Author: perawanku

  • Antara Pacar Ibuku & Tantenya Part 3 – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Antara Pacar Ibuku & Tantenya Part 3 – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2064 views

    Perawanku – Suatu hari aku ke rumah Shinta sepulang sekolah, ternyata Shinta sedang les. Sedangkan ayahnya ada meeting 2 hari di Malang. Karena sudah terbiasa, setelah masuk ke rumah dan kelihatannya sepi, saat bertemu Tante Tika aku langsung memeluknya dari belakang.

    “Mumpung sepi Tante, saya sudah kangen sama Tante..” kataku sambil menciumi leher dan cuping telinga Tante Tika.
    “Jangan di sini Sayang, ke kamar tante saja..” katanya sambil mengandengku masuk ke kamar, aku seperti kerbau yang di cocok hidungnya, hanya menurut saja.

    Setibanya di dalam kamar tanpa ba-bi-bu kami saling berpelukan dan kulumat bibirnya. Nafasnya terengah-engah. Kancing dasternya kubuka satu-persatu hingga semuanya lepas lalu kutarik ke bawah, sedang Tante Tika juga sudah melepas kemejaku, tangannya kini sibuk membuka reitsleting celanaku, aku membantunya. Setelah celanaku lepas lalu dia buang di lantai. Aku diam sejenak, kupandangi tubuh Tante Tika yang hanya memakai BH warna putih dan celana dalam yang juga putih. Lalu tali pengikat BH-nya kulepas, maka tersembullah buah dada Tante Tika yang montok dan menantang itu. Kemudian tanganku ganti memelorotkan celana dalam Tante Tika. Kini dia sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Kulitnya yang putih mulus memancarkan keindahan alami, aku jadi semakin bernafsu.

    Sesaat kemudian Tante Tika jongkok di hadapanku dan dengan sekali tarik celana dalamku dilepaskannya ke bawah, dengan kakiku CD-ku kulempar ke bawah ranjang Tante Tika. Lalu kami saling menatap, bibirnya didekatkan dengan bibirku, tanpa buang waktu kupagut bibir yang merah merekah kami saling mengulum, terasa hangat sekali bibir Tante Tika. Tanganku mulai bergerilya di dadanya, gundukan montok itu semakin lama semakin kencang dan putingnya terasa mengeras karena permainan tanganku. Kemaluanku tak luput dari tangan hangat Tante Tika yang begitu bernafsu ingin menguasai keperkasaan kejantananku. Tangan lentik itu kini mengocok dan meremas otot kejantananku. Aku semakin tak tahan, lalu aku melepas pelukannya, nafas kami sama-sama ngos-ngosan. Kulihat matanya memerah seperti banteng yang marah, dadanya naik turun inikah yang namanya sedang birahi. Lalu tubuh telanjang Tante Tika kubopong dan kubaringkan terlentang di atas ranjang, dia menekukkan lututnya dan kedua pahanya direnggangkan. Melihat pemandangan liang senggamanya yang sudah basah dan merah merekah, aku jadi semakin tidak sabar. Lalu kembali semua bagian dari liang kewanitaannya menjadi daerah operasi lidahku. Klirotisnya terlihat mengkilat karena banyaknya cairan yang membasahi liang senggamanya.

    Tiba-tiba aku dikagetkan saat secara refleks aku melihat ke pintu. Memang pintu itu hanya di tutup kain gorden sedang daun pintunya tidak kami tutup. Kain gorden itu tersingkap sedikit dan terlihat sepasang mata mengintip perbuatan kami. Aku sempat deg-degan, jangan-jangan Om Har, kalau benar mati aku. Lalu saat gorden itu tertiup angin dari jendela samping aku baru tahu kalau ternyata yang berdiri di balik pintu adalah Tante Merry, adik Tante Tika. Aku jadi lega, paling tidak dia bukan suami Tante Tika ataupun pacarku Shinta.

    Aku meneruskan permainanku dengan harapan semoga Tante Merry bisa melihat bagaimana aku bisa memuaskan kakaknya. Harapanku mendekati kenyataan, ternyata mata itu terus mengawasi permainan kami bahkan saat batang kejantananku hendak masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Tika, aku sempat mendengar Tante Merry menahan nafas. Kembali kugenjot liang kewanitaan itu hingga yang punya mengejang sambil mulutnya keluar erangan dan rintihan yang seperti mungkin pembaca pernah melihat Film Blue versi mandarin saat si cewek digenjot lawan mainnya. Aku sendiri semakin tambah bernafsu mendengar rintihan kecil Tante Tika karena suaranya merangsang sekali. Paling tidak 20 menit lamanya aku bisa bertahan dan akhirnya jebol juga pertahananku. “Ccroot.. croot.. croot..” cairanku banyak yang masuk ke dalam rahim Tante Tika, sedang sebelum itu Tante Tika juga sudah keluar dan setelah aku hampir selesai mengejang dan mengeluarkan spermaku, giliran Tante Tika mengejang yang kedua kalinya. Lalu tubuhku ambruk di samping Tubuh indah Tante Tika. Kulihat mata Tante Tika terpejam sambil tersenyum puas.

    Lalu aku pamit mau ke kamar mandi. Sebenarnya aku hanya ingin menemuai Tante Merry tapi saat kucari dia sudah tidak di belakang gorden lagi. Lalu kucari di kamarnya. Kulihat pintu kamar terbuka sedikit lalu kutengok, ternyata kamarnya kosong. Akhirnya kuputuskan ke kamar mandi karena aku memang mau kencing, dengan tergesa-gesa aku berlari ke kamar mandi, kulihat pintu kamar mandi tidak tertutup. Saat aku di depan pintu, aku samar-samar mendengar bunyi air yang dipancurkan berarti ada yang mandi shower. “Ohh.. my God..” saat itu terpampang tubuh molek Tante Merry sedang mandi di pancuran sambil mendesah-desah, dia menggosok tubuhnya membelakangi pintu. Terlihat bagian pantatnya yang padat dan seksi, karena suara air begitu deras mungkin Tante Merry tidak mendengar saat aku melebarkan pintunya. Dari luar aku memandangnya lebih leluasa, tangannya sedang menggosok buah dadanya dan kadang buah dadanya yang berukuran 36C itu diremasnya sendiri, aku ikut terhanyut melihat keadaan itu.

    Saat dia membalikkan badan, kulihat dia mendesis sambil matanya terpejam seperti sedang membayangkan sesuatu yang sedang dialaminya. Waaouuw.., dari depan aku semakin jelas melihat keindahan tubuh Tante Merry. Buah dadanya yang sedang diremas tangannya sendiri kelihatan masih tegak menantang bulat sekal dengan puting yang mencuat runcing di tengahnya, mungkin karena dia belum pernah menyusui bayi maka kelihatan seperti buah dada seorang perawan, masih segar. Aku sempat terperangah karena berbeda sekali dengan kepunyaan Tante Tika yang sudah agak menggantung sedikit tapi ukurannya lebih kecil sedikit. Lalu pandanganku semakin turun, kulihat hutan rimbun di bawah perutnya sudah basah oleh air, kelihatan tersisir rapi dan di bawahnya sedikit daging kecil itu begitu menonjol dan lubangnya lebih kecil dari lubang milik Tante Tika. Tak lama kemudian tangannya meluncur ke bawah dan menggosok bagian demi bagian. Saat tangan mungilnya digosokkan pada klirotisnya, kakinya ikut direnggangkan, pantatnya naik turun. Aku baru menyadari bahwa kemaluanku sudah tegak berdiri malah sudah keluar cairan sedikit. Aku semakin tak tahan, aku lalu main spekulasi aku harus bisa menundukkan Tante Merry paling tidak selama ini dia merasa kesepian, selama dua bulan terakhir ini dirinya tidak disentuh laki-laki berarti dia sangat butuh kepuasan batin.

    Satu persatu pakaianku kulepas hingga telanjang bulat, burungku yang sudah berdiri tegak seperti tugu monas ini sudah tidak sabar ingin mencari sarangnya. Lalu diam-diam aku masuk ke kamar mandi dan aku memeluk Tante Merry dari belakang, tanganku ikut meremas buah dadanya dan kuciumi tengkuknya dari belakang. Tante Merry kaget, “Haii.. apa-apaan kamu Doonny!” bentaknya sambil berusaha melepaskan pelukanku. Aku tidak menyerah, terus berusaha.
    “Doonn.. Lepaaskaan Tantee.. Jangaan..” Dia terus berontak.
    “Tenang Tante.. saya cuma ingin membantu Tante, melepaskan kesepian Tante,” aku terus menciuminya sedang tanganku yang satunya bergerilya ke bawah, kugantikan tangannya yang tadi menggosok liang kewanitaannya sendiri. Bibir kemaluannya kuremas dan kuusap-usap pelan.
    “Tapi Doon, Ouhhg.. Aku kaan.. sshah..” dia sepertinya juga sudah menikmati permainanku.
    “Sudah berapa lama Tante mengintip kami tadi.. Tante kesepian.. Tante butuh kepuasan.. saya akan memuaskan Tante.. nikmati saja,” aku terus mencumbunya.
    “Ouugh.. Ahh.. Jangaann Oohh..” dia terus melarang tapi sesaat kemudian dia membalikkan badan.
    “Doonn, puaskan dahaga Tante..” katanya sambil melumat bibirku, kini dia begitu agresif, aku ganti kewalahan dan berusaha mengimbanginya, tanganku meremas kedua buah dada Tante Merry.
    “Hmm kamu hebaat.. sayaang,” tanpa sadar keluar ucapan itu dari mulutnya.

    Selama 25 menit kami saling mencumbu, saling meremas dalam keadaan berdiri hingga..
    “Ahh.. Doon, cukuup Doon.. lakukanlah, aku sudah tidaak tahaan.. Ohh..” rintihnya.
    Lalu kudorong tubuh Tante Merry menepi ke dinding, kurenggangkan kakinya. Sesaat kulihat bibir kemaluannya ikut membuka lebar, klitorisnya terlihat meriang memerah dan sudah banyak cairan yang membasahi dinding kewanitaannya. Lalu kuletakkan batang kejantananku yang sudah mengeras itu di bibir kemaluan Tante Merry, pelan-pelan kumasukkan. “Uhh.. ss, pelaan sayang, punyamu terlalu besar,” jeritnya kecil. Memang kelihatannya liang kewanitaan yang satu ini masih sempit mungkin jarang dipakai. Perlahan batang kejantananku mulai masuk lebih dalam hingga akhirnya amblas seluruhnya. “Aouuwww..” Tante Merry menjerit lagi mungkin dia belum terbiasa dengan batang kejantanan yang berukuran besar. Setelah keadaan agak rileks, aku mulai menggerakkan batang kejantananku maju mundur. “Oohh.. teruskaan Sayaang.. gendoong aku,” katanya sambil menaikkan kakinya dan dijepitkan di pinggangku. Saat itu batang kejantananku seperti dijepit oleh dinding kewanitaannya tapi justru gesekannya semakin terasa nikmat.

    Tante Merry terus melakukan goyang pinggulnya.
    “Ohh.. ennaak Tantee..” aku semakin terangsang.
    “Tantee jugaa nikmaat.. Doon, punya kamu nikmaat banget.. Ohh, rasanya lebih nikmat dari punya suamikuu.. Ahh.. Uhh.. Tusuk yang lebih keras sayang.” desis Tante Merry.
    “Aaahh.. Aaagh.. Ohh.. Sshh..” Tante Merry merintih tak karuan dan gerakan pinggulnya semakin tak beraturan.
    “Doon, Ohh.. genjoot teruuss..” dia setengah menjerit, “Don, masukin yang dalam, yachh..”
    “Enaak Tante, mmhh..” aku merasakan sukmaku seperti terbang ke awan, liang kewanitaan perempuan ini nikmat betul sih, sayang suaminya kurang bisa memuaskannya.
    “Ouuhh, Doon.. Tantee.. Mauu Keel.. Aaahh..” dia menjerit sambil menekankan pantatnya lebih dalam. “Seerr..” terasa cairan hangat membasahi batang kejantananku di dalam rahimnya. Tapi aku terus memacu gerakanku hingga aku sendiri merasakan mau mencapai orgasme.
    “Tantee.. dikeluarkan di dalam apa di luar,” aku masih sempat bertanya.
    “Di dalam sajaa, berii aku bibitmu sayang,” pintanya.

    Tak lama kemudian aku merasakan ada dorongan dari dalam yang keluar, “Crroott.. crroott.. croott..” cairan maniku langsung memenuhi rahim Tante Merry, lama kami berpelukan kencang hingga akhirnya aku merasa kakiku lemas sekali, tapi aku terus mencumbu bibirnya.
    “Terima kasih Doon, kamu telah menghilangkan dahagaku,” kata Tante Merry.
    “Tante, boleh nggak kapan-kapan saya minta lagi sama Tante, tapi sekarang Shinta mau datang dari les, kita sudahi dulu yaa..” tanyaku.
    “Aku yang harusnya meminta, masak cuma Kak Tika yang kamu puasi, sedangkan aku nggaak, tadi aku ngiri deh sama kakakku bisa ngedapatin kepuasan dari pemuda gagah seperti kamu,” jawabnya.
    “Baiklah, nanti kita bertiga akan rundingkan, saya yakin dia akan mengerti kok, dan bisa memberi kesempatan sama adiknya sendiri, yang penting kita bisa menjaga rahasia ini, ya nggak..” tanyaku.
    “Benar Sayang, terserah kamu asal kamu mau ngasih aku jatah.. aku sudah puas, kok..” jawabnya.

    Kemudian kami sudah mengenakan pakaian kami masing-masing dan keluar dari kamar mandi. Kulihat ke kamar Tante Tika, dia masih tertidur, lalu kubangunkan.
    “Tante banguun, cepatlah berpakaian.. nanti Shinta curiga kalo Tante masih telanjang begini,” kemudian Tante Tika gelagapan sendiri terus bangun.
    “Hahh, hampir jam lima.. Ya ampuun, Tante tertidur yaa, kamu tadi ke mana kok ninggalin Tante?” tanya Tante Tika.
    “Sudahlah, Tante berpakaian dulu nanti saya ceritakan, sekarang saya tunggu di ruang tamu,” kataku sambil ngeloyor ke ruang tamu. Di sana Tante Merry sudah menungguku, dia masih menyisir rambutnya yang masih basah. Tak lama kemudian Tante Tika muncul ke ruang tamu.
    “Ehh kamuu Mer, sudah lama datangnya,” tanya Tante Tika sambil duduk di hadapanku.
    “Wah sudah hampir 2 jam yang lalu, Mbak sih di kamar terus jadi nggak tahu kalau saya sudah datang, mana pintu depan nggak dikunci lagi, gimana tadi kalau ada Shinta yang datang trus nyari Mamahnya, dan melihat Mamahnya kayak tadi, wah bisa terjadi perang dunia ketiga,” katanya santai.
    Tante Tika wajahnya kelihatan pucat, “Jadii, Kamu sudaah..”
    “Santai saja Mbaak, saya bisa ngerti kok, rahasia aman,” kata Tante Merry.
    “Iya Tante, kita sudah kompakan kok,” sahutku, “Tapi misalkan Tante Tika berbagi denga Tante Merry gimana?”
    “Gini lhoo Mbak, masak cuma Mbak yang dipuaskan, saya kan juga kesepian, boleh dong kita berbagi kejantanan Donny. Saya akui dia hebat Mbak, bisa memuaskan saya,” katanya sambil mengerlingkan matanya ke arahku.
    “Ohh.. jadi kalian juga sudah..” tanya Tante Tika.
    “Benar Tante, sekarang kami sudah terus terang, sekarang tergantung Tante, boleh nggak saya juga main dengan Tante Merry, kasihan kan suaminya jarang pulang dia juga butuh kepuasan seperti Tante.”
    “Yahh mau gimana lagi.. aku bisa ngerti kok sama Adikku, asal si Donny bisa bersikap adil aku nggak keberatan.”

    Itulah kisahku dengan Ibu pacarku dan Tantenya, hubunganku dengan Shinta terus berlanjut dan perselingkuhanku dengan Mama dan Tantenya juga nggak berhenti, hingga 1 tahun kemudian Tante Merry melahirkan anaknya. Saat aku dan Shinta membesuknya di persalinan, kulihat Om Nanto sedang ngobrol dengan Tante Tika. “Mari silakan masuk..” Om Nanto kelihatan gembira menyambut kelahiran anaknya. Kulihat Tante Merry tersenyum pada kami, saat Shinta menghampiri box bayi yang jaraknya tidak begitu jauh dari ranjang ibunya. Tante Merry memanggilku dengan isyarat tangan. Dengan setengah berbisik dia berkata, “Lihat anakmu sangat tampan dan gagah Sayang, seperti kamu,” katanya kepadaku. Aku tersenyum penuh arti.

  • Antara Majikan Dan Pembantunya

    Antara Majikan Dan Pembantunya


    2011 views


    Perawanku – Kejadian ini berlangsung sekitar 4 tahun lalu ketika saya berumur 22 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda keturunan china berumur 40th bernama bernama Jeany, dia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th. Mulanya saya hanya tertarik karena orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol dan cukup bisa mengikuti gaya anak muda alias lumayan ‘gaul’ lah. Hampir setiap malam dia telepon ke rumah saya. Sampai kadang anak-anaknya ikutan bercanda lewat telepon.

    Suatu saat Jeany akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya dia menelepon minta dijemput di Airport katanya, wah asyik nih aku bisa ketemu sekalian bisa ngobrol dan bercanda. Pada saat hari H dia telpon saya lagi dia bilang dia pake baju warna pink dan celana panjang hitam. Hmm sesampainya di airport aku bingung sekali waktu aku lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku. Aku beranikan diri untuk menyapa,
    “Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Jeany?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons, Joker123 Deposit Pulsa
    “Apakabar Iwan”.
    Saya langsung bengong karena melihat tampangnya yang masih cantik dengan badan langsing tapi gemuk pada bagian yang penting tentunya. Tiba-tiba jeany langsung mencium pipiku..

    “Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Jeany aja!”.

    Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he..

    Seharian saya antar dia keliling ke kantor klien-kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi dia ke airport. Di perjalanan tiba-tiba dia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,
    “Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi. Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam,
    “Hmm mantap juga batang kamu ini”
    Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi menurut Jeany, “helm proyek”-nya ini bisa bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

    Setelah puas melumat bibirku dia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu hisapan mulut sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, aku tak mau tinggal diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi dia menepis, “Sudah deh kali ini biar Jeany yang kerja,” ya.. aku pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian aku serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar akhirnya “Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Jeany, Dia makin gila menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut saat jeany menyedotnya.

    “Ahhmm enak banget batang kamu, thank’s ya,” kata Jeany, sambil tersenyum dan menciumku, dia sangat suka dengan penisku, sementara aku hanya bisa diam dan masih terheran-heran melihat kebinalannya,” Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.” Tiba-tiba Jeany protes melihat aku hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada saat aku tiba di parkiran airport Jeany berkata,” Kamu masih utang lho sama aku” hmm aku hanya bisa senyum sambil kali in aku yang mencium bibir sexy-nya. Jeany memelukku erat, kami seperti pasangan kekasih aja.

    kunjungi blog www.ceritaseks17.com klik disini

    Sebulan telah berlalu, kami tetap berhubungan via telepon, hubngan kami semakin akrab, lalu saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu Jeany. Kebetulan anak-anaknya sedang liburan sekolah, sekalian saya bertugas mengajak anaknya jalan-jalan. Saat tiba di Jakarta saya menginap di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Senayan. Lalu kami bertemu dan jalan-jalan bersama kedua anaknya, “Hmm sudah seperti keluarga aja nih” pikirku dan Jeany terlihat makin cantik, lebih cantik dari sebelumnya. Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba anak Jeany yang berumur 7th meminta saya untuk menginap di rumahnya, agar kita bisa main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, karena memang aku juga keranjingan main game.

    Saya dan Dodi (anak sulung Jeany) sudah 2 jam main playstation. Saat itu sudah jam 23.00, Dodi sudah mau tidur sementara Jeany masih sibuk membereskan kamar yang akan saya tempati. Kelar main PS dengan Dodi, saya langsung mandi karena sejak tadi saya belum mandi. Selesai mandi saya lihat Jeany sudah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton TV. Cantik sekali Jeany saat itu, dengen baju tidur warna ungu, wah.. yang bikin saya deg-degan dadanya yang berukuran 34b menyembul dibalik gaunnya, dan setelah aku curi-curi pandang ternyata dia tidak memakai bra.

    “Kamu masih hutang ama aku lho Wan”, jeany berkata begitu dengen senyum manisnya.
    Ya aku langsung jawab aja, “Iya deh pasti aku lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain vagina janda.. Hehehehe biarpun sudah umur 40-an tapi badannya sangat sexy karena memang hobbynya berenang. “Kita sambil nonton bokep yuk Wan,” kata Jeany. Daftar Joker123

    Sewaktu Jeany memasang vCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya terlihat mulus den belahan pantatnya terlihat sangat bersih, aku tak tahan langsung aja aku samperin dan menjilat belahan pantatnya dari belakang sampai turun ke selangkangan.

    “Ahh sayangg.. Sabar donk.. Aku sudah lama nggak diginiin” Jeany mendesah sambil kakinya gemetaran.

    Aku gendong saja ke sofa terus aku ciumin bibrnya, Jeany merespons ciumanku dengan ganasnya, “Jago juga nih ciumannya”, pikirku.

    Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang sejak tadi membusung karena menahan nafas, “Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.

    Tangan jeany mulai berusaha meraih batang penisku yang sudah menegang dengan helm yang memerah, “Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan jeany dengan lembut, dia hanya tersenyum.

    Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting jeany yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku, “Suck my pussy baby”
    Jeany mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku. Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Saat aku mulai menyapukan lidahku dari bagian bawah ke atas vaginanya aku merasakan cairan yang sangat nikmat yang aku impikan sejak pertama kali bertemu Jeany. Aku hisap clitorisnya dia makin mengejang dan aku merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku.

    “Ciuman ama bibir atau vagina sama enaknya nih,” pikirku.
    “Oughh sayangghh enak,” gumamnya.

    Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya semakin cepat, pantatnya bergerak naik turun mengikuti irama lidahku, tiba tiba dia berteriak histeris.
    “Fuck.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Iwann eghh.,” badan Jeany mengejang, tangannya menekan kepalaku ke vaginanya hingga hidung dan hampir semua wajahku basah karena cairan vaginanya.
    Nafasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat vagina, sekarang aku suka sekali menjilat vagina sampai lawan sex-ku mencapai klimaks karena jilatanku).

    Aku jilati terus dan aku telan semua cairan vaginanya, rasanya enak banget!! Sementara nafas Jeany masih tersengal-sengal aku angkat kedua pahanya sehingga lobang pantatnya pas berada di bibirku. Aku jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang pantat jeany sambil aku teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Jeany makin menekan kepalaku, aku makin menikmati permainan ini dan aku lihat kepala jeany menegadah pertanda dia sangat menikmati jilatanku, sampai akhirnya aku berbalik lagi menjilat bagian lobang vaginanya yang masih berdenyut.

    “Sayangghh terusinn aku hampir sampai lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan pantatnya.
    Aku makin enjoy dengan rasa vaginanya yang seperti sayur lodeh.. Hehehehe. Aku hisap clitorisnya sampai akhirnya dia mulai mengejang-ngejang.. “Oughh enakk sayangku..”
    Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku. Jeany mencapai klimaks untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi aku tancapkan saja batang penisku yang dari tadi sudah menunggu untuk bersarang, Ternyata tak semudah itu, lobang vaginanya memang cukup sempit pertama kali hanya kepala penisku aja yang bisa masuk, lalu setelah aku keluarkan dan aku masukkan lagi beberapa kali akhirnya.
    BLESS..
    “Eghh.. Enak banget Wan,” gumamnya Jeany langsung menciumi bibirku dengan penuh nafsu.

    Aku mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang, enak benar vagina Jeany, pikirku. Selama 15 menit aku memompa, perlahan tapi pasti vagina Jeany makin terasa makin menyempit, aku makin merasa enak.
    “Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa. Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Jeany mencapai klimaks yang ketiga kalinya,
    “Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU FUCK ME!!”
    Aku makin mempercepat gerakanku.. Jeany makin menggila.
    “FUCK.. FUCK.. FUCK ME.. Oughh ahh ahh,” Jeany benar meracau tak karuan, untung jarak kamar tidur dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tidak mengganggu tidur kedua anaknya.


    Setalah Jeany menikmati sisa-sisa klimaksnya aku ciumin bibrnyai dia dan dia tersenyum, “Thank’s ya, hutangmu lunas, tapi kamu belum keluar sayangku,” dia berkata sambil membalikkan badannya dan kedua tangannya memegang sandaran sofa.
    “Fuck me from behind,” dia mengarahkan penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang sudah basah kuyup.

    Langsung aja aku pompa vaginanya karena aku sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar, baru sepuluh kali keluar masuk, Jeany mendesah berat dan vaginanya berdenyut pertanda dia mencapai klimaksanya, badannya seperti kehilangan tenaga, aku tahan pantatnya sambil terus aku pompa vaginanya. Denyutan vaginanya membuat aku merasa makin nikmat. Dengan mata sayu Jeany berkata, “Keluarin di mulutku sayangku, aku haus spermamu”.
    Aku tidak memperdulikan aku tetap focus mengejar kenikmatanku sendiri sampai akhirnya aku akan mencapai puncak kenikmatan aku cabut penisku, dengan sigapnya jeany meraih batang penisku dan mengocok-ngocok di dalam mulutnya.
    “Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..”
    Crott!! Crott.. Crott..
    Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya sampai keluar dari tepi bibir Jeany.

    Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku”ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget ketika aku lihat pembantu Jeany yang bernama Dini sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara bajunya sudah tidak karuan. Aku baru sadar jika permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung indah sekali. Namanya Dini.

    Ternyata Dini sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Jeany memanggilnya,
    “Sini kamu!” sambil mukanya memerah Dini berjalan mendekat.
    “Kamu ngapain?” tanya Jeany.
    “Ya lihat Ibu sama Mas Iwan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih tegak.
    Jeany berbisik, “Aku sudah cape nih, aku rela kok kamu main sama Dini, tuh penis kamu masih tegak,” sambil menciumku Jeany membisikkan hal yang benar-benar aku inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.

    Sambil menunjuk ke arah vCD bokep yang sedang beradegan anal, Jeany berkata kepada Dini,
    “Kamu mau ngentot seperti di TV itu ya Dini”
    Dengan muka makin memerah Dini menjawab dengan perlahan dan gemetaran,
    “Eng.. Engga bu, ma’afkan Dini”.
    Dengan nada sedikit membentak Jeany memerintah, “Pokoknya kamu harus layani Mas Iwan sampai dia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngentot sambil mainan vagina pula, isepin tuh penis Mas Iwan!”.
    Sambil perlahan-lahan mendekat, tangan Dini yang masih terlihat basah karena cairan vaginanya, meraih batang penisku, perlahan Dini mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm enak sekali bibr mungil Dini. Aku elus pipinya dia memandang ke arahku, aku tanya si Dini, “Kamu sudah pernah ngentot ya?”
    Dengan senyum malu-malu Dini menjawab, “Sudah Mas, dulu waktu Dini masih di kampung sama teman-teman”
    “Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” aku bertanya kembali.
    Dini hanya mengangguk lalu melanjutkan kulumannya. Aku lihat Jeany sudah terlelap kecapean.

    Tanpa sadar aku meremas-remas payudara Dini sambil memelintir putingnya. Dini mendesah menikmati sambil terus berusaha mengulum penisku. Dengan lugu Dini berkata, “Mass ahh tolong donk dimulai, masukin Mass”.
    Aku langsung mengangangkan kedua paha Dini dan Bless ternyata memang benar dia sudah tidak perawan lagi. Dini mendesah perlahan.. “Ouhh penis Mas besar sekali, baru kali ini saya ngentot sama orang dewasa.’
    Dini terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil meremas payudaranya sendiri. Wah.. cukup pengalaman juga nih anak pikirku.

    Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis seperti orang kebanyakan cabe..
    “Ssshh ahh enakk Mass eghh.”
    Tiba-tiba dia berusaha berdiri sambil mendorong badanku, “Aku mau diatas mass ahh aku mau keluar”
    Aku oke-in aja deh aku telentang, Dini berjongkok sambil menggoyangkan pantatnya, dia menciumi leherku aku remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya semakin keras aku mengimbangi goyangan pantatnya, aku naik turunkan pinggulku juga. Dini mendesah tak karuan sambil rebah di dadaku.

    “Ahh mass ahh ahh oughh aku keluar Mass ahh aku mau lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya melumat bibirku penuh nafsu, dia berdiri dan menghadap tembok.
    “Ayo Mass, kita main lagi, aku ingin dientot sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya aku lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.
    Dini menoleh ke arahku dan dia cuman tersenyum sambil berkata, “Boleh nggak yang seperti di TV Mas?”
    Wah.. binal juga nih anak pikirku, dalam hati aku juga ingin ngentot pantat nih, kebetulan. Pantat Dini memang bagus banget kenyal dan bulat, aku makin nafsu melihatnya. Dini membimbing penisku masik ke lobang anusnya, oughh sempit banget rasanya tapi enak. Langsung aja aku dorong penisku keras keras,

    “Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”

    Dini benar-benar sexy, bau badannya yang wangi rada asem dikit membuatku semakin terangsang, aku jilatin punggung dan leher bagian belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan bokongnya benar-benar mirip Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Dini meraih tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir sejak tadi.
    “Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”


    Tiba-tiba pantatnya mengejang dan berdenyut (baru kali ini aku tahu kalau pantat dientot juga bisa klimaks)
    “Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh aku keluar Mass.. Oughh ahh ahh”
    Dini meremas-remas payudaranya sendiri. Aku pompa pantatnya kencang-kencang karena denyutan anusnya aku nggak tahan sementara tanganku terus bergerak keluar masuk vaginanya.
    Dini menengadah ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan.. “Ahh mass aku keluar lagi.. Ahh ahh..”
    Mendengar desahannya aku makin bernafsu dan kepala penisku semakin membesar mau bongkar muatan,
    “Oughh Dini pantatmu enakk banget.. Ahh”
    Semprotan spermaku membasahi bagian dalam anus Dini yang masih berdenyut. Lutut Dini bergetar dan dia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan kecapean.

    Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.. Wah tidak terasa sudah hampir 5 jam aku bermain sex dengan dua wanita liar ini.

    Selama aku tinggal di rumah Jeany, tiap malam aku ngentot dengannya dan paginya Dini selalu menyediakanku sarapan pagi dan dia tidak pernah memakai celana dalam, aku sarapan sambil ngentot sama Dini. Hehehehe. Enakk tenan.

  • Cerita Sex Lagi Belajar Ngentot

    Cerita Sex Lagi Belajar Ngentot


    1457 views

    Perawanku – Aku anak tunggal namaku Dani umruku saat ini 17 tahun aku duduk di bangku SMU swasta di kotaku, sering aku tinggal di rumah sendirian diman Bapakku adalah pengusaha sukses yang cukup sibuk dalam mengelola bisnisnya skadang ibuku juga ikut bersama bapak.

    Aku akan berbgai pengalaman pertama hubungan seks dengan wanita dan ini untuk pertama kalinya, aku
    tinggal di komplek kelas menengah di sampingku rumah di diami oleh kepala RT orangnya cukup
    berpengaruh di komplek tersebut.

    Umurnya sekitar 60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang istri. Yang pertama
    namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya
    sudah 40-an, Tante Is masih kelihatan cantik, dia sangat pintar merawat diri.

    Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni
    sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante
    Rena, orang Bandung, kulitnya putih bersih.

    Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi. Mungkin karena dia
    sering fitness, apalagi Tante Rena senang berpakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya.
    Membuat laki-laki yang memandangnya terangsang dan ngeres.

    Tante Rena orangnya supel dan pintar bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku,
    termasuk aku.  Agen Obat Kuat Pasutri

    Kejadian ini bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk keperluan bisnisnya. Aku
    ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari sebelumnya karena ketahuan
    mencuri uang ibuku. aku yang sendirian merasa kesepian.

    Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru
    aku pinjam dari temanku. Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi dua orang negro.

    Satu orang negro sedang dikulum kontolnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ngentot cewek bule itu
    dari belakang dengan posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka berganti posisi, satu orang negro sedang
    rebahan diranjang sambil memasukkan kontolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya.

    Sedangkan negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan mereka
    membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku sudah tidak pakai celana dalam), kontolku
    mengeras.

    Semakin lama kuraba semakin keras. Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi
    aku tidak tahu harus kemana menyalurkannya.

    “Lagi ngapain Dan?” suara seorang wanita mengejutkanku.

    Cerita Sex Lagi Belajar Ngentot

    Cerita Sex Lagi Belajar Ngentot

    Ternyata Tante Rena sudah berdiri disamping pintu. Dia berpakaian sangat sexy, dengan kaos ketat dan
    rok super mini. Dia memandang karah celanaku. Saking terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku, sehingga
    dia dengan bebas bisa melihat kontolku yang sedang tegang penuh, mengacung-acung.

    “Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

    “Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede”.

    “Wah, kontolmu gede banget, udah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?” tanyanya cuek.

    “Be.. belum pernah Tante” sahutku.

    “Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih ngerasain kontolmu” katanya meminta.
    Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Duduk disampingku.

    “Tapi saya belum pernah Tante” jawabku.

    “Tante ajarin, mau khan?” katanya sedikit memaksa.

    Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya meraba-raba kontolku,
    aku gemetar. Baru kali ini kontolku dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku,
    diciumnya bibirku.

    Lidahku diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. sesekali
    isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya dikedua buah dadanya yang sudah
    mengeras.

    Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah, dia
    tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap buah dadanya, dia
    melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok kontolku.

    Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok mininya. Maka terpampanglah pemandangan yang
    luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan
    bersih.

    Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana
    pendekku. Bibirnya mendekati kepala kontolku, dan mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya.

    “Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali” aku mengerang ketika dia mulai mengulum kontolku.

    Hampir seluruh batang kontolku masuk kemulutnya yang sexy. Kontolku keluar masuk dimulutnya. Nikmat
    sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum kontolku, kemudian Tante Rena
    berdiri dihadapanku.

    Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti
    maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan menjilati pangkal pahanya,
    terus mendekati bibir vaginanya.

    “Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia mendesah-desah ketika aku memasukkan lidahku ke
    lubang vaginanya.

    Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir seluruh isi vaginanya kujilati,
    vaginanya basah.

    “Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja” ajaknya. cerita hot tante

    Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya kontolku, diarahkannya tepat kelubang
    vaginanya. Dia mulai memasukkan kontolku sedikit demi sedikit. Semakin lama semakin dalam.

    Sudah setengah batang kontolku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya
    berlutut disofa. Aku tak mau ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan kontolku.

    Dia menjerit ketika kontolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya
    dipangkuanku. Kontolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.

    “Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

    “Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

    “Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

    “Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.

    “Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

    “Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

    Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu gerakkannya dengan
    menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek.

    Semakin lama semakin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku
    merasakan nikmat yang tiada tara. Kontolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30 menit kami
    berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

    “Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr” dia menjerit-jerit.

    Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

    “Akuu.. juga Tante” sahutku ngos-ngosan.

    “Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu” pintanya memelas.

    Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang vaginanya.

    “Kamu puas khan sayang?” tanyanya.

    “Puas sekali Tante” sahutku pendek.

    Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk membersihkan badan. Siraman air membuat
    badanku segar kembali.

    “Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?” tanyanya meminta..

    Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan diranjangku. aku merangkak
    diatas tubuhnya dengan posisi ssungsang. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku
    tepat diatas vaginanya.

    Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh
    dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari tititnya. Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali kugigit. Dia
    meringis.

    Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang anusnya. Tante Rena tak mau
    ketinggalan. Dia menjilati kontolku, dari kepala sampai pangkal kontolku tak luput dari jilatannya.

    Sstt! Aku mendesah ketika dia mengulum kontolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. Kontolku yang
    tadi mengecil, sedikit demi sedikit mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan.
    Tante Rena memang benar-benar profesional. Seluruh batang kontolku dijilatinya.

    “Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja” pintanya.

    Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga
    kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan kontolku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit kontolku
    masuk kelubang vaginanya.

    Sstt! Dia mendesis. Sudah seluruh batang kontolku amblas ditelan lubang vaginanya yang basah dan
    memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Rena membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku
    merasakan sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik kontolku. Kakinya
    kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

    “Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang.

    Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit kontolku.

    “Akhh.. aku keluarr.. sayang” dia melenguh.

    kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Rena telah mencapai orgasme sedangkan aku belum apa-apa.
    Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan kontolku yang
    masih tegang ke lubang anusnya.

    “Kamu mau apain anusku sayang” tanyanya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

    “Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya.

    Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala kontolku kelubang anusnya. Mulanya agak susah tapi
    akhirnya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga seluruh batang kontolku amblas. Aku mulai menggerakkan
    pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

    “Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya ketika dia sudah mulai merasakan nikmatnya disodomi.

    Sekitar 30 menit kontolku keluar masuk dilubang anusnya. Kurasakan kontolku berkedut-kedut.
    “Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante” aku berteriak histeris.

    Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan beberapa saat. Lalu kutarik
    kontolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Rena menjilati
    sisa-sisa spermaku, sampai bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

    “Kamu hebat sayang, aku puas sekali” pujinya.

    “Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?” pintanya.

    Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

    “Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku”.

    “Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di rumah”.

    “Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK” dia menerangkannya untukku.

    Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa.
    Malam itu Tante Rena menginap dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • CERITA SEDARAH KENANGAN MALAM INDAH DENGAN IBUKU

    CERITA SEDARAH KENANGAN MALAM INDAH DENGAN IBUKU


    2342 views

    Cerita Sex ini berjudul ” CERITA SEDARAH KENANGAN MALAM INDAH DENGAN IBUKU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Cerita Sedarah Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Namaku toni adi nugroho, umurku 17 tahun, aku sekolah d salah satu SMA di surabya. Aku anak tunggal di keluargaku, kadang rasanya sepi karna tidak mempunyai saudara. ayahku kerja di salah satu rumah sakit d surabaya, dan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Aku ingin berbagi cerita tentang aku dan ibuku, umur ibuku 38 tahun, dia adalah ibu terbaik di dunia ini. di usia ibuku yang 38 tahun dia masih terlihat cantik.

    Cerita Mesum Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Awalnya aku gak ada pikiran ingin melakukan hal gila kepada ibuku, semua berawal ketika aku gak sengaja melihat ibuku yang sedang mandi, waktu itu aku pulang lebih cepat dari biasanya karna guru-guru di sekolah ada rapat. mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dengan rapat.

    Ketika melihat pintu kamar mandi yang sedikit kebuka jadi muncul pikiran untuk mengintip ibuku yang sedang mandi. tubuh ibuku yang putih mulus dan buah dada yang besar serta bokong yang montok membuat kontolku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yang gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yang lagi asik mandi pun terkejut.

    “toni, kamu ngapain??” tanya ibu dengan ekspresi bingung.
    ”enggak mah, ini tadi ada tikus trus mau toni usir” karna bingung jadi aku asal menjawab.

    kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yang seksi itu, aku pun coli dengan membayangkan tubuh telanjang ibu yang kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku.
    “toni… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah..

    aku pun langsung turun untuk makan siang, karna tenagaku habis untuk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yang mengagetkanku.

    ” toni tadi km ngapain d kamar mandi pas mamah lagi mandi ? km ngintip mamah ya?” tanya ibu padaku.
    mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak.
    “uhuk,, egak kog mah, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau toni usir,eh toni malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan.
    ”kamu tuh pinter cari alasan, sebernya tadi km ngintip mamah mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yang leibih keras.
    “iya toni tadi ngintip mamah lagi mandi” jawabku dengan perasaan takut.
    “km nakal ya.. berani ngintip mamah mandi”
    “abisnya mamah sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan mamah lagi mandi” jawabku.
    “ya kan tadi mamah kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku.
    “iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet”
    “lain kali jngan ngintip mamah lagi ya” jelas ibuku
    “iya mah, oya mah tadi itu tubuh mamah seksi bnget” sindirku kepada ibuku.
    “heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku.
    “yeee mamah, aku udah 17 tahun kali mah, udah gede” jawabku dengan cemberut.
    “oohh anak mamah ternyata sekarang udah besar ya…… uadah tau yang seksi-seksi”
    “hehehehe…. iya dong mah’’

    Setelah selesai makan akupun keluar karna sudah ada janji dengan temanku untuk menemaninya membeli kaset DVD dan aku juga membeli satu.

    Setiap malam aku selalu menyempatkan diri untuk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dengan kaset DVD yang baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yang sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”.

    Aku pun berfikir untuk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku untuk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yang sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku.

    “mah, mamah…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku.
    “sebentar toni, mamah lagi ganti baju” jawab ibuku.
    Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya.
    “ada apa?” tanya ibuku.
    “ini, toni baru beli film horor mah, mau gak nonton bareng sama toni?” jawabku
    ‘’iya boleh, sini nonton bareng sama mamah” jawab ibuku

    Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yang ada di kamar biuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di saping ibu. Kami berdua asik menonton film yang sangat2 tidak menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yang mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu.

    “iiihh… mamah kog ketawa sih.” Kataku dengan agak kesal
    “kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil.
    “mamah kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku
    “ya udah, sini duduk di depan mamah, biar mamah peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku untuk duduk di depanya.
    “apaan sih mah, kayak anak kecil aja” jawabku dengan sedikit kesal.
    “udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe”

    Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanngat, sudah lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yang besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yang aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yang putih mulus karena tidak tertutupi piyama yang ibuku pakai.

    Aku jadi tidak konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yang sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yang putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tapi tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku.

    “toni.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku
    “paha mamah halus, jadi enak klw di elus-elus” jawabku

    Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tpi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus itu. Di tambah lagi ada adengan panas di film horor tersebut yang membuat pikiranku membayangkan hal-hal yang bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku.

    “anak kecil gak boleh ngelihat yang kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku.
    “apaan sih mah, aku kan udah besar mah.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku.
    “kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku.
    “udah dong mah”jwabku.
    “hahahahahahaha”
    ‘’kog mamah malah ketawa sih?” tanyaku
    “gak apa-apa. Itu berarti anak mamah udah besar, udah tau yang kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yang kami tonton.
    “tapi jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku.
    “iya mah. Kataku

    Cerita Ngentot Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yang besar yang menempel di punggungku membuat kontolku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yang indah itu.

    “mah, susu mamah kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil
    “hahaha, kamu nih toni bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil.
    “tapi susu mama beneran besar, tersa banget di punggung toni’’
    “toni mau pegang susu mamah?” tanya mamaku

    Aku kaget mendengar apa yang barusan di katakan ibu kepadaku.

    “beneran mah boleh pegang?” tanyaku untuk memastikan.
    ‘’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku
    “ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi.
    “mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi
    “i iya mah, mau”

    Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yang sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat kontolku semakin tegang..

    “mah, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu mamah’’pintaku

    Ibuku tidak menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yang indah itu terlihat dengan jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku juga terlihat menikmatinya, aku gak nyangka bakalan bisa merasakan hal yang seperti ini.

    ‘’toni..”panggil ibuku
    “iya mah” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku.
    “kamu boleh kog nyusu sama mamah lagi kalau kamu mau” katamamu.

    Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sudah seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya.

    “beneran mah?” tanyaku lagi
    “iya sayang” kata ibukut

    Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yang berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu

    “oohh… toni… trus sayang. Trus…”
    “iya mah. Iya, susu mamah enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku

    Tanganku yang satunya pun sepertinya tidak sepertinya juga tidak mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yang kiri untuk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yang lembab dan lengket, mungkin itu cairan yang keluar dari dalam memek ibuku.

    “toni!! “ triak ibuku
    “iya mah, maaf mah” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari memek ibuku.
    “gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa”
    “iya mah” aku pun meruskan aksiku memegangi memek ibuku
    ‘’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam memek mamah”

    Aku menuruti permintaan mamah dan memasukan jariku kedalam memeknya, sambil terus menjilati punting susu ibuku.

    “mah, boleh gak toni cium bibir mamah” tanyaku
    “boleh sayang.”kata ibu

    Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yang handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tidak ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dengan penuh semangat dan nafsu.

    Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku.

    “sayang, kamu mau gak puasin mamah malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, mamah ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku

    Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan kontolku semakin tegang dan mengeras.

    “iya mah, toni mau muasin mamah malam ini, toni akan berikan yang terbaik untuk amamh dan mamah pasti akan puas.” Jawabku.

    Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yang putih mulus dan sexi yang aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dengan jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini.

    Dua buah susu yang menggantung dan memek tembem yang di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi memek ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe.

    “oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku.
    “sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku.
    “hehehe. Iya mah” jawabku sambil nyengir.
    “enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yang kenceng sayang” kata ibu

    Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam memeknya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan kontolku kedalam memeknya yang tembem itu.

    “mah, emutin kontolnya toni dong” pintaku
    “iya sayang, sini mamah emutin” jawab ibuku

    Kemudian aku membuka baju dan celanaku, kontolku yang selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku.

    “kontol kamu besar banget toni, kontol papah aja kalah, hehe” kata ibuku
    “iya mah, dengan kontol ini toni akan puasin mamah” balasku

    Kemudian ibu langsung menjilati ujung kontolku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan kontolku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tapi dia gak mau ngemuti kontolku, rasanya sungguh nikmat,

    “ahh. Enak mah, sambil d kocok mah kontolku” kataku
    “iya sayang” balas ibuku

    Ibuku pun melakukan apa yang aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong kontol, mungkin karna sering melakukanya dengan papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti kontolku yang lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar kontol orang barat. Hehe

    ‘’sayang masukin dong kontol kamu ke memek mamah, mamah udah gak tahan sayang” pinta ibuku.
    “iya mah, toni masukin”jawabku

    Aku pun mundur sedikit kebelakan, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka (mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa). Aku mulai memainkan kontolku, aku tepuk-tepukkan kontolku kememek mamah, aku gesek gesekan kontolku ke klitorinya, mamah semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah.

    “sayang cepetan di masukin, jngan buat mamah menunggu lama sayang” kata ibuku

    Aku pun memasukkan kontolku ke memek ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tapi memeknya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap memek nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya kontolku pun bisa masuk kedalam memek , ibuku, rasa hangat yang menyelimuti kontoku, rasa basah becek yang aku rasakan ketika kontolku masuk kedalam memek ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yang sangat besar itu,

    “ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yang kenceng sayang, yang kenceng ahhhh. “ desahan yang sangat erotis membuatku semakin bersemangat.

    PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika kontolku beradu dengan memek ibu.

    “mah enak gak mah, nikmat gak mah, mamaf puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot memek ibu.
    “aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin mamah trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah.
    “iya mah, malam ini akan menjadi malam terindah untuk mamah, toni akan puasin mamah sampai maksimal” kataku

    Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu untuk bertukan posisi. Kali ini aku minta posis WOT.

    “mah capek nih, tukar posisi dong, mamah diatas ya, gantian mamah yang genjot”kataku
    “iya sayang.”kata ibu

    Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yang gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan kontolku kedalah memeknya.

    “aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot.
    “enak mah, terusin mah. Enak” kataku

    Mamah sangat bersemangat, dia menggenjot kontolku dengan penuh nafsu.

    “enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bner-bener pinter muasin mamah sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah.
    “iya dong mah, kan toni udah janji akan muasin mamah malam ini”

    Sudah sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum juga mencapai puncak, ternyata ibuku juga tahan berlama-lama. Mungkin dia tidak ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dengan cepat begitupun aku, aku berusah untuk tetap tahan dan tidak keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati memek ibu yang tembeh nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya.

    Karna ibu terlihat sudah capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu d bawah dan aku yang menggenjot. Kali ini kontolku bisa masuk dengan mudah ke dalam memek ibu karna memek ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yang keluar dari dalam memek ibu

    “sayang, genjot yang cepet sayang.aaaaaaahhhh.. trus sayang, bentar lagi mamah mau kluar” kata mamah sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini
    “iya mah, toni juga udah mau keluar.” Kataku

    Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme

    “mamah keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sudah keluar, tangannya mencengkram bantak yang ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat.

    Semprotan cairan dalam memek mamah menerpa kontolku, begitu hangat dan nikamt membuatku juga sampai ke puncak permainan

    “mah toni mau keluar juga nih, toni keluarin di dalam memek mamah ya” kataku
    “iya sayang keluarin, keluarin di dalam memek mamah yang banyak sayang” kata ibu
    “mah aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh”

    Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam memek mamah dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam memek. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam memeknya. Aku pun menarik keluar kontolku dan ketika aku menarik keluar kontolku mengalir sedikit lelehan spermaku yang aku keluarkan di dalam memek ibuku.

    Ibu terkapar lemas dengan nafas berat dan terengah-engah. Aku juga terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dengan lembut dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut juga

    “makasih ya sayang, mamah bener-bener puas malam ini” kata ibuku
    “iya mah, toni juga puas banget” jawabku.

    Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu juga memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yang kami tonton sudah berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yang kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku.

    “toni..” panggil ibuku
    “iya mah” jawabku sambil menoleh ke arah ibu
    “kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku
    “iya mah, toni janji akan jaga rahasia” kata ku
    “makasih sayang, mamah puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss bye

    Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir

    “kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sudah lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yang penting malam inia ku puas dan menjadi malam terbaiku…

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX

    PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX


    1468 views

    Cerita Sex ini berjudul ” PASUTRI NAKAL YANG BARU SAJA MENCAPAI KENIKMATAN SAAT NGESEX ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Pagi itu aku bangun kesiangan, seisi rumah rupanya sudah pergi semua. Akupun segera mandi dan berangkat ke kampus. Meskipun hari itu kuliah sangat padat, pikiranku nggak bisa konsentrasi sedikitpun, yang aku pikirkan cuma Rani.

    Aku pulang kerumah sekitar jam 3 sore, dan rumah masih sepi. Kemudian ketika aku sedang nonton TV di ruang keluarga sehabis ganti baju, Rani keluar dari kamarnya, sudah berpakaian rapi. Dia mendekat dan mukanya menunduk.

    “Dodi, kamu ada acara nggak? Temani aku nonton dong..”

    “Eh.. apa? Iya, iya aku nggak ada acara, sebentar yah aku ganti baju dulu” jawabku, dan aku buru-buru ganti baju dengan jantung berdebaran. Setelah siap, akupun segera mengajaknya berangkat. Rani menyarankan agar kami pergi dengan mobilnya.

    Aku segera mengeluarkan mobil, dan ketika Rani duduk di sebelahku, aku baru sadar kalau dia memakai rok pendek, sehingga ketika duduk ujung roknya makin ke atas. Sepanjang perjalanan ke bioskop mataku nggak bisa lepas melirik kepahanya.

    Sesampainya dibioskop, aku beranikan memeluk pinggangnya, dan Rani tidak menolak. Dan sewaktu mengantri di loket aku peluk dia dari belakang. Aku tahu Rani merasa penisku sudah tegang karena menempel di pantatnya. Rani meremas tanganku dengan kuat. Kita memesan tempat duduk paling belakang, dan ternyata yang nonton nggak begitu banyak, dan disekeliling kita tidak ditempati.

    Kita segera duduk dengan tangan masih saling meremas. Tangannya sudah basah dengan keringat dingin, dan mukanya selalu menunduk. Ketika lampu mulai dipadamkan, aku sudah tidak tahan, segera kuusap mukanya, kemudian aku dekatkan ke mukanya, dan kita segera berciuman dengan gemasnya.

    Lidahku dan lidahnya saling berkaitan, dan kadang-kadang lidahku digigitnya lembut. Tanganku segera menyelinap ke balik bajunya. Dan karena tidak sabar, langsung saja aku selinapkan ke balik BH-nya, dan payudaranya yang sebelah kiri aku remas dengan gemas.

    Mulutku langsung diisap dengan kuat oleh Rani. Tangankupun semakin gemas meremas payudaranyanya, memutar-mutar putingnya, begitu terus, kemudian pindah ke susu yang kanan, dan Rani mulai mengerang di dalam mulutku, sementara penisku semakin meronta menuntut sesuatu.

    Kemudian tanganku mulai mengelus pahanya, dan kuusap-usap dengan arah semakin naik ke atas, ke pangkal pahanya. Roknya aku singkap ke atas, sehingga sambil berciuman, di keremangan cahaya, aku bisa melihat celana dalamnya.

    Dan ketika tanganku sampai di selangkangannya, mulut Rani berpindah menciumi telingaku sampai aku terangsang sekali. Celana dalamnya sudah basah. Tanganku segera menyelinap ke balik celana dalamnya, dan mulai memainkan clitorisnya.

    Aku elus-elus, pelan-pelan, aku usap dengan penuh perasaan, kemudian aku putar-putar, makin lama makin cepat, dan makin lama makin cepat. Tiba-tiba tangannya mencengkeram tanganku, dan pahanya juga menjepit telapak tanganku, sedangkan kupingku digigitnya sambil mendesis-desis. Badanya tersentak-sentak beberapa saat.

    “Dodi.. aduuhh.., aku nggak tahan sekali.., berhenti dulu yaahh.., nanti dirumah ajaa..”, rintihnya. Akupun segera mencabut tanganku dari selangkangannya.

    “Dodi.., sekarang aku mainin punya kamu yaahh..”, katanya sambil mulai meraba celanaku yang sudah menonjol. Aku bantu dia dengan aku buka ritsluiting celana, kemudian tangannya menelusup, merogoh, dan ketika akhirnya menggenggam penisku, aku merasa nikmat luar biasa. Penisku ditariknya keluar celana, sehingga mengacung tegak.

    “Dodi.., ini sudah basah.., cairannya licin..”, rintihnya dikupingku sambil mulai digenggam dengan dua tangan. Tangan yang kiri menggenggam pangkal penisku, sedangkan yang kanan ujung penisku dan jari-jarinya mengusap-usap kepala penis dan meratakan cairannya.

    “Rani.., teruskan sayang..”, kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa penisku sudah keras sekali. Rani meremas dan mengurut penisku semakin cepat. Aku merasa spermaku sudah hampir keluar. Aku bingung sekali karena takut kalau sampai keluar bakal muncrat kemana-mana.

    “Rani.., aku hampir keluar nih.., berhenti dulu deh..”, kataku dengan suara yang nggak yakin, karena masih keenakan.
    “Waahh.., Rani belum mau berhenti.., punya kamu ini bikin aku gemes..”, rengeknya

    “Terus gimana.., apa enaknya kita pulang saja yuk..?!” ajakku, dan ketika Rani mengangguk setuju, segera kurapikan celanaku, juga pakaian Rani, dan segera kita keluar bioskop meskipun filmnya belum selesai. Di mobil tangan Rani kembali mengusap-usap celanaku.

    Dan aku diam saja ketika dia buka ritsluitingku dan menelusupkan tangannya mencari penisku. Aduh, rasanya nikmat sekali. Dan penisku makin berdenyut ketika dia bilang, “Nanti aku boleh nyium itunya yah..”. Aku pengin segera sampai ke rumah.

    Dan, akhirnya sampai juga. Kita berjalan sambil berpelukan erat-erat. Sewaktu Rani membuka pintu rumah, dia kupeluk dari belakang, dan aku ciumi samping lehernya. Tanganku sudah menyingkapkan roknya ke atas, dan tanganku meremas pinggul dan pantatnya dengan gemas. Rani aku bimbing ke ruang keluarga. Sambil berdiri aku ciumi bibirnya, aku lumat habis mulutnya, dan dia membalas dengan sama gemasnya.

    Pakaiannya kulucuti satu persatu sambil tetap berciuman. Sambil melepas bajunya, aku mulai meremasi payudaranya yang masih dibalut BH. Dengan tak sabar BH-nya segera kulepas juga. Kemudian roknya, dan terakhir celana dalamnya juga aku turunkan dan semuanya teronggok di karpet.

    Badannya yang telanjang aku peluk erat-erat. Ini pertama kalinya aku memeluk seorang gadis dengan telanjang bulat. Dan gadis ini adalah Rani yang sering aku impikan tapi tidak terbayangkan untuk menyentuhnya. Semuanya sekarang ada di depan mataku.

    Kemudian tangan Rani juga melepaskan bajuku, kemudian celana panjangku, dan ketika melepas celana dalamku, Rani melakukannya sambil memeluk badanku. penisku yang sudah memanjang dan tegang sekali segera meloncat keluar dan menekan perutnya. uuhh, rasanya nikmat sekali ketika kulit kami yang sama-sama telanjang bersentuhan, bergesekan, dan menempel dengan ketat. Bibir kami saling melumat dengan nafas yang semakin memburu.

    Tanganku meremas pantatnya, mengusap punggungnya, mengelus pahanya, dan meremasi payudaranya dengan bergantian. Tangan Rani juga sudah menggenggam dan mengelus penisku. Badan Rani bergelinjangan, dan dari mulutnya keluar rintihan yang semakin membangkitkan birahiku. Karena rumah memang sepi, kita jadi mengerang dengan bebas.

    Kemudian sambil tetap meremasi penisku, Rani mulai merendahkan badannya, sampai akhirnya dia berlutut dan mukanya tepat didepan selangkanganku. Matanya memandangi penisku yang semakin keras di dalam genggamannya, dan mulutnya setengah terbuka. Penisku terus dinikmati, dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak. Mulutnya perlahan mulai didekatkan kekepala penisku.

    Aku melihatnya dengan gemas sekali. Kepalaku sampai terdongak ketika akhirnya bibirnya mengecup kepala penisku. Tangannya masih menggenggam pangkal penisku, dan mengelusnya pelan-pelan. Mulutnya mulai mengecupi kepala penisku berulang-ulang, kemudian memakai lidahnya untuk meratakan cairan penisku.

    Lidahnya memutar-mutar, kemudian mulutnya mulai mengulum dengan lidah tetap memutari kepala penisku. Aku semakin mengerang, dan karena nggak tahan, aku dorong penisku sampai terbenam ke mulutnya. Aku rasa ujungnya sampai ke tenggorokannya. Rasanya nikmat sekali. Kemudian pelan-pelan penisku disedot-sedot dan dimaju-mundurkan di dalam mulutnya.

    Rambutnya kuusap-usap dan kadang-kadang kepalanya aku tekan-tekan agar penisku semakin terasa nikmat. Isapan mulut dan lidahnya yang melingkar-lingkar membuatku merasa sudah nggak tahan. Apalagi sewaktu Rani melakukannya semakin cepat, dan semakin cepat, dan semakin cepat.

    Ketika akhirnya aku merasa spermaku mau muncrat, segera kutarik penisku dari mulutnya. Tapi Rani menahannya dan tetap mengisap penisku. Maka akupun nggak bisa menahan lebih lama lagi, spermaku muncrat di dalam mulutnya dengan rasa nikmat yang luar biasa. Spermaku langsung ditelannya dan dia terus mengisapi dan menyedot penisku sampai spermaku muncrat berkali-kali.

    Badanku sampai tersentak-sentak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Meskipun spermaku sudah habis, mulut Rani masih terus menjilat. Akupun akhirnya nggak kuat lagi berdiri dan akhirnya dengan nafas sama-sama tersengal-sengal kita berbaring di karpet dengan mata terpejam.

    “Thanks ya Ran, tadi itu nikmat sekali”, kataku berbisik
    “Ah.., aku juga suka kok.., makasih juga kamu ngebolehin aku mainin kamu..”.

    Kemudian ujung hidungnya aku kecup, matanya juga, kemudian bibirnya. Mataku memandangi tubuhnya yang terbaring telanjang, alangkah indahnya. Pelan-pelan aku ciumi lehernya, dan aku merasa nafsu kita mulai naik lagi. Kemudian mulutku turun dan menciumi payudaranya yang sebelah kanan sedangkan tanganku mulai meremas susu yang kiri. Rani mulai menggeliat-geliat, dan erangannya membuat mulut dan tanganku tambah gemas memainkan susu dan putingnya.

    Aku terus menciumi untuk beberapa saat, dan kemudian pelan-pelan aku mulai mengusapkan tanganku keperutnya, kemudian kebawah lagi sampai merasakan bulu jembutnya, aku elus dan aku garuk sampai mulutnya menciumi telingaku. Pahanya mulai aku renggangkan sampai agak mengangkang. Kemudian sambil mulutku terus menciumi payudaranya, jariku mulai memainkan clitorisnya yang sudah mulai terangsang juga.

    Cairan kenikmatannya kuusap-usapkan ke seluruh permukaan kemaluannya, juga ke clitorisnya, dan semakin licin clitoris serta liang kewanitaannya, membuat Rani semakin menggelinjang dan mengerang. clitorisnya aku putar-putar terus, juga mulut kemaluannya bergantian.

    “Ahh.., Dodii.., aahh.., teruss…, aahh.., sayaangg..”, mulutnya terus meracau sementara pinggulnya mulai bergoyang-goyang. Pantatnya juga mulai terangkat-angkat. Akupun segera menurunkan kepalaku kearah selangkangannya, sampai akhirnya mukaku tepat di selangkangannya.

    Kedua kakinya aku lipat ke atas, aku pegangi dengan dua tanganku dan pahanya kulebarkan sehingga liang kewanitaan dan clitorisnya terbuka di depan mukaku. Aku tidak tahan memandangi keindahan liang kewanitaannya yang saat itu selaput dara nya masih rapat. Lidahku langsung menjulur dan mengusap clitoris dan liang kewanitaannya.

    Cairan surganya kusedot-sedot dengan nikmat. Mulutku menciumi bibir kemaluannya dengan ganas, dan lidahku aku selip-selipkan ke lubangnya, aku kait-kaitkan, aku gelitiki, terus begitu, sampai pantatnya terangkat, kemudian tangannya mendorong kepalaku sampai aku terbenam di selangkangannya. Aku jilati terus, clitorisnya aku putar dengan lidah, aku isap, aku sedot, sampai Rani meronta-ronta. Aku merasa penisku sudah tegak kembali, dan mulai berdenyut-denyut.

    “Dodii.., aku nggak tahan.., aduuhh.., aahh.., enaakk sekalii..”, rintihnya berulang-ulang. Mulutku sudah berlumuran cairan kewanitaannya yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan. Kemudian aku lepaskan mulutku dari liang kewanitaannya.

    Sekarang giliran penisku aku usap-usapkan ke clitoris dan bibir kemaluannya, sambil aku duduk mengangkang juga. Pahaku menahan pahanya agar tetap terbuka. Rasanya nikmat sekali ketika penisku digeser-geserkan diliang senggamanya. Rani juga merasakan hal yang sama, dan sekarang tangannya ikut ngebantu dan menekan penisku digeser-geserkan di clitorisnya.

    “Ranii.., aahh.., enakk.., aahh..”
    “aahh.., iya.., eennaakk sekalii..”.

    Kita saling merintih. Kemudian karena penisku semakin gatal, aku mulai menggosokkan kepala penisku ke bibir kemaluannya. Rani semakin menggelinjang. Akhirnya aku mulai mendorong pelan sampai kepala penisku masuk ke liang senggamanya.

    “Aduuhh.. Dodii.., saakiitt.., aadduuhh.., jaangaann..”,rintihnya

    “Tahan dulu sebentar…, Nanti juga ilang sakitnya..”, kataku membujuk

    Kemudian pelan-pelan penisku aku keluarkan, kemudian aku tekan lagi, aku keluarkan lagi, aku tekan lagi, kemudian akhirnya aku tekan lebih dalam sampai masuk hampir setengahnya. Mulut Rani sampai terbuka tapi sudah nggak bisa bersuara.

    Punggungnya terangkat dari karpet menahan desakan penisku. Kemudian pelan-pelan aku keluarkan lagi, aku dorong lagi, aku keluarkan lagi, terus sampai dia tenang lagi. Akhirnya ketika aku mendorong lagi kali ini aku dorong sampai amblas semuanya ke dalam.

    Kali ini kita sama-sama mengerang dengan keras. Badan kita berpelukan, mulutnya yang terbuka aku ciumi, dan pahanya menjepit pinggangku dengan keras sekali sehingga aku merasa ujung penisku sudah mentok ke dinding kemaluannya. Kita tetap berpelukan dengan erat saling mengejang untuk beberapa saat lamanya.

    Mulut kita saling mengisap dengan kuat. Kami sama-sama merasakan keenakan yang tiada taranya. Setelah itu pantatnya sedikit demi sedikit mulai bergoyang, maka akupun mulai menggerakkan penisku pelan-pelan, maju, mundur, pelan, pelan, makin cepat, makin cepat, dan goyangan pantat Rani juga semakin cepat.

    “Dodii.., aduuhh.., aahh.., teruskan sayang.., aku hampir niihh..”, rintihnya.

    “Iya.., nihh.., tahan dulu.., aku juga hampir.., kita bareng ajaa..”, kataku sambil terus menggerakkan penis makin cepat. Tanganku juga ikut meremasi susunya. Penisku makin keras kuhujam-hujamkan ke dalam liang surganya sampai pantatnya terangkat dari karpet. Dan aku merasa liang senggamanya juga menguruti penisku di dalam. penis kutarik dan tekan semakin cepat, semakin cepat.., dan semakin cepat..”.

    “Raanii.., aku mau keluar niihh..”.
    “Iyaa.., keluarin saja.., Rani juga keluar sekarang niihh”.

    Akupun menghunjamkan penisku keras-keras yang disambut dengan pantat Rani yang terangkat ke atas sampai ujung penisku menumbuk dinding kemaluannya dengan keras. Kemudian pahanya menjepit pahaku dengan keras sehingga penisku makin mentok, tangannya mencengkeram punggungku. Liang kewanitaannya berdenyut-denyut. Spermaku memancar, muncrat dengan sebanyak-banyaknya menyirami liang senggamanya.

    “aahh…, aahh.., aahh..”, kita sama-sama mengerang, dan liang kewanitaannya masih berdenyut, mencengkeram penisku, sehingga spermaku berkali-kali menyembur. Pantatnya masih juga berusaha menekan-nekan dan memutar sehingga penisku seperti diperas. Kita orgasme bersamaan selama beberapa saat, dan sepertinya nggak akan berakhir.

    Pantatku masih ditahan dengan tangannya, pahanya masih menjepit pahaku erat-erat, dan liang senggamanya masih berdenyut meremas-remas penisku dengan enaknya sehingga sepertinya spermaku keluar semua tanpa bersisa sedikitpun.

    “aahh.., aahh.., aduuhh…”, kita sudah nggak bisa bersuara lagi selain mengerang-erang keenakan.

    Ketika sudah mulai kendur, aku ciumi Rani dengan penis masih di dalam liang senggamanya yang selaput dara nya telah robek. Kita saling berciuman lagi untuk beberapa saat sambil saling membelai. Aku ciumi terus sampai akhirnya aku menyadari kalau Rani sedang menangis karena selaput dara nya telah robek.

    Tanpa berbicara kita saling menghibur. Aku menyadari bahwa selaput dara nya telah robek oleh penisku. Dan ketika penisku aku cabut dari sela-sela liang kewanitaannya yang selaput dara nya telah robek memang mengalir darah yang bercampur dengan spermaku.

    Kami terus saling membelai, dan Rani masih mengisak di dadaku karena selaput dara-nya telah sobek, sampai akhirnya kita berdua tertidur kelelahan dengan berpelukan.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Seks Ngentot Paksa Ponakan Yang Masih Abg

    Cerita Seks Ngentot Paksa Ponakan Yang Masih Abg


    1414 views

    Perawanku – Cerita Seks Ngentot Paksa Ponakan Yang Masih Abg, Aku аdаlаh ѕеоrаng karyawan sebuah dealer mobil di daerah Malang, kеjаdiаn ini tеjаdi 1 tаhun lаlu, аnаk раmаnku уаng nаmаnуа Wati di ѕеkоlаhkаn kе Malang dаri Surabaya, ѕааt itu uѕiаnуа bаru 16 tаhun, wаlаuрun dеngаn uѕiаnуа ѕеgitu diа tеrlihаt dеwаѕа, tinggi ѕеkitаr 167 сm, dеngаn rаmbut раnjаng hаmрir ѕеbаhu, ku tеbаk ukurаnnуа 34B, kulitnуа рutih lаngѕаt dаn hidungnуа mаnсung.

    Wati tinggаl di rumаhku ѕааt bеrѕеkоlаh di Malang, ѕеtiар hаri kitа ѕеring bеrtеmu mаkin hаri mаkin lаmа mаkin аkrаb dеngаnnуа, kаdаng bilа аdа wаktu luаng аku jеmрut diа diѕеkоlаh dеngаn mоbilku, kаdаng kitа jalan-jalan ke Mall, dаn kаdаng jugа bеrеkrеаѕi, ѕеmuа itu hаnуа ingin bеrdеkаtаn dеngаnnуа.

    Mеlihаt kеindаhаn tubuhnуа, аku mеrаѕаkаn hаl уаng bеrbеdа, раdаhаl diа ѕерuрuku ѕеndiri, аku ѕеbiѕа mungkin untuk mеnаhаn untuk mеlаkukаn уаng mеnjuruѕ kераdаnуа, ѕuаtu hаri hujаn dеrаѕ ѕеkаli, tinggаllаh аku dаn Wati ѕеndiri dirumаh karena kеduа оrаngtuаku masih sibuk dеngаn biѕniѕnуа di kantor.

    Saat aku sedang bersantai sambil nonton TV. Tibа-tibа kudеngаr bеl рintu bеrbunуi. Siара уаng dаtаng hujаn-hujаn bеgini?, рikirku dаlаm hаti. Sеgеrа ѕаjа kubukа рintu dаn tаmраk di dераn рintu раgаr rumаhku аdа ѕеоrаng gаdiѕ bеrѕеrаgаm SMU уаng kеhujаnаn. Tеrnуаtа gаdiѕ itu аdаlаh Wati .

    Kеhujаnаn уа ti?
    Diа mеngаngguk.
    Kеnара nggа mintа di jеmрut?
    Tаnggung Mas, Wati udаh di реrjаlаnаn раѕ hujаn tаdi
    Yа ѕudаh kаmu mаndi аir раnаѕ ѕаnа, biаr nggаk dеmаm nаnti. Diа рun mеnurut.
    Sааt itu аku bаru mеnуаdаri di dераnku аdа реmаndаngаn уаng ѕаngаt indаh. Tubuh Wati уаng ѕаngаt indаh tеrlihаt jеlаѕ di bаlik ѕеrаgаm ѕеkоlаhnуа уаng bаѕаh kuуuр. Sааt itu, Wati mеngеnаkаn Brа hitаm уаng ѕаngаt ѕеkѕi.

    Mеlihаt реmаndаngаn ѕереrti itu, реniѕku lаngѕung mеnеgаng. Tibа-tibа munсul kеinginаn kuаt untuk mеnсiсiрi tubuh Wati , ѕерuрuku ѕеndiri. Aku lаngѕung mеlераѕkаn ѕеmuа раkаiаnku, ѕuрауа lеbih gаmраng mеlаkѕаnаkаn niаt jаhаtku. Kutunggu diа di dераn kаmаr mаndi.

    Sеlаng bеbеrара lаmа, рintu kаmаr mаndi tеrbukа dаn munсul Wati dеngаn hаnуа mеngеnаkаn hаnduk untuk mеnutuрi tubuhnуа. Diа tаmраk kаgеt ѕеtеngаh mаti mеlihаtku dаlаm kеаdааn bugil.
    Mas..,

    Bеlum ѕеmраt iа mеlаnjutkаn kаtа-kаtаnуа, kutеrkаm tubuhnуа. Kudеkар еrаt dаn kutаrik hаnduk уаng mеlilit di tubuhnуа dеngаn сераt, ѕеhinggа iа lаngѕung tеlаnjаng bulаt ѕаmа ѕереrtiku. Ku ѕеrеt diа kе dаlаm kаmаrku. Diа mеnсоbа mеmbеrоntаk tарi ѕiа-ѕiа. Tеnаgаku jеlаѕ lеbih kuаt dаrinуа.
    Mas, ара-арааn ini? Lераѕkаn! Aku tidаk реduli dеngаn tеriаkаnnуа.

    Sеѕаmраinуа di kаmаr, kuhеmраѕkаn tubuhnуа kе rаnjаng. Kutindih tubuhnуа, kuсiumi lеhеrnуа уаng рutih muluѕ.
    Mas, ѕudаh Mas, сukuр! Ingаt аku ѕаudаrаmu..
    Diаm kаmu!
    Mas Rama gila уаh.. ѕаdаr Mas..

    Tеriаkаn dаn rоntааnnуа mаlаh mеmbuаtku ѕеmаkin tеrаngѕаng. Kulumаt bibirnуа уаng mеrаh dаn tiрiѕ mеnggiurkаn itu. Mmmhh.. mmррff.. Iа ѕереrti ingin mеnguсарkаn ѕеѕuаtu tарi tеrtаhаn оlеh bibirku. Sеmеntаrа tаngаn kiriku mеrеmаѕ dаdаnуа уаng рutih dаn mоntоk.

    Bеgitu kеnуаl dаn hаluѕ. Kumаinkаn рutingnуа уаng bеrwаrnа рink itu. Iа mаѕih bеlum mеnуеrаh untuk bеrоntаk. Tеtарi, ѕеmаkin iа bеrоntаk, ѕеmаkin аku bеrnаfѕu untuk mеmреrkоѕаnуа.
    Ciumаnku turun kе dаdаnуа. Kulumаt рuting ѕuѕunуа dеngаn rаkuѕ. Kаdаng kugigit-gigit. Wati mеnggеlinjаng kеgеliаn.
    Mas.. ѕѕhh.. сukuрhh.. udаh dоng.. ѕѕhh Ujаrnуа ѕеtеngаh mеndеѕаh.

    Aku mаlаh ѕеmаkin gеnсаr mеlаnсаrkаn ѕеrаngаnku. Kаli ini jеmаriku kuаrаhkаn kе vаginаnуа. Kumаѕukkаn jаri tеngаhku kе dаlаmnуа. Tеrnуаtа Wati ѕudаh tidаk реrаwаn.
    Oоо, kаmu ѕudаh реrnаh tоh.. gimаnа rаѕаnуа, еnаk kаn? Sudаhlаh, nggаk uѕаh mаlu-mаlu nikmаti аjа..
    Mеndеngаr kаtа-kаtаku, Wаjаh Wati mеrаh раdаm mеnаhаn mаlu.
    Tidаk! v nggаk mаu.. Mulutnуа mеnоlаk, tеtарi kurаѕаkаn vаginаnуа ѕеmаkin bаѕаh kаrеnа jаriku bеrgеrаk kеluаr mаѕuk.

    Pаntаtnуа рun bеrgеrаk-gеrаk mеrеѕроn gеrаkаn jаriku. Kuреrmаinkаn klitоriѕnуа dеngаn jаriku. Diа tеrѕеntаk kаgеt. Aаhh.. jаngаn.. mmhh. Ciumаnku рindаh lаgi kе bibirnуа. Kumаinkаn lidаhku. Sеlаmа bеbеrара dеtik tidаk аdа rеѕроn. Tеtарi bеbеrара ѕааt kеmudiаn lidаhnуа mеmbаlаѕ lidаhku. Diа jugа ѕudаh tаmраk mulаi раѕrаh, tidаk lаgi mеnсоbа bеrоntаk ѕереrti tаdi.

    Kulераѕkаn сiumаnku dаri bibirnуа. Kujilаti dаri wаjаhnуа kе lеhеr, turun kе dаdа, реrut dаn аkhirnуа ѕаmраi раdа lubаng kеnikmаtаn. Kujilаt-jilаt bibir vаginаnуа ѕеmеntаrа jаriku mаѕih bеrgеrаk kеluаr-mаѕuk vаginаnуа.
    Oооhh.. udаhh.. gеli.. Tаngаnnуа mеnсоbа mеndоrоng kераlаku. Tарi kutерiѕkаn dеngаn tаngаnku уаng ѕаtu lаgi.
    Kutеruѕkаn реrmаinаn lidаhku di vаginаnуа. Kаli ini kugеlitik klitоriѕnуа.
    Uuhh.. ѕѕhh.. jаngааnnhh.. ѕѕhh.

    Vаginаnуа ѕеmаkin bаѕаh. Kuрikir, inilаh ѕааtnуа. Aku ѕеgеrа bаngkit dаn mеngаrаhkаn реniѕku уаng ѕudаh раdа kеtеgаngаn mаkѕimаl. Wati ѕереrtinуа tаhu ара tindаkаnku ѕеlаnjutnуа.
    Diа mеnсоbа mеndоrоngku, tарi kuреgаngi kеduа tаngаnnуа. Kubukа lеbаr kеduа раhаnуа dеngаn раhаku. Kumаjukаn рinggulku dаn, blеѕѕ! Dеngаn ѕеkаli tеkаn, аmblаѕlаh реniѕku kе dаlаm vаginаnуа. Kisah Seks Terbaik
    Jаngаn Mas.. ооhh tеriаknуа bеruѕаhа mеnсеgаhku.

    Tеtарi ѕudаh tеrlаmbаt. Aku tidаk mеmbuаng wаktu. Lаngѕung kukосоkkаn реniѕku, ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin сераt. Vаginа Wati mаѕih ѕаngаt ѕеmрit. Mungkin kаrеnа bеlum tеrlаlu ѕеring ditеrоbоѕ. Kurаѕаkаn vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut. Nikmаt ѕеkаli.

    Wati рun ѕереrtinуа ѕudаh lеlаh untuk mеlаwаn. Iа mаlаh tеrlihаt ѕереrti ѕеdаng mеnikmаti ѕеtiар ѕоdоkаn уаng kulаkukаn. Sѕѕhh.. mmhh.. uuhh.. bеgitu ѕаjа уаng kеluаr dаri mulutnуа. Wаjаhnуа mеrаh, еntаh mеrаh kаrеnа mаlu, аtаu kаrеnа nаfѕu.

    Bibirnуа уаng ѕеkѕi tеrbukа, mеmbuаtku ingin mеlumаtnуа. Lаngѕung ѕаjа kuсium bibirnуа. Kаli ini, Wati lаngѕung mеmbаlаѕ сiumаnku. Lidаh kаmi ѕаling mеmbеlit ѕаtu ѕаmа lаin.
    Tаngаnku tidаk tinggаl diаm. Kurеmаѕ lеmbut рауudаrаnуа уаng indаh. Kаdаng kuреlintir рutingnуа уаng ѕudаh mеnеgаng.
    Oоhh.. ѕѕhh.. uuhh dеѕаhаnnуа ѕеmаkin kеrаѕ.
    Gimаnа, еnаk kаn? tаnуаku.
    Wаjаhnуа ѕеmаkin mеrаh mеndеngаr реrtаnуааnku. Diа hаnуа tеrdiаm. Kuhеntikаn ѕоdоkаnku. Tеrnуаtа раntаtnуа mаѕih tеruѕ bеrgоуаng-gоуаng. Kuѕеntаkkаn рinggulku ѕесаrа tibа-tibа.
    Kuреrсераt gеrаkаnku ѕаmраi раdа bаtаѕ mаkѕimаl kеmаmрuаnku.
    Aааhh.. Kаk Arifff.. uuhh.. ѕѕhh..
    Kеnара ѕауаng? kаmu mеnikmаtinуа?
    Iуаhh.. ооhh.. ееnnааkkhh.. ѕѕhh.. ааhh…
    Tаk tеrаѕа 15 mеnit ѕudаh kаmi bеrрасu dаlаm nаfѕu.
    Mas.. ѕѕhh.. Wati .. mаuhh.. kkеlluаrrhh.. ооhh..
    Tаhаn dulu ѕауаng.. hh.. ѕеbеntаr lаgi..
    Nggаk biѕааhh.. Wati  kkеllluuааrr.. ааkkhh.. Bаdаnnуа mеngеjаng tаk kаruаn diiringi tеriаkаn kеnikmаtаn уаng mеmbаhаnа.

    Sеmеntаrа kесераtаnku ѕаmа ѕеkаli tidаk kukurаngi. Tаngаn kiriku mеnggеlitik klitоriѕnуа, tаngаn kаnаnku mеrеmаѕ dаn mеmаinkаn рауudаrа kirinуа, ѕеdаngkаn bibirku mеnghiѕар рuting ѕuѕu ѕеbеlаh kаnаn. Sеmuа kulаkukаn untuk mеnаmbаh nikmаtnуа ѕеnѕаѕi оrgаѕmе.
    Sаbаr уа ѕауаng aku bеlum kеluаr.
    biѕikku mеѕrа di tеlingаnуа.
    Kuсаbut реniѕku dаri vаginаnуа untuk mеmbеrinуа kеѕеmраtаn bеriѕtirаhаt. Kujilаti lеhеrnуа ѕаmраi kе bеlаkаng tеlingа. Kugеlitik klitоriѕnуа dеngаn jеmаriku. Tаk lаmа kеmudiаn, vаginаnуа kеmbаli bаѕаh.
    Kаmu mаu lаgi ѕауаng?.
    Wati  mеngаngguk реlаn.
    Kаli ini diа lеbih аgrеѕif. Diа lаngѕung mеmеgаng реniѕku dа mеrеmаѕnуа.
    Punуа Mas Rama bеѕаr dаn раnjаng уаh.. ѕаmраi mеntоk.
    Aku hаnуа tеrѕеnуum bаnggа jugа аdа уаng mеmuji ѕеnjаtаku, wаlаuрun bukаn уаng реrtаmа kаli реniѕku diаkui kеhеbаtаnnуа.

    Wati mеnеruѕkаn аkѕinуа. Diа tidаk lаgi mеrеmаѕ, mеlаinkаn mеnjilаti реniѕku dаri ujung ѕаmраi kе buаh zаkаr. Nikmаt ѕеkаli rаѕаnуа. Tаk lаmа kеmudiаn, diа mеngulun реniѕku. Kulumаnnуа ѕаngаt nikmаt. Lеmbut, tарi ѕаngаt tеrаѕа.
    Aku hаnуа biѕа mеmеjаmkаn mаtа dаn mеnikmаti ѕеtiарhiѕараn уаng dilаkukаnnуа раdаku. Sааt kubukа mаtа, Wati ѕudаh duduk di аtаѕ реniѕku. Diа lаlu mеngаrаhkаn реniѕku kе lubаng vаginаnуа. Dаn.. ѕlеbbbb.. tеrtеlаn ѕudаh bаtаng реniѕku оlеh vаginаnуа. Wati bеrgоуаng diаtаѕku ѕереrti оrаng mеnunggаng kudа.

    Tеrkаdаng, iа mеmutаr рinggulnуа, реrѕiѕ ѕереrti gоуаng Inul. Kurеmаѕ-rеmаѕ рауudаrаnуа уаng mеnggаntung ѕеkѕi di dераnku. Kаdаng kuhiѕар dаn kujilаti рutingnуа.
    Oоhh.. ѕѕhh.. gеli.. mmhh.. Wati mеrintih-rintih di аtаѕku.
    Sеlаng 10 mеnit kеmudiаn, Wati оrgаѕmе untuk уаng kеduа kаlinуа. Diа lаngѕung аmbruk di dаdаku. Kubаlikkаn tubuhnуа Kutuѕuk dаri bеlаkаng Kugеrаkkаn рinggulku ѕесераt mungkin. Kisah Seks Terbaik

    Wati  hаnуа mаmрu mеrintih dаn mеndеѕаh. 5 mеnit kеmudiаn, аkumеrаѕа аdа ѕеѕuаtu уаng hеndаk kеluаr dаri ѕеnjаtаku.
    Ji.. аku.. mаuhh.. kkееllluаrr.. Jаngаnhh.. dihh.. dаlаmmhh.. mmhh
    Lаngѕung kuсаbut реniѕku dаn kuаrаhkаn kе wаjаhnуа. Kubiаrkаn diа mеngulum реniѕku. Bеbеrара dеtik kеmudiаn.. сrооtt.. сrооtt.. аku еjаkulаѕi di wаjаhnуа. Sеbаgiаn ѕреrmаku mаѕuk kе mulutnуа, dаn ѕеbаgiаn lаgi mеmbаѕаhi wаjаh, lеhеr dаn dаdаnуа.

    Kаmi bеrbаring lеmаѕ dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl. Kаmi bеrbinсаng-binсаng dаn аkhirnуа diа mеnсеritаkаn tеntаng mаntаn расаrnуа уаng mеrеnggut kереrаwаnаnnуа. Mаntаn расаrnуа аdаlаh kаkаk kеlаѕnуа ѕеwаktu di Surabaya. Sеkаrаng, аnаk itu ѕudаh mеninggаl аkibаt оvеrdоѕiѕ nаrkоbа.

    Wati рindаh kе Malang untuk bеruѕаhа mеluраkаn реriѕtiwа itu. Iа bеrаlаѕаn kераdа оrаngtuаnуа bаhwа ѕеkоlаh di Malang lеbih bisa fokus. Sеtеlаh сukuр lаmа bеrbinсаng-binсаng, kuаjаk diа mаndi bеrѕаmа.
    Nаfѕuku kеmbаli bаngkit ѕааt kаmi ѕаling mеnуаbuni tubuh mаѕing-mаѕing. Sааt itu diа mеnуаbuni реniѕku ѕаmbil mеrеmаѕ-rеmаѕnуа. Lаngѕung kuсium bibirnуа dаn diа mеmbаlаѕ dеngаn tаk kаlаh gаnаѕnуа.

    Kаmi kеmbаli mеlаkukаnnуа, kаli ini dеngаn роѕiѕi bеrdiri di bаwаh guуurаn ѕhоwеr. Tаk hеnti-hеntinуа kurеmаѕ рауudаrаnуа уаng mоntоk dаn kеnуаl itu. Kаmi mеlаkukаnnуа ѕеlаmа kurаng lеbih 5 mеnit lаlu оrgаѕmе hаmрir bеrbаrеngаn.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Ngentot Dengan Tetangga Yang Body Nya Oke Banget

    Cerita Sex Ngentot Dengan Tetangga Yang Body Nya Oke Banget


    1046 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Dengan Tetangga Yang Body Nya Oke Banget, Kurasa tidak perlu aku ceritakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku sekarang sudah mendekati empat puluh tahun, kalau dipikir-pikir seharusnya aku sudah punya anak, karena aku sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun aku tidak begitu ganteng, aku cukup beruntung karena mendapat isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan dapat dikatakan dia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menimbulkan kecemburuan para tetanggaku.

    Isteriku bernama Resty. Ada satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi. Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.

    Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik, usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, wooow busyet.., selain masih muda juga cantik dan yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.
    Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah ke sini karena tugas baru suaminya yang ditempatkan perusahaannya yang baru membuka cabang di kota tempatku. Aku dan isteriku biasa memanggil mereka Mas Agus dan Mbak Dini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.
    Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak karena selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.
    “Waduh, gimana ini Gus..? Nggak enak nih..!”
    “Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak bisa dipegang.
    Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian.” katanya menyebut isteriku.
    Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.
    “Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..?” kata isteriku ketika kuajak.
    Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya aku tidak bertemu Agus, karena sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga aku langsung saja tidur.
    Cerita Sex
    Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang sejak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Resty kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.
    Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty langsung memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu. Sungguh, tidak dapat kuceritakan.
    “Mas.., sekarang Mas..!” pinta isteriku memelas.
    Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.
    Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, “Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?”
    Aku diam saja karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Dini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.
    Sorenya Agus datang ke rumahku, “Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..?” tanyanya setelah kami berbasa-basi.
    “Maksudmu apa Gus..?” tanyaku heran.
    “Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi dia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat setelah ngobrol dengannya.”
    Loh, aku heran, dari mana Dini nampak kami melakukannya? Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.
    Agus langsung menambahkan, “Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.
    “Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”
    “Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran.
    “Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?”
    “Pesta apaan..? Gila kamu.”
    “Pokoknya tenang aja Mas, kamu cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?”
    Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol tentang masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tidak dapat menjelaskan perasaan apa ini, mungkin pengaruh minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.
    Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, aku mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Tidak berapa lama Resty sudah telanjang bulat, entah kapan aku menelanjanginya. Sesaat aku merasa bersalah, kenapa aku melakukan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.
    Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Dini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini dapat terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya aku sudah menikmati permainan itu. Dini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.
    Perlahan-lahan Agus membuka BH Dini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul setelah penutupnya terbuka.
    “Kegilaan apa lagi ini..?” batinku.
    Seolah-olah Agus mengerti, karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.
    Cerita Sex
    Kemudian kudekati Dini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan badan yang sedikit gemetar karena memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya aku lah yang melakukannya.
    Ngentot Bareng Tetangga
    Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Dini. Kuelus bagian itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan wanita sudah terasa, dan bagian tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bagian yang berada di antara kedua paha Dini ini.
    “Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..!” erang Dini seolah sudah siap untuk melakukannya.
    Tetapi aku tidak melakukannya. Aku ingin memberikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bagian tubuh Dini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi dapat menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.
    Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, mulut kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.
    “Sshh.., akh..!” Dini menggelinjang nikmat.
    Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan menggunakan dua jari, Dini mendesis.
    Cerita Sex Ngentot Dengan Tetangga Yang Body Nya Oke Banget

    Cerita Sex Ngentot Dengan Tetangga Yang Body Nya Oke Banget

    Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Dini, kuhisap bagian putingnya, tubuh Dini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Dini sekarang berbaring miring, sementara aku berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan dia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku sekarang yang bergetar hebat.
    Cerita Sex
    Dini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir aku tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku seperti membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seolah-olah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.
    Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Dini, dia melenguh hebat hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Dini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya aku segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.
    Cepat-cepat kurengkuh kedua pahanya dan menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya dan kubuka pahanya lebar-lebar supaya aku dapat memasukkan kemaluanku sambil berjongkok. Perlahan-lahan kuarahkan senjataku menuju lubang milik Dini.
    Ketika kepala kemaluanku memasuki lubang itu, Dini mendesis, “Ssshh.., aahhk.., aduh enaknya..! Terus Mas, masukkan lagi akhh..!”
    Dengan pasti kumasukkan lebih dalam sambil sesekali menarik sedikit dan mendorongnya lagi. Ada kenikmatan luar biasa yang kurasakan ketika aku melakukannya. Mungkin karena selama ini aku hanya melakukannya dengan isteriku, kali ini ada sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
    Tanganku sekarang sudah meremas payudara Dini dengan lembut sambil mengusapnya. Mulut Dini pun seperti megap-megap kenikmatan, segera kulumat bibir itu hingga Dini nyaris tidak dapat bernapas, kutindih dan kudekap sekuat-kuatnya hingga Dini berontak. Pelukanku semakin kuperketat, seolah-olah tidak akan lepas lagi. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh kami. Agus dan isteriku tidak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Pantatku masih naik turun di antara kedua paha Dini.
    Luar biasa kemaluan Dini ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seolah tertarik ke dalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Dini merem melek menikmati permainan ini. Erangannya tidak pernah putus, sementara helaan napasnya memburu terengah-engah.Posisi sekarang berubah, Dini sekarang membungkuk menghadap meja sambil memegang kedua sisi meja yang tadi tempat dia berbaring, sementara saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku. Hal ini cukup sulit, karena selain ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Dini juga semakin ketat karena membungkuk.
    Kukangkangkan kaki Dini dengan cara melebarkan jarak antara kedua kakinya. Perlahan kucoba memasukkan senjataku. Kali ini berhasil, tapi Dini melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil sesekali menariknya. Lubangnya terasa sempit sekali. Beberapa saat, tiba-tiba ada cairan milik Dini membasahi lubang dan kemaluanku hingga terasa nikmat sekarang. Kembali kudorong senjataku dan kutarik sedikit. Goyanganku semakin lincah, pantatku maju mundur beraturan. Sepertinya Dini pun menikmati gaya ini.
    Buah dada Dini bergoyang-goyang juga maju-mundur mengikuti irama yang berasal dari pantatku. Kuremas buah dada itu, kulihat Dini sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang tidak kumengerti apa itu. Erangannya semakin panjang. Kecepatan pun kutambah, goyangan pinggul Dini semakin kuat. Tubuhku terasa semakin panas. Ada sesuatu yang terdorong dari dalam yang tidak kuasa aku menahannya. Sepertinya menjalar menuju kemaluanku. Aku masih berusaha menahannya.
    Segera aku mencabut kemaluanku dan membopong tubuh Dini ke tempat yang lebih luas dan menyuruh Dini telentang di bentangan karpet. Secepatnya aku menindihnya sambil menekuk kedua kakinya sampai kedua ujung lututnya menempel ke perut, sehingga kini tampak kemaluan Dini menyembul mendongak ke atas menantangku. Segera kumasukkan senjataku kembali ke dalam lubang kemaluan Dini.
    Pantatku kembali naik turun berirama, tapi kali ini lebih kencang seperti akan mencapai finis saja. Suara yang terdengar dari mulut Dini semakin tidak karuan, seolah menikmati setiap sesuatu yang kulakukan padanya. Tiba-tiba Dini memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku pun semakin menjadi. Aku pun berteriak sejadinya, terasa ada sesuatu keluar dari kemaluanku. Dini menggigit leherku sekuat-kuatnya, segera kurebut bibirnya dan menggigitnya sekuatnya, Dini menjerit kesakitan sambil bergetar hebat.
    Mulutku terasa asin, ternyata bibir Dini berdarah, tapi seolah kami tidak memperdulikannya, kami seolah terikat kuat dan berguling-guling di lantai. Di atas sofa Agus dan isteriku ternyata juga sudah mencapai puncaknya. Kulihat Resty tersenyum puas. Sementara Dini tidak mau melepaskan kemaluanku dari dalam kemaluannya, kedua ujung tumit kakinya masih menekan kedua pantatku. Tidak kusadari seluruh cairan yang keluar dari kemaluanku masuk ke liang milik Dini. Kulihat Dini tidak memperdulikannya.
    Perlahan-lahan otot-ototku mengendur, dan akhirnya kemaluanku terlepas dari kemaluan Dini. Dini tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Resty juga tersenyum, hanya nampak malu-malu. Kemudian memunguti pakaiannya dan menuju kamar mandi.
    Hingga saat ini peristiwa itu masih jelas dalam ingatanku. Agus dan Dini sekarang sudah pindah dan kembali ke Jakarta. Sesekali kami masih berhubungan lewat telepon. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan peristiwa itu. Pernah suatu waktu Dini berkunjung ke rumah kami, kebetulan aku tidak ada di rumah. Dia hanya ketemu dengan isteriku. Seandainya saja…
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Koleksi Foto Gadis Jepang Imut-Imut Telanjang

    Koleksi Foto Gadis Jepang Imut-Imut Telanjang


    2403 views

    Perawanku –Nah buat bos ku  yang sudah lagi sange tetapi tidak memiliki pasangan kami sudah siapkan bahan coli buat bos ku, bos tinggal ambil lotion dan lihat Foto Gadis jepang ini  yang imut-imut lagi pada telanjang bikin crot pastinya  :

  • Cerita Sex Menjadi Penikmat Istri Orang

    Cerita Sex Menjadi Penikmat Istri Orang


    1640 views

    Perawanku – Cerita Sex Menjadi Penikmat Istri Orang, Saat ini aku tinggal di komplek di kawasan Jakarta, kurang lebih ada 150 kepala rumah tangga, ada satu rumah yang mana sangat asri ditempati oleh keluarga pak Okta dia adalah seorang pengusaha, dan ada yang namanya Mbak Aning paling terkenal bila memakai pakaian yang minim dan berani apalagi belahan dadanya yang sering terlihat jika dia jongkong.

    Yang lebih gile lagi kalau dia tahu sang Bapak ada dan ngelirik doi , secara sengaja dia pamerin CD nya yang sumpah jembutnya sebagian betebaran nongol keluar dari pinggiran CD-nya . Bulan lalu , rumah aku yang ketiban rejeki ngadain arisan , so pasti aku pura -pura repot bantuin bokin nyiapin segalanya , tau dong aku musti tampil keren abis , jeans Versace dan baju gombrong Guess sengaja aku lepas kancing atasnya , biar sexy katanya .

    Bener aja , aku liat si Mbak Aning duduk dipojokan menghadap kamar kerja aku yang pintunya aku buka setengah aja . Sambil menghadap komputer secara nyamping aku bisa melihat kearah ruang keluarga , khususnya kearah doi duduk . Sundel banget , doi sore itu pakai rok mini hitam kontras dengan kulitnya dan pakai baju beige yang ketat , tapi bahannya alus banget.

    Aku masa bodo deh denger ibu – ibu berkicau yang penting aku bisa liat terus Mbak Aning yang sesekali juga ngelirik aku , kalau bertatapan aku senyum doi juga dong . Mulailah doi buka jepitan pahanya , asli coy celana dalemnya yang krem keliatan , tengahnya keliatan item pasti karena jembutnya yang lebat , dan duile itu jembut gimana sih koq pada berurai keluar .

    Tiba – tiba doi ngedipin aku , terus aku bales ngedip sambil julurin lidah , eh dia malah senyum senyum dan sambil meremin matanya seperti orang kalau lagi keasyikan di toi . Aku makin nekad , sekarang aku ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif aku usap-usap kontol aku dari luar celana , terus aku kasih kode supaya dia menuju kamar mandi , belagak kencing lah .

    Doi ngangguk , terus dia samperin bokin bilang mau numpang kekamar mandi . Aku dan doi tahu banget , dikamar mandi luar masih dipakai sama ibu Agus yang gendut dan beser melulu .

    ” Mas , ini ibu Aning mau numpang kekamar mandi yang disini ” bini aku dengan polos ngajakin doi kekamar mandi yang ada diruang kerja aku . ” Ya nih Pak Luki , abis kamar mandinya masih lama rasanya dipakai Ibu Agus ”

    ” Numpang ya , abis udah enggak tahan kebanyakan minum ” biasalah doi basa-basi biar enak dikupingnya bokin .

    ” Silahkan Bu , tapi enggak papa khan saya nerusin kerja dikomputer , maklum Bu belum jadi pengusaha seperti Pak Okta ”

    ” Ah Pak Luki bisa aja ” kata doi sambil nyelonong kekamar mandi aku . Dasar otaknya juga pinter dalam hal berselingkuh , doi buka pintu kamar mandi setengah dan bilang ” Pak Luki , ledengnya rusak ya ? ” bokin aku masih ada lagi disitu .

    ” Mas coba liat dulu deh , bantuin Ibu Aning , malu-maluin aja kamar mandinya ” bokin aku setengah ngomel . ” Biar dibantu sama Mas Luki ya Bu , dia yang sering pakai kamar mandi itu ” terus bokin balik lagi kekamar tengah , soalnya bokin musti tanggung jawab dong sama rakyat arisannya .

    Dengan belagak males – malesan aku berdiri , eits kontol aku masih ngaceng lagi , ah cuek deh . Mbak Aning ngelirik juga dan secara refleks doi ngeraba selangkangannya , anjir….terang aja itu tenda celana aku makin tinggi ,

    “Hayo , celananya kenapa tu” dia berbisik waktu aku masuk kekamar mandi . “Kamu sih bikin aku horny , jadi aku yang sengsara deh , mana pakai jean lagi ” aku nekad ngomong gitu sambil ngeraba paha mulusnya .

    Gilanya doi bukannya marah malah bilang ” Ya , kalau dibagian itu sih belum asyik ” ” Abis yang mana dong kalau asyik ” aku masih setengah berbisik menyelusurin pahanya kearah memeknya yang bejembut gila .

    ” Nah yang itu baru asyik , kamu juga kalau saya gituin juga asyik lah ” gantian doi yang ngelus kontol aku dari luar sambil coba – coba buka retsleitingnya . Busyet gila juga ini perempuan , mana bau Isei Miyakenya merangsang banget .

    Aku enggak tahan , ” Mbak ngentot yuk ” kata aku edan-edanan . ” Ayo , kapan dong , mending berani lagi ” tangannya sekarang udah masuk kedalam jeans aku dan mulai narikin halus kontol aku .

    ” Eh , siapa takut apalagi kalau ngentotnya bareng Mbak ” aku sekarang udah berhasil masukin jari kedalam memeknya yang basah dan lembab . ” Besok ya , kekolam renang Ancol , jam 10 ” Babi banget nih si Mbak , kenapa kekolam renang sih , emangnya aku kecebong .

    Besok jam 10 kurang seperempat aku udah stand by diparkiran kolam renang Ancol , aku telepon dia dengan no yang dikasih kemarin secara rahasia .

    ” Mbak , aku udah sampe nih , kamu dimana ” aku rada was was juga kalau doi enggak dateng .

    ” Ini aku baru mau masuk Ancol , tungguin ya , kontolnya udah ngaceng lagi belum ” sialan ngetest aku kali , tapi koq kedengarannya rame banget sih ada yang cekikikan dibelakangnya . Mati aku , jangan – jangan aku mau dijebak , siapa tau dia bawa bokin aku juga .

    ” Kamu sama siapa sih , koq rame banget , aku jadi bisa enggak ngaceng lagi nih ”

    ” Janjinya gimana sih , katanya mau ML eh kamu bawa orang lain ” setengah kesel aku ngomong ditelpon .

    ” Pasti deh janjinya , pokoknya asyik banget kamu nantinya ” dia ngalemin aku . Enggak sampai 10 menit , mobil Honda putihnya mendarat persis disamping mobil aku . ” Surprise , nah ketauan ya enggak ngajak – ngajak kita ” suara 2 Ce temennya Aning teriak bareng .

    Waduh pucet banget aku , karena ternyata yang diajak juga tetangga aku , Mbak Nara bininya pak Joko dan Mbak Ita bininya pak Raja . Salah tingkah abis aku .

    ” Eh , kaget ya , take it easy aja , khan udah kenal , asyik-asyik aja deh pak Luki , eh kalau diluar Mas Luki dong ” Mbak Ita yang mungil dan putih ( persis banget Kris Dayantie ) itu nyerocos aja membuat suasana jadi enggak tegang .

    ” Enggak deh kita bilangin sang istri ” si Nara yang body dan facenya seperti Dian Nitami nambahin , ya aku makin ngerasa siep banget dong . Tapi kewaspadaan tetap dipertahankan jangan lengah man .

    Setelah basa basi bentar , ” Udah ya , pokoknya enggak ada yang boleh tahu selain kita – kita ya Mas ” Nara sekarang yang membuat aku makin PD .

    ” Pokoknya enjoy aja deh , kita bertiga udah kompak berat lho ” Aning tanpa sungkan ngegandeng aku menuju loket .

    ” Khan aku yang janjian sama Mas Luki , elo pada jangan ngiri ya , entar juga kebagian ” . Kepala jalan sekarang si Nara , doi pesen kamar ganti dan bilas keluarga . Sekalian pesan ban renang 2 buah yang akude banget .

    Ampun , ide apalagi sih . Seolah kita sekeluarga enteng aja mereka ngajak aku masuk bareng keruang ganti dan bilas . Denngan tenang mereka buka rok , baju dan terus BH , sialan mereka tenang aja seolah aku enggak ada disitu .

    Cerita Sex Menjadi Penikmat Istri Orang

    Cerita Sex Menjadi Penikmat Istri Orang

    Gila aja kalau aku enggak ngaceng liat Aning , Nara dan Ita yang umurnya sekitar 30 an pada memamerkan bodynya .

    ” Eh , Mas Luki mau berenang atau mau nonton kita streap tease ” kata si Ita sambil buka BH putih transparantnya . ” Ya terang mau berenang dong , tapi aku maunya sih bilas dulu ah , masak langsung berenang ” aku akal – akalan supaya mereka juga mau berbulat ria , tanggung amat baru liat toket dan setengah body .

    Aku buka baju dan celana , begitu tinggal CD mereka teriak bareng ” Asyik ya , udah ngaceng ” ” He eh abis kalian sih begitu merangsang dan mempesona ” kata aku sembarang siap – siap mau buka CD aku .

    ” Ah enggak fair nih , masak jadi aku duluan yang telanjang , barengan dong jadi aku enggak malu ” ” Hu…maunya tuh , ya Aning kamu khan yang punya ide , kamu dulu dong…mana jembutnya aduh udah pada keluar tu ” kata si Ita sambil narikin jembutnya Aning yang nongol terus dari pinggiran CD .

    ” Aku sih Ta prinsip , sekali buka celana pantang kalau enggak di……”

    ” Joss !!!!! ” Ita dan Nara seperti koor nerusin apa maunya si Aning .

    ” Ia deh , aku juga malu khan kalau keluar kamar ganti nanti swempaknya ada tenda mancung “. Cari pembenaran dong .

    ” Bisa bubar orang dikolam nanti , elo pada mau ya aku jadi tontonan ” aku belagak memelas sambil nunjukin si Monas. Supaya enggak kaku , aku datengin si Aning yang masih berdiri dekat gantungan baju , aku peluk doi dengan kedua tangan dibagian pantatnya , aku cium bibirnya ala French kissing , lidah saling ketemu .

    ” Wow , nafsu nih ya ” si Ita ngeledek . Asyik banget deh pantat si Aning yang nonggeng aku remes – remes , tempelin abis mekinya dengan kontol aku , Aning langsung horny pingggangnya digoyang yang otomatis mekinya berputar diatas kontol aku .

    Sekitar 3 menit adegan itu aku pertahankan , sebenarnya aku udah nafsu banget mau langsung masukin kontol aku kememeknya Aning yang aku yakin udah basah . Sabar cing aku musti cool dong , pasang strategi soalnya masih ada 2 nonok lain menanti .

    Perlahan aku melorot , dengan tetap mata memandang dia tangan aku pindah berputar meremas perlahan toketnya yang pentilnya relatif masih belum gede . ” Eh elo jangan ngiri , sementara belum dapat giliran elo pada meremas sendiri aja dulu ” masih sempat juga Aning ngeledek temannya yang terpana melihat aku yang sambil meremas toketnya sambil usaha jongkok depan dia , pakai gigi aku tarik perlahan CD nya .

    ” Enak ya Can remasannnya Mas Luki ? ” Nara bertanya tanpa arah karena aku tau dia juga tanpa sadar meremas dan memilin pentil toketnya . ” Kita suruh buka sendiri ya ” Ita protes narik sedikit CDnya sambil tangannya ngobel memeknya sendiri .

    ” Sini dong sayang , tangan aku enggak sampe kalau elo pada jauh – jauh ” Aku enggak bisa ngomong panjang lagi karena Aning narik kepala aku kearah nonoknya minta dijilat , setelah CDnya melorot sampai dengkul kakinya .

    Anjir….kesampean juga aku jilatin dan rasain nonoknya Aning yang jembutnya gilaaaaaa !!!!! Itilnya agak gembung , merah banget , aku tahu setelah berupaya keras menepis bulu jembutnya . Sejenak ruang ganti sunyi

    Sambil ngejokil abis liang kenikmatannya Aning aku solider untuk pelorotin CD nya Nara dan Ita barengan , dan inilah pemandangan matanya pemirsa sekalian : Aning , toketnya 34 bentuknya bagus banget , pentilnya agak gede kecoklatan , kulit seluruh bodynya coy kuning kencang mengkilat , bagian pantat ada sedikit selulit , jembutnya…khan udah tau elo pada en bulu keteknya idem ditto.

    Yang jelas enggak rapi , serabutan menutup semua bagian memeknya mendekati puser . Sambil ngedorong pantatnya kedepan supaya lidah aku bisa lebih dalam masuk kelobang nonoknya , dia terus mendesah , kaki kananya ngegesek pelan kontol aku dari luar CD , sambil usaha masuk dari samping CD .

    Nara , yang aku pelorotin pakai tangan kanan , toketnya gede agak panjang seperti pepaya , kulitnya sawo matang , maklum Jawa Solo sepertinya , bulu ketek anti cukur , serabutan disekitar susunya yang 36 .

    Pentilnya agak masuk kedalam . Pahanya kencang , tinggi sekitar 170cm , jembutnya keriting rapi , diatur sekitar lobang nonoknya ( Sering berbikini kali..) Lobang nonoknya memanjang , dibawah lipatan perut ada bekas jahitan Caesarnya . Doi terus meremas susunya sambil liatin tangan aku yang lagi berusaha nurunin CD pinknya .

    Supaya cepat , doi ikut ngebantu nurunin CDnya . Ita , siimut , tinggi sekitar 158 lah , jembutnya paling jarang jadi bagian dalam memeknya yang merah muda gampang keliatan , toketnya kecil kenceng ukuran 32 , perutnya rata , paling kalem keliatannya tapi tangannya aktif terus megangin bokongnya sendiri , jangan – jangan doi paling hobby dibol dari belakang .

    Ngimpi apa aku liat tetangga aku pada telanjang bulet , elo elo yang belum ada pengalaman maen sama bini orang , aku anjurin deh elo cari mereka bertiga , enggak resek , berpengalaman dan tahu penuh apa enaknya ML .

    Kalau mau orgy cari yang sehati , kompak istilahnya dan enggak egoist , artinya mereka berupaya menikmati SEX sepenuhnya tanpa ada rasa sungkan , rilex dan terbuka . Hal ini juga aku buktikan sebelumnya dengan 2 sahabat mahasiswi yang kompak , tapi ya kita harus konsider atas kebutuhan jajannya lah , jangan merki .

    Kurang yakin kemampuan ya modalin VIAGRA yang paling mahal Rp. 150.000 / pil 100 mg . ” Ya kamu pada mandi dulu deh dishower ” kata aku pelan , sambil menjilat sisa juicenya Aning yang ada disekitar bibir aku .

    Aning enggak bereaksi , dia nuntun aku ketempat duduk , pas aku duduk dia jongkok didepan aku dan brebet dia tarik CD aku , dia pandangin seluruh kostruksi kontol aku , enggak pakai komentar yang basi seperti cerita bokep yang lain ,

    ” Aduh gede amat kontolnya , atau sok ngebandingin sama kontol Co yang lain , itusih kuno , tipu….!!! Jangan mau elo dibohongin sama yang bikin cerita , itukan cuma kebanggaan semu , yang penting gocekannya bukan gedenya , emangnya mau modal berat aja…tipuuuuu……”

    ” Jangan kelamaan Can , langsung maenkan , tunjukan kecanggihannya , apa perlu aku nih yang terjun ” Nara sewot ngeliatin Aning yang masih memandang kontol aku sambil ngurut dari arah palkon kepangkalnya , tanpa komentar sambil tangan kirinya kasih kode enggak perlu , langsung kontol aku mulai dijilatin perlahan .

    Seluruh kepala kontol aku ( helmnya ) dijilat berputar , doi tau bagian yang paling enak yaitu dibagian bawah Palkon sekitar sambungannya . Cairan bening aku dijilatin sambil matanya memandang arah mata aku , seolah butuh pengakuan atau komentar Aku cuma bisa angkat 2 jempol , bravo go ahead Can .

    Selanjutnya cepet banget lidahnya bergeser enggak berhenti menari disekitar batang kontol , begitu dikemot kedalam mulutnya yang memang sexy dia keluarin cadangan ludahnya , jadi rasanya kontol aku berenang didalam air ludah , enggak ada rasa gigi Cing , belajar dari banci Taman Lawang kali .

    Aku udah seperti kura – kura yang dibalik , kaki aku kelayapan , aku tumpangin diatas pundaknya sambil kalau aku udah enggak tahan kepala si Aning aku bekep abis sama paha aku . ” Nara – Ita sini dong , aku mau nih megangin tetek dan nonok kamu

    ” Enggak sampai 2 kali order mereka langsung nyamperin aku dan Aning . Si Nara nyodorin susu pepayanya minta aku isap dan siimut Ita ngangkat kaki sebelah keatas bangku , berdiri disamping aku dan minta dirojok nonoknya dengan telunjuk aku yang masih bebas karena belum ada order .

    Aku pegang nonoknya yang merah sudah rada becek , maklum turunan Cina , begitu telunjuk aku masuk dia yang gerakin pinggulnya maju mundur kaya lagi ngentot aja gayanya . Doi merem melek ngerasain bulu – bulu yang ada ditangan aku , tangannya ngusap pentil susu aku secara beraturan .

    Bibirnya ngejilatin bagian dalam kuping aku yang rada caplang , kadang ngemut juga bagian gelambir telinga ogud , terus berbisik supaya enggak kedengaran sama yang lain ” Mas Luki , pejunya jangan diabisin semua ya , kamu mau enggak ngerasain bokongnya Ita ” …Busyet bener khan doi doyan dibool , buktinya begitu aku pindahin jari kelobang pantatnya udah rada longgar , gila kali pak Raja , doyan bener sodomi bokinnya yang imut .

    Aku cuma ngangguk dan nyodorin bibir aku buat ngerasain juga ciumannya si Ita . Wangi banget deh si Ita , bau Kenzonya makin ngerangsang aku . Biar adil nonoknya Nara yang jembutnya rapi aku rojok juga ,

    Masih agak kering tapi mantap itilnya tebal , karena ngerasa agak dicuekin kali , enggak sabar si Ita sekarang jongkok dibelakang Aning , tangan kanannya ngelus tetek dan pentilnya Aning dan tangan kirinya berusaha ngobok – ngobok nonoknya Aning yang makin basah , soalnya aku liat kadang – kadang si Ita jilatin jarinya yang basah berlendir , apalagi kalau bukan juicenya Aning yang asyik banget rasanya .

    Aning makin asyik aja nyepong aku , badannya menggeliat – geliat karena keasyikan dikobel Ita , aku tau terkadang Ita masukin telunjuknya kedalam pantat Aning , entar aku timpa juga deh boolnya Aning , aku berandai andai .

    Aku cuma bisa teriak kecil ” Ngentot…..gila ngentot enak bener sama kamu pada , Aning uhhhh…uhhhh….abis ini aku entotin elo ya , aku nggak mau ngentotin kamu dari belakang , aku mau ngentot sambil terus ngeliatin nonok kamu yang jembutnya gila..”

    ” Nara , aku mau ngentotin kamu sambil duduk biar aku bisa terus meres tetek kamu yang sexy banget ” aku ngomong terus ngaco .

    ” Ta , aku ngentotin kamu dari belakang ya Ta , aku pengen ngentot dilobang pantat Ta , abis elo sexy banget sih goyangnya ” Elo aku saranin deh kalau lagi ngentot musti sering – sering ngomong yang vulgar ,

    Ce jenis apapun makin nafsu dengernya , dan elo aku jamin makin nafsu kalau Ce yang bukan Cabo atau Pecun teriak ngomong vulgar juga . Wuih ai jamin dah….. ” Mas Luki , nanti pejunya buat Nara juga ya , jangan disemprot semua kemulutnya Aning ” Nara sambil narik perlahan rambut aku juga turut berharap dengan memandang nafsu kerah kontol aku yang udah abis dikemot Aning .

    ” Terus aku kebagian apa dong , aku mau juga dong ngerasain pejunya Mas Luki ” Ita protes ke Nara pura – pura belum minta jatah dari aku . Enggak tahan aku tarik kontol aku yang enggak begitu gede dari mulutnya Aning , aku dudukin si Nara kebangku , aku kangkangin pahanya yang juga seperti si Dian Nitami , penasaran aku sih mau liat dalemnya .

    Aku jilat itilnya yang udah rada ngegelambir , gile cing juicenya asyik banget rasanya , banyak banget dan meleleh ke bagian lobang pantatnya .

    Tanggung aku jilat sekalian lobang pantatnya yang berwarna coklat , yang didalamnya masih juga bejembut . Aning bantuin ngisepin teteknya Nara , tangannya ikut bantu ngedorong kepala aku supaya makin masuk ngejilatin nonoknya Nara yang rapi tercukur jembutnya .

    ” Ah gila Aningaaaa…….Mas Luki enak banget ya jilatannya , aduh mama…..mama….aku ndak tahan nih ,…..Aning elo apain sih pentil aku….enakkkkkk Can….” Nara meronta – ronta yang membuat toketnya bergelantungan kekiri dan kekanan , pemandangan semakin horny cing .

    Eh kemana si imut Ita , doi kalem aja , pantat aku diangkat pelan sampai ketinggiannya sejajar kepala aku yang berada didaerah selangkangan Nara , doi duduk menyelinap melalui selangkangan aku sekarang jadi duduk menghadap kontol aku yang terayun bebas .

    Cepat dan tangkas dia hisap kontol aku dengan mulutnya yang mungil , maju mundur berupaya menelan habis seluruh batang kontol aku . Sesekali dia pindah mengulum biji peler aku yang jembutnya lumayanlah , wuih cing asyik banget…

    Saking imutnya seprti kancil dia menyelinap melalu selangkangan bergerak menuju arah belakang , dia remas – remas pantat aku.. Aku kaget , tiba tiba ada rasa aneh geli – geli asyik dilobang pantat aku yang sedikit berjembut ,….ih apaan sih … Anjir …..rupanya lidahnya Ita yang menari disekitar lubang pantat yang kadang – kadang dia coba julurin masuk .

    Nah sekarang aku enggak heran kenapa Homo doyan dimonon , rupanya emang enak kalau bool kita dimasukan sesuatu .

    “Ta…..terus Ta….entar gantian deh aku jilatin anus kamu yang merah jambu…..terus Ta…asyik…, enak gila…..” aku sejenak melupakan tugas ngejilatin nonoknya Nara .

    ” Mas Luki….Nara hampir nih….lagi dong jilatin….tanggung dikit lagi Mas…aduh tega ya….” Nara mengharap aku bertindak . Langsung aku sosor lagi nonoknya , aku jilat abis lelehan juicenya yang mengarah kelobang pantatnya , aku jilat terus …menuju bolnya dan Nara makin menggeliat – geliat seperti ayam yang dipotong tanggung .

    ” Mas…..entotin aku dong , sebentar aja deh pasti keluar ” Nara mengangkat kepala aku sambil berharap benar . Gua bertindak gentle dong , jangan buat dia kecewa , secara berlutut aku pegang batang kontol aku yang masih basah karena campuran ludahnya Aning dan Ita .

    Ita sigap pindah tempat disisi kiri Nara , sementara si Aning tetap pada posisinya dikanan Nara sambil terus meremas toket pepayanya Nara . Kesemuanya kelihatan menanti apa yang akan terjadi , ” Aning – Ita , aku ngentotin Nara duluan bukan berarti elo pada aku nomor duakan , aku janji deh elo semua satu persatu akan aku entotin juga ”

    ” Okay Mas , buat kita enggak ada masalah yang penting kita bener – bener ML ” Aning memberi semangat . Aku salut abis sama si Aning , solidaritasnya tinggi , tidak egois , pantas dia jadi kepala gang .

    ” Ya Mas Luki , khan Mas Luki nantinya bisa ganti namanya jadi Mas Cipto ( Cicip roto ) ” si Ita ikut nimpalin . Perlahan aku arahin kontol aku yang bentuknya agak mengarah kekiri kepalanya , enggak sulit masukin nonoknya Nara , tapi buat menghargai doi aku pura – pura merasa susah dong .

    Blebessss……gile cing , emang bener ngentot tu enak banget . Aku tolak pinggang pakai tangan kiri , kontol aku yang 15 cm maju – mundur terus , meliuk kiri kanan , berputar mencari itil dan G spotnya Nara ……….

    ” Mas Luki ,……ya..ya…yang disitu yang marem Mas ” Nara bergetar , semua bagian bodynya yang enak – enak ada yang bertanggung jawab , nonok – toket kiri dan kanan , lobang pantat ada koordinator lapangannya ( KorLap ) ” Enak ya kontolnya Mas Cipto ..eh Mas Luki ….,…terus Nar ..goyang terus Nar…nikmatin abis…jangan ditahan – tahan

    ” Aning tetap memilin pentilnya Nara sambil matanya nafsu melihat kontol aku yang bekerja dimemeknya Nara .

    ” Ayo terus Mas Luki …bikin si Nara puas ,…sini dong tangannya yang satu ” Aning bernasehat sambil minta jatah dirojer nonoknya . Kalau mau jujur seharusnya aku musti muasin Aning duluan , disamping memang target utamanya khan dia tadinya , enggak pakai dua kali lagi aku masukin jari tengah aku kedalam nonoknya yang sudah semakin basah .

    ” Aghhhhhh….agh……. aku dapet Can…aku dapet Ta……, Mas….ini ya Mas rasanya enaknya ngentot ” Nara makin mengelinjang . ” Mas….nanti lagi ya….Massss…….asu….asu. ….peline kui lho Mas…, maremmmmmm” hu…keliatan aslinya deh si Nara , keluar Jawanya .

    Aku tancep lebih dalam kontol aku , tanpa gerakan lagi aku pendam habis….dan emang bener enaknya Ce Solo , tau enggak lo…tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang berputar – putar cepat dibagian kepala dan batang ..

    ” Aduh..aduh apaan nih Nar , aduh…gila asyik – asyik….” aku senyum sambil terus tancepin kontol aku . ” Nah , baru tau dia …makanya jangan main – main sama Ce Solo ” Nara nyubit perut aku sambil senyum lebar ngeledek .

    Perlahan aku tarik keluar kontol aku yang masih ngaceng abis , keliatan makin berurat kayaknya . ” Waduh Aning , enggak salah deh kita janjian sama Mas Luki ” kata Nara sambil balik meres toketnya Aning dan Ita .

    ” Bener ya Nar , enak banget ya ngentotnya….ih kamu keringetan banget deh ” Ita melap keringat disekitar leher sampai perutnya Nara .

    ” Hayo ,sekarang siapa nih yang bertanggung jawab mengeluarkan peju aku ” dengan pura – pura marah aku liat kearah Aning . Soalnya seperti aku bilang , Aning adalah target utama , jadi dia musti tau dong . Elo ngebayangi enggak sih Aning seperti siapa , tidak lain adalah paduan antara Iis Dahlia dan Cut Keke , nafsuin kan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Foto Seksi Model Cantik Jepang Dengan Tubuh Yang Sange Memukau

    Foto Seksi Model Cantik Jepang Dengan Tubuh Yang Sange Memukau


    2157 views

    Perawanku –Segera persiapkan tisu atau lotionmu karena cewek cantik bugil ini akan membuat bosku tak tahan pengen coli. Tidak percaya langsung saja bos ku lihat sendiri pada Foto Seksi Model Cantik Jepang Dengan Tubuh Yang Sange Memukau yang satu ini  :

  • Cerita Ngewek 2 Ibu Muda Tetangga Kos – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngewek 2 Ibu Muda Tetangga Kos – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2242 views

    Perawanku – Ini pengalaman ketika aku masih bujang, saat itu umurku mungkin sekitar 23 tahun. Aku kost disebuah tempat yang memang diperuntukkan ahany untuk anak kost, ada sekitar 20 an kamar berjejer terdiri atas dua bangunan bertingkat 2. Penghuninya campur antara yang bujangan dan yang berkeluarga. Kebetulan kamarku ada di lantai bawah yang menurutku punya fasilitas paling komplit (maksudnya bisa jemur pakaian di belakang kamar karena ada lorong terbuka yang tersisa dibelakang bangunan yang aku tempati itu. Dari lorong ini pulalah kisah ini berawal.

    Tetangga sebelah kanan dan kiri kamarku adalah pasangan yang berkeluarga. Ada bapak dan bu Evi (karena anaknya namanya Evi) keluarga dengan 1 anak perempuan disebelah kiri kamarku. Dan keluarga mas Anto dan mbak Diah (begitu aku memanggil mereka) disebelah kanan kamarku, keluarga muda dengan satu anak perempuan juga yang berumur sekitar 2 tahunan. Aku juga belum begitu kenal dengan tetangga lainnya karena memang sangat jarang bertemu. Umumnya mereka mengurung diri dikamar entah apa kegiatan mereka. Aku sendiri bujangan yang baru mulai bekerja pada sebuah perusahan yang cukup bonafid. Hari hariku biasanya aku habiskan pergi sama teman teman, itu sebabnya aku jarang berinteraksi dengan tetangga kostku.

    Bu Evi orangnya kecil mungil, kulit hitam manis tapi punya buah dada yang agak berlebihan sehingga kalau lama diperhatikan seperti menantang (dasar mupeng) sedangkan mbak diah, punya perawakan sintal, kulitnya putih mulus, wajahnya juga sangat mempesona (masuk katagori cantik), ramah dan banyak senyum. Aku sendiri sering dapat senyuman nya. Nggak tahu kenapa aku sering cari kesempatan untuk bertemu muka biar kecipratan senyum manisnya. Aku sendiri cukup akrab dengan mas Anto karena kantor kami bersebelahan. Mas Anto bekerja sebagai Security. Seringkali aku diminta bantuan sama mbak Diah untuk jagain si kecil Endah kalo dia lagi sibuk dengan pekerjaan rumahnya, dan aku dengan senang hati melakukannya. Sebagai imbalan biasanya aku nitip cucian barang sepotong dua potong. Merekalah dua wanita yang menjadi topic ceritaku nanti.

    Episode Mbak diah.
    Pada suatu hari aku pulang malam sekitar jam 2an, aku ingat sekali itu malam minggu sehabis jalan sama teman temanku, aku bermaksud mengambil jemuran dibelakang kamar yang sore tadi dicuciin sama mbak Diah, takut kena hujan nanti bau. Aku merasa ada yang tidak biasa. Didepan pintu kamar belakang mbak Diah aku melihat sepasang sandal yang aku yakin bukan punya mas Anto. Penasaran aku balik kedepan mencari motor mas Anto, hanya ingin memastikan kalo mas Anto benar tidak dirumah karena setahuku hari itu mas Anto tugas malam.

    Dan benar dugaan ku motor mas Anto tidak ada di tempatnya. Segera aku berbalik lorong belakang. Aku mencoba mencari celah untuk mengintip kedalam kamar mbak Diah. Tapi usahaku sia-sia karena terhalang dinding dapur. Hanya saja aku sempat mendengar lapat lapat desahan nafas dan sayup sayup suara erangan sehingga aku yakini sedang terjadi sesuatu didalam sana. Aku kembali kekamarku menunggu …….
    Dengan suasana hati yang tak menentu, aku hanya berharap tahu siapa gerangan pemilik sandal yang telah mengisi malam sepinya mbak diah. Aku tak beranjak jauh dari pintu belakang kamarku dan sengaja kubuka sedikit sehingga masih bias mengintip kea rah pintu belakang mbak Diah. 15 menit berlalu aku mendengar suara daun pintu berderit meskipun sangat pelan tapi cukup membuatku segera mengambil posisi yang telah kupersiapkan.

    Aku melihat sosok mbak Diah keluar kemudian melihat kiri kanan mungkin memastikan keadaan aman, setelah itu kulihat dia memberi kode kedalam maka keluarlah sesosok lelaki yang sangat aku kenal….. Pak Evi… tetangga sebelahku… aku tersurut kaget benar benar tidak menyangka dan setengah tidak percaya dengan apa yang kusaksikan. Setelah keadaan tenang aku kembali ketempat tidurku. Ada scenario dalam kepalaku. Dan aku pun tersenyum sendiri.

    Keesokan harinya seperti biasa aku telat bangun, maklum hari minggu. Masih terbayang peristiwa semalam dan rencana yang telah kususun. Aku bersemangat bangun dan langsung menuju lorong belakang aku berharap ketemu mbak Diah dibelakang, tapi aku harus kecewa. tak apalah masih banyak waktu. Dan aku segera menyambar handukku masuk kamar mandi sambil bernyanyi kecil. Habis mandi aku bermaksud membuang waktu dengan duduk di beranda kamar ku ngopi dan sekalian melihat keadaan tetangga tetanggaku. Heran aku juga tidak melihat bu Evi hari itu. Selang beberapa saat kulihat mbak Diah datang, rupanya dia baru habis belanja di warung.

    “Eh dik Hadi .. udah bangun ya… “ Sapa mbak diah ramah seperti biasanya.
    “Iya mbak, mas Anto masih tidur?” tanyaku balik
    “Iya dik, mas Anto baru pulang pagi, kan tugas malam” katanya menerangkan
    “oh iya… mbak gak ada acara nyuci hari ini? Nitip doong “
    “boleh, tapi ntar ya abis masak, tapi jagain Endah ya”
    “Siip” kataku
    Aku pun mengambil alih endah dari mbak Diah, aku setelkan dia lagu anak anak dari DVD portable ku maka endah pun bernyanyi nyanyi sendiri di kamarku. Selang beberapa lama kudengar mbak Diah memanggil lewat pintu belakangku.
    “Dik Hadi… mana cuciannya?”
    “itu mbak yang dibelakang, udah tak rendem dari semalem” sahutku menimpali.
    Aku segera beranjak kebelakang, saatnya memulai rencana. Perlahan kudekati mbak Diah. Memberi kode agar dia mendekat. Mbak Diah menghampiriku….
    “Semalam aku melihat sesuatu disini” bisikku.
    Sengaja membuatnya terkejut. Dan reaksinya memang seperti yang kuharapkan. Diapun lebih mendekat.

    “Lihat apa?” mbak Diah ikutan berbisik.
    “Ada deh.. “ godaku.
    Merah padam mukanya mbak Diah. Tapi dia segera menguasai diri. Dia taruh telunjuknya di atas bibir.“Nanti aja diomongin” bisiknya lagi
    “Siip” kataku sambil mengangkat jempol.
    Aku memulai hayalanku ditempat tidur dengan perasaan menang, yakin akan mendapat sesuatu. Pikiranku sedemikian jauhnya sampai tak sadar aku tertidur dan lupa makan. “tok… tok….tok…” setenagah sadar aku mendengar pintu kamarku di ketok.
    Aku bangkit dari tempat tidur dan yang pertama kurasakan adalah perutku yang minta diisi. Kulirik jam bekerku, ah.. rupanya sudah jam setengah tiga, pantesan…“tok…tok…” kembali kudengar pintuku di ketok.
    Aku bergegas membuka pintu, kiranya mbak diah yang sedari tadi mengetok pintu.“ya mbak… ada apa?”tanyaku “ini mau nganterin makanan , tadi mbak masak lebih, mbak liat dari tadi kamu gak keluar rumah..

    Pasti belum makan” katanya sambil mengulurkan sepiring nasi komplit dengan lauknya.
    “iya juga mbak, aku ketiduran, mas anto udah bangun?”
    “udah tuh … lagi pergi sama endah kerumah temennya”
    “ooh… berarti udah aman ya… “ kataku sambil mengedipkan mata
    “kamu itu bikin mbak penasaran, memang liat apa semalem” katanya masih berpura pura.
    “ntar aku cuci tangan dulu, tak ceritain sambil makan ya” aku bergegas menaruh makanan di meja kecil di beranda dan masuk untuk cuci tangan, kubiarkan mbak diah penasaran menungguku.
    “ayo ngomong… liat apa semalem” mbak diah langsung menyerangku begitu aku muali menyantap makanan, aku hanya senyum senyum sambil ayik menghabiskan makanan ku.“cepetan dong, ntar mas anto keburu pulang” pintanya memelas.
    Akhirnya aku pun menceritakan apa yang kulihat, termasuk mengetahui siapa adanya lelaki pemilik sandal. Lama mbak diah terdiam sampai akhirnya…

    “Di, kamu bisa pegang rahasia ini kan?, mbak gak mau mas anto sampai tahu, kmu pasti tahu akibatnya buat mbak” lagi lagi dia meminta dengan memelas.
    “tenang aja mbak, aku bisa jaga rahasia kok. Tapi aku juga bakal minta sesiuatu dari mbak” jawabku
    “kamu jangan memeras mbak ya, kamu kan tahu mbak nggak punya uang”“aku nggak minta uang kok” selaku
    “trus kamu minta apa”
    “aku minta sesuatu yang mbak punya dan bisa kasi” kataku sambil memberi kode ke arah dadanya
    “hah… kamu mau sama mbak?”“knapa? Mbak nggak mau ngasih”
    “Bukan gitu, mbak kan udah punya anak… emang kamu mau?”
    “ah… aku kan pingin yang berpengalaman” kataku cekikikan.
    “ya deh… kalo itu mbak bisa kasi, tapi jangan dipaksain ya… liat keadaan, jangan sampai mbak celaka”
    “oke, aku juga pasti menjaga mbak kok.. tenang aja”“omong omong bu evi kemana? Koq pak evi nya bisa lepas?
    “ooh, biasa tiap sabtu mbak evi nginap di rumah orang tuanya karena harus gantian ama saudaranya jagain orang tuanya yang udah tua”“itu sebabnya ya… he..he.. “
    “ya … biasanya sabtu dianterin sama pak evi, minggu dijemput lagi”
    “ngerti deh” kataku sambil mengejapkan mata, dan mbak diah pun tersenyum malu.
    “ntar malam mas Anto shift malam lagi gak?” tanyaku
    “iya… knapa? Kmu mau ntar malem?”
    “kalo boleh sih…”
    “liat keadaan ya.. “
    “oke…”
    Begitulah akhir dari transaksiku, aku tinggal menunggu hadiah yang dijanjikan tiba.
    Waktu yang kutunggu pun tiba, dari balik pintu kamarku aku mendengar suara motor mas anto menjauh, dan mbak diah berdiri di beranda melepas suaminya berangkat kerja. Setelah motor gak terlihat aku keluar kamar. Mbak diah menoleh kearahku sambil berbisik..

    “endah belum tidur, ntar mbak kasi kode” sambil menganggukkan kepala, aku pun mengerti. Menunggu sekitar 30 menit kudengar tembok di ketok , inilah kode nya pikirku, dan aku bergegas ke arah belakang.
    Aku tidak mau kecolongan seperti pak evi, jadi kudekati pintu belakangnya mbah diah tanpa sandal.. he..he… langsung kubuka pintu perlahan yang ternyata tidak terkunci. Pemandangan yang disuguh kan didalam kamar sungguh membuatku terpana, mbak diah tiduran ditempat tidur dengan mengenakan baju tidur yang amat tipis, ikatan tali dipinggangnya tak cukup menutupi dadanya yang terbuka tanpa mengenakn BH, sehingga terpampanglah belahan bukitnya yang indah. Aku sudah sering melihat belahan dadanya ketika sedang menjemur pakaian ataupu menyapu di halaman, tapi malam ini sungguh sangat menggairahkan. Mbak diah hanya tersenyum.

    “sudah puas melihat ini” katanya sambil menunjuk ke arah dadanya
    “mungkin aku harus memegangnya” gurauku sambil mendekat.
    Langsung saja kubuka bagian atas bajunya dan langsung kunikmati dada montok yang telah menantiku itu. Pelan kuremas sementara bibirku mencari cari putingnya yang lain. Aku puaskan diriku menciumi buah dada mbak diah, sementara diapun mulai merintih pelan.
    “di, aku pingin liat barangmu” bisiknya disela sela pergumulan kami.
    “penasaran ya?”
    “mmh” tangan mbak diah langsung meluncur kearah selangkangan ku, dia berhenti ketika menggenggam penisku dari balik celana yang masih kupakai, digenggamnya beberapa kali , mungkin membanding bandingkan milikku dengan suaminya atau pak evi.

    “kayaknya gede juga ya…” katanya
    “kalo mau liat aslinya buka aja mbak, aku gak keberatan kok” kataku
    Mbak diah langsung membalik posisi, dia diatas menindihku, kemudian sedikit demi sedikit menurunkan wajahnya kearah perutku. Akhirnya mencapai tonjolan selangkanganku.. dia meraba dengan halus membuatku jadi merinding dan tentu saja adek kecilku langsung melonjak, dia mulai menggenggam perlahan dan seperti sangat menikmati, perlahan disingkapnya celanaku, tanpa basa basi penisku melonjak keluar. Mbak diah tersenyum kearahku, mulai diciumnya penisku pertama dengan ujung hidung, kemudian berlanjut dengan bibirnya. Serasa meledak mendapat perlakuan sopan seperti itu. Perlahan bibir mbak diah terbuka, diarahkannya kepala penisku kemulutnya, pintar sekali dia mebuatku melayang. Sekarang penisku sudah sepenuhnya dalam kulumannya, terasa jilatan lidah mbak diah sesekali menyentuh ujung penisku… aku sudah lupa diri. Tiba tiba dikeluarkannya penisku dari dalam mulutnya. Ahh… aku langsung sadar kembali.
    “Besar juga…” bisiknya
    Aku hanya tersunyum puas dengan ucapannya.
    “mbak… buka dong “
    “sabar sayang, kita banyak waktu koq”
    “ya mbak.. tapi aku dah mau meledak nih” mbak diah tertawa kecil mendengar kataku.
    “kamu yang buka ya…” sekali lagi aku membalik posisi, kali ini mabak diah tidur dengan pemandangan indah nya.

    Aku mulai membuka baju tidurnya perlahan sambil sesekali mengecup outing mbak indah yang sudah sedemikian menantangnya. Aku hanya mendengar desahan desahan yang semakin membangkitkan nafsuku dari bibir mbak diah. Sekarang yang tampak adalah tubuh tanpa sehelai benang yang siap menantiku. aku terus melanjutkan gerilya mulutku di sekujur tubuh mbak diah, tanganku mulai melepas celanaku dan langsung kulemparkan tanpa peduli jatuh dimana. Kugesekkan penisku diselangkangan mbak diah. Kali ini aku sengaja mengulur waktu bermaksud membuat mbak diah penasaran. Pinggul mbak diah mulai bergerak liar. Tampak dia berusaha mencarikan lobang untuk penisku yang kini sangat tegang.
    “ayo di…. Masukin sayang, mbak udah nggak tahan”
    “bantuin dong mbak” kataku pula.

    Mbak diah mulai mencari penisku lagi, setelah dalam genggamannya, dia mulai mengarahkannya ke liang kenikmatannnya. Aku mengimbangi dengan melakukan sedikit penekanan. Agak susah masukknya.“kok susah masuknya mbak”
    “punyamu kegedean, mmmh … pasti nikmat nih” dia mendesis
    Akhirnya dengan bantuan tangan mbak diah penisku mulai memasuki vaginanya mbak diah yang hangat dan basah. Aku tidak mau terburu buru, jadi kugerakkan perlahan penisku dalam vaginanya mbak diah sambil menikmati setiap gesekannya, desahan mbak diah juga memberi sensasi tersendiri. Mbak diah pun selalu memberi gerakan pinggul yang menambah kenikmatan yang kurasakan malam itu. Aku bertahan dengan gaya itu beberapa saat sampai akhirnya…

    “aduh di… mbak mau keluar, kasi mbak keluar dulu ya…” katanya tanpa memberi kesempatan aku untuk menjawab, tangan mbak diah menekan pinggangku sampai seluruh penisku terhisap kedalam vaginanya, dia terus meracau tak jelas, tapi aku tahu dia sedang dalam puncak puncaknya.
    Aku merasakan dinding vagina mbak diah berdenyut denyut seperti mencengkram penisku kuat kuat. Aku biarkan dia menikmati sesaat sampai pegangan dipinggangku agak kendor.“maaf ya di.. mbak gak tahan, habis penismu enak banget, vagina mbak rasanya penuh” katanya
    “gak apa mbak kan bisa di ulang”
    “pasti mbak layani, mbak bikin kamu puas di, lagian penismu enak”
    Begitulah malam itu kami melanjutkan petualangan, ternyata mbak diah type wanita yang agak hyper. Malam itu dia keluar sampai 7 kali sementara aku dapat 2 kali. Dari dia pula aku tahu kalo mas anto tidak begitu kuat di ranjang, paling hanya bisa memberinya sekali sementara mbak diah punya keinginan lebih dari itu. sedang dari pak evi katanya dia bisa dapat 2 sampai 3 kali meskipun penisnya tidak sebesar punyaku. Aku puas malam itu dan kembali ke kamar dan tertidur pulas sampai pagi.

    Mungkin karena kelelahan atau terlalu puas, pagi itu aku bangun agak terlambat. Aku mandi dengan terburu buru. Dengan hanya handuk melilit tubuh aku kebelakang kamar mencari pengganti CD, tak peduli keadaan sekeliling aku ganti CD di belakang kamar. Tiba tiba… aku mendengar suara seseorang menjerit. Rupanya bu evi baru keluar dari kamarnya dan hendak menjemur pakaian kaget melihatku telanjang. Aku juga kaget, handukku jatuh dan CD yang mau kupakai baru sebatas lutut. Lama tertegun aku lupa kalau penisku masih bergelantungan.

    “maaf bu, kirain gak ada orang” kataku
    “iya.. iya tapi kok gak buru buru ditutupin, mau pamer ya”
    wah aku tersentak dan langsung merapikan CD ku. Untung bu evi gak marah dan malah menggodaku.
    “anu bu, aku kesiangan jadi gak konsen, maaf ya bu” kataku lagi
    “gak apa apa, mbak juga gak nyangka dapat pemandangan gituan pagi pagi” katanya tersenyum sambil menatap ke arah penisku.
    Aku jadi kepingin iseng menggoda, maklum aku juga suka dengan body bu evi yang selalu mengundang terutama toketnya.
    “kalo mau bukan cuma pemandangan yang bisa dinikmati, barangnya juga bisa kok”
    “yee…. Udah sana ntar telat kerjanya” katanya mengingatkan.
    Ternyata dia gak marah, dan menurut feelingku kayaknya dia ada minat dengan penisku setelah apa yang disaksikannya. Aku bergegas masuk kamar dan cepat cepat berpakaian sekenanya, sebelum berangkat aku mencoba mengisengi bu evi sekali lagi.
    “ntar dilanjutkan ya mbak (aku mulai memanggil mbak)” kataku sambil melongokkan kepala dari pintu kamarku.
    “hus cepat kerja sana… “ bu evi memonyongkan bibirnya sambil tersenyum manis dan menurutku itu sangat menggoda.

    Aku gak konsentrasi di tempat kerja, bayangan godaan bu evi gak bisa lepas dari otakku. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, aku minta ijin bosku untuk pulang dengan alasan nggak enak badan. Aku hanya ingin segera menyelesaikan urusanku dengan bu evi. Memasuki rumah kost, yang pertama kucari adalah motor pak evi, meskipun aku tahu dia biasa kerja pagi tapi aku harus memastikan.
    Yakin aman, aku masuk kamar dan langsung membuka pintu belakangku. Sepi…. Jam jam segini orang sedang kerja, kalaupun dirumah paling mengurung diri dikamar, Mbak diah pasti masih ngurus suaminya yang baru bangun habis kerja malam.
    Aku melangkah kepintu belakang bu evi, perlahan ku ketok pintunya. Dan aku juga sudah mentyiapkan alasan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Pada ketukan kedua aku mendengar langkah kaki mendekati pintu.

    “Ada apa dik hadi” tanya bu evi dengan tersenyum.“itu…. mau melanjutkan yang tadi” kataku
    “kamu nekat ya… pasti bolos ya… “ cecarnya tapi dengan suara berbisik
    “kan udah janji” aku menyahut bodo bodohan.
    “kamu serius?”
    “ya.. iyalah, masak nggak” aku udah kepalang menjawab Bu evi memperhatikan sekeliling.
    “masuk sini, nanti diliat orang” katanya. Aku berjingkrak gembira. Ternyata apa yang aku pikirkan tidak meleset. Bu evi memberi jalan kepadaku.
    “ssst… jangan keras keras, evi lagi tidur” bisiknya
    “kamu mau apa?”
    “kan mbak udah ngerti… masak dijelasin lagi” kataku nyengir Lama bu evi terdiam.
    Tapi akhirnya dia tersenyum lagi.
    “rahasia kita berdua ya… jangan sampai orang lain tahu” katanya
    “iya lah mbak … masak aku mau bikin perkara”
    “sama ingat… ini cumin buat senang senang saja, tidak ada perasaan. Aku nggak mau dipaksa paksa ya..”
    “ya mbak, saya setuju” Dengan demikian mulailah petualangan baru dengan bu evi hari itu.
    Sejak lama aku mengagumi toket bu evi ini, maka tak kusia siakan hari itu untuk menikmati sepuasnya. Aku menyusu seperti anak kecil hanya bedanya diiringi dengan desahan desahan kecil bu evi.
    Tubuh hitam manis itu sudah ku miliki sekarang . aku membenamkan wajah ku di belahan toket bu evi. Kunikmati aromanya, aku sangat bergairah. Begitupula bu evi. Kami telah telanjang bulat dan aku bersiap mencari akhir dari permainan ini. Genjotan ku selalu mendapat perlawanan dahsyat. Bu evi bertahan cukup lama, beda dengan mbak diah. Lubang memeknya lebih lengket tidak terlalu banyak cairan. Yang lebih dari memek bu evi ini adalah aku merasa penisku susah dicabut ada yang menyedot dari dalam, dan senyum bu evi pun tak henti hentinya terpampang.

    “aku diatas ya..” tiba tiba dia menghentikan gerakanku.
    Dan tanpa menungggu persetujuanku dia berguling, dengan posisi diatas dia mulai mengatur rithme genjotan.
    “kamu diam saja, nikmati saja ya” katanya dan akupun hanya mengangguk.

    Bu evi mulai dengan gayanya sendiri, kakiku diluruskannya dan meninggalkan penisku tegak, perlahan dia mengangkangi penisku. Dengan bantuan tangannya dimaukkannya penisku kedalam vaginanya, pelan tapi habis sampai ke pangkal. Dia mendesah. Aku merasa ujung penisku ada yang mengganjal. Mungkin mentok. Kembali bu evi tersenyum. Dia mualai bergerak naik turun.

    Aku dapat memandangi seluruh tubuhnya sekarang. Toket besarnya ikut naik turun mengikuti irama gerakan pantatnya. Hanya beberapa menit aku bertahan seperti itu. Aku merasa penisku panas dan terasa laharku sebentar lagi akan menyembur.

    “mbak… aku udah mau keluar” aku memperingatkan.
    “iya sayang aku juga mau… kita sama sama ya…” nafas bu evi mulai memburu, dia mempercepat gerakannya, dan aku berusaha menahan sekuat tenaga agar tidak muncrat duluan.
    Aku ingin member kesan bahwa aku tidak kalah dari dia. Aku kaget ketika bu evi menghempaskan tubuhnya keatas dadaku sambil berkata..
    “aku keluar….. aku keluar… “ didiringi dengan dekapan yang sangat erat dia mengejang beberapa kali.
    Dan aku berniat segera menyusulnya. “mbak … aku keluar” aku bermaksud mencabut penisku tapi dia menahanku.

    “lepaskan didalam saja sayang … aku mau merasakan kehangatan sperma kamu” katanya Kutarik wajah bu evi, dan aku melumat bibirnya, sementara penisku mulai memuntahkan isinya dalam memek bu evi.
    Dia benar benar tahu apa yang harus dilakukan. Dia memutar pantatnya seperti hendak menguras habis isi penisku. Aku tersenyum puas.
    “makasih mbak… mbak hebat sekali”
    “kamu juga hebat sayang… kamu memberiku kepuasan yang berbeda hari ini, lain kali mbak boleh minta kan?”
    “ dengan senang hati mbak” jawabku sambil member kecupan dibibirnya.

    Aku mengahiri hari itu dengan senyuman, dan beristirahat dengan lelap. Aku bermimpi membawa kedua wanita tetanggaku kedalam kamarku dan kami main bertiga. Aku jalani kehidupan seks dengan dua wanita tetangga sekitar satu tahunan lebih, dalam seminggu aku bias bermain 3 sampai empat kali. Jadwal yang baik mebuat mereka tidak tahu satu sama lain kalau aku mengencani mereka berdua. Mbak diah yang putih, cantik dan hyper memberiku kebanggaan sebagai lelaki karena dia sering memberiku pujian atas permainanku. Sedangkan bu evi selalu memberiku kenikmatan lebih saat kami bercinta, memeknya yang hangat dan kering serta sedotannya tidak ku dapat dari wanita manapun.

    Satu persatu mereka pindah dari tempat kost yang banyak memberi kenangan. Keluarga bu evi pindah terlebih dahulu karena membeli rumah saudaranya dengan harga murah dan sekarang tinggal lebih dekat dengan keluarganya. Sedangkan keluarga mbak diah menyusul dua bulan berikutnya karena mas anto membeli rumah disebuah komplek perumahan. Namun demikian kami masih tetap berkomumikasi dan sesekali melakukan pertemuan diam diam dan melanjutkan petualangan kami. Hanya saja tidak bisa sesering ketika masih bertetangga.

  • Cerita Dewasa Aku Di Perkosa Oleh Para Kuli Dengan Nafsu Birahi Besar – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Aku Di Perkosa Oleh Para Kuli Dengan Nafsu Birahi Besar – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2371 views

    Perawanku – Sudah dua jam lebih Upit menunggu lewatnya bus jalur 6A yang biasanya mengantarkannya pergi pulang sekolah. Ya, hanya bus rakyat itulah satu-satunya sarana transportasinya dari Godean ke SMP Negeri favorit di bilangan dekat perguruan tinggi negeri. Tapi sejauh ini, bus itu belum nongol-nongol juga.

    Padahal kakinya sudah semutan terus berdiri di depan proyek bangunan berlantai tiga yang rencananya untuk restoran ayam goreng terkenal dari Amerika itu. Upit yang kelas satu dan belum sebulan ini masuk sekolah barunya, melirik sekali lagi jam tangannya hadiah dari kakaknya yang kerja di Batam. Pukul lima siang lewat sepuluh menit. Inilah arloji hadiahnya jika masuk SMP favorit. Gadis 12 tahun bertubuh imut tapi tampak subur itu memang pintar dan cerdas. Tak heran jika ia mampu menembus bangku sekolah idamannya. Agen Judi Online

    Cuaca di atas langit sana benar-benar sedang mendung. Angin bertiup kencang, sehingga membuat rambut panjang sepinggangnya yang lebat tapi agak kemerahan itu berkibar-kibar. Hembusannya yang dingin membuat gadis berkulit kuning langsat dan berwajah ayu seperti artis Paramitha Rusady itu memeluk tas barunya erat-erat untuk mengusir hawa dinginnya. Berulang kali bus-bus kota lewat, tapi jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung lewat juga. Sejenak Upit menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut. Tampak puluhan pekerjanya yang tengah meneruskan kegiatannya, walaupun cuaca sedang jelas hendak hujan deras. Hilir mudik kendaraan yang padat kian membuat kegelisahannya memuncak.

    Mendadak hujan turun dengan derasnya. Spontan saja, Upit dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di antaranya dua pasang anak SMA dan seorang bapak-bapak secara bersamaan numpang berteduh masuk ke lokasi proyek yang pintunya memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu serta teduh oleh tritisan beton. Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko fotocopy yang berada di sebelah bangunan proyek itu. “Numpang berteduh ya, Pak!” pinta ijin bapak-bapak itu disahuti teriakan “iya” dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek. Tapi dalam beberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat.

    Tak sampai lima menit kedua anak SMA itupun mendapatkan bus mereka. Kini Upit sendirian duduk menggigil kedinginan.
    “Aduh..!” kaget Upit yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang. Tampak wajah gelisah dan menyesalnya karena melamun.
    “Mau pakai 6A, ya Dik?” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiri di sampingnya Upit yang tengah mondar-mandir di depan bangku.
    Upit sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali.
    “Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?!”
    “Tenang saja, jalur 6A-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya!” ujarnya sambil masuk ke dalam.

    Upit hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 6A lewat. Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat. Upit melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedang istirahat. Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Upit. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya.

    Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah mendekap mulut dan memiting lehernya. Upit kaget dan berontak. Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Upit untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek.

    “Diam anak manis! Atau kami gorok lehermu ini, hmm!” ancam kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati tajam di lehernya, sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senang penuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuh Upit yang sintal padat berisi itu. Upit hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana takut yang mencekam. Tak berapa lama gadis cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya. Sedangkan tawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka menanggalkan pakaiannya masing-masing.

    Upit melotot melihatnya.
    “Jangan macam-macam kamu, ya. Hih!” ancamnya lagi sambil membanting tubuh Upit di atas hamparan tenda deklit oranye yang sengaja digelar untuk Upit. Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Upit tampak menggigil ketakutan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat.
    “Tolong.. tolong ampuni saya Pak.. jangan sakiti aku.. kumohon.. toloong, ouh.. jangan sakiti aku..” pinta Upit merengek-rengek histeris sambil berlutut menyembah-nyembah mereka.

    Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Upit, sedangkan lainnya mulai menyocok-ngocok batang zakarnya masing-masing.
    “Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat!” perintah yang berbadan paling kekar dan usia sekitar 30 tahun itu yang tampaknya adalah mandornya sambil mencambuk tubuh Upit dengan ikat pinggang kulitnya.
    “Cter!”
    “Akhh.. aduh! Sakit, Pak.. akhh..!” jerit kesakitan punggungnya yang kena cambuk sabuk.
    Tiga kali lagi mandor itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh minta ampun. Upit menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan.

    “Cepat lakukan perintahku, anak manja! Hih!” sahut mandor sambil melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Upit yang memang tumbuhnya belum seberapa besarnya, bisa dikatakan, buah dadanya Upit baru sebesar tutup teko poci. Upit kembali meraung-raung.
    “Iya.. iya Pak.. tolong, jangan dicambuki.. sakiit.. ouh.. ooh.. huk.. huuh..” ucap Upit yang telah basah wajahnya dengan air mata.
    Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka.
    “Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya.”
    “Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananya yaa?”
    Perlahan Upit beranjak berdiri dengan isak tangisnya.
    “Sambil menari, ayo cepat.. atau kucambuk lagi?” desak mandor mengancam.
    Upit hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang zakar mereka telah ereksi semua dengan kencangnya.

    Upit perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMP-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi. Riuh tapi berirama dangdut. Sorak-sorai mewarnai jatuhnya bajunya. Upit kian pucat. Kini gadis itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Upit tinggal hanya memakai BH dan CD serta sepatu. Sepatu dilepas. Upit lama sekali tak melepas-lepas BH dan CD-nya. Dengan galak, mandor mencabuk punggungnya.

    “Cter!”
    “Auukhh.. ouhk..!” jerit Upit melepas BH dan CD-nya dengan buru-buru.
    Tentu saja dia melakukannya dengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Upit belum memiliki rambut kemaluan. Masih halus mulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus.

    Sedetik kemudian, rambut Upit dijambak untuk dipaksa berlutut di depan mandor. Upit nurut saja.
    “Ayo dikulum, dilumat-lumat di disedoot.. kencang sekali, lakukan!” perintahnya menyodorkan batang zakarnya ke arah mulut Upit.
    Upit dengan sesenggukan melakukan perintahnya dengan wajah jijik.
    “Asyik.. terus, lebih kuat dan kencang..!” perintahnya mengajari juga untuk mengocok-ngocok batang zakar mandor.
    Upit dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang zakarnya mandor yang sangat keasyikan. Seketika zakar itu memang kian ereksi tegangnya. Bahkan mandor menyodok-nyodokkan batang zakarnya ke dalam mulut Upit hingga gadis itu nyaris muntah-muntah karena batang zakar itu masuk sampai ke kerongkongannya.

    Di belakang Upit dua kuli mendekat sambil jongkok dan masing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Upit sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu.
    “Ouuhk.. hmmk.. aauuhk.. hmmk..!” menggerinjal-gerinjal mulut Upit yang masih menyedot-nyedot zakar mandor.
    Tak berapa lama spermanya muncrat di dalam mulut Upit.
    “Creeot.. cret.. croot..!”
    “Telan semua spermanya, bersihkan zakarku sampai tak tersisa!” perintah galak sambil menjambak rambut Upit.
    Gadis itu menurut pasrah. Sperma ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung zakar mandor sampai bersih.

    Mandor mundur. Kini Upit kembali melakukan oral seks terhadap zakar kuli kedua. Dalam sejam Upit telah menelan sperma lima puluh enam kuli! Tampak sekali Upit yang kekenyangkan sperma itu muntah-muntah sejadinya. Tapi dengan galak mandor kembali mencambuknya. Tubuh bugil Upit berguling-guling di atas deklit sambil dicambuki omandor. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan zakarnya ke dalam vagina sempit Upit. Gadis itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian. Sperma-sperma berlepotan di vagina dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang spermanya di sekujur tubuhnya Upit. Upit benar-benar tak tahan lagi. Tiga jam kemudian gadis itu pingsan. Dasar kuli rakus, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak tiga kali. Darah mengucur deras dari vagina Upit yang malang.

  • Cerita Sex Awal Mau Kerja Malah jadi Budak Seks Nyonyaku

    Cerita Sex Awal Mau Kerja Malah jadi Budak Seks Nyonyaku


    1008 views

    Perawanku – Cerita Sex Awal Mau Kerja Malah jadi Budak Seks Nyonyaku, Tujuanku datang ke Jakarta sebenarnya untuk merubah nasib. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan di kota besar, justru lebih keras dan pada di desa. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli. Selembar ijazah SMP yang kubawa dari desa, ternyata tidak ada artinya sama sekali di kota ini. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur.

    Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Sedangkan untuk kembali ke kampung, rasanya malu sekali karena gagal menaklukan kota metropolitan yang selalu menjadi tumpuan orang-orang kampung sepertiku.

    Seperti hari-hari biasanya, siang itu udara di Jakarta terasa begitu panas sekali. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Tapi seperti yang selalu terjadi. Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. Keputusasaan mulai menghinggapi diriku. Entah sudah berapa kilometer aku berjalan kaki. Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat. Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. Aku berteduh di bawah pobon, sambil menghilangkan pegal-pegal di kaki.

    Setiap hari aku berjalan. Tidurpun di mana saja. Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja. Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Karena bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan beberapa hari lagi. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.

    Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Juga orang-orang yang yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Tidak ada seorangpun yang peduli antara satu dengan lainnya. Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang wanita yang tampak kesal karena mobilnya mogok. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Entah kenapa aku jadi merasa kasihan. Padahal aku sendiri perlu dikasihani. Aku bangkit berdiri dan melangkah menghampiri.
    “Mobilnya mogok, Nyonya..?”, tegurku dengan sikap ramah.
    “Eh, iya. Nggak tahu ya kenapa, tiba-tiba saja mogok”, sahutnya sambil memandangiku penuh Curiga.
    “Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin.
    “silakan kalau bisa.”

    Waktu di kampung aku sering bantu-bantu paman yang buka bengkel motor. Terkadang ada juga mobil yang minta diperbaiki. Tapi namanya di kampung, jarang orang yang punya motor. Apa lagi mobil. Makanya usaha paman tidak pernah bisa maju. Hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

    Seperti seorang ahli mesin saja, aku coba melihat-lihat dan memeriksa segala kemungkinan yang membuat mesin mobil ini tidak mau hidup. Dan entah mendapat pertolongan dari mana, aku menemukan juga penyakitnya. Setelah aku perbaiki, mobil itu akhirnya bisa hidup kembali. Tentu saja wanita pemilik mobil ini jadi senang. Padahal semula dia sudah putus asa. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu. Langsung disodorkan padaku. Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala.
    “Kenapa? Kurang..?”, tanyanya.
    “Tidak, Nyonya. Terima kasih”, ucapku menolak halus.
    “Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi.
    “Terima kasih Nyonya. Saya cuma menolong saja. Saya tidak mengharapkan imbalan”, kataku tetap menolak. Padahal uang itu nilainya besar sekali bagiku. Tapi aku malah menolaknya.

    Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya.
    “Maaf, kelihatannya kamu dan kampung..?” ujarnya bernada bertanya ingin memastikan.
    “Iya, Nyonya. Baru seminggu saya datang dari kampung”, sahutku polos.
    “Terus, tujuannya mau kemana?” tanyanya lagi.
    “Cari kerja”, sahutku tetap polos.
    “Punya ijazah apa?”.
    “Cuma SMP.”
    “Wah, sulit kalau cuma SMP. Sarjana saja banyak yang jadi pengangguran kok. Tapi kalau kamu benar-benar mau kerja, kamu bisa kerja dirumahku”, katanya langsung menawarkan.
    “Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat.
    “Apa saja. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki. Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Kamu bisa setir mobil apa. Kalau memang bisa, kebetulan sekali”, sahutnya.

    Sesaat aku jadi tertegun. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu. Tapi aku memang membutuhkan pekerjaan saat ini. Daripada jadi gelandangan, tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung menerima pekerjaan yang ditawarkan wanita itu saat itu juga, detik itu juga aku ikut bersama wanita ini ke rumahnya.

    Ternyata rumahnya besar dan megah sekali. Bagian dalamnyapun terisi segala macam perabotan yang serba mewah dan lux. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi. Letaknya bersebelahan dengan dapur. Ada empat kamar yang berjajar. Dan semuanya sudah terisi oleh pembantu yang bekerja di rumah ini. Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar. Aku hitung, semua yang bekerja di rumah ini ada tujuh orang. Kalau ditambah denganku, berarti ada delapan orang. Tapi memang pantas. mengurus rumah sebesar ini, tidak mungkin bisa dikerjakan oleh satu orang. Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah. Juga suaminya yang lebih sering berada di luar kota atau ke luar negeri. Sedangkan kedua anaknya sekarang ini sekolah di luar negeri. Aku jadi heran sendiri. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.

    Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan. Begitu juga yang terjadi denganku. Dari jadi pembantu yang tugasnya membersihkan rumah dan merawat tanaman, aku diangkat jadi sopir pribadi Nyonya majikan. Bukan hanya jadi sopir, tapi juga sekaligus jadi pengawalnya. Kemana saja Nyonya Majikan pergi, aku selalu berada di sampingnya. Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas. Terus terang, pada dasarnya memang aku tampan dan memiliki tubuhnya yang tegap, atletis dan berotot. Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal pribadinya.

    Aku bisa berkata begitu karena bukan cuma jadi sopir dan pengawal saja. Tapi juga jadi pendampingnya di ranjang dan menjadi penghangat tubuhnya. Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Tidak lagi menempati kamar yang khusus untuk pembantu.

    Semua bisa terjadi ketika malam itu aku baru saja mengantar Nyonya pergi berbelanja. Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku langsung dipanggil untuk menemuinya. Semula aku ragu dan hampir tidak percaya, karena langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya. Tapi memang Nyonya memintaku untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia menyuruhku untuk menutup pintu, setelah aku berada di dalam kamar yang besar dan mewah itu.

    Aku tertegun, apa lagi saat melihat Nyonya Majikanku itu hanya mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis sekali, sehingga setiap lekuk bentuk tubuhnya membayang begitu jelas sekali. Dan di balik pakaiannya yang tipis itu, dia tidak mengenakan apa-apa lagi. Beberapa kali aku menelan ludah sendiri memandang keindahan tubuhnya. Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku.
    “Nyonya”.
    “Malam ini kau tidur di sini bersamaku.”
    “Eh, oh..?!”

    Belum lagi aku bisa mengeluarkan kata-kata lebih banyak, Nyonya Wulandari sudah menyumpal mulutku dengan pagutan bibirnya yang indah dan hangat menggairahkan. Tentu saja aku jadi gelagapan, kaget setengah mati. Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu. Bcrbagai macam perasaan herkecamuk di dalam dada. Ragu-ragu aku memegang pinggangnya

    Nyonya Wulandari membawaku ke pembaringannya yang besar dan empuk Dia melepaskan baju yang kukenakan, sebelum menanggalkan penutup tubuhnya sendiri. Dan membiarkannya tergeletak di lantai.

    Mataku seketika jadi nanar dan berkunang-kunang. Meskipun usia Nyonya Wulandari sudah hampir berkepala empat, tapi memang dia merawat kecantikan dan tubuhnya dengan baik. Sehigga tubuhnya tetap ramping, padat dan berisi. Tidak kalah dengan tubuh gadis-gadis remaja belasan tahun. Bagaimanapun aku lelaki normal. Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari. Apa lagi aku tahu kalau sudah dua minggu ini suaminya berada di luar negeri. Sudah barang tentu Nyonya Wulandari merasa kesepian.
    “Oh, ah..”

    Nyonya Wulandari mendesis dan menggeliat saat ujung lidahku yang basah kian hangat mulai bermain dan menggelitik bagian ujung atas dadanya yang membusung dan agak kemerahan. Jari-jari tangankupun tidak bisa diam. Membelai dan meremas dadanya yang padat dan kenyal dengan penuh gairah yang membara Bahkan jari-jari tanganku mulai menelusuri setiap bagian tubuhnya yang membangkitkan gairah. Aku melihat Nyonya Wulandari dan sudah tidak kuasa lagi menekan gairahnya. Sesekali dia merintih dengan suara tertahan sambil mendesak-desakkan tubuhnya Mengajakku untuk segera mendaki hingga ke puncak kenikmatan yang tertinggi. Tapi aku belum ingin membawanya terbang ke surga dunia yang bergelimang kehangatan dan kenikmatan itu. Aku ingin merasakan dan menikmati dulu keindahan tubuhnya dan kehalusan kulitnya yang putih bagai kapas ini.
    “Aduh, oh. Ahh.., Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih..”, desah Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan.

    Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus. Tapi aku sudah tidak bisa lagi merasakan kehalusan kulit pahanya itu. Karena sudah basah oleh keringat. Nyonya majikanku itu benar-benar sudah tidak mampu lebih lama lagi bertahan. Dia memaksaku untuk cepat-cepat membawanya mendaki hingga ke puncak kenikmatan. Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan. Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah. Saat itu kedua mata Nyonya Wulandari terpejam. Dan dan bibirnya yang selalu memerah dengan bentuk yang indah dan menawan, mengeluarkan suara desisan panjang, saat merasakan bagian kebanggaan tubuhku kini sudah sangat keras dan berdenyut hangat mulai menyentuh dan menekan, mendobrak benteng pertahanannya yang terakhir. Akhirnya batang penisku menembus masuk sampai ke tempat yang paling dalam divaginanya.
    “Okh, aah..!”

    Nyonya Wulandari melipat kedua kakinya di belakang pinggangku. Dan terus menekan pinggulku dengan kakinya hingga batang kebanggaanku melesak masuk dan terbenam ke dalam telaga hangat yang menjanjikan berjuta-juta kenikmnatan itu. Perlahan namun pasti aku mulai membuat gerakan-gerakan yang mengakibatkan Nyonya Wulandari mulai tersentak dalam pendakiannya menuju puncak kenikmatan yang tertinggi.

    Memang pada mulanya gerakan-gerakan tubuhku cukup lembut dan teratur Namun tidak sampai pada hitungan menit, gerakan-gerakan tubuhku mulai liar dan tidak terkendali lagi. Beberapa kali Nyonya Wulandari memekik dan mengejang tubuhnya. Dia menggigiti dada serta bahuku. Bahkan jari-jari kukunya yang tajam dan runcing mulai mengkoyak kulit punggungku. Terasa perih, tapi juga sangat nikmat sekali. Bahkan Nyonya Wulandari menjilati tetesan darah yang ke luar dari luka di bahu dan dadaku, akibat gigitan giginya yang cukup kuat.

    Dan dia jadi semakin liar, hingga pada akhirnya wanita itu memekik cukup keras dan tertahan dengan sekujur tubuh mengejang saat mencapai pada titik puncak kenikrnatan yang tertinggi. Dan pada saat yang hampir bersamaan, sekujur tubuhku juga menegang Dan bibirku keluar suara rintihan kecil. hanya beberapa detik kemudian aku sudah menggelimpang ke samping, sambil menghembuskan napas panjang. Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat. Aku memeluk punggungnya yang terbuka, dan merasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat. Nyonya Wulandari menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua. Aku sempat memberinya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelum memejamkan mata. Membayangkan semua yang baru saja terjadi hingga terbawa ke dalam mimpi yang indah.

    Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya. Dan kalau sudah begitu, menjelang pagi aku baru keluar dari sana dengan tubuh letih. Semula aku memang merasa beruntung bisa menikmnati keindahan dan kehangatan tubuh Nyonya Majikanku. Tapi lama-kelamaan, aku mulai dihinggapi perasaan takut. Betapa tidak, ternyata Nyonya Wulandari tidak pernah puas kalau hanya satu atau dua kali bertempur dalam semalam. Aku baru menyadari kalau ternyata Nyonya Majikanku itu seorang maniak, yang tidak pernah puas dalam bercinta di atas ranjang.

    Bukan hanya malam saja. Pagi, siang sore dan kapan saja kalau dia menginginkan, aku tidak boleh menolak. Tidak hanya di rumah, tapi juga di hotel atau tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk bercinta dan mencapai kenikmatan di atas ranjang. Aku sudah mulai kewalahan menghadapinya. Tapi Nyonya Wulandari selalu memberiku obat perangsang, kalau aku sudah mulai tidak mampu lagi melayani keinginannya yang selalu berkobar-kobar itu. Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya. Tapi juga jadi kekasihnya di atas ranjang.

    Mungkin karena aku sudah mulai loyo, Nyonya Wulandari membawaku ke sebuah club kesegaran. Orang-orang bilang fitness centre. Di sana aku dilatih dengan berbagai macam alat agar tubuhku tetap segar, kekar dan berotot. Dua kali dalam seminggu, aku selalu datang ke club itu. Memang tidak kecil biayanya. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Karena ditanggung oleh Nyonya Wulandari. Dan di rumah, menu makanankupun tidak sama dengan pembantu yang lainnya. Nyonya Wulandari sudah memberikan perintah pada juru masaknya agar memberikan menu makanan untukku yang bergizi. Bahkan dia memberikan daftar makanan khusus untukku.

    Terus terang, aku merasa tidak enak karena diperlakukan istimewa. Tapi tampaknya semua pembantu di rumah ini sudah tidak asing lagi. Bahkan dari Bi Minah, yang tugasnya memasak itu aku baru tahu kalau bukan hanya aku yang sudah menjadi korban kebuasan nafsu seks Nyonya Wulandari. Tapi sudah beberapa orang pemuda seusiaku yang jadi korban. Dan mereka rata-rata melarikan diri, karena tidak tahan dengan perlakuan Nyonya Wulandari.

    Aku memang sudah tidak bisa lagi menikmati indahnya permainan di atas ranjang itu. Apa lagi Nyonya Wulandari sudah mulai menggunakan cara-cara yang mengerikan, Untuk memuaskan keinginan dan hasrat biologisnya yang luar biasa dan bisa dikatakan liar. Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak. Tapi Nyonya Wulandari malah mendapat kepuasan. Wanita ini benar-benar seorang maniak. Dan aku semakin tidak tahan dengan perlakuannya yang semakin liar dan brutal. Meskipun kondisi tubuhku dijaga, dan menu makanankupun terjamin gizinya, tapi batinku semakin tersiksa. Beberapa orang pembantu sudah menyarankan agar aku pergi saja dan rumah ini. Rumah yang besar dan megah penuh kemewahan ini ternyata hanya sebuah neraka bagiku.

    Aku memang ingin lari, tapi belum punya kesempatan. Tapi rupanya Tuhan mengabulkan keinginanku itu. Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang. Aku sendiri yang menjemputnya di bandara. Dan tentu tidak sendiri saja, tapi bersama Nyonya Wulandari. Di dalam perjalanan aku tahu kalau suami Nyonya Majikanku itu hanya semalam saja. Besok pagi dia sudah harus kembali ke Tokyo. Dari kaca spion aku melihat tidak ada gurat kekecewaan di wajah Nyonya Wulandari. Padahal sudah hampir sebulan suaminya pergi Dan kini pulang juga hanya semalam saja. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput.

    Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku bergegas ke kamar. Kesempatan bagiku untuk kabur dan rumah neraka ini. Karena Nyonya Wulandari sedang sibuk dengan suaminya. Aku langsung mengemasi pakaian dan apa saja milikku yang bisa termuat ke dalam tas ransel. Saat melihat buku tabungan, aku tersenyum sendiri. Sejak bekerja di rumahi ini dan menjadi sapi perahan untuk pemuas nafsu Nyonya Majikan, tabunganku di bank sudah banyak juga. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan. Semuanya aku simpan di bank. Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Tidak ada yang tahu kalau aku punya cukup banyak simpanan di bank. Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu. Karena rencananya memang mau kabur, aku tidak perlu lagi berpamitan. Bahkan aku ke luar lewat jendela.

    Malam itu aku berhasil melarikan diri dari rumah Nyonya Wulandari. Terbebas dari siksaan batin, akibat terus menerus dipaksa dan didera untuk memuaskan nafsu birahinya yang liar dan brutal. Tapi ketika aku lewat di depan garasi, ayunan langkah kakiku terhenti. Kulihat Bi Minah ada di sana, seperti sengaja menunggu. Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh. Aku melangkah menghampiri. Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya.
    “Jangan datang lagi ke sini. Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku.
    “Terima kasih, Bi”, ucapku.
    Bi Minah kembali tersenyum. Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas meniggalkan rumah itu. Aku langsung mencegat taksi yang kebetulan lewat, dan meminta untuk membawaku ke sebuah hotel.

    Untuk pertama kali, malam itu aku bisa tidur nyenyak di dalam kamar sebuah hotel. Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Aku memang sudah bertekad untuk kembali ke desa, dan tidak ingin datang lagi ke Jakarta.

    Dari hasil tabunganku selama bekerja dan menjadi pemuas nafsu Nyonya Wulandari, aku bisa membuka usaha di desa. Bakkan kini aku sudah punya istri yang cantik dan seorang anak yang lucu. Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain. Kemewahan memang tidak selamanya bisa dinikmati. Justru kemewahan bisa menghancurkan diri jika tidak mampu mengendalikannya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Desahan Wanita Jilbab

    Cerita Sex Desahan Wanita Jilbab


    1819 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Desahan Wanita Jilbab ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Berbusana Jilbab nampak cantik apalagi tubuhnya yang begitu montok dan seksi tentunya banyak menarik perhatian orang, aku pernah satu kali melihat dia sedang tidak memakai pakaian jilbabnya saat maen di kostnya dan ternyata Aning tambah sunggug luar biasa super sexy, dengan menonton sia sedang pakai baju tidur rasanya aku ingin menjamahnya.

    Tapi dia selalu menolak aku ajak untuk berhubungan paling kita hanya berciuman tidak lebih dari itu, siang ini Aning aku ajak jalan jalan disebuah hutan wisata yag mana memang pemandangan asri dan enak jika dibuat pacaran, sesampainya disana aku mencari tempat asik langsung menatap luas pemandangan hijau.

    Tak sengaja tanganku asyik mngelus elus jemarinya di atas pahanya Aningpun menatapku dengan sayu Segera kucium bibirnya yang mungil Aningpun menyambut dengan antusias.Lidahnya dengan lincah memilin lidahku hingga membuatku tersengal sengal Kudekap erat tubuhnya sambil tangan kananku meremas remas pantatnya yang bahenol.

    Tubuhnyapun bergetar hebat Pelahan tanganku merayap menyingkapkan rok panjangnya dan ketelusupkan jemariku ke dalam celana dalamnya Mas jangan ahhh malu dilihat orang katanya sembari mencoba mencegah tanganku beraksi lebih lanjut.

    Pindah tempat yuk yang lebih aman ajakku sambil terus mencoba meremas payudaranya Aning langsung menggelinjang Terasa buah dadanya yang ranum mulai mengeras tanda bahwa Aning mulai terangsang hebat.“Cerita Ngentot Jilbab”

    Matanya yang sayu jadi tampak mesum tanda Aning dilanda rangsangan berahi yang amat dahsyat Kamipun segera berbenah diri membetulkan pakaian yang sempat berantakan. Singkat cerita kami sampai di hotel P Saat itu hari sudah gelap.

    Setelah menyelesaikan urusan pembayaran hotel kamipun segera masuk ke kamar 122 Sejenak aku dan Aning merasa canggung.Maklum selama ini nggak pernah ke hotel apalagi hanya berdua dengan cewek manis.

    Sebenarnya aku sudah nggak tahan lagi ingin mencium dia lagi dan tahu sendirilah selanjutnya Tapi gimana lagi lha wong Aning hanya diam terpaku.Aku jadi malah takut jangan jangan dia menyesal telah mau kuajak nginap di hotel.“Cerita Mesum Jilbab”

    Em lagi mikirin apa Kok termangu mangu tanyaku sambil menghampirinya Aning hanya memandangku sekilas Sudahlah tiduran saja di kasur aku nanti biar tidur di sofa Aku janji nggak akan menyentuhmu kecuali kalu Aning pengen kataku lagi sambil menuju sofa.

    Tiba tiba Aning menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya Aning tak menolaknya. Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik malam ini.Aning tersenyum dan menatapku dalam lalu memejamkan matanya Kucium bibirnya hangat dia menerimanya.

    Kucium dia dengan lebih galak dan dia membalasnya lalu tangannya merangkul pundakku Kami berciuman dengan penuh nafsu Kusibakkan jilbabnya yang menutupi lehernya lalu aku turun ke lehernya.

    Aningpun mendesah aaaahh Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok Aning mendesah lagi dam menjambak rambutku.Setelah beberapa saat kulepaskan dia Aning sudah terangsang kulucuti pakaiannya kaos dalamnya kulepas bra nya tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku dengan punting merah coklat cerah yang telah mengeras.

    Kubasahi telunjukku dan mengelusnya Aning hanya memjamkan matanya dan menggigit bibirnya.Kulanjutkan melucuti rok panjangnya dia memakai CD berenda putih transparan sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab Sengaja aku tidak melepas jilbabnya karena Aning tampak lebih sexy dengan hanya memakai jilbab namun telanjang bulat di bawahnya.

    Dan WOW ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi rambut di sekitas bibir kemaluannya bersih hanya di bagian atasnya Dan vaginanya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar dan mulai basahKamu rajin mencukur ya tanyaku.“Cerita Hot Jilbab”

    Dengan wajah memerah dia mengiyakan Kupangku dia dan mulai menciuminya lagi dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya kujilati kutekan bahkan kugigit kecil dengan gigiku Aning menggelinjang keasyikan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan.

    Tangan kananku mulai memainkan clit-nya ternyata sudah banjir kugesek klitorisnya dengan jari tengahku perlahan lahan desahan dan lenguhan makin sering kudengar Seirama dengan sapuan lidahku di puntingnya Aning makin terangsang dia bahkan menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya.

    Mas enakh banget enakh Desahannya dan lenguhannya Kira kira 5 menit dari kumulai badannya mulai mengejang dan Mas Aning mo keluaaaarrr Sambil berteriak Aning orgasme denyutan vagina kurasakan di tangan kananku Aning kemudian berdiri Sekarang giliranmu katanya.

    Celanaku langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring Salah satu tangannya memegang kontolku dan yang lain memegang zakarnya dia mengelusnya dengan lembut mmmmhhh desahku.

    Enak ya Mas Akupun mengangguk Aning mulai menciumi kontolku dan mengelus Kontolnya dan mengemutnya dan mengocoknya dengan mulutnya Terasa jutaan arus listrik mengalir ke tubuhku kocokannya sungguh nikmat.

    Aku heran sejak kapan dia belajar mengulum dan mengocok kontol lelaki Nampak dia sudah sangat mahir dalam urusan kocok mengocok kontol laki laki Belajar darimana Em kok lincah banget tanyaku Hmmm aku pernah liat BF bareng teman teman di kantor.

    Kayaknya enak banget dan ternyata memang benar jawab Aning sambil terus mengulum kontolku Aning tampak sexy dengan yang masih terpasang diwajahnya namun telanjang bulat di bawahnya Bibirnya yang mungil sibuk melumat habis kontolku.

    Kupegang kepalanya kuikuti naik turunnya sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian dia berhenti Mas kontolmu lumayan besar dan panjang yach keras lagi aku makin terangsang nich Aku hanya tersenyum lalu kuajak dia main 69 dia mau Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku merah dan kencang sedang Aning masih asyik mengocok kontolku.

    Saat itu aku baru menikmati vagina seorang wanita aku mulai menjilati.Vaginanya harum sekali bau sabun dan bau cairan vagina dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar tiba tiba dia berteriak saat kuhisap vaginanya keras keras “Cerita Sex Terbaru Jilbab”

    Masss I lovvve ittt babbyy dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena vaginanya sedang kujilat dan saat itulah saat pertama aku rasakan cairan wanita yang asam asam pahit tapi nikmat.

    Setelah dia klimaks dia bilang dia capai tapi aku nggak peduli karena aku belum selesai dan aku bilang ke dia kalau aku belum puas saat itulah permainan dilanjutkan Dia mulai melakukan gaya anjing dan aku mulai memasukkan kontolku ke sela sela pahanya yang menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama.

    Baru dijepit pahanya saja rasanya sudah di awang-awang Apalagi kalau kontolku bisa masuk ke vaginanya Beberapa lama kemudian aku bosan dengan gaya itu dan kusuruh dia untuk berada di bawahku Aning memandangku dengan sayu.

    Segera kukulum puting payudaranya yang tampak mengeras itu kontan dia melenguh hebat Ternyata puting payudaranya merupakan titik rangsangnya Dengan diam diam aku mulai memasukkan kontolku ke dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi.

    Perlahan kumasukkan terasa sekali denyutan vaginanya. agak susah kumasuki setelah kontolku masuk kira kira setengah ada sedikit darah mengalir ternyata dia perawan batinku kubisiki dia Emmm sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya.

    Pelahan kugoyang kontolku maju mundur keluar masuk ke liang vaginanya Rintihan kesakitan berubah menjadi desahan kenikmatan.

    Saat aku berada di atas Aning kujilati payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi aku mulai menekannya dengan nafsu dan tentunya kontolku sudah masuk ke dalam vaginanya yang sangat nikmat itu.

    Ooohh nikmat sekali rasanya dia juga menjerit Ssshh seperti ular yang sedang mendekati mangsanya 10 menit kemudian dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku juga mengalami perasaan yang aneh karena sepertinya ada yang mau keluar dari kemaluanku.

    Mass aku mauuu keluaarrr dan aku juga menjawabnya Em kayaknya akuu jugaa maauu nggak sampai 4 atau 5 menit badanku dan Aning sama sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar dari kontolku ke dalam vaginanya dan aku juga merasa ada yang membasahi kontolku dengan amat sangat.

    Setelah itu Aning terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang kecil dan mukanya Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia tertidur pulas dan sekian tuturku kali ini dalam episode

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Mencium Vaginanya Miruko

    Cerita Sex Mencium Vaginanya Miruko


    1705 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Mencium Vaginanya Miruko ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Dulu aku sering mengerim cerita disini karena kali ini aku mendapat pengalaman baruku, maka aku akan share disini lagi kisah ini berbeda dari yang sebelumnya tentang perkenalanku dengan cewek lewat aplikasi MIRC, kisah ku ini terjadi Beijing dimana saat aku kesana musimnya dingin jadi aku kalau kemana mana pakai pakaian tebal supaya tidak kedinginanan.

    Saat itu adalah hari ke 2 saya berada di Beijing dan saya sudah mengetahui tempat makan, tempat jalan dan saya sudah mencoba naik bis di kota Beijing.

    Saya sempat tergiur melihat cewek-cewek Beijing yang berlalu lalang di dalam sekolah tempat saya belajar bahasa Mandarin. Seandainya bahasa Mandarin saya sudah bagus, tentunya saya bisa berkenalan dengan mereka.

    Saat itu saya belum mengenal siapa-siapa selain agen perjalanan yang mengatur di mana saya tinggal dan di mana saya akan mendapatkan pendidikan bahasa Mandarin. Karena tidak ada kerjaan, saya berjalan-jalan di aula sekolah tersebut dan saya melihat sepucuk kertas kecil berisikan nama dan nomor telepon yang menempel di sebuah papan pengumuman.

    Kertas itu bertuliskan dalam bahasa Inggris sehingga saya dapat membacanya dengan jelas. Pemilik kertas itu bernama Zhang Jing Jing atau Miruko (ini adalah nama asli dia, tetapi tidak usah diedit supaya lebih asyik dan menarik).

    Setelah hari berganti senja, saya memberanikan mencoba menelpon Zhang Jing Jing atau Miruko. Dengan bermodalkan bahasa mandarin saya yang pas-pasan dan bahasa Inggris, saya mengutarakan maksud saya untuk belajar bahasa Mandarin dan saya akan membayar dia untuk menjadi guru private saya.

    Dia menawarkan diri untuk mengajar saya bahasa mandarin dengan biaya 10 RMB (Rp 8,000) per 1 jam. Setelah saya setuju dengan harga, dia menawarkan supaya saya datang ke rumah dia keesokan harinya karena kebetulan dia tidak ada kelas dan saya juga belum mulai sekolahnya.

    Tibalah saat waktu les dengan Miruko, saya mandi, makan dan merapikan diri. Setelah semuanya selesai, saya membawa buku tulis dan buku cetak beserta alat tulis ke tempat Miruko. Untuk menemukan tempat Miruko karena saya masih baru sekali di Beijing, saya bertanya letak tempat dia kepada orang-orang sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin jika mereka tidak mengerti bahasa Inggris.

    Akhirnya setelah berapa lama, saya dapat menemukannya. Setibanya di depan pintu kamar Zhang Jing Jing, saya mengetuk pintu kamar dia dan tak lama, seorang gadis bermata sipit yang memiliki tubuh yang bahenol dan berambut panjang membukakan pintu.

    Wajahnya cantik sekali karena terlihat tidak ada noda atau jerawat di wajahnya. Dengan gugup, saya memperkenalkan diri dengan bahasa Mandarin yang belepotan karena bahasa Inggris dia juga tidak terlalu bagus walaupun saya mengerti maksud dia kalau dia bicara bahasa Inggris.

    Akhirnya masuklah saya ke dalam kamarnya yang sangat kecil itu. Saya sempat terperanjat ketika saya masuk dan melihat dia sedang asyik menonton sebuah VCD Cina porno.

    Terlihat di layar televisinya sepasang laki-laki dan cewek chinese yang sedang asyik berpelukan tanpa busana. Sempat terlintas di pikiran saya bahwa guru privat les saya ini sedang “horny”.

    Setelah Miruko melihat saya memperhatikan layar televisi, dia buru-buru mematikan pesawat televisi dan mengajak saya duduk di ranjang sambil menanyakan apa yang saya ingin pelajari.Setelah itu, saya mencoba bicara kepada dia.

    “Wo Yao Wen Ni (aku mau tanya nih)”, tetapi karena saya melafalkan dengan nada yang salah, dia tersenyum kepada saya sambil mengecup bibir saya dengan bibirnya. Saya kaget bercampur senang dan menanyakan kenapa.

    Dia menjelaskan bahwa saya barusan ngomong kalau saya mau cium dia, makanya dia suka saja karena dia bilang saya tampan seperti bekas pacarnya yang sudah meninggal karena kecelakaan di pesawat terbang.Melihat gelagatnya yang menguntungkan buat saya, saya membalas ciuman bibirnya sambil tangan saya mengelus-elus payudara dia yang ternyata sudah mengeras dan mungkin saja akibat pengaruh VCD yang dia tonton di TV.

    Sambil terus memainkan tangan saya di dada Miruko, saya mengulum bibirnya dan saya sempat surprise karena dia mahir sekali memainkan lidahnya.Beberapa menit kemudian, dia melepaskan ciumannya dan dia memberitahu arti kata “ciuman” di dalam bahasa Mandarin.

    Dia juga mengenalkan bagian tubuhnya dan tubuh saya dalam bahasa Mandarin. Saya hanya mengangguk sambil berusaha bertanya pada Miruko dengan menggunakan bahasa Mandarin. Setelah itu, saya menyuruhnya untuk berbaring dan saya mendekatkan mulut ke dalam vaginanya dan sebelum saya mencium vaginanya, saya menyuruh dia untuk ngomong kotor dalam bahasa Mandarin seandainya dia merasa nikmat walaupun saya cuma tahu sedikit kata kata kotor dalam bahasa Mandarin.

    Kemudian, saya mencium klitorisnya dan memainkan lidah saya di klitoris cewek Beijing ini. Miruko merintih-rintih dengan penuh kenikmatan dan dia mulai mendesah-desah dan mengeluarkan bahasa “dewa”nya dan saya tahu bahwa dia sedang berbicara kotor karena merasakan kenikmatan yang maha dahsyat ini.

    “Slurpp”, lidah saya terus merajalela menjelajahi lubang kenikmatan Miruko dan 15 menit kemudian, kepala saya dijepit dengan kuat oleh Miruko sehingga saya menjadi susah bernafas dan pada saat yang bersamaan, dia berteriak dan mengeluarkan bahasa Mandarin yang artinya,

    “Gue klimakss.., sayy..” dan tubuh dia bergetar secara hebat.Saya tidak puas dengan permainan ini walaupun saya tahu dia sudah puas, saya mulai mengeluarkan “burung” saya dari dalam CD dan saya mulai memasukkan penis saya di dalam vaginanya tanpa memberitahukan dia yang masih menikmati momen-momen kenikmatan itu.

    Saat saat memasukkan penis ke dalam vaginanya, dia kaget dan berteriak lirih dalam bahasa Mandarin yang artinya, “Joee.., sakitt..”, tapi aku diam saja dan terus memasukkan penis saya sampai kira-kira menyentuh rahimnya.

    Setelah sampai di ujung liang kenikmatannya, saya mencium bibirnya dan dia membalas ciuman saya dengan panas dan agresif dan tangan saya bermain-main dengan liarnya di payudaranya.

    “Hmm.., Ahh.., inii pertama kali saya main dengan orang Indonesia”, katanya dalam bahasa Mandarin yang kadang-kadang bercampur dengan bahasa Inggris. Saya memainkan penis saya di dalam liang surgawinya, cukup lama sekitar 1 jam, tapi saya tahu bahwa dia sudah mencapai puncak surgawi sekitar 4 kali.

    Tetapi saya belum merasa puas (terus terang saya termasuk Hiperseks apalagi ini adalah kesempatan pertama kali bisa merasakan liang surgawi seorang gadis cina asli), saya meminta dia untuk membelakangi saya dan saya mulai memasukkan penis saya ke anusnya.

    Tiba-tiba dia berteriak dengan penuh sensasi dan berkata, “Joe.., kamu adalah pria terhebat.., bahkan eks saya tidak bisa memuaskan saya begini banyak.., arghh.., ohh..”, sambil menggoyang-goyangkan pantatnya yang membuat saya menjadi semakin nikmat.

    Setelah beberapa lama, saya merasa tidak kuat lagi menahan kenikmatan ini dan saya mengeluarkan “senjata” saya dari anusnya dan menyuruh dia untuk menghisap penis saya. Saya sungguh kaget karena dia menyambut tawaran saya dengan senang hati dan saya tiduran sementara penis saya dihisap oleh Miruko dengan nafsunya.

    Dia menghisap hisap penis saya seperti anak kecil yang sedang mengemut permen loli atau ice cream. Makin lama dia menghisap, makin cepat hisapan dia yang membuat saya merasakan sensasi yang luar biasa dan di suatu waktu, saya mempercepat gerakan saya sehingga Miruko juga mempercepat hisapannya dan,

    “Arghh.., guee keluarr.., Mirukol”, teriak saya dalam bahasa Mandarin dan di saat saya sedang bergetar hebat, saya bisa melihat sperma saya sedang memenuhi mulut Miruko dan setelah dia melepaskan penis saya dari mulutnya, saya melihat dia menelan sperma saya semuanya dan perasaan saya sungguh puas sekali dengan perlakuannya.

    Akhirnya saya tidak jadi les privat karena sudah terlalu lama bercinta dengannya. Saya kecapaian dan tertidur sambil memeluk dia di atas dada saya. Sekali-kali saya mencium kening dan mulutnya dan dia membalasnya dengan mesra dan dia hanya berkata “Xie Xie.., Ni Hen Li Hai (Terima kasih, kamu hebat sekali)”.

    Sesudah kejadian ini, saya dan Miruko menjadi sangat akrab seperti orang pacaran walaupun kami tidak pacaran dan hubungan ini terputus karena dia akan pindah sekolah ke Guang Zhou untuk menemani nenek dan adiknya.

    Sewaktu dia akan pergi meninggalkan Beijing, saya menemani dia ke Airport dan kami berciuman dengan mesranya sebelum dia masuk ke pesawat untuk terbang ke Guang Zhow. Wo Zhen De Hen Xiang Ta (Aku benar benar merindukan dia.., terutama liang surganya yang asyik)

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Gambar Ngentot Teman Sekantor Yang Lagi Sange

    Gambar Ngentot Teman Sekantor Yang Lagi Sange


    1799 views

    Perawanku – Ketika lagi suntuk di kantor ada  teman wanita sungguh enak bukan bisa menghilangkan stres sekaligus bisa bercanda gurau.

    Tapi ada juga yang lagi sama sama sange terus ngentot bareng lo bos ku seperti gambar ngentot teman sekantor yang lagi sange di bawah ini  mereka sama sama sange lalu ngentot di kantornya :

  • Cerita Bokep Perawan Kampus Sexy Bikin Mengairah Semua Pria – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Bokep Perawan Kampus Sexy Bikin Mengairah Semua Pria – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1605 views

    Perawanku – Setelah tiga minggu belajar di kampus ini, ternyata ada mahasiswi baru yang cantik, putih dan bercahaya, pakaiannya juga biasa-biasa saja tetapi semua laki-laki di kelasku, melongok melihat dia. Yaa ampun, cantik benar nih. Jam mata kuliah pertama selesai dan anak-anak laki-laki di kelasku banyak yang kenalan tapi terus terang hanya saya dan temanku berdua bisa dibilang cool, kami hanya keluar dan makan di kantin.

    Saya benar-benar belum punya nyali untuk dekat dengan wanita-wanita di kampus waktu itu. Dan dengan si mahasiswi baru itu pun kenalnya sangat lama sekali. Sebut saja nama panggilannya Lita. Saya yang baru memasuki dunia baru di perkuliahan, dan melihat cewek-cewek di kampus pun begitu menggebu-gebu nafsu birahiku. Tapi saya hanya punya pikiran dan perasaan sama si Lita ini, mungkin banyak cowok lainnya berpikiran dan berperasaan begitu juga, tapi saya tidak PD, dan saya itu bisa dibilang pendiam dan rata-rata menurut teman-teman, saya ini punya wajah lumayan ganteng. Yaa.. itu sih menurut teman-temanku.

    Waktu perkuliahan pun terus berjalan, dan setelah 3 bulan lebih saya mulai akrab dengan Lita ini dan mulai sering ngobrol (sebelumnya hanya kenal senyum saja, ataupun hanya menanyakan tugas mata kuliah). Dan ternyata Dia ini lagi cuti kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta hukum terkenal di Bandung, tapi saya lupa waktu itu dia semester berapa, yang saya ingat waktu itu saya berumur 19 tahun dan dia berumur 22 tahun. Dan ternyata dia sudah punya pacar. Waduh hatiku lemas, walaupun sudah jarang ketemu tetapi statusnya masih resmi pacaran.

    Saat kami berdua ngobrol, dia suka curhat tetapi saya suka mencuri pandangan ke arah buah dadanya yang indah menawan itu. Waduh pokoknya bulat tegap dan sedikit runcing, begitu juga kulitnya tidak satupun bekas goresan luka, hanya putih mulus dan pantatnya bulat menantang. Kalau dilihat dari belakang, waduh.. membuat kemaluan saya berdiri tegap dan ingin kuremas-remas dan ditancap dari belakang. Bayangkan kalau berjalan dia berlenggang-lenggok. Dia memiliki rambut yang indah, hitam dan panjang, berhidung mancung, berbibir tipis, alis dan bulu mata yang lentik (tapi seperti cewek bule). Dan memang cewek ini anak seorang yang kaya raya. Dan kami pun menjadi dekat dan akrab, tapi tidak tahu dia itu sukanya bareng dan jalan sama saya saja. Padahal kan banyak teman cewek di kampus itu ataupun cowok yang lain. Yaa.. tapi saya pun sangat senang sekali bisa jalan bareng sama Lita, Dia pun sering mengajak saya main ke rumahnya. Namun itu tidak pernah terjadi, mungkin saya tidak biasa main ke rumah cewek. Dan akhirnya dia ingin main ke rumah saya, waduh saya juga bingung karena saya juga belum pernah kedatangan teman cewek apalagi seperti dia, tapi dia terus memaksa saya.

    Suatu hari di kampus, mata kuliah satu sudah selesai dan harus masuk lagi untuk mata kuliah yang kedua, tapi waktunya sore hari, dan ketika sudah selesai mata kuliah satu, kami pun merasa BT kalau di kampus saja, dan Lita memaksa saya untuk main ke rumah saya, katanya ingin tahu tempat tinggal saya dan sekaligus ingin curhat. Ya untungnya rumah saya itu hanya ada saudara saya (karena saya tidak tinggal bersama orang tua) dan rumah itu milik nenek saya. Oleh karena itu kehidupan saya bebas dan saling cuek sama anggota keluarga lainnya di rumah itu. Tidak ada saling curiga atau hal apapun, yang penting tidak saling merugikan satu sama lain.

    Kami pun berdua pergi ke rumah saya. Siang bolong, ketika sudah sampai di rumah, Lita saya persilakan masuk ke kamar saya dan ternyata saya tidak grogi atas kedatangan cewek cantik ini. Dan ketika baru mengobrol sebentar lalu dia bicara, Ted panas yaah hawa di Bandung sekarang ini.

    Iya nih! sambil kubawakan minuman dingin yang sangat sejuk sekali.
    Ted.. boleh nggak saya buka baju, kamu jangan malu Ted, saya masih pake pakaian dalam kok, habis panass siihh..
    Waduh memang saya merasa malu waktu itu dan sedikit deg-degan jantungku.
    Aduuh gimana kamu ini, emang kamu nggak malu sama aku? bantahku.

    Tapi kan dia sudah ngomong kalau dia masih memakai pakaian dalam. Kemudian saya keluar kamar sebentar untuk mengambil makanan ringan di lemari es, dan ketika saya memasuki kamar lagi, ya ampun.. pakaian dalam sih pakaian dalam tapi kalau ternyata kalau itu BH yang super tipis dan kelihatan puting susunya. Waduh, saya sangat grogi waktu itu dan saya pun sering memalingkan wajah, tapi tidak dapat dipungkiri, kemaluan saya pun berereksi dan aliran darah saya pun mengalir tidak karuan, apalagi hawa sedang panas-panasnya.
    Ayo sekarang kamu mau curhat lagi? kataku.
    Nggak sih Ted, saya udah minta putus sama dia (pacarnya-red) dan dia setuju untuk resmi putus.
    Ya udah.. abis gimana lagi, katanya.

    Dalam hatiku, asyik dia sudah putus, dan saya pun berpura-pura bersedih, karena memang kasihan melihat wajahnya sedikit pucat dan sedikit menangis. Dia memelukku sambil sedikit bicara kepadaku, tapi itu lho anuku tidak bisa diam dan semakin panas saja suhu tubuhku. Ketika kuelus rambut dan punggungnya, eh dia menciumku dan kubalas ciumannya dan dia membalas lagi, semakin lama kami berciuman dan dia memasukkan lidahnya ke mulutku. Waduh, ini benar-benar mengasyikan dan terus terang ini adalah pertama kali bagiku. Dan dia pun mengeluarkan suara desahan yang sangat lembut dan sensual, dan dituntunnya tanganku ke buah dadanya, langsung saja kuremas-remas dan BH-nya pun kubuka. Wow, buah dada yang sangat indah, putih, bulat berisi dan mancung serta puting yang bagus, sedikit warna merah di seputar putingnya dan berwarna coklat di puncaknya, sekali-kali kupelentir putingnya dan dia pun mendesah kuat, Ssstthh ha.. hah.. aahh.. okhs Ted, bagus Ted, eenakk, suaranya yang kecil dan merdu. Dia membuka bajuku dan aku kini dibuatnya telanjang, tapi aku hanya pasrah saja, tidak ada rasa malu lagi.

    Apa kamu sering melakukan ini sama pacar kamu? kataku.
    Iya Ted, tapi nggak sering.. aaksshh.. kata dia sambil mendesah, tanganku diarahkannya ke liang kemaluannya, dan langsung kuelus-elus sambil lidahku menjilat putingnya yang indah itu. Sedikit-sedikit kuselingi dengan gigitan ringan tepat di puncaknya, dan dia menggeliat keenakan. Dan kemaluannya pun basah. Kubuka celananya dan celana dalamnya secara perlahan.

    Oh iya, kami melakukannya di sofa kamarku tepat di depan TV dan stereo-set. Dan kami lagi sedang mendengarkan lagu-lagu rock barat tahun 70-an, ketika kubuka CD-nya, yes.. dia memiliki kemaluan yang bagus, bulu sedikit, dan memang dia masih perawan, dengan pacarnya juga hanya melakukan oral sex. Tetapi saya belum berani untuk menjilat kemaluannya, saya hanya mengesekkan tangan saya ke bibir kemaluannya. Eh ternyata dia turun dari sofa dan menghisap batang kemaluanku, Aaakshh.. hsstt oks! dia menjilati biji pelerku dan dia mengisap kemaluanku lagi sambil dipegang dan dikocoknya. Waduuhh.. enak sekalii akkhhss.. aliran-aliran darahku mengalir dengan serentak dan ingin kumasukkan kemaluanku ke liang kemaluannya, tapi apa dia mau? Beberapa menit kemudian.. Ted, kamu punya barang gede enggak, kecil enggak, panjang enggak and pendek enggak, tapi bener Ted, saya sangat suka kamu punya barang, katanya sambil berdiri dan lubang kemaluannya dihadapkannya ke wajahku aku semakin tidak kuat saja.

    Langsung saja kujilat liang kemaluannya. Wah agak bau juga nih, tapi bau yang enak. Semakin lama semakin asyik dan sangat enak, dan dia pun merintih-rintih kecil, Uwuuhh oo.. sstt akhs.. akhs.. akhs.. oohh aahh.. sstth, sambil tubuhnya agak bergerak nggak karuan, mungkin jilatanku belum pintar tapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku. Lalu dia berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Tapi saya memberanikan untuk bicara.

    An, kamu masih perawan nggak?
    Iya.. aksshh.. sstt.. sstt aakhs, katanya. Ternyata dugaanku benar.
    Tapi sama pacar kamu itu?
    Iya tapi kalau aku sama dia hanya oral aja, kata Lita.
    Tapi Ted, gimana kalau kita ini sekarang.. dia tidak melanjutkan pembicaraannya.

    Okh.. ookh.. okh.. sstt.. dia mencoba untuk memasukan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya dengan bantuan tangannya. Dengan begitu, aku pun berusaha untuk memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, dan secara perlahan kugesekkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dan sedikit demi sedikit kumasukkan kemaluanku, tapi ini hanya sampai kepala aja, dan.. Ooohh aakksshh.. ahh.. ah.. aahh.. oohh.. sset, dia merintih- rintih. Aku terus menggenjot dia.
    Ted, ternyata pedih juga, aahh! katanya.
    Tapi teruskan saja Ted…
    Kulihat wajahnya memang mengkhawatirkan juga, tapi yang kurasakan adalah kenikmatan, meskipun itu masih tersendat-sendat dan sedikit kehangatan, Ookkhhss.. sstt, aduh nikmatnya, kataku. Dan memang ada sedikit darah di batang kemaluanku dan yes.. semua batang kemaluanku masuk, dan benar-benar nikmat tiada tara, dan hilanglah perawannya dan perjakaku.

    Ssstt.. sstt.. desahannya yang merdu dan menggairahkan apalagi didukung oleh kecantikannya dan mulus kulitnya. Dan kami masih melakukan gaya konvensional dan terus kugenjot naik turun, naik turun dan tumben, aku masih kuat dan menahan kenikmatan ini, karena kalau aku sedang onani, tidak selama ini. Di lantai itu kami melakukannya serasa di surga. Assh.. asshh.. aakss.. oohh.. aksh.. sstt, dia menjerit-jerit tapi biarlah kedengaran oleh saudaraku, yang lagi nonton TV di ruang keluarga. Karena pasti suara jeritan Lita ini kedengaran. Terus Ted, aduhh Ted kok enak sih.. aakss ssttss.. katanya sambil merem melek matanya dan bibirnya yang aduhai melongo ke langit dan langsung kujilat lidahnya. Duuhh aahss sstt duh An, aku mau keluar nih! kataku. Uuhhss sstt jangan dulu dong Ted.. bentar lagi aja, katanya. Tapi memang saya waktu itu sudah nggak kuat, ehh ternyata.. Sss oohh akkhhss.. oohh, duh Ted boleh deh sekarang, kamu dikeluarinnya di sini aja, sambil ditunjukanya ke arah payudaranya. Dan.. Creett.. cret.. cret.. crret dan air maniku yang banyak itu menyemprot ke payudaranya dan sekitar lehernya. Selesailah main-main sama Lita, dan waktu pun menunjukan arah jam 5 lebih dan memang kami sudah telat untuk pergi lagi ke kampus memasuki pelajaran Mata Kuliah kedua.

    Kami berdua terkulai dan ketiduran di lantai itu dalam keadaan masih telanjang, dan lagu di stereo tape-ku pun sudah lama habis. Bangun-bangun sudah hampir jam 19.00, kami pun bergegas berpakaian dan aku pergi ke kamar mandi untuk mandi, sesudah saya selesai mandi dia juga mandi, dan akhirnya kami pergi jalan-jalan sekalian mencari makan. Kami pergi ke daerah Merdeka dan makan. Sesudah itu kami nonton di Bioskop. Di Bandung Indah Plaza (BIP), lupa lagi waktu itu kami nonton apa. Sesudah selesai nonton Lita tidak mau pulang dia ingin menginap di rumah saya. Waduh celaka juga nih anak, ketagihan atau dia lagi ada masalah dengan keluarga di rumahnya. Setelah kami berbincang-bincang, ternyata dia tinggal tidak bersama orang tuanya, sama seperti saya. Dia tinggal bersama bibinya, dan memang tidak ada perhatian bibinya kepada Lita. Dan kami berdua pulang ke rumah saya dengan membawa makanan ringan, minuman (beer dan Fanta). Sesampainya di rumahku, kami berdua mengobrol lagi sambil menonton TV, dan kusuruh dia tidur duluan, kamipun tidur sambil berpelukan terbuai terbawa oleh mimpi indah kami berdua.

    sejak saat itulah kami resmi berpacaran, dengan begitu makin sering juga kami melakukan perbuatan nikmat seperti yang telah kami lakukan sebelumnya.

  • Cerita Sex Kakak Ipar Dan Gadis Cina

    Cerita Sex Kakak Ipar Dan Gadis Cina


    1298 views

    Perawanku – Cerita Sex Kakak Ipar Dan Gadis Cina, Meskipun produk dalam negri ngnggak kalah bersaing dengan produk luar tapi nggak bisa di pungkiri kalo produk Cina saat ini merajai pasaran perdangan dalam negri kita, apalagi produk produk yang di jual melalui media online.

    Sebagai pedagang online seperti yang pernah gw tulis sebelumnya gw akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Cina mencari barang-barang dagangan apa aja yang gw pasarkan di indonesia melalui media online baik dari facebook, camfrog dan link-link forum jual beli yang pastinya agan agan juga tau.

    “mah kalau aku berangkat ke Cina kira kira mbak Fayra bisa nggak ya jadi guide aku di sana?”
    “bisa pah, kan bulan november ini kakak dapet cuti 3 bulan trus kan dia mau pulang ke indo, kemarin aku cf an dah bilang sama mbak Fay katanya papah sampe di sana tanggal 2 aja pas dia dapet cuti trus nanti pulangnya ke indo dia bareng papah”
    “ok deh bos cantik!”
    “huu ngerayu, kakak juga bilang papah langsung ke Macau aja nggak usah ke Cina, soalnya sayang uangnya buat bayar hotel, kalo di Macau papah bisa tidur di platnya kakak”
    “nah terus gimana? Kan urusanku di Cina?”
    “kata kak Fay dari Macau ke Cina itu Cuma 15 menit jalan kaki pah”
    “wah cocok banget kalo gitu”

    Emang awalnya gw nggak berani berangkat karna gw nggak bisa bahasa mandarin atau cantonis tapi mengingat kakak istri gw kerja di sebuah casino di Macau dan beliau pastinya mau jadi guide dan juru bicara gw di sana akhirnya gw nekat berangkat

    Akhirnya tanggal 2 november 2012 kemarin gw menginjakkkan kaki di Aeroporto Internacional de Macau dan gw dah di jemput kakak ipar gw yang keliatan lebih muda dan lebih bersih karna tinggal di negara orang sipit ini

    “udah lama nunggu kak? Tambah sipit aja tiuh mata ketularan orang orang Cina loe”
    “yey udah di tungguin sejam lebih bukan say helo malah ngatain, dasar adek kurang ajar” dia ninju perut gw tapi becanda, akhirnya kita naik bis nomer 3 ke kost tempat dia tinggal selama ini, di dalem bis yang sesek sama kayak di jakarta kita ngobrol kesana kemari, dan 10 menit naik bis kita sampe di kost2an dia yang lumayan dan ternyata emang daerah situ kayak komplek kost kostan WNI yang kerja di situ, dari beberapa cewek orang indonesia yang gw lewatin pada ngelirik nakal ke gw dan ada yang ngomong sama kakak ipar gw pake bahasa canton kayaknya nanya siapa gwa

    “kak cewek yang kost di sini sexy2 banget ya?”
    “eit awas loe kalo nakal gw bilangin inge, cewek di sini yang pendatang sama yang pribumi sama aja! Loe hati2?”
    “maksudnya sama aja gimana? Trus kok hati2 mang kenapa?”
    “ceweknya gatel2 pada minta di garukin, mungkin karna kelamaan puasa jauh dari suami ma pacarnya, hahahahaha”
    “hahahahhhh berarti kakak juga dong? Tapi asik tuh kak buat pelepas stress!”
    “enak aja! Awas loe berani berani macem2 gw laporin ke inge”

    Sekedar gambaran kakak ipar gw ini janda tanpa anak cerai sama suaminya karna malu karna suaminya bandar narkoba yang keciduk polisi , dan buat nutupin malu sama teman, tetangga dan kenalan dia memutuskan jadi TKW, tapi karna dia punya sarjana kerjanya di sini beda dia jadi bandar di meja kasino di tempat perjudian terbesar di Macau dengan tinggi badan 165 ukuran dadanya 36B pantat yang bohai bikin gw ngebayangin gimana rasanya kalo kontol gw masuk pas pake posisi dogy

    “woi ngelamun jorok loe ya, cari makan yuk”

    gwa kaget banget emang bener pas waktu di kagetin gw pas ngelamunin ngentotin dia setelah mandi kakak ipar gw ngajak jalan2 cari makan sampe ke Zhuhai (China) daerah perbatasan antara Macau dan china kami makan jalan jalan sampe malem, pas sampe di kost dia udah jam 10 malem waktu Macau kalo di jakarta masih jam 9 malem dia ngambil anduk trus masuk kamar mandi yang emang ada di dalem kamar setengah jam dia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan tank-top tanpa bra soalnya keliatan pentilnya di ujung mancung kaosnya dan celana pendek berbahan lembut awalnya gua juga mengira dia nggak pake cd tapi pas ngeliat dia duduk di sebelah gwa, keliatan tali g-string di pinggangnya soalnya kaosnya nggak bisa nutupin perutnya pas dia ngangkat tangan, kami nonton tv sambil masih ngobrolin keluarga di jakarta

    “kak kamar ini kan ada kasurnya dua kok kakak Cuma sendirian?”
    “Temenku sekamar aslinya orang Cina, dia ada urusan dah seminggu ini belum balik jadi kan kasurnya bisa kamu pake”
    “owh kirain orangnya belum pulang trus nanti kalo dia pulang aku tidur ma kak Fayra? He he he”
    “yey ngarep banget” sambil dia ngedorong aku “nanti kalo sewaktu waktu dia dateng aku tidur sama dia kamu tidur sendiri di sini”
    “iya iya kuatir banget sih, eh kak nggak pake BH ya tuh ujungnya keliatan”
    “kurang ajar nih, mata loe tuh jelalatan ya” sambil di lempar bantal yang di pangku dia sambil kami tertawa tawa
    “jangan jangan nggak pake cd juga ya?”
    “enak aja..! ya pake lah..” dia berbalik membelakangi gw mengambil gelas dan saat itu gw ngeliat jelas pantatnya karna celananya ketarik
    “wuich itu pantat sexy banget, pake g-string wakakakakak”
    “Beni rese banget sih ngintip ngintip”
    “siapa yang ngintip? Orang kakak yang balik badan ngasih liat sendiri gitu!” jujur aja gw saat itu juga langsung konak gan, tapi masih nggak berani ngapa ngapain

    “udah ah aku tidur dari pada loe makin keenakan ngeliatin badan gwa” dia langsung menuju kasur kosong tempat temennya dan narik selimut masih sambil ikutan nonton tv malam itu akhirnya malam pertama gua ngerasain tidur di Macau paginya gua bangun duluan, karna emang udah biasa gw bangun pagi nganterin anak gw sekolah, dan gw liat kakak ipar gw masih tidur ngangkang keliatan banget belahan mexynya dari celana kainnya dan gw perhatiin kulit pahanya mulus banget sama pentil toketnya gw perhatiin rada2 nonjol kayak lagi horny, ngeliatin yang begituan kontol gw juga langsung bangun apalagi pagi2 gini, langsung aja deh gw ngelus2 pusaka gw sambil ngebayangin dia, udah nggak tahan akhirnya gw masuk kamar mandi langsung coly sampe crot lima kali trus langsung mandipas keluar kamar mandi kakak gw udah buka mata

    “udah bangun ben? Masih pagi banget ini”
    “gwa ni cowok rajin kak emang dah biasa bangun pagi trus mandi, nah loe cewek tidur kayak kebo gitu”
    “gwa biasanya bangun jam 8 ben” gw yang keluar kamar mandi pake celana pendek casual yang dari kemarin sore gw pake tanpa pake kaos langsung ke dispenser buat bikin kopi
    “mau kopi kak?”

    “mau banget, gw mandi dulu ben”dia masuk kamar mandi dan gw ngopi sambil ngidupin lepi buat chat sama temen2, pas lagi asik gw chat ada yang ngetuk pintu pas gw buka ternyata cewek Cina yang sexy banget dia ngomong apa gw kanggak ngarti sama sekali gw udah ngira kalo itu paLing teman sekamar kakak ipar gw yg dia ceritain semalem, gw bingung soalnya dia nyerocos terus yang gw nggak ngerti sama sekali, langsung aja gw ketok pintu kamar mandi
    “apaan si Ben? gw belum selesai ini” kakak ipar gw Cuma ngeluarin kepalanya

    “itu ada cewek dateng2 nyerocos gw kanggak ngarti” dia nutup pintu dan keluar Cuma pake handuk dia ngobrol sama cewek Cina itu sementara gw Cuma bengong ngedengerin yang gw nggak ngarti sama sekali

    “ben kenalin ini temen sekamar gwa”akhirnya kakak gw ngenalin dia gw pun mengajak salaman, Ling An namanya tinggi hampir sama ama kakak ipar gw toketnya sama pantatnya lebih mantap kakak ipar gw tapi keliatan pas di badannya yang putih banget, akhirnya kakak gw masuk lagi ke kamar mandi nerusin mandi, dan nggak gw sangka ternyata link an bisa bahasa indonesia katanya di ajarin kakak ipar gw akhirnya kita bisa ngobrol meskipun kadang ada yg nggak dia pahami

    “aku kira kamu pacarnya Fayra, ternyata adiknya, sory aku tadi marah marah”
    “nggak papa Ling, lagian kamu marah marah juga aku nggak paham kok, ha ha ha..” kami ngobrol ketawa ketiwi bareng sampe kakak ipar gw keluar dari kamar mandi

    Masih sama kayak tadi dia keluar cuma pake anduk langsung nyamber gelas kopinya

    “haduh dingin banget,gimana Ben Ling bisa kan bahasa kita?”
    “aku sudah lama mau praktek langsung bicara bahasa indonesia tapi baru kali ini aku praktekkan, Fayra”
    “bahasa indonesia kamu sudah bagus kok Ling”gwa ngasih komen ke Ling An
    “terima kasih beny”
    “kak pake baju napa sana gw horny nih liat loe Cuma pake anduk”

    “wekk” dia memeletkan lidahnya ngeledek dan keliatan dia pake g string lagi, setelah semua siap kamipun menuju Cina Ling An juga ikut kami karna hari itu dia juga sama2 cuti dan rencananya dia mau ikut kak Fayra ke indonesia, katanya dia pengen ke bali, dan hari itu dia ikut jalan2 sama kami dan dia katanya seneng ngobrol sama gw buat ngelancarin bahasany

    Seharian kami jalan jalan di Cina mencari apa saja barang2 yang aku anggap bisa di jual di indonesia, kak Fayra dan Ling An menjadi guide gwayang hebat, Ling An lebih menguasai obrolan dengan orang orang pribumi karna dia emang asli pribumi, pas naik bis balik ke Macau pas banget jam sibuk orang pulang kerja, akhirnya kami berdiri berdesak desakan pas itu kak Fayra pas diri di depan gw dan Ling An di depan kak Fayra berhadapan

    Kak Fayra pake rok pendek sama dengan Ling An, emang kayaknya sih di Cina cewek cewek kalo jalan2 fasionnya gitu sedangkan gw pake celana jeans, posisi si kontol mepet banget sama pantat kak Fayra hasilnya baru 5 menit kontol gw udah keras, kak Fayra pasti ngerasain hal itu

    “loe ngaceng ya ben?”dia berbisik
    “situasi dan kondisi begini siapa cowok yang nggak ngaceng si kak, apalagi di pepetin sama pantat bahenol kayak kakak, udah gitu kakak pake g string lagi kan?”
    “dalemanku emang G-string semua ben”

    “wah mantep tuh, jadi penasaran pengen liat aslinya kalo di pake gimana!, inge gw suruh pake G-string nggak mau soalnya kak” dia nggak bisa berbuat apa apa kecuali membiarkan kontol gw mepet di belahan pantatnya bergesekan sesuai irama goyangan bis yang sebentar2 berenti, tapi jujur aja meskipun bis nggak bergoyang justru gw yang menggoyang menggesek gesekin meskipun tetep terhalang jeans gw yang terasa menyiksa dan rok dia, akhirnya kami sampe di halte dan 3 perjalanan kami memasuki kamar kost denga kecapean, Ling An langsung masuk kamar mandi katanya kebelet pipis

    “haduuhh….ben loe tanggung jawab kudu mijitin gwa, capek banget”
    “iya ntar gw pijitin kak tenan aja, pake plus deh”

    “beneran loe Ben gw mandi dulu” setelah Ling An keluar dari kamar mandi kak Fayra langsung masuk buat mandi gw ngobrol lagi sama Ling An sambil ngerokok dan ternyata dia juga ngerokok, gw bingung banget pas ngobrol soalnya Ling An Cuma pake celana pendek banget hot pan yang duduk ngangkak jadi keliatan banget belahan memeknya kebayang atasannya dia pake tang top nggak pake bra

    “Ling sory aku kamu nggak pake celana dalam ya?”
    “aku kalo mau tidur Cuma pake seperti ini ben”
    “tapi disini kan ada aku Ling aku nggak kuat ngeliat belahan memek seperti itu” gw blak blakan karna emang udah bawaan gwa
    “hie hi, pegang aja kalo berani sama kakak kamu” dia Cuma ketawa dan nantangin gwa, dan karna gw tau kalo kakak ipar gw mandinya lama nekat gw elus itu meki dari luar celananya
    “ihhh Ben yes..!” ternyata yg selama ini gw liat di film bokef beneran cewek Cina baru di senggol aja dah ngerintih tapi gw Cuma berani ngelus aja soalnya takut kakak ipar gw keburu udahan mandinya

    Untung aja waktu itu gw cuma ngelus elus mexy si Ling An meskipun udah kerasa basah dan pasti nggak bakalan nolak kalo gw colok mexynya pake kontol gwa, lagi asik gw ngelus mexynya Ling An dan Ling An dan ngelus kontol gw sendiri kakak ipar gw selesai mandi

    “Ok Ling aku mandi dulu nanti kita ngobrol lagi” gw langsung cepet narik tangan gw dan mengalihkan konsentrasi si Ling An biar kakak ipar gw nggak curiga, keliatan Ling An kecewa karna ngegantung, gw langsung masuk kamar mandi
    “Ling udah tidur kak?”Gwa keluar dari kamar mandi gw liat si Ling An dah tidur
    “Kecapean kali dia jalan seharian” sementara kakak ipar gw kayak kemarin malem pake tang top dan celana pendek tiduran tengkurep jadi keliatan pantatnya bulet banget
    “Kak gw tidur di sofa aja deh, kasian Ling kalo loe ikutan tidur sekasur sama dia”
    “Ya udah kalo gitu tapi jangan lupa loe!”
    “Ya udah sini, handbodynya mana?” Dia bangun ngambil handbody dan balik lagi tiduran

    Gwa mulai mijitin kakinya sampe paha, ternyata beneran otot2 kakak ipar gw sampe kenceng semua kecapean, kebetulan gw ngerti semua titik urat2 syaraf pas dulu waktu latihan silat, tujuannya banyak, mulai dari penyembuhan beberapa penyakit sampe titik2 syaraf yg mematikan

    “Badannya juga nggak kak?”
    “Iya lah capek banget gwa”
    “Ya udah di buka dong kaosnya” Dia langsung buka kaosnya dan balik tengkurep, gw langsung ngasih handbody ke punggunggya dan mengurutnya

    Ngeliat punggungnya yg mulus dan tali g-stringnya gw konak lagi padahal barusan di kamar mandi gw sempet coly ngebayangin ngentotin si Ling An, gw pun mengurut urut titik syaraf yang bikin dia horny di sekitar pinggulnya, setelah gw pasti dia horny gw beraniin mijitin pantatnya

    “Kak gw mijitin loe jadi konak nih! gw pinjem pantat loe lagi kayak di bis tadi ya?”
    “Dari luar aja Ben jangan di buka ntar keterusan”
    “Iya kak beres” gw langsung buka celana pendek gw tanpa dia tau dan cuma pake cd gw naiki pantatnya gw duduk di paha bawah pantatnya sambil terus gw pijit punggungnya mengarah nurunin celananya sambil gw sodok2 kontol gw ke selangkangannya
    “Kak gw dah konak banget ini boleh nggak di jepitin ke belahan pantat kakak?”

    “Jangan Ben ntar loe keterusan” gw tau dia sebetulnya juga mau lebih tapi jaga gengsi atau gimana gw nggak tau jelas, soalnya gw sambil mijitin punggung udah berhasil nurunin celananya sampe belahan pantatnya keliatan dan udah tentu dengan pura pura gw mijitin pake handbody

    “Ngnggak deh kak gw janji lagian masak gw kurang ajar sama kakak ipar sih! Ya kak ya kontol gw dijepit di sini ya?” gw ngomong gitu sambil ngelusin belahan pantatnya
    “Cd nya nggak usah di buka kak celana ini aja ya?” gw terus ngerangsang dia sambil memohon demi kenikmatan liang surga dunia, toh dianya juga gw yakin dah horny soalnya kontol gw gwa sodok sodokin terus terusan ke selangkangannya

    Akhirnya dia ngangkat sedikit pas gw nurunin celana pendeknya dan gw nggak mau tanggung lagi gw lepasin celananya total dan dengan cepat juga gw lepas cd gwadia tengkurep Cuma tinggal pake G-string warna biru yang kalo di liat dari belakang udah kayak bugil soalnya model G-String bagian belakang Cuma semacem tali yg nyelip ke belahan pantatnya, dan pada bagian yang nutupin lubang memeknya lebarnya Cuma seukuran 3 jari

    “okhhh kak anget banget pantat kakak” gw langsung ngegesek batang kontol gw ke belahan pantatnya sambil terus gw pijitin dia, tapi pijitan gw tujuannya ngerangsang dia
    “Ben..!” dia berusaha nggak ngeluarin suara karna gw ngawasin dia ngegigit bibirnya apalagi pas gw mijitin lengan sampe ke keteknya dan udah barang tentu toket bagian samping ikutan gw pencet

    Konsentarsi dia gw pindahin pas dia gw pijitin bagian atas gw berusaha ngerenggangin selangkangannya, yang tadinya gw yang ngangkangin dia sekarang gw udah berhasil memposisikan di dalem di antar pahanya dan posisi itu dia udah ngebuka pahanya lebar jadi gw udah bisa ngegesek gesek kontol gw di memeknya meskipun masih ketutupan g-stringnya
    Gwa terus meningkatkan serangan sekarang gw dah mulai nyodok nyodok mexynya meskipun masih kehalang G-stringnya, tapi gw dah bisa ngerasain kalo yg gw dorong itu pas di lobangnya dan gw ngerasain udah basah

    “Ekhhh Ben sialan loe bikin guwwwa ikutan horny” akhirnya dia nnggaku kalo horny juga
    “Buka aja ya kak cdnya” sambil terus gw sodok sodok mexynya dan dari samping penutup mexynya sedikit sedikit udah gw geser

    “Jangan Ben kita nggak boleh”padahal posisi palkon gw udah nyelip keluar masuk di lubang memeknya yang udah banjir tinggal dorong lebih dalem lagi aja, tapi terlanjur kakak ipar gw sadar langsung bangun duduk ngadep gw udah nggak pake malu lagi toketnya keliatan nantangin buat di remes pentilnya nantangin minta di isep

    “Kak pleash ya gesekin aja deh sampe gw keluar, nggak usah di masukin beneran!” gw yang udang kentang ngerayu gimana caranya dia mau nerusin sampe gw bisa crot
    “Kita udah kelewatan ben!”
    “Kitakan bukan sedarah kak! Gini deh, kakak di atas biar bisa ngontrol ngegesekin biar nggak masuk ya kak ya pleash”
    akhirnya pas gw tarik dia buat nindihin gw dia nggak nolak dan kayak kena strum kontol gw anget banget kegencet mexynya yang udah basah
    “Okhhhh kak thanks banget..” gw rangkul dia dan udah gw ciumin toketnya dan gw isep pentilnya
    “Hmmm benn ahhhh” dia juga mendesis kayak uler, tapi baru lima menit gw di gesekin bibir memeknya tanpa di masukin gw udah crot
    “Kakk okhhh gw kak gwhaa akhhhhh” crecet cret cret

    gwa yg udah ngecrot masih di gesekin dia dan nggak sampe semenit gw juga ngerasain kalo kontol gw makin basah kesiram mexynya

    “Ben gw juga keluar ampe lemes nih” makasih ya kak, gw ke kamar mandi buat nyuci peju gw yg nyemprot ke perut trus gantian kak Fayra dan kita akhirnya tidur dia di kasur gw di sofa

    Gwa masih nyesel sama diri gw sendiri, kenapa cuma segitu aja gw udah crot, padahal biasanya gw bisa kuat 2 jam
    Tapi ya emang udah lebih sejam lebih mulai dari gw nangkring di atas pantatnya yang bahenol itu..Sekitar subuh gw yg masih ngantuk banget kebangun soalnya ngerasain ada yang anget2 basah di kontol gwa, dan pas gw buka mata kakak ipar gw lagi ngemut palkon gw yang masih setengah ngaceng

    Gwa tetep nggak negur dia dan tetep pura pura tidur tapi kontol gw langsung seratus persen ngaceng soalnya dia biar udah make tang topnya tapi G-stringnya cuma di kesampingin, tangan yg satu ngeblowjob gw yang satunya ngucek ucek itilnya sesekali gw liat dia nyolok memeknya pake jari

    “Ehhhmmm emmm” kurang lebih gitu suaranya dia pas kontol gw keluar masuk mulutnya, sementara gw nahan erangan gw dengan pura pura ngorok tapi mata gw melek dan tetep pura2 merem pas kakak ipar gw ngelirik, nggak tau pasti udah berapa lama kakak ipar gw ngeblow job gw sampe akhirnya dia naik ke atas selangkangan gw dan ngegesek gesekin kontol gw kayak tadi

    Posisi dia ngebelakangin gw jadi waktu itu gw udah aman ngebuka mata! Dan pas dia asik ngegesekin kontol gw ke memeknya gw ngatur posisi biar kontol gw bisa masuk ke memek, sementara dia terus ngegesek dan udah sambil ngeremes toketnya bikin gw tambah nggak kuat akhirnya gw nggak tahan juga gw pegang pinggangnya dan sedikit demi sedikit gw angkat dia sampe akhirnya

    “akhhhhkkkk kok masuk”
    “ekhhhhmmmasuk ya kak nggak papa koknikmati aja okhhhh” dia sedikit kaget tapi akhirnya dengan bantuan gw yg megangin pinggangnya dia mulai goyang lagi dan setelah lancar dia goyang gw udah ngeremesin toketnya yang wah mantep banget
    “aduhhhh ekhhhh Ben enak banget kontol loe ekhhhhh”

    “kakak juga enak bangheettt kkhaaakkk okhhhhh yes” akhirnya udah nggak pake malu malu lagi dia gw entotin sampe ganti ganti posisi dan akhirnya pas posisi wot tapi dia udah ngadep ke gwa, gw ngerasa ada cairan yang anget banget nyembur di dalem memeknya dia neken dalem dalem kontol gw dan waktu gw udah nggak tahan memeknya kayak ngurut urut kontol gw dan nyedot nyedot dahsyat sampe

    “aaaaaaaaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh kakak ggwwaaaa sampheeee crocot crot crot” mani gw nyemprot dalem banget sampe dia kaget dan gw ngerasain dia nyemprot lagi
    “bhennnnnn ekkkhhhhhh gila enak banghet okhhhhhh” dia ambruk di atas badan gw yang telanjang dan gw biarin dia menikmati sisa sisa orgasmenya

    pas gw ngelirik jam ternyata udah jam 5 gw suruh dia balik ke kasurnya takut kalo Ling An bangun nggak enak

    “ben tadi kok di keluarin di dalem sih? Aku kan nggak pake pengaman”
    “waduh kak gw udah nggak bisa nahan banget soalnya memek kakak nyedot nyedot enak banget, trus gimana dong”
    “kalo gw hamil loe tanggung jawab haru..!”
    “nah kan kakak yang mulai duluan!”
    “iya tapi loe yang bikin gw sange tadi pas mijitin gwa”
    “udah sana kalo gitu cebok di semprot dalemnya pake shower” gw anggak panik tapi gw masih sempet ngeremes pantatnya pas dia jalan ke kamar mandi. gw balik ke sofa tidur tiduran lagi

    sementara Ling An masih enak banget tidurnya nggak lama kakak ipar gw keluar kamar mandi

    “gila Ben mani loe banyak banget”
    “pantesan sampe gw keluar lagi loe semprot” enak ya kak? Dia Cuma nyengir sambil ngedorong jidat gwa
    “enak tapi kalo gw hamil gimana?”
    “tenang kak gw tau nama obatnya besok beli aja di apotik langsung minum aja beres”
    “wah loe berarti pengalaman banget ya mainin cewek? Kurang ajar loe! Adek gw kurang apa? Sampe kakak ipar loe embat juga”
    “yey… bukannya kakak ipar yang ngembat adik ipar wkwkwkwkwkkkkk”
    “ihhh rese loe dasar” dia nyubitin gw dan kita becanda sampe akhirnya Ling An bangun
    “sory Ling An keganggu kakak adik lagi becanda”
    “tidak papa jam berapa sekarang?” Ling An nanya sambil jalan ke kamar mandi dan kakak ipar gw ngejawab pake bahasa canton, sementara Ling An di dalem kamar mandi gw ngajak Fayra cipokan dia ganas banget mungkin karna udah 4 tahun ini dia ngejanda
    “kak bikinin kopi dong gw capek abis menservice loe”
    “ehh udah berani kurang ajar sekarang ya nyuruh nyuruh” dia protes tapi bercanda, pas sama si Ling An keluar kamar mandi
    “waduh kopinya abis Ben gw keluar dulu deh beli, tapi ntar malem kudu nyervis gw lagi ya”
    “mau berapa kali ayo aja neng”
    “hey apa yang rusak fayre..? “ tiba tiba Ling An nyeletuk
    “itu Ling tas kak Fay rusak padahal mau buat bawa pakaian pulang ke indonesia” Ling An manggut manggut kayak burung perkutut

    gwa di tinggal sama kak Fayra berdua sama Ling An pagi pagi gini baru bangun tidur juga tuh mata si Cina tambah nggak keliatan kita ngobrol dan udah bisa di tebak dia protes soal semalem akhirnya buat nebus yang semalem gw langsung sosor dia yang nggak nolak sama sekali pas bibirnya gw lumat dia jago banget mainin lidah dan nggak pake lama takut keburu kak Fay dateng lagi gw langsung prosotin celananya dan gw jilmek gw kelitikin tuh itilnya sebab gw penasaran juga kayak gimana memek orang asli kulit putih dan ternyata beneran merah banget dalemnya

    “ihhhhikkkkk ekhhhhhh” dia ngerintih kayak kuda betina persis banget kayak di film bokef makin bikin gw tambah ngaceng aja

    Ternyata Ling An menikmati banget sambil memilin kedua putingnya sendiri.
    Gwa masukin lidah gw ke memeknya dan jari kiri mainin itilnya, dia kelojotan dengan apa yang gw lakuin, Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gw dan membuat gw susah bernafas. gw tau dia mau orgasme dan gw isep itilnya dengan kuat dan secara bersamaan dia melungguh panjang

    ” ooohhhhhh bennnnnnnn aku keluaarrrr..” cairan hangat perlahan merembes yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di sofa dengan kaki mennggakang dengan wajah lemas.
    “udah ya Ling nanti kita lanjut lagi takuk kak Fayra dateng” dia mengerLingkan matanya yg tambah sipit dan ngajak gw cipokan sebentar, jujur aja gw kentang banget gan tapi takut keburu kakak ipar dateng

    Minggu pagi di Macau rame orang orang pada jalan jalan sementara gw lemes banget, kurang tidur dan abis crot banyak banget, setelah nganter kak Fay ke apotik buat beli obat yang gw tau buat membunuh sperma biar nggak jadi anak kita bertiga langsung jalan2 ke tempat rekreasi, gw ngajak kakak ipar gw sama link an mengunjungi Objek wisata bersejarah di Macau yang terletak di dalam kota dan terdiri dari delapan square, yaitu Barra Square, Lilau Square, St. Augustine’s Square, Senado Square, Cathedral Square, St. Dominic’s Square, Company of Jesus Square, dan Comoes Square.

    Di delapan square tersebut kita bisa lihat berbagai macam bangunan bersejarah, salah satunya Kuil A-Ma. Kuil A-Ma dulu merupakan tempat peribadatan. Ketika orang Portugis pertama kali mendarat di Macau, daerah tersebut dijadikan tempat penampungan bagi mereka. Bangunannya terdiri atas banyak ruangan untuk berdoa, paviliun, dan di sekitarnya terdapat halaman luas. Kuil ini dibangun di bukit berbatu dan di halamannya terdapat banyak jalan menuju taman-taman mini yang indah.

    Pada gerbang memasuki wilayah Kuil A-Ma terdapat sebuah batu besar yang di atasnya terdapat sampan tradisional yang sudah berumur lebih dari 400 tahun. Kuil ini juga katanya memberikan berkah kapada yang datang. Konon, menurut legenda Cina, dengan menyentuh puncak gerbang berbentuk bulan yang berada di atas bukit akan membawa keberuntungan dalam hal percintaan.

    Dan mungkin sebab itu juga si Ling An ngajak gw ke situ

    Kita jalan sampe sore nggak lupa mampir makan dan beli cemilan, bir dan vodka sampe di kost setelah gantian mandi gw ngemix bir vodka + gw kasih capucino sambil nonton tv duduk di sofa bertiga kita nyemil sambil minum vodka yg di mulut rasanya enak tapi langsung bikin tepar kakak ipar gw dan Ling An, sementara gw yg udah biasa minum racikan gw yg begituan masih sadar sampe si Ling An jalan ke kamar mandi sempoyongan dan gw denger dia muntah

    Dia keluar kamar mandi masih sempoyongan sementara kakak ipar gw dah tepar gw langsung paranin si Ling An dan pas gw ajak cipokan dia nggak nolak langsung pasrah ngegeletak di atas kasurnya

    “Ekhhh muachhhh”mulut kita cipokan tangan gw ngeremesin toketnya yang gedenya sama ama kakak ipar gw pelan lembut gw terus ngeremesin toketnya sambil terus cipokan dan pelan gw langsung gantian ngemut pentilnya yg kecil merah sambil mulai ngeraba selangkangannya yang ternyata basah, gw nggak pake lama langsung prosotin celananya dan gw mainin itilnya, sesekali gw colok lobang mexynya pake jari sementara gw masih tetep ngelumat bibirnya biar dia nggak berisik
    Mungkin karna nggak tahan dia akhirnya melorotin celana gw dan ngocokin konti gwa, sentuhan tangannya yg lembut bikin gw nggak tahan pengen cepet ngerasain lobang mexynya, gw lepasin celana gw dan langsung gw suruh dia nungging
    Pelan gw mulai masukin palkon gw ke bibir memeknya yang botak dan basah

    “Ihhhh…” Dia ngeringik waktu palkon gw keluar masuk di bibir mexy dan
    “Okhhhhhhh ekkkkkhhhhhhh”
    “Iyaaaahhhhhh yaaahhhhh ikhhhhh” gw langsung tancep sedalaem mungkin kontol gw ke dalem memeknya

    “Akhhhhhhhh Ben sakit” gw ngerasain ada yang mentok dan sobek pas gw dorong kontol gw dan lobang memeknya ngejepit kenceng banget, gw diemin beberapa saat dan gw cipok lagi dia pas gw ngerasain otot2 mexynya udah relax gw tarik kontol gw pelan dan saat itu gw penasaran dan gw liat ternyata bener yg gw rasain, Ling An masih perawan, gw mulai deh goyang maju mundur pelan, Ling An juga udah mulai keenakan ngerasain gesekan konti gwa

    “Ikkkkhhhh yaaa ekhhhhh”
    “Okhhhh goood Ling aaannn okhhhh” gw terus genjot sampe lupa berapa kali ganti posisi waktu itu, yang gw inget gw nembakin mani gw pas posisi dia telentang dan gw masukin konti gw dalem banget
    “Okhhhhh Ling crot crotttt crococot…” Kamipun tertidur berpelukan

    Sebelum subuh gw kebangun karna ngebet pengen kencing, gw langsung masuk kamar mandi setelah gw nutupin badan Ling An pake selimut, selesai gw langsung tidur lagi di sofa sampe jam 7 senin pagi itu gw di bangunin sama kakak ipar

    “ben udah siang loe katanya mau ke Cina lagi cari dagangan..?”
    “eakhhhh jam berapa kak?”sambil gw ngintip jam dan ternyata jam 7 gw duduk di sofa dan kakak ipar gw ternyata juga baru bangun langsung bangunin gw , dia jalan ke kamar mandi

    gwa ngebangunin Ling An dan untung aja gw bangunin soalnya dia masih nggak pake cd abis kita ngentot semalem, buru2 dia gw suruh pake cd dan gw suruh dia ngumpetin spreinya yang ada darah perawannya karna gw takut kakak ipar gw liat
    gwa langsung bikin kopi langsung 3 gelas sekalian ngebikinin wanita wanita yang sudah rela menggaruk batang konti gwa

    “kak hari ini gw terakhir cari dagangan dan besok balik ke indonesia, loe jadi barengkan?”
    “he eh iya jadi, Ling kamu jadi ikut kan”
    “eh ngomong ngomong keluar udah pake anduk gitu emang udah sekalianmandi tuh tadi..?”
    “belum Cuma siap2 aja”
    “jadi besok kita berangkatnya?”sambil ngopi ngobrol bertiga Ling An tanya
    “aku belum jadi beli ticket, di sini kita nggak bisa langsung beli ticket trus berangkat, kita harus boking dulu!”
    “iya Ben bener juga tuh kata Ling An”
    “ohh gitu, ya udah kalo gitu kita beli ticket dulu baru kita jalan cari dagangan”
    “sip kalo gitu ya udah kamu mandi duluan sana Ling nanti gantian aku”kak Fay nyuruh Ling An mandi

    Sementara dia malah narik gw

    “loe masih punya utang sama gw ben..! ayo buruan”dia narik gw buat nindihin dia di atas sofa tangannya langsung masuk ke celana gw ngeremes konti gw yg masih tidur, sementara bibir kami saLing melumat, gw akhirnya juga gerak cepat langsung aja gw remes toketnya yang emang mantep buat di remes meskipun tanpa ngelepas tangtopnya dan nggak pake lama konti gw udah tegang dan juga ternyata di balik handuk kakak ipar gw dia juga udah nggak pake cd dan lainnya, dia pake anduk Cuma buat nutupin

    “persiapannya sempurna kak”
    “udah dong cepetan nggak tahan nih pengen di entot elo”
    Akhirnya dengan Cuma nurunin celana gw sedikit gw masukin konti gw ke memeknya yang emang udah langsung basah
    “ekkkkhhhh Ben enak banget oekhhhhhhhhhhhhhhh”

    “sarapan ennnnaaaaaakkkkk kakkk” gw langsung genjot pake posisi misionaris sementara dia ngegigit bibirnya buat nahan suaranya, main gerak cepat ternyata kadang2 asik juga, 15 menit gw genjot kakak ipar gw di pagi yang cerah itu dan dia akhirnya nyampe karna gw ngerasain otot2 mexinya kedut2 dan ada yang nyemprot bikin mexynya makin anget

    “nungging kak..!” dia nurutin apa yg gw mau tapi baru aja palkon gw masuk suara konci pintu kamar mandi bunyi gw buru2 naikin celana gw dan anduk kakak ipar gw di rapiin sambil ikutan duduk di sebelah gwa
    “haduh kentang deh gwa..!”
    “jiakakakakakakakkkkkakakkaka” kakak ipar gw ketawa denger gw ngeluh
    “yahh parah nih…” Ling An keluar kamar mandi nggak ngerti gw sama ipar gw lagi ngobrol apa Cuma diem
    “Ling nanti kita berangkat jam 9 gimana kalo sekarang kamu tolong belikan makanan buat sarapan buat menghemat waktu, sementara aku mandi dan nanti gantian beny mandi” kakak ipar gw akhirnya minta tolong Ling An dapet aja dia alesan buat melengkapi kebutuhan mexinya
    “ok Fay kalo gitu aku berangkat dulu”
    “pake uangmu dulu ya Ling nanti aku ganti” Ling An Cuma ngasih jempol sambil dia nyisir rambutnya dan kakak ipar gw masuk ke kamar mandi

    5 menit kemudian Ling An dah berangkat sambil sebelumnya pas mau keluar kamar ngajak gw cipokan sebentar, gw langsung ngetuk kamar mandi kakak ipr gw ngelongok

    “apa ben..? Ling An dah berangkat”
    “iya udah mana gw ikutan mandi sambil nerusin yang tadi” gw langsung dorong pintu kamar mandi dan ternyata kakak ipar gw badannya dah penuh sabun, ngeliat tubuh bugilnya konti gw yg sempet lemes langsung bangun sempurna, gw langsung buka celana dan gw peluk dia dari belakang dan lagi2 gw gesekin batang konti gw di belahan pantatnya sambil dia nyiramin badannya ngebilas sabun sementara gw remes2 toketnya dari belakang.

    Setelah badannya bersih dari sabun dia ngangkat satu kakinya di taroh di atas closet dan dia nuntun palkon gw ke bibir mexynya tentunya langsung gw dorong sampe amblas semuanya batang gw nggak pake nunggu lama dan nggak pake di suruh

    “Ekkkkhhhh Ben sedddhaaaapppp”
    “Enak ka..?” gw genjot dia sambil nungging
    “Bannnnggetttttt Ben ekhhhhhh” posisi dogy emang gaya yang paLing gw suka soalnya bisa sambil ngeremes toket dari belakang dan ngeliat bulatan pantat yang bulet

    Gwa terus ngenjot konti gw sampe gw ngerasain dia nyampe lagi

    “Bennnnniiiii aaakkkkkkkhhhhhh gwhaaaa nyamphe lagiiiiii” gw masih belum ngerasa mau nembak akhirnya gw cabut konti gw dan gw duduk di atas closed dia ngerti banget dan langsung naik ke pangkuan gw dan dengan ganas dia ngelumat bibir gw sambil ngegenjot mexynya sampe dia kejang kejang dan toketnya di teken ke muka gwa

    Langsung gw isep sekenceng mungkin pentil toketnya

    “Bennnn aaakkkkkhhhhhhhh akkhhhhhhkkk” rupanyanya dia orgasme dahsyat
    “Ben sakit kekencengan loe nyedot pentil gwa” dia protes sambil megangin pentil teteknya yang tadi gw isep
    “Tapi enak kan kak?”
    “Loe masih lama ya ben? gw dah lemes banget nih”
    “Bentar lagi kak nungging lagi ya” diapun nungging lagi dan gw colok lagi mexynya dan gw langsung genjot pake speed yang lumayan sampe gw udah ngerasa mani gw dah di ujung tapi keduluan kakak ipar gwa
    “Aduuuuhhhh oooookkkhhhhhh bennnnn” gw nggak perduli lagi soalnya gw juga dah mau keluar dan nggak sampe satu detik

    gw akhirnya nembakin peju gw sedalem dalemnya ke memeknya dan waktu itu gw inget banget pas gw nyemprotin mani gw gwa colok lobang pantatnya pake jari gw jadinya reflex lobang mexynya ngempot ngempot nyedot kontol gw rasanya sangat luar biasa, sampe kayak di kuras isi kontol gwa

    “Okkkkkhhhhhhhhh kakakkkkkkkkkk mantapppp”
    “Ahhhhkkkkkkkkkkhhhhhhhh enaaaaakkkkk bangettttttt bennnnnn” rupanya di sembur peju dia masih nyampe lagi akhinya dia ambruk di pangkuan gw sementara kontol gw masih nancep di mexynya, sambil ngatur nafas yg ngos2an
    “Gimana kak udah puas..?”
    “Ikhhhh”
    “Aduh..” Dia nyubit perut gw dan kita ketawa lemes dan akhirnya kita mandi bareng sambil nyabunin masing2 badan sampe keluar kamar mandi bareng, gw langsung salin sementara dia malah duduk di kasur
    “Woiiii malah bengong bukan pake baju buruan, apa mau lagi?”
    “Lemes banget Ben dengkul gw kayak nggak kuat berdiri”
    “Ha ha ha ha” gw ketawain dia

    Akhirnya setelah Ling An dateng kita bertiga ke bandara beli tiket Fayra dan Ling An, kalo tiket gw udah paketan PP dari indonesia tempo hari dan kita langsung ke Cina buat nganter gw ke wilayah home industri terbesar, sampe bingung gw milih dagangan di Cina sebab semuanya layak di jual dan sangat menjanjikan keuntungan

    Akhirnya sampe malem kita baru sampe di kost setelah mampir makan malem kita langsung rapi2 barang karna besok pesawat ke indonesia berangat jam 10 dari Macau ke indonesia

    Kami langsung tertidur buat persiapan penerbangan sekitar 5 jam besok

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Sedarah Reaksi Mesum Bersama Mertua Di Hotel Bali

    Cerita Sex Sedarah Reaksi Mesum Bersama Mertua Di Hotel Bali


    1771 views

    Perawanku – Cerita Sex Sedarah Reaksi Mesum Bersama Mertua Di Hotel Bali, Perkenalkan namaku adalah Diki, aku berusia 24 tahun, jujur wajahku tampan ( bukannya sombong ), tak heran kalau banyak wanita yang tergila gila padaku. Aku bekerja di perusahaan asing sebagai management.

    Kejadian ini berawal pada saat aku hidup berumah tangga, sudah 1 tahun lebih aku hidup berumah tangga, tapi belum juga dikaruniai seorang anak. aku punya seorang isteri yang sangat cantik, setia, sabar dan sikapnya dewasa, dia bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit negeri diJakarta.

    Tiap malam jumat aku selalu melakukan hubungan sex dengan isteriku, bahkan bukan hanya hari itu juga tapi di hari senin itu sering kulakukan dengan isteriku.

    Dilain kehidupan berkeluargaku, aku punya mertua yang baik, perhatian, dan sayang terhadap menantunya. Mertuaku yang perempuan berumur 41 tahun. Tapi yang aku kagumi dari dia adalah tubuhnya masih singset, langsing, ramping, seksi, dan payudaranya yang lumayan montok, kulitnya pun masih mulus dan putih bersih, maklum dia indo perancis.

    Sedangkan mertuaku yang laki laki berumur 54 tahun, dia jarang dirumah karena dia adalah seorang konsultan dan sekarang dia sedang bertugas di Inggris. Pulangnya pun 1 minggu 1 kali. Kadang juga tidak pulang selama satu bulan. Isteriku adalah anak tunggal.

    Cerita dewasa ini berawal saat aku sedang bercumbu dengan isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Tak sengaja ibu mertua ku lewat didepan kamar temapt aku bercumbu dengan isteriku. Dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Langsung aku menghentikan cumbuanku dan berhenti, “oh.. mama… ehmm..ehh….ada apa…..ma??? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu. “maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu……habis pintunya tadi gak dikunci sih….!!! “ sahut ibu mertuaku.

    Sejak ibu mertuaku melihat kejadian itu, cara memandang dia ke arahku agak berbeda. Bahkan sikapnya pun agak berubah terhadapku. Aku tidak tahu apa yang menimpa ibu mertuaku sehingga menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku mengantarkanya ke Bali, karena dia ingin melayat saudaranya yang meninggal.

    Aku pun berangkat sabtu pagi kebetulan sabtu itu aku libur kerja. Hari itu aku naik pesawat tiba di bandara pukul 9 pagi. Langsung aku dan ibu mertuaku menuju tempat kediaman saudaranya. Waktu terus berlalu, malampun tiba. Akhirnya malam itu aku menginap diHotel yang bisa dibilang hotel berbintang diBali.

    Pukul 11 malam aku terbangun oleh dering telepon diHP ku. Aku melihat nomor dirahasiakan. Aku segera menjawab dering telepon itu. “halo ini siapa yah…malam malam begini kok nelpon” tanyaku sambil membuka kedua mataku yang masih mengantuk. “dik…ini mama…kamu uda tidur yah?? Bissa tolongin mama gak???

    Koper mama yang berisi pakaian tidak bissa dibuka…. Kamu cepetan kesini yah….kekamar mama…” sahut ibu mertuaku ditelepon. “oh…mama… iya ma… aku segera kesana” aku segera bergegas menuju kamar ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku. aku mengetuk pintu kamar ibu mertuaku. “iya dik… bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu.

    Dia mengenakan kaos berwarna putih dan rok berwarna hitam. “ma… mana tas koper nya katanya gak bissa dibuka” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya….dik didepan ranjang itu loh…. Dari tadi mama coba buka tapi tidak bissa.” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku akhirnya aku berhasil membuka kopernya secara paksa.

    Ternyata isi koper itu adalah BH dan CD G-string nya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu aku mulai ngeres pikiranku. “terima kasih yah..dik…kamu uda nolongin mama…” “ah iya ma gak papa kok” Aku sejenak duduk disofa kamar itu. “kenapa dik….kamu capek….” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak aku memandang wajah ibu mertuaku yang begitu cantik.

    Kemudian dia juga memandangku. Kami berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat aku mengecup bibirnya, dia membalas kecupan bibirku, lidahku dan lidahnya saling bertabrakan. Saat kedua tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai memeluk tubuhku.

    Aku melepaskan cumbuanku. “kenapa……sayang…. Kenapa tidak kamu teruskan… ????” kata ibu mertuaku sambil memegangi wajahku. “maaf….maaf….atas kelancangan saya….sekali lagi maaf…..” “kamu takut sama isteri kamu….??? “ Tanya mamaku sambil mendekati tubuhku. “mama… maafin saya ma….itu dosa ma….. lagian aku gak sama…hhffzz” jari telunjuk ibu mertuaku menghentikan ucapanku itu. “ssssstttt…. Uda kamu gak usah takut sama papa… ingat dik…disini kita Cuma berdua… berdua….

    Isteri kamu dan suami mama tak kan pernah tahu kejadian ini…..” sahut ibu mertuaku sambil mencoba mencium pipiku. “ma… maafin aku ma… saya ma…. Aku sebenernya juga sudah tidak tahan melihat mama…. Malam ini” langsung ciuman bibir ibu mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu.

    Setelah beberapa menit ibu mertuaku minta berhenti. “ada apa ma..??? “ tanyaku dengan serius “jangan disini diranjang aja yah…. Mama gak nyaman kalo diatas sofa… kunci dulu pintunya dik” sahut ibu mertuaku. “langsung dengan segera aku bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menguncinya.

    “sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar…” panggilan ibu mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku duduk diatas ranjang. Langsung aku mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung aku naik keatas ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan lembut dipahanya. “aaaahhhhh…..” desah ibu mertuaku sambil memejamkan mata. Langsung aku mencumbu bibirnya yang merah dengan lahap.

    Spontan langsung ibu mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira. Setelah beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. “aaaaahhhhh…..sudah lama mama pengen merasakan ini…..akhirnya tanpa diminta kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini….aaaaahhhhh…..aaaaaahhhhhh” desahan ibu mertuaku semakin menjadi jadi seperti desahan di film film bokep.

    Setelah satu menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya aroma wangi ditubuhnya membuatku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan bringas dadanya sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku semakin keras dan amat keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri.

    Sambil menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang dia pakai. Akhirnya beberapa menit kemudian kaosnya terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku menyosor payudaranya yang masih terbungkus BH G-String hitam itu.

    “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……buka aja….buka BH nya sayang …… “ sambil terus menciumi kedua payudaranya yang montok. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya. Tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH nya ke lantai. Kulihat putting payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras.

    Langsung ku lahap putting payudaranya yang kiri dengan mulutku. “aaaaaahhhhhh……. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… enak baget sayaaaaaaang…. Kamu benar..benar… aaaaahhh…..aaaahhhh….tahu… apa yang mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… yang mama pengen” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan kata kata itu” kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras “ccpppceekkk” kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan.

    “ooohhh…oooohhhh…..aaaaahhhhh….enak…..sekali sayaaaaang !!!!” tak hanya itu aku menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan bringas sampai sampai seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah . Kemudian aku beralih ke perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan rok hitam yang dia pakai. Tak lama kemudian rok hitam itu terlepas dari tubuhnya.

    Kulihat CD G-string yang berwarna hitam itu agak terlihat basah. Dengan posisi duduk ibu mertuaku melorotkan CD ku “buka aja…gak usah malu…sayaaaang..tuh kan udah bangun dari tadi” ibu mertuaku langsung mengelus elus penisku yang sudah tegak berdiri sambil mencoba mencium penisku. Dia mendorong tubuhku dan akhirnya aku terbaring diranjang empuk itu. Lamgsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan bringas, liar sekali ibu mertuaku saat itu.

    Aku segera bangun dari ranjang kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih terawatt dengan baik… merah merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga wangi.

    “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… terus… jangan berhenti… terus…. Mama pengen kamu terus ciumin punya mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… mama mohon jangan berhenti” berkali kali cairan sperma keluar dari vagina ibu mertuaku. “setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya.

    Penisku yang tegak berdiri menggesek gesek selakangannya.. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa ….. kenapa sayaaaang….. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa gak kamu masukin…. Mama uda gak tahan… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……” “maaf ma… aku takut mama hamil….soalnya aku takut tidak bissa menahan air maniku nanti…..” sahutku menjawab.

    “oooooohhhh… aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… tidak sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat masukin…. Mama gak peduli hamil apa tidak….” Langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah.

    “slep slep slep slep” penisku keluar masuk keluar masuk. Aku berulang kali menggenjot tubuhku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya.

    Akupun menciumi leher, dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar bersamaan dengan air mani ibu mertuaku. “Kenapa gak dari dulu sih kamu melakukan ini pada mama aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “saya tidak tahu ma… kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan saya….” Jawabku dengan nada lirih.

    Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali menggenjot genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ waktu terus berlalu kami tertidur sampai pagi diranjang besar itu”

    sinar matahari menyorot wajahku dari jendela. Kulihat ibu mertuaku sedang duduk tersenyum diatas ranjang sambil memandangku. “ayo bangun sayaaaang udah pagi nih” sapa ibu mertuaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah

    “mama…uda pagi yah…ma…. Ma saya pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang. “eits… eits… jangan jangan jangan gak boleh gak boleh…. Kemarin aja jual mahal sama mama…. Sekarang kamu sendiri yang minta” sahut mamaku sambil ketawa kecil. “mending kamu mandi dulu sana gi….

    Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya…. Gimana sayang tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi” tawar ibu mertuaku. “ya deh ya deh… aku mau” sahutku dengan ketawa.

    Habis mandi dan sarapan pagi, siang sampai sore aku melakukannya lagi dikamar itu. Malamnya aku dan ibu mertuaku jalan jalan ke pantai Kuta. Setelah pulang dari pantai Kuta, malam hari kira kira pukul 12 malam aku melakukan ronde ke 3 dengan ibu mertuaku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Memberikan Kenikmatan

    Cerita Sex Memberikan Kenikmatan


    1716 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Memberikan Kenikmatan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Wajah imutnya dia masih kelas 3 SMP dengan rambut panjang tonjolan dadanya juga sudah montok kira kira berukuran 34 B aku berkenalan dengan Vina saat aku baru putus denga pacarku, aku berkenalan dengan Vina melalui medsos dengan betukar no. handphone dan kita berjanjian untuk bertemu.

    Akhirnya kami berencana ke pantai dengan dalih pertemuan, namun dibalik itu untuk melampiaskan nafsu yang telah tertahan sejak putus dengan pacarku serta aku ingin memberikan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

    Begitu sampai di sana, aku menghubungi hpnya dan beberapa saat kemudian Vina muncul dengan menggunakan baju kaos ketat berwarna putih yang memperlihatkan padatnya buah dadanya dan celana mini yang memperlihatkan kehalusan pahanya.

    Segera kami berangkat menggunakan kereta yang dengan sengaja ku laju dengan cepat. Hingga akhirnya vina kusuruh untuk memeluk ku dengan erat. terasa tonjolan dadanya serasa menyesakkan dada ku dan adik kecilku pun memberontak dari balik celanaku. Setelah dia memelukku dengan erat, barulah kulambatkan laju keretaku.

    pada saat itu pantai sepi dan kami menyewa sebuah pondok yang agak jauh, setelah urusan administrasi selesai langsung ku suruh vina untuk duduk disampingku. segera ku keluarkan hp yang telah kusiapkan dengan BF di dalamnya. kuputar dan kusuruh vina untuk melihatnya dimana ada adegan pasangan jepang beraksi.

    Aku sendiri memeluk vina sambil mengelus2 rambutnya karena sudah tak tahan ingin segera ku lahap bibir sexy dan bukit montoknya. setelah beberapa saat ku liat mimik wajahnya berubah dan mulai mencium pipinya, namun vina tetap masih terpaku pada hp. hingga akhirnya ku remas bukit kembarnya dan menciumi bibirnya dengan nafsu.

    Hingga lidah kami pun saling berpangutan. dan tanganku mulai masuk kedalam menyusup bra yang dikenakan hingga merasakan daging empuk dan menyentuh pentilnya yang sudah mengeras. sambil berciuman tanganku yang satunya berusaha membuka kaitan branya.

    Setelah berhasil terbuka segera ku lepaskan ciuman ku pada bibirnya dan mulai mengangkat kaos hingga menjilati gunung kebar dengan puncak yang menantang. ku remas kedua daging empuk itu hingga mencuatkan pentilnya yang tegang. ku sedot dan menjilati pentilnya bergantian.

    Si vina hanya bisa mendesah ringan. dan memeluk kepalaku dengan erat. segera ku sisipkan tangan ku yang satunya untuk mencari gua kenikmatan yang belum pernah dijamah lelaki bahkan dirinya sendiri ( masturbasi).

    Usaha itu ternyata gagal karena celana yang digunakan cukup ketat. kegiatanku berhenti dan ku suruh vina untuk membuka celananya. ia menurutinya bagai terhipnotis tanpa banyak bertanya. ku sisipkan tangan ku untuk mencari lubangnya.

    Namun, aku terkejut karena tidak menemukan hutan bulu saat menyentuh vaginanya. segera ku buka CD nya dan ku lihat bahwa tidak ada sehelai bulu pun yang tumbuh pada selangkangannya. aku paling menyukai vagina tanpa bulu dan tanpa menunggu lama langsung ku buka dan ku jilati daging gurih yang sudah basah itu.

    vina hanya bisa menahan nafasnya ketika kumainkan lidahku di vaginanya. Kujilati seluruh bagian daging nya dan vina hanya bisa mengelus kepalaku. Semakin lama semakin keras dan cepat desahan yang keluar dari mulutnya serta ia mulai mengusap putingnya dari luar kaos nya.

    Hingga akhirnya kurasakan cairan madu yang telah lama tidak kurasakan keluar dari gua kenikmatannya dan vina mulai terduduk lemas. Segera vina merapikan pakaiannya. dan memeluk ku dengan manja sambil ku elus rambutnya.

    “ko, nikmat sekali rasanya.” ungkapnya kepadaku, vina selalu memanggil ku dengan sebutan koko. ” Baru pertama x aku merasakan yang seperti ini.” Tambahnya.

    “Itukan enak di kamu, sekarang gantian dunk!!” Pinta ku. Segera ku keluarkan senjataku yang telah tegak dan basah akibat kegiatan tadi. Vina kemudian melihat dengan heran, sebab itu pertama x nya dia melihat senjata cowok.

    Segera ku tarik tangan nya ku pegangkan pada batangku. dan ku kocok naik turun. Hingga akhirnya ku lepas dan menyuruhnya untuk meneruskan kocokannya sambil ku remas tokednya. Setelah beberapa saat ku suruh vina untuk mencium batang ku.

    Dia pun menurutinya dan ku suruh untuk menjilatinya. Awalnya dia menolak tapi kurayu hingga akhirnya menjilati dan mengulum kepala batangku. setelah beberapa saat kurasakan aku akan keluar. ku suruh vina untuk mengocok batangku dengan cepat dan tangan yang satunya ku arahkan untuk menampung air mani yang akan ku keluarkan ,hingga akhirnya. Crot…Crot… spermaku mengenai tangan nya.

    ” Nah itu lah sperma yang apabila masuk kedalam tubuh mu akan menghasilkan bayi” kata ku.. sedangkan vina masih melihat dan mencium bau sperma pertamanya atas jerih payahnya. dan segera dibersihkan dengan tisu yang telah kupersiapkan.

    “batang koko besar juga ya, en rasanya asin2 gitu waktu di mulut.” kata vina. aku beristirahat sebentar dan vina melanjutkan menonton BF yang belum sempat habis ditonton disebelahku. Setelah itu dia memegang batangku kembali, dan membangkitkan adikku yang sedang tidur.

    Kami pun mulai berciuman kembali dan tanganku mulai menjamahi gunung kembarnya dari belakang.. kuremas dua2 hingga vina mendesah keenakan. ku sisipkan kembali tangan ku ke selangkangannya, namun x ini dia berusaha mengelus batangku dari luar.

    Segera ku keluarkan dan dia mulai mengocok sedangkan tangan kiriku menjamahi buah dadanya dan tangan kananku menyusup dibalik CDnya. lidah kami saling beradu dengan nafsu yang tinggi. lalu ku balikkan vina dan ku suruh dia mendudukkan vaginanya di batangku.

    Lalu vina mulai bergerak naik turun menggesekkan guanya dan batangku dengan Cd yang masih menempel. Sebab karena aku tidak ingin rusak masa depannya. Gesekan dipusat kenikmatan itu memberikan sensasi yang luar biasa bagi kami berdua. vina kemudian menyuruhku untuk menyedot susunya dan dia memeluk ku dengan erat. Dia mempercepat gerakaannya dan aku berusaha mengimbanginya.

    ” ko, kayaknya wa mau pipis negh.” kata vina. “tahan sebentar lagi sayang, wa juga udah mau kluar negh” kataku berusaha mengimbanginya.. Namun vina sudah tidak mampu menahannya. ” ko, wa dah keluar” katanya dengan lemas dan gerakannya pun di perlambat.

    Aku yang belum mencapai puncak terus menggesekkan batang ku pada vaginanya. lalu ku suruh vina untuk menyedot batangku sedangkan aku berusaha membersihkan vaginanya dengan gaya 69..baru beberapa detik batang ku berada di dalam mulutnya, sudah menembakkan sperma dan tertelan oleh vina.

    “ko, wa makan sperma koko negh.” ucapnya sambil ketakutan dan hampir menangis “ntar wa pasti bakalan hamil”.. Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya. Segera ku peluk vina dan kuusap rambut panjangnya.Memang siswi SMP ini masih polos akan hal beginian.

    “Tenang aja vina cayang , soalnya sperma akan menjadi anak kalo dimasukin melalui pussy kamu, kalo ditelan ngak bakalan jadi anak. Kalo ntar jadi anak biar koko yang tanggung jawab degh rela punya istri yang jago sperti kamu.” kataku sambil menatap matanya yang berkaca-kaca karena ketakutan dan ku kecup keningnya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Menghajar Memek Aku

    Cerita Sex Menghajar Memek Aku


    2163 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Menghajar Memek Aku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Haduh aku mendapat hukuman dari Ibu Neni gara gara aku tidur di dalam kelas, aku disuruh ke sawaah untuk mencari tomcat dan disuruh untuk meneliti berpa kadar racun yang ada di dalam tubuh tomcat, awalnya aku menolak tapi mau gimana lagi ya….ya udaha aku lakasanakan.

    ‘coooooTt akkh loo… Kalo ga ada sawahhh,, mana bisa lojadi montok kaya’ gni…. Hahaha..’ canda Adam sambil nepak pantat aku.

    ‘lagiankan lo sendiri yang salah… Tidur dikelass,, coba dikamar akua… Hheheehe…’ kan… Candaan ngeresnya mulai nge.On neh.

    ‘PrEttt akkh… Udahhlahh… Cepetan cariin tomcat itu yannnkk.. Biar kita bisa cepett cepet pulangggg gatelll bangett taoo dsini…’ titah aku ke Adam, ohhh iya cinters,,, kenalin.. Adam ini cowo baru aku (suwiiiiiitttt….suwiiiiiitttttt) dua minggu yang lalu aku nemu dia diemperaaann… Hehhehe*becanda yachh begokK… Pisss..

    ‘iyaaaa.. Iyaaa…ini juga lagi ngawas2 taoo dimana itu si tomcat berada’ jawabnya sambil celingak-celinguk.Suasana hening sejenak, ada kesan romantis yang timbul jadinya, ditambah pemandangan persawahan yang membentang luass..

    Mungkin kaya’ gini kali yaaa suasana nenek ama kakek aku pacarannn duluu.. Ciaaaa… Ciaaaaa…Ga lama kemudian, pencarian aku tampaknya ga sia2, mata aku menangkap bayangan serangga berwarna hitam belang kuning diantara tumpukan padi2 yang kaya’a habis diketam.

    ‘ayaaaaaank… Ono ada tomcatnyaaa…’ aku teriak ngasih tau Adam sambil lari2 kearah tumpukkan padi tsb.

    ‘HatI2 sayaank… Disituu liciiinn..’ jawab Adam sambil ikut2an berlari ngejer aku.Tapi… Tiba2 tanah yang aku injek amblas, jadi.

    .’BruuuuaaakkK… Grusuuuukk… JebuurrR…’ hampir seluruh badan aku kcuali kepala nyebur kedalem kubangan lumpur…

    ‘AhHHH…. Ayaaaaankkk.. Hiiiikkkzzzzzzz…..’ antara malu dan kagga aku nangis didepan Adam dengan bdan yg penuh lumpur.

    ‘addduuuhh … Yaaaank,, kamu begok sihh.. Udah dibilang ati2 malah lari2… Otak lo setengahnya kemana sih..???’ Adam marahin aku sambil ngelingkerin lengan aku dan naekkin badan aku kepunggungnya.

    ‘aaaaahhh lo mahh..bukannya ngasih perhatian malah marah2in akuaaa..’ jawab aku ngambek.

    ‘yaudahlah.. Ini kita kesaluran irigasi yaa.. Kita bersihin badan lo…’ adam ngegendong aku kesluran irigasi.Sesampainya disaluran irigasi, Adam ngebasuh seluruh badan aku,ngusap2 kaki aku sampe paha terus ngebersihin lumpur yang ada dilengan aku.

    ‘tapi ga da yang keseleo kan say…?’

    ‘ga….’ jawab aku judessss…

    ‘deeh elahhh… Segitunyaaa.. Jangan ngambek dunk yankk… Sini.. Buka bajunya,,’

    ‘ga maooo…’ masih jawab judes. Agen Bola Terpercaya

    ‘cepetann buka… Mau dibersihin ga sssih…’Dengan rada memaksa, Adam menarik lepas kaos oblong yang melekat dibadan aku, tadinya smpet aku cegah, soalnya aku g pake lapisan apa2 lagi selain kaos itu,,.. Tapi karena aku klah tenaga sama dia, jadi dengan mudahnya baju aku dia rebut…

    ‘tapi lo ga pa2 kan yank…. Gada yang lecet kan….?’ tanya adam sok perhatian sambil ngusap2 dada aku, padahal aku tau bnget dia udah cenat-cenut ngeliat dada aku yang ngegantung ini, apalagi ditambah sama tangannya yang gatel ngusap2

    ‘ga apa2 koq… Siniin baju aq nya…. Ntar qmu malah nge-On lageee…’ jawab aku sambil coba ngerebut balik kaos aku yang dia pegang, tapi ga khabisan akal, dia lemparin baju aku entah kemana..

    ‘Begooookk… Masa’ aku telanjang gini cobaaa….’ aku berjalan kearah dia ngelempar kaos aku, tapi dia halangin, tanpa rasa bersalah, bukannya nyariin kaos aku, dia malah ngeremes2 pantat aku.

    ‘ngeliat lo lumpuran gni bkin aku tegang yankkk… Seksi tau…’ tangan Adam masih mremas2 pantat aku sementara lidahnya bermain diputing aku.

    ‘uuuugghhh.. Hhhmmzzz… Yankk, jangan sange disini dunkkkK… Pleaseeeee…’ aku mencoba buat nyegah permainannya Adam, walopun sebenernya aku juga menikmatinya.

    ‘ga bisa yannkk… Dah On bngetttt niiihhh…’ Adam meremas2 tetek aku, lalu menggendong tubuh aku ketumpukan padi yang tadi habis diketam, lalu menghempaskan tubuh aku disana.

    ‘ayaaankk… Gilaaa lhooo,,, bisa2 gatel2 semuaaa badan aku’ aku dorong badan Adam dan mencoba bangkit, tapi lagi-lagi aku kalah kuat, badan aku serasa ga berdaya dia tindihin kaya’ gitu.

    ‘aaaaahhhss… Yannnkk… Heeemzz…. Apa ga bisa dirumah jaa….?’ tangan Adam masuk kedalem kolor yang aku pale, llu mengorek2 selangkangan aku,dengan sedikit tenaga yang trsisa, aku masih bersikeras nolak perbuatan Adam itu keaku.

    ‘udhlahhh yankk… Nikmatin jaaaa… Suasana baru ini….’ Adam melucuti kolor beserta cangcut yang aku pake gitu aja, trus dengan jari telunjuknya dia gesek2 itil aku.

    ‘Widiiihhh … Dah banjir yannkK.. Ternyata loo keenakan juga yaaa… Hehehe..’

    ‘hmmmppthh..’ aku berusaha nhan desahan supaya ga terlalu kentara kalo sebenernya aku nikmatin permainannya.

    ‘yaaaa.. Koq masihh belumzz ngedesahh seehh sayyy.. Masih kurang enak yaaa…?’ kemudian Adam membuka selangkangan aku lebar2 lalu menjilat bagian itil aku, tangannya juga ga tinggal diem aja, dia pilin2 pentil nenen aku bikin aku ga kuaaaaaaatttT…

    ‘AcChhss… Hhmmzzz… Lo nakal bangettT yank… Hhhmmnnggk…’ ikt2an nge_on, aku raba2 anunya Adam yang udah keras dari luar kolornya.

    ‘hehehe… Pengenn jugaa kan lo yankk,,cobaa… Mohonn dulu ke aku…’ Sialaaann.. Dia malahh ngegoda aku..

    ‘Ogaaaahh…’

    ‘benerr…?… Ga nyeseeelllL….? Ya udh,, aku balikk ya.. Dahhh…’

    ‘Eeett… Mao kemanaaaa… Yaaaaannkk…’

    ‘baliiikkk…’

    ‘Yaaaank,,, jangannn… Aku pengeenn nehh,,..’

    ‘pengenn apa…’

    ‘pengennn ngentot ama qmuuuuuuU…’Aku tarik tangan Adam jadi gantian dia yang telentang, aku lempar kolornya lalu dengan rakus aku isep kontolnya.

    ‘aahhh yaannK..’Adam cekikikan kegelian waktu aku kenyot biji tititnya, aku ambil posisi diatas tititnya, aku gesek2 bentar tititnya dimemek aku dan BleeeesssSsS… Tititna pun amblesSs kedalem memek aku,..

    ‘ooOwwhh YaaaaannKk..’ tangan adam meremas2 nenen aku, matanya merem melek menikmati goyangan pinggul aku.

    ‘AAccchhhSss… aAaaaccchhHss..’ aku semakin erotis sewaktu Adam menarik badan aku kedalem pelukannya, dengan liarnya dia cupangi seluruh leher aku. Dan yang bikin aku ga kuaattT tangannya jail bangett nyolok2 lobang pantat aku.

    hhhuuupp.. Hooopppp… Bllllppp… Bluuupppp.. Cleeeeeebbb.. Cleeeeebbbb…’ Adam ikut menggoyangkan pinggulnya berlawanan dengan arah goyangan pinggul aku, tangannya yang jail masih asyik nyolok2 pantat aku.

    ‘tidurannnN yankkk…’

    ‘aaaakkhhh… Enggghhhkk… Ngiiiikkk…’ Adam menarik tubuh aku lalu menelentangkannya, tangannya mengusap-usap dada aku dan meremas2, dia buka paha aku lebar2 dan dia hujamkan benda pusakanya kedalam liang aku.

    ‘aaawww…. Yaaaannkk,,, owwhh..ohhh… Ahhhhh..’ aku gigit bibir bawah Adam menahan rasa nikmat, nafas Adam terasa begitu hangat berhembus dihidung aku.
    ‘OOOOwwhh yeeeaahhh… Ayaankkk,,, terussssS…’ aku menengadah menahan nikmatnya kocokkan Adam, permainan semakin seru saat Adam menjilat dan mengecup leher dan dada aku.

    ‘tahan yaaaannk….’ Adam mengangkat tubuhnya lalu membelai rambut aku, dia kecup pipi dan bibir aku, dia tatap mata aku sejenak, lalu tersenyum dengan manis dihadapan aku, bikin aku serasa dilindungi dan disayangi.

    ‘uuuugghh… Kocokk ajee yank yg kencenggg…’ aku dekap badan Adam erat2, trus aku gigit2 kupingnya, Adam menyeringai kegelian bikin kocokkannya tambah kenceng. Aku kempit2in meki aku saking geregetannya pengen cepet keluar.

    ‘Ayaaaaaaannkk… Udh ga tahaaaaaannn…’ rintih aku sambil ngigit kupingnya.’

    sabarrr ya sayaaankk… Adamm belom nehh..’ jawabnya sambil jilat2 ketek aku, badan aku jadi ngegeliat kegelian olehnya.

    ‘gaya guk guk yankkk….’ Adam membalik badan aku dan menarik pantat aku supaya tegak, dengan 2 jarinya, dia kocok2 dulu selangkangan aku sebelum sosisnya yang jadi hidangan, hehehe..

    ‘udaahh siapp yankk….? Aq colok yaaacchhh….’aku cengkram batang2 padi yang menguning didepan aku sementara Adam membobol gawang aku, dengan posisi ini, aku bisa lebih menikmati gesekkan kontolnya Adam.

    ‘Aaaawwwwhhhh yaaaaannkkk… Aaahhhh .. Ahhhh… Ahhhhh…’ aku ngejerit2 saat Adam maju mundurin titinya dengan brutal, telapak tangannya yang lebar kaya’ gemess nampar2 pantat aku sampe pedess rasanya.

    ‘ayaaaannnkkk pelan2 duuunnkkk… Sakiitt begooo…. Aaahhhh..’ aku redam kebrutalan Adam dengan goyangan pinggul aku, bnerr aja.. Adam juga ngerespon aku dengan goyangan jadi aku bisa lebih nyaman menikmati kontolnya dia.

    ‘Aaaaahhh..aq dah mauuuU keluaaar nehh yaaaannkk…’ aku merintih sembari mempercepat goyangan,tangan adam gerayangan ngusap2 punggung dan pantat aku. candusex

    ‘ayaaaaannnkkk…kocoookk laaaagiii…. Aaaaaahhh’ Adampun kembali mengocok pake kontolnya yang tegangnya awet, aku maju mundurin pantat aku berlawanan supaya nancepnya lebih mantep, sesaat kmudian lutut aku serasa lemass,, badan aku mengejang,,. DaanN….

    ‘aaaaahhhhhsssssssSss,,, oooowwwwhhh yaaaaaaannnnkk… Hhhhhh…’ cairan kenikmatan meluber keluar dari rahim aku. Akupun menggelepar kecape’an.

    ‘Yaahhh…. Koq lo lemess sihh begoo… Aku belum ngecroottT nehhh…..’ Adam membalik badan aku yang udh menggelepar, dia taro kaki sebelah kanan aku ke bahunya terus dia hajar lagi meki aku.

    ‘aaahhh… Ahhhh… Ahhh… Ssssshhhhh….’ aku udah ga ada daya lagi ngadepin dia, jadi aku cuman bisa pasrah nerima perlakuannya dia.

    ‘OOOOhhhh yaaaannnkkk… TahaaannN bentarr lagiii…’ adam mengocok memek aku,tiap 3 kocokkan dia cabut kontolnya lalu memasukkannya lagi, sementara bibir kami saling berlumatan, tangannya memilin milin pentil aku.

    ‘AyAaaaaaaaaaannnnkkk….’ adam tarik badan aku yang udah lemes kedalem pelukkannya, dia hentak2an kontolnya kedalem meki aku, keringat udah sepenuhnya membasahi tubuh dan wajahnya, aku usap keringat yang ada dijenongnya aku lumat bibirnya terus aku goyangin meki aku nolong dia meraih puncak kenikmatan…Hentakkan kontol Adam semakin kencang, dia peluk badan aku erat2, lalu dia lesakkan batangnya dalam dalam…

    CROOOOOOOTTTTtT.. CrooooOooT… CrroooOooT….

    ‘OOOOwwwhhh yaaaaannkkkk…’ badan Adam mengejang hebat,.. 3 semprotan sperma hangat memenuhi liang rahim aku, Adam kecup lembut bibir aku, lalu memanjakan aku dg plukannya.

    ‘dasarr begooo… Malahh gini jadinya..’ kata aku manja sambil menyentil tititnya yang udah lemesss…

    ‘hehehe… Sorry ya yaaaaannk… Kamu menggoda sihh.. Hehehe…’

    ‘wooyy… Ada sapa disituuuuu…..?’ tiba2 suara seorang lelaki tua mengagetkan kami, aku dan Adampun panik,.. Aku ambil baju Adam yang berserakan terus dia tarik tangan aku grasak grusuuuk ngumpet didalem areal sawah yang rada rimbun dan landaiii…. Yaaaa….untung ajee Dewi Fortuna sama Dewi Sri temen baikk… Jadinya aku bisa nemuin 3 tomcat sambil sembunyiii… Wkekekekekeek…

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Pengalaman Ngentot Orgasme Nikmat Tante Dewi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman Ngentot Orgasme Nikmat Tante Dewi – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1744 views

    Perawanku – Saya adalah seorang pegawai swasta yang bergerak dalam bidang komputer. Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon melalui HP untuk memperbaiki komputer pada salah satu pelanggan yang belum saya kenal yang jelas suaranya seorang wanita, saya perkirakan berumur 25 tahunan karena suaranya sangat manja dan dewasa.

    Pada waktu yang ditentukan saya datangi, rumahnya tak terlalu luas tapi cukup apik penataan taman, saya pencet bel, yang keluar seorang wanita setengah tua dengan penampilan yang mempesona, dengan kulit bersih tanpa make up dan bibirnya yang sensual hingga membuat buyar konsentrasi. Setelah beberapa saat menunggu di ruang tamu saya dipersilakan masuk ke ruang kerja, dimana komputer tersebut berada. Beberapa waktu berselang selesai pekerjaan saya, sebelum pamit saya menyuruh mencoba komputer tersebut apa sudah baik atau masih ada yang tertinggal.

    Berawal dari coba mencoba akhirnya saya jadi akrab untuk berbincang-bincang dengan wanita setengah baya, yang mengaku bernama Dewi (nama samaran). Yang ternyata seorang istri yang selalu ditinggal oleh suaminya yang gila kerja. Waktu suaminya hanya tersita oleh pekerjaan, memang soal materi selalu diberikan dengan sangat cukup tapi soal batin yang tak pernah terpikirkan oleh suaminya terhadap istrinya, saya pikir hal ini persoalan klise belaka, tetapi dampaknya sangat berarti bagi kehidupan berumah tangga.

    Tak terasa waktu berjalan terus seiring dengan konsultasi Dewi terhadap saya tentang persoalan rumah tangganya, katanya saya dapat berbicara seperti konsultan rumah tangga, hal ini memang saya akui suatu kelebihan saya bila menghadapi wanita yang sedang dirundung musibah, tapi bukan sebagai kedok untuk berbuat yang tidak-tidak.

    Setelah selesai saya pamit dan memberikan No. HP saya dengan pesan bila terjadi sesuatu dan memerlukan saya hubungi saya. Beberapa hari kemudian saya ditelpon untuk bertemu disuatu tempat yang menurut saya sebagai tempat yang sangat romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran namanya (ada aja).

    “Mas, saya sangat berterima kasih atas konsultasinya waktu lalu”, ujar Dewi dengan mata yang sendu dan bibir tergetar halus.
    “Saya hanya orang biasa yang hanya dapat berbicara untuk mencari jalan keluar”, jawab saya sebisanya karena dengan tatapan matanya saya dapat merasakan getaran birahi yang sangat besar.
    “Saya ingin Mas temani saya untuk berbagi rasa dengan perasaan Mas yang sebenarnya”
    Wah mati aku, akhirnya saya bimbing kedalam tempat yang nyaman dan privacy. Bagaikan seorang kekasih saya berkasi-kasihan diatas sebuah ranjang empuk dan berudara nyaman.

    Saya lumat bibirnya dengan penuh perasaan dan saya genggam kedua telapak tangannya sehingga kami merasakan kebersamaan yang bergelora. Lidahnya terus bergoyang didalam rongga mulut seirama dengan alunan musik bossas. Lama kami ber ciuman mesra, kurengkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Dewi melenguh.

    “Mas terus Mas jangan kecewakan saya” sebentar-bentar tangannya bergreliya ke dada dan selangkangan saya, tak tinggal diam dengan gaya yang meyakinkan saya kecup putingnya dengan sedotan-sedotan kecil dan gigitan mesra, bibir saya meluncur kebawah menuju pusar, saya mainkan lidah saya dibundaran pusarnya wah wangi farfumnya menyentuh birahi saya. Tangannya merengkuh alat pitas saya yang sudah tegang, Dewi kaget, mass kok besar sekali, saya bisikan, jangan takut pasti muat. Memang Dewi belum dikaruniai anak, jadi masih seperti perawan, apalagi punya suaminya tak terlalu besar.

    Saya jilat permukaan vaginanya, Dewi bergelinjang menarik pantatnya hingga menjauhi bibir saya, saya terperanjat, kenapa?
    “Mass saya belum pernah seperti itu, maaf yah”, saya hanya tersenyum dan meneruskan permainan bibir kebagian betis dan seluruh paha.

    Beberapa waktu berselang tangannya mendekap kepala saya dengan sangat kencang seolah-olah tak mau dilepaskan, sesak napas saya. saya tau Dewi sudah klimaks tapi dalam dalam benak saya ini baru permulaan. Setelah dekapannya melemah saya baringkan celentang, terhamparlah padang rumput dan pegunungan yang indah seindah tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dengan gaya konpensional saya mulai melaksanakan tugas saya sebagai seorang lelaki, saya selipkan punya saya disela-sela bibir kemaluannya hingga ambles kepalanya, Dewi menjerit kecil.
    “Mass, tahan Mass ngiluu Mas terlalu besar”.

    Memang saya sadar dan tak langsung main tancap, saya tarik dan tekan secara perlahan-lahan, setelah vaginanya teradaptasi Dewi berubah dengan gaya yang agresip ditekan pantatnya ke atas hingga punya saya ambles semua, saya imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, saya balikkan tubuhnya, saya dibawah dan Dewi di atas dengan demikian Dewi lebih leluasa untuk mengekspresikan birahinya yang selama ini tertahan. Benar adanya dengan gerakan yang dahsyat Dewi bergerak naik turun sambil berdesis-desis hingga saya bingung membedakan antara desisan bibir bawah dengan bibir atas.

    Beberapa saat kemudian Dewi mengejan dan menegang sambil menggigit dada saya, setelah itu saya tak mau kehilangan momen saya lakukan penyerangan dengan gaya profesional atas, bawah, depan, belakan, kiri dan kanan, hanya satu yang tak mau saya paksakan yaitu mengoral punya saya, karna saya tau Dewi nanti stress, saya pikir bila nanti pada satnya tiba mungkin bukan batangnya yang dilumat tapi sekalian bijinya dan sangkarnya.
    “Dewwii saya mau sampai nihh. saya keluarin dimanaa?”
    “Mas di luar saja dulu yah”.

    Dengan secepat kilat saya tarik kemaluan saya dan saya keluarkan di dadanya hingga beberapa semprotan protein meleleh diantara dua bukit dan sedikit terciprat ke dagu. Setelah semprotan terakhir keluar, matanya terbuka dan tangannya menggenggam kemaluan saya, tanpa saya sadari dikulumnya kemaluan saya, hingga saya terperajat dan tak yakin, yah mungkin inilah yang dinamakan puncak dari birahi kaum hawa yang sudah mencapai batas ambang sehingga tak berlaku lagi rasa malu, jijik, dan kotor yang ada hanya nafsu dan nafsu.

    Tanpa istirahat kemaluan saya bangun kembali sehingga menegang sampai kuluman mulut Dewi terasa sempit dan rongga mulutnyapun membesar. Gerakan maju mundur mengakibatkan saya bergelinjang kekanan dan kekiri sambil sesekali mencengram rambutnya yang terurai lepas. Konsentrasiku hampir terganggu dengan gerakannya yang cepat hampir klimaks saya dibuatnya, tapi sebelum itu saya lepaskan untuk mengurangi ketegangan saya, saya balik menyerang dengan jari jemari menari-nari diseputar liang vaginanya dan sesekali menggesekkan ke area G-Spot wanitanya sehingga Dewi merancau tak karuan, tangannya menarik sprei hingga terlepas dari sangkutannya. semakin lama semakin dahsyat pergolakan birahi saya dan Dewi, saya rasakan aliran cairan hanggat membasahi jari saya dan tak mau ketinggalan moment yang indah ini saya balikan tubuhnya sehingga tengkurap dan saya tekan dengan kemaluan saya dari arah belakang, Dewi meringis.
    “Mas pelan-pelan, ngilu”

    Saya atur irama sehingga lama kelamaan menjadi asyik dan Dewipun melakukan gerakan yang membuatnya bertambah assyik dan masyukk. Dadaku bergetar ketika hasrat itu akan mencapai puncak, ku tarik kemaluanku dan kusemprotkan ke atas punggungnya dangan kedua tangan ku mencengram kedua bongkah pantatnya yang masih kencang untuk ukuran Dewi. Dan lubang anusnya masih bersih tak ada tanda-tanda bekas gesekan atau luka atau penyakit wasir, nafsu saya melihatnya tapi hasrat itu saya pendam, mungkin (dalam benak saya) lain waktu Dewi meminta untuk di setubuhi anusnya karena memang bila nafsu sudah datang birahipun memuncak yang pada akhirnya dunia terasa sangat-sangat indah melayang-layang dan sukar diutarakan yang ada hanya dirasakan. Pikiran ngeres saya ternyata terbaca oleh Dewi, dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku dan membisikan sesuatu.

    “Mas, coba dong masukin dari belakang, Dewi ingin coba sekali aja tapi pelan-pelan yah”.

    Antara sadar dan tak sadar saya anggukan kepala tanda setuju. Karena badan saya sangat lelah saya istirahat sebentar dan membersikan sisa-sisa mani yang menempel pada kaki dan perut. Saya minum beberapa teguk minuman yang dihidangkan dikamar tamu, setelah rilek saya kembali kekamar, ternyata Dewi masih tergolek diatas tempat tidur dalam posisi tengkurap, wah inilah yang dinamakan lubang surga, terletak hanya kurang lebih tujuh centimeter antara lubang vagina dengan lubang anus. Saya berfikir mana yang lebih sempit, wah yang pasti lubang anus yang lebih sempit, tanpa basa-basi saya mainkan jari saya dengan sedikit ludah untuk pelicin kesekitar permukaan anusnya, Dewi terbangun dan merasakan adanya sesuatu yang lain dari pada yang lain, dan jariku terus menusuk nusuk lubang anusnya, saya tidak merasa jijik karena memang anus Dewi bersih dan terawat.

    Dengan hati-hati saya masukkan kejantanan saya kedalam anusnya, susah sekali masukinnya karena memang punya saya besar dibagian kepalanya sedang Dewi anusnya masih sangat rapat, saya nggak abis akan saya ludahin agar licin, lama-lama kepala kemaluan saya masuk kedalam anusnya, Dewi menjerit kecil, saya tahan beberapa saat kemudia dengan rileks saya tekan setengah dan tarik kembali, begitu terus-enerus sehingga Dewi merasakan sensasi yang luar biasa.

    “Mas kok enak sih, lain gitu dengan melalui vagina”.
    Saya pun waktu itu baru merasakan lubang anus tuh seperti itu, menyedot dan hangat, hampir-hampir saya tidak kontrol untuk cepat-cepat keluar, dengan tarik nafas secara perlahan saya bisa kendalikan emosi saya sehingga permainan berjalan dengan waktu yang panjang, Dewi meringis dan bola matanya sebentar-bentar putih semua menandakan birahi yang sangat dahsyat.

    Kemaluan saya semakin tegang dan berdenyut tanpa memberi tahu kepada Dewi saya semprotkan mani saya kedalam liang anusnya, Dewi kaget dan mengejan sehingga kemaluan saya seakan-akan disedot oleh jetpump kekuatan besar. saya tergeletak diatas punggungnya sambil memeluk perutnya yang indah, walaupun ada sedikir kerutan, karena memabg umur tidak bisa dikelabui, saya dan Dewi tertidur sejenak seakan melayang-layang di dunia lain. Kami bersetubuh dengan kemesraan hingga dua jam setengah sebanyak tiga ronde dipihak saya.

    Saya lihat tatapan matanya mengandung kepuasan yang sangat dahsyat begitu pula saya sehingga membuat motivasi saya untuk bersetubuh dengan wanita-wanita setengah baya yang memang membutuhkan siraman biologis, karena wanita setengah baya secara teori sedang dalam puncak-puncaknya mengidamkan kepuasan birahi yang tinggi, istilahnya sedang mengalami fase puber kedua, apalagi bila sang suami tak memberikannya. Saya memang lebih menyukai wanita setengah baya dari pada ABG, karena wanita setengah baya mempunyai naluri kewanitaan yang besar sehingga dalam bersetubuh dapat saling memberikan respon yang sangat artistik bila dilakukan dengan mesra.

    Setelah kami mandi kamipun bergegas untuk kembali pada tugas masing-masing, dari akhir pembicaraan saya dengannya, saya dipesankan agar merahasiakan hubungan ini, setelah itu saya diselipkan sehelai cek untuk konsultasi katanya. tanpa kwitansi dan tanda terima seperti biasanya bila terjadi transaksi. Sebenarnya saya tak tega mengambil cek tersebut, karena apa yang saya lakukan dengannya adalah sama-sama iklas sehingga hubungan menjadi sangat sangat sangat asyik masyuk, tapi saya pikir uang buat Dewi nggak masalah karena memang untuk biaya pengeluaran lebih kecil dari pada yang diterima dari suaminya, selain itu saya juga sedang memerlukan biaya untuk memperbaiki kendaraan saya yang secara kebetulan pada waktu itu sedang mengalami perbaikan mesin.

    Setelah peristiwa itu saya masih terus dihubungi bila Dewi perlu, dan pernah saya dikenalkan dengan rekan-rekan yang senasib dan saya pernah dihubungi oleh teman-temanya dengan saling menjaga rahasia satu sama lain, tapi ceritanya tak jauh beda, yang jelas saya akan rahasiakan sampai akhir hayat.

    Oke saya pikir cerita ini bukanlah membuka rahasia tapi hanya membagi pengalaman dalam dunia maya, dan lagi nama dan tempat adalah fiktif belaka, bila ada rekan-rekan yang berminat konsultasi dengan saya saya siapkan waktu, hubungi saya, selanjutnya terserah anda. Dan motto saya, kerahasiaan adalah segalanya buat hidup saya.

  • Cerita Sex Orgasme Terbawa Kenikmatan Yang Luar Biasa

    Cerita Sex Orgasme Terbawa Kenikmatan Yang Luar Biasa


    1510 views

    Perawanku – Pengalaman ini terjadi 7 tahun yang lalu aku mempunyai banayk cerita seksku dimana kali ini aku akan ceritakan satu persatu, saat ini aku berusia 39 tahun dan aku bekerja di kota Kalimantan aku sudah menikah sajak 17 tahun yang lalu dimana umurku masih 22 tahun sekarng sudah mempunyai 2 orang anak.

    Dulu sehabis kuliah selesai aku pernah bekerja di perusahaan swasta, karena tuntunan pekerjaan aku diharuskan berpindah pindah kota. Pada saat itu istri dan anakku tidak ikut serta karena istriku harus bekerja dan terikat kontrak kerja yg tidak memperkenankannnya mengundurkan diri atau bermohon pindah sebelum 5 tahun masa kerjanya.

    Sehingga jadilah aku sendiri di sana dan tinggal di salah satu rumah orang tuaku yg mereka beli untuk investasi. Krn kebutulan aku pindah ke sana maka aku tinggal sendiri.

    Rumah tersebut berada di kompleks perumahan yg cukup luas namun cenderung sepi krn kebanyakan hanya menjadi tempat investasi alternatif saja, dan kalau ada yg tinggal adalah para pendatang yg mengontrak rumah di sana. Jadi lingkungan relatif apatis di sana.

    Pada beberapa kesempatan aku kadang-kadang berkunjung ke tempat nenekku yg tinggal di suatu kabupaten (sekitar 4 jam dari kota tempat aku tinggal sekarang) utk sekedar silaturahmi dengan famili di sana.

    Pada salah satu kunjungan saya ke sana, saya sempat bertemu dengan salah seorang yg dalam hubungan kekerabatan bisa disebut nenekku juga di rumah salah satu famili, sebetulnya bukan nenek langsung.

    Persisnya ia adalah adik bungsu dari istri adik kakekku (susah ya ngurutnya). Usianya lebih tua sekitar 8-9 tahunan dariku. Profil mukanya seperti Yati Octavia (tentu Yati Octavia betulan lebih cantik), dengan kulit cenderung agak gelap, dan badannya sekarang sedikit agak gemuk.  Agen Judi Bola

    Walaupun terhitung nenekku, ia biasanya saya panggil bibi saja krn usianya ia risih dipanggil nenek. Pertemuan tsb sebetulnya biasa saja, tapi sebetulnya ada beberapa hal yg sedikit spesial terkait pertemuan tersebut.

    Pertama, saya baru tau kalau suaminya baru meninggal sekitar 1 tahunan yg lalu. Ia yg berstatus honorer di sebuah instansi pemerintah sedikit mengeluhkan kondisi kehidupannya (untung ia hidup di kota kabupaten yg kecil) dengan 2 anak perempuannya yg berusia 12 dan 8 tahun.

    Saat itu aku bilang akan mencoba utk membantu memperbaiki status honorernya dgn mencoba menghubungi beberapa relasi/kolegaku. Hal spesial yg lain adalah sedikit pengalamanku di masa lalu dgn dia yg sebetulnya agak memalukan bila diingat (saat itu saya berharap ia lupa).

    Wkt saya masih di bangku SMA, ia dan kadang bersama famili yg lain sering berkunjung ke rumahku krn ia pernah kuliah di kota kelahiranku namun kost di tempat lain. Ia kadang2 menginap di rumahku.

    Pada waktu ia nginap dengan beberapa famili yg lain, aku sering ngintip mereka mandi dan tidur. Sialnya sekali waktu, saat malam2 aku menyelinap ke kamarnya (di rumahku kamar tidur jarang di kunci), dan menyingkap kelambunya (dulu kelambu masih sering digunakan).

    Saya menikmati pemandangan di mana ia tidur telentang dan dasternya tersingkap sampai keliatan celana dalam dan sedikit perutnya. Saat itu saya mencoba mengusap tumpukan vaginanya yg terbungkus celana dalam dan pahanya.

    Setelah beberapa kali usapan ia tiba2 terbangun dan saya pun cepat2 menyingkir keluar kamar. Sepertinya ia sempat melihat saya, hanya saja ia tidak berteriak. Hari2 berikutnya saya selalu merasa risih bertemu dia, namun iapun bersikap seolah2 tdk terjadi apa2.

    Sejak saat itu saya tdk pernah coba2 lagi ngintip ia mandi dan tidur. Hal itu akhirnya seperti terlupakan setelah saya kuliah ke Jawa, ia menikah dan sayapun akhirnya menikah juga. Inilah pertemuan saya yg pertama sejak saya kuliah meninggalkan kota kelahiran saya.

    Beberapa wkt kemudian pada beberapa instansi ada program perekrutan pegawai termasuk yg eks honorer termasuk pada instansi nenek mudaku tersebut.

    Pada suatu pembicaraan seperti yg pernah saya singgung sebelumnya, nenek mudaku tersebut sempat minta tolong agar ia bisa diangkat sbg pegawai tetap dan akupun kasak-kusuk menemui kenalanku agar nenek mudaku tersebut dapat dialihkan status honorernya menjadi pegawai.  Agen Judi Bola

    Aku beberapa kali menelpon nenek mudaku tersebut untuk meminta beberapa data dan dokumen yg diperlukan. Entah karena bantuan kenalanku atau bukan, akhirnya ia dinyatakan diterima sebagai pegawai. Nenek mudaku itu beberapa kali menelponku utk mengucapkan terima kasih, dan aku yg saat itu memang tulus membantunya juga ikut merasa senang.

    Beberapa bulan kemudian aku mendapat telpon lagi dari nenek mudaku tersebut yang mengabarkan bhw ia akan ke kota tempatku bertugas karena ia harus mengikuti pelatihan terkait dengan pengangkatannya sebagai pegawai di salah satu balai pelatihan yang tempatnya relatif dekat dengan rumahku. Waktu itu ia menginformasikan akan menginap di balai pelatihan tersebut namun akan berkunjung ke rumahku juga.

    Pada suatu hari Sabtu sore ia tiba di rumahku dengan membawa koper dan oleh2 berupa penganan khas daerahnya tinggal dan buah2an. Ia mengatakan hari pelatihannya dimulai hari Senin namun ia takut terlambat dan akan segera ke balai pelatihan tersebut malamnya.

    Aku tawarkan untuk istirahat dulu dan menginap satu malam. Namun karena kekahwatiran tersebut ia menolak untuk menginap dan hanya beristirahat saja. Maka ia kutunjukkan kamar tidur yang ada di samping kamar tidurku utk istirahat sejenak.

    Tidak ada kejadian apa2 sampai saat itu, dan pada malam harinya ia kuantar ke balai latihan. Namun di balai latihan tersebut suasananya masih sepi dan baru 3 orang yang melapor itupun masih keluar jalan2.

    Melihat keraguan untuk masuk ke balai latihan tersebut kembali aku tawarkan untuk menginap di rumah dulu dan nanti Senin pagi baru kembali. Ia langsung menerima tawaranku sambil menambahkan komentar bahwa ia dengar balai pelatihan tersebut agak angker.

    Cerita Sex Orgasme Terbawa Kenikmatan Yang Luar Biasa

    Cerita Sex Orgasme Terbawa Kenikmatan Yang Luar Biasa

    Malam minggu ia menginap dan tidak ada kejadian yg spesial kecuali kami mengobrol sampai malam dan ia menyiapkan makanan/minumanku. Sampai saat itu belum terlintas apa2 dalam pikiranku. Namun ketika ia selesai mencuci piring dan melintas di depanku yaitu antara aku dan televisi yg sedang aku tonton ia berhenti untuk melihat acara televisi sejenak.

    Saat itu aku melihat silhuote tubuhnya di balik daster katunnya yang agak tipis diterobos cahaya monitor televisi. Saat itulah pikiranku mulai mengkhayalkan yang tidak2. Maklum aku jauh dari istri dan kalau ngesekspun dengan orang lain juga kadang2 (aku pernah ngeseks dengan PSK yg agak elit dan beberapa mahasiswi tapi frekuensinya jarang krn biaya tinggi).

    Saat itu ia saya suruh duduk dekat saya utk nonton TV bersama2. Kami pun ngobrol ngalor ngidul sampai malam dan ia pun pamit utk tidur.

    Malam Seninnya juga tidak terjadi apa2 kecuali saat ngobrol sudah mulai bersifat pribadi tentang masalah-masalahnya seperti anaknya yg perlu uang sekolah dan lainnya. Aku katakan bahwa aku akan bantu sedikit keuangannya dan iapun berterima kasih berkali2 dan mengatakan sangat berhutang budi padaku.

    Senin paginya ia kuantar ke balai pelatihan tersebut dan dengan membawakan kopernya saya ikut masuk ke kamarnya yang mestinya bisa untuk 6 orang. Dengan menginapnya ia di sana, maka buyarlah angan2 erotisku pd dirinya dan akupun terus ke kantorku utk kerja seperti biasa.

    Namun pada sore hari aku menerima telpon yang ternyata dari nenek mudaku tersebut. Ia mengatakan bahwa agak ragu2 menginap di balai pelatihan tersebut krn ternyata semua teman2 perempuannya tidak menginap di situ, tapi di rumah familinya masing2 yg ada di kota ini sehingga di kamar yg cukup utk 6 orang itu ia tinggal sendiri kecuali jam istirahat siang baru beberapa rekan perempuannya ikut istirahat di situ.

    Dgn bersemangat aku menawarkan ia menginap di rumah lagi sambil melontarkan kekhawatiranku kalau ia sendiri di situ (sekedar akting). Ia terima tawaranku dan aku berjanji akan menjemput dia sepulang kantor.

    Akhirnya iapun menginap di rumahku dan rencananya akan sampai sebulan sampai pelatihan selesai. Angan2ku kembali melambung namun aku masih tdk berani apa2 mengingat penampilannya yg sdh sangat keibuan, kedudukannya dalam kekerabatan kami yg terhitung nenek saya, dan sehari2nya kalau keluar rumah pakai kerudung (tapi bukan jilbab).

    Aku betul2 memeras otak namun tdk pernah ketemu bagaimana cara bisa menyetubuhinya tanpa ada resiko penolakan. Aku sedikit melakukan pendekatan yg halus. Sekedar utk memberi perhatian dan sedikit akal bulus sempat aku belikan ia baju dan daster.

    Utk daster aku pilihkan ia yg cenderung tipis dan model you can see. Hampir setiap malam ia aku ajak keluar makan malam atau belanja (walupun pernah ia sekali menolak dgn alasan capek). Kalau ada kesempatan aku kadang2 mendempetkan badanku ke badannya bila lagi jalan kaki bersama atau duduk makan berdua di rumah makan.

    Aku juga sering keluar kamar mandi (kamar mandi di rumahku ada di luar kamar tidur) dgn hanya melilitkan handuk di badan. Selain itu aku juga kadang menyapa dan memujinyaa sambil memegang salah satu atau kedua pundaknya bila ia memasak sarapan pagi di dapur.

    Dari semua itu saya belum bisa menangkap apakah responnya positif terhadap aku. Dan setelah hampir 1 minggu, yaitu pada hari Sabtu pagi iapun pamit pulang ke kotanya untuk menengok anaknya yg agak sakit dan akan kembali minggu malamnya. Iapun pulang dan aku yg sendirian di rumah akhirnya juga keluar kota ke kota kelahiranku yg jaraknya cuma 1 jam dr kota tinggalku utk main2 dgn teman2 masa SMAku serta silaturahmi ke rumah orang tuaku.

    Saat bertemu teman2 lamaku aku agak banyak minum bir dan waktu tidurku agak kurang. Sore menjelang Maghirib akupun pulang ke kota di mana aku tinggal, terlintas sebuah rencana utk menggauli nenek mudaku yg saya perkirakan akan lebih duluan sampai di rumahku (ia kukasihkan kunci duplikat rumah utk antisipasi seandainya aku tdk ada dirumah bila ia datang).

    Sayapun sampai di rumah dan memang benar ia sudah ada di rumah. Ia bertanya kepadaku kenapa aku pucat dan keringatan dan saat ia pegang dahi dan tanganku ia bilang agak hangat (mugkin krn pengaruh begadang).

    Aku hanya berkomentar bhw aku mau cerita tapi tdk enak dan minta agar malam ini makan malam di rumah saja krn aku tdk enak badan. Ia tdk keberatan dan tanya aku mau makan apa, aku bilang aku cuma mau makan indomie telur dan iapun setuju. Seperti kebiasaannya ia selalu buatkan aku kopi dan teh utk dirinya, tak terkecuali malam itu.

    Melihat aku masih pucat ia menawarkan obat flu tapi aku bilang aku tdk flu dan tdk bisa cerita sambil pergi dengan pura2 sempoyongan ke kamarku dan bilang aku mau istirahat. Aku masuk kamar dan membuka baju dan berbaring di tempat tidur dgn hanya pakai celana pendek.

    Iapun menyusulku ke kamarku dan dgn iba bertanya kenapa dan apa yg bisa ia bantu. Dalam hatiku aku mulai tersenyum dan mulai melihat suatu peluang.

    Ia bahkan menawarkan utk memijat atau mengerik punggungku, tapi aku mau langsung ke sasaran saja dengan mempersiapkan sebuah cerita rekayasa.

    Akhirnya aku menatap ia dan menanyakan apakah ia mau tau kenapa aku begini dan mau menolong saya. Ia segera menjawab bahwa ia akan senang sekali bisa menolong saya krn saya sudah banyak membantunya.

    Iapun kusuruh duduk di tempat tidur dan dengan memasang mimik serius dan memelas sambil memegang salah satu tangannya akupun bercerita. Aku karang cerita bhw aku baru saja kumpul2 sama teman2ku waktu ke luar kota tadi sore.

    Terus ada salah satu temanku yg bawa obat perangsang yg aku kira adalah obat suplemen penyegar badan. Karena tdk tau, obat itu aku minum dan skrg efeknya jadi begini di mana aku kepingin ML dgn perempuan.

    Aku karang cerita bhw bila tdk tersalur itu akan membahayakan kesehatanku sementara istriku tdk ada di sini. Aku juga mengarang cerita bhw aku sudah mengupayakan onani tapi tdk berhasil dan tdk mungkin aku mencari PSK krn tdk biasa. Aku katakan bhw dgn terpaksa dan berat hati aku mengajak ia bersedia utk ML denganku utk kepentingan kesehatanku.

    Mendengar ceritaku ia terdiam dan menundukkan wajahnya, tapi salah satu tangannya tetap kupegang sambil kubelai dengan lembut.

    Melihat itu, aku lanjutkan dgn berkata bhw kalau ia tdk bersedia agar tdk usah memaksakan diri dan aku mohon maaf dgn sikapku krn ini pengaruh obat perangsang yg terminum olehku.

    Selain itu kusampaikan bahwa biarlah kutanggung akibat kesalahan minum obat tersebut dan aku katakan lagi bhw aku sadar kalau permintaanku itu tdk pantas tapi aku tdk bisa melihat jalan keluar lain sambil minta ia memikirkan solusi selain yg kutawarkan.

    Ia tetap diam, namun kurasakan bhw nafasnya mulai memburu dan dengan lirih ia berkata apa aku benar2 mau ML sama dia padahal ia merasa ia sudah agak tua, tdk terlalu cantik, agak sedikit gemuk dan berasal dari kampung.

    Aku jawab bahwa ia masih menarik, namun yg penting aku harus menyalurkan hasratku. Ia diam lagi dan aku duduk dikasur sambil tanganku merangkul dan membelai pundaknya yg terbuka karena dasternya model you can see.

    Kulitnya terasa masih halus dan sedikit kuremas pundaknya yg agak lunak dagingnya. Mukanya pucat dan bersemu merah berganti2, ia juga terlihat gelisah.

    Sedikit lama situasi seperti itu terjadi tapi aku tdk tau entah berapa lama, sampai aku mengulang pertanyaanku kembali (walaupun aku sudah yakin ia tdk akan menolak) dan akhirnya ada suara pelan dan lirih dari mulutnya.

    Aku tdk tau apa yg ia katakan tapi instingku mengatakan itu tanda persetujuan dan dengan pelan aku dekatkan mukaku ke wajahnya. Mula2 aku cium dahinya, setelah itu mulutku menuju pipinya. Ia hanya memejamkan mata, namun gerakan wajahnya yg sedikit maju sudah menjadi isyarat bhw ia tdk keberatan.

    Sedikit lama aku mencium kedua pipinya dan aku sejenak mencium hidungnya (di situ kurasakan desah nafasnya agak memburu) lalu akhirnya aku mencium bibirnya yg sudah agak terbuka sejak tadi. Sambil melakukan itu kedua tanganku juga beraksi dengan halus.

    Tangan kananku merangkulnya melewati belakang kepalanya kadang di bahu kanannya dan kadang di tengkuknya di belakang rambutnya yg terurai. Sedang tangan kiriku merangkul punggungnya dan mengusap paha kanannya secara bergantian.

    Ciuman bibir mulai kuintensifkan dengan memasukan lidahku ke mulutnya. Ia gelagapan namun tangan kananku memegang tengkuknya untuk meredam gerakan kepalanya. Ternyata ia tidak biasa dicium dgn memasukan lidah ke mulut yg kelak baru saya ketahui belakangan.

    Tangan kiriku terus bergerilya, aku menarik bagian bawah dasternya yg ia duduki agar tangan kiriku bisa masuk ke sela2 antara daster dan punggungnya. Berhasil, tanganku mengusap punggungnya yg halus namun masih kurasakan tali BH nya di situ.

    Dengan pelan2 kubuka tali BH nya. Terasa ada sedikit perlawanan dari dia dengan menggerak2an punggungnya sedikit. Iapun hampir melepaskan mulutnya dari mulutku. Namun bibirku terus mengunci bibirnnya dan tugas tangan kiriku membuka pengait BH nya dibelakan sudah terlaksana.

    Tangan kananku langsung berpindah dengan menyelinap di balik daster bagian depan dan menuju BH nya yg sudah terbuka. Aku biarkan BH tsb dan tangan kananku menyelinap di antara BH dan payudaranya.

    Aku elus2 dan cubit2 pelan payudara di sekitar putingnya beberapa saat sebelum akhirnya menuju puting sampai akhirnya payudara yang memang sudah tidak terlalu kencang tapi cukup besar itu kuremas2 bergantian kiri dan kanan.

    Saat itu mulutnya menggigit bibirku, aku terkaget2, dan dengan cepat kutanggalkan daster dan BHnya dan ia kutelentangkan dikasurku. Ia rebah di kasurku dengan hanya mengenakan celana dalam yg sudah tua dan sedikit lubangnya di bagian selangkangannya.

    Aku langsung menggumulinya dengan mulutku langsung menuju mulutnya. Ia sempat melenguhkan suara yg sepertinya menyebut namaku.

    Aku tidak peduli. Mulutku bergeser ke lehernya dan kudengar ia berkata dgn tidak jelas …. ?aduh kenapa kita jadi begini??.

    Aku tdk peduli dan mulutkupun bergeser ke payudaranya secara bergantion. Akhirnya suaranya yg awalnya seperti keberatan menjadi berganti dengan lenguhan dan desahan yg lirih.

    Aku bangkit dr badannya sejenak utk melepaskan celanaku sampai akupun telanjang bulat. Kulihat ia sedikit kaget dan matanya terbuka melihatku seolah2 tak rela aku melepaskan tubuhnya. Namun secepat kilat setelah aku telanjang bulat aku kembali menggumulinya dan melumat bibirnya habis2an.

    Kedua tanganku merangkulnya dengan memegang erat bahu dan belakang kepalanya. Kupeluk ia erat2 dan iapun membalas ciuman bibirku dengan hangat bahkan liar. Matanya terpejam dan kedua tangannyapun memeluk diriku dan kadang megusap punggungku.

    Mulutku beralih ke payudaranya. Sekarang aku baru bisa melihat jelas bentuk payudara dan tubuhnya yg lain. Memang bukan bentuk yg ideal sebagaimana umumnya diceritakan di cerita2 saru lainnya. Payudaranya memang besar (aku tidak tau ukurannya) tapi sedikit turun dan tdk kencang.

    Tubuhnya masih proporsional walaupun cenderung gemuk dengan adanya lipatan2 lemak di pinggangnya dan perut yg kendur karena bekas melahirkan (mungkin), namun kulitnya begitu halus. Mulutku lalu melumat puting payudaranya yg kiri dan tangan kiriku meremas payudara yg kanan.

    Sedang tangan kananku bergerilya ke selangkangannya dan mengusap2 bagian yg masih terbungkus celana dalam tersebut.

    Jari2 tanganku menemukan lubang pada robekan celana dalamnya yg sudah tua sehingga jari2ku tsb bisa mengakses ke bagian selangkangannya yang mulai lembab pd rambutnya yg kurasakan cukup lebat.

    Jari2 kananku memainkan klitorisnya dan kadang2 kumasukkan ke dalam lubangnya sambil menggesaek2annya. Kurasakan desahan dan lenguhannya sedikit lebih keras menceracau. Sekilas kulihat kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan pelan tapi mulai liar.

    Tangan kirinya dia angkat sehingga jarinya ada didekat telinga kirinya sambil meremas2 seprai dan ujung bantal tidak karuan. Tangan kanannya mengusap kepala dan menarik2 rambutku.

    Akupun mulai tdk bisa menahan diri lagi karena penisku sudah berdiri tegak sejak tadi. Ukuran penisku biasa2 saja (sebetulnya aku agak heran dgn ceritaa erotis yg bilang sampai 20 cm, aku tdk pernah mengukur sendiri).

    Kutarik celana dalamnya sampai lepas. Kemudian aku melepaskan tubuhnya dan mengambil posisi di antara dua pahanya.

    Waktu kulepas tubuhnya sejenak tadi ia sempat tersetak dan matanya terbuka seolah2 bertanya kenapa. Tapi begitu melihat aku sudah dalam posisi siap mengeksekusi dirinya iapun mulai memejamkan matanya lagi.

    Sambil kuremas2 payudaranya sebelum memasukan rudalku ke liangnya aku sedikit berbasa basi dan menanyakan apa ia ikhlas aku setubuhi malam ini. Dengan lirih ia mempersilakan dan bibirnya sedikit tersenyum.

    Kedua tangannya menarik badanku dan akupun mulai memasukkan penisku ke lubangnya. Walaupun sudah lembab dan ia pernah melahirkan, ternayata aku tdk bisa langsunga memasukkan penisku. Sampai2 tangan wanita yg telah lama menjanda dan kehidupan sehari2nya begitu kolot ini ikut membantu mengarahkan rudalku ke lubangnya.

    Rupanya nafsunya sudah membuat ia terlupa. Di luar terdengar hujan mulai turun dengan lebat menambah liarnya suasana di kamarku dan pintu kamarku masih terbuka krn aku yakin tdk ada siapa2 lagi di rumah tipe 60 milik orang tuaku ini.

    Ujung rudalku mencoba merangsek kelubangnya scr pelan2 dgn gerakan maju mundur dan kadang2 berputar di area mulut lubangnya. Tidak terlalu lama rudalku mulai menembus liang senggamanya. Kepalanya bergerak ke kiri dan kanan.

    Matanya merem dan kadang setengah terbuka. Tangannya ke sana kemari kadang meremas seprai dan ujung bantal, kadang meremas rambutku dan kadang mengusap punggung dan bahkan mencakar punggung atau dadaku.

    Pinggulnya kadang menyentak maju menuju rudalku seolah2 sangat ingin agar rudalku segera masuk. Akhirnya rudalku yg sudah masuk sepertiganya ke liang senggamanya kucabut tiba2. Terlihat ia kaget dan membuka matanya.

    Ia memanggil namaku dengan suara yg sudah dikuasai birahi dan bertanya ada apa. Namun sebelum selesai pertanyaannya aku langsung dengan cepat dan sedikit tekanan menghujamkan rudalku ke liangnya yg walaupun sedikit seret tapi akhirnya bisa masuk seluruhnya ke dalam lubangnya dan aku memeluknya dengan mukaku begitu dekat dengan mukanya sambil menatap wajahnya yg penuh kepasrahan namun juga dikuasai birahi yg kuat.

    Ia tersentak dan melenguh keras ………….. aaaaaaaahh …. sejenak aku mendiamkannya dengan posisi seperti itu. Ia mencoba menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan ruang gerak yg terbatas.

    Aku pun mulai menggerakkan pinggulku ke belakang dan ke depan dengan gerakan pelan tapi pasti. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya dengan liar. Ia menceracau dan terus mendesah dan pinggulnya mencoba utk membawa diriku menggoyangnya lebih cepat lagi.

    Entah beberapa kali namaku ia sebut. Ia juga menceracau ia sayang dan mencintaiku. Dan aku yg sudah terbawa gelombang birahipun tidak memanggil ia ?bibi? lagi (ia sebetulnya terhitung nenekku, namun krn usianya tdk terlalu tua maka ia sering dipanggil bibi). Ya … dalam keadaan birahi tsb aku juga kadang menceracau memanggil namanya saja. Seperti tdk ada perbedaan usia dan kedudukan di antara kami.

    Entah berapa lama aku menggoyangnya dengan gerakan yang sedang2 saja, tiba2 kedua tangannya merangkul tubuhku utk lebih merapat dengan dia. Aku pun melepaskan payudaranya dan juga akan merangkul tubuhnya.

    Kurasakan betapa lunak dan empuk tubuhnya yg agak gemuk dan memang sudah tidak terlalu sexy itu ketika kudekap. Semua bagian tubuhnya tidak ada yg kencang lagi.

    Namun kelunakan tubuhnya dan kehalusan kulitnya ditambah pertemuan dan gesekan antara kulit dadaku dgn kedua payudaranya membawa sensasi yg luar biasa bagi diriku. Irama gerakan pinggulku dan pinggulnya tetap stabil.

    Tiba2 ia mendesah dengan suara yg agak berbeda dan kedua matanya memejam rapat2. Ia mempererat dekapannya dan mengangkat pinggulnya agar selangkangannya lebih rapat dengan selangkanganku.

    Setelah itu kedua kakinya mencoba mengkait kedua kakiku. Gerakan bibir dan raut mukanya menunjukan kelelahan tercampur dengan kenikmatan yg amat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Ia membuka matanya dan wajahnya ia dekatkan ke wajahku sambil bibirnya terbuka dan memperlihatkan isyarat utk minta aku cium.

    Bibirkupun menyambar bibirnya dan saling melumat. Ketika lidahku masuk kemulutnya, ternyata ia sudah bisa mengimbangi walaupun dengan terengah2.

    Terbayang reaksinya waktu orgasme tadi maka gairahku menjadi meningkat. Walaupun tau ia sudah orgasme beberapa saat setelah itu aku mulai meningkatkan kecepatan irama gerakan pinggulku utk membawa rudalku menghujam2 liang senggamanya.

    Walaupun sambil berciuman aku tetap mempercepat gerakan pinggulku. Awalnya pinggulnya mencoba mengikuti gerakan pinggulku. Namun tiba2 ia melepaskan mulutku dan kepalanya bergerak kekiri dan diam dengan posisi miring ke kiri sehingga aku hanya bisa mencium pipi kanannya.

    Matanya merem melek. Dekapan tangannya ketubuhkupun ia lepaskan dan ia angkat ke atas sehingga jari2 kedua tangannya hanya meremas2 seprai di atas kepalanya. Kedua kakinya berubah gerakan menjadi mengangkang dengan seluas2nya.

    Aku jadi mempecepat gerakan pinggulku. Bahkan gerakan rudalku menjadi lebih ganas yaitu saat aku memundurkan pinggulku maka rudal keluar seluruhnya sampai di depan mulut liang senggamanya namun secepat kilat masuk lagi ke dalam lubangnya dan begitu seterusnya namun tdk pernah meleset.

    Tangan kiriku kembali meraba payu daranya dan kadang2 ke klitorisnya. Ia menceracau dan kali ini tidak menyebut namaku namun berkali bilang ?aduh …. ampun … sayang …? atau ?kasian aku sayang? dan bahkan ia bilang sudah tidak tahan lagi. Namun aku tau ia terbawa kenikmatan yg luar biasa yang sekian tahun tidak pernah ia rasakan. Malam dingin dan AC di kamarku tdk bisa menahan keluarnya keringat di tubuh kami.

    Tiba2 kembali ia melenguh, kali ini lebih keras dan mulutnya maju mencari bibirku. Ya, ia kembali orgasme. Aku tidak menghiraukan mulutnya namun lebih berkosentrasi utk mempercepat gerakan pantatku sambil aku putar.

    Putus asa ia mencoba mencium bibirku ia rebah kembali, namun pd saat itu akupun mencapai puncaknya dan rudalku menyemburkan sperma yang banyak ke liang senggamanya. Sementara liang senggamanya berdenyut menerima sperma hangatku.

    Aku terkulai di atas tubuhnya dengan rudalku masih di dalam liang senggamanya. Kami berpelkan dgn sangat erat seolah2 tubuh kami ingin menjadi satu. Kami berciuman dan saling membelai.

    Berkali2 kami saling mengucapkan sayang. Iapun mengungkapkan betapa bahagianya ia krn selain bisa menolongku menyalurkan libidoku, juga ia merasa terpuaskan kebutuhan yang tdk pernah ia rasakan sekian tahu.

    Apalagi ketika setelah itu ia semapat bercerita betapa almarhum suaminya begitu kolot dalam bercinta dan sekedar mengeluarkan sperma saja. Ia baru tau bahwa bercinta dengan laki2 dapat lebih nikmat dibanding yg pernah ia rasakan.

    Kami tertidur sambil berpelukan. Paginya ketika terbangun jam 8 pagi kami bercinta lagi dengan sebelumnya menelpon ke tempat diklatnya utk memberitahukan bahwa ia tdk enak badan. Ia adalah tipe wanina yg juga agak kolot.

    Beberapa variasi ia lakukan dgn kikuk. Ia sering tdk bersedia bila vaginanya aku oral dgn alasan tdk sampai hati melihat aku yg banyak menolongnya mengoral vaginanya. Tapi ia mau mengoral penisku kadang2. Biasanya ia mau kalau ia sudah tdk bisa mengimbangi permainanku sedang aku masih mau bercinta.

    Selama sebulan ia tinggal di rumahku dan kami sudah seperti suami istri …. bahkan percintaan kami sering lebih panas. 2 hari setelah percintaan kami yg pertama aku malah sempat mengantar ia ke dokter utk pasang spiral agar tdk terjadi hal2 yg tdk diinginkan.

    Hal yg kusuka darinya adalah ia ternyata pandai menyembunyikan hubungan kami. Jadi bila ada tamu atau famili datang ke rumahku, sikap kami biasa2 saja.

    Memang aku sempat mendoktrin dia bhw hubungan kami ini adalah hubungan terlarang, namun krn awalnya menolongku maka tdk apa2 dilanjutkan krn ia harus mengerti dgn kebutuhanku sbg laki2 drpd aku kena penyakit bercinta di luaran maka ia tdk perlu tanggung2 menolongku.

    Selain itu hal yg kusukai dr dia adalah sikapnya yg berbakti kepadaku bila kami berdua saja. Hampir semua permintaanku mau ia terima selama ia anggap permainan normal. Ia bilang itu ia lakukan krn aku banyak menolongnya.

    Kadang2 aku memutarkan kaset video BF utk memperlihatkan beberapa variasi padanya. Aku bahkan sempat melakukan penetrasi di anusnya. Sebetulnya kesediaannya utk disodomi itu dilakukan dgn terpaksa krn pd saat kami melakukan foreplay ternyata ia menstruasi.

    Melihat aku sudah di puncak birahi ia mencoba melakukannya dengan tangan dan mulut tapi tdk berhasil krn ia mmg tdk terlalu lihay. Akhirnya dengan dibantu hand body cream maka anusnya lah yg jadi sasaranku.

    Sebetulnya aku kasian juga melihat ia menitikan airmata waktu aku mulai menusukan rudalku ke anusnya. Tapi karena aku sudah berada di ujung kenikmatan maka aku tetap melakukannya.

    Krn di rumah hanya kami berdua maka kami melakukannya di mana saja, bisa di kamar mandi, bisa di depan TV, dan lainnya.

    Hal yg paling mengesankan adalah suatu hari pada saat saya pulang jam istirahat siang, ternyata iapun baru pulang juga utk istirahat di rumah krn ada informasi instrukturnya akan datang terlambat sekitar setengah atau satu jam.

    Mendengar penyampaiannya itu aku langsung mutup pintu rumah dan menyergapnya. Aku baringkan ia di atas hambal di ruang tengah depan TV. Ia gelagapan dan berteriak2 senang sambil berpura2 protes.

    Aku hanya menurunkan celana tidak sampai lepas dan iapun cuma kusingkapkan rok panjangnya dan melepaskan celana dalamnya. Baju PNS nya hanya kubuka kancingnya dan menarik BHnya ke atas. Kerudungnya aku biarkan terpasang.

    Sehingga kamu bercinta dgn tdk sepenuhnya telanjang. Mungkin krn agak tegang permainan kami menjadi lebih lama dr permainan biasanya. Akhirnya kami istirahat di rumah dengan hanya makan nasi dan telur dadar krn waktu istirahat tersita utk bercinta.

    Pada saat ia kembali ke kotanya kami masih berhubungan sebulan 3-4 kali dalam sebulan. Namun setelah aku pindah ke kota lain hubungan kami jadi sangat jarang. Terakhir ia menikah lagi dengan seorang duda yang usianya 7 tahun lebih tua dari dia.

    Itupun ia terima setelah aku yg mendorong utk menerimanya wkt ia menceritakan bhw ada orang yg mau melamarnya.

    Demikianlah ceritaku. Sebetulnya sampai saat ia bersuamipun aku tau kalau aku datang kepada dirinya dan ia punya waktu maka ia akan bersedia melayaniku. Tunggu kisah selanjutnya dariku semoga tidak ada yang tersinggung dalam ceritaku diatas tadi.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kisah Seks Menjadikan Istri dengan Ilmu Pelet – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Kisah Seks Menjadikan Istri dengan Ilmu Pelet – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2155 views

    Perawanku – Suara khas dari kentungan kang bakso yang lewat, semua orang yang mendengar suara tersebut hafal kalau yang berkeliling adalah bang Goni si penjual bakso, tokk tokkk tokkk tokkk tokkkkkkkkkkkk….sambil bicara soo baksooooo so baksoooo….

    Del.. itu.. Bang Goni telah datang, katanya mau beli bakso.. kata seorang cewek muda pada temannya yang juga masih muda. Cewek yang disapa Del tadi melongokkan kepalanya , nama lengkapnya Nurdellaana. Sering disapa dengan sebutan Della.

    Usianya baru menginjak 20 tahun. Wajahnya indah sekali dengan kulit putih bersih, wajahnya bulat dengan hidung mancung bermata hitam bening berkilat-kilat. Orang akan menyangka Della merupakan seorang bintang sinetron kalau belum tahu.

    Rambutnya hitam legam sepunggung, dibiarkannya selalu tergerai, senantiasa melompat ke kiri dan ke kanan jika Della berjalan. Tak heran kalau Della berada di dekat temannya, dia akan menjadi sangat menonjol, apalagi dengan temannya yang sekarang bersamanya, sangat jauh bedanya. Yang satu putih, yang satu agak hitam, yang satu indah, yang satu tak menarik.

    Untungnya Della bukan tipe cewek yang sombong dan pilih-pilih teman, mungkin itu yang membuatnya disukai di antara teman-temannya.

    Mana sih? Della melongok ke arah bunyi kentongan. Dia berlari kecil ke luar pagar Asramanya. Della memang tinggal di Asrama. Sekolahnya mengharuskan itu. Kebetulan Della sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan di Tasikmalaya. Orang paling senang melihat Della memakai seragam perawatnya yang serba putih, itu membuat tubuhnya jadi terlihat makin putih.

    Itu, di ujung jalan, temannya yang menyusul di belakang menjawab sambil menunjuk. Sebuah gerobak bakso kecil berwarna biru kusam berjalan mendekat dari arah ujung jalan dan makin-lama makin mendekat.

    Tukang baksonya bernama Goni, orangnya telah berumur sekitar 40 sampai 50 an, rambutnya telah memutih sebagian, sementara kumis dan janggutnya yang juga memutih terlihat tak terawat, kalau saja dia tak berdagang bakso, orang mungkin akan mengira dia orang gila kerena suka tersenyum-senyum sendiri.

    Eh, Non Della, Goni mengembangkan senyumnya saat bertemu dengan Della, sebaris gigi kuning kehitaman terlihat berbaris di balik bibirnya yang tebal, wajahnya yang kotor tak terawat berusaha tersenyum, tapi yang ada justru sebuah seringai mengerikan.

    Eh.. iya Bang.. Della berusaha ramah dan membalas senyum Goni.

    Yang biasa Non? tanya Goni dengan nada aneh, seperti ramah yang dipaksakan. Dengan gerakan terburu-buru Goni menyiapkan Bakso yang dipesan.

    Kok nggak kuliah Non? tanya Goni di tengah kesibukannya. Memang lagi libur ya?
    Eh.. Della terkaget sesaat. Dalam pikirannya dari mana Goni tahu kesibukannya. Iya Bang, lagi libur. Besok baru masuk lagi.

    Biasanya Non kalau libur kan jalan-jalan, sama siapa.. yang sering ke sini pakai motor RX King itu..?

    Goni bertanya lagi. Della teringat ke Ivan, pemuda yang sering mengunjunginya, meskipun bukan pacarnya, tapi Della memang suka pada Ivan.

    Memangnya Abang kenal dia? tanya Della sambil tersenyum.

    Ya.. dia kan juga sering beli bakso saya Non.. Goni menjawab canggung. Kemudian menyerahkan semanguk bakso yang mengepulkan uap panas ke tangan Della, tanpa sengaja, tangannya menyentuh tangan Della yang halus.

    Sesaat entah kenapa badan Goni meremang, dia belum pernah merasakan kelembutan tangan cewek seindah Della. Kaget kerana ada yang meraba tangannya, secara refleks Della menarik tangannya membuat pegangannya pada mangkuk bakso goyah, sebagian kuah bakso yang panas tumpah menyiram tangan Goni, membuatnya meringis kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

    Aduh, maaf Bang, sa.. saya tak sengaja.. Della gugup setengah mati, kekagetannya saat tangannya diraba oleh Goni sekarang berubah menjadi kepanikan kecil. Dengan spontan karena naluri sebagai perawat, Della langsung menyerahkan mangkuk baksonya pada temannya, dia lalu mengeluarkan sapu tangan dari saku bajunya, dengan cekatan Della mengelap tangan Goni yang tersiram kuah panas.
    Nggak apa-apa.. kata Della, rasa paniknya berkurang dengan sendirinya melihat tangan Goni tak terluka atau melepuh. Semula Della takut Goni akan marah, tapi ternyata tidak, Goni hanya diam saja, bahkan tak berkata apa-apa sampai Della selesai makan bakso.

    Bagi Della, kejadian itu dengan mudah bisa dilupakannya, tapi tak bagi Goni. Kejadian itu sangat membekas di hatinya. Selama berhari-hari wajah Della selalu berada di dalam pikiran Goni, seolah menari-nari di depan matanya. Dan perlahan-lahan segala pikiran itu berkembang menjadi sebuah perasaan aneh dalam diri Goni.

    Perasaan yang menyimpang yang membuatnya ingin memiliki Della. Dan perasaan itu berkembang bagaikan makhluk buas yang mencabik-cabik dirinya dari dalam, membuatnya lupa pada keadaan dirinya, membuatnya lupa pada istri dan empat anaknya yang ditinggal di kota asalnya. Dan bila telah tak bisa lagi menahan hasratnya pada Della, dia melampiaskannya dengan beronani sambil membayangkan dirinya sedang menyetubuhi Della.

    Tapi Goni selalu bersikap biasa jika bertemu dengan Della, dan Dellapun selalu bersikap ramah padanya. Hal ini yang membuat keinginan Goni untuk memiliki Della makin kuat. Goni telah salah mengartikan keramahan dan kebaikan Della.

    Keinginan menyimpang dari dalam diri Goni itu membuatnya malu setiap kali bertemu Della, bagaimanapun dia sadar dirinya terlalu jauh jika dibandingkan dengan Della. Della seorang cewek yang sangat indah dan masih sangat belia, sementara dirinya telah tua dan berwajah jelek. Tapi keinginan itu sangat kuat menyerang dirinya, cukup kuat untuk mendesaknya melakukan perbuatan terkutuk, dia berusaha mengguna-gunai Della.

    Dan didorong oleh keinginan yang menggebu-gebu itulah maka Goni memberanikan diri pergi menemui dukun yang selama ini dia percayai. Goni memang sering berkunjung ke dukun itu, terutama jika berhubungan dengan penglarisan dagangan baksonya.

    Rumah dukun itu terpencil di pinggiran kota, dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat. Butuh waktu satu jam jalan kaki jika ingin bertemu dukun itu karena rumahnya tak bisa dijangkau oleh kendaraan. Rumah itu sendiri tak seberapa besar, bahkan bisa dibilang kecil. Sebuah rumah kayu berkesan kumuh dan hampir rusak.

    Kayu-kayunya telah usang dan dimakan rayap, semantara sebagian gentingnya juga telah pecah, ditambal oleh potongan asbes gelombang. Begitu masuk ke rumah itu, perasaan yang muncul merupakan keseraman yang luar biasa. Dinding rumah yang tak seberapa itu dipenuhi oleh tengkorak-tengkorak binatang, bahkan Goni melihat ada beberapa tengkorak manusia terselip di sela-selanya.

    Keseraman makin terasa saat masuk ke ruangan dukun yang didominasi warna hitam. Ruangan tanpa jendela itu dipenuhi asap kemenyan yang membuat siapapun yang masih waras akan mabuk mencium baunya.

    Goni melihat dukun itu duduk menghadapi sebuah meja pendek yang dipenuhi oleh sesaji, dupa dan benda-benda logam yang kemungkinan merupakan jimat sementara di dinding sebelah kanan dan kirinya terdapat rak-rak kayu berisi puluhan kuali dan botol botol porselen yang ditutup kain berwarna merah.

    Kembali lagi rupanya, dukun itu berujar dengan bunyi berat. Dia memakai semacam jubah berwarna hitam yang terkesan kedodoran. Rambutnya gondrong menjela-jela di antara bahunya. Kumis dan jenggotnya yang sebagian telah memutih dibiarkan memanjang dan tak terawat.

    Matanya nanar menatap Goni yang berlutut ketakutan, bagian bawah matanya yang mengantung dan keriput berkedut-kedut saat menatap Goni. Wajahnya yang tua terkesan seram ditimpa nyala lampu minyak di dekatnya, satu-satunya penerangan yang ada di situ.

    I.. iya.. Mbah.. Goni menjawab gemetar, badannya seolah menciut seukuran botol saat mata si dukun menatapnya dengan tajam.

    Ini bukan urusan jualanmu kan? si dukun menebak jitu, membuat Goni mengangguk penuh takzim,mengagumi kehebatannya.

    Urusan apa? Apa kamu tak malu datang ke sini lagi? Yang dulu saja kamu belum bisa membayar, kan? si dukun bertanya ketus. Goni merasa mengerut lagi. Urusan penglarisannya yang dulu memang belum dia bayar karena tak mampu, tapi kali ini Goni telah merencanakan sesuatu.
    Saya pasti akan bayar Mbah.. Goni terbata-bata. Tapi saya tak membayar dengan uang.

    Lalu dengan apa? bunyi si dukun menggedor jantung Goni, membuatnya pucat ketakutan. Goni merogoh saku bajunya dengan gemetar dan menyerahkan sesuatu pada si dukun. Si dukun menerima pemberian Goni lalu diamatinya sebentar.

    Kamu mau membayarku dengan dia? tanya si dukun, tapi kali ini suaranya melunak. Dikembalikannya pemberian Goni, Goni mengamatinya sejenak. Ternyata itu merupakan foto Della yang sedang tersenyum manis sekali.

    Foto itu dicurinya dari dompet Della saat tertinggal di gerobaknya.

    Jadi kamu mau mengguna-gunai dia ..? si dukun menebak lagi. Goni mengangguk, sekali lagi dengan penuh ketakziman. Si dukun kemudian menanyakan tanggal dan hari kelahiran Della, Goni langsung menyebutnya dengan lancar karena Goni juga pernah melihat KTP Della. Si dukun mengangguk-angguk sesaat, lalu dia mulai merapal mantra-mantra sambil menghitung-hitung sesuatu dengan jari-jari tangannya.

    Sulit Goni.. si dukun berujar setelah diam beberapa lama. Ajang terlihat kecewa.
    Tapi jika kamu berhasil, maka dia akan menjadi milikmu selamanya. Si dukun melanjutkan, membuat Goni kembali lega. Tapi syaratnya sangat sulit.

    Saya akan kerjakan Mbah, sesulit apapun akan saya kerjakan. Goni berujar mantap.
    Syaratnya, pertama kamu harus puasa mutih tujuh hari tujuh malam tanpa putus dimulai pada hari dan weton kelahirannya, lalu kamu berikan ini padanya. Si dukun cabul itu memberi Goni semacam cairan yang dikemas dalam botol kecil berwarna hijau.

    U.. untuk apa Mbah..? Goni merasa bingung.

    Itu ramuan pemikat, tolol, si dukun membentak. Kamu pikir cukup hanya mantra dan jampi-jampi saja? Pastikan dia meminum cairan itu dan bukan orang lain, kalau tidak, risikonya kamu tanggung sendiri.

    Goni mengangguk mengerti. Hatinya terasa lebih riang sehingga seolah dia bisa mengambang satu setengah meter di udara saat berjalan pulang. Otaknya segera penuh dengan rencana. Dan pada satu kesempatan, ketika Della membeli bakso darinya Goni dengan gesit memasukkan cairan ramuan pemikat dari dukun ke dalam mangkuk bakso Della, dan dengan harap-harap cemas Goni melihat bagaimana Della dengan lahap menghabiskan baksonya.

    Gonipun melakukan ritual yang diperintahkan si dukun. Dan tepat pada malam yang ditentukan, Goni mulai melancarkan mantra pengasihan yang didapatnya. Sambil membakar kemenyan, Goni mulai membayangkan wajah Della. Dengan mulut berkomat-kamit dia memanggil nama Della sambil terus melancarkan mantra pengasihannya.

    Di tempat lain, Della yang sedang tidur mendadak menjadi gelisah, hawa di sekitarnya seolah bertambah panas mambuat sekujur badannya berkeringat. Nafasnya perlahan-lahan memburu dan terengah-engah. Di dalam tubuhnya seolah meledak sebuah dorongan aneh yang membuat nafsu birahinya meledak, seperti ada binatang buas yang mencabik-cabik tubuhnya dari dalam.

    Dalam tidurnya, Della bermimpi seolah dirinya sedang bercumbu dengan Goni. Della tak tahan melawan dorongan birahi gaib itu, dia akhirnya melepas semua pakaiannya sehingga dia terbaring telanjang bulat di ranjang.

    Della lalu mulai meremas-remas payudaranya sedniri dengan ganas sambil merintih-rintih penuh kenikmatan sambil sesekali memencet puting susunya sendiri, tangannya kemudian beralih ke selangkangannya dan mengelus-elus gundukan vaginanya sambil sesekali jari-jarinya mengaduk-aduk liang vaginanya.

    Persetubuhan gaib antara Della dan Goni berakhir setelah Della mengalami orgasme, Della mengejang sambil merintih penuh kenikmatan, dari vaginanya mengucur cairan kecewekan sampai akhirnya tubuhnya kembali melemas dan terbaring terengah-engah di ranjang bersimbah keringat. Di tempat lain Gonipun merasakan kenikmatan yang sama dan akhirnya berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya.

    Sejak malam itu, perhatian Della terhadap Goni berubah sama sekali. Della mulai terang-terangan memperlihatkan kesukaannya pada Goni, Della bahkan berani menanyakan rumah Goni dan berjanji akan mengunjunginya. Beberapa malam terakhir Della selalu memimpikan hal yang sama yaitu melakukan persetubuhan dengan Goni.

    Hal itu yang kemudian membuat Della terus-menerus terbayang-bayangi oleh Goni. Di mata Della sekarang Goni bukan lagi pria tua buruk rupa tapi telah menjelma bak pangeran dalam dongeng. Di mata Della sekarang Goni merupakan seorang pemuda gagah dan tampan yang senantiasa menggoda matanya, pengaruh mantra pengasihan yang diberikan si dukun benar-benar merasuki jiwa Della.

    Sementara Goni sendiri tiap malam selalu melancarkan mantra pengasihannya pada Della untuk melakukan persetubuhan gaibnya dengan Della, Gonipun selalu menunggu kapan dirinya bisa benar-benar menikmati tubuh Della. Dan akhirnya saat itupun datang juga.

    Sore itu, malam Minggu tiba-tiba terdengar bunyi ketukan di pintu kontrakan Goni. Dengan tergesa-gesa Goni membuka pintunya. Betapa kaget dan gembiranya dia ketika melihat bidadari yang selama ini diimpikannya sekarang berdiri di depan pintu rumahnya.

    Eh.. Dik Della.. Goni tersenyum antara gembira dan bingung. Dengan canggung Goni mempersilakan Della masuk. Della dengan gerakan canggung mengikuti saja ajakan Goni. Goni merasa mendapat kesempatan dan hal ini tak disia-siakannya. Setelah ganti baju, Goni mengajaknya ngobrol tentang segala hal yang isa diobrolkan.

    Dik Della indah banget ya hari ini kata Goni memuji.

    Ah, Bang Goni bisa aja, kata Della sambil tersipu malu.

    Eh beneran lho… kamu indah banget.. kamu mau nggak jadi pacar Abang, ujar Goni dengan lugu dan spontan.

    Semula Della hanya diam mendengar pertanyaan itu, saat itu Goni mulai melancarkan mantra pengasihannya pada Della, dan Della akhirnya mengangguk. Melihat hal itu, Goni bagai mendapat durian runtuh, seketika dia langsung memegang tangan Della, Della tak menunjukkan perlawanan apa-apa karena telah terpengaruh oleh mantra pengasihan Goni.

    Lalu karena mendapat angin, Goni mulai berani mencium bibir Della yang merah merekah itu. Dengan gerakna kasar dan rakus, Goni melumat bibir Della penuh nafsu. Perlahan lidah Goni mulai bergeliat di dalam mulut Della. Awalnya Della tak merespon, tapi akhirnya lidahnya pun akhirnya membalas serangan-serangan lidah Goni di dalam mulutnya secara serasi.

    Goni melumat bibir Della yang tipis dan merah itu kira-kira hampir 5 menit dengan penuh gairah. Baru pertama kali inilah Goni merasakan kenikmatan ciuman cewek yang menggairahkan yang tak pernah didapatnya dari istrinya.

    Dik…, kita pindah aja yuk! jangan disini, nggak leluasa, kata Goni seakan-akan dia ingin mengajak Della melakukan hal lain selain berciuman.

    Pindah kemana? kata Della.

    Kita ke dalam aja, jawab Goni sambil menggandeng tangan Della. Dia kemudian mengunci pintu kontrakannya dan menggandeng Della masuk ke sebelah dalam. Di situ terdapat ranjang rendah berlapis kasur busa usang dengan kain seprai yang sama usangnya. Pikiran Goni mulai tak karuan bercampur nafsu ketika melihat Della tak bereaksi apa-apa saat diajak ke dalam kamarnya.

    Sesampainya kami di kamar, adegan kami berciuman kembali terulang, tak hanya itu, sewaktu mereka berciuman kedua tangan Gonipun beraksi terhadap tubuh Della, awalnya Goni hanya meraba tubuhnya, tapi akhirnya Goni mulai meremas-remas payudara Della yang masih terbalut pakaian.

    “..Ohh.. Della telah lama aku tak bergaul dengan cewek seindah dirimu.. Goni mulai meracau di tengah gejolak seksualnya yang kian menggebu. seandainya kau bersedia, ingin rasanya aku menyetubuhimu… akan kuberikan kepuasan yang kau dambakan..”

    Della yang telah dirasuki matra pengasihan hanya bisa mengangguk pasrah, apalagi Goni juga dengan buas terus-menerus menciumi dan mencumbui Della membuat dorongan birahi dalam diri Della ikut meledak, nafsu birahinya semakin menjadi jadi. Vaginanya berdenyut-denyut menahan dorongan seksualnya yang menggebu.

    Satu-satunya keinginannya sekarang merupakan bagaimana bisa memuaskan hasrat seksualnya. Tanpa sadar Della mulai melepaskan bajunya satu-persatu bahkan sekaligus melepaskan BH dan celana dalamnya tanpa diminta.

    Dengan tubuh bugil putih mulus sungguh sangat sexy Della menaiki tempat tidur sambil mengangkat pantatnya yang sexy buah dadanya yang membusung ikut bergoyang, lalu dengan perlahan ia membuka kedua pahanya sehingga kelihatan vaginanya yang juga membusung, bibirnya terbelah merekah kemerah-merahan diantara bulu bulu kemaluannya yang halus dan telah kelihatan basah berair.

    Goni meneguk ludah mengagumi keindahan dan kemulusan tubuh Della yang begitu putih bak pualam. Tanpa pikir panjang lagi Goni juga membuka pakaiannya sampai bugil. Perlahan Goni mulai meremas kedua belah payudara Della yang terasa begitu lembut di tangannya. Della mengejang pelan saat payudaranya disentuh pria untuk pertama kali.

    Nafsu seksualnya langsung meledak dahsyat. Goni memicingkan sebelah matanya benar benar tak percaya apa yang dilihatnya, lekuk lekuk tubuh Della yang begitu sempurna telanjang bulat bulat terpampang dihadapannya lalu dengan kata kata bergetar ia meneruskan celotehannya

    “..Ohh akhirnya kau datang Sayangku.. pahamu sungguh mulus..” Goni menaruh kedua tangannya di paha Della sambil mengelusnya. Della bergetar hebat, sentuhan tangannya kembali menggetarkan birahinya. Della terangsang begitu hebat oleh sentuhan tangan Goni yang mengelus ngelus pangkal pahanya menyentuh pinggiran vaginanya,

    “.. sshh.. mmhh.. oogghhss..!! Bagaikan diguyur air hangat Della mendesah panjang, tubuhnya terasa dialiri jutaan volt, kenikmatan napsu birahinya makin terangsang hebat. Lalu perlahan Goni mulai menelentangkan tubuh mulus Della di atas rangang dan mengatur posisi kaki Della mengangkang begitu rupa sehingga vaginanya terkuak.

    Goni lalu mendekatkan penisnya ke bibir vagina Della lalu mulai menekan kepala penis yang telah pas berada di posisi mulut lubang vagina itu. Tampak kepala penis Goni masih agak sulit masuk kedalam lubang vagina Della yang walaupun telah basah dan berair itu karena belum pernah kemasukan penis sekalipun.

    Perlahan-lahan Goni mulai menekan batang penisnya sehingga sedikit demi sedikit berhasil menyusup ke dalam vagina Della yang terasa sekali masih sempit walaupun telah begitu basah.

    “.. Aaakkhh.. sshh..! sempit sekalii..!!” Goni menggumam sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
    “..Oohh Della sempit sekali vaginamu..

    Goni telah tak sanggup lagi untuk bertahan, kepala penisnya yang telah terjepit diantara bibir vaginanya ditambah tubuh Della yang begitu menggiurkan mana mungkin ia bisa mempertahankannya. Lalu Goni membuka matanya sambil memandang mata Della dengan penuh pengharapan.

    Della kaget bukan kepalang tubuhnya terasa lemas, rasa malu menyelubungi seluruh pikirannya tak satupun kata yang bisa meluncur dari mulutnya. Melihat keadaan tak begitu menunjang Goni langsung mengambil inisiatif. Goni langsung mencium bibir Della dengan mesra dan tanpa menunggu perintah lagi Goni mulai menggerakkan pinggulnya meneruskan aktivitasnya yang tadi sempat berhenti.

    Goni tersenyum puas lalu dengan sekali sentakan mendorong pantatnya keatas, tampak Della agak tersentak dan mengerang ketika batang penisnya menyeruak masuk lebih dalam vaginanya.
    Mata Della terbeliak dengan mulut terbuka sambil kedua tangannya mencengkeram sprei dengan kuat-kuat.

    Tak menyangka sedikitpun begitu besar batang kemaluan Goni menerobos liang vaginanya yang belum siap menerima ukuran sedemikian besar. Tampak bibir vaginanya sampai terkuak lebar seperti terkelupas seakan-akan tak muat untuk menelan besarnya kemaluannya.

    “.. Ooukkhhss.. sshh.. sakiit Bang ..! Pelaann.. pelaann.. Bang..!” Della menangis antara nikmat dan perih di vaginanya.

    “.. hhmm.. tempikmu.. niikmaat.. sekalii.. ukkhh.. uukkhh..” Goni mulai mengeluarkan kata kata vulgar dan terlihat Della agak canggung mendengarnya.

    Gejolak birahi Goni begitu menguasai tubuhnya tanpa canggung lagi mulailah ia menaik turunkan pantatnya mencari dan menggali kenikmatan yang ia ingin berikan kepada Della untuk pemuasan birahinya, batang penis Goni masuk menyusup lubang vaginanya tahap demi tahap hingga akhirnya amblas semuanya.

    “..aarrgghh..!!” Della melenguh panjang, wajahnya merah merona matanya memandang Goni dengan pandangan sayu penuh arti seperti menahan sesuatu, mungkin menahan rasa sakit atau juga mungkin menahan rasa nikmat yang luar biasa.

    Goni betul betul terpana melihat wajah Della yang semakin indah diliputi ekspresi sensasional itu. Perlahan lahan Goni mulai aktif bergoyang menarik ulur batang kemaluannya yang besar itu, dinding vagina Della yang telah dilumuri cairan vaginanya mulai terasa licin.Wajah Della semakin lepas mengekspresikan rasa sensasinya yang luar biasa yang ia tak pernah perkirakan sebegitu nikmatnya bercinta dengan Goni, Tanpa Della sadari ia mulai berceloteh diluar kontrol.

    “..Ohhss.. sshh.. enaak.. seekalii….!! oougghh..Teruss .. .. teerruuss..!!! Della mendesah, merintih dan mengerang sepuas puasnya. Della telah lupa diri bahwa yang menyetubuhi dirinya merupakan orang yang tak sepantasnya menggaulinya, yang ada dibenak Della hanyalah letupan birahi yang harus dituntaskan.
    Mereka dengan antusiasnya saling berpelukan sambil berciuman.

    Terdengar bunyi nafas mereka saling memburu kencang, lidah mereka saling mengait dan saling menyedot, saling bergulingan. Goni mengambil inisiatif dengan menggenjot pantatnya yang tampak naik turun semakin cepat diantara selangkangan Della yang semakin terbuka lebar, Dellapun mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sambil ditekuknya sampai ke kepalanya, pantatnya ikut diangkat memudahkan batang kemaluan Goni seluruhnya masuk dan menggesek seluruh syaraf syaraf kenikmatan dirongga vaginanya, bagi Gonipun semakin mudah menyodokkan penisnya yang panjang besar itu keluar masuk sampai kepangkal penisnya sampai menghasilkan bunyi bedecak-decak seperti bunyi membecek seiring dengan naik turunnya pantatnya.

    Goni memperhatikan kearah selangkangan Della vaginanya mencengkeram penisnya erat sekali, ia tersenyum puas bisa menaklukkan vagina Della, yang telah basah membanjir penuh dengan cairan putih kental sehingga membasahi bulu-bulu kemaluannya itu dan juga batang kemaluannya.

    Goni mendengus-dengus bagai banteng terluka genjotannya makin ganas saja. Mata Goni terlihat lapar menatap payudara Della yang putih montok dikelilingi bulatan pink ditengahnya terlihat putingnya yang telah begitu mengeras, tanpa menyia nyiakan kesempatan Goni langsung menyedot puting susu Della yang begitu menantang, Tubuh Della yang menyender dinding setengah duduk setengah terlentang menggelinjang hebat. payudaranya makin dibusungkan bahkan tubuhnya digerakkan kekiri dan kekanan supaya kedua puting buah dadanya yang telah gatal itu mendapatkan giliran dari serbuan mulutnya.

    Desahan penuh birahi langsung terlontar tak tertahankan begitu lidah Goni yang basah dan kasar menggesek putingnya yang terasa sangat peka itu. Goni begitu bergairah menjilati dan menghisap buah dada dan putingnya di sela-sela desah dan rintihan Della yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini,

    “..oouugghhss ..oouugghhss.. sshh.. Della makin meracau tak karuan, pikiran Della telah tak jernih lagi, terombang ambing didalam pusaran kenikmatan, terseret didalam pergumulan sex dengan Goni, jiwanya serasa seenteng kapas melambung tinggi sekali. Della merasakan kenikmatan bagai air bah mengalir ke seluruh tubuhnya mulai dari ujung kakinya sampai keubun ubunnya.

    Tubuh Della akhirnya mengejang sambil memeluk tubuh Goni erat sekali. Jiwanya terasa berputar putar merasakan semburan kenikmatan yang dahsyat diterjang gelombang orgasme. Goni terus menggenjot tubuh Della yang hanya pasrah dipelukannya mengharapkan gelombang kenikmatan selanjutnya. Lebih dari sejam Goni menyetubuhi Della tanpa henti, Della makin lama makin terseret didalam kenikmatan pergumulan seks yang ia belum pernah rasakan. Tubuh Della akhirnya melemas lagi dan Goni yang telah tak tahan akhirnya menyemburkan spermanya di dalam rahim Della.

    Untuk beberapa saat Goni membiarkan penisnya masih menancap di dalam vagina Della mencoba meresapi setiap kenikmatan tubuh putih mulus itu. Ditatapnya wajah Della yang sekarang terlihat sendu, ada sebutir air mata mengalir di pipinya.

    Goni membiarkan tubuh Della yang berada dalam pelukannya untuk beristirahat sejenak. Dilihatnya ada bercak darah bercampur lendir putih di seprainya, Della memang benar-benar masih perawan. Hal itu membuat Goni makn merasa senang karena berhasil memerawani seorang cewek seindah Della.

    Setelah beristirahat sejenak, Goni meminta Della berbalik sambil menungging, lalu dengan posisi doggy style Goni kembali membenamkan penisnya ke dalam kemaluan Della, kali ini kemaluan Della bisa menerima setiap sodokan penis Goni yang berukuran besar itu.

    Della merasakan liang vaginanya menyempit karena tertekuk oleh perutnya sehingga ia merasakan setiap detail denyutan kenikmatan yang dihasilkan oleh batang penis Goni yang merasuk ke liang kenikmatannya, secara refleks Della meningkatkan sensasi sensual ini dengan memutar mutar pantatnya yang putih sexy itu bahkan ketika Goni menyodok penisnya yang besar itu, Della menyambutnya dengan mendorong keras pantatnya kebelakang sehingga penis Goni yang besar dan panjang itu masuk ke dalam vaginanya dalam sekali mengaduk-aduk seluruh rongga kenikmatannya
    Apa yang terlihat sungguh merupakan pemandangan yang sangat erotis.

    Seorang cewek yang sangat indah dan bertubuh mulus dan begitu sexy disetubuhi oleh seorang pria setengahj baya yang berkulit hitam dan buruk rupa. tubuh Della yang mulus ramping menungging meliuk liuk, bongkahan pantatnya yang sekal dan mulus bergerak gerak dengan liarnya, kepalanya bergeleng kekiri dan kekanan, sementara buah dadanya yang montok bergoyang erotis sekali ditambah dengan erangan dan desahannya mendayu dayu memenuhi ruangan kamar, Della telah berubah menjadi kuda betina liar dimana Goni memegang kendali permainan sex ini sepenuhnya.

    ‘Pertempuran’ seks berlanjut terus, Goni menahan erat pinggang Della yang ramping supaya tubuh Della tak terjerembab ke depan karena vaginanya digenjot cepat sekali sampai batang penisnya yang besar keluar masuk liang vagina begitu dahsyat tanpa ampun, semakin deras liang vaginanya digenjot keperkasaan penisnya semakin keras erangan Della mengumandang dikamar yang dipenuhi hawa napsu birahi kedua insan ini.

    Tubuh Della sampai bergetar hebat, terlihat ia mengejang kuat-kuat pertanda ia sedang mengalami kenikmatan yang maha dahsyat. Della benar benar melayang kelangit yang ketujuh didalam pergumulan sexnya dengan pedagang bakso ini.

    Goni sangat puas melihat kepasrahan Della, lalu ia merunduk memeluk tubuh Della dari belakang tangannya merogoh keselangkangan Della, jari jari Goni memainkan klitoris Della dengan memutar mutarnya, sambil menggenjot dengan penisnya yang besar itu. Della mengerang dengan liar, tubuhnya yang dalam posisi menungging meliuk meliuk tanpa terkendali, rupanya klitorisnya merupakan alat kelamin yang paling sensitif buat Della, lubang vaginanya yang telah dihajar begitu rupa oleh penis yang berukuran luar biasa itu ditambah clitorisnya ditekan sambil diputar-putar oleh jari Goni, maka sempurnalah puncak kenikmatan yang ia rasakan, tangan Della mencengkeram sprei erat sekali, dahinya berkerut, mulutnya seperti ingin teriak dan mendesah desah tak henti hentinya. Rupanya Della sedang dilanda kenikmatan yang amat sangat luar biasaa. posisi tubuhnya yang sedang menungging makin ditunggingkan pantatnya keatas memasrahkan vaginanya dihujam oleh keperkasaannya dengan mengharapkan kedatangan gelombang kenikmatan berikutnya yang merupakan pengalaman pertama buat Della untuk mendapatkan multiple orgasme.

    AAAAAAHHHHKKKHHHH ….!!” Della mengerang histeris diterjang klimaks keduanya yang lebih panjang dan lebih dahsyat dari yang pertama, mukanya merah merona terbakar oleh puncak birahinya wajahnya semakin indah diliputi ekspresi kenikmatannya tubuhnya mengejang cukup lama selama orgasmenya berlangsung.

    Della benar benar takluk mendapatkan kepuasan yang luar biasa, rasa ketagihan merasuk jiwanya, ingin rasanya melanjutkan persetubuhannya selama-lamanya dengan Goni karena ia bisa memberikan multiple orgasme yang ia tak pernah dia rasakan sebelumnya.

    Tubuh Della telah tak bertenaga lagi akhirnya ambruk ditempat tidur berbaring napasnya tersengal sengal, Goni ikut membaringkan dirinya disamping Della. Seharian Goni mengajari Della bagaimana caranya bercinta untuk menggapai kenikmatan. Satu hari penuh Della mendapatkan pengalaman luar biasa.

    Goni merangsang nafsu birahinya dengan menyetubuhi dirinya berbagai macam posisi, posisi 69 pun tak lupa dipraktekkan dan Della menjadi murid yang cepat tanggap. Tak bisa dihitung berapa kali Della mengalami orgasme, yang jelas Della begitu menikmati bahkan mungkin begitu ketagihan disetubuhi batang kemaluan yang begitu besar dan perkasa. Dan Gonipun begitu puas bisa merealisasikan keinginannya menggauli Della yang sangat menggairahkannya. Goni mengalami ejakulasi dengan penuh kenikmatan.

    Setelah kejadian hari itu, Goni selalu berusaha untuk bisa bertindak wajar seolah olah tak terjadi sesuatu diantara mereka bahkan Goni tak terlalu memaksakan keinginannya untuk berhubungan seks kalau situasi tak memungkinkan.

    Tetapi lain halnya dengan Della, terlihat ia begitu grogi setiap bertemu dengan Goni terutama jika teman-temannya berada disampingnya, sulit sekali ia menutupi kegelisahannya. Sebagai seorang cewek perasaannya lebih banyak dikendalikan oleh emosinya. Setiapkali menatap Goni walaupun Goni berpakaian lengkap tetapi yang terbayang merupakan tubuh kekarnya yang bertelanjang bulat dengan batang kemaluannya yang menantang.

    Sejak hari itu Della tak bisa lagi menahan keinginannya untuk tak memadu kasih dengan Goni. Da ketika libur, ia mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk pergi ke tempat Goni tanpa diketahui oleh teman-temannya. Goni yang memang sengaja memanggil Della dengan mantra pengasihannya langsung menyambut memenuhi keinginan Della untuk bercinta.

    Saling lumat dan saling cumbu. Tangan Goni meraba dan mengelus daerah sensitif Della, hingga pada puncaknya mereka saling jilat dengan posisi 69. Kepala Goni membenam di selangkangan Della, menjilati dan menciumi vagina dan klitoris Della. Semantara Della juga sibuk mengocok batang kemaluan Goni sambil mulutnya mengulum kepala batang kemaluannya, awalnya Della agak canggung dengan gaya permainan itu tapi Goni yang berpengalaman membimbing Della untuk melakukannya. Della mulai terbiasa menerima penis Goni di mulutnya, perlahan dia mulai meraih penis itu dan mengocoknya pelan. Lalu Della memajukan wajahnya, sambil melanjutkan kocokannya dia menyapukan lidahnya pada kepala penis itu.

    Cerita Dewasa

    Goni mendesah merasakan belaian lidah Della pada penisnya serta kehangatan yang diberikan oleh ludah dan mulutnya. Della sendiri walaupun merasa tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya.

    Della merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Goni yang berbulu lebat itu, penis di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya. Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai Goni menekan kepalanya sambil melenguh panjang.

    Cairan putih kental itu menyembur deras di dalam mulutnya dan mau tak mau, Della harus menelannya, rasanya yang asin dan kental itu membuatnya hampir muntah sehingga tersedak. Beberapa saat kemudian barulah semprotannya melemah dan berhenti. Della langsung terbatuk-batuk begitu Goni mencabut penis itu dari mulutnya.

    Memang Goni merupakan guru yang baik, akhirnya Dellapun terbiasa dan boleh dibilang piawai dalam melakukan oral seks sampai Goni orgasme, dan spermanya menyembur keluar di wajah Della yang indah. Della lalu merebahkan badannya dan terlentang. Goni sambil mendekati Della, dia lalu berbaring di dekat Della. Goni mulai membelai wajahnya dan menciumi pipinya, kumisnya yang kasar seperti duri menusuk-nusuk pipi Della yang halus.

    Goni lalu menciumi bibir Della dengan gerakan lembut berulang-ulang sambil tak lupa tangannya bergerak ke payudara Della yang kenyal dan lembut, payudara yang putih mulus itu dibelai-belai dan diremas dengan lembut, sesekali Goni mempermainkan puting payudara Della yang berwarna pink segar dengan jari-jarinya.

    Della langsung terhanyut oleh perlakuan itu, gerakan-gerakan Goni yang sangat berpengalaman membuat pertahanannya sedikit demi sedikit bobol. Perlahan Della mulai memberikan respon pada ciuman Goni, tanpa disadari, Della mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Goni bermain-main dengan lidahnya, bahkan Della mulai ikut memainkan lidahnya sendiri dan membiarkan bibirnya berpagutan dengan bibir Goni.

    Sambil terus berciuman, Goni terus membelai dan meremas-remas payudara Della dengan lembut. Lalu Goni mengarahkan ciumannya ke bagian leher Della. Della menerima perlakuan itu sambil mendesah pelan.

    Goni terus menciumi sekujur leher Della, lalu ciumannya bergerak menelusuri bagian payudara Della. Dengan lidahnya, Goni menjilat-jilat payudara mulus itu dengan lembut, ujung lidahnya sesekali menyapu puting payudara Della membuat Della makin terangsang. Desahan nafasnya mulai memburu, wajah Dellapun mulai memerah.

    Della seperti berada di lautan kenikmatan yang maha luas dan akhirnya seperti biasanya pula batang kemaluan Goni yang besar mengaduk liang kenikmatannya. Dan seperti yang didambakan Della, Goni melambungkannya terbang melayang layang diawang awang menggapai puncak kenikmatan yang tertinggi.

    Gesekan penis di dalam vaginanya memberikan sensasi luar biasa pada sekujur tubuh Della membuatnya mengejang dan bergerak liar. Della benar-benar menikmati persetubuhan dengan Goni. Dia membiarkan saja saat Goni kembali menciumi bibirnya ditengah-tengah persetubuhan.

    Bahkan ketika Goni menghentikan genjotannya, secara tak sadar Della gantian menggerak-gerakkan pantatnya, dan Della pun menurut saja ketika Goni menyuruhnya berganti posisi. Entah telah berapa posisi yang dipraktekkan mereka. Della sendiri telah mengalami berkali-kali orgasme, dia mendesah-desah menyebut nama Goni, Sementara penis Goni terasa semakin berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya dengan geraman panjang dia menumpahkan spermanya ke dalam rahim Della.

    Dan hari-hari berikutnya Della makin sering berkunjung ke tempat Goni, kesempatan itupun kembali digunakan Goni untuk bisa menikmati kenikmatan tubuh Della yang memang sangat didambakannya. Della sendiri telah begitu terlena oleh Goni, selain oleh mantra pengasihan yang dimiliki Goni juga merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Goni menyetubuhinya.

    Kini setelah kejadian itu, mereka selalu terlihat sering berdua. Della selalu datang ke kontrakan goni sekedar untuk melepaskan unek-uneknya tentang masalah kampus namun bagi Goni itulah saat baginya untuk menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh Della. Goni pun akhirnya menikmati tubuh Della yang merupakan calon perawat itu dengan sembunyi-sembunyi, Dellapun kini telah memutuskan hubungan dengan pacarnya dan ia menerima goni sebagai calon suaminya.

  • Kebejatan Ayah Tiriku

    Kebejatan Ayah Tiriku


    1546 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Kebejatan Ayah Tiriku ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sang ayah tiri meneguk air liur setiapmenyaksikan pinggang, pinggul dan pantat Marina yang indah dan seksi,apalagi bila Marina sedang berjongkok mengepel lantai dengan pakaianseadanya, wah, Daud melotot matanya. Timbullah hasratnya untukmenyaksikan tubuh sang anak tiri yang indah polos tanpa pakaian.

    Daudmendapat akal, suatu hari ketika Marina dan ibunya sedang keluar rumah,Daud bekerja keras membuat lubang di dinding kamar mandi yang hanyaterbuat dari papan. Fortunebet99

    Suatu hari ketika Marina hendak pergi mandi Daud bersiap menunggusambil mengintip dari lubang kamar mandi yang telah dibuatnya, Marinamemasuki kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk melilit ditubuhnya, setelah mengunci pintu kamar mandi dengan tanpa ragu Marinamelepaskan handuknya, Daud menelan liurnya menyaksikan pemandanganindah yang terpampang di depan matanya.

    pemandangan indah yang berasaldari tubuh indah anak tirinya, tubuh yang begitu sekal padat, rampingdan mulus itu membuat gairah Daud bergejolak, apalagi sepasang payudarayang begitu mulus dengan sepasang puting susu berwarna merah jambumenghias indah di puncak payudara yang sekal itu, mata Daud melirik kearah selangkangan gadis itu tampak bulu-bulu halus indah menghias disekitar belahan kemaluan perawan itu yang membukit rapat.

    Semua itumembuat dada Daud bergetar menahan nafsu, membuatnya semakin penasaraningin menikmati keindahan yang sedang terpampang di depan matanya. Daudtahu Marina sering keluar dari kamarnya pada malam hari untuk pipis.

    Pada malam berikutnya, Daud dengan sabar menunggu. Begitu Marinamemasuki kamar mandi, Daud membarenginya dengan memasuki kamar Marina.Daud menunggu dengan jantung berdebar keras, begitu Marina masukkembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu Daud muncul dari baliklemari, Marina terbelalak, mulutnya menganga, buru-buru Daud meletakkantelunjuk ke mulutnya, isyarat agar Marina jangan berteriak, Marinamundur beberapa langkah dengan ketakutan.

    Daud maju dan tiba-tibamenyergapnya Marina siap menjerit, tetapi Daud dengan cepat menutupmulutnya. “Jangan menjerit!”, Daud mengancam. Marina semakin ketakutan,badannya gemetar. Daud memeluk gadis yang masih murni itu,

    menciumibibirnya bertubi-tubi. Marina terengah-engah. “Jangan takut, nantikuberi uang”, kata Daud dengan nafas menggebu-gebu. Bibir Marina terusdiciumi, gadis itu memejamkan matanya, merasakan nikmat, dengan mulutterbuka. Tanpa sadar, rontaan Marina mulai melemah, bahkan kedualengannya memanggut bahu Daud. Sekilas terbayang adegan di buku pornoyang pernah dilihatnya.

    Alangkah gembiranya Daud ketika Marina mulai membalasciuman-ciumanya dengan tak kalah gencarnya. “Pak, Pak jangan…!”,Walaupun mulutnya berkata jangan, tetapi Marina tidak mengadakanperlawanan ketika gaunnya di lepas. Dalam sekejap, Marina hanyamengenakan beha dan celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama.

    Daudmencopoti bajunya sendiri. Marina menghambur ke tempat tidur danmenutupi tubuhnya dengan selimut, Marina menghadap tembok, menunggudengan dada bergetar, di hatinya terjadi pertentangan antara nafsu dankeinginan untuk mempertahankan kehormatannya, namun nafsulah yangmenang.

    Selimut yang menutupi tubuh ditarik, Marina dipeluk daribelakang dan dirasakannya hangatnya pisang ambon Daud mengganjal danmenggesek-gesek di belahan pantatnya, Marina menggigil.

    Dengan bernafsu Daud menciumi kuduk Marina, gadis itumenggelinjang-gelinjang, rasa nikmat menyelusup ke pori-porinya. Daudmembalikkan tubuh Marina hingga telentang, gadis itu meronta hendakmelepaskan diri, Daud menindihnya, tangannya meraba-raba bongkahan buahdada Marina.

    Dada yang ranum dan sehat, yang selama beberapa hari inimengisi khayalan Daud. Kembali rontaan-rontaan Marina melemah,dirasakannya kenikmatan pada buah dadanya, yang diciumi Daud denganberganti-gantian. Dada yang kenyal dan masih segar itu bergetar-getar,Daud membuka mulutnya dan melahap putingnya yang merah jambu.

    Marinamenjerit lirih, tetapi segera tenggelam dalam erangan kenikmatan. “Pak,mm.., mm.., ja..ngan ssshh mmphh…, sshh..”.

    Akhirnya Marina tidak lagi memberontak, dibiarkannya payudara kiridan kanannya dijilati dan dihisap oleh Daud. Aroma harum yang terpancardari tubuh perawan itu benar-benar menyegarkan, membuat rangsanganbirahi Daud semakin naik. Kedua bukit indah Marina semakin mengeras danmembesar, puting yang belum pernah dihisap mulut bayi itu kian indahmenawan, Daud terus mengulum dan mengulumnya terus.

    “Pak, Saya.., takuut”, Suara Marina mendesah lembut.

    “Jangan takut, tidak apa-apa nanti kuberi uang..”, dengan napas memburu.

    “Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah..”.

    “aakh.., ibumu tidak akan bangun sampai besok pagi, ia sudah kuberi obat tidur”.

    Marina mulai mendesah lebih bergairah ketika tangan Daud mulaibermain di bukit kemaluannya yang membengkak. Daud menekan-nekan bukitindah itu. “Kue apemmu hebat sekali”, bisik Daud sambil berkali-kalimeneguk air liurnya, tangan Daud menguak belahan kue apem itu.

    Marinayang semula mengatupkan pahanya rapat-rapat kini mulai mengendurkannya,bagaimana tidak? Sentuhan-sentuhan tangan Daud yang romantismendatangkan rasa nikmat bukan kepalang apalagi batang kemaluan lelakiyang tegak itu, menggesek-gesek hangat di paha Marina danberdenyut-denyut. Sebenarnya Marina ingin sekali menggenggam batangkemaluan yang besarnya luar biasa itu.

    Sementara itu Daud menggosok-gosokkan tangannya ke bukit kemaluanyang ditumbuhi rambut halus yang baru merintis indah menghiasi bukititu.

    “Sssssh…, mmh…, sssh…, aakh..”, Mata Marina membeliak-beliak danpahanyapun membuka.

    Daud menggesek-gesekkan kepala penisnya di bibirvagina Marina yang masih rapat walau sudah dikangkangkan. Secaranaluriah Marina menggenggam batang penis Daud, ia merasa jengah,keduanya saling berpandangan, Marina malu sekali dan akan menarikkembali tangannya tetapi dicegah oleh Daud, sambil tersenyum, lelakiyang cukup ganteng itu berkata,

    “Tidak apa-apa, Marina! Genggamlahsayang, berbuatlah sesuka hatimu!”.

    Dan dengan dada berdegup Marinatetap menggenggam batang penis yang keras itu. Daud merem-melekmenikmati belaian dan remasan lembut pada batang penisnya.

    Sementaraitu tangan Daud mulai menjelajahi bagian dalam kemaluan Marina, gadisitu menjerit kecil berkali-kali. Bagian dalam kemaluannya telah basahdan licin, ujung jari Daud menyentuh-nyentuh clitoris Marina. Marinamenggelinjang-gelinjang.

    “Bagaimana Mar?”, tanya Daud.

    “Enaakh…, Paak!”, Jawab Marina.

    Daud semangkin gencar menggempur vagina Marina dengan jaritangannya. Lalu Daud menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Marina.Dipandanginya belahan vagina yang begitu indahnya, menampakkan bagiandalamnya yang kemerahan dan licin. Daud menguakkan bibir-bibir kemaluanitu, maka kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibir-bibirkemaluan Marina, Daud tidak dapat menahan dirinya lagi, diciumnyaclitoris Marina dengan penuh nafsu. Marina menjerit kecil.

    “Kenapa Marina? Sakit?”, tanya Daud di sela kesibukannya.

    Mariana menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kakinya. Denganbernafsu Daud menjilati vagina Marina dan lidahnya menerobos menjilatibagian dalam dari kemaluan Marina, melilit dan membelai clitorisnya.Marina semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Daud, tiba-tibadirasakannya dinding bagian dalam kemaluannya berdenyut-denyut sertaseluruh tubuhnya terasa menegang dan bersamaan dengan itu ia merasakansesuatu seperti akan menyembur dari bagian kemaluannya yang palingdalam.

    “aakh…, uuggh…, Paakk..”, Marina mendesah seiring menyemburnya airmani dari dasar lubuk kemaluannya. Sementara Daud tetap menjilatikemaluan Marina bahkan Daud menghisap cairan yang licin dan kental yangmenyembur dari kemaluan Marina yang masih suci itu, dan menelannya.

    “Sungguh nikmat air manimu Mar”, bisik Daud mesra di telinga Marina.Sementara Marina memandang memelas ke arah Daud, dan Daud mengerti apayang diingini gadis itu, karena iapun sudah tidak tahan seperti Marina.Batang kemaluan Daud sudah keras sekali. Besar dan sangat panjang.

    Sedangkan bukit kemaluan Marina sudah berdenyut-denyut ingin sekalidimasuki penis Daud yang besar. Maka Daudpun mengatur posisinya di atastubuh Marina. Mata Marina terpejam, menantikan saat-saat mendebarkanitu. Batang penis Daud mulai menggesek dari sudut ke sudut, menyentuhclitoris Marina.

    Marina memeluk dan membalas mencium bibir ayah tirinyabertubi-tubi. Dan akhirnya topi baja Daud mulai mencapai mulut lubangkemaluan Marina yang masih liat dan sempit. Dan Daudpun menekanpantatnya. Marina menjerit. Bagaikan kesetanan ia memeluk dengan kuat.Tubuhnya menggigil.

    “Paak, oukh.., akh…, aakh…, ooough…, sakit Pak..”, Marinamerintih-rintih, pecahlah sudah selaput daranya.

    Sedangkan Daud tidakmenghiraukanya ia terus saja menyodokkan seluruh batang kemaluannyadengan perlahan dan menariknya dengan perlahan pula, ini dilakukannyaberulang kali. Sementara Marina mulai merasakan kenikmatan yang tiadaduanya yang pernah dirasakannya.

    “Goyangkan pinggulmu ke kanan dan ke kiri sayang!”, bisik Daud sambil tetap menurun-naikkan pantatnya.

    “Eeegh…, yaa…, aakkhh…, oough..”, jawab Marina dengan mendesah. KiniMarina menggoyangkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya.

    Dirasakannyakenikmatan yang luar biasa pada dinding-dinding kemaluannya ketikabatang penis Daud mengaduk-aduk lubang vaginanya.

    “Teee…, russ…, Paak…, eeggh…, nikmat…, ooough..!”, erang Marina.

    Daudsemakin gencar menyodok-nyodok vagina Marina, semakin cepat pulagoyangan pinggul Marina mengimbanginya hingga, “Ouuuughh…, sa.., saya…,mmaau…, keluar.., Paak..”.

    “Tahan…, sebentar…, sayang…, ooouggh..”.

    Daud mulai mengejang, diapun hampir mencapai klimaksmya. “aaGhh…”,jerit Marina sambil menekan pantat Daud dengan kedua kakinya ketika iamencapai puncak kenikmatannya. Bersamaan dengan tekanan kaki MarinaDaud menyodokkan penisnya sedalam-dalamnya sambil menggeram kenikmatan,“Eeegghh…, Ooouugh..”. “Creeeet…, creeet…, creeeeeeeet..”.

    Mengalirlahair mani Daud membasahi lubang kemaluan Marina yang sudah dibanjirioleh air mani Marina. Merekapun mencapai puncak kenikmatannya. Keduanyaterkulai lemas tak berdaya dalam kenikmatan yang luar biasa denganposisi tubuh Daud masih menindih Marina dan batang penisnya masihmenancap dalam lubang kemaluan Marina.

    Enam bulan kemudian, Marina dan Ria meninggalkan kota kecilnya. Merekaikut Om Jalil ke Jakarta. Om Jalil belum lama mereka kenal, tetapimereka tidak peduli, mereka menginginkan hidup lebih baik ketimbang dikota kecilnya sendiri.

    Mereka tahu nasib apa yang bakal mereka terimadi Jakarta nanti, diserahkan pada seorang germo yang namanya TanteYeyet. Mereka pergi ikut Om Jalil tanpa sepengetahuan orang tua merekamasing-masing. Om Jalil menunggu mereka di stasion kereta api. Darisanalah baru mereka bersama-sama menuju Jakarta.

    Ria berani ikut denganOm Jalil ke Jakarta karena dia juga sudah tidak perawan lagi. Bukitkemaluannya sudah ditoblos oleh Pandy. Pandy adalah pria yang sangatberpengalaman dengan wanita. Pandy pandai merayu. Dan Marinapuntergelincir dalam rayuannya dan berhasil digagahi Pandy, ia merupakanorang kedua yang pernah merasakan nikmatnya vagina Marina selain ayahtiri Marina.

    Sementara kereta berjalan dengan pesatnya. Dalam perjalanan merekadi malam hari yang selama delapan jam dalam kereta api, Om Jalil tidakdapat menahan hawa nafsunya berjalan dengan dua orang gadis cantik yangmenggoda. Dengan sedikit memaksa Om Jalil mencoba untuk menggaulimereka.

    Pada waktu itu keadaan kereta yang mereka tumpangi tidakterlalu banyak penumpangnya sehingga banyaklah kursi yang kosong.Kebetulan deretan bangku di depan mereka kosong. Waktu itu lampupenerang gerbong sudah dipadamkan tinggal lampu remang-remang saja yangmasih menyala menerangi keadaan gerbong yang mereka tumpangi.

    “Kalian tentunya sudah berpengalaman dengan laki-laki?”, tanya Om Jalil memulai pembicaraan.

    “Belum Om”, jawab Ria dengan malu-malu.

    “Sudah berapa kali kamu merasakannya, Ria?”, tanyanya sambil memegangpaha Ria yang hanya mengenakan rok mini dari bahan yang tipis.

    “Merasakan apa, Om?”, tanya Ria berpura-pura tak mengerti.

    “Merasakan hangatnya batang peler pria memasuki lubang kemaluanmu”, jawab Om Jalil dengan terus terang.

    “Saya, saya baru merasakannya sekali Om”, jawab Ria sambil menunduk.

    “Tidak usah malu, apakah kamu menikmatinya?”, Om Jalil mulai menebar jaringnya. Ria hanya mengangguk tanpa berkata apapun.

    “Sedangkan kamu sudah berapakali kecoblos Mar?”, mengalihkan pertanyaanya pada Marina.

    “Dua kali, Om”, jawabnya singkat.

    “Syukurlah, jadi kalian sudah punya pengalaman”. Dia berhenti untuk menghisap rokoknya lalu mematikan rokok itu.

    “Tapi aku perlu untuk mengetahui sampai di mana kemampuan kalian”, sambungnya sambil menghadap ke arah Ria.

    “Bagaimana caranya Om?”.

    “Dengan mencobanya langsung”, jawabnya tegas.

    “Mencoba langsung, di mana Om?”.

    “Di sini saja, toh semua penumpang sudah tidur”.

    “Tetapi..”.

    “Tenang saja biar Om yang mengaturnya”, potong Om Jalil sambilmerangkul tubuh Ria yang ada di sebelah kanannya, lalu ia mulaimenciumi bibir Ria.

    Ria terpaksa melayaninya demi lancarnya perjalananmereka ke Jakarta. Setelah beberapa saat lidah mereka saling berpilin,tangan Om Jalil mulai beraksi menyelinap, meremas payudara Ria melaluibagian bawah kaos ketat yang dikenakan Ria. Ria menggelinjang menikmatisentuhan tangan Om Jalil yang sangat lincah meremas payudaranya,apalagi bibir Om Jalil yang menggerayangi lehernya.

    Semakin ganas Om Jalil menikmati bukit indah milik Ria yang putihmulus itu setelah mengangkat kaos, dan melepas beha Ria. SedangkanMarina hanya menatap mereka dengan kosong. Tiba-tiba tangan Om Jalilyang satu meraih tangan Marina. Tanpa perlawanan tangan itu ditaruh diatas batang penisnya yang masih dalam celana.

    Marina mengerti maksud OmJalil, dengan segan-segan dibukanya ikat pinggang Om Jalil laluditurunkan ritsluitingnya, dikeluarkannya kemaluan yang sudahdigenggamnya dari celana dalamnya. “mmhh…”, desah Om Jalil menikmatiremasan tangan halus Marina pada batang penisnya. Sementara tangankanan yang bebas menjelajah ke dalam rok mini Ria, jari tangan kanannyadengan lincahnya mencoba melepaskan celana dalam yang dikenakan Ria.

    Ria mengangkat pantatnya untuk memudahkan Om Jalil melepaskanpenutup belahan vaginanya, Ria mengangkat satu kakinya untuk melepaskancelana dalamnya yang melorot sampai di mata kaki, bersamaan dengan ituitu jari-jari Om Jalil menerobos bibir vaginanya, lalu mempermainkanclitoris yang ada di dalamnya.

    Ria gelagapan menahan nikmat yangdirasakannya pada clitorisnya yang dipilin jari-jari Om Jalil, sertagigitan-gigitan lembut pada puting susu kanannya serta belaian-belaianyang diselingi remasan nikmat pada buah dadanya yang kiri. SementaraMarina tidak lagi meremas batang penis Om Jalil, tetapi dia menggocokbatang penis itu dengan lembut. Pergumulan segitiga itu berjalan cukuplama hingga Om Jalil tak dapat lagi menahan nafsunya.

    “Pindahlah kamuke bangku itu!” perintahnya pada Ria sambil menunjuk tempat duduk diseberang tempat duduk mereka.

    Ria mengikuti perintah Om Jalil, dia duduk menyadar di tempat yangditunjuk Om Jalil. Lalu Om Jalil berdiri menghadap Ria dengan batangpenisnya yang panjang besar dan hitam menunjuk ke arah Ria, ditariknyakaki Ria hingga posisi gadis itu setengah rebah menyandar, laludikangkangkannya paha Ria hingga tampak olehnya belahan indah yangdihiasi bulu-bulu lebat dengan bagian dalam yang merah merona, laludiarahkannya kepala penisnya yang merah mengkilap memasuki lubangvagina Ria.

    “Ssssshh…, aahh..”, desah gadis itu ketika dengan agaksusah kepala penis itu memasuki lubang kemaluannya. Om Jalil sendirimerasakan nikmat luar biasa ketika kepala kemaluannya terjepit olehbibir-bibir vagina Ria yang sempit, hingga ia tak melanjutkan gerakanmendorongnya untuk menikmati pijitan bibir vagina itu di kepalapenisnya. Sedangkan Marina hanya menyaksikan adegan itu dengan dadabergetar menghayalkan hal itu terjadi pada dirinya.

    Setelah terhenti beberapa kejap, dengan pasti Om Jalil melanjutkandorongan pantatnya hingga, “Blueess…”. Seluruh batang kemaluannyaamblas memasuki vagina Ria. Sedangkan Ria mengerang tertahan merasakanbetapa batang kemaluan Om Jalil yang besar menyumpal di dalam lorongkemaluannya, membuat nafasnya terburu nafsu. Kenikmatan itu bertambahketika Om Jalil menarik keluar batang kemaluannya hingga menimbulkangesekan yang mengguncang seluruh tubuh Ria

    Om Jalil memepercepatgerakan pantatnya mengeluar-masukkan penisnya hingga tubuh Riaterhentak-hentak kenikmatan, merasakan betapa dahsyatnya penis Om Jalilyang besar itu mengobrak-abrik lubang kemaluannya hingga membuatnyamelenguh-lenguh nikmat.

    “Ouuugh…, eeeghh…, te..ruuus.., ooom…, jaa..ngan…, berhenti.”, desahRia tertahan menikmati tarian penis Om Jalil dalam lubang vaginanyayang semakin basah dan licin hingga mengelurkan suara decak pelan.Semakin lama gerakan Om Jalil semakin gencar, dan remasannya padapayudara Ria semakin gemas,

    ditambah dengan gerakan pinggul Ria yangmembuat batang penis Om Jalil seret keluar masuk, membuat keduanya takdapat bertahan lebih lama lagi, hingga.., “Aah…, ahh…, essst…,esssst..”, desah Om Jalil sambil menggerakkan pantatnya dengan cepat.

    “Ouuugh…, eessstt…, eeengh…, aakh…, aakuu.., ti.., tidak.., taahaan..,laagi…, om..”, erang Ria hampir mencapai puncak orgasmenya.

    “Tung..guu.., sayang…, aakku…, juuggaa…, mmau.., ngecret..!”, ucap OmJalil terputus-putus sambil menancapkan batang penisnyasedalam-dalamnya ke dalam vagina Ria.

    “aakuuu…, kee..keeluar.., Ooom..”.

    “Akuuu…, juuggaa…, aaghh..”, dan, “Creeet.., creeet.., crettt.”,tersemburlah cairan nikmat dari batang penis Om Jalil ke dalam vaginaRia.

    Keduanya saling berangkulan mencapai puncak kenikmatan bersama-sama,cairan kental membanjiri vagina Ria dan membasahi penis Om Jalil.Sementara ketika Om Jalil dan Ria bertarung, Marina begitu terangsangmelihat permainan mereka hingga tanpa sadar tangannya meremas buahdadanya dan mengelus-elus bibir kemaluannya dan mendesah-desah seorangdiri, karena dibakar hawa nafsunya sendiri.

    Om Jalil dan Ria sama-samaterkulai setelah keduanya mencapai puncak kenikmatan, sedangkan Marinamerasakan denyutan-denyutan dalam liang vaginanya merindukan sentuhankemaluan lelaki di dinding-dindingnya, semakin ia menahan gejolak nafsuitu semakin menggejolak nafsu itu dalam dadanya.

    akhirnya ia tak kuasamenahan diri, Marina bangkit dari duduknya lalu berlutut di hadapanselangkangan Om Jalil yang bersandar memejamkan mata di bangkusebelahnya, ditatapnya kemaluan Om Jalil yang menggantung lunglai,dibelainya kemaluan yang besar itu, walaupun belum tegak berdiri.Semakin lama belaiannya semakin menggebu lalu diremasnya penis yangmulai bangun perlahan-lahan karena remasan-remasan jemari lentik Marina.

    Om Jalil membuka matanya karena merasakan kegelian yang nikmat padabatang penisnya, dibiarkannya beberapa saat Marina yang belum tahubahwa Om Jalil sudah terjaga, membelai dan meremas batang kemaluannya,Om Jalil berkata perlahan.

    “Kau menginginkannya?”.

    “I.., iya Om aa.., aku menginginkan burungmu”, jawab Marina dikuasaioleh nafsunya.

    Lalu Om Jali memegang bahu Marina lalu mengangkatnyaberdiri, ia menatap gadis di hadapannya, ia tahu bahwa Marina telahdikuasai oleh nafsunya, mulailah Om Jalil membelai tubuh Marina yangmengenakan gaun terusan tanpa lengan yang begitu minim.

    Tangannyameraba mulai dari bagian paha yang tak tertutup oleh terusan yangpendek itu, terus merambat menuju pada sepasang paha yang mulus itusambil terus berdiri hingga pakaian Marina tertarik mengikuti gerakanberdiri Om Jalil, hingga Om Jalil berhasil melepaskan pakaian itu daritubuh yang kini hanya mengenakan beha dan celana dalam. Kembali OmJalil membelai tubuh itu dari atas ke bawah sambil bergerak duduk.

    Setelah posisinya duduk berhadapan dengan selangkangan Marina yanghanya mengenakan celana dalam, tangannya bergerak melepas celana dalamitu hingga terpampanglah gumpalan bulu-bulu halus terhampar menghiasisekitar bibir kemaluan yang begitu ranum dan menebarkan aroma yangmenggairahkan hingga membuat darah Om Jalil menggelegar dan nafsunyamulai menanjak.

    Dengan kedua tangannya Om Jalil merengkuh bungkahanpantat Marina yang padat ke arah wajahnya, lalu dengan rakusnya OmJalil melumat bibir kemaluan Marina dengan penuh nafsu. Marina mendesahkenikmatan sambil membelai rambut Om Jalil yang tengah melumatvaginanya.

    “Ooouugh…, Ooomm…, lakukanlah.., Oom.., aa.., aku…, dah ti..daak.., taahhan…, lagi..!”.

    Om Jalil hanya tersenyum dan menjawab dengan perlahan, “Baiklah.Sekarang naiklah ke pangkuanku”, suruh Om Jalil pada Marina.

    Marinamengikuti perintah Om Jalil, dengan cepat ia duduk di pangkuan OmJalil. Penis Om Jalil yang tegak menghadap ke atas meleset miringdiduduki oleh Marina. Om Jalil berkata, “Bukan begitu caranya, sekarangberdirilah dengan lutut di atas bangku mengangkangi burungku!”, ajar OmJalil pada Marina.

    Kini Marina mengangkangi Om Jalil yang dudukbersandar dengan penis tegak ke atas mengarah tepat pada bibir kemaluanMarina. Kembali Om Jalil memberikan instruksi kepada Marina, “Kinigenggamlah burungku!”. Marina menggenggam penis Om Jalil. “Arahkan kelubang memekmu!”, Kembali Marina menuruti perintah Om Jalil tanpaberkata apapun. “Turunkan pantatmu lalu masukkan burungku dalam lubangmemekmu perlahan-lahan!”.

    Marina mengerjakan semua perintah Om Jalil hingga…, “Sleeep….”,Kepala kemaluan Om Jalil yang besar itu menyelinap di antara dua bibirvagina Marina yang langsung menjepit kepala penis itu dengan ketat.Marina mendesah kenikmatan, “Oough…”. Dipegangnya bahu Om Jalil yangsedang merem-melek menikmati jepitan sepasang bibir vagina Marina yangkenyal dan sempit. Dengan suara terputus-putus kenikmatan Om Jalilberkata,

    “Yaakh…, begitu, sekarang turunkan pantatmu agar burungkudapat masuk lebih dalam!”, Marina menghempaskan tubuhnya ke bawah,dirasakannya betapa penis Om Jalil yang besar dan panjang itu meneroboske dalam liang vaginanya yang terdalam, yang belum pernah tersentuholeh benda apapun karena penis Om Jalil adalah penis paling besar danpanjang yang pernah menerobos lubang vaginanya, dan itu memberikankenikmatan yang belum pernah dirasakan Marina sebelumnya.

    Om Jalilsendiri mengejang menikmati gesekan seret dari dinding vagina Marinayang seakan mengurut penisnya dengan kenikmatan yang luar biasa.

    Dirangkulnya tubuh Marina untuk melampiaskan getaran kenikmatan yangdirasakannya. Sejenak keduanya terdiam tidak melakukan gerakan apapunkarena tenggelam dalam kenikmatan yang tiada taranya. Hanyagetaran-getaran kereta api yang bergelombang membuat mereka melayangdalam arus kenikmatan bercinta.

    Akhirnya kesunyian itu dipecahkan oleh suara Om Jalil yang lebih mirip desahan.

    “Sekarang bergeraklah hurun naik agar lebih nikmat sayang!”.

    “Eest.., baikh.., Om..”, jawab Marina sambil mulai mengangkat tubuhnya,terasa olehnya betap hangatnya gesekan kulit penis Om Jalil di dalamliang vaginanya, lalu dihempaskan lagi tubuhnya ke bawah membenamkanpenis Om Jalil kembali dalam pelukan dinding kemaluannya yang berdenyutkenikmatan.

    Hal itu dilakukan Marina berulang kali seiring dengangetaran kereta yang menambah nikmatnya persetubuhan mereka, kian lamagerakan Marina semakin gencar menurun-naikan pantatnya. Sedang Om Jaliltidak hanya diam saja, ia mengiringi gerakan pantat Marina denganmenaikkan pantatnya bila Marina menghentakkan pantatnya membenamkanpenis Om Jalil. Marina mendesah-desah menikmati permainanan yang hebatitu.

    “Eeeghh…, niikhmat…, sekhali…, Om..”

    “Yaakh…, memang.., nikhmat memekmu ini Mar…, oouggh..”.

    “Ooomm…, hisaplah susuku ini agar lebikh nikhmat Om..” pinta Marina,sambil menarik kepala Om Jalil ke arah dadanya yang dibusungkanmenantang itu.

    Segera saja Om Jalil melepaskan satu-satunya pakaianyang masih melekat di tubuh Marina, menggelembunglah payudara yangkenyal menegang setelah Om Jalil menarik lepas penutup benda indah itu.Mulailah Om Jalil menjilati puting susu Marina yang merah menantangitu, tidak hanya sampai di situ saja, Om Jalil menghisap rakus buahdada yang benar-benar ranum itu kiri dan kanan sedangkan keduatangannya meremas buah pantat Marina yang padat berisi dan membantunyaturun naik menenggelamkan penisnya. Semakin lama gerakan keduanyasamakin menggila desahan-desahan tak henti-hentinya keluar darisepasang insan itu.

    “Oooooogh…, oough…, akhh…, ahh…”, desahan Marina menikmati tarianpenis Om Jalil yang perkasa di dalam lubang vaginanya yang semakinlicin dan basah.

    Cukup lama mereka berpacu dalam mengejar kenikmatansehingga, “Eeeeest…, Ooough…, lebihh…, ceepat lagi…, Sayaang.., akumaau keeeluaar..!”.

    “Yaakhh…, aku…, juga..,. sudahh…, tidak.., taahaan.., laagi…, Ooooomm”.

    Hentakan pantat mereka semakin cepat terbawa nafsu yang seakanmeledakkan dada mereka hingga, “Ooough…, Akuu…, keluaar…, sayang..”

    “Akhuu.., aakhh…”.

    “Creeet.., creet.., creettt..”,

    Keduanya saling berangkulan dengan eratmenikmati puncak permainan mereka yang sungguh hebat. Marina berdirimengeluarkan penis yang besar itu dari lubang vaginanya lalu berpakaiandan kembali lunglai di bangkunya menyusul Ria yang sudah terlelap.Sedang Om Jalil menatap kedua gadis bergantian lalu dia berpakaian dankembali memejamkan matanya. Semuanya sunyi dan tenang. Tak ada lagierangan-erangan atau desahan, mereka tertidur dengan penuh kepuasan,tanpa memikirkan apa yang menanti mereka di Jakarta nanti.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Seks Tante Cantik bikin kontol ku ngaceng

    Cerita Seks Tante Cantik bikin kontol ku ngaceng


    1225 views

    Perawanku – Cerita Seks Tante Cantik bikin kontol ku ngaceng, Sebelum aku menulis isi dari cerita ini, aku akan memberikan gambaran sekilas tentang tanteku ini, Tingginya sekitar 167-an, lingkar dadanya sekitar 34-an, pinggulnya 32-an, aku menambahkan “an” karena aku kurang tahu pasti besar masing-masing bagian tubuhnya itu.

    Kejadian itu terjadi di Denpasar Bali, tahun 1998, aku waktu itu kelas 3 SMU di salah satu SMU di Denpasar. Tapi sekarang aku kuliah di Jakarta di salah satu kampus yang tidak begitu terkenal di Jakarta. Aku memang sudah lama sekali sangat menginginkan tubuh tanteku itu, tapi butuh penantian yang lama, kira-kira sejak aku SMP. Mulailah kuceritakan isinya. Waktu itu sekitar jam 12.30 WITA, matahari benar-benar panasnya minta ampun, terus motorku endut-endutan. Wahhh! benar-benar reseh dah.

    Tapi akhirnya aku sampai di kost-kostan, langsung saja aku ganti baju, terus sambil minum air Aqua, wuahhh, segar tenan rek. Lalu tiba-tiba belum kurebahkan badan untuk istirahat handphone-ku bunyi, ternyata dari tanteku, lalu kujawab,
    “Halo Tan, ada apa?”
    “Kamu cepet dateng ya!” ucap tanteku.
    “Sekarang?” tanyaku lagi.
    “La iya-ya, masa besok, cepet yah!” ujar tanteku.
    Lalu aku bergegas datang ke rumah tanteku itu.

    Sesampainya di sana, kulihat rumahnya kok sepi, tidak seperti biasanya (biasanya ramai sekali), lalu kugedor pintu rumah tanteku. Tiba-tiba tanteku langsung teriak dari dalam. “Masuk aja Wa!” teriak tanteku. Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku masuk langsung ke ruang TV. Terus aku tanya,
    “Tante dimana sih?” tanyaku dengan nada agak keras.
    “Lagi di kamar mandi, bentar ya Wa!” sahut tanteku.
    Sambil menunggu tanteku mandi aku langsung menghidupkan VCD yang ada di bawah TV, dan menonton film yang ada di situ. Tidak lama kemudian tanteku selesai mandi lalu menghampiri aku di ruang TV. Oh my god! Tanteku memakai daster tipis tapi tidak transparan sih, tapi cetakan tubuhnya itu loh, wuiiihhh! Tapi perlu pembaca ketahui di keluargaku terutama tante-tanteku kalau lagi di rumah pakaiannya seksi-seksi.

    Aku lanjutkan, lalu dia menegurku.
    “Sorry ya Wa, Tante lama.”
    “Oh, nggak papa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang mulai naik.
    “Oom kemana Tante?” tanyaku.
    “Loh Oom kamu kan lagi ke Singaraja (salah satu kota di Bali),” jawab tanteku.
    “Memangnya kamu nggak di kasih tau kalo di Singaraja ada orang nikah?” tanya tanteku lagi.
    “Wah nggak tau Tante, Dewa sibuk sih,” jawabku.
    “Eh Wa, kamu nggak usah tidur di kos-an yah, temenin Tante di sini, soalnya Tante takut kalo sendiri, ya Wa?” tanya tanteku sedikit merayu.

    Wow, mimpi apa aku semalam kok tanteku mengajak tidur di rumahnya, tidak biasanya, pikirku.
    “Tante kok nggak ikut?” tanyaku memancing.
    “Males Wa,” jawab tanteku enteng.
    “Ooo, ya udah, terus Dewa tidur dimana Tan?” tanyaku lagi.
    “Mmm… di kamar Tante aja, biar kita bisa ngobrol sambil nonton film, di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar tanteku.
    Oh god! what a miracle it this. Gila aku tidak menyangka aku bisa tidur sekamar, satu tempat tidur lagi, pikirku.
    “Oke deh!” sahutku dengan girang.

    Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
    “Waaa…! Dewaaa…! udah mandi belum?” teriak tanteku memanggil.
    “Bentar Tan!” jawabku.

    Memang saat itu aku sedang membersihkan motor, melap motor adalah kebiasaanku, karena aku berprinsip kalau motor bersih terawat harga jualnya pasti tinggi. Pada saat itu pikiran kotorku dalam sekejap hilang. Setelah melap motor, aku bergegas mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku muncul lagi, aku berpikir dan mengkhayalkan kemaluan tanteku, “Gimana rasanya ya?” khayalku.

    Terus aku berusaha menghilangkan lagi pikiran itu, tapi kok tidak bisa-bisa. Akhirnya aku mengambil keputusan dari pada nafsuku kupendam terus entar aku macam-macam, wah pokoknya bisa gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi. Pas waktu di puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang mengetuk. Kontan saja aku kaget, ternyata yang masuk itu adalah tanteku. Mana pas bugil, sedang tegang lagi kemaluanku, wah gawat!

    “Sibuk ya Wa?” tanya tanteku sambil senyum manja.
    “Eh… mmm… so… so… sorry Tan, lupa ngunci,” jawabku gugup.
    Tapi sebenarnya aku bangga, bisa menunjukkan batang kemaluanku pada tanteku. Panjang batang kemaluanku pas keadaan puncak bisa mencapai 15 cm, pokoknya “international size” deh.
    “Oh nggak papa, cepetan deh mandinya, terus langsung ke kamar ya, ada yang pengen Tante omongin.”
    “Oh my god, marah deh Tante, wah gawat nih,” pikirku.
    Lalu aku cepat-cepat mandi, terus berpakaian di dalam kamar mandi juga, tidak sempat deh melanjutkan onani, padahal sudah di puncak.

    Setibanya di kamar tanteku, aku melihat tante memakai celana pendek, sangat pendek, ketat, pokoknya seksi sekali, terus aku bertanya,
    “Ada apa Tan, kayaknya gawat banget sih?” tanyaku takut-takut sambil duduk di atas tempat tidur.
    “Enggak, Tante pengen cerita, tentang Oom-mu itu lho,” ujar tanteku.
    “Emangnya Oom kenapa Tan?” tanyaku lagi.
    Dalam hatiku sebenarnya aku sudah tahu oom itu orangnya agak lemah, jadi aku berharap tante menawarkan kemaluannya padaku. Dengan seksama aku medengarkan cerita tanteku itu.

    “Sebenernya Tante nggak begitu bahagia sama Oom-mu itu, tapi dibilang nggak bahagia nggak juga, sebabnya Oom-mu itu orangnya setia, tanggung jawab, dan pengertian, yang bikin Tante ngomong bahwa Tante nggak bahagia itu adalah masalah urusan ranjang,” ujar tanteku panjang lebar.
    “Maksud Tante?” tanyaku lagi.
    “Ya ampun, masih nggak ngerti juga, maksud Tante, Oom-mu itu kalo diajak begituan suka cepet nge-down, nah ngertikan?” tanya tanteku meyakinkan aku.
    “Ooo…” ucapku pura-pura tidak mengerti.
    “Mmm… Wa, mau nggak nolongin Tante?” tanya tanteku dengan nada memelas.
    “Bantu apa Tan?” tanyaku lagi.
    “Kan hari ini sepi, terus Oom-mu kan nggak ada, juga sekarang Tante lagi terangsang nih, mau nggak kamu main sama Tante?” tanya tanteku sembari mendekatkan tubuhnya kepadaku.

    Gila! Ternyata benar juga yang aku khayalkan, Tanteku minta! Cihui! ups tapi jangan sampai aku terlihat nafsu juga, pikirku dalam-dalam.
    “Tapi Dewa takut Tante, nanti ada yang ngeliat gimana?” ucapku polos.
    “Loh…! kan kamu ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan nggak ada siapa-siapa,” jawab tanteku meyakinkan.
    “Ya udah deh,” ujar tanteku sambil memulai dengan menempelkan tangannya ke kemaluanku yang sebenarnya sudah menegang dari tadi.
    “Wow… gede juga ya! Buka dong celanamu Wa!” ujar tanteku mesra.
    Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat, dengan cepat pula tanteku memegang kemaluanku yang sudah over size itu. Sambil mengocok batang kemaluanku dengan tangan kirinya, tangan kanan tanteku memegang payudaranya dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang. “Emf… ehm… mmm… gede banget kemaluanmu Wa!” ujar tanteku.

    Aku tidak terlalu mendengarkan omongan tanteku, soalnya aku sudah “over” sekali. Lalu tanteku mulai menempelkan kemaluanku ke mulutnya, dan dengan seketika sudah dilumatnya batang kemaluanku itu.
    “Oh God! Eh… eh… ehm… e… nak… Tante… terus Tan…!” ujarku merasakan nikmatnya kuluman tanteku itu. Tanteku lalu merebahkan tubuhku di atas ranjangnya, lalu dengan ganas ia menyedot batang kemaluanku itu, lalu ia memutar tubuhnya dan meletakkan liang kemaluannya di atas mukaku tanpa melepaskan kemaluanku dari mulutnya. Dengan sigap aku langsung menjilat liang kemaluan tanteku. Merasakan itu tanteku mengerang keenakan. “Aaah… Wa… enak… terus Wa… terus jilat…!” erang tanteku keras-keras. Mendengar itu, nafsuku makin bertambah, dengan nafsu yang menggebu jilatan ke kemaluannya kutingkatkan lagi, dan akibatnya tanteku mengalami orgasme yang dahsyat, sampai-sampai mukaku kena semprotan cairan kewanitaannya. “Oh Dewa… Tante sayang kamu… uh… ka.. ka… mu ponakan Tante paling… heee… bat… aaah,” puji tanteku sambil mengerang merasakan nikmat.

    Aku merasa bangga karena aku masih bertahan, lalu aku membalikkan tubuh tanteku sehingga ia terlentang. Kuangkat kedua kakinya sehingga terpampanglah liang kemaluannya berwarna pink merekah. Sebelum aku mulai menu utamanya, pertama aku melucuti pakaiannya terlebih dahulu, setelah terbuka, aku mulai memainkan mulutku di puting payudaranya, dan kemaluanku yang telah “over” tadi kuletakkan di atas perutnya sambil menggesek-gesekkannya. Perlahan aku menciumi tubuh tanteku dengan arah menurun, mulai dari puting terus ke perut lalu ke paha sampai akhirnya tiba di bibir kemaluannya. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot, sampai menggigit saking gemasnya, dan rupanya tanteku akan mengalami orgasmenya lagi. “Ooohh… Waaa… Tante mau keee… luuu.. aar! Aaah…!” erang tanteku lagi sambil menjambak rambut kepalaku sehingga wajahku terbenam di kemaluannya. “Wa, udah ah, Tante nggak kuat lagi, Oom-mu mana bisa kayak gini, udah deh Wa, lansung aja tante pengen langsung ngerasain itu-mu.”

    Tubuhnya kutopang dengan tangan kiri, sementara tangan kiri membimbing batang kemaluanku mencari sarangnya. Melihatku kesulitan mencari liang kemaluan tanteku, akhirnya tanteku yang membimbing untuk memasukkan batang kemaluaku ke liang kemaluannya. Setelah menempel di lubangnya, perlahan kudorong masuk batang kemaluanku, dorongan itu diiringi dengan desahan tanteku. “Egghmm… terus Waa… pelan tapi terus Wa… egghhmm…!” desahan tanteku begitu merangsang. Aku sebenarnya tidak senang dengan permainan yang perlahan. Akhirnya dengan tiba-tiba dorongan batang kemaluanku, kukeraskan sehingga tanteku teriak kesakitan. “Aaahh… Waaa.. saaakitt… pelan-pelan… aargghhh…” teriak tanteku menahan sakitnya itu. Dan tidak percuma, batang kemaluanku langsung terbenam di dalam liang kehormatannya itu. Setelah itu batang kemaluanku, aku maju-mundurkan perlahan, untuk mencari kenikmatan.

    Dengan gerakan perlahan itu akhirnya tanteku menikmati kembali permainan itu. “Ah… uh… terus Wa… enak sekali… itu-mu gede sekali… eggghh… lebih enak dari Oom-mu itu… terus Waaa…” erang tanteku keenakan. Lalu lama-lama aku mulai mempercepat gerakan maju-mundur, dan itu mendapat reaksi yang dahsyat dari tanteku, ia juga mulai memainkan pinggulnya, hingga terasa batang kemaluanku mulai berdenyut,
    “Tan… saya mauuu… kelu… arrr… nih…!”
    “Di dalam aja Waaa… Tante… juugaa… mauuu keeluaaarr… aaarrgghh…!”
    Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enam kali semprotan aku mengeluarkan sperma. Aaahh… begitu nikmatnya.

    Setelah itu kucabut batang kemaluanku dari liang kemaluan tanteku, terus kuberikan ke mulut tanteku untuk dibersihkan. Dengan ganas tanteku menjilati spermaku yang masih ada di kepala kemaluanku hingga bersih. Setelah itu tanteku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan aku tetap berada di kamar, tiduran melepas lelah. Setelah tanteku selesai membersihkan diri, ia kembali ke kamar dan segera mencium bibirku, lalu ia bilang bahwa selama oom-ku di Singaraja, aku diharuskan tinggal di rumah tanteku dan aku jelas mengiyakan. Lalu tante juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya. Lalu tante bilang bahwa kalau misalnya oom-ku ada di rumah, terus tanteku ingin main denganku, tanteku akan mencariku ke kost, aku hanya manggut-manggut senang saja.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Main Dengan Putri Dari Keraton

    Cerita Sex Main Dengan Putri Dari Keraton


    1216 views

    Perawanku – Cerita Sex Main Dengan Putri Dari Keraton, Panas terik di jalan lurus beberapa kilometer memasuki kota Cirebon tidak menghalangiku untuk terus memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi dari arah ibukota pada siang hari itu.

    ..demikian, yach sambil istirahat setelah seharian nyangkul begitu, suara centil manja itu memancar dari frekuensi radio komunikasi yang terus kubuka dari tadi sambil menscan frekuensi yang sedang dipergunakan.

    Segera kumatikan modul scan di pesawatku agar tetap dapat memonitor frekuensi tersebut..

    Jadi sekarang sudah di 85 correct? suara seorang pria sejurus kemudian yang meminta konfirmasi apakah sudah ada di rumah
    104?, kembali suara manja itu menjawab yang berarti membenarkan
    Wah.. wah.. wah.. wah.. sudah banyak duitnya nich siang begini sudah ada di rumah, kembali sang pria menimpali..
    Ya ngga jugalah.. duit mach tetap butuh.

    Break, sahutku menyela pembicaraan di antara spasi
    Kirain sudah punya banyak duit.. ya dibagibagi ke sini, sahut pria tersebut
    Mas, ada yang mau masuk tuch silahkan di handle dulu sayanya 1023 sebentar, suara centil manja tersebut menginformasikan kehadiranku kepada rekannya..
    Yang break silahkan masuk,
    Selamat siang.. di sini Elmo Mas dalam line bergerak menuju Cirebon, sahutku segera memperkenalkan diri

    Selamat siang juga yang handle di sini Boom.. darimana hendak ke mana Mas?
    Dari Kotaraja menuju ke Cirebon gitu, penjelasanku padanya
    Silahkan dipergunakan frekuensinya mungkin ada sesuatu yang ingin di sampaikan, sahutnya memberikan kesempatan padaku
    Oh.. tidak ada Mas cuma ingin nimbrung saja, sehubungan klo ngga ada yang ada di ajak bicara sayanya suka ngantuk nich.
    Emang berapa personil di gerobak dan dalam rangka apa nich? Liburan begitu..?

    Negatif Mas.. dalam rangka dinas begitu dan di gerobak sendiri saja, makanya perlu teman ngobrol begitu
    Mas Elmo.. Boom kembali di sana ada lowongan ngga Mas klo ada boleh donk ajakajak saya, pintanya
    Hmm.. anda itu memakai kacamata ngga? apakah penglihatannya masih cukup jelas? tanyaku padanya
    Masih.. masih jelas, tidak memakai kacamata.
    Pendengaran gimana, baik atau sudah menggunakan alat bantu?
    Masih baik.
    Rambut.. apakah sudah memutih?

    Ya.. Mas, rambut mach masih hitam semua belum ada yang putih umur juga baru kepala 2?, sahutnya kembali menegaskan
    Berarti masih kuat lari betul?
    Betul.. ngomongngomong mau dikasih kerjaâ„¢an apa sich koq bertanya begitu..?

    Lha.. saya ini khan raja maling, makanya saya bertanya itu supaya memenuhi persyaratan.. mata harus awas, supaya saat kebagian tugas jaga bisa mengawasi kloklo ada hansip atau ronda lewat, telinga harus baik biar saat tugas buka gembok atau kunci tetap bisa mendengar suara klo ada yang mau nangkap, rambut juga harus hitam biar bisa sembunyi dalam kegelapan ngga ketahuan.. dan terakhir ya harus bisa lari cepat klo ketahuan.. klo ngga khan ya ketangkep begitu.. dik jelasku padanya..

    Hahaha.. hahahaha.. hahahaha.., suara centil manja itu kembali berkumandang
    Ujug buneeng.., Boom tertawa kecil juga..
    Ya.., salam kenal juga buat Mas Elmo yang sedang dalam perjalanan hatihati semoga selamat sampai di tujuan, katanya menyalami ku..
    Salam kenal juga semoga sehat selalu.. klo boleh tahu siapa nich yang handle? tanyaku pada pemilik suara centil manja itu..

    Di sini Vera gitu Mas Elmo.
    Vera.. Elmo kembali.., iya dach salam buat keluarga yang di rumah semoga sejahtera selalu.
    Mas Elmo kayanya.. humoris yach.
    hahaha.. yach tergantung situasi begitu neng Vera, kadang serius kadang bercanda juga, klo serius terus mach bisa mati muda nanti
    Berapa lama begitu Mas di kota udang?
    Rencana sich cuma seminggu aza, .. tapi lihat nanti aza dach.
    Sudah sering ke Cirebon gitu Mas Elmo?

    Jarang juga.., .. ngomongngomong apa yach makanan yang khas dan enak gitu?
    Hmm.. di sana ada nasi lengko, ada juga nasi jamblang.. trus empal gentong juga enak.. sama tahu gejrot dach, sahutnya berpromosi
    Klo siangsiang begini enaknya makan apa yach..?
    Itu aza Mas Elmo.. nasi lengko yang ada di xx, informasinya..
    Terimakasih atas informasinya.. mau ikut menemani? ajakku padanya

    Lain kali dech Mas Elmo.. sekarang sich saya sedang sibuk.
    Oh ya sudah.. mudahmudahan lain kali kita bisa kopi darat begitu.
    Harapan Vera juga begitu yach.. hatihati sajalah.. jadi makan siang di sana?
    Yup, .. dan terimakasih nich atas obrolannya siang hari ini yang telah menemani saya hingga masuk ke Cirebon.
    Samasama.. Vera juga senang bisa ngobrol dengan dirimu dan silahkan masuk ke frekuensi ini lagi klo ada waktu, ajaknya manja..

    Demikianlah sepenggal pembicaraan siang hari itu, dan sesungguhnya apa yang dikatakan Vera itu tidaklah salah memang tempat makan yang ditunjukkan adalah favoritku juga dan itu tidaklah asing oleh karena cukup sering saya mengunjungi kota Cirebon ini.

    Nasi lengkonya 1 porsi Mas, pintaku di pintu masuk sesaat setibanya di sana
    Kemudian kupilih salah satu meja yang kosong di tengah
    Minumnya apa Mas Elmo? tanya suara halus dari belakang

    Kontan saja aku terkejut oleh karena tidak banyak yang mengenal namaku demikian dan dalam diamku kemudian dia menyodorkan tangannya

    Vera, seraya tersenyum manis
    Oh.. ugh.. oh, aku tergagap mendapat kejutan seperti itu

    Sungguh tak ku kira kini di hadapanku hadir seorang wanita berkulit putih dengan rambut tergerai sedikit melewati bahu dan postur tubuh yang cukup tinggi untuk ukuran orang Indonesia namun berimbang.

    Koq.. bengong aza, ujarnya mengingatkanku
    Abis.. ada bidadari sich.. yuk silahkan duduk, sahutku seraya menggeser tempat duduk dan mempersilahkannya untuk berada di sampingku

    Koq tahu mengenai aku? tanyaku setelah dia duduk
    Yach khan katanya jadi makan di sini terus tadi aku sudah tiba duluan dan lihat mobil kamu yang lengkap dengan antenenya trus plat nomornya juga B, sahutnya seraya memonyongkan bibir tipisnya..

    Demikianlah siang itu akhirnya aku makan siang bersama denganVera yang hingga usai santap siang tersebut belum bersedia untuk mengungkapkan nama sebenarnya dan akupun tidak memaksanya, sebaliknya saat dia minta no HPkupun tidak kuberikan.. wah bisa berabe boo, kalau pas dia telp nantinya pada saat aku bersama istriku.. bisa perang dunia.. namun aku informasikan di mana aku bermalam nantinya.

    Begitulah, ketika jarum jam menunjukkan pukul 23. 15 telp di kamarku berdering, ternyata Vera yang menghubungiku.. dan membuat janji untuk kembali berjumpa esok harinya..

    Tanpa terasa beberapa hari telah berlalu dan hampir setiap santap siang kulakukan bersama dengan Vera, sedangkan malam hari tidak kulakukan sehubungan dengan tugas yang harus kukerjakan bersama anak buahku untuk mengunjungi klien. Pekerjaankulah yang menuntut demikian, yaitu sebagai sales manager dari sebuah perusahaan farmasi sehingga pada malam hari aku harus mengunjungi dokter dan berbicara banyak mengenai produk dan hal lainnya, terkadang baru usai lewat tengah malam terutama bila harus berkunjung kepada dokter yang memiliki pasien banyak sehingga baru usai pada dini hari.

    Kapan kau kembali? tanyanya suatu saat setelah beberapa hari ini kita hampir selalu makan siang bersama
    Lusa nich, besok masih masih ada beberapa urusan kantor lagi yang harus kukerjakan, sahutku
    Oh.., ada nada kecewa yang dapat kutangkap..

    Entah tanpa terasa dalam waktu yang demikian singkat hubunganku dengan Vera nampak sangat akrab dan dekat sekali, walaupun sesungguhnya akupun masih gelap mengenai kehidupan pribadinya yang kutahu hanya sosok dia yang aku kenal apa adanya tanpa melihat kehidupan pribadinya sebaliknyapun demikian, ..

    Nanti malam masih kerja juga? tanyanya masih ada nada protes

    Hgh.., aku terhenyak dengan pertanyaan semacam itu yang menurutku sudah terlalu dalam terbawa emosi

    Sambil tersenyum menggoda

    , Kenapa.. mau ngajak kemana emangnya?
    Jalan yuk.., ajaknya
    Kemana..? tanyaku
    Ada waktu ngga?
    Nâ„¢tar malam begitu? tanyaku bingung

    Iyalah.. emangnya kapan lagi?
    OK.. aku jemput di mana nich? tanyaku kemudian..
    Hmm di sini dech.. jam 5′an yach, jawabnya seraya menulis suatu tempat di atas kertas yang kemudian di serahkannya padaku..Nanti tunggu aza di halaman parkir ngga usah masuk, pintanya kemudian

    Ternyata tempat yang diberikan adalah nama sebuah bank pemerintah yang cukup besar di kota ini, entah apa jabatannya di sana namun penekanannya yang terakhir memberikan arti bahwa dia adalah salah seorang karyawan di sana.
    Sekitar jam 5 sore aku telah tiba di tempat kerja Vera dan lahan parkir sudah cukup lenggang, kemudian aku parkir di tempat teduh yang agak terlindung dari pandangan pos satpam maupun pintu keluar masuk gedung tepatnya dekat dengan bilik ATM sehingga tidak mengundang banyak kecurigaan orang lain.

    Tak lama Vera keluar dan segera masuk ke dalam mobilku..

    Yup.. jalan.., sesaat setelah masuk ke dalam mobil..
    Kemana? tanyaku bego..
    Bawalah daku pergi.., senandung centilnya keluar lagi..
    Dari derita ini.., timpalku menyambut senandungnya.. dan kamipun tertawa tergelak pada sore hari itu.

    Dalam keraguan itu akhirnya aku arahkan saja kendaraanku menuju ke arah kota Tegal masuk ke Jawa Tengah dengan kecepatan sedang, pemikiranku klo aku bawa dia masuk ke daerah Kuningan seperti Linggarjati misalnya rasanya terlalu riskan mungkin akan banyak orang yang mengenalnya oleh karena kota Cirebon ini khan kecil banget.. segala sesuatunya mudah tersebar.. bisa berabe nantinya..

    Kemana..? tanyanya setelah kami sempat terdiam cukup lama dan sibuk dengan pemikiran masing masing
    Ke arah Tegal aza yach.., saranku
    Hhhmm.. ok, sahutnya menyetujui saranku

    Kembali kami tenggelam dalam lamunan masingmasing dan kemudian terbersit dalam ingatanku untuk mengajaknya ke Comal, di sana khan ada rumah makan dengan masakan khas kepitingnya yang sangat lezat.

    Kita makan kepiting yach.., aku memecah keheningan
    Boleh.. di mana?
    Pernah ke Comal ngga..? di sana ada rumah makan yang masakan kepitingnya enak lho, promosiku..
    Belum pernah nich.
    Kenapa sich kamu.. sakit gigi yach? tanyaku dengan nada bergurau..Abis ngomong cuma sepotongpotong gitu.
    Ach.. Mas Elmo bingung dan malu nich soalnya belon pernah pergi kaya gini nich, suaranya bergetar manja..

    Aku hanya tersenyum saja dan sempat kuperhatikan kembali sebuah cincin melingkar di jari manis kanannya

    Emang suami kamu ngga pernah ngajak pergi berdua untuk makan malam bersama gitu? tanyaku dengan gaya yakin yang seyakinyakinnya
    Pernah sich, akhirnya Vera mulai mengungkapkan kehidupan pribadinya..
    Trus sekarang suami kamu mana? Koq ngga diajak sekalian?
    Mas Bram.. masih di Jakarta, sudah seminggu.. mungkin lusa baru kembali.
    Oh..
    Dinas, lanjutnya kembali
    Sudah punya putra berapa? lanjutku kemudian

    Vera hanya menggeleng perlahan dan ada setitik air mata yang bergulir di sudut matanya, namun segera di hapusnya perlahan.. sambil menghela nafas panjang

    Sudah berapa tahun sich kamu menikah?
    Jalan 7 tahun, sahutnya perlahan dengan nada lembut dan bergetar menahan emosi
    Hhmm.. sudah konsultasikan ke dokter? aku terus mengejarnya
    Sudah.. dari diriku semuanya normal.
    Trus suami kamu?
    Tidak tahu, jawabnya singkat..

    Kembali kami terdiam dalam renungan yang dalam sementara lampu penerangan jalan sudah mulai menyala menambah sendunya suasana sore hari ini.

    Mas Bram adalah lingkaran dalam keraton Kxx, dan layaknya keluarga ningrat mereka selalu menyalahkanku yang tidak mampu memberikan keturunan buat mereka. Dahulu kami tinggal di dalam keraton, namun sekarang tidak lagi sebab saya tidak tahan dengan perlakuan mereka, namun saya juga tidak bisa memaksa Mas Bram untuk berkonsultasi ke dokter.., keluhnya dengan nada kelu dan tertekan..

    Apakah kamu pernah meminta suamimu untuk memeriksakan dirinya? tanyaku melanjuti
    Tidak mungkin Mas, dalam keluargaku istri harus tunduk pada suami dan yach itulah takdirku, bicaranya mulai tak jelas dan berakhir dengan ledakan tangisnya

    Kubiarkan Vera menangis untuk menumpahkan kegundahannya hanya saja kuberanikan diri untuk mulai mengusap rambutnya dan berusaha menenangkannya.. usapan lembut dan penuh kasih sayang itu dapat menenangkan emosinya.

    Tanpa terasa kota Tegalpun sudah tertinggal di belakang dan 2 jam telah berlalu hingga kami tiba di tempat yang dituju dan suasana rumah makan yang temaram dengan lampu penerangan secukupnya menambah romantisnya suasana malam itu, sementara pikirankupun terus bermain entah apa maksudnya Vera menceritakan semua hal itu terlebih dengan upayanya untuk mengajakku kencan malam hari ini. Instingku mengatakan Vera menginginkan benih dariku untuk menyemai rahimnya yang tidak pernah tersentuh benih hidup yang membuktikan jati dirinya sebagai wanita.

    Sikapku yang mesra dan gentle seperti membukakan pintu mobil tadi saat dia masih sibuk memperbaiki dandannya di mobil kemudian menarikkan kursi untuk Vera duduk, dapat sedikit menghilangkan kekakuan sikap kami bahkan sudah mirip seperti sepasang merpati yang sedang memadu kasih terlebih daerah yang kumasuki ini tidak banyak berhubungan dengan tempat tinggal Vera sehingga lebih memudahkan kami untuk beradapatasi.

    Selesai santap malam, kembali sikap gentle kutunjukkan dengan membukakan pintu mobil baginya dan Vera membalas dengan senyum manisnya, dan sebuah kecupan tipis mendarat di pipiku sesaat setelah aku duduk di belakang kemudi.

    Thanks yach, ucapnya lembut dengan mata sendunya

    Aku hanya tersenyum dan membalas dengan mengusap lembut pipinya.. Kemudian kuarahkan mobilku untuk kembali menuju ke kota Tegal dengan satu tekad yang berkecamuk di benakku untuk dapat meniduri Vera malam hari ini. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan hotel yang terbaik di kota ini oleh karena memang bagian tugas dariku untuk harus berkeliling sehingga hubungan bisnis perusahaanku dengan hotel cukup baik sehingga tidak sulit untuk mendapatkan kamar yang kumau. Satu hal yang mendukung rencanaku juga adalah Vera tidak bertanya dan nampaknya diapun siap untuk menerima resiko tersebut, sementara pikiranku berencana demikian peniskupun sudah tidak mau kompromi lagi dengan mengembang maksimal sehingga ada juga rasa nyeri

    Sesaat pintu kamar hotel kukunci segera kupeluk Vera yang diam pasrah dengan mata tertutup rapat.. kukecup lembut keningnya tepat di belakang pintu kamar hotel, turun sedikit kecupan kuarahkan ke mata kanan, kiri, hidung dan pipi..

    Dengan tangan kiri kuangkat dagunya perlahan sempat Vera membuka matanya dan memandang sayu, sebelum tertutup kembali. Semakin dekat bibirku ke bibirnya desah nafas hangat yang memburu menerpa sebagian wajahku, kemudian dengan lembut kuletakkan bibirku di atas bibirnya yang merekah membuka basah siap dan pasrah. Kecupan lembut tersebut menambah riak gelombang birahi untuk semakin memuncak dan dengan perlahan kujulurkan lidahku untuk menyentuh ujung lidahnya yang tersentak berdetak sebelum maju perlahan menelusuri panjang lidahku ditambah dengan hisapan lembut membuat lenguhnya muncul perlahan disertai dengan tubuh yang melemas..

    Hhmmhh.., desahnya saat kulepaskan bibirku dari pagutannya yang sedikit mulai liar..

    Perlahan kususupkan jari jemariku mulai dari punggung ke tengkuk dan terus naik ke atas menyibakan rambut sebahunya dan secara bersamaan Vera menengadah memberikan lehernya yang jenjang untuk kukecup.. jilat perlahan mulai dari leher sebelah kiri menuju ke telinga belakang kiri diiringi dengan nafasku yang semakin memburu.. dan berakhir dengan lenguhan panjang dari Vera.

    Aaagghh..

    Kemudian kulepaskan blazer biru tuanya sehingga segera nampak pangkal lengannya yang mulus oleh karena Vera menggunakan lengan buntung dan kembali kukecup pangkal lengan sebelah kiri tersebut sementara jari jemari tangan kananku mengusap lembut pangkal lengan yang satunya dan berakhir dengan genggaman tangan kami yang menyatu.

    Mas Elmoo.. aagghh, desah Vera bergetar

    Matanya kembali memandangku sayu dan perlahan dalam pelukanku kutuntun dia untuk mendekati ranjang. Kubukakan kancing demi kancing bajunya sementara Vera terus memandangku sayu seolah mengatakan lakukanlah. Dan segera setelah seluruh kancing baju tersebut terbuka, kudapati dadanya yang sangat putih mulus dengan bra berwarna gading dengan rendarenda kecil di bagian atasnya. Kukecup.. kujilat seluruh bidang dada yang tidak tertutup bra. Kuhirup dalamdalam bau harum lembut yang semakin santer menerpa hidungku membuatku melayang untuk senantiasa memperlakukannya secara lembut dan bersama menari di atas ombak gelora cinta yang menjilat bak lidah api.. berakhir dengan dekapan eratku pada Vera.

    Kubuka tali pengait branya dan segeralah tersembul buah dada yang selama ini mungkin hanya dilihat oleh suaminya. Tidak besar dengan puting berwarna merah muda yang menjungkit menantang untuk di sentuh. Kulanjutkan untuk membuka risleting roknya sebelum perlahan ku baringkan Vera di atas ranjang yang empuk.. sementara suhu ruangan masih belum terasa dingin oleh karena hembusan lembut udara ac belum cukup lama untuk menyejukkan udara kamar.

    Vera hingga saat ini masih bersikap pasif dan pasrah seperti layaknya putri keraton yang menerima keadaannya.. dan sekarang kutindih tubuhnya dengan sebagian tubuhku dan kembali kupermainkan leher jenjang kanannya hingga ke belakang telinga dengan iringan rintihan Vera yang mendesah lembut laksana irama jazz. Kecupankupun terus turun menuruni garis lehernya secara perlahan untuk kembali mendaki bukit gunung kembar yang mungkin selama ini hanya mengenal sentuhan seorang lelaki, sementara aku adalah lelaki ke dua yang beruntung untuk bisa menyentuh dan menghisapnya dengan lembut.. di iringi belaian ringan jarijariku mengusap seluruh permukaan kulit bukit kembar tersebut

    Hentakan tubuh Vera diiringi dengan gerak reflex tangan yang berusaha menangkap tanganku dan menekannya secara kuat ke payudaranya disertai dengan tekukan lututnya serta mata terpejam dengan kuat dan rapat menandakan gejolak dalam birahinya yang tak tertahankan berusaha menerobos keluar. Ketelusuri lekuk tubuhnya untuk menggapai tepi celana dalamnya dan segera kuturunkan dibantu oleh Vera yang mengangkat pinggulnya.

    Oh.. indah sekali bentuk rambut halus hitam yang tertata rapi bagaikan hamparan rumput hitam dengan panjang yang seragam dan terawat baik. Tekanan ringan pada kedua pinggulnya serta hisapan lembut di pundaknya kembali menyentakan Vera disertai dengan jeritan lirih.

    Arrgghh.., diiring dengan tekanan pinggul Vera untuk melawan ke atas. Jilatan demi jilatan kembali merayap menuruni belahan tengah buah dadanya. Menuju ke perut dan secara reflekpun Vera mempersiapkan jalanku dengan membentangkan kedua belah pangkal pahanya dengan gerakan alami. Tanpa kesulitan dan dengan perlahan kecupan bibirku bisa sampai di belahan tengah bibir bawahnya. Yang disambut dengan mengalirnya cairan putih bening kental dalam jumlah cukup banyak berkelokkelok seperti anak sungai membasahi rerumputan akibat terbukanya bendungan yang menjadi tanggul dari cairan tersebut.

    Jilatan sedikit kasar untuk mengangkat cairan tersebut dan diakhiri dengan hisapan kuat untuk membersihkan seluruh aliran kental anak sungai ini terasakan bagai dibetotnya sesuatu yang ada di dalam dan meluluh lantakan tulang belulang di tubuh..

    El.. mo.., jeritan Vera diiringi dengan gerak liar pinggulnya dan tarikan kuat mencengkram bed cover yang belum diangkat saat kulakukan hisapan kuat tadi.
    El.. mo.. masukkan aku ngga kuat lagi, pintanya dalam nada bergetar mengharap.

    Segera kubuka kaos yang sedari tadi belum kulepaskan demikian juga seluruh pakaian yang masih menyelimuti tubuhku. Ketika aku mulai menindih tubuh mulus Vera, sensasi kulit nan lembut menyengat seluruh saraf sensitive di tubuhku dan mengakibatkan uraturat di penisku menyembul dengan kuat memberikan guratan biru tegas membekas. Secara reflek Vera kembali menekukkan lututnya dan bebas membuka memberikan jalan bagi penisku untuk segera memasuki relung vaginanya.

    Vera kembali memandangku sayu dan berkata perlahan,

    Lakukanlah.. aku rela bersamamu.

    Perlahan kuarahkan penisku untuk bisa mulai menelusuri lorong kenikmatan dengan relungnya yang kuyakin akan menjepit kuat. Ketika kujumpai ujung lorong tersebut perlahan kuturunkan penis tersebut untuk mulai menerobos lorong kenikmatan membor layaknya paku bumi. Diiringi dengan mata Vera yang terus meredup dan terpejam seiring dengan gigitan pada sudut bibirnya untuk menambah sensasi kenikmatan yang mulai berjalan. Sebaliknya kurasakan juga sodokan perlahan penisku serasa membuka lipatanlipatan lunak yang tak berujung terus ke dalam diikuti dengan jepitan kuat sesudahnya memberikan sensasi yang tak terkirakan.

    Aaakkhh.., erangan panjang Vera disertai dengan mengejang kakunya seluruh tungkai kaki Vera yang panjang mengakhiri perjalanan penisku untuk mencapai lorong yang paling dalam sementara remasan kuat di bed cover menandakan perjalanan kenikmatan Vera yang masih belum berakhir.

    Buah dada kenyal tepat berada di bawah dada bidangku dan bisa kurasakan kehangatannya yang terus berdenyut mengalir membawa gelombang birahi bertalutalu. Sunggingan senyum manis Vera menghias ujung bibirnya ketika mata bening itu bertatapan dengan mataku dalam jarak yang begitu dekat diiringi dengan lenguh nafasnya yang tetap memburu semakin menggila dan kedutan halus malumalu dilakukannya dengan tetap memandangku diiringi dengan senyum manisnya.

    Hebat.. teruskan, pujiku untuk menambah kepercayaan dirinya bahwa apa yang dilakukannya bukanlah suatu hal yang tabu dan memang diperlukan untuk dapat menambah nikmatnya hubungan kami. Pujianku memberikan keberaniannya untuk segera melakukan manuver tersebut dan seiring dengan kembali terpejamnya mata lentik tersebut. Remasan kuat berirama mengurut penisku yang membangkitkan seluruh titik saraf di tubuhku untuk terpusat pada gerakannya.. remasannya..

    Perlahan kulakukan perlawanan dengan menggenjot penisku untuk mengimbangi remasannya diiringi dengan lenguh nafas yang terus memburu seperti derak bantalan rel kereta yang dilalui.

    Hhshshshhshhs.., dengus nafasku tak dapat kekendalikan
    Uuugghh.. uugghh.., Vera tak kalah serunya merintih

    Buliran keringat sebesar jagung mulai membasahi keningku dan menetes di dadanya. Demikian juga butiran keringat Vera mulai membasahi tubuhnya khususnya di pundaknya sehingga geraian rambut yang basah dan menempel pada pundaknya menambah pesona memompa birahiku untuk mendaki mencapai puncaknya

    Gerakanku semakin seirama dengan hentakan pinggul Vera apakah demikian kuatnya ikatan emosi. Sehingga tak terlalu lama bagi kita untuk menyatukan irama gerakan kami akupun tak tahu namun hentakan menghunjam semakin kuat dan cepat dan berakhir dengan..

    Ellmmoo, teriakan Vera sesaat sebelum aku mencapai puncaknya

    Tubuh Vera mengejang sesaat sebelum akhirnya membujur lemas diam tak bergerak, wajah ayunya meninggalkan buliran keringat halus yang membentuk guratan halus ketika kuraba menuruni leher jenjangnya dan berkilap tertimpa cahaya lampu kamar. Tak bosan kupandang wajahnya yang memang ayu. Tak lama Vera mulai membuka matanya dan memandangku kembali dengan senyum khasnya.Sebagai balasannya ku angkat penisku perlahan dan secara reflek Vera berusaha menahanku untuk tetap berada di dalamnya. Namun tetap kuangkat perlahan dan segera kubalikan tubuh lemas Vera.

    Kupandang punggung halusnya dengan beberapa helai rambut yang tetap menempel basah oleh keringat. Kuraba perlahan menyingkap helaihelai rambut tersebut untuk mendapatkan punggungnya secara utuh. Buliran keringat nampak jelas pada kedua belah bahunya menggodaku untuk kembali menjilatnya dan terus merayap ke atas menelusuri leher jenjangnya dan membasahi rambutrambut halus yang tumbuh di sekitar tengkuknya dengan air liurku.

    Rintihan nikmat kembali terdengar seiring dengan bangkit kembalinya gelora gairah yang sempat mendatar tadi setelah mencapai puncaknya,

    Eegghh.

    Permainan jarijariku yang merayap naik turun menelusuri seluruh lekuk tubuh Vera segera memicu kembali adrenalinku. Terlebih rintihan nikmat tersebut semakin cepat memburu dan hanya membutuhkan waktu yang teramat singkat untuk segera membangkitkannya.

    Kembali kutindih tubuh Vera dari belakang dan kuarahkan kembali penisku yang sedari tadi tetap menegang. Sementara belahan kaki yang tampak sangat indah tersebut kembali terbuka lebar menyisakan lubang yang masih terbuka dan berdenyut halus dengan lendir yang membasahi sekelilingnya. Kuingin memasukinya kembali secara perlahan dan menikmati sensasi kenikmatan saat kumasuki relungnya tersebut secara perlahan dengan jepitan yang kurasakan lebih kuat lagi..

    El.., cee.. pat lakukan, aku tak tahan.. Eeell, rintihnya perlahan namun terdengar jelas.

    Perlahan namun pasti terus kudorong masuk penisku hingga mencapai jarak terjauhnya dan segera kuayunkan berirama.

    Gerakanku kali ini diimbangi dengan lenguhannya tiap kali ujung penisku menyentuh mulut rahimnya,

    Arrkkh.., terus El.. arrkkhh.

    Semakin lama genjotanku semakin kuat bertenaga seiring dengan memuncaknya sensasi yang kurasakan mulai menumpuk di ujung penis untuk menyemburkan sperma yang sedari tadi tertahan, dan jepitan liang vagina Verapun semakin mantap kurasakan.

    Butiran keringat bak pasir di tepi pantai yang membasahi pundaknya kembali keluar dengan derasnya yang segera berubah membesar menyerupai butiran jagung tersebar merata hingga ke punggungnya.. berkilap tertimpa cahaya lampu. Hingga ketika tiba saatnya, ujung penisku berdenyut kencang dan dalam 1.. 2.. tusukan terakhir aku hunjamkan sekuat tenaga dan sedalamnya. Yang diiringi dengan teriakan Vera disertai gelengan kepalanya yang ke kiri dan ke kanan dengan cepat dan. srett.. srett.. srett.. semburan maniku menelusuri panjang penisku dan menerjang masuk menabrak dinding rahimnya melemparkan puncak kenikmatan hingga keujungnya dan jatuh demikian terjal dalam kelelahan nikmat yang tak berujung.

    Aaacchh.., jeritan terakhir Vera sebelum dia kembali terjatuh dan diam dalam kelelahan yang teramat sangat.

    Peluh yang bercucuran bercampur jadi satu ketika tubuhku ambruk dan menindih tubuh mulus Vera. Bau harum keringat segera membuaiku dalam mimpi terindah bersama Vera.

    Thanks Ver, ucapku sesaat sebelum ku terlelap
    Thanks juga El, sahutnya lemah

    Luluh lantak rasanya tubuhku malam itu dan terkuras habis staminaku setelah sebelumnya banyak tersita oleh urusan dinas. Namun apa yang kuberikan saat itu memberikan makna dan kesan yang sangat mendalam di lubuk hati Vera. Oleh karena baru kali ini dia merasa begitu dihargai dan diperlakukan manja sebagaimana layaknya seorang istri yang memiliki kedudukan sama.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Dinodai Oleh Juraganku Sendiri

    Cerita Sex Dinodai Oleh Juraganku Sendiri


    1025 views

    Perawanku – Cerita Sex Dinodai Oleh Juraganku Sendiri, Ini terjadi ketika aku masih usia 14 tahun. Aku yang baru saja lulus SD bingung mau kemana, melanjutkan sekolah nggak mungkin sebab Bapakku sudah satu tahun yang lalu meninggal. Sedangkan Ibuku hanya penjual nasi bungkus di kampus dan kedua kakakku pergi entah bagaimana kabarnya. Sebab sejak pamitan mau merantau ke Pulau Bali nggak pernah ada kabar bahkan sampai Bapak meninggalpun juga nggak tahu. Adik perempuanku yang masih kelas dua SD juga membutuhkan biaya.

    Akhirnya aku hanya bisa main-main saja sebab meski aku anak laki-laki satu-satunya aku mau kerja masih belum kuat dan takut untuk pergi merantau tanpa ada yang mengajak. Suatu ketika ada saudara Bapakku yang datang dengan seorang tamu laki-laki. Kata pamanku dia membutuhkan orang yang mau menjaga rumahnya dan merawat taman. Setelah aku berpikir panjang aku akhirnya mau dengan mempertimbangkan keadaan Ibuku.

    Berangkatlah aku ke kota Jember tepatnya di perumahan daerah kampus. Aku terkagum-kagum dengan rumah juragan baruku ini, disamping rumahnya besar halamannya juga luas. Juraganku sebut saja namanya Pak Beni, Ia Jajaran direksi Bank ternama di kota Jember, Ia mempunya dua Anak Perempuan yang satu baru saja berkeluarga dan yang bungsu kelas 3 SMA namanya Kristin, usianya kira-kira 18 tahun. Sedangkan istrinya membuka usaha sebuah toko busana yang juga terbilang sukses di kota tersebut, dan masih ada satu pembantu perempuan Pak Beni namanya Bik Miatun usianya kira-kira 27 tahun.

    Teman Kristin banyak sekali setiap malam minggu selalu datang kerumah kadang pulang sampai larut malam, hingga aku tak bisa tidur sebab harus nunggu teman Non Kristin pulang untuk mengunci gerbang, kadang juga bergadang sampai pukul 04.00. Mungkin kacapekan atau memang ngantuk usai bergadang malam minggu, yang jelas pagi itu kamar Non Kristin masih terkunci dari dalam. Aku nggak peduli sebab bagiku bukan tugasku untuk membuka kamar Non Kristin, aku hanya ditugasi jaga rumah ketika Pak Beni dan Istrinya Pergi kerja dan merawat tamannya saja.

    Pagi itu Pak Beni dan Istrinya pamitan mau keluar kota, katanya baru pulang minggu malam sehingga dirumah itu tinggal aku, Bik Miatun dan Non Kristin. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi Non Kristin masih belum bangun juga dan Bik Miatun sudah selesai memasak.

    “Jono, aku mau belanja tolong pintu gerbang dikunci.”

    “Iya Bik!” jawabku sambil menyiram tanaman didepan rumah. Setelah Bik Miatun pergi aku mengunci pintu gerbang.

    Setelah selesai menyiram taman yang memang cukup luas aku bermaksud mematikan kran yang ada di belakang. Sesampai didepan kamar mandi aku mendengar ada suara air berkecipung kulihat kamar Non Kristin sedikit terbuka berarti yang mandi Non Kristin. Tiba-tiba timbul niat untuk mengintip. Aku mencoba mengintip dari lubang kunci, ternyata tubuh Non Kristin mulus dan susunya sangat kenyal, kuamati terus saat Non Kristin menyiramkan air ke tubuhnya, dengan perasaan berdegap aku masih belum beranjak dari tempatku semula.
    Baru pertama ini aku melihat tubuh perempuan tanpa tertutup sehelai benang. Sambil terus mengintip, tanganku juga memegangi penisku yang memang sudah tegang, kulihat Non Kristin membasuh sabun keseluruh badannya aku nggak melewatkan begitu saja sambil tanganku terus memegangi penis. Aku cepat-cepat pergi, sebab Non Kristin sudah selesai mandinya namun karena gugup aku langsung masuk ke kamar WC yang memang berada berdampingan dengan kamar mandi, disitu aku sembunyi sambil terus memegangi penisku yang dari tadi masih tegang.

    Cukup lama aku di dalam kamar WC sambil terus membayangkan yang baru saja kulihat, sambil terus merasakan nikmat aku tidak tahu kalau Bik Miatun berada didepanku. Aku baru sadar saat Bik Miatun menegurku,

    “Ayo.. ngapain kamu.”

    Aku terkejut cepat-cepat kututup resleting celanaku, betapa malunya aku.

    “Ng.. nggak Bik..” kataku sambil cepat-cepat keluat dari kamar WC. Sialan aku lupa ngunci pintunnya, gerutuku sambil cepat-cepat pergi.

    Esoknya usai aku menyiram taman, aku bermaksud ke belakang untuk mematikan kran, tapi karena ada Bik Miatun mencuci kuurungkan niat itu.

    “Kenapa kok kembali?” tanya Bik Miatun.

    “Ah.. enggak Bik..” jawabku sambil terus ngeloyor pergi.

    “Lho kok nggak kenapa? Sini saja nemani Bibik mencuci, lagian kerjaanmu kan sudah selesai, bantu saya menyiramkan air ke baju yang akan dibilas,” pinta Bik Miatun.

    Akhirnya akupun menuruti permintaan Bik Miatun. Entah sengaja memancing atau memang kebiasaan Bik Miatun setiap mencuci baju selalu menaikkan jaritnya diatas lutut, melihat pemandangan seperti itu, jantungku berdegap begitu cepat

    “Begitu putihnya paha Bik Miatun ini” pikirku, lalu bayanganku mulai nakal dan berimajinasi untuk bisa mengelus-ngelus paha putih Bik Miatun.

    “Heh! kenapa melihat begitu!” pertanyaan Bik Miatun membuyarkan lamunanku

    “Eh.. ngg.. nggak Bik” jawabku dengan gugup.

    “Sebentar Bik, aku mau buang air besar” kataku, lalu aku segera masuk kedalam WC, tapi kali ini aku tak lupa untuk mengunci pintunya.

    Hobisex69 – Didalam WC aku hanya bisa membayangkan paha mulus Bik Miatun sambil memegangi penisku yang memang sudah menegang cuma waktu itu aku nggak merasakan apa-apa, cuma penis ini tegang saja. Akhirnya aku keluar dan kulihat Bik Miatun masih asik dengan cucianya.

    “Ngapain kamu tadi didalam Jon?” tanya Bik Miatun.

    “Ah.. nggak Bik cuma buang air besar saja kok,” jawabku sambil menyiramkan air pada cuciannya Bik Miatun.

    “Ah yang bener? Aku tahu kok, aku tadi sempat menguntit kamu, aku penasaran jangan-jangan kamu melakukan seperti kemarin ee..nggak taunya benar,” kata Bik Miatun

    “Hah..? jadi Bibik mengintip aku?” tanyaku sambil menunduk malu.

    Tanpa banyak bicara aku langsung pergi.

    “Lho.. kok pergi?, sini Jon belum selesai nyucinya, tenang saja Jon aku nggak akan cerita kepada siapa-siapa, kamu nggak usah malu sama Bibik ” panggil Bik Biatun.

    Kuurungkan niatku untuk pergi.

    “Ngomong-ngomong gimana rasanya saat kamu melakukan seperti tadi Jon?” tanya Bik Miatun.

    “Ah nggak Bik,”jawabku sambil malu-malu.

    “Nggak gimana?” tanya Bik Miatun seolah-olah mau menyelidiki aku.

    “Nggak usah diteruskan Bik aku malu.”

    “Malu sama siapa? Lha wong disini cuma kamu sama aku kok, Non Kristin juga sekolah, Pak Beny kerja?” kata Bik Miatun.

    “Iya malu sama Bibik, sebab Bibik sudah tahu milikku,” jawabku.

    “Oalaah gitu aja kok malu, sebelum tahu milikmu aku sudah pernah tahu sebelumnya milik mantan suamiku dulu, enak ya?”

    “Apanya Bik?” tanyaku

    “Iya rasanya to..?” gurau Bik Miatun tanpa memperdulikan aku yang bingung dan malu padanya.

    “Sini kamu..” kata Bik Miatun sambil menyuruhku untuk mendekat, tiba-tiba tangan tangan Bik Miatun memegang penisku.

    “Jangan Bik..!!” sergahku sambil berusaha meronta, namun karena pegangannya kuat rasanya sakit kalau terus kupaksakan untuk meronta.

    Akhirnya aku hanya diam saja ketika Bik Miatun memegangi penisku yang masih didalam celana pendekku. Pelan tapi pasti aku mulai menikmati pegangan tangan Bik Miatun pada penisku. Aku hanya bisa diam sambil terus melek merem merasakan nikmatnya pegangan tangan Bik Miatun. lalu Bik Miatun mulai melepas kancing celanaku dan melorotkanya kebawah. Penisku sudah mulai tegang dan tanpa rasa jijik Bik Miatun Jongkok dihadapanku dan menjilati penisku.

    “Ach.. Bik.. geli,” kataku sambil memegangi rambut Bik Miatun.

    Bik Miatun nggak peduli dia terus saja mengulum penisku, Bik Miatun berdiri lalu membuka kancing bajunya sendiri tapi tidak semuanya, kulihat pemandangan yang menyembul didepanku yang masih terbungkus kain kutang dengan ragu-ragu kupegangi. Tanpa merasa malu, Bik Miatun membuka tali kutangnya dan membiarkan aku terus memegangi susu Bik Miatun, dia mendesah sambil tangannya terus memegangi penisku. Tanpa malu-malu kuemut pentil Bik Miatun.

    “Ach.. Jon.. terus Jon..”

    Aku masih terus melakukan perintah Bik Miatun, setelah itu Bik Miatun kembali memasukkan penisku kedalam mulutnya. aku hanya bisa mendesah sambil memegangi rambut Bik Miatun.

    “Bik aku seperti mau pipis,” lalu Bik Miatun segera melepaskan kulumannya dan menyingkapkan jaritnya yang basah, kulihat Bik Miatun nggak memakai celana dalam.

    “Sini Jon..,” Bik Miatun mengambil posis duduk, lalu aku mendekat.

    “Sini.. masukkan penismu kesini.” sambil tangannya menunjuk bagian selakangannya.

    Dibimbingnya penisku untuk masuk ke dalam vagina Bik Miatun.

    “Terus Jon tarik, dan masukkan lagi ya..”

    “Iya Bik” kuturuti permintaan Bik Miatun, lalu aku merasakan seperti pipis, tapi rasanya nikmat sekali.

    Setelah itu aku menyandarkan tubuhku pada tembok.

    “Jon.. gimana, tahu kan rasanya sekarang?” tanya Bik Miatun sambil membetulkan tali kancingnya.

    “Iya Bik..”jawabku.

    Esoknya setiap isi rumah menjalankan aktivitasnya, aku selalu melakukan adegan ini dengan Bik Miatun. Saat itu hari Sabtu, kami nggak nyangka kalau Non Kristin pulang pagi. Saat kami tengah asyik melakukan kuda-kudaan dengan Bik Miatun, Non Kristin memergoki kami.

    ” Hah? Apa yang kalian lakukan! Kurang ajar! Awas nanti tak laporkan pada papa dan mama, kalian!”

    Melihat Non Kristin kami gugup bingung, “Jangan Non.. ampuni kami Non,” rengek Bik Miatun.

    “Jangan laporkan kami pada tuan, Non.”

    Akupun juga takut kalau sampai dipecat, akhirnya kami menangis di depan Non Kristin, mungkin Non Kristin iba juga melihat rengekan kami berdua.

    “Iya sudah jangan diulangi lagi Bik!!” bentak Non Kristin.

    “Iy.. iya Non,” jawab kami berdua.

    Esoknya seperti biasa Non Kristin selalu bangun siang kalau hari minggu, saat itu Bik Miatun juga sedang belanja sedang Pak Beny dan Istrinya ke Gereja, saat aku meyirami taman, dari belakang kudengar Non Kristin memanggilku,

    “Joon!! Cepat sini!!” teriaknya.

    “Iya Non,” akupun bergegas kebelakang tapi aku tidak menemukan Non Kristin.

    “Non.. Non Kristin,” panggilku sambil mencari Non Kristin.

    “Tolong ambilkan handuk dikamarku! Aku tadi lupa nggak membawa,” teriak Non Kristin yang ternyata berada di dalam kamar mandi.

    “Iya Non.”

    Akupun pergi mengambilkan handuk dikamarnya, setelah kuambilkan handuknya “Ini Non handuknya,” kataku sambil menunggu diluar.

    “Mana cepat..”

    “Iya Non, tapi..”

    “Tapi apa!! Pintunya dikunci..”

    Aku bingung gimana cara memberikan handuk ini pada Non Kristin yang ada didalam? Belum sempat aku berpikir, tiba-tiba kamar mandi terbuka. Aku terkejut hampir tidak percaya Non Kristin telanjang bulat didepanku.

    “Mana handuknya,” pinta Non Kristin.

    “I.. ini Non,” kuberikan handuk itu pada Non Kristin.

    “Kamu sudah mandi?” tanya Non Kristin sambil mengambil handuk yang kuberikan.

    “Be..belum Non.”

    “Kalau belum, ya.. sini sekalian mandi bareng sama aku,” kata Non Kristin.

    Belum sempat aku terkejut akan ucapan Non Kristin, tiba-tiba aku sudah berada dalam satu kamar mandi dengan Non Kristin, aku hanya bengong ketika Non Kristin melucuti kancing bajuku dan membuka celanaku, aku baru sadar ketika Non Kristin memegang milikku yang berharga.

    “Non..,” sergahku.

    “Sudah ikuti saja perintahku, kalau tidak mau kulaporkan perbuatanmu dengan Bik Miatun pada papa,” ancamnya.

    Aku nggak bisa berbuat banyak, sebagai lelaki normal tentu perbuatan Non Kristin mengundang birahiku, sambil tangan Non Kristin bergerilya di bawah perut, bibirnya mencium bibirku, akupun membalasnya dengan ciuman yang lembut. Lalu kuciumi buah dada Non Kristin yang singsat dan padat. Non Kristin mendesah, “Augh..”

    Kuciumi, lalu aku tertuju pada selakangan Non Kristin, kulihat bukit kecil diantara paha Non Kristin yang ditumbuhi bulu-bulu halus, belum begitu lebat aku coba untuk memegangnya. Non Kristin diam saja, lalu aku arahkan bibirku diantara selakangan Non Kristin.

    “Sebentar Jon..,” kata Non Kristin, lalu Non Kristin mengambil posisi duduk dilantai kamar mandi yang memang cukup luas dengan kaki dilebarkan, ternyata Non Kristin memberi kelaluasaan padaku untuk terus menciumi vaginanya.

    Melihat kesempatan itu tak kusia-siakan, aku langsung melumat vaginanya kumainkan lidahku didalm vaginanya.

    “Augh.. Jon.. Jon,” erangan Non Kristin, aku merasakan ada cairan yang mengalir dari dalam vagina Non Kristin. Melihat erangan Non Kristin kulepaskan ciuman bibirku pada vagina Non Kristin, seperti yang diajarkan Bik Miatun kumasukkan jemari tanganku pada vagina Non Kristin. Non Kristin semakin mendesah, “Ugh Jon.. terus Jon..,” desah Non kristin. Lalu kuarahkan penisku pada vagina Non Kristin.

    Bless.. bless.. Batangku dengan mudah masuk kedalam vagina Non Kristin, ternyata Non Kristin sudah nggak perawan, kata Bik Miatun seorang dikatakan perawan kalau pertama kali melakukan hubungan intim dengan lelaki dari vaginanya mengeluarkan darah, sedang saat kumasukkan penisku ke dalam vagina Non Kristin tidak kutemukan darah.

    Kutarik, kumasukkan lagi penisku seperti yang pernah kulakukan pada Bik Miatun sebelumnya. “Non.. aku.. mau keluar Non.”

    “Keluarkan saja didalam Jon..”

    “Aggh.. Non.”

    “Jon.. terus Jon..”

    Saat aku sudah mulai mau keluar, kubenamkan seluruh batang penisku kedalam vagina Non Kristin, lalu gerkkanku semakin cepat dan cepat.

    “Ough.. terus.. Jon..”

    Kulihat Non Kristin menikmati gerakanku sambil memegangi rambutku, tiba-tiba kurasakan ada cairan hangat menyemprot ke penisku saat itu juga aku juga merasakan ada yang keluar dari penisku nikmat rasanya. Kami berdua masih terus berangkulan keringat tubuh kami bersatu, lalu Non Kristin menciumku.

    “Terima kasih Jon kamu hebat,” bisik Non Kristin.

    “Tapi aku takut Non,” kataku.

    “Apa yang kamu takutkan, aku puas, kamu jangan takut, aku nggak akan bilang sama papa” kata Non Kristin. Lalu kami mandi bersama-sama dengan tawa dan gurauan kepuasan.

    Sejak saat itu setiap hari aku harus melayani dua wanita, kalau di rumah hanya ada aku dan Bik Miatun, maka aku melakukannya dengan Bik Miatun. Sedang setiap Minggu aku harus melayani Non Kristin, bahkan kalau malam hari semua sudah tidur, tak jarang Non Kristin mencariku di luar rumah tempat aku jaga dan di situ kami melakukannya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Bercinta dengan Wanita Setengah baya

    Cerita Sex Bercinta dengan Wanita Setengah baya


    1119 views

    Perawanku – Cerita Sex Bercinta dengan Wanita Setengah baya, Sebenarnya jujur aku merasa malu juga untuk menceritakan pengalamanku ini, akan tetapi melihat pada jaman ini mungkin hal ini sudah dianggap biasa. Maka aku beranikan diri untuk menceritakanya kepada para pembaca. Tetapi ada baiknya aku berterus terang bahwa aku menyukai wanita yang lebih tua karena selain lebih dewasa juga mereka lebih suka merawat diri. Aku seorang pria yang suka terhadap wanita yang lebih tua daripadaku.

    Dimulai dari aku SMA aku sudah berpacaran dengan kakak kelasku begitu juga hingga aku menamatkan pendidikan sarjana sampai bekerja hingga saat ini. Satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika aku berpacaran dengan seorang janda beranak tiga. Demikian kisahnya, suatu hari ketika aku berangkat kerja dari Tomang ke Kelapa Gading, aku tampak terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.45. Sedangkan aku harus sampai di kantor pukul 08.30 tepat. Aku terpaksa pergi ke Tanah Abang dengan harapan lebih banyak kendaraan di sana. Sia-sia aku menunggu lebih dari 15 menit akhirnya aku putuskan aku harus berangkat dengan taxi. Ketika taxi yang kustop mau berangkat tiba-tiba seorang wanita menghampiriku sambil berkata, “Mas, mau ke Pulo Gadung ya?” tanyanya, “Saya boleh ikut nggak? soalnya udah telat nich.”
    Akhirnya aku perbolehkan setelah aku beritahu bahwa aku turun di Kelapa Gading. Sepanjang perjalanan kami bercerita satu sama lain dan akhirnya aku ketahui bernama Dewi, seorang janda dengan 3 orang anak dimana suaminya meninggal dunia. Ternyata Dewi bekerja sebagai Kasir pada sebuah katering yang harus menyiapkan makanan untuk 5000 buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung. Aku menatap wanita di sebelahku ini ternyata masih cukup menggoda juga. Dewi, 1 tahun lebih tua dari aku dan kulit yang cukup halus, bodi yang sintal serta mata yang menggoda. Setelah meminta nomor teleponnya aku turun di perempatan Kelapa Gading. Sampai di kantor aku segera menelepon Dewi, untuk mengadakan janji sore hari untuk pergi ke bioskop.
    Tidak seperti biasanya, tepat jam 05.00 sore aku bergegas meninggalkan kantorku karena ada janji untuk betemu Dewi. Ketika sampai di Bioskop Jakarta Theater, tentunya yang sudah aku pilih, kami langsung antri untuk membeli tiket. Masih ada waktu sekitar 1 jam yang kami habiskan untuk berbincang-bincang satu sama lain. Selama perbincangan itu kami sudah mulai membicarakan masalah-masalah yang nyerempet ke arah seks. Tepat jam 19.00, petunjukan dimulai aku masuk ke dalam dan menuju ke belakang kiri, tempat duduk favorit bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta. Pertunjukan belum dimulai aku sudah membelai kepala Dewi sambil membisikkan kata-kata yang menggoda. “Dewi, kalau dekat kamu, saudaraku bisa nggak tahan,” kataku sambil menyentuh buah dadanya yang montok. “Ah Mas, saudaranya yang di mana?” katanya, sambil mengerlingkan matanya. Melihat hal itu aku langsung melumat habis bibirnya sehingga napasnya nampak tersengal-sengal. “Mas, jangan di sini dong kan malu, dilihat orang.” Aku yang sudah terangsang segera mengajaknya keluar bioskop untuk memesan taxi. Padahal pertunjukan belum dimulai hanya iklan-iklan film saja yang muncul.
    Setelah menyebutkan Hotel **** (edited), taxi itupun melaju ke arah yang dituju. Sepanjang perjalanan tanganku dengan terampil meremas buah dada Dewi yang sesekali disertai desahan yang hebat. Ketika tanganku hendak menuju ke vagina dengan segera Dewi menghalangi sambil berkata, “Jangan di sini Mas, supir taxinya melihat terus ke belakang.” Akhirnya kulihat ke depan memang benar supir itu melirik terus ke arah kami. Sampai di tempat tujuan setelah membayar taxi, kami segera berpelukan yang disertai rengekan manja dari Dewi, “Mas Jo, kamu kok pintar sekali sih merangsang aku, padahal aku belum pernah begini dengan orang yang belum aku kenal.” Seraya sudah tidak sabar aku tuntun segera Dewi ke kamar yang kupesan. Aku segera menjilati lehernya mulai dari belakang ke depan. Kemudian dengan tidak sabarnya dilucutinya satu persatu yang menempel di badanku hingga aku bugil ria. Penisku yang sudah menegang dari tadi langsung dalam posisi menantang Dewi.
    Kemudian aku membalas melucuti semua baju Dewi, sehingga dia pun dalam keadaan bugil. Kemudian dengan rakus dijilatinya penisku yang merah itu sambil berkata, “Mas kontolnya merah banget aku suka.” Dalam posisi 69 kujilati juga vagina Dewi yang merekah dan dipenuhi bulu-bulu yang indah. 10 Menit, berlalu tiba-tiba terdengar suara, “Mas, aku mau keluaarr..”
    “Cret.. cret.. cret..”
    Vagina Dewi basah lendir yang menandakan telah mencapai oragasmenya. 5 Menit kemudian aku segera menyusul, “Dewi, Wi, Mas mau keluar..”
    “Crot.. crot.. crot..”
    Spermaku yang banyak akhirnya diminum habis oleh Dewi.
    Setelah itu kami pun beristirahat. Tidak lama kemudian Dewi mengocok kembali penisku yang lunglai itu. Tidak lama kemudian penisku berdiri dan siap melaksanakan tugasnya. Dituntun segera penisku itu ke vaginanya. Pemanasan dilakukan dengan cara menggosokkan penisku ke vaginanya. Dewi mendesah panjang, “Mas, kontolnya kok bengkok sih, nakalnya ya dulunya?” Tidak kuhiraukan pembicaraan Dewi, aku segera menyuruhnya untuk memasukkan penisku ke vaginanya. “Dewi, masukkan cepat! Jonathan tidak tahan lagi nih.” Sleep.. bless.. masuk sudah penisku ke vaginanya yang merekah itu. Tidak lupa tanganku meremas buah dadanya sesekali menghisap payudaranya yang besar walaupun agak turun tapi masih nikmat untuk dihisap. Goyangan demi goyangan kami lalui seakan tidak mempedulikan lagi apakah yang kami lakukan ini salah atau tidak. Puncaknya ketika Dewi memanggil namaku, “Jonathan.. terus.. terus.. Dewi, mau keluar..” Akhirnya Dewi keluar disertai memanggil namaku setengah berteriak, “Jonathan.. aku.. keluaarr..” sambil memegang pantatku dan mendorongnya kuat-kuat.
    Tidak berselang lama aku pun merasakan hal sama dengan Dewi, “Wi.. ah.. ah.. tumpah dalam atau minum Wi..” kataku. Terlambat akhirnya pejuku tumpah di dalam, “Wi.. kamu hebat.. walaupun sudah punya 3 anak,” kataku sambil memujinya. Akhirnya malam itu kami menginap di hotel **** (edited). Kami berpacaran selama 1 tahun, walaupun sudah putus, tetapi kami masih berteman baik.
    Adakah di antara pembaca baik itu gadis, janda, maupun tante yang bersedia kencan lepas denganku aku siap melayaninya, terlebih lagi kalau lebih tua dariku. Silakan kirim email ke alamatku disertai nomor telepon, pasti aku hubungi. Benar juga kata pepatah, “Kelapa yang tua, tentu banyak juga santannya”. Yang lebih tua memang enak juga untuk dikencani.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Diwarung Yang Remang Ini Di Isi Oleh Tante Sange

    Cerita Sex Diwarung Yang Remang Ini Di Isi Oleh Tante Sange


    1802 views

    Perawanku – Cerita Sex Diwarung Yang Remang Ini Di Isi Oleh Tante Sange, Namaku Didi (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis.

    Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua.

    Aku sudah langganan dengan warung sebelah. Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Cici (tapi aku memanggilnya Tante Cici), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil.

    Warung Tante Cici buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Cici sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna namanya. Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?,

    Agen Togel Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Cici masih buka ya..?, Ah.., aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Cici belum tutup, tapi kok sepi.., “Mana yang jualan”, batinku.

    “Tante.., Tante.., Dik Krisna.., Dik Krisna”, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.

    Ah kucoba panggil sekali lagi,

    “Permisi.., Tante Cici?”.
    “Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.

    Yang keluar ternyata Tante Cici, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.

    “Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?

    “O.., Krisna sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Didi Tante pake’ pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich”.

    “Tidak apa-apa kok Tante”,

    sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Cici, soalnya biasanya Tante Cici selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Cici tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.

    Malam gini kok belum tutup Tante..?

    “Iya Mas Didi, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake’ pakaian dulu”

    “Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian”, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.

    “Wah ngerepoti Mas Didi kata Tante Cici.., sini biar Tante ikut bantu juga”. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.

    “Trimakasih lho Mas Didi..?”.
    “Sama-sama..”kataku.
    “Tante saya lewat belakang saja”.

    Saat aku dan Tante Cici berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Cici terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Cici menjerit sambil secara reflek memelukku.

    “Mas Didi.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante”, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda,

    dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.

    “Mas Didi.., burungnya bangun ya..?”.

    “Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..”.

    “Ah tidak apa-apa kok Mas Didi itu wajar..”.
    “Eh ngomong-ngomong Mas Didi kapan mo nikah..?”.
    “Ah belum terpikir Tante..”.

    “Yah.., kalau mo’ nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya’ mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Didi.. kebutuhan batin..”.

    “Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..”, tanyaku usil.
    “Yah.., Tante tahan-tahan saja..”.

    Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Cici.., ough.., pikiranku tambah usil. Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.

    “Mas Didi burungnya masih bangun ya..?”.

    Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Cici meraba burungku.

    “Wow besar juga burungmu, Mas Didi.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?”.

    “Belum..!!”, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.

    “Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?”, belum sempat aku menjawab, Tante Cici sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.

    “Oh.., sampe’ keluar gini Mas..?”.

    “Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..?”, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Cici.

    “Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Didi pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Didi..”, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Cici sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.

    “Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..”,

    desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.

    Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Cici naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.

    “Mas Didi.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!”.

    Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Cici sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.

    “Ough Mas.., ough..”, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.
    “Terus Mas.., Maas..”,

    aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila. Kemudian Tante Cici membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.

    “Ayo Mas Didi.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Didi.., burung Mas Didi kalau bangun dongak ke atas ya..?”. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Cici soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.

    “Aughh..”, teriak tante.
    “Kenapa Tante..?”, tanyaku kaget.

    “Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..”, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.

    “Tante.., sempit sekali Tante.?”.

    “Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..”.

    Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Cici sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.

    “Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”.

    Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Cici. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Cici. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.

    “Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Didi..”, katanya sambil merem-melek.
    “Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..”, burungku tetap di vagina Tante Cici.
    “Mas Didi sudah mau keluar ya..?”.

    Aku menggeleng. Kemudian Tante Cici telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Cici semakin mendesah,

    “Ough.., Mas..”, tiba-tiba Tante Cici memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
    “Oughh Mas.., aku keluar lagi..”,

    kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Cici.

    “Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?”.
    “Terrsseerraah..”, desah Tante Cici.

    Agen Bandar Togel Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Cici, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Cici orgasme kembali, dia gigit dadaku.

    “Mas Didi.., Mas Didi.., hebat Kamu Mas”.

    Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Cici masih tetap telanjang telentang di atas meja.

    “Mas Didi.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..”, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.

    “Tante ingin Mas Didi sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Cici, aku di panggil tante.

    “Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?”, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Cici tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Bokep Melayani Guruku Yang Nafsu – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Bokep Melayani Guruku Yang Nafsu – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1799 views

    Perawanku – Nama ku Hasan aku sekolah disalah satu Sma di kota Bandung. Saya ingin menceritakan seks sama Guruku.
    kenangan yang tak akan terlupakan Guruku dan pembantunya, Ku tulis kata-demi kata hingga cerita ngentot mengenai pengalamanku ngentot dengan ibu Guru Ku,ku isikan cerita ngentotku ber sama Ibu Guru ku yang ber nama Bu Anita.

    pada waktu mau ujian nasional aku di temani rintikan-rintikan gerimis hujan menuju ketempat rumah Ibu Guru ku yang berada di daerah Kota Bandung, aku dipanggil ke rumah Guru ku wanita yang masih muda, umur sekitar 28 tahun. Bodi seksi, cantik, rambut sebahu, buah dada gede banget tentunya. Aku di panggil di rumah nya karna beliau mau pergi jadi ingin titip tugas sekolah sama aku, karena beliau mau ke luar kota.

    Malam itu Aku ke rumahnya sekitar jam 7.30 malam, Saat itu beliau hanya di rumah sama pembantunya dan Pembantunya pun juga cantik, Suaminya Ibu Guru ku belum pulang karna ada rapat kantor dan tempat rapatnya di puncak, jadi hanya wanita-wanita cantik penghuninya. Saat aku mengetuk pintu rumahnya Ibu Anita, Aku sempet kaget yang bukain pintu Bu Anita beliau pake baju tidur yang agak trawang-trawang sehingga terlihat buah dada yang mau keluar.

    Lama-lama aku perhatikan ternyata beliau tidak memakai BH, Terlihat segar rasanya kalau di pegang dan di remas-remas, dan keliatan kayak belum pernah punya anak karna buah dadanya tidak turun sama sekali. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 37B. Sewaktu aku sedang memperhatikan Bu anita di malam itu, Aku ternyata di awasin sama pembantunya waktu melihat Buah dadanya Bu Anita, ternyata dari tadi memperhatikan Aku dan Sesaat itu Aku jadi malu sekali karna pemantu itu ternyata memperhatikanku, Saat aku mlototin buah dadanya Bu Anita.

    Berlanjut namanya juga Tamu dan waktu itu dia ngasihkan minum di meja ruang tamu, Saat itu dia juga pake baju daster dan agak terbuka, saat ngasihkan minum dia agak jongkok jadi agak kelihatan dadanya apalagi buah dadanya pastinya juga kelihatan. dan Aku kaget dia mengedipkan mata sama Aku, buah dada nya pun juga besar dan kelihatanya ukurannya sama dengan Bu Anita.

    Kemudian Bu Anita duduk di ruang tamu untuk menyapa Aku dan membahas tentang tugasnya, sebelum itu nawarin minumnya suruh ganti susu sama mbak ijah (nama pembantunya). mungkin karena aku tadi melihat belahan dada pembantu itu beliau nawarin minum nya suruh ganti susu. Cerita Sex

    “Kamu pengen minum susu ya San ?”

    “Aku langsung kaget dan gagap dan menjawab,” enggak kok Bu..”

    “Nggak papa kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.” jawab Bu Anita..”

    “Oh… boleh juga tuh Bu..!”. jawab Aku, tapi awal Aku anaggap becanda.

    Dan ternyata beliau pun ngajak masuk ke ruang kerjanya.
    lalu aku masuk ke ruang kerjanya Bu Anita, Beliau tiba-tiba menyuruhku…

    “Hasan, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”

    Kemudian Aku menurut saja, saya lihat punggungnya Bu Anita. Karena tidak ada apa-apa, Aku bilang,

    “Nggak ada apa-apa kok Bu..!”

    Tanpa Aku sangka beliau malah langsung membuka baju tidurnya, dengan berjalan sambil mendekatiku.

    Saya sempet kaget pastinya dan deg-deg kan, lalu aku lihat semua tubuhnya yang begitu mulus dan putih kemudian beliau mendekatiku dan menarik tangan ku langsung ke buah dadanya tanpa bosa-basi, oh sungguh kenyal dan besar langsung Aku remas-remas buah dadanya Bu anita, dan aku berpikir tadi memang benar, putingnya besar dam masih keras dan sangat aduhai.

    Kemudian Beliau langsung hadap ke depan, yang Aku lihat Bodinya Bu Anita dari belakang dan Beliaupun masih pake celana dalamnya, dan langsung di buka. lalu terlihat juga bokongnya yang gede atau yang bahenol itu, Gak lama beliau langsung menghadap ke aku, lalu Aku melihat dari bawah terlihat di sekitar memekna dan rambut memeknya, bulu yang lebat sekali.

    “Kenapa Ibu Anita membuka baju..?” Aku Tanya..

    “Sudah…. Kamu diam aja san, puaskan aku malam ini kalau perlu hingga pagi.”
    Jawab Bu Anita dengan manja.

    Karna aku mengidolakan beliau karna beliau jadi guru yang ter seksi dan cantik dan punya buah dada yang sangat gede sekali di sekulahan, Aku tanpa bosa-basi langsung menciuminya dan juga buah dadanya Aku nikmati Aku hisap hingga Beliau kegelian dan menikmatinya.

    Lalu Beliau tanpa bosa basi langsung membuka celana ku dan baju ku, Beliau pun kaget saat melihat penisku.

    “San, besar sekali punyamu ”. Bu Anita

    Lalu Bu Anita langsung bergairah lihat penisku yang gede, Beliau langsung menjilat batang penisku pelan-pelan lalu mengulum penis ku hingga pol.

    “Ah.. ah..ah… Bu… sssttttttt, terus Bu enak banget bu…, aku belum pernah dihisap seperti ini..” Aku
    .
    Beliau aku puji, langsung memainkan mulutnya sambil maju mundur. Saya juga meremas-remas terus buah dadanya dan memelintir putingnya.

    “AHhhhhhh…” Bu Anita

    Kemudian Bu Anita ngajak berpindah posisi karna Beliau mulai terangsang dan inginya beliau memek nya ingin sekali Aku jilati dan kami pun langsung ber pindah posisi 69.

    Aku langsung aja menjilati memeknya sambil batang tangan aku ku masukkan ke memeknya.

    “Ah…. Hasan,,, aku nggak tahan nih… Cepat masukkan penismu..” katanya.

    “Iya Bu Aku juga gak tahan juga ni” jawab ku sambil penisku tak tempel ke memeknya.

    “Ah……, ternyata susah juga ya BU, Apa Jarang dimasukin ya Bu..?” tanya saya.

    “Iya Hasan, suami ku jarang banget membelai ku, karena itu Ibu memanggil mu kesini”. jawabnya.

    Kemudian Beliau gak bisa tahan karna penisku yang gede dan gak masuk-masuk di memeknya, saat penis ku bisa masuk Beliau pun sampai kesakitan sampai-sampai aku kasih pelican air liurku sendiri langsung bisa mauk bless…. beliau agak kesakitan,

    “Ohh… ohhh… oh… besar sekali penismu San, nyampe-nyampe susah banget masukinya”.

    “Ohhh… ohhh…oh…. Terus San, udah agak enak an San, agak keras dikit San” Bu Anita.

    Akhirnya Aku agak cepat gerakan maju mundurnya.

    “Oohh ssssshhhhhhh… ahahhahhh.. shhhhh… ahhhhhhhh” desahnya yang sangat hot, OOOOhhh..!”

    Aku pun sambil menggerakan batang Vaginanya, Gak sampai 2mnit, kemudian Bu Anita mengeluarkan cairan vaginanya.

    “Oh Hasan, Ibu udah keluar…” Bu Anita.

    Terasa hangat di penisku.
    Cairan itu juga memudahkan saya untuk terus memaju-mundurkan batang penisku. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp..slep” sangat keras. Karena Aku melakukanya di sebelah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya, dan pintunya ternyata terbuka.

    Pada saat itu ternyata pembantunya ngintipin aku lagi ngentot sama Bu Anita. Dan ternyata pembantu itu sedang meremas-remas Buah dadanya sendiri saat aku lagi menikmati ngentot sama Bu Anita, (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami).

    Oh, betapa nikmatnya Aku memainkan dengan gaya maju mundur dengan sangat keras sekali. Akupun juga melihat pembantunya juga asyik sekali memainkan dan meremas remas buah dadanya sendiri, Dan Aku baru kali ini melihat wanita masturbasi. Cerita Bokep

    Setelah 15 menit bermain di atas, kemudian Aku menyuruh Bu Anita ber pindah posisi di atas . beliaupun sangat agresif dan keras sekali memainkanya saat di atas, 15 menit kemudian Beliau mau mencapai orgasme lagi yang ke 2.

    “Oh……Oh……,” mau keluar ni san..?” Bu Anita.

    cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batin saya.

    Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, Aku mau pindah posisi, Beliau aku suruh di atas meja, sedangkan Aku berdiri di depannya sambil menggerakkan gaya maju mundur sampai merasakan batas dinding rahimnya.

    “Oh.. oh..oh.. Hasan, pelan-pelan San..” katanya.

    Kelihatannya Beliau belum menikmati hubungan seks sama suaminya sampe kayak gini.

    “Ah Hasan, aku mau keluar lagi ni, ah… ah… ahhhhhh…

    Bu Anita mengeluarkan orgasme yang ke tiga, desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

    Setelah itu beliau mengajak di kamar mandi yang berada didalam ruang kerjanya, Dan aku di suruh usap di buah dadanya suruh Aku meremas buah dadanya pakai air sabun, biar membantu agar Aku cepet orgasme. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan ku menggunakan sabun.

    Setelah 5 menit kami bermain ngentot di kamar mandi dengan gaya berdiri, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi Bu Anita dan yang pertama bagi Aku.

    “Oh….. Hasan, aku mau keluar lagi..” katanya.

    “Aku juga ni Bu mau keluar,,,” Aku.

    “Aku terus memainkan gerakanku sangat keras lagi dan akhirnya….

    ‘Ahhhhhhhhhhhhhhhh”. crottt crottttt crottttttttt.

    “Akhirnya aku pun keluar.”
    Aku keluarkan cairan maniku itu di atas buah dadanya.


    “Oh Hasan, kamu sungguh kuat dan dahsyat saat melakukanya, kamu tidak cepat orgasme atau keluar, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali.

    Ini pertama kalinya bagiku Hasan, Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali.” Ujar Bu Anita.

    “Masak sih Bu.” jawabku.

    Kemudian kami kelelahan, Beliau lemes dan duduk di atas wc duduk yang berada di kamar mandi, dan Aku keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaianku yang berada di sana.

    Di luar ruang kerjanya Bu Anita, Aku lihat pembantu itu tiduran di dekat ruang kerjanya Bu Anita dan udah bugil lalu memasukkan jarinya yang tengah dan dia memainkanya. Karena aku melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, penisku mulai berdiri lagi. membayangkan bila saya dapat bersetubuh dengannya, yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, kurang lebih hampir sama dengan Bu Anita, Akhirnya aku memberanikan diri mendekati dia.

    Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainan ku tadi dengan majikannya atau Bu Anita.

    Cerita Dewasa – Aku langsung aja tanpa bosa-basi naik di atas tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu, Aku mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya, Aku pun mulai buat dia merangsang dulu aku ciumi lehernya, buah dadanya, dan vaginanya Tidak berapa lama kemudian, Aku langsung masukin penisku dan Kami bermain sekitar 15 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari Bu Anita.

    Tak lama kemudian kami bermain, kami keluar atau orgasme barengan. Oh,,,,,,,.

    Ternyata saya sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini. Aku pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya Aku merasakan ngentot dengan wanita.

  • Cerita Sex Gairah Seks Mertua Tersayangku Membara

    Cerita Sex Gairah Seks Mertua Tersayangku Membara


    1539 views

    Perawanku – Cerita Sex Gairah Seks Mertua Tersayangku Membara, Perkenalkan dulu namaku Tomy. Sudah satu minggu ini akau berada di rumah sendirian. Istriku, Riris, sedang ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja untuk mengikuti suatu pelatihan yang dilaksanakan di kota lain selama dua minggu. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Memang perkimpoian kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 tahun berjalan. Karena sendirian itu, dan maklum karena otak laki-laki, pikirannya jadi kemana-mana.

    Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertuaku. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Riris telah meninggal dunia. Ayah mertuaku kemudian kimpoi lagi dengan ibu mertuaku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertuaku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertuaku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu. Hemm, sungguh menggairahkan.

    Peristiwa itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainanku dengan Riris. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkimpoianku. Mendadak lampu mati. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertuaku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yang cantik itu.

    Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertuaku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuaku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.
    Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertuaku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertuaku disetubuhi ayah mertuaku, aku bayangkan kemaluan ayah mertuaku keluar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku. Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Riris adalah anak tirinya.

    Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuaku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertuaku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuaku.

    Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “Bu, ngapain sih dulu ibu kok cium Tomy?”.
    “Aah, kamu ini kok maih diingat-ingat juga siih”, jawab ibuku sambil memandangku.
    “Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.
    “Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat Riris lho Tom…, Nanti kedengaran ayahmu juga bisa geger lho Tom”.
    “Tapii, sebenarnya kenapa siih bu…, Tomy jadi penasaran lho”.

    “Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, Tom, sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa kau ini, masa lihat menantunya sendiri kok blingsatan”.
    “Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertuanya. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau Tomy lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau Ibu pernah bayangin Tomy nggak kalau lagi sama Bapak”, aku semakin berani.

    “aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Pasti ibu yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.

    “Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Buu, maafin Tomy deeh. Tomy jadi pengiin banget sama ibu lho…, Gimana niih, punya Tomy sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.
    “Aduuh Toom, jangan gitu dong. Ibu jadi susah nih. Tapi terus terang aja Toom.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom…, Tom kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi Tom menggir sebentar Tom, ibu pengen cium kamu di sini”, kata ibu dengan suara bergetar.

    ooh aku jadi berdebar-debar sekali. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.

    “eehhm…, Toom ibu kangen banget Toom”, bisik ibu mertuaku.
    “Tomy juga buu”, bisikku.
    “Toom…, udah dulu Tom…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.
    “Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku.
    “Buu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.
    “iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.
    “Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, katanya.
    Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu, aku tuntun untuk memegang penisku.

    “Aduuh Toom. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.
    Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut.

    Sampai di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuaku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.
    “Buu, Tomy kangen banget buu…, Tomy kangen banget”.

    “Aduuh Toom, ibu juga…, Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.
    Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

    “Eehhmm.., Tom, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukkan lidahmu ke mulut ibu”
    Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.
    Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur kami. Aku merasa tidak enak dengan Riris apabila kami memakai tempat tidur di kamar kami.
    “Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.

    “Okey, Tom. Aku juga nggak enak pakai kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.
    “iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuaku merengut manja.

    Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuaku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertuaku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertuaku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus.

    Cerita Sex Gairah Seks Mertua Tersayangku Membara

    Cerita Sex Gairah Seks Mertua Tersayangku Membara

    Aku remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara peliku dipegang ibu dan dielus-elusnya. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertuaku.

    “Buu, aku kaangen banget buu…, Tomyy kanget banget…, Tomy anak nakal buu..”, bisikku.
    “Toom…, ibu juga. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuaku bertelakn pada siku dan lututku.

    Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku.
    Kaki ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.
    “Masukkan separo saja Tom. Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

    Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. “Buu, Tomy masuk semua, masuk semua buu”
    “Iyaa Toom, enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.
    Aduuh, vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.

    “Buu Tomy mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.
    “ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”.
    “Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertuaku.
    Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun.
    Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertuaku.

    “Biar di dalam dulu Toom…, Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi Toom…, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.
    “Buu, Tomy juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.
    “Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas Toom.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.
    “Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku.

    “Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.
    “Tapi buu, Tomy rasanya emoh pisah sama ibu”.
    “Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.

    Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain.
    Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.

    “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.

    Malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar berciuman dan membelai. Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,