Author: perawanku

  • Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah

    Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah


    1393 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Dengan warna kulitku yang putih dan wajah yang lumayan cantik denga tubuh langsing padat bibir tipis yang sensual, rambut panjang hitam, ukuran payudaraku juga lumayan besar dan pantatku yang padat, aku tergolong orang yang supel dan disekolah aku banyak teman dari kelas dati sampai kelas 3, sekarang aku masih kelas 2 SMA banyak yang suka denganku perempuan maupun laki laki.

    Di kelaspun aku termasuk salah satu murid yang mempunyai kepandaian cukup baik, ranking 6 dari 10 murid terbaik saat kenaikan dari kelas I ke kelas II.

    Karena kepandaianku bergaul dan pandai berteman tidak jarang pula para guru senang padaku dalam arti kata bisa diajak berdiskusi soal pelajaran dan pengetahuan umum yang lain. Salah satu guru yang aku sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dengan bekas cukuran brewok yang aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aku) dan ramping tetapi cukup kekar. Dia memang masih bujangan dan yang aku dengar-dengar usianya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yang sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.

    Suatu hari setelah selesai pelajaran olah raga (volley ball merupakan favoritku) aku duduk-duduk istirahat di kantin bersama teman-temanku yang lain, termasuk cowok-cowoknya, sembari minum es sirup dan makan makanan kecil.

    Kita yang cewek-cewek masih menggunakan pakaian olah raga yaitu baju kaos dan celana pendek. Memang di situ cewek-ceweknya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaku yang cukup indah dan putih.

    Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Lilik (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang, “Selamat pagi Paa..aak”, dan dia membalas sembari tersenyum.

    “Ya, pagi semua. Wah, kalian capek ya, habis main volley”.

    Aku menjawab, “Iya nih Pak, lagi kepanasan. Selesai ngajar, ya Pak”. “Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.

    Aku dan teman-teman mengajak, “Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.

    “OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”!

    Aku dan teman-teman bilang, “Tidak, Pak.”, lalu aku menimpali lagi, “Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu teman-teman yang lain, “Naa..aa, betuu..uul. Setujuu..”.

    Ketika Pak Lilik mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku.

    “Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak”.

    Pak Lilik menjawab, “Ah! Ya, ndak apa-apa”.

    Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku. Tampak Pak Lilik tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf.

    “Sorry, ya Pak”.

    Dia menjawab, “That’s OK”. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Lilik.

    Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Lilik dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersama-sama. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku.

    Ketika tiba di rumah Pak Lilik, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.

    “Eeeh, kamu Et. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?”.

    Aku menjawab, “Ah, nggak iseng aja. Sekedar mau tahu aja rumah bapak”.

    Lalu dia mengajak masuk ke dalam, “Ooo, begitu. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya paké baju dulu”. Memang tampak Pak Lilik hanya mengenakan handuk saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku sekedar menjelaskan, “Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Kok sepi banget Pak, rumahnya”.

    Dia tersenyum, “Saya kost di sini. Sendirian.”

    Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Lilik tanya, “Udah laper, Et?”.

    Aku jawab, “Lumayan, Pak”.

    Lalu dia berdiri dari duduknya, “Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Saya mau ke warung di ujung jalan situ. Mau beli nasi goreng. Kamu mau kan?”.

    Langsung kujawab, “Ok-ok aja, Pak.”.

    Sewaktu Pak Lilik pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Lilik pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam.

    Kulihat koleksi bacaan berbahasa Inggris di rak dan meja tulisnya, dari mulai majalah sampai buku, hampir semuanya dari luar negeri dan ternyata ada majalah porno dari luar negeri dan langsung kubuka-buka. Aduh! Gambar-gambarnya bukan main.

    Cowok dan cewek yang sedang bersetubuh dengan berbagai posisi dan entah kenapa yang paling menarik bagiku adalah gambar di mana cowok dengan asyiknya menjilati vagina cewek dan cewek sedang mengisap penis cowok yang besar, panjang dan kekar.

    Tidak disangka-sangka suara Pak Lilik tiba-tiba terdengar di belakangku, “Lho!! Ngapain di situ, Et. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”.

    Astaga! Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagap-gagap, “Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak”.

    Pak Lilik hanya tersenyum saja, “Ya. Udah tidak apa-apa. Kamar saya berantakan. tidak baik untuk dilihat-lihat. Kita makan aja, yuk”.

    Syukurlah Pak Lilik tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.

    Pada saat makan aku bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?”.

    Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, “Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng”.

    Lalu aku memancing, “Kok, tadi ada yang begituan”.

    Dia bertanya lagi, “Yang begituan yang mana”.

    Aku bertanya dengan agak malu dan tersenyum, “Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok”.
    Kemudian dia tertawa, “Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa”.
    Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Lilik menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya.

    Lalu dia menawarkan diri, “Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk”.

    Akupun langsung beranjak ke sana. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya.

    Begitu tiba di dalam kamar, Pak Lilik bertanya lagi, “Betul kamu tidak malu?”, aku hanya menggelengkan kepala saja. Mulai saat itu juga Pak Lilik dengan santai membuka celana jeans-nya dan terlihat olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan terus semakin kuat sehingga menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih tetapi kutahan.

    Pak Lilik bertanya lagi, “Sakit, Et”. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Semakin lama jilatan Pak Lilik semakin berani dan menggila. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya bisa mendesah”, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh”.

    Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Pak Lilik pun naik dan bertanya.

    “Enak, Et?”

    “Lumayan, Pak”.

    Tanpa bertanya lagi langsung Pak Lilik mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna.

    Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta.

    Pak Lilik berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.

    “Boleh saya seperti ini, Et?”.

    Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Lilik menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.

    Kelihatan Pak Lilik agak susah untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku yang masih rapat, dan aku merasa agak kesakitan karena mungkin otot-otot sekitar vaginaku masih kaku. Pak Lilik memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”.

    Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, “Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Lilik sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Lilik tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan tetapi terasa nikmat dan cukup untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.

    Semakin lama rasa perih berubah ke rasa nikmat sejalan dengan gerakan penis Pak Lilik mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, “Hah, hah, hah,..”.

    Pelukan kedua tangan Pak Lilik semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Lilik semakin memberi rasa nikmat dan terasa di dalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar.

    Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Lilik kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan dengan keras ke atas kasur dan ouwww..,

    Pak Lilik semakin memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas. Semakin kuat dan terus semakin kuat sehingga tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan akhirnya Pak Lilik agak merintih bersamaan dengan rasa cairan hangat di dalam vaginaku. Rupanya air maninya sudah keluar dan segera dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan tampak dia masih terengah-engah.

    Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku,

    “Gimana, Et? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya”.

    Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, “tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini”.
    Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.

    Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Lilik juga tertidur.

    Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Lilik dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tampak olehku Pak Lilik hanya menggunakan handuk dan berkata, “Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?”.

    Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Lilik masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Lilik menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.

    Setelah semua selesai, Pak Lilik membuatkan aku teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Lilik memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.

    Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Lilik untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak Lilik walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran.

    Pernah Pak Lilik menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, tetapi aku belum pernah menjawab. Yang penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bahasa Inggrisku itu.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • ThreeSome Dengan Tante

    ThreeSome Dengan Tante


    1392 views

    Cerita Sex ini berjudul ” ThreeSome Dengan Tante ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Pada suatu hari saat aku ke villa pamanku, aku menemukan sebuah album foto di kamar Tante Lili, yang ternyata berisi foto bugil Tante-Tanteku. Kubolak balik foto-foto tersebut yang menampakkan tubuh-tubuh telanjang Tante-Tanteku, walaupun ada yang ssudah berumur diatas 40 tahun seperti Tante Tere dan Tante Ira tapi tubuh mereka tidak kalah dengan keempat istri muda yang lain.

    Foto-foto tersebut Membuat aku terangsang dan ingin merasakan hangatnya tubuh mereka. Hingga ada ide gila untuk memperalat mereka melalui foto-foto tersebut. Mulai kususun rencana siapa yang pertama aku kerjain, lalu kupilih Tante Tante Tere (45 tahun) dan Tante Rina (37 tahun).

    Aku telepon rumah Tante Tere dan Tante Rina. Aku minta mereka untuk menemuiku di villa keluarga. Aku sendiri lalu bersiap untuk pergi ke sana. Sampai disana kuminta penjaga villa untuk pulang kampung. Tak lama kemudian Tante Tere dan Tante Rina sampai. Kuminta mereka masuk ke ruang tamu.

    “Ada apa sih Sarip?” tanya Tante Tere yang mengenakan kaos lengan panjang dengan celana jeans.

    “Duduk dulu Tante,” jawabku.

    “Iya ada apa sih?” tanya Tante Rina yang mengenakan Kemeja you can see dengan rok panjang.

    “Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa?”, kataku sambil mengeluarkan sebuah bungkusan yang di dalamnya berisi setumpuk foto. Tante Tere lalu melihat foto apa yang ditunjukkan olehnya.

    “Darimana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Tante Tere panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.

    “Sarip.. apa-apaan ini, darimana barang ini?” tanya Tante Rina dengan tegang.

    “Hhhmm.. begini Tante Tere, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Lili saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-Tante yang aduhai itu,” jawabku sambil tersenyum.

    “Baik.. kalau gitu serahkan klisenya?” Kata Tante Rina.

    “Baik tapi ada syaratnya lho,” jawabku.

    “Katakan apa syaratnya dan kita selesaikan ini baik-baik,” kata Tante Tere dengan ketus.

    “Iya Sarip, tolong katakan apa yang kamu minta, asal kamu kembalikan klisenya,” tambah Tante Rina memohon.

    “Ooo.. nggak, nggak, saya nggak minta apa-apa, Cuma saya ingin melihat langsung Tante telanjang,” kataku.

    “Jangan kurang ajar kamu!” kata Tante Tere dan Tante Rina dengan marah dan menundingnya. “Wah.. wah.. jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-Tante sendiri yang ceroboh kan,” jawabku sambil menggeser dudukku lebih dekat lagi.

    “Bagaimana Tante?”

    “Hei.. jangan kurang ajar, keterlaluan!!” bentak Tante Rina sambil menepis tanganku.

    “Bangsat.. Berani sekali, kamu kira siapa kami hah.. dasar orang kampung!!” Tante Tere menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.

    “Hehehe.. ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto itu diterima paman di kantor, wah bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh!!” kataku lagi.

    Kulihat kananku Tante Tere tertegun diam, kurasa dia merasakan hal yang kuucapkan tadi. Kenapa harus kami yang tanggung jawab,

    “Tante-Tantemu yang lain kok tidak?” tanya Tante Tere lemas.

    “Oh, nanti juga mereka akan dapat giliran,” jawabku.

    “Bagaimana Tante? Apa ssudah berubah pikiran?”

    “Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?” tanya Tante Rina.

    “Iya, dan kalau boleh sekalian memegangnya?” jawabku.

    “Kamu jangan macam-macam Sarip, hardik Tante Tere.”

    “Biarlah Mbakyu, daripada ketahuan,” jawab Tante Rina sambil berdiri dan mulai melepas pakaiannya, diikuti Tante Tere sambil merengut marah.

    Hingga tampak kedua Tanteku itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Tere walau ssudah berusia 45 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan sedikit gemuk dengan kedua payudaranya yang besar menggantung bergoyang-goyang dengan puting susunya juga besar. Turun kebawah tampak pinggulnya yang lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat.

    Tidak kalah dengan tubuh Tante Rina yang berusia 37 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yang tidak begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yang sedkit naik keatas. Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.

    “Sudah Sarip?” tanya Tante Tere sambil mulai memakai bajunya kembali.

    “Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat vagina Tante berdua dengan jelas,” jawabku.

    “Kurang ajar kamu,” kata Tante Rina setengah berteriak.

    “Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?” jawabku.

    “Baiklah,” balas Tante Tere ketus,

    “Apalagi yang mesti kami lakukan?”

    “Coba Tante berdua duduk di sofa ini,” kataku.

    “Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua,” kataku ketika mereka mulai duduk.

    “Begini Sarip, Cepat ya,” balas Tante Rina sambil membuka lebar kedua pahanya.

    Hingga tampak vaginanya yang berwarna kemerahan.

    “Tante Tere juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih,” kataku sambil jongkok diantara mereka berdua.

    “Beginikan,” jawab Tante Tere yang juga mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan rambut kemaluannya kesamping hingga tampak vaginanya yang kecoklatan.

    “Sarip pegang sebentar ya?” kataku sambil tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Tere sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Rina. Kumainkan jari-jari kedua tanganku di vagina Tante Tere dan Tante Rina.

    “Sudah belum, Sarip.. Ess..,” kata Tante Tere sedikit mendesah.

    “Eeemmhh.. uuhh.. jangan Sarip, tolong hentikan.. eemmhh!” desah Tante Rina juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.

    “Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa?” tanyaku pura-pura sambil terus memainkan kedua tanganku di vagina Tante Tere dan Tante Rina yang mulai membasah.

    “Eh, ini apa Tante?” tanyaku pura-pura sambil mengelus-selus klitoris mereka.

    “Ohh.. Itu klitoris namanya Sarip, jangan kamu pegang ya..,” desis Tante Tere menahan geli.

    “Iya jangan kamu gituin klitoris Tante dong,” dasah Tante Rina.

    “Memang kenapa Tante, tadi katanya boleh,” kataku sambil terus memainkan klitoris mereka. “Sshh.., oohh.., geliss.., To,” rintih Tante Tere dan Tante Rina.

    “Ini lubang vaginanya ya Tante?” tanyaku sambil memainkan tanganku didepan lubang vagina mereka yang semakin basah.

    “Boleh dimasukin jari nggak Tante?”

    Kembali jariku membuka belahan vagina mereka dan memasukkan jariku, slep.. slep.. bunyi jariku keluar masuk di lubang vagina Tante Rina dan Tante Tere yang makin mendesah-desah tidak karuan,

    “Jangan Sarip, jangan kamu masukin jari kamu.. Oohh..,” rintih Tante Rina.

    “Jangan lho Sarip.. sshh..,” desah Tante Tere sambil tangannya meremasi sofa.

    “Kenapa? Sebentar saja kok, dimasukkin ya,” kataku sambil memasukkan jari tengahku ke vagina mereka masing-masing.

    “Aaahh.., Sarip..,” desah Tante Tere dan Tante Rina bersama-sama mersakan jari Sarip menelusur masuk ke lubang vagina mereka.

    “Ssshh.. eemmhh..!!” Tante Tere dan Tante Rina mulai meracau tidak karuan saat jari-jariku memasuki vagina dan memainkan klitoris mereka.

    “Bagaimana Tante Tere,” tanyaku mulai memainkan jariku keluar masuk di vagina mereka.

    “Saya cium ya vagina Tante Tere ya?” tanyaku sambil mulai memainkan lidahku di vaginanya.

    “Sebentar ya Tante Rina,” kataku.

    “Jangan.., sshh.. Sarip.. ena.., rintih Tante Tere sambil tangannya meremasi rambutku menahan geli.

    “Gimana Tante Tere, geli tidak..,” tanya Sarip.

    “Ssshh.. Sarip.. Geli ss..,” rintihnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sambil tangannya meremasi sendiri kedua payudaranya.

    “Teruss.. Sarip,” desis Tante Tere tak kuat lagi menahan nafsunya.

    Sementara Tante Rina memainkan vaginanya sendiri dengan jari tanganku yang ia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Tere kian mendesah ketika mendekati orgasmenya dan

    “Aaahh ss.., Tante sudah nggak kuat lagi,” rintih Tante Tere merasakan lidahku keluar masuk dilubang vaginanya.

    “Tante Tere keluar Sarip..,” desah lemas Tante Tere dengan kedua kakinya menjepit kepalaku di selangkangannya.

    Mengetahui Tante Tere sudah keluar aku bangkit lalu pindah ke vagina Tante Rina dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Tere Tante Rina juga merintih tidak karuan ketika lidahku mengocok lubang vaginanya.

    “Aah ss.., Sarip,.., enak ss..,” rintih Tante Rina sambil menekan kepalaku ke selangkangannya.

    Tante Rina di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang vagina Tante Rina, ku sedot-sedot klitoris vagina Tante Rina yang ssudah basah itu,

    “Teruss.., Sarip.., Tante.., mau kelu.. Aah ss..,” rintih Tante Rina merasakan orgasme pertamanya. Sarip lalu duduk diantara Tante Tere dan Tante Rina.

    “Gantian dong Tante, punyaku sudah tegang nih,” menunjukkan sarung yang aku pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Tere dan Tante Rina. Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku.

    “Kamu nakal Sarip, ngerjain kami,” kata Tante Tere sambil tangannya membuka sarungku hingga tampak penisku yang mengacung tegang keatas.

    “Iya.., awas kamu Sarip.. Tante hisap punya kamu nanti..,” balas Tante Rina sambil memasukkan penisku kemulutnya.

    “Ssshh.. Tante.. terus..,” rintih Sarip sambil menekan kepala Tante Rina yang naik turun di penisnya.

    Tante Tere terus menjilati penisku gantian dengan Tante Rina yang lidahnya dengan liar menjilati penisku, dan sesekali memasukkannya kedalam mulunya serta menghisap kuat-kuat penisku didalam mulutnya. Sluurrpp.. sluurpp.. sshhrrpp.. demikian bunyinya ketika dia menghisap.

    “Sudah.. Tante, Sarip nggak kuat lagi..,” rintih Tante Rina sambil mengangkat kepalaku dari vaginanya.

    “Tunggu dulu ya Tante Tere, biar saya dengan Tante Rina dulu,” kataku sambil menarik kepala Tante Tere yang sedang memasukkan penisku kemulutnya.

    “Tante Tina sudah nggak tahan nih,” kataku sambil membuka lebar-lebar kedua paha Tante Rina dan berlutut diantaranya.

    “Cepatss.. Sarip,” desah Tante Rina sambil tangannya mengarahkan penisku ke vaginanya.

    “Asshhss..,” rintih Tante Rina panjang merasakan penisku meluncur mulus sampai menyentuh rahimnya.

    Tante Rina mengerang setiap kali aku menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati “perkosaan” ini, aku tidak peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tanteku sendiri. Kuminta Tante Rina untuk menjilati vagina Tante Tere yang jongkok diatas mulutnya.

    “Ushhss.. Geli Rip..” desis Tante Tere setiap kali lidah Tante Rina memasuki vaginanya.

    Sementara aku sambil menyetubuhi Tante Rina tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Tere. Tiba-tiba Tante Rina mengangkat pinggulnya sambil mengerang panjang keluar dari mulutnya.


    “Ahhss.. Sarip Tante keluar.. ”

    “Sudah keluar ya Tante Rina, sekarang gilran Tante Tere ya,” kataku sambil menarik Tante Tere untuk naik kepangkuanku.

    Tante Tere hanya pasrah saja menerima perlakuannya. Kuarahkan penisku ke vagina Tante Tere Lalu Aaahh.. desah Tante Tere merasakan lubang vaginanya dimasuki penisku sambil pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goyangan Tante Tere sambil ‘menyusu’ kedua payudaranya yang tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.

    “Teruss.. Tante, vagina Tante enak..,” rintihku sambil terus dalam mulutku menghisap-hisap puting susunya.

    “Penis kamu juga sshh..” rintih Tante Tere sambil melakukan gerakan pinggulnya yang memutar sehingga penisku terasa seperti dipijat-pijat.

    “Sebentar Tante, coba Tante balik badan,” kataku sambil meminta Tante Tere untuk menungging.

    Kusetubuhi Tante Tere dari belakang, sambil tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kuakui sungguh hebat wanita seumur Tante Tere mempunyai vagina lebih enak dari Tante Rina yang berusia lebih muda.

    Sudah lebih dari setengah jam aku menggarap Tante Tere, yang makin sering merintih tidak karuan merasakan penisku menusuk-nusuk vaginanya dan tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang-goyang akibat hentakan penisku di vaginanya.

    “Ssshh.. Sarip, Tante mau keluar..” rintih Tante Tere.

    “Sabarr.. Tante, sama-sama,” kataku sambil terus memainkan pinggulku maju-mundur.

    “Aaahh ss.., Tante Tere keluar..,” melenguh panjang.

    “Saya belum, Tante,” kataku kecewa.

    “Pake susu Tante aja ya,” jawab Tante Tere jongkok didepanku sambil menjepitkan penisku yang ssudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yag besar, lalu dikocoknya.

    “Terus, Tante enak ss..,” rintihku.

    Melihat hal itu Tante Rina bangun sambil membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke mulutnya sambil dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan penisku, mengeluarkan maninya menyempot dengan deras membasahi wajah dan dada Tante Tere dan Tante Rina.

    “Terima kasih ya Tante,” jawabku sambil meremas payudara mereka masing-masing.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Nikmatnya Meki Cewek Chinese Masih Perawan

    Cerita Sex Nikmatnya Meki Cewek Chinese Masih Perawan


    1392 views

    Perawanku – Cerita Sex Nikmatnya Meki Cewek Chinese Masih Perawan, Pаdа bulаn реrtаmа kеrjа setelah libur lebaran аdа tеmаnku уаng bаru dimutаѕi di kаntоr, mulаnуа biаѕа-biаѕа ѕаjа, Nаmаnуа Aina, аdаlаh wаnitа kеturunаn tiоnghоа, mаtа ѕiрit, tinggi kurаng lеbih 165 сm, bеrаt 52kg, Bandar Judi Pulsa bibir ѕеnѕuаl, rаmаh, murаh ѕеnуum, ѕеnаng mеmаkаi rоk mini dаn ѕераtu hаk tinggi, kulit bеrѕih, rаmbut ѕеbаhu. Aku biаѕа реrgi mаkаn ѕiаng bеrѕаmа mаnаjеrnуа уаng jugа rеkаn ѕеkеrjаku.

    Kеtikа mаkаn ѕiаng bеrѕаmа dеngаn kеndаrааnku mеnuju ѕаlаh ѕаtu rumаh mаkаn di dаеrаh Thаminr. Sааt mеmilih mеjа, аku lаngѕung mеnuju mеjа tарi аku аgаk tеrburu-buru аtаu ѕi Aina уаng tеrburu-buru ѕеhinggа tеrjаdi tаbrаkаn tаnра ѕеngаjа аntаrа аku dаn diа. Hidungnуа уаng tidаk bеgitu mаnсung mеnеmреl раdа hidungku. Tubuhnуа tinggi bilа dibаnding wаnitа biаѕа kirа-kirа 173сm рluѕ ѕераtu, ѕоаlnуа tubuhku jugа ѕеkitаr itu, ѕесаrа rеflеk аku mеmеluknуа kаrеnа tаkut tеrjаtuh. Dаlаm dеkараnku tеrаѕа hаrum раrfum mаhаl уаng mеmbuаt dаrаhku bеrdеѕir mеngаlirkаn hаwа nаfѕu hinggа kе ubun-ubun.

    Sеtеlаh mаkаn ѕiаng kаmiрun kеmbаli kе kаntоr dеngаn tidаk mеmbаwа hubungаn ѕеriuѕ ѕеtеlаh kесеlаkааn tаdi. Kirа-kirа ѕеtеngаh jаm аkаn bеrаkhir jаm kаntоr аku hubungi diа lеwаt tеlероn untuk mеngаjаk nоntоn dаn kеbеtulаn filmnуа bаguѕ ѕеkаli. Eh, tеrnуаtа diа ѕеtuju kаlаu nоntоnnуа hаnуа bеrduа ѕаjа.

    Sеlаmа dаlаm реrjаlаnаn dаri kаntоr kе tеmраt tujuаn kаmi ngоbrоl ngаlоr-ngidul tidаk kаruаn ѕаmbil tеrtаwа Bandar Bola Pulsa dаn kutаnуа араkаh diа ѕudаh рunуа расаr? dijаwаb bаru рutuѕ ѕеbulаn уаng lаlu, mаkаnуа diа mеmutuѕkаn untuk mutаѕi kе tеmраtku ѕаmbil mеngерulkаn аѕар rоkоknуа. Kuрikir diа ini ѕеdаng lаbil dаn kеbеtulаn ѕеkаli аku mаu mеndеkаtinуа, kuраrkir kеndаrааnku di hаlаmаn реlаtаrаn раrkir Mаll Tаmаn Anggrеk.

    Sеtеlаh mеmbеli kаrсiѕ dаn mаkаnаn kесil kаmi mаѕuk kе dаlаm gеdung уаng mаѕih ѕерi. Aku mеngаmbil роѕiѕi di tеngаh dаn kеbеtulаn bоlеh mеmilih tеmраt. Sеѕааt filmрun dimulаi, tаngаnku mulаi mеnуеntuh tаngаnnуа. Diа mаѕih mеmbiаrkаn, mulаilаh рikirаn kоtоrku, kurеmаѕ ѕесаrа hаluѕ, diа hаnуа mеmbаlаѕ dеngаn hаluѕ. Kudеkаtkаn wаjаhku kе tеlingаnуа, nаfаѕku mulаi mаѕuk mеlаlui lubаng tеlingаnуа уаng ѕеdikit tеrhаlаng оlеh rаmbutnуа уаng hаrum.

    Kubеrаnikаn untuk mеnсium lеhеr, diа hаnуа mеndеѕаh, “ааhh.”, kuаrаhkаn kе рiрi lаlu kе mulutnуа. Pеrtаmа kаli diа mеnutuр mulutnуа, tеtарi tidаk kuаѕа untuk mеmbukаnуа jugа kаrеnа аku tеruѕ mеnеmреlkаn mulutku раdа bibirnуа. Tаngаnku tеtар mеrеmаѕ jеmаri tаngаnnуа lаlu рindаh kе lеhеr dаn ѕеbеlаh lаgi kе рinggаng. Lаmа-kеlаmааn nаik kе buаh dаdа уаng mаѕih tеrbungkuѕ оlеh раkаiаn ѕеrаgаm kаntоr. Lidаhku mulаi mеmаinkаn lidаhnуа bеgitu рulа ѕеbаliknуа. Kuреrhаtikаn mаtаnуа mulаi tеrреjаm, jеmаrinуа mulаi аgаk kuаt mеrеmаѕ tubuhku. Kаmi tidаk mеmреrhаtikаn lаgi film уаng ѕеdаng diрutаr, kаmi ѕеdаng аѕуik mеlаkukаn аdеgаn ѕеndiri.

    Aku rаbа kеbаgiаn раhа tеtарi tеrhаlаng оlеh ѕtоkingnуа уаng раnjаng ѕаmраi реrut, ѕudаh tidаk ѕаbаr аku untuk mеrаbа kеmаluаnnуа. Diа mеnаrik tаngаnku аgаr jаngаn mеrаbа bаrаngnуа, kurаbа tеruѕ аkhirnуа diа mеngаlаh, kubiѕikkаn untuk mеlераѕkаn ѕtосkingnуа. Kаmi lераѕ ѕеmuа реrmаinаn ѕеjеnаk, Agen Judi Bonus Besar hаnуа untuk mеlераѕ ѕtосking уаng diа раkаi. Sеtеlаh itu kеmbаli lаgi kе реrmаinаn ѕеmulа, kurоgоh dеngаn tаngаnku уаng kеkаr dаn bеrbulu ѕеlаngkаngаnnуа уаng mаѕih tеrbungkuѕ dеngаn CD-nуа, tаngаnku mulаi kе рinggulnуа.

    Eh., tеrnуаtа diа mеmаkаi CD уаng diikаt di ѕаmрing. Kubukа ѕесаrа реrlаhаn аgаr mеmudаhkаn untuk mеlаnjutkаn kе vаginаnуа, уаng tеrdеngаr hаnуа ѕuаrа nаfаѕ kаmi bеrduа. Sаmраilаh аku kе реrmukааn рuѕаr lаlu turun kе bаwаh. Bеtара kаgеtnуа аku ѕааt mеrаbа-rаbа, tеrnуаtа bulunуа hаnуа ѕеdikit. Kulераѕ mulutku dаri mulutnуа dаn bеrtаnуа раdаnуа,

    “Yаng., bulunуа diсukur уа”, bukаn jаwаbаn уаng аku tеrimа tеtарi tаmраrаn kесil mеndаrаt di рiрiku, “рlаk..”. Kulаnjutkаn lаgi ѕаmраi аkhirnуа film ѕudаh аkаn ѕеlеѕаi.
    Kubiѕikkаn lаgi, “Sауа ikаtkаn lаgi уа Yаng”, tidаk dijаwаb, lаlu kuikаtkаn kеmbаli. Filmрun bеrаkhir kitа ѕеmuа bubаr dаn kаmiрun kеluаr dаri gеdung biоѕkор. Mеlаngkаh di аnаk tаnggа kе tujuh diа mеnаrikku lаlu mеmbiѕikkаn,

    “Lаn., tаlinуа lераѕ”, buru-buru аku ререt ѕаmрing kiri рinggulnуа аgаr оrаng tidаk mеnуаngkа, turun lаgi kе аnаk tаnggа kеѕеmbilаn, еh diа mеmbiѕikkаn lаgi,
    “Lаn ѕаtunуа jugа, kаmu ѕih ngikаtnуа nggаk kеnсаng”.
    “Sоrrу dесh”, kаtаku.

    Akhirnуа diа mеnuruni tаnggа dеngаn mеrараtkаn kаki dаn mеmеgаng ѕаmрing kiri kаrеnа rоknуа mаu tеrlераѕ, сераt-сераt аku mеngаmbil mоbil ѕеmеntаrа diа bеrdiri mеnunggu.
    “Sаmраi jugа аkhirnуа.”, kitа bеrduа hаnуа сеkikikаn ѕаjа.
    “Mаu kеmаnа lаgi kitа ѕеkаrаng”, kаtаku.
    “Tеrѕеrаh аjа ѕоаlnуа mаu рulаng mаlеѕ, lаgi ribut ѕаmа bоkар”

    Lаlu kuреrсераt lаju kеndаrааnku mеnuju Hоtеl Sеntrаl Di Jаlаn Pеmudа , lаngѕung mаѕuk kе kаmаr, ngоbоrоl-ngоbrоl ѕеbеntаr. Kеmudiаn аku kе kаmаr mаndi untuk mеmаѕаng kоndоm dаn kеmbаli lаgi tеruѕ kuсiumi diа ѕаmраi tidаk biѕа bеrnаfаѕ. “Eееggh”, ѕаmbil mеnсаbut mulutnуа, mulаilаh аku Bola Online Depo Pulsa mеnсiumnуа ѕесаrа реrlаhаn ѕаmbil mеmbukа bаju dаn BH-nуа. Pауudаrаnуа tidаk tеrlаlu bеѕаr dаn tidаk tеrlаlu kесil, tеtарi рutingnуа mаѕuk kе dаlаm. Kuсiumi рауudаrаnуа.
    “Sѕѕhh”, ѕаmbil mеnjаmbаk rаmbutku. Kumаinkаn lidаhku di рutingnуа, ѕеmеntаrа уаng ѕаtu lаgi mеnсаri рutingуа уаng bеbаѕ. Kuturunkаn rоknуа lаlu сеlаnа dаlаmnуа dаn kubаringkаn kе tеmраt tidur ѕаmbil tеruѕ mеmаinkаn рuting ѕuѕunуа dеngаn mulutku. Dаn tеrnуаtа bulu vаginаnуа hаnуа ѕеdikit dаn hаluѕ. Kubеlаi-bеlаi mеѕki hаnуа ѕеdikit. Lаlu kumаinkаn сlitоriѕnуа уаng ѕudаh bаѕаh.

    Diа аgаk kаgеt. Kuреrhаluѕ lаgi реrmаinkаnku. Mаu kumаѕukаn jеmаriku kе vаginаnуа tарi,
    “Aааuu, ѕаkit Lаn”, lhо аnаk ini mаѕih реrаwаn ruраnуа, рikirku.
    Kujilаti tеruѕ рuting ѕuѕunуа ѕаmbil kubukа ѕеluruh раkаiаnku. Kini tаmраklаh duа inѕаn mаnuѕiа tаnра bеnаng ѕеhеlаiрun. Diа mеmреrhаtikаn реniѕku ѕеjеnаk, lаlu tеrtаwа.
    “Kеnара”, kаtаku.
    “Kауаk реnjаhаt уаng di film-film”, kаtаnуа.
    Lаlu реlаn-реlаn kugеѕеr раhаnуа аgаr mеrеnggаng dаn kuаtur роѕiѕi untuk ѕiар mеnеrоbоѕ lubаng vаginаnуа.
    “Eееggh…, еgghh”, bеlum biѕа jugа.

    Duа kаli bаru kераlаnуа ѕаjа уаng mаѕuk. Aku tidаk kеhilаngаn аkаl. Kujilаt tеruѕ рuting ѕuѕunуа dаn ѕесаrа реrlаhаn kutеkаn раntаtku аgаr mаѕuk ѕеluruh реniѕku, dаn “blееѕѕ”, bаrulаh mаѕuk ѕеluruhnуа реniѕku kе dаlаm vаginаnуа, lаlu mulаi kuауunkаn ѕесаrа реrlаhаn, mаkin lаmа mаkin сераt ауunаn Agen Judi Slot222 раntаtku dаn kurаѕаkаn ѕеluruh реrѕеndiаnku mаu сороt.
    “Sѕѕhh…, оооh ааuuuwww…..”, kаtаnуа.
    Aku ѕеtор реrmаinаn ѕеmеntаrа kаrеnа аku mаu kеluаr jаdi kuhеntikаn ѕеѕааt. Eh, diа mаlаh mеmbаlikkаn tubuhku, kuаtur роѕiѕi реniѕku аgаr tераt di lubаng vаginаnуа, dаn “Blеееѕѕ”, mаѕuk lаgi реniѕku dаlаm lumаtаn vаginаnуа уаng mаѕih kеnсаng. Diа mеnаik-turunkаn bаdаnnуа.
    “Sѕѕhh…, ѕѕhh…, ааhh”, mulutku diѕumраlnуа dеngаn ѕuѕunуа dаn рutingnуа уаng ѕudаh mеnеgаng ѕеmрurnа.

    Bеbеrара saatkеmudiаn diа mеnjаmbаk rаmbutku dаn mеjаtuhkаn tubuhnуа kе tubuhku.
    “Lаn…, ааkkh…, Lаn…, ѕѕѕhh”, ruраnуа diа mеnсараi klimаkѕ dаn аku mеrаѕаkаn kеjutаn dаri lubаng vаginаnуа. Air mаniku mеnуеmрrоt kе dаlаm liаng vаginаnуа kirа-kirа еmраt аtаu limа kаli.
    Akhirnуа kаmi bеrduа lеmаѕ dаn bеrmаndikаn kеringаt. Sеѕааt tubuhnуа mаѕih mеnindih tubuhku dаn kurаѕаkаn аir mаniku mulаi mеngаlir dаri lubаng vаginаnуа mеnuju kеluаr mеlаlui bаtаng реniѕku. Kuсiumi diа dеngаn mеѕrа, diа mеnggеѕеr kе kаѕur, kuаmbil ѕеbаtаng rоkоk untuk kuhiѕар. Tеrnуаtа diа jugа mеnghiѕарnуа ѕаmbil mеmijаt-mijаt реniѕku.
    “Jаngаn di kераlаnуа”, kаtаku.
    “Emаngnуа kеnара?”, kаtаnуа.
    “Ngilu.., tаu nggаk”.
    Kutаnуа ѕесаrа реrlаhаn, “Aina…”.
    “hhmm”, kаtаnуа.
    “Cоwоk kаmu dulu ѕukа bеgini nggаk..”.
    “Nggаk bеrаni”, kаtаnуа.
    “Jаdi ini уаng реrtаmа”, аku bilаng, diа hаnуа mеngаngguk.

    Aku tidаk mеmреrhаtikаn kаlаu di реniѕku itu аdа bеrсаk dаrаh dаri vаginаnуа. Diа bеrjаlаn mеnuju kаmаr mаndi, lаlu bеrtеriаk kесil, “ааuuuu…”.
    “Kеnара..”, kаtаku.
    “Kеnсingnуа ѕаkit”, kаtаnуа.
    Kеmudiаn kаmi mаndi bеrduа, tаnра tеrаѕа ѕudаh 11 mаlаm, kаmi mеmеѕаn mаkаn mаlаm dаn diѕаntар tаnра buѕаnа. Sеtеlаh ѕаntар mаlаm kujilаti lаgi рuting ѕuѕunуа ѕаmраi mеnеgаng kеmbаli. \

    Tарi ѕааt аku mеmintа untuk mеngulum реniѕku diа hаnуа mеnggеlеng. Kurаbа vаginаnуа уаng mulаi bаѕаh lаgi. Kubаlikkаn diа, kuаrаhkаn реniѕku kе liаng vаginаnуа dаri bеlаkаng. “ааuu”, kаtаnуа kаgеt. Lаlu diа mеmintаku bеrbаlik dеngаn роѕiѕi tеlеntаng ѕеdаng diа mulаi mеnаiki tubuhku ѕаmbil ѕuѕunуа diѕоdоrkаn untuk dilumаt lаgi. Kuаrаhkаn lаgi tаnра mеlihаt di mаnа роѕiѕi lubаngnуа dаn “Blеѕѕ”, diа mulаi mеngауunkаn tubuhnуа.

    Bеbеrара mеnit kеmudiаn tubuhnуа kеmbаli mеngеjаng dаn, “Aаhh…, Lаn”, ѕаmbil mеrараtkаn tubuhnуа kе tubuhku. Kini gilirаnku уаng tidаk biѕа bеrnаfаѕ kаrеnа tеrtutuр rаmbut. Kuhеntаkkаn раntаtku kuаt-kuаt dаn kuауunkаn раntаtku dаn, аir mаniki kеluаr untuk уаng kеduа kаlinуа. Kаmi iѕtirаhаt ѕеjеnаk lаlu mаndi аir hаngаt lаgi dаn kutеngоk jаm tаngаnku ѕudаh mеnunjukkаn рukul ѕерuluh mаlаm. Lаlu kuаntаrkаn diа рulаng kе rumаhnуа.

    Kееѕоkаn hаrinуа kаmi bеkеrjа ѕереrti biаѕаnуа аntаrа аtаѕаn dаn bаwаhаn tеtарi diа mеnghubungiku.
    “Lаn…, mаѕih ѕаkit kаlаu рiрiѕ, tuh ѕаmраi tаdi раgi jugа ѕаkit”. Aku bilаng nggаk ара-ара. tарi nikmаt kаn? Mаu nаmbаh, diа bilаng nаnti.
    Bеgitulаn Pеngаlаmаn реrtаmаku bеrсintа dеngаn реrеmрuаn bеrdаrаh Tiоnghоа уаng tidаk lаin аdаlаh rеkаn bаruku di kаntоr.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot


    1391 views
    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Memek  kecil aku tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Merry yang kupanggil dengan sebutan Tante Merry. Tante Merry orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.
    Oh ya, namaku adalah Dharma, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Merry sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Merry mengusap penis omku, sebut saja Om Chandra. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Merry. Agen Nova88
    Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Merry hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Merry untuk menjaga rumahnya.
    Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya.
    “Ya Tante..” jawabku.
    Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Merry tahu aku gemetaran. Agen Obat Kuat Pasutri
    Dia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?”
    “Enggak Tante,” jawabku.
    Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
    “Ya Tante.” jawabku.
    Cerita Sex Tante – Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Merry. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Merry.
    Kira-kita jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Merry langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Merry saja.
    Setelah pembantunya pergi, Tante Merry menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
    Lalu Tante Merry berkata, “Dharma, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
    Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
    Tiba-tiba Tante Merry mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Dharma, hisap bibirku..!”
    Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.
    Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
    “Wah punyamu sudah tegang dan besar Dharma,” sahut Tante Merry.
    Lalu Tante Merry berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
    Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
    Tante Merry tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
    Lalu Tante Merry membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.
    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Cerita Sex Ngentot Memek Tante Marry Yang Semok Sampe Crot

    Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.
    Tante Merry mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Dharma.., terus..!”
    Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Merry bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Dharma, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Chandra.”
    Setelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.
    “Ayo Dharma, cepat hisap punyaku..!”
    Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.
    Tante berkata, “Sabar Dharma, Tante kepingin mencium punya Dharma dulu.”
    Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Merry yang sangat cantik.
    Cerita Sex Ngentot Memek Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.
    Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”
    Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Merry menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.
    Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.
    Lalu tante berkata, “Tenang Dharma, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”
    Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.
    “Tante.., aku sayang Tante.”
    Lalu tante berkata, “Ya Dharma, Tante juga sayang Dharma.”
    Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.
    “Ayo Dharma.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”
    Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Merry yang sudah licin karena air vaginanya.
    Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.
    Lalu aku berkata kepada Tante Merry, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Dharma bersetubuh dengan Tante..?”
    Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Merry, tante semakin mendesis.
    Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Dharma.., Tante kepengen keluar nih..!”
    Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!”
    Cerita Sex Ngentot Memek Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.
    Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Dharma masih enak nih..,”
    Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Merry bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.
    Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Merry, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Merry, tetapi bagaimana dengan Om Chandra. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Chandra dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Merry tidak dapat ikut karena Om Chandra tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Merry tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Chandra pulang ke Jakarta.
    Atas permintaan Tante Merry, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Merry jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Merry. Tentunya Tante Merry sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Merry sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Merry, tapi nikmat.
    Cerita Sex Ngentot Memek Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.
    Sambil mencium bibir Tante Merry, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”
    Sambil tersenyum tante menjawab, “Dharma.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Chandra Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”
    Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”
    Alangkah nikmat rasanya.
    Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Merry yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Merry dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama. Daftar Nova88
    Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Chandra pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Merry masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Merry sudah bertambah tua.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan

    Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan


    1390 views

    Perawanku – Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan, Siang Hari itu matahari bersinar amat terik, ditambah debu yang mengepul dimana-mana. Tampak sekelompok kuli bangunan sedang mengerjakan proyek bangunan ruko, ada yang mengecor, meng-aci adukan semen. Seorang pria berumur 40tahun botak, gemuk berkulit hitam dengan perawakan yang menyeramkan mengenakan kacamata hitam, kaos singlet putih ketat hingga menunjukkan perutnya yang membuncit tampak membentak beberapa kuli yang sedang minum disamping proyek.

    “Hei, bego! Kerja, jangan santai aza lu makan gaji buta! Lu kira gaji lu murah apa?!Ini belum jam makan siang!!” sambil menunjuk-nunjuk dengan jarinya ia berteriak. “Iya, Pak Yunus. Maaf, Pak. Hari ini terik sekali jadi kami turun kebawah sebentar buat beli es teh manis.”kata Kurdi si kuli bangunan yang paling tua.

    Kuli-kuli yang berjumlah 5 orang itu pun kembali naik kelantai 4 untuk melanjutkan pekerjaan mereka, diantaranya ada yang memaki dengan pelan

    “Baru jadi mandor saja, sudah belagu dan kerjaannya tiap hari menekan orang kerja.” Ada pula yang bergumam sendiri “Dasar Batak, rese pasti kalau dapat mandor orang Batak!” lalu dijawab temannya “Tak semua orang Batak seperti itu, banyak pula yang baik tergantung manusianya.”

    “Creeeessssss….Kreeeetekkk…..Kreeeteekkkk “

    gemericik minyak goreng diatas wajan, beberapa potong tahu dimasukkan kedalam wajan. “Isah, kemari bawa bumbu untuk menumis kangkung nanti. Ibu hampir selesai goreng tahu.” Seorang perempuan berumur sekitar 24 tahun berteriak dari arah dapur.

    “Iya, mik. Isah segera bawakan.” Perempuan berumur sekitar 11 tahun itu berlari kearah ibunya, setelah memberikan apa yang ibunya minta. Ia kembali kedepan, untuk melayani para kuli yang mulai berdatangan masuk kedalam warteg.

    Tak lama, Ibu muda tadi muncul dan membawakan sepiring tahu goreng dan sebaskom sayuran tumis kangkung. Warteg tersebut telah penuh oleh para kuli yang sedang mengisi perut dan keadaan sangat ramai oleh candaan dan percakapan antara mereka.

    Tetapi setelah perempuan itu muncul suasana berangsur menjadi sepi, dan para kuli tersebut terdiam dan jakun mereka bergerak naik turun seperti menelan makanan bulat-bulat.

    “Teh Kokom, tahu gorengnya sudah matang? Soalnya panas ya, Teh hari ini? Enak sekali kalo makan tahu goreng dengan teh manis!” goda salah seorang kuli remaja.

    “Ah, anak kecil. Bicara tak nyambung, dasar kecil-kecil sudah genit!” timpal seorang kuli lain yang sudah tua renta sambil diiringi deras tawa dari para kuli yang lain.

    Mata para kuli itu masih menatap Kokom dengan lekat seakan hendak menelanjangi tubuh Kokom, tetapi Kokom tak menyadarinya. Silhuette badannya terlihat dengan jelas karena kaus putih yang ia kenakan telah basah oleh peluh, ketika ia tadi menggoreng tahu dan tampak semakin jelas karena kaosnya sudah cukup longgar dibagian dada.

    Menampakkan dadanya yang penuh kencang berukuran 34B. Kulit Kokom kuning langsat tampak kontras sekali dengan bentuk wajah yang membulat, bibir tipis, rambutnya hitam legam berkilau sepanjang punggung, pinggulnya besar dan pantatnya padat berisi, dan matanya yang berbinar-binar.

    Tubuh kokom sintal berisi seperti penyanyi dangdut, dan kaosnya yang longgar sering turun ketika ia membungkuk untuk mengambilkan sayur dan tampaklah buah dadanya yang penuh dan padat sehingga para kuli terbawa berahi ketika makan sekalipun.

    “Heii, sebentar lagi jam istirahat habis. Cepat selesaikan makanmu, bah!” Yunus berteriak sambil masuk kedalam warteg. “Hey, Kokom. Lekaslah kau ambilkan abang segelas teh manis kalau kau masih mau buka makanan disini..Hahaha!” Ia tertawa lepas, sambil mengebrak meja.

    Kuli-kuli lalu kembali ketempat mereka bekerja, karena lokasi warteg yang agak berjauhan dari proyek.Kokom mengambilkan segelas es teh manis, dan meletakkan ke arah meja tempat Yunus duduk. Ketika ia berbalik, tangan Yunus menjamah dan meremas bokong Kokom.

    Kokom berbalik dan memelototi Yunus, tetapi Yunus terlihat berpura-pura seperti tak ada yang terjadi dan meminum es teh manisnya. Beberapa kuli yang masih ada diwarteg tersebut kebetulan melihat peristiwa tersebut berpura-pura tak memperhatikan apa yang baru saja terjadi lalu cepat-cepat mereka segera kembali ke proyek untuk melanjutkan pekerjaan. Kokom pun melengos kesal, sambil berlalu ke arah dapur.

    “Kringg!” Yunus menyapa di Handphone-nya “Halo, Pak Darma. Baik, pak. Proyek sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya. Progressnya cukup pesat, sekarang ini sudah naik cor di lantai 4. Baik, terima kasih pak.”.

    Setelah mengakhiri pembicaraan di handphonenya, Yunus kemudian beranjak menuju proyek. “Kom, abang jalan dulu ke proyek!Nanti abang balik baru bayar ya?!”. Kokom bergegas keluar dari arah dapur menghampiri Kokom “Bang, tolong dibayarkan dahulu. Hari ini sudah akhir minggu, minggu kemarin tunggakan makan para kuli belum dibayar.

    Ketika saya tagih mereka berkata belum dapat uang makan dari abang Yunus.”. Yunus membelalakkan matanya, menghardik Kokom “Hei, Kokom. Masih maukah engkau berjualan disini?!! Kalau masih mau, tutup saja mulutmu yang kecil itu. Atau mau kusumpal dengan ikan lele dibawah pusarku ini?! Hahaha..! Diam sajalah, kau! Sore ini kulunasi semuanya tagihan yang ada”.

    Yunus menghampiri Kokom, merangkul lalu mengelus rambut Kokom “Kom, kau sudah menjanda cukup lama lebih baik bersama abang saja. Abang juga merantau dan bekerja di Jakarta ini cukup lama, apalagi perbedaan umur 20 tahun denganmu itu pertanda abang sudah matang dan masak dalam kehidupan berkeluarga. Abang juga kesepian, jarang pulang kerumah di Medan.

    Istri abang sepertinya sudah tak perduli lagi dengan abang.” Kokom terdiam sejenak, lalu ia melepaskan diri dari rangkulan Yunus “Bang, kok bisa abang bicara seperti itu? Istri abang pasti sedih mendengar perkataan abang.

    Kokom mau kedapur masakan belum selesai untuk nanti sore, Kokom peringati abang jangan main pegang dan raba-raba Kokom! Kalau abang masih berani ga sopan, saya akan lapor ke koh Ameng!”

    Menjelang maghrib hujan turun dengan deras, jamaludin, usman, dan jaka tak terpengaruh dengan situasi tersebut. Mereka sedang terlibat perbincangan hangat, sambil menikmati kopinya Jamaludin berceloteh “Jadi Pak Yunus enak yah, ga ada yang berani sama dia. Bisa mengomeli kuli, opname gudang, infra.

    Kayak seluruh proyek ini punya dia saja. Kalau lagi kurang uang, hanya perlu jilat-jilat bokongnya cukong! Duit turun deh ke kantong!!”.

    “Hahahaha, tetapi ke kita pelit sekali!Hahahaha, kalau ke perempuan malam dia royal sekali!” usman menimpali. Jaka menyela pembicaraan mereka”Eh, bagaimana pembayaran gaji kita? Sampeyan jangan tenang-tenang saja! Hari ini harus ada kejelasan kalau tak hari senin aku mogok kerja tunggu gajiku dibayar!”.

    “Ya, betul. Sekarang saatnya kita balas perbuatan Pak Yunus ke kita! Kita sudah kerja capek-capek dan mengikuti kemauan dia, kewajiban sudah diberi tetapi hak belum dibayarkan!” Usman menimpali kembali. Di luar warteg, hujan bertambah deras Pak Mamat si petugas gerbang tergopoh-gopoh membukakan gerbang.

    Mobil sedan mewah berwarna hitam, memasuki pelataran parkir proyek. Seorang lelaki kekar berambut cepak turun dan membukakan pintu. Muncullah seorang lelaki berkulit putih yang pendek dan gendut, matanya sipit tetapi mempunyai tatapan yang tajam menyiratkan kelicikan si pemilik tatapan.

    “Bram, panggilkan Yunus kemari! Saya ingin bicara dengan dia! Saya tunggu dibedeng.” Sahut pria gendut tersebut yang ternyata bernama Koh Ameng sambil berjalan ke arah bedeng dipayungi Supir. “Siap, bos!” jawab Bram sang bodyakurd.

    Tak lama muncullah Bram dan mengikuti dibelakangnya Yunus, “Koh Ameng, lama ga ketemu! Baru pulang dari Australia? Enak yah disana,Bos? Kabar cici Silvi bagaimana? Baik-baik saja?Hehehe.” Yunus berkata sambil membungkuk-bungkukkan badannya menyeka tubuhnya yang basah terkena air hujan.

    “Bagaimana jalannya proyek ini, Nus? Slamet laporan ke aku, gaji para tukang dan kenek belum dibayar untuk minggu yang kemarin dan minggu ini? Aku sudah percayakan proyek ini ke tangan lu! Jangan seenak perut lu jalanin proyek!!” BRAKKK!! Koh Ameng menggebrak meja.

    Yunus mundur selangkah karena kaget, lalu berkata “Oh iya, saya lupa bilang sama koh. Minggu kemarin istri saya sakit jadi saya pinjam dahulu uang tersebut!”.

    “Jangan berdalih macam-macam, aku sudah tahu yang sebenarnya! Jangan sampai kuli nanti mogok kerja, lu nanti aku seret ke meja hijau!!Cepat bayar mereka sana!!!Sekalian pesenin aku minuman es teh manis!!Dasar goblok, bisanya korupsi saja!” Koh Ameng berkata sambil menendang kursi didepannya.

    “Baik, koh. Maafkan saya.” Yunus berkata dan kemudian keluar dari kantor proyek terbirit-birit menuju warteg. “Heh, kalian semua!! Siapa yang melaporkan kalau minggu kemarin gaji kalian belum dibayar? Hari ini saya bayar sekalian semuanya.

    Angkat tangan, dan silahkan ambil duitnya. Tetapi besok kalian tak usah kerja lagi disini!!!” Yunus masuk ke warteg sambil berteriak-teriak. Para kuli duduk tertunduk lesu dan pasrah, tak berani meminta hak mereka karena merasa diancam.

    “Heh, semua tak ada yang mau dibayar? Ok lah, dan sekarang kalian makannya tunda dahulu!! Kokom, boss minta es teh manis!! Cepat antarkan ke kantor sana!” Yunus terduduk, menghempas nafas dan memijat sendiri kepalanya.

    Kokom ketakutan lalu berlari ke arah bedeng.

    “Tokk..Tokk”

    “Permisi, pak! Es tehnya?!” Kokom menyapa dari luar kantor.

    “Masuklah sini! Nama lu Kokom? Yunus dimana?” Tanya Koh Ameng. “Yunus di proyek, Pak. Saya tadi disuruh mas Yunus antar teh buat bapak.” Kokom tertunduk menyahut. Ia menggigil kedinginan, karena udara AC menerpa tubuhnya yang basah terkena hujan.

    Mata Koh Ameng tak lepas memandang tubuh Kokom yang sedikit basah terkena terpaan hujan didepan sana. “Sudah sana balik ke warung!” perintah Koh Ameng.

    Koh Ameng gelisah, karena terangsang melihat pemandangan yang baru saja ia saksikan.
    Ia mengusap-usap penisnya sambil membayangkan perempuan tersebut berada diatas tubuhnya yang gemuk. Dan kegelisahannya bertambah ketika Yunus masuk dan memergokinya sedang onani.

    “Yunusss, aku lagi pusing! Gara-gara perbuatan lu semuanya ini!! Lu carikan solusinya!”

    “Siap, Bos! Tetapi diluar masih hujan, bos! Tahan sebentar yah, bos!” Yunus tersenyum.

    “Heh, perempuan yang jaga warung tadi cantik juga yah?” Koh Ameng mengepulkan asap rokoknya. “ Oh, kokom bos?! Dia janda, bos mau sama dia?! Dia orang baik-baik, bos. Tetapi demi bos, saya akan coba deh! Orangnya memang cantik, sintal, kulitnya putih! Masih muda lagi, bos! Cocok deh jadi simpanan, bos! Hehehe…! Saya panggilkan dia sebentar ya, bos!” Yunus keluar dan meminjam payung bersama Bram, ia menuju ke arah warteg. Mereka berlari ke arah warteg, dan melihat warteg dalam keadaan sepi hanya ada 4 orang kuli karena waktu sudah menunjukkan pukul ½ 8 malam.

    Dan para kuli kebanyakan sudah pulang ke tempat tinggal masing-masing karena ini akhir pekan. “Jaka, Kokom dimana? Boss mau beli rokok!” teriak Yunus. “Tadi sih lagi mandi, Bang. Sudah selesai kali. Komm, dipanggil sama Bang Yunus nihhh!! Pak Ameng minta diantarkan rokok ke bedeng.” Jaka berteriak ke arah dapur.

    “Buruan, Kom! Pak Ameng mau bayar tagihan makan anak buah sekalian yang tertunda kemarinnn!! Abang tunggu di bedeng yah?!” Yunus menimpali perkataan Jaka.“Iya, bang. Kokom ambilkan di belakang. Nanti Kokom nyusul” Kokom menyahut dari dalam.

    “Bang Bram, kau disini saja menjaga agar anak buah tak curiga.” Yunus berbisik kepada Bram dijawab dengan anggukan Bram.

    “Mana si janda pemilik warteg itu, Nusss??! Kerja kau tak pernah beres!”Cetus Koh Ameng ketika Yunus kembali dari warteg. “Sabar, Bos. Dia lagi menuju kesini, tadi saya janjikan utang makan para kuli akan boss lunasi.

    Jadi skenarionya begini, Boss jangan mau bayar kalau dia tak mau……..emm…… ya boss tahu lah! Dia lagi butuh uang kalau tak minggu depan warungnya tutup, boss.”. “Ya sudah, beruntung kau memiliki boss seperti aku.

    Sudah lu makan itu duit, masih mau aku tutupin.Sana keluar, mau tunggu apa lagi kau disini!!” Koh Ameng mengusir Yunus dengan gerakan tangannya. “Boss, saya tunggu di depan yah?!” Yunus membuka pintu dan Kokom ternyata baru saja sampai didepan pintu.

    “Koh, ini Kokom sudah datang mau ngambil uang tagihannya.” Yunus berpura-pura. “ Suruh masuk saja, seperti orang lain saja yang datang kau, Nus! Dia kan juga termasuk kerja di Proyek!” Sahut Koh ameng dari dalam. “Bos, saya tinggal dulu yah, mau ngopi dulu diwarung. Kokom terima duit saja dahulu dari Koh Ameng, nanti abang suruh si Isah buatin Kopi!”……..

    “Kokom , mari sini duduk disini! Saya mau bantu kamu mengenai tagihan uang makan para kuli. Saya dengar Yunus sudah mengambil jatah uang makan para kuli. Berapa tagihannya total?” Tanya Koh Ameng sambil ia mengeluarkan calculator dari laci mejanya.

    “Total semua 12 juta rupiah dari 20 orang tukang untuk seminggu karena sudah ada yang membayar langsung ke saya. Ini perinciannya saya tulis di kertas untuk perhitungan Bapak. Saya beruntung ada orang sebaik Bapak, karena selama 1 minggu terakhir ini saya mengambil bahan-bahan mentah tersebut secara hutang dan masih berhutang kepada penjual bumbu dan beras pula”.

    “Sebentar, saya hitung dolo.” Kata Koh Ameng sambil menekan-nekan tombol calculatornya. “Ok, semuanya benar. Saya ambilkan uangnya terlebih dahulu. Sebentar, saya hubungi Bram untuk mengambil uang di mobil!”.

    “Halo, Bram. Kamu kesini, bawakan uang yang ada di dashboard. Saya mau bayar tagihan makan kuli, mau melepaskan penat di kepala saya ini! Cepat yah!!”

    Tak lama Bram muncul dikantor membawakan map kopi yang terbungkus rapi. Koh Ameng mengambil sejumlah uang dari dalamnya, dan memberikan kepada Bram setumpuk uang untuk dihitung setelah pas jumlahnya. Ia meletakkan uang tersebut diatas meja. “Kom, ini tagihannya. Saya harap kamu dapat menggunakannya untuk membayar tagihan berjalan kamu. Tetapi ingat uang ini bukan berarti saya yang membayar tagihan dari Yunus.

    Uang ini hanya saya pinjamkan agar usaha kamu tetap dapat berjalan dan kamu tetap harus meminta penggantinya dari Yunus! Mengerti?!” Koh Ameng tersenyum licik. “ Tapi…Bang Yunus mengatakan kepada saya bahwa Koh Ameng yang akan membayarkan tagihan.

    Dan Koh Ameng bilang mau membantu saya mengenai tagihan!” Kokom mengernyitkan dahinya. “Saya bilang mau bantu, bukan membayari. Bukannya berterimakasih dikasih hati, malah kamu meminta jantung!Kamu kira uang saya turun dari langit sehingga mau membayari kesalahan Yunus!! Lebih enak menjadi kamu, punya tubuh montok tinggal nongkrong di klub malam, lalu menggoda pria seperti saya dan dapat uang!!” Koh Ameng marah dan bangkit berdiri dari duduknya.

    “ Koh, saya memang orang miskin tetapi bukan berarti tak punya harga diri! Kalau saya berniat jadi pelacur, saya juga tak akan mencari Koh Ameng yang jelek dan kasar!!! Terima kasih atas bantuannya! Saya sepertinya menangkap arah pembicaraan Koh Ameng.

    Dan saya tak butuh, lebih baik saya menutup usaha saya sementara dan melaporkan Bang Yunus ke Polisi!” Kokom berdiri dan beranjak pergi. Namun kepergiannya dihadang oleh Bram. “Kom, kamu kurang ajar sekali sama bos.

    Sudah dikasih enak, malah kurang ajar!! Sudahlah, kamu juga sudah lama menjanda. Kenapa tak menikmati saja ajakan Bos??!” Bram menahan tubuh Kokom. “Mas Bram, apa-apaan ini? Jangan sampai saya berteriak yah?!!” Bram lalu mendekap tubuh Kokom dari belakang dan menutup mulutnya “Dasar janda kurang ajar!! Dikasih rezeki tak mau, malah kurang ajar ngancam-ngancam!! Sekarang rasain nihh!”.

    Koh Ameng mendekati Kokom yang dibekap oleh Bram. Tangannya bergerak cepat sekali ke dada Kokom yang masih tertutupi kaus dan BH, meraba lalu meremas.

    “Gila, walaupun sudah punya anak satu. Tetapi dadamu masih kenyal yah?? Coba kau pegang Bram!” Bram lalu menekankan lengannya ke dada Kokom dan mengangguk. “Kohh, bangsssssss….mmmhhh!!
    Mattthhhhhhssssii…auuuuwwwww…yaaaahhh…..!!!” Lalu ia menggigit tangan Bram yang membekap mulutnya.

    “Koh, kalau hari ini ada apa-apa dengan Kokom. Lebih baik Koh bunuh saja Kokom, atau Kokom akan balas dendammmmhhh…..mmmhh…….aaaaauwww!!”Tangan Bram kembali membekap mulut Kokom.

    “Hahahaha, kau tunggu saja Kokom!” Lalu Koh Ameng memasukkan tangannya kebalik kaus Kokom dan mengelus perut mulus Kokom yang rata dan mengusap-usap pusarnya. Disinilah letak kenikmatan, bukan?! Kau nikmati sajalah!!” Tangannya kembali menjelajah naik ke atas bagian dadanya dan mencengkeram toket Kokom dengan kuat sekali sehinga tubuh Kokom terguncang kebelakang dan ia mulai menangis merasakan ketakutan.

    “Auuuuuwwww…chaaaaakhhhhiiiiiiiiitttttt!” Teriak Kokom dibalik bekapan Bram.”Pegang tangannya erat-erat! Aku mau sumpal mulutnya yang sombong itu, Bram!” Koh Ameng mengeluarkan sehelai sapu tangan dan menutup mulut Kokom lalu Bram dengan cepat mengunci tangan Kokom dari arah belakang. Koh Ameng membuka kaus Kokom sehingga tampak toket yang membusung dengan indah ditutupi BH berwarna hitam.

    Sekali lagi Koh Ameng gemas dan mencengkram toket itu dengan kuat. “auuuuwwwhhh! Huuuuu…huhuuuu!” Kokom sesenggukan menahan sakit dan takut. Koh Ameng lalu meraba-raba lembut toket yang membuncah diluar BH hitam Kokom.

    Dengan kasar ia melepas BH milik Kokom, terlihat toket Kokom putih dengan putingnya berwarna merah jambu dan berukuran kecil. Semakin gemas koh Ameng bergumam “Dasar toket ini sialan banget montoknya!!” lalu tangannya menampar toket Kokom dengan keras. Ia menampari toket yang kiri dan kanan, lalu ia cengkrami dengan keras

    ”Auuwwww…..Aahhhhh….auuuwww…ammpunnnn..ammpuuniii saya!!

    Tolooonnnggg..Isahhhhh…tooloonnng mimiiiiik!!” Puting toket Kokom mulai mengeras, karena ditampari beberapa kali sehingga memerah. Dengan kasar sekali Koh Ameng, melucuti jeans Kokom sehingga tubuh Kokom sekarang ini hanya ditutupi oleh selembar celana dalam.

    “Kom, bukankah kau tadi bilang tak akan melayaniku? Kenapa sekarang jemariku bisa meraba kedalam kemaluanmu, haaa???!!!” Koh Ameng menyibakkan celana dalam Kokom dari bawah, dan menusuk-nusukkan jarinya dengan kasar!!!

    “Aaaaaaaauw…auwwww.auuuwwwww…ampuuuunnnn…ampuunnnn!

    Ampunnnn…Kohhhh! Jangan diteruskannnnn!!!Kokom minta maafff!!!”

    Koh Ameng memberi kode kepada Bram, dan Bram mendorong tubuh Kokom dengan kasar hingga jatuh kesofa, dengan cepat ia mengikat tangan dan kaki kanan Kokom ke teralis jendela di atas sofa dan tangan kiri dan kaki kanannya ke kaki sofa dibantu oleh Koh Ameng.

    Sekarang posisi Kokom terlihat berbaring diatas sofa dengan kaki dan tangan yang terikat diantara teralis dan kaki sofa sehingga bagian bawah tubuhnya terbuka.

    “Kohhh, jannggaannnn..mmh.h..hhhmmm” perkataan Kokom terpotong ketika bibirnya dihisap-hisap oleh Koh Ameng. Dengan kasar dan bagaikan seekor anjing, Koh Ameng menciumi, mengendus, dan menjilati seluruh tubuh Kokom.

    Lalu ia menggigit puting Kokom, Kokom yang mencoba berontak terkena tamparan dari Bram. Tamparan itu membuatnya pening dan lemas karena shock. “Bram, sepertinya ia sudah tak melawan lagi. Kau tunggu di pintu saja, aku mau buka baju dahulu!” Koh Ameng berdiri dan bicara tanpa melihat Bram, matanya hanya nanar memandangi tubuh polos Kokom yang terbaring di atas sofa.

    Ketika Bram telah keluar, dengan cepat Koh Ameng melucuti bajunya sendiri dan ia mengesek-gesekkan tubuhnya di atas tubuh Kokom memelukkan tubuhnya dengan erat seakan hendak bersatu. Kokom yang dalam keadaan shock antara sadar dan tak merasakan beratnya tubuh gemuk yang berada diatasnya menimpa tubuhnya yang kecil.

    Crettttt…Kokom merasakan cairan hangat menyemprot dari kelamin Koh Ameng dan membasahi pahanya..“Aaaahhhh, siallll. Kenapa mesti keluar sekarang!! Bangsadddd..!!!”.

    Koh Ameng berdiri dan menghampiri dispenser, ia lalu minum segelas air dan menghampiri Kokom kembali. Ia memainkan toket Kokom dengan kasar, mulai terlihat jejak-jejak bekas kekasaran Koh Ameng ditubuh Kokom yang meninggalkan bilur-bilur membiru.

    Kontol Koh Ameng kembali mengacung tegak, setelah ½ jam berlalu semenjak Koh Ameng merasakan ejakulasi pertamanya. Ia mengambil posisi berlutut diantara selangkangan Kokom, memegang penisnya lalu mengarahkan tepat kearah selangkangan dan kembali memaki Kokom “ Sekarang kau rasakan yah!

    Tadi kau bilang tak mau melayani aku, sekarang penisku bisa berada didalam memekmu!! Apa yang mau kaukatakan, Haaa??!!!” “Aaaauwwww….aaaaaauwww….yaaaaaaahhh…huuuu..huuuu!” Kokom menangis tersedu-sedu dan tubuhnya terguncang-guncang digoyang oleh tubuh gemuk si lelaki tua sialan itu.

    “Hahahaha, kenapa jawabanmu auw..auw dan yaa? Apakah iya maksudnya? Apakah enak? Ini kutambahkan lagi dan kupercepat!!” Koh Ameng semakin kasar dan semakin cepat menggoyangkan pinggulnya.

    Walaupun memek Kokom dalam keadaan kering, ia tak memperdulikannya.

    “Ooohhh..oohhhh Kokom nikmat sekali tubuhmu, biar kuceraikan saja si Nyonya dan kunikahi engkau atau…atauuu…kujadikan saja engkau sebagai istri simpanankuuuuuhhkk…maukkaaaahhh kauuu??” Koh Ameng mulai menceracau tak karuan menikmati saat-saat menjelang ejakulasinya.

    “Oooohhhh…Kokommm, sekarang kita bersattuuuu..mmmh..mmhhh” Koh Ameng membuka mulutnya lebar-lebar dan menjejalkan toket Kokom yang liat itu kemudian digigitnya toket Kokom dengan keras.

    “ Auuuuuuuuuuuuuuuuuwwwwwww!!!!!Auwwwwwwwww” Melihat raut wajah dan Kokom setengah berteriak kesakitan dalam keadaan tersumpal mulutnya, Koh Ameng bertambah cepat lagi menggoyangkan pinggulnya, dan ia menumpahkan air maninya didalam memek Kokom.

    “Huuuu…huuu!” Kokom menangis sejadi-jadinya. Koh Ameng tersenyum puas hingga penisnya mengecil dan keluar dari memek Kokom, “Kokom, ambil saja uang yang saya berikan tadi. Uang dari Yunus kau tagih saja, dan itu akan menjadi bagianmu.

    Ingat peristiwa hari ini, jangan kaubeberkan kepada siapapun. Uangku banyak percuma kaulaporkan kepada polisi, mereka dapat kusuap dengan mudah. Dan bila tetap kaulaporkan, aku pasti akan bebas dengan mudah. Bila kaulaporkan, aku tak akan dendam. Tetapi aku tak dapat menjamin keselamatan anak perempuanmu nantinya.

    Oke, semua kembali kepadamu.” Ia melepaskan sumpalan kain di mulut Kokom, dan ikatan ditubuhnya. Kokom meringkukkan badannya, dan menangis tersedu-sedu ia merasa amat kotor dan jijik dengan keadaannya sendiri.

    Namun, apa daya apa yang dapat ia lakukan melawan orang kaya ini? Sungguh, dunia nyata amat kejam tak seperti di sinetron dimana yang baik akan menang pada akhirnya. Ia merapihkan bajunya, dan menepiskan tangan Koh Ameng yang hendak membantunya mengenakan pakaian.

    Koh Ameng membisikkan sesuatu kepada Koh Ameng, dan Kokom mengacuhkannya. Tetetapi pada akhirnya ia mengangguk.

    Kokom melangkah cepat memasuki mobil Koh Ameng, dibantu oleh Bram. Isah kemudian dijemput oleh Bram masuk kedalam mobil Koh Ameng. Bram mengatakan kepada para kuli bahwa Koh Ameng hendak membayar tagihan kepada Kokom, dan saudara Kokom sekarang dalam keadaan sakit dikampung lalu Kokom harus pulang sekarang.

    Padahal kenyataannya Kokom diungsikan ke hotel beberapa hari, karena sekujur tubuhnya yang penuh luka tentu dapat menimbulkan kecurigaan antara para kuli.

    Kokom menginap di hotel selama sebulan, selama 2 minggu terakhir ia terpaksa melayani nafsu bejat Koh Ameng hingga ia hamil dan melahirkan anak bagi Koh Ameng yang belum dikarunia keturunan dari istrinya.

    Lima belas tahun kemudian, Kokom telah menjadi Nyonya Besar. Ia menggantikan istri asli Koh Ameng, dan mewarisi seluruh kekayaan dari Koh Ameng ketika Koh Ameng dan istrinya meninggal karena kecelakaan. Sungguh, takdir adalah misteri.

    Kokom tak pernah menyangka bahwa perkosaan kepada dirinya terbalaskan dengan manis akhirnya. Kokom sendiri mengganti namanya dengan Yeni. Isah, anak Kokom dari pernikahannya yang terdahulu kini berumur 26 tahun mengganti namanya menjadi Cherry dan telah menjadi komisaris dalam anak perusahaan. James, buah hati yang lahir kecelakaan karena perbuatan Koh Ameng sedang sekolah di Australia menuntut ilmu untuk menggantikan posisi ayahnya….

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Vina

    Cerita Sex Vina


    1389 views

    Perawanku – Cerita Sex Vina, Perkenalkan namaku Vina, usiaku 16 tahun. Aku sekarang duduk di kelas II SMU di Medan. Aku punya pengalaman pertama merengkuh surga dunia. Tetapi semua itu kulakukan dengan papa tiriku. Pengalamanku ini sebagai referensi buat teman-teman yang lain. Aku tahu kalau perbuatan ini salah, tetapi aku tidak tahu bagaimana menghentikannya.

    Baiklah, ceritaku begini. Pada suatu hari aku mendapat pengalaman yang tentunya baru untuk gadis seukuranku. Oya, aku gadis keturunan Cina Pakistan. Sehingga wajar saja kulitku terlihat putih bersih dan satu lagi, ditaburi dengan bulu-bulu halus di sekujur tubuh yang tentu saja sangat disukai laki-laki. Kata teman-teman, aku ini cantik lho.

    Memang siang ini cuacanya sangat panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tetapi aku memiliki tubuh yang lumayan montok. Bila melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun untuk tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan dan tinggi 167 cm, aku tampak dewasa.
    Sekilas, siapapun mungkin tidak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi bila memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin karena pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tetapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.
    Pagi tadi sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasanya aku berpamitan dengan kedua orangtuaku. Cium pipi kiri dan kanan adalah rutinitas dan menjadi tradisi di keluarga ini. Tetapi yang menjadi perhatianku siang ini adalah ciuman Papa. Seusai sarapan pagi, ketika Mama beranjak menuju dapur, aku terlebih dahulu mencium pipi Papa.
    Papa Robi (begitu namanya) bukan mencium pipiku saja, tetapi bibirku juga. Seketika itu, aku sempat terpaku sejenak. Entah karena terkejut untuk menolak atau menerima perlakukan itu, aku sendiri tidak tahu. Papa Robi sudah setahun ini menjadi Papa tiriku. Sebelumnya, Mama sempat menjanda 3 tahun. Karena aku dan kedua adikku masih butuh seorang ayah, Mama akhirnya menikah lagi.
    Papa Robi memang termasuk pria tampan. Usianya pun baru 38 tahun. Teman-teman sekolahku banyak yang cerita kalau aku bersukur punya Papa Robi.
    “Salam ya sama Papa kamu..” ledek teman-temanku.
    Aku sendiri sebenarnya sedikit grogi kalau berdua dengan Papa. Tetapi dengan kasih sayang dan pengertian layaknya seorang teman, Papa pandai mengambil hatiku. Hingga akhirnya aku sangat akrab dengan Papa, bahkan terkadang kelewat manja. Tetapi Mama tidak pernah protes, malah dia tampak bahagia melihat keakraban kami. Tetapi ciuman Papa tadi pagi sungguh diluar dugaanku.
    Aku memang terkadang sering melendot sama Papa atau duduk sangat dekat ketika menonton TV. Tetapi ciumannya itu lho. Aku masih ingat ketika bibir Papa menyentuh bibir tipisku. Walau hanya sekejab, tetapi cukup membuat bulu kudukku merinding bila membayangkannya. Mungkin karena aku belum pernah memiliki pengalaman dicium lawan jenis, sehingga aku begitu terkesima.
    “Ah, mungkin Papa nggak sengaja…” pikirku.
    Esok paginya seusai sarapan, aku mencoba untuk melupakan kejadian kemarin. Tetapi ketika aku memberikan ciuman ke Mama, Papa beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar. Mau tidak mau kuikuti Papa ke kamar. Aku pun segera berjinjit untuk mencium pipi Papa. Respon Papa pun kulihat biasa saja. Dengan sedikit membungkukkan tubuh atletisnya, Papa menerima ciumanku.
    Tetapi setelah kucium kedua pipinya, tiba-tiba Papa mendaratkan bibirnya ke bibirku. Serrr.., darahku seketika berdesir. Apalagi bulu-bulu kasarnya bergesekan dengan bibir atasku. Tetapi entah kenapa aku menerimanya, kubiarkan Papa mengulum lembut bibirku. Hembusan nafas Papa Robi menerpa wajahku.
    Hampir satu menit kubiarkan Papa menikmati bibirku.
    “Baik-baik di sekolah ya.., pulang sekolah jangan keluyuran..!” begitu yang kudengar dari Papa.
    Sejak kejadian itu, hubungan kami malah semakin dekat saja. Keakraban ini kunikmati sekali. Aku sudah dapat merasakan nikmatnya ciuman seorang lelaki, kendati itu dilakukan Papa tiriku, begitu yang tersirat dalam pikiranku. Darahku berdesir hangat bila kulit kami bersentuhan. Begitulah, setiap berangkat sekolah, ciuman ala Papa menjadi tradisi.
    Tetapi itu rahasia kami berdua saja. Bahkan pernah satu hari, ketika Mama di dapur, aku dan Papa berciuman di meja makan. Malah aku sudah berani memberikan perlawanan. Lidah Papa yang masuk ke rongga mulutku langsung kuhisap. Papa juga begitu. Kalau tidak memikirkan Mama yang berada di dapur, mungkin kami akan melakukannya lebih panas lagi.
    Hari ini cuaca cukup panas. Aku mengambil inisiatif untuk mandi. Kebetulan aku hanya sendirian di rumah. Mama membawa kedua adikku liburan ke luar kota karena lagi liburan sekolah. Dengan hanya mengenakan handuk putih, aku sekenanya menuju kamar mandi. Setelah membersihkan tubuh, aku merasakan segar di tubuhku.
    Begitu hendak masuk kamar, tiba-tiba satu suara yang cukup akrab di telingaku menyebut namaku.
    “Vin.. Vin.., Papa pulang..” ujar lelaki yang ternyata Papaku.
    “Kok cepat pulangnya Pa..?” tanyaku heran sambil mengambil baju dari lemari.
    “Iya nih, Papa capek..” jawab papa dari luar.
    “Kamu masak apa..?” tanya papa sambil masuk ke kamarku. Aku sempat kaget juga. Ternyata pintu belum dikunci. Tetapi aku coba tenang-tenang saja. Handuk yang melilit di tubuhku tadinya kedodoran, aku ketatkan lagi.
    Kemudian membalikkan tubuh. Papa rupanya sudah tiduran di ranjangku.
    “Ada deh..,” ucapku sambil memandang Papa dengan senyuman.
    ” Ada deh itu apa..?” tanya Papa lagi sambil membetulkan posisi tubuhnya dan memandang ke arahku.
    “Memangnya kenapa Pa..?” tanyaku lagi sedikit bercanda.
    “Nggak ada racunnya kan..?” candanya.
    ” Ada, tapi kecil-kecil..” ujarku menyambut canda Papa.
    “Kalau gitu, Papa bisa mati dong..” ujarnya sambil berdiri menghadap ke arahku.
    Aku sedikit gelagapan, karena posisi Papa tepat di depanku.
    “Kalau Papa mati, gimana..?” tanya Papa lagi.
    Aku sempat terdiam mendengar pertanyaan itu.
    “Lho.., kok kamu diam,jawab dong..!” tanya Papa sambil menggenggam kedua tanganku yang sedang memegang handuk.
    Aku kembali terdiam. Aku tidak tahu harus bagaimana. Bukan jawabannya yang membuatku diam, tetapi keberadaan kami di kamar ini. Apalagi kondisiku setengah bugil. Belum lagi terjawab, tangan kanan Papa memegang daguku, sementara sebelah lagi tetap menggenggam tanganku dengan hangat. Ia angkat daguku dan aku menengadah ke wajahnya. Aku diam saja diperlakukan begini.
    Kulihat pancaran mata Papa begitu tenangnya. Lalu kepalanya perlahan turun dan mengecup bibirku. Cukup lama Papa mengulum bibir merahku. Perlahan tetapi pasti, aku mulai gelisah. Birahiku mulai terusik. Tanpa kusadari kuikuti saja keindahan ini. Nafsu remajaku mulai keluar ketika tangan kiri Papa menyentuh payudaraku dan melakukan remasan kecil. Tidak hanya bibirku yang dijamah bibir tebal Papa. Leher jenjang yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu pun tidak luput dari sentuhan Papa.
    Bibir itu kemudian berpindah ke telingaku.
    “Pa..” kataku ketika lidah Papa masuk dan menggelitik telingaku.
    Papa kemudian membaringkan tubuhku di atas kasur empuk.
    “Pa. . nanti ketahuan Mama..” sebutku mencoba mengingatkan Mama.
    Tetapi Papa diam saja, sambil menindih tubuhku, bibirku dikecupnya lagi. Tidak lama, handuk yang melilit di tubuhku disingkapkannya.
    “Vina, tubuh kamu sangat harum..” bisik Papa lembut sambil mencampakkan guling ke bawah.
    Dalam posisi ini, Papa tidak puas-puasnya memandang tubuhku. Bulu halus yang membalut kulitku semakin meningkatkan nafsunya. Apalagi begitu pandangannya mengarah ke payudaraku.
    “Kamu udah punya pacar, Vin..?” tanya Papa di telingaku. Aku hanya menggeleng pasrah.

    Papa kemudian membelai dadaku dengan lembut sekali. Seolah-olah menemukan mainan baru, Papa mencium pinggiran payudaraku.
    “Uuhhh..,” desahku ketika bulu kumis yang dipotong pendek itu menyentuh dadaku, sementara tangan Papa mengelus pahaku yang putih.
    Puting susu yang masih merah itu kemudian dikulum.
    ” Pa.. oohh..” desahku lagi.
    “Pa.. nanti Mamm..” belum selesai kubicara, bibir Papa dengan sigap kembali mengulum bibirku.
    “Papa sayang Vina..” kata Papa sambil memandangku.
    Sekali lagi aku hanya terdiam. Tetapi sewaktu Papa mencium bibirku, aku tidak diam. Dengan panasnya kami saling memagut. Saat ini kami sudah tidak memikirkan status lagi. Puas mengecup putingku, bibir Papa pun turun ke perut dan berlabuh di selangkangan. Papa memang pintar membuatku terlena. Aku semakin terhanyut ketika bibir itu mencium kemaluanku. Lidahnya kemudian mencoba menerobos masuk. Nikmat sekali rasanya.
    Tubuhku pun mengejang dan merasakan ada sesuatu yang mengalir cepat, siap untuk dimuntahkan.
    “Ohhh, ohhh…” desahku panjang.
    Papa rupanya tahu maniku keluar, lalu dia mengambil posisi bersimpuh di sebelahku. Lalu mengarahkan tanganku ke batang kemaluannya. Kaget juga aku melihat batang kemaluannya Papa, besar dan tegang. Dengan mata yang sedikit tertutup, aku menggenggamnya dengan kedua tanganku. Setan yang ada di tubuh kami seakan-akan kompromi.
    Tanpa sungkan aku pun mengulum benda itu ketika Papa mengarahkannya ke mulutku.
    “Terus Vin.., oh.. nikmatnya…” gumamnya.

    Seperti berpengalaman, aku pun menikmati permainan ini. Benda itu keluar masuk dalam mulutku. Sesekali kuhisap dengan kuat dan menggigitnya lembut. Tidak hanya Papa yang merasakan kenikmatan, aku pun merasakan hal serupa. Tangan Papa mempermainkan kedua putingku dengan tangannya. Karena birahi yang tidak tertahankan, Papa akhirnya mengambil posisi di atas tubuhku sambil mencium bibirku dengan ganas.
    Kemudian kejantanannya Papa menempel lembut di selangkanganku dan mencoba menekan. Kedua kakiku direntangkannya untuk mempermudah batang kemaluannya masuk. Perlahan-lahan kepala penis itu menyeruak masuk menembus selaput dinding vaginaku.
    “Sakit.. pa..” ujarku.
    “Tenang Sayang, kita nikmati saja..” jawabnya.
    Pantat Papa dengan lembut menekan, sehingga penis yang berukuran 17 cm dan berdiameter 3 cm itu mulai tenggelam keseluruhan. Papa melakukan ayunan-ayunan lagi. Kuakui, Papa memang cukup lihai. Perasaan sakit akhirnya berganti nikmat. Baru kali ini aku merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Pantas orang bilang surga dunia.
    Aku mengimbangi kenikmatan ini dengan menggoyang-goyangkan pantatku.
    “Terus Vin, ya.. seperti itu..” sebut Papa sambil mempercepat dorongan penisnya.
    “Papa.. ohhh.., ohhh…” renguhku karena sudah tidak tahan lagi.
    Seketika itu juga darahku mengalir cepat, segumpal cairan putih meleleh di bibir vaginaku. Kutarik leher Papa hingga pundaknya kugigit keras. Papa semakin terangsang rupanya. Dengan perkasa dikuasainya diriku. Vagina yang sudah basah berulangkali diterobos penis papa. Tidak jarang payudaraku diremas dan putingku dihisap. Rambutku pun dijambak Papa. Birahiku kembali memuncak. Selama tiga menit kami melakukan gaya konvensional ini. Tidak banyak variasi yang dilakukan Papa. Mungkin karena baru pertama kali, dia takut menyakitiku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Bersetubuh Dengan Wulan

    Cerita Sex Bersetubuh Dengan Wulan


    1387 views

    Perawanku – Cerita Sex Bersetubuh Dengan Wulan, Wulan, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dgn 2 orang anak 3 dan 5 tahun, Suaminya, Arif, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Wulan sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yg membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yg sangat terawat. Payudaranya tdk terlalu besar, tp enak utk dipandang, sesuai dgn pinggangnya yg ramping dan pinggulnya yg bulat.Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dgn 2 anak yg sedang lucu-lucunya, ditambah dgn posisi Arif yg cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yg cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Wulan pada dasarnya adalah istri yg sangat setia kepada suaminya. Tdk pernah ada niat berkhianat terhadap Arif dlm hati Wulan karena dia sangat mencintai suaminya. Tp ada satu peristiwa yg menjadi awal berubahnya cara berpikir Wulan tentang cinta..

    Suatu siang, Wulan sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Wulan langsung mengejar mereka. Tp tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Wulan terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Wulan langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Heru, anak tetangga depan rumah Wulan kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Wulan sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Heru langsung lari ke arah Wulan.

    “Kenapa tante?” tanya Heru.
    “Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Her…” ujar Wulan sambil meringis.
    “Bantu saya berdiri, Her…” kata Wulan.
    “Iya tante,” kata Heru sambil memegang tangan Wulan dan dibimbingnya bediri.
    “Her, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Wulan.
    “Iya tante,” kata Heru sambil segera menghampiri anak-anak Wulan.

    Sementara Wulan segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Heru mengantarkan anak-anak Wulan ke rumahnya, Wulan sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

    “Ada obat merah tdk, tante?” tanya Heru.
    “Ada di dlm, Her,” kata Wulan.
    “Kita ke dlm saja…” kata Wulan lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dlm rumah.

    Heru dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

    “Ma, Donny ngantuk,” kata anaknya kepada Wulan.
    “Tunggu sebentar ya, Her. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Wulan sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

    Setelah mengantar mereka tidur, Wulan kembali ke tengah rumah.

    “Mana obat merahnya, tante?” tanya Heru.
    “Di atas sana, Her…” kata Wulan sambil menunjuk kotak obat.

    Heru segera bangkit dan menuju kotak obat utk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Heru segera kembali dan mulai mengobati lutut Wulan.

    “Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Heru.
    “Tdk apa-apa kok, Her. Tante senang ada yg menolong,” kata Wulan sambil tersenyum.

    Heru mulai memegang lutut Wulan dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

    “Aduh, perih…” kata Wulan sambil agak menggerakkan lututnya.

    Secara bersamaan rok Wulan agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Heru. Heru terkesiap melihatnya. Tp Heru pura-pura tak melihatnya. Tp tetap saja paha mulus Wulan menggoda mata Heru utk melirik walau kadang-kadang. Hati Heru agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Wulan. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Wulan memakai celana pendek.

    Heru biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Wulan sambil onani. Tp kini, di depan mata sendiri, paha mulus Wulan sangat jelas terlihat. Wulan sepertinya sadar kalau mata Heru sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Wulan merapikan duduknya dan jg menutup pahanya. Herupun sepertinya terkesima dgn sikap Wulan tersebut. Heru menjadi malu sendiri..

    “Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Heru.
    “Iya, terima kasih,” kata Wulan sambil tersenyum.
    “Sekarang sudah mulai tdk terasa sakit lagi,” ujar Wulan lagi sambil tetap tersenyum.

    Heru, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Wulan. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Heru adalah sosok anak laki-laki yg sudah mulai mengalami masa puber.

    “Kenapa kamu nunduk terus, Her?” tanya Wulan.
    “Tdk apa-apa, tante…” ujar Heru sambil sekilas menatap mata Wulan lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
    “Ayo, ada apa?” tanya Wulan lagi sambil tersenyum.
    “Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tdk sengaja…” kata Heru sambil tetap menunduk.
    “Lihat apa?” tanya Wulan pura-pura tdk mengerti.
    “Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Heru sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri.

    Wulan tersenyum mendengarnya.

    “Tdk apa-apa kok, Her,” kata Wulan.
    “Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Wulan lagi sambil tetap tersenyum.
    “Lagian, saya tdk keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Wulan lagi sambil tetap tersenyum.
    “Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Wulan.
    “Benar tante tdk marah?” tanya Heru sambil menatap Wulan.

    Wulan menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Herupun jadi ikut tersenyum.

    “Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Heru mulai berani.
    “Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu…” kata Wulan.
    “Saya berkata jujur loh, tante,” kata Heru lagi.
    “Kamu sudah makan, Her?” tanya Wulan.
    “Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Heru.
    “Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang,” ajak Wulan.
    “Baik tante, terima kasih,” kata Heru.

    Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Heru menyentuk kaki Wulan. Heru kaget, lalu segera menarik kakinya.

    “Maaf tante, saya tdk sengaja,” kata Heru.
    “Tdk apa-apa kok, Her…” kata Wulan sambil matanya nenatap Heru dgn pandangan yg berbeda.

    Ketika kaki Heru menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yg berdesir dari kaki yg tersentuh sampai ke hati. Wulan merasakan sesuatu yg lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Wulan merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yg membuat perasaannya tdk menentu. Sentuhan kaki Heru terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..

    “Kamu sudah punya pacar, Her?” tanya Wulan sambil menatap Heru.
    “Belum tante,” kata Heru sambil tersenyum.
    “Lagian saya tdk tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Heru lagi sambil tetap tersenyum. Wulanpun ikut tersenyum.
    “Pernah tdk kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Wulan lagi.
    “Keinginan apa tante?” tanya Heru. Wulan tersenyum.
    “Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Wulan.

    Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

    “Kamu ada sesuatu yg harus diselesaikan di rumah tdk saat ini?” tanya Wulan.
    “Tdk ada, tante,” kata Heru.
    “Tadi tante mau tanya apa?” kata Heru penasaran.
    “Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Wulan.
    “Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tdk akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Wulan lagi.
    “Kamu jg mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Wulan lagi.
    “Iya, tante,” kata Heru.
    “Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Wulan sambil tersenyum.
    “Ya, saya suka melihat perempuan yg tubuhnya bagus. Saya jg suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Heru tanpa ragu.

    “Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Wulan lagi. Heru agak ragu utk menjawab.
    “Ayolah…” kata Wulan sambil memegang tangan Heru. Tangan Heru bergetar.. Wulan tersenyum.
    “Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, jg.. Jg.. Jg saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Heru dgn nafas tersendat.
    “Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,” kata Wulan pura-pura tdk tahu, sambil terus menggenggam tangan Heru yg terus gemetar.
    “Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Heru.
    “Begituan apa?” tanya Wulan lagi.
    “Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Heru.

    Wulan kembali tersenyum, tp dgn nafas yg agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

    Cerita Sex Bersetubuh Dengan Wulan

    Cerita Sex Bersetubuh Dengan Wulan

    “Kamu suka tdk film begitu?” tanya Wulan.
    “Iya suka, tante?” kata Heru sambil menunduk.
    “Mau coba seperti di film, tdk?” kata Wulan.

    Heru diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Wulan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Heru. Wajahnya di dekatkan ke wajah Heru.

    “Mau tdk?” tanya Wulan setengah berbisik.

    Heru tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Wulan membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Heru. Heru tetap diam dan makin gemetar. Wulan terus menciumi wajah Heru, lalu akhirnya dilumatnya bibir Heru.. Lama-lama Herupun mulai terangsang nafsunya. Dgn pasti dibalasnya ciuman Wulan.

    “Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Wulan dgn nafas memburu sambil memegang tangan Heru dan mengarahkannya ke dlm baju Wulan.
    “Masukkan tangan kamu ke dlm BH saya, Her.. Pegang payudara saya,” kata Wulan sambil tangannya meremas penis Heru dari luar celana.

    Sementara tangan Heru sudah masuk ke dlm BH Wulan dan mulai meremas-remas payudara Wulan.

    “Mmhh.. Terus sayang…” kata Wulan.
    “Tangan saya pegal, tante…” kata Heru polos.
    “Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Wulan sambil menarik tangan Heru. Sesampainya di dlm kamar..
    “Buka pakaian kamu, Her…” ujar Wulanpun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
    “Iya, tante…” kata Heru.

    Wulan setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Heru terkesima melihat tubuh telanjang Wulan. Seumur-umur Heru, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yg sering di bayangkannya bila onani. Penis Heru langsung tegang dan tegak..

    “Naik sini, Her…” kata Wulan.
    “Iya, tante…” kata Heru.
    “Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Wulan sambil mengangkangkan pahanya.

    Heru segera menaiki tubuh telanjang Wulan. Wulan langsung melumat bibir Heru dan Herupun langsung membalasnyanya dgn hebat. Sementara satu tangan Heru meremas payudara Wulan yg tdk terlalu besar. Sementara penis Heru sesekali mengenai belahan meqi Wulan.

    “Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Wulan sambil memegang tangan Heru yg sedang meremas payudaranya, dan tangan mereka bersamaan meremas payudaranya.
    “Ohh.. Sshh…” kata Wulan. Herupun dgn bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati payudara Wulan.
    “Her, jilati meqi ya, sayang…” pinta Wulan.
    “Tp saya tdk tahu caranya, tante,” kata Heru polos.

    “Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke meqi, lalu kamu jilati belahannya…” kata Wulan setengah memaksa dgn menekan kepala Heru ke arah meqinya.

    Heru langsung menuruti permintaan Wulan. Dijilatinya belahan meqi Wulan sampai tubuh Wulan mengejang menahan nikmat.

    “Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Wulan sambil meremas kepala Heru.
    “Her, kamu jilati bagian atas sini…” kata Wulan sambil jarinya mengelus kelentitnya.

    Lalu lidah Heru menjilati habis kelentit Wulan.. Wulan kembali menggelepar merasakan nikmat yg teramat sangat.

    “Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Wulan sambil badannya semakin mengejang.

    Pahanya rapat menjepit kepala Heru. Sementara tangannya semakin menekan kepala Heru ke meqinya. Tak lama..

    “Ohh…” desah Wulan panjang. Wulan orgasme.
    “Sudah, Her.. Naik sini,” kata Wulan.

    Heru lalu menaiki tubuh Wulan. Wulan lalu mengelap mulut Heru yg basah oleh cairan meqinya. Wulan tersenyum, lalu mengecup bibir Heru.

    “Mau tdk penis kamu saya hisap,” kata Wulan.
    “Mau tante,” kata Heru bersemangat.
    “Bangkitlah.. Sinikan penis kamu,” kata Wulan sambil tangannya meraih penis Heru yg tegang dan tegak.

    Heru lalu mengangkangi wajah Wulan. Wulan segera mengulum penis Heru. Tdk hanya itu, penis Heru lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Heru tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yg teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.

    “Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Heru sambil memompa penisnya di mulut Wulan.
    “Masukkin ke meqi, sayang…” kata Wulan setelah dia beberapa lama menghisap penis Heru.

    Heru lalu mengangkangi Wulan. Sementara tangan Wulan memegang dan membimbing penis Heru ke lubang meqinya.

    “Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Wulan.

    Heru berusaha menekan penisnya ke lubang meqi Wulan sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Penis Heru berhasil masuk dan mulai memompa meqi Wulan. Heru merasakan suatu kenikmatan yg tiada tara pada batang penisnya.

    “Bagaimana rasanya, Her?” tanya Wulan sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
    “Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Heru tersendat sambil memompa penisnya keluar masuk meqi Wulan.

    Wulan tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa penisnya, tiba-tiba tubuh Heru mengejang. Gerakannya makin cepat. Wulan karena sudah mengerti langsung meremas pantat Heru dan menekankannya ke meqinya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..

    “Ohh.. Hohh…” desah Heru. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Wulan.
    “Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Wulan sambil memeluk Heru.
    “Sangat enak, tante…” kata Heru.

    *****

    Itulah pengalaman nyata dari Wulan yg saya paparkan sesuai dgn aslinya ditambah sedikit reka-reka sensual dari saya. Menurut Wulan, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yg lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melakukan persetubuhan di rumah Wulan setiap ada kesempatan. Menurutnya lagi, dlm satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bisa melakukan 2 kali persetubuhan, mungkin karena Heru masih muda. Perlu dijelaskan bahwa menurut Wulan, cintanya pada Arif tdk pernah berubah. Kejadian itu bermula tanpa ada niat dan keinginan. Terjadi begitu saja.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kontol Besar Mahasiswa Yang Kunikmati

    Kontol Besar Mahasiswa Yang Kunikmati


    1387 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Kontol Besar Mahasiswa Yang Kunikmati ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sebut saja namaku Atika, seorang wanita yang telah berusia 40 tahun dan telah bersuami. Menurut banyak teman, aku adalah wanita yang cukup cantik dan berkulit putih bersih. Yang luar biasa adalah postur tubuhku yang masih terawat dan indah. Tinggi badanku 167 cm. Pantatku cukup bulat dan berisi dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 34 juga tampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku.

    Kata orang tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya tetap indah diusia yang telah berkepala 4. Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku.

    Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang akan kisah indah aku dan Indra pertama kali terjadi. Sebagai seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami.

    Aku berprinsip, tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan pantangan buatku. Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat.

    Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan.

    Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya.

    Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya. Pada awalnya hubungan kami biasa- biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Indra selalu bersikap baik padaku.

    Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Indra membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan rumah tanggaku.

    Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Indra sangat pandai memancing. Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Indra datang menghampiriku.

    ” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Indra sopan. ” Ya ada apa Ndra? ” Jawabku. ” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Indra bertanya lagi. ” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa. Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya.

    ” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba. ” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau. ” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi. ” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata. ” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Indra lagi.

    Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Indra tengah menciumku.

    Maka aku langsung membuka mata, wajah Indra sangat dekat dengan wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar. Untuk beberapa lama, Indra masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Indra.

    Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Indra hingga ia terjengkang kebelakang. ” Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku. ” Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika ” Ujarnya lirih sambil meninggalkanku.

    Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Indra konsultasi denganku, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu dilakukannya jiak tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Indra itu.

    Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Indra, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Indra.

    Hingga pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan- jalan. Awalnya aku menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Indra terus mendesakku. Akhirnya aku menyetujuinya.Tapi aku memintanya hari minggu.

    Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya. Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Indra akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Indra bersama pacarnya.

    Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Indra. Berempat kami jalan- jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan terutama suamiku.

    Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Indra dan kawannya mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Indra tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja. I

    ndra menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri akan tetapi indra melarangku. ” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed- nya ada dua ” Ujarnya. Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati.

    Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Indra dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi, kawan Indra dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg- degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu.

    Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Indra diam terpaku.

    Tiba-tiba Indra menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Indra menempel kebibirku hingga beberapa saat.

    Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Indra melumat mulutku. Lidah Indra menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku.

    Kudorong dada indra supaya ia melepaskan pelukannya padak diriku. ” Ndra, jangan Ndra, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” kataku terbata-bata. Indra memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yangm kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku denagn erat.

    Akujuga masih terduduk dipangkuannya. ” Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Indra yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Indra kembali mendaratkan ciuman.

    Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Indra sangat pandai mengobarkan birahiku.

    Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar- benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini. Indra sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan.

    Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Indra yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Indra. Secara refleks aku masih coba berontak.

    ” Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut..” Kataku sambil meronta dari pelukannya. ” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Indra Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Indra dengan napas memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH- ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali.

    Sebab tubuh Indra yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat. Kini, dipelukan Indra, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Indra memegangi lenganku dan merentangkannya.

    Setelah itu Indra mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Indra melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya.

    Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geliu dan nikmat ketika bibir dan lidah Indra menjilat dan melumat puting susuku. ” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali.

    A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Indra terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak. Kemudian Indra juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Indra melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan.

    Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Indra, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Indra. Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku.

    Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Indra berhasil memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. ” Ndra, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! ” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup.

    ” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Indra masih dengan terbata- bata dan wajah yang memelas. Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika Indra kembali menggarap tubuhku.

    Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku, semenatar tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah.

    Tiba-tiba Indra beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh.

    Aku melihat tubuh Indra yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja. Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Indra.

    Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Indra memiliki penis sebesar dan sepanjang ini.

    Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Kini tubuh telanjang Indra mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Indra menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku.

    Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini.

    Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Indra nekat memasukkan jari tangannya kecelah vaginaku.Ia memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku.

    Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih berusaha menolaknya. ” Ndra, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! ” Pintaku.

    Tetapi lagi-lagi Indra tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Indra yang masih terengah-engah di selangkanganku.

    Kini aku telah benar- benar tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar- benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Indra melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok- ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. ” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang aktif..! ” Kata Indra denagn manja.

    ” Ibu nggak bisa Ndra, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu. ” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku.

    Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Indra. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku.

    ” Besaran mana sama milik suami Ibu..? ” Goda Indra. Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Indra jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda. ” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Indra.

    ” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Indra dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Indra. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Indra yang sangat besar tersebut.

    Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Indra cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Indra yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya.

    Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat.

    Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Indra kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Indra dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu.

    Setelah itu Indra beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Indra yang tinggi besar mulai menindihku.

    Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku.

    Indra kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Indra. Indra terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi.

    Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Indra. Dalam posisi itu tiba- tiba kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku.

    Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Indra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Indra nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak.

    ” Ndra.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku.

    ” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Indra juga dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Indra kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku.

    Namun karna batang zakar Indra memang berukuran super besar, Indra sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Indra berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu mulai menerobos masuk.

    Walau pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Indra itu luar biasa nikmatnya.

    Indra terus menerus mamaju- mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan. ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra tersengal-sengal. ” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana awal mulanya, tiba- tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas semua kevaginaku.

    Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Indra yang sangat- sangat besar itu. “ Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku. ” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan.

    Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan.

    Begitu besarnya penis si Indra, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Indra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku.

    Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Indra.

    Semakin lama, genjotan Indra semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak- sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus memompa selangkanganku.

    ” Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku.

    Indra benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini.

    Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Indra. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Indra dan kupeluk erat- erat. ” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan.

    Tahu aku hampir orgasme, Indra semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat itu tubuhku semakin meronta- ronta dibawah dekapan Indra yang kuat.

    Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. ” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ” Desah indra. ” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat.

    Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Indra dapat menancap sedalam- dalamnya. Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Indra juga menghentikan genjotannya. ” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku. Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah.

    Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan.

    Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Indra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Indra. Clep.. clep.. clep.. clep.

    Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Indra. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira. Indra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali.

    Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Indra. Maka aku balik membalas ciuman Indra, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Indra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. ” Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Indra. ” Eehh..” Hanya itu jawabku.

    Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Indra dibawah. ” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Indra. Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju- mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku.

    Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Indra. Indra yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan. ” Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , ” Kata si Indra sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku.

    Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Indra, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam- hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Indra.

    Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra. ” Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku terengah-engah. Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Indra langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku.

    Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Indra kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu. ” Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah indra. Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.

    ” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar- gelepar dalam tindihan tubuh Indra. Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Indra mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat- erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku.

    Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat. ” Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya.

    Crot.. crot.. crot..! Sperma Indra terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Indra memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra.

    Gila, sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Indra belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun.

    Untuk beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Indra. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku.

    ” Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini ” Ujar Indra denagn lirih. Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. ” Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! ” Teriak kawan Indra disertai ketoak pada pintu.

    Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata- kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka. ” Hayo Ndra, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Indra. ” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra cuma tersenyum.

    Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa rindu pada Indra. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Indra. Aku selalu terbayang keperkasaan Indra diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Maka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Indra. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Indra yang selalu melayaniku. Dan dtiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Bencana Di Kamar Tante

    Cerita Sex Bencana Di Kamar Tante


    1386 views

    Perawanku – Cerita Sex Bencana Di Kamar Tante, Saya Martin umur saya 22.Setelah 2 bulan lulus dari Perguruan Tinggi Negeri di Kota apel saya diminta Nenek untuk ke Jakarta dan kebetulan lamaran kerja sudah diproses.Saya bekerja di str Internasional daerah Sunter,saya punya keluarga di daerah Kelapa Gading tapi saya memilih kontrak agar bebas.

    Pada hari jum’at itu kebetulan saya tidak memakai motor,saya berniat jalan ke ITC Cempaka Mas lalu saya naik bis 43 jurusan priok-cililitan dan turun dipintu air depan ITC lalu menyebrang ramai-ramai setelah hampir 30menit jalan-jalan didalam tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggil saya

    ? : Tin..

    Saya toleh sana-sini ternyata seorang wanita cantik yang memanggil saya ada didalam toko baju dan saya berjalan menghampirinya.
    Tante Laila..beliau istri om saya umurnya sekitar 31 tahun dan baru mempunyai seorang anak laki-laki berumur 2tahun karena saya asli dari jawa saya memanggilnya mbak bukan tante.Kami sering bertemu jika ada perkumpulan keluarga dirumah nenek dan sering kali pula mata ini selalu mamandangi disaat ada kesempatan karena kagum akan kecantikannya,beliau wanita berjilbab dan saya berfikir pasti seorang istri yg sholehah.Setelah ngobrol sebentar saya memilih menunggu diluar toko bersama rio anaknya yang ada dikereta dorong.Beliau memakai baju terusan panjang dengan jilbab pink bermotif serta beberapa gelang emas putih yg melingkar dipergelangan tangannya.

    Hampir 10 menit didalam toko mbak Laila keluar sambil membawa 2 kantung yang berisi barang yang dibelinya.
    Mbak Laila : kok tumben sendirian Tin…
    Saya : kalo jalan ya aku memang sendiri mbak hahaha..
    Mbak Laila : cewek kamu mana?
    Saya : ada disana hahaha…

    Setelah jalan sambil ngobrol mbak Laila meminta untuk menemani belanja karena kebetulan saya tidak memakai motor jadi saya mau sekalian menemani rio
    Sembari jalan saya bertanya kenapa om Rudi tidak ikut ternyata sudah 2 hari ada tugas di Batam sampai hari sabtu depan (1 minggu).kami berbincang banyak termasuk liburannya ke jogja saat menikmati tahun baru.
    Hampir 2 jam berbelanja mbak menawarin untuk menemani rio bermain dirumah karena rio baru saja dibelikan mainan baru yg menurut saya harganya mahal untuk anak seumuran dia.kami berjalan ke parkiran menghampiri mobil Freed putih sambil mendorong troli belanjaan

    Diperjalanan saya sesekali melirik mbak Laila sembari melihat rio dijok belakang yg asik menonton film kartun melalui TV yg menempel dijok sambil minum susu botol.Sekitar jam 21.30 kami sampai di rumah daerah Batu Ampar.sesampai dirumah rio langsung mengajak bermain sedangkan mamanya sedang didalam kamar ganti baju,hampir 30menit bermain mamanya keluar kamar dan menggendong rio untuk segera ditidurkan.mbak Laila keluar dengan hot pants bukan kali ini saja saya meliat mbak Laila memakai celana seperti itu sebelumnya sudah sering jika menginap dirumah om,walaupun ada om dirumah mbak Laila tetap memakai celana seperti itu tanpa ada rasa risih pada keponakannya.

    Keesokan harinya dari pagi sampai siang saya menemani rio bermain sambil melihat channel cartoon kesukaan rio,malam minggu setelah menunaikan sholat magrib saya ijin mbak kiki untuk bermain PS 3 milik om diruang atas.Hampir 2 jam saya bermain mbak Laila beberapa kali naik menawarkan untuk makan tapi saya tolak karena asik maen PS.Lalu mbak Laila naik mengantarkan minuman dan mengajak ngobrol,obrolan kami biasa saja karena saya sangat menghormati beliau tetapi sesekali mbak Laila menanyakan soal cewek kepada saya,maklum jomblo.Lama mengobrol mbak Laila pamit turun dan memberi tahu jika ingin makan sudah disiapkan di meja makan.Tak lama saya turun mengambil makan setelah itu saya beranjak tidur dikamar atas.
    Asik tidur saya dikagetkan dengan 2 orang kekar mendekap saya,sayapun tak bisa berbuat apa-apa karena badan mereka yg lebih besar dan kondisi masih belum begitu sadar dari tidur.Lalu mereka mengikat kaki dan tangan saya

    A : Cepat kasih tau dimana barang berharga dirumah ini!!!
    Tanya si A sambil menjambak rambut saya
    Saya : Saya hanya tamu disini.. jawab saya
    Lalu mereka mendorong saya hingga saya terjatuh dan menyuruh saya turun,ibarat pocong saya menuruni tiap anak tangga dengan loncat
    Setelah sampai didepan kamar mbak si B menendang saya dari belakang hingga saya jatuh.Lalu si A membuka
    pintu kamar mbak Laila yg tidak terkunci
    Si A : alamak cong..
    Si B : ada apa blay.. si B sambil bejalan menuju kamar mbak
    Si A : lihat itu yg tidur mulus banget pahanya
    Si B bejalan menghampiri rio kemudian menggendong sambil mendekap mulut rio dengan sehelai kain,sementara aku terus berusaha melepas kan ikatan tali sambil menggeliat dilantai
    Si B menghampiri aku kemudian dia menyeret saya masuk kekamar dengan menarik baju

    Ohhh,,,siiiiaaa..eeeeemmmmfff teriak mbak Laila yg dibekap mulutnya oleh si A
    Si A : diam..!!! serahkan harta kamu sambil menodongkan pisau ke leher mbak Laila
    Merasa terancam mbak Laila pun terdiam
    Si A membalikkan badan mbak Laila ke ranjang kemudian si B mengikat tangannya
    Tak lama mereka ber 2 berkeliling kamar mencari barang berharga dan mencoba membuka lemari dan rak yg terkunci

    Si A : dimana kamu menyimpan barang berharga,,dimana kuncinya cepat..!!!
    Plaaakkk..sambil menampar mbak Laila
    Mbak Laila : saa..yaaa.. tidak punya kunci lemari rintihnya sambil menahan sakit akibat tamparan
    Si B : jangan bohong kamu!!!sambil menarik rambut mbak Laila kebelakang

    Mbak Laila terus merengek tidak mempunyai kunci
    Kemudian Si B naik keatas dan turun membawa hp S5 yg saya beli dengan menabung,mereka mengumpulkan barang2 yg bisa diambil termasuk iphone mbak Laila serta gelang yg selalu dipakai mbak saat dirumah,mereka juga membuka tiap laci dan menemukan sekotak gelang dan kalung emas putih serta buku yg sepertinya BPKB ntah itu mobil atau motor milik mbak lalu ditaruh diatas kain yg mereka persiapkan

    Si B : blay nanggung nih kalo Cuma segini kita rampas aja ini nyonya
    Si A : mantab..sambil meraka toss
    Si B berjalan ke arah saya dan melingkari mulut saya dengan lakban dan membalikkan saya menghadap tembok
    Aaaa..jang..aannnn dasar biadab!!!!

    Apa mau mu!!!!
    Lepasss…mmmmmmmffffffff…hanya suara seperti itu yg saya dengar
    Saya mencoba berguling agar bs melihat apa yg terjadi

    Astaga..Si B mendekap mbak Laila dari belakang

    Tidaaaaakkk teriak mbak Laila sambil menendang nendang meronta ingin melepaskan diri

    Si A mencoba merobek kaos mbak Laila
    Kreekkkk…suara kaos yg terobek oleh tangan kekar sang maling
    Wow…sebagai manusia biasa akupun terperana melihat apa yg ada didepan ku
    Cong…toketnya mulus..ujar si A sambil meremas payudara mbak Laila dengan kasar
    Aaahhhh…lepas bajingan sambil meludahi muka si A yg tepat didepan dadanya
    Mengetahui hal itu si B meremas sambil menekan putting mbak Laila
    Saaakkiittt…rintih mbak Laila

    Si A : diam jika kamu tak ingin kami sakiti

    Kemudian si A mengambil pisaunya dan meminta mbak Laila untuk diam jika tak ingin pisau ini menusuk perutnya,si A sedang berusaha merobek celana pendek mbak Laila menggunakan pisau
    Aku hanya terdiam..payudara mbak Laila memang tidak besar dan tidak pula kecil seperti sepasang mangkuk yg menempel didada pokoknya cukup indah walapun tertutup pakaian lagipula mbak Laila tidak menyusui rio secara langsung melainkan dengan bantuan pompa asi yg ditempelkan ke payudara untuk menyedot asi setau saya fungsinya seperti itu dan sangat jarang saya menemukan wanita cantik dianugerahi payudara yg besar.

    Blay bersih blay..ucap si A dengan semangat

    Yg dimaksud pasti memek mbak Laila yg bersih putih tanpa bulu,si B langsung menjatuhkan badan mbak Laila terlentang diranjang sembari mulutnya mencoba menjilat memek
    Ahhhh…dasar biadab sambil menendang dan mencoba menggulingkan badan tapi apadaya si A dengan cepat memegang kedua kakinya sehingga dengan leluasa si B menjilat memek tante sambil menusukkan jari
    Sekitar 10 menit mbak Laila berteriak dasar bajingan!!!
    Ahhhhh….emmmmm si A menutup mulutnya.sepertinya mbak Laila orgasme oleh si B

    Si B : cong seger cairan ini orang sambil mengulurkan lidahnya ke memek mbak Laila
    Tak lama si A mulai sibuk dengan celananaya dan munculah sebatang kontol yg besar tepat didepan muka mbak Laila.ehmmmm guram mbak Laila sambil menggelengkan kepala kekanan-kiri menghindari kontol yg ingin masuk ke mulutnya

    Si A terus memaksa mbak Laila untuk membuka mulut dan bless

    Sluuuuppppp mmmmmmmmffffffffff….

    blay mantab..kontol si A masuk ke mulut mbak Laila
    Terlihat mbak Laila seperti ingin muntah mungkin selama ini tidak pernah oral milik suaminya
    Tak mau kalah si B juga lekas membuka celananya dan menusuk memek mbak Laila yg basah

    Si B : oh yeeeesssss

    Ammmmm…suara mbak Laila yg tertutup kontol si A
    Semakin kencang sodokan si B dan terlihat tubuh mbak Laila mulai lemas kehabisan tenaga memberontak
    Melihat mbak Laila mulai lemas si A membuka ikatan tali ditangannya
    Setelah sibuk membuka tali yg mengikat si A pindah posisi terlentang diujung ranjang lalu dia menarik tubuh mbak Laila yg sudah lemas dan diposisikan tepat diatasnya tanpa ada halangan kontolnya yg besar menghujam memek mbak Laila

    Mbak Laila : aaahhhhhhhh ammmpuuuunnnnn massssss..melas mbak Laila
    Dari belakang si B mencoba memasukkan kontolnya ke anus mbak Laila

    Si B : seret blay

    Mbak Laila berusaha meronta sambil berusaha loncat dari dekapan si A menolak disodomi

    Mbak Laila : tidak…dakk…

    Jaaaaa…nnnnggaannnn saaa.yaaaa moohhhhoooo rintihnya sambil terus meronta dan tangannya menutupin anusnya.Tapi apa daya kekuatannya tak cukup untuk melawan mereka berdua.
    5menit kemudian si A menghampiri saya

    Si A : cong nih anak kontolnya tegang juga kita apain ya sambil menyeret saya mendekati ranjang
    si B meninggalkan mbak Laila dan mengambil sebilah pisau lalu merobek baju dan celana saya yg dalam keadaan terikan tangan dan kaki.Si A membantu saya berdiri telanjang bulat
    Si B : blay gede juga nih kontol ambil lakban tuh..menyuruh si A
    Kemudian si B menyuruh memegang kontol saya yg berdiri dan ditarik kebawah seperti kontol yg lemas lalu si B melilitkan lakban mengelilingi paha atas untuk menahan kontol saya agar tidak tegang keatas,saya merasakan sakit,dan nyeri yg sangat pada biji dan batang saya
    Mereka tak memperdulikan dan langsung mendekap mbak Laila
    Hampir 20menit mereka saling bertukar posisi memek-mulut-anus kontol mereka silih berganti memperlakukan mbak Laila seperti seorang pelacur dan akhirnya mereka si B keluar nyenyemprotkan sperma ke muka mbak Laila tak lama si A menyusul keluar diperut dan memaksa mbak Laila membersihkan sisa sperma dikontolnya dengan mulut.

    Setelah puas mereka beres-beres merapikan barang curiannya dan mengambil kunci mobil

    Si B keluar kamar menuju depan

    Klak..klak suara kunci pintu depan

    Si B pun kembali menghampiri mbak Laila yg tergulai lemas
    Berapa kode kunci pintu gerbang tanya si B kepada mbak Laila
    Mbak Laila hanya menggelengkan kepala menandakan dia tak bersedia memberi tahu
    Melihat mbak Laila yg terus menolak menjawab si A menghampiri dan dengan kasar meremas payudara mbak Laila

    Aakkkhhhhh teriak mbak Laila

    Cepat kasi tau paksa si A,mbak Laila terus merintih menahan sakit pada dadanya
    Merasa sia2 dan buang waktu mereka bergegas keluar kamar menuju ruang belakang dan tinggalah dikamar kami berdua.
    Beberapa menit kemudian mbak Laila berjalan ke kamar mandi yg ada didalam kamarnya sedangan saya yg dari tadi menahan nyeri terus berusaha melepas ikatan.Tak lama mbak Laila keluar kamar mandi dengan muka dan rambut yg sedikit basah dan sudah terlihat bersih menghampiri saya tapi masih keadaan telanjang warna merah bekas remasan pada payudaranya terlihat jelas pada kulitnya yg putih,kemudian membuka ikatan pada kaki dan membantu saya untuk berdiri.Saya sempat terkaget mbak Laila membuka lakban yg melilit pinggang saya terlebih dahulu bukan tangan saya yg terikat,setelah berhasil membuka lakban kemudian beliau mengelus kontol saya sebentar,tangannya yg bersih dan halus tak bisa dibayangkan betapa wah rasannya lalu dilanjut membuka ikatan tangan
    Setelah berhasil membuka ikatan saya beliau keluar kamar dengan keadaan masih telanjang menghampiri rio kemudian digendongnya.Sebelum kembali keatas saya berdiri didepan pintu memandang indahnya tubuh tante saya terakhir kalinya karena kejadian yg tak terduga

    Mbak Laila : Tin… panggilnya memecah diriku yg terpaku melihatnya

    Ayo naik nanti keburu masuk angin kamu kita urus besok pagi..suruhnya

    Saya : iya mbak..saya berjalan ke belakang dengan keadaan sedikit menunduk karena menahan rasa nyeri.

    Keesokan harinya mbak Laila membangunkan saya memberi tahu bahwa sarapan sudah siap dan meminta tolong untuk ditemani mengurus masalah tadi malam.Aku bergegas bangun dan mandi lalu turun
    1 jam kemudian setelah mbak Laila sudah berpenampilan rapi kitaberangkat ke Polres untuk melaporkan kejadian semalam.Dalam perjalanan aku yg menyetir mobil keadaan terasa sangat kaku,tiba2 mbak Laila meminta saya untuk tidak melaporkan kejadian pemerkosaan itu entah apa yg dipikirkannya.
    Sesampai di Polres kami melaporkan pada petugas yg berjaga,kami jelaskan apa2 yg hilang dan prosesnya ntah memang kesiagaan polisi atau bagaimana kemudian 4 orang petugas ikut kami pulang untuk olah TKP dan dugaan sementara perampok itu mencongkel jendela ruang atas yg terlihat bekas kayu berserakan di jendela.Tapi hingga artikel ini saya buat belum diketahui siapa pelaku itu menurut saya pasti orang sekitar sini karena menurut penjelasan satpam malam itu sampai pagi tak ada orang yg keluar pada jam tersebut,pasti mereka bersembunyi diantara rumah warga sini.
    Om yg mendengar berita itu segera pulang untuk memastikan kondisi mbak Laila.Minggu malam om mengajak saya untuk menemui satpam yg berjaga didepan portal itu dan meminta untuk mencari kan tukang bangunan untuk merenovasi rumah bagian atas.Sesampai dirumah om menjelaskan pada mbak Laila jika rumah bagian luar atas akan dimodif seperti ini dan jendela akan dipasang tralis besi,akan ada tukang beberapa hari dengan pengawasan satpam yg dipesan tadi serta meminta saya untuk pulang kerja tidur dsini selama proses renovasi rumah dan meninggalkan kos untuk beberapa waktu.
    3 hari kemuadian proses renov masi berlangsung hanya menyisakan pasang besi pada jendela.Malam itu saya berdiri ruang atas memandangi bagian luar yg selesai direnov

    Heiii…sapa mbak Laila dari belakang
    Saya pun terkaget
    Saya : tinggal pasang ini aja mbak paling besok sudah selesai
    Mbak Laila : iya Tin..sambil melihat sekeliling diluar
    Saya : mbak Laila hati2 besok saya ke kos lagi ya
    Mbak Laila : loh Tin disini aja temenin mbak..om kan masi lama sampai sabtu..pintanya sambil memelukku dari belakang

    Saya hanya terdiam terpaku dipelukannya

    Tememnin mamanya Rio..bisiknya padaku dan bergegas turun sambil mengatakan
    Tin baju kerja kamu yg kotor taruh dimesin cuci..
    Sayapun melepas baju kerja saya beserta celana dalam,kemudian saya turun memakai boxer tanpa CD ternyata mbak Laila ada didapur.Saya berniat membuat teh hangat..
    OMG pikiranku pun menjadi kotor melihat mbak Laila,sembari sibuk memanaskan air sesekali saya melirik mbak Laila yg membuat minuman

    Tak kusadari kontolku berdiri menyembul jelas dibalik celana karena saya tak memakai CD.Selesai membuat teh saya segera kembali ke atas,belum keluar dapur tiba2 mbak Laila memanggilku
    Wiiinnn…
    Saya : ya mbak..
    Mbak Laila : itu punya kamu…

    Saya bingung mendengar ucapan mbak Laila sambil saya memalingkan kepala kesana kemari mencari sesuatu yg dimaksud lalu saya berjalan kearah meja dan meletakkan teh.

    Saya : mana mbak..tanya saya
    Mbak Laila : itu muncul sambil menunjuk kebawah dan membelakangi saya
    Sayapun terkejut tak menyadarinya,saya terdiam sejenak melihat mbak Laila yg masi sibuk merapikan rak bumbu
    Tanpa pikir panjang saya menghampiri mbak Laila dan memeluknya dari belakang,jika dia marah pasti saya akan mendapat tamparan atau yg paling sadis apa yg ada didepan dia pasti dipukulkan ke saya

    Ukkkhhhhh…..keluar dari mulut mbak Laila

    Reflek mbak Laila meronta berbalik badan dan benar dugaanku tamparan telak mendarap dipipiku

    Plaaaaaakkkkkkkkk….

    Maaf mbak…mohonku padannya

    Awwwwwww….secepat kilat tangan mbak Laila tepat meremas bijiku

    Mbak Laila : kalau kamu laki2 beraninya dari belakang dunk..semakin keras meremas bijiku

    Maaf…hanya itu yg bisa kuucapkan
    Maaf..maaf lalu apa maksud memeluk mbak dari belakang kalau hanya untuk meminta maaf!!!!sentaknya
    Uda Cuma minta maaf?tanya dia

    Mendengar hal itu langsung saya beranikan untuk mencium bibirnya

    Mmmfffffffff erangnnya

    Sllluupppppppp cuuuuupppppp suara mulut kami yg basah karena air liur

    Tiba2 mbak Laila menjauhkan bibirnya

    Jadi ini maksud kamu?kalau kamu berani bilang dunk jangan main bekap aja

    Tangannya mulai memegang batang kontolku dari luar boxer

    Ini pasti suka nakal suka cari mangsa…ujarnya memegang erat kontolku
    Tak merasa nyaman saya menggendong mbak Laila menuju kamar atas,pelan2 berjalan karena badan saya tak begitu gemuk tapi kontol saya berdiameter lumayan.
    Sampai diujung tangga saya menutup pintu besi kecil yg membatasi ujung anak tangga dengan ruang atas dimaksud jika rio diatas tidak jatuh ke tangga.Saya menurunkan mbak Laila tepat didepan tanggan ada sofa yg disiapkan untuk santai.Mbak Laila segera membuka boxerku

    Tin….panggilnya yg berdiri menatapku

    Punya kamu diapain bisa sebesar ini..tanya mbak Laila
    Saya : saya belum pernah begituan sama pacar mbak,saya hanya menonton film aja
    Tangannya mulai memainkan batang kontolku dikocoknya pelan2
    Akupun tak mau kalah kubuka ikatan baju tidur yg melingkar dipinggulnya..
    Wow bongkahan putih bersih dan masi ada samar2 warna merah bekas remasan perampok itu terbungkus BH putih.Aku mulai membuka pengait BH yyg dibelakang,karena tidak pernah saya merasa sulit sekali membukannya
    Hahahaha …mbak Laila menertawakan ku yg kesulitan membuka Bhnya
    Dengan bantuannya payudarannya kini terlihat jelas dengan puting merah muda,segera saya menyusu menjilat,sedot putingnya

    Ohhhhhhh…erang mbak Laila

    Saya remas pelan2 terasa sangat halus sangat jauh dengan kulitku yg kasar
    Mbak Laila pun jongkok didepanku
    Jangan mbak…tolak ku ketika dia ingin memasukkan kontolku ke mulutnya
    Mbak Laila tak memperdulikanku mungkin karena sudah terlanjur kejadian sama perampok itu
    Ohhhhhhhhh…tubuhku seperti kesetrum ketika kepala kontolku masuk ke mulutnya dan disedotnya
    Sluupp..bluuupppp suara mulutnya yg asik mengulum sebagian batang kontolku
    Sekitar 10 menit saya menarik mbak Laila untuk berdiri dan duduk di sofa saya buka CD yg dia kenakan

    Ehhhmmmm harum memeknya.Dengan rakus sayapun menjilat seluruh bagian memeknya karena tak tahu dimana letak klitoris tapi itu sudah membuat mbak Laila menggeliat seperti keenakan
    Udah Tin …melasnnya
    Mendengar itu langsung saya tancapkan kontol saya yg keras ke liang memeknya
    Bleeesssssssss…..

    Ahhhhhhhhh,,,,teriak kecil mbak Laila

    Pelaaaaaaaan Tin,,,pintanya

    Aku mulai menggenjot pelan2 sambil mencium bibir tipis nan seksi mbak Laila
    Beberapa menit berlalu mbak Laila berdiri dan menarik kontolku menuntunnya memasuki kamar dengan springbed dilantai..

    Dengan posisi nungging saya genjot mbak Laila dari belakang

    Ukhhhh….ohhhhhhh,,,,

    ehhh…ehhhh..ehhhh desahnya lirih

    Plak..plak bleep blep..suara pantat kami yg berbenturan serta suara payudaranya yg menggantung
    Aaaaaaaaaaaaa suara mbak Laila saat aku melakukan penetrasi dengan cepat dan panjang tak beraturan
    Dengan cepat saya mencabut kontol saya dan mendorong mbak Laila dengan paksa agar dia terlentang sambil mengocok batang kontolku dengan kasar dan croooott…crotttt beberapa kali semburan sperma saya yg begitu banyak membasahi perut dan ada yg melayang sampai ke leher mbak Laila lalu saya tergeletak tepat disampingnnya

    Mbak Laila mengambil 1 bantal dan melepas kain yg membungkus lalu diusapnya sperma yg diperut.Saya pajamkan mata sejenak menghela nafas
    Terasa kontolku dibalut kain saat saya melihat mbak Laila membersihkan bekas muntahan sperma yg meleleh dibatang kontol dengan kain bantal.

    Mbak Laila : kok masih keras Tin pakai obat ya kamu..ucapnya sambil menggengam pangkal batang kontolku
    Saya : tidak mbak..elakku
    Lalu mbak Laila segera mengulum kontolku yg masih tegang

    Emmmmmffffffffff…sluuuuuuuuuuuppp

    Saya beranikan memegang kepala mbak Laila dan mendorongnya mengikuti irama kulumannya
    Kontolku terasa perih bercampur nikmat dalam mulut mbak Laila
    Puas mengulum mbak Laila pindah posisi diatasku mulai mengarahkan kontolku ke memeknya dan pelan2 menurun-naikkan badannya sesuai irama
    Ku remas payudara yg menggantung indah lalu kutarik badannya hingga menindih badanku,sejurus kemudian kuciumi bibir tipisnya sembari kedua tanganku meraba mulai pantat sampai leher merasakan begitu mulus dan licin kulitnya

    Tak lama berselang aku merasa ingin keluar

    Saya : mau keluar mbak
    Mbak Laila : ya wiiinn…terdengar sedikit gemetar
    Bukannya melepas memeknya dari kontolku tapi mbak Laila malah mempercepat naik-turunkan pinggulnya
    Akhhhh…uhhhhh..emmmmmmffffffffffffffff

    Seeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrr …terasa spermaku membasahi memeknya

    Pelukaknya semakin erat saya rasakan,payudarannya begitu menekan dadaku lalu saya kembali menciumnnya dan dia membalas ciumanku
    Beberapa menit berlalu kontolku yg masih dimemek mbak Laila tak ku cabut,ternyata mbak Laila sudah tertidur diatas pelukanku
    Tak terasa pagipun menjelang mbak Laila membangunkan saya menyuruh untuk siap2 mandi dan berangkat kerja.Saya bergegas menuju kamar mandi berjalan dalam keadaan telanjang,kulihat mbak Laila sudah memakai baju rapi tapi belum memakai hijab ku hampiri mbak Laila yg sedang merapikan baju dimesin cuci lalu kukecup tengkuk lehernya

    Ahhhhh sudah wiinn…ujarnya

    Kutarik tangan kirinya dari belakang lalu kuarahkan ke batang kontolku

    Mbak Laila : kalau kamu kaya gini bisa gak kerja loh,kerja dulu sana mbak anter sampai kantor keburu macet

    Mendengar itu lalu segera ku cium bibirnya dia membalas permainan bibirku
    Sudah…ucapnya sambil kembali merapikan pakaian
    Mandinya jangan lama2 telat nanti
    Saya sengaja mandi tanpa menutup pintu,disitu saya membasuh tangan saya dengan sabun lalu saya kocok pelan2 kontol saya
    Ternyata mbak Laila tidak memperdulikan keadaan pintu yg sengaja saya buka

    Mbak Laila : ayo Tin jangan lama2 didalam ..suaranya terdengar jauh sepertinya beliau sudah berjalan turun.

    Sayapun segera mandi dan sarapan,ketika didapur tak hentinya saya coba mencium bibir mbak Laila walaupun hanya beberapa detik menempel.
    Setelah semua siap mbak Laila juga sudah berhijab serta Rio siap kami bergegas menghampiri mobil dan mengantarkanku ke kantor…

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Mama Lina Seksi

    Mama Lina Seksi


    1385 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Mama Lina Seksi ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2020.

    Perawanku – Nama ku Rendi, telah beristri, bekerja di sebuah Perusahaan Swasta, Istriku cukup lumayan, cantik dan bahenol, namun yang akan aku ceritakan ini bukan soal hubungan seks ku dengan istri ku, tapi soal hubungan ku dengan seorang setengah baya, yang setatusnya adalah tante, tapi kami sekeluarga memanggilnya dengan kata Mama, hal ini wajar, agar bisa lebih akrab dan dekat.

    Mama Lina, itulah sebutan dan nama dari tante istriku, Mama Lina adalah Istri dari Paman Istriku, maaf beliau adalah Istri kedua dari Paman Istriku, Cantik, tidak terlalu tinggi, wajar sebagaimana pribumi, kulitnya terbilang putih, mulus, walau bersetatus tante atau lebih tua dari istriku tapi belum terbilang tua.

    karena dia istri kedua dari Paman Istriku, semua lekuk tubuh sensualnya masih mengencang, mulai dari payudaranya, masih terangkat keatas dan bulat menonjol menggairahkan, putingnya juga masih seperti milik seorang gadis, perutnya belum mengendor, begitu juga pinggul dan pantatnya masih menonjol.

    Anda tau apa sebabnya ? ialah karena Mama Lina tidak pernah hamil dan ternyata selama 9 tahun berumah tangga dengan Paman Istriku, boleh dikatakan hanya 1 tahun dia digauli sebagaimana layaknya seorang istri, selebihnya selama 8 tahun selanjutnya, hanya dia bisa nikmati dengan sentuhan tangan suaminya, Itu semua dia alami Karena Sang suami memiliki penyakit Jantung kronis, dan sudah tiada.

    Singkat ceritanya ialah Mama Lina sudah lebih kurang 1 tahun menjanda, sebatang kara, tidak punya anak, apalagi cucu, tidak bekerja dan juga tidak memiliki usaha, peninggalan suami paspasan, oleh karenanya aku bersama istri sudah berniat untuk membelanjakan atau memberikan nafkah kepada Mama Lina, mulai dari urusan bayar telepon, Listrik, sampai urusan belanja dapur. Hidupnya seharihari ditemani dengan seorang pembantu rumah tangga, yang juga menjadi tanggungan kami.

    Setiap 2 minggu sekali istriku selalu datang menemui Mama Lina untuk menjenguk sekaligus membawanya belanja keperluan dapur ke Supermarket, aku paling hanya telepon dan paling sebulan sekali menjenguknya. Semua ini kami lakukan hitunghitung balas budi, karena sewaktu suaminya masih ada dan kondisi kehidupan kami belum mapan kami banyak dibantunya.

    Suatu ketika istriku tidak dapat pergi untuk menjenguk Mama Lina, padahal sudah jadualnya untuk belanja keperluan dapur Mama Lina, istriku kurang enak badan, terpaksa aku menggantikannya, dan hal ini bukan yang pertama kali sudah sering hampir 45 kali, namun yang kali ini suatu hal yang luar biasa.

    Aku sudah tidak canggung lagi dengan Mama Lina, karena sudah biasa bertemu dan bahkan sudah seperti Ibu ku sendiri. Soal tidur, kami sering tidur bertiga, Aku, Istriku dan Mama Lina, bahkan pernah suatu siang kami, Aku dan Mama Lina tidur berdua dikamar, jadi tidak ada hal yang aneh, namun kali ini kejadiannya tidak terencana dan sangat mengagetkan.

    Selesai jam kerja di sore hari, aku langsung menuju kerumah Mama Lina, untuk menggantikan istriku menemani Mama Lina belanja keperluan dapur sebagaimana rutinnya, Setibanya di rumah Mama Lina aku langsung memarkirkan mobil ku di depan garasi rumahnya.

    Sore Ma! Sapa ku sambil menghampiri Mama Lina yang sedang tiduran di sofa sambil menonton TV, kucium tangannya dan kedua pipinya, hal ini adalah kebiasaan di keluarga kami kalau bertemu dalam satu keluarga.

    Dengan siapa kamu Ren ? Mama Lina bertanya sambil melirik kearah pintu utama dan melihat ku dengan kening dikerut.

    Ya dengan Mobil Ma ..! Jawab ku santai dan berbalik ke arah Lemari Es untuk mengambil segelas air dingin.

    Jangan bercanda ., Mama Tanya beneran

    Rendy tidak bercanda Ma., Rendy jawab benaran sekarang aku duduk di bangku tamu didepan sofanya, sambil ikutan menonton TV.

    Maksud Mama, Eva tidak ikut ? Eva adalah Istri ku.

    Eva lagi tidak enak badan, jadinya Rendy yang kesini Jawab ku sambil mengalihkan pandangan dari pesawat Televisi kearah Mama Lina, namun pandanganku terhenti di kedua panggkal pahanya yang sedang dilipat dan saling bertindihan.Kusadari Mama Lina tidak sadar kalau dasternya tersingkap atau dia tahu tapi karena hal ini sudah biasa maka tidak ada masalah bagi kami.

    Kali ini aku merasakannya agak aneh, kog aku merasa terangsang dengan pandangan ini. Aku sadar sehingga kualihkan secepatnya pandanganku lagi kearah pesawat televisi, tapi perasaan ku menggoda, sehingga aku mencoba mecuri pandang dengan melirik kearah paha tadi, hati semakin tidak tenang, pikiranku mulai tidak normal. Kucoba membuang fikiran yang sudah mulai tidak menentu arah.

    Ma.. !` sapaan ku berhenti, aku ingin menggajak nya bicara tapi pada saat aku menyapa sacara bersamaan aku memalingkan pandangan ku lagi kearah wajah Mama Lina, tapi pandangan ku berhenti di bagian dada Mama lina yang terlihat gundukannya dikarenakan belahan dastrernya pada bagian dada melorot kesamping, karena pada saat itu posisi tidur Mama Lina disofa miring.

    Ada apa Ren Tanya nya mengagetkan ku, aku segera memalingkan pandanganku kewajahnya.

    Ayo Ma, rapirapi, sudah hampir jam 7 nich, nanti Supermaket tutup

    Ren, badan Mama rasanya lemes, kurang bersemangat, bagaimana kalau besok aja kita belanjanya

    Yah Mama .., Rendy udah sampai disini, lagi pula besok Rendy ada kerja lembur, dan iya kalau Eva sudah enakkan dan bisa kesini.

    Ya udah kapan kapan aja sambutnya lagi,

    Enggak ah Ma sekarang aja, nanti kalau ditundatunda jadi enggak jadi kayak dulu

    Kamu memang orangnya keras kepala Ren, kalau ada maunya tidak bisa ditunda

    Ya sudah Mama salin dulu, tapi kalau nanti Mama jadi sakit kamu yang repot juga

    Akhirnya dengan malas dia bangun dari sofanya menuju kamar, akupun melanjutkan menonton Televisi. Selang beberapa menit aku menunggu dengan tidak sabar, akupun melirik kearah pintu kamar, dan tiba tiba mata ku terperanjat melihat pandangan didalam kamar,

    kulihat Mama Lina membelakangi pintu kamar dengan hanya menggunakan celana dalam tanpa BH, sayangnya posisinya juga membelakangi ku sehingga aku hanya bisa menikmati lekukan tubuhnya dari belakang, dan cukup indah masih seperti anak remaja, semuanya serba ketat dan gempal. Aku semakin kacau.

    Kuperhatikan terus dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, rambut yang terurai semakin menggairahkan ku. Kulihat Mama lina sedang memakai Baju Kemeja putih berenda, wah rupanya dia tidak memakai BH, setelah itu dia pakai celana Jean ketat panjangnya tigaperempat, dan langsung berbalik kearah pintu kamar, aku dengan cepat juga memalingkan muka kearah Televisi seolaholah tidak tahu apa yang terjadi tadi di kamar.

    Ayo Ren . Kita jalan , sapa Mama Lina yang sudah keluar dari kamarnya, dan akupun meraih remote TV untuk mematikan TV, sambil bangun dari sofa yang aku duduki.

    Kalau nanti Mama sakit, kamu harus tanggung ya Rend ! Mama Lina membuka lagi pembicaraan setelah beberapa menit kami meninggalkan rumahnya dan Mama lina sedang menikmati jalan sambil duduk disebelahku. Aku sambil memegang setir mobil menjawab dengan santai dan manja.

    Ya . Iya dong Ma., siapa lagi yang ngurus Mama kalau bukan Rendy.

    Mama sambil rebahan ya Ren ? pintanya sambil merebahkan sandaran jok mobil yang didudukinya.

    Boleh kan Ren ? pintanya lagi sambil memegang tangan kiriku, tapi saat ini posisi Mama Lina sudah rebah dan terlentang, seolaholah memerkan dadanya yang menonjol menggairahkan itu.

    Aku menoleh kesamping kearah Mama Lina sambil mengangguk, tapi lagilagi pandanganku terhenti didada Mama Lina, yang terlihat samar lekukannya dari balik bajunya yang sengaja tidak dikancing pada bagian atasnya.

    Kuarahkan lagi pandangan ku kejalan raya agar tidak terjadi apaapa.Setibanya di Supermarket mobil aku parkirkan ditempatnya dan kami pun berjalan menuju kedalam supermarket sambil bergandengan, Mama lina mengait tanganku untuk digandolinya, hal ini sudah biasa bagi kami,

    tapi kali ini darah ku berdesardesar saat bergandengan tangan dengan Mama Lina, bagaimana tidak berdesar, yang sedari tadi dalam fikiran ku terlintas terus lekukan buah dada Mama Lina kini tersenggolsenggol mengenai siku kiri ku seirama dengan gerakan langkah kami selama menuju kedalam Supermarket.

    Setibanya didalam supermarket aku langsung menyambar lorry yang berada disisi pintu masuk supermarket, dan kami pun bergandengan lagi menuju ke barisan etalase keperluan Rumah tangga. Satu persatu barang keperluan dapur dipilih dan diambil oleh Mama Lina, akupun asik dengan kegiatan ku sendiri memperhatikan lekukan badan Mama lina yang masih mengencang yang bergerak terus kadang merunduk dan berdiri lagi sambil ia memeriksa barang yang terdapat dietalase. Khayalan ku terhenti karena sapaannya.

    Rend coba kamu lihat labelnya ini, apakah jangka waktunya masih berlaku tidak pintanya sambil jongkok dan dan tanpa melihatku kebelakang dengan tangan memegang sebuah makanan kaleng memberikan kepada ku.Kemudian aku bergerak mendekati Mama Lina dan berdiri tepat disampingnya yang sedang jongkok, kuambil makanan kaleng yang ada ditangannya dan kuperhatikan dengan seksama label masa berlaku yang dimaksud.

    Masih lama nih Ma Jawab ku sambil mengembalikan makanan kaleng tadi kepada Mama Lina, yang saat ini posisinya sedang membungkuk memperhatikan barangbarang yang lain.

    Aku terperanjat melihat dua buah gunung yang menempel di dada Mama Lina, terlihat jelas karena posisinya yang membungkuk sehingga bajunya menggantung kebawah.Buah dada yang indah, masih mengencang, dan memiliki putting yang masih kencang dan tidak terlalu besar, maklum karena Mama Lina belum pernah menyusui bayi.

    Bentuknya masih bagus, tanpa keriput sedikitpun di sekitar putingnya, putih mulus dan terawat dengan baik. Ada sekitar sepuluh detik aku memperhatikannya, terhenti karena Mama lina berdiri dan bergeser posisi.

    Kini akupun tetap berada disampingnya, dengan maksud untuk mendapatkan kesempatan memandang seperti tadi, dan benar Mama lina sebentarbentar menunduk, dan kesempatan itu tidak aku lewati dengan langsung mengincar pandangan buah dada yang indah itu.

    Sudah lebih kurang setengah jam kami mengitari etalase demi etalase, tibatiba dari posisi jongkok Mama Lina meraih tangan kiriku yang sedang berada disebelahnya. Sambil menggandul ditanganku Mama Lina berdiri dan merapatkan badannya disisi badan ku langsung meletakkan wajahnya di bahu kiri ku sambil bergumam

    Mama pusing Ren.. Mama udah enggak kuat lagi Kemudian tangan kiri ku mengait pinggul Mama Lina setengah memeluk dan berkata,

    Ya.. sudah Ma, kita pulang aja, kalau masih ada yang kurang belanjaannya bisa dibeli di warung dekat rumah aja Tanpa menunggu jawaban Mama Lina, sambil tetap merangkulnya tangan kanan ku meraih kereta dorong belanjaan dan berjalan menuju Kasir.

    Selesai membayar semua belanjaan aku pun meminta petugas kasir untuk membantu membawakan barang ke Mobil, sementara aku berjalan didepan sambil merangkul Mama Lina. Yang kurasakan sekarang buah dada Mama Lina menempel di rusuk kiri ku, dan nafasnya yang wangi sangat terasa disisi pipi ku.

    Setibanya di Mobil aku pun membukakan pintu dan membimbing Mama Lina masuk ke Mobil, perlahan aku dudukan dan kurebahkan ke kursi yang berada disebelah supir, dan sambil kedua tangan ku menahan badan Mama Lina rebah, tersenggol lah kedua sisi buah dadanya oleh tangan ku, aduh alangkah kerasnya tuh buah dada.

    Diperjalanan pulang kutanyakan apakah perlu diperiksa ke dokter, tapi Mama Lina mengatakan tidak perlu, karena dia hanya merasa pusing biasa, mungkin masuk angin. Aku pun menyetujui dan langsung mengarahkan mobil ke rumah Mama Lina.

    Kusempatkan memegang kening Mama Lina dengan tujuan memeriksa apakah badannya panas atau tidak. Kupalingkan pandangan ku sekali sekali kearah Mama Lina yang tiduran disamping.

    Masih pusing Ma.., Tanyaku.

    Sedikit .. jawabnya singkat.

    Ntar juga sembuh Ma ..

    Pembicaraan kami terhenti dan diam beberapa saat.Mobil aku parkir didepan rumah, dan dengan bergegas aku turun terus menghampiri sisi pintu kiri mobil untuk membukakan pintu bagi Mama Lina, pintu pun ku buka, kulihat Mama Lina terasa berat mengangkat badannya dari Jok Mobil.

    Bantu Mama dong Ren., dasar tidak bertanggung jawab hardiknya manja.

    Akupun langsung merangkul pinggulnya turun dari Mobil dan langsung memapah kedalam rumah. Setibanya didepan pintu masuk Mbok Atik pembantu Mama Lina membukakan pintu dan aku sambil membopong Mama Lina memerintahkan Mbok Atik untuk menurunkan barang serta menguncil kembali mobilnya.

    Mama mau tiduran di Sofa atau dikamar?

    Dikamar aja Rend Kami pun menuju kamar, dan aku langsung membaringkan Mama Lina terlentang di tempat tidur. Mama Lina pun berbaring sambil memegang kepalanya.

    Rendy balur minyak kayu putih dulu ya.. perut Mama, setelah itu Rendy pijit kepala Mama Pintaku.

    Mama Lina diam saja, dan aku mengartikan dia setuju, akupun langsung beranjak mengambil minyak kayu putih yang tersedia di tempat obat. Kuangkat sedikit baju kemeja bagian bawah Mama Lina sampai batas rusuk bawahnya, dan akupun membalurkan minyak kayu putih tadi, dengan lembut aku lakukan.

    Ma Kancing celana Mama di lepas ya biar lega bernafas Aku tahu dia pasti tidak menjawab dan aku pun langsung melepas kancing celana nya.

    Selesai aku membalur bagian perutnya dan tanpa meminta ijin aku membalur bagian dada atasnya, saat itu Mama lina kuperhatikan sedang memejamkan matanya sambil kedua tangannya memegangi kepala. Dan aku duduk diatas tempat tidur disisi kanan Mama Lina.

    Sesuai janji ku, selesai membalur akupun mulai memijit kepala Mama Lina, perlahan kutarik kedua tangannya kebawah, dan tanpa kusadari tangan kanannya jatuh diatas pangkal paha ku hampir mengenai punya ku.

    Perlahan aku pijit dengan lembut kepalanya, dia pun menikmatinya, tibatiba aku teringat pemandangan yang indah sewaktu di supermarket tadi, dua gundukan daging yang menggairahkan, seketika itu juga pandangan ku berpindah ke dada Mama Lina, tapi sial yang terlihat hanya bagian atasnya, bajunya hanya terkuak sedikit pada saat aku membalurkan minyak kayu putih pada bagian dada tadi.

    Ren . Jangan pulang dulu, temani Mama sampai enakan Aku terkejut dengan suara tadi dan akupun memalingkan muka ku kearah wajah Mama Lina, sambil mengangguk.

    Pijitan ku terus pada kepala Mama Lina, dan Dia pun kembali memjamkan matanya.Terasa capek karena posisi ku memijit agak membungkuk, akupun pindah duduk di lantai karpet.

    Sekarang posisi memijit ku sambil duduk dilantai dengan kepala aku tidurkan ditempat tidur, pas berada disamping karena buah dada Mama Lina.Karena mungkin terlalu capek, akupun tertidur pulas, ada mungkin 15 menit, dan aku terbangun karena tekanan buah dada sebelah Kanan Mama Lina pada ubunubun kepala ku.

    Kuangkat kepala ku, kudapatkan Mama Lina sedang tidur miring kekanan menghadap ku, dan tanpa kusadari sekarang pipi ku menempel langsung pada bagian atas buah dada kanan Mama Lina. Aku tidak berani bergerak, kudiamkan saja pipi ku menempel, tapi barang ku mulai bergerak mengeras.

    Ada lebih kurang satu menit aku terdiam pada posisi ini, dan tibatiba Mama Lina memindahkan tangan kirinya yang sedari tadi di atas paha nya ke bahu ku tepat dibawah leher, seolaholah memeluk ku.

    Gerakan Mama Lina tadi menyebakan bajunya yang terkuak nyangkut di dagu ku dan tertarik kebawah, sehingga makin terbuka lebar buah dada yang terbuka, dan kepala ku juga ikut terdorong kebawah dengan posisi tidur Mama Lina masih miring dan yang menyenangkan bagi ku ialah putting susu kanan yang kecil mungil tadi berada satu centimeter diujung bibir ku.

    Aku heran dan gemeter, apakah ini sengaja dilakukan oleh Mama Lina, dan apakah dia benarbenar tidur sehingga tidak mengetahui keadaan ini. Sementara fikiran ku bertanyatanya tanpa kusadari lidah ku sudah mulai

    menjilati pinggiran putting yang kecil mungil dan halus itu, terus aku jilati sepuas ku dan perlahan aku geser kepala ku sedikit agar lebih dekat dan dapat mengisap serta mengulumnya. Kini aku isap putting yang menggairahkan itu.

    Mama lina masih memejamkan matanya, entah tidur atau tidak tapi aku sudah tidak perduli lagi dan perlahan aku buka satu lagi kancing baju atasnya, agar aku bisa lebih leluasa menjilati buah dada yang indah ini.

    Tibatiba ada gerakan pada kaki Mama Lina, dan dengan segera aku lepas kuluman bibir ku di putting Mama Lina dan aku ber purapura tidur, wah bener Mama Lina menggerakkan badannya dan berpindah posisi miring membelakangi ku.

    Untuk beberapa saat aku terdiam sambil memperhatikan punggung Mama Lina, namun fikiran ku terus merayap mencari akal agar aku dapat menikmati buah dada yang montok tadi, maklum nafsu ku sudah mulai tidak bisa dibendung, untuk pulang kerumah menyalurkannya perlu waktu lagi,

    sementara disini sudah mulai dapat kesempatan, apalagi aku tahu Mama Lina sudah bertahuntahun tidak pernah di sentuh barang sakti, pasti vaginanya sudah mulai rapat dan ketat lagi.Akhirnya aku putuskan untuk memberanikan diri naik ketempat tidur dan berbaring disebelah Mama lina dengan posisi miring menghadap punggung Mama Lina.

    Untuk beberapa saat aku merfikir memulainya dari mana, aku bingung, tapi akhirnya aku putuskan untuk memeluk Mama Lina dari belakang dengan melingkarkan tangan kanan ku ketengah dadanya. Perlahan ku tempelkan telapak tangan ku bagian atas buah dada kiri Mama Lina, wah.

    benjolannya masih keras, pelan ku gerakkan tangan ku turun ke bagian tengah buah dadanya, sekarang posisi tangan ku sedang mempermainkan putting buah dada Mama Lina sambil sebentar sebentar meremasnya.

    Kurasakan badan Mama Lina bergerak dan akupun berhenti dalam permainan ku sejenak dalam posisi masih memeluk Mama Lina dan tangan ku masih berada diatas gundukan buah dada Mama Lina. Bersamaan akan aku mulai lagi permainan ku tadi, karena aku anggap Mama Lina sudah pulas lagi, ku dengar suara serak dan parau dari sebelah ku.

    Ren dari tadi Mama tahu kalau Rendy mimik, dan sekarang pegangi susu Mama suara ini datangnya dari Mama Lina. Aku sangat terkejut dan kaku sekujur tubuh ku, takut dan bersalah.

    Ma .. belum selesai aku berbicara tibatiba tangan ku yang berada diatas buah dada Mama Lina dipegangnya dan ia berkata

    Tidak apaapa Ren., kalau kamu masih belum puas teruskan aja, asal kamu bisa memberi kesenangan pada Mama

    Tanpa menunggu abaaba lagi dari Mama Lina, aku segera menarik badan Mama Lina sehingga pada posisi telentang, dan karena kancing bajunya sudah terbuka setengah maka terkuak lah buah dada yang aku remas remas tadi.

    Rendy akan memberikan kepuasan yang telah lama hilang dari Mama malam ini selesai berkata demikian, aku langsung menerkam dan melumat bibir mungil yang dihadapan ku.

    Permainan bibir berjalan sangat panjang, kami saling bertukar menghisap bibir atas dan bawah, saling mempermainkan lidah, bagaikan dua orang yang sudah lama tidak berciuman.Permainan bibir dan ciuman kuhentikan dan aku berkata lembut sambil memandangi mata Mama Lina yang sudah mulai layu.

    Mama sudah puas ciuman Ma .. dia tersenyum dan mengangguk.

    Sekarang Mama nikmati ya., Mama diam dan nikmatilah, Rendy akan memberikan kesenangan yang Mama minta

    Perlahan aku pelorotkan badan ku yang ada diatas Mama Lina turun kebawah, sehingga muka ku persis diatas dada Mama Lina. Ku ciumi lembut leher kirinya dan perlahan berputar ke leher sebelah kanan, setelah puas dengan ciuman di leher, ciuman aku pindahkan kebagian atas dada Mama lina.

    Pertama aku ciumi dan aku jilati gundukan kedua dadanya, dan bergeser kebagian tengah, kini aku kitari keliling gundukan buah dada yang kanan dan sekarang yang kiri. Perlahan ku rambatkan juluran lidah ku keatas puting susu kiri Mama lina dan kuisap sedikitsedikit sambil menggigit halus.

    Kuraskan kedua tangan Mama Lina mulai mendekap badan ku, dan kurasakan juga Mama Lina mulai menggerakgerakkan pinggulnya yang kutahu dia sedang mencari ganjalan agar menekan tepat dibibir vaginanya. Aku pindahkan lagi kuluman dan permainan bibir ku ke putting susu Mama Lina yang sebelah kanan, Mama lina makin bergerak agak cepat, dia mulai terangsang penuh.

    Enak Ma.., ???Mama Senang .??..sambung ku lagi.


    Ren . Mama senang, Mama Puas.., Kamu pinter, kamu lembut .anak manis, Mama sudah lama sekali tidak merasakan ini, Mama .mau kalau setiap ketemu Kamu cium dan mimik MamaRen , lagi nak ., jangan terlalu lama ngobrolnya, teruskan aja apa yang kamu mau lakukan, Mama pasti senang.

    Cium lagi Ren .., Mimik lagi anak manja ..

    Aku pun meneruskan permainan lidah ku di kedua susu yang mentul dan keras itu. Perlahan ciuman dan jilatan ku turun ebawah sambil aku melorotkan lagi badan ku, kini kaki ku sudah menyentuh lantai. Ku ciumi perlahan perut Mama lina terus kebawah sambil membuka resliting celana Mama lina.Sekarang posisi ciuman ku sudah berada dibagian bawah pusar Mama Lina, kirakira satu centi lagi diatas klitoris Mama lina.

    Badannya mulai bergerak tidak menentu, pinggulnya naik turun seakan ingin segera ujung lidah ku menyentuh belahan yang sudah mulai membasah ini, sesekali kudengar suara desis dari bibir mungil Mama Lina dan nafas yang sudah mulai tidak menentu.

    ahhkk. Hek .ehhhh, yaahhhh Ren

    Perlahan kutarik dan lepaskan celana jean dan sekaligus celana dalam Mama lina, badan dan kakinya ikut dilenturkan agar mudah aku melepaskan celana yang menutupi vaginanya.Sekarang celananya sudah terlepas tidak ada lagi yang menutupi kulit mulus Mama Lina dari pusar kebawah, sementara kancing baju yang dipakainya sudah kubuka semua dan telah terbuka lebar.

    Aku terdiam sejenak dan memandangi tubuh mulus Mama Lina yang sedang telentang pasrah sambil memejamkan matanya. Kupandangi dari kedua buah dadanya sampai ketengah selangkangannya yang menjepit vagina yang ditumbuhi bulu halus dan pirang, Berulang kali aku pandangi, akhirnya aku terkejut oleh suara Mama Lina.

    Anak manja .., apa sudah selesai kamu puaskan Mama, ..atau Mama cukup kamu pandangi saja seperti itu??

    Tentu tidak Mama sayang , Mama akan mendapatkan kepuasan yang belum pernah Mama dapatkan sebelumnya,. ..tapi Rendy tidak akan menyianyiakan pemandangan yang langka ini, jadi Rendy puaspuaskan dulu memandangi Mama.

    Ayo lah Ren., mama sudah tidak sabar lagi merasakan kepuasan yang kamu janjikan.., kamu bisa memandang Mama kapan saja dan dimana saja nanti, Mama pasti kasih asal kamu selesaikan dulu sekarang

    Tanpa menjawab apaapa lagi aku pun berlutut diujung kakinya du tengah kedua kakinya. Perlahan aku elus dengan kedua tangan ku kedua kaki Mama Lina mulai dari bawah betisnya sampai kepangkal pahanya berulang kali naik turun sambil kedua ujung jari ku menyentuh sekalisekali bibir kiri dan kanan Vaginannya.

    Rangsangan mulai dirasakan Mama Lina, kaki dan pinggulnya mulai bergerak dan kejangkejang. Melihat hal itu aku langsung membungkuk dan menjilati sekeliling bibir Vagina Mama Lina.

    Tercium aroma khas vagina yang terawat dan basah.., dan aku yakin kalau vaginan ini sudah bertahuntahun tidak disentuh benda keras, kelihatan rapat dan tidak berkerut seperti genjer ayam, satu keuntung besar aku dapatkan. Permainan lidah ku berlangsung semakit lincah dan sembari menggigit dan menghisap bagian klitoris yang benar sensitive itu.

    Ren. Enak sekali Rennnn ., kamu benar , Mama belum pernah merasakan jilatan seperti ini sungguh sayang ., ahhhkkk Ren ..ahhhh ehhhhhhhlk kkk.. sambil bergumam Mama lina menarik rambut ku dengan kedua tangannya agar aku merapatkan dan menekan bibir ku kuat ke Vaginannya.

    Jangan berhenti Ren .. , Mama puas., Mama ahhkk. Mam.., Mama menikmatinya Ren . Uhhh..

    Kamu apain Ren, Tobat anakku.., ampun Mama ..ahkkkkk ahhhhhhh enak Ren,Aku tidak perdulikan ocehannya, terus aku jilati vaginanya yang semakin basah, kutahan pinggulnya dengan kedua belah tangan ku agar tidak menggangu permainan ku dengan rontakan nya.

    Tiba tiba aku rasakan kepala ku diangkat keatas dan kulihat Mama Lina sudah duduk dihadapan ku, dengan cepat kedua tangan Mama Lina meraih ikat pinggang dan kancing celana ku, dan membuka resliting celnaa ku. Kurasakan darah ku mengalir cepat dan bulu roma ku berdiri pada saat tangan kanan Mama Lina menelusup masuk kedalam celanaku dan mengelus batang kemaluan ku.

    Ku diamkan saja apa Maunya. Mama lina terus mengelus sembari meremas remasa kelamin ku. Dengan tidak sabar di pelorotinya celana ku, dan karena posisi kuberdiri dengan lutut diatas tempat tidur dihadapan Mama Lina, sehingga gerakan tanganya melorotkan celanaku dan celana dalam ku berhenti di lutut ku, tapi itu semua sudah cukup untuk membuat kemaluan ku tidak tertutup lagi

    Ren .. besar sekali kamu punya di berkata sambil mengelusngelus batang dan kantong biji kemaluan ku.

    Ren apa tidak sakit Ren ., Mama kan sudah lama tidak dimasuki

    Tidak Ma.., Nanti Rendy akan pelan pelan dan Mama akan merasakan nya nikmat..

    Dan ahhhhhk.., tersentak nafasku, Mama Lina sudah mengulunm ujung batang kemaluan ku, dihisapnya dan sambil memaju dan memundurkan kepalanya aku rasakan setengah batang kemaluan ku sudah masuk kerongga mulut Mama Lina. Aku biarkan dia menikmatinya sambil membuka baju ku, setelah itu, aku membuka baju Mama Lina yang sudah terlepas kancingnya tadi.

    Sambil Mama Lina menikmati Batang kemaluanku, kedua tanganku juga meremasremas buah dadanya dan sekali mengelus punggungnya dan yang lainnya. Pokoknya hampir seluruh badannya aku elus. Ciuman Mama Lina di batang kemaluan ku berhenti dan kedua tangan ku diraihnya, dan ditariknya sambil Mama Lina merebahkan kembali Badan nya, maka badan ku pun tertarik merebah menimpa diatas badannya.

    Mama sudah tidak sabar lagi kepengen meraskan batang milik anak Mama yang besar itu Ren ..

    Iya Sayang . Sambut ku sambil menyambar bibir mungil Mama Lina.

    Sembari mencium, pinggulku ku gerakgerakan untuk mengarahkan Batang sakti ku masuk ke mulut Vagina Mama Lina yang sudah sempit lagi itu. Kurasakan Batang ku sudah menempel di Vaginanya, dan aku rasakan Mama lina mengangkat pinggulnya untuk menekan rapat kebatang kemaluanku.Kuangkat pantat ku dan pelan kuarahkan ujung batang kemaluan ku tepat di tengah lubang yang basah ini, kutekan pelanpelan dan ahkkkk tersentak badan Mama Lina.

    Sakit Ma ??, Tanya ku dan Mama Lina tidak menjawab dia hanya mendesih. Ehhhhhhh. Aku terus menekan sedikit demi sedikit, masuk sudah setengah kepala batang kemaluan ku..Kutekan terus dan sekarang seluruh kepala kemaluan ku sudah masuk di lobang nikmat ini Kutekan terus per lahan dan pelan dan masuk lah setengah Batang ku tapi Mama Lina berteriak..

    Aduhhhhhh ahhkkkAku hentikan gerakan menekan ku dan akubertanya :

    Sakit Ma,??Dia mengangguk tapi kedua tangannya memegang pinggul ku seakan tidak membolehkan aku mencabut batang ku dari vaginanya.

    Aku berfikir, baru setengah sudah sakit dan terasa terjepit. Memang Batang ku cukup besar diatas normal sementara Mama Lina tipikal tubuh badan pribumi yang mungil dan memiliki barang yang sempit, aku jadi penasaran dan ingin merasakan nikmatnya kalau seluruh batang ku masuk. Perlahan kugerakan lagi pantatku menekan kedalam, lembut sekali dan sangat perlahan.

    Ehh ahhh, Ren. Ahhhhh. Iya ehhhh ahh . Ren .., itu lah suara yang keluar dari mulut Mama Lina seiring gerakan ku naik turun yang menyebabkan barang ku keluar masuk.

    Sedikit sedikit gerakan menekan kedalam aku tambah sehingga batang ku yang masuk semakin dalam. Aku rasakan diujung batang ku seperti di hisaphisap, alangkah nikmatnya, aku hampir tidak tahan. Aku perkirakan semua batang ku sudah ambles kedalam karena terasa hangat dan nikmat.

    Dengan lembut aku rapatkan selangkangan ku sambil kedua tangan ku menguak dan mengangkat kedua kaki Mama Lina. Ku tekan rapatrapat dan ku gerakkan memutar pinggul ku dengan pahaku menempel rapat dan semua batang ku telah masuk.

    Ren .. nikmat sekali ren, sudah lama sekali Mama tidak merasakan seperti ini, kamu pandai bermain seks Nak Mama bisa ketagihan Ren.Aku terus memutar pinggul ku dan menciumi lehernya sambil merapatkan badan ku.

    Mama bisa minta kapan saja .., Mama tinggal telepon dan Rendy pasti melayani Mama

    Ma .. punya Mama masih enak, rapat dan menghisap ., Rendy menikmatinya Ma..

    Ahhhkk Ren ., goyang ehhhhh, goyangnya lebih cepat sayang .., Mama kayaknya mau dapat

    ahhkkkk Ren ,,,, ya. Uhhhh hekkk .. RenAku hentikan sejenak goyangan ku dan kuperbaiki posisi ku dengan sedikit menarik dengkul ku agak menekuk agar pada saat dapat nanti aku bisa leluasa mengankat dan menekan pantat ku dengan leluasa.

    Jangan berhenti sayang ..

    tenang Ma. Kita dapatnya bareng, pada saat dapat nanti Rendy akan keluar masuk kan punya Rendy biar Mama lebih nikmat lagi. Kalau dapat Mama bilang Ya.. aku sudah mulai menggoyang pinggul ku dengan merapatkan panggkal paha ku.

    Ma. Sekarang nikmati, pejam kan mata Mama . Ku goyangkan terus berputar pinggul ku makin lama makin cepat. Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita 17 Tahun

    Ren . Ahhhh, terus Ren., Terus Sayang,.. auuu ahh., ya. Ren.Ya

    Uh ahhhh, eeeenak,,,, sekali anak ku.., kamu. Ahhhhh, goyang tekan,,,,,, Semakin mengejang seluruh badan Mama Lina dan goyangan ku semakin cepat berputar.

    Ren ahhhh, Ren . Reennnn , Mam .. ahhhh, ahhhh .., Ren . Dah., Mama mau .., Mama keluar anakku.. Mendengar perkataan itu aku pun mempercepat goyang ku.Ren. Enak Ren,,,,,,, terus Rennn aku tekan dan aku goyang terus, sambil aku menahan agar aku tidak keluar. Sengaja aku lakukan agar Mama Lina puas dulu baru aku keluar.

    Dapat yang panjang . Ma,.. Ah,.. yang lama Ma . Puaskan Ma

    Mama puas Ren,,,,,. Terus Ren,,,,,,,. Ahhhhh, ahh huhhhh. Kamu dapat juga sayang .

    Aku hentikan goyangan ku dan dengan segera aku ganti dengan gerakan naik turun.

    Au . Ahh Ren ,,,,, , ya. Ren yang kayak gini makin nikmat Sayang..

    Puas. Puas. Aduhh enak sekali. Ahhhhhh, yam,,,yahhhhhhh terus Ren . Gerakan naik turun ku semakin cepat dan batang ku terasa semakin keras nafas ku semakin tidak teratur.

    Ma ahhhh, Ma.., ya.. Mama Sayangg , enak sekali Ma., Punya Mama kering , auuu Aduhhhh

    Ahhhhh, Mam. Rendy mau dapat Ma.

    Dapat lah Sayang . Dapatlah., semburkan semua Mama sudah puas sekali.

    Ayo . Ayo ManjaAkupercepat gerakan ku sehingga bunyi yang terdengar semakin berdecak, agak kutegakkan badan ku mengambil posisi siap untuk menembakkan cairan dari Batang ku. Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita 17 Tahun

    Rendy dapat Ma ., Keluar ahhhhhh Ma,,,,,,,.

    Re. Mama juga rasakan sayang., hou. Keras sekali sayang,,,,,,,, terus Nak, puaskan manja.

    Semburan mani ku banyak sekali dan berulang ulang, tidak tahu berapa kali, dan gerakkan ku makin pelan dan akhirnya tubuh ku lunglai menimpa tubuh kecil Mama Lina.Aku masih terkulai diatas Mama lina sementara batangku belum kucabut dan masih kurasakan denyutandenyut liang vagina Mama lina.

    Perlahan aku jatuh kesamping kanan Mama Lina yang sedang terbaring lunglai juga, aku masih memejamkan mata ku sambil menikmati permainan yang baru saja selesai. Mama Lina memiringkan badannya menghadapku dan tangan kirinya melingkari dada ku, dan menciumi pipi ku.

    Mama puas sekali Ren, Terima kasih Na,dia terus menciumi pipi ku dan aku melirik sambil tersenyum. Kulihat dia sedang menyibak selangkangannya dengan tissue yang ada di meja samping tempat tidur, dan setelah selesai Mama lina bangkit duduk mengelap batang ku.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Kenikmatan Dalam Perselingkuhan

    Kenikmatan Dalam Perselingkuhan


    1385 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Kenikmatan Dalam Perselingkuhan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Memang banyak sekali wanita yang belum sadar akan arti pentingnya sebuah orgasme, bahkan menurut penelitian hanya 30% wanita yang dapat meraih orgasme, banyak hal-hal yang mempengaruhi wanita dalam meraih orgasme, baik dari faktor si wanitanya ataupun dari faktor prianya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll.

    Termasuk Dewi salah satu staffku ini, selama menikah 2 tahun lalu, dia belum tahu apa itu orgasme, yang dia tahu hanya rasa enak saat penis suaminya memasuki kewanitaannya, Dan berakhir saat penis suaminya menyemprotkan cairan hangat kedalam kewanitaannya.

    Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar ceritanya, lalu aku korek lebih jauh tentang perasaan, foreplay, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dengan suaminya, Dengan malu-malu Dewi pun menceritakan dengan jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dengan apa yang namanya orgasme namun dia tak tahu harus bagaimana, yang jelas saat berhubungan dengan suaminya dia cukup foreplay, bahkan suaminya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama penis suaminya masuk sama sekali tidak ada rasa sakit, yang ada hanya enak saja namun tidak bertepi, rasanya menggantung tidak ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dengan keluarnya sperma suaminya ke dalam kewanitaannya. Fortunebet99

    “Kira-kira berapa lama penis suami kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.

    “Mungkin sekitar 10 menit” jawabnya pasti.

    “Gaya apa yang dipakai suami kamu?”

    “Macam-macam, Pak, malah sampai menungging segala”

    Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya yang polos.

    “Kira-kira berapa besar penis suami kamu?”

    “Berapa ya?, saya tidak tahu Pak!” jawabnya bingung.

    Akupun jadi bingung dengan jawabannya, tapi aku ada tidak kekurangan akal.

    “Waktu kamu genggam punya suami kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tidak?”

    Dewi diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.

    “Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”

    Aku tak dapat menahan senyumku.

    “Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”

    “Ya!” Dewipun tersenyum juga.

    Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara seksama tangannya yang sedang mengepal, yang berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.

    “Aku perkirakan penis suami kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Wi!”

    “Bagaimana dengan kekerasannya?” tanyaku lagi.

    “Keras sekali, Pak, seperti batu!”

    Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih orgasme, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tidak ada masalah dalam kehidupan seksnya, tapi kenapa Dewi tidak bisa meraih orgasmenya?

    “Kok diam Pak?”

    “Aku lagi mikir penyebabnya.”

    “Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tapi suami saya keburu keluar” terangnya.

    Aku diam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya, tapi tak lama Dewi sendiri membantahnya.

    “Tapi, tidak mungkin kali, Pak, sebab biarpun kadang lebih lama dari sepuluh menit, tapi tetap saya merasa hampir di ujung terus, tanpa pernah terselesaikan.”

    Aku sedikit mengerti maksudnya,

    “Maksud kamu, kalau 10 menit kamu maunya semenit lagi? Namun kalau 12 menit atau 15 menit pun kamu maunya tetap semenit lagi?” tanyaku.

    “Ya, betul, kenapa ya Pak?”

    Aku kini mulai mengerti posisi sebenarnya, kemungkinan besar ada titik dalam vaginanya yang belum tersentuh secara maksimal, Itu kesimpulan sementara, Namun aku belum sempat mengucapkan apa-apa, keburu jam istirahat kerja habis.

    “Ya udah Wi, nanti kita terusin via SMS, oke?”

    “Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.

    Di meja kerjaku, aku kembali memikirkan benar-benar masalah yang Dewi hadapi, sebenarnya ada niat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, karena setelah aku pikir-pikir Dewi punya kelebihan di Buah dada dan pantatnya yang besar juga kulitnya yang bersih dengan bulu-bulu halus.

    Namun Dewi akrab dengan istriku, dan aku sendiri kenal sudah lama dengannya dan suaminya, ini yang jadi masalah, Lama aku berfikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba menolongnya semampuku tanpa mengharapkan apapun darinya, Aku yakin aku bisa membantunya berbekal pada pengalamanku selama ini.

    Aku kirim SMS kepadanya, “Wi, Sepertinya masalah kamu agak kompleks, Kalau sempat, bisa tidak nanti pulang kerja kita cari tempat yg enak utk mengobrol?”

    5 menit aku tunggu belum ada jawaban juga, Aku jadi tegang sendiri, jangan-jangan dia marah, karena aku dianggap kurang ajar, Tapi untunglah tak lama HPku bergetar 2x pertanda SMS masuk, Aku langsung lihat pengirimnya Dewi, aku baca isinya.

    “Boleh, tapi jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya”

    Aku tersenyum membaca balasannya yang sedikit bergurau, lalu aku balas kembali,

    “Wi, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tidak enak saja kalau kita terlalu mencolok, karena kamu istri orang & aku suami orang juga”

    Singkat kata Pukul 5 sore kami janjian ketemu di sebuah rumah makan yang nyaman di daerah Jakarta timur, Suasana rumah makan yang agak temaram menambah rileks obrolan kami, Sambil makan kami melanjutkan obrolan kami yang tadi siang, Aku utarakan kesimpulan sementaraku bahwa ada kurang sentuhan di area vaginanya, aku sarankan agar nanti malam mencari titik tersebut dan jika sudah ketemu aku suruh Dewi meminta kepada suaminya untuk menekan lebih kuat saat hubungan intim, Dewi mengangguk mengerti.

    “Menurut Bapak, apakah body saya cukup bagus?”

    Tiba-tiba saja Dewi bertanya seperti itu. Aku kaget mendengarnya, berarti kemungkinan Dewi kurang percaya diri dengan tubuhnya, dan menurut yang aku tahu ini sangat berbahaya untuk meraih orgasme.

    “Wi, dalam sebuah hubungan intim, Jangan merasa body kamu jelek atau vagina kamu tidak wangi atau buah dada kamu jelek atau apa saja yang menurut kamu negatif, itu faktor yang sangat penting dalam meraih orgasme, Ingat Wi, kalau tubuh kamu tidak bagus kan tidak mungkin suami kamu mau mencumbu kamu, dan mau berhubungan dengan kamu!”

    “Justru kamu harus berfikir bahwa wajah dan tubuh kamu sangat bagus, buktinya suami kamu minta melulu, kan?”

    “Tapi, saya tidak nyaman dengan perut saya yang tidak ramping”

    “Wi, yang lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tidak terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.

    “Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yang kamu bilang tidak berujung, suruh suami kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”

    Aku jadi terkesan menyuruh, mungkin karena dikantor Dewi bawahanku, sehingga menjadi kebiasaan. Karena waktu sudah menunjukan jam 19.00 kami pun pulang ke rumah masing-masing, aku antar Dewi sampai tempat dia biasa menunggu angkot.

    Keesokan paginya, Aku baru saja ngopi dan HP baru aku aktifkan, Sudah ada pesan dari Dewi, bunyinya singkat, “Belum berhasil, Pak!”.
    Aku lihat dikirim jam 23.10 malam, berarti kemungkinan Dewi mengirimnya saat baru selesai berhubungan dengan suaminya.
    Sampai dikantor aku baru membalas SMSnya.

    “Memang kenapa?” Tak lama Dewi pun membalasnya.

    “Tidak tahu kenapa, apa nanti sore kita bisa ketemu lagi, Pak?, saya merasa nyaman mengobrol dengan Bapak.”

    Aku berfikir tentang arti pesannya, Apakah dia mengajakku selingkuh? Atau hanya perasaanku saja? Atau memang dia hanya ingin mengobrol saja? Sebagai lelaki jelas aku tidak mungkin menampiknya, Sorenya kami janjian di tempat yang kemaren, dan ungkapan Dewi yang jujur sangat mengagetkanku.

    “Pak, terus terang, keinginan saya untuk meriah orgasme jadi tambah kuat, tapi herannya malah saya inginnya dari Bapak, Entahlah saya yakin sekali saya bisa meraihnya bersama Bapak”

    Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya, belum selesai aku menenangkan pikiranku, Dewi kembali melanjutkan pembicaraannya.

    “Tapi bukan berarti saya ingin berhubungan dengan Bapak lho, saya hanya ingin tahu kenapa perasaan saya begini?”

    Aku hanya diam, namun aku mengambil kesimpulan dalam hati bahwa kemungkinan Dewi terkesan dengan aku karena aku atasannya, bisa saja dia tanpa sadar kagum dengan cara kerjaku, atau apalah yang berhubungan dengan pekerjaan, Karena kalau secara fisik tidak mungkin, jauh lebih ganteng dan atletis suaminya dari pada aku. Namun hal ini tidak aku ungkapkan kepadanya.

    Suasana hening diantara kami beberapa saat, tapi tiba-tiba saja tangan Dewi meraih tanganku,

    “Pak.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya

    Tatapan mata kami beradu, Aku melihat ada gairah disana, Aku balas meremas jarinya, Sentuhan halus kulitnya terasa menimbulkan percik-percik gairah di antara kami, Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya,

    “Wi, Bagaimana kalau kita diskusi langsung dengan praktek untuk meraih orgasme kamu?” suaraku terasa agak bergetar, mungkin agak canggung.

    “Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.

    Pucuk dicinta ulampun tiba, aku segera membayar makanan kami dan langsung menuju hotel, sepanjang jalan ke hotel, jari-jari kami saling bertaut mengantarkan kehangatan ke jiwa kami, Dan setelah sampai di kamar hotel yang asri, Kami lamgsung mulai.. Meskipun awalnya agak canggung, Namun akhirnya kami dapat menikmati semuanya,

    Masih dalam keadaan berpakaian, aku memeluk tubuh Dewi yang padat, bibir kami saling melumat lembut, kadang lidah kami saling kait dan saling dorong, sehingga gairah di dada kami semakin membuncah, Satu per satu pakaian kami bertebaran dilantai, seiring dengan nafsu kami yang semakin menggebu.

    Kini Seluruh organ tubuhku bekerja untuk memenuhi hasrat Dewi, aku rebahkan tubuh mulusnya di ranjang, sungguh pemandangan yang indah dan mendebarkan, dengan kulit tubuh yang putih bersih kontras dengan bulu-bulu halus dipermukaan kulitnya apalagi di kemaluannya yang begitu lebat menghitam.

    Aku langsung mengelus buah dadanya yang padat dengan lembut, sementara mulut dan lidahku menciumi dan menjilati centi demi centi tubuhnya tanpa terlewati,

    “Tubuh kamu bagus sekali, Wi!” Aku mencoba memberinya rasa percaya diri.

    Sementara Jilatanku sudah sampai pada vaginanya, aku sibakkan bulunya dengan lidahku, aku kemut lembut klitorisnya, kadang lidahku menusuk langsung vaginanya, Jari-jariku ikut membantu memberi kenikmatan dengan memilin-milin puting buah dadanya yang semakin mencuat.

    Sehingga membuat Dewi mengerang dalam nikmat, Sementara Dewi pun tidak tinggal diam, dia balas mengelus dadaku, kadang ujung dadaku di pilinnya, Tangan yang satunya lagi meremas-remas dan mengocok senjataku sehingga semakin meregang kaku dalam genggamannya, Yang aku yakin berdasarkan ceritanya pasti punyaku lebih besar dari pada punya suaminya, Gairah yang membuncah didadaku membuat aku lupa bahwa aku punya tugas untuk mengantarnya meraih orgasme.

    Tubuh kami berguling-guling dikasur saling memberikan rangsangan dan kenikmatan, hingga akhirnya Dewi sendiri yang tidak tahan dan mengambil inisiatif, dia langsung mengangkangi tubuhku, dan langsung memegang senjataku untuk dibimbing kedalam liang surganya, Perlahan, centi demi centi, senjataku memenuhi rongga vaginanya berbarengan dengan rasa nikmat dan hangat disenjataku.

    Cengkraman vaginanya yang begitu kuat terasa mengurut senjataku, Dewi terus menggoyangkan pantatnya yang bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama Dewi berteriak histeris dan menggigit pundakku, tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas orgasmenya, Aku berhasil mengantarnya meraih orgasme, Tubuhnya diam sejenak diatas tubuhku.

    “Terima kasih, Pak” ia mencium keningku.

    “Saya masih mau lagi” ucapnya serak.

    Sungguh diluar dugaan, mungkin karena baru kali ini dia meraih orgasme, Dewi begitu liar, hanya beberapa detik, tubuhnya mulai bergoyang diatas tubuhku, Dan anehnya lagi, Hampir disetiap gaya Dewi bisa meraih orgasmenya begitu cepat, Mungkin ada 6 kali dia sudah orgasme tapi dia belum puas juga, sementara aku sendiri bersusah payah menahan orgasmeku.

    Aku benar-benar ingin memuaskan dahaganya, Apalagi saat gaya doggy, sambil meremas buah pantatnya yang bulat, aku benar-benar tak kuat lagi menahan semprotan dalam spermaku, sentuhan buah pantatnya di pangkal senjataku menambah sensasi tersendiri.

    “Wi, aku mau keluar, di dalam atau di luar?” sambil aku mempercepat kocokanku.

    “Di dalam aja Pak, cepat sodok yang kuat!” erangnya.

    Akhirnya Seluruh tubuhku bagai tersetrum nikmat, aku melepas orgasmeku, menyemburkan cairan hangat ke dalam kemaluan Dewi yang telah basah berbarengan dengan kedutan-kedutan kecil hangat dari dalam liang vagina Dewi.

    Yah, kami orgasme berbarengan, Sungguh nikmat sekali.

    Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Dewi kelihatannya belum puas juga, aku sampai bingung sendiri, biasanya istriku sekali orgasme tidak bisa lagi orgasme, Namun memang pernah aku baca ada wanita yang seperti Dewi.

    Akhirnya waktu jualah yang harus memisahkan kami, kembali ke kehidupan nyata, Aku dengan istriku dan Dewi dengan suaminya, Namun sejak saat itu hubungan kami semakin hangat membara, Ada satu kelebihan Dewi yang tidak bisa aku lupakan, Vaginanya sangat mencengkram meskipun sudah puluhan kali kami berhubungan, Pernah aku Tanya katanya dia sering minum jamu, Dan Dewi sendiri pun jelas sangat membutuhkan orgasme dariku, Karena terakhir cerita dia belum bisa meraih dengan suaminya, entahlah sampai kapan..

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Agar Aku Tak Buka Mulut Ke Pacarnya

    Cerita Sex Agar Aku Tak Buka Mulut Ke Pacarnya


    1385 views

    Perawanku – Cerita Sex Agar Aku Tak Buka Mulut Ke Pacarnya, Aku adalah seorang mahasiswa senior di salah satu perguruan tinggi di bogor.. aku dan gank ku sengaja aktif di himpunan mahasiswa jurusan.. tapi maksud kami adalah.. seperti biasa, nyari barang bagus adik angkatan hehehe.. tapi sial, selama hampir tiga thn aku pun belum mendapatkanya.. namun ada yang aku suka dan selalu aku jadikan bahan onaniku setiap hari… namanya Anis.. namun sayang dia sudah duluan di embat salah satu teman gank ku yang bernama Rio.. walaupun mereka nggak pacaran karena alasan Anis nggak mau karena sudah punya pacar.. jadi Anis dan Rio cuma TTM saja.

    Anis ini adalah cewek tipeku banget.. kecil, manis, toket nggak terlalu besar, bokong nyembul padat.. mantap deh pokoknya.. Pernah suatu ketika dikampus aku berjejeran dan tak sengaja menyenggol toketnya..

    “Eh Nis.. sory” kataku

    Dan ternyata dia nggak marah dan cuma bilang,

    “Ih bikin kaget aja, iya deh nggak papa” katanya

    Karena temanku yang jadi gebetanya lagi sibuk ngurus skripsi, jadi mereka jarang bertemu.. kesempatan ini pun ku manfaatkan.. Makrab kampus tahun ini pun kujadikan waktu buat exe..

    Karena kami panitia, kami pun berangkat lebih awal.. aku tawari dia tuk boncengan denganku, dan ternyata dia pun mau.. selama diperjalanan beberapakali toketnya menyentuh punggungku.. ohh kenyal terasa.. malamnya ketika acara api unggun.. aku pun memisahkan diri dari acaranya.. akhirnya ke temukan sebuah tempat sepi di semak-semak yang jauh dari sekumpulan teman-teman kampus.. aku coba sms Anis dengan alasan ada yang ingin aku bicarakan.. dan tak lama kemudian dia pun menyusul.

    “Ada apa mas kok ngajak ketemuan? di tempat serem gini pula.” katanya
    “Sini deh” aku coba merangkulnya “selama ini aku naksir ma kamu tau nggak” kataku

    Dia pun menyahut

    “Iihh apa-apaan sihh.. Anis kan dah punya pacar mas”
    “Terus si Rio gimana dong? tanyaku
    “Ooo mas Rio selingan aja kaleee” katanya

    Aku pun mulai mengancam..

    “Hei, aku bisa kok kapan aja ngadu ke pacarmu tentang hubunganmu ma Rio” kataku..

    “Ihh jangan dong mas, entar bisa berabe” katanya

    Lalu masih dalam posisi merangkul pundaknya, jariku ke usap-usapkan di toketnya sambil berkata,

    Ya udah kalau begitu, pilih aku ngadu ke pacaramu atau ijinin aku ngerasain tubuhmu”

    Sambil sedikit meronta dia berkata..

    “Ihh mas apa-apaan sih Anis nggak mau ahh”

    Melihat responya aku pun mendekapnya sambil menutup mulutnya dengan jariku sembari ku ancam..

    “Kalau kamu nggak mau aku entotin, ku kasih tau ke pacarmu tentang hubunganmu dengan Rio.. aku punya copy an foto kalian di laptopku.

    Dia pun hanya berkata hmmm.. hmmm karena mulutnya ku bekap.. aku teringan kata Rio kalau Anis ini mudah terngsang, karena dulu Rio sempat bercerita kalau baru satu kali kissing sambil remas toketnya, Anis cuma diem sambil mendesah.. tapi sayangnya nggak mau ML kata Rio.. dengan cerita tersebut aku coba praktekan.. ditengah-tengah rontanya aku pun sedikit menggesek-gesekkan penisku ke pantatnya yang padat, sembari tanganku yang satunya menggesek-gesekkan meqinya yang masih tertutup celana jin ketat..

    Benar saja.. sekitar 5 menitan aku mencoba, perlahan-lahan rontaanya melemah.. malah terkadang tanpa dia sadari kudengar lirih rintihnya menahan nikmat..

    “Gimana? masih nggak mau?, mau kuadukan ke pacarmu?, aku juga bisa bikin kamu pingsan lalu ke telanjangi kamu, lalu kusebarkan ke seluruh kampus??? ancamku. Anis pun mEnjawab dengan gelengan kepala, karena mulutnya masih ku bekap.. dan perlahan kemudian ku lepaskan..

    “Baik mas, Anis mau, tapi plisss banget jangan bilang ke pacarku..”

    “Nah gitu dong” jawabku

    Segera ku singkapkan kaosnya ke atas dengan sedikit kasar.. terlihat remang-remang toketnya yang mungil.. segera kumainkan.. ku cium, kujilat dan ku hisap..

    “Emmmhhh.. mmhhh.. terdengar desahan Anis menahan nikmat bercampur takut..

    Setelah aku memainkan toketnya dan putingnya, akupun segera membalikkan tubuhnya sembari melepas kancing celananya dri belakang.. Anis pun hanya terdiam sambil sedikit membungkuk.. memudahkanku melorotkan celananya hingga sebatas lutut.. terlihat samar-samar CD nya berwarna putih dengan sedikit renda-renda dan berterawang tipis di berapa bagian… kuusap-usapkan jriku..

    “Ohh.. ohhh.. mas pelan-pelan..” katanya

    “Emang kamu masih perawan? tanyaku

    Dia pun menjawab

    “Anis udah nggak perawan mas.. Anis dah sering banget ngentot sama pacar Anis”

    Tanpa menunggu lama akupun segera melorotkan CD nya.. dan waow.. emang bener.. memek Anis sudah keliatan banget kalau sering di entot.. sudah lebar.. bibir meqinya pun sudah menghitam dan melebar kesamping.. tapi aahh tak apalah pikirku.. lalu kujilati meqinya.. terasa aroma amis bercampur hangat memenuhi lidahku..

    “Ohh.. ohh.. ohh Anis mendesah.. dengan segera aku berdiri dan berbisik padanya,

    “Nikmati aja Anis sayang.. keluarkan semua kata-katamu yang bikin kamu terangsang” lalu kembali aku menuju ke memeknya yang udah basah.. karena kujilati

    Kupelorotkan celanaku sampai sedengkul..

    “Sini basahi dulu penisku Nis..” pintaku..

    Anis pun segera menurut sembari jongkok… bless.. dimasukkan nya seluruh penisku ku mulutnya.. ohh nikmat sekali.. Anis memaju mundurkan multunya yang penuh dengan penisku, sembari memainkan lidahnya di dalam mulutnya…

    Tiba-tiba hp Anis berdering.. diangkatnya hp tersebut.. dan ternyata temanya yang menelpon.. khawatir dia ngadu, akupun segera merebut hp nya dan kumatikan

    Lalu kujambak rambutnya agar dia kembali berdiri.. lalu kubalikkan tubuhnya sambil kudorong punggungnya, sehingga kini posisinya membngkuk dengan tanganya berpegangan pada batang pohon didepanya..

    Tanpa ba bi bu,, zhleebbbb.. kumasukkan seleuruh penisku ke lubang meqinya.. ohh benar-benar nikmat.. hangat.. walaupun sudah nggak rapat lagi dan terasa longgar..

    “Auuhhh.. mass sakittt.. periiih” katanya

    Lalu ku ku kocokkan penisku dengan pelan.. ternyata benar kata Rio.. Anis mudah horny.. karena baru beberapa kocokkan saja dia sudah mendesah.. bahkan perlahan dia tidak menyadari kalau pantanya ikut menggoyang-nggoyangkan penisku.. malah dia sampai meracau tak karuan

    “Ohh nikmat mass.. tadi perih karena punya pacar Anis nggak sebesar ini.. ohh.. ohh.. teruss massss” pintanya

    Akupun juga penasaran dengan rasa lubang anusnya.. segera kuatrik keluar penisku dan mengarahkan ke lubang anusnya..

    “Ehh mas jangan mass.. Anis nggak mau kalau di situ.. di meqi aja mass.. tplisss mass.. jangan…” karena mukanya yang memelas aku pun mengurungkan nitku mengentot lubang anusnya..

    Hampir 15 menitan ku kukocok meqinya yang udah banjir.. dan ditengah rintihanya,, Anis berkata,

    “Mass.. sudah mass.. Anis sudah keluar 2 kali.. udah perih banget mass” ktanya..

    Waow benar-benar mudah terangsang ni anak pikirku.. diam-diam sudah ngecrot dua kali.. akupun segera menyelsaikan persetubuhan ini..

    “Ohh.. ohhh…” lenguhku ” Anis sayang.. mass mau kelur nihhh..”

    Mendengar perkataanku.. tiba-tiba Anis meronta seakan ingin melepas kocokkan penisku di meqinya sembari berkata..

    “Mass.. jangan di dalem.. nanti Anis hamill,, Anis nggak mau hamil mass..: akupun merespon
    “Cerewet kamu.. ya udah sini di mulutmu aja
    “Aaahh.. nggak mau Anis belum pernah mass.. Anis jijik” katanya.

    Tapi karena sudah mau keluar kucabut batang penisku dan memaksanya jongkok.. Anis pun menggeleng-gelenkan kepalanya sambil menutup mulutnya.. akupun tak kuasa menahan.. sedikit tamparan mendarat di pipinya yang membuat mulutnya terbuka.. langsung saja ke hujamkan di mulutnya.. creeettt.. creettt.. creetttt seleuruh pejuhku nyembur di dalam mulutnya.. beberapa tetes mengalir dri sela-sela mulutnya.. segera kucabut penisku.. dan benr saja.. Anis langsungmual dan muntah..

    Lalu kami pun menaikkan celana kami masing-masing dan berjalan menuju ke acara makrab lagi.. dan sejak kejadian itu, aku sering meminta jatah ke Anis.. entah itu di tempat kostku, bahkan aku sudah nggak than.. di kamar mandi kampus pun jadi.. dan ancaman yang sama…

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Wisuda Adik Ku Berakhir Nikmat Dan Bergairah

    Cerita Sex Wisuda Adik Ku Berakhir Nikmat Dan Bergairah


    1385 views

    Perawanku – Cerita Sex Wisuda Adik Ku Berakhir Nikmat Dan Bergairah, Usai wisuda aku masih harus mengantar adikku Feby, orang tua, istri dan kedua anakku ke restoran Sunda untuk merayakan hari bahagia si bungsu bawel itu. Ketika tiba di parkiran, Feby mengangsurkan ponselnya dengan berbisik. Barangkali takut dilihat oleh istriku.

    Bang, sini nih, Vina mau ngomong.. Awas jangan rayurayu ya.. ujarnya.

    Halo.. Vina ya.. Selamat ya Vin, sampai tadi lupa ngucapin selamat, hehe..

    Makasih Bang, makasih banget lo jemputannya.. Hmm.. Ntar kapankapan, Abang Vina undang datang ya.. Kubayangkan Vina dengan senyum manisnya. Dia mau ngundang aku dan keluarga atau aku sendiri ya, pikirku agak surprise. Ah, gue yakin dia ngundang aku sendiri nih! Gak papalah geer dikit.

    OK deh, sayang.. Uppss, baru kenal gue bilang apa tadi?

    Sayang nih.. Ntar ditimpuk sama bini loh Bang..

    Hehehe.. Nice to meet you Vin, salam sama keluarga ya.. kataku, yang ini agak keras agar Feby nggak curiga. Sedang istriku sibuk bermain dengan kedua anakku, jadi nggak perlu kuatir. Ah, sial lagi.. Aku tidak sempat mencatat nomor HPnya. Tapi toh nanti malam masih bisa lihat di ponsel Feby kok, pikirku mulai keluar isengnya. Dua minggu setelah acara wisuda tersebut tiba tiba aku menerima SMS.

    Bang, lagi di mana nih.. Ada acara nggak? Vina Hah? Gak salah nih, pikirku. Dengan pura pura menahan diri, 5 menit kemudian baru aku jawab dengan menelepon langsung. Tengsin dong SMS balik.

    Hai Vin, apa kabar? Aku lagi di Jakarta nih.. Lagi makan nih ama temanteman di.. kataku menyebut suatu tempat di Plaza Senayan.

    Nah, itu dia.. Vina juga lagi di Jakarta nih Bang, lagi boring..

    Lho.. Aku pikir jadi ke Amrik kataku sekenanya.

    Males Bang, Vina lagi di tempat sodara nih.. Abang kapan pulang Bandung?

    Lusa.. Kamu?

    Iya, boleh dong kita pulang bareng.. Vina naik kereta Bang Buset dah, benar kan kata gue, Vina tipe penggoda.

    Hmm.. Gimana ya.. kataku sok ragu, padahal udah pengen banget.

    Kita lihat nanti ya, Vin. Ntar sore Abang telepon kamu. Eh, Feby tahu nggak kamu ada di Jakarta?

    Nggak Bang, mau Vina kasih tahu sama Feby dan istri Abang?

    Haha.. Bukan gitu maksudku, ok deh ntar jam 5 sore Abang telepon kepastiannya ya.. kataku bersorak.

    Lihat Juga:  Cerita Dewasa : Seks Mbak ima (kisah nyata) pengalaman pribadi

    Memang kalau rejeki nggak bakal lari ke manamana. Cepatcepat aku bereskann tugasku di Jakarta. Sebetulnya sore ini juga sudah selesai tapi temanteman di Jakarta seperti biasa suka mengajak main bilyar dan karaoke. Jadi sorry friends, kali ini aku ada urusan penting, mesti cabut. Jam 5 sore aku telepon Vina. Aku bertanya dia sedang apa, kalau boring mengapa tidak jalanjalan bersama saudara atau temantemannya.

    Abang ada acara nggak ntar malam? Ajakin Vina nonton dong? Katanya dari seberang sana.

    Ok Vin, gue takut macet, gimana kalau kita ketemuan di 21?

    Pendek cerita, Vina dengan jeans ketat dan Tshirtnya aku temui di 21. Dia sudah beli tiket untuk berdua. Mentangmentang kaya, tiket saja dibelikan olehnya. Aku tidak ingat apa judulnya. Yang jelas begitu masuk gedung bioskop, aku gandeng tangan Vina seperti yang diinginkannya. Vina memulai sinyal dengan mengatakan sedang boring, ingin jalan dan sebagianya.

    Kubelai rambutnya dan seperti sudah kuduga, dia merebahkan bahunya sepanjang film berputar. Tak ada penolakan ketika jemariku menyusup ke balik Tshirt dan branya. Semua lancar. Ia melenguh ketika kupelintir putingnya dan kuelus perutnya. Ketika jemariku menyusup ke selasela pahanya, ia berbisik..

    Jangan di sini Bang..

    Itu sudah sesuai dengan harapanku dan harapannya. Aku juga sudah tegang sekali ketika keluar dari gedung bioskop. Di dalam mobil, seperti harimau kehausan kami berciuman dengan gairah. Aku suka suara lenguhnya, kepasrahannya ketika kusedot putingnya dan jariku menelusup ke celahcelah memeknya yang sudah basah sekali. Tubuh Vina bergetar. Aku ingin membuatnya menjadi wanita yang sesungguhnya ketika berhubungan intim.

    Vina, Abang pengen jilat memek kamu sayang..

    Hmm.. terus Bang, Vina udah nggak tahann..

    Bulubulu halus memeknya kusibak, kelentitnya yang sudah mengeras sungguh nikmat dikulum. Aromanya sungguh harum dan bentuknya tampak terawat. Tubuhnya sampai bergetar getar menahan nikmat. Tangannya aku arahkan meremas kontolku. Tetapi ternyata dia lebih suka blow job. Pada saat yang sama aku tidak menyianyiakan kesempatan meremas dadanya yang montok. Apa boleh buat, di mobil yang sempit ini harus terjadi pergumulan yang menggairahkan. Aku pastikan tidak ada manusia yang melihat kegaduhan nikmat ini. Jangan sampai kepergok Satpam karena bisa malu.

    Sedotan lidahnya sungguh membuatku melayang jauh. Tanganku tak henti meremas payudaranya yang indah dengan puting kecoklatan yang sudah mengeras. Pada saat lain aku pelintir dan sedot putingnya hingga membuatnya semakin basah. Karena di depan terlau sempit, aku mengajaknya pindah ke jok belakang. Vina dengan tak sabar melepas celana dalam hitamnya. Aku sungguh terangsang melihat wanita dengan CD hitam, sepertinya Vina tahu selera seksku, heheh..

    Lihat Juga:  Tante Diva Yang Montok Tak Dapat Kutahan

    Tampaknya Vina adalah tipe cewek blowjob mania karena ia terus saja mengoral batangku. Kupikir hobinya ini sejalan dengan hobiku mengoral memek cewek. Kuberi isyarat agar ia mengambil posisi 69 dengan aku di bawah. Vina mengangguk lemah. Aku suka melihat matanya yang sayu. Gila, memek si Vina memang OK, masih kelihatan garis vertikalnya dengan kelentit yang sungguh imut dan mengeras. Segera kuremas pantatnya dan kujilat perlahan paha dalamnya sebelum memasuki area memeknya. Vina melenguh hingga aku makin terangsang dengan suaranya yang sendu.

    Ouhh.. Please Johnn.. Kamu apain memekku say, enak bangett!

    Hmm.. hanya suara itu yang keluar dari mulutku sambil menyeruput cairan memeknya yang mulai banjir. Sementara jemari Vina yang halus masih menggenggam kontolku

    Say.. Vina nggak tahan.. Vina mau keluar sayang.. Terus terus.. Isep kacangku.. Ahh!

    Aku memang selalu ingin memuaskan cewekcewek yang making love denganku. Menurutku ini adalah salah satu rahasia cewekcewek selalu ketagihan ngentot denganku. Perlakukanlah wanita dengan gentle, jangan egois. Mereka adalah makhluk yang butuh perhatian dan belaian. Jangan bersikap bodoh meninggalkan mereka meraungraung karena tak terpuaskan. Ada saat tertentu kapan kita membuat mereka tak bisa berhenti. Vina akhirnya mencapai orgasme. Ia terduduk lemah namun tangannya masih menggenggam batangku yang masih ngaceng dan berdenyutdenyut.

    Makasih ya Bang, Abang sungguh lakilaki yang baik! Sekarang Vina pengen memuaskan Abang.. Nah lo, benar kan kataku, jika puas wanita sebetulnya tidak egois.

    Iya Vina cantik, kamu istirahat dulu.. Gak usah terburuburu, kita masih punya waktu sampai besok kan?

    Ih, Abang nakal.. katanya sambil meremas kontolku.

    Sekarang Vina pengen lagi Bang.. Pengen dimasukin sama kontol Abang..

    Tapi kamu kan masih perawan Say..?

    Lho kok Abang tahu sih?

    Kan Abang sudah periksa tadi, hehehe..

    Ihh.. Nakal deh.. Vina jadi malu.. katanya manja.

    Vin, Abang sayang kamu, tetapi untuk memerawani kamu Abang sungguh nggak tega..

    Tapi kan Vina yang mau.. Please Bang.. Vina rela

    Vin, kalau dengan oral saja kamu bisa orgasme, ngapain harus sampai berdarah?

    Lihat Juga:  Fransisca. wanita panlok yang merasakan kenikmatan diperkosa

    Yang benar benar tidak kuduga, Vina menangis. Wah, kacau deh.. Tapi aku tidak ingin bicara lagi. Perlahan kukecup bibirnya, kuhapus airmatanya dan benar pemirsa eh pembaca, gairahnya mulai naik kembali. Segera dikulumnya kontolku. Hmm.. Enak sekali. Dan aku kembali mengajaknya ke posisi VW (Vosisi Wenakk), favoritku mengerjai memek cewek dari belakang alias posisi 69. Aku berkonsentrasi agar kali ini spermaku dapat muncrat di mulutnya. Tipe cewek pehobi blowjob adalah penyelesaian akhir harus di mulutnya. Kusedot kelentit Vina dengan lembut tetapi kuat dan itu cukup membuatnya makin menguatkan sedotannya pada kontolku. Memek Vina memang beraroma perawan, cairannya sungguh kental dan aku senang menelannya. Kontolku berkedutkedut seakan mau muncrat, tetapi kutahan. Aku ingin kali ini aku dan Vina mencapai orgasme bersamaan.

    Ohh.. Johnn.. Fuck me please, pengen keluar say.. Ouhh.. teriaknya.

    Itu adalah pertanda bahwa kurang dari 1 menit lagi dia akan mengalami orgasme. Jadi sebetulnya orgasme bisa diukur alias terukur. Kupercepat sedotanku pada kedelai Vina yang memerah sambil tanganku berusaha meraih payudara dan putingnya. Kuremas untuk memberi extra kenikmatan padanya.

    Auhh.. Johnn.. Vina keluar.. Ahh.. Ahh.. lenguhnya panjang.

    Dan seperti yang kuperhitungkan akhirnya aku juga mengeluarkan pejuku dan muncrat ke wajahnya. Dapat kurasakan mulut Vina menyeruput kontolku dengan cepat. Aku sampai kehabisan katakata untuk melukiskan bagaimana perasaan nikmatku! Kupeluk Vina dan kubelai rambutnya, sambil say thanks! Aku tahu bahwa Vina bakal ketagihan. Aku sebenarnya ingin menceritakan lanjutan perjalanan yang menggairahkanku ke Bandung dengan Vina. Seluruh sensasi yang aku dan Vina dapatkan.

    Ternyata Vina juga menyukai ngentot sambil berdiri. Di beberapa lokasi kami terpaksa berhenti mencari tempat rimbun pepohonan. Vina segera menyender di batang pohon dan dengan nafas terengahengah melepaskan celananya. Posisi yang menggairahkan. Dengan berjongkok aku isep memeknya yang cepat basah itu. Kadang ia menungging dan aku sedot itilnya dari belakang. Aku juga mencapai orgasme dengan menggosokgosok memeknya dengan batangku. Percaya atau tidak bahwa Vina masih tetap perawan sampai akhirnya dia berangkat ke Wisconsin, USA untuk melanjutkan studi. Sekarang aku masih merindukannya. Ia masih sering merngirim SMS dengan untaian kata kata, jilat, jilat dan jilat say.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Ibuku Pun Senang Kusetubuhi

    Cerita Sex Ibuku Pun Senang Kusetubuhi


    1384 views

    Perawanku – Cerita Sex Ibuku Pun Senang Kusetubuhi, Namaku Guntury, aku akan menceritakan pengalaman seks-ku yang luar biasa yang pernah kurasakandan kualami, Sekarang aku kuliah di salah satu universitas terkenal di Bandung, dan tinggal di rumah di kawasan sejuk dan elite di kawasan Bandung utara dengan ibu, adik dan pembantuku.

    Sejak SMA aku dan adikku tinggal bersama nenekku di Bandung, sementara ibu dan ayahku tinggal di Surabaya karena memang ayah mempunyai perusahaan besar di wilayah Jawa Timur. Dan sejak nenek meninggal ibu kemudian tinggal lagi bersama kami, sedangkan ayah hanya pulang sebulan atau dua bulan sekali seperti biasanya sebelum nenekku meninggal. Sebenarnya kami diajak ibu dan ayahku untuk tinggal di Surabaya, namun adik dan aku tidak mau meninggalkan Bandung karena kami sangat suka tinggal di tempat kami lahir.

    Saat itu aku baru lulus SMA dan sedang menunggu pengumuman hasil UMPTN di Bandung, dan karena sehari-hari tidak ada kerjaan, ibu yang saat itu sudah tinggal bersama kami, memintaku untuk selalu menjemputnya dari tempat aerobik dan senam setiap malam. Ibuku memangpandai sekali merawat tubuhnya dengan senam/aerobik dan renang,sehingga walaupun usianya hampir 38 tahun, ibuku masih terlihat seperti wanita 27 tahunan dengan tubuh yang indah dengan kulit putih mulus dandada yang masih terlihat padat dan berisi. Walaupun di wajahnya sudah terlihat sedikit kerutan, tetapi akan hilang bila ibu berdandan, hingga kemudian terlihat seperti wanita 27 tahunan.

    Aku mulai memperhatikan ibuku, karena setiap kujemput dari tempat senamnya, ibuku tidak mengganti pakaian senamnya dulu setelah selesaidan langsung pulang bersamaku, dan baru mandi dan berganti pakaian setelah kami sampai di rumah. Karena setiap hari melihat ibuku dengan dandanan seksinya, otakku mulai membayangkan hal-hal aneh tentang tubuh ibuku. Bagaimana tidak, aku melihat ibuku yang selalu memakai pakaian senam ketat dengan payudara yang indah menonjol dan pantat yang masih padat berisi.

    Suatu hari, saat aku telat menjemput ibuku di tempat senamnya, aku tidak menemukan ibuku di tempat biasanya dia senam, dan setelah aku tanyakan kepada teman ibuku, dia bilang ibuku sedang di sauna, dan bilang agar aku menunggu di tempat sauna yang tidak jauh dari ruangan senam. Aku pun beegegas menuju ruangan sauna, karena aku tidak mau ibuku menunggu terlalu lama.

    Saat sampai di sana, wow.. aku melihatibuku baru keluar dari ruangan hanya dengan memakai handuk yang hanya menutupi sedikit tubuhnya dengan melilitkan handuk yang menutupi dada perut dan sedkit pahanya, sehingga paha ibu yang mulus dan seksi ituterlihat dengan jelas olehku. Aku hanya terdiam dan menelan ludah saatibuku menghampiriku dan bilang agar aku menunggu sebentar.

    Kemudian ibuku membalikkan tubuhnya, dan kemudian terlihatlah goyangan pinggul ibuku saat dia berjalan menuju ruangan ganti pakaian.Tanpa sadar kemaluanku mengeras saat kejadian tadi berlangsung. Akuberani bertaruh pasti semua laki-laki akan terpesona dan terangsang saat melihat ibuku dengan hanya memakai handuk yang dililitkan ditubuhnya.

    Di dalam perjalanan, aku hanya diam dan sesekali melirik ibuku yang duduk di sampingku, dan aku melihat dengan jelas goyangan payudara ibuku saat mobil bergetar bila sedang melalui jalan yang bergelombangatau polisi tidur. Ibuku berpakaian biasa dengan kaos oblong yang agakketat dan celana panjang ketat, dan setiap aku melirik ke paha ibu,terbayang lagi saat aku melihat paha ibuku yang putih mulus tadi ditempat sauna.
    “Guntur.. kok kamu diem aja, dan kenapa celana kamu sayang..?” tanyaibuku mengagetkan aku yang agak melamun membayangkan tubuh ibuku.
    “Enggak Mi.. enggak,” jawabku gugup.

    Kami pun sampai di rumah agak malam, karena aku telat menjemput ibuku. Sesampainya di rumah, ibu langsung masuk ke kamarnya dan sebelum dia masuk ke kamarnya, ibu mencium pipiku dan bilang selamat malam.Kemudian dia masuk ke kamarnya dan tidur.

    Malam itu aku tidak dapat tidur membayangkan tubuh ibuku, gilapikirku dalam hati, dia ibuku, tapi.. akh.. masa bodoh pikirku lagi.Aku mencoba onani untuk “menidurkan burung”-ku yang berontak mintamasuk ke sarangnya. Gila pikirku lagi. Mau mencari cewek malam sih bisa saja, tapi saat itu aku menginginkan ibuku.

    Perlahan-lahan aku keluar kamar dan berjalan menuju kamar ibuku dilantai bawah. Adik perempuanku dan pembantuku sudah tidur, karena saatitu jam satu malam. Otakku sudah mengatakan aku harus merasakan tubuh ibuku, nafsuku sudah puncak saat aku berdiri di depan pintu kamar ibuku. Kuputar kenop pintunya, aku melihat ibuku tidur telentang sangat menantang. Ibuku tidur hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendekyang longgar. Aku berjalan mendekati ibuku yang tidur nyenyak, aku diam sesaat di sebelah ranjangnya dan memperhatikan ibuku yang tidur dengan posisi menantang. Kemaluanku sudah sangat keras dan meronta ingin keluar dari celana pendek yang kupakai.

    Dengan gemetar aku naik ke ranjang ibu, dan mencoba membelai paha ibuku yang putih mulus dan sangat seksi. Dengan tangan bergetar aku membelai dan menelusuri paha ibuku, dan terus naik ke atas. Kemaluanku sudah sangat keras dan terasa sakit karena batang kemaluanku terjepit oleh celanaku. Aku kemudian membuka celanaku dan keluarlah “burung perkasa”-ku yang sudah sangat keras.

    Aku kemudian mencoba mencium leher dan bibir ibuku. Aku mencoba meremas payudara ibuku yang besar dan montok, aku rememas payudara ibu dengan perlahan. Takut kalau ia bangun, tapi karena nafsuku sudah puncak aku tidak mengontrol remasan tanganku ke payudara ibuku.
    Aku kemudian mengocok batang kemaluanku sambil meremas payudara ibu, dan karena remasanku yang terlalu bernafsu, ibu terbangun.
    “Guntur.. kamu.. apa yang kamu lakukan, aku ibumu sayang..” sahut ibuku dengan suara pelan.

    Aku kaget setengah mati, tapi anehnya batang kemaluanku masih keras tidak lemas. Aku takut dan malah makin nekat, terlanjur pikirku.Aku langsung mencium leher ibuku dengan bernafsu sambil terus meremas payudara ibuku. Dalam pikiranku hanya ada dua kemungkinan, menyetubuhi ibuku, kemudian aku kabur atau dia membunuhku.

    “Cukup Guntur.. hentikan sayang.. akh..” kata ibuku.
    Tapi yang membuatku aneh, ibu sama sekali tidak menolak dan berontak. Malah ibu membiarkan bibirnya kucium dengan bebas, dan malah mendesah saat kuhisap leher dan di belakang telinganya, dan aku merasa burungku yang dari tadi sudah keras seperti ada yang menekannya, danternyata itu adalah paha ibuku yang mulus.

    “Sayang kalau kamu mau.. bilang aja terus terang.. Mami mau kok..” kata ibuku di antara desahannya.
    Aku kaget setengah mati, berarti ibuku sangat suka aku perlakukan seperti ini. Aku kemudian melepaskan ciumanku di lehernya, dan kemudian berlutut di sebelah ibuku yang masih berbaring. Batang kemaluanku sudah sangat keras, dan ternyata ibu sangat suka dengan ukuran batang kemaluanku, ibu tersenyum bangga melihat batang kemaluanku yang sudah maksimal kerasnya. Ukuran batang kemaluanku 15 cm dengan diameter kira-kira 4 cm.

    Aku masih dengan gemas meremas payudara ibu yang montok dan masih terasa padat. Aku membuka kaos yang ibu pakai, dan kemudian sambil meremas payudara ibu aku berusaha membuka bra yang ibu pakai. Dan setelah bra yang ibuku kenakan terlepas, kulihat payudara ibu yang besar dan masih kencang untuk wanita seumurnya. Dengan ganas kuremas payudara ibu, sedangkan ibu hanya mendesah keenakan dan menjerit kecil saat kugigit kecil puting payudara ibu. Kuhisap puting payudara ibudengan kuat seperti ketika aku masih bayi. Aku menghisap payudara ibu sambil kuremas-remas hingga puting payudara ibu agak memerah karena kuhisap.

    Payudara ibuku masih sangat enak untuk diremas, karena ukurannya yang besar dan masih kencang dan padat.
    “Guntur kamu dulu juga ngisep susu ibu juga kaya gini..” kata ibukusambil dia merem-melek karena keenakan puting susunya kuhisap dan memainkannya dengan lidahku.

    Ibu menaikkan pinggulnya saat kutarik celana pendeknya. Aku melihat CD yang ibu kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium CD ibukutepat di atas kemaluan ibu dan meremasnya. Dengan cepat kutarik CD ibudan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandanga nyang sangat indah.

    Lubang kemaluan ibuku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalulebat, hingga garis lubang kemaluan ibuku terlihat. Kubuka paha ibu kulebar, aku tidak kuasa melihat pemandangan indah itu. Dan dengan naluri laki-laki kucium dan kuhisap lubang dimana aku lahir 18 tahun lalu.Kujilat klitoris ibuku yang membuat ibuku bergetar dan mendesah dengankuat. Lidahku bermain di lubang senggama ibuku, dan ibuku malah menekankepalaku dengan tangannya agar aku makin tenggelam di dalam selangkangannya.

    Cairan lubang kemaluan ibu kuhisap dan kujilat yang membuat ibu kumakin tak tahan dengan perlakuanku, dia mengelinjang hebat, bergetardan kemudian mengejang sambil menengadah dan berteriak. Aku merasakanada cairan kental yang keluar dari dalam lubang kemaluan ibu, dan aku tahu ibu baru orgasme. Kuhisap semua cairan lubang kemaluan ibukuhingga kering. Ibu terlihat sangat lelah.

    Aku kemudian bangun dan dengan suara pelan karena kelelahan ibu bilang, “Sayang sini Mami isep kontolmu,”
    Dan tanpa di komando dua kali, aku kemudian duduk di sebalah wajahibuku, dan kemudian dengan perlahan mulut ibuku mendekat ke burungkuyang sudah sangat keras. Ibuku membelai batang kemaluanku, tapi diatidak memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya. Padahal jarak antara mulut ibuku dengan batang kemaluanku hanya tinggal beberapa centi saja.

    Aku sudah tidak tahan lagi, dan kemudian kudorong kepala ibuku dandengan leluasa batang kemaluanku masuk ke mulut ibu. Dengan cepat danliar ibuku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudahtidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidakdapat kulukiskan dengan kata-kata. Dan akhirnya aku sudah tidak tahanlagi dan, “Cret.. cret.. crett..” maniku kusemprotkan di dalam mulut ibuku.
    Ibu kemudian memuntah kannya dan hanya yang sedikiti dia telan, dan masih dengan liar ibuku membersihkan batang kemaluanku dari sisa-sisa air maniku yang menetes di batang kejantananku. Ibuku tersenyum dankemudian kembali berbaring sambil membuka pahanya lebar-lebar. Ibukutersenyum saat melihat batang kemaluanku yang masih dengan gagahnya berdiri, dan seperti sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam sarangnyayang hangat.

    Aku kemudian mengambil posisi di antara kedua paha ibuku, batang kemaluanku terasa berdenyut saat ibu dengan lembut membelai dan meremas batang kemaluanku yang sudah sangat keras. Dengan tangan yang bergetar,kuusap permukaan lubang kemaluan ibuku yang dipenuhi bulu-bulu halus dan sisa cairan lubang kemaluan yang kuhisap tadi masih membasahi bibir lubang kemaluan ibuku yang terlihat sangat hangat dan menantang.
    “Ayo dong Sayang, kamu kan tahu dimana tempatnya..” kata ibuku pasrah.

    Kemudian tangannya menuntun batang kemaluanku untuk masuk ke dalam lubang kemaluannya. Tanganku bergetar dan batang kemaluanku terasamakin berdenyut saat kepala batang kemaluanku menyentuh bibir lubangkemaluan ibu yang sudah basah. Dengan perasaan yang campur aduk,kudorong pinggulku ke depan dan masuklah batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan ibu yang sudah agak membuka, dan tenggelam sudah batangkemaluanku ke dalam liang senggama milik ibuku.

    Aku merasakan sensasi yang sangat dasyat saat dinding lubang kemaluan ibu seperti memijat batang kemaluanku. Gila.., meski aku pernah ML dengan anak ABG, lubang kemaluan ibuku terasa sangat nikmatdan luar biasa di banding dengan yang lainnya. Aku menggoyang pinggulkunaik-turun diimbangi dengan goyangan pinggul ibuku yang sangat dasyatdan liar. Kami kemudian berganti posisi dengan ibu berada di ataskuhingga ia dapat menduduki batang kemaluanku, dan terasa sekali kenikmatan yang ibu berikan kepadaku. Goyangan yang cepat dan liar dangerakan tubuh yang naik turun membuat tubuhku hanyut ke dalamkenikmatan seks yang kurasakan sangat dasyat.

    Tibalah saat ibuku orgasme, goyangannya makin cepat dan desahannyasemakin tidak karuan, aku dengan nikmat merasakannya sambil kuhisap danmeremas pauyudara ibu yang bergoyang seirama dengan naik-turunnya tubuhibuku menghabisi aku. Ibu mengerang dan mengejang saat kurasakan adacairan hangat yang membasahi batang kejantananku yang masih tertanam didalam lubang kemaluan ibuku.

    Beberapa saat setelah ibu terkulai lemas aku merasakan bahwa aku akan mencapai puncak. Dan dengan goyangan dan tusukan yang menghujam lubang kemaluanibuku, “Cret.. crett.. cret..” air maniku menghambur di dalam lubangkemaluan ibuku. Aku merasakan nikmat yang tidak dapat kukatakan.

    Saat aku masih menikmati sisa-sisa kemikmatan itu, ibu mencium bibirku dan berkata, “Sayang.. Mami lupa kalo Mami enggak pakekontrasepsi. Tadi Mami mau bilang kalo kamu orgasme biar di mulut Mami aja.. tapi Mami kagok..” Aku hanya terdiam dan malah mencium bibir ibuku yang masih menindih tubuhku dengan mesra. Kemudian ibuku berbaring di sampingku,aku memeluk dia dan kami berciuman dengan mesra seperti sepasangkekasih. Kami pun tertidur karena pertempuran yang sangat melelahkan itu.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Gadis PKL Bernama Susy Bergairah

    Cerita Sex Gadis PKL Bernama Susy Bergairah


    1383 views

    Perawanku – Cerita Seks ini adalah benar-benar kisah nyata yang sampai sekarang tidak pernah saya lupakan. Peristiwa ini terjadi sekitar bulan September dan yang merupakan pengalaman pertama saat keperjakaan saya hilang.

    Pembaca Cerita Dewasa Sebelumnya, saya perkenalkan diri, waktu itu saya ber usia 27 tahun, masih single lah, bukannya tidak laku lho tetapi memang saya masih ingin bebas. Kata orang, wajah saya cukup ganteng dengan badan atletis. Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya.

    Bekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi surat-surat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik surat-surat, karena memang saya cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor.

    Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid.

    Pagi itu sekitar pukul 09:00 saya sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tiba-tiba saya didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.
    “Selamat pagi, Pak!” sapa mereka dengan kompak dan ramah.
    “Pagi.., ada yang bisa saya bantu?” jawab saya dengan ramahnya.
    “Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?”
    “Oooh.. kalian dari sekolah mana?” tanya saya.
    “Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah.”, kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada saya.
    Lalu saya baca, di sana tertulis nama-nama mereka, setelah selesai saya menatap mereka satu persatu.
    “Coba, saya ingin tahu nama-nama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki?” tanya saya sok pintar.
    “Nama saya Devi Pak, yang ini Desy dan yang itu Susy Pak..”, mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer.

    Si Devi memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya. Si Desy agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari teman-temannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulu-bulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imut-imut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B.

    Wah.. pikiran saya jadi kotor nih (maklum walaupun saya tidak pernah berhubungan badan, tetapi saya sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih.

    “Begini ya adik-adik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan saya tanyakan pada atasan saya dulu..”, kata saya,
    “Nanti, seminggu lagi, tolong adik-adik kesini untuk menunggu jawaban.” lanjut saya sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya mereka pulang.

    Saya menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan saya menyetujui dan saya lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti.
    “Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka.” kata atasan saya.
    “Tapi jangan diarahin yang ngga-ngga lho..” Saya agak bingung dibilang seperti itu.  Agen Obat Kuat Pasutri
    “Maksud Bapak?”
    “Iya, tadi saya sempat lihat, mereka cantik-cantik dan saya perhatikan mata kamu ngga lepas-lepas tuh.”
    “Ah, Bapak bisa aja, saya ngga ada maksud apa-apa, kecuali dia mau diapa-apain.” kata saya sambil bercanda dan tertawa.
    “Dasar kamu..”, jawab atasan saya sambil ketawa.
    Memang, walaupun dia atasan saya tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan saya juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua.

    Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu saya jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Devi dan Desy saya tugaskan di bidang lain, sedangkan Susy, saya suruh membantu pekerjaan di ruangan saya. Kebetulan ruangan saya tersendiri.

    Memang sudah saya rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Susy yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu saya mengantar Devi dan Desy ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Susy saya suruh menunggu di ruangan saya. Setelah itu saya kembali ke ruangan.

    “Apa yang harus saya kerjakan, Pak?” tanya Susy ketika saya sudah kembali.
    “Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu saya mengetik beberapa nota.” sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.

    Cerita Sex Gadis PKL Bernama Susy Bergairah

    Cerita Sex Gadis PKL Bernama Susy Bergairah

    “Dan tolong jangan panggil saya Bapak, saya belum Bapak-bapak lho, panggil saja Mas Bimo.” kata saya sambil bercanda.
    “Baik Mas Bimo, tetapi tolong ajarkan saya mengetik, karena saya belum mahir menggunakan komputer.”

    Saya mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah Susy tanpa sepengetahuannya. Saya berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit.

    Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan saya berdiri tegak. Pikiran kotor saya keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini.

    Di hari pertama ini, saya hanya bisa bertanya-tanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Susy adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Terkadang saya suka mengarahkan ke cerita yang porno-porno dan dia cuma tersipu malu.

    Selama itu, saya juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Susy. Saya merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan saya akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga saya bebas berdua dengannya.

    Pada hari ketiga, pagi-pagi Susy sudah datang dan kebetulan atasan saya sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan.

    Inilah kesempatan saya untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor saya, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus.

    “Gini aja Sus, kebetulan hari ini kayaknya kita lagi ngga ada kerjaan.. gimana kalau kita lihat berita-berita di internet?” kata saya mulai memancing.
    “Kebetulan tuh Mas Bimo, tolong dong sekalian ajarin tentang internet!” pintanya, Nah kebetulan nih,
    “Beres.. yuk kita masuk ke ruangan atasan saya, karena internetnya ada di ruangan bos saya.”
    “Ngga enak mas, nanti ketahuan Bapak.”
    “Kan Bapak lagi dinas ke luar kota, lagian ngga ada yang berani masuk kok selain saya.” jawabku sambil sebentar-sebentar melihat celana dalamnya yang terselip di antara pahanya.
    Benda pusaka saya sudah tegang sekali, dan sepertinya Susy sempat melihat ke arah celana saya yang sudah berubah bentuk, tetapi cepat-cepat dialihkannya.

    Lalu kami berdua masuk ke ruangan atasan saya sambil menutup, lalu menguncinya.
    “Mas.. kenapa dikunci?” tanya Susy merasa tidak enak. “Sengaja.. biar orang-orang menyangka kita tidak ada di dalam. Lagian kan nanti ganggu kita aja.”
    “Ih, Mas pikirannya kotor, awas ya kalau macam-macam sama Susy!” katanya mengancam tetapi dengan nada bercanda.
    Lalu kami berdua tertawa, sepertinya dia tidak curiga kalau saya ingin macam-macam dengannya. Susy saya suruh duduk di kursi dan saya duduk di sebelahnya, di atas sandaran kursi yang diduduki oleh Suzy. Seperti hari-hari sebelumnya, saya dapat melihat dengan bebas paha dan payudara Susy tanpa sepengetahuannya.

    Agar Susy tidak curiga, saya mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita.
    “Sus.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanya saya mulai memasang strategi.
    “Tahu sih dari teman-teman, tetapi saya ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet.. tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” katanya malu-malu.
    “Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kata saya bercanda sambil memegang pundaknya dan dia diam saja sambil tertawa malu-malu.
    “Kalau saya lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pinta saya.
    “Mau sih, tetapi jangan dibilangin ke teman-teman Susy ya mas..! Kan malu.”
    “Percaya deh, saya ngga bakalan nyeritain ke teman-teman kamu.”

    Saya mulai membuka cerita porno di www.bokepdoku.com
    Susy mulai membacanya dengan penuh perhatian.

    Lama-lama, saya pun melihat wajah Susy agak berubah dan sedikit gemetar serta agak menegang pertanda dia mulai terangsang, saya dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja saya lakukan dengan perlahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan saya ingin mengambil kesempatan.

    Nampaknya mulai berhasil karena dia diam saja. Sedangkan kemaluan saya yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Susy membaca beberapa cerita lalu saya bukakan gambar-gambar porno.
    “Iiih.. gambarnya fulgar banget Mas..”.
    “Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kata saya mulai memancing.
    “Kalau kamu mau, saya punya film-nya.” lanjut saya.
    “Ngga ah, saya takut ketahuan orang.”, sepertinya dia masih takut kalau ada orang lain masuk.
    “Percaya deh sama saya, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.”
    “Nah kan Mas Bimo mulai nakal..”, katanya dengan nada menggoda dan membuat pikiran saya semakin jorok saja dan kamipun berdua tertawa.
    Saya kemudian membuka VCD porno yang memang sengaja sudah saya siapkan di dalam CD Room komputer

    Saya mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita di masuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Susy kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduknya mulai sudah tidak tenang.
    “Kamu pernah lihat film ginian ngga Sus..” tanyaku padanya
    “Belum pernah Mas, cuma gambar-gambar di majalah saja” jawabnya dengan suara agak gemetar. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut.
    “Kalau gitu saya matiin saja, ya Sus? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya.
    “Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian buat pelajaran, tetapi Susy jangan dimacem-macemin, ya Mas?” dia khawatir
    “Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal dalam hati, si otong sudah tidak tahan.

    Secara perlahan-lahan tangan saya mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan. Yang anehnya, dia diam saja ketika saya merapatkan duduknya dan saya pegang tangannya yang berbulu halus dan saya taruh di atas pahasaya. Matanya tetap tertuju pada adegan film dan suaranya memang sengaja saya buat agak keras terdengar agar lebih nafsu menontonnya.

    Terdengar suara rintihan dan erangan dari di wanita, ketika kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. Kini Susy semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

    Tangan Susy tetap berada di atas paha saya, lalu tangan kiri saya mulai beraksi membelai rambutnya, terus ke arah lehernya yang jenjang. Susy kelihatan menggelinjang ketika lehernya saya raba.
    “Acchh.. Mas bimo, jangan, Susy merinding nih..” katanya dengan nada mendesah membuat saya semakin bernafsu.
    Saya tetap tidak peduli karena dia juga tidak menepis tangan saya, malah agak meremas paha saya.

    Tangan kiri saya juga tidak diam, saya remas-remas tangan kanan Susy dan sengaja saya taruh tepat di atas kemaluan saya.
    “Sus, kamu cantik deh, kayak bintang film itu” kata saya mulai merayu.
    “Masa sih Mas?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan saya. Dasar anak masih 17 tahun.
    “Bener tuh, masa saya bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.”
    “Ih.. Mas bimo bisa aja” katanya malu-malu.

    Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan susy semakin keras memegang paha dan tangan saya.
    “Kamu terangsang ngga Sus?” tanyaku memancing.

    Dia menoleh ke arah saya lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya.
    “Kalau Mas, terangsang ngga?” dia balik bertanya.
    “Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik ” rayu saya, dan dia hanya tertawa kecil.
    “Saya juga kayaknya terangsang Mas,” katanya tanpa malu-malu.
    Melihat situasi ini, tangan saya mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan saya arahkan tangan kanan saya ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, saya jatuhkan ke atas pahanya dan saya raba pahanya dengan penuh perasaan. Susy semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit.
    “Aaahh, jangan Mas, Susy takut, Susy belum pernah beginian, nanti ada orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan saya yang ada di atas pahanya yang sedang saya raba, sedangkan tangan kirinya memegang sandaran kursi.

    Terasa sekali bahwa Susy juga terangsang akibat saya perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas

    Saya yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Susy. Karena saya tahu bahwa dia sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kanan saya makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya.
    “Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Susy semakin mendesah.

    Cerita Dewasa : Badan Susy makin menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada saya. Tangan kiri saya pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis.

    Turun ke leher terus turun ke bawah dan membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan saya bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, saya remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan.
    “Ooohh.. Maas Bimoo.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” saya semakin bernafsu mendengar suara rintihannya menahan birahi yang bergejolak.
    Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika saya semakin meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kanan saya yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang ketika saya pegang ternyata sudah basah.
    “Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..”

    Kepala Susy mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, saya cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Susy.

    Lidah kami saling mengulum dan saya arahkan lidah saya pada langit-langit bibirnya. Semakin tidak menentu saja getaran badan Susy. Sambil berciuman saya pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan saya suruh dia untuk meraba batang kejantanan saya yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.
    “Mmmhh.. mmhh..” saya tidak tahu apa yang akan dia ucapkan karena mulutnya terus saya kulum dan hisap. Segera saya lepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tangan saya membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Saya raba dan saya remas seluruh payudaranya.

    Hal ini membuat susy semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Susy menarik diri dari ciuman saya.
    “Mas.. jangan diterusin, Susy ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya dia sadar akan perbuatannya.

    Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan saya was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal saya sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya.

    Tetapi birahi saya yang tinggi telah melupakan segalanya, saya mencari akal agar Susy mau melampiaskan birahi yang sudah sampai ke ubun-ubun.
    “Jangan takut Sus, kita kan ngga akan berbuat jauh, saya cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.”
    “Tapi bukan seperti ini caranya.”
    “Bukannya kamu juga menikmati Sus?”
    “Iya, tetapi Susy takut kalau sampai keterusan, Mas!”
    “Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.” Susy terdiam dan memandangi wajah saya, lalu saya membelai rambutnya. Saya tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia percaya akan kata-kata saya. Film telah habis dan saya mematikan komputer. Saya berdiri dan secara tiba-tiba, saya mengangkat tubuh Susy.
    “Maass, Susy mau dibawa kemana?” dia berpegangan pada pundak saya.
    Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok.
    “Kita duduk di sofa saja.” Saya angkat Susy dan saya pangku dia di sofa yang ada di dalam ruangan bos.
    “Sus kamu cantik sekali..” rayu saya dan dia hanya tersenyum malu.
    “Boleh saya mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya.
    “Tapi janji ya Mas bimo ngga akan berbuat seperti di film tadi?”
    “Iya saya janji” Susy terdiam lalu matanya terpejam.
    Dengan spontan saya dekati wajahnya lalu saya cium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu saya cium bibirnya,ternyata dia membalas. Saya masukkan lidah saya ke dalam rongga mulutnya.

    Birahinya mulai bangkit lagi. Susy membalas ciuman saya dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah saya. Tangannya meremas-remas kepala dan pundak saya. Ciuman berlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tangan saya tidak berbuat lebih jauh agar Susy percaya dulu bahwa saya tidak akan berbuat jauh.

    Setelah saya yakin Susy sudah lupa, tangan saya mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya.
    “Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya. Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan saya sentuh putingnya yang sudah mengeras.
    “Aaahh.. aahh.. mmhh..” saya semakin meningkatkan kreatifitas saya.
    Putingnya saya pilin-pilin. Badan Susy menggelinjang keenakan, bibir saya turun ke bawah, saya jilati lehernya yang jenjang.
    “Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Susy terus mengeluh keenakan membuat libido saya makin meningkat.
    Kemaluan saya terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Susy. Lalu saya rebahkan dia di sofa sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu saya jilati payudaranya sebelah kanan.
    “Maass Bimoo..” Susy berteriak keenakan.
    Saya jilati putingnya dan saya hisap dengan keras.
    “Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.”
    Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri saya hisap. Seperti bayi yang kehausan, saya menyedotputingnya semakin keras. Susy makin menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri saya lalu mulai meraba pahanya, saya buka pahanya, terus tangan saya meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari saya menyentuh kemaluannya di atas celana dalam yang sudah basah. Awalnya dia bilang
    “Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan,
    “Oouughh Maass terruuss..” Saya masukkan jari tangan saya ke mulut Susy, lalu dihisapnya jari saya dengan penuh nafsu.
    “Mmmhh..” mulut saya terus tiada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

    Tangan saya terus menekan-nekan kemaluan Susy. Sambil saya hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri,saya masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya.
    “Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Susy terus mendesah-desah.
    Tangannya meremas-remas sofa. Setelah puas meremas-remas payudaranya, saya pegang dan saya tuntun tangannya untuk memegang kemaluan saya yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Susy diam saja di atas celana saya, lalu tangannya saya dekap di kemaluan saya. Lama-kelamaan Susy mulai meremas-remas sendiri kemaluan saya.

    “Oohh Sus.. enak Sus.. terus Sus..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali. Jari tangan kiri saya pun terus meraba kemaluannya, terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tangan saya tepat berada di atas vaginanya yang sudah sangat basah, saya tekan tangan saya dan jari telunjuk saya masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya.

    Tubuh Susy semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.
    “Maass, jangan Maas.. Susy ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh”
    Saya tahu Susy akan mendekati klimak sebab tangannya mencengkeram erat kemaluan saya.
    “Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda dia telah mencapai klimak.
    Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Saya kecup bibirnya dengan lembut, lalu matanya perlahan terbuka.
    “Mas.. Susy sayang kamu.”
    “Saya juga sayang kamu Sus”
    Saya kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. Saya lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas saya hisap.
    “Ihh.. Mas nakal, tete Susy dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi.
    “Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat.
    “Mas, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba.
    Rupanya dia benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua.
    “Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku.
    “Iya, Susy pengen lihat, kayak apa sih?”
    Tanpa pikir panjang, langsung saja saya buka celana panjang dan CD saya. Langsung saja kejantanan saya keluar dengan tegaknya. Ukuran punya saya lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Susy langsung terbelalak matanya melihat senjata saya yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.
    “Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..”
    Saya raih tangan Susy dan saya suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Susy agak gugup dan gemetar karena baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.
    “Aah.. Sus enak banget, terus Sus.. ahh..”
    Lama kelamaan Susy terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Saya remas-remas payudaranya.
    “Mas, ahh.. Susy masih lemas.. ahh..”
    “Sus, cium dong punyaku” pinta saya.
    Langsung saja dia menciumi batang kejantanan saya, mungkin dia belajar dari film tadi.
    “Terus Sus, emut Sus biar keluar aahh.. kamu pintar Sus.. emut Sus..” pinta saya lagi.
    “Ngga mau, Susy ngeri, lagian ngga cukup di mulut Susy”
    Posisi Susy duduk di sofa, sedangkan saya berdiri menghadap Susy. Saya remas buah dada Susy,
    “Ahh Maass..”
    Ketika dia membuka mulutnya, langsung saja saya masukkan batang kemaluan saya ke mulutnya dan saya keluar masukkan batang kejantanan saya.
    “Mmmhh.. mmhh..” Susy sepertinya kaget, tetapi saya tidak peduli, justru Susy yang sekarang menyedot batang kejantanan saya.
    “Aaahh.. Sus kamu pintar sus.. terus ah.. enaak..”
    Saya yang juga baru pertama kali berbuat seperti itu, sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga saya coba tahan. Susy rupanya sudah lupa diri, dia semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan saya, sedangkan kedua tangannya memegang pantat saya.

    Cepat sekali dia belajar. Saya membungkuk dan kedua tangan meremas paha Susy, lalu saya buka kedua belah pahanya, Susy mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera saya buka resleting roknya dan saya angkat roknya sehingga nampak CD yang berwarna putih. Tangan kanan saya segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah.
    “Mmhh.. mmhh..” Susy menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak kesusahan. Saya buka baju seragam dan BH-nya, dia melepas kulumannya dan saya rebahkan tubuhnya di sofa panjang. Saya tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa, lalu saya membuka baju sehingga saya telanjang bulat alias bugil. Mata Susy terpejam, segera saya lumat bibirnya dan dia pun membalas.

    Tangannya kirinya tetap memegang batang kejantanan saya dan tangan kanannya meremas-remas pundak saya. Sedangkan tangan kanan saya membelai-belai rambutnya dan tangan kiri tetap meraba CD Susy yang sudah sangat basah. Saya masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jari saya bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir.
    “Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan saya langsung mengisap dan meremas-remas tetenya.
    “Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya.
    Tangan Susy meremas-remas burung saya yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Susy.

    Segera saya buka celana dalamnya. Dan mulut saya mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan saya ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Susy meremas-remas rambut saya. Saya buka belahan vaginanya dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera saya jilat dan hisap kelentitnya.
    “Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Susy mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu juga dengan saya. Saya sedot liang vaginanya yang masih perawan dan berwarna merah.
    “Oouhh.. Mass, Susy ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras.
    “Aaahh..” Susy mencapai klimak yang kedua kalinya.
    Saya hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya.

    Kemudian tubuhnya kembali lemas, matanya terpejam. Segera saya buka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan saya tepat di liang vaginanya. Susy merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas.
    “Mas.. jangan maass, Susy masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap terbuka lebar.
    “Katanya Susy pengen ngelihat punya Mas keluar cairan.”
    “Iya, tetapi Susy ngga pernah beginian, Susy ngeri dan takut sakit..”
    “Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.”
    Segera saya basahi batang kemaluan saya dengan ludah, setelah itu saya arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan saya tekan masuk, sempit sekali rasanya.
    “Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menahan sakit
    “Pelan-pelan Mas, sakit!” segera berhenti aksi saya mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, saya tekan sekali lagi.
    “Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat.
    “Tenang Sus, jangan tegang, nanti juga enak.”
    Kemudian saya lumat bibir Susy, dan dia pun membalas, segera saya tekan lagi sekuat tenaga. Saya mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, saya coba lagi.
    “Achh.. Mass Bimo, sakit!”
    Saya tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras saya tekan kemaluan saya dan, “Bless..” torpedo besar saya masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya.

    kepala Susy mendongak ke atas menahan sakit, Saya diamkan beberapa saat, lalu saya tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan saya ke sarang Susy.
    “Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” saya berhenti sebentar, lalu saya coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, semakin bertambah nafsu saya. Lalu saya tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan saya. Saya keluarkan pelan-pelan dan saya masukkan lagi dan seterusnya.
    “Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..”
    Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, saya percepat goyangan. Tangan saya meremas-meremas payudaranya.
    “Ohh Sus.. kamu cantiik Sus..”
    “Mass, teruss Mass, akhh.. Susy ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantat saya yang naik turun. Saya merasakan nikmat yang tiada tara. Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vital saya, rupanya saya akan segera klimaks.
    “Maass.. oougghh Mass, Susy ngga tahaan.. oughh Mas Bimoo.. aahh!” Susy berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air mani saya menyembur dengan deras ke dalam vagina Susy.
    “Ooughh Sus saya keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma saya mengalir dengan kencang, tubuh saya bergetar dan berguncang hebat.
    Tangan Susy mencengkeram erat pundak saya dan saya mendekap erat tubuh Susy yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan saya. Terasa hangat batang kemaluan saya. Banyak sekali cairan yang keluar.

    Mata Susy terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantanan saya tetap di dalam kemaluannya.

    Saya ciumi bibir dan seluruh wajahnya. Setelah itu saya lepas tubuhnya dan dari lihat batang saya dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, nampak Susy menitikkan air mata.
    “Mas.. kenapa kita melakukan ini, Susy sudah tidak perawan lagi..” dia terus mengeluarkan air mata. Saya terdiam, dalam hati menyesal, mengapa saya sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan milik saya. Saya seka air matanya sambil mencoba menenangkannya.
    “Maafkan saya Sus, saya lupa diri, saya akan mempertanggung-jawabkan perbuatan saya Sus.”
    “Mas, peluk Susy Mas..” segera saya peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk saya dengan eratnya. Tubuh kami masih bugil,
    “Susy sayang Mas bimo”
    “Saya juga sayang kamu” jawab saya.
    Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya tetap mengalir, saya seka air matanya. Setelah puas saling berpelukan, kami segera memakai pakaian. Bercak darah Susy mengenai sofa atasan saya. Saya ambil sapu tangan dan mengelap hingga bersih.
    “Mas, Susy mohon jangan ceritakan ini pada siapa-siapa!”
    “Saya ngga akan cerita pada siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.”
    Setelah semua rapih, kami kembali berpelukan. Setelah itu kami keluar dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang.

    Cerita Dewasa : Besok paginya, Susy datang duluan dan ketika saya masuk,
    “Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali,
    “Selamat pagi sayang”
    Saya hampiri dia dan kecup keningnya lalu bibirnya. Dia membalas ciuman tadi. Ah, indah sekali hari ini. Susy masih PKL 2 minggu lagi.

    Perbuatan kami kemarin bukan membuat kami insyaf, kami berdua melakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang pernah kami lihat di film BF.

    Terkadang Susy saya suruh membolos dan janjian di hotel. Kami sering melakukannya dari pagi hingga sore. Ternyata Susy orang yang hiperseks dan gampang terangsang.

    Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, kami tidak pernah menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, hubungan kami tetap berlanjut hingga akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • KAKAKKU GURU BERCINTAKU

    KAKAKKU GURU BERCINTAKU


    1383 views

    Cerita Sex ini berjudul ” KAKAKKU GURU BERCINTAKU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Perkenalkan, namaku Niko, saat ini aku tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta.

    Singkat cerita, kejadian ini berawal sekitar 2 tahun yg lalu saat aku menginjak semester 3, yg dimana saat itu aku berusia 21 tahun (aku kuliah agak telat umurnya, karena begitu lulus SMA, aku bekerja dahulu beberapa tahun baru kuliah). Aku terlahir dari keluarga berkecukupan sebetulnya, namun karena aku ingin mencoba tantangan, makanya selepas SMA aku tdk langsung lanjut kuliah.

    Kisah hot ku ini terjadi dengan anak dari kakak kandung ibuku sendiri, yg tak lain adalah sepupuku, namanya Nina, usianya memang sudah tdk muda lagi, sekitar 37 tahun, namun tak sesuai dengan usianya, ia selalu menjaga bentuk tubuhnya dengan baik, gym seminggu 2x, juga sering melakukan perawatan wajah di dokter kecantikan, makanya tampangnya tak sesuai dengan usianya, kulitnya putih bersih, rambutnya lurus sepinggang, dan ukuran payudaranya sekitar 36B.

    Dia belum menikah dan sangat ingin menikah sebetulnya, bukannya tak ada lelaki yg mau mendekatinya, namun karena seleranya yg lumayan tinggi (maklum, ketika mudanya, sepupuku ini bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai terkemuka di tanah air).

    Ketika itu bulan Juni yg sangat panas-panasnya, dan saat itu juga aku sedang libur kuliah, karena aku tdk mengambil semester pendek, sehingga aku memiliki waktu luang sekitar 3 bulan, dan parahnya aku tdk bisa liburan kemana-mana karena rumahku tdk ada yg jagain, kedua orangtua ku sendiri sedang mudik, sehingga aku yg disuruh jagain rumah.

    Karena sudah 2 minggu tak kemana-mana, lantas aku pun pergi berkunjung ke rumah Kak Nina yg rumahnya hanya berjarak 4 blok dari rumah tempat aku tinggal, tadinya aku pikir mungkin dia kerja, namun setalah ku pencet bel berkali-kali, akhirnya ada yg menjawab dari dalam, rupanya Kak Nina, dia memakai baju piyama mandi (kira-kira bentuknya seperti itu, aku tak tahu namanya apa) berwarna krem yg agak cerah dengan handuk membelit di kepalanya.

    “Loh Ci Nina (aku adalah kaum tionghoa, jadi memanggil cici sebagai ganti kata Kakak), gak kerja ci?” tanyaku dengan wajah sumringah
    “Gak Nik, cici lagi cuti, bosen ngantor mulu, kerjaan ga ada abisnya…” katanya dengan muka agak manja.

    Tak lama setelah perbincangan singkat itupun aku dipersilahan masuk oleh Ci Nina, kami berbincang-bincang panjang lebar, hingga akhirnya dia menanyakan pertanyaan yg benar-benar aku paling malas untuk menjawabnya,

    “Gimana Nik, udah punya pacar belom?”
    “Hmmm…. Cici kayak gak tau aja, orang ndut gini mah biasanya gak ada pacarnya, temen cewe nya doank yg banyak” elakku. Kebetulan aku ini bertubuh agak gemuk, dan berewokan seperti chris evans.
    “hahahaha….. bisa aja kamu Nik, bentar ya Nik, cici mau pake baju dulu.”

    Aku terdiam sejenak, berarti tubuh yg aku pandangi barusan itu cuma ditutupi baju mandi saja tanpa dibungkus pakaian lainnya, sontak aku bengong menatap payudaranya dan “bobby” ku berdiri, namun belum maksimal, aku yg saat itu hanya memakai celana futsal, k0ntolku tercetak sangat jelas dan tak mungkin ci Nina tdk melihatnya.

    “Loh Nik, kok kamu bengong sih, tuh liat, ade kamu udah bangun, jorok ihhh….” katanya dengan muka memerah.
    aku pun langsung tertunduk malu dan tak tau muka ini mau ditaruh dimana.

    Singkat cerita, aku tunggu dia turun dari lantai 2 untuk menyiapkan ice lemon tea, namun di luar dugaanku, dia ternyata turun dengan mengenakan baju yg sama hanya ikatannya dilepas, handuk di rambutnya dilepas, dan rambut panjangnya diurai ke samping, dan hebatnya lagi, bukannya memakai kaos dan celana santai,

    ci Nina malah hanya mengenakan bra dan celana dalam berwarna hitam, kebetulan aku ini paling ga tahan kalo melihat cewe berbaju putih ber BH hitam, rasanya sperti menemui bidadari, aku hanya terbengong saja melihatnya dan dia kembali bertanya,

    “Ngapain sih Nik, bengong gitu, kan panas, pasti mikirnya jorok…”, tak lama ia buatkan lemon tea, lengkap dengan lemonnya diletakkan di bibir gelasnya, setelah dia menyuguhkan minuman, tak lama dia bertanya padaku
    “Nik, sebenernya cici masih cantik ga sih?”
    “masih kok ci.” kataku
    “Ah bo’ong deh kamu, cici kan udah tua. Mana belom married lagi..”
    “Yahhh si cece, nih ya, sayang aja Niko ade nya cece, kalo engga…”
    “kalo engga apa ayoooo???!!!” tanyanya dengan nada menjebak

    “kalo engga, cece Niko pacarin, ga peduli umur cece berapa, Niko tuh sayang banget sama cece, Niko gak mau cece terluka sedikitpun, Niko bener-bener pengen nyaygin cece selayaknya pasangan hidup Niko.” isi hatiku tertumpah semua hingga akupun kaget dengan yg aku ucapkan barusan.

    Ci Nina terdiam sejenak, aku sendiripun berbicara ke dalam hatiku dengan rasa kesal sendiri, mengapa harus mengatakn hal yg tak pantas seperti itu, bodohnya aku ini.

    Ci Nina pun bangkit berdiri, mengambil lemon yg ada di gelas tadi, menaruh di mulutnya setengah, dan tiba-tiba dia duduk di atas pangkuanku. Di julurkan bibirnya yg tipis dan seksi itu ke bibirku, yg tadinya mengemut lemon, malah akhirnya jadi emut-emutan bibir, kami saling berpagutan,

    tak ku sangka, ternyata Ci Nina ini mahir dalam hal berciuman, bolak-balik dia menghajar habis bibirku, lidah kami saling beradu, darahku serasa naik ke ubun-ubun, sudah 1 tahun aku tak merasakan ciuman mesra ini lagi semenjak ditinggal pergi pacarku yg dulu, selesai kami berciuman, dia berkata

    “hari ini jangan panggil aku cece, panggil aku sayang, puasin aku hari ini ya Nik, aku udah lama banget pengen ngerasain ngentot”. Aku yg sudah lama mengidam-idamkan hal ini hanya manggut-manggut saja.

    Kami mulai berciuman lagi, namun tak lagi aku diam, tanganku mulai memeras-meras susu nya yg masih kencang, pelan-pelan aku buka pakaiannya hingga celana dalamnya yg tersisa, sedangkan aku masih utuh, Nina mulai meembuka pakaianku satu per satu, hingga tak ada sehelai benangpun yg tersisa di tubuh kami,

    kuremas-remas payudaranya dengan lembut, dia hanya mendesah dan mendesah, tak tau apa yg harus dia lakukan, makin lama dia makin liar gerakannya, apalagi begitu putingnya yg merah pucat aku hisap dan hisap bergantian kiri ke kanan, kanan ke kiri, dia hanya hanya bisa mendesah

    “Nik…. ahhhh… Nik… ahhhh… kamu pinter Nik… ahhhh…. cici seneng…. ahhhh….”.

    Puas bermain di payudaranya, ku suruh dia duduk di sofa, kubuka lebar-lebar kedua pahanya yg mulus dan putih itu, mulailah aku mengendus-endus perlahan dari paha, hingga akhirnya ke memeknya, wangi sekali, benar-benar wangi, mungkin karena dia memakai sabun kewanitaan, aku mulai menjilatnya, perlahan tapi pasti, aku cari klitorisnya dan aku jilat sepuasku, aku jilat terus, Nina hanya bisa menggumam dan medesah

    “ahhhh…. Nikkk…. kamu….. ahhhh….. cece udah mau keluar…. ahhhhhh…. Nikkkk….. ahhhhhh…..” tak lama, maninya Nina pun keluar dan membanjiri rongga mulutku ini yg sudah haus sekali, haus akan cairan kewanitaannya.

    Setelah puas aku kerjai, giliran dia yg beraksi, dikocoknya kemaluanku berkali-kali, k0ntolku ini lumayan besar, panjangnya 13cm dengan diameter 4cm, dikocoknya hingga terasa geli yg sangat tak tertahankan, puas mengocoknya, Nina lantas menjilat dan mengulum kemaluanku, dari ujung hingga pangkal, bahkan biji ku pun disikatnya, liar sekali, setiap aku sudaah merasa ingin keluar, dia selalu menghentikan aksinya, begitu terus, harus ku akui Ci Nina sangat pandai memainkan tempo bercinta kami, puas mengulum kemaluanku, aku suruh dia menungging, merujuk pada gaya doggy style, pertama dia menolak, bahwa ia tak ingin melakukan anal sex,

    namun aku meyakinkannya bahwa aku tak akan melakukan itu, karena akupun memang tak menyukainya, sperti di film JAV Mai Hanano yg sering ku tonton, kumasukkan k0ntolku ke dalam memeknya pelan-pelan, memang benar rupaya Ci Nina ini masih perawan,

    memeknya masih sempit sehingga sulit bagiku untuk memasukkan kemaluanku, setelah aku berhasil melakukannya, ku genjot dia secara perlahan, perlahan depan-belakang secara ritmik, dari pelan hingga cepat, pertamanya Nina merasa kesakitan, namun perlahan-lahan rasa sakit itu berganti menjadi kenikmatan.

    “ahhhh…… Nikkk…… uuuuuhhhhhh……. ahhhhhhhhh……. Niko…… ahhhhh…. cici sayang kamu….. ahhhhhh….. enak Nik…..”
    “ahhhhhhhh…… cece cantik banget sih….. ahhhhhhhhhhh…….. Niko seneng main sama cece, cece bisa ngertiin Niko…. ahhhh” balasku sekenanya

    Puas bergaya doggy style, kami saling berciuman, keringat pun mengucur deras dari tubuh kami berdua, tetapi di sini lah seninya bercinta, semakin keringatan, maka temponya semaakin baik dan semakin seru, ku ciumi kupingnya, lehernya, tak hentinya kami berciuman sambil menunggu tenaga kami pulih.

    Kali ini kami menuju pertunjukan puncak, dengan gaya misionaris, aku baringkan Nina di sofa, ku tuntun k0ntolku menuju liang senggamanya.

    “Niko, kamu nakal yahhh udah ngambil keperawanan cece, pokoknya Niko harus janji, gak boleh ninggalin cece, cece sayang sama kamu.”
    “Niko juga sayang kok sama cece, kapanpun cece butuh Niko, Niko selalu ada buat cece sayang, Niko pengen punya anak dari cece…”

    Kami mulai bermain lagi, kugoygkan pinggulku pelan-pelan, kami mulai berciuman mesra lagi, kali ini Nina sudah mulai pintar, dia mulai menggoygkan pinggulnya, ku pompa terus, pompa hingga tempo kami semakin cepat, mukanya sudah acak-acakan menahan kenikmatan yg ku berikan, dinding memeknya yg masih sempit, membuat k0ntolku makin tegang, dan makin bernafsu, k0ntolku serasa disedot-sedot oleh memeknya. cerita sex

    “Nik…….. ahhhhhhhhhhhhhhhh…………… Nikkkkk………… ahhhhhhhhh………. cece udah mau nyampe………. cece udah mau nyampe Nikkkkk……”
    “sabar ce, Niko juga udah mau keluar, kita keluar barengan ya ce….. ahhhhhhhhhhhh………….”

    Dan akhirnya maniku ku keluarkan di dalam memek ci Nina, aku tak peduli dia hamil atau tdk, yg jelas aku menyayginya sebagai pasangan hidupku. Kamipun terkulai lemas karena adegan yg melelahkan ini.

    Haripun mulai sore, aku akhirnya memutuskan bermalam di rumah Ci Nina, kami bercinta sepanjang malam, di kamar mandi, di dapur, bahkan di loteng pada tengah malam, kami tak peduli, toh kami hanya tinggal berdua.

    Aku sendiri dengan Ci Nina akhirnya berpacaran hingga akhirnya sekitar 6 bulan yg lalu, hubungan kami ini ketahuan oleh orang tua ku dan orang tuanya, apalagi Ci Nina sudah terlanjur hamil olehku, apa boleh kata, kami akhirnya dinikahkan, namun tak seperti pasangan MBA lainnya, aku dan Nina hidup bahagia dan tak pernah ribut hanya karena masa lalu maupun karena aku masih menyelesaikan kuliahku, Nina selalu menyaygiku selayaknya pasangan hidup sejatinya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Seks Aku Diperkosa Anak Kostan ku

    Cerita Seks Aku Diperkosa Anak Kostan ku


    1380 views

    Perawanku – Cerita Seks Aku Diperkosa Anak Kostan ku, Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang janda muda yang memiliki usaha kost-kostan. Ketika Mati lampu Ibu kost yang muda dan sexy itu diperkosa oleh anak kost yang menguni kost-nya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

    Aku seorang janda muda berusia 29 tahun, namaku Yossi tetapi kebanyakan orang memanggilku Echy. Aku menjanda baru 2 tahun dan belum dikaruniai seorang anak . Suamiku meninggal dunia secara tiba-tiba di usianya yang masih muda. Ntah sakit apa tidak jelas, masuk rumah sakit 1 hari dengan cepatnya meninggalkanku. Namun tidak aku jadikan kesedihan yang berlarut.

    Suamiku mempunyai kost-kostan yang sangat banyak dan sekarang sudah menjadi milikku. Hanya itu sumber nafkahku, aku hidup dari uang kost. Banyak pemuda pemudi yang kost disini, aku buka bebas kost cowok cewek biar banyak peminatnya. Ada 15 kamar yang perbulan 750ribu rupiah, sumber mata uangku.

    Untuk jalan kumpul dengan teman membeli barang yang aku inginkan sudah lebih dari cukup. Penampilanku menarik dan rapi, wajahku mulus karena selalu dirawat. Aku perawatan wajah jadi kelihatan seperti daun muda. Aku selalu menjaga penampilanku karena aku janda, pastinya ingin memiliki pasangan hidup kembali.

    Kebanyakan orang bilang aku “ tante cantik dan tante semok, ” ya udah biasalah penampilanku selalu sexy dan mempesona. Make up selalu menempel di wajahku, lipstick yang cetar membuat wajahku semakin ganas. Aku sudah jauh melupakan suamiku, aku hanya bisa mendoakannya saja.Kesedihan hanya membuatku semakin larut dan terlihat tua, maka dari itu hidupku selalu happy.

    Teman banyak uang banyak sudah menjadikan pengobat hatiku. Aku mengelola kost sendiri, mertua juga sudah menyerahkan kost itu. Sudah jadi milik pribadi akupun tinggal di kost. Membuat rumah kecil disamping kamar yang paling ujung, aku temapti dengan Bu Minah pembantu aku. Kostku yang tidak pernah sepi dengan lalu lalang anak muda, setiap hari.

    Pasangan keluar masuk bebas jam menginap dan main pun aku bebaskan. Aku juga pernah muda dan mengalami masa-masa pacaran yang bebas. Jadi aku mempunyai aturan yang membuat nyaman anak muda. Sebagian besar anak muda kost di tempatku, selain bebas kostanku nyaman. Dekat dengan kampus jadi lumayan rame, setiap ada yang keluar pasti ada yang masuk.

    Kamar kosongpun jarang selalu penuh hingga menolak orang yang ingin kost. Rame banget penghiburku mereka anak kost, setiap malam mereka selalu bernyanyi memainkan gitar aku menikmati dari dalam kamarku. Lucunya lagi kalau anak kost pamitan mau pindah , aku dan Bu Minah selalu bersih-bersih kamar yang ditempati.

    Setiap bersih-bersih selalu ada kondom banyak bekas digunakan. Hampir semua anak kost begitu, mereka sudah masuk pada pergaulan bebas, Di kantin aku juga menyediakan kondom daripada jauh-jauh harus keluar kost. Aku juga jualan kopi dan makanan ringan. Paling Cuma sampai jam 9 malam aku sudah tutup. Anak kost memanggilku “ tante echy, ”.
    Pada waktu itu ada cowok yang berusia 21 tahun namanya, Sony. Dia anak Semarang mahasiswa baru sedang mencari kost. Dia datang ke kostku, langsung bertemu dengan aku. Dia ganteng putih dan imut-imut wajahnya. Saat itu semua kamar penuh, sedangkan dia datang sendiri kasihan kalau harus kesana kemari.

    Kebetulan saat itu aku ingat kalau Bu Minah(pembantuku) sudah 1 minggu ini selesai kerja selalu pulang ke rumah. Biasanya tidur di rumahku, namun karena cucunya di rumah makanya setiap jam 9 malam Bu Minah pulang. Jadi itu aku memutuskan supaya Sony tidur di kamar Bu Minah saja. Sementara dia menginap disitu sampai ada kamar yang kosong,

    “ Son, bagaimana kalau tinggal di rumah tante dulu?, ”
    “ Gimana ya tan, saya nggak enak tapi mau kemana lagi cari kostnya semua penuh… , ” ucap Sony dengan wajah melas.

    Akhirnya Sony memutuskan untuk menginap di kamarku sementara. Dia masuk ke kamar membawa koper pakaiannya masuk. Tampak Sony anak yang supel, ramah dan tidak nakal sih kelihatannya. Dia juga cepat beradaptasi. Tidak terasa dia sudah satu minggu dia menginap di rumahku, dan belum ada kamar yang kosong.
    Sebenarnya sih aku tidak masalah kalau Sony harus tinggal dirumhku, namun anak kostku yang lain ada yang iri, ya biasalah anak muda,

    “ Son… disini nggak papa tenang aja ya sabar sampai ada kamar kosong… , ”

    “ Iya tante makasih banyak tan… , ”

    Saat itu Sony melihatku dari atas hingga bawah, aku mengenakan rok dress yang sexy. Ya mungkin dia terpesona dengan tante-tante (dalam hatiku). Malam telah tiba hujan deras mati lampu, aku berdiam diri di kamar. Aku sengaja membuka kamarku karena gerah banget. Aku menggunakan lingeri sexy tanpa bra, gelap gulita hanya memakai lampu emergency.

    Saat itu aku tertidur pulas padahal biasanya jika aku nggak pakai AC aku nggak bisa tidur. Ditengah tidurku yang lelap itu tiba-tiba saja pada malam itu Sony membangunkan aku,

    “ Tante… Sony boleh masuk ? Sony nggak ada lampu emergency tan, gelap banget… , ”

    “ Iya masuk aja Son tiduran di sofa… , ”

    Aku nggak sadar kalau aku berpenampilan sexy, aku kembali melanjutkan tidur. Sementara Sony di Sofa sambil mainan hp. Paling kalau lampunya hidup dia kembali ke kamarnya, batiku. Tidak aku sangka ketika aku akan memejamkan mataku lafi, dengan tiba-tiba ada yang memelukku. Aku yang sedikit kaget, aku-pun terbangun dan ternyata setelah aku lihat yang memelukku itu adalah Sony,

    “ Lepaskan Son, apa-apaan kamu… , ”

    “ Habis tante sexy banget, tiduran pahanya kelihatan mulus payudaranya besar… , ”

    “ Jangan kurang ajar sama tante Son… , ” ucapku dengan marah.

    Aku lihat pintu kamar sudah tertutup, anak cabe rawit ini berani banget memelukku. Dia berkata ingin memuaskan aku malam ini,

    “ Tante lama ya nggak di jamah. Pasti memek tante nikmat, payudaranya aja kencang boleh dong tante… , ” ucapnya dengan wajah mesum.

    “ Jangan Son… jangan… , ”

    “ Nggak usah mengelak tan, pasti tante membutuhkan belaian seorang pria kan? Sony udah jago tan, lihat aja nanti tante ketagihan pastinya… ., ”

    Aku terdiam dia kok tau banget sih aku jablay, aku tidak mengiyakan aku hanya terdiam sesaat. Sony berani berada diatasku, dia mencium bibirku. Aku merespon ciuman pria bau kencur itu, sangat lembut ciumannya. Dadanya mulai menempel didada-ku, putingku mengenainya tubuhnya rasanya geli banget,
    “ Lepas Son baju kamu… , ” pintaku.

    Sony melepas bajunya dna dia melepas lingeriku, lampu emergency yang tidak begitu terang menjadi saksi bisu. Setelah sekian lama aku menjanda dan memendam rasa gairah kali ini dibuat nafsu oleh seorang pria kecil menurutku. Sony mencium bibirku, tanganku mendekap erat tubuhnya. Bibirnya mulai turun hingga kepayudaraku yang besar.

    Layaknya ibu menyusui anak bayinya, Sony mengenyut putting susuku. Ditarik dengan bibirnya,

    “ Aghhhhh… son pelan son… Aghhhhh… ., ” Sedotan bibir Sony tajam aku horny dibuatnya.

    Dia terus menciumi payudaraku hingga aku tak kuasa menahan setiap sentuhannya,

    “ Oughhhhhh… Son… enak banget sedot lagi Son tante horny banget… Aghhhhh… Aghhhhhh… ., ”

    Sony terus menciumi payudaraku, aku terus menggeliat manja merasakan kenikmatan. Sony meraba-raba memekku dilepaslah celana dalamku. Berani banget ini anak jagoan dia membuatku terbang melayang. Gairahku yang lama terpendam dengan cepat dibuatnya bangun. Memekku yang banyak rambutnya dia cium, tangannya mengelus selakanganku,

    “ Aghhhhhh… Soooonnn… .Soooonnn… .Aghhhhhh… cium son mainkan jemarimu… Aghhhhhh, ”

    Jari Sony yang kecil mengotak atik memekku, dia mencoba memasukkan jari manisnya. Jarinya masuk kedalam lubang memekku, dimainkan dengan nikmat,

    “ Soonn… lagiii sooonn… Aghhhhhh… aAghhhhhhh… jarimu son masuk lagi… .tante basah Son… … .aaaAghhhhhhhhhhh… ., ”

    Aku terus meracau hingga Sony semakin bersemangat ngeseks dengan aku. Sony mengulum ujung bibir memekku dengan manja,

    “ Aghhhhhh… .sooonnn… .lagi sooonnn… ., ”

    Aku keluar berkali-kali dibuatnya, Sony hebat. Setelah itu Sony keatas menjulurkan penisnya di mulutku.
    “ emut tan… ayo tan emuttt… ., ”

    Aku sedot penis kecil itu, sbeelumnya aku basahi ujungnya dengan menjilati ujung penis mungil itu. Dia tampak merasakan kenikmatan sex,

    “ Taaannn… .Oughhhhhh… Oughhhhhh … .nikmat tan… Sssssss… Aghhhhh…, ”

    Setelah basah pnisitu aku emut aku sedot masuk seluruhnya ke mulutku. Aku kulum aku kocok penisnya biar makin besar penisnya. Membesar penis itu aku semakin horny melihatnya. Terus aku sedot , kocok berkali-kali hinga Sony lemas. Dia kembali ke bawah memegang memekku yang basah itu, lalu ujung penis-nya dimasukkan ke memekku.

    Permualaan sex kami sungguh nikmat sekali, ujungnya penisnya sudah hampir masuk ke memek-ku,
    “ Oughhhh… Sooonnn… terus masukan Sonn… lebih keras sayangg… Aghhhhhh…, ” ucapku dengan nafsu sex yang membara.

    Sony semakin bergairah, bibirnya tak henti menyedot putting susuku. Aku semakin horny dan tak kuasa menahan nafsuku. Sangat memuncak dan klimaks mataku terpejam hanya desahan yang keluar dari bibir manisku,
    “ Soooooooonnn… terus maju sooonn, Aghhhhhh… , ”

    Sony bermain dengan sangat nikmat, maju mundur dia menggerakkan tubuhnya. Penisnya keluar masuk hingga dia lemas. Lama banget menggoyangkan memekku, penis yang berukuran sedang itu ternyata nikmatnya melebihiapapun. Tangannku memeluk Sony dengan erat, kakiku membuka lebar biar makin nikmat. Sesekali aku jepit penis itu, Sony tak tahan,

    “ Aghhhhh… tante… .jepittt tannn… ooohhhhh… lagiiiiii… Aghhhhhh… , ”

    Aku mencoba menjepit penisnya tapi aku juga tak kuasa gerakan Sony semakin cepat, tekanan semakin keras,
    “ Soooonn… Aghhhhhhh… .Aghhhhh… , ”

    Tubuhku bergetar sudah sangat memuncak Sony belum juga Orgasme. Dia terus memainkan penisnya, aku hanya menikmati tanpa perlawanan. Ketika sedang tingi-tinginya Sony berkata,

    “ Tan, sekarang tante yang atas ya… , ”

    Tanpa menjawab aku-pun mereubah posisisex kami, kita berubah posisi, aku yang diatas dan Sony dibawah. Aku seperti kuda yang terlepas dari kandangnya, tingkahku terlalu bersemangat. Posisi paling enak memang diatas, aku menggoyangkan pantatku. Tampak Sony mendesah sangat keras,

    “ Aghhhhhh… tantee… lagi tan goyangkan tann… , ”

    Dia meminta aku menggoyangkan kembali, aku menurutinya. Payudaraku menggantung kencang di wajah Sony. Dia menyedot putingku tangannya meremas payudaraku. Aku terus mempompa penisnya keluar masuk terus hingga keringatku bercucuran. Enak banget dia respon gerakanku mencoba meningkatkan gairahku.

    Kanan kiri dia sedot hingga aku sangat bersemangat. Akhirnya sekitar 10 menit aku berada diatas, tak lama kemudian sperma Sony-pun keluar dari ujung penisnya,

    “ crrrrooooootttt… .cccccccrrrrrrrrrrrrrrrooooooooottt… … crrroooooooooootttttt, ”

    Tak sadar sperma masuk ke memekku, terasa hangat dan nikmat. Aku sangat menikmatinya aku langsung terbaring di ranjang. Lampu hidup aku dan Sony saling menatap kita sama-sama telanjang. Saling memandangi dan aku peluk dia kembali. Hingga pagi hari aku masih telanjang mendekap tubuhnya, hanya selimut yang masih setia menyelimuti kita berdua.

    Apalagi kalau pagi hari penis selalu berdiri tegak, aku mencoba meremas biar Sony horny lagi. Namun usahaku gagal karena ada orang yang ketuk-ketuk pintu rumahku. Itulaah kisah sexs-ku, setelah menjanda 2 tahun akhirnya aku gairah sexs-ku dengan seorang pria muda. Sejak saat itu Sony-pun aku berikan kost gratis. Maka dari itu kami-pun hampir setiap hari ML.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Sama Mata Keranjang

    Cerita Sex Sama Mata Keranjang


    1379 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Sama Mata Keranjang ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Kisah nyata yang aku alami dan tak bisa aku lupakan diman pengalaman ini merupakan pengalaman pertamaku, aku ingin menceritakan tentang hilangnya keperjakaanku sekarang aku masioh single diusiaku yang 26 tahun karena aku ingin merasakan kebebasan dulou sebelum aku menikah, banyak yang bialng kalau aku itu tampan dan atletis.

    Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya. Bekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi surat-surat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik surat-surat, karena memang saya cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor. Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid.

    Pagi itu sekitar pukul 09:00 saya sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tiba-tiba saya didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.

    “Selamat pagi, Pak!” sapa mereka dengan kompak dan ramah.

    “Pagi.., ada yang bisa saya bantu?” jawab saya dengan ramahnya.

    “Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?”

    “Oooh.. kalian dari sekolah mana?” tanya saya.

    “Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah.”, kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada saya.

    Lalu saya baca, di sana tertulis nama-nama mereka, setelah selesai saya menatap mereka satu persatu.

    “Coba, saya ingin tahu nama-nama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki?” tanya saya sok pintar.

    “Nama saya Devi Pak, yang ini Desy dan yang itu Susy Pak..”, mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer.

    Si Devi memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya.

    Si Desy agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari teman-temannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulu-bulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imut-imut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B. Wah.. pikiran saya jadi kotor nih (maklum walaupun saya tidak pernah berhubungan badan, tetapi saya sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih.

    “Begini ya adik-adik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan saya tanyakan pada atasan saya dulu..”, kata saya,

    “Nanti, seminggu lagi, tolong adik-adik kesini untuk menunggu jawaban.” lanjut saya sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya mereka pulang.

    Saya menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan saya menyetujui dan saya lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti.

    “Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka.” kata atasan saya.

    “Tapi jangan diarahin yang ngga-ngga lho..” Saya agak bingung dibilang seperti itu.

    “Maksud Bapak?”

    “Iya, tadi saya sempat lihat, mereka cantik-cantik dan saya perhatikan mata kamu ngga lepas-lepas tuh.”

    “Ah, Bapak bisa aja, saya ngga ada maksud apa-apa, kecuali dia mau diapa-apain.” kata saya sambil bercanda dan tertawa.

    “Dasar kamu..”, jawab atasan saya sambil ketawa.

    Memang, walaupun dia atasan saya tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan saya juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua.

    Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu saya jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Devi dan Desy saya tugaskan di bidang lain, sedangkan Susy, saya suruh membantu pekerjaan di ruangan saya. Kebetulan ruangan saya tersendiri.

    Memang sudah saya rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Susy yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu saya mengantar Devi dan Desy ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Susy saya suruh menunggu di ruangan saya. Setelah itu saya kembali ke ruangan.

    “Apa yang harus saya kerjakan, Pak?” tanya Susy ketika saya sudah kembali.

    “Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu saya mengetik beberapa nota.” sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.

    “Dan tolong jangan panggil saya Bapak, saya belum Bapak-bapak lho, panggil saja Mas Bimo.” kata saya sambil bercanda.

    “Baik Mas Bimo, tetapi tolong ajarkan saya mengetik, karena saya belum mahir menggunakan komputer.”

    Saya mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah Susy tanpa sepengetahuannya. Saya berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit.

    Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan saya berdiri tegak. Pikiran kotor saya keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini.

    Di hari pertama ini, saya hanya bisa bertanya-tanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Susy adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan.

    Terkadang saya suka mengarahkan ke cerita yang porno-porno dan dia cuma tersipu malu. Selama itu, saya juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Susy. Saya merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan saya akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga saya bebas berdua dengannya.

    Pada hari ketiga, pagi-pagi Susy sudah datang dan kebetulan atasan saya sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan. Inilah kesempatan saya untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor saya, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus.

    “Gini aja Sus, kebetulan hari ini kayaknya kita lagi ngga ada kerjaan.. gimana kalau kita lihat berita-berita di internet?” kata saya mulai memancing.

    “Kebetulan tuh Mas Bimo, tolong dong sekalian ajarin tentang internet!” pintanya, Nah kebetulan nih,

    “Beres.. yuk kita masuk ke ruangan atasan saya, karena internetnya ada di ruangan bos saya.”

    “Ngga enak mas, nanti ketahuan Bapak.”

    “Kan Bapak lagi dinas ke luar kota, lagian ngga ada yang berani masuk kok selain saya.” jawabku sambil sebentar-sebentar melihat celana dalamnya yang terselip di antara pahanya.

    Benda pusaka saya sudah tegang sekali, dan sepertinya Susy sempat melihat ke arah celana saya yang sudah berubah bentuk, tetapi cepat-cepat dialihkannya.

    Lalu kami berdua masuk ke ruangan atasan saya sambil menutup, lalu menguncinya.

    “Mas.. kenapa dikunci?” tanya Susy merasa tidak enak. “Sengaja.. biar orang-orang menyangka kita tidak ada di dalam. Lagian kan nanti ganggu kita aja.”

    “Ih, Mas pikirannya kotor, awas ya kalau macam-macam sama Susy!” katanya mengancam tetapi dengan nada bercanda.

    Lalu kami berdua tertawa, sepertinya dia tidak curiga kalau saya ingin macam-macam dengannya. Susy saya suruh duduk di kursi dan saya duduk di sebelahnya, di atas sandaran kursi yang diduduki oleh Suzy. Seperti hari-hari sebelumnya, saya dapat melihat dengan bebas paha dan payudara Susy tanpa sepengetahuannya. Agar Susy tidak curiga, saya mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita.

    “Sus.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanya saya mulai memasang strategi.

    “Tahu sih dari teman-teman, tetapi saya ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet.. tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” katanya malu-malu.

    “Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kata saya bercanda sambil memegang pundaknya dan dia diam saja sambil tertawa malu-malu.

    “Kalau saya lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pinta saya.

    “Mau sih, tetapi jangan dibilangin ke teman-teman Susy ya mas..! Kan malu.”

    “Percaya deh, saya ngga bakalan nyeritain ke teman-teman kamu.”

    Susy mulai membacanya dengan penuh perhatian. Lama-lama, saya pun melihat wajah Susy agak berubah dan sedikit gemetar serta agak menegang pertanda dia mulai terangsang, saya dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya.

    Sengaja saya lakukan dengan perlahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan saya ingin mengambil kesempatan. Nampaknya mulai berhasil karena dia diam saja. Sedangkan kemaluan saya yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Susy membaca beberapa cerita lalu saya bukakan gambar-gambar porno.

    “Iiih.. gambarnya fulgar banget Mas..”.

    “Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kata saya mulai memancing.

    “Kalau kamu mau, saya punya film-nya.” lanjut saya.

    “Ngga ah, saya takut ketahuan orang.”, sepertinya dia masih takut kalau ada orang lain masuk.

    “Percaya deh sama saya, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.”

    “Nah kan Mas Bimo mulai nakal..”, katanya dengan nada menggoda dan membuat pikiran saya semakin jorok saja dan kamipun berdua tertawa.

    Saya kemudian membuka VCD porno yang memang sengaja sudah saya siapkan di dalam CD Room komputer

    Saya mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita di masuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Susy kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduknya mulai sudah tidak tenang.

    “Kamu pernah lihat film ginian ngga Sus..” tanyaku padanya

    “Belum pernah Mas, cuma gambar-gambar di majalah saja” jawabnya dengan suara agak gemetar. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut.

    “Kalau gitu saya matiin saja, ya Sus? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya.

    “Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian buat pelajaran, tetapi Susy jangan dimacem-macemin, ya Mas?” dia khawatir

    “Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal dalam hati, si otong sudah tidak tahan.

    Secara perlahan-lahan tangan saya mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan. Yang anehnya, dia diam saja ketika saya merapatkan duduknya dan saya pegang tangannya yang berbulu halus dan saya taruh di atas pahasaya.

    Matanya tetap tertuju pada adegan film dan suaranya memang sengaja saya buat agak keras terdengar agar lebih nafsu menontonnya. Terdengar suara rintihan dan erangan dari di wanita, ketika kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule.

    Kini Susy semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Tangan Susy tetap berada di atas paha saya, lalu tangan kiri saya mulai beraksi membelai rambutnya, terus ke arah lehernya yang jenjang. Susy kelihatan menggelinjang ketika lehernya saya raba.

    “Acchh.. Mas bimo, jangan, Susy merinding nih..” katanya dengan nada mendesah membuat saya semakin bernafsu.

    Saya tetap tidak peduli karena dia juga tidak menepis tangan saya, malah agak meremas paha saya. Tangan kiri saya juga tidak diam, saya remas-remas tangan kanan Susy dan sengaja saya taruh tepat di atas kemaluan saya.

    “Sus, kamu cantik deh, kayak bintang film itu” kata saya mulai merayu.

    “Masa sih Mas?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan saya. Dasar anak masih 17 tahun.

    “Bener tuh, masa saya bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.”

    “Ih.. Mas bimo bisa aja” katanya malu-malu.

    Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan susy semakin keras memegang paha dan tangan saya.

    “Kamu terangsang ngga Sus?” tanyaku memancing. Dia menoleh ke arah saya lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya.

    “Kalau Mas, terangsang ngga?” dia balik bertanya.

    “Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik ” rayu saya, dan dia hanya tertawa kecil.

    “Saya juga kayaknya terangsang Mas,” katanya tanpa malu-malu.

    Melihat situasi ini, tangan saya mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan saya arahkan tangan kanan saya ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, saya jatuhkan ke atas pahanya dan saya raba pahanya dengan penuh perasaan. Susy semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit.

    “Aaahh, jangan Mas, Susy takut, Susy belum pernah beginian, nanti ada orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan saya yang ada di atas pahanya yang sedang saya raba, sedangkan tangan kirinya memegang sandaran kursi. Terasa sekali bahwa Susy juga terangsang akibat saya perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas

    Saya yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Susy. Karena saya tahu bahwa dia sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kanan saya makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya.

    “Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Susy semakin mendesah.

    Badan Susy makin menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada saya. Tangan kiri saya pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis. Turun ke leher terus turun ke bawah dan membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan saya bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, saya remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan.

    “Ooohh.. Maas Bimoo.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” saya semakin bernafsu mendengar suara rintihannya menahan birahi yang bergejolak.

    Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika saya semakin meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kanan saya yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang ketika saya pegang ternyata sudah basah.

    “Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..”

    Kepala Susy mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, saya cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Susy. Lidah kami saling mengulum dan saya arahkan lidah saya pada langit-langit bibirnya.

    Semakin tidak menentu saja getaran badan Susy. Sambil berciuman saya pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan saya suruh dia untuk meraba batang kejantanan saya yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.

    “Mmmhh.. mmhh..” saya tidak tahu apa yang akan dia ucapkan karena mulutnya terus saya kulum dan hisap. Segera saya lepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tangan saya membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Saya raba dan saya remas seluruh payudaranya. Hal ini membuat susy semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Susy menarik diri dari ciuman saya.

    “Mas.. jangan diterusin, Susy ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya dia sadar akan perbuatannya.

    Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan saya was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal saya sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahi saya yang tinggi telah melupakan segalanya, saya mencari akal agar Susy mau melampiaskan birahi yang sudah sampai ke ubun-ubun.

    “Jangan takut Sus, kita kan ngga akan berbuat jauh, saya cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.”

    “Tapi bukan seperti ini caranya.”

    “Bukannya kamu juga menikmati Sus?”

    “Iya, tetapi Susy takut kalau sampai keterusan, Mas!”

    “Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.” Susy terdiam dan memandangi wajah saya, lalu saya membelai rambutnya. Saya tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia percaya akan kata-kata saya. Film telah habis dan saya mematikan komputer. Saya berdiri dan secara tiba-tiba, saya mengangkat tubuh Susy.

    “Maass, Susy mau dibawa kemana?” dia berpegangan pada pundak saya.

    Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok.

    “Kita duduk di sofa saja.” Saya angkat Susy dan saya pangku dia di sofa yang ada di dalam ruangan bos.

    “Sus kamu cantik sekali..” rayu saya dan dia hanya tersenyum malu.

    “Boleh saya mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya.
    “Tapi janji ya Mas bimo ngga akan berbuat seperti di film tadi?”

    “Iya saya janji” Susy terdiam lalu matanya terpejam.

    Dengan spontan saya dekati wajahnya lalu saya cium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu saya cium bibirnya,ternyata dia membalas. Saya masukkan lidah saya ke dalam rongga mulutnya.

    Birahinya mulai bangkit lagi. Susy membalas ciuman saya dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah saya. Tangannya meremas-remas kepala dan pundak saya. Ciuman berlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tangan saya tidak berbuat lebih jauh agar Susy percaya dulu bahwa saya tidak akan berbuat jauh. Setelah saya yakin Susy sudah lupa, tangan saya mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya.

    C

    “Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya. Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan saya sentuh putingnya yang sudah mengeras.

    “Aaahh.. aahh.. mmhh..” saya semakin meningkatkan kreatifitas saya.

    Putingnya saya pilin-pilin. Badan Susy menggelinjang keenakan, bibir saya turun ke bawah, saya jilati lehernya yang jenjang.

    “Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Susy terus mengeluh keenakan membuat libido saya makin meningkat.

    Kemaluan saya terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Susy. Lalu saya rebahkan dia di sofa sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu saya jilati payudaranya sebelah kanan.

    “Maass Bimoo..” Susy berteriak keenakan.

    Saya jilati putingnya dan saya hisap dengan keras.

    “Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.”

    Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri saya hisap. Seperti bayi yang kehausan, saya menyedotputingnya semakin keras. Susy makin menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri saya lalu mulai meraba pahanya, saya buka pahanya, terus tangan saya meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari saya menyentuh kemaluannya di atas celana dalam yang sudah basah. Awalnya dia bilang

    “Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan,

    “Oouughh Maass terruuss..” Saya masukkan jari tangan saya ke mulut Susy, lalu dihisapnya jari saya dengan penuh nafsu.

    “Mmmhh..” mulut saya terus tiada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

    Tangan saya terus menekan-nekan kemaluan Susy. Sambil saya hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri,saya masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya.

    “Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Susy terus mendesah-desah.

    Tangannya meremas-remas sofa. Setelah puas meremas-remas payudaranya, saya pegang dan saya tuntun tangannya untuk memegang kemaluan saya yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Susy diam saja di atas celana saya, lalu tangannya saya dekap di kemaluan saya. Lama-kelamaan Susy mulai meremas-remas sendiri kemaluan saya.

    “Oohh Sus.. enak Sus.. terus Sus..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali. Jari tangan kiri saya pun terus meraba kemaluannya, terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tangan saya tepat berada di atas vaginanya yang sudah sangat basah, saya tekan tangan saya dan jari telunjuk saya masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya.

    Tubuh Susy semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.

    “Maass, jangan Maas.. Susy ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh”

    Saya tahu Susy akan mendekati klimak sebab tangannya mencengkeram erat kemaluan saya.

    “Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda dia telah mencapai klimak.

    Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Saya kecup bibirnya dengan lembut, lalu matanya perlahan terbuka.

    “Mas.. Susy sayang kamu.”

    “Saya juga sayang kamu Sus”

    Saya kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. Saya lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas saya hisap.

    “Ihh.. Mas nakal, tete Susy dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi.

    “Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat.

    “Mas, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba.

    Rupanya dia benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua.

    “Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku.

    “Iya, Susy pengen lihat, kayak apa sih?”

    Tanpa pikir panjang, langsung saja saya buka celana panjang dan CD saya. Langsung saja kejantanan saya keluar dengan tegaknya. Ukuran punya saya lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Susy langsung terbelalak matanya melihat senjata saya yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.

    “Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..”

    Saya raih tangan Susy dan saya suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Susy agak gugup dan gemetar karena baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.

    “Aah.. Sus enak banget, terus Sus.. ahh..”

    Lama kelamaan Susy terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Saya remas-remas payudaranya.

    “Mas, ahh.. Susy masih lemas.. ahh..”

    “Sus, cium dong punyaku” pinta saya.

    Langsung saja dia menciumi batang kejantanan saya, mungkin dia belajar dari film tadi.

    “Terus Sus, emut Sus biar keluar aahh.. kamu pintar Sus.. emut Sus..” pinta saya lagi.

    “Ngga mau, Susy ngeri, lagian ngga cukup di mulut Susy”

    Posisi Susy duduk di sofa, sedangkan saya berdiri menghadap Susy. Saya remas buah dada Susy,
    “Ahh Maass..”

    Ketika dia membuka mulutnya, langsung saja saya masukkan batang kemaluan saya ke mulutnya dan saya keluar masukkan batang kejantanan saya.

    “Mmmhh.. mmhh..” Susy sepertinya kaget, tetapi saya tidak peduli, justru Susy yang sekarang menyedot batang kejantanan saya.

    “Aaahh.. Sus kamu pintar sus.. terus ah.. enaak..”

    Saya yang juga baru pertama kali berbuat seperti itu, sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga saya coba tahan. Susy rupanya sudah lupa diri, dia semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan saya, sedangkan kedua tangannya memegang pantat saya.

    Cepat sekali dia belajar. Saya membungkuk dan kedua tangan meremas paha Susy, lalu saya buka kedua belah pahanya, Susy mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya.

    Segera saya buka resleting roknya dan saya angkat roknya sehingga nampak CD yang berwarna putih. Tangan kanan saya segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah.

    “Mmhh.. mmhh..” Susy menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak kesusahan. Saya buka baju seragam dan BH-nya, dia melepas kulumannya dan saya rebahkan tubuhnya di sofa panjang.

    Saya tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa, lalu saya membuka baju sehingga saya telanjang bulat alias bugil. Mata Susy terpejam, segera saya lumat bibirnya dan dia pun membalas.

    Tangannya kirinya tetap memegang batang kejantanan saya dan tangan kanannya meremas-remas pundak saya. Sedangkan tangan kanan saya membelai-belai rambutnya dan tangan kiri tetap meraba CD Susy yang sudah sangat basah. Saya masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jari saya bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir.

    “Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan saya langsung mengisap dan meremas-remas tetenya.

    “Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya.

    Tangan Susy meremas-remas burung saya yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Susy. Segera saya buka celana dalamnya. Dan mulut saya mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan saya ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Susy meremas-remas rambut saya. Saya buka belahan vaginanya dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera saya jilat dan hisap kelentitnya.

    “Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Susy mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu juga dengan saya. Saya sedot liang vaginanya yang masih perawan dan berwarna merah.

    “Oouhh.. Mass, Susy ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras.

    “Aaahh..” Susy mencapai klimak yang kedua kalinya.

    Saya hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Kemudian tubuhnya kembali lemas, matanya terpejam. Segera saya buka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan saya tepat di liang vaginanya. Susy merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas.

    “Mas.. jangan maass, Susy masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap terbuka lebar.

    “Katanya Susy pengen ngelihat punya Mas keluar cairan.”

    “Iya, tetapi Susy ngga pernah beginian, Susy ngeri dan takut sakit..”

    “Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.”

    Segera saya basahi batang kemaluan saya dengan ludah, setelah itu saya arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan saya tekan masuk, sempit sekali rasanya.


    “Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menahan sakit

    “Pelan-pelan Mas, sakit!” segera berhenti aksi saya mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, saya tekan sekali lagi.

    “Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat.

    “Tenang Sus, jangan tegang, nanti juga enak.”

    Kemudian saya lumat bibir Susy, dan dia pun membalas, segera saya tekan lagi sekuat tenaga. Saya mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, saya coba lagi.

    “Achh.. Mass Bimo, sakit!”

    Saya tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras saya tekan kemaluan saya dan, “Bless..” torpedo besar saya masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya.

    kepala Susy mendongak ke atas menahan sakit, Saya diamkan beberapa saat, lalu saya tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan saya ke sarang Susy.

    “Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” saya berhenti sebentar, lalu saya coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, semakin bertambah nafsu saya. Lalu saya tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan saya. Saya keluarkan pelan-pelan dan saya masukkan lagi dan seterusnya.

    “Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..”

    Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, saya percepat goyangan. Tangan saya meremas-meremas payudaranya.

    “Ohh Sus.. kamu cantiik Sus..”

    “Mass, teruss Mass, akhh.. Susy ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantat saya yang naik turun. Saya merasakan nikmat yang tiada tara. Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vital saya, rupanya saya akan segera klimaks.

    “Maass.. oougghh Mass, Susy ngga tahaan.. oughh Mas Bimoo.. aahh!” Susy berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air mani saya menyembur dengan deras ke dalam vagina Susy.

    “Ooughh Sus saya keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma saya mengalir dengan kencang, tubuh saya bergetar dan berguncang hebat.

    Tangan Susy mencengkeram erat pundak saya dan saya mendekap erat tubuh Susy yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan saya. Terasa hangat batang kemaluan saya. Banyak sekali cairan yang keluar.

    Mata Susy terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantanan saya tetap di dalam kemaluannya. Saya ciumi bibir dan seluruh wajahnya. Setelah itu saya lepas tubuhnya dan dari lihat batang saya dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, nampak Susy menitikkan air mata.

    “Mas.. kenapa kita melakukan ini, Susy sudah tidak perawan lagi..” dia terus mengeluarkan air mata. Saya terdiam, dalam hati menyesal, mengapa saya sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan milik saya. Saya seka air matanya sambil mencoba menenangkannya.

    “Maafkan saya Sus, saya lupa diri, saya akan mempertanggung-jawabkan perbuatan saya Sus.”

    “Mas, peluk Susy Mas..” segera saya peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk saya dengan eratnya. Tubuh kami masih bugil,

    “Susy sayang Mas bimo”

    “Saya juga sayang kamu” jawab saya.

    Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya tetap mengalir, saya seka air matanya. Setelah puas saling berpelukan, kami segera memakai pakaian. Bercak darah Susy mengenai sofa atasan saya. Saya ambil sapu tangan dan mengelap hingga bersih.

    “Mas, Susy mohon jangan ceritakan ini pada siapa-siapa!”

    “Saya ngga akan cerita pada siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.”

    Setelah semua rapih, kami kembali berpelukan. Setelah itu kami keluar dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang.

    Besok paginya, Susy datang duluan dan ketika saya masuk,

    “Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali,

    “Selamat pagi sayang”

    Saya hampiri dia dan kecup keningnya lalu bibirnya. Dia membalas ciuman tadi. Ah, indah sekali hari ini. Susy masih PKL 2 minggu lagi. Perbuatan kami kemarin bukan membuat kami insyaf, kami berdua melakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang pernah kami lihat di film BF.

    Terkadang Susy saya suruh membolos dan janjian di hotel. Kami sering melakukannya dari pagi hingga sore. Ternyata Susy orang yang hiperseks dan gampang terangsang. Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, kami tidak pernah menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, hubungan kami tetap berlanjut hingga akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Gadis SMP

    Cerita Sex Gadis SMP


    1379 views

    Perawanku – Cerita Sex Gadis SMP, Namaku Andhika, aku seorang siswa Kelas 1 di SMU yang cukup top di kota Makassar, Pada hari itu aku ingin mengambil tugas kimia di rumah salah satu teman cewekku, sebut saja Rina. Di sana kebetulan aku ketemu sahabat Rina. Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya cukup cantik, manis, putih dan bodinya sudah seperti anak kelas 3 SMU, padahal dia baru kelas 3 SMP. Pakaian sekolahnya yang putih dan agak kekecilan makin menambah kesan payudaranya menjadi lebih besar. Ukuran payudaranya mungkin ukuran 32B karena seakan akan baju seragam SMP-nya itu sudah tidak mampu membendung tekanan dari gundukan gunung kembar itu.

    Kami saling diam, hanya aku sedang mengamati dadanya dan pantatnya yang begitu montok. Wah serasa di langit ke-7 kali kalau aku bisa menikmati tubuh cewek ini, pikirku. Terkadang mata kami bertemu dan bukannya ke GR-an tapi aku rasa cewek ini juga punya perasaan terhadapku. Setelah satu jam berada di rumah Rina, aku pun berpamitan kepada Rina tetapi dia menahanku dan memintaku mengantarkan Laura pulang karena rumahnya agak jauh dan sudah agak sore dan kebetulan aku sedang bawa “Kijang Rangga” milik bapakku.

    Akhirnya aku menyetujuinya hitung-hitung ini kesempatan untuk mendekati Laura. Setelah beberapa lama terdiam aku mengawali pembicaraan dengan menanyakan, “Apa tidak ada yang marah kalau aku antar cuma berdua, entar pacar kamu marah lagi..?” pancingku. Dia cuma tertawa kecil dan berkata, “Aku belum punya pacar kok.” Secara perlahan tangan kiriku mulai menggerayang mencoba memegang tangannya yang berada di atas paha yang dibalut rok SMP-nya. Dia memindahkan tangannya dan tinggallah tanganku dengan pahanya. Tanpa menolak tanganku mulai menjelajah, lalu tiba-tiba dia mengangkat tanganku dari pahanya, “Awas Andhi, liat jalan dong! entar kecelakan lagi..” dengan nada sedikit malu aku hanya berkata, “Oh iya sorry, habis enak sih,” candaku, lalu dia tersenyum kecil seakan menyetujui tindakanku tadi. Lalu aku pun membawa mobil ke tempat yang gelap karena kebetulan sudah mulai malam, “Loh kok ke sini sih?” protes Laura. Sambil mematikan mesin mobil aku hanya berkata,
    “Boleh tidak aku cium bibir kamu?”
    Dengan nada malu dia menjawab,
    “Ahh tidak tau ahh, aku belum pernah gituan.”
    “Ah tenang aja, nanti aku ajari,” seraya langsung melumat bibir mungilnya.

    Dia pun mulai menikmatinya, setelah hampir lima menit kami melakukan permainan lidah itu. Sambil memindahkan posisiku dari tempat duduk sopir ke samping sopir dengan posisi agak terbungkuk kami terus melakukan permainan lidah itu, sementara itu dia tetap dalam posisi duduk. Lalu sambil melumat bibirnya aku menyetel tempat duduk Laura sehingga posisinya berbaring dan tanganku pun mulai mempermainkan payudaranya yang sudah agak besar, dia pun mendesah, “Ahh, pelan-pelan Andhi sakit nih..” Kelamaan dia pun mulai menyukaiku cara mempermainkan kedua payudaranya yang masih dibungkus seragam SMP.

    Mulutku pun mulai menurun mengitari lehernya yang jenjang sementara tanganku mulai membuka kancing baju seragam dan langsung menerkam dadanya yang masih terbungkus dengan “minishet” tipis serasa “minishet” bergambar beruang itu menambah gairahku dan langsung memindahkan mulutku ke dadanya.
    “Lepas dulu dong ‘minishet’-nya, nanti basah?” desahnya kecil.
    “Ah tidak papa kok, entar lagi,” sambil mulai membuka kancing “minishet”, dan mulai melumat puting payudara Laura yang sekarang sedang telanjang dada.Sementara tangan kananku mulai mempermainkan lubang kegadisannya yang masih terbungkus rok dan tanganku kuselipkan di dalam rok itu dan mulai mempermainkan lubangnya yang hampir membasahi CD-nya yang tipis berwarna putih dan bergambar kartun Jepang. Mulutku pun terus menurun menuju celana dalam bergambar kartun itu dan mulai membukanya, lalu menjilatinya dan menusuknya dengan lidahku. Laura hanya menutup mata dan mengulum bibirnya merasakan kenikmatan. Sesekali jari tengahku pun kumasukkan dan kuputar-putarkan di lubang kewanitaannya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia hanya menggenggam rambutku dan duduk di atas jok mobil menahan rasa nyeri. Setelah itu aku kecapaian dan menyuruhnya, “Gantian dong!” kataku. Dia hanya menurut dan sekarang aku berada di jok mobil dan dia di bawah. Setelah itu aku menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mulai membuka celana “O’neal”-ku dan melorotkannya. Lalu aku menyuruhnya memegang batang kemaluanku yang dari tadi mulai tegang.

    Dengan inisiatif-nya sendiri dia mulai mengocok batang kemaluanku.
    “Kalau digini’in enak tidak Andhi?” tanyanya polos.
    “Oh iya enak, enak banget, tapi kamu mau nggak yang lebih enak?” tanyaku.
    Tanpa berbicara lagi aku memegang kepalanya yang sejajar dengan kemaluanku dan sampailah mulutnya mencium kemaluanku. “Hisap aja! enak kok kayak banana split,” dia menurut saja dan mulai melumat batang kemaluanku dan terkadang dihisapnya. Karena merasa maniku hampir keluar aku menyuruhnya berhenti, dan Laura pun berhenti menghisap batang kemaluanku dengan raut muka yang sedikit kecewa karena dia sudah mulai menikmati “oral seks”. Lalu kami pun berganti posisi lagi sambil menenangkan kemaluanku. Dia pun kembali duduk di atas jok dan aku di bawah dengan agak jongkok. Kemudian aku membuka kedua belah pahanya dan telihat kembali liang gadis Laura yang masih sempit. Aku pun mulai bersiap untuk menerobos lubang kemaluan Laura yang sudah agak basah, lalu Laura bertanya, “Mau dimasukin tuh Andhi, mana muat memekku kecilnya segini dan punyamu segede pisang?” tanyanya polos. “Ah tenang aja, pasti bisa deh,” sambil memukul kecil kemaluannya yang memerah itu dan dia pun sendiri mulai membantu membuka pintu liang kemaluannya, mungkin dia tidak mau ambil resiko lubang kemaluannya lecet.

    Secara perlahan aku pun mulai memasukan batang kemaluanku, “Aah.. ahh.. enak Andi,” desahnya dan aku berusaha memompanya pelan-pelan lalu mulai agak cepat, “Ahh.. ahh.. ahh.. terus pompa Andi.” Setelah 20 menit memompa maniku pun sudah mau keluar tapi takut dia hamil lalu aku mengeluarkan batang kemaluanku dan dia agak sedikit tersentak ketika aku mengeluarkan batang kemaluanku.
    “Kok dikeluarin, Andi?” tanyanya.
    “Kan belum keluar?” tanyanya lagi.
    “Entar kamu hamilkan bahaya, udah nih ada permainan baru,” hiburku.
    Lalu aku mengangkat badannya dan menyuruhnya telungkup membelakangiku.
    “Ngapain sih Andi?” tanya Laura.
    “Udah tunggu aja!” jawabku.
    Dia kembali tersentak dan mengerang ketika tanganku menusuk pantat yang montok itu.
    “Aahh.. ahh.. sakit Andhi.. apaan sih itu..?”
    “Ah, tidak kok, entar juga enak.”
    Lalu aku mengeluarkan tanganku dan memasukkan batang kemaluanku dan desahan Laura kali ini lebih besar sehingga dia menggigit celana dalamku yang tergeletak di dekatnya.

    “Sabar yah Sayang! entar juga enak!” hiburku sambil terus memompa pantatnya yang montok. Tanganku pun bergerilya di dadanya dan terus meremas dadanya dan terkadang meremas belahan pantatnya. Laura mulai menikmati permainan dan mulai mengikuti irama genjotanku. “Ahh terus.. Andhi.. udah enak kok..” ucapnya mendesah. Setelah beberapa menit memompa pantatnya, maniku hendak keluar lagi. “Keluarin di dalam aja yah Laura?” tanyaku. Lalu dia menjawab, “Ah tidak usah biar aku isep aja lagi, habis enak sih,” jawabnya. Lalu aku mengeluarkan batang kemaluanku dari pantatnya dan langsung dilumat oleh Laura langsung dihisapnya dengan penuh gairah, “Crot.. crot.. crot..” maniku keluar di dalam mulut Laura dan dia menelannya. Gila perasaanku seperti sudah terbang ke langit ke-7.

    “Gimana rasanya?” tanyaku.
    “Ahh asin tapi enak juga sih,” sambil masih membersihkan mani di kemaluanku dengan bibirnya.

    Setelah itu kami pun berpakaian kembali, karena jam mobilku sudah pukul 19:30. Tidak terasa kami bersetubuh selama 2 jam. Lalu aku mengantarkan Laura ke rumahnya di sekitaran Panakukang Mas. Laura tidak turun tepat di depan karena takut dilihat bapaknya. Tapi sebelum dia turun dia terlebih dahulu langsung melumat bibirku dan menyelipkan tanganku ke CD-nya. Mungkin kemaluannya hendak aku belai dulu sebelum dia turun. “Kapan-kapan main lagi yach Andhi!” ucapnya sebelum turun dari mobilku. Tapi itu bukan pertemuan terakhir kami karena tahun berikutnya dia masuk SMU yang sama denganku dan kami bebas melakukan hal itu kapan saja, karena tampaknya dia sudah ketagihan dengan permainan itu bahkan Laura pernah melakukan masturbasi dengan pisang di toilet sekolah. Untung aku melihat kejadian itu sehingga aku dapat memberinya “jatah” di toilet sekolah.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Tante Genit Gila Brondong

    Tante Genit Gila Brondong


    1378 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Tante Genit Gila Brondong ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2020.

    Perawanku – Hubungan saya dengan bibi Meri sudah sangat banyak, sampai sekarang aku masih berhubungan dengan Meri bibi. Seks bibi Meri gairah yang membuat kita sampai sekarang masih berhubungan, karena menurutnya, ia hanya bisa mendapatkan kepuasan Meri seks ini hanya denganku.Tante ia sudah berusia 37 tahun. Pada usia sudah tidak muda lagi, ia masih memiliki gairah seks yang kuat. Bibi Meri juga rajin merawat diri.

    Heru nama saya, usia saya saat ini berusia 22 tahun, saya masih kuliah. Memiliki perawakan yang sangat menarik, dari ABG bahkan bibi. Dengan tinggi 181cm dan berat yang proporsional ditambah sixpack.Tentu tubuh saya yang saya rajin berolahraga untuk menjaga stamina. Karena dalam hubungan seksual, Meri bibi selalu meminta berbagai gaya. Tentu saja, untuk mendapatkan kepuasan surgawi.

    Suatu hari Meri bibi memanggil saya untuk bertemu di sebuah mal. Seperti biasa aku bergegas dengan keinginan bibi Meri. Dan saya datang paling menakutkan mall yang telah ditentukan oleh tante Meri.

    Tapi ada saya tidak melihat bibi sendirian.Dia Meri dengan seorang teman yang saya usia tafsir tua dengan dia. Tapi dari pandangan saya seorang teman bibi Meri lebih menarik.

    Dia cantik, tubuh seksi dan wajah juga terlihat lebih bergairah. Pengenalan Lau saya dengan seorang teman dari bibi Meri. Namanya Bibi Vera. Bibi yang memiliki menjada 3 tahun.

    Kami mengobrol ber tiga sangat menyenangkan … seperti sudah tahu satu sama lain. sampai Meri bibi meminta saya untuk menemaninya dan Bibi Vera ke jalan mencari pakaian. Aku seperti biasa hanya mengikuti Meri bibi dan bibi Vera dari belakang sementara aku melihat tubuh Bibi Vera sangat fantastis semua. tubuh tidak sesuai dengan usianya, karena tubuhnya mirip dengan gadis-gadis remaja saat ini.

    Waktu memiliki agak terlambat di sore hari, dan Bibi Vera memutuskan untuk kembali. “Oke, Mer. Aku harus pulang, hampir sore ya, aku akan bertemu lagi Heru” kata Bibi Vera sambil tersenyum penuh arti padaku yang membuat saya lebih bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya. agen poker terpercaya

    Setelah kematian Bibi Vera kami menuju ke food court untuk membeli minum dan istirahat. “Her, menurut Bibi Vera Anda bagaimana?” Bibi Meri tanye saya setelah membeli minum dan duduk di agak memojok dan minum minuman.

    “Mmm .. bagaimana pantat bibi?” Aku berkata, bingung di pertanyaan Bibi Meri minuman ringan, mengisap saya pesan.

    “Ah kau ini, pura-pura tidak mengerti apa emang tidak mengerti? Ya orangnyalah alam, bodynyalah, facenyalah dan begitu sedikit lain” jawab Bibi Meri agak bertele-tele.

    “Oo, jika sifatnya tidak tahu aku benar, hak baru sekali ketemu, tapi keliatannya baik dan ramah orang, terus kalo wajah dan tubuh mm .. tuh biasa aja” Aku tersenyum.

    “Benar-benar mengapa bibi, Tante bertanya-tanya mengapa begitu? Menulis membuat saya bingung. Kalau terus berbicara tentang apa sih? Kok menggunakan berbisik terus Bibi Vera sikap aneh” aku bertanya Bibi Meri.

    “Her, Anda memberitahu kami jika Bibi Vera telah lama hidup sendiri sejak memisahkan dengan suaminya. Nah terakhir kali Anda melihat Bibi Vera langsung tertarik dengan Anda, dan dia nanyain tentang kamu terus Tante karena ia tidak percaya jika Anda jauh keponakan bibi, sehingga Bibi terpaksa Dech cerita Kedia yang Anda benar-benar.

    Anda tidak mendapatkan ya marah, abis tante Vera itu seperti memaksa keinginannya jika tidak tercapai “kata Bibi Meri.

    “Lanjutkan .. mm .. dia inginkan dengan Anda Her .. bagaimana? Kamu tidak?” Tanya Bibi Meri dengan wajah serius.

    “Nah bagaimana ya, nich kerumitan membalas dia pula untuk orang lain, dapat terkontaminasi dengan nama Tante. Jika menurut bibi dia bisa menyimpan rahasia dengan cara jadi ya kita punya, saya akan melayaninya” kataku serius, terlalu.

    “Tapi kemudian Anda jangan lupa itu Tante ya jika sudah dekat dengannya” kata Bibi Meri was-was.

    “Ah bibi sungguh-sungguh, tidak mungkin untuk benar-benar lupa bibi saya, Tante pertama sayakan tahu Bibi baru Vera” Aku kata Bibi Meri menghibur yang terlihat ekspresi agak sedih dari wajahnya.

    “Yah .. halo tahu Anda bisa mendapatkan lebih dan melupakannya Tante Tante Vera deh” katanya lagi sambil menarik napas.

    “Jangan khawatir bibi, saya bukan tipe orang yang mudah ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi tenang saja Tante” kataku kemudian.

    “Oke kalau begitu nanti Tante Tante menghubungi Vera, meskipun ia akan menelepon Anda” kata Bibi Meri kemudian. Setelah itu Bibi Meri lebih diam apa pun dalam pikirannya dan segera kita juga kembali. agen poker online

    Malam itu Bibi Vera menghubungi saya melalui telepon. “Hallo Heru, Bibi Vera ini masih mengingatkan Anda?” Tanya Bibi Vera di sisi lain.

    “O ya masih, pertemuan sore baru, ada apa Bibi?” Saya menjawab, bertanya-tanya.

    “Itu cerita Bibi Meri sendiri dengan Anda tentang Tante belum?” Dia bertanya lagi.

    “Itu memang Tante mm .. serius?” Aku bertanya lagi pada Bibi Vera.

    “Jadilah serius, bagaimana Anda okekan?” Tanya Bibi Vera lagi.

    “Jika demikian apa Dech” jawabku singkat. Kemudian kami mengobrol sebentar dan kami akhirnya mendapat janji besok pagi dilobby hotel “XX” daerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in pertama, kemudian teleponpun ditutup.

    Keesokan harinya seperti biasa aku pakai rapi sebagai orang yang bekerja sehingga tidak terlalu mencolok dan aku menunggu di lobi hotel karena saya datang lebih awal, sebelum lama saya menunggu telepon saya berdering.

    “Hallo Heru, Bibi ini Vera. Tante sudah di atas, Anda segera naik aja di kamar 313 yang tepat? Tante menunggu ya” kata bibi memberitahu kamarnya.

    “Oke bibi saya segera ke sana, saya juga memiliki di lobi” jawabku singkat dan menutup telepon. Setelah mematikan telepon agar tidak diganggu, aku naik lift ke ruang Bibi Vera. Di depan pintu bell dan Bibi Vera menekan membuka pintu.

    “Ayo masuk, sudah daritadi Tante sampai dan langsung cek-in. O ya, Anda akan ingin minum atau makan apa pesan? Tante pesan sendiri masih makan dan minum untuk dua orang, tetapi jika Anda ingin memesan pesan lain saja, sehingga semua nanti diantarnya “Bibi Vera katanya memungkinkan saya untuk masuk dan menutup pintu.

    “Yah kalau Tante pesan sendiri, tidak memiliki pesan lagi, nanti sebagian besar makanan bahkan bingung” jawab saya.

    “Bagaimana bingung tepat untuk Anda gantiin daya he he he” Bibi Vera menjawab dengan bercanda. Kemudian Bibi Vera duduk di sofa besar yang ada di ruangan, dan aku duduk di sampingnya, kami mengobrol sambil menonton TV dan kemudian saya mendekati Bibi Vera dan memeluk bahunya, kemudian meletakkan kepalanya kepundakku Bibi Vera, aku membelai rambutnya dan mencium keningnya Bibi Vera.

    “Mmm .. ya Anda romantis nya, pantes cinta Meri dengan Anda. Hh .. Tante tidak lama merasakan suasana romantis seperti ini” kata Bibi Vera saat ia menarik napas. “Oh well bibi, Tante penting hari ini akan merasakan cinta yang hangat dan romantis, karena hari ini aku milik sepenuhnya Tante” Jawabku lagi menghibur dia sementara aku mencium keningnya.

    Tante Vera menatapku dan tersenyum kecut. “Terima kasih sayang” kata Bibi Vera. Dan menatap sendu mata dalam dan mencium bibirnya. Kecupanku bibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang menjawab Tante Vera lembut juga, Bibi Vera tampaknya benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman belum terasa.

    Kami saling mencium, saling kulum, dan masing-masing memainkan lidah. lidah tante Vera Kugelitik dengan lidah saya dan langit-langit aku menyeka mulutnya sambil memeluknya dan kuraba wajah dan leher dan leher dengan tangan yang lain.

    “Ahh sayang, aku suka menciummu, menciummu lebut mm .. dan merangsang, um .. kau berciuman begitu cerdas, ahh .. datang bibi sayang memberikan lebih dari ini” kata Bibi Vera sela-sela ciuman dan mencium lagi, daftar poker online

    tangan saya mulai bergerak untuk memeras kedua payudara milik Bibi Vera ternyata. Tapi tindakan kita terganggu oleh pelayan yang memberikan makanan diperintahkan oleh Bibi Vera. Setelah pelayan keluar dan Bibi Vera meninggalkan tip, Bibi Vera tiba-tiba menabrak saya dan mendorong saya jatuh di tempat tidur dan kejam ia segera dilucuti celana dan celana dalamnya, untuk ayam masih tidur bebas dari sarang dan langsung menerkamnya .

    Mengisap, menggigit dan menggigit penisku mulai bangkit dengan nafsu dan kekejaman, dan tangannya tak henti-hentinya mengocok dan bermain bola saya. “Ahh .. perlahan Tante Tante .. ahh .. enak sekali Tante .. ohh” Aku mendesah menahan nikmat yang diberikan oleh Bibi Vera kepada saya. Tanganku hanya bisa meremas rambut Bibi Vera dan seprei kasur yang sudah mulai berantakan, tak lama sebelum aku melepaskan kepala ayam saya Bibi Vera, aku dijemput Bibi Vera dan aku berbaring kasur.

    “Sekarang giliranku, Tante diam dan menikmati permainan ini ya,” kataku sambil mencium Bibi Vera dan mulai menggerayangi Tante Tante Vera Vera sementara duduk diam, menatap saya dengan melankolis.

    Cumbuanku dimulai dengan miliknya dan perlahan-lahan turun kelehernya sementara Tante Vera membuka kancing kemejanya satu persatu sambil terus turun dadanya. Setelah terbukan semua tombol nya. Aku meraih bra kait di belakang dan dibuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan bibi saya Vera BH rilis melalui tangannya tanpa melepas baju Bibi Vera, setelah mengambil langsung kedua payudara saya mencium Bibi Vera.

    Aku mencium semua tapi putingnya sudah berdiri dikulum atas bertanya tapi tidak pernah kukulum, setiap ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun payudara lagi kepangkal dan terus turun ke perut dan bermain dipusar sementara pusar lubang kujilati Bibi Vera dan lagi terus berulang, rok kusingkap dikenakan oleh Bibi Vera kemudian tangan saya mulai bekerja meraba-raba paha tante Vera dan lutut dan mulai melepaskan celana yang dikenakan oleh Bibi Vera.

    Saat pertandingan mencapai perut ditarik saya celana mulut Bibi Vera, dan Bibi Vera mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. celana Kupelorotkan Bibi Vera sampai lutut dan mencium lagi menuju payudaranya. Dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Tante Vera Vera tangankupun mendekati vagina dan ketika bibir dan lidah mulai memainkan Bibi Vera puting tangan dan jari-jari saya mulai bermain dibibir bibi vaginanya Vera yang sudah basah.

    Ketika kukulum puting tante Vera yang berdiri pada terakhir saya dimainkan dengan baik clit dengan jari-jari saya langsung membuat tubuh Bibi Vera melengkung ke atas.

    “Heru Akhh .. .. Kau benar-benar gila, kau mempermainkan begitu kejam akhh Tante .. .. .. akhh sayang Heru lezat .. gila .. Anda adalah sayang benar-benar gila” Bibi Vera menangis histeris sambil meremas nya tangan dan seprei kepala rambut ternyata.

    Aku mengabaikan tangisan Bibi Vera dan aku terus mengisap dan menjilati puting kedua payudara tante Vera ternyata. Segera saya merasa tante Vera tumbuh vaginanya basah dan tubuhnya mulai bergetar erangan disertai, Bibi Vera akhirnya mendapatkan orgasme pertama.

    Pada saat tubuhnya mulai bersantai, melepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung aku mengangkat kaki saya sehingga kepala saya dengan mudah dan langsung menuju kevaginanya kujilat dan kukulum dan kusedot-hisap vagina dan klitoris tante Vera.

    “Akhh .. ahh .. gila .. ini disebut penyiksaan kenikmatan .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. aku tidak kuat lagi sayang .. ahh .. terus sayang hisap yang kuat .. ahh .. tusuk sate dengan menusuk jari sayang .. ahh .. kuat .. ahh sayang .. Tante mau .. ahh .. mau dapet lagi sayang .. ahh .. Anda benar-benar gila “teriak histeris memohon Bibi Vera, dan tubuhnya mulai gemetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang kepadanya.

    Kuturuti menusukan permintaanya dengan jari saya dan saya bermain jari-jari saya dengan menyentuh jari kedinding bibir berkedut vagina dan lidah sambil terus memainkan perannya dikelentit Bibi Vera.

    tubuh Bibi Vera bergetar keras dan pinggulnya bergoyang mengikuti irama tusukan jari saya sementara gencarnya berteriak histeris sambil meremas tangannya dan merobek rambut saya.

    “Ahh .. Heru y .. sayang .. ahh .. bagus sayang .. ahh .. didorong keras sayang .. ahh .. itilku kuat hisap .. ahh .. kuatt yang ..

    “Histeris Bibi Vera melaju orgasme kedua. Dan ketika tubuh Bibi Vera hampir tenang lagi, saya berhenti juga semua kegiatan saya dan saya melepas celana masih terbatas Tante Vera Lulut sangat longgar semua.

    Lalu aku mengatur posisi saya dan penisku ke dalam lubang vagina kutusukkan Bibi Vera. “Okhh .. jangan selalu sayang .. jangan .. ahh .. berhenti .. berhenti .. biar Bibi sayang istirahat dulu” pinta Bibi Vera kepada saya, tapi saya mengabaikan permintaannya sambil terus ayam kutusukan sampai berhenti dan mulai kugoyang , aku berbalik dan kukocok ayam di vagina Bibi Vera.

    Segera aku mengangkat tubuh Bibi Vera untuk posisi bibi Vera sekarang di pangkuanku, dan dalam posisi tante Vera naik pantat lebih rendah dan menggoyangkan pinggulnya aku melepas baju bibi Vera masih menempel dan aku melemparkannya di suatu tempat dan kemudian saya membuka kait dan zipper rok Bibi Vera dan aku melepas rok Tante Vera dari atas dan juga melemparkan beberapa tempat hingga saat ini tidak ada sepotong benang yang melekat Tante Vera tubuh dan kemudian saya akan merilis pakaian saya sendiri dan melemparkan sembarangan.

    Setelah merilis pakaian mulai aku berbalik pantat sampai penisku lebih dalam menggesek Tante Vera dinding vagina. “Akhh .. sayang .. ahh .. kau begitu gila sayang .. ahh .. Anda .. ahh .. kamu gila .. ohh .. penis Anda benar-benar .. ahh .. kamu begitu pintar sayang pintar. . dan gila .. ahh .. .. ahh .. Tante mau keluar lagi .. ahh.

    Tante tidak kuat lagi .. ahh sayang “Bibi Vera berteriak histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasme ketiga, saya merasa diliang cairan vagina Tante Vera biak dan merasa baik-kedutan kedutan dinding vagina Bibi Vera.

    Lalu aku meletakkan tubuh Bibi Vera dan terus kugenjot ayam di dalamnya yang kadang-kadang aku berbalik pinggulku, tubuh Tante Vera menambahkan bergetar keras, goyang dan mengocok penisku juga ditambahkan lebih cepat.

    Lalu aku bermain tanganku sementara aku meletakkan kepala saya dikelentitnya dadanya dan dengan kusedot kukulum kuat dan juga kedua puting tante Vera berbalik dan kedutan-kedutan Tante Vera dinding vagina juga tumbuh lebih kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat saya merasa sesuatu yang akan segera meledak.

    “Akh .. Aku ingin keluar Tante Tante akhh .. .. aku keluar Tante” kataku di sela-sela kuluman mulut diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam vagina Bibi Vera.

    “Ahh .. ya sayang .. ahh .. keluarkan .. ahh .. Tante juga .. ahh .. sudah tidak kuat lagi .. ahh” tante Vera menangis dan memelukku erat-erat sambil tubuhnya terus bergetar, aku merasa dia kuku mencakar punggungku.

    Kemudian meledak kesenangan cair saya mengambil di bibi vaginanya Vera yang sudah basah sehingga tumbuh basah lagi, ketika saya kesenangan meledak dan tubuh saya bergetar kesenangan kukocok keras dan kontol yang kuat di vagina Bibi Vera sehingga ada cairan yang keluar dari vagina Tante Vera aku merasa dari tangan basah karena masih memainkan klitoris Bibi Vera.

    tubuh kita bergetar sama keras, kita berkeringat bersama-sama dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara rintihan dan jeritan kenikmatan yang kita dapatkan pada saat yang sama.

    Setelah saya dan Bibi Vera mulai tenang, aku melepaskan penisku dari vaginanya sudah sangat basah, kemudian membersihkan vagina diisi dengan kenikmatan cairan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati untuk membersihkan dan samar-samar kudengan erangan rendah Bibi Vera, yang menutup matanya untuk merasakan kenikmatan dia baru saja.

    Setelah bersih aku berbaring saya di samping Bibi Vera, dan kemudian aku memeluknya dan mencium pipi Bibi Vera. “Ahh .. terima kasih sayang .. terima kasih .. uhh .. saya lebih muda meninggalkan tubuh saya terasa begitu ringan seperti kapas yang masih terbang diawang melamun, ahh .. mendukung sekali sebelum aku, kau sayang sangat cerdas, hanya sekali saya merasa beruntun orgasme seperti sebelumnya, sampai tubuh lemas Tante “Bibi Vera berkata sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.

    “Ah tante Vera bisa kemudian .. Saya juga punya nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Vera membuat penisku merasa seperti kusut, nikmat sekali” kataku sambil menyeka keringat di dahinya dan mencium keningnya Bibi Vera , dan kemudian aku bangun dan menuju kamar mandi kamar untuk membersihkan tubuh penuh keringat dan diikuti oleh Bibi Vera dan kami juga mendapat manfaat membersihkan tubuh.

    Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan telanjang makanan makan kita yang telah diperintahkan oleh Bibi Vera, berbicara dan bercanda, sementara tangan Bibi Vera tidak pernah lepas dari selangkangan saya.

    Selesai makan kami melanjutkan pembicaraan kami di tempat tidur sambil memeluk satu sama lain sampai akhirnya kami juga tertidur untuk memulihkan energi yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih menarik. Dan sejak saya masih muda daun menjadi favorit Tante Vera dan Ms Meri.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • CERITA DEWASA PERAWANKU HANYA UNTUKNYA

    CERITA DEWASA PERAWANKU HANYA UNTUKNYA


    1377 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA DEWASA PERAWANKU HANYA UNTUKNYA ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Mahasiswi baru bernama Windi ini jatuh cinta pada omom lajang berusia 39 tahun yang tidak lain adalah teman tantenya ketika dia berlibur kerumah tantenya. Suatu ketika dia diajak pergi keluar sama Omom itu, dan Windipun rela memberikan keperawananya karena dia sudah terlanjur terpesona oleh OMOm ganteng itu.

    Kelulusan telah datang kini aku sudah tidak lagi menjadi anak SMA. Aku harus melanjutkan pendidikanku kembali. Ternyata setelah lulus dari sekolah itu banyak sekali hal yang harus dipikirkan. Aku mendaftar menjadi mahasiswa di salah satu universitas ternama di kota ku. Pengumuman penerimaan itu lama sekali masih satu sampai dua bulan lagi.

    Jenuh setiap hari di rumah saja aku memutuskan untuk pergi berlibur ke rumah tanteku. Panggil saja aku Windy usiaku 18 tahun aku gadis muda yang berparas cantik. Badanku kecil mungil rambutku panjang dan berkulit putih. Diusia yang rentan ini aku belum memiliki seorang pacar. Aku masih jomblo sampai saat ini.

    Pengen sih punya pacar tetapi belum ada yang pas di hati. Kembali ke liburanku di tempat tante. Disana aku diajak pergi setiap hari sama tanteku. Kuliner setiap hari karena itu hobiku, kebetulan tanteku nggak punya anak cewek. Jadi setiap kali aku datang kesana tante seneng sekali. Aku diperlakukan seperti anaknya sendiri dibeliin baju dibeliin sepatu hmm senang deh berlibur disini.

    Tanteku juga suka sekali pergi ke salon merawat wajah dan rambut. Lah semua hobiku ada pada tanteku. Jadi dia sehati kalau sama aku udah pas dan cocok deh.

    liburan kali ini aku mendapat kenalan seorang pria yang jauh lebih tua dari usiaku. Aku dan pria ini terpaut 11 tahun dengannya. Dia adalah teman kerja tanteku namanya Om Ferry. Dia berusia 39 tahun seorang pengusaha. Dia belum pernah menikah masih perjaka namun sudah usia. Entah apa yang ada dipikiranku sejak pertama kali bertemu dengannya aku seperti terhipnotis.

    Tanteku janjian dengan beliau di sebuah café untuk membahas tentang pekerjaan. Aku ikut petemuan itu kenalan dengan pria tua yang wajarnya menjadi bapakku. Aku berjabat tangan dengan dia kau merasakan ada sesuatu ketika menatap wajahnya. Waktu dia ngobrol sama tanteku pandangan pria ini juga terus melihatku. Dia tidak focus dengan tanteku, karena aku dan dia saling berpandangan.

    Waktu tante ijin sebentar ke kamar mandi aku sempat ngobrol dengan om Ferry. Dia meminta no HP aku, ya aku kasih nomor HP ku. Apa salahnya berteman dengan dia toh dia juga masih lajang. Penampilannya yang rapi membuat om Ferry tidak terlihat tua saat itu. Orang coll seperti pekerja kantoran gitu terlihat dewasa sekali wajahnya.

    Yang membuat aku terpesona pertama kali ketika melihat wajahnya yang ganteng. Namun aku melihat ada sedikit uban di rambutnya. Itu tak menyurutkan niatku aku masih tetap terhipnotis dengan om Ferry. Setelah selesai pertemuan dengan tante , om Ferry pun pamit pulang. Aku dan tante juga pulang ke rumah. Belum juga sampai rumah dia sudah chating aku lwat Whatapps aku.

    Aku tidak bercerita dengan tanteku, setiap hari setelah pertemuan pertama dengan om Ferry aku selalu menghubunginya. Semakin hari akrablah aku dengannya chatingan lalu telfonan. Usia yang sangat terpaut jauh sama sekali tidak menggoyahkan aku. Aku merasa nyaman dengan om Ferry perhatiannya, kegantengannya, kedewasaannya semua terasa sangat lengkap ketika aku memandangi semua yang ada pada dirinya.

    Setelah satu minggu akrab via HP aku pun berniat untuk ketemuan dengan om Ferry. Aku pergi sendiri ketika tante bekerja. Om Ferry menjemput aku di gang dekat rumah tante. Lalu aku naik mobilnya dan kita jalan berdua menyusuri sepanjang sudut kota. Berasa jalan dengan bapakku namun aku anggap seperti biasa saja.

    Kami tidak memandang usia kita merasa samasama nyaman. Kita berhenti di resto untuk makan siang, ya seperti biasa om Ferry banyak gombalin aku. Kita makan siang bareng kemudian melanjutkan jalanjalan. Rencana aku mau ajak ke taman biar makin romantis jalan berdua. Sayang hujan turun, kita terjebak di Resto mau jalan kemana juga binggung.

    Kita duduk sejenak menunggu hujan reda walaupun bawa mobil kalau hujan binggung juga mau kemana. Akhirnya kitangobrol sambil ngopi di bar yang udah disediakan resto. Obrolan itu hangat saat om Ferry tibatiba mengelus rambutku. Dia kayaknya sayang deh sama aku terlihat jelas kok dari raut wajah dan gaya bicaranya.

    Aku sengaja duduk mendekati dia tanganku pegang pundak om Ferry. Dengan PD nya aku memeluk erat tom Ferry,

    ehhhjangan disini malu dilihat orang

    ahhhhnggak papa om habis om gemesin sih Windy kan pengen peluk om.

    kamu ini bisa aja deh, kalau pengen pelukpeluk kita cari tempat yang nyaman yuk

    boleh om jawabku dengan raut wajah yang gembira.

    Kita pergi jalan lagi om Ferry membelokkan mobilnya disebuah penginapan. Wah mau ngapain coba sepertinya ada sinyalsinyal yang kuat. Aku nurut aja sih mau kemana asal sama om Ferry. Kita chekin di kamar no.203 hanya peginapan sih yang penting kita nyaman. Pikiranku tertuju langsung pasti om Ferry mau melepas gairahnya

    Aku belum pernah melakukan hubungan sex sekalipun sebelumnya, dan baru pertama kali ini aku pergi ke penginapan dengan seorang pria. Sesampainya didepan pintu kamar kami segera masuk ke kamar, saat itu om Ferry ke kamar mandi dan aku menunggu cukup lama sekali. Sembari menunggu aku iseng aku bacabaca majalah dewasa, isinya semua tentang kontens kedewasaan.

    Gambarnya juga porno semua aku semakin beranganangan. Om Ferry keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih tanpa baju. Dada kekar banyak sekali rambutnya keren abis deh om Ferry. Dia mendekati aku di sofa lalu kita baca bareng tuh majalah dewasa. Aku makin terangsang ketika om Ferry membelai rambut hingga ke telingaku.

    Badanku serasa gemetar karena baru pertama kali ini aku dibelai seorang pria. Tangannya melingkar di pundakku sepertinya dia ingin memeluk tubuhku. Kepalaku direbahkan di pangkuannya aku nurut saja. Tanpa penolakan aku justru seneng sekali. Ketika kepalaku berada dipangkuannya aku merasakan seperti ada sesuatu yang menonjol dan bergerakgerak tegang.

    Nyaman sekali tiduran dipangkuan om Ferry sambil sembari wajahku dan rambutku dibelai sama om Ferry,

    ini apa sih om yang gerakgerak? Geli deh om.

    mau tau nggak apa isinya?

    apaan sih om mau dong buka deh om penasaran nih

    sabar dong Win, biar makin gede dulu yah.

    Atau mungkin itu kemaluannya om Ferry yang semakin membesar ya. Om Ferry masih asyik membelai tubuhku. Tangannya membeli dadaku, aku memakai kaos ketat tangannya masuk ke dalam. Dia meraba buah dadaku,

    geli om.aaaaahhhh.

    Kepala om Ferry berada diatasku karena aku merasakan geli tanganku meraih kepalanya hingga saling berdekatan. Wajaku dan wajahnya bertatapan kita memulai ciuman hangat itu. Sementara tangan om Ferry masih membelai payudaraku. Aku terangsang gairahku bermunculan dengan cepat. Kemaluan om Ferry semakin tegang menegani kepalaku.

    Handuknya semakin melorot aku balikkan wajahku tepat di depan penis om Ferry. Kemaluan om Ferry besar dan menegangkan, aku binggung mau ngapain. Dia meminta aku untuk mengelus penisnya,

    emuut dong sayang pasti nikmat deh. Ucap om Ferry.

    iya om aku sebenarnya tidak begitu menegrti dengan ucapan dia, namun aku memberanikan diri untuk memasukkan penisnya ke dalam mulutku.

    Perlahan aku jilat terlebih dahulu batang penisnya dari bawah hingga ke atas. Lidahku terus menjilati hingg ake ujung penis itu. Aku masukkan penisnya ke dalam mulutku keluar masuk. Mulutku yang tipis penis sebesar itu masuk ke dalam mulutku. Aku paksa masuk ke dalam kemudian aku emut keluar masuk. Sembari aku kocok penisnya om Ferry pun merintih,

    ooohh Win Ssssshhh.aaaahhh..ooohhh.. desah nikmat Om Ferry ketika aku sepong.

    Sekitar 10 menit aku mengulum penis om Ferry perlahan kemudian keras. Aku mulai lincah mengulum penis itu. Keluar masuk ke dalam mulutku aku kocok hingga semakin besar. Setelah om Ferry merasa puas dia menidurkan aku di ranjang. Aku tertidur diranjang dia membuka bajuku secara perlahan, mulai dari atas hingga celana jeansku.

    Sekejap saat itu aku hanya tinggal memakai bra dan celana dalam saja. Perlahan dia mulai membuka pengait braku sehingga kedua payudaraku terlihat sangat jelas. Walaupun badanku kecil tetapi aku memiliki payudara yang lumayan besar. Dia remasremas payudaraku sampai aku lemas. Lalu dia putar putting susuku sampai menonjol besar sekali.

    Lidahnya mendekati putting susuku, mulailah jilatan maut itu menjelajahi payudaraku. Lidah panjang Om Ferry mulai berputar dan lidahanya menjilati kedua putingku secara bergantian,

    mmmmm.Ouhhhh Sssssshhh.. OM aaaaaahhhhhTErus Om.ooohhhomenak om.. desah nikmatku dengan gelingsutanya tubuhku kekanan dan kekiri.

    Sungguh luar biasa sekali rasannya bercumbu dengan pria, baru pertama kali ini aku bersetubuh dengan pria. Bagiku pengalaman yang sangat indah dalam hidupku. Kenikmatan yang tiada duanya, remasan payudara jilatan putting susuku. Semua tak ada yang tidak nikmat. Aku enggan berhenti begitu saja aku meminta om Ferry terus menikmati payudaraku.

    Dia menarik CD ku sehingga terlepas dan terbukalah memek temebm perawan miliku. Vagina yang merah merekah dengan sedikit bulu kemaluan membuat om Ferry semakin horny saja.

    Aku nggak bisa bayangin penis sebesar itu bisa masuk ke dalam memekku yang masih perawan. Tanpa basa basi dia langsung menjilati dan menghisap memekku.

    Dia menjilat dan mengecup vaginaku dari bagian luar hingga ke bagian dalam memekku. Aku amat sangat bergairah saat itu. Beberapa saat dijilati vaginaku, seperti ada cairan kental yang keluar dari memekku karena, dasar om Ferry bujang tua ganteng yang hot,hhe. Lidahnya menjilati memekku dan tangan om Ferry meremasremas payudaraku.

    Tubuhku menggelinjang merasakan sensasi seks dari om Ferry. Ketika dia terus menjilati memekku tanpa kusadari pantatku terangkat keatas. Sungguh begitu nikmat setiap sentuhan yang dia berikan,

    ooohhEughhhhh.aaahhhomnikmat omSssssssshhh.oooohhh erang nikmatku merasakn jilatan om Ferry pada vaginaku.

    Karena Vaginaku sudah basah dan becek, jilatan Om Ferrypun mulai beralih naik untuk menghisap payudaraku kembali. Rasa gell dan nikmat menjadi satu, rasanya seperti sampai di ubunubun ketika hisapan mulut om Ferry itu mulai beralih kepayudaraku dengan sangat keras,

    mmmmm.ooohh.om..aaaahhh.oommm.Aow Ahhhhhhh. desah nikmatku.

    Sambil terus menjilat dan mengemut puttingku, Om Ferry mulai mengarahkan Penisnya dan digesekgesekan dengan memekku. Itu sungguh luar biasa sensasinya, secara spontan akupun ikut menggerakkan tubuhku dan pantatku naik turun. Benar kata orangorang jika berhubungan intim itu adalah surganya dunia .

    Kepala penis Om Ferry yang seperti helm tentara itu, digesekgesekan pada vaginaku secara perlahan namun konstan. Baru digesekgesekan saja nikmatnya sudah luar biasa, apalagi nanti jika penis itu masuk ke dalam memekku,wow pasti rasanya sampai keangkasa. Aku yakin jika nanti aku nggak bakalan tahan dengan sodokan penis besar om Ferry.

    Puas menggesekgesekan penisnya pada vagina tembemku, penisnyapun disingkirkan dari hadapan vaginaku. Tadi penis yang menggesek gini berganti tangan OM Ferry yang mulai menggantikan posisi penis tadi. TAngan Om Ferry, mulai meraba pada bagian memekku, jari jemarinya kini mencoba masuk ke dalam lubang memekku yang merah merekah dan sudah becek dengan lendir kental berwarna bening,

    OM awwww.sakit omUhhhhhhhhhhhhhhh erangku kesakitan ketika jari Om Ferry mencoba masuk pada liang vaginaku.

    nikmat apa sakit Win, ini baru jari telunjuk loh belum nanti jika penisku yang masuk, nanti jika penisku masuk pasti lebih nikmat deh sayang. Ucap om Ferry genit sembari terus mencoba memasukan telunjuknya pada vaginaku.

    Sakisakit nikmat om rasanya, aku mau dong dikasih yang lebih nikmat Om ,heheehe. Jawabku.

    Tanpa banyak bicara lagi OM Ferry segera menyingkirkan jari telunjuknya lalu penisnya diarahkan pada laing vaginaku. Ujung penis OM Ferry kembali dia gesekgesekkan didepan memekku. Karena aku baru pertama kali, saat iotu aku tidak bisa mengendalikan gairah sexsku. Aku terus mendesah dan tubuhku terus mengelincang naik turun ketika vaginaku digesekgesek oleh kepala penis OM Ferry.

    Semakin kesini, vaginaku semakin becek saja, aku yang sudah nafsu berat, tidak terasa tibatiba saja secara perlahan ujungnya penis Om Ferry masuk ke dalam memekku,

    jjlleeeebbbb.jleeeeeebbb..aaaakkkkhhhh aaaahhhom.

    Aowwww.pelan om.aaaaakkhhsakit om.pelaaaaann om.Uhhhhhhhh.. teriaku kesakitan ketika kepala penis OM Ferry masuk pada liang senggamaku.

    Saat ujung penis OM Ferry masuk ke dalam memekku, aku menjerit dengan sangat keras saat itu. Rasanya sungguh ngilu dan sakit sekali. OM Ferry yang sudah terhanyut dalam nafsu birahinya, dia tidak memperdulikan keluh sakitku. Om Ferry tetap menekan penisnya ke dalam memekku dengan kerasnya,

    Zlebbbbbbbbbbbbbbb KrakkkkkkkkkkkAowwwwwwwwwwwwwwww.Sakit OmUghhhhhhhhhhhhhhh.,

    Ketika batang penis OM Ferry masuk semua pada vaginaku, terdengar seperti ada suara robekan dari dalam vaginaku. Saat itu aku teria kesakitan sambil tanganku mencengkram kuat lengan OM ferry.

    Tahan dulu ya Win, terserah kamu mau cengkram lenganku sampai sobek yang penting kamu tahan dulu yah sakitnya, ucapnya menenangkanku.

    Rasanya sungguh sakit,dan perih sekali ketika aku diperawani oleh kontol besar OM Fery. Saat itu Om Ferry membiarkan penis besarnya tertanam dalamdalam di Vaginaku. Dia memebrikan aku waktu untuk menghilangkan rasa sakit karena selaput perawanku baru saja tersobek oleh kontol besar dan panjang milik Om Ferry. Tersayang.

    Saat itu aku merapatkan pahaku karena memang sakit sekali trasanya. Setelah kirakira 2 menit om ferry meberikan waktu istirahat, dia mulai menggenjot penisnya Keluar masuk dari dalam vaginaku sembari menjilati leherku dan memilinmilin Putting susuku.

    Aku tahu sekali kenapa OM ferry berbuat begitu, dia seperti itu agar aku melupakan trasa sakit pada vaginaku. Saat itu aku benarbenar pasrah, rasa sakit dan nikmat menjadi satu rasanya. Disisi lain vaginaku terasa perih dan sisi lain aku merasakan kenikmatan sex yang luar biasa.

    Om Ferry terus menilati leherku dan tangannya juga terus memilinmilin payudaraku untuk mengalihkan rasa sakitku. Semakin lama kesakitan itu berubah menajdi nikmat. Tekanan penis om Ferry yang tadinya perlahan saat itu mulai sangat keras dan mentok masuk ke dalam memekku. Baru kali ini aku bercumbu dan merasakan kenikmatan sex untuk pertama kalinya.

    Aku nggak tahan menahan birahi itu, sampaisampai aku menggigit dada om Ferry. Tubuhku semakin mengejang sangat kuat karena terus dirangsang. Pantatku kembali keatas dan aku bergoyang ke kanan dan kekiri. Tak ku lepaskan penis itu aku biarkan terus tertancap di dalam memekku. Ketika tekanan itu semakin keras ada aku sempat melihat ada darah yang keluar dari memekku.

    Aku tahu itu selaput perawanku sudah pecah aku tapi tak menghiraukannya karena sudah terlanjur horny sekali. Pantat om Ferry bergerak kesamping dan terus bergoyang. Sementara kepalaku terus bergerak kesamping kanan kiri sambil mataku merem melek. Rasanya aku sepeti pengen pipis, tidak lama kemudian aku merasakan ada cairan yang kembali keluar dali liang vaginaku,

    aaaauuuuggghhhSsssssshhhh.aaaaahh.Om aku keluar lagi om..Aaaaaaaaahh. desahku puas karena aku mendapatkan klimask pertamaku ketika ML.

    Tanganku mencengkeram bahu om Ferry dengan kuat untuk menahan kenikmatan. Wajah om Ferry memerah dan keluar keringat bercucuran. Penisnya masih saja asyik keluar masuk ke dalam memekku. Aku terus mengangkat pantatku keatas sembari tanganku bertumpu pada bahunya. Kita berdua sampai pada klimaksnya. Om Ferry mengeluarkan sperma,

    cccccccccccrrrroooooottt..cccccrrroooott..cccccccroooootttt..

    Dia semprotkan didadaku hingga basah dan sangat lengket. Dia menciumi bibirku dan masih saja mencium memek perawanku. Dia masih gemas, karena menjilati memekku lagi. Dia gigitgigit memekku dia ciumi terus. Aku terdiam merasakan kenikmatan hingg mataku tak bisa lagi terbuka. Om Ferry tampaknya tak ingin melepaskan aku begitu saja.

    Walaupun saat itu pspermanya sudah keluar namun penisnya masih saja menegang. Karena dia tampak belum puas berhubungan sex denganku maka OM ferrykembali memasukkan penisnya ke dalam memekku,

    SlebbbbbbbbbbbbaaaawwwSssssssshhhaaahhh enak om. Desah nikmat setelah penis om Ferry masuk lagi didalam vaginaku yang becek sekali.

    Kembali penis itu menusuknusuk di dalam memekku. Dia tekan penisnya dengan sangat keras dan dia benamkan dalamdalam penisnya sampai batang penisnya tertelan semua didalam liang vaginaku. Lalu dia menggoyangkan penisnya kembali dengan cepatnya sembari tangannya tak hentihentinya meremasremas payudaraku hingga aku kembali terangsang.

    Genjotan penisnya kini brutal, terkadang dia sodokanb penisnya kekanan, terkadang juga dia sodokan kekiri. Nafsu sexs ku semakin bergejolak dan lagilagi aku orgasme,

    oooohhh.aku keluar lagi om ahhhhhhhhhhhhhh .. tubuhku mengejang nikmat.

    Melihat aku yang sudah orgasme, Om Ferry nampak semakin liar, dia merapatkan kakiku, dan tubuhnya sepenuhnya betumpu pada diatas tubuhku. Hal itu membuat OM Ferry bertambah nikmat karena saat pahaku merapat otomatis vaginaku juga semakin kuat menghimpit pebnis OM Ferry. OM Ferry sungguh Pria idamanku, selain dia ganteng dan gagah dia juga pandai dalam berhubunganb sex.

    Kirakira sekitar 5 menit aku menghimpit kencang penis OM Ferry dengan memek sempitku, dia seprti akan mendapatkan klimaksnya. Sodokannya penisnya semakin cepat dan gerakanya semakin tidak teratur,

    Win aku mau keluar lagi nih Win, buka mulut kamu Win, Sssssssssshhhh, ucap Om Ferry.

    Tidak lama setelah berkata seperti itu sodkan penisnya berhenti dan dicabutlah penis besar itu dari liang senggamaku. Dengan terburuburu penisnya diarahkan pada mulutku, dan aku membuka mulut kemudian penisnya dia masukkan ke dalam mulutku,

    cccrrrooott..cccrrroooott.cccrrrooottt.

    Keluar cairan sperma untuk kedua kalinya, walaupun itu sperma keduanya, namun sperma OM ferry tetap kental dan banyak sekali. Sperma Om ferry benarbenar banyak sekali, bahkan mulutku hamper terisi penuh oleh sperma om Ferry. Aku telan sperma itu dengan perlahan, dan saat itu rasanya aku ingin muntah,maklumlah baru pertama kali aku minum sperma lakilaki,hhe,

    telan semua sayang seperma OM, itu bisa buwat kamu awet muda dan kulit kamu juga bakal lebih cerah dan mulus, ucap OM Ferry dengan penisnya yang masih tertancap didalam mulutku.

    Mendengar ucapan Om Ferry membuat aku semangat untuk menelan sperma itu. Sedikit demi sedikit akhirnya sperma itu tertelan habis,bahkan sisasisa sperma yangf ada diujung penis OM Ferry aku jilati sampai tak ada sisa sedikitpun. Hari itu kita berdua sangat puas seklai dengan hubungan sex itu. Apalagi aku yang baru pertama kali, hal itu sungguh mengesankan.

    Setelah kami samasama mendapatkan kepuasan sex tubuh kamipun terasa lunglai. Mata kami sayu dan lamalama kami tertidur dengan lelapnya. Itulah pengalaman pertamaku ngeseks dengan omom yang usianya 39 tahun, walaupun usia kami terpaut jauh namun status om Ferry yang masih lajang membuat aku merelakan keperawananku untuknya.

    Semenjak kejadian itu, kami berhubungan badan seminggu 3 kali dengan ratarata 3 kali ngesex pada setiap pertemuan. HUbungan kamipun lamalama diketahui oleh tanteku, dan pada akhirnya akupun terangterangan berpacaran dengan Om Ferry.

    Kata Om Ferry aku akan dinikahi satu tahun lagi dan aku tidak keberatan, begitu pula orangtuaku dan tanteku. Karena jika setelah menikah aku masih bisa kluliah,hhe. Seperti itulah kisah hilangnya keperawananku. Sekian.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Cara Pintas Masuk PNS

    Cerita Sex Cara Pintas Masuk PNS


    1375 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Cara Pintas Masuk PNS ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Aku yang sudah lulus dari perkuliahan sudah sana sini melamar pekerjaan tapi tidak pernah ada yang menyangkut sama sekali dan aku browsing browsing aku dapat info ternyata ada lowongan unutk menjadi PNS (pegawai negri sipil) dimana pekerjaan itu merupakan impian semua orang termasuk saya, tapi sebelumnya aku juga pernah melamar untuk menjadi PNS, mungkin sudah 3 x aku mencobanya tetapi tidak pernah diterima.

    Mungkin karena sudah putus asa akhirnya aku membutakan mataku untuk lewat jalan pintas yaitu memakai jasa dukun atau orang pintar, aku dapat info dari temanku yang mana dia sudah memakai jasa tersebut dan hasilnya dia diterima sebagai pegawai Bank di kotaku, jadi dari situlah aku direkomendasikan oleh temanku untuk mencoba kesana.

    Malam itu kira kira pukul 7 malam aku mencari rumah orang pintar tersebut yang diberikan oleh temanku, setelah sekian lama aku mencarinya kurang lebih satu jam akhirnya sampai juga tempat yang aku tuju, diman tempatnya masuk jauh dari jalan raya tempatnya yang sunyi dan banyak pohon kanan kirinya halamannya juga cukup luas setelah sampai aku bergegas mengetuk pintu dan wanita setengah baya yang membukakan pintu dengan senyumnya yang ramah dia memperbolehkan aku untuk masuk rumahya. Agen Judi Bola Sbobet

    Jangan Lewatkan cerita yang menggairahkan lainnya : Ratna Ibu Muda Hot

    “Permisi, apa benar ini rumahnya Bu Zahra?” tanyaku kemudian.

    “Oh iya, saya sendiri. Silakan masuk, Mas!” Setelah dipersilakan duduk, tanpa basa-basi aku segera memperkenalkan diri dan langsung mengutarakan maksud kedatanganku.

    “Ooo, jadi Mas Farid ini juga pengen jadi pegawai negeri to?”

    “Iya Bu! Saya juga sudah membawa sebotol madu murni sebagai syarat, seperti yang dikatakan teman saya.” aku menyodorkan satu botol madu murni kepada Bu Zahra.

    “Kalau begitu, silakan Mas Farid ikut saya ke dalam!” Bu Zahra beranjak dari duduknya sambil membawa botol madu yang aku berikan tadi.beliau berjalan menuju ke sebuah kamar di ujung ruangan.

    Dari belakang aku membentutinya sambil memperhatikan gerakan pantatnya yang membuatku menelan ludah. Sesampainya di dalam ruangan yang redup itu, Bu Zahra menutup pintu dan menyuruhku membuka pakaianku.

    “Maaf ya Mas Farid! Tolong pakaiannya di lepas dan silakan berbaring di ranjang itu! Kita akan segera memulai ritualnya!”

    “Semuanya, Bu?” tanyaku malu-malu. Bu Zahra tersenyum,

    “Mas Farid gak usah malu. anggap saja saya tidak ada. Toh ini kan juga demi cita-cita Mas Farid!” Bu Zahra benar, pikirku.

    Lagi pula aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku tidak perlu malu lagi. Sementara Bu Zahra menyiapkan kelengkapan ritual, aku segera menanggalkan semua busanaku kemudian berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu empuk itu.

    Beberapa saat kemudian, dengan sebotol madu ditangannya , Bu Zahra datang dan duduk di sampingku.

    Sesaat aku sempat melihat Bu Zahra mengamati tubuh telanjangku. Pandangannya terkesan liar, seolah tengah melihat ayam panggang yang siap untuk di santap.

    Dengan duduk bersimpuh di sampingku, Bu Zahra mulai menuangkan madu murni itu ke sekujur tubuhku. aku memejamkan mataku saat tangan lembut Bu Zahra mulai menyentuh dadaku, meratakan madu yang lengket itu ke setiap sudut tubuhku.

    Jemarinya yang lentik dengan lihai menari-nari, meremas-remas dada bidangku, dan mempermainkan bulu-bulu halus yang tumbuh di atasnya. aku menggigit bibirku sendiri, mencoba mengendalikan aliran darahku yang bergejolak menuju ke arah pangkal pahaku.

    “Mas Farid sudah punya pacar?” tanya Bu Zahra memecah keheningan.

    “Eh, saya baru menikah enam bulan yang lalu, Bu!”

    “Ooo…, jadi masih pengantin baru to! Wah, lagi panas-panasnya dong, Mas!” kata Bu Zahra meledek.

    “ah, Bu Zahra ini bisa saja!” Tanpa sengaja tanganku menyentuh lutut Bu Zahra ketika beliau memindahkan tanganku yang tadi menutupi kemaluanku. aku juga sempat melirik pahanya yang sedikit tersingkap.

    Wah, mulus juga pahanya, pikirku. Tanganku jadi betah berlama-lama di atas paha mulus itu. Bu Zahra membiarkannya ketika tanganku mengelusnya.

    Bahkan beliau malah melebarkan pahanya. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya. Darahku semakin mendidih manakala dengan lincahnya jemari Bu Zahra turun ke perutku, membelai bulu-bulu halusnya dan memijat otot- otot perutku yang keras.

    “Wah…, badan Mas Farid kekar juga ya.

    Pasti Mas Farid rajin olah raga.”

    “Ya, tiap pagi saya usahakan untuk olah raga meskipun cuma angkat beban atau sit up.”

    “Ooo…, pantesan adi Mas Farid gede!”

    “Maksud Bu Zahra, adik yang mana?” tanyaku pura-pura bodoh.

    “Maksud saya adik yang ini…..” kata Bu Zahra sambil meremas kejantananku tanpa rasa canggung. ada rasa kaget sekaligus senang dengan perlakuan Bu Zahra.

    Beliau dengan lembut melumuri kejantananku dengan madu, kemudian mengocoknya pelan.

    “Ooohh…, Bu! Enak…!” aku melenguh nikmat. aku juga semakin berani dengan menyingkap roknya dan memilin pahanya lebih jauh lagi. Dan ternyata Bu Zahra menanggapi positif tindakanku itu. Terbukti dengan ia sedikit mengangkat pantatnya agar aku bisa mencapai pangkal pahanya. astaga…!

    Sekali lagi aku terkejut sekaligus senang manakala tanganku menyentuh rambut-rambut halus diantara pangkal paha Bu Zahra.

    Ternyata beliau sudah tidak memakai celana dalam. Perlahan-lahan aku mulai menggosok bibir vagina Bu Zahra yang sudah basah itu dengan jariku. Bu Zahra bertambah kelonjatan dan semaikin bersemangat mengocok batang kontolku. cerita orang ngentot 2017

    Perlahan lahan batang kejantananku itu mulai membesar dan mengeras. Tanpa rasa jijik, Bu Zahra mulai menjilati sisa-sisa madu yang menempel di sekitar pangkal pahaku, melumat buah zakarku, kemudian bergerak naik menyapu urat-urat kontolku yang sudah bertonjolan.

    “Gimana Mas Farid? Enak kan?” tanya bu Zahra di sela-sela aksinya.

    “ahh.., nikmat banget Bu! Saya belum pernah merasakan senikmat ini!” aku memang belum begitu pengalaman dalam hal sex. Selama berhubungan dengan isteriku, kami hanya melakukan dengan cara konvensional saja.

    Namun kali ini Bu Zahra memberikan pelajaran baru yang ekstrim. Terbukti ketika Bu Zahra dengan lembut memasukkan ujung penisku ke mulut mungilnya.

    “Ooougghh…yeah…enak, Bu!” nafasku semakin memburu. aku merintih-rintih nikmat, namun Bu Zahra masih asyik mempermainkan kontolku di dalam rongga mulutnya. aku juga semakin berani. Kutarik rokny sampai terlepas.

    Bahkan Bu Zahra juga melepaskan kaosnya sendiri. Gila! Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ternya bu Zahra masih memiliki tubuh yang bagus. Kulitnya putih mulus, payudaranya yang masih kencang dan montok, serta pantatnya yang bulat menggemaskan membuatku seolah ingin mengunyahnya.

    Oh, sungguh sexy. “aahhh…., kontol Mas Farid memang luar biasa besarnya.

    Hhhmmmm…., saya memang sudah lama mendambakan kontol sebesar ini.Hhhmmm…!” dengan rakus Bu Zahra kembali melumat kejantananku.

    Kali ini beliau mengangkangi tubuhku dan menyodorkan vaginanya tepat ke wajahku. Dengan naluriku, akku mendekatkan mulutku ke vagina Bu Zahra yang merekah merah. Bau harum yang keluar sangat merangsah syaraf otakku untuk menjilatnya.

    Perlahan-lahan kujulurkan lidahku, dan kusapu permukaan vaginanya dengan lembut. “aaaaghhh…! Yaahhh…, begitu Mas! Jilat terus punya saya….!Oooghhh…!”

    Bu Zahra bertambah semangat mempermainkan kontolku di dalam mulutnya. Sementara tangannya mengocok batang kontolku, kepalanya juga bergerak naik turun.

    Sesekali beliau menyedo-nyedot ujung kontolku kuat-kuat. Cukup lama kami dalam posisi ini, saling menjilat, mengulum dan mengocok kemaluan masing-masing. Berapa saat kemudian Bu Zahra melepaskan kulumannya.

    “Gimana, Mas Farid Suka kan?” tanya Bu Zahra sambil tersenyum padaku. aku hanya mengangguk pelan sambil menikmati jemari Bu Zahra yang masih memijit-mijit batang kontolku.

    “Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang yang mempunyai penis besar mempunyai keinginan yang besar pula. Saya yakin, kali ini Mas Farid pasti akan bisa jadi Pegawai Negeri.”

    Kata Bu Zahra menjelaskan. “Tapi sekarang, biarkan saya bersenang-senang dulu dengan kontol Mas Farid yang besar ini!” Bu Zahra mengambil posisi duduk di atas pahaku.

    Perlahan-lahan beliau meraih kejantananku dan membimbingnya menuju ke gua darbanya yang sudah basah. Dia terlihat meringis saat ujung penisku mulai memasuki memeknya yang hangat , Begitulah kisah seksku yang awalnya ingin masuk PNS dengan cara pintas, mohon jangan serius apalagi mencontoh mungkin kisahku ini hanya kebetulan saja.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Seks Terlarang

    Cerita Sex Seks Terlarang


    1374 views

    Perawanku – Mahasiswi semester 6 yang kuliah di PTN Bandung orangnya cantik dia bernama Della dia mempunyai
    sahabat yang satu kampus tapi beda jurusan namnya Yeni , berdua mengontrak rumah yang berisi 2 kamar
    bersebelahan.

    Kedua kamar mereka dihalangi oleh dinding penyekat yang terdapat jendela kaca pada bagian atasnya
    sebagai media untuk pembagi cahaya agar ruangan tidak terlalu gelap dan pengap apabila lampu
    dimatikan.

    Kedua mahasiswi ini selalu mengenakan jilbab lebar dan baju longgar yang panjang serta sama-sama aktif
    di organisasi KAMMI yaitu organisasi kemahasiswaan yang bernuansa religius.

    Cerita ini bermula, ketika Yeni memutuskan menikah dengan kakak kelasnya yang bernama Doni yang juga
    sama-sama aktif di KAMMI. Keputusan ini mereka ambil dikarenakan mereka tidak mau melakukan dosa
    apabila mereka pacaran.

    Sebab menurut keyakinan mereka pacaran itu akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang penuh dosa apa
    bila mereka tidak kuat menjaganya, oleh sebab itu mereka memutuskan menikah sehingga mereka bisa
    bemesraan dan bahkan hubungan suami istri karena mereka telah terikat oleh perkawinan yang sah.

    Walaupun telah menikah, Yeni dan Doni masih hidup terpisah. Yeni masih ngontrak serumah dengan Della
    sedangkan Doni mengontrak serumah dengan sahabatnya Dedi, teman satu angkatan namun beda kelas.
    Maksudnya adalah agar kuliah mereka tidak terganggu oleh adegan percintaan jika mereka hidup serumah.

    Yang namanya sudah menikah, tentu saja mereka tidak malu-malu memperlihatkan kemesraan dihadapan
    teman-teman mereka. Tetapi masih dalam batas-batas yang wajar dan masih bisa diterima oleh norma
    kehidupan bermasyarakat.

    Usia muda yang menikah tentu saja selalu diisi dengan letupan-letupan gairah birahi yang meluap-luap.
    Oleh sebab itu meraka sering melakukanya di kamar Yeni ataupun di kamar Doni.

    Beberapa kali Della mendengar desahan dan erangan nikmat yang keluar dari mulut Yeni tanpa disadarinya
    pada saat Yeni sedang meraih orgasme ketika bersetubuh dengan Doni. Tentu saja suara desahan dan
    erangan nikmat tersebut membuat Della terangsang dan merasa terganggu. Tapi Della tidak bisa apa-apa,
    karena mereka adalah suami istri.

    Karena sering kali Della mendengar desahan dan erangan nikmat yang keluar dari mulut Yeni dan suaminya
    pada saat mereka bersetubuh, Della sering berkhayal dan berfantasi betapa nikmatnya bila dia dapat
    merasakan nikmatnya bersetubuh. Agen Judi Bola

    Tapi mana mungkin, sebab Della belumlah bersuami dan belum punya pacar, lagi pula tak mungkin ia
    lakukan dengan orang lain yang belum menjadi suaminya, karena sebagai gadis yang mengenakan jilbab,
    dia tahu bahwa persetubuhan hanya dapat dilakukan oleh kedua insan yang telah sah menjadi suami istri.

    Tapi dorongan rangsangan birahi yang Della alami semakin lama semakin hebat, membuat Della mencari
    cara untuk bisa melepaskannya hasrat birahinya.

    Akhirnya Della menemukan cara memuaskan dirinya dengan bantuan tangannya sendiri meremas-remas
    teteknya serta menggesek-gesek mem3k dan klitorisnya sambil mengintip apa yang dilakukan oleh Yeni dan
    suaminya pada saat mereka bersetubuh melalui jendela kaca yang terdapat di bagian atas dinding.

    Untuk bisa mengintip apa yang dilakukan oleh Yeni dan suaminya, Della harus naik ke atas meja
    belajarnya yang kebetulan letaknya pas di bawah jendela kaca tersebut. Dan kegiatan mengintip ini
    menjadi rutin dilakukan oleh Della setiap Doni datang mengunjungi kamar Yeni.

    Untuk sementara hanya dengan cara mengintip dan bermasturbasi seperti itulah yang dapat dilakukan oleh
    Della untuk bisa melepaskan gairah birahi yang akhir-akhir ini jadi sering bangkit dan minta untuk
    dituntaskan.

    Bahkan sering kali muncul godaan dalam dirinya untuk melakukan secara nyata dengan lawan jenis.
    Walaupun sampai saat ini Della masih mampu bertahan, namun entah kapan. Della sendiri tak yakin.

    Pada suatu hari ada kegiatan organisasi di kampusnya yang mengharuskan Della dan Yeni harus bekerja
    sampai malam di ruang kantor organisasi yang terdapat di dalam kampus.

    Ruang kantor organisasi ini cukup luas namun disekat-sekat menjadi ruang komputer, ruang ketua dan
    ruang rapat merangkap ruang kerja Yeni dan Della hanya berdua di kampus yang sepi pada malam itu.
    Sekitar jam 7 malam Della berkata pada Yeni

    Cerita Sex Seks Terlarang

    Cerita Sex Seks Terlarang

    “Yan…, aku mau pulang dulu yach..bentar kok, hanya mau ngambil file yang ada di komputerku, lalu
    datang lagi ke sini…Paling lama juga 1 jam… Boleh yah ?”

    “Boleh….tapi beneran nich…jangan lama-lama” sahut Yeni mengijinkan.

    Lalu Della keluar dari ruangan itu menuju pintu gerbang kampus yang letaknya cukup jauh dari ruang
    organisasi dimana mereka berada.

    Setelah 10 menit baru Della tiba di pintu gerbang kampus dan pada saat itu Dhe baru ingat bahwa file
    yang Della butuhkan sudah Della copykan ke komputer yang ada di ruang organisasi. Maka Della
    memutuskan untuk kembali ke ruang organisasi dimana Yeni sedang menunggunya.

    Begitu tiba ke ruang organisasi, Della tidak melihat Yeni. Mungkin Yeni sedang sembahyang di mesjid
    kampus pikir Della, maka Della langsung menuju ruang komputer yang bersebelahan dengan ruang ketua
    yang pintunya tertutup.

    Pada saat Della akan mencolokkan stop kontak komputer, tiba-tiba telinga Della mendengar desahan dan
    lenguhan khas yang biasa ia dengar dari mulut Yeni bila sedang bercumbu dengan Doni suaminya.

    Suara itu secara sayup-sayup berasal dari ruang ketua organisasi yang pintunya tertutup. Frekuensi
    desahan dan erangan yang keluar dari ruangan itu, makin lama makin sering dan semakin keras jelas
    terdengar membuat gairah Della dengan cepat terangsang naik.  Agen Judi Bola

    Tanpa dapat Della tahan badannya bergerak ke arah jendela penghubung antara ruang komputer dan ruang
    ketua. Jendela kaca tersebut dihalangi oleh gorden yang tidak terlalu rapat sehingga Della masih bias
    memperhatikan aktivitas yang terjadi di ruang ketua tersebut.

    Ternyata yang sedang bercumbu di ruang ketua itu adalah Yeni dan Suaminya Doni. Doni menyusul Yeni ke
    ruang organisasi berniat untuk menamani Yeni dan Della bekerja pada malam itu.

    Pada saat Doni tiba di Ruangan itu, dia hanya mendapati Yeni sedang kerja sendiri, dan sebagai
    pasangan pengantin baru, tentu saja situasi ini benar-benar mereka manfaatkan dengan bermesraan di
    ruang ketua.

    Mereka merasa tenang, karena mereka menyangka Della akan pulang dulu ke rumah kontrakan untuk
    mengambil file pekerjaan yang tersimpan di komputernya di rumah kontrakan. Dan menurut perhitungan
    mereka pulang pergi kampus-rumah kontrakan akan memakan waktu paling cepatnya adalah satu jam dan satu
    jam itu sangat sayang jika tidak dimanfaatkan dengan bermesraan dengan orang yang dicintai.

    Dengan lutut yang gemetar dan dada yang terasa sesak, Della mengintip apa yang dilakukan Yeni dan
    Suaminya. Beberapa kancing baju Yeni telah terbuka dan cup BH-nya pun telah ditarik ke atas.

    Sehingga tetek Yeni bagian kirinya yang montok dan bulat sekal menggairahkan itu sedang asyik
    diremas-remas oleh tangan Doni sambil berdiri. Sementara pantat Yeni terduduk di pinggir meja kerja.
    Mulut, bibir dan lidah Doni sedang mengulum, memilin dan menjilati puting Yeni yang semakin tegak
    merangsang.

    “Ouh…Aa…. Ohh….A…enak banget A..ouh…” mulut Yeni mendesah dan mengerang menikmati apa yang dilakukan
    oleh Doni.

    Doni semakin bernafsu mendengar erangan dan desahan istrinya. Bibirnya semakin lincah mengecup,
    menghisap dan menjilat tetek Yeni baik yang kiri maupun yang kanan secara bergantian dengan gairah
    yang mengebu-gebu.

    Lalu tangan kirinya mengangkat rok panjang yang dikenakan Yeni hingga sebatas pinggul dan kemudian
    kedua tangan itu menarik CD Yeni kebawah hingga lepas.

    Tangan kanan Doni langsung menyerbu mem3k istrinya dengan usapan dan remasan. Kepala Yeni semakin
    terdongak dengan mulut terbuka terengah mengeluarkan erangan dan desahan nikmat

    ”Aa….Aa….ouh….” dalam erangannya Yeni memanggil-manggil suaminya dengan suara yang sangat merangsang.

    Nafsu birahi Della semakin meningkat melihat adegan itu, dan ia menghayalkan seandainya saja tangan
    Doni yang mengobok-ngobok mem3knya

    “ouh….” Tanpa disadari oleh Della, ia melenguh nikmat.

    Mata Della tak berkedip mengintip adegan itu, nafasnya semakin tak teratur dan tersengal-sengal diburu
    nafsu birahi yang semakin menguasai jiwa dan raga Della. Tanpa disadarinya sambil mengintip semua
    detil adegan percumbuan yang dilakukan oleh Yeni,

    Tangan kanan Della masuk ke sela-sela rok panjang yag dia gunakan dan langsung masuk ke balik celana
    dalamnya. Della kemudian mulai mengusap dan meremas-remas mem3knya sendiri sambil membayangkan ada
    tangan lain yang sedang mengobok-obok mem3knya.

    Erangan Yeni semakin keras ketika jari tengah Doni mulai mengocok-ngocok mem3knya keluar masuk, sambil
    jari jempolnya menekan dan memutar klitotis Yeni yang mengeras karena rangsangan yang sangat dahsyat.
    Mata Yeni terbeliak-beliak menerima kenikmatan yang diberikan suaminya dan pinggulnya bergerak erotis.

    Rupanya Doni sudah tidak mampu lagi menahan nafsu birahi yang semakin memmuncak di kepalanya,
    tangannya menarik retsleting celananya dan mengeluarkan batang kont0lnya yang sudah sangat tegang
    dengan gagahnya dari balik celana dalam yang dia kenakan.

    Kini tampaklah batang kont0l yang tegang keras keluar dari sela-sela retsleting celana panjang yang
    masih dikenakan oleh Doni. Kemudian dia memposisikan selangkangannya tepat di depan selangkangan Yeni
    yang Pahanya sudah terbuka lebar memberi jalan.

    Perlahan-lahan kepala kont0l itu mulai menembus lubang mem3k Yeni dan secara bersamaan mereka melenguh
    dan mendesah

    “Ooahhh..”.

    Kemudian pantat itu secara perlahan-lahan bergerak secara pasti mengocok-ngocok kont0l yang sudah
    tertanam di dalam mem3k Yeni. Yeni meringis……melenguh…. Mengerang… bahkan menjerit dan meregang
    menikmati persetubuhan itu..

    Pandangan Della semakin kabur dan berkunang-kunang menahan nafsu yang semakin mendera. Khayalannya
    melayang dan melambung seolah-olah dia yang sedang bersetubuh itu. Seolah-olah Della merasakan
    bagaimana teteknya diremas-remas gemas dan menimbulkan rasa nikmat yang teramat sangat

    Dia merasakan nikmatnya leher dan tengkuknya dicium gemas penuh nafsu….., dan dia juga membayangkan
    bagaimana telapak tangan dan jari-jari yang mengobok-ngobok mem3knya membuat Della semakin melayang
    menikmati khayalannya.

    Perasaan nikmat itu begitu nyata…sehingga membuat Della mengerang dan mendesah

    “Ouh…..Ahhhh….” seolah-olah menjawab desahan dan erangan yang keluar dari mulut Yeni.

    Ouh… mengapa rasa nikmat ini begitu nyata…? Dan tiba-tiba tubuhnya seolah dialiri listrik, badannya
    bergetar keras dan Della menjerit menahan nikmat ketika dia merasa ada sebuah lidah yang kasar dan
    basah menjilati lipatan mem3knya hingga sampai ke klitorisnya dan menghisp-hisap klitoris Della cukup
    lama membuat kaki Della terangkat menjinjit menahan nikmat.

    Saking tak kuat menahan nikmat, kedua tangan Della merengkuh ke depan selangkangannya . Antara sadar
    dan tidak Della merasa tangannya menyentuh kepala yang sedang bermain diselangkangan Della dengan
    nafsu yang menggelora.

    Oh…kenapa khayalan ini begitu nyata ? Della melihat celana dalamnya sudah terlepas dan tergolek di
    lantai, entah kapan dia menanggalkannya dan beberapa kancing bajunya telah tanggal memperlihatkan
    teteknya yang montok menggantung bebas dengan tali penahan BH yang telah lepas pula , dan entah kapan
    ia melepaskannya.

    Lalu Della merasa, tubuhnya di tekan ke bawah hingga terduduk di lantai, dan Della melihat bahwa
    kepala yang sedari tadi memberikan kenikmatan pada mem3knya adalah Dedi teman satu kostnya Doni.

    Dedi memandang wajah Della dengan tatapan penuh rasa birahi yang meledak-ledak , dan Della sangat
    menikmati tatapan itu. Della merasa Dedi mendorong tubuhnya hingga telentang dilantai yang dingin.
    Tapi dinginnya lantai semakin membuat gairah Della meletup-letup.

    Antara khayalan dan kenyataan, Della melihat Dedi membuka celana-nya dengan tergesa-gesa sekaligus
    dengan celana dalam yang ia kenakan.

    Begitu terlepas tampaklah kont0l Dedi yang demikian tegang keras sangat menggairahkan Della, napas
    Della semakin sesak dan tatapannya semakin nanar melihat kont0l Dedi yang tegak dengan gagahnya,

    Ingin rasanya batang kont0l itu segera mengaduk-aduk dan mengobok-obok mem3knya yang sudah sangat
    gatal dan basah , sebagaimana yang sering ia bayangkan pada saat ia mengintip persetubuhan yang
    dilakukan oleh Doni dan Yeni di kamarnya.

    Rupanya Dedi memahami apa yang ada dalam khayalan Della. Paha Della dibuka lebar-lebar dan rok
    panjangnya di singkapkan ke atas sampai ke pinggang. Kemudian Dedi memposisikan kepala kont0lnya tepat
    di depan liang mem3knya.

    Dengan sangat hati-hati dibantu oleh tangannya, pantat Dedi mulai menekankan kepala kont0l untuk
    segera masuk menembus mem3k Della. Mem3k Della sudah sangat basah dan berlendir dan sangat membantu
    kont0l Dedi untuk bisa masuk secara perlahan-lahan.

    Walaupun ini adalah pengalaman yang pertama bagi Della bahwa mem3knya ditembus oleh kont0l, namun
    karena gairah Della sudah demikian tinggi dan mem3k Della pun sudah demikian basah dan licin sehingga
    tidak menimbulkan kesulitan yang berarti bagi kepala kont0l Dedi bisa memasukinya.

    Lalu tiba-tiba Dedi mendorong kont0lnya dengan cepat dan… Sreet….. Della merasakan ada sesuatu di
    dalam mem3k yang sobek dan menimbulkan rasa perih di mem3knya. Tapi rasa perih itu kalah oleh sensasi
    yang tak terbayangkan nikmatnya. Della melenguh dan mengerang antara perih dan nikmat

    “Aduh….auh…”

    Della merasakan seluruh batang kont0l Dedi telah amblas dalam mem3knya hingga sampai ke pangkalnya.
    Kini kedua selangkangan Della dan Dedi berimpit dengan rapat dan erat. Mata Dedi terlihat mendelik
    menahan nikmat dan kepalanya terdongak ke atas dan Della-pun merasakan sensasi nikmat yang sama.

    Lalu Dedi menarik perlahan-lahan batang kont0l yang telah tertancap dan begitu tersisa hanya kepala
    kont0l yang masih berada di dalam mem3k Della, Dedi langsung mendorongnya kembali.

    Gerakan maju mundur pantat Dedi dilakukan berdasarkan instingnya sebagai laki-laki, walaupun
    persetubuhan ini merupakan yang pertama pula bagi Dedi. Gesekan yang ditimbulkan oleh gerakan keluar
    masuknya batang kont0l Dedi dengan dinding mem3k Della membuat nafas mereka bagaikan ditarik-tarik
    dengan cepat dan rasa nikmat semakin membuat mereka melayang-layang.

    Makin lama genjotan Dedi diatas tubuh Della semakin cepat dan bersemangat dan hal itu semakin
    melambungkan kesadaran Della ke awang-awang yang tanpa batas meraih nikmat yang seolah tak berujung.

    Dan tanpa sadar pinggul Della bergerak secara erotis mengimbangi gerakan pinggul Dedi dan tentu saja
    goyang pinggul Della semakin melambungkan kenikmatan mereka semakin tinggi.

    Semakin lama gerakan mereka semakin cepat tak terkendali, Della merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya
    menjalar dengan cepat pada aliran darah dan nafasnya. Suatu yang tak dapat dia lukiskan itu bergerak
    semakin cepat menghentak-hentakan tubuhnya sehingga akhirnya tanda dapat dikuasainya, tubuh Della
    melenting mengejang kaku dan keluar teriakan panjang

    “Aaaaaaakkhh…..”

    Rupanya Dedipun merasakan hal yang sama, ada sesuatu dalam aliran darah dan aliran napasnya yang
    menghentak-hentakan badannya tanpa dapat dikuasainya disertai rasa yang sangat…sangat… nikmat tak
    terlukiskan. Kemudian badan Dedi melenting kaku dan pantatnya menekan kont0lnya hingga amblas sampai
    ke pangkalnya dan kedua selangkangan mereka erat merapat. Dan dari mulut Dedi keluar teriakan
    “Aaaaaaahh…”

    Lalu Dedi merasakan ada gelombang yang sangat dahsyat tak terbendung keluar dari kont0lnya menyemprot
    dengan deras seluruh rongga mem3k Della. Pandangan mata Dedi serasa gelap selama beberapa saat dan
    Cret…cret…cret…..semprotan itu keluar entah berapa kali.

    Dan Dedi merasakan dinding Mem3k Della berdenyut-denyut dengan keras bagaikan memeras dan menghisap-
    hisap cairan nikmat yang keluar dari kont0l Dedi hingga habis. Setelah itu Dedi merasa badannya
    bagaikan layang-layang yang terbang tinggi, kemudian benangnya putus secara tiba-tiba.

    Badannya melayang secara cepat ke bawah dan ambruk menindih tubuh Della yang masih mengenakan baju dan
    rok serta jilbab dalam persetubuhan itu.

    Selama beberapa detik, Della merasa khayalannya saat ini begitu luar biasa. Bagaikan nyata…., tapi
    beberapa menit kemudian, setelah gairahnya surut. Della merasa heran karena tubuh Dedi masih terasa
    berat menindihnya.

    Dan ini adalah nyata …bukan khayalan. Ditengah kegalauan pikiran Della dengan apa yang menimpanya,
    tiba-tiba Della dan Dedi yang masih telanjang menindih tubuh Della tersentak mendengar teriakan yang
    cukup keras.

    “Aaaw….., Astaghfirullah!!!” rupanya teriakan itu keluar dari mulut Yeni yang melotot kaget melihat
    keadaan mereka seperti itu sambil menutup mulutnya.

    Dengan terburu-buru dengan perasaan yang tak menentu Dedi mengenakan celana dalam dan celana
    panjangnya yang tergolek dilantai, sedangkan Della yang masih berada dalam mimpi atau nyata merapihkan
    baju rok dan jilbabnya yang acak-acakan serta mengenakan celana dalamnya yang tergolek di lantai.

    “Hei…! Apa yang kalian lakukan..? Tak malukah kalian…? Apa kalian tidak takut akan dosa…Hah…?” kata-
    kata marah keluar dari mulut Yeni.

    Tapi ditenangkan oleh suaminya Doni, walupun kelihatannya ia pun kecewa dengan apa yang dilihatnya.

    “Udah..sayaang…tenang… “ kata Doni pada Yeni, kemudian Doni mengajak kami untuk duduk di ruang kerja
    dan membicarakan apa yang telah terjadi.

    Kesadaran Della sudah pulih, baru dia menyesal dengan apa yang telah terjadi, kemudian Della bercerita
    tentang kronologis kejadian mulai dari mau mengambil file sampai kembali ke ruangan melihat Yeni dan
    Doni sedang bercumbu.

    Della turut terangsang melihat percumbuan mereka yang panas menggelora, dan tanpa sadar Della turut
    larut dalam khayalan percumbuan sepeti yang ia lihat sampai akhirnya ia disadarkan oleh teriakan kaget
    dari mulut Yeni, yang Della sendiri tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, karena perasaannya tadi
    dia sedang mengkhayal.

    Setelah mendengar cerita dari Della, Dedi menambahkan bahwa Dia menyusul Doni ke kampus menemani Della
    dan Yeni yang sedang bekerja dari pada bengong sendirian di kamar kost. Tapi begitu dia sampai di
    ruangan kantor, dia melihat Della sedang larut dalam kenikmatan bermastubasi sambil mengintip Doni dan
    Yeni bersetubuh.

    Dedi pun turut mengintip persetubuhan itu dari sela-sela gordyn yang tak tertutup rapat. Rangsangan
    yang ditimbulkan dari mengintip persetubuhan Doni dan Yeni demikian kuat mempengaruhi pikiran Dedi,
    sehingga akhirnya secara perlahan-lahan Dedi menghampiri Della yang sedang terangsang dan berkhayal,
    sehingga terjadilah persetubuhan itu.

    Persetubuhan yang Dedi dan Della lakukan demikian panas dan menghanyutkan sehingga mereka tak sadar
    bahwa Doni dan Yeni sudah selesai dalam persetubuhannya dan begitu Doni dan Yeni keluar dari ruangan
    kantor ketua, mereka berdua kaget melihat Della sedang ditindih oleh Dedi dalam posisi telanjang.

    Setelah mendengar semua pengakuan itu, Yeni dan Doni merasa malu dan bersalah pada Della dan Dedi.
    Akibat ketidak kontrolan mereka dalam melakukan persetubuhan, sahabat-sahabat mereka menjadi korban.
    Setelah itu kami berpelukan saling meminta maaf atas apa yang sudah terjadi.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Ditengah Hujanku Bercinta Dengan Guru

    Ditengah Hujanku Bercinta Dengan Guru


    1372 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Ditengah Hujanku Bercinta Dengan Guru ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Seorang wanita dengan jilbab hijau lumut tampak berjalan terburu-buru menuju ruang guru, belahan rok yang cukup sempit memaksa wanita itu mengayun langkah kecil nan cepat. Namun saat dirinya tiba diruangan yang dituju, disana hanya didapatinya Bu Nita yang sibuk mengoreksi hasil ujian harian para siswa.

    “Bu.. apa Pak Rivan sudah pulang?”

    “Mungkin sudah,” jawab Bu Nita, memandang Reyna dengan wajah penuh curiga, setau Bu Nita hubungan antara Reyna dan Rivan memang tak pernah akur, meski sama-sama guru muda, pemikiran Reyna dan Rivan selalu bersebrangan. Reyna yang idealis dan Rivan yang liberal.

    “Memangnya ada apa Bu?” lanjut wanita itu, penasaran.
    “Oh… tidak.. hanya ada perlu beberapa hal,” elak Reyna.
    “Apa itu tentang pengajuan kenaikan pangkat dan golongan?” tambah Nita yang justru semakin penasaran.
    “Bukan.. eh.. iya.. saya pamit duluan ya Bu,” ucap Reyna bergegas pamit.

    “Semoga saja SMS itu cuma canda,” ucapnya penuh harap, bergegas menuju parkir, mengacuhkan pandangan satpam sekolah yang menatap liar tubuh semampai dibalut seragam hijau lumut khas PNS, ketat membalut tubuhnya.

    Mobil Avanza, Reyna, membelah jalan pinggiran kota lebih cepat dari biasanya. Hatinya masih belum tenang, pikirannya terus terpaku pada SMS yang dikirimkan Rivan, padahal lelaki itu hanya meminta tolong untuk membantunya menyusun persyaratan pengajuan pangkat, tapi rasa permusuhan begitu lekat dihatinya.

    Jantung Reyna semakin berdebar saat mobilnya memasuki halaman rumah, di sana telah terparkir Ninja 250 warna hijau muda, “tidak salah lagi itu pasti motor Rivan,” bisik hati Reyna. Di kursi beranda sudut mata wanita muda itu menangkap sosok seorang lelaki, asik dengan tablet ditangannya. “Kamu…” ucap Reyna dengan nada suara tak suka.

    Rivan membalas dengan tersenyum.

    “Masuklah, tapi ingat suamiku tidak ada dirumah, jadi setelah semua selesai kamu bisa langsung pulang,” ucap Reyna ketus, meninggalkan lelaki itu diruang tamu.

    Beraktifitas seharian disekolah memaksa Reyna untuk mandi, saat memilih baju, wanita itu dibuat bingung harus mengenakan baju seperti apa, apakah cukup daster rumahan ataukah memilih pakaian yang lebih formal.

    “Apa yang ada diotak mu, Rey?!.. Dia adalah musuh bebuyutan mu disekolah,” umpat hati Reyna, melempar gaun ditangannya ke bagian bawah lemari.

    Lalu mengambil daster putih tanpa motif. Tapi sayangnya daster dari bahan katun yang lembut itu terlalu ketat dan sukses mencetak liuk tubuhnya dengan sempurna, memamerkan bongkahan payudara yang menggantung menggoda.

    Reyna kembali dibuat bingung saat memilih penutup kepala, apakah dirinya tetap harus mengenakan kain itu ataukah tidak, toh ini adalah rumahnya. Namun tak urung tangannya tetap mengambil kain putih dengan motif renda yang membuatnya terlihat semakin anggun, tubuh indah dalam balutan serba putih yang menawan.

    Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 petang dan untuk yang kedua kalinya Reyna menyediakan teh untuk Rivan. Sementara lelaki itu masih terlihat serius dengan laptop dan berkas-berkas yang harus disiapkan, sesekali Reyna memberikan arahan.

    Tanpa sadar mata Reyna mengamati wajah Rivan yang memang menarik. “Sebenarnya cowok ini rajin dan baik, tapi kenapa sering sekali sikapnya membuatku emosi,” gumam Reyna, teringat permusuhannya dilingkungan sekolah.

    Pemuda yang memiliki selisih umur empat tahun lebih muda dari dirinya. Sikap keras Reyna sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berbanding terbalik dengan sikap Rivan yang kerap membela murid-murid yang melakukan pelanggaran disiplin.

    “Tidak usah terburu-buru, minum dulu teh mu, lagipula diluar sedang hujan,” tegur Reyna yang berniat untuk bersikap lebih ramah.
    “Hujan?… Owwhh Shiiit.. Ibuku pasti menungguku untuk makan malam,” umpat Rivan.

    Reyna tertawa geli mendengar penuturan Rivan, “makan malam bersama ibumu? Tapi kamu tidak terlihat seperti seorang anak mami,” celetuk Reyna usil, membuat Rivan ikut tertawa, namun tangannya terus bergerak seakan tidak tergoda untuk meladeni ejekan Reyna.

    “Bereeesss..” ucap Rivan tiba-tiba mengagetkan Reyna yang asik membalas BBM dari suaminya.
    “Jadi apa aku harus pulang sekarang?” tanya Rivan, wajahnya tersenyum kecut saat mendapati hujan diluar masih terlalu lebat.

    “Di garasi ada jas hujan, tapi bila kamu ingin menunggu hujan teduh tidak apa-apa,” tawar Reyna yang yakin motor Rivan tidak mungkin menyimpan jas hujan.
    “Aku memilih berteduh saja, sambil menemani bu guru cantik yang sedang kesepian, hehehe…”
    “Sialan, sebentar lagi suamiku pulang lhoo,”

    Sesaat setelah kata itu terucap, Blackberry ditangan Reyna menerima panggilan masuk dari suaminya, tapi sayangnya suaminya justru memberi kabar bahwa dirinya sedikit terlambat untuk pulang, dengan wajah cemberut Reyna menutup panggilan.

    “Ada apa, Rey..”
    “Gara-gara kamu suamiku terlambat pulang,”

    “Lhoo, kenapa gara-gara aku? Hahaha…” Rivan tertawa penuh kemenangan, dengan gregetan Reyna melempar bantal sofa. Obrolan kembali berlanjut, namun lebih banyak berkutat pada dinamika kehidupan disekolah dan hal itu cukup sukses mencairkan suasana.

    Reyna seakan melihat sosok Rivan yang lain, lebih supel, lebih bersahabat dan lebih humoris. Jauh berbeda dari kacamatanya selama ini yang melihat guru cowok itu layaknya perusuh bagi dirinya, sebagai penegak disiplin para siswa.

    “Aku heran, kenapa kamu justru mendekati anak-anak seperti Junot dan Darko, kedua anak itu tak lagi dapat diatur dan sudah masuk dalam daftar merah guru BK,” tanya Reyna yang mulai terlihat santai. “Seandainya bukan keponakan dari pemilik yayasan, pasti anak itu sudah dikeluarkan dari sekolah,” sambungnya.

    “Yaa, aku tau, tapi petualangan mereka itu seru lho, mulai dari nongkrong di Mangga Besar sampai ngintipin anak cewek dikamar mandi, guru juga ada lho yang mereka intipin,” “Hah? yang benar? gilaaa, itu benar-benar perbuatan amoral,” Reyna sampai meloncat dari duduknya, berpindah ke samping Rivan.

    “Tapi tunggu, bukankah itu artinya kamu mendukung kenakalan mereka, dan siapa guru yang mereka intip?” tanya Reyna dengan was-was, takut dirinya menjadi korban kenakalan kedua siswa nya.
    “Sebanarnya mereka anak yang cerdas dan kreatif, bay
    angkan saja, hanya dengan pipa ledeng dan cermin mereka bisa membuat periskop yang biasa digunakan oleh kapal selam,” ucap Rivan serius, memutar tubuhnya berhadapan dengan Reyna yang penasaran.

    “Awalnya mereka cuma mengintip para siswi tapi bagiku itu tidak menarik, karena itu aku mengajak mereka mengintip di toilet guru, apa kamu tau siapa yang kami intip?”

    Wajah Reyna menegang, menggeleng dengan cepat. “Siapa?,,,”

    “kami mengintip guru paling cantik disekolah, Ibu Reyna Raihani!”
    “Apa? gilaaa kamu Van, kurang ajar,” Reyna terkaget dan langsung menyerang Rivan dengan bantal sofa.
    “ampuun Reeeey, Hahahaa,,”
    “Sebenarnya kamu ini guru atau bukan sih? Memberi contoh mesum ke murid-murid, besok aku akan melaporkan mu ke kepala sekolah,” sembur Reyna penuh emosi.

    Rivan berusaha menahan serangan dengan mencekal lengan Reyna.

    “Hahahaa, aku bohong koq, aku justru mengerjai mereka, aku tau yang sedang berada di toilet adalah Pak Tigor dan apa kamu tau efeknya? Mereka langsung shock melihat batang Pak Tigor yang menyeramkan, Hahaha,” Reyna akhirnya ikut tertawa, tanpa sadar jika lengannya masih digenggam oleh Rivan.

    “Tu kan, kamu itu sebenarnya lebih cantik jika sedang tertawa, jadi jangan disembunyikan dibalik wajah galakmu,” ucap Rivan yang menikmati tawa renyah Reyna yang memamerkan gigi gingsulnya. Seketika Reyna terdiam, wajahnya semakin malu saat menyadari tangan Rivan masih menggenggam kedua tangannya.

    Tapi tidak berselang lama bentakan dari bibir tipisnya kembali terdengar, “Hey!.. Kalo punya mata dijaga ya,” umpat Reyna akibat jelajah mata Rivan yang menyatroni gundukan payudara dibalik gaun ketat yang tak tertutup oleh jilbab, Reyna beranjak dan duduk menjauh, merapikan jilbabnya.

    “Punyamu besar juga ya,” balas Rivan, tak peduli akan peringatan Reyna yang menjadi semakin kesal lalu kembali melempar bantalan sofa. “Ga usah sok kagum gitu, lagian kamu pasti sudah sering mengintip payudara siswi disekolah?,,”

    “Tapi punyamu spesial, milik seorang guru tercantik disekolah,”

    “Sialan..” dengus Reyna merapikan jilbabnya, tapi sudut bibirnya justru tersenyum, karena tak ada wanita yang tidak suka bila dipuji. Wajah Reyna memerah , kalimat Rivan begitu vulgar seakan itu adalah hal yang biasa.

    “Rey… liat dong,”

    “Heh? Kamu mau liat payudaraku , gilaa… Benda ini sepenuhnya menjadi hak milik suamiku,” Wanita itu memeletkan lidahnya, tanpa sadar mulai terbawa sifat Rivan yang cuek.
    “Ayo dooong, penasaran banget nih,”
    “Nanti, kalo aku masuk kamar mandi intipin aja pake piroskop ciptaan kalian itu, hahaha..” Reyna tertawa terpingkal menutup wajahnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkannya.

    “Yaaa, paling ngga jangan ditutupin jilbab keq,” sungut Rivan, keqi atas ulah Reyna yang menertawakannya.
    “Hihihi… Liat aja ya, jangan dipegang,” Ucap guru cantik itu dengan mata tertuju ke TV, lalu mengikat jilbabnya kebelakang.
    “Kurang..”

    “Apalagi? Bugil?” matanya melotot seolah-olah sedang marah, tetapi jantungnya justru berdebar kencang, menantang hatinya sejauh mana keberanian dirinya.
    “satu kancing aja,”
    “Dasar guru mesum,” Reyna lagi-lagi memeletkan lidahnya lalu kembali menolehkan wajahnya ke TV, namun tangannya bergerak melepas kancing atas.

    Tapi tidak berhenti sampai disitu, karena tangannya terus bergerak melepas kancing kedua lalu menyibak kedua sisinya hingga semakin terbuka, membiarkan bongkahan berbalut bra itu menjadi santapan penasaran mata Rivan. Entah apa yang membuat Reyna seberani itu, untuk pertama kalinya dengan sengaja menggoda lelaki lain dengan tubuh nya.

    “Punyamu pasti lebih kencang dibanding milik Anita,” sambung Rivan, matanya terus terpaku ke dada Reyna sambil mengusap-usap dagu yang tumbuhi jambang tipis, seolah menerawang seberapa besar daging empuk yang dimiliki wanita cantik itu. Tapi kata-kata Rivan justru membuat Reyna kaget, bingung sekaligus penasaran. “Hhmmm.. Ada hubungan apa antara dirimu dan Bu Nita?”

    “Tidak ada, aku hanya menemani wanita itu, menemani malam-malamnya yang sepi,”
    “Gilaaa.. Apa kamu… eeeenghhh,,,”

    “Maksudmu aku selingkuhan Bu Anita kan? Hahaha…” Rivan memotong kalimat Reyna setelah tau maksud kalimat yang sulit diucapkan wanita itu. “Bisa dikatakan seperti itu, hehehe.. Tapi kami sudah mengakhirinya tepat seminggu yang lalu,”

    “Kenapa?” sambar Reyna yang tiba-tiba penasaran atas isu skandal yang memang telah menyebar dikalangan para guru mesum. Rivan menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya. “Suaminya curiga dengan hubungan kami, meski Anita menolak untuk mengakhiri aku tetap harus mengambil keputusan itu, resikonya terlalu besar,”

    “Apa kamu mencintai Bu Anita?”

    Rivan tidak langsung menjawab tapi justru mengambil rokok dari kantongnya, setelah tiga jam lebih menahan diri untuk tidak menghisap lintingan tembakau dikantongnya, akhirnya lelaki itu meminta izin, “Boleh aku merokok?”

    “Silahkan..” jawab Reyna cepat.

    “Aku tidak tau pasti, Anita wanita yang cantik, tapi dia bukan wanita yang kuidamkan,” beber lelaki itu setelah menghembuskan asap pekat dari bibirnya. Tapi wajah wanita didepannya masih menunjukkan rasa penasaran, “lalu apa saja yang sudah terjadi antara dirimu dan Anita?” cecarnya.

    “Hahahaha.. Maksudmu apa saja yang sudah kami lakukan?”

    Wajah Reyna memerah karena malu, Rivan dengan telak membongkar kekakuannya sebagai seorang wanita dewasa. “Anita adalah wanita bersuami, artinya kau tidak berhak untuk menjamah tubuhnya,” ucap Reyna berusaha membela keluguan berfikirnya.

    Rivan tersenyum kecut, mengakui kesalahannya, “Tak terhitung lagi berapa kali kami melakukannya, mulai dari dirumahku, dirumahnya, bahkan kami pernah melakukan diruang lab kimia, desah suaranya sebagai wanita yang kesepian benar-benar menggoda diriku, rindu pada saat-saat aku menghamburkan spermaku diwajah cantiknya.”

    Seketika wajah Reyna terasa panas membayangkan petualangan, Anita, “Kenapa kamu tidak menikah saja?” tanya Reyna berusaha menetralkan debar jantungnya. “Belum ada yang cocok,” jawab Rivan dengan simpel, membuat Reyna menggeleng-gelengkan kepala, wanita itu mengambil teh dimeja dan meminumnya.
    “Rey.. selingkuhan sama aku yuk..”

    Brruuuuuffftttt…
    Bibir tipis Reyna seketika menghambur air teh dimulutnya.

    “Dasar guru mesum,” umpat Reyna membuang wajahnya, yang menampilkan ekspresi tak terbaca, kejendela yang masih mempertontonkan rinai hujan yang justru turun semakin deras.

    “Aku masak dulu, lapar nih,” ucap Reyna, beranjak dari sofa berusaha menghindar dari tatapan Rivan yang begitu serius, jantungnya berdegub keras masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rivan.

    “Rey…” Panggilan Rivan menghentikan langkah wanita itu.
    “Kenapa wajahmu jadi pucat begitu, tidak perlu takut aku cuma bercanda koq,” ujar lelaki itu sambil terkekeh.
    “Siaaal, ni cowok sukses mengerjai aku,” umpat hati Reyna.

    “Aku tau koq, kamu tidak mungkin memiliki nyali untuk menggoda guru super galak seperti aku,” ucapnya sambil memeletkan lidah. Diam-diam bibirnya tersenyum saat Rivan mengikuti ke dapur. Hatinya mencoba berapologi, setidaknya lelaki itu dapat menemaninya saat memasak.

    Reyna dengan bangga memamerkan keahliannya sebagai seorang wanita, tangannya bergerak cepat menyiapkan dan memotong bumbu yang diperlukan, sementara Rivan duduk dikursi meja makan dan kembali berceloteh tentang kenakalan dan kegenitan para siswi disekolah yang sering menggoda dirinya sebagai guru mesum jomblo tampan.

    “Awas aja kalo kamu sampai berani menyentuh siswi disekolah,” Reyna mengingatkan Rivan sambil mengacungkan pisau ditangan, dan itu membuat Rivan tertawa terpingkal.
    “Ckckckck, mahir juga tangan mu Rey,” Rivan mengkomentari kecepatan tangan Reyna saat memotong bawang bombay.
    “Hahaha… ayo sini aku ajarin..” tawar Reyna tanpa menghentikan aksinya.

    Tapi Reyna terkejut ketika Rivan memeluknya dari belakang, bukan.. cowok itu bukan memeluk, karena tangannya mengambil alih pisau dan bawang yang ada ditangannya. “Ajari aku ya..” bisik Rivan lembut tepat ditelinganya.

    Kepala wanita itu mengangguk, tersenyum tersipu. Tangannya terlihat ragu saat menyentuh dan menggenggam tangan Rivan yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Perlahan pisau bergerak membelah daging bawang.

    “tangan mu terlalu kaku, Hahahaa,”
    “Ya maaf, tanganku memang tidak terlatih melakukan ini, tapi sangat terlatih untuk pekerjaan lainnya.”
    “Oh ya? Contohnya seperti apa? Membuat periskop untuk mengintip siswi dikamar mandi? Hahaha,,,”

    “Bukan, tapi tanganku sangat terampil untuk memanjakan wanita cantik seperti mu,” ucap lelaki itu, melepaskan pisau dan bawang, beralih mengusap perut Reyna yang datar dan perlahan merambat menuju payudara yang membusung.

    “Hahaha, tidaak tidaaak, aku bukan selingkuhanmu, ingat itu,” tolak Reyna berusaha menahan tangan Rivan.
    “Rey, jika begitu jadilah teman yang mesra untuk diriku, dan biarkan temanmu ini sesaat mengangumi tubuhmu, bila tanganku terlalu nakal kamu bisa menghentikanku dengan pisau itu, Deal?…”

    Tubuh Reyna gemetar, lalu mengangguk dengan pelan, “Ya, Deaaal.” ucap bibir tipisnya, serak. Reyna kembali meraih pisau dan bawang dan membiarkan tangan kekar Rivan dengan jari-jarinya yang panjang menggenggam payudara nya secara utuh. Memberikan remasan yang lembut, memainkan sepasang bongkahan daging dengan gemas.

    Mata Reyna terpejam, kepalanya terangkat seiring cumbuan Rivan yang perlahan merangsek keleher yang masih terbalut jilbab. Romansa yang ditawarkan Rivan dengan cepat mengambil alih kewarasan Reyna.

    “Owwhhhh,” bibir Reyna mendesah, kakinya seakan kehilangan tenaga saat jari-jari Rivan berhasil menemukan puting payudara yang mengeras.
    “Rivaaaan,” ucap wanita itu sesaat sebelum bibirnya menyambut lumatan bibir yang panas.

    Membiarkan lelaki itu menikmati dan bercanda dengan lidahnya, menari dan membelit lidahnya yang masih berusaha menghindar. “Eeeemmhhh…” wajahnya terkaget, Rivan dalam hisapan yang lembut membuat lidah nya berpindah masuk menjelajah mulut lelaki itu dan merasakan kehangatan yang ditawarkan.

    Menggelinjang saat lelaki itu menyeruput ludah dari lidahnya yang menari. Jika Reyna mengira permainan ini sebatas permainan pertautan lidah, maka wanita itu salah besar, karena jemari dari lelaki yang kini memeluknya penuh hasrat itu mulai menyelusup kebalik kancingnya.

    “Boleh?”

    Wanita berbalut jilbab itu tak berani menjawab, hanya memejamkan matanya dan menunggu keberanian silelaki untuk menikmati tubuhnya. Begitu pun saat tangan Rivan berusaha menarik keluar bongkahan daging padat yang membusung menantang dari bra yang membekap.

    “Oooowwwhh, eemmppphhh,” tubuh Reyna mengejang seketika, tangan lentiknya tak mampu mengusir tangan Rivan, hanya mencengkram agar jemari lelaki itu tidak bergerak terlalu lincah memelintir puting mungilnya.

    “Rey.. Kenapa kamu bisa sepasrah ini?.. Benarkah kamu menyukai lelaki ini?.. Bukan.. Ini bukan sekedar pertemanan Rey.. Meski kau tidak menyadari aku bisa merasakan bibit rasa suka dihatimu akan lelaki itu, Rey…” hati kecil Reyna mencoba menyadarkan. Tapi wanita itu justru berusaha memungkiri penghianatan cinta yang dilakoninya, berusaha mengenyahkan bisikan hati dengan memejamkan matanya lebih erat.

    Wajahnya mendongak ke langit rumah, berusaha lari dari batinnya yang berteriak memberi peringatan. Pasrah menunggu dengan hati berdebar saat tangan Rivan mulai mengangkat dasternya keatas dan dengan pasti menyelinap kebalik kain kecil, menyelipkan jari tengah kecelah kemaluan yang mulai basah.

    “Ooowwwhhhhhhh,” bibirnya mendesah panjang, berusaha membuka kaki lebih lebar seakan membebaskan jari-jari Rivan bermain dengan klitorisnya.

    Kurihiiiing…
    Kurihiiiing…

    Dering HP mengagetkan keduanya, membuat pergumulan birahi itu terlepas. Kesadaran Reyna mengambil alih seketika, dirinya semakin shock melihat nama yang tertera dilayar HP, ‘Mas Anggara’.

    “Hallo mas, halloo,,” sambut Reyna diantara usahanya mengkondisikan jantung yang berdegup kencang.
    “Mas sedang dimana, kenapa belum pulang?” ucap Reyna kalut dengan rasa takut dan bersalah yang begitu besar, seolah suaminya kini berdiri tepat didepannya.
    “Mas masih dirumah sakit, mungkin tidak bisa pulang malam ini,” jawab suara besar diujung telpon.
    “Iya.. Iya tidak apa-apa, Mas kerja saja yang tenang,”

    Setelah mengucap salam, sambungan telpon dimatikan. Reyna berdiri bersandar dimeja, menghela nafas panjang lalu meneguk liur untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering.

    “Rivan, terimakasih untuk semuanya, tapi kau bisa pulang sekarang,”
    “Tidak Rey, kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”

    “Apa maksudmu?… Tidak.. Aku bukan seperti Anita yang kesepian, aku tidak memiliki masalah apapun dengan suamiku, keluarga yang kumiliki saat ini adalah keluarga yang memang kuidamkan…” wajah Reyna menjadi pucat saat Rivan mendekat menempel ketubuhnya, mengangkat dasternya lebih tinggi, memeluk dan meremas pantat yang padat berisi.

    “Rivan, ingat!.. Kamu seorang guru, bukan pemerkosa..” didorongnya tubuh lelaki itu, tapi dekapan tangan Rivan terlalu erat.
    “Yaa.. Aku memang bukan pemerkosa, aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”
    “Gila kamu Rivan, aku adalah istri yang setia, tidak seperti wanita-wanita yang pernah kau tiduri ”
    “Ohh ya?,,” Rivan tersenyum sambil menurunkan celananya dan memamerkan batang yang telah mengeras, batang besar yang membuat Reyna terhenyak.

    Tiba-tiba dengan kasar Rivan mencengkram tubuh Reyna dan mendudukkan wanita itu diatas meja, dengan gerakan yang cepat menyibak celana dalam Reyna, batang besar itu telah berada didepan bibir senggama Reyna.

    “Jangan Rivaaan, aku bisa berbuat nekat,” Reyna mulai menangis ketakutan, meraih garpu yang ada disampingnya, mengancam Rivan.
    “Kenapa mengambil garpu, bukankah disitu ada pisau?” Rivan terkekeh, wajah yang tadi dihias senyum menghanyutkan kini berubah begitu menakutkan.
    “Aaaaaaaaaaaggghh…” Rivan berteriak kesakitan saat Reyna menusukkan garpu ke lengan lelaki itu.

    Lelaki itu menepis tangan Reyna, merebut garpu dan melemparnya jauh, darah terlihat merembes dikemeja lelaki itu. “Bila ingin mengakhiri ini seharusnya kau tusuk tepat di ulu hatiku,” ucapnya dengan wajah menyeringai sekaligus menahan sakit.

    “Tidaaak Rivaaaan, hentikaaan,” Reyna berhasil berontak mendorong tubuh besar Rivan lalu berlari kearah kamar, tapi belum sempat wanita itu menutup kamar Rivan menahan dengan tangannya.

    “Aaaaagghh…” Rivan mengerang kesakitan akibat tangannya yang terjepit daun pintu, lalu dengan kasar mendorong hingga membuat Reyna terjengkal.
    “Dengar Rey.. Sudah lama aku menyukai mu, dan aku berusaha menarik perhatianmu dengan menentang setiap kebijakan mu,”

    Dengan kasar Rivan mendorong wanita itu kelantai dan melucuti pakaiannya, Reyna berteriak meminta tolong sembari mempertahankan kain yang tersisa, tapi derasnya hujan mengubur usahanya. Lelaki itu berdiri mengangkangi tubuh Reyna yang terbaring tak berdaya, memamerkan batang besar yang mengeras sempurna, kejantanan yang jelas lebih besar dari milik suaminya.

    Wanita itu menangis saat Rivan dengan kasar menepis tangan yang masih berusaha menutupi selangkangan yang tak lagi dilindungi kain. “Cuu.. Cukup Rivan, sadarlaaah..” sambil terus menangis Reyna berusaha menyadarkan, tapi usahanya sia-sia, mata lelaki itu terhiptonis pada lipatan vagina dengan rambut kemaluan yang terawat rapi.

    Dengan kekuatan yang tersisa Reyna berusaha merapatkan kedua pahanya, namun terlambat, Rivan telah lebih dulu menempatkan tubuhnya diantara paha sekal itu dan bersiap menghujamkan kejantanannya untuk mengecap suguhan nikmat dari wanita secantik Reyna.

    “Ooowwhhh… Vagina mu lebih sempit dibanding milik Anita,” desah Rivan seiring kejantanan yang menyelusup masuk ke liang si betina.

    “Oohhkk.. Oohhkk..” bibir Reyna mengerang menerima hujaman yang dilakukan dengan kasar, semakin keras batang besar itu menghujam semakin kuat pula jari-jari Reyna mencakar tangan Rivan, air matanya tak henti mengalir.

    Tubuhnya terhentak bergerak tak beraturan, Rivan menyetubuhinya dengan sangat kasar. Wajah lelaki itu menyeringai saat melipat kedua paha Reyna keatas, memberi suguhan indah dari batang besar yang bergerak cepat menghujam celah sempit vagina Reyna.

    “Sayang, aku bisa merasakan lorong vaginamu semakin basah, ternyata kamu juga menikmati pemerkosaan ini, hehehe”

    Plak…

    Pertanyaan Rivan berbuah tamparan dari tangan Reyna, tapi lelaki itu justru tertawa terpingkal, lidahnya menjilati jari-jari kaki Reyna yang terangkat keatas dengan pinggul yang terus bergerak menghujamkan batang pusakanya. Puas bermain dengan kaki Reyna, tangan lelaki itu bergerak melepas bra yang masih tersisa.

    “Ckckckck… Sempurna, sejak dulu aku sudah yakin payudaramu lebih kencang dari milik Anita,”

    Tubuh Reyna melengkung saat putingnya dihisap lelaki itu dengan kuat. “Oooooouugghh..”

    “Pasti Anita malam ini tidak bisa tidur karena menunggu batang kejantanan yang kini sedang kau nikmati, Oowwhhh kecantikan, keindahan tubuh dan nikmatnya vaginamu benar-benar membuatku lupa pada beringasnya permainan Anita,” ucap Rivan, membuat Reyna kembali melayangkan tangannya kewajah lelaki itu.

    “Bajingan kamu, Van..” umpat wanita itu, tapi tak berselang lama bibirnya justru mendesah saat lidah Rivan bermain ditelinganya. “Oooowwwhhhhh….”
    “Hehehe…akuilah, jika kamu juga menikmati pemerkosaan ini, rasakanlah besarnya penisku divagina sempit mu ini,”

    Mata wanita itu terpejam, air matanya masih mengalir dengan suara terisak ditingkahi lenguhan yang sesekali keluar tanpa sadar. Hatinya berkecamuk, sulit memang memungkiri kenikmatan yang tengah dirasakan seluruh inderanya.

    “Reeeey… Sadarlah, kamu wanita baik-baik, seorang istri yang setia, setidaknya tutuplah mulut nakal mu itu,” teriak hatinya mencoba mengingatkan, membuat airmata Reyna semakin deras mengalir.

    Yaa.. meski hatinya berontak, tapi tubuhnya telah berkhianat, pinggulnya tanpa diminta bergerak menyambut hentakan batang yang menggedor dinding rahim. Rivan tersenyum penuh kemenangan.

    “Berbaliklah, sayang,” pintanya.

    Tubuh Reyna bergerak lemah membelakangi Rivan, pasrah saat lelaki itu menarik pantatnya menungging lebih tinggi, menawarkan kenikmatan dari liang senggama yang semakin basah. Jari-jari lentiknya mencengkram sprei saat lelaki dibelakang tubuhnya menggigiti bongkahan pantatnya dengan gemas.

    “Oooowwwhhhh… Eeeeeenghhh..” pantat indah yang membulat sempurna itu terangkat semakin tinggi ketika lidah yang panas memberikan sapuan panjang dari bibir vagina hingga keliang anal.

    Rasa takut dan birahi tak lagi mampu dikenali, matanya yang sendu mencoba mengintip pejantan yang membenamkan wajah tampannya dibelahan pantat yang bergetar menikmati permainan lidah yang lincah menari, menggelitik liang vagina dan anusnya, suatu sensasi kenikmatan yang tak pernah diberikan oleh suaminya.

    Isak tangis bercampur dengan rintihan. Hati yang berontak namun tubuhnya tak mampu berdusta atas lenguhan panjang yang mengalun saat batang besar Rivan kembali memasuki tubuhnya, menghantam bongkahan pantatnya dengan bibir menggeram penuh nafsu.

    Begitupun saat Rivan meminta Reyna untuk menaiki tubuhnya, meski airmatanya jatuh menetes diatas wajah sipejantan tapi pinggul wanita itu bergerak luwes dengan indahnya menikmati batang besar yang dipaksa untuk masuk lebih dalam.

    “Aaaawwhhhh Rey… Boleh aku menghamilimu?” ucap Rivan saat posisinya kembali berada diatas tubuh Reyna, menunggangi tubuh indah yang baru saja meregang orgasme.

    Wanita itu membuang wajahnya, bibirnya terkatup rapat tak berani menjawab hanya gerakan kepala yang menggeleng menolak, matanya begitu takut beradu pandang dengan mata Rivan yang penuh birahi.

    Batang besar Rivan bergerak cepat, orgasme yang diraih siwanita membuat lorong senggamanya menjadi sangat basah. Hentakan pinggul lelaki itu begitu cepat dan kuat seakan ingin membobol dinding rahim, memaksa Reyna berpegangan pada besi ranjang penikahannya untuk meredam kenikmatan yang didustakan.

    “Reeeeey.. Boleh aku menghamilimuuu?.. Aaaagghhh, cepaaaaat jawaaaaaaaab,” teriak Rivan yang menggerakkan pinggulnya semakin cepat.

    Reyna menatap Rivan dengan kepala yang menggeleng. “Jangaaan.. kumohooon jangaaaan… Rivan tersenyum menyeringai “Kamu yakin? Tidak ingin merasakan sensasi bagaimana sperma lelaki lain menghambur dirahim mu?”

    Plaaak..

    Reyna kembali menampar wajah Rivan untuk yang kesekian kalinya, tapi kali ini jauh lebih keras. Wanita menjerit terisak, tapi kaki jenjangnya justru bergerak melingkari pinggul silelaki, tangannya memeluk erat seakan ingin menyatukan dua tubuh.

    Tangis Reyna semakin menjadi, menangisi kekalahannya. Tangannya menyusuri punggung Rivan yang berkeringat lalu meremas pantat yang berotot seakan mendukung gerakan Rivan yang menghentak batang semakin dalam.

    “Kamu jahaaaaat Rivaaaan.. jahaaaaat..” teriak Reyna seiring lenguh kenikmatan dari bibir silelaki.

    Menghambur bermili-mili sperma dilorong senggama, menghantar ribuan benih kerahim siwanita yang mengangkat pinggulnya menyambut kepuasan silelaki dengan lenguh orgasme yang kembali menyapa, tubuh keduanya mengejat, menggelinjang, menikmati suguhan puncak dari sebuah senggama tabu.

    “Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini,” isak Reyna dengan nafas memburu, tangannya masih meremasi pantat berotot Rivan yang sesekali mengejat untuk menghantar sperma yang tersisa kerahim si wanita.

    “Karena aku mencintaimu,” bisik lembut si penjantan ditelinga betina yang membuat pelukannya semakin erat, membiarkan tubuh besar itu berlama-lama diatas tubuh indah yang terbaring pasrah. Membisu dalam pikiran masing-masing.

    “Apa kamu bersedia menjadi teman selingkuhku?”

    Reyna menggeleng dengan cepat, “Aku tidak berani, Rivan, Ooooowwhhhhhh..” wanita itu melepaskan pagutan kakinya dan mengangkang lebar, membiarkan silelaki kembali menggerakkan pingulnya dan memamerkan kehebatan kejantanannya dicelah sempit vagina Reyna.

    “Tapi bagaimana bila aku memaksa?..”

    “Itu tidak mungkin Oooowwhhh… Aku sudah bersuami dan memiliki anak, aaaahhhhhh…” Reyna menggelengkan kepala, berusaha kukuh atas pendirian, meski pinggul indahnya bergerak liar, tak lagi malu untuk menyambut setiap hentakan yang menghantar batang penis kedalam tubuhnya.

    Reyna tak ingin berdebat, tangannya menjambak rambut Rivan saat bibir lelaki itu kembali berusaha merayu, membekap wajah Rivan pada kebongkahan payudara dengan puting yang mengeras.

    “Kamu jahat, Van.. Tak seharusnya aku membiarkan lelaki lain menikmati tubuhku.. Ooowwwhh.. Ooowwwhhh…”

    Setelahnya tak ada lagi kalimat lagi yang keluar selain desahan dan lenguhan dan deru nafas yang memburu. Hingga akhirnya bibir Rivan bersuara serak memanggil nama si wanita.

    “Reeeeey… Boleeeehkaaan?”

    Reyna menatap sendu wajah birahi Rivan, dengan kesadaran yang penuh wanita itu mengangguk lalu merentang kedua tangan dan kakinya, memberi izin kepada silelaki untuk kembali menghambur sperma kedalam rahimnya.

    “Reeeey..” panggil lelaki itu kembali, membuat siwanita bingung, sementara tubuhnya telah pasrah menjadi pelampiasan dari puncak birahi Rivan.

    Dengan wajah memelas tangan Rivan bergerak mengusap wajah Reyna, telunjuknya membelah bibir tipis siwanita.

    “Dasar guru mesum, ” ucap Reyna sambil menampar pipi Rivan tapi kali ini dengan lembut,
    “kamu menang banyak hari ini, Van..” ucapnya lirih dengan mata sembap oleh air mata.
    “Boleeeh?..”

    Reyna memalingkan wajahnya, lalu mengangguk ragu. Rivan bangkit mencabut batangnya lalu mengangkangi wajah guru cantik itu. Sudut mata Reyna menangkap wajah tampan silelaki yang menggeram sambil memainkan batang besar tepat didepan wajah nya.

    Jemari lentiknya gemetar saat mengambil alih batang besar itu dari tangan Rivan. Memberanikan diri untuk menatap lelaki yang mengangkangi wajahnya, kepasrahan wajah seorang wanita atas lelaki yang menikmati tualang birahi atas tubuhnya.

    “Aaaaaaaagghhh.. Aaaaagghhh.. Reeeeey..” wajah Rivan memucat seiring sperma yang menghambur kewajah cantik yang menyambut dengan mata menatap sendu. “Aaaaaagghhhh.. Sayaaaaaang..”

    Tak pernah sekalipun Reyna menyaksikan seorang pejantan yang begitu histeris mendapatkan orgasmenya, dan tak pernah sekalipun Reyna membiarkan seorang pejantan menghamburkan sperma diwajah cantiknya. Dengan ragu Reyna membuka bibirnya, membiarkan tetesan sperma menyapa lidahnya. Batang itu terus berkedut saat jari lentik Reyna yang gemetar menuntun kedalam mulutnya.

    Menikmati keterkejutan wajah Rivan atas keberaniannya. Bibirnya bergerak lembut menghisap batang Rivan, mempersilahkan lelaki itu mengosongkan benih birahi didalam bibir tipisnya.

    “Ooooooowwwhhhhh.. Reeeeeeeey…” Rivan mengejat, menyambut tawaran Reyna dengan beberapa semburan yang tersisa.
    “Cepatlah pulang.. Aku tidak ingin suamiku datang dan mendapati dirimu masih disini,” pinta Reyna setelah Rivan sudah mengenakan kembali seluruh pakaiannya.
    “Masih belum puas?.. dasar guru mesum,” ucapnya ketus saat Rivan memeluk dari belakang.
    “aku bukanlah selingkuhan mu, catat itu,” Reyna menepis tangan Rivan.

    “Yaa.. Aku akan mencatatnya disini, disini, dan disini..” jawab Rivan sambil menunjuk bibir tipis Reyna, lalu beralih meremas payudara yang membusung dan berakhir dengan remasan digundukan vagina.

    “Dasar gila ni cowok,” umpat hati Reyna, yang kesal atas ulah Rivan tetap terlihat cuek setelah apa yang terjadi.

    Reyna menatap punggung Rivan saat lelaki itu melangkah keluar, hujan masih mengguyur bumi Jakarta dengan derasnya, dibibir pintu lelaki itu berhenti dan membalikkan tubuhnya, menampilkan wajah serius.

    “Maaf Rey, sungguh ini diluar dugaanku, semua tidak lepas dari khayalku akan dirimu, tapi aku memang salah karena mencintai wanita bersuami, Love you Rey..” ucap Rivan lalu melangkah keluar kepelukan hujan.

    “Rivaaan.. Love u too,” teriak Reyna dengan suara serak, membuat langkah Rivan terhenti
    “Tapi maaf aku tidak bisa jadi selingkuhanmu.” lanjutnya.

    “Mamaaaaaa, Elminaaaa pulaaaaang,” teriak seorang bocah dengan ceria, coba mengagetkan wanita yang sibuk merapikan tempat tidur yang berantakan, gadis kecil itu langsung menghambur memeluk tubuh Reyna, ibunya.

    Usaha gadis itu cukup berhasil, Reyna sama sekali tidak menduga, Ermina, putri kecilnya yang beberapa hari menginap ditempat kakeknya dijemput oleh suaminya.

    “Ini buat mama dari Elmina,” ucapnya cadel, menyerahkan balon gas berbentuk amor yang melayang pada seutas tali. “Elmina kangen mamaa, selamat valentine ya, ma, Semoga mama semakin cantik dan sehat selalu..”

    Wajah mungil itu tersenyum ceria, senyum yang begitu tulus akan kerinduan sosok seorang ibu. Reyna tak lagi mampu membendung air mata, menatap mata bening tanpa dosa yang menunjukkan kasih sayang seorang anak. Sementara dibelakang gadis itu berdiri suaminya, Anggara, sambil menggenggam balon yang sama.

    “Selamat valentine, sayang,” ucap Anggara, tersenyum dengan gayanya yang khas, senyum lembut yang justru mencabik-cabik hati Reyna.

    Seketika segala sumpah serapah tertumpah dari hatinya, atas ketidaksetiaannya sebagai seorang istri, atas ketidak becusannya menyandang sebutan seorang ibu.

    “Maafin Mama, sayang,” ucap Reyna tanpa suara, memeluk erat tubuh mungil Ermina, terisak dengan tubuh gemetar. “Maafin mama, Pah,”

    Tengah malam, Reyna berdiri dibalik jendela, menatap gulita dengan gundah. Suaminya dan Ermina telah terlelap.

    PING!…

    Tanpa hasrat wanita itu membuka BBM yang ternyata menampilkan pesan dari Rivan.

    “Besok pukul 12 aku tunggu di lab kimia, ”

    Jemari kiri Reyna erat menggenggam tangan suaminya yang tengah pulas tertidur, sementara tangan kanannya menulis pesan dengan gemetar. “Ya, aku akan kesitu,”

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Gadis Kos Nikmat Banget

    Gadis Kos Nikmat Banget


    1371 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Gadis Kos Nikmat Banget ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2020.

    Perawanku – Masih seputer vonis putusan sidang Aok berita hari ini. Ditambah kasus penyiraman air terhadap komisioner KPK Novel Baswedan mengawali soreku bersama secangkir kopi.

    Nаmaqu Ardi, aqu ѕеоrаng kаrуаwаn ѕwаѕtа di ѕаlаh ѕаtu реruѕаhааn реrсеtаkаn. Kаrеnа aqu bеrаѕаl dаri luаr kоtа oleh sebab itu aqu ѕеlеmа bеkеrjа tinggаl di ѕеbuаh kоѕ dekat kаntоr. kаmаrku bеrѕеbеlаhаn dgn kаmаr ѕеоrаng wanita yg mаѕih kесil, badannya mungil, рutih bеrѕih dаn ѕеnуumnуа bеnаr-bеnаr mеmреѕоnа.

    Dаlаm kаmаr kоѕtku tеrdараt bеbеrара lobang аngin ѕеbаgаi vеntilаѕi. Mulаnуа lobang itu kututuр dgn kеrtаѕ рutih…, tарi ѕеsudah wanita mаniѕ itu kоѕt di ѕеbеlаh kаmаrku, mаkа kеrtаѕ рutih itu aqu lераѕ, ѕеhinggа aqu dараt bеbаѕ dаn jеlаѕ mеlihаt ара yg tеrjаdi раdа kаmаr di ѕеbеlаhku itu.

    Suаtu mаlаm aqu mеndеngаr ѕuаrа рintu di ѕеbеlаh kаmаrku dibukа, lаlu aqu ѕереrti biаѕаnуа nаik kе аtаѕ mеjа untuk mеngintiр. Tеrnуаtа wanita itu bаru рulаng dаri ѕеkоlаhnуа…, tарi kоk ѕаmраi lаrut mаlаm bеgini tаnуaqu dаlаm hаti. Wanita mаniѕ itu yg bеlаkаngаn nаmаnуа kukеtаhui уаitu Renata, mеnаruh tаѕnуа lаlu mеnсороt ѕераtunуа kеmudiаn mеngаmbil ѕеgеlаѕ аir рutih dаn mеminumnуа…,

    аkhirnуа diа duduk di kurѕi sembari mеngаngkаt kаkinуа mеnghаdар раdа lobang аngin tеmраt aqu mеngintiр. Renata ѕаmа ѕеkаli tak biѕа mеlihаt kе аrаhku kаrеnа lаmрu kаmаrku sudah kumаtikаn ѕеhinggа mаlаh aqu yg dараt lеluаѕа mеlihаt kе dаlаm kаmаrnуа.

    Pаdа роѕiѕi kаkinуа yg diаngkаt di аtаѕ kurѕi, tеrlihаt jеlаѕ сеlаnа dаlаmnуа yg hitаm dgn gundukаn kесil di tеngаhnуа…, lаlu ѕаjа tibа-tibа kemaluanku yg bеrаdа dаlаm сеlаnaqu оtоmаtiѕ mulаi еrеkѕi. Mаtaqu mulаi mеlоtоt mеlihаt kеindаhаn yg tiаdа duаnуа, араlаgi kеtikа Renata bаngkit dаri kurѕi dаn mulаi mеlераѕkаn bаju dаn rоk ѕеkоlаhnуа ѕеhinggа kini tinggаl BH dаn сеlаnа dаlаmnуа.

    Sеbеntаr diа bеrсеrmin mеmреrhаtikаn badannya yg rаmрing рutih dаn tаngаnnуа mulаi mеlunсur раdа buah dadanуа yg tеrnуаtа mаѕih kесil jugа. Diuѕарnуа buah dadanуа dgn lеmbut. Diрuntirnуа реlаn рuting buah dadanуа sembari mеmеjаmkаn mаtа, ruраnуа diа mulаi mеrаѕаkаn nikmаt, lаlu tаngаn ѕаtunуа mеlunсur kе bаwаh, kе сеlаnа dаlаmnуа digоѕоknуа dgn реlаn, tаngаnnуа mulаi mаѕuk kе сеlаnаnуа dаn bеrmаin lаmа.

    Aqu bеrgеtаr lеmаѕ mеlihаtnуа, ѕеdаngkаn kemaluanku ѕudаh ѕаngаt tеgаng ѕеkаli. Lаlu kulihаt Renata mulаi mеlераѕkаn сеlаnа dаlаmnуа dаn…, Wоwww, bеlum аdа rambutnуа ѕаmа ѕеkаli, ѕеbuаh kemaluan yg mеnggunduk ѕереrti gunung kесil yg tаk bеrrambut. Ohh, bеgitu indаh, bеgitu mеmреѕоnа. Lаlu kulihаt Renata nаik kе tеmраt tidur, mеnеlungkuр dаn mеnggоygkаn bokongnуа ibаrаt ѕеdаng bеrѕеtubuh.

    Renata mеnggоyg bokongnуа kе kiri, kе kаnаn…, nаik dаn turun…, ruраnуа ѕеdаng mеnсаri kеnikmаtаn yg ingin ѕеkаli diа rаѕаkаn, tарi ѕаmраi lаmа Renata bеrgоyg ruраnуа kеnikmаtаn itu bеlum diсараinуа, Lаlu diа bаngkit dаn mеnuju kurѕi dаn ditеmреlkаnnуа kemaluannуа раdа ujung kurѕi sembari digоyg dаn ditеkаn mаju mundur.

    Kаѕihаn Renata…, ruраnуа diа ѕеdаng tеrаngѕаng bеrаt…., ѕuаrа nаfаѕnуа yg ditаhаn mеnggаmbаrkаn diа ѕеdаng bеruѕаhа mеrаih dаn mеnсаri kеnikmаtаn ѕurgа, Tetapi bеlum jugа ѕеlеѕаi, Renata kеmudiаn mеngаmbil ѕрidоl…, dibаѕаhi dgn ludаhnуа lаlu реlаn-реlаn ѕрidоl itu dimаѕukаn kе lobang kemaluannуа, bеgitu ѕрidоl itu mаѕuk ѕеkitаr ѕаtu аtаu duа сеnti mаtаnуа mulаi mеrеm mеlеk dаn еrаngаn nаfаѕnуа mаkin mеmburu,

    “Ahh…, аhh”,

    Lаlu diсороtnуа ѕрidоl itu dаri kemaluannуа, ѕеkаrаng jаri tеngаhnуа mulаi jugа diсоlоkkаn kе dаlаm kemaluannуа…, реrtаmа…, jаri itu mаѕuk ѕеbаtаѕ kukunуа kеmudiаn diа dоrоng lаgi jаrinуа untuk mаѕuk lеbih dаlаm уаitu ѕеtеngаhnуа, diа mеlеnguh,

    “Oоhh…, оhh…, аhh”,

    Tарi hеrаn aqu jаdinуа, jаri tеngаhnуа diсаbut lаgi dаri kemaluannуа, kurаng nikmаt ruраnуа…, lаlu diа mеlihаt ѕеkеliling mеnсаri ѕеѕuаtu…, aqu yg mеnуаkѕikаn ѕеmuа itu bеtul-bеtul ѕudаh tak tаhаn lаgi.

    Kemaluanku ѕudаh ѕаngаt mеngеrаѕ dаn tеgаng luаr biаѕа, lаlu kubukа сеlаnа dаlаmku dаn ѕеkаrаng kemaluanku bеbаѕ bаngun lеbih gаgаh, lеbih bеѕаr lаgi еrеkѕinуа mеlihаt kemaluan ѕi Renata yg ѕеdаng tеrаngѕаng itu.

    Lаlu aqu mеngintiр lаgi dаn ѕеkаrаng Renata ruраnуа ѕеdаng mеnеmреlkаn kemaluannуа yg bаhеnоl itu раdа ujung mеjа bеlаjаrnуа. Kini gеrаkаnnуа mаju mundur sembari mеnеkаnnуа dgn kuаt, lаmа diа bеrbuаt ѕереrti itu…, dаn tibа-tibа diа mеlеnguh,

    “Ahh…, аhh…, аhh”, ruраnуа diа sudah mеnсараi kеnikmаtаn yg diсаri-саrinуа.

    Sеsudah ѕеlеѕаi, diа lаlu bеrbаring di tеmраt tidurnуа dgn nаfаѕ yg tеrѕеngаl-ѕеngаl. Kini роѕiѕinуа tераt bеrаdа di dераn раndаngаnku. Kulihаt kemaluannуа yg bеrubаh wаrnа mеnjаdi аgаk kеmеrаh-mеrаhаn kаrеnа digеѕеk tеruѕ dgn ujung kurѕi dаn mеjа.

    Tеrlihаt jеlаѕ kemaluannуа yg mеnggеmbung kесil ibаrаt kuе ареm yg ingin rаѕаnуа kutеlаn, kulumаt hаbiѕ…, dаn tаnра tеrаѕа tаngаnku mulаi mеnеkаn biji kemaluanku dаn kukосоk kemaluanku yg ѕеdаng dаlаmn роѕiѕi “ON”. Kuаmbil ѕеdikit krim реmbеrѕih mukа dаn kuоlеѕkаn раdа kераlа kemaluanku, lаlu kukосоk tеruѕ, kukосоk nаik turun dаn,

    “Akhh”, aqu mеngеluh реndеk kеtikа аir mаniku munсrаt kе tеmbоk sembari mаtaqu tеtар mеnаtар раdа kemaluan Renata yg mаѕih tеlеntаng di tеmраt tidurnуа. Nikmаt ѕеkаli rаѕаnуа оnаni sembari mеnуаkѕikаn Renata yg mаѕih bеrbаring tеlаnjаng bulаt. Kuintiр lаgi раdа lobang аngin, dаn ruраnуа diа kеtidurаn, mungkin сараi dаn lеlаh.

    Eѕоk hаrinуа aqu bаngun kеѕiаngаn, lаlu aqu mаndi dаn buru-buru bеrаngkаt kе kаntоr. Di kаntоr ѕереrti biаѕа bаnуаk kеrjааn mеnumрuk dаn rаѕаnуа ѕаmраi jаm ѕеmbilаn mаlаm aqu bаru ѕеlеѕаi. Mеjа kubеrеѕkаn, kоmрutеr kumаtikаn aqu bеrgеgаѕ рulаng dаn ѕеkitаr jаm ѕерuluh aqu ѕаmраi kе tеmраt kоѕtku.

    Sеsudah mаkаn mаlаm tаdi di jаlаnаn, aqu mаѕih mеmbukа kulkаѕ dаn mеminum ѕоftdrink dingin. Aqu duduk dаn mеnуаlаkаn TV, ku-ѕtеl vоlumеnуа сukuр реlаn. Aqu mеmаng оrаng yg tak ѕukа bеriѕik, dаlаm biсаrарun aqu ѕеnаng ѕuаrа yg реlаn, kalo аdа wаnitа di kаntоrku yg bеrѕuаrа kеrаѕ, aqu lаngѕung mеnghindаr, aqu tak ѕukа.

    Aсаrа TV ruраnуа tak аdа yg bаguѕ, lаlu kuingаt kаmаr ѕеbеlаhku, Renata…, yg tаdi mаlаm sudah kuѕаkѕikаn ѕеgаlаnуа yg mеmbuаt aqu ѕаngаt ingin mеmilikinуа.Aqu nаik kе tеmраt biаѕа dаn mulаi lаgi mеngintiр kе kаmаr ѕеbеlаh. Renata yg саntik itu kulihаt tеngаh tidur di kаѕurnуа, kulihаt nаfаѕnуа yg tеrаtur nаik turun mеnаndаkаn bаhwа diа ѕеdаng bеtul-bеtul tidur рulаѕ.

    Tibа-tibа nаfѕu jаhilku timbul, dаn ѕеgеrа kugаnti сеlаnа раnjаngku dgn сеlаnа реndеk dаn dаlаm сеlаnа реndеk itu aqu tak mеmаkаi сеlаnа dаlаm lаgi, aqu ѕudаh nеkаt, kаmаr kоѕtku kutinggаlkаn dаn aqu рurа-рurа duduk di luаr kаmаr sembari mеrоkоk.

    Sеsudah kulihаt ѕituаѕinуа аmаn dаn tak аdа lаgi оrаng, tеrnуаtа рintunуа tak di kunсi, mungkin diа luра аtаu jugа mеmаng ѕudаh ngаntuk ѕеkаli, jаdi diа tak mеmikirkаn lаgi tеntаng kunсi рintu.

    Dgn bеrlаhаn, aqu mаѕuk kе kаmаrnуа dаn рintu lаngѕung kukunсi реlаn dаri dаlаm, kuhаmрiri tеmраt tidurnуа, lаlu aqu duduk di tеmраt tidurnуа mеmаndаngi wаjаhnуа yg mungil dаn, “Alааmааk”, Renata mеmаkаi dаѕtеr yg tiрiѕ, dаѕtеr yg tеmbuѕ раndаng ѕеhinggа сеlаnа dаlаmnуа yg ѕеkаrаng bеrwаrnа mеrаh mudа ѕаngаt jеlаѕ tеrbаyg di hаdараnku.

    “Ohh…, glеkk”, aqu mеnеlаn ludаh ѕеndiri dаn rероtnуа, kemaluanku lаngѕung tеgаng ѕеmрurnа ѕеhinggа kеluаr dаri сеlаnа реndеkku. Kulihаt wаjаhnуа, mаtаnуа, аliѕnуа yg tеbаl, dаn hidungnуа yg mаnсung аgаk ѕеdikit mеnеkuk tаndа bаhwа wanita ini mеmрunуаi nаfѕu bеѕаr dаlаm ѕеkѕ,

    itu mеmаng rаhаѕiа lеlаki bаgi yg tаhu. Ingin rаѕаnуа aqu lаngѕung mеnubruk dаn mеjеblоѕkаn kemaluanku kе dаlаm kemaluannуа, tарi aqu tak mаu сеrоbоh ѕереrti itu.

    Sеsudah aqu уаkin bаhwа Renata bеnаr-bеnаr ѕudаh рulаѕ, реlаn-реlаn kubukа tаli dаѕtеrnуа, dаn tеrbukаlаh, lаlu aqu ѕаmрirkаn kе ѕаmрing. Kini kulihаt раhаnуа yg рutih kесil dаn раdаt itu. Sungguh ѕuаtu реmаndаngаn yg ѕаngаt mеnаkjubkаn, араlаgi сеlаnа dаlаmnуа yg mini mеmbuаt gundukаn kесil ibаrаt gunung mеrарi yg mаѕih ditutuрi оlеh аwаn mеmbuаt kemaluanku mеngеjаt-ngеjаt dаn mеngаngguk-ngаngguk.

    Pеlаn-реlаn tаngаnku kutеmреlkаn раdа kemaluannуа yg mаѕih tеrtutuр itu, aqu diаm ѕеbеntаr taqut kalo kalo Renata bаngun, aqu biѕа kеnа mаlu, tарi ruраnуа Renata bеnаr-bеnаr tеrtidur рulаѕ, lаlu aqu mulаi mеnуibаk сеlаnа dаlаmnуа dаn mеlihаt kemaluannуа yg mungil, luсu, mеnggеmbung, ibаrаt kuе ареm yg ujungnуа ditеmреli ѕеbuаh kасаng.

    “Huаа”, aqu mеrinding dаn gеmеtаr, kumаinkаn jаriku раdа рinggirаn kemaluannуа, kuрutаr tеruѕ, kugеѕеk реlаn, ѕеkаli-ѕеkаli kumаѕukkаn jаriku раdа lobang kесil yg bеtul-bеtul indаh, rambutnуарun mаѕih tiрiѕ dаn lеmbut. Kemaluanku rаѕаnуа mаkin еrеkѕi bеrаt, aqu mеndеѕаh lеmbut.

    Ahh, indаhnуа kаu Renata, bеtара kuingin mеmilikimu, aqu mеnуаygimu, сintaqu lаngѕung hаnуа untukmu. Oh, aqu tеrреrаnjаt ѕеbеntаr kеtikа Renata bеrgеrаk, ruраnуа diа mеnggеrаkkаn tаngаnnуа ѕеbеntаr tаnра ѕаdаr, kаrеnа aqu mеndеngаr nаfаѕnуа yg tеrаtur bеrаrti diа ѕеdаng tidur рulаѕ.

    Lаlu dgn nеkаtnуа kuturunkаn сеlаnа dаlаmnуа реrlаhаn tаnра bunуi, реlаn, реlаn, dаn lераѕlаh сеlаnа dаlаm dаri tеmраtnуа, kеmudiаn kulераѕ dаri kаkinуа ѕеhinggа kini mеldа bеnаr-bеnаr tеlаnjаng bulаt. Luаr biаѕа, indаh ѕеkаli bеntuknуа, dаri kаki ѕаmраi wаjаhnуа kutаtар tаk bеrkеdiр. Pауudаrаnуа yg mаѕih bеruра рuting itu ѕаngаt indаh ѕеkаli.

    Akh, ѕаngаt luаr biаѕа, реlаn-реlаn kutеmреlkаn wаjаhku раdа kemaluannуа yg mеrеkаh bаk bungа mаwаr, kuhiruр аrоmа wаnginуа yg khаѕ. Oh, aqu bеnаr-bеnаr tak tаhаn, lаlu lidаhku kumаinkаn di ѕеkitаr kemaluannуа.

    Aqu mеmаng tеrkеnаl ѕеbаgаi ѕi раndаi lidаh, kаrеnа ѕеtiар wаnitа yg ѕudаh реrnаh kеnа lidаhku аtаu jilаtаnku раѕti аkаn kеtаgihаn, aqu mеmаng jаgо mеmаinkаn lidаh, mаkа aqu рrаktеkаn раdа kemaluan ѕi Renata ini. Lеrеng gunung kemaluannуа kuѕарu dgn lidаhku, kuауun lidаhku раdа рinggirаn lаlu ѕеkаli-kаli ѕеngаjа kuѕеnggоl сlitоriѕnуа yg indаh itu.

    Kеmudiаn guа kесil itu kuсоlоk lеmbut dgn lidаhku yg ѕеngаjа kuulur раnjаng, aqu uѕар tеruѕ, aqu соlоk tеruѕ, kujеlаjаhi guа indаhnуа ѕеhinggа lаmа-kеlаmааn guа itu mulаi bаѕаh, lеmbаb dаn bеrаir.

    Oh, nikmаtnуа аir itu, аrоmа yg khаѕ mеmbuаtku tеrkеjеt-kеjеt, kemaluanku ѕudаh tak ѕаbаr lаgi, tарi aqu mаѕih taqut kalo kalo Renata tеrbаngun biѕа runуаm nаnti, tарi dеѕаkаn kuаt раdа kemaluanku ѕudаh ѕаngаt bеѕаr ѕеkаli. Nаfаѕku bеnаr-bеnаr tak kаruаn, tарi kulihаt Renata mаѕih tеtар ѕаjа рulаѕ tidurnуа.-

    Aquрun lеbih bеrѕеmаngаt lаgi, ѕеkаrаng ѕеmuа kеmаmрuаn lidаhku kuрrаktеkаn ѕааt ini jugа, luаr biаѕа mеmаng, kemaluan yg mungil, kemaluan yg indаh, kemaluan yg ѕudаh bаѕаh.

    Rаѕаnуа ѕереrti ѕudаh ѕiар mеnаnti tibаnуа ѕеnjаtaqu yg ѕudаh bеrоntаk untuk mеnеrоbоѕ guа indаh miѕtеriuѕ yg ditumbuhi rumрut tiрiѕ milik Renata, tetapi kutаhаn ѕеbеntаr, kаrеnа lidаhku dаn jilаtаnku mаѕih аѕуik bеrmаin di ѕаnа, mаѕih mеmbеrikаn kеnikmаtаn yg ѕаngаt luаr biаѕа bаgi Renata.

    Sаyg Renata tеrtidur рulаѕ, аndаikаtа Renata dараt mеrаѕаkаn dаlаm kеаdааn ѕаdаr раѕti ѕаngаt luаr biаѕа kеnikmаtаn yg ѕеdаng dirаѕаkаnnуа itu, tарi meskiрun Renata ѕааt ini ѕеdаng tеrtidur рulаѕ ѕесаrа рѕусhо ѕеkѕ yg bеrjаlаn ѕесаrа аlаmi dаn biоlоgiѕ,…

    nikmаt yg аmаt ѕаngаt itu раѕti tеrbаwа dаlаm mimрinуа, itu раѕti dаn раѕti, meskiрun yg dirаѕаkаnnуа ѕеkаrаng ini tak seberapa , Buktinуа dgn nаfаѕnуа yg mulаi tеrѕеngаl dаn tak tеrаtur ѕеrtа kemaluannуа yg ѕudаh bаѕаh, itu mеnаndаkаn fаktоr рѕусhо tѕb ѕudаh bеkеrjа dgn bаik. Sеhinggа nikmаt yg luаr biаѕа itu mаѕih dараt dirаѕаkаn ѕереrеmраtnуа dаri kеѕеluruhаnnуа kalo di ѕааt ѕаdаr.

    Akhirnуа Kаrеnа kuрikir ѕudаh сukuр rаѕаnуа lidаhku bеrmаin di kemaluannуа, mаkа реlаn-реlаn kemaluanku yg mеmаng ѕudаh mintа tеruѕ ѕеjаk tаdi kuоlеѕ-оlеѕkаn dulu ѕеѕааt раdа ujung kemaluannуа, lаlu раdа сlitоriѕnуа yg mulаi mеmеrаh kаrеnа nаfѕu, rаѕа bаѕаh dаn hаngаt раdа kemaluannуа mеmbuаt kemaluanku bеrgеrаk ѕеndiri оtоmаtiѕ ѕереrti mеnсаri-саri lobang guа dаri titik nikmаt yg аdа di kemaluannуа.

    Dаn kеtikа kemaluanku dirаѕа ѕudаh сukuр bеrmаin di dаеrаh iѕtimеwаnуа, mаkа dgn hаti-hаti tetapi раѕti kemaluanku kumаѕukаn реrlаhаn-lаhаn kе dаlаm kemaluannуа…, реlаn, реlаn dаn,

    “ѕlееррр…, ѕlеѕеррр”, kераlа kemaluanku yg gundul ѕudаh tak kеlihаtаn kаrеnа bаtаѕ di kераlа kemaluanku ѕudаh mаѕuk kе dаlаm kemaluan Renata yg hаngаt nikmаt itu.

    Lаlu kuреrhаtikаn ѕеbеntаr wаjаhnуа, Mаѕih!.., diа, Renata mаѕih рulаѕ ѕаjа, hаnуа ѕеѕааt ѕаjа kаdаng nаfаѕnуа аgаk ѕеdikit tеrѕеndаt,

    “Ehhѕѕ…, еhh…, ѕѕѕ”, ѕереrti оrаng ngigаu.

    Lаlu kuсаbut lаgi kemaluanku ѕеdikit dаn kumаѕukkаn lаgi аgаk lеbih dаlаm kirа-kirа hаmрir ѕеtеngаhnуа,

    “Akhh…, аhh, bеtара nikmаtnуа, bеtара еnаknуа kemaluanmu Renata, bеtара ѕеrеtnуа lobangmu ѕаyg”. Oh, gеrаkаnku tеrhеnti ѕеbеntаr, kutаtар lаgi wаjаhnуа yg bеtul-bеtul саntik yg mеnсеrminkаn ѕumbеr ѕеkѕ yg luаr biаѕа dаri wаjаh mаtа dаn hidungnуа yg аgаk mеnеkuk ѕеdikit,.. оhh Renata, bеtара ѕеmрurnаnуа tubuhmu, bеtара еnаknуа kemaluanmu, bеtара nikmаtnуа lobangmu. Oh, арарun yg tеrjаdi aqu аkаn bеrtаnggung jаwаb untuk ѕеmuаnуа ini. Aqu ѕаngаt mеnуаygimu.

    Lаlu kеmbаli kutеkаn аgаk dаlаm lаgi kemaluanku ѕuрауа biѕа mаѕuk lеbih jаuh lаgi kе dаlаm kemaluannуа,

    “Blееееѕѕ…, blеѕѕѕеѕѕ”, “Akhh…, аkhh”,


    Sungguh luаr biаѕа, ѕungguh nikmаt ѕеkаli kemaluannуа, bеlum реrnаh ѕеlаmа ini аdа wаnitа yg mеmрunуаi kemaluan ѕееnаk dаn ѕеgurih milik Renata ini.

    Kеtikа kumаѕukаn kemaluanku lеbih dаlаm lаgi, kulihаt Renata аgаk tеrѕеntаk ѕеdikit, mungkin dаlаm mimрinуа diа mеrаѕаkаn kаgеt dаn nikmаt jugа yg luаr biаѕа dаn nikmаt yg аmаt ѕаngаt kеtikа ѕеnjаtaqu bеtul-bеtul mаѕuk, lаgi-lаgi diа mеngеrаng, еrаngаn nikmаt, еrаngаn ѕоrgа yg aqu уаkin ѕеkаli bаhwа mеldа раѕti mеrаѕаkаnnуа meskiрun dirаѕа dаlаm tidurnуа.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • pengalaman Seks Sebagai Sebagai Hadiah Dari Suami Yang Sangat Berkesan

    pengalaman Seks Sebagai Sebagai Hadiah Dari Suami Yang Sangat Berkesan


    1371 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pengalaman Seks Sebagai Sebagai Hadiah Dari Suami Yang Sangat Berkesan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Perkenalkan namaku Lia, aku berumur 28 tahun, sudah menikah tetapi belum berniat memiliki anak karena masih berkonsentrasi dengan karier dan pendidikanku. Aku bekerja pada salah satu bank swasta ternama di Jakarta. Menurut teman-temanku aku dikaruniakan bentuk tubuh yang seksi, mungkin karena ukuran dada dan pinggulku yang sangat menggoda.

    Sebenarnya belum terlalu lama aku berhubungan dengan situs ceritaseks15 ini, kurang lebih baru sekitar 3 bulan yang lalu, itu juga karena diperkenalkan oleh suamiku. Oleh karena itu aku mau kirim pengalaman pribadiku ini, supaya fair kali ya, selama ini kan aku hanya membaca kisah dari orang lain, sekarang gantian aku mau bercerita. Dewapokerqq

    Aku dan suamiku baru menikah sekitar 8 bulan, bagiku suamiku adalah guru sexku yang paling luar biasa, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi gairahnya yang begitu tinggi. Sebelum menikah mungkin aku adalah gadis yang lugu, sex adalah hal yang tabu bagiku, tetapi begitu merasakan nikmatnya sex, aku begitu merindukannya setiap waktu.

    Suamiku seorang yang inovatif dalam urusan ranjang, dari aku yang lugu menjadi aku yang liar dan haus sex dibuatnya. Terkadang dalam bersetubuh kami menggunakan alat bantu, kami mempunyai beberapa alat bantu seperti butterfly, kondom sambung dan vibrator. Dari semua alat bantu tersebut semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda-beda, tetapi favoritku adalah vibrator.

    Wah sambil menulis ini aku jadi membayangkan kontol silikon itu maju mundur didalam vaginaku. Kelebihan dari vibrator itu selain bisa maju mundur secara otomatis tetapi juga dapat memberikan sensasi luar biasa menjelang aku orgasme karena sambil maju mundur vibrator itu dapat disetel bergetar.

    Bagi para istri coba deh, apalagi sekarang alat bantu sex mudah sekali diperoleh. Terkadang kalau lagi “on” aku juga suka masturbasi dengan alat bantu. Suamiku sangat senang melihat aku bermasturbasi.

    Sebenarnya dia yang pertama kali mengajarkan masturbasi kepadaku, dan dia tidak keberatan apabila aku bermasturbasi didepan dia, malah katanya aku sangat seksi dan merangsang, kalau sudah begitu masturbasiku pasti berganti dengan persetubuhan yang liar dan panas.

    Selain menggunakan alat bantu, kami juga suka bersetubuh ditempattempat yang tidak lazim, bosan kalu ditempat tidur terus kata suamiku. Kami pernah bersetubuh di taman depan rumah dimana tingkat ketahuan sama orang lainnya sangat tinggi. Seru sekali nikmat sambil degdegan.

    Selain itu kami pernah bersetubuh diatas balkon sebuah apartemen terkemuka di Jakarta, kalau penghuni kamar sebelah ke balkon juga, wah gimana jadinya, tetapi itulah kenikmatannya. Kami juga pernah bersetubuh dikolam renang salah satu hotel di Bali dan hampir ketahuan, ternyata enaklo bersetubuh didalam air, sensasinya sungguh luar biasa.

    Sebenarnya bukan itu yang mau aku ceritakan. Aku mau bercerita tentang hadiah ulang tahun yang diberikan oleh suamiku bulan yang lalu, tepat pada usiaku yang ke-28. Pada waktu itu kami sepakat merayakan disebuah hotel, hanya aku dan suamiku. Hotelnya ada di kawasan Slipi, kami menyewa salah satu kamar yang ada dilantai 21.

    Memang dari rumah aku sudah menduga bahwa ada kejutan yang sangat merangsang yang akan diberikan oleh suamiku, tetapi aku tidak menduga betapa luar-biasanya kejutan tersebut.

    Saat makan malam suamiku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku.

    “Selamat ulang tahun Sayang”.

    Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak hitam kecil dan membukanya di hadapanku. Wah sebuah kalung dari emas putih bermatakan berlian, aku senang sekali karena walaupun buas diranjang suamiku sangat romantis.

    “Sini aku pakaikan” kata suamiku seraya memakaikan kalung tersebut.

    “Terima kasih ya Mas” kataku.

    “Itu masih hadiah pembukaan Sayang, masih ada paket hadiah yang lainnya” katanya.

    “Apaan tuh Mas, jangan main rahasia-rahasiaan dong” kataku lagi.

    “Sekarang kita selesaikan makam malamnya nanti hadiah utamanya diberikannya di dalam kamar” katanya genit.

    Rasanya aku tahu apa hadiah utamanya kataku dalam hati, pasti dia memberikan sex toys baru lagi. Tak lama kami menyelesaikan makan malam kami, setelah berjalanjalan sebentar melihatlihat pemandangan di lobby, suamiku mengajakku kembali ke kamar.

    “Mau lihat hadiah utamanya nggak?” katanya, aku hanya tersenyum.

    “Bikin penasaran orang aja” kataku.

    “Aku kan mau memberikan sesuatu yang beda, Sayang” katanya lagi.

    Tak lama sampailah kami di kamar. Suamiku menyalakan TV dan aku masih bertanyatanya dalam hati mengenai kejutan dari suamiku.

    “Siap untuk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.

    Itulah suamiku, dia sangat tahu bagaimana memperlakukan perempuan. Kamipun mulai berciuman, ternyata ini toh kejutannya kataku, tetapi masa cuma ini sih, yang seperti ini kan tiap hari kami lakukan.

    Saat aku sedang terbuai ketika payudaraku dicumbu oleh suamiku, bel kamar berbunyi kembali, suamiku memintaku untuk membuka pintu.

    “Selamat malam, Mbak’ apakah ini kamar Pak Indra?” seorang pemuda bertanya kepadaku.

    “O iya benar, ayo masuk. Pak Indranya ada kok di dalam” dalam hati aku mengomel kok datang di saat yang nggak tepat sih, orang lagi mau asik diganggu.

    “Halo Ivan, ayo silakan duduk jangan sungkan, perkenalkan ini Lia istri saya”.

    “Ivan”, kata pemuda tersebut sambil menyodorkan tangannya.

    “Lia”, kataku singkat.

    “Bawa pesanan saya Van?”, tanya suamiku.

    “Bawa Mas”, katanya sampil menyerahkan sesuatu kepada suami saya.

    Rupanya sebotol champagne.

    “Hari ini Mbak Lia ulang tahun Van, kita harus memberikan hadiah yang khusus, sekarang tolong persiapkan dong”, kata suamiku meminta si Ivan menyiapkan minuman tersebut.

    “Baik Mas” kata Ivan sambil tersenyum.

    Tak lama Ivan datang dengan 3 gelas champagne.

    “Mari kita bersulang”, kata suamiku sambil membagikan gelas.

    “Demi kebahagiaan kamu, Sayang” kata suamiku lagi.

    Kami menghabiskan isi gelas tersebut. Setelah itu kami ngobrol tentang bebagai hal, dari politik sampai ke lelucon porno, tetapi ketika ngobrol aku kok merasa begitu horny, aku terangsang sekali.

    Nafasku turun naik seolaholah tidak mampu menahan birahi dan apabila aku menggeser pantatku dari tempat tidur. Sedikit gesekan pada vagina saja memberikan rangsangan yang sungguh luar biasa, aku tak tahan lagi tetapi aku masih sadar karena aku melihat masih ada Ivan di situ.

    “Mas”, kataku lirih sambil menahan gejolak birahi, maksudku agar menyuruh Ivan pulang dan kami dapat melanjutkan pertempuran yang tertunda.

    Tapi suamiku malah berkata, “Siap buat hadiahnya Sayang?”.

    Tangan suamiku meremas perlahan payudaraku dan bibirnya melumat bibirku. Sekarang aku sudah lupa diri, setiap remasan pada payudaraku membuat aku tidak peduli lagi bahwa ada orang lain dikamarku. Satu demi satu kancing bajuku terlepas.

    Suamiku terus mencumbuku, karena sudah tidak tahan aku juga merespon rangsangan suamiku, malam itu setiap sentuhan maupun remasan rasanya lebih nikmat satu juta kali dibading biasanya. Aku telanjang bulat sekarang, aku terus merasakan nikmatnya remasan di payudaraku, suamiku meminta aku telentang kemudian dia membuka kedua pahaku dan menjilati seluruh kemaluanku.

    “Aaaccrhh..”, aku menggelinjang nikmat.

    Klitorisku distimulasi dengan sedemikian nikmatnya. Sambil merasakan nikmat pada vaginaku, aku meremas payudaraku sendiri, suamiku rupanya mengerti sambil menjilati vaginaku tangannya membantu meremas payudaraku dan memilin putingku. Mataku terpejam nikmat, hebat sekali suamiku malam ini, lebih hebat dari biasanya.

    Dari vagina sekarang dia menjilati seluruh payudaraku dan putingku, aku hanya bisa terpejam nikmat. Antara sadar atau tidak sadar aku merasa saat memegang rambut suamiku rasanya kok berbeda.

    Betapa terkejutnya aku ketika aku membuka mataku bukannya suamiku yang ada didepanku tetapi si Ivan yang sudah telanjang bulat juga, aku terkejut, aku mau marah tetapi tidak bisa, kenikmatandemi kenikmatan yang kuperoleh mengalahkan segalanya. Kulihat suamiku duduk di kursi di samping ranjang sambil menguruturut kontolnya.

    “Mas, kamu..”, kataku tak sanggup meneruskan katakataku karena menahan nikmat.

    “Nikmati saja hadiahnya Mas”, katanya.

    Akupun melihat diapun sudah dikuasai nafsu melihat istrinya dicumbu sedemikian rupa. Akupun memutuskan untuk menikmati saja malam ini karena aku tidak dapat berhenti lagi dan sudah terlanjur.

    Ivan memintaku untuk berjongkok, kemudian mengarahkan kontolnya kemukaku, aku mengerti dengan segera saja kusambar dan kumasukan kedalam mulutku, kuhisap dan kunikmati sedemikian rupa. Ivan menggelinjang sedemikian rupa, menahan nikmat.

    “Teruus Mbak Lia, teruuss..”, katanya meracau.

    Kontol Ivan ukurannya sama seperti suamiku hanya lebih banyak uratnya dan kepalanya lebih besar. Kalau ditaksir umurnya mungkin baru sekitar 18atau 19 tahun. Sambil terus meng-oral kontolnya si Ivan aku merasa payudaraku ada yang meremas dari belakang, ternyata adalah suamiku. Aku tambah tidak karuan saja menahan serangan nikmat dari dua laki laki.

    “Masukan sekarang Van, masukan sekarang..”, pintaku.

    Dengan lembut Ivan memasukan kontolnya ke dalam vaginaku, setiap pergerakan mili demi mili dari kontol Ivan memberikan sensasi yang tidak tertahankan. Ivan terus memompa kontolnya didalam vaginaku, sementara itu suamiku mengarahkan kontolnya ke dalam mulutku, jadilah vagina dan mulutku dientot oleh dua lakilaki. Hanya sekitar 5 menit aku diperlakukan demikian aku segera mendapatkan orgasmeku.

    “Aku mau sampai”, kataku dengan mulut masih penuh oleh kontol suamiku.

    Akhirnya, “Aaarrcchh ..”, Aku mengejan hebat, aku merasakan seluruh otot kewanitaanku berkontraksi, pandanganku menjadi gelap rasanya.

    Setelah itu kami masih terus mencoba gaya ini dan itu karena kedua lakilaki ini mempunyai keperkasaan yang luar biasa di ranjang, baru setelah orgasmeku yang keempat suamiku memuntahkan spermanya didalalam vaginaku dan tak lama Ivan memuntahkan spermanya juga didalam vaginaku. Setelah itu kami pun tertidur kelelahan. Saat aku tidur terasa ada yang menciumku.

    “Selamat pagi Sayang, gimana hadiahnya semalam?”, ternyata suamiku membangunkanku.

    “Mas kok tega sih, aku kan istrimu, kok rela sih istrinya ditiduri orang”, kataku.

    “Kamu menikmatinya nggak?”, dia balik bertanya.

    Jujur dalam hati belum pernah aku mendapatkan kenikmatan sedemikian rupa, satu kontol aja sudah enak apalagi dua. Aku hanya terdiam.

    “Ya sudah kalau kamu marah aku minta maaf”, kata suamiku.

    “Mas, aku kok bisa terangsang banget sih semalam, memangnya yang diminum apa sih?”, tanyaku.

    “Cuma segelas champagne kok, tetapi di gelas kamu ditambah dengan beberapa tetes spanish fly”, katanya sambil tersenyum.

    Pantas, umpatku dalam hati, aku begitu terangsang, mungkin kalau dalam kondisi normal aku belum tentu mau ber threesome ria seperti semalam. Kulihat Ivan masih tertidur pulas.

    “Ivan itu siapa sih” tanyaku pada suamiku.

    “O.. dia gigolo, aku menyewanya untuk kamu, tenang, dia bersih kok”, jawab suamiku.

    Pantas goyangan dan pompaannya begitu professional.

    “Tapi kamu puas kan sama hadiahnya?”, tanya suamiku lagi.

    Aku hanya tersenyum, aku nggak mau munafik semalam aku sangat menikmatinya dan mungkin suatu saat rindu untuk mengulanginya lagi. Jujur aku merasa menjadi wanita sejati semalam.

    “Ya sudah kalau kamu menikmatinya, aku ke bawah dulu mau cari rokok, ini sisa pembayaran buat si Ivan, nanti serahkan saja ke dia”, kata suamiku sambil pergi meninggalkan kamar.

    Di dalam kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar biasa, sungguh fantastis. Tibatiba mataku tertuju kepada Ivan dalam hati aku memuji ganteng juga, badannya sangat atletis.

    Dalam hatiku terbersit keinginan untuk menikmati Ivan saat suamiku tidak ada, bukankah nggak masalah kalaupun suamiku sampai tahu, bukankah semalam si Ivan juga sudah menikmati vaginaku di depan suamiku.

    Untuk memuaskan penasaranku bagaimana bersetubuh dengan gigolo maka dengan lembut aku membangunkan si Ivan dengan cara menghisap kontolnya yang masih kecil, perlahanlahan kontol itupun menjadi besar, gagah, berotot dan menjulang.

    Ivan terbangun, aku minta dipuaskan Ivan dengan cara gigolo yang paling profesional, kami mengulanginya dua kali ditempat tidur dan dikamar mandi, kami mandi bersama. Sekali lagi aku sangat puas. (nggak usah dibahas mengenai gayanya ya.. karena sama seperti cerita yang lain ya begitubegitu juga, yang berbeda cuma nikmatnya aja)

    Sampai saat ini aku masih terkenang dengan kejadian itu, tetapi aku tidak pernah lagi berhubungan seks dengan lelaki lain, biar bagaimanapun bagi wanita seks harus didukung dengan cinta, yang aku lakukan dulu juga karena aku mencintai suamiku. Tetapi kalau di kemudian hari suamiku mengajakku ber-threesome lagi, tentu saja aku tidak keberatan.

    Malahan sekarang terlintas di benakku bagaimana jika melakukan foursome atau gangbang sekalian. Walau begitu kenangan tersebut akan kupakai untuk berfantasi saat bersetubuh dengan suamiku ataupun bermasturbasi.

    Demikian kisahku, mohon komentarnya, mohon maaf kalau tulisannya nggak begitu bagus buat dibaca, habis ini tulisan pertamaku sih. Kalau ada komentar silakan hubungi aku, aku nggak membatasi lakilaki atau perempuan, boleh kok semuanya menghubungiku. (terutama buat perempuan yang sudah jenuh sama permainan seksnya selama ini, mari kita sharing, aku punya beberapa tips yang ingin kubagikan).

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Larangan Hubungan Dengan Atasanku

    Larangan Hubungan Dengan Atasanku


    1370 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Larangan Hubungan Dengan Atasanku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Aku sendiri sudah termasuk staf senior.

    Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.

    Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 30 tahun. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Terutama karena sikapnya yang ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.

    Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Ia memang menawan karena sepasang bola matanya sewaktu-waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam.

    Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Mungkin karena telah menduduki jabatan yang cukup tinggi dalam usia yang relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yang diinginkannya.

    Mbak Lia selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya.

    Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku dapat melihat pinggul yang samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tidak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.

    Di dalam ruang kerjanya yang besar, persis di samping meja kerjanya, terdapat seperangkat sofa yang sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

    Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku dapat melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya.

    Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya.

    Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yang indah dan bersih. Terawat. Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mbak Lia..

    “Jhony, aku merasa bahwa kau sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.

    “Jhony, salahkah dugaanku?”

    “Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.

    “Mengapa?”

    Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.

    “Saya suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Dan..,” setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.

    “Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”

    “Persis seperti yang kuduga, kau pasti berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Tia sambil sedikit mendorong kursi rodanya.

    “Agar kau tidak penasaran menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”

    “Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.

    “Kompensasinya apa?”

    “Sebagai rasa hormat dan tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”

    “Bagus, aku suka. Bagian mana yang akan kau cium?”

    “Betis yang indah itu!”

    “Hanya sebuah ciuman?”

    “Seribu kali pun aku bersedia.”

    Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Ia berusaha manahan tawanya.

    “Dan aku yang menentukan di bagian mana saja yang harus kau cium, OK?”

    “Deal, my lady!”

    “I like it!” kata Mbak Lia sambil bangkit dari sofa.

    Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yang besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan.

    “Periksalah, Jhony. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya.

    “Kau tidak ingin memeriksanya, Jhony?” tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.

    Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Mbak Lia masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.

    “Jhony, kau tahu warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

    Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, dan berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tia masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.

    “Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.

    “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Dan dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.

    Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalam hati.

    Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat bulu-bulu ikal yang menyembul dari sisi-sisi celana dalamnya. Segitiga tipis yang hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua bulu yang mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.

    “Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.

    Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Tia mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus.

    Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang agak kehitaman. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat bulu-bulu itu meremang.

    “Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.

    “Suka, Jhony?” Aku mengangguk.

    “Tunjukkan bahwa kau suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”

    Aku mengangkat kaki Mbak Lia dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar dapat mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar dapat mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya.

    Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya. Karena ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku menengadah.

    “Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.

    Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus dan seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi bulu-bulu halus kehitaman. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.

    Aku merinding. Karena ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Dan paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa bulu. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Dan ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yang panas dan basah.

    Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Karena sangat dekat, walau tersembunyi, dengan jelas dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayang di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam.

    Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya. Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.

    Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis dan lutut kirinya.

    Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, dan meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalam dan semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.

    Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk dan meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yang sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah lagi menjuntai ke karpet.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!”

    “Jawab!”

    “Suka sekali!”

    Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.

    “Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Masuk ke dalam, Jhony,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.

    Aku terkesima. Mbak Tia merenggut bagian belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Mbak Lia tiba-tiba membuka ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.

    “Suka Jhony?”

    “Hmm.. Hmm..!”

    “Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

    Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak dapat berpikir waras. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Aku hanya peduli dengan kedua belah paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan bagian belakang kepalaku,

    aroma semerbak yang akan menerobos hidung dan memenuhi rongga dadaku, kelembutan dan kehangatan dua buah bibir kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yang harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sudah sangat ingin kucucipi.

    Di kolong meja, Mbak Lia membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku.

    “Hanya lidah, Jhony! OK?”

    Aku mengangguk. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Mbak Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

    “Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Jhony?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.

    “Hm..!”

    “Haus?”

    “Hm!”

    “Jawab, Jhony!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.

    “Haus!” jawabku singkat.

    Tangan Mbak Lia bergerak melepaskan tali G-string yang terikat di kiri dan kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.

    “Jangan diam saja. Jhony!” kata Mbak Lia sambil menekan bagian belakang kepalaku.

    “Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya.

    Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan di antara dubur dan bagian bawah vaginanya. Karena harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Mbak Lia terpekik.

    Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengalir dari sumbernya. Aku mendengus. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya adalah nafas kehidupannku.

    “Fantastis!” kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.

    “Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.

    “Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.

    “Kau pandai memanjakanku, Jhony. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kau memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yang sebagian menutupi bibir kewanitaannya.

    “Jilat dan hisap dengan rakus. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yang tersisa! Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”

    Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar dan haus untuk mereguk kelembutan dan kehangatan vaginanya. Kerongkonganku terasa panas dan kering. Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Lalu bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap agar semua kebasahan yang melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.

    Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Pinggulnya terangkat dan terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Ia merintih setiap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku.

    “Ooh, ooh, Jhony! Jhony!” Dan ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap dan permainkan dengan ujung lidahku, Mbak Lia merintih menyebut-nyebut namaku..

    “Jhony, nikmat sekali sayang.. Jhony! Ooh.. Jhony!”

    Ia menjadi liar. Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.

    “Jhony, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”

    Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Membenamkan wajahku di vaginanya. Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, mengundang agar masuk lebih dalam. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku.

    Kuhisap seluruh vaginanya. Aku tak ingin ada setetes pun yang terbuang. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalam-dalamnya agar dapat langsung menghisap dari bibir vaginanya yang mungil.

    “Jhony! Hisap Jhony!”

    Aku tak tahu apakah rintihan Mbak Lia dapat terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dengan lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yang langsung ditumpahkan dari vagina Mbak Lia, dari pinggul yang terangkat agar lidahku terhunjam dalam.

    “Oh, fantastis,” gumam Mbak Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

    Ia menunduk dan mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.

    “Aku puas sekali, Jhony,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.

    “Jhony.”

    “Hm..”

    “Tatap mataku, Jhony.” Aku menatap bola matanya.

    “Jilat cairan yang tersisa sampai bersih”

    “Hm..” jawabku sambil mulai menjilati vaginanya.

    “Jangan menunduk, Jhony. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat vaginaku.”

    Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.

    “Kau memujaku, Jhony?”

    “Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.

    Mbak Lia tersenyum manja sambil mengusap-usap rambutku.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi


    1369 views
    Perawanku – Sebut saja Elly. Usiaku sekitar 23 tahun. Aku sudah sudah menikah dengan suamiku yang kini berusia sekitar 25 tahun, dan kini aku termasuk ibu yang masih muda, dikaruniai seorang anak yang baru berusia 6 bulan yang kami beri nama Michel. Mulai dari pacaran dan menikah sampai sekarang ini, suamiku sering pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Aku sendiri adalah wanita yang mendapat karunia wajah yang cantik, itu menurut teman temanku. Aku memiliki rambut yang lurus dan panjang sampai sebahu. Tubuhku telah kembali ramping lagi dan indah seperti pujian suamiku, kendatipun aku baru melahirkan setengah tahun yang lalu.
    Kelihatanya hal itu karena aku rajin mengikuti olahraga senam aerobik, dan memang aku mengontrol pola makan supaya badanku tak semakin melar, dan aku sedikit banyak bangga sekali karenanya. Aku sendiri tak bekerja diluar, dikarenakan suamiku memiliki nafkah yang lebih dari lumayan. Dan memang suamiku kepingin aku menjadi ibu rumah tangga yg baik saja, hanya tinggal di rumah buat rawat anak kami dengan baik.
    Suamiku memang lelaki perkasa diatas ranjang, dan aku sungguh menikmati sekali kehidupan sex dengan suamiku karena kontol gede suamiku. Kini kalau suamiku tak ada dirumah, aku hanya berdua sama anakku sendiri, juga pembantu kami yang kupanggil bi siti, satpam kami yang bernama Adrian, dan tukang kebun kami yang bernama pak marno, dan juga sopir kami yang bernama anton. Di usiaku yang sekarang ini, nafsu sex tentu sedang tinggi sekali.
    Ditinggal seorang suamiku bekerja seperti ini, kadang terlintas aku amat merindukan bermain cinta dengan nya. Demikian sekilas akan keadaanku serta keluargaku.Pada Siangsabtu itu, aku menerima telepon dan aku terkejut dengan berita yang aneh sekali. Aku dapatkan hadiah suatu mobil lewat undian sebuah produk. Dan seingat aku, aku tak pernah mengikuti prosedur undian seperti demikian.
    Cerita Sex Tante Perkosa Dengam santainya aku coba berkata, “Pak, terserah bapak mau bicara apa, namun saya tidak akan pernah mentransfer uang sepeserpun untuk pajak atau yang lain”.Dan orang itu berkata blablabla… panjang lebar, “Ibu Elly, kami maklumi jika ibu berhati hati, memang kami tidak memungut biaya sepeserpun, hal ini dikarenakan semuah pajak hadiah di tanggung oleh pihak kami. Kami akan mengantarkan langsung hadiahnya kerumah ibu sekitar 1 jam lagi. Agen Maxbet
    Cerita Sex Tante Perkosa Gratis ibu, tak sepeserpun dipungut biaya apapun. Ibu bisa mencoba nya, bilamana ternyata mobil nya bermasalah kami segera akan mengganti dengan yang anyar langsung. Tapi hal tersebut tidak akan terjadi sama ibu, mengapa demikian di karenakan kami telah coba pemeriksaan terhadap mobil ini”.
    Mendengar hal seperti demikian ini, aku hanya bisa mengangkat bahu terus berkata, “Ya. . . terserah bapaknya sajalah. Maaf, dg bapak siapa saya bicara ?”.Dan orang itu menjawab, “Dengan bapak johan, Ibu boleh langsung saja hubungi kantor dinomer kantor kami di ******. Aku mengiyakanya saja dan kemudian memutus pembicaraan tadi. did alam hatiku merasa aneh jg, namun ya kalau gratis, ngk ada salahnya juga?
    Kulihat waktu ini adalah perkiraan jam 1 siang. Baru saja selesai makan siang aku menyusui dan menidurkan anakku, agar kelak nanti ketika aku pergi aku tidak lagi begitu kuatir. Dan memang selang waktu 1jam kemudian aku dengar bel yang berbunyi, lalu ketika aku keluar membuka pintu rumah, aku melihat suatu mobil Kijang Innova keluaran paling terbaru, dengan cat yang mulus serta kinclong. Dibelakangnya ada sebuah mobil Kijang. Mungkin untuk mereka yang antar mobilku ini pulang nantinya.
    Aku amat sangat terkejut, berarti mungkin ini benar aku dapat hadiah mobil. Seseorang turun dari mobil pickupnya didepan rumah, sementara orang yg sudah berdiri didepan pintu rumah menyapa aku. “dengan Bu Elly? Saya Anto”, kata orang yg bernama Anto itu sambil mengulurkan tangan nya.
    Aku menjabat tangan nya dengan sedikit perasaan ragu dan menjawab “Elly”.
    Orang tersebut memang penampilannya rapi. akan tetapi wajahnya agak seram. Aku mencoba menghilangkan semua pikiran negatifku. Dan kemudian temanya yg tampangya cukup lumayan, yang juga berwajah biasa biasa, menjabat tangan aku.
    “Seto”, katanya. Aku berjabat tangan dan menjawab, “Elly”.
    Cerita Sex Tante Perkosa Sehabis acara kenalan yang menurutku hanya formalitas kami saja, kami duduk diteras rumah, serta aku juga di sodori formulir yang aku baca dibagian awal dan penutupnya saja, untuk memastikanya saja aku tak keluar uang apapun untuk mendapatkan hadiah tersebut. Lalu Anto mengajak untuk coba mobil itu, hal itu dikarenakan nantinya aku harus mengisi formulir buat memberikan ‘penilaian’ tentang perihal mobil itu, sebelum acara serah terima surat kendaraan dilakukan Aku setuju” saja.
    Aku menerima kunci mobil itu dari Anto. Aku masuk kedalam mobil tersebut, joknya masih terbungkus plastik semuanya, serta untuk baunya juga khas mobil baru. Dan dengan didampingi mereka, dan lalu aku mulai mencoba mobil tersebut.Semua baik saja, sampai tiba tiba disebuah gang yang sepi sekali didekat rumah, Anto yang duduk dikursi depan menarik handbrake. Aku sangatlah terkejut sekali, sampai abaikan menginjak pedal kopling dan mesin mobil ini mati. Aku menoleh kepada kebelakang mobil, tapi belum sempat aku tanya, dari belakang aku dibekap, oleh Seto tentunya.
    Kurasakan sebuah aroma yang menyengat, dan tidak lama kemudian semuanya terasa gelap mataku. Perlahan lahan aku mulai tersadar. Aku mengeluh perlahan, waktu itu aku tidaklah sanggup menggerakkan kedua tanganku yang terlentang. Sakit rasanya, Dan Aku coba mengerti apa yang sudah terjadi. Ternyata kedua pergelangan tanganku yg terlentang ini, terikat sangat erat pada semacam pilar diruangan. Sedangkan aku sendiri sudah terbaring di atas matras. yg membuatku tercekat, aku sudah bugil. kedua Kakiku memang masih bebas, tapi apa arti semua ini? Aku kini sudah tak berdaya dg tangan yang terpasung dengan di bulat tali. Aku pejamkan mata dan menggigit bibir, tak sanggup bayangkan apa yang akan terjadi padaku. Aku mulai menyesali kebodohan ku tadi, mengapa bisa terjebak dg iming iming hadiah mobil.
    Tiba tiba pintu diruangan ini terbuka, lalu dibukanya dan masuk seseorang yang membuatku ternganga tidak percaya pada pengelihatanku sewaktu itu.
    “ Arman? ”, seruku tidak percaya akan ini yg terjadi. Agen Bola Maxbet Terpercaya
    “Halo bu Elly… lama tak jumpa… yaa… bagaimana kabar nya?”, kata Arman dengan senyum yang buat hatiku dingin seperti di siram dengn air es. Aku takut sekali saat itu.
    “Arman… apa yang kamu lakukan sekarang? ” Cerita Sex Pemerkosaan “ Ingatlah Arman, aku ini kakak iparmu. Tolong lepas kan aku dari ikatan ini..”, aku mencoba menyadarkan Arman walaupun aku tahu ini mungkin sekali merupakan sebuah hal yang sia”. Memang Aku sudah tahu Arman memang menginginkan aku sejak aku di kenalkan Albert pada keluarga nya. Arman adalah salah satu dari adik Albert yang kini berusia 23 tahun. Wajahnya memang cukuplah menarik tampan buat aku. Dan sejak itu mengenalku, ia sudah beberapa kali mencoba untuk mendekatiku, tapi tentu saja aku tak pernah sekalipun memberinya respon. Suatu ketika aku berkunjung ke rumah Albert saat itu dia masih tinggal bersama keluarga nya, Arman nekat sekali dan nyaris hampir saja berhasil memperkosa aku saat itu. Untungnya saja sewaktu itu kepulangan Albert menyelamatkan u, dan semenjak saat itu aku tahu aku harus menghindari arman. Tapi kini aku sudah jatuh kedalam tangannya. Mendengar kata”ku, Arman hanya tertawa saja. dia mendekatiku dan ‘krek…’. Arman merenggut braku hingga tali talinya terputus.
    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    Cerita Sex Tante Perkosa Tante Muda Nafsu Sexnya Tinggi

    “Aduh. . . . ”, aku mengeluh kesakitan, sedikit sakit bagian tubuhku yang tertekan tali braku saat ditarik Arman. Aku memejamkan kedua mataku, malu sekali rasanya payudaraku terlihat oleh laki” selain selain suami ku. “Elly… Elly… kamu pikir aku segoblok itu sudah bersusah menjebakmu seperti ini dan akan melepaskan kamu begitu saja ? Haha . . . aku tidak gila, Elly”, kata Arman sambil menyeringai mengeri kan saat aku menatap nya dengan marah bercampur rasa ketakutan.”
    “Arman, kamu memang gila… lepaskan aku ! ! ”, aku mulai panik sekali serta membentak nya.
    Lalu Arman dengan merenggut robek celana dalam ku, hingga kini aku sudah telanjang bulat tanpa sehelai pakaian.
    Cerita Sex Tante Perkosa Aku menjerit kecil. sekarang ini aku cuman bisa memandangi Arman dengan jantung berdebar ketika ia telah melucuti pakaiannya sendiri. Sesekali aku mencoba berontak kepada arman, namun tidak ada hasil sama sekali sebab aku benar” ngak bisa gerakkan tanganku yang terentang lebar. Aku tahu, nasib yang buruk segera menimpaku, dan perlahan aku menangis.
    “Lho kak kok nangis sih ? Tenang saja, sebentar lagi kakak juga akan keenakan kok”, ejek Arman yg sudah bersiap diselangkanganku.
    Aku semakin ngeri melihatnya, dengan suara gemetar aku memohon, “Arman, tolonglah kakak jangan macam” sama aku ini aku kakakmu iparmu… masa kamu tega sekali berbuat begini padaku…”. Arman tertawa dan berkata dengan suara kasar, “Diam Elly. Kamu sudah merendahkanku selama ini. Kamu selalu menolakku. Kamu tidak pernah sekali menghargai aku”.
    Aku memang sadar kalau aku memang sering menjaga jarak dengannya, karena aku merasa ia berbahaya. Dan sekarang memang semuanya terbukti kan?, Dan sambil merenggangkan kedua pahaku ngangkang, Arman melanjutkan, “Kamu tidak pernah mau aku ajak pergi makan berdua. Kamu anggap aku tidaklah layak pergi berdampingan bersamamu. Benar” perempuan sombong ! Karena itu smua sekarang rasakan pembalasan ku!”.
    Arman menempel kan kepala penis nya ke bibir vagina ku. Aku makin menjadi panik dan coba berusaha menggerakkan pinggulku menghindari hunjaman kontol gede Arman saat Arman mulai memajukan pinggul dia.
    Berhasil, kontol gede dia tak sampai melesak masuk menerobos vagina ku.Tapi rupanya dia marah dengan tingkahku, ia menamparku keras, sampai sampai aku mengaduh, menangis kesakitan. “Jangan coba-coba” lagi Elly, atau setelah aku kamu akan kuberikan pada dua temanku didepan itu!”, ancam Arman nada suara yang galak. Melihat dia begitu aku langsung pasrah saja, disela tangisanku, aku hanya bisa merintih, “ Kau gila. . .Arman ”.
    Cerita Sex Tante Arman hanya tertawa dan aku bisa membiarkan kepala kontol gede Arman menemukan bibir vagina ku, dan sesaat kemudian aku jadi mengerang sakit saat vagina ku tertembus batang kontol gede Arman. Aku mulai menangis saat dia memompa vagina ku. meskipun aku sudah pernah punya anak, tapi berkat senam serta ramuan khusus, vagina ku kembali sempit. ”
    Konsekuensi nya, kini aku merasa kesakitan karna vagina ku dipompa kontol gede Arman. Aku memalingkan wajahku agak tidak lihat wajah Arman yang kesenangan karena berhasil menjamah tubuhku yang montok dan vagina sempit ku. Ia meremas kedua payudara montok ku dengan gemas, seolah dia melampiaskan segala nafsu nya yang tak kesampaian untuk menikmati tubuhku sejak dahulu. Sedangkan aku sendiri hanya bisa terus menggeliat kesakitan menikmati kontol gede arman. “Elly vagina kamu legit rapet banget”, erang Arman dengan tatapan penuh gairahnya kontol masuk vagina ku.
    Rasanya aku ingin menampar nya, tapi kedua tanganku tidak mampu kugerakkan. Aku hanya bisa merelakan liang vagina sempet ku ditembusi kontol gede oleh laki laki yang harusnya memperlakukanku sebagai kakak ipar nya. Tapi Arman memang sudah kesetanan, dia mulai mencumbui ku dengan sangat buas sekali. Bibirku dilumat nya dg ganas, sementara kedua payudara montokku diremas nya dengan kuat.
    Cerita Sex Tante Perkosa Perlahan aku mulai terangsang menikmati kontol gede adik ipar ku ini, rasa terhina karena diperkosa mulai berganti dg rasa nikmat yang melanda selangkangan ku dan juga sekujur tubuhku. Rupanya vagina sempit ku sudah mampu beradaptasi dengan ukuran kontol gede Arman yg tadinya terasa sangat menyiksaku. Aku malu sekali, ingin rasanya aku menyembunyi kan wajahku yang terasa panas ini. Tapi tentu saja hal itu tidak mungkin bisa kulakukan, maka aku hanya dapat pasrah namun mati matian berusaha menahan diri supaya agar tidak kelihatan menikmati kontol gede arman.
    Tapi sayang, tubuhku terlalu jujur dengan perlahan tanpa mampu kucegah, pinggangku terangkat saat aku menahan nikmatnya kontol gede arman itu yang luar biasa. Kurasakan kontol Arman melesak begitu dalam ketika ia menghunjamkan kuat kuat kedalam vagina sempit ku, membuatku menggeliat keenakan seperti cacing kepanasan.
    Arman tertawa sinis dan mulai menghinaku “Ternyata kamu menikmati kontol gede ku juga yaa Elly. Makanya kamu jadi cewek jangan sok kalau sudah vagina dimasukin kontol gede gini, toh kamu keenakan juga..”.
    Sambil menghinaku Arman terus memompa vagina sempit ku dengan buasnya. Aku sudah tidak tahu apalagi yang harus kulakukan saat itu, karena perlahan tapi pasti aku sedang diantar menuju orgasm.
    “Armann…. oohh… sudaah… ampn uchhhh”, aku mulai mendesah dan melenguh kenikmatan.
    “ Kenapa El ? Enak ya? ”, ejek Arman dan malah makin gencar memompa vagina sempit ku.
    “Kamu..” aku tak lagi bisa menjawab, tubuhku menggigil, selangkanganku serasa akan meledak.
    Aku terus mengerang merintih dan melenguh, sampai akhirnya aku orgasme hebat, kepalaku terlempar ke sana kemari karena aku menggelepar dihantam badai orgasm.
    “Oh ternyata kamu cantik sekali kalau seperti ini”, desah Arman yang menunjuk kan tanda” akan orgasm yang sangat dahsyat, sementara aku sendiri sedang menderita dalam kenikmatan orgasm yg amat berkepanjangan ini, dan nikmat nya selangkanganku yang terus dipompa Arman semakin menjadi.
    Cerita Sex Tante Perkosa Namun rasa ngilu mulai menghampiri vagina ku, dan makin lama rasa itu makin menderaku vagina ku. Aku sudah tidak kuat lagi arman, dan berteriak “Armaaan… aaah… hentikaan… amppuuun…”. Dia benar” pria perkasa seperti suamiku yang kuat dan kontol gede, hanya saja suamiku bisa lebih pengertian, membiarkan aku beristirahat kala aku mengalami orgasme. Sedangkan Arman sama sekali tak memperdulikan keadaan ku, dia hanya mencari kenikmatan nya sendiri.
    Aku makin menderita dalam kenikmatan ini, rasanya tulang tulang ini terlepas semua dari sambungan nya, sementara tubuhku meliuk liuk dan menggelepar terhempas badai orgasme yg terus menerus mengeliat. Entahlah cairan cintaku sudah membanjir berapa banyak yang keluar, aku mulai pening dan tak lagi mampu mengerang lagi. Dengan kejam Arman terus memompa vagina ku, sampai akhir nya ruangan ini rasanya berputar, semua nya gelap.
    Ketika aku mulai bangun dari tidurku, kurasakan ada lagi perasaan kedua puting payudara ku seperti ada yang mengulum dan menyedoti dengan kuatnya. Vagina ku masih terasa sedikit sakit, tapi sudah tak lagi terasa sesak, yang punya arti Arman sudah selesai memompa vagina ku. Becek sekali rasanya vagina ku, aku tahu si brengsek ini pasti mengeluarkan spermanya didalam sana. Untungnya saja aku telah fase dalam masa tidak subur, jadi aku tak perlu takut hamil karena pemerkosaan ini
    Cerita Sex Tante Perkosa Tapi kini aku sudah sadar, ada dua orang sekaligus yang mengulum puting payudara montokku, yang berarti ada seseorang selain Arman. Dan aku mulai mengenali mereka ber2 ini, bahkan Arman bukan salah satu dari mereka. Ternyata Anto dan Seto yang kini sedang menyusu pada kedua payudaraku. “Jangaaaan”, aku menjerit keras.
    Aku tidaklah lagi bisa berbuat apapun lagi”, kedua tanganku yg terentang ini tak lagi bisa kugerakkan sedikitpun, sementara mereka ber2 dg santai meneruskan perbuatan mereka.“Lepaskan aku… Armaaan kamu emang bajingan…”, aku mengumpat dalam keputus asaanku. Dan kudengar tawa yang membuatku merinding ketakutan. Kemudian aku melihat Arman masuk, dan memegang handycamnya. dan dIa merekamku ! Merekamku yang sedang pasrah tak lagi berdaya saat kedua puting susuku disedot oleh kedua kacungnya. “Biadab kamu Arman… Kamu kan sudah janji.”, aku langsung terdiam. Bajingan ini memang tak pernah berjanji apa”
    “Kenapa Elly? Kok diam ? Apa aku salah ? Aku memang tak pernah berjanji kalau kamu tidak akan kuberikan pada mereka bukan ? Haha haa…”, Arman tertawa dengan memuakkan.Aku hanya bisa menangis. Habislah aku sekarang ini, aku sudah dalam cengkeraman si Arman sepenuhnya. Entah seperti apa nasibku di hari hari berikutnya lagi. Sementara kedua kacung Arman ini tertawa senang dengan adegan gangbang, dan mereka kembali menghisap dengan ganasnya kedua puting susuku dengan bersemangat sekali, tak lupa tentunya mereka juga meremasi payudaraku. Beberapa saat kemudian,dengan gaya yang menjijikkan buatku, mereka membuka mulut mereka yang penuh air susuku ke arah kamera.“Wow.. air susu Elly ”, kata Arman sambil menyorot mulut kedua kacung nya.
    Kedua pria itu menelan air susuku. “Bagaimana rasanya Anto bilangnya ? Seto? Enak tidak?”, tanya Arman penasaran.
    “nikmat dan legit banget bos, susu amoy gini”, kata Anto.
    “Lebih enak dari susu apa aja”, sambung Seto.
    Memang Kurang ajar sekali mereka, Dan Arman terlihat penasaran, lalu ia menaruh handycam nya.
    “Aku juga ingin mencoba”, gumannya.
    Ia mendekati payudaraku, dan setelah mereka memberikan beberapa jilatan yang membuatku mau tak mau aku merasa terangsang, tiba” dia sudah menghisap puting payudaraku. Beberapa sedotan dilakukann ya, sementara aku hanya bisa mendesah keenakan.
    “Bos, susunya diremas”, kata Anto. ”
    “Bisa tambah buanyak sekali keluarnya”, Seto menyambung.
    Maka Arman menyedot puting payudara sambil meremasi payudaraku dengan ganasnya. Aku sedikit menggeliat kesakitan. dIa terus melakukan nya sampai puas, sementara aku cuman bisa menggigil menahan kenikmatan kontol mereka.
    “ Susu yang enak, Elly ”, kata Arman dengan nada puas.
    “Nanti aku minta tambah lagi”, sambungnya sambil balik lagi mengambil handycamnya.
    “Lanjutkan”, perintah Arman ke Anto dan Seto.
    Mereka ber2 yang sudah melepaskan semua baju mereka hingga telanjang bulat selagi menunggu Arman mencicipi menghisap bagian puting susu ku. Mereka tentu saja kembali mengerubutiku dengan kesenangan. Handycam itu balik lagi merekamku. Kini Anto dan Seto hendak memuaskan diri mereka sendiri, bisa terlihat dari mereka kocok kontol mereka sendiri untuk makin menegangkan ereksi kontol mereka. Melihat ukuran kontol mereka berdua ini, aku semakin takut melihatnya. Baik panjang maupun diameter nya semuanya lebih dari ukuran kontol Arman. Aku bergerak dengan mematikan semua perasaanku. Kini aku di jamahi oleh 2 kacung Arman. Kedua selengkanganku dilebarkan Anto. Aku masih terlalu lemas buat mencoba menghindar.
    Akibatnya…., bless… kembali vagina dimasukin kontol gede lagi.
    Aku menggigit bibir dan menahan semua perasaan malu dan sakit ini, air mata ku terus mengalir. Handycam yang dipegang Arman terus menerus menyorot ke arah vagina ku yang sedang dipompa oleh Anto. Muka ku rasanya panas sekali membayang kan aku sedang membintangi film porno amatir.
    Dengan perlahan Arman mengarahkan sorotan handycamnya kearah tubuhku dibagian atas, dan sempat diam agak lama ketika menyorot kedua payudara ku. Seto sempat meremasi kedua payudaraku serta semua itu di sorot oleh Arman. Sementara itu tubuhku harus terus terusan menggeliat karna menerima rangsangan dua orang sekaligus. Vagina ku dipompa dengan gencar oleh Anto sementara kedua payudaraku diremas dengan buasnya oleh Seto. Aku sendiri antara mendesah keenakan dan merintih kesakitan. Vaginaku masih belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan ukuran KONTOL GEDE Anto, tapi sudah mendatangkan nikmatnya yang membuat ku serasa melayang tinggi.
    “Sudah… hentikaan…”, aku mengerang, mulai mengerang, karna kurasakan vagina dimasukin kontol gede lagi.
    Anto sendiri kelihatannya sudah akan berejakulasi, tubuhnya bergetar hebat sekali saat menyodok vaginaku, dan tak lama kemudian ia mengerang panjang dan meneriakkan namaku, “Ooouuuhhh… bu Ellyyy…”.
    Tubuhnya berkelojotan diatasku, dan kurasakan penisnya berdenyut keras sekali didalam sana. Beberapa semprotan sperma hangat kurasakan membasahi vaginaku, dan Arman segera bergerak ketempat yg bagus untuk menyorotan handy camnya kearah vaginaku. Kurasakan Anto mencabut kontolnya perlahan, lalu Arman terus menyorot daerah vaginaku, aku malu kali. Gejolak yang sempat membuat ku hampir orgasme kini mereda. Tapi gila sekali, Seto langsung bersiap menggilirku, dia sudah mengarahkan kontol nya ke liang vaginaku. Aku memang tak lagi bisa apa apa, hanya bisa menggigit bibir saat kurasakan vaginaku ter tusuk oleh penis nya Seto. Hanya saja sekarang rasanya tak lagi begitu sakit, dan setelah beberapa genjotan, Arman menyorot mukaku, karena si Anto sudah menempelkan penisnya ke mulutku. “Elly, ayooo kulum”, perintah Arman.
    Cerita Sex Tante Perkosa Aku hanya bisa menurut mereka, toh aku sudah tak lagi ada gunanya lagi membantah. Dari pada aku mendapat tamparan atau siksaan yang lain, aku lebih baik mengikuti kemauan mereka. Perlahan kubuka mulut ku, dan kontol Anto yg masih belepotan sperma, cairan cintaku, menerjang masuk ke dalam mulut. Rasanya amis, asin, membuatku ingin muntah. Akan tetapi aku berusaha tak lagi memikirkan rasanya, dan ingin cepat menyelesai kan tugasku. Aku terus mengulum kontol si Anto ini, kubersihkan cepat cepat dan kutelan semua sisa sperma nya dan cairan cintaku sendiri. Anto yg sudah tak lagi tertahan lagi mengerang panjang dan menarik kontolnya dari mulutku.
    Penderitaanku belum selesai.
    “Buka mulutmu, Elly”, perintah Arman sambil menyorot kan handycamnya ke mulut ku.
    “Perlahan!”, perintah nya lagi. Aku mulai membuka mulutku dengan perlahan, dan Arman terus menyorot mulutku.
    “Bagus”, katanya dengan puas.
    Aku malu sekali, pasti aku terlihat layak nya seorang wanita nakal didalam handycam itu. Tak lama kemudian tubuh ku terguncang habis, rupanya Seto mulai menikmati vagina ku. Dengan bersemangat ia menggenjot vagina ku, sementara aku tidak lagi tahu bagaimana sekarang raut wajah ku saat menahan malu dan nikmat dan disorot dg handycam milik Arman. Panas sekali wajah ku terasa, untungya Arman kemudian ganti menyorot tubuhku bagian vagina ku yang basah. Kini aku tinggal memusatkan perhatian ku pada Seto.
    ”Diam” aku melakukan gerakan menahan buang air kecil, sambil berpura-pura merintih keenakan, agar Seto cepat keluar dan semua ini segera berakhir. Sesuai harapan ku, tak lama kemudian si Seto yang terangsang habis, melolong lolong dan meneriak kan namaku.
    “Aaaaarrrhh… Ellyyyyy…”, jerit nya dan kemudian ia menarik penisnya, tentu saja setelah di dalam sana vaginaku dibasahi lahar panasnya. Arman dengan giat terus menyorot vagina ku yang tentunya tak lagi mampu menampung sperma ke2 pemerkosaaan yang kualami. Jari tangan nya ditusukkan ke vaginaku mengorek sisa sperma Anto, Seto. Seto sendiri segera beranjak ke arah wajahku, aku tahu dia mau menagih jatah lagi oral dariku jg. Seperti tadi, Arman yang buru buru mengarahkan handy camnya ke wajah ku memberikan instruksi instruksi padaku hingga membuat ku kembali terlihat seperti pelacur. Tapi aku hanya bisa menuruti, walaupun dengan hati sedih. Sehabis semua itu selesai, Arman mematikan handy camnya.
    “Arman, sudah cukup lepaskan, tolong”, aku memohon.
    Tapi Arman tidaklah mengubris sedikitpun juga, malah ia dengan bernafsu melihat kearah payudaraku.
    Aku langsung tersadar lalu teringat keinginan Arman tadi, yaitu ingin merasakan air susu ku lagi.
    Dan memang benar, Arman segera melumat puting susu ku, mengenyot susuku sepuas puasnya. Aku mendesah mengerang keenakan, memang rasanya nikmat ketika puting ku di jilat arman dan itu amat merangsangku. Aku nikmati dan menggigit bibir, apalagi Anto ikutan yang sama pada puting payudara yang sebelah. Kini 2 orang tersebut memainkan kedua putingku pada kedua payudara layanya seperti bayi, dan aku hanya bisa memejamkan mata dan menikmati mereka memainkan kedua putingku.
    Aku melamun kan suami ku… maafkanlah aku sayang… aku bahkan sempat orgasme ketika di perkosa adikmu.
    Tak terasa sampai si Seto juga sudah puas memainkan putingku, dan akhirnya ikatan ku dilepaskan. Lega rasa nya, meskipun terasa sakit pada bekas ikatan dikedua pergelangan tanganku. Aku duduk dan mengurut kedua pergelangan tangan aku, dan aku melihatnya Arman dengan rasa benci sekaligus takut, karna dengan rekaman handy cam itu, dia pasti akan menggunakan nya untuk mengancam ku agar menurutinya kelak kalau dia menginginkan tubuhku lagi. dIa tersenyum dg penuh kepuasan bersama dua kacungnya itu asyik melihat hasil rekaman film porno yg mereka buat tadi.
    Aku amat malu sekali, dan aku mencari cari pakaian luar ku yang ternyata berserakan tak jauh dari tempat aku di gangbang 3 pria tadi.
    “ Sudah puaskan kalian menghujam aku ? ”, bentakku dengan jengkel dan menahan tangis.
    Aku memakai pakaian ku tanpa bra, celana dalam. Ke2nya memang sudah tidak lagi bisa aku pakai karena tadi di renggut paksa dari tubuhku hingga tersobek. Mereka tertawa kadang beberapa saat lama nya mereka menonton rekaman pemerkosaan diriku tadi, kemudian Arman mematikan handycam yang dibawanya. Ia menghampiriku dan tiba tiba melumat bibirku. Aku menarik wajah ku kebelakang untuk melepaskan diri dari ciumannya, selanjutnya aku menampar nya, keras.
    “Bajingan kamu ya Arman! Kamu sungguh sangat tega sekali sama kakak ipar mu… sekarang antarkan aku pulang!”, kata ku lirih menangis.
    Arman mengelus pipi nya yang baru kutampar keras dan memandangku dengan wajah yg aneh. Aku bergidik di tatap oleh Arman seperti itu. kemudian Arman melangkah kearah luar di ikuti oleh kedua kacung nya. Aku ikuti mereka, dan dg tegang aku masuk ke dalam mobil pembawa mala petaka itu. Aku duduk dikursi penumpang yg depan, Arman yang menyetir, sementara Anto, Seto duduk dibelakang.
    Dalam perjalanan, kami semua terdiam, sedangkan aku sendiri masih merasakan ketegangan yang luar biasa, karena aku berada semobil dengan para pemerkosa ku. Tapi mereka tak lagi melecehkanku lebih lanjut, dan mobil sialan ini mengarah kerumahku. Ketika aku turun, aku mendengar Arman berkata, “Elly, sampai ketemu lagi ya, kapan kapan kita main main lagi yaaa”.
    Dengan muak sekali aku membanting pintu mobil, kemudian aku segera masuk kedalam rumah sambil menahan tangis.Aku segera melihat anakku. Agak lega melihat nya masih tertidur pulas. Aku segera mandi, keramas, membersihkan tubuhku yang sudah ternoda oleh adik iparku yang bangsat, yang sudah tega sekali menyerahkan ku pada dua kacung nya. Aku memang rindu bermain cinta, tapi itu dengan suami ku sendiri bukan dg arman, bukan dg mereka bertiga. Apalagi di perkosa seperti tadi, sakit sekali rasanya di dalam hati ini. Tanpa sadar aku kembali lagi menangis.
    Aku tahu hari ini adalah hari yg pertamaku mengalami penghinaan, dan ini bukan hari terakhir.Terbukti dua hari kemudian, aku dapat kiriman DVD dari Arman, yang isinya rekaman pemerkosaan terhadap ku oleh dua kacung nya itu, dengan sebuah surat bertuliskan “Elly, lain kali kita bermain tanpa ikatan pada kedua tanganmu yaa, kamu pasti akan lebih menikmati permainan kita kelak nanti”.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Kisah Si Dukun Cabul Bagian Tiga

    Cerita Sex Kisah Si Dukun Cabul Bagian Tiga


    1369 views

    Perawanku – Cerita Sex Kisah Si Dukun Cabul Bagian Tiga, Mbah melihat dari pipismu tadi, ternyata ilmu gendamnya si Kasno sudah masuk dalam sekali ke dalamnya. Mbah sudah coba sedot sedot tadi, tidak mau keluar juga. Berbahaya sekali Nduk, nanti kalau dibiarkan jadi ngabar (menguap) masuk ke pembuluh darahmu, bisa mati kowe. Mbah harus mencoba cara yang lebih kuat. Agak sakit mungkin Nduk, nggak apa-apa ya?” kataku penuh rasa sayang dan kasihan. Kuelus rambutnya yang sekarang tampak awut-awutan. Dia mengangguk, mengulang lagi kata-katanya yang bego tadi: “inggih Mbah, kulo nderek kemawon..”. Aku mengangguk-angguk: “anak baik. Kasihan sekali kowe Nduk”.

    Sekarang aku mengangkat tubuhnya yang sudah lemas dari atas meja, dan dengan lembut membimbingnya ke dipan yang ada di sudut. Kubaringkan tubuh bugil yang sudah lemas itu, dan dengan hati-hati kulebarkan kakinya. Kini dia terbaring mengangkang, kemaluannya terbuka lebar seakan siap menerima segala kenikmatan duniawi. Aku duduk berlutut, kemaluanku sudah tegang betul dan kini terarah ke lobang kemaluannya. Kugesek-gesek kepala jagoanku ke kelentitnya. Dia mengerang pelan, matanya tertutup rapat. Kurendahkan tubuhku, kini aku telungkup di atas badannya. Kukecup bibirnya dengan lembut: “sudah siap, ya Nduk. Agak sakit, ditahan saja. Pokoknya Mbah usahakan kamu jadi sembuh betul”. Dia mengangguk, tidak membuka matanya: “inggih Mbah” desisnya lirih.

    Kini aku memegang batang kemaluanku, dengan sangat hati-hati menusukkannya ke kemaluan si Suminem yang masih basah kuyup bekas hisapanku tadi. Satu senti..dua senti.. tiga senti.. sempit sekali. Suminem mengerang: “ss.. sakit Mbah..” tampak wajahnya mengernyit kesakitan. Tangannya memegang dan meremas lenganku. “Tenang Nduk..tenang.. tahan sedikit.. nanti lama-lama sakitnya hilang, berganti rasa enak”.

    Aku harus mengakui, inilah lobang kemaluan ternikmat yang pernah kurasakan. Sebelumnya aku hanya bisa bermain dengan pelacur-pelacur, atau paling banter dengan si Jaetun janda muda yang gatel di desa sebelah. Semuanya sudah melongo lubangnya, sama sekali tidak enak. Tetapi yang ini, sungguh lezat, legit dan super sempit. Dasar perawan.. kutekan agak keras kemaluanku, diikuti dengan teriakan Suminem: “aauuwww.. saakiit Mbah..” aku cepat-cepat melumat bibirnya, agar teriakannya tidak berkembang menjadi raungan..

    Sekarang dengan cepat dan akhli aku menekan kemaluanku, sekalian saja sakitnya pikirku. Dan..bless..masuklah seluruh kemaluanku ke dalam lobang memeknya. Tubuh Suminem terlonjak di bawahku, tangannya meremas lenganku sangat keras. Matanya terbeliak, tetapi mulutnya tidak bisa memekik karena tersumpal bibirku. Aku diam sejenak, menunggu lonjakannya hilang.

    Akhirnya dia diam, hanya napasnya masih tersengal-sengal. Sekarang, setelah semua tenang, kulepaskan ciumanku: “masih sakit, Nduk?” dia mengangguk: “tapi lama-lama nggak perih kan?” dia mengangguk lagi. Lugu betul anak ini: “Mbah terusin ya? tidak lama lagi kok”. Sekali lagi dia mengangguk. Kugoyangkan pantatku lagi pelan-pelan, tidak ada respon penolakan darinya. Kogoyangkan lagi semakin kuat, dan tanganku mulai menggerayang memainkan puting susunya. Dia mengeluh. Dia merengek. Jelas si Suminem ini mulai menikmati permainan ini. Pinggulnya mulai ikut bergoyang, meskipun agak kaku.

    Aku tidak berani merubah posisiku ini, takut kalau dia kesakitan lagi. Goyanganku juga kuusahakan seteratur mungkin, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Malah goyongannya yang semakin lama semakin tidak teratur. Kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan, mulutnya mendesis-desis dan tangannya mencengkeram erat lenganku. Matanya terpejam dan raut wajahnya menampakkan campuran kesakitan dan kenikmatan yang sangat.

    Dipan bobrok ini mulai terdengar berkeriet-keriet. Akhirnya terdengar proklamasi si Suminem, persis seperti tadi: “aakhh.. ad..uuh.. mbaah.. aku.. aa..” dan kurasakan cairan menyemprot di lobang kemaluannya. Akhirnya kepalanya terkulai lemas ke kiri (sejak kami mulai main tadi, matanya terus terpejam). Aku mengutuk dalam hati. Jangkrik, aku sendiri belum keluar nih. Kuperkuat genjotanku, kufokuskan pikiranku pada kenikmatan yang kualami sekarang ini. Kuremas-remas susunya semakin kencang. Dan akhirnya kurasakan desakan dalam kemaluanku, desakan yang sudah sangat kukenal. Aku sudah mau orgasme.

    Tetapi aku tidak ingin mengakhiri permainan ini begitu saja. Kukeluarkan tembakan terkhirku: “Nduk, Nduk, Mbah rasa ajiannya si Kasno sudah berhasil Mbah hilangkan. Tetapi kau harus meminum ajian dari tubuh Mbah ya? supaya kamu kebal terhadap segala ngelmu hitam macam ini”. kataku tersengal-sengal. Suminem hanya mengangguk saja, matanya tetap terpejam. Melihat tanda persetujuan itu, aku segera mencopot kemaluanku dari memeknya, begitu cepat sehingga terdengar suara, “plop”. Aku segera mengangkang di atas tubuhnya, batang kemaluanku kuarahkan ke mulutnya: “ini Nduk” kataku. Tangan kananku mengangkat kepalanya yang terkulai, sedangkan tangan kiriku terus mengocok batanganku.

    Mata si Suminem membuka malas, melihat senjataku bergelantung di depan wajahnya. Aneh, Dia tidak tampak kaget lagi (mungkin lama-lama dia sudah biasa?) dia menggumam malas: “mana obatnya Mbah? sini biar aku minum.” Aku mendesah penuh nafsu: “ini Nduk, obatnya ada dalam burung Mbah ini. Minumlah” kataku. Suminem menjawab dengan malas, seperti orang setengah sadar: “dihisep dulu Mbah? Sini gih. Biar cepet selesai”. Dan tanpa bertanya lagi, dia memegang kontolku dan memasukkan ke mulutnya. Waduh, hebat banget si geNduk ini.

    Meskipun tetap dengan gaya malas, seperti setengah sadar, dia mulai menyedot nyedot kemaluanku dan lidahnya secara reflek juga bergerak-gerak menyelusuri batang kontolku. Aku bergetar hebat. Kutelungkupkan tubuhku di atas tubuhnya, dan kugoyangkan pinggulku sehingga kemaluanku bergerak keluar masuk mulutnya. Rasanya bahkan lebih nikmat daripada bersetubuh biasa. Beberapa kali tanpa sengaja gigi Suminem bergesekan dengan kemaluanku, membuat kenikmatan yang kurasakan semakin melambung.

    Cerita Sex Kisah Si Dukun Cabul Bagian Tiga

    Cerita Sex Kisah Si Dukun Cabul Bagian Tiga

    Kupercepat goyanganku, tetapi tetap menjaga agar dia tidak sampai tersedak. Akhirnya tekanan dalam kemaluanku tidak dapat kutahan lagi: “Nduk, ini Nduk..” erangku: “telan semua ya” dan croot.. muncratlah air maniku ke dalam mulutnya. Kurasakan hisapan dan jilatannya berhenti. Dua kali lagi aku menyemprotkan maniku di mulutnya, semuanya tampak tertelan (karena posisinya terlentang, jadi tidak ada yang terbuang keluar).

    Kudiamkan posisi ini agak lama, sampai kurasakan kemaluanku mulai mengecil dan akhirnya lepas sendiri dari mulutnya. Aku berguling ke samping, kulihat Suminem tetap telentang dengan mata tertutup. Bibirnya yang seksi kini tampak berlepotan air mani, tampaknya masih ada maniku yang tertahan di mulutnya dan belum tertelan. Aku bangun dan mengambil gelas berisi air kembang tadi, dan menyodorkan kemulutnya dengan lembut: “minum Nduk, minum. Biar semua obat Mbah masuk ke badanmu. Ini air kembang juga berkhasiat kok.” Dia menurut dan meneguk habis air itu. Akhirnya kubimbing dia berdiri, dan kubantu dia memakai bajunya. Aku juga memakai bajuku. Kami sama sekali tidak bicara saat itu.

    “Bagaimana Nduk? Apakah kamu sudah merasa enakan?” dia diam saja. Tangannya menyisir rambutnya, dan membetulkan bajunya yang awut-awutan. Kuelus rambutnya.
    “Mbah, apakah pasti saya sudah sembuh?” tanyanya dengan suara bergetar. Aku mengangguk: “pokoknya, semua sudah beres. Tadi Mbah itu mempertaruhkan nyawa Mbah lho. Kalau gagal tadi pasti ilmu hitamnya si Kasno berbalik menghantam Mbah. Untunglah semua sudah berakhir.”
    Dia mengangguk, wajahnya tetap menunduk: “matur nuwun, Mbah.” Katanya: “Berapa saya harus bayar Mbah?” aku tergelak: “wis, wis, bocah ayu, Mbah nggak minta bayaran kok. Bisa menyembuhkan kamu saja Mbah sudah bersyukur banget.” Kulihat bibir si Suminem tersenyum halus, mengangguk dan meminta ijin pulang. Kubuka pintu kamarku dan aku memanggil salah satu tukang ojek yang mangkal untuk mengantarkannya pulang. Dalam beberapa detik, tubuh bahenol Suminem hilang tertelan kegelapan malam.

    Aku menghela napas dan masuk kembali ke kamar. Tiba-tiba aku tertegun. Lha, kok aku sampai tidak menanyakan si Suminem itu tadi siapa ya? karena sudah terbelit nafsu aku sampai tidak menanyakan pertanyaan pertanyaan standar seorang dukun: rumahmu dimana, bapakmu siapa..

    Ah, aku menggeleng. Rasanya aku tidak pernah lihat dia sebagai warga sekitar sini. Mungkin dia dari Wonolayu, desa sebelah sana. Biarin saja. Aku masuk kamar praktekku, dan segera menggelosor di dipan yang tadi kugunakan untuk bercinta dengan Suminem. Dalam beberapa menit aku terlelap. Entah berapa jam aku tertidur, ketika sayup-sayup kudengar..

    TOK..TOK..TOK..

    “Bangun, Darmanto bangsat! bangun!” suara yang sayup-sayup tadi kini menjadi semakin jelas seiring dengan meningkatnya kesadaranku. Dengan terseok-seok aku berdiri dan menuju pintu, membukanya dengan malas. Baru pintu kubuka sedikit, tiba-tiba.. bruuk..seorang laki-laki tinggi besar menyerbu masuk, dan tanpa basa-basi tangannya menampar pipiku. Aku mengaduh dan terbanting ke lantai. Waktu aku melihat siapa si pembuat onar itu, kulihat Mas Darmin, blantik (pedagang sapi) tetanggaku, sedang berdiri dengan mata merah dan berapi-api. Tubuhnya yang tinggi besar dan berkumis melintang (dia memang keturunan warok Ponorogo) tampak sangat menyeramkan.

    Aku berteriak keheranan: “mas.. Mas Darmin.. ada apa ini? kok tiba-tiba kesetanan kayak gini?”
    Mas Darmin balas berteriak, matanya semakin mendelik: “kesetanan gundulmu.. kamu yang kemasukan setan! apa yang kamu lakukan kemarin malam, Dar? ayo ngaku!!”. aku semakin bingung: “yang apa to mas? aku ora ngerti.” Si warok itu tampak semakin marah: “kemarin malam! si Suminem! Sumineemm! kamu apakan dia?”

    Wah, aku jadi kaget. Suminem itu apanya dia? kalau anak tidak mungkin, aku tahu Mas Darmin cuma punya dua anak laki-laki: “si Suminem itu apanya mas?” tanyaku. Mas darmin berteriak marah: “kuwi ponakanku, bedes (monyet)! semalam dia datang ke rumah, katanya baru ke kamu terus karena kemalaman dia takut pulang ke rumahnya di Wonolayu. Di rumah dia nangis-nangis, katanya pipisnya sakit sekali. Waktu dilihat mbakyumu, celana dalamnya ternyata basah oleh darah. Walaah..dia akhirnya ngaku semua apa yang kamu lakukan. Iyo tho? ayo ngaku, bedes!” dan dengan berkata begitu ia menubruk lagi tubuhku. Satu bogem mentah kembali melayang ke pipiku. Aku berteriak kesakitan.

    Aku hanya bisa meratap: “mas.. mas.. ampun mas, aku tidak mau kok sebetulnya..si Suminem yang memaksa..” aku coba membela diri sebisanya. Mendengar itu, Mas darmin jadi semakin marah: “opo jaremu (apa katamu)? Si Suminem yang minta? kamu kira keluargaku kuwi keluarga perek opo? pikirmu si Suminem kuwi bocah nakal tukang goda wong lanang? weehh.. kurang ajar kowe Dar. Bangsat! asu! kucing! wedus! bedes!” dan sambil mengeluarkan perbendaharaan nama segala jenis binatang yang ada dalam kepalanya, Mas Darmin kembali menendang tubuhku yang sedang menggelosor pasrah di lantai. Dan dengan ngeri kulihat tangannya mulai menarik pecut (cemeti) yang melingkar di pinggangnya, pecut yang biasa dia gunakan kalau lagi akan jualan sapi. Aku semakin meringkuk: “ampuun maas..” rengekku.

    Dalam suasana yang sangat genting itu, tiba-tiba beberapa orang menerobos masuk. Aku melihat Pak Sitepu, ketua RW kami yang langsung memeluk Mas Darmin yang lagi kesetanan: “sudah..sudah mas.. mati pula dia nanti.. tenang sajalah kau..” katanya dengan logat batak yang kental. Seorang lagi yang menerobos masuk adalah seorang polisi. Dia membantuku berdiri dan dengan formal berkata: “Bapak Darmanto, saya menahan bapak atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Saya minta bapak ikut saya ke polsek sekarang juga.” Aku hanya mengangguk mengiyakan. Kulihat di belakangnya bapak dan ibuku, yu Mini dan keluargaku yang lain melihat semua adegan dahsyat itu dengan melongo tanpa bisa berkata apa-apa.

    Mas Darmin terus berteriak-teriak: “Ya, Pak polisi.. cepet saja ditangkap si bedes ini. Daripada nanti kalau lepas bisa kalap aku. Tak cacah dagingmu, tak jadikan rawon! tak jadikan sop! tak jadikan rendang..!” sekarang dia mengancam dengan segala jenis masakan yang dia ingat. Aku menghela napas. Dengan gontai aku mengikuti Pak polisi itu, keluar rumahku. Di depan rumah ternyata ada puluhan orang lain yang sudah berkumpul, para tukang ojek yang mangkal, tetangga, dan orang-orang lain. Semuanya melongo melihatku.

    Dari dalam masih kudengar teriakan Mas Darmin, menyebut segala jenis makanan yang rencananya akan mempergunakan dagingku sebagai bahan lauknya: “tak jadikan sate! tak jadikan opor!”. seorang tetanggaku berteriak mengejek: “entek nasibmu (habis nasibmu) Dar! makanya kalau hidup jangan hanya ngurusi kontol thok!”.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Teganya Pacarku Menjual Diriku

    Teganya Pacarku Menjual Diriku


    1368 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Teganya Pacarku Menjual Diriku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Aku seorang gadis berdarah campuran aku biasa di panggil Arin, ayahku asli Jawa yang mempunyai warna kulit sawo matang dan mamaku berkulit putih mulus karena dia memang keturunan tionghoa asli serta wajah yang cantik jelita.

    Aku bersyukur pada Tuhan karena aku memiliki postur tubuh yang tinggi semampai mirip ayah sedangkan kulitku mirip mama dengan wajah yang begitu cantik karenanya.

    Banyak teman-teman yang iri padaku karena aku memiliki orang tua yang kaya dan juga karena aku memiliki wajah yang cantik anak tunggal pula. Jadi aku memang di kenal sebagai anak yang begitu manja pada orang tuaku, dan saat ini aku sedang menjalin hubungan dengan Vito yang merupakan teman sekelasku sama-sama di kelas 3E salah satu SMA faforit di kotaku.

    Bersama dengan Vito akupun sudah pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita seks, mungkin bukan hanya kami tapi hampir setiap teman kami melakukan hal itu. Dan tidak jarang juga permainan sex kami menjadi bahan obrolan ketika kami sedang nongkrong sampai akhirnya hal tidak aku duga terjadi yakni Vito pacarku menjadikan aku bahan taruhan untuk melakukan adegan cerita seks bersama dengan dua orang temannya.

    Sebenarnya sudah banyak temanku yang bilang untuk aku putus saja dengan Vito karena menurut mereka Vito termasuk orang yang berengsek, tapi aku tidak mempercayai hal itu karena di depanku dan juga di depan kedua orang tuaku Viti begitu baik. Bahkan dia dekat dengan mamaku yang sudah menganggap dia sebagai anaknya juga karena Vito pernah bilang kalau dia merupakan anak dari keluarga broken home. Fortunebet99

    Karena itu juga papa menjadi ikut prihatin pada Vito karena seringnya mama membicarakan yang baik-baik tentang Vito pada papa. Padahal Vito teremasuk orang yang tidak bisa di perlakukan layaknya orang baik karena ternyata benar kata temanku kalau dia benar-benar jahat dan orang yang tidak mempunyai rasa kasihan sama sekali terhadapku yang telah lama menjalin hubungan dengannnya.

    Pada suatu hari aku di ajak jalan bareng Vito karena memang sudah biasa aku pergi berduaan dengannya maka mamakupun mengizinkan. Hingga akupun sampai di sebuah rumah teman Vito yang aku sendiri tidak kenal karena memang baru pertama kali aku di ajak kesana. Tepat di ruang tamu temannya itu aku sudah melihat pemandangan yang menceangangkan ada yang melakukan adegan cerita seks di sofa ruang tamunya.

    Vito hanya tersenyum melihat hal itu dan aku memegang lebih erat tangannya, karena meskipun aku pernah melakukan adegana seperti dalam cerita seks tersebut tapi belum pernah sekalipun aku melakukannya di tempat yang dapat di lihat oleh banyak mata, sampai akhirnya Vito membawaku ke ruang tengah rumah itu dan disana nampak dua orang laki-laki dengan tiga orang wanita juga.

    Kalau aku perhatikan wanita itu merupakan wanita yang lebih tua daripada aku dan Vito, begitu juga dengan laki-laki yang kedua diamirip anak kuliahan bukannya anak SMA seperti kami berdua. Dapat aku lihat mereka berdua menatap ke arahku lalu mengangguk pada VIto yang hanya bersikap tidak wajar menurutku hari itu, kembali aku memegang erat tangannya sebelum akhirnya.

    Vito membawaku kesebuah kamar yang ada di rumah itu, kemudian dia mencium seluruh wajah dan juga bibirku ” Jangan disini sayang.. aku takut… ” Kataku pada Vito, semakin takut aku ketika dua laki-laki yang berada di luar ikut masuk kedalam kamar tersebut. Dan hal yang tidak aku duga sebelumnya benar-benar terjadi aku lihat laki-laki pertama melepas bajunya sambil menatap ke arahku.

    Begitu juga laki-laki kedua bahkan dia bilang pada Vito ” Sudah kamu keluar biar kami yang akan melakukannya…. ” Tanpa melihat ke arahku Vito keluar sedangkan aku langsung berteriak minta tolong berulang kali pada Vito bahkan aku menagis sekeras-kerasnya waktu itu karena laki-laki yang pertama sudah memeluk tubuhku yang sudah di telanjangi oleh Vito.

    Mereka dengan leluasa melakukan adegan seperti dalam cerita seks, ada yang memainkan tetekku dan yang satu lagi memasukkan kontolnya pada lubang memekku ” Uuggghh… uuuggghhh…. masih… sempit juga…. aaaaaggggghhh….. aaaaaggggghhh… aaaaaaaggggghhh… aaaaagghh… ” Kata laki-laki pertama yang bergerak naik turun di atas tubuhku tanpa perlahan.

    Sedangkan laki-laki kedua memainkan tetekku dan aku merasakan kalau tagannya begtu kasar meremas tetekku, yang mulai terasa kesakitan ” OOouuugggghh….. aaaaaaaaggghh… aaaaagggghhh… aaaaagghh… eeeeuuuuuaaaammmcccchhh… ” Terdengar kalau laki-laki itu begitu menikmatinya . Mereka tidak mengerti bahkan tidak punya rasa kasihan padaku sama sekali.

    Mereka semakin beradu untuk saling memuaskan tapi hal itu membuat aku semakin muak pada keduanya. Sekali lagi aku dengar mereka sama-sama mendesah ” OOuuugghhh… aaaaaggggghhhh… aaaaggghhh… aaaaaaaggghhh… aaaaaggghhh….. ayo…sa..yang… nikmati.. sa..ja… jangan … nangis… aaaagghhh…. ”  Kata laki-laki yang asyik bermain dengan kontolnya dalam memekku.

    Mungkin karena muaknya akhirnya aku tidak tahu lagi apa yang terjadi padaku. Ketika mataku sudah terbuka aku sudah berada di RS dan dari yang aku dengar ternyata ada seorang wanita yang membawaku kesini, dan diapun menceritakan semua hal yang terejadi padaku saat itulah aku dan juga semuanya kalau ternyata Vito telah menjual tubuhku pada temannya itu.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Seks ngentot Pembantu muda masih perawan

    Cerita Seks ngentot Pembantu muda masih perawan


    1367 views

    Perawanku – Cerita Seks ngentot Pembantu muda masih perawan, Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun, Isteriku bekerja sebagai Direktur di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali.

    Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur.

    Wajahnya biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 155 cm, tidak gemuk tapi sangat ideal dengan postur tubuhnya, buah dadanya juga tidak besar, hanya sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken.

    Cerita ini terjadi pada tahun 2015 bulan November, berawal ketika aku pulang kantor kurang lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat dari biasanya yang pukul 19:00. Anakku biasanya pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari rumah neneknya.

    Seperti biasanya, aku langsung mengganti celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis tapi adem, tanpa celana dalam. Pada saat aku keluar kamar, nampak Sumiah sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.

    Pada saat dia akan memberikan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk sambil membaca koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluan ku yang hanya bersarung tipis.

    Spontan aku meringis kesakitan dengan badan yang sudah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun membersihkan gelas yang jatuh sambil memohon maaf yang tidak henti-hentinya.

    Semula aku akan marah, namun melihat wajahnya yang lugu aku jadi kasihan, sambil aku memegangi kemaluan ku aku berkata, “Sudahlah nggak pa-pa, cuman iniku jadi pegel”, sambil menunjuk kemaluan ku.
    “Sum harus gimana Pak?” tanyanya lugu.
    Aku berdiri sambil berganti kaos oblong, menyahut sambil iseng, “Ini musti diurut nih!”
    “Ya, Pak nanti saya urut, tapi Sum bersihin ini dulu Pak!” jawabnya.

    Aku langsung masuk kamar, perasaanku saat itu kaget bercampur senang, karena mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama kemudian dia mengetuk pintu, “Pak, Mana Pak yang harus Sum urut..” Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, dengan kemaluan ku yang masih lemas menggelantung. Sum menghampiri pinggir tempat tidur dan duduk.

    “Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya.
    “Jangan.. pake tangan aja, ntar bisa panas!” jawabku.

    Lalu dia meraih batang kemaluan ku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluan ku bergerak tegang, ketika dia menggenggamnya.
    “Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget.
    “Wah itu bengkaknya mesti cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret”, kataku sedikit tegang.
    Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluan ku, diludahinya ujung kemaluan ku.
    “Ah.. kurang banyak”, bisikku bernafsu.
    Kemudian kuangkat pantatku, sampai ujung kemaluan ku menyentuh bibirnya, “Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet keluar yang bikin bengkak!” perintahku seenaknya.

    Perlahan dia memasukkan kemaluan ku, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya kemaluan ku kena giginya terus, tapi lama-lama mungkin dia terbiasa dengan irama dan tusukanku. Aku merasa nikmat sekali. “Akh.. uh.. uh.. hah..” Kulumannya semakin nikmat, ketika aku mau keluar aku bilang kepadanya, “Sum nanti kalau aku keluar, jangan dimuntahin ya, telan aja, sebab itu obat buat kesehatan, bagus sekali buat kamu”, bisikku. “Hepp.. ehm.. HPp”, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.

    Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. “Akh.. akh.. akh.. Sum.. Sum.. enakhh..” Pada saat aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak melepas kulumannya.

    Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun memandang Sum yang begitu menggairahkan saat itu, aku duduk menghampirinya, “Sum kamu capek ya, apa kamu mau tahu kalau kamu diurut juga kamu bisa seger kayak Bapak sekarang!”

    “Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, bisa bikin seger? tanyanya semakin penasaran. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan sambil meraih pundaknya kucium keningnya, lalu turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta juga tidak membalas.

    Aku merasakan keringat dinginnya mulai keluar, ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali dia tidak berontak hingga tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.

    Tiba-tiba dia berkata, “Pak, Sum malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?” tanyanya takut.
    “Lho Ibu kan baru nanti jam enam, sekarang baru jam tiga, jadi kita masih bisa bikin seger badan”, jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa penutup, begitu juga aku, kemaluan ku sudah mulai berdiri lagi.

    Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, aku cuma mau urut punya kamu”, kataku meyakinkan, lalu dia mulai membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya yang mengitari liang kewanitaannya, cenderung botak.
    Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat bibir luar kewanitaannya, tanpa ampun aku jilat, sesekali aku sodokkan lidahku ke dalam, “Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..” Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu. Aku hisap, hanya kira-kira 5 menit kulumat liang kewanitaannya, lalu dia berteriak sambil menggeliat dan menjepit kepalaku dengan pahanya serta matanya terpejam. “Akh.. akh.. uahh..” teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati sampai bersih.

    “Gimana Sum, enak?” tanyaku nakal. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Nah sekarang, kalau kamu sudah ngerti enak, kita coba lagi ya, kamu nggak usah takut!”. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia mulai memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, lalu kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia merasa rileks dan mulai memberikan reaksi untuk membalas cumbuanku, kemaluan ku sudah tegang.

    Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata sudah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluan ku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, “Aauu.. sakit Pak!”. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. uuf sakit Pak..”.

    Melihat wajahnya yang hanya meringis dengan bibir basah, kuteruskan tusukanku sambil berkata, “Ini nggak akan lama sakitnya, nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya jangan dirasain..” tanpa menunggu reaksinya kutancapkan kemaluan ku, meskipun dia meronta kesakitan, pada saat kemaluan ku terbenam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi, aku mulai mengayunkan semua nafsuku untuk si Sum.

    Hanya sekitar 7 menit dia tidak memberikan reaksi, namun setelah itu aku merasakan denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya. Aku tahu dia akan mencapai klimaks, ketika dia mulai menggoyangkan pantatnya, seolah membantu kemaluan ku memompa tubuhnya.

    Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang, “Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum.. Summ..Sum.. daapet enaakhh Pak.. ahh..” mendengar erangan seperti itu aku makin bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. “Sum.. akh.. akh.. akh..” kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia pun lemas.

    “Sum aku nikmat sekali, habis ini kamu mandi ya, terus beresin tempat tidur ini ya!”, suruhku di tengah kenikmatan yang kurasakan.
    “Ya Pak”, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali.

    Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia berbalik dan bertanya, “Pak.. kalo pulang siang kayak gini telpon dulu ya Pak, biar Sum bisa mandi dulu, terus bisa ngurutin Bapak lagi”, lalu ngeloyor keluar kamar, aku masih tertegun dengan omongannya barusan, sambil menoleh ke sprei yang terdapat bercak darah perawan Sum.

    Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, setiap 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya sangat teratur), aku pulang lebih awal untuk berhubungan dengan pembantuku, namun hampir setiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5, kemaluan ku selalu dikulumnya saat dia mencuci di ruang cuci, pada saat itu isteriku dan anak-anakku belum bangun.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Aku Sok Kenal Saja

    Cerita Sex Aku Sok Kenal Saja


    1366 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Aku Sok Kenal Saja ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Paling mudah untuk dicarai saat perut lapar adalah ayam goring dimana makanan cepat saji tinggal digoreng kemudian ambil nasi dan minuman dingin, setelahnya aku memesan aku mencari tempat duduk yang nyaman, dimana saat aku duduk mataku menuju ke sesosok wanita yang cantik dan seksi, dengan toket yang besarnya.

    Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah.

    Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung ja di meja dimana prempuan cantik seksi dan anak prempuan itu duduk. “Boleh join kan?” Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. “O, silahkan ja pak”.Cerita Penuh Desahan | Menusukku Dari Belakang

    “Cuma berdua saja”, pancingku membuka pembicaraan.

    “Kan ber 3 dengan bapak”, jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni prempuan, pikirku.

    “Anaknya? Cantik kaya mamanya”.

    “Bukan pak, bukan anak saya”.

    “O, kirain anaknya, abis nyulik ya”, candaku.

    “Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini”. Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu.

    Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. “Belum punya anak, ato belon nikah?” “Nikah si udah tapi belon dikasi tu ma yang diatas”.

    Minta dong”.

    “Ya sih, minta tapi gak dilakuin”. Wah kliatannya mo curhat neh.

    “Maksudnya gak dilakuin”.

    “Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan”.

    “Kok bisa”. “Suami kerja dikapal cargo, jadi seringnya diatas kapal katimbang dirumah”.

    “O jadi jablay toh, kasian”.

    “Orang sedih kok malah digoda”. “Ya udah, aku ja yang membelai gimana”.

    “Genit ah”.

    Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya. Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. “Namanya siapa sih”.

    “Aku Sintia, bapak?” “aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat”.

    “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa”.

    “Maksud kamu”.

    “Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga”.

    aku tertawa mendengar candanya.

    “Dah brapa lama nikah?”

    “ampir 2 tahun mas”.

    “Wah jablaynya dah lama dong ya. Mangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah”. “Tau si, cuma gak nyangka ja akan kaya gini”.

    “Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?”

    “Gak kemana2 mas, Mo jalan ja”. Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang meruapak anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat.

    “Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan”.

    “Gak apa kan, katanya mas blon nikah?’ “Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang”.
    “Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok”.

    “Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?” “Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?” “ketempatku aja yuk”.

    “Mo ngapain ke tempat mas?’

    “Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2″.

    “Iya deh”. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku. Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya.

    “Mas tinggal sendiri ya”.

    “Iya, mo nemenin?”

    “Mau si, cuman kan aku dah punya suami”. “Kalo suaminya pergi ya nemenin aku ja disini”.

    “Maunya”. Kebetulan di tv ada siaran ulang debat capres.

    “Kamu ngikuti debat ini?” tanyaku. “Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu”.

    “Terus komentar kamu?”

    “Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan”.

    “O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya”. “Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja”, katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok.

    “Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen”. Dia tersenyum manis.

    “Tadi kamu taen sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami”. “Iya si, cuma ya itu problemnya”. “Iya jablay”.

    Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. “udah gak tahan ya mas”, godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu.

    Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan memekknya dari luar.

    “Mas”, katanya, “Aku udah basah mas”.

    “Udah napsu banget ya Sin, aku juga sudah napsu”.

    Rumahnya besar ya mas”. “Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak”.

    “Gak bawa baju renang mas”. “Tlanjang ja, repot amat si”. “Ih si mas, maunya tu”. “Kamu juga mau kan”.

    Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya.

    Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya.

    Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kontolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku.

    Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras.

    “Toketmu kenceng ya Sin, pentilnya gede.”, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku .kontolku yang keras menekan perutnya. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya. “Kita ke depan yuk”

    Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas. Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya.

    “Isep dong Mas” pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku. Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatia.

    ”Ohh.. Sstt..” erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir memekknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas.

    Gesekanku selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. memekknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam memekknya. “Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!” desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi,

    “Mas, aku udah gak tahan nih”. Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus memekknya.

    Aku menyelipkan jariku ke belahan memekknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam memekknya.

    “Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok it ilnya. “Aduuh! mas..nakal!” serunya.

    Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kontolku yang sudah keras sekali dari luar CDku. Toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya.

    “Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengeknya lagi. Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam memekknya yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam memekknya. memekknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk.

    Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang memekknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir memekknya.

    Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir memekknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam memekknya, dia benar-benar hampir pingsan.

    Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan memekknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya.

    Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat memekknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. memekknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali.

    “Terus Mas.. Enak..” desahnya.

    “Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan”. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya.

    Aku melepaskan CD, kontolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2.

    Dia kunaiki dan segera mengarahkan kontolku ke memekknya. Perlahan kumasukkan kepala kontolku. “Enak Mas..” katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kontolku ke memekknya yang sempit.

    memekknya terasa sesek karena kemasukan kontol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kontol mulai kuenjot keluar masuk. “Terus Mas…

    Kontolmu enak” erangnya keenakan. Aku terus mengenjot memekknya sambil pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya memekknya ke kontolku yang tegak menantang.

    Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya.

    Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus.

    “Mas.. kontolmu besar, keras banget..”, dia terus menggelinjang diatas tubuhku.

    “Enak Sin?’ tanyakua. “Enak Mas.. entotin aku terus Mas.”

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.