Author: perawanku

  • Cerita Sex Mertuaku Yang Cantik Dan Sexy

    Cerita Sex Mertuaku Yang Cantik Dan Sexy


    1483 views

    Perawanku – Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Virni, dia seorang model iklan dan 6 bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin.

    Umurku kini 32 tahun, sedangkan Virni 21 tahun. Virni seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Virni, mertuaku, sebut saja Mama Ratih, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun. Mama Ratih merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Ratih bersibuk diri dengan berjualan berlian.

    Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sendiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di mertua. Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Ratih juga sibuk, kami jadi jarang berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Ratih jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri, inilah ceritanya.

    Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.

    “Eh, Ma.. belum tidur…”
    “Belum, Tom… saya takut tidur kalau di rumah belum adaorang…”
    “Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat…”
    “Virni… pulangnya kapan?”
    “Ya… kira-kira hari Rabu, Ma… Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu…”  Agen Judi Bola
    “Oke… Tom, selamat tidur…”

    Kutinggal Mama Ratih yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Ratih sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.

    “Selamat Pagi, Tom…”
    “Pagi… Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
    “Kamu hari ini mau kemana Tom?”
    “Tidak kemana-mana, Ma… paling cuci mobil…”
    “Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
    “Oke.. Ma…”

    Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Virni makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Ratih.

    Sampai di rumah setelah berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.

    “Tom, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach… habis pegal banget nih…”
    “Dimana Ma?”
    “Sini.. Leher dan punggung Mama…”

     

    Aku lalu berdiri sementara Mama Ratih duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama-lama aku terangsang juga ketika kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah dimana rupanya Mama Ratih tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidungku.

    “Maaf, Ma… punggung Mama juga dipijat…”
    “Iya… di situ juga pegal…”

    Dengan rasa sungkan tanganku makin merasuk ke punggungnya sehingga nafasku mengenai lehernya yang putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Mama Ratih juga sudah mulai terangsang.

    “Tom, Mama kesepian… Mama membutuhkanmu…” Aku tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan.

    Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Hal ini membuatku semakin terangsang, dan aku lalu merubah posisiku, dari belakang sofa, aku sekarang berhadapan dengan Mama Ratih yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku.

    Aku tertegun, rupanya tubuh Mama Ratih lebih bagus dari milik anaknya sendiri, istriku. Aku baru pertama kali ini melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.

    “Tom, koq bengong, khan Mama sudah bilang, Mama kesepian…”
    “iya… iya.. iya Mah,”

    Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya. Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Ratih menggoyangkan tubuhnya karena keenakan.

    Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

    Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya sudah tidak terpegang lagi tanganku tapi mulutku sudah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama Ratih kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras.

    Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.

    Hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya dan Mama Ratih melepaskan tangannya dari batangku yang sudah keras. Mama Ratih lalu berdiri di hadapanku, dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuh Mama Ratih yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.

    Cerita Sex Mertuaku Yang Cantik Dan Sexy

    Cerita Sex Mertuaku Yang Cantik Dan Sexy

    “Tom, ayo… puasin Mama…”
    “Ma… tubuh Mama bagus sekali, lebih bagus dari tubuhnya Virni…”
    “Ah… masa sih..”
    “Iya, Ma.. kalau tau dari 2 tahun lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi…”
    “Ah.. kamu bisa aja…”
    “Iya.. Ma.. bener deh..”
    “Iya sekarang.. puasin Mama dulu.. yang penting khan kamu bisa menikmati Mama sekarang…”
    “Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama…”

    Mama lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.

    “Tom, batangmu besar sekali, pasti Virni puas yach.”
    “Ah.. nggak. Virni.. biasa aja Ma…”
    “Ya.. kalau gitu kamu harus puasin Mama yach…”
    “Ok… Mah…”

    Mulut mungil Mama Ratih sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Ratih mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.

    Hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Ratih menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Mama Ratih yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan.

    Setelah itu Mama Ratih duduk di Sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Mama Ratih terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku.

    “Ma, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach.”
    “Ah, masa sih Tom, wangi mana dibanding punya Virni dari punya Mama.”  Agen Judi Bola
    “Jelas lebih wangi punya mama dong…”
    “Aaakkhh…”

    Vagina Mama Ratih telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Mama Ratih, vagina Mama Ratih rasanya sangat menyegarkan dan manis membuatku makin menjadi-jadi memberi jilatan pada vaginanya.

    “Ma, vagina… Mama sedap sekali.. rasanya segar…”
    “Iyaaaah… Tom, terus… Tom… Mama baru kali ini vaginanya dijilatin… ohhh.. terus… sayang…”

    Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Mama Ratih menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan.

    “Ahh… ahh.. oghh oghh… awww.. argh.. arghh.. lidahmu Tom… agh, eena… enakkkhh.. aahh… trus.. trus…”

    Klitoris Mama Ratih yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang, tubuh Mama Ratih sampai terpelintir di atas sofa, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun paha mama Ratih.

    “Ahg… agh… Tom… argh… akh.. akhu… keluar.. nih… ka.. kamu.. hebat dech…” Mama Ratih langsung ambruk di atas sofa dengan lemas tak berdaya, sementara aku yang merasa segar setelah menelan cairan vagina Mama Ratih, langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Ratih yang sudah kering dari cairan.

    Mama Ratih melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Ratih terasa sempit, aku pun keheranan.

    “Ma… vagina Mama koq sempit yach… kayak vagina anak gadis.”
    “Kenapa memangnya Tom, nggak enak yach…”
    “Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya senang Ma, karena vagina Virni sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”
    “Iya, sayang.. walau Mama jarang ditusuk, vaginanya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk…”
    “Iya Ma, saya senang bisa menusukkan batang saya ke vagina Mama yang sedaaap ini…”
    “Akhhhh… batangmu besar sekali…”

    Vagina Mama Ratih sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 28 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan.

    Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Mama Ratih yang sudah tertusuk oleh batangku, Mama Ratih hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya.

    “Tom.. nggehhh.. ngghhh.. batangmu menusuk sampai ke perut.. nich.. agggghhh.. agghhh.. aahhh.. eenaakkhh…” Aku pun merasa keheranan karena pada saat masukkan batangku ke vaginanya Mama Ratih terasa sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya.

    Payudara Mama Ratih yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku. Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Mama Ratih belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedangkan vaginanya terhujam keras oleh batangku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Ratih berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.

    “Arrrgghhhh.. argghhh.. aakkkhh.. Mama… keluar nich Tom… kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Ratih, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya.

    Kuhujam vagina Mama Ratih berkali-kali sementara Mama Ratih yang sudah lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat. Hal ini kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Ratih meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Ratih hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar.

    “Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama luar biasa sekali…” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, meniban tubuh Mama Ratih yang sudah lemas lebih dulu.

    Aku dan Mama terbangun sekitar jam 12.30 malam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Ratih, setelah terbaring di sebelah Mama dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Ratih memelukku dan mencium pipiku.

    “Tom, Mama benar-benar puas dech, Mama pingin kapan-kapan coba lagi batangmu yach, boleh khan…”
    “Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Virni nggak pulang.”
    “Iya, Tom.. kamu mau ngeloni Mama kalau Virni pergi?”
    “Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
    “Air manimu hangat sekali Tom, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
    “Kita Main lagi Ma…?”
    “Iya boleh…”

    Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu aku selalu tidur di kamar Mama jika istriku ada syuting di luar kota dan ini berlangsung sampai sekarang.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita ML Pengalaman Melakoni  Variasi Cinta – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Cerita ML Pengalaman Melakoni Variasi Cinta – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1482 views

    Perawanku – Ini cerita kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Gina, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.

    Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tidak kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami. Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yang melakukan hal ini dengan batang kemaluan yang besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga tidak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tidak menyeleweng, tapi yang terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

    Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yang tidak berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Gina belum puas, katanya merengek.
    Habis aku lagi capai sih.. kataku.
    Ah, gitu terus alasannya.. katanya.
    Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tidak fit, kataku.
    Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yang hot yang lama 2 jam dan batang kemaluannya gede, kata Gina.
    Enak kali ya.. sama bule, katanya menyambung.
    Memang kamu berani Gin.. kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
    Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu, katanya.
    Memang kamu pengen batang kemaluan yang gede dan yang hot? tanyaku.
    Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu! katanya.
    Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.
    Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

    Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras.

    Akkhh.. desah Gina keenakan.
    Mhh.. enak Gin.. tanyaku.
    Iyyaa.. desahnya keenakan.
    Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
    Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yang gede Ndii.. Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
    Yang lamaa.. yang hot.. akhh.. desah dia keenakan.

    Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya, Kamu mau sama yang gede kayak bule Gin..? tanyaku.
    Mauu.. desahnya sambil badannya bergetar.
    Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
    Kamu pengen yang hot yaa? tanyaku lagi.
    Akhh.. aahh iyaa.. katanya.
    Ya sudah kamu cari aja.. kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
    Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.

    Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Gina, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Gina tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yang mengeras dan bulu-bulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Gina dan melihat ke dalam sambil berbicara,
    Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf.. katanya sambil terbelalak matanya.
    Dia kaget melihat posisi Gina terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dengan puting yang telah mengeras dan bulu halus kemaluan Gina terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.

    Gina tidak kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.
    Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih.. wajahnya merah karena malu.
    Sudah tidak apa-apa.. kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya, Maaf, ini pacar saya. Apa yang bisa saya bantu.
    Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Gina dia bilang, Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan, kata si bule.
    Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini, katanya lagi.
    Ya sudah, anda masuk saja ke belakang, kataku.
    Ooh ya, terima kasih.. katanya sambil melirik ke arah Gina.
    Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Gina masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, Aku kan malu.. katanya.
    Katanya pengen bule, kataku berbisik.
    Tapi kan tidak begini dong.. katanya merajuk.
    Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.

    Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman, Dan ini Gina..
    Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, Kamu punya body bagus Gin..
    Gina mencubit pahaku, Aku kan maluu..
    Terus aku bilang, Katanya kamu pengen tahu Gin, gedenya seberapa, kataku.
    Yaa, aku kan cuma.. kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.
    Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja, katanya sambil tersenyum.
    Tidak apa-apa kok.. kata si bule.

    Aku yang sudah penasaran sejak tadi oleh keinginan Gina terus menimpali, Ya sudah Gin.. kamu ke belakang saja Gin.. kataku.
    Aakhh, tidak ahh. Gila kali.. kata Gina tersenyum.
    Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran, kataku.
    Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

    Kalau kamu penasaran ya lihat saja, katanya tersenyum.
    Karena terus diajak bicara dan Gina antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
    Lihat saja yaa.. kata Gina tersenyum malu.
    Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Gina yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yang besar walaupun belum tegang sekali.
    Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Gina.
    Gina melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yang besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

    Kamu lihat ini dan pegang saja! kata Chal.
    Wihh takut akhh.. desah Gina dengan suara serak.
    Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi, kata Chal.
    Gina terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Gina perlahan, karena Gina diam saja maka wajah Gina dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Gina dengan perlahan dan perlahan kulihat Gina membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.

    Emmhh.. desah Gina perlahan.
    Kamu suka Gin.. bisik Chal di kuping Gina.
    Melihat reaksi positif dari Gina, tangan kiri Gina diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yang ditutupi rambut kemaluan. Gina mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Gina penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah, Aakkhh gedee bangeet.. desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

    Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Gina berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tidak tahan keenakan.
    Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Gina menuruti permintaan Chal dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Gina. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

    Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.
    Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Gina terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Gina dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Gina, karena Gina belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Gina yang ternyata telah mengeras dan menonjol.

    Akhh enak Chal.. desah Gina menggelinjang. Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Gina dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Gina sambil terus meremas perlahan. Puting Gina dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga, Akhh.. uuff.. erang Gina keenakan. Wajah Gina sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yang besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.

    Ooohh.. Anndii.. desahnya keenakan lupa kalau yang sedang bersamanya itu si Chal. Tangan kanan Gina menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

    Chal menyadari yang diminta Gina dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Gina dan menarik ke bawah reitsleting celana Gina. Tahu atau pura-pura tidak tahu Gina membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Gina tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Gina yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Gina di atas dengkul Gina sedikit. Tersembul sudah batang paha Gina yang putih mulus dan gundukan kemaluan Gina yang ditutupi oleh rambut kemaluannya yang halus berwarna hitam ikal.

    Kamu mulus sekali Ginn.. bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Gina.
    Ahh kamuu.. Gina tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Gina hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Gina yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari kemaluan Gina. Mereka benar-benar telah tidak memperhatikanku yang membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang sudah seperti orang kepanasan.

    Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.
    Saya suka sekali wanita Indonesia.. desah Chal.
    Wanginya sangat enak sekali, kata Chal sambil mendesah.
    Emmhh.. desah Gina sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Gina sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Gina sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadang-kadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Gina, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Gina, sementara itu mulutnya menghisap puting Gina yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Gina atau mengulum bibir Gina dengan emosi yang teratur.

    Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Gina sementara baju Gina telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Gina tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Gina yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

    Sungguh sensasi luar biasa. Gina sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Gina telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Gina dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Gina tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Gina yang telah terpampang dengan pasrah. Sementara Gina telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

    Chal melihat Gina sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Gina. Dia berlutut di depan Gina yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Gina yang mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

    Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yang panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Gina yang telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yang terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Gina.
    Takuut.. erang Gina.
    Tidak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Gina.
    Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek.. kata Gina sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.

    Kamu harus mencobanya Gin.. pelan-pelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Gina yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari Chal yang terus membelai belahan kemaluan Gina. Rupanya Gina benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yang ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

    Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau.. kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Gina. Gina yang keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Gina melihat batang kemaluan Chal yang besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Gina yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Gina sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Gina, Gina merasa dengan posisi yang aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

    Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh.. erang Gina.
    Uuuff.. desah Chal keenakan.
    Yaa enakk Gin.. kata Chal.
    Teruss digeseek dan ditekan Chal.. pinta Gina.
    Ya sayang.. kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Gina. Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tidak.
    Tekan teruuss Chal.. erang Gina yang makin lama semakin keenakan.
    Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk.. desah Gina dengan suara yang telah parau.

    Posisi kaki Gina telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Gina. Kulihat kemaluan Gina telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yang terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Gina, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir kemaluan Gina dengan sedikit tekanan yang terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Gina yang telah terbuka.

    Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh, desah Gina sementara tangan Gina telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Gina membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yang terus berusaha mendobrak klitoris Gina.
    Emh.. uff.. erang Chal menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Gina tapi kerena Gina tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya yang telah di kepalanya.

    Chal.. Chal.. eeng.. Gina bergumam, aku tahu kalau Gina telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu. Terlihat tangan Gina gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Gina. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Gina mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Gina yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Gina sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, Ahhkk.. sakiitt.. ahh.. Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yang telah terbenam di dalam kemaluan Gina. Dia melihat Gina dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

    Ginaa.. Ginnaa.. akhh, desah Chal meminta kepastian kesiapan Gina apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Gina. Tapi Gina sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.
    Ekhh.. akkhh.. oohkk, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Gina dengan kepala batang kemaluannya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Gina mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan.

    Uuff.. uff.. uuff.. desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya. Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Gina berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan. Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg.. Gina mencengkeram pantat Chal kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan, Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak.. erang Gina kelonjotan dan bergetar seluruh badan Gina di dalam pelukan Chal. Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Gina yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

    Kamuu.. keluar Giinn.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh.. desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
    Eeennakk.. oohh akuu.. puaass, Gina terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yang dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Gina dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Gina terus menerus.
    Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh.. Gina tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya. Chal melihat Gina tersenyum dan ikut tersenyum puas.
    Kamu puass.. Gin.. enak.. kan.. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
    Biar kamuu.. puaas Ginn.. kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Gina.

    Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Gina terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yang terjepit di lubang kemaluan Gina.
    Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Ginn.. untuk masuk.. Chal penasaran sekali dengan kemaluan Gina yang terlalu sempit. Gila memang, batang kemaluan Chal yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Gina, posisi Gina sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

    Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Gina, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Gina terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Gina.

    Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot.. Gina kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Gina. Tangan Gina terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

     

    Kamuu kuat.. Ginaa.. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak.. Chal tersenyum melihat Gina merem-melek keenakan. Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Gina setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

    Gila, Gina sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

    Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Gina yang tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Gina, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Gina yang sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Gina tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

    Kamuu berbalik Gina.. desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Gina mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kami juga. Melihat bibir kemaluan Gina dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Gina yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Gina setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Gina dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Gina dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Gina yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Gina dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Gina.

    Aahh.. ennaak.. Chal.. desah Gina terpejam.
    Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal.. setelah delapan gesekan naik turun Gina mendesah.
    Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yang enak.. aahhk, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Gina. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Gina.
    Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak! Chal terlihat mengeram dengan nafas yang memburu begitu juga Gina.
    Ookk.. yak.. yak.. Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Gina untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yang menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Gina.

    Hee.. aakhh.. okh.. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Gina.
    Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus.. erang Gina. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.

    Giinaa.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Ginn.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh.. Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Gina. Sementara Gina hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.
    Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak.. erang Gina terpejam.

    Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina, keringatnya telah menetes ke punggung Gina. Sementara punggung Gina telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Gina dua di leher belakang Gina. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Gina dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Gina benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.

    Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal.. pinta Gina memelas.
    Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Ginn.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Ginn.. Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Gina dengan paha Gina dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
    Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Gina yang mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.
    Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak.. Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Gina dan mulutnya mencium bibir Gina yang telah terkulai lemas di jok mobilku.

    Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Gina dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Gina terlihat masih berada di dalam kemaluan Gina, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

  • Cerita Sex Birahi Pembantu Janda Bernafsu Besar

    Cerita Sex Birahi Pembantu Janda Bernafsu Besar


    1482 views

    Perawanku – Cerita Sex Birahi Pembantu Namaku Damar, 25 tahun, baru lulus Universitas. Sambil menunggu kesempatan untuk dapat mulai bekerja, sekarang aku meneruskan program S-2 di Universitas yang sama. Sampai saat ini aku belum punya pacar, meskipun teman wanitaku cukup banyak, dan pergaulanku dengan mereka termasuk kategori ‘biasa-biasa’ saja.

    Sejak lulus SMA di Jawa Tengah, aku tinggal dengan Pak De di kawasan perumahan eksklusif di kawasan Jakarta Selatan. Pak De dan Bu De, yang menyayangiku adalah ‘pasutri’ yang sangat sibuk dengan kegiatan bisnis dan sosial mereka masing-masing.

    Berusia 60-an, mereka berdua adalah cerminan kaum feodal Jawa yang masih sangat konservatif. Ketiga orang anak-anak mereka sudah berumah tangga dan semua tinggal di luar negeri. Ini membuatku jadi seolah seorang pangeran yang kesepian, dan sebagai seorang introvert. Aku banyak menghabiskan waktu di puri yang megah namun kosong ini.

    Salah satu dari berbagai kesukaanku adalah menonton film hardcore di home theater, tentu ketika Ndoro-ndoro itu tidak sedang di rumah. Terkadang ketika aku tidak dapat lagi menahan gejolak birahi, maka aku ‘melepas’-nya dengan bermasturbasi di kursi kegemaran Pak De. (Aku tidak pernah lupa menyediakan sekotak tissue di dekatku.)

    Pembantu Rumah Tangga (PRT) kepercayaan Bu De. Dari 3 orang PRT disitu, hanya dia lah yang diperbolehkan masuk ke ‘ruangan dalam’ untuk membersihkannya. Berkulit mulus layaknya mojang Priangan, janda menawan beranak satu asal Sukabumi ini menurut perkiraanku berumur 30-an. Seringkali tubuhnya yang sintal dan terawat baik itu mengisi ‘laporan’ (lamunan porno)-ku. Hanya karena pengaruh ajaran keluarga, yang dengan tegas menganut perbedaan ‘kelas’ (antara majikan dan pembantu), yang masih bisa mencegahku untuk ‘mendekatinya’.  Agen Obat Kuat Pasutri

    Satu kejadian yang sangat memalukan tapi sekaligus mendebarkan terjadi ketika aku sedang bermasturbasi sambil menonton adegan lesbian favoritku. Di saat aku sedang orgasme, maniku bermuncratan, dan aku mengerang dalam nikmat, masuklah Narsih.

    “Eh, ada Aden disini, kirain teh kosong, sayah cuma mau bersihin kok. Punten nya’, nanti aja kalau Aden udah selesai, sayah balik lagi.”

    Aku yakin bahwa sebenarnya, tanpa sepengetauanku, dia sudah cukup lama ikut menonton bermacam adegan, dan mengamati dari awal permainan soloku.

    Sejak peristiwa itu aku bertekad untuk membalas dendam dengan cara mengintip ketika dia sedang mandi, atau berganti pakaian di kamarnya. Suatu ketika aku bahkan pernah melihatnya sedang bermasturbasi, meremasi payudara dan memelintir puting-putingnya, jari-jarinya yang lentik mempermainkan klitoris, dan keluar-masuk vulva-nya. Sampai akhirnya dia merintih, mengerang dalam klimaksnya. Dan aku pun ‘menemani’-nya dalam orgasme dari kejauhan. (Aku selalu membawa beberapa lembar tissue di kantongku saat mengintip Narsih.)

    Bu Murti, istri pengusaha sukses ini tinggal hanya berselang 3 rumah jauhnya. Perbedaan umur yang cukup jauh tampaknya bukan penghalang dalam menjalin persahabatannya dengan Bu De, sehingga dia sudah terbiasa dan leluasa bergerak di rumah kami.

    Cerita Sex Birahi Pembantu Janda Bernafsu Besar

    Cerita Sex Birahi Pembantu Janda Bernafsu Besar

    Sejak pertama diperkenalkan kepadanya, aku tidak pernah berhenti mengaguminya. Ibu dari 2 anak ABG, yang sangat paham merawat kecantikan dan tubuhnya ini seringkali kuajak ‘kencan’ dalam fantasi liarku. Semula Bu De mengharuskan aku menyapanya dengan “Bu”, tapi suatu kali justru Mbak Murti yang menegaskannya sendiri.

    “Mbakyu, Dik Damar dan saya ‘kan hanya terpaut beberapa tahun saja, dia masih pantas menjadi ‘adik’ saya.” katanya waktu itu. (Ooh.., terima kasih Mbak Murti.)

    Suatu waktu Pak De dan Bu De bepergian cukup lama ke luar negri menengok cucu-cucunya. Siang hari itu aku sedang asyik dengan menonton film XX kegemaranku, dan bersiap untuk bermain solo. Tiba-tiba ketika aku sedang bersiap melepas celana, entah sudah berapa lama dia mengamati ‘kesibukan’-ku, di sampingku berdiri Mbak Murti.

    Dalam pakaian tennis (gaun sangat pendek dan t-shirt ketat) dia menampakkan kemolekan lekuk tubuhnya. Dan tanpa basa-basi lagi dia berlutut di depanku.

    “Sini Damar, biar saya bantu.”

    Dengan sangat santun dan ramah dia mengatakan bahwa dia dapat memahami keadaanku, dan dalam suara yang mulai serak dia masih sempat memuji bahwa aku adalah anak muda yang baik karena ternyata lebih memilih swalayan daripada jajan ataupun bermain sex bebas.

    Selanjutnya, tanpa berkata sepatah pun, kedua tangannya dengan leluasa mulai melepas bajuku. Bibirnya yang sering aku khayalkan menciumiku mulai menjelajahi leher, telinga dan dadaku, lidahnya juga seakan tak mau kalah beraksi. Aku semakin tenggelam dalam kolam kenikmatan waktu Mbak Murti menjilat, mengecup, dan menggigit kecil puting dadaku.

    Jemarinya mulai mengelus penisku, sekejap kemudian, dalam satu gerakan yang sangat cepat, dilepasnya celanaku, dan aku yang tak berdaya telah telanjang, duduk di kursi Pak De. Mbak Murti semakin tak terkendali, darah semakin mengalir deras ke penisku, keras-panjang-tegak-menantang.

    “Aaahh..!” desah panjang Mbak Murti, nafasnya yang panas terasa sangat dekat di sekitar bawah perutku, penisku yang telah dalam genggamannya tak dilepasnya lagi.

    “Oohh.., Mbaak..!” terucap dari mulutku saat dia mendaratkan lidahnya di ‘leher’ penisku.
    Disitu dia memutar dan memainkan lidahnya, aku tak dapat menahan keluarnya cairan kentalku.

    “Mmm.., Damar..!” dan dengan tatap kagum pada penisku (panjang 18 cm, lingkar 5 cm) dijilatinya protein yang mengalir dari tubuhku itu.

    Satu tangan Mbak Murti mulai menggenggam dan meremas lembut, lalu lidahnya berpindah menjilati setiap milimeter kantong bijiku. Di ‘ambil’-nya bijiku dengan bibirnya, lalu dikulum dalam mulut, seakan ingin ditelannya.

    Dia melihat juice mengalir lagi dari ujung penisku, tanpa membuang waktu sedetik pun dikatupkannya kedua bibirnya pada mahkotaku. Inilah oral sex-ku yang pertama. Terus perlahan dia berusaha memasukkan seluruh penisku ke dalam mulutnya, bibir dan lidahnya seakan berlomba, naik-turun-naik-turun menelusuri penisku. Aku tidak sedang berkhayal, badanku terasa ringan serasa melayang tinggi saat dia tersengal megatakan, “Masih tahan Damar..? Tunggu saya ya, plee..ase..!”

    Mbak Murti bangkit, seperti kesurupan dia tanggalkan seluruh pakaiannya, dan dengan gaya yang sangat binal dia baringkan tubuhnya di selembar kulit domba New Zealand yang terhampar di lantai.

    “Damar, kamu tau apa yang harus kamu lakukan..” katanya, dan tiba-tiba aku bukan lagi jejaka pemalu.

    Seluruh ingatanku (dari ‘pelajaran’ di film) kukerahkan. Aku seolah menjelma menjadi cowboy yang sedang bersiap menundukkan kuda betina yang sedang birahi ini. Tak ada waktu lagi menciumi bibirnya yang merekah dan merangsang. Kuraih payudaranya, aku sempat melirik BH-nya yang berukuran 34C, dan tak kulepaskan. Kedua putingnya yang meregang kupelintir pelan sampai dia mengerang dalam kenikmatan. Kujilati, kulum, dan hisap keduanya tanpa ampun.

    Sekejap dengan sigapnya dia menyergap kepalaku dan, tanpa berkata apapun, mengarahkannya ke bawah perutnya. Aku ragu sejenak, tapi sudah cukup aku melihat bagaimana lelaki pun ternyata dapat memberikan cunnilingus, dan sekaligus menikmatinya.

    Dengan rakus aku melahap apa yang ada di hadapanku, klitorisnya yang telah mencuat tampak mengkilat dilumuri cairan yang menggenang di vulva Mbak Murti. Bukit vagina tertutup bulu kemaluannya yang digunting pendek dan terawat rapih mengundangku untuk berlama-lama menikmati keindahan ini sambil berpindah ke posisi 69.

    Bertubi-tubi kuluncurkan lidahku, keluar-masuk, naik-turun, sambil sekali-sekali bersama jariku menggoda sang ‘Dewi Clitoris’. Mulutku tak hentinya meneguk segarnya air danau senggama ini. Kurasakan otot-otot Mbak Murti menegang, dan Mbak Murti berteriak dalam ledakan orgasme yang tak terkendalikan lagi.

    “Ooohh.. Hhh.., Daamm.. Ar.. Yess, Yess, Damar..! Aaa.. hh..!”

    “Aden..! Ibu Murti kenapa..?” masuklah Narsih tergopoh-gopoh.

    Dari kamar mandi, Narsih yang tubuhnya masih basah hanya dibalut handuk, tampak jelas gemetar menyaksikan pemandangan yang dilihatnya. Seperti lemas tanpa tulang dia roboh terduduk di sampingku, handuk pembungkus tubuhnya terlepas.

    Sebelum Narsih sempat menyadarinya, aku tarik tubuh janda molek ini. Tubuhnya terbaring menggelepar ketika aku lampiaskan semua khayalanku yang selalu berakhir di lembar-lembar tissue selama ini.

    “Aden, Aden, Aden..!” hanya itu desahnya.

    Kudaratkan rudalku di lembah payudaranya, aku gesekkan ke putingnya, tampak dia menggelinjang. Lalu aku bangkit tepat di hadapannya, “Den Damar, kok jadi seperti di pi..” kalimatnya (maksud dia pilem) tidak selesai karena penisku sudah membungkam mulutnya.

    Dengan mata tertutup aku sangat menikmati permainan seruling janda Sukabumi ini, sampai ketika tiba-tiba alunan nadanya terasa faals. Ketika aku membuka mata ternyata Mbak Murti yang untuk beberapa saat tadi KO-lah penyebabnya.

    Kulihat dari belakang Narsih, satu tangan Mbak Murti meremas payudara Narsih, sementara satunya lagi mengobok-obok ‘momok’ (Sunda: vagina)-nya. Melihat adegan ini aku memutuskan untuk istirahat sejenak menjelang final round nanti. Sekarang Narsih lah yang berjaipong tanpa protes sedikitpun atas iringan degung Juragan Murti.

    Gila, semua fantasiku jadi kenyataan, sementara di layar muncul adegan lesbian, di depan mataku dua perempuan, yang katanya berbeda ‘kelas’ (tapi tak ada batas lagi kan?) beraksi. Mbak Murti tanpa sungkan lagi langsung menyodorkan clitoris nya ke mulut Narsih yang langsung melahapnya seakan sedang menikmati jagung bakar di Puncak, tangan Mbak Murti menuntun tangan Narsih ke payudaranya.

    Narsih tetap patuh ketika jemari Mbak Murti menelusuri ‘momok’-nya, tapi segala sesuatu ada batasnya. Nurani perempuan desa lugu yang lama tak tersentuh lelaki ini akhirnya bicara.

    “Den Damar, saya pingin dirojok pake kontolnya Aden.”
    Mbak Murti terhenyak, “Nggak bisa Narsih, saya harus duluan! Nanti kalau kontol Damar masih bisa ngaceng, baru giliran kamu. Pokoknya nggak bisa, harus saya duluan!”

    Narsih pasrah, “Yah, kalau memang begitu mah, terserah Juragan ajah.”

    “Damar, fuck me, now, please..! I want your cock inside my pussy.”

    Too good to be true. Penisku yang memang sudah semakin berat di ujungnya ini segera meluncur ke sasaran pertamanya. Sewaktu penisku mulai masuk ke dalam, dan memompa Mbak Murti, kulihat Narsih ‘sibuk’ sendirian bermasturbasi. Rupanya tembakanku tepat, bull’s eye! Hanya sebentar aku menunggangi Juragan kuda binal ini, dia menyerah.

    “Damar, aku keluar sekarang. Fuck me, fuck me. Aaa.. ah, yess!”
    One down, one to go.

    Kali ini aku tak boleh membedakan kedua perempuan itu, mereka harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Perlahan aku memisahkan diri dari Mbak Murti yang sudah tak berdaya lagi, dan beringsut ke arah Narsih yang tahu bahwa sekarang gilirannya.

    “Den Damar, punten, sayah pingin seperti yang di pilem itu. Dirojok sembari nungging!”

    Edan, dasar janda doyan, kataku dalam hati. Pelan tapi pasti aku tak ingin mengecewakan PRT Bu De-ku yang setia ini. Ternyata goyang, gitek, geyol, dan sedotan mojang ini istimewa. Aku hampir kewalahan berjaipong dengan Narsih, ini harus ditancep seperti wayang golek di batang pisang, pikirku.

    Tanpa peduli lagi, aku pindah versnelling 2.

    “Adee.. een, kontol Aden enak, aduh saya kayak terbang, terus tancep Den Damar. Ampun, Aden, aduh Emak, sayah keenaa.. aakan, Ade.. een..!”

    Game is not over, pikirku begitu masih berdiri di belakang Narsih dengan penis yang sangat keras dan berdenyut-denyut.

    “Damar, kamu hebat!” celetuk Mbak Murti, sambil merangkak dia beringsut mendekatiku lagi.
    “Narsih, kesini kamu..!” perintahnya, “Sekarang kita kerjain Damar berdua, ya. Nanti kalau maninya keluar (“mani itu pejuh, ya Juragan?” tanya Narsih polos,) kita pakai buat luluran. Maninya lelaki bisa bikin kulit kita jadi halus.”

    Dengan kompak mereka mulai ‘bekerja’. Mbak Murti dengan telaten mengocok batang penisku, sementara Narsih dengan patuh menjilati kantong bijiku. Disinilah batasku, aku meledak sejadi-jadinya. Hampir tak mampu lagi rasanya aku berdiri selagi maniku menyemprot dengan deras, kedua perempuan itu berusaha keras untuk mencegah ada yang tercecer. Dengan sungguh-sungguh diulaskannya saripati kelelakianku ke tubuh-tubuh mereka yang molek itu.

    Entah berapa jam kemudian ketika aku terbangun, Mbak Murti tak nampak lagi disitu. Tapi kulihat Narsih memandangiku tersenyum sambil membersihkan arena tempat permainan rodeo tadi. Narsih menyerahkan secarik kertas dari Mbak Narti.

    You are a real Cowboy!, begitu tulisnya.

    Sampai sebelum Pak De dan Bu De kembali, beberapa kali kami mengulang permainan ini. Setelah mereka pulang, bagaimana? Aku belum tahu, karena sekarang aku harus pergi menjemput mereka ke Cengkareng.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Dewasa KuPerawani Temanku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa KuPerawani Temanku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1482 views

    Perawanku – atas kebijakan orangtuaku, aku harus kos. Maka aku diantar oleh kedua orangtuaku dan keempat adik-adikku menempati kos baru. Rumah kosku sangat besar, dengan model kuno khas ukiran Jepara. Berbentuk letter L dengan halaman luas, terdapat sepasang pohon mangga. Ruang tamu yang memanjang kebelakang yang bersekat dimana terdapat empat kamar di bagian tengahnya yang berhadapan langsung dengan ruang makan. Semuanya berjumlah sepuluh kamar. Aku sendiri berada di kamar terakhir di bagian letter L-nya. Empat kamar termasuk kamarku berakses langsung keluar melalui pintu samping dengan halaman kecil di tanami pohon mangga kecil. Dipisahkan oleh tembok belakang sebuah rumah.

    Teman-teman kosku waktu itu bernama Mbak Mamiek, Mbak Mur, Mas Prayitno, Mbak Srini, Indarto, Sularno dan pemilik Kos. Rumah bagian depan yang tepat membatasi kamarku memiliki dua anak perempuan, Tika kelas tiga SMP dan Sutarmi SD ke las 6.
    Ukuran tubuhku biasa-biasa saja 168, berat 60 dengan tahi lalat di dagu sebelah kanan dan rahang sebelah kiri yang kata mbak Srini menarik dan sekaligus membuatku manis kata mbak Srini, padahal aku laki-laki tulen hal ini nanti aku ceritakan. Ukuran penisku juga normal, tegak lonjong keatas tanpa membengkok. Setiap pagi semenjak duduk di SD aku selalu merendam dengan teh basi selama 10 menit–tanpa diberi gula loh (entar di krubut semut, bisa berabe he.. he..), lalu pelan-pelan di kocok-kocok, diremas jangan sampe keluar mani (seringnya sih keluar, abis enak sih). Itu kata anak-anak kos sebelah rumahku dahulu, entah benar atau tidak. Manfaatnya? Itu juga aku belum tahu.

    Hari-hari berlalu, aku sudah mulai terbiasa dengan lingkunganku yang baru, aku sering keluar dengan teman-temanku yang baru. Terutama mas Prayit sering meminta menemaniku untuk menemui pacarnya, sebel juga habis jadi obat nyamuk sih. Saat kami pulang sering kami berjumpa dengan Tika. Kami berhenti dan mas Prayit sering menggoda cewek itu, orangnya sih khas cewek K, radak item dibilang cantik juga enggak, manis juga enggak. Lalu apa dong, yah kayak gitu lah.
    Lama kelamaan aku juga iseng-iseng ikut menggodanya. Dia pulang jam 12.45 sedangkan aku pulang jam 13.30 dan Cuma aku yang masih sekolah teman-teman kosku sudah bekerja semua, paling cepat jam 17 mereka baru pulang praktis cuman aku yang pulang awal.
    “Duh, lagi santai ya TRE,” begitulah kalau aku memanggilnya.
    “Baru pulang mas?”
    Aku mendekat, dia hanya mengenakan celana pendek olahraganya dan berkaos tanpa lengan sedang membaca sebuah novel. Lumayan, tidak hitam-hitam amat demikian pikirku manakala ekor mataku menelusuri kakinya.

    Begitulah, sering aku menggodanya dan nampaknya dia suka. Naluri laki-lakiku mengatakan kalau dia sebenarnya ada hati kepadaku. Atas dasar keisengan, aku membuat sebuah surat di atas kertas surat berwarna pink dan harum dengan ukuran tulisan agak besar. Sangat singkat, “Tika, I love u” kemudian pada malam harinya aku sisipkan di jendela kamarnya, dari luar aku dengar dia sedang bersenandung kecil menyanyikan lagu dangdut kesukaanya.

    Dengan cepat kertasku tertarik masuk, hatiku terkesiap takut kalau-kalau bukan Tika yang menariknya. Tidak beberapa lama lampu dimatikan dan jendela terbuka, ah Tika melongokkan kepalanya keluar. Ketika dia melihatku dia tersenyum lalu melambai supaya aku mendekat. Kemudian aku mendekat. Ketika aku mendekat tiba-tiba
    “Cuupp…!”

    Tika mengecup bibirku, aku terperanjat atas perlakuan itu. Belum lagi keterkejutanku hilang Tika mengulangi perbuatannya. Kali ini dengan sigap aku rengkuh pundaknya, aku lumat bibirnya. Gantian Tika yang terkejut, dia hanya ingin menjawab suratku dengan kecupan kilat justru aku tidak kalah cepat. Lidahku meliuk-liuk dalam mulutnya yang menganga karena terkejut, tampak sekali dia belum pernah melakukan ciuman.
    “Mmmppphh”
    Lalu tubuhnya mengejang, rona wajahnya memerah desiran panas napas kami mulai memburu. Tika memejamkan matanya pelan dia mulai mengikuti lidahku yang menjelajah rongga mulutnya dan dia melenguh pelan tertahan manakala lidah-lidahku menaut lembut lidahnya. Refleks tangan kirinya merengkuh tengkukku, menarik lembut kepalaku dan tangan kirinya bertopang pada tepian daun jendela.
    Dalam suasana gelap, pelan aku turunkan telapak tangan kananku dan meraih gundukan payudaran sebelah kirinya.
    “Ah..!”
    Tika melenguh lirih dan terkejut, menepis pelan tanganku.
    “Sudah malam, besok yah?” Bisiknya lirih, memberiku satu kecupan dan menutup daun jendela. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

    Aku kembali kekamarku, tidak kuasa menolak desakan birahi aku lepas semua pakaianku. Dengan tidur terlentang jemari telunjut dan ibu jariku menjepit erat batang kontuolku dan aku tegakkan membuat kepala kontuolku dan otot-ototnya merah membesar. Telapak tangan kiriku menggosok-gosok pelan, sementara cairan bening sudah keluar dari kepala kontuol yang memerah.
    Mataku terpejam, aku pentang kedua kakiku lebar-lebar dan membayangkan Tika yang sempat aku pegang payudaranya yang kecil lembut tadi.
    “Ah…!”
    “Ssstt…”
    Kepalaku berdenyut-denyut dan tubuhku terasa melayang tanpa terasa kocokanku semakin cepat seiring desah napasku yang mulai memburu.
    “Ahhhh… hhh…!
    “Croot… croott… croottt…!”
    Airmaniku menyembur dengan dasyat, kali ini cukup banyak mengingat kali pertama aku berciuman dan meremas milik perempuan.

    Paginya seperti biasa aku siap-siap hendak berangkat, aku biasa naik angkutan umum toh motor juga ada tapi enggak seru. Kebetulan angkutan kosku pangkalan kedua angkutan jadi belum banyak penumpangnya dan aku bisa memilih tempat duduk. Nah, serunya pas pangkalan ke tiga sudah mulai penuh anak-anak sekolah apalagi jalurnya melewati tiga SMA dan 1 SMP, bayangkan deh pas penuh-penuhnya lumayan dapat senggolan susu, he… he…

    Tika sudah menunggu di samping rumahnya di balik kerindangan pohon Mahkotadewa. Aku berangkatnya agak siang, soalnya sekolahku masuk pukul 7.15, maklum banyak atlit Pelatnas yang bersekolah disekolahku dan biasanya Tika sudah berangkat, pasti dia menungguku toh semenjak malam itu aku resmi jadi pacarnya.
    Aku menengok kekanan dan kekiri, kedua orangtua yang seorang guru dan adiknya sudah berangkat semenjak tadi, Tika biasa menggunakan sepeda.
    “Maaf tadi malam, marah?”
    Senyuman dan guratan giginya semakin tampak putih dipadu rona wajahnya yang coklat kehitaman.
    “Tidak tuh,” seraya aku menghampirinya di kerimbunan. Entah mengapa dia juga beranjak semakin masuk ke lorong samping rumahnya dan tentunya kami semakin tidak tampak dari luar.
    “Habis surat kamu sudah malam sih.”
    Aku raih tangannya dan pelan aku rapatkan tubuhku kearahnya dan aku cium bibirnya ah.. dingin-dingin empuk. Lidah-lidah kami bertautan, matanya terpejam. Jarum jam menunjukkan pukul 6.35 jadi masih ada waktu buat bercinta!

    Berlahan aku lingkarkan kedua tanganku kepinggangnya, dia hanya terdiam sambil memejamkan matanya dengan kedua tangannya tergerai kebawah. Akankah aku ditolak? Demikian pikirku manakala pelan aku julurkan telapak tangan kananku kearah dadanya.
    “Jangan disini,” kemudian menarik tanganku menuju ke belakang gudang.

    Disitu terdapat sebuah dipan (tempat tidur kecil) dari bambu dan kami duduk bersebelahan lalu aku rengkuh pundaknya tanpa di komando bibir kami beradu dan saling bertautan, kali ini bagaikan kuda liar terlepas dari kandangnya Tika memeluk erat pinggangku. Matanya terpejam rapat manakala bibirku merayap turun kelahernya. Kali ini tangan kananku dibiarkannya menelusuri payudaranya yang terbungkus baju seragam SMPnya.

    “Ehh…”
    Tika melenguh lirih manakala aku dengan lembut meremas payudaranya, kecil dan tampak kenyal. Dan sementara bibirku terus meliuk-liuk di sekitar lehernya dan dengan naluri laki-laki bibirku bermain di telinganya sehiingga membuat bulu kuduknya merinding. Tika semakin merapatkan kedua kakinya dan sementara tubuhnya bersandar erat ke tubuhku.

    Tika merenggangkan dadanya, memberi jarak agar tanganku leluasa bermain-main di payudaranya dan sementara kepalanya sedikit meliuk-liuk mengikuti gerak wajahku dan di seputar lehernya dan bulu kuduknya sesekali meremang. Baju seragam Tika bagian depan sudah awut-awutan padahal ini adalah hari senin.
    “Hhh….”
    “Hhhh…hhh…”
    Hanya desah napas kami yang terdengar. Dan berlahan Tika semakin menekuk tubuhnya dan terlentang keatas dipan bambu. Pelan aku mendekatkan bibirku ke bibirnya, Tika membalasnya penuh gairah. Jemari tanganku membuka satu persatu kancing bajunya seiring dengan berjalannya waktu dari menit ke menit.
    Aku menindih pelan seraya membuka resletting celana seragam SMAku yang berwarna abu-abu. Aku menjatuhkan kecupan lembut dibibirnya, refleks Tika membuka mulutnya memberi jalan untuk lidahku menjelajahi rongga mulutnya. Sementara tanganku telah menurunkan celana seragam dan celana dalamku sampai batas pantatku, kini kontuolku telah terbebas.
    Aku raih tangan Tika yang sedikit terentang keatas, aku tuntun kearah kontuolku.
    “Uhh…”

    Tubuhnya bergetar, payudara yang terhimpit tangannya menyembul kecoklatan berkilatan saat dengan bimbinganku Tika meremas batang kontuolku.
    Karena belum terbiasa dan untuk pertama kalinya dia memegang maka genggamannya sedikit kencang dan tidak ada reaksi selain menggenggam. Toh aku juga tidak pernah tahu karena ini juga baru pertama kalinya aku memperlakukan lawan jenisku sampai jauh.

    “Mmmpp…”
    “Hhh… Hhhh…
    Ciumanku merayap turun ke payudaranya dan tanganku mulai meraba-raba gundukan diatas selangkangannya.
    “Hhhmmmpp…”
    Aku serasa melayang ketika tangan lembut yang menggenggam batang kontuolku sedikit naik meraup kepala kontuolku. Tegang dan keras sekali.
    “Sayang…” Demikian bisiknya lirih di telingaku ketika tanganku pelan menyibakkan rok seragam biru milikya sedikit naik. Tika mengangkat sedikit pantatnya sehingga dengan bebas roknya tersibak keatas. Ketika aku menoleh kebawah Tika seketika menysupkan kepalanya kedadaku, malu tapi mau dan suka.

    Celana dalam warna pink menyembunyikan gundukan kecil diatasnya tampak jelas sekali bagian bawahnya telah basah kuyup. Tika membiarkan tanganku menyusup kebalik celana dalamnya, serasa gundukan belum ditumbuhi banyak bulu, masih ada satu dua dan sangat halus.
    “Basah” dalam benakku saat telapak tanganku merayap diatas permukaan tempiknya, Tika semakin berani memberiku kesempatan dengan sedikit membuka himpitan pahanya.
    Naluriah, demikian istilahnya. Jari telunjuk dan jari manisku pelan menggosok samping kanan dan kiri tempiknya sementara jari tengahku menemukan sebuah biji kacang klentit miliknya. Semakin basah saat aku pelan menggosok-gosok tanganku dengan kaku, maklum belum biasa sih.
    Telapak tanganku penuh dengan cairan kental dan lembab. Aku terus menggosok-gosokkan tangannku, hangat, lembab dan licin. Sementara Tika tidak melepaskan genggaman tangannya di kontuolku, kalau tadi di bagian kepala sekarang di bagian pangkalnya yang berbulu.
    Bersambung ……
    Aku menurunkan celana dalamnya……

    Bagian kedua :

    Aku menurunkan celana dalamnya sampai kebatas lutunya dan dengan kakiku aku lepaskan. Aku menindihnya dimana sebelumnya tangan Tika yang menggenggam kontuolku aku terlentangkan, membuat sepasang payudaranya yang sempat tertutup sedikit kaosnya membusung. Tika seolah-olah mengiyakan apa yang akan aku lakukan, berarti sungguh dia mencintaiku.

    Pernyataan cinta yang secara iseng aku lontarkan ternyata mendapat sambutan yang sedemikian dasyatnya. Sungguh dia kini pasrah terlentang di bawahku. Sementara aku, hanya nafsu yang berputar-putar didalam otakku. Ulangan Fisika pada jam pertama dengan pak Anton sang guru killer dimana tak ada ampun bagi yang tidak masuk pelajarannya tanpa surat keterangan apalagi saat ulangan sudah tidak aku pikirkan.

    Aku rentangkan lutut Tika biar pinggulku sedikit leluasa menindih tubuhnya. Tika hanya menurut saja. Aku genggam batang kontuolku, aku arahkan kelobang vaginnanya. Naluri laki-lakiku seolah-olah secara otomatis bekerja.
    Saat bagian kepala menempel di bagian lembut dan basah aku menarik napas untuk mengurangi keteganggan.
    “Sreet…”
    Terasa kepala kontuolku menyibak sesuatu ketika pinggulku aku tekan sedikit. Tika sedikit mengrenyitkan dahinya tanda ada sesuatu yang aneh.
    “Sreet…”
    Kembali seperti menyobek sesuatu. Kini Tika menggigit bibir bagian bawahnya, wajahnya sedikit tegang sementara wajahku pun demikian, genggaman tanganku sedikit gemetar ketika aku dorong pantatku kebawah.
    “Sreet… sreeettt…”
    “Mpphhh…”

    Erangan lirih dari mulut Tika katika separuh kontuolku sudah menghujam masuk. Tetesan darah perawan menetes, bagaikan aliran sungai Mahakam menetes disela-sela dipan bambu yang kami pakai untuk bergelut. Menetes kebawah, berjatuhan tetes demi tetes keatas tanah yang berdebu.
    Aku menarik keatas pantatku dan dengan pelan aku tekan kembali kebawah, kali ini tanganku sudah tidak menggenggam berganti menopang tubuhku yang merapat diatas tubuh Tika.
    “Sreettt…”
    “Aaahhhh…!”
    Tika menjepit pantatku dengan kedua pahanya yang sedikit terangkat menahan perih saat semua kontuolku untuk pertama kalinya menembus vaginnannya. Dan kini semua batang kontuolku sudah menghujam kedalam liang surgawi tempiknya.

    Tangannya menggenggam erat, pahanya menjepit kuat pantatku dan wajahnya semakin terpejam. Aku berikan kecupan lembut kebibirnya lalu dia mulai menangis. Dan memeluk tubuhku dengan erat dengan tidak melepaskan jepitan pahanya di pantatku justri kakinya yang terangkat di letakkan diatas betisku.
    Berlahan pantatku aku mainkan naik-turun, untuk menenangkannya aku membisikkan sesuatu ketelinganya,
    “Sakit…?”
    “Aku tahan, aku sayang kamu…”

    Suara berderit pada dipan bambu menahan tubuh kami saat kontuolku aku maju-mundurkan, Tika tidak melepaskan pelukannya dan kedua kakinya tetap berada diatas betisku dan kali ini jepitan pahanya di pantatku sedikit mengendor.
    “Plak… plak… plak…”
    Kelamin kemi mengeluarkan bunyi khas saat saling bergesekan dan suara itu merupakan pertama kalinya kami dengar.

    Dua puluh menit berlalu dari aku berhasil memerawani Tika, aku terus memainkan kontuolku maklum masih jejaka jadi maju-mundur, maju-mundur terus tanpa ada variasi. Toh dengan demikian lambat laun rasa perih pada Tika mulai hilang, aku pun demikian.
    Tika mulai mencari-cari bibirku dan aku menyambutnya dengan mengulum lidahnya dan memilinnya dengan lembut.
    “Hhhmmppp…”
    “Hhhhhhh…”
    “Sayang…”
    Sepuluh menit kemudian Tika mengencangkan pelukannya dan kembali pelan menguatkan jepitannya.
    “Plak… plakk… plakkk…”

    Aku terus menghujaninya dengan goyangan kontuolku, sesekali aku berlahan untuk menarik napas. Lumayan pegel juga ternyata, palagi rambut kontuolku yang sudah mulai lebat lenyodok-nyodok vaginnanya yang belum berambut membuat rasa perih padanya menjadi suatu sensasi mengenakkan, menggugah birahi yang sedikit berkurang akibat rasa perih.
    “Hhggghh…”
    “Aahhhhh…”
    Tika mengejang, rona wajahnya memerah, napasnya tertahan manakala birahinya menanjak menghantam ubun-ubun dan bagaikan suatu hempasan gelombang menerjang apa saja lalu padam terkulai. Lemas. Banyak energi yang telah dikeluarkan.
    Aku terus menggenjot saat Tika sudah jatuh terlentang, kedua kakinya terkulai mengkangkang. Aku topang badanku dengan kedua tanganku kali ini pantatku bebas naik turun. Lesatan kontuolku di dalam vaginnanya bagaikan terpedo yang diluncurkan dari sebuah kapal selam. Seperti ada sesuatu yang akan keluar aku percepat gerakan pantatku naik-turun. Dan…
    “Ahhhhhh…”
    “Crott.. croot.. crooot…”
    Bersamaan dengan aku semprotkan air maniku tiba-tiba,
    “Gubraaak…”
    Dipan yang kami pakai rubuh karena beban goyangan yang aku lakukan.
    “Ah!”
    “Aduhh…”
    Kami jatuh berguling, Tika tetap aku peluk sehingga dia menindih tubuhku. Kontuolku terlepas dari tempiknya, spermaku muncrat kemana-mana. Akibatnya, kontuolku yang masih “ereksi” tertimpa pantatnya Tika.
    “Dipan sialan,” demikian umpatku.
    “Sudah keropos.”
    Lalu kami berdiri, Tika memandangku saat aku meringis menahan ngilu di kontuolku yang tertimpa pantatnya.
    “Sakit?”
    “He-eh”
    Sambil berdiri dimana aku masih telanjang bulat, Tika mengulurkan tangannya, memegang kontuolku yang sudah terkulai seraya memberikan pijitan-pijitan lembut. Aku tumpangkan kedua tanganku keatas pundaknya.
    “Hari ini kita bolos ya?”
    Aku hanya tersenyum, aku biarkan tubuhku bugil dihadapannya. Tika sambil membersihkan dengan tangan kirinya badanku yang sedikit berdebu memandangku mesra, duh bening mata itu menusuk lekat ke dalam kalbuku.
    “Padahal aku jam pertama ada ulangan fisika.”
    “O ya?”
    “Biar saja,” sambil aku belai rambutnya yang tergerai.
    “Masih sakit?”
    “Sedikit.”
    “Enakan sekarang?”
    “He-eh”
    Tika mengocok berlahan-lahan dan kontuolku seperti diurut tangan lembut, berlahan kontuolku mulai tegak kembali. Aku belai payudaranya yang tertutup kaos dan seragamnya sudah tersibak tidak karuan. Aku cium kembali bibirnya sementara Tika terus dan terus mengurut-urut kontuolku.
    “Mmmpphhh…”
    “Di kamar yuk?” Tika meraih seragamku dan menggandeng tanganku masuk melalui pintu belakang dimana dia memegang anak kunci. Setiap dia pulang duluan selalu melalui pintu belakang sedangkan adiknya pulang bersama orangtuanya.
    Tika langsung melepas seragam putih birunya yang sudah awut-awutan, sebercak darah perawan masih sedikit meleleh di selangkangannya, Tika langsung merebahkan diri keatas ranjang. Dan aku pelan menempatkan diri keatas tubuhnya, pantatku berada ditengah-tengah selangkangannya.
    “Bleesss…”
    Kontuolku langsung menyusup ke dalam vaginnannya. Aku ciumi wajahnya dan melumat bibirnya. Sontak Tika merengkuh tengkukku dan aku meremas payudaranya. Sepasang anak manusia bertelanjang bulat saling memagut, memadu cinta, membakar api birahi.
    Pikiranku lepas terbang, sudah tidak ada batas sama sekali diantara kami padahal baru semalam aku mengatakan cinta, itupun hanya kesiengan belaka. Ah, setelah ini semua begitu kejam dan jahatkah aku? En tahlah, itu urusan belakang saat ini kontuolku tertanam didalam vaginnannya.
    “Ahh-hh…”
    Tika menggeliat saat aku mulai kembali aksi kontuolku naik turun. Perih dan pedih berganti kenikmatan, bagaikan sebuah gada dengan kepala membesar membuat sensasi nikmat saat bergesekan.

    Kali ini aku tidak perlu kuatir ranjangnya akan ambruk, ranjang berderit-derit saat aku menggoyangkan pinggulku. Seperti tadi Tika memelukku dengan erat dan sepasang kakinya mengait kali ini tidak diatas betisku melainkan lebih naik keatas pantatku.
    Desah napasnya semakin memburu di dekat telingaku dan kali ini tidak memerlukan waktu lama Tika sudah mulai mengejang dan walaupun dia mencoba menahan tapi desakan biologisnya lebih kuat.
    “Aahhh…”
    Tanpa sadar Tika melenguh dengan kerasnya ketika sampai dipuncak birahinya dan dalam hitungan detik pula aku mengikuti.
    “Aakkhhh….”
    “Croottt… crooottt… crooottt…” aku semburkan airmaniku kedalam rahimnya, entah apa yang akan terjadi sudah tidak aku pikirkan. Aku biarkan kontuolku masih menancap di vaginnanya dan “pluppp…” terlepas dan terkulai lemas.

    Jam 10 aku kembali kekamar kosku dibelakang rumahnya setelah sebelumnya untuk yang ketiga kalinya aku menidurinya. Uh, pegal semua badanku. Terutama kontuolku langsung bekerja keras. Aku langsung mandi untuk menyegarkan badan, kosku masih sepi karena semua masih kerja sampai jam 17 kecuali mbak Srini seorang guru SD paling jam 1 sudah pulang, bapak kosku juga pergi biasanya ke pasar untuk mancari hiburan bermain catur, maklum pensiunan. Dan akhirnya aku tertidur sampa sore hari.

    Praktis semenjak kejadian itu antara aku dan Tika sudah tidak ada batas apapun, kedua orangtua dan adiknya selalu berangkat jam 6.30 sehingga memberiku keleluasaan untuk bercinta dengannya.

    “Hai pah,” demikian Tika menyebutku Pah. Lucu juga kedengarannya tapi asyik juga tapi satu hal hingga kini aku tidak mencintainya. Ah, sayang, aku memang jahat sekali. Padahal dia mencintaiku dengan tulus.
    “Hai,” sapaku pula ketika melewati kamarnya, dia hanya mengenakan kaos oblong sehingga beha warna kuning yang dia pakai terlihat. Sedangkan dia hanya mengenakan celana dalam warna pink dengan sedikit tersipu dia meraih rok seragam biru yang tergolek di ranjang dan menutup bagian depannya.

    Barusan aku dengar suara motor orang tuanya berangkat ke sekolah. Lalu dia seperti biasa memberiku kode melalui pintu belakang, sebentar aku menoleh dan tidak ada orang. Teman-teman kosku masih pada tidur kecuali mbak Srini seornag guru SD teman kosku juga sudah berangkat.
    Bersambung ……
    Aku langsung mengunci pintu dan memeluknya sambil melumat……

    Bagian ketiga :

    Aku langsung mengunci pintu dan memeluknya sambil melumat bibirnya,
    “20 menit,” pintanya tegas.
    “Oke”
    20 menit bagiku sudah cukup, maklum dia masuk jam 6.55 sedangkan aku jam 7.15. Tanpa perlu komando kami langsung naik keatas ranjang sementara Tika terlihat pasrah dengan dada membusung dibalik kaos oblongnya dan celana dalam warna pink.

    Tanganku meraih kaos yang diekanakannya dan menariknya keatas bersamaan dengan behanya, akupun demikian membuka baju seragamku hingga aku bugil. So, kontuolku sudah nafsu langsung ereksi.
    Ups…!
    Dingin empuk manakala Tika meremas kontuolku saat aku hendak menindih sedikit tubuhnya sambil meremas payudaranya.
    “Hmmmppp…”
    Payudaranya bergetar saat aku merabanya dengan lembut, mengeras saat aku meremasnya, menggelinjang saat putingnya aku pilin dengan jemariku dan,
    “Paaahh…” merintih saat aku susupkan wajahku diantara sepasang gunung kembarnya dam memberikan gigitan mesra yang meninggalkan tanda merah kebiruan di kulitnya yang kecoklatan.

    Aku menurunkan ciumanku keatas perutnya, berputar-putar diatas pusarnya,
    “Aahhh…”
    Tika merintih geli, refleks genggamannya terlepas dari kontuolku dan mesra mengusap kepalaku dengan tangan kirinya sementara tangan kananya tersibak keatas.

    Cewek usia 14 tahun tentunya di kelaminya belum ditumbuhi rambut lebat, beberapa tipis dan baru mulai tumbuh tampak saat aku merayap turun dari perutnya kebawah pangkal selangkanagnnya. Aku geser posisiku dengan menarik keatas pinggulku, dengan posisi itu Tika mulai memberanikan diri mengusap kontuolku sambil memandang lekat-lekat kontuolku.

    “Besar” pikirnya, itu aku tahu kemudian dari buku hariannya yang aku ambil saat dia kekamar mandi. Aku belum berpengalaman dalam session ini, maka langsung aku julurkan lidahku menjilati langsung klentit dan semuanya dan menghisap menggunakan mulutku.
    “Hhmmppphh…”
    “Akkhhh…!”
    Tidak dinyana Tika terkejut dengan apa yang aku lakukan, refleks dia mengatupkan pahanya sehingga kepalaku terjepit. Refleks juga genggamannya di kontuolku mengencang, tapi dia tidak memejamkan matanya. Dipandangnya kontuolku yang sudah mengeluarkan cairan bening tanda birahi dari ujung kepala kontuolku.
    “Masukin pah, sudah siang,” pintanya sambil menggeser tubuhku darinya.

    Aku merebahkan tubuhku keatasnya, Tika membuka kedua kakinya, memberiku keleluasaan mengarahkan kontuolku dan,
    “Blesss…”
    Kontuolku melesat masuk kedalam liang vaginnanya yang sudah basah langsung sampai kedasarnya, hangat, lembut dan kenyal. Kontuolku seperti diremas oleh kelembutan dan kehangatan, dipilin oleh cairan birahi dan kami pagi itu menyatu dengan tubuh bugil.
    Tika memelukku dan kembali seperti sebelumnya mengaitkan kedua kakinya keatas pinggulku dan aku memacu, melesatkan berulangkali kontuolku kedalam tempiknya. Saling menderu napas kami berkejar-kejaran, sesekali Tika tersipu malu saat dia membuka kelopak matanya dan aku sangat dekat diatasnya memandang tajam kearahnya, tersipu dengan rona wajah memerah dan menyembunyikannya kebawah pundakku. Aku terus menayunkan pinggulku naik turun, suara-suara yang akhirnya terbiasa di telinga kami mengiringi derit ranjang yang terdengar pelan karena goyangan kami.
    “Paahhh…”
    “Sayanggg…”
    Hentakan birahi merayap keujung kontuolku, dengan sekuat tenaga aku berusaha menahannya. Sementara dengan tegang memelukku erat dan mengapitkan kedua pahanya kuat-kuat di pinggulku. Dinginnya udara pagi dengan jendela berkaca nako menyebabkan kami semakin birahi.
    “Ahhh…”
    Tika melenguh, mengejang, bergetar dan jepitan vaginnanya meremas-remas kontuolku saat aku hentakkan-hentakkan hingga dasar vaginnanya dimana rambut kelaminku menggesek-gesek klentitnya saat beradu. Dalam hitungan detik, akupun mengejang, sambil menggigit belakang telinganya dan tangan meremas payudaranya aku hujamkan kuat-kuat kontuolku.
    “Ak-akkk-akkhhh…!”
    “Croot… serrr… croot, croot… crooot…”
    Kami terdiam, Tika sudah terkulai lemas dengan bersimbah peluh dan aku biarkan kontuolku terjepit vaginnanya yang berdenyut-denyut lembut. Aku memeluknya dan desah napas kami yang semula menderu-deru berlahan-lahan mulai teratur.
    “Pah, dah siang loh, aku tidak mau bolos lagi,” Tika mengingatkanku sambil tersenyum. Lalu aku kecup bibirnya dan tampak di leher belakang telinganya membekas gigitanku. Saat kami berpakaian tampak hampir sekujur tubuhnya penuh dengan “cupang”-an dan gigitan mesraku. Payudara kirinya membekas jemari kananku tadi saat aku akan orgasme. Tika tersenyum saat aku memandang tubuhnya,
    “Hasil karyamu pah,” seraya memakai kembali behanya.
    “Karya abstrak mah,” lalu aku hampiri dia dan aku belai kelaminya yang masih melelehkan spermaku.
    “Tidak dicuci dahulu mah”
    “Enggak ah, biarin aku tetap merasakan milikmu pah.”
    Jam menunjukkan pukul 7.50 saat Tika mengayuh sepedanya dan aku berjalan ke jalan besar untuk menunggu angkutan umum. Biasa, buat cari senggolan apalagi jam mendekati waktu masuk.
    Pernah suatu ketika aku mewakili sekolahku dalam ajang lomba menggambar, lumayan aku memiliki bakat menggambar. Sebelum jam 1 aku sudah kembali, aku longokkan kepalaku tampak Tika sedang mengerjakan PR-nya. Melihatku dia beranjak keluar melalui pintu belakang.
    Darah mudaku seketika bergelora, aku hampiri dan aku lumat bibirnya.
    “Hampir jam 1 pah,” demikian dia mengingatkan, berarti 30 menit lagi orangtuanya pulang. Sontak aku minta dia nungging dengan kedua tangan diatas dipan bambu (sudah diganti dengan yang baru) lalu aku sibakkan rok yang dipakainya, celana dalamnya aku plorotkan dan lidahku dengan cepat menjilati tempiknya.
    Ups, he… he… sedikit pesing, sebodo amat. Lalu aku arahkan kontuolku ke vaginnanya dan,
    “Sleeebbb… bleeesss…”
    “Ahhhh…”
    Tika terkejut dan sedikit meringis menahan perih tapi hanya sebentar dan napasnya sudah mulai tidak beraturan. Berselang lima menit dengan mencengkeram tepian dipan bambu sambil “mekangkang” Tika menggeliat seraya melenguh kuat.
    “Aahhhh…”
    Aku pegang pantatnya dengan kedua tanganku, aku sodokkan kedepan dan kebelakang pantatku sehingga kontuolku leluasa melesak keluar dan kedalam. Lalu aku remas dengan mencengkeram pantatnya manakala kontuolku memuntahkan spermaku.
    “Ahhhh… hh… ahhh…”
    “Serrr… serrr… serrr…”
    Cairan kental putih muncrat didalam vaginnanya seraya menimbulkan bunyi “ceplak-ceplak-ceplak”, belum puas aku teruskan genjotanku sampai-sampai Tika hampir jatuh terkulai kalau saja tidak aku topang pinggulnya dengan kedua tanganku.

    Semangat mudaku menggelora, aku terus memacu dan memacu. Kontuolku yang semula terasa ngilu karena sudah melontarkan airmaniku berlahan kembali mendapatkan kekuatannya. Aku mati-matian agar kontuolku setelah mengeluarkan airmani tidak terkulai. Aku paksa semangatku agar cepat meraih birahi kembali.

    Tika hanya menggigit bibirnya, lemas sekali. Sendi-sendinya serasa mau lepas, napasnya tersengal-sengal. Rasa pening menghantam kepalanya tapi tempiknya ternyata tidakmau kompromi, berlahan cairan birahi membasahi gesekan kontuol dan tempiknya.
    Tika tidak kuasa menahan hentakan birahi yang berlahan mulai merambat naik ke ubun-ubunnya. Merayap ke semua ujung syarafnya, jantungnya berdegup dengan kencang, matanya terbelalak dengan semua otot diwajahnya menyembul menyebabkan rona wajahnya memerah.
    “Akkk… hhhhhh…!”
    “Crooot… crooot… crooot…”
    “Ah…”
    Bersamaan kami dihempas oleh puncak birahi, bersamaan kami dihantam oleh kenikmatan surgawi dan bersamaan kami jatuh terjerembab keatas dipan bambu dan seolah-olah dunia terasa melayang. Tika jatuh tanpa daya keatas dipan menyisakan lelehan sperma di selangkangannya dibawah tonjolan pantatnya, ternyata dia pingsan!

    Disekolah aku termasuk siswa yang biasa-biasa saja, sedangkan Tika termasuk kategori siswa kelompok “dodol” alias “bego” dan kategori cewek “non nominasi” pantes saja aku radak “GR” langsung main tancep pedang aja. Hebatnya aku tidak puas hanya sekali, paling sedikit dua kali, inikah manfaat akibat rendaman air teh basi? Mungkin kali ya ha… ha…

    Sudah tiga bulan aku setubuhi Tika, selama itu pula dia tidak hamil. Luar biasa, membuat aku ketagihan. Sungguh tidak ada waktu lowong aku dengan dia untuk tidak bermain sex. Terus terang dan terang terus, aku memperlakukan Tika sebagai obyek dan bukan sebagai subyek, duh memang aku sadari aku betul-betul jahat. Tidak jarang Tika sekitar jam 2 siang menyusup masuk ke kamarku, meminta jatah disaat kedua orangtuanya istirahat siang. Ternyata apa yang kami lakukan disiang itu tidak lepas dari mbak Srini teman kosku yang seorang guru SD, nanti aku ceritakan pada bagian tersendiri supaya cerita ini tidak terlalu panjang.

  • Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi


    1482 views
    Perawanku – Cerita Sex Tante Perkosa Sebut saja Elly. Usiaku sekitar 23 tahun. Aku sudah sudah menikah dengan suamiku yang kini berusia sekitar 25 tahun, dan kini aku termasuk ibu yang masih muda, dikaruniai seorang anak yang baru berusia 6 bulan yang kami beri nama Michel. Mulai dari pacaran dan menikah sampai sekarang ini, suamiku sering pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Aku sendiri adalah wanita yang mendapat karunia wajah yang cantik, itu menurut teman temanku. Aku memiliki rambut yang lurus dan panjang sampai sebahu. Tubuhku telah kembali ramping lagi dan indah seperti pujian suamiku, kendatipun aku baru melahirkan setengah tahun yang lalu.
    Kelihatanya hal itu karena aku rajin mengikuti olahraga senam aerobik, dan memang aku mengontrol pola makan supaya badanku tak semakin melar, dan aku sedikit banyak bangga sekali karenanya. Aku sendiri tak bekerja diluar, dikarenakan suamiku memiliki nafkah yang lebih dari lumayan. Dan memang suamiku kepingin aku menjadi ibu rumah tangga yg baik saja, hanya tinggal di rumah buat rawat anak kami dengan baik.
    Suamiku memang lelaki perkasa diatas ranjang, dan aku sungguh menikmati sekali kehidupan sex dengan suamiku karena kontol gede suamiku. Kini kalau suamiku tak ada dirumah, aku hanya berdua sama anakku sendiri, juga pembantu kami yang kupanggil bi siti, satpam kami yang bernama Adrian, dan tukang kebun kami yang bernama pak marno, dan juga sopir kami yang bernama anton. Di usiaku yang sekarang ini, nafsu sex tentu sedang tinggi sekali. Agen Maxbet Terpercaya
    Ditinggal seorang suamiku bekerja seperti ini, kadang terlintas aku amat merindukan bermain cinta dengan nya. Demikian sekilas akan keadaanku serta keluargaku.Pada Siangsabtu itu, aku menerima telepon dan aku terkejut dengan berita yang aneh sekali. Aku dapatkan hadiah suatu mobil lewat undian sebuah produk. Dan seingat aku, aku tak pernah mengikuti prosedur undian seperti demikian.
    Dengam santainya aku coba berkata, “Pak, terserah bapak mau bicara apa, namun saya tidak akan pernah mentransfer uang sepeserpun untuk pajak atau yang lain”.Dan orang itu berkata blablabla… panjang lebar, “Ibu Elly, kami maklumi jika ibu berhati hati, memang kami tidak memungut biaya sepeserpun, hal ini dikarenakan semuah pajak hadiah di tanggung oleh pihak kami. Kami akan mengantarkan langsung hadiahnya kerumah ibu sekitar 1 jam lagi. Agen Obat Kuat Pasutri
    Cerita Sex Tante Perkosa Gratis ibu, tak sepeserpun dipungut biaya apapun. Ibu bisa mencoba nya, bilamana ternyata mobil nya bermasalah kami segera akan mengganti dengan yang anyar langsung. Tapi hal tersebut tidak akan terjadi sama ibu, mengapa demikian di karenakan kami telah coba pemeriksaan terhadap mobil ini”.
    Mendengar hal seperti demikian ini, aku hanya bisa mengangkat bahu terus berkata, “Ya. . . terserah bapaknya sajalah. Maaf, dg bapak siapa saya bicara ?”.Dan orang itu menjawab, “Dengan bapak johan, Ibu boleh langsung saja hubungi kantor dinomer kantor kami di ******. Aku mengiyakanya saja dan kemudian memutus pembicaraan tadi. did alam hatiku merasa aneh jg, namun ya kalau gratis, ngk ada salahnya juga?
    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    Kulihat waktu ini adalah perkiraan jam 1 siang. Baru saja selesai makan siang aku menyusui dan menidurkan anakku, agar kelak nanti ketika aku pergi aku tidak lagi begitu kuatir. Dan memang selang waktu 1jam kemudian aku dengar bel yang berbunyi, lalu ketika aku keluar membuka pintu rumah, aku melihat suatu mobil Kijang Innova keluaran paling terbaru, dengan cat yang mulus serta kinclong. Dibelakangnya ada sebuah mobil Kijang. Mungkin untuk mereka yang antar mobilku ini pulang nantinya.
    Aku amat sangat terkejut, berarti mungkin ini benar aku dapat hadiah mobil. Seseorang turun dari mobil pickupnya didepan rumah, sementara orang yg sudah berdiri didepan pintu rumah menyapa aku. “dengan Bu Elly? Saya Anto”, kata orang yg bernama Anto itu sambil mengulurkan tangan nya.
    Aku menjabat tangan nya dengan sedikit perasaan ragu dan menjawab “Elly”.
    Orang tersebut memang penampilannya rapi. akan tetapi wajahnya agak seram. Aku mencoba menghilangkan semua pikiran negatifku. Dan kemudian temanya yg tampangya cukup lumayan, yang juga berwajah biasa biasa, menjabat tangan aku.
    “Seto”, katanya. Aku berjabat tangan dan menjawab, “Elly”.
    Cerita Sex Tante Perkosa Sehabis acara kenalan yang menurutku hanya formalitas kami saja, kami duduk diteras rumah, serta aku juga di sodori formulir yang aku baca dibagian awal dan penutupnya saja, untuk memastikanya saja aku tak keluar uang apapun untuk mendapatkan hadiah tersebut. Lalu Anto mengajak untuk coba mobil itu, hal itu dikarenakan nantinya aku harus mengisi formulir buat memberikan ‘penilaian’ tentang perihal mobil itu, sebelum acara serah terima surat kendaraan dilakukan Aku setuju” saja.
    Aku menerima kunci mobil itu dari Anto. Aku masuk kedalam mobil tersebut, joknya masih terbungkus plastik semuanya, serta untuk baunya juga khas mobil baru. Dan dengan didampingi mereka, dan lalu aku mulai mencoba mobil tersebut.Semua baik saja, sampai tiba tiba disebuah gang yang sepi sekali didekat rumah, Anto yang duduk dikursi depan menarik handbrake. Aku sangatlah terkejut sekali, sampai abaikan menginjak pedal kopling dan mesin mobil ini mati. Aku menoleh kepada kebelakang mobil, tapi belum sempat aku tanya, dari belakang aku dibekap, oleh Seto tentunya.
    Kurasakan sebuah aroma yang menyengat, dan tidak lama kemudian semuanya terasa gelap mataku. Perlahan lahan aku mulai tersadar. Aku mengeluh perlahan, waktu itu aku tidaklah sanggup menggerakkan kedua tanganku yang terlentang. Sakit rasanya, Dan Aku coba mengerti apa yang sudah terjadi. Ternyata kedua pergelangan tanganku yg terlentang ini, terikat sangat erat pada semacam pilar diruangan. Sedangkan aku sendiri sudah terbaring di atas matras. yg membuatku tercekat, aku sudah bugil. kedua Kakiku memang masih bebas, tapi apa arti semua ini? Aku kini sudah tak berdaya dg tangan yang terpasung dengan di bulat tali. Aku pejamkan mata dan menggigit bibir, tak sanggup bayangkan apa yang akan terjadi padaku. Aku mulai menyesali kebodohan ku tadi, mengapa bisa terjebak dg iming iming hadiah mobil.
    Tiba tiba pintu diruangan ini terbuka, lalu dibukanya dan masuk seseorang yang membuatku ternganga tidak percaya pada pengelihatanku sewaktu itu.
    “ Arman? ”, seruku tidak percaya akan ini yg terjadi.
    “Halo bu Elly… lama tak jumpa… yaa… bagaimana kabar nya?”, kata Arman dengan senyum yang buat hatiku dingin seperti di siram dengn air es. Aku takut sekali saat itu.
    “Arman… apa yang kamu lakukan sekarang? ” Cerita Sex Pemerkosaan “ Ingatlah Arman, aku ini kakak iparmu. Tolong lepas kan aku dari ikatan ini..”, aku mencoba menyadarkan Arman walaupun aku tahu ini mungkin sekali merupakan sebuah hal yang sia”. Memang Aku sudah tahu Arman memang menginginkan aku sejak aku di kenalkan Albert pada keluarga nya. Arman adalah salah satu dari adik Albert yang kini berusia 23 tahun. Wajahnya memang cukuplah menarik tampan buat aku. Dan sejak itu mengenalku, ia sudah beberapa kali mencoba untuk mendekatiku, tapi tentu saja aku tak pernah sekalipun memberinya respon. Suatu ketika aku berkunjung ke rumah Albert saat itu dia masih tinggal bersama keluarga nya, Arman nekat sekali dan nyaris hampir saja berhasil memperkosa aku saat itu. Untungnya saja sewaktu itu kepulangan Albert menyelamatkan u, dan semenjak saat itu aku tahu aku harus menghindari arman. Tapi kini aku sudah jatuh kedalam tangannya. Mendengar kata”ku, Arman hanya tertawa saja. dia mendekatiku dan ‘krek…’. Arman merenggut braku hingga tali talinya terputus.
    “Aduh. . . . ”, aku mengeluh kesakitan, sedikit sakit bagian tubuhku yang tertekan tali braku saat ditarik Arman. Aku memejamkan kedua mataku, malu sekali rasanya payudaraku terlihat oleh laki” selain selain suami ku. “Elly… Elly… kamu pikir aku segoblok itu sudah bersusah menjebakmu seperti ini dan akan melepaskan kamu begitu saja ? Haha . . . aku tidak gila, Elly”, kata Arman sambil menyeringai mengeri kan saat aku menatap nya dengan marah bercampur rasa ketakutan.”
    “Arman, kamu memang gila… lepaskan aku ! ! ”, aku mulai panik sekali serta membentak nya.
    Lalu Arman dengan merenggut robek celana dalam ku, hingga kini aku sudah telanjang bulat tanpa sehelai pakaian.
    Cerita Sex Tante Perkosa Aku menjerit kecil. sekarang ini aku cuman bisa memandangi Arman dengan jantung berdebar ketika ia telah melucuti pakaiannya sendiri. Sesekali aku mencoba berontak kepada arman, namun tidak ada hasil sama sekali sebab aku benar” ngak bisa gerakkan tanganku yang terentang lebar. Aku tahu, nasib yang buruk segera menimpaku, dan perlahan aku menangis.
    “Lho kak kok nangis sih ? Tenang saja, sebentar lagi kakak juga akan keenakan kok”, ejek Arman yg sudah bersiap diselangkanganku.
    Aku semakin ngeri melihatnya, dengan suara gemetar aku memohon, “Arman, tolonglah kakak jangan macam” sama aku ini aku kakakmu iparmu… masa kamu tega sekali berbuat begini padaku…”. Arman tertawa dan berkata dengan suara kasar, “Diam Elly. Kamu sudah merendahkanku selama ini. Kamu selalu menolakku. Kamu tidak pernah sekali menghargai aku”.
    Aku memang sadar kalau aku memang sering menjaga jarak dengannya, karena aku merasa ia berbahaya. Dan sekarang memang semuanya terbukti kan?, Dan sambil merenggangkan kedua pahaku ngangkang, Arman melanjutkan, “Kamu tidak pernah mau aku ajak pergi makan berdua. Kamu anggap aku tidaklah layak pergi berdampingan bersamamu. Benar” perempuan sombong ! Karena itu smua sekarang rasakan pembalasan ku!”.
    Arman menempel kan kepala penis nya ke bibir vagina ku. Aku makin menjadi panik dan coba berusaha menggerakkan pinggulku menghindari hunjaman kontol gede Arman saat Arman mulai memajukan pinggul dia.
    Berhasil, kontol gede dia tak sampai melesak masuk menerobos vagina ku.Tapi rupanya dia marah dengan tingkahku, ia menamparku keras, sampai sampai aku mengaduh, menangis kesakitan. “Jangan coba-coba” lagi Elly, atau setelah aku kamu akan kuberikan pada dua temanku didepan itu!”, ancam Arman nada suara yang galak. Melihat dia begitu aku langsung pasrah saja, disela tangisanku, aku hanya bisa merintih, “ Kau gila. . .Arman ”.
    Cerita Sex Tante Perkosa Arman hanya tertawa dan aku bisa membiarkan kepala kontol gede Arman menemukan bibir vagina ku, dan sesaat kemudian aku jadi mengerang sakit saat vagina ku tertembus batang kontol gede Arman. Aku mulai menangis saat dia memompa vagina ku. meskipun aku sudah pernah punya anak, tapi berkat senam serta ramuan khusus, vagina ku kembali sempit. ”
    Konsekuensi nya, kini aku merasa kesakitan karna vagina ku dipompa kontol gede Arman. Aku memalingkan wajahku agak tidak lihat wajah Arman yang kesenangan karena berhasil menjamah tubuhku yang montok dan vagina sempit ku. Ia meremas kedua payudara montok ku dengan gemas, seolah dia melampiaskan segala nafsu nya yang tak kesampaian untuk menikmati tubuhku sejak dahulu. Sedangkan aku sendiri hanya bisa terus menggeliat kesakitan menikmati kontol gede arman. “Elly vagina kamu legit rapet banget”, erang Arman dengan tatapan penuh gairahnya kontol masuk vagina ku.
    Rasanya aku ingin menampar nya, tapi kedua tanganku tidak mampu kugerakkan. Aku hanya bisa merelakan liang vagina sempet ku ditembusi kontol gede oleh laki laki yang harusnya memperlakukanku sebagai kakak ipar nya. Tapi Arman memang sudah kesetanan, dia mulai mencumbui ku dengan sangat buas sekali. Bibirku dilumat nya dg ganas, sementara kedua payudara montokku diremas nya dengan kuat.
    Cerita Sex Tante – Perlahan aku mulai terangsang menikmati kontol gede adik ipar ku ini, rasa terhina karena diperkosa mulai berganti dg rasa nikmat yang melanda selangkangan ku dan juga sekujur tubuhku. Rupanya vagina sempit ku sudah mampu beradaptasi dengan ukuran kontol gede Arman yg tadinya terasa sangat menyiksaku. Aku malu sekali, ingin rasanya aku menyembunyi kan wajahku yang terasa panas ini. Tapi tentu saja hal itu tidak mungkin bisa kulakukan, maka aku hanya dapat pasrah namun mati matian berusaha menahan diri supaya agar tidak kelihatan menikmati kontol gede arman.
    Tapi sayang, tubuhku terlalu jujur dengan perlahan tanpa mampu kucegah, pinggangku terangkat saat aku menahan nikmatnya kontol gede arman itu yang luar biasa. Kurasakan kontol Arman melesak begitu dalam ketika ia menghunjamkan kuat kuat kedalam vagina sempit ku, membuatku menggeliat keenakan seperti cacing kepanasan.
    Arman tertawa sinis dan mulai menghinaku “Ternyata kamu menikmati kontol gede ku juga yaa Elly. Makanya kamu jadi cewek jangan sok kalau sudah vagina dimasukin kontol gede gini, toh kamu keenakan juga..”.
    Sambil menghinaku Arman terus memompa vagina sempit ku dengan buasnya. Aku sudah tidak tahu apalagi yang harus kulakukan saat itu, karena perlahan tapi pasti aku sedang diantar menuju orgasm.
    “Armann…. oohh… sudaah… ampn uchhhh”, aku mulai mendesah dan melenguh kenikmatan.
    “ Kenapa El ? Enak ya? ”, ejek Arman dan malah makin gencar memompa vagina sempit ku.
    “Kamu..” aku tak lagi bisa menjawab, tubuhku menggigil, selangkanganku serasa akan meledak.
    Aku terus mengerang merintih dan melenguh, sampai akhirnya aku orgasme hebat, kepalaku terlempar ke sana kemari karena aku menggelepar dihantam badai orgasm.
    “Oh ternyata kamu cantik sekali kalau seperti ini”, desah Arman yang menunjuk kan tanda” akan orgasm yang sangat dahsyat, sementara aku sendiri sedang menderita dalam kenikmatan orgasm yg amat berkepanjangan ini, dan nikmat nya selangkanganku yang terus dipompa Arman semakin menjadi.
    Cerita Sex Tante Perkosa Namun rasa ngilu mulai menghampiri vagina ku, dan makin lama rasa itu makin menderaku vagina ku. Aku sudah tidak kuat lagi arman, dan berteriak “Armaaan… aaah… hentikaan… amppuuun…”. Dia benar” pria perkasa seperti suamiku yang kuat dan kontol gede, hanya saja suamiku bisa lebih pengertian, membiarkan aku beristirahat kala aku mengalami orgasme. Sedangkan Arman sama sekali tak memperdulikan keadaan ku, dia hanya mencari kenikmatan nya sendiri.
    Aku makin menderita dalam kenikmatan ini, rasanya tulang tulang ini terlepas semua dari sambungan nya, sementara tubuhku meliuk liuk dan menggelepar terhempas badai orgasme yg terus menerus mengeliat. Entahlah cairan cintaku sudah membanjir berapa banyak yang keluar, aku mulai pening dan tak lagi mampu mengerang lagi. Dengan kejam Arman terus memompa vagina ku, sampai akhir nya ruangan ini rasanya berputar, semua nya gelap. Daftar Maxbet
    Ketika aku mulai bangun dari tidurku, kurasakan ada lagi perasaan kedua puting payudara ku seperti ada yang mengulum dan menyedoti dengan kuatnya. Vagina ku masih terasa sedikit sakit, tapi sudah tak lagi terasa sesak, yang punya arti Arman sudah selesai memompa vagina ku. Becek sekali rasanya vagina ku, aku tahu si brengsek ini pasti mengeluarkan spermanya didalam sana. Untungnya saja aku telah fase dalam masa tidak subur, jadi aku tak perlu takut hamil karena pemerkosaan ini.
    Cerita Sex Tante Perkosa Tapi kini aku sudah sadar, ada dua orang sekaligus yang mengulum puting payudara montokku, yang berarti ada seseorang selain Arman. Dan aku mulai mengenali mereka ber2 ini, bahkan Arman bukan salah satu dari mereka. Ternyata Anto dan Seto yang kini sedang menyusu pada kedua payudaraku. “Jangaaaan”, aku menjerit keras.
    Aku tidaklah lagi bisa berbuat apapun lagi”, kedua tanganku yg terentang ini tak lagi bisa kugerakkan sedikitpun, sementara mereka ber2 dg santai meneruskan perbuatan mereka.“Lepaskan aku… Armaaan kamu emang bajingan…”, aku mengumpat dalam keputus asaanku. Dan kudengar tawa yang membuatku merinding ketakutan. Kemudian aku melihat Arman masuk, dan memegang handycamnya. dan dIa merekamku ! Merekamku yang sedang pasrah tak lagi berdaya saat kedua puting susuku disedot oleh kedua kacungnya. “Biadab kamu Arman… Kamu kan sudah janji.”, aku langsung terdiam. Bajingan ini memang tak pernah berjanji apa”
    “Kenapa Elly? Kok diam ? Apa aku salah ? Aku memang tak pernah berjanji kalau kamu tidak akan kuberikan pada mereka bukan ? Haha haa…”, Arman tertawa dengan memuakkan.Aku hanya bisa menangis. Habislah aku sekarang ini, aku sudah dalam cengkeraman si Arman sepenuhnya. Entah seperti apa nasibku di hari hari berikutnya lagi. Sementara kedua kacung Arman ini tertawa senang dengan adegan gangbang, dan mereka kembali menghisap dengan ganasnya kedua puting susuku dengan bersemangat sekali, tak lupa tentunya mereka juga meremasi payudaraku. Beberapa saat kemudian,dengan gaya yang menjijikkan buatku, mereka membuka mulut mereka yang penuh air susuku ke arah kamera.“Wow.. air susu Elly ”, kata Arman sambil menyorot mulut kedua kacung nya.
    Kedua pria itu menelan air susuku. “Bagaimana rasanya Anto bilangnya ? Seto? Enak tidak?”, tanya Arman penasaran.
    “nikmat dan legit banget bos, susu amoy gini”, kata Anto.
    “Lebih enak dari susu apa aja”, sambung Seto.
    Memang Kurang ajar sekali mereka, Dan Arman terlihat penasaran, lalu ia menaruh handycam nya.
    “Aku juga ingin mencoba”, gumannya.
    Ia mendekati payudaraku, dan setelah mereka memberikan beberapa jilatan yang membuatku mau tak mau aku merasa terangsang, tiba” dia sudah menghisap puting payudaraku. Beberapa sedotan dilakukann ya, sementara aku hanya bisa mendesah keenakan.
    “Bos, susunya diremas”, kata Anto. ”
    “Bisa tambah buanyak sekali keluarnya”, Seto menyambung.
    Maka Arman menyedot puting payudara sambil meremasi payudaraku dengan ganasnya. Aku sedikit menggeliat kesakitan. dIa terus melakukan nya sampai puas, sementara aku cuman bisa menggigil menahan kenikmatan kontol mereka.
    “ Susu yang enak, Elly ”, kata Arman dengan nada puas.
    “Nanti aku minta tambah lagi”, sambungnya sambil balik lagi mengambil handycamnya.
    “Lanjutkan”, perintah Arman ke Anto dan Seto.
    Mereka ber2 yang sudah melepaskan semua baju mereka hingga telanjang bulat selagi menunggu Arman mencicipi menghisap bagian puting susu ku. Mereka tentu saja kembali mengerubutiku dengan kesenangan. Handycam itu balik lagi merekamku. Kini Anto dan Seto hendak memuaskan diri mereka sendiri, bisa terlihat dari mereka kocok kontol mereka sendiri untuk makin menegangkan ereksi kontol mereka. Melihat ukuran kontol mereka berdua ini, aku semakin takut melihatnya. Baik panjang maupun diameter nya semuanya lebih dari ukuran kontol Arman. Aku bergerak dengan mematikan semua perasaanku. Kini aku di jamahi oleh 2 kacung Arman. Kedua selengkanganku dilebarkan Anto. Aku masih terlalu lemas buat mencoba menghindar.
    Akibatnya…., bless… kembali vagina dimasukin kontol gede lagi.
    Aku menggigit bibir dan menahan semua perasaan malu dan sakit ini, air mata ku terus mengalir. Handycam yang dipegang Arman terus menerus menyorot ke arah vagina ku yang sedang dipompa oleh Anto. Muka ku rasanya panas sekali membayang kan aku sedang membintangi film porno amatir.
    Dengan perlahan Arman mengarahkan sorotan handycamnya kearah tubuhku dibagian atas, dan sempat diam agak lama ketika menyorot kedua payudara ku. Seto sempat meremasi kedua payudaraku serta semua itu di sorot oleh Arman. Sementara itu tubuhku harus terus terusan menggeliat karna menerima rangsangan dua orang sekaligus. Vagina ku dipompa dengan gencar oleh Anto sementara kedua payudaraku diremas dengan buasnya oleh Seto. Aku sendiri antara mendesah keenakan dan merintih kesakitan. Vaginaku masih belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan ukuran KONTOL GEDE Anto, tapi sudah mendatangkan nikmatnya yang membuat ku serasa melayang tinggi.
    “Sudah… hentikaan…”, aku mengerang, mulai mengerang, karna kurasakan vagina dimasukin kontol gede lagi.
    Anto sendiri kelihatannya sudah akan berejakulasi, tubuhnya bergetar hebat sekali saat menyodok vaginaku, dan tak lama kemudian ia mengerang panjang dan meneriakkan namaku, “Ooouuuhhh… bu Ellyyy…”.
    Tubuhnya berkelojotan diatasku, dan kurasakan penisnya berdenyut keras sekali didalam sana. Beberapa semprotan sperma hangat kurasakan membasahi vaginaku, dan Arman segera bergerak ketempat yg bagus untuk menyorotan handy camnya kearah vaginaku. Kurasakan Anto mencabut kontolnya perlahan, lalu Arman terus menyorot daerah vaginaku, aku malu kali. Gejolak yang sempat membuat ku hampir orgasme kini mereda. Tapi gila sekali, Seto langsung bersiap menggilirku, dia sudah mengarahkan kontol nya ke liang vaginaku. Aku memang tak lagi bisa apa apa, hanya bisa menggigit bibir saat kurasakan vaginaku ter tusuk oleh penis nya Seto. Hanya saja sekarang rasanya tak lagi begitu sakit, dan setelah beberapa genjotan, Arman menyorot mukaku, karena si Anto sudah menempelkan penisnya ke mulutku. “Elly, ayooo kulum”, perintah Arman.
    Cerita Sex Tante –  Aku hanya bisa menurut mereka, toh aku sudah tak lagi ada gunanya lagi membantah. Dari pada aku mendapat tamparan atau siksaan yang lain, aku lebih baik mengikuti kemauan mereka. Perlahan kubuka mulut ku, dan kontol Anto yg masih belepotan sperma, cairan cintaku, menerjang masuk ke dalam mulut. Rasanya amis, asin, membuatku ingin muntah. Akan tetapi aku berusaha tak lagi memikirkan rasanya, dan ingin cepat menyelesai kan tugasku. Aku terus mengulum kontol si Anto ini, kubersihkan cepat cepat dan kutelan semua sisa sperma nya dan cairan cintaku sendiri. Anto yg sudah tak lagi tertahan lagi mengerang panjang dan menarik kontolnya dari mulutku.
    Penderitaanku belum selesai.
    “Buka mulutmu, Elly”, perintah Arman sambil menyorot kan handycamnya ke mulut ku.
    “Perlahan!”, perintah nya lagi. Aku mulai membuka mulutku dengan perlahan, dan Arman terus menyorot mulutku.
    “Bagus”, katanya dengan puas.
    Aku malu sekali, pasti aku terlihat layak nya seorang wanita nakal didalam handycam itu. Tak lama kemudian tubuh ku terguncang habis, rupanya Seto mulai menikmati vagina ku. Dengan bersemangat ia menggenjot vagina ku, sementara aku tidak lagi tahu bagaimana sekarang raut wajah ku saat menahan malu dan nikmat dan disorot dg handycam milik Arman. Panas sekali wajah ku terasa, untungya Arman kemudian ganti menyorot tubuhku bagian vagina ku yang basah. Kini aku tinggal memusatkan perhatian ku pada Seto.
    ”Diam” aku melakukan gerakan menahan buang air kecil, sambil berpura-pura merintih keenakan, agar Seto cepat keluar dan semua ini segera berakhir. Sesuai harapan ku, tak lama kemudian si Seto yang terangsang habis, melolong lolong dan meneriak kan namaku.
    “Aaaaarrrhh… Ellyyyyy…”, jerit nya dan kemudian ia menarik penisnya, tentu saja setelah di dalam sana vaginaku dibasahi lahar panasnya. Arman dengan giat terus menyorot vagina ku yang tentunya tak lagi mampu menampung sperma ke2 pemerkosaaan yang kualami. Jari tangan nya ditusukkan ke vaginaku mengorek sisa sperma Anto, Seto. Seto sendiri segera beranjak ke arah wajahku, aku tahu dia mau menagih jatah lagi oral dariku jg. Seperti tadi, Arman yang buru buru mengarahkan handy camnya ke wajah ku memberikan instruksi instruksi padaku hingga membuat ku kembali terlihat seperti pelacur. Tapi aku hanya bisa menuruti, walaupun dengan hati sedih. Sehabis semua itu selesai, Arman mematikan handy camnya.
    “Arman, sudah cukup lepaskan, tolong”, aku memohon.
    Tapi Arman tidaklah mengubris sedikitpun juga, malah ia dengan bernafsu melihat kearah payudaraku.
    Aku langsung tersadar lalu teringat keinginan Arman tadi, yaitu ingin merasakan air susu ku lagi.
    Cerita Sex Tante Perkosa  Dan memang benar, Arman segera melumat puting susu ku, mengenyot susuku sepuas puasnya. Aku mendesah mengerang keenakan, memang rasanya nikmat ketika puting ku di jilat arman dan itu amat merangsangku. Aku nikmati dan menggigit bibir, apalagi Anto ikutan yang sama pada puting payudara yang sebelah. Kini 2 orang tersebut memainkan kedua putingku pada kedua payudara layanya seperti bayi, dan aku hanya bisa memejamkan mata dan menikmati mereka memainkan kedua putingku.
    Aku melamun kan suami ku… maafkanlah aku sayang… aku bahkan sempat orgasme ketika di perkosa adikmu.
    Tak terasa sampai si Seto juga sudah puas memainkan putingku, dan akhirnya ikatan ku dilepaskan. Lega rasa nya, meskipun terasa sakit pada bekas ikatan dikedua pergelangan tanganku. Aku duduk dan mengurut kedua pergelangan tangan aku, dan aku melihatnya Arman dengan rasa benci sekaligus takut, karna dengan rekaman handy cam itu, dia pasti akan menggunakan nya untuk mengancam ku agar menurutinya kelak kalau dia menginginkan tubuhku lagi. dIa tersenyum dg penuh kepuasan bersama dua kacungnya itu asyik melihat hasil rekaman film porno yg mereka buat tadi.
    Aku amat malu sekali, dan aku mencari cari pakaian luar ku yang ternyata berserakan tak jauh dari tempat aku di gangbang 3 pria tadi.
    “ Sudah puaskan kalian menghujam aku ? ”, bentakku dengan jengkel dan menahan tangis.
    Aku memakai pakaian ku tanpa bra, celana dalam. Ke2nya memang sudah tidak lagi bisa aku pakai karena tadi di renggut paksa dari tubuhku hingga tersobek. Mereka tertawa kadang beberapa saat lama nya mereka menonton rekaman pemerkosaan diriku tadi, kemudian Arman mematikan handycam yang dibawanya. Ia menghampiriku dan tiba tiba melumat bibirku. Aku menarik wajah ku kebelakang untuk melepaskan diri dari ciumannya, selanjutnya aku menampar nya, keras.
    “Bajingan kamu ya Arman! Kamu sungguh sangat tega sekali sama kakak ipar mu… sekarang antarkan aku pulang!”, kata ku lirih menangis.
    Arman mengelus pipi nya yang baru kutampar keras dan memandangku dengan wajah yg aneh. Aku bergidik di tatap oleh Arman seperti itu. kemudian Arman melangkah kearah luar di ikuti oleh kedua kacung nya. Aku ikuti mereka, dan dg tegang aku masuk ke dalam mobil pembawa mala petaka itu. Aku duduk dikursi penumpang yg depan, Arman yang menyetir, sementara Anto, Seto duduk dibelakang.
    Dalam perjalanan, kami semua terdiam, sedangkan aku sendiri masih merasakan ketegangan yang luar biasa, karena aku berada semobil dengan para pemerkosa ku. Tapi mereka tak lagi melecehkanku lebih lanjut, dan mobil sialan ini mengarah kerumahku. Ketika aku turun, aku mendengar Arman berkata, “Elly, sampai ketemu lagi ya, kapan kapan kita main main lagi yaaa”.
    Dengan muak sekali aku membanting pintu mobil, kemudian aku segera masuk kedalam rumah sambil menahan tangis.Aku segera melihat anakku. Agak lega melihat nya masih tertidur pulas. Aku segera mandi, keramas, membersihkan tubuhku yang sudah ternoda oleh adik iparku yang bangsat, yang sudah tega sekali menyerahkan ku pada dua kacung nya. Aku memang rindu bermain cinta, tapi itu dengan suami ku sendiri bukan dg arman, bukan dg mereka bertiga. Apalagi di perkosa seperti tadi, sakit sekali rasanya di dalam hati ini. Tanpa sadar aku kembali lagi menangis.
    Aku tahu hari ini adalah hari yg pertamaku mengalami penghinaan, dan ini bukan hari terakhir.Terbukti dua hari kemudian, aku dapat kiriman DVD dari Arman, yang isinya rekaman pemerkosaan terhadap ku oleh dua kacung nya itu, dengan sebuah surat bertuliskan “Elly, lain kali kita bermain tanpa ikatan pada kedua tanganmu yaa, kamu pasti akan lebih menikmati permainan kita kelak nanti”.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Sekandal Mesum Dengan Dokter Pribadi

    Cerita Sex Sekandal Mesum Dengan Dokter Pribadi


    1481 views

    Perawanku – Cerita Sex Sekandal Mesum Dengan Dokter Pribadi, Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Wanita bersuami yang bernama Hany, Hany ini memang seorang Maniak sex, Sampai suatu hari dia pergi kepada Dokter kandungan. Tidak Disangka setelah Hany masuk keruang Praktek Dokter kandunagn itu, Dokter itu bernafsu kepada Hany, dan begitu juga dengan Hany. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

    Pada hari ini suami Hany sedang pergi keluar kota karena dinas luar dari kantor nya. Saat itu kurang lebih selama 10 hari suami Hany harus meninggalkan rumah demi mengais rejeki untuk keluarga. Sebelumnya Hany ini memang sudah menunggu waktu yang tepat untuk datang pada Dr. Kandungan yang terkenal ganteng dan ramah kepada setiap pasienya.
    Sampai tiba akhirnya Hany mendapatkan kesempatan itu, dan Hany memutuskan untuk berkunjung pada dokter kandungan itu. Hany ingin sekali berkonsultasi pada Dr. kandungan untuk konsultasi alat KB apa yang cocok untuk dia gunakan agar aman dan tidak beresiko jika dia berhubungan sex kepada para lelaki simpananya yang perkasa-perkasa itu.
    Oh iya para pembaca, Hany ini tergolong maniak sex, karena dia tidak pernah puas berhubungan sex dengan 1 lelaki saja. Dikarenakan Hany takut hamil jika berhubungan sex dengan para simpananya, maka Hany bergegas dengan Dr. Kandungan kesanganya tadi. Hany hampir lebih dari 1bulantidak bisa berani berhubungan mesum para lelaki simpananya.
    Setelah beberapa waktu Hany menuju pada tempat praktek Dr. Kandungan dambaan hatinya itu, akhirnya sampailah Hany pada tempat prakteknya. Sesampainya disana Hany-pun mengambil nomer antrian dan sampai pada akhirnya dia mendapat gilirannya untuk berkonsultasi,
    “ Nomer 33, silahkan masuk ”, terdengarlah nomer antrian Hany dipanggil.
    “ Iya, saya ”, jawab Hany.
    Lalu Hany melihat kearah suara yang memanggil nomer antrianya itu, dan ternyata yang memanggil adalah bidan yang berada di tempat praktek itu,
    “ Ibu’ silahkan masuk, sekarang giliran Ibu’, mari ikut saya Bu’’ !!! ”, kata Bidan itu.
    “ Baiklah Mbak ”, ucap Hany sembari berdiri dan bergegas mengikuti Bidan itu menuju ruang praktek Dokter itu.
    Hany baru menyadari tempat praktek dokter kandungan yang tadi lumayan penuh dengan pasien, sekarang telah kosong, Hany menyadari bahwa dia adalah pasien terakhir.
    “ Dok, ini Ibu’ Hany pasien terakhir kita malam ini ”, ucap Bidan itu kepada Dr. Laki-laki yang berada didalam ruangan praktek itu
    “ Wah… masih brondong nih Dokter kandungan, ditambah lagi dia handsome sekalu”, ucap Hany dalam hati.
    Saat itu Hany memperkirakan dokter kandungan itu usianya tidak jauh berbeda dengan Hany. Kemudian,
    “ Malam, Dok ”, ucap Hany menyapa Dokter kandungan itu.
    “ Malam, juga Bu’, mari silahkan duduk Bu’!!! ada kendala apa pada Ibu saat ini ? ”, Dokter menjawab sembari bertanya dan mempersilahkan Hany duduk.
    Sebelum sempat Hany menjawab pertanyaan Dokter, saat itu Hany teringat dengan perkataan Bidan yang mengantarkan Hany ke ruangan ”, Dok, Ibu’ Hanykan pasien terakhir, dan saya kebetulan ada keperluan keluarga, boleh saya pulang lebih dulu ”,
    “ Oh… ok, “ jawab Dokter sambil beranjak dari tempat duduknya.
    “ Sebentar ya Bu’ ”, kata Dokter ke Hany, lalu dokter itu keluar dari ruangan mengikuti Bidan.
    Tak lama kemudian Dokter itu kembali dan berkata kepada Hany,
    “ Maaf ya Bu Hany sebelumnya, saya harus mengunci pintu depan praktek saya ini, hal ini dikarenakan Bu hany adlaah pasien terakhir saya, jika saya tidak menutup pintu para pasien akan datang lagi untuk berobat atau berkonsultasi, pada saya, tidak papakan Bu Hany ??? apalagi Bidan saya sudah pulang ”, ucap dokter itu.
    Lalu Hany-pun menjawab dengan hati yang riang tanpa rasa keberatan sedikitpun,
    “ Begitu ya Dok, yaudah deh tidak apa-apa kok Dok ”, jawab Hany.
    Kemudian Dr. itu mulai menayakan keluahn Hany,
    “ Nah, sekarang apa keluhan Bu Hany ??? dan mudah-mudahan saya bisa membantu Bu Hany ”, ucap Dokter itu.
    “ Begini loh dok, saya ingin memakai alat kontrasepsi, tapi saya tidak mau kalau suami saya itu Vaginaai kondom, jadi kira-kira alat KB apa yang cocok dan nyaman untuk saya ”, Hany menjelaskan maksud tujuannya datang ketempat praktek ini.
    “ Ouh begitu Bu, memang Ibu dan suami sudah tidak berkeinginan untuk mempunyai anak lagi, ngomong-ngomong sudah punya berapa anak?” tanya Dokter itu lagi.
    “ Ya begitulah, saat ini kami mempunyai satu anak, “ jawab Hany dengan berbohong.
    Karena tidak mungkin dia menjelaskan kedokter bahwa dia ingin lebih puas dalam menikmati hubungan sex dengan para lelaki simpananya yang perkasa tanpa takut akan hamil.
    “ Baru satu ? Memangnya Bu Hany tidak ingin menambah buah hati lagi Bu’? ”, ucap Dokter memastikan keinginan Hany.
    “ Eummm… iya Dok, saya sudah bertekad ”, jawab Hany sembari tersenyum.
    “ Bu Hany berkeinginan KB ini untuk sementara atau selamanya Bu’ ”, tanya Dokter itu.
    “ Maksudnya bagaimana ini Dok, hhe… ? ”, Hany balik bertanya.
    “ Begini loh Bu’ maksudnya, jika untuk sementara saya sarankan Ibu’ , untuk menggunakan spiral, tapi kalau Ibu’ dan suami ingin untuk selamanya tidak mempunyai anak lagi, saya menyarankan Ibu’ untuk disterilkan kandungan ibu ” ucap dokter memastikan lagi.
    “ Itu bagaimana lagi Dok, maaf saya tidak terlalu mengerti dengan maksud Dokter ”, tanya Hany lagi.
    “ Begini Bu hany maksud saya, jadi saluran indung telur Ibu’ harus saya tutup rapat, jadi kalau Ibu’ berhubungan dengan suami, sperma suami Ibu’ tidak dapat lagi menerobos kesaluran indung telur Ibu’, dengan begitu saya jamin tidak ada satupun indung telur Ibu’ yang dapat terbuahi oleh sperma suami Ibu’ ”, penjelasan Dokter panjang lebar.
    “ Ooohhh… begitu ya Dok kalau begitu saya pilih yang sementara saja deh Dok, siapa tahu nanti saya dan suami saya ingin mempunyai keturunan lagi, hhe ”, jawab Hany memilih KB sementara.
    “ Ibu’ mengambil keputusan yang tepat, nah sekarang Ibu’ silahkan berbaring disana, saya akan mempersiapkan peralatannya ”, kata Dokter sambil menunjuk kearah ranjang.
    “ Baju dan celana dalamnya tolong dilepas ya Bu Hany, setelah itu Ibu’ kenakan baju ini yah Bu !!! ”, lanjut Dokter sambil memberikan baju berwarna biru muda khas pasien.
    Cerita Sex Sekandal Mesum Dengan Dokter Pribadi

    Cerita Sex Sekandal Mesum Dengan Dokter Pribadi

    Kemudian Hany-pun segera melepas Bra dan celana dalamnya lalu mengenakan baju yang diberikan dokter itu,
    “ Haduh, Bu Hany terbalik memakai jubahnya ”, ucap dokter itu sembari tersenyum saat melihat Hany mengenakan jubah itu dengan bagian yang terbuka berada didepan.
    “ Bagian yang terbuka itu untuk dibelakang, kalau Ibu’ pakai seperti itu nanti saya gak akan selesai-selesai memasang alat kontrasepsinya, karena mata saya akan melihat pada Payudara Bu Hany ”, kata Dokter sambil bercanda ke Hany.
    “ Hahaha… dokter bisa aja deh ”, jawab Hany dengan muka tersipu malu mendengar canda’an Dokter.
    Setelah itu Hany membenarkan baju tersebut, lalu Hany-pun segera berbaring diranjang. Saat itu Hany bingung melihat ranjang tersebut karena panjang ranjang tersebut tidak sepanjang ranjang-ranjang yang biasa ada ditempat-tempat praktek dokter pada umumunya. Panjang ranjang itu hanya sampai sebatas pantatnya saja, sehingga kedua kakinya terjuntai kebawah.
    Saat itu Hany melihat adanya keanehan dengan ranjang ini, dimana disamping kiri dan kanan kedua kakinya ada bantalan cekung dan letaknya lebih tinggi dari ranjangnya. Setelah selesaimempersiapkan peralatannya, Dokter menghampiri ranjang tersebut, melihat posisi rebahan Hany diatas ranjang, dokter itupun tersenyum simpul,
    “ Ibu’, baru pertama kali ya datang kedokter kandungan ? ”, tanya Dokter tersenyum.
    Tanpa menunggu jawaban Hany, Dokter-pun mulai mengangkat kaki Hany satu persatu dan menempatkan dibantalan cekung yang berada disamping kiri kanan kaki Hany itu, perbuatan Dokter membuat Hany terhenyak. Hany tahu dengan posisinya dimana kedua kakinya saat itu terangkat dan terbuka lebar. Hal itu dengan otomatis membuat kewanitaan-nya nampak jelas didepan Dokter kandungan itu.
    Saat itu bahkan wajah Hany-pun menjadi merah karena menahan malu, melihat Hany yang tersipu-sipu malu dan wajahnya menjadi merah, Dokter hanya tersimpul dan diapun merasa yakin sekali bahwa ini adalah kunjungan yang pertama Hany ke dokter kandungan,
    “ Maaf, ya, Bu Hany ”, ucap Dokter ketika jarinya mulai menyentuh bibir Kewanitaan Hany.
    “ Iya Dok ”, ucap singkat Hany, karena menahan malu dan perasaan yang aneh saat jari-jari Dokter menyentuh bibir Kewanitaannya.
    Saat itu Ke 2 jari tangan kiri Dokter mencoba untuk sedikit membuka liang Kewanitaan Hany dari sebelah atas, sehingga klitoris Hany tersentuh oleh telapak tangan Dokter, sementara tangan kanan Dokter mencoba untuk memasukkan peralatan hampir seperti corong. Saat itu agak lumayan lama Dokter berkutat untuk memasukkan alat itu keliang Kewanitaan Hany.
    Sementara Hany merasakan geli yang aneh dan nikmat saat klitorisnya tergesek-gesek oleh tangan Dokter, akibatnya gelora birahi Hany mulai bangkit, Vagina-nya mulai basah,
    “ Eughhhh… Ssss… Aghhhhh… ”, desah Hany lirih saat merasakan alat yang seperti corong berdiameter kurang lebih tiga cm terbenam di dalam liang kewanitaan-nya.
    Ketika itu pantat Hany terangkat sedikit, dan kedua tangannya mencengkram pinggiran ranjang dengan erat,
    “ Maaf ya Bu, sakit yah ??? Tahan sebentar ya, saya akan mulai memasang spiralnya ”, kata Dokter.
    Dokter merasa heran dengan kondisi liang Kewanitaan Hany yang masih sempit ini, dalam hatinya dia berkata, ( luar biasa sekali kewanitaan Bu hany ini, sudah keluar satu anak, tapi masih sempit begini, sepertinya juga jarang dipakai oleh suaminya ) sambil tangannya memijat-mijat pelan kedua belah bibir Kewanitaan Hany dengan tujuan untuk membuat rileks otot-otot Kewanitaan Hany.
    Saat dia sedang memijat-mijat itu dari corong kacanya itu dia melihat liang Kewanitaan Hany yang berwarna merah muda itu berkedut-kedut, belum pernah selama dia praktek melihat kejadian ini, karena sudah berpengalaman dia mengetahui bahwa tebakannya itu betul, Vagina Hany jarang dipakai oleh suaminya, karena hanya dengan alat yang teronggok diam saja Vagina Hany sudah basah.
    “ Eummmm… ssss… Aghhh… Oughhh… .” Hany merintih lirih menikmati pijatan-pijatan lembut dibibir Kewanitaannya dan merasakan sumpalan alat pada liang kewanitaan-nya.
    Mendengar lirihan Hany, Dokter semakin yakin dengan tebakannya itu, dalam hatinya berkata ( Senadainya Bu Hany ini aku setubuhi mau tidak yah, atau malah nanti dia marah jika aku melakukan itu ? ). Setelah melihat cengkraman dinding Kewanitaan Hany dialatnya mulai mengendur, Dokter-pun mulai mengambil spiral berbentuk T dan penjepitnya.
    Kemudian Dokter melalui corong tadi dia mulai memasukkan spiral tersebut menggunakan penjepit, karena corong itu terBu’at dari kaca ia bisa melihat keadaan didalam liang Kewanitaan Hany, setelah tepat disasaran, iapun sedikit menekan penjepitnya kemudian dia melepaskan jepitan di spiral tersebut dan menarik keluar jepitannya, sambil memegangi kedua bibir Kewanitaan Hany.
    Dokter memastikan spiral tersebut terpasang dengan benar, kemudian dengan perlahan-lahan corong itu ia tarik keluar dari liang Kewanitaan Hany, gesekan yang ditimBu’lkannya membuat Hany mengerang lirih. Setelah terlepas, Dokter kembali memijat-mijat Kewanitaan Hany, sebetulnya pijatan-pijatan itu tidak perlu dilakukan, dan belum pernah dia lakukan selama praktek.
    Saat ini dia lakukan karena dia terangsang dengan bentuk Kewanitaan Hany, dalam hatinya dia juga merasa heran kenapa saat ini ia terangsang ingin melakukan persetubuhan dengan pasiennya. Hany sendiri yang dari tadi birahinya sudah bergejolak, merasakan pijatan-pijatan lembut yang saat ini sedang dilakukan oleh Dokter semakin membuat birahinya membara, erangan-erangannya semakin sering terdengar, tubuh Hany-pun menggelinjang-gelinjang karena geli dan nikmat.
    “ Ughhh… baru pijatan tangannya saja sudah membuatku melayang-layang, apalagi kalau dia sodok aku dengan kejantanan-nya, Oh gila betul rangsangan ini ”, Hany berkata dalam hatinya.
    Tangan Hany yang tadi sedang mencengkram ranjang mulai beralih kepayudaranya sendiri, dari balik jubahnya iapun mulai meremas-remas kedua Payudara, merasa kurang puas karena terhalang oleh BH dan jubah yang masih menutupi tubuh-nya, Hany kemudian melucuti semuanya sehingga sekarang Hany telanjang bulat didepan Dokter, tangannya kembali meremas-remas kedua Payudara itu, mulutnya mendesis-desis menandakan Hany sedang menikmati semua itu.
    Baca juga: cerita sex pengabdian seorang guru honorer
    Dokter yang melihat aksi Hany melucuti jubah dan Bra-nya serta aksi remasan tangan Hany dikedua Payudara itu tersenyum simpul, ( nampaknya dia mulai terangsang dengan pijatan-pijatanku ) ucap dalam hati dokter itu. Kemudian tanpa menghentikan pijatannya, dia-pun mulai menciumi klitoris Hany yang mulai terlihat dan mengeras, tidak hanya diciumi saja, tapi dia juga menjilati dan menghisap klitoris Hany.
    Sehinnga hal itu membuat Hany semakin menggelinjang merasakan kenikmatan permainan lidah Dokter, aksi Dokter semakin menggila, jari tengah salah satu tangan yang sedang memijat-mijat itu mulai menerobos liang kenikmatan Hany, dengan gerakan perlahan-lahan Dokter mulai mengeluar-masukkan jari tangannya itu, akibatnya liang Kewanitaan Hany semakin basah.
    Desahan-desahan Hany-pun semakin sering terdengar, Pantatnya semakin sering terangkat seolah menyambut sodokan jari tangan Dokter, kepalanya bergoyang kekiri kekanan, tubuh-nya kadang-kadang melenting, Hany betul-betul menikmati serangan-serangan Dokter dikemaluannya.
    “ Oughhh… Dok… eenaaaakkk… Aghhhh… Saya mau kel luar… Dok… SssS… Aghhh… ”, Hany merintih-rintih kenikmatan.
    Pada akhirnya tidak lama kemudian,
    “ Syurrrr… Syurrrr… Syurrrr… Syurrrr… ”, Vagina Hany memuntahkan lendir kawinya juga.
    Saat itu Tubuh Hany mengejang, Dokter merasakan hangatnya air kenikmatan Hany yang membasahi jari tangannya.
    “ Bagaimana Bu Hany Enak yah ??? ”, tanya Dokter.
    “ Eughhh… Iya Dok… ”, jawab Hany singkat dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
    Matanya yang saat itu terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia rengkuh.Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Dokter-pun mulai melucuti seluruh pakaiannya, sehingga sekarang iapun telanjang bulat, Nampak kejantanan-nya sudah berdiri dengan tegak. Ukuran kejantanan yang lumayan besar dan panjang, diapun mulai mengelus-eluskan kejantanan-nya dibibir Kewanitaan Hany, membuat Hany menggelinjang, dengan pelan-pelan Dokter-pun menyelipkan kepala kejantanan-nya di liang Vagina Hany, setelah merasa tepat disasaran Dokter-pun mulai melesakkan kejantanan-nya kedalam liang Vagina Hany, setahap demi setahap, lalu
    “ Zlebbbbbbbbbbbbbbbb… . ”, Kejantanan dokter mulai terbenam seluruhnya dalam liang kewanitaan Hany.
    Hany yang merasakan kejantanan dokter itu mulai memasuki liang kewanitaan-nya, mendesis lirih. Hatinya berkata ( Wow… lumayan besar juga kejantanan-nya ),
    “ Ssshhh… Aghhhh… dook… kejantanan Dokter besar juga… Ssss… Aghhhh… puaskan aku dengan kejantananmu Dok, Oughhh… ”, desah Hany.
    Dengan perlahan-lahan Dokter mulai mengeluar-masukkan kejantanan-nya didalam liang senggama Hany, kedua tangannya berpegangan dipaha Hany, lama-lama gerakan maju-mundur Dokter semakin cepat, keringatpun mulai mengalir dikedua tubuh mereka, udara dingin didalam ruangan praktek karena AC tidak menghalangi keluarnya keringat mereka.
    Erangan Hany dan Dokter semakin terdengar, lenguhan-lenguhan nikmat keluar dari kedua mulut mereka,
    “ Oughhh… dookkk… terus… sodok Vaginaku dengaaannn kontolmu ituuu Dok, Aghhh… ” Hany mengerang kenikmatan menikmati sodokan kejantanan Dokter di liang kewanitaan-nya.
    “ Hhhhmmmm… aaaaghhh… Vaginamuuu… benaaarr-benaar… sseeemmpitt enaaakkk… oOughhh… … koontooolllkuuu… teerjeppiitt… bbeetulll… ”, Dokter-pun melenguh keenakan merasakan jepitan dinding Kewanitaan Hany dibatang kejantanan-nya.
    “ Teekkaaannn… lebih daaalllaamm… dookk… yaaahh… begituu… ssshhhhh… Oughhh… ”, rintih Hany meminta Dokter untuk menekan lebih dalam.
    Dokter-pun dengan hentakan-hentakan yang lebih dalam, hingga kejantanan-nya terbenam sampai pangkalnya saat Dokter mendorong masuk kejantanan-nya. Tak lama kemudian nampak gerakan Dokter bertambah cepat dan mulai tak beraturan, sementara itu tubuh Hany-pun semakin sering terlihat melenting dan pantatnya semakin sering terangkat berbarengan dengan sodokan kejantanan Dokter itu.
    Lenguhan dan erangan mereka bertambah kencang terdengar dan saling bersahutan, nampaknya kedua insan ini akan merengkuh puncak kenikmatan persetubuhan mereka,
    “ Oughhh… Dok… aku ”, Hany mengerang tubuh-nya melenting.
    “ Aku jug mau keluar sayang… Aghhh… ”, Dokter-pun melenguh, dan menekan dalam-dalam kejantanan-nya didalam liang senggama Hany.
    Tidak lama kemudian Dokter-pun merasa ada yang mendesak dalam batang kejantananya, lalu,
    “ Crottttt… Crottttt… Crottttt… ”,
    Akhirnya mereka menyemburkan lahar kenikmatan bersamaan, Dokter merasakan batang kejantanan-nya tersiram oleh hangatnya lendir kenikmatan Hany dan dia juga merasakan dinding Kewanitaan Hany berkedut-kedut meremas-remas batang kejantanan-nya. Hany dan Dokter sama-sama merasakan semprotan lendir kawin mereka yang bercampur dalam hangatnya liang Vagina Hany.
    Kemudian Dokter melepas batang kejantanan-nya dari jepitan Kewanitaan Hany setelah ia merasakan remasan-remasan dinding Kewanitaan Hany berhenti dan kejantanan-nya mulai mengecil, saat kejantanan-nya tercaBu’t dari liang kenikmatan Hany, terlihat olehnya cairan spermanya bercampur dengan lendir kenikmatan Hany mulai mengalir perlahan dan menetes jatuh keatas lantai.
    Setelah nafas mereka kembali normal, mereka mengenakan pakaian mereka kembali, kemudian Dokter memberi tahu Hany bahwa spiral yang dia pasang itu bisa bertahan untuk 5 tahun, tetapi alangkah bagusnya setiap 3-6 bulan sekali harus diperiksa, untuk memastikan letaknya tidak berubah atau lebih parahnya terlepas. Hany mengangguk
    “ Pasti aku akan kembali lagi untuk menikmati sodokan-sodokan kejantananmu lagi ”, ucap dalam hatinya.
    Sebelum pulang Hany bertanya berapa biaya yang harus dibayar olehnya, yang dijawab oleh dokter itu dengan senyuman dan kecupan ringan dibibir Hany, gratis!!! Bisiknya. Hany-pun pulang dengan tersenyum simpul, dalam hatinya dia berkatabertambah satu lagi koleksi kejantanan yang bisa membuat puasku, yang bisa menghilangkan dahaga batinku. Sekarang hany tidak akan takut hamil bila melakukan persetubuhan dengan siapapun demi memuaskan birahinya.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Pesta Dengan Para Gadis Manisku Di Hotel

    Cerita Sex Pesta Dengan Para Gadis Manisku Di Hotel


    1481 views

    Perawanku – Cerita Sex Pesta Dengan Para Gadis Manisku Di Hotel, Aku saat ini kuliah di kota Solo namaku Adit umurku 21 tahun dan disini aku memberikan ceritaku yang nyata kira kira terjadi 2 tahun yang lalu, dimana waktu itu aku masih sekolah SMA saat itu aku bersekolah di kota karena jarak antar rumah dan sekolahku jauh aku jadinya titip hidup dengan kost bersama kakakku.

    Kakakku adalah anak dari mbak mamaku, namanya Mba Bella, dia sudah berkeluarga dan sudah memilik anak, dirumah mba Bella tidak hanya aku saja kadang pula ada adeknya mb Bella yang masih sekolah SMK dan SMP namanya Risa dan Nngsih, aku dirumah mb Bella sering mengintip mereka bertiga sewaktu mandi.

    Dimana ada celah sedkit di sela sela kamar mandinya, mab Bella yang dibilang sudah STW tapi masih bisa membuat aku ngaceng penisku, karena body mb Bella yang terawatt dan payudarnya yang masih kencang apalagi memeknya juga masih bersih dan rapat.aku jika mngintip mereka mandi rasa gairahku sering timbul.
    Suatu malam saat mba Risa dan Ningsih menginap di rumah Mb Bella , aku dan Mba Risa sering tidur bersama di depan tv, dan baru kali ini aku berani untuk hanya sekedar mencium dan menyentuh rambutnya saat dia tertidur pulas, dan malam berikutnya seperti itu lagi tingkat keberanianku naik lagi aku beranikan mencium diarea bibirnya dan tanganku menyentuh payudaranya.
    Dan aku juga bisa memegang memeknya yang empuk, dengan suasana gelap mba Risa sedikit mendesah dan bokongnya naik, mungkin dia sudah terangasang tapi matanya masih terpejam sedikit demi sedikit desahan mba Risa mulai tidak karuan. Aku masih melanjutkan gerakan tanganku yang menyentuh payudaranya dan memeknya.
    Mulutku turun kebawah dan menciumi memeknya dengan masih memakai celana mba Risa, kemudian dia bangun aku takut kalau dia marah dan berteriak apa yang aku lakukan kepada dia, tapi apa malah sebaliknya dia menyuruhku untuk cepat cepat melakukan penetrasi , dan berkata teruskan Dik , mba juga gak tahan.
    Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.
    Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!

    Nggak apa-apa kok dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini jawab Mbak Risa.
    Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat memek yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.
    Cupcupsret. srettttttttttt, suara jilatan lidahku.

    Cerita Sex Pesta Dengan Para Gadis Manisku Di Hotel

    Cerita Sex Pesta Dengan Para Gadis Manisku Di Hotel

    Oughtought.terus dik enak..!!!
    Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam memeknya yang basah.
    Ehmmohehhhhh. mmmmhhh, rintih kakakku keenakan.
    Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.
    Crot..cretcrettttttt. crettttttttttt, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam memeknya.
    Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.
    Terima kasih dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?
    Ok deh mbak, sahutku.
    Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.

    Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Bella dan adiknya Ningsih bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Risa, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Risa sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.
    Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yachsayang pinta Kak Risa.
    Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.
    Hmeght. hmmmmm. eght
    Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar.
    Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel. Wow tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.
    Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.
    Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati payudara gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.
    Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam memek itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.
    ughoh.oh..desahan nikmat keluar dari mulut Kak Risa.

    Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan memeknya rasanya ada yang membanjir di memeknya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kami bercumbu tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yang memperhatikan pergumulan kami berdua,
    Mbak Bella dan adik suaminya, Ningsih sudah berdiri di pinggir pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya yang masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yang lupa tak aku kunci.
    Aku dan Mbak Risa kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.
    Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituan, ucap Mbak Bella.
    Ini juga baru mulai kak! sahutku.

    Mas aku boleh nyoba seks sama Mas? tanya Ningsih.
    Boleh
    Aku dan Kak Risa selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya.
    Ck.. ckckck, guman ku.
    Sekarang aku dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini.
    Mbak Bella tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar kira-kira 36 B memeknya indah sekali. Sedangkan Ningsih tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A memeknya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat.
    cerita cerita sange 2017 . Pertama yang kuserang adalah Mbak Bella karena sudah lama aku membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Risa dan Ningsih juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam memek satu sama lain.
    Setelah puas dengan permainan itu, aku meminta agar mereka berbaring baris sehingga kini ada 6 gunung kembar yang montok berada di depanku.
    mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aku semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku menjilati memek satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam memek mereka.
    Giliran mereka mengulum penisku bergantian.
    Hoh. hoooooooooo hhhhhhhhhh ehmmmmmmmmm, desah mereka bertiga.
    Aku yang dari tadi belum orgasme semakin buas memepermainkan payudara dan memek mereka, posisi kami sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yang bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan sampai puncak.

    Dik aku mau keluar
    Mas aku juga
    Aku hampir sampai, kata mereka bergantian.
    Jangan di buang percuma, biar aku minum!, pintaku
    Boleh, kata Mbak Bella.
    Aku mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke memek mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak tersisa, segarnya bukan main.
    Srep.., srep.
    Heran, itulah yang ada di benakku, aku belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, memang mungkin aku yang terlalu kuat.
    Karena sudah tidak sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam memek Mbak Risa kugenjot naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aku gantian ke Kak Bella, biarpun sudah beranak 2 tapi memeknya masih sempit seperti perawan saja.

    Dik enak. Uh oh..terussssssss!, desahnya.
    Emang kok Kak.. hhhhhhh ehmm
    Mas giliranku kapan..?, rupanya Ningsih juga sudah tak tahan.
    Tunggu sebentar sayang.
    Sekitar 10 menit aku main sama kak Bella sekarang giliran Ningsih, dengan pelan aku masukkin penisku, tapi yang masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan, baru pada tusukan yang ke 15 seluruh penisku bisa masuk ke liang memeknya.
    Mas……. sakit….. mas…… oght…….. hhohhhhhh……., jerit kecil Ningsih.
    Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!, ucapku memberi semangat agar ia senang.
    Benar Mas sekarang nikmat sekali… oh.. ought..
    Rupanya bila kutinggal ngeseks dengan Ningsih, kak Bella dan Kak Risa tak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke memeknya masing-masing. Posisiku di bawah Ningsih, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga buah dadanya yang masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tidak tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.
    Karena sudah berlangsung sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak, dalam posisi masih seperti semula Ningsih berjongkok di atas penisku, kusuruh Mbak Bella naik keatas perutku sambil membungkuk agar aku bisa menetek,

    eh…, bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum manis sekali sampai terasa mual. Mbak Risa yang belum dapat posisi segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga memeknya tepat di depan mulutku, dan kumainkan klitorisnya.
    Ia mendesah seperti kepedasan.
    Ah……… huah…….. hm…….!
    Tanganku yang satunya kumasukkan ke memek Mbak Bella, kontolku digarap Ningsih, mulutku disumpal kemaluan Mbak Risa, lengkap sudah.
    Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan.

    Ought……… hmmmmmm…… cret… crot…..
    Mas…….! desah Ningsih.
    Spermaku ku semprotkan kedalam memek Ningsih dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yang kami rasakan.
    Sebelum kami berpakaian kembali sisa-sisa sperma di penisku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga. Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan baik berdua bertiga maupun berempat.
    Namun sekarang kami sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aku sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman wanita di tempat kuliah yang akrab denganku. Tapi tak satu pun dari mereka yang menjadi pacarku. Nah, bagi teman-teman yang ingin berkenalan silakan kontak emailku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Melepas Keperawanan Ku

    Cerita Sex Melepas Keperawanan Ku


    1481 views

    Perawanku – Cerita Sex Melepas Keperawanan Ku, Pengalaman pribadiku sekaligus pengalam pertama saat berpacaran dengan pacar pertamaku, aku dan pacarku sama sama kehilangan perawan dan perjakanya, kejadiannya begini saat itu tepatnya hari rabu aku tidak ada kuliah sehingga bebas mau main kemana saja dari pagi sampai malam, pagi itu aku sudah mandi sambil mikir rencana mau kemana hari ini.

    Pacarku Eri sms denganku katanya aku disuruh maen kesana ya udah sehabis makan dan ganti baju aku langsung menstater motorku menuju ke rumah pacarku, selang satu jam dalam perjalanan aku sudah sampai di rumahnya kabetulan juga dia juga libur.

    Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Eri membukakan pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR” katanya.

    “Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.
    “Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.

    “Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi. Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna.

    Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin. “Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga “eh makasih ya” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya,

    Eri cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.
    “Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan,
    Eri ketawa ” makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”.
    “Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi “kataku.

    “Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Eri sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm. Kudekatkan dudukku pada tubuh Eri, sambil tangannya melihat-lihat lidahku,

    Tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu. Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat,

    Hingga menyesakkan celana yang kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Eri, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah,
    Satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan. Tiba-tiba Eri mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku,
    Bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku yang sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kontolku”.

    Kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.
    Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas kontol tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.

    Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku, “Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa, tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.

    Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Eri diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yang sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.
    Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Eri, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BH-nya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya,

    Sambil terpejam Tangan Eri meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Eri yang masih dipakainya. Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayang, katanya,
    Akupun turun dari tempat tidur dan Eri pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang, ” Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang,

    “Tentu, belai ciumi dan manjakan kontol besar ini sayang, kataku. Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.

    Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Eri menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi.

    Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar-benar berkesan,
    Habis sama-sama baru sekali itu sih. Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Eri jongkok dibawah sambil membelai perlahan kontolku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas,

    Kulihat payudara Eri sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya. Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Eri menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang kontolku,

    Hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara,

    Warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali. Sampai akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm.
    “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kontolmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya. Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku,
    Kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

    Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Eri kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang, matanya berbinar,
    Bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya,

    Sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Eri diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu. Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang,

    Sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Eri bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

    Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Eri yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

    Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Eri melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.
    “Mas, tolong aku sayang, masukkan kontol besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis.

    “jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.
    “Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Eri, sambil mulai menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah. Kontolku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Eri, sangat tegang dan begitu membesar.

    Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kontolku ke mulut vaginanya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Eri sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaah” ,
    Namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Eri tiba-tiba berteriak dan menjerit,

    “Aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya. “Aku cabut aja ya ?” ” Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang kontolku.

    Kulihat Eri meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali.
    Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu mas, rasanya nikmat sekali. Perlahan aku mulai mengayun batang kontolku keluar masuk ke vagina Eri,
    Kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan dalam-dalam ke vaginanya.

    Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat ayuhan kontolku di vaginanya. Eri berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku,
    Kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku. Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku,
    Kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di dalam vaginanya. ” Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh,
    Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Eri, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.

    Kubuka sedikit jepitan kaki Eri dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Eri, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari vagina Eri, kontolku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh kontolku keluar masuk dari vagina Eri, nikmat sekali rasanya.

    Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan kontolku di vagina Eri, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. Kontolku yang sudah kucabut dari dalam vagina Eri,
    Kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Eri, kuurut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

    Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Eri, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Eri terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yang terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga,
    ” Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.

    Eri bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.

    “Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, ” Hari ini 14 November 1994, aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”.

    Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Eri, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, ” tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Eri”.
    ” Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku idamkan selama ini”. Keringat yang mengalir di badanku diseka Eri dengan handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi,

    ” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tiba-tiba mamanya pulang. Kugandeng tangan Eri dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama,
    Saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Eri sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku,

    Sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Eri tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai. Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Eri dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu.

    Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya,
    Lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya,
    Sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu. Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Ku Kerjai istri temanku Dengan Obat Perangsang

    Cerita Sex Ku Kerjai istri temanku Dengan Obat Perangsang


    1481 views

    Perawanku – Cerita Sex Ku Kerjai istri temanku Dengan Obat Perangsang, Aku mempunyai sahabat baik namanya Dicky, dia sudah beristri dan mempunyai satu anak laki-laki yang berumur sekitar 3 tahun. Istrinya namanya Febby, dia sangat cantik dan seksi. Perawakannya memiliki tinggi kurang lebih 165cm dengan berat badan 55kg, badannya sangat seksi itu bias dilihat dari postur tubuhnya yang langsing, payuadaranya yg kencang menantang dan pantatnya yang aduhai sangat menarik,bulat ketat.

    Keluarganya bisa dibilang sangat harmonis meskipun terkadang terjadi perbedaan pendapat. Dicky bekerja disalah satu perusahaan besar dibandung,aku kurang jelas jabatannya sebagai apa, yang jelas dia selalu pulang larut malam demi menyelesaikan tugasnya. Aku dan Dicky sudah bagaikan saudara, kalau salah satu dari kita ada masalah kita pasti saling tukar pendapat. Ooohh ya tidak lupa aku memprkenalkan diri namaku Sandi, umurku 27 tahun, aku masih bujang dan tinggal sendiri drumah yang lumayan besar.

    Aku sendiri mempunyai usaha mebel yang sudah berkembang jadi bias dibilang ekonomiku sudah lebih dari cukup. Sudah lama aku tidak berkunjung kerumah temanku Dicky karena kesibukan kita masing-masing. Singkat cerita, suatu hari saat aku sedang santai dirumah tiba-tiba ada bel berbunyi.

    “ting tong” Aku membukakan pintu, dan ternyata Febby istri Dicky yang datang kerumahku. “Eeehh Febby’ silahkan masuk, mari duduk” sapaku kepada Febby
    Kemudian Febby masuk dan duduk diruang tamu rumahku. “ada apa niih kok tumben kamu kerumahku Febb” tanyaku. “gak papa mas,aku lagi berantem mas sama suamiku” jawab Febby. “Emang berantem kenapa”. “biasa gitu mas, mas Dicky orangnya egois,maunya menang sendiri gak mau nurutin yang aku mau, padahal aku gak meminta yang aneh2 hloo”. “Mank minta apa to Febb” tanyaku penasaran “Aaaahhh udah lah mas gak usah bahas itu aku males” ketus Febby “iya deeh kalo gitu” jawabku
    “Ohh ya mau minum apa Febb” maf aku sampe lupa menawarimu minum. “apa aja mas” jawab Febby. Sampai didapur entah setan apa yang menghinggapiku aku mempunyai pikiran jelek untuk bisa memanfaatkan suasana dengan meniduri istri teman baikku tersebut, sejenak aku terdiam sendiri didapur tapi pikiran kotor itu malah tambah berputar-putar diotakku. Aku menuju kamarku sebentar untuk mengambil obat perangsang. Lalu aku mencampurkan obat persangsang tersebut dalam minumannya dan aku kembali keruang tamu. “Maaf agak lama ya Febb” ucapku. “iya gak papa kok mas,santai aja” jawab Febby. “itu silahkan diminum Febb”

    Lalu Febby pun meminumnya. Kita lanjut mengobrol biasa saja, Febby mulai bercerita panjang lebar tentang ketidak haromisan keluarganya akhir2 ini. Akupun menaggapinya dengan baik, memberikan saran-saran seakan-akan aku lebih dewasa. Setelah 20 menitan kita ngobrol panjang lebar Febby mulai merasa kegerahan (dalam hati aku berkata waah ini obat perangsangnya mulai bereaksi) dan akupun bertanya. “Kenapa kamu Febb”. “gak tau niih mas rasanya badanku panas semua” jawab Febby. “Sini deeh Febb masuk ruang tengah,ada kipas angin kok” ajakku. Febbypun masuk keruang tengah rumahku dan aku nyalakan kipas angin gantung. “Febb aku tinggal sebentar ya,aku mau kekamar mandi” ucapku. “Iyha mas” jawab Febby. Aku sengaja berpura-pura kekamar mandi untuk mengintip gimana reaksi Febby selanjutnya. Didalam aku melihat Febby mulai meraba-raba lehernya, mengudal-adul rambutnya, tangan yang satu memegang payudaranya sendiri, tangan yang satu memegang vaginanya meski Cuma dari luar celana yang ia kenakan. Aku didalam melihat Febby birahi akupun juga ikut terangsang dan tak lama aku keluar kembali keruang tengah dan aku melihat Febby sangat birahi. Tanpa banyak kata Febby langsung menarik tanganku dan langsung menciumiku.

    Cerita Sex Ku Kerjai istri temanku Dengan Obat Perangsang

    Cerita Sex Ku Kerjai istri temanku Dengan Obat Perangsang

    Febby melumat abis bibirku dan akupun yang sudah terangsang meladeni permainan bibir Febby.  Terdengar suara lirih dari Febby “Puaskan aku mas”. Akupun tambah bersemangat mendengar lirihan Febby. Tangankupun segera merambat ke payudara Febby, sambil ciuman aku meremas remas payudara Febby, terasa sangat kenyal meskipun abru dari luar bajunya. Tangan Febbypun mulai memegang penisku yang sudah dari tadi sangat tegang dan kenceng sekali. Aku mulai membuka baju Febby, kubuka bajunya satu persatu dan melepaskan BH nya sekalian dan tampaklah susu montok kenceng sekali milik Febby, aku yang sangat bernafsu langsung melumat kedua putting merah merona milik Febby. Febby mendesah kenikmatan “Aaaahhhh…. Aaaahhhh..Puaskan aku mas” rintihan lirih Febby. Sambil melumat putting Febby tangank membuka celana Febby dan celana dakamnya kemudian aku memasukan jariku kedalam vagina Febby Febby tambah merintih “Aaaarrrggghhh….. Maaasssss….” Aku terus memasuk dan keluarkan jariku dari vagina Febby. 5 menit berselang Febby merintih “Maaasssss…… Akkuu… Keluuuuaaarrrr…….” Febby orgasme untuk yang pertama.

    Setalah Febby orgasme aku menarik jariku dari vagina Febby kemudian menyorohkan penisku kemulut Febby dan Febbypun langsung melumat batang kejantananku tersebut dengan lahapnya. Kepalaku tersentak merasa kemnikmatan yang tiada taranya saat Febby melumat habis penisku. Sambil penisku dilahap oleh Febby tangankupun meremas remas payudaranya. 5 menit Febby mengulum penisku aku kemudian mencabut penisku dari mulut Febby dan mengarahkannya ke vaginanya. Kubuka lebar lebar kedua paha Febby dan perlahan kumasukan penisku “Blleeeeeesssss” seluruh penisku menancap di vaginanya. Kumaju mundurkan penisku yang bersarang di vaginanya. Febby mendesah “AAaaaahhhhhh…” menikmati persetebuhan ini. Aku terus memompa vagina Febby yang terasa sangat menjepit itu. Sekitar 10 menit aku memompanya dengan posisi Febby dibawah aku inin berganti posisi dan mengangkat tubuh Febby jadi sekarang tubuh Febby berada diatasku menindihku. Goyangan-goyangan Febby terasa sangat nikmat sekali. Febby memompa penisku, memaju maundurkan pantatnya membuat dia selalu merintih kenikmatan. Sekitar 3 menit Febby memompaku rintihannya kembali keluar

    “Aaaahhhhh Aaaahhhhhhhh…..Maaaaasssss… Andiiiin….. keluar lagi…… untuk kedua kalinya Febby orgasme, raut wajah puas menyelimuti Febby. Sesudah Febby orgasme untuk yang kedua kalinya aku berganti gaya, sekarang aku menyuruh Febby nungging atau yang terkenal gaya “doggy style”. Aku masukan penisku lagi ke memeknya,kusogok Febby dari belakang,kumaju mundurkan penisku dan sambil kuremas-remas dua gunung kembar Febby. “Aaaahhh,,,Maaasss….Maaaasss….Dasyat…..” terucap dari bibir Febby saat sedang kuodok dia dari belakang. “Ploooook….Plloookkk….. Pllllooookkk…. suara benturan tubuhku dengan Febby menghiasi pergumulan ini. Sambil kusodok dia dari belakang salah satu jariku masuk kedalam anus Febby dan tanpa bertanya Febby pun mengangguk tanda dia setuju jika penisku menghantam anus Febby. Langsung saja kumasukkan penisku kedalam anus Febby. Sungguh luar biasa, rasanya sangat sempit sekali, penisku terasa seperti terjepit. Desahan Febby pun semakin mengeras ketika aku memasukkan penisku di anusnya “Oooouuuuuhhhhhh….. Oooouuuuhhhhh….” desahan Febby pun semakin membuat aku bersemangat. Kupercepat gerakanku memaju mundurkan penisku di anusnya. 15 menit berselang aku rasakan kalo aku sudah mau orgasme.

    aku mencabut penisku dari memeknya dan mengarahkan penisku di mulut Febby dan meminta Febby untuk mengulumnya. Dikulumlah penisku oleh Febby dengan sangat nafsu dan sekitar bebrapa menit Febby mengulum penisku aku menekan kepala Febby dan “crooootts….croootttsss…crooottsss….. terasa banyak sekali spermaku membasahi mulut Febby, Febby menelan abis semua spermaku lalu kukecup kening Febby sambil kubisikan “kamu sangat binal Febb” dan Febby pun hanya tersenyum. Kemudian aku mengajak Febby untuk mandi bersama membersihkan badannya dari air liur yang membasahi tubuh Febby. Dan saat mandi kembali penisku berdiri kencang, dan langsung kutarik Febby dan kembali lagi kita melakukan hubungan intin itu kurang lebih 30 menit. Setelah selesai dari kamar mandi kemudian kita menuju ruang tengah dan bersantai melihat televisi. Tibalah sore hari dan Febby pun berpamitan untuk pulang dan aku meng”iya”kannya dan tak lupa aku mengecup bibirnya untuk perpisahan kepuasan kita. Sesudah kejadian itu setiap Febby bertengkar dengan suaminya Febby selalu datang kerumahku dan selalu berakhir dengan berhubungan intim tanpa sepengetahuan suaminya yang dimana itu adalah teman baikku sendiri.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Dewasa Kisah Hubungan Seks Dengan Tetanggaku Yang Baik

    Cerita Sex Dewasa Kisah Hubungan Seks Dengan Tetanggaku Yang Baik


    1480 views

    Perawanku – Cerita Sex Dewasa Kisah Aku sudah mempunyai 2 anak yang masih lucu lucu umurku saat ini 40 tahun, setelah aku membaca di situs ini, aku teringat bahwa aku juga mempunyai pengalaman sendiri dengan tetangga rumahku, jadi begini awal ceritanya setiap malam minggu aku suka bermain catur di rumah tetanggaku.

    Cerita Sex Dewasa Kisah Permainan catur merupakan salah satu dari sekian banyak hobiku selain olahraga, membaca, otak-atik elektronik dan bercocok tanam. di kebun Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang rumahnya tak jauh dari rumahku sendiri kurang lebih sekitar 5 samapai 7 meter lah.

    Tetanggaku itu tinggal hanya dengan ibunya saja. Kakak perempuannya kini sudah menikah, dan tinggal dengan suaminya di luar kota. Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat baik, termasuk dengan ibunya juga yang sangat baik.
    Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang ibu hanya 5 tahun, dia 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah peristiwa itu, yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Peristiwa yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat.
    Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan segera bergegas ke rumahnya. Udara malam itu memang dingin sekali akibat hujan lebat selama 2 jam yang terjadi sore tadi. Singkat kata aku sudah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tak lama pintu itu terbuka. Ternyata si ibu yang membukanya.
    “Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.  Agen Obat Kuat Pasutri
    “Nak Surya? oh Barinya lagi pergi tuh…” jawab si ibu sama ramahnya.
    “Ke mana, Bu?”
    “Ke pesta pernikahan teman SMUnya. Baru aja dia jalan…”
    “Oh gitu ya?” sahutku. “Kalau gitu, saya pamit aja deh…”
    “Oh, kenapa buru-buru, kan Nak Surya baru sampai?”
    “Ah, nggak. Kalau Bari nggak ada, saya pamit aja deh…”
    “Ah, jangan terburu-buru begitu. Temani Ibu ya?”
    Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga. Kuikuti dia masuk. Kamipun tak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si ibu menawariku kopi.
    “Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya…”
    “Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”
    “Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si ibu sambil tersenyum ramah. Setelah itu, dia segera beranjak ke dapur.
    Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yang tergeletak di meja tamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, tiba-tiba si ibu memanggil dari dapur.
    Cerita Sex Dewasa Kisah Hubungan Seks Dengan Tetanggaku Yang Baik

    Cerita Sex Dewasa Kisah Hubungan Seks Dengan Tetanggaku Yang Baik

    “Nak… Nak, bisa saya minta tolong?”
    “Oh, ada apa, Bu?”
    Cerita Sex Tetangga – Spontan aku segera beranjak dari sofa itu dan langsung menghampirinya. Ternyata kompor gas si ibu agak macet dan dia memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tak sengaja aku melihat ke arah gundukan payudara si ibu.
    Saat itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si ibu hanya mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Aku langsung terpana melihatnya.
    Selain besar, payudaranya juga tampak ranum dan kenyal. Tak kusangka perempuan ini masih memiliki payudara seindah itu di usianya yang tak muda lagi. Pemandangan indah itu membuat Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Aku begitu terangsang melihat keindahan payudara si ibu.
    Si ibu yang semula perhatiannya ke pekerjaanku, tak urung kaget juga melihat perubahan ukuran Kontolku. Tapi anehnya, dia tak juga merubah posisinya. Sepertinya dia sih tahu aku terangsang dengan kemolekan payudaranya tapi dia tampak cuek saja, pura-pura tak tahu.
    Cerita Sex Tetangga – Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Kontolku supaya tak semakin membesar ukurannya, selesai juga masalah kompor itu.
    “Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.
    “Ah, nggak masalah… cuma masalah kecil kok Bu” sahutku.
    “Kalau gitu ibu bisa minta tolong lagi?” katanya sambil menatapku nakal dan tersenyum genit.
    Walau aku sudah menduga apa yang akan dia minta itu, tak urung hatiku berdebar-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dia semakin mendekatkan dirinya ke tubuhku.
    “A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari betapa dekat wajahnya denganku saat ini.
    Sambil mendesah, si ibu berkata parau, “Ibu mau kamu cium ibu…”
    Belum sempat menyahut, dia langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku. Sejenak aku terkesiap, namun tak lama kemudian kami sudah asyik berciuman di dapur itu. Hilang sudah akal sehatku setelah bibirku bersentuhan dengan bibirnya yang tipis dan indah itu.
    Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya. Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari payudara dan pantatnya yang ranum dan montok itu.
    Si ibu tampak melenguh-lenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi payudara dan jari-jariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membuat juniorku itu semakin meradang saja ukurannya.
    Cerita Sex Tetangga – Satu tangannya dia julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yang kukenakan ini. Ketika nafsu kami semakin memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masing-masing, sehingga tak lama kamipun sudah bugil.
    Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tak kalah dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Tanda-tanda ketuaan memang tak bisa ditutupi, tapi secara garis besar, dia masih sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya.
    Apalagi kalau sudah bugil begini. Bahunya lebar, payudaranya besar, ranum dan mengkal. Tak tampak tanda-tanda melorot seperti payudara para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki dan betisnya tampak mulus dan kencang. Mungkin si ibu suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat dan indah.
    Di lain pihak, si ibu tampak tak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, hobi olahragaku yang sudah kutekuni sejak SD, membuat fisikku menjadi sangat bugar. Otot-otot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membuat banyak wanita sering kelimpungan kalau melihatku telanjang.
    “Tubuh Nak Surya keren banget deh… Ibu suka sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si ibu smabil menatapku penuh nafsu. Dia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar dan saling meremas apa yang bisa kami remas.
    Hanya sebentar kami melakukan itu. Berikutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
    Kami membentuk posisi 69 dan tak lama kami sudah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si ibu tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dia ikut menjilat dan meremasi kantung spermaku.
    Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tidak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si ibu ini benar-benar sudah lama tidak disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas.
    Cerita Sex Tetangga – Di bawah sana, lidah dan jari-jariku tak kalah aktifnya dengan tangan si ibu. Lidahku bergerak naik-turun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya dan semua yang ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jari-jari tangan kananku asyik menusuki lubang memeknya.
    Kami terus saling merangsang sambil mendesis-desis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, dan menggigit dengan rakusnya. Sampai akhirnya kami sendiripun merasa tidak tahan. Tanpa ada aba-aba sebelumnya, serentak kami berubah posisi.
    Si ibu ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, dia buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sangat indah nan menggiurkan itu. Membuat jakunku naik-turun berulang kali. Tak sabar segera kutuntun Kontolku ke lubang memeknya.
    Kugesek-gesekkan sejenak kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum akhirnya kudorong pelan.
    “Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, menimbulkan sensasi nikmat yang susah digambarkan rasanya. Si ibu sendiri tampak meringis-ringis nikmat merasakan sodokan kemaluanku yang hangat dan keras ini memasuki liang surganya.
    Cerita Sex Tetangga – Memek si ibu kurasakan masih sempit dan legit. Tidak kalah dengan memek para gadis. Tampaknya si ibu sangat pintar dalam menjaga kemaluannya itu. Membuat batang Kontolku yang ukurannya king size itu tampak agak kesulitan menembusnya.
    Namun dengan rangsangan terus menerus dariku di titik-titik erotisnya, akhirnya memek si ibu menyerah juga. Lorong yang hangat itu terasa semakin basah seiring meluapnya cairan pelumasnya, akibat rangsangan lidah dan tanganku di payudaranya.
    Kontolku terus melaju hingga sampai di bagian terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa dia. Aku bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Semakin lama gerak pantatku semakin kupercepat. Membuat jeritan erotis si ibu semakin keras terdengar. Membuatku semakin bersemangat dalam menjajah lubang kemaluannya.
    Keringat mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si ibu tampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membuat sedikit pedih di kulitnya karena kukunya yang agak panjang itu.
    Aku sendiri tak mau kalah. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, aku asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Aku juga gigit-gigit pelan lehernya yang mulus kulitnya itu. Sesekali aku menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu secara bergantian.
    Pantat dan pinggul si ibu tampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris gila karena begitu nikmat pengaruhnya di batang Kontolku.
    Sekitar 15 menit kemudian si ibu keluar. Dia semakin erat memeluk tubuh atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dia beristirahat sejenak setelah orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang dia.
    Cerita Sex Tetangga – Kucoba bangkitkan gairahnya lagi dengan meremasi setiap jengkal titik erotisnya. Tak lama kami sudah asyik berciuman dengan liarnya sambil saling meremas dan meraba. Tak butuh lama untuk membangkitkan gairahnya. Ciuman kami yang liar berhasil membuatnya panas kembali. Ketika aku hendak menggaulinya lagi dengan posisi serupa, dia menggeleng.
    Dia berdiri lalu memintaku untuk bercinta lagi di posisi lain. Aku tersenyum mendengar permintaannya itu. Lalu segera kubopong dia ke atas sofa di ruang keluarganya. Di sana kami masih sempat bergelut sebentar sebelum dia bergerak lagi.
    Dia naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Dipegangnya batang Kontolku yang masih perkasa ini ke arah memeknya yang sudah mulai basah kembali, lalu… “blesshhhh….” masuk sudah seluruh batang Kontolku ditelan memeknya.
    Pada posisi yang kedua ini, rasa nikmat yang kami rasakan terasa luar biasa. Kemaluanku yang king size ini begitu menikmati pijatan otot-otot memeknya si ibu. Di lain pihak si ibu tak henti-hentinya mendesis kenikmatan.
    Kepalanya tampak bergoyang-goyang liar merasakan pompaan Kontolku. Kepala kemaluanku yang besar ini rupanya berhasil sampai di mulut rahimnya, dan memberikan kenikmatan tak terhingga baginya.
    Turun-naik, keluar-masuk, memompa dan dipompa, menggoyang dan digoyang. Semakin lama semakin liar dan cepat. Sambil memompa, tak henti-hentinya kuremasi payudaranya yang montok itu dari belakang. Seperti tadi, sekitar 15 menit kupompa memeknya, dia keluar lagi untuk yang kedua kalinya.
    Sebelum aku keluar, kami sempat bercinta dalam 2 posisi lagi. Kami melakukannya dalam gaya berhadapan dan gaya anjing di sofa itu. Aku berhasil membuatnya keluar sebanyak 2 kali. Masing-masing dalam setiap gaya persetubuhan yang kami lakukan.
    10 menit kemudian, setelah lebih dari sejam kami bercinta, jebol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum aku sampai di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah dan payudara si ibu.
    Spermaku yang kental dan banyak itu membasahi wajah, leher, payudara dan rambutnya. Dikocoknya batangku, seolah-olah dia tak puas dengan seluruh sperma yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, dia raih sperma-sperma itu untuk ditelannya hingga habis. Sisanya dia balurkan ke dada dan kedua puting susuku, untuk dia jilati seperti seorang anak menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.
    Puas bercinta, kami sama terkapar di atas sofa. Kami bercanda sambil sesekali berciuman dan saling meremas. Sesudahnya aku mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, agar tidak ketahuan istriku. Selesai mandi, si ibu membuatkanku teh manis hangat dengan cemilan ringan. Kamipun berbincang-bincang sejenak seperti tidak ada terjadi apa-apa di antara kami.
    Cerita Sex Tetangga – Begitu kudapannya habis dan aku hendak pamit, si ibu buru-buru mencekal lenganku. Sambil menatapku genit, dia berpesan aku lebih sering-sering mampir ke rumahnya. Aku hanya tersenyum saja mendengar permintaannya itu. Dia lalu mencium bibirku dengan sepenuh perasaan. Dia juga sempat meremas kemaluanku dari balik celana, sebelum dia melepasku di teras rumahnya.
    Dalam perjalanan ke rumah, aku berkali-kali menghembuskan nafas panjang. Aku tak pernah menyangka akhirnya aku berselingkuh juga. Dengan wanita yang tak kusangka-sangka pula. Tetangga sekaligus ibu sahabat baikku selama ini.
    Sebelumnya tak pernah sekalipun aku mengkhianati istriku selama 15 tahun pernikahan kami. Banyak wanita di luar sana yang begitu menarik, namun tak sedetikpun aku tertarik untuk berselingkuh dengan mereka. Apalagi istriku juga termasuk wanita yang pandai memuaskanku di atas ranjang.
    Kali ini semuanya terasa berbeda. Walaupun aku sangat menyesal telah mengkhianati istriku, aku tak bisa membohongi diriku sendiri kalau perselingkuhan itu ternyata nikmat juga. Sangat nikmat malah. Ibarat kalau selama ini kita hanya makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kita makan ‘opor’ di luar sana, tetapi dengan variasi, rasa dan sensasi yang berbeda.
    Begitu aku sampai di depan pagar rumahku sendiri, sesungging senyum tiba-tiba muncul di sudut bibirku. Aku merasa yakin, bahwa perselingkuhan ini bukanlah yang pertama dan terakhir kalinya terjadi dalam hidupku…
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • KELAKUANKU SEBAGAI PENJAHAT KELAMIN YANG PANDAI MERAYU WANITA

    KELAKUANKU SEBAGAI PENJAHAT KELAMIN YANG PANDAI MERAYU WANITA


    1479 views

    Cerita Sex ini berjudul ” KELAKUANKU SEBAGAI PENJAHAT KELAMIN YANG PANDAI MERAYU WANITA ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Ini merupakan pengalaman pertamaku. Tapi bukan berarti baru pertama kali aku melakukan senggama, tapi pertama dalam arti mendapatkan wanita dengan status setengah perawan. Lho kok bisa setengah perawan, barangkali itu yang menjadi pemikiran para pembaca ceritaseks15 yang budiman.

    Setengah perawan itu dengan pengertian, tidak pernah disetubuhi laki-laki, tapi kemaluannya pernah dijilati pacarnya dan dimasuki jari tangan sehingga perawannya jebol, tapi masih perawan karena tidak pernah dimasuki kemaluan lelaki. Ini yang disebut setengah perawan.

    Aku mendapatkan Sri secara kebetulan. Ketika itu, aku yang senang naik bus kota karena banyak bertemu dengan karyawati, sedang menunggu di halte bus kawasan Slipi.

    Ketika sedang duduk-duduk menanti bus, seorang gadis dengan wajah tidak terlalu cantik dan tidak jelek, berkulit putih dengan payudara yang tidak terlalu besar (seperti kesukaanku), berjalan ke arahku dan langsung duduk di sebelahku.

    Perilakunya terkesan cuek, seperti pada umumnya cewek Jakarta. Aku mencari akal, bagaimana cara untuk mengajak ngomong cewek ini. Aku si penjahat kelamin punya pikiran untuk minta maaf karena akan merokok.

    Ketika aku minta ijin merokok, Sri dengan senyum manisnya menyatakan tidak keberatan. Selanjutnya obrolan kian akrab dan saling tukar nomor handphone. Aku dan Sri kemudian berpisah karena tujuan kami berbeda. Aku mau ke Blok M sedang Sri mau ke Kampung Melayu, rumah temannya.

    Malam harinya, aku sudah tidak sabar untuk menghubungi telepon selulernya. Obrolan pun terjadi, cukul lama. Hampir setiap hari aku telepon. Obrolannya pun mulai mengarah ke masalah pacaran. Dia mengaku baru saja putus dengan pacarnya karena menghamili gadis lain.

    Pura-pura sok suci, aku pun menasehatinya untuk tabah dan tawakal karena memang bukan jodohnya. Hubungan via telepon ini cukup lama, sekitar dua minggu dan hampir setiap hari aku selalu menghubunginya. Menginjak minggu ketiga, aku memberanikan diri mengajak untuk jalan-jalan. Karena aku belum lama di Jakarta, aku minta diantar ke Ancol, ternyata Sri tidak keberatan.

    Malam Minggu, aku dan Sri dengan naik sepeda motor pergi ke Ancol. Aku berpura-pura alim dan bercerita tentang masa laluku, dan cerita itu kubuat sedemikian rupa sehingga terkesan aku ini punya sifat terbuka. Dia juga menceritakan masa lalunya, termasuk tentang dirinya yang sudah setengah perawan. Di Ancol, aku juga menghindari untuk menciumnya. Ternyata sikapku yang sok suci ini membuat dia jatuh hati.

    Memasuki minggu keempat, dia mengajakku untuk pergi jalan-jalan. Dia minta ke puncak dan berangkat minggu pagi. Usulnya kuterima dengan alasan aku juga belum pernah ke sana (padahal, di kawasan dingin itulah, aku sering membawa cewek-cewek Jakarta). Sekitar pukul 06.00, aku sampai di Terminal Rambutan dan tidak lama kemudian dia juga sampai di satu titik yang telah ditetapkan bersama.

    Singkat cerita, sekitar pukul 08.30, aku dan dia sampai di Puncak. Setelah sarapan, kita kemudian mencari tempat untuk melihat-lihat pemandangan. Di puncak, aku melihat Sri mulai aktif dengan menggandeng tanganku. Aku berpikir, inilah saatnya untuk mengeluarkan jurus terampuh, apalagi Sri ini termasuk wanita terlama yang aku minta menyerahkan barangnya (sekitar sebulan).

    Setelah mendapatkan tempat duduk, aku dan Sri kemudian terlibat pembicaraan hangat. Saat itu, mendung semakin tebal. Aku si penjahat kelamin kemudian bilang sama Sri untuk mencari tempat karena hujan lebat tidak lama lagi akan turun. Tanpa kuduga, Sri menerima karena dia mengaku senang dengan sifat keterbukaanku dan berharap aku bisa jadi suaminya. Itulah kelemahan wanita, yang cepat percaya, yang akhirnya akan jadi korban lelaki.

    Aku dan Sri kemudian mencari tempat dan tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya. Singkat cerita, aku dan Sri sudah masuk ke kamar. Dengan sikap jantan dan tidak tergesa-gesa, aku dan Sri kemudian menonton televisi sambil ngobrol-ngobrol dan sekali-kali menyinggung tentang seks, terutama ketika kemaluannya dicium oleh pacarnya dulu.

    Pertanyaanku ini ternyata membuatnya bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, kecuali pada calon suaminya. Dengan rayuan gombal, Sri tampak percaya sekali kalau aku merupakan calon suaminya.

    Kemudian kucium pipinya dan Sri diam saja sambil menutup matanya. Setelah itu, dengan gaya halus, aku minta ijin untuk mencium bibirnya. Tanpa ada jawaban, Sri langsung menyosor bibirku, dan tanpa dikomando bibirnya segera kulumat dan tanganku menggerayangi payudaranya yang tidak terlalu besar.

    Ketika putingnya kuraba, dia mulai melenguh. Dengan gerakan halus, aku mulai membuka pengait BH-nya sehingga terbukalah bukit kembar miliknya. Sementara bibirku sudah beralih, tidak lagi di bibirnya tapi sudah menjilati telinga, dan lehernya.

    Karena buah dadanya sudah terbuka, mulutku pun bergeser ke puting susunya yang sudah menegang. Ketika kumainkan dengan lidahku, lenguhannya semakin panjang. Tangan kupun tidak tinggal diam, retsleting celana panjangnya kubuka dan tanganku menerobos masuk dan dia tampaknya diam saja.

    Sambil memainkan clitorisnya, aku terus menjilati kedua payudaranya. Ketika aku merasakan kemaluannya sudah sangat basah, aku coba membuka celana panjangnya, ternyata dia mengangkat pantat sehingga memudahkan aku melepas celana panjang sekaligus celana dalamnya. Setelah terlepas, tanganku pun membuka baju kaos dan BH-nya.

    Dalam waktu singkat, Sri sudah telanjang bulat sedang aku masih berpakaian rapi. Melihat ini, Sri pun protes dan segera membuka T-Shirt warna putih milikku. Bersamaan itu pula, aku si penjahat kelamin melepas celana panjang dan celana dalamku sehingga aku dan dia sama-sama telanjang bulat.

    Dalam keadaan begitu, aku kemudian mengajaknya masuk ke kamar dan dia tampak setuju atas ajakanku. Begitu duduk di pinggir kasur, aku langsung menyerang bibirnya dan tangannya kubimbing untuk memijit-mijit penisku yang sudah menegang berat. Sedang tanganku kembali ke vaginanya yang sudah becek.

    Tak lama kemudian, aku mendorongnya jatuh ke kasur. Mulutkupun segera menyusuri bukit kembarnya. Sri terus-menerus melenguh dan tampak sudah pasrah. Ketika aku minta supaya penisku dimasukkan, dia tak menjawab dan hanya tangannya merangkul leherku erat-erat. Inilah tanda-tandanya dia sudah tidak kuat.

    Aku pun segera menindihnya dan tanganku mengarahkan penisku ke liang vaginanya. Ketika kudapati lubang kenikmatan, segera penisku kutekan. Tapi tidak segampang wanita lain yang pernah kuajak bersenggama, lobang vagina Sri sangat sempit sekali. Berkali-kali kucoba untuk menekannya, masih tak berhasil menembus juga.

    Setelah lama dengan keringat membasahi tubuh, kepala penisku akhirnya dapat masuk, tapi setelah itu seperti lubangnya buntu. Karena aku sudah capek, babak pertama dengan tanpa hasil itu kuhentikan. Aku si penjahat kelamin dan dia kemudian tiduran sambil tanganku memainkan puting susunya. Selang beberapa saat kemudian, aku dan Sri tertidur.

    Sekitar satu jam kemudian, aku terbangun karena kedinginan dan penisku tegak kembali. Aku kemudian mencium kening Sri hingga terbangun. Setelah itu, aku langsung melumat bibirnya yang cukup sensual. Tanganku kembali bermain di vaginanya hingga basah.

    Melihat kenyataan ini, aku kembali menindihnya dan mencoba memasukkan penisku dan ternyata kembali gagal, hanya kepala penisku yang masuk. Karena berkali-kali gagal, aku kemudian mengangkat kakinya yang kecil mulus ke atas hingga belahan vaginanya terlihat jelas. Dalam posisi ini, aku mencoba memasukkan penisku dan lagi-lagi hanya kepalanya saja yang masuk.

    Aku kemudian berpikir bahwa Sri barangkali tegang hingga otot-otot vaginanya ikut tegang sehingga elastisitas vaginanya menjadi berkurang. Karena itu, aku kemudian mendiamkan saja kepala penisku terbenam di liang vaginanya dan aku kemudian membisikkan kata-kata gombal kepadanya.

    Tampaknya, rayuanku mengena sehingga kurasakan otot-otot vaginanya mulai melemas dan kesempatan itu kugunakan untuk kembali menggenjot penisku dan berhasil masuk setengah, setelah itu vagina Sri kembali mengeras. Melihat ini, aku membiarkan penisku terbenam tanpa berusaha kucabut. Rayuanku pun tak berhenti.

    Selang beberapa waktu kemudian, aku kembali merasakan otot vaginanya melemas dan kembali kutekan penisku hingga masuk dan total sekitar tiga perempat. Setelah itu, otot vaginanya kembali kaku dan tidak melemas meski sudah kurayu atau kubisikkan supaya tidak tengang dan menerima saja keadaan ini karena sudah telanjur masuk.

    Karena buntu, aku berusaha mencabut penisku. Ketika akan kutekan lagi, ternyata buntu. Aku si penjahat kelamin kemudian memintanya untuk rileks dan akhirnya penisku bisa masuk tiga perempat seperti semula. Aku kemudian mencabut penisku dengan perlahan, begitu keluar aku kembali memasukkannya, ternyata buntu lagi. Terus terang aku menjadi keki juga. Aku lantas bilang untuk rileks saja, dan kalau dia rileks maka penisku bisa masuk tiga perempatnya.

    Karena pengalamanku dua kali, aku tak mau mencabut tapi langsung memutar-mutarkan penisku, dan terlihat olehku bibirnya menyeringai dan sesekali dia melenguh panjang. Kurasakan, vaginanya sangat basah. Ketika kutanya apakah sakit, dia ternyata diam saja maka penisku kembali kuputar-putar dan lama-lama menjadi cepat, ketika itu pula dia melenguh panjang dan tangannya mencengkeram punggungku. Ketika itulah, dia menjerit panjang sambil mengatakan, “Aduh Mas, enak Mas..”.

    Mendengar ini, putaranku semakin cepat dan selang beberapa lama dia menjerit dengan mengatakan hal yang sama. Ketika aku merasakan vaginanya sudah sangat basah, kucoba untuk mencabut penisku dari liang vaginanya, begitu aku menekan lagi ternyata buntu lagi. Sungguh, aku sangat heran dan baru pertama kali ini aku menemukan vagina seperti ini.

    Karena sudah keki, aku minta dia supaya menjilati penisku. Awalnya, dia menolak karena tidak biasa dan jijik. Tapi setelah kurayu dan aku janji akan menjilati vaginanya, dia pun setuju. Setelah aku mencuci penisku, dia mulai menjilati. Awalnya, jilatannya tidak terasa karena masih merasa jijik. Tapi lama kelamaan jilatannya menggairahkan dan Sri mau memasukkan penisku ke mulutnya.

    Gerakannya pun makin lama makin kuat. Karena aku sudah terangsang dan sejak tadi begitu lama berjuang untuk mengebor vaginanya, akupun merasa penisku mulai berdenyut-denyut. Tanpa harus kutahan (daripada tambah pusing) aku pun mengeluarkan spermaku ke mulutnya.

    Merasa ada cairan masuk ke mulutnya, Sri melepas kulumannya dan memuntahkan sperma. Sri lantas seperti orang mual mau muntah. Aku si penjahat kelamin tak peduli dan tanganku mengocok-ngocok penisku hingga spermaku banyak yang tumpah di kasur dan tubuhnya. Setelah aku dan Sri mencuci kemaluan masing-masing, kemudian kami tiduran di kasur. Selang beberapa lama, Sri memintaku untuk gantian menjilati vaginanya.

    Meski aku di kantor terkenal dengan julukan penjahat kelamin, tapi aku belum pernah menyosor barang milik perempuan, karena aku yakin wanita yang kutiduri selalu puas dengan permainan ranjangku.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Dewasa Janda Muda Gadis Penjual Pecel – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Janda Muda Gadis Penjual Pecel – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1479 views

    Perawanku – Hujan dari tadi fajar masih menguyur Jakarta, jam sudah menujukkan pukul 10 , dengan malas aku melongok keluar jendela, kulihat didepan pekaranganku ada seorang wanita sepertinya berjualan makanan yang berteduh.

    Kuperhatikan mbak penjual pecel , kasian kulihat sambil menggigil dia bediri menepi dari hujan, kubukan pintu , dia kaget sambil tersenyum dia menyapaku.

    “ Permisi mas numpang neduh “ kulihat paras wanita ini cukup manis , walaupun basah kehujanan.
    “ gak papa mbak , jual apa mbak “ aku memastikan. Bandar Judi Online
    “ Pecel mas “
    ”Oh ayo masuk mbak , saya mau nyoba pecelnya kebeneran blom sarapan “
    Diapun berjalan masuk kerumahku
    “ Diluar aja ya mas , abis basah nih baju saya , nanti rumahnya jadi kotor “
    “ ngak papa mbak , ayo masuk aja , masak saya makan pecel campur air hujan , kalau mules mbak tanggung loh “ aku tertawa.
    Akhirnya dia mau masuk juga kerumahku.
    “ maaf ya mas , jadi ngotorin , mau pecelnya komplit ya mas ? “
    “Iya mbak , udah laku banyak mbak ? “ aku basa basi
    “ Ah blom mas, boro boro , pagi pagi udah ujan begini mana ada orang mau keluar jajan “

    Sambil menyiapkan pecel saya memperhatikan mbak ini , orangnya hitam manis , badannyaagak kecil tapi susunya keliatan cukup besar malah kebesaran untuk porsi tubuhnya dan bokongnya juga nonggeng.
    Aduh pagi pagi bikin Penis saya bediri dan pikiran jadi ngeres liatin bodinya.

    “ Monggo mas, pecelnya “ aku agak kaget, dia tertawa karena melihat aku lagi memperhatikan susunya.
    Sambil makan kulihat dia celingukan melihat kedalam rumah , Kulihat dia seperti orang kebingungan.
    “ Ada apa mbak kok kaya bingung ?”
    “ Ini mas boleh gak saya ikut ke wc mas, saya kebelet banget dari tadi “ sambil mukanya merah menahan malu. “ maaf loh mas merepotkan “
    “ Oh ayo masuk aja tuh diujung kiri mbak “
    Dia segera buruburu lari ke wc , setelah bbrp lama dia keluar dan mukanya telah ceria.
    “ Aduh makasih ya mas . udah lega “
    “ Mas tinggal dengan siapa mas, kok sepi banget , emang gak ada pembantunya mas?”
    Dia nyerocos bertanya , aduh tipikal anak yang ceria sedikit bawel hehehe.
    “ Saya masih sendiri mbak dan belom ada pembantu, abis gak tau mau cari dimana “
    Oh ya aku masih bujangan , kerja di perusahaan alat kedokteran , aku memang baru pindah kesini kurang lebih 1 bulan, jadi belom sempet mikir cari pembantu. Makanya rumahku berantakan .
    “ Emangnya mau cari yang gimana mas “ Tanya mbak ini.

    “ Yah yang penting bisa kerja dan bisa masak sedikit lah , sekalian untuk beresin rumah “
    “ Emang mau digaji berapa mas ?”
    Aku jadi bingung , aku tidak tau pasaran berapa.
    “ Wah saya juga gak tau mbak , mungkin kira kira 750 ribu untuk awalnya dah, semua saya tanggung”
    “Memang mbak ada kenalan yang mau kerja . boleh tuh nanti saya kasih persen ke mbak dah “
    “Gimana kalau saya aja mas, saya capek jualan pecel , keliling tiap hari , penghasilan juga pas makan saja, gak cukup ngirim ibu di kampung , jadi pengen kerja rumahan aja, makan tidur terjamin “
    “ Saya aja ya mas, tapi gajinya tambahin ya mas, genepin dah sejuta , hehehe , ntar saya sekalian semua kerjaan saya beresin , mas juga saya pijitin dah kalo cape , iya ya mas “
    “Bener nih mbak mau kerja , bisa mbak kerja rumahan , tapi musti rajin loh , saya sih oke aja gaji mbak sejuta tapi jangan kecewain saya ya“

    “ Aduh mas pasti mas , saya kerja rajin , janji mas , makasih ya mas, “ dia senang sekali.
    “ Eh saya belom tau nama kamu sapa mbak “
    “Oh ya saya rohana mas, panggil aja nana juga boleh , mas siapa namanya “
    “ Saya Rony , kamu umur berapa na , sudah bekeluarga belom “
    “Saya umur 20 mas, saya sudah cerai mas, saya menikah setahun terus suami saya kerja jadi tki , eh gak pulang, udah 2 tahun denger kabar kawin lagi disana “ kulihat muka sedih diwajahnya.
    “ Sudah jangan disedihin , kamu cari uang yang banyak nanti juga cowo ngantri , punya anak ngak “
    “ Ngantri kaya beli karcis aja mas hehehe , belom mas saya gak punya anak , dulu saya kawin muda jadi gak mau punya anak dulu , makanya saya kb pake iud mas”
    Aduh bener bawel nih anak hahaha..

    “ ya udah kamu mau mulai kapan kerjanya “
    “ Hari ini juga ya mas, abis ujan saya pulang langsung ambil pakaian kemari ya mas , saya udah bosen tinggal dikontrakan sengsara banget mas”
    Sore kudengar ada yang mengetuk pintu rumahku , kuliat nana dengan kantong plastic berisi pakaian berdiri didepan pintu.
    “ Ayo masuk , kebeneran hari sabtu saya libur kantor . ayo saya tunjukin kamar mu “
    “ Aduh kamarnya enak ya mas, ada kasurnya , kalo di kontrakan cuma ditiker dan sering bocor lagi”
    Besok pagi2 aku bangun kulihat meja makan sudah ada kopi dan sarapan mie instan. Wah inilah enaknya ada pembantu.
    Kulihat nana sedang mengepel . waduh dia hanya memakai legging pendek yang tipis dan kaos oblong.
    Pantatnya bulat dan tercetak ketat karena celana legingnya yg hitam tipis.
    Dia terseyum sambil menyapaku
    “ Pagi mas, sarapan dulu , udah nana sediain “
    “ Ya makasih ya na, kamu sudah sarapan ?”
    “Sudah mas “

    Aku duduk di sofa sambil melihat tv, tapi aku tidak konsen, matanya tertuju bongkahan pantatnya yang besar dan bergerak gerak ketika dia ngepel , dan ketika dia menghadap kedepanku, aku melihat susunya yg besar walau dibungkus bh warna hitamnya yang seakan tidak cukup menampung susunya, kulihat belahan susunya ,aduh pusing kepalaku. Penisku langsung bediri, karena aku hanya memakai celana pendek dari bahan katun tanpa celana dalam , maka tonjolan Penisku ketara sekali. Kulihat dia melirik melihat tonjolan Penisku sambil tersenyum malu, tapi sesekali tetap melirik.

    Semakin dekat dia mengepel ke tempat dudukku , semakin jelas kulihat belahan pantatnya dan belahan susunya. Aku sedang menebak kok kayanya dia tidak pakai celana dalem karena tidak keliataan batas celananya. Pantatnya bulat sempurna dan masih kenceng banget , aku agak menunduk mengintip celah belahan pantatnya , kelihatan tumpukan dua daging seperti apem yang menggunduk, wah Vaginanya tembem banget , belahan Vaginanya tercetak jelas , makin membuat aku pusing, Penisku langsung keras.

    Benar benar aku pusing , dan tersiksa Penisku rasanya mau keluar.
    Ingin kuelus pantatnya, kuremas pantatnya yang bahenol itu ,untung aku masih sadar, kalau dia teriak kan gawat. Tapi belahan Vaginanya bener bener menggoda, aduh janda ini memiliki Vagina yang menggiurkan. Rasanya pengen kujilat bibir Vaginanya yang bengkak , pasti enak banget. Glek glek tak terasa aku menelan ludah.
    Kehidupan ku dirumah lebih rame setelah ada nana, dia orangnya ceria dan sedikit bawel.
    Biasanya sehabis makan malem saya sering menemaninya ngobrol, karena kasian kalo sendirian nanti kesepian , kalau gak betah aku repot juga.
    Tak terasa sudah 2 mingu dia bekerja, sehabis makan malam saya bertanya dengan dia.

    “ Na kamu udah 2 minggu kerja, gimana betah gak , ada apa yang kurang gak”
    “ Wah betah banget mas, mas baek saya udah kaya dirumah sendiri , makasih ya mas, “
    “ Ya sama sama, baguslah , takut kamu ngak betah masih sedih mikirin bekas suamimu “ saya menggodanya.
    “ Ih amit2 mas, nana mah udah lupa sama dia , mau enak aja , sorry ya “
    “ Bener nih ? ntar kangen sudah lama gak dikelonin ama suami ?” saya tersenyum
    “ Ah mas nakal ya godain nana . gak mas, nana gak pengen sama dia, “
    “ gak pengen sama dia , kalo sama yg laen mau gak ? “
    “ Ya tergantung mas siapa orangnya “ sambil dia melirik dan tersenyum padaku.
    “ Kan kamu udah janda , kalo udah lama gak rasa dikelonin kan pasti rasanya gimana gitu“
    “ mas ini kaya pengalaman aja , ih mas genit ah “
    “ tapi bener kan na, ayo jujur dah sama mas, pasti pengen , orang bilang kalo udah pernah rasain pasti nagih “
    Dia terseyum malu , kucolek pinggangnya dia terkejut, dia bales mencubit pinggang ku.

    “ Ih mas genit ya , tapi emang sih mas, kalau lagi pengen sampe pusing kepala kalau gak kesampean ,tapi saya mah gak kepengenan ama suami saya, dia mah loyo mas, kalo maen sebentar aja udahan , malah bikin nana pusing “
    “ eh kelepasan jadi malu mas nyeritain”
    “ gak papa , kan Cuma saya yang denger gak ada orang lain , ajarin dong na gimana caranya , mas kan belom pernah” hehehe belagak jejaka, padahal mah gak pernah absen.
    “ Ih malu mas, makanya mas kawin dong “
    “ Kalo kawin mah mau na, nikahnya ogah , hahahaha “
    “ Ih mas mah mau enaknya aja “
    “ Ayo dong gimana kamu kalo maen sama lakimu “
    “ Ya gitu dah mas, suami saya maunya minta di emut dulu itunya mas “
    “ Apanya itunya na “ aku berlagak bego.

    “ Ya itu mas, Penisnya , eh maaf mas jadi ngomongnya jorok “
    “ Gak papa na, kan Cuma kita bedua, emang enak na diemut Penisnya ?”
    “ Iyalah mas, sampe dia kelojotan kadang malah muncrat dulu mas , sebel dah “
    “ Terus suami mu senengnya ngapain kamu ?””
    “ dia paling seneng nyedotin susu saya mas, pentil saya dipelintir sambil disedotin , ih merinding mas banyanginnya “
    “ Kamu suka kan , enak gak “
    “ Iya enak banget mas, tapi suami saya mah mau enak sendiri, buru buru maunya masukin Penisnya ke Vagina nana , abis gitu baru goyang bbrp kali udah muncrat dah, kan nana jadi nanggung mas”
    Wah aku mendengar cerita nana jadi makin napsu , jadi kaya baca cerita porno hahhaha.

    “ Sekarang udah jadi janda kamu kalo lagi kepengen gimana na ?”
    “Ihhh mas malu ah , gak gimana lah ditahan aja , paling kalo gak tahan ya sendiri usaha mas, hehe “
    Pura pura kucolek pinggangnya tapi sengaja agak keatas sehingga kena susunya , terasa keras sekali susunya padahal keliatannya dia pakai bh yang tipis.
    “ Es sori salah colek na”
    “gak papa mas, awas lo nanti tuh adeknya bediri “ sambil dia menunjuk Penisku yang memang sudah bediri.
    “ Ih nakutin mas, adeknya bediri gede banget “
    Dia tertawa menggodaku.

    “Biarin nanti dia ludahin kamu loh “
    “ Auuuu takut jangan mas” nana pura pura ketakutan,
    Hari ini lewat dengan aman, adikku yang cape rasanya tegang terus.
    Keseokan harinya minggu siang , aku santai saja dirumah , kuliat nana sedang menggosok baju dibelkang, dia tetap seperti biasa memakai legging pendek hitam dan kaos oblong. Belahan pantatnya jelas sekali tercetak dan dari bagian depannya juga terlihat Vaginanya tercetak tembem banget Vaginanya , aduh bikin Penisku rasanya mau meledak. Belahan Vaginanya jelas sekali karena keliatannya nana sengaja memakainya dengan menarik keatas sehingga belahan Vagina dan pantatnya jelas tercetak.

    Otak ngeres saya sudah panas sekali , rasanya pengen sekali meremas pantatnya.
    Tiba tiba aku ada akal, diatas meja gosoknya ada lemari yang berisi alat pertukangan ku. Aku pura pura mau mencari obeng , akupun kebelakang,
    “ Na , ada liat obang gak”
    “Ngak mas, nana gak tahu tuh”
    “Oh iya kayanya ada dilemari atas kamu tuh, sebentar saya liat ya “
    Saya menghampiri dia, saya berdiri dibelakangnya pura pura membuka lemari diatasnya, pelan kumajukan badanku sampai kurasa Penisku menyentuh pantatnya , pertama dia agak kaget, tapi dia diam saja.
    “Aduh dimana ya , mas lupa ,sebentar mas bongkar dulu “
    Aku berpura pura mencari sambil pelan Penisku kutempelkan disela pantatnya , pelan kugesek gesek Penisku sambil mencari barang.

    Kulihat nana gelisah , tapi dia diam saja, terus kutempel dan kugosok Penisku kebelahan pantatnya, aduh enak banget rasanya digesek kebelahan pantatnya, gosokan sudah ditarohnya disamping, nana hanya bediri diam sambil tangannya memegang meja gosok dengan tegang.

    Sengaja kutekan makin kuat Penisku kebelahan pantatnya, nana tetap diam dan keliatannya menikmatinya. Oh enak sekali rasanya Penisku bergesekan dengan pantat nana.

    Sengaja aku bergeser Penisku kekanan , eh pantat nana mengikuti kemana Penis aku bergerak, hehe rupanya janda muda ini sdh napsu juga. Pelan nana sedikit mengangkat pantatnya , oh rupanya dia berusaha menggesekkan Penisku ke bagian Vaginanya. Sekarang posisi nana sdh sedikit nungging sehingga kurasakan Penisku emang nyelip kebagian bawah Vaginanya , sekarang malah dia yg aktif menggesek Penisku ke belakang Vaginanya. Dalam posisi nungging nana makin aktif pantatnya ditekan kuat sekali kebelakang, sampai aku harus menahan jangan sampai terdorong.

    Tercium aroma tubuhnya , mungkin ini yang namanya hormon wanita ketika birahi , baunya sangat menggairahkan , sulit untuk dideskripsikan tapi benar membuat aku sangat napsu . oh enak sekali baunya.
    “ehmmm” kudengar lirih dengusan nana, kurasakan dia memegang meja dengan sangat kuat dan kurasakan celanaku bagian Penisnya agak basah. Wah dia sudah banjir kayanya.

    Kurasa Penisku dijepit oleh sela pahanya dengan sangat kuat, kaki nana kurasakan gemetar mungkin merasakan kenikmatan yg sudah lama tidak dirasakannya. Ingin rasanya aku memeluk susunya dan lsg menelanjanginya.
    Aku segera pura pura sdh selesai mencari obengnya , aku sengaja mau buat dia nanggung biar dia ketagihan.
    “ Oh gak ada na, kayanya di mobil “ sambil aku bergeser menutup lemari atas.
    Keliatan dia kaget dan agak kecewa.

    “ gak ada ya mas “ tapi matanya keliatan sudah redup banget, keliatannya dia kecewa aku menyudahi gesekan Penisku.
    Hehehe rasain lu dalam hatiku, biar dia ketagihan dalam hatiku.
    Kutinggal nana , aku kedepan pura pura mencari di mobilku, tak lama aku masuk kulihat nana gak ada , oh rupanya dia ke kamar mandi, nah loh ngapain ya , aku cepat cepat mendekati kamar mandinya,
    Kudengar pelan ada suara desahan nana.

    “ohhh mas , ooohh masssss “ suaranya lirih sekali
    Kuintip melalui lubang kunci , oh kulihat nana sedang membungkuk menghadap kedinding, sayang saya hanya bisa melihat punggung dan sedikit pantatnya yang besar , kulihat dia menunduk dan tangannya memegang Vaginanya.
    Hahaha dia sedang masturbasi rupanya, dia udah ngak tahan.

    “ Ooooooooo massssss “ akhirnya kulihat dia menegang, udah keluar rupanya, oh dia memanggil aku, keliatannya sudah keluar. Kudengar dia mencuci Vaginanya, segera aku pergi takut dipergoki olehnya.
    Aku duduk disofa sambil melihat tv , ketika nana keluar kamar mandi sengaja ku Tanya
    “ kenapa na , sakit perut ? kok kaya kesakitan tadi saya dengar”
    “ eh iya mas “ sambil kemaluan dia menjawabku
    “ ah masa kok suaranya begitu “
    “ Ah mas bikin saya malu , mas sih yang mulai “
    “loh mas salah apa na ?” Tanya ku pura pura gak ngerti
    “ gara gara mas sih , itunya digesekin ama punya nana “ sambil tertunduk malu nana tersenyum.
    “Tapi enak kan, kan udah lama gak ngerasain “
    “ abis kamu juga sih pake celana gitu jadi kecetak semua tuh pantatmu”
    “hihi mas suka ya mas liatnya “
    “ Kalo sampai mas lupa diri bahaya lo na”
    “ Ah biarin aja kalo mas mah nana gak takut’
    Wah gawat kayanya dia memberi lampu hijau nih.
    Kulihat dia meneruskan gosokannya yang tertinggal gara gara gesekan hahaha
    Malam sehabis makan malam aku duduk didepan tv , biasanya nana sudah duduk dulu didepan menungguku, kok tumben gak keliatan ?

    “Na na, kamu dimana na , lagi ngapain “
    Tidak ada sahutan , aku bangun mendekat kekamarny
    “Na kenapa na “
    Kulihat nana terbaring diranjang kayanya sedang sakit, nana terbaring telentang, dia memakai legging warna cream , aku lsg meyasar belahan Vaginanya yg jadi lebih menggungung karena posisinya tidur. Aduh napsuin sekali posisinya sudah tinggal nembak aja hahaha.
    “ maaf mas, nana pusing ?”
    “loh kenapa , sini mas periksa “
    Kupegang keningnya , ngak panas , aku curiga jangan jangan dia pura pura memang memancing aku.
    Wah kebeneran dah , otak jorok pun bekerja. Aku ingat aku punya stok stetoskop dikamarku, barang sample dari dealer.

    “ Sebentar mas periksa ya , mas ambil alat dulu kekamar “
    “ ia mas , makasih ya mas repotin “
    Akupun bergegas kekamar, kubuka celanaku, aku sengaja ganti dengan celana yang longgar banget dan tanpa cd sampai Penisku saja dsering keluar dari samping. Segera kuraih stetoskop .

    “ Sini na, ayo mas periksa “
    Stetoskop kutempelkan kedadanya bawah leher terus berpindah , turun pelan kebawah.
    “ Na kaosnya buka ya , susah gak bisa denger ketutup kaen “
    “Iya mas “ sambil dia bangun mencopot kaosnya melalui kepalanya
    .
    Gilaaaa itu susu kayanya mau meletus dari bh warna merah tua nya. Aku baru pertama kali melihat susu yang penuh banget dibungkus bh begini.
    Aku segera pura pura mulai memeriksa lagi , masih seputar susunya aku tempelkan stetoskop ku.
    Aku pura pura kerepotan karena ada bh nya ,

    “ Na ini bh nya ganggu saya gak bisa periksa, dibuka ya bh nya “
    Ia mengangguk “ iya mas, terserah mas aja “ sambil tersenyum malu , dia mencoba membuka bhnya
    Saya membantu membuka kaitan belakangnya, aku berdebar debar menunggu apa yg akan muncul dari balik bh itu.
    Wahhh segunduk daging warna coklat padat dan keras dengan ujung pentilnya hitam sebesar ujung jari kelingking ku.
    Dalam posisi duduk susunya tetap tegak tidak turun ,oh sempurna sekali susu ini, bulat dan bentuknya bagus sekali dengan bulatan hitam yg tidak terlalu besar , ujung pentilnya sudah mengeras.
    Aku membaringkannya . lalu mulai memeriksa , stetoskopku atau tepatnya telapakku mulai bergerilya , menyenggol ujung pentilnya yg kanan, nana keliatan agak kaget ketika kusentuh pentilnya, dia memejamkan matanya , sambil menggigit bibir bawahnya.

    Kuputar tanganku menjelajahi gunung susunya dari yang kanan terus turun kekiri, ketika menemui pentilnya kusenggol senggol ujung pentilnya .
    “ Ehmm “ kudengar nana keliatannya menahan napsu yang sudah menggelora.
    Kuelus terus susunya berpindah dari pentil kiri terus ke kanan, sambil sedikit kupijit, muka nana sudah merah menahan napsu, bibirnya digigit kencang sambil kepalanya sedikit bergoyang.
    Pelan tanganku menuntun stetoskop turun keperutnya, perutnya bagus rata , dan mulus , kuputar sekitar pusarnya, dia tambah belingsatan. Pelan tanganku mengelus dari luar celana leggingnya , kuelus permukaan Vaginanya , aduh tercapaim juga keinginan mengelus Vaginanya.

    Vaginanya benar benar gemuk, dan keliatannya belahan Vaginanya ketara sekali, pasti tebal nih bibir Vaginanya.
    Pelan kugesek bibir Vaginanya , nana makin gak karuan, pelan pelan dia makin merentangkan pahanya sehingga aku makin gampang menggesek Vaginanya, pelan kedua jariku menjepit bibir Vaginanya , kuurut pelan , terus jariku menelusuri belahan Vaginanya.

    “Mas massssss “ nana sudah gak tahan kayanya rupanya.ku elus atas daging Vaginanya , legging sudah basah sekali, pelan tanganku turun nmenyentuh Vaginanya, benar, Vaginanya bengkak besar kaya hamburger.
    “ Dibuka ya na, susah ni ada celananya “
    Dia mengangguk sambil membantu mengangkat pantatnya , kutarik leggingnya.
    Terpampanglah Vagina yg hitam mengkilap karena sudah basah dengan cairan dari Vaginanya, Vaginanya seperti setanggkup daging yang dibelah dua, ya persisi kaya hamburger big mac hahaha.

    Aku duduk menghadap ke nana, sengaja celana kukuatur sehingga Penisku mengintip dari samping, Penisku sudah tegang sekali sehingga kepalanya muncul dari samping celana ku.
    Kulihat nana sudah membuka matanya , matanya tertuju ke Penisku yang mengintip dari samping celana.
    Kuelus bibir Vaginanya dan tanganku menyusuri belahan Vaginanya yang sudah basah sekali. Nana sudah mendesar terus , kakinya sudah dibuka lebar.

    “ Masssssss aduh massssss “
    Kubelah Vaginanya kulihat dalam Vaginanya merah tua dan basah mengkilap sekali, aku sebenarnya sudah gak nahan pengen segera menjilati Vagina ini. Kukorek pelahan Vaginanya , kucari dibagian atas ada sepotong kecil daging itil yang mengkilat basah dank keras.
    Besarnya kira kira kaya kacang tanah, ketika kuelus, nana sdh kaya orang kemasukan.
    “ massss aduh massss diapainnn nana mas “
    Vaginanya gundul habis dicukur rupanya, aku suka yang begini jadi enak dijilatnya gak rebut ama jembut. Kalo yg gondrong sering jembutnya nyelip di gigi hahahaha.
    Kuelus terus itilnya , nana sdh gak bisa diam, terus goyang, tanganku sudah basah semua.

    “ na kamu tau kamu sakitnya apa “
    “ Apaaa mas, “
    “ Kamu sdh lama gak disuntik sama ini “ kataku sambil kukeluarkan Penisku , dan segera nana memegangnya.
    “ Mauuuu mau mas , ayo mas suntik nana mas pake Penis mas yang gede banget kepalanya ini mas “
    “ Aduh mas Penisnya kepalanya kok gede banget mas, nana ngeri bayangin masuk ke Vagina nana “
    Penisku panjang biasa aja Cuma memang kepalanya yg kaya jamur gede banget, banyak wanita yang ampun waktu diterobos sama kepala Penis ini semua bilang sakit tapi enak banget awalnya
    “ mas nana emut ya Penisnya “
    Belum kujawab nana sudah bangun langsung memasukkan Penisku kemulutnya.
    Terasa panas Penisku, pelan mulutnya keluar masuk Penisku.
    “ oughhh bessall angettt mas , maremmm muass “.

    Oh enak sekali emutan mulutnya, Penisku ditelusurinya dr atas terus kebawahm terus memutar kepala Penisku, digenggamnya Penisku, lalu dibelahnya lobang kencingku dengan lidahnya, aduh ampun rasanya bukan maen, terus diisapnya lubang kencingku. Rasanya mau meledak.

    Nana kemudian turun diemutnya biji ku, satu persatu dijilati lalu disedotnya masuk kemulutnya bergantian. Rasanya sudah mau keluar , kemudian kedua biji sekaligus disedotnya masuk kemulutnya dan didalam mulutnya biji ku diputar oleh lidahnya.
    Belom pernah aku disepong seenak ini, janda ini memang jago permainan mulutnya. Lalu dia berpindah menjilati Penisku sementara tangannya meremas remas bijiku.
    Segera kusudahi aku takut keluar duluan.
    Aku segera jongkok didepan Vaginanya,

    “ mas mau ngapain mas , jangan mas, kotor mas “
    “ oh kamu belom pernah diginiin ya na, wah kamu bisa ketagihan “
    Segera kubuka pahanya, kujilati mulai dr bibir Vaginanya, pelan kujilati bibir Vaginanya , licin karena sudah banyak cairan lendir yang keluar, lalu ujung lidahku masuk menusuk kedalam belahan Vaginanya.
    Lidahku menari nari dibelahan Vaginanya , lalu kusedot semua bibir Vaginanya kucoba masukan kedalam mulutku dan kusedot, terasa cairan agak gurih terhisap,
    “ Aduh mas ampun mas enak banget mas, itu diapain mas Vagina nana , ooooooo mas “
    Lidahku terus mengorek belahan Vagina nana yang tembem, aku jadi gemes sekali membayangkan betapa enaknya dijepit oleh Vagina yg tembem ini.
    Lidahku naek keatas kusentuh itilnya , kujilati , nana sudah gak karuan.

    “ masssss ampunn mas , enak banget masssss, massss auhhhhh “
    Kuisap isap itilnya, terasa enak seperti mengulum kacang, kuisap isap pentilnya
    “ Auuuuuu masssss nana keluar massssss “.
    Kepalaku terasa dijepit oleh kakinya dan tangannya menekan kepalaku keVaginanya, aku merasa ada cairan hangat masuk terhisap olehku dan itilnya terasa berdenyut , cairannya gurih dan tidak berbau.
    Oh rupanya dia type yg gampang orgasme.
    “ Massss enak banget mas, nana blom pernah rasain kaya gitu “
    Aku tidak memberi kesempatan istirahat, kujilati lagi itil nana, dia pertama kegelian , tapi tidak berapa lama dia mulai terangsang.

    “ Mas aduh mas kok kayanya mau enak lagi mas, ampun mas, masukin aja mas Penisnya mas , nana gak tahan pengen ngerasain Penis mas, ayo masssss “
    Aku takut nana orgasme lagi maka aku segera bangun dan mulai menindihnya, kuarahkan Penisku ke Vaginanya, sulit selalu terpeleset, untung nana segera membantu dipegangnya Penisku lalu diarahkan ujung nya kelubang Vaginanya.
    “ Pelan ya mas, nana udah lama nggak ngentot “
    Memang sulit sekali ujung Penisku mau masuk bibir Vaginanya yang tebal itu
    “ Yah mas udah pas , tekan mas pelahan mas “
    “ Oufhhh mas, sakit mas, auhhh auhhhh pelan mas “
    Memang Penisku seperti menemui jalan buntu. Untung Vaginanya sudah basah dan licin.
    Akhirnya Penisku setelah tekan tarik tekan tarik berhasil juga masuk
    “blesssss, auuuhh massssss “
    Aku diam kan sebentar Penisku, terasa Penisku dijepit keras sekali oleh Vaginanya.
    Ketika Penisku masuk , kulihat mata nana terbelalak , melotot sedkit seperti orang bingung, baru kemudian dia bernapas.

    “ Sakit na ? mau dicabut na ? “
    “ Jangan mas. Biarin mas, terus mas, aduh belom pernah nana ngerasa Vaginanya dimasukin Penis yang keras dan gede banget , enak banget mas , sakit dikit tapi enak mas “
    “ ayo mas goyang biar tambah enak “
    Pelan kutarik dan kutekan masuk lagi Penisku, setiap kutekan mata nana mendelik, oh sexy sekali ,
    “oh mas enak mas, enak banget masssss “
    Rupanya dia tidak mau kalah, pantatnya mulai memutar, aduh Penisku seperti diblender, makin lama makin kencang putarannya. Kutekan Vaginanya sambil aku mengulum pentilnya, kugigit gigit pentilnya.

    “ massss gila maassss aughhhhh aughhhhh aughhh mas enak “
    Mulutku tidak lepas dari pentilnya, Penisku terus bekerja naek turun menembus Vagina nana, aduh rasanya enak banget Penisku dijepit keras sekali oleh bibir Vaginanya yang tebal.
    Kata orang Vagina tebal memang paling enak di entot benar ya.
    “ Ayoooayoo massss ayoo nana mau keluar masss ayoo “
    Nana memutar pantatnya seperti baling baling , kakinya menjepit menggantung dibadanku, terasa sekali Vaginanya empot ayam mengisap Penisku. Aku juga merasa sudah hampir keluar.
    Segera kusetop,

    “ Masss kok berenti , ayo massss nana mau keluar ‘
    “ sebentar na kamu diatas ya “
    Segera kubalik nana, dengan buruburu nana mencari Penisku lsg dimasukkannya ke Vaginanya Blessss, suara Vaginanya dimasuki oleh Penisku
    “ auuuuu mas sedap massss, ayo masss “

    Nana langsung menggoyangkan pinggulnya, aku telentang melihat susunya yang besar bergoyang, aduh susu janda ini bener bagus, tidak turun sedikitpun.
    Kupegang susunya , kuremas remas susunya, nana seperti orang naek kuda binal, dia menaik turunkan Vaginanya , sambil sekekali diputarnya Vaginanya.
    Penisku benar2 kali ini disiksa abis oleh nana, siksaan nikmat,
    “masss aduh mass nana enak banget mas , nana mau tiap hari mas”
    Aku rasakan seperti mau meledak Penisku, tanganku terus meremas susunya.

    “ Suka ya sama susu nana ya mas”
    Tiba tiba nana bangun dicabutnya Penisku,
    “ Loh kenapa na, lagi enak nih na “
    “sebentar mas , nana urut ya Penis mas pake Vagina nana “
    Lalu diletakkannya Penisku dihadapkan keatas menempel ke badanku, pelan dia menempatkan bibir Vaginanya diatas Penisku.
    Nana mulai memaju mundurkan Vaginanya aduh bibir Vaginanya menggosok Penisku dr ujung pelir sampai ujung kepala Penisku , dia terus maju mundur, benar seperti Penisku diurut oleh bibir Vaginanya yang tebal.

    Penisku juga sudah licin makanya enak sekali rasanya Penis diurut dengan Vaginanya, baru kali ini aku merasakan model ngentot begini. Enak benar , ketika ujung Penisku sudah sampai dibibir Vaginaku aku mengira dia akan memasukkannya tapi dia sengaja mundur lagi , aduh rasanya gak tahan.

    “ Aduh na kamu kok jago sekali ngentotnya “
    “ hehehe sering liat film mas “
    Aku sudah gak tahan, kubalik nana dan langsung kurebahkan, segera Penisku kuarahkan keVaginanya, dengan kecepatan penuh kugenjot Vaginanya.

    “ Aduh aduh aduh massss enak mas, ouhhhh ouhhh “
    Kakinya menjepit menggantung dibadanku. Kugenjot abis Vaginanya ,
    “ Naaaaa mas mau keluar, dimana, “
    “ dalam aja mass, ouhhh ouh massss ayo mas nana juga “
    “ Auuuuuu massss, auuuuuuu, “
    Kurasakan Penisku disiram sama air hangat, dan akupun akhirnya menyemprotkan isi Penisku
    “ auuuuauuuu na,,,,naa “.

    “Mas aduh mas enak banget anget banget mani mas “
    Penis ku berdenyut denyut ditambah nana sengaja memeras Penisku dengan Vaginanya.
    Aduh Vagina yang sempurna , bego banget lakinya dulu.

    Aku terkapar menindih nana, kami basah semua, dia tersenyum lalu mencium ku,“ makasih ya mas , nana sudah lama gak pernah rasa enak begini , malah dari awal belom pernah mas mau lagi ya mas “Aku tersenyum , wah siapa nolak.

  • Cerita Sex Bercinta Dengan Pegawai Bank Yang Cantik

    Cerita Sex Bercinta Dengan Pegawai Bank Yang Cantik


    1478 views

    Perawanku – Cerita Sex Bercinta Dengan Pegawai Bank Yang Cantik, Saya terasa malu bercerita narasi dewasa mengenai pemerkosaan ini, betul-betul memalukan lantaran sesungguhnya saya tidak menginginkan cerita ini berlangsung pada rida rekan kantorku. Rida yaitu seseorang gadis 20 tahunan yang bekerja di satu bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal dirumah kos berbarengan seseorang rekanan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama meskipun pada cabang yang tidak sama.

    Ia mempunyai badan yang kencang. Berwajah cukup manis dengan bibir yang penuh, yang senantiasa dipoles dengan lipstik warna jelas. Sudah pasti sebagai seseorang teller di bank penampilannya mesti senantiasa dijaga. Ia senantiasa tampak manis serta harum. tersebut awal narasi pemerkosaan itu.

    Satu hari di sore hari Rida terperanjat lihat kantornya sudah gelap. Bermakna pintu sudah dikunci oleh Pak Warto serta Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC lebih dahulu sebelum saat pulang. Mungkin saja mereka menduga ia telah pulang. Barusan ia bakal menggedor pintu, umumnya beberapa satpam duduk di pintu luar. Ada berita beberapa satpam di kantor bank itu bakal diberhentikan lantaran pengurangan karyawan, Rida terasa kasihan namun tidak dapat berbuat apa-apa. Seingatnya ada lebih kurang 6 orang satpam di sana. Bermakna banyak pula korban PHK kesempatan ini.

    “Mau kemana Rida? ”, mendadak seorang memberinya teguran dari kegelapan meja teller.

    Rida terperanjat, ada Warto serta Diman. Mereka menyeringai.

    “Eh Pak, kok telah dikunci? Saya ingin pulang dahulu.. ”, Rida menegur mereka berdua yang mendekatinya.

    “Rida, kami akan diberhentikan besok.. ”, Warto berkata.

    “Iya Pak, saya juga tidak dapat apa apa.. ”, Rida menjawab.

    Diluar hujan mulai turun.

    “Kalau demikian.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, mendadak Diman yang lebih muda menjawab sembari menatapnya tajam.

    “I.., iya.., besok saya belikan kenang-kenangan.. ”, Rida menjawab.

    Mendadak ia terasa gugup serta kuatir. Warto mencekal lengan Rida. Sebelumnya Rida tersadar, ke-2 tangannya sudah dicekal ke belakang oleh mereka.

    “Aah! Janganlah Pak! ”.

    Diman menarik blus warna ungu punya Rida. Gadis itu terperanjat serta tersentak saat kancing blusnya berhamburan. “Sekarang saja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup! ”.

    Warto menyeringai lihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berupaya meronta. Tetapi tidak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.

    “Jangannnn! Lepaskannn! ”, Rida berupaya meronta.

    Hujan turun dengan derasnya. Diman saat ini berupaya menurunkan celana panjang ungu Rida. Ke-2 lelaki itu telah mulai sejak lama memerhatikan Rida. Gadis yang mereka ketahui badannya begitu kencang serta sintal. Diam-diam mereka kerap mengintipnya saat ke kamar mandi. Sekarang ini mereka telah tidak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.

    “Eit, melawan juga si Mbak ini.. ”, Diman cuma menyeringai.

    Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semuanya perlengkapan di meja itu berhamburan bersih.

    “Aahh! Janganlah Pak! Jangannn! ”, Rida mulai menangis saat ia ditelungkupkan diatas meja itu.

    Sesaat ke-2 tangannya selalu dicekal Warto, Diman saat ini lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya lepas.

    Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai terasa terangsang. Ia bisa rasakan angin dingin menimpa kulit pahanya. Tunjukkan celananya sudah lepas jatuh. Rida lemas. Hal semacam ini untungkan ke-2 penyiksanya. Dengan gampang mereka menanggalkan blus serta celana panjang ungu Rida. Rida kenakan setelan baju dalam berenda warna hitam yang mini serta sexy. Awalilah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, “Plak! Plak! ”.

    Badan Rida memanglah kencang menggairahkan. Payudaranya besar serta kencang. Semua badannya pejal kenyal. Dalam kondisi menungging di meja seperti ini ia terlihat begitu menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida hingga bisa lihat berwajah. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membuat huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.

    “Sret! ”, Rida tersentak saat celana dalamnya sudah ditarik robek.

    Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida betul-betul terasa terhina. Ia dilewatkan cuma dengan kenakan stoking sewarna dengan kulitnya. Sesaat penis Warto yang besar serta keras mulai melesak di vaginanya.

    “Ouuhh! Adduhh..! ”, Rida merintih.

    Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sesaat tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida cuma dapat menangis tidak berdaya.

    Mendadak Diman mengangkat berwajah, lalu menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida buka mulutnya. Rida memegang pinggir meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sesaat

    Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit ikuti sentakan-sentakan badan mereka. Warto menekan dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menyimpan kemaluan Diman yang selalu keluar masuk di mulutnya. Mendadak Warto mencabut kemaluannya serta menarik Rida.

    “Ampuunnn…, hentikan Pak.. ”, Rida menangis tersengal-sengal.

    Warto duduk diatas sofa tamu. Lalu dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, bertemu dengan pahanya yang terbuka.

    “Slebb! ”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang telah basah.

    Rida menggelinjang ngilu, melenguh serta merintih. Warto kembali memeluk Rida sembari memaksa melumat bibirnya. Lalu mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masihlah tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto saat dirasakannya suatu hal yang keras serta basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.

    “Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…! ”, Rida berupaya meronta, namun tidak berdaya.

    Warto selalu melumat mulutnya. Sesaat Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tidak berdaya sesaat ke-2 lubang di badannya disodok bertukaran. Payudaranya diremas dari depan ataupun belakang. Badannya yang basah oleh peluh makin bikin dianya terlihat erotis serta merangsang. Juga rintihannya. Mendadak gerakan ke-2 pemerkosanya yang makin cepat serta dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa lalu Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan saat Warto mengocok mulutnya lalu mendadak kepala Rida dipegang erat dan…

    “Crrrt! Crrrt! ”, cairan sperma Warto muncrat kedalam mulutnya, bertubi-tubi.

    Rida terasa bakal muntah. Namun Warto selalu menghimpit hidung Rida sampai ia sangat terpaksa menelan cairan kental itu. Warto selalu memainkan batang kemaluannya di mulut Rida sampai bersih.

    Rida tersengal sengal berupaya menelan semuanya cairan lengket yang masihlah tersisa di langit-langit mulutnya.

    Mendadak Diman turut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida sangat lemah untuk berontak. Ia pasrah sampai kembali cairan sperma isi mulutnya.

    Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesengggukan. Diman menggunakan celana dalam Rida untuk bersihkan bekas spermanya.

    “Wah.. bener-bener masa lalu indah, Yuk.. ”, tutur Warto sembari buka pintu belakang.

    Selang beberapa saat 3 orang satpam lain masuk.

    “Ayo, saat ini giliran kalian! ”, Rida terperanjat lihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.

    Ia bakal diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia telah pamit dengan rekan sekamarnya Ita, kalau ia tidak pulang malam ini lantaran mesti ke rumah saudaranya sampai pasti tidak bakal ada yang mencarinya.

    Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang telah buka bajunya semasing sampai Rida bisa lihat batang kemaluan mereka yang sudah mengeras.

    Cerita Sex Bercinta Dengan Pegawai Bank Yang Cantik

    Cerita Sex Bercinta Dengan Pegawai Bank Yang Cantik

    “Ayo Rida, kulum punyaku! ”, Rida yang cuma kenakan stoking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.

    Badannya mendadak di buat dalam kondisi seperti merangkak. Serta suatu hal yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya

    “Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Rida menangis tidak berdaya.

    Sesaat mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.

    “Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”.

    Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang saat cairan spermanya muncrat isi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya sampai habis. Kepalanya dipegangi dengan begitu erat. Serta lelaki lain segera menyodokkan batang kemaluannya menukar rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semuanya satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi serta memperkosa semuanya lubang di badan Rida bergiliran.

    Badan Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh serta sperma. Stokingnya sudah penuh noda-noda sperma kering. Pada akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, lalu beberapa satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di berwajah, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida serta mengocoknya di sana, sampai dengan cara bergiliran sperma mereka muncrat di semua muka Rida.

    Saat sudah usai Rida telentang serta tersengal-sengal lemas. Badan serta berwajah belepotan cairan sperma, keringat serta air matanya sendiri. Rida pingsan. Namun beberapa satpam itu nyatanya belum senang.

    “Belum pagi nih”, tutur salah seseorang dari satpam itu.

    “Iya, saya masihlah belum puas…”.

    Pada akhirnya nampak inspirasi mereka yang lain.

    Badan telanjang Rida diikat erat. Lalu mereka membawanya ke belakang kantornya. Sisi belakang bank itu memanglah masihlah sepi serta banyak semak belukar. Rida yang masih tetap dalam kondisi lemas ditempatkan demikian saja di satu pondok tua tempat beberapa pemuda berkumpul waktu malam. Hujan sudah berhenti namun hawa masihlah demikian dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Saat malam makin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak mengerti badannya masih tetap dalam kondisi telanjang bulat serta terikat tidak berdaya. Ia betul-betul terasa dilecehkan lantaran stokingnya masihlah terpasang.

    Mendadak saja terdengar nada sebagian lelaki. Serta mereka terperanjat saat masuk.

    “Wah! Ada hadiah nih! ”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.

    Rida berupaya meronta saat mereka mulai menggerayangi badan sintal telanjangnya. Namun ia tidak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka selekasnya menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Badan Rida mulai jadikan bulan-bulanan. Rida cuma dapat menangis pasrah serta merintih tertahan.

    Ia ditunggingkan diatas lantai bambu lalu beberapa lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semuanya lubang di badannya dengan cara bergiliran serta berbarengan disodok-sodok dengan begitu kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada serta berwajah. Setiap saat bakal pingsan, seorang bakal menampar berwajah sampai ia kembali tersadar.

    “Ini kan teller di bank depan? ”

    Mereka tertawa-tawa sembari selalu memperkosa Rida dengan beragam posisi. Rida yang masihlah terikat serta terbungkam cuma bisa pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih serta merah kekuningan mengalir dari lubang pantat serta vaginanya yang sudah memerah akibat dipaksa terima.

    demikian banyak batang penis. Saat seorang tengah repot menyodominya, Rida tidak tahan lagi serta pada akhirnya pingsan. Tak tahu telah berapakah kali beberapa pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke semua badan Rida sebelumnya pada akhirnya meninggalkannya demikian saja sesudah mereka senang.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Janda Gersang

    Cerita Sex Janda Gersang


    1478 views

    Perawanku – Cerita Sex Janda Gersang, Sudah dua tahun Tini menjanda. Suaminya sedang merengkok dalam penjara kerana dituduh mengedar dadah. Kerana memikirkan suaminya akan dihukum gantung maka Tini meminta cerai dari suaminya. Tak guna menunggu suaminya yang akhirnya akan ke tali gantung.

    Dalam usia 25 tahun Tini memerlukan belaian kasih sayang seorang lelaki. Nafsunya sedang berada dipuncaknya dalam usia sebegini. Ghairahnya perlu ditangani dan keiginan batinnya perlu dipenuhi.

    Dengan wajahnya yang cantik dan kehidupannya yang mewah hasil peninggalan harta suaminya maka banyak lelaki muda maupun tua yang cuba mendekati Tini. Malah ada lelaki tua yang bergelar Datuk cuba menghampirinya. Semuanya ditolak dengan baik oleh Tini.

    Sebagai seorang model sambilan penampilan Tini memang bergaya. Dengan wajah ayu dan susuk tubuh tinggi lampai maka lengkap pekej Tini sebagai seorang wanita idaman. Senyumannya saja boleh mencairkan hati lelaki yang melihatnya.

    Bila sudah lama tidak dibelai lelaki bergelar suami kadangkala Tini rasa kesunyian. Dalam kesunyian itulah nafsu dan ghairahnya membuak-buak bagikan lahar gunung berapi. Bagi meredakan nafsunya maka Tini akan menonton vcd porno. Sambil melihat adegan ghairah di skrin tv Tini akan mengusap alat kelaminnya sehingga dia mencapai kepuasan.

    Pagi itu ghairahnya bangkit lagi. Hanya kerana melihat kucing kesayangannya sedang berasmara dengan kucing jantan tetangganya. Kucingnya yang sedang miang dan berguling-guling di lantai diterkam oleh kucing jantan. Kucingnya mengerang kenikmatan bila zakar berduri kucing jantan dengan lajunya keluar masuk lubang burit kucingnya.

    Tini meraba-raba kemaluannya dan kelentitnya diusap-usap lembut dengan jari-jarinya. Jeritan-jeritan kucingnya yang sedang berasmara itu membuatkan nafsu dan ghairahnya sukar dibendung. Pada ketika seperti ini Tini amat memerlukan seorang lelaki bagi memenuhi kehendak batinnya.

    Sedang dia asyik melihat kucingnya yang berguling-guling manja, loceng rumahnya berbunyi. Tini menjenguk ke pintu pagar dan melihat sebuah pick-up bersama dua orang lelaki. Di dinding kenderaan tersebut tertulis jenama pendingin udara. Baru Tini tersedar dia ada menghubungi syarikat air-con untuk membetulkan air-con di ruang tamunya yang sudah dua hari tidak berfungsi.

    Tini menekan punat di alat kawalan jauh dan pintu pagar automatiknya terbuka. Pick-up warna hitam itu meluru masuk ke halaman rumahnya. Kedua-dua pintu hadapannya terbuka dan keluar seorang lelaki india di bahagian pemandu dan seorang lelaki cina di bahagian penumpang.

    Lelaki india tersebut mengambil kotak peralatan di bahagian belakang kenderaan dan mengekori lelaki cina yang agak berusia. Tini membuka pintu ruang tamu dan mempersila kedua lelaki tersebut masuk.

    ”Mana air-con yang rosak?” tanya lelaki cina yang kemudian dikenali sebagai Ah Tong.

    ”Itu,” jawab Tini sambil menunjuk air-con jenis split yang berkekuatan dua kuasa kuda.

    ”Raju, awak tengok apa rosaknya,” arah Ah Tong kepada lelaki india pembantunya.

    Raju mengikut saja arahan Ah Tong majikannya. Dengan menggunakan tangga dia memanjat dan memeriksa air-con berjenama York itu. Dibuka bahagian penutupnya dan ditarik penapis udara alat pendingin udara tersebut.

    ”Air-con ini perlu di servis. Banyak habuk.” Raju menjerit agak kuat.

    ”Berapa lama lu tak servis ini air-con.” Tanya Ah Tong kepada Tini.

    ”Mungkin satu tahun. Sejak beli memang tak pernah servis.” Jawab Tini.

    ”Patutlah jem. Air-con kena servis enam bulan sekali.” Terang Ah Tong.

    ”Buatlah apa yang patut. Asal dia jalan balik sudahlah.”

    ”Raju, lu bawak turun itu air-con dan cuci di luar sana,” perintah Ah Tong sambil menunjuk ke halaman yang ada paip air.

    Tini dan Ah Tong duduk saja di ruang tamu sambil memerhati Raju membersih air-con. Tiba-tiba Tini teringat dvd playernya yang tidak mengeluarkan gambar di bilik tidurnya.

    ”Ah Tong, lu boleh tengok dvd player saya di tingkat atas. Sudah dua hari rosak.”

    Ah Tong dan Tini naik ke tingkat atas banglo dua tingkat itu. Ah Tong langsung menuju ke meja rendah di sudit bilik tempat tv dan dvd player di tempatkan. Sambil bersila di atas karpet tebal Ah Tong memeriksa dvd player yang dimaksudkan. Tini duduk di pinggir katil lebar bertilam tebal yang empuk memerhati Ah Tong si apek cina yang sedang membelek dvd player jenama Sony.

    Di bahagian belakang rumah kucing Tini masih galak berasmara. Suara-suara kucing betina yang sedang miang jelas di kuping telinga Tini. Suara jeritan kucing betina yang sedang dikongkek oleh kucing jantan menghantui fikiran Tini. Bayangan zakar berduri keluar masuk lubang burit kucing betina menimbul resah di fikiran Tini. Tanpa sadar Tini meraba kemaluannya dan cairan panas mengalir perlahan membasahi bibir-bibir yang mula membengkak.

    Tini memerhati Ah Tong yang memakai seluar pendek berkaki lebar. Celah kelangkang apek tua itu diperhati. Tini mula membayangkan batang bulat kepunyaan Ah Tong. Tini tak kisah lagi Ah Tong yang tua itu. Yang difikirkannya batang pelir yang mampu mengeras dan mampu menyelam dalam lubang kemaluannya yang terasa gatal-gatal.

    Ah Tong, lu boleh servis barang gua tak. Dah dua tahun tak servis.”

    “Barang apa tu?”

    “Ini.” Tini menunjuk ke arah kelangkangnya sambil tersenyum.

    “Lu jangan main-main.” Apek tua membelalakkan matanya ke arah Tini yang senyum-senyum menggoda.

    “Gua tak main-main. Boleh ke lu servis.” Tini bersura manja.

    Cerita Sex Janda Gersang

    Cerita Sex Janda Gersang

    Jari-jari Tini mula melepaskan satu persatu kancing baju yang dipakainya. Blous labuh dan longgar itu dilepaskan dari tubuhnya. Terpegun Ah Tong melihat Tini yang berkulit bersih telanjang bulat bagaikan boneka di hadapannya. Lelaki cina separuh baya itu terkaku. Jantungnya berdenyut kencang dan alat kelaminnya mula mengeras.

    Ah Tong hanya menelan liur melihat wanita muda di hadapannya. Janda berusia 25 tahun itu sungguh mengiurkan. Berkulit putih halus dan tinggi lampai, Tini kelihatan amat sempurna. Buah dada yang sempurna bentuknya, pinggang yang ramping dan tundun yang dihiasi bulu-bulu halus teramat indah. Ah Tong terpaku dengan mulut ternganga melihat pemandangan indah di hadapannya. Indahnya ciptaan tuhan, fikirnya.

    Tini yang masih duduk di katil menarik tangan Ah Tong. Ah Tong terduduk di sisi Tini. Semerbak bau harum badan dan rambut Tini menerpa ke lubang hidungnya. Sungguh pun sudah tua tetapi bila berdekatan degan wanita perasaan ghairahnya bangkit juga. Naluri lelakinya tercabar bila wanita muda cantik molek memulakan aksi.

    ”Ah Tong, lu tak suka gua,” rengek Tini dengan nada merayu.

    ”Lu jangan main-main, Tini. Walau pun gua sudah tua tapi barang gua masih OK,” jawab Ah Tong terketar-ketar kerana dipengaruhi gelora nafsu.

    Apek tua memerhati badan Tini yang masih solid itu terdedah. Buah dadanya yang pejal dan kenyal membukit. Putingnya yang berwarna merah sebesar kelingking mengeras. Mata Ah Tong terbeliak memandang pertunjukan percuma di hadapannya. Dengan lembut Tini menarik tangan Ah Tong dan diletakkan di atas buah dadanya. Jantung Ah Tong berdenyut kencang dan buah dada mengkal tersebut di usik dan diramas perlahan-lahan. Lembut, kenyal, licin dan seribu satu perasaan menjalar ke otak Ah Tong, cina tua yang sudah lama kematian isteri. Ah Tong menarik nafas panjang dan menelan liur.

    Jantung Ah Tong makin bertambah kencang. Sementara tangannya meramas dan memicit gunung kembar Tini, matanya tak lekang daripada celah paha
    Tini. Faham dengan maksud Ah Tong, Tini merenggangkan kedua pahanya menampakkan kemaluannya yang sentiasa dijaga kemas. Bulu-bulu di bahagian pinggir dicukur licin hanya di bahagian tengah tundun di tinggal sedikit. Bulu-bulu hitam pendek itu sungguh cantik pada pandangan Ah Tong. Mata Ah Tong terbeliak melotot pemandangan yang telah lama tidak dilihatnya. Perasaan geramnya bertambah-tambah.

    Tini makin menggoda Ah Tong. Pahanya dikangkang lebih luas menampakkan lurah yang merekah. Bibir kemaluan yang lembut dan merah benar-benar membuat keinginan Ah Tong ditahap maksima. Ah Tong terus menerkam burit tembam Tini. Sudah lama dia tidak melihat burit perempuan. Burit terbelah merah di hadapannya benar-benar memukau. Dia melutut sambil menghidu bulu-bulu halus di tundun yang membukit. Hidungnya kemudian bergerak ke bawah ke lurah yang sedang merekah lembab. Bau burit Tini disedut dalam-dalam. Aroma khas kemaluan wanita dihidu, nafasnya ditarik dalam-dalam. Pertama kali dalam hidupnya dia mencium burit perempuan melayu. Sungguh segar berbanding bau burit cina kepunyaan isterinya dulu.

    Puas menghidu aroma vagina, Ah Tong mula menjilat bibir burit Tini yang merah dan lembut, sementara Tini mengangkang lebih luas memudahkan apek tua bertindak. Tini menderam halus… aahh… ahhhhh.. issshhh… Tini membiarkan lidah kasar Ah Tong meneroka lubang keramatnya. Ah Tong mengigit lembut kelentitnya. Ah Tong teramat suka kepanasan dan aroma burit Tini. Sudah lama Ah Tong tak pernah tidur dengan perempuan sejak isterinya mati lima tahun dulu. Dia tidak pernah memantat perempuan melayu sebelum ini. Kawan-kawannya bercerita burit perempuan melayu ketat dan panas. Rezeki depan mata takkan dia lepaskan begitu saja. Pelirnya yang telah lama bertapa akan menemukan pasangannya.

    Pelir Ah Tong meronta-ronta ingin keluar dari seluar. Secara spontan Ah Tong melurutkan seluarnya. Batangnya yang keras mencanak dengan kulit nipis masih menutup kepala pelir. Tini terpegun melihat Ah Tong yang berumur separuh baya masih gagah. Pelirnya biasa-biasa saja, taklah besar lebih kurang kepunyaan suaminya saja.

    Tini memegang dan melurut pelir Ah Tong. Kulit kulup bergerak dan menampakkan kepala licin sungguh merah. Pertama kali Tini memegang kemaluan orang lain selain suaminya. Dan pertama kali juga dia melihat dan memegang zakar lelaki dewasa yang tak berkhatan, pelir yang kulit kulupnya masih utuh. Begini rupanya pelir tak bersunat, fikir Tini.

    “Apek, lu tak bersunatkah.. kenapa lu tak potong kulit kulup ni?” tanya Tini sambil bermain dengan muncung kulup. Dilancap dan dilurut batang tua kepunyaan apek cina. Batang coklat muda berkepala merah sekejap terbuka sekejap tertutup. Lucu pada penglihatan Tini.

    “Mana ada orang cina sunat. Lu tak suka ke lancau tak sunat?”

    Tini mendekatkan batang hidungnya ke kepala pelir Ah Tong yang kembang bulat. Dicium bau pelir Ah Tong. Memang ada bau keras di situ. Berbeza dengan bau kepala pelir suaminya. Bila saja bau kepala pelir Ah Tong disedutnya, buritnya tiba-tiba mengemut. Sejak dulu lagi Tini mengidam nak merasa batang cina. Batang hindu pun dia teringin nak rasa.

    “Sekali lu rasa lancau tak potong, nanti lu boleh ketagih ooo”.

    ”Kenapa? Lancau tak potong ada dadah kaa sampai boleh ketagih?”

    ”Itu dadah untuk mulut atas. Ini lancau untuk mulut bawah. Sekali lu rasa nanti tiap hari lu mau.”

    ”Mulut atas tak boleh hisap lancau ke apek?”

    ”Boleh, boleh.. tapi bini gua tak pernah hisap lancau gua”.

    ”Mari sini, dekat sikit. Gua mau hisap lu punya lancau. Nanti lu boleh ketagih, apek”.

    Ah Tong amat teruja bila Tini mau menghisap lancaunya. Belum pernah lancaunya dihisap orang. Sekarang wanita melayu yang cantik dengan bibir merah ingin menghisap batang butuhnya. Tak sabar dia menyuakan batang pelirnya yang keras berdenyut-denyut ke muka Tini. Kepala merah bertambah kilatnya kerana Ah Tong sudah amat terangsang. Sengaja kulit kulupnya ditarik ke belakang supaya kepala licin selesa dalam mulut Tini yang mungil.

    Ah Tong berdiri di tepi katil. Tini masih duduk telanjang bulat di atas tilam. Ah Tong bergerak menghampiri Tini. Batang butuhnya bertul-betul berada di hadapan muka Tini. Tini memegang lembut melurut-lurut batang tua yang keras terpacak tersebut. Kepala merah sekejap ada sekejap hilang mengikut irama lancapan Tini. Ah Tong dah tak sabar lagi ingin merasai bibir merah yang basah tersebut mengepit batang pelirnya.

    Apek tua bangun berdiri. Batang kulupnya dihalakan ke muka Tini. Tini memegang lembut batang tua tersebut. Kepala merah yang telah terkeluar dari sarungnya dijilat dan dikulum, Ah Tong dapat merasakan kehangatan mulut Tini. Beberapa kali dikemut dengan bibir mungil dan mulut yang basah hangat, Ah Tong rasa macam nak terpancut.

    ”Cukup, cukup… gua tak mau pancut dalam mulut. Gua mau pancut dalam lu punya burit,” pinta Ah Tong.

    “Kalau lu mau rasa burit gua lu kena kasi free servis air-con.”

    “Mana boleh free, gua kena bayar gaji Raju.”

    “Kalau tak boleh lu boleh simpan saja lancau lu.”

    “Mana boleh, gua dah tak tahan ni. OKlah servis air-con free.”

    “OK, kira jadi. Sekarang lu boleh cuba lubang gua yang sempit ni.”

    Tini bergerak ke tengah tilam. Pahanya dikangkang. Ah Tong bergerak rapat ke celah paha. Kepala merah yang masih tertutup kulup menuju ke lurah yang telah basah dan banjir dengan air liur Ah Tong bercampur air mazi Tini. Tini tak sabar ingin mencuba batang berkulup. Kata orang kulit kulup yang berlipat-lipat itu terasa lebih nikmat bila bergesel dengan dinding burit. Kepala merah mula terbenam menyelam ke telaga nikmat. Lubang Tini sungguh rapat dan sempit. Ah Tong dapat merasakan kulit kulupnya tertolak ke belakang bila dia menekan batang butuhnya. Bila ditarik kulit kulup kembali menutup kepala pelirnya. Batang tua itu susah juga nak masuk, sampai bengkok-bengkok bila Ah Tong menekan kuat. Kepalanya yang sensitif itu terasa sungguh geli. Sungguh hangat lubang Tini, macam nak terbakar kepala pelirnya.

    “Arghhh manyak kecik la ini lubang, lu pakai apa Tini, lu minum jamu ke?”, Ah Tong cuba menujah lagi supaya pelirnya masuk lebih dalam.

    Batang tua itu agak sukar menembusi lubang Tini yang masih muda itu. Sudah lama Ah Tong tak memburit. Batang tua itu hanya diguna untuk kencing saja. Sudah lima tahun batang itu bertapa. Kalau besi mungkin dah berkarat. Tini terlentang menanti tindakan lanjut Ah Tong. Gelojoh betul orang tua ni. Tangan Ah Tong mula mencari buah dada Tini. Dia menggentel dan meramas kasar. Ah Tong mula menyorong tarik batangnya. Sekali, dua kali, tiga kali… Tini mengemut kuat… Buah dadanya bergoyang-goyang seiring dengan dayungan Ah Tong. Sedap juga batang cina tua ini. Tini gembira dapat merasai batang butuh tak bersunat. Terbeliak matanya bila Ah Tong menekan hingga ke pangkal.

    Raju yang telah selesai memperbaiki air-con sudah lama menunggu Ah Tong. Raju agak hairan kenapa Ah Tong tak turun-turun. Raju menapak anak tangga menuju ke atas. Dari bilik yang tak tertutup pintunya Raju mendengar suara orang mengerang. Melalui pintu yang tidak ditutup Raju terpaku melihat Ah Tong sedang berada di celah paha Tini. Jelas terlihat batang pelir Ah Tong yang berlumuran lendir keluar masuk dalam lubang burit Tini yang juga basah berlendir. Ah Tong mendengus, Tini mengerang. Dua-duanya sedang keenakan. Lelaki cina tua perut boroi mendakap erat tubuh perempuan melayu cantik molek berkulit putih gebu.

    “Ahhhh Tini, manyak sedap ooo… “ Ah Tong tak tahan lagi.. kepala pelirnya terasa sangat geli, batangnya bagai diperah-perah oleh burit Tini yang mula basah. Dia menyorong lagi, sekali, dua kali, dan batang tua itu tak dapat bertahan lama dikepit oleh lubang muda. Creettt.. creettt.. air maninya ditembak ke dalam burit Tini. Air benih yang disimpan lama sungguh pekat. Tini dpat merasakan kehangatannya. Apek tua itu kehabisan nafas. Dia rebah di sebelah Tini.

    “Kenapa cepat sangat apek lu dah kalah. Gua tak puas lagi.”

    ”Ah tak boleh tahan, dah lama tak main looo. Lu punya barang sungguh ketat. Tak boleh tahan… geli.”

    Ah Tong terbaring keletihan di sisi Tini. Tini masih terlentang dengan kaki terbuka. Matanya terpejam dengan perasaan sedikit kecewa. Ah Tong tak mampu memberinya kepuasan. Belum apa-apa apek tua itu sudah menyerah kalah. Kulup cina tua tak mampu bertahan lama. Tini baru separuh jalan, apek tua sudah menyerah.

    Mata Raju terbeliak, nafsunya meronta-ronta, batang butuhnya terpacak keras…

    Raju dapat melihat bibir burit warna merah ternganga diselaputi cairan berlendir. Kebetulan kaki Tini menghala ke pintu. Raju dapat melihat apam Tini yang bermadu itu dengan jelas sekali. Cairan lendir campuran air nikmat Tini dan air mani Ah Tong mengalir keluar membasahi bibir lembut. Batang butuhnya meronta-ronta ingin bebas dari dalam seluar. Nafsunya membakar bagaikan gunung berapi bila melihat Ah Tong yang gemuk itu menindih Tini yang kecil molek.

    Raju bagaikan dirasuk pelesit. Ghairahnya tak boleh dibendung lagi. Batang pelirnya terpacak keras di dalam seluar. Sudah lama dia teringin merasai burit melayu. Dia tahu pelirnya dua kali lebih besar dan panjang dari pelir Ah Tong yang telah tua itu. Tini pasti puas bila merasai batangnya nanti. Tak sabar dipelawa Raju sudah melondehkan pakaiannya. Batang hitamnya terpacak kaku macam tiang bendera. Dilurut-lurut batang keras yang berdenyut-denyut ingin memuntahkan laharnya.

    ”Boleh saya tumpang sekaki.”

    Tini membuka mata bila mendengar suara Raju. Terbeliak matanya melihat Raju telah bertelanjang dengan senjata terhunus sungguh besar dan panjang. Batang pelir warna hitam itu menghala lurus ke arah Tini. Terkejut juga Tini pada mulanya tetapi kerana nafsunya masih belum dipuasi maka dia bersedia saja melayan Raju. Kalau dia membantah sekalipun tentu Raju akan melanyaknya. Lebih baik dia melayan pemuda india itu dan menikmatinya. Dan Tini sendiri pun teringin nak merasai butuh india. Butuh cina telah dicubanya. Butuh melayu telah lama dirasainya.

    ”Marilah… I dah sedia ni,” pelawa Tini sambil mengangkang lebih luas.

    Bagai orang mengantuk disorong bantal, Raju menerkam Tini yang terlentang menunggu. Raju tak kisah pada Ah Tong yang terkapar lesu di sisi Tini. Raju mendekati celah paha Tini. Tundun berbulu hitam yang dipangkas rapi dihampiri. Sejak tadi dia memang geram dengan tundun wanita melayu ini. Tundun yang membengkak itu diciumnya. Puas mencium, Raju mula menjilat lubang burit Tini. Lidahnya membelai lurah yang merekah. Kelentit Tini yang kemerah-merahan itu juga menjadi habuan lidah Raju. Tini mengeliat menahan kesedapan.

    Raju makin bernafsu dan makin ganas. Lidah Raju dimasukkan kedalam burit Tini. Setiap kali lidah Raju keluar masuk ke dalam burit Tini, Tini akan merengek dan mengerang kesedapan. Telah 5 minit Raju menjilat burit melayu idamannya itu dan Tini hanya mampu mengerang dan merengek bila lidah Raju berlegar di lurah merekah dan biji kacang di sudut atas alur.

    Telah beberapa kali Raju menonton lakonan gadis ini di tv. Raju kenal model sambilan dan pelakon drama yang cantik ini. Telah lama Raju memasang angan-angan ingin memantat wanita melayu. Apalagi bila mendengar cerita kawan-kawannya bahawa perempuan melayu pandai kemut dan lubang burit hangat. Kadang-kadang Raju melancap sambil membayangkan perempuan melayu yang cantik.

    Bila bersendirian di atas katil di bilik tidurnya Raju akan membayangkan mulut mungil gadis-gadis melayu menghisap batang pelirnya yang keras itu. Mulut-mulut dengan bibir merah dan basah akan mengucup mesra kulupnya yang tebal itu. Dia sungguh terangsang bila berimaginasi lidah runcing gadis-gadis melayu berlegar-legar dalam sarung kulup. Sambil membayang tangannya akan melancap batang balaknya dan dia akan puas bila benih-benihnya terpancut laju. Dibayangkan benih-benih hindunya akan menerpa rahim melayu yang subur dan benihnya akan bercambah dalam perut perempuan melayu.

    Sekarang bukan lagi angan-angan. Memang nyata burit melayu yang diidam-idamkannya telah menjadi santapannya. Terasa sayang untuk menyelesaikan secepatnya. Raju ingin berlama-lama menikmati burit melayu idamannya. Dicium dan dijilat burit Tini sepuas-puasnya. Disedut dalam-dalam bau istimewa burit melayu. Aroma khas burit menjadikan Raju ketagihan. Bau burit Tini sungguh segar dan enak. Kalau boleh Raju ingin berlama-lama membenamkan batang hidungnya ke dalam lurah bermadu kepunyaan Tini.

    “Raju, I dah tak tahan ni, I nak hisap batang you” kata Tini.

    Raju teramat gembira bila Tini meminta untuk menghisap batang butuhnya. Angan-angannya akan menjadi kenyataan. Bibir merah basah dan cantik itu akan membelai kepala butuhnya. Lidah merah yang runcing itu akan berlegar-legar dalam sarung kulupnya.

    Raju merapatkan batang butuhnya ke muka Tini. Raju memang menanti dan mengharapkan bibir mungil Tini akan mengulum kepala kulupnya. Jelas sekali terlihat zakar Raju seperti kebanyakan zakar lelaki india yang lain. Zakar tak bersunat itu kepalanya masih tertutup kulup. Macam butuh Ah Tong juga. Cuma kulit kulup Raju lebih tebal daripada kulup Ah Tong. Hanya bahagian lubang kencingnya saja kelihatan.

    Tini juga agak hairan kenapa dia amat menyukai batang berkulup. Sejak dia menjadi ketagih menonton dvd lucah maka batang pelir tak bersunat menjadi idamannya. Bila Tini melihat wanita mat saleh membelai dan melancap zakar yang masih ada kulupnya perasaannya menjadi tidak keruan. Bagi Tini zakar berkulup sungguh cantik dan seksi. Terlihat saja zakar tak berkhatan bibir farajnya terasa gatal. Zakar putih atau zakar hitam asal saja tak bersunat boleh membuatkan farajnya serta merta basah. Seperti tercium di hidungku bau kepala zakar yang sentiasa lembab itu. Kemaluannya bagaikan menggamit-gamit supaya zakar-zakar berkulup membenam dalam rongga buritnya.

    Terbayang di layar fikiran Tini bagaimana berseri-seri wajah gadis-gadis kulit putih bermain-main dengan batang berkulup. Dilancap dan dilurut-lurut dengan tangan mereka yang lembut dan gebu. Hidung macung menempel dan menghidu aroma kulup. Kepala pelir yang masih tertutup kulup dijilat dan dikucup mesra. Lidah yang runcing dimasukkan ke dalam kulup. Lidah yang basah merah berlegar-legar bermain kepala pelir yang masih terbungkus kulup. Ahh… segala-galanya kulup.

    Dan diakhir adegan lengan-lengan comel dengan lembut akan memandu kepala hitam berkulup mencecah lurah merekah. Dengan pantas lelaki negro dengan gagahnya memompa rongga kemaluan wanita kulit putih yang cantik. Batang hitam berurat itu lancar keluar masuk lubang nikmat warna merah. Wanita kulit putih mengerang dan menjerit penuh nikmat. Sinar kepuasan terpancar dari mata gadis-gadis kulit putih yang muda belia. Batang-batang berkulup itu diterima dengan penuh mesra oleh burit-burit indah minah-minah saleh. Dan burit Tini juga mula berair bila membayangkan itu semua.

    Sekarang batang hitam berkulup benar-benar berada di hadapannya. Tini memegang lembut zakar Raju sambil membelek-belek. Kontras sekali kulit tangan Tini yang putih dan zakar Raju yang hitam legam. Tini mengurut-ngurut zakar Raju perlaha-lahan. Tini tak perlu menunggu lama kerana zakar Raju sudah terpacak kaku. Kepala zakar Raju yang hitam berkilat yang amat besar yang mula menggelongsor keluar dari kulit kulup dicium mesra oleh Tini. Tini mula meloceh kepala zakar Raju dan keseluruhan kepala licin terbuka. Bagai mengupas buah pisang Tini menarik kulup Raju.

    Tini makin rakus menghidu kepala licin yang besar seperti buah epal itu. Disedut dalam-dalam aroma kepala zakar Raju. Raju tersenyum melihat perilaku Tini. Hidung mancung Tini menari-nari di kepala licin. Puas bahagian kepala hidung mancung itu berlegar pula di batang dan telur hitam yang berkedut-kedut. Teman wanitanya pun tak pernah melayan batang pelirnya seghairah Tini.

    Tini amat teruja dengan batang butuh hindu di hadapannya. Kepala pelir Raju sungguh besar. Kepala yang membulat itu dua kali lebih lebar daripada batangnya yang juga besar. Kepala besar itu seperti sebiji buah epal di hujung batang hitam. Belum pernah Tini melihat kepala yang sebegini besar. Zakar negro dan mat salih yang dilihat dalam vcd lucah pun tak mempunyai kepala seperti ini. Kalau adapun besar sedikit daripada batangnya.

    “You main I punya, I main you punya,” kata Raju kepada Tini.

    Tini memberhentikan mencium zakar Raju. Tini kembali berbaring di atas tilam besar sambil terlentang. Raju yang berbogel berbaring di atas katil. Dengan posisi 69 Raju menjilat burit Tini. Manakala Tini menjilat dan mengulum zakar Raju. Butuh Raju dihisap dan dijilat oleh Tini. Kepala butuh Raju yang sebesar buah epal itu amat sedap bila dinyonyot. Raju terus menjilat kelentit Tini yang agak besar dan menonjol. Kelentit Tini sekarang menjadi sasaran mulut Raju. Buntut Tini terangkat-angkat bila lidah Raju berlegar-legar di kelentitnya.

    “Tini, I dah tak tahan, I nak rasa burit you,” pinta Raju.

    Tini tidur telentang di atas tilam empuk. Kakinya dikangkang luas menunggu tindakan Raju seterusnya. Raju bergerak mencelapak Tini. Raju kemudian menghalakan kepala zakarnya betul-betul diantara celah kedua paha Tini. Burit Tini yang tembam itu terlihat jelas. Dua bibir yang ditumbuhi bulu halus terbuka. Terlihat alur merah telah teramat basah. Perlahan-lahan kepala zakar Raju membelah tebing faraj Tini dan perlahan-lahan menyelam ke dasar lubuk bila Raju menekan punggungnya. Susah juga kepala buah epal itu untuk masuk. Raju menekan zakarnya sehingga bulunya menyentuh bulu Tini. Agak tersekat-sekat perjalanannya sungguhpuh burit Tini teramat basah dengan air cintanya dan mani apek cina. Tini menjerit keenakan. Kepala buah epal itu benar-benar memberi kenikmatan maksima. Belum pernah Tini merasa senikmat ini.

    Tini melolong kesedapan tiap kali Raju menekan dan menarik batang balaknya. Tini menjerit-jerit kenikmatan bila kepala bual epal itu menyondol dinding vaginanya. Jeritan penuh nikmat itu sama seperti jeritan kucing betinanya. Tiap kali Raju menekan seluruh isi burit Tini ikut terdorong ke dalam dan setiap kali ditarik keluar seluruh isi burit Tini ikut sama keluar. Tini menjadi histeria penuh nikmat. Belakang Raju dicakar-cakarnya. Bahu Raju digigit-gigit penuh ghairah.

    “Sedap Raju, sedap,” kata Tini.

    Raju meneruskan aksi sorong tariknya. Badan Tini kemudian dipeluknya kemas sambil mulutnya berlegar di gunung kembar Tini yang sedang mekar itu. Sesekali terdengar Tini mendengus kesedapan. Raju meneruskan aksi sorong tarik makin laju. Raju yang masih muda itu memang gagah dibanding Ah Tong yang sudah tua. Makin ganas Raju bertindak makin enak bagi Tini. Raju memang geram dengan Tini yang solid dan cantik itu. Inilah pertama kali dia mengongkek perempuan melayu yang selama ini menjadi idamannya. Tindakan Raju yang kasar dan ganas itu menyebabkan ghairah Tini menggelegak.

    Tiba-tiba Tini menjerit, “I dah nak keluar,” jerit Tini.

    Bila mendengar Tini berkata demikian Raju melajukan lagi kayuhannya dan balak besar dan panjang menekan semahu-mahunya ke dalam lubang burit Tini. Muka Raju berkerut manahan nikmat.

    “I dah keluar,” kata Tini kepada Raju. Serentak itu Raju merasakan kepala butuhnya bagaikan disiram dengan cairan hangat.

    “I pun nak keluar, pancut dalam atau luar?” tanya Raju.

    “Pancut dalam Raju, I nak rasa awak punya,” kata Tini selamba.

    Sedetik kemudian Tini merasa cairan panas menerpa pangkal rahimnya. Pancutan kuat yang menerpa rahimnya itu membuatkan Tini menjerit penuh nikmat. Bergetar seluruh anggotanya menikmati pancutan benih india. Terketar-ketar pahanya penuh nikmat dan lazat. Belum pernah dia merasa kenikmatan seperti ini bila dia bersama suaminya.

    Raju memang gagah dan hebat. Ah Tong yang tua itu tak apa-apa jika dibandingkan dengan Raju. Batang pelir apek tua yang berkepala kecil itu kurang nikmat dibanding kepala pelir Raju yang seperti buah epal itu. Sepanjang hidupnya inilah pertama kali Tini benar-benar menikmati hubungan seks.

    “Jangan cabut lagi, tahan dulu,” kata Tini.

    “Okay, okay,” kata Raju.

    Raju terus memeluk Tini. Dikapuk kemas badan Tini yang mekar itu. Selepas beberapa minit Raju mencabut pelirnya dari burit Tini. Raju amat puas boleh melepas air nikmatnya dalam burit perempuan melayu yang cantik manis. Bukan selalu dia dapat peluang seperti ini. Menikmati tubuh model dan pelakon drama tv yang cantik.

    ” Banyak awak punya air, sedap rasanya. Batang awak yang besar panjang tu sungguh sedap. Kepala buah epal tu sungguh nikmat. Lubang I macam digaru-garu,” kata Tini.

    Tini membaringkan kepalanya di atas dada Raju yang berbulu. Terlihat macam gagak dengan bangau. Tini mengerling balak Raju yang mula mengecut. Dipegang-pegang dan diramas-ramas batang zakar Raju yang telah memberi kepuasan kepadanya. Tini dapat melihat jelas zakar Raju mula mengecil dan memendek. Kepala licin yang tadinya gagah telah bersembunyi ke dalam sarung kulup. Macam batang tua Ah Tong juga. Tini puas dapat merasai dua kulup. Kulup cina dan kulup india. Bagi Tini kulup india memang dahsyat. Keinginannya telah dipenuhi. Tini tersenyum puas.

    “Raju, I suka butuh you yang besar tu. I nak main lagi dengan you. Boleh bagi nombor handphone you?”

    “Boleh. I memang suka you. Burit you sungguh sedap.” Tini senyum manja dan Raju senyum puas.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Dewasa Hubunganku Dengan Janda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Hubunganku Dengan Janda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1476 views

    Perawanku – namaku Eric, pangilan akrabku kuanggap bagus dan selalu membawa kehokian yg baik dan ditunjang dgn postur tubuhku yg sangat atletis, tinggi 167 cm dgn berat badan 58 kg sangatlah membantuku dalam segala kegiatan. Keramahan serta rendah hati adalah senjataku karena aku berprinsip banyak teman banyak rejeki dan tdk kelewatan pula pasti banyak wanita yg tergoda.

    Dgn formasi yg begitu, tentu anda tahu seleraku. Aku sangat menyukai wanita yg berumur sekitar 30 hingga 37 tahun dimana mereka umumnya sangatlah cantik, dewasa dan terlihat sangat anggun. Entah mengapa Tuhan memberi anugerah kecantikan wanita yg sempurna bila mereka berumur sekitar yg kusebutkan di atas. Aku bekerja di perusahaan R (edited) yg sangat syarat berhubungan langsung dgn pelayanan masyarakat dgn posisi yg lumayan strategis.

    Diawali dgn perkenalanku dgn seorang pramuniaga yg sangat cantik, umurnya sekitar 33 tahun dan mempunyai anak satu. Cika namanya, sangat mudah diingat dan sangat enak terdengar di telinga. Perkenalanku berawal ketika aku sedang berlibur ke Kalimanatan (Banjarmasin).

    Perkenalan itu sangat indah dan romantis, disaat matahari tenggelam tertelan air laut di atas dek ferry kulihat seorang wanita bersandar di tiang besi dgn rambut yg tergerai melambai-lambai tertiup sepoi-sepoi angin laut, sungguh cantik dan s3xy lekuk tubuh dan dadanya membusung ke depan, sweter unggu serta span warna hitam tak dapat menyembunyikan keindahan tubuhnya.

    Dgn langkah yg pasti kuhampiri dgn sedikit sapaan dan percakapan yg sopan mulailah ia terbawa oleh obrolanku yg sedikit humor dan kadang menimbulkan gelak tawa yg memunculkan lesung pipinya, ya ampun cantik betul mahluk ini.

    Setelah puas dgn ngobrol ini itu dan matahari pun malu menampakkan wajahnya ternyata sdh pukul 19:00 WIB, tak terasa sdh perkenalan yg begitu lama di atas dek dan kami memutuskan untuk kembali ke bangku masing-masing. Kami berjanji akan bertemu kembali jam 21:30 di tiang besi saksi perkenalan kami.

    Setelah mandi dan merapikan diri, tak sadar handphone-ku berdering, alarm yg sengaja kupasang telah memanggilku untuk segera naik ke dek karena sdh waktunya kujemput bidadariku di atas dek.

    “Hai Eric..” sapa merdu Cika menyapaku dgn menepuk punggungku saat aku memandang lautan.
    “Hai, Cik..” sedikit taktik, kubelai rambutnya.
    “Maaf Cik..” kataku mesra.
    “Ada apa Eric..” balasnya manja.
    “Nih benang bikin rusak pemandangan,” jawabku, padahal benang itu sejak tadi ada di tanganku.
    “Oh kamu ini bisa aja Ric..” bisiknya manja.

    Cika sdh bercerai 3 tahun yg lalu dikarenakan suaminya suka berjudi dan mabuk-mabukan yg membuatnya banyak dililit hutang dan kehidupan rumah tangganya selalu tak terhindar akan keributan.

    “Kenapa kamu tak cari suami lagi, Cik..” tanyaku untuk memecahkan keheningan.
    “Ah.. nantilah,” jawabnya, “Aku masih suka sendiri dan masih kunikmati peran gandaku sebagai ibu dan ayahnya Ranny (anaknya, red) toh masih cukup gajiku untuk membiayainya.”
    “Hebat kamu Cik, bagitu tegar dalam keadaan begitu. Kurang apa coba.. kamu mandiri, cantik, s3xy dan masih muda lagi, akupun mau mendaftar kalo masih ada lowongan.. ahahaha..” aku sengaja tertawa untuk meriuhkan suasana karena kulihat dia diam dgn wajah agak memerah.
    “Hahahhaa..” ternyata dia tertawa,
    “Ah kamu ini pantesnya jadi adikku,” jawabnya melecehkan.
    “Hahahaha.. aku malah,” terbahak-bahak karenanya, “Lho meskipun adik tp bisa buat adik untuk si Ranny lho.”
    “Mana mungkin,” jawabnya.
    “Lha kok nggak percaya.. jangan ketagihan ya nanti,” jawabku.
    “Yee.. siapa yg mau,” godanya manja.
    “Aku yg mau,” jawabku.
    Kamipun tertawa riang.
    “Dasar buaya,” jawabnya.

    Tanpa sadar kapal bergoyang dan angin semakin kencang dan Cika sdh ada di pelukanku, karena terombang-ambing kapal kudekap tubuh sintalnya dan tak luput kupengang buah dadanya yg besar, ternyata diapun diam saja. Kutahan goyangan kapal dan tak kulewatkan kesempatan itu dgn sedikit fantasiku goyangkan pantatku dan..,

    “Ah.. nakalnya kamu..” ternyata diapun menyadari makin nekadnya aku mengambil kesempatan dalam kesempitan sambil mencubit pinggangku,
    “Menggoda ya..” bisiknya.
    “Ah masa, tp suka kan,” jawabku.
    “Hahahaa..” gelak tawapun tak terhindarkan lagi.
    “Cik, turun yuk, bahaya nich.. kayaknya angin semakin kencang dan goyangan kapal semakin garang kalo aku yg goyang kamu sich nggak masalah, lha ini kapal yg goyang.. hehehe..” ajakku mesra.
    “Dasaar.. dasaar, bener-bener buaya kamu Eric,” balasnya manja.
    “Upsssss.. bukan buaya tp biawak.. hahahha..” balasku.

    Kamipun menuju anak tangga, satu persatu anak tangga kami lalui dgn tangan yg melingkari perutnya dan diapun melingkarkan tangannya di pinggangku. Dgn berani kucium telinganya, dia diam saja hanya reaksi tangannya saja yg menggenggam perutku dan kamipun sdh sampai di depan pintu yg bertuliskan staff only lalu kutarik pinggangnya untuk masuk, diapun tdk menolak. Dgn luas ruangan 2 X 4 m2 sangatlah luas bagi kami berdua. Dalam keremangan lampu kulumat bibir tipisnya, nafas kamipun semakin menderu. Ternyata dia pengalaman sekali dalam french kiss.

    Kami berciuman 5 menit lamanya dan dia mulai membuka sweternya sedang aku membuka jaket kulitku dan kami jadikan alas hingga tiada benang sehelaipun yg melekat di tubuh kami berdua. Sungguh indah tubuhnya, dgn ukuran payudara 36B dan belum turun kuanggap sangatlah sempurna. Dalam keadaan berdiri, kulumat bibirnya dan mulailah turun ke tengguk hingga payudaranya dgn puting yg merah muda,

    “Seperti masih ABG saja,” pikirku.
    Kulumat yg kanan dan kupiin-pilin yg kiri membuat suaranya,
    “Hmm.. ach.. hmm.. sppt.. Eric teruskan Ric.. aacch, enak Ricc..”

    Kepalaku pun ditekannya ke dadanya, tak kupedulikan dia, kuhisap, kugigit-gigit kecil putingnya hingga ia makin menjambak rambutku. Dgn jenggot yg baru kucukur 2 hari yg lalu kugesek-gesekan daguku di gunung kembarnya.

    “Oooh Ericcc.. please masukin dong.. sstt..” Tak kupedulikan ocehannya hingga kulumat perutnya, pusarnya dan akhirnya sampailah di gundukan surga dunia, sungguh indah.SAKONG

    Mataku terbelalak ternyata tdk ada sehelai rambutpun di sekelilingnya, harum dan wangi yg khas. Wajahnya yg cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yg paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.

    “Ohh.. apa yg akan kau lakukan.. akh..” desahnya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yg dirasakannya.
    Beberapa saat kemudian tangannya malah mendorong kepalaku semakin bawah dan,
    “Nyam-nyam..” Nikmat sekali kemaluan Cika.
    Oh, bukit kecil yg berwarna merah merangsang birahiku. Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan,
    “Cleeekk..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yg sdh sejak tadi becek.
    “Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukup keras.

    Terus terang kemaluannya adalah terindah yg pernah kucicipi, bibir kemaluannya yg merah merekah dgn bentuknya yg gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Secara bergantian, kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dgn mulutku.

    “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Eric..” lirih Cika.
    “Eric, udah dong Ric, masukin aja.. Ericc oohh.. aku udah nggak tahan nich, please setubuhi aku..” pinta Cika lirih.
    Tanpa banyak mulut kumasukkan batang kemaluanku yg panjang dan tegak itu, dia tersentak,
    “Ach pelan dong Say.. sstt..” Kugenjot dgn penuh perasaan, sementara tanganku tdk tinggal diam, kupilin-pilin puting susunya yg mungil.
    Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Cika terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yg akan segera diraihnya.
    “Ericccc.. aahh.. aku nggaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..” desahnya tertahan.
    “Tahan Cik.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya.. tahan dulu.. jangan keluarin dulu..” Tp sia-sia saja, tubuh Cika menegang kaku, tangannya mencengkram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya.

    Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, mungkin karena lamanya ku-oral kemaluannya yg enak itu.
    “mmmppphhhh.. ooohhhhh.. aahh.. Eric sayang.. Eric.. ooh enaak.. aku kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu.

    Aku merasakan jepitan kemaluannya di sekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkram erat sekali, sementara itu batang kemaluanku masih tegak berdiri sedangkan dia sdh 4 atau 5 kali orgasme.

    “Eric, ayo dong Say aku udah nggak tahan nich.. Ericc keluarin dong.. aku hisap aja ya, biar cepat keluar..” Tanpa kusuruh dia sdh melumat dan menyedot kemaluanku.
    “Astaga..” kurasakan tekanan dari dalam batangku sepertinya akan keluar.
    “Cik.. CIk.. stop Cik.. aku mau keluar nich..” desahku tertahan.
    “Ya udah Eric, masukin aja ke mekiku.. aku jg ingin merasakan pejumu membajiri mekiku.. aku kangen, udah lama nggak ada yg membanjiri mekiku dgn peju..” balas Cika dgn nada manja dan sedikit genit.
    “Aach.. Cik, aku mau keluar nich Cik.. ach.. achh..” aku lemas lunglai tak berdaya di atas tubuh Cika yg s3xy itu.
    “Makasih ya Eric..” Kamipun tertidur dan aku terkejut ketika terbangun sdh pukul 05:00, untung saja tdk ada yg memergoki perbuatan kami.
    Setelah merapikan diri, kamipun kembali di kursi masing-masing dan kami berjanji akan bertemu kembali di kota, kebetulan kami satu kota. Sampai saat ini kamipun masih sering berhubungan dgn komitmen kebebasan yg menghargai serta menjunjung seks yg sehat.

  • NIKMATNYA TUBUH MBAK DEWI DIRANJANG

    NIKMATNYA TUBUH MBAK DEWI DIRANJANG


    1474 views

    Cerita Sex ini berjudul ” NIKMATNYA TUBUH MBAK DEWI DIRANJANG ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Ini diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks sekaligus cerita sex yang akan aku ceritakan disini. Itulah mungkin yang mengakibatkan cerita seks sedarah ini terjadi. Aku tak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat.

    Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian.

    Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

    Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya.

    Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.

    “Capek Dek Iwan?”, tanyanya.

    “Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Dewi masih cantik ya?”

    Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”.

    Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah.

    Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri.

    Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.

    “Nggak tidur Wan?”, tanyanya.

    “Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.

    Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

    “Kamu banyak diam ya”, katanya.

    “Eh..oh, iya”, kataku kaget.

    “Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.

    “Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.

    “Ah kamu, ada-ada aja”

    “Serius mbak”

    “Makasih”

    “Restorannya gimana mbak? Sukses?”

    “Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana kuliahmu?”

    “Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.

    Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.

    “Makasih, nggak usah ah”

    “Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”

    Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”

    Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya.

    “Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.

    “Nggak punya mbak”

    “Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”

    “Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”

    “Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta”

    “Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya”

    “Masa’?”

    “Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, aku mencoba memancing.

    “Siapa?”

    “Mbak Dewi”.

    Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”.

    “Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”,

    Ia diam.

    “Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku.

    “Wan, aku ini bibimu”, katanya.

    “Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.

    Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.

    “Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mencoba menguping.

    “Apa yang harus aku lakukan?….Apa…”

    Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah.

    Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.

    “Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.

    “Apa mbak?”

    “Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya.

    “OK”

    “Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk.

    Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.

    Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.

    Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.

    Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah.

    “Apa ini?”, tanyanya.

    “Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”,

    Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.

    “Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.

    “Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak”

    “Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya.

    Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik.

    “Bagaimana wan?”, tanyanya.

    “Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol.

    Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. “Terima kasih”

    “Aku cinta kamu mbak”, kataku.

    Mbak Dewi menatapku. “Aku tahu”

    Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya.

    “Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.

    “Aku juga bingung mbak”

    Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum.

    Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.

    “Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.

    Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.

    “Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Dewi memiawik.

    “Kenapa mbak?” kataku.

    Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. “Aku keluar wan”

    Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.

    “Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.

    Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa.

    “Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Dewi.

    “Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?”, kataku sambil memegang liang kewanitaannya.

    Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah.

    “Ohh….wan…enak wan…”, katanya.

    “Ohhh…mbak…Mbak Dewi…ahhh…”, kataku.

    Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok…plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak keluar lagi…AAAHHHH”

    Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.

    “Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.

    Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Dewi, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH….

    “Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.

    Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Dewi sepertinya.

    Mbak Dewi menyentuh penisku. “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?”

    “eh?”, aku kaget.

    “Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.

    Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.

    Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Dipaksa Melayani Nafsu Birahi Istri Tetangga Binal

    Cerita Sex Dipaksa Melayani Nafsu Birahi Istri Tetangga Binal


    1474 views

    Perawanku – Cerita Sex Dipaksa Melayani Nafsu Birahi Istri Tetangga Binal, Kami baru 1 tahun menikah, tinggal di satu komplek real estate yang di pinggir Jakarta. Kompleksnya tidak terlalu besar, Rumah ku juga tidak terlalu besar yah ukuran 140 dan bangunan 100, karena sudah dikembangkan. Kami memang belum menginginkan anak karena diusia kami yang baru 24 dan istri 22 masih ingin menikmati masa muda. Hubungan kami tidak ada masalah.

    Istriku adalah yang kupacari sejak dia kelas 3 SMP dan perawannya ku jebol 6 bulan setelah pacaran.
    Hubungan kami baik-baik saja dan dalam masalah sex kami sudah saling terbuka, jadi istri tidak malu-malu kalau dia lagi pengin.

    Istriku cukup cantik dengan kulit putih dan penampilannya masih seperti gadis ABG. Sejak dia lulus S-1 dia belum pernah bekerja. Awalnya dia ingin juga kerja namun karena tempat tinggal kita jauh dari pusat kota, jadi dia akhirnya malas menempuh kemacetan setiap hari.

    Kita hidup di sebelah pasangan, ia memiliki lebih dari kita. Baldi Pak menghancurkan sekitar 35 tahun, istrinya, Ibu Lina tua mungkin sekitar 28 tahun. Ibu Lina pandai memasak. Istri saya akrab dengan Ibu Lina, Ms. Lina karena dia sering belajar memasak.

    Menurut pengamatan saya, dikombinasikan dengan ketidaksetaraan tetangga pasangan. Taman Baldi tubuh sangat kurus, tidak tinggi. Meskipun Ibu Lina adalah sosok wanita montok, tetapi tidak termasuk lemak. Kadang-kadang saya berpikir bahwa jika Mr Baldi memukuli istrinya Lina, yang tampaknya karena penampilan positif, berbicara banyak, jika ngesek dan panas juga. Meskipun Mr Batty perawakan pendek, terlihat sedikit bersemangat.

    Lain waktu, aku bertanya istri saya apakah Ms Yue Lina memiliki sebuah cerita tentang kehidupan seks mereka. Saya hanya ingin tahu, menulis ketidaksetaraan menggabungkan dilihat. Dalam hati saya benar-benar saya ingin punya suami yang Ms Lina tidak terlihat kuat, tetapi model kaya dia Vina Panduwinata.

    “Ayah IH menulis: Tidak, tidak, ketika malu, cerita gituan, mengatakan:” Istri saya.
    Meskipun kita mendapatkan pasangan yang lebih tua Mr Batty tidak terlalu terpaut jauh, namun penampilan lebih tua dari dorongan nya saya Matruh pantas untuk memanggil mereka Mr dan Mrs .. Mereka juga m emangil MAS dan SIS kami. Hal ini dimengerti bahwa kami juga melakukan sebagai benih Jawa.

    Suatu hari, istri saya masuk ke ruang yang menarik, dia mengatakan dia berharap cerita ini sangat penting. Awalnya, dia mengatakan hasil Ms Lina ngrumpi. Menurut pembicaraan Pak asli mereka ngrumpi Baldi berusia hampir 2 tahun tidak bisa ereksi akibat diabetes. Tidak heran dia terlihat sedikit kesepian dan memudar, saya pikir.

    Meskipun pasangan dan keturunan mereka ingin memiliki pernikahan yang baru tiga tahun.
    Saya dan istri saya seperti saudara, Ms Lina, setelah mereka kompak, sering berkumpul untuk pergi berbelanja, atau berjalan ke mal.

    Saya juga sangat akrab dengan Mr ElBaradei, karena kita adalah hobi yang sama adalah catur. Juga, ketika kita bersama-sama di bawah sinar bulan, tanah, menjual rumah, atau setiap saat. Akibatnya, itu masih oke sedan mewah Gaga.

    Istri saya begitu sering berbicara tentang keluarga, kehidupan seks Mr. Baldi ini. Ibu Lina mengatakan bahwa paling senang mendengar bahwa petualangan seksual kita. Istri saya adalah sedikit bodoh, ah, ia senang untuk memberitahu Anda hal-hal yang membuat Ibu Lina rasa ingin tahu dan kegembiraan. Mungkin istri saya sangat senang melihat Ibu Lina penyiksaan tidak bisa boot dorongan sexnya. Kebahagiaan yang aneh. Kita sering dipraktekkan fantasi seksual kita. Bahkan, kita sering hanya telanjang di rumah. Rumah kami pagar tinggi, sehingga tidak bisa dilihat orang luar.

    Seseorang bahkan mengatakan kepada istri saya, Ms. Lina. Istri saya mengatakan Ibu Lina kadang-kadang karena sexnya keinginan air mata boot. Istri saya adalah keterlaluan, dan dia mengatakan kepada saya, dan kemudian Ibu Lina mendengar sampai penyebab berat badan, ia akhirnya menangis.

    Saya menyarankan istri saya untuk tidak disiksa Ms. Lina jadi kasihan padanya. “Abis Antarmuka selalu dia yang meminta saya untuk memberitahu jenis kelamin masalah, saya diberitahu saya akan harus membuat ibu sulit tahu, tapi masih dipaksa Ms. Lina, ya, jadi saya menulis cerita,” kata istri saya naif .
    Saya telah diminta Lina, ia mengajar secara lisan, meskipun Mr Batty tidak bisa menembus, tapi masih bisa menjadi istri dan oral. ” Sudah panggang, tapi Baldi kata cepet jubah, sehingga sampai Ibu Lina nyampe, Mr. ElBaradei telah mengatakan Anda tidak bisa nerusi lelah. “Kata istri saya.

    Taman Baldi telah mengundurkan diri transaksional dengan istrinya, ia bahkan mengatakan bahwa ia membiarkan istrinya menemukan kepuasan seksual dengan orang lain hanya tidak membawa penyakit. Tapi Ibu Lina pemalu, baik hati wanita yang mencintai suaminya, dia tidak bisa terus memberikan kebebasan Mr. ElBaradei.

    Ibu Lina dari keluarga miskin di desa, mengangkat Baldi menjadi istrinya, dan hidupnya. Bahkan orang tuanya mendukung biaya kampung. Taman Baldi mencari tipe orang yang terobsesi dengan uang, sehingga meskipun hidup di perumahan tipe tepi Gini Jakarta, tapi mobil mencolok. Ibu Lina Honda Jazz adalah kontraknya. Mobil, sering dengan istri saya perjalanan ke mal untuk menggunakan.

    Saya hanya memiliki AVANZA, dan bahkan kemudian nyicil angsuran mendesak saya mencoba untuk tidak terlambat.
    “Saya selalu ingin berbicara ayah Pa, tapi sulit untuk berhenti, mengatakan:” Istri saya satu hari.
    “Melalui neraka, kau benar, biasanya berbicara terus terang, mengapa begitu gugup,” kataku.
    “Pa Baseball sensitif karena masalahnya adalah geografi, mengatakan:” Istri saya.
    “Apa,” kataku sedikit penasaran.

    “Gini tahu PA, tapi dijamin tidak marah, ya, ayah saya harus memiliki harapan yang benar, Anda tahu, mengatakan:” Istri saya.
    “Nah, di akhir penasaran,” kataku.
    “Ah tidak begitu DEH, ngomongnya sulit sekarang, mengatakan:” Istri saya tiba-tiba.
    Saya tahu karakter yang suka orang menderita karena rasa ingin tahu.
    “Nah, jika tidak, saya ingin bermain catur ke rumah Pak ElBaradei,” kataku.
    “Eh ada paket, Iya deh aku cerita,” katanya.
    “Gini tahu PA, saya kasihan liat rumah panjang Lina, ia merasa lebih dan lebih menyedihkan, meskipun miliknya, suaminya telah sangat baik baginya.”
    “Nah,” kataku.

    “Saya ingin membantu Ibu Lina, ayah saya tidak setuju,” katanya.
    Saya belum bisa menangkap percakapan istri saya, apa yang dia akan lakukan untuk saya masih gelap.
    “Jika kita dapat nolong lebih besar, mereka sering nolong kita juga,” kataku tegas.
    “Bener Ba Ya, Ayah juga ingin membantu mereka,” kata istri saya serius.
    “Ya, ya,” kata saya.

    Kemudian sementara mememeluk lenganku, istri saya mengatakan kepada saya bahwa dia berharap saya membantu Ibu Lina. Meskipun kata-kata komuter, Komuter, tapi singkatnya, saya diminta untuk melakukan hubungan antara Ibu Lina. Dia mengatakan bahwa Ms Jolie telah bersedia dan Mr ElBaradei juga memungkinkan bahkan sangat mendukung.

    Rencana mereka tampaknya telah disusun selama tiga bulan, kata dia, saya telah berpikir tentang setiap hari, strategi apa yang akan dilaksanakan. Masalah yang paling serius adalah istri saya, tersedia untuk saya.
    Saya tidak manusia munafik, Ibu Lina adalah mimpi saya, karena selain menu menu mengubah istri saya. Namun, saya bisa menggodanya karena dia seorang teman istri saya. Uh Sekarang bahkan istri saya yang meminta saya ngembat Ms. Lina.

    “The real ibu tidak keberatan berbagi dengan Ibu Lina,” aku meyakinkan.
    “Tidak ada yang sangat sulit ibu wanita Lina menderita maaf, kita setidaknya bisa menghemat rumah mereka integritas Tanga, dan orang-orang yang tidak jelas istrinya Lina bermain, mengatakan:” Istri saya.
    “Yah, itu lebih bagaimana script,” saya bertanya.

    Istri saya membingungkan, karena terhindar mereka adegan berikutnya ditumpangkan. Sejauh ini, mereka mencoba untuk berpikir bagaimana menyampaikan kepada saya.
    “Tidak ada kasus di bawah tindak lanjut, untuk memberitahu Ibu Lina ntar DEH ibu, mengatakan:” Istri saya.
    Akhirnya, saya memutuskan untuk langsung menjawab alasan Mr ElBaradei untuk bermain catur.

    Ketika saya bertemu Pak ElBaradei, ia langsung sosis saya dan saya berkata, saya siap untuk membantu. Taman Baldi tidak punya waktu untuk berpikir dan mengatur, dia langsung memeluk kata-kata. “Terima Asia MAS, kami telah seperti saudara,” katanya, mata sedikit berkaca-kaca.

    “Ayo, Pak, kami sekali lagi permainan papan,
    Kami juga terlibat dalam permainan catur yang serius. Kali ini, Mr. Baldi selalu pertahanan lemah. “Putih Ayah koq tidak sama seperti biasa,” kataku.
    “Saya tidak tahu saudara, saya sangat sulit untuk berkonsentrasi,” katanya.

    Saya langsung berpikir, Mr. Baldi tentu berpikir tentang bagaimana untuk memulai hubungan baru kami.
    “Sir, ini adalah malam minggu, di rumah saya jika kitapesta barberque, saat merayakan hubungan baru kami,” aku menawarkan solusi.
    “Wah, wah tuh MAS, saya mencoba untuk mempersiapkan semua bahan, kemudian membiarkan bunga ibu” Mr. ElBaradei mengatakan, memasuki istrinya.

    Kemudian, saya meninggalkan rumah, saya ingin beristirahat untuk tidur, daya tahan siap, siapa tahu malam ini dibuka hubungan antara saya dan istrinya Lina.
    Istri saya perpisahan, dan pergi pertokoan Bu kata Lina.
    Pukul 20.00, kami mulai barberque menggelar pesta di halaman belakang. Kami sangat penuh dan puas.

    Saya sarankan, menunjukkan pesta dansa untuk dua pasangan. Aku segera memilih musik yang tenang. Pertama-tama, kami dan mitra kami menari. Aku meletakkan lampu redup. Tapi setelah jangka waktu yang panjang, tampaknya bahwa cahaya masih terlalu terang. Akhirnya, aku mematikan semua lampu, bola lampu hanya mengandalkan dari luar. Pada awalnya rasanya sangat gelap, namun secara bertahap mulai menyesuaikan mata kita, meskipun pemandangan tidak begitu jelas.

    Istri saya menyarankan kita bertukar ide acara dua orang. Istri saya meraih lenganku, menariknya lebih dekat dengan Ibu Lina tubuh saya. Ibu Lina sedikit canggung pada awalnya. Mungkin dia sangat malu, karena keinginannya untuk bermain dengan. Saya mencoba untuk memecahkan kebuntuan pelukan lurus Ibu Lina. Ibu Lina bersantai tubuh dekat dengan tubuh saya. Pada saat yang sama istri saya mengambil tangan saya dan tas Baldi juga berbicara.

    Mendukung lagu sekali, sangat tenang. Aku langsung serangan di leher Bo Lina. Tunduk untuk mencium leher dan telinganya. Ibu Lina terkejut, karena tidak mengharapkan serangan begitu cepat. Tapi sesaat kemudian, ia mengundurkan diri. Sampai kita hanya berdiri di sana. Saya pikir keinginan untuk Ibu Lina sudah mulai meningkat, saya mencium bibirnya kampanye setan. Saya memperlakukan Ms. Lina di ruangan yang tidak ada orang lain dianggap. Ibu Lina Kanan = kanan dengan jarak pukul saya.

    Ketika lagu berakhir, istri saya bertepuk sedikit. Ibu Lina terkejut dan malu. Kami duduk di sofa. Pasangan saya, istri Lina dan istri saya untuk berkemas Baldi. Kami istriahat dengan minum bir dingin.
    “Sekarang, kami telah menambahkan partai partai pakaian, ia berkata:” Istri saya, yang segera melepas semua pakaian luar. Putih Batty ragu-ragu, tapi dia pergi bersama juga melepas pakaian luar, tinggal pakaian koloran dan kaos. Saya baru saja membuka pakaian saya semua.

    Ibu Lina sedikit pemalu, sehingga membantu istri saya yang telah dipaksa untuk memakai bra dan celana dalam saja
    Tiga lagu, kami memiliki Partai pakaian. Istri saya tiba-tiba terbuka dan ia mendekati Ms. Lina BHnya terbuka BHnya. Ibu Lina mulai sedikit perlawanan, namun ia taat. Payudara Ibu Lina tidak di dada saya menggenggam payudara istri saya yang lebih besar. Ass tebal Aku gosok. Kami dibuat dari berat dan posisi tarian kita tidak lagi saling berhadapan, tapi aku terus Ms. Lina dari belakang, sedangkan susu meremasi gemuk benar.

    Jari saya perlahan-lahan meluncur di bawah celana wanita Lina, mengerayangi rambut kemaluan adalah celah tebal dan basah. Ibu Lina beristirahat kepalanya di bahu saya.
    Siapa yang tahu berapa banyak lagu telah dimainkan, dan bahkan tanpa lagu apapun, kita masih menerima anak tengah di rumah. Istri saya tiba-tiba mendekati pemerintah segera menarik ke bawah celana Ms. Lina Lina. Ibu Lina terkejut, tapi ia tidak menolak. Celana Dipelorotkan babak berikutnya. Istri saya telah benar-benar telanjang.

    “Ayo, jangan malu paket istri saya berkata ketika ia melihat Pak Bhatti pasti akan harus melepas celananya. Dia sangat malu, karena ia berumur masih mengenakan celana, dan akhirnya dibuka.
    Aku dan Ibu Lina meningkatkan pacaran. Kami kembali pelukan tatap muka. Gao Shunbian Lina tidak jauh berbeda dari saya, sehingga kita dapat langsung bertatap muka pubis. Ibu Lina Kujepitkan ayam antara paha, kami menari keadaan terjepit ayam paha Ms. Lina.

    Saya memiliki lebih terangsang, jadi saya ingin memasukkan penis saya ke dalam vaginanya mulai beberapa kesulitan, tetapi karena desakan saya akhirnya ambles semuanya. Ibu Lina melenguh. Tapi dancenya posisi yang tidak nyaman, karena saya dipaksa untuk dengkulku sedikit menekuk.

    Pegel dengkulku lama, jadi saya diundang Ibu Lina karpet tergeletak di lantai. Kutelentangkan dia, di karpet yang cukup tebal saya. Saya mengtur posisi misionaris dan gerakan lambat saya menghunjam-hunjamkan ayam yang mendalam Ibu Lina menyenangkan. Ms Jolie secara aktif bermain pantatnya, sampai aku merasa sulit untuk mengikuti irama. Aku mencoba untuk bertahan selama mungkin untuk mengalahkan Bo Lina.

    Hampir 15 menit, saya genjot istri Lina, tapi dia masih tanda klimaks. Tubuh saya lelah, saya melihat istri saya meremas-remas penis Pak Baldi masih terlihat kuyu. Mr Baldi seperti skema istri saya untuk bergabung dengan saya, Mr. Baldi duduk di sofa menonton istrinya yang aku melawan. Istri saya duduk di sebelah kami dalam memerangi bersila.

    Istri saya mendorong Ms. Lina terkonsentrasi. Ibu Lina memejamkan mata, dan segera dia melenguh, dan mencoba untuk menahan saya lagi. Aku mulai merasa berdenyut vaginanya. Saya tidak membiarkan dia menyelesaikan orgasme, sebaliknya saya olahraga cepat kasar. Ibu Lina melolong, karena tidak sampai lima menit kemudian, ia berteriak, dan kesadaran diri dari mulutnya ditutup setelah ditemukan. Meskipun mulutnya ditutup, tapi dia terus berteriak penangkaran sendiri.

    Tampaknya Ibu Lina orgasme kualitas tinggi. Saya ketika itu hampir persis sama, tapi karena saya percaya bahwa ini juga bisa sangat panjang.
    Ibu Lina jatuh, dengan keringat tubuh tergeletak di atas karpet. Meskipun ruangan mulai dingin, karena ada AC. Aku segera meraih istri saya, dia meminta saya, memukul saya. Terus terang, jika saya, saya bisa istirahat pertama. Istri saya melayang di atas saya, sampai dia mencapai orgasme, saya juga mengikuti.

    Kami berbaring pertiga dilapisi dengan saya di tengah. Saya meninggalkan aku pelukan.
    Mr ElBaradei di sofa hanya duduk menonton kami, dia tersenyum. Mungkin dia pikir istrinya senang akhirnya memiliki jiwa yang hidup.
    Baldi Putih datang kepada saya untuk menyapa. “Terima Asia MAS,” katanya.
    Taman Baldi dan kemudian menyarankan dia untuk menginap malam dengan saya dan istri saya, dan dia meninggalkan rumah.

    Taman Baldi tas, ia segera meninggalkan kami.
    Istri saya Ibu Lina memandu ke kamar mandi, saya juga mengambil. Mandi air hangat kami.
    Keringkan dengan handuk setelah telanjang bertiga tidur bersama di tempat tidur king size itu. Saya diapit oleh Lina istri dan istrinya.

    Istri saya mulai babak baru. Dia berdiri dan mulai ayam mengulumi. Segera tangan Mrs. Baldi ditarik, dan memerintahkan dia untuk menghisap penisku. Mrs Baldi tidak lagi merasa malu. Dia mengisap ayam dan tarik yang kuat. Rasanya seperti bermain air ditarik keluar secara paksa. Perlahan-lahan penisku mulai membengkak setengah ukuran hard disk.

    Ibu Lina mengatakan kepada saya untuk berbaring, dan sekarang aku mengoral memey. Dia mendesah dan mendesah, meremas-remas susunya sendiri. Pertahanan runtuh, karena dia segera mencapai orgasme.
    Aku bertanya istri giliran saya pada lampu, sehingga kamar tidur begitu cerah. Ibu Lina segera menarik selimut, karena mereka merasa malu. Istri saya melarangnya, sehingga ia akhirnya mengundurkan diri, ia kembali telanjang.

    Saya mengajarkan bagaimana membuat Ibu Lina mencapai orgasme sempurna tanpa lisan, tidak ada hubungan seksual. Aku memasuki jari manis dan jari tengah ke dalam vagina, setelah Ms. Lina …… semua masuk matahari terbenam, maka saya melakukan latihan, seperti lubang vagina, Ms. Lina mengangkat dua jari berstumpu benda. Dia awalnya terkejut, tapi segera merasa dia menyebarkan menyenangkan. Ibu Lina dan mengerang, mengerang seperti seorang pria namun memiliki begitu sampai lima menit ia menangis karena orgasme. Ibu Lina berteriak minta ampun, belas kasihan, biarkan aku berhenti kegembiraan, tapi setelah jeda, aku mulai gerakan terakhir, ia kembali mencapai orgasme dan jeritan dari segala usia, dan mengambil tangan saya, biarkan aku menyudahinya. “Lemes benar MAS, tapi menakutkan,” katanya.

    Tak lama, ia tertidur. Berikutnya, giliran saya dan istri saya untuk bermain. Istri saya bahkan tampak bersemangat. Aku tahu, bahkan jika ia mengatakan rela, tetapi ada juga cemburu Mesara melihat suaminya dengan wanita lain. Yang mengatasi istri ini besar, saya merasa baik, karena ia adalah gairah takut.
    Kami akhirnya tertidur sampai 07:00 di pagi hari. Ketika aku bangun, aku melihat masih tertidur pulas di samping dua wania. Aku mulai mencium pipi sebelum Ibu Lina menyedoti susu membengkak. Akhirnya, meskipun saya menggenjotnya Ibu Lina belum sepenuhnya dihidupkan kembali tidur, tapi vaginanya cukup basah.

    Sesak di pagi hari adalah ayam keras yang sempurna vaginanya BU Lina. “Maas benar-benar merasa benar-benar penuh dan lezat MAS,” kata Bu Lina. Istri saya mendengar suara terbangun, ia melihat sebelum pertandingan kami sambil menjaga toilet tanpa alas kaki. Dia tidak kembali, tapi keluar dari ruangan. Saya melanjutkan tugas saya memuaskan Bo Lina mendesis seperti pedas.

    “Bahkan, saya sekarat Maas taburi urin, tetapi telah menyebabkan kebingungan jab di muka sehingga rasanya begitu MAS,” kata Bu Lina.
    Aku berdiri, BU Lina memandu ke kamar mandi. Aku akan duduk di dalam lemari, dan meminta Ibu Lina duduk hal dipangkuanku, ia jatuh ke dalam vagina. “Mengapa kirain seseorang mengatakan padaku kencing, mengapa kemudian aduk.” Ibu Lina protes, katanya adalah hasrat sejati untuk buang air kecil.
    Aku tidak mendengarkan itu, saya meminta Ibu Jolie bermain pinggul berputar. “Oh, MAS MAS menakutkan,” katanya.

    Ibu Lina sangat frustasi sekarat untuk buang air kecil, ia menggenjotku sebenarnya bersemangat. Saya ingin mengubah lokasi. Ibu Lina, saya pikir berbaring di lantai kamar mandi tetap kering. Aku berlutut kaki kutekuk mengangkat tangannya sambil menekan dan memutar klitorisnya. Ibu Lina mencapai orgasme. Sessat kemudian mengambil penisku, sekarang saya melihat itu dimasukkan ke dalam vagina untuk menemukan G spot spotnya. Dengan gerakan halus aku menyentuh bagian sensitif di lubang vagina, sampai Ms. Lina menggelinjang-gelinjang. Dia mulai mengerang kenyamanan dan tidak ada entri, maka ada cairan kental, perlahan dikeluarkan lubang kencing, ketika ia klimaks ejakulasi, tapi kemudian dikeluarkan urin dari lubang dengan semprotan keras di wajah saya. Aku memejamkan mata, berusaha untuk menghindari. Ibu Lina bingung, karena dia tidak bisa menghentikan air seni. Meskipun saya percaya bahwa posisi tidak berubah. Dia mengencingiku sesempurna mungkin.

    “Eh Masi Ya maaf, saya tidak bisa berdiri, ABIS MAS mengikat saya, jadi saya tidak bisa ngalih,” katanya.
    “Tidak apa -. Apa yang wanita, saya sudah tahu, jadi saya berbicara ke kamar mandi” kataku.
    Istri saya dan masuk kamar mandi kami untuk bergabung tiga.
    Mandi larangan setelah istrinya, gaun Ms. Lina. Kami akan melakukan sarapan telanjang. Ibu Lina dipanggil untuk meminta suaminya sarapan Bareng. Segera, Pa Baldi mengetuk, ia tampaknya baru saja selesai pagi hari, mereka masih memakai sepatu bot dan celana pendek.

    Dia terkejut melihat kami bertiga telanjang. Aku menghentikannya baju terbuka, karena saya pikir dia adalah ruang ganti lebih nyaman. Sarapan terakhir kami bersama. Sepanjang hari, kami bernudis memiliki paket di direktori home Anda Baldi masih memakainya, tapi kemudian ia berganti pakaian dengan kaus dan sarung tangan.
    Sepanjang hari, kami bermain berkali-kali untuk berhenti dan bermain lagi. Sehari sebelum aku sudah diolah obat kuat, sehingga fisik dan jiwa saya masih beredar.

    Kami berakhir di keluarga akrab Pak Bhatti, dan memutuskan untuk menghubungkan di pintu belakang rumah kami. Ibu Lina atau canggung, jatah Permintaan memalukan lagi, sering langsung masuk ke kamar kami. Kadang-kadang kita sibuk berjuang item nya. Ibu Lina lebih sering tidur di rumah saya, dan tidak tidur dengan suaminya.

    Aku bertanya cara untuk berlatih, dan tidak oral seks dan penetrasi dengan Mr ElBaradei, kira-kira mantap Bu Lina mengatakan bahwa suaminya melakukan.
    Hampir setahun, kami menghubungi mereka, Mrs Baldi akhirnya hamil, anak lahir laki-laki. Untungnya, ia tampak seperti Miss Lina, sehingga tidak ada keraguan ini bibitku. Kami juga mengakhiri periode retensi tidak memiliki anak, hamil dengan istri saya kemudian melahirkan anak laki-laki, juga.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku


    1473 views

    Perawanku – Namaku Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter. Secara keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan bekerja sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S.

    Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.

    Kira2 6 tahun yang lalu saat umurku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Sandi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.

    Sandi sangat sopan dan tau diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama.

    Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.    Agen Obat Kuat Pasutri

    Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan seksku yang masih menggebu-gebu.

    Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

    Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Sandi.

    Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

    “Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    “Bu Asmi..?” Suara Sandi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.
    Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

    Lalu kurasakan Sandi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

    Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

    Sekarang tangan Sandi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.

    Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandi mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

    Tangan kanan Sandi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku.

    Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

    “Sandi!! Ngapain kamu?”

    Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

    “Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Sandi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.
    “Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.
    “Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Sandi.
    “Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”

    Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

    Lalu Sandi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin.

    Benarkah pemuda seperti Sandi terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas.

    Keluar dari kamar mandi, Sandi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.
    “Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.
    “Ibu hebat…,” desisnya.
    “Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Sandi yang panjang seleher.
    “Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.
    “Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.
    Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.
    “Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.
    Sandi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.
    “Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.
    Sandi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Sandi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandi yang besar.
    Berbeda dengan suamiku, Sandi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.
    Sandi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.
    “Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Sandi, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.
    Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandi semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!
    Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.
    “Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.
    “Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.
    Sandi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.
    “Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”
    Sandi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.
    “Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”
    Sandi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.
    “Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
    “Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Sandi menyodok-nyodok semakin kencang.
    “Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
    “Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
    “Oh, ah, uuugghhh… ”
    “Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”
    Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandi, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!
    Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandi mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.
    Kuturuti permintaan Sandi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Sandi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.
    Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.
    Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Sandi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Sandi segera menunduk, dikecupnya pipiku.
    “San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.
    “Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.
    Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Sandi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.
    Sandi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.
    “Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”
    Sandi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Sandi pun kali ini segera akan mencapai klimaks.
    Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Sandi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.
    Tiba-tiba Sandi menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Sandi langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Sandi memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut vaginaku yang menganga.
    “Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
    “Aku hampir keluar!” Sandi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Sandi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.
    “Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
    “Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Sandi
    “Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.
    “Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… ”
    “Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”
    “Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”
    “Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, Saann…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan ‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”
    Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Sandi menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.
    “Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.
    Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Sandi memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sIbuk mengatur nafas.
    “Enak banget,” bisik Sandi beberapa saat kemudian.
    “Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Sandi bergerak-gerak di dalam vaginaku.
    “Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”
    “Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”
    Sandi bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Sandi menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.
    Sandi lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Sandi karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Sandi mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,
    “Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga suka kan?”
    Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Sandi sebagai jawaban. Alhasil, seharian itu kami bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di sore hari malamnya Sandi kembali meminta jatah dariku. Sedikitnya malam itu ada 3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa kali aku mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak bertenaga.
    Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sehari semalam dengan bekas muridku yang perkasa.
    Sudah seminggu Sandi menjadi” suami”ku. Dan jujur saja aku sangat menikmati kehidupan malamku selama seminggu ini. Sandi benar-benar pemuda yang sangat perkasa, selama seminggu ini liang vaginaku selalu disiramnya dengan sperma segar. Dan entah berapa kali aku menahan jeritan karena kenikmatan luar biasa yang ia berikan.
    Walaupun malam sudah puas menjilat, menghisap, dan mencium sepasang payudaraku. Sandi selalu meremasnya lagi jika ingin berangkat kuliah saat pagi hari, katanya sich buat menambah semangat. Aku tak mau melarang karena aku juga menikmati semua perbuatannya itu, walau akibatnya aku harus merapikann bajuku lagi.
    Malam itu sekitar jam setengah 10-an. Setelah menidurkan anakku yang paling bungsu, aku pergi kekamar mandi untuk berganti baju. Sandi meminta aku mengenakan pakaian yang biasa aku pergunakan ke sekolah. Setelah selesai berganti pakaian aku lantas keluar dan berdiri duduk di depan meja rias. Lalu berdandan seperti yang biasa aku lakukan jika ingin berangkat mengajar kesekolah.
    Tak lama kudengar suara ketukan, hatiku langsung bersorak gembira tak sabar menanti permainan apa lagi yang akan dilakukan Sandi padaku.
    “Masuk.. Nggak dikunci,” panggilku dengan suara halus.
    Lalu Sandi masuk dengan menggunakan T-shirt ketat dan celana putih sependek paha.
    “Malam ibu… Sudah siap..?” Godanya sambil medekatiku.
    “Sudah sayang…” Jawabku sambil berdiri.
    Tapi Sandi menahan pundakku lalu memintaku untuk duduk kembali sembil menghadap kecermin meja rias. Lalu ia berbisik ketelingaku dengan suara yang halus.
    “Bu.. Ibu mau tahu nggak dari mana biasanya saya mengintip ibu?”
    “Memangnya lewat mana..?” Tanyaku sambil membalikkan setengah badan.
    Dengan lembut ia menyentuh daguku dan mengarahkan wajahku kemeja rias. Lalu sambil mengecup leherku Sandi berucap.
    “Dari sini bu..” Bisiknya.
    Dari cermin aku melihat disela-sela kerah baju yang kukenakan agak terbuka sehingga samar-samar terlihat tali BHku yang berwarna hitam. Pantas jika sedang mengajar di depan kelas atau mengobrol dengan guru-guru pria disekolah, terkadang aku merasa pandangan mereka sedang menelanjangi aku. Rupanya pemandangan ini yang mereka saksikan saat itu.
    Tapi toh mereka cuma bisa melihat, membayangkan dan ingin menyentuhnya pikirku. Lalu tangan kanan Sandi masuk kecelah itu dan mengelus pundakku. Sementara tangan kirinya pelan-pelan membuka kancing bajuku satu persatu. Setelah terbuka semua Sandi lalu membuka bajuku tanpa melepasnya. Lalu ia meraih kedua payudaraku yang masih tertutup BH.
    “Inilah yang membuat saya selalu mengingat ibu sampai sekarang,” Bisiknya ditelingaku sambil meremas kedua susuku yang masih kencang ini.
    Lalu tangan Sandi menggapai daguku dan segera menempelkan bibir hangatnya padaku dengan penuh kasih dan emosinya. Aku tidak tinggal diam dan segera menyambut sapuan lidah Sandi dan menyedotnya dengan keras air liur Sandi, kulilitkan lidahku menyambut lidah Sandi dengan penuh getaran birahi. Kemudian tangannya yang keras mengangkat tubuhku dan membaringkannya ditengah ranjang.
    Ia lalu memandang tubuh depanku yang terbuka, dari cermin aku bisa melihat BH hitam yang transparan dengan “push up bra style”.
    Sehingga memberikan kesan payudaraku hampir tumpah meluap keluar lebih sepertiganya. Untuk lebih membuat Sandi lebih panas, aku lalu mengelus-elus payudaraku yang sebelah kiri yang masih dibalut bra, sementara tangan kiriku membelai pussy yang menyembul mendesak CDku, karena saat itu aku mengenakan celana “mini high cut style”.
    Sandi tampak terpesona melihat tingkahku, lalu ia menghampiriku dan menyambar bibirku yang lembut dan hangat dan langsung melumatnya. Sementara tangan kanan Sandi mendarat disembulan payudara sebelah kananku yang segar, dielusnya lembut, diselusupkan tangannya dalam bra yang hanya 2/3 menutupi payudaraku dan dikeluarkannya buah dadaku.
    Ditekan dan dicarinya puting susuku, lalu Sandi memilinnya secara halus dan menariknya perlahan. Perlakuannya itu membuatku melepas ciuman sandi dan mendesah, mendesis, menghempaskan kepalaku kekiri dan kekanan.
    Selepas tautan dengan bibir hangatku, Sandi lalu menyapu dagu dan leherku, sehingga aku meracau menerima dera kenikmatan itu.
    “Saan… Saann… Kenapa kamu yang memberikan kenikmatan ini..”
    Sandi lalu menghentikan kegiatan mulutnya. Tangannya segera membuka kaitan bra yang ada di depan, dengan sekali pijitan jari telunjuk dan ibu jari sebelah kanan Sandi, Segera dua buah gunung kembarku yang masih kencang dan terawat menyembul keluar menikmati kebebasan alam yang indah.
    Lalu Sandi menempelkan bibir hangatnya pada buah dadaku sebelah kanan, disapu dan dijilatnya sembulan daging segar itu. Secepat itu pula merambatlah lidahnya pada puting coklat muda keras, segar menentang ke atas. Sandi mengulum putingku dengan buas, sesekali digigit halus dan ditariknya dengan gigi.
    Aku hanya bisa mengerang dan mengeluh, sambil mengangkat badanku seraya melepaskan baju dan rok kerjaku beserta bra warna hitam yang telah dibuka Sandi dan kulemparkan kekursi rias. Dengan giat penuh nafsu Sandi menyedot buah dadaku yang sebelah kiri, tangan kanannya meraba dan menjalar kebawah sampai dia menyentuh CDku dan berhenti digundukan nikmat yang penuh menentang segar ke atas.
    Lalu Sandi merabanya ke arah vertikal, dari atas kebawah. Melihat CDku yang sudah basah lembab, ia langsung menurukannya mendororng dengan kaki kiri dan langsung membuangnya sampai jatuh ke karpet.
    Adapun tangan kanan itu segera mengelus dan memberikan sentuhan rangsangan pada memekku, yang dibagian atasnya ditumbuhi bulu halus terawat adapun dibagian belahan vagina dan dibagian bawahnya bersih dan mulus tiada berambut. Rangsangan Sandi semakin tajam dan hebat sehingga aku meracau.
    “Saaan.. Sentuh ibu sayang, .. Saann buat.. Ibu terbaang.. Pleaase.”
    Sandi segera membuka gundukan tebal vagina milikku lalu mulutnya segera menjulur kebawah dan lidahnya menjulur masuk untuk menyentuh lebih dalam lagi mencari kloritasku yang semakin membesar dan mengeras. Dia menekan dengan penuh nafsu dan lidahnya bergerak liar ke atas dan kebawah.
    Aku menggelinjang dan teriak tak tahan menahan orgasme yang akan semakin mendesak mencuat bagaikan merapi yang ingin memuntahkan isi buminya. Dengan terengah-engah kudorong pantatku naik, seraya tanganku memegang kepala Sandi dan menekannya kebawah sambil mengerang.
    “Ssaann.. Aarghh..”
    Aku tak kuasa menahannya lagi hingga menjerit saat menerima ledakan orgasme yang pertama, magma pun meluap menyemprot ke atas hidung Sandi yang mancung.
    “Saan.. Ibu keluaa.. aar.. Sann..” Memekku berdenyut kencang dan mengejanglah tubuhku sambil tetap meracau.
    “Saan.. Kamu jago sekali memainkan lidahmu dalam memekku sayang.. Cium ibu sayang.”
    Sandi segera bangkit mendekap erat diatas dadaku yang dalam keadaan oleng menyambut getaran orgasme. Ia lalu mencium mulutku dengan kuatnya dan aku menyambutnya dengan tautan garang, kuserap lidah Sandi dalam rongga mulutku yang indah.
    Tubuhku tergolek tak berdaya sesaat, Sandipun mencumbuku dengan mesra sambil tangannya mengelus-elus seluruh tubuhku yang halus, seraya memberikan kecupan hangat didahi, pipi dan mataku yang terpejam dengan penuh cinta. Dibiarkannya aku menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang hebat. Juga memberi kesempatan menurunnya nafsu yang kurasakan.
    Setelah merasa aku cukup beristirahat Sandi mulai menyentuh dan membelaiku lagi. Aku segera bangkit dan medorong belahan badan Sandi yang berada diatasku. Kudekatkan kepalaku kewajahnya lalu kucium dan kujilati pipinya, kemudian menjalar kekupingnya.
    Kumasukkan lidahku ke dalam lubang telinga Sandi, sehingga ia meronta menahan gairahnya. Jilatanku makin turun kebawah sampai keputing susu kiri Sandi yang berambut, Kubelai dada Sandi yang bidang berotot sedang tangan kananku memainkan puting yang sebelah kiri. Mengelinjang Sandi mendapat sentuhan yang menyengat dititik rawannya yang merambat gairahnya itu, sandipun mengerang dan mendesah.
    Kegiatanku semakin memanas dengan menurunkan sapuan lidah sambil tanganku merambat keperut. Lalu kumainkan lubang pusar Sandi ditekan kebawah dfan kesamping terus kulepaskan dan kubelai perut bawah Sandi sampai akhirnya kekemaluan Sandi yang sudah membesar dan mengeras.
    Kuelus lembut dengan jemari lentikku batang kemaluan Sandi yang menentang ke atas, berwarna kemerahan kontras dengan kulit sandi yang putih kepalanya pun telah berbening air birahi.
    Melihat keadaan yang sudah menggairahkan tersebut aku menjadi tak sabar dan segera kutempelkan bibir hangatku kekepala kontol Sandi dengan penuh gelor nafsu, kusapu kepala kontol dengan cermat, kuhisap lubang air seninya sehingga membuat Sandi memutar kepalanya kekiri dan kekanan, mendongkak-dongkakkan kepalanya menahan keikmatan yang sangat tiada tara, adapun tangannya menjambak kepalaku.
    “Buuu.. Dera nikmat darimu tak tertahankan.. Kuingin memilikimu seutuhnya,” Sandi mengerang.
    Aku tidak menjawabnya, hanya lirikan mataku sambil mengedipkannya satu ke arah Sandi yang sedang kelejotan. Sukmanya sedang terbang melayang kealam raya oleh hembusan cinta birahi yang tinggi. Adapun tanganku memijit dan mengocoknya dengan ritme yang pelan dan semakin cepat, sementara lidahku menjilati seluruh permukaan kepala kontol tersebut. Termasuk dibagian urat yang sensitif bagian atas sambil kupijat-pijat dengan penuh nafsu birahi.
    Sadar akan keadaan Sandi yang semakin mendaki puncak kenikmatan dan akupun sendiri telah terangsang. Denyutan memekku telah mempengaruhi deburan darah tubuhku, kulepaskan kumulan kontol Sandi dan segera kuposisikan tubuhku diatas tubuh Sandi menghadap kekakinya.
    Dan kumasukkan kontol Sandi yang keras dan menengang ke dalam relung nikmatku. Segera kuputar memompanya naik turun sambil menekan dan memijat dengan otot vagina sekuat tenaga. Ritme gerakanpun kutambah sampai kecepatan maksimal.
    Sandi berteriak, sementara aku pun terfokus menikmati dera kenikmatan gesekan kontol sandi yang menggesek G-spotku berulang kali sehingga menimbulkan dera kenikmatan yang indah sekali. Tangan Sandipun tak tinggal diam diremasnya pantatku yang bulat montok indah, dan dielus-elusnya anusku, sambil menikmati dera goyanganku pada kontolnya. Dan akhirnya kami berdua berteriak.
    “Buu Dennook.. Aku tak kuat lagi.. Berikan kenikmatan lebih lagi bu.. Denyutan diujung kontolku sudah tak tertahankan”
    “Ibu pandai… Ibu liaarr… Ibu membuatku melayang.. Aku mau keluarr” .
    Lalu Sandi memintaku untuk memutar badan manghadap pada dirinya dan dibalikkannya tubuhku sehingga. Sekarang aku berada dibawah tubuhnya bersandarkan bantal tinggi, lalu Sandi menaikkan kedua kakiku kebahunya kemudian ia bersimpuh di depan memekku. Sambil mengayun dan memompa kontolnya dengan yang cepat dan kuat. Aku bisa melihat bagaimana wajah Sandi yang tak tahan lagi akan denyutan diujung kontol yang semakin mendesak seakan mau meledak.
    “Buu… Pleaass.. See.. Aku akaan meleedaaakkh!”
    “Tungguu Saan.. Orgasmeku juga mauu.. Datang ssayaang.. Kita sama-sama yaa..”
    Akhirnya… Cret.. Cret.. Cret tak tertahankan lagi bendungan Sandi jebol memuntahkan spermanya di vaginaku. Secara bersamaan akupun mendengus dan meneriakkan erangan kenikmatan.
    Segera kusambar bibir sandi, kukulum dengan hangat dan kusodorkan lidahku ke dalam rongga mulut Sandi. Kudekap badan Sandi yang sama mengejang, basah badan Sandi dengan peluh menyatu dengan peluhku. Lalu ia terkulai didadaku sambil menikmati denyut vaginaku yang kencang menyambut orgasme yang nikmat yang selama ini kurindukan.
    Lalu Sandi membelai rambutku dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup keningku.
    “Buu.. Thank you, i love you so much.. Terus berikan kenikmatan seperti ini untukku ya..” Bisiknya lembut.
    Aku hanya mengangguk perlahan, setelah memberikan ciuman selamat tidur aku memeluknya dan langsung terlelap. Karena besok aku harus masuk kerja dan masih banyak lagi petualangan penuh kenikmatan yang akan kami lalui.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Buasnya Cumbuan Tante Linda

    Buasnya Cumbuan Tante Linda


    1473 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Buasnya Cumbuan Tante Linda ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Ade Nama saya, usia saya sekitar 19 tahun waktu, saya sekarang kuliah di OSU, Amerika Serikat. Kebetulan saya naik di salah satu kenalan ada Oom aku menelepon Bibi Linda. Wuih, dia orang baik benar untuk saya. Kebetulan dia adalah nyonya bule kaya tetapi lansia.

    Jadilah saya naik di rumah yang agak tenang, itu dikenal ada jarang memakai pembantu pula. Bibi Linda tidak orang ini berpikir seksi. payudara bulat besar seperti melon dengan 36C ukuran.

    Ketinggian sekitar 175 cm dengan kaki ramping seperti manekin. Sementara perut rata karena dia tidak punya anak, baik itu dikenal suaminya sudah tua, sehingga mungkin telah loyo. Dia sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih. Itu membuat saya nyaman untuk berlama-lama di rumah jika bisnis tidak lebih penting, aku enggan untuk keluar rumah. Pokoknya saya juga bingung mau meninggalkan rumah tetapi tidak tahu jalan.

    Dan setiap hari aku hanya berbicara dengan seksi Bibi Linda. Ternyata dia benar tidak orangnnya supel cerita canggung dengan saya bahwa jauh lebih muda. Dari kisah Bibi Linda bisa saya kira dia nya sangat kesepian karena suaminya jarang pulang, tahu orang-orang sibuk. Jadi aku mencoba untuk menjadi teman dekat sementara suaminya lagi pergi.

    Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Bibi Linda semakin tentu saja lebih kuat, selain bibi juga memberi lampu hijau kepada saya. Terbukti dia sering memancing gairah dengan tubuh seksi. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas dimandikan, ia hanya meletakkan handuk hanya, wow lihat itu begitu gembira hati saya tampaknya, ingin segera membuka handuk dan melahap tubuh seksi.

    Kadang-kadang juga dia sering menelepon saya ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Bahkan, pada waktu itu aku mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pula ia tahu bagaimana memancing gairahku.Cerita Sex Tante

    Sampai hari itu persis Jumat malam, ketika gerimis hujan, jadi aku enggan untuk keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar aku mengambil pangkal paha yang sudah tegang sementara melihat gambar wanita telanjang,

    Kemudian kuelus membujuk batang pangkal paha hingga sekitar 15 cm tegang, kelelahan saya sudah terangsang benar-benar. Tanpa disadari tiba-tiba Bibi Linda masuk menyelonong tanpa mengetuk pintu, begitu terkejut aku tidak punya waktu untuk menutup batang kemaluanku menjadi tegang. Bibi Linda telah menatap batang kemaluanku sedang tegang, langsung dia bertanya dengan senyum manis.Cerita Sex Tante Linda

    “Apa yang kau lakukan De Hayyoo lagi?”

    “Aah, tidak bermain komputer Tante lagi”, jawabku singkat.

    Tapi Bibi Linda tampaknya menyadari bahwa saya kemudian membelai batang kemaluanku.

    “Apa Tante?” Saya bertanya.

    “Aah tidak, Tante hanya ingin mengajak Anda temenin Tante menonton di ruang depan.”

    “Ohh ya sudah, aku akan menyusul yah Tan”, jawab saya.

    “Tapi jangan lama-lama juga”, kata Ms Linda lagi.

    Setelah itu saya berusaha untuk meredakan ketegangan batang kemaluanku, lalu aku keluar kamar tidur dan menemani Bibi Linda film semi-porno yang banyak mengumbar adegan syuuurr.

    Melihat film itu hanya saya sangat tidak nyaman, karena batang kemaluanku hanya bangun lagi tidak sembrono. Bahkan, malam itu Bibi Linda berpakaian seksi, dia memakai pakaian ketat dan gila dia tidak memakai bra, karena aku bisa melihat putingnya agak Muncung ke depan.

    Tentu saja tidak menentu, gairah memuncak melihat sesuatu seperti itu, tapi, juga jadi itu saya tidak bisa apa saja. Sementara batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba untuk bergerak sedikit dalam rangka untuk memperbaiki lokasi miring. Melihat gerakan Bibi Linda direalisasikan tersenyum arahku.Cerita Sex Tante 2016

    “Apa yang kamu lakukan pula Anda De?”

    “Ah tidak Tante ..”

    Sementara Bibi Linda mendekati saya sehingga menjauhkan kita lebih dekat ke sofa panjang.

    “Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”

    “Tulis Ah Tante tidak biasa,” Jawabku mencoba mengendalikan diri. Aku bisa melihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, aku merasa seperti aku merokok-mengisap sementara aku menggigit puting saya keras. Namun ternyata hal ini tidak dirasakan oleh saya sendiri, Bibi Linda tampaknya juga telah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

    “Menurut pendapat Anda seksi Tante De tidak?” Dia bertanya.

    “Wow seksi Tante”, kataku.

    “Di mana bagian yang sama dalam film?” Dia bertanya lagi, mengisap payudara yang terlihat semakin membesar.

    “Wow seksi Tante dong, abis bodynya Tante baik meskipun.” Saya bilang.

    “Waktu Ah sih?” Dia bertanya.

    “Iya bener Tante, aku bersumpah …” kataku.

    Jarak duduk kita semakin rapat karena Bibi Linda terus membawa dia kepada saya, dan kemudian dia bertanya,

    “Anda tidak akan diundang jika begituan sama Tante?”

    “Tante Mmaaauu …” Ah rejeki nomplok seperti dapat kesempatan ini saya tidak sia-siakan, hanya aku memberanikan diri untuk mencoba untuk mendapatkan lebih dekat dengan bibi Linda.

    “Wahhhh Anda besar barang-barang ya De …” katanya.

    “Ah … Tante bisa aja kok Tante tampaknya semakin sexy aja .. sampai aku gemes ngeliatnya deh …” kataku.

    “Kamu nakal Ah yah De”, jawab Ms Linda sambil meletakkan tangannya di pangkal paha saya, dan saya mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.

    “Wah lakukan dipegangin terus Tante, akan ditambahkan tablet besar”, kataku.

    “Ah Bener ya?” Dia bertanya.

    “Ya Tante .. ehhh, aku harus menahannya eehhh Tante tidak?” Saya bilang.

    “Ambil apa?” Dia bertanya.

    “Tunggu tuh ..” kataku menunujukkan ke arah Tante payudara besar itu.

    “Ah mungkin aja yang Anda inginkan.”

    Wah nih kesempatan besar, tapi aku sedikit takut untuk memegang payudaranya, takut dia marah tapi tangan Tante sekarang bahkan telah membelai selangkangan saya sehingga saya memberanikan diri untuk membelai payudaranya.

    “Ahhh .. Arghhh lezat De .. Anda nakal dengan baik”, kata Tante sambil tersenyum manis padaku, aku melepas spontan saya.

    “Loh kok De dilepas sih?”

    “Ah, takut Tante marah”, kataku.

    “Ooohh tidak peduli tentang … di sini deh.”

    Bibi Linda mencengkeram tangan saya, kemudian dimasukkan kembali payudaranya jadi aku lebih berani meremas-remas payudaranya.

    “Aaarrhh … sshh”, rintihan Tante semakin menggelitik saya, dan saya mencoba untuk mencium Bibi Linda, berada di luar kejutan, Bibi Linda disambut dengan ciuman kekerasan, dan kemudian kami berciuman penuh gairah sekali sementara di tangan gerilya di payudaranya sekal sekali adalah.

    “Ahhh kau begitu besar De .. terusin sayang .. malam ini Anda harus memberikan kepuasan yang sama Tante yah .. ahhh .. arhhh.”

    “Bibi, aku mungkin membuka baju Tante tidak?” Saya bertanya.

    “Oohhhh silakan sayang”, lalu dengan cepat membuka bajunya payudara jadi besar dengan puting coklat berada di depan mata saya, saya hanya menjilat payudaranya, memang saya kagumi itu.

    “Aahhh … Arghhh …” lagi Tante mengerang keenakan.

    “Teruss .. terusss sayang … ahhh begitu baik …” Aku menjilat payudara bibi tua Linda, dibutuhkan waktu sekitar 10 menitan sehingga tanpa sadar batang kemaluanku juga mulai mengeluarkan jelas pelumas cair lebih dari seks kepalanya.Cerita Tante

    Lalu aku menangkap tangan sekilas Tante Linda sedang mengelus clitorisnya sehingga bagian saya kuarahkan ke arah celana untuk kupelororti.

    “Aahhh buka saja sayang … jangan malu-malu … ahhhh …” Bibi Linda napas terengah-engah menahan nafsu, seperti orang gila Aku segera membuka celananya dan aku mencium CD nya. Whoa, dia hanya lagsung keenakan menggelinjang, kemudian celana kupelorotkan jadi sekarang Tante Linda sudah telanjang Total.

    Aku melihat lubang kemaluannya dipenuhi bulu ditata rapi sehingga terlihat seperti lembah penuh rambut. Lalu perlahan-lahan kumasukan jari tengah untuk menembus lubang sudah ayam basah.

    “Aahrrrh … sshh … lezat De .. lezat”, teriaknya. Lalu aku meletakkan wajahku ke liang kemaluannya untuk ayam bibir menjilati halus mengkilap, maka dengan nafsu kujilati lubang bibi kemaluan dengan lidah saya naik dan turun kasus cat saja. Bibi Linda semakin kewalahan, ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sementara meremas payudaranya sendiri.

    “Aahhh … sshhh datang pada bayi .. memberi saya lebih banyak, memberi saya lebih banyak … ohhhh”, dengan clit kujilati lebih cepat dengan jari-jari saya dan ayam pit kucoblos yang semakin basah.

    Beberapa saat kemudian tubuhnya dipindahkan ke alam liar sepertinya dia seperti orgasme. Lalu kupercepat tusukan jari-jari saya bahwa dia merasa keenakan sekali dan kemudian sekali ia menangis,

    “Oohh aaahh … Tante sudah keluar sayang … ahhh”, berteriak sedikit pantat goyang untuk menemukan lidah saya yang masih menjilati bibir kemaluannya sehingga orgasme cairan kujilati sampai habis.

    Kemudian dia tenang seperti lemas sekali, dan kemudian dia menarikku ke sofa.

    “Nah ternyata kau begitu besar sama sekali, Tante belum puas karena loh …” dia mencium bibirku sehingga cairan ke bibir diolesi ayam liang Bibi Linda. Sementara batang kemaluanku masih tegang di belaian oleh Bibi Linda dan aku masih memutar putingnya semakin keras Tante itu.

    “Aahh ..” dia mendesah sambil terus membelai bibirku. “Sekarang giliran Tante Tante sayang … akan membuat Anda merasa sukacita tubuh Tante ini.

    Tangan Tante Linda segera meraih selangkangan batang erat mencengkeram batang kemaluanku jadi sedikit sakit, tapi hanya kehilangan kudiamkan lezat juga uleni dengan tangan Bibi Linda. Lalu aku juga tidak mau kalah, tangan saya juga terus meremas-remas payudara yang indah.

    Terus terang saya paling suka dengan payudara Bibi Linda karena bentuknya yang indah, besar juga mengandung alias gemuk. “Aahhh … ssst,” jelas Bibi Linda mulai terangsang kembali ketika tangan mulai meremas payudaranya dengan kujilati sesekali dengan puting lidah yang sudah tegang, seolah-olah seperti orang kelaparan kuemut-semut disimpan puting jadi Bibi Linda menjadi semakin panik,

    “Ahh Anda cinta sama yah dada De Tante?”

    “Ya bibi, Tante abis bentuk payudara sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep ketat …”

    “Aahhh Anda emang baik di memuji De ..”

    Sementara itu tangannya masih membelai batang kemaluanku yang kepalanya kemerahan tetapi tidak terguncang hanya membelai. Kemudian Bibi Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkangan sehingga aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Bibi Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku.

    “Wahh batang besar kontol De … tidak salah Anda tidak kehilangan besarnya sama memiliki bule”, Ms Linda memuji batang pangkal paha.

    Sesaat kemudian ia mulai mencium kepala batang kemaluanku mengeluarkan jelas pelumas cair dan merata ke seluruh selangkangan kepala batang dengan lidahnya. Uaah, saya tidak bisa membantu merintih merasakan sukacita dari layanan yang disediakan Tante Linda malam itu.

    Lalu dia mulai membuka mulutnya dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-mengisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah dengan air liurnya. Saya juga tidak ingin kehilangan, membelai rambutnya sesekali meremas erat payudaranya, montok sehingga Bibi Linda bergidik terus kenikmatan.

    Beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desir-desir kenikmatan menyebar ke seluruh batang kemaluanku dan kemudian saya mengambil Bibi Linda kemudian mendorongnya perlahan-lahan sehingga ia berbaring di karpet. Semangat aku mengangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depan saya.

    “Ahh De ayolah masukkan batang kemaluan Anda ke Tante yah .. Tante’ve tidak menunggu ingin ngerasain vagina menusuk saling Tante besar bar yang sama Anda itu.”

    “Iiiya Tante”, kataku.

    Lalu aku mulai membimbing batang ke arah lubang kemaluan selangkangan Tante Linda tapi aku tidak segera dimasukkan tapi saya menggesek-gesek ke bibir kelamin sehingga Tante Tante Linda Linda lagi berteriak keenakan,

    “Aahhh .. ya .. ya .. oh baik .. Ayo jangan tanggung-tanggung sayang masukinnya … “dan kemudian aku mendorong masuk batang kemaluanku.

    Uh, agak sempit rupanya lubang vagina Bibi Linda jadi agak sulit untuk masuk ke batang kemaluanku sudah besar.

    “Aahh .. ssst .. .. oohhh Aoh perlahan-sayangi .. terus … ahhh”, saya mulai mendorong batang kepala ke dalam lubang kemaluan pangkal paha Tante Linda sehingga Ms Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang pangkal paha ‘ pernah masuk semuanya .Seks Tante

    Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Bibi Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang.

    “Aahhh argghhh .. enak sekali karena ass goyangan Bibi Linda membuat batang kemaluanku seperti memutar knot dengan dinding ayam liang dan tarik rasanya seperti empotan ayam.” Uuaahhh .. “sementara aku terus menjilati puting Bibi Linda dan menjilat lehernya basah karena keringat. Sementara Bibi Linda tangan menggenggam saya keras sehingga saya memberikan lebih cepat mengocok lagi.

    “ooohh ssst sayang … lezat ooohhh yess … ooohh good … ooh ya …” mendenganr mengerang saya lebih bersemangat untuk menyelesaikan permainan,

    “Aahh … cepat bibi sayang keluar ahh”, tubuh Ms Linda pindah kembali liar yang ass ikutan Rupanya ia naik kembali orgasme, aku bisa merasakan cairan hangat menyiram kepala batang pangkal paha lagi merojok-rojok lubang vagina Bibi Linda.

    “Aahh … shhsss .. yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.Cerita Linda Sex Tante Toge

    “Wahh kau benar-benar hebat De … Tante sampai keok dua kali saat Anda masih kuat.”

    “… Dalam satu menit Tante Iiya juga Ade keluar ya …” lanjutnya Aku menyodok-poke lubang Tante Linda yang sempit kemaluan dan berdenyut itu.

    “Ahh enak Tante .. ahhh …”

    “Terusin sayang .. terus … ahhh .. ssst”, erangan Bibi Linda membuat saya lebih kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam kesenangan tanah.

    “Aauwh ahhh perlahan sayang .. ya .. ahh baik.”

    “Oh Bibi, keluar ya sebentar …” kataku.

    “Aahh Ade sayang … keluarin di aja yah sayang .. ahhh .. Tante mau ngerasin .. ahhh … ssst ingin percikan rasain hangat dari air mani kamu sayang …”

    “Iiiyyaa … Tante ..” lalu aku mengangkat kaki kanan saya sehingga posisi ayam lubang Tante lebih menjepit batang kemaluanku yang keluar dari lubang kemaluannya.

    “Aahhh … ohhh ahhh .. .. Tante Ade ssshhh keluar ya .. ahhh,” dan saya memeluk Bibi Linda-meremas, meremas payudaranya. Sementara itu, Bibi Linda memeluk erat sambil berayun pantatnya.

    “Ah bibi juga keluar lagi ahhh … ssst …” dan kemudian lubang kemaluannya tegas kurojok sehingga maniku pengumpulan air terjebak meletus.

    “Seeerr .. serr … .. Crot Crot …” “Aahhh enak sekali Tante … ahhh … ahhh sulit .. sulit Tante …” Selama dua menitan aku masih berjuang dengan semprotan tubuh Bibi Linda untuk menyelesaikan maniku itu. Kemudian Bibi Linda membelai rambutku.

    “Ah kamu ternyata menjadi jagoan De …” Lalu ia menarik batang kemaluanku masih sedikit tegang di pit ayam kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk lidahnya menjilat oleh. Ah, rasanya batang kemaluanku nyeri merokok Bibi Linda.

    Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya porno yang beredar di sana. Jadi, mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi bahan bagi anda yang suka berhubungan seks dengan bibi.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Birahi Ibu Dan Anaknya

    Cerita Sex Birahi Ibu Dan Anaknya


    1472 views

    Perawanku – Cerita Sex Birahi Ibu Dan Anaknya, Birahi Ibu Dan Anaknya Ibu Ambar berusia 47 tahun, pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan asuransi di kota Jakarta. Penampilannya sangat menarik. Wajah ayu karena ia adalah seorang peranakan ArabSundaJawa. Postur tubuhnya tinggi, montok dan berisi. Payudaranya besar, mengkal, meski agak turun menyerupai buah kelapa. Pinggangnya ramping dan makin ke bawah pinggulnya membesar seperti gentong besar. Bokongnya bulat, besar, dan kencang mendongak seperti bebek yang megalmegol bila ia berjalan. Kakinya panjang indah menyerupai kaki belalang.

    Betis halus mulus berbentuk bulir padi yang berisi ditumbuhi bulubulu halus yang kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Pahanya makin ke atas makin membesar dan bulu halus itupun makin ke atas makin jelas menghiasinya. Gerakgeriknya lembut keibuan dan tenang penuh kematangan. Suaranya merdu agak mendesah dan menggairahkan. Suaminya bernama Pak Widyo, berumur 53 tahun dan bekerja di perusahaan minyak asing. Dari perkawinan mereka, dikaruniai 3 orang anak. Dua orang anaknya meninggal karena kecelakaan mobil sewaktu mereka kecil, sedangkan yang masih hidup cuma Rudi yang sudah berusia 18 tahun dan duduk di bangku SMU.

    Keinginan untuk memiliki anak sudah tidak memungkinkan lagi karena rahim Bu Ambar sudah diangkat karena adanya gejala kanker rahim. Karenanya perhatian mereka terhadap Rudi sangatlah berlebihan. Sejak kecil mereka selalu memanjakan Rudi dan memenuhi semua permintaannya apapun itu. Bila Rudi masuk angin sedikit saja mereka akan dibuatnya kalang kabut. Kejadian diawali ketika Pak Widyo tugas meninjau ladang minyak baru di lepas pantai. Di rumah cuma ditunggui oleh Bu Ambar, Rudi dan seorang pembantu setengah baya Mbok Inah namanya.

    Seperti biasa, pada malam hari Rudi sedang belajar untuk menghadapi Ebtanas minggu depan. Ia tengah sibuk berkutat dengan soalsoal latihan ketika ibunya datang membawa makanan kecil untuknya sambil menenteng majalah. Rud, ini ada oleholeh dari Bogor tadi siang untuk menemani kamu belajar, kata ibunya sambil meletakkannya di atas meja belajar Rudi. Kapan Ibu datang, kok suara mobilnya tidak kedengaran, tanya Rudi sambil tetap memelototi soalsoal sulit di depannya. Baru saja Rud, ini ibu sudah pakai baju mandi mau mandi, jawab ibunya.

    Sambil menunggu air panasnya Ibu mau membaca majalah dulu di kamarmu, sambung ibunya sambil merebahkan diri di ranjang yang membelakangi meja belajar Rudi. Ya, boleh saja tapi jangan sampai ketiduran nanti malah nggak jadi mandi, timpal Rudi. Singkat cerita Rudi kemudian berkonsentrasi lagi dengan belajarnya. Akhirnya setelah hampir 1 jam ia merasakan matanya mulai lelah, ia memutuskan untuk tidur saja. Sewaktu Rudi beranjak dari kursinya dan membalikkan badannya, tatapannya terpaku pada sosok tubuh montok yang teronggok di atas ranjangnya. Rupanya karena terlalu kelelahan, ibunya ketiduran. Posisi tidurnya tidak karuan.

    Tangannya telentang sementara kakinya mengangkang lebar seperti orang yang sedang melahirkan. Baju mandi ibunya yang panjangnya selutut nampak tersingkap sehingga paha putih mulus ibunya bisa terlihat jelas. Rudi bingung, apakah harus membangunkan ibunya atau menikmati pemandangan indah dan langka ini dulu. Sebelumnya ia tidak pernah berpikiran kotor terhadap ibunya sendiri tapi entah kenapa dan setan mana yang merasuki dirinya sehingga ia merasakan rangsangan ketika melihat paha ibunya yang tersingkap. Perlahan didekatinya tepian ranjang dengan hati berdebardebar.

    Diperhatikan dengan seksama tubuh ibunya yang montok dan wajahnya yang ayu keibuan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Rudi menyadari ternyata ibunya sangat cantik dan menggairahkan. Kemudian dengan tangan gemetaran diberanikannya dirinya mengeluselus kaki ibunyna sampai ke paha. Begitu halus, lembut dan hangat kulit ibunya ia rasakan. Ketika menyentuh paha yang ditumbuhi bulubulu halus, Rudi merasakan kehangatan yang makin terasa mengalir ke telapak tangannya. Kemaluannya menjadi menegang keras dan membuat celananya terasa sesak dan ketat. Jantungnya makin berdegup kencang ketika ia meneruskan belaian tangannya makin jauh ke arah pangkal kaki yang masih tertutupi baju mandi ibunya.

    Kulit tangannya merasakan hawa yang makin hangat dan lembab ketika tangannya makin jauh menggerayangi pangkal kaki ibunya yang bak belalang itu. Gerakannya terhenti ketika ia merasa telah meraba bulubulu halus yang lebat sekali dan menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat. Beberapa saat ia merabaraba gundukan daging lunak hangat itu. Akhirnya dengan rasa penasaran ia singkapkan baju mandi ibunya ke atas. Sehingga kini di depan matanya teronggok bagian selangkangan dan pinggul ibunya yang besar dan montok. Bulubulu halus yang sangat lebat nampak tumbuh di sekitar anus, kemaluan sampai perut bagian bawah. Begitu panjangpanjang dan lebatnya bulu kemaluan ibunya sampai kemaluan ibunya agak tertutupi.

    Kemudian dengan tangannya ia sibakkan bulubulu kemaluan di sekitar kemaluan ibunya. Sehingga kini kemaluan ibunya nampak jelas terlihat. Gundukan daging yang memanjang membujur di selangkangan kelihatan empuk dan menggunung berwarna agak kegelapan. Bila diperhatikan bentuknya mirip mulut monster berkerutkerut. Ini pasti yang namanya labium mayora (bibir besar) seperti dalam atlas anatomi, batin Rudi. Dari celah atas bibir monster yang besarnya setempurung kelapa itu tampak menonjol keluara bulatan daging sebesar kacang tanah yang berwarna kemerahmerahan.

    Kalau yang ini pasti yang namanya kelentit, pikir Rudi lagi sambil mengusapusap tonjolan liat itu. Kemudian jarinya ia gerakkan ke bawah menyentuh lipatlipat daging yang memanjang yang mirip daging pada kantong buah pelir lakilaki. Wah, ternyata labium minora Ibu sudah memble begini, pasti karena terlalu sering dipakai Bapak dan untuk melahirkan, batin Rudi. Hidungnya lalu disorongkan ke muka kemaluan sebesar mangkok bakso itu. Sambil membelaibelai bebuluan yang mengitari kemaluan ibunya itu, Rudi menghiruphirup aroma harum khas kemaluan yang menyengat dari kemaluan ibunya itu. Tak puas dengan itu, ia meneruskan dengan jilatan keseluruh sudut selangkangan ibunya.

    Sehingga kini kemaluan di hadapannya basah kuyup oleh air liurnya. Dijulurkannya panjangpanjang lidahnya ke arah klitorisk dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahnya. Sementara tangan satunya berusaha melepaskan ikatan tali baju mandi, dan setelah lepas menyingkapkan baju itu sehingga kini tubuh montok ibunya lebih terbuka lagi. Muka Rudi sampai terbenam seluruhnya dalam kemaluan ibunya yang sangat besar itu, ketika dengan gemas ia menempelkan mukanya ke permukaan kemaluan ibunya agar lidahnya bisa memasuki celah bibir monster itu. Usahanya tidak berhasil karena bibir itu terlalu tebal menggunung sehingga ujung lidahnya hanya bisa menyapu sedikit ke dalam saja dari celah bibir monster itu. Ia merasakan gundukan daging itu sangat empuk, hangat dan agak lembab.

    Sementara itu Bu Ambar masih tetap lelap dalam mimpinya dan tidak menyadari sedikitpun apa yang dilakukan anak yang sangat disayanginya terhadap dirinya. Tampaknya ia benarbenar kelelahan setelah seharian tadi pergi keluar kota menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauhnya. Dengkurannya malah makin keras terdengar. Sambil tetap membenamkan mukanya ke kemaluan besar itu, Rudi meraih payudara ibunya yang sebesar buah kelapa dengan tangannya. Diremasremasnya perlahan payudara mengkal yang putih mulus itu. Rasanya hangat dan kenyal. Lalu tangannya berpindah di sekitar puting susu gelap kemerahan yang dilingkari bagian berwarna samar yang berdiameter lebar.

    Ketika tangannya memijitmijit puting susu itu dengan lembut, ia merasakan payudara ibunya bertambah kencang terutama di bagian puting tersebut. Denyutandenyutan di celah kemaluan ibunya juga terasa oleh bibirnya. Sementara itu dalam tidurnya ibunya terlihat bernapas dengan berat dan mengerang perlahan seperti orang yang sedang sesak napas. Melihat ekspresi muka ibunya yang seperti orang sedang orgasme dalam filmfilm porno yang pernah ditontonnya, Rudi makin gemas. Sehingga sambil lidahnya menggelitik klitoris ibunya, ia menusuknusukkan jari tangannya ke dalam celah kemaluan itu. Makin ke dalam rasanya makin hangat, lembab dan lunak.

    Ada pijitan pijitan lembut dari lubang vagina ibunya yang membuat jari tangannya seperti dijepitjepit. Makin lama lubang itu makin basah oleh cairan bening yang agak lengket, sehingga ketika jari tangannya ditarik terlihat basah kuyup. Ibunya kini makin keras mengerang dan terengahengah dalam tidurnya. Rupanya ia merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluan dan payudaranya dijadikan barang mainan oleh anaknya. Pinggulnya mulai menggeliatgeliat dan kakinya ikut menendangnendang kasur. Melihat tingkah ibunya yang sangat menggoda itu, Rudi tanpa banyak berpikir lagi segera melepaskan kaos dan celananya. Sehingga kini ia berdiri di depan tubuh bugil ibunya dengan keadaan bugil pula.

    Badannya terlihat besar dan kekar serta penisnya mencuat kokoh dan besar ke atas. Uraturat penis itu tampak beronjolan seperti ukiran yang mengelilingi penisnya yang berukuran panjang 20 cm dan diamerer batang 5 cm. Kepala penisnya yang sebesar bola tenis terlihat kemerahmerahan dan menganggukangguk seperti terlalu besar untuk dapat disangga oleh batang kemaluannya. Ia ingin menusukkan batang penisnya ke dalam kemaluan ibunya, tapi ia raguragu apakah lubangnya tadi cukup. Ia kini membandingkan ujung penisnya dengan kemaluan ibunya yang sebesar mangkuk bakso.

    Sepertinya bisa jika dipaksakan, pikirnya kemudian. Lalu ia naik ke atas ranjang dan menekuk kakinya di antara kangkangan lebar kaki ibunya. Ditempelkannya ujung penisnya ke celah mulut monster yang hangat dan lunak itu. Dengan diarahkan satu tangannya ia berusaha menusukkankan penisnya ke mulut vagina yang berwarna kemerahan setelah sebelumnya celah bibir itu dikuakkan lebarlebar dengan tangan satunya lagi. Mulut liang peranakan ibunya terasa sempit sekali, tapi karena adanya lendir yang sudah keluar tadi membuatnya agak licin. Dengan mendorong pantatnya kuatkuat, sebagian kepala penisnya berhasil masuk dijepit mulut vagina yang kelihatan rapat tersebut.

    Rudi merasakan agak sedikit pegal di kepala penisnya karena jepitan kuat muulut vagina. Sementara ibunya mulai memperlihatkan kesadaran dari tidurnya. Sebelum ibunya benarbenar terjaga, Rudi menekankan kuatkuat pinggulnya ke arah selangkangan ibunya sambil merebahkan diri diatas tubuh bugil ibunya. Kemaluannya dengan cepat menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang yang relatif sempit itu. Bunyi Prrtt.. nampak keras terdengar ketika penis besar Rudi menggesek permukaan liang senggama ibunya. Bu Ambar segera terjaga ketika menyadari tubuhnya terasa berat ditindih tubuh besar dan kekar anaknya.

    Sementara itu kemaluannya juga agak nyeri dan seperi mau robek karena dorongan paksa benda bulat panjang yang yang sangat besar. Ia merasa selangkangannya seperti terbelah oleh benda hangat dan berdenyutdenyut itu. Perutnya agak mulas karena sodokan keras benda itu. Liang peranakannya terasa mau jebol karena memuat secara paksa benda besar yang terasa sampai masuk rahimnya itu. Ketika didapatinya anaknya yang melakukan ini semua terperanjatlah Bu Ambar. Segera berusaha mendorong tubuh kekar anaknya yang mendekap erat di atas tubuhnya yang tanpa busana lagi.

    Kakinya menjejakjejak kasur dan pinggulnya ia goyanggoyangkan dan hentakhentakkan untuk melepaskan kemaluannya dari benda sebesar knalpot motor. Tapi Rudi makin merasa keenakan dengan gerakan merontaronta ibunya itu karena penisnya menjadi ikut terguncangguncang di dalam liang peranakan. Ia merasakan liang itu terasa sangat hangat dan berdenyutdenyut memijit kemaluannya. Tubuh montok ibunya yang didekap erat terasa hangat dan empuk.

    Rud apa yang kamu lakukan pada Ibu, lepaskan, lepaskan..! teriak ibunya pelan karena takut membangunkan Mbok Inah sambil tetap menggeliatgeliatkan tubuh montoknya berusaha melepaskan diri. Bu, Rudi ingin dikelonin kayak dulu lagi, Rudi merengek sambil makin menekan tubuh polos ibunya. Rud. Ini nggak boleh Rud. Aku kan ibumu, nak, kata ibunya yang kini sudah mulai mengendurkan perlawanannya yang siasia. Posisinya memang sudah kalah. Tubuhnya sudah ditelanjangi, didekap kuat serta kakinya mengangkang lebar sehinnga selangkangannya terkunci oleh benda besar irtu. Bu, Rudi pokoknya ingin dikelonin Ibu. Kalau nggak mau berarti Ibu nggak sayang lagi sama Rudi.

    Rudi mau cari pelacur saja di pinggir jalan, sahut Rudi dengan nada keras. Jangan, Rudi nggak boleh beginian dengan wanita nakal. Nanti kalau kena penyakit kotor, Ibu yang sedih, kata ibunya pelan sambil mengusap rambut Rudi perlahan. Ya, sudah karena sudah terlanjur malam ini, Rudi Ibu kelonin. Tapi jangan beritahu Bapakmu, nanti ia bisa marahmarah, sambung ibunya pelan sambil tersenyum penuh kasih sayang. Jadi Rudi boleh, Bu. Terima ksih Ya, Bu. Rudi sayang sekali sama Ibu, kata Rudi sambil mengecup pipi ibunya. Iya, Ibu juga sayang sekali sama Rudi. Makanya Rudi boleh sesukanya melakukan apapun pada Ibu. Yang penting Rudi nggak mengumbar nafsu ke manamana.

    Janji, ya Rud, kata ibunya. Iya Bu, Rudi juga nggak mau sama yang lain karena nggak ada yang secantik dan sesayang Ibu, kata Rudi dengan mengendorkan dekapan kuatnya sehingga kini ibunya tidak merasa terlalu berat lagi menahan beban tubuhnya yang sudah berat itu. Tapi Rudi harus melakukannya dengan pelan. Sebab punya Rudi terlalu besar, tidak seperti biasanya yang sering Bapakmu masukkan ke dalam punya ibu, kata Bu Ambar meminta pengertian Rudi. Memang postur tubuh Rudi mengikuti garis keturunan Bu Ambar, tidak seperti bapaknya yang pendek dan kecil.

    Sudah, sekarang punya Rudi digerakkan pelanpelan naikturun. Tapi pelan ya Rud! perintah ibunya lembut pada Rudi sambil membelaibelai rambut anaknya penuh kasih sayang. Kini Rudi mulai menggerakgerakkan penisnya naikturun perlahan di dalam liang sempit yang hangat itu. Liang itu berdenyutdenyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Kini mulutnya ia dekatkan ke mulut ibunya. Mereka pun berciuman mesra sekali, saling menggigit bibir, berukar ludah dan mempermainkan lidah di dalam mulut yang lain. Tangan Rudi mulai menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremasremasnya perlahan, sambil sesekali dipiojitpijitnya bagian puting susu tang sudah mencuat ke atas.

    Tangan Bu Ambar membelaibelai kepala anaknya dengan lembut. Pinggulnya yang besar ia goyanggoyangkan agar anaknya merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara vaginanya mulai berlendir lagi dan gesekan alat kelamin ibu dan anak itu menimbulkan bunyi yang seretseret basah. Prrtt.. prrtt.. prrtt.. ssrrtt.. srrtt.. srrtt.. pprtt.. prrtt.. Penis besar anaknya memang terasa sekali, membuat kemaluannya seperti mau robek. Vaginanya menjadi membengkak besar kemerahmerahan seperti baru melahirkan. Membuat syarafsyaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensirif terhadap sodokan kepala penis anaknya.

    Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi uraturat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan anaknya membuat Bu Ambar merasakan nikmat. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama. Agak sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada Bu Ambar. Ketika Rudi membenamkan seluruh batang kemaluannya, Bu Ambar merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyutdenyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi anaknya menyodoknyodokkan penisnya dengan keras.

    Bu Ambar kini mulai menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepitjepit dengan kuat penis anaknya. Kakinya diangkatnya menjepit kuat pinggang anaknya dan tangannya menjambakjambak rambur Aanaknya. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, muncratlah air maninya dalam lubang kemaluannya menyiram dan mengguyur kemaluan anaknya. Setelah itu Bu Ambar terkulai lemas di bawah tubuh berat anaknya. Kakinya mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukantusukan kemaluan Rudi yang semakin cepat. Tangannya menelentang, memperlihatkan bulu ketiaknya yang tumbuh subur lebat dan panjang. Mengetahui hal itu Rudi melepaskan kulumannya pada mulut ibunya agar ia bisa bernafas lega.

    Bu Ambar tampak terengahengah seperti baru lari maraton. Ibu sudah tua, Rud. Nggak kayak dulu lagi bisa tahan sampai lama. Tenaga dan kondisi fisik Ibu tidak sekuat dulu lagi. Jadi, Ibu tidak bisa mengimbangi kamu, bisik ibunya sambil mengatur napas. Keringat Bu Ambar nampak bercucuran dari sekujur tubuhnya membuat hawa semakin hangat. Tanpa merasa lelah Rudi terus memacu penisnya dan sesekali menggoyanggoyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorekngorek setiap sudut jalan bayi yang dulu dilaluinya. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena liang itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang membuatnya agak lebih licin.

    Bu Ambar mulai merasakan pegal lagi di kemaluannya karena gerakan anaknya yang bertambah liar dan kasar. Tubuhnya ikut terguncangguncang ketika Rudi menghentakhentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat. Plok.. plokk.. ploll.. plookk.. crrpp.. crrpp.. crrpp.. srrpp.. srrpp.. Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ibu anak itu. Rud pelan, Rud..! desis ibunya sambil meringis kesakitan. Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas anaknya yang seperti kuda liar. Rudi yang merasakan dalam selangkangannya mulai terkumpul bom yang mau meledak tidak menyadari ibunya sudah kewalahan, malahan terus mempercepat gerakannya. Bu Ambar hanya bisa pasrah membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu.

    Ia tidak ingin mengganggu kesenangan anaknya. Baginya yang lebih penting hanyalah bisa memberikan tempat penyaluran kebutuhan biologis yang aman dan nyaman untuk anak yang disayanginya. Kakinya menjejakjejak kasur dan pinggulnya yang besar disentaksentakkannya perlahan untuk mengimbangi rasa nyeri dan pegal. Napasnya mendesahdesah seperti orang kepanasan habis makan cabai dan tangannya menjambak rambut anaknya. Kini Rudi sudah mencapai orgasme. Dipagutnya leher jenjang ibunya dan ditekankannya badannya kuatkuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkalikali membuat tubuh ibunya ikut terdorong.

    Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan ibunya. Karena banyaknya sampaisampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei. Sementara Bu Ambar merasakan tulangtulang di daerah pinggulnya seperti rontok, karena sodokan bertenaga dari anaknya. Tapi ia bahagia karena anaknya bisa mendapatkan kepuasan dari tubuhnya yang sebenarnya sudah tua. Rudi akhirnya terbujur lemas di atas tubuh ibunya dengan keringat bercucuran membasahi tubuh keduanya. Dikecupnya lembut bibir ibunya. Bu, terima kasih, yaa. Rudi sayang sekali dengan Ibu, bisik Rudi terengahengah mengatur napasnya kembali. Ibu juga, sayang, desah Bu Ambar pelan sambil membelai rambut anak semata wayangnya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Pelampiasan Nafsuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Pelampiasan Nafsuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1472 views

     

    Perawanku – namaku Vina aku seorang penyanyi cafe yang cukup di kenal. Dan kini aku sudah menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki keluarga juga, umur kamipun terpaut jauh tapi karena aku melihatnya sebagai pria tajir akupun mau menikah dengannya. Dan aku biasa memanggilnya papi Irman, dia begitu memanjakan aku setelah kami menikah meski hanya di bawah tangan.

    Hari-hari yang kami lalui juga penuh dengan adegan cerita sex, aku harus memuaskan nafsu papi Irman hampir setiap hari dia minta di layani. Dan mau tidak mau akupun harus siap melayani permintaannya, dia membelikan aku sebuah rumah lengkap dengan perabotnya. Sungguh hidupku bergelimpang materi karena menikah dengannya, sedangkan aku yang berasal dari keluarga kurang mampu.

     

    Akhirnya begitu menikmati semua yang telah diberikan oleh papi Irman padaku, aku berasal dari kota ini namun aku hidup di lingkungan padat. Dengan memasuki gang-gang sempit setiap harinya. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, kakakku sulungku seorang wanita yang kini sudah menikah dan hidup di kota lain sedangkan adikku seorang cowok yang masih duduk di bangku SMU.

    Sedangkan aku sudah berusia 23 tahun setelah lulus dari SMU aku terus bernyanyi dari cafe ke cafe. Hingga akhirnya aku menikah dengan papi Irman, pria dewasa yang kini sudah berusia 55 tahun. Aku pikir aku akan bahagia dengan banyaknya materi yang dia berikan padaku, tapi ketika aku mengenal sosok mas Bayu seorang pengusaha yang aku kenal di tempat Gym, pikiranku beralih padanya.

    Mas Bayu adalah pria yang masih berusia 27 tahun dengan bentuk tubuh yang atletis di tambah wajahnya yang begitu handsome membuat aku tertarik padanya. Dan akupun sering mencuri perhatiaannya tiap kali berada di tempat fitness yang sama, hingga akhirnya kamipun saling mengenal dan aku tahu kalau mas Bayu juga tertarik padaku, terbukti diapun selalu tersenyum padaku.

    Setiap pulang dari tempat fitness kami selalu pulang bareng, dengan mobilku aku mengantar mas Bayu ke rumahnya. Ternyata dia tinggal sendirian, dan dengan jujur dia bilang kalau itu bukan rumahnya melainkan rumah kontrakannya. Ternyata orangnya begitu supel karena itu aku menjadi lebih nyaman lagi jika bersamanya bahkan aku tidak malu menyatakan kalau aku suka padanya.

    Awalnya mas Bayu tidak menggubris kata-kataku, apalagi dia tahu kalau aku sudah memeiliki suami. Tapi akhirnya aku merasa harus menjebaknya juga, mungkin aku benar-benar menyukainya karena itu dengan segala cara aku ingin memiliki mas Bayu. Meskipun hanya sekedar pelampiasan nafsuku seperti dalam adegan cerita sex, karena bagaimanapun juga papi Irman sudah tidak kuat lagi.

    Malam ini aku pergi ke rumah mas Bayu tanpa sepengetahuannya, aku membawakan dia sebuah makanan yang baru saja aku beli dari salah satu restauran tempat biasa kami makan. Begitu aku keluar dari dalam mobil dan memencet bel, aku terkejut ternyata yang membukakan pintu bukan mas Bayu melainkan seorang wanita muda. Aku pura-pura tersenyum di depannya.

    Tapi dengan cepat aku langsung berpaling sambil memberikan makanan yang ada di tanganku “Ooh.. maaf.. ini..tolong kasihkan ke mas Bayu..” Akupun segera beranjak dari sana tapi begitu sampai di dalam mobil aku lihat mas Bayu setengah berlari menghampiriku “Vin.. tunggu.. ayomasuk dulu…” Tapi aku tersenyum dan berkata “Biar saya pergi saja mas.. cuma mampir..” Kataku.

    Aku tidak menduga kalau mas Bayu akan membuka pintu mobil dan menarikku. Di depan cewek tadi dia bilang “Dik kenalkan ini teman kakak..Vin..kenalkan ini adikku satu-satunya yang baru saja mau balik pulang.. tadi ngantar makanan dari mamaku..” Kata mas Bayu panjang lebar di depanku dan membuat aku malu saja di depan adik perempuannya itu.

    Setelah itu dia pergi dengan mengendarai motor yang di parkir dalam garasi mas Bayu. Kemudian kami berdua masuk ke dalam, baru saja di ruang tamu aku sudah memeluk tubuhnya dari belakang “Maaf.. mas.. tadi aku kira..” Mas Bayu membalikan tubuhnya dan dengan cepat dia mencium bibirku, akupun langsung membalasnya dengan penuh kehangatan.

    Tidak perlu lama bagi kami untuk melanjutkan adegan layaknya dalam cerita sex ini. Aku lumat bibir mas Bayu diapun mulai menggerayangi tubuhku dengan sentuhan lembut tangannya “OOouuggghh… maaas… aaaagggggghh… eeeeeuuummmppphhh… aaaagggghh… eeeeuuuummmpphhh… aaaaagggghhh… aaaagggghh.. ” Desahku karena begitu menikmati sentuhan mas Bayu.

    Sampai akhirnya kamipun sama-sama telanjang bulat, di ruang tamu tersebut. Dan dengan posisi menungging aku menyuruh mas Bayu memasukan kontolnya kedalam lubang memekku, aku yakin diapun pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita sex. Karena dengan penuh kelembutan mas Bayu memasukkan kontolnya dan langsung menancap pada memekku yang terasa penuh aku rasa.

    Kini perlahan mas Bayu bergerak di belakangku dan akupun mendesah di buatnya “OOouuugggggghhh…. aaaaagggghhh… ooouugggghh… aaaaaagggggggghhh….. ooouuugggghh…”Rasa nikmat mengalir pada setiap tubuhku dan akupun berklai-kali menggelinjang menahan rasa nikmat di goyang dari belakang. Dan tidak lama kemudian aku terlentang di atas sofanya.

    Mas Bayu tersenyum dengan tatapan penuh nafsu, dia kembali menancapkan kontolnya pada memekku “OOouugghh… aaaagggghh.. yyyaaaaaaaccccchhhhhh… aaaagggghhh.. aaaaggghh…. aaaggggghh…. “Mas Bayu mengerang bahkan lebih keras dari desahanku, tubuhnya sudah mulai berkeringat bahkan dia memajamkan matanya ketika menekan lama kontolnya dalam memekku.

    Aku tahu dia akan segera mencapai puncak kenikmatan karena itu akupun ikut bergerak di bawahnya. Dan benar saja tidak berapa lama kemudian “Aaaagggghh… aaaaaggghh… aaaggggghhhh… aaaaaaggggghhh.. aaaaggghhh..” MUncrat semuanya dalam memekku dan aku merasakan hangat dalam memekku, bibr mas Bayu langsung menangkap bibirku kembali untuk dia lumat dalam mulutnya.Sungguh permainan adegan cerita sex yang sangat memuaskan aku, belum pernah aku menikmati hal ini bersama dengan suamiku. Tubuh mas Bayu terkulai lemas tapi masih berada di atas tubuhku, dan aku dekap dengan mesranya bahkan ketika dia berbisik “I love you…” Aku merasa seakan aku sedang bermimpi saat ini, aku peluk tubuhnya seolah tidak rela untuk aku lepaskan.

  • CERITA SEX KU GODA SUAMI YANG LUGU

    CERITA SEX KU GODA SUAMI YANG LUGU


    1471 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA SEX KU GODA SUAMI YANG LUGU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Aku Syifa. Setelah lulus kuliah aku langsung bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di jakarta. Belon lama aku lulus dan bekerja, kedua orang tuaku yang sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah putra kerabat jauh mereka.

    aku menuruti saja kemauan kedua orang tuaku, walaupun sekarang sudah gak jamannya lagi menerapkan pernikahan ala Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih, aku langsung nikah tanpa pacaran sebelumnya.

    Pria itu (untuk selanjutnya aku sebut ja abang) lebih tua dari aku. resepsi pernikahan kami berjalan lancar. Malam pertama lewat begitu aja. Gak da tu gulat smekdon yang menggebugebu. Kami langsung tertidur karena ternyata menjalani resepsi tu sangat melelahkan, walaupun cuma senyum dan salaman.

    Ketika paginya aku bangun, dia sudah tidak ada disebelahku, aku memang bobo duluan semalem. aku keluar dari kamar untuk membuat secangkir kopi di dapur, dia lagi baca koran. Setelah minum kopi dan mandi, aku segera beberes untuk siap2 kekantor.

    Aku memang gak bisa cuti walaupun baru nikah. Bosku minta dengan sangat aku menunda cuti nikah karena ada proyek besar yang harus selesai dalam waktu dekat ini, dan porsi kerjaan yang menjadi bagianku penting sekali untuk keberhasilan proyek ini. Walaupun kesal ya aku iya aja. Joker128

    Cerita Sex Ku Goda Suami Yang Lugu

    Syifa ke kantor ya bang, pulangnya mungkin malem, nguber dead line proyek ujarku sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.
    Iya, jawabnya singkat, gak yau apa yang ada dibenaknya, kok malem pertamaku bisa lewat bgitu aja tanpa nyoleknyolek aku, istrinya yang baru ja dinikahinya.

    Masa bodoh ah, aku juga terpaksa nikah ma dia untuk menyenangkan kedua ortu aja. Dia gak mo nyentuh aku ya no problemo juga, mantan2 pacarku diluar banyak yang bersedia menyentuh aku begitu aku kasi signal hihi.

    Di kantor rame sekali, temen2 kerjaku yang prempuan cipika cipiki dengan aku sambil menggodaku betapa nikmatnya malem pertama, aku cuma senyum2 ja, gak tau ja semalem aku bobo ja ampe pagi, gak da yang nyolek2. Yang lelaki menyalami aku saja, kelihatan sekali kalo mereka kecewa dengan keputusanku untuk menikah, artinya gak bisa dugem lagi bareng mereka lagi.

    Malemnya, aku pulang dengan segudang rasa lelah akibat kerja rodi di kantor, itu juga blon slesai kerjaanku. Bos nyuru aku pulang duluan walau tim yang laen masi trus menggeluti kerjaannya masing2, toleransi buat pengantin anyar kata bos, dan disambut dengan gemuruh ketawaan dari seluruh tim ketika aku pamit duluan.

    Setibanya di rumah dia blon pulang, padahal dah malem banget. aku hanya merebahkan badanku yang capek di ranjang tanpa melepas pakean kerjaku. tiba tiba, udah pulang kamu? tanyanya sambil masuk ke kamar.

    sorry bang, tadi Syifa nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah jawabku.

    Kami menyantap makan malam kami setelah pesenannya dateng.

    Dibandingkan temen2 prempuan dikantor, dan juga pengakuan temen2 lelakiku, aku termasuk wanita yang cantik, menawan serta sexy. Selain itu aku orang yang mudah mencairkan suasana dan nyambung jika diajak bercerita, makanya aku binun banget ngeliat kelakuan suamiku itu, gak tau lugu pa jutek, ampe aku juga gak tau mo ngomong apa ma dia. Walaupun dijodohkan tapi namanya malem pertama gak ngapa2in aneh juga untukku, mana ada kucing yang nolak ikan asin hihi.

    Cerita Sex Terbaru Ku Goda Suami Yang Lugu

    Setelah mandi dia nonton tv, karena gak da acara yang menarik menurutnya, dia duduk di meja kerjanya meneruskan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang. Dah jam 23.30, aku dah ngantuk nungguin movenya, tapi kayanya ni malem bakal lewat lagi bgitu aja. aku menghampirinya,

    Blon slesai kerjanya bang.
    Blon, jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya.
    ya udah, kalo gitu Syifa tidur duluan yah, jawabku dengan tetep senyum manis walaupun bete banget.

    Malam itu rupanya sofa menjadi tepat tidurnya karena keesokan harinya aku bangun dan dia gak diranjang. Kukira dia olahraga ato apa, ketika aku keluar kamar ternyata dia sedang tidur di sofa. Rupanya malem kmaren dia juga bobo di sofa, aneh banget, takut aku makan kali ya, padahal aku dah jinak banget, dimakan si enggak paling diemut2 hihi. Aku segera membuatkan secangkir kopi untuknya dan kembali ke sofa dimana dia tidur.

    Bang, kok nggak tidur di kamar? Entar masuk angin loh, mending kan masuk ke Syifa, kataku melihat dia menggeliat terbangun karena suara sandalku memecah keheningan pagi itu.

    nggak apaapa kok, takut ngeganggu kamu yang dah bobo duluan, jawabnya sambil mengusap , guyonanku gak dapet respon papa.
    Syifa buatin kopi ni. nggak, nggak usah aku bisa buat sendiri kok jawabnya.

    udah, nih ujarku sambil menyodorkan secangkir kopi kepadanya, buset dah juteknya, bukannya trima kasi dah dibikinin kopi ma istrinya.

    setelah itu aku sengaja duduk mepet disampingnya, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. Pagi itu seperti biasa aku menggunakan celpen dan kaos oblong yang kebesaran (ni seragam rumahku).

    nggak ngantor? tanyanya. aku sengaja menaruh tanganku di pahanya, dan menatapnya.
    jam 9 lewat dikit baru aku berangkat, abang? tanyaku balik.
    sama, aku juga, kita berangkat bareng mau nggak?
    Siap komandan, jawabku sambil tertawa, lumayan gunung es mulai merespons signalku.

    Waktu sebelum berangkat ke kantor itu kami gunakan untuk bercanda dan saling mengenal lebih dekat lagi. Hari itu terasa sangat singkat, tugastugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang.

    Sepulang kantor dia menjemputku di kantor, sambil bergandengan tangan kami menuju mobil lalu meluncur ke sebuah rumah makan yang bersuasana romantis. Sampai di rumah makan itu lalu kami memesan makan dan minum.

    Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, Bang, Syifa seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang. Kemudian aku banyak cerita tentang kerjaan di kantor, problema yang aku hadapi di kantor, dia hanya menjadi pendengar yang baek tanpa mengomentari apa2 critaku.

    Kemudian makanan sudah dihidangkan oleh waiter dan selanjutnya kami makan dan aku selingi dengan menyuapinya. Dia merespons dengan menyuapi aku juga. Kami memang duduk bersebelahan, dah aku atur gitu. pembicaraan terhenti karena mulut masing2 sibuk mengunyah makanan yang dihidangkan.

    Setelah makan kami pun pulang. Gak banyak pembicaraan yang kami lakukan, aku dah mulai ngantuk, kekenyangan penyakit orang kaya, kalo bis makan trus ngantuk. Maklum, kata ahli kesehatan seabis makan darah banyak mengalir ke perut untuk mengolah makanan yang masuk, mata gak kebagian darah sehingga akhirnya makin menyipit kerna ngantuk. Tapi lumayanlah, gunung es lebih mencair dibandingkan semalem.

    Cerita Dewasa Ku Goda Suami Yang Lugu

    Sesampainya di rumah, dia mandi duluan dan langsung menonton tv. Jam 21.00, aku baru slesai mandi, aku hanya mengenakan celpen tanpa atasan. Aku sedang mencari baju kaos gombrong dilemari. Tiba2 pintu terbuka, refleks langsung dia menutup pintu sembari meminta maaf. Aku yakin, walaupun beberapa detik tadi dia pasti melihat kedua toketku yang lumayan besar dan masi kencang banget,

    Syifa, sorry aku mau ngambil bantal, aku nggak ngintip kok ujarnya dari luar kamar.

    Walaupun jengkel tapi aku jadi geli sendiri melihat kelakuan bodoh seorang lelaki yang judulnya suamiku itu. Apa impoten kali ya dia, sampe gak tergiur sama sekali melihat toketku tadi. Kukira gunung esnya makin cair karena sejak tadi pagi dia nampak lebi ceria, gak taunya.

    nggak apaapa masuk aja. teriakku dari dalam kamar.

    Dengan menggunakan tangan kiri, dia menutup matanya sedangkan tangan kanannya merabaraba permukaan tempat tidur untuk mencari bantal. udah, gak usah nutupin mata, ntar kesandung2 lagi, kataku sambil mencolek pinggangnya.

    Sorry, aku bukan mau ngintip tadi, aku benerbener nggak sengaja, katanya lagi.
    nyantai aja lagi, Syifa yang di intip kok abang yang panik, balasku sambil tertawa,
    eh, nggak pegel apa tidur di sofa? Enakan tidur di sini bareng Syifa, sambungku sambil menepuk tempat tidur.
    udah, cepetan tvnya di matiin dulu, lanjutku sambil sedikit mendorongnya.

    Lumayan gunung es nurut juga ma aku, selangkah lebi maju lagi.

    Setelah tv dimatikan, dia kembali ke kamar. Di kamar aku dah berada di atas tempat tidur, bobo sini bang, kataku sambil membetulkan posisi bantal yang berada di sampingku. Dia merebahkan tubuhnya tepat disampingku dan langsung memejamkan matanya.

    Abang masih punya pacar yah waktu kita nikah dia membuka matanya pelanpelan, menatap wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya, karena posisi tubuhku yang menindih sebagian tubuhnya.
    nggak, emang napa? tanyanya balik.
    penasaran aja, abisnya abang dingin bangetserem tau jawabku sambil tersenyum.
    aku cuman kaget aja, keadaan berubah drastis banget jawabnya.
    ohh Syifa kira abang jeruk makan jeruk.
    aku masi normal kali jawabnya, tanganku perlahan mulai memeluk perutnya,
    abisnya.. aku cekikikan ja.

    Sepertinya signal yang aku berikan gak sia2 sama sekali walaupun belum membuahkan hasil. ternyata ada juga lelaki macam ini didunia.

    Karena tidak bisa lagi menahan kantuk akhirnya kami berdua tertidur sampai pagi, hanya tertidur tanpa melakukan sesuatu. Keesokan harinya aku bangun terlebih dahulu, sepanjang malam aku memeluknya dan tertidur dengan posisi setengah tubuhku menindih tubuhnya, aku gak meriksa ada yang tegang gak diselangkangannya.

    Aku nyesel gak mriksa, kalo tegang artinya dia masi normal seperti yang diucapkannya.

    bang, bangunnggak ngantor? tanyaku sambil menjepit hidungnya. Dia menggeliat dan bangun sambil mengucekngucek mata.

    pagi itu, di kantor aku memberi perhatian lebih padanya dan terus saja mengirimkan sms yang menanyakan kegiatannya dan lainlain. Aku terus saja mengirimkan signal2 kepadanya dan kayanya response nya positif.

    Cerita Mesum Ku Goda Suami Yang Lugu

    Malemnya aku sampe duluan dirumah. Hari ini hari Jumat, besok kami berdua libur, aku menyiapkan strategiku untuk mendorong dia mau mengemeliku. aku dah nyiapin makan malem buat dia. aku mengenakan kaos berlambang MU dengan celpen, karena kegedean bajunya aku atur hingga bahu sebelah kananku terlihat keluar dari leher baju. Dia bengong melihat aku pake baju kaya gitu.

    Kenapa kok abang bengong? tanyaku.
    tu kan kaos aku, katanya.
    iya, emang istri nggak boleh pake baju suaminya? tanyaku balik.
    bole aja sih, eh tapi kamu cantik loh kayak gitu. Aku sampe terpana ngeliatnya katanya.
    bisa merayu juga toh abang. Kalo cantik mah Syifa dari kecil bang, abang baru nyadar ya kalo istri abang cantik, aku menggodanya.
    udah makan dulu sana.keburu dingin, kataku lagi.
    Masakanmu enak Fa.
    Tu kan selain cantik, istri abang koki yang baek juga ya. Dia senyum2 ja mendengar ocehanku.

    Sehabis makan, dia nyamperin aku, aku lagi nonton film di tv.

    duduk sini bang, deket Syifa. perlahan dia duduk disampingku.

    Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya eraterat. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, aku langsung menyandarkan kepalaku di bahunya. Dia menaikan tangannya sedikit agar aku bisa meletakkan kepalaku di dadanya, tanganku menyusuri pinggangnya lalu kupeluk.

    Fa, kalo mau minta tolong, atau mau ngomong sesuatu, kasih tahu aja, aku siap bantu kok katanya untuk memecah suasana.
    abang masih belum nerima kenyataan kalo kita udah nikah ya? jawabku pelan.
    sekarang udah nggak, abis kamu baik, cantik lagi.
    ih gombal,. jawabku sambil mencubit pinggangnya.
    kalo Syifa sih pasrah aja, orang tuaku mau nyuruh apa juga, yang penting pekerjaan Syifa nggak keganggu. Syifa mau minta sesuatu sama abang, bole gak.
    minta apa?
    ehm, gimana ngomongnya ya, jawabku.
    udah, bilang aja, nggak usah malu
    beneran nih, gak papa?tanyaku lagi.
    iya, beneran, trus apa?
    boleh minta cium nggak?
    ooh.. langsung dia mencium pipiku.
    iiihhbukan di situ, tapi di sini kataku sambil menunjuk bibir.

    Dia tidak meresponse, padahal signal yang kuberikan dah kuat banget.

    abang nggak mau ya, nggak apaapa deh kalo gitu kataku dengan nada sedikit kecewa.
    nggak, aku cuma..
    Cuma apa bang? kataku karena dia diam sejenak.
    belum pernah ciuman jawabnya malumalu, mukanya memerah.
    astaga, jadi kalo kita ciuman, itu first kiss abang dong? aku mengangkat wajahnya yang tertunduk malu.
    Syifa prempuan pertama yang abang cium di bibir ya? kataku lagi,
    Syifa ajarain dulu ya, terus nanti kalo udah bisa, abang bales.

    Segera kucium bibirnya. mula2 hanya nempelin bibir, kemudian aku mulai memagut bibirnya dan mulai menjulurkan lidahku kedalam mulutnya. dibales dong kataku di selasela seranganku ke bibirnya. Alhamdulilah, dia membalas ciumanku dengan cara yang sama seperti yang kuajarkan.

    mmhhh lenguhku.

    Setelah beberapa menit, kulepaskan ciumanku. aku tertawa lepas sambil memandangnya,

    nah, bibir abang udah nggak perjaka lagi. kataku sambil menepuk dadaku.
    hebat juga kamu ya, master banget deh kayaknya, ngasi kursus juga ya?
    ya nggak lah, Syifa juga baru pertama kali praktek nih, tau dari baca buku ama liat film bokep, ternyata rasanya dahsyat yah jawabku.
    jadi bibir kamu sekarang juga udah nggak perawan nih, candanya.
    apa lagi yang masih perawan?
    ya semuanya lah jawabku.
    mau dong nyobain
    sok atuh, silahken, jawabku sambil menarik tangannya mendekati tubuhku.
    aku becanda kok
    beneran juga nggak apaapa. nanggung kan rasanya kalo cuman gitugitu aja lanjutku memancing. terus maunya gimana?
    nggak ngertingerti juga? jawabku, kok ada ya didunia ini lelaki yang selugu itu, gak tau deh kalo dia cuma pura2 lugu.
    ngomongnya langsung aja, nggak usah berbelitbelit, bingung aku
    Syifa mau diemelin ma abang jawabku to the point sambil menarik bajunya.
    yahnggak tau harus gimana duluan jawabnya. kan ada film Bokep, liat dari situ aja bisa kan? aku coba deh. Aku segera berjalan menuju kamar tidur kami dan kembali membawa kotak kecil yang isinya adalah kumpulan DVD filmfilm porno dari jepang, asean, gak da bule maen ma bule, aku gak demen si liatnya, kalo bule maen ma asean pa jepang baru asik diliatnya. lengkap banget,..hobby nonton ginian yah? tanyanya sambil melihatlihat dvdnya. eh, ini punya temen kantor lagi, nonton sih sering tapi kalo punya koleksi sebanyak ini.enggak deh, jawabku.

    aku kira kamu hyper katanya bercanda.
    eh hyper juga asik tau, bisa siap setiap saat jawabku sambil tertawa dan terus mencari bokep yang menurutku sangat bagus.
    nah ini dia akhirnya ketemu. kataku sambil merapihkan dvd lain yang berantakan di atas sofa. nontonnya di kamar aja, supaya kalau capek bisa langsung tidur.
    emangnya kita mau nyangkul? kok capek? tanyaku bercanda.

    Adegan pertama ciuman, dia duduk diatas tempat tidur dan aku duduk di pangkuannya.

    itu namanya foreplay bang, kataku.

    Mulailah aku memagut bibirnya, selama beberapa menit kami mempertahankan posisi seperti itu. Kami saling berpagutan bibir serta kedua lidah kami saling menjalar ke seluruh rongga mulut lawan. film pun berganti adegan, sang lelaki bule mulai menggerayangi tubuh si prempuan asia, kayanya thai deh. Baju si prempuan disingkap keatas dan toketnya mulai diemut oleh si bule.

    pengen deh di gituin kataku sambil melepaskan ciuman kami.

    Posisiku sekarang duduk berhadapan dengannya, aku tetep duduk di pangkuannya.

    ya udah, bajunya di buka jawabnya.

    Aku membuka bajuku perlahan, sedikit demi sedikit toketku yang tidak tertutup bra mulai tersingkap. Seperti orang bodoh, toketku hanya diperhatikan tanpa berbuat apaapa.

    kok cuman diliatin doang, aku pake lagi nih bajunya kataku kesel.
    sorry, speechless aja aku, gede amir, seumurumur baru pernah liat yang ginian selain ibuku punya, eh besar lagi. sexy banget tubuh kamu, jawabnya untuk meredakan rasa keselku.
    Ach masak begini saja sexy dan cantik, biasa aja kali. di emut dong kataku lagi sambil tersenyum. nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri, jawabnya.
    jadi gimana dong?
    aku jilatin aja, mau nggak?

    Kami langsung berpagutan lagi. Dia mencium bibirku, kemudian aku melepaskan ciumannya dan menarik kepalanya ke arah toketku. lidahnya menjulur dan mulai menjilati melingkar disekitar pentilku, ujung pentilku disentuh perlahan menggunakan ujung lidahnya.

    Mmhhenak bang, terus..terus.. yang kanan juga..aahh, desahku yang membuat dia bersemangat melakukannya.

    15 menit dia menyerang kedua toketku, hanya suara desahan yang keluar dari bibirku, saat tubuhku mengelijang hebat, ada cairan membasahi celanaku.

    Fa, celana kamu basah
    iya, Syifa kluar tadi, jawabku sambil menciumi pipinya.

    Adegan di film kini berubah lagi, konti bule yang besar panjang sudah sedari tadi tegang mulai diurut turun naik oleh siprempuan., kemudian dimasukkan kedalam mulutnya.

    mau Syifa gituin nggak? tanyaku.
    udah gak usah, lain kali aja jawabnya cepat.
    nggak apaapa, nggak usah malu..enak lagi balasku.

    Aku segera menarik celananya, dan langsung menggenggam kontinya yang belum menegang sama sekali dibalik cdnya.

    gila, Syifa udah hampir dua kali orgasme, abang berdiri aja belon.
    aku baru sekali diginiin jawabnya.

    aku kemudian menarik turun celananya.

    besar juga punya abang, beda dikit lah ama yang di film, kataku sambil tersenyum.

    Aku mengenggam kontinya dan mulai mengurutnya dari atas ke pangkal pahanya, selama 10 menit, kemudian aku menempelkan bibirku ke ujung kepala kontinya dan menghisapnya pelan, kujilati kembali kepala kontinya dan lalu kukulum dengan mengeluarmasukkan kontinya ke dalam mulutku.

    udahudahudah, katanya sambil mencoba menarik kontinya keluar dari mulutku, keluarlah maninya di dalam mulutku.

    Aku agak terkejut dan mengeluarkan kontinya dari dalam mulutku sehingga muncratan mani berikutnya membasahi wajahku. Aku bisa menerimanya dan kujilati yang masih tersisa di kontinya. Wah blon apa2 dah ngecret dianya, percaya deh kalo dia masi perjaka ting ting (sodaranya ayu ting ting kali ya). Dia membetulkan clananya lalu mengambil handuk di lemari untuk membersihkan maninya di wajahku.

    ketelen gak?
    dikit.. jawabku sambil tersenyum.

    Tibalah film itu di puncak aksinya, si bule melepas cd si prempuan dan mulai melumat slangkangannya. rebahan deh, katanya. Saat aku berbaring di tempat tidur, dia telungkup diatasku dan mulai menciumku lagi. Kemudian dia menyerang leherku, seperti instruksi di film itu. Mmhh.., lenguhku.

    Tak lama setelah itu, kedua toketku dimainkan, dipijat pelan dan mulai dijilat perlahan. Desahan nikmat terdengar dari mulutku ketika dia menghisap serta menggigitgigit kecil kedua pentilnya.

    Ooohh.. baang.. teruuss baanngg..! jeritku perlahan dan tertahantahan.

    Dia terus mengulum toket dan pentilku. Kemudian turun ke arah dan pusarku, dia menjilat sekeliling pusarku sambil tangannya meremas lembut kedua toketku. Aku menggenggam dengan kuat rambutnya sambil menjepitkan kedua kakiku ke badannya.

    Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

    Bang.. Syifa nggak mau disituu ajaa..teruuss tuurruunn..

    Dia ikuti kemauanku. Dihentikannya remasan pada kedua toketku, aku menaikan pinggulku dan menurunkan celanaku. Sekarang aku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhku.

    kok nggak pake cd si, katanya sambil mencubit pipiku.
    kalo nggak ada abang sih Syifa pake, tapi kalo ada abang ya gak lah, kalo tibatiba abang minta gimana? jawabku.

    dia kembali menciumi pusarku sampai di atas vegiku yang tidak memiliki bulu sedikitpun.

    sering dicukur ya Fa?
    nggak juga sih, gak tau kenapa, bulunya lama numbuh jawabku.

    Dia menjilati dengan lembut pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan yang terasa nikmat.

    Ach.. Uch bang enak sekali.. ceracauku sambil terengahengah.

    Aku memejamkan mataku, kunikmati saja ciumannya yang panas. perlahanlahan dengan tangan kirinya dia membuka kedua belah bibir vegiku.

    dengan disertai jeritan kecil, aku menekan kepalanya ke arah vegiku sambil mendesah,

    Bang.. oohh.. ngg.. nikmaatt.. bang.. Sementara mulutnya, lidahnya terbenam di antara bibir vegiku yang sudah basah dengan keluarnya cairan bening dengan aroma yang khas, agak asin dan kental.

    Dia mengisap serta menelannya. Dikecupnya klitku. Aku menjerit kecil dan menggoyangkan pantatku naik turun disertai erangan dan desahan nikmat kadang jeritanjeritan kecil. cepet belajar juga dia rupanya, sekali liat di bokep langsung ngerti kudu ngapain.

    aku semakin terangsang hebat sampai pantat kuangkatangkat supaya lebih dekat dengan mulutnya. Dia pun merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam vegiku, kemudian dia mempercepat jilatannya di liang vegiku. Semakin cepat dia menjilat, semakin aku menjepit kepalanya di tengah kedua pahaku,

    kalo Syifa tau enaknya gak ketulungan gini, Syifa dah minta dari awal. Aku makin mengejang hebat dan mencoba menarik rambutnya agar kepalanya menjauh dari vegiku, tapi dia meneruskan permainannya hingga kurasakan suatu cairan keluar membasahi vegiku.

    Aku mengerang panjang,

    Ooohh baang.. Syifa keluaarr..mmff.. sambil menjepitkan kedua pahaku di kepalanya sampai dia sulit bernafas.

    Akhirnya jepitanku berangsurangsur melemah dan aku tergeletak sambil membukakan kedua pahaku dan dia bisa menghirup udara segar sejenak.

    Enak? tanyanya.
    iya, enak lah.
    ya udah, gitu aja dulu yah, kepalaku sakit banget, abis kamu jambak tadi.
    kok udahan sih? sorry tadi Syifa keenakan jadinya nariknarik rambut abang deh.
    entar baru nyambung lagi ya.
    iya, tapi jangan lamalama.

    Aku hanya terbaring di tempat tidur, tubuh bugilku ditutupinya dengan selimut. Film porno itu di pause sebentar. Dia segera menuju wastafel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan jam 11.00. Setelah minum segelas air, dia segera kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya disampingku,

    Fa, aku mau minta maaf kalo aku udah jutek sama kamu sejak kita nikah, sekarang aku ngerasa bersalah banget.
    biarin aja berlalu yang kayak gitu mah, gak usah dipikir lagi, Syifa juga udah lupa, abang juga makin hari makin asik, seneng Syifa, jawabku.

    Kok jadi gerah ya, katanya sambil membuka baju kaosnya dan tinggal memakai celana basket yang sejak tadi dipakainya.
    ribet banget nih selimutkataku sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku,

    Aku segera memulai lagi adegan di film yang tadi kami pause. Aku menarik tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke selangkanganku. Kini adegan di film itu bertambah panas, pemeran pria di film itu mulai memasukkan kontinya kedalam vegi pemeran wanita. Pemeran wanita di film itu hanya menggumam tak karuan. Beberapa menit kami menyaksikan film itu.

    mau coba gituan? tanyaku.
    kalo sekarang nggak bisa, gak apaapa juga..kamu aja yang master blon siap apa lagi aku, jawabnya.
    kita coba tapi pelanpelan yahsoalnya Syifa kan masih perawan.
    gak apaapa nanti aja.
    tapi Syifa pengen banget.
    ya uda.,,,tapi bakal sakit loh nanti. Dia menghentikan filmnya dan melepas celananya.

    Kontinya dah tegang lagi, bole juga tu, baru ngecret dah bisa keras lagi.

    Aku menaikkan pinggulku dan pantatku disanggah dengan bantal. Dia membuka sedikit lubang vegiku.

    beneran masukin sekarang? tanyanya.
    iya bang tapi pelanpelan yah. Dia menggesekgesekan kepala kontinya dulu pada vegiku yang sudah banyak lendirnya.
    Ayo bang cepat, Syifa sudah tidak tahan lagi pintaku dengan bernafsu.

    Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontinya kedalam vegiku. Terasa perih ketika selaput prawanku ditrobos kontinya, aku meneteskan air mata. Ada darah membekas di batang kontinya. Aku mulai menggoyangkan pinggulku, karena dia mengeluar masukkan kontinya pelan didalam vegiku.

    sakit?, tanyanya pelan. udah nggak kok,perih aja tadi, banget jawabku.
    mau diterusin? tanyanya lagi. iya.. jawabku manja.

    Perlahan mulai dia memasukkan kontinya ke vegiku sampai pada akhirnya masuk semua. Lalu dia tarik pelanpelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam dan terasa kontinya menyentuh bibir rahimku saking dalamnya. Dalam permainan ini kami saling cium menjalarkan tangan kesana kemari sambil mengeluarkan suara erotis di antara kami . Aku hanya menggumam sambil meremas toketku ndiri.

    ennnaaakk bang hingga selang beberapa lama dia memaju mundurkan pinggulnya, makin lama makin cepat.

    kami hampir bersamaan orgasme dan gak lama lagi,

    Bang pompa yang cepat, bang, Syifa mau keluar ach.. Uch.. Enak bang, lenguhku, sampe akhirnya, mmhhSyifa. keelluuaarr.. Dengan hitungan detik kami berdua orgasme bersama sambil merapatkan pelukan dan kontinya berkedutan di dalam vegiku.

    Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga. Orgasme ku disusul olehnya, senang sekali melihat expresinya ketika menyemprotkan maninya didalam vegiku. Cairan yang keluar dari vegiku bercampur sedikit dengan darah.

    Fa..sorry tadi aku keluarin di dalem.., katanya.
    nggak apaapa kali,..kalo nanti Syifa hamil.. ya abang jadi bapaknya. Akhirnya kami pun kelelahan dan tertidur.

    Kira2 satu jam kami tertidur, aku terbangun dan menuju ke kamar mandi, pipis. Dia menyusulku ke kamar mandi, rupanya pipis juga. Setelah itu kami kembali lagi ke ranjang. Gairahku timbul lagi untuk mengulang kenikmatan yang baru aja aku rasakan. aku menggapai kontinya untuk aku kulum.

    Mau lagi ya tanyanya.
    Ehm, habis nikmat bang, Syifa mau lagi ya.
    Enak kan Fa kontiku , katanya sambil menikmati kulumanku.
    Jelas enak bang, punya abang kan besar apalagi panjang lagi, ada 17 cm ya bang. Awaknya si perih tapi udahannya nikmat buangetz.

    Dia diam tidak menjawab karena sangat menikmati kulumanku. Aku mengulum serta menjilati pelirnya hingga dia sampai terangsang berat menuju orgasme kedua. Aku berhenti untuk menjilatinya dan ganti dengan posisi 69. Dari posisi ini kami saling mengulum lagi. vegiku dia buka sedikit dengan jari dan dimasukkannya jarinya sambil dikeluar masukkan.

    Selang beberapa lama kami melakukan pemanasan maka dia berinisiatif untuk melakukan penetrasi pada vegiku. Agen Joker128

    Fa kalau masih mau, kamu nungging gih, kaya di film tadi, sepertinya nikmat juga ya pintanya. Oh, mau doggy style ya, ayo ajakku bersemangat.

    Setelah aku siap menungging, dengan pelan ditempelkannya kepala kontinya ke bibir vegiku dan
    perlahanlahan ditekan masuk sedikit demi sedikit,

    Terus bang.. emmff.. enaakk, oohh.. aku mendesah.
    Bleess..! akhirnya masuk semua batang kontinya ke dalam vegiku, kemudian mulai menggerakkan pantatnya maju mundur, aku menggoyangkan pinggul seirama dengan gerakan pantatnya.
    Aaahh.. bang.. enak sekali teruuss.. oohh.. aku merintih penuh nikmat.

    Ada kirakira 5 menit kami saling bergoyang dan tangan kirinya menjalar ke toketku dan diremasremas pelan. Kontinya masuk semakin dalam dan dipompanya dengan semakin cepat hingga aku semakin menikmati permainan ini.

    Ooohh.. baangg.. Syifa nggak tahan lagi.. rintihku dan akhirnya aku mencapai orgasmeku lagi.

    Dia makin gencar menggenjot kontinya keluar masuk vegiku sehingga akhirnya ditekannya pantatnya dengan keras sehingga kontinya tenggelam habis ke dalam vegiku dan

    Sroott.. sroott.. sroott.. entah berapa banyak mani yang disemprotkan di dalam vegiku.

    Kami berdua mencapai klimaks orgasme pada saat yang sama. Sepertinya dia dah lulus dari kursus singkat bokep. Dia mencabut kontinya dari vegiku dan terkapar disebelahku yang telungkup diranjang. setelah permainan itu kembali kami kembali tertidur dalam posisi itu.

    Ketika kami terbangun hari sudah siang banget. Dengan mesra aku ajak dia mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami saling membersihkan dan berciuman. Siapa dulu yang memulai kami tidak tahu karena secara spontan aku segera jongkok dan siap menjilat serta mengulum kontinya yang sudah tegak berdiri. Lalu kukulum kontinya sambil mengocoknya pelanpelan naik turun.

    Setelah dia merasa nikmat lalu ganti dia yang jongkok dan minta aku berdiri sambil kakiku satunya ditumpangkan di kloset wc, agar siap mendapat serangan oral nya yang nikmat.

    Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

    Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menarinari kesana kemari pada klitku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya lebih dalam ke vegiku. dia menjulurkan lidahnya lebih dalam ke vegiku sambil dia korekkorek klitku dengan jari manisnya.

    Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan dari dia sampai aku mengalami orgasme dengan derasnya hingga lendir kenikmatan itu keluar tanpa bisa dibendung lagi. Dijilatinya dan ditelannya semua lendir kenikmatanku yang ada itu tanpa sisa.

    Gimana Fa, rasanya permainan kita tadi, puas tidak? tanyaku.
    Puas banget bang, tapi abang blon kluar.

    Kami saling membersihkan diri, disiraminya seluruh tubuhku, kemudian disabuni. Aku melakukan hal yang sama terhadapnya. Tubuh kami masih basah, kontinya mulai mengeras kembali akibat remasan tanganku, sementara dia mengusapusap toketku kemudian turun mengusap bibir vegiku. jarinya masuk dan mempermainkan klitku dengan lembut. Aku mulai mendesah. Sambil berpandangan kami saling mengusap, meremas lembut apa saja yang dapat kami sentuh, sehingga pengen maen lagi.

    Tanpa sempat untuk mengeringkan badan, aku ditariknya kembali ke tempat tidur, direbahkannya diriku dan dengan agak kasar karena mulai gak tahan, aku menarik sehingga dia jatuh menindihku. Kami saling memandang, diciumnya dengan lembut bibirku. Aku menggigit lembut bibirnya sambil tanganku mulai meraba kontinya yang masih tegang, kubelai dan kukocok pelanpelan, membuatnya merintih nikmat sambil memejamkan mata, sementara mulut kami berdua terkunci dengan kecupankecupan yang makin lama makin buas. Tangannya meremas toket dan pentilku yang mengeras.

    Aku bangun dan merayap ke atas tubuhnya hingga vegiku tepat berada di atas hidung dan mulutnya. Dia menekan pantatku dan mengecup bibir vegi serta klitku dengan lembut. Dia memainkan lidahnya pada klitku terus ke lubang vegiku,

    Ooohh bang.. teruuss.. baang..! erangku nikmat. pantatku bergoyang mengimbangi permainan bibir dan lidahnya.

    Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum

    Aku gak bisa menahan napsuku sehingga aku mempoisisikan vegiku diatas kontinya, kuarahkan kontinya ke vegiku kemudian pantat kuturunkan sehingga masuklah kontinya penuh ke lubang vegiku. Aku merebahkan tubuhku diatas tubuhnya. Dia mulai menggerakkan pantatnya keatas memberi tekanan pada vegiku dengan kontinya. Akupun menyambut serangannya dengan menggerakkan juga pantatku naik turun dengan perlahanlahan. Makin cepat.. makin cepat..

    Ooohh.. bang.. mmff.. desahanku semakin menggila.

    Tangannya tidak tinggal diam, kedua toketku diremas dan pentilku diplintir lembut menambah kenikmatan bagiku. sekonyongkonyong aku menjatuhkan badanku ke atas dadanya sehingga remasan di toketku terlepas.

    Bang.. Syifa nggak tahaann.. oohhmmff.. lenguhku sambil memagut bibirnya dan akupun nyampe kembali.

    Vegiku berdenyut keras memerah kontinya yang masih nancap dengan gagahnya sehingga akhirnya dia gak bisa menahan lebih lama lagi, dan

    Crroott.. crroott.. crroott.. maninya muncrat.

    Aku menelungkup diatasnya, bibirku dipagutnya sambil memelukku erat sekali. Hebat juga si abang, yang tadinya cuek saja ternyata menjadi pejantan tangguh di ranjang yang bisa membuat aku berkali2 mendapat O, luar biasa. Dah selesai semuanya baru terasa laper karena hari dah mo siang tapi kita sarapan ja belon. sarapannya diganti breakfast in bed alias emel.

    weekend itu kamu terus saja mengadu konti dan vegi, staminanya benar2 hebat seakan2 dia gak pernah puas menggenjot vegiku dengan kontinya sampe aku lemas Lugu diawal akhirnya jadi buas banget, nikmatnya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX

    PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX


    1469 views

    Cerita Sex ini berjudul ” PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Pagi itu aku bangun kesiangan, seisi rumah rupanya sudah pergi semua. Akupun segera mandi dan berangkat ke kampus. Meskipun hari itu kuliah sangat padat, pikiranku nggak bisa konsentrasi sedikitpun, yang aku pikirkan cuma Rani.

    Aku pulang kerumah sekitar jam 3 sore, dan rumah masih sepi. Kemudian ketika aku sedang nonton TV di ruang keluarga sehabis ganti baju, Rani keluar dari kamarnya, sudah berpakaian rapi. Dia mendekat dan mukanya menunduk.

    “Dodi, kamu ada acara nggak? Temani aku nonton dong..”

    “Eh.. apa? Iya, iya aku nggak ada acara, sebentar yah aku ganti baju dulu” jawabku, dan aku buru-buru ganti baju dengan jantung berdebaran. Setelah siap, akupun segera mengajaknya berangkat. Rani menyarankan agar kami pergi dengan mobilnya.

    Aku segera mengeluarkan mobil, dan ketika Rani duduk di sebelahku, aku baru sadar kalau dia memakai rok pendek, sehingga ketika duduk ujung roknya makin ke atas. Sepanjang perjalanan ke bioskop mataku nggak bisa lepas melirik kepahanya.

    Sesampainya dibioskop, aku beranikan memeluk pinggangnya, dan Rani tidak menolak. Dan sewaktu mengantri di loket aku peluk dia dari belakang. Aku tahu Rani merasa penisku sudah tegang karena menempel di pantatnya. Rani meremas tanganku dengan kuat. Kita memesan tempat duduk paling belakang, dan ternyata yang nonton nggak begitu banyak, dan disekeliling kita tidak ditempati.

    Kita segera duduk dengan tangan masih saling meremas. Tangannya sudah basah dengan keringat dingin, dan mukanya selalu menunduk. Ketika lampu mulai dipadamkan, aku sudah tidak tahan, segera kuusap mukanya, kemudian aku dekatkan ke mukanya, dan kita segera berciuman dengan gemasnya.

    Lidahku dan lidahnya saling berkaitan, dan kadang-kadang lidahku digigitnya lembut. Tanganku segera menyelinap ke balik bajunya. Dan karena tidak sabar, langsung saja aku selinapkan ke balik BH-nya, dan payudaranya yang sebelah kiri aku remas dengan gemas.

    Mulutku langsung diisap dengan kuat oleh Rani. Tangankupun semakin gemas meremas payudaranyanya, memutar-mutar putingnya, begitu terus, kemudian pindah ke susu yang kanan, dan Rani mulai mengerang di dalam mulutku, sementara penisku semakin meronta menuntut sesuatu.

    Kemudian tanganku mulai mengelus pahanya, dan kuusap-usap dengan arah semakin naik ke atas, ke pangkal pahanya. Roknya aku singkap ke atas, sehingga sambil berciuman, di keremangan cahaya, aku bisa melihat celana dalamnya.

    Dan ketika tanganku sampai di selangkangannya, mulut Rani berpindah menciumi telingaku sampai aku terangsang sekali. Celana dalamnya sudah basah. Tanganku segera menyelinap ke balik celana dalamnya, dan mulai memainkan clitorisnya.

    Aku elus-elus, pelan-pelan, aku usap dengan penuh perasaan, kemudian aku putar-putar, makin lama makin cepat, dan makin lama makin cepat. Tiba-tiba tangannya mencengkeram tanganku, dan pahanya juga menjepit telapak tanganku, sedangkan kupingku digigitnya sambil mendesis-desis. Badanya tersentak-sentak beberapa saat.

    “Dodi.. aduuhh.., aku nggak tahan sekali.., berhenti dulu yaahh.., nanti dirumah ajaa..”, rintihnya. Akupun segera mencabut tanganku dari selangkangannya.

    “Dodi.., sekarang aku mainin punya kamu yaahh..”, katanya sambil mulai meraba celanaku yang sudah menonjol. Aku bantu dia dengan aku buka ritsluiting celana, kemudian tangannya menelusup, merogoh, dan ketika akhirnya menggenggam penisku, aku merasa nikmat luar biasa. Penisku ditariknya keluar celana, sehingga mengacung tegak.

    “Dodi.., ini sudah basah.., cairannya licin..”, rintihnya dikupingku sambil mulai digenggam dengan dua tangan. Tangan yang kiri menggenggam pangkal penisku, sedangkan yang kanan ujung penisku dan jari-jarinya mengusap-usap kepala penis dan meratakan cairannya.

    “Rani.., teruskan sayang..”, kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa penisku sudah keras sekali. Rani meremas dan mengurut penisku semakin cepat. Aku merasa spermaku sudah hampir keluar. Aku bingung sekali karena takut kalau sampai keluar bakal muncrat kemana-mana.

    “Rani.., aku hampir keluar nih.., berhenti dulu deh..”, kataku dengan suara yang nggak yakin, karena masih keenakan.
    “Waahh.., Rani belum mau berhenti.., punya kamu ini bikin aku gemes..”, rengeknya

    “Terus gimana.., apa enaknya kita pulang saja yuk..?!” ajakku, dan ketika Rani mengangguk setuju, segera kurapikan celanaku, juga pakaian Rani, dan segera kita keluar bioskop meskipun filmnya belum selesai. Di mobil tangan Rani kembali mengusap-usap celanaku.

    Dan aku diam saja ketika dia buka ritsluitingku dan menelusupkan tangannya mencari penisku. Aduh, rasanya nikmat sekali. Dan penisku makin berdenyut ketika dia bilang, “Nanti aku boleh nyium itunya yah..”. Aku pengin segera sampai ke rumah.

    Dan, akhirnya sampai juga. Kita berjalan sambil berpelukan erat-erat. Sewaktu Rani membuka pintu rumah, dia kupeluk dari belakang, dan aku ciumi samping lehernya. Tanganku sudah menyingkapkan roknya ke atas, dan tanganku meremas pinggul dan pantatnya dengan gemas. Rani aku bimbing ke ruang keluarga. Sambil berdiri aku ciumi bibirnya, aku lumat habis mulutnya, dan dia membalas dengan sama gemasnya.

    Pakaiannya kulucuti satu persatu sambil tetap berciuman. Sambil melepas bajunya, aku mulai meremasi payudaranya yang masih dibalut BH. Dengan tak sabar BH-nya segera kulepas juga. Kemudian roknya, dan terakhir celana dalamnya juga aku turunkan dan semuanya teronggok di karpet.

    Badannya yang telanjang aku peluk erat-erat. Ini pertama kalinya aku memeluk seorang gadis dengan telanjang bulat. Dan gadis ini adalah Rani yang sering aku impikan tapi tidak terbayangkan untuk menyentuhnya. Semuanya sekarang ada di depan mataku.

    Kemudian tangan Rani juga melepaskan bajuku, kemudian celana panjangku, dan ketika melepas celana dalamku, Rani melakukannya sambil memeluk badanku. penisku yang sudah memanjang dan tegang sekali segera meloncat keluar dan menekan perutnya. uuhh, rasanya nikmat sekali ketika kulit kami yang sama-sama telanjang bersentuhan, bergesekan, dan menempel dengan ketat. Bibir kami saling melumat dengan nafas yang semakin memburu.

    Tanganku meremas pantatnya, mengusap punggungnya, mengelus pahanya, dan meremasi payudaranya dengan bergantian. Tangan Rani juga sudah menggenggam dan mengelus penisku. Badan Rani bergelinjangan, dan dari mulutnya keluar rintihan yang semakin membangkitkan birahiku. Karena rumah memang sepi, kita jadi mengerang dengan bebas.

    Kemudian sambil tetap meremasi penisku, Rani mulai merendahkan badannya, sampai akhirnya dia berlutut dan mukanya tepat didepan selangkanganku. Matanya memandangi penisku yang semakin keras di dalam genggamannya, dan mulutnya setengah terbuka. Penisku terus dinikmati, dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak. Mulutnya perlahan mulai didekatkan kekepala penisku.

    Aku melihatnya dengan gemas sekali. Kepalaku sampai terdongak ketika akhirnya bibirnya mengecup kepala penisku. Tangannya masih menggenggam pangkal penisku, dan mengelusnya pelan-pelan. Mulutnya mulai mengecupi kepala penisku berulang-ulang, kemudian memakai lidahnya untuk meratakan cairan penisku.

    Lidahnya memutar-mutar, kemudian mulutnya mulai mengulum dengan lidah tetap memutari kepala penisku. Aku semakin mengerang, dan karena nggak tahan, aku dorong penisku sampai terbenam ke mulutnya. Aku rasa ujungnya sampai ke tenggorokannya. Rasanya nikmat sekali. Kemudian pelan-pelan penisku disedot-sedot dan dimaju-mundurkan di dalam mulutnya.

    Rambutnya kuusap-usap dan kadang-kadang kepalanya aku tekan-tekan agar penisku semakin terasa nikmat. Isapan mulut dan lidahnya yang melingkar-lingkar membuatku merasa sudah nggak tahan. Apalagi sewaktu Rani melakukannya semakin cepat, dan semakin cepat, dan semakin cepat.

    Ketika akhirnya aku merasa spermaku mau muncrat, segera kutarik penisku dari mulutnya. Tapi Rani menahannya dan tetap mengisap penisku. Maka akupun nggak bisa menahan lebih lama lagi, spermaku muncrat di dalam mulutnya dengan rasa nikmat yang luar biasa. Spermaku langsung ditelannya dan dia terus mengisapi dan menyedot penisku sampai spermaku muncrat berkali-kali.

    Badanku sampai tersentak-sentak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Meskipun spermaku sudah habis, mulut Rani masih terus menjilat. Akupun akhirnya nggak kuat lagi berdiri dan akhirnya dengan nafas sama-sama tersengal-sengal kita berbaring di karpet dengan mata terpejam.

    “Thanks ya Ran, tadi itu nikmat sekali”, kataku berbisik
    “Ah.., aku juga suka kok.., makasih juga kamu ngebolehin aku mainin kamu..”.

    Kemudian ujung hidungnya aku kecup, matanya juga, kemudian bibirnya. Mataku memandangi tubuhnya yang terbaring telanjang, alangkah indahnya. Pelan-pelan aku ciumi lehernya, dan aku merasa nafsu kita mulai naik lagi. Kemudian mulutku turun dan menciumi payudaranya yang sebelah kanan sedangkan tanganku mulai meremas susu yang kiri. Rani mulai menggeliat-geliat, dan erangannya membuat mulut dan tanganku tambah gemas memainkan susu dan putingnya.

    Aku terus menciumi untuk beberapa saat, dan kemudian pelan-pelan aku mulai mengusapkan tanganku keperutnya, kemudian kebawah lagi sampai merasakan bulu jembutnya, aku elus dan aku garuk sampai mulutnya menciumi telingaku. Pahanya mulai aku renggangkan sampai agak mengangkang. Kemudian sambil mulutku terus menciumi payudaranya, jariku mulai memainkan clitorisnya yang sudah mulai terangsang juga.

    Cairan kenikmatannya kuusap-usapkan ke seluruh permukaan kemaluannya, juga ke clitorisnya, dan semakin licin clitoris serta liang kewanitaannya, membuat Rani semakin menggelinjang dan mengerang. clitorisnya aku putar-putar terus, juga mulut kemaluannya bergantian.

    “Ahh.., Dodii.., aahh.., teruss…, aahh.., sayaangg..”, mulutnya terus meracau sementara pinggulnya mulai bergoyang-goyang. Pantatnya juga mulai terangkat-angkat. Akupun segera menurunkan kepalaku kearah selangkangannya, sampai akhirnya mukaku tepat di selangkangannya.

    Kedua kakinya aku lipat ke atas, aku pegangi dengan dua tanganku dan pahanya kulebarkan sehingga liang kewanitaan dan clitorisnya terbuka di depan mukaku. Aku tidak tahan memandangi keindahan liang kewanitaannya yang saat itu selaput dara nya masih rapat. Lidahku langsung menjulur dan mengusap clitoris dan liang kewanitaannya.

    Cairan surganya kusedot-sedot dengan nikmat. Mulutku menciumi bibir kemaluannya dengan ganas, dan lidahku aku selip-selipkan ke lubangnya, aku kait-kaitkan, aku gelitiki, terus begitu, sampai pantatnya terangkat, kemudian tangannya mendorong kepalaku sampai aku terbenam di selangkangannya. Aku jilati terus, clitorisnya aku putar dengan lidah, aku isap, aku sedot, sampai Rani meronta-ronta. Aku merasa penisku sudah tegak kembali, dan mulai berdenyut-denyut.

    “Dodii.., aku nggak tahan.., aduuhh.., aahh.., enaakk sekalii..”, rintihnya berulang-ulang. Mulutku sudah berlumuran cairan kewanitaannya yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan. Kemudian aku lepaskan mulutku dari liang kewanitaannya.

    Sekarang giliran penisku aku usap-usapkan ke clitoris dan bibir kemaluannya, sambil aku duduk mengangkang juga. Pahaku menahan pahanya agar tetap terbuka. Rasanya nikmat sekali ketika penisku digeser-geserkan diliang senggamanya. Rani juga merasakan hal yang sama, dan sekarang tangannya ikut ngebantu dan menekan penisku digeser-geserkan di clitorisnya.

    “Ranii.., aahh.., enakk.., aahh..”
    “aahh.., iya.., eennaakk sekalii..”.

    Kita saling merintih. Kemudian karena penisku semakin gatal, aku mulai menggosokkan kepala penisku ke bibir kemaluannya. Rani semakin menggelinjang. Akhirnya aku mulai mendorong pelan sampai kepala penisku masuk ke liang senggamanya.

    “Aduuhh.. Dodii.., saakiitt.., aadduuhh.., jaangaann..”,rintihnya

    “Tahan dulu sebentar…, Nanti juga ilang sakitnya..”, kataku membujuk

    Kemudian pelan-pelan penisku aku keluarkan, kemudian aku tekan lagi, aku keluarkan lagi, aku tekan lagi, kemudian akhirnya aku tekan lebih dalam sampai masuk hampir setengahnya. Mulut Rani sampai terbuka tapi sudah nggak bisa bersuara.

    Punggungnya terangkat dari karpet menahan desakan penisku. Kemudian pelan-pelan aku keluarkan lagi, aku dorong lagi, aku keluarkan lagi, terus sampai dia tenang lagi. Akhirnya ketika aku mendorong lagi kali ini aku dorong sampai amblas semuanya ke dalam.

    Kali ini kita sama-sama mengerang dengan keras. Badan kita berpelukan, mulutnya yang terbuka aku ciumi, dan pahanya menjepit pinggangku dengan keras sekali sehingga aku merasa ujung penisku sudah mentok ke dinding kemaluannya. Kita tetap berpelukan dengan erat saling mengejang untuk beberapa saat lamanya.

    Mulut kita saling mengisap dengan kuat. Kami sama-sama merasakan keenakan yang tiada taranya. Setelah itu pantatnya sedikit demi sedikit mulai bergoyang, maka akupun mulai menggerakkan penisku pelan-pelan, maju, mundur, pelan, pelan, makin cepat, makin cepat, dan goyangan pantat Rani juga semakin cepat.

    “Dodii.., aduuhh.., aahh.., teruskan sayang.., aku hampir niihh..”, rintihnya.

    “Iya.., nihh.., tahan dulu.., aku juga hampir.., kita bareng ajaa..”, kataku sambil terus menggerakkan penis makin cepat. Tanganku juga ikut meremasi susunya. Penisku makin keras kuhujam-hujamkan ke dalam liang surganya sampai pantatnya terangkat dari karpet. Dan aku merasa liang senggamanya juga menguruti penisku di dalam. penis kutarik dan tekan semakin cepat, semakin cepat.., dan semakin cepat..”.

    “Raanii.., aku mau keluar niihh..”.
    “Iyaa.., keluarin saja.., Rani juga keluar sekarang niihh”.

    Akupun menghunjamkan penisku keras-keras yang disambut dengan pantat Rani yang terangkat ke atas sampai ujung penisku menumbuk dinding kemaluannya dengan keras. Kemudian pahanya menjepit pahaku dengan keras sehingga penisku makin mentok, tangannya mencengkeram punggungku. Liang kewanitaannya berdenyut-denyut. Spermaku memancar, muncrat dengan sebanyak-banyaknya menyirami liang senggamanya.

    “aahh…, aahh.., aahh..”, kita sama-sama mengerang, dan liang kewanitaannya masih berdenyut, mencengkeram penisku, sehingga spermaku berkali-kali menyembur. Pantatnya masih juga berusaha menekan-nekan dan memutar sehingga penisku seperti diperas. Kita orgasme bersamaan selama beberapa saat, dan sepertinya nggak akan berakhir.

    Pantatku masih ditahan dengan tangannya, pahanya masih menjepit pahaku erat-erat, dan liang senggamanya masih berdenyut meremas-remas penisku dengan enaknya sehingga sepertinya spermaku keluar semua tanpa bersisa sedikitpun.

    “aahh.., aahh.., aduuhh…”, kita sudah nggak bisa bersuara lagi selain mengerang-erang keenakan.

    Ketika sudah mulai kendur, aku ciumi Rani dengan penis masih di dalam liang senggamanya yang selaput dara nya telah robek. Kita saling berciuman lagi untuk beberapa saat sambil saling membelai. Aku ciumi terus sampai akhirnya aku menyadari kalau Rani sedang menangis karena selaput dara nya telah robek.

    Tanpa berbicara kita saling menghibur. Aku menyadari bahwa selaput dara nya telah robek oleh penisku. Dan ketika penisku aku cabut dari sela-sela liang kewanitaannya yang selaput dara nya telah robek memang mengalir darah yang bercampur dengan spermaku.

    Kami terus saling membelai, dan Rani masih mengisak di dadaku karena selaput dara-nya telah sobek, sampai akhirnya kita berdua tertidur kelelahan dengan berpelukan.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Kisah Sex Karyawan Baru Yang Menggoda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Sex Karyawan Baru Yang Menggoda – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1469 views

    Perawanku – Cerita Mesum Karyawan Baru Yang Menggoda Semenjak kedatangannya, suasana kantor agak berubah. Orang2 jadi semakin rajin, entah mengapa. Dia bukanlah direktur yang baru, bukan pula sekretaris baru yang seksi. Namanya Nadya. Perempuan berumur 27 tahun ini disukai sekaligus dibenci. Disukai karena kerjanya cepat dan sangat efektif, serta sangat cerdas, tetapi disisi lain dia selalu mengeluh dan memarahi kami karena keterlambatan kami atau hal2 sepele lainnya.

    Nadya bukanlah direktur, juga bukan senior designer. Posisinya sama denganku, junior designer. Yang membedakannya denganku dan beberapa teman lainnya adalah, Nadya lulusan universitas kenamaan di Amerika Serikat, dengan prestasi cum laude. Selain itu Nadya juga keponakan dari Owner perusahaan desain interior ini. Berdarah Jawa Belanda, dengan tampang indo layaknya model2 catwalk, rambut hitam panjang, dengan kacamata tipis dan pakaiannya yang selalu modis, sudah barang tentu lelaki menyukainya. Namun entah kenapa kami malas untuk akrab dengannya, selain karena sikapnya yang selalu ketus dan tidak bersahabat itu, juga karena kami merasa tidak selevel dengannya. Apalagi kebanyakan dari kami adalah lulusan universitas lokal, dan sewaktu kuliah, membolos sudah jadi makanan kami (tidak bisa nyontek di kuliah desain interior). Walaupun kami datang dari universitas mentereng, tetap saja tidak bisa membandingkan diri kami dengan Nadya.

    Aku sendiri berusia 29 tahun, masih jomblo dan belum menikah. Bukan karena aku tidak laku, tapi aku masih agak shock ketika setahun yang lalu pacarku selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Memang mereka tidak melakukan hal2 yang melanggar norma kesusilaan, tetapi jalan dengan laki2 lain dan saling berkirim sms mesra di tengah2 persiapan pernikahan, apa bukan selingkuh itu namanya ?

    Teman2ku yang lain sering menggodaku agar aku mendekati dan mencoba akrab dengan Nadya, karena menurut informasi yang beredar, Nadya belum memiliki pacar. Wajar saja hal ini terjadi mengingat yang masih bujangan di kantor ini selain aku dan Nadya, Cuma ada seorang desainer senior yang selalu tidak beruntung dalam masalah percintaan, dan seorang office boy. Aku pun bertanya2 kenapa Nadya tidak laku padahal dia sangat cantik dan pintar. Apa karena sikapnya yang ketus ? atau mungkin saja dia lesbian ? haha.

    Minggu ini minggu yang sangat melelahkan. Selain mengerjakan desain interior untuk sebuah mall yang akan dibangun, aku dan Nadya harus rapat sore hari bersama developer sebuah gedung perkantoran. Selama di mobilku, Nadya hanya diam saja, sembari mendengarkan musik di ipodnya. Sudah barang tentu dia pasti tidak akan menjawab jika aku sekedar ingin mengobrol atau berbasabasi dengannya. Sebab selama ini pembicaraanku dengan dia hanya sebatas pekerjaan saja. Dia juga tidak pernah bergabung dengan orang2 kantor mencari makanan murah disekeliling gedung perkantoran. Entah dia makan dimana, karena menurut para direksi dan senior designer, Nadya tidak pernah makan bersama mereka. Tentu saja, karena walaupun sudah berduit dan lebih berumur dari kami, para direksi dan senior designer pasti mencari makan murah untuk berhemat.

    Rapat berlangsung sangat lama. Waktu sudah menunjukkan pukul jam 8 malam. Tetapi Nadya masih berdiskusi dengan pihak pengembang soal konsep desain interior gedung perkantoran itu. Bila rapat dengan rekan yang lain, pasti mereka akan mencari2 alasan atau sengaja mengarahkan pembicaraan agar rapat cepat selesai. Akhirnya rapat selesai juga. Waktu menunjukkan pukul 8.30. rapat berlangsung sangat lancar, dan tidak satupun ucapan Nadya yang dibantah. Harus kuakui gadis ini sangat hebat dalam berargumen.

    Jalanan sudah agak lengang karena jam macet sudah lewat. Aku dan Nadya berada di dalam mobil, menuju ke kantor. Aku membuka pembicaraan.
    Udah malem, di kantor ga ada siapa2, mau cari makan dulu sebelum kembali ke kantor ? tanyaku berbasa basi.
    Gak usah, langsung ke kantor aja jawabnya pelan dan pasti. Tak sampai 5 detik dia langsung memasangkan headset ipod ke telinganya. Buset. Dingin sekali tanggapannya. Yasudah. Aku tidak ambil pusing, dengan buru2 aku segera menyetir mobil ke arah kantor, agar aku bisa cepat pulang dan makan malam.

    Kantor kami terletak di sebuah gedung berlantai 7, di daerah yang mentereng di Jakarta Selatan. Kantor Konsultan desain interior kami berada di lantai paling atas, berbagi lantai dengan 3 kantor lainnya. Aku memarkirkan mobilku dengan asal2an di tempat parkir. Tumben, pikirku, para satpam lagi kemana ? aku dan Nadya langsung masuk, menaiki lift, dan kemudian masuk ke kantor. Suasana kantor agak gelap karena memang sudah tidak ada siapapun. Aku mencoba membuka pintu pantry untuk mengambil makanan ringan di kulkas, namun pintu pantry sudah terkunci. Memang kebiasaan office boy kami untuk mengunci semua pintu di kantor kecuali pintu utama, yang biasanya selalu dikunci oleh satpam setelah semua pergi.

    Untung saja pintu belum dikunci ketika kami masuk. Entah karena malas atau apa, kami tidak menyalakan lampu utama. Karena besok pagi desain awal hasil rapat sudah masuk ke desainer senior, maka kami membereskan hasil rapat tadi di ruang rapat utama. Nadya bekerja dengan sangat teliti mengetik laporan dengan MacBook nya. Sementara aku mengumpulkan hasil sketsa dan denah ruangan dalam satu bundel, sambil menahan perut lapar dan tak henti2nya aku melihat ke arah jam. Setelah tugasku beres, aku membereskan mejaku, dan bersiap untuk pulang sementara Nadya memprint hasil ketikannya. Nadya sudah akan pergi ketika aku memasukkan alat tulis ke tasku.
    Aku pulang duluan ya.. Nadya berjalan ke arah pintu. Aku tersenyum sekenanya dan meregangkan tubuh dulu sebelum benar2 akan pulang. Tiba2

    SHIT ! aku mendengar teriakan Nadya dari arah pintu utama. Aku bergegas berlari ke arah pintu utama. Rupanya Nadya sedang berdiri mematung di depan pintu yang tertutup.
    Kenapa ? tanyaku heran
    Pintunya dikunci jawab Nadya sambil menarik2 handle pintu sekuat tenaga.
    Sial, pikirku. Rupanya tidak ada satpam di luar itu dikarenakan mereka sedang patroli, sekaligus mengecek adakah orang yang lembur malam ini. Rupanya karena kami berdua tidak menyalakan lampu2 utama, yang menyebabkan ruangan kantor seperti tidak ada orang, mereka mengunci pintu tanpa memeriksa terlebih dahulu. Aku mulai panic karena jalan satu2nya keluar dari kantor ini adalah pintu itu. Tangga darurat ada di seberang pintu kantor. Sial. Sekali lagi sial. Semua pintu sudah dikunci. Aku berlari mengintip ke jendela. Sia2. Jendela kantor kami tidak ada yang menghadap ke kantor satpam. Aku blingsatan kesana kemari, dan dengan marah kutendang pintu kaca yang tebal itu. Tak ada reaksi kecuali kakiku sakit. Desain pintu yang kuat agar kantor aman ternyata menjebak kami di kantor

    Aku mengeluarkan handphone dari saku celanaku dan menelpon office boy, untuk menyuruhnya kembali ke kantor. Sial sekali lagi. Telponnya tidak aktif. Hebat.

    Nadya diam, walau bisa kulihat mukanya memerah menahan marah. Mungkin dia juga ingin cepat pulang, ada janji atau apapun. Tapi Nadya tetap berusaha kalem dengan menelpon pamannya, sang owner perusahaan desain ini. Aku bisa mendengar percakapan mereka.
    Hallo om..
    Eh Nadya, ada apa ?
    Om, aku kekunci di kantor
    Lah kok bisa ?
    Nadya menjelaskan situasinya ke pamannya.
    Waduh. Gawat juga.. OB nya pun ga bisa ditelpon ?
    Iya om.
    Teriak2 gih, coba panggil satpamnya
    Percuma, kupikir. Aku pernah lembur dan melihat kelakuan para satpam itu ketika waktu sudah menunjukkan jam 9 keatas. Setelah patroli dan mengunci pintu2 utama, mereka langsung ke kantor mereka, untuk nonton tv rame2, main kartu, bahkan kadang2 mabuk bareng.
    Ga bisa om nada bicara Nadya sudah mulai memelas.
    Hmm om akan usahakan cari bantuan, tapi om lagi di luar kota sekarang
    KOK OM GAK BILANG DARI TADI KALAU ADA DI LUAR KOTA ?!? Nadya meledak. Ditengah kekalutan aku mencoba menelpon semua nomor telpon kantor. Dan sialnya, kebanyakan dari mereka tidak aktif. Ada yang mengangkatnya dengan background suara hingar bingar diskotik dan suara teler ga karuan. Tolol. Di tengah minggu malah dugem. Nadya, terus menekan pamannya. Aku berusaha menelpon semuanya, tetapi entah kenapa sinyal hapeku tiba2 hilang. Aku kalut, mencari telpon kantor. Dan hanya telpon di meja front office saja yang bisa dipakai untuk menelepon ke luar. Aku berlari kearah front office dengan panik. Dan bodohnya tiba2 aku terjatuh tersangkut pojokan meja. Aku jatuh ke meja menimpa telpon kantor. Aku kaget dan langsung bangkit. Berharap telpon tidak rusak. Aku lalu mengangkat telponnya. Ternyata ada nada sambung. Aku mencoba menekan nomer yang kuhapal. Lagi2 sial. Rupanya kejadian tadi menyebabkan tombol 0 rusak dan tidak bisa ditekan. Nomer telpon HP mana yang tidak ada 0 nya ? sedangkan aku tidak punya nomor telpon rumah orang kantor. Ide tiba2 muncul, aku membuka laci front office untuk melihat data nomer telpon pegawai.

    SIAL ! SIAL! Lacinya terkunci. Sementara itu Nadya masih menelpon pamannya.
    JADI GIMANA DONG OM ?!? Bentak Nadya
    Sabar, kamu sama siapa disana ?
    Nadya menyebutkan namaku.
    Oh sama dia. Aman kalau sama dia, Nadya, kamu tunggu besok aja, kamu Belum sempat pamannya menyelesaikan kalimatnya, Nadya dengan kesal melemparkan handphonenya ke dinding dan handphonenya hancur berkeping2.

    Kenapa kamu banting ?!?!? Bentakku
    Nadya hanya terdiam. Dia menarik nafas dalam2.
    Telpon kantor ? tanyanya pendek
    Rusak jawabku tak kalah pendeknya.
    Kenapa ? Mukanya mulai memerah. Matanya berkaca2
    Tadi aku jatuh, telponnya ketindih badanku Aku menjawab sambil memalingkan muka.

    TOLOL !! Nadya membentakku dan tangan kanannya mengayun akan menampar pipiku. Dengan tangkas aku menangkap tangannya dan melepasnya kembali.
    Lebih tolol mana sama orang yang ngebanting hape nya sendiri ? sindirku.

    Ruang rapat penuh asap rokok sekarang. Aku menghisap rokok kretekku dalam2 dan membuang asapnya ke langit2. Nadya duduk di pojokan sambil menghisap rokok mentholnya. Kami sudah saling diam selama 30 menit lebih. Tidak ada alasan bagiku untuk mengobrol dengan wanita judes ini. Bikin pusing. Tapi aku mencoba menengok untuk melihat keadaannya. Khawatir juga. Jangan2 nekat gantung diri.

    Apa kamu lihat2 ? Nadya membalas tatapanku dengan pertanyaan dingin
    Gw punya mata, boleh dong liat kemana aja Jawabku tak kalah dingin.
    Ngeri tau gak, berdua doang sama cowok macem kamu
    Eh. Lu baru masuk kemaren sore Nad, blom kenal siapa gw.. Aku menatap penuh emosi ke arah Nadya.
    Ahsemua cowok sama aja Nadya membuang muka
    Apa maksud lu ? Tanyaku penasaran
    Ah, tau lah. Jawabnya sembari mematikan rokoknya di pot bunga yang sekarang beralih fungsi sebagai asbak.
    Lo tau kan otak cowok isinya seks melulu ? Suara Nadya terdengar tidak enak
    Aku hanya terdiam.
    Bahaya tau gak berdua doang sama cowok asing. Salah2 gw diperkosa Nadya berkata ketus
    EH. Sori ya mbaksok pintarlulusan luar negrimasuk karena koneksi Nada bicaraku meninggi. Biar kata lu cantik, juga, ga bakal ada cowok mau perkosa lo ! Mana ada orang mau merkosa orang ngeselin macem elo !!! Bentakku.
    Orang yang gak bisa bersosialisasi macem lo ! Orang yang egois ! Ga ada empati sedikitpun sama orang kantor ! Ga ada bagus2nya! Mentang2 ni kantor punya om lu, lu mau seenaknya aja disini ?!?!? Aku sudah naik pitam. Tidak mampu menahan kesabaran lagi.

    Ah Nadya tidak bisa berkata2 lagi.
    Enak aja lo bilang gw mau merkosa elo ! mendingan gw tidur ama pecun daripada nyentuh badan lo ! Nafasku habis. Sudah kuluapkan semua kekesalanku kepada Nadya.

    Tiba2 Nadya berlutut. Melepas kacamatanya dan mulai menitikkan air mata. Dia membanting kacamatanya dan mulai menangis sesenggukan. Shit. Rupanya kata2ku tadi kelewat kasar. Makin lama tangis Nadya makin keras. Aku pun berlutut mendekatinya dan mencoba memegang bahunya.

    Nadya. Sorry mungkin gw terlalu kasar aku meminta maaf
    Nadya menepis tanganku dan terus menangis.
    Nad. Aku agak membungkuk untuk melihat wajahnya. Tapi tiba2 Nadya memelukku dan menangis di dalam pelukanku. Aku terdiam sembari mengelus2 punggung Nadya. Sekitar 10 menit dia menghabiskan tangisnya di pelukku. Aku yang pegal lalu duduk di lantai bersandar pada dinding. Nadya duduk di sebelahku, dengan pandangan kosong. Tak beberapa lama Nadya memulai pembicaraan.

    Maaf tadi aku lancang ngecap kamu katanya pelan
    Gw juga Nad maaf tadi terlalu kasar jawabku.
    Aku yang mulai lanjut Nadya. Kupikir semua laki2 sama. Baik pada awalnya tapi ternyata brengsek
    Ah. Semua laki2 brengsek kok Nad Jawabku
    Lalu kami terdiam cukup lama.

    Aku pernah diperkosa Nadya tiba2 bercerita.
    Eh Aku tidak bisa menyembunyikan mimik heran dari mukaku.
    Waktu aku baru kuliah di US, ada kakak kelas yang ngedeketin aku.. Lanjut Nadya
    Dia baik banget, sampe pada akhirnya aku diundang ke pesta di asramanya Pestanya rame, dan ternyata minumannya beralkohol semua.
    Aku dibuat mabuk dia terus bercerita Lalu aku dibawa masuk ke kamar, dan disana aku diperkosa olehnya Nadya menghela nafas panjang dulu.
    Sejak saat itu aku ga pernah percaya sama cowok Nadia lalu mengambil sebatang rokok menthol dari bungkusnya, meremas bungkusnya yang sudah kosong, lalu melemparkan bungkusnya ke pot bunga. Aku memberikan korek apiku ke Nadya. Nadya lalu menyalakan rokoknya dengan korek milikku.

    Aku tidak berani berbicara lagi. Aku tadi telah lancing berbicara seperti itu kepada Nadya.
    Gimana kehidupan cinta kamu ? tanya Nadya
    Mmmm Aku diam tak berani menjawab
    Setelah kejadian itu, aku ga pernah berhubungan sama laki2 lagi katanya. Sekarang giliran kamu cerita Katanya sambil tersenyum kepadaku

    Aku sedikit terkejut. Ternyata jika tersenyum Nadya manis sekali. Aku tidak pernah melihatnya tersenyum semenjak dia masuk kantor.
    Mmmm Aku harusnya tahun lalu nikah jawabku
    Tapi ? Tanyanya sambil menghisap rokok mentholnya.
    Tunanganku selingkuh Jawabku pelan. Tak ingin rasanya menceritakan hal tersebut. Aku menarik nafas dalam2 dan memandang ke arah langit2. Nadya tidak menimpali jawabanku. Dia mematikan rokoknya di pot bunga.

    Waktu berjalan sangat lama. Aku dan Nadya berbicara tentang banyak hal. Mulai dari jaman kuliah, sma, segala macam. Ternyata Nadya menyenangkan jika diajak bicara. Tak jarang ia tertawa bersamaku, menertawakan kejadian2 konyol di kantor yang terjadi sebelum kedatangannya. Tak terasa sudah jam 12 malam. Aku sangat capek. Aku mencoba tidur. Aku masih bersender pada dinding, sementara Nadya tertidur, dengan menggunakan bahuku sebagai sandaran.

    Dingin Nadya tiba2 memelukku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Sebagai lelaki normal, yang sudah lama tidak berhubungan dengan perempuan, aku tiba2 merasa deg2an, dan suhu tubuhku memanas. Aku mengira Nadya bisa merasakannya, karena dia memeluk tubuhku sekarang. Hmmmm.. jadi yang bujangan di kantor Cuma aku, kamu, sama Pak Yudi ? tanya Nadya.
    Iya jawabku pelan sambil menahan perasaan aneh ini.
    Hehe Nadya tertawa kecil
    Kenapa ? tanyaku.
    Nope nothing katanya sambil menahan tawa.
    Well I guess. Ga ada salahnya kalo satu dari kalian aku pacarin Nadya melanjutkan ucapannya.
    Oh jadi lu demen ya sama om2 bujangan tua timpalku
    Haha enak aja. Coba kamu itung, 45 27 = 18, jauh kan umurku sama Pak Yudi jawabnya
    27 ? Kirain 35 ledekku.
    Nadya berusaha untuk menjewer telingaku tetapi aku menghindar, menangkap tangannya, tetapi aku kehilangan keseimbangan duduk, sehingga aku terjatuh kearah kanan dan tak sengaja menarik Nadya ikut jatuh juga menimpa tubuhku. Aku yang jatuh menyimpang kekanan ditimpa oleh Nadya yang menghadapi telingaku. Akhirnya dia menjewer telingaku tanpa ampun.
    Aduh !. Sakit tau ! Aku berusaha memberontak tapi Nadya malah tertawa2 dan tidak melawan rontaanku. Aku berusaha bangkit tetapi Nadya malah memelukku.

    Aku ingin diperlakukan dengan lembut oleh laki2 bisik Nadya.
    Aku memperbaiki posisi jatuhku. Aku tiduran terlentang di ruang rapat, dan Nadya menimpa tubuhku. Aku bangkit, dan Nadya ikut memperbaiki posisinya. Aku kembali duduk, tetapi sekarang Nadya ada di pangkuanku dan tetap memelukku.
    Aku merhatiin kamu terus semenjak pertama kali masuk kantor Nadya kembali berbisik. Kamu paling sopan, dan lembut sama perempuan kalo dibandingin sama yang lain
    Ditambah lagi kamu belum nikah kan dan om ku bilang, kamu orang yang baik Nadya terus berbicara.
    Baru tadi kan bilangnya, gw juga denger jawabku
    Enggak. Dari awal aku masuk kantor, om udah bilang kalo kamu selain kinerjanya paling bagus, kamu juga sopan, ramah dan orangnya menyenangkan Nadya membantah ucapanku. Kayaknya lucu kalau kita pacaran Nadya melanjutkan ucapannya.
    Aku kaget. Baru pertama kali seumur hidup ada perempuan yang mengatakan ingin kupacari. Dan perempuan itu adalah perempuan yang cantiknya minta ampun seperti Nadya. Aku tak bisa bicara apa2.

    Kami berdua saling memandang. Tiba2 entah siapa yang memulai, kami memajukan kepala kami masing2 dan berciuman. Bibir Nadya sungguh hangat. Aku memeluk erat pinggangnya dan Nadya meremas rambutku. Kami berdua berciuman sangat lama. Kurasakan kacamata Nadya menekan2 mukaku. Tapi aku tidak peduli. Bibir kami saling memagut. Lidah kami saling beradu. Aku semakin menguatkan pelukanku. Dan nadya melepaskan ciumannya. Hidungnya beradu dengan hidungku. Dapat kurasakan nafasnya yang panas dan memburu. Nadya melepas kacamatanya dan meletakkannya di sembarang tempat. Tanpa terasa Nadya membuka kancing bajuku. Dia melakukannya sambil menciumi leherku. Agak sulit membuka kancingku dalam keadaan seperti itu, tetapi Nadya cuek.

    Aku tak mau kalah. Kulepaskan leherku dari jangkauan bibir nadya, dan mulai meraih kancing kemejanya. Tak berapa lama bajunya terbuka. Tanpa diminta Nadya membuka ikat pinggangnya dan melepas celananya. Didepanku berdiri perempuan blasteran JawaBelanda, dengan kulit yang putih dan mulus, hanya memakai pakaian dalam berwarna merah menyala. Aku menelan ludah, melihat tubuh Nadya yang indah, bagaikan model catwalk yang langsing dan proporsional.


    Nadya kembali menyerangku. Bibir kami kembali saling berciuman, tanpa sadar tanganku mengarah pada buah dada Nadya. Aku meremasnya dengan lembut. Buah dadanya yang proporsional terasa sangat empuk di tanganku. Aku dengan cepat menyisipkan tanganku ke dalam BHnya. Nadya tiba2 memegang pergelangan tanganku. Dia menahan tanganku dan seakan menyuruhku untuk mundur. Setelah aku menarik tanganku kembali, tangan Nadya mengarah ke punggungnya, dan dia melepas pengait BHnya, melepas BH nya sendiri. Nadya tersenyum kepadaku dan berkata Kenapa melongo gitu. Kayak orang bego tau. Aku malu sendiri dan membuang muka.

    Nadya memegang pipiku, dan kemudian tangannya menyusuri badanku, untuk kemudian membuka ikat pinggangku. Aku pasrah, dan Nadya pun menciumi badanku mulai dari leher sampai ke perutku. Aku kaget saat tangan Nadya masuk ke celana dalamku dan menggenggam penisku. Nadya lalu mengoral penisku. Aku sedikit kaget, karena tidak terbiasa dengan oral seks. Pada saat dengan tunanganku dulu, boro2 oral seks, pegang2 sedikit saja sudah kena marah. Padahal aku bukan orang yang tanpa pengalaman seks. Sebelum berpacaran dengannya, aku beberapa kali melakukannya dengan pacar2ku yang dulu.

    Aku meringis menahan geli akibat permainan lidah Nadya. Dia sangat pintar memainkan penisku dengan mulutnya. Tindakannya bervariasi, tidak hanya mengulumnya, tetapi juga dengan menciumi bagian2 yang sensitive dan memainkan lidahnya di kepala penisku. Kupikir, sebelum kejadian perkosaan yang menimpanya di US, Nadya sudah sangat berpengalaman dalam hal ini.

    Aku kaget dan berusaha menahan kepala Nadya ketika kurasakan spermaku hampir keluar. Nadya tampaknya mengerti dan menghentikan kegiatannya. Dan dalam beberapa menit kemudian, Nadya menanggalkan semua baju dalamnya, begitu juga denganku. Badan telanjang kami berdua bergumul di lantai ruang rapat. Saling berciuman, berpelukan dan menikmati keindahan tubuh masing2.

    Hingga pada akhirnya Nadya telentang di atas karpet, kepalanya tepat berada di bawah kepalaku. Mataku memandang lekat2 matanya yang indah.
    Nad
    ya. jawabnya
    Are you sure you want to do this ? tanyaku
    Why did you ask ? katanya sambil tersenyum.
    Were already gone too far lanjutnya. and now I consider you as my lover though senyum tipisnya meluluhkan hatiku. Aku mencium keningnya. Kedua kaki Nadya tanpa disuruh kini telah melingkari pinggangku. Kami berciuman dengan hangat. Kedua tangannya melingkari leherku. Kudekatkan penisku ke mulut vaginanya yang mulai terasa basah. Pelan2 aku menggesekkan penisku di mulut vaginanya, mencari jalan masuk. Tetapi tiba2 otot vaginanya menegang, seakan menolak penisku untuk masuk. Aku terdiam dan memandang wajahnya, aku takut dia masih trauma akibat kejadian di US itu.

    Its okay. Nadya mengisyaratkan bahwa dia tidak apa2.
    Nadya membuka pahanya sedikit lebih lebar lagi dan dia tampak mencoba untuk rileks. Pelan2 kudekatkan kembali kepala penisku di bibir vaginanya. Kepala penisku sudah mulai masuk. Aku mulai menggerakkan penisku maju mundur, walaupun baru sedikit yang masuk. Perlahan namun pasti, penisku semakin masuk kedalam lubang vaginanya.

    aah.. Nadya mengerang pelan dan agak meringis ketika penisku masuk sepenuhnya ke dalam vaginanya. Aku menggerakan penisku maju mundur dalam posisi misionaris.
    Mmmhhh sayang pelan2 Nadya mengingatkanku untuk tidak bergerak terlalu cepat. Dinding vaginanya seakan memijat2 batang penisku dengan lembut. Aahhh sayang mmmhhh.. uuhhh Nadya mengerang, menandakan dia mendekati orgasme. Tetapi aku tidak ingin malam ini berakhir secepat itu. Aku menghentikan gerakanku, dan ketika Nadya akan membuka mulutnya untuk bertanya, aku langsung meraih pantatnya dan menggendongnya. Aku kemudian duduk di kursi rapat dan menaikkan badan Nadya di pangkuanku. Nadya mulai berpegang pada pundakku. Dia mengerti dan segera menaikkan pantatnya, lalu dengan pelan2 dia mengarahkan lubang vaginanya ke kepala penisku. Nadya bergerak naik turun di pangkuanku. Vaginanya terus2an memijat2 batang penisku dengan lembut.

    Aku memegangi pinggangnya. Nadya menghentikan gerakannya dan berbisik lembut kepadaku. Sayang kalo udah mau keluar bilang ya. Aku gak mau kamu keluarin disitu aku mengiyakannya dan dia mulai kembali beraksi. Goyangannya tidak liar dan asal, tetapi begitu rapih. Begitu elegan dan anggun. Suara erangan kami memenuhi ruang rapat. Kami sudah tidak peduli lagi tentang kemungkinan satpam kembali lagi keatas dan menolong kami yang terkunci. Aku sudah tidak berpikir lagi untuk kembali menelpon orang kantor, atau mencoba mendobrak pintu pantry dan keluar lewat tangga darurat.

    Yang ada dipikiranku hanyalah Nadya. Rasanya tidak percaya gadis yang tadinya cuek dan judes kepadaku ini bisa ada dipelukanku sekarang.

    Mmmmmhhh. Nadya agak menggelinjang.
    Aaahhh.. Nadya kembali bersuara
    Aku bisa merasakan Nadya akan mengalami orgasme, karena selain merasakan gelinjangan tubuhnya, aku pun merasakan vaginanya makin menjepit penisku. Aku pun mengimbangi dengan menggerakkan pantatku.naik turun di kursi itu. Kursi yang biasanya dipakai rapat itu menjadi saksi bisu percintaan kami.

    Sayang. Ahhhhh. Nadya pun makin mempercepat gerakannya. Aku lalu bangkit sambil menggendong Nadya. Aku mendudukkan Nadya di meja rapat, Nadya tetap memelukku, dan aku terus menggerakkan penisku maju mundur.

    Uuuhh. Uhhhh. Sayang. Aku mau. Ahhhhh. Nadya menggelingjang dengan hebatnya Tahan sedikit aku juga mau..
    Ahhhhh.. paha Nadya mencengkram pinggangku dan kepalanya mendongak keatas. Mengerang nikmat menandakan bahwa dia sudah orgasme. Aku terus menggerakkan penisku, danNadya. Ahhh.. Nadya jatuh telentang di meja rapat dan aku mencabut penisku dari lubang vaginanya. Sperma segera berhamburan dari penisku. Nadya segera bangkit dan memelukku. Kami berpelukan erat. Tidak berciuman, tidak melakukan apapun. Hanya berpelukan selama beberapa lama tanpa berbicara apa2. Nadya lalu melepaskan pelukannya dan turun dari meja. Dia lalu mencium pipiku lembut, kemudian dia mulai memakai kembali bajunya.

    Aku masih berdiri telanjang dan tertegun. Melihat Nadya yang bagaikan malaikat itu memakai bajunya satu persatu.
    eh pake baju dong. Ntar keburu pagi Nadya mengingatkanku
    Aku segera mengenakan kembali bajuku. Aku kembali mencoba tidur dengan bersandar di dinding. Nadya kembali pada posisinya, bersandar di bahuku.

    Singkat cerita pagi pun datang. Kami berhasil keluar jam 7 pagi. Hari itu kami berdua sengaja diliburkan karena kejadian konyol itu. Selanjutnya bisa ditebak. Nadya mulai terbuka pada orang2 kantor. Dia sudah bisa berkomunikasi dengan akrab, dan sinisnya makin lama menghilang. Ditambah lagi ketika kini kami sudah berpacaran. Nadya menjadi ceria dan orang2 kantor tampak takjub melihat perubahan itu.

    One thing leads to another. Dan sekarang, setelah kegagalan pernikahanku yang dulu, setelah beberapa lama berpacaran, aku akan mempersiapkan pernikahanku dengan Nadya.

  • Ruang Dosen Saksi Cinta Kita

    Ruang Dosen Saksi Cinta Kita


    1468 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Ruang Dosen Saksi Cinta Kita ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Pengalaman ini terjadi sekitar 15 tahun yang lalu. Saya baru saja lulus SMA dan sedang bersiap untuk mendaftar di perguruan tinggi. Saya pria yang cukup tampan, pintar, dan menengah. Panggil saja aku, Budi

    Sementara di SMA, saya punya teman yang selalu bermain bersama. 4 anak laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar teman saya kuliah di luar negeri karena sekolah saya adalah sekolah elit di kota J yang menghasilkan siswa dengan hasil pascasarjana yang baik.

    Karena saya berasal dari keluarga kelas menengah, pilihan sekolah untuk LN menjadi tidak mungkin. Dari kelompok kami hanya 3 teman perempuan yang meninggalkan saya. Kami bingung kemana harus pergi, tapi akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke kota B yang memiliki beberapa perguruan tinggi swasta dan negara ini cukup terkenal.

    Saya, Rika, Nova, dan Jenni memutuskan untuk masuk bersama ke kota B. Di sinilah petualangan kita dimulai. Kami berkumpul di rumah Jenni dan orang tuanya meminjamkan mobil untuk kami pakai. Kami sering berkelompok dengan meminjam mobil orang tua dan kadang-kadang menginap beberapa hari di luar kota.

    Jadi ketika kami pergi, orang tua dari teman-teman saya dengan tidak jelas membiarkan anak perempuan mereka pergi ke kota B dan menghabiskan tiga malam di sana. Semua liburan kita bilang.

    Perjalanan ke kota B berjalan lancar dan kita menghadapi ujian dengan keyakinan tinggi. Maklum, kita semua termasuk yang berotak kurus. Sore hari setelah kami menyelesaikan ujian masuk, kami segera mencari penginapan yang terkenal dengan daerah sejuk di sekitar kota B. Kami menyelesaikan administrasi dan langsung menuju kamar kami.

    “Wah, ternyata kamarnya bagus juga! Ada ruang tamu lain,” kataku.

    “Budi, kamu tidur di sofa aja yah! Kami berdua tidur!” Kata Nova.

    “Baiklah … Cheat … kali ini aku tinggal bersama wanita di satu ruangan! Siapa tahu …” keluhanku.

    “Aku mau ..” Jenni berkata sambil mendorong tubuhku menuju sofa.

    Kita semua jatuh pantat kita di sofa sambil unwinding. Setelah berbicara selama setengah jam tentang soal ujian siang ini, kami bergantian untuk mandi untuk menyegarkan diri. Kami juga memesan makan malam dari layanan kamar karena kami terlalu lelah untuk pergi makan. Rika akan ke sini besok pagi dan bertemu di kota B. Dia sudah masuk ujian masuk seminggu yang lalu. Pilihan universitas berbeda.

    Oh ya, saya belum menjelaskan kemunculan teman-teman saya. Rika: Gadis ini pemalu dengan tubuh kecil yang sangat cantik. Saya tahu ini karena Rika sangat suka memakai gaun yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Bangku berukuran sedang, 34B (saya tahu setelah melihat BH-nya dan BH lainnya nanti). Kecil imut adalah kesan yang dia berikan. Senyumnya begitu manis.

    Nova: Gadis ini juga kecil tapi dengan dada yang terlihat jauh lebih besar dari milik Rika. Ukuran bra 34C. Mulutnya kecil dengan bibir tipis yang memberi senyum menggoda. Hampir semua anak laki-laki di sekolah saya mengejarnya. Manis dengan payudara besar. Siapa yang tidak tertarik?

    Jenni: Seorang gadis jangkung yang suka memakai baju longgar dan berjiwa bebas.

    Menyenangkan bertukar gagasan, cerdas, dan tomboi kecil. Itu adalah olahraga yang hebat dan sangat bagus di bola voli. Terbaik untuk menjadi lawannya di lapangan. Posisi saya sebagai tosser sering membuat saya tetap di depan jaring dan bertatap muka dengan Jenni. Posisi siap menerima bola dan kemeja longgar kerap mengganggu konsentrasi saya di lapangan.

    Jenni: “Apa yang kamu lakukan? Baru jam 6 kita selesai makan malam.”

    Nova: “Kami bermain kartu aja yuk”

    Budi: “apa kamu membawanya?”

    Nova: “bawa aku Rika, ayo kita main poker aja pakai uang tiruan aja, sebut saja taruhannya.”

    Kami bermain selama satu jam saat Nova mengetuk.

    Nova: “Nggak menyenangkan ya .. bosan .. bagaimana kalau dibuat lebih seru?”

    Budi: “Maksudmu, Nov?”

    Nova: “Strip poker !!”

    “Crazy you, Nov!”

    Nova: “Kaga berani?”

    Saya kembali tercengang dengan keberanian gagasan Nova.

    Jenni: “Siapa yang takut? Beraninya kau punya Budi!”

    Pipiku memerah dan terasa panas. Ada juga rasa malu.

    Glek .. aku menelan ludah. Mungkin saja dua gadis cantik cantik itu akan telanjang di hadapanku.

    Nova: “Jangan berani, Bud? Diam saja. Malu yah telanjang di depan cewek?”

    Wow, otak saya berputar cepat. Harus memikirkan semua kemungkinan. Jangan biarkan saya kalah dan tidak melihat cewek telanjang.

    Budi: “Dare! Tapi kalau begitu curang, kaga berani buka nyata!”

    Nova: “Jika ada yang berani kita buka, kita semua terbuka secara paksa! Apakah kamu setuju?”

    Kami semua mengangguk setuju.

    Jantungku berdegup kencang dan kegelapan mulai mengeras karena kemungkinan kejadian itu terlihat.

    Budi: “ya dah dah .. aturannya bagaimana ya nov?”

    Nova: “Kita semua punya modal 1000. Taruhannya adalah setiap pengganda 10 dan yang terbesar 100. Jika modal 1000 habis, baju gadai untuk 500. Setuju?”

    Kita semua setuju.

    Budi: “Kami bermain sampai kapan? Sampai satu orang telanjang atau sampai telanjang?”

    Nova: “Sampai semua bugil telanjang! Biarlah adil !!”

    Jenni: “Baiklah, tapi kasihan Budi dong. Dia hanya punya tiga baju. Arti hanya kaos, celana dan celana dalam. Kami cewek berlebih bra. ”

    Nova: “Iya iya … ya mari kita bersikap adil, kita semua melepas BH deh.”

    Nova segera dengan cekatan melepaskan bra merah terangnya tanpa melepaskan kaus dan melemparkan bra ke wajahku.

    Bau BH memenuhi hidungku. Aku tidak menyadari bra kedua mendarat di wajahku. Ini milik Jenni.BH dengan warna skin cream. Hahahahaha … kita juga tertawa bersama.

    Nova: “Mari kita mulai! Benar, Bud? Kita masing-masing hanya punya modal 3.”

    Budi: “tunggu sebentar .. baju yang sudah dilepas bisa dipakai lagi ga?”

    Nova: “Hmm … TIDAK UP! Ada apa, kamu tidak bisa menggunakannya lagi!”

    Budi: “Kalau sudah bosan kalah lagi bagaimana? Uangnya hilang!”

    Nova: “Banyak dari Anda, Bud! Bagaimana kabar Jen?”

    Jenni: “Bisa dipegang-sama sama menang. Tunggu selama 1 menit!”

    Ngomong-ngomong ya peraturan … tapi otak saya sudah mulai pindah ke alat kelamin ..

    “Pegang ah doang ah ah ah, bagaimana kalau dadanya mengisap-hisap!”

    Nova: “Yuck you, Bud …. Mau dong !!” Dengan suaranya yang manis sambil melirik naughly padaku! ”

    Jenni dan Nova tertawa terbahak-bahak.

    Nova: “Tapi jika Anda telah telanjang dan hilang, Bud? Saya mengesahkan titit yah !!”

    Jenni: “Saya ingin mengisap titit Budi!”

    Sama sekali tak terduga 3 tahun bersama di SMA, saya juga tidak mengira teman saya nakal juga. Permainan dimulai. Keterampilan bermain poker strip di komputer ternyata sangat berguna. Jenni segera kehilangan modal awal sehingga harus menggadaikan modal berikutnya. Jenni hendak membuka celananya, tapi dicegah oleh Nova.

    Nova: “Nah kaga boleh jadi celana nentuin yang terbuka. Budi, apa yang kamu mau Jenni buka?”

    Wow, terima kasih Nova !! Aku ingat bahwa mereka berangkat dari BH, tentu saja dengan melepas kaus itu, dada Jenni akan terbuka.

    Budi: “Tentu saja t-shirt, kapan lagi bisa melihat payudara dari dekat!”

    Jenni dengan malu-malu mulai melepaskan bajunya dan segera menutup putingnya dengan satu tangan. Saya kagum dengan pemandangan indah yang terlihat. Strip poker animasi di game komputer tidak seindah itu Pemandangan terlihat.

    Nova: “Jen .. dimana bisa ditutupi dadanya terbuka! Please!” Nova segera menghubungkan tangan penutup payudara.

    Jenni sedikit memberontak saat wajahnya memerah. Jenni tertarik pada tangannya, Menampilkan payudara terbuka dan menggantung indah di depan wajahku. Glek .. aku menelan ludah.

    Jenni: “Bud, diam dong .. Waktu buka gitu buka dadaku.”Jenni dan Nova tertawa. Hal ini membuat Jenni begitu santai dan pasrah dadanya diplester dengan jelas. Nah kalau mereka serius seperti ini, lebih baik kalah. Mengingat kekalahan itu terus berlanjut, titit saya akan tersedot selama 1 menit setiap kekalahan. Hahahaha .. otakku juga kotor. Lalu permainan berlanjut. Segera saya membuat diri saya telanjang. Celana dalam saya terbuka perlahan menunjukkan titit yang telah mengeras sejak terakhir.

    Saat itu, Nova, dengan payudaranya hanya montoknya tinggal celana. Kedua gadis itu memperhatikan celana dalamku dengan hati-hati sambil menahan nafas menunggu tititaku terlihat sepenuhnya.

    Nova: “Wow itu susah, Bud! Bagus lho bentuknya!”

    Budi: “Seberapa keras … lihat dua pasang payudara yang bagus!”

    Ternyata Nova tidak tahan lagi. Saya segera memukulnya dan mengarahkan titit saya secara langsung. Nova mulai mengocok tit saya dengan sesekali menjilat. Tentu saja saya tidak tinggal diam.Tanganku mulai meremas payudara Nova yang sedang. Tidak cukup dengan meremas, akhirnya aku meraup payudara kiriku dan mulai mengisapnya.

    “Ahh .. enak banget, Bud terus hisap ..”

    Sambil mengisap payudara Nova, tanganku mulai melepaskan celana dalamnya. Karena saya tidak ingin melepaskan isap, tentu saja melepaskan celana dalam jauh lebih keras. Nova membantu dengan melepaskan celana dalamnya sendiri. Tititku yang menjadi terpisah dari pegangan Nova, segera disambut Jenni dengan kulumannya.

    Apa mimpi malam itu? Kedua gadis itu sudah mengisap titit saya. Kami pindah ke tempat tidur. Aku berbaring di tempat tidur dengan titit langit-tinggi. Nova terus memberikan payudaranya untuk isap saya dan Jenni kembali menyedot titit saya. Tanganku mulai melakukan gerilya ke vagina Nova. Basah. Licin. Saya mulai menggesekkan jari saya ke klitorisnya. Licik

    Nova mendesah dengan senang yang ia alami di bawah.Jenni yang melihat Nova mengalami kenikmatan, mengubah posisi pantatnya ke wajahku.Body jenjang memang membuat posisi hampir 69 sangat mudah terjadi.Tanganku mengusap vagina Jenni yang juga sangat basah. Tangan kiri di vagina Jenni, tangan kanan di vagina Nova.

    Kukocok keduanya dengan kelembutan yang tumbuh lebih cepat.Jenni dan Nova blingsatan dibuat. Jenni bergetar hebat sampai dia melepaskan payudaraku dan mengerangPanjangnya sangat seksi. Nova diikuti dengan teriakan yang tak kalah seksi.Keduanya jatuh ke kanan kiriku dengan lemas.Saya sudah tegangan tinggi tidak mau diam. Aku pergi ke Nova dan membuka selangkangannya.

    Terlihat sangat bersih pussy indah. Rambut halusnya sangat seksi.Aku mulai menggosokkan kepala tititaku ke vagina Nova. Ah … .. apik dan bagus.Aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya.Nova yang mulai merasa senang, mulai bereaksi dengan menggerakkan pinggulnya ke irama gesekan.Nova semakin mengoceh …

    “Oohhh … aahhh … ohh..saya … tuhan … .. Bud benar-benar Bud”

    “Keep Bud … Delight … ahhh … aahhHHH …. .AAAHHHHHH … Gila .. sangat bagus Titit lu Bud !! Aku pernah ke sana”

    “Gesit baru aja dah bagus gini yah, Bud … bagaimana kalasukin yasuk? Masuk deh Bud ..”

    “Serius lu, Nov? Lu ingin aku jadi perawan? Aku benar-benar gairah.”

    “Yeah, Bud … aku ingin merasakan titit lu di dalam diriku … bagus di luar, apalagi di dalam.”

    Saya tidak berpikir lama lagi .. segera mencoba masuk ke vagina Nova.

    “Oww .. perlahan Bud .. sakit tau !!”

    “Ok, Nov .. saya melambat”

    Perlahan kepala tititku mulai tenggelam di vagina Nova.

    Terasa macet. Saya tidak berpengalaman memikirkan mengapa tidak di yah?

    “Nov, sudahkah kamu masuk?”

    Nova mulai meringis kesakitan, “Saya tidak berpikir begitu … tapi tetaplah terus.”

    “Lu yakin, Nov? Saya rasa ini sangat menyakitkan.”

    “Teruslah pergi, Bud, aku hanya ingin menyita lu di dalam diriku.”

    “Iya saya sudah .. saya tetap nih ..”

    Dengan tiga buah polong keras disertai erangan Nova, titrasi saya akhirnya masuk sepenuhnya.

    “Wow .. Nova … saya rasa titit saya dah masuk semua ya”

    “Ya .. Bud …” sambil menahan rasa sakit “hening dulu, Bud .. jangan digerakin dulu .. aku masih rada sakit ..”

    Ahh .. kenikmatan vagina perawan .. titit saya terasa benar-benar diremas oleh vagina Nova yang sempit.

    Tanpa menyadarinya, saya mulai menggerakkan pantat saya pelan.

    Masuk perlahan.

    Nova mulai bernafas teratur dan mulai menikmati kocokan lembut di vaginanya.

    “Perlahan yeah Bud … masih sakit tapi sudah bagus ya ya … vagina saya benar-benar terisi penuh titit lu”

    Jenni yang telah menonton menunjukkan pandangan tak percaya.

    “Gila lu keduanya .. benar-benar sial ya?”Jenni mendekati tempat kejadian dan mengamati dengan saksama.

    “Gila .. gila .. titit lu benar masuk ke vagina Nova, Bud!”

    “Ya Jen .. Bagus kok .. Nova vagina .. aku bisa kecanduan ngentot nih.”

    Tiba-tiba ada keinginan yang luar biasa untuk segera sampai ke sini .. Aku mempercepat goyahku. Nova bahkan lebih mendesah menggila. “Ahhh … Ohhh … Ahhh … Ohhh … Bud .. aku mau lagi ya”

    “Barong Nov .. aku juga mau ..”

    Di kepala saya saya tidak ingat pelajaran Biologi, jika sperma memenuhi telur akan menghasilkan zygot yang akan berkembang menjadi bayi.

    “Ayo .. Bud … kita bbaaareeennggg ….” Croootttt … croottt .. croottt … Tiga kali aku menyemprotkan air mani ke rahim Nova.

    Ahh … ini adalah perasaan yang indah … kenikmatan bercinta dengan seorang gadis muda yang cantik. Masturbasi sama sekali berbeda. Hubungan langsung lebih menyenangkan. Aku langsung jatuh lemas ke samping Nova. Jenni yang melihat pertunjukan live bagaimana cara bereproduksi mulai mendekati titit saya lagi dan mengisapnya dengan lembut. Nafasku terengah-engah perlahan tertata rapi sambil menikmati embusan Jenni. Shuffled perlahan tapi pasti membuat titit saya menjadi tegang lagi.

    “Bud, jangan, saya ingin saya menggesekkan vagina saya.”

    “Ya, Jen.” Jenni mengambil posisi WOT dan mulai mengusap vaginanya dari tititku.

    “Bagus sekali, Jen”

    Ganteng Jenni yang lembut membuat payudaranya bergetar dengan anggun. Pemandangan yang sangat indah.Jenni adalah salah satu wanita impian saya. Tinggi, gemuk, atletis, bercanda, dan baik hati. Sekarang dia menggesek alat kelaminnya dengan kegelapan. Ah .. kepengen masuk. Segera putar posisi jadi saya sekarang di atas. Aku membuka kakiku lebar-lebar. Vagina yang terlihat sangat indah. Bahkan lebih cantik dari pada Nova. Halus, hampir tak berbulu. Warnanya merah muda dan berkilau. Tititku langsung memutar untuk melihatnya. Saya mengarahkan titit saya ke vaginanya.

    “Bud, jangan terganggu!”

    “Mengapa Jen? Tidak tahan”

    “Jangan Bud … tidak sekarang.” Suaranya lembut melelehkan hatinya.

    Entah kenapa aku berhenti memaksa kepala tititaku. Akhirnya saya hanya menggesekkan kepala titit saya di depan vagina Jenni.

    “Ah … ya Bud .. hanya itu … terus gosip … Ahh … ahhh”

    Jenni mulai rileks lebih dan memperlebar posisi kakinya. Melihat itu, saya lebih cepat menggesekkan titit. Semakin cepat gesekan, semakin keras suara Jenni.

    “OOhhhh … AHhhhh..nice Bud … Teruss .. Terusss .. lebih cepat … Tee..teeeruussss …. AHHHHHH.”

    Jenni mendapatkan orgasme dan cukup cairan O-nya keluar. Kasurnya basah kuyup.Saya melihat Jenni mengalami orgasme yang sangat seksi sampai saya tercengang.Jenni sangat cantik … Saya sangat terpesona .. Sepertinya saya jatuh cinta pada Jenni.Nova telah beristirahat cukup dan melihat Jenni telah lemas mengambil alih situasi.Dia memegang titit saya dan mengguncangnya dengan lembut.Tititku yang masih belum puas dengan Jenni membuat otakku segera beralih ke Nova dan menyuruhku melampiaskannya ke Nova.Selain itu, tititaku bisa berupa coblos ke Nova.

    Segera aku membalik Nova dan aku mencoba gaya Doggy di samping Jenni yang masih terbaring pincang.Ternyata gaya Doggy memberikan sensasi yang berbeda. Tidak bisa ditulis dengan kata-kata .. Hanya enak ..Meskipun Nova sedang menusuk, pandanganku tidak lepas dari Jenni. Jenni membuka matanya dan menatapku dengan kasih sayang.Senyum manisnya membuat hatiku bingung.Di sini saya jatuh cinta pada Jenni, tapi tititiku menikmati layanan Nova, dan Jenni tersenyum padaku.

    Ah bingung … ..

    Aku balas tersenyum pada Jenni saat ia menggiring Nova.Dentuman kemudi saya dari belakang membuat Nova tidak dapat menahan diri lagidan dia mengalami orgasme lagi.Saya memperlambat pod saya sehingga Nova bisa menikmati orgasme nya.Jenni bangun dan memberikan payudaranya ke wajahku.

    “Sapep Bud, biar aku senang!”

    Ah .. kegembiraan Jenni nakal .. sungguh tapi ketat.Tentu saja, karena petunjuk lezat Jenni, goyahku pada Nova semakin cepat.

    “Crazy lu Bud, sangat enak disedot dari balik lu sama … aku .. mauuuuu … Ahhhhh …” Nova orgasme lagi.Aku tidak tahan dengan mengisap puting Jenni sementara doggy ke Nova dan akhirnya .. croott … croott … dua kali aku menyemburkan sperma.

    “Bud benar-benar bagus untuk disemprotkan pada Anda … Rasanya enak .. seperti mandi air hangat … tapi rasanya terasa di dalam.”

    Posisi kita belum berubah .. Saya masih menempel titit ke vagina Nova sembari terus menyemprot sisa spermaDan mulutku terus mengisap, mengisap dan menggigit payudara Jenni.


    “Bagus yah Bud, hisap payudaraku dan ngentot-in Nova”

    “Ya, Jen! Hanya mimpi yang bisa bertiga seperti ini tapi saya bisa ngerasain kejadian benernya.”

    “Ud dong Bud, tarik titit lu Pegel nih nungging hanya” kata Nova.

    Aku mencabut tititiku tapi mataku terus menatap mata Jenni. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta.
    Malam itu kami tidur tiga dalam keadaan telanjang. Jenni di sebelah kananku, Nova di sebelah kiriku.

    Tok tok tok .. Pintu kamar hotel sudah mengetuk.Nova yang terbangun pertama kali membuka pintu dan Rika sepertinya telah dikirim oleh orang tuanya.

    “Eh .. Rika” Nova panik “Bokap Nyokap lu dimana?”

    “Nova yang senyap, mereka hanya mengantarku kok .. langsung saja kembali ke kota C.”

    “Wah … lega .. saya pikir mereka ingin masuk ke dalam.”

    “Jadi apa kabar? Uh … kenapa kamu pakai bra?”

    “Itu dia Rik .. takut tertangkap .. aku berhasil ya ya”

    “Apakah berhasil, lu?”

    “Saya suka perawan saya dengan Budi !!”

    “Haahh apa yang benar Jenni juga? Kita semua sangat serius dengan Budi!”

    “Jenni belum .. masih perawan ya .. saya rasa takut .. tapi sudah main juga sama Budi, baru dipasukin aja.”

    “Aku sangat horny, Nov. Dimana itu? Tidakkah kamu menginginkannya?”

    “Masih tidur tuh .. lu bangun aja .. pria kalau diberi perawan dimana ada yang menolak.”

    “Hahahaha … bener juga lu!”

    “Lihat, Rika Ada yang menonjol di sampulnya Dia masih telanjang kamu tahu Kami tidur lebih lama lagi.”

    “Di mana Jenni, November? Bagaimana bisa?”

    “Lebih di kamar mandi Tuh lu jaga Budi aja Pagi hari jadi tegak .. Lu hisap ait tititnya dulu.”

    Rika pergi ke tempat tidur dan langsung menarik selimutnya agar titiku terbuka dengan bebas.Saya yang masih tidur tidak menyadari apa yang terjadi hanya dengan mengetahui bahwa tititiku senang.Perlahan aku membuka mataku berpikir Nova atau Jenni sedang mengisap junior.

    “Hah? Rika? Apa yang kamu lakukan?” Tanyaku tanpa berusaha kabur. Lebih banyak waktu untuk melarikan diri. Sangat tidak?

    “Mmlammggii hissmmmaaapp mttiimmtiitttmm mmlu” Jawab Rika dengan tidak melepaskan muatan di mulutnya.

    “Hahahaha” Nova tertawa. “Lanjutkan aja Rik, si Budi kaga nolak tuh .. ngeliatin lu hanya saat rem melek begitu.”

    Jenni yang mendengar tertawa Nova, segera melihat keluar dan cukup terkejut melihat Rika mengisap tongkat kesenanganku.

    “Eh .. Rika … baru sampe langsung sarapan aja nih” kata Jenni dengan nada yang menunjukkan kejutan.

    Jenni keluar dari kamar mandi sambil tetap mengeringkan rambutnya. Tubuh Jenni luar biasa. Aku tidak bisa melepaskan mataku dari tubuh langsing dengan payudara yang sempurna itu.

    “Budi .. jangan ngeliatin aku dong aja .. Rika dah nafsu tuh … puas gih … kayak lu puas kami berdua kemarin ya tidak Nov?”

    “Ya Jen .. Ayo Bud .. Puasin Rika .. Perkosa dia .. hahahaha ..”

    “Kaga perlu diperkosa .. bangsaku mau relawan banget” kata Rika. Mendengar jawaban Rika, saya langsung bertingkah.

    Aku mencium bibirnya dan kami menghabiskan beberapa menit untuk melampiaskannya saat bertukar air liur.Rika kecil sehingga saya dengan mudah mengangkatnya dari tepi tempat tidur dan meletakkannya di tempat tidur.Aku mendekati Rika dan menciumnya lagi. Kali ini tangan saya tidak tinggal diam. Payudara Rika saya pijit dan uleni dengan lembut.Kemeja ketat yang saya buka langsung menunjukkan payudara kecil yang kencang. Pentil telah keras naik ke atas.Pentil bagus dan saya langsung memukulnya.

    “Ohh .. Bud benar-benar bagus .. keep Bud …. .ahhh .. ahhh ..” Rika mengasyikkan kenikmatan.

    Embusan dan manik-manik saya tumbuh lebih keras. Tititku sangat cepat.Dengan sedikit kasar aku melepaskan semua baju yang masih menempel pada Rika.Wow .. ternyata Rika memiliki rambut jembut yang sangat kental.Tebal tapi terlihat sangat rapi dan terawat.Saya mencapai vagina dan mencium vagina yang merangsang.Tapi Jenni lebih banyak wangi.

    Ah .. Jenni lagi .. ada cewek yang dengan sukarela memberinya perawan, kenapa bisa memikirkan wanita lain.Aku melirik Jenni dan melihatnya tersenyum penuh pengertian.Vagina Kujilat Rika sambil terus melihat Jenni. Jenni tersenyum dan mengangguk seolah dia mengerti Jika saya bertanya mungkin membiarkan saya menjilat vagina wanita lainnya.

    “Ohh … oohhh … benar-benar baik Bud .. baru saja menjilat aja gya dah seperti ini .. ”

    “Beritahu Budi ngentotin elu, Rik … Lambat yah Bud .. kemarin aku cukup sakit lho” Nova hangat suasananya.

    “Iya Bud .. masuk game dong.”

    “Tentu lu, Rik?” Aku bertanya pada Rika tapi tatapanku kembali ke Jenni. Jenni mengangguk lagi.

    Aku langsung membuka lebar selangkangan Rika. Vagina Rika terlihat sangat imut, karena Rika cukup kecil.Dia hanya di bawah bahu saya sedikit.
    Perlahan aku mendorong titiku ke vagina Rika. Rika yang sangat basah hanya bisa mendesah.Kepala tititaku masuk sepenuhnya tapi saat aku melihat dindingnya.

    “Siap Rika? Ada di depan selaput dara. Tetap saya aduk”

    Entah kenapa aku sekali lagi melirik Jenni dan Jenni balas tersenyum. Senyum sangat manis.

    “Iya Bud .. sodok aja .. pemerkosaan aku .. bikin aku hamil .. aku mau anak dari lu.” Rika telah melupakan tanahnya.Aku menggenggam pinggul Rika erat-erat dan mendorongku dengan kekuatan. Blesss .. masuk sudahRika meneteskan air mata karena sakit.

    “Lanjutkan Rik?”

    “Ya Bud Dah dulu sudah terbiasa dengan itu, rasanya penuh dengan pussy ku”

    Proses fucking Rika segera terjadi. Out … in … out … in … perlahan tapi pasti vagina Rika semakin basah.

    “Crazy … .Yah..banget … Know gini … dari kemarin … aku … ikuti … nginep ….” Rika semakin larut dalam kesenangan.

    “Ohh … ooohh … bagus … aahh .. terus .. Bud .. itu cepat .. Bud!”Aku mematuhi kehendaknya. Semakin cepat saya mengguncang Rika, payudaranya menjadi semakin terguncang.

    “Bersama Rika juga .. saya juga mau nyemprot dah ..”

    “Ayo Bud .. bikin aku hamil .. banyak semprotan … AAARRRHHHH”

    Kami berdua adalah orgasme yang luar biasa. Vika Rika meremas semua sperma dalam titit saya.Saya mengeluarkan titit saya dan tampak seperti setetes darah perawan yang memercikkan seprai.Darah perawan noda Rika dan Nova terlihat bersebelahan. Yah aku harus membeli sprei ini dari hotel. Keepsakes saya pikir.Jenni mendatangiku dan mencium bibirku dengan ciuman yang sangat lembut.Tiba-tiba ada rasa bersalah di hatiku. Sepertinya Jenni tahu karena dia bilang,

    “Tidak apa-apa Bud, kita semua ingin menikmati titit lu.”

    Dan kemudian dia menciumku lagi. Ciuman penuh.Nova menyela ciuman kami dengan mengambil titit saya dan mengisapnya. Jenni mengangguk dan berbaring.Nova terus menikmati permainan di bawah ini. Jenni mengambil kepalaku dan memberikan vaginanya untukku. Ah .. kesukaan Jenni pussy.

    Kujilat dan kujilat berlanjut saat kami terus saling berhadapan. Aku benar-benar jatuh cinta.Pagi itu saya memutar tiga wanita cantik. Jenni masih hanya meminta gesekan. Nova dan Rika berhasil membuatku semprotSperma di dalamnya dua kali. Kami baru saja selesai saat kami lelah dan kelaparan. Ini waktunya makan siang. TAMAT

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Menikmati Puncak Gairah di Warnet

    Cerita Sex Menikmati Puncak Gairah di Warnet


    1468 views

    Perawanku – Cerita Sex Menikmati Puncak Gairah di Warnet, Perkenalkan namaku Eka, aku bekerja sebagai pns salah satu kota di luar jawa, aku seorang ibu rumah tangga berumur 33 tahun, banyak yang bilang wajahku manis, tinggi 165 cm dan ukuran bra 36D, kulitku putih khas sunda keturunan dari ayah. Sudah sedari kecil aku mengenakan jilbab, seringkali aku memakai jilbab model paris atau pashmina dipadu dengan kemeja dan rok span. Aku ingin bercerita pengalamanku yang sepertinya mustahil terjadi. Tetapi ini nyata pernah terjadi dan tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

    Saat itu hari senin, hari kerja seperti biasa, saat jam istirahat aku memutuskan untuk pulang karena ingin menengok anakku di rumah yang sedang dirawat oleh baby sitter. Entah mengapa sesampainya di rumah aku merasakan gejolak birahi, sudah sebulan suamiku dinas luar kota. Akhirnya setelah memastikan keadaan anakku baik-baik saja aku memutuskan untuk melakukan masturbasi dan pergi ke warnet yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Aku terlebih dahulu melepas bra dan celana dalam dengan tujuan agar mudah saat masturbasi nanti.

    Saat itu aku masih memakai seragam pns, kebetulan warna seragamku berbeda dengan seragam pns pada umumnya, berwarna kehijauan. Setibanya di warnet aku melihat beberapa anak-anak dengan seragam merah putih sedang bermain game online. Tidak begitu ramai fikirku.

    Kemudian aku mencari-cari bilik yang kosong, beruntungnya aku mendapat bilik paling pojok. Baik bilik depan maupun sampingku juga kosong. Aku fikir akan aman jika melakukan masturbasi di bilik ini. Setelah menyalakan komputer, aku mulai browsing situs-situs dewasa, semakin lama aku buka dan telusuri, semakin membuat birahiku naik, tanpa sadar aku meraba-raba daerah intimku.

    Setelah beberapa saat menonton adegan seks, aku mengangkat rok hingga paha dan tangan kiriku masuk ke dalam rok lalu meraba bagian vulva dan klitoris, terasa sangat becek karena cairan kewanitaanku, terus aku belai dan mainkan vaginaku, aku juga sedikit melebarkan selangkanganku, setelah 5 menit aku bermasturbasi, aku merasakan gerak-gerik aneh dari bilik warnet di depanku, setelah kulihat aku terkejut dan langsung menutup paha dan menurunkan ujung rok yang aku singkap sebelumnya.

    Ternyata ada seorang anak kecil berseragam sd sedang mengarahkan hpnya ke arahku sambil tangan kirinya terlihat sedang mengocok burungnya. Setelah kupergok dia langsung bersembunyi, hatiku berdegup kencang, suasana hatiku tidak karuan antara malu, marah, kaget, takut. Aku khawatir tindakanku tadi diabadikan oleh anak sd di depanku itu. Aku berfikir sejak kapan anak itu ada di bilik depanku. Mungkin saking fokusnya aku dengan aktivitas masturbasi sampai tidak sadar ada orang yang menempati bilik di depanku, mungkin juga karena tubuhnya yang kecil sehingga terlewat dari pandanganku.

    Aku mencari cara bagaimana memastikan bahwa kegiatanku tadi tidak terekam di hpnya. Setelah beberapa saat berfikir, aku punya ide, walau mungkin agak gila, dan posisiku saat itu sedang di puncak birahi karena belum mencapai orgasme jadi hal gilapun aku anggap sebagai hal biasa.

    Kemudian aku memanggil anak sd di depanku itu,

    “De, sini..” dengan senyumanku yang menggoda aku menyuruhnya untuk menghampiri bilikku,

    ” Sini ade, mba mau minta tolong..”, awalnya dia seperti ketakutan saat aku panggil, tetapi lama kelamaan akhirnya di mengangguk dan menghampiri bilikku.

    “Ada apa mba..?” Katanya,

    “Ini de, mba bisa minta tolong bukain facebook..?” Tanyaku,

    “Bisa mba..”, kemudian dia mengetik alamat facebook dan keluarlah tampilan web facebook,

    “Nama sama passwordnya mba apa?”, setelah aku jawab dia mulai mengetikkan dan setelah beberapa detik tampilan browser masuk ke beranda facebook milikku,

    “Makasi ya de..”,

    “Iya mba..” Jawabnya.

    “Mau mba kasi hadiah..?”,

    “Wah mau mba.. hadiah apa?”, setelah memastikan keadaan sekitar aman, lalu dengan tersenyum nakal aku menyingkap rok sampai ke paha atas sampai terlihat vaginaku. Matanya langsung melotot melihat vaginaku yang mulus terpampang di depan wajahnya.

    “Ini ya yang kamu lihat tadi..?”, kataku.

    “E..i..iya mba”,

    “Maaf ya mba..”,

    “Gapapa koq, mba izinkan kamu lihat vagina mba, asal ada syaratnya, kamu ga boleh bilang siapa2 dan kalau tadi kamu merekam mba, kamu harus hapus rekaman tadi..”,

    “iya.. mba..” sambil membuka hpnya dengan gemetar, dia memperlihatkan file berisi video masturbasiku tadi dan dengan kedua mataku dia menghapus rekaman tadi.

    “Bagus.. anak pintar..”, setelah itu dia kembali melihat dengan nanar vaginaku.., aku bersandar di sekat bilik yang tertutup komputer, kemudian membuka lebar2 selangkanganku, dia mendekatkan wajahnya ke vaginaku, ahh aku terangsang sekali dengan keadaan ini, seorang lelaki yang bukan suamiku sedang memperhatikan dengan seksama mahkota yang aku jaga hanya untuk suamiku.

    Apalagi yang sedang mengalaminya sekarang adalah seorang anak kecil berkulit hitam dan banyak koreng di tangan dan kakinya, sebenarnya aku jijik melihat anak ini, namun entah mengapa justru membuat birahiku semakin tinggi, “Ahh..” aku merasakan ada sentuhan langsung di lubang vulvaku.

    “Ade ga boleh pegang liat aja ya..”,

    “Tapi mba, saya pengen banget pegang, plis mba, boleh ya mba? janji cuma pegang aja..

    “, setelah sesaat berfikir, “Ya uda, tapi pelan2 ya..

    ” Jawabku. Kemudian aku merasakan gejolak birahi yang sangat besar saat bersamaan dia memasukkan jari tengahnya ke lubang vaginaku sedang jari yang lain memainkan klitorisku.

    “Aahh.. nnghh.. aauhhh.. mmmfhh.. mmmhh”, aku menahan desahanku karena takut terdengar oleh bilik di sebelahku. Tanpa sadar tanganku meremas2 payudaraku yang sedari tadi belum sempat aku rangsang. Kemudian aku kesampingkan jilbab yang aku kenakan ke punggung, dan membuka kancing demi kancing baju seragam pnsku, lalu aku keluarkan payudara kanan dan kiriku lalu meremas2nya, anak itu terkejut dan semakin nanar melihat payudaraku yang berukuran besar berada di depan matanya, lalu tiba2 dia ikut memegang kedua payudaraku, dan tanpa aba2 langsung dia masukkan ke dalam mulutnya puting payudara kananku, sembari tangan kanannya meremas dan memilin payudara kiriku, serta tangan kirinya mengeksplorasi setiap bagian vaginaku,

    Cerita Sex Menikmati Puncak Gairah di Warnet

    Cerita Sex Menikmati Puncak Gairah di Warnet

    “Aaaagh.. Oooochh.. enak.. de.. aaahh.. ahhh”, Aku mendesah sambil menutup mulutku, lalu kudekap kepalanya dan sedikit kujambak rambutnya. Sungguh rangsangan yang luar biasa, entah darimana anak ini bisa merangsang seorang wanita dewasa begitu hebatnya, setelah rangsangan demi rangsangan aku terima akhirnya aku merasa sudah tidak kuat lagi menahan orgasme, ”

    De mba mau keluar..” Bisikku di telinganya dan

    “Ngggghh.. aahh..”, Dan akhirnya aku pun orgasme disertai keluarnya cairan kewanitaan yang cukup banyak.

    “Wah mba basah banget memeknya..”,

    “Haaah.. makasi ya de.. kamu udah bikin mba keluar..”,

    “Sekarang gantian mba puasin kamu..”, aku buka resleting celana merahnya, kemudian tampaklah burungnya yang berukuran kecil sedang tegak berdiri..

    “Ade belum sunat?”, “hehe belum mba..

    “. Baru kali ini aku melihat penis belum disunat, mengacung tegak dengan hanya sedikit bagian glans penis yang tampak. Lalu aku belai perlahan, dan aku buka kulup burungnya.

    “Aduh..”, “Sakit ya?”,

    “Dikit mba tapi enak..”,

    “Ih kamu bisa aja.”, setelah aku buka kulupnya, terlihat seperti kotoran berwarna kuning di sekitar leher glans penisnya, sesaat aku mual melihat pemandangan menjijikkan ini, baunya juga amis bercampur sedikit busuk..

    Tapi sekali lagi karena dorongan birahi, seketika lalu aku masukkan burungnya ke dalam mulutku..

    “Ohh.. ohh.. enak mba.. ahhh..”, “Mmm.. slurp.. mmmh..” Lumayan juga fikirku, rasanya asin bercampur pahit.. Dengan perlahan dan seksama aku kulum, sambil memainkan lidahku di setiap bagian kemaluannya. Aku telan setiap hasil jilatanku di dalam mulut. Setelah 2 menit aku oral burung kecilnya. Tiba2 tangan anak itu mencengkeram jilbabku,

    “Mba aku mau ngecrot.” Katanya. Beberapa detik kemudian, terasa denyutan2 pada kemaluannya, dan menyemburlah cairan hangat dengan jumlah yang banyak sehingga memenuhi rongga mulutku. Lalu dengan seksama aku telan semua cairan maninya yang berasa asin itu.

    “Ahh enak mba..”. Setelah istirahat beberapa detik, burung anak itu kembali tegak, sepertinya dia sangat terangsang melihatku saat ini, seorang wanita dewasa berjilbab, mengenakan seragam pns sedang memperlihatkan payudara dan vaginanya, mungkin sesuatu yang luar biasa menurutnya. Lalu aku mengintip bilik di sebelah dan di samping depan, masih kosong, aman fikirku.. Lalu aku berbaring..

    “De, mumpung sepi, masukkan aja burung kamu ke vagina mba..”, Dengan cepat dia merubah posisi duduknya, kemudian memposisikan burungnya ke vaginaku, aku melebarkan selangkanganku agar memudahkannya melakukan penetrasi ke vaginaku, awalnya dia tampak kesusahan memasukkan glans penisnya ke lubang vaginaku, namun setelah aku bantu mengarahkannya, kepala penisnya masuk perlahan.. dia mendorong perlahan.. “Aaahh…”, terus dia masukkan penis kecilnya ke dalam vaginaku sampai pangkalnya.. Dia terdiam beberapa saat, “Ade keluarin trus masukkin lagi ya..”, “Iya mba..” Jawabnya sambil melihat heran penisnya tenggelam di antara gundukan daging, jelas ini pengalaman pertamanya fikirku, haah setidaknya dia masih perjaka..
    Lalu, dengan tempo yang semakin cepat dia memompa penis kecilnya dalam vaginaku, “Aahh.. ah ah ngh ahh ah ohh ahh..” desahku, aku melingkarkan kakiku ke pinggangnya, lalu aku tuntun kepala anak itu menuju payudaraku, dia faham dan langsung menyambar payudaraku, dia remas, jilat, areola dan putingku dia mainkan, lalu dia hisap, “Ngghh.. Aaah aahh nikmat.. enak dek genjot terus mba.. setubuhi mba.. ahhh aha ah haah ah ah ah..”, aku mendesah di telinganya sementara dia dengan rakus menikmati kedua payudaraku. Jilbabku yang sempat berantakan aku rapikan lagi, kemudian kembali mendesah di telinganya, menit demi menit berlalu, tak kubayangkan tubuhku yang setiap hari kurawat, terlihat kontras sekali kulitku yang mulus dengan kulit hitamnya yang penuh bekas luka, tubuhku yang dibanggakan oleh suamiku sekarang sedang dinikmati dan disetubuhi oleh seorang anak sd ingusan, “Aahh ahh uhh aauh ahh ahh ahh” aku terus mendesah di setiap tusukan burung kecilnya.. sungguh sangat nikmat rasanya, bahkan lebih nikmat dibanding bercinta dengan suamiku, aneh rasanya padahal ukuran kemaluannya jauh lebih kecil. Aku tak mau banyak berfikir, aku tak ingin melewatkan menikmati setiap dorongan, dan sentuhan burungnya, ada yang lain yang kurasakan dalam vaginaku, kulit kulupnya mungkin ikut membantu menambah kenikmatan persetubuhan ini fikirku.. Setelah sekitar 10 menit tubuhku digauli anak kecil itu..
    “Mba aku mau ngecrot lagi..”, aku tersadar aku sedang dalam masa subur.. “Jangan di dalam de keluarin”,”Aaahhhhh…” lenguhnya, seperti bergetar pinggulnya lalu keluarlah cairan maninya dalam lubang vaginaku.. terasa hangat memenuhi lubang vaginaku.. Ahh terlambat fikirku.. bagaimana jika nanti aku hamil.. ah masa bodoh.. itu urusan nanti…
    Sekarang yang terpenting aku bisa mencapai orgasme sebelum burung anak ini mengecil.. Lalu aku angkat kepalanya, dengan menunduk aku mencium bibirnya, aku sapu bibir dan lidahnya, sungguh mulutnya bau sekali, tapi aku harus tetap merangsang anak ini fikirku..
    “De.. terus genjot mba ya mba belum keluar..”
    “Iya mba”, kemudian dia pompa lagi burungnya, sambil aku berkonsentrasi mencapai puncak..
    Akhirnya setelah sekitar 5 menit aku merasakan puncak kenikmatan yang aku tunggu.. sambil kupeluk dan kudekap kepalanya di antara kedua payudaraku, “Aaaaaaahhh deee..”..
    Setelah aku orgasme, aku seperti kehabisan tenaga, tapi aku merasa seperti akan ada orang yang menempati bilik2 yang kosong di sekitarku, “De, udah dulu ya, nanti kita ketahuan..”, “Iya mba..” Jawabnya singkat. Kemudian dia mencabut kemaluannya dari vaginaku, dan memasukkannya ke dalam celana merahnya. Aku segera menutup rok, kancing bajuku dan merapikan jilbab, lalu melog off komputer, “Mba pulang dulu ya de..”, belum sempat dia menjawab aku melangkah pergi dengan tergesa2.
    Kemudian setelah membayar billing, aku keluar warnet dan kembali ke rumah..
    Sunggu suatu pengalaman gila yang tak akan kulupakan seumur hidupku…

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • CERITA SEKS PENIKMAT GAIRAH ISTRI ORANG

    CERITA SEKS PENIKMAT GAIRAH ISTRI ORANG


    1468 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA SEKS PENIKMAT GAIRAH ISTRI ORANG ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Saat ini aku tinggal di komplek di kawasan Jakarta, kurang lebih ada 150 kepala rumah tangga, ada satu rumah yang mana sangat asri ditempati oleh keluarga pak Okta dia adalah seorang pengusaha, dan ada yang namanya Mbak Aning paling terkenal bila memakai pakaian yang minim dan berani apalagi belahan dadanya yang sering terlihat jika dia jongkong.

    Yang lebih gile lagi kalau dia tahu sang Bapak ada dan ngelirik doi , secara sengaja dia pamerin CD nya yang sumpah jembutnya sebagian betebaran nongol keluar dari pinggiran CD-nya . Bulan lalu , rumah aku yang ketiban rejeki ngadain arisan , so pasti aku pura -pura repot bantuin bokin nyiapin segalanya , tau dong aku musti tampil keren abis , jeans Versace dan baju gombrong Guess sengaja aku lepas kancing atasnya , biar sexy katanya .

    Bener aja , aku liat si Mbak Aning duduk dipojokan menghadap kamar kerja aku yang pintunya aku buka setengah aja . Sambil menghadap komputer secara nyamping aku bisa melihat kearah ruang keluarga , khususnya kearah doi duduk . Sundel banget , doi sore itu pakai rok mini hitam kontras dengan kulitnya dan pakai baju beige yang ketat , tapi bahannya alus banget.

    Aku masa bodo deh denger ibu – ibu berkicau yang penting aku bisa liat terus Mbak Aning yang sesekali juga ngelirik aku , kalau bertatapan aku senyum doi juga dong . Mulailah doi buka jepitan pahanya , asli coy celana dalemnya yang krem keliatan , tengahnya keliatan item pasti karena jembutnya yang lebat , dan duile itu jembut gimana sih koq pada berurai keluar .

    Tiba – tiba doi ngedipin aku , terus aku bales ngedip sambil julurin lidah , eh dia malah senyum senyum dan sambil meremin matanya seperti orang kalau lagi keasyikan di toi . Aku makin nekad , sekarang aku ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif aku usap-usap kontol aku dari luar celana , terus aku kasih kode supaya dia menuju kamar mandi , belagak kencing lah .

    Doi ngangguk , terus dia samperin bokin bilang mau numpang kekamar mandi . Aku dan doi tahu banget , dikamar mandi luar masih dipakai sama ibu Agus yang gendut dan beser melulu .

    ” Mas , ini ibu Aning mau numpang kekamar mandi yang disini ” bini aku dengan polos ngajakin doi kekamar mandi yang ada diruang kerja aku . ” Ya nih Pak Luki , abis kamar mandinya masih lama rasanya dipakai Ibu Agus ”

    ” Numpang ya , abis udah enggak tahan kebanyakan minum ” biasalah doi basa-basi biar enak dikupingnya bokin .

    ” Silahkan Bu , tapi enggak papa khan saya nerusin kerja dikomputer , maklum Bu belum jadi pengusaha seperti Pak Okta ”

    ” Ah Pak Luki bisa aja ” kata doi sambil nyelonong kekamar mandi aku . Dasar otaknya juga pinter dalam hal berselingkuh , doi buka pintu kamar mandi setengah dan bilang ” Pak Luki , ledengnya rusak ya ? ” bokin aku masih ada lagi disitu .

    ” Mas coba liat dulu deh , bantuin Ibu Aning , malu-maluin aja kamar mandinya ” bokin aku setengah ngomel . ” Biar dibantu sama Mas Luki ya Bu , dia yang sering pakai kamar mandi itu ” terus bokin balik lagi kekamar tengah , soalnya bokin musti tanggung jawab dong sama rakyat arisannya .

    Dengan belagak males – malesan aku berdiri , eits kontol aku masih ngaceng lagi , ah cuek deh . Mbak Aning ngelirik juga dan secara refleks doi ngeraba selangkangannya , anjir….terang aja itu tenda celana aku makin tinggi ,

    “Hayo , celananya kenapa tu” dia berbisik waktu aku masuk kekamar mandi . “Kamu sih bikin aku horny , jadi aku yang sengsara deh , mana pakai jean lagi ” aku nekad ngomong gitu sambil ngeraba paha mulusnya .

    Gilanya doi bukannya marah malah bilang ” Ya , kalau dibagian itu sih belum asyik ” ” Abis yang mana dong kalau asyik ” aku masih setengah berbisik menyelusurin pahanya kearah memeknya yang bejembut gila .

    ” Nah yang itu baru asyik , kamu juga kalau saya gituin juga asyik lah ” gantian doi yang ngelus kontol aku dari luar sambil coba – coba buka retsleitingnya . Busyet gila juga ini perempuan , mana bau Isei Miyakenya merangsang banget .

    Aku enggak tahan , ” Mbak ngentot yuk ” kata aku edan-edanan . ” Ayo , kapan dong , mending berani lagi ” tangannya sekarang udah masuk kedalam jeans aku dan mulai narikin halus kontol aku .

    ” Eh , siapa takut apalagi kalau ngentotnya bareng Mbak ” aku sekarang udah berhasil masukin jari kedalam memeknya yang basah dan lembab . ” Besok ya , kekolam renang Ancol , jam 10 ” Babi banget nih si Mbak , kenapa kekolam renang sih , emangnya aku kecebong .

    Besok jam 10 kurang seperempat aku udah stand by diparkiran kolam renang Ancol , aku telepon dia dengan no yang dikasih kemarin secara rahasia .

    ” Mbak , aku udah sampe nih , kamu dimana ” aku rada was was juga kalau doi enggak dateng .

    ” Ini aku baru mau masuk Ancol , tungguin ya , kontolnya udah ngaceng lagi belum ” sialan ngetest aku kali , tapi koq kedengarannya rame banget sih ada yang cekikikan dibelakangnya . Mati aku , jangan – jangan aku mau dijebak , siapa tau dia bawa bokin aku juga .

    ” Kamu sama siapa sih , koq rame banget , aku jadi bisa enggak ngaceng lagi nih ”

    ” Janjinya gimana sih , katanya mau ML eh kamu bawa orang lain ” setengah kesel aku ngomong ditelpon .

    ” Pasti deh janjinya , pokoknya asyik banget kamu nantinya ” dia ngalemin aku . Enggak sampai 10 menit , mobil Honda putihnya mendarat persis disamping mobil aku . ” Surprise , nah ketauan ya enggak ngajak – ngajak kita ” suara 2 Ce temennya Aning teriak bareng .

    Waduh pucet banget aku , karena ternyata yang diajak juga tetangga aku , Mbak Nara bininya pak Joko dan Mbak Ita bininya pak Raja . Salah tingkah abis aku .

    ” Eh , kaget ya , take it easy aja , khan udah kenal , asyik-asyik aja deh pak Luki , eh kalau diluar Mas Luki dong ” Mbak Ita yang mungil dan putih ( persis banget Kris Dayantie ) itu nyerocos aja membuat suasana jadi enggak tegang .

    ” Enggak deh kita bilangin sang istri ” si Nara yang body dan facenya seperti Dian Nitami nambahin , ya aku makin ngerasa siep banget dong . Tapi kewaspadaan tetap dipertahankan jangan lengah man .

    Setelah basa basi bentar , ” Udah ya , pokoknya enggak ada yang boleh tahu selain kita – kita ya Mas ” Nara sekarang yang membuat aku makin PD .

    ” Pokoknya enjoy aja deh , kita bertiga udah kompak berat lho ” Aning tanpa sungkan ngegandeng aku menuju loket .

    ” Khan aku yang janjian sama Mas Luki , elo pada jangan ngiri ya , entar juga kebagian ” . Kepala jalan sekarang si Nara , doi pesen kamar ganti dan bilas keluarga . Sekalian pesan ban renang 2 buah yang akude banget .

    Ampun , ide apalagi sih . Seolah kita sekeluarga enteng aja mereka ngajak aku masuk bareng keruang ganti dan bilas . Denngan tenang mereka buka rok , baju dan terus BH , sialan mereka tenang aja seolah aku enggak ada disitu . Cerita Mesum

    Gila aja kalau aku enggak ngaceng liat Aning , Nara dan Ita yang umurnya sekitar 30 an pada memamerkan bodynya .

    ” Eh , Mas Luki mau berenang atau mau nonton kita streap tease ” kata si Ita sambil buka BH putih transparantnya . ” Ya terang mau berenang dong , tapi aku maunya sih bilas dulu ah , masak langsung berenang ” aku akal – akalan supaya mereka juga mau berbulat ria , tanggung amat baru liat toket dan setengah body .

    Aku buka baju dan celana , begitu tinggal CD mereka teriak bareng ” Asyik ya , udah ngaceng ” ” He eh abis kalian sih begitu merangsang dan mempesona ” kata aku sembarang siap – siap mau buka CD aku .

    ” Ah enggak fair nih , masak jadi aku duluan yang telanjang , barengan dong jadi aku enggak malu ” ” Hu…maunya tuh , ya Aning kamu khan yang punya ide , kamu dulu dong…mana jembutnya aduh udah pada keluar tu ” kata si Ita sambil narikin jembutnya Aning yang nongol terus dari pinggiran CD .

    ” Aku sih Ta prinsip , sekali buka celana pantang kalau enggak di……”

    ” Joss !!!!! ” Ita dan Nara seperti koor nerusin apa maunya si Aning .

    ” Ia deh , aku juga malu khan kalau keluar kamar ganti nanti swempaknya ada tenda mancung “. Cari pembenaran dong .

    ” Bisa bubar orang dikolam nanti , elo pada mau ya aku jadi tontonan ” aku belagak memelas sambil nunjukin si Monas. Supaya enggak kaku , aku datengin si Aning yang masih berdiri dekat gantungan baju , aku peluk doi dengan kedua tangan dibagian pantatnya , aku cium bibirnya ala French kissing , lidah saling ketemu .

    ” Wow , nafsu nih ya ” si Ita ngeledek . Asyik banget deh pantat si Aning yang nonggeng aku remes – remes , tempelin abis mekinya dengan kontol aku , Aning langsung horny pingggangnya digoyang yang otomatis mekinya berputar diatas kontol aku .

    Sekitar 3 menit adegan itu aku pertahankan , sebenarnya aku udah nafsu banget mau langsung masukin kontol aku kememeknya Aning yang aku yakin udah basah . Sabar cing aku musti cool dong , pasang strategi soalnya masih ada 2 nonok lain menanti .

    Perlahan aku melorot , dengan tetap mata memandang dia tangan aku pindah berputar meremas perlahan toketnya yang pentilnya relatif masih belum gede . ” Eh elo jangan ngiri , sementara belum dapat giliran elo pada meremas sendiri aja dulu ” masih sempat juga Aning ngeledek temannya yang terpana melihat aku yang sambil meremas toketnya sambil usaha jongkok depan dia , pakai gigi aku tarik perlahan CD nya .

    ” Enak ya Can remasannnya Mas Luki ? ” Nara bertanya tanpa arah karena aku tau dia juga tanpa sadar meremas dan memilin pentil toketnya . ” Kita suruh buka sendiri ya ” Ita protes narik sedikit CDnya sambil tangannya ngobel memeknya sendiri .

    ” Sini dong sayang , tangan aku enggak sampe kalau elo pada jauh – jauh ” Aku enggak bisa ngomong panjang lagi karena Aning narik kepala aku kearah nonoknya minta dijilat , setelah CDnya melorot sampai dengkul kakinya .

    Anjir….kesampean juga aku jilatin dan rasain nonoknya Aning yang jembutnya gilaaaaaa !!!!! Itilnya agak gembung , merah banget , aku tahu setelah berupaya keras menepis bulu jembutnya . Sejenak ruang ganti sunyi

    Sambil ngejokil abis liang kenikmatannya Aning aku solider untuk pelorotin CD nya Nara dan Ita barengan , dan inilah pemandangan matanya pemirsa sekalian : Aning , toketnya 34 bentuknya bagus banget , pentilnya agak gede kecoklatan , kulit seluruh bodynya coy kuning kencang mengkilat , bagian pantat ada sedikit selulit , jembutnya…khan udah tau elo pada en bulu keteknya idem ditto.

    Yang jelas enggak rapi , serabutan menutup semua bagian memeknya mendekati puser . Sambil ngedorong pantatnya kedepan supaya lidah aku bisa lebih dalam masuk kelobang nonoknya , dia terus mendesah , kaki kananya ngegesek pelan kontol aku dari luar CD , sambil usaha masuk dari samping CD .

    Nara , yang aku pelorotin pakai tangan kanan , toketnya gede agak panjang seperti pepaya , kulitnya sawo matang , maklum Jawa Solo sepertinya , bulu ketek anti cukur , serabutan disekitar susunya yang 36 .

    Pentilnya agak masuk kedalam . Pahanya kencang , tinggi sekitar 170cm , jembutnya keriting rapi , diatur sekitar lobang nonoknya ( Sering berbikini kali..) Lobang nonoknya memanjang , dibawah lipatan perut ada bekas jahitan Caesarnya . Doi terus meremas susunya sambil liatin tangan aku yang lagi berusaha nurunin CD pinknya .

    Supaya cepat , doi ikut ngebantu nurunin CDnya . Ita , siimut , tinggi sekitar 158 lah , jembutnya paling jarang jadi bagian dalam memeknya yang merah muda gampang keliatan , toketnya kecil kenceng ukuran 32 , perutnya rata , paling kalem keliatannya tapi tangannya aktif terus megangin bokongnya sendiri , jangan – jangan doi paling hobby dibol dari belakang .

    Ngimpi apa aku liat tetangga aku pada telanjang bulet , elo elo yang belum ada pengalaman maen sama bini orang , aku anjurin deh elo cari mereka bertiga , enggak resek , berpengalaman dan tahu penuh apa enaknya ML .

    Kalau mau orgy cari yang sehati , kompak istilahnya dan enggak egoist , artinya mereka berupaya menikmati SEX sepenuhnya tanpa ada rasa sungkan , rilex dan terbuka . Hal ini juga aku buktikan sebelumnya dengan 2 sahabat mahasiswi yang kompak , tapi ya kita harus konsider atas kebutuhan jajannya lah , jangan merki .

    Kurang yakin kemampuan ya modalin VIAGRA yang paling mahal Rp. 150.000 / pil 100 mg . ” Ya kamu pada mandi dulu deh dishower ” kata aku pelan , sambil menjilat sisa juicenya Aning yang ada disekitar bibir aku .

    Aning enggak bereaksi , dia nuntun aku ketempat duduk , pas aku duduk dia jongkok didepan aku dan brebet dia tarik CD aku , dia pandangin seluruh kostruksi kontol aku , enggak pakai komentar yang basi seperti cerita bokep yang lain ,

    ” Aduh gede amat kontolnya , atau sok ngebandingin sama kontol Co yang lain , itusih kuno , tipu….!!! Jangan mau elo dibohongin sama yang bikin cerita , itukan cuma kebanggaan semu , yang penting gocekannya bukan gedenya , emangnya mau modal berat aja…tipuuuuu……”

    ” Jangan kelamaan Can , langsung maenkan , tunjukan kecanggihannya , apa perlu aku nih yang terjun ” Nara sewot ngeliatin Aning yang masih memandang kontol aku sambil ngurut dari arah palkon kepangkalnya , tanpa komentar sambil tangan kirinya kasih kode enggak perlu , langsung kontol aku mulai dijilatin perlahan .

    Seluruh kepala kontol aku ( helmnya ) dijilat berputar , doi tau bagian yang paling enak yaitu dibagian bawah Palkon sekitar sambungannya . Cairan bening aku dijilatin sambil matanya memandang arah mata aku , seolah butuh pengakuan atau komentar Aku cuma bisa angkat 2 jempol , bravo go ahead Can .

    Selanjutnya cepet banget lidahnya bergeser enggak berhenti menari disekitar batang kontol , begitu dikemot kedalam mulutnya yang memang sexy dia keluarin cadangan ludahnya , jadi rasanya kontol aku berenang didalam air ludah , enggak ada rasa gigi Cing , belajar dari banci Taman Lawang kali .

    Aku udah seperti kura – kura yang dibalik , kaki aku kelayapan , aku tumpangin diatas pundaknya sambil kalau aku udah enggak tahan kepala si Aning aku bekep abis sama paha aku . ” Nara – Ita sini dong , aku mau nih megangin tetek dan nonok kamu

    ” Enggak sampai 2 kali order mereka langsung nyamperin aku dan Aning . Si Nara nyodorin susu pepayanya minta aku isap dan siimut Ita ngangkat kaki sebelah keatas bangku , berdiri disamping aku dan minta dirojok nonoknya dengan telunjuk aku yang masih bebas karena belum ada order .

    Aku pegang nonoknya yang merah sudah rada becek , maklum turunan Cina , begitu telunjuk aku masuk dia yang gerakin pinggulnya maju mundur kaya lagi ngentot aja gayanya . Doi merem melek ngerasain bulu – bulu yang ada ditangan aku , tangannya ngusap pentil susu aku secara beraturan .

    Bibirnya ngejilatin bagian dalam kuping aku yang rada caplang , kadang ngemut juga bagian gelambir telinga ogud , terus berbisik supaya enggak kedengaran sama yang lain ” Mas Luki , pejunya jangan diabisin semua ya , kamu mau enggak ngerasain bokongnya Ita ” …Busyet bener khan doi doyan dibool , buktinya begitu aku pindahin jari kelobang pantatnya udah rada longgar , gila kali pak Raja , doyan bener sodomi bokinnya yang imut .

    Aku cuma ngangguk dan nyodorin bibir aku buat ngerasain juga ciumannya si Ita . Wangi banget deh si Ita , bau Kenzonya makin ngerangsang aku . Biar adil nonoknya Nara yang jembutnya rapi aku rojok juga ,

    Masih agak kering tapi mantap itilnya tebal , karena ngerasa agak dicuekin kali , enggak sabar si Ita sekarang jongkok dibelakang Aning , tangan kanannya ngelus tetek dan pentilnya Aning dan tangan kirinya berusaha ngobok – ngobok nonoknya Aning yang makin basah , soalnya aku liat kadang – kadang si Ita jilatin jarinya yang basah berlendir , apalagi kalau bukan juicenya Aning yang asyik banget rasanya .

    Aning makin asyik aja nyepong aku , badannya menggeliat – geliat karena keasyikan dikobel Ita , aku tau terkadang Ita masukin telunjuknya kedalam pantat Aning , entar aku timpa juga deh boolnya Aning , aku berandai andai .

    Aku cuma bisa teriak kecil ” Ngentot…..gila ngentot enak bener sama kamu pada , Aning uhhhh…uhhhh….abis ini aku entotin elo ya , aku nggak mau ngentotin kamu dari belakang , aku mau ngentot sambil terus ngeliatin nonok kamu yang jembutnya gila..”

    ” Nara , aku mau ngentotin kamu sambil duduk biar aku bisa terus meres tetek kamu yang sexy banget ” aku ngomong terus ngaco .

    ” Ta , aku ngentotin kamu dari belakang ya Ta , aku pengen ngentot dilobang pantat Ta , abis elo sexy banget sih goyangnya ” Elo aku saranin deh kalau lagi ngentot musti sering – sering ngomong yang vulgar ,

    Ce jenis apapun makin nafsu dengernya , dan elo aku jamin makin nafsu kalau Ce yang bukan Cabo atau Pecun teriak ngomong vulgar juga . Wuih ai jamin dah….. ” Mas Luki , nanti pejunya buat Nara juga ya , jangan disemprot semua kemulutnya Aning ” Nara sambil narik perlahan rambut aku juga turut berharap dengan memandang nafsu kerah kontol aku yang udah abis dikemot Aning .

    ” Terus aku kebagian apa dong , aku mau juga dong ngerasain pejunya Mas Luki ” Ita protes ke Nara pura – pura belum minta jatah dari aku . Enggak tahan aku tarik kontol aku yang enggak begitu gede dari mulutnya Aning , aku dudukin si Nara kebangku , aku kangkangin pahanya yang juga seperti si Dian Nitami , penasaran aku sih mau liat dalemnya .

    Aku jilat itilnya yang udah rada ngegelambir , gile cing juicenya asyik banget rasanya , banyak banget dan meleleh ke bagian lobang pantatnya .

    Tanggung aku jilat sekalian lobang pantatnya yang berwarna coklat , yang didalamnya masih juga bejembut . Aning bantuin ngisepin teteknya Nara , tangannya ikut bantu ngedorong kepala aku supaya makin masuk ngejilatin nonoknya Nara yang rapi tercukur jembutnya .

    ” Ah gila Aningaaaa…….Mas Luki enak banget ya jilatannya , aduh mama…..mama….aku ndak tahan nih ,…..Aning elo apain sih pentil aku….enakkkkkk Can….” Nara meronta – ronta yang membuat toketnya bergelantungan kekiri dan kekanan , pemandangan semakin horny cing .

    Eh kemana si imut Ita , doi kalem aja , pantat aku diangkat pelan sampai ketinggiannya sejajar kepala aku yang berada didaerah selangkangan Nara , doi duduk menyelinap melalui selangkangan aku sekarang jadi duduk menghadap kontol aku yang terayun bebas .

    Cepat dan tangkas dia hisap kontol aku dengan mulutnya yang mungil , maju mundur berupaya menelan habis seluruh batang kontol aku . Sesekali dia pindah mengulum biji peler aku yang jembutnya lumayanlah , wuih cing asyik banget…

    Saking imutnya seprti kancil dia menyelinap melalu selangkangan bergerak menuju arah belakang , dia remas – remas pantat aku.. Aku kaget , tiba tiba ada rasa aneh geli – geli asyik dilobang pantat aku yang sedikit berjembut ,….ih apaan sih … Anjir …..rupanya lidahnya Ita yang menari disekitar lubang pantat yang kadang – kadang dia coba julurin masuk .

    Nah sekarang aku enggak heran kenapa Homo doyan dimonon , rupanya emang enak kalau bool kita dimasukan sesuatu .

    “Ta…..terus Ta….entar gantian deh aku jilatin anus kamu yang merah jambu…..terus Ta…asyik…, enak gila…..” aku sejenak melupakan tugas ngejilatin nonoknya Nara .

    ” Mas Luki….Nara hampir nih….lagi dong jilatin….tanggung dikit lagi Mas…aduh tega ya….” Nara mengharap aku bertindak . Langsung aku sosor lagi nonoknya , aku jilat abis lelehan juicenya yang mengarah kelobang pantatnya , aku jilat terus …menuju bolnya dan Nara makin menggeliat – geliat seperti ayam yang dipotong tanggung .

    ” Mas…..entotin aku dong , sebentar aja deh pasti keluar ” Nara mengangkat kepala aku sambil berharap benar . Gua bertindak gentle dong , jangan buat dia kecewa , secara berlutut aku pegang batang kontol aku yang masih basah karena campuran ludahnya Aning dan Ita .

    Ita sigap pindah tempat disisi kiri Nara , sementara si Aning tetap pada posisinya dikanan Nara sambil terus meremas toket pepayanya Nara . Kesemuanya kelihatan menanti apa yang akan terjadi , ” Aning – Ita , aku ngentotin Nara duluan bukan berarti elo pada aku nomor duakan , aku janji deh elo semua satu persatu akan aku entotin juga ”

    ” Okay Mas , buat kita enggak ada masalah yang penting kita bener – bener ML ” Aning memberi semangat . Aku salut abis sama si Aning , solidaritasnya tinggi , tidak egois , pantas dia jadi kepala gang .

    ” Ya Mas Luki , khan Mas Luki nantinya bisa ganti namanya jadi Mas Cipto ( Cicip roto ) ” si Ita ikut nimpalin . Perlahan aku arahin kontol aku yang bentuknya agak mengarah kekiri kepalanya , enggak sulit masukin nonoknya Nara , tapi buat menghargai doi aku pura – pura merasa susah dong .

    Blebessss……gile cing , emang bener ngentot tu enak banget . Aku tolak pinggang pakai tangan kiri , kontol aku yang 15 cm maju – mundur terus , meliuk kiri kanan , berputar mencari itil dan G spotnya Nara ……….

    ” Mas Luki ,……ya..ya…yang disitu yang marem Mas ” Nara bergetar , semua bagian bodynya yang enak – enak ada yang bertanggung jawab , nonok – toket kiri dan kanan , lobang pantat ada koordinator lapangannya ( KorLap ) ” Enak ya kontolnya Mas Cipto ..eh Mas Luki ….,…terus Nar ..goyang terus Nar…nikmatin abis…jangan ditahan – tahan

    ” Aning tetap memilin pentilnya Nara sambil matanya nafsu melihat kontol aku yang bekerja dimemeknya Nara .

    ” Ayo terus Mas Luki …bikin si Nara puas ,…sini dong tangannya yang satu ” Aning bernasehat sambil minta jatah dirojer nonoknya . Kalau mau jujur seharusnya aku musti muasin Aning duluan , disamping memang target utamanya khan dia tadinya , enggak pakai dua kali lagi aku masukin jari tengah aku kedalam nonoknya yang sudah semakin basah .

    ” Aghhhhhh….agh……. aku dapet Can…aku dapet Ta……, Mas….ini ya Mas rasanya enaknya ngentot ” Nara makin mengelinjang . ” Mas….nanti lagi ya….Massss…….asu….asu. ….peline kui lho Mas…, maremmmmmm” hu…keliatan aslinya deh si Nara , keluar Jawanya .

    Aku tancep lebih dalam kontol aku , tanpa gerakan lagi aku pendam habis….dan emang bener enaknya Ce Solo , tau enggak lo…tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang berputar – putar cepat dibagian kepala dan batang ..

    ” Aduh..aduh apaan nih Nar , aduh…gila asyik – asyik….” aku senyum sambil terus tancepin kontol aku . ” Nah , baru tau dia …makanya jangan main – main sama Ce Solo ” Nara nyubit perut aku sambil senyum lebar ngeledek .

    Perlahan aku tarik keluar kontol aku yang masih ngaceng abis , keliatan makin berurat kayaknya . ” Waduh Aning , enggak salah deh kita janjian sama Mas Luki ” kata Nara sambil balik meres toketnya Aning dan Ita .

    ” Bener ya Nar , enak banget ya ngentotnya….ih kamu keringetan banget deh ” Ita melap keringat disekitar leher sampai perutnya Nara .

    ” Hayo ,sekarang siapa nih yang bertanggung jawab mengeluarkan peju aku ” dengan pura – pura marah aku liat kearah Aning . Soalnya seperti aku bilang , Aning adalah target utama , jadi dia musti tau dong . Elo ngebayangi enggak sih Aning seperti siapa , tidak lain adalah paduan antara Iis Dahlia dan Cut Keke , nafsuin khan

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Bersemangat Untuk Diperiksa

    Cerita Sex Bersemangat Untuk Diperiksa


    1468 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Bersemangat Untuk Diperiksa ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Kau sudah jenuh untuk menunggu antri di sebuah klinik untuk memerikasakan tubuhku, mungkin seperti biasanya aku disuruh untuk cek darah, air seni dan si periksa menggunakan stetoscop, mungkin hanya hanya itu saja kemudian dikasih obat resep , mana yang memeriksaku dokter cowok tua lagi pasti kerjanya sudah bisa dibayangkan sendiri.

    Beberapa kali saya menanyakan pada orang di loket pendaftaran dan selalu memperoleh jawaban sama, yaitu agar saya sabar sebab dokternya dalam perjalanan dan mungkin sedang terjebak macet. Saya melihat arloji di tangan saya. Akhirnya saya memutuskan bahwa kalau dokternya tidak juga datang limabelas menit lagi, maka saya akan pulang saja ke rumah.

    Dengan menarik nafas kesal, saya memandangi sekeliling saya. Tahu-tahu mata saya tertumbuk pada seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam klinik tersebut. Amboi, cantik juga dia. Saya taksir usianya sekitar 35 tahun.

    Tetapi alamak, tubuhnya seperti cewek baru duapuluhan. Kencang dan padat. Payudaranya yang membusung cukup besar itu tampak semakin menonjol di balik kaos oblong ketat yang ia kenakan. Gumpalan pantatnya di balik celana jeans-nya yang juga ketat, teramat membangkitkan selera.

    Batinku, coba dokternya dia ya. Tidak apa-apa deh kalau harus diperiksa berjam-jam olehnya. Akan tetapi karena rasa bosan yang sudah menjadi-jadi, saya tidak memperhatikan wanita itu lagi. Saya kembali tenggelam dalam lamunan yang tak tentu arahnya.

    “Mas, silakan masuk. Itu dokternya sudah datang.” Petugas di loket pendaftaran membuyarkan lamunan saya. Saat itu saya sudah hendak memutuskan untuk pulang ke rumah, mengingat waktu sudah berlalu limabelas menit. Dengan malas-malasan saya bangkit dari bangku dan berjalan masuk ke ruang periksa dokter.

    “Selamat malam”, suara lembut menyapa saat saya membuka pintu ruang periksa dan masuk ke dalam. Saya menoleh ke arah suara yang amat menyejukkan hati itu. Saya terpana, ternyata dokter yang akan memeriksa saya adalah wanita cantik yang tadi sempat saya perhatikan sejenak. Seketika itu juga saya menjadi bersemangat kembali.

    “Selamat malam, Dok”, sahut saya. Ia tersenyum. Aah, luluhlah hati saya karena senyumannya ini yang semakin membuatnya cantik.

    “Oke, sekarang coba kamu buka kaos kamu dan berbaring di sana”, kata sang dokter sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di sudut ruang periksa tersebut.

    Saya pun menurut. Setelah menanggalkan kaos oblong, saya membaringkan diri di tempat tidur. Dokter yang ternyata bernama Dokter S itu menghampiri saya dengan berkalungkan stetoskop di lehernya yang jenjang dan putih.

    “Kamu pernah menderita penyakit berat? Tipus? Lever atau yang lainnya?” Tanyanya. Saya menggeleng.

    “Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya.” Dengan stetoskopnya, Dokter S memeriksa tubuh saya.

    Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada saya, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh saya. Tanpa saya sadari, saya rasakan, batang kemaluan saya mulai menegang. Saya menjadi gugup, takut kalau Dokter S tahu.

    Tapi untuk ia tidak memperhatikan gerakan di balik celana saya. Namun setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati saya untuk memeriksa apakah bagian tersebut terasa sakit atau tidak, semakin membuat batang kemaluan saya bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik celana panjang saya.

    “Wah, kenapa kamu ini? Kok itu kamu berdiri? Terangsang saya ya?” Mati deh! Ternyata Dokter S mengetahui apa yang terjadi di selangkangan saya. Aduh! Muka ini rasanya mau ditaruh di mana. Malu sekali!

    “Nah, coba kamu lepas celana panjang dan celana dalam kamu. Saya mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Kok jadi begini?! Tapi saya menurut saja. Saya tanggalkan seluruh celana saya, sehingga saya telanjang bulat di depan Dokter S yang bak bidadari itu.

    Gila! Dokter S tertawa melihat batang kemaluan saya yang mengeras itu. Batang kemaluan saya itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil. Tetapi jika sudah menegang seperti saat itu, menjadi cukup menonjol.

    “Uh, burung kamu biar kecil tapi bisa tegang juga”, kata Dokter S serasa mengelus batang kemaluan saya dengan tangannya yang halus. Wajah saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, batang kemaluan saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter S.

    Dokter S masih mengelus-elus dan mengusap-usap batang kemaluan saya itu dari pangkal hingga ujung, juga meremas-remas buah zakar saya.

    “Mmm… Kamu pernah bermain?” Saya menggeleng. Jangankan pernah bermain. Baru kali ini saya telanjang di depan seorang wanita! Mana cantik dan molek lagi!

    “Aahhh…” Saya mendesah ketika mulut Dokter S mulai mengulum batang kemaluan saya. Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah mahir digelitiknya ujung kemaluan saya itu, membuat saya menggerinjal-gerinjal. Seluruh batang kemaluan saya sudah hampir masuk ke dalam mulut Dokter S yang cantik itu. Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya batang kemaluan saya. Terasa geli dan nikmat sekali. Baru kali ini saya merasakan kenikmatan yang tak tertandingi seperti ini.

    Dokter S segera melanjutkan permainannya. Ia memasukkan dan mengeluarkan batang kemaluan saya dari dalam mulutnya berulang-ulang. Gesekan-gesekan antara batang kemaluan saya dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi saya.

    “Auuh.. Aaahh..” Akhirnya saya sudah tidak tahan lagi. Kemaluan saya menyemprotkan cairan kental berwarna putih ke dalam mulut Dokter S. Bagai kehausan, Dokter S meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.

    “Duh, masa baru begitu saja kamu udah keluar.” Dokter S meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.

    “Dok.. Saya.. baru pertama kali.. melakukan ini…” jawab saya terengah-engah.

    Dokter S tidak menjawab. Ia melepas jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Kemudian ia menanggalkan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans-nya.

    Mata saya melotot memandangi payudara montoknya yang tampaknya seperti sudah tidak sabar ingin mencelat keluar dari balik BH-nya yang halus. Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter S mencopot BH-nya dan melepaskan celana dalamnya.

    Astaga! Baru sekarang saya pernah melihat payudara sebesar ini. Sungguh besar namun terpelihara dan kencang. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Demikian pula pantatnya. Masih menggumpal bulat yang montok dan kenyal.

    Benar-benar tubuh paling sempurna yang pernah saya lihat selama hidup saya. Saya rasakan batang kemaluan saya mulai bangkit kembali menyaksikan pemandangan yang teramat indah ini.

    Dokter S kembali menghampiri saya. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya. Mulut saja langsung menyergap payudara nan indah ini.

    Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan saya waktu saya menyusu pada ibu saya selagi kecil. Dokter S adalah wanita yang kedua yang pernah saya isap-isap payudaranya, tentu saja setelah ibu saya saat saya masih kecil.

    “Uuuhhh.. Aaah…” Dokter S mendesah-desah tatkala lidah saya menjilat-jilat ujung puting susunya yang begitu tinggi menantang. Saya permainkan puting susu yang memang amat menggiurkan ini dengan bebasnya. Sekali-sekali saya gigit puting susunya itu. Tidak cukup keras memang, namun cukup membuat Dokter S menggelinjang sambil meringis-ringis.

    Tak lama kemudian, batang kemaluan saya sudah siap tempur kembali. Saya menarik tangan Dokter S agar ikut naik ke atas tempat tidur. Dokter S memahami apa maksud saya. Ia langsung naik ke atas tubuh saya yang masih berbaring tertelentang di tempat tidur.

    Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk ia mengarahkan batang kemaluan saya ke liang kewanitaannya yang sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman. Lalu dengan cukup keras, setelah batang kemaluan saya masuk satu sentimeter ke dalam liang kewanitaannya, ia menurunkan pantatnya, membuat batang kemaluan saya hampir tertelan seluruhnya di dalam liang senggamanya.

    Saya melenguh keras dan menggerinjal-gerinjal cukup kencang waktu ujung batang kemaluan saya menyentuh pangkal liang kewanitaan Dokter S. Menyadari bahwa saya mulai terangsang, Dokter S menambah kualitas permainannya.

    Ia menggerak-gerakkan pantatnya berputar-putar ke kiri ke kanan dan naik turun ke atas ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi. Membuat tubuh saya menjadi meregang merasakan nikmat yang tiada tara.

    Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluan saya sudah nyaris menyemprotkan cairan kenikmatan lagi. Namun saya mencoba menahannya sekuat tenaga dan mencoba mengimbangi permainan Dokter S yang liar itu.

    Akhirnya.., “Aaahh.. Ouuhhh..” Saya dan Dokter S sama-sama menjerit keras. Kami berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Saya menyemprotkan air mani saya di dalam liang kewanitaan Dokter S yang masih berdenyut-denyut menjepit batang kemaluan saya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex ML Dengan Pacar

    Cerita Sex ML Dengan Pacar


    1467 views

    Perawanku – Nama saya Samsul, saya baru saja masuk ke salah satu universitas di bandung, sifatku yang malu malu menjadikan saya susah untuk bergaul apalagi dengan lawan jenis, tapi dari situlah saya mendapat pengalaman yang mengesankan, ceritanya begini bermula dari saat liburan semester, 2 minggu lamanya di kasih waktu liburan dari situ saya berkunjung ke teman teman lamaku , salah satunya adalah Mawar.

    Teman lamaku Mawar yang sudah sejak SMU tidak pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung sudah sekitar satu tahun saya tidak bertemu ia. Sejak saya pertama kali bertemu ia saya langsung jatuh cinta.

    Aku melihat Mawar sebagai sosok perempuan yang paling sempurna, The Angel From Heaven!, rambut hitam yang sepanjang bahu, wajah super cantik, body bagaikan supermodel, payudara yang indah meskipun hanya dapat dilihat dari luar seragam sekolah, & bokong yang membuat mata cowok manapun mengikutinya kemana pun ia pergi.

    Betapa inginnya saya menjadi bra atau celana dalam yang selalu dipakainya, jadi kursi yang selalu didudukinya, jadi tempat tidur yang selalu ditidurinya, atau jadi sabun yang selalu menjelajahi tubuhnya. saya selalu membayangkan bagaimana seandainya Mawar menjadi pacarku.

    Waktu itu kelas dua SMU. ia kelas 2-4 & saya kelas 2-3. saya mendekati ia dengan cara menjadi temannya yang paling baik. saya tidak berani mengutarakan perasaanku kepada dia, akibatnya ia tergaet oleh orang lain. Hasil yang saya terima adalah saya hanya dianggap sebagai temannya. Agen Obat Kuat Pasutri

    Setelah tamat SMU kerinduanku makin memuncak, saya memikirkannya tiap saya mau tidur, mau makan, mau mandi, mau gosok gigi, mau berangkat ke kampus, mau nonton VCD porno, mau masturbasi, tiap mau melakukan apapun. [Even we’re apart, you will always in my heart, Mawar]. Maka dari itu saya memberanikan diri untuk mengunjungi ia mumpung masih liburan. Untuk memastikan ia ada di rumah, saya meneleponnya.

    “Halo, dapat bicara dengan Mawar?” tanyaku menyapa.

    “Iya, ini Mawar sendiri, ini siapa ya?” balasnya.

    “Hei Met, gimana kabar lo? masih inget aku ngga?” kataku bersikap sok tenang.

    “Hmm.. siapa ya? ini Evan ya? jangan iseng dech, aku tau ini kamu kan?” katanya menebak.

    “Evan siapa.. ngaco ah.. ini aku Samsul..”

    “Samsul? hei.. pa kabar juga? aku baik2 aja.. udah berapa lama sich? setahun ada kali ya..”

    “Iya.. eh Met gimana kabar lo ma si.. itu tuch..”

    “Sama sapa?”

    “Itu lho.. si Arifin.. hi.. hi..”

    Cerita Sex ML Dengan Pacar

    Cerita Sex ML Dengan Pacar

    “..”

    “Halo Met.. saya salah ngomong ya..? haloo..”

    “.. ngga.. kok.. gue..” katanya sambil menangis.

    “.. Mawar ga perlu ceritain kok kalo Mawar rasa itu bikin sakit..” kataku berusaha menenangkannya.

    “.. Samsul.. bisa.. ga.. dateng.. ke.. rumah.. Mawar..?” lanjutnya.

    “Samsul pasti kesana.. Mawar tunggu aja ya.. Samsul pasti datang..” jawabku.

    “.. cepet ya.. please..” katanya masih menangis.

    Saya langsung pergi ke rumahnya begitu telepon ku tutup. Selama perjalanan saya mulai berpikir apa Mawar baik-baik saja.. saya berharap ia tidak melakukan sesuatu yang ceroboh. Kira-kira 30 menit kemudian saya tiba di rumahnya. saya lihat ia sudah menungguku di pintu depan. saya parkir mobilku di tepat di depan rumahnya.

    Saya langsung berjalan kearahnya dimana kulihat cewek yang sangat kusayangi meneteskan airmatanya. Belum sempat ku tanya alasan mengapa ia menangis, dengan tiba-tiba ia menarik tanganku & membawaku ke dalam rumah. Kami kemudian duduk di sofa & ia mulai menceritakan masalahnya.

    tapi beberapa menit kemudian tanpa sadar saya melingkarkan tanganku di bahunya, namun anehnya ia tidak merasa canggung ataupun risih, malah ia menyandarkan kepalanya ke bahuku.

    Aku pun tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tidak pernah berani saya katakan kepadanya.

    “Mawar, dari dahulu ada hal yang saya pengen bilang ke kamu..”

    “Samsul bener-bener sayang sama Mawar.. Samsul selalu memikirkan Mawar..”

    “Dari pertama kali kita kenalan, Samsul sudah suka ma Mawar..”

    “Dan sekara..”

    Belum selesai saya mengatakannya Mawar tiba-tiba menutup mulutku dengan tangannya. ia kemudian mencium bibirku dengan lembut sekali, saya pun tanpa pikir panjang, kubalas ciumannya penuh cinta. Beberapa saat kami berciuman, kemudian Mawar mengatakan hal yang paling indah yang pernah saya dengar.

    “Samsul.. sebenernya Mawar juga suka sama kamu”

    “.. dari dahulu saya berharap kalo kamu itu yang mengajak Mawar nonton, makan..”

    “.. Mawar selalu berharap Samsul suatu saat bakal ngajak Mawar..”

    “I love U..”

    Langsung saja kucium bibir hangatnya dengan mesra. Kami berciuman cukup lama sampai akhirnya Mawar mengajakku ke kamarnya. Tujuannya sudah jelas, tempat tidur empuk yang masih tertata rapi. Ciuman kami terus berlanjut dimana kami sedikit demi sedikit saling melepaskan pakaian kami, kuangkat dasternya sambil ku meremas bokongnya yang sangat kenyal, “Gila.. empuk banget pantatnya..” kataku dalam hati melanjutkan meraba & meremas bokong terseksi milik Mawar.

    Aku dahulu hanya dapat melihat, kini saya dapat menikmatinya. saya tahu masih banyak lagi yang lebih hebat dari cewek ini. Suara hatiku berkata “Dia cinta pertamamu, & kini kamu memilikinya..”.

    Tanganku melanjutkan perjalanannya keatas, disana ia menemukan dua buah gundukan, dengan lembut ku remas & perlahan kulepaskan dari penutupnya yang telah mengurungnya selama ini.

    Ternyata buah dada Mawar tampak sangat indah jika dilihat langsung. Bundar penuh & putingnya berwarna coklat kemerah-merahan.

    Ukurannya pun benar-benar menakjubkan. Tepat dalam telapak tanganku. Penisku pun menjadi amat tegang. saya merabanya dari bawah & kemudian naik keatas dimana ku menemukan puting susu yang sudah mulai mengeras. Mawar pun bersuara saat saya menjilatinya.

    “Mmmmppphhhhhh.. nikmat.. Samsul.. terus.. ss..” desah Mawar,

    Aku pun menuntunnya ke tempat tidur. Kami sudah seperti pasangan suami istri pada saat malam pengantin. Mawar duduk di tepi tempat tidur sedangkan saya masih berdiri. Mawar sudah tidak memakai bra tapi masih mengenakan celana dlm, kami saling bertatapan sejenak..

    “Samsul.. Mawar mau melakukannya sama kamu.. Mawar melakukannya untuk kamu..”

    Mawar pun kemudian melepaskan celana dlmku, dimana disana tersimpan milikku yang sangat berharga. Perlahan ia meraih penisku yang sudah teramat tegang & menghisapnya.

    “Ouuuhhhhh.. Mawar..”, saya merasakan kenikmatan hebat.

    Aku balas perlakuannya dengan meraba buah dadanya yang juga semakin tegang.

    “Ahh.. Samsul.. terusin.. ahh..” lalu saya membuka celana dalam Mawar yang sudah agak basah.

    Aku dapat melihat meqi yang di tumbuhi sedikit bulu, rupanya ia rajin mencukurnya. Langsung saja kuraba seluruh bagiannya berharap menemukan tempat yang paling sensitif.

    “Aah.. teruss.. Samsul.. ohh..” Mawar mendesah, mendengarnya saya makin bersemangat.

    Aku kemudian membawa Mawar ke tengah tempat tidur seraya mencium & menjilati bagian tubuhnya yang paling intim itu.

    “Aahh.. aku.. mo.. keluarr.. ohh.. sshh..” Mawar mengerang & menjambak rambutku, Mawar orgasme saat itu, cairan kenikmatannya banyak sekali yang keluar.

    Aku menciumnya bibirnya & terus meremas-remas buah dadanya, lalu kulumat puting susunya seperti anak kecil mengemut permen kesukaannya.

    “Ahh.. sshh.. aahh.. sshh..” Mawar mengerang tak karuan.

    Penisku yang sudah agak melemas kembali tegang saat Mawar mengulumnya sebagai balas budi.

    “Ohh.. Mawar.. you.. are.the.. best.” kenikmatanku memuncak saat saya merasa saya akan orgasme.

    “Ahh.. sshh.. Mawarr..” creett.. creett.. creett.. saya menyemprotkan maniku kedalam mulut Mawar, & ia pun menelannya.

    Kami berada dalam kondisi sangat bergairah. saya tetap menggeraygi tubuh Mawar supaya ia terus merasa “Panas”, beberapa saat kemudian penisku yang sudah kembali tegang & tampaknya sudah siap mencelupkan diri kedalam kolam kenikmatan.

    Dalam posisi Mawar terlentang & saya diatasnya, saya menuntun penisku [14x3cm] ke arah lubang surga milik Mawar. Perlahan saya dorong penuh percaya diri, terlihat wajah Mawar agak menahan sakit.

    “Ahh.. pelan-pelan.. sayang.. ohh..”.

    Aku dorong lebih dalam lagi meskipun agak sempit, “oh God.. gila.. memeknya ngejepit penis aku kenceng banget!” kataku dalam hati. saya berpikir “jangan-jangan Mawar masih perawan”. Kemudian penisku seperti tertahan sesuatu, kupaksa masuk.

    “ahh..!” pekik Mawar, kurasa saya menembus selaput daranya, ternyata benar Mawar masih perawan. Lalu perlahan kuayun pinggulku.

    “Oh.. sshh.. aah.. ohh.. hmm..”, kami saling mendesah menikmati tiap gesekan, meqi Mawar benar-benar rapat, & ototnya terus memijat penisku tanpa ampun.

    “Ohh.. sshh.. ahh.. sshh.. ohh..” & kemudian tanpa mencabut penisku, saya mengganti posisi, saya dibawah, & kini giliran Mawar yang bergerak.

    “Ohh.. ah.. ssh.. Samsul.. enaakk.. terus.. ss” gerakan Mawar saya imbangi, saya meremas buah dada Mawar & sekali-sekali saya mengangkat tubuhku untuk menghisap & menjilati puting susunya.

    Tiba-tiba tubuh Mawar kejang, “Aah.. aku.. mauu.. keluarr.. ohh..”

    Aku merasakan semprotan cairan meqi Mawar membasahi kepala penisku, terasa hangat & nikmat. Kami dalam posisi ini agak lama, dimana variasi hanya dalam bentuk ciuman, hisapan puting susu. Kemudian saya merasakan adanya desakan di pangkal penisku, saya lalu menggerakkan pinggulku naik turun, dibantu Mawar yang juga bergerak naik turun.

    “Ohh.. sshh.. ohh.. SSHH..” saya merasa akan orgasme, saya lalu mempercepat gerakanku, tiba-tiba tubuh Mawar kembali mengejang, namun kali ini lebih kuat, & meqinya pun menjadi lebih sempit, otot-ototnya memijat lebih hebat.

    “OOHH.. Mawar.. mau.. kkee.. ke.. AAHH..” Mawar mencengkeram bahuku keras sekali.

    “OOHH.. AHH.. Samsull.. ga.. kuat..” saya langsung menancapkan penisku sampai habis, kupeluk cintaku seerat-eratnya dan..

    “Creett.. Creett.. Creett” saya & Mawar orgasme bersama, bersama mencapai kenikmatan.

    Aku memeluk Mawar seperti tak akan kulepaskan, ia cintaku yang pertama, cinta pertamaku yang hebat, cinta pertamaku yang nikmat. Kami sudah menjadi sepasang kekasih. saya sadar Mawar telah memberikan mahkotanya kepadaku.

    “Baby you’re all that i want, and you’re lying here in my arms”

    “I love u so much Mawar” kataku lembut seraya mencium bibirnya yang basah namun lembut.

    Ini pertama kali Mawar bercinta, ia pertama kali bercinta denganku, saya bercinta dengan cinta pertamaku. saya mengalami hal yang terindah dalam hidupku.

    Kami masih dalam keadaan telanjang, duduk berhadapan, Mawar kupangku diatas pahaku, kami tidak berbicara sepatah kata pun, kami hanya saling memandang, saling tersenyum, sesekali kucium bibirnya, kubelai rambutnya, & kuhapus airmata bahagianya yang mengalir menuruni pipinya.

    “Mawar.. saya sangat mencintai kamu sepenuh hati Samsul, kamu adalah hal terindah yang pernah terjadi untukku, Samsul ngga bakal ninggalin Mawar, Samsul akan selalu ada untuk Mawar..” kemudian kuberikan ciuman terhangat & termanis untuk Mawar-ku.

    Aku akhirnya mendapatkan cintaku, cinta pertamaku.

    Sampai saat ini saya berpacaran dengan Mawar, kami bercinta kapan saja kami mau, baik itu di rumah Mawar ataupun di rumahku. Kami selalu ingin merasakan kenikmatan dunia itu berulang kali.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda

    Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda


    1467 views

    Perawanku – Cerita Sex Pemerkosaan Dokter Amoy Muda, Seorang dokter wanita muda keturunan Tionghoa menceramahi Yoga begitu ia masuk ke dalam kamar periksa, Yoga yang merasakan badannya masih sakit, berjalan terpincang hanya bisa diam tidak menjawab.

    “Saya perhatikan cuma kalian anak-anak muda asli daerah sini saja yang suka balapan liar. Apa udah gak sayang sama nyawa kalian..?

    Dokter muda itu masih terus berceloteh. Yoga berusaha tetap cool dengan celotehan pedas itu. Kalau diikutkan perasaan, hatinya memang panas dihina bergitu. Tapi karena badannya sakit dan lutut serta sikutnya tengah dibalut dengan perban karena terjatuh dari motor maka dia mengambil sikap diam.

    Yoga teringat peristiwa malam tadi saat dia dan teman-temannya berlomba balapan motor liar di jalanan malam kota. Nasibnya malang karena tergelincir di tikungan dan badannya terhempas ke jalan aspal yang keras. Badan, lutut dan sikunya memar serta mengeluarkan banyak darah. Nasib baik helm yang dipakainya tidak terlepas tetap melindungi kepalanya, kalau tidak kepalanya mungkin bisa bocor.

    Yoga memilih untuk mendapat perawatan di sebuah klinik dokter umum. Dia enggan ke rumah sakit karena para suster di sana pasti akan menyindir hobinya itu. Tapi tak disangkanya, di klinik dokter umum ini pun sang dokter meyinggung-nyinggung hobinya itu. Dokter keturunan cina muda itu sungguh cantik dan Toge.. yupzz bahkan toket gedenya teramat sangat masih kenceng, maklumlah mungkin dia masih perawan. Dokter ini pantas jadi seorang model, fikir Yoga.

    “Duduk, anda sakit apa?” Tanya dokter muda itu.

    Yoga berjalan perlahan sambil memandang ke dinding di belakang dokter yang memakai baju dokter warna putih. Di dalam sebuah figura terlihat ijazah dokter ini. Dr. Sinta Angeline Chie.

    “Saya sakit di sini dokter,” jawab Yoga malu sambil menunjukkan selangkangannya.

    “Memangnya kenapa?” tanya sang dokter.

    “Terjepit resleting dokter,” jawab Yoga terputus-putus menahan malu.

    “Coba anda buka celananya dan berbaring di sana,” sambil tangannya menunjukkan sebuah tempat tidur kecil yang dijadikan tempat pemeriksaan.

    Yoga membuka celana yang dipakainya dan berbaring di tempat tidur pemeriksaan seperti yang diarahkan oleh si dokter Tionghoa tersebut.

    Dr. Sinta memeriksa sambil memegangi batang kontol Yoga dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan karet.

    “Ini salah kamu sendiri. Kalau saja kamu tidak membuang kulit yang membungkusi kepala penismu ini tentu tidak akan begini jadinya.” Dr. Sinta bersuara sambil mengelusi kepala licin kontol Yoga yang lecet.

    Yoga berfikir. Salahkah aku karena aku disunat. Dokter cina ini menyalahkan aku karena kulit kulupku telah dibuang.

    “Anda tak tau kan, kulit kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis. Kalau kulupnya dibuang itu emangnya untuk apa?” Dr. Sinta masih mengomel.

    “Saya suka perempuan-perempuan kalian, kepala mereka ditutup dengan baik. Tapi saya tak suka penis kalian, kulit penutup kepala malah dibuang.”

    Yoga sungguh geram saat kontolnya dihina seperti itu oleh sang dokter. Namun perasaan marahnya tidak ditunjukkan karena lukanya sedang diperiksa. Kalau gak bisa nahan emosi udah diterjang dokter cina itu. Malunya semakin menjadi saat sang asisten dokter tersebut senyum-senyum ketika Dr. Sinta terus-terusan mengomel.

    “Susi! Kalau Suami kamu disunat gak?”

    “Enggak, dokter,” jawab Susi yang tampak dari penampilannya berasal dari Papua.

    “Kamu suka yang disunat atau gak disunat?” tanya Dr. Sinta lagi.

    “Saya tak permasalahkan itu dokter. Asalkan kontol itu bisa bangun cukup keras dan bisa memuaskan saya.” Jawab Susi ringan.

    Yoga geram. Dokter ni mau mengobatinya yang lagi kesakitan ini atau malah mau mengobrol dengan asistennya.

    “Saya kalau nikah nanti mau pilih yang tak disunat,” Dr. Sinta berceloteh tanpa rasa malu kepada Yoga yang sedang dirawatnya. Atau dokter amoy ini memang sengaja ingin memojokkan Yoga.

    “Kalau ternyata dia disunat lalu bagaimana dokter?” tanya Susi.

    “Sebelum dinikahi, saya pasti akan periksa kontolnya terlebih dulu. Saya perlu uji keperkasaannya.”

    “Dokter tak masalah kalau nanti saat malam pertama dokter sudah tidak virgin lagi?”

    “Sekarang pun saya sudah tak virgin.” Oceh mulut tipis dokter muda itu.

    Yoga hanya diam saja di atas ranjang pemeriksaan. Perasaan geramnya masih bersisa. Rasa malu dan terhina muncul sepanjang dokter bermata sipit itu berceloteh menganggap rendah kontol miliknya. Sang dokter terus menyapu cairan obat ke bagian kepala kontol yang terluka. Yoga merasa pedih ketika obat diusapkan. Sensasi geli juga ada ketika kapas obat merayap di kepala kontolnya.

    “Okay, dah selesai. kontolmu ini berukuran kecil sekali. Tak ada perempuan yang suka.” Sempat pula dokter muda ini menyepet Yoga dengan sinis.

    Emosi Yoga kembali tersulut bara api. Ngomongnya sih pelan tapi dalem… Mungkin kalau dia tidak sedang sakit waktu itu juga dokter cina itu akan diperkosanya. Kata-kata dokter tersebut melukai perasaannya. Yoga merasa terhina.

    “Aku merasa terhina dengan dokter haram sialan itu.” Yoga menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Reza kawannya seminggu setelah pemeriksaan.

    “Lalu sekarang kamu mau ngapain?” tanya Reza.

    “Aku mau balas dendam, biar dia rasakan batang kontolku ni,” Yoga masih menyimpan amarah.

    “Kau mau ikut aku?” tanya Yoga.

    “Bolehlah, aku ingin menjajal liang bool tuh amoy.”

    Jam sepuluh malam itu Yoga dan Reza sedang menunggu di depan klinik Dr. Sinta. Satu persatu asisten dokter tersebut meninggalkan klinik. Sepuluh menit mengamati munculah Dr. Sinta. Dia sedang memegangi kunci untuk menutup kliniknya. Lalu dengan cepat Yoga dan Reza menerobos dan memegangi sang dokter muda dari belakang. Sambil mulutnya dibekap badan dokter tersebut didorong masuk ke dalam klinik.

    Yoga dibantu Reza menarik dokter amoy tersebut ke dalam ruang periksa pasien. Lampu dinyalakan terang dan dokter tersebut dibaringkan di atas tempat tidur untuk memeriksa pasien. Yoga mengeluarkan pisau kecil yang disimpan dalam sakunya dan ujungnya dirapatkan ke pipi licin sang dokter.

    “Kalau kamu menjerit pisau ini akan menoreh pipimu yang cantik ini.” Yoga memberi ancaman kepada Dr. Sinta.

    “Kalau mau selamat ikuti saja perintah kami,” sambung Reza.

    Dengan penuh ketakutan Dr. Sinta mengikuti saja ancaman mereka tanpa berupaya melawan. Dua orang pria lokal yang berbadan kekar ini bisa melakukan apapun kepada dirinya. Yoga memegang erat paha Dr. Sinta yang memakai rok pendek berwarna hitam. Dr. Sinta hanya memejamkan matanya saat kancing bajunya di copot satu persatu .. hingga tampaklah toket gede dokter amoy itu.

    Lalu rok mininya yang berwarna hitam diangkat jemari Yoga keatas. Airmata mulai jatuh keluar dari kelopak matanya saat Yoga kemudian menanggalkan rok yang dipakainya itu sehingga menampilkan paha dan batang kakinya yang amat putih namun memeknya masih di bungkus celana dalam berwarna cream. Yoga menjilati paha dokter amoy itu karena terangsang menikmati pemandangan indah di hadapannya.

    “Minggu lalu kau menghina burungku. Kau bilang burung bersunat buruk rupa. Kau bilang lagi burungku kecil, tak ada perempuan mau. Sekarang aku mau kau rasakan burung milikku ini.”

    Dengan perasaan yang masih takut Dr. Sinta mulia teringat pada lelaki di hadapannya. Dr. Sinta masih ingat pemuda yang mengangkang dan dirawatnya disini karena kepala penisnya terjepit resleting. Dr. Sinta lalu mulai menyesal kerana telah menghina pemuda ini. Tak disangkanya pemuda ini berdendam kepadanya.

    Lalu Dokter sinta disuruh berdiri, setelah berdiri di doronglah dokter sinta ke tembok, hingga ia terpojok di tembok itu setelah itu dibukalah baju dinas dokter Sinta yang berwarna putih itu… dan kini dokter sinta hanya mengenakan Celana Dalamnya yang berwarna cream, dia hanya bisa pasrah bersender di tembok sambil menutup mukanya.

    Kenudian dokter sinta kembali di baringkan di tempat tidur tadi dan Akhirnya hanya celana dalam Dr. Sinta yang berwarna cream itu yang menutupi tubuh mulusnya. Yoga pun menciumi dari ujung kaki hingga sampai ke celana dalam Dr. Sinta.

    Mengeliat-geliat lah Dr. Sinta diperlakukan begitu. Yoga kemudian menarik turun celana dalam Dr. Sinta dan menampakkan gundukan memek putih yang tertutupi dengan bulu-bulu halus warna hitam dan amat mennggairahkan.

    Yoga pun terus mengarahkan mukanya ke celah belahan memek dari Dr. Sinta dan menjilat-jilatnya dengan penuh nafsu. Mengeliat-ngeliat Dr. Sinta diperlakukan begitu. Memeknya terasa geli dijilati Yoga. Walau pun tanpa kerelaan tapi lidah Yoga yang menyiksa kelentitnya membuat nafsunya membara juga. Sambil menjilat memek Dr. Sinta, tangan Yoga tak henti-henti meraba-raba paha dan seluruh tubuh Dr. Sinta. Dr. Sinta menjerit-jerit kecil disaat Yoga menghisap biji kelentitnya yang terasa nikmat. Terangkat-angkat pantat Dr. Sinta menahan cobaan tapi nikmat.

    Yoga tak peduli dengan memek si perempuan sipit yang bau Air kencing itu. Mungkin Dr. Sinta tak mencuci memeknya sehabis kencing. Yoga mulai mengganas dan ingin menggarap bagian atas tubuh Dr. Sinta juga.

    Bibir Dr. Sinta kini menjadi mangsa ciuman Yoga dan jari-jemarinya meremas buah dada toge nan padat milik Dr. Sinta. Kelihatan pipi Dr. Sinta yang lembut dan putih itu berubah menjadi kemerah-merahan kelika Yoga semakin mengganas. Yoga mulai membuka pakaian dan celana jeansnya. Yoga pun menanggalkan celana dalamnya dan mengeluarkan batang kontolnya yang telah lama mengeras. Batang kontol sepanjang enam inci itu mengganguk-angguk menunggu mangsanya.

    “Jangan… tolong jangan lanjutkan…, saya minta maaf,” kata Dr. Sinta memohon belas kasihan.

    “Sudah terlambat kau minta maaf. Sekarang kau rasakanlah kontol yang sudah disunat ku ni.” Yoga tertawa kecil.

    Yoga mengurut batang kontolnya. Helm bulat warna coklat tua itu mengkilat. Sengaja didekatkan ke muka amoy cantik itu… Dr. Sinta tak menyangka batang penis kecil dan pendek waktu dia periksa minggu lalu dapat tumbuh hingga sebesar itu.

    “Sekali kau mencoba kontolku yang udah disunat ini, kamu akan ketagihan. Rasakan sensasi dan kenikmatannya.”

    Yoga terus mengangkangkan Dr. Sinta yang tidak berdaya itu lalu kelihatan lubang memeknya terbuka lebar dan siap untuk digarapnya. Yoga tidak menunggu lama lagi.. yogapun menusukkan batang kontol yang pernah dihina sang dokter cina ke dalam liang memek Dr. Sinta yang masih sempit itu. Yoga merasakan kenikmatan yang tidak terhingga ketika batang penisnya masuk menerobos ke dalam memek si amoy. Dr. Sinta hanya menutupi mukanya. “Jleb-jleb-jleb” blebes .. bunyi memek milik Dr. Sinta digenjoti Yoga dengan penuh nafsu.

    Reza yang tadinya hanya menonton mulai beraksi karena nafsunya juga ikut membahana badai, selain itu karena reza juga sering membuka situs bokepdo.com, jadi nafsunya semakin beringas. Toket milik wanita cina yang sintal itu diremas-remasinya.

    Ketiak licin dokter amoy itu dicium dan dihirupinya. Cukup wangi ketiak dokter muda ini. Dr. Sinta kegelian saat lidah Reza mulai bolak-balik di kulit ketiaknya yang licin.

    Yoga meneruskan aksinya. Batang kontolnya ditarik dari lubang memek Dr. Sinta. Diangkatnya badan dokter muda itu dan diletakkan di lantai. Diarahkan dokter amoy itu supaya merangkak. Kontolnya yang basah dengan lendir memek Dr. Sinta didorongnya masuk dari belakang. Dr. Sinta hanya mampu mengerang. Terayun-ayun toketnya yang tergantung. kini mereka melakukan Doggy style

    Reza yang mengamati saja tingkah laku Yoga dan Dr. Sinta tak dapat lagi menahan nafsunya. Celananya dipelorotkan dan kontol miliknya yang sedikit lebih besar dengan milik Yoga berdiri menegang dengan keras. Kontol itu dipaksakankan masuk ke mulut Dr. Sinta.

    “Sekarang hisap juga kontol yang udah sunat milikku. Nanti tentu kau akan merasakan enaknya,” usik Reza sambil mengarahkan kontolnya yang besar dan panjang itu ke muka Dr. Sinta. Dr. Sinta hanya mampu melihat tanpa berani melawan.

    “Buka mulutmu dan sedotilah, tunggu apa lagi,” perintah Reza dengan suara keras.
    Dr. Sinta membuka mulut tanpa daya dan mulai mengecapi kepala licin bentuk helm jerman menerobos ke mulutnya. Dr. Sinta menghisap dan mengemut batang kontol yang besar hingga Reza mengerang-ngerang keenakan.

    Lama-kelamaan Dr. Sinta telah keletihan dan hanya mampu menuruti saja perlakuan Yoga dan Reza kehadapnya. Akhirnya Dr. Sinta tidak mampu bertahan lagi dengan genjotan dari kontol Yoga dan dia pun telah basah berkeringat karena hampir klimaks. Mata Dr. Sinta kelihatan amat kuyu dan keletihan sementara buah dadanya menegang tajam karena merasakan orgasme yang amat hebat, maklumlah kali pertama baginya dientot oleh lelaki yang bersunat. konto yang sebelumnya dianggapnya tidak menarik ternyata terasa sungguh hebat.

    Akhirnya Dr. Sinta klimaks dan air juice memeknya keluar juga dengan banyaknya dan kelihatan meleleh pada liang memeknya. Kali pertama Dr. Sinta mendapat orgasme dari persetubuhannya dengan penis yang udah disunat. Sebelumnya teman lelakinya yang masih berkulup yang melayaninya ngentot. Mengerang hebat si amoy cantik saat dia mengalami klimaks. Menggigil badannya merasakan kenikmatan yang amat sangat.

    Yoga juga turut orgasme menyusul sang dokter saat melihat amoy muda yang cantik yang digenjotnya itu klimaks dan dia meraung kuat dalam orgasme sambil menembak-nembakkan air kejantannya ke dalam liang memek Dr. Sinta. Perempuan cina itu dapat merasakan cairan panas menerpa kencang ke rongga rahimnya. Pangkal rahimnya terkemut-kemut menyedot benih pria pribumi yang amat banyak. Mungkin dua buah zakar punya Yoga ngecrot disana mengosongkan seluruh amunisinya.

    Reza juga tak tertahan lagi saat mulut mungil yang hangat itu membelai batang penisnya. Reza yang belum pernah merasakan kengahatan dari perempuan tak dapat bertahan lama dan menembakkan air maninya ke dalam mulut Dr. Sinta. Dr. Sinta dengan lemah menelan semua mani dari kontol Reza. Terasa anyir tapi ditelan juga.

    “Sekarang kau nikmati kontol yang kau hina. Kau bilang tak ingin kontol yang sunat. bagaimana rasanya?”

    “Enaak..” Dr. Sinta menjawab dengan perasaan malu.

    Sekarang Dr. Sinta mengakui batang penis pria lokal milik dua orang ini lebih nikmat dari batang teman lelakinya. Dia telah salah sangka. Dan dia merasa bersalah karena menghina kontol lelaki ini. Tapi bila dipikirkan ada pula hikmahnya. Dia dapat menikmati batang penis yang dipotong kulit penutupnya. Rasanya juga nikmat. Dr. Sinta mulai berpikir untuk menyuruh teman lelakinya dikhitan juga.

    Reza dan Yoga mengenakan pakaian dan meninggalkan dokter cina tersebut terbaring kecapekan di lantai.

    “Tak sempat aku merasakan memeknya amoy. Hisapannya pasti dahsyat, aku sudah tak tahan.” Reza mengeluh perlahan.

    “Kau jangan sedih. Minggu depan kita garap lagi dokter cina tu.”

    Yoga dan Reza tertawa berderai dalam mobil. Yoga dan Reza membuat rencana mereka selanjutnya. Apalagi Reza bersikukuh ingin menikmati juga memek milik amoy yang cantik itu. Kali ini mereka akan mengajak seorang teman dekat mereka yang juga ingin merasai memek amoy yang ketat itu. Maklum saja dua orang jejaka jones ini belum pernah merasai nikmatnya ngentot. Hanya nyabun dan coli saja yang mereka tahu, itupun sudah terasa nikmat yang tak terhingga.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • MENYEMPATKAN DIRI KE MOTEL UNTUK NGENTOT DENGAN ANAK PAK BOS

    MENYEMPATKAN DIRI KE MOTEL UNTUK NGENTOT DENGAN ANAK PAK BOS


    1465 views

    Cerita Sex ini berjudul ” MENYEMPATKAN DIRI KE MOTEL UNTUK NGENTOT DENGAN ANAK PAK BOS ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Belum lama ini saya bergabung dengan sebuah perusahaan eksportir fashion ternama di kotaku. Dan anak gadis pemilik perusahaan itu, Dewi namanya, baru lulus sekolah dari Singapore, umurnya sekitar 23 tahun, cantik dan waktu masih SMA sempat berprofesi sebagai model lokal. Nah, Dewi itu ditugaskan sebagai asisten GM (yaitu saya), jadi tugasnya membantu saya sambil belajar.

    Singkat cerita, Dewi semakin dekat dengan saya dan sering bercerita.

    “Nico, cowok tuh maunya yang gimana sih. Ehm.., kalo di ranjang maksud gue..”
    “Nic, kamu kalo lagi horny, sukanya ngapain?”
    “Kamu suka terangsang enggak Nic, kalo liat cewek seksi?”

    Yah seperti itulah pertanyaan Dewi kepadaku. Terus terang percakapan-percakapan kita selang waktu kerja semakin intim dan seringkali sensual.

    “Kamu pernah gituan nggak, Wi..?, tanyaku.
    “Ehm.. kok mau tau?”, tanyanya lagi.
    “Iya”, kataku.
    “Yah, sering sih, namanya juga kebutuhan biologis”, jawabnya sambil tersipu malu.

    Kaget juga saya mendengar jawabannya seperti itu. Nih anak, kok berani terus terang begitu.

    Pernah ketika waktu makan siang, ia kelepasan ngomong.

    “Cewek Bali itu lebih gampang diajakin tidur daripada makan siang”, katanya sambil matanya menatap nakal.
    “Kamu seneng seks?”, tanya saya.
    “Seneng, tapi saya enggak pandai melayani laki-laki”, katanya.
    “Kenapa begitu?”, tanya saya lagi.
    “Iya, sampe sekarang pacarku enggak pernah ngajak kawin. Padahal aku sudah kepengen banget.”
    “Kepengen apa?”, tanyanku.
    “Kawin”, katanya sambil tertawa.

    Suatu ketika ia ke kantor dengan pakaian yang dadanya rendah sekali. Saya mencoba menggodanya, “Wah Dewi kamu kok seksi sekali. Saya bisa lihat tuh bra kamu”. Ia tersipu dan menjawab, “Suka enggak?”. Saya tersenyum saja. Tapi sore harinya ketika ia masuk ruangan saya, bajunya sudah dikancingkan dengan menggunakan bros. Rupanya dia malu juga. Saya tersenyum, “Saya suka yang tadi.”

    Suatu ketika, setelah makan siang Dewi mengeluh.

    “Kayaknya cowokku itu selingkuh.”
    “Kenapa?”, tanyaku.
    “Habis udah hampir sebulan enggak ketemu”, katanya.
    “Terus enggak.. itu?”, tanyaku.
    “Apa?”
    “Itu.. seks”, kataku.
    “Yah enggak lah”, katanya.
    “Kamu pernah onani enggak?”, tanyaku.

    Dia kaget ketika saya tanya begitu, namun menjawab.

    “Ehm… kamu juga suka onani?”
    “Suka”, jawabku.
    “Kamu?”, tanyaku.
    “Sekali-sekali, kalo lagi horny”, jawabnya jujur namun sedikit malu.

    Pembicaraan itu menyebabkan saya terangsang, Dewi juga terangsang kelihatannya. Soalnya pembicaraan selanjutnya semakin transparan.

    “Dewi, kamu mau gituan enggak.”
    “Kapan?”
    “Sekarang.”

    Dia tidak menjawab, namun menelan ludah. Saya berpendapat ini artinya dia juga mau. Well, setelah berbulan-bulan flirting, sepertinya kita bakalan “just do it” nih.

    Kubelokkan mobil ke arah motel yang memang dekat dengan kantorku.

    “Nic, kamu beneran nih”, tanyanya.
    “Kamu mau enggak?”
    “Saya belum pernah main sama cowok lain selain pacarku.”
    “Terakhir main kapan?”
    “Udah sebulan.”
    “Trus enggak horny?”

    “Ya onani.. lah”, jawabnya, semakin transparan. Mukanya agak memerah, mungkin malu atau terangsang. Aku terus terang sudah terangsang. This is the point of no return. Aku sadari sih, ini bakalan complicated. But… nafsuin sih.

    “Terus, kapan kamu terakhir dapet orgasme”
    “Belum lama ini.”
    “Gimana?”
    “Ya sendirilah.. udah ah, jangan nanya yang gitu.”
    “Berapakali seminggu kamu onani?”, tanyaku mendesaknya.

    “Udah ah… yah kalo horny, sesekali lah, enggak sering-sering amat. Lagian kan biasanya ada Andree (cowoknya-red).”

    “Kamu enggak ngajak Andree.”
    “Udah.”
    “Dan..?”
    “Dia bilangnya lagi sibuk, enggak sempet. Main sama cewek lain kali. Biasanya dia enggak pernah nolak.”

    Siapa sih yang akan menolak, bersenggama sama anak ini. Gila yah, si Dewi ini baru saja lulus kuliah, tapi soal seks sepertinya sudah terbiasa.

    “Nic, enggak kebayang main sama orang lain.”
    “Coba aja main sama saya, nanti kamu tau, kamu suka selingkuh atau enggak.”
    “Caranya?”

    “Kalo kamu enjoy dan bisa ngilangin perasaan bersalah, kamu udah OK buat main sama orang lain. Tapi kalo kamu enggak bisa ngilangin perasaan bersalah, maka udah jangan bikin lagi”, kataku.

    “Kamu nanti enggak bakal pikir saya cewek nakal.”
    “Enggaklah, seks itu normal kok. Makanya kita coba sekali ini. Rahasia kamu aman sama saya”, kataku setengah membujuk.
    “Tapi saya enggak pintar lho, mainnya”, katanya. Berarti sudah OK buat ngeseks nih anak.

    Mobilku sudah sampai di kamar motel. Aku keluar dan segera kututup pintu rolling door-nya. Kuajak dia masuk ke kamar. Tanpa ditanya, Dewi ternyata sudah terangsang dengan pembicaraan kita di mobil tadi. Dia menggandengku dan segera mengajakku rebahan di atas ranjang.

    “Kamu sering main dengan cewek lain, selain pacar kamu, Nic?”
    “Yah sering, kalo ketemu yang cocok.”
    “Ajarin saya yah!”

    Tanganku mulai menyentuh dadanya yang membusung. Aku lupa ukurannya, tapi cukup besar. Tanganku terus menyentuhnya. Ia mengerang kecil, “Shh.. geli Nic.” Kucium bibirnya dan ia pun membalasnya. Tangannya mulai berani memegang batang kemaluanku yang menegang di balik celanaku.

    “Besar juga…”, katanya. Matanya setengah terpejam. “Ayo, Nic aku horny nih.” Kusingkap perlahan kaos dalamnya, sampai kusentuh buah dadanya, branya kulepas, kusentuh-sentuh putingnya di balik kaosnya. Uh.. sudah mengeras. Kusingkap ke atas kaosnya dan kuciumi puting susunya yang menegang keras sekali, kuhisap dan kugigit pelan-pelan, “Ahh.. ahh.. ahh, terus Nic.. aduh geli… ahh.. ah.”

    Dewi, yang masih muda ternyata vokal di atas ranjang. Terus kurangsang puting susunya, dan ia hampir setengah berteriak, “Uh.. Nic… uh.” Aku sengaja, tidak mau main langsung. Kuciumi terus sampai ke perutnya yang rata, dan pusarnya kuciumi.

    Hampir lupa, tubuhnya wangi parfum, mungkin Kenzo atau Issey Miyake. Pada saat itu, celanaku sudah terbuka, Aku sudah telanjang, dan batang kemaluanku kupegang dan kukocok-kocok sendiri secara perlahan-lahan. Ah.. nikmat. Bibirnya mencari dan menciumi puting susuku. “Enak.. enak Dewi”. Rangsangannya semakin meningkat.

    “Aduuhh.. udah deh.. enggak tahan nih”, ia menggelinjang dan membuka rok panjangnya sehingga tinggal celana dalamnya, merah berenda. Bibir dan lidahku semakin turun menjelajahi tubuhnya, sampai ke bagian liang kenikmatannya (bulu kemaluannya tidak terlalu lebat dan bersih).

    Kusentuh perlahan, ternyata basah. Kuciumi liang kenikmatannya yang basah. Kujilat dan kusentuh dengan lidahku. liang kenikmatan Dewi semakin basah dan ia mengerang-erang tidak karuan. Tangannya terangkat ke atas memegang kepalanya.

    Kupindahkan tangannya, dan yang kanan kuletakkan di atas buah dadanya. Biar ia menyentuh dirinya sendiri. Ia pun merespon dengan memelintir puting susunya. Kuhentikan kegiatanku menciumi liang kenikmatannya. Aku tidur di sampingnya dan mengocok batang kemaluanku perlahan. Dia menengokku dan tersenyum,

    “Nic.. kamu merangsang saya.”
    “Enak..”

    “Hmm…”, matanya terpejam, tangannya masih memelintir putingnya yang merah mengeras dan tangan yang satunya dia letakkan di atas liang kenikmatannya yang basah. Ia menyentuh dirinya sendiri sambil melihatku menyentuh diriku sendiri. Kami saling bermasturbasi sambil tidur berdampingan.

    “Heh.. heh.. heh.. aduh enak, enak”, ceracaunya.
    “Gile, Nic, gue udah kepengin nih.”
    “Biar gini aja”, kataku.

    Tiba-tiba dia berbalik dan menelungkup. Kepalanya di selangkanganku yang tidur telentang. Batang kemaluanku dihisapnya, uh enak banget. Nih cewek sih bukan pemula lagi. Hisapannya cukup baik. Tangannya yang satu masih tetap bermain di liang kenikmatannya. Sekarang tangannya itu ditindihnya dan kelihatan ia sudah memasukkan jarinya.

    “Uh… uh… Nic, aku mau keluar nih, kita main enggak?”

    Kuhentikan kegiatannya menghisap batang kemaluanku. Aku pun hampir klimaks dibuatnya.

    “Duduk di wajahku!”, kataku.
    “Enggak mau ah.”
    “Ayo!”

    Ia pun kemudian duduk dan menempatkan liang kenikmatannya tepat di wajahku. Lidah dan mulutku kembali memberikan kenikmatan baginya. Responnya mengejutnya, “Aughhh…” setengah berteriak dan kedua tangannya meremas buah dadanya. Kuhisap dan kujilati terus, semakin basah liang kenikmatannya.

    Tiba-tiba Dewi berteriak, keras sekali, “Aahhh… ahhh”, matanya terpejam dan pinggulnya bergerak-gerak di wajahku. “Aku.. keluar”, sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan tubuhnya seperti tersentak-sentak. Mungkin inilah orgasme wanita yang paling jelas kulihat. Dan tiba-tiba, keluar cairan membanjir dari liang kenikmatannya. Ini bisa kurasakan dengan jelas, karena mulutku masih menciumi dan menjilatinya.

    “Aduh… Nic.. enak banget. Lemes deh”, ia terkulai menindihku.
    “Enak?”, tanyaku.
    “Enak banget, kamu pinter yah. Enggak pernah lho aku klimaks kayak tadi.”

    Aku berbalik, membuka lebar kakinya dan memasukkan batang kemaluanku ke liang kenikmatannya yang basah. Dewi tersenyum, manis dan malu-malu. Kumasukkan, dan tidak terlalu sulit karena sudah sangat basah. Kugenjot perlahan-lahan. Matanya terpejam, menikmati sisa orgasmenya.

    “Kamu pernah main sama berapa lelaki, Dewi..?, tanyaku.

    “Dua, sama kamu.”
    “Kalo onani, sejak kapan?”
    “Sejak di SMA.”

    Pinggulnya sekarang mengikuti iramaku mengeluar-masukkan batang kemaluan di liang kenikmatannya. “Nic, Dewi mau lagi nih.” Uh cepat sekali ia terangsang. Dan setelah kurang lebih 3 menit, dia mempercepat gerakannya dan “Uhh… Nic.. Dewi keluar lagi…” Kembali dia tersentak-sentak, meski tidak sehebat tadi.

    Akupun tak kuat lagi menahan rangsangan, kucabut batang kemaluanku dan kusodorkan ke mulutnya. Ia mengulumnya dan mengocoknya dengan cepat. Dan “Ahhh…” klimaksku memuncratkan air mani di wajah dan sebagian masuk mulutnya. Tanpa disangka, ia terus melumat batang kemaluanku dan menjilat air maniku. Crazy juga nih anak.

    Setelah aku berbaring dan berkata,

    “Dewi, kamu bercinta dengan baik sekali.”
    “Kamu juga”, mulutnya tersenyum.
    Kemudian ia berkata lagi, “Kamu enggak nganggap Dewi nakal kan Nic.”
    Aku tersenyum dan menjawab, “Kamu enjoy enggak atau merasa bersalah sekarang.”

    Dia ragu sebentar, dan kemudian menjawab singkat,

    “Enak..”
    “Nah kalau begitu kamu emang nakal”, kataku menggodanya.
    “Ihh… kok gitu..” Aku merangkulnya dan kita tertidur.

    Setelah terbangun, kami mandi dan berpakaian di motel. Kemudian kembali ke kantor. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih mampir ke motel.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • GARA GARA SUNAT

    GARA GARA SUNAT


    1464 views

    Cerita Sex ini berjudul ” GARA GARA SUNAT ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sebut saja namaku Bob, usiaku 25 tahun. Aku adalah anak dari seorang pengusaha Indonesia yg keadaan ekonominya cukup berada sehingga, tdk seperti orang kebanyakan, aku cukup beruntung untuk bisa berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Kini kuliahku telah selesai dan aku memutuskan untuk kembali ke tanah air.

    Ok, kita sudahi saja basabasinya. Cerita sex terbaru ini berawal ketika aku menjalin kasih dengan seorang cewek Indonesia, panggil saja Lia yg kebetulan dulu kuliah ditempat yg sama denganku. Wait a minute, mendengar hal ini mungkin ada yg bertanyatanya, kok nggak sekalian cari jodoh orang bule saja? Sekalian perbaikan keturunan.

    Hehehehehe.. yup anda tdk salah baca, its HEHEHE, aku hanya tertawa saja kalau mendengar perkataan semacam itu, karena soal cinta kan memang tdk bisa diatur. Lagipula kedua orangtuaku memang menginginkan putra tunggal mereka ini kelak berjodoh dengan sesama orang Indonesia saja, biar pure Indonesia katanya. Eits, bukan berarti aku dijodohkan lho, memang kebetulan ketemunya (dan sregnya) sama wanita asli Indonesia.

    Lagian, orang Indonesia kan nggak jelekjelek amat, jadi mengapa keturunannya harus diperbaiki segala? Not to mention nggak ada montir di dunia ini yg bisa memperbaiki keturunan manusia, ya kan? Anyways, ini cuma pendapatku saja, so buat yg nggak setuju ya bebasbebas saja, ok! Peace! Hehehe.. O ya, Lia berwajah sangat cute (menurutku, lagipula kecantikan itu relatif, tul ngga?), tingginya 165cm dengan ukuran payudara 34c.

    Singkat cerita, aku dan Lia sudah bertunangan dan kurang lebih dua bulan lagi akan segera memasuki jenjang hubungan yg paling serius untuk mengikat janji suci dihadapan Tuhan dan kemudian menuju perkelaminan, eh pelaminan.

    Nah, karena hubungan kami berdua sudah sangat serius dan kalau tdk ada aral melintang, batu menghadang dan badai menerjang, aku dan Lia sudah dipastikan akan menikah. Joker368

    Bicara soal angka dan peluang, kemungkinan kami akan menikah adalah 99,9 persen. Yg 0,1 persen sisanya hanya akan terjadi kalau tibatiba dihari pernikahanku nanti muncul seorang wanita hamil yg menuntut pertanggungjawaban dariku untuk menikahinya, which is impossible karena aku memang belum pernah bercinta dengan seorang wanitapun, termasuk si Lia.

    Karena itu, aku jadi ngebet sekali untuk bisa cepatcepat melepas keperjakaanku ini dan ingin segera bercinta dengan kekasihku yg ayu itu karena toh kami sudah hampir menikah. Aku sudah membicarakan hal ini dengan Lia dan kami terlibat dalam perdebatan kecil, isinya soal aku yg tdk sabaran dan iniitu.

    (Lagilagi) Singkat cerita, aku agaknya telah berhasil meyakinkan si Lia untuk berhubungan badan sebelum tanggal pernikahan tiba, aku berargumen jika kami berdua melakukannya setelah menikah, nanti akan sama dengan orangorang lainnya, lagipula kami akan tahu bagaimana sensasinya jika melakukannya sebelum waktunya dan nantinya bisa dibandingkan lagi ketika melakukannya setelah menikah. Terdengar gila, tapi karena berhasil membujuknya, itu semua menjadi tdk masalah.

    Kami berdua memutuskan untuk melakukannya besok sore di sebuah hotel di daerah Jakarta Selatan. Wah, membayangkan apa yg akan terjadi esok, aku jadi tdk sabar dan tdk bisa tidur, walaupun setelah dikocok jadi bisa tidur, hehehe. Keesokan harinya, aku menjemput Lia yg sudah mendapat ijin dari ortunya untuk ngedate denganku.

    Ya iyalah, kalo ijinnya ke ortu mau ML di hotel, mana mungkin dikasih. Kemudian, kami segera meluncur menuju hotel MXXXXXXX dan langsung check in. Supaya tdk dicurigai, aku check in sendiri, beberapa menit kemudian barulah si Lia menyusul menuju kamar hotel yg sudah kupesan sebelumnya setelah kukabari via sms.

    Di dalam kamar hotel, jantungku dagdigdug tdk karuan karena belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Untuk mencairkan ketegangan, kami berdua duduk2 terlebih dahulu sembari mengobrol ngalor ngidul. Lumayan lama juga, kirakira lebih dari setengah jam kami ngobrol. Baru setelah itu, aku memulai gerilya dengan duduk semakin merapat dan merangkul pundaknya. Aku berbisik I love you ditelinganya agar dia rileks.

    Kemudian kami saling berpandangan, dan entah siapa yg memulai, kami mulai berciuman. Bibir mungilnya kulumat dan kuhisaphisap. Perlahan, aku memasukkan dan kemudian memainkan lidahku didalam mulutnya. Lia tampak sangat menikmati hal ini, itu terlihat dari kedua matanya yg dipejamkan dan ritme nafasnya yg mulai berubah. Posisi tangan kiriku kupindahkan, dari yg semula merangkul erat pundak Lia berpindah ke pinggangnya yg ramping.

    Sementara tangan kananku kugerakkan merayapi punggung Lia, yg masih berbalut Tshirt ketat warna cokelat muda, dengan gerakan pelahan menuju keatas kearah belakang lehernya yg kemudian kubelai lembut. Hanya desahan perlahan yg terlontar dari bibirnya. Mendapat sinyal ok, aku melanjutkan aksiku dengan menyusupkan tangan kiriku dibalik Tshirtnya.

    Perlahan, jemariku menyentuh kulit perutnya yg kencang, lalu naik keatas lagi, dan lagi, dan lagi, hingga sampai diatas gumpalan dadanya yg kenyal dan masih terbungkus bra berenda.

    Kuremas pelanpelan payudara sebelah kiri Lia sambil terus berciuman dan tangan kananku kumasukkan dibalik Tshirtnya sehingga menyentuh langsung punggungnya, dan tangan kananku terus kugerakkan naik hingga menyentuh pengait bra si Lia yg kemudian tanpa babibu langsung aku buka.

    Dalam sekejap, bra tersebut terjun bebas ke lantai keramik hotel yg berwarna putih bersih, sehingga kini tanganku bisa langsung menjamah payudaranya tanpa ada yg menghalangi. Dengan jari telunjuk dan jempol tangan kiriku, kupilinpilin puting payudara kiri Lia yg kini mengeluarkan desahandesahan karena bibirnya sudah lepas dari ciumanku.

    Nghhhh Bob.. aa Desah si Lia. Tanpa buang waktu, segera kulucuti Tshirtnya sehingga pemandangan indah terpampang didepan mataku yg setengah melotot, payudaranya Lia sekal dan montok sekali dengan puting yg berwarna kemerahan.

    Juniorku yg tadi sudah setengah mengeras kini semakin mengeras seolah hendak meronta untuk keluar dari balik celana jeans dan juga celana dalamku.

    Lia yg sudah setengah telanjang kurebahkan di atas sping bed. Lalu, aku buka resleting rok jeansnya dan segera kulorot sehingga terlihat celana dalamnya yg berwarna pink dan berenda, samarsamar terlihat rambut kemaluannya karena lapisan celana dalam itu memang tdk terlalu tebal.

    Tdk menunggu lama, segera kulepas celana dalam itu dan terlihat pemandangan yg wow dihadapanku sehinga aku hampirhampir tdk berkedip dibuatnya. Tampak belahan memek yg menggoda dengan dihiasi bulubulu kemaluan yg tdk terlalu lebat.

    Aku tdk tahan lagi, segera kujamah memek itu. Kusibakkan kedua bibirnya kesamping shingga kelihatan bagian dalam memek Lia yg berwarna merah muda. Tanpa menunggu lama, aku langsung menusukkan lidahku kedalam liang itu, kujilatjilat dan kumainkan lidahku didalam. Nafas Lia semakin memburu,

    Aaah, Bob.. ka.. mu ngap.. pain, enghhh..!! Tdk kuhiraukan desahan itu dan aku terus saja menjilatjilat memeknya yg mulai dipenuhi lendir tanda Lia sudah sangat terangsang.

    Kucabut lidahku dan sasaran berikutnya adalah klitorisnya. Segera kukulum dan kuhisap klitorisnya sembari terkadang kujilatjilat permukaannya. Desahan Lia kian menjadi dan tdk seberapa lama kemudian ia mencapai orgasme,

    aaaach.. aahh!! dengan diiringi lenguhan panjang tubuhnya menggelinjang hebat dan cairan kenikmatan mengalir deras keluar dari memeknya.

    Aku langsung menyeruput habis cairan itu. Kemudian aku beranjak berdiri, kulihat Lia masih rebahan dengan mata setengah terpejam dan pandangan yg mupeng, woow gile.. terlihat tambah cakep aja ni anak. Lalu aku melepas kaosku dan celana jeansku, kemudian langsung kuterkam si Lia yg masih terengahengah. Tanpa ampun, langsung kuemut puting payudaranya yg sebelah kanan, sambil tangan kiriku meremas dan memainkan payudara kiri Lia.

    Aaahh, mmmmhh, terus Bob ohh!! Desahnya.

    Aku semakin asyik saja menyusu di payudara yg montok tersebut. Aku sudah tdk tahan lagi, ingin segera menikmati main course alias hidangan utama berupa ML saus tiram, hmmm. Segera aku berdiri dan melepas kain terakhir yg menutup tubuh telanjangku yaitu celana dalam warna biru tua merek BXXXX.

    Begitu celana dalam itu terlepas, juniorku yg dari tadi tersiksa langsung berdiri mengacung menghirup udara bebas. Tdk tampak ada kepala k0ntol karena memang punyaku uncut (belum disunat).

    Buat yg seumuranku tentu tahu kalau dulu, waktu masih anakanak, yg namanya sunat tdk diharuskan (yg diharuskan hanya agama tertentu). Namun belakangan dunia medis merekomendasikannya, tapi aku belum juga memutuskan untuk melakukannya.

    Sebenarnya, Lia sudah kuberi tahu tentang hal ini sekitar setengah tahun yg lalu ketika kami baru pulang ke Indonesia dan kami berdua sedang memikirkan rencana pernikahan. Intinya dia keberatan dengan kondisi tersebut dan memintaku untuk disunat saja.

    Tapi, yah.. terus terang aku malu apalagi sekarang sudah di tanah air, nanti apa kata dokternya kalau tahu sudah gede kok belum disunat, bla bla bla, namun yg pasti aku akan lebih malu lagi kepada pasien lainnya yg akan disunat.

    Dalam bayanganku, tentu semuanya masih anakanak dan pasti hanya aku sendiri yg paling tua.. aargh tdk! Aku tdk sanggup melakukan itu, jadi ya akhinya aku membohonginya dan mengatakan aku sudah disunat sekitar tiga bulan yg lalu.

    O ya, kembali lagi ke hidangan utama, aku berharap agar Lia tdk lagi keberatan dengan hal ini. Apalagi dia sedang horny, dimana seharusnya akal sehat tdk terlalu bermain, sehingga tanpa sadar dia akan mau ML denganku.

    Segera aku merangsek ke arah Lia untuk lekaslekas menancapkan pusakaku ini kedalam liang memeknya yg sudah basah itu. Tapi.. yg kutakutkan terjadi, Lia menahan tubuhku dan mendorong perlahan sembari menutupi tubuhnya dengan selimut. Sirna sudah wajah mupeng yg kulihat tadi berganti ekspresi kecewa.

    Bob! Aku kan sudah bilang dulu kalau aku nggak mau melakukannya denganmu kalau kamu belum disunat, you have to be circumcised first! Teriaknya.

    Waduh, batinku, gimana kalo penghuni kamar sebelah mendengar? Bakal ketahuan kalo aku belum sunat.. aaargh. Tapi yg lebih dari itu, aku memang merasa bahwa aku sudah bersalah kepada Lia. Juniorku pun tdk lagi tegang, namun mengendur dan semakin mengendur.

    Tapi Ne, apa kamu nggak ngerti? Aku kan malu. Apalagi sunatnya di Indonesia, the culture here is way different. Aku akan kelihatan aneh.. bahkan sangat aneh. Jawabku.
    Aku ngerti, aku bisa mengerti kalau kamu malu. Tapi kamu sudah bohong sama aku Bob. Kata Lia lirih, airmata mulai membasahi pipinya.

    Waduh, aku benarbenar merasa sangat bersalah. Aku mencoba menghiburnya, namun kali ini menjadi lebih susah dari biasanya.

    Ok, aku akan maafin kamu, but you have to promise. Kamu akan benerbener sunat kali ini! Kata Lia.
    Baiklah, aku akan sunat, minggu depan, ok? Jawabku.
    No! Sekarang, hari ini atau aku akan pikirpikir lagi soal rencana pernikahan kita. Jawab Lia tegas.

    Akhirnya aku mengiyakan permintaannya, daripada tdk jadi menikah. Wah, jangan deh. Lebih baik menahan malu sebentar. Kami berdua kembali berpakaian dan Lia kuminta untuk cuci muka agar tdk terlihat bawa dia habis menangis. Kan gawat kalau ketahuan sama calon mertua.

    Kamu kan takut disunat, jadi aku akan menemani kamu. Kata Lia.

    Tapi aku menampik tawarannya karena, dia tampak shock dan lelah. Jelas bahwa dia perlu istirahat. Jadilah aku mengantarnya pulang. Ketika sampai di depan rumahnya dia bertanya.

    Tapi bagaimana aku tahu kalau kamu benerbener sunat hari ini? Aku menjawab
    besok kan bisa kamu lihat sendiri, pasti akan ketahuan kalau aku bohong lagi. Lia menyetujuinya dan aku pun berangkat sendiri mencari dokter yg melayani jasa penyunatan.

    Setelah berputar putar keliling kota. Akhirnya kutemukan juga tempat praktek sunat. Hatihati aku masuk kedalam dan, terjadilah yg kutakutkan. Terlihat banyak anak kecil yg antre untuk disunat. Aargh.. tidaak. Rasa malu kembali mengalahkan logika. Sehingga aku pun ngacir pergi dari tempat itu dan bertekad untuk mencari tempat lain saja.

    Namun keadaan semakin sulit karena kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19.00. Waduh, bisa batal ini, dan Lia pasti marah lagi padaku besok, kenapa tadi aku tdk sunat saja ditempat yg banyak anak kecil itu, kataku dalam hati. Jam menunjukkan pukul 19.30 aku melihat papan nama sebuah klinik yg melayani penyunatan.

    Kali ini aku sudah bertekad untuk tdk akan lari apapun yg terjadi, ini demi rasa sayangku pada Lia, aku tdk mau mengecewakannya lagi. Dengan jantung berdegup kencang, kudorong pintu kaca depan klinik dan.. thank god, tdkada orang. Hanya ada seorang perawat, yg menurutku lumayan cantik, beranjak menyambutku dan menanyakan keperluanku dengan ramah. Aku menjawab

    Emm, benar disini bisa sunat suster?
    Oh betul sekali bapak. Nah, dimana anaknya yg mau disunat pak? Tanya suster itu.

    Waduh, sialan, pertanyaan yg aku sangat tdk suka. Terlebih lagi untuk menjelaskan.

    Engg, sebenarnya. sebenarnya.. Aku merasa tdk sanggup mengucapkannya, ingin rasanya lari lagi namun bayangan Lia yg menangis tibatiba terlintas di benakku sehingga aku memutuskan untuk menjawabnya.

    Ah terserah sajalah kata orang, batinku.

    Sebenarnya saya yg mau sunat sus.. There, selesai sudah, aku sudah berhasil mengatakannya. Rasanya seperti beban 100kg sudah terangkat dari pundakku.

    Suster itu agak terkejut mendengarnya, yg membuatku lega, dia tdk menertawakanku seperti bayanganku semula. Tdk lama kemudian dia masuk kedalam untuk menemui dokternya, lalu kembali lagi kedepan menemuiku dan berkata

    Baik pak, dokternya sudah siap, silahkan masuk.

    Akupun masuk kedalam ruang praktek dan.. aku kembali terkejut karena dokternya seorang wanita. Wah, masak aku mesti bukabukaan didepan cewek selain Lia. Tetapi pikiran itu semakin memudar melihat sosok dokter itu yg cantik, sangat cantik bahkan. Kalau kutaksir kirakira umurnya baru 23 mungkin 24, pastilah baru lulus dan buka praktek batinku, ukuran dadanya tdk terlalu kelihatan karena ia memakai jubah khas dokter yg putih.

    Eee, dokter yg nanti Katakataku terputus.
    Ya betul mas, saya yg akan menyunat anda. Katanya sambil tersenyum ramah.

    Kemudian dokter itu memintaku untuk melepas celana berikut celana dalamku. Wah, aku degdegan juga karena harus mengekspos bagian pribadiku dihadapan lawan jenis yg tdk kukenal. Perlahan tapi pasti, celana jeansku beserta celana dalamku sudah terlepas sehingga kemaluanku kini gandulgandul dihadapan dokter tersebut. Dokter itu sendiri tdk terlalu memperhatikan karena sibuk menyiapkan peralatannya. Baru kemudian ia memandang k0ntolku ini. Entah apa yg ada dibenaknya karena kurasa, biasanya dia menyunat anakanak, sekarang dia dihadapkan pada k0ntol pria dewasa. seksigo

    Dokter wanita itu memintaku duduk di atas meja periksa dan kemudian dia memakai sarung tangan lateks. Barulah kemudian kedua tangan dokter itu menuju ke arah alat kelaminku. Waduh, aku kembali dagdigdug. Kemaluanku ini kan bukan punyanya anak kecil. So, kalau dipegangpegang, apalagi oleh lawan jenis, pasti bakalan bangkit dari tidurnya.

    Benar saja, sewaktu dokter itu memegang batang k0ntolku, si junior langsung bangun dan mengembang dengan cepat menuju ukuran maksimalnya, 18cm. dokter itu terlihat terkejut sekali, entah itu terkejut karena adikku tibatiba bangun, atau terkejut karena ukuran adikku yg lumayan besar.

    Eeh, maaf ya dok, ini spontan soalnya. Kataku dengan senyum yg kecut.
    Oo, ee. nggak apaapa kok. Dokter itu sepertinya juga salah tingkah, mukanya memerah.

    Melihat itu, pikiran jorokku mulai bermain. Bagaimana kalau dokter cantik ini kusuruh melakukan handjob. Tentu ia kaget waktu tadi tahu pasiennya adalah pria dewasa. Nah, kalau kubilang bahwa aku tdk tahu cara mengecilkan kembali k0ntolku ini kemungkinan ia akan percaya, apalagi hingga sebesar ini aku belum disunat.

    Mmmm, tapi saya tdk bisa mengkhitan kalau sedang. begini. Kata dokter itu padaku sambil sesekali memandang k0ntol tegangku.
    Lebih baik mas.. ee.. keluarkan dulu di kamar mandi baru kita lanjutkan. Tambah dokter itu lagi. Agen Joker368

    Akupun mulai aksi purapura bego,

    keluarkan? Maksudnya apa dok? Saya kan lagi nggak kebelet pipis. Jawabku dengan memasang tampang yg sebego mungkin.
    Ee.. bukan pipis maksud saya. Maksudnya mas.. ee.. masturbasi dulu. Jawab dokter itu gugup.

    Nah, umpanku mulai kena, batinku.

    Mas.. apa dok, saya nggak ngerti. Setahu saya kalau lagi begini ya didiamkan aja, ntar juga kecil lagi. Kalau pagipagi bangun juga gitu dok, saya diemin aja. Jawabku bego dengan k0ntol yg tetap mengacung.
    Memang caranya bagaimana dok? Pancingku.
    Ee.. ya, mas .. ngg.. kocok itunya, nanti kalau sudah keluar, pasti mengecil. Jawab dokter itu dengan muka yg kian memerah.

    Hatiku semakin girang, pasti ia percaya kalau aku tdk tahu apaapa tentang ini.

    Bagaimana dok? Aduhh, saya nggak ngerti. Atau, dokter aja deh yg keluarkan. Saya takut soalnya saya benerbener nggak ngerti soal ini. Tambahku.

    Dokter itu tampak terperanjat dengan jawaban polosku tadi. Namun sepertinya ia kehabisan akal untuk mengajariku cara masturbasi, dan ia juga tampak tdk ingin berlamalama dengan pasien yg satu ini. Akhirnya dokter itu setuju untuk melakukan handjob. Hehehe, berhasil!! Batinku.

    Pertamatama, dokter itu menggenggam batang k0ntolku dengan tangan kirinya yg masih terbungkus sarung tangan lateks. Kemudian ia mulai menggerakkan tangannya naikturun. Ohh, gila, rasanya enak sekali. Apalagi kemudian dokter itu memainkan kedua buah zakarku dengan tangan kanannya yg, tentunya, juga masih bersarung tangan.

    Lalu, tangan kanannya digunakan untuk merangsang bagian sensitif k0ntol pria, yaitu daerah dibawah kepala k0ntol. Ahh, rasanya semakin nikmat, aku terkadang sampai memejamkan mataku untuk menikmati sensasinya.

    Tdk seberapa lama, cairan pelumas (cairan yg keluar jika pria terangsang) mulai menetes dari lubang kencingku. Dokter itu menadahinya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya yg mendapat giliran mengocok batang k0ntolku. Setelah seluruh cairan pelumas keluar. Tangan kanannya behenti mengocok k0ntolku dan tangan kirinya yg ada tetesan cairan tadi dipakai untuk mengocok batang k0ntolku. Woow, sensasinya bebeda karena lebih licin rasanya.

    Nafasku mulai memburu, perjalanan menuju puncak sudah mencapai tengahnya. Dokter itu tdk mengurangi ritme kocokannya melainkan malah mempercepatnya, aah rasanya enak sekali apalagi karena ada cairan tadi. 5 menit kemudian aku sudah tdk tahan lagi, sedikit lagi sudah mencapai orgasme.

    Aaaaaaa.. aaa. pekikku. Dan sedetik kemudian
    Aaahh hhh hhh. Muntahlah spermaku ke lantai tempat praktek itu, sebagian mengenai pakaian dokter itu.

    Lega dan senang sekali rasanya, apalagi karena dokter cantik ini bersedia memberiku handjob, hehehe. Singkat cerita, akhirnya aku disunat juga, entah memakai metode apa, dan dokter itu bilang bahwa lukanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Sebelum pergi, aku menanyakan nama dokter itu, ternyata namanya Ika.

    Ternyata lagi, aku salah mengira, umurnya ternyata 27. Heh, dua tahun lebih tua dariku, tapi kok kelihatannya masih sangat muda, pastilah ia pandai merawat kecantikannya. Aku juga bertanya apakah aku bisa datang kembali ke klinik itu untuk memeriksakan juniorku dua minggu lagi.

    Dalam waktu dua minggu itu pula aku berencana agar bisa melakukan yg lebih. I mean, dokter ini sudah mau handjob, bagaimana kalau aku bisa mendapatkan yg lebih dari itu. Dalam dua minggu itu pula, aku menolak ajakan Lia untuk melanjutkan hidangan utama yg belum sempat dinikmati di hotel dulu. Aku bilang kepadanya bahwa penyembuhannya makan waktu satu bulan setengah dan bahwa sebaiknya kami melakukannya setelah menikah saja. Untung si Lia mau mengerti dan tdk ngambek lagi.

    (Lagi lagi lagi) singkat cerita, dua minggu telah berlalu. Aku menunggu lagi satu hari untuk memastikan bahwa juniorku ini sudah siap tempur. Hari yg ditunggu tibalah juga, aku berangkat kembali ke klinik itu pada jam yg serupa dengan terakhir kali aku ke sana. Harapanku, tdk ada pasien yg mengantre. Dan betul juga, hanya ada satu orang pasien anakanak dan bapaknya yg baru saja pergi meninggalkan klinik itu.

    Aku menemui suster yg jaga.

    E bisa saya bertemu dengan dokter Ika? Saya sudah bikin janji dua mingu yg lalu. Tanyaku.

    Suster itu kemudian menuju ke ruang praktek dan tdk seberapa lama kemudian kembali dan mempersilakanku masuk. Aku akhirnya masuk kedalam ruang praktek. Dokter Ika menanyakan apakah ada keluhan pada kemaluanku. Aku menjawab bahwa tdk ada keluhan dan tdk terasa sakit. Dokter Ika kemudian menyatakan bahwa aku sudah sepenuhnya sembuh.

    Ehh, tapi dok. Begini.. Saya, dalam waktu dekat ini akan menikah. Engg, saya kan tdk tahu apakah anu saya akan normal saja pas malam pertama. Pertanyaan yg ngarang dan ngaco.
    Begini saja mas, mas coba saja masturbasi dulu, kalau tdk sakit kemungkinan tdk akan sakit waktu dipakai berhubungan badan. Jawab dokter Ika dengan wajah yg sedikit memerah.

    Mungkin karena mengingat yg tejadi dua minggu yg lalu. Aku kembali mencari akal agar dia mau kuajak yg tdktdk.

    Mmm, saya masih takut dokter, bagaimana kalau nanti lukanya kambuh. Aduuuh, saya takut. Jawabku beralasan.
    Emm.. gimana kalau dokter aja yg. Tambahku. Ika hanya terdiam.

    Aku tdk ingin ia menjawab tdk sesuai keinginanku, jadi aku langsung berjalan menuju meja periksa dan melepas bawahanku sehingga bagian bawah tubuhku kini sudah tanpa sehelai benangpun. Sesuai dugaanku, Ika terpaksa harus menuruti kemauanku. Iapun menuju meja periksa dan kemudian langsung menggenggam batang k0ntolku, tapi kali ini tanpa sarung tangan, wow. Menerima sentuhan dari tangan wanita, kontan k0ntolku mengeliat dan bangun dari tidurnya.

    Dokter Ika kemudian tampak tertegun, memang, setelah disunat juniorku tampak lebih garang. Ika kemudian memeriksa bagian leher k0ntol dan menyentuhnyentuh disekeliling diameternya untuk memastikan bahwa aku tdk merasakan sakit.

    Kemudian ia mulai mengocok k0ntolku. Ahh, memang enak sekali kalau disentuh oleh lawan jenis. Kocokan tangannya mulai dipercepat, pasti tujuannya supaya aku cepat keluar dan cepat pergi dari sini. Aku tahu itu, tapi aku tdk akan membiarkannya terjadi.

    Saat ini posisiku duduk diatas meja periksa sementara Ika duduk di kursi yg dihadapkan ke meja periksa itu sehingga posisinya agak lebih rendah dariku. Akupun menggerakkan tanganku menuju payudaranya yg terbalut jubah dokter dan kemeja hitam. Tanpa basa basi, kuremas kedua payudaranya. Ikapun terkejut dan melepaskan genggaman tangannya dari k0ntolku. Kemudian kedua tangannya disilangkan diatas dadanya.

    Mas, apaapaan sih.. emph! Sebelum banyak berkatakata, kulumat dan kuhisaphisap mulutnya.

    Kedua tangan Ika mencoba mendorongku, tapi tdk cukup kuat untuk melakukannya. Dengan tangan kiriku, kuremas sebelah payudaranya. Sementara tangan kananku, meremasremas bongkahan pantatnya dari luar rok kain berwarna hitam yg dikenakan Ika.

    Emmm mmmhhh. Hanya itu yg terlontar keluar dari bibir Ika yg sedang kucium dengan ganas.

    Perlahan kucoba memasukkan lidahku kedalam mulutnya dan bermainmain dengan lidahnya, mungkin karenasudah terangsang, Ika membalas pemainan lidahku, lidahnya juga dimasukkan kedalam mulutku dan akupun langsung menghisaphisapnya. Jemari tanganku mulai bergerak lincah membuka satu demi satu kancing kemeja Ika. Dan, aku tdk measakan penolakan darinya, berarti keadaan sudah benarbenar aman nih, hehehe. Akupun melepaskan ciumanku dan Ika tampak terengahengah.

    Setelah kubuka semua kancing kemejanya segera kulepas kemeja dan jubah dokternya, kemudian menyusul bra putih yg dikenakannya. Wow, ternyata payudara dokter ini cukup sekal, kirakira seukuran dengan punya Lia. Kedua payudara Ika juga terlihat masih tegak dan menantang. Tanpa buangbuang waktu, aku langsung mengulum sebelah puting susu Ika sementara yg satunya lagi aku mainkan dengan tanganku.

    Ahh, ssshh.. mmmhh. Desah Ika.

    Tangan kananku yg bebas begerilya kebelakang dan bergerak kebawah, melepas pengait dan resleting rok Ika. Begitu sudah terbuka, rok hitam itupun meluncur bebas kebawah. Tangan kanankupun leluasa meremasremas pantat Ika yg terbungkus celana dalam warna putih. Perlahan jemari tanganku kususupkan ke kemaluannya yg ternyata sudah basah.

    Ok, tdk perlu menunggu lagi, segera kuturunkan celana dalam itu sehingga Ika kini benarbenar telanjang bulat. Segera kuangkat tubuhnya dan kubaringkan diatas meja periksa. Aku membuka kaosku sehingga kini aku dan Ika samasama telanjang bulat. Kukangkangkan kakinya lalu segera kuarahkan batang k0ntolku yg sudah tegang sekali menuju liang memeknya. Kugesekgesekkan terlebih dahulu di permukaan memeknya. Lalu, bless, batang k0ntolku melesak dalam di memek Ika.

    Aaa masss.. pe.. lan. Desah Ika. Kudiamkan terlebih dahulu k0ntolku.

    Setelah beberapa saat, barulah kugerakkan maju mundur diiringi dengan desahan Ika, si dokter cantik itu. Plok, plok! Suara pahaku yg bertemu dengan pangkal paha Ika. Sambil bersenggama, tanganku meremasremas payudaranya dan terkadang memilinmilin putingnya, sementara bibirku berulang kali menciumi bibir, pipi dan leher Ika. Sepuluh menit berselang, nafas Ika semakin memburu dan tdk lama kemudian,

    Aa.. ahhh aaahhh! Ika mencapai orgasme.

    Kedua matanya dipejamkan. Keringat deras membasahi tubuhnya. Kudiamkan sejenak dan kubiarkan Ika menikmati orgasmenya. Lalu kubalikkan badannya dan kumasukkan lagi k0ntolku dalam posisi doggy style. Kusodokkan k0ntolku pelahan, namun kian lama kian cepat.

    Ahhh, mass ahh.. ach.. enak mass!! Racau Ika. Sekitar 15 menit kami bercinta dalam posisi ini, Ika kembali orgasme.
    Achh.. mass.. aku keluar, ahh, aaaaaa! Kubalikkan lagi badannya dan kupompa terus karena aku juga merasakan gelombang orgasme kian mendekat. Kupacu dan kupecepat sodokanku dan

    aaa.. aku mau kel.. luar. Aku hendak mencabut k0ntolku untuk memuntahkan sperma diatas perutnya, namun kedua kaki Ika tiba tiba dilingkarkan disekeliling pinggangku dan
    Ahh hhh.. hhh! Semburan demi semburan sperma masuk kedalam rahim Ika.

    Aku merasakan suasana ini sangat intim. Kudiamkan k0ntolku didalam memek Ika selama beberapa saat dan kupagut bibirnya lalu kubisikkan thank you di telinganya. Ika hanya tersenyum manis. Sangat manis. Sunguh hari yg sangat indah dan akan selalu kukenang.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.