . oh , Jono aku tak tahan .. aku tak kuat.. .

    Oh , ayo sayang , lepaskan nafsu kamu , lepaskan jangan di tahan katanya lembut , membuat tubuhku tak bisa lagi bertahan . Saat jarinya bergerak semakin liar , tubuhku mengejang hebat , pantatku terangkat , Jono , a aku keluarrr .

    Pantatku kembali terhempas di kasur lusuhnya , tubuhku lunglai . Aku merasakan sensasi nikmat , hampir sama dengan mimpi anehku beberapa hari yang lalu.

    Santi sayang , itu baru jari saya bermain di celana dalam kamu , kamu bisa bayangkan kalau kamu , buka celana dalam kamu , dan rasakan lidah saya menjilati m-e-m-e-k kamu bisik Jono di telingaku .
    Tangan Jono memegang celan dalam saya , berusaha membukanya , tapi tangan saya segera menghalanginya jangan Jono , saya malu .. jangan .

    Tapi Jono terus memaksa , dan lepaslah celana dalam saya , dia orang kedu yang melihat vagina saya . Saya sungguh merasa bersalah sama Ardi , tapi tubuh saya , pikiran saya sudah di kuasi nafsu birahi yang tak bisa saya tolak .

    Saat jari jarinya , membuka bibir vagina saya , dan lidahnya menjulur , menjilati kitoris saya tubuh saya , mangejang , merasakan nikmat sekali .

    Jono ahhh , i-t-i-l saya , ohh i-t-i-l saya gatel sekali .. desahku yang tak lagi menghiraukan rasa malu . Lidah lidahnya terus menjilati klitoris saya . Membuat tubuh saya mengejang tak karuan . Jono ohh .. enak enak .. .

    Lidah Jono juga tak ke tinggalan menjulur julur seperti memasuki liang sagamaku. Berputar di dalam liang sagamaKu . Tubuhku terasa ringan , seluruh kulitku sensitif Saat , Jono kembali menjilati Klitorisku yang membesar , karena birahi , Aku tak tahan lagi ahh , gatel gatel banget , Jono ..ahhaE| .
    Klitoriku rasanya mau pecah . Tubuh terhentak , aku menjejang , mengejet beberapa kali . Aku mengalami orgasme yang , hebat .

    Jono membiarkan aku , dia menatap tubuh bugil ku , yang sesekali masih mengejet Matanya yang jalang , tak melepaskan satu inci pun bagian tubuhKu.

    Puas menatap tubuh bugilku Jono melepas pakaiannya . Aku bergidik , jika mengingat mimpiku . Apa iya , penis Jono sebesar pentungan. Setelah penis hitamnya mencuat keluar aku baru tenang . Penis tak sebesar tongkat , tapi lebih besar dari milik suamiku .

    Dia mendekat . Aku merapatkan kakiku . tolong , jangan yang satu ini Jono, tolong.. . Jono tersenyum Santi , aku sudah memberikan kamu nikmat , apa salahnya ganti kamu yang memberiku nikmat , sayang .

    Jangan , tolong Jono , aku masih punya suami , tolong lah pintaku . Hemm , oke deh , aku mengerti , kalo gitu pakai mulut kamu saja katanya .

    Oh , aku tidak pernah , jangan .. kataku , dan penis Jono terus mendekati wajahKu . masa sih , kamu gak pernah ngisep k-o-n-t-o-l suami kamu tanya Jono . Aku mengangguk Sumpah Jono , aku tak pernah .

    Apa suami kamu pernah jilatin m-e-m-e-k kamu ? tanya Jono lagi . Aku kembali mengeleng . gila , mana enak sih , jadi kalian , langsung aja buka baju , terus n-g-e-n-t-o-t . katanya . Aku diam saja .
    Tapi seakan Jono tak peduli , penis hitamnya terus di dekatkan ke wajah ku. Seakan tak mampu menolak , aku memejamkan mataku . Yang aku rasakan pipiku terasa hangat , dia menekan nekan penisnya di pipiku .

    Penis itu bergerak terus ke bibirku , dan berusaha masuk ke mulutku . Perlahan aku membuka mulutku . dan penisnya mulai masuk ke mulutku . Penis itu bergerak , Jono seperti menzinai mulutku. Keluar masuk mulutku . KepalaKu di pegangnya.

    Jono mendengus kenikmatan , dan terus bergerak . Lama kelaman aku pun merasa terbiasa. Dan rasanya aku mulai suka permainan ini . Jono terus memainkan penisnya di mulutku , sampai dia mengeram , dan spermanya keluar di mulutku .

    Aku segera memuntahkan spermanya . Baru kali ini Aku merasakan sperma . Rasanya aku ingin muntah . Jono tampak terduduk lemas. Saat itu aku segera memakai pakaianku kembali . Aku segera meninggalkan ruamahnya , tanpa permisi

    Hari sudah gelap saat aku keluar dari rumahnya . Dengan menyetop taksi Aku segera pulang kerumahKu . Aku melihat Opel Blazer suamiku sudah terpakir dengan rapi .

    Sial Aku ke duluannya. Jantung berdegup , aku takut suamiku curiga ,otakku segera berpikir , mencari alasan yang tepat jika suamiku menayakan hal ini .

    Perlahan Aku membuka pintu , dan memasuki rumah ku . Tiba tiba suamiku memelukku dari belakang . Aku terkejut Ah .. mas bikin kaget aja .. kataKu .

    Ha ha ha , Aku gembira sayang , jabatanku di naikan , yang berarti gajiku juga di naik kan .. kata suamiku . Dia ingin menciumku . Tapi aku menghindar , mulutku kotor , aku malu terhadap diriku sendiri. Mas , yang benar ah , jangan bercanda kataKu untuk menhidari ciumannya .

    Benar sayang , benar , kita harus rayakan kata suamiku . oh , rayakan di mana mas tanyaKu . karena sudah malam , kita rayakan di ranjang saja yah, sayang kata suamiku . Dan tangannya segera mengangkat rok ku , dan menyetuh selangkanganKu .

    Aku berusaha mengindar lagi , ih mas masa di sini , nanti kelihatan orang dong di kamar saja kataKu .loh , di rumah ini kan cuma kita berdua .. kata suamiku . Yang jarinya segera meraba selangkangan ku . Jarinya menyelinap di balik celana dalamKu .

    Aku takut , suamiku curiga , karena Vaginaku basah , akibat di buat Jono tadi . Sayang , koq m-e-m-e-k kamu sudah basah benar sih , kamu horny yah kata suami ku . ih mas bisa aja , tadi aku habis pipis , di rumah bu Ani kataku berbohong . oh , kamu di rumah Ani , toh kata suamiku .

    Aku mandi dulu yah kataku langsung lari ke kamar mandi . Aku segar membasuh mulutku , mencuci bersih vaginaku . Aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal ini terhadap suamiku. Walaupun selama setahun menikah dengannya tak pernah sekalipun aku merasa begitu nikmat dalam bercinta.
    Aku membutuhkan kenikmatan itu , tapi aku juga membutuhkan suamiku . Aku tak habis pikir , pikiranku menolak Jono , tapi tubuhku sangat menginginkan Jono .

    Sayang , cepat dong .. terdengar suara mesra suamiku . Malam itu kami bercinta . ada rasa hambur disitu . Aku mencintai suamiku , tapi rasanya sexku tak terpuaskan . Sekarang aku makin bisa membedakan . Benar kata Jono , Aku seperti tempolong , suamiku hanya mempergunakan vaginaku untuk mengeluarkan spermanya , tanpa bisa memuaskan diriku.

    Tapi biar bagaimanapun , Ardi adalah pilihanKu , aku harus konsekuen . Aku mencintainya apa adanya. Aku lebih baik mengekang nafsu birahi . Aku memutuskan untuk tak menemui Jono lagi .
    Santi , mas besok harus ke Jakarta , menemui dereksi darti kantor pusat kata Ardi tiga hari setelah kenaikan jabatannya .

    ha , berapa hari mas , saya boleh ikut ? kataku.

    Ah cuma sehari koq , kata Ardi . tapi mas , saya takut di rumah sendiran kata ku , dengan harapan suamiku mau mengajakku ke Jakarta . Tapi jawabannya , berbeda dengan yang kuharapkan .
    saya sudah minta Pak Jono unutk mengawasi rumah kita , dia akan mengirim anak buahnya , untuk jaga di sini , kamu tenang aja deh kata suamiku. Jantung berdugup keras , Jono lagi ..

    Pagi itu suamiku di jemput mobil dari kantornya , dan mobil itu segera membawa suamiku ke airport .Dangan melambaikan tangan aku melepas suami ku ke Jakarta.

    Belum sempat aku menutup pintu rumahku , sosok tubuh besar itu sudah berada di depan pintu rumahku . Jono , mau apa pagi pagi begini ke rumah orang kataku ku buat ketus.

    Loh , suami mu minta , aku menjaga rumah mu , juga menjaga dirimu he he he kata Jono , yang terus masuk ke rumahku tanpa di persilakan.

    Jono , tolong jangan ganggu aku , kataKu . Jono menatapku , bola matanya bagaikan bersinar , yang menerobos ke mataku . Santi , ayo katakan dengan nurani kamu , kamu tak membutuhkan diriku kata Jono .

    Aku , aku , aku lidahku seperti terkunci . Tangan Jono segera mengandeng tubuhku , membawaku masuk ke kamarku.

    Sayang , aku tak bermaksud jahat sama kamu , aku cuma mau memberi kamu kenikmatan sayang . kita sama sama butuh itu kata Jono .

    Perlahan Jono melepas daster tidurku , yang di balik daster itu aku tak memakai bra . Dan buah dadaku langsung terpampang di hadapannya . Perlahan lidahnya menjilat puting susuku . ahh .. desahku.

    Pikiranku kosong melopong , aku lupa suamiku . aku hanya ingat kenikmat yang kudapat dari Jono . Lidahnya terus bermain di putingku . Jari jarinya hinggap di selangkangan celana dalam merahku . ohh Jono .. sudah tolong jangan bikin aku nafsu .

    Jari jari itu bergerak , dan vaginaku mulai mengeluarkan lendir birahi . Mulutnya pun terus menyedot nyedot buah dadaku . Jarinya terus menari nari di selangkangan celana dalamku yang makin membasah .

    Ohh , Jono kamu jahat ooh i-t-i-l saya jadi gatel .. desah saya . Jono terus menaikkan birahi saya dengan permainannya. Saya sudah tak tahan , saya mendesah kenikmatan Jono , saya mau keluar . Saat itu , Jono dengan sekuat tenaga , meremas buah dada saya .

    Saya menjerit kesakitan , otomatis , birahi saya menurun , orgasme saya menghilang . Tapi Jono perlahan menjilati lagi putting susu saya . mengelitik . Membuat birahi saya berangsur naik kembali . Kembali saya mendesah kenikmatan .

    Saat saya hampir menuju puncak kenikmatan saya , Jono mengigit putting susu saya , memberi saya rasa sakit . kembali saya gagal orgasme.

    Tapi Jono segera menaikan birahi saya lagi ,dengan memainkan selangkangan saya Jono tolonglah , saya mau orgasme buat saya orgasme . saya memohon orgasme pada dirinya setelah dia mengagalkan orgasme saya yang ke tiga kali .

    Tenang sayang , saya pasti kasih kamu orgasme yang ternikmat yang pernah kamu rasakan . Sambil dia mendorong tubuh saya dan saya terduduk di pinggir ranjang.

    Celana dalan saya , sudah terlepas dari tubuh saya . dangan dua jarinya bibir vagina saya di buka . Lidahnya menjulur menjilati klitoris saya . Saya mengerang ohh , iyah terus buat saya orgasme , saya mau keluar Jono .. .

    Lidahnya dengan cepat , terus merangsang klitoris saya yang semakin membesar ,

    Oh.. Jono , gatel , enak sekali teruss . Lidah itu terus menjilati klitoris saya .

    Saya sudah dekat , dan seperti nya Jono tahu , Dia sengaja , segera klitoris saya di sedotnya dengan kuat , saya merasakan sakit sekali , yang membuat orgasme saya pergi menjauh .

    Jono , kamu jahat , kamu jahat , tolong saya mau keluarr kata saya mengiba , rasanya saya ingin menangis . Mengiba minta orgasme , dari orang seperti Jono , sangat merendah kan diri saya. Tapi apa boleh buat , saya tengah di amuk birahi .

    Santi sayang , tenang kamu pesti mendapatkan orgasme katanya . Lidahnya kembali menjilati klitoris saya dengan lembut. Tiga buah jarinya di gunakan menekan perut saya di bawah pusar . Ini membuat saya merasa ingin pipis . Saya mencoba mengeser tanganya . Tapi saya seperti tak bertenaga.

    Lidahnya terus memberi kenikmatan di klitoris saya , sebentar saja , rasa ingin orgasme telah mendera tubuh saya . Ohh , Jono , saya , oh i-t-i-l nya ..oh gatel sekali , saya tak kuatt .. oh kebelet.. mau pipis .

    Saya merasakan seperti nya sulit menahan rasa ingin pipis , tapi saya juga mau orgasme.
    Yah , lepaskan Santi , ayo keluarkan nafsu birahi kamu .. kata Jono . Tubuhku mengejang OOHHHH .. Jono .. ahh gatell gatell aku tak tahan jeritku tak karuan .

    Tubuhku mengerang nikmat , dan Aku menyemburkan pipiku dengan kuat . Aku merasa kan setiap tetes air seniku , mengalir memberi sensasi kenikmatan , berbarengan orgasmeKu .

    Aku orgasme dangan begitu fantastik , tak aku perdulikan kamarku yang basah dengan air pipisku . Tubuhku sepertinya rontok , tulangku seperti lepas , aku terbaring dengan lemas.

    Jono hanya melihatku dengan tersenyum . Dan membiarkan diriku beristirahat.

    Setelah itu tubuh Jono yang bugil merangkang menaikki tubuhku , aku berusaha mendorong tubuhnya Jono jangan , aku pakai mulutku saja kataKu , tak rela penisnya memasuki tubuhku .

    Aku sudah pernah merasakan mulut kamu sayang , sekarang aku mau coba m-e-m-e-k kamu kata Jono . Tubuh terasa lemas , seperti tak bertulang , Jono dengan mudah membuka lebar kaki ku , kepala penisnya mulai menyetuh liang vaginaku .

    Air mataku meleleh di pipiku saat itu aku teringat suamiku Ardi . Aku memejamkan mata . Saat kurasa , penisnya mulai memasuki tubuhku .

    Getar getar nikmat mulai berkecamuk di diriku . Aku merasakan sentuhan penisnya yang menikmatkan. Tak pernah Sekalipun aku menemukan rasa ini pada penis Ardi .

    Tat kala batang penis hitamnya bergerak keluar masuk , aku mulai merakan nikmat yang luar biasa , Jono yang terus mengocok vaginaku dengan penisnya mendengus m-e-m-e-k kamu luar biasa nikmatnya sayang katanya .

    Dalam hati aku pun berkata yang sama . Ahh Jono .. ahhh desahku Goyangannya yang lembut, tapi mantap segera membawaku ke puncak orgasme . Tapi seperti sebelumnya Jono menahannya . Dia membenamkan penis besar di dalam , vaginaku , dan dia diam tak bergerak .

    Jono , ayo goyang dong .. pintaKu . Jono tersenyum loh , tadi gak mau , koq sekarang minta . Wajahku sepertinya panas , birahiku melorot .

    Kembali Jono mengoyang , dan membawaku kepuncak orgasmeku . Aku sudah tak tahan , aku harus mendapatkan orgasmeku . Dan lagi lagi Jono dengan sengaja membatalkan orgasmeku . Penisnya di hentak keras ke dalam vaginaku , rasanya kepala penisnya memukul rahimku .

    Aku mengerang sakit . Jono , kamu jahat sekali .. kataku . Jono tersenyum . kalau mau ninta orgasme dari aku yah , kamu harus minta dengan mesra dan nafsu dong katanya.

    Aku seperti seorang cewek murahan tak bisa berpikir jernih . langsung aku berkata Ayo , mas Jono e-n-t-o-tin Santi ,yah , Santi minta orgasme , ayo mas tolong .

    Jono tersenyum , dan dia mulai mengoyang batang penisnya. Penis itu membuat aku gila . Sebentar saja , rasa gatel di vaginaku , membuat tubuhku mengerang dan menjerit ahhh , enak.aku keluarrr .

    Aku lemas , Jono menahan gerakan penisnya sebentar , merasakan otot otot vaginaku meremas batang penisnya , dan kemudian bergerak lagi . Sebentar saja , aku mencapai orgasme lagi .

    Entah hari itu berapa kali tubuhku , mengejang di buat orgasme oleh batang penis Jono . Yang jelas aku sangat menikmati permainannya . Aku lupa siapa diriku , aku lupa siapa suamiku.

    Sejak saat itu, saya pun ketagihan dengan permainan Pak Jono. Kami masih sering melakukannya. Kalau tidak di rumahnya, kami juga nginap di Tawangmangu. Meski, kemudian Pak Jono juga sering minta duit, saya tidak merasa membeli kepuasan sahwat kepadanya.

    Semua itu saya lakukan, tanpa setahu Ardi. Dan saya yakin Ardi juga tidak tahu sama sekali. Saya merasa berdosa padanya. Tapi, entah mengapa, saya juga butuh belaian keras Jono itu. Entah sampai kapan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Ngentot Waitress Bule – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngentot Waitress Bule – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1712 views

    Perawanku – Ini merupakan pengalaman sekali seumur hidupku. Sekarang aku sekolah di Australia. Di sini banyak sekali disco party yang diadakan juga oleh anak-anak Indonesia. Nah kebetulan last weekend kemarin ada party di satu pub di Downtown. Aku pergi ke sana bersama teman-temanku. Pembaca semua kan tahu kalau kebiasaan di party tambah malam tambah ramai. Ratutogel

    Party ini baru dimulai jam 10 malam, tapi aku pergi sekitar jam 11. Ternyata yang datang sudah lumayan banyak. Kira-kira jam 12 malam, sudah banyak sekali orang yang disco, minum-minum, merokok di smoking area. Sekarang baru dikeluarkan peraturan bahwa setiap bar atau pub di Perth tidak boleh merokok di dalam, jadi di party ini disediakan tempat merokok. Pokoknya suasananya enak sekali deh. Terus aku minum-minum bersama temanku di dekat barnya.

    Bar ini dekat sekali dengan tempat disco-nya, jadi sambil minum-minum dan ngobrol kita bisa mengecengin orang yang sedang disco. Temanku mengajakku minum, kuladeni tapi dia menyuruhku yang memesan minumannya. Kebetulan ada waitress yang lewat, kupanggil lalu kupesan minuman beer. Waitress-nya orang Amerika. Wajahnya oke, terus body oke, buah dadanya kira-kira 36B, pokoknya oke. Temanku terus mengajakku taruhan $500 kalau aku bisa bersenggama dengan waitress itu. Aku sanggupi taruhannya.

    Waktu waitress-nya datang membawa minuman, kuberi tipnya agak besar (di sini kalau pesan apa-apa mesti bayar tip).

    “Oh, thank you. My name is Stephanie. Do you need anything else? Call me if you want to order again.” Waitress-nya terlihat senang sekali.

    Kubilang bahwa aku nanti pesan lagi ke dia. Terus dia pergi lagi meladeni orang lain yang mau pesan minum.

    Sesudah beer-nya habis, kupanggil lagi si waitress itu, pesan minuman lagi. Waktu datang, kubayar sambil aku menggodanya. Ternyata dia suka. Habis menggoda sambil ngobrol sebentar, kutanya jam berapa dia selesai kerja. Aku bilang aku mau mengajaknya jalan-jalan. Dia bilang beres jam 2 pagi. Aku bilang nanti kutunggu di tempat yang kutunjuk. Dia bilang oke. Beres langkah pertamaku.

    Akhirnya kini sudah jam 2 pagi. Teman-temanku sudah tidak sabar mendengar kabar baiknya, tapi mereka pergi lagi ke tempat lain. Terus aku langsung ketemu waitress itu yang sudah siap pergi, tidak lagi memakai pakaian kerja. Lagian party kan agak gelap jadi tidak begitu jelas melihatnya. Waktu aku ketemu dia, wow man, bodinya dan buah dadanya membuatku terangsang. Terus kubawa saja dia ke restoran Thailand (restorannya buka sampai pagi), ngobrol-ngobrol tentangnya sambil minum. Ternyata ngobrol dengannya enak sekali sepertinya aku sudah mengenalnya sejak dulu. Akhirnya omongannya merembet ke arah gituan. Aku sudah bernafsu sekali.

    Pelan-pelan kudekati dia terus kucium pipi, ke leher sampai akhirnya ke bibirnya. Kebetulan kita duduknya agak mojok jadi tidak begitu kelihatan orang lain, sudah begitu aku sempat melihat jam menunjukkan jam 4 pagi, jadi sudah sepi sekali. Ternyata aku menerima responnya. Kutanyakan kepadanya apakah mau gituan denganku. Tahu-tahunya dia mau. Akhirnya kita setuju mau ke tempatku soalnya tidak begitu jauh. Langsung saja kami pergi ke tempatku.

    Di mobil, tanganku sudah mulai gatal. Satu tangan pegang setir, satu lagi berkelana. Pelan-pelan tanganku menyelusup ke paha terus ke daerah selangkangannya. Kebetulan dia memakai rok, jadi tanganku tidak ada kesulitan masuk ke sela-sela pahanya. Dia menikmati benar elusanku.

    “Mmmh.. mmh.. oohh.. ohh..” Setelah kira-kira 10 menit aku merasa CD-nya mulai agak basah, aku berhenti mengelus-elus lagi soalnya sudah sampai.

    Setelah sampai di apartemenku, kugendong dia sambil ciuman. Lidahku pun beraksi. Dia agresif sekali. Kedua tangannya memeluk leherku, terus kakinya ke pinggangku. Sampai di kamarku, kita masih ciuman. Tanganku mulai meraba buah dadanya yang aduhai besarnya.

    Baru kali ini aku merasakan buah dada orang bule, mimpi apa aku semalam. Kuremas-remas buah dadanya, dia semakin nafsu saja. Aku sudah tidak tahan ingin bersetubuh dengannya, kubuka baju serta roknya. Dia juga membuka baju dan celanaku. Sekarang dia tinggal memakai BH dan CD hitam, sedangkan aku tinggal memakai CD, aku melihatnya jadi tambah nafsu. Sepertinya warna hitam itu simbol warna seks. Kupeluk dia dari belakang sambil mengelus-elus buah dadanya sambil mencium lehernya.

    Terus kubuka BH-nya. Ini moment yang menggairahkan. Kuelus-elus buah dadanya yang mulus itu. Dia juga kelihatannya terangsang sekali. Kubuka CD-nya pelan-pelan terus giliran dia membuka CD-ku. Kemaluanku sudah tegang sekali. Dia melihat kemaluanku lalu mengelus-elus batang kemaluanku.

    “Oh.. oh.. mmhh..” tidak berapa lama otomatis dia menghisap batang kemaluanku
    “Oh.. yes.. oh..” Mainan lidah dan mulutnya yang sudah prof itu membuat kemaluanku tegang sempurna.

    Sudah 10 menit kira-kira dia menghisap batang kemaluanku. Aku sudah hampir keluar tapi kutahan dan kusuruh dia berhenti. Terus kurebahkan dia di ranjang. Kubuka pahanya lebar-lebar, kelihatan bulu kemaluannya rapi berwarna coklat dan liang kemaluannya yang merah merekah.

    Kujilati buah dada dan puting susunya. Dia meringis kenikmatan. Kira-kira kujilati sekitar 5 menit buah dadanya secara bergiliran kanan dan kiri. Terus kujilati dan kumainkan klitorisnya, tanganku yang satu mengelus-elus pahanya, satu lagi mengelus-elus buah dadanya. Dia menikmati nikmatnya jilatanku,

    “Mmmhh.. ooh.. yes.. baby.. uuhh.. faster.. uhh..” Setelah hampir 10 menit dia mulai orgasme.

    Dia sudah seperti kemasukan setan, kupercepat gerakan lidahku. Akhirnya dari liang kemaluannya mengeluarkan banyak cairan. Kujilati cairannya sampai bersih meski agak bau dan asam. Tapi aku suka. Aku memulai aksiku tapi sebelumnya aku memakai kondom dulu takut resiko penyakit. Kuarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya yang sudah terangsang sekali, terus kumasukkan pelan-pelan,

    “Bless..” masuklah batang kemaluanku ke lubang kemaluannya,
    “Oh.. mmhh..” aku tidak ada masalah memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, soalnya dia sudah tidak perawan lagi dan kemaluannya sudah agak basah. Pelan-pelan kugenjot dia sambil berciuman.

    Beberapa saat kemudian, tempo permainanku kupercepat. Dia meringis kenikmatan, kupercepat lagi, dia semakin agresif. Kira-kira 15 menit permainan kami berlangsung, dia mengeluarkan cairan lagi. Aku bisa merasakan karena gerakanku makin licin.

    Setelah mengambil nafas sebentar, aku bilang mau ganti posisi doggy style. Terus dia menungging di dekat pinggir ranjang. Kuelus-elus pantatnya yang montok, kemudian kuarahkan kemaluanku dan memasukkan pelan-pelan. Tanganku mengelus-elus buah dadanya,

    “Ohh.. uuh.. uhh..” dia kenikmatan.

    Terus kugenjot lagi semakin cepat, dia mulai klimaks sekarang,

    “Ohh.. ahh.. aahh.. mmhh..” dia mau keluar, tapi aku masih bisa menahan punyaku. Akhirnya liang kemaluannya berlepotan cairan kewanitaannya. Kucabut kemaluanku sambil membalikkan badannya dan menyuruhnya rebahan di tepi ranjang. Kujilati bibir kemaluannya sampai bersih lalu kusuruh dia main di atas. Aku rebahan, lalu dia dengan posisi jongkok di atas badanku mencoba memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.

    “Bless..” dia menggoyangkan pinggulnya dan pantatnya. Dia percepat goyangannya
    “Aahh.. aahh.. ahh..” aku bilang bahwa aku sudah mau keluar.

    Dia menggenjot sebentar kemudian berdiri melepaskan kondomku, terus dia mengisap batang kemaluanku dengan ganas.

    “Oh.. nikmat sekali..” akhirnya spermaku muncrat di dalam mulutnya, enak sekali rasanya. Dia menjilati spermaku sampai bersih.

    Sesudah permainan ini selesai, kita tidur dalam keadaan bugil. Kita baru bangun jam 3 sore, lalu kuantarkan dia pulang. Sampai di rumahnya, aku sudah janjian mau ketemu lagi dan menanyakan nomor teleponnya. Akhirnya aku telepon temanku dan akhirnya dapat $500 dari temanku itu. Lumayan $500 buat menutupi bayar apartemenku dan dapat kenikmatan tiada tara lagi

  • DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU

    DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU


    2569 views

    Cerita Sex ini berjudul ” DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Tadi malam saya lewat rumah ibu dan mendengar suara menarik jadi saya mengintip. Ternyata, saya lihat ibu sedang mencolokcolokkan pisang ke itunya ibu sambil nyetel film BF. Saya sangat terangsang.Kalau ibu setuju, daripada pakai pisang saya juga mau dan penginbegituan dengan ibu.

    Itu kalimat yang kutulis dalam HP dan siap dikirimkan dalam bentuk SMS ke sebuah nomor HP milik Bu Ruminah, tetanggaku. Namun kendati tinggal memencet tombol agar pesan terkirim, aku sempat ragu. Janganjangan nanti Bu Rum (demikian Bu Ruminah biasa dipanggil) ngadu ke ibuku atau ke orangorang tentang SMS yang kukirim, begitu aku membathin.

    Tapi, ah nggak mungkin dia berani cerita ke ibuku atau ke orangorang. Sebab kalau dia cerita, kebiasaannya memuaskan diri dengan buah pisang kan jadi ketahuan. Begitu pikirku lagi. Yakin Bu Rum tidak mungkin menceritakan isi SMS itu ke orang lain, akhirnya kutekan panel tanda OK pada HPku dan terkirimlah SMS tersebut.

    Hanya dalam hitungan menit, reaksi dari SMS yang kukirim langsung kudapat. HP ku berdering dan pada layar terlihat nama Bu Rum memanggil. Tetapi aku tidak berani mengangkat karena pasti ia mengenali suaraku hingga kudiamkan saja panggilannya. Setelah beberapa kali telefonnya tidak diangkat, akhirnya sebuah SMS masuk.

    Tolong jawab. Nomor siapa ini. Demikian bunyi SMS yang dikirimnya dan memacu niatku untuk kembali mengisenginya.

    Pokoknya ibu sangat mengenal saya. Bener lho Bu, pisang saya jadi pengin banget dimasukkan ke itunya ibu seperti pisang yang ibu pegang tadi malam. Ibu pasti puas. Mau kan Bu?. Ujarku dalam SMS yang kukirim berikutnya.

    Huussh .. jangan ngawur. Saya bukan wanita begituan dan saya kan sudah tua. Tolong kejadian itu jangan diceritakan ke orang lain. Tolong banget. Ungkapnya dalam SMS berikutnya. Rupanya dia ketakutan kalau aku menceritakan kejadian yang sempat kupergoki itu hingga niat isengku makin menjadi.

    Beres Bu, Saya tidak akan cerita ke siapasiapa. Tapi sungguh saya sangat terangsang saat melihat memek ibu dicolok buah pisang. Bahkan lebih merangsang dibanding memek wanita bule yang ada di film BF. Jadi soal saya kepengin begituan dengan ibu memang benerbener lho. Kataku lagi dalam SMS yang kukirim selanjutnya.

    Tetapi balasan SMS dari Bu Rum pendek saja. Sudah ya. Saya sangat berterima kasih kejadian itu tidak diceritakan ke siapapun, ujarnya dalam SMS yang kuterima. Setelah itu beberapa kali kukirim SMS dengan katakata yang lebih panas. Termasuk kesediaanku untuk menjilati memek dan itilnya bila ia mau melayaniku. Namun Karena tetap tidak dijawab maka malam itu SMS an dengan Bu Rum tidak berlanjut.

    Bu Ruminah yang biasa disapa Bu Rum adalah tetanggaku. Rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah pensiunan TNI dan pernah menjadi Satpam sebuah bank serta menjabat Ketua RW sebelum terkena stroke dan mengalami kelumpuhan. Sementara Bu Rum di samping menjadi ketua kelompok pengajian ibuibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu juga mengajari ibuibu mengaji termasuk ibuku yang menjadi teman dekat dan sekaligus muridnya.

    Aku yakin orangorang tidak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa Bu Rum ternyata suka melampiaskan hasrat seksnya dengan menggunakan pisang. Betapa tidak, wanita berusia 53 tahun itu, penampilan kesehariannya sangat santun. Selalu berkerudung dan menutup rapat auratnya. Hingga orang tidak akan percaya tentang kebiasaannya yang nyeleneh dalam soal seks terlebih di usianya yang sudah tergolong tua.

    Tetapi aku benarbenar melihat dengan mata dan kepalaku sendiri tentang apa yang dilakukan dia yaitu memuasi diri dengan buah pisang. Bahkan saat itu, terus terang aku sangat terangsang. Terlebih saat ia meremasi sendiri kedua teteknya yang gede dan melihat memeknya yang dipenuhi rambut tebal dicolokcolok dengan buah pisang. Karena selalu terbayang oleh bagianbagian tubuhnya yang membuatku terangsang, akhirnya aku iseng mengirim SMS.

    Karena beberapa SMS ku yang terakhir tidak dibalasnya, aku nyaris nekad dengan mengancamnya bahwa bila ia tidak mau melayaniku akan kuceritakan soal masturbasi dengan pisang itu kepada orangorang. Hanya setelah kupikir, tindakanku itu bisa membuat dia kalap atau melapor ke polisi hingga kuurungkan niatku tersebut. Hanya aku tetap bertekad untuk mengisenginya dengan berkirim SMS kepadanya di tiap kesempatan.

    Hampir tiap hari, terkadang pagi, siang maupun malam, beberapa SMS kukirim kepadanya. Intinya mengungkapkan keinginanku untuk menjadi patner seksnya karena setelah memergoki dia main dengan pisang aku menjadi sangat terangsang dan terpaksa sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan menyetubuhinya. Tetapi ia tetap tidak mau membalasnya. Pernah beberapa kali ia mencoba menelepon tetapi aku tidak berani mengangkatnya.

    Oh ya, dari perkawinannya dengan Pak Kirno, Bu Rum hanya mempunyai satu anak Mbak Lasmi. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Mbak Lasmi tinggal di tempat lain di sebuah kecamatan terpencil karena suaminya menjadi pegawai kecamatan di sana. Jadi status Bu Rum adalah nenek dari beberapa cucu.

    Puncak dari keisenganku mengrim SMS kepada Bu Rum terjadi ketika pengajian ibuibu di kampungku yang dilaksanakan secara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. Karena acaranya berbarengan dengan halal bi halal setelah lebaran, pengajian yang diadakan di rumahku terbilang besar. Hidangan yang biasanya cuma snack kali ini dilengkapi ketupat dan opor ayam. Juga ustazahnya yang biasanya pembicara lokal, kali ini didatangkan dari luar kota.

    Sejak pagi rumahku ramai oleh ibuibu tetangga yang mempersiapkan acara tersebut termasuk Bu Rum. Adanya wanita itu di rumahku membuatku tidak berani mengirim SMS iseng padanya. Hanya secara sembunyisembunyi aku sering mencuri pandang menatapinya.

    Seperti kebiasaannya, saat itu Bu Rum memakai busana muslim dengan hiasan bordir yang apik. Yakni sebuah baju terusan warna krem yang longgar yang tidak menampakkan bentuk tubuhnya dipadu dengan celana panjang warna senada. Dengan kerudung yang tak pernah lepas menutup kepalanya, wanita bertubuh tinggi besar itu nampak anggun dan berwibawa.

    Acara pengajian yang dimulai selepas ashar, baru berakhir menjelang maghrib. Sekira pukul 19.30 WIB, setelah acara beresberes rumah selesai ibu memanggilku. Win tolong ini diantar ke rumah Bu Rum ya.Tadi ia minta disisihkan lontong dan opornya karena katanya di rumah lagi tidak masak, ujar ibuku.

    Setelah beberapa kali berkirim SMS gelap kepadanya, sebenarnya agak grogi untuk berhadapan langsung dengan Bu Rum. Terlebih mengingat katakata jorok dan porno serta ajakan main seks dalam setiap SMS yang kukirim. Tetapi aku juga tidak punya alasan untuk menolak perintah ibu hingga dengan terpaksa kulaksanakannya. Dua buah rantang besar berisi lontong dan opor kubawa ke rumah Bu Rum.

    Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan menunggu agak lama, kulihat seseorang mengintip dari balik korden dan akhirnya membukakan pintu.Ternyata yang mengintip dan membukakan pintu adalah Bu Rum sendiri. Ohkamu Win, ibu kira siapa. Ayo masuk, ujarnya mempersilahkanku.

    Bu Rum yang kalau berada di luar rumah berpakaian muslimah yang rapat,ternyata tidak begitu adanya kalau sedang di dalam rumah. Baju yang dipakainya hanya daster berbahan tipis dan tanpa lengan. Hingga BH hitam dan celana dalam putih yang dipakainya tampak menerawang.

    Saya disuruh mengantarkan ini untuk Bu Rum, kataku setelah berada di ruang tamu rumahnya.

    Tetapi Bu Rum tidak langsung menerima bingkisan makanan yang kusodorkan. Ia kembali membuka pintu dan keluar rumah. Setelah sesaat melihat sekeliling, ia kembali masuk dan mengunci pintu dari dalam. Ia juga mengajakku ke dalam, ke ruang tengah rumahnya. Taruh saja bawaannya di meja Win. Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu, katanya pelan.

    Deg! Serasa berhenti detak jantungku. Pasti ia sudah tahu kalau yang berkirim SMS selama ini adalah aku, pikirku membathin. Gelisah aku dibuatnya. Duduk sini Win. Tidak ada siapasiapa kok. Pak Kirno tadi dijemput Lasmi dan suaminya karena ia ingin banyak menghirup udara gunung yang segar. Mungkin agar bisa pulih, ujarnya lagi.

    Agak sedikit plong mendengar bahwa Pak Kirno suaminya sedang tidak dirumah. Setidaknya kalau Bu Rum marah terkait soal SMS ku itu, suaminya tidak ikut mendengarnya. Hanya aku tetap tidak bisa membuang kegelisahan yang kurasakan. Seperti pesakitan yang menunggu vonis hakim, aku hanya duduk mematung di kursi sofa di ruang tengah rumah Bu Rum.

    Bu Rum duduk di kursi lain yang ada, dekat tempat aku duduk. Baru kusadari, daster yang dipakainya ternyata terlalu pendek. Pahanya yang mulus terlihat terlihat terbuka. Hanya aku tetap tidak dapat menikmati pemandangan yang mengundang itu karena suasana tegang yang terjadi.

    Tadi waktu di pengajian, ibu minta ijin ke ibumu agar kamu mau mengantar ibu ke rumah Lasmi tiga hari lagi untuk menjemput Pak Kirno.Rencananya mau pinjam mobil Pak RT dan kamu yang menyetir. Ibumu setuju dan memberi nomor HP milikmu. Tapi ibu jadi kaget, sebab ternyata nomornya sama dengan nomor yang suka dipakai SMS ke ibu beberapa hari ini. Jadi kamu Win yang suka SMS ke ibu, ujarnya tenang dan disampaikan tanpa emosi.

    Namun meskipun begitu, sempat kecut juga nyaliku. Eeeee.. tieh iya Bu, jawabku terbata.

    Oh syukurlah kalau begitu. Ibu takut banget apa yang kamu sempat lihat diceritakan ke orangorang lain. Ibu pasti sangat malu. Terima kasih banyak ya Win kamu tidak cerita ke orangorang,.

    Ah ternyata ia tidak marah soal itu. Aku jadi merasa plong. Bahkan dengan terbuka, Bu Rum akhirnya bercerita soal kenapa ia terpaksa menggunakan pisang untuk memuaskan dorongan seksnya.

    Diceritakannya, meski sudah tergolong berumur namun kebutuhan biologisnya belum padam benar. Padahal sudah lama Pak Kirno tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami. Bahkan jauh sebelum terkena stroke. Makanya setiap keinginan untuk itu datang ia selalu berusaha memuaskan sendiri termasuk menggunakan pisang. Ibu malu banget lho sama kamu Win. Apalagi kalau kamu sampai cerita ke orangorang. Mau ditaruh dimana muka ibu? Kata Bu Rum lagi.

    Tidak Bu, saya janji tidak akan cerita ke siapa pun soal itu, ujarku meyakinkannya.

    Mungkin saking senangnya rahasianya soal ngeseks dengan pisang tidak akan terbongkar ia langsung berpindah duduk menjejeriku di sofa yang kududuki. Digenggam dan diguncangguncangkannya tanganku. Terima kasih win, ibu sangat berterima kasih, kata Bu Rum.

    Beban yang semula seolah menghimpit dadaku langsung sirna melihat sikap Bu Rum. Hanya kembali aku sulit menjawab ketika ia menanyakan perihal katakata dalam beberapa SMS yang kukirimkan. Kalau ibu boleh tahu, sebenarnya apa yang mendorongmu mengirim SMS itu kepada ibu?

    Eee eee sa sa.. saya.. ee, kembali aku terbata.

    Tidak apaapa Win, jawab saja yang jujur. Ibu cuma ingin tahu,

    Saya mengirim SMS itu karena sangat terangsang setelah melihat ibu, kataku akhirnya.

    Bu Rum kulihat terpana. Mungkin ia tidak percaya dengan jawaban yang kuberikan. Namun sebuah senyuman terlihat mengembang di wajahnya hingga aku tidak takut lagi. Jadi kamu juga benarbenar ingin begituan dengan ibu?

    Eee maksud saya.. ee. Iya kalau ibu bersedia, jawabku mantap.Mendengar jawabanku Bu Rum langsung meraih dan mendekapku. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Wajahku membenam di busungan susunya yang memang berukuran besar. Diperlakukan seperti itu kontolku jadi langsung bangkit. Mengeras di balik celana dalam dan jins yang kupakai.

    Sesaat setelah Bu Rum melepaskan pelukan pada tubuhku, kulihat gaya duduknya makin sembrono. Kedua kakinya terbuka lebar hingga pahanya yang membulat besar terlihat sampai ke pangkalnya. Bahkan kulihat sesuatu yang membukit dan terbungkus celana dalam warna hitam. Aku tak berkedip menatapinya.

    Untuk ukuran wanita seusia dirinya, kaki dan bagian paha Bu Rum masih terhitung mulus. Memang ada lipatanlipatan lemak dan kerutan mendekati ke pangkal paha. Tetapi tidak mengurangi hasratku untuk menatapi bagian yang merangsang itu termasuk ke bagian membukit yang tertutup celana dalam warna krem. Jembut di memeknya itu pasti sangat lebat karena banyak yang tidak tertampung celana dalam yang menutupinya hingga terlihat banyak yang keluar dari celana dalam yang dipakainya.

    Rupanya Bu Rum tahu mataku begitu terpaku menatapi organ kewanitaannya.Mungkin karena telah yakin aku benarbenar mau menjadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu dan melepasnya. Bu Rum sudah neneknenek lho Win. Tetapi kalau kamu pengin melihat memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga sudah lama tidak puas main sendiri dengan tangan dan pisang, katanya.

    Bahkan tanpa sungkan, setelah melepas sendiri celana dalamnya ia duduk mengangkang membuka lebarlebar pahanya. Memamerkan memeknya yang berbulu sangat lebat. Ah tak kusangka akhirnya dapat melihat memek Bu Rum dalam jarak yang sangat dekat.

    Memek Bu Rum lebar dan membukit. Jembutnya sangat lebat dan hitam pekat. Kontras dengan pahanya yang kuning langsat sampai ke selangkangannya. Puas memandangi bagian paling merangsang di selangkangan wanita itu, keinginanku untuk menyentuhnya menjadi tak tertahan. Kujulurkan tanganku untuk menyentuhnya.

    Kuusapusap jembutnya yang keriting dan tumbuh panjang. Jembut Bu Rum benarbenar super lebat menutupi memeknya. Hingga meski telah mengangkang, masih tidak terlihat lubang memeknya karena tertutup rambut lebat itu. Kuusapusap dan kusibak jembut yang tumbuh sampai ke atas mendekati pusar wanita itu dan di bagian bawah mendekati lubang duburnya. Menimbulkan bunyi kemerisik.Untuk bisa melihat lubang memeknya, aku memang harus menyibak rambutrambut yang menutupinya dengan kedua tanganku. Bibir luar memek Bu Rum tampak tebal dan kasar karena sudah banyak kerutan dan warnanya coklat kehitaman. Di bagian dalam lubang memeknya yang berwarna hitam kemerahan, ada lipatanlipatan daging agak berlendir dan sebuah tonjolan. Ini rupanya yang disebut itil, pikirku.

    Tidak seperti ukuran memeknya yang besar, tebal dan tembem, itil Bu Rum relatif kecil. Hanya berbentuk tonjolan daging kemerahan di ujung atas celah bibir luar kemaluannya yang sudah berkerutkerut. Kutoeltoel itilnya itu dengan jari telunjukku yang sebelumnya kubasahi dengan ludah. Ia mendesah dan sedikit menggelinjang.

    Kamu sudah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan?

    Belum Bu, jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobokobok vaginanya.

    Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?

    Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah sayatonton. Memangnya kenapa Bu? Jawabku lagi. Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya.Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya.

    Telanjang bulat tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya dan memintaku untuk melepas semua pakaian yang kukenakan.

    Oooww.. punya kamu besar juga ya Win, kata Bu Rum sambil membelai kontolku yang telah tegak mengacung setelah aku telanjang.

    Bu Rum tidak hanya membelai dan mengagumi kontolku yang telah keras terpacak. Setelah menjilatjilat lubang di bagian ujung kepala penisku,ia memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Aku jadi merinding menahan kenikmatan yang tak pernah terbayangkan. Tubuhku tergetar hebat. Sesekali kurasakan mulutnya mengempot dan menghisap batang kotolku yang kuyakin semakin mengembang.

    Lalu dikeluarkan dan dikocokkocoknyanya perlahan. Ah, teramat sangat nikmat. Sangat berbeda bila aku mengocok sendiri kontolku. Saking tak tahan, tanpa sadar aku memegang dan mengusapusap rambut Bu Rum yang semestinya tidak pantas kulakukan mengingat usia dan sekaligus statusnya sebagai guru mengaji ibuibu di kampungku termasuk ibuku.

    Tetapi Bu Rum tak peduli. Ia terus asyik dengan kontolku. Dikulum,dihisap dan dikocokkocoknya perlahan dengan gemas. Seperti wanita yang baru melihat kejantanan milik pasangannya. Mungkin karena selama ini ia hanya bisa melakukannya dengan pisang setelah kotol suaminya tidak berfungsi.

    Sambil menikmati kocokan dan kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya. Tetek Bu Rum gede dan sudah menggelayut bentuknya. Namun sangat lembut dan enak di remas. Bahkan putingputingnya langsung mengeras setelah beberapa kali aku memerah dan memilinmilinnya.

    Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibuibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku.

    Bahkan saat Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung pelirku dan menghisapi bijibiji pelir kontolku, aku tak mampu bertahan lebih lama. Pertahananku nyaris jebol. Karenanya aku berusaha menarik diri agar air maniku tidak muncrat ke mulut atau wajah Bu Rum.

    Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu, ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku.

    Akhirnya, pertahananku benarbenar ambrol meski telah sekuat tenaga untuk menahannya karena merasa tidak enak mengeluarkan mani di mulut Bu Rum. Sambil mendesis dan mengerang nikmat pejuhku muncrat sangat banyak di rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran keluar dari mulut wanita itu. Tetapi ia tidak mempedulikannya. Bahkan menelannya dan dengan lidahnya berusaha menjilat sisasisa maniku yang berleleran keluar.

    Terpacu oleh kenikmatan yang baru kurasakan dan banyaknya mani yang keluar membuat tubuhku lemas seperti dilolosi tulangtulangku. Aku terduduk menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk. Gimana Win, enak?

    Enak banget Bu,

    Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu, ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.

    Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.

    Mau lagi Win? ujarnya mendekat dan berdiri tepat di tempat aku duduk.Kini memang giliranku untuk memuaskannya setelah kenikmatan yang diberikan padaku.Aku bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa pada Bu Rumkarena memang belum pernah pengalaman dengan perempuan. Hanya dari sejumlah film BF yang sering kutonton, wanita kelihatannya sangat suka kalau memeknya dijilat. Maka aku langsung turun dari kursi panjang dan berjongkok di depan Bu Rum.

    Memeknya yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting lebatnya terlihat basah. Dan Bur Rum, melihat aku hanya terbengong memandangi bukit kemaluannya, langsung mengangkat kaki kirinya dan ditumpukan pada kursi panjang. Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa melihat lubang memeknya yang nampak sudah longgar. Lubang memeknya menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat itilnya yang mencuat di ujung atas belahan memeknya.

    Kembali aku menyentuh dan mengusap memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna coklat kehitaman penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak memerah.Kudengar Bu Rum mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap dan diremasremasnya. Desahannya mengingatkanku pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Aku jadi terangsang. Kontolku kembali menggeliat dan bangkit.

    Sambil mendesah, Bu Rum tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku. Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememeknya. Aku jadi tahu, nampaknya ia tidak ingin memeknya hanya dicolokcolok dengan jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan mulutku dan mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.

    Ternyata selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerutkerut,di luar kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memeknya. Bentuknya nggedebleh mirip jengger ayam jantan. Pengetahuanku tentang bagian paling intim milik wanita memang sangat terbatas dan melihatnya dari jarak sangat dekat baru kali ini mendapat kesempatan.

    Satusatunya memek wanita dewasa yang pernah kulihat adalah milik ibuku. Aku memang sering mengintipnya saat ibu mandi. Atau saat berganti baju di kamarnya dan pernah beberapa kali melihatnya dalam jarak cukup dekat saat dia tidur. Tetapi sepengetahuanku tidak ada jengger ayam di lubang memek ibuku. Jadi terasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek Bu Rum. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya, jengger ayamnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan aku langsung mengulum, menghisap dan menarik nariknya dengan mulutku.

    Ohhh sshhh aahhh enak Win. Aaauuwww ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,

    Aku sangat senang karena ternyata Bu Rum menyukai dan keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu pun tidak membuat surut langkah untuk terus mengobokngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku.

    Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya. Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget, katanya.

    Seperti yang dimintanya, aku naik ke sofa dan tiduran telentang dengan kaki menjuntai. Setelah itu Bu Rum ikutan naik. Tadinya kukira ia akan menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas seperti yang pernah kulihat dalam adegan film mesum yang menggambarkan hubungan seks antara wanita dewasa dan bocah ingusan.

    Tetapi tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa dan sedikit menurunkan tubuhnya. Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di memeknya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak leluasa. Sebab saat memeknya telah berada tepat di depan wajahku, ia langsung membekapkannya ke mulutku.

    Tak kusangka, wanita yang sangat dihormati di kampungku karena selalu berbusana muslimah yang rapat dan menjadi guru mengaji ibuibu, di usianya yang sudah 53 tahun masih sangat menggebu. Pantesan ia suka menyogoknyogok memeknya dengan pisang. Mungkin karena tidak tahan akibat tidak pernah disentuh oleh suaminya yang sudah tidak bisa melayaninya sama sekali.

    Aku sempat gelagapan karena tidak mengira Bu Rum akan membekapkan memeknya ke wajahku. Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya,aku langsung menyambutnya meskipun tidak tahu harus bagaimana semestinya dilakukan. Seperti sebelumnya, kembali kujulurkan lidah dan kembali kujilati lubang memeknya. Namun kali ini dengan lebih semangat.

    Daging jengger ayamnya yang keluar dan menggelambir kukulum. Lalu lidahku menjulur masuk sedalamdalamnya di lubang vaginanya sampaihidung dan wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya.

    Sambil terus mengobeli memeknya dengan lidah dan mulutku, pantat Bu Rum juga menjadi sasaran remasan tanganku. Meskipun sudah melorot, pantat Bu Rum yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan. Bu Rum melenguh dan mendesah. Iya Winaahhh sshhhhaaahhhh ssshh.. enak banget. Terus colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya oooohhhhh. ssshhhh, desahnya tertahan saat aku makin dalam menjulurkan lidah.

    Mendengar rintihan dan desahan Bu Rum, aku jadi makin bersemangat.Hanya karena tidak punya pengalaman, aku hanya menjilat dan mengisap bagian dalam memeknya sekenakenanya. Rupanya karena terlalu menggebu, aku sempat menghisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Tetapi tidak marah dan malah makin keenakan. Ia Win itu itil ibu.. enak bangetsshhh ..aahhh.. aahhh. Terus Win hisap itil ibu aaoooohhh oooohhhh,

    Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogoknyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.

    Udah Win ibu nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang ibu pengin dientot dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan?

    Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,

    Nggak apaapa. Nanti ibu ajarin, ujarnya seraya menggamit lenganku.Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garisgaris.Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan.

    Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.

    Dengan kontol tegak mengacung aku naik ke ranjang. Hanya aku tetap bingung bagaimana harus memulai. Di antara kedua pahanya yang membuka lebar, memek Bu Rum tampak menganga menunggu batang zakar pria yang mau menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang terlihat jadi nggedebleh dan hanya putingputingnya yang hitam kecoklatan terlihat menantang.

    Melihat aku cuma mematung, rupanya Bu Rum menjadi tak sabar. Ditariknya tanganku hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya.Beberapa saat kemudian kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku dan meraih kontolku. Batang penisku yang sudah mengacung dikocokkocoknya perlahan hingga makin mengeras dan membesar.

    Oleh wanita itu, kepala penisku digesekgesekkannya di sekitar bibir kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia berbisik.Tekan Win, biar kontol kamu masuk ke memek ibu, bisiknya lirih di telingaku.

    Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang kontolku yang lumayan panjang dan besar seluruhnya masuk membenam. Mungkin karena lubang memek Bu Rum yang sudah kelewat longgar dan licin akibat banyaknya lendir yang keluar. Bagian dalam memek Bu Rum hangat dan basah. Dan tanpa ada yang memerintah, seperti semacam naluri, aku membuat gerakan naik turun pinggangku hingga kontolku sekan memompa lubang memek wanita itu.

    Iya begitu Win, terus entot sayang. Ah.. aahhh.aahhh.. kamu merasa enak juga kan, Aku mengangguk dan tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai mendesahdesah.Mungkin ia mulai merasakan enaknya sogokan kontolku. Dan bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat dibanding mengocok sendiri. Gesekangesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan.

    Aku terus mengadukaduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliakbeliak dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat kehitaman terasa mengeras di bibirku.

    Iya Win terus hisap sayang aahhh aahhh,Kamu ternyata sudah pinter, ujarnya terus mendesah.Makin lama kusogok dan kuadukaduk, lubang memek Bu Rum kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepokcepok cepok setiap kali batang kontolku masuk menyogok dan kutarik keluar.

    Bosan ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memeknya. Pasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memeknya yang tengah kusogoksogok, pikirku membathin. Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik dan kuposisikan menjuntai di tepi ranjang.

    Tindakanku itu membuat Bu Rum agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya. Namun setelah pahanya kembali kukangkangkan dan kontolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. Kamu pengin ngentot sambil ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa sajapada ibu, katanya.

    Ternyata menyetubuhi sambil berdiri dan melihat ketelanjangan lawan mainnya benarbenar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar masuknya kontol di lubang memek. Saat kontolku kutekan, bibir memeknya yang berkerutkerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik, seluruh bagian dalam memeknya seakan ikut keluar termasuk jengger ayamnya yang menggelambir. Pemandangan itu membuat aku kian terangsang dan kian bersemangat untuk memompanya.

    Teteknya juga ikut terguncangguncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan kontolku di liang sanggamanya. Bu Rum tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliakbeliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerangerang.

    Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol. sshhh aahh sshhh aaakkhhh memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu, ujarku mendesahsambil terus memompanya.

    Tahan sebentar Win. Aaahhh.. sshhh kontolmu juga enak banget,Bu Rum bangkit memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya. Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya dengan kuat. Selanjutnya Bu Rum membuat gerakan memutar pada pinggul dan pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang kontolku yang berada di kedalaman lubang memeknya serasa diperah.

    Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap. Kenikmatan yang diberikan benarbenar makin tak tertahan.Ooohh aahh aahhh.. ssshhh aakkhh enak banget. Saya aaahhh nggak kuat Bu. Ohhh enakkkhhh bangeet,

    I..iiya Win, ibu juga mau nyampe. Tahan ya sebentar ya..aaahhhsshhh.. sshhhhaahhh.ssshh .aaaoookkkh,

    Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggitinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras.

    Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum. Saat aku terbangun, Bu Rum sudah menyiapkan segelas teh panas dan mengajakku menyantap lontong dan opor ayam bikinan ibuku. Kami menyantapnya dengan nikmat. Bahkan dua bungkus rokok kegemaranku telah tersedia di meja makan. Kata Bu Rum, ia menyempatkan membelinya di warung Lik Karni saat aku tertidur.

    Malam itu Bu Rum benarbenar melampiaskan hasratnya yang tertahan cukup lama. Sesudah makan aku diajaknya bergumul di karpet di ruang tengah di depan televisi lalu berlanjut di ranjang kamar tidurnya. Aku bak seorang murid baru yang cerdas dan cepat pintar menerima pelajaran. Ia mengaku sangat menikmati dan merasa puas oleh sogokansogokan kontolku di memeknya yang memiliki jengger ayam.

    Ibu kira udah nggak bakalan merasakan enaknya yang seperti ini lagi. Karena sudah lima tahun lebih sejak bapak kena stroke tidak pernah mendapatkannya. Makanya terpaksa pakai pisang dan kadang kontol karet kalau lagi kepengen, katanya sambil meremas gemas kontolku setelah persetubuhan yang keempat kalinya malam itu.

    Ternyata wanita yang selalu tampil bak muslimah yang taat itu, juga memiliki beberapa koleksi film porno. Ia sempat menyetel sejumlah koleksinya untuk ditonton bersamaku saat istirahat setelah ngentot yang ketiga di depan televisi.

    Namun yang mengejutkan, karena nonton bareng film porno aku jadi tahu kalau ibuku juga penggemar film porno.Itu terlontar secara tak disengaja oleh Bu Rum. Kata Bu Rum yang paling banyak dikoleksi adalah yang menggambarkan adegan incest atau hubungan seks antar anggota keluarga.

    Saat itu Bu Rum memutar dua film. Film pertama menggambarkan adegan seks antara pria muda berkulit hitam dengan wanita tua kulit putih. Sang wanita kulit putih dibuat merintih dan mengerang karena sogokan kontol pria pasangannya yang perkasa. Bahkan akhirnya si wanita merelakan anusnya dijebol kontol panjang sang negro muda.

    Film kedua yang merupakan semi film cerita mengisahkan wanita STW yang bekerja di perusahaan penebangan hutan. Suaminya selalu pergi cukup lama dan hanya beberapa hari tinggal di rumah karena pekerjaannya itu.Si ibu yang sering merasa kesepian saat suaminya pergi, sering mengobelngobel sendiri memek dan itilnya saat hasrat seksnya datang.

    Ulah si ibu sering dipergoki secara diamdiam oleh pria remaja yang merupakan anak sulungnya. Maka di satu kesempatan, saat tengah bermasturbasi dan sang anak tak tahan menahan nafsu ia mendekati sang ibu. Keduanya larut dalam permainan panas di dapur, ranjang dan bahkan di kamar mandi tanpa peduli bahwa sebenarnya mereka pasangan ibu dan anak.

    Usai pemutaran film yang kedua, kukatakan pada Bu Rum bahwa dibanding film yang pertama, adegan seks ibu dan anak yang paling bagus. Tetapi komentarku itu membuat Bu Rum keceplosan. Tanpa sadar ia menyebut bahwa film porno itu dipinjam dari Bu Narsih (nama ibuku). Saat itu ia berusaha meralat. Ia mungkin baru bahwa yang diajaknya bicara adalah aku anak Bu Narsih. Tetapi akhirnya Bu Rum tersenyum dan berterusterang.

    Keinginan manusia akan seks kan manusiwai Win. Seperti ibu dan ibumu,meskipun sudah berumur tetapi kebutuhan akan itu masih belum padam,kata Bu Rum.

    Ibuku memang sudah 3,5 tahun menjada setelah ayah meninggal akibat menderita diabetes cukup lama. Untuk menikah lagi mungkin malu karena cucunya sudah tiga yang diperoleh dari Mbak Ratri, kakak perempuanku.Bahkan salah satu cucunya sudah duduk di bangku SLTP. Maka ia memilih memendam hasratnya dan lebih menyibukkan diri pada usaha jual beli perhiasan berlian yang menjadi usahanya selama ini.

    Menurut Bu Rum, koleksi filmfilm porno yang dimiliki ibuku cukup banyak. Koleksi film seksnya yang berthema hubungan seks sedarah tergolong lengkap. Bahkan Bu Rum mengaku, ia mengenal penis palsu dari karet yang dikenal dengan sebutan dildo juga dari ibuku. Pergaulan ibumu kan luas terutama dengan ibuibu dari kalangan menengah atas. Mungkin dari ibuibu yang menjadi sasaran bisnisnya itu ia jadi mengenal banyak hal, ujar Bu Rum menambahkan.

    Meskipun sangat kaget, tetapi aku tidak mencoba memperlihatkannya di hadapan Bu Rum. Sebab sebagai anaknya aku tidak pernah melihat ibu nonton film porno atau barangbarang berbau seks yang dimilikinya. Di kamar tidur ibu memang ada televisi berukuran besar dan perangkat pemutar DVD.

    Tetapi kebanyakan filmfilmnya adalah film hindustan karena ibu penggemar berat bintang Shah Ruk Khan. Berarti ia memiliki tempat penyimpanan khusus, ujarku membathin.Sekitar pukul 03.00 dini hari, dengan tubuh lunglai aku meninggalkan rumah Bu Rum dengan mengendap agar tidak dipergoki warga lainnya. Ibuku membukakan pintu sambil menggerutu.

    Katanya mengganggu orang tidur.Tetapi wajahnya kulihat tidak seperti orang bangun tidur. Bahkan televisi di kamarnya terdengar masih menyala. Seperti kebiasaanya saat tidur ia selalu mengenakan daster longgar.Tetapi saat itu dasternya kelewat tipis hingga terlihat membayang lekukliku tubuhnya yang aduhai.

    Ternyata ia juga tidak memakai kutang dan celana dalam sampaisampai kulihat tonjolan putingnya pada sepasang buah dadanya yang hampir sama besar dengan punya Bu Rum. Ah bisa jadi ibu bukannya tidur. Tetapi lagi asyik mengocokngocok memeknya dengan kontol karetnya sambil nonton adegan seorang ibu yang tengah ngentot sama anak lelakinya. Hanya karena terlalu kecapaian, aku langsung masukkamar dan tidur.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Panas Berawal Dari Celana Dalam Vita – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Panas Berawal Dari Celana Dalam Vita – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1808 views

    Perawanku – Aku memiliki pacar yang berkuliah di universitas ternama yang berlokasi di daerah grogol. Karena berasal dari daerah jawa timur, maka dia tinggal di sebuah kost khusus mahasiswi.

    Saya sendiri sudah bekerja dan juga berasal dari Universitas yang sama. Secara keseluruhan, pacarku sangat baik, setia dan cantik tetapi masih konvensional (tidak akan berhubungan seks sebelum menikah secara resmi). Sebaliknya, sebagai lelaki normal saya termasuk golongan yang memiliki libido tinggi. Sementara ini saya hanya bisa memuaskannya dengan ber masturbasi sambil membayangkan bersetubuh dengan pacarku.

    Suatu saat keadaan berubah 180 derajat. Setelah pulang kerja, saya langsung mengunjungi kostan pacarku (‘Sisca’ namanya).
    Mengunjungi kostannya bagaikan masuk kedalam sebuah alam erotis. Ada sekitar 8 penghuni kost yag terdiri dari mahasiswi tingkat 1 sampai 4 (saat ini Sisca telah sampai tingkat 4). Salah satu penghuninya yang berkamar di lantai 3 menarik perhatianku, namanya Vita. Setelah melihatnya kadang kala aku membayangkan bersetubuh dengannya juga, sampai pada akhirnya aku memiliki ide gila dan nekat muncul tiba-tiba dibenakku.dari sini lah awal petualangan seksku dimulai.

    Aku memberanikan diri dan memutuskan mencuri celana dalam Vita. Telah beberapa kali aku bersama Sisca pacarku naik ke lantai 3, dilantai ini ada rak khusus yang digunakan pembantu kostan untuk mengumpulkan pakaian kotor yang akan dicuci,beruntungnya rak tersebut dinamai sesuai dengan pemilik baju supaya tidak saling tertukar (dan lebih memudahkanku mencari sasaran yang aku idamkan)

    Tak berapa lama niatanku muncul tiba-tiba aku mendengar suara gadu yang berasal dari gerombolan anak-anak kost yang akan keluar untuk makan malam dan kebetulan juga Sisca sedang mandi, yang biasanya membutuhkan waktu 15-25 menit. Bagai gayung bersambut akupun mamberanikan diri melaksanakan niatku dengan jantung yang berdebar keras dan keringat yang bercucuran karena perasaan was-was. Terdapat 3 celana dalam yang berbahan licin dan halus diantara tumpukan baju yang ada di keranjang.

    Tanpa pikir panjang langsung aku ambil yang berwarna kulit (yang satu berwarna pink dan sisanya berwarna sama). Secara spontan aku tempelkan pada wajah dan ku hirup bagian yang bersentuhan langsung dengan vaginanya. Sayangnya saat itu yang aku cium hanyalah aroma pewangi pakaian, tetapi tidak mengurangi rasa hornyku. Secepatnya aku masukkan CD tersebut kedalam kantung celana karena takut dipergoki dan tak terbayang rasa malu yang akan aku alami jika hal itu terjadi dan langsung aku meninggalkan TKP dan langsung menuju kamar Sisca yang berada di lantai 2.

    Setelah selesai berkencan dengan Sisca, aku langsung meluncur menuju kontrakkan dan langsung menuju kamar mandi. Langsung aku keluarkan CD milik Vita dan mempeloroti celana dan CD yang aku pakai. Kont0lku yang sepanjang perjalanan pulang tadi sudah menegang membayangkan CD tersebut langsung kutempelkan dengan posisi sisi dalam CD yang bersentuhan langsung dengan vagina Vita bertemu dengan ujung kont0lku, yang tentu saja sebelumnya aku tempelkan CD tersebut di hidungku dan ku hirup dalam-dalam sambil membayangkan sedang mencium vagina Vita secara langsung.

    Secara perlahan aku gesek-gesekan CD tersebut dan mulai mencoli kont0lku. Meskipun awalnya terasa agak perih pada penisku tapi lama kelamaan hilang seiring keluarnya cairan pra-ejakulasiku. Irama masturbasi aku percepat dan aku langsung merasakan getaran-getaran listrik yang erotis terus meambombardir syaraf-syaraf kont0l dan otakku. Akhirnya aku hampir merasakan orgasme. Tanganku yang satunya langsung menyikap sebagian dari CD tersebut untuk mengeluarkan kont0lku. Sebenarnya aku ingin mengeluarkan cairan orgasmeku pada CD Vita, tetapi langsung aku urungkan karena takut meninggalkan jejak.

    Tak berapa lama aku mengalami orgasme yang luar biasa sensasinya karena baru sekali ini aku melakukannya dengan CD kepunyaan Vita. Setelah beberapa saat aku menikmati sensasi tersebut aku langsung melanjutkan dengan mandi dan tak lupa sebelumnya aku mencium CD Vita dan menaruhnya kmbali di dalam kantung celanaku.

    Keesokan harinya aku kembali ke kost Sisca dan mengembalikan CD tersebut,tentunya setelah aku merasa keadaannya kondusif dan aman. Kegiatan ini terus berlanjut selama hampir seminggu dan tentu saja dengan CD Vita yang berbeda. Suatu saat aku dikejutkan dengan aroma CD Vita yang sebelumnya hanya tercium wangi dari pengharum pakaian. Ketika itu aku menghirup aroma yang berbeda dan aku yakini sebagai aruma cairan vagina milik Vita yang tentu saja membuat kont0lki seketika tegang dan libidoku menanjak. Jantungku langsung berdebar kencang karena kegirangan mendapatkan rejeki nomplok tersebut.

    Terbersit dipikiranku apakah hal ini disengaja atau tidak. Tapi aku tidak memperdulikannya dan langsung ber-masturbasi dengan sensasi berbeda dan tentu saja lebih indahdan menggetarkan. Kali ini aku tenggelam dalam kenikmatan sampai-sampai cairan orgasmeku tumpahruah dalam CD Vita.

    Keesokan harinya aku kembalikan CD tersebut kadalam keranjang dan menggantikannya dengan yang lain. Tetapi lagi-lagi CD tersebut mengeluarkan aroma yang sama. Tidak terlihat perubahan pada sikap dan ekspresi pada wajah Vita ketika kami saling bertemu pandang. Keesokan harinya aku dikejutkan dengan CD Vita yang benar-benar masih basah dan aromanya masih segar dan memabukkan, seperti Vita baru saja melakukan masturbasi dan membiarkan aku menemukannya masih dalam keadaan basah. Pikiranku langsung dikuasai dengan hawa nafsu dan langsung saja aku menuju kamar mandi yang letaknya bersebrangan dengan kamar Vita untuk ber-masturbasi.

    Baru saja aku mulai untuk ber-masturbasi, tiba-tiba terdengar ketukkan pintu pada kamar mandi. Aku terkejut dan dengan cepat memasukkan CD Vita kedalam celana dan berpura-pura menyiram closet. Ketika aku buka pintu ternyata Vita sedang berdiri di depan kamar mandi dan berdiri tepat dihadapanku seperti sedang menghalangku untuk pergi. Vita langsung mendorongku kembai masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci kamar mandi itu dari dalam (posisi Vita sekarang berada di dalam kamar mandi bersama denganku).

    Keringat dingin langsung bercucuran dari tubuhku. Dengan cepat tangan Vita langsung berusaha merogoh kedua kantong celanaku tanpa bisa aku cegah, dan akhirnya dia menemukan celana dalam miliknya yang aku “pinjam”. “Aku sudah tau … Kak andre pelakunya” ungkap Vita.

    Tiba-tiba Vita langsung mengambil posisi jongkok menghadap ke arahku yang mematung karena masih kaget dan langsung membuka bawahanku tanpa menyisakan sehelai benangpun. Kont0lku yang sempat lemas karena shock langsung diia belai dengan tangannya yang halus dan sesekali mengocoknya dengan perlahan. Menerima perlakuan tersebut kont0lku langsung bereaksi dan langsung menegang.

    Setelah mencapai ketegangan maksimal, mulut Vita sedikit terbuka dan nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus sambil kedua tangannya dengan perlahan tapi pasti terus mempermainkan kont0lku. Aku merasa bahwa inilah saatnya merasakan vagina Vita yang sebenarnya,lagipula aku yakin Vita bukan lagi seorang gadis perawan dari caranya memperlakukan kont0lku.

    Aku langsung memberi isyarat agar Vita berdiri dan langsung aku bertatapan dengan wajahnya yang mengekspresikan bahwa dia sangat menginginkannya. Tanpa pikir panjang aku langsung mencumbu bibirnya yang mungil dan kedua tanganku langsung menyikap bagian bawah dasternya,dimulai dari pertengahan paha dan ternyata Vita sudah tidak mengenakan CD lagi.

    Pantatnya yang lembut dan kenyal langsung kuremas-remas dan demi menghemat waktu tanganku langsung kupindahkan menuju vaginanya yang sedaritadi sudah basah oleh cairan vaginanya. Tanganku yang satunya lagi langsung menjamah payudaranya (juga tanpa BH) yang kira-kira berukuran 36c. Kuremas-remas payudaranya dan klirotisnya pun mendapatka pelayanan istimewa dari jemariku.

    Tubuh Vita tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada kont0lku. Langsung aku senderkan Vita pada dinding kamar mandi, kuangkat kakikirinya dan langsung ku tuntun kont0lku menuju vaginanya yang sudah terbuka lebar. Ketika ujung kont0lku berada di bibir vaginanya yang sudah basah dan terasa hangat, aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan aku dorong masuk kont0lku, terasa agak seret meskipun vaginanya sudah basah oleh cairan kenikmatannya dan akhirnya kont0lkupun masuk setengahnya mengisi vagina Vita. Mulut Vita terbuka lebar sembari matanya terpejam merasakan kenikmatan kont0lku.

    Dengan perlahan ku keluar-masukkan kont0lku kedalam vaginanya yang kini sudah bisa terbenam seluruhnya kedalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding vaginanya berdenyut-denyut dan rasanya kont0lku seperti dipijit-pijit oleh vaginanya, sampai akhirnya aku melihat jam tangan dan aku teringat kepada Sisca yang selesai mandi, tersisa kira-kira 10 menit sebelum Sisca selesai mandi.

    Vita memelukku dengan erat dan aku pun menyetubuhinya dengan perlahan sambil merasakan setiap tarikkan dan dorongan kont0lku,aku merasakan sensasi erotis yang sangat nikmat. Irama aku percepat dangan sesekali aku menghentakkan kont0lku dengan kerassehingga membuat Vita mengerang meskipun agak sedikit ditahan mencegah suaranya terdengar sampai keluar. Aku makin bernafsu setelah sekitar 3 menit Vita sudah mencapai orgasmenya yang pertama sehingga vaginanya terasa hangat karena cairan orgasmenya.

    “kont0l kamu besar dan kuat sekali…” bisik Vita sambil terus menikmati persetubuhan ini.
    “memang kamu belum pernah ngerasain yang segede ini?”
    Dia menggeleng, “punya cowokku kecil dan kurus…”
    “jadi lebih enak mana?” tanyaku
    “jelas kont0lmu,rasanya lebih nikmat..”

    Setelah selesai menikmati sisa-sisa orgasmenya,Vita langsung melepaskan diri dari dekapanku dan langsung berlutut di hadapan kont0lku. Lidahnya langsung menjulur dan menyapu sepanjang batang kont0lku yang masih basah oleh cairan orgasmenya. Dengan cekatan Vita menjilati kont0lku dan mengulum kepala kont0lku yang memerah.

    Mulutnya yang terasa hangat dan permainan lidahnya yang liar membuat kont0lku berdenyut-denyut dan untuk beberapa saat dia hanya mengulum kepala kont0lku sampai akhirnya aku benamkan kepalanya sehingga kont0lku masuk seluruhnya kedalam mulutnya yang hangat.

    Vita yang seakan mengerti apa yang aku mau langsung melahap seluruh batang kont0lku dengan ganas, meskipun ia mengalami sedikit hambatan karena panjangnya kont0lku. Setelah mulutnya beradaptasi dengan kont0lku aku pun mulai menggerak-gerakkan pantatku maju-mundur mengimbangi permainannya dan akhirnya aku mengalami orgasme yang membuat Vita agak tersedak karena aku menghentakkan kont0lku dengan keras karena merasakan kenikmatan orgasmeku.

    Dengan cepat Vita mengeluarkan kont0lku dari mulutnya dan membuka lebar mulutnya untuk menampung cairan orgasme dari kont0lku. Setelah selesai Vita langsung menelan cairan tersebut tanpa tersisa dan seketika kont0lku pun kembali di kulum dan di sedotnya sehingga tidak tersisa lagi cairan orgasme yang sedikit tercecer di batang kont0lku.

    Kusuruh Vita untuk berdiri dan ia langsung menatapku dengan ekspresi puas dan nakal, senyumnya yang manja mambuatku horny lagi. Setelah salingmerapihkan pakaian masing-masing Vita menyelipkan kertas yang berisikan nomer hp’nya.

    “besok, jangan ambil celana dalamku lagi..”
    Sempat timbul rasa kecewa dalam hatiku
    “langsung saja..” terang Vita,sambil menempelkan tanganku ke arah vaginanya sambil tersenyum manja.

    Setelah kejadian ini,hampir tiap hari kami bercinta kilat didalam kamar mandi lantai 3. Vita menjadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu karena tak bisa kudapatkan dari pacarku sendiri demikian juga Vita yang terlanjur kecewa dengan kont0l pacarnya yang dia anggap terlalu kecil dan Vita terlanjur menyukai kont0lku yang besar dan kuat,meskipun kami saling mencintai pasangan masing-masing.

    CeritaPanas,Cerita Bokep,Cerita Ngentot,Cerita Dewasa,Cerita Seks,Cerita Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Mesum

  • Cerita Mesum Bos Besar Memang Gila – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Mesum Bos Besar Memang Gila – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1886 views

    Perawanku – Di hari terakhir ngantor bukan berari berhenti tapi di hari sbtu aqu di undang oleh kepala bosku, Pak Iruz namanya dia duda dan ingin menikah dgn temannya namanya bu Idda dia juga rondo sudah berkepala 4 tapi menurutku bu idda masih terbilang kencang badannya. Selang umur antara pak Iruz dan Bu Idda sekitar 10 tahun.(masih doyan saja bosku itu ) hehehe.

    Sorenya aqu dipanggil untuk masuk ke ruang kantornya , rasa deg degkan pada diriku soalnya jarang jarang bos besarku memanggil diriku apalagi memanggilnya saat karyawan lainnya sudah pulang , lantas dalam pikirannku “ ada apa , apakah ada yang salah pada diriku???”
    Aqu ketuk pintu kantornya Tok tok tok….

    “Silahkan masuk!” sapanya ramah dari balik mejanya setelah melihat kehadiranku.

    “Terima kasih Pak,” jawabku.

    Setelah basa basi sejenak akhirnya Pak Iruz mulai menuju poin pembicaraan.

    “Pak Nizam, mungkin anda masih ingat mengenai kasus di Proyek A dimana anda adalah orang yang bertanggung jawab untuk itu,” katanya dgn santainya.

    Serasa petir menyambar di kepalaqu. Kasus itu sudah terjadi setahun yang lalu ketika aqu masih di kantor cabang Surabaya dan memang kasusnya tidak pernah dinyatakan close atau masih open alias menggantung.

    “Ya Pak!” jawabku lemas, karena bayangan di kepalaqu hanya satu yaitu pemecatan dgn tidak hormat, meskipun semua orang tahu bahwa itu bukan kesalahanku, tetapi kesalahan orang sebelum aqu yang sudah kupecat, tapi permasalahannya tetap who is responsible at this project.

    “Kamu tahu kan sangsinya sesuai aturan perusahaan!” lanjutnya.

    “Iii.. ya Pak,” jawabku seakan tersekat di tenggorokan, membayangkan resiko yang akan menimpa aqu dan keluargaqu.

    “So what’s your plan,” desaknya.

    “Aqu sudah clarify dgn Internal Audit mengenai hal itu, dan semua keputusan kembali ke Bpk, jadi aqu menunggu guidance dari Bpk,” jawabku lirih sambil melihat ujung sepatuku.

    “Apa kamu masih ingin bekerja terus disini, terutama di posisimu yang sekarang ini?” tanyanya selidik.

    “Tentu Pak, aqu masih ingin berkarir di perusahaan ini selama diberi kesempatan.”

    “Kalau kamu aqu berikan second chance, apa yang akan kamu berikan padaqu?” tanyanya.

    “Maksud Bpk?” tanyaqu balik tidak mengerti.

    “Apa imbalannya kalau kasus ini aqu nyatakan close dan anda bersih.”

    “Terserah Bpk, aqu ikuti semua permintaan atau petunjuk dari Bpk,” kataqu setengah bingung.

    “Semua?”

    “Ya semua, aqu akan berusaha penuhi semua permintaan bpk sejauh aqu mampu.”

    “Ha.. ha.. ha.. ha..” tawanya, membuat aqu semakin tidak tahu arahnya.

    “Oke Pak Nizam, aqu pegang kata-katamu, kamu kan tahu sebentar lagi aqu akan married dgn Bu Idda, dan aqu minta special gift dari kamu secara pribadi the best gift you ever had,” pintanya.

    “Apa itu Pak, kalau boleh aqu tahu, biar tidak salah pengertian,” tanyaqu masih kebingungan.”Pak Nizam, you’re a lucky guy, you have beautiful and sexy wife, dia sangat attractive lady terutama kalau pakai baju pesta, aqu tahu itu saat perkawinan si Erwin (anaknya) tempo hari, it make me can not forget about her performance,” jelasnya.

    “Maksud Bpk?” tanyaqu makin kebingungan.

    “Mungkin aqu bukan a good boss, tapi sebagai seorang laki-laki yang normal, wajar dong kalau aqu ber-fantasy dgn wanita cantik,” lanjutnya.

    “Terus..?” tanyaqu lagi.

    “Oke, to the point saja, aqu ingin ditemani istrimu semalam sebagai hadiah ulang tahun dan kompensasi bahwa kasus ini close,” katanya tajam sambil menatap ke arahku.

    Bagai disambar geledek, aqu tidak bisa bekata apa-apa, situasi serba sulit.

    Kehidupan keluargaqu cukup harmonis meskipun sesekali aqu atau istriku melakukan extramarital tapi itu just for fun dan tanpa beban seperti ini.

    “Pak Nizam, permintaanku tidak perlu kamu jawab sekarang, tapi bicarakan lagi dgn istrimu dan ingat janjimu tadi serta kelangsungan karirmu di sini, aqu tunggu jawabanmu sebelum pesta perkawinan nanti,” katanya melihat kebisuanku.

    Aqu tinggalkan kantor dgn perasaan tidak karuan, anehnya perasaan horny merayap di benakku, secara pribadi tidak keberatan menyerahkan my beautiful wife pada Boss tapi bagaimana tanggapan istriku nanti.

    Sesmpai di rumah, sambil santai dan deg-degan, kusmpaikan masalahku dan akhirnya smpai pada permintaan Pak Iruz.

    “Dasar Boss gila dan tak tahu diri,” katanya.

    Setelah kami diam beberapa saat, akhirnya dia menyerahkan masalah ini padaqu.

    “Kalau ini baik bagi Mas dan kita berdua, aqu nggak keberatan kok, lagian kita juga pernah melakukannya, meskipun dalam konteks yang berbeda.”

    Plong rasanya mendengar kata-katanya.

    “Tapi dgn syarat yang akan aqu akan bicarakan langsung dgn Pak Iruz nanti kalau waktunya tiba, jangan kuatir Mas, I still love you, this is for ours,” katanya manja.

    Waktu terus berlalu sejak pembicaraan dgn Pak Iruz, dan pesta perkawinan tinggal seminggu lagi, hingga akhirnya Pak Iruz mengingatkanku mengenai tawaran itu.

    “Aqu sudah bicara dgn istriku dan dia ingin bicara langsung dgn Bpk kalau Bpk tidak keberatan,” jawabku melalui HP.

    “Oh tentu tidak, bicara dgn wanita secantik dan seseksi istri anda merupakan kehormatan bagiku, I’m waiting for her call,” katanya sambil menutup pembicaraan.

    Segera aqu hubungi istriku untuk menelepon Pak Iruz siang ini.

    Sore hari aqu diminta menghadap ke ruangan Pak Iruz.

    “Pak Nizam, istri anda ternyata benar-benar seorang penggoda, makin besar keinginanku untuk terhadap dia,” katanya setelah kami berdua duduk di sofa ruangan direksi.

    “Istriku sudah menghubungi Bpk?”

    “Ya tadi siang, dan dia minta syarat yaitu dia mau menemani semalam tapi sebelum aqu bulan madu dgn Bu Idda,” katanya sambil mengambilkan orange juice dari lemari es.

    “Istrimu minta pada saat wedding party dia mau melayani disela-sela acara, di honeymoon suite dan dia minta kalau kamu berminat ikut serta di kamar itu, sebagai hukuman katanya, dan kalau kamu mau, kamu boleh join dgn aqu malaqukannya secara bersama sama.

    Karena saat itu waktunya pasti mepet, dia mau malaqukan lagi besoknya at any time dgn syarat aqu belum melakukan dgn Bu Idda, dan kamu boleh join terserah kamu, it’s horniest idea I ever heard,” jelasnya antusias.

    “Terus menurut Bpk gimana? apa aqu harus join?” komentarku.

    “Aqu setujui permintaannya, karena acaranya standing party, I have many chance to disappear dari party just for quicky dan aqu minta dia stand by di kamar at any time,” jelasnya.

    “Asal kamu tahu, aqu sudah reserve 2 suite at same floor, satu untuk pengantin dan satunya untuk aqu dan istrimu, setelah para tamu pulang istrimu stand by di kamar, kamu bisa pakai juga untuk honeymoon lagi, tapi harus ready any time for my visit, Anytime!” tegasnya.

    Aqu cuma bisa mengiyakan rencana mereka berdua.

    Hari perkawinan tiba, sesuai rencana kami berangkat lebih awal, dari undangan jam 7:00 kami sudah tiba di Hotel Shangrila jam 3 sore, dan langsung menuju ke suite yang sudah disiapkan untuk istriku, barangkali Pak Iruz mampir sebelum acara dimulai.

    Sementara istriku menyiapkan diri di kamar, aqu turun ke lobby, jam 6 sore para undangan dan keluarga sudah kelihatan berdatangan. Aqu naik ke atas untuk memberitahu istriku supaya bersiap ke acara.

    Kupencet bell kamar suite, cukup lama aqu menunggu sebelum pintu dibuka oleh istriku yang cuma berbalut handuk. Diluar perkiraanku ternyata Pak Iruz sudah di dalam kamar, beliau duduk di sofa kamar tidur masih memakai baju putih lengkap dgn dasi kupu-kupunya, sementara bawahnya cuma ditutupi handuk putih sama dgn yang dipakai istriku.

    “Sorry Pak, aqu nggak sabar menunggu smpai nanti malam, jadi iseng aqu mampir kemari sambil menunggu Bu Idda di-make up di kamar pengantin,” sapanya.

    “Eh anu nggak apa kok, lagian kita sudah perkirakan, udah lama Pak?” tanyaqu setelah bisa menguasai diri.

    “Tepat setelah kamu keluar kamar ini, aqu coba HP ternyata nggak kamu bawa, jadi aqu mulai saja, any problem?” jawabnya santai.

    “No sir, it’s okey for me, go head,” jawabku, berarti sudah lebih 30 menit dia di kamar berdua dgn istriku, entah apa yang sudah dilaqukan terhadap istriku yang cantik ini.

    Istriku kemudian duduk di sebelah Pak Iruz, aqu mengambil tempat di sofa satunya sambil melihat mereka berdua. “Mari sini sayang kita lanjutkan permainan yang terputus,” kata Pak Iruz. Dgn sekali tarik, terlepaslah handuk yang membalut tubuh istriku.

    Kini dia dalam keadaan telanjang di hadapan Pak Iruz, terlihat begitu kontras antara mereka berdua, Mery, istriku yang cantik, 29 tahun, tinggi 167 cm dan ukuran dada 34B sedang berpelukan dgn Pak Iruz, Boss-ku yang berumur sekitar 55 tahun, dgn rambut putihnya, meskipun sudah dibilang berumur ternyata postur tubuhnya masih atletis, maklum sebagai ex tentara dia pasti masih menjaga kebugaran tuguhnya.

    Pak Iruz dgn segera mencium buah dadanya yang kenyal kebanggaanku dari satu ke satunya, dijilatinya dan sesekali disedot dan dipermainkan putingnya dgn lidahnya, Mery cuma bisa menggelinjang keenakan sambil tangannya mulai meraba mencari pinggiran handuk yang dipakai Pak Iruz dan menariknya sehingga terlepas.

    Terlihat batang kemaluan Pak Iruz menegak ke atas, memang tidak sebesar punyaqu tapi cukup hebat untuk ukuran seusia beliau. Istriku tak mau melepaskan pegangannya di kemaluan Pak Iruz, dikocoknya dan sesekali di putar-putar seperti mainan anak kecil.

    “Kita lanjutkan yang tadi ya Pak,” bisiknya manja. Tanpa menunggu jawaban dari Pak Iruz, dia berdiri di atas sofa, dikangkanginya Pak Iruz, Boss-ku, dia mengarahkan selangkangannya di muka Pak Iruz sementara beliau mengadah menunggu kedatangannya dgn mulut terbuka dan lidah menjulur keluar.

    Unbelievable, Pak Iruz yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati memeknya seperti orang kehausan. Sesaat kulihat istriku melirik ke arahku sambil tersenyum penuh arti, sementara tanganku mulai memijit-mijit kemaluanku yang masih tertahan di dalam celana.

    Tubuh istriku mulai turun-naik di atas wajah Pak Iruz seirama dgn gerakan lidah beliau, disapunya seluruh wajah Pak Iruz, sementara tangan Pak Iruz meremas payudara dan pantat istriku.

    “Shit, you’re damned old man, I like your lick, yess terus yaa..” teriak istriku, cukup mengejutkan, tidak ada satu orang pun berani berkata begitu kasar pada beliau, tapi kelihatan beliau oke-oke saja.

    Aqu sudah tak tahan, kukeluarkan kemaluanku dari celana sehingga sekarang aqu bebas memegangi, tapi istriku tahu hal itu.

    “Mas Zam, this is not for you, you have no turn for this time, It’s Boss only, jangan macam-macam!” ancam istriku, dan aqu menurut saja sambil terdiam.

    Istriku kemudian duduk di sofa, kakinya dipentangkan lebar dan lututnya ditekuk.

    “Kiss my ass and lick my *****, you like it don’t you, let my husband watch his boss doing to his beutiful wife,” dia berkata ke Pak Iruz.

    Pak Iruz segera berlutut di depannya dan mulai menjilati memek istriku lagi.

    “It smell good, yess I like your *****,” kata Pak Iruz terus menjilat sambil memasukkan jari tangannya ke lubang memek istriku, mulanya satu kemudian dua dan akhirnya tiga. Dikocoknya memek istriku dgn jarinya sementara lidahnya menjilati daerah memek dan sekitarnya hingga ke anus.

    “Ohh yess I like it, yess terus Pak..!” desah istriku, sambil mengangkat kakinya tinggi ke atas, kemudian ditumpangkannya ke pundak dan akhirnya kaki mulus itu berpijak ke kepala dan bahu Pak Iruz, Boss-ku.

    Pak Iruz bangkit dan mengatur posisi kemaluannya di depan memek istriku, hanya berjarak satu inchi lagi dari bibir memeknya, tiba tiba istriku bangkit dan mendorong tubuh Pak Iruz hingga beliau terdorong ke belakang.

    “I will not let you ***** me unless you promise that you will not ***** her tonight and also tomorrow, this two days you’re mine, deal? otherwise no more other session after this,” ancam istriku kepada Pak Iruz, my Boss.

    Ditariknya istriku ke pelukannya tapi istriku menolak dan tetap duduk di sofa hingga Pak Iruz kembali berlutut di depannya. “I’ll do it whatever you request as long I can ***** you,” jawabnya, dan tanpa menunggu lebih lanjut segera dipeluknya istriku dan tangannya mulai mengarahkan kemaluannya ke memek istriku, diusapnya bibir memeknya dgn kepala kemaluan dan “Bless..”

    Tanpa kondom, dgn sekali dorong masuklah kemaluannya ke dalam memek istriku yang sudah mulai basah, dia tidak pernah mengijinkan orang lain bercinta dgnnya tanpa kondom, tapi ini mungkin lain bagi dia. “Kamu akan membayangkan betapa asyiknya bercinta dgnku saat kamu berbulan madu,” bisik istriku.


    Setelah semua masuk ke memek istriku, Pak Iruz perlahan mulai menggoyang tubuhnya keluar masuk dan istriku mengimbanginya. Gerakan demi gerakan menambah erotic berdua, sementara tanganku sudah mulai ikut mengocok kemaluanku, semakin cepat Pak Iruz mengocok istriku semakin cepat pula tanganku mengocok kemaluanku.

    “Aaah aqu keluar..” teriak Pak Iruz. Istriku segera mendorong tubuh Pak Iruz menjauh dan memintanya berdiri, sementara dia jongkok di depan Pak Iruz, tepat semprotan Pak Iruz keluar ke arah muka dan tubuhnya, kemudian istriku menjilati kemaluan Pak Iruz yang masih belepotan sperma, dikocoknya kemaluan itu dgn mulutnya hingga bersih.

    “Aaahh stop udah.. udah, cukup!” teriak Pak Iruz kegelian, sambil menarik kepala istriku menjauh. Kemudian mereka berdua duduk di sofa dgn lemasnya.

    “You have incredible wife, I will not let her free tonight,” kemudian dia berdiri mengambil celananya yang tergeletak di ranjang.

    “Jangan pakai celana dalam dan jangan coba-coba untuk mencucinya!” kata istriku. Nantikan kelanjutan ceritannya jika aqu sudah sela dalam pekerjaanku.

  • Cerita Sex Nikmatnya Keperawan Kakak Nina – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Nikmatnya Keperawan Kakak Nina – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1747 views

    Perawanku – Perkenalkan, namaku Niko, saat ini aku tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta, setelah membaca berbagai postingan cerita dewasa lainnya, aku jadi tertarik untuk menceritakan berbagai pengalaman seks ku juga beberapa pengalaman seks teman-temanku.

    Singkat cerita, kejadian ini berawal sekitar 2 tahun yg lalu saat aku menginjak semester 3, yg dimana saat itu aku berusia 21 tahun (aku kuliah agak telat umurnya, karena begitu lulus SMA, aku bekerja dahulu beberapa tahun baru kuliah). Aku terlahir dari keluarga berkecukupan sebetulnya, namun karena aku ingin mencoba tantangan, makanya selepas SMA aku tdk langsung lanjut kuliah.

    Kisah hot ku ini terjadi dengan anak dari kakak kandung ibuku sendiri, yg tak lain adalah sepupuku, namanya Nina, usianya memang sudah tdk muda lagi, sekitar 37 tahun, namun tak sesuai dengan usianya, ia selalu menjaga bentuk tubuhnya dengan baik, gym seminggu 2x, juga sering melakukan perawatan wajah di dokter kecantikan, makanya tampangnya tak sesuai dengan usianya, kulitnya putih bersih, rambutnya lurus sepinggang, dan ukuran payudaranya sekitar 36B.

    Dia belum menikah dan sangat ingin menikah sebetulnya, bukannya tak ada lelaki yg mau mendekatinya, namun karena seleranya yg lumayan tinggi (maklum, ketika mudanya, sepupuku ini bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai terkemuka di tanah air).

    Ketika itu bulan Juni yg sangat panas-panasnya, dan saat itu juga aku sedang libur kuliah, karena aku tdk mengambil semester pendek, sehingga aku memiliki waktu luang sekitar 3 bulan, dan parahnya aku tdk bisa liburan kemana-mana karena rumahku tdk ada yg jagain, kedua orangtua ku sendiri sedang mudik, sehingga aku yg disuruh jagain rumah.

    Karena sudah 2 minggu tak kemana-mana, lantas aku pun pergi berkunjung ke rumah Kak Nina yg rumahnya hanya berjarak 4 blok dari rumah tempat aku tinggal, tadinya aku pikir mungkin dia kerja, namun setalah ku pencet bel berkali-kali, akhirnya ada yg menjawab dari dalam, rupanya Kak Nina, dia memakai baju piyama mandi (kira-kira bentuknya seperti itu, aku tak tahu namanya apa) berwarna krem yg agak cerah dengan handuk membelit di kepalanya.

    “Loh Ci Nina (aku adalah kaum tionghoa, jadi memanggil cici sebagai ganti kata Kakak), gak kerja ci?” tanyaku dengan wajah sumringah

    “Gak Nik, cici lagi cuti, bosen ngantor mulu, kerjaan ga ada abisnya…” katanya dengan muka agak manja.

    Tak lama setelah perbincangan singkat itupun aku dipersilahan masuk oleh Ci Nina, kami berbincang-bincang panjang lebar, hingga akhirnya dia menanyakan pertanyaan yg benar-benar aku paling malas untuk menjawabnya,

    “Gimana Nik, udah punya pacar belom?”

    “Hmmm…. Cici kayak gak tau aja, orang ndut gini mah biasanya gak ada pacarnya, temen cewe nya doank yg banyak” elakku. Kebetulan aku ini bertubuh agak gemuk, dan berewokan seperti chris evans.

    “hahahaha….. bisa aja kamu Nik, bentar ya Nik, cici mau pake baju dulu.”

    Aku terdiam sejenak, berarti tubuh yg aku pandangi barusan itu cuma ditutupi baju mandi saja tanpa dibungkus pakaian lainnya, sontak aku bengong menatap payudaranya dan “bobby” ku berdiri, namun belum maksimal, aku yg saat itu hanya memakai celana futsal, k0ntolku tercetak sangat jelas dan tak mungkin ci Nina tdk melihatnya.

    “Loh Nik, kok kamu bengong sih, tuh liat, ade kamu udah bangun, jorok ihhh….” katanya dengan muka memerah. aku pun langsung tertunduk malu dan tak tau muka ini mau ditaruh dimana.

    Singkat cerita, aku tunggu dia turun dari lantai 2 untuk menyiapkan ice lemon tea, namun di luar dugaanku, dia ternyata turun dengan mengenakan baju yg sama hanya ikatannya dilepas, handuk di rambutnya dilepas, dan rambut panjangnya diurai ke samping, dan hebatnya lagi, bukannya memakai kaos dan celana santai, ci Nina malah hanya mengenakan bra dan celana dalam berwarna hitam, kebetulan aku ini paling ga tahan kalo melihat cewe berbaju putih ber BH hitam, rasanya sperti menemui bidadari, aku hanya terbengong saja melihatnya dan dia kembali bertanya,

    “Ngapain sih Nik, bengong gitu, kan panas, pasti mikirnya jorok…”, tak lama ia buatkan lemon tea, lengkap dengan lemonnya diletakkan di bibir gelasnya, setelah dia menyuguhkan minuman, tak lama dia bertanya padaku

    “Nik, sebenernya cici masih cantik ga sih?”
    “masih kok ci.” kataku
    “Ah bo’ong deh kamu, cici kan udah tua. Mana belom married lagi..”
    “Yahhh si cece, nih ya, sayang aja Niko ade nya cece, kalo engga…”
    “kalo engga apa ayoooo???!!!” tanyanya dengan nada menjebak

    “kalo engga, cece Niko pacarin, ga peduli umur cece berapa, Niko tuh sayang banget sama cece, Niko gak mau cece terluka sedikitpun, Niko bener-bener pengen nyaygin cece selayaknya pasangan hidup Niko.” isi hatiku tertumpah semua hingga akupun kaget dengan yg aku ucapkan barusan.

    Ci Nina terdiam sejenak, aku sendiripun berbicara ke dalam hatiku dengan rasa kesal sendiri, mengapa harus mengatakn hal yg tak pantas seperti itu, bodohnya aku ini.

    Ci Nina pun bangkit berdiri, mengambil lemon yg ada di gelas tadi, menaruh di mulutnya setengah, dan tiba-tiba dia duduk di atas pangkuanku. Di julurkan bibirnya yg tipis dan seksi itu ke bibirku, yg tadinya mengemut lemon, malah akhirnya jadi emut-emutan bibir, kami saling berpagutan, tak ku sangka, ternyata Ci Nina ini mahir dalam hal berciuman, bolak-balik dia menghajar habis bibirku, lidah kami saling beradu, darahku serasa naik ke ubun-ubun, sudah 1 tahun aku tak merasakan ciuman mesra ini lagi semenjak ditinggal pergi pacarku yg dulu, selesai kami berciuman, dia berkata

    “hari ini jangan panggil aku cece, panggil aku sayang, puasin aku hari ini ya Nik, aku udah lama banget pengen ngerasain ngentot”. Aku yg sudah lama mengidam-idamkan hal ini hanya manggut-manggut saja.

    Kami mulai berciuman lagi, namun tak lagi aku diam, tanganku mulai memeras-meras susu nya yg masih kencang, pelan-pelan aku buka pakaiannya hingga celana dalamnya yg tersisa, sedangkan aku masih utuh, Nina mulai meembuka pakaianku satu per satu, hingga tak ada sehelai benangpun yg tersisa di tubuh kami, kuremas-remas payudaranya dengan lembut, dia hanya mendesah dan mendesah, tak tau apa yg harus dia lakukan, makin lama dia makin liar gerakannya, apalagi begitu putingnya yg merah pucat aku hisap dan hisap bergantian kiri ke kanan, kanan ke kiri, dia hanya hanya bisa mendesah

    “Nik…. ahhhh… Nik… ahhhh… kamu pinter Nik… ahhhh…. cici seneng…. ahhhh….”.

    Puas bermain di payudaranya, ku suruh dia duduk di sofa, kubuka lebar-lebar kedua pahanya yg mulus dan putih itu, mulailah aku mengendus-endus perlahan dari paha, hingga akhirnya ke memeknya, wangi sekali, benar-benar wangi, mungkin karena dia memakai sabun kewanitaan, aku mulai menjilatnya, perlahan tapi pasti, aku cari klitorisnya dan aku jilat sepuasku, aku jilat terus, Nina hanya bisa menggumam dan medesah

    “ahhhh…. Nikkk…. kamu….. ahhhh….. cece udah mau keluar…. ahhhhhh…. Nikkkk….. ahhhhhh…..” tak lama, maninya Nina pun keluar dan membanjiri rongga mulutku ini yg sudah haus sekali, haus akan cairan kewanitaannya.

    Setelah puas aku kerjai, giliran dia yg beraksi, dikocoknya kemaluanku berkali-kali, k0ntolku ini lumayan besar, panjangnya 13cm dengan diameter 4cm, dikocoknya hingga terasa geli yg sangat tak tertahankan, puas mengocoknya, Nina lantas menjilat dan mengulum kemaluanku, dari ujung hingga pangkal, bahkan biji ku pun disikatnya, liar sekali, setiap aku sudaah merasa ingin keluar, dia selalu menghentikan aksinya, begitu terus, harus ku akui Ci Nina sangat pandai memainkan tempo bercinta kami, puas mengulum kemaluanku, aku suruh dia menungging, merujuk pada gaya doggy style, pertama dia menolak, bahwa ia tak ingin melakukan anal sex, namun aku meyakinkannya bahwa aku tak akan melakukan itu, karena akupun memang tak menyukainya, sperti di film JAV Mai Hanano yg sering ku tonton, kumasukkan k0ntolku ke dalam memeknya pelan-pelan, memang benar rupaya Ci Nina ini masih perawan, memeknya masih sempit sehingga sulit bagiku untuk memasukkan kemaluanku, setelah aku berhasil melakukannya, ku genjot dia secara perlahan, perlahan depan-belakang secara ritmik, dari pelan hingga cepat, pertamanya Nina merasa kesakitan, namun perlahan-lahan rasa sakit itu berganti menjadi kenikmatan.

    “ahhhh…… Nikkk…… uuuuuhhhhhh……. ahhhhhhhhh……. Niko…… ahhhhh…. cici sayang kamu….. ahhhhhh….. enak Nik…..”

    “ahhhhhhhh…… cece cantik banget sih….. ahhhhhhhhhhh…….. Niko seneng main sama cece, cece bisa ngertiin Niko…. ahhhh” balasku sekenanya

    Puas bergaya doggy style, kami saling berciuman, keringat pun mengucur deras dari tubuh kami berdua, tetapi di sini lah seninya bercinta, semakin keringatan, maka temponya semaakin baik dan semakin seru, ku ciumi kupingnya, lehernya, tak hentinya kami berciuman sambil menunggu tenaga kami pulih.

    Kali ini kami menuju pertunjukan puncak, dengan gaya misionaris, aku baringkan Nina di sofa, ku tuntun k0ntolku menuju liang senggamanya.

    “Niko, kamu nakal yahhh udah ngambil keperawanan cece, pokoknya Niko harus janji, gak boleh ninggalin cece, cece sayang sama kamu.”

    “Niko juga sayang kok sama cece, kapanpun cece butuh Niko, Niko selalu ada buat cece sayang, Niko pengen punya anak dari cece…”

    Kami mulai bermain lagi, kugoygkan pinggulku pelan-pelan, kami mulai berciuman mesra lagi, kali ini Nina sudah mulai pintar, dia mulai menggoygkan pinggulnya, ku pompa terus, pompa hingga tempo kami semakin cepat, mukanya sudah acak-acakan menahan kenikmatan yg ku berikan, dinding memeknya yg masih sempit, membuat k0ntolku makin tegang, dan makin bernafsu, k0ntolku serasa disedot-sedot oleh memeknya.

    “Nik…….. ahhhhhhhhhhhhhhhh…………… Nikkkkk………… ahhhhhhhhh………. cece udah mau nyampe………. cece udah mau nyampe Nikkkkk……”

    “sabar ce, Niko juga udah mau keluar, kita keluar barengan ya ce….. ahhhhhhhhhhhh………….”

    Dan akhirnya maniku ku keluarkan di dalam memek ci Nina, aku tak peduli dia hamil atau tdk, yg jelas aku menyayginya sebagai pasangan hidupku. Kamipun terkulai lemas karena adegan yg melelahkan ini.

    Haripun mulai sore, aku akhirnya memutuskan bermalam di rumah Ci Nina, kami bercinta sepanjang malam, di kamar mandi, di dapur, bahkan di loteng pada tengah malam, kami tak peduli, toh kami hanya tinggal berdua.

    Aku sendiri dengan Ci Nina akhirnya berpacaran hingga akhirnya sekitar 6 bulan yg lalu, hubungan kami ini ketahuan oleh orang tua ku dan orang tuanya, apalagi Ci Nina sudah terlanjur hamil olehku, apa boleh kata, kami akhirnya dinikahkan, namun tak seperti pasangan MBA lainnya, aku dan Nina hidup bahagia dan tak pernah ribut hanya karena masa lalu maupun karena aku masih menyelesaikan kuliahku, Nina selalu menyaygiku selayaknya pasangan hidup sejatinya.

  • Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda

    Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda


    1115 views

    Perawanku – Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda, Seorang dokter wanita muda keturunan Tionghoa menceramahi Yoga begitu ia masuk ke dalam kamar periksa, Yoga yang merasakan badannya masih sakit, berjalan terpincang hanya bisa diam tidak menjawab.

    “Saya perhatikan cuma kalian anak-anak muda asli daerah sini saja yang suka balapan liar. Apa udah gak sayang sama nyawa kalian..?

    Dokter muda itu masih terus berceloteh. Yoga berusaha tetap cool dengan celotehan pedas itu. Kalau diikutkan perasaan, hatinya memang panas dihina bergitu. Tapi karena badannya sakit dan lutut serta sikutnya tengah dibalut dengan perban karena terjatuh dari motor maka dia mengambil sikap diam.

    Yoga teringat peristiwa malam tadi saat dia dan teman-temannya berlomba balapan motor liar di jalanan malam kota. Nasibnya malang karena tergelincir di tikungan dan badannya terhempas ke jalan aspal yang keras. Badan, lutut dan sikunya memar serta mengeluarkan banyak darah. Nasib baik helm yang dipakainya tidak terlepas tetap melindungi kepalanya, kalau tidak kepalanya mungkin bisa bocor.

    Yoga memilih untuk mendapat perawatan di sebuah klinik dokter umum. Dia enggan ke rumah sakit karena para suster di sana pasti akan menyindir hobinya itu. Tapi tak disangkanya, di klinik dokter umum ini pun sang dokter meyinggung-nyinggung hobinya itu. Dokter keturunan cina muda itu sungguh cantik dan Toge.. yupzz bahkan toket gedenya teramat sangat masih kenceng, maklumlah mungkin dia masih perawan. Dokter ini pantas jadi seorang model, fikir Yoga.

    “Duduk, anda sakit apa?” Tanya dokter muda itu.

    Yoga berjalan perlahan sambil memandang ke dinding di belakang dokter yang memakai baju dokter warna putih. Di dalam sebuah figura terlihat ijazah dokter ini. Dr. Sinta Angeline Chie.

    “Saya sakit di sini dokter,” jawab Yoga malu sambil menunjukkan selangkangannya.

    “Memangnya kenapa?” tanya sang dokter.

    “Terjepit resleting dokter,” jawab Yoga terputus-putus menahan malu.

    “Coba anda buka celananya dan berbaring di sana,” sambil tangannya menunjukkan sebuah tempat tidur kecil yang dijadikan tempat pemeriksaan.

    Yoga membuka celana yang dipakainya dan berbaring di tempat tidur pemeriksaan seperti yang diarahkan oleh si dokter Tionghoa tersebut.

    Dr. Sinta memeriksa sambil memegangi batang kontol Yoga dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan karet.

    “Ini salah kamu sendiri. Kalau saja kamu tidak membuang kulit yang membungkusi kepala penismu ini tentu tidak akan begini jadinya.” Dr. Sinta bersuara sambil mengelusi kepala licin kontol Yoga yang lecet.

    Yoga berfikir. Salahkah aku karena aku disunat. Dokter cina ini menyalahkan aku karena kulit kulupku telah dibuang.

    “Anda tak tau kan, kulit kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis. Kalau kulupnya dibuang itu emangnya untuk apa?” Dr. Sinta masih mengomel.

    “Saya suka perempuan-perempuan kalian, kepala mereka ditutup dengan baik. Tapi saya tak suka penis kalian, kulit penutup kepala malah dibuang.”

    Yoga sungguh geram saat kontolnya dihina seperti itu oleh sang dokter. Namun perasaan marahnya tidak ditunjukkan karena lukanya sedang diperiksa. Kalau gak bisa nahan emosi udah diterjang dokter cina itu. Malunya semakin menjadi saat sang asisten dokter tersebut senyum-senyum ketika Dr. Sinta terus-terusan mengomel.

    “Susi! Kalau Suami kamu disunat gak?”

    “Enggak, dokter,” jawab Susi yang tampak dari penampilannya berasal dari Papua.

    “Kamu suka yang disunat atau gak disunat?” tanya Dr. Sinta lagi.

    “Saya tak permasalahkan itu dokter. Asalkan kontol itu bisa bangun cukup keras dan bisa memuaskan saya.” Jawab Susi ringan.

    Yoga geram. Dokter ni mau mengobatinya yang lagi kesakitan ini atau malah mau mengobrol dengan asistennya.

    “Saya kalau nikah nanti mau pilih yang tak disunat,” Dr. Sinta berceloteh tanpa rasa malu kepada Yoga yang sedang dirawatnya. Atau dokter amoy ini memang sengaja ingin memojokkan Yoga.

    “Kalau ternyata dia disunat lalu bagaimana dokter?” tanya Susi.

    “Sebelum dinikahi, saya pasti akan periksa kontolnya terlebih dulu. Saya perlu uji keperkasaannya.”

    “Dokter tak masalah kalau nanti saat malam pertama dokter sudah tidak virgin lagi?”

    “Sekarang pun saya sudah tak virgin.” Oceh mulut tipis dokter muda itu.

    Yoga hanya diam saja di atas ranjang pemeriksaan. Perasaan geramnya masih bersisa. Rasa malu dan terhina muncul sepanjang dokter bermata sipit itu berceloteh menganggap rendah kontol miliknya. Sang dokter terus menyapu cairan obat ke bagian kepala kontol yang terluka. Yoga merasa pedih ketika obat diusapkan. Sensasi geli juga ada ketika kapas obat merayap di kepala kontolnya.

    “Okay, dah selesai. kontolmu ini berukuran kecil sekali. Tak ada perempuan yang suka.” Sempat pula dokter muda ini menyepet Yoga dengan sinis.

    Emosi Yoga kembali tersulut bara api. Ngomongnya sih pelan tapi dalem… Mungkin kalau dia tidak sedang sakit waktu itu juga dokter cina itu akan diperkosanya. Kata-kata dokter tersebut melukai perasaannya. Yoga merasa terhina.

    “Aku merasa terhina dengan dokter haram sialan itu.” Yoga menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Reza kawannya seminggu setelah pemeriksaan.

    “Lalu sekarang kamu mau ngapain?” tanya Reza.

    “Aku mau balas dendam, biar dia rasakan batang kontolku ni,” Yoga masih menyimpan amarah.

    “Kau mau ikut aku?” tanya Yoga.

    “Bolehlah, aku ingin menjajal liang bool tuh amoy.”

    Jam sepuluh malam itu Yoga dan Reza sedang menunggu di depan klinik Dr. Sinta. Satu persatu asisten dokter tersebut meninggalkan klinik. Sepuluh menit mengamati munculah Dr. Sinta. Dia sedang memegangi kunci untuk menutup kliniknya. Lalu dengan cepat Yoga dan Reza menerobos dan memegangi sang dokter muda dari belakang. Sambil mulutnya dibekap badan dokter tersebut didorong masuk ke dalam klinik.

    Yoga dibantu Reza menarik dokter amoy tersebut ke dalam ruang periksa pasien. Lampu dinyalakan terang dan dokter tersebut dibaringkan di atas tempat tidur untuk memeriksa pasien. Yoga mengeluarkan pisau kecil yang disimpan dalam sakunya dan ujungnya dirapatkan ke pipi licin sang dokter.

    “Kalau kamu menjerit pisau ini akan menoreh pipimu yang cantik ini.” Yoga memberi ancaman kepada Dr. Sinta.

    “Kalau mau selamat ikuti saja perintah kami,” sambung Reza.

    Dengan penuh ketakutan Dr. Sinta mengikuti saja ancaman mereka tanpa berupaya melawan. Dua orang pria lokal yang berbadan kekar ini bisa melakukan apapun kepada dirinya. Yoga memegang erat paha Dr. Sinta yang memakai rok pendek berwarna hitam. Dr. Sinta hanya memejamkan matanya saat kancing bajunya di copot satu persatu .. hingga tampaklah toket gede dokter amoy itu.

    Lalu rok mininya yang berwarna hitam diangkat jemari Yoga keatas. Airmata mulai jatuh keluar dari kelopak matanya saat Yoga kemudian menanggalkan rok yang dipakainya itu sehingga menampilkan paha dan batang kakinya yang amat putih namun memeknya masih di bungkus celana dalam berwarna cream. Yoga menjilati paha dokter amoy itu karena terangsang menikmati pemandangan indah di hadapannya.

    “Minggu lalu kau menghina burungku. Kau bilang burung bersunat buruk rupa. Kau bilang lagi burungku kecil, tak ada perempuan mau. Sekarang aku mau kau rasakan burung milikku ini.”

    Dengan perasaan yang masih takut Dr. Sinta mulia teringat pada lelaki di hadapannya. Dr. Sinta masih ingat pemuda yang mengangkang dan dirawatnya disini karena kepala penisnya terjepit resleting. Dr. Sinta lalu mulai menyesal kerana telah menghina pemuda ini. Tak disangkanya pemuda ini berdendam kepadanya.

    Lalu Dokter sinta disuruh berdiri, setelah berdiri di doronglah dokter sinta ke tembok, hingga ia terpojok di tembok itu setelah itu dibukalah baju dinas dokter Sinta yang berwarna putih itu… dan kini dokter sinta hanya mengenakan Celana Dalamnya yang berwarna cream, dia hanya bisa pasrah bersender di tembok sambil menutup mukanya.

    Kenudian dokter sinta kembali di baringkan di tempat tidur tadi dan Akhirnya hanya celana dalam Dr. Sinta yang berwarna cream itu yang menutupi tubuh mulusnya. Yoga pun menciumi dari ujung kaki hingga sampai ke celana dalam Dr. Sinta.

    Mengeliat-geliat lah Dr. Sinta diperlakukan begitu. Yoga kemudian menarik turun celana dalam Dr. Sinta dan menampakkan gundukan memek putih yang tertutupi dengan bulu-bulu halus warna hitam dan amat mennggairahkan.

    Yoga pun terus mengarahkan mukanya ke celah belahan memek dari Dr. Sinta dan menjilat-jilatnya dengan penuh nafsu. Mengeliat-ngeliat Dr. Sinta diperlakukan begitu. Memeknya terasa geli dijilati Yoga. Walau pun tanpa kerelaan tapi lidah Yoga yang menyiksa kelentitnya membuat nafsunya membara juga. Sambil menjilat memek Dr.  Sinta, tangan Yoga tak henti-henti meraba-raba paha dan seluruh tubuh Dr. Sinta. Dr. Sinta menjerit-jerit kecil disaat Yoga menghisap biji kelentitnya yang terasa nikmat. Terangkat-angkat pantat Dr. Sinta menahan cobaan tapi nikmat.

    Yoga tak peduli dengan memek si perempuan sipit yang bau Air kencing itu. Mungkin Dr. Sinta tak mencuci memeknya sehabis kencing. Yoga mulai mengganas dan ingin menggarap bagian atas tubuh Dr. Sinta juga.

    Bibir Dr. Sinta kini menjadi mangsa ciuman Yoga dan jari-jemarinya meremas buah dada toge nan padat milik Dr. Sinta. Kelihatan pipi Dr. Sinta yang lembut dan putih itu berubah menjadi kemerah-merahan kelika Yoga semakin mengganas. Yoga mulai membuka pakaian dan celana jeansnya. Yoga pun menanggalkan celana dalamnya dan mengeluarkan batang kontolnya yang telah lama mengeras. Batang kontol sepanjang enam inci itu mengganguk-angguk menunggu mangsanya.

    “Jangan… tolong jangan lanjutkan…, saya minta maaf,” kata Dr. Sinta memohon belas kasihan.

    “Sudah terlambat kau minta maaf. Sekarang kau rasakanlah kontol yang sudah disunat ku ni.” Yoga tertawa kecil.

    Yoga mengurut batang kontolnya. Helm bulat warna coklat tua itu mengkilat. Sengaja didekatkan ke muka amoy cantik itu… Dr. Sinta tak menyangka batang penis kecil dan pendek waktu dia periksa minggu lalu dapat tumbuh hingga sebesar itu.

    “Sekali kau mencoba kontolku yang udah disunat ini, kamu akan ketagihan. Rasakan sensasi dan kenikmatannya.”

    Yoga terus mengangkangkan Dr. Sinta yang tidak berdaya itu lalu kelihatan lubang memeknya terbuka lebar dan siap untuk digarapnya. Yoga tidak menunggu lama lagi.. yogapun menusukkan batang kontol yang pernah dihina sang dokter cina ke dalam liang memek Dr. Sinta yang masih sempit itu. Yoga merasakan kenikmatan yang tidak terhingga ketika batang penisnya masuk menerobos ke dalam memek si amoy. Dr. Sinta hanya menutupi mukanya. “Jleb-jleb-jleb” blebes .. bunyi memek milik Dr. Sinta digenjoti Yoga dengan penuh nafsu.

    Reza yang tadinya hanya menonton mulai beraksi karena nafsunya juga ikut membahana badai, selain itu karena reza juga sering membuka situs bokepdo.com, jadi nafsunya semakin beringas. Toket milik wanita cina yang sintal itu diremas-remasinya.

    Ketiak licin dokter amoy itu dicium dan dihirupinya. Cukup wangi ketiak dokter muda ini. Dr. Sinta kegelian saat lidah Reza mulai bolak-balik di kulit ketiaknya yang licin.

    Yoga meneruskan aksinya. Batang kontolnya ditarik dari lubang memek Dr. Sinta. Diangkatnya badan dokter muda itu dan diletakkan di lantai. Diarahkan dokter amoy itu supaya merangkak. Kontolnya yang basah dengan lendir memek Dr. Sinta didorongnya masuk dari belakang. Dr. Sinta hanya mampu mengerang. Terayun-ayun toketnya yang tergantung. kini mereka melakukan Doggy style

    Reza yang mengamati saja tingkah laku Yoga dan Dr. Sinta tak dapat lagi menahan nafsunya. Celananya dipelorotkan dan kontol miliknya yang sedikit lebih besar dengan milik Yoga berdiri menegang dengan keras. Kontol itu dipaksakankan masuk ke mulut Dr. Sinta.

    “Sekarang hisap juga kontol yang udah sunat milikku. Nanti tentu kau akan merasakan enaknya,” usik Reza sambil mengarahkan kontolnya yang besar dan panjang itu ke muka Dr. Sinta. Dr. Sinta hanya mampu melihat tanpa berani melawan.

    “Buka mulutmu dan sedotilah, tunggu apa lagi,” perintah Reza dengan suara keras.
    Dr. Sinta membuka mulut tanpa daya dan mulai mengecapi kepala licin bentuk helm jerman menerobos ke mulutnya. Dr. Sinta menghisap dan mengemut batang kontol yang besar hingga Reza mengerang-ngerang keenakan.

    Lama-kelamaan Dr. Sinta telah keletihan dan hanya mampu menuruti saja perlakuan Yoga dan Reza kehadapnya. Akhirnya Dr. Sinta tidak mampu bertahan lagi dengan genjotan dari kontol Yoga dan dia pun telah basah berkeringat karena hampir klimaks. Mata Dr. Sinta kelihatan amat kuyu dan keletihan sementara buah dadanya menegang tajam karena merasakan orgasme yang amat hebat, maklumlah kali pertama baginya dientot oleh lelaki yang bersunat. konto yang sebelumnya dianggapnya tidak menarik ternyata terasa sungguh hebat.

    Akhirnya Dr. Sinta klimaks dan air juice memeknya keluar juga dengan banyaknya dan kelihatan meleleh pada liang memeknya. Kali pertama Dr. Sinta mendapat orgasme dari persetubuhannya dengan penis yang udah disunat. Sebelumnya teman lelakinya yang masih berkulup yang melayaninya ngentot. Mengerang hebat si amoy cantik saat dia mengalami klimaks. Menggigil badannya merasakan kenikmatan yang amat sangat.

    Yoga juga turut orgasme menyusul sang dokter saat melihat amoy muda yang cantik yang digenjotnya itu klimaks dan dia meraung kuat dalam orgasme sambil menembak-nembakkan air kejantannya ke dalam liang memek Dr. Sinta. Perempuan cina itu dapat merasakan cairan panas menerpa kencang ke rongga rahimnya. Pangkal rahimnya terkemut-kemut menyedot benih pria pribumi yang amat banyak. Mungkin dua buah zakar punya Yoga ngecrot disana mengosongkan seluruh amunisinya.

    Reza juga tak tertahan lagi saat mulut mungil yang hangat itu membelai batang penisnya. Reza yang belum pernah merasakan kengahatan dari perempuan tak dapat bertahan lama dan menembakkan air maninya ke dalam mulut Dr. Sinta. Dr. Sinta dengan lemah menelan semua mani dari kontol Reza. Terasa anyir tapi ditelan juga.

    “Sekarang kau nikmati kontol yang kau hina. Kau bilang tak ingin kontol yang sunat. bagaimana rasanya?”

    “Enaak..” Dr. Sinta menjawab dengan perasaan malu.

    Sekarang Dr. Sinta mengakui batang penis pria lokal milik dua orang ini lebih nikmat dari batang teman lelakinya. Dia telah salah sangka. Dan dia merasa bersalah karena menghina kontol lelaki ini. Tapi bila dipikirkan ada pula hikmahnya. Dia dapat menikmati batang penis yang dipotong kulit penutupnya. Rasanya juga nikmat. Dr. Sinta mulai berpikir untuk menyuruh teman lelakinya dikhitan juga.

    Reza dan Yoga mengenakan pakaian dan meninggalkan dokter cina tersebut terbaring kecapekan di lantai.

    “Tak sempat aku merasakan memeknya amoy. Hisapannya pasti dahsyat, aku sudah tak tahan.” Reza mengeluh perlahan.

    “Kau jangan sedih. Minggu depan kita garap lagi dokter cina tu.”

    Yoga dan Reza tertawa berderai dalam mobil. Yoga dan Reza membuat rencana mereka selanjutnya. Apalagi Reza bersikukuh ingin menikmati juga memek milik amoy yang cantik itu. Kali ini mereka akan mengajak seorang teman dekat mereka yang juga ingin merasai memek amoy yang ketat itu. Maklum saja dua orang jejaka jones ini belum pernah merasai nikmatnya ngentot. Hanya nyabun dan coli saja yang mereka tahu, itupun sudah terasa nikmat yang tak terhingga.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Ceritasex Anak SMU Tetanggaku

    Ceritasex Anak SMU Tetanggaku


    2265 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Ceritasex Anak SMU Tetanggaku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

    Perawanku – Tapi membayangkan hangatnya kamarku membuat aku mampu menembus hujan deras itu di atas motorku. Beberapa jam kemudian sampailah aku di gang rumahku. Gang itu tadinya hanya sebuah kebun, kini berdiri tiga rumah di keun itu. Rumahku, rumah pak Jono di belakang rumahku dan rumah pak Rahman di samping rumahku.

    Hujan turun semakin deras saat aku buka gerbang rumahku dan melihat Dian, anak gadis tertua pak Rahman duduk sendirian di depan rumahnya. Ia nampak meringkuk kedinginan di bangku depan rumahnya. Kuhampiri dia dan bertanya. “Dian, ngapain kok di depan rumah aja? Baru pulang sekolah ya?”

    “Iya, mas. Aku baru pulang persami. Tapi ternyata bapak, ibu & adik2ku mendadak pergi ke luar kota menengok pakde. Kunci rumah yang aku pegang hilang waktu persami, jadi aku bingung harus ke mana. Mau ke rumah mas, bapak dan ibu mas juga sedang ke luar kota. au ke rumah pak Jono, ternyata nggak ada siapa2. Mau ke rumah teman tapi hujan deras” Jawabnya sambil memandangku.

    Pandangan matanya sungguh cantik. Dian memang cantik. Di umurnya yang belasan, tubuhnya terbilang ranum. Di SMU tempatnya bersekolah, ia dikenal sebagai sorang kembang sekolah.

    Karena aku pun kedinginan basah kuyup, sementara hujan semakin deras, aku pun berbasa-basi menawarinya untuk berteduh di rumahku. Di luar dugaan ku ternyata dia setuju.Tanpa banyak bicara, kubukakan gerbang dan pintuku dan mempersilahkannya duduk di ruang keluarga. Ruang yang cukup hangat.

    Dian berterimakasih dan masuk sambil menggigil kedinginan lalu aku tersadar, ternyata pakaian seragam sekolah yang dikenakannya basah kuyup. Lekuk2 tubuhnya terlihat jelas karena pakaiannya lekat menempel. Sempat terlintas pikiran nakal yang membangunkan hasratku. Tapi cepat2 kusingkirkan pikiran itu. Besar resikonya kalau “makan” anak tetangga sendiri, hehehe. Judi Online Terpercaya

    Segera kuambilkan handuk, kaos, celana training dan jaket dan kuberikan padanya. ” Dian, ganti aja dulu. Kalau perlu mandi aja sekalian di kamar mandi depan ya. Aku mandi di kamar mandi belakang.” Dian pun mengangguk.

    Sekilas terbersit di pikiranku, ada kemungkinan Dian akan menanggalkan underwearnya dan hanya mengenakan pakaian yang aku berikan. Pikiran nakal dan bayangan tubuh indah yang sedang mandi di kamar mandi depan terus membayangi otakku. Sehingga aku pun tidak dapat menahan diri untuk onani membayangkan nikmatnya tubuh Dian.

    Lima belas menit kemudian, terdengar telepon. Kuangkat dan ternyata ibuku yang menyuruhku meminta Dian menginap di rumah saja. Ternyata orangtua Dian menelpon orangtuaku dan menitipkan Dian pada mereka. Aha!!! Pikiran setanku makin menari-nari. Kusampaikan pesan orangtuaku dan orangtuanya pada Dian.

    “Ya udah, kamu tidur aja di kamar tengah, kamar tamu. Kalo butuh apa2 atau pengen makan ambil aja sendiri” Kataku.

    “Iya, mas makasih. Aku nonton sinetron dulu ya. Boleh kan?” Jawabnya.

    “Boleh dunk. Oiya, aku laper, sekalian aku bikinin mi instan ya?” Tanyaku

    “Aku bantuin deh, mas” Katanya.

    Akhirnya di dapur, kami berdua menyiapkan mi instan istimewa. Istimewa buatku, karena ruang dapur yang sempit membuat tubuh kami beberapa kali saling “bersentuhan”. Beberapa kali buah dadanya dan pantatnya yang lembut itu mendarat di punggungku. Gila! Tertutup jaketpun buah dadanya masih begitu membentuk. Akupun mulai kewalahan menutupi batangku yang mulai berdiri.

    Selesai masak, kami sepakat makan di ruang keluarga sambil menonton tivi. Sementara di luar sana, hujan deras dan guntur masih terus mendera. Mi hangat, hujan deras, dan gadis cantik…benar-benar liburan sempurna, pikirku.

    Dian memang seorang kembang, Bukan hanya karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya, tapi juga karena kecerdasannya. Ngobrol dengannya benar-benar mengasyikkan. Sebegitu asyiknya sampai dia tak canggung mencubit dan bersandar padaku sembari terpingkal2 menanggapi lelucon2ku. Ini tentu saja membuatku semakin kelimpungan menyembunyikan batangku yang semakin bersemangat. Hingga akhirnya DUARRR, terlihat kilat dan guntur yang sangat keras disusul padamnya lampu. Dian menjerit dan memelukku. “Mas, aku takut gelap” Jeritnya. “Iya, tenang, tenang ya. Mas cari lilin dulu” Kataku berusaha menenangkannya sambil memegang tangannya. Karena gelap, bukannya memegang tangganya, tanganku malah meleset ke dadanya. Padat dan lembut. Ketakutannya membuat Dian tidak peduli dan terus memelukku. ” Nggak usah, mas. Aku takut” Rengeknya. Akhirnya aku pun memeluknya sambil mengelus-elus punggungnya. Perlahan nafsuku makin memuncak.dan usapanku turun ke pantatnya dan berganti menjadi remasan yang engarah ke selangkangannya.

    Dian terpekik dan mendorongku, tapi aku tarik dan perketat pelukanku. Dian terus saja mendorongku dan ia semakin panik ketika tidak sengaja ia menyentuh selangkanganku. Dia menyentuh batangku yang berdiri sempurna. “Lepasin, mas” Pekiknya. Tapi nafsuku sudah di ubun2. sehingga bukan melepasnya, tapi aku mendorongnya merebah, dan menindihnya. Kuciumi dia yang memukuliku. Aku tak peduli, terus saja kuciumi lehernya dan dadanya yang ternyata tidak memakai apa2 lagi selain kaos dan jaket yang aku berikan. Kulepaskan ikat pinggangku dan dengan susah payah kuikat kedua tangannya ke ujung sofa. Dian menjerit minta tolong, tapi derasnya hujan dan petir yang bersahutan menelan jeritannya. Kubuka zipper jaket yang dikenakannya, dan menyingkap kaos yang menutupi dadanya. Tepat ketika kaos nya berhasil kusingkap, lampu kembali menyala. Walhasil terlihatlah pemandangan yang luarbiasa.

    Airmata yang meleleh di pipinya menambah kecantikan Dian. Buah dadanya yang putih, besar dan padat tidak tertutupi lagi, menantang dengan puting coklat muda yang ranum, semakin menantang karena tangannya terikat ke atas. Kubuka seluruh pakaianku sambil terus menindihnya dan menikmati buah dadanya. Kuremas2, kupilin2 putingnya, kuciumi, gigit, hisap dan jilati kedua buah dada beserta putingnya sampai putingnya menegang dan memerah. Dian terus saja meronta dan menangis, tapi beberapa menit kemudian ia tidak lagi menjerit, bahkan sesekali mendesah ketika aku meremas dan menghisap putingnya.Perlahan kuselipkan tanganku ke balik celana trainingnya, yang seperti dugaanku, ia tidak mengenakan apapun di baliknya sehinga aku dengan mudah bisa menyentuh semak2nya dan menekan bukit kecil di baliknya. Kurasakan vagnya telah basah. Kuusap2 dan gesek klitorisnya dengan jari tengahku. Dian pun menggeliat dan melenguh lembut saat jariku menari2 di klitorisnya. Tubuh Dian bergetar hebat saat aku menekan dan menggesekan jariku kuat=kuat di klitoris dan vagnya. Kutarik lepas celananya, Dian tersentak dan merapatkan kakinya. Ia menendang-nendang liar namun kakinya justru dengan mudah bisa kutangkap dan kurentangkan. Kutindih Dian, dan kuletakkan batangku persis di depan klitorisnya, kutekan dan gesekkan kepala batangku ke klitorisnya yang basah dan hangat itu. Dian kembali meronta, namun tidak lama kemudian rontaannya menjadi gelinjang nikmat, dan pekikannya menjadi lenguhan serta desahan yang membuatku semakin bersemangat meremas buah dada, menjilati dan menghisap puting dan menggesekkan batangku pada klitorisnya.

    Perlahan kurasakan Dian mulai pasrah, kakinya mulai meregang, gelinjangannya kini seirama dengan gesekan kepala batangku. Perlahan Dian memanggilku “Massss, mas boleh ngapain aja, tapi jangan dimasukkin. Aku masih perawan, mas.” Bisiknya sambil sesenggukan. “Kenapa, Dian? Percayalah, mas bertanggungjawab. Lagipula mas ingin kamu juga menikmati ini sampai puncak” Jawabku sambil menempatkan kepala batangku di depan vagnya. “Nggak, mas! Jangan! Ooooh, nggaaaak, Dian nggak mauuu!” Jeritnya. “Oooh, sakit mas, sakit , aaah, oooh!!!” Pekiknya ketika perlahan kudorong batangku memasuki liang sempit yang licin dan hangat. Dian meronta, namun gerakannya malah membuat batangku masuk semakin dalam dan dalam sampai ke pangkalnya.

    Ooooh, nikmatnya. Kurasakan bau anyir darah perawan yang membasahi batangku ketika dengan seperlahan dan selembut mungkin kutarik batangku keluar, hanya sedikit gerakan yang kubuat untuk meminimalisir rasa sakit Dian. Dan sepertinya gerakanku tepat, karena pekikan kesakitan Dian mulai berubah menjadi desahan, walau ia masih meronta dan menangis. Makin lama kurasakan vagnya makin rapat menjepit batangku, tapi juga semakin licin, maka kepercepat ayunan pinggulku yang membuat batangku semakin deras menghunjam dan tertarik dari vag Dian.

    Dian mengelinjang dan mendesah mengikuti irama pompaanku. Ia tidak lagi menangis, Dian kini malah terpejam-pejam dan menggigit bibirnya. Buah dadanya nampak indah berguncang setiap kali kutusukkan batangku dalam2. Sexy sekali. Semakin cepat ku pompa batangku di dalam vagnya. Desahannyapun kini berubah menjadi erangan nikmat. Perlahan kulepas ikatan tangannya. Dan tangannya pun menggapai-gapai dan mencengkeram erat sofa lalu memeluk kepalaku yang sedang mengulum dan jilati putingnya. Disembunyikannya wajahnya yang terlihat semakin menikmati perkosaan ini. Hingga akhirnya tubuhnya mengejang, dan kurasakan vagnya menggenggan kuat batangku. Kupercepat ayunanku, sampai akhirnya aku tidak lagi dapat menahan diri untuk menyemburkan air maniku di dalam liang vagnya. “Aaaah, Diaaaan, kamu nikmat sekali, sayang!” bisikku sambil mengulum daun telinganya. Kutarik batangku perlahan dan setelah lepas, mengalir keluarlah air maniku melalui lubang kenikmatan Dian. Dian telentang lemas dengan nafas memburu dan peluh membasahi seluruh tubuhnya. Kupeluk tubuh indah dan ciumi wajah cantiknya.

    Perlahan ku usap wajah Dian, dan menyeka airmatanya. Kucium kening dan bibirnya. Dian mendorongku pelan, dan berbisik “mas, bener kan mau bertanggungjawab?” “Ya, sayang” Jawabku. Dianpun memelukku yang segera kubalas dengan pelukan dan pagutan di bibirnya. Dia pun membalasku. “Malam ini Dian punya Mas, Mas boleh nikmati tubuh Dian sepuasnya” Bisiknya sambil memelukku. Kugendong ia ke kamar, dan malam itu, ditemani hujan deras yang turun sepanjang malam, kembali ku”perkosa” Dian. Kusetubuhi Dian berkali-kali sampai fajar menjelang.

     

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Saat Diriku Khilaf Mau Menjadi Simpanan Om Darto

    Cerita Sex Saat Diriku Khilaf Mau Menjadi Simpanan Om Darto


    1043 views

    Perawanku – Cerita Sex Saat Diriku Khilaf Mau Menjadi Simpanan Om Darto, Namaku Linda aku gadis yang masih menginjak usia 17 tahun, kehidupanku kini berubah sejak kami di tinggal ayah. Mama hanya bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangga yang memang mengenal keluarga kami sebelumnya, awalnya kami hidup serba berkecukupan namun semua berubah setelah kami di tinggal ayah yang lebih memilih wanita lain daripada hidup dengan mama dan aku anaknya.

    Bukan itu saja ternyata ayah meninggalkan banyak hutang sehingga terpaksa mama menjual rumah kami. Dan kamipun lebih memilih tinggal di rumah kontrakan yang tidak jauh dari rumah kami yang dulu, hanya saja rumah yang kami tinggali sekarang lebih kecil dan masih masuk gang pula, sebagai anak tunggal aku hanya bisa pasrah apalagi aku sudah menginjak dewasa.

    Sedikit banyak aku sudah mengerti yang terjadi pada kami, dan akhirnya akupun berubah dari pribadi yang pemalu menjadi agak liar. Awalnya aku hanya mau di ajak nonton oleh temanku yang bernama Ferdi, rupanya dia telah merencanakan sesuatu padaku. Dengan mudahnya dia menikmati tubuhku di saat aku sudah tidak berdaya dalam obat yang dia campur dalam minumanku.

    Sejak saat itulah aku menjadi liar, dengan gampangnya aku melakukan adegan seperti dalam cerita seks. Padahal aku tidak melakukannya dengan pasanganku, melainkan dengan banyak cowok yang bersedia membayarku. Dan aku minta mereka merahasiakannya pada teman cewek di sekolahku, hingga 5 bulan lamanya aku terus melakukan hal itu. Tentu saja tanpa sepengetahuan mamaku.

    Apalagi aku tetap masih minta jatah jajan pada mama, karena uang yang mereka berikan padaku belum seberapa. maklum yang mengajakku melakukan adegan cerita seks 17 tahun hanya teman sekolah yang hanya dapat uang jajan dari orang tua mereka, hingga akhirnya akupun lulus dari sekolah dan dalam hati aku ingin sekali melanjutkan kuliah tapi aku tidak ada biaya.

    Akhirnya akupun menggunakan cara lain, aku pamit pada mama kalau aku akan bekerja di kota besar. Awalnya mama tidak mengizinkan aku namun aku tetap memaksanya sampai akhirnya diapun melepas kepergianku yang pamit berangkat mencari pekerjaan, padahal sebenarnya aku sudah ada rencana dengan uang yang selama ini aku tabung akupun mencari kampus di kota yang baru saja aku injak ini.

    Sambil terus mendaftarkan diri akupun tetap melakukan apa yang telah menjadi pekerjaanku di kotaku. Apalagi aku sudah mengenal sosok tante Gina, yang aku kenal lewat sosmed, dia salah satu mucikari yang cukup terkenal di kota ini. Pertama kami bertemu dia begitu tajam menatapku lalu berkata “Perfect.. aku yakin kamu akan menjadi primadona baru disni..”.

    Bukan hanya tentang pekerjaan yang akan aku kerjakan saja yang di bantu oleh tante Gina, tapi tentang urusan kuliahku juga dia yang mengurusnya. Hingga dengan mudahnya aku dapat kuliah sambil bekerja pada tante juga, aku melakukan cerita seks sudah tidak terhitung dan kini aku sudah menggunakan mobil ke kampus bahkan aku tinggal di salah satu apartemen mewah.

    Semua itu memang masih belum milikku seutuhnya, karena itu semua hanya pemberian om Darto. Dan dengannya aku sering melakukan hubungan intim seperti dalam adegan cerita seks, pria tambun ini begitu mencintaiku dan aku merasa kasihan juga melihat dia sudah berkorban banyak padaku. Bahkan om Darto pernah bilang padaku ” Linda kamu boleh pacaran di luar sana asal jangan sampai kamu membawanya ke apartemen ini..”.

    Hal itu membuat aku semakin simpati padanya, aku tidak pernah sekalipun mengajak pria lain masuk ke dalam apartemen ini. Apalagi kalau sampai melakukan adegan cerita seks 17 tahun, siang ini aku memang langsung pulang dari kampus karena aku ingin mempersiapkan kejutan buat om Darto. Hari ini dia berulang tahun usianya genap 47 tahun dan aku pura-pura tidak mengetahuinya.

    Padahal aku sudah mempersiapkan kado spesial untuknya, lalu aku hiasi kamarku seperti layaknya pasangan yang akan melakukan bulan madu mereka. Sengaja aku taburi juga tempat tidurku dengan bunga mawar putih, setelah aku persiapkan semunya mulai dari dekorasi sampai kue ultah aku aku ambil di salah catering tadi, akupun bersiap-siap mandi dan berdandan agar terlihat lebih anggun aku pakai gaun malam.

    Sengaja aku membelinya kemaren dan memang aku persiapkan untuk momen ultahnya om Darto. Namun hingga jam 8 malam dia belum juga datang, bahkan karena capeknya juga akupun sampai ketiduran setelah lewat jam 9 malam om Darto belum juga datang. Tiba-tiba aku merasa seperti ada orang yang menggendongku dan dia merebahkan aku di atas tempat tidur.

    Aku tahu kalau om Darto yang telah menggendongku, aku buka perlahan mataku dan tersenyum padanya yang tengah menatapku juga “Happy birtday sayang..” Kataku lirih lalu aku melingkarkan tanganku pada lehernya, dan aku cium pipinya lalu bibirnya “Lindaaa.. maaf aku baru dataang..om tidak tahu kalau kamu bakalan..” Aku memotong perkataan om Darto.

    Dengan melepas pakaiannya dan juga pakaian yang aku kenakan “Aku dah nunggu lama om..” Diapun tersenyum lalu kamipun bergumul, dengan buasnya om Darto menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas sampai kebawah “OOoouuuggghh… om… aaaaagggghhh… aaaaggghh… geliii ooom… aaaaaggggghhh… aaagggghhh..” Lirih aku berkata ketika dia menyelinapkan lidahnya dalam memekku.

    Seperti pemain dalam adegan cerita seks kami terus melepas nafsu yang telah memuncak “OOouuuuuggggghhh… ooouuuggghh…. Liiin…. aaaaggggghh… aaagggggghhh… teruuuuuuusss… aaaaggghhh…. sayaaang..” Katanya ketika mulutku kini berganti mengulum kontolnya, hingga akhirnya diapun menindih tubuhku lalu dengan cepat bergerak setelah dia masukkan kontolnya.

    Dalam memekku dan akupun mengimbanginya dengan gerakan perlahan “OOouuuuggggghhhhhh… aaaaggggghhh… ooouuuggghhhh… aaagggghh… saaayaaaang….. aaagggghhh” Semakin buas saja om Darto bergerak setelah aku mainkan juga tanganku pada dua telornya, yang ikut bergerak tapi tidak ikut masuk kedalam memekku, aku pilin-pilin dengan gemasnya.

    Hingga akhirnya aku dengar om darto mengerang keras dan panjang “Ooouuugghh… Liiin… aaagggghh.. Ommm.. udaaaaahhh…… aaaggggghhh… aaaagggghhh… aaaaaggggghhh… aaaaaaggggghhhhhh.. aaaaagggghhhh… ” Dia menekan kontolnya yang sudah menyemburkan larva hangat dan kental dalam lubang kemaluanku, akupun memeluk tubuhnya yang sudah lemas.

    Malam ini kami melakukan adegan cerita seks 17 tahun hingga puas, dan tidak lupa aku makan malam romantis dengan om Darto meskipun akhirnya kami makan malam di atas tempat tidur. Aku benar-benar menyayangi pria ini karena kebaikannya dan aku juga tidak ingin lagi kembali menjadi gadis bispak, cukup menjadi peliharaan om Darto yang telah membuat aku begitu mencintainya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Ngentot Sama Cewek SMA Doyan Seks Mantap Banget

    Cerita Sex Ngentot Sama Cewek SMA Doyan Seks Mantap Banget


    3323 views
    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Sama Dari semuanya sepupu gw yang cewek, ada satu sepupu gw yang paling genit, sebut saja namanya Anna. Anna ini terpaut 4 th. dari gw, berkulit putih, toked proposional dengan tubuhnya yang semampai. Karna penampilannya yang menarik, gw sukai ngelirik ke anna jika sekali lagi ketemuan keluarga serta senantiasa gw bs ngeliat dia ngelirik ke gw sembari malu2. Terakhir gw tahu dari nyokap gw sendiri, anna sukai sama gw.
    Narasi Sex Paling baru 2018 Satu saat, gw disuruh anna bantuin buat design logo acara skolah dia. Saat itu, gw di kuliah serta anna di sma. Kebetulan ditinggal orang tempat tinggal, gw serta anna berduaan di kamar gw karna computer gw berada di kamar. Judi Bola Online
    “ko, mengapa koko lom miliki pacar? ”, bertanya anna memecah situasi. Gw yang sekali lagi serius hanya bengong sembari melihat ke anna serta gw kaget karna mukanya deket banget am gw sampai gw dapat kerasa nafasnya dia (untung nafasnya gak bau hehehe). Dikit deg2an juga gw ngeliat muka manis anna yang deket banget.
    “eh.. tidak saja.. maksud koko, lom mau”, jawab gw sekenanya sembari meneruskan kerjaannya.
    Beberapa puluh menit lewat serta rupanya anna mulai pegal karna dia duduk di kasur gw di lantai serta komputernya di deket kasur gw. Sekian kali anna mesti mengubah tempat serta terkadang dia ajukan pertanyaan masalah bentuk logonya. Tak tahu disengaja atau tidak, setiap kali dia ganti tempat duduk, tentu lengan kiri gw nyenggol tokednya yang sekel. Berkali kali disenggol, batang gw merespon. Mulai on gw. Curi2 pandang, gw simak belahan kaos anna. Siang itu dia pakai hotpants hitam serta atasan putih longgar, buat gw dapat ngeliat bebas kedalam pakaiannya. Gw dapat intip bra biru anna yang sepertinya kekecilan nampung tokednya yang putih bulat.
    “ih na, janganlah nempel2 gitu dong”  Agen Obat Kuat Pasutri
    “napa ko? ”
    “gak enak saja. Itu anda nempel di aku”
    “apaan saya ko? ”
    “tuh.. toked kamu”, jawab saya sekenanya sembari tetaplah simak monitor.
    Diam sesaat.
    Cerita Sex Ngentot Sama Cewek SMA Doyan Seks Mantap Banget

    Cerita Sex Ngentot Sama Cewek SMA Doyan Seks Mantap Banget

    “emang mengapa jika nempel? ”
    “ya jadi buat ingin kalee naa”
    “pengen apa? ”
    “ya ingin megang hehehe”
    “koko ingin megang toked saya? ”
    Saya terkesiap. Saya nengok ke samping. Anna tengah tegak duduknya dengan cetakan toked bulat serta muka anna yang kemerahan.
    “emang bisa? ”
    “boleh ko”, lanjut anna sembari segera ngambil tangan kiri gw serta dia taro di tokednya yang empuuuk banget. Tanpa ada tunggulah lama, gw segera remes toked anna.
    “sshhhhhh…….. koko…….. aaaaahhhhhhhhhh……mmmmmhhhhhhh h”
    “dua duanya bisa na? ”
    “sssshhh…. iyaahh…boleh…. ”
    Saat ini, 2 tangan gw telah repot meremas toked anna yang bener2 sekel. Tidak senang disitu, gw minta ijin untuk meremas dari dalam. Anna dengan mudah mengiyakan keinginan gw serta tangan kanan gw mulai turun mencari ujung kaos serta mulai merambat masuk kaos anna serta temukan bra anna. Gw remes serta gw gesek2
    ‘aakkkhhh…kokoo…. teruss…enakk bangett.. ”
    “toked anda kenyal banget na.. ”, jawab gw sembari nikmati kekenyalan toked ini.
    “na, bole saya kenyot tidak? ”, bertanya gw yang segera dijawab anggukan.
    Gw tarik kaos anna ke atas, serta gw dorong bra birunya ke atas. 2 toked putih bulat serta sekel menggantung bebas dengan pentil sedikit kemerahan. Segera gw serbu toked2 itu. Gw isep gantian pentil kiri serta kanan. Anna merintih serta bergerak liar, terlebih saat gw gigit kecil pentilnya. Gw lirik, anna mulai menggesek2an pangkal pahanya, anna telah siap rupanya.
    Gw berputar-putar ke arah belakang anna, serta gw pelulk dia dari belakang. Gw cium tengkuknya serta gw remas toked nya dari belakang sedikit gemas.
    “aaahhh…kokooo…pelan pelan…aaakkhhhh……. pentil ko…. pelintirr…. aaakkhhh”, gw ikutin tekad anna. Gw pelintir pentil toked nana terkadang keras terkadang lembut.
    Cerita Sex Ngentot Sama Lihat anna semakin horny, tangan kanan gw turun ke pangkal paha anna. Gw gesek turun naik serta buat anna semakin merintih keras serta mendorong tangan gw agar semakin kegesek ama mekinya. saat gw simak pergerakan anna semakin tidak teratur serta dia merintih semakin keras dengan mata tertutup, gw percepat pergerakan tangan gw serta dia juga orgasme.
    “aaakakhh…. saya dapeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttt…. aaaaaaaaaa aahhhhhhhhhhhhhhh!!!!! ”
    Tangan gw dijepit pahanya yang mengejang karna orgasme.
    Sesudah anna buka mata, dia segera menghadap ke gw serta meremas batang gw yang memang telah keras dari barusan.
    “sekarang, buat koko”, anna nurunkan celana serta cd gw serta mulia mengocok batang gw. Selang seling, anna mengisap batang gw serta begitu enak. Apa anak ini uda sempat ya?., pengalaman sekali batin gw.
    Semakin lama, kocokan serta hisapan anna buat pertahanan gw nyaris roboh.
    “na…. aahh…. koko dah ingin dapet.. ”, kata gw sembari memegang kepala anna serta menyodok lebih keras.
    Anna sedikit gelagapan serta pas gw ingin keluar, anna menarik kepalanya serta mengocok kencang dan ujung lidahnya menyapu ujung batang gw. Gw muncrat. Pipi, hidung, mulut, dada serta baju anna serta sprei gw terserang muncratan.
    Sesudah keadaan reda, gw lihat anna yang masi ngeliatin gw dengan muka belepotan sperma gw sembari senyum. Semakin cakep saja nih sepupu gw.
    “kok anda ingin ginian am saya? ”
    “abis saya uda sukai ama koko dari dulu”
    “kamu tapi kayanya uda sempat ya sebelumnya baru saja? ”
    “gak kok, hanya simak di bf saja (blue fillm) ”
    “ooo. Tapi anda hebat na, koko senang banget”
    “heheh makasi ko. Saya ke toilet dahulu ya, bersih2”
    Ditinggal anna ke toilet, gw lihat postur sepupu gw ini. Dengan baju masi berantakan, bra terangkat, dengan hotpants hitam, anna bbener2 cewek prima. Putih, mulus, cantik serta tubuhnya nafsuin. Lewat pintu kamar mandi gw yang tidak dia tutup, gw simak dia beresin baju serta dalemannya.
    Cerita Sex Ngentot Sama “ko, da usai lom logonya? ”, bertanya anna memecahkan lamunan jorok gw.
    “eh.. bentar sekali lagi selesai”, jawab gw gugup sembari meneruskan kerjaan.
    Mulai sejak waktu itu, kita berdua lebih deket tapi tidak sempat terulang sekali lagi peristiwa sama anna saat itu. Tak tahu mengapa., gw kangen momen itu terulang kembali.
    Bunyi ringtone ponsel gw membuyarkan lamunan.
    Anna menelepon.
    Dia perlu pertolongan untuk buat pelajaran komputernya. Wah, asyik nih fikir gw.
    Tidak nyampe sejam, anna telah datang. Gw denger dia bercakap ama nyokap serta masuk kamar gw.
    Gw uda seneng saja serta segera masuk kamar.
    “hallo a…. ”, teriakan gw terputus waktu simak nyatanya anna membawa rekannya.
    Sebut saja Dewi.
    Dewi nyatanya teman dekat anna. Dewi sedikit lebih pendek dari anna dengan berat seimbang, berkulit putih mulus, rambut hitam panjang sepunggung serta terlbih dari semuanya, toked yang bulat penuh serta mancung sekali, terang semakin besar dari miliki anna.
    “Dewi”, dewi mengulurkan tangan.
    “Erik”, jawab gw smbil nikmati tangan dewi yang halus berbulu.
    “ko, dewi minta dibantuin kerjaan Excel nih, masalah peranan2 gitu”
    “ooh…bisa, mudah kok. Ayok”, ajak gw ke mereka. Dewi ambil tempat di kiri gw sedang anna di kiri dewi. Nyatanya keinginan gw jadi riil, kesempatan ini dewi yang tokednya senantiasa tersenggol tangan gw saat dia ganti tempat duduk. Lain dengan anna, dewi tampak perubahannya, nafasnya mulai tidak teratur serta kakinya mulai dikumpulkan serta bergerak sana sini. Telah horny dewi.
    “ko, saya ingin keluar bentar ya”, anna ngeloyor pergi.
    Cerita Sex Ngentot Sama “koko uda miliki pacar lom? ”
    “lom wi, mengapa? ”
    “mau jadi pacar dewi tidak? ”, kaget gw dengernya. Sesaat gw simak dewi dengan muka cantiknya serta tidak tahu bagaimana, gw uda fk ama dewi. Dewi pakar bermain lidah, dapat dibuktikan dewi membalas geraakan liar lidah gw di mulutnya. Tangan gw uda gtel ingin remes tokednya.
    Dengan tangan kiri mengelus punggungnya, tangan kanan gw segera meremas toked dewi kanan serta kiri.
    “akkhhhh.. koko……. enak…terus ko……. remess toked dewiiii….. ”
    “wi, toked anda bagus banget. Ukuran berapakah sich?
    “36B ko.. ”
    “wow, gede banget.. isep yah? ”, anna segera mengangguk.
    Dengan tangan kiri di punggung dewi, tangan kanan gw mengungkap kaos dewi yang hari itu menggunakan kaos ketat coklat muda hingga bongkahan tokednya bener2 tampak memiliki bentuk. Gw sedikit kesulitan mendorong bra nya karna montoknya toked dewi. Tangan kiri gw berupaya mencari pengait bra serta lepas telah. Toked nana terdorong keluar serta menggantung bebas. Gw remes dengan gemes serta lansgung gw jilat sisi bawah tokednya.
    “aaaaaaiihhhh…. gellliiiiiiiiii…. aaaahhh……kokooo……. . geliiiiiii”
    “tapi enak tidak.. ”
    “enakkkkk…. ”
    “kokooo…. pentilnyaaaaa isep doongg…gatelll”, cerocos dewi yang buat gw lebih semangat.
    Isapan serta remasa gw semakin kenceng serta gw dorong dewi sampai terlentang. Dengan 2 tangan, gw remes toked dewi serta gw gunakan misionaris. Meskipun masi baju lengkap, celana basket gw bsa buat dewi yang hari itu pakai legging hitam rasakan batang gw. Gw tempelin serta gw gesek2.
    “aaaahhhh….. teruuusss…. iseeeeppp pentilnyyyaaa sekali lagi kooooo….. dewi sukaaaaa”
    Gw percepat gesekan gw.
    “kokoo…. dewiiii…. aaaaahhhhh……. maauuu keluarrrr”
    Gw konsentrasiin isapan gw di sekitaran pentil dewi. Serta saat cocok telah ingin dapet, gw gigit kecil pentil dewi.
    “aaauuuu…. aaaaaakkkkkkkhhhhhhhhhhh……kokooooooooooo oooooooo…!!! ”, gw sumpel mulut dewi dengan fk karna teriakannya mayan kenceng. Gw fk selalu sepanjang dewi mendpat orgasmenya.
    Cerita Sex Ngentot Sama Terasa percaya, gw pelorotin celana serta cd gw serta gw pelorotin juga legging dewi. Dewi tidak pakai cd.
    Gw simak mekinya yang berbulu tidak sering, serta putih mulus. Gw deketin batang gw serta gw gesekin ke bibir meki dewi yang uda berlendir.
    “wi, masukin ya? ”
    “iya ko…masukin aja…buat koko”, jawab dewi sembari tutup mata serta menggigit bibir saat gw dorong batang gw masuk. Nyatanya dewi telah tidak perawan. Dengan sulit gw masukin batang gw.
    Sempitnya meki dewi mmbuat batang gw mulai perih. Gw rangsang dewi sekali lagi. Masih tetap dengan batang di meki dewi, gw remes tokednya serta gw permainin pentilnya. Terasa mulai licin sekali lagi, gw mulai pompa dewi.
    “uuuuuuhhhhhhh….. kooooooo….. truuuussss”
    Nada ini yang terdengar dari dewi terus-terusan. Gw lirik ke arah pintu, pintu kamar gw masi terkunci. Sambil mompa, gw mikir juga, kemana anna? Kok dapat pas gini? Bagaimana klo dia masuk? Semuanya fikiran berada di otak gw tapi dikalagkan nafsu yang tengah menggenjot dewi. Daftar Nova88
    Gw cabut batang gw, gw minta dewi nungging.
    Dengan tempat ini, gw ingin remes tokednya sambil ml. saat gw bisa tokednya, gw remes smbari gw maju mundur.
    “oookkhhh…. koko…enak bangettt…. sssshhhh…. aaaakkkhhhhh….. sshhh…. sshhhh…. . selalu koo.. ”
    Main dengan tempat ini buat gw cepet orgasme. Sebagian waktu lalu, gw juga akan orgasme, gwpegang pantat putih montok dewi serta gw percepat goyangan pantat gw.
    “ooh…aahh…oohh.. aahhh…koko…aaahh…ooohhh…koo…”
    “wi…aku keluarrr”
    “samaa kooo”
    Pas batang gw juga akan muncrat, gw tarik batang gw serta gw muncrat di pantat dewi. Masih tetap gw gesek2 ujung batang gw dengan bibir meki nya tapi tidak berani ampe masuk, bsa hamil anak orang nih.
    Cerita Sex Ngentot Sama Gw terduduk lemas di kasur gw. Dimuka gw, dewi masi nungging lemas. Mekinya terlhat terbuka serta berlendir bening. Lihat panorama ini, gw horny sekali lagi. Gw gesek2 mekinya pakai telapak gw dari belakang.
    “aaahhh…kokooo…. enaaakkk”, diluar sangkaan, dewi masi menginginkan sekali lagi. Gw gesek2 selalu sampai satu saat, dewi mulai bergerak cepat serta tubuhgnya mengejang. Pahanya lagi2 menjepit tangan gw. Gw biarin sampai ototnya mengendur.
    Gw terbangun. Gw simak dewi tidur telanjang di samping gw. Sesaat gw kaget, serta duduk saat itu juga. Mana anna? Gw check ponsel.
    “koko, saya ada butuh sebentar kelak balik sorean. Have fun ya ama dewi mmuachh”, catat anna di sms gw. Sedikit bingung gw bacanya.
    Nengok ke dewi, dewi tengah tidur tengkurap dengan kaki kiri sedikit naik hingga mekinya dapat tampak. Tokednya yang terjepit juga tampak menantang. Batang gw mulai minta disarungkan sekali lagi. Pelan2 gw deketin meki dewi serta gw elus2. Nyatanya tidak lama, mulai licin mekinya, gw terusin sampai dewi mulai mengerang. Gw tengok, dia masi teratur nafasnya.
    Perlahan-lahan gw angkat kakinya serta gw dorong batang gw.
    “aahh.. ko? ingin sekali lagi..? ”, dewi mengerjap2kan mata sembari lihat tempat gw.
    “iya wi, setelah anda seksi banget”
    “ayo ko…lanjutin”, sambut dewi sembari tutup mata.
    Dengan tempat ini, batang gw dapat lebih merasa bergesekan dengan dinding meki dewi yang begitu soft serta licin. Bertahan di style ini, gw remas toked dewi serta gw maini pentilnya keras2.
    “uuuuuuuhhhhhh…. kokooo…dewi ingin dapet lagiiiii….. kokoooo…. aaaahhhh”
    “sama sayang…koko juga…. ”
    Semakin semagat gw pompa, toked putih dewi terguncang2 atas bawah.
    Tiba2 gw cabut batang gw buat dewi kaget.
    “loh kok? ….. aaakkkhhhh kokoo…”, ucapan dewi berhenti saat gw balik dia serta gw isep pentilnya.
    “kokooo…teruuuussss…mau dapetttttt”
    Dengan satu pergerakan panjang, gw jepit pentil nya smentar jari beda di toked satunya. Gw tarik ke atas bersamaan gw tusuk batang gw serta gw goyang sedikit kasar.
    “aaaahhhh kokooooo….. aaaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhh!!!!!!!!! ”
    “aaaahh…dewiiiiiii”
    Cerita Sex Ngentot Sama Ke-2 kaki dewi mengunci pantat gw. Gw muncrat di rahim dewi.
    Gw kaget serta berupaya lepasin pantat gw tapi kuncian kaki dewi buat gw rasakan angetnya mani gw sendiri di meki dewi. Gw pada akhirnya cabut batang gw serta keliatan dikit mani gw bercampur sama cairan nikmat dewi.
    Gw terbaring di kasur serta melhat dewi. Mata terpejam, toked putih bulat basah keringat naik turun, dengan pentil tegak ke atas. Turun ke bawah, bulu2 tidak sering meki dewi bergerak2 kecil tertiup angin AC.
    Gw deketin dewi serta gw fk dia. Sesudah sebagian lama, gw terlepas bibir dia.
    “kok anda ingin si ama saya? ”
    “abis koko jago katanya”
    “hah? Kata sapa? ”
    “anna”
    Terkesiap gw dengernya. Bermakna sepupu gw ini nakal juga yah.
    Lihat dewi yang masih tetap ngos2an, gw naik horni sekali lagi. Kesempatan ini gw fk dia sembari tangan gw remes2 tokednya. Sampai lama, gw tidak sentuh daerah mekinya.
    “kokooo…. aaahhhh…. gatelll…kokoooo…. aaaahhhh…. maauu u…. ”
    Karna gw yang uda ngilu bangt, tangan gw yang menukar batang, secara cepat, tangan gw menggesek meki dewi.
    “ssshhhhhhhhhhaaaahhhhh….. aaaaaaaaaaakkkhhhhhhhh!! !! ”, saat itu juga dewi orgasme sekali lagi..
    “aaaahhh…. hhhhhmmmm…mmmfff…aaahhh…kokoo nakall….. aaahhhh”
    Gw pelintir pentilnya serta gw peluk dewi. Tangan dewi mencari pantat gw serta meremas-remas. Bener2 tempat nyaman saat itu.
    Mendekati sore, dewi gw suruh bersih2 dahulu sebelumnya anna dateng.
    Anna dateng sore itu serta mereka meninggalkan rmh gw.
    Gw tidak sempat sekali lagi ketemu ama dewi. Kata anna, dewi kuliah diluar kota serta berita paling baru, dia telah merid. Thank you dewi untuk pengalaman sex sama anda.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Bercinta Dengan Ibu Mertua Yang Sangat Liar – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Bercinta Dengan Ibu Mertua Yang Sangat Liar – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1824 views

    Perawanku – Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku memang bukan ibu kandung istrinya, karena ibu kandungnya telah meninggal dunia. Ayah mertua kk-ku kemudian kawin lagi dengan ibu mertua kk-ku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertua kk-ku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku.

    Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertua kk-ku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu.

    Hemm, sungguh menggairahkan. Peristiwa itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainan kk-ku dengan Riris. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkawinan kk-ku. Mendadak lampu mati.

    Dalam kegelapan itu, ibu mertua kk-ku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertua kk-ku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertua kk-ku yang cantik itu.

    Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertua kk-ku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuakk-ku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.

    Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertua kk-ku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan kk-ku, dan juga kaka ipar-ku yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertua kk-ku disetubuhi ayah mertua kk-ku, aku bayangkan kemaluan ayah mertua kk-ku keluar masuk vagina ibu mertua kk-ku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku juga sayang sama kami.

    Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuakk-ku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertua kk-ku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuakk-ku.

    Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “tante, ngapain sih dulu tante kok cium iwan ?”.

    “Aah, kamu ini kok masih diingat-ingat juga siih”, jawab ibumertua kk-ku sambil memandangku.

    “Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.

    “Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat kk-mu lho iwan…, Nanti kedengaran juga bisa geger lho iwan “.

    “Tapii, sebenarnya kenapa siih tante…, iwan jadi penasaran lho”.

    “Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, iwan , sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa aku ini,

    “Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertua kk-ku. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau saya lagi sama sendiri, malah bayangin tante lho. Bener-bener nih.

    Sumpah deh. Kalau tante pernah bayangin saya nggak kalau lagi sama om”, aku semakin berani.

    “aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama tante. Pasti tante yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.

    “Padahal dua-duanya ngebet lo tante. tante, maafin iwan deeh. iwan jadi pengiin banget sama tante lho…, Gimana niih, punya iwan sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.

    “Aduuh Toom, jangan gitu dong. tante jadi susah nih. Tapi terus terang aja iwan .., tante jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, tante jadi pengin ngeloni kamu iwan …, iwan kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi iwan menggir sebentar iwan, tante pengen cium kamu di sini”, kata tante dengan suara bergetar.

    ooh aku jadi berdebar-debar sekali. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuakk-ku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.

    “eehhm…, iwan,ibu kangen banget ma kamu”, bisik ibu mertuakk-ku.

    “aku juga bu”, bisikku.

    “iwan…, udah dulu iwan…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.

    “Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertua kk-ku.

    “ibu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.

    “iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.

    “Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, katanya.

    Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu mertua kk-ku, aku tuntun untuk memegang penisku.

    “Aduuh kamu. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.

    Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut.

    Sampai di rumah, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan.

    Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuakk-ku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.

    “Buu, aku kangen banget buu…, aku kangen banget”.

    “Aduuh iwan, ibu juga…, Peluklah ibu iwan, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.

    Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

    “Eehhmm.., iwan, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi iwan masukkan lidahmu ke mulut ibu”

    Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, ” bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.

    Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur aku. “Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.

    “Okey, Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuakk-ku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.

    “iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuakk-ku merengut manja.

    Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah.

    Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuakk-ku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertua kk ku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertua kk-ku telentang di depanku.

    Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertua kk-ku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertua kk-ku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus.

    Aku remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertua kk-ku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara pelirku dipegang ibu dan dielus-elusnya.

    Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertua kk-ku.

    “Buu, aku kaangen banget buu…, aku kangen banget…, aku anak nakal buu..”, bisikku.

    ” …, ibu juga. sshh…, masukin …, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget …”, bisik ibu mertua kk-ku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuakk-ku bertelakn pada siku dan lututku.

    Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertua kk-ku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku.

    Kaki ibu mertua kk-ku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertua kk-ku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.

    “Masukkan separo saja . Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

    Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertua kk-ku. “Buu, aaku masuk semua, masuk semua buu”

    “Iyaa , enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.

    Aduuh, vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertua kk-ku, mencoblos vagina ibu mertua kk-ku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.

    “Buu aku mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.

    “ssh…, hiiya iwan, keluariin iwan iwan, keluarin”.

    “Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Teruss Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertua kk-ku.

    Pangkal penisku berdenyut-denyut.

    Menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertua kk-ku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun. Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertua kk-ku.

    “Biar di dalam dulu Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertua kk-ku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibu mertua kk mu ya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi …, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.

    “Buu, aku juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anak ya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.

    “Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas .., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.

    “Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku.

    “Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.

    “Tapi buu, aku rasanya emoh pisah sama ibu”.

    “Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.

    Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara hubungan ibu dan anak, antara hubungan seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain. Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.

    “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.

    Hubungan malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya hubungan berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga hubungan baik. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar hubungan berciuman dan membelai.

    Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami.

  • Cerita Sex Selingkuh Dengan Atasan

    Cerita Sex Selingkuh Dengan Atasan


    1277 views

    Perawanku – Cerita Sex Selingkuh Dengan Atasan, Sebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 08, Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23 tahun dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang.

    Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku baru2 ini berhubungan dengan pria yang sudah beristri dan lebih gilanya lagi dia adalah salah satu atasanku di kantor. Dan parahnya aku ini masih bisa dibilang anak yang masih dipingit oleh orang tuaku, dan semuanya selalu mengatakan bahwa aku anak yang masih lugu dan polos padahal tidak ada satupun yang menyangka kalau anak seperti aku kadang bisa berbuat nakal atau gila.

    Cerita ini bermula ketika aku putus dari pacarku. Padahal dia sudah berjanji setia bakal menikahiku, ternyata dia malah mengingkari janjinya dengan alasan yang menyebalkan yaitu ‘Bosan’

    Padahal sudah banyak yang kami lakukan. hubungan kami dimulai dari sex, petting, HJ, BJ, dan Oral. Sedangkan Sex dia hanya melakukannya melalui dubur, kami belum pernah melakukannya di vagina. Mungkin karena takut hamil dan lain sebagainya.

    Meskipun begitu aku tetap saja merasa bahwa aku sudah tidak suci lagi meskipun vaginaku belum pernah dimasukkan oleh barang laki2.

    Dan terus terang aku merasa sangat kecewa dan sedih akan perlakuan pacarku itu. Dan ketika aku sedang patah hati itu, moment itu malah dimanfaatkan oleh atasanku sebut saja namanya Riki yang dari dulu memang suka menggodaku di kantor dan aku merasa risih terlebih karena statusnya suami orang. tapi ternyata baru aku tahu kalau aku tidak sebaik yang aku pikir.

    AKu yang dulu sangat dingin, akhirnya mulai mencair juga. Memang tidak ada yang paling mudah menggoda perempuan selain perempuan yang baru patah hati. Hal itu aku rasakan ketika pas pameran aku sudah mau diantar pulang olehnya, dan mw makan bareng ma dia. Hingga suatu hari aku dan rekan sekantorku yang cewek dan dia nonton bareng di bioskop. Di tengah2 film dia memegang tanganku aku diamkan saja, dan dia semakin yakin.

    Hari berikutnya aku diajak makan malam di wisma BNI 46, sekalian makan malam yang diadakan oleh salah satu partner, selama perjalanan dia sudah berani memelukku, menyentuhku dan mencium pipiku.Keesokannya lagi sehabis pulang kantor kami pulang bareng, dan dia mulai berani mencium bibirku, dan kami bercumbu dengan panas dan tangannya sudah mulai meremas2 dadaku. AKu membiarkannya saja karna aku tahu aku memang menginkannya apalagi pas saat aku sedang patah hati dari pacarku yang brengsek itu.

    Aku tahu hal ini akan terus berlanjut dan betul keesokan harinya ketika kantor lagi sepi kami mulai bercumbu dengan panas, lalu biasanya aku naik duluan ke atas dan setelah itu berikutnya dia menyusul lalu bekerja seperti biasanya.

    Aku tahu kadang aku merasa aku sangat nakal, aku sengaja turun ke bawah dan dia pun mengerti tidak lama kemudian pun dia turun ke bawah dan di depan WC kami bercumbu lagi, tangan kanannya yang tersemat cincin pernikahan itu menyentuh tubuhku, memelukku seakan tanpa merasa berdosa. Dia menyentuh kedua dadaku, dan juga vaginaku. Hingga yang membuatku tak percaya dia berani menarik bajuku hingga ia bisa mengisap puting dadaku. AKu sangat menikmatinya, aku tahu aku sangat gila… dan aku tidak bisa menghentikannya, sampai saat ini pun aku masih mengingat betapa atasanku ini sangat pandai dalam hal ini.

    Aku tahu kalau sebagai selingkuhannya aku harus menjalani hubungan rahasia. terlebih di kantor, hanya sahabatku Desi sepertinya sudah tahu akan hal ini, apalagi pas aku dan Desi menginap di salah satu hotel karena dekat dengan tempat pameran… atasanku datang dan seperti biasa kami ngobrol2, ketika desy sedang mandi ke kamar mandi, kami pun bercumbu dia mencium seluruh tubuhku dan hanya sebentar besoknya pun terjadi lagi, kami bercumbu di atas tempat tidur . Sepertinya Desy sudah mengetahui perselingkuhan ku ini tapi dia hanya pura2 tutup mata.

    Ketika itu di hotel, pas Desy juga sedang mandi di kamar mandi, aku dan dia bercumbu lagi seperti biasa dan sayangnya memang kami tidak sampai sex.

    Cerita Sex Selingkuh Dengan Atasan

    Cerita Sex Selingkuh Dengan Atasan

    hari berikutnya pun bergulir, atasanku pun resign sebelum dia resign kami pun pergi berdua. tentunya ini jam pulang kantor kami pun bebas. Di perjalanan tol, sambil menyupir dia mencium bibirku dengan panas sambil berusaha melepas bajuku, ya aku setengah telanjang, CD dan celana panjangku lepas hanya bajuku saja yang keangkat ke atas. akhirnya dia mengeluarkan barangnya dan menyuruhku untuk menghisapnya. aku agak merasa risih dan malu, sebenarnya aku dah pernah melakukannya dengan pacarku. akhirnya aku mau juga dan inilah yang aku takutkan aku sangat menikmatinya, mengulum barang pak RIki dengan sangat nikmat dan sengaja aku masukkan sangat dalam dan menjilat ujung kontolnya dan itu terjadi beberapa kali. Ketika masuk ke tol ke pondok kelapa, entah kenapa tiba2 saja aku menyerangnya, aku naik ke pangkuannya dan menciumnya dengan panas sampai dia berhenti di pinggiran jalan tol jari tengah kanannya pun memasukkan ke vaginaku dan entah sejak kapan tangan ku pun meremas barangnya yang besar itu. hingga dia memaksaku untuk sex dengannya tapi aku tetap tidak mau karena aku tidak mau hamil. akhirnya dia menyerah juga hingga kami mencari apotik yang buka tapi tidak ada. Yah mungkin emang bukan rejeki dia untuk dapetin perawan ku hehe =p
    hingga aku pun sampai di rumah tentunya aku kena marah habis2an karena pulang malam, seandainya ortuku tahu kalau aku tadi aku main gila dengan pria sudah beristri mungkin mereka bakal membunuhku.

    Hingga sampai hari ini, aku tetap menantikannya dan menunggunya di kantor, tapi dia belum jg datang, dia ad sms klw dia bakal datang ke kantor, karena pekerjaannya belum semua selesai dan dia harus menyelesaikannya sebelum dia resign.

    aku sangat sepi dan menantikannya terlebih ketika dia menyentuhku. Pak Riki, tolong jangan biarkan aku seperti ini, aku ingin disentuh lagi oleh bapak.. aku ingin selalu bersama dan aku sangat mencintai bapak apalagi ketika aku tahu kalau bapak resign karena aku, sepertinya sudah ada yang curiga selain Desy yang mengetahui perselingkuhan kami dan mungkin atasan kami berdua pun sudah tahu hal itu.

    aku tidak tahu apakah dia bisa mencuri keperawananku? Yah kita lihat saja nanti…… I dont think so.. hehe.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Pengalaman Selingkuh Dengan Si Cantik Fifi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman Selingkuh Dengan Si Cantik Fifi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1845 views

    Perawanku – Sejak peristiwa sexku dengan Diana aku semakin aktif untuk mengikuti senam, yach biasa untuk menyalurkan hasratku yang menggebu ini.

    Kegiatan ini semua tentunya juga rapi karena ku nggak kepingin istriku tahu hal ini. Suatu ketika aku diperkenalkan pada teman-teman diana satu kelompok, dan pinter sekali diana bersandiwara dengan berpura-pura telah bertemu denganku pada suatu pesta pernikahan seseorang sehingga temannya tidak ada yang curiga bahwa aku telah berhubungan dengan diana.

    Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku harus langsung kekantor untuk mempersiapkan pertemuan penting nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk membeli perlengkapan kantor yang kurang, saat aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku ada yang mencolek, saat kutoleh dia adalah fifi teman diana yang tadi dikenalkan.
    “Belanja Apa De…, kok serius banget…”, Tanyanya dengan senyum manis.
    “Ah enggak cuman sedikit untuk kebutuhan kantor aja kok…”
    Akhirnya aku terlibat percakapan ringan dengan fifi. Dari pembicaraan itu kuperoleh bahwa Fifi adalah keturunan cina dengan jawa sehingga perpaduan wajah itu manis sekali kelihatannya. Matanya sipit tetapi alisnya tebal dan…, Aku kembali melirik kearah dadanya.., alamak besar sekali, kira-kira 36C berbeda jauh dengan diana sahabatnya.
    “Eh.., De aku ada yang pengin kubicarakan sama kamu tapi jangan sampai tahu diana ya”, pintanya sambil melirikku penuh arti.
    “Ngomong apaan sih.., serius banget Fi…, apa perlu?”, tanyaku penuh selidik.
    “Iya perlu sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, kamu naik apa..”, tanyanya lagi.
    “Ada kendaraan kok aku…” timpalku penasaran. Akhirnya kuputuskan Fifi ikut aku walaupun mobilnya ada, nanti kalau omong-omgngnya sudah selesai Fifi tak antar lagi ketempat ini.
    “Masalah apa Fi kamu kok serius banget sih…”, tanyaku lagi.
    “Tenang De…, ikuti arahku ya…, santai saja lah…”, pintanya.
    Sesekali kulirik paha Fifi yang putih itu tersingkap karena roknya pendek, dan Fifi tetap tidak berusaha menutupi. Sesuai petunjuk arah dari Fifi akhirnya aku memasuki rumah besar mirip villa dan diceritakan oleh Fifi bahwa tempat itu biasa dipakai untuk persewaan. Joker138

    “Ok fi sekarang kita kemana ini dan kamu mau ngomong apaan sih”, tanyaku tak sabar, setelah aku masuk ruangan dan Fifi mempersilahkan duduk.
    “Gini De langsung aja ya…, Kamu pernah merasakan Diana ya..?”, tanyanya.
    Deg…, dadaku berguncang mendengar perkataan Fifi yang ceplas ceplos itu.
    “Merasakan apaan sih Fi?”, tanyaku pura-pura bodoh.
    “Alaa De jangan mungkir aku dikasih tahu lho sama Diana, dia menceritakan bagaimana sukanya dia menikmatimu…, Hayooooo masih mungkir ya…”.
    Aku hanya diam namun sedikit grogi juga, nampak wajahku panas mendengar penuturan Fifi yang langsung dan tanpa sungkan tersebut. Aku terdiam sementara Fifi merasa diatas angin dengan berceloteh panjang lebar sambil sesekali dia senyum dan menyilangkan kakinya sehingga nampak pahanya yang mulus tanpa cacat. Aku hanya cengar cengir saja mendengar semua omomgannya.
    “Gimana De masih mau mungkir nih…, Bener semua kan ceritaku tadi…?”, Tanyanya antusias.
    Aku hanya tersenyum kecut. Kuperhatikan Fifi meninggalkan tempat duduknya dan tak lama kemuadian dia keluar sambil membawa dua gelas air minum. Fifi kembali menatapku tajam aku seperti tertuduh yang menunggu hukuman. Tak lama berselang kembali Fifi berdiri dan duduk disampingku.

    “De…”, sapanya manja.
    Aku melirik dan, “Apa?”, jawabku kalem.
    “Aku mau seperti yang kau lakukan pada Diana De…”, aku sedikit terkejut mendengar pengakuannya dan tanpa membuang waktu lagi kudekatkan bibirku pada bibirnya.
    Pelan dan kurasakan bibir Fifi hangat membara. Kami berpagut bibir, kumasukkan lidahku saat bibir Fifi terbuka, sementara tanganku tidak tinggal diam. Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Bibirku masih bermain semakin larut dalam bibirnya. Fifi kelihatan menikmati sekali sentuhan tanganku pada payudaranya. Sementara tangan kananku mengusap lembut punggungnya. Fifi semakin menjadi leherku diciumi dan tangan Fifi berada dipunggungku. Tanganku beroperasi semakin jauh dengan meraba paha Fifi yang mulus dia semakin menggelinjang saat tangan kananku mulai masuk dalam payudaranya. Tanpa menunggu reaksi lanjutan aku menaikkan BH sehingga tanganku dengan mudah menyentuh putting yang mulai mengeras.

    Kudengar nafas Fifi memburu dengan diselingi perkataan yang aku tak mengerti. Fifi mulai pasrah dan kedua tangaku menaikkan kaos sehingga kini Fifi hanya memakai rok mini yang sudah tidak lagi berbentuk sedangkan BH hitam sudah tidak lagi menutup payudaranya. Kudorong perlahan Fifi untuk berbaring di Sofa, Aku terkagum melihat putihnya tubuh yang nyaris tanpa cacat. Kuperhatikan putting susunya memerah dan kaku, bulu-bulu halus berada disekitar pusar menambah gairahku. Fifi hanya terpejam dan aku mulai menurunkan rok mini setelah jariku berhasil menyentil pengait dibawah pusar. Kini Fifi hanya tinggal memakai CD dan BH hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku bergegas mempreteli pakaianku dan hanya tinggal CD. Cepat-cepat kutindih tubuh mulus itu dan Fifi mulai menggelinjang merasakan sesuatu mengganjal dibawah pusarnya. Aku turun menciumi kakinya sesenti demi sesenti.
    “Enggghh hhss”, hanya suara itu yang kudengar saaat mulutku beraksi di lutut dan pahanya.

    Penisku terasa sakit karena kejang. Mulutku mulai menjalar di paha.., benar-benar kunikmati sejengkal demi sejengkal. Tanganku mencoba menelusuri daerah disela pahany, Dan kudengar suara itu semakin menjadi saat tanganku berhasil menyusup dari pinggir CD hitam dan berhasil menemukan tempat berbulu dengan sedikit becek didalamnya. Tanganku terus membelai bulu-bulu kaku dan tangan satunya berusaha mempermudah dengan menurunkan CD didaerah pada berpapasan dengan mulutku. Kusibak semua penghalang yang merintangi tanganku untuk menjamah kemaluan, dan kini semakin nampak wajah asli kemaluan Fifi indah montok putih kemerahan dengan bulu jarang tapi teratur letaknya. Mataku terus mengawasi kemaluan Fifi yang menarik, kulihat klitorisnya membengkak keluar merah muda warnamya…, aku semakin terangsang hebat.

    Mulutku masih disela pahanya sementara tanganku terus menembus liang semakin dalam dan Fifi semakin menggelinjang terkadang mengejang saat kupermainkan daging kecil disela gua itu. Kusibakkan dua paha dengan merentangkan kaki kanan pada sandaran sofa sedangkan kaki kiri kubiarkan menyentuh lantai. Kini kemaluan Fifi semakin terbuka lebar. Mulutku sudah tak sabar ingin merasakan lidahku sudah berdecak kagum dan berharap cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja itu dengan bulu yang tidak banyak. Kumisku bergeser perlahan beradu dengan bulu halus milik Fifi dan dia hanya bisa terpejam dengan lenguhan panjang setengah menjerit. Kubirakan dia mengguman tak karuan. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil milik Fifi yang menjorok keluar. Kuadu lidahku dengan daging kecil dan bibirku tak henti mengecup, kurasakan kemaluan semakin basah.

    Fifi berteriak semakin keras saat tangaku juga mengambil inisiatif untuk meremas payudaranya yang bergerak kiri kanan saat Fifi bergoyang kenikmatan. Aku juga tidak tahan melihat semua ini. Kutarik bibirku menjauh dari kemaluanya dan kulepas Cdku sehingga nampaklah batang penisku yang sudah tegak berdiri dengan ujung merah dengan sedikit lendir. Kusaksikan Fifi masih terpejam kudekatkan ujung penisku sampai akhirnya menyentuh kecil kemaluan Fifi. Jeritan Fifi semakin menjadi dengan mengangkat pantatnya supaya penisku menjenguk lubangnya. Kujauhkan penisku sebentar dan kulihat pantat Fifi semakin tinggi mencari. Kugesek gesekkan lagi penisku dengan keras, aku terkejut tiba-tiba tanfan Fifi menagkap batang penisku dan dituntun menuju lubang yang telah disiapkan. Denga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Saat kepala penis masuk Fifi menjerit keras dan menjepitkan kedua kainya dipinggangku. Kupaksakan perlahan batang penisku akhirnya berhasil menjenguk lubang terdalam milik Fifi. Kaki Fifi kaku menahanku dia membuka mata dan tersenyum.

    “Jangan digoyang dulu ya De…”, pintanya dan dia terpejam kembali.
    Aku menurut saja. Kurasakan kemaluan Fifi berdenyut keras memijit penisku yang tenggelam dalam tanpa gerak. Akhirnya Fifi mulai menggoyangkan pantatnya perlahan. Aku merasakan geli yang luar biasa. Kuputar juga pantatku sambil bergerak maju mundur dan saat penisku tenggelam kurasakan bibir kemaluan Fifi ikut tenggelam dengan kulit penisku. Tak seberapa lama aku merasakan penisku mulai panas dan geli yang berada diujung aku semakin menekan dan manarik cepat-cepat. Fifi merasakan juga rupanya, dia mengimbangi dengan menjepitkan kedua kakinya dipinggangku sehingga gerak penisku terhambat. Saat penis masuk karena bantuan kaki Fifi semakin dalam kurasakan tempat yang dituju. Agen Joker138
    Aku tidak kuat dan, “Fi aku mau keluar”, lenguhku.
    Fifi hanya tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Akhirnya, Kutekan semua penisku dalam-dalam dan kusaksikan Fifi terpejam dan berteriak keras. Kurasakan semprotan luar biasa didalam kemaluan Fifi. Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Fifi berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat. Bibirnya menggigit dadaku sementara pantatnya terus mengejang kaku, aku hanya terdiam merasakan nikmatnya semua ini.

    Aku menindih Fifi dan penisku masih kerasan didalam liang sanggamanya. Fifi mengelus punggungku perlahan seolah merasa takut kehilangan kenikmatan yang sudah direguknya. Perlahan kujauhkan pantatku dari tubuh Fifi dan kurasakan dingin penisku saat keluar dari liang kenikmatan. Aku terlentang merasakan sisa-sisa kenikmatan. Fifi kembali bergerak dan berdiri. Dia tersenyum melangkah menuju kamar mandi. Kudengar suara gemericik air mengguyur…,
    Fifi kembali mendekatiku, aku duduk diatas karpet untuk berdiri hendak membersihkan penisku yang masih belepotan, aku terkejut saat Fifi kembali mendorongku untuk tidur.
    “Eh fi aku mau ke kamar mandi dulu.., bersih- bersih nih…”
    Tapi tak kudengar jawaban karena Fifi menunduk di sela pahaku dan kurasakan mulut Fifi kembali beraksi memanjakan penisku dengan lidahnya. Aku geli menggelinjang merasakan nikmatnya kuluman mulut Fifi ke penisku. Telur penisku dijilat dan dihisap perlahan. Serasa ujung syarafku menegang.

    Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan tapi Fifi semakin ganas melumat penisku. Ujung penisku dihisap kuat-kuat kemudian dilepas lagi dan tangnnya mengocok tiada henti. Akhirnya aku menyerah untuk merasakan kenikmatan mulut Fifi yang semakin menggila. Kulihat kepala Fifi naik turun mengelomoh penisku yang menegang. Saat mulutnya menghisap kusaksikan pipi Fifi kempot seperti orang tua. Penisku dikeluarkan dari mulutnya dan kusaksikan kepala penisku sudah memerah siap untuk menyemprotkan air kehidupan. Fifi kembali menggoyang mulutnya untuk penisku tiada henti. Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa. Dihisap dan dikulum. Lidahnya menjilat dan mengecap seluruh bagian penisku. Tangan Fifi membantu mulutnya yang mungil memegangi penisku yang mulai tak tentu arah. Aku kegerahan, kupegang kepalanya dan kuataur ritme agar aku tidak cepat keluar.

    Hanya suara aneh itu yang sanggup keluar dari mulutku. Aku mencoba duduk untuk melihat seluruh gerakan Fifi yang semakin liar pada penisku. Kepala Fifi tetap dalam dekapan tangaku, kuciumi rambutnya yang halus dan kobelai punggungnya yang putih licin, dia mulai berkeringat mengagumu penisku. Mulut Fifi berguman menikmati ujung penisku yang semakin membonggol. Tanganku kuarahkan untuk meremas payudaranya. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kuremas kuat Fifi hanya mengguman dan melenguh. Gila, Sayang aku tidak berhasil mengatur waktu yang lebih lama lagi untuk tidak mengeluarkan cairanku. Mulut Fifi sekain ganas melihat tingkahku yang mulai tak karuan. Lenguhku semakin keras. diluar dugaan Fifi semakin kuat melakukan kuluman dan hisapan peda penisku. Akhirnya aku tidak tahan merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Kuangkat pantatku tinggi – tinggi, rupanya Fifi mengerti maksudku, dimasukkannya dalam-dalam penisku dan kurasakan Fifi tambah kuat menghisap cairanku aku jadi merasa tersedot masuk dalam mulutnya.

    Tak seberapa lama setelah cairanku habis, Fifi masih mengulum dan membersihkan sisa-sisa dengan mulutnya. Aku hanya bisa tengadah merasakan semuanya. Setelah itu Fifi mulai melepas mulutnya dari penisku. Kulihat semuanya sudah bersih dan licin. Fifi tersenyum dan dia mengelus dadaku yang masih telanjang. Aku baru bisa berdiri dan menuju ke kamar mandi saat Fifi beranjak dari duduknya untuk membuatkan aku minuman. Kubersihkan diriku. Aku minum sejenak, dan Fifi hanya diam saja memandangiku.
    “Kenapa Fi…?”, tanyaku.
    Dia memandangku dan berkata, “Maaf ya De sebenarnya aku tadi hanya memancingmu saja kok, aku nggak tahu kamu udah pernah main ama Diana atau belum, abisan aku lihat tatapan mata Diana sama kamu kadang mesra sekali sih aku jadi curiga”
    “Gila, kupikir”, tapi aku hanya senyum saja mendengarnya.

    Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.45 aku harus bergegas untuk menyiapkan rapat. Kami berdua menuju ke toko tempat Fifi memarkir mobilnya. Selama diperjalanan kami semakin mesra dan berkali-kali kudengar lenguh manja Fifi seakan masih menikmati sisa-sisa orgasmenya. Tangankupun sekali-kali tidak lagi takut menelungkup disela pahanya atu penggelayut dipayudaranya yang besar. Bahkan Fifi semakin membiarkan pahanya terbuka lebar dengan rok terangkat untuk mempermudah tanganku mengembara dikemaluannya. Fifipun tak mau kalah penisku jadi sasaran tangannya saat tangaku tidak menempati kemaluannya. Kurasakan penisku tegang kembali. Fifi hanya tersenyum dan meraba terus penisku dari luar celana. Akhirnya sampai juga ditempat Fifi memarkir mobil dan kami berpisah, Fifi memberikan kecup manja dan ucapan terima kasih.
    Aku hanya tersenyum dan bergumam, “Besok aku mau lagi..”
    Fifi mengangguk dan berkata “Kapanpun Ade mau, Fifi akan layani”
    Hati setanku bersoak mendengar jawaban yang mengandung arti kemanjaan sebuah penis dan keganasan kemaluan memerah dengan bulu halus. Diana tidak mengetahui kalau aku sering merasakan kemaluan Fifi yang putih dan empuk itu. Mereka masih tetap akrab dan berjalan bersama seperti biasanya.

    Cerita Sex Selingkuh,CeritaPanas,Cerita Bokep,Cerita Ngentot,Cerita Dewasa,Cerita Seks,Cerita Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex ABG,Cerita Sex Mesum

  • Cerita Sex Saat Pesta Sex Di Ulang Tahun Sahabatku

    Cerita Sex Saat Pesta Sex Di Ulang Tahun Sahabatku


    1659 views

    Perawanku – Cerita Sex Saat Pesta Sex Di Ulang Tahun Sahabatku, Ini berawal ketika aku diundang pesta ulang tahun oleh salah satu teman baik ku, sampai disana betapa kagetnya aku melihat cewek cewek seksi dengan pakaian bikin sange.. jadi lihat cerita ini.

    Malam itu adalah malam minggu, hari pembagian raport. Jadi selama seminggu kedepan aku dan anak kampus seindonesia gak bakalan mikirin soal kampus. Itulah enaknya jadi anak kampus, punya waktu libur khusus yang gak perlu khawatirin apapun, soalnya semua biaya senang-senang selama liburan ditanggung sama ortu

    Singkat Cerita, Malam itu aku mendapat undangan datang ke pesta ulang tahun Melly. Ya… hari itu bertepatan dengan ulang tahun Melly yang ke 20. Sebenarnya aku gak begitu dekat dengan Melly, ya walaupun saat semester 1 aku pernah sekelas sama dia, tapi aku jarang banget ngobrol sama dia. Kenapa aku bisa diundang malem itu, soalnya aku dekat dengan Andre, teman se-genk Melly.
    Cerita Sex, Andre adalah sahabat baikku, dia sekelas denganku hingga saat ini. Walaupun aku dekat dengan Andre, tapi aku gak dekat dengan teman se-genk Andre. Genk Andre boleh dibilang genknya anak gaul dikampusku, ada 3 orang cowok dan 3 orang cewek : Melly, Sella, Sasa, Hadi, Ari dan Andre. Mereka adalah mahluk tercantik dan terganteng dikampusku. Info tambahan Melly pacaran sama Hadi, Sella pacarnya Ari dan Sasa pacar Andre.

    Mungkin seharusnya aku juga masuk ke genk mereka Tapi aku agak males ikut pergaulan mereka yang boleh dibilang terlalu borju dan bebas, aku masih anak baik-baik waktu itu Pesta ultah Melly sangat meriah sekali, orang yang diundang memang tidak terlalu banyak, tapi acara yang disusun begitu menarik. Game-game yang dibuat lucu-lucu dan membuat semua yang datang happy. Selesai acara sekitar jam 21.30, satu persatu tamu undangan pulang, tinggallah aku dan genk Andre, oh iya ditambah Siska teman SMP Melly. Selesai acara kami meneruskan mengobrol gak berarah, cuma becanda-becanda aja.

    Sekitar jam setengah sebelas Hadi mengajak kerumahnya, dia bilang rumahnya lagi kosong, ortunya lagi ke luar negeri. Pertamanya aku kira Hadi cuma mengajak para cowok, gak taunya Melly ikutan, tapi tentu aja dia bilang ke orangtuanya mo nginep dirumah Sasa. Tapi ternyata semuanya iku kerumah Hadi, para cewek bilang mo nginep dirumah Sasa, cowoknya cuma bilang mo ke rumah Hadi, dasar para remaja nakal .

    Sampai dirumah Hadi, kami ngobrol diruang keluarga, duduk diatas karpet yang empuk sekali. Suasananya udah beda, Melly duduk menyender ke Hadi, Andre duduk dibelakang Sasa sambil meluk dan Ari lagi ngelus-ngelus rambut Sella yang tiduran dipahanya. Gini deh kalo dah diluar pengawasan orang tua . Sedang aku dan Siska duduk sendiri, walo sebenernya Riandi duduk disebelahku, tapi agak jauh. Sebenernya pembicaraan gak jauh beda sama waktu di rumah Melly, sampai suatu saat Melly menggodaku.

    “Yan, tuh pacaran sama Siska aja gih, dia lagi kosong tuh” goda Melly ke aku. Aku cuma bisa tersenyum. Aku liat muka Siska merah karena malu.
    “Bener loh Yan, baru sebulan putus sama pacarnya, janda kembang nih” lanjut Melly yang disambut tawa yang lain.
    Aku cuma ikut tertawa. Sebenernya semenjak dikenalkan ke Siska waktu di pesta tadi aku udah suka sama Siska. Gila bro cantik abis. Kulit putih bersih, rambut hitam sepunggung dan bodynya itu loh, just perfect ! Tapi mana mungkin langsung pacaran iya gak, kenal aja baru beberapa jam.
    “Lagian kenapa gak mao pacaran sih ya ?” kata Hadi.
    “Ntar gak bisa gini loh” lanjut Hadi sambil mencium pipi Melly. Yang lain tertawa.
    “Apalagi gini” lanjut Melly yang kemudian mencium bibir Hadi.
    Gila, mereka frech kiss didepan aku ! Yang lainnya cuma tertawa, kayaknya mereka udah biasa deh kissing didepan genk mereka.
    “Wah gila ya kalian” kataku.
    “Bikin orang jealous aja” kataku sambil ketawa.
    “Iya yan, pacaran enak loh, bisa megang ini” Sekarang Andre yang menggodaku sambil megang dada Sasa. Aku kaget dan sempat menelan ludahku.
    “Megang ini juga bisa” kata Ari sambil mengelus selangkangan Sella yang memang udah duduk dipangkuannya. Weww… this getting crazy now
    “Kok aku mulu yang digodain, si Siska tuh lagi senyum-senyum malu” balasku, tapi mereka cuma ketawa.

    Abis itu suasana langsung hening. Mereka konsen sama pasangan masing-masing. Melly yang emang dari tadi udah frech kiss sama Hadi duduk dipangkuan Hadi dan meneruskan ciumannya. Andre juga gak mau kalah mencium Sasa yang duduk disebelahnya dan Ari lagi memeluk Sella dari belakang dan menciumi lehernya. Tinggal aku dan Siska yang saling pandang keheranan.
    “Ri, kita ke ruang depan aja yu” Ajakku ke Siska yang masih bengong.
    “OK deh” jawabnya sambil mengikuti langkahku ke arah ruang depan.
    Sesampainya diruang depan, aku duduk di sofa kecil, sedang Siska duduk di sofa panjang.
    “Gila ya mereka” kataku ke Siska. “He..eh, aku kaget mereka berani kayak gitu didepan kita” jawab Siska.
    “Aku sih sih penah denger gosip tentang pergaulan bebas mereka, tapi aku gak percaya kalo gosip itu bener” kataku. “Iya sih, aku juga kaget banget” jawab Siska. Kemudian kami terdiam, jujur suara-suara pergumulan mesra yang terdengar sampe ruang depan sangat menggangu konsentrasi dan birahiku.

    “Ughhh….” tiba-tiba terdengar pekikan, sepertinya suara Melly.
    “Ri, liat yuk mereka lagi ngapain, kok heboh amat sih” ajak ku. “Yu..” jawab Siska excited.
    Sesampainya diruang tengah aku kaget luar biasa. Aku sampai tidak bisa bergerak sambil mulutku ternganga melihat adegan didepan mataku. Aku menyaksikan Melly yang sudah full bugil sedang duduk diatas tubuh Hadi yang juga bugil seperti orang sedang mengendarai kuda. Andre yang juga bugil sedang menindih tubuh bugil Sasa, dan Ari walaupun belum bugil memaju mundurkan pinggangnya dibelakang Sella yang sedang menungging… They Having Sex !!! Entah beberapa lama aku terpaku menyaksikan mereka. Penisku yang memang sudah tegang dari tadi mencapai ukuran terbesarnya, dan entah beberapa kali aku menelan ludahku.

    Sesampainya diruang tengah aku kaget luar biasa. Aku sampai tidak bisa bergerak sambil mulutku ternganga melihat adegan didepan mataku. Aku menyaksikan Melly yang sudah full bugil sedang duduk diatas tubuh Hadi yang juga bugil seperti orang sedang mengendarai kuda. Andre yang juga bugil sedang menindih tubuh bugil Sasa, dan Ari walaupun belum bugil memaju mundurkan pinggangnya dibelakang Sella yang sedang menungging… They Having Sex !!! Entah beberapa lama aku terpaku menyaksikan mereka. Penisku yang memang sudah tegang dari tadi mencapai ukuran terbesarnya, dan entah beberapa kali aku menelan ludahku.
    Tiba-tiba aku mendengar lenguhan kecil dari belakangku.  Aku berbalik dan melihat Siska dengan muka memelas. Tangan kanannya meremas dadanya dan tangan kirinya memegang selangkangannya. Aku tambah terkejut.

    “Yan… please…” Kata Siska dengan muka memelas kearahku.
    Sebenarnya kata-kata Siska gak punya arti apa-apa, tapi yang pasti setelah itu aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan kami mulai frech kissing sambil berdiri.
    Aku memeluk Siska dengan erat sambil bibirku menyedot-nyedot bibirnya. Siska membalas tak kalah hebat. Sepertinya dia sudah berpengalaman. Sambil ciuman aku gak mau rugi. Aku mengelus (ato lebih tepat meremas) semua bagian tubuhnya yang bisa aku jangkau, punggungnya, pingganynya pantatnya dan tentu aja dadanya yang besar menantang itu (walau agak sulit memang dalam posisi berdiri)
    “Yan, dikarpet aja yuk” ajak Siska.
    Aku mengangguk dan menuntun Siska ke sisi karpet yang masih tersedia. Aku melihat Melly yang sekarang diposisi dibawah sedang merem-melek menikmati pompaan Hadi, sedang Sella lagi asik menghisap penis Ari yang sedang menjilati vagina Sella dan Andre sedang memangku Sasa yang seperti kesetanan naik turun karena penis Andre menancap di memeknya.
    Aku merebahkan Siska di atas karpet, dan kemudian memulai mencumbunya lagi. Selagi menciumnya, aku merogoh kebalik kaosnya dan mulai meremas dadanya walau masih dihalangi BH. Tapi aku gak puas, aku mulai merogoh kebalik BHnya. Tapi kemudian Siska mengankat dadanya, aku mengerti, dia memintaku melepaskan kait branya.

    Tanpa kesulitan aku melepas kait bra yang ada dibelakang itu. Dengan bra melonggar, aku mulai meremas-remas dadanya dengan lebih bebas, kadang aku memutar-mutar pentil dadanya. Siska keenakkan, kadang ciuman lepas karena dia terlalu terlena karena aku meremas-remas dadanya.

    Cerita Sex Saat Pesta Sex Di Ulang Tahun Sahabatku

    Cerita Sex Saat Pesta Sex Di Ulang Tahun Sahabatku

    Aku dorong kaos Siska keatas. Aku mencoba membuka bajunya. Kemudian Siska bangkit dan melepas kaos dan branya yang sudah terlepas itu. Kemudian dia rebahan lagi. Aku kembali menindihnya, dan menciumnya kembali. Tapi itu gak lama sebab aku kemudian mencium lehernya dan kemudian turun mencium dadanya. Pentil hitam Siska sungguh menggoda, aku tak puas-puas menyedotnya, dan Siska cuma melenguh-lenguh kecil sambil menutup matanya.
    Ciumanku turun kebawah lagi, aku menciumi perutnya. Siska membuka matanya memandangku, seperti tidak rela ciumanku berpindah dari dadanya. Tapi setelah aku berusaha membuka ikat kancing celana jinsnya, dia mengerti. Saat aku berhasil membuka kancing dan resletingnya, dia mengangkat pantatnya sedikit. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, sekalian aku buka celana dalamnya sehingga tubuhnya polos sekarang. Hmm… aku orang terakhir yang masih berpakaian di ruangan itu
    Aku membuka pahanya lebar-lebar. Terlihat rimbunan rambut diatas gundukan memeknya. Warnanya Merah sangat kontras. Aku menyibak rambut yang sudah basah tersebut dan membuka bibir luar memeknya. Terlihat sangat basah, Siska sudah terangsang hebat. Kemudian aku mulai mendekatkan kepalaku keselangkangannya, dan mulai menjilati klenti merah Siska. Siska mengejang-ngejang keenakan. Tanggannya mendorong kepalaku, tapi pahanya menahan kepalaku, he..he..he.. dia gak tahan karena keenakan, tapi gak mau keenakan itu berhenti.

    “Ugh…Ugh…Ugh..” cuma itu yang terdengar dari mulut mungilnya.
    Cukup lama aku menjilati klentit dan diding vagina Siska. Tanganku terpaksa menahan pantatnya sebab pinggulnya tidak mau berhenti bergerak kekanan kekiri. Tiba-tiba Siska menarik badanku keatas untuk menjajarinya.
    “Yan buka dulu baju kamu, biar kita sama-sama enak” Kata Siska yang mencoba melepas ikat pinggangku.
    Aku membuka kaosku dan membantu Siska membuka ikat pinggang dan kancing celanaku. Baru resletingku terbuka, Siska sudah tidak sabar, dia merogoh kedalam celana dalamku dan menarik penisku yang sudah tegang full. Kemudian dia mengelus dan mengocok penisku. Aku melanjutkan membuka celanaku… he..he..he… ngapain nerusin dikocok pake tangan kalo ada memek basah yang nganggur Setelah membuka celanaku aku kembali menindih Siska dan menciumnya. Dia sudah tidak sabar, dia menggapai penisku dan mengarahkan ke memeknya. Aku mengangkat badanku sedikit dan mengarahkan penisku kememeknya. Tidak terlalu sulit untuk mengarahkan, sebab tak lama penisku sudah digerbang memeknya. Tidak aku duga Siska malah menekan pantatku agar penisku masuk kedalam memeknya.

    “Aghhh…..” pekik Siska saat penisku masuk kedalam vaginanya.
    “Sial udah gak perawan” kataku dalam hati, tapi wtf lah ! udah bisa nidurin cewek yang baru dikenal beberapa jam aja udah hebat banget
    “Rian, punya elo enak, tegang banget” gumam Siska genit.
    Gila mukanya mengoda banget waktu dia bilang itu. Aku mulai memompa vaginanya dengan penisku. Walaupun udah gak perawan, tapi memek Siska sempit banget. Mungkin dia cuma pernah ML sama pacar lamanya.
    “Agh..agh…aghh…” desah Siska. “Lagi sayang, dorong lagi…” gumam Siska keenakan. Enggak lama aku memompa memeknya, Siska tiba-tiba memekik
    “AKHHH…” sambil memelukku erat. Dia orgasme, memeknya terasa jauh lebih licin karena cairan orgasmenya.
    Aku bangkit dan memiringkan tubuhnya. Sekarang aku menusuk memeknya dari arah samping. Tidak sulit sebab memeknya sedang banjir lendir. Aku mulai memompanya. Siska cuma bisa memandangku yang sedang hebat memompanya sambil melenguh-lenguh kecil.
    Aku bangkit dan memiringkan tubuhnya. Sekarang aku menusuk memeknya dari arah samping. Tidak sulit sebab memeknya sedang banjir lendir. Aku mulai memompanya. Siska cuma bisa memandangku yang sedang hebat memompanya sambil melenguh-lenguh kecil. Aku bosan kemudian menunggingkan tubuh Siska. Siska mengerti, dia melebarkan pahanya. Aku kemudian memulai mengentotnya dengan posisi doggy style. Aku setuju posisi ini memang enak sekali… Tidak lama kemudian tubuh Siska kembali menegang dan dia memekik kembali
    “AGHH…..” kemudian tubuhnya ambruk kebawah. Hmm… sial, dia udah 2 kali orgasme sedang aku belom apa-apa…
    Aku membalik tubuh Siska dan menelentangkannya. Sebenarnya aku kasiahan melihat wajah Siska yang kelelahan itu, tapi nafsuku udah keubun-ubun, aku harus orgasme dan melepaskan spermaku !
    “Ri, aku masukin lagi ya..” pintaku… Dia cuma mengangguk.
    “Kamu gak pa-pa” tanyaku… (he..he..he.. kata-kataku kelihatan banget aku lagi horny berat, sedikit memaksa)

    “Gak pa-pa ya, tapi pelan-pelan ya, aku dah cape” jawab Siska.
    Aku menindihnya lagi dan mengarahkan penisku. Dengan sekali dorong penisku masuk semua kevaginanya. Vagina yang tadi sempit aku rasa sudah agak melebar, atau karena cairan vaginanya sudah terlalu banyak ? Aku memompanya, tapi sejujurnya nafsuku agak menurun. Aku gak suka menyetubuhi cewek yang udah gak respon gini, kayak lagi merkosa aja Tiba-tiba Melly mencolekku.
    “Yan sama aku aja deh, kasian Siska udah mo pingsan gitu” Kata Melly yang sudah duduk disebelah aku dan Siska. Dia masih telanjang. Siska cuma senyum ke Melly. Aku segera mencabut penisku dari memek Siska dan bangkit.
    “Hadi gak pa-pa ?” tanyaku ke Melly.
    “Tuh dia udah tidur” sambil menunjuk Hadi yang tertidur disisi lain karpet.
    “Lagian gak pa-pa kok, aku juga udah pernah liat dia maen sama Sella dan Sasa” Jawabnya enteng.
    Aku agak bingung sebenarnya, tapi aku ga peduli, kok ada yang nawarin memek mo ditolak
    Melly kemudian rebahan disebelah Siska, kemudian membuka pahanya lebar-lebar. Aku yang desperate butuh orgasme untuk penyelesaian kemudian memposisikan tubuhku diantara selangkangan Melly. Aku mengarahkan penisku ke memeknya. Kemudian mendorong penisku masuk kedalam.
    “Akh..Akh..Akhh..” rintih Melly kecil saat aku mulai memompa memeknya.
    Aku rebahkan tubuhku agar bisa menciumnya. Melly membalas ciumanku hebat. Tapi gak lama, Melly lebih suka nikmatin gesekan di dinding vaginanya.
    “Yan.. gue sebenernya udah lama pengen dientot sama elo” tiba-tiba Melly berkata padaku.
    Aku cuma tersenyum, tapi kata-katanya benar-benar meningkatkan birahiku. Aku tahu sebenarnya dari dulu Melly suka padaku, tapi aku gak pernah merespon dia. Tapi kalo tau memeknya enak begini, pasti dari dulu aku pacarin dia.
    “Teru yan..terus ya… terus ya…” celotehnya gak beraturan. Sepertinya dia mo deket ke orgasmenya, seperti aku juga yang udah ngerasa gelombang orgasme udah deket ke penisku.
    “Ayo yan, gue dikit lagi” seru Melly.
    “Gue juga dikit lagi na” kataku.
    “Keluarin didalem aja yan, gue dah aman” katanya.
    Aku memompanya dengan variasi, kadang pelan, kadang kencang. Melly cuma mendesah-desah keenakan. Sial dikit lagi kok lama banget ya.

    “Gue udah sampe ya..” kata Melly tiba-tiba sambil tubuhnya mengejan.
    Dan cret..cret…cret.. penisku juga memuntahkan lahar sperma ke rahim Melly.
    Aku sangat kelelahan, dan tubuhku ambruk memeluk Melly. Aku lihat Melly tertidur kelelahan. Aku paksakan untuk bangkit, walau gak pa-pa tapi aku gak mau Hadi terbangun melihat pacarnya tertidur berpelukan dengan aku. Kemudian aku pindah kesebelah Siska dan tidur memeluknya. Sejak saat itu aku punya berbagai pengalaman sex dengan Melly, Sella, Sasa dan tentu aja Siska yang jadi pacarku sejak kejadian itu.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Sedarah Ternyata Adikku Mengandung Benihku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Sedarah Ternyata Adikku Mengandung Benihku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2392 views


    Perawanku – Pada waktu sore rumah sedang kosong; bonyok lagi pergi dan kebetulan pembantu juga lagi nggak ada. Adek gua lagi pergi. Gua nyewa VCD bokep xxx dan x2. Gua seneng bgt, karena gak gangguan pas lagi nonton. Cerita x2 di VCD itu kebetulan bercerita tentang sex antara adek dan kakak.

    Gila bgt deh adegannya. Gua pikir kok bisa ya. Eh, gua berani gak ya ngelakuin itu ama adek gua yang masih SMP? tapi khan adek gua masih polos bgt, kalo di film ini mah udah jago and pro, pikir gua dalam hati.

    Lagi nonton plus mikir gimana caranya ngelakuin ama adek gua, eh, bel bunyi. Wah, teryata adek gua, si Dina ama temennya dateng. Sial, mana filmnya belum selesai lagi. Langsung gua simpen aja tuh VCD, trus gua bukain pintu. Dina ama temennya masuk. Eh, temennya manis juga lho.“Dari mana lo?” tanya gua. “Dari jalan donk. Emang kaya kakak, ngedekem mulu di rumah,” jawabnya sambil manyun. “Gua juga sering jalan tau, emang elo doank. Cuman sekarang lagi males,” kata gua. “Oh iya, kak. Kenalin nih temen gua, namanya Anti. temen sekelas gua,” katanya. akhirnya gua kenalan ama tuh anak. Tiba-tiba si Dina nanya.“liat VCD Boyzone gua gak?” “Tau’, cari aja di laci,” kata gua. Eh, dia ngebuka tempat gua naro VCD bokep. Gua langsung gelagapan.“Eh, bukan disitu…” kata gua panik. “Kali aja ada,” katanya. Telat. Belum sempet gua tahan dia udah ngeliat VCD xxx yang covernya lumayan hot itu, kalo yang x2 sih gak pake gambar. “Idih… kak. Kok nonton film kaya begini?” katanya sambil mandang jijik ke VCD itu. Temennya sih senyam-senyum aja. “Enggak kok, gua tadi dititipin ama temen gua,” jawab gua bohong. “Bohong bgt.Ngapain juga kalo dititipin nyasar ampe di laci ini,” katanya.“Kak, ini film jorok kan? Nnnggg… kaya apa sih?” tanyanya lagi.

    Gua ketawa aja dalam hati. Radi jijik, kok sekarang malah penasaran.“Elo mo nonton juga?” tanya gua. “Mmmmm…. jijik sih… tapi… penasaran kak…,” katanya sambil malu-malu. “Anti, elo mo nonton juga gak?” tanyanya ke temannya. “Gua mah asyik aja. Lagian gua udah pernah kok nonton film kaya begitu” jawab temannya.“Gimana… jadi nggak? keburu mama ama papa pulang nih,” desakku. “Ayo deh. Tapi kalo gua jijik, dimatiin ya?” katanya. “Enak aja lo, elo kabur aja ke kamar,” jawab gua. Lalu VCD itu gua nyalain. Jreeeeng… dimulailah film tsb. Gua nontonnya sambil sesekali mandangin adek gua ama temennya. Si Anti sih keliatannya tenang nontonnya, udah expert kali ya? Kalo adek gua keliatan bgt baru pertama kali nonton film kaya begitu.Dia keliatan takut-takut. Apalagi pas adegan rudalnya cowo diisep. Mana tuh rudal gedenya minta ampun. “Ih, jijik bgt…” kata Dina. Pas adegan ML kayanya si Dina udah gak tahan. Dia langsung kabur ke kamar.“Yeee, malah kabur,” kata Anti. “Elo masih mo nonton gak?” tanya gua ke si Anti. “Ya, terus aja,” jawabnya. Wah, boleh juga nih anak. Kayanya, bisa nih gua main ama dia. Tapi kalo dia marah gimana? pikir gua dalem hati. Ah, gak apa-apa kok. Gak sampe ML ini. Sambil nonton, gua duduknya ngedeket ama dia.Dia masih terus serius nonton. Lalu gua coba pegang tangannya.

    Pertama dia kaget tapi dia nggak berusaha ngelepas tangannya dari tangan gua. Kesempatan besar, pikir gua . Gua elus aja lehernya. Dia malah memejamkan matanya. Kayanya dia menikmatin bgt. Wow, tampangnya itu lho… manis!! Gua jadi pengan nekat. Waktu dia masih merem, gua deketin bibir gua ke bibir dia. Akhirnya bersentuhanlah bibir kita. Karena mungkin emang udah jago, si Anti malah ngajakin french kiss. Lidah dia masuk ke mulut gua dan bermain-main di dalem mulut.Sial, jagoan dia daripada gua. Masa gua dikalahin ama anak SMP sih. Sambil kita berfrench kiss, gua berusaha masukkin tangan gua ke balik bajunya. Nyari sebongkah buah dada imut. Ukuran toketnya gak begitu gede, tapi kayanya sih sexy. Soalnya badan si Anti itu gak gede tapi gak kurus, dan tubuhnya itu putih. Begitu ketemu toketnya, langsung gua pegang dan gua raba-raba. Tapi masih terbungkus ama bra-nya.“Baju elo gua buka ya?” tanya gua. Dia ngangguk aja sambil mengangkat tangannya ke atas. Gua buka bajunya. Sekarang dia tinggal pake bra warna pink dan celana panjang yang masi h dipake.Shit!! kata gua dalem hati. Mulus bgt! Gua buka aja bra-nya. toketnya bagus, runcing dan putingnya berwarna pink. Langsung gua jilatin toketnya… dia mendesah… Gua jadi makin terangsang.


    Gua jadi pengan ngent*tin dia. Tapi gua belom pernah ML jadi gua gak berani. Tapi kalo sekitar dada aja sih gua lumayan tau. Gimana ya? Tiba-tiba pas gua lagi ngejilatin toketnya si Anti, adik gua keluar dari kamar. Kita sama-sama kaget. Dia kaget ngeliat apa yang kakak dan temennya perbuat. Gua dan Anti kaget pas ngeliat Dina keluar dari kamar.Si Anti buru-buru pake bra dan bajunya lagi. Si Dina langsung masuk ke kamarnya lagi. Kayanya dia shock ngeliat apa yang kita berdua lakuin. Si Anti langsung pamit mo pulang.“Bilang ama Dina ya…. sorry,” kata Anti. “Gak apa-apa kok,” jawab gua. Akhirnya dia pulang. gua ketok kamarnya Dina. Gua pengen ngejelasin. Eh, dianya diem aja. Masih kaget kali ya, pikir gua. Gua tidur aja, dan ternyata gua ketiduran ampe malem. Pas kebangun, gua gak bisa tidur lagi. Gua keluar kamar.Nonton tv ah, pikir gua. Pas sampe di depan TV ternyata adek gua lagi tidur di kursi depan TV. Pasti ketiduran lagi nih anak, kata gua dalam hati. Gara-gara ngeliat dia tidur dengan agak “terbuka” tiba-tiba gua jadi keinget ama film x2 yang belom selesai gua tonton, yang ceritanya tentang hubungan sex antara adek dan kakak, ditambah hasrat gua yang gak kesampaian pas sama Anti tadi.

    Ketika adek gua ngegerakin kakinya membuat roknya tersingkap, dan terlihatlah CD-nya. Begitu ngeliat cd nya gua jadi semakin nafsu. Tapi gua takut. Ini kan adek gua sendiri masa gua ent*tin sih. Tapi dorongan nafsu semakin menggila. Ah, gua pelorotin aja cdnya.Eh, ntar kalo dia bangun gimana? ah, cuek aja. Begitu CD-nya turun semua, wow, bel ahan vaginanya terlihat masih amat rapet dan di hiasi bulu-bulu halus yang baru tumbuh. Gua coba sentuh… hmmm, halus sekali. Gua sentuh garis vagina-nya. Tiba-tiba dia menggumam. Gua jadi kaget. Gua ngerasa di ruang TV terlalu terbuka. Gua rapiin lagi pakaian adek gua, truss gua gendong ke kamarnya dia. Sampe di kamar dia… it’s show time, pikir gua. Gua tidurin dia di kasurnya. Gua bukain bajunya. Ternyata dia gak pake bra. Wah, payah juga nih adek gua.Ntar kalo toketnya jadi turun gimana. Begitu bajunya kebuka, toket mungilnya menyembul. Ih, lucu bentuknya. Masih kecil toketnya tapi lumayan ada. Gua coba isep putingnya… hmmm…. nikmat! Toket dan putingnya begitu lembut.

    Eh, tiba-tiba dia bangun!!“Kak… ngapain lo!!” teriaknya sambil mendorong gua. Gua kaget bgt. “Ngg… ngg… nggak kok, gua cuman pengen nerusin tadi pas sama si Anti. Gak papa kan?” jawab gua ketakutan.Gua berharap bonyok gua gak ngedenger teriakan adek gua yang agak keras tadi. Dia nangis. “Sorry ya Din. Gua salah, abis elo juga sih ngapain tidur di ruang TV dengan keadaan seperti itu. Gak pake bra lagi,” kata gua. “Jangan bilang sama mama dan papa ya, please…,” kata gua. Dia masih nangis. Akhirnya gua tinggalin dia. Aduh, gua takut ntar dia nga du. Sejak saat itu gua kalo ketemu dia suka canggung.Kalo ngomong paling seadanya aja. Tapi gua masih penasaran. Gua masih pengen nyoba lagi untuk ngegituin Dina. Sampai pada suatu hari, adek gua lagi sendiri di kamar. Gua coba masuk.“Din, lagi ngapain elo,” gua nyoba untuk beramah tamah. “Lagi dengerin kaset,” jawabnya. “Yang waktu itu, elo masih marah ya….” tanya gua. “….” dia diem aja. “Sebenernya gua… gua… pengen nyoba lagi….” gila ya gua nekat bgt. Dia kaget dan pas dia mo ngomong sesuatu langsung gua deketin mukanya dan langsung gua cium bibirnya.“Mmhhpp… kakk…. mmmhph…” dia kaya mo ngomong sesuatu. Tapi akhirnya dia diem dan mengikuti permainan gua untuk ciuman. Sambil ciuman itu tangan gua mencoba meraba-raba toketnya dari luar. Pertama ngerasain toketnya diraba, dia menepis tangan gua.

    Tapi gua terus berusaha sambil tetap berciuman. Setelah beberapa menit berciuman sambil meraba-raba toket, gua mencoba membuka bajunya. Eh, kok dia langsung mau aja dibuka ya? Mungkin dia lagi merasakan kenikmatan yang amat sangat dan pertama kali dirasakannya. Begitu dibuka, langsung gua buka bra-nya. Gua jilatin putingnya dan sambil mengusap dan mneremas- remas toket yang satunya. Walaupun toket adek gua itu masih agak kecil, tapi dapat memberikan sensasi yang tak kalah dengan toket yang gede.Ketika lagi di isep-isep, dia mendesah,“Sshh… ssshhhh…. ahhh, enak, kak….” Setelah gua isepin, putingnya menjadi tegang dan agak keras. Truss gua buka celana gua dan gua keluarin “adek” gua yang udah lumayan tegang. Pas dia ngeliat, dia agak kaget. Soalnya dulu kita pernah mandi bareng pas“punya” gua masih kecil. Sekarang kan udah gede donk. Gua tanya ama dia,“berani untuk ngisep punya gua gak? ntar punya elo juga gua isepin deh, kita pake posisi 69″ “69… apa’an tuh?” tanyanya. “Posisi di mana kita saling mengisap dan ngejilatin punyanya partner kita pada saat berhubungan.” jelas gua.“Oooo…” Langsung gua ngebuka celana dia dan CDnya dia. Kita langsung ngambil posisi 69.Gua buka belahan vaginanya dan terlihatlah klentitnya seperti bentuk kacang di dalem vaginanya itu. Ketika gua sentuh pake lidah, dia mengerang, “Ahhhh… kakak nyentuh apanya sih kok enak bgt….” tanyanya. “Elo mestinya ngejilatin dan ngisep punya gua donk. Masa elo doank yang enak,” kata gua. “Iya kak, abis takut dan geli sih…” jawabnya. “Jangan bayangin yang bukan-bukan dong.


    Bayangin aja keenakan elo,” kata gua lagi. Saat itu juga dia langsung menjilat punya gua. Dia ngejilatin kepala anu gua dengan perlahan. Uuhhh…. enak bener.Truss dia mulai ngejilatin seluruh dari batang gua. Lalu dia masukkin punya gua ke mulutnya dan mulai menghisapnya. Ooohhhh…. gila bener. Dia ternyata berbakat. Isepannya ngebuat gua jadi hampir keluar. “Stop… eh, Din, stop dulu,” kata gua. “lho knapa?” tanya nya. “T ahan dulu ntar gua keluar,” jawab gua. “Lho emang kenapa kalo keluar?” tanyanya lagi. “Ntar game over,” kata gua. Ternyata adek gua emang belom ngerti masalah seks. Bener-bener polos. Akhirnya jelasin kenapa kalo cowo udah keluar gak bisa terus pemainannya. Akhirnya dia mulai mengerti. Posisi kita udah gak 69 lagi, jadi gua aja yang bekerja. Kemudian gua terusin ngisepin vaginanya dan klentitnya. Dia terus menerus mendesah dang mengerang.“Kak Iwan… terus kak… disitu… iya disitu… oohhhhh…. ssshhhh….” Gua terus menghisap dan menjilatinya. Dia menjambak rambut gua. Sambil matanya merem melek. Akhirnya gua udah dalam kondisi fit lagi (tadi kan kondisinya udah mo keluar).Gua tanya sama adek gua, “Elo berani ML gak?” “…” dia diem. “Gua pengen ML, tapi terserah elo… gua gak maksa,” kata gua.“Sebenerya gua takut. Tapi udah kepalang tanggung nih…. gua lagi on air,” kata dia.“Ok… jadi elo mau ya?” tanya gua lagi. “…” dia diem lagi.“Ya udah deh, kayanya elo mau,” kata gua. “Tapi tahan sedikit. Nanti agak sakit awalnya. Soalnya elo baru pertama kali,” kata gua.“…” dia diem aja sambil menatap kosong ke langit-langit. Gua buka kedua belah pahanya lebar-lebar. Keliatan bibir vaginanya yang masih sempit itu.

    Gua arahin ke lobang vagina nya. Begitu gua sentuhin pala anu gua ke vaginanya, Dina menarik nafas panjang, dan keliatan sedikit mengeluarkan air mata.“Tahan ya din….” Langsung gua dorong anu gua masuk ke dalem vaginanya. Tapi masih susah, soalnya masih sempit bgt. Gua terus nyoba mendorong anu gua… dan… bleesss… Masuk juga pala anu gua. Dina agak teriak,“akhhh sakit kak….” “Tahan ya Din…” kata gua. Gua terus mendorong agar masuk semua. Akhirnya masuk semua anu gua ke dalam selangkangan adek gua sendiri.“Ahhh… kak… sakit kak… ahhhh.” Setelah masuk, langsung gua goyang maju mundur, keluar masuk vaginanya. “Ssshhh… sakittt kakk…. ahhh… enak… kak, terussss… goyang kakk…” Dia jadi mengerang tidak keruan. Setelah beberapa menit dengan posisi itu, kita ganti dengan posisi dog style. Dina gua suruh nungging dan gua masukkin ke vaginanya lewat belakang. Setelah masuk, terus gua genjot. Tapi dengan keadaan dog style itu ternyata Dina langsung mengalami orgasme. Terasa sekali otot-otot di dalam vaginanya itu seperti menarik anu gua untuk lebih masuk.“Ahhhhh… ahhha… gua lemess bgt… kak,” rintihnya dan dia jatuh telungkup. Tapi gua belom orgasme. Jadi gua terusin aja.

    Gua balik bad annya untuk tidur terlentang. Truss gua buka lagi belahan pahanya. Gua masukkin anu gua ke dalam vaginanya. Padahal dia udah kecapaian. “Kak, udah dong. Gua udah lemes…” pintanya. “Sebentar lagi ya…” jawab gua. Tapi setelah beberapa menit gua genjot, eh, dianya seger lagi.“kak, yang agak cepet lagi dong…” katanya. Gua percepat dorongan dan genjotan gua.“Ya… kaya… gitu dong… sssshh… ahhh.. uhuuh,” desahannya makin maut aja. Sambil ngegenjot, tangan gua meraba-raba dan meremas toketnya yang mungil itu. Tiba-tiba gua seakan mau meledak, ternyata gua mo orgasme.“Ahhh, Din gua mo keluar…. ahhh…” Ternyata saat yang bersamaan dia orgasme juga. Anu gua sperti dipijat- pijat di dalem. Karena masih enak, gua ngeluarinnya di dalem vaginanya.Ntar gua suruh minum pil KB aja supaya gak hamil, pikir gua dalam hati. Setelah orgasme bareng itu gua cium bibirnya sebentar. Setelah itu gua dan dia akhirnya ketiduran dan masih dalam keadaan bugil dan berkeringat di kamar gara-gara kecapaian. Ketika bangun, gua denger dia lagi merintih sambil menangis.“Kak, gimana nih. Punya gua berdarah banyak,” tangisnya. Gua liat ternyata di kasurnya ada bercak darah yang cukup banyak. Dan vaginanya agak sedikit melebar.Gua kaget ngeliatnya. Gimana nih jadinya?“Kak, gua udah gak perawan lagi ya?” tanyanya. “…” gua diem aja. Abis mo jawab apa. Gila… gua udah merenggut keperawanan adek gua sendiri. “Kak, punya gua gak apa-apakan?” tanyanya lagi.“Berdarah begini wajar untuk pertama kali,” kata gua. Tiba-tiba, gara-gara ngeliat dia gak pake CD dan memperlihatkan vaginanya yang agak melebar itu ke gua, anu gua “On” lagi. Gua elus-elus aja vagina adek gua itu. Truss gua suruh dia tiduran lagi.“Mo diapain lagi gua kak?” tanyanya. “Nggak, gua pengen liat apa punya elo baik-baik aja,” kata gua sambil bohong, padahal gua pengen menikmati lagi. Pas dia tiduran, gua buka belahan vaginanya.


    Emang sih jadi lebih lebar dan masih ada sisa sedikit darah mengering. Gua cari klitorisnya, gua jilatin lagi.“Kak, jangan dong. Masih perih nih,” larangnya. Yaaa… kok dia udah gak mau lagi. “Ya udah deh, kalo masih perih,” kata gua. Gua bingung nih, gua masih pengen lagi, tapi adek gua udah keburu gak mau.Sakit banget kali ya, pertama kali begituan. Ya udah deh, gua ajak mandi bareng aja siapa tau kalo udah seger nanti dia mau lagi. “Kita mandi bareng aja yuk,” pinta gua.“Ayo…” kata Dina. Kita mandi di kamar mandi adek gua. Gua idupin air shower yang anget. Wuihhh, nikmat banget pas kena air anget. Abis cape ML ama adek sen- diri, mandi air anget. Di bawah pancuran shower, gua pertama-tama ngambil posisi berada di belakangnya.Truss gua mulai nyabunin bela- kang tubuhnya. Setelah belakangnya selesai semua, masih dalam posisi gua di belakangnya, gua mulai nyabunin bagian depannya, mulai dari perut ke atas. Pas sampe bagian toketnya gua sabunin, dia mulai meng- gelinjang dan mendesah lagi. Gua ciumin bagian belakang lehernya sambil terus nyiumin leher adek gua itu. Puting adek gua, gua pilin- pilin pake ujung jempol dan ujung telunjuk.Eh, pada waktu gua nyabunin toket imutnya itu tangan dia menyentuh dan mulai meraba-meraba tubuh gua dan berusaha mencari punya gua. Begitu tersentuh punya gua langsung digenggam dan dipijat-pijat. Tangan gua yang satu lagi mulai bergerilya ke daerah selangkangannya. Dengan bermodalkan sabun, gua mulai nyabunin bagian vagina adek gua itu. Pertama, gua usap dari luar bibir vaginanya, lalu jari gua mulai mencoba masuk mencari klitorisnya. Adek gua tiba-tiba ngomong lagi tapi masih dalam keadaan kenikmatan karena masih gua ciumin lehernya dan putingnya gua pilin-pilin.“Kak, sshhh… Jangan dulu donk. Sshttss… ahhh…” erangnya. Ya udah, gua gosok-gosok aja dari luar. Ternyata belom lama setelah gua gosok-gosok itu ternyata adek gua orgasme.“Aahhh… ah…” dia merintih keenakan dan dia langsung lemas.

    Setelah dia orgasme itu, gua minta dia untuk memainkan anu gua pake tangannya. Dengan memakai sabun dia mengocok anu gua. Enak banget. Tangannya yang kecil itu menggenggam anu gua erat sekali. Akhirnya tak lama kemudian gua keluar juga. Selesai itu, kita langsung keluar kamar mandi. dan gua keluar dari kamarnya.Kini kami telah tumbuh dewasa dan telah memiliki pasangan masing-masing, dan beruntung bagi adekku mendapatkan seorang pria yang sangat mencintainya, dan gua juga sudah menikah dan dikaruniai seorang putra. Adek gua juga sudah memiliki seorang anak, hasil dari hubungan gelap kami, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu selain kami berdua, karena pada saat itu, suaminya pergi keluar negeri selama 1 bulan dan pada saat itu kami ML setiap hari sampai dia mengandung anak gua.

  • Menyetubuhi Saudara Tiriku – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Menyetubuhi Saudara Tiriku – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1493 views

    Perawanku – Sebelum aku bercerita, Cerita Dewasa pengalaman sex ku yang satu ini aku ingin kenalkan dulu namaku Ben. Cerita Dewasa ini dimulai, waktu aku SMA kelas 3, waktu itu aku baru sebulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena tidak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang aku tidak sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang keren dan seksi habis, yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Lusi dan yang satunya lagi sudah kuliah, namanya Riri.

    Si Lusi cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Riri paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara. Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Lusi, ini juga aku sedang kecapaian karena baru pulang sekolah. “Lus! entar kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar,” teriakku dari kamar. Aku mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Lusi masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran. “Ben, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, aku pinjem dong!” katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.
    “Lus..! nich bukunya, kemarenan aku udah nyatet,” kataku.
    Lusi tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di komputerku.
    “Lus.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tidak tahu.
    “Eh.. iya, Ben kamu nyetel apa tuh! aku bilangin bonyok loh!” kata Lusi.
    “Eeh.. kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan,” balas aku.
    “Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,” ajakku berusaha mencari peluang.
    “Bener nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu.
    “Suwer dech!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.
    Lusi mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.
    “Lus, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.
    “Pernah, noh aku punya VCD-nya,” jawabnya.
    Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.
    “Kalau ML?” tanyaku lagi.
    “Belom,” katanya, “Tapi.. kalo sendiri sich sering.”
    Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia.
    Bagaimana caranya si “Beni Junior” bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.
    Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.
    “Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing.
    “Iya nic Ben, bentar yach aku ke kamar mandi dulu,” katanya.
    “Eh.. ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.
    “Kasihanilah si Beni kecil,” kataku.
    “Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech,” katanya sambil meninggalkan kamarku.
    “Tenang aja, rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut dech,” kataku memancing.

    Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak menyerah. Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku. “Kau akan aku berikan pengalaman yang paling memuaskan,” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.
    Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku,
    “Yang penting kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ia berani menarik penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. “Ben, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau tidak?” katanya sambil mendorongku ke kasurnya. Ia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya, aku mulai mencium-cium vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.
    Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya. “Jangan hentikan Ben.. Ach.. percepat Ben, aku mau keluar nich! ach.. ach.. aachh.. Ben.. aku ke.. luar,” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dankemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.
    “Lus, sekali lagi yah, aku belum keluar nich,” pintaku.
    “Bentar dulu yach, aku lagi capek nich,” jelasnya.
    Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.
    “Lus, aku masukkin sekarang yach,” kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.
    Kelihatannya Lusi sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. Vagina Lusi masih sempit sekali, penisku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm.
    “Jangan Ben.. entar aku hamil!” katanya tanpa berontak.
    “Kamu udah mens belom?” tanyaku.
    “Udah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya.
    Sambil aku masukkan penisku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,
    “Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”
    “Ach.. ach.. ahh..! sakit Ben, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..!” katanya berteriak nikmat.
    “Tenang aja cuma sebentar kok, Lus mending doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.
    Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.
    “Ach.. a.. aa ach..” teriaknya.
    “Sakit lagi Ben.. a.. aa.. ach..”
    “Tahan aja, cuma sebentar kok,” kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.

    “Ben,. ach pengen.. ach.. a.. keluar lagi Ben..” katanya.
    “Tunggu sebentar yach, aku juga pengen nich,” balasku.
    “Cepetan Ben, enggak tahan nich,” katanya semakin menegang.
    “A.. ach.. aachh..! yach kan keluar.”
    “Aku juga Say..” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.
    Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak? tapi tenyata tidak.
    “Lus kamu enggak perawan yach,” tanyaku.
    “Iya Ben, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya.
    “Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.”
    “Siapa sih yang bisa nolak ‘Beni Junior’,” katanya mesra.
    Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali aku selalu melakukan ML dengan Lusi, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga Lusi yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Lusi atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tidak ada orang di rumah.
    Kali ini kelihatannya Lusi lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami tak jadi melakukan ini. Aku menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.
    Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian terbangun.
    “Lusi! apa Ayah sudah tidur?” tanyaku melihat ternyata Lusi yang menindihiku dengan keadaan telanjang.
    “kamu mulai nakal Ben, dari tadi aku tunggu kamu, kamu tidak datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah telah tidur sejak jam satu tadi,” katanya mesra sambil memegang penisku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.
    “Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek,” kataku.
    “kamu tidak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok,” katanya sambil memperlihatkan penisku.
    “Aku emut yach.”
    Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.
    “Lus jangan cepet-cepet dong, kasian ‘Beni Junior’ dong!”
    “Aku udah kepengen berat Ben!” katanya lagi.
    “Mending seperti biasa, kita pake posisi ’69′ dan kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut.
    Cerita Dewasa : Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.
    “Aach.. achh..” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.
    “Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..”
    “kamu juga makin pinter ngulum ‘Beni’ kecil,” kataku lagi.
    “Ben, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yach, aa.. achh..” katanya sambil mendesah.
    “Cukup sekali aja nembaknya, taapi.. sa.. ma.. ss.. sa.. ma.. maa ac.. ach..” katanya sambil menikmati jilatanku.
    “Tapi Ben aku.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a.. aahh..” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.

    “Kayaknya kamu harus dua kali dech!” kataku sambil merubah posisi.
    “Ya udah dech, tapi sekarang kamu masukin yach,” katanya lagi.
    “Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.
    “Siap-siap yach!”
    “Ayo dech,” katanya.
    “Ach.. a.. ahh..” desahnya ketika kumasukkan penisku.
    “Pelan-pelan dong!”
    “Inikan udah pelan Lus,” kataku sambil mulai bergoyang.
    “Lus, kamu udah terangsang lagi belon?” tanyaku.
    “Bentar lagi Ben,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk sambil menciumnya.
    “Sambil bercumbu dong Ben!”
    Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.
    “Lus kamu udah punya pacar belom?” tanyaku.”Aku udah tapi baru abis putus,” katanya sambil mendesah.
    “Ben pacar aku itu enggak tau loh soal benginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku.”
    “Ach yang bener?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.
    “Ach.. be.. ner.. kok Ben, a.. aa.. ach.. achh,” katanya terputus-putus.
    “Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda.
    “Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, achh.. aa.. ahh.. aku percepat yach Ben,” katanya.
    Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya.
    “Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya aku bakal keluar dech,” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.
    “Achh.. ach.. bentar lagi nih.”
    “Tahan Ben!” katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.
    “Aku juga Ben, bantu aku cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya.
    Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan..
    “Achh.. a.. achh.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.
    “Aku juga Ben..” katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.
    “Ach.. ah.. aa.. ach..” desahnya.
    “Aku tidur di sini yach, nanti bangunin aku jam lima sebelum ayah bagun,” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku.
    Tepat jam lima pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan aku. Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Lusi tidak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Mbak Riri, dan anehnya siang-siang begini Mbak Riri di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.
    “Siang Ben! baru pulang? Lusi mana?” tanyanya.
    “Lusi lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?”
    “Aku pulang tadi malem jam tigaan,” katanya.
    “Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?”
    Wah gawat sepertinya Mbak Riri dengar desahannya Lusi tadi malam.
    “Ach tidak kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.
    “Ben!” panggilnya, “Temenin Mbak nonton VCD dong, Mbak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya.
    “Bentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya, “Ada film apa Mbak?” tanyaku sesampai di kamarnya.
    “Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi.
    “Mbak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku.
    “Mbak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya udah mulai.”
    “Loh inikan..?” kataku melihat film BF yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.
    “Mbak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman dech dari Lusi.”
    Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.
    “Mbak, aku kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya, sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.
    “Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,” katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.
    “Mbak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku.”Kamu kagak sabaran yach, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya sambil membuka bajunya.
    Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.
    “Tubuh Mbak bagus banget,” kataku memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar tidak ada cacat, putih mulus dan sekal.
    Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.
    “Aku udah enggak tahan Ben,” katanya.
    Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.
    “Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.”
    “Ach.. kamu nakal Ben! pantes si Lusi mau,” katanya mesra.
    “Ben..! Mbak..! lagi dimana kalian?” terdengar suara Lusi memanggil dari luar.
    “Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi.
    “Masuk aja Lus, kita lagi pesta nich,” kata Mbak Riri.
    “Mbak! Entar kalau Lusi tau gimana?” tanyaku.
    “Ben jangan panggil Mbak, panggil aja Riri,” katanya dan ketika itu aku melihat Lusi di pintu kamar sedang membuka baju.
    “Rir, aku ikut yach!” pinta Lusi sambil memainkan vaginanya.
    “Ben kamu kuat nggak?” tanya Riri.
    “Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuch Lusi udah terangsang,” kataku.
    “Lus cepet sinih emut ‘Beni Junior’,” ajakku..

    Tanpa menolak Lusi langsung datang mengemut penisku.
    “Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu,” kataku pada Riri.
    “Ayo dech!” katanya kemudian mengambil posisi.
    Riri meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Lusi yang sedang mengemut penisku.
    “Lus, aku maenin vaginamu,” katanya.
    Tanpa menunggu jawaban dari Lusi ia langsung bermain di vaginanya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri menegangkan pahanya, dan.. “Ach.. a.. aach.. aku keluar..” katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.
    “Sekarang ganti Lusi yach,” kataku.
    Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.
    “Ach.. aach..” desah Lusi.
    “Kamu curang, Lusi kamu masukin, kok aku tidak?” katanya.
    “Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Lusi keluar kamu aku masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.
    “Yang cepet dong goyangnya!” keluh Lusi.
    Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.
    “Kak, ach.. entar lagi gant.. a.. ach.. gantian yach, aku.. mau keluar ach.. aa.. a.. ach..!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak berdaya.
    “Ayo Ben tunggu apa lagi!” kata Riri sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.
    “Aku udah terangsang lagi.”
    Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.
    “Gimana enak penisku ini?” tanyaku.
    “Penis kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”.
    “Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku.
    “Sama, aku juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya.
    “Di luar apa di dalem?” tanyaku lagi.
    “Ach.. a.. aach.. di.. dalem.. aja..” katanya tidak jelas karena sambil mendesah.
    “Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja.. aah.. ach.. bentar lagi..”
    “Aku.. keluar.. ach.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku.
    “Ach.. aach.. aku.. ach.. juga..” katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.
    Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.
    “Ben aku mandi dulu yach, udah sore nich.”
    “Aku juga ach,” kataku.
    “Ben, Lus, lain kali lagi yach,” pinta Riri.
    “Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben!” kata Lusi.
    “Kapan aja kalian mau aku siap,” kataku.
    “Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Riri mulai memegang penisku.
    Cerita Dewasa : Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri atau hanya Lusi. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.
  • Hot Foto Memek Basah Cewek Karena Orgasme – Foto Ngentot Terbaru 2018

    Hot Foto Memek Basah Cewek Karena Orgasme – Foto Ngentot Terbaru 2018


    2661 views

    Perawanku –Sekarang saatnya kamu melihat foto-foto yang menjelaskan lebih baik bagaimana kondisi ketika cewek mendapat pengalaman luar biasa sperti ini. Kerena tak banyak wanita yang bisa merasakan squirting, gambar-gambar memek orgasme squirt ini bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat istri kamu puas ketika bersenggama nanti malam.

    Silahkan ditelaah deretan foto memek basah cewek horny akibat squirting orgasme berikut ini:

  • Cerita Sex Pacar Ku Yang Masih Perawan Ku Ajak ML Di Hotel

    Cerita Sex Pacar Ku Yang Masih Perawan Ku Ajak ML Di Hotel


    1248 views

    Perawanku – Cerita Sex Pacar Ku Yang Masih Perawan Ku Ajak ML Di Hotel, Nama Gw dian, gw mahasiswi ekonomi Kampus Pajajaran. Sejak dua th. waktu lalu, waktu di terima kuliah di Kampus Pajajaran, Gw tinggal di Bandung. Gw datang dari Sukabumi, bapak gw datang dari Bandung, sedang ibu gw asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Narasi Seks Sedarah ini bercerita kisahku yang berlangsung waktu Gw kelas 1 SMU di saat Gw masih tetap tingal di Sukabumi serta narasi saat ini masih tetap selalu berlanjut hingga detik ini! maka dari itu gw ingin berbagi di website novelseks. org tau tidak jika gw selalu kecanduan ngentot sama adik kandung gw sendiri, tersebut ceritanya.

    Narasi Sex Indonesia Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw memiliki satu adik lelaki serta satu adik wanita. Umurku berlainan 1 th. dengan adik lelakiku namu adik perempuanku lain sekali lagi 10 th.. Kami begitu dimanja oleh orangtua kami, hingga tingkahku yang tomboy serta sukai maksa juga tidak dilarang oleh mereka. Begitu juga dengan adikku yang tidak ingin disunat meskipun dia telah kelas 2 SMP.

    Saat kecil, Gw seringkali mandi dengan bersama adik gw, namun mulai sejak dia masuk Sekolah Basic, kami tidak sempat mandi dengan sekali lagi. Walau bagaimanapun, Gw masih tetap ingat begitu kecil serta keriputnya penis adik gw. Mulai sejak waktu itu, Gw tidak sempat lihat sekali lagi penis adik gw. Hingga satu hari, Gw tengah asik telpon dengan rekan cewekku. Gw telpon berjam-jam, terkadang tawa keluar dari mulutku, terkadang kami serius bicara mengenai suatu hal, hingga pada akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali serta Gw kebelet ingin pipis. Betul-betul kebelet pipis telah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa ada permisi dahulu sama rekanku. Gw lari menuju ke toilet paling dekat. Saat kudorong nyatanya tengah dikunci.

    hallow..! Siapa didalam buka dong..! Telah tidak tahan..! Gw berteriak sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi
    Iyaaaaaaa..! Wait..! nyatanya adikku yang didalam. Terdengar suaranya dari dalam.
    Tidak dapat nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
    aduhhhhhhhh….. Gw betul-betul telah tidak kuat menahan menginginkan pipis.

    kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku keluar dari celahnya.
    Ada apa sich kak? tuturnya.
    Tanpa ada menjawab pertanyaannya, Gw segera nyerobot kedalam karna telah tidak tahan. Segera Gw jongkok, menambah rokku serta buka celana dalamku.
    criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
    Kulihat adikku yang berdiri di depanku, tubuhnya masih tetap telanjang bulat.

    Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sembari melotot tetaplah berdiri di depanku.
    Waitttt..! Telah tidak kuat nih, kata Gw.
    Sesungguhnya Gw tidak ingin turunkan pandangan mata Gw ke bawah. Namun sialnya, turun juga serta pada akhirnya terlihat deh burungnya si adik gw.
    hahahahah.. Masih tetap keriput seperti dahulu, hanya saat ini agak gede dikit kataku dalam hati.
    Gw takut tertangkap basah lihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan sekali lagi mata Gw lihat ke matanya. Eh, nyatanya dia telah tidak lihat ke mata Gw sekali lagi. Sialan..! Dia saksikan vagina Gw yang sekali lagi mekar tengah pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw agar cepat usai pipisnya. Tidak berniat, terlihat sekali lagi burungnya yang masih tetap belum juga disunat itu. Saat ini penisnya kok bebrapa perlahan makin gemuk. Semakin naik sedikit untuk sedikit, tapi masih tetap terlihat lemas dengan kulupnya masih tetap menutupi helm penisnya.

    Sialan nih adikku. Jadi ngeliatin sekali lagi, mana belum juga habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.
    o0oooo.. Seperti gitu ya Kak..? tuturnya sembari tetaplah lihat ke vagina Gw.
    Eh kurang ajar Lu ya dik! segera saja Gw berdiri ambil gayung serta kulemparkan ke kepalanya.
    Kletokkkk..! kepala adikku memanglah terkena jam, namun akhirnya air kencingku kemana saja, tentang rok serta celana dalamku.

    Ya… basah deh rok kakak… katGw lihat ke rok serta celana dalamku.
    Syukurin..! Maka dari itu janganlah masuk seenaknya..! tuturnya sembari ambil gayung dari tanganku.
    Mandi sekali lagi ahh..! lanjutnya sembari menyiduk air serta menyiram tubuhnya.
    Selalu dia ambil sabun serta menyeka sabun itu ke tubuhnya.
    Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
    Saat itu Gw bingung ingin bagaimana nih. Ingin keluar, tapi Gw jijik pakai rok serta celana dalam yang basah itu. Pada akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam serta rokku, lantas pinjam handuk adikku dahulu. Sesudah salin, baru kukembalikan handuknya.

    Telah.., pakai saja handuk Gw kak! kata adikku.
    Kelihatannya dia ketahui kebingunganku. Terlihat kontolnya mengkerut sekali lagi.
    Jadi lucu sekali lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
    Gw lantas buka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lantas dilanjutkan dengan buka rok. Terlihat sekali lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan sesuai sama itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memanglah memerhatikan Gw yang tanpa ada celana.

    kakak Memek tu memang gemuk seperti gitu ya..? kakakaka..! tuturnya sembari nyengir.
    Sialan, dia mengejek vagina Gw, Dari pada culun seperti miliki lhoo..! kata Gw sembari memukul bahu adik gw.
    Eh mendadak dia berkelit, wakzzzzzz..! tuturnya.
    Karna Gw memukul dengan sekuat tenaga, pada akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke badannya. Terkena deh pantatku ke penisnya.
    Iiihhh.., rasa-rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik badanku sembari bersungut, Huh..! kakak sich..!

    kak.. kata Kakak barusan culun, bila seperti gini culun tidak..? tuturnya mengacuhkan omonganku sembari menunjuk ke penisnya.
    Kulihat penisnya mulai sekali lagi seperti barusan, bebrapa perlahan makin gemuk, semakin tegak ke arah depan.
    Ya.. gitu doang..! Masih tetap seperti anak SD ya..? kata Gw menghina dia.
    Walau sebenarnya Gw kaget juga, ukurannya dapat jadi bertambah demikian jauh. Menginginkan juga sich tahu hingga di mana menambahnya. Iseng Gw bertanya, Gedein sekali lagi dapat tidak..? kata Gw sembari mencibir.
    Dapat..! Tapi kakak mesti bantu dikit dong..! tuturnya sekali lagi.
    Megangin ya..? Wisssss.., ya tidak mau lah..! kataku.
    Bukanlah..! kakak simpan ludah saja diatas kontolku..! jawabnya.

    Karna penasaran menginginkan lihat penis cowok bila sekali lagi penuh, kucoba ikuti pengucapan dia. Gitu doang kan..? Ingin kakak ngeludahin Anda mah. Dari dahulu Kakak ingin ngeludahin Kamu” ujarku Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lantas Gw menyatukan air ludahku. Tapi belum Gw buang ludahku, kulihat penisnya telah bergerak, terlihat penisnya naik sedikit untuk sedikit. Diameternya semakin lama makin gede, jadi terlihat makin gemuk. Serta panjangnya juga jadi bertambah. bagus banget memandangnya. Geli di sekujur badan lihat itu semuanya. Tidak lama kepala penisnya mulai terlihat diantara kulupnya. Perlahan menekan menginginkan keluar. Wahh..! Bukanlah main perasaan sukaku saat itu. Gw betul-betul asik lihat helm itu perlahan-lahan keluar.

    Pada akhirnya bebas juga kepala penis itu dari rintangan kulupnya. Penis adikku telah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya saat ini lebih merah. Gw jadi terangsang memandangnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
    Hehe… dia ke arahku. Masih tetap culun tidak..? tuturnya sekali lagi. Hehe..! Macho kan kak! tuturnya tetaplah tersenyum.
    Tangannya mendadak turun menuju ke selangkanganku. Meskipun Gw terangsang, sudah pasti Gw tepis tangan itu.

    Apaan sich dik..! kubuang tangannya ke kanan.
    Kak..! Please kakkk.. Pegang saja kak… Tidak juga akan diapa-apain… Gw ingin tahu rasa-rasanya megang itu-nya cewek. Hanya itu saja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan serta ingin memegang memek gw.
    ehmmmm.. sesungguhnya Gw ingin jagalah image, masa ingin sich sama adik sendiri, tapi Gw juga menginginkan tahu bagaimana rasa-rasanya dipegang oleh cowok di memek! hihihii…
    Inget..! Janganlah digesek-gesekin, simpan saja tanganmu di situ..! pada akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

    Tangan adik gw lantas mendekat, bulu kemaluanku telah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw saksikan penisnya telah keras sekali, saat ini warnanya lebih kehitaman di banding dengan terlebih dulu. opppssttttt… Hangatnya tangan telah merasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasa-rasanya waktu bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi makin terangsang hingga tanpa ada bisa ditahan, vagina Gw keluarkan cairan.
    Hihihi.. kakak terangsang ya..?

    Enak aja… sama adik mah mana dapat terangsang..! jawabku sembari merapatkan selangkangan gw supaya cairannya tidak makin keluar.
    Ini basah banget apaan Kak..?
    Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong kepadanya.
    Kak… memek tu anget, empuk serta basah ya..?
    Tau ah… Telah belum juga..? Gw bertandingk kelihatannya Gw inginkan kondisi itu berhenti, walau sebenarnya Gw menginginkan tangan itu tetaplah ada di situ, bahkan juga bila dapat mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

    Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
    Tuch kan..? Tuturnya hanya pegang saja..! Gw pura-pura tidak ingin.
    Dikit saja Kak… Please..!
    Terserah adik saja deh..! Gw mengiyakan dengan suara malas-malasan, walau sebenarnya ingin banget tuch. Hihihi.. Habis enak sih…
    Tangan adik gw lantas semakin masuk kedalam, merasa bibir vagina Gw terikut juga kedalam.
    uhhhhhh..! Nyaris saja kalimat itu keluar dari mulut gw. Rasa-rasanya sangat nikmat. Otot didalam vagina Gw mulai merasa berdenyut. Lantas tangannya ditarik sekali lagi, bibir vagina Gw turut tertarik sekali lagi.
    Ouughhhhhhhhh..! pada akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
    Tubuhku merasa limbung, bahuku cenderung ke depan. Karna takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

    Enak ya kak..?
    Heeheee.., jawabku sembari pejamkan mata.
    Tangan adik gw lantas mulai maju serta mundur, terkadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Setiap tersentuh rasa-rasanya nikmat mengagumkan, tubuh ini juga akan tersentak ke depan.
    kak..! Adek juga ingin ngerasaain nikmatnya dong..!
    Anda ingin diapain..? jawab gw lantas buka mata serta lihat ke arahnya.
    Ya pegang-pegangin juga..! tuturnya sembari tangan satunya lantas membimbing tanganku ke arah  kontolnya.

    Kupikir egois juga bila Gw tidak ikuti hasratnya. Kubiarkan tangannya membimbing tangan gw. Merasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Terkadang merasa kedutan di dalamnya. Karna masih tetap ada sabun di penisnya, dengan gampang Gw dapat memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

    Kulihat badan adikku terkadang tersentak ke depan waktu tanganku hingga ke pangkal penisnya. Kami bertemu dengan satu tangan sama-sama memegang kemaluan serta tangan satunya memegang bahu.
    Mendadak dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin saja yah..!
    hooh Gw segera mengiyakan karna Gw telah tidak tahan menahan rangsangan didalam badan.
    Lantas dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan tubuhnya serta memasukkan penisnya diantara selangkangan gw. Merasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lantas dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

    ohhhhh..! Gw saat ini tidak malu-malu sekali lagi keluarkan erangan.
    Dek… masukin saja..! Kakak telah tidak tahan..! Gw betul-betul telah tidak tahan, sesudah demikian lama terima rangsangan. Gw pada akhirnya menginginkan satu penis masuk kedalam memek Gw.
    Iya Kak..!
    Lantas dia menambah satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, serta tangan satunya mengarahkan penisnya supaya pas masuk ke itil Gw.

    Gw terlonjak saat satu benda hangat masuk kedalam kemaluanku. Rasa-rasanya menginginkan berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Pada akhirnya Gw cuma dapat menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karna telah dari barusan dirangsang, selang beberapa saat Gw alami orgasme. Vagina Gw rasa-rasanya seperti tersedot-sedot serta semua syaraf didalam badan berkontraksi.
    ohhhhhh..! Gw tidak kuat tidak untuk berteriak.

    Kulihat adik gw masih tetap selalu memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Mendadak dia mendorong sekuat tenaga sampai tubuhku terdorong hingga ke tembok.
    Ouughhh..! tuturnya.
    Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lantas tubuhnya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat didalam vagina Gw.

    Lama kami terdiam dalam tempat itu, kurasa penisnya masih tetap penuh isi vagina Gw. Lantas dia mencium bibirku serta melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram badan ini. Kami sama-sama melumat bibir lama sekali. Tangannya lantas meremas payudara serta memilin putingnya.
    Kak..! Kakak nungging, selalu pegang bibir bathtub itu..! mendadak dia berkata.

    Wahh..! Hilang ingatan adik ya..!
    Telah.., ikutin saja..! tuturnya sekali lagi.
    Gw juga ikuti panduannya. Gw berpegangan pada bathtub serta turunkan badan sisi atasku, hingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku dapat lihat dengan terang vagina Gw dari belakang. Lantas dia mendekatiku serta memasukkan penisnya kedalam vagina Gw dari belakang.

    uhhhhhh..! %@! #amp ; tt..! Gw menjerit waktu penis itu masuk kedalam rongga vagina Gw.
    Rasa-rasanya lebih nikmat di banding terlebih dulu. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karna tangan adikku yang bebas saat ini meremas-remas payudara Gw. Adikku selalu memaju-mundurkan pantatnya hingga sekitaran 10 menit saat kami nyaris berbarengan menjangkau orgasme. Gw rasakan sekali lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lantas berciuman sekali lagi untuk saat yang cukup lama.

    Sesudah peristiwa itu, kami jadi seringkali mengerjakannya, terlebih di kamar gw saat malam hari waktu orangtua telah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami mengerjakannya seperti pengantin baru, nyaris setiap malam kami bersetubuh. Bahkan juga dalam semalam, kami dapat lakukan hingga 4 kali. Umumnya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lantas sekitaran jam 2 malam, adik gw akan tiba serta menguncinya. Lantas kami bersetubuh hingga kelelahan.

    Saat ini sesudah Gw di Bandung, kami masih tetap senantiasa mengerjakannya bila ada peluang. Bila bukanlah Gw yang ke Sukabumi, jadi dia mendatang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Sekarang ini Gw mulai berani menelan sperma yang di keluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Beginilah narasi seks sedarah yang kami kerjakan hingga saat ini! Selalu jelas gw kecanduan ngentot ama adik gw!

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Hot Selingkuh Dengan Adik Istriku Yang Masih SMP

    Cerita Sex Hot Selingkuh Dengan Adik Istriku Yang Masih SMP


    1809 views

    Perawanku – Perkanalkan namaku galih umurku 25 tahun aku sudah nikah tapi belum punya momongan cerita ini sungguh gila karena disitu aku ngentot dengan adek istriku yang masih sekolah kelas 1 SMP.

    “ngapain des” aku Tanya,

    “pinjem hpnya donk mas” jawab indah.

    Segera ku ambil hp dari saku dan aku kasih dia. Emang biasa dia maen game d hp aku, jd aku ga curiga. Sesaat setelah aku mandi terdengar suara2 yg mengeluh, aku deketin sumber suara ternyata c desi lg asik nonton video porno yg ada di hp aku.

    “hayoo..lg liat paan km?”,
    langsung aku ambil aja hpnya.

    “ihh.. ganggu kesenangan orang aje sih” c desi menjawab sambil berlalu.

    Emang dasar c desi anak yg rada bandel, genit, ganjen, padahal msh kecil..

    “mas Galih, filem bokepnya banyak bgt sih d hpnya” tiba2 pertanyaan itu terlontar dr mulut desi.

    “ach..ehmm..biarin kan dah kawin, jd bisa langsung praktek” ku jwb skenanya.

    Nih anak lama2 songong jg sih..dlm hati ku dongkol.

    “des sana mandi dah sore, dcariin emak tuh”ku ahlihkan pembicaraan.

    “mandi di sini aja ah.. “ desi menjawb sambil berlalu.

    Emang rmh aku dan rmh mertua aku adep adepan, cuman jarak berapa meter doank. Kemudian desi mandi sambil bersenandung, tp ko lama bgt dia ga keluar dr kamar mandi.

    “des, mandi apa bertapa? Lama bgt?”  Agen Obat Kuat Pasutri

    istriku memanggil dari dapur. Iseng – iseng aku penasaran kkamar mandi yg tertutup dengan hordeng plastic doank, sambil aku intip alangkah kagetnya aku melihat pemandangan d dlm wc, sambil nongkrong d wc desi memaenkan memeknya pake sabun yg dia buat jd bentuk lonjong, sambil mengoles2kan sabunnya ke belahan mmknya dan tangan kirinya memilin-milin pentil te2nya yg masih belom begitu besar desi mendesah-desah

    “ach..ach…seeect..huh..” waduh..bukannya aku labrak, malah nafsu jg ngeliatnya, mmknya yg msh belum berbulu terlihat merah merona, te2nya yg msh belum tumbuh sempurnya dia tarik2, sekitar 5 menitan trlihat desi semakin nafsu

    Sepertinya dia mo memasukkan sabun yg udah berbentuk lonjong itu ked lm lubang kemaluannya,

    “ach..ach…huhhhh…” namun langsung aku pura2 batuk dngan keras sambil masuk ke kamar mandi pura2 ngambil ember…”ngapain lo des maenin sabun kaya gitu” aku pura2 ga tau. “ engga cuman buat maenan aja ko”.

    Malemnya sehabis makan aku langsung giring bini aku ke kasur, biz kejadian sore itu aku jd nafsu nih mo ML. eh.. dasar anak songong ternyata d kasur udah ada c desi yg udah molor sampe ngiler.. biking w greeegetan bgt, kt bini aku

    Cerita Sex Hot Selingkuh Dengan Adik Istriku Yang Masih SMP

    Cerita Sex Hot Selingkuh Dengan Adik Istriku Yang Masih SMP

    “c desi mo bobo d sini aja”,dan bini aku ga berani menolak kemauannya, coz kalo dlarang ntar desi bisa ngambek.

    Emang desi anak bontot yg sangat dsayang ama mertua aku. Bini aku yg udah tau maksud dan tujuan aku ngajakin maen ddepan tv aje, nasib2, udah rmh kecil ukuran RSSSS ( Rumah sangat sangat sempit sekali sehingga selonjoran saja susah).

    Terpaksa aku maen d depan tv deh sama bini aku. Seperti biasa aku setel dvd bokep sambil nonton tangan aku mulai bekerja, bini aku sambil tdran bersender ke dada aku tangannya dengan cekatan meremas2 kontol aku.

    Sedangkan tangan kiri aku dengan trampil dah nyelip d tengah2 empik bini aku.

    ”ach..masss… terus gosok2 terus.. itilku”, bini aku terangsang hebat, sampe memeknya basah kuyup.

    “plok,plok,plok..” trdengar suara yg berasal dr mmk yg aku sodok2 pake jari. Sekitar 7 menit tubuh bini aku mengejang”

    achhh..aahhh..ahhh… ohh..”suaranya sedikit melengking tanpa memperdulikan sekitar dan “Ohhh…oh…

    Aku keluar mas…enak bgt” akhirnya bini aku orgasme, nah sekarang gantian giliran mas yah”

    dengan cekatan bini aku mengulum ttt aku yg dah tegak berdiri,

    “uhhh..yesss..” emang jago bini aku kl urusan bginian, dengan semangat isapan bibir tebalnya sambil menyapu kepala penih aku dengan lidahnya.

    “ohh… yes…”. Lalu segera aku tarik daster yg dpakai bini aku sampe atas, dengan gaya sendok aku mulai mengarahkan penis aku k mmk bini aku, aku gesek2kan kpala penis ke itilnya, sampe bini aku kegelian enak.

    “ayo donk mas, masukin aja ah..bikin penasaran ajah”dengan sedikit dorongan.

    “Slep..crek..crek..crek..”

    kontolku dengan mudah meluncur masuk ked lm rongga kemaluannya.. – Cerita seks99

    “ah..ah.. yes.. nikmat”,

    sambil bergoyang maju mundur dengan semangat ku genjot mmk biniku sambil meremas2.

    “ach..ach..ach…masss” terasa vagina biniku berdenyut denyut seperti memijat2, aku ganti posisi bini aku bangun dan sakarang brada d atas memegang kendali, sambil mata aku menonton filem bokep bini aku memegang kendali skarang.

    Sambil menggoyang 2kan pantatnya naik turun “ ah..ah..achhh…” goyangannya semakin cepat “massss… ku mo keluar lagi nihhhh….”

    Dengan genjotan yg sangat kencang dia organism yg ke2 kalinya…”ach…ach..ach.. yes…”, akhirnya aku jg ikut keluar dngan beberapa semprotan kencang aku hujam lobang mmk bini aku dengan deras.. dngan letih bini aku tertidur d pelukkan aku, mungkin saking capenya.

    Aku bawa bini aku kkasur,dlm kondisi sangat lelah aku jg rebahan d kasur yg sudaah berpenghuni c desi yg udah tdr. Terasa lelah sekali tubuh ini setelah sharian bekerja,dtambah melayani bini td, jam menunjukkan pukul 12 malam.

    Trnyata lama jg td maennya ampir 1 jam.Tiba2 ketika aku tdr seperti ada yg memegang2 ttt aku,

    “aduuh… eneng..dah malem nih,bsk lg ja yah..”,

    Aku seperti setengah sadar, sesaat berhenti, tp ga lama malah smakin mnjadi2 mengelus2 ttt aku dr dlm celana (emang aku kl tdr suka ga pake cd),

    Diam2 aku ngintip dan ternyataaaa yg memegang ntu c desi, sambil berusaha menggenggam penis aku dia mengusap usapnya.

    Desi skarang brada dtengah2 antara aku dan bini aku. Skarang aku pura2 merubah posisi miring menghadap dia sambil tangan aku skarang memeluk badannya yg msh kecil tu. Sambil terus mengocok2 ttt aku dia menjulurkan lidahnya ke mulut aku.

    Bukan maen nih bocah, bener2 ganjen bgt.. pikiran g mulai menerawang sambil menikmati kocokan desi dan membayangkan mmknya desi yg msh kecil, lidahnya menyapu2 bibirku yg sedikit terbuka.

    ”ehmm..uhh..uhh..” deru nafasnya kena muka aku, bikin tambah horni. Dlm hti pengen tp takut bini bangun. Nekat akhirnya ku sambut lidah desi,

    “Haaa…” desi sangat terkejut sekali, tangannya berhenti mengocok dan bibrnya mengeras kaku tdk bisa berkata apa2.

    Dengan semangat skarang malah aku yg mengulum2 bibir desi sambil memainkan lidah,” sstt…jngn berisik nnti kk mu bangun”, ayo lanjutkan” aku berbisik tuk menenangkannya.

    Berlanjut tangannya mulai mengocok2 lg ttt aku, sambil terus berciuman mesra skali, wajahnya yg cantik mirip nikita wili tp versi anak2 bikin aku gemez, tangan aku mulai meraba2 slangkangan desi yg udah sdikit terbuka.

    Dengan lembut aku coba masuk kedalam celana pendek yg dipakai desi, dan “ack..ack..achh..”desi sedikit mndesah ketika gundukan kecil tepat d tengah mmknya aku elus2..udah becek, tiba2 desi bangun dan perlahan lahan mmbuka celana aku, dngn mata yg tajam memandang sambil mengocok2 ttt aku dengan lembut.

    “ah..ah..ah..”nikmat sekali. “WOW” Aku kaget setengah mati ketika desi dngan binal mulai mengulum ttt aku, buset deh nih bocah bener2 binal piker aku, ttt aku yg sebelumnya udah lemes bangkit kembli.

    Sensasi yg luar biasa desi berikan ketika dngan lembut mnjilat dan mengisap biji aku. Kalo bini aku bangun bisa ancur ancuran nih ketahuan adeknye nyepong punya kk iparnye.

    Hehehe… baru sekitar 5 menitan brasa ttt sudah mo keluar nyemprot

    “ ach..ach..aaach…” sambil menahan suara yg keluar dr mulut karena nikmat akhirnya

    “ crrooot…crooott..croott…” air mani aku nembak d mulutnya desi, aku teken trus kepala desi sampe die seperti mo muntah tp aku ga perduli.

    Belum pernah sebelumnya aku keluarin di mulut.

    “nikmaaat…bgt” anget2 basah. Dengan lahap desi menelan peju aku sambil menyedot2 trus ttt aku,

    “Ngiluuu bukan main coy”,kemudian pelan2 dia kembali ke pelukan aku. Sekarang gilirn desi yg aku puasin, pelan2 aku pelorotin celana pendek desi beserta cdnya, sambil mindik mindik agar bini aku ga bangun.

    “uhuk..uhuk..”,Tiba2 bini aku bergerak dan batuk bikin jantung aku dekdekan aje, untung gak bangun, kemudian aku lanjutin focus pada selangkangan desi yg sekarang sudah mengangkang tepat d depan muka aku, tercium baru aroma pesing campur bau khas mmk, dngan sekali hap mulut aku bisa mencaplok mmk desi yg masih terlihat kecil dan rapat,

    “Ach..ach..huh…” desi mengeluh dengan nafas terengah engah karena menahan nikmat yg dia terima takut ketahuan bini aku. Jilatan dan sedotan yg aku berikan ke itil desi membuat dia tidak bisa diam, ke dua kakinya seperti menahan tp kepala aku dia tekan semakin keras,

    “ouh..ouh..Oooohhh..” desi sedikit memekik tubuhnya berkeringat, nafasnya ngosngosan kaya molahiran, seluruh tubuhnya tegang, mulutnya mangap seperti menahan

    “ouw..ach..ach..” akhirnya desi orgasme dasyat mmknya mengeluarkan banyak cairan kewanitaannya, dengan sigap aku isap habis cairan tersebut.

    Setelah selesai, desi seperti ambruk, tubuhnya lemes sekali, pelan2 aku pakaikan celananya kembali., aku pake celana jg, terlihat bini aku tidur dngan lelapnya, berarti amaaaan… aksi aku ga ketahuan, desi langsung tertidur pulas dengan mulut yg masih bau peju. pengen rasanya mencoba mmknya tp kasihan jg, mash kecil.

    Keesokan paginya aku terbangun dan kaget ternyata posisi aku dengan desi saling berpelukan, sedangkan bini aku udah tdk ada d tempat tidur, langsung aku bangun “ jngan sampe ntar bini aku curiga nih”,

    “mas…mas.. km sudah bangun , nih kopinya”,

    “tidur ko pules bgt sih, sampe peluk2kan sama desi bgitu”, ternyata binih aku td ngeliat tp dia cuek aje”. Aman..aman.. hehehe… singkat cerita setelah kejadian malem itu desi sakit perut.Aku ketakutan, jangan jangan gara2 kelakuan aku lagi, eeehh…..ternyata Desi sedang mens,,artinya desi sekarang mulai dewasa.

    Aku ucapkan ke Desi,,Selamat ya Des,,karena kamu sekarang sudah dewasa,,dan jangan kapok tentang kejadian bersama aku yach.Terima kasih Desi,,kamu memang adik iparku yang baik dan juga cantik.

    Cerita Mesum ABG ini berjudul ” Mesum Selingkuh Dengan Adik Istriku Yang Masih SMP ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Rini anak rekan bisnisku

    Rini anak rekan bisnisku


    1547 views

    Perawanku – Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.

    Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2 SMP.

    Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

    Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

    “Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum. Daftar IDN Poker
    “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
    Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.

    Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Rina duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
    “Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
    Gugup aku menjawab, “Rina.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
    “Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Rina di sekolah lebih serem.”

    Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Rina justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Rina terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah. Agen Poker IDN

    Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Rina sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

    Setelah makanan siap, aku memanggil Rina. Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

    Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

    “Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
    “Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
    Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan. Judi Poker Deposit Pulsa
    “Yang bener.. Rina pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
    “Aahh.. Oom Ryan ngeledek..!”
    Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

    Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Rina mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

    Nafas Rina makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
    “Uuuhh.. mmhh..” Rina menggelinjang.
    Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
    Aahh..! Rina menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

    Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Rina yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

    “Ehh.. mmaahh..,” tangan Rina meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
    Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
    “Ooohh.. aduuhh..,” Rina mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
    Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

    Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Rina tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Rina.
    “Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Rina membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
    Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

    Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Rina dan aroma kemaluan Rina di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

    Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Rina, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan pantatku dari belakang.
    “Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
    Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Rina masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil.

    Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

    Sebentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
    “Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Rina, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Rina sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Rina segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

    Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Rina makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

    Setelah tubuh Rina melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

    Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
    “Aduh, Oom.. Rina lemes. Tapi enak banget.”
    Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Rina yang masih amat kencang.

    Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Rina.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Rina kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

    Kembali ke rumah Firman, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Rina pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

  • Cerita Bokep Wanita Kampung Yang Jago Goyang di Ranjang

    Cerita Bokep Wanita Kampung Yang Jago Goyang di Ranjang


    1906 views

    Perawanku – Waktu itu aku sedang menuju keluar kota yang mana malah mobilku bannya bocor, ada paku, hari apa ini kelihatannya sial banget, dan aku cari kunci pas, ternyata ketinggalan dirumah dan aku tidak bisa berbuat apa apa, aku berusaha untuk mencari bengkel di sekitar sini, sekian lama aku berjalan jauh aku menuju kerumah yang ada angkotnya, dan semoga dirumah ada kunci untuk membantuku mennggantikan ban serepku.

    “Assalamu alaikum…..!” sapaku dengan wajah sedikit memelas didepan pintu rumah yang sedikit reot, maklum di kampung yang jauh dari kota.

    “Wa alaikum salam…” terdengar jawaban seorang wanita namun belum nampak batang hidung yang punya suara. Mendengar suara itu kuberanikan diri sedikit melongo kedalam rumah itu……..Opss…..ternyata ada seorang wanita kira-kira berusia 25 tahunan sedang menyusui anaknya……

    Oh.. my God lumayan juga parasnya untuk wanita ukuran di kampung ini, dan tentunya yang membuatku terkesima buah dadanya yang indah tampak terbuka sedang diisep sama anaknya yang masih berusia balita.

    “ Maaf mbak …… apa saya bisa pinjam kunci roda mobilnya ?” tanyaku sambil tak putus mataku memandang sebuah keindahan , seraya mengkhayal jika aku yang menikmati buah dada yang indah itu………….. “ Oh….sebentar pak saya Tanya dulu suami saya…! “ Jawab wanita tadi sambil terburu-buru menutup dada indahnya yang mungkin Ia sadar jika betapa aku menikmatinya.

    Singkat cerita kunci roda tersebut berhasil saya pinjam dan bergegas kugunakan untuk mengganti ban yang bocor dengan ban cadangan. Tentunya dengan alasan mengucapkan terima kasih , kami sempat berbincang dan berkenalan. Nexiabet

    “ Maaf pak …. Rencananya mau kemana…? Tanya wanita itu . “ Oh saya mau ke kota X dalam rangka tugas kantor “ Jawabku sekenanya.

    “ Sebenarnya saya juga mau ke kota itu untuk menemui saudara yang katanya berdomisili disana ,

    tapi alamatnya belum begitu jelas dan kebetulan suami saya tidak bisa mengantar karena kendaraan Angkotnya masih rusak “ Kata wanita itu diamini oleh suaminya yang baru bangun tidur dan ikut menemani kami berbincang-bincang.

    Pucuk dicinta ulam tiba begitulah kata pepatah, dengan tanpa melewatkan kesempatan untuk dapat berlama-lama dengan wanita itu, apalagi dia akan berangkat sendiri tanpa suami dan anaknya, dengan alasan suaminya masih harus menyelesaikan perbaikan angkot yang masih rusak itu. Apalagi aku memang hanya sendiri di kendaraaanku.

    Sepanjang perjalanan kami ngobrol panjang lebar tentang segalanya dan akhirnya dapat kuketahui nama wanita itu adalah Fenny. Sampai kami tiba di kota tujuan.

    “Mbak Fenny rencana mau nginap dimana ? kan hari sudah mulai gelap tentunya sulit mencari alamat saudaranya waktu begini “ tanyaku.

    “ Entahlah mas soalnya saya tidak punya cukup uang jika harus menginap di penginapan” Jawab Fenny dengan sedikit kebingungan.

    “Bagaimana jika kita menginap dulu di penginapan tempat saya menginap, esok hari baru kita sama-sama mencari alamat saudara mbak itu !” Tawarku kepada Fenny.

    “Tapi mas apa tidak merepotkan ?” tanyanya dengan nada ragu tapi mau.

    Kujawab “ Ya …enggak lah ….kan mbak Fenny sudah menolong saya jadi tidak ada salahnyakan jika saya membalas pertolongan itu ….” Jawabku sembari dalam hati bersorak YESS……….. .

    “ Ya deh mas …. Saya ikut mas aja !” Jawabnya pasrah.

    Setiba di penginapan ternyata kamar yang tersedia tersisa 1 yang kosong yang lainnya sudah di booking calon tamu lainnya dan tidak bisa di ganggu gugat lagi soalnya sudah di bayar Full.

    “ Aduh mbak kamarnya Cuma ada satu yang kosong, gimana nih……”

    Tanpa menunggu jawaban langsung kujawab sendiri dengan sedikit memaksa “ Udahlah mbak…. Mbak tidur dikamar saya saja biar saya yang tidur di sofa “.

    “ Tapi mas ……” jawabnya ragu, namun akhirnya seperti kebo di cucuk hidungnya ikut dibelakangku menuju kamar sambil mengangkat tas Fenny dan tasku sendiri.

    Setelah masuk dalam kamar dan menyelesaikan segala urusan dengan room service yang mengantar ke ruangan yang ku pesan. Kami terdiam sejenak, dan Fenny terduduk di sofa sambil memandangku bingung.

    “ Silahkan mandi dulu mbak…… itu handuk bersih dan ini sabun cair dan shampoo saya yang bisa mbak pake , saya rapikan dulu perlengkapan saya, nanti selesai mandi kita cari makan malam di luar saja , karena penginapan ini tidak menyiapkan makan malam yang sesuai dengan selera saya “.

    Sambil menyodorkan perlengkapan mandiku ke Fenny untuk digunakan dan Fenny nurut aja apa yang ku sampaikan.

    Setelah semuanya beres kami keluar penginapan mencari rumah makan yang biasa aku datangi jika berkunjung ke kota ini. Sambil makan kami banyak bercerita , khususnya Fenny dapat kuperoleh cerita jika ia baru 3 tahun menikah dengan suaminya yang masih kerabat dekat dan pilihan orang tuanya, namun dalam perjalanan pasrikahannya suaminya kurang memberi perhatian selayaknya suami kepada istrinya selain hanya untuk melampiaskan nafsu sexnya, untuk urusan lainnya suaminya kurang mau tahu termasuk urusan mengunjungi saudaranya di kota ini.

    Tibalah waktu kami kembali ke penginapan untuk istirahat, sesuai janjiku jika aku yang tidur di sofa sedangkan Fenny di tempat Tidur. Maklum deh Fenny masih menganut kebiasaan di kampung jika tidur harus menggunakan sarung dengan tidak memakai sehelai benangpun di badannya selain balutan sarung yang sudah agak kumal.

    Nampak jelas bentuk tubuh khususnya payudara yang kutaksir berukuran 36 B , menyembul di balik sarung yang dikenakannya yang terlihat dikeremangan lampu tidur yang menyala dengan redup. Hal ini membuatku semakin gelisah menahan gejolak adikku yang dari tadi ingin berontak terus tanpa aturan yang jelas.

    Rupanya Fenny melihat kegelisahanku dengan menyangka aku tersiksa jika harus tidur di sofa, padahal bukan itu penyebabnya, sehingga akhirnya dia pun bersuara. “ Mas …. Nggak bisa tidur ya… sudah mas disini saja… toh tempat tidur ini masih cukup luas “.

    Tentunya ini kesempatan emas 24 karat yang tidak boleh aku sia-siakan, dengan sedikit jual mahal aku menjawab “ ….Ya deh…. Memang agak kurang nyaman nih tidur di sofa, tapi mbak tidak keberatankan…”. “ Nggak koq mas silahkan aja “ jawabnya.

    Bergegaslah dengan langkah seorang kesatria Majapahit menuju ke empat tidur samping Fenny. Ternyata Fenny sempat melihat ada yang menyembul dengan keras di balik celana pendek yang memang tidak mengenakan celana dalam kebiasaanku jika tidur.

    “ Ihh…. Mas ….itu apa yang berdiri dibalik celana mas….” Lugu Fenny bertanya. “ Ahh… mbak koq liat aja, ini kan gara-gara mbak juga “. Jawabku sekenanya sambil dalam hati berkata TUNGGU TANGGAL MAINNYA.

    Sejenak kita berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Selanjutnya aku mencoba menyentuh tangan Fenny, dan tidak ada penolakan dari Fenny yang membuatku semakin berani menarik tangannya dan memeluk dirinya dengan sikap yang sangat mesra. “ Mas jangan panggil aku mbak ya… sebut aja Namaku “

    Tiba-tiba Fenny bersuara,” Oh ya…. “ jawabku. “ Maaf mas Fenny koq merasa nyaman dekat mas, tidak seperti suami Fenny yang tidak pernah memberikan kemesraan seperti yang mas berikan ini “ kata Fenny lagi, “ Akupun begitu er…. , awal melihatmu ingin rasanya aku memelukmu !” jawabku sedikit merayu.sambil memeluk dari belakang dan mencium bekang telinga selanjutnya leher bagian belakangnya, yang tanpa penolakan bahkan terlihat Fenny begitu menikmati.


    Kuberanikan untuk mengelus kening selanjutnya turun ke dada dan terus meremasinya dengan halus terutama sekitar puting yang nampak kian mengeras. Tidak ada jawaban atau kata yang keluar dari mulut Fenny selain desahan nafas yang semakin memburu tidak teratur, menandakan Fenny sudah mulai horny selanjutnya tanganku turun meraba perut dan terus menemukan rimbunan bulu-bulu tebal diantara dua lembah yang terasa mulai lembab selanjutnya mencair oleh lelehan air kenikmatan wanita yang sedang mendaki kearah puncak kenikmatan.

    Tidak dinyana Fenny membalikkan badannya melepaskan sarung kumal yang melapisi tubuh mulusnya yang baru kali inilah terlihat dengan jelas, dibalik keluguan wanita desa ternyata menyimpan suatu kekuatan yang mampur memecahkan naluri lelaki yang menggeliat dengan panasnya.

    “ Mas…… !!!!!!”. sambil meremas adikku yang sudah ditelanjangi oleh tangan halus Fenny seperti meremas jagung yang akan dirontokkan pipilnya.” Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari suamiku………akhhh….akkhhhh !!!!!!”. Fenny semakin tidak dapat menguasai dirinya, apalagi saat kulumat habis puting teteknya yang kian mengeras. Berangsur turun ke puser perut dan kelubang kenikmatan.

    “ Okhh..okkhhhh……..mas …….nikmat……..akhhkk…….” Tak kuasa Fenny menahan erangannya.
    Kita berdua sudah semakin larut dalam hasrat birahi yang bergelora dengan tubuh yang tak satu helai benangpun yang masih melekat , diterangi cahaya lampu tidur yang temaram.

    “ Fenny aku sudah nggak tahan lagi …..pengen ngentot memek kamu !” Keluar kata dari mulutku yang semakin kurang ajar, karena adikku sudah berada dalam kuluman mulut Fenny yang dengan ganasnya melalap habis sampai ke pangkal batang bahkan biji pelirku pun tak luput dari sedotannya.

    Fenny rupanya mengerti dengan kata-kataku , maka dengan selangkangan terbuka dengan posisi WOT menelungkup memasukkan batang kontolku ke lubang memeknya secara perlahan tapi pasti , naik turun tidak beraturan ,

    ” Oh…. Mas nikkkkkmattttt……….!!!!!” Fenny mulai mengoceh kesetanan , “ Mas kontolmu enak sekali………..” tambah Fenny. Akupun semakin keras memompa dan membanting tubuhnya ke kasur untuk merubah posisi dengan Doggy style, menggenjotnya dengan tetap meremas tetek Fenny, “ Mas aku cape…………” keluh Fenny,

    Kubalikkan tubuhnya dengan posisi MOT sebagai posisi pamungkas karena kontolku sudah mulai terasa berdenyut keras, “ Ohkkhhh…..mas aku nggak tahan …….akh..!!!!” Fenny mengoceh dengan lemahnya, sementara remasan memeknya semakin memelintir batang kontolku , “ Oh….Fenny tahan sebentar lagi aku juga mau keluar….”

    Pintaku kepada Fenny seembari meninggikan RPM genjotan kontolku di memek Fenny. Dan tiba-tiba “AKHH……………!!!!” Teriak Fenny bersamaan dengan itu akupun tak dapat lagi menahan semburan sperma kontolku kedalam memek Fenny sambil tetap mengisap putting tetek Fenny yang kian mengeras.

    Kita berdua tidak dapat menggambarkan apa yang terjadi tadi yang jelas aku dan Fenny sudah tidak bertenaga lagi untuk bergerak dan tetap membiarkan tubuhku tengkurap di atas tubuh Fenny dengan kontol yang masih tertancap di memek Fenny.

    Semenit kemudian aku berangsur tertidur di samping tubuh bugil Fenny si wanita desa dengan ceceran air memek Fenny dan sperma kontolku yang membasahi tubuh dan sperei tempat tidur yang bercampur keringat kami berdua.

    Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.30 aku terbangun , dan mendapatkan Fenny masih tertidur dengan ceceran sperma dan air memek yang mulai mongering di badan kita berdua dan sprei tempat tidur , kubangunkan Fenny dan kuajak untuk bersih-bersih di kamar mandi.

    “ Mas …… maafin Fenny ya, koq Fenny malah mengajak mas bercinta..” Kata Fenny menyesal namun masih menyimpan hasrat terpendam.

    “ Nggak apa koq er… aku juga senang dengan apa yang telah kita perbuat, habis kamu seksi sih bikin aku nafsu aja” kata ku nakal menggoda, sembari menyandarkan badannya ke dadaku.

    “ Akh….mas ini bikin malu aja..” sambil mencubit perutku. “ Jujur deh mas, Fenny baru kali ini merasakan bercinta yang betul-betul membuat Fenny serasa terbang kea wan” sambung Fenny. Sambil mengelus kontolku yang mengecil tapi mulai nampak tanda-tanda akan bangun lagi.

    “Mas… boleh nggak Fenny minta lagi..” Pinta Fenny. WHY NOT pikirku, tapi gengsi dong kalo aku langsung mengiyakan. “ Gimana ya….. tapi aku sudah cape nih “ jawabku untuk memancing pelayanan yang lebih ekstra tentunya, “ Trus gimana dong mas ? “ Fenny benar-benar sudah memelas ,

    “ Fenny mesti tau dong apa yang ku mau ! “ Jawabku sekali lagi. Tanpa ba bi bu Fenny langsung mengulum kontolku dengan ganasnya dan tanganku tidak melewatkan untuk mengobok-obok tetek Fenny yang mulai mengeras juga, rupanya tak puas kontolku diisep, ia menggigit halus putting susuku yang membuat diriku terawang-awang ke langit tujuh.

    “ Fenny kita pindah ke sofa aja yuk !” sembari bangkit dari tempat tidur dan menuju sofa, gentian Fenny yang ku mandiin kucing dari ujung kaki sampai kuduknya.

    “ Ahkk…. Mas terus mas …..” erang Fenny. Fenny benar-benar sudah tidak bisa menguasai dirinya sampai teriak-teriak sehingga harus dengan cepat kubekap mulutnya agar tidak mengganggu tamu lainnya di penginapan itu.

    “ masssss.. cepat entot aku mas sudah tidak tahan nih…..” suara lirih Fenny memintaku agar menusuk kontol ke memeknya. Blassss………… “ Akhhh………..” lirih Fenny sekali lagi.

    Entah apa karena suasana malam itu yang semakin sepi atau memang setan sudah begitu dominant menguasai otak kami berdua, langsung aja dengan posisi Fenny yang nungging di sofa ku benamkan batang kontol ini yang juga sudah ingin mengakhiri permainan dashyat ini, kugenjot berulang-ulang kedalam lubang memek Fenny dan terakhir tersemburlah cairan maniku yang sudah encer akibat terlalu banyak yang dikeluarkan untuk memuaskan hasrat kami berdua “

    Ohhhh… Fenny…….” Bersamaan dengan orgasmenya Fenny, yang membuat lututku semakin tak kuasa menahan lemasnya dan mengantarkan kami untuk terduduk lemas sejenak di sofa.

    Akhirnya kami bersih-bersih dikamar mandi dan tertidur sampai pagi harinya. “ Mas kapan kita bisa ketemu lagi ?” Tanya Fenny. “ Aku akan menghubungimu lagi jika ada waktu Er..” jawabku.

    Singkat cerita keesokan harinya aku mengantarkan Fenny menemui alamat saudaranya dan sebelumnya mampir di took hp untuk membelikan Fenny HP yang dapat aku gunakan bila ingin menemui Fenny. Kisah ini berlanjut ditempat yang lain dan kesempatan yang lain , tentunya tanpa sepengetahuan suami Fenny.

  • Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot


    1391 views
    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Memek  kecil aku tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Merry yang kupanggil dengan sebutan Tante Merry. Tante Merry orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.
    Oh ya, namaku adalah Dharma, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Merry sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Merry mengusap penis omku, sebut saja Om Chandra. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Merry. Agen Nova88
    Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Merry hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Merry untuk menjaga rumahnya.
    Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya.
    “Ya Tante..” jawabku.
    Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Merry tahu aku gemetaran. Agen Obat Kuat Pasutri
    Dia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?”
    “Enggak Tante,” jawabku.
    Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
    “Ya Tante.” jawabku.
    Cerita Sex Tante – Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Merry. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Merry.
    Kira-kita jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Merry langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Merry saja.
    Setelah pembantunya pergi, Tante Merry menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
    Lalu Tante Merry berkata, “Dharma, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
    Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
    Tiba-tiba Tante Merry mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Dharma, hisap bibirku..!”
    Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.
    Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
    “Wah punyamu sudah tegang dan besar Dharma,” sahut Tante Merry.
    Lalu Tante Merry berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
    Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
    Tante Merry tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
    Lalu Tante Merry membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.
    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.
    Tante Merry mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Dharma.., terus..!”
    Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Merry bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Dharma, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Chandra.”
    Setelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.
    “Ayo Dharma, cepat hisap punyaku..!”
    Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.
    Tante berkata, “Sabar Dharma, Tante kepingin mencium punya Dharma dulu.”
    Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Merry yang sangat cantik.
    Cerita Sex Ngentot Memek Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.
    Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”
    Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Merry menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.
    Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.
    Lalu tante berkata, “Tenang Dharma, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”
    Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.
    “Tante.., aku sayang Tante.”
    Lalu tante berkata, “Ya Dharma, Tante juga sayang Dharma.”
    Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.
    “Ayo Dharma.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”
    Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Merry yang sudah licin karena air vaginanya.
    Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.
    Lalu aku berkata kepada Tante Merry, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Dharma bersetubuh dengan Tante..?”
    Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Merry, tante semakin mendesis.
    Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Dharma.., Tante kepengen keluar nih..!”
    Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!”
    Cerita Sex Ngentot Memek Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.
    Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Dharma masih enak nih..,”
    Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Merry bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.
    Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Merry, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Merry, tetapi bagaimana dengan Om Chandra. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Chandra dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Merry tidak dapat ikut karena Om Chandra tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Merry tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Chandra pulang ke Jakarta.
    Atas permintaan Tante Merry, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Merry jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Merry. Tentunya Tante Merry sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Merry sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Merry, tapi nikmat.
    Cerita Sex Ngentot Memek Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.
    Sambil mencium bibir Tante Merry, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”
    Sambil tersenyum tante menjawab, “Dharma.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Chandra Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”
    Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”
    Alangkah nikmat rasanya.
    Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Merry yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Merry dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama. Daftar Nova88
    Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Chandra pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Merry masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Merry sudah bertambah tua.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku


    1223 views

    Perawanku – Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku, Sebelumnya kuperkenalkan diri namaku Rudy tinggi 170 cm berat badan 55 kg umurku sekarang 20 tahun asalku dari Sragen sekarang aku telah masuk jenjang perguruan tinggi negeri di kota Solo. Pengalaman seks yang pertama kualami terjadi sekitar 3 tahun lalu, tepatnya waktu aku masih duduk di bangku SMU kelas 2. Karena rumahku berasal dari desa maka aku kost dirumah kakakku.

    Saat itu aku tinggal bersama kakak sepupuku yang bernama Mbak Fitri berusia 30 tahun yang telah bersuami dan mempunyai 2 orang putri yang masih kecil-kecil, namun di tempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada 2 orang lagi adik Mbak Fitri yang bernama Wina waktu itu berumur 19 tahun kelas 3 SMK dan adik dari suami kak Fitri bernama Asih.

    Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu diantara mereka suadah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya woow…terlihat sangat oh…

    Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap bersama Mbak Wina, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aku tidur bersama Mbak Wina maka aku akhirnya tak tahan juga. Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium kening dan membelai rambutnya yang harum.

    Malam berikutnya aku sudah mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang……oh…oh.., aku melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.

    “Ah…..ught…..hhhhhh….hmmmm” desahan Mbak Wina mulai terdengar.

    Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana, ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset. Ia malah berkata,

    ”Dik teruskan….. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja……..”

    Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.

    “Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!”
    “Nggak apa-apa kok dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Wina.

    Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat vagina yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.

    “Cup…cup…sret…. srettttttttttt”, suara jilatan lidahku.
    “Ought……ought….terus dik enak…..!!!”

    Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.

    “Ehmm…oh…ehhhhh…. mmmmhhh”, rintih kakakku keenakan.

    Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.

    “Crot..cret…crettttttt…. crettttttttttt”, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam vaginanya.
    “Oh……”

    Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    “Terima kasih dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?”
    “Ok deh mbak”, sahutku.

    Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.

    Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Fitri dan adiknya Asih bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Wina, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Wina sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.

    “Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach…… sayang….!” pinta Kak Wina.

    Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.

    “Hm…eght…. hmmmmm……. eght…!”

    Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar. Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel.

    Wow……tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho……. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.

    Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.

    Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati payudara gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.

    Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam vagina itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.

    “Ught..ugh…hah oh….oh…..”desahan nikmat keluar dari mulut Kak Wina.

    Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Ah enaknya..

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Ngentot Di Toilet Waktu Istirahat Sekolah

    Cerita Sex Ngentot Di Toilet Waktu Istirahat Sekolah


    1441 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Di Toilet Waktu Istirahat Sekolah, Perkenalkan nama saya Mimi ini kisahku nyata waktu gw masih dibangku SMA, disuatu hari tepatnya hari selasa, waktu gw dikelas situasi membuat aku bingung seolah olah temen temen cowo berubah, apalagi si yoga dia sering berani ngeremas pantat gw saat ada kesempatan malah tak jarang dia senyum-senyum nakal kearah gw.

    Puncaknya si aris temen sekelas yg pernah nembak gw tapi gw tolak berbisik sesuatu di telinga gw “mi gw pengen dong ngentotin lo kaya yoga…!!!” gila bagai kesambar petir rasa kaget gw karena ucapan aris itu ditambah lagi dia ngeluarin cd putih yg waktu itu gw pake saat ngentot sama yoga… si yoga bener-bener bangsat karena ga bisa ngejaga rahasia.

    si Aris berbisik ke telingaku berkata dengan nada lembut da mendesah “gimana boleh ga??? Apa lo pengen sekolahan tau kalo lo bisa di pake???” akhirnya gw cuman bisa terdiam dengan ucapan aris itu… “ok lu maunya kapan???” saking bingung dan takut akhirnya gw balik nantang aris “tapi lo harus janji rahasia ini jangan ampe bocor…!!!” “ok tenang aja paling cuman lima orang yg dikasih tau si yoga, gw tunggu lo istirahat di toilet…!!!” setelah itu aris ninggalin gw sambil tersenyum penuh kemenangan… gila berati kalo kelima cowo itu nagih jatah yg sama gw harus ngelayanin lima orang cowo??? Tapi tak apalah toh gw juga nikmatin ko… begitu bisik gw dalam hati.

    sebelumnya Aris sudah stand by di dalam toilet, setelah ada kesepakatan antara gw dan Aris maka dengan kode gw tinggal ngetuk pintu toilet yg tertutup dua kali setelah itu aris bakal ngebukain pintunya. Ternyata benar saja ga lama setelah gw ngetuk pintu toilet yg tertutup aris langsung ngebuka pintu dan narik gw kedalam ketoilet, lalu dia nyenderin tubuh gw ditembok setelah itu dengan brutal dia ngulum bibir gw dan tangannya ngeremas pantat sama toket gw, karena waktu istirhat yg singkat aris telihat buru-buru ngeluarin kontolnya dari celana abu-abu yag dia pake setelah itu dia nurunin cd gw dan ngangkatin rok abu-abu gw dia sesaat terdiam ngeliat hencet gw yg masih bersih karna belum ada bulu yg tumbuh setelah puas mandangin hencet gw lalu dia mulai ngegesekin kontolnya di hencet gw yg mulai basah akibat bergesekan dengan kontol aris.

    Cerita Sex Ngentot Di Toilet Waktu Istirahat Sekolah

    Cerita Sex Ngentot Di Toilet Waktu Istirahat Sekolah

    Tapi dengan posisi berdiri dan gw yg masih make rok aris kesulitan masukin kontolnya di hencet gw,karena gw juga udah kepalang horni maka gw berinisiatip balik badan dan nunggingin pantat gw di depan aris ,tanpa perlu di komando lagi aris segera naikin rok gw keatas pantat dan dengan sangat hati-hati dia mulai neken kontolnya hingga ngebelah hencet gw dan perlahan nerobos masuk. Gw berusha nahan desahan saat kontol aris dengan mantap telah nancap dihencet gw setelah itu dia mulai maju mundurin pantatnya yg diikuti goyangan pantat gw.

    Aris terlihat merem melek saat kontolnya dengan lancar keluar masuk di hencet gw, ternyata si aris lumayan kuat juga karena dia bisa bertahan lama walaupun gw ngegoyangin pantat dengan liar ,padahal cowo gw aja ga pernah bisa bertahan lama kalo gw udah goyangin pantat. Semakin lama hujaman kontol aris di hencet gw semakin cepat hingga ngeluarin bunyi yang indah… tangannyapun kini mulai aktif ngeremas toket gw,, karena situasi yg ga memungkinkan sekuat tenaga gw tahan supaya gw ga mendesah karena takut ketauan,tapi akhirnya gw ga bisa nahan jeritan kenikmatan gw saat tubuh gw dilanda orgasme yg sangat hebat hingga tubuh gw ngejang –ngejang setelah itu aris segera ngeluarin kontolnya dari hencet gw dan nundukin kepala gw kearah kontolnya, tentunya gw paham dengan maksud aris itu.

    Maka dengan lincah lidah gw bermain di kepala kontol aris ,tapi tiba-tiba aris ngedorong pantatnya hingga kontolnya masuk di mulut gw lalu dia ngeluar masukin kontolnya di mulut gw dengan gerakan cepat seakan dia lagi ngentotin mulut gw dan tak lama setelah itu tubuh aris ngejang hebat diikuti semprotan spermanya di mulut gw yang terpaksa gw telen semua karena takut belepotan kebaju. “makasi ya mi.. hencet lo enak!!!” lalu diam-diam dia keluar dari toilet dan ningalin gw yg lagi ngebersihin sisa spermanya di mulut gw.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Tak Berdaya Bersama Ayah

    Cerita Sex Tak Berdaya Bersama Ayah


    3218 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Tak Berdaya Bersama Ayah ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Setelah ibuku meninggal Nasya yang masih umur 15 tahun dengan gigihnya mengambil alih ugas ibunya untuk menjaga adik adiknya yang berjumlah 3 orang, setiap pagi dia bangun pagi dan menyiapkan bekal untuk adik adiknya untuk berangkat sekolah.

    Setiap pagi jugalah adiknya Sarimah 12 tahun membantu Haiqal dan Haizam yang belajar di tahun 3 dan Tahun 1 menyediakan pakaian dan membantu adik-adiknya memakai pakaian sementara menunggu kakaknya Nasya menyediakan sarapan dan memasakkan sedikit makanan untuk ayahnya bila pulang dari kerja nanti. Pak Abbas sudah menjadi rutinnya, awal-awal pagi telah turun dari rumah untuk pergi menoreh getah.

    “Imah, Haiqal.. Haizam, cepat nanti terlambat pula kita ke sekolah”

    jerit Nasya yang sudah bersiap untuk sama-sama dengan adiknya mengorak langkah sejauh 1km setiap pagi untuk sampai ke sekolah. Setelah pulang dari sekolah ia terpaksa melupakan hasratnya untuk berehat kerana terpaksa mencuci pinggan mangkuk, membasuh pakaian dan mengemas rumah.

    Hari demi hari yang dilaluinya membuatkan ia mula merasa letih untuk melengkapkan rutin hariannya yang kian menyukarkannya. Namun untuk menyuarakan kepada ayahnya untuk tidak bersekolah lagi, terasa begitu sukar untuk ia melafazkannya kerana sikap ayahnya yang cepat naik angin membuatkannya ia melupakan sementara hasratnya untuk memberitahu ayahnya.

    Suatu hari, Nasya datang kerumahku dengan membawa kain bajunya. Aku sedikit teperanjat bila malam-malam begini Nasya boleh berada di hadapan rumahku. Nasya merupakan adik angkatku sewaktu aku mengikuti program anak angkat yang telah diadakan di kampungnya.

    Nasya tidak berkata apa-apa tetapi dari kejernihan air matanya yang turun membasahi pipinya, aku dapat merasakan yang Nasya sedang menghadapi masalah. Aku menjemput Nasya masuk dan menyuruh Kak Asmah menyediakan minuman untuk Nasya.

    Aku bertanya dengan Nasya kenapa datang malam-malam begini. Melihatkan wajahnya yang tertunduk sayu, aku dapat merasakan yang dirinya mempunyai masalah yang besar. Nasya tidak menjawap ia melihat mukaku dan linangan air mata kembali bercucuran membasahi pipinya yang gebu itu.

    Aku memegang tangannya dan mengharapkannya dapat menenangkan keadaan. Aku menyuruhnya menceritakan apakah yang telah berlaku. Setelah selesai makan, adik-adikku semuanya sibuk mengemas buku dan menyiapkan kerja sekolah.

    Aku pula mengemas pinggan untuk dicuci kerana esok tidak kelam-kabut kerana segala telah akuselesaikan pada malam ini. Setelah siap mengemas aku naik ke atas, aku lihat adik-adikku telah masuk ke bilik untuk tidur.

    Aku masuk ke bilik untuk mengambil buku sekolahku. Melihat adik-adikku yang bergelimpangan tidur, aku merasa sebak kerana di usia yang kecil mereka telah kehilangan kasih sayang dari seorang ibu. Baru sahaja aku hendak membuka buku latihanku, terdengar jeritan suara ayah dari dalam bilik.

    “Nasya.. Nasya ambil minyak angin atas almari tu bawak sini” suaranya ayah nyaring kedengaran memecahkan suasana malam. “Ni minyaknya ayah,” aku menghulurkan kepada ayahku namun ia tidak mengambilnya.

    “Kau tolong urutkan badan ayah ni, sengal-sengal pulak rasanya” terus ia meniarap di atas tilam dan menarik sedikit kain pelikat yang dipakainya ke bawah sedikit agar memudahkan untuk aku engurutnya.

    Aku tanpa banyak membantah, terus menuangkan minyak di atas badannya dan menyapu seluruh badannya dengan minyak panas tadi.

    Aku terus menekan-nekan belakangnya mengikut apa sahaja gerakan tanganku kerana aku bukannya reti sangat nak mengurut tetapi mengenangkan ayah yang suruh terpaksa juga aku menurutinya. Aku lihat mata ayahku sesekali terpejam rapat, aku pun tak pasti samada ia sakit ataupun sedap sebab diurut oleh aku. “Urut bawah sikit, ni ha.. Kat pinggang ayah ni,” tangannya dihalakan ke belakang inggangnya.
    “Ayah.. Dah lama dah ni, Nasya penatlah..” aku terus memperlahankan urutan tanganku.

    “Ni.. Sikit aje lagi.. Bahagian dada ayah ni..” badannya di terbalikkan menghadap aku.

    “Ayah urutlah sendiri, dada ayah tu ” aku menghulurkan minyak kepadanya. “Kau ni kenapa malas sangat.. Aku suruh sedikit aje dah malas, kalau aku larat takan aku suruh engkau” wajahnya mula merah, mungkin marah dengan kata-kataku tadi.

    “Saya bukan malas ayah tapi saya pun penat jugak, besok dah kena bangun awal pagi lagi” aku memberikan penjelasan agar ia tidak memarahiku.

    “Haa.. Asyik mengeluh penat aje, dah tak payah sekolah lagi duduk aje dekat rumah” ia bingkas bangun dan menolak aku ke bawah. Terjelepuk aku jatuh, terperanjat dengan tindakan ayah yang tiba-tiba berangin. Kain yang aku pakai terselak menampakkan pangkal pehaku.

    Aku lihat mata ayah tak berkelip melihat pehaku. Aku segera menutupnya dan cuba untuk bangun. Namun syaitan mana yang telah merasuk ayah, ia sentap tanganku dan menghumban aku ke atas tilam. Aku menjadi takut dengan tindakannya seperti orang yang telah dirasuk.

    “Ayahh.. Jangan ayah.. Ni Nasya anak ayahh, sedarlah ayah..” air mataku mula mengalir mengenangkan musibah yang akan melanda. “Kau tahu tak, aku ni lagi penat.. Siapa yang peduli?” mukanya semakin merah bagai harimau nak menerkam mangsa.

    “Ayahh.. Ayahh.. Cakap sahaja apa yang perlu saya bantu.., makan-minum, pakaian, apa lagi yang saya boleh buat untuk tidak menyusahkan ayah?” badanku terasa mengigil melihat ayah yang sedemikian rupa.

    Ayah sememang sudah dirasuk, apa yang aku lakukan tidak memberi makna kepadanya. Tangan yang kasar itu terus menekan tanganku kiri dan kanan. Aku cuba menolak tangannya dari terus menindih tanganku, namun siapalah aku untuk melawan tenaga yang sudak dirasuk syaitan itu.

    Nafsunya telah menguasai diri, mulutnya terus mencium leherku dan menjilat-jilat telingaku. Segala tenagaku yang kukeluarkan untuk menepis asakan ayah nampaknya tidak bermakna langsung. Apa yang boleh aku lakukan hanya menangis mengenang nasib yang gelap yang bakal aku lalui. “Ayah.. Tolonglah ayah.. Ayahh jangan buat Nasya macam ini..” tolakanku semakin tak terdaya.
    “Kau ikut sahaja apa kemahuanku” suaranya lembut disebalik telingaku. “Ayah sedarlah.. Apa yang ayah lakukan ini.. Ini anak ayah..” titisan air mataku terus membasahi pipi. Kata-kataku terhenti bila mulutnya terus bersatu dengan mulutku,

    Aku cuba mengelak ke kiri dan kekanan tetapi satu tamparan yang hebat hinggap di pipiku. Kini aku sudah tidak berdaya lagi, melawan pun tiada guna pasti ia akan melakukan jua. Aku hanya membiarkan ia terus memuaskan nafsunya terhadap aku.

    Tanpa belas kasihan, bajuku direntap kuat olehnya. Berbekalkan suasana malam dan terangan cahaya bulan, aku terus diasak oleh ayahku. Aku pun tidak tahu samada adik-adikku yang lain sedar atau tidak. Bra yang ku pakai mula terlepas dari menyaluti gunungku dari dicorobohi oleh pandangan mata yang selama ini sering mencuri-curi pandang kerana payudaraku agak besar juga pada peringkat umur sepertiku ini.

    Bagaikan seorang yang kehausan, habis putingku yang baru sahaja hendak membesar disedut-sedutnya dengan lahapnya. Terasa juga kesedapan bila ia meramas-ramas dan menjilat-jilat putingku yang berwarna kemerah-merahan itu. Sudahlah aku dipaksa melayan nafsunya, malah tubuh aku juga turut menjadi mangsa keganasan mulutnya.

    Kesedapan yang baru hendak kurasai hilang bila ia mula mengigit-gigit putingku dan badanku sambil meramas terus payudaraku. Kini tangan pula terus meliar mencari simpulan kain batik yang ku pakai. Aku cuba melarangnya dari terus melakukannya namun sekali lagi tangannya hingap di mukaku.

    Hanya air mata sahaja yang dapat menemani keperitan yang kurasai kini. Melihat diriku yang tidak melawan lagi, ayah terus melucutkan kainku. Aku yang sememang di sebelah malam tidak pernah memakai seluar dalam maka terus terselah cipapku yang baru nak menembam di hadapan muka ayahku dengan jelas tanpa diselindungi oleh bulu-bulu halus kerana aku baru lepas mencukurnya.

    Ayahh.. Tolonglah jangan mengapa-ngapakan Nasya, Nasya ni anak ayahh” aku masih lagi cupa untuk melembutkan hatinya. “Kau boleh diam tak, nanti aku lempang lagi muka kau tu” suara ayah cukup mengerunkan aku.

    Ayah tidak menunggu lama, habis segala sudut cipapku dijilatnya. Jarinya terus mengentel-gentel biji kelentitku yang sememangnya tersenti disebalik cipapku. Manakala lidahnya terus dijelir-jelirkan menembusi tasik maduku yang pertama kali disentuhi oleh lelaki bila ku dewasa kini.

    Aku rasa dah tidak tahan bila terus diperlakukan sedemikian rupa. Aku tekan kepala ayahku ke atas cipapku agar ia dapat terus menyelami ke dalam lubuk madu di dalam tasikku. Akhirnya saat yang tidak pernah ku lalui, buat pertama kali, mencurah-curah air pejal keluar dari dalam vaginaku.

    Naik terangkat punggungku menahan seribu kenikmatan yang diberikan oleh ayahku walaupun secara paksa. Daripada menanggung sakit, baik rasanya aku melayan terus nafsu buas ayahku.

    “Arghh.. Urghh.. Ehmm” hanya itu sahaja yang dapat aku suarakan. Melihatkan aku yang terkulai kelemasan, ayah sudah mula membuka kain sarung yang dipakainya, kini kami sama-sama berada diatas katil ayahku tanpa seurat benang pun menutupi kami berdua.

    Ayah membuka pehaku seluas-luasnya. Apa yang boleh aku buat hanya pasrah sahaja kerana malam ini pasti mahkota suciku yang kujaga selama 14 tahun ini akan hilang disantap oleh ayahku sendiri. Aku hanya menunggu dengan seribu debaran.

    Tidak sanggup rasanya hendak melihat batang kepunyaan ayahku. Dalam suasana yang samar itu ayah mula mengaturkan permainannya. Nafsunya yang memberontak menghilangkan kawalan akalnya. Ia mula mengesel-geselkan kepala cendawannya ke atas cipap aku,

    Aku yang baru sahaja kejang dalam kenikmatan yang diberikan oleh ayahku mula terasa kembali kegelian bila ia memain-mainkan kembali biji kelentitku dengan batangnya. Perlahan-lahan ayah menghalakan batangnya kelubang cipapku. Ia mula menekan batangnya ke dalam cipapku.

    Namun terlalu sukar baginya untuk memasukkan batangnya untuk memecah masuk lubuk maduku. Ia menyapu sedikit lendiran minyak urut yang kuberikan kepadanya ke hujung batangnya bagi melicinkan perjalanannya.

    “Aduhh.. Ayahh.. Sakit, aduh sakit ayahh” begitu pedih rasa cipapku bila kurasakan ada seketul daging pejal mula menerokai lurang di dalam cipapku. Ayah menarik kembali, batangnya, ia masukkan masukkan dua jarinya ke dalam cipapku dan memain-mainkan di dalamnya.

    Aku terasa ngilu dan sakit bila ia terus memainkan jarinya mungkin untuk membesarkan sedikit lubang vaginaku. Bila ia merasakan air dalam cipapku cukup untuk melicinkan kemasukkan batangnya, ia mula memasukan lagi batangnya. Sekali tekan, seinci masuk ditarik lagi.. dua kali tekan tiga inci masuk.. Ditarik lagi tiga kali tekan, “Urghh.. Sakitnya..” lelehan air jernih membasahi pipiku.

    Siapa sangka, cadar ini jugalah yang dipakai oleh ibuku sewaktu melihat gambar pengantin yang ibu simpan. “Ayah.. Cuckuplah tu ayahh.. Nasya sakit sangat ni” lelehan air turun mengalir di cipapku membasahi cadar peninggalan ibuku.

    Ayah tidak mempedulikan esakkanku, Aku lihat batangnya keluar dan masuk di dalam cipapku. Pelayarannya harus diteruskan bagi menerokai lubuk yang baru dijumpainya. Setelah agak lama dengan posisi melentang, ia memusingkan pula punggungku menghadapnya. Tanganku meramas cadar yang terus berselerak di atas katilnya.

    Dengan gaya “Doggie Style” habis punggungku di asak oleh badannya yang sasa itu. Aku mula merasa sedap dan ngilu bila tolakan batang terus menerjah masuk mencecah dasar dalam vaginaku, tangan yang berurat-urat itu terus meramas-ramas puting kecilku yang mula mengeras naik akibat tidak tahan dengan kenikmatan yang baru bermula ini.

    Namun baru sahaja aku hendak merasai kenikmatan pertama ini. Ayah telah dulu mensasarkan meriamnya di atas belakang badanku. Crott.. Crott.. Arghh… Ulelehan-lelehan air hangat mengalir penuh di atas belakang badanku.

    Aku yang belum sempat mencapai kemuncak merasa sedikit hampa atas keranaayah telah sampai ke garisan penamatnya, namun aku tetap bersyukurkerana penderitaan aku malam ini telah berakhir. Ayah terus merebahkanbadannya di sebelahku. Namun ia sempat berberi amaran kepadaku agar jangan menceritakan perkara ini kepada sesiapa jika tidak mahu melihat adik-adikku teruk dipukulnya. Aku segera memakai kembali pakaianku dan segera meninggalkannya.

    Akhirnya terlena juga aku malam itu bersama linangan air mani ayahku. Pagi itu aku terlewat bangun kerana terlalu letih dan penat melayan nafsu buas ayahku malam tadi, mujurlah adikku mengejutkan aku. Aku cuba bangun untuk ke dapur menyiapkan sarapan dan bekalan adik-adikku untuk ke sekolah tetapi aku rasakan kepalaku cukup berat untuk bangun.

    Aku memanggil adikku Imah agar membantuku memanaskan nasi dan lauk semalam untuk dibawa bekal ke sekolah dan memakan biskut yang ada untuk sarapan. Aku cuba bangun juga ke bilik air dan terasa begitu perit lubang vaginaku terkena air, aku segera mencuci dan kembali ke bilik kerana kurasakan badanku melayang-layang.

    Adik-adikku semuanya telah pergi ke sekolah. Aku melelapkan mata kembali kerana badanku terasa begitu lemah untuk bangun pagi itu. Baru sahaja aku hendak melelapkan mata, aku merasakan seperti ada orang yang menyelak kainku.

    Aku cuba membuka mata dan dalam samar-samar aku dapat merasakan tubuh ayahku mula menindih aku kembali. Aku sudah tidak larat lagi untuk melawan kerana tubuhku begitu lemah. Aku hanya membiarkan sahaja baju dan kainku dibukanya, lagi pun adik-adikku telah pergi ke sekolah.

    Kini aku mula merasa kenikmatan bila payudaraku diramas dan dijilatnya, namun ia tidak menunggu lama kali ini. Mungkin kerana sudah tidak tahan melihat aku yang terdampar tanpa rela terus menerima asakan dari batangnya menembusi lubang cipapku.

    Hentakan-hentakan yang dilakukan olehnya kini sudah berkurangan kesakitannya, malah kini sorongan-sorongan yang dilakukan olehnya menaikkan nafsuku pula. Aku terus menerima dan memberi kerana pagi ini aku mahu sama-sama mencapai kumuncaknya bersama-sama ayahku.

    Pagi ini aku dapat lihat batangnya yang sederhana besar dan panjangnya itu menerjah masuk ke dalam lubang vaginaku. Perjalanan yang dilaluinya disertakan dengan gentelan-gentelan terus ke aats biji kelentitku. Aku sudah tidak dapat menahan lagi.

    “Urghh.. Arghh.. Ehmm” terangkat punggungku dalam kekejangan mengakhiri klimakku yang pertama kali sampai dalam perjuangan ini. Baru kutahu betapa nikmatnya bila mencapai kenikmatan bersama dengan tolakan dan tarikan batang dari seorang lelaki.

    Aku tidak menunggu lama, tidak sampai lima minit kini ayahku pula mencapai kenikmatan buat kali kedua bersama dengan aku. Air-air pejalnya menembak tepat ke arah mukaku. Aku sedikit peranjat kerana mataku yang terpejam rapat, tiba-tiba dibasahi dengan air hangat dari ayahku.

    Ayahku sempat mencium bibirku sebelum meninggalkan aku keseorangan di dalam bilik dan aku terus terlelap dengan tubuh badanku hanya ditutupi oleh selimut yang melindungi tubuhku tanpa seurat benang ini.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Pesta Seks Bersama Tante Girang Dan Mahasiswi Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pesta Seks Bersama Tante Girang Dan Mahasiswi Cantik – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1786 views

    Perawanku – Kejadian cerita seks ini berawal pada pertengahan bulan Mei tahun 2010, pesta seks yang aku lakukan dengan beberapa wanita abg ini sungguh mengesankan dan tidak pernah aku lupakan pengalamanku ini. Sungguh cerita panas dan cerita dewasa yang aku rasakan kali ini membuat gairah dan gelora jiwa mudaku bergejolak. Diawali dengan phone seks, masturbasi dan terjadilah kenikmatan ngentot memek dan pepek-pepek wanita abg yang yahud ini.

    Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,

    “Hey.. kok.. melamun?” katanya.
    Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.
    “Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,
    “Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”
    “Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”
    “Kemana Tante?” tanyaku.
    “Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.

    Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.

    Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,

    “Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30.
    “Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny.

    Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.

    “Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya.
    “Mrmangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran.
    “Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya.
    “Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,
    “Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi
    “Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku.

    Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari.

    Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku.
    “Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey.
    Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.

    “Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?”
    Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya.
    “Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?”
    Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.
    “Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon.

    Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..
    “Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?”
    “Kenapa Tante?”
    “Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?”
    “Ooohh..?” jawabku.
    “Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya.
    Selang beberapa menit,
    “Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”
    “Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?”

    Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit.
    “Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah.
    “Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.

    “Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku.
    Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?”
    “Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?”
    Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.
    “Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?”
    “Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?”
    Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..
    “Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku.

    Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,
    “Ada apa Mbak?” tanyaku.
    Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata,
    “Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..”
    Dia mempertegas, “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya.
    “Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar.
    “Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang,” dia mempertegas.

    Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..
    “Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya.
    “Sakit Mbak?” tanyaku.
    “Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?”
    Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..?
    “Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.
    “Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?”

    Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara.
    “Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya.

    Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata,
    “Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?”
    “Ii.. ittuu.. ada..?”
    “Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara,
    “Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!”
    Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. “Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny.
    “Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya.
    “Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,” timbal poppy.
    “Iyah kan Kak?” tanya poppy pada Shelly.
    “Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly.
    “Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya.
    “Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?”
    “Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian adikku manis” Tanya kakaknya.
    “Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh..”

    Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar-kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan.
    “Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny.
    “Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali”

    Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang.

    Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi.
    “Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang.
    “Mau sekali Kak..?” jawabnya.
    “Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab polosnya.

    Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess..
    “Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.
    “Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?”
    Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya.
    “Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya.
    “Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya.
    “Enak.. sekali.. Kak Dewa..”
    “Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..
    “Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya.

    Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.
    “Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny.
    “Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi

    “Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy.
    “Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya.
    Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi.
    “Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.”
    “Bleess.. Bless.. Bleess..”

    “Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku mau memasukkan lagi penisku.
    “Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya.
    “Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya.
    Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya.
    “Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah..” ceracaunya.
    Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya.
    “Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..”

    Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata,
    “Aku mau keluar nih?”
    “Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah..”
    Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan..
    Crott.. Croott..
    “Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?” eranganya.
    “Makasih.. Yah kak..?” sambil dia tersenyum.
    “Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih.”
    “Aku mau keluar nih, dimana sayang?” tanyaku.
    “Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di siram air mani penis..”
    Ccrroott.. Crroott.. Crott..
    Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly.

    Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante.

  • TEH HANA AKHWAT SEMOK

    TEH HANA AKHWAT SEMOK


    3400 views

    Cerita Sex ini berjudul ” TEH HANA AKHWAT SEMOK ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Lelaki memang buaya darat. Tak cukup satu, Bahkan aku pun yg sudah beristri 2, pengen nambah lagi dan lagi. Rumput tetangga memang lebih hijau dan subur dari yg tumbuh di halaman kita.

    Melihat kecantikan dan body semlohay istri kakak iparku mas Akbar kakanya Nafisah, jadi pengen menjamah jg. Apa lagi lihat kulit putih, hidung mancung dan body oke, sapa yg mau nolak kalo dia mau. Apa lagi dia keturunan Arab, dukh gak kebayang gimana kalo dia main.

    Dah hampir 2 tahun kakak iparku mas Akbar menikah dgn Hana. Tp belum dikaruniai anak jg. Mungkin belum rezekinya aja. Atau mungkin suaminya yg gak bisa ngasih anak. Hehehe. Hanya tuhan yg tahu.

    terbaru, Yg kulihat kehidupan mereka cukup harmonis. Untuk menghilangkan kesuntukannya, kadang mereka suka main ke rumah. Bahkan sampe nginap segala. Biasa maen sama keponakannya anakku. Mereka nikah belakangan duluan aku sama Nafisah. Maklum mas Akbar kan adiknya cewek Nafisah. Ya jelas aja keduluan nikah sama adiknya.

    Kadang kalo maen ke rumah suka kugodain teh Hana sama aku.

    Kok belum punya anak jg ya teh, janganjangan mas Akbar gak bisa bikinnya . Kataku.
    Hus, istighfar Bondan, dosa!! !Allah aja yg belum mempercayai kami. Jawabnya sambil muka merah karena marah.
    Iya iya teh Bondan cuma bercanda aja. Tukasku, Situs IDN Poker Online

    Sering banget kugodain, ya karena mungkin dah biasa denger godaanku, akhirnya jadi biasa dan dianggap bercanda aja. Kadang kusuruh supaya mungut anak, ya sebagai pemancing gitu. Tp jawaban mas Akbar sama teh Hana katanya musyrik jangan percaya gituan. Maklum mereka ustaz dan ustazah, Malah mereka bilang kan kami sayang anakku Bahkan mereka memperlakukan anakku sebagaimana anak mereka Lebih sayang pakde sama budenya malah Hehehe.

    Suatu waktu mereka menginap di rumahku karena mas Akbar ada pengajian jamaah. Terpaksa teh Hana tidur dikamarku sama istriku Nafisah, padahal waktu itu giliran aku sama Nafisah bukan sama Nida istriku yg pertama. Karena teh Hana nginep terpaksa aku ngalah tidur di kamar tamu, Duh sial, adahal si otong dah gak kuat pengen ngentot. Kalo gak takut terjadi kiamat, ingin kujamah seluruh tubuh teh Hana sebagai ganti Nafisah, Tp apa daya cuman bisa dalam hayalan saja. Akhirnya aku coli sendiri sama liat video 3x di hp ku, Kacau deh.

    Sekitar jam 11 malam karena hawa panas banget di kamar tamu gak ada AC, aku pergi mandi ke Wc belakang pengen mandi. Ibu2 dan anakku dah pada tidur. Di Wc aku malah terbayang teh Hana dan malah coli lagi. Lagi enakenak telanjang sambil coli duduk di closet sambil ngocokin penisku yg gede lagi panjang, tibatiba ada yg terburuburu masuk Wc dan gak menghiraukan aku. Mungkin saking kebelet pengen pipis. Langsung tarik daster tidur, cd dan wesh pipis.

    Ternyata teh Hana, begitu kulihat dari belakang, pantatnya putih dan bahenol banget. Dah gitu seksi banget pake daster istriku, belum pernah aku liat dia pake daster Ya maklum dia ustazah lagi akhwat. Walau depan saudara, mereka tetep pake jubah dan jilbab. Kecuali kalo mereka mau tidur. Itu pun ganti di kamar. Teh Hana belum nyadar kalo ada aku didalam Wc. Mungkin saking kebeletnya.

    Tp, pas dia mau cebok nyuci mekinya dan nengok kebelakang, dia hampir jatuh dan menjerit melihat aku lagi duduk di closet sambil megangin penisku yg lagi ngaceng. Beruntung aku cepet narik dan megangin tangannya hingga dia gak sampe terjengkang.

    Sssttt. Kataku.
    Aduh teh, jangan menjerit. Nanti nafisah bangun. Ntar kita disangka ngapangapain. Akhirnya teh Hana diam.

    Terus dia melongok liat penisku yg gede lagi ngaceng. Dia memalingkan mukanya. Sambil bilang,

    Bondan. Ngapain kamu disini?Gak sopan banget kamu.
    Ssstt. Pelanpelan teh. Justru teteh yg gak sopan. Tau Bondan lagi didalam. Tukasku.
    Maafin teteh, tadi kebelet pengen pipis katanya. Wa. . . h, kesempatan neh. Sapa tau bisa memanfaatkan.
    Udah teh, cebok dulu, nanti bau loh. Apa Bondan yg cebokin?Kataku sambil terkekeh.
    I. . . kh, gak sopan banget kamu Bondan. Jawabnya nyolot.
    Sudah lah teh, teteh mau liat ini kan?Kataku sambil ngeliatin penisku padanya.
    I. . . . . y, jijik Bondan. Sambil memalingkan mukanya.
    Sudah lah teh, Bondan tahu kok teteh gak bahagia sama Mas Akbar. Sambil begitu, kutarik tangannya dan kutempelkan di penisku.

    Kugenggamkan telapak tangannya di penisku. Langsung kupeluk dia, dan tanganku menarik dasternya keatas dan tangan kananku langsung hinggap di mekinya. Langsung kupegang dan kuremas mekinya yg masih basah oleh sisa air seni dia karena belum sempat cebok. Tanpa memberi kesempatan, sambil kupeluk dia, aku kobel mekinya. Dia mau berontak, tp pas dah kukobel mekinya, dia malah mendesah dan merintih. Jangan Bondan, dosa besar katanya. Tp terus kukobelkobel dan kumainkan itilnya dan kuremas teteknya.

    A. . . . . h!!!Dia cuman mendesah diperlakukan begitu. Kutarik tangannya dan kugenggamkan di penisku.

    Dia cuman menggenggam aja. Tp seiring kukobel mekinya, akhirnya tangan dia pun meremasremas penisku.

    A. . . . h, mmmppphhhh, Bondan jangan Ndan. Inget, aku tetehmu. Tp tak kupedulikan, terus kuremasremas teteknya dan kukobel mekinya.

    Tanpa menunggu kesadaran dia pulih sepenuhnya, aku membuat tangan dia berpegangan sama bak mandi sampe posisi dia nungging. Dan tanpa menunggu waktu, aku mengarahkan penisku pada lobang mekinya. Dan ketika dah tepat dilobang mekinya, maka langsung kutekan. Slep blessh.

    A. . . . h!!!Teh Hana mendesah keenakan.

    Beruntung mekinya masih basah dan licin oleh cairan dari rangsangan tadi. Penisku amblas kedalam meki teh Hana. A. . . h, nikmat banget. Mekinya terasa sempit dan menjepit penisku yg gede. A. . . h, nikmat banget. Penisku serasa diremasrems. Lalu aku memompa dan menggenjot penisku.

    A. . . . h, ah ah ah a. . . . h, sssh o. . . . h!!!Teh Hana mendesah keenakan.

    Sambil kugenjot, aku meremasremas teteknya. Pantat dia yg bahenol bergoyang2 mengimbangi setiap sodokan penisku. Serasa ngentot perawan. Ya maklum aja teh Hana belum punya anak. Sekitar 10 menitan aku menggenjot meki teh Hana. Terasa aku pengen orgasme. Lalu aku mempercepat sodokanku. Dan pada sodokan terakhir,

    a. . . . . kh, se. . . r. Creet creet creet creet. Penisku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam meki teh Hana.

    Dia pun hampir berteriak dgn keras. Beruntung aku cepat menutup mulutnya dgn tanganku. Aku dan teh Hana orgasme secara bersamaan. Kutekan dan kubiarkan penisku menancap dalam meki teh Hana. Kami menikmati sisasisa orgasme kami. Kupeluk dan kuremas teteknya dari belakang. Setelah penisku lemas , aku mencabutnya dari meki teh Hana.

    Tibatiba dia berbalik, dan plak, plak, dia menampar kedua pipiku. Dia terisak dan seperti menahan tangis.

    Kamu bejat Bondan!Kamu tega sama kakak iparmu!Isaknya.

    Kurangkul dia, tp dia mencoba mendorongku. Situs IDN Poker Online

    Sudah lah teh. Bondan jg tahu teteh menikmatinya. Jangan siksa bathin teteh. Bondan tau teteh gak bahagia kan sama mas Akbar. Kataku.

    Teh Hana mau nampar aku lagi, tp aku pegang tangannya dan mendorongnya bersandar di dinding kamar mandi.

    Sudah lah teh. Teteh kan pengen punya anak. Biar Bondan kasih. Nikmatin aja teh. Teh Hana akhirnya diam.

    Lalu kuangkat dagu dia dan kutatap wajahnya. Begitu cantiknya. Hidungnya sangat mancung. Dia gak berani melihat tatapanku.

    Teh, Bondan tahu, nafsu sex teteh sangat besar. Dan mas Akbar gak bisa muasin teteh kan?Biar Bondan yg muasin teteh aja. Lalu kukecup keningnya. Dia diam saja.

    Ketika kulumat bibirnya, dia gak bereaksi. Tp ketika kuremas tetek dan mekinya, akhirnya dia membalas lumatan bibirku. Dgn ganasnya dia melumat bibirku. Ya aku tahu, dia menginginkan kepuasan. Entah apa yg terjadi sama mas Akbar hingga istrinya gak bisa hamil dan haus akan sex.

    Teh, dikamar belakang aja ya mainnya. Teh Hana cuman menganguk.

    Tp kusuruh dia cebok dulu. Aku yg nyuci pake sabun sirih istriku dan menyiranya dgn air. Lalu kami pergi ke kamar belakang dgn hatihti takut Nafisah bangun dan bercinta lagi dgn ganasnya. Aku menuntaskan hasratku sama teh Hana kakak iparku. Dan teh Hana pun menikmatinya. Dia benarbenar haus akan sex. Gak peduli dia akhwat atau ustazah, kalo hasrat dah menggelora disimpan dulu gelarnya itu. Aku menikmati setiap lekuk tubuh teh Hana. Benarbenar sangat mulus dan menggairahkan.

    Teh Hana pun bermain dgn ganas. Hampirhampir aku gak bisa mengimbangi. Katanya penis mas Akbar sangat kecil dan cepet banget keluar. Dia terlalu egois dan ingin enaknya sendiri. Dah dicoba bilangin supaya konsul ke dokter spesialis, malah dia marahmarah. Akhirnya teh Hana cuma bisa menahan rasa sendiri. Pantas saja mainnya sangat liar.

    Dan setelah puas, dia balik lagi ke kamar dan tidur sama Nafisah istriku.

    Itulah awal perselingkuhanku. Dan setelah itu, kami melakukannya setiap ada kesempatan. Tebak aja, akhirnya dia hamil dan mengandung anakku. Ketika dah lahir dan kucoba tes DNA, ternyat persis punyaku. Mas Akbar gak tahu kalo itu anaknya dan menganggap itu adalah anaknya. Situs IDN Poker Online

    Sampe sekarang perselingkuhanku tetap berjalan. Semoga aja langgeng dan gak ketahuan,hehe

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan

    Cerita Sex Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan


    950 views

    Perawanku – Cerita Sex Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan, Aku berada tepat di depan rumah mas Gio saat ini, tapi aku masih malu untuk masuk ke dalam. Dari dalam mobil aku melihat ada mobil yang terparkir juga di halamannya dan aku yakin kalau itu mobil Via tunangannya, aku menghela nafas panjang. Apa yang harus aku lakukan sekarang, pagi tadi aku menyatakan perasaanku pada mas Gio. Cowok yang bekerja satu kantor denganku.

    Sebenarnya aku sudah mencintainya jauh sebelum dia memutuskan untuk bertunangan dengan gadis yang baru dua bulan menjadi pacarnya. Aku tahu kalau mas Gio memang beda dengan pria lain, yang hanya ingin berhubungan intim dengan pasangannya seperti halnya dalam cerita sex yang saat ini marak terjadi. Baik di dalam ruangan maupun di tempat umum sekalipun.

    Aku Dewi seorang wanita yang sudah cukup matang di usiaku yang menginjak 27 tahun, tapi selama ini aku belum pernah berhubungan dengan seorang pria. Apalagi untuk melakukan adegan layaknya dalam cerita sex, bukan karena tampangku atau gimana tapi karena kesibukanku sebagai wanita karir. Dan selama ini juga aku tertarik pada mas Gio teman satu kantor yang dua tahun lebih tua dariku.

    Sebenarnya mas Gio adalah pria yang merupakan seniorku di perusahaan ini, dan dia pernah juga dekat denganku. Tapi karena sikapku dingin akhirnya diapun menghindariku secara perlahan, dia tidak pernah tahu kalau sebenarnya aku juga mencintainya. Tiba-tiba lamunanku terhenti ketika kaca mobilku ada yang mengetuknya “Dew..mau masuk apa nggak?” Tanya mas Gio dari luar jendela mobil.

    Aku tersentak kaget lalu aku buka jendela mobil “Iya mas.. ini Dewi cuma mo nganter fail yang harus mas Gio kerjakan” Dia menatapku lalu membuka pintu mobilku “Ayo Dewi aku tahu kamu bukan hanya ingin mengantar ini kan..” Dia menarik tanganku, akupun ikut masuk ke dalam rumahnya rupanya mobil tunangannya tadi sudah tidak ada. Mungkin karena itu juga mas Gio tahu aku berada di luar.

    “Mau minum apa Wik..soalnya di rumah sedang tidak ada orang jadi aku yang akan buatkan minuman buat kamu..” Kata mas Gio dengan santainya diapun menuju ke dapurnya, dan aku hanya bisa duduk di ruang tamunya sambil melihat foto keluarga mas Gio di dinding ruangan itu. Dan tidak lama kemudian mas Gio datang dengan membawa minuman dan dia hidangkan didepanku.

    Kamipun mengobrol agak lama mulai dari membahas pekerjaan sampai akhirnya sampai juga di perbincangan mengenai pernyataan isi hatiku padanya tadi pagi “Maaf Dewi..aku benar-benar merasa terkejut mendengar kamu bilang hal itu padaku..” Diapun melanjtkannya kembali “Sebenarnya dari dulu aku sudah menyukaimu tapi aku lihat kamu begitu dingin padaku karena itu…”.

    Sebelum dia melanjutkan kata-katanya aku dengan sigap langsung memeluknya, malah aku berani mendekap erat tubuh mas Gio. Tapi seperti biasa aku tidak mengatakan sesuatu sepatah katapun yang ada hanya menangis dan menangis, sampai-sampai aku sesenggukan hingga mas Gio berkata “Sudah Dewi.. kamu jangan nangis gitu.. ” Dia belai rambutku dengan lembut.

    Hingga akhirnya mas Gio perlahan namun pasti mendaratkan ciumannya pada pipiku, dan aku yang sudah lama memendam hal itu sekejap menutup mataku. Sebagai pri dewasa mas Giopun mengerti kalau aku menginginkan lebih, dengan lembut dia daratkan bibirnya pada bibirku yang sedari tadi mengingnkan hal itu lalu kamipun melumat bibir kami dengan penuh gairah.

    Meskipun belum pernah memiliki cerita sex dengan pria lain akupun tidak diam begitu saja, dengan lihai aku mengulum bibir mas Gio dan aku sendiri yang mendesah saking menikmatinya “UUuuuhhhh….. aaaaaahhhh… eeeeeuuuuuuaaaaccchhhh…..aaaahhhh…aaaaaahhhhh…maaas…aaahhhhhhh…” Tanganku melingkar di leher mas Gio bahkan aku belai lembut rambut dan pundaknya.

    Mungkin karena sudah terangsang dengan sentuhan-sentuhanku mas Gio membopong tubuhku masuk ke kamarnya. Dan anehnya aku diam saja malah aku menantikan hal selanjutnya terjadi  setelah sampai di dalam kamarnya mas Gio menurunkan tubuhku, aku yang masih berdiri dengan sedikit kaku. Kemudian bagian dadaku di sentuh dengan lembut oleh mas Gio dia remas lalu dia pilin dengan lembut.

    Akupun kembali mendesah dan menggelinjang, apalagi ini baru pertama kali aku di senyuh oleh pria. Ketika tangan mas Gio berusaha melepas bajuku akupun membantunya juga sehingga dengan jelas hanya nampak celana dalamku yang berwarna merah maron. Sedangkan yang lain sudah dapat dilepas oleh mas Gio, kini dia menatap tubuh mulusku dan aku menatapnya dengan penuh nafsu.

    Kemudian mas Gio merebahkan tubuhku di atas tempat tidurnya “Dewi.. apa kamu tidak akan menyesal melakukan ini bersamakku?” Mas Gio masih sempat menanyakan hal itu padaku, aku yang sudah di penuhi dengan nafsu menganggukan kepala layaknya anak kecil dan dengan cepat mas Gio melepas celananya seketika juga kontolnya yang besar dan seakan mengacung dia arahkan pada memekku.

    Aku yang baru pertama kali melakukan adegan layaknya cerita sex ini, hanya berusaha melebarkan pahaku. Dan benar saja kontol mas Gio langsung menancap di lubang memekku “Ooouuuhhh… maaas… pelaaaan… saaakiiiit…. aaaaahhhhhhh….uuuuuuuhhhh…” Mas Gio berhenti sejenak lalu dia perlahan mulai menggerakan pantatnya dan saat itu juga aku merasakan kenikmatannya.

    Kini aku tidak lagi meringis kesakitan tapi kenikmatan luar biasa yang aku rasakan “Oooouuhh… aaaaahhhhh…. aaaahhhh… aaaaahhhh… aaaaahhhh…. maaaaass… aaahhhh… aaaaaahhhh..” Nikmatnya setiap gerakan yang dilakukan mas Gio di atas tubuhku bahkan aku hanya menatapnya dari bawah, sambil mengelus punggung serta pinggul mas Gio yang terus bergoyang.

    Mas Giopun mengerang kenikmatan juga “Ooouuhhh.. Dewiiii….. aaaahhhhh…aaaaaahhhh… maaas… gaaak…kuaaat laaagi… saaayaaaanag…. aaaaahhhhhhh… aaahhh” Seketika aku merasakan kalau kontol mas Gio seakan bergerak didalam kemaluanku dan melepaskan sesuatu yang begitu hangat aku rasakan di selangkanganku dan aku lihat gerakan tubuh mas Gio mulai melemah.

    Aku tahu kalau saat itu dia sudah mencapai klimaks, sedangkan aku tidak tahu kapan aku menikmati puncak sebenarnya karena berkali-kali aku merasakan kenikmatan tiada tara “Sayaaang… kamu puas..” Tanya mas Gio sambil memeluk tubuhku “Ya.. maaas… terima kasih..” Jawabku dengan penuh kemesraan bahkan aku kecup bibirnya yang mulai basah dengan tubuhnya.

    Sampai menjelang malam aku berada di rumah mas Gio dan akhirnya pulang setelah ada keluarga mas Gio datang, keesokan harinya aku pergi ke kantor dengan wajah berseri bahkan aku ingin cepat-cepat sampai. Sudah tidak sabar ingin melihat pria pujaanku karena hampir semalaman aku tidak dapat memejamkan mata memikirkan apa yang telah aku lakukan dengan mas Gio, pria yang selama ini menjadi pujaanku.

    Belum sampai di kantor aku sudah di hadapkan pemandangan yang tidak mengenakan didepan kantor. Mas Gio di antar oleh tuangannya malah mereka saling berciuman sebelum akhirnya tunangan mas Gio pergi dengan mobilnya, aku menatapnya penuh cemburu tapi aku sadar kalau dia memang sudah milik wanita lain tapi tetap saja mata ini menangis melihat hal itu, sampai-sampai aku tidak sadar kalau mas Gio melihat ke arahku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Kisah Skandal Seks Antara aku dan Tante Wike – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Skandal Seks Antara aku dan Tante Wike – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1570 views

    Perawanku – Aku sedang tidur ketika HPku berdering. Suara yang tak asing terdengar ditelingaku. Rupanya tante Wike ada di Ykt. Katanya sich ada tugas kantor dengan teman-temannya dan aku diminta datang kehotel *** tempat mereka menginap. Sambil jalan aku membayangkan sosok tante Wike. Dia adik ibuku yang berusia 39 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan tinggi 175 cm, tubuhnya ramping dan seksi. Dadanya dihiasi oleh sepasang payudara yang indah dan besar. Waktu kecil dulu aku sering mengintip dada tante Wike dan kalau onani sering membayangkan dadanya itu. Kalau membandingkannya dengan artis, tante Wike mirip Vina Panduwinata.

    Sesampai di hotel aku diperkenalkan dengan 2 teman tante Wike, Pak Bondan(46) dan Bu Shinta(37). Mereka memintaku menjadi penunjuk jalan selama mereka di Ykt, dan aku menyanggupinya. Setelah itu kami berkeliling kota sampai jam 21:47. Karna sudah malam tante Wike meminta aku menginap dikamarnya saja. Kesempatan batinku, dari tadi aku sudah gatal melihat payudara tante Wike dibalik baju tang top biru yang ketat. Aku tak ingat lagi kalau dia tanteku, yang penting hasratku tersalurkan pikirku.

    Setelah masuk kamar tante Wike pergi mandi, aku langsung memikirkan cara bagaimana agar aku bisa menikmati tubuh tante Wike yang tetap seksi walau telah memiliki 2 anak. Saat dia keluar aku menelan ludah, dengan celana pendek ketat sampai diatas lutut dan baju kaos putih tanpa lengan benar-benar memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya yang sempurna. Saat tante Wike lewat didepanku tercium wangi sabun dari tubuhnya, saat ia hendak mengeringkan rambutnya terlihat BH hitam kesukaanku dari balik ketiak tante Wike.

    Aku jadi gelap mata. Begitu tante Wike membelakangiku, langsung kurangkul dia. Bibirku menyedot lehernya, sementara tanganku yang satu meremas sepasang payudara dan yang satu lagi bermain diselangkangan dan paha tante Wike. Hanya sebentar ia meronta setelah itu tubuh tante Wike menjadi tenang.

    “Izinkan aku merasakan tubuh tante yang indah ini ya?” Desahku di kuping tante Wike.
    “Gimana Ndra? Tapi sekali ini aja ya Ndra.. dan kamu harus janji ini menjadi rahasia kita berdua” Kata tante Wike. Aku mengangguk kecil tanda bersedia.

    Tante Wike lalu mencopot bajunya dan terlihatlah buah dadanya yang putih mulus terbungkus BH hitam, aku diam memperhatikan, birahiku mulai naik. Lalu tante Wike mencopot celana ketatnya terlihat paha mulus yang kugerayangi tadi. Saat ia hendak melepas tali BH aku cegah. Dengan lembut tanganku kebelakang pundak tante Wike membuka kaitnya lalu memelorotkan BH itu sambil menggesek puting susunya. Sepasang payudara berukuran 36 B terlihat sangat indah dipadu dengan puting susunya yang mencuat kedepan.

    Tante Wike lalu mencopot celana dan CD hitamnya. Dan kini ia telah telanjang bulat, penisku terasa tegang karna tak menyangka tubuh tante Wike seindah itu. Lalu ia naik keatas ranjang dan merebahkan badannya telentang. Aku begitu takjub, tubuh tanteku yang aduhai telanjang dan pasrah berbaring diranjang tepat dihadapanku.

    “Ayo Ndra.. apa yang kamu tunggu, tante udah siap, jangan takut kalau belum pernah nanti tante bantu” Kata tante Wike.
    “Iya.. tolong ya tante” Jawabku berbohong.

    Segera aku melepas semua pakaianku karna sebenarnya aku juga sudah tak tahan. Kulihat tante Wike memperhatikan kejantananku yang berdenyut-denyut, lalu aku naik keatas ranjang dan memulainya. Langsung saja kukecup bibirnya, kulumat-lumat bibirnya, terasa ia kurang meladeni bibirku, masih canggung pikirku, tapi tidak aku hiraukan terus aku lumat bibirnya. Sementara kuarahkan tanganku ke dadanya. Kutemukan gundukan bukit, lalu aku elus-elus dan remas buah dadanya sambil sesekali memelintir puting susunya.

    “Ooh.. Ndra.. apa yang kau lakukan.. ergh.. sshh..” Tante Wike mendesah tanda birahinya mulai naik, sesekali aku merasakan ia menelan ludah yang mulai mengental. Setelah puas dengan bibirnya, kini bibirku kuarahkan kebawah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengulum buah dada tante Wike. Sejenak aku pandangi buah dada yang kini berada tepat dihadapanku, ooh sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah terjamah laki-laki. Langsung aku jilati dari bawah lalu kearah putingnya, sementara buah dada kanannya tetap kuremas-remas sehingga tambah kenyal dan mengeras.

    “Emmh oh aarghh” Tante Wike mendesah hebat ketika aku menggigit puting susunya.
    Kulirik wajahnya dan terlihat matanya merem melek dan giginya menggigit gigi bawahnya, kini jariku kuarahkan keselangkangannya. Disana kurasakan rambut yang tumbuh disekeliling vagina tante Wike. Jari-jariku kuarahkan kedalamnya, terasa lubang itu sudah sangat basah, tanda bahwa dia sudah benar-benar terangsang. Kupermainkan jari-jariku sambil mencari kelentitnya. Kupermainkan jariku keluar-masuk didalam lubang vagina tante Wike yang semakin licin tersebut.

    “Aarrgghh.. eenhh.. Ndra kam.. mu ngapain oohh..” Kata tante Wike meracau nggak karuan, kakinya mengecak-ngecak sprei dan badannya menggeliat. Tak kuperdulikan kata-katanya, maka tubuh tante Wike makin menggelinjang dikuasai nafsu birahi. Kurasakn tubuh tante Wike menegang dan wajahnya memerah bercucuran keringat, aku pikir dia sudah mau klimaks. Kupercepat gerakan jariku didalam liang vaginanya.
    “Oohh.. arghh.. oohh..” kata tante Wike dengan nafas tersengal-sengal dan tiba-tiba.

    “Ooh..aahh..” Tante Wike mendesah hebat dan pinggulnya terangkat, badannya tergetar hebat beberapa kali. Terasa cairan hangat memenuhi lubang vaginanya.“Oohh.. ohh.. emhh..” Tante Wike mendesah-desah meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
    “Ndra apa yang kamu lakukan kok tante bisa kayak gini?” Tanyanya padaku.

    “Kenapa memangnya tante?” Kataku sambil meremas payudaranya.
    “Baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini, luar biasa” Kata tante Wike. Ia lalu bercerita kalau om Widya (suaminya) hanya sebentar saja jika bercumbu sehingga ia kurang puas.

    “Sayang.. sekarang giliranku” Bisikku ditelinganya, tante Wike mengangguk kecil.
    Aku mulai mencumbunya lagi, kulakukan seperti tadi, mulai dari bibirnya yang kulumat, lalu buah dadanya yang aku nikmati. Setelah kurasa cukup, kusejajarkan tubuhku diatas tubuhnya dan tante Wike tahu. ia lalu mengkangkangkan pahanya lalu kuarahkan batang kejantananku keliang senggamanya. Perlahan-lahan aku masukkan batang penisku dan aku nikmati. Batang kejantananku mudah saja memasuki liang senggamanya karna sudah sangat basah dan licin. Kini perlahan-lahan aku gerakkan pinggulku naik turun. ooh nikmatnya.

    “Lebih cepat Ndra.. aarghh.. mmhh” Kata tante Wike terputus-putus dengan mata yang merem melek. Aku percepat gerakanku lalu terdengar suara berkecipak dari selangkangannya.
    “Iya.. begitu.. aahh.. terr.. russ.. aarghh..” kata tante Wike tak karuan.
    Keringat kami berucuran menjadi satu, kulihat wajahnya semakin memerah.
    “Ndra, tante mau.. enak lagi.. ohh.. ahh.. aahh ahh..” Kata tante Wike sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar dan kurasakan vaginanya dipenuhi cairan hangat menyiram batang penisku.

    Remasan dinding vaginanya begitu kuat, akupun mempercepat gerakanku dan.. croott.. akupun mencapai klimaks.. aahh.., kubiarkan air maniku keluar didalam liang senggama tante Wike. Kurasakan nikmat yang luar biasa, kupeluk tubuhnya erat-erat sambil mengecup puting susunya menikmati kenikmatan sex yang sesungguhnya. Setelah cukup menikmatinya kucabut penisku dan kubaringkan tubuhku disampingnya.

    “Tante Wike, terima kasih ya..” Kubisikkan lirih ditelinganya sambil kukecup pipinya.
    “Tante juga Ndra.. baru kali ini tante merasakan kenikmatn seperti ini, kamu hebat” Kata tante Wike lalu mengecup bibirku.
    Kami berdua lalu tertidur karna kelelahan.

    Sekitar jam 3 pagi aku terbangun. Setelah meminum segelas air aku memandangi tubuh telanjang tante Wike. Benar-benar menggairahkan sekali, kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya masih terjaga diusianya yang hampir berkepala 4 ini. Lalu aku mulai mencumbunya lagi, kali ini aku ingin menikmati dengan sepuas hatiku setiap inci tubuh tante Wike. Perlahan-lahan aku lumat bibir tante Wike dengan penuh kelembutan sampai ia mulai terbangun lagi.

    Setelah tante Wike terbangun kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, kupermainkan lidahku didalam mulutnya. tante Wikepun mulai berani, lidahnya juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin betah saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku beroperasi didadanya, kuremas-remas payudaranya yang kenyal mulai dari lembah sampai ke puncaknya lalu aku pelintir putingnya shingga ia menggeliat dan menggelinyang. Dua bukit kembar itu semakin mengeras. Ia menggigit bibirku saat kupelintir puting susunya.

    Setelah aku puas dibibirnya, kini aku melumat dan mengulum payudaranya. Dengan sigap lidahku menari-nari diatas bukitnya yang putih mulus itu. Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yang sebelah kanan. Kulihat mata tante Wike sangat redup, ia memagut-magut bibirnya sendiri, mulutnya mengeluarkan desahan erotis.
    “Oohh.. aarghh.. en.. ennak Ndra, emmh..” Kata tante Wike mendesah-desah.

    Tiba-tiba tangannya memegang tanganku yang sedang meremas-remas payudaranya dan menyeret ke selangkangannya. Aku paham apa yang diinginkannya, ia ingin agar aku segera mempermainkan liang vaginanya. Jari-jariku pun segera bergerilya divaginanya. Kugerakkan jariku keluar masuk dan kuelus-elus klentitnya yang membuat tante Wike semakin menggelinyang tak karuan.
    “Ya.. terruss.. argghh.. eemmh.. enak.. oohh..” Mulut tante Wike meracau.

    Setiap kali tante Wike terasa mau mencapai klimaks, aku hentikan jariku menusuk vaginanya, setelah ia agak tenang, aku permainkan lagi liang senggamanya, kulakukan beberapa kali.
    “Emhh Ndra.. ayo dong jangan gitu.. kau jahat oohh..” Kata tante Wike memohon.
    Mendengarnya membuatku merasa kasihan juga, tapi aku tidak akn membuatnya klimaks dengan jariku tapi dengan mulutku, aku ingin menerapkan hasil latihanku dengan Bu Denok dan Bu Atika.

    Segera kuarahkan mulutku keselangkangannya. Kusibakkan rambut-rambut hitam yang mengelilingi vaginanya dan terlihatlah liang senggamanya yang merah dan mengkilap basah, sungguh indah. Segera aku jilati lubang itu, lidahku kujulurkan keluar masuk.
    “Ndra.. apa yang kamu lakukan.. arghh itu kan ji.. jik emhh..” Kata tante Wike.
    Aku tak perdulikan kata-katanya, lidahku terus menari-nari didalam liang senggamanya bahkan menjadi semakin liar tak karuan

    Ketika lidahku menyentuh kelentitnya, ia mendesah panjang dan tubuhnya menggeliat tak karuan dan tak lama tubuhnya bergetar beberapa kali, tangannya mencengkram sprei dan mulutku dipenuhi cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.
    “Ohmm.. emhh.. ennak Ndra.. aahh..” Kata tante Wike ketika ia klimaks.
    Setelah tante Wike selesai menikmati kenikmatan yang diperolehnya, aku mencumbunya lagi karna aku juga ingin mencapai kenikmatan. Kali ini posisiku dibawah tubuh tante Wike.

    Aku tidur telentang dan tante Wike melangkah diatas batang penisku. Tangannya memegang batang kejantananku yang tegak perkasa, setelah menjilatinya lalu perlahan-lahan pinggangnya diturunkan dan vaginanya diarahkan ke batang penisku dan dalam sekejap bless burungku hilang ditelan liang kewanitaannya. Tante Wike lalu mulai melakukan gerakan naik turun, ia angkat pinggannya dan ketika sampai dikepala penisku ia turunkan lagi. Mula-mula ia pelan-pelan tapi kini ia mempercepat gerakannya.

    Kulihat wajahnya penuh dengan keringat, matanya sayu sambil merem melek dan sesekali ia melihat kearahku. Mulutnya mendesis-desis, sungguh seksi wajah wanita yang sedang dikuasai nafsu birahi dan sedang berusaha mencapai puncak kenikmatan. Wajah tante Wike terlihat sangat cantik seperti itu ditambah lagi rambut sebahunya yang terlihat acak-acakan terombang ambing gerakan kepaalanya. Payudaranya terguncang-guncang, lalu tanganku meremas-remasnya. Desahannya tembah keras katiak jari-jariku memelintir puting susunya.
    “Oh emhh yaah.. oohh..” Itulah kata-kata yang keluar dari mulut tante Wike.

    “Tante nggak kuat lagi Ndra..” Kata tante Wike sambil berhenti menggerakkan badannya.
    Aku tahu ia segera mencapai klimaks, lalu aku rebahkan tubuh tante Wike dan kupompa liang senggamanya, tak lama tante Wike mencapai klimaks. Kuhentikan gerakanku untuk membiarkan tante Wike menikmati orgasmenya yang kesekian. Setelah itu kucabut batang penisku dan kusuruh tante Wike menungging lalu kumasukkan batang penisku dari belakang. Tante Wike terlihat hanya pasrah saja terhadap apa yang kulakukan padanya. Ia hanya mendesah kenikmatan.

    Setelah puas dengan posisi ini, aku suruh tante Wike rebahan lagi dan aku masukkan lagi batang kejantananku dan memompa vaginanya lagi, karna aku ingin mengakhirinya. Beberapa saat kemudia tante Wike ingin klimaks lagi, wajahnya memerah dan tubuhnya menggelinjang ke sana ke mari.
    “Ahh.. oh.. tante mau enak lagi Ndra. arrghh ahh..” kata tante Wike.
    “Tunggu sayang, ki.. kita barengan.. aku juga sedikit lagi..” desahku.
    “Tante udah nggak tahan Ndra.. ahh..” kata tante Wike mendesah panjang.

    Lalu tubunya bergetar hebat, pinggulnya terangkat naik. caran hangat membasahi batang kejantananku. Cairan hangat menyirami batang penisku dan kurasakan dinding vaginanya seakan akan menyedot penisku begitu kuat dan akhirnya aku pun tidak kuat.. crott.. aku pun mencapai klimaks. Nikmatnya luar biasa. Lalu kami saling berpelukan erat meresapi kenikmatan yang merasuki kami berdua.
    “Thank’s tante” Bisikku sambil memelintir puting susunya.

    Setelah itu 3 malam berturut-turut aku memuaskan hasrat yang terpendam sejak aku kecil sampai tante Wike kembali pulang ke Smr.
    “Kalau pulang.. jangan lupa kerumah ya” Bisiknya saat akan naik ke pesawat terbang di bandara.
    Aku tersenyum penuh arti. Sebentar lagi aku akan pulang berlibur, aku sudah rindu dengan tante Wike yang aduhai.

  • NGENTOT DI KELAS

    NGENTOT DI KELAS


    1452 views

    Cerita Sex ini berjudul ” NGENTOT DI KELAS ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Namaku Rifan, panggilannya Ifan. Cerita ini setahun lalu, waktu aku masih kelas 2 SMU (sekarang kelas 3). Dalam soal sex, aku mengenal diri sendiri sebagai orang yang nafsu besar dan suka nekat demi kepuasan sex saya sendiri.

    Aku sering mengintip cewekcewek sekolahku yang sexy sambil onani, nafsuin, dan sebagainya dari berbagai tempat sepulang sekolah. Misalnya, mengintip cewekcewek cheerleaders kalau sedang latihan dari jendela kelas di tingkat dua.

    Pernah juga nekat bersembunyi di dalam WC cewek (untungnya saja tempatnya bersih) dan mengintip pahapaha ataupun celana dalam cewekcewek dari kolong pintu yang sedang ganti baju olahraga, habis pipis, dan lainlain. Bahkan tidak hanya siswisiswi saja yang jadi korban pelampiasan sex, guruguru wanita yang nafsuin, cantik, sexy dan sebagainya juga pernah.

    Seperti telah dibilang tadi, waktu saya kelas 2, di kelas ada seorang cewek cantik, namanya Vina. Tapi tidak seperti biasanya, nafsu tidak bergejolak, hanya biasabiasa saja. Malah, yang ada aku justru jatuh cinta sama dia. Dan kayaknya sih dia juga. Tidak hanya itu, anakanak juga sering meledek ataupun mencomblangkan aku sama dia.

    Pada awalnya saat aku melihat tingkah laku dan ekspresi wajahnya, aku menilai dia sebagai cewek yang bukan nafsu besar. Vina memang tidak sexy, badannya tidak berisiberisi banget. Pantatnya juga tidak bahenol.

    Dadanya juga mungkin kurang sedikit dari 34. Tapi kulit putihnya, pahanya yang sering kelihatan dan leher seragamnya yang suka kendor membuat nafsuku jadi lamalama bergejolak. Model rambutnya sangat kusuka.

    Ikal, belah tengah agak ke pinggir, dan berwarna hitam kebiruan/blue black. Tapi, pikiranku tertutup oleh JaIm (jaga image) di depan dia, dan berpikir nanti saja kalau sudah jadian saja baru bisa ngapangapain.

    Suatu hari, aku menjalankan niat nekatku seperti biasa. Pertama aku bersembunyi di WC kamar mandi cewek. Aku tahu pada hari itu cewekcewek cheer mau gladi resik, jadi sekalian memakai seragam lomba yang tentunya sedikit terbuka (sudah gitu ditambah pula cewekceweknya sexysexy lagi).

    Yang kulihat waktu itu adalah beragam model celana dalam yang beberapa menyelip di belahan pantat, mulai dari yang putih polos, polkadot, biru, dan lainlain.

    Barang yang di bawah segera berdiri tegak, dan aku mencoba membuka retsleting perlahan. Setelah beberapa saat aku mulai onani, tibatiba ada cewek yang masuk ke WC, lalu ngobrolngobrol sama cewekcewek cheers itu. Dan ketika kulihat sepatunya, ternyata Vina.

    Dia lalu sedikit membetulkan rok abuabunya, kemudian mengangkat kedua kakinya bergantian ke tembok untuk membetulkan tali sepatu. Saat itu kulihat jelas paha mulusnya yang putih bersih. Betapa kencangnya barangku waktu itu.

    Tapi sebelum aku bisa mengeluarkan spermaku, cewekcewek sudah pergi semua. Akhirnya aku mengambil tempat lainnya itu dari kelas. Aku mengintip dan melanjutkan onani sambil duduk di kursi dekat jendela. Fuuhhh.., cheers itu sexysexy sekali.

    Tidak lama, tibatiba ada seseorang yang lewat di depan kelasku yang sepertinya adalah cewek. Tibatiba lagi, belum sempat aku membetulkan celana, cewek tersebut masuk kelasku.

    Ternyata si Vina..! Kagetku tidak dapat dideskripsikan dengan katakata ataupun tulisan dengan bahasa apapun. Maluku juga bernasib sama. Cat merah pun mungkin masih kalah merah dibanding wajahku.

    Vina lalu setengah berteriak, Yaampuuunnn.., si Ifaaan.. ngapain kamuuu..? (Vina kalau ngomong denganku pakai akukamu).
    Vina melihatku dengan setengah senyum malumalu. Bibirnya yang tersenyum dia tutupi dengan kedua telapak tangannya seperti orang menyembah.

    Dengan terbatabata aku berbicara, Eehh.., Vin.., ini
    Dia langsung memotong omongan gagapku itu, kembali dengan ekspresi senyuman, Hahaa.., dasar..! Sini dong bantuin nyariin buku LKSLKS yang ketinggalan

    Sejenak aku justru bingung. Vina yang sudah melihatku setengah bugil bawah kok biasabiasa saja, dan malah minta tolong mencarikan buku lagi..? Pikirku, ya sudahlah.., semoga saja dia tidak ember (ceritacerita sama orang lain). Dengan purapura tidak ada apaapa, aku langsung menghampirinya dan membuka serta mencaricari di lemari kelas. Vina berdiri di dekatku sambil membungkuk. Waktu aku sedang mencaricari buku, aku menyadari kalau Vina memperhatikan aku.

    Saat kulihati dia, dan kutanya, Kenapa, Vin..?, dia hanya menjawab, Ehem.., Ooh.., enggaaak dengan nada manja.

    Lalu sekilas kulihat leher seragamnya agak turun, sehingga buah dadanya yang terbalut bra terlihat. Memang sih tidak besar dan tidak kecil, tapi dapat membuat nafsuku bangkit.

    Lalu kuteruskan lagi mencari bukubukunya. Tahutahu, Vina mendekatkan wajahnya ke pipi kananku, dan menciumnya lembut. Akibatnya, bulu kudukku jadi merinding. Apalagi ditambah ciuman Vina merambat sampai ke daerah kuping.

    Aku setengah berbisik, Vin.., dia malah meneruskan ciumannya ke bibirku.

    Tanpa pikir panjang, kuterima dan kubalas ciumannya. Tidak mau kalah. Vina lalu melingkari kedua tangannya di leherku. Aku pun memeluk badan pinggangnya sambil sekalisekali kuelus pantatnya. Vina memulai ciuman lidahnya.

    Kubalas lagi, kutabraktabrakkan lidahnya di dalam mulutku itu dengan lidahku. Ternyata diamdiam Vina nafsuan juga. Aku mencoba menyelipkan salah satu tanganku ke balik kemeja seragamnya yang sudah keluar. Punggungnya benarbenar enak dielus.

    Ciumanku sudah lumayan lama. Vina nampak menikmati mengulumngulum lidahku. Kemudian, Vina membuka kemejanya sendiri dan kemejaku juga. Untung saja waktu itu aku kebetulan tidak memakai kaos dalam, jadi tidak terlalu repotrepot.

    Vina lalu mencopot branya, modelnya yang tidak memakai tali. Saat sepintas kulihat, payudaranya nampak kencang dan sedikit membesar, mungkin ereksinya cewek. Apalagi saat kurabaraba, terasa sekali betapa kencangnya payudara Vina. Putingnya berwarna coklat gelap.

    Masih dalam posisi berdiri, kuturunkan kepalaku dan kuelus payudara indahnya itu dengan lidahku. Sekelilingnya kubasahi dan kujilati kembali. Vina menikmati jilatan lidahku ke payudaranya.

    Ia meresponnya dengan, Aahhh.., uughhh.., dan dengan sedikit jambakan ke rambutku. Tidak berapa lama setelah menghisap pepaya bangkok, Vina menuntunku untuk duduk di kursi, dan dia melucuti celana abuabu dan celana dalamku. Vina ingin spongkyspongky (oral seks).

    Sebelum mulai, Vina sempat mengocokngocok sedikit sambil mendesah, Aghh.., ahh..,
    Kini aku tahu bagaimana rasanya apa yang banyak orang bilang seperti terkena getaran atau sengatan listrik. Barangku langsung ereksi sekeraskerasnya. Vina mulai pelanpelan memasukkan barangku ke mulutnya, agak malumalu.

    Saat bibirnya mengenai ujung barangku itu, aku langsung refleks mendongak ke atas, kedua tanganku mencengkeram pinggir meja dan kursi dengan keras. Namun, setelah beberapa lama Vina naik turun menghisapi barangku, sudah mulai biasa. Ternyata nikmat sekali. Vina juga sekalisekali menjilati sekeliling barangku, dan kemudian lanjut menghisap. Saat itu mungkin itulah ereksi terbesar dan terkerasku selama ini, dan juga mungkin terpanjang.

    Vina memegang pangkal batang kejantananku dengan keras. Vina yang kadang mengelus bulu testisku dan menjilatinya membuatku sangat geli namun bukan geli untuk tertawa, melainkan geli nikmat. Selama kegiatan sex itu, aku dan Vina tidak mengeluarkan dialog apaapa kecuali hanya mendesah, Aghg.. ehhh dan desahandesahan lainnya.

    Tidak lama kemudian, Vina tidak mendudukiku, tapi ia justru berjongkok dan mulai mengonanikan aku. Sejenak aku berpikir mungkin ia belum mau perawannya hilang. Tetap saja pada akhirnya aku tidak perduli.

    Aku menerima kocokannya yang ternyata lebih enak daripada kocokanku sendiri. Apalagi bila kocokan tangannya mengenai pangkal kepala penisku, wuiihhh.., mungkin seperti listrik ratusan volt. Mungkin karena nafsuku yang sangat besar, orgasmeku sedikit lagi tercapai.

    Aku langsung menyuruh Vina bersiapsiap, meskipun untuk ngomong pun susah karena desahan, Vin.., ehh hhh bentar lagi..
    Vina tidak menjawab. Namun dia sudah siap membuka rongga mulutnya di depan kemaluanku.
    Lalu, Crooottt..! akhirnya aku ejakulasi.

    Setelah beberapa semprotan, aku sempat berhenti beberapa detik, dan kuangkat badan Vina. Aku bermaksud untuk menyiram spermaku tidak hanya di wajahnya saja, namun di payudaranya juga (seperti di filmfilm biru).

    Akhirnya setelah kutahan, kuteruskan siraman air maniku itu ke dadanya, meskipun tinggal beberapa semprotan. Vina kemudian terdiam sejenak. Dia menghempaskan kelelahannya. Sambil melihati dadanya yang tersiram mani, ia juga mengelap wajahnya yang lebih penuh dengan cairan hangat putih kental dengan telapak tangannya.

    Vina lalu berkata, Iiihh.., Ifan banyak amat siihh..! sambil tersenyum.

    Kemudian ia mengambil handuk kecil yang sering ia bawa dari tasnya, dan lanjut membersihkan maniku lagi. Setelah itu, ia yang masih telanjang bulat menduduki pahaku sambil melingkari tangannya di leherku.

    Lalu ia berkata, Fan.., yang ini (sambil menunjuk ke selangkangangannya) jangan dulu yah.., kalo mau kayak tadi aja..
    Aku langsung mengerti maksudnya dengan mengangguk sambil tersenyum.

    Kemudian, setelah ia memelukku dengan erat, ia menyuruh supaya segera berpakaian.
    Fan.., ayo beresberes, pakean lagi.., nanti tautau ada guru atau petugas sekolah looo..!

    Aku dan Vina segera berpakaian dan keluar kelas dengan hatihati setelah mengambil LKS yang dia cari tadi, dan memasang tampang biasabiasa supaya tidak dicurigai.

    Malamnya, akhirnya aku dan Vina resmi jadian. Lumayan aneh kan, terbalik, jadian setelah bercinta duluan. Sejak itu hingga sekarang, aku tidak pernah lagi mengintip dan onani melihat cewek cheers, di WC cewek ataupun guruguru wanita.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.