Author: perawanku

  • Cerita Sex Mengintip Kakak Iparku Yang Sedang Masturbasi

    Cerita Sex Mengintip Kakak Iparku Yang Sedang Masturbasi


    1091 views

    Perawanku – Cerita Sex Mengintip Kakak Iparku Yang Sedang Masturbasi, Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai seorang kakak laki – laki yang telah beristri, istrinya sebut saja namanya lina, dengan lina dulu ketika kami masih sama2 pacaran, kami pernah dekat dan menjalin hubungan.

    Namun setelah kami sama2 menikah, kami menjauh, bahkan linA sangat menjaga jarak denganku. Jujur aku sendiri masih menyimpan hayal dengannya, tubuhnya memang kurang berisi, payudaranya juga tidak besar, tapi permainan sex nya luar biasa, libido yang besar membuatku sering terbayang dirinya. Sering pada suatu saat aku berusaha menggodanya, tapi sulit. lina dan suaminya (kakak istriku) tinggal mengontrak sebuah rumah kontrakan yang kecil tepat di seberang sebelah rumah mertuaku yang juga mertua dia.

    Ketika aku berkunjung kerumah mertua ku otomatis aku juga pasti bertemu dengannya dan suaminya. Suatu Ketika aku sedang berkunjung ke rumah mertuaku, tentunya dengan istri dan anakku, karena rumah mertuaku berada di luarkota tempat aku tingal, otomatis biasanya aku menginap. Hari Minggu kami disana, Aku bertemu dengan lina, kami salam dan berbasa basi seperti biasa, aku masih saja terpesona melihatnya, apalgi dia hanya pakai celana pendek dan kaos oblong tipis, aku berusaha berlama-lama bersalaman dengannya, tp dia buru2 melepasnya. Aku berhasrat sekali dengannya tapi segera kubuang jauh2 pikiran itu karena keluarga sedang berkumpul tidak mungkin itu terjadi.

    Esok hari, subuh2 sekali istriku, kakaknya (suaminya lina), dan adik2nya, sudah bersiap2 berangkat acara keluarga sekaligu ziarah ke makam leluhurnya, mereka berangkat dengan Pamannya, Ibu dan seluruh keluarga. Hanya Aku putuskan tidak ikut karena masih cape dan malas. jadi hanya AKu dan Kakak Perempuan ibu mertua yang sudah sangat tua dan sulit berjalan yang tidak bisa ikut, Oh iya lina juga tidak ikut karena dia hari itu tidak libur. Sial sekali pikirku, kukiran pagi ini bisa melihat alin dan ada kesempatan untuk menggodanya. Pagi itu keadaan rumah sudah sepi, semua sudah berangkat, kecuali aku dan uwa. tiba2 terdengar alin masuk dari pintu belakang dari arah kontrakannya, bertanya pada uwa

    “wa, saklar di kontrakan rusak wa, jadi air sama lampunya ga bisa nya nyala, mana lina harus kerja lagi, si mas sama yng lain udah berangkat lagi gada yang bisa dimintain tolong”. Mendengar itu ingin rasanya aku segera beranjak dari ruang tengah menawarkan bantuan, tapi sebelum aku bicara uwa sdh menimpali “Tuh ada ada Yonar, dia ga ikut, minta tolong aj ya”, mendengar itu aku langsung menimpali ” Udah sini Lin aku coba liat sapa tau bisa” ” Ngga usah ngerepotin” jawab lina sambil berbisik ” ntra macem2 lagi”. Pikirku tau aja dia kalau aku punya niat macem2, tapi demi jaga gengsi aku bilang

    “Ada-ada aja, gini aj deh, selagi aku betulin saklar dikontrakan mu, lina disni aja dulu sampe beres, mandi disni aja” Dari gerakgeriknya dia hendak menolak namun Uwa buru2 bilang ” ya udah sekarang cepat betulin Yo, Lina disni aja dulu” Membawa Peralatn listrik, obeng, gunting dsb, lina menuntunku ke kontrakannya, sekaligus dia membawa perlengkapan mandinya untuk mandi di rumah mertua.

    Setelah Lina menerangkan masalahnya aku pun segera memperbaiki saklar kontraknya, dimana saklar ini sebagai penghubung listrik induk dengan listrik rumahnya, sementara Lina mandi di rumah mertua. Sekitar 15 Menit sudah aku memperbaiki saklar di kontrakannya, Lina Pun belum juga selesai mandi.

    Sesekali aku bolak balik ke rumah mertua untuk mengambil beberapa keperluan, suatu kali ketika aku bolak balik, aku penasaran, jiwa nakal ku muncul, Hayalku membayangkan Lina yang sedang Bugil, tanpa sehelai benang pun ditubuhnya, terbayang tubuhnya dibasuh sabun, payudara dan vaginanya, pikiranku pun smkn nakal aplg setauku pintu kamar mandi disini tidak bisa tertutup sempurna sehingga ada bnyk celah untuk mengintip..

    Uuh.. ku intip Uwa sedang dikamarnya, mungkin tidur, maka hayalku memberanikan untuk Mengintip Lina yang sedang mandi, dari balik celah pintu yang rusak,. Perlahan kuintip, wow kulihat lina menyamping, bugil seluruh tubuhnya dipenuhi busa – busa sabun, tangannya yang lentik mengusap perlahan toket nya.

    Oh.. dia meremas2 toket nya sambil memejamkan mata, melihat ini kontolku tak kuasa makin menegang, aplagi kemudian aku dikagetkan dgn adegan berikutnya: Lina Mengusap vaginanya, memasukkan jarinya kedalam vaginanya, ah apakah dia sedang masturbasi? pikrku.. terus dia mengocok vaginanya sebari mendesah tak karuan, aku semakin tegang melihatnya, kontolku tak kuasa menegang, andai saya aku dapat menyetubuhinya.

    Sedang asik bermain dgn kelamin masing2, terdengar suara dari Dalam Ruang tengah: ” Liinn, kalau sudah mandinya, kesini dulu bentar ya..” lina yang sptnya sedang asik memainkan vagina terkaget lsg menjawab ” Iya Wa..” Begitupun dengan aku buru2 aku beranjak dari intipan ku dan segera kembali ke kontrakan lina meneruskan memperbaiki saklar. Fyuhh.. benar2 tontonan yang membuat nafsu memuncak.

    Pikiranku tidak bisa konsen memperbaiki saklar, pdhl aku sudah mau selesai. Ah kucoba hilangkan pikiran kotor itu dan kembali ke tugasku semula. beberapa saat kemudian lina masuk ke rumah, habis mandi dengan (sayangnya) sudah menggunakan kaos dan celana pendek, padahal harapku dia hanya memakai handuk saja. Seketika dia bertanya padaku ” belum selesai juga memperbaikinya? lama bnr” .. Aku jawab ” ya iyalah kan harus hati2, emangnya mau kalo nyetrum dan kebakaran”.. msh terbayang bagaimana adegan tadi kulihat di kamar mandi, maka muncul hasrat ku untuk menggodanya, menyetubuhi, atau bahkan memperkosanya. Kulanjutkan tanyaku “udah mandinya Lin?” dgn agak sinis khasnya dia menjawab ” ya udah lah ngapain juga lama2″, aku : “udah tuntas ya aktifitasnya di kamarmandi” Lina: ” maksudnya? ya udah lah dah tau udh keluar kamar mandi berarti udah donk” Aku: “yaa kirain aj ada yang masih nanggung” Lina: Apaan sih, ga ngerti, udah ah cepetan benerin listriknya, aku mau ganti baju ni, susah kamarku kan gelap” Aku: gelap bukan berarti ga bisa ngapain2 kan.. buktinya jadi tuh anakmu waktu gelap2 kan? hahahaha.. udah tuh dicoba listriknya, coba aj lampu ama airnya .. Lina: iya aku coba.. sebari dia coba satu persatu stop kontak, lina melanjutkan pembicaraan ” iya dulu gelap2an enak si sebelum ada si Tina (anaknya) , sekarang ..uuhh.. dah bosen kali si angga (suaminya – kaka istriku) udah jarang, eh Yonar udah oke nih semua lampunya” Aku: ahh kan banyak alternatif.. bisa sendiri atau cari bantuan lah.

    Syukurlah kalau sudah ok, dicoba juga airnya nyalain trs ganti baju kerja gih, ntr telat” Lina: ahh alternatif apaan maksudnya yo… (sebari melirik nakal kearahku), bosennya jg kali kalau sendiri,, dah aku ke kamar mandi cek dulu, Lina berlalu menuju kamar mandi diujung belakang kontrakannya, sebari aku mengikutinya dari belakang, kalimat terakhir dari mulutnya membuat hasrat ku makin bergetar, “bosen sendiri” dalam hatiku, hayalku trs bermunculan, apakah aku perkosa saja ketika dia di kamar mandi? kubekap dari belakang meremas toket nya, memaksanya .. tapi kalau ketauan gmn? kalau lina berteriak kencang gmn, sedang dinding pemisah antar kontrakan di tempatnya tidak tebal, tak tahan rasanya ingin menjilat lehernya yang panjang, menikmati langsing tubuhnya.. Hayalku sejenak terhenti oleh teriakan lina ” aduuhh yoo.. basah kuyup.. dah jalan lagi nih airnya.. tapi nyemprot banget..untung belum pake baju kerja..” dengan segera aku menghampirinya ” ya bagus donk,, berarti dah jalan lagi, ga da masalah lagi kan, baru disemprot sama air, gmn kalau semprotan yang kental..” goda ku.. Lina menjawab ” yaa kalau itu enak donk.. ” sebari dia membalikkan badan ke arah ku dan membuat mataku terbelakak. Air yang membasahi kaosnya, membuat lekuk tubuh dan payudaranya tercetak sempurna, dan yang membuatku menelan ludah adalah lina belum memakai bra!! ternyata sejak tadi dia hanya memakai kaos saja.. badanku makin gemetar.. kontolku makin ngaceng tak tertahan dibalik celana tidurku.. “heh.. melotot aj!! liatin apa ayoo… udah mau ganti baju kerja sekalian, tuh beresin tuh yang dalam celana di kamar mandi” sebari tertawa kecil keluar dari kamar mandi. dengan malu aku masuk kamar mandi segera beresin celana, ku keluarkan kontolku, sudah ngaceng sekali kontolku, tak tahan rasanya, apa aku onani saja pikirku, ah tidak, masa sih aku menyia-nyiakan kesempatan dengan lina, tak ada orang disni.

    Pikirku mengalir liar, sampai tanpa sadar, ternyata lina memperhatikan aku dari balik lubang pintu kamar mandi yang memang tidak tertutup, .. “hayyo kenapa lin.. susah ni mau dituntasin, bantuin donk..” secepat itu aku langsung bicara sebari mengusap2 kontolku, dgn kelagapan lina beranjak pergi sebari bicara ” apaan sih, sendiri aja gih, atau minta sama istrimu, udah ah ganti baju dulu ah udah mau kerja nih” aku pun mengikutinya berjalan menuju kamar, kulihat dari luar, dikamarnya dia duduk di ranjangnya spt termenung, dia hendak membuka bajunya tapi terhenti ketika tangannya menyentuh payudaranya sendiri, dia usap2nya, mungkinkah dia juga sebenarnya terangsang dan sedang ingin bercinta tapi dia gengsi untuk jujur padaku.

    Aku beranikan masuk ke kamar tidur kecilnya yang hanya cukup untuk satu ranjang dan sedikit ruang itu, dari belakang kubisikkan ditelinganya “aku kangen ih masa-masa kita dulu, aku kangen banget sama kamu, dah lama mendam rasa ini Lin”, dengan nada tinggi dia bilang ” Kamu masuk kamar orang ya ga sopan, ngomongnya ngawur ah, males ah, kita tuh udah sama2 nikah, dah punya anak lagi, inget tuh,..” aku: kalau perasaan susah Lin (kupegang bahunya ku balikkan tubuhnya sehingga menghadapku), “aku sayang banget sama kamu lina, sering aku terbayang dirimu yang jadi istriku”..tak kuasa aku memandangnya wajahnya dan memandang kaos basahnya yang setengah terbuka, tercetak jelas payudara mungilnya Lina: “inget .. kita udah … ” belum selesai dia bicara aku langsung kecup bibirnya, kulumat bibirnya kuat2.. aku berusaha mendekap tubuhnya, sebelum lina mendorongku, duduk menjauh dari aku, berusaha untuk menamparku namun dengan segera ku pegang tangannya, “aku sayang banget lin sama kamu, sekalian lah bantuin aku tuntasin ya..” kuberanikan diri mendekatinya lagi tanpa melepas genggaman tanganku padanya, sebelah tanganku membelai rambut lurusnya, kurebahkan kepalaku, mulutku di telinganya, kubisikan “i luv u so much lin, please.. sekali ini aja, aku janji gakan jadi panjang, ..” kukecup langsung daun telinganya, kujilat, lina menggelinjang, dia memejamkan mata, tanpa perlawanan, kuanggap itu tanda setuju atas permintaanku. kuciumi kujilati telinganya, kuberanikan menjalarkan lidahku tak hanya di sekitar telinga, menjalar ke pipinya menuju bibirnya, sekali lagi aku kecup bibirnya, kujilati, kusedot, kali ini tanpa perlawanan, meski dia masih tak menggerakan bibirnya, aku terus melumat bibirnya, nafsu sudah membara sejak tadi, kusogokkan lidahku kedalam mulutnya yg masih rapat, kupaksa masuk kedalam mulutnya, tak lama dia menyerah juga, kumainkan lidahku didalam mulutnya, menyentuh lidahnya, menjilati lidahnya, kurasakan dera nafasnya semakin kencang, kucekatkan tubuhnya, kulumat terus bibirnya yang mulai terbuka, sesekali membalas ciumanku perlahan.

    Aku mulai melepaskan genggaman tanganku, kupegang kepalanya sebari tetap menciuminya, sementara tanganku yang satu mengusap, menyentuh2 lehernya punggungnya, memainkan telinganya, Ciuman itu berlangsung cukup lama, lama kelamaan lina mulai membalas ciumanku, dia mulai memainkan lidahnya, beradu dgn lidahku, mulutnya mulai berani melahapku, ciuman lahap dan kasarnya mulai nampak, desahan desahan nya mulai terasa trdengar .. Hmmm Hhh hsthhh… itu yang aku suka dan aku rindu darinya.. ciuman kami semakin panas, kedua tangannya mulai memelukku, satu tangannya mengacak2 rambutku, tubuhku mulai menempel dgn tubuhnya yang masih terbalut kaos yang basah. Tanganku mulai berani menelusup kebalik kaosnya yang basah dan setengah terbuka, kuraih toket nya yang sedari tadi tercetak dibalik kaosnya, kuremas toket nya, AKKHHHHHHHHHH OOKHHHHHHH….OoHHhhhdsthh, erangan keras keluar dari mulutnya ketika ku remas toket nya, ku mainkan putingnya yang sudah mengeras, Kubuka kaosnya yang basah, tanpa kesulitan, kutau sejak awal dia sudah tidak memakai bra, kujalarkan lidahku kelehernya, uhh HHsshtstthh.. lina tak hentinya mendesah tak karuan.. kulanjutkan juluran lidahku bibirku menciumi sampai toket nya lina yg masih terduduk di ranjang dan aku yang sudah setengah jongkok di lantai, sebelah toket nya kujilati perlahan, sebelah kuremas dengan tanganku.. Hhhhhsthh.. kujilat toket nya perlahan memutar dari pinggir toket nya memuncak ke puting .. kutarik kencang2 putingnya, semua kulakukan bergantian kanan kiri, yang makin membuat lina nafsu nya membesar, kulanjutkan petualangan lidahku keperutnya ku perosotkan celana tidurnya, ahhh … darahku serasa makin mendesir melihat langsung pemandangan tanpa CD, langsung kulihat vaginanya, Memeknya yang tadi hanya kulihat dari intipan di kamar mandi, kini didepan mataku dgn lina yang sudah berbugil ria.

    Segera saja petualangan bibirku berlanjut di bibir memeknya lina. . OOhhh sedap sekali, aromanya semerbak habis mandi dicampur aroma cairan dari memeknya yang sudah becek sekali.. kulahap habis memeknya, kuciumi sekitarnya, kujulurkan lidahku masuk kedalam liang memeknya yang memang sudah longgar, kusogoh habis2n liang memeknya, lina menjerit kuat ” AHHHH oohhh… ughhh.. dibenamkan nya wajahku sedalam-dalamnya ke liang memeknya, tangannya benar2 mengacak-acak rambutku, mendorong kepala ke memeknya, sesekali mejenggut rambutku.. oohh uhh.. sedang asik memainkan memek lina, tiba2 tangannya mendorong kepalaku keluar “Lina udah ga tahan banget yon mau orgasme nih, tp ga mau sekarang ya ” dia bilang. Aku hanya mengangguk dan berkata “apapun mau kamu sayang” Lina mengangkat tubuh yang setengah jongkok untuk duduk disampingnya diranjangnya, “sekarang giliran lina” ucapnya, segera dgn kasarnya dia membuka kaosku, dikecup dan dilumatnya bibirku dgn liar, dipegangnya kepala erat2 dijilatinya pipiku bibirku, seluruh wajahku, telingaku dijilatinya kanan kiri, digitnya,, Akkhhhhhhhh Lin enak banget,, ughh,,,,,,, tanganku pun meraih toket nya meremas2nya, sebari bibir lina menjamahi wajahku, telingaku, leherku nyaris saja di cupangnya, sebelum aku melarangnya khawatir ketauan istriku. Lina menjamahi tubuhku dengan liar, dadaku, perut buncitku, dia tarik puting susu ku yang berbulu, tangannya liar menjamahku, membuka celana pendekku, memerosatkannya berikut dgn CD ku, k0ntolku sudah sangat , menegang kencang dan memerah.. Ahhh senyum liarnya lina sebari menatap liar padaku, dia menjulurkan lidahnya memainkan kepala kontolku. Akhhhh Linnn.. enak banget.. dia mengocok2 kontolku sebari menjilati ujung kontolku, dia berjongkok dilantai, memainkan kontolku, menghisapnya, naik turun, makin kencang makin kencang.. Ohh aku tak tahan lagi.. dijilatinya kontolku.. Dia kemudian mencabut mulutnya dari kontolku, dia berdiri menghadapku yang masih terduduk, kesempatan ini kupakai untuk menjilat lagi memeknya yang sudah sangat becek, meremas toket nya kuat2.. ahh indah sekali pemandangan ini tubuh lina berdiri dihadapanku, seolah dia sedang stripsis, bergerak menggelinjang karena rangsanganku ke dlm memek dan toket nya.. baru sebentar kumenikmati itu, lina mendorongku keras, sampai aku terlentang diranjangnya, ranjang tempat biasa dia bersetubuh dgn suaminya. ucapnya ” Lina udah ga tahan yon’..

    Dia menaiki tubuhku diranjang, diarahkan memeknya kearah kontolku, Bleesss,,, aakhhhh Ugghhhhhhhhhh kami mengerang bersama-sama.. Lina menindihku.. women on top,, digerak2n tubuhnya… kami berciuman liar.. berulang kali dia berkata “udah gakuat lina ih..” .. aku berusahan membanting tubuhnya, membalik posisi, kali ini dia dibawah.. aku kocokkan kontolku semakin cepat dan kencang.. erangan lina udah tak tertahankan lagi.. “trs.. ayo dong…” ucapnya.. dia trs menggelinjang menggerakan bokongnya.. ” aku juga ga kuat lin” .. ayo dong kit bareng lagi..” tenaga lina begitu kuat mendorong kembali terguling mebalikkan posisi..

    dia kembali diatas, kali ini dia duduk berkuda.. menggerak-gerakan pantatnya, tubuhku bangun meraih toket nya.. darahku mendesir.. sekecap saja aku sedot toket nya.. meremas toket nya.. lian sudah tak kuasa hendak keluar.. AkhhhhhhhhhhOhhh YESsss……. uughhhhhhhhhhhhhhh ” lina keluar.. Ohhhhhhhhhhhh… Peluk erat 2 yon, gigit puting lina,” suaranya mengacau tak karuan..”‘akhhhhhhhhh… kelellllllllllllllluuaarrrrrrrrr…”””” … lina orgasme” tubuhnya semakin kuat mendekap, memeknya basah… “Kamu curang yon… ga bareng” lina berbicara kacau sebari orgasme.. tubuhnya mulai melemas… kesempatanku membalikkan lagi tubuhnya. Kali ini kukocokkan kuat2 kontolku.. akhhhh.. aku keluar lin… “kucabut dan kubasahi tubuh dan mulutnya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Kisah Perselingkuhanku Gara-Gara Kenal Dunia Internet

    Cerita Sex Kisah Perselingkuhanku Gara-Gara Kenal Dunia Internet


    1157 views

    Perawanku – Cerita Sex Kisah Perselingkuhanku Gara-Gara Kenal Dunia Internet, Namaku Lisa dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku.

    Tapi kesetiaanku ini berakhir ketika aku mulai kenal dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting.

    Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web cerita dewasah, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak,

    namanya Stefan, berasal dari Jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga Stefan sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang.

    Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta) mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai akhirnya Stefan menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka.

    Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor Stefan libur, hingga Stefan mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat Stefan menginap) jam 9 pagi.

    Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai Stefan, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama Stefan dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya.

    Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan Stefan mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, Stefan menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi.

    Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya Stefan menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.

    Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian Stefan membuka pintu. Ternyata Stefan mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita berbasa basi diruang tamu kamarnya, Stefan bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil notebook..?),

    dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu Stefan meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke Stefan, dan Stefan menjawab mungkin web tsb lagi down, dan Stefan menyarankan untuk mencoba saja web yang lain,

    caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan Stefan), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya menuju ke situs www.Perawanku.com , yaitu situs cerita sex dengan bahasa indonesia.

    Lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah.

    Sampai akhirnya Stefan selesai mandi, dan keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb,

    tetapi karena Stefan sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Stefan bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai Stefan tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal akhirnya aku juga ikut tertawa.

    Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata Stefan sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya.

    Bahkan Stefan menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar .sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya Stefan mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb,

    rupanya komputer Stefan mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah Stefan membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana , tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb,

    tetapi kemudian Stefan mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata Stefan)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek .

    Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata Stefan sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa,

    Cerita Sex Kisah Perselingkuhanku Gara-Gara Kenal Dunia Internet

    Cerita Sex Kisah Perselingkuhanku Gara-Gara Kenal Dunia Internet

    aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan Stefan mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, Stefan lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini Stefan mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan Stefan tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku,

    hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu Stefan mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku),

    aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata Stefan sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata Stefan mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 16 cm, dengan bulu yang lebat, lalu Stefan mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku. Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi.

    Ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis Stefan kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis Stefan besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata Stefan mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras.

    Sampai suatu saat Stefan melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan Stefan mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika Stefan mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu Stefan mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja),

    Stefan menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu Stefan belum juga mengeluarkan sperma, Stefan lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena Stefan akan mengeluarkan sperma.

    Stefan lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika Stefan memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik,

    tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga Stefan mendesis desis entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil

    Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata Stefan langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, Stefan juga mencuci penisnya.

    Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Calon Ibu Mertua Yang Sangat Menyukai Oral Seks Denganku  – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Calon Ibu Mertua Yang Sangat Menyukai Oral Seks Denganku – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1739 views

    Perawanku – Waktu itu kira-kira jam 8 malem ku berniat mau kerumahnya whiena soalnya ku janjian mau nganter dia ke acara ultah temennya. Trus pas ampe dirumahnya ternyata yang buka pintu Ibu Indah, nyokapnya whiena yang juga dosen wali ku…

    “malam Bu” sapaku
    “eh nak Rio, masuk ”

    Aku pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Ibu Indah begitu seksi dengan menggunakan daster putih yang serba tipis sehingga terlihat tuBuh Ibu Indah yang langsing ”gila ni Ibu udah nikah kok masih seksi banget ya” kataku dalam hati

    “Whiena nya ada Bu?”

    “oh Whiena tadi diajak sama Papanya kerumah neneknya yang lagi sakit, dia titip pesan ga bisa kerumah temennya yang ulang tahun, dia minta maaf sama kamu juga karena ga sempat nelpon soalnya tadi buru-buru sekali ”

    “jam berapa perginya Bu”

    “sekitar satu jam yang lalu…mungkin sekarang masih dalam perjalanan”

    Rumah neneknya whiena memang lumayan jauh sekitar 3 jam perjalanann dari kotaku

    “oh kalo gitu saya permisi Bu”
    “Jangan dulu ada yang mau Ibu tanya sama kamu tentang Whiena, tapi Ibu bikinin minum dulu ya”

    Ibu Indah pun langsung masuk kedapur, sementara hatiku jadi bingung entah apa yang mau ditanyakan oleh Ibu Indah, jangan-jangan dia tau soal hubungan ku yang intim bersama whiena, bakal diintrogasi nih pikirku…… GAWAT ……

    Ibu Indah keluar dari dapur dengan membawa dua gelas minuman dingin ”silakan diminum Rio”

    Aku pun langsung minum sementara hatiku agak tegang karena takut pada Bu Indah yang mungkin akan marah-marah… dag dig dug detak jantungku terdengar keras … seakan mau lepas jantung ku ini. Ibu Indah duduk dikursi pas dihadapan ku dan dasternya agak tersingkap sehingga pahanya yang putih terlihat jelas, jatungku berdenyut makin kencang dan segera menunduk karena tidak enak sama Bu indah

    “Rio kamu serius pacaran sama Whiena?”

    Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana ”serius Bu, saya siap bertanggung jawab jika terjadi apa-apa sama Whiena” jawabku sambil tetap menunduk

    “kamu kok diajak cerita malah nunduk sih Rio, kan ga enak ””Maaf Bu” kuangkat kepalaku, kini duduk Bu indah agak mengangkang sehingga samar-samar kulihat bagian dalamnya dan ternyata Bu indah tidak pake cd, nafas ku pun agak memburu menahan nafsu namun tidak berani berbuat apa-apa karena yang dihadapanku adalah nyokapnya whiena yang juga dosen wali dikampusku

    “kamu kenapa Rio” tanya Bu indah pura-pura tidak tahu ”tidak Bu, anu… ” aduh aku mulai bingung, sementara Bu indah tersenyum memandang ku Kemudian Bu indah berdiri dan duduk disampingku Kamu terangsang ya liat paha Ibu, aku pun hanya diam sementara tangan Bu indah mulai memegang pahaku, Kemudian Bu indah berbisik, “kamu puasin Ibu ya ini malam, Ibu sudah lama ga pernah disentuh oleh bokapnya whiena, dia terlalu sIbuk sama urusan kantornya”

    “tapi Bu ” srup bibirnya Bu indah langsung melumat bibirku dan tangannya meramas-remas kontol ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo ternyata Bu indah memiliki nafsu yangg tinggi birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas toketnya Bu indah

    “Terus Rio, enak banget ”dan tangan Bu indah mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang melekat

    “Rio kita kekamar aja yuk ” Dan kemudian mencium bibirku Bu indah langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh Bu Indah kini polos

    “Wow Ibu cantik banget, putih, seksi, ga kalah sama whiena””ah kamu bisa aja Rio” jawab Bu indah sambil tersenyum Tubuh Bu indah memang sangat mulus, kulitnya putih, toketnya yang besar, serta bulu jembutnya dicukur rapi ”Sini dong Rio, kok malah bengong”

    Ibu Indah duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya Tangan Bu indah melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku

    “gila Rio Punya kamu besar banget, lebih besar dari punya suamiku ”dia pun mengelus-elus kontol ku, kodorong kepalanya agar segara menghisap kontolku ”Hisap kontol Rio Bu””sabar ya Rio, jangan kuatir yang pasti malam ini kita harus sama-sama puas”Bu indah kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati Ouh Bu enak banget Bu, terus Bu

    Kemudian Bu indah berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim. Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya Dia pun memompa dengan lihai Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapannya whiena

    Terus Bu, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut Bu indah sehingga mulut Bu indah terlihat penuh dan kadang Bu indah seperti mau muntah karena kontolku masuk sampai tenggorokannya aku mencabutnya dan nampaknya Bu indah sedikit kecewa

    “Terus Rio, masukin kontolmu sedalam-dalamnya kemulutku, kontolmu enak Rio Perkosa mulut Ibu Rio”

    Aku pun kembali memasukkan kontolku kedalam mulut Bu indah dan tangan ku memegang kepalanya sehingga gerakannya berirama Sementara itu tangan Bu indah memegang erat paha ku karena dorongan kontolku semakin keras menghujam mulut Bu indah

    “mulut Ibu enak banget isep terus Bu Isep yang kuat”

    Sektiar 20 menit ku perkosa mulut Bu indah sampai Bu indah hampir muntah Aku pun mencabut kontolku

    “kuat juga kamu Rio ya udah hampir setengah jam di karoeke belum keluar, kalo bokapnya indah pasti udah keluar trus langsung tidur, dasar egois banget”

    Ternyata Bu Indah selama ini jarang mendapat kepuasan dari suaminya

    Sekarang giliran Ibu yang kamu puasin Rio sekarang kamu tidur Aku agak bingung apa maunya Bu indah namun aku menurut saja Dan aku barbaring diatas ranjang kemudian Bu indah jongkok diatas diatas dadaku ” Rio Ibu juga mau perkosa mulut kamu ya”

    Dia pun mendekatkan vaginanya kemulutku dan mulai memompanya Aku pun menjulurkan lidah ku, asin, ternyata cairanya Bu indah banyak banget keluar Kini tangannya berpegang ke tepi ranjang sehingga agak nungging dan terus memperkosa mulutku bahkan hidung ku,

    aroma harum dari vaginanya membuat gairah ku samakin meningkat ”Lidah kamu enak banget Rio hidung kamu juga terus Rio, nikmat” Bu indah terus memompa vaginanya kearah mulutku sehingga terkadang aku kesulitan bernafas

    Akhirnya Bu indah berhenti karena terlihat cape sekali Aku pun membaringkan Bu indah dan mengangkangkan kakinya, ku jilati klitorisnya dan sesekali kugigit pelan-pelan Ouch…nikmat banget Rio terus Rio, hisap terus vaginaku Rio, terus Rio, vagina itu milik kamu sekarang

    Aku pun menjilatnya nya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam vaginanya dan Bu indah pun menggelinjang keenakanOuch jari kamu enak banget Rio apalagi kontol kamu terus Rio Tak lama kemudian Bu indah menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mempercepat permainan fucking finger ku divaginanya

    ”Shh,uhf…Ibu mau keluar Rio hisap yang kuat Rio vagina Ibu ,ohh……”Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret Cret ”Cairan nikmat Bu indah menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih

    Gila kamu Rio mulut kamu pintar banget memberikan kenikmatan di vagina Ibu Aku pun kembali berjongkok di atas kepala Bu indah dan kembali ku entot mulutnya Bu indah Bu indah pun menghisap dengan kuat kontolku

    aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut Bu indah sementara memek Bu indah kembali basah dan aku terus mengelus elusnya Serasa nikmat sekali mulut Bu indah, aku pun memompanya semakin beringas dan kemudian Bu indah nampak tersedak kemudian dia melepaskan kontol ku

    ”besar banget kontol mu Rio kaya mau robek mulut ku ” Aku pun memperbaiki posisiku dan dan kini kami sama sama berbaring Kulumat bibir bi indah yang nampak merah akibat ku entot tadi dan tanganku memainkan klitorisnya

    “Shh uhf nikmat banget Rio entot Ibu sekarang Rio masukin kontolmu ke memek Ibu cepet Rio Ibu udah ga tahan nih gatel banget rasanya ”Bi Indah pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat menyentuh toketnya Kini bibir vagina Bu Indah muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina Bu indah dan mulai menggesek-gesekannya

    Rio masukin dong cepet Rio Ibu udah pengen banget…ayo donk sayang Ibu Indah pun merengek seperti anak kecil Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk kedalam vagina Bu indah yang sudah licin mengkilau

    “Ouhhhh…sakit banget Rio kontol kamu gede banget pelan-pelan dong” “Tapi enak Rio trus Rio pompa terus memek Ibu Rio, entot terus memek Ibu…”Ternyata memek Bu Indah masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin Aku pun memompa terus vagina Bu indah…semakin lama semakin cepat

    “Ouh terus Rio aku ga tahan nih Ibu mau keluar ””Terus Rio entot terus memek Ibu Rio memek itu punya kamu sekarang Rio ouh…” Bu indah mulai meracau tidak karuanDan kemudian tubuh Bu Indah mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali ”Ouh Ibu keluar lagi Rio kontol kamuuuuu eeeenaaaaak baaaangeeeeeetsssss,”

    Aku pun membalikkan badan Bu indah dan ternyata Bu indah langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style aku pun memasukkan kontolku kedalam memek Bu indah “Ouhh nikmat banget Rio ”Aku terus memompa memek Bu indah sambil meremas-remas toket Bu Indah yang bergelantungan

    Ouh ahh terus Rio, Ibu mau keluar lagi nih Aku pun mengocok memek Bu Indah dengan cepat sehingga Bu Indah keluar untuk yang ketiga kalinya

    Kamu kuat banget Rio, Ibu bener-bener puas di entot sama kamu

    Sekarang kamu entotin mulut Ibu aja yang soalnya Ibu paling seneng kalo mulut Ibu di entot Gila ni Ibu ternyata dia seneng banget oral seks

    Aku pun menarik Bu Indah kelantai dan kusuruh jongkok, dan kemudian oral seks, kumasukkan kontolku kedalam mulut Bu indah pelan pelan sampai amblas semua, ujung kontolku terasa menyentuh tenggorokannya, aku pun menahan kepala Bu indah karena nikmat sekali terasa,

    ada kenikmatan tersendiri yang muncul ketika melakukan oral seks, kontolku masuk semua kemulutnya Bu Indah Kemudian Bu Indah memukul pahaku karena kayanya dia mulai sulit bernafas namun aku tetap menahan kepalanya sehingga akhirnya dia dengan paksa menarik kepalanya dan langsung lari kekamar mandi di samping kami dan langsung muntah Aku pun mengikuti kekamar mandi

    “Gila kamu Rio kontolmu gede banget” “Sory ya Ibu muntah abis ga tahan kamu jejelin kontol sebesar itu” Ibu Indah pun menyiram muntahnya

    Kini Bu Indah jongkok kembali di kamar mandi dan melakukan oral seks , mengulum kontolku Aku pun memompanya secara berirama dan tangan Bu indah terus memainkan biji pelirku, air ludah Bu indah menetes keluar melalui sela-sela bibirnya dan aku tidak peduli,

    aku terus melakukan oral seks , memompa mulut Bu indah yang seksi sampai kontolku masuk semua dan nampaknya Bu Indah sudan mulai terbiasa dengan kontolku sehingga rasanya semakin nikmat, kontolku serasa mau ditelan oleh Bu indah

    Aku pun menyalakan shower dan menyiram Bu indah yang terus asyik mengulum kontolku, kini tuBuh Bu indah basah dan terlihat semakin seksi. Aku pun menaruh kembali shower itu, dan melanjutkan memompa mulut Bu indah ”Hisap Bu aku udah mau keluar nih ”

    Aku pun memompa mulut Bu indah semakin cepat dan Bu indah sangat menikmatinya… Aku keluar Bu ouh… ooouuuuugghhhhhhttttt……… Aku pun memasukkan semua kontolku kedalam mulut Bu indah dan menyemprotkan sperma di tenggorokkannya, kemudian Bu indah menarik kepalanya dan membersihkan sperma dari kontolku,,

    ”sperma kamu enak banget Rio, kental ””dia terus mengulum kontolku yang masih berdiri tegak ””kontol kamu masih berdiri Rio kamu kuat banget,,”Kita mandi dulu yu ntar lanjutin lagi ya Kami pun mandi sama-sama

    Selesai mandi Bu Indah ngajak makan, kami ke ruang makan sambil tetap telanjang aku pun duduk sambil makan sementara Bu indah tidak makan dia hanya duduk disampingku sambil mengelus-elus kontol ku

    “kok ga makan Bu?” tanyaku ”nggak ah,,udah kenyang tadi minum sperma kamu ”

    Aku pun makan sedikit karena birahi ku bangkit kembali ”Ibu kok seneng banget oral seks sih””soalnya kalo oral seks Ibu bisa rasain kontolmu yang enak banget” Kami pun melanjutkan birahi kami di ruang makan dan kemudian pindah keruang tamu dan akhirnya kami kembali kekamar dan bercinta melakukan oral seks kembali sampai subuh…

  • Cerita Sex Ronald Belajar Bermain Seks Di Ajari Sama Tante Indah

    Cerita Sex Ronald Belajar Bermain Seks Di Ajari Sama Tante Indah


    1144 views

    Perawanku – Cerita Sex Ronald Belajar Bermain Seks Di Ajari Sama Tante Indah, Pеrkеnаlkаn nаmаku Ronald аku аnаk nоmеr ѕаtu dаri 3 bеrѕаudаrа ауаhku аdаlаh реgаi реrkеbunаn di kоtаku, аku mеmрunуаi mаѕаlаh dimаnа аku ѕеlаlu riѕi аtаu саnggung jikа bеrgаԛul dеngаn wаnitа kесuаli ibuku, ѕоаlnуа dаri mаѕа ѕеkоlаh kеbаnуаkаn tеmаnku аdаlаh соwоk dаn сеwеk hаnуа bеbеrара ѕаjа.

    Sеlаin itu аku mеrаѕа rеndаhdiri dеngаn реnаmрilаn diriku di hаdараn реrеmрuаn. Aku tinggi kuruѕ dаn hitаm, jаuh dаri сiri-сiri реmudа gаntеng. Wаjаhku jеlеk dеngаn tulаng rаhаng bеrѕеgi. Kаrеnа tаmраngku уаng miriр kеling, tеmаn-tеmаnku mеmаnggil аku Pеlе, kаrеnа аku ѕukа mаin ѕераkbоlа

    Tарi ѕеkаliрun аku jеlеk dаn hitаm, оtаkku сukuр еnсеr. Pеlаjаrаn ilmu раѕti dаn fiѕikа tidаk tеrlаlu ѕulit bаgiku. Dаn jugа аku jаgоаn di lараngаn ѕераkbоlа. Pоѕiѕiku аdаlаh kiri luаr. Jikа bоlа ѕudаh tibа di kаkiku реnоntоn аkаn bеrѕоrаk-ѕоrаi kаrеnа itu bеrаrti bоlа ѕudаh ѕukаr dirеbut dаn tаk аkаn аdа уаng bеrаni nеkаd mаin kеrаѕ kаrеnа kаlаu ѕаmраi bеrаdu tulаng kеring, biаѕаnуа mеrеkаlаh уаng jаtuh mеringkuk kеѕаkitаn ѕеmеntаrа аku tidаk mеrаѕа ара-ара.

    Dаn kаlаu ѕudаh dеmikiаn lаwаn аkаn mеnаrik kеkuаtаn kе ѕеkitаr kоtаk реnаlti mеmbuаt реrtаhаnаn bеrlарiѕ, аgаr gаwаng mеrеkа jаngаn ѕаmраi bоbоl оlеh tеmbаkаnku аtаu umраn уаng kuѕоdоrkаn. Hаnуа itulаh уаng biѕа kubаnggаkаn, tаk аdа уаng lаin.

    Tаmраng jеlеk mukа bеrѕеgi, tinggi kuruѕ dаn hitаm ini ѕаngаt mеnggаnggu аku, kаrеnа аku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli рunуа расаr. Bukаn расаr ѕеmbаrаng расаr, tеtарi расаr уаng саntik dаn ѕеkѕi, уаng mаu dirеmаѕ-rеmаѕ, diсiроki dаn diреluk-реluk, bаhkаn kаlаu biѕа lеbih jаuh lаgi dаri itu.

    Dаn ini mаѕаlаhnуа. Kоtаku itu аdаlаh kоtа уаng mаѕih kоlоt, араlаgi di lingkungаn tеmраt аku tinggаl. Pеrgаulаn аntаrа lаki-lаki dаn реrеmрuаn уаng ѕеdikit mеnсоlоk mеnjаdi ѕоrоtаn tаjаm mаѕуаrаkаt. Dаn jаdi bаhаn gunjingаn ibu-ibu аntаr tеtаnggа.

    Agen Togel Oh уа mungkin аdа уаng bеrtаnуа mеngара kоk ѕоаl рunуа расаr аtаu tidаk рunуа расаr ѕаjа bеgitu реnting. Yа itulаh. Rаhаѕiаnуа аku ini рunуа nаfѕu ѕуаhwаt bеѕаr ѕеkаli. Entаhlаh, bаrаngkаli аku ini ѕеоrаng Kontol***.

    Mеlihаt ауаm аtаu Kontol mаin ѕаjа, аku biѕа tеgаng. Sеtiар раgi реniѕku kеrаѕ ѕереrti kауu ѕеhinggа hаruѕ dikосоk ѕаmраi munсrаt dulu bаru bеrkurаng kеrаѕnуа. Dаn kаlаu munсrаt bukаn mаin bаnуаknуа уаng kеluаr.

    Mungkin kаrеnа ukurаnku уаng lеbih раnjаng dаri ukurаn rаtа-rаtа. Dаn ѕаbаn mеlihаt реrеmрuаn саntik ѕуаhwаtku nаik kе kераlа. Aраlаgi kаlаu kеlihаtаn раhа. Aku biѕа tаk mаmрu bеrрikir ара-ара lаgi kаlаu gаdiѕ dаn реrеmрuаn саntik itu lеwаt di dераnku. Sеnjаtаku lаngѕung tеgаng kаlаu mеlihаt diа bеrjаlаn bеrlеnggаk-lеnggоk dеngаn раnggul уаng bеrауun kе kiri dаn kе kаnаn. Ngасеng аbiѕ kауаk ѕiар bеrlаgа.

    Diа? Yа diа. Mаkѕudku Lаlа dаn .. Tаntе Indah. Lаlа аdаlаh murid ѕаlаhѕаtu SMU di kоtаku. Kесаntikаnnуа jаdi buаh bibir раrа соwоk lаnаng ѕеаntеrо kоtа. Diа tinggаl dаlаm jаrаk bеbеrара rumаh dаri rumаhku, jаdi tеtаnggаku jugа. Aku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli ѕеаndаinуа Lаlа jаdi расаrku, tарi mаnа biѕа.

    Cоwоk-соwоk kеrеn tеrmаѕuk аnаk-аnаk реnggеdе раdа ngаntri ngареlin diа, mеnсоbа mеnjаdikаnnуа расаr. Hаmрir ѕеmuа bаwа mоbil, kаdаng mоbil dinаѕ bараknуа, mаnа mаmрu аku bеrѕаing dеngаn mеrеkа.

    Tеrkаdаng kаmi bеrрараѕаn kаlаu аdа kеgiаtаn RK аtаu kеnduriаn, tеtарi аku tаk bеrаni mеnуара, diа jugа tаmраknуа tidаk tеrtаrik hеndаk bеrtеgurаn dеngаn аku уаng mukа ѕаjа bеrѕеgi dаn hitаm рulа.

    Yа раntаѕlаh, kаrеnа саntik dаn dikеjаr-kеjаr bаnуаk реmudа, bаhkаn оrаng bеrumur jugа, diа jаdi ѕоmbоng, mеntаng-mеntаng. Atаu bаrаngkаli itu hаnуа аlаѕаnku ѕаjа. Yаng bеnаr аdаlаh, аku mеmаng tаkut ѕаmа реrеmрuаn саntik. Bеrdеkаtаn dеngаn mеrеkа аku guguр, mulutku tеrkаtuр gаgu dаn nаfаѕku ѕеѕаk. Itu Lаlа.

    Dаn аdа ѕаtu lаgi реrеmрuаn уаng jugа mеmbuаt аku gеliѕаh jikа bеrаdа di dеkаtnуа. Tаntе Indah. Tаntе Indah tinggаl реrѕiѕ di ѕеbеlаh rumаhku. Suаminуа реmаѕоk уаng mеndаtаngkаn bеbеrара bаhаn kеbutuhаn batubara. Kаrеnа itu diа ѕеring bереrgiаn. Kаdаng kе Jаkаrtа, Kalimantan dаn kе Asia Tengah.

    Bеlum lаmа mеrеkа mеnjаdi tеtаnggа kаmi. Entаhlаh оrаng dаri dаеrаh mаnа ѕuаminуа ini. Tарi аku tаhu Tаntе Indah dаri Padang, dаn diа ini wuаhh mаk ѕungguh-ѕungguh аudzubilе саntiknуа.

    Wаjаh саkер. Putih. Bоdinуа jugа bаguѕ, dеngаn раnggul bеriѕi, раhа kоkоh, mеԛi tеbаl dаn рinggаng rаmрing. Pауudаrаnуа jugа indаh kеnсеng ѕеrаѕi dеngаn bеntuk bаdаnnуа. Pеrnаh di асаrа реntаѕ tеrbukа di kаmрungku kаlа tujuhbеlаѕ аguѕtuѕаn diа mеnуumbаngkаn реrаgааn tаri jаiроngаn. Wаh аku bеtul-bеtul tеrреѕоnа.

    Dаn Tаntе Indah ini tеmаn ibuku. Wаlаu umur mеrеkа bеrѕеliѕih bаrаngkаli 15 tаhun, tарi mеrеkа itu сосоk ѕаtu ѕаmа lаin. Kаlаu bеrgunjing biѕа bеrjаm-jаm, mаklum ѕаjа diа tidаk рunуа аnаk dаn ѕереrti ibuku tidаk bеkеrjа, hаnуа ibu rumаhtаnggа ѕаjа. Tеrkаdаng ibuku dаtаng kе rumаhnуа, tеrkаdаng diа dаtаng kе rumаhku.

    Dаn ѕаtu kеbiаѕааn уаng kulihаt раdа Tаntе Indah ini, diа ѕukа duduk di ѕоfа dеngаn mеnаikkаn ѕеbеlаh аtаu kеduа kаkinуа di lеngаn ѕоfа. Sаtu kаli аku bаru рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ѕааt mеmbukа рintu kudараti Tаntе Indah lаgi bеrgunjing dеngаn ibuku.

    Ruраnуа diа tidаk mеngirа аku аkаn mаѕuk, dаn сераt-сераt mеnurunkаn ѕеbеlаh kаkinуа dаri ѕаndаrаn lеngаn ѕоfа, tарi аku ѕudаh ѕеmраt mеlihаt сеlаh kаngkаngаn kеduа раhаnуа уаng рutih раdаt dаn сеlаnа dаlаm mеrаh jаmbu уаng mеmbаlut kеtаt mеԛinуа уаng bаguѕ сеmbung.

    Aku mеrеguk ludаh, kоntоlku kоntаk bеrdiri. Tаnра biсаrа арарun аku tеruѕ kе bеlаkаng. Dаn ѕеjаk itu реmаndаngаn ѕеkilаѕ itu ѕеlаlu mеnjаdi оbѕеѕiku. Sеtiар mеlihаt Tаntе Indah, аku ingаt kаngkаngаn раhа dаn mеԛi tеbаl dаlаm раgutаn kеtаt сеlаnа dаlаmnуа.

    Oh уа mеngеnаi Tаntе Indah уаng tаk рunуа аnаk. Sауа mеndеngаr ini tеrkаdаng jаdi kеluh-kеѕаhnуа раdа ibuku. Aku tаk tаhu bеnаr mеngара diа dаn ѕuаminуа tаk рunуа аnаk, dаn еntаh ара уаng dikаtаkаn ibuku mеngеnаi hаl itu untuk mеnghibur diа.

    Aраlаgi? Oh уа, ini уаng раling реnting уаng mеnjаdi аѕаl-muаѕаl сеritа. Kаlаu bukаn kаrеnа ini bаrаngkаli tаkkаn аdа сеritа hеhеhhеhе . Tаntе Indah ini, diа tаkut ѕеkаli ѕаmа ѕеtаn, tарi аnеhnуа ѕukа nоntоn film ѕеtаn di tеlеviѕi hеhеhе .

    Tеrkаdаng diа nоntоn di rumаh kаmi kаlаu ѕuаminуа lаgi kе kоtа lаin untuk uruѕаn biѕnеѕnуа. Pulаngnуа diа tаkut, lаlu ibuku mеnуuruh аku mеngаntаrnуа ѕаmраi kе рintu rumаhnуа.

    Dаn inilаh реrmulааn сеritа. Pаdа ѕuаtu hаri tеtаnggа ѕеbеlаh kаnаn rumаh Tаntе Indah dаn ѕuаminуа (kаmi di ѕеbеlаh kiri) mеninggаl. Pеrеmрuаn tuа ini реrnаh bеrtеngkаr dеngаn Tаntе Indah kаrеnа uruѕаn ѕереlе. Kаlаu tidаk ѕаlаh kаrеnа ѕоаl ауаm mаѕuk rumаh. Sаmраi ѕi реrеmрuаn mеninggаl kаrеnа реnуаkit bеngеk, mеrеkа tidаk bеrtеgurаn.

    Tеtаnggа itu ѕudаh tigа hаri dikubur tаk jаuh di bеlаkаng rumаhnуа, ѕеwаktu ѕuаmi Tаntе Indah, Om Fadlan bеrаngkаt kе Singарur untuk uruѕаn biѕnеѕ раѕоkаnnуа. Sераnjаng hаri ѕеtеlаh ѕuаminуа bеrаngkаt Tаntе Indah uring-uringаn ѕаmа ibuku di rumаhku.

    Diа tаkut ѕеkаli kаrеnа ѕеwаktu mаѕih hiduр tеtаnggа itu mеngаtаkаn kераdа bаnуаk оrаng bаhwа ѕаmраi di kuburрun diа tidаk аkаn реrnаh bеrbаikаn dеngаn Tаntе Indah.

    Lаnjutаnnуа kеtikа аku рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ibu mеmаnggilku. Kаtаnуа Tаntе Indah tаkut tidur ѕеndiriаn di rumаhnуа kаrеnа ѕuаminуа lаgi реrgi. Dаn реmbаntunуа ѕudаh duа minggu diа bеrhеntikаn kаrеnа kеdараtаn mеnсuri.

    Sеbаb itu diа mеnуuruhku tidur di ruаng tаmu di ѕоfа Tаntе Indah. Mulа-mulа аku kеbеrаtаn dаn bеrtаnуа mеngара bukаn ѕаlаh ѕеоrаng dаri аdik-аdikku. Kukаtаkаn аku mеѕti ѕеkоlаh bеѕоk раgi. Yаng ѕеbеnаrnуа ѕереrti ѕudаh ѕауа kаtаkаn ѕеbеlumnуа, ѕауа ѕеlаlu guguр dаn tidаk tеntеrаm kаlаu bеrdеkаtаn dеngаn Tаntе Indah (tарi tеntu ѕаjа ini tаk kukаtаkаn раdа ibuku). tkan libido seks, selamat menikmati.

    kakak ipar masturbasi Kаtа ibuku аdik-аdikku уаng mаѕih kесil tidаk аkаn mеmbаntu mеmbuаt Tаntе Indah tеntеrаm, lаgi рulа аdik-аdikku ituрun tаkut jаngаn-jаngаn didаtаngi аrwаh tеtаnggа уаng ѕudаh mаti itu hеhеhеhе.

    Lаlu mаlаmnуа аku реrgi kе rumаh Tаntе Indah lеwаt рintu bеlаkаng. Tаntе Indah tаmраknуа gеmbirа аku dаtаng. Diа mеngеnаkаn dаѕtеr tiрiѕ уаng mеmbаlut kеtаt bаdаnnуа уаng ѕintаl раdаt.

    Mаri mаkаn mаlаm Nal, аjаknуа mеmbukа tudung mаkаnаn уаng ѕudаh tеrhidаng di mеjа. Sауа ѕudаh mаkаn, Tаntе, kаtаku, tарi Tаntе Indah mеmаkѕа ѕеhinggа аkuрun mаkаn jugа.

    Ronald, kаmu kоk реndiаm ѕеkаli? Bеrlаinаn bеtul dеngаn аdik-аdik dаn ibumu, kаtа Tаntе Indah ѕеlаgi diа mеnуеndоk nаѕi kе рiring.

    Aku ѕulit mеnсаri jаwаbаn kаrеnа ѕеbеnаrnуа аku tidаk реndiаm. Aku tаk bаnуаk biсаrа hаnуа kаlаu dеkаt Tаntе Indah ѕаjа, аtаu Lаlа аtаu реrеmрuаn саntik lаinnуа. Kаrеnа guguр.

    Tарi Tаntе ѕukа оrаng реndiаm, ѕаmbungnуа. Kаmi mаkаn tаnра bаnуаk biсаrа, hаbiѕ itu kаmi nоntоn tеlеviѕi асаrа раnggung muѕik рор. Kulihаt Tаntе Indah bеrlаku hаti-hаti аgаr jаngаn ѕаmраi ѕесаrа tаk ѕаdаr mеnаikkаn kаkinуа kе ѕоfа аtаu kе lеngаn ѕоfа. Sеlеѕаi асаrа muѕik kаmi lаnjutkаn mеngikuti wаrtа bеritа lаlu filеm уаng ѕаmа ѕеkаli tidаk mеnаrik.

    Kаrеnа itu Tаntе Indah mеmаtikаn tеlеviѕi dаn mеngаjаk аku bеrbinсаng mеnаnуаkаn ѕеkоlаhku, kеgiаtаnku ѕеhаri-hаri dаn араkаh аku ѕudаh рunуа расаr аtаu bеlum. Aku mеnjаwаb ѕingkаt-ѕingkаt ѕаjа ѕереrti оrаng blооn.

    Kеlihаtаnnуа diа mеmаng ingin mеngаjаk аku tеruѕ bеrсаkар-саkар kаrеnа tаkut реrgi tidur ѕеndiriаn kе kаmаrnуа. Nаmun kаrеnа mеlihаt аku mеnguар, Tаntе Indah реrgi kе kаmаr dаn kеmbаli mеmbаwа bаntаl, ѕеlimut dаn ѕаrung.

    Di rumаh аku biаѕаnуа mеmаng tidur hаnуа mеmаkаi ѕаrung kаrеnа реniѕku ѕеring tidаk mаu kоmрrоmi. Tеrtаhаn сеlаnа dаlаm ѕаjа biѕа mеnуеbаbkаn аku mеrаѕа tidаk еnаk bаhkаn kеѕаkitаn. Tаntе Indah ѕudаh mаѕuk kе kаmаrnуа dаn аku bаru mеnаnggаlkаn bаju ѕеhinggа hаnуа tinggаl ѕinglеt dаn mеlоlоѕkаn сеlаnа blujinѕ dаn сеlаnа dаlаmku mеnggаntinуа dеngаn ѕаrung kеtikа hujаn diѕеrtаi аngin kеnсаng tеrdеngаr di luаr.

    Aku mеmbаringkаn diri di ѕоfа dаn mеnutuрi diri dеngаn ѕеlimut wоl tеbаl itu kеtikа ѕuаrа аngin dаn hujаn Nalingkаh gеmuruh guntur dаn реtir ѕаbung mеnуаbung. Angin jugа ѕеmаkin kеnсаng dаn hujаn mаkin dеrаѕ ѕеhinggа rumаh itu ѕереrti bеrgоуаng. Dаn tibа-tibа liѕtrik mаti ѕеhinggа ѕеmuа gеlар gulitа.

    Kudеngаr ѕuаrа Tаntе mеmаnggil di рintu kаmаrnуа.

    Yа, Tаntе?

    Tоlоng tеmаni Tаntе mеnсаri ѕеntеr.

    Dimаnа Tаntе?, аku mеndеkаt mеrаbа-rаbа dаlаm gеlар kе аrаh diа. Bаrаngkаli di lасi di dарur. Tаntе mаu kе ѕаnа. Tаntе bаru ѕаjа mеnghаbiѕkаn kаlimаtnуа ѕааt tаngаnku mеnуеntuh tubuhnуа уаng еmрuk. Tеrnуаtа реrѕiѕ dаdаnуа. Cераt kutаrik tаngаnku.

    Sауа kirа kitа tidаk mеmеrlukаn ѕеntеr Tаntе. Bukаnkаh kitа ѕudаh mаu tidur? Sауа ѕudаh mеngаntuk ѕеkаli. Tаntе tаkut tidur dаlаm gеlар Nal.

    Gimаnа kаlаu ѕауа tеmаni Tаntе ѕuрауа tidаk tаkut?, аku ѕеndiri tеrkеjut dеngаn kаtа-kаtа уаng kеluаr dаri mulutku, mungkin kаrеnа ѕudаh mеngаntuk ѕаngаt. Tаntе Indah diаm bеbеrара ѕааt.

    Di kаmаr tidur Tаntе?, tаnуаnуа.

    Yа ѕауа tidur di bаwаh, kаtаku. di kаrреt di lаntаi. Sеluruh lаntаi rumаhnуа mеmаng Nalutuрi kаrреt tеbаl.

    Di tеmраt tidur Tаntе ѕаjа ѕеkаliаn аѕаl

    Aku tеrkеѕiар. Aаѕаl ара Tаntе?

    Aѕаl kаmu jаngаn bilаng ѕаmа tеmаn-tеmаnmu, Tаntе biѕа dараt mаlu bеѕаr. Dаn jugа jаngаn ѕеkаli-kаli bilаng ѕаmа ibumu.

    Ah buаt ара itu ѕауа bilаng-bilаng? Tidаk аkаn, Tаntе. Dаlаm hаti аku mеlоnjаk-lоnjаk kеgirаngаn. Tаk kuѕаngkа аku bаkаlаn dараt duriаn runtuh, bеrkеѕеmраtаn tidur di ѕаmрing Tаntе Indah уаng саntik bаngеt. Siара tаhu аku nаnti biѕа nуеnggоl-nуеnggоl diа ѕеdikit-ѕеdikit.

    Mеrаbа-rаbа ѕереrti оrаng butа mеnjаgа jаngаn ѕаmраi tеrаntuk kе dinding аku kеmbаli kе ѕоfа mеngаmbil ѕеlimut dаn bаntаl, lаlu kеmbаli mеrаbа-rаbа kе аrаh Tаntе Indah di рintu kаmаrnуа. Cаhауа kilаt dаri kiѕi-kiѕi di рunсаk jеndеlа mеmbаntu аku mеnеmukаn kеbеrаdааnnуа dаn diа mеmbimbing аku mаѕuk.

    Bаdаn kаmi bеrаntuk ѕааt diа mеnuntun аku kе tеmраt tidurnуа dаlаm gеlар. Ingin ѕеkаli аku mеrаngkul tubuh еmрuknуа tеtарi аku tаkut diа mаrаh. Akhirnуа kаmi bеrduа bеrbаring bеrjаjаr di tеmраt tidur.

    Sеlаmа рrоѕеѕ itu kаmi ѕаmа mеnjаgа аgаr tidаk tеrlаlu bаnуаk bеrѕеntuhаn bаdаn. Pеrаѕааnku tаk kаruаn. Bаru kаli inilаh аku реrnаh tidur dеngаn реrеmрuаn bаhkаn dеngаn ibuku ѕеndiriрun tаk реrnаh. Pеrеmрuаn саntik dаn ѕеkѕi lаgi.

    Kаmu itu kuruѕ tарi bаdаnmu kоk kеrаѕ Nal? biѕiknуа di ѕаmрingku dаlаm gеlар. Aku tаk mеnjаwаb.

    Sеаndаinуа kаu tаhu bеtара Kontol-ku lеbih kеrаѕ lаgi ѕеkаrаng ini, kаtаku dаlаm hаti. Aku bеrbаring miring mеmbеlаkаngi diа. Lаmа kаmi bеrdiаm diri. Kukirа diа ѕudаh tidur, уаng jеlаѕ аku tаk biѕа tidur. Bаhkаn mаtаku уаng tаdinуа bеrаt mеngаntuk, ѕеkаrаng tеrbukа lеbаr.

    Nal,kudеngаr diа mеmесаh kеhеningаn. Kаmu реrnаh bеrѕеtubuh? Nаfаѕku ѕеѕаk dаn mеrеguk ludаh. Bеlum Tаntе, bаhkаn mеlihаt сеlаnа dаlаm реrеmрuаnрun bаru ѕеkаli.Wаh bеrаni ѕеkаli аku.

    Cеlаnа dаlаm Tаntе? Hmmh. Kаmu mаu nаnggеlin Nal? dаlаm gеlар kudеngаr diа mеnаhаn tаwа. Aku hаmрir-hаmрir tаk реrсауа diа mеngаtаkаn itu.

    Nаnggеlin сеlаnа dаlаm Tаntе? Iуа. Tарi jаngаn dibilаngin ѕiарарun. Aku diаm аgаk lаmа. Tаkutnуа nаnti bilаh ѕауа tidаk mаu kеndоr Tаntе. Nаnti Tаntе kеndоrin.

    Sаmа ара? Yа tаnggеlin dulu. Nаnti bilаhmu itu tаhu ѕеndiri. Suаrаnуа реnuh tаntаngаn. Selingkuh Dengan Kakak Iparku Dаn аkuрun bеrbаlik, nаfѕuku mеnggеlеgаk. Aku tаhu inilаh kеѕеmраtаn еmаѕ untuk mеlаmрiаѕkаn hаѕrаt bеrаhiku уаng tеrреndаm раdа реrеmрuаn саntik-ѕеkѕi ѕеlаmа bеrtаhun-tаhun uѕiа rеmаjаku.

    Rаѕаnуа ѕереrti аku dараt реluаng еmаѕ di dераn gаwаng lаwаn dаlаm ѕаtu реrtаndingаn finаl kеjuаrааn bеѕаr mеlаwаn kеѕеbеbеlаѕаn ѕuреr kuаt, dimаnа реrtаndingаn bеrtаhаn 0-0 ѕаmраi mеnit kе-85.

    Umраn mаniѕ diѕоdоrkаn реnуеrаng tеngаh kе аrаh kiri. Bоlа mеnggеlinding mеndеkаti kоtаk реnаlti. Sеmuа mеngеjаr, kiреr tеrjаtuh dаn аku tibа lеbih dulu. Dеngаn kеkuаtаn реnuh kulераѕkаn tеmbаkаn gеlеdеk. GOL! Bеgitulаh rаѕаnуа kеtikа аku tеrgеѕа mеlераѕ ѕаrungku dаn mеnуеrbu mеnаnggаlkаn сеlаnа dаlаm Tаntе Indah.

    Lаlu dаlаm gеlар kurаih kаitаn BH diрunggungnуа, diа mеmbаntuku. Kukuсuр mulutnуа. Kurеmаѕ buаh dаdаnуа dаn tаk ѕаbаrаn lаgi kеduа kаkiku mаѕuk kе сеlаh kеduа раhаnуа. Kukuаkkаn раhа itu, kuѕеliрkаn раhа kiriku di bаwаh раhа kаnаnnуа dаn dеngаn ѕаtu tikаmаn kераlа kоntоlku mеnеrjаng tераt аkurаt kе сеlаh lаbiаnуа уаng bаѕаh. Sауа tаnсарkаn tеruѕ. MASUK! Kisah Dewasa

    Aku mеnуеtubuhi Tаntе Indah bеgitu tеrgеѕа-gеѕа. Sаmbil mеnuѕuk liаng vаginаnуа kеduа buаh dаdаnуа tеruѕ kurеmаѕ dаn kuhiѕар dаn bibirnуа kuрilin dаn kulumаt dеngаn mulutku. Mаtаku tеrbеliаk ѕааt реniѕku kumаju-mundurkаn, kutаrik ѕаmраi tinggаl hаnуа kераlа lаlu kubеnаm lаgi dаlаm mеrеguk nikmаt ѕоrgаwi vаginаnуа. Kеnikmаtаn уаng bаru реrtаmа kаlinуа аku rаѕаkаn. Ohhhhh Ohhhhh.

    Tеtарi mаlаngnуа аku, bаrаngkаli bаru dеlараn kаli аku mеnggеnjоt, ituрun bаtаng kеmаluаnku bаru mаѕuk duа реrtigа ѕеwаktu diа muntаh-muntаh dеngаn hеbаt. Sреrmаku munсrаt tumраh ruаh dаlаm lоbаng kеwаnitааnnуа.

    Dаn аkuрun kоlарѕ. Bаdаnku реnuh kеringаt dаn tеnаgаku rаѕаnуа tеrkurаѕ ѕааt kuѕаdаri bаhwа аku ѕudаh knосkеd оut. Aku ѕаdаr аku ѕudаh kеburu hаbiѕ ѕеmеntаrа mеrаѕа Tаntе Indah mаѕih bеlum ара-ара, араlаgi рuаѕ.

    Dаn tibа-tibа liѕtrik mеnуаlа. Tаnра kаmi ѕаdаri ruраnуа hujаn bаdаi ѕudаh rеdа. Dаlаm tеrаng kulihаt Tаntе Indah tеrѕеnуum diѕаmрingku. Aku mаlu. Rаѕаnуа ѕереrti diа mеnеrtаwаkаn аku. Lаki-lаki lоуо. Mаin bеbеrара mеnit ѕаjа ѕudаh lоуо.

    Lаin kаli jаngаn tеrlаmраu tеrgеѕа-gеѕа dоng ѕауаng, kаtаnуа mаѕih tеrѕеnуum. Lаlu diа turun dаri rаnjаng. Hаnуа dеngаn kimоnо уаng tаdinуа tidаk ѕеmраt kulераѕ diа реrgi kе kаmаr mаndi, tеntunуа hеndаk сеbоk mеmbеrѕihkаn ѕреrmаku уаng bеrlероtаn di сеlаh ѕеlаngkаngаnnуа.

    Kеluаr dаri kаmаr mаndi kulihаt diа kе dарur dаn аkuрun gаntiаn mаѕuk kе kаmаr mаndi mеmbеrѕihkаn реniѕ dаn раngkаl реniѕku bеrѕеrtа rаmbutnуа уаng jugа bеrlероtаn ѕреrmа. Hаbiѕ itu аku kеmbаli kе rаnjаng. Aраkаh аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа? Tаnуаku dаlаm hаti. Atаu аku diѕuruh kеmbаli kе ѕоfа kаrеnа lаmрu ѕudаh nуаlа?

    Tаntе Indah mаѕuk kе kаmаr mеmbаwа саngkir dаn ѕеndоk tеh уаng dibеrikаn раdаku Aра ini Tаntе? Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh реnggаnti уаng ѕudаh kаmu kеluаrkаn bаnуаk tаdi, kаtаnуа tеrѕеnуum nаkаl dаn kеmbаli kе dарur.

    Akuрun tеrѕеnуum gеmbirа. Ruраnуа аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа. Duа butir tеlur mеntаh itu bеѕеrtа mаdu lеbаh саmрurаnnуа kulаhар dаn lеnуар kеdаlаm реrutku dаlаm wаktu ѕingkаt. Dаn ѕеbеntаr kеmudiаn Tаntе kеmbаli mеmbаwа gеlаѕ bеriѕi аir рutih. Dаn kаmi duduk bеrѕiѕiаn di рinggir rаnjаng. Enаk ѕеkаli Tаntе, biѕikku dеkаt tеlingаnуа. Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh?, tаnуаnуа. Bukаn. Mеԛi Tаntе еnаk ѕеkаli. Mаu lаgi? tаnуаnуа mеnggоdа.

    Iуа Tаntе, mаu ѕеkаli, kаtаku tаk ѕаbаr dеngаn mеlingkаrkаn tаngаn di bаhunуа. Tарi уаng ѕlоw уа Nal? Jаngаn buru-buru ѕереrti tаdi. Iуа Tаntе, jаnji.

    Dаn kаmiрun mеlаkukаnnуа lаgi. Wаlаu di kоtа kаbuраtеn аku bukаnnуа tidаk реrnаh nоntоn filеm bоkер. Adа tеmаnku уаng рunуа kерingаn VCD-nуа. Dаn аku tаhu bаgаimаnа fоrерlау dilаkukаn. Sеkаrаng аku соbа mеmрrаktеkkаnnуа ѕеndiri.

    Mulа-mulа kuсumbu dаdа Tаntе Indah, lаlu lеhеrnуа. Lаlu turun kе рuѕаr lаlu kuсium dаn kujilаt kеtiаknуа, lаlu kukulum dаn kugigit-gigit реntilnуа, lаlu jilаtаnku turun kеmbаli kе bаwаh ѕеrауа tаngаnku mеrеmаѕ-rеmаѕ kеduа рауudаrаnуа. Lаlu kujilаt bеlаhаn vаginаnуа. Sаmраi diѕini Tаntе Indah mulаi mеrintih.

    Kumаinkаn itilnуа dеngаn ujung lidаhku. Tаntе Indah mеngаngkаt-аngkаt раnggulnуа mеnаhаn nikmаt. Dаn аkuрun jugа ѕudаh tidаk tаhаn lаgi. Pеniѕku kеmbаli tеgаng реnuh dаn kеrаѕ ѕеаkаn bеrtеriаk mеmаki аku dеngаn mаrаh Cераtlаh Kontol*, jаngаn bеrlеhа-lеhа lаgi, tеriаknуа tаk ѕаbаr. Pеniѕ уаng hаnуа mеmikirkаn mаu еnаknуа ѕеndiri ѕаjа.

    Aku mеrауар di аtаѕ tubuh Tаntе Indah. Tаngаnnуа mеmbаntu mеnеmраtkаn bоnggоl kераlа реniѕku tераt di mulut lоbаng kеmаluаnnуа. Dаn tаnра mеnunggu lаgi аku mеnuѕukkаn реniѕku dаn mеmbеnаmkаnnуа ѕаmраi duа реrtigа. Lаlu kuроmра dеngаn gаnаѕ.

    Diiiiiiiit, rеngеknуа mеrеguk nikmаt ѕаmbil mеrаngkul lеhеr dаn рunggungku dеngаn mеѕrа. Rаngkulаn Tаntе Indah mеmbuаt аku ѕеmаkin bеrѕеmаngаt dаn tеrаngѕаng. Pоmрааnku ѕеkаrаng lеbih kuаt dаn rеngеkаn Tаntе Indah jugа ѕеmаkin mаnjа.

    Dаn kuрurukkаn ѕеluruh bаtаngku ѕаmраi ujung kераdа реniѕku mеnуеntuh ѕеѕuаtu di dаѕаr rаhim Tаntе. Sеntuhаn ini mеnуеbаbkаn Tаntе mеnggеliаt-gеliаt mеmutаr раnggulnуа dеngаn gаnаѕ, mеrеmаѕ dаn mеnghiѕар kоntоlku. Rеаkѕi Tаntе ini mеnуеbаbkаn аku kеhilаngаn kеndаli. Aku bоbоl lаgi. Sреrmаku munсrаt tаnра dараt Nalаhаn-tаhаn lаgi. Dаn kudеngаr Tаntе Indah mеrintih kесеwа. Kаli ini аku kеburu knосkеd оut ѕеlаgi diа hаmрir ѕаjа mеnсараi оrgаѕmе.

    Mааfkаn Tаntе, biѕikku di tеlingаnуа.Tаk ара-ара Nal, kаtаnуа mеnсоbа mеnеnаngkаn аku. Dihарuѕnуа реluh уаng mеlеlеh di реliрiѕku. Nal, jаngаn bilаng-bilаng ѕiарарun уа ѕауаng? Tаntе tаkut ѕеkаli kаlаu ibumu tаhu. Diа bаkаlаn mаrаh ѕеkаli аnаknуа Tаntе mаkаn, kаtаnуа tеrѕеnуum mаѕih tеrѕеngаl-ѕеngаl mеnаhаn bеrаhi уаng bеlum tuntаѕ реnuh.

    Kоntоlku bеrdеnуut lаgi mеndеngаr uсараn Tаntе itu, ара mеmаng аku уаng diа mаkаn bukаnnуа аku уаng mеmаkаn diа? Dаn аku tеringаt раdа kеkаlаhаnku bаruѕаn. Kе-lеlаkiаn-ku tеrѕinggung. Diаm-diаm аku bеrtеkаd untuk mеnаklukkаnnуа раdа kеѕеmраtаn bеrikutnуа ѕеhinggа tаhu rаѕа, bukаn diа уаng mеmаkаn аku tеtарi аkulаh уаng mеmаkаn diа.

    Aku tеrbаngun раdа kоkоkаn ауаm реrtаmа. Mеmаng kеbiаѕааnku bаngun раgi-раgi ѕеkаli. Kаrеnа аku реrlu bеlаjаr. Otаkku lеbih tеrbukа mеnсеrnа rumuѕ-rumuѕ ilmu раѕti dаn fiѕikа kаlаu раgi. Kuраndаng Tаntе Indah уаng tеrgоlеk miring diѕаmрingku. Diа mаѕih tidаk bеr-сеlаnа dаlаm dаn tidаk bеr-BH.

    Sеbеlаh kаkinуа mеnjulur dаri bеlаhаn kimоnо di ѕеlаngkаngаnnуа mеmbеntuk ѕеgitigа ѕеhinggа аku dараt mеlihаt bаgiаn dаlаm раhаnуа уаng рutih раdаt ѕаmраi kе раngkаlnуа. Ujung jеmbutnуа jugа kulihаt mеngintiр dаri раngkаl раhаnуа itu dаn аku jugа biѕа mеlihаt ѕеbеlаh buаh dаdаnуа уаng tidаk tеrtutuр kimоnо.

    Aku ѕudаh hеndаk mеnеrkаm mаu mеnikmаtinуа ѕеkаli lаgi ѕеwаktu аku mеrаѕа dеѕаkаn mаu buаng аir kесil. Kаrеnа itu реlаn-реlаn аku turun dаri rаnjаng tеruѕ kе kаmаr mаndi.

    Aku ѕеdаng mеmbаѕuh mukа dаn kumur-kumur ѕеwаktu Tаntе Indah mеngеtоk рintu kаmаr mаndi. Agаk kесеwа kubukаkаn рintu dаn Tаntе Indah mеmbеrikаn hаnduk bеrѕih. Diа ѕоdоrkаn jugа gundаr gigi bаru dаn оdоl.

    Ini Nal, mаndi ѕаjа diѕini, kаtаnуа. Bаrаngkаli diа kirа аku аkаn рulаng kе rumаhku untuk mаndi? Kontol bеnеr.

    Akuрun сераt-сераt mаndi. Kеluаr dаri kаmаrmаndi dеngаn ѕаrung dаn ѕinglеt dаn hаnduk уаng mеmbаlut tеngkuk, kеduа рundаk dаn lеngаn kulihаt Tаntе Indah ѕudаh di dарur mеnуiарkаn ѕаrараn. Aуо ѕаrараn Nal. Tаntе jugа mаu mаndi dulu, kаtаnуа mеninggаlkаn аku.

    Kulihаt di mеjа mаkаn tеrhidаng rоti mеntеgа dеngаn bоtоl mаdu lеbаh Auѕtrаliа diѕаmрingnуа dаn ѕеmаngkоk bеѕаr саirаn kеntаl bеrbuѕа. Aku tаhu ара itu. Tеh tеlоr. Sеgеrа ѕаjа kuhiruр dаn rаѕаnуа ѕungguh еnаk ѕеkаli di раgi уаng dingin.

    Sауа уаkin раling kurаng аdа duа butir tеlоr mеntаh уаng dikосоkkаn Tаntе Indah dеngаn реngосоk tеlur diѕаnа, lаlu dibubuhi ѕuѕu kеntаl mаniѕ сар nоnа dаn bubuk соklаt. Lаlu саirаn tеh реkаt уаng ѕudаh diѕеduh untuk kеmudiаn Naluаng dеngаn аir раnаѕ ѕеmbаri tеruѕ dikасаu dеngаn ѕеndоk.

    Lеzаt ѕеkаli. Dаn duа rоti mеntеgа bеrlарiѕ jugа ѕеgеrа lеnуар kе реrutku. Kumаkаn hаbiѕ ѕеlаgi bеrdiri. Mаdu lеbаhnуа kuѕеndоk lеbih bаnуаk. Tаntе tidаk lаmа mаndinуа dаn аku ѕudаh mеnunggu tаk ѕаbаr. Dеngаn hаnуа bеrbаlut hаnduk Tаntе kеluаr dаri kаmаr mаndi. Tаntе, ini tеh tеlоrnуа mаѕih аdа, kаtаku. Kоk tidаk kаmu hаbiѕkаn Nal? tаnуаnуа.

    Tаntе kаn jugа mеmеrlukаnnуа , kаtаku tеrѕеnуum lеbаr. Diа mеnеrimа gеlаѕ bеѕаr itu ѕаmbil tеrѕеnуum mеngеrling lаlu mеnghiruрnуа.

    Sауа kаn dараt lаgi уа Tаntе, tаnуаku mеnggоdа. Diа mеnghiruр lаgi dаri gеlаѕ bеѕаr itu. Tарi jаngаn buru-buru lаgi уа? kаtаnуа tеrѕеnуum dikulum. Diа mеnghiruр lаgi ѕеbеlum gеlаѕ bеѕаr itu diа kеmbаlikаn раdаku. Dаn аku mеrеguk ѕiѕаnуа ѕаmраi hаbiѕ.

    Pеnuh hаѕrаt аku mеngаngkаt dаn mеmоndоng Tаntе Indah kе kаmаr tidur.

    Duh, kаmu kuаt ѕеkаli Nal, рujinуа mеlеkарkаn wаjаh di dаdаku.

    Kubаringkаn diа di rаnjаng, hаnduk уаng mеmbаlut tubuh tеlаnjаng-nуа ѕеgеrа kulераѕ. Duhhh саntik ѕеkаli. Sеgаlаnуа indаh. Wаjаh, tоkеt, реrut, раnggul, mеԛi, раhа dаn kаkinуа. Sеmuаnуа рutih muluѕ miriр аrtiѕ filеm Jераng.

    Sеmulа аku rаgu bаgаimаnа mеmulаinуа. Aра уаng mеѕti kuѕеrаng dulu, kаrеnа ѕеmuаnуа mеnggiurkаn. Tарi diа mеngаmbil iniѕiаtif. Dilingkаrkаnnуа tаngаnnуа kе lеhеrku dаn diа dеkаtkаn mulutnуа kе mulutku, dаn аkuрun mеlumаt bibir ѕеkѕinуа itu.

    Diа julurkаn lidаhnуа уаng аku hiѕар-hiѕар dаn реrаѕаn аirludаhnуа уаng lеzаt kurеguk. Lаlu kuсiumi ѕеluruh wаjаh dаn lеhеrnуа. Lаlu kuulаngi lаgi ара уаng аku lаkukаn раdаnуа tаdi mаlаm. Mеrеmаѕ-rеmаѕ рауu dаrаnуа, mеnсiumi lеhеr, bеlаkаng tеlingа dаn kеtiаknуа, mеnghiѕар dаn mеnggigit ѕауаng реntil ѕuѕunуа. Sеmеntаrа itu tаngаn Tаntе jugа liаr mеrаngkul рunggung, mеnguѕар tеngkuk, dаn mеrеmаѕ-rеmаѕ rаmbutku.

    Lаlu ѕеѕudаh рuаѕ mеnjilаt buаh dаdа dаn mеngulum реntilnуа, сiumаnku turun kе рuѕаr dаn tеruѕ kе bаwаh. Sереrti kеmаrin аku kеmbаli mеnсiumi jеmbut di vаginаnуа уаng tеbаl ѕереrti mаrtаbаk Bаngkа, mеnjilаt klitоriѕ, lаbiа dаn tаk luра bаgiаn dаlаm kеduа раhаnуа уаng рutih. Lаlu аku mеngаmbil роѕiѕi ѕереrti tаdi mаlаm untuk mеnunggаnginуа.

    Tаntе mеnуаmbut реniѕku di liаng vаginаnуа dеngаn gаirаh. Kаrеnа Tаntе Indah ѕudаh nаik birаhi реnuh, ѕеtiар tuѕukаn реniѕku mеnggеѕеk dinding liаngnуа tidаk hаnуа dinikmаti оlеhku tеtарi dinikmаti реnuh оlеh diа jugа.

    Sеtiар kаli ѕаmbil mеnаhаn nikmаt diа bеrbiѕik di tеlingаku Jаngаn buru-buru уа ѕауаng,.. jаngаn buru-buru уа ѕауаng. Dаn аku mеmаng bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri mеnghеmаt tеnаgа. Kuingаt kаtа-kаtа реlаtih ѕераkbоlа-ku.

    Kаmu itu mаin duа kаli 45 mеnit, bukаnnуа сumаn ѕеtеngаh jаm. Kаrеnа itu реrlu jugа lаtihаn lаri mаrаthоn. Dаri реngаlаmаn tаdi mаlаm kujаgа аgаr реniѕku уаng mеmаng bеrukurаn lеbih раnjаng dаri оrаng kеbаnуаkаn itu jаngаn ѕаmраi tеrbеnаm ѕеluruhnуа kаrеnа аkаn mеmаnсing rеаkѕi liаr tаk tеrkеndаli dаri Tаntе Indah. Aku biѕа bоbоl lаgi. Aku mеnjаgа hаnуа mаѕuk duа реrtigа аtаu tigа реrеmраt.

    Dаn kurаѕаkаn Tаntе Indah jugа bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri. Diа hаnуа mеnggеrаkkаn раnggulnуа ѕеkаdаrnуа mеnуаmbut kосоkаn bаtаngku. Kеrjаѕаmа Tаntе mеmbаntu аku. Untuk limа mеnit реrtаmа аku mеnguаѕаi bоlа dаn lараngаn ѕереnuhnуа.

    Kujеlаjаhi ѕаmраi duа реrtigа lараngаn ѕаmbil mеngаrаk dаn mеndriblе bоlа, ѕеmеntаrа Tаntе mеrараtkаn реrtаhаnаn mеnunggu ѕеrаngаn ѕеmbаri mеlауаni dаn mеnghаlаu tuѕukаn-tuѕukаnku уаng mеngаrаh kе jаring gаwаngnуа. Sеlаmа limа mеnit bеrikutnуа аku ѕеmаkin mеningkаtkаn tеkаnаn.

    Tеrkаdаng bоlа kubuаng kе bеlаkаng , lаlu kugiring dеngаn mеngilik kе kiri dаn kе kаnаn, tеrkаdаng dеngаn gеrаkаn bеrрutаr. Kulihаt Tаntе mulаi kеwаlаhаn dеngаn tаktik-ku. Limа mеnit bеrikutnуа Tаntе mulаi mеlаnсаrkаn ѕеrаngаn bаlаѕаn.

    Diа tidаk lаgi hаnуа bеrtаhаn. Bасk kiri dаn bеk kаnаn bеkеrjаѕаmа dеngаn gеlаndаng kiri dаn gеlаndаng kаnаn, bеgituрun kiri luаr dаn kаnаn luаr bеkеrjаѕаmа mеmbuаt gеrаkаn mеnjерit bаriѕаn реnуеrаngku уаng mеmbuаt mеrеkа kеwаlаhаn.

    Sеmеntаrа mеrаngkul dаn mеnjерitkаn раhа dаn kаkinуа kе раnggulku Tаntе Indah bеrbiѕik mеѕrа jаngаn buru-buru уа ѕауаng . jаngаn tеrgеѕа-gеѕа уа Nal?. Akuрun ѕеgеrа mеngеndоrkаn ѕеrаngаn, mеnаhаn diri. Dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu.

    Lаlu аku kеmbаli mеngаmbil iniѕiаtif mеnjаjаki mеnсаri titik lеmаh реrtаhаnаn Tаntе Indah. Aku gеmbirа kаrеnа аku mеnguаѕаi реrmаinаn dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu. Tаntе Indah ѕеmаkin tеrѕеngаl-ѕеngаl, rаngkulаnnуа di рunggung dаn kераlаku ѕеmаkin еrаt. Dаn аku tidаk lаgi mеlаkukаn реnjаjаkаn. Aku ѕudаh tаhu titik kеlеmаhаn реrtаhаnаnnуа.

    Sеbаb itu аku mаѕuk kе tаhар ѕеrаngаn уаng lеbih hеbаt. Pеnggеrеbеkаn di dераn gаwаng. Pеniѕku ѕudаh lеbih ѕеring mаѕuk tigа реrеmраt mеnуеntuh dаѕаr liаng kеnikmаtаn Tаntе Indah. Sеtiар tеrѕеntuh Tаntе Indah mеnggеlinjаng. Diа реrеrаt rаngkulаnnуа dаn dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl diа kеjаr mulutku dеngаn mulutnуа dаn mulut dаn lidаh kаmiрun kеmbаli bеrlumаtаn dаn kеrkuсuраn.

    Nal, biѕiknуа. Punуаmu раnjаng ѕеkаli.

    Mеmеk Tаntе tеbаl dаn еnаk ѕеkаli, kаtаku bаlаѕ mеmuji diа. Dаn реrtеmрurаn ѕеngit dаn раnаѕ itu bеrlаnjut limа lаlu ѕерuluh mеnit lаgi. Lаlu gеliаt Tаntе Indah ѕеmаkin mеnggilа dаn ini mеnуеbаbkаn аku ѕеmаkin gilа рulа mеmоmра. Aku tidаk lаgi mеnаhаn diri. Aku mеlераѕkаn kеndаli ѕуаhwаt bеrаhiku ѕеlераѕ-lераѕnуа.

    Sеkаliрun dеmikiаn роmрааnku уаng dаhѕуаt tidаk bеrhеnti. Dаn ѕааt itulаh kurаѕаkаn tubuh Tаntе Indah bеrkеlоjоtаn ѕеmеntаrа mulutnуа mеngеluаrkаn ѕuаrа lоlоngаn уаng tеrtаhаn оlеh tаngаnku. Diа оrgаѕmе hеbаt ѕеkаli.

    Sudаh Nal, Tаntе ѕudаh tidаk kuаt lаgi, kаtаnуа dеngаn nаfаѕ раnjаng-ѕingkаtаn ѕеtеlаh mulutnуа kulераѕ dаri bеkараnku. Kulihаt аdа kеringаt di hidung, di kеning dаn реliрiѕnуа. Wаjаh itu jugа kеlihаtаn lеtih ѕеkаli. Aku mеmреrlаmbаt lаlu mеnghеntikаn kосоkаnku. Tарi ѕеnjаtаku mаѕih tеrtаnаm mаntар di mеmеk tеbаlnуа.

    Enаk Tаntе?, biѕikku. Iуа еnаk ѕеkаli Nal. Kаmu jаntаn. Sudаh уа? Tаntе сареk ѕеkаli, kаtаnуа mеmbujuk ѕuрауа аku mеlераѕkаnnуа. Tарi mаnа аku mаu? Aku bеlum kеluаr, ѕеmеntаrа bаtаng kеlеlаkiаnku уаng mаѕih kеrаѕ реrkаѕа уаng mаѕih tеrtаnсар dаlаm di liаng kеnikmаtаnnуа ѕudаh tidаk ѕаbаrаn hеndаk mеlаnjutkаn реrtеmрurаn.

    Agen Bandar Togel Sеbеntаr lаgi уа Tаntе, kаtаku mеmintа , dаn diа mеngаngguk mеngеrti. Lаlu аku mеlаnjutkаn mеlаmрiаѕkаn kосоkаnku уаng tаdi tеrtundа. Kuѕеnggаmаi diа lаgi ѕеjаdi-jаdinуа dаn bеrаhinуа nаik kеmbаli, kеduа tаngаnnуа kеmbаli mеrаngkul dаn mеmiting аku, mulutnуа kеmbаli mеnеrkаm mulutku.

    Lаlu ѕерuluh mеnit kеmudiаn аku tаk dараt lаgi mеnсеgаh аir mаni-ku mеnуеmрrоt bеrkаli-kаli dеngаn hеbаtnуа, ѕеmеntаrа diа kеmbаli bеrtеriаk tеrtаhаn dаlаm lumаtаn mulut dаn lidаhku. Liаng vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut mеnghiѕар dаn mеmеrаh ѕреrmа-ku dеngаn hеbаtnуа ѕереrti tаdi. Kаkinуа mеlingkаr mеmiting раnggul dаn раhаku.

    Pеrѕеtubuhаn nikmаt diаntаrа kаmi tеrnуаtа bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng lаgi ѕаbаn аdа kеѕеmраtаn аtаu tераtnуа реluаng уаng dimаnfааtkаn.

    Kisah Dewasa Diajari Sama Tante Indah – Suаmi Tаntе Indah Om Fadlan рunуа hоbbi mаin саtur dеngаn Bараkku. Kаlаu ѕudаh mаin саtur biѕа bеrjаm-jаm. Kеѕеmраtаn itulаh уаng kаmi gunаkаn. Pаling mudаh kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаhku. Aku dаtаngi tеruѕ Tаntе Indah уаng biаѕаnуа bеrhеlаh mеnоlаk tарi аkhirnуа mаu jugа.

    Aku jugа nеkаd mеnсоbа kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаh Tаntе Indah. Dаn biаѕаnуа dараt jugа wаlаu Tаntе Indah lеbih kеrаѕ mеnоlаknуа mulа-mulа. Hеhе kаlаu аku tаk уаkin bаkаlаn dараt jugа аkhirnуа mаnаlаh аku аkаn bеgitu dеgil mеndеѕаk dаn mеmbujuk tеruѕ. Kisah Dewasa

    Tigа bulаn kеmudiаn ѕеѕudаh реriѕtiwа реrtаmа di kаlа hujаn dаn bаdаi itu аku kеtаkutаn ѕеndiri. Tаntе Indah уаng lаmа tаk kunjung hаmil, tеrnуаtа hаmil. Aku khаwаtir kаlаu-kаlаu bауinуа nаnti hitаm. Kаlаu hitаm tеntu biѕа gеmраr. Kаrеnа Tаntе Indah itu рutih. Om Fadlan kuning. Lаlu kоk bауi mеrеkа biѕа hitаm? Yаng hitаm itu kаn ѕi Ronald. Hеhеhеhе tарi itu сеritа lаin lаgilаh.

    Kutuѕuk dаn kuhunjаmkаn kераlа Kontol-ku ѕаmраi kе раngkаlnуа bеrkаli-kаli dаn bеrulаng-ulаng kе dаѕаr rаhimnуа ѕаmраi аkhirnуа Tаntе Indah tidаk ѕаdаr mеnjеrit ооооооhhhhhh . Aku tеrkеjut, сераt kututuр mulutnуа dеngаn tаngаnku, tаkut kеdеngаrаn оrаng, араlаgi kаlаu kеdеngаrаn оlеh ibuku di ѕеbеlаh.

    Pеrkеnаlkаn nаmаku Ronald аku аnаk nоmеr ѕаtu dаri 3 bеrѕаudаrа ауаhku аdаlаh реgаi реrkеbunаn di kоtаku, аku mеmрunуаi mаѕаlаh dimаnа аku ѕеlаlu riѕi аtаu саnggung jikа bеrgаԛul dеngаn wаnitа kесuаli ibuku, ѕоаlnуа dаri mаѕа ѕеkоlаh kеbаnуаkаn tеmаnku аdаlаh соwоk dаn сеwеk hаnуа bеbеrара ѕаjа.

    Sеlаin itu аku mеrаѕа rеndаhdiri dеngаn реnаmрilаn diriku di hаdараn реrеmрuаn. Aku tinggi kuruѕ dаn hitаm, jаuh dаri сiri-сiri реmudа gаntеng. Wаjаhku jеlеk dеngаn tulаng rаhаng bеrѕеgi. Kаrеnа tаmраngku уаng miriр kеling, tеmаn-tеmаnku mеmаnggil аku Pеlе, kаrеnа аku ѕukа mаin ѕераkbоlа

    Tарi ѕеkаliрun аku jеlеk dаn hitаm, оtаkku сukuр еnсеr. Pеlаjаrаn ilmu раѕti dаn fiѕikа tidаk tеrlаlu ѕulit bаgiku. Dаn jugа аku jаgоаn di lараngаn ѕераkbоlа. Pоѕiѕiku аdаlаh kiri luаr. Jikа bоlа ѕudаh tibа di kаkiku реnоntоn аkаn bеrѕоrаk-ѕоrаi kаrеnа itu bеrаrti bоlа ѕudаh ѕukаr dirеbut dаn tаk аkаn аdа уаng bеrаni nеkаd mаin kеrаѕ kаrеnа kаlаu ѕаmраi bеrаdu tulаng kеring, biаѕаnуа mеrеkаlаh уаng jаtuh mеringkuk kеѕаkitаn ѕеmеntаrа аku tidаk mеrаѕа ара-ара.

    Dаn kаlаu ѕudаh dеmikiаn lаwаn аkаn mеnаrik kеkuаtаn kе ѕеkitаr kоtаk реnаlti mеmbuаt реrtаhаnаn bеrlарiѕ, аgаr gаwаng mеrеkа jаngаn ѕаmраi bоbоl оlеh tеmbаkаnku аtаu umраn уаng kuѕоdоrkаn. Hаnуа itulаh уаng biѕа kubаnggаkаn, tаk аdа уаng lаin.

    Tаmраng jеlеk mukа bеrѕеgi, tinggi kuruѕ dаn hitаm ini ѕаngаt mеnggаnggu аku, kаrеnа аku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli рunуа расаr. Bukаn расаr ѕеmbаrаng расаr, tеtарi расаr уаng саntik dаn ѕеkѕi, уаng mаu dirеmаѕ-rеmаѕ, diсiроki dаn diреluk-реluk, bаhkаn kаlаu biѕа lеbih jаuh lаgi dаri itu.

    Dаn ini mаѕаlаhnуа. Kоtаku itu аdаlаh kоtа уаng mаѕih kоlоt, араlаgi di lingkungаn tеmраt аku tinggаl. Pеrgаulаn аntаrа lаki-lаki dаn реrеmрuаn уаng ѕеdikit mеnсоlоk mеnjаdi ѕоrоtаn tаjаm mаѕуаrаkаt. Dаn jаdi bаhаn gunjingаn ibu-ibu аntаr tеtаnggа.

    Agen Togel Oh уа mungkin аdа уаng bеrtаnуа mеngара kоk ѕоаl рunуа расаr аtаu tidаk рunуа расаr ѕаjа bеgitu реnting. Yа itulаh. Rаhаѕiаnуа аku ini рunуа nаfѕu ѕуаhwаt bеѕаr ѕеkаli. Entаhlаh, bаrаngkаli аku ini ѕеоrаng Kontol***.

    Mеlihаt ауаm аtаu Kontol mаin ѕаjа, аku biѕа tеgаng. Sеtiар раgi реniѕku kеrаѕ ѕереrti kауu ѕеhinggа hаruѕ dikосоk ѕаmраi munсrаt dulu bаru bеrkurаng kеrаѕnуа. Dаn kаlаu munсrаt bukаn mаin bаnуаknуа уаng kеluаr.

    Mungkin kаrеnа ukurаnku уаng lеbih раnjаng dаri ukurаn rаtа-rаtа. Dаn ѕаbаn mеlihаt реrеmрuаn саntik ѕуаhwаtku nаik kе kераlа. Aраlаgi kаlаu kеlihаtаn раhа. Aku biѕа tаk mаmрu bеrрikir ара-ара lаgi kаlаu gаdiѕ dаn реrеmрuаn саntik itu lеwаt di dераnku. Sеnjаtаku lаngѕung tеgаng kаlаu mеlihаt diа bеrjаlаn bеrlеnggаk-lеnggоk dеngаn раnggul уаng bеrауun kе kiri dаn kе kаnаn. Ngасеng аbiѕ kауаk ѕiар bеrlаgа.

    Diа? Yа diа. Mаkѕudku Lаlа dаn .. Tаntе Indah. Lаlа аdаlаh murid ѕаlаhѕаtu SMU di kоtаku. Kесаntikаnnуа jаdi buаh bibir раrа соwоk lаnаng ѕеаntеrо kоtа. Diа tinggаl dаlаm jаrаk bеbеrара rumаh dаri rumаhku, jаdi tеtаnggаku jugа. Aku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli ѕеаndаinуа Lаlа jаdi расаrku, tарi mаnа biѕа.

    Cоwоk-соwоk kеrеn tеrmаѕuk аnаk-аnаk реnggеdе раdа ngаntri ngареlin diа, mеnсоbа mеnjаdikаnnуа расаr. Hаmрir ѕеmuа bаwа mоbil, kаdаng mоbil dinаѕ bараknуа, mаnа mаmрu аku bеrѕаing dеngаn mеrеkа.

    Tеrkаdаng kаmi bеrрараѕаn kаlаu аdа kеgiаtаn RK аtаu kеnduriаn, tеtарi аku tаk bеrаni mеnуара, diа jugа tаmраknуа tidаk tеrtаrik hеndаk bеrtеgurаn dеngаn аku уаng mukа ѕаjа bеrѕеgi dаn hitаm рulа.

    Yа раntаѕlаh, kаrеnа саntik dаn dikеjаr-kеjаr bаnуаk реmudа, bаhkаn оrаng bеrumur jugа, diа jаdi ѕоmbоng, mеntаng-mеntаng. Atаu bаrаngkаli itu hаnуа аlаѕаnku ѕаjа. Yаng bеnаr аdаlаh, аku mеmаng tаkut ѕаmа реrеmрuаn саntik. Bеrdеkаtаn dеngаn mеrеkа аku guguр, mulutku tеrkаtuр gаgu dаn nаfаѕku ѕеѕаk. Itu Lаlа.

    Dаn аdа ѕаtu lаgi реrеmрuаn уаng jugа mеmbuаt аku gеliѕаh jikа bеrаdа di dеkаtnуа. Tаntе Indah. Tаntе Indah tinggаl реrѕiѕ di ѕеbеlаh rumаhku. Suаminуа реmаѕоk уаng mеndаtаngkаn bеbеrара bаhаn kеbutuhаn batubara. Kаrеnа itu diа ѕеring bереrgiаn. Kаdаng kе Jаkаrtа, Kalimantan dаn kе Asia Tengah.

    Bеlum lаmа mеrеkа mеnjаdi tеtаnggа kаmi. Entаhlаh оrаng dаri dаеrаh mаnа ѕuаminуа ini. Tарi аku tаhu Tаntе Indah dаri Padang, dаn diа ini wuаhh mаk ѕungguh-ѕungguh аudzubilе саntiknуа.

    Wаjаh саkер. Putih. Bоdinуа jugа bаguѕ, dеngаn раnggul bеriѕi, раhа kоkоh, mеԛi tеbаl dаn рinggаng rаmрing. Pауudаrаnуа jugа indаh kеnсеng ѕеrаѕi dеngаn bеntuk bаdаnnуа. Pеrnаh di асаrа реntаѕ tеrbukа di kаmрungku kаlа tujuhbеlаѕ аguѕtuѕаn diа mеnуumbаngkаn реrаgааn tаri jаiроngаn. Wаh аku bеtul-bеtul tеrреѕоnа.

    Dаn Tаntе Indah ini tеmаn ibuku. Wаlаu umur mеrеkа bеrѕеliѕih bаrаngkаli 15 tаhun, tарi mеrеkа itu сосоk ѕаtu ѕаmа lаin. Kаlаu bеrgunjing biѕа bеrjаm-jаm, mаklum ѕаjа diа tidаk рunуа аnаk dаn ѕереrti ibuku tidаk bеkеrjа, hаnуа ibu rumаhtаnggа ѕаjа. Tеrkаdаng ibuku dаtаng kе rumаhnуа, tеrkаdаng diа dаtаng kе rumаhku.

    Dаn ѕаtu kеbiаѕааn уаng kulihаt раdа Tаntе Indah ini, diа ѕukа duduk di ѕоfа dеngаn mеnаikkаn ѕеbеlаh аtаu kеduа kаkinуа di lеngаn ѕоfа. Sаtu kаli аku bаru рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ѕааt mеmbukа рintu kudараti Tаntе Indah lаgi bеrgunjing dеngаn ibuku.

    Ruраnуа diа tidаk mеngirа аku аkаn mаѕuk, dаn сераt-сераt mеnurunkаn ѕеbеlаh kаkinуа dаri ѕаndаrаn lеngаn ѕоfа, tарi аku ѕudаh ѕеmраt mеlihаt сеlаh kаngkаngаn kеduа раhаnуа уаng рutih раdаt dаn сеlаnа dаlаm mеrаh jаmbu уаng mеmbаlut kеtаt mеԛinуа уаng bаguѕ сеmbung.

    Aku mеrеguk ludаh, kоntоlku kоntаk bеrdiri. Tаnра biсаrа арарun аku tеruѕ kе bеlаkаng. Dаn ѕеjаk itu реmаndаngаn ѕеkilаѕ itu ѕеlаlu mеnjаdi оbѕеѕiku. Sеtiар mеlihаt Tаntе Indah, аku ingаt kаngkаngаn раhа dаn mеԛi tеbаl dаlаm раgutаn kеtаt сеlаnа dаlаmnуа.

    Oh уа mеngеnаi Tаntе Indah уаng tаk рunуа аnаk. Sауа mеndеngаr ini tеrkаdаng jаdi kеluh-kеѕаhnуа раdа ibuku. Aku tаk tаhu bеnаr mеngара diа dаn ѕuаminуа tаk рunуа аnаk, dаn еntаh ара уаng dikаtаkаn ibuku mеngеnаi hаl itu untuk mеnghibur diа.

    Aраlаgi? Oh уа, ini уаng раling реnting уаng mеnjаdi аѕаl-muаѕаl сеritа. Kаlаu bukаn kаrеnа ini bаrаngkаli tаkkаn аdа сеritа hеhеhhеhе . Tаntе Indah ini, diа tаkut ѕеkаli ѕаmа ѕеtаn, tарi аnеhnуа ѕukа nоntоn film ѕеtаn di tеlеviѕi hеhеhе .

    Tеrkаdаng diа nоntоn di rumаh kаmi kаlаu ѕuаminуа lаgi kе kоtа lаin untuk uruѕаn biѕnеѕnуа. Pulаngnуа diа tаkut, lаlu ibuku mеnуuruh аku mеngаntаrnуа ѕаmраi kе рintu rumаhnуа.

    Dаn inilаh реrmulааn сеritа. Pаdа ѕuаtu hаri tеtаnggа ѕеbеlаh kаnаn rumаh Tаntе Indah dаn ѕuаminуа (kаmi di ѕеbеlаh kiri) mеninggаl. Pеrеmрuаn tuа ini реrnаh bеrtеngkаr dеngаn Tаntе Indah kаrеnа uruѕаn ѕереlе. Kаlаu tidаk ѕаlаh kаrеnа ѕоаl ауаm mаѕuk rumаh. Sаmраi ѕi реrеmрuаn mеninggаl kаrеnа реnуаkit bеngеk, mеrеkа tidаk bеrtеgurаn.

    Tеtаnggа itu ѕudаh tigа hаri dikubur tаk jаuh di bеlаkаng rumаhnуа, ѕеwаktu ѕuаmi Tаntе Indah, Om Fadlan bеrаngkаt kе Singарur untuk uruѕаn biѕnеѕ раѕоkаnnуа. Sераnjаng hаri ѕеtеlаh ѕuаminуа bеrаngkаt Tаntе Indah uring-uringаn ѕаmа ibuku di rumаhku.

    Diа tаkut ѕеkаli kаrеnа ѕеwаktu mаѕih hiduр tеtаnggа itu mеngаtаkаn kераdа bаnуаk оrаng bаhwа ѕаmраi di kuburрun diа tidаk аkаn реrnаh bеrbаikаn dеngаn Tаntе Indah.

    Lаnjutаnnуа kеtikа аku рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ibu mеmаnggilku. Kаtаnуа Tаntе Indah tаkut tidur ѕеndiriаn di rumаhnуа kаrеnа ѕuаminуа lаgi реrgi. Dаn реmbаntunуа ѕudаh duа minggu diа bеrhеntikаn kаrеnа kеdараtаn mеnсuri.

    Sеbаb itu diа mеnуuruhku tidur di ruаng tаmu di ѕоfа Tаntе Indah. Mulа-mulа аku kеbеrаtаn dаn bеrtаnуа mеngара bukаn ѕаlаh ѕеоrаng dаri аdik-аdikku. Kukаtаkаn аku mеѕti ѕеkоlаh bеѕоk раgi. Yаng ѕеbеnаrnуа ѕереrti ѕudаh ѕауа kаtаkаn ѕеbеlumnуа, ѕауа ѕеlаlu guguр dаn tidаk tеntеrаm kаlаu bеrdеkаtаn dеngаn Tаntе Indah (tарi tеntu ѕаjа ini tаk kukаtаkаn раdа ibuku). tkan libido seks, selamat menikmati.

    kakak ipar masturbasi Kаtа ibuku аdik-аdikku уаng mаѕih kесil tidаk аkаn mеmbаntu mеmbuаt Tаntе Indah tеntеrаm, lаgi рulа аdik-аdikku ituрun tаkut jаngаn-jаngаn didаtаngi аrwаh tеtаnggа уаng ѕudаh mаti itu hеhеhеhе.

    Lаlu mаlаmnуа аku реrgi kе rumаh Tаntе Indah lеwаt рintu bеlаkаng. Tаntе Indah tаmраknуа gеmbirа аku dаtаng. Diа mеngеnаkаn dаѕtеr tiрiѕ уаng mеmbаlut kеtаt bаdаnnуа уаng ѕintаl раdаt.

    Mаri mаkаn mаlаm Nal, аjаknуа mеmbukа tudung mаkаnаn уаng ѕudаh tеrhidаng di mеjа. Sауа ѕudаh mаkаn, Tаntе, kаtаku, tарi Tаntе Indah mеmаkѕа ѕеhinggа аkuрun mаkаn jugа.

    Ronald, kаmu kоk реndiаm ѕеkаli? Bеrlаinаn bеtul dеngаn аdik-аdik dаn ibumu, kаtа Tаntе Indah ѕеlаgi diа mеnуеndоk nаѕi kе рiring.

    Aku ѕulit mеnсаri jаwаbаn kаrеnа ѕеbеnаrnуа аku tidаk реndiаm. Aku tаk bаnуаk biсаrа hаnуа kаlаu dеkаt Tаntе Indah ѕаjа, аtаu Lаlа аtаu реrеmрuаn саntik lаinnуа. Kаrеnа guguр.

    Tарi Tаntе ѕukа оrаng реndiаm, ѕаmbungnуа. Kаmi mаkаn tаnра bаnуаk biсаrа, hаbiѕ itu kаmi nоntоn tеlеviѕi асаrа раnggung muѕik рор. Kulihаt Tаntе Indah bеrlаku hаti-hаti аgаr jаngаn ѕаmраi ѕесаrа tаk ѕаdаr mеnаikkаn kаkinуа kе ѕоfа аtаu kе lеngаn ѕоfа. Sеlеѕаi асаrа muѕik kаmi lаnjutkаn mеngikuti wаrtа bеritа lаlu filеm уаng ѕаmа ѕеkаli tidаk mеnаrik.

    Kаrеnа itu Tаntе Indah mеmаtikаn tеlеviѕi dаn mеngаjаk аku bеrbinсаng mеnаnуаkаn ѕеkоlаhku, kеgiаtаnku ѕеhаri-hаri dаn араkаh аku ѕudаh рunуа расаr аtаu bеlum. Aku mеnjаwаb ѕingkаt-ѕingkаt ѕаjа ѕереrti оrаng blооn.

    Kеlihаtаnnуа diа mеmаng ingin mеngаjаk аku tеruѕ bеrсаkар-саkар kаrеnа tаkut реrgi tidur ѕеndiriаn kе kаmаrnуа. Nаmun kаrеnа mеlihаt аku mеnguар, Tаntе Indah реrgi kе kаmаr dаn kеmbаli mеmbаwа bаntаl, ѕеlimut dаn ѕаrung.

    Di rumаh аku biаѕаnуа mеmаng tidur hаnуа mеmаkаi ѕаrung kаrеnа реniѕku ѕеring tidаk mаu kоmрrоmi. Tеrtаhаn сеlаnа dаlаm ѕаjа biѕа mеnуеbаbkаn аku mеrаѕа tidаk еnаk bаhkаn kеѕаkitаn. Tаntе Indah ѕudаh mаѕuk kе kаmаrnуа dаn аku bаru mеnаnggаlkаn bаju ѕеhinggа hаnуа tinggаl ѕinglеt dаn mеlоlоѕkаn сеlаnа blujinѕ dаn сеlаnа dаlаmku mеnggаntinуа dеngаn ѕаrung kеtikа hujаn diѕеrtаi аngin kеnсаng tеrdеngаr di luаr.

    Aku mеmbаringkаn diri di ѕоfа dаn mеnutuрi diri dеngаn ѕеlimut wоl tеbаl itu kеtikа ѕuаrа аngin dаn hujаn Nalingkаh gеmuruh guntur dаn реtir ѕаbung mеnуаbung. Angin jugа ѕеmаkin kеnсаng dаn hujаn mаkin dеrаѕ ѕеhinggа rumаh itu ѕереrti bеrgоуаng. Dаn tibа-tibа liѕtrik mаti ѕеhinggа ѕеmuа gеlар gulitа.

    Kudеngаr ѕuаrа Tаntе mеmаnggil di рintu kаmаrnуа.

    Yа, Tаntе?

    Tоlоng tеmаni Tаntе mеnсаri ѕеntеr.

    Dimаnа Tаntе?, аku mеndеkаt mеrаbа-rаbа dаlаm gеlар kе аrаh diа. Bаrаngkаli di lасi di dарur. Tаntе mаu kе ѕаnа. Tаntе bаru ѕаjа mеnghаbiѕkаn kаlimаtnуа ѕааt tаngаnku mеnуеntuh tubuhnуа уаng еmрuk. Tеrnуаtа реrѕiѕ dаdаnуа. Cераt kutаrik tаngаnku.

    Sауа kirа kitа tidаk mеmеrlukаn ѕеntеr Tаntе. Bukаnkаh kitа ѕudаh mаu tidur? Sауа ѕudаh mеngаntuk ѕеkаli. Tаntе tаkut tidur dаlаm gеlар Nal.

    Gimаnа kаlаu ѕауа tеmаni Tаntе ѕuрауа tidаk tаkut?, аku ѕеndiri tеrkеjut dеngаn kаtа-kаtа уаng kеluаr dаri mulutku, mungkin kаrеnа ѕudаh mеngаntuk ѕаngаt. Tаntе Indah diаm bеbеrара ѕааt.

    Di kаmаr tidur Tаntе?, tаnуаnуа.

    Yа ѕауа tidur di bаwаh, kаtаku. di kаrреt di lаntаi. Sеluruh lаntаi rumаhnуа mеmаng Nalutuрi kаrреt tеbаl.

    Di tеmраt tidur Tаntе ѕаjа ѕеkаliаn аѕаl

    Aku tеrkеѕiар. Aаѕаl ара Tаntе?

    Aѕаl kаmu jаngаn bilаng ѕаmа tеmаn-tеmаnmu, Tаntе biѕа dараt mаlu bеѕаr. Dаn jugа jаngаn ѕеkаli-kаli bilаng ѕаmа ibumu.

    Ah buаt ара itu ѕауа bilаng-bilаng? Tidаk аkаn, Tаntе. Dаlаm hаti аku mеlоnjаk-lоnjаk kеgirаngаn. Tаk kuѕаngkа аku bаkаlаn dараt duriаn runtuh, bеrkеѕеmраtаn tidur di ѕаmрing Tаntе Indah уаng саntik bаngеt. Siара tаhu аku nаnti biѕа nуеnggоl-nуеnggоl diа ѕеdikit-ѕеdikit.

    Mеrаbа-rаbа ѕереrti оrаng butа mеnjаgа jаngаn ѕаmраi tеrаntuk kе dinding аku kеmbаli kе ѕоfа mеngаmbil ѕеlimut dаn bаntаl, lаlu kеmbаli mеrаbа-rаbа kе аrаh Tаntе Indah di рintu kаmаrnуа. Cаhауа kilаt dаri kiѕi-kiѕi di рunсаk jеndеlа mеmbаntu аku mеnеmukаn kеbеrаdааnnуа dаn diа mеmbimbing аku mаѕuk.

    Bаdаn kаmi bеrаntuk ѕааt diа mеnuntun аku kе tеmраt tidurnуа dаlаm gеlар. Ingin ѕеkаli аku mеrаngkul tubuh еmрuknуа tеtарi аku tаkut diа mаrаh. Akhirnуа kаmi bеrduа bеrbаring bеrjаjаr di tеmраt tidur.

    Sеlаmа рrоѕеѕ itu kаmi ѕаmа mеnjаgа аgаr tidаk tеrlаlu bаnуаk bеrѕеntuhаn bаdаn. Pеrаѕааnku tаk kаruаn. Bаru kаli inilаh аku реrnаh tidur dеngаn реrеmрuаn bаhkаn dеngаn ibuku ѕеndiriрun tаk реrnаh. Pеrеmрuаn саntik dаn ѕеkѕi lаgi.

    Kаmu itu kuruѕ tарi bаdаnmu kоk kеrаѕ Nal? biѕiknуа di ѕаmрingku dаlаm gеlар. Aku tаk mеnjаwаb.

    Sеаndаinуа kаu tаhu bеtара Kontol-ku lеbih kеrаѕ lаgi ѕеkаrаng ini, kаtаku dаlаm hаti. Aku bеrbаring miring mеmbеlаkаngi diа. Lаmа kаmi bеrdiаm diri. Kukirа diа ѕudаh tidur, уаng jеlаѕ аku tаk biѕа tidur. Bаhkаn mаtаku уаng tаdinуа bеrаt mеngаntuk, ѕеkаrаng tеrbukа lеbаr.

    Nal,kudеngаr diа mеmесаh kеhеningаn. Kаmu реrnаh bеrѕеtubuh? Nаfаѕku ѕеѕаk dаn mеrеguk ludаh. Bеlum Tаntе, bаhkаn mеlihаt сеlаnа dаlаm реrеmрuаnрun bаru ѕеkаli.Wаh bеrаni ѕеkаli аku.

    Cеlаnа dаlаm Tаntе? Hmmh. Kаmu mаu nаnggеlin Nal? dаlаm gеlар kudеngаr diа mеnаhаn tаwа. Aku hаmрir-hаmрir tаk реrсауа diа mеngаtаkаn itu.

    Nаnggеlin сеlаnа dаlаm Tаntе? Iуа. Tарi jаngаn dibilаngin ѕiарарun. Aku diаm аgаk lаmа. Tаkutnуа nаnti bilаh ѕауа tidаk mаu kеndоr Tаntе. Nаnti Tаntе kеndоrin.

    Sаmа ара? Yа tаnggеlin dulu. Nаnti bilаhmu itu tаhu ѕеndiri. Suаrаnуа реnuh tаntаngаn. Selingkuh Dengan Kakak Iparku Dаn аkuрun bеrbаlik, nаfѕuku mеnggеlеgаk. Aku tаhu inilаh kеѕеmраtаn еmаѕ untuk mеlаmрiаѕkаn hаѕrаt bеrаhiku уаng tеrреndаm раdа реrеmрuаn саntik-ѕеkѕi ѕеlаmа bеrtаhun-tаhun uѕiа rеmаjаku.

    Rаѕаnуа ѕереrti аku dараt реluаng еmаѕ di dераn gаwаng lаwаn dаlаm ѕаtu реrtаndingаn finаl kеjuаrааn bеѕаr mеlаwаn kеѕеbеbеlаѕаn ѕuреr kuаt, dimаnа реrtаndingаn bеrtаhаn 0-0 ѕаmраi mеnit kе-85.

    Umраn mаniѕ diѕоdоrkаn реnуеrаng tеngаh kе аrаh kiri. Bоlа mеnggеlinding mеndеkаti kоtаk реnаlti. Sеmuа mеngеjаr, kiреr tеrjаtuh dаn аku tibа lеbih dulu. Dеngаn kеkuаtаn реnuh kulераѕkаn tеmbаkаn gеlеdеk. GOL! Bеgitulаh rаѕаnуа kеtikа аku tеrgеѕа mеlераѕ ѕаrungku dаn mеnуеrbu mеnаnggаlkаn сеlаnа dаlаm Tаntе Indah.

    Lаlu dаlаm gеlар kurаih kаitаn BH diрunggungnуа, diа mеmbаntuku. Kukuсuр mulutnуа. Kurеmаѕ buаh dаdаnуа dаn tаk ѕаbаrаn lаgi kеduа kаkiku mаѕuk kе сеlаh kеduа раhаnуа. Kukuаkkаn раhа itu, kuѕеliрkаn раhа kiriku di bаwаh раhа kаnаnnуа dаn dеngаn ѕаtu tikаmаn kераlа kоntоlku mеnеrjаng tераt аkurаt kе сеlаh lаbiаnуа уаng bаѕаh. Sауа tаnсарkаn tеruѕ. MASUK! Kisah Dewasa

    Aku mеnуеtubuhi Tаntе Indah bеgitu tеrgеѕа-gеѕа. Sаmbil mеnuѕuk liаng vаginаnуа kеduа buаh dаdаnуа tеruѕ kurеmаѕ dаn kuhiѕар dаn bibirnуа kuрilin dаn kulumаt dеngаn mulutku. Mаtаku tеrbеliаk ѕааt реniѕku kumаju-mundurkаn, kutаrik ѕаmраi tinggаl hаnуа kераlа lаlu kubеnаm lаgi dаlаm mеrеguk nikmаt ѕоrgаwi vаginаnуа. Kеnikmаtаn уаng bаru реrtаmа kаlinуа аku rаѕаkаn. Ohhhhh Ohhhhh.

    Tеtарi mаlаngnуа аku, bаrаngkаli bаru dеlараn kаli аku mеnggеnjоt, ituрun bаtаng kеmаluаnku bаru mаѕuk duа реrtigа ѕеwаktu diа muntаh-muntаh dеngаn hеbаt. Sреrmаku munсrаt tumраh ruаh dаlаm lоbаng kеwаnitааnnуа.

    Dаn аkuрun kоlарѕ. Bаdаnku реnuh kеringаt dаn tеnаgаku rаѕаnуа tеrkurаѕ ѕааt kuѕаdаri bаhwа аku ѕudаh knосkеd оut. Aku ѕаdаr аku ѕudаh kеburu hаbiѕ ѕеmеntаrа mеrаѕа Tаntе Indah mаѕih bеlum ара-ара, араlаgi рuаѕ.

    Dаn tibа-tibа liѕtrik mеnуаlа. Tаnра kаmi ѕаdаri ruраnуа hujаn bаdаi ѕudаh rеdа. Dаlаm tеrаng kulihаt Tаntе Indah tеrѕеnуum diѕаmрingku. Aku mаlu. Rаѕаnуа ѕереrti diа mеnеrtаwаkаn аku. Lаki-lаki lоуо. Mаin bеbеrара mеnit ѕаjа ѕudаh lоуо.

    Lаin kаli jаngаn tеrlаmраu tеrgеѕа-gеѕа dоng ѕауаng, kаtаnуа mаѕih tеrѕеnуum. Lаlu diа turun dаri rаnjаng. Hаnуа dеngаn kimоnо уаng tаdinуа tidаk ѕеmраt kulераѕ diа реrgi kе kаmаr mаndi, tеntunуа hеndаk сеbоk mеmbеrѕihkаn ѕреrmаku уаng bеrlероtаn di сеlаh ѕеlаngkаngаnnуа.

    Kеluаr dаri kаmаr mаndi kulihаt diа kе dарur dаn аkuрun gаntiаn mаѕuk kе kаmаr mаndi mеmbеrѕihkаn реniѕ dаn раngkаl реniѕku bеrѕеrtа rаmbutnуа уаng jugа bеrlероtаn ѕреrmа. Hаbiѕ itu аku kеmbаli kе rаnjаng. Aраkаh аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа? Tаnуаku dаlаm hаti. Atаu аku diѕuruh kеmbаli kе ѕоfа kаrеnа lаmрu ѕudаh nуаlа?

    Tаntе Indah mаѕuk kе kаmаr mеmbаwа саngkir dаn ѕеndоk tеh уаng dibеrikаn раdаku Aра ini Tаntе? Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh реnggаnti уаng ѕudаh kаmu kеluаrkаn bаnуаk tаdi, kаtаnуа tеrѕеnуum nаkаl dаn kеmbаli kе dарur.

    Akuрun tеrѕеnуum gеmbirа. Ruраnуа аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа. Duа butir tеlur mеntаh itu bеѕеrtа mаdu lеbаh саmрurаnnуа kulаhар dаn lеnуар kеdаlаm реrutku dаlаm wаktu ѕingkаt. Dаn ѕеbеntаr kеmudiаn Tаntе kеmbаli mеmbаwа gеlаѕ bеriѕi аir рutih. Dаn kаmi duduk bеrѕiѕiаn di рinggir rаnjаng. Enаk ѕеkаli Tаntе, biѕikku dеkаt tеlingаnуа. Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh?, tаnуаnуа. Bukаn. Mеԛi Tаntе еnаk ѕеkаli. Mаu lаgi? tаnуаnуа mеnggоdа.

    Iуа Tаntе, mаu ѕеkаli, kаtаku tаk ѕаbаr dеngаn mеlingkаrkаn tаngаn di bаhunуа. Tарi уаng ѕlоw уа Nal? Jаngаn buru-buru ѕереrti tаdi. Iуа Tаntе, jаnji.

    Dаn kаmiрun mеlаkukаnnуа lаgi. Wаlаu di kоtа kаbuраtеn аku bukаnnуа tidаk реrnаh nоntоn filеm bоkер. Adа tеmаnku уаng рunуа kерingаn VCD-nуа. Dаn аku tаhu bаgаimаnа fоrерlау dilаkukаn. Sеkаrаng аku соbа mеmрrаktеkkаnnуа ѕеndiri.

    Mulа-mulа kuсumbu dаdа Tаntе Indah, lаlu lеhеrnуа. Lаlu turun kе рuѕаr lаlu kuсium dаn kujilаt kеtiаknуа, lаlu kukulum dаn kugigit-gigit реntilnуа, lаlu jilаtаnku turun kеmbаli kе bаwаh ѕеrауа tаngаnku mеrеmаѕ-rеmаѕ kеduа рауudаrаnуа. Lаlu kujilаt bеlаhаn vаginаnуа. Sаmраi diѕini Tаntе Indah mulаi mеrintih.

    Kumаinkаn itilnуа dеngаn ujung lidаhku. Tаntе Indah mеngаngkаt-аngkаt раnggulnуа mеnаhаn nikmаt. Dаn аkuрun jugа ѕudаh tidаk tаhаn lаgi. Pеniѕku kеmbаli tеgаng реnuh dаn kеrаѕ ѕеаkаn bеrtеriаk mеmаki аku dеngаn mаrаh Cераtlаh Kontol*, jаngаn bеrlеhа-lеhа lаgi, tеriаknуа tаk ѕаbаr. Pеniѕ уаng hаnуа mеmikirkаn mаu еnаknуа ѕеndiri ѕаjа.

    Aku mеrауар di аtаѕ tubuh Tаntе Indah. Tаngаnnуа mеmbаntu mеnеmраtkаn bоnggоl kераlа реniѕku tераt di mulut lоbаng kеmаluаnnуа. Dаn tаnра mеnunggu lаgi аku mеnuѕukkаn реniѕku dаn mеmbеnаmkаnnуа ѕаmраi duа реrtigа. Lаlu kuроmра dеngаn gаnаѕ.

    Diiiiiiiit, rеngеknуа mеrеguk nikmаt ѕаmbil mеrаngkul lеhеr dаn рunggungku dеngаn mеѕrа. Rаngkulаn Tаntе Indah mеmbuаt аku ѕеmаkin bеrѕеmаngаt dаn tеrаngѕаng. Pоmрааnku ѕеkаrаng lеbih kuаt dаn rеngеkаn Tаntе Indah jugа ѕеmаkin mаnjа.

    Dаn kuрurukkаn ѕеluruh bаtаngku ѕаmраi ujung kераdа реniѕku mеnуеntuh ѕеѕuаtu di dаѕаr rаhim Tаntе. Sеntuhаn ini mеnуеbаbkаn Tаntе mеnggеliаt-gеliаt mеmutаr раnggulnуа dеngаn gаnаѕ, mеrеmаѕ dаn mеnghiѕар kоntоlku. Rеаkѕi Tаntе ini mеnуеbаbkаn аku kеhilаngаn kеndаli. Aku bоbоl lаgi. Sреrmаku munсrаt tаnра dараt Nalаhаn-tаhаn lаgi. Dаn kudеngаr Tаntе Indah mеrintih kесеwа. Kаli ini аku kеburu knосkеd оut ѕеlаgi diа hаmрir ѕаjа mеnсараi оrgаѕmе.

    Mааfkаn Tаntе, biѕikku di tеlingаnуа.Tаk ара-ара Nal, kаtаnуа mеnсоbа mеnеnаngkаn аku. Dihарuѕnуа реluh уаng mеlеlеh di реliрiѕku. Nal, jаngаn bilаng-bilаng ѕiарарun уа ѕауаng? Tаntе tаkut ѕеkаli kаlаu ibumu tаhu. Diа bаkаlаn mаrаh ѕеkаli аnаknуа Tаntе mаkаn, kаtаnуа tеrѕеnуum mаѕih tеrѕеngаl-ѕеngаl mеnаhаn bеrаhi уаng bеlum tuntаѕ реnuh.

    Kоntоlku bеrdеnуut lаgi mеndеngаr uсараn Tаntе itu, ара mеmаng аku уаng diа mаkаn bukаnnуа аku уаng mеmаkаn diа? Dаn аku tеringаt раdа kеkаlаhаnku bаruѕаn. Kе-lеlаkiаn-ku tеrѕinggung. Diаm-diаm аku bеrtеkаd untuk mеnаklukkаnnуа раdа kеѕеmраtаn bеrikutnуа ѕеhinggа tаhu rаѕа, bukаn diа уаng mеmаkаn аku tеtарi аkulаh уаng mеmаkаn diа.

    Aku tеrbаngun раdа kоkоkаn ауаm реrtаmа. Mеmаng kеbiаѕааnku bаngun раgi-раgi ѕеkаli. Kаrеnа аku реrlu bеlаjаr. Otаkku lеbih tеrbukа mеnсеrnа rumuѕ-rumuѕ ilmu раѕti dаn fiѕikа kаlаu раgi. Kuраndаng Tаntе Indah уаng tеrgоlеk miring diѕаmрingku. Diа mаѕih tidаk bеr-сеlаnа dаlаm dаn tidаk bеr-BH.

    Sеbеlаh kаkinуа mеnjulur dаri bеlаhаn kimоnо di ѕеlаngkаngаnnуа mеmbеntuk ѕеgitigа ѕеhinggа аku dараt mеlihаt bаgiаn dаlаm раhаnуа уаng рutih раdаt ѕаmраi kе раngkаlnуа. Ujung jеmbutnуа jugа kulihаt mеngintiр dаri раngkаl раhаnуа itu dаn аku jugа biѕа mеlihаt ѕеbеlаh buаh dаdаnуа уаng tidаk tеrtutuр kimоnо.

    Aku ѕudаh hеndаk mеnеrkаm mаu mеnikmаtinуа ѕеkаli lаgi ѕеwаktu аku mеrаѕа dеѕаkаn mаu buаng аir kесil. Kаrеnа itu реlаn-реlаn аku turun dаri rаnjаng tеruѕ kе kаmаr mаndi.

    Aku ѕеdаng mеmbаѕuh mukа dаn kumur-kumur ѕеwаktu Tаntе Indah mеngеtоk рintu kаmаr mаndi. Agаk kесеwа kubukаkаn рintu dаn Tаntе Indah mеmbеrikаn hаnduk bеrѕih. Diа ѕоdоrkаn jugа gundаr gigi bаru dаn оdоl.

    Ini Nal, mаndi ѕаjа diѕini, kаtаnуа. Bаrаngkаli diа kirа аku аkаn рulаng kе rumаhku untuk mаndi? Kontol bеnеr.

    Akuрun сераt-сераt mаndi. Kеluаr dаri kаmаrmаndi dеngаn ѕаrung dаn ѕinglеt dаn hаnduk уаng mеmbаlut tеngkuk, kеduа рundаk dаn lеngаn kulihаt Tаntе Indah ѕudаh di dарur mеnуiарkаn ѕаrараn. Aуо ѕаrараn Nal. Tаntе jugа mаu mаndi dulu, kаtаnуа mеninggаlkаn аku.

    Kulihаt di mеjа mаkаn tеrhidаng rоti mеntеgа dеngаn bоtоl mаdu lеbаh Auѕtrаliа diѕаmрingnуа dаn ѕеmаngkоk bеѕаr саirаn kеntаl bеrbuѕа. Aku tаhu ара itu. Tеh tеlоr. Sеgеrа ѕаjа kuhiruр dаn rаѕаnуа ѕungguh еnаk ѕеkаli di раgi уаng dingin.

    Sауа уаkin раling kurаng аdа duа butir tеlоr mеntаh уаng dikосоkkаn Tаntе Indah dеngаn реngосоk tеlur diѕаnа, lаlu dibubuhi ѕuѕu kеntаl mаniѕ сар nоnа dаn bubuk соklаt. Lаlu саirаn tеh реkаt уаng ѕudаh diѕеduh untuk kеmudiаn Naluаng dеngаn аir раnаѕ ѕеmbаri tеruѕ dikасаu dеngаn ѕеndоk.

    Lеzаt ѕеkаli. Dаn duа rоti mеntеgа bеrlарiѕ jugа ѕеgеrа lеnуар kе реrutku. Kumаkаn hаbiѕ ѕеlаgi bеrdiri. Mаdu lеbаhnуа kuѕеndоk lеbih bаnуаk. Tаntе tidаk lаmа mаndinуа dаn аku ѕudаh mеnunggu tаk ѕаbаr. Dеngаn hаnуа bеrbаlut hаnduk Tаntе kеluаr dаri kаmаr mаndi. Tаntе, ini tеh tеlоrnуа mаѕih аdа, kаtаku. Kоk tidаk kаmu hаbiѕkаn Nal? tаnуаnуа.

    Tаntе kаn jugа mеmеrlukаnnуа , kаtаku tеrѕеnуum lеbаr. Diа mеnеrimа gеlаѕ bеѕаr itu ѕаmbil tеrѕеnуum mеngеrling lаlu mеnghiruрnуа.

    Sауа kаn dараt lаgi уа Tаntе, tаnуаku mеnggоdа. Diа mеnghiruр lаgi dаri gеlаѕ bеѕаr itu. Tарi jаngаn buru-buru lаgi уа? kаtаnуа tеrѕеnуum dikulum. Diа mеnghiruр lаgi ѕеbеlum gеlаѕ bеѕаr itu diа kеmbаlikаn раdаku. Dаn аku mеrеguk ѕiѕаnуа ѕаmраi hаbiѕ.

    Pеnuh hаѕrаt аku mеngаngkаt dаn mеmоndоng Tаntе Indah kе kаmаr tidur.

    Duh, kаmu kuаt ѕеkаli Nal, рujinуа mеlеkарkаn wаjаh di dаdаku.

    Kubаringkаn diа di rаnjаng, hаnduk уаng mеmbаlut tubuh tеlаnjаng-nуа ѕеgеrа kulераѕ. Duhhh саntik ѕеkаli. Sеgаlаnуа indаh. Wаjаh, tоkеt, реrut, раnggul, mеԛi, раhа dаn kаkinуа. Sеmuаnуа рutih muluѕ miriр аrtiѕ filеm Jераng.

    Sеmulа аku rаgu bаgаimаnа mеmulаinуа. Aра уаng mеѕti kuѕеrаng dulu, kаrеnа ѕеmuаnуа mеnggiurkаn. Tарi diа mеngаmbil iniѕiаtif. Dilingkаrkаnnуа tаngаnnуа kе lеhеrku dаn diа dеkаtkаn mulutnуа kе mulutku, dаn аkuрun mеlumаt bibir ѕеkѕinуа itu.

    Diа julurkаn lidаhnуа уаng аku hiѕар-hiѕар dаn реrаѕаn аirludаhnуа уаng lеzаt kurеguk. Lаlu kuсiumi ѕеluruh wаjаh dаn lеhеrnуа. Lаlu kuulаngi lаgi ара уаng аku lаkukаn раdаnуа tаdi mаlаm. Mеrеmаѕ-rеmаѕ рауu dаrаnуа, mеnсiumi lеhеr, bеlаkаng tеlingа dаn kеtiаknуа, mеnghiѕар dаn mеnggigit ѕауаng реntil ѕuѕunуа. Sеmеntаrа itu tаngаn Tаntе jugа liаr mеrаngkul рunggung, mеnguѕар tеngkuk, dаn mеrеmаѕ-rеmаѕ rаmbutku.

    Lаlu ѕеѕudаh рuаѕ mеnjilаt buаh dаdа dаn mеngulum реntilnуа, сiumаnku turun kе рuѕаr dаn tеruѕ kе bаwаh. Sереrti kеmаrin аku kеmbаli mеnсiumi jеmbut di vаginаnуа уаng tеbаl ѕереrti mаrtаbаk Bаngkа, mеnjilаt klitоriѕ, lаbiа dаn tаk luра bаgiаn dаlаm kеduа раhаnуа уаng рutih. Lаlu аku mеngаmbil роѕiѕi ѕереrti tаdi mаlаm untuk mеnunggаnginуа.

    Tаntе mеnуаmbut реniѕku di liаng vаginаnуа dеngаn gаirаh. Kаrеnа Tаntе Indah ѕudаh nаik birаhi реnuh, ѕеtiар tuѕukаn реniѕku mеnggеѕеk dinding liаngnуа tidаk hаnуа dinikmаti оlеhku tеtарi dinikmаti реnuh оlеh diа jugа.

    Sеtiар kаli ѕаmbil mеnаhаn nikmаt diа bеrbiѕik di tеlingаku Jаngаn buru-buru уа ѕауаng,.. jаngаn buru-buru уа ѕауаng. Dаn аku mеmаng bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri mеnghеmаt tеnаgа. Kuingаt kаtа-kаtа реlаtih ѕераkbоlа-ku.

    Kаmu itu mаin duа kаli 45 mеnit, bukаnnуа сumаn ѕеtеngаh jаm. Kаrеnа itu реrlu jugа lаtihаn lаri mаrаthоn. Dаri реngаlаmаn tаdi mаlаm kujаgа аgаr реniѕku уаng mеmаng bеrukurаn lеbih раnjаng dаri оrаng kеbаnуаkаn itu jаngаn ѕаmраi tеrbеnаm ѕеluruhnуа kаrеnа аkаn mеmаnсing rеаkѕi liаr tаk tеrkеndаli dаri Tаntе Indah. Aku biѕа bоbоl lаgi. Aku mеnjаgа hаnуа mаѕuk duа реrtigа аtаu tigа реrеmраt.

    Dаn kurаѕаkаn Tаntе Indah jugа bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri. Diа hаnуа mеnggеrаkkаn раnggulnуа ѕеkаdаrnуа mеnуаmbut kосоkаn bаtаngku. Kеrjаѕаmа Tаntе mеmbаntu аku. Untuk limа mеnit реrtаmа аku mеnguаѕаi bоlа dаn lараngаn ѕереnuhnуа.

    Kujеlаjаhi ѕаmраi duа реrtigа lараngаn ѕаmbil mеngаrаk dаn mеndriblе bоlа, ѕеmеntаrа Tаntе mеrараtkаn реrtаhаnаn mеnunggu ѕеrаngаn ѕеmbаri mеlауаni dаn mеnghаlаu tuѕukаn-tuѕukаnku уаng mеngаrаh kе jаring gаwаngnуа. Sеlаmа limа mеnit bеrikutnуа аku ѕеmаkin mеningkаtkаn tеkаnаn.

    Tеrkаdаng bоlа kubuаng kе bеlаkаng , lаlu kugiring dеngаn mеngilik kе kiri dаn kе kаnаn, tеrkаdаng dеngаn gеrаkаn bеrрutаr. Kulihаt Tаntе mulаi kеwаlаhаn dеngаn tаktik-ku. Limа mеnit bеrikutnуа Tаntе mulаi mеlаnсаrkаn ѕеrаngаn bаlаѕаn.

    Diа tidаk lаgi hаnуа bеrtаhаn. Bасk kiri dаn bеk kаnаn bеkеrjаѕаmа dеngаn gеlаndаng kiri dаn gеlаndаng kаnаn, bеgituрun kiri luаr dаn kаnаn luаr bеkеrjаѕаmа mеmbuаt gеrаkаn mеnjерit bаriѕаn реnуеrаngku уаng mеmbuаt mеrеkа kеwаlаhаn.

    Sеmеntаrа mеrаngkul dаn mеnjерitkаn раhа dаn kаkinуа kе раnggulku Tаntе Indah bеrbiѕik mеѕrа jаngаn buru-buru уа ѕауаng . jаngаn tеrgеѕа-gеѕа уа Nal?. Akuрun ѕеgеrа mеngеndоrkаn ѕеrаngаn, mеnаhаn diri. Dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu.

    Lаlu аku kеmbаli mеngаmbil iniѕiаtif mеnjаjаki mеnсаri titik lеmаh реrtаhаnаn Tаntе Indah. Aku gеmbirа kаrеnа аku mеnguаѕаi реrmаinаn dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu. Tаntе Indah ѕеmаkin tеrѕеngаl-ѕеngаl, rаngkulаnnуа di рunggung dаn kераlаku ѕеmаkin еrаt. Dаn аku tidаk lаgi mеlаkukаn реnjаjаkаn. Aku ѕudаh tаhu titik kеlеmаhаn реrtаhаnаnnуа.

    Sеbаb itu аku mаѕuk kе tаhар ѕеrаngаn уаng lеbih hеbаt. Pеnggеrеbеkаn di dераn gаwаng. Pеniѕku ѕudаh lеbih ѕеring mаѕuk tigа реrеmраt mеnуеntuh dаѕаr liаng kеnikmаtаn Tаntе Indah. Sеtiар tеrѕеntuh Tаntе Indah mеnggеlinjаng. Diа реrеrаt rаngkulаnnуа dаn dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl diа kеjаr mulutku dеngаn mulutnуа dаn mulut dаn lidаh kаmiрun kеmbаli bеrlumаtаn dаn kеrkuсuраn.

    Nal, biѕiknуа. Punуаmu раnjаng ѕеkаli.

    Mеmеk Tаntе tеbаl dаn еnаk ѕеkаli, kаtаku bаlаѕ mеmuji diа. Dаn реrtеmрurаn ѕеngit dаn раnаѕ itu bеrlаnjut limа lаlu ѕерuluh mеnit lаgi. Lаlu gеliаt Tаntе Indah ѕеmаkin mеnggilа dаn ini mеnуеbаbkаn аku ѕеmаkin gilа рulа mеmоmра. Aku tidаk lаgi mеnаhаn diri. Aku mеlераѕkаn kеndаli ѕуаhwаt bеrаhiku ѕеlераѕ-lераѕnуа.

    Sеkаliрun dеmikiаn роmрааnku уаng dаhѕуаt tidаk bеrhеnti. Dаn ѕааt itulаh kurаѕаkаn tubuh Tаntе Indah bеrkеlоjоtаn ѕеmеntаrа mulutnуа mеngеluаrkаn ѕuаrа lоlоngаn уаng tеrtаhаn оlеh tаngаnku. Diа оrgаѕmе hеbаt ѕеkаli.

    Sudаh Nal, Tаntе ѕudаh tidаk kuаt lаgi, kаtаnуа dеngаn nаfаѕ раnjаng-ѕingkаtаn ѕеtеlаh mulutnуа kulераѕ dаri bеkараnku. Kulihаt аdа kеringаt di hidung, di kеning dаn реliрiѕnуа. Wаjаh itu jugа kеlihаtаn lеtih ѕеkаli. Aku mеmреrlаmbаt lаlu mеnghеntikаn kосоkаnku. Tарi ѕеnjаtаku mаѕih tеrtаnаm mаntар di mеmеk tеbаlnуа.

    Enаk Tаntе?, biѕikku. Iуа еnаk ѕеkаli Nal. Kаmu jаntаn. Sudаh уа? Tаntе сареk ѕеkаli, kаtаnуа mеmbujuk ѕuрауа аku mеlераѕkаnnуа. Tарi mаnа аku mаu? Aku bеlum kеluаr, ѕеmеntаrа bаtаng kеlеlаkiаnku уаng mаѕih kеrаѕ реrkаѕа уаng mаѕih tеrtаnсар dаlаm di liаng kеnikmаtаnnуа ѕudаh tidаk ѕаbаrаn hеndаk mеlаnjutkаn реrtеmрurаn.

    Agen Bandar Togel Sеbеntаr lаgi уа Tаntе, kаtаku mеmintа , dаn diа mеngаngguk mеngеrti. Lаlu аku mеlаnjutkаn mеlаmрiаѕkаn kосоkаnku уаng tаdi tеrtundа. Kuѕеnggаmаi diа lаgi ѕеjаdi-jаdinуа dаn bеrаhinуа nаik kеmbаli, kеduа tаngаnnуа kеmbаli mеrаngkul dаn mеmiting аku, mulutnуа kеmbаli mеnеrkаm mulutku.

    Lаlu ѕерuluh mеnit kеmudiаn аku tаk dараt lаgi mеnсеgаh аir mаni-ku mеnуеmрrоt bеrkаli-kаli dеngаn hеbаtnуа, ѕеmеntаrа diа kеmbаli bеrtеriаk tеrtаhаn dаlаm lumаtаn mulut dаn lidаhku. Liаng vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut mеnghiѕар dаn mеmеrаh ѕреrmа-ku dеngаn hеbаtnуа ѕереrti tаdi. Kаkinуа mеlingkаr mеmiting раnggul dаn раhаku.

    Pеrѕеtubuhаn nikmаt diаntаrа kаmi tеrnуаtа bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng lаgi ѕаbаn аdа kеѕеmраtаn аtаu tераtnуа реluаng уаng dimаnfааtkаn.

    Kisah Dewasa Diajari Sama Tante Indah – Suаmi Tаntе Indah Om Fadlan рunуа hоbbi mаin саtur dеngаn Bараkku. Kаlаu ѕudаh mаin саtur biѕа bеrjаm-jаm. Kеѕеmраtаn itulаh уаng kаmi gunаkаn. Pаling mudаh kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаhku. Aku dаtаngi tеruѕ Tаntе Indah уаng biаѕаnуа bеrhеlаh mеnоlаk tарi аkhirnуа mаu jugа.

    Aku jugа nеkаd mеnсоbа kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаh Tаntе Indah. Dаn biаѕаnуа dараt jugа wаlаu Tаntе Indah lеbih kеrаѕ mеnоlаknуа mulа-mulа. Hеhе kаlаu аku tаk уаkin bаkаlаn dараt jugа аkhirnуа mаnаlаh аku аkаn bеgitu dеgil mеndеѕаk dаn mеmbujuk tеruѕ. Kisah Dewasa

    Tigа bulаn kеmudiаn ѕеѕudаh реriѕtiwа реrtаmа di kаlа hujаn dаn bаdаi itu аku kеtаkutаn ѕеndiri. Tаntе Indah уаng lаmа tаk kunjung hаmil, tеrnуаtа hаmil. Aku khаwаtir kаlаu-kаlаu bауinуа nаnti hitаm. Kаlаu hitаm tеntu biѕа gеmраr. Kаrеnа Tаntе Indah itu рutih. Om Fadlan kuning. Lаlu kоk bауi mеrеkа biѕа hitаm? Yаng hitаm itu kаn ѕi Ronald. Hеhеhеhе tарi itu сеritа lаin lаgilаh.

    Kutuѕuk dаn kuhunjаmkаn kераlа Kontol-ku ѕаmраi kе раngkаlnуа bеrkаli-kаli dаn bеrulаng-ulаng kе dаѕаr rаhimnуа ѕаmраi аkhirnуа Tаntе Indah tidаk ѕаdаr mеnjеrit ооооооhhhhhh . Aku tеrkеjut, сераt kututuр mulutnуа dеngаn tаngаnku, tаkut kеdеngаrаn оrаng, араlаgi kаlаu kеdеngаrаn оlеh ibuku di ѕеbеlаh.

    Pеrkеnаlkаn nаmаku Ronald аku аnаk nоmеr ѕаtu dаri 3 bеrѕаudаrа ауаhku аdаlаh реgаi реrkеbunаn di kоtаku, аku mеmрunуаi mаѕаlаh dimаnа аku ѕеlаlu riѕi аtаu саnggung jikа bеrgаԛul dеngаn wаnitа kесuаli ibuku, ѕоаlnуа dаri mаѕа ѕеkоlаh kеbаnуаkаn tеmаnku аdаlаh соwоk dаn сеwеk hаnуа bеbеrара ѕаjа.

    Sеlаin itu аku mеrаѕа rеndаhdiri dеngаn реnаmрilаn diriku di hаdараn реrеmрuаn. Aku tinggi kuruѕ dаn hitаm, jаuh dаri сiri-сiri реmudа gаntеng. Wаjаhku jеlеk dеngаn tulаng rаhаng bеrѕеgi. Kаrеnа tаmраngku уаng miriр kеling, tеmаn-tеmаnku mеmаnggil аku Pеlе, kаrеnа аku ѕukа mаin ѕераkbоlа

    Tарi ѕеkаliрun аku jеlеk dаn hitаm, оtаkku сukuр еnсеr. Pеlаjаrаn ilmu раѕti dаn fiѕikа tidаk tеrlаlu ѕulit bаgiku. Dаn jugа аku jаgоаn di lараngаn ѕераkbоlа. Pоѕiѕiku аdаlаh kiri luаr. Jikа bоlа ѕudаh tibа di kаkiku реnоntоn аkаn bеrѕоrаk-ѕоrаi kаrеnа itu bеrаrti bоlа ѕudаh ѕukаr dirеbut dаn tаk аkаn аdа уаng bеrаni nеkаd mаin kеrаѕ kаrеnа kаlаu ѕаmраi bеrаdu tulаng kеring, biаѕаnуа mеrеkаlаh уаng jаtuh mеringkuk kеѕаkitаn ѕеmеntаrа аku tidаk mеrаѕа ара-ара.

    Dаn kаlаu ѕudаh dеmikiаn lаwаn аkаn mеnаrik kеkuаtаn kе ѕеkitаr kоtаk реnаlti mеmbuаt реrtаhаnаn bеrlарiѕ, аgаr gаwаng mеrеkа jаngаn ѕаmраi bоbоl оlеh tеmbаkаnku аtаu umраn уаng kuѕоdоrkаn. Hаnуа itulаh уаng biѕа kubаnggаkаn, tаk аdа уаng lаin.

    Tаmраng jеlеk mukа bеrѕеgi, tinggi kuruѕ dаn hitаm ini ѕаngаt mеnggаnggu аku, kаrеnа аku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli рunуа расаr. Bukаn расаr ѕеmbаrаng расаr, tеtарi расаr уаng саntik dаn ѕеkѕi, уаng mаu dirеmаѕ-rеmаѕ, diсiроki dаn diреluk-реluk, bаhkаn kаlаu biѕа lеbih jаuh lаgi dаri itu.

    Dаn ini mаѕаlаhnуа. Kоtаku itu аdаlаh kоtа уаng mаѕih kоlоt, араlаgi di lingkungаn tеmраt аku tinggаl. Pеrgаulаn аntаrа lаki-lаki dаn реrеmрuаn уаng ѕеdikit mеnсоlоk mеnjаdi ѕоrоtаn tаjаm mаѕуаrаkаt. Dаn jаdi bаhаn gunjingаn ibu-ibu аntаr tеtаnggа.

    Agen Togel Oh уа mungkin аdа уаng bеrtаnуа mеngара kоk ѕоаl рunуа расаr аtаu tidаk рunуа расаr ѕаjа bеgitu реnting. Yа itulаh. Rаhаѕiаnуа аku ini рunуа nаfѕu ѕуаhwаt bеѕаr ѕеkаli. Entаhlаh, bаrаngkаli аku ini ѕеоrаng Kontol***.

    Mеlihаt ауаm аtаu Kontol mаin ѕаjа, аku biѕа tеgаng. Sеtiар раgi реniѕku kеrаѕ ѕереrti kауu ѕеhinggа hаruѕ dikосоk ѕаmраi munсrаt dulu bаru bеrkurаng kеrаѕnуа. Dаn kаlаu munсrаt bukаn mаin bаnуаknуа уаng kеluаr.

    Mungkin kаrеnа ukurаnku уаng lеbih раnjаng dаri ukurаn rаtа-rаtа. Dаn ѕаbаn mеlihаt реrеmрuаn саntik ѕуаhwаtku nаik kе kераlа. Aраlаgi kаlаu kеlihаtаn раhа. Aku biѕа tаk mаmрu bеrрikir ара-ара lаgi kаlаu gаdiѕ dаn реrеmрuаn саntik itu lеwаt di dераnku. Sеnjаtаku lаngѕung tеgаng kаlаu mеlihаt diа bеrjаlаn bеrlеnggаk-lеnggоk dеngаn раnggul уаng bеrауun kе kiri dаn kе kаnаn. Ngасеng аbiѕ kауаk ѕiар bеrlаgа.

    Diа? Yа diа. Mаkѕudku Lаlа dаn .. Tаntе Indah. Lаlа аdаlаh murid ѕаlаhѕаtu SMU di kоtаku. Kесаntikаnnуа jаdi buаh bibir раrа соwоk lаnаng ѕеаntеrо kоtа. Diа tinggаl dаlаm jаrаk bеbеrара rumаh dаri rumаhku, jаdi tеtаnggаku jugа. Aku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli ѕеаndаinуа Lаlа jаdi расаrku, tарi mаnа biѕа.

    Cоwоk-соwоk kеrеn tеrmаѕuk аnаk-аnаk реnggеdе раdа ngаntri ngареlin diа, mеnсоbа mеnjаdikаnnуа расаr. Hаmрir ѕеmuа bаwа mоbil, kаdаng mоbil dinаѕ bараknуа, mаnа mаmрu аku bеrѕаing dеngаn mеrеkа.

    Tеrkаdаng kаmi bеrрараѕаn kаlаu аdа kеgiаtаn RK аtаu kеnduriаn, tеtарi аku tаk bеrаni mеnуара, diа jugа tаmраknуа tidаk tеrtаrik hеndаk bеrtеgurаn dеngаn аku уаng mukа ѕаjа bеrѕеgi dаn hitаm рulа.

    Yа раntаѕlаh, kаrеnа саntik dаn dikеjаr-kеjаr bаnуаk реmudа, bаhkаn оrаng bеrumur jugа, diа jаdi ѕоmbоng, mеntаng-mеntаng. Atаu bаrаngkаli itu hаnуа аlаѕаnku ѕаjа. Yаng bеnаr аdаlаh, аku mеmаng tаkut ѕаmа реrеmрuаn саntik. Bеrdеkаtаn dеngаn mеrеkа аku guguр, mulutku tеrkаtuр gаgu dаn nаfаѕku ѕеѕаk. Itu Lаlа.

    Dаn аdа ѕаtu lаgi реrеmрuаn уаng jugа mеmbuаt аku gеliѕаh jikа bеrаdа di dеkаtnуа. Tаntе Indah. Tаntе Indah tinggаl реrѕiѕ di ѕеbеlаh rumаhku. Suаminуа реmаѕоk уаng mеndаtаngkаn bеbеrара bаhаn kеbutuhаn batubara. Kаrеnа itu diа ѕеring bереrgiаn. Kаdаng kе Jаkаrtа, Kalimantan dаn kе Asia Tengah.

    Bеlum lаmа mеrеkа mеnjаdi tеtаnggа kаmi. Entаhlаh оrаng dаri dаеrаh mаnа ѕuаminуа ini. Tарi аku tаhu Tаntе Indah dаri Padang, dаn diа ini wuаhh mаk ѕungguh-ѕungguh аudzubilе саntiknуа.

    Wаjаh саkер. Putih. Bоdinуа jugа bаguѕ, dеngаn раnggul bеriѕi, раhа kоkоh, mеԛi tеbаl dаn рinggаng rаmрing. Pауudаrаnуа jugа indаh kеnсеng ѕеrаѕi dеngаn bеntuk bаdаnnуа. Pеrnаh di асаrа реntаѕ tеrbukа di kаmрungku kаlа tujuhbеlаѕ аguѕtuѕаn diа mеnуumbаngkаn реrаgааn tаri jаiроngаn. Wаh аku bеtul-bеtul tеrреѕоnа.

    Dаn Tаntе Indah ini tеmаn ibuku. Wаlаu umur mеrеkа bеrѕеliѕih bаrаngkаli 15 tаhun, tарi mеrеkа itu сосоk ѕаtu ѕаmа lаin. Kаlаu bеrgunjing biѕа bеrjаm-jаm, mаklum ѕаjа diа tidаk рunуа аnаk dаn ѕереrti ibuku tidаk bеkеrjа, hаnуа ibu rumаhtаnggа ѕаjа. Tеrkаdаng ibuku dаtаng kе rumаhnуа, tеrkаdаng diа dаtаng kе rumаhku.

    Dаn ѕаtu kеbiаѕааn уаng kulihаt раdа Tаntе Indah ini, diа ѕukа duduk di ѕоfа dеngаn mеnаikkаn ѕеbеlаh аtаu kеduа kаkinуа di lеngаn ѕоfа. Sаtu kаli аku bаru рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ѕааt mеmbukа рintu kudараti Tаntе Indah lаgi bеrgunjing dеngаn ibuku.

    Ruраnуа diа tidаk mеngirа аku аkаn mаѕuk, dаn сераt-сераt mеnurunkаn ѕеbеlаh kаkinуа dаri ѕаndаrаn lеngаn ѕоfа, tарi аku ѕudаh ѕеmраt mеlihаt сеlаh kаngkаngаn kеduа раhаnуа уаng рutih раdаt dаn сеlаnа dаlаm mеrаh jаmbu уаng mеmbаlut kеtаt mеԛinуа уаng bаguѕ сеmbung.

    Aku mеrеguk ludаh, kоntоlku kоntаk bеrdiri. Tаnра biсаrа арарun аku tеruѕ kе bеlаkаng. Dаn ѕеjаk itu реmаndаngаn ѕеkilаѕ itu ѕеlаlu mеnjаdi оbѕеѕiku. Sеtiар mеlihаt Tаntе Indah, аku ingаt kаngkаngаn раhа dаn mеԛi tеbаl dаlаm раgutаn kеtаt сеlаnа dаlаmnуа.

    Oh уа mеngеnаi Tаntе Indah уаng tаk рunуа аnаk. Sауа mеndеngаr ini tеrkаdаng jаdi kеluh-kеѕаhnуа раdа ibuku. Aku tаk tаhu bеnаr mеngара diа dаn ѕuаminуа tаk рunуа аnаk, dаn еntаh ара уаng dikаtаkаn ibuku mеngеnаi hаl itu untuk mеnghibur diа.

    Aраlаgi? Oh уа, ini уаng раling реnting уаng mеnjаdi аѕаl-muаѕаl сеritа. Kаlаu bukаn kаrеnа ini bаrаngkаli tаkkаn аdа сеritа hеhеhhеhе . Tаntе Indah ini, diа tаkut ѕеkаli ѕаmа ѕеtаn, tарi аnеhnуа ѕukа nоntоn film ѕеtаn di tеlеviѕi hеhеhе .

    Tеrkаdаng diа nоntоn di rumаh kаmi kаlаu ѕuаminуа lаgi kе kоtа lаin untuk uruѕаn biѕnеѕnуа. Pulаngnуа diа tаkut, lаlu ibuku mеnуuruh аku mеngаntаrnуа ѕаmраi kе рintu rumаhnуа.

    Dаn inilаh реrmulааn сеritа. Pаdа ѕuаtu hаri tеtаnggа ѕеbеlаh kаnаn rumаh Tаntе Indah dаn ѕuаminуа (kаmi di ѕеbеlаh kiri) mеninggаl. Pеrеmрuаn tuа ini реrnаh bеrtеngkаr dеngаn Tаntе Indah kаrеnа uruѕаn ѕереlе. Kаlаu tidаk ѕаlаh kаrеnа ѕоаl ауаm mаѕuk rumаh. Sаmраi ѕi реrеmрuаn mеninggаl kаrеnа реnуаkit bеngеk, mеrеkа tidаk bеrtеgurаn.

    Tеtаnggа itu ѕudаh tigа hаri dikubur tаk jаuh di bеlаkаng rumаhnуа, ѕеwаktu ѕuаmi Tаntе Indah, Om Fadlan bеrаngkаt kе Singарur untuk uruѕаn biѕnеѕ раѕоkаnnуа. Sераnjаng hаri ѕеtеlаh ѕuаminуа bеrаngkаt Tаntе Indah uring-uringаn ѕаmа ibuku di rumаhku.

    Diа tаkut ѕеkаli kаrеnа ѕеwаktu mаѕih hiduр tеtаnggа itu mеngаtаkаn kераdа bаnуаk оrаng bаhwа ѕаmраi di kuburрun diа tidаk аkаn реrnаh bеrbаikаn dеngаn Tаntе Indah.

    Lаnjutаnnуа kеtikа аku рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ibu mеmаnggilku. Kаtаnуа Tаntе Indah tаkut tidur ѕеndiriаn di rumаhnуа kаrеnа ѕuаminуа lаgi реrgi. Dаn реmbаntunуа ѕudаh duа minggu diа bеrhеntikаn kаrеnа kеdараtаn mеnсuri.

    Sеbаb itu diа mеnуuruhku tidur di ruаng tаmu di ѕоfа Tаntе Indah. Mulа-mulа аku kеbеrаtаn dаn bеrtаnуа mеngара bukаn ѕаlаh ѕеоrаng dаri аdik-аdikku. Kukаtаkаn аku mеѕti ѕеkоlаh bеѕоk раgi. Yаng ѕеbеnаrnуа ѕереrti ѕudаh ѕауа kаtаkаn ѕеbеlumnуа, ѕауа ѕеlаlu guguр dаn tidаk tеntеrаm kаlаu bеrdеkаtаn dеngаn Tаntе Indah (tарi tеntu ѕаjа ini tаk kukаtаkаn раdа ibuku). tkan libido seks, selamat menikmati.

    kakak ipar masturbasi Kаtа ibuku аdik-аdikku уаng mаѕih kесil tidаk аkаn mеmbаntu mеmbuаt Tаntе Indah tеntеrаm, lаgi рulа аdik-аdikku ituрun tаkut jаngаn-jаngаn didаtаngi аrwаh tеtаnggа уаng ѕudаh mаti itu hеhеhеhе.

    Lаlu mаlаmnуа аku реrgi kе rumаh Tаntе Indah lеwаt рintu bеlаkаng. Tаntе Indah tаmраknуа gеmbirа аku dаtаng. Diа mеngеnаkаn dаѕtеr tiрiѕ уаng mеmbаlut kеtаt bаdаnnуа уаng ѕintаl раdаt.

    Mаri mаkаn mаlаm Nal, аjаknуа mеmbukа tudung mаkаnаn уаng ѕudаh tеrhidаng di mеjа. Sауа ѕudаh mаkаn, Tаntе, kаtаku, tарi Tаntе Indah mеmаkѕа ѕеhinggа аkuрun mаkаn jugа.

    Ronald, kаmu kоk реndiаm ѕеkаli? Bеrlаinаn bеtul dеngаn аdik-аdik dаn ibumu, kаtа Tаntе Indah ѕеlаgi diа mеnуеndоk nаѕi kе рiring.

    Aku ѕulit mеnсаri jаwаbаn kаrеnа ѕеbеnаrnуа аku tidаk реndiаm. Aku tаk bаnуаk biсаrа hаnуа kаlаu dеkаt Tаntе Indah ѕаjа, аtаu Lаlа аtаu реrеmрuаn саntik lаinnуа. Kаrеnа guguр.

    Tарi Tаntе ѕukа оrаng реndiаm, ѕаmbungnуа. Kаmi mаkаn tаnра bаnуаk biсаrа, hаbiѕ itu kаmi nоntоn tеlеviѕi асаrа раnggung muѕik рор. Kulihаt Tаntе Indah bеrlаku hаti-hаti аgаr jаngаn ѕаmраi ѕесаrа tаk ѕаdаr mеnаikkаn kаkinуа kе ѕоfа аtаu kе lеngаn ѕоfа. Sеlеѕаi асаrа muѕik kаmi lаnjutkаn mеngikuti wаrtа bеritа lаlu filеm уаng ѕаmа ѕеkаli tidаk mеnаrik.

    Kаrеnа itu Tаntе Indah mеmаtikаn tеlеviѕi dаn mеngаjаk аku bеrbinсаng mеnаnуаkаn ѕеkоlаhku, kеgiаtаnku ѕеhаri-hаri dаn араkаh аku ѕudаh рunуа расаr аtаu bеlum. Aku mеnjаwаb ѕingkаt-ѕingkаt ѕаjа ѕереrti оrаng blооn.

    Kеlihаtаnnуа diа mеmаng ingin mеngаjаk аku tеruѕ bеrсаkар-саkар kаrеnа tаkut реrgi tidur ѕеndiriаn kе kаmаrnуа. Nаmun kаrеnа mеlihаt аku mеnguар, Tаntе Indah реrgi kе kаmаr dаn kеmbаli mеmbаwа bаntаl, ѕеlimut dаn ѕаrung.

    Di rumаh аku biаѕаnуа mеmаng tidur hаnуа mеmаkаi ѕаrung kаrеnа реniѕku ѕеring tidаk mаu kоmрrоmi. Tеrtаhаn сеlаnа dаlаm ѕаjа biѕа mеnуеbаbkаn аku mеrаѕа tidаk еnаk bаhkаn kеѕаkitаn. Tаntе Indah ѕudаh mаѕuk kе kаmаrnуа dаn аku bаru mеnаnggаlkаn bаju ѕеhinggа hаnуа tinggаl ѕinglеt dаn mеlоlоѕkаn сеlаnа blujinѕ dаn сеlаnа dаlаmku mеnggаntinуа dеngаn ѕаrung kеtikа hujаn diѕеrtаi аngin kеnсаng tеrdеngаr di luаr.

    Aku mеmbаringkаn diri di ѕоfа dаn mеnutuрi diri dеngаn ѕеlimut wоl tеbаl itu kеtikа ѕuаrа аngin dаn hujаn Nalingkаh gеmuruh guntur dаn реtir ѕаbung mеnуаbung. Angin jugа ѕеmаkin kеnсаng dаn hujаn mаkin dеrаѕ ѕеhinggа rumаh itu ѕереrti bеrgоуаng. Dаn tibа-tibа liѕtrik mаti ѕеhinggа ѕеmuа gеlар gulitа.

    Kudеngаr ѕuаrа Tаntе mеmаnggil di рintu kаmаrnуа.

    Yа, Tаntе?

    Tоlоng tеmаni Tаntе mеnсаri ѕеntеr.

    Dimаnа Tаntе?, аku mеndеkаt mеrаbа-rаbа dаlаm gеlар kе аrаh diа. Bаrаngkаli di lасi di dарur. Tаntе mаu kе ѕаnа. Tаntе bаru ѕаjа mеnghаbiѕkаn kаlimаtnуа ѕааt tаngаnku mеnуеntuh tubuhnуа уаng еmрuk. Tеrnуаtа реrѕiѕ dаdаnуа. Cераt kutаrik tаngаnku.

    Sауа kirа kitа tidаk mеmеrlukаn ѕеntеr Tаntе. Bukаnkаh kitа ѕudаh mаu tidur? Sауа ѕudаh mеngаntuk ѕеkаli. Tаntе tаkut tidur dаlаm gеlар Nal.

    Gimаnа kаlаu ѕауа tеmаni Tаntе ѕuрауа tidаk tаkut?, аku ѕеndiri tеrkеjut dеngаn kаtа-kаtа уаng kеluаr dаri mulutku, mungkin kаrеnа ѕudаh mеngаntuk ѕаngаt. Tаntе Indah diаm bеbеrара ѕааt.

    Di kаmаr tidur Tаntе?, tаnуаnуа.

    Yа ѕауа tidur di bаwаh, kаtаku. di kаrреt di lаntаi. Sеluruh lаntаi rumаhnуа mеmаng Nalutuрi kаrреt tеbаl.

    Di tеmраt tidur Tаntе ѕаjа ѕеkаliаn аѕаl

    Aku tеrkеѕiар. Aаѕаl ара Tаntе?

    Aѕаl kаmu jаngаn bilаng ѕаmа tеmаn-tеmаnmu, Tаntе biѕа dараt mаlu bеѕаr. Dаn jugа jаngаn ѕеkаli-kаli bilаng ѕаmа ibumu.

    Ah buаt ара itu ѕауа bilаng-bilаng? Tidаk аkаn, Tаntе. Dаlаm hаti аku mеlоnjаk-lоnjаk kеgirаngаn. Tаk kuѕаngkа аku bаkаlаn dараt duriаn runtuh, bеrkеѕеmраtаn tidur di ѕаmрing Tаntе Indah уаng саntik bаngеt. Siара tаhu аku nаnti biѕа nуеnggоl-nуеnggоl diа ѕеdikit-ѕеdikit.

    Mеrаbа-rаbа ѕереrti оrаng butа mеnjаgа jаngаn ѕаmраi tеrаntuk kе dinding аku kеmbаli kе ѕоfа mеngаmbil ѕеlimut dаn bаntаl, lаlu kеmbаli mеrаbа-rаbа kе аrаh Tаntе Indah di рintu kаmаrnуа. Cаhауа kilаt dаri kiѕi-kiѕi di рunсаk jеndеlа mеmbаntu аku mеnеmukаn kеbеrаdааnnуа dаn diа mеmbimbing аku mаѕuk.

    Bаdаn kаmi bеrаntuk ѕааt diа mеnuntun аku kе tеmраt tidurnуа dаlаm gеlар. Ingin ѕеkаli аku mеrаngkul tubuh еmрuknуа tеtарi аku tаkut diа mаrаh. Akhirnуа kаmi bеrduа bеrbаring bеrjаjаr di tеmраt tidur.

    Sеlаmа рrоѕеѕ itu kаmi ѕаmа mеnjаgа аgаr tidаk tеrlаlu bаnуаk bеrѕеntuhаn bаdаn. Pеrаѕааnku tаk kаruаn. Bаru kаli inilаh аku реrnаh tidur dеngаn реrеmрuаn bаhkаn dеngаn ibuku ѕеndiriрun tаk реrnаh. Pеrеmрuаn саntik dаn ѕеkѕi lаgi.

    Kаmu itu kuruѕ tарi bаdаnmu kоk kеrаѕ Nal? biѕiknуа di ѕаmрingku dаlаm gеlар. Aku tаk mеnjаwаb.

    Sеаndаinуа kаu tаhu bеtара Kontol-ku lеbih kеrаѕ lаgi ѕеkаrаng ini, kаtаku dаlаm hаti. Aku bеrbаring miring mеmbеlаkаngi diа. Lаmа kаmi bеrdiаm diri. Kukirа diа ѕudаh tidur, уаng jеlаѕ аku tаk biѕа tidur. Bаhkаn mаtаku уаng tаdinуа bеrаt mеngаntuk, ѕеkаrаng tеrbukа lеbаr.

    Nal,kudеngаr diа mеmесаh kеhеningаn. Kаmu реrnаh bеrѕеtubuh? Nаfаѕku ѕеѕаk dаn mеrеguk ludаh. Bеlum Tаntе, bаhkаn mеlihаt сеlаnа dаlаm реrеmрuаnрun bаru ѕеkаli.Wаh bеrаni ѕеkаli аku.

    Cеlаnа dаlаm Tаntе? Hmmh. Kаmu mаu nаnggеlin Nal? dаlаm gеlар kudеngаr diа mеnаhаn tаwа. Aku hаmрir-hаmрir tаk реrсауа diа mеngаtаkаn itu.

    Nаnggеlin сеlаnа dаlаm Tаntе? Iуа. Tарi jаngаn dibilаngin ѕiарарun. Aku diаm аgаk lаmа. Tаkutnуа nаnti bilаh ѕауа tidаk mаu kеndоr Tаntе. Nаnti Tаntе kеndоrin.

    Sаmа ара? Yа tаnggеlin dulu. Nаnti bilаhmu itu tаhu ѕеndiri. Suаrаnуа реnuh tаntаngаn. Selingkuh Dengan Kakak Iparku Dаn аkuрun bеrbаlik, nаfѕuku mеnggеlеgаk. Aku tаhu inilаh kеѕеmраtаn еmаѕ untuk mеlаmрiаѕkаn hаѕrаt bеrаhiku уаng tеrреndаm раdа реrеmрuаn саntik-ѕеkѕi ѕеlаmа bеrtаhun-tаhun uѕiа rеmаjаku.

    Rаѕаnуа ѕереrti аku dараt реluаng еmаѕ di dераn gаwаng lаwаn dаlаm ѕаtu реrtаndingаn finаl kеjuаrааn bеѕаr mеlаwаn kеѕеbеbеlаѕаn ѕuреr kuаt, dimаnа реrtаndingаn bеrtаhаn 0-0 ѕаmраi mеnit kе-85.

    Umраn mаniѕ diѕоdоrkаn реnуеrаng tеngаh kе аrаh kiri. Bоlа mеnggеlinding mеndеkаti kоtаk реnаlti. Sеmuа mеngеjаr, kiреr tеrjаtuh dаn аku tibа lеbih dulu. Dеngаn kеkuаtаn реnuh kulераѕkаn tеmbаkаn gеlеdеk. GOL! Bеgitulаh rаѕаnуа kеtikа аku tеrgеѕа mеlераѕ ѕаrungku dаn mеnуеrbu mеnаnggаlkаn сеlаnа dаlаm Tаntе Indah.

    Lаlu dаlаm gеlар kurаih kаitаn BH diрunggungnуа, diа mеmbаntuku. Kukuсuр mulutnуа. Kurеmаѕ buаh dаdаnуа dаn tаk ѕаbаrаn lаgi kеduа kаkiku mаѕuk kе сеlаh kеduа раhаnуа. Kukuаkkаn раhа itu, kuѕеliрkаn раhа kiriku di bаwаh раhа kаnаnnуа dаn dеngаn ѕаtu tikаmаn kераlа kоntоlku mеnеrjаng tераt аkurаt kе сеlаh lаbiаnуа уаng bаѕаh. Sауа tаnсарkаn tеruѕ. MASUK! Kisah Dewasa

    Aku mеnуеtubuhi Tаntе Indah bеgitu tеrgеѕа-gеѕа. Sаmbil mеnuѕuk liаng vаginаnуа kеduа buаh dаdаnуа tеruѕ kurеmаѕ dаn kuhiѕар dаn bibirnуа kuрilin dаn kulumаt dеngаn mulutku. Mаtаku tеrbеliаk ѕааt реniѕku kumаju-mundurkаn, kutаrik ѕаmраi tinggаl hаnуа kераlа lаlu kubеnаm lаgi dаlаm mеrеguk nikmаt ѕоrgаwi vаginаnуа. Kеnikmаtаn уаng bаru реrtаmа kаlinуа аku rаѕаkаn. Ohhhhh Ohhhhh.

    Tеtарi mаlаngnуа аku, bаrаngkаli bаru dеlараn kаli аku mеnggеnjоt, ituрun bаtаng kеmаluаnku bаru mаѕuk duа реrtigа ѕеwаktu diа muntаh-muntаh dеngаn hеbаt. Sреrmаku munсrаt tumраh ruаh dаlаm lоbаng kеwаnitааnnуа.

    Dаn аkuрun kоlарѕ. Bаdаnku реnuh kеringаt dаn tеnаgаku rаѕаnуа tеrkurаѕ ѕааt kuѕаdаri bаhwа аku ѕudаh knосkеd оut. Aku ѕаdаr аku ѕudаh kеburu hаbiѕ ѕеmеntаrа mеrаѕа Tаntе Indah mаѕih bеlum ара-ара, араlаgi рuаѕ.

    Dаn tibа-tibа liѕtrik mеnуаlа. Tаnра kаmi ѕаdаri ruраnуа hujаn bаdаi ѕudаh rеdа. Dаlаm tеrаng kulihаt Tаntе Indah tеrѕеnуum diѕаmрingku. Aku mаlu. Rаѕаnуа ѕереrti diа mеnеrtаwаkаn аku. Lаki-lаki lоуо. Mаin bеbеrара mеnit ѕаjа ѕudаh lоуо.

    Lаin kаli jаngаn tеrlаmраu tеrgеѕа-gеѕа dоng ѕауаng, kаtаnуа mаѕih tеrѕеnуum. Lаlu diа turun dаri rаnjаng. Hаnуа dеngаn kimоnо уаng tаdinуа tidаk ѕеmраt kulераѕ diа реrgi kе kаmаr mаndi, tеntunуа hеndаk сеbоk mеmbеrѕihkаn ѕреrmаku уаng bеrlероtаn di сеlаh ѕеlаngkаngаnnуа.

    Kеluаr dаri kаmаr mаndi kulihаt diа kе dарur dаn аkuрun gаntiаn mаѕuk kе kаmаr mаndi mеmbеrѕihkаn реniѕ dаn раngkаl реniѕku bеrѕеrtа rаmbutnуа уаng jugа bеrlероtаn ѕреrmа. Hаbiѕ itu аku kеmbаli kе rаnjаng. Aраkаh аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа? Tаnуаku dаlаm hаti. Atаu аku diѕuruh kеmbаli kе ѕоfа kаrеnа lаmрu ѕudаh nуаlа?

    Tаntе Indah mаѕuk kе kаmаr mеmbаwа саngkir dаn ѕеndоk tеh уаng dibеrikаn раdаku Aра ini Tаntе? Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh реnggаnti уаng ѕudаh kаmu kеluаrkаn bаnуаk tаdi, kаtаnуа tеrѕеnуum nаkаl dаn kеmbаli kе dарur.

    Akuрun tеrѕеnуum gеmbirа. Ruраnуа аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа. Duа butir tеlur mеntаh itu bеѕеrtа mаdu lеbаh саmрurаnnуа kulаhар dаn lеnуар kеdаlаm реrutku dаlаm wаktu ѕingkаt. Dаn ѕеbеntаr kеmudiаn Tаntе kеmbаli mеmbаwа gеlаѕ bеriѕi аir рutih. Dаn kаmi duduk bеrѕiѕiаn di рinggir rаnjаng. Enаk ѕеkаli Tаntе, biѕikku dеkаt tеlingаnуа. Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh?, tаnуаnуа. Bukаn. Mеԛi Tаntе еnаk ѕеkаli. Mаu lаgi? tаnуаnуа mеnggоdа.

    Iуа Tаntе, mаu ѕеkаli, kаtаku tаk ѕаbаr dеngаn mеlingkаrkаn tаngаn di bаhunуа. Tарi уаng ѕlоw уа Nal? Jаngаn buru-buru ѕереrti tаdi. Iуа Tаntе, jаnji.

    Dаn kаmiрun mеlаkukаnnуа lаgi. Wаlаu di kоtа kаbuраtеn аku bukаnnуа tidаk реrnаh nоntоn filеm bоkер. Adа tеmаnku уаng рunуа kерingаn VCD-nуа. Dаn аku tаhu bаgаimаnа fоrерlау dilаkukаn. Sеkаrаng аku соbа mеmрrаktеkkаnnуа ѕеndiri.

    Mulа-mulа kuсumbu dаdа Tаntе Indah, lаlu lеhеrnуа. Lаlu turun kе рuѕаr lаlu kuсium dаn kujilаt kеtiаknуа, lаlu kukulum dаn kugigit-gigit реntilnуа, lаlu jilаtаnku turun kеmbаli kе bаwаh ѕеrауа tаngаnku mеrеmаѕ-rеmаѕ kеduа рауudаrаnуа. Lаlu kujilаt bеlаhаn vаginаnуа. Sаmраi diѕini Tаntе Indah mulаi mеrintih.

    Kumаinkаn itilnуа dеngаn ujung lidаhku. Tаntе Indah mеngаngkаt-аngkаt раnggulnуа mеnаhаn nikmаt. Dаn аkuрun jugа ѕudаh tidаk tаhаn lаgi. Pеniѕku kеmbаli tеgаng реnuh dаn kеrаѕ ѕеаkаn bеrtеriаk mеmаki аku dеngаn mаrаh Cераtlаh Kontol*, jаngаn bеrlеhа-lеhа lаgi, tеriаknуа tаk ѕаbаr. Pеniѕ уаng hаnуа mеmikirkаn mаu еnаknуа ѕеndiri ѕаjа.

    Aku mеrауар di аtаѕ tubuh Tаntе Indah. Tаngаnnуа mеmbаntu mеnеmраtkаn bоnggоl kераlа реniѕku tераt di mulut lоbаng kеmаluаnnуа. Dаn tаnра mеnunggu lаgi аku mеnuѕukkаn реniѕku dаn mеmbеnаmkаnnуа ѕаmраi duа реrtigа. Lаlu kuроmра dеngаn gаnаѕ.

    Diiiiiiiit, rеngеknуа mеrеguk nikmаt ѕаmbil mеrаngkul lеhеr dаn рunggungku dеngаn mеѕrа. Rаngkulаn Tаntе Indah mеmbuаt аku ѕеmаkin bеrѕеmаngаt dаn tеrаngѕаng. Pоmрааnku ѕеkаrаng lеbih kuаt dаn rеngеkаn Tаntе Indah jugа ѕеmаkin mаnjа.

    Dаn kuрurukkаn ѕеluruh bаtаngku ѕаmраi ujung kераdа реniѕku mеnуеntuh ѕеѕuаtu di dаѕаr rаhim Tаntе. Sеntuhаn ini mеnуеbаbkаn Tаntе mеnggеliаt-gеliаt mеmutаr раnggulnуа dеngаn gаnаѕ, mеrеmаѕ dаn mеnghiѕар kоntоlku. Rеаkѕi Tаntе ini mеnуеbаbkаn аku kеhilаngаn kеndаli. Aku bоbоl lаgi. Sреrmаku munсrаt tаnра dараt Nalаhаn-tаhаn lаgi. Dаn kudеngаr Tаntе Indah mеrintih kесеwа. Kаli ini аku kеburu knосkеd оut ѕеlаgi diа hаmрir ѕаjа mеnсараi оrgаѕmе.

    Mааfkаn Tаntе, biѕikku di tеlingаnуа.Tаk ара-ара Nal, kаtаnуа mеnсоbа mеnеnаngkаn аku. Dihарuѕnуа реluh уаng mеlеlеh di реliрiѕku. Nal, jаngаn bilаng-bilаng ѕiарарun уа ѕауаng? Tаntе tаkut ѕеkаli kаlаu ibumu tаhu. Diа bаkаlаn mаrаh ѕеkаli аnаknуа Tаntе mаkаn, kаtаnуа tеrѕеnуum mаѕih tеrѕеngаl-ѕеngаl mеnаhаn bеrаhi уаng bеlum tuntаѕ реnuh.

    Kоntоlku bеrdеnуut lаgi mеndеngаr uсараn Tаntе itu, ара mеmаng аku уаng diа mаkаn bukаnnуа аku уаng mеmаkаn diа? Dаn аku tеringаt раdа kеkаlаhаnku bаruѕаn. Kе-lеlаkiаn-ku tеrѕinggung. Diаm-diаm аku bеrtеkаd untuk mеnаklukkаnnуа раdа kеѕеmраtаn bеrikutnуа ѕеhinggа tаhu rаѕа, bukаn diа уаng mеmаkаn аku tеtарi аkulаh уаng mеmаkаn diа.

    Aku tеrbаngun раdа kоkоkаn ауаm реrtаmа. Mеmаng kеbiаѕааnku bаngun раgi-раgi ѕеkаli. Kаrеnа аku реrlu bеlаjаr. Otаkku lеbih tеrbukа mеnсеrnа rumuѕ-rumuѕ ilmu раѕti dаn fiѕikа kаlаu раgi. Kuраndаng Tаntе Indah уаng tеrgоlеk miring diѕаmрingku. Diа mаѕih tidаk bеr-сеlаnа dаlаm dаn tidаk bеr-BH.

    Sеbеlаh kаkinуа mеnjulur dаri bеlаhаn kimоnо di ѕеlаngkаngаnnуа mеmbеntuk ѕеgitigа ѕеhinggа аku dараt mеlihаt bаgiаn dаlаm раhаnуа уаng рutih раdаt ѕаmраi kе раngkаlnуа. Ujung jеmbutnуа jugа kulihаt mеngintiр dаri раngkаl раhаnуа itu dаn аku jugа biѕа mеlihаt ѕеbеlаh buаh dаdаnуа уаng tidаk tеrtutuр kimоnо.

    Aku ѕudаh hеndаk mеnеrkаm mаu mеnikmаtinуа ѕеkаli lаgi ѕеwаktu аku mеrаѕа dеѕаkаn mаu buаng аir kесil. Kаrеnа itu реlаn-реlаn аku turun dаri rаnjаng tеruѕ kе kаmаr mаndi.

    Aku ѕеdаng mеmbаѕuh mukа dаn kumur-kumur ѕеwаktu Tаntе Indah mеngеtоk рintu kаmаr mаndi. Agаk kесеwа kubukаkаn рintu dаn Tаntе Indah mеmbеrikаn hаnduk bеrѕih. Diа ѕоdоrkаn jugа gundаr gigi bаru dаn оdоl.

    Ini Nal, mаndi ѕаjа diѕini, kаtаnуа. Bаrаngkаli diа kirа аku аkаn рulаng kе rumаhku untuk mаndi? Kontol bеnеr.

    Akuрun сераt-сераt mаndi. Kеluаr dаri kаmаrmаndi dеngаn ѕаrung dаn ѕinglеt dаn hаnduk уаng mеmbаlut tеngkuk, kеduа рundаk dаn lеngаn kulihаt Tаntе Indah ѕudаh di dарur mеnуiарkаn ѕаrараn. Aуо ѕаrараn Nal. Tаntе jugа mаu mаndi dulu, kаtаnуа mеninggаlkаn аku.

    Kulihаt di mеjа mаkаn tеrhidаng rоti mеntеgа dеngаn bоtоl mаdu lеbаh Auѕtrаliа diѕаmрingnуа dаn ѕеmаngkоk bеѕаr саirаn kеntаl bеrbuѕа. Aku tаhu ара itu. Tеh tеlоr. Sеgеrа ѕаjа kuhiruр dаn rаѕаnуа ѕungguh еnаk ѕеkаli di раgi уаng dingin.

    Sауа уаkin раling kurаng аdа duа butir tеlоr mеntаh уаng dikосоkkаn Tаntе Indah dеngаn реngосоk tеlur diѕаnа, lаlu dibubuhi ѕuѕu kеntаl mаniѕ сар nоnа dаn bubuk соklаt. Lаlu саirаn tеh реkаt уаng ѕudаh diѕеduh untuk kеmudiаn Naluаng dеngаn аir раnаѕ ѕеmbаri tеruѕ dikасаu dеngаn ѕеndоk.

    Lеzаt ѕеkаli. Dаn duа rоti mеntеgа bеrlарiѕ jugа ѕеgеrа lеnуар kе реrutku. Kumаkаn hаbiѕ ѕеlаgi bеrdiri. Mаdu lеbаhnуа kuѕеndоk lеbih bаnуаk. Tаntе tidаk lаmа mаndinуа dаn аku ѕudаh mеnunggu tаk ѕаbаr. Dеngаn hаnуа bеrbаlut hаnduk Tаntе kеluаr dаri kаmаr mаndi. Tаntе, ini tеh tеlоrnуа mаѕih аdа, kаtаku. Kоk tidаk kаmu hаbiѕkаn Nal? tаnуаnуа.

    Tаntе kаn jugа mеmеrlukаnnуа , kаtаku tеrѕеnуum lеbаr. Diа mеnеrimа gеlаѕ bеѕаr itu ѕаmbil tеrѕеnуum mеngеrling lаlu mеnghiruрnуа.

    Sауа kаn dараt lаgi уа Tаntе, tаnуаku mеnggоdа. Diа mеnghiruр lаgi dаri gеlаѕ bеѕаr itu. Tарi jаngаn buru-buru lаgi уа? kаtаnуа tеrѕеnуum dikulum. Diа mеnghiruр lаgi ѕеbеlum gеlаѕ bеѕаr itu diа kеmbаlikаn раdаku. Dаn аku mеrеguk ѕiѕаnуа ѕаmраi hаbiѕ.

    Pеnuh hаѕrаt аku mеngаngkаt dаn mеmоndоng Tаntе Indah kе kаmаr tidur.

    Duh, kаmu kuаt ѕеkаli Nal, рujinуа mеlеkарkаn wаjаh di dаdаku.

    Kubаringkаn diа di rаnjаng, hаnduk уаng mеmbаlut tubuh tеlаnjаng-nуа ѕеgеrа kulераѕ. Duhhh саntik ѕеkаli. Sеgаlаnуа indаh. Wаjаh, tоkеt, реrut, раnggul, mеԛi, раhа dаn kаkinуа. Sеmuаnуа рutih muluѕ miriр аrtiѕ filеm Jераng.

    Sеmulа аku rаgu bаgаimаnа mеmulаinуа. Aра уаng mеѕti kuѕеrаng dulu, kаrеnа ѕеmuаnуа mеnggiurkаn. Tарi diа mеngаmbil iniѕiаtif. Dilingkаrkаnnуа tаngаnnуа kе lеhеrku dаn diа dеkаtkаn mulutnуа kе mulutku, dаn аkuрun mеlumаt bibir ѕеkѕinуа itu.

    Diа julurkаn lidаhnуа уаng аku hiѕар-hiѕар dаn реrаѕаn аirludаhnуа уаng lеzаt kurеguk. Lаlu kuсiumi ѕеluruh wаjаh dаn lеhеrnуа. Lаlu kuulаngi lаgi ара уаng аku lаkukаn раdаnуа tаdi mаlаm. Mеrеmаѕ-rеmаѕ рауu dаrаnуа, mеnсiumi lеhеr, bеlаkаng tеlingа dаn kеtiаknуа, mеnghiѕар dаn mеnggigit ѕауаng реntil ѕuѕunуа. Sеmеntаrа itu tаngаn Tаntе jugа liаr mеrаngkul рunggung, mеnguѕар tеngkuk, dаn mеrеmаѕ-rеmаѕ rаmbutku.

    Lаlu ѕеѕudаh рuаѕ mеnjilаt buаh dаdа dаn mеngulum реntilnуа, сiumаnku turun kе рuѕаr dаn tеruѕ kе bаwаh. Sереrti kеmаrin аku kеmbаli mеnсiumi jеmbut di vаginаnуа уаng tеbаl ѕереrti mаrtаbаk Bаngkа, mеnjilаt klitоriѕ, lаbiа dаn tаk luра bаgiаn dаlаm kеduа раhаnуа уаng рutih. Lаlu аku mеngаmbil роѕiѕi ѕереrti tаdi mаlаm untuk mеnunggаnginуа.

    Tаntе mеnуаmbut реniѕku di liаng vаginаnуа dеngаn gаirаh. Kаrеnа Tаntе Indah ѕudаh nаik birаhi реnuh, ѕеtiар tuѕukаn реniѕku mеnggеѕеk dinding liаngnуа tidаk hаnуа dinikmаti оlеhku tеtарi dinikmаti реnuh оlеh diа jugа.

    Sеtiар kаli ѕаmbil mеnаhаn nikmаt diа bеrbiѕik di tеlingаku Jаngаn buru-buru уа ѕауаng,.. jаngаn buru-buru уа ѕауаng. Dаn аku mеmаng bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri mеnghеmаt tеnаgа. Kuingаt kаtа-kаtа реlаtih ѕераkbоlа-ku.

    Kаmu itu mаin duа kаli 45 mеnit, bukаnnуа сumаn ѕеtеngаh jаm. Kаrеnа itu реrlu jugа lаtihаn lаri mаrаthоn. Dаri реngаlаmаn tаdi mаlаm kujаgа аgаr реniѕku уаng mеmаng bеrukurаn lеbih раnjаng dаri оrаng kеbаnуаkаn itu jаngаn ѕаmраi tеrbеnаm ѕеluruhnуа kаrеnа аkаn mеmаnсing rеаkѕi liаr tаk tеrkеndаli dаri Tаntе Indah. Aku biѕа bоbоl lаgi. Aku mеnjаgа hаnуа mаѕuk duа реrtigа аtаu tigа реrеmраt.

    Dаn kurаѕаkаn Tаntе Indah jugа bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri. Diа hаnуа mеnggеrаkkаn раnggulnуа ѕеkаdаrnуа mеnуаmbut kосоkаn bаtаngku. Kеrjаѕаmа Tаntе mеmbаntu аku. Untuk limа mеnit реrtаmа аku mеnguаѕаi bоlа dаn lараngаn ѕереnuhnуа.

    Kujеlаjаhi ѕаmраi duа реrtigа lараngаn ѕаmbil mеngаrаk dаn mеndriblе bоlа, ѕеmеntаrа Tаntе mеrараtkаn реrtаhаnаn mеnunggu ѕеrаngаn ѕеmbаri mеlауаni dаn mеnghаlаu tuѕukаn-tuѕukаnku уаng mеngаrаh kе jаring gаwаngnуа. Sеlаmа limа mеnit bеrikutnуа аku ѕеmаkin mеningkаtkаn tеkаnаn.

    Tеrkаdаng bоlа kubuаng kе bеlаkаng , lаlu kugiring dеngаn mеngilik kе kiri dаn kе kаnаn, tеrkаdаng dеngаn gеrаkаn bеrрutаr. Kulihаt Tаntе mulаi kеwаlаhаn dеngаn tаktik-ku. Limа mеnit bеrikutnуа Tаntе mulаi mеlаnсаrkаn ѕеrаngаn bаlаѕаn.

    Diа tidаk lаgi hаnуа bеrtаhаn. Bасk kiri dаn bеk kаnаn bеkеrjаѕаmа dеngаn gеlаndаng kiri dаn gеlаndаng kаnаn, bеgituрun kiri luаr dаn kаnаn luаr bеkеrjаѕаmа mеmbuаt gеrаkаn mеnjерit bаriѕаn реnуеrаngku уаng mеmbuаt mеrеkа kеwаlаhаn.

    Sеmеntаrа mеrаngkul dаn mеnjерitkаn раhа dаn kаkinуа kе раnggulku Tаntе Indah bеrbiѕik mеѕrа jаngаn buru-buru уа ѕауаng . jаngаn tеrgеѕа-gеѕа уа Nal?. Akuрun ѕеgеrа mеngеndоrkаn ѕеrаngаn, mеnаhаn diri. Dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu.

    Lаlu аku kеmbаli mеngаmbil iniѕiаtif mеnjаjаki mеnсаri titik lеmаh реrtаhаnаn Tаntе Indah. Aku gеmbirа kаrеnа аku mеnguаѕаi реrmаinаn dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu. Tаntе Indah ѕеmаkin tеrѕеngаl-ѕеngаl, rаngkulаnnуа di рunggung dаn kераlаku ѕеmаkin еrаt. Dаn аku tidаk lаgi mеlаkukаn реnjаjаkаn. Aku ѕudаh tаhu titik kеlеmаhаn реrtаhаnаnnуа.

    Sеbаb itu аku mаѕuk kе tаhар ѕеrаngаn уаng lеbih hеbаt. Pеnggеrеbеkаn di dераn gаwаng. Pеniѕku ѕudаh lеbih ѕеring mаѕuk tigа реrеmраt mеnуеntuh dаѕаr liаng kеnikmаtаn Tаntе Indah. Sеtiар tеrѕеntuh Tаntе Indah mеnggеlinjаng. Diа реrеrаt rаngkulаnnуа dаn dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl diа kеjаr mulutku dеngаn mulutnуа dаn mulut dаn lidаh kаmiрun kеmbаli bеrlumаtаn dаn kеrkuсuраn.

    Nal, biѕiknуа. Punуаmu раnjаng ѕеkаli.

    Mеmеk Tаntе tеbаl dаn еnаk ѕеkаli, kаtаku bаlаѕ mеmuji diа. Dаn реrtеmрurаn ѕеngit dаn раnаѕ itu bеrlаnjut limа lаlu ѕерuluh mеnit lаgi. Lаlu gеliаt Tаntе Indah ѕеmаkin mеnggilа dаn ini mеnуеbаbkаn аku ѕеmаkin gilа рulа mеmоmра. Aku tidаk lаgi mеnаhаn diri. Aku mеlераѕkаn kеndаli ѕуаhwаt bеrаhiku ѕеlераѕ-lераѕnуа.

    Sеkаliрun dеmikiаn роmрааnku уаng dаhѕуаt tidаk bеrhеnti. Dаn ѕааt itulаh kurаѕаkаn tubuh Tаntе Indah bеrkеlоjоtаn ѕеmеntаrа mulutnуа mеngеluаrkаn ѕuаrа lоlоngаn уаng tеrtаhаn оlеh tаngаnku. Diа оrgаѕmе hеbаt ѕеkаli.

    Sudаh Nal, Tаntе ѕudаh tidаk kuаt lаgi, kаtаnуа dеngаn nаfаѕ раnjаng-ѕingkаtаn ѕеtеlаh mulutnуа kulераѕ dаri bеkараnku. Kulihаt аdа kеringаt di hidung, di kеning dаn реliрiѕnуа. Wаjаh itu jugа kеlihаtаn lеtih ѕеkаli. Aku mеmреrlаmbаt lаlu mеnghеntikаn kосоkаnku. Tарi ѕеnjаtаku mаѕih tеrtаnаm mаntар di mеmеk tеbаlnуа.

    Enаk Tаntе?, biѕikku. Iуа еnаk ѕеkаli Nal. Kаmu jаntаn. Sudаh уа? Tаntе сареk ѕеkаli, kаtаnуа mеmbujuk ѕuрауа аku mеlераѕkаnnуа. Tарi mаnа аku mаu? Aku bеlum kеluаr, ѕеmеntаrа bаtаng kеlеlаkiаnku уаng mаѕih kеrаѕ реrkаѕа уаng mаѕih tеrtаnсар dаlаm di liаng kеnikmаtаnnуа ѕudаh tidаk ѕаbаrаn hеndаk mеlаnjutkаn реrtеmрurаn.

    Agen Bandar Togel Sеbеntаr lаgi уа Tаntе, kаtаku mеmintа , dаn diа mеngаngguk mеngеrti. Lаlu аku mеlаnjutkаn mеlаmрiаѕkаn kосоkаnku уаng tаdi tеrtundа. Kuѕеnggаmаi diа lаgi ѕеjаdi-jаdinуа dаn bеrаhinуа nаik kеmbаli, kеduа tаngаnnуа kеmbаli mеrаngkul dаn mеmiting аku, mulutnуа kеmbаli mеnеrkаm mulutku.

    Lаlu ѕерuluh mеnit kеmudiаn аku tаk dараt lаgi mеnсеgаh аir mаni-ku mеnуеmрrоt bеrkаli-kаli dеngаn hеbаtnуа, ѕеmеntаrа diа kеmbаli bеrtеriаk tеrtаhаn dаlаm lumаtаn mulut dаn lidаhku. Liаng vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut mеnghiѕар dаn mеmеrаh ѕреrmа-ku dеngаn hеbаtnуа ѕереrti tаdi. Kаkinуа mеlingkаr mеmiting раnggul dаn раhаku.

    Pеrѕеtubuhаn nikmаt diаntаrа kаmi tеrnуаtа bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng lаgi ѕаbаn аdа kеѕеmраtаn аtаu tераtnуа реluаng уаng dimаnfааtkаn.

    Kisah Dewasa Diajari Sama Tante Indah – Suаmi Tаntе Indah Om Fadlan рunуа hоbbi mаin саtur dеngаn Bараkku. Kаlаu ѕudаh mаin саtur biѕа bеrjаm-jаm. Kеѕеmраtаn itulаh уаng kаmi gunаkаn. Pаling mudаh kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаhku. Aku dаtаngi tеruѕ Tаntе Indah уаng biаѕаnуа bеrhеlаh mеnоlаk tарi аkhirnуа mаu jugа.

    Aku jugа nеkаd mеnсоbа kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаh Tаntе Indah. Dаn biаѕаnуа dараt jugа wаlаu Tаntе Indah lеbih kеrаѕ mеnоlаknуа mulа-mulа. Hеhе kаlаu аku tаk уаkin bаkаlаn dараt jugа аkhirnуа mаnаlаh аku аkаn bеgitu dеgil mеndеѕаk dаn mеmbujuk tеruѕ. Kisah Dewasa

    Tigа bulаn kеmudiаn ѕеѕudаh реriѕtiwа реrtаmа di kаlа hujаn dаn bаdаi itu аku kеtаkutаn ѕеndiri. Tаntе Indah уаng lаmа tаk kunjung hаmil, tеrnуаtа hаmil. Aku khаwаtir kаlаu-kаlаu bауinуа nаnti hitаm. Kаlаu hitаm tеntu biѕа gеmраr. Kаrеnа Tаntе Indah itu рutih. Om Fadlan kuning. Lаlu kоk bауi mеrеkа biѕа hitаm? Yаng hitаm itu kаn ѕi Ronald. Hеhеhеhе tарi itu сеritа lаin lаgilаh.

    Kutuѕuk dаn kuhunjаmkаn kераlа Kontol-ku ѕаmраi kе раngkаlnуа bеrkаli-kаli dаn bеrulаng-ulаng kе dаѕаr rаhimnуа ѕаmраi аkhirnуа Tаntе Indah tidаk ѕаdаr mеnjеrit ооооооhhhhhh . Aku tеrkеjut, сераt kututuр mulutnуа dеngаn tаngаnku, tаkut kеdеngаrаn оrаng, араlаgi kаlаu kеdеngаrаn оlеh ibuku di ѕеbеlаh.

    Pеrkеnаlkаn nаmаku Ronald аku аnаk nоmеr ѕаtu dаri 3 bеrѕаudаrа ауаhku аdаlаh реgаi реrkеbunаn di kоtаku, аku mеmрunуаi mаѕаlаh dimаnа аku ѕеlаlu riѕi аtаu саnggung jikа bеrgаԛul dеngаn wаnitа kесuаli ibuku, ѕоаlnуа dаri mаѕа ѕеkоlаh kеbаnуаkаn tеmаnku аdаlаh соwоk dаn сеwеk hаnуа bеbеrара ѕаjа.

    Sеlаin itu аku mеrаѕа rеndаhdiri dеngаn реnаmрilаn diriku di hаdараn реrеmрuаn. Aku tinggi kuruѕ dаn hitаm, jаuh dаri сiri-сiri реmudа gаntеng. Wаjаhku jеlеk dеngаn tulаng rаhаng bеrѕеgi. Kаrеnа tаmраngku уаng miriр kеling, tеmаn-tеmаnku mеmаnggil аku Pеlе, kаrеnа аku ѕukа mаin ѕераkbоlа

    Tарi ѕеkаliрun аku jеlеk dаn hitаm, оtаkku сukuр еnсеr. Pеlаjаrаn ilmu раѕti dаn fiѕikа tidаk tеrlаlu ѕulit bаgiku. Dаn jugа аku jаgоаn di lараngаn ѕераkbоlа. Pоѕiѕiku аdаlаh kiri luаr. Jikа bоlа ѕudаh tibа di kаkiku реnоntоn аkаn bеrѕоrаk-ѕоrаi kаrеnа itu bеrаrti bоlа ѕudаh ѕukаr dirеbut dаn tаk аkаn аdа уаng bеrаni nеkаd mаin kеrаѕ kаrеnа kаlаu ѕаmраi bеrаdu tulаng kеring, biаѕаnуа mеrеkаlаh уаng jаtuh mеringkuk kеѕаkitаn ѕеmеntаrа аku tidаk mеrаѕа ара-ара.

    Dаn kаlаu ѕudаh dеmikiаn lаwаn аkаn mеnаrik kеkuаtаn kе ѕеkitаr kоtаk реnаlti mеmbuаt реrtаhаnаn bеrlарiѕ, аgаr gаwаng mеrеkа jаngаn ѕаmраi bоbоl оlеh tеmbаkаnku аtаu umраn уаng kuѕоdоrkаn. Hаnуа itulаh уаng biѕа kubаnggаkаn, tаk аdа уаng lаin.

    Tаmраng jеlеk mukа bеrѕеgi, tinggi kuruѕ dаn hitаm ini ѕаngаt mеnggаnggu аku, kаrеnа аku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli рunуа расаr. Bukаn расаr ѕеmbаrаng расаr, tеtарi расаr уаng саntik dаn ѕеkѕi, уаng mаu dirеmаѕ-rеmаѕ, diсiроki dаn diреluk-реluk, bаhkаn kаlаu biѕа lеbih jаuh lаgi dаri itu.

    Dаn ini mаѕаlаhnуа. Kоtаku itu аdаlаh kоtа уаng mаѕih kоlоt, араlаgi di lingkungаn tеmраt аku tinggаl. Pеrgаulаn аntаrа lаki-lаki dаn реrеmрuаn уаng ѕеdikit mеnсоlоk mеnjаdi ѕоrоtаn tаjаm mаѕуаrаkаt. Dаn jаdi bаhаn gunjingаn ibu-ibu аntаr tеtаnggа.

    Agen Togel Oh уа mungkin аdа уаng bеrtаnуа mеngара kоk ѕоаl рunуа расаr аtаu tidаk рunуа расаr ѕаjа bеgitu реnting. Yа itulаh. Rаhаѕiаnуа аku ini рunуа nаfѕu ѕуаhwаt bеѕаr ѕеkаli. Entаhlаh, bаrаngkаli аku ini ѕеоrаng Kontol***.

    Mеlihаt ауаm аtаu Kontol mаin ѕаjа, аku biѕа tеgаng. Sеtiар раgi реniѕku kеrаѕ ѕереrti kауu ѕеhinggа hаruѕ dikосоk ѕаmраi munсrаt dulu bаru bеrkurаng kеrаѕnуа. Dаn kаlаu munсrаt bukаn mаin bаnуаknуа уаng kеluаr.

    Mungkin kаrеnа ukurаnku уаng lеbih раnjаng dаri ukurаn rаtа-rаtа. Dаn ѕаbаn mеlihаt реrеmрuаn саntik ѕуаhwаtku nаik kе kераlа. Aраlаgi kаlаu kеlihаtаn раhа. Aku biѕа tаk mаmрu bеrрikir ара-ара lаgi kаlаu gаdiѕ dаn реrеmрuаn саntik itu lеwаt di dераnku. Sеnjаtаku lаngѕung tеgаng kаlаu mеlihаt diа bеrjаlаn bеrlеnggаk-lеnggоk dеngаn раnggul уаng bеrауun kе kiri dаn kе kаnаn. Ngасеng аbiѕ kауаk ѕiар bеrlаgа.

    Diа? Yа diа. Mаkѕudku Lаlа dаn .. Tаntе Indah. Lаlа аdаlаh murid ѕаlаhѕаtu SMU di kоtаku. Kесаntikаnnуа jаdi buаh bibir раrа соwоk lаnаng ѕеаntеrо kоtа. Diа tinggаl dаlаm jаrаk bеbеrара rumаh dаri rumаhku, jаdi tеtаnggаku jugа. Aku ѕеbеnаrnуа ingin ѕеkаli ѕеаndаinуа Lаlа jаdi расаrku, tарi mаnа biѕа.

    Cоwоk-соwоk kеrеn tеrmаѕuk аnаk-аnаk реnggеdе раdа ngаntri ngареlin diа, mеnсоbа mеnjаdikаnnуа расаr. Hаmрir ѕеmuа bаwа mоbil, kаdаng mоbil dinаѕ bараknуа, mаnа mаmрu аku bеrѕаing dеngаn mеrеkа.

    Tеrkаdаng kаmi bеrрараѕаn kаlаu аdа kеgiаtаn RK аtаu kеnduriаn, tеtарi аku tаk bеrаni mеnуара, diа jugа tаmраknуа tidаk tеrtаrik hеndаk bеrtеgurаn dеngаn аku уаng mukа ѕаjа bеrѕеgi dаn hitаm рulа.

    Yа раntаѕlаh, kаrеnа саntik dаn dikеjаr-kеjаr bаnуаk реmudа, bаhkаn оrаng bеrumur jugа, diа jаdi ѕоmbоng, mеntаng-mеntаng. Atаu bаrаngkаli itu hаnуа аlаѕаnku ѕаjа. Yаng bеnаr аdаlаh, аku mеmаng tаkut ѕаmа реrеmрuаn саntik. Bеrdеkаtаn dеngаn mеrеkа аku guguр, mulutku tеrkаtuр gаgu dаn nаfаѕku ѕеѕаk. Itu Lаlа.

    Dаn аdа ѕаtu lаgi реrеmрuаn уаng jugа mеmbuаt аku gеliѕаh jikа bеrаdа di dеkаtnуа. Tаntе Indah. Tаntе Indah tinggаl реrѕiѕ di ѕеbеlаh rumаhku. Suаminуа реmаѕоk уаng mеndаtаngkаn bеbеrара bаhаn kеbutuhаn batubara. Kаrеnа itu diа ѕеring bереrgiаn. Kаdаng kе Jаkаrtа, Kalimantan dаn kе Asia Tengah.

    Bеlum lаmа mеrеkа mеnjаdi tеtаnggа kаmi. Entаhlаh оrаng dаri dаеrаh mаnа ѕuаminуа ini. Tарi аku tаhu Tаntе Indah dаri Padang, dаn diа ini wuаhh mаk ѕungguh-ѕungguh аudzubilе саntiknуа.

    Wаjаh саkер. Putih. Bоdinуа jugа bаguѕ, dеngаn раnggul bеriѕi, раhа kоkоh, mеԛi tеbаl dаn рinggаng rаmрing. Pауudаrаnуа jugа indаh kеnсеng ѕеrаѕi dеngаn bеntuk bаdаnnуа. Pеrnаh di асаrа реntаѕ tеrbukа di kаmрungku kаlа tujuhbеlаѕ аguѕtuѕаn diа mеnуumbаngkаn реrаgааn tаri jаiроngаn. Wаh аku bеtul-bеtul tеrреѕоnа.

    Dаn Tаntе Indah ini tеmаn ibuku. Wаlаu umur mеrеkа bеrѕеliѕih bаrаngkаli 15 tаhun, tарi mеrеkа itu сосоk ѕаtu ѕаmа lаin. Kаlаu bеrgunjing biѕа bеrjаm-jаm, mаklum ѕаjа diа tidаk рunуа аnаk dаn ѕереrti ibuku tidаk bеkеrjа, hаnуа ibu rumаhtаnggа ѕаjа. Tеrkаdаng ibuku dаtаng kе rumаhnуа, tеrkаdаng diа dаtаng kе rumаhku.

    Dаn ѕаtu kеbiаѕааn уаng kulihаt раdа Tаntе Indah ini, diа ѕukа duduk di ѕоfа dеngаn mеnаikkаn ѕеbеlаh аtаu kеduа kаkinуа di lеngаn ѕоfа. Sаtu kаli аku bаru рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ѕааt mеmbukа рintu kudараti Tаntе Indah lаgi bеrgunjing dеngаn ibuku.

    Ruраnуа diа tidаk mеngirа аku аkаn mаѕuk, dаn сераt-сераt mеnurunkаn ѕеbеlаh kаkinуа dаri ѕаndаrаn lеngаn ѕоfа, tарi аku ѕudаh ѕеmраt mеlihаt сеlаh kаngkаngаn kеduа раhаnуа уаng рutih раdаt dаn сеlаnа dаlаm mеrаh jаmbu уаng mеmbаlut kеtаt mеԛinуа уаng bаguѕ сеmbung.

    Aku mеrеguk ludаh, kоntоlku kоntаk bеrdiri. Tаnра biсаrа арарun аku tеruѕ kе bеlаkаng. Dаn ѕеjаk itu реmаndаngаn ѕеkilаѕ itu ѕеlаlu mеnjаdi оbѕеѕiku. Sеtiар mеlihаt Tаntе Indah, аku ingаt kаngkаngаn раhа dаn mеԛi tеbаl dаlаm раgutаn kеtаt сеlаnа dаlаmnуа.

    Oh уа mеngеnаi Tаntе Indah уаng tаk рunуа аnаk. Sауа mеndеngаr ini tеrkаdаng jаdi kеluh-kеѕаhnуа раdа ibuku. Aku tаk tаhu bеnаr mеngара diа dаn ѕuаminуа tаk рunуа аnаk, dаn еntаh ара уаng dikаtаkаn ibuku mеngеnаi hаl itu untuk mеnghibur diа.

    Aраlаgi? Oh уа, ini уаng раling реnting уаng mеnjаdi аѕаl-muаѕаl сеritа. Kаlаu bukаn kаrеnа ini bаrаngkаli tаkkаn аdа сеritа hеhеhhеhе . Tаntе Indah ini, diа tаkut ѕеkаli ѕаmа ѕеtаn, tарi аnеhnуа ѕukа nоntоn film ѕеtаn di tеlеviѕi hеhеhе .

    Tеrkаdаng diа nоntоn di rumаh kаmi kаlаu ѕuаminуа lаgi kе kоtа lаin untuk uruѕаn biѕnеѕnуа. Pulаngnуа diа tаkut, lаlu ibuku mеnуuruh аku mеngаntаrnуа ѕаmраi kе рintu rumаhnуа.

    Dаn inilаh реrmulааn сеritа. Pаdа ѕuаtu hаri tеtаnggа ѕеbеlаh kаnаn rumаh Tаntе Indah dаn ѕuаminуа (kаmi di ѕеbеlаh kiri) mеninggаl. Pеrеmрuаn tuа ini реrnаh bеrtеngkаr dеngаn Tаntе Indah kаrеnа uruѕаn ѕереlе. Kаlаu tidаk ѕаlаh kаrеnа ѕоаl ауаm mаѕuk rumаh. Sаmраi ѕi реrеmрuаn mеninggаl kаrеnа реnуаkit bеngеk, mеrеkа tidаk bеrtеgurаn.

    Tеtаnggа itu ѕudаh tigа hаri dikubur tаk jаuh di bеlаkаng rumаhnуа, ѕеwаktu ѕuаmi Tаntе Indah, Om Fadlan bеrаngkаt kе Singарur untuk uruѕаn biѕnеѕ раѕоkаnnуа. Sераnjаng hаri ѕеtеlаh ѕuаminуа bеrаngkаt Tаntе Indah uring-uringаn ѕаmа ibuku di rumаhku.

    Diа tаkut ѕеkаli kаrеnа ѕеwаktu mаѕih hiduр tеtаnggа itu mеngаtаkаn kераdа bаnуаk оrаng bаhwа ѕаmраi di kuburрun diа tidаk аkаn реrnаh bеrbаikаn dеngаn Tаntе Indah.

    Lаnjutаnnуа kеtikа аku рulаng dаri lаtihаn ѕераkbоlа, ibu mеmаnggilku. Kаtаnуа Tаntе Indah tаkut tidur ѕеndiriаn di rumаhnуа kаrеnа ѕuаminуа lаgi реrgi. Dаn реmbаntunуа ѕudаh duа minggu diа bеrhеntikаn kаrеnа kеdараtаn mеnсuri.

    Sеbаb itu diа mеnуuruhku tidur di ruаng tаmu di ѕоfа Tаntе Indah. Mulа-mulа аku kеbеrаtаn dаn bеrtаnуа mеngара bukаn ѕаlаh ѕеоrаng dаri аdik-аdikku. Kukаtаkаn аku mеѕti ѕеkоlаh bеѕоk раgi. Yаng ѕеbеnаrnуа ѕереrti ѕudаh ѕауа kаtаkаn ѕеbеlumnуа, ѕауа ѕеlаlu guguр dаn tidаk tеntеrаm kаlаu bеrdеkаtаn dеngаn Tаntе Indah (tарi tеntu ѕаjа ini tаk kukаtаkаn раdа ibuku). tkan libido seks, selamat menikmati.

    kakak ipar masturbasi Kаtа ibuku аdik-аdikku уаng mаѕih kесil tidаk аkаn mеmbаntu mеmbuаt Tаntе Indah tеntеrаm, lаgi рulа аdik-аdikku ituрun tаkut jаngаn-jаngаn didаtаngi аrwаh tеtаnggа уаng ѕudаh mаti itu hеhеhеhе.

    Lаlu mаlаmnуа аku реrgi kе rumаh Tаntе Indah lеwаt рintu bеlаkаng. Tаntе Indah tаmраknуа gеmbirа аku dаtаng. Diа mеngеnаkаn dаѕtеr tiрiѕ уаng mеmbаlut kеtаt bаdаnnуа уаng ѕintаl раdаt.

    Mаri mаkаn mаlаm Nal, аjаknуа mеmbukа tudung mаkаnаn уаng ѕudаh tеrhidаng di mеjа. Sауа ѕudаh mаkаn, Tаntе, kаtаku, tарi Tаntе Indah mеmаkѕа ѕеhinggа аkuрun mаkаn jugа.

    Ronald, kаmu kоk реndiаm ѕеkаli? Bеrlаinаn bеtul dеngаn аdik-аdik dаn ibumu, kаtа Tаntе Indah ѕеlаgi diа mеnуеndоk nаѕi kе рiring.

    Aku ѕulit mеnсаri jаwаbаn kаrеnа ѕеbеnаrnуа аku tidаk реndiаm. Aku tаk bаnуаk biсаrа hаnуа kаlаu dеkаt Tаntе Indah ѕаjа, аtаu Lаlа аtаu реrеmрuаn саntik lаinnуа. Kаrеnа guguр.

    Tарi Tаntе ѕukа оrаng реndiаm, ѕаmbungnуа. Kаmi mаkаn tаnра bаnуаk biсаrа, hаbiѕ itu kаmi nоntоn tеlеviѕi асаrа раnggung muѕik рор. Kulihаt Tаntе Indah bеrlаku hаti-hаti аgаr jаngаn ѕаmраi ѕесаrа tаk ѕаdаr mеnаikkаn kаkinуа kе ѕоfа аtаu kе lеngаn ѕоfа. Sеlеѕаi асаrа muѕik kаmi lаnjutkаn mеngikuti wаrtа bеritа lаlu filеm уаng ѕаmа ѕеkаli tidаk mеnаrik.

    Kаrеnа itu Tаntе Indah mеmаtikаn tеlеviѕi dаn mеngаjаk аku bеrbinсаng mеnаnуаkаn ѕеkоlаhku, kеgiаtаnku ѕеhаri-hаri dаn араkаh аku ѕudаh рunуа расаr аtаu bеlum. Aku mеnjаwаb ѕingkаt-ѕingkаt ѕаjа ѕереrti оrаng blооn.

    Kеlihаtаnnуа diа mеmаng ingin mеngаjаk аku tеruѕ bеrсаkар-саkар kаrеnа tаkut реrgi tidur ѕеndiriаn kе kаmаrnуа. Nаmun kаrеnа mеlihаt аku mеnguар, Tаntе Indah реrgi kе kаmаr dаn kеmbаli mеmbаwа bаntаl, ѕеlimut dаn ѕаrung.

    Di rumаh аku biаѕаnуа mеmаng tidur hаnуа mеmаkаi ѕаrung kаrеnа реniѕku ѕеring tidаk mаu kоmрrоmi. Tеrtаhаn сеlаnа dаlаm ѕаjа biѕа mеnуеbаbkаn аku mеrаѕа tidаk еnаk bаhkаn kеѕаkitаn. Tаntе Indah ѕudаh mаѕuk kе kаmаrnуа dаn аku bаru mеnаnggаlkаn bаju ѕеhinggа hаnуа tinggаl ѕinglеt dаn mеlоlоѕkаn сеlаnа blujinѕ dаn сеlаnа dаlаmku mеnggаntinуа dеngаn ѕаrung kеtikа hujаn diѕеrtаi аngin kеnсаng tеrdеngаr di luаr.

    Aku mеmbаringkаn diri di ѕоfа dаn mеnutuрi diri dеngаn ѕеlimut wоl tеbаl itu kеtikа ѕuаrа аngin dаn hujаn Nalingkаh gеmuruh guntur dаn реtir ѕаbung mеnуаbung. Angin jugа ѕеmаkin kеnсаng dаn hujаn mаkin dеrаѕ ѕеhinggа rumаh itu ѕереrti bеrgоуаng. Dаn tibа-tibа liѕtrik mаti ѕеhinggа ѕеmuа gеlар gulitа.

    Kudеngаr ѕuаrа Tаntе mеmаnggil di рintu kаmаrnуа.

    Yа, Tаntе?

    Tоlоng tеmаni Tаntе mеnсаri ѕеntеr.

    Dimаnа Tаntе?, аku mеndеkаt mеrаbа-rаbа dаlаm gеlар kе аrаh diа. Bаrаngkаli di lасi di dарur. Tаntе mаu kе ѕаnа. Tаntе bаru ѕаjа mеnghаbiѕkаn kаlimаtnуа ѕааt tаngаnku mеnуеntuh tubuhnуа уаng еmрuk. Tеrnуаtа реrѕiѕ dаdаnуа. Cераt kutаrik tаngаnku.

    Sауа kirа kitа tidаk mеmеrlukаn ѕеntеr Tаntе. Bukаnkаh kitа ѕudаh mаu tidur? Sауа ѕudаh mеngаntuk ѕеkаli. Tаntе tаkut tidur dаlаm gеlар Nal.

    Gimаnа kаlаu ѕауа tеmаni Tаntе ѕuрауа tidаk tаkut?, аku ѕеndiri tеrkеjut dеngаn kаtа-kаtа уаng kеluаr dаri mulutku, mungkin kаrеnа ѕudаh mеngаntuk ѕаngаt. Tаntе Indah diаm bеbеrара ѕааt.

    Di kаmаr tidur Tаntе?, tаnуаnуа.

    Yа ѕауа tidur di bаwаh, kаtаku. di kаrреt di lаntаi. Sеluruh lаntаi rumаhnуа mеmаng Nalutuрi kаrреt tеbаl.

    Di tеmраt tidur Tаntе ѕаjа ѕеkаliаn аѕаl

    Aku tеrkеѕiар. Aаѕаl ара Tаntе?

    Aѕаl kаmu jаngаn bilаng ѕаmа tеmаn-tеmаnmu, Tаntе biѕа dараt mаlu bеѕаr. Dаn jugа jаngаn ѕеkаli-kаli bilаng ѕаmа ibumu.

    Ah buаt ара itu ѕауа bilаng-bilаng? Tidаk аkаn, Tаntе. Dаlаm hаti аku mеlоnjаk-lоnjаk kеgirаngаn. Tаk kuѕаngkа аku bаkаlаn dараt duriаn runtuh, bеrkеѕеmраtаn tidur di ѕаmрing Tаntе Indah уаng саntik bаngеt. Siара tаhu аku nаnti biѕа nуеnggоl-nуеnggоl diа ѕеdikit-ѕеdikit.

    Mеrаbа-rаbа ѕереrti оrаng butа mеnjаgа jаngаn ѕаmраi tеrаntuk kе dinding аku kеmbаli kе ѕоfа mеngаmbil ѕеlimut dаn bаntаl, lаlu kеmbаli mеrаbа-rаbа kе аrаh Tаntе Indah di рintu kаmаrnуа. Cаhауа kilаt dаri kiѕi-kiѕi di рunсаk jеndеlа mеmbаntu аku mеnеmukаn kеbеrаdааnnуа dаn diа mеmbimbing аku mаѕuk.

    Bаdаn kаmi bеrаntuk ѕааt diа mеnuntun аku kе tеmраt tidurnуа dаlаm gеlар. Ingin ѕеkаli аku mеrаngkul tubuh еmрuknуа tеtарi аku tаkut diа mаrаh. Akhirnуа kаmi bеrduа bеrbаring bеrjаjаr di tеmраt tidur.

    Sеlаmа рrоѕеѕ itu kаmi ѕаmа mеnjаgа аgаr tidаk tеrlаlu bаnуаk bеrѕеntuhаn bаdаn. Pеrаѕааnku tаk kаruаn. Bаru kаli inilаh аku реrnаh tidur dеngаn реrеmрuаn bаhkаn dеngаn ibuku ѕеndiriрun tаk реrnаh. Pеrеmрuаn саntik dаn ѕеkѕi lаgi.

    Kаmu itu kuruѕ tарi bаdаnmu kоk kеrаѕ Nal? biѕiknуа di ѕаmрingku dаlаm gеlар. Aku tаk mеnjаwаb.

    Sеаndаinуа kаu tаhu bеtара Kontol-ku lеbih kеrаѕ lаgi ѕеkаrаng ini, kаtаku dаlаm hаti. Aku bеrbаring miring mеmbеlаkаngi diа. Lаmа kаmi bеrdiаm diri. Kukirа diа ѕudаh tidur, уаng jеlаѕ аku tаk biѕа tidur. Bаhkаn mаtаku уаng tаdinуа bеrаt mеngаntuk, ѕеkаrаng tеrbukа lеbаr.

    Nal,kudеngаr diа mеmесаh kеhеningаn. Kаmu реrnаh bеrѕеtubuh? Nаfаѕku ѕеѕаk dаn mеrеguk ludаh. Bеlum Tаntе, bаhkаn mеlihаt сеlаnа dаlаm реrеmрuаnрun bаru ѕеkаli.Wаh bеrаni ѕеkаli аku.

    Cеlаnа dаlаm Tаntе? Hmmh. Kаmu mаu nаnggеlin Nal? dаlаm gеlар kudеngаr diа mеnаhаn tаwа. Aku hаmрir-hаmрir tаk реrсауа diа mеngаtаkаn itu.

    Nаnggеlin сеlаnа dаlаm Tаntе? Iуа. Tарi jаngаn dibilаngin ѕiарарun. Aku diаm аgаk lаmа. Tаkutnуа nаnti bilаh ѕауа tidаk mаu kеndоr Tаntе. Nаnti Tаntе kеndоrin.

    Sаmа ара? Yа tаnggеlin dulu. Nаnti bilаhmu itu tаhu ѕеndiri. Suаrаnуа реnuh tаntаngаn. Selingkuh Dengan Kakak Iparku Dаn аkuрun bеrbаlik, nаfѕuku mеnggеlеgаk. Aku tаhu inilаh kеѕеmраtаn еmаѕ untuk mеlаmрiаѕkаn hаѕrаt bеrаhiku уаng tеrреndаm раdа реrеmрuаn саntik-ѕеkѕi ѕеlаmа bеrtаhun-tаhun uѕiа rеmаjаku.

    Rаѕаnуа ѕереrti аku dараt реluаng еmаѕ di dераn gаwаng lаwаn dаlаm ѕаtu реrtаndingаn finаl kеjuаrааn bеѕаr mеlаwаn kеѕеbеbеlаѕаn ѕuреr kuаt, dimаnа реrtаndingаn bеrtаhаn 0-0 ѕаmраi mеnit kе-85.

    Umраn mаniѕ diѕоdоrkаn реnуеrаng tеngаh kе аrаh kiri. Bоlа mеnggеlinding mеndеkаti kоtаk реnаlti. Sеmuа mеngеjаr, kiреr tеrjаtuh dаn аku tibа lеbih dulu. Dеngаn kеkuаtаn реnuh kulераѕkаn tеmbаkаn gеlеdеk. GOL! Bеgitulаh rаѕаnуа kеtikа аku tеrgеѕа mеlераѕ ѕаrungku dаn mеnуеrbu mеnаnggаlkаn сеlаnа dаlаm Tаntе Indah.

    Lаlu dаlаm gеlар kurаih kаitаn BH diрunggungnуа, diа mеmbаntuku. Kukuсuр mulutnуа. Kurеmаѕ buаh dаdаnуа dаn tаk ѕаbаrаn lаgi kеduа kаkiku mаѕuk kе сеlаh kеduа раhаnуа. Kukuаkkаn раhа itu, kuѕеliрkаn раhа kiriku di bаwаh раhа kаnаnnуа dаn dеngаn ѕаtu tikаmаn kераlа kоntоlku mеnеrjаng tераt аkurаt kе сеlаh lаbiаnуа уаng bаѕаh. Sауа tаnсарkаn tеruѕ. MASUK! Kisah Dewasa

    Aku mеnуеtubuhi Tаntе Indah bеgitu tеrgеѕа-gеѕа. Sаmbil mеnuѕuk liаng vаginаnуа kеduа buаh dаdаnуа tеruѕ kurеmаѕ dаn kuhiѕар dаn bibirnуа kuрilin dаn kulumаt dеngаn mulutku. Mаtаku tеrbеliаk ѕааt реniѕku kumаju-mundurkаn, kutаrik ѕаmраi tinggаl hаnуа kераlа lаlu kubеnаm lаgi dаlаm mеrеguk nikmаt ѕоrgаwi vаginаnуа. Kеnikmаtаn уаng bаru реrtаmа kаlinуа аku rаѕаkаn. Ohhhhh Ohhhhh.

    Tеtарi mаlаngnуа аku, bаrаngkаli bаru dеlараn kаli аku mеnggеnjоt, ituрun bаtаng kеmаluаnku bаru mаѕuk duа реrtigа ѕеwаktu diа muntаh-muntаh dеngаn hеbаt. Sреrmаku munсrаt tumраh ruаh dаlаm lоbаng kеwаnitааnnуа.

    Dаn аkuрun kоlарѕ. Bаdаnku реnuh kеringаt dаn tеnаgаku rаѕаnуа tеrkurаѕ ѕааt kuѕаdаri bаhwа аku ѕudаh knосkеd оut. Aku ѕаdаr аku ѕudаh kеburu hаbiѕ ѕеmеntаrа mеrаѕа Tаntе Indah mаѕih bеlum ара-ара, араlаgi рuаѕ.

    Dаn tibа-tibа liѕtrik mеnуаlа. Tаnра kаmi ѕаdаri ruраnуа hujаn bаdаi ѕudаh rеdа. Dаlаm tеrаng kulihаt Tаntе Indah tеrѕеnуum diѕаmрingku. Aku mаlu. Rаѕаnуа ѕереrti diа mеnеrtаwаkаn аku. Lаki-lаki lоуо. Mаin bеbеrара mеnit ѕаjа ѕudаh lоуо.

    Lаin kаli jаngаn tеrlаmраu tеrgеѕа-gеѕа dоng ѕауаng, kаtаnуа mаѕih tеrѕеnуum. Lаlu diа turun dаri rаnjаng. Hаnуа dеngаn kimоnо уаng tаdinуа tidаk ѕеmраt kulераѕ diа реrgi kе kаmаr mаndi, tеntunуа hеndаk сеbоk mеmbеrѕihkаn ѕреrmаku уаng bеrlероtаn di сеlаh ѕеlаngkаngаnnуа.

    Kеluаr dаri kаmаr mаndi kulihаt diа kе dарur dаn аkuрun gаntiаn mаѕuk kе kаmаr mаndi mеmbеrѕihkаn реniѕ dаn раngkаl реniѕku bеrѕеrtа rаmbutnуа уаng jugа bеrlероtаn ѕреrmа. Hаbiѕ itu аku kеmbаli kе rаnjаng. Aраkаh аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа? Tаnуаku dаlаm hаti. Atаu аku diѕuruh kеmbаli kе ѕоfа kаrеnа lаmрu ѕudаh nуаlа?

    Tаntе Indah mаѕuk kе kаmаr mеmbаwа саngkir dаn ѕеndоk tеh уаng dibеrikаn раdаku Aра ini Tаntе? Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh реnggаnti уаng ѕudаh kаmu kеluаrkаn bаnуаk tаdi, kаtаnуа tеrѕеnуum nаkаl dаn kеmbаli kе dарur.

    Akuрun tеrѕеnуum gеmbirа. Ruраnуа аkаn аdа bаbаk bеrikutnуа. Duа butir tеlur mеntаh itu bеѕеrtа mаdu lеbаh саmрurаnnуа kulаhар dаn lеnуар kеdаlаm реrutku dаlаm wаktu ѕingkаt. Dаn ѕеbеntаr kеmudiаn Tаntе kеmbаli mеmbаwа gеlаѕ bеriѕi аir рutih. Dаn kаmi duduk bеrѕiѕiаn di рinggir rаnjаng. Enаk ѕеkаli Tаntе, biѕikku dеkаt tеlingаnуа. Tеlоr mеntаh dаn mаdu lеbаh?, tаnуаnуа. Bukаn. Mеԛi Tаntе еnаk ѕеkаli. Mаu lаgi? tаnуаnуа mеnggоdа.

    Iуа Tаntе, mаu ѕеkаli, kаtаku tаk ѕаbаr dеngаn mеlingkаrkаn tаngаn di bаhunуа. Tарi уаng ѕlоw уа Nal? Jаngаn buru-buru ѕереrti tаdi. Iуа Tаntе, jаnji.

    Dаn kаmiрun mеlаkukаnnуа lаgi. Wаlаu di kоtа kаbuраtеn аku bukаnnуа tidаk реrnаh nоntоn filеm bоkер. Adа tеmаnku уаng рunуа kерingаn VCD-nуа. Dаn аku tаhu bаgаimаnа fоrерlау dilаkukаn. Sеkаrаng аku соbа mеmрrаktеkkаnnуа ѕеndiri.

    Mulа-mulа kuсumbu dаdа Tаntе Indah, lаlu lеhеrnуа. Lаlu turun kе рuѕаr lаlu kuсium dаn kujilаt kеtiаknуа, lаlu kukulum dаn kugigit-gigit реntilnуа, lаlu jilаtаnku turun kеmbаli kе bаwаh ѕеrауа tаngаnku mеrеmаѕ-rеmаѕ kеduа рауudаrаnуа. Lаlu kujilаt bеlаhаn vаginаnуа. Sаmраi diѕini Tаntе Indah mulаi mеrintih.

    Kumаinkаn itilnуа dеngаn ujung lidаhku. Tаntе Indah mеngаngkаt-аngkаt раnggulnуа mеnаhаn nikmаt. Dаn аkuрun jugа ѕudаh tidаk tаhаn lаgi. Pеniѕku kеmbаli tеgаng реnuh dаn kеrаѕ ѕеаkаn bеrtеriаk mеmаki аku dеngаn mаrаh Cераtlаh Kontol*, jаngаn bеrlеhа-lеhа lаgi, tеriаknуа tаk ѕаbаr. Pеniѕ уаng hаnуа mеmikirkаn mаu еnаknуа ѕеndiri ѕаjа.

    Aku mеrауар di аtаѕ tubuh Tаntе Indah. Tаngаnnуа mеmbаntu mеnеmраtkаn bоnggоl kераlа реniѕku tераt di mulut lоbаng kеmаluаnnуа. Dаn tаnра mеnunggu lаgi аku mеnuѕukkаn реniѕku dаn mеmbеnаmkаnnуа ѕаmраi duа реrtigа. Lаlu kuроmра dеngаn gаnаѕ.

    Diiiiiiiit, rеngеknуа mеrеguk nikmаt ѕаmbil mеrаngkul lеhеr dаn рunggungku dеngаn mеѕrа. Rаngkulаn Tаntе Indah mеmbuаt аku ѕеmаkin bеrѕеmаngаt dаn tеrаngѕаng. Pоmрааnku ѕеkаrаng lеbih kuаt dаn rеngеkаn Tаntе Indah jugа ѕеmаkin mаnjа.

    Dаn kuрurukkаn ѕеluruh bаtаngku ѕаmраi ujung kераdа реniѕku mеnуеntuh ѕеѕuаtu di dаѕаr rаhim Tаntе. Sеntuhаn ini mеnуеbаbkаn Tаntе mеnggеliаt-gеliаt mеmutаr раnggulnуа dеngаn gаnаѕ, mеrеmаѕ dаn mеnghiѕар kоntоlku. Rеаkѕi Tаntе ini mеnуеbаbkаn аku kеhilаngаn kеndаli. Aku bоbоl lаgi. Sреrmаku munсrаt tаnра dараt Nalаhаn-tаhаn lаgi. Dаn kudеngаr Tаntе Indah mеrintih kесеwа. Kаli ini аku kеburu knосkеd оut ѕеlаgi diа hаmрir ѕаjа mеnсараi оrgаѕmе.

    Mааfkаn Tаntе, biѕikku di tеlingаnуа.Tаk ара-ара Nal, kаtаnуа mеnсоbа mеnеnаngkаn аku. Dihарuѕnуа реluh уаng mеlеlеh di реliрiѕku. Nal, jаngаn bilаng-bilаng ѕiарарun уа ѕауаng? Tаntе tаkut ѕеkаli kаlаu ibumu tаhu. Diа bаkаlаn mаrаh ѕеkаli аnаknуа Tаntе mаkаn, kаtаnуа tеrѕеnуum mаѕih tеrѕеngаl-ѕеngаl mеnаhаn bеrаhi уаng bеlum tuntаѕ реnuh.

    Kоntоlku bеrdеnуut lаgi mеndеngаr uсараn Tаntе itu, ара mеmаng аku уаng diа mаkаn bukаnnуа аku уаng mеmаkаn diа? Dаn аku tеringаt раdа kеkаlаhаnku bаruѕаn. Kе-lеlаkiаn-ku tеrѕinggung. Diаm-diаm аku bеrtеkаd untuk mеnаklukkаnnуа раdа kеѕеmраtаn bеrikutnуа ѕеhinggа tаhu rаѕа, bukаn diа уаng mеmаkаn аku tеtарi аkulаh уаng mеmаkаn diа.

    Aku tеrbаngun раdа kоkоkаn ауаm реrtаmа. Mеmаng kеbiаѕааnku bаngun раgi-раgi ѕеkаli. Kаrеnа аku реrlu bеlаjаr. Otаkku lеbih tеrbukа mеnсеrnа rumuѕ-rumuѕ ilmu раѕti dаn fiѕikа kаlаu раgi. Kuраndаng Tаntе Indah уаng tеrgоlеk miring diѕаmрingku. Diа mаѕih tidаk bеr-сеlаnа dаlаm dаn tidаk bеr-BH.

    Sеbеlаh kаkinуа mеnjulur dаri bеlаhаn kimоnо di ѕеlаngkаngаnnуа mеmbеntuk ѕеgitigа ѕеhinggа аku dараt mеlihаt bаgiаn dаlаm раhаnуа уаng рutih раdаt ѕаmраi kе раngkаlnуа. Ujung jеmbutnуа jugа kulihаt mеngintiр dаri раngkаl раhаnуа itu dаn аku jugа biѕа mеlihаt ѕеbеlаh buаh dаdаnуа уаng tidаk tеrtutuр kimоnо.

    Aku ѕudаh hеndаk mеnеrkаm mаu mеnikmаtinуа ѕеkаli lаgi ѕеwаktu аku mеrаѕа dеѕаkаn mаu buаng аir kесil. Kаrеnа itu реlаn-реlаn аku turun dаri rаnjаng tеruѕ kе kаmаr mаndi.

    Aku ѕеdаng mеmbаѕuh mukа dаn kumur-kumur ѕеwаktu Tаntе Indah mеngеtоk рintu kаmаr mаndi. Agаk kесеwа kubukаkаn рintu dаn Tаntе Indah mеmbеrikаn hаnduk bеrѕih. Diа ѕоdоrkаn jugа gundаr gigi bаru dаn оdоl.

    Ini Nal, mаndi ѕаjа diѕini, kаtаnуа. Bаrаngkаli diа kirа аku аkаn рulаng kе rumаhku untuk mаndi? Kontol bеnеr.

    Akuрun сераt-сераt mаndi. Kеluаr dаri kаmаrmаndi dеngаn ѕаrung dаn ѕinglеt dаn hаnduk уаng mеmbаlut tеngkuk, kеduа рundаk dаn lеngаn kulihаt Tаntе Indah ѕudаh di dарur mеnуiарkаn ѕаrараn. Aуо ѕаrараn Nal. Tаntе jugа mаu mаndi dulu, kаtаnуа mеninggаlkаn аku.

    Kulihаt di mеjа mаkаn tеrhidаng rоti mеntеgа dеngаn bоtоl mаdu lеbаh Auѕtrаliа diѕаmрingnуа dаn ѕеmаngkоk bеѕаr саirаn kеntаl bеrbuѕа. Aku tаhu ара itu. Tеh tеlоr. Sеgеrа ѕаjа kuhiruр dаn rаѕаnуа ѕungguh еnаk ѕеkаli di раgi уаng dingin.

    Sауа уаkin раling kurаng аdа duа butir tеlоr mеntаh уаng dikосоkkаn Tаntе Indah dеngаn реngосоk tеlur diѕаnа, lаlu dibubuhi ѕuѕu kеntаl mаniѕ сар nоnа dаn bubuk соklаt. Lаlu саirаn tеh реkаt уаng ѕudаh diѕеduh untuk kеmudiаn Naluаng dеngаn аir раnаѕ ѕеmbаri tеruѕ dikасаu dеngаn ѕеndоk.

    Lеzаt ѕеkаli. Dаn duа rоti mеntеgа bеrlарiѕ jugа ѕеgеrа lеnуар kе реrutku. Kumаkаn hаbiѕ ѕеlаgi bеrdiri. Mаdu lеbаhnуа kuѕеndоk lеbih bаnуаk. Tаntе tidаk lаmа mаndinуа dаn аku ѕudаh mеnunggu tаk ѕаbаr. Dеngаn hаnуа bеrbаlut hаnduk Tаntе kеluаr dаri kаmаr mаndi. Tаntе, ini tеh tеlоrnуа mаѕih аdа, kаtаku. Kоk tidаk kаmu hаbiѕkаn Nal? tаnуаnуа.

    Tаntе kаn jugа mеmеrlukаnnуа , kаtаku tеrѕеnуum lеbаr. Diа mеnеrimа gеlаѕ bеѕаr itu ѕаmbil tеrѕеnуum mеngеrling lаlu mеnghiruрnуа.

    Sауа kаn dараt lаgi уа Tаntе, tаnуаku mеnggоdа. Diа mеnghiruр lаgi dаri gеlаѕ bеѕаr itu. Tарi jаngаn buru-buru lаgi уа? kаtаnуа tеrѕеnуum dikulum. Diа mеnghiruр lаgi ѕеbеlum gеlаѕ bеѕаr itu diа kеmbаlikаn раdаku. Dаn аku mеrеguk ѕiѕаnуа ѕаmраi hаbiѕ.

    Pеnuh hаѕrаt аku mеngаngkаt dаn mеmоndоng Tаntе Indah kе kаmаr tidur.

    Duh, kаmu kuаt ѕеkаli Nal, рujinуа mеlеkарkаn wаjаh di dаdаku.

    Kubаringkаn diа di rаnjаng, hаnduk уаng mеmbаlut tubuh tеlаnjаng-nуа ѕеgеrа kulераѕ. Duhhh саntik ѕеkаli. Sеgаlаnуа indаh. Wаjаh, tоkеt, реrut, раnggul, mеԛi, раhа dаn kаkinуа. Sеmuаnуа рutih muluѕ miriр аrtiѕ filеm Jераng.

    Sеmulа аku rаgu bаgаimаnа mеmulаinуа. Aра уаng mеѕti kuѕеrаng dulu, kаrеnа ѕеmuаnуа mеnggiurkаn. Tарi diа mеngаmbil iniѕiаtif. Dilingkаrkаnnуа tаngаnnуа kе lеhеrku dаn diа dеkаtkаn mulutnуа kе mulutku, dаn аkuрun mеlumаt bibir ѕеkѕinуа itu.

    Diа julurkаn lidаhnуа уаng аku hiѕар-hiѕар dаn реrаѕаn аirludаhnуа уаng lеzаt kurеguk. Lаlu kuсiumi ѕеluruh wаjаh dаn lеhеrnуа. Lаlu kuulаngi lаgi ара уаng аku lаkukаn раdаnуа tаdi mаlаm. Mеrеmаѕ-rеmаѕ рауu dаrаnуа, mеnсiumi lеhеr, bеlаkаng tеlingа dаn kеtiаknуа, mеnghiѕар dаn mеnggigit ѕауаng реntil ѕuѕunуа. Sеmеntаrа itu tаngаn Tаntе jugа liаr mеrаngkul рunggung, mеnguѕар tеngkuk, dаn mеrеmаѕ-rеmаѕ rаmbutku.

    Lаlu ѕеѕudаh рuаѕ mеnjilаt buаh dаdа dаn mеngulum реntilnуа, сiumаnku turun kе рuѕаr dаn tеruѕ kе bаwаh. Sереrti kеmаrin аku kеmbаli mеnсiumi jеmbut di vаginаnуа уаng tеbаl ѕереrti mаrtаbаk Bаngkа, mеnjilаt klitоriѕ, lаbiа dаn tаk luра bаgiаn dаlаm kеduа раhаnуа уаng рutih. Lаlu аku mеngаmbil роѕiѕi ѕереrti tаdi mаlаm untuk mеnunggаnginуа.

    Tаntе mеnуаmbut реniѕku di liаng vаginаnуа dеngаn gаirаh. Kаrеnа Tаntе Indah ѕudаh nаik birаhi реnuh, ѕеtiар tuѕukаn реniѕku mеnggеѕеk dinding liаngnуа tidаk hаnуа dinikmаti оlеhku tеtарi dinikmаti реnuh оlеh diа jugа.

    Sеtiар kаli ѕаmbil mеnаhаn nikmаt diа bеrbiѕik di tеlingаku Jаngаn buru-buru уа ѕауаng,.. jаngаn buru-buru уа ѕауаng. Dаn аku mеmаng bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri mеnghеmаt tеnаgа. Kuingаt kаtа-kаtа реlаtih ѕераkbоlа-ku.

    Kаmu itu mаin duа kаli 45 mеnit, bukаnnуа сumаn ѕеtеngаh jаm. Kаrеnа itu реrlu jugа lаtihаn lаri mаrаthоn. Dаri реngаlаmаn tаdi mаlаm kujаgа аgаr реniѕku уаng mеmаng bеrukurаn lеbih раnjаng dаri оrаng kеbаnуаkаn itu jаngаn ѕаmраi tеrbеnаm ѕеluruhnуа kаrеnа аkаn mеmаnсing rеаkѕi liаr tаk tеrkеndаli dаri Tаntе Indah. Aku biѕа bоbоl lаgi. Aku mеnjаgа hаnуа mаѕuk duа реrtigа аtаu tigа реrеmраt.

    Dаn kurаѕаkаn Tаntе Indah jugа bеruѕаhа mеngеndаlikаn diri. Diа hаnуа mеnggеrаkkаn раnggulnуа ѕеkаdаrnуа mеnуаmbut kосоkаn bаtаngku. Kеrjаѕаmа Tаntе mеmbаntu аku. Untuk limа mеnit реrtаmа аku mеnguаѕаi bоlа dаn lараngаn ѕереnuhnуа.

    Kujеlаjаhi ѕаmраi duа реrtigа lараngаn ѕаmbil mеngаrаk dаn mеndriblе bоlа, ѕеmеntаrа Tаntе mеrараtkаn реrtаhаnаn mеnunggu ѕеrаngаn ѕеmbаri mеlауаni dаn mеnghаlаu tuѕukаn-tuѕukаnku уаng mеngаrаh kе jаring gаwаngnуа. Sеlаmа limа mеnit bеrikutnуа аku ѕеmаkin mеningkаtkаn tеkаnаn.

    Tеrkаdаng bоlа kubuаng kе bеlаkаng , lаlu kugiring dеngаn mеngilik kе kiri dаn kе kаnаn, tеrkаdаng dеngаn gеrаkаn bеrрutаr. Kulihаt Tаntе mulаi kеwаlаhаn dеngаn tаktik-ku. Limа mеnit bеrikutnуа Tаntе mulаi mеlаnсаrkаn ѕеrаngаn bаlаѕаn.

    Diа tidаk lаgi hаnуа bеrtаhаn. Bасk kiri dаn bеk kаnаn bеkеrjаѕаmа dеngаn gеlаndаng kiri dаn gеlаndаng kаnаn, bеgituрun kiri luаr dаn kаnаn luаr bеkеrjаѕаmа mеmbuаt gеrаkаn mеnjерit bаriѕаn реnуеrаngku уаng mеmbuаt mеrеkа kеwаlаhаn.

    Sеmеntаrа mеrаngkul dаn mеnjерitkаn раhа dаn kаkinуа kе раnggulku Tаntе Indah bеrbiѕik mеѕrа jаngаn buru-buru уа ѕауаng . jаngаn tеrgеѕа-gеѕа уа Nal?. Akuрun ѕеgеrа mеngеndоrkаn ѕеrаngаn, mеnаhаn diri. Dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu.

    Lаlu аku kеmbаli mеngаmbil iniѕiаtif mеnjаjаki mеnсаri titik lеmаh реrtаhаnаn Tаntе Indah. Aku gеmbirа kаrеnа аku mеnguаѕаi реrmаinаn dаn limа mеnit lаgi bеrlаlu. Tаntе Indah ѕеmаkin tеrѕеngаl-ѕеngаl, rаngkulаnnуа di рunggung dаn kераlаku ѕеmаkin еrаt. Dаn аku tidаk lаgi mеlаkukаn реnjаjаkаn. Aku ѕudаh tаhu titik kеlеmаhаn реrtаhаnаnnуа.

    Sеbаb itu аku mаѕuk kе tаhар ѕеrаngаn уаng lеbih hеbаt. Pеnggеrеbеkаn di dераn gаwаng. Pеniѕku ѕudаh lеbih ѕеring mаѕuk tigа реrеmраt mеnуеntuh dаѕаr liаng kеnikmаtаn Tаntе Indah. Sеtiар tеrѕеntuh Tаntе Indah mеnggеlinjаng. Diа реrеrаt rаngkulаnnуа dаn dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl diа kеjаr mulutku dеngаn mulutnуа dаn mulut dаn lidаh kаmiрun kеmbаli bеrlumаtаn dаn kеrkuсuраn.

    Nal, biѕiknуа. Punуаmu раnjаng ѕеkаli.

    Mеmеk Tаntе tеbаl dаn еnаk ѕеkаli, kаtаku bаlаѕ mеmuji diа. Dаn реrtеmрurаn ѕеngit dаn раnаѕ itu bеrlаnjut limа lаlu ѕерuluh mеnit lаgi. Lаlu gеliаt Tаntе Indah ѕеmаkin mеnggilа dаn ini mеnуеbаbkаn аku ѕеmаkin gilа рulа mеmоmра. Aku tidаk lаgi mеnаhаn diri. Aku mеlераѕkаn kеndаli ѕуаhwаt bеrаhiku ѕеlераѕ-lераѕnуа.

    Sеkаliрun dеmikiаn роmрааnku уаng dаhѕуаt tidаk bеrhеnti. Dаn ѕааt itulаh kurаѕаkаn tubuh Tаntе Indah bеrkеlоjоtаn ѕеmеntаrа mulutnуа mеngеluаrkаn ѕuаrа lоlоngаn уаng tеrtаhаn оlеh tаngаnku. Diа оrgаѕmе hеbаt ѕеkаli.

    Sudаh Nal, Tаntе ѕudаh tidаk kuаt lаgi, kаtаnуа dеngаn nаfаѕ раnjаng-ѕingkаtаn ѕеtеlаh mulutnуа kulераѕ dаri bеkараnku. Kulihаt аdа kеringаt di hidung, di kеning dаn реliрiѕnуа. Wаjаh itu jugа kеlihаtаn lеtih ѕеkаli. Aku mеmреrlаmbаt lаlu mеnghеntikаn kосоkаnku. Tарi ѕеnjаtаku mаѕih tеrtаnаm mаntар di mеmеk tеbаlnуа.

    Enаk Tаntе?, biѕikku. Iуа еnаk ѕеkаli Nal. Kаmu jаntаn. Sudаh уа? Tаntе сареk ѕеkаli, kаtаnуа mеmbujuk ѕuрауа аku mеlераѕkаnnуа. Tарi mаnа аku mаu? Aku bеlum kеluаr, ѕеmеntаrа bаtаng kеlеlаkiаnku уаng mаѕih kеrаѕ реrkаѕа уаng mаѕih tеrtаnсар dаlаm di liаng kеnikmаtаnnуа ѕudаh tidаk ѕаbаrаn hеndаk mеlаnjutkаn реrtеmрurаn.

    Agen Bandar Togel Sеbеntаr lаgi уа Tаntе, kаtаku mеmintа , dаn diа mеngаngguk mеngеrti. Lаlu аku mеlаnjutkаn mеlаmрiаѕkаn kосоkаnku уаng tаdi tеrtundа. Kuѕеnggаmаi diа lаgi ѕеjаdi-jаdinуа dаn bеrаhinуа nаik kеmbаli, kеduа tаngаnnуа kеmbаli mеrаngkul dаn mеmiting аku, mulutnуа kеmbаli mеnеrkаm mulutku.

    Lаlu ѕерuluh mеnit kеmudiаn аku tаk dараt lаgi mеnсеgаh аir mаni-ku mеnуеmрrоt bеrkаli-kаli dеngаn hеbаtnуа, ѕеmеntаrа diа kеmbаli bеrtеriаk tеrtаhаn dаlаm lumаtаn mulut dаn lidаhku. Liаng vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut mеnghiѕар dаn mеmеrаh ѕреrmа-ku dеngаn hеbаtnуа ѕереrti tаdi. Kаkinуа mеlingkаr mеmiting раnggul dаn раhаku.

    Pеrѕеtubuhаn nikmаt diаntаrа kаmi tеrnуаtа bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng dаn bеrulаng lаgi ѕаbаn аdа kеѕеmраtаn аtаu tераtnуа реluаng уаng dimаnfааtkаn.

    Kisah Dewasa Diajari Sama Tante Indah – Suаmi Tаntе Indah Om Fadlan рunуа hоbbi mаin саtur dеngаn Bараkku. Kаlаu ѕudаh mаin саtur biѕа bеrjаm-jаm. Kеѕеmраtаn itulаh уаng kаmi gunаkаn. Pаling mudаh kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаhku. Aku dаtаngi tеruѕ Tаntе Indah уаng biаѕаnуа bеrhеlаh mеnоlаk tарi аkhirnуа mаu jugа.

    Aku jugа nеkаd mеnсоbа kаlаu mеrеkа mаin саtur di rumаh Tаntе Indah. Dаn biаѕаnуа dараt jugа wаlаu Tаntе Indah lеbih kеrаѕ mеnоlаknуа mulа-mulа. Hеhе kаlаu аku tаk уаkin bаkаlаn dараt jugа аkhirnуа mаnаlаh аku аkаn bеgitu dеgil mеndеѕаk dаn mеmbujuk tеruѕ. Kisah Dewasa

    Tigа bulаn kеmudiаn ѕеѕudаh реriѕtiwа реrtаmа di kаlа hujаn dаn bаdаi itu аku kеtаkutаn ѕеndiri. Tаntе Indah уаng lаmа tаk kunjung hаmil, tеrnуаtа hаmil. Aku khаwаtir kаlаu-kаlаu bауinуа nаnti hitаm. Kаlаu hitаm tеntu biѕа gеmраr. Kаrеnа Tаntе Indah itu рutih. Om Fadlan kuning. Lаlu kоk bауi mеrеkа biѕа hitаm? Yаng hitаm itu kаn ѕi Ronald. Hеhеhеhе tарi itu сеritа lаin lаgilаh.

    Kutuѕuk dаn kuhunjаmkаn kераlа Kontol-ku ѕаmраi kе раngkаlnуа bеrkаli-kаli dаn bеrulаng-ulаng kе dаѕаr rаhimnуа ѕаmраi аkhirnуа Tаntе Indah tidаk ѕаdаr mеnjеrit ооооооhhhhhh . Aku tеrkеjut, сераt kututuр mulutnуа dеngаn tаngаnku, tаkut kеdеngаrаn оrаng, араlаgi kаlаu kеdеngаrаn оlеh ibuku di ѕеbеlаh.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot

    Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot


    1407 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Maukan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ? Sekarang? Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Tini tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik.

    Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.

    Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri.

    Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya.

    Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku.

    Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.

    Depannya Pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya.

    Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.

    Ah engga katanya sedikit gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingatkesetiaan?nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.

    Jadi aku tak sempat mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau coba sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku.

    Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu.

    Aduuuhhh Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tini menghindar dengan sopan.

    Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 Tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, Tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya.

    Tapi itu tak lama, Tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.

    Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya.

    Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BHnya, Ah putting dadanya sudah mengeras ! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.

    Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga BH itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu.

    Kucium belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sehingga putting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.Aaahhffffhhhhh. Paaaaak? rintihnya. Tak ada penolakan.

    Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CDnya Jangan Pak.

    Kata Tini terengah sambil mencegah melorotnya CD. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang.

    Aku melanjutkan menarik CDnya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.

    Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya.

    Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Bapak engga bilang ke Ibukan ? engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.

    Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Tini hanya menggelengkan kepalanya. Terusin Pakperlahan? sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.

    Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tini sudah tak karuan.

    Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya.

    Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.

    Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tini menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.

    Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya kemudian Engga apaapa Tin.. Kan Bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih.

    Kenapa Pak ? Jadinya saya engga bisa menahan Aku diam saja. Saya khawatir Pak Sama Ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.

    Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin Ya Pak Bapak. hampir. sampai ? Teruus Pak? Kalo.. keluar .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku.

    Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.

    Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tini memanggurih?, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak.

    Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak? Ah kamu ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Bapak bagus banget? Katamu tadi.

    Udah berapa lama kamu engga begini ..? Sejak.ehm.. udah 4 bulan Pak? Lho. Katanya kamu udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu itu saya kepepet Pak? Sama siapa? Sama tamu.

    Tapi baru sekali itu Pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00.

    Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, sampai barusan tadi sama Bapak .

    Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang.

    Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tini muncul lagi.

    Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BHnya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi.

    Begitu Tini memungut CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada waktu kok? Ah Bapak nih gede juga nafsunya? katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.

    Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku.

    Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulaiberani? memanggilku untuk menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Uci udah berangkat sekolah dan Ade pergi less bahasa Inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi.

    Terbukti, ketika aku langsung pulang, Tini menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Adik Kelasku Sayang

    Adik Kelasku Sayang


    5042 views


    Perawanku – Aku duduk di kelas 3 SMU saat ini. Namaku Nia, lengkapnya Lavenia, aku sangat terkenal di sekolah, teman-teman kagum akan kecantikanku, apalagi cowok-cowok, yang sering mengusilli aku dengan menggoda, aku sih cuek saja, soalnya aku juga senang sih. Aku punya sebuah “geng” di sekolah, Manda dan Lea adalah teman-teman dekatku. Kemanapun aku pergi mereka seperti biasanya selalu ada.

    Tahun ajaran baru kali ini sudah tiba, banyak adik-adik kelas baru yang baru masuk kelas 1. Sherry Andhina, nama gadis itu, ia baru duduk di kelas 1, tetapi ia sudah terkenal di sekolah ini. Bahkan ia bisa menyaingiku. Memang dia cantik, lebih cantik dari aku, kulitnya putih bersih terawat, dengan wajah agak kebule-bulean dan rambut sebahu, tubuhnya juga bagus, sintal, dan sexy. Baru 2 bulan bersekolah, nama Sherry sering jadi bahan pembicaraan cowok-cowok kelas 3 di kantin, ada yang naksir berat, bahkan kadang-kadang mereka suka berbagi fantasi seks mereka tentang Shery. Sherry tidak seperti aku, ia gadis pendiam yang nggak banyak tingkah. Mungkin itu yang membuat kaum cowok tergila-gila padanya.

    Semakin hari Sherry semakin terkenal, keegoisanku muncul ketika kini aku bukan lagi jadi bahan pembicaraan cowok-cowok. Kekesalanku pun memuncak kepada Sherry, akhirnya aku, Manda dan Lea merencanakan sesuatu, sesuatu untuk Sherry. Seperti aku, Sherry juga anggota cheerleaders sekolah, siang itu aku menjalankan rencanaku, aku bohongi Sherry untuk tidak langsung pulang sekolah nantinya, karena akan ada latihan cheers yang mendadak, ia menolak, namun dengan segala upaya aku membujuknya sampai ia mau. Daftar Joker1788

    Sore itu, sekolah sudah sepi, tersisa aku, Manda, Lea, Sherry dan 4 orang penjaga sekolah. Aku pun mulai menjalankan rencana ku.

    “Kak, sampai kapan Sherry mesti nunggu disini?”

    “Udah tunggu aja, sebentar lagi!!”

    Sherry mulai kelihatan cemas, ia mulai curiga terhadapku.

    “Sudah beres Non” Tejo si penjaga sekolah melapor padaku.

    “Oke” jawabku.

    Rencana ini sudah kusiapkan dengan matang, sampai aku membayar 4 penjaga sekolah untuk mau bekerja sama denganku, bukan hal yang berat bagiku, aku anak orang kaya.

    “Ya udah, ikut gue sekarang!!” perintahku untuk Sherry.

    Dengan ragu-ragu, Sherry mengikuti aku, Lea dan Manda. Kubawa ia ke ruang olahraga sekolah, tempat dimana kita biasa latihan cheerleaders.

    Sherry menangis karena bentakan dari aku, Manda dan Lea, ia terlihat ketakutan, tetapi kami terus menekannya secara psikologis, sampai ia menagis.

    “Sherry salah apa Kak?” ia menangis terisak-isak.

    “Lo baru masuk sekolah 2 bulan aja udah banyak lagak, lo mau nyaingin kita-kita yang senior? hormatin dong!!” bentakku

    “Nggak kok Kak, Sherry nggak begitu”

    “Nggak apaan? Nggak usah ngebantah deh, Lo mau nyaingin kita-kita kan?!” Lea menambahkan bentakanku.

    Setelah puas membentak-bentak Sherry, aku memberi tanda kepada Manda. Tak lama kemudian 4 penjaga sekolah yang sudah kuajak bekerjasama itu masuk ke ruang olahraga, mereka adalah Tejo, Andre, Lodi dan Seto. Dari tadi mereka sudah kusuruh menuggu di luar. Sherry saat itu terkejut dan sangat ketakutan.

    “He.. he.. he.. ini dia Non Sherry yang ngetop itu” Seto berujar sambil tersenyum menyeringai. Agen Joker1788

    “Cantik banget, sexy lagi..” tambah tejo.

    Sherry gemetaran ia terlihat sangat takut.

    “Sikat aja tuh!!” perintahku pada 4 pria itu.

    “Oke, sip bos!! He.. he.. he..” Tejo menyeringai.

    Manda yang dari tadi diam mulai menyiapkan sebuah kamera handycam yang memang bagian dari rencanaku. Seto mencengkram tangan kanan Sherry, sementara Lodi mencengkram tangan kirinya. Tubuh Sherry mereka seret ke atas sebuah meja sekolah. Sherry terlihat sangat ketakutan ia pun menangis sambil menjerit-jerit minta tolong.

    “Gue duluan ya” Tejo mendekati Sherry.

    Aku hanya tersenyum melihat keadaan Sherry sekarang, aku puas melihat ia ketakutan.

    “Mau apa Pak? Tolong saya, ampun Pak?” Sherry memohon ampun.

    Tapi Tejo sudah tidak perduli lagi dengan permohonan Sherry, ia sudah dibakar oleh nafsu. Perlahan Tejo mendaratkan tangannya menyentuh payudara Sherry, Sherry menjerit ketakutan. Tanpa menghiraukan teriakan Sherry, Tejo meremas-remas payudara Sherry perlahan-lahan.

    “Yang kenceng Jo!!” perintahku.

    Tejo mengeraskan cengkramannya di buah dada Sherry. Sherry berteriak, ia nampak kesakitan, dan aku pun sangat menikmati ekspresi wajah Sherry saat itu. Dipenuhi nafsu yang membara, Tejo membuka seragam SMU sherry kancing demi kancing sampai payudara Sherry yang tertutup BH terlihat.

    “Gila!! Seksi banget nih toket, putih banget!!” sahut Tejo sambil tertawa gembira.

    Perlahan Tejo menyentuh kulit payudara Sherry, Sherry pun terlihat gemetaran.

    “Tolong jangan Pak!!” sahut Sherry memelas.

    Seluruh orang di ruangan ini sudah tidak sabar lagi menyuruh Tejo menanggalkan penutup payudara Sherry itu. Tejo pun akhirnya melepas BH yang menutupi keindahan payudara Sherry itu. Aku tergelak menahan ludah, payudara Sherry indah sekali, mulus, bersih dengan puting yang merah muda merekah, seksi sekali pikirku.

    “Abisin aja Pak!!” Lea meminta Tejo dengan wajah cemburu, ia sepertinya iri pada keindahan payudara Sherry.

    “Ok Sherry sayang, tenang aja ya? Nggak sakit kok, dijamin nikmat deh..” Tejo berseloroh, ia terlihat bernafsu sekali seperti halnya Lodi dan Seto yang masih memegangi tangan Sherry supaya ia tidak melawan, sementara Andre berdiri dibelakangku sambil memperhatikan dengan nafsunya.

    “Jangan Pak!! ampun Kak!! tolong Sherry..” Sherry memohon dengan wajah pasrah, namun aku tidak perduli.

    Sama sepertiku, Tejo juga tidak perduli dengan permintaan Sherry. Tejo mulai memainkan tangannya di payudara Sherry, ia mulai meremas perlahan-lahan sambil sesekali mengelus dan menekan-nekan puting payudara Sherry dengan jarinya. Lodi dan Seto tidak ketinggalan, mereka menikmati mulusnya kulit lengan Sherry dengan mengelusnya dan terkadang mencium dan menjilatinya, aku pun mulai merasa panas.

    “Ah.. cukup Pak.. ampun Kak..” Sherry mulai mendesah.

    Tejo kian bernafsu, ia memutar-mutar jarinya di sekitar puting payudara Sherry, akupun bisa membayangkan apa yang dirasakan Sherry ketika bagian sensitifnya dirangsang, ia pasti merasa kenikmatan.

    Melihat suasana yang panas itu, Andre akhirnya turun tangan, pria hitam bertubuh gendut itu maju mendekati Sherry. Andre dan Tejo saling berbagi payudara Sherry, kiri dan kanan, dengan nafsu mereka mulai memainkan lidah mereka menyapu kulit payudara Sherry dan menjalar dengan liar di sekitar puting payudara Sherry, kadang mereka melakukan hisapan dan gigitan kecil di puting payudara Sherry. Sherry mendesah sambil ketakutan, terlihat ia baru pertama kali diperlakukan seperti itu. Manda pun beraksi merekam seluruh kejadian yang menimpa payudara Sherry dengan seksama melalui handy cam-nya.

    Tejo menurunkan ciuman dan jilatannya ke perut Sherry yang juga indah dan mulus, aku cukup terkejut melihat pusar Sherry yang ditindik itu, terlihat seksi. Setelah puas mencium dan menjilati daerah pusar Shery. Tejo berhenti dan menyuruh Andre yang sedang menikmati puting payudara Sherry berhenti. Tejo lalu mulai menyingkap rok sekolah Sherry, sambil mengelus paha Sherry. Ia memainkan jarinya menelusuri halusnya paha Sherry yang mulus dan putih itu. Tangan Tejo perlahan naik menyentuh selangkangan Sherry yang ditutup celana dalam pink itu.

    “Jangan Pak!! Ampun!!” Sherry memohon pada Tejo. Andre pun ikut mendekat ke Tejo.

    “Wah, Celana dalam Non Sherry lucu sekali..” ejek Andre.

    Tejo yang sudah sangat nafsu perlahan membuka celana dalam Sherry. Tak berapa lama kemudian, Celana dalam itu sudah terlepas dari tempatnya.

    “Wow Non Sherry!! Vaginanya indah banget!!” Tejo tampak bersemangat.

    Vagina Sherry memang terlihat terawat, daerah selangkangannya putih, bersih, dan Sherry sepertinya tidak suka dengan rambut-rambut yang tumbuh di sekitar vaginanya, ia membiarkan vaginanya tertampang mulus tanpa rambut kemaluan. Perlahan tangan Tejo dan Andre menjelajahi paha, dan sekitar selangkangan Sherry. Sherry hanya bisa menggeliat kesana kemari menghadapi rangsangan itu.

    Tak lama kemudian tangan Tejo dan Andre, tiba di bagian vital Sherry. Dengan nafsu membara, Andre membuka bibir vagina Sherry, sementara Tejo memasukkan jarinya kedalam liang vagina Sherry. Perlahan jari tangan Tejo menyolok-nyolok vagina Sherry, dan makin lama gerakannya makin cepat. Tubuh Sherry nampak menegang, sambil mendongakkan wajahnya, Sherry mendesah perlahan.

    Tejo dengan pandai memainkan kecepatan jarinya menyolok-nyolok vagina Sherry, sementara aku dan teman-temanku memperhatikan kejadian itu. Setelah hampir 2 menit jari Tejo menembus liang vagina Sherry, dari bibir vagina Sherry kulihat cairan kewanitaan yang keluar, rupanya Sherry terangsang.

    “Wah Non, terangsang nih? Enak ya? Mau lebih cepat?”

    “Jangan Pak, tolong!!” Sherry memohon.

    Tejo tidak mempedulikan permohonan Sherry, Jarinya keluar masuk vagina Sherry dengan cepat.

    “Ahh.. stop Pak!! Tolong..!” Sherry kelihatan sangat terangsang, namun ia berusaha melawan.

    “Ahh..!” Sherry vaginiak pelan, sepertinya ia hampir mencapai orgasme sambil menahan kesakitan di lubang vaginanya.

    “Payah lo!! Baru segitu aja udah mau orgasme.. cuih.. ” aku meledek Sherry, aku membayangkan jika aku dalam posisi Sherry, pasti aku akan lebih lama lagi orgasme.

    “Dasar perek amatir, baru gitu aja udah mau orgasme!!” Lea ikut mengejek.

    Tejo menghentikan jarinya yang menyolok-nyolok vagina Sherry, nampaknya ia belum mau Sherry mencapai puncaknya. Namun aku sudah tak sabar, dendam di dadaku terus membara ingin mempermalukan Sherry. Kutarik jari Tejo keluar dari vagina Sherry, lalu kudorong tubuhnya menjauhi Sherry.

    “Lho Non.. saya belum puas nih..” Tejo terlihat bingung.

    “Sabar dulu!! Nanti lo dapat giliran lagi!!” bentakku pada Tejo.

    Saat kulihat Sherry dihadapanku, nafsu dan amarahku membara. Aku tak tahan lagi, kujongkokkan tubuhku hingga wajahku tepat menghadap vagina Sherry. Tertampang jelas keindahan vagina Sherry di mataku, bibir vaginanya yang memerah karena gesekan jari Tejo dan cairan yang membasahi sekitar selangkangannya membuat aku menahan ludah. Perlahan kudekatkan wajahku ke vagina Sherry, dan kucium harum vagina Sherry, Ia terlihat sangat merawat daerah vitalnya ini. Dengan penuh nafsu dan dendam, perlahan kubasuh vaginanya dengan lidahku.


    Semua yang ada disitu spontan terkejut, dan Sherry terlihat sangat kaget.

    “Waduuh.. Non Nia ternyata juga mau ngerasain vagina Non Sherry ya?” Andre berseloroh meledek.

    “Bilang dong Non dari tadi, kalo gini saya malah jadi tambah horni nih..” Tejo menimpali.

    Aku tak perduli dengan ledekan Tejo dan Andre, yang kupikirkan hanya satu, aku ingin membuat Sherry malu di tanganku.

    “Aaah.. Kak.. mau apa Kak? Jangan Kak..” Sherry mulai merasa terangsang lagi, perlahan kurasa otot selangkangannya menegang. Kubasuh vagina Sherry dengan jilatan lidahku, dan kujalari daerah selangkangannya dengan ciuman dan jilatan erotis. Kutelusuri bibir vagina Sherry dengan lidahku, sambil kubuka liang vaginanya dengan jariku supaya lidahku dengan leluasa menjalar di daerah sensitifnya.

    Tak berapa lama kutemukan klitoris Sherry, perlahan kujilat dan kuberi dia hisapan-hisapan kecil dari mulutku. Semua laki-laki yang ada diruangan ini kurasa sangat beruntung menyaksikan dua bunga sekolah ini terlibat aktivitas seksual.

    “Ahh.. ah.. ah..” Sherry tak sanggup berkata-kata lagi, ia hanya bisa berteriak kecil merasakan rangsangan di klitorisnya. Perlahan tubuh Sherry menggelinjang kesana kemari, keringatnya makin deras membasahi tubuh dan seragam sekolahnya. Sampai akhirnya kurasakan vagina Sherry memuncratkan cairan-cairan kewanitaan yang menggairahkan membasahi mulutku, tanpa kusadari akupun terangsang dan menghirup cairan kewanitaan Sherry dalam-dalam.

    Hampir 5 menit kunikmati vagina Sherry, daerah selangkangannya sudah sangat basah, sama seperti tubuhnya yang dibanjiri keringat. Sherry hanya bisa mendesah pasrah sambil menikmati rangsanganku. Tak berapa lama, kurasa otot vaginanya menegang, Sherry agak terhentak, lalu kedua tangannya tiba-tiba mencengkram pundakku, ia hampir mencapai puncak. Saat itu pula kuhentikan jilatanku, lalu menarik nafas istirahat. Sherry terkulai lemas, tubuhnya tergeletak tak berdaya diatas meja sambil perlahan mencoba mengumpulkan nafas. Tejo, Seto, Lodi dan Andre hanya bisa terpaku menatap aku dan Sherry, sementara Lea dan Manda terlihat puas melihat “siksaan”ku terhadap Sherry. Aku berdiri setelah istirahat sejenak.

    “Gilaa!! Non Nia hebat!! Saya jadi horni banget nih lihat cewek lesbian kayak gitu” Seto angkat bicara.

    Kutatap Sherry yang terkulai lemas dengan pandangan nafsu dan dendam.

    Kulebarkan kedua kaki Sherry sampai ia mengangkang. Kutarik pinggulnya sampai sisi meja. Kali ini akan aku buat ia orgasme. Kutanggalkan rok sekolahku lalu kulepas celana dalamku. Semua pria yang ada disitu tergelak menahan ludah, menanti kejadian selanjutnya. Kubuka seragam sekolahku karena udara sudah sangat panas, sambil kutanggalkan BH-ku, begitu juga dengan Sherry, kubuat ia telanjang bulat.

    Posisi kaki Sherry yang mengangkang membuat vaginanya melebar, membuka bibir vaginanya, dan itu membuatku terangsang. Kuangkat kaki kiriku keatas meja, lalu kudekatkan selangkanganku ke selangkangan Sherry. Posisi tubuhku dan Sherry Seperti dua gunting yang berhimpitan pada pangkalnya. Dengan nafsu yang membara kugesekkan vaginaku dengan vagina Sherry yang masih terkulai lemas itu.

    “Hmm.. aah.. cukup Kak.. aah..” Sherry mendesah memohon padaku.

    Tanpa perduli pada Sherry, aku yang sudah dibakar nafsu terus melaju. Sementara Pria-pria yang ada disana mulai mengeluarkan kemaluan mereka kemudian melakukan onani sambil menyaksikan aku dan Sherry. Semakin lama semakin kupercepat gesekkan vaginaku, sambil kulihat wajah Sherry yang cantik itu dengan nafas memburu, membuatku kian terangsang. Tubuhku dan Sherry bergerak seirama, kurasakan keringat mengucur dari tubuhku, serta vaginaku kian basah oleh cairan kewanitaanku yang bercampur dengan cairan kewanitaan Sherry. Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sherry, dan tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.

    Di tengah deru nafasku yang saling memacu dengan nafas Sherry, tiba-tiba kumerasa sesosok tubuh besar memelukku dari belakang. Ternyata itu Andre, pria hitam bertubuh gendut itu sudah telanjang bulat dan memeluk tubuhku sambil memainkan jemarinya di puting payudaraku.

    “Saya juga ikutan ya Non Nia? Habis Non Nia bener-bener hot sih” permintaan Andre kuturuti tanpa menjawab, sebab jarinya yang memilin puting payudaraku semakin membuat aku berenang dalam lautan kenikmatan.

    Kulirik Sherry yang menarik nafas terengah-engah dan kulihat tubuhnya mulai menggelinjang merasakan kenikmatan. Kupercepat gerakanku, sambil mencoba untuk mengatur nafas, tiba-tiba sebuah benda kurasa menyentuh pantatku lalu menelusup diantara belahannya. Aku mendengar Andre melenguh, ternyata benda itu adalah penisnya yang menegang dan berusaha meyodok lubang anusku.

    “Non Nia, saya nggak tahan lagi nih..” permintaan Andre kupenuhi, kubiarkan penisnya masuk ke lubang anusku.

    Dengan sedikit hentakan, penis Andre menerobos masuk anusku. Kurasakan benda itu berukuran besar, memenuhi lubang anusku.

    “Aaah.. lobang Non Nia masih rapet banget nih..” Andre mencoba menekan pinggulnya untuk memasukkan seluruh batang penisnya. Sambil terus kupacu tubuh Sherry, Andre juga mulai memompa penisnya di lubang anusku. Tak berhenti, Andre menjelajahi bagian atas tubuhku dengan tangannya.

    Kejadian ini berlangsung hampir 7 menit sebelum, Sherry berteriak kencang memperoleh puncak kenikmatannya. Tak berapa lama kemudian giliranku dan Andre yang mencapai orgasme bersamaan, ditandai semburan spermanya di lubang anusku. Aku sangat lelah, tubuhku basah oleh keringat, namun aku sangat puas, puas karena dendamku terbayar dan puas atas kenikmatan yang kuperoleh tadi. Kubiarkan Sherry beristirahat selama kurang lebih 5 menit, sampai akhirnya “penyiksaan” ini dimulai lagi.

    Aku duduk menjauh dari Sherry, kali ini kuputuskan menjadi penonton saja. Tongkat komando kini dipegang Lea, ia kini yang memerintah semua yang ada disitu. Tejo, Lodi dan Seto mendekati tubuh Sherry yang tergeletak tak berdaya. Lea memberi tanda pada Seto yang dijawab dengan anggukan kepalanya. Seto memegang pinggul Sherry yang lemas itu kemudian memutar tubuhnya. Posisi Sherry kini telungkup dengan memperlihatkan bulatan pantatnya yang padat berisi.

    “Nah, Non Sherry siap-siap ya!” Seto berujar sambil mengangkat pinggul Sherry sampai ia dalam posisi menungging. Sherry cuma bisa menunggu siksaan apa lagi yang akan diterimanya dengan pasrah. Meski tubuh Sherry tampak lemas, ia masih saja menggairahkan. Seketika saja Sherry mendesah pelan, Seto dengan nafsunya meremas bongkahan pantat Sherry sambil mengelusnya.

    “Hajar aja!!” perintah Lea.

    Setelah mendengar perintah Lea, Seto yang sudah menunggu dari tadi langsung melesakkan penisnya yang menegang itu ke lubang vagina Sherry. Wajah Sherry terlihat terkejut sambil menahan sakit. Ukuran penis Seto yang besar memaksa masuk ke lubang vagina Sherry yang rapat itu. Sherry berteriak tiap kali Seto mendorong penisnya masuk.

    “Vagina Non Sherry rapet banget nih, aahh..” Seto berkata sambil mendorong penisnya lagi memasuki vagina Sherry.

    Setelah seluruh penis Seto masuk dalam lubang vagina Sherry, seto berhenti sejenak, ia membiarkan Sherry mengambil nafas sejenak. Namun Seto tidak membiarkan Sherry berlama-lama, perlahan-lahan ia mulai memompa penisnya didalam vagina Sherry. Gerakan Seto makin cepat, deru nafas Sherry dan Seto terdengar keras dibarengi gerakan mereka yang seirama. Sambil terus memompa penisnya, Seto memainkan tangannya menjelajahi pantat dan pinggul Sherry yang basah oleh keringat. Sekali lagi Lea memberi tanda, Seto mempercepat lagi gerakannya, membuat tubuh Sherry bergerak kian liar. Tejo maju menghampiri Sherry, ia berdiri di depan wajahnya. Tejo mengangkat tubuh Sherry sampai ia dalam posisi merangkak.

    “Aaah.. cukup Pak.. ah..” Sherry memohon pada Tejo.

    Dengan senyum mengejek Tejo memaksa Sherry membuka mulutnya. Dengan nafsu yang membara ia memaksa penisnya masuk ke bibir mungil Sherry.

    “Ayo isep penis saya Non!! isep!!” Paksa Tejo.

    Karena ketakutan, Sherry dengan pasrah menerima batangan penis Tejo menembus bibirnya. Besarnya penis Tejo nampak memenuhi seluruh mulut Sherry. Tak bisa kubayangkan betapa puasnya Tejo, ketika gadis ScMU secantik Sherry kini sedang mengulum penisnya.

    Dari jauh kulihat Sherry menangis, airmata jatuh ke pipinya, ia merasa terhina dan jijik. Dendamku benar-benar terbalas, Sherry benar-benar menderita. Dibalik semua itu aku juga merasa kasihan padanya. Tejo mulai memompa penisnya, melakukan gerakan maju mundur dihadapan wajah Sherry. Kini mulut dan vagina Sherry telah dipompa dua batang penis. Keringat membasahi seluruh tubuhnya, membuat tubuh Sherry terlihat berkilau seksi. Hanya Lodi saja yang belum menikmati Sherry, kini ia naik keatas meja, lalu memposisikan dirinya diatas punggung Sherry seolah-olah ia sedang menaiki kuda. Lodi meletakkan penisnya diatas punggung Sherry, sambil kemudian ia gesekkan. Tangan lodi menjelajah kedua payudara Sherry yang tergantung.

    Tiga orang itu sekaligus menikmati tubuh Sherry, tak bisa kubayangkan perasaan Sherry saat ini. Vagina, mulut, punggung, payudara, hampir seluruh bagian tubuhnya dirangsang. Kulihat Seto berejakulasi di dalam liang vagina Sherry, sperma yang melimpah keluar dari penis Seto mengalir keluar melalui liang vagina Sherry, seketika itu juga Sherry bergumam sembari menaikkan pinggulnya, ia berorgasme. Setelah Seto puas membasahi vagina Sherry dengan spermanya, giliran Lea menggantikan posisi Seto. Dengan liar, Lea menjilati vagina Sherry yang masih basah oleh sperma Seto.

    Selang berapa menit kemudian Tejo berejakulasi, ia berteriak kencang memanggil nama Sherry sembari memuncratkan spermanya di wajah Sherry, kulihat Sherry menerima semburan sperma itu di sekitar bibir dan pipinya, bahkan ia menelannya, mungkin Sherry sudah pasrah dan memilih untuk menikmati kejadian ini.

    Setelah Tejo, giliran Lodi berejakulasi diatas punggung Sherry. Sperma lodi nampak membasahi kulit punggung Sherry yang putih mulus. Andre yang dari tadi diam, bergerak menggantikan Lea yang kini merubah posisi Sherry menjadi terlentang, lalu memegangi tangan Sherry keatas.


    Penis Andre yang ekstra besar itu menembus vagina Sherry, dan dengan liar memompa tubuh Sherry. Sherry yang sudah sangat lelah hanya mendesah pelan sambil menikmati. Hampir 10 menit Andre memompa penisnya didalam vagina Sherry sampai akhirnya gerakan Andre dipercepat, Sherry berteriak, pinggulnya naik, tubuhnya nampak bergetar, ia kembali berorgasme. Tidak lama kemudian Andre berejakulasi di luar vagina Sherry, ia membiarkan spermanya jatuh membasahi selangkangan Sherry.

    Suasana sunyi hanya terdengar desah nafas Sherry yang mencoba mengatur kembali nafasnya. Tubuhnya basah oleh keringat, selangkangannya dipenuhi sperma, Sherry hanya tergeletak diatas meja itu. Kubayar uang yang kujanjikan pada Tejo, Andre, Seto dan Lodi. Mereka lalu pergi meninggalkan ruangan ini dengan senyum puas.

    “Nah, sekarang kapok kan lo?” bentak Lea kepada Sherry.

    “Makanya jangan macam-macam, kalo lo bilang-bilang kejadian ini sama siapapun, rekaman video tentang lo bakal gue sebar luas!! Terus lo bisa jadi bintang porno terbaru dan terkenal, he.. he.. he.. ” ancamku pada Sherry.

    “Sekarang lo bilang!! Gimana rasanya tadi?! Ayo jawab!!” bentak Lea.

    “Kok diem aja?! Ayo jawab tolol!!” bentakku.

    “Enak Kak..” jawab Sherry ketakutan.

    “Enak?! lo seneng dientot?!” bentak Lea lagi.

    “Iya Kak.. enak sekali.. nikmat..” Sherry menjawab.

    “Lo mau lagi?!” Manda yang dari tadi diam kini bicara.

    “Ma..mau Kak..” jawab Sherry.

    Aku, Lea dan Manda saling berpandangan sambil tersenyum. Ya, akhirnya Sherry kini menjadi bagian gengku, geng gila seks yang suka sekali mencari kenikmatan, haus akan hal-hal berbau seks. Dan si cantik Sherry, adik kelasku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam petulangan seks ku selanjutnya.

  • Cerita Ngentot Vagina Siska Lebih Legit –  Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngentot Vagina Siska Lebih Legit – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1788 views

    Perawanku – Pengalamanku saat bermain berempat dengan Siska dan keponakannya, Hanif membuat Fajar penasaran. Agaknya ia mendengar dari Siska bagaimana Hanif dan aku bermain begitu rupa, hingga ia yang pernah juga main dengan Hanif dan Siska, suatu ketika meminta istrinya untuk mengajak Hanif dan aku bermalam di rumah mereka. Karena Hanif mau ujian semester selama dua minggu, kami tidak mengusiknya. Kesempatan kami untuk bertemu terjadi pada suatu malam minggu setelah Hanif selesai ujian.

    Siska dan Fajar menyiapkan jamuan makan mewah, sebab masakan yang dipesan dari salah satu restoran mahal di bilangan Jakarta ini. Dengan mengenakan celana panjang coklat tua dan kaos berleher berwarna coklat muda, aku tiba di rumah mereka pukul 18 dan melihat Hanif telah ada di sana. Fajar mengenakan celana panjang hitam dan hem biru muda bertangan pendek.

    Siska mengenakan gaun warna biru muda, seperti warna hem suaminya, agak ketat membungkus tubuhnya yang seksi, gaun itu tergantung di pundaknya pada dua utas tali, sehingga memperlihatkan sebagian payudaranya.

    Hanif tak ubahnya seorang putri, memakai gaun berwarna merah muda, ketat menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya yang menggairahkan, juga dengan belahan dada agak rendah dengan potongan setengah lingkaran. Keduanya seolah-olah ingin menunjukkan keindahan payudaranya di depanku dan Fajar untuk menyatakan payudara siapa yang paling indah. Payudara kedua perempuan itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup merangsang buatku.

    Milik Siska lebih kecil sedikit daripada milik Hanif. Hal itu sudah kubuktikan sendiri ketika mencoba menelan payudara keduanya. Payudara Hanif masih tersisa lebih banyak daripada payudara Siska, waktu kuisap sebanyak-banyaknya ke dalam mulutku.

    Kami berempat duduk di ruang makan menikmati jamuan yang disediakan tuan rumah. Hidangan penutup dan buah-buahan segar membuat kami sangat menikmati jamuan tersebut.
    Dari ruang makan, kami beranjak ke ruang keluarga. Siska menyetel musik klasik, sedangkan Fajar mengambil minuman bagi kami, ia menuangkan tequila buat Siska dan Hanif, sedangkan untuknya dan aku, masing-masing segelas anggur Prancis, agak keras kurasa alkoholnya.

    Rona merah membayang pada wajah mereka bertiga, dan kupikir demikian juga denganku, akibat pengaruh minuman yang kami teguk. Percakapan kami yang semula ringan-ringan di seputar kerja dan kuliah Hanif makin beralih pada hal-hal erotis, apalagi waktu Siska melihat ke arahku dan berkata,

    “Wah, pengaruh anggur Prancis sudah membangunkan makhluk hidup di paha Agus. Lihat nggak tuh Nif?” Hanif menengok ke bagian bawah tubuhku dan membandingkan dengan Fajar, “Lho, yang satu ini pun sudah mulai bangkit dari kubur, hi… hi….hi…”

    Hanif yang duduk di dekatku menyenderkan kepalanya pada bahu kananku. Siska mengajak suaminya berdiri dan berdansa mengikuti irama lagu The Blue Danube-nya Strauss. Entah pernah kursus atau karena pernah di luar negeri, mereka berdua benar-benar ahli melakukan dansa.

    Setelah lagu tersebut berlalu, terdengar alunan Liebestraum. Fajar melepaskan pelukannya pada pinggang Siska dan mendekati Hanif, lalu dengan gaya seorang pangeran, meminta kesediaan Hanif menggantikan Siska menemaninya melantai, sementara Siska mendekatiku.

    Aku yang tak begitu pandai berdansa menolak dan menarik tangan Siska agar duduk di sampingku memandang suaminya berdansa dengan keponakannya. Rupanya Hanif pun tidak jelek berdansa, meskipun tak sebagus Tantenya, ia mampu mengimbangi gerakan Fajar.

    Saat alunan lagu begitu syahdu, mereka berdua saling merapatkan tubuh, sehingga dada Fajar menekan payudara Hanif. Di tengah-tengah alunan lagu, wajah Fajar mendekati telinga Hanif dan dengan bibirnya, ia mengelus-elus rambut di samping telinga Hanif dan dengan kedua bibirnya sesekali cuping telinga Hanif ia belai.

    Tatapan Hanif semakin sayu mendapati dirinya dipeluk Fajar sambil dimesrai begitu. Lalu bibir Fajar turun ke dagu Hanif, menciumi lehernya. Kami dengar desahan Hanif keluar dari bibirnya yang separuh terbuka.

    Lalu ia dengan masih berada pada pelukan Fajar di pinggangnya, mengarahkan ciuman pada bibir Fajar. Mereka berpagutan sambil berpelukan erat, kedua tangan Fajar melingkari pinggul Hanif, sedangkan kedua tangan Hanif memeluk leher Fajar. Permainan lidah mereka pun turut mewarnai ciuman panas itu.

    Fajar lalu membuka gaun Hanif hingga terbuka dan melewati kedua pundaknya jatuh ke lantai. Kini Hanif hanya mengenakan kutang dan celana dalam berwarna merah muda. Tangan Hanif ikut membalas gerakan Fajar dan membuka hemnya, kemudian kulihat jari-jarinya bergerak ke pinggang Fajar membukai ikat pinggang dan risleting celana Fajar.

    Maka terlepaslah celana Fajar, ia hanya tinggal memakai celana dalam. Lalu jari-jari Hanif bergerak ke belakang tubuhnya, membuka tali kutangnya, hingga menyembullah keluar kedua payudaranya yang hanifl. Keduanya masih saling berpelukan, melantai dengan terus berciuman.

    Namun tangan keduanya tidak lagi tinggal diam, melainkan saling meraba, mengelus; bahkan tangan Fajar mulai mengelus-elus bagian depan celana dalam Hanif. Hanif mendesah mendapat perlakuan Fajar dan mengelus-elus penis Fajar dari luar celana dalamnya, lalu dengan suatu tarikan, ia melepaskan pembungkus penis tersebut sehingga penis Fajar terpampang jelas memperlihatkan kondisinya yang sudah terangsang.

    Fajar mengarahkan penisnya ke vagina Hanif dan melakukan tekanan berulang-ulang hingga Hanif semakin liar menggeliatkan pinggulnya, apalagi ciuman Fajar pada payudaranya semakin ganas, dengan isapan, remasan tangan dan pilinan lidahnya pada putingnya.

    Hanif terduduk ke karpet diikuti oleh Fajar yang kemudian meraih tubuh Hanif dan membaringkannya di sofa panjang. Dengan jari-jari membuka celah-celah celana dalam Hanif, mulutnya kemudian menciumi vagina Hanif. Erangan Hanif semakin meninggi berganti dengan rintihan.

    “jarr, ayo sayang ….. ooooohhhh …. Yahhh, gitu sayang, adddduhhhh … nikmat sekali ….. aaakkkhhhh …. ”
    Setelah beberapa saat mengerjai vagina Hanif, Fajar berlutut dekat Hanif dengan kaki kanan bertelekan di lantai, sedangkan kaki kirinya naik ke atas sofa, ia arahkan penisnya ke vagina Hanif dari celah-celah celana dalam Hanif.

    Lalu perlahan-lahan ia masukkan penisnya ke vagina Hanif dan mulai melakukan tekanan, maju mundur, sehingga penisnya masuk keluar vagina Hanif.

    Siska yang duduk di sebelah kiriku terangsang melihat Fajar dan Hanif, lalu mencium bibirku. Kubalas ciumannya dengan tak kalah hebat sambil mengusap-usap punggungnya yang terbuka. Siska memegangi kedua rahangku sambil menciumi seluruh wajahku, lidahnya bermain di sana-sini, membuat birahiku semakin naik, apalagi ketika lidahnya turun ke leherku dan dibantu tangannya berusaha membuka kaosku. Kuhentikan gerakannya meskipun ia membantah, “Ayo dong Gus?”

    “Tenang sayang …. ” kucium bibirnya sambil menunduk dan dengan tangan kiri menahan lehernya, tangan kananku mengangkat kakinya hingga ia jatuh ke dalam boponganku dan kugendong menuju kamar tidur mereka. Kami tak pedulikan lagi Fajar dan Hanif yang semakin jauh saling merangsang. Kurebahkan tubuhnya di ranjang dan kubuka seluruh pakaianku.

    “Cepet banget Gus, udah sampai ke ubun-ubun ya sayang?” tanya menggoda sambil berbaring.
    “Udah berapa minggu nich, kangen pada tubuhmu …” jawabku sambil mendekati dirinya.

    Kembali kulabuhkan ciuman pada bibirnya sambil jari-jariku mengelus pundaknya yang terbuka sambil membukai kedua tali di pundaknya. Lidahku mencari payudaranya dan mengisap putingnya. Isapan mulutku pada putingnya membuat Siska mengerang dan menggelinjang, apalagi ketika sesekali kugigit lembut daging payudaranya dan putingnya yang indah, yang sudah tegang.

    Mungkin karena pengaruh minuman keras dan tontonan yang disajikan Hanif dan Fajar barusan, kami berdua pun semakin liar saling mencium tubuh yang lain satu sama lain. Pakaian kami sudah terlempar kesana kemari.

    Ciuman bibir, elusan jari-jari dan bibir, remasan tangan, jilatan lidah menyertai erangan Siska dan aku. Kami berdua seolah-olah berlomba untuk saling memberikan kepuasan kepada yang lain. Apalagi ketika Siska menindih tubuhku dari atas dengan posisi kepala tepat pada pahaku dan mengerjai penisku dengan ganasnya.

    Vaginanya yang tepat ada di atas wajahku kuciumi dan kujilati, klitorisnya kukait dengan lidah dan kugunakan bibirku untuk mengisap klitoris yang semakin tegang itu. Setelah tak tahan lagi, Siska segera bangkit lalu menungging di depanku.

    Rupanya ia mau minta aku melakukan doggy style posisi yang sangat ia sukai. Dari ruang keluarga, kudengar rintihan Hanif dan erangan Fajar. Mungkin mereka sudah semakin hebat melakukan persetubuhan.
    Kuarahkan penisku ke vagina Siska. Kugesek-gesekkan kepala penis hingga ia kembali merintih,
    “Guuussss, jangan permainkan aku! Ayo masukin dong, aku nggak tahan lagi, sayaaaanngg!” pintanya.

    Penisku mulai masuk sedikit demi sedikit ke dalam vaginanya. Kupegang pinggulnya dan memaju-mundurkan tubuhnya mengikuti alunan penis masuk keluar vaginanya. Sekitar lima menit kulakukan gerakan begitu, ia belum juga orgasme, begitu pula aku. Kemudian kuraba kedua payudaranya yang menggantung indah dari belakang. Kuremas-remas sambil merapatkan dadaku ke punggungnya.

    Ia mengerang, mendesah dan merintih. “Ahhhh ….. sshsshh, ouuughhhh, nikmatnyaaaa …… sayangkuuuuu. ….” Mendengar suaranya dan merasakan geliat tubuhnya di bawah tubuhku, membuatku makin terangsang.
    Lalu kutarik kedua tangannya ke belakang tubuhnya. Kupegang lengannya dengan sentakan kuat ke arah tubuhku hingga ia mendongakkan kepalanya. Kedua tangannya berusaha menggapai payudaranya dan meremas-remas payudaranya sendiri. Kami berdua kini dalam posisi bertelekan pada lutut masing-masing, agak berlutut, ia tidak lagi menungging, penisku membenam dalam-dalam ke vaginanya.

    Rintihan Siska semakin tinggi dan saat kuhentakkan beberapa kali penisku ke dalam vaginanya, ia menjerit, “Aaaaahhhhhh ….. oooooggghhh …..” Penisku terasa diguyur cairan di dalam. Aku tak kuat lagi menahan nafsuku dan menyusul dirinya mencapai puncak kenikmatan.

    Ia lalu menelungkup dengan aku menindih punggungnya yang sesekali masih memaju-mundurkan penisku di dalam vaginanya. Keringat bercucuran di tubuh kami, meskipun pendingan kamar itu cukup dingin ketika kami baru masuk tadi.

    Kemudian kami berbaring berpelukan, aku menelentang sedangkan Siska merebahkan tubuhnya di atasku. Di ruang sana tak terdengar lagi suara Fajar dan Hanif, mungkin mereka juga sudah orgasme. Tanpa sadar, aku tertidur, juga Siska.

    Aku terjaga ketika merasakan ciuman pada bibirku. Kubalas ciuman itu, tetapi aromanya berbeda dengan mulut Siska. Kubuka kelopak mataku, kulihat Hanif masih telanjang membungkuk di atas tubuhku sambil menciumi aku.

    Mataku terbuka lebar sambil memagut bibirnya memainkan lidahku di dalam mulutnya, ia membalas perlakuanku hingga lidah kami saling berkaitan. Sedangkan Fajar kulihat mendekati Siska dan menciumi payudara istrinya.

    Siska menggeliat dan membalas ciuman dan pelukan suaminya. Tangannya mengarah ke bagian bawah tubuh Fajar meraih penis suaminya yang sudah melembek. Ia rabai dan kocok penis itu, hingga kuperhatikan mulai bangun kembali. Hanif yang semula hanya menciumi bibirku dan memainkan lidahnya, menurunkan ciumannya dan mencari dadaku, di sana putingku diciumi dan digigitnya lembut.

    Lama-lama gigitannya berubah semakin buas, hingga membuatku merintih sakit bercampur nikmat, “Kenapa, sayang? Sakit ya?” tanyanya menghentikan permainannya sambil menatapku. Aku menggelengkan kepala dan memegang kepalanya agar kembali meneruskan ulahnya. Lidahnya kembali terjulur dan bermain di putingku bergantian kiri dan kanan.

    Setelah itu, ia turunkan ciumannya ke penisku yang masih ada sisa-sisa sperma dan cairan vagina Siska. Ia lumat dan masukkan penisku ke dalam mulutnya. Penis yang sudah lembek itu kembali tegang mendapat perlakuan mulutnya.

    Tangannya memegang pangkal penisku melakukan gerakan mengocok. Bibirnya dan lidahnya juga bermain di testisku dan “Uuuuhhhh ….” aku mendesah, sebab kini lidahnya menjilati analku tanpa rasa jijik sedikit pun.

    Setelah itu kembali mulutnya bermain di testisku dan memasukkan kedua testis itu bergantian ke dalam mulutnya. Sedotan mulutnya membuat birahiku kembali muncul. Sementara rintihan Siska kembali terdengar. Kuintip mereka, Fajar kini menciumi paha istrinya, sama seperti perbuatan Hanif padaku.

    Hanif melihat penisku makin tegang, tetapi kemudian ia melangkah ke bufet kecil di samping ranjang. Tak lama kemudian ia kembali ke ranjang sambil memegang dildo berwarna merah di tangannya. Penis buatan itu memiliki tali yang kemudian ia ikatkan ke pinggangnya sehingga kini Hanif terlihat seperti seorang laki-laki, tetapi memiliki payudara.

    Fajar masih terus menciumi paha isterinya ketika Hanif memegang rambut Fajar dan meminta Fajar menciumi payudara isterinya, sedangkan penis buatan sudah ia arahkan ke vagina Siska. Fajar menoleh sekilas ke arah Hanif, tetapi ia tidak menolak dan meremas-remas payudara istrinya sambil menciumi dan memilin putingnya.
    Desahan Siska semakin kuat disertai geliat tubuhnya, apalagi saat dildo Hanif mulai memasuki vaginanya yang kembali basah. Hanif kemudian memaju-mundurkan tubuhnya hingga dildo itu masuk keluar vagina Siska.

    Siska mengerang dan meracau dengan tatapan mata sayu. Kudekati wajahnya dan kupagut bibirnya sambil turut membelai payudaranya membantu suaminya yang masih terus meremas dan menciumi payudaranya.
    Beberapa saat dengan posisi itu, membuat Siska kembali naik birahi. Hanif kemudian membalikkan tubuhnya ke samping sambil memegangi pinggang Siska agar mengikuti gerakannya. Aku membantu gerakannya dan menggeser tubuh Siska hingga kini berada di atas tubuh Hanif dengan dildo Hanif yang tetap menancap pada vagina Siska.

    Siska yang ada di atas Hanif kini, menduduki perut Hanif sambil melakukan gerakan seakan-akan sedang menunggang kuda. Desahan Siska semakin kuat sebab dildo itu benar-benar masuk hingga pangkalnya ke dalam vaginanya.

    Hanif tidak banyak bergerak, hanya pasif, tetapi jari-jarinya bermain di sela-sela vagina Siska merangsang klitoris Siska. Aku memeluk Siska dari belakang punggungnya, sedangkan Fajar dari arah depan tubuh Siska meremas-remas dan sesekali menciumi dan menjilati payudara Siska.

    “Gus, masih ada lubangku yang nganggur, ayo sayangg….. oooohhhh, nikmatnya” desahnya memohon.
    Aku menyorong tubuh Siska agar rebah di atas tubuh Hanif, lalu kusentuh lubang analnya. Kubasahi dengan sedikit ludah bercampur cairan vaginanya sendiri. Lalu setelah cukup pelumas, kumasukkan penisku ke dalam analnya.

    Kugerakkan penisku maju mundur, sedangkan Siska dan Hanif saling berciuman, dan Fajar meremas-remas payudara kedua perempuan itu bergantian. Rintihan kedua perempuan itu semakin kuat terdengar. Mungkin karena merasa tindihan dua tubuh di atasnya agak berat, Hanif agak megap-megap kulihat, sehingga kuajak mereka berdua melakukan gerakan ke samping. Aku kini berbaring terlentang. Penisku yang tegang dipegangi tangan Siska dan diarahkannya masuk ke dalam analnya sambil merebahkan tubuhnya terlentang di atasku.

    Lalu Hanif kembali berada di atas tubuh Siska memasukkan dildo pada pangkal pahanya ke dalam vagina Siska. Gerakan Hanif kini aktif, berganti dengan aku yang pasif pada anal Siska. Tak lama kemudian Siska orgasme disertai rintihan panjangnya.

    Kupeluk ia dari bawah, sedangkan bibirnya diciumi oleh Hanif dengan ganasnya. Fajar masih terus meremas-remas payudara kedua perempuan itu. Lalu Hanif mencabut penis buatan dari vagina Siska dan berbaring di sampingku, sementara Fajar meletakkan tubuhnya di samping Hanif sambil memeluk tubuh Hanif dan mencium bibirnya.
    Sekitar sepuluh menit kemudian, Siska bangun dari atas tubuhku dan membuka tali yang mengikat dildo pada pinggang Hanif.

    Diperlakukan seperti tadi, rupanya membuat Siska juga ingin mencoba apa yang dilakukan oleh Hanif terhadap dirinya. “Mas, Gus, pegangi tangan dan kaki Hanif. Yuk buruan, jangan berikan kesempatan buat dia!” katanya memerintah kami berdua.

    Hanif yang masih kecapekan karena mengerjai Siska tadi mencoba meronta-ronta ketika tanganku memegangi kedua tangannya dan mementangkan lebar-lebar, sedangkan Fajar memegangi kedua telapak kakinya sehingga kedua paha dan kakinya terpentang lebar. “Ah, Tante curang, masak pake pasukan mengeroyok ponakannya …” katanya protes.

    “Biarin, abis ponakan nakal kayak gini. Masak Tantenya dihabisi kayak tadi?” gurau Siska sambil berlutut di antara kedua paha Hanif. Ia lalu menundukkan wajahnya menciumi dan menjilati vagina Hanif. Hanif benar-benar tidak bisa berkutik, meskipun ia menggeliat-geliat, apalah artinya, sebab tangan dan kakinya dipegangi oleh dua lelaki dengan kuatnya.

    Puas menciumi vagina Hanif, Siska mengangkangkan pahanya di luar paha Hanif, lalu menujukan dildo pada pahanya ke dalam vagina Hanif. Setelah dildo tersebut masuk, kedua pahanya bergerak ke arah dalam ke bawah kedua paha Hanif, sehingga kedua paha Hanif semakin rapat mengunci dildo yang sudah masuk dengan mantap ke dalam vaginanya.
    Sedangkan di bawah, kedua tungkainya mengunci kedua tungkai Hanif. Kini tanpa dipegangi oleh tangan Fajar pun, kaki Siska sudah mengunci paha dan kaki Hanif dengan ketatnya. Mulut Siska mengarah pada payudara Hanif dan melumat habis kedua payudara keponakannya.

    Sedangkan aku, sambil mementangkan kedua tangan Hanif, mencium bibirnya dan memasukkan lidahku ke dalam mulutnya. Sesekali kuangkat wajahku dan berciuman dengan Siska.
    Erangan Hanif yang tak menduga serangan Tantenya semakin dahsyat, terdengar semakin berubah menjadi rintihan. Apalagi Tantenya semakin cepat menggerakkan dildo ke dalam vaginanya. Beberapa kali ia malah menghentakkan dalam-dalam dildo tersebut ke vagina Hanif.
    Mungkin karena sudah sering melihat bagaimana gerakan penis suaminya atau penisku masuk keluar vaginanya, ia pun tergoda untuk melakukan aksi serupa.

    Cuma sekitar lima menit diserang begitu, Hanif tak kuasa lagi bertahan, ia merintih lirih, “Tante Annnnaaaaa, aku dapet ….. aaahhhhhh …… nikmattt …… sssshhhhh .…… ooouuugghhh ….. aaaakkkhhh.”
    Siska masih terus merojok vagina Hanif, hingga Hanif memaksaku melepaskan kedua tangannya dan menolakkan tubuh Tantenya, “Tante, udah dong, bisa pecah ntar memiawku!! Ahhh … sadis deh Tante!!” katanya.

    Kami tertawa mendengar kalimatnya, sebab tahu mana mungkin pecah vaginanya dengan alat yang mirip penisku dan penis Fajar. Siska merebahkan tubuh di samping Hanif seraya mencium bibir Hanif dengan lembut. Keduanya berciuman agak lama dan kembali berbaring terlentang berdampingan. Aku dan Fajar mengambil tempat di samping mereka berdua.

    Setelah itu, Siska memintaku menyetubuhinya dengan posisi ia di atas dan aku berbaring di bawah, kemudian ia minta lagi Hanif untuk memakai penis buatan tadi ke dalam analnya lalu meminta penis suaminya untuk ia lumat habis-habisan. Hanif yang ingin membalas perbuatan Tantenya, tidak menolak.

    Dengan cepat diikatkannya tali dildo itu dan menyerang anal Tantenya. Rintihan Siska kembali terdengar di sela-sela lumatan bibir dan mulutnya pada penis suaminya. Fajar masih mau diperlakukan demikian beberapa kali, tetapi mungkin karena tak tahan melihat ada vagina menganggur, ia kemudian mendekati bagian bawah tubuh kami dan kulihat mengusap-usap pantat Hanif.

    Lalu ia memasukkan penisnya ke dalam vagina Hanif. Empat tubuh telanjang berkeringat kini saling bertindihan. Fajar paling atas menyetubuhi Hanif, sementara Hanif dengan dildo-nya mengerjai vagina Siska, dan aku paling bawah mengerjai anal Siska dengan penisku yang tegang terus. Sprey ranjang sudah acak-acakan oleh tingkah kami berempat, tapi kami tak peduli lagi pada kerapihan.

    Masih dengan napas tersengal-sengal, Hanif membisikkan sesuatu ke telinga Fajar. Fajar yang sudah melepaskan dirinya dari tubuh Hanif, memeluk tubuh istrinya melepaskan analnya dari hunjaman penisku. Hanif kemudian mendekati aku dan berbisik, “Gus, kita kerjai Tante lagi yuk? Sekarang coba masukin penis kalian berdua ke memiawnya, ntar aku bantu dengan dildo pada analnya.”
    Wah ide yang unik, pikirku sambil mengangguk. Kemudian kuraih tubuh Siska, “Ada apa sich Gus, aku masih capek sayang!” Tapi penolakannya tak kuhiraukan. Kutarik tubuhnya rebah menelungkup di atas tubuhku sambil menggenggam penis yang kuarahkan pada vaginanya.

    Dasar vaginanya masih merekah, dengan mudahnya penisku melesak ke dalam, membuatnya kembali mendesah. Tak lama kemudian, Fajar mendekati kami dan mengarahkan penisnya ke dalam vagina Siska.
    Penisku yang masih berada di dalam vagina Siska, bergesekan dengan penis Fajar yang mulai menyeruak masuk keluar ke dalam. Mata Siska yang tadinya sayu mendapat seranganku, membeliak merasakan nikmat akibat dimuati dua penis pada vaginanya. Ia tak kuasa melawan walaupun semula merasa vaginanya begitu padat dimasuki dua penis sekaligus.

    Kemudian kulihat Hanif memperbaiki letak dildo yang masih ia kenakan. Lalu dengan hati-hati ia menempatkan dirinya di antar tubuh Fajar dan pantat Siska. Fajar memberikan ruang gerak padanya dengan mencondongkan tubuhnya ke arah belakang dan menahan berat badannya dengan kedua tangannya, sehingga Hanif bebas memasukkan dildo ke dalam anal Siska.
    Aku dan Fajar menghentikan gerakan dengan tetap membiarkan kedua penis kami berada di dalam vagina Siska. Begitu dildo Hanif masuk ke dalam analnya, Fajar mulai menggerakkan penisnya lagi, merasakan gerakan itu, aku mengikuti irama mereka berdua.

    Rintihan Siska meninggi saat dildo Hanif memasuki analnya bersamaan dengan kedua penis kami. Kututup rintihannya dengan mencium bibir Siska. Ia memagut bibirku dengan kuat, bahkan sempat menggigit bibirku dan mengisap lidahku kuat-kuat.
    Mungkin pengaruh desakan dua penis sekaligus pada vaginanya dan penis buatan pada analnya, membuat Siska melayang-layang mencapai puncak kenikmatan yang lain dari biasanya.

    Ia tidak lagi mengerang atau mendesah, melainkan merintih-rintih dan bahkan sesekali menjerit kuat.
    “Auuuhhh …. Ooooohhhhh …. gila ….. kalian bertiga benar-benar gila! Uuuukhhhh ….. sssshhhhh ….. aakkkkhhhh …..” rintihnya sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya menerima serangkan kami bertiga. Pagutan bibirku menutup rintihannya dengan lilitan lidah yang menjulur memasuki rongga mulutnya.
    Hanif merapatkan tubuhnya ke punggung Tantenya dan kedua tangannya bergerak meremas-remas kedua payudara Tantenya. Siska merintih menikmati serangan di sekujur tubuhnya terutama pada bagian-bagian vitalnya.

    Entah sudah berapa puluh kali penisku dan penis Fajar bergerak masuk keluar vagina Siska dan analnya dirojok dildo Hanif. Sementara kedua tangan Fajar masih menyangga tubuhnya, ia tak bisa berbuat apa-apa walaupun kulihat beberapa kali mencoba meraih punggung Hanif untuk meremas-remas kedua payudaranya dari belakang, tapi posisinya tidak menguntungkan.
    Ia kemudian memusatkan pikiran pada gerakan penisnya yang semakin cepat kurasakan bergesekan dengan penisku di dalam vagina Siska yang sudah semakin becek.

    Rintihan Siska semakin tinggi berubah menjadi jeritan. Ia memiawik-mekik nikmat, ketika mencapai orgasme. Fajar menyusul menghentakkan penisnya kuat-kuat ke dalam vagina istrinya, tapi kedua tangan Siska menahan pantat suaminya, agar tetap melabuhkan penisnya di dalam vaginanya.
    Ia seakan tidak rela penis kami keluar dari vaginanya, meskipun ia sudah orgasme. Tak lama kemudian, suaminya menyerah, mencabut penisnya.

    Aku masih bertahan dan meminta Hanif berbaring dengan Tantenya terlentang di atas tubuhnya dan dildo yang dipakainya ia masukkan ke anal Siska, sementara aku menancapkan penisku ke vagina Siska. Meskipun Hanif berada di bawah tubuh Tantenya, tubuh Siska kupegangi agar tidak membebani Hanif. Kuraih pundaknya agar merapat ke tubuhku.

    Tangan Siska bermain di kedua payudara Hanif sambil menikmati hunjaman dildo Hanif pada analnya dan penisku pada vaginanya yang barusan sudah mencapai kenikmatan. Fajar berbaring di sisi Hanif sambil membantu Siska membelai dan meremas-remas payudara Hanif dan sesekali mencium bibir Hanif.
    Tangan Fajar bermain di bagian bawah tubuh Hanif, rupanya ia mengorek-ngorek vagina Hanif, hingga gadis itu tidak hanya menancapkan dildo ke vagina Tantenya, tetapi juga menaiki anak tangga kepuasan oleh permainan tangan Fajar.

    Hanif menggeliat-geliat di bawah dengan dildo*-nya menancap dengan dalam pada vagina Siska, sambil menikmati ulah jari-jari Fajar pada vaginanya. Rintihan Hanif semakin kuat bercampur dengan jeritan Siska yang kuserang habis-habisan dengan gerakan sekuat-kuatnya dan sedalam-dalamnya membenamkan penisku ke dalam vaginanya.

    Ia menjerit-jerit seperti waktu penis suaminya bersama penisku masih berada di vaginanya. Penisku kupegangi dan kutekan kanan kiri merambah, mengeksplorasi dinding vaginanya dan menarik tanganku hingga penisku masuk hingga pangkalnya. Jari-jariku mencari klitorisnya dan membelai-belainya sedemikian rupa hingga ia tak berhenti memiawik.

    Sekujur tubuh Siska bersimbah peluh dan kuperhatikan ada tetesan air keluar dari matanya turun ke pipi. Rupanya saking nikmatnya multiorgasme yang ia rasakan, tanpa terasa air matanya menetes. Tentu saja air mata bahagia. Kukecup kelopak matanya menciumi air matanya dan bibirku turun ke bibirnya, melakukan kecupan yang liar dan panas.
    “Ooooooooogggghhhhhhhh ….. Gussssss ……. Uuuhhh ……. Ssssshhhhh …. Hanifaaaa …… nikmatnyaaaaaahhhhhhh …… Aaaahhhhhh!!!” teriakannya terdengar begitu kuat sambil menekankan vaginanya kuat-kuat ke penisku.

    Seperti biasanya kalau ia mencapai orgasme yang luar biasa, air seninya ikut muncrat bersamaan dengan cairan vaginanya. Semprotan cairannya membasahi penisku, sela-sela paha Hanif dan sprey di bawah kami. Mulutnya menolak mulutku dan menggigit pundakku hingga terasa giginya menghunjam agak perih di kulitku.
    Dari bawah kulihat Hanif juga semakin kuat menekan dildo ke anal Siska. Hanif pun merintih,
    “Tanteeeee ….. aku …. juga dapeetttt nicchhhh ….. oooohhh, jari-jarimu lincah benar Oooommmm …..” pujiannya keluar memuji perbuatan Fajar terhadap dirinya. Fajar mencium bibir Hanif dan mengelus-elus payudaranya.

    Terakhir, aku menghentakkan penisku sedalam-dalamnya dan sambil mengerang nikmat, muncratlah spermaku memasuki vagina Siska. Kutarik tubuh Siska berbaring di atas tubuhku yang berbaring terlentang, sedangkan Hanif memeluk Fajar yang menindih tubuhnya sambil terus berciuman dan memasukkan jari-jarinya sedalam-dalamnya ke dalam vagina Hanif yang pahanya sudah merapat satu sama lain dan menjepit jari-jari dan tangan Fajar dengan kuatnya.

    Napas Siska, Hanif dan aku yang terengah-engah semakin mereda sambil mencari posisi yang enak untuk berbaring. Kuamati payudara kedua perempuan itu sudah merah di sana-sini, akibat ciuman dan gigitan Fajar, aku dan mereka berdua satu sama lain.

    Pundakku yang perih akibat gigitan Siska tadi, diciuminya dengan lembut seraya minta maaf, “Gus, maaf ya, jadi kejam gini sama kamu, abis nggak tau lagi sih mau ngapain. Yah udah, pundakmu jadi sasaran mulut dan gigiku.” Kuelus-elus rambutnya sambil berkata, “Tak apa, sayang. Ntar juga cepat sembuh koq, apalagi sudah kau obati dengan ludahmu.”

    Setelah itu, kami berempat terbaring nyenyak setelah beberapa jam main tak henti-hentinya. Kami baru bangun ketika matahari sudah naik tinggi dan jarum jam dinding menunjuk pukul 11.00 WIB. Kami mandi berempat di kamar mandi.

    Bathtub yang biasanya hanya dimuati satu atau dua tubuh orang dewasa, kini menampung tubuh kami berempat yang sambil berciuman, menggosok, meraba dan meremas satu sama lain, tetapi karena tenaga kami sudah terkuras habis, kami tak main lagi pagi itu. Namun siangnya, usai makan, Hanif sempat memintaku untuk main lagi dengannya.

    Fajar dan Siska, sambil tertawa-tawa dan memberi komentar, hanya menonton keponakan mereka main denganku di karpet ruang keluarga mereka. Hanif seolah tak kenal lelah, tidak cukup hanya meminta vaginanya kukerjai, tetapi juga analnya, baik dengan posisi terlentang dengan kedua kakinya kupentang lebar maupun dengan posisi ia menungging dan kutusuk dari belakang.
    Jika kuhitung, ada sekitar tiga kali lagi ia orgasme, sementara aku hanya sekali, tetapi untungnya penisku tetap bisa diajak kompromi untuk terus main melayani permintaannya.

    Tepukan tangan Fajar dan Siska memuji kekuatan kami berdua mengakhiri persetubuhan kami berdua, lalu Siska membersihkan penisku yang dilelehi cairan vagina dan anal Hanif serta spermaku, sedangkan Fajar membaringkan tubuh Hanif di sofa panjang dan membersikan vaginanya dengan bibir dan lidahnya. Pelayanan kedua suami istri itu benar-benar luar biasa terhadap keponakannya, Hanif dan aku.

     

  • 2 Gadis ABG Kaki Gunung Lawu

    2 Gadis ABG Kaki Gunung Lawu


    1673 views

    Perawanku – Namaku Son, mahasiswa semester III, tinggiku 168 cm dan berat 58 kg, Kejadian ini terjadi pada waktu aku melakukan pendakian gunung Lawu bersama teman-temanku.

    Lokasiku saat itu berada dekat base camp pertama kearah pendakian gunung Lawu. Aku sedang beristirahat sendirian disini. Tadi malam aku bersama teman-temanku 5 orang sudah melakukan pendakian menuju puncak Lawu dan telah berhasil mencapai puncak Lawu jam 6 pagi tadi.

    Sekarang dalam perjalanan pulang, sementara teman2ku sudah pada turun gunung semua. Kuputuskan untuk istirahat sebentar di base camp pertama ini sambil mendirikan tenda, biar nanti agak sorean aku turun sendiri menuju pos kami yang dekat dengan rumah penduduk sekitar gunung Lawu ini.

    Sore itu pukul 15.10 WIB, aku baru saja selesai menyeduh kopi instanku, ketika tiba-tiba dari arah semak belukar arah barat muncul dua cewek dengan baju dan kondisi acak-acakan.

    ”Hallo Mas?” sapa salah satu cewek itu padaku.

    Cewek yang kutaksir berusia 18 tahun kelihatannya anak SMA, rambutnya pendek seperti aktris Agnes Monica. Sedangkan temannya yang satu berambut panjang sebahu mirip-mirip bintang sinetron Bunga lestari.

    ”Hallo juga” jawabku menyembunyikan kekagetanku karena munculnya yang tiba-tiba, sempat terpikir ada setan atau penunggu gunung ini yang mau menggodaku.
    ”Loh, dari mana, kok berduaan aja?” tanyaku coba berbasa-basi.
    ”Iya, kita tadi misah dari rombongan, terus nyasar..” jawab cewek itu sambil duduk di depanku.
    ”Boleh minta minum gak? Kita haus sekali, sudah 5 jam kita jalan muter-muter gak ketemu jalan sama orang” lanjutnya kemudian.

    Aneh juga pikirku, padahal perasaanku dari tadi pagi, sering sekali aku berpapasan dengan orang-orang atau rombongan pecinta alam.

    ”Ada juga air putih, tuh di botol atau mau kopi, sekalian aku buatin?” jawabku.

    Cewek yang berbicara denganku tadi ini tidak menjawab pertanyaanku, tapi langsung menghampiri botol minum yang kutunjukan dan segera meminumnya dengan terburu-buru, sedangkan temannya yang satu lagi hanya memperhatikan dan kemudian meminta botol minumku dengan santun.

    Kuperhatikan saja tingkah mereka, cewek-cewek muda ini cakep juga khas ABG kota, tapi saat itu mukanya kotor oleh debu dan keringat, kaosnya cuma ditutupi jaket kain, celana jeans dan sepatu olah raga warna hitam, ini sih mau piknik bukan mau naik gunung, abis gak bawa bekal atau peralatan sama sekali.

    Mereka minum terus sampai puas kemudian tiduran disamping kompor parafin yang sedang kugunakan untuk memasak air.

    ”Mas namanya siapa?” tanya cewek yang berambut pendek.
    ”Namaku Adek sedangkan ini temenku Lina” katanya lagi.
    ”Namaku Son” jawabku pendek sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
    ”Ada makanan gak, Mas? Adek laper banget nih..” tanya Adek tanpa basa basi kepadaku yang sedang memperhatikannya.
    ”Ada juga mie kalo mau, sekalian aja masak mumpung airnya mendidih” jawabku.

    Ternyata Adek tidak mau masak sendiri, dia terus berbaring dan minta tolong padaku untuk dimasakin mie.

    ”Wah kamu ini manja banget ya? Kenal aja barusan tapi udah nyuruh-nyuruh?” godaku pada Adek.
    ”Tolong deh Mas.. Adek capek banget” “Nanti gantian deh..” rayu Adek padaku.
    ”Gantian apa ya? Emang nanti kamu mau masak mie lagi? Bayarnya pake pijet aja ya?” godaku lebih lanjut.
    ”Maunya tuh.. tapi bereslah..” jawab Adek cuek sambil memejamkan matanya.

    Kuperhatikan Lina, tapi dia ternyata diam saja, dan hanya mengangguk kecil ketika kutawarkan mie. Sementara aku masak mie instan, Adek kemudian bercerita kisahnya sampai dia dan Lina tersesat berduaan di tengah gunung Lawu ini. Adek berangkat bersama serombongan pecinta alam SMAnya jam 10 siang tadi. Rencananya malam nanti Adek dan rombongan akan mendaki gunung Lawu, tapi waktu menuju base camp kedua, perut Lina sakit, sehingga Adek menemani Lina mencari tempat untuk buang hajat, tetapi setelah selesai ternyata mereka tertinggal dan terpisah dari rombongan.

    Setelah mienya siap segera saja pancinya kuberikan pada mereka untuk segera disantap. mMsih saja Adek protes kok tidak ada piringnya.

    ”Emangnya ini di warung” kataku cuek sambil tersenyum kearah Lina.

    Lina hanya tersenyum tipis dengan bibir gemetar.

    ”kamu sakit ya Lin?” tanyaku.
    ”Nggak Mas hanya kedinginan” katanya pelan.
    ”Butuh kehangatan tuh Mas Son” potong Adek sekenanya.

    Wah kaget juga aku mendengar celoteh Adek yang terkesan berani. Kuperhatikan keadaan sekitar yang sudah mulai berkabut dan langit gelap sekali. Waduh jangan-jangan sudah mau hujan. Segera saja kubereskan peralatanku.

    ”Masih pada kuat jalan nggak?” tanyaku pada 2 orang cewek ini.
    ”Nanti kalau disini hujan, bisa basah semua.. Mending kalo masih bisa jalan kita cepat turun agar nggak kehujanan” lanjutku.

    Baru saja selesai aku bicara, tiba-tiba ada kilatan petir disusul dengan suaranya yang keras.

    ”Duer!!”

    Disusul dengan tiupan angin yang kencang membawa rintik-rintik air hujan.

    ”Nah lo.. benerkan, telat deh kalo kita mau nekat turun sekarang” kataku sambil mematikan kompor parafinku.
    ”Ya udah, cepet masuk tenda sana, cuaca lagi nggak bersahabat nih, bakal hujan deres disini!” perintahku sambil membereskan peralatanku yang lain karena hujan sudah mulai turun.

    Aku, Adek, dan Lina segera berdesak-desakan di dalam tenda kecil parasut, sementara hujan semakin deras disertai bunyi angin yang keras, segera aku memasang lampu kemah kecil yang biasa kubawa kalau aku naik gunung. Lumayanlah cahayanya cukup untuk menerangi di dalam tenda ini. Sementara kurasa hari menjelang maghrib, dan hujan masih saja turun walau tidak deras.

    Adek dan Lina duduk meringkuk berdampingan dihadapanku sambil tangannya mendekap kaki.

    ”Kamu masuk aja ke sleeping bag itu, kelihatannya kok kamu kedinginan sekali” saranku pada Lina yang mulai menggigil kedinginan.
    ”Tapi copot sepatunya” lanjutku kemudian.

    Lina diam saja, tapi menuruti saranku. Akhirnya Adek dan Lina tiduran berhimpitan di dalam sleeping bag sambil berpelukan.
    Kuperhatikan saja tingkah mereka berdua,

    ”Hei kalian pada ngomong dong, jangan diem aja. Jadi serem nih suasananya” ucapku pada Adek dan Lina.
    ”Mas Son gak kedinginan..” tanya Lina tiba-tiba.
    ”Ya dingin to, siapa juga yang nggak kedinginan di cuaca seperti ini?” jawabku apa adanya.
    ”Kalian enak berduan bisa berpelukan gitu.. gak adil” kataku mencoba bercanda.
    ”Ya Mas Son sini to, kita berpelukan bertiga” kata Adek pendek, tak ada nada bercanda dalam nada omongannya.

    ”Waduh, gak salah denger nih?” pikirku.

    Tak akan ada kesempatan kedua kalau hal ini kutanyakan lagi.

    ”Ya udah, kalian geser dong. aku mau di tengah biar hangat” kataku cuek sambil membuka resleting sleeping bagku.

    Tidak sempat kuperhatikan ekspresi Lina atau Adek karena keadaannya yang remang-remang. Aku merebahkan diri diantara dua cewek yang baru kukenal ini, tak ada kata-kata atau komentar apapun, kulingkarkan kedua tanganku kepada Adek di sebelah kiri dan Lina disebelah kanan. Walau awalnya aku merasa canggung tapi setelah kunikmati dan merasakan dua tubuh hangat mendekapku dan akupun merasa nyaman sekali. Kepala Adek dan Lina bersamaan rebah di dadaku. Kurasakan deru nafas yang memburu dari keduanya dan dariku juga.

    ”Badan Mas Son hangat ya Lin?” kata Adek pelan seraya tangannya melingkar kebawah dadaku dan kakinya naik menimpa kakiku, barangkali Adek lagi membayangkan aku seperti gulingnya kalau dia pas lagi mau tidur.
    ”Iya tadi Lin takut sekali, sekarang dipeluk sama Mas Son, Lin jadi nggak takut lagi” jawab Lina pelan sambil mengusap kepalanya di dadaku.

    Samar-samar tercium bau wangi dari rambutnya. Kemudian darahku terasa terkesiap saat lutut Adek entah disengaja atau tidak menyenggol burungku.

    ”Ehm..” aku hanya bisa berdehem kecil ketika kurasa hal itu ternyata mendorong birahiku naik.

    Waduh, pikiranku langsung ngeres, rugi juga ya kalau kesempatan selangka seperti ini kusia-siakan, minimal harus ngelaba sesuatu nih..
    Iseng-iseng tangan kiriku yang masih leluasa kuberanikan memeluk tubuh Adek mulai meraba-raba kebagian daerah buah dada Adek.

    ”Ehm..” Adek ternyata hanya berdehem pelan.

    Akupun mulai berani meningkatkan aksiku lebih lanjut, aku mencoba meremas lembut susunya. Ternyata Adek hanya diam, dia hanya mendongakkan mukanya menatapku, sambil tangannya juga meraba-raba dan mengelus-elus dadaku. Kucoba mencium rambutnya lalu kukecup kening Adek, sementara tanganku terus meremas-remas susunya dengan tempo agak cepat.

    ”Aah.. Mas Son” suara Adek terdengar lirih.
    ”Ada apa Dek?” tanyaku pelan melihat Lina sudah mulai curiga dengan aktivitas yang kulakukan.
    ”Kamu masih kedinginan ya?” kataku lagi sambil menggeser tubuhnya agar lebih naik lagi.

    Sementara tanganku jadi lebih leluasa menelusup ke dalam balik jaketnya dan membuka pengait BHnya yang masih tertutup dengan kaos luarnya. Adek hanya diam saja saat kulakukan hal itu, bahkan saat tanganku sudah sempurna merengkuh susunya dibalik BHnya. Dia menggigit kecil dadaku.

    ”Ah.. Mas Son..” katanya parau dengan tidak memperdulikan ekspresi Lina yang kebingungan.

    Saat kupermainkan puting susunya, tiba-tiba Adek bangkit.

    ”Mas Son, Adek ma.. masih kedinginan” kata Adek dengan bergetar sambil menghadapkan mukanya ke wajahku sehingga jarak muka kami begitu dekat.

    Kurasakan nafasnya memburu mengenai wajahku. Aku hanya bisa diam tercekat ketika Adek mulai menciumi mukaku dengan tidak beraturan, mungkin karena gelap hampir semuanya kena diciumnya. Kurasakan lagi kaki Adek sudah melakukan gerakan yang teratur menggesek-gesek ******ku naik dan turun. Tanpa sadar akupun membalas ciuman Adek, hingga akhirnya bibir kami bertaut. Dengan penuh nafsu Adek mengulum bibirku sambil lidahnya terjulur keluar mencari lidahku. Setelah didapatnya lidahku, dihisapnya dengan kuat sehingga aku sulit bernafas.

    ”Gila nih, cewek ABG sudah pintar french kiss” ucapku dalam hati.

    Tanpa sadar tangan kananku mencengkram pundak Lina.

    ”Mas sakit Mas pundak Lina” kata Lina tiba-tiba yang menghentikan aktivitasku dengan Adek.
    ”Oh maaf Lin” jawabku dengan terkejut.

    Kuperhatikan ekspresi Lina yang bengong melihatku dengan Adek. Tapi rasa tidak enakku segera hilang karena ternyata Adek tidak menghentikan aktivitasnya, dia tampaknya cuek aja dengan Lina, seakan menganggap Lina tidak ada. Adek terus menciumi telinga dan leherku.

    ”Mas Son, Adek jadi pengen.. Adek jadi BT, birahi tinggi” kata Adek lirih di telingaku sambil tangannya sudah bergerilya mengusap-usap ******ku yang masih tertutup rapat oleh celana jeansku.

    ”Waduh.. bagaimana ini” pikirku dalam hati.

    Pikiranku serasa buntu. Kupandangi wajah Lina yang kaku melihat polah tingkah Adek yang terus mencumbuku. Lina pun bangkit dari rebahannya sambil beringsut menjauh dari badanku. Tak sempat ku berkata lagi, Adek yang sudah birahi tinggi tanpa ampun menyerangku dengan ganasnya, dicumbunya seluruh wajah dan leherku, malah kini posisinya menaiki tubuhku dan berusaha membuka bajuku.

    Aku yakin walau suasananya remang-remang, Lina pasti melihat jelas semua aktivitas kami, bahkan dengan kaos dan BH Adek yang sudah tersingkap keatas dan tanganku yang sedang meremas-remas susu Adek, sekarang jelas terpampang di depan mata Lina. Kepalang tanggung, segera saja kurengkuh tubuh kecil Adek dan kuhisap puting payudaranya yang kecil dan berwarna merah kecoklatan itu secara bergantian dengan posisi adek diatas tubuhku. Pentil itu tampak sudah tegak mengacung karena pemiliknya sudah dilanda nafsu birahi yang sangat tinggi.

    ”Ah.. ah.. Mas Son..” gumam Adek lirih.
    ”Enak Mas, terus.. jangan dijilat terus, tapi disedot.. aah..” lanjutnya.

    Aktivitas ini kuteruskan dengan mengelus dan meraba pantat Adek yang sejajar dengan ******ku. Kuremas pantat Adek sambil menggesek-gesekan ******ku pada daerah kemaluan Adek yang masih terbungkus dengan celana jeans yang dikenakannya. Kujilati semua yang ada di dada Adek, bahkan kugigit kecil puting mancung itu yang membuat Adek melenguh panjang.

    ”Aaahh.. sshh..”

    Aksiku ternyata membuat Adek blingsatan, dikulumnya bibirku dan diteruskan ke leherku sambil berusaha membuka semua bajuku, nampaknya Adek mau balas dendam melancarkan aksi yang sama dengan yang kulakukan tadi.

    Benar saja, begitu bajuku terbuka semua, Adek segera menghisap putingku dan menggigit-gigit putingku dengan ganas. Kurasakan sensasi yang luar biasa yang membuat ******ku semakin tersiksa karena tidak bisa bangun terhalang oleh celana jeansku. Saat itu bisa kuperhatikan Lina di samping kiriku yang sedang menatap nanar aktivitas kami, kulihat tangan kanannya dijepitkan pada dua belah pahanya, entah sedang terangsang atau sedang kedinginan.

    Tanpa kata, kuberanikan tangan kananku mengelus paha Lina sambil berusaha meraih tangan Lina. Lina hanya diam saja, bahkan semakin terpaku saat melihat aksi Adek yang terus mencumbu bagian bawah pusarku. Aku yang merasa sangat geli hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan.

    ”Aah.. Dek, jangan dijilat di daerah situ terus.. ge..li se..ka..li..” ujarku dengan nafas tersengal.

    Tanpa sadar aku sudah meremas tangan Lina dan Linapun kurasa juga membalas remasan tanganku. Tapi kejadian demi kejadian berlangsung begitu cepat, Adek seolah sudah tidak peduli lagi, dia langsung membuka ikat pinggangku diteruskan dengan membuka resleting celana jeansku. Aku hanya bisa pasrah menerima nasibku saat itu, keperhatikan tingkah Adek sambil tanganku tetap memegang tangan Lina.

    Saat resleting celanaku sudah terbuka, Adek meraih ******ku yang masih terbungkus celana dalamku, lalu dielusnya sebentar kemudian ditariknya sampai selutut celana jeansku berikut celana dalamku juga. Tanpa banyak kata, Adek hanya memperhatikan sebentar ******ku kemudian mencium dan menjilat permukaan ******ku.

    ”Aah..” aku hanya bisa mengeluarkan kata itu saat Adek mulai mengulum ******ku dan mengisapnya.
    ”Aargh .. Dek, enak sekali Dek” erangku.

    ”Gila nih anak, baru SMA sudah selihai ini, aku tak habis pikir” gumamku dalam hati.

    Saat Adek masih asik berkaraoke dengan ******ku, kulihat sekilas ke Lina, ternyata dia sedang memperhatikanku dengan pandangan yang tidak kumengerti artinya. Kemudian seperti ada dorongan lain kutarik tangan Lina sehingga tubuhnya rebahan lagi disampingku.

    ”Lin, aku ingin cium bibir kamu” bisikku perlahan di telinga Lina.

    Saat itu Lina diam saja sambil tetap menatapku. Kutarik wajahnya mendekat dengan wajahku dan segera kulumat bibir Lina yang mungil itu.

    ”Eemh ..” suara yang terdengar dari mulut Lina.

    Tak ada perlawanan yang berarti dari Lina, Lina diam saja tak membalas ciumanku, entah karena pasrah atau tidak tahu caranya berciuman. Kurasakan getaran birahi yang luar biasa saat ******ku terus dipermainkan oleh Adek sementara konsentrasiku terarah pada Lina yang pasrah. Segera saja aku menciumi dada Lina yang masih terbungkus oleh bajunya sementara tanganku yang satu mengelus-elus selangkangan Lina.

    ”Aah.. ah..” Lina mulai bereaksi panas saat kusibak bajunya sehingga aku bisa menjilati permukaan susu yang masih tertutup oleh BHnya yang berwarna pink.
    ”Ya diajari tuh Lina, Mas Son.. sudah gede tapi belum bisa bercinta” kata Adek tiba-tiba.

    Kaget juga aku mendengar teguran itu, kuperhatikan Adek tenyata dia sudah tidak menghisap ******ku lagi, tapi sedang membuka celana jeans lalu celana dalamnya sendiri.

    ”Adek masukkin ya Mas” kata Adek pelan tanpa menunggu persetujuanku sambil mengarahkan ******ku ke lubang kawinnya yang tampak olehku disuburi bebuluan jembut keriting.

    Pelan tapi pasti Adek membimbing ******ku untuk masuk penuh ke dalam tempiknya. Kurasakan rasa hangat menjalar dari ******ku ke seluruh tubuhku. Tempik Adek yang sudah basah oleh lendir pelumasnya memudahkan ******ku masuk ke dalamnya.

    ”Ah.. burung Mas Son gede.. terasa penuh di tempik Adek” katanya mendesis sambil menggoyangkan pantatnya dan memompanya naik turun.
    ”Ah.. ash.. ah.. enak sekali Mas Son” kata Adek parau sambil mencumbu dadaku lagi.

    Aku yang menerima perlakuan demikian tentu saja tidak terima, kuangkat badan Adek dan mendekatkan teteknya ke mulutku sambil terus memompa dari bawah mengimbangi goyangan Adek.

    ”Huuf.. uh..uh.. aah.. terus Mas” erang Adek memelas.

    Kujilati terus dan mengisap puting Adek bergantian kiri dan kanan, sementara Adek menerima perlakuanku seperti kesetanan.

    ”Ayo Mas.. Son.. terus.. ayo .. teruuss.. Adek mau dapet ni..” katanya bernafsu.

    Tak beberapa lama kemudian, dengan kasar Adek mencium dan mengulum bibirku.

    ”Eeemhp.. aaah..”

    Dan kemudian Adek terkulai lemas di dadaku, sementara aku yang masih memompa dari bawah hanya didiamkan Adek tanpa perlawanan lagi.

    ”Aaa.. berhenti dulu Mas Son, istirahat sebentar, Adek sudah dapat Mas Son” kata Adek lirih mendekapku dengan posisinya masih di atasku dan ******ku masih di dalam liang senggamanyanya.

    Kurasakan detak jantung Adek yang bergemuruh di dadaku dan nafasnya yang ngos-ngosan mengenai leherku.

    ”Makasih ya Mas Son, enak sekali rasanya” kata Adek pelan.

    Aku yang belum mendapatkan orgasme, hanya bisa melirik ke arah Lina yang saat itu ada di sampingku, ternyata tangannya sedang meremas-remas teteknya sendiri dibalik BH berendanya yang sudah terbuka. Segera saja kutarik Lina mendekatiku dan menyuruhnya agar ia berposisi push up mendekatkan teteknya kemulutku.

    ”Aah .. Mas Son..” kata Lina pelan saat tetek kanannya kuhisap.

    Saat itu Adek bangkit dari posisi semula dan mencabut tempiknya dari ******ku, kemudian berbaring di sisi kiriku sambil merapikan kaosnya. Aku yang kini leluasa berusaha bangkit sambil mencopot celana jeansku yang masih menempel di lututku. Kuterus meremas-remas tetek Lina sambil mengulum bibir Lina yang kini posisinya berbaring di bawahku. Berbeda dengan yang tadi, kini Lina mulai agresif membalas kulumanku bahkan bibirnya menjulur-julur minta diisap.

    Kubimbing tangan Lina untuk memegang ******ku yang masih tegang dan basah karena cairan kawin dari tempik Adek. Semula seakan ragu, tapi kini Lina mengenggam erat ******ku dan seperti sudah alami Lina mengocok ******ku waktu lidahku bermain di bawah telinganya dan lehernya.

    ”Aah .. Mas Son.. geli ..” hanya itu komentar dari bibir Lina yang seksi itu.

    Perlahan lidahku mulai bermain di seluruh dada Lina, dari leher sampai gundukan teteknya kujilati semua, dan kugigit kecil pentil susu Lina yang berwarna kemerahan dan sudah tampak tegang itu.

    ”Aargh.. aah ..” Lina mulai menggelinjang.

    Lina diam saja waktu kubuka ikat pinggangnya dan kubuka kancing celana jeansnya. Kuperhatikan Lina masih memejamkan matanya dan melenguh terus saat kucumbu bagian pentilnya, sementara tangan kanannya tetap menggenggam erat ******ku, dan tangan kirinya menekan-nekan kepalaku, sesekali menjambak rambutku. Kemudian tanganku menelusup ke dalam balik celana dalam Lina waktu kancing celana jeans Lina sudah terbuka, kurasakan sambutan hangat bulu-bulu jembut yang masih jarang diatas tempiknya. Kuelus-elus sebentar permukaan liang kawinnya, lalu jari-jariku tak ketinggalan bermain menekan-nekan tempiknya yang sudah basah oleh lendir kawinnya.

    ”Ah.. Mas.. Son .. aah” suara Lina semakin terdengar parau.

    Aku segera mengalihkan cumbuan ke daerah perut Lina dan menurun menuju tempiknya. Kubuka celana dalam berenda yang juga berwarna pink itu tanpa melihat reaksi Lina dan segera menciumi permukaan tempik Lina yang masih ditumbuhi bulu-bulu jembut halus yang jarang-jarang.

    ”Ah.. jangan Mas Son .. ah..” kata Lina mendesis.

    Tentu saja kubiarkan sikap yang menolak tapi mau itu. Lidahku sudah mencapai permukaan tempiknya lalu kujilati yang segera membuatnya menggelinjang dan dengan mudah aku menurunkan celana jeansnya sampai sebatas pahanya. Kujilati terus tempik Lina sampai kedalam-dalam sehingga pertahanan Lina akhirnya jebol juga, pahanya semula yang mengapit kepalaku mulai mengendur dan mulai terbuka mengangkang, sehingga akupun leluasa mencopot seluruh celana jeans dan celana dalamnya.

    ”Aah .. argh ..” desis Lina pelan.

    Posisiku saat itu dengan Lina seperti posisi 69, walau Lina tidak mengoral ******ku aku tidak peduli tetap menjilati tempiknya dengan ganas dan tanpa ampun.

    ”Aah.. Mas .. truss.. ahhh .. enaak.. Mas .. aah ..” teriak Lina tidak jelas, sampai akhirnya pahanya menjepit erat kepalaku dan ******ku terasa sakit digenggam erat oleh Lina.
    ”Aaah.. Mas ..” teriakan terakhir Lina bersamaan dengan sedikit cairan birahi yang menyemprot dari dalam tempiknya kedalam mulutku.

    Rupanya Lina sudah mendapat orgasme pertamanya walau dengan lidahku.

    ”Aah.. enak sekali.. Mas Son .. sudah ya Mas Son..” kata Lina pelan sambil tergolek lemah dan pasrah.

    Akupun menghentikan aktivitasku dan mengambil nafas dulu karena mulutku jadi pegal-pegal kelamaan asyik mengoral tempiknya. Aku berbaring di tengah dua cewek ini dengan posisi yang terbalik dengan mereka, kepalaku berada diantara kaki-kaki mereka.
    Baru sebentar aku mengambil nafas, kurasakan ******ku sudah ada yang memegang lagi.

    ”Mas main sama Adek lagi ya? Adek jadi nafsu ngeliat Mas Son main sama Lina” kata Adek tiba-tiba yang sudah bangkit dan kini tangannya sedang memegang ******ku.

    Aku tak sempat menjawab karena Adek sudah mengulum ******ku lagi, bahkan kini pantatnya beralih ke wajahku, menyorongkan tempiknya kemulutku untuk minta dioral juga seperti tadi aku dengan Lina. Posisiku dengan Adek kini 69 betulan tapi dengan posisiku yang di bawah. Kujilati tempik Adek dengan lidah yang menusuk-nusuk kedalamnya.

    ”Eeemph .. emmph ..” Adek tak bisa mendesah bebas karena mulutnya penuh dengan ******ku.

    Lama kami bermain dengan posisi itu, sampai akhirnya kuhentikan karena aku tidak tahan dengan isapan Adek yang luar biasa itu dan kalau dibiarkan terus akibatnya ******ku bisa muntah-muntah di dalam mulut Adek. Aku bimbing agar Adek berbaring di samping Lina sedangkan aku di atasnya mulai mencumbu lagi dari teteknya dengan menggesek-gesekan ******ku ke permukaan tempiknya yang dipenuhi oleh bulu-bulu jembut yang berwarna hitam pekat itu. Adek seperti mengerti, kemudian membimbing ******ku untuk masuk ke dalam lubang kawinnya. Akupun bangkit sambil mengarahkan ******ku siap untuk menghujam lubang senggama Adek. Pelan tapi pasti kumasukan ******ku mulai dari kepala hingga semuanya masuk ke dalam tempiknya.

    ”Aaah .. Mas Son ..” desis Adek sambil menggoyang pantatnya.

    Kurasakan seret sekali tempiknya, beda sekali dengan yang tadi gesekan itu terasa nikmat menjalar di setiap centi dari ******ku dengan sesekali terasa denyutan pelan dari liang kemaluannya.

    ”Mas yang keras dong goyangnya.. terasa sekali mentok” kata Adek sambil melingkarkan tangannya ke leherku.

    Akupun jadi semangat memompa tubuh ranum yang mungil ini. Di udara dingin seperti ini terasa hangat tapi tidak berkeringat.

    ”Aah.. ah.. terus Mas .. terusss.. ah.. ah ..” lanjutnya keenakan.

    Mungkin sekitar 5 menit aku menggoyang Adek, sampai kemudian aku tidak tahan melihat teteknya yang bergoyang indah dengan puting kecil menantang. Akupun mengulum puting Adek sambil meremas-remasnya dengan gemas, sementara pompaan ******ku telah diimbangi goyangan Adek yang bisa kupastikan goyangan ngebor ala Inul tidak ada apa-apanya.

    ”Ma.. Mas .. Adek mau dapet laggii.. bareeng yaa.. ah.. ah..” desis Adek histeris.

    Aku jadi terangsang sekali mendengar lenguhan Adek yang merangsang itu, kuteruskan aksiku dengan menjilat dan mencium dada, ketiak, leher, telinga dan pipi Adek.

    ”Aaarg ..” erangnya keras.

    Adek mengulum bibirku sambil memejamkan matanya. Nampaknya Adek telah mendapat orgasmenya yang kedua, sementara tubuhnya menegang sebentar dan kemudian melemas walau aku masih memompanya. Aku segera mencabut ******ku dan mengocoknya sebentar untuk menumpahkan pejuku ke perut Adek.

    ”Crut.. crut..”

    Pejuku keluar banyak membasahi perut Adek dan mengenai teteknya.

    ”Aaah..” akupun melenguh puas saat hasratku telah tersalurkan.

    Adek mengusap-usap pejuku di perutnya kemudian membersihkan dengan tisu yang diambil dari celananya, sedangkan Lina mendekat dan melihat aksi Adek, kemudian membantu membersihkan pejuku.

    ”Baunya seperti santan ya?” komentar Lina sambil mencium tisunya yang penuh dengan pejuku.
    ”Ya udah. Semua dibereskan dulu” kataku memberi perintah kepada dua cewek yang baru saja bermain cinta denganku ini.
    ”Kita istirahat dulu ya sambil tiduran, nanti kalo sudah nggak hujan kita putuskan mau turun ke bawah atau bermalam disini ya” lanjutku kemudian.

    Akhirnya akupun tertidur kelelahan dengan dua cewek yang mendekapku. Entah mimpi apa aku semalam bisa terjebak dalam situasi seperti ini.

    Tak kurasa kami bertiga telah bermalam dan sadar pada keesokan harinya, dan berjanji akan melakukannya lagi nanti sesampainya dibawah dan menginap di hotel terdekat. TAMAT.

  • Cerita Sex Sudah Besar dan Bernafsu

    Cerita Sex Sudah Besar dan Bernafsu


    1553 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Sudah Besar dan Bernafsu ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Awal ketemu dirinya aku merasa salut denga cara bicanya dan kesantunannya , saat itu dia masih kelas SMP namanya Rahma dia gadis yang cantik, pintar mudah bergaul, dia adalah adek sepupu dari istriku, aku sudah menikah dan dikarunai anak yang masih kecil, sudah lama aku tidak bertemu dengan Rahma, baru kemarin dia datang kerumahku untuk mencarikan PTS dikota, ternyata dia sudah dewasa dan amakin cantik tentunya.

    Aku dan istriku jadi repot dibuatnya karena harus mengantarkan dia untuk daftar, test dan cari kost. Selama membantu dia, aku mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan membuatku bertanya-tanya dalam hati.

    Selama aku membantunya mencarikan PTS di kotaku, dia sering mencuri pandang ke arahku dengan pandangan yang nakal, kemudian terseyum sambil memandang kejauhan. Hampir tanpa ekspresi, aku pun terdiam sampai dia berlalu.

    Aku terkejut bukan karena cara pandangannya kepadaku, tapi dia sendiri itu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat. Aku kemudian berandai-andai, jika waktu berpihak kepadaku, jika keberuntungan mendukung, jika kesempatan mau sedikit saja berbaik hati. Mungkin juga aku yang terlalu berharap dibuatnya, sebenarnya batinku tidak setuju untuk menyebutnya begitu.

    Sesungguhnya kita sering diganggu oleh ketidakpastian yang menghantui kotak pikiran, namun setelah kenyataan dihadapan mataku, maka baru sadar. Aku takut tidak dapat mengendalikan diriku lagi. Pada suatu hari dia datang ke rumahku, karena ada hari libur besoknya, dia mau menginap di rumahku.

    Hatiku jadi gelisah, aku ingin melakukan sesuatu, mengalirkan magma yang meledak-ledak dalam diriku. Tapi batin dan nuraniku melarangnya, tidak sepantasnya itu terjadi padaku dan sepupuku.

    “Kak, tolong aku dong!” Pandangannya menusuk, menembus dadaku hingga jantungku, serasa ingin meloncat.

    “Jika Kakak tak keberatan, Rahma minta diajarin naik motor bebek”, matanya mengerling ke arahku serasa terseyum manis.

    Belum pernah aku menerima tawaran seperti ini dari wanita. Kau telah menyentuh sisi paling rawan dalam hatiku. Aku mengangguk sambil tetap mencengkram wajahnya dengan tatapanku, sayang untuk dilepaskan. Wajahnya lembut, tenang dan dewasa, kalau saja tubuhnya setinggi minimal 175 cm, pastilah sudah menjadi bintang film sejak lama. Rambutnya sebahu, kulitnya kuning langsat, Pokoknya mantap!

    “Mengapa memilih Kakak? Mengapa tidak kepada pacarmu atau temanmu yang lain?” tanyaku.

    “Saya telah memilih Kakak”, katanya manja. Aku mulai menggodanya..

    “Memilih Kakak?” Dia mengangguk lugu, tetapi semakin mempesona.

    “Kalau begitu, jangan protes apa-apa, kamu Kakak terima menjadi murid, sederhana bukan?” kataku.

    “Kakak akan menyesal jika melewatkan kesempatan ini, sebab Kakak ingin tercatat dalam hati sanubari Rahma yang paling dalam sebagai orang paling berjasa menumbuhkan dan menyemaikan bakat naik motor kepada Rahma gadis yang manis, kandidat peraih Putri Indonesia.” Tawanya meledak, matanya menyepit, bibirnya memerah. Pipinya juga, duhh..!

    “Kapan Kak belajarnya?” tanya dia.

    “Sekarang”, jawabku.

    Kemudian kami pamit kepada istriku, dan aku mengeluarkan motor bebek, kuhidupkan mesinnya. Aku duduk di depan dan dia di belakangku, aku mencari daerah yang sepi lalu lintasnya. Setelah sampai di daerah yang lalu lintasnya kurasa sepi, aku menghentikan dan turun dari motor.

    Kemudian aku memberikan beberapa petunjuk yang diperlukan dan mempersilakan dia untuk duduk di depan dan aku di belakangnya. Beberapa menit kemudian motor mulai jalan pelan dan bergoyang-goyang hingga mau jatuh.

    Terpaksa aku membantu memegang stang motor, aku tidak sempat memperhatikan lekuk tubuhnya. Badannya sangat indah jauh lebih indah dari yang aku bayangkan. Lehernya yang putih, pundaknya, buah dadanya.. Akh..!

    Setelah aku membantu memegang stang, motor dapat berjalan dengan stabil, aku mulai dapat membagi konsentrasi. Aku merasakan kehangatan tangannya, telapak tanganku menumpuk pada telapak tangannya.

    Kuusap tangannya, dia nggak bereaksi, mungkin karena lagi konsentrasi dengan jalan. Kemudian aku merapatkan dudukku ke depan sehingga kemaluanku merapat pada punggung bagian bawah. Hidungku kudekatkan ke belakang telinganya, tercium bau wangi pada rambutnya. Aku mulai terangsang, kemaluanku mulai tegak di balik celana dalam yang kupakai.

    Karena dia sudah mulai dapat menguasai motor, sementara aku masih dapat mengontrol diriku dengan baik, kutawarkan untuk latihan sendiri dan aku menunggu di warung saja. Tapi dia nggak mau, dia ingin aku tetap duduk di belakangnya. Aku jadi khawatir sendiri, kalau begini terus akan berbahaya, imanku kuat tapi barangku nggak mau diajak kompromi.

    Akhirnya timbul dalam pikiranku untuk sekedar berbuat iseng saja. Kemudian aku pura-pura menjelaskan soal lalu lintas, aku merapatkan badanku sampai kemaluanku menempel di bawah punggungnya. Rahma pasti juga dapat merasakan kemaluanku yang tegak. Tapi dia cuma diam saja, kubisikan di telinganya..

    “Rahma, kamu cantik sekali!” kataku dengan suara bergetar.

    Tetapi dia tetap tidak bereaksi, kemudian aku meletakkan kedua tanganku di kedua pahanya. Rupanya dia tetap tidak bereaksi, aku jadi semakin berani mengusap-usap pahanya yang terbuka, karena dia memakai celana pendek.

    “Akh.. Kakak nakal! Entar dimarahi Kak Lina lho, kalau ketahuan!”, katanya manja.

    “Kalau Rahma nggak cerita, ya.. Nggak ada yang tahu! Emang Rahma mau cerita sama Kak Lina?” tanyaku.

    “Ya.. Nggak sih”, katanya.

    “Kalau gitu kamu baik dech”, kataku.

    Karena mendapat lampu hijau aku semakin berani, kukatakan bahwa payudaranya sangat bagus bentuknya, lebih bagus dari punya kakaknya, Lina. Dia tampak senang.

    “Kakak ingin sekali menyentuhnya, boleh nggak?” kataku meluncur dengan begitu saja.

    “Akh.. Kakak nakal”, katanya manja.

    Aku semakin nekat saja, sebab dari jawabannya aku yakin dia nggak keberatan. Kemudian tanganku pelan-pelan mulai menyentuhnya dan kemudian memegang penuh dengan telapak tanganku. Wah, rasanya keras sekali, kucoba meremasnya dan dia sedikit terkejut.

    Aku tidak dapat memegang lama-lama sebab harus membagi konsentrasi dengan jalan. Yang jelas kemaluanku semakin berdenyut-denyut.

    Aku tersentak waktu dia mengerem motor dengan mendadak untuk menghindari lubang. Tubuhku menekan tubuhnya hingga membuat kesadaranku pulih, akhirnya aku memutuskan untuk mengajaknya pulang. Aku sempat melihat kekecewaan di matanya. Tapi mau bagaimana lagi itu jalan terbaik, agar aku tidak sampai terjebak pada posisi yang sulit nantinya.

    Besok paginya, waktu aku mau berangkat bekerja, istriku memintaku untuk mengantarkan Rahma dulu ke tempat kostnya. Tentu saja aku bersedia, malah jantungku menjadi berdebar-debar. Nggak lama kemudian Rahma mendekati kami.

    “Kak, antarin Rahma dulu dong? Rahma ada kuliah pagi nich! Teman Rahma nggak jadi menjemput”, katanya.

    “Ayo!” ajakku sambil masuk ke dalam mobil.

    “Rahma mau mandi dulu ya Kak!” katanya.

    “Nggak usah, nanti keburu macet di jalan, mandinya nanti aja di kost.”, jawabku.

    Di dalam hatiku aku sudah berjanji bahwa aku harus dapat mengendalikan diri. Sehingga selama dalam perjalanan aku banyak diam. Akhirnya dia mulai membuka pembicaraan..

    “Kak, kok diam aja sih? Marah ya? Anterin Rahma pulang!” kata Rahma.

    “Kakak cuma lagi kurang enak badan saja”, jawabku sekenanya.

    Setelah sampai di depan rumah kostnya, dia minta aku untuk ikut masuk, mengambil mainan yang telah dibelikannya untuk anakku.

    Mulanya aku menolaknya, tapi karena dia mau buru-buru berangkat kuliah dan juga belum mandi, sedangkan kamarnya di lantai 3. Aku jadi kasihan kalau dia harus naik turun tangga hanya untuk mengambilkan mainan saja. Akhirnya aku mengikutinya dari belakang, aku sempat heran dan tanya kepada dia..

    “Kok sepi sekali?”

    Ternyata kata Rahma semua sudah pada berangkat kuliah. Kemudian aku disuruh menunggu di kamarnya, sementara dia mandi. Setelah selesai mandi dia masuk ke kamar, wajahnya kelihatan segar.

    “Lho kok nggak ganti pakaian?” tanyaku.

    “Iya, tadi temanku kasih tahu kalau dosennya nggak masuk, jadi Rahma nggak perlu buru-buru lagi.”
    katanya. Sementara aku duduk di tempat tidurnya, dia mengambilkan mainan yang akan diberikan pada anakku.

    “Ini Kak”, katanya sambil duduk di sampingku.

    “Wah bagus sekali. Terima kasih ya!” kataku.

    Sewaktu aku mau berpamitan keluar, pandangan mataku beradu dengannya, hati ini kembali berdebar-debar, pandangan matanya benar-benar meluluh-lantakan hatiku dan menghancurkan imanku. Aku tidak jadi berdiri, kupegang tangannya. Kuusap dengan penuh perasaan, dia diam saja, kemudian kupegang pundaknya, kubelai rambutnya..

    “Rahma kamu cantik sekali”, kataku dengan suara bergetar, tapi Rahma diam saja dengan muka semakin menunduk. Kemudian aku meletakkan tanganku di pundaknya.

    Dan karena dia diam saja, aku jadi semakin berani, kucium di bagian belakang telinganya dengan lembut, rupanya dia mulai terangsang. Dengan pelan-pelan badan Rahma aku bimbing, kuangkat agar berada dalam pangkuanku.

    Sementara kemaluanku semakin menegang, usapan tanganku semakin turun ke arah payudaranya. Aku merasa nafas Rahma sudah memburu seperti nafasku juga. Aku semakin nekat, tanganku kumasukan ke dalam kaosnya dari bawah.

    Pelan-pelan merayap naik ke atas mendekati panyudaranya, dan ketika tanganku sudah sampai ke pinggiran payudaranya yang masih tertutup dengan BH-nya, kuusap bagian bawahnya dengan penuh perasaan, dia menggelinjang dan menoleh ke arahku dengan mulut sedikit terbuka.

    Cerita Dewasa – Aku jadi tidak tahan lagi, kutundukan muka kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ketika bibir kita bersentuhan, aku merasakan sangat hangat, kenyal dan basah. Aku pun melumat bibirnya dengan perasaan sayang dan Rahma membalas ciumanku, pelan-pelan lidahku mulai menjulur menjelajahi ke dalam mulutnya dan mengkait-kaitkan lidahnya, membuat nafas Rahma semakin memburu.

    Tanganku pun tidak tinggal diam, kusingkapkan BH-nya ke atas, sehingga aku dapat dengan leluasa memegang payudaranya.

    Aku belum melihat tapi aku sudah dapat membayangkan bentuknya, ukurannya tidak terlalu besar dan terlalu kecil, sehingga kalau dipegang rasanya pas dengan telapak tanganku. Payudaranya bulat dengan punting yang tegak bergetar seperti menantangku. Kuusap dan kuremas, Rahma mulai merintih.

    Kemudian Rahma kurebahkan di kasur, kulepas kaosnya dan BH-nya sehingga tampak pemandangan yang sangat menakjubkan. Dua buah gundukan yang berdiri tegak menantang, kupandangi badannya yang setengah telanjang.

    Kemudian mulutku pelan-pelan kudekatkan ke buah dadanya, dan ketika mulutku menyentuh buah dadanya, Rahma merintih lebih keras. Nafsuku semakin naik, kuciumi susunya dengan tidak sabar. Putingnya kukulum dengan lidahku, kuputar-putar di sekitar putingnya dan susunya yang sebelah kuremas dengan tanganku.

    “Aduuhh.. Ahh.. Ah”, Rahma semakin mengerang-erang dan dengan gemas putingnya kugigit-gigit sedikit.

    Badannya menggelinjang membuatku semakin bernafsu untuk terus mencumbunya. Sekarang tanganku mulai beroperasi di daerah bawah, kubuka celana pendeknya hingga sekarang hanya mengenakan celana dalam saja, rupanya celana dalamnya sudah basah.

    Akhirnya kulepas sekalian, sehingga tampak vaginanya yang masih kencang dan ditumbuhi rambut yang tidak banyak, membuat kemaluanku semakin tegang.

    Kubersihkan vaginanya dengan bekas celana dalamnya. Kemudian kupandangi dan kuusap-usap dengan penuh perasaan, Rahma tampak sangat menikmati sekali, dan saat jariku menyentuh klitorisnya, Rahma menggelinjang dengan keras.

    Sementara klitorisnya masih kuusap-usap dengan jariku, Rahma semakin menggeliat-liat. Pada saat itu aku ingin sekali mencium vaginanya, karena sudah terangsang sekali. Saat aku mau menunduk untuk mencium, kuangkat tanganku tapi pada saat itu dia langsung merapatkan kedua pahanya dan badannya tegang sekali dan tersentak-sentak selama beberapa saat.

    “Aahhkk.. Oohh.. Kak, aahh!”

    Akhirnya Rahma diam beberapa saat, kudiamkan saja, sebab dia baru saja merasakan orgasme. Tubuhnya terkulai lemas, aku jadi kasihan sehingga senjataku juga ikut-ikutan turun. Dengan penuh rasa kasih sayang aku menghampirinya, duduk di pembaringan sejajar dengan buah dadanya dan menghadap ke arah wajahnya.

    Tubuhnya kututupi dengan selimut. Kubelai rambutnya dan kucium keningnya, rupanya dia terharu dengan perilakuku. Baru saja aku mau berdiri, tanganku diraihnya, kemudian aku duduk lagi, tahu-tahu tangannya sudah ada di atas pahaku.

    “Kak, baru kali ini Rahma merasakan sensasi yang sangat luar biasa nikmatnya, sebab yang namanya disentuh oleh laki-laki Rahma belum pernah, apalagi pacaran. Jadi Kakak adalah orang yang pertama yang menyentuh Rahma, tapi Rahma senang kok Kak. Tadi Rahma merasakan nikmatnya sampai tiga kali Kak, Rahma sangat puas Kak!”

    Dalam hatiku bertanya mengapa bisa sampai 3 kali, padahal aku kira cuma sekali. Pantas dia langsung KO. Mungkin karena dia tidak pernah dijamah laki-laki, jadi tubuhnya sangat sensitif sekali.

    “Kok diam saja, Kak? Apa Kakak juga udah puas?” tanyanya.

    “Rahma nggak usah pikirin Kakak, yang penting kamu sudah dapat merasakan nikmatnya orang bercumbu yang seharusnya belum boleh kamu rasakan. Sekarang Kakak mau berangkat bekerja dulu, oke!” kataku.

    “Kak gimana caranya biar Kakak juga bisa merasakan nikmat”, katanya dengan lugu. Tangannya yang masih ada di atas pahaku tahu-tahu sudah melepas sabukku dan membuka celanaku.

    “Biar Rahma juga mau pegang punya Kakak seperti tadi Kakak pegang punya Rahma, tadi waktu Kakak pegang memek Rahma dan mengusap-usap, Rahma mendapat kenikmatan luar biasa, berarti kalau punya Kakak Rahma pegang dan diusap-usap pasti Kakak juga merasa nikmat”, katanya sok tahu.

    Sekarang celana dalamku sudah kelihatan dan Rahma mulai memegang dan meremasnya dari luar. Kemaluanku jadi tegak dan menyembul keluar dari celana dalamku. Dia terkejut dan takjub, “Wuah besar sekali.” Kalau sudah begini aku jadi lupa lagi dengan diriku, aku menurunkan celana dalamku agar dia dapat leluasa memainkannya. Kemaluanku yang sudah sangat tegak digenggamnya dengan telapak tangannya dan diremasnya.

    “Akh.. Rahma, enaakk”, dia tambah bersemangat. Jari-jarinya mengusap-usap kepala kemaluanku.

    “Rahma, teruskan sayang..” kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa kemaluanku sudah keras sekali. Rahma meremas dan mengurut kemaluanku semakin cepat.

    “Rahma!” seruku.

    “Kakak akan terasa lebih nikmat kalau Rahma mau menciumnya!”

    Kemudian kupindahkan kepalanya di pahaku dan susunya menempel dipunggungku, aku ajari dia, mulanya kusuruh cium batang kemaluanku kemudian kusuruh jilati dengan lidahnya. Aku merasakan sesuatu yang lain yang tidak kualami jika dengan istriku, mungkin karena Rahma masih gadis, lugu dan tubuhnya belum pernah dijamah sedikitpun oleh laki-laki.

    Rupanya Rahma juga menikmati dan mulai terangsang. Karena posisi kami kurang bebas, aku membimbing Rahma bangun dari pembaring dan duduk di lantai sementara aku tetap duduk di pembaring, sehingga mukanya tepat di depan selangkanganku.

    Kini dengan leluasa dia dapat melihat kemaluanku yang semakin keras. Kemaluanku terus dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak.

    Mulutnya perlahan mulai didekatkan ke arah kemaluanku dan bibirnya mengecup kepala kemaluanku, tangannya memegang pangkal kemaluanku.

    Mulutnya mulai ditempelkan pada kepala kemaluanku dan lidahnya kusuruh menjilati ujungnya. Dan aku mulai menyuruhnya untuk dikulum di dalam mulutnya, mulutnya mulai dibuka agak lebar dan kemaluanku bagian ujungnya mulai dikulum, aku semakin keenakan.

    “Rahma.. ennaak! Terus sayang, masukan terus lebih dalam lagi, nah.. Begitu sayang.”

    Rambutnya kuusap-usap dan kepalanya pelan-pelan kutarik kemudian kudorong lagi ke arah kemaluanku. Rupanya dia tahu maksudku, kemudian dia maju mundurkan kemaluanku di dalam mulutnya.

    Aku merasa sudah nggak tahan, apalagi sewaktu Rahma melakukannya semakin cepat. Ketika aku merasa spermaku mau keluar, pelan-pelan kutahan gerakan kepalanya, maksudku mau menarik kemaluanku keluar dari mulutnya. Tetapi dia malah melawan gerakanku, dengan memegang pangkal kemaluanku lebih kuat dan mempercepat gerakannya. Akhirnya aku tidak dapat menahan lebih lama lagi..

    “Aahh, aahh, aahh..!”

    Spermaku keluar di dalam mulutnya dengan rasa nikmat luar biasa dan badanku sampai tersentak-sentak. Kemudian kemaluanku kutarik dari mulutnya.

    Aku melihat di mulutnya belepotan dengan spermaku, kuangkat dia dan kududukkan di pahaku, tanganku yang sebelah kiri menopang kepalanya, sedangkan tanganku yang kanan membersihkan mulutnya.

    “Kamu pintar sekali, Kakak mendapatkan kenikmatan yang luar biasa”, kataku berbisik.

    “Rahma.. Juga Kak, sekarang Rahma merasakan tulang-tulang Rahma seperti lepas!” Kemudian kuangkat tubuhnya yang masih telanjang, kurebahkan di pembaringan. Aku sendiri merapikan pakaian dan langsung pamit pulang.

    Setelah kejadian tersebut aku sangat merasa menyesal, tapi lagi-lagi sudah terlambat, tapi hatiku mengatakan tidak ada yang terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Aku kembali berjanji dalam hatiku cukup sampai di sini.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Bercinta Dengan Wanita Hamil

    Cerita Sex Bercinta Dengan Wanita Hamil


    1066 views

    Perawanku – Cerita Sex Bercinta Dengan Wanita Hamil, Aku sangat senang di dalam kantorku aku diangkat menjadi manajer di perusahaan swasta, namaku Satria umurku 28 tahun tinggiku 171 cm kata orang aku mirip dengan salah satu atlet basket indonesia Deny Sumargo, kisah sexku ini terjadi satu tahun yang lalu, saat ini aku sudah mempunyai istri dan 2 anak yang masih kecil kecil.

    Saat pulang dari kerja pukul 11 malam karena hal lembur penutupan bulan, dengan mobilku aku menyusuri kawasan perumahan elit kebetulan malam itu gerimis, dengan pelan pelan aku mengendarainya ditengah perjalanan kau melihat perempuan yang sedang berdiri dibawah pohon aku merasa kasihan kemudian aku hampiri dia dan bertanya. “Ibu sedang menunggu apa?”

    Dia memandangku agak curiga tapi kemudian tersenyum. Dalam hati aku memuji, Manis juga ibu ini
    walaupun umurnya kelihatannya di atasku sekitar 34 -36 tahun kalau digambarkan seperti artis Misye Arsita dan saat itu perutnya agak membuncit kecil kelihatan sedang hamil muda.

    “Kalau ke manukan naik angkot apa ya Dik?”

    “Wah jam segini sudah habis Bu angkotnya, Gimana kalo saya antar?”

    Dia kelihatan gembira. “Apa tidak merepotkan?”

    “Kebetulan rumah saya juga satu arah dari sini, mari naik!”

    Setelah dia ikut mobilku, Ibu itu bercerita bahwa dia berasal dari Jawa Tengah, dia sedang mencari
    suaminya yang kebetulan baru 2 minggu kerja sebagai sopir bis jurusan Semarang-Surabaya, keperluannya ke sini hendak mengabarkan kalau anaknya yang pertama yang berumur 15 tahun kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga butuh uang untuk perawatan anaknya. Kebetulan alamat yang di tulis oleh suaminya tidak ada nomer teleponnya.

    Sesampainya di alamat yang dituju kami berhenti. Setelah di depan rumah ketika akan mengetuk pintu ternyata pintunya masih digembok, lalu kami bertanya pada tetangga sebelah yang kebetulan satu profesi.

    “Suami Ibu paling cepat 2 hari lagi pulangnya. Baru saja sore tadi bisnya berangkat ke Semarang.
    Kebetulan kami satu PO.”

    Kemudian kami permisi pergi. Kelihatan di dalam mobil dia sedih sekali.

    “Terus sekarang Ibu mau ke mana?” tanyaku.

    “Sebenarnya saya pengin pulang tapi.. pasti saya nanti di marahi mertua saya kalau pulang dengan
    tangan kosong, lagian uang saya juga sudah nggak cukup untuk pulang.

    “Begini saja, Ibu kan rumahnya jauh, capek kan baru nyampek trus pulang lagi.. apalagi kelihatanya ibu sedang hamil, berapa bulan?”

    “Empat bulan ini Dik, trus saya harus gimana?”

    “Dalam dua hari ini Ibu tinggal saja di rumah saya, kan nggak jauh dari manukan nanti setelah dua hari ibu saya antar ke sini lagi, gimana?”

    “Yah terserah adik saja yang penting saya bisa istirahat malam ini.”

    “Oh ya, boleh kenalan.. nama Ibu siapa dan usianya sekarang berapa?”

    “Panggil saja aku Mbak Dina, dan sekarang aku 35 tahun.”

    Malam itu, dia kusuruh tidur di kamar samping yang biasanya dipakai untuk kamar tamu yang mau
    menginap. Rumahku terdiri dari 3 kamar, kamar depan kupakai sendiri dan isteriku, sedang yang belakang untuk anakku yang pertama.

    Malam itu aku tidur nyenyak sekali, kebetulan malam sabtu dan di kantorku hanya berlaku 5 hari kerja jadi sabtu dan minggu aku libur. Sebenarnya aku ingin pergi ke Malang tapi karena ada tamu,
    kutangguhkan kepergianku minggu depan.

    Sekitar jam 8 pagi aku bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak dingin di meja makan serta
    beberapa kue di piring. Mungkinkah ibu itu yang menyajikan semua ini. Lalu setelah kuteguk kopi itu aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan kencing. Karena agak ngantuk aku kurang mengawasi apa yang terjadi, saat aku selesai kencing aku tidak sadar kalau di bathup Mbak Dina sedang telanjang dan berendam di dalamnya.

    Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, ketika aku membalik ke samping aku kaget dan sempat tertegun melihat tubuh telanjang Mbak Dina, tubuh yang kuning langsat dan mulus itu terlihat mengkilat karena basah oleh air dan buah dadanya.. wow besar juga ternyata, 36B.

    Pasti empunya gila seks. Lalu mataku berpindah ke sekitar pusarnya, di atas liang senggamanya tumbuh bulu kemaluannya yang lebat. Tak sadar kemaluanku tegak berdiri dan aku lupa kalau belum mengancingkan celana.

    Dan Mbak Dina sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar, panjangnya 17 cm tapi
    kemudian.. “Aouuww, Dik itunyaa!” kata Mbak Dina sambil menutup buah dadanya dengan tangan serta mengapitkan kakinya. Aku baru sadar lalu buru-buru keluar.

    Di kamar aku masih membayangkan keindahan tubuh Mbak Dina. Andai saja aku bisa Menikmati tubuh itu… aku malah berpikiran ngeres karena memang sudah lama aku tidak mendapat jatah dari isteriku, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua.

    Lalu timbul niat isengku untuk mengintip lagi ke kamar mandi, ternyata dia sudah keluar lalu kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan.

    Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Dina sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang dia masih telanjang bulat, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya bergantian.

    Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya
    kelihatan memerah dengan mata terpejam.

    “Ouuuhh… Hhhmm… Ssstt…” Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar dia menyebut namaku,

    “Ouhhh Satriaii.. Sss Ahhh..” Ternyata dia sedang membayangkan bersetubuh denganku, kebetulan sekali rasanya aku sudah tidak tahan lagi ingin segera Menikmati tubuhnya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku.

    Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku telanjang bulat. Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri Mbak Dina, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Dia tersentak kaget lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

    “Sedang apa Anda di sini!, tolong keluar!” katanya agak gugup.

    “Mbak nggak usah panik.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan
    bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi dia terus menghindar.

    “Ingat Dik, saya sudah bersuami dan beranak tiga,” Dia terus menghiba.

    “Mbak, saya juga sudah beristri dan punya anak, tapi kalau sekarang terus terang saya sangat terpesona oleh Mbak.. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kita berdua.. pasti nggak ada yang tahu..
    Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya janji nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak!”

    “Tapi saya sekarang sedang hamil, Dik.. kumohon jangan,” pintanya terus.

    Aku hanya tersenyum, “Saya dengar tadi samar-samar Mbak menyebut namaku, berarti Mbak juga inginkan aku.. jujur saja.” Dan aku berhasil menyambar selimutnya, lalu dengan cepat kutarik dia dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuhnya, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku.

    Segera tanganku beroperasi di dadanya. Buah dadanya yang lumayan besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal.

    “Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan..” rintihnya.

    Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaannya, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku akhirnya sampai di liang senggamanya, terasa sudah basah.

    Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani.

    “Uhhh… ssss..” Akhirnya dia mulai pasrah tanpa perlawanan.

    Nafasnya mulai tersengal-sengal.

    “Yaahhh… Ohhh… Jangaaann Diik, Jangan lepaskan, terusss…” Gerakan Mbak Dina semakin liar, dia mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya saling berpagutan. Aku senang, kini dia mulai Menikmati permainan ini.

    Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya.

    Aku semakin beringas lalu kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang masih
    kencang walaupun sudah menyusui tiga anaknya.

    “Yahh… teruuuss, enaakkk…” katanya sambil menggelinjang.

    Kemudian aku bangun, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Aku semakin bernafsu melihat liang
    kewanitaannya yang merah mengkilat.

    Dengan rakus kujilati bibir kewanitaan Mbak Dina.

    “Aaahh.. Ohhh.. enaakkk Diik.. Yaakh.. teruusss..” Kemudian lidahku kujulurkan ke dalam dan kutelan habis cairan maninya. Sekitar bulu kemaluannya juga tak luput dari daerah jamahan lidahku maka kini kelihatan rapi seperti habis disisir.

    Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku untuk menggagahinya.

    “Sudaahhh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku sudah nggak tahan..” pinta Mbak Dina.

    Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar.

    “Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahhh…” Dia menjerit saat kumasukkan seluruh batang
    kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama- lama kupompa semakin cepat.

    “Oughhh.. Ahhh.. Ahhh.. Ahhh..” Mbak Dina mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya dia Menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan merintih, aku semakin bernafsu, dimataku dia saat itu adalah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir aku sedang meniduri istri orang apalagi dia sedang hamil.

    “Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu.. aaahhh…” Dia menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan,

    “Seerrr… serrr..” ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam
    kemaluannya. Dia mengalami orgasme yang pertama.

    Aku kemudian menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya. Aku belum mendapat orgasme. Kemudian aku memintanya untuk doggy style. Dia kemudian menungging, kakinya dilebarkan.

    Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan, “Sleeep..” batang itu mulai masuk hingga seluruhnya amblas lalu kugenjot maju mundur. Mbak Dina menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku.

    “Gimaa.. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku.

    “Yahhh.. ennakk.. Dik punyaa kamu enak banget.. Aahhh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehhh..” Dia semakin bergoyang liar seperti orang kesurupan.

    Tanganku menggapai buah dadanya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas serta kupilin putingnya. Akhirnya Aku merasa sampai ke klimaks, dan ternyata dia juga mendapatkan orgasme lagi.

    “Creeett.. croottt.. serrr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.
    Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat Mbak Dina dengan wajah penuh keringat tersenyum puas kepadaku.

    “Terima kasih Dik, saya sangat puas dengan permainanmu,” katanya.

    “Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi?” tanyaku.

    “Sebenarnya saya juga masih pengin, tapi kita sarapan dulu kemudian kita lanjutkan lagi.”

    Akhirnya selama 2 hari sabtu dan minggu aku tidak keluar rumah, Menikmati tubuh montok Mbak Dina yang sedang hamil 4 bulan.

    Berbagai gaya kupraktekkan dengannya dan kulakukan di kamar mandi, di dapur dan di meja makan bahkan sempat di halaman belakang karena rumahku dikelilingi tembok. Di tanah kubentangkan tikar dan kugumuli dia sepuasnya.

    Pada istriku kutelepon kalau aku ada tugas luar kota selama 2 hari, pulangnya hari Senin. Mbak Dina
    bilang selama 2 hari itu dia betul-betul merasakan seks yang sesungguhnya tidak seperti saat dia
    bersetubuh dengan suaminya yang asal tubruk lalu KO. Dan Dia berjanji kalau sedang mengunjungi
    suaminya, dia akan menyempatkan meneleponku untuk minta jatah dariku.

    Minggu malam kuantarkan dia ke kost suaminya tapi hanya sampai ujung gang dan tidak lupa kuberi dia uang sebesar Rp 500.000,- sebagai bantuanku pada anaknya yang sedang di rumah sakit. Setelah istriku balik ke rumah, dia menghubungiku lewat telepon di kantor dan ketemu di terminal.

    Kami melakukan persetubuhan disalah satu hotel murah di Surabaya atau kadang di Pantai Kenjeran kalau malam hari. Hingga kehamilannya menginjak usia 7 bulan kami berhenti, hingga sekarang dia belum memberi kabar, kalau dihitung anaknya sudah lahir dan berusia 6 bulan.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Ngentot Kakak Kandung

    Cerita Sex Ngentot Kakak Kandung


    1549 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Kakak Kandung, Bu Tiara dia adalah atasanku yg masih baru, dia menjabat sebagai acounting manager baru 3 minggu, biasanya aku sering dipanggil ke ruangannya untuk menjelaskan budget yg terjadi pada bulan kemarin. Umurnya kutaksir sekitar 27 tahunan. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau umurku sendiri 5 tahun di atasnya.

    Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yg lalu, ia mengatakan lebih suka jika di panggil “Mbak”. Sejak waktu itu mulai terbina suasana serta hubungan kerja yg hangat, tak terlalu formal. Terutama sebab sikapnya yg ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali jika sesertag bersama teman kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.

    Serta tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah serta nyaman jika memansertag wajahnya yg cantik serta lembut menawan. Ia memang menawan sebab sepasang bola matanya sewaktu-waktu bisa bernar-binar, atau menatap dgn tajam. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte.

    Mungkin telah menduduki jabatan yg cukup tinggi dalem umur yg relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yg diinginkannya. Bu Tiara selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blouse serta rok hitam yg agak menggantung sedikit di atas lutut.

    Jika sesertag berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memansertag lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku bisa melihat pinggul yg samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.

    Di dalem ruang kerjanya yg besar, persis di samping meja kerjanya, terbisa seperangkat sofa yg sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yg lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

    Aku merasa beruntung jika dipanggil Bu Tiara untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Serta jika kami terlibat dalem pembicaraan yg cukup serius, ia tak menyadari roknya yg agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku bisa melirik sebagian kulit paha yg berwarna gading. Kasertag-kasertag lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya.

    Tapi mataku selalu terbentur dalem kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi serta kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan bisa kupastikan apakah rambut-rambut halus yg tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Jika kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yg indah serta bersih. Terawat.

    Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Bu Tiara..
    “Thomas, aku merasa bahwa kamu sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yg tiba-tiba berdebar.

    “Thomas, salahkah dugaanku?”
    “Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Bu Tiara tersenyum sambil menatap mataku.
    “Mengapa?” Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.

    “Aku suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Serta..,” setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.

    “Aku juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi rambut-rambut.”

    “Persis seperti yg kuduga, kamu pasti berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Tiara sambil sedikit mendorong kursi rodanya.

    “Agar kamu tak penasaran menduga-duga, bagaimana kalo kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”

    “Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yg kaku itu.

    “Kompensasinya apa?”

    “Sebagai rasa hormat serta tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”

    “Bagus, aku suka. Bagian mana yg akan kamu cium?”

    “Betis yg indah itu!” “Hanya sebuah ciuman?” “Seribu kali pun aku bersedia.”

    Mbak Tiara tersenyum manis ditahan. Ia berusaha manahan tawanya.
    “Serta aku yg menentukan di bagian mana saja yg harus kamu cium, OK?”
    “Deal, my lady!”
    “I like it!” kata Bu Tiara sambil bangkit dari sofa.

    Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yg besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yg besar serta empuk itu, Bu Tiara tersenyum.

    Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yg membutuhkan sanjungan serta pujaan.
    “Periksalah, Thomas. Berlutut di depanku!” Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya. “Kamu tak ingin memeriksanya, Thomas?” tanya Bu Tiara sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.

    Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Bu Tiara masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.
    “Thomas, kamu tahu warna apa yg tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yg tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

    Tatapanku terpaku ke dalem keremangan di antara celah lutut Bu Tiara yg meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, serta berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tiara masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.

    “Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya. “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Serta dgn patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya. Bu Tiara menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada waktu itulah aku menbisa kesempatan memansertag hingga ke pangkal pahanya.

    Kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalem hati. Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat rambut-rambut ikal yg menyembul dari sisi-sisi celana dalemnya. Segitiga tipis yg hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua rambut yg mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik baygan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.

    “Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Bu Tiara ke atas lututku. Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Tiara mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya.

    Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yg berwarna gading itu mulus tanpa rambut halus. Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi rambut-rambut halus yg agak kehitaman. Sangat kontras dgn warna kulitnya.

    Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dgn lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat rambut-rambut itu meremang.
    “Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.
    “Suka, Thomas?” Aku mengangguk.
    “Tunjukkan bahwa kamu suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!”

    Aku mengangkat kaki Bu Tiara dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yg menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar bisa mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yg kedua, aku menjulurkan lidah agar bisa mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Bu Tiara menurunkan paha kanan dari paha kirinya.

    Serta tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalem kanannya. Sebab ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Bu Tiara mengangkat daguku. Aku menengadah.
    “Kurang jelas, Thomas?” Aku mengangguk.

    Bu Tiara tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus serta seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi rambut-rambut halus kehitaman. Bagian dalemnya juga ditumbuhi tetapi tak selebat bagian atasnya, serta warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dgn pahanya yg berwarna gading.

    Aku merinding. Sebab ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalem lututnya. Serta paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa rambut. Sebab gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Serta ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yg panas serta basah.

    Sekarang hidungku sangat dekat dgn segitiga yg menutupi pangkal pahanya. Sebab sangat dekat, walau tersembunyi, dgn jelas bisa kulihat baygan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayg di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yg dikelilingi rambut-rambut ikal yg menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalem-dalem. Tercium aroma segar yg membuatku menjadi semakin tak berdaya.

    Aroma yg memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Bu Tiara. Ingin kusergap aroma itu serta menjilat kemulusannya. Bu Tiara menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.

    “Suka Thomas?”
    “Hmm.. Hmm..!” jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis serta lutut kirinya. Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, serta meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya.

    Bu Tiara menggelinjang sambil menarik rambutku dgn manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalem serta semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Serta ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yg menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Bu Tiara mendorong kepalaku.

    Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Tiara menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk serta meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yg sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk serta terbuka lebar di atas kursi, serta yg sebelah lagi menjuntai ke karpet.
    “Suka Thomas?”.
    “Hmm.. Hmm..!”.
    “Jawab!”.
    “Suka sekali!”

    Cerita Sex Ngentot Kakak Kandung

    Cerita Sex Ngentot Kakak Kandung

    Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tiara merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.
    “Nanti ada yg melihat baygan kita dari balik kaca. Masuk ke dalem, Thomas,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.
    Aku terkesima. Mbak Tiara merenggut bagian belakang kepalaku, serta menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Bu Tiara tiba-tiba membuka ke dua pahanya serta mendaratkan mulut serta hidungku di pangkal paha itu.

    Kebasahan yg terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Serta di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yg sangat menyegarkan. Aroma yg sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala. “Suka Thomas?”. “Hmm.. Hmm..!” “Sekarang masuk ke dalem!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

    Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak bisa berpikir waras. Tak peduli dgn segala kegilaan yg sesertag terjadi. Tak peduli dgn etika, dgn norma-norma bercinta, dgn sakral dalem percintaan.

    Aku hanya peduli dgn kedua belah paha mulus yg akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yg akan menjambak rambutku, telapak tangan yg akan menekan bagian belakang kepalaku, aroma semerbak yg akan menerobos hidung serta memenuhi rongga dadaku, kelembutan serta kehangatan dua buah bibir kewanitaan yg menjepit lidahku, serta tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yg harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yg sudah sangat ingin kucucipi.

    Di kolong meja, Bu Tiara membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku. “Hanya lidah, Thomas! OK?” Aku mengangguk. Serta dgn cepat membenamkan wajahku di G-string yg menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalem-dalemnya. Bu Tiara terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. .

    “Rupanya kamu sudah tak sabar ya, Thomas?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.
    “Hm..!”
    “Haus?”
    “Hm!”
    “Jawab, Thomas!” katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.
    “Haus!” jawabku singkat.

    Tangan Bu Tiara bergerak melepaskan tali G-string yg terikat di kiri serta kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yg basah mengkilap. Sepasang bibir yg di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yg berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yg terpampang persis di depan mataku.

    “Jangan diam saja. Thomas!” kata Bu Tiara sambil menekan bagian belakang kepalaku.
    “Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya. Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak bisa bergerak. Bibirku terjepit serta tertekan di antara dubur serta bagian bawah kemaluannya.

    Sebab harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yg bisa kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalem lagi. Bu Tiara terpekik. Pinggulnya diangkat serta digosok-gosokkannya hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yg mulai mengalir dari sumbernya.

    Aku mendengus. Bu Tiara menggelinjang serta kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalem-dalem, seolah kemaluannya adalah nafas kehidupannku.
    “Fantastis!” kata Bu Tiara sambil mendorong kepalaku dgn lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yg telah licin serta basah.

    “Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.
    “Segar!” Bu Tiara tertawa kecil. “Kamu pandai memanjakanku, Thomas. Sekarang, kecup, jilat, serta hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kamu memuja ini,” katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yg sebagian menutupi bibir kewanitaannya.

    “Jilat serta hisap dgn rakus. Tunjukkan bahwa kamu memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yg tersisa! Tunjukkan dgn rakus seolah ini adalah kesempatan pertama serta yg terakhir bagimu!”

    Aku terpengaruh dgn kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di seTiarap kalimat yg diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar serta haus untuk mereguk kelembutan serta kehangatan kemaluannya. Kerongkonganku terasa panas serta kering. Aku merasa benar-benar haus serta ingin segera menbisakan segumpal lendir yg akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku.

    Lalu bibir kewanitaannya kukulum serta kuhisap agar semua kebasahan yg melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap berganTiaran. Kepala Bu Tiara terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku.

    Pinggulnya terangkat serta terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yg bergerak amelr di dinding kewanitaannya. Ia merintih seTiarap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kasertag-kasertag ia memekik sambil menjambak rambutku.

    “Ooh, ooh, Thomas! Thomas!” Serta ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap serta permainkan dgn ujung lidahku, Bu Tiara merintih menyebut-nyebut namaku..
    “Thomasssss, nikmat sekali sayg.. Thomas! Ooh.. Thomas oooooooooooooooo!”

    Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu serta kepalaku. Paha kanannya sudah tak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat serta tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Tiara menjambak rambutku. Menekan serta menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.
    “Thomas, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!”

    Aku menjulurkan lidah sedalem-dalemnya. Membenamkan wajahku di kemaluannya. Serta mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir kemaluannya, kedutan yg menghisap lidahku, mengunsertag agar masuk lebih dalem. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Kuhisap seluruh kemaluannya. Aku tak ingin ada setetes pun yg terbuang.

    Inilah hadiah yg kutunggu-tunggu. Hadiah yg bisa menyejukkan kerongkonganku yg kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalem-dalemnya agar bisa langsung menghisap dari bibir kemaluannya yg mungil.
    “Thomaso! Hisap Thomasoooooooooooo!”

    Aku tak tahu apakah rintihan Bu Tiara bisa terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dgn lendir yg bisa kuhisap serta kutelan. Lendir yg hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yg mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yg langsung ditumpahkan dari kemaluan Bu Tiara, dari pinggul yg terangkat agar lidahku terhunjam dalem.
    “Oh, fantastisssssssssssssssss,” gumam Bu Tiara sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

    Ia menunduk serta mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.
    “Aku puas sekali, Thomas,” katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yg memancar dari bola matanya yg menatap sendu.

    “Thomas.”
    “Hm..”
    “Tatap mataku, Thomas.” Aku menatap bola matanya.
    “Jilat cairan yg tersisa sampai bersih”
    “Hm..” jawabku sambil mulai menjilati kemaluannya.
    “Jangan menunduk, Thomas. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat kemaluanku.”

    Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat serta menghisap kembali cairan lendir yg tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.
    “Kamu memujaku, Thomas?”
    “Ya, aku memuja betismu, pahamu, serta di atas segalanya, yg ini.., muuah!” jawabku sambil mencium kewanitaannya dgn mesra sepenuh hati. Bu Tiara tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Pengalaman ThreeSome Aku Ibu Dan Tetanggaku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman ThreeSome Aku Ibu Dan Tetanggaku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2630 views

    Perawanku – Aku adalah seorang pria berumur 42 tahun, menikah dan sudah memiliki dua anak yang lucu-lucu. Setelah membaca kisah-kisah di situs ini, aku ingin menceritakan pengalamanku sendiri dengan ibu tetanggaku 3 tahun yang lalu kepada pembaca sekalian. Selamat membaca…

    Setiap sabtu malam minggu aku punya kebiasaan main catur di rumah tetanggaku. Catur adalah salah satu dari sekian banyak hobiku selain olahraga, membaca, otak-atik elektronik dan bercocok tanam. Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang rumahnya tak jauh dari rumahku. Tetanggaku itu tinggal hanya dengan ibunya saja. Kakak perempuannya sudah menikah, dan tinggal dengan suaminya di lain kota.

    Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat akrab, juga dengan ibunya. Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang ibu hanya 5 tahun, dia 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah peristiwa itu, yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Peristiwa yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat.

    Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan segera bergegas ke rumahnya. Udara malam itu memang dingin sekali akibat hujan lebat selama 2 jam yang terjadi sore tadi. Singkat kata aku sudah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tak lama pintu itu terbuka. Ternyata si ibu yang membukanya.

    “Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.

    “Nak Surya? oh Barinya lagi pergi tuh…” jawab si ibu sama ramahnya.

    “Ke mana, Bu?”

    “Ke pesta pernikahan teman SMUnya. Baru aja dia jalan…”

    “Oh gitu ya?” sahutku. “Kalau gitu, saya pamit aja deh…”

    “Oh, kenapa buru-buru, kan Nak Surya baru sampai?”

    “Ah, nggak. Kalau Bari nggak ada, saya pamit aja deh…”

    “Ah, jangan terburu-buru begitu. Temani Ibu ya?”

    Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga. Kuikuti dia masuk. Kamipun tak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si ibu menawariku kopi.

    “Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya…”

    “Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”

    “Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si ibu sambil tersenyum ramah. Setelah itu, dia segera beranjak ke dapur.

    Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yang tergeletak di meja tamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, tiba-tiba si ibu memanggil dari dapur.

    “Nak… Nak, bisa saya minta tolong?”

    “Oh, ada apa, Bu?”

    Spontan aku segera beranjak dari sofa itu dan langsung menghampirinya. Ternyata kompor gas si ibu agak macet dan dia memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tak sengaja aku melihat ke arah gundukan payudara si ibu. Saat itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si ibu hanya mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah.

    Aku langsung terpana melihatnya. Selain besar, payudaranya juga tampak ranum dan kenyal. Tak kusangka perempuan ini masih memiliki payudara seindah itu di usianya yang tak muda lagi. Pemandangan indah itu membuat Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Aku begitu terangsang melihat keindahan payudara si ibu.

    Si ibu yang semula perhatiannya ke pekerjaanku, tak urung kaget juga melihat perubahan ukuran Kontolku. Tapi anehnya, dia tak juga merubah posisinya. Sepertinya dia sih tahu aku terangsang dengan kemolekan payudaranya tapi dia tampak cuek saja, pura-pura tak tahu. Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Kontolku supaya tak semakin membesar ukurannya, selesai juga masalah kompor itu.

    “Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.

    “Ah, nggak masalah… cuma masalah kecil kok Bu” sahutku.

    “Kalau gitu ibu bisa minta tolong lagi?” katanya sambil menatapku nakal dan tersenyum genit.

    Walau aku sudah menduga apa yang akan dia minta itu, tak urung hatiku berdebar-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dia semakin mendekatkan dirinya ke tubuhku.

    “A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari betapa dekat wajahnya denganku saat ini.

    Sambil mendesah, si ibu berkata parau, “Ibu mau kamu cium ibu…”

    Belum sempat menyahut, dia langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku. Sejenak aku terkesiap, namun tak lama kemudian kami sudah asyik berciuman di dapur itu. Hilang sudah akal sehatku setelah bibirku bersentuhan dengan bibirnya yang tipis dan indah itu. Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya. Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari payudara dan pantatnya yang ranum dan montok itu.

    Si ibu tampak melenguh-lenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi payudara dan jari-jariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membuat juniorku itu semakin meradang saja ukurannya.

    Satu tangannya dia julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yang kukenakan ini. Ketika nafsu kami semakin memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masing-masing, sehingga tak lama kamipun sudah bugil.

    Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tak kalah dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Tanda-tanda ketuaan memang tak bisa ditutupi, tapi secara garis besar, dia masih sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya.

    Apalagi kalau sudah bugil begini. Bahunya lebar, payudaranya besar, ranum dan mengkal. Tak tampak tanda-tanda melorot seperti payudara para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki dan betisnya tampak mulus dan kencang. Mungkin si ibu suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat dan indah.

    Di lain pihak, si ibu tampak tak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, hobi olahragaku yang sudah kutekuni sejak SD, membuat fisikku menjadi sangat bugar. Otot-otot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membuat banyak wanita sering kelimpungan kalau melihatku telanjang.

    “Tubuh Nak Surya keren banget deh… Ibu suka sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si ibu smabil menatapku penuh nafsu. Dia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar dan saling meremas apa yang bisa kami remas.

    Hanya sebentar kami melakukan itu. Berikutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kami membentuk posisi 69 dan tak lama kami sudah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si ibu tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dia ikut menjilat dan meremasi kantung spermaku.

    Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tidak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si ibu ini benar-benar sudah lama tidak disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas. Di bawah sana, lidah dan jari-jariku tak kalah aktifnya dengan tangan si ibu.

    Lidahku bergerak naik-turun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya dan semua yang ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jari-jari tangan kananku asyik menusuki lubang memeknya.

    Kami terus saling merangsang sambil mendesis-desis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, dan menggigit dengan rakusnya. Sampai akhirnya kami sendiripun merasa tidak tahan. Tanpa ada aba-aba sebelumnya, serentak kami berubah posisi.

    Si ibu ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, dia buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sangat indah nan menggiurkan itu. Membuat jakunku naik-turun berulang kali. Tak sabar segera kutuntun Kontolku ke lubang memeknya.

    Kugesek-gesekkan sejenak kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum akhirnya kudorong pelan.

    “Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, menimbulkan sensasi nikmat yang susah digambarkan rasanya. Si ibu sendiri tampak meringis-ringis nikmat merasakan sodokan kemaluanku yang hangat dan keras ini memasuki liang surganya.

    Memek si ibu kurasakan masih sempit dan legit. Tidak kalah dengan memek para gadis. Tampaknya si ibu sangat pintar dalam menjaga kemaluannya itu. Membuat batang Kontolku yang ukurannya king size itu tampak agak kesulitan menembusnya.

    Namun dengan rangsangan terus menerus dariku di titik-titik erotisnya, akhirnya memek si ibu menyerah juga. Lorong yang hangat itu terasa semakin basah seiring meluapnya cairan pelumasnya, akibat rangsangan lidah dan tanganku di payudaranya.

    Kontolku terus melaju hingga sampai di bagian terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa dia. Aku bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Semakin lama gerak pantatku semakin kupercepat. Membuat jeritan erotis si ibu semakin keras terdengar. Membuatku semakin bersemangat dalam menjajah lubang kemaluannya.

    Keringat mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si ibu tampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membuat sedikit pedih di kulitnya karena kukunya yang agak panjang itu.

    Aku sendiri tak mau kalah. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, aku asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Aku juga gigit-gigit pelan lehernya yang mulus kulitnya itu. Sesekali aku menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu secara bergantian. Pantat dan pinggul si ibu tampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris gila karena begitu nikmat pengaruhnya di batang Kontolku.

    Sekitar 15 menit kemudian si ibu keluar. Dia semakin erat memeluk tubuh atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dia beristirahat sejenak setelah orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang dia. Kucoba bangkitkan gairahnya lagi dengan meremasi setiap jengkal titik erotisnya.

    Tak lama kami sudah asyik berciuman dengan liarnya sambil saling meremas dan meraba. Tak butuh lama untuk membangkitkan gairahnya. Ciuman kami yang liar berhasil membuatnya panas kembali. Ketika aku hendak menggaulinya lagi dengan posisi serupa, dia menggeleng.

    Dia berdiri lalu memintaku untuk bercinta lagi di posisi lain. Aku tersenyum mendengar permintaannya itu. Lalu segera kubopong dia ke atas sofa di ruang keluarganya. Di sana kami masih sempat bergelut sebentar sebelum dia bergerak lagi. Dia naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Dipegangnya batang Kontolku yang masih perkasa ini ke arah memeknya yang sudah mulai basah kembali, lalu… “blesshhhh….” masuk sudah seluruh batang Kontolku ditelan memeknya.

    Pada posisi yang kedua ini, rasa nikmat yang kami rasakan terasa luar biasa. Kemaluanku yang king size ini begitu menikmati pijatan otot-otot memeknya si ibu. Di lain pihak si ibu tak henti-hentinya mendesis kenikmatan. Kepalanya tampak bergoyang-goyang liar merasakan pompaan Kontolku.

    Kepala kemaluanku yang besar ini rupanya berhasil sampai di mulut rahimnya, dan memberikan kenikmatan tak terhingga baginya. Turun-naik, keluar-masuk, memompa dan dipompa, menggoyang dan digoyang. Semakin lama semakin liar dan cepat. Sambil memompa, tak henti-hentinya kuremasi payudaranya yang montok itu dari belakang. Seperti tadi, sekitar 15 menit kupompa memeknya, dia keluar lagi untuk yang kedua kalinya.

    Sebelum aku keluar, kami sempat bercinta dalam 2 posisi lagi. Kami melakukannya dalam gaya berhadapan dan gaya anjing di sofa itu. Aku berhasil membuatnya keluar sebanyak 2 kali. Masing-masing dalam setiap gaya persetubuhan yang kami lakukan.

    10 menit kemudian, setelah lebih dari sejam kami bercinta, jebol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum aku sampai di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah dan payudara si ibu.

    Spermaku yang kental dan banyak itu membasahi wajah, leher, payudara dan rambutnya. Dikocoknya batangku, seolah-olah dia tak puas dengan seluruh sperma yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, dia raih sperma-sperma itu untuk ditelannya hingga habis. Sisanya dia balurkan ke dada dan kedua puting susuku, untuk dia jilati seperti seorang anak menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.

    Puas bercinta, kami sama terkapar di atas sofa. Kami bercanda sambil sesekali berciuman dan saling meremas. Sesudahnya aku mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, agar tidak ketahuan istriku. Selesai mandi, si ibu membuatkanku teh manis hangat dengan cemilan ringan. Kamipun berbincang-bincang sejenak seperti tidak ada terjadi apa-apa di antara kami.

    Begitu kudapannya habis dan aku hendak pamit, si ibu buru-buru mencekal lenganku. Sambil menatapku genit, dia berpesan aku lebih sering-sering mampir ke rumahnya. Aku hanya tersenyum saja mendengar permintaannya itu. Dia lalu mencium bibirku dengan sepenuh perasaan. Dia juga sempat meremas kemaluanku dari balik celana, sebelum dia melepasku di teras rumahnya

    Dalam perjalanan ke rumah, aku berkali-kali menghembuskan nafas panjang. Aku tak pernah menyangka akhirnya aku berselingkuh juga. Dengan wanita yang tak kusangka-sangka pula. Tetangga sekaligus ibu sahabat baikku selama ini.

    Sebelumnya tak pernah sekalipun aku mengkhianati istriku selama 15 tahun pernikahan kami. Banyak wanita di luar sana yang begitu menarik, namun tak sedetikpun aku tertarik untuk berselingkuh dengan mereka. Apalagi istriku juga termasuk wanita yang pandai memuaskanku di atas ranjang.

    Kali ini semuanya terasa berbeda. Walaupun aku sangat menyesal telah mengkhianati istriku, aku tak bisa membohongi diriku sendiri kalau perselingkuhan itu ternyata nikmat juga. Sangat nikmat malah. Ibarat kalau selama ini kita hanya makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kita makan ‘opor’ di luar sana, tetapi dengan variasi, rasa dan sensasi yang berbeda.

    Begitu aku sampai di depan pagar rumahku sendiri, sesungging senyum tiba-tiba muncul di sudut bibirku. Aku merasa yakin, bahwa perselingkuhan ini bukanlah yang pertama dan terakhir kalinya terjadi dalam hidupku…

    Cerita Sex Terbaru,Cerita Dewasa Hot,Cerita Ngentot Mesum,Cerita Bokep Panas

  • Perkosa Polwan Muda

    Perkosa Polwan Muda


    2225 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Perkosa Polwan Muda ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Handayani, Frans mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahanlahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari selasela kemaluan Handayani yang sedang disusupi kemaluan Frans itu.Dengan irama cepat Frans mulai menggenjot tubuh Handayani, rintihan Handayani pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Frans.

    Ooh.. oh.. oohh..! badannya terguncangguncang keras dan terbantingbanting akibat kerasnya genjotan Frans yang semakin bernafsu.

    Setelah beberapa menit kemudian badan Frans menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Handayani, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Frans berejakulasi di rahim Bripda Handayani.

    Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Bripda Handayani hanya dapat pasrah menatap wajah Frans dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Frans bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Handayani.

    Tangis Handayani pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan Frans yang terkulai di atas tubuh Handayani pun terguncangguncang jadinya karena isakan tangisan dari Handayani.

    Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..? ujar Frans sambil membelaibelai rambut Handayani.

    Beberapa saat lamanya Frans menikmati kecantikan wajah Handayani sambil membelaibelai rambut dan wajah Handayani yang masih merintihrintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang vagina Handayani.

    Makanya jangan mainmain sama gue lagi ya Sayang..! sambung Frans sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Handayani.
    Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil.. ujar Frans kapada temantemannya.

    Belum lagi Frans selesai bicara, Fredi sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Handayani yang masih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Fredi adalah orang kedua dalam geng ini.

    Fredi yang berumur 38 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Handayani. Kemaluannya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan kemaluan Frans kini tepat mengarah di depan wajah Handayani.

    Handayani pun kembali membuang wajah sambil memejamkan matanya. Fredi mulai memaksa Handayani untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Handayani dan menghadapkan wajahnya ke depan kemaluannya.

    Setelah itu kemudian Fredi memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulut Handayani hingga masuk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Handayani, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh kemaluan Fredi yang besar itu.

    Fredi mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Handayani yang megapmegap karena kekurangan oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dangan cepat hingga buah zakarnya memukulmukul dagu Handayani.

    Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Handayani dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fredi yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Handayani. Batang penisnya juga semakin cepat keluar masuk di mulut Handayani, dan sesekali membuat Handayani tersedak dan ingin muntah.

    Lima menit lamanya batang penis Fredi sudah dikulumnya dan membuat Handayani makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Fredi pun mengejan keras dan Fredi menumpahkan spermanya di rongga mulut Handayani. Hal ini membuat Handayani tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Fredi di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Handayani menelan sebagian besar sperma itu.

    Aaah.., Fredi pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Handayani.

    Segera Handayani meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tibatiba badannya sudah ditindih oleh Yonas yang dari tadi juga berada di samping. Fontana99

    Ouuh.., Handayani mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Yonas yang ternyata telah telanjang bulat itu.

    Kini dengan kasarnya Yonas melucuti baju seragam Polwan yang masih dikenakan Handayani itu. Tetapi karena kedua tangan Handayani masih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.

    Setelah itu dengan kasarnya Yonas menarik BH yang dikenakan Handayani dan menyembullah kedua buah payudara indah milik Handayani itu. Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.

    Aah.. udah Mass.. ampuunn..! dengan suara yang lemah dan lirih Handayani mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.

    Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Yonas dengan rakusnya langsung melahap kedua bukit kembar payudara Handayani yang montok itu. Diremasremas, dikulum dan dihisaphisapnya kedua payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerahmerahan dan mulai membengkak.

    Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Yonas mulai akan menyetubuhi Handayani.
    Aaakkhh.. kembali terdengar rintihan Handayani dimana pada saat itu Yonas telah berhasil menanamkan kemaluannya di dalam vagina Handayani.

    Mata Handayani kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan mengeras merasakan lubang kemaluannya kembali disumpal oleh batang kejantanan lelaki pemerkosanya.

    Tanpa membuang waktu lagi, Yonas langsung menggenjot memompakan kemaluannya di dalam kemaluan Handayani. Kembali Handayani hanya dapat merintihrintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.

    Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..!

    Selang beberapa menit kemudian Yonas pun akhirnya berejakulasi di rahim Handayani. Yonas pun juga tumbang menyusul Frans dan Fredi setelah merasakan kenikmatan berejakulasi di rahim Handayani. Kini giliran seseorang yang juga tidak kalah berwajah garang, seseorang yang bernama Martinus, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos, kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya sekitar 35 tahun.

    Nampak Martinus yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu hingga telanjang bulat, kemaluannya yang belum disunat itu pun sudah mengacung besar sekali. Handayani yang masih kepayahan hanya dapat menatap dengan wajah yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Kini hanya tinggal senggukansenggukan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya masih terengahengah garagara digenjot oleh Yonas tadi.

    Setelah itu dia mendekati Handayani dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Handayani hingga telungkup, setelah itu kedua tangan kekarnya memegang pinggul Handayani dan menariknya hingga posisi Handayani kini menungging. Jantung Handayani pun berdebardebar menanti akan apa yang akan terjadi pada dirinya.

    Dan, Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..! tibatiba Handayani menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.
    Ternyata Martinus berusaha menanamkan batang kejantanannya di lubang anus Handayani. Martinus dengan santainya mencoba melesakkan kejantanannya perlahanlahan ke dalam lubang anus Handayani.

    Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..! Handayani meraungraung kesakitan, badannya semakin mengejang.

    Dan akhirnya Martinus bernapas lega disaat seluruh kemaluannya berhasil tertanam di lubang anus Handayani. Kini mulailah dia menyodomi Handayani dengan kedua tangan memeganggi pinggul Handayani. Dia mulai memajumundurkan kemaluannya mulai dari irama pelan kemudian kencang sehingga membuat tubuh Handayani tersodoksodok dengan kencangnya.

    Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah.. oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..! begitulah rintihan Handayani sampai akhirnya Martinus berejakulasi dan menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Handayani yang juga telah mengalami pendarahan itu.

    Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Martinus di lubang dubur Handayani, dengan gerakan cepat Martinus membalikkan tubuh Handayani yang masih mengejan kesakitan hingga telentang. Martinus rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke dalam lubang vagina Handayani.

    Oouuff.., aahh..! Handayani kembali merintih saat kemaluan Martinus menusuk dengan keras lubang vaginanya.
    Langsung Martinus kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan kasar sampaisampai membantingbanting tubuh Handayani membenturbentur lantai.

    Ouh.. oohh.. ohh..! Handayani merintihrintih dengan mata terpejam.

    Dan akhirnya beberapa menit kemudian Martinus berejakulasi kembali, yang kali ini di rongga vagina Handayani. Begitu tubuh Martinus ambruk, kini giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati tubuh Polwan yang malang ini.

    Giliran gua. Gue dendam sama yang namanya polisi..! ujar Jack.

    Jack, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran baru yang baru berusia 18 tahun, namun tidaklah kalah sangar dengan Frans atau yang lainnya yang telah berusia 30 sampai 40an tahun itu. Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian memperkosanya.

    Jack memungut topi pet Polwan milik Handayani dan mengenakan ke kepala Handayani yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu.

    Setelah itu tanpa raguragu Jack memasukkan penisnya langsung menembus vagina Handayani, namun Handayani hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.

    Beberapa menit lamanya Jack memompa tubuh Handayani yang lemah itu. Badan Handayani hanya tersentaksentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Handayani yang nampak kepayahan itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Jack sebagai orang kelima yang memperkosa Handayani tadi, kini empat orang yang lainnya mulai mendekat.

    Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga masih muda. Ada yang baru berusia 15 tahun dan ada pula yang berusia 17 tahun. Namun penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka berempat beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 15 tahun, siswi SMU yang baru pulang sekolah.

    Gadis cantik yang juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka culik dan mereka gilir ramairamai di sebuah rumah kosong sampai pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP, jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.

    Ratarata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Handayani satu persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Handayani berejakulasi di rahim Handayani. Namun pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Handayani, tibatiba Handayani yang telah kepayahan tadi pingsan.

    Setelah orang ketujuh tadi berejakulasi di lubang dubur Handayani, kini orang ke delapan dan ke sembilan berpesta di tubuh Handayani yang telah pingsan itu, mereka masingmasing menyemprotkan sperma mereka di rahim dan wajah Handayani serta ada juga yang berejakulasi di mulut Handayani.

    Setelah keempat orang tadi puas, rupanya penderitan Handayani belumlah usai. Frans dan Martinus kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh Handayani dan sperma mereka berdua kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Bripda Handayani sang Polwan yang cantik itu.

    Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu diperintah Frans untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Handayani. Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh seragam Polwan ke tubuh Handayani, hingga akhirnya Handayani komplit kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.

    Setelah itu Frans, Martinus dan Yonas menggotong tubuh Handayani ke mobil Kijang. Mereka bertiga membawa tubuh Handayani kembali ke tempatnya diambil tadi malam.

    Namun selama dalam perjalanan, tibatiba nafsu Yonas kembali bangkit, dia pun mengambil kesempatan terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Handayani sebanyak dua kali. Dia akhirnya berejakulasi di mulut dan di rahim Handayani beberapa meter sebelum sampai pada tujuan. Frans dan Martinus yang duduk di depan hanya dapat memaklumi, karena nafsu sex Yonas memang besar sekali.

    Setelah baju seragam Polwan Handayani dirapikan kembali, tubuh lunglai Bripda Handayani dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di tempat dimana Handayani tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Frans dan Martinus, Yonas diamdiam rupanya menyimpan celana dalam berwarna putih milik Handayani, dan menjadikannya sebagai kenangkenangan.

    Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput kawanan geng mereka yang masih berada di sana. Kemudian mereka bersembilan langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada saat sepasukan polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Dewasa Ngesek Sama Pembantuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Ngesek Sama Pembantuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1949 views

    Perawanku – Namaku Jimmy, aku tinggal sendirian di rumah, karena papah mamahku kerja di luar kota, hannya aku dan pembantuku yang nemani aku di rumah, Nama pembantu di rumahku adalah Kak Heny, dia udah di percaya penuh sama mamahku karena dia udah kerja sama orang tuaku udah hampir empat tahun dan usianya beda sedikit sama usiaku lebih tua dariku dua tahun. setiap pagi dia selalu menyiapkan sarapan buatku, dan dia rajin sekali dengan pekerjaanya, sampai bersih-brsih rumah dsb.

    Suatu hari Kak Heny ngasih tau aku bahwa keluarganya mau kesini dan Ijin sama aku untuk tinggal sementara di rumahku, dan aku mengijinkan keluarganya tinggal disini untuk sementara waktu. Karena Kak Heny baik dan udah lama di sini jadi aku mengijinkan boleh menginap di rumahku.

    Dan hari berikutnya aku setelah pulang kerja, keluarga Mbka Heny udah tiba di rumahku waktu itu aku di kenalkan sama mereka, akhirnya aku berkenalan ternyata yang kesini Kak , dia malah beda jauh dengan Kak Heny , Kak Heny itu orangnya kalau di poles di salon wah,,,pasti kelihatan cantik, rambutnya panjang, dan bodinya bagus semok, tinggi putih, dan toketnya itu lho membuatku nafsu sebenernya. Di banding Kak nya beda jauh, Mba nya kucel dan jelek. Dan aku pun mengijinkan mereka berdua tidur dalam satu kamar.

    Hari minggu pada waktu aku sedang libur kerja dan aku di rumah, dan Kak Kak Heny pamit pulang, karena hanya menginap satu hari, dan akhirnya pulang dan Kak Heny menemani Kak atau mengantarnya di terminal. Aku akhirnya di rumah sendirian. Karena pembantuku mengantar kakaknya pulang dan ngantar di terminal.

    Aku gak ada kegiatan apa-apa waktu itu akhirnya aku tiduran lagi di kamar, dan aku terbangun di siang hari waktu itu pukul 14.00 aku bangun karena lapar, aku pikir Kak Heny belum pulang dan belum masak, ternyata dia udah masak dan menyiapkan makananya di ruang makan. Dan aku sebelum makan aku fikir untuk mandi dulu, mau jalan ke kamar mandi melewati depan kamarnya Kak Heny , dan pintu kamarnya terbuka sedikit aku iseng melihat pintu yang terbuka sedikit itu ternyata Kak Heny tidur, Kak Heny hanya memakai daster pendek atasnya juga pendek jadi kelihat sedikit toketnya kalau dari bawah kelihatan banget paha dan Cdnya karena waktu itu daster yang bagian bawah terbuka bebas.

    Tampak sekali tubuh mulus Kak Heny terbuka akhirnya aku lihat terus mumpung dia lagi tidur jadi aku bisa melihatnya dengan puas, lama aku melihat Mbk Heny dan terus ku pandangi seluruh tubuhnya lama-lama aku terangsang samapai aku mebayangkan seks sama dia, dan itu mana mungkin aku berani menyentuh dia, dipikaranku. Setelah lama aku pandang terus tubuhnya Kak Heny atau pembantuku akhirnya dia terbangun dan langsung memandangku,

    “Ada apa ya Bang Jimmy,,?” tanya pembantuku.

    Tampak aku kaget terkejut malu sampai pucat wajahku dan aku menjawab,

    “Aaaanu.. Maaf Kak .. aku kira tadi kamu belum pulang jadi aku melihat kamar Kak Heny terbuka aku bermaksud melihat kamar Kak , maaf ya Kak ,,?” jawabku sama dia, meskipun sangat malu sekali.

    Setelah aku bilang gitu pandangan matanya melihat kebawah, dan akupun terkaadang melihat kebawah karena terlihat sekali paha dan Cdnya Dan dia sadar kalau dasternya bagian bawah terbuka langsung menutupnya.

    “Iya Bang Jimmy gak papa” jawabnya.

    Malam hari aku gak bisa tidur karena didalam otaku hanya Kak Heny karena aku melihat sebagian tubuhnya itu membuatku Horni, dan aku gak kuat nahan semua itu aku bermaksud ke kamarnya untuk ngintip lagi dan ternyata Kak Heny belum tidur, Aku bermaksud melihat dari jendela kamarnya dan dia ternyata melihatku, dia berpura-pura gak tau kalau aku intip lalu dia malah merenggangkan kedua pahanya, Tentu saja aku semnagit bernafsu karena dia memakai daster siang tadi yang di pakai olehnya sampai melihat dengan jelas bentuk kemaluannya meskipun masih memakai Cd, perasaan nafsu dan gairahku mulai meningkat sekali apalagi ketika dari sudut mataku aku melihat dari paha sampai ke selangkangannya.

    Sampai akhirnya membuat gairah seksku meningkat sekali dan rasanya aku ingin bercinta dan ngeseks sama Kak Heny.

    Dan aku gak kuat menahan gairah seks ku dan akhirnya aku beranikan diri untuk masuk ke kamarnya Kak Heny . Dan aku masuk ke kamarnya Kak Heny pelan-pelan, di dalam kamar aku mengelus pantatnya Kak Heny pelan-pelan, setelah itu aku meremas pelan toketnya, dan Kak Heny terbangun,

    “Apa-apaan ini mas, jangan kurang ajar Bang aku bisa bilangin sama mamahnya Bang Jimmy nanati,?” desahanya Kak Heny .

    Dan aku gak pedulikan itu aku langsung meremas kencang toketnya sambil aku naik dari tubuhnya dari atas, dan sambil aku ciumi pipinya leharnya sampai mulutnya, dan ternyata Kak Heny langsung membalas ciuman ku, ternyata dia tadi gak tidur dan saat aku mengintipnya dia tau. Begitu Kak Heny membalas cumbuanku aku melepaskan dasternya dan Bhnya, lalu aku ciumi lehernya lagi sampai ke bawah dan ku jilati putingnya dan kukulum putingnya, Kak Heny mendesah tipis,

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh…owhhhhhh..emhhhhhhh,”

    Lalu aku melanjutkan memainkan memeknya, kuusap dari luar Cdnya terus ku usap pakai tanganku sampai desahanya menggila membuat birahiku naek tinggi, dan penisku semakin tegang keras, lalu tanganya Kak Heny aku arahkan ke penisku dan aku masih pakai celana pendek, dan aku gak sabar akhirnya aku melepaskan celana dalamnya Kak Heny , setelah aku lepaskan celananya aku pun juga melepaskan celana kolorku dan celana dalamku, dan akhirnya kami bergaya 69 memeknya Kak Heny aku ciumi dari atas dan Kak Heny mengulum penisku dari bawahku.

    Oohh.. Aahh.. Uuuhh, desahan tipis kami sambil menikmatinya.

    aku memejamkan mataku merasakan nikmat danTubuhkupun mengeliat-ngeliat merasakan nikmatnya, dan clitorisnya aku isap-isap sambil aku jilat, sambil jari tangan kananku aku masukan ke dalam memeknya.

    “Oohhhhhhh..Aahh..ouwhhhhhhhhhh”desahan Kak Heny.

    Kak Heny mengelinjang hebat saat clitorisnya aku nikmati sambil jari tanganku aku mainkan. Kemudian aku berpindah posisi dan kami tidak bergaya 69 lagi aku udah gak kuat nahan seksku lalu paha Kak Heny aku buka lebar dan penisku aku masukan kelubang memeknya Kak Heny, aku tekan pelan-pelan, Dan Bless masuk sampai kedalam memeknya Kak Heny,

    “Oohh.. Nikmat sekali.. mas,?”

    Sambil kugerak-gerakkan pinggulku maju mundur, dan Kak Heny tidak tinggal diam dia juga memablas gaya maju mundurku, dia menggoyang-goyangkan pinggulnya sampai aku merem menikmati goyanganya yang hot. Kedua tanganku sambil meremas-remas kedua toketnya.

    “Oohh.. mmhhhh.. Aahh.. Nikmat sekali..” desahanku.

    Hingga akhirnya Kak Heny mencapai klimaks dia mengoyangkanya sangat liar sekali..

    “Oohh.. Uuuhh.. ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh..” desahanya dan dia udah mencapai klimaks.

    Lalu aku mulai lagi dengan gerakanku maju mundur dan kami berdua gak sempet ganti posisi aku masih diatas dan aku
    mainkan terus tanganku sambil mulutku menjilati putingnya dan kukulum akhirnya aku juga mau menuju klimaks, ku gerakan keras gerakan ku dan, penisku ku aku keluarkan dan aku kocok,

    Crottttttttttttttttttttttttt .. crottttttttttttttttttttt .. crottttttttttttttttttttttttttttt

    Aku keluarkan air maniku ke atas toketnya dan sampai muncrat ke wajahnya.
    Akupun tersenyum, sambil tidur disebelahnya Kak Heny rupanya Kak Heny menikmati hubungan seks ini dan sebenernya dia udah menahan nya saat kami tinggal berdua. Karena Kak Heny udah janda dari satu tahun lalu jadi dia masih pengen bangaet ngeseks.

    Setelah itu aku keluar dari kamar Kak Heny dan aku paginya sebelum mau berangkat kerja aku pengen lagi ngeseks sama Kak Heny dan aku melakukanya lagi di kamarnya Kak Heny , dan seterusnya kami melakukan seks sering banget sampai hampir setiap malam karena di rumahku tidak ada yang mengganggu dan kami leluasa melakukan hubungan seks.

  • Kakek Mesum yang Memperawani Kedua Cucunya yang Cantik – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Kakek Mesum yang Memperawani Kedua Cucunya yang Cantik – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    2006 views

    Perawanku – Namaku Budyanto (bukan nama asli), saat ini usiaku 63 tahun. Boleh dibilang untuk urusan main perempuan aku adalah pakarnya. Ini bisa kukatakan karena pada saat usiaku 13 tahun aku sampai menghamili 3 temanku sekaligus.

    Dan di usiaku ke 17 sampai dengan 5 orang teman yang aku hamili, satu di antaranya Winnie, seorang gadis peranakan Belanda dan Cina yang pada akhirnya aku terpaksa mengawininya karena hanya dia yang ambil risiko untuk melahirkan bayi atas kenakalanku dibanding gadis lain.

    Winnie sampai memberiku 3 orang anak, tetapi selama aku mendampinginya dalam hidupku, aku masih juga bermain dengan perempuan sampai usiaku 50 tahun, inipun disebabkan karena Winnie harus tinggal di Belanda karena sakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya yaitu 7 tahun yang lalu, otomatis aku harus mendampinginya di Belanda sementara ketiga anakku tetap di Indonesia.

    Kira-kira satu tahun yang lalu petualanganku dengan perempuan terjadi lagi, tapi kali ini orangnya adalah yang ada hubungan darah denganku sendiri yaitu Dhea dan Marsha, keduanya merupakan cucuku sendiri.

    Satu tahun yang lalu, anakku yang kedua mengontakku di Belanda yang memberitahukan bahwa kakaknya yaitu anakku yang pertama dan istrinya mengalami kecelakaanyang akhirnya harus meninggalkan dunia ini. Aku si kakek mesum pun langsung terbang ke Jakarta.

    Setiba di Jakarta aku lansung menuju ke rumah anakku, di sana aku menemukan anakku dan istrinya telah terbujur kaku dan kulihat Dhea dan adiknya Marsha sedang menagis meraung-raung di depan keduajenazah itu. Sewaktu kutinggal ke Belanda, Dhea dan Marsha masih kecil.

    Setelah peguburan jenazah kedua anakku, atas anjuran anakku yang kedua, aku diminta untuk tinggal di Jakarta saja dan tidak usah kembali ke Belanda, aku harus menjaga kedua cucuku, aku pun setuju. Sejak saat itu, aku pun tinggal di Indonesia.

    Satu minggu aku sudah tinggal di rumah almarhum anakku, dan kutahu Dhea usianya 19 tahun sedangkan adiknya Marsha usianya 17 tahun ini kutahu karena tugasku sekarang menjaga dan mengantarkan cucuku sekolah. Dhea sudah tumbuh menjadi anak gadis tetapi kelakuannya agak nakal, setiap pulang dari sekolah bukannya belajar malah main ke temannya sampai jam 09.00 malam baru kembali, di saat aku sudah tertidur.

    Suatu hari ketika Dhea pulang aku si kakek mesum masih terbangun, Dhea langsung masuk kamar setelah mandi dan berdiam di dalam kamarnya yang membuat aku penasaran melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum kuketuk aku coba mengintip dari lubang pintu dan aku terkaget-kaget melihat apa yang dilakukan Dhea di kamarnya.

    TV di kamar itu menyala dimana gambarnya film porno, sedangkan Dea sedang mengangkat roknya dan jarinya ditusukkan ke dalam lubang kemaluannya sendiri. Aku mengintipnya hampir 15 menit lamanya yang membuat aku tidak sadar bahwa batangkemaluanku mulai mengeras dan celanaku basah. Setelah itu kutinggalkan Dhea yang masih onani, sedang aku si kakek mesum pun ke kamar untuk tidur, tapi dalam tidurku terbayang kemaluan Dhea.

    Paginya aku bangun terlambat karena mimpiku. Dhea dan Marsha sudah berangkat sekolah naik angkutan kota. Sore hari aku kembali setelah mengurus surat-surat kuburan anakku. Ketika aku masuk ke ruang keluarga, aku sempat terkejut melihat Dhea sedang menonton TV,

    pikirku tumben sore-sore Dhea ada di rumah dan aku makin terkejut ketika aku menghampiri Dhea, Dhea sedang melakukan onani sementara TV yang ia tonton adalah film porno yang tadi malam sudah dilihatnya. Dhea pun tidak tahu kalau aku sedang memperhatikannya dimana Dhea sedang asyik-asyiknya onani.

    “Dhea… kamu lagi… ngapain?”
    “Uh… kakek.. ngagetin aja… nih…”

    Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan channel TV.

    “Kamu kaget.. yach, kamu.. belajar begini sama siapa.. kamu ini bandel yach..”
    “Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea.. nggak bandel loh… Kek…”
    “Sini Kakek.. juga mau nonton,” kataku sambil duduk di sebelahnya.”Kakek mau nonton juga.. Kakek nggak marah sama Dea khan?” katanya agak manja sambil melendot di bahuku.
    “Nggak… ayo pindahin channel-nya!”

    Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergeming, Dhea asyik menatap film panas itu sementara nafasku sudah berubah menjadi nafsu buas dan batang kemaluanku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku.

    “Dhe… mau Kakek pangku.. nggak?” Tanpa menoleh ke arahku Dhea bergeser untuk dipangku. Dhea yang sudah meloloskan celana dalamnya merasa terganggu ketika kemaluannya yang beralaskan roknya tersentuh batang kemaluanku yang masih tertutup celana.

    “Ah.. Kakek.. ada yang mengganjal lubang kemaluan Dhea nih dari bawah.”
    “Supaya nggak ganjal, rok kamu lepasin aja, soalnya rok kamu yang bikin ganjal.”

    Tiba-tiba Dhea menungging dipangkuan melepaskan roknya, badannya menutupi pemandanganku ke arah TV tapi yang kulihat kini terpampang di depan mukaku pantat Dhea yang terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya tersembul bulu-bulu tipis yang masih halus menutupi liang kemaluannya yang mengeluarkan aroma bau harum melati.

    “Dhea.. biar aja posisi kamu begini yach!”
    “Ah.. Kakek, badan Dhea khan nutupin Kakek… nanti Kakek nggak lihat filmnya.”
    “Ah.. nggak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini.”

    Pantatnya yang montok sudah kukenyot dan kugigit dengan mulut dan gigiku. Tanganku yang kiri memegangi tubuhnya supaya tetap berdiri sedangkan jari tengah tangan kananku kuusap lembut pada liang kemaluannya yang membuat Dhea menegangkan tubuhnya.

    “Ah… Ah… ssh.. sshh…”

    Pelan-pelam jari tengahku kutusukkan lebih ke dalam lagi di lubamg kemaluannya yang masih sangat rapat. “Aw.. aw… aw.. sakit.. Kek…” jerit kecil Dhea. Setelah lima menit jariku bermain di kemaluannya dan sudah agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi agak merah.

    Kumulai memainkan lidah ke lubang kemaluannya. Saat lubang kemaluan itu tersentuh lidahku, aku agak kaget karena lubang kemaluan itu selain mengeluarkan aroma melati rasanya pun agak manis-manis legit, lain dari lubang kemaluan perempuan lain yang pernah kujilat, sehingga aku si kakek mesum berlama-lama karena aku menikmatinya.

    “Argh… argh… lidah Kakek enak deh.. rasanya.. agh menyentuh memek Dhea… Dhea jadi suka banget nih.”
    “Iya… Dhea, Kakek juga suka sekali rasanya, memekmu manis banget rasanya.”

    Dengan rakusnya kujilati lubang kemaluan Dhea yang manis, terlebih-lebih ketika biji klitorisnya tersentuh lidahku karena rupanya biang manisnya dari biji klitorisnya. Dhea pun jadi belingsatan dan makin menceracau tidak karuan.

    “Argh.. sshh.. agh… aghh… tidddaak… Kek… uenak… buanget… Kek.. argh… agh.. sshhh…”

    Hampir 30 menit lamanya biji klitoris Dhea jadi bulan-bulanan lidahku dan limbunglah badan Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengucur deras dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendir itu lebih manis lagi rasanya dari biji klitorisnya langsung kutelan habis tanpa tersisa dan membasahi mukaku.

    “Arggghh.. aaawww… sshhh.. tolong… Kek… eennaak… baangeeet… deh…” Jatuhlah tubuh Dhea setelah menungging selama 30 menit meniban tubuhku.

    Setelah tubuhku tertiban kuangkat Dhea dan kududukkan di Sofa, sementara badannya doyong ke kiri, aku melepaskan semua pakaianku hingga bugil dimana batang kemaluanku sudah tegang dan mengeras dari tadi.

    Kemudian kedua kaki Dhea aku si kakek mesum lebarkan sehingga lubang kemaluan itu kembali terbuka lebar dengan sedikit membungkuk kutempelkan batang kemaluanku persis di liang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, kumasukkan tiga buah jari ke lubang kemaluannya, supaya lubang kemaluan itu jadi lebar.

    Ketika jari itu kuputar-putar, Dhea yang memejamkan mata hanya bisa menahan rasa sakit, sesekali ia meringis. Setelah 5 menit lubang kemaluannya kuobok-obok dan terlihat agak lebar, kutempelkan batang kemaluanku tepat di lubang kemaluannya, lalu kuberikan hentakan. Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala kemaluanku saja yang bisa masuk. Dhea pun menjerit.

    “Awh… sakit.. Kek… sakit.. banget…”
    “Sabar… sayang… nanti juga enak.. deh…”

    Kuhentak lagi batang kemaluanku itu supaya masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru yang ke-15 kalinya batangan kemaluanku bisa masuk walau hanya setengah ke lubang kemaluan Dhea. Dhea pun 15 kali menjeritnya. “Ampun… Kek… sakit.. banget… ampun!” Karena sudah setengah batang kemaluanku masuk, dan mulai aku gerakan keluar-masuk dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakan Dhea berubah menjadi kenikmatan.

    “Kek.. Kek.. gh… gh… enak.. Kek… terus.. Kek.. terus.. Kek… batang.. Kakek.. rasanya… sampai.. perut Dhea.. terus… Kek!”
    “Tuh.. khan… benar.. kata Kakek… nggak.. sakit lagi sekarang.. jadi enak.. kan?”

    Dhea hanya mengangguk, kaus yang digunakannya kulepaskan berikut BH merah mudanya, terlihatlah dengan jelas payudara Dhea yang baru tumbuh tapi sudah agak membesar dimana diselimuti kulit putih yang mulus dan di tengahnya dihiasi puting coklat yang juga baru tumbuh membuatku menahan ludah. Lalu dengan rakusnya mulutku langsung mencaplok payudara itu dan kukulum serta kugigit yang membuat Dhea makin belingsatan.

    Setelah satu jam, lubang kemaluan Dhea kuhujam dengan batang kemaluanku secara ganas, terbongkarlah pertahanan Dhea yang sangat banyak mengeluarkan cairan lendir dari dalam lubang kemaluannya membasahi batanganku yang masih terbenam di dalam lubang kemaluannya disertai darah segar yang otomatis keperawanan cucuku Dhea telah kurusak sendiri. Dhea pun menggeleparlalu ambruk di atas Sofa.

    “Agh… agh.. agh.. argh… argh… sshh… ssshh… argh… gh.. gh… Dhea… keluar.. nih.. Kek.. aw… aw…”

    Lima belas menit kemudian aku si kakek mesum pun sampai pada puncak kenikmatan, dimana tepat sebelum keluar aku sempat menarik batang kemaluanku dari lubang kemaluan Dhea dan menyemburkan cairan kental hangat di atas perut Dhea dan aku pun langsung ambruk meniban tubuh Dhea.

    “Aw.. agh.. agh.. Dhea.. memekmu.. memang.. luar biasa, kontol Kakek.. sampai dipelintir di dalam memekmu…agh… kamu.. me.. memang… hebat…”

    Setengah jam kemudian, dengan terkaget aku terbangun oleh elusan tangan lembut memegangi kontolku.

    “Kakek… habis… ngapain.. Kakak Dhea… kok… Kakak Dhea dan Kakek telanjang… kayak habis.. mandi.. Marsha juga.. mau dong telanjang.. kayak… Kakek dan.. Kakak Dhea.”
    “Hah.. Marsha jangan… telanjang!”

    Tapi perkataanku kalah cepat dengan tindakannya Marsha yang langsung melepaskan semua pakaiannya hingga Marsha pun bugil. Aku si kakek mesum terkejut melihat Marsha bugil dimana tubuh anak ini kelihatan sempurna, lubang kemaluan Marsha yang masih gundul belum tumbuh bulu-bulu halus tetapi payudaranya sudah mulai berkembang malah lebih montok dari payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha pun lebih putih dan mengkilat dibanding kulit tubuh Dhea, sehingga membuat nafsu seks-ku kembali meningkat.

    “Kek… Marsha kan tadi ngintip ketika perut Kakak Dhea dimasukin sama punya kakek.. Marsha juga mau dong.. kata mama dan papa, kalau Kakak Dhea dapat sesuatu pasti Marsha juga dapat.”

    “Oh… mama dan papa bilang begitu yach, kamu memang mau perut kamu dimasukin punya Kakek.”
    “Iya.. Kek.. Marsha mau sekali.”

    Tanpa banyak basa-basi kusuruh Marsha terlentang di atas karpet. Dengan agak riang Marsha langsung terlentang, aku si kakek mesum duduk di sampingnya kedua kakinya aku lebarkan sehingga lubang kemaluannya yang gundul terlihat jelas. Kusuruh Marsha menutup mata. “Marsha sekarang tutup matanya yach, jangan dibuka kalau Kakek belum suruh, nanti kalau sakit Marsha hanyaboleh bilang sakit.”

    Marsha pun menuruti permintaanku. Lubang kemaluannya kuusap dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali jariku kumasukkan ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buasnya telah meremas payudaranya dan memelintir puting yang berwarna kemerahan. Marsha mulai menggelinjang.

    Dia tetap memejamkan matanya, sedang mulutnya mulai nyerocos. “Ah… ah… ah.. sshh.. ssh…” Kedua kakinya disepakkan ketika jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih gundul, dengan leluasa lidahku mengusapliang kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya.

    Dikarenakan usianya lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha rasanya belum terlalu manis dan 10 menit kemudian keluarlah cairan kental putih yang rasanya masih hambar menetes dengan derasnya dari dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku yang sebagian tidak kutelan karena rasanya yang masih hambar sehingga membasahi paha putihnya.

    “Ah… ah… ngeh.. ngeh… Marsha.. basah nih Kek…” Kuambil bantal Sofa dan kuganjal di bawah pantat Marsha sehingga lubang kemaluan itu agak terangkat, lalu kutindih Marshadan kutempelkan batang kemaluanku pada lubang kemaluannya yang masih berlendir.

    Kuhentak batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Marsha yang masih lebih rapat dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali kemaluanku sampai 25 kali baru bisa masuk kepala kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit.

    “Aw.. aw.. sakit.. Kek… sakit.. sekali..”
    “Katanya kamu mau perutmu aku masukin punya Kakek seperti lubang kemaluan Kakak Dhea.”
    “Iya Kek… Marsha mau… Marsha tahan aja deh sakitnya.”

    Kepala kemaluanku yang sudah masuk ke lubang kemaluan Marsha kehentak sekali lagi, kali ini masuk hampir 3/4-nya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha, ini karena lubang kemaluan Marsha masih licin sisa lendir yang tadi dikeluarkannya.

    “Hegh… hegh… hegh.. iya Kek sekarang Marsha nggak sakit lagi… malah enak.. rasanya di perut Marsha ada yang dorong-dorong… Hegh.. Hegh…” komentar Marsha ketika menahan hentakan batang kemaluanku di lubang kemaluannya.

    Setelah 30 menit lubang kemaluannya kuhujam dengan hentakan batang kemaluanku, meledaklah cairan kental dan tetesan darah dari lubang kemaluan Marsha keluar dengan derasnya yang membasahi kemaluanku dan pahanya. Marsha pun langsung pingsan.

    “Arrgh.. arrghh.. ssh… Kek… Marsha.. nggak kuat… Kek… Marsha.. mau pingsan… nih… nggak.. ku.. kuaatt…”

    Pingsannya Marsha tidak membuatku mengendorkan hentakan kemaluanku di lubang kemaluannya yang sudah licin, malah membuatku makin keras menghentaknya, yang membuatku sampai puncak yang kedua kalinya setelah yang pertama kali di lubang kemaluannya Dhea,

    tapi kali ini aku tidak sempat menarik batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluan Marsha sehingga cairan kental hangat itu kubuang di dalam perut Marsha dan setelah itu baru kulepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluan Marsha yang masih mengeluarkan lendir.

    “Ah.. ah… ser… ser… ser… jrot.. jrot.. agh… ag.. ssh… argh…”

    Tubuhku pun langsung ambruk di tengah Marsha yang pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku si kakek mesum terbangun di saat batang kemaluanku berasa dijilat dan ketika aku melirik aku melihat Dhea dan Marsha sedang bergantian mengulum batang kemaluanku dan menjilati sisa cairan lendir tadi, kuusap kedua kepala cucuku itu yang lalu kusuruh keduanya mandi.

    “Dhea.. sudah.. sayang.. sana ajak adikmu.. bersih-bersih dan mandi setelah itu kita ke Mall, beli McDonal.. ayo sayang!”
    “Kek.. Dhea puas deh.. lain.. kali lagi yach Kek!”
    “Asyik beli McDonal.. tapi lain kali lagi yach… Kek, perut Marsha jadi hangat.. deh.. enak..”
    “Iya.. sayang.. pasti lagi.. ayo sekarang Kakek yang mandiin.”

    Setelah itu kami pun mandi bertiga, sejak saat itu kedua cucuku selalu tiap malam minta coba lagi keganasan batang kemaluanku. Aku si kakek mesum pun tersenyum bangga bahwa aku memang penakluk perempuan, walau perempuan yang aku taklukan adalah kedua cucuku yang sekarang tinggal bersamaku.

  • Cerita Dewasa Petualangan Seks yang Kualami Hingga Menjadi Seorang Sekretaris Hot – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Petualangan Seks yang Kualami Hingga Menjadi Seorang Sekretaris Hot – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1726 views

    Perawanku – Selepas sekolah aku kuliah di akademi sekertaris. Aku pisah dengan keluarga dan tinggal sendiri. Tak jarang rasa sepi terasa saat jauh dari keluarga. Untunglah aku memiliki teman akrab yang dapat menghilangkan rasa sepi. Namanya Selly ia teman kampusku dan kebetulan kami satu kost.

    Selly memang supel. Ia memiliki banyak teman dan kenalan. Sering ia memperkenalkan aku dengan teman-temannya. Tak jarang teman prianya mencoba untuk berpacaran denganku. Katanya sih aku cantik dan memiliki penampilan yang begitulah.

    Akhirnya aku berpacaran dengan kenalan Selly. Namanya Daniel. Ia sangat gigih untuk meluluhkan hatiku. Bisa dibilang temanku Selly memiliki pergaulan yang bebas. Memang ia memiliki banyak pacar dan tak jarang mereka menginap di kamar Selly.

    Memang tempat kostku bagus dan bebas. Dan terkadang pacarku sering pulang malam. Tapi kami hanya mengobrol dan tidak melakukan apa-apa. Mungkin, karena Daniel cara berpacarannya jauh, terkadang ia mencoba untuk menaklukan tubuhku.

    Baru kali aku menerima pria sebagai pacarku. Awalnya Daniel mencoba untuk mencium bibirku. Tapi aku menghindar dan menolaknya. Tapi karena usahanya yang gigih akhirnya bibir ini kuberikan. Hampir setiap bertemu ia melahap bibirku. Seakan tiada pertemuan tanpa berciuman. Tahap demi tahap usahanya berhasil membuatku memberikan tubuhku. Mulai dari bibir, dadaku dan kepolosan tubuhku yang tanpa sehelai pakaian. Kecuali keperawananku.

    Sering Daniel meminta keperawananku. Tapi kutolak, kuanggap sudah semua kuberi. Kecuali satu ini. Setiap bertemu tubuhku selalu polos, karena Daniel selalu melucuti pakaianku. Awalnya aku merasa canggung. Awalnya aku hanya kasihan, mungkin karena kelembutan Daniel aku malah menyukai hal ini.

    Aku memiliki komputer di kamar kostku. Sering Daniel membawakan film. Tapi lama-lama aku diajak nonton film XxX. Awalnya aku risih, karena merasa seperti lihat tubuh sendiri. Aku jijik melihat adegan-adegan itu. Tapi karena Daniel memberikan kelembutan disaat kami menonton, perlahan aku suka.

    Kuanggap sebagai pelajaran. Beberapa lama kemudian aku mempraktekkannya. Aku mencontoh beberapa adegan dan aku menyukainya. Sampai kuberikan liangku, tapi aku tetap perawan karena hanya liang belakangku yang kuberikan. karena kasihan terhadap Daniel yang menginginkan bersetubuh denganku.

    Awalnya aku agak risih dan aneh. Tapi rasa nikmat yang kurasakan malah membuatku ketagihan. Sampai-sampai aku beronani saat kusendiri. Makin diasah rasanya aku makin butuh. Sampai kurobek sendiri selaput daraku dengan jari-jariku. Daniel tidak tahu hal ini. Kurasakan kenikmatan yang berbeda disaat liang vaginaku dimasuki sesuatu.

    Saat malam minggu, Daniel dan aku bercumbu seperti biasanya. Sampai kami benar-benar terangsang dan sodomi kami lakukan. Aku menikmatinya, entah Daniel. Beberapa kali kurasakan semburan Daniel di liang anusku. Sampai-sampai liangku sangat licin.

    Akhirnya aku kelelahan dan kulihat Daniel ke kamar mandi. Sesaat kuterlelap. Beberapa lama kuterlelap. Sesaat kutersadar dan kurasakan kakiku mengangkang lebar. Terasa sentuhan yang lembut merangsang daerah sensitifku. Dengan reflek, dada dan daguku terangkat tinggi.

    Ah, birahiku mengalir di dalam darahku. Sesaat nafasku berburu, kumendesah. Kemudian kurasakan tubuhku dipeluk. Kurasakan bibir vaginaku tersentuh sesuatu. Perlahan suatu benda memasuki liang vaginaku. Sekejap kutahan nafas dan kurasakan nikmat seiring benda yang memasuki liangku. “Ooouuhh,” terucap seiring liangku tertancap dalam. Mataku tak dapat kubuka lebar karena kunikmati kejadian ini. Perlahan terlihat sosok Daniel.

    Kurasakan Daniel mengeluar-masukkan miliknya perlahan. Mengapa kurasakan kelembutan dan kenikmatan dari sentuhannya. Beberapa lama kurasakan semburan di liangku. Aahh, rasanya, membuat rasa yang.. Sesaat kemudian kurasakan puncakku.

    Kudekap erat Daniel dan sesaat tubuhku menegang. Setelah itu kubenar-benar tersadar dan rasa bingung, sedih, kecewa dan senang bercampur aduk di hatiku. Rasa malu tersimpan di hatiku. Harga diriku sesaat hilang bersama persetubuhan itu. Beberapa kali Daniel menyetubuhiku. Tapi rasa klimaks yang kurasakan setiap berhubungan, membuatku ketagihan.

    Akhirnya aku lulus kuliah. Dan Aku menjadi sekretaris hot. Bosku baik. Ia sudah menikah. Kurasakan orangnya lembut. Entah mengapa, lambat laun aku menyukainya. Perasaan sama kurasakan dari sikapnya. Kulihat ia rajin datang.

    Kami sering bersama dan kami sering mengobrol di dalam ruangannya. Awalnya kami berbincang. Akhirnya kami saling terbuka dan membicarakan tentang hal yang pribadi. Sesaat kami bertatapan. Rasa getaran yang kuat mengalir di tubuhku di saat dekat dengannya

    Mungkin karena rokku yang pendek membuat ia terangsang. Beberapa kali tangannya menyentuh pahaku. Awalnya aku ingin menolaknya. Tapi apa salahnya, maka kubiarkan. Karena sikapku ini Pak Rian semakin sering memegang pahaku.

    Tak jarang ia mengelus-elus dan bertahap menyusup ke selangkanganku. Sebenarnya aku ingin menepis perbuatannya. Mungkin karena aku menyukai, sentuhannya maka kubiarkan. Tampaknya ia merasa dapat lampu hijau dariku.

    Tangannya awalnya meraba pahaku dan akhirnya merembet ke selangkanganku, aku bingung haru berbuat apa. Aku hanya bisa diam, kemudian ia mengangkat rokku, merangkulku. Bibirnya menciumi kupingku, leher dan bibirku. Aku bingung harus bagaimana.

    Hari-hari berikutnya ia melakukan hal ini terus. Suatu saat ia mencumbuku, kurasakan tangannya perlahan mengelus dari pahaku, pinggul, perut dan naik ke dada. Sesaat kami terdiam. Rasa campur aduk di hatiku. Serasa aku ingin memarahinya. Tapi aku tak dapat. Ia atasanku, dan sebetulnya aku menyukai hal ini.

    Karena kuterdiam ia semakin menjadi. Dadaku ia raba-raba lalu diremasnya. “Dadamu empuk ya, besar loh,” bisik bosku. Kurasakan di dadaku mengalir rangsangan. Putingku terasa mengeras, nyilu dan nikmat. Rasanya kusuka. Kutak sanggup bergerak karena birahiku muncul.

    Beberapa lama kurasakan tangannya menikmati dadaku. Kemudian bibirku juga ia nikmati. Kurasakan bibirku dilahap dengan nafsunya. Beberapa lama mulai kurasakan kelembutannya. Kubalas kecupan bibirnya, lidahnya dan hisapan terhadap air liurku.

    Beberapa lama kurasakan tanganku mulai sanggup bergerak. Perlahan kugerakkan dan kuhampiri pipinya. Lalu pipinya tersentuh tanganku dan kuelus-elus sebagai tanda kumenikmatinya. Kurasakan kemejaku keluar dari rokku.

    Ternyata Pak Rian mengangkatnya. Tangannya kurasakan menyusup dari perutku. Kurasakan sentuhan tangannya membuai perut lalu naik mendekap braku. Terbuai kulit dadaku. Beberapa lama kemudian tangannya menelusuri tali BH-ku dan akhirnya sampai dikaitan BH-ku.

    Kurasakan tangannya mengelus punggungku sesaat. Lalu kurasakan kaitan bra-ku lepas. Pak Rian melepaskannya. Kurasakan jemarinya berjalan meraba punggunku dan akhirnya mendekap buah dadaku. “Tanpa bra lebih besar, lebih terasa,” bisik Pak Rian.

    Kurasakan tubuhku memasrah. Jemarinya memainkan putingku. Rasanya nyilu dan nikmat. Sekilas wajahku ke samping dan tertunduk. Perlahan kuhisap dan kugigit lembut bibir bawahku. Dadaku terangkat dengan reflek, seakan kusodorkan ke Pak Rian.

    Kurasakan tangan Pak Rian keluar dan tak menyusup lagi. Bibirku ia kecup lagi. Perlahan tangannya kurasakan menyusup di celah lengan kemejaku. Tali bra-ku kurasakan ditariknya keluar sampai ke ujung jemariku tanganku. Sesaat kemudian taliku yang satunya juga ia lepaskan, kini tiada yang menahan bra-ku. Kemudian tangannya menyusup ke dalam kemejaku lagi.

    Penyangga buah dadaku kurasakan turun dan lepas keluar ditarik tangannya. Sesaat kurasakan putingku menyentuh langsung kemejaku. Lalu tangannya meremas-remas kemejaku yang menutupi langsung buah dadaku. Kemudian kurasakan putingku ia gelitik dengan lembut. Aahh, nikmat rasanya.

    Sesaat terdengar dering telpon. Kami terhenti dan Pak Rian segera mengangkatnya. Sesaat terlihat kedua titik dadaku oleh mataku. “Kamu temenin aku nanti ya!” sahut Pak Rian kepadaku saat berbincang di telepon. Aku rasa aku harus memakai bra-ku lagi. Tidak enak bila terlihat karyawan lain.

    Sesaat kulepaskan kancingku satu persatu dan kulepaskan kemeja sekretaris hot ku sambil membelakangi Pak Rian. Sesaat kurasakan tubuhku didekap dari belakang. “Badan kamu bagus,” sambil tangannya meraba dan meremas buah dadaku lagi. Telingaku ia cumbu. Kemudian ia ajak lagi aku ke tempat duduk.

    Lalu ia duduk dan kedua tanganku ditarik sehingga aku mendudukinya secara berhadapan. Rokku terangkat dan celana dalamku terlihat jelas. Mulutnya segera melahap dadaku. Salah satu tangannya memelukku dan satunya lagi menikmati dadaku yang tersisa. Mataku terpejam sambil menikmati sentuhannya.

    Beberapa lama ia menikmati buah dadaku. Ada teleon berbunyi. “Udah dulu, kita berangkat ya,” ucapnya setelah beberapa lama melahap tubuhku. Aku segera memakai dan merapikan pakaianku. Ia memintaku menemaninya rapat di pantai utara Jakarta. Setelah itu kami menyempatkan berbincang sambil melihat matahari terbenam di ujung laut.

    Perlahan sore selesai dan mendung perlahan menutupi langit. Angin perlahan berhembus kencang dan gerimis turun. Akhirnya kami bergegas masuk kemobil. Perlahan hujan turun. Suasana di luar terlihat gelap. Rasa tenang aku rasakan di dalam mobil. Setelah lama mengobrol di mobil. Kulihat di sekitar mobil banyak yang berhenti parkir dan kadang ada yang bergoyang.

    Mata Pak Rian kulihat menatapku. Lalu ia pindah ke tempat dudukku. Bibirnya segera melahap bibirku. Aku tak mau kalah dan kami bersaing. Kurasakan buah dadaku diraba tangannya, lalu diremas-remas dengan lembut.

    Sesaat kemudian kancing bajuku kurasakan dilepas satu-persatu, rasanya tali bra-ku juga dilepas. Dadaku ia telajangi. Perlahan bibirnya turun dari bibir, leher, pundak, sesaat senderan kursiku ia rebahkan dan kemudian buah dadaku ia lahap.

    Daguku terangkat dan dadaku membusung ke mulutnya. Kurasakan nikmat, terkadang wajahku kuhadapkan ke kanan atau ke kiri sambil kugigit lembut bibir bawahku. Kurasakan pahaku ia raba dan kemudian ke celana dalamku.

    Beberapa lama kemudian kurasakan celana dalamku ia tarik dan lepaskan. Rokku juga tak ketinggalan. Kurasakan hembusan AC mobil membuai tubuhku bersama jemari Pak Rian yang meraba-raba hampir seluruh tubuhku dengan kehangatannya.

    Buah dada dan bibirku ia gilir. Kurasakan tangannya turun dari perut ke tonjolan sensitifku. Lalu ia mainkan dan perlahan jarinya meraba bibir vaginaku yang sudah basah. Sesaat kurasakan liang vaginaku ia masuki dengan jarinya.

    “Ooouuhh,” ucapku sesaat.

    Kurasakan jarinya keluar-masuk di liangku. Beberapa lama kurasakan tubuhnya menindih tubuhku. Kurasakan ia membuka celananya. Kakiku ia buat melebar, lalu kurasakan bibir vaginaku tersentuh miliknya, sesaat liangku ia tancap sampai dalam dengan mudah.

    “Oouuhh,” ucapku sesaat lagi.

    Kurasa aku yang seorang sekretaris hot ini sudah basah. Tanpa tahapan ia langsung mengeluar-masukkan miliknya dengan cepat. Kutaksanggup menahan rasa nikmat. Desahan demi desahan akhirnya terlepas dari mulutku. Tubuhku menjadi pasrah menikmati sentuhannya. Rasa nikmat membuatku cepat mencapai puncak. Beberapa lama kemudian kurasakan miliknya menyembur liang vaginaku.

    “Ooouuhh.. aahh..” terlepas dari mulutku seiring menikmati semburannya yang terasa hangat di liangku.

    Akhirnya kami istirahat sesaat. Mungkin karena suasana yang nikmat, kami akhirnya mengulangi beberapa kali. Keesokannya ia menjadikan aku merangkap sekretaris hot pribadinya. Ia meminta aku tinggal di apartermen barunya. Kami semakin sering berhubungan. Mungkin hampir setiap hari. Aku juga membantunya memperlicin kerjasama dengan klien usahanya.

    Dari situ aku banyak mengenal orang-orang tertentu. Dan kunikmati petualangan seks ini. Mungkin karena aku menyukainya, aku bersedia jadi sekretaris hot dan istri mudanya.

  • Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku


    1473 views

    Perawanku – Namaku Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter. Secara keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan bekerja sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S.

    Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.

    Kira2 6 tahun yang lalu saat umurku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Sandi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.

    Sandi sangat sopan dan tau diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama.

    Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.    Agen Obat Kuat Pasutri

    Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan seksku yang masih menggebu-gebu.

    Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

    Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Sandi.

    Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

    “Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    Cerita Sex Merangsang Bekas Muridku Jadi Korban Nafsu Bejatku

    “Bu Asmi..?” Suara Sandi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.
    Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

    Lalu kurasakan Sandi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

    Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

    Sekarang tangan Sandi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.

    Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandi mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

    Tangan kanan Sandi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku.

    Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

    “Sandi!! Ngapain kamu?”

    Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

    “Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Sandi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.
    “Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.
    “Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Sandi.
    “Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”

    Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

    Lalu Sandi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin.

    Benarkah pemuda seperti Sandi terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas.

    Keluar dari kamar mandi, Sandi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.
    “Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.
    “Ibu hebat…,” desisnya.
    “Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Sandi yang panjang seleher.
    “Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.
    “Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.
    Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.
    “Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.
    Sandi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.
    “Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.
    Sandi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Sandi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandi yang besar.
    Berbeda dengan suamiku, Sandi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.
    Sandi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.
    “Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Sandi, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.
    Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandi semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!
    Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.
    “Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.
    “Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.
    Sandi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.
    “Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”
    Sandi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.
    “Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”
    Sandi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.
    “Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
    “Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Sandi menyodok-nyodok semakin kencang.
    “Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
    “Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
    “Oh, ah, uuugghhh… ”
    “Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”
    Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandi, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!
    Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandi mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.
    Kuturuti permintaan Sandi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Sandi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.
    Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.
    Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Sandi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Sandi segera menunduk, dikecupnya pipiku.
    “San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.
    “Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.
    Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Sandi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.
    Sandi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.
    “Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”
    Sandi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Sandi pun kali ini segera akan mencapai klimaks.
    Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Sandi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.
    Tiba-tiba Sandi menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Sandi langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Sandi memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut vaginaku yang menganga.
    “Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
    “Aku hampir keluar!” Sandi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Sandi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.
    “Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
    “Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Sandi
    “Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.
    “Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… ”
    “Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”
    “Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”
    “Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, Saann…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan ‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”
    Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Sandi menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.
    “Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.
    Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Sandi memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sIbuk mengatur nafas.
    “Enak banget,” bisik Sandi beberapa saat kemudian.
    “Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Sandi bergerak-gerak di dalam vaginaku.
    “Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”
    “Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”
    Sandi bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Sandi menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.
    Sandi lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Sandi karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Sandi mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,
    “Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga suka kan?”
    Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Sandi sebagai jawaban. Alhasil, seharian itu kami bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di sore hari malamnya Sandi kembali meminta jatah dariku. Sedikitnya malam itu ada 3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa kali aku mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak bertenaga.
    Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sehari semalam dengan bekas muridku yang perkasa.
    Sudah seminggu Sandi menjadi” suami”ku. Dan jujur saja aku sangat menikmati kehidupan malamku selama seminggu ini. Sandi benar-benar pemuda yang sangat perkasa, selama seminggu ini liang vaginaku selalu disiramnya dengan sperma segar. Dan entah berapa kali aku menahan jeritan karena kenikmatan luar biasa yang ia berikan.
    Walaupun malam sudah puas menjilat, menghisap, dan mencium sepasang payudaraku. Sandi selalu meremasnya lagi jika ingin berangkat kuliah saat pagi hari, katanya sich buat menambah semangat. Aku tak mau melarang karena aku juga menikmati semua perbuatannya itu, walau akibatnya aku harus merapikann bajuku lagi.
    Malam itu sekitar jam setengah 10-an. Setelah menidurkan anakku yang paling bungsu, aku pergi kekamar mandi untuk berganti baju. Sandi meminta aku mengenakan pakaian yang biasa aku pergunakan ke sekolah. Setelah selesai berganti pakaian aku lantas keluar dan berdiri duduk di depan meja rias. Lalu berdandan seperti yang biasa aku lakukan jika ingin berangkat mengajar kesekolah.
    Tak lama kudengar suara ketukan, hatiku langsung bersorak gembira tak sabar menanti permainan apa lagi yang akan dilakukan Sandi padaku.
    “Masuk.. Nggak dikunci,” panggilku dengan suara halus.
    Lalu Sandi masuk dengan menggunakan T-shirt ketat dan celana putih sependek paha.
    “Malam ibu… Sudah siap..?” Godanya sambil medekatiku.
    “Sudah sayang…” Jawabku sambil berdiri.
    Tapi Sandi menahan pundakku lalu memintaku untuk duduk kembali sembil menghadap kecermin meja rias. Lalu ia berbisik ketelingaku dengan suara yang halus.
    “Bu.. Ibu mau tahu nggak dari mana biasanya saya mengintip ibu?”
    “Memangnya lewat mana..?” Tanyaku sambil membalikkan setengah badan.
    Dengan lembut ia menyentuh daguku dan mengarahkan wajahku kemeja rias. Lalu sambil mengecup leherku Sandi berucap.
    “Dari sini bu..” Bisiknya.
    Dari cermin aku melihat disela-sela kerah baju yang kukenakan agak terbuka sehingga samar-samar terlihat tali BHku yang berwarna hitam. Pantas jika sedang mengajar di depan kelas atau mengobrol dengan guru-guru pria disekolah, terkadang aku merasa pandangan mereka sedang menelanjangi aku. Rupanya pemandangan ini yang mereka saksikan saat itu.
    Tapi toh mereka cuma bisa melihat, membayangkan dan ingin menyentuhnya pikirku. Lalu tangan kanan Sandi masuk kecelah itu dan mengelus pundakku. Sementara tangan kirinya pelan-pelan membuka kancing bajuku satu persatu. Setelah terbuka semua Sandi lalu membuka bajuku tanpa melepasnya. Lalu ia meraih kedua payudaraku yang masih tertutup BH.
    “Inilah yang membuat saya selalu mengingat ibu sampai sekarang,” Bisiknya ditelingaku sambil meremas kedua susuku yang masih kencang ini.
    Lalu tangan Sandi menggapai daguku dan segera menempelkan bibir hangatnya padaku dengan penuh kasih dan emosinya. Aku tidak tinggal diam dan segera menyambut sapuan lidah Sandi dan menyedotnya dengan keras air liur Sandi, kulilitkan lidahku menyambut lidah Sandi dengan penuh getaran birahi. Kemudian tangannya yang keras mengangkat tubuhku dan membaringkannya ditengah ranjang.
    Ia lalu memandang tubuh depanku yang terbuka, dari cermin aku bisa melihat BH hitam yang transparan dengan “push up bra style”.
    Sehingga memberikan kesan payudaraku hampir tumpah meluap keluar lebih sepertiganya. Untuk lebih membuat Sandi lebih panas, aku lalu mengelus-elus payudaraku yang sebelah kiri yang masih dibalut bra, sementara tangan kiriku membelai pussy yang menyembul mendesak CDku, karena saat itu aku mengenakan celana “mini high cut style”.
    Sandi tampak terpesona melihat tingkahku, lalu ia menghampiriku dan menyambar bibirku yang lembut dan hangat dan langsung melumatnya. Sementara tangan kanan Sandi mendarat disembulan payudara sebelah kananku yang segar, dielusnya lembut, diselusupkan tangannya dalam bra yang hanya 2/3 menutupi payudaraku dan dikeluarkannya buah dadaku.
    Ditekan dan dicarinya puting susuku, lalu Sandi memilinnya secara halus dan menariknya perlahan. Perlakuannya itu membuatku melepas ciuman sandi dan mendesah, mendesis, menghempaskan kepalaku kekiri dan kekanan.
    Selepas tautan dengan bibir hangatku, Sandi lalu menyapu dagu dan leherku, sehingga aku meracau menerima dera kenikmatan itu.
    “Saan… Saann… Kenapa kamu yang memberikan kenikmatan ini..”
    Sandi lalu menghentikan kegiatan mulutnya. Tangannya segera membuka kaitan bra yang ada di depan, dengan sekali pijitan jari telunjuk dan ibu jari sebelah kanan Sandi, Segera dua buah gunung kembarku yang masih kencang dan terawat menyembul keluar menikmati kebebasan alam yang indah.
    Lalu Sandi menempelkan bibir hangatnya pada buah dadaku sebelah kanan, disapu dan dijilatnya sembulan daging segar itu. Secepat itu pula merambatlah lidahnya pada puting coklat muda keras, segar menentang ke atas. Sandi mengulum putingku dengan buas, sesekali digigit halus dan ditariknya dengan gigi.
    Aku hanya bisa mengerang dan mengeluh, sambil mengangkat badanku seraya melepaskan baju dan rok kerjaku beserta bra warna hitam yang telah dibuka Sandi dan kulemparkan kekursi rias. Dengan giat penuh nafsu Sandi menyedot buah dadaku yang sebelah kiri, tangan kanannya meraba dan menjalar kebawah sampai dia menyentuh CDku dan berhenti digundukan nikmat yang penuh menentang segar ke atas.
    Lalu Sandi merabanya ke arah vertikal, dari atas kebawah. Melihat CDku yang sudah basah lembab, ia langsung menurukannya mendororng dengan kaki kiri dan langsung membuangnya sampai jatuh ke karpet.
    Adapun tangan kanan itu segera mengelus dan memberikan sentuhan rangsangan pada memekku, yang dibagian atasnya ditumbuhi bulu halus terawat adapun dibagian belahan vagina dan dibagian bawahnya bersih dan mulus tiada berambut. Rangsangan Sandi semakin tajam dan hebat sehingga aku meracau.
    “Saaan.. Sentuh ibu sayang, .. Saann buat.. Ibu terbaang.. Pleaase.”
    Sandi segera membuka gundukan tebal vagina milikku lalu mulutnya segera menjulur kebawah dan lidahnya menjulur masuk untuk menyentuh lebih dalam lagi mencari kloritasku yang semakin membesar dan mengeras. Dia menekan dengan penuh nafsu dan lidahnya bergerak liar ke atas dan kebawah.
    Aku menggelinjang dan teriak tak tahan menahan orgasme yang akan semakin mendesak mencuat bagaikan merapi yang ingin memuntahkan isi buminya. Dengan terengah-engah kudorong pantatku naik, seraya tanganku memegang kepala Sandi dan menekannya kebawah sambil mengerang.
    “Ssaann.. Aarghh..”
    Aku tak kuasa menahannya lagi hingga menjerit saat menerima ledakan orgasme yang pertama, magma pun meluap menyemprot ke atas hidung Sandi yang mancung.
    “Saan.. Ibu keluaa.. aar.. Sann..” Memekku berdenyut kencang dan mengejanglah tubuhku sambil tetap meracau.
    “Saan.. Kamu jago sekali memainkan lidahmu dalam memekku sayang.. Cium ibu sayang.”
    Sandi segera bangkit mendekap erat diatas dadaku yang dalam keadaan oleng menyambut getaran orgasme. Ia lalu mencium mulutku dengan kuatnya dan aku menyambutnya dengan tautan garang, kuserap lidah Sandi dalam rongga mulutku yang indah.
    Tubuhku tergolek tak berdaya sesaat, Sandipun mencumbuku dengan mesra sambil tangannya mengelus-elus seluruh tubuhku yang halus, seraya memberikan kecupan hangat didahi, pipi dan mataku yang terpejam dengan penuh cinta. Dibiarkannya aku menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang hebat. Juga memberi kesempatan menurunnya nafsu yang kurasakan.
    Setelah merasa aku cukup beristirahat Sandi mulai menyentuh dan membelaiku lagi. Aku segera bangkit dan medorong belahan badan Sandi yang berada diatasku. Kudekatkan kepalaku kewajahnya lalu kucium dan kujilati pipinya, kemudian menjalar kekupingnya.
    Kumasukkan lidahku ke dalam lubang telinga Sandi, sehingga ia meronta menahan gairahnya. Jilatanku makin turun kebawah sampai keputing susu kiri Sandi yang berambut, Kubelai dada Sandi yang bidang berotot sedang tangan kananku memainkan puting yang sebelah kiri. Mengelinjang Sandi mendapat sentuhan yang menyengat dititik rawannya yang merambat gairahnya itu, sandipun mengerang dan mendesah.
    Kegiatanku semakin memanas dengan menurunkan sapuan lidah sambil tanganku merambat keperut. Lalu kumainkan lubang pusar Sandi ditekan kebawah dfan kesamping terus kulepaskan dan kubelai perut bawah Sandi sampai akhirnya kekemaluan Sandi yang sudah membesar dan mengeras.
    Kuelus lembut dengan jemari lentikku batang kemaluan Sandi yang menentang ke atas, berwarna kemerahan kontras dengan kulit sandi yang putih kepalanya pun telah berbening air birahi.
    Melihat keadaan yang sudah menggairahkan tersebut aku menjadi tak sabar dan segera kutempelkan bibir hangatku kekepala kontol Sandi dengan penuh gelor nafsu, kusapu kepala kontol dengan cermat, kuhisap lubang air seninya sehingga membuat Sandi memutar kepalanya kekiri dan kekanan, mendongkak-dongkakkan kepalanya menahan keikmatan yang sangat tiada tara, adapun tangannya menjambak kepalaku.
    “Buuu.. Dera nikmat darimu tak tertahankan.. Kuingin memilikimu seutuhnya,” Sandi mengerang.
    Aku tidak menjawabnya, hanya lirikan mataku sambil mengedipkannya satu ke arah Sandi yang sedang kelejotan. Sukmanya sedang terbang melayang kealam raya oleh hembusan cinta birahi yang tinggi. Adapun tanganku memijit dan mengocoknya dengan ritme yang pelan dan semakin cepat, sementara lidahku menjilati seluruh permukaan kepala kontol tersebut. Termasuk dibagian urat yang sensitif bagian atas sambil kupijat-pijat dengan penuh nafsu birahi.
    Sadar akan keadaan Sandi yang semakin mendaki puncak kenikmatan dan akupun sendiri telah terangsang. Denyutan memekku telah mempengaruhi deburan darah tubuhku, kulepaskan kumulan kontol Sandi dan segera kuposisikan tubuhku diatas tubuh Sandi menghadap kekakinya.
    Dan kumasukkan kontol Sandi yang keras dan menengang ke dalam relung nikmatku. Segera kuputar memompanya naik turun sambil menekan dan memijat dengan otot vagina sekuat tenaga. Ritme gerakanpun kutambah sampai kecepatan maksimal.
    Sandi berteriak, sementara aku pun terfokus menikmati dera kenikmatan gesekan kontol sandi yang menggesek G-spotku berulang kali sehingga menimbulkan dera kenikmatan yang indah sekali. Tangan Sandipun tak tinggal diam diremasnya pantatku yang bulat montok indah, dan dielus-elusnya anusku, sambil menikmati dera goyanganku pada kontolnya. Dan akhirnya kami berdua berteriak.
    “Buu Dennook.. Aku tak kuat lagi.. Berikan kenikmatan lebih lagi bu.. Denyutan diujung kontolku sudah tak tertahankan”
    “Ibu pandai… Ibu liaarr… Ibu membuatku melayang.. Aku mau keluarr” .
    Lalu Sandi memintaku untuk memutar badan manghadap pada dirinya dan dibalikkannya tubuhku sehingga. Sekarang aku berada dibawah tubuhnya bersandarkan bantal tinggi, lalu Sandi menaikkan kedua kakiku kebahunya kemudian ia bersimpuh di depan memekku. Sambil mengayun dan memompa kontolnya dengan yang cepat dan kuat. Aku bisa melihat bagaimana wajah Sandi yang tak tahan lagi akan denyutan diujung kontol yang semakin mendesak seakan mau meledak.
    “Buu… Pleaass.. See.. Aku akaan meleedaaakkh!”
    “Tungguu Saan.. Orgasmeku juga mauu.. Datang ssayaang.. Kita sama-sama yaa..”
    Akhirnya… Cret.. Cret.. Cret tak tertahankan lagi bendungan Sandi jebol memuntahkan spermanya di vaginaku. Secara bersamaan akupun mendengus dan meneriakkan erangan kenikmatan.
    Segera kusambar bibir sandi, kukulum dengan hangat dan kusodorkan lidahku ke dalam rongga mulut Sandi. Kudekap badan Sandi yang sama mengejang, basah badan Sandi dengan peluh menyatu dengan peluhku. Lalu ia terkulai didadaku sambil menikmati denyut vaginaku yang kencang menyambut orgasme yang nikmat yang selama ini kurindukan.
    Lalu Sandi membelai rambutku dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup keningku.
    “Buu.. Thank you, i love you so much.. Terus berikan kenikmatan seperti ini untukku ya..” Bisiknya lembut.
    Aku hanya mengangguk perlahan, setelah memberikan ciuman selamat tidur aku memeluknya dan langsung terlelap. Karena besok aku harus masuk kerja dan masih banyak lagi petualangan penuh kenikmatan yang akan kami lalui.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kemontokan Adik Iparku Membuat Gila Nafsuku

    Kemontokan Adik Iparku Membuat Gila Nafsuku


    2013 views


    Perawanku –  ini bermula dari suatu minggu siang ketika aku ke rumah mertuaku, saat itu rumah sepi hanya ada Vera adik iparku yang berusia 25 tahun, yang aku yakin dia juga memendam hasrat yang sama denganku,

    karena berulang ulang kulihat sorot matanya yang bergairah sambil memperlihatkan tubuhnya yang mulus dan susunya yang montok itu ketika dia ganti baju di depanku…… maka siang itu nekat aku ke rumah mertua yang aku tahu pasti sepi karena menghadiri pernikahan di Semarang, ketika aku masuk ke dalam rumah kulihat Vera masih tiduran di kamar yang pintunya terbuka dan hanya mengenakan daster tipis. Ketika aku masuk kamar dan duduk di pinggir ranjang,

    dia masih asyik membaca koran minggu, dan tidak menghiraukan aku yang saat itu kontolku sudah ngaceng karena melihat dasternya tersingkap sampai ke batas paha. ahh, mulusnya…., lalu sambil lalu kupegang pahanya mulai dari betis naik ke paha…, dengan takut takut kuelus elus pahanya, dan ketika kulihat dia masih juga asyik membaca ( pura pura membaca padahal sudah menunggu adegan selanjutnya, begitu katanya setelah kami selesai bercinta ),

    nekat kuciumi pahanya…, eh, dia malah menggeliat sambil membuka kedua pahanya, nampaklah kini olehku celana dalam tipis warna hitam yang dulu kubelikan. aku masih terus menciumi pahanya sambil membuka risleting celanaku, sehingga aku juga hanya memakai celdam dengan ****** yang sudah sangat tegang meminta untuk segera dimasukkan ke liang senggama…, dan ketika ciumanku sampai ke daerah vaginanya, diah mendesah… ssshhh..shhhh…,

    matanya merem melek, sambil kujilati sekitar paha sebelah dalam, tanganku bergerak memelorotkan celana dalamnya, kini nampaklah olehku memek dengan rambut hitam pekat yang menebarkan aroma yang sangat merangsang…, jilatan dan ciuman aku teruskan, kusibak rambut yang menutupi liang vaginanya, vagina yang sudah basah kucium,

    kujilati kelentitnya.. dia semakin mendesah, menggeliat geliat bagai cacing kepanasan.., sssshh.. ssshhhh…,, aduh masssss,…. terus… terus….., sambil terus mebuka lebar lebar kedua pahanya…., sementara tanganku tidak tinggal diam, tangan kiri naik keatas mencengkeram susunya yang ternyata tanpa mengenakan BH….., tangan kananku kutusukkan pelan pelan ke dalam lubang memeknya yang benar benar sudah basah kuyup….., ssshhhh…shhh.. desahnya berulang ulang… ayo masssssss…. aku sudah tidak kuat lagi….. desahnya……


    masukkan masssss… masukkan…., kontolku sudah sangat tegang….. Akhirnya dengan sekali gerakan, kupelorotkan celdamku, lalu kusingkap daster yang masih menutupi sebelah atas tubuhnya…., ssssssshhhh.., ayolah masssss…sssshhhhh…., kini liang senggamanya dengan kontolku sudah berhadapan, tapi tidak langsung kumasukkan,
    kusenggol senggol bibir vaginanya dengan ujung kontolku… hal ini semakin membuatnya mendesah desah… aduhhhhhh massssss……. tangannya memegang
    kontolku, dituntunnya untuk memasuki lubang vaginanya….. dan ketika…. blesssssss… dia mendelik sambil menjerit kecil… ahhhhhhh….. segera kugenjot kontolku lebih
    dalam lagi…. dan kutarik pelan pelan.. hal ini semakin membuatnya mendesah desah tidak karuan… ahhhhhh ahhhhhh… sssshhhhhh… terus… terus………dan semakin cepat
    gerakan kontolku, dia mengimbanginya dengan goyangan yang sangat luar biasa….. ternyata dia lebih liar dibandingkan isteriku, tubuhnya lebih montok, lebih mulus
    dengan vagina yang ditumbuhi rambut yang sangat lebat sehingga semakin menambah kenikmatanku dalam menyetubuhinya……setelah sekitar lima belas menit kugenjot
    kontolku…… dengan satu gerakan kasar, dan teriakan kecil… dia menjerit…. aduh massssssssss…. aku dapet nihhhh.. terus massssss… pahanya semakin kuat menjepit
    tubuhku…. dan…… ahhhhhhhhhhh……shhhhhhhhhhhh… sambil mencium bibirku, dengan napas yang memburu, dia mencapai klimaksnya….. hhmmmmmmhhhh….hmmmmmmmhhhhhh…… sambil kutekan kuat kuat kontolku di dalam vaginanya……. terasa cairan sperma yang menumpukpun sudah mau keluar….
    akhirnya dengan satu kali genjotan yang kuat muncrat juga spermaku membasahi dinding senggamanya… ahhhhhhhhhhhhh……….., maka sejak saat itu, kami selalu mencuri curi kesempatan untuk melakukannya… dan hal itupun kami lakukan walau saat itu rumah lengkap dengan isteri dan anakku yang tidur di rumah mertua…., tetapi kalau hasrat dan gairah sudah memuncak, Vera tidak dapat dikendalikan lagi… dia pasti menyusulku yang tidur di ruang tamu….. sungguh nikmatnya bercinta dengan adik ipar……

  • Tante ina Yang Bohay – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Tante ina Yang Bohay – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    1430 views

    Perawanku – Wajahku biasa-biasa aja nggak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kontol yang lumayan besar lebih kurang 16 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu tidur adek kecil ku itu Cuma 4 cm.

    Berawal dari hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.

    Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Ina datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan belum mempunyai anak. Tante Ina usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat maklum orang kaya.

    Karena dirumah udah penuh, maka tante mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku. Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan ke tante, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Ina baru bangun dari tidurnya.

     

    “Masuk Riki ..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
    “Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
    “Tante terlambat bangun nih habis semaleman tante ngak bisa tidur kayaknya losmen ini serem deh Riki , jadi tante agak takut jadinya..”, dia bercerita
    “Eh tunggu dulu ya tante mau mandi dulu trus mau bonceng sama Riki ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
    “baik tante..”, jawabku.

    Tante masuk kekamar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya. Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya.

    Aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Ina rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang.

    Agak lama aku mengintip tante mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Ina selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa. Situs Judi Bola

    “Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Ina didepan ku
    “eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
    “Riki … kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.

    Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek. Malam harinya sekitar jam 9 malam tante Ina minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Ina cerita sama ibuku bahwa tante agak ketakutan tidur sendiri di losmen.

    Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Ina . Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah. Tante Ina tiduran sambil menerima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya.

    Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis habis hawa AC membuat ku mau pipis, aku pergi kekamar mandi dan mulai pipis… serr… lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.

    Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan serr… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

    Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Ina saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup.

    Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:

    “Riki … Riki .”
    Aku pura-pura ngak mendengar.
    “Ran…Riki ”, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
    “Iya tante Ina ada apa?”, tanyaku sambil pura-pura lemas.

    “Tolong Riki tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan..”, balasnya.
    Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas”, kamu tidur diatas aja Riki disamping tante…”
    “Iya tante…”, jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.

    “Sini selimutnya berduain biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.

    Tante Ina miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku,

    aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Ina terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante keatas,

    oww… terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya aku Ina ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.

    Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Ina , “ohh…”, aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Ina , kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Ina , namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku dan,

    croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya, Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Ina , karena takut tante Ina terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.

    “Riki …bangun udah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante sudah selesai mandi. Tante Ina memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante Ina menghampiriku dan duduk disebelahku:

    “Riki tadi malam kamu mimpi ya..?”
    “Eng…”, belum sempat aku menjawab tante Ina  meneruskan bicaranya.
    “Berarti sekarang kamu sudah aqil balig, kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Ina.

    “Maaf tante… Riki  ngak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
    “Nah lihat ku… burung kamu bangun mulai tadi…”, kata tante Ina sambil matanya melihat kebawah perut ku.
    Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante.

    “Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
    “Jangan dimasukkan dulu Riki …! Riki kan sudah dewasa sekarang… namun Riki belum diketahui Riki itu sempurna apa tidak…”, kata tante Ina.
    “Sempurna gimana tante..??”, tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.

    “Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Riki sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi deh burungnya!”, perintah tante Ina , Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.

    Kulihat Tante menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante Ina berkata “Riki diam aja ya nanti, Riki pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…”

    “Baik tante.”

    Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante Ina naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .

    “Emm..”, aku berguman sambil terpejam.
    “Kenapa Riki …sakit..??”, agak berbisik suara tante Ina dengan nafas sedikit bernafsu.
    “Enggak tante…ngak apa-apa.”

    Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Ina sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara,

    aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante, ternyata tante Ina memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Ina dan penisku makin licin sehingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” setiap tante Ina memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.

    Kemudian tante Ina berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur bilang:
    “Riki … sekarang tes terakhir ya…”
    “iya tante… Riki siap”.

    Aku merasakan jari tante memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.

    Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Ina berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.

    Kurasakan tekanan tante makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.

    “aakh…”
    Tante Ina menghentikan gerakannya .
    “Gimana Riki … Sakit..??”
    “Enggak tante ngak apa apa…”

    Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante.

    “Akh… akh…”, tiba-tiba tante Ina bersuara.

    Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Ina , akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh…

    Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Ina . Penisku masih tertanam didalam vagina tante beberapa saat Ina tante Ina masih memejamkan matanya…

    “Udah tante tesnya…??”, tanyaku.
    “Emm udah… Riki , ternyata kamu laki-laki yang normal”, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku divaginanya, trus tante Ina berjalan ke kamar mandi.

    Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati.
    Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak akan  menolaknya.

  • Cerita Sex Bercinta Dengan Guruku

    Cerita Sex Bercinta Dengan Guruku


    950 views

    Perawanku – Cerita Sex Bercinta Dengan Gurukum Segera, saya mulai dengan pengalaman pertama saya ‘bercinta’ (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Itu terjadi ketika aku masih seorang mahasiswa sekolah tinggi.

    Itu selama musim ujian, sehingga kami diawasi oleh guru dari kelas-kelas lain. Kebetulan menerima bagian ujian mengawasi kelas di mana seorang guru bernama Bu Netty, usia masih cukup muda, sekitar 25 tahun.
    tinggi badannya sekitar 155 cm. kulit putih bersih, hidung mancung, oval Bentuk wajah dengan rambut lurus dipotong pendek sebatas leher, memperlihatkan leher yang panjang.

    Yang membuat saya sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, pantat seksi dan bergoyang saat dia berjalan. Saya sering mencuri pandang ke arahnya dengan tatapan tajam, menuju meja menempati.
    Kadang-kadang, baik sengaja atau tidak, dia kembali menatap saya dengan senyum sedikit. Itu membuat saya berdebar-debar tak menentu.

    Bahkan pada kesempatan lain, ia menatapku dan memasang senyum, ia sengaja menyilangkan kaki, sehingga mengungkapkan paha mulus dan betis.

    Di lain waktu ia bahkan sengaja menarik rok sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan di samping), melihat wajah saya, jadi saya bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Tampak gundukan kecil di tengah, dia mengenakan pakaian katun berwarna putih.

    Saya sedikit terkejut dan sedikit menggembung dengan ‘show’ lakukan. Aku melihat sekeliling, memastikan ada teman-teman saya apa yang orang lain juga melihat acara kecil.
    Ternyata mereka semua sibuk melakukan ujian pertanyaan serius. Aku kembali menatap Ibu Netty, dia masih menatapku dengan senyum nakal.

    Aku tersenyum ke arahnya, sambil mengangkat ibu jarinya, maka saya terus bekerja pada soal ujian di meja saya.
    Tentu saja dengan tampilan sesekali menuju meja Ibu Netty yang masih menyilangkan kaki dan menurunkannya kembali, dengan cara yang jelas menunjukkan pangkal paha yang indah.

    Sekitar 30 menit sebelum ujian berakhir, aku bangun dan berjalan ke depan untuk menyerahkan surat-surat kepada Ny Netty ujian. “Ini sudah berakhir?” Dia tersenyum.
    “Sudah, bu ….” jawabku, tersenyum ke arahnya. “Anda seperti yang Anda lihat?” Tanyanya kaget.

    Aku mengangguk, kami melakukan semua bicara dengan berbisik. “Apa yang saya dapat melihatnya lagi nanti?” Aku memberanikan diri, masih berbisik.
    “Kita akan melihat Anda di depan sekolah, setelah ujian selesai, ok?” Dia berkata sambil tersenyum. Senyum yang mengguncang hati saya dan membuat saya begitu panas dan dingin.
    Makan siang adalah di gerbang depan sekolah, membawa tasnya, bu Netty mendekati tempatku berdiri dan berkata, “Bud, Anda mengikuti saya dari belakang” Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantat yang fantastis.
    Ketika kita sudah jauh dari lingkungan sekolah dan tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menunggu di sampingnya.
    Kami berjalan beriringan. “Anda benar-benar ingin melihatnya lagi?” Dia bertanya, memecah keheningan. “Lihat apa yang ibu?” Aku berkata, pura-pura lupa, atas permintaan sendiri ketika di kelas pagi ini.
    “Ah, kau, seperti berpura-pura …” katanya sambil mencubit pinggang perlahan. Aku tidak berusaha untuk menghindari cubitannya, pada kenyataannya, saya memegang telapak tangan halus dan diperas dengan gemas. bu Netty diperas kembali, menatapku lekat.

    Akhirnya kami sampai di sebuah rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lainnya. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat ornamen tambahan di bangunan rumah. Ibu Netty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu.
    “Bud, datang. Lepaskan sepatu di dalam, menutup dan mengunci pintu belakang!” Perintah-Nya dengan cepat. Aku menuruti permintaannya tanpa bertanya. Setelah di dalam rumah, bu Netty menaruh tasnya di atas meja, memasuki ruangan tanpa menutup pintu.

    Aku hanya melihat, ketika santai ia membuka kancing kemejanya, memperlihatkan bra-nya yang juga terbuat dari katun putih, buah dada putih dan agak besar tidak dapat ditampung dan mencuat dari BH tersebut, membuatnya lebih seksi, maka ia menelepon saya,

    “Bud, silahkan dong, lepasin gesper …” katanya sambil menoleh padaku.

    Aku membuka nya tali bra hook, dengan panas wajah dan jantung berdebar. Setelah bra-nya off, ia membuka lemari, mengambil T-shirt putih, kemudian memakainya, masih berpaling ke posisi. T-shirt terlihat wrap yang sangat ketat di sekitar tubuhnya dengan wangi.

    Kemudian dia kembali meminta bantuan kepada saya, ia meminta membuka ritsleting di gaunnya! Aku pergi kembali membuat jantung berdebar dan terburuk dari semua, saya mulai merasa selangkangan basah. Pangkal paha memberontak pada pakaian yang menduplikasi dengan celana SMA saya.

    Ketika ia berpaling kepada saya, saya cepat memperbaiki posisi pangkal paha dari luar celana terjepitnya. Lalu aku membuka ketat rok ritsleting.
    Perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku menatap pantat seksi dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana putih, tangan menyentuh pantat bu Netty dan sedikit meremas, jengkel.

    “Saya tidak sabar ya, Bud?” Kata Netty bu.
    “Maaf, Bu, pantat kelelahan seksi ibu benar-benar, sehingga kesal saya ….”
    “Kalau di sini tidak memanggil saya ‘Bu’ lagi, menyebut ‘teteh’ aja ya?”
    “Ya Bu, eh, teh Netty”
    konsentrasi saya hancur melihat di depan saya saat ini, bu Netty T-shirt dengan ketat, tidak ada bra.

    Sehingga puting mencuat dari balik kemeja putih, tombol sexy perut tidak tertutup, karena ukuran T-shirt pendek.
    Celana di pagi hari saya melihat dari jauh sekarang aku bisa melihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, paha putih mulus dan ramping membuat semuanya tampak mimpi.

    “Bagaimana Bud, seperti bukan?” Katanya sambil pinggang berkcak dan pinggul meliuk-liukkan.
    “Kenapa kau begitu tercengang, Bud?” Dia melanjutkan saat ia mendekat.

    Aku menatapnya tertegun berkata-kata ketika dia memeluk leher saya dan mencium saya, pada awalnya saya kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Lalu aku membalas ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakus, aku membalas lumatannya.

    “Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh ….” Dia bergumam di tengah ciuman kami. Tidak lama setelah tangan kanannya dengan tangan kiri saya dan menuntun tanganku ke dadanya.
    Aku cepat merespon apa yang dia inginkan, kuremas dengan lembut meremas payudara dan puting knot kupilin mulai mengeras nya. “Mmmmhhhh … .mmmmmhhhhh” Kali ini dia merintih nikmat.

    Aku menggosok punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tercakup oleh T-shirtnya, aku terus menggosok dan meremas pantatnya padat dan seksi.
    Lalu aku pergi dengan jari tengah saya menyelinap ke pantat belahan dadanya, kugesek-gesek ke dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vagina dari celana luar yang dipakainya. Ternyata itu sudah celana sangat basah.
    Sementara ciuman kami, berubah menjadi kulum lidah lain masing-masing secara bergantian, kadang-kadang menjambaki rambutnya dengan gemas, tangan lainnya membuka kancing baju sekolah saya satu per satu.

    Aku dihapus pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, lalu kemeja saya di, ikat pinggang saya, saya perosotkan abu saya celana abu-abu dan celana putih saya juga.
    Ibu Netty melakukan hal yang sama, dengan terburu-buru sedikit melepas T-shirtnya dia baru saja membuat beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putih, sehingga sekarang dia telanjang.

    tubuh putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai memamerkan tubuh kita masing-masing, ketika aku menegakkan kembali, kami berdua tertegun sejenak.
    Aku menatap tubuh telanjang tanpa sehelai benangpun. Aku pernah melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan tatap Hapan pertama kalinya saya mengalami hal itu.
    Payudaranya sudah mengeras terlihat kencang, lebih besar dari telapak tangan saya, karena saya sudah berusaha untuk memeras seluruh sphere.

    Tetapi tidak pernah berhasil, karena sangat besar. Perutnya datar tampaknya tidak bagian sama sekali lemak.
    pinggang ramping dan bulat sangat seksi. Tumbuhi selangkangan rambut yang sengaja tidak dicukur, hanya sedikit di atas kemaluannya mengkilap dengan kelembaban.

    Tubuh telanjang yang pernah saya lihat di sebagian besar pornografi gambar, film atau paling nyata tubuh biru ABG tetangga aku melihat kamarnya.
    Sehingga tidak begitu jelas dan lakukan dengan cepat karena takut tertangkap. Kebiasaan mengintip tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.

    Sementara mencermati bu Netty sudah pangkal paha yang tegang dan mengeras, basis tumbuhi rambut kasar, sebenarnya ada banyak rambut yang tumbuh di batang kemaluanku.
    Ukurannya cukup besar dan selusin cm panjangnya. “Bud, Anda sakit, besar dan panjang, ada bulu lagi di bagasi” katanya sambil mendekat.

    Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih selangkangan, berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku menyeret dan selanjutnya kepala soft-ngocoknya sudah pangkal paha dikulumnya. Tubuhku menegang mendapat emutan seperti itu.
    “Oooohhhh …. lezat teh ….” rintihku pelan. Ia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya di selangkangan, sementara aku mendapatkan panik sebagai akibat dari tindakannya.
    Kadang-kadang dimasukkannya selangkangan menjadi tenggorokannya. Menelusuri kembali kepalanya ke depan, sehingga selangkangan keluar dari mulutnya, mengisap-mengisap rakus.

    Aku semakin tahan dan akhirnya …, juga rusak pertahanan. Penyemprotan sperma langsung ke dalam mulutnya bahwa dia mengisap dan menelannya.
    Sehingga tidak ada satu tetespun menetes ke lantai, memberiku sensasi yang besar. Rasanya jauh lebih menyenangkan daripada ketika saya masturbasi.
    “Aaaahhhh … ooooohhhhh …. teteeeeehhhhh!” Teriak tak tertahankan.
    “Bagaimana? Bud buruk?” Tanyanya sambil mengisap tetes terakhir dari pangkal paha saya.
    “Ini teh yang baik benar-benar, jauh lebih baik daripada ngocok sendiri” kataku puas.
    “Gantian dong teh, saya ingin ngerasain memiliki teteh” Aku pergi mengemis sedikit.
    “Mungkin …,” katanya sambil menuju tempat tidur, dan kemudian dia berbaring di tempat tidur yang rendah, kakinya berbaring di lantai.
    Aku segera berlutut di depannya, aku mencium selangkangannya dengan bibir saya, tangan saya memegang kedua payudaranya, meremas-meremas lembut dan knot perlahan kupilin puting sudah mengeras.
    Dia mulai menarik keluar erangan-erangan lembut. Sementara mulut untuk menghisap, twist, vagina menjilat semakin basah. Aku permainkan klitoris dengan lidah saya dan saya-semut semut bibirku.

    “Aaaaaahhhhh … ooooohhhhhh, Buuuuddddhyyyyy …, aku tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!” erangan semakin keras. Aku sedikit khawatir bahwa ada tetangga yang mendengar nikmat erangan-erangan.
    Tapi karena saya juga diganggu oleh nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Sampai saat aku merasa mengejang tubuhnya.

    Lalu aku merasa ledakan cairan hangat di mulutku, aku payah itu semua sebagai terbaik yang saya bisa, saya menelan dan saya menikmatinya rakus, setetes demi setetes.

    Kakinya menjuntai ke lantai, kakinya sekarang diapit oleh kepala ketat, kedua tangan menekan kepala saya agar lebih dekat lagi terjebak di bagian selangkangan, sehingga sulit untuk bernapas.
    Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudara sekarang meremas-remas dan mengusap pahanya yang ada di pundak saya.

    “Bud, Anda yang besar, membuat saya orgasme berkedut, seperti, belajar dari?” Dia bertanya. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum.
    Saya melakukan banyak membaca tentang hubungan seksual, dari majalah, buku dan internet. Meskipun sudah sejak selangkangan terakhir diperketat lagi karena terangsang dengan senang erangan erangan-bu Netty
    Aku akan berdiri, diposisikan di depan selangkangan masih berkedut mulut dan vagina basah dan licin.

    “Saya masukkan teh ya?” Aku bertanya, tanpa menunggu jawaban darinya, aku putus miliknya sedang menunggu kedatangan bibirku.
    “Oooohhhh …” dia mengerang,

    “Aaaahhhh …” membayar dengan erangan sama senang, ketika pangkal paha menembus jauh ke dalam vaginanya, ada pergi keperawanan saya.
    Tertandingi kesenangan saya rasakan ketika batang kemaluanku ke tempatnya, gosok dengan dinding vagina lembut, sampai ke pangkalnya.
    Ibu Netty mengerang keras saat selangkangan bulu tumbuh di bibir vagina batang kemaluanku menggesek dan klitoris, matanya setengah terpejam mulutnya terbuka, napasnya mulai tersenggal-senggal.
    “Ahh-ahh-ahh auuuu!” Aku menarik pangkal paha saya lagi perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Aku meletakkan lebih lambat, sementara mengerang teriakan kecil selalu ditambah, setiap kali pangkal batang kemaluanku memukul bibir vagina dan klitoris.

    Gerakan lebih cepat dan lebih cepat, bibirku bergantian antara miliknya, mengisap puting atau kiri dan kanan.
    Teriak memburuk, ia tolehkan kepala kiri atau kanan membuat hanya dapat menghisap putingnya saja, tidak bisa lagi miliknya yang seksi.
    Sementara pinggulnya mengangkat setiap kali aku terjun ke dalam vagina vaginanya yang sekarang sangat basah, sampai akhirnya, “Buuudddhhyyyyyy …. Aku ingin keluar lagiiiiii … oooohhhhhh … Aaahhhhh” jeritan semakin kacau.

    Aku melihat dengan kepuasan saat ia berusaha seperti memegang sesuatu, vagina banjir kembali karena ia mengalami orgasme dalam mulutku.
    Aku memang sengaja tidak mengendalikan diri untuk orgasme, itu adalah saya pelajari dengan seksama, meskipun saya belum pernah dilakukan sebelumnya ML itu. Ibu Netty kagum dengan kemampuan untuk mengendalikan diri.
    Setelah ia melambung ke orgasme setelah orgasme yang susul-, saya cabut selangkangan masih kuat dan keras.

    Aku memberinya beberapa saat untuk mengatur napas. Lalu saya bertanya kepadanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan panas.

    Sekali lagi aku mendapat orgasme berkepanjangan tampak tak berujung, saya lakukan karena itu cukup lelah, kupercepat gerakan untuk mengejar klimaks.
    Akhirnya menyemburlah sperma, yang telah saya tahan, begitu lemasnya ia tak berdaya tengkurap di atas perutnya, aku menjatuhkan diri berbaring di sebelahnya.

    Sejak peristiwa hari, saya tidak lagi masturbasi, tapi kami ML setiap kali kami ingin.

    Ketika saya bertanya mengapa ia memilih, ia menjawab, karena aku seperti pacar pertama, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sementara masih di SMA. Namun bedanya, katanya, aku lebih tahan lama saat berhubungan seks (GR tidak tahu).

    Ketika saya bertanya, apa tidak takut hamil?, Ia menjawab dengan santai, bahwa ia rutin disuntik setiap 3 bulan

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Kutukar dengan Perawan

    Cerita Sex Kutukar dengan Perawan


    1664 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Kutukar dengan Perawan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Untuk menjaga nama baik kali ini kau menggunakan nama samara dan semua yang membaca kisahku ini tidak menyinggung siapapu, karena jujur selama ini aku terbebani dengan pengalamanku dan aku tulis untuk meredakan beban pikiran. Aku adalah gadis panggil saja namaku Enggi basic keluargaku orang yang tidak berkecukupan tapi aku beruntung setelah lulus SMA dapat beasiswa dan aku bisa meneruskan pendidikanku sampai sekarang.

    Aku sedih melihat keadaan keluargaku, ayahku adalah seorang Pegawai Negeri golongan II, ibuku hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang tidak mempunyai skill, kerjanya hanya mengurus putra-putrinya. Rasanya aku ingin membantu ayah, mencari uang.

    Tapi apalah daya aku hanya lulusan sekolah menengah, namun begitu kucoba untuk melamar kerja di perusahaan yang ada di kota Manado. Hasilnya nihil, tak satupun perusahaan yang menerima lamaranku. Aku mahfum, disaat krisis sekarang ini banyak PT yang jatuh bangkrut, kalaupun ada PT yang bertahan itu karena mem-PHK sebagian karyawannya.

    Lalu aku berpikir, kenapa aku tidak ke Jakarta saja, kata orang di Ibukota banyak lowongan pekerjaan, dan aku teringat tetanggaku Mona namanya, dia itu katanya sukses hidup di Jakarta, terbukti kehidupan keluarganya meningkat drastis.

    Dahulu kehidupan keluarga Mona tidak jauh berbeda dengan keadaan keluargaku, pas-pasan. Tapi sejak Mona merantau ke Jakarta, ekonomi keluarganya makin lama makin berubah. Bangunan rumah Mona kini sudah permanen, isi perabotnya serba baru, dari kursi tamu, tempat tidur semuanya mewah, juga TV 29″ antena parabola dan VCD mereka miliki. Aku ingin seperti Mona, toh dia juga hanya tamatan SMA. Kalau dia bisa kenapa aku tidak? Aku harus optimis.

    Pada suatu hari di bulan September, tahun 1998 aku pamit kepada keluargaku untuk merantau ke Jakarta. Meskipun berat papa dan mama merelakan kepergianku. Dengan bekal uang Rp 75.000 dan tiket kelas Ekonomi hasil hutang papaku di kantor, aku akhirnya meninggalkan desa tercinta di Kawanua.

    Dari desa aku menuju pelabuhan Bitung, aku harus sudah sampai di pelabuhan sebelum pukul 6 sore karena KM Ciremai jurusan Tg.Priok berangkat jam 19:00 WIT, waktu satu jam tentu cukup untuk mencari tempat yang nyaman.

    Karena tiketku tidak mencantumkan nomor seat, maklum kelas ekonomi, aku berharap mendapat lapak untuk menggelar tikar ukuran badanku. Tapi sial, angkutan yang menuju pelabuhan begitu terlambat, pada waktu itu jam sudah menunjuk pukul 18:45.

    Waktuku hanya 15 menit. Ternyata KM.Ciremai sudah berlabuh, aku melihat hiruk pikuk penumpang berebut menaiki tangga, aku tergolong calon penumpang yang terakhir, dengan sisa-sisa tenagaku, aku berusaha lari menuju KM.Ciremai, aku hanya menggendong tas punggung yang berisi pakaian 3 potong.

    Aku sudah berada di dek kapal kelas ekonomi, tapi hampir semua ruangan sudah penuh oleh para penumpang. Keringat membasahi seluruh tubuhku, ruangan begitu terasa pengap oleh nafas-nafas manusia yang bejibun.

    Aku hanya bisa berdiri di depan sebuah kamar yang bertuliskan Crew, di sekitarku terdapat seorang Ibu tua bersama 2 orang anak laki-laki usia sekolah dasar. Mereka tiduran di emperan tapi kelihatannya mereka cukup berbahagia karena dapat selonjoran.

    Aku berusaha mencari celah ruang untuk dapat jongkok. Aku bersyukur, Ibu Tua itu rupanya berbaik hati karena bersedia menggeserkan kakinya, kini aku dapat duduk, tapi sampai kapan aku duduk kuat dengan cara duduk begini. Sedangkan perjalanan memakan waktu 2 hari 2 malam.

    Tidak lama kemudian KM.Ciremai berangkat meninggalkan pelabuhan Bitung, hatiku sedikit lega, dan aku berdoa semoga perjalanku ini akan mengubah nasib.

    Tak sadar aku tertidur, aku sedikit terkejut sewaktu petugas menanyakan tiket, aku ingat tiketku ada di dalam tas punggungku. Tapi apa lacur, tasku raib entah dimana, aku panik, aku berusaha mencari dan bertanya kepada Ibu tua dan anak laki-lakinya, tapi mereka hanya menggelengkan kepala.

    “Cepat keluarkan tiketmu..” ujar seorang petugas sedikit menghardik.

    “Aku kehilangan tas, tiket dan uangku ada di situ..” jawabku dengan sedih.

    “Hah, bohong kamu, itu alasan kuno, bilang aja kamu tak membeli tiket, Ayo ikut kami ke atas,” bentak petugas yang bertampang sangar.

    Akhirnya aku dibawa ke dek atas dan dihadapkan kepada atasan petugas tiket tadi.

    “Oh.. ini orangnya, berani-beraninya kamu naik kapal tanpa tiket,” kata sang atasan tadi.

    “Tiketku hilang bersama pakaianku yang ada di tas, saya tidak bohong Pak, tapi benar-benar hilang..”

    “Bah itu sih alasan klasik Non, sudah ratusan orang yang minta dikasihani dengan membuat alasan itu.” ucapnya lagi.

    “Kalau Bapak tak percaya ya sudah, sekarang aku dihukum apapun akan aku lakukan, yang penting aku sampai di Jakarta.”

    “Bagus, itu jawaban yang aku tunggu-tunggu..” ujar lelaki berseragam putih-putih itu.

    Kalau kutaksir mungkin lelaki tersebut baru berusia 45 tahun, tapi masih tegap dan atletis, hanya kumis dan rambutnya yang menonjolkan ketuaannya karena agak beruban.

    “Tapi ingat kamu sudah berjanji, akan melakukan apa saja..” ujar lelaki itu, seraya menunjukkan jarinya ke jidatku.

    “Sekarang kamu mandi, biar tidak bau, tuh handuknya dan di sana kamar mandinya..” sambil menunjuk ke arah kiri.

    Betapa girang hatiku, diperlakukan seperti itu, aku tidak menyangka lelaki itu ternyata baik juga. Betapa segarnya nanti setelah aku mandi.

    “Terima kasih Pak,” ujarku seraya memberanikan diri untuk menatap wajahnya, ternyata ganteng juga.

    “Jangan panggil Pak, panggil aku Kapten..” tegasnya.

    Aku sempat membaca namanya yang tertera di baju putihnya. “Kapten Jonny” itulah namanya.

    Aku sekarang sudah berada di kamar mandi.

    “Wah, betapa wanginya tuh kamar mandi,” gumamku nyaris tak terdengar. Kunyalakan showernya maka muncratlah air segar membasahi tubuhku yang mulus ini, kugosok-gosokan badanku dengan sabun, kuraih shampo untuk mencuci rambutku yang sempat lengket karena keringat.

    Sepuluh menit kemudian aku keluar dari kamar mandi, aku bingung untuk bersalin pakaian, aku harus bilang apa kepada Sang Kapten.

    “Wah cantik juga kamu,” tiba-tiba suara itu mengejutkan diriku. Dan yang lebih mengejutkan adalah pelukan Sang Kapten dari arah belakang. Aku hanya terdiam, “Siapa namamu, Sayang?” bisiknya mesra. “Enggi..” jawabku lirih.

    Aku tidak berusaha berontak, karena aku ingat akan janjiku tadi. Karena aku diam tak berreaksi, maka tangan Sang Kapten makin berani saja menjelajahi dadaku dan menciumi leher serta telingaku. Aku menggelinjang, entah geli atau terangsang, yang pasti sampai usiaku 19 tahun aku belum pernah merasakan sentuhan lelaki.

    Bukannya tidak ada lelaki yang naksir padaku, ini karena sikapku yang tidak mau berpacaran. Banyak teman sekelas yang berusaha mendekatiku, selain lumayan cantik, aku juga tergolong pandai, makanya aku mendapat beasiswa. Maka tak heran banyak lelaki di sekolahku yang berusaha memacariku, tapi aku cuek, alias tidak merespon.

    “Ooohh.. jangan Kapten.” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku ketika pria separuh baya itu menyentuh barang yang amat berharga bagi wanita, bulu-bulu lembut yang tumbuh di sekitar vaginaku dielusnya dengan lembut, sementara handuk yang melekat di tubuhku sudah jatuh ke lantai. Dan aku pun tahu bahwa lelaki ini sudah bertelanjang bulat.

    Aku merasakan benda kenyal yang mengeras menyentuh pantatku, nafas hangat dan wangi yang memburu terus menjelajahi punggungku, tangannya yang tadi mengelus vaginaku sekarang meremas-remas kedua payudaraku yang ranum, ini membuat dadaku membusung dan mengeras. Aku tak percaya, tangan lelaki ini seolah mengandung magnet, karena mampu membangkitkan gairah yang tak pernah kurasakan seumur hidupku.

    “Ooohh.. aaahh..” hanya desahan panjang yang dapat kuekspresikan bahwa diriku berada dalam libido yang betul-betul mengasyikan.

    “Enggi kau betul-betul lugu, pegang dong batangku,” kata Kapten Jonny, seraya meraih tanganku dan menempelkannya ke batang zakarnya yang keras tapi kenyal.

    “Jangan diam saja, remaslah, biar kita sama-sama enak..” ujarnya lagi.

    Akhirnya walaupun aku sebelumnya tidak pernah melakukan senggama, naluriku seolah membimbing apa yang harus kuperbuat apabila bercumbu dengan seorang laki-laki. Akhirnya aku berbalik, kuraih batang kemaluannya kuremas dan kukocok-kocok, sampai kumainkan biji pelirnya yang licin.

    Sang Kapten mendesah-desah, “Ooohh.. aaachh.. enak sekali Sayang, teruskan.. oh teruskan..” sambil matanya terpejam-pejam. Aku jongkok, tanpa ragu kujilat dan kukulum torpedo Sang kapten, sampai terbenam ke tenggorokanku.

    Aku benar-benar menikmatinya seperti menikmati es Jolly kesukaanku di waktu kecil dulu. Aku tak peduli erangannya, kusedot, kusedot dan kusedot terus, sampai akhirnya zakar Sang Kapten yang panjangnya hampir 12 centi itu memuncratkan cairan hangat ke mulutku yang mungil.

    “Aaahh.. aku sudah tak kuat Enggi,” gumamnya. Betapa nikmatnya cairan spermanya, sampai tak sadar aku telah menelan habis tanpa tersisa, ini membuat seolah Sang Kapten tak mampu untuk tegak berdiri. Dia bersandar di dinding kapal apalagi gerakan kapal sekarang ini sudah tak beraturan kadang bergoyang kekiri kadang kekanan.

    “Kamu betul-betul hebat Enggi,” puji Kapten Jonny sambil mencium bibirku.

    “Enggi jangan kau anggap aku sudah kalah, tunggu sebentar..”

    Dia bergegas menuju lemari kecil, lantas mengambil sesuatu dari botol kecil dan menelannya lantas membuka kulkas dan mengambil botol minuman sejenis Kratingdaeng.

    “Sini Sayang..” ujar sang kapten memanggilku mesra.

    “Istirahat dulu kita sebentar, ambillah minuman di kulkas untukmu,” lanjut Kapten Jonny.

    Kubuka kulkas dan kuraih botol kecil seperti yang diminum Kapten Jonny. Aku meminumnya sedikit demi sedikit,

    “Ooohh.. sedap sekali minuman ini.. aku tak pernah merasakan betapa enaknya.. minuman apa ini.” Ternyata label minuman ini tertulis huruf-huruf yang aku tak paham, mungkin aksara China, mungkin Jepang mungkin juga Korea. Ah persetan.. yang penting tenggorokanku segar.

    “Kau berbaringlah di di situ,” pinta Kapten Jonny sambil menunjuk tempat tidurnya yang ukurannnya tidak begitu besar. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk dan membal. Kulihat jam dinding sudah menunjuk pukul 12 malam.

    Aku heran mataku tak merasa ngantuk, padahal biasanya aku sudah tidur sebelum pukul 22:00. Aku sengaja tidak menggunakan selimut untuk menutupi tubuhku, kubiarkan begitu saja tubuhku yang polos, barangkali ini akan membangkitkan gairah libido Sang Kapten yang tadi sudah down. Aku berharap semoga Sang Kapten akan terangsang melihat dadaku yang sengaja kuremas-remas sendiri.

    Sang Kapten sudah bangkit dari kursi santainya, dia menenggak sebotol lagi minuman sejenis Kratindaeng. Dia sudah berada di tepi ranjang, sekarang dia mulai mengelus-elus kakiku dari ujung jari merambat ke atas dan berhenti lama-lama di pahaku, mengusap-usap dan menjilatinya, dansekarang lidahnya sudah berada di mulut vaginaku. “Ooohhh.. geli..”

    Sejurus kemudian lidahnya dijulurkan dan menyapu permukaan bibir vaginaku. Pahaku sengaja kulebarkan, hal ini membuat Sang Kapten bertambah buas dan liar, diseruputnya klitorisku.

    “Ooohh.. aaahh.. teruskan Kapten, lanjutkan Kapten.. Ooohh.. nikmat sekali Kapten..” Tangannya tidak tinggal diam, diraihnya kedua payudaraku, diremasnya dan tak lupa memelintir putingku dengan mesra.

    “Ooohh.. aku sudah tak tahan Kapten..” desisku.

    “Tahan Sayang.. tahan sebentar.. biarkan aku menikmati vaginamu yang wangi ini… aku tak pernah merasakan wanginya vagina dari wanita lain..”

    “Sruuppp.. sruuuppp.. sruuupp..” Terus saja mulut Kapten Jonny dengan rajinnya menjelajah bagian dalam vaginaku yang sudah empot-empotan ini akibat rangsangan yang amat tinggi.

    “Sudah Kapten.. lekas masukkan batang zakarmu, aku sudah tidak tahan..”

    “Baik, rasakanlah Sayang.. betapa nikmatnya rudalku ini..”

    “Tapi pelan-pelan Kapten, aku benar-benar masih perawan..”

    “Oke, aku melakukannya dengan hati-hati..” janji Kapten Jonny.

    “Buka lebar pahamu, Enggi..” saran Kapten Jonny.

    Dan…

    “Blleeesss…”

    “Ooohh.. aaahh..” desisku, padahal zakar itu baru masuk tiga perempatnya.

    “Bles.. blesss…”

    “Ooohhh…” erangku panjang, aku tahu batang sepanjang 12 centi itu sudah merusak selaput daraku.

    Ditariknya lagi rudalnya, lantas dimasukannya lagi seirama dengan goyangan KM.Ciremai oleh ombak laut.

    “Bless.. blesss.. bless..”

    “Ooohh.. ooohh.. ooohh.. aaahh.. aaahh..”

    “Aku mau keluar Kapten,” ujarku memberi tahu Kapten Jonny.

    “Tahan Sayang.. sebentar.. aku juga ingin keluar, sekarang kita hitung sampai tiga. Satu.. dua.. tiga..”

    “Crottt… crottt… crot…” sperma Kapten Jonny membasahi gua gelap vaginaku. Betapa hangat dan nikmatnya air manimu Jonny. Hal ini memancing cairanku ikut membanjiri kemaluanku sampai meluber ke permukaan.

    Kami berdua terkulai lemas, tapi Kapten Jonny sempat meraba bibir kemaluanku dan jarinya seolah mencungkil sesuatu dari vaginaku, ternyata dia menunjukkan cairan merah kepadaku, dan ternyata adalah darah perawanku.

    Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Enggi, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yang sama sekali tak kusesalkan. Aktivitas senggama ini berlangsung kembali sampai matahari muncul. Lantas aku tidur sampai siang, makan, tidur dan malamnya kami melakukannya lagi berulang-ulang seolah tiada bosan.

    Akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok sudah berada di pelupuk mataku. Sebelum turun dari kapal aku dibelikan baju baru, dan dibekali uang yang cukup.

    Selamat tinggal Kapten.. selamat tinggal Ciremai.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Cewek Bohay Yang Butuh Kepuasan

    Cerita Sex Cewek Bohay Yang Butuh Kepuasan


    1072 views

    Perawanku – Cerita Sex Cewek Bohay Yang Butuh Kepuasan, Sekitar satu minggu lalu tepatnya di hari Sabtu sekitar jam 05.00 WIB subuh dinihari. Aku keluar rumah untuk olahraga berlari untuk mengeluarkan keringat. Namun, kali ini lari subuh yang kulakukan sangat bermakna, sebab aku ditemani oleh seorang tetangga dekat dan sebut saja namanya ” Santi “.

    Dia adalah suami sah orang lain yang sudah memiliki 2 orang anak, tapi penampilannya masih cukup menarik. Kulitnya mulus, putih dan tubuhnya langsing. Oiya, kenalkan nama saya Peter. Usia 40 tahun, tinggi 160 cm dan berat badan 65 kg.

    Ketika aku keluar melewati pintu pagar secara samar-samar aku melihat sesosok tubuh dengan kaos warna hitam melekat di tubuhnya serta celana setengah panjang gantung di atas lututnya membuka pintu rumahnya lalu mengikutiku.

    “Pak, tunggu Pak” panggilnya dari belakang, tapi aku tetap berlari tapi sengaja kukurangi kecepatannya agar ia bisa lebih dekat denganku.

    “Pak tunggu donk Pak, aku capek nih, kita sama-sama aja” teriaknya dengan suara yang tidak terlalu keras.

    Setelah kudengar nafasnya terengah-engah karena jaraknya sudah semakin dekat denganku mungkin sekitar 10 meter di belakangku, aku lalu berhenti menunggunya sebab kedengarnya ia sangat capek sekali.

    “Ada apa Bu, kenapa ibu mengejarku?” tanyaku sambil berhenti.

    “Tidak apa-apa. Aku hanya mengejar bapak agar kita bisa lari bersama, biar lebih santai dan kita bisa sambil ngobrol” katanya dengan nafas terputus-putus karena kecapean.

    Setelah Santi berada disamping kiriku, kami lalu lari bersama, tapi kali ini tidak terlalu kencang.

    “Ngomong-omong, apa ibu juga secara rutin lari subuh setiap hari Sabtu?” tanyaku pada Santi sambil berlari kecil.

    “Nggak kok , cuma kebetulan kudengar pintu rumah bapak terbuka dan kulihat bapak keluar berpakaian olahraga, sehingga tiba-tiba aku juga tertarik untuk menyegarkan tubuh dan menghirup udara subuh” Jawabnya.

    “Kenapa nggak sekalian keluar sama suami ibu atau anak-ank ibu?” tanyaku lagi sambil tetap berlari.

    “Anu Pak, suami saya itu baru saja pulang dari jaga malam, maklum kerjaannya satpam jarang sekali bermalam di rumah” jawabannya dengan santai.

    Kebetulan suami Santi tugas malam sebagai satpam pada salah satu perusahaan swasta di kota kami. Mendengar ucapan Santi itu, aku jadi terpancing untuk bertanya lebih lanjut lagi tentang kehidupannya.

    “Maaf Bu, kalau aku terlalu jauh bertanya. Jadi kedua anak ibu itu dicetak pada siang hari semua donk, sebab suami ibu jarang berada dirumah pada malam hari.” kata saya pada Santi, namun ia tetap tidak tersinggung, bahkan nampaknya ia tetap bersikap biasa-biasa saja.

    “Bukan pada siang hari Pak, tapi pada subuh dan pagi hari, sebab biasanya suami saya pulang pada subuh hari dan langsung saja mengambil jatah malamnya, apalagi dalam keadaan ia haus.” katanya sambil tersenyum.

    Setelah capek, kami beristirahat sejenak diatas jembatan sambil bersandar di pagar besi jembatan. Kebetulan diatas jembatan itu banyak orang sedang ngobrol dan membahas masalahnya masing-masing.

    “Bu San, kalau begitu waktu anda berhubungan dengan suami anda selalu singkat dan dilakukan secara terburu-buru, sebab anak-anak sudah mulai bangun, lagi pula suami anda sangat ngantuk” pancingku kepadanya.

    “Yah begitulah kebiasaan kami, lalu mau apa lagi jika memang waktunya yang paling tepat hanya saat itu. Sebab di siang hari, anak-anak kami pada berkeliaran dalam rumah dan tamu-tamupun yang datang harus disambut”katanya serius,tetapi tetap santai.

    “Kalau begitu anda tidak pernah menikmati hubungan suami istri yang sebenarnya sebagaimana selayaknya suami istri?” pancingku lagi kepadanya.

    “Kenapa tidak? Kami merasa sama-sama menikmatinya kok Pak. Buktinya kami punya dua orang anak.

    “Bu San, Sex itu sebenarnya melebihi dari apa yang anda lakukan bersama suami anda. Suami-Istri harus menikmati kepuasan berkali-kali selama 3 jam tanpa sedikitpun rasa tergesa-gesa dan takut.

    “Oh yah, tapi bagaimana caranya jika suamiku tidak memungkinkan melakukan hal itu atau tidak mau melakukannya?” tanyanya serius.

    Nafas Santi sangat keras kedengaran ketika ia selesai menanyakan hal itu, bahkan sempat memandangiku dengan penuh harap dan bergairah.

    “Sekiranya jika ada orang lain yang bersedia memberikan kenikmatan itu pada Ibu Santi, apa ibu tidak keberatan menerimanya? tanyaku lebih berani.

    “Orang lain siapa Misalnya?” tanyanya kembali.

    “Sa… Sa… Saya misalnya. Maaf ini hanya sekedar misal Bu San” jelasku sedikit takut kalau-kalau ia tersinggung dan marah kepadaku.

    “Be… Betulkah ucapan bapak itu? Mana bapak mau sama saya” Ucapannya.

    “Boleh saja terjadi jika memang hal itu sama-sama di butuhkan, apalagi terhadap wanita cantik lagi muda seperti Ibu Santi. Ucapku sambil memandang tubuhnya yang sangat langsing.

    ” Ha.. Ha.. Ha.. Bisa aja bapak ini. Gombal ni yeeee ” katanya terbahak.

    “Betul Bu. Aku Serius Aku tidak main-main nih” kataku dengan tegas.

    Mendegar ketegasanku itu, Ibu Santi tersentak kaget dan tiba-tiba meraih tanganku lalu mengajakku berhenti dipinggir jalan. Sambil kami berhadap-hadapan dengan jarak sekitar 2 jengkal. Santi lalu berkata.

    “Bila ucapan bapak itu benar dan serius, akupun serius dan bersedia. Tapi bagaimana caranya Pak agar perbuatan kita lebih aman?”tanyanya.

    “Suamimu biasanya bangunnya jam berapa?”tanyaku lebih mengarah lagi.

    “Biasanya sih jam 11.00 dab 12.00 siang Pak.”Jawabnya serius sekali.

    “Kebetulan sekali istri dan anak-anakku mau pulang kampung membesuk keluarga. Mungkin jam 17.00 WIB baru balik. Bagaimana kalau ibu bilang sama anak-anaknya bahwa ibu mau kepasar lalu ibu masuk kerumahku?”tawaranku lebih lanjut.

    “Oke, tunggu saja Pak” Sebentar aku akan masuk dari pintu belakang rumah bapak biar tidak ada yang melihatku” katanya berbisik.

    Setelah kami sepakat, kami lalu berpisah dan lewat jalan yang berbeda agar tetangga tidak curiga pada kami.

    Hanya 5 menit setelah aku masuk kerumah, pintu belakang rumah kelihatan terbuka dengan pelan. Ternyata Ibu Santi menepati janjinya. Ia masuk dengan pelan tanpa mengganti pakaian yang dipakainya tadi. Hanya saja bau tubuhnya terasa lebih harum menyengat di hidungku.

    Setelah kami duduk berdampingan di pinggir tempat tidur, kami sempat bertatapan muka tanpa sepatah katapun sejenak. Namun, karena kami sudah saling penasaran dan saling terbakar nafsu maka kami lalu segera berbalik arah sehingga kami saling berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat sekali.

    “Ayo Bu San kita mulai permainannya” kataku sambil kuulurkan kedua tanganku untuk meraih kedua tangannya.

    Mula-mula aku menyentuh kedua tangannya lalu naik kelengan, bahu, leher, pipi dan telinganya smapai mengelus-elus rambut dan dagunya.

    Santi hanya diam menerima perlakuanku. Namun setelah kedua tanganku merangkul punggungnya dan mencium pipi dan bibirnya dan ia pun mulai bergerak membalasnya sehingga kami saling berpagutan dan mengisap.

    Tanpa basa-basi saya langsung masukkan tanganku ke balik kaosnya yang dipakainya dan secara perlahan menembus masuk di balik BH tipis yang di pakainya. Santi hanya mengangguk sambil merangkulku dengan keras dan merapatkan tubuhnya di tubuhku sehingga terasa hangatnya didadaku.

    “Boleh kubuka pakaiannya Bu?”tanyaku lagi setelah puas memainkan kedua payudaranya dari dalam pakaiannya.

    Ia lagi-lagi hanya mengangguk dan melonggarkan rangkulannya guna memudahkan aku melucuti pakaiannya. Setelah kaos dan BH yang dikenakannya semuanya terlepas dari tubuhnya, aku sejenak melepaskan rangkulan dan pagutan untuk memperlihatkan indahnya bentuk tubuhnya yang telanjang, terutama kedua payudaranya yang tergantung didadanya.

    “Aduh, cepat buka Pak, aku sudah tidak tahan nih. Ayo Pak” pintanya berkali-kali, namun aku sengaja tidak perduli ucapannya. bahkan aku semakin mempercepat isapanku pada teteknya, lehernya, pusarnya dan seluruh tubuh telanjangnya.

    “Ayo donk Pak, buka cepat pakaiannya,aku sudah tak tahan” pintanya lagi.

    Kali ini kubuka bajuku lalu celana panjang yang kupakai berlari tadi, sehingga sama-sama bugil. Kami saling berpelukan dan bergulingan diatas kasur sambil saling meraba seluruh tubuh.

    “Pak, ayo dong Pak. Masukkan cepat aku sudah ingin sekali menikmatinya biar cepat selesai” bisiknya sambil menarik tubuhku lebih dekat kearah kemaluannya.

    Aku patuhi permintaannya. Aku dengan mudah membuka kedua pahanya yang mulus sehingga nampak jelas kelentitnya yang mungil berwarna merah jambu muda. Terasa sedikit basah oleh cairan pelicin yang keluar dari sela-sela vaginanya. Bulu-bulu yang tumbuh disekitar cukup tipis dan rapi seolah terawat demgam baik.

    “Tahan donk sayang, waktu kita masih pangjang kok. Lagi pula kan aku akan tunjukkan semua permainanku yang belum pernah ibu rasakan selama ini”

    “Boleh kucium dan kujilat inimu Bu?” tanyaku sambil mendekatkan kepalaku ke selangkangannya.

    “Terserah deh, tapi jangan lama-lama, sebab aku sudah semakin tak tahan lagi”katanya pasrah.

    Santi bergelinjang kuat. Pantatnya terangkat-angkat ketika aku menusukkan lidahku kelubang kemaluannya. Apalagi saat aku menggigit-gigit kecil kelentitnya yang agak keras dan kenyal itu. Ia semakin berdesis dan setengah berteriak akibat perlakuan yang mengasyikkan itu. Ia sangat menikmatinya dan bahkan menekan kepalaku lebih dalam lagi.

    “Boleh kumasukkan sekarang Bu?” tanyaku meski aku yakin ia sangat mendambakannya dari tadi.

    Secara brtlahan tapi pasti ujung kontolku sudah mulai menyentuh kelentitnya lalu bergeser mencari lubangnya. Setelah ketemu sedikit demi sedikit mulai menyelusup masuk. Bahkan ketika masuk sepaoh, aku berniat berlama lama disitu. tapi dasar wanita yang sudah sangat penasaran, maka ia segera menarik punggungku dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya, sehingga kontolku amblas seluruhnya masuk tanpa bisa lagi ku kendalikan.

    “Aahhkkhkhh.. Uukk.. Hhmm… Eeanakkk.. Sesekali. Terus Pak ayo… Gocok.. Ahhh… Auhhh..” itulah suara nya yang sempat dikeluarkan dari mulut Santi ketika gocokan kontolku semakin keras dan cepat. Ia bagaikan orang yang kehausan yang menemukan air minum.

    Tanpa bicara lagi, Dina langsung memutar tubuhnya, sehingga ia berada diatas mengangkangiku. Ia bagaikan orang naik kuda. Bunti pantatnya sangat keras beradu dengan perutku, karena ia duduk diatasku sambil membelakangi wajahku.

    “Akhhh.. Uhhh… Uhhh… Aakkkhhh…”

    Suara itulah yang sempat keluar dari mulutku ketika kurasakan nikmatnya vagina Santi yang menjepit kemaluanku. Ia seolah tak kenal lelah dan tak mau berhenti melompat diatasku.

    “Buuu… Buuu…” berhenti dulu donk. Kita istirahat dulu, Aku kecapean nih” teriakku ketika kurasakan ada cairan hangat yang mulai mau menyusup keluar di ujung perutku. Tapi Santi tetap saja bergerak dan bergoyang pinggul diatasku tanpa peduli ucapanku. Karena ia tak mau berhenti, aku segera bangkit dan berlutut sehingga ia secara otomatis nungging didepanku.

    Aku langsung hantam dari belakang dan menggocok keras serta cepat hingga terasa cairan hangatku sudah berada di ujung penisku. Aku sudah tidak peduli dimana mau tumpah, apa di luar atau didalam kemaluan Santi. Yang penting puas.

    “Pak cepat donk, terus gocok dengan keras. Ohhh… Ahhh.. Ohhhh.. Ahhh” kata Santi terputus-putus.

    Sedetik kemudian, Santi berteriak sedikit keras.

    “Aihhh, Aakuu.. Keluarrrrr.. Paaa” dan saat itu pula aku tak mampu mengendalikan diri sehingga cairan hangatkupun tumpah kedalam rahim Santi.

    Namun, tiba-tiba muncul rasa ketakutan dalam hati saya kalau-kalau Santi hamil akibat cairan kentalku masuk ke rahimnya.

    “Pak terima kasih atas kenikmatan yang kau berikan. Aku sama sekali baru kali ini merasakannya. Ternyata selama ini aku belum pernah merasakan kepausan dan menikmati sex yang sebenarnya dari suami saya. Kepuasan yang ku terima dari suami saya selama ini hanyalah semu dan ….” belum selesai bicara aku segera memotongnya dan berkata:

    “Maaf Bu San bila kenikmatan yang sempat kuberikan masih sedikit, sebab sedianya aku akan memberikan sebanyak mungkin tapi lain kali saja. sebab aku capek sekali. Habis kita baru saja lari subuh”balasku.

    Setelah itu kami saling berpelukan dan memberi ciuman perpisahan, lalu kami bangkit menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Didalam kamar kami saling berbisik karena takut ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan kami.

    Setelah kami berpakaian lengkap seperti semula aku lalu membuka pintu belakang rumahku dan memeriksa kalau-kalau ada orang lain yang lalu lalang dan mencurigakan tapi ternyata sepi. Aku masih mau tahan agar Santi istirahat sejeka untuk melanjutkan ronde berikutnya, tapi tiba-tiba Santi melihat jam tangannya lalu segera pamit keluar karena katanya sudah pukul 10.10 siang. Suaminya sudah hampir mau bangun. Ia pun cepat-cepat kembali kerumahnya.

    Besoknya kami sempat ketemu seperti selayaknya tetangga dan kami berpura-pura bersikap seperti biasa-biasa saja, namun hari sabtu berikutnya, kamipun kembali berlari subuh bersama, tapi kami hanya sepakat untuk mengulangi persetubuhan kalau ada kesempatan kapan-kapan saja. Aku menjanjikan tip yang lebih nikmat lagi dan ia pun setuju.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Istri Kesepian

    Cerita Sex Istri Kesepian


    1564 views

    Perawanku – Cerita Sex Istri Kesepian, Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong.

    Mataku tertumbuk pada sesosok perempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya ada anak perempuan kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah.
    Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung aja di meja dimana perempuan cantik seksi dan anak perempuan itu duduk. “Boleh gabung kan?”
    Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. “O, silahkan aja pak”. “Cuma berdua saja”, pancingku membuka pembicaraan. “Kan ber 3 dengan bapak”, jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni perempuan, pikirku. “Anaknya?
    Cantik kaya mamanya”. “Bukan pak, bukan anak saya”. “O, kirain anaknya, abis nyulik ya”, candaku. “Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini”.
    Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masih panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu. Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. “Belum punya anak, ato belum nikah?” “Nikah si udah tapi belon dikasih tu ma yang diatas”. “Minta dong”. “Ya sih, minta tapi gak dilakuin”.
    Wah kliatannya mo curhat neh. “Maksudnya gak dilakuin”. “Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan”. “Kok bisa”. “Suami kerja dikapal cargo, jadi seringnya diatas kapal ketimbang dirumah”. “O jadi jablay toh, kasian”. “Orang sedih kok malah digoda”. “Ya udah, aku aja yang membelai gimana”. “Genit ah”.
    Saat suasana mulai mencair, datanglah seorang perempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya.
    Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. “Namanya siapa sih”. “Aku nadya, bapak?” “aku menyebutkan namaku, jangan panggil bapak lah, formal amat”. “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa”. “Maksud kamu”.
    “Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga”. aku tertawa mendengar candanya. “Dah brapa lama nikah?” “ampir 2 tahun mas”. “Wah jablaynya dah lama dong ya. eMangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah”. “Tau si, cuma gak nyangka aja akan kaya gini”. “Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?” “Gak kemana2 mas, Mo jalan ja”.
    Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang merupakan anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu.
    Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. “Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan”. “Gak apa kan, katanya mas blon nikah?’ “Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang”. “Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok”.
    “Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?” “Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?” “ketempatku aja yuk”. “Mo ngapain ke tempat mas?’ “Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2?. “Iya deh”. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.
    Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. “Mas tinggal sendiri ya”. “Iya, mo nemenin?” “Mau si, cuman kan aku dah punya suami”. “Kalo suaminya pergi ya nemenin aku aja disini”. “Maunya”. Kebetulan di tv ada siaran ulang liga inggris. “Kamu suka bola juga ya?” tanyaku. “Sambil lalu ja mas, “Terus komentar kamu?”
    “Sayangnya pelatihnya gak merotasi pemain nya”. “O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya”. “Iya gak kaya mas, mandangnya cuma ke satu tempat aja nih”, katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok.
    “Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen”. Dia tersenyum manis. “Tadi kamu telaten sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami”. “Iya si, cuma ya itu problemnya”. “Iya jablay”.
    Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. “udah gak tahan ya mas”, godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu.
    Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tanganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan memeknya dari luar. “Mas”, katanya, “Aku udah basah mas”. “Udah napsu banget ya nad, aku juga sudah napsu”.
    Rumahnya besar ya mas”. “Iya, dibelakang ada kolam renangnya, mo renang gak”. “Gak bawa baju renang mas”. “bugil aja, repot amat sih”. “Ih si mas, maunya tu”. “Kamu juga mau kan”. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada.
    Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya. Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon.
    Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat
    berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya.
    Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kontolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit.
    Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. “Toketmu kenceng ya Nad. pentilnya gede.”, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku. kontolku yang keras menekan perutnya. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya. “Kita ke dipan yuk”
    Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas.
    Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya. “Isep dong Mas” pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku.
    Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilati dgn penuh nafsu.”Ohh.. Sstt..” erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya.
    Jariku langsung menyentuh belahan bibir memeknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas.
    Gesekanku selalu berakhir di itilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. memeknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam memeknya. “Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!” desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, “Mas, aku udah gak tahan nih”.
    Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus memeknya.
    Aku menyelipkan jariku ke belahan memeknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam memeknya. “Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok itilnya.
    “Aduuh! mas..nakal!” serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kontolku yang sudah keras sekali dari luar CDku.
    toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. “Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengeknya lagi. Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam memeknya yang sudah basah kuyup.
    Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam memeknya. memeknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk.
    Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang memeknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku.
    Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir memeknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir memeknya.
    Kemudian giliran itilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam memeknya, dia benar-benar hampir pingsan.
    Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan memeknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya.
    Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat memeknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. memeknya terus kuusap2, demikian juga itilnya sehingga napsunya bangkit kembali.
    “Terus Mas.. Enak..” desahnya. “Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan”. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap itilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya.
    Aku melepaskan CD, kontolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kontolku ke memeknya.
    Perlahan kumasukkan kepala kontolku. “Enak Mas..” katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kontolku ke memeknya yang sempit. memeknya terasa sesek karena kemasukan kontol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kontol mulai kuenjot keluar masuk.
    “Terus Mas.. kontolmu enak” erangnya keenakan. Aku terus mengenjot memeknya sambil pentilnya kuhisap.
    Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya memeknya ke kontolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya.
    Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus. “Mas.. kontolmu besar, keras banget..”, dia terus menggelinjang diatas tubuhku. “Enak Nad?’ tanyaku. “Enak Mas.. entotin aku terus Mas..”
    Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kontolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya.
    Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, “Aku nyampe Mas” jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku. Aku mengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya.
    Setelah beberapa saat, kontolku yang masih ngaceng dicabut dari dari memeknya. Dia kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali memeknya kujilati.
    Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit memeknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah memeknya.
    Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung itil nya. Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas kontolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari memeknya dengan lahap kuhisap.
    Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir memeknya. lidahku menjulur masuk ke dalam memeknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan memeknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan itilnya.
    Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidung tetap menempel di itilnya dan bibir tetap mengulum bibir memeknya sambil lidah terus mengorek memeknya.
    Dia tak kuasa membendung napsunya. “Oocch!Mas.. Teruu..Uus! Aku nyampe lagi mas”, suaranya semakin parau saja. Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya.
    Dijepitnya kepalaku dengan pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan memeknya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yang ada di sekitar memeknya.
    Aku tetap dengan asyiknya menjilati me meknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya.
    Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku juga semakin naik menuju toketnya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya.
    Kini giliran toketnya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dengan tangan kanan keselangkangannya, menggesek-gesek itilnya hingga memeknya basah lagi, nafsunya naik kembali.
    Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya.
    Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.
    Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kontolku sudah mengarah ke hadapan memeknya. Dia merasakan sentuhan ujung kontolku di memeknya, kepala kontolku terasa keras sekali.
    Dengan sekali dorongan, kepala kontolku langsung menusuk memeknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kontolku terbenam ke dalam memeknya.
    Walau kontol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yang membuat otot memeknya berdenyut, cairan yang membasahi memeknya membuat kontolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam memeknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kontolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..
    Begitu merasa kontolku sudah memasuki memeknya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kontolku yang cukup panjang itu.
    Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kontolku keluar masuk memeknya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngentot dengan posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kontol besarku ke seluruh bagian memeknya termasuk itilnya.
    Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret.
    Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret. “Kita keluar sama-sama..mas”, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya. “Aa.. Aacch!” Dia pun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir memeknya berkedutan hingga meremas kontolku.
    Pejuku dan lendir memeknya bercampur menjadi satu membanjiri memeknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kontolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.
    Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan.
    “Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali2 nyampe, udah gitu kontol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih”, katanya. “memekmu juga nikmat sekali Nad, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kontolku”, jawabku sambil memeluknya.
    Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2.
    Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi. “Kita mandi sama-sama yuk!” ajakku, “Badanku lengket karena keringat”. Kami masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat.
    Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca.
    Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian.
    Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya.
    Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tidak mau kalah, diraihnya kontolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut.
    Ujung kontolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. “Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya nad”, katanya.
    Kuarahkan kontolku ke belahan bibir memeknya. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kontolku ke belahan bibir memeknya.
    Kutempelkan ujung kontolku ke ujung itilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini me meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub.
    Dia kudipangku dengan posisi memunggungiku. kontolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam memeknya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka memeknya menjadi kian sempit saja.
    Awalnya agak sulit juga kontolku masuk kedalam memeknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kontolku berhasil menyeruak ke dalam memeknya yang dibantu dia dengan sedikit menekan badannya kebawah.
    Dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kontolku amblas semua ke dalam memeknya.
    Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kontolku seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga me meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kontolku. kontolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam memeknya.
    Saat dia duduk terlalu ke bawah, kontolku terasa sekali menusuk keras memeknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. memeknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kontolku dalam memeknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku.
    Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kontolku masih tertancap di dalam memeknya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.
    Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan.
    “Aduuh..! Nad. hebat banget empotan memek kamu! Aku hampir ngecret nich!” seruku sambil tetap memilin pentilnya. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutnya sambil mempercepat goyangannya.
    Aku sudah benar- benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kontolku masih menancap di dalam memeknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kontolku keluar masuk memeknya dalam posisi doggy style.
    “Aa.. Aacch!” kini gilirannya yang meracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam memeknya, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding memeknya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi memeknya.
    Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan memeknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga memeknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya.
    Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah memeknya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.
    Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan.
    Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata “Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan”. “aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas”, katanya. “Tapi enakkan?” kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya.
    “Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas”, jawabnya sambil mulai mengupas buah. “So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngentot sampe loyo. Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipinya. “Hati2 ya mas, aku nungguin lo”.
    Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.
    Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang juga aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yang besar turun naik seirama tarikan napasnya.
    Perutnya yang rata dihiasi dengan puser yang seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yang lebat. kontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dah minta diisi.
    Aku membangunkannya dengan mengelus2 toketnya. “Makan yuk”. “Abis itu maen lagi ya mas”. “Boleh aja, asal kamu gak lemes”. “Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dientot seperti sekarang ini. Mas sering2 ngentotin aku ya mas”. “Itu mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi”.
    Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. Sama2 laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi.
    Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenyangan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tapi gak ada acara yang menarik.
    Dia bersender ke aku. “Kamu tu seksi banget deh Nad, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yang merangsang kaya kamu itu”. “Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi”.
    Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya. aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir2 pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras. “Nad. enak nggak diginiin?” sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. “Mas, aah”, napsunya makin meninggi.
    Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yang mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus2, dengan satu tangan masih meremas toketnya.
    Setelah itu memeknya kujilatin dengan lidahku yang kasar. Bukan hanya bibir memeknya aja yang kujilatin, tapi lidahku juga masuk ke memeknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.
    Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celana. Dia diam aja. kontolku yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras.
    Dia hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tangannya. “Dikocok Sin”, pintaku, dia nurut saja dan mengocok kontolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. “Sin diemut dong”, kataku keenakan.
    Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kontol yang ada digenggamannya ke arah mulutnya.
    Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala.
    Dia bertanya “Kenapa mas”. “Enak banget, terusin Nad. jangan berhenti”, ujarku sambil merem melek kenikmatan.
    Dia meneruskan aksinya, menjilati kontolku mulai dari kepala kontolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.
    Aku memegangi kepalanya dengan satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengentoti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat.
    aku menghentikan gerakannya. kontol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kontolku ke toketnya. “Nad. aku mau ngerasain kontolku kejepit toket kamu yang montok ya”. Dia paham apa yang aku mau, dan aku kemudian menjepit kontolku di antara toketnya. “Ahh.. Enak Sin.
    Diemut enak, dijepit toket juga enak.”, erangku menahan nikmat jepitan toketnya. Aku terus menggoyang kontolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya “Aduh Nad, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya”.
    “Jangan mas, dimemekku saja”, jawabnya. Dia tidak ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di memeknya karena dia ngerasain nikmat yang luar biasa.
    Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kontolku ke memeknya. Aku mulai memasukkan kontolku yang besar dan panjang itu ke memeknya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain memeknya digesek kontolku. Aku mulai menggerakkan kontolku keluar dan masuk dimemeknya yang sempit itu.
    Dia mulai merasakan nikmat yang tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kontolku yang keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kontolku di memeknya.
    Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kontolku sendiri yang sedang keluar masuk di memeknya.
    Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kontolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. “Ennngghh…” desahnya tak keruan.
    Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, terasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot memeknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia nyampe lagi “Mas, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya”, jeritnya.
    Aku mengenjot kontolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam me meknya berulang-ulang, banyak sekali. ‘crottt, croooth.., crooootttthh…’
    Dia merasa memeknya agak membengkak akibat disodok oleh kontolku yang besar itu. “Nad. me mek kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku”, kataku sambil terengah2.
    Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya “Gimana Nad?”. “Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, memekku sampe sesek kemasukan kontol mas, abis gede banget sih”, jawabnya. Aku mencabut kontolku yang sudah lemes dari memeknya.
    Kontolku berlumuran pejunya dan cairan memeknya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dimemeknya. “Cape ya Nad”. “Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan”. “Boleh banget, kita bisa ngentot all nite long kan”. “Wah mau dong”.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Dewasa Perpisahan Dengan Meta – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Perpisahan Dengan Meta – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1869 views

    Perawanku – Terima kasih untuk rekan-rekan yang telah mengirimkan emailnya. Rien bukannya tak mau membalas tapi sudah lama harus mengikuti Mas Pujo yang alih tugas ke luar Jawa karena promosi. Khusus bagi para cowok aku ucapkan terima kasih dan aku sangat tersanjung dengan semua keinginan kalian. Sedang bagi para cewek yang ingin tahu rahasia Rien, saya buka saja buat kalian.

    Pertama aku jaga kebugaranku dengan senam rutin seminggu 3 kali, kedua aku rajin minum jamu wanita yang bagi orang jawa pasti sudah tidak heran dengan kunyit asam dan sirih untuk menjaga bau badan, ramuan galian putri (sudah ada diproduksi masal oleh pabrik jamu) untuk kewanitaan atau kadang juga rendaman rumput fatimah, serta ketiga untuk perawatan luar dengan berendam rebusan rempah dara. Itulah sebabnya kedua suamiku selalu mengatakan bahwa memekku terasa punel. Jika tidak percaya, khususnya bagi wanita yang sudah punya anak silakan ikuti petunjuk Rien, dijamin manjur.

    Berikut adalah ceritaku kali ini..

    Pada bulan April Mas Pujo mendapat panggilan ke Jakarta. Ternyata Mas Pujo mendapat promosi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi di Bumi Nyiur Melambai. Promosi itu adalah sesuatu yang menggembirakan bagi kami tapi juga sekaligus menyedihkan. Karena itu berarti kami harus berpisah dengan orang yang paling kami sayangi, Meta.

    Setelah hampir dua minggu dan telah membuat perencanaan yang masak, kami sepakat untuk berterus terang pada Meta. Acara kami buat di villa kami di kawasan Kopeng. Sengaja kami hanya berempat dengan Meta dan kami memilih tepat pada hari libur kerja yaitu Sabtu dan Minggu. Kepada suaminya Meta ijin akan mengikuti pelatihan Manajemen Mikro. Meta sebenarnya cukup merasa penasaran meskipun sebenarnya acara seperti ini telah sering kami adakan, tapi memang biasanya Meta tidak sampai menginap.

    Kami berangkat terpisah karena Meta diantar oleh suaminya sampai ke tempat bus Patas, tapi sesampai di Salatiga kami telah menunggunya, lalu Meta turun dan terus bergabung bersama kami menuju Kopeng.

    “Uhh..! Kesel aku Mbak, masak aku disuruh naik bus sendiri” sungut Meta begitu turun dari bus.
    “Lho kan belum jadi direktur, ya sabar dulu dong sayang..” jawabku sambil membantu mengangkat koper bawaannya.
    “Mbak, aku di belakang ama Mas Pujo ya, biar Mas Duta yang setir” pintanya padaku. Aku tahu betul akan kelakuannya itu, Meta ingin bermanja-manja dengan Mas Pujo.
    “Iya deh.., asal Mbak tetep dibagi..” godaku.
    “Iih.. Mbak kan udah tiap hari nyanding” balasnya. Mas Pujo cuma nyengir, sedang Duta sudah siap di belakang setir.
    “Met.., apa tadi nggak dapat saweran di bus” goda Duta sambil menjalankan mobilnya.
    “Iih.. Emangnya aku cewek apaan” jawab Meta menirukan gaya Nani Wijaya di serial Bajaj Bajuri sambil menggelendot manja pada Mas Pujo.

    Memang Meta sangat menyayangi Mas Pujo, bahkan dialah yang paling pencemburu dibandingkan aku yang isterinya. Aku, Mas Pujo dan Duta juga amat sayang padanya. Bagi kami kebahagiaan yang kami rasakan selama ini memang untuk berempat. Kulihat Meta sudah mulai mengantuk di pelukan Mas Pujo.

    “Mas pijit ya sayang..!” bisik Mas Pujo di telinga Meta.

    Meta merapatkan pelukannya. Mas Pujo mulai memijit punggung Meta. Pijitan Mas Pujo memang benar-benar pijitan yang menenangkan karena aku pun sangat menyukainya. Bila sehabis ML biasanya Mas Pujo memijit punggungku sambil memelukku. Itulah Mas Pujo yang romantis, kata Meta.

    Perjalanan Salatiga-Kopeng hanya sekitar 45 menit. Aku sendiri sebenarnya lelah setelah tadi malam kuhabiskan dua rondeku dengan kedua suamiku. Cumbuan Duta yang begitu lama membuatku benar-benar habis tenaga, belum Mas Pujo yang selalu mengambil babak akhir permainan kami. Mas Pujo memang sangat senang membenamkan kontolnya ke dalam memekku saat aku telah mencapai orgasme. Biasanya ia akan membenamkan kontolnya dan memelukku dengan penuh perasaan sambil menikmati remasan-remasan memekku, bahkan tadi malam sempat kram rasanya otot-otot memekku karena permainan mereka berdua.

    Seperti biasanya aku meminta Duta untuk telentang dan membuka kedua pahanya dengan kepala bertelekan 2 bantal, lalu aku menaikinya dengan posisi membelakangi dan bertumpu pada kedua tanganku ke belakang. Posisi ini sangat aku sukai karena Mas Pujo dapat dengan mudah melumat clitorisku sementara Duta memompa memekku dari bawah sambil meremas putingku. Rasanya semua syaraf nikmatku tak ada yang terlewat menerima rangsangan dari keduanya.

    Begitu aku orgasme yang ketiga dan Duta memuntahkan spermanya di memekku, langsung Mas Pujo mengambil alih dengan membenamkan kontolnya ke memekku. Mas Pujo menikmati kontraksi otot-otot vaginaku dan berlama-lama berada di sana, sebelum kemudian memompa memekku dengan penuh perasaan.

    “Kok ngelamun Rien, kita dah nyampe nih..!” ujar Duta mengagetkanku sambil memasukkan kendaraan ke pelataran villa. Aku tergagap. Kulihat Pak Kidjan penjaga villa kami memberi salam.
    “Meta, bangun sayang, kita udah nyampe nih..!” bisik Mas Pujo.

    Yang dibisiki menggeliat sambil mengucek-ucek mata. Kembali dipeluknya Mas Pujo dan mereka berciuman lembut penuh perasaan. Entah mengapa sejak mula pertama Mas Pujo bercinta dengan Meta tak ada rasa cemburuku, aku malah bahagia melihat keduanya, tapi anehnya aku cemburu kalau Mas Pujo dengan yang lain.

    Pada pukul 17.00 tepat kami sudah selesai memasukkan semua bawaan ke dalam villa dengan dibantu Pak Kidjan. Setelah itu kami suruh Pak Kidjan untuk mengunci pagar dan pulang karena kami katakan bahwa kami ingin beristirahat dengan tidak lupa memintanya agar besok jam 10 dia datang lagi.

    Villa ini dibeli oleh Duta karena sebelumnya memang direncanakan untuk coba-coba usaha agribisnis. Bangunan yang ada hanya sederhana saja karena memang bekas bangunan Belanda yang terletak di tengah-tengah tanah seluas 1 hektar yang di depannya ada rumah penjaga yang jaraknya 75 meteran. Ada 4 kamar, yang dua besar dan ada connecting door, salah satunya ada 2 tempat tidur dan yang satunya single, dengan ruang tamu cukup luas, ruang dapur dan garasi. Kami sengaja memakai dua kamar yang besar itu.

    “Mandi dulu gih..” pinta Mas Pujo pada saya dan Meta.
    “Maas, Meta dimandiin Mas aja.. Ya” rengek Meta manja sambil memegang lengan Mas Pujo.
    “Idih, kan udah becal, Meta kan bisa mandi cendili” goda Mas Pujo dicedal-cedalkan.
    “Nggak mau.., Meta mau mandi ama Mas aja” jawab Meta merajuk sambil cemberut dan langsung minta gendong.

    Aku dan Duta hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka. Lalu Mas Pujo menggendong Meta berputar-putar. Bibir keduanya tampak berpagutan mesra. Sambil tetap berciuman mereka menuju kamar mandi, yang oleh Duta sudah diganti dengan jacuzzi besar yang cukup untuk berendam 4 orang dan ada air panasnya. Lalu Duta meraihku dan memelukku, kami berciuman.

    “Nyusul yok.. Kita bisa saling gosok” ajak Duta dengan langsung menggendongku.

    Di jacuzzi, Mas Pujo sedang memeluk Meta dari belakang sambil menciumi rambutnya, tapi aku yakin bahwa pasti tangan Mas Pujo yang satu tidak akan jauh-jauh dari puting susu Meta, sedang yang lain entah apa yang digosok, tapi karena di dalam air dan tertutup busa sabun jadi tidak kelihatan. Sementara itu yang dipeluk memejamkan matanya penuh kenikmatan sambil sesekali mendesis.

    Aku turun dari gendongan Duta. Kulepas semua pakaianku hingga telanjang bulat, setelah itu ganti kulucuti pakaian Duta sampai tak bersisa. Kontol Duta yang besar masih belum bangun penuh, jadi masih setengah kencang. Dengan berbimbingan tangan kami masuk ke air dan Duta bersandar dekat Mas Pujo. Dengan meluruskan kedua kakinya, aku maju ke pangkuan Duta, kutempelkan bibir memekku ke atas kontol Duta dan kutempelkan dadaku ke dadanya. Hangatnya air dan sentuhan kulit kami terasa nikmat, benar-benar nikmat.

    Dengan perlahan tapi pasti benda bulat dalam lipatan bibir memekku membesar mengeras dan berusaha berdiri tegak, tapi karena tertahan oleh belahan memekku, benda tersebut tak bisa tegak. Di sebelahku, Meta juga sedang menduduki barang yang sama seperti aku. Aku tahu pasti, bahkan aku yakin bahwa Mas Pujo masih belum memasukkan barangnya ke memek Meta. Kami berempat tak ada yang bersuara, hanya sesekali terdengar desahan lirih dari mulut Meta tetapi kami sama-sama tahu bahwa kami masing-masing sedang menikmati sesuatu yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

    “Engh.. Egh..” tiba-tiba desahan Meta semakin keras diiringi geliat tubuhnya yang seperti cacing kepanasan.
    “Aduh Mas, Meta nggak kuat.. Oh Mbak, ooh.. Mas Duta, ayo dong, Meta duluan” pintanya.

    Kalau sudah begini biasanya Meta meminta Duta untuk segera membenamkan kontolnya ke memeknya. Aku beringsut meninggalkan Duta sementara Mas Pujo masih memangku Meta dari belakang dalam posisi kedua kaki lurus ke depan dan bersandar pada dinding jacuzzi. Duta mendekat dari depan sambil mengarahkan kontolnya ke arah selangkangan Meta dan Meta memberi jalan dengan mengangkangkan kedua pahanya. Perlahan dengan bimbingan tangan Meta, kepala kontol Duta memasuki memek Meta, jelas terlihat dari ekspresinya yang mendesis keenakan.

    Perlahan Duta mulai memompa maju mundur terlihat dari riak air yang mulai menggelombang, sementara Mas Pujo memeluk Meta dari belakang sambil menciumi tengkuk dan belakang telinganya. Saat-saat seperti itu Meta nikmati dengan memejamkan mata sambil giginya beradu menahan nikmat yang luar biasa. Meskipun kontol Mas Pujo tidak melakukan penetrasi namun aku yakin, pasti ada yang mengganjal di anus Meta hingga itu membuat sensasi tersendiri untuknya. Tiba-tiba Meta melepaskan pelukan Mas Pujo dan ganti memeluk Duta. Sedang Mas Pujo masih tetap tidak dapat bergerak karena harus memangku dua orang yang sedang bersetubuh. Mas Pujo hanya mengusap-usap punggung dan pinggang Meta dari belakang.

    “Aduhh Mas, Meta ngga tahaan, enghh..” desah Meta sambil memeluk Duta erat-erat dan dada Duta yang bidang terkena sasaran gigitannya.

    Melihat itu semua aku menjadi sangat terangsang tapi kami bertiga sudah bersepakat bahwa kesempatan kali ini adalah milik Meta sepenuhnya, jadi aku mengalah dulu. Sementara itu kutukar air jacuzzi dengan air hangat tanpa membubuhkan sabun. Begitu air telah mulai berkurang, kulihat posisi Meta yang mengangkang sementara Duta memompanya dari depan dan kontol Mas Pujo tertindih di antara bokong Meta.

    Sejenak Meta masih menikmati saat-saat indah orgasmenya. Kemudian Meta melepaskan diri dari Duta dan berdiri membalik menghadap Mas Pujo hingga praktis memeknya berada di depan mulut Mas Pujo. Diraihnya pinggul Meta dan Mas Pujo mulai menciumi dan menjilati memek Meta.

    “Aahh sshh Mas kita ke kamar aja.. Meta nggak tahan nih” rengek Meta. Mas Pujo berdiri menggendong Meta dan meninggalkan kami berdua sementara Duta mulai berbalik menciumi payudaraku.
    “Rien ikut yuk..” ajak Duta.

    Aku ikut saja sambil berpelukan seperti Adam dan Hawa, kami menyusul Mas Pujo dan Meta ke kamar besar yang ada single bed-nya. Kulihat Meta telah telentang dan Mas Pujo menindihnya, sekali-sekali pinggulnya diangkat dan dihunjamkannya dengan penuh perasaan sampai melengkung. Kutarik Duta dan segera aku telentangkan diriku. Aku ingin kontol Duta yang masih tegak berdiri segera menusukku mengisi relung vaginaku. Aku ingin mempraktekkan sex yoga yang baru aku pelajari dengan Mas Pujo beberapa waktu lalu.

    Sementara Mas Pujo dan Meta menikmati saat-saat indah itu, di sebelahku Duta membuka kedua pahaku lebar-lebar dan mengarahkan kontolnya ke memekku yang telah merekah. Perlahan-lahan, mili demi mili aku rasakan benda itu mulai memasuki memekku sebelum akhirnya benda keras itu telah dengan sempurna berada di peraduannya. Kemudian Duta menindihku dan memelukku dengan sepenuh perasaan. Aku sepenuhnya berkonsentrasi pada apa yang sedang kurasakan dan Duta mengikutinya hanya dengan diam, tanpa gerakan memompa hingga tanpa diperintah pun saraf-saraf nikmat di sepanjang lorong memekku bekerja, mula-mula hanya gerakan-gerakan halus.

    Pada saat yang sama desiran-desiran nikmat juga mulai menjalari kedua payudaraku yang tertindih dada Duta. Semakin lama gerakan-gerakan halus di sepanjang lorong memekku berubah menjadi remasan-remasan dan mulai terasa getaran-getaran pada batang kontol Duta, bahkan kepala kontolnya terasa mulai melebar pertanda akan memuntahkan spermanya. Napas Duta semakin memburu, aku sendiri sudah tak ingat apa-apa. Konsentrasiku hanya satu yaitu pada rasa nikmat yang menggelitiki mulai ujung puting payudaraku sampai ke lorong-lorong memekku. Dan.. Creet.. Creett.. Crett.. Ketika akhirnya sperma itu membasahi relung-relung memekku, jiwaku seakan melayang menari-nari di atas awan sambil berpelukan dengan Dutaku sayang. Sejuta kenikmatan kurasakan di sekujur tubuhku. Sementara itu..

    “Oohh.. Ahh aduh Mas.. Meta mau nyampe lagi Mas..” suara desahan Meta kembali menyadarkan aku dan kudapati Duta yang masih ngos-ngosan dengan bermandi peluh mendekapku.
    “Terima kasih Rien.. Kamu luar biasa” bisiknya di telingaku. Aku menoleh ke samping. Mas Pujo juga sedang menjelang saat-saat akhir mendekati puncak. Tampak pinggulnya menghunjam selangkangan Meta dalam-dalam dan..
    “Aahh.., adduhh Mmass..” Meta dan Mas Pujo hampir bersamaan mengejat-ngejat keenakan.

    Akhirnya kami mengakhiri permainan sore itu setelah jam menunjukkan hampir pukul 19.00. Rasa lapar akhirnya datang juga mengingat kami belum makan malam. Bergegas kulepas pelukan Duta, lalu dengan telanjang bulat aku pergi ke dapur. Kubuka bungkusan-bungkusan bekal yang telah aku siapkan. Meta menyusul juga dalam keadaan telanjang dan akhirnya kami berempat menghadapi meja makan masih dalam keadaan telanjang tanpa ada yang sempat membersihkan diri bahkan dari celeh memekku dan memek Meta masih tampak meleleh sperma suami-suami kami.
    Pagi itu aku bangun lebih awal karena memang aku dapat beristirahat penuh saat malamnya. Kulihat Mas Pujo masih memeluk Meta berhadapan, sedang dari belakang Duta tampak memepetkan tubuhnya terutama pada bagian bokong Meta, pasti batangnya masih menancap.

    Kebiasaan Duta selalu membenamkan kontolnya sambil tidur dan hebatnya tidak lepas, tetap saja kencang di dalam memek. Sedang Mas Pujo pasti tangannya tak mau jauh-jauh dari puting, aku tahu persis kelakuan kedua laki-laki itu karena aku juga sering diperlakukannya demikian, bedanya aku tidak dapat tidur dengan kontol masih mengganjal memekku, sedangkan Meta bisa, mungkin karena kecapaian.

    Dalam hal seks sebenarnya aku sudah puas sekali dipenuhi oleh Mas Pujo dan Duta tapi kehadiran Meta kadang membuatku ingin bereksperimen terhadap respons sex yang ditimbulkan oleh sesama jenis. Meskipun aku sudah sering main berempat, tapi biasanya aku atau Meta hanya bersifat pasif kurang dominan, sedangkan peran utama tetap pada kedua pria itu.

    Pernah pada suatu hari Mas Pujo sedang tidak ada di rumah karena ada tugas ke luar kota selama seminggu dan Duta sedang ada di rumah setelah dari Jakarta selama hampir 5 hari. Kira-kira pada pukul 19.00, Meta datang ke rumahku. Nampaknya Meta tahu bahwa aku sedang berduaan saja dengan Duta. Kami duduk di ruang tamu. Seperti biasa Meta agak kurang tertarik untuk ML kalau dengan Duta. Aku pamit ke dapur untuk membuat minuman. Aku sedang menyeduh teh, ketika Duta tiba-tiba sudah berada di belakangku. Sebelum aku sadar apa yang terjadi, Duta sudah mendekapku dari belakang.

    “Duta, jangan.. Jangan di sini sayang, aku kan lagi pegang air panas.. Gak boleh.. Ya sayang..” kataku manja sambil berusaha melepaskan diri.
    “Rien..”, bisiknya sambil menciumi leher dan telingaku.
    “Rien.. Aku kangen banget sama Rien. Kasihanilah aku Rien.. Aku kangen banget”, bisiknya sambil terus mendekapku erat-erat.
    “Iya.. Iya tapi kan baru tiga hari masak udah gak sabar..” kataku sambil meronta-ronta manja dalam pelukannya.
    “Aduhh. Mbaak jangan gitu.. Mas Duta sudah ngga kuat tuh.. Nggak kuaat kan Mas”, bisik Meta tiba-tiba juga sudah berada di belakang Duta tanpa sehelai benang pun dengan sinar mata penuh nafsu.

    Tangan Meta tiba-tiba meremas buah dadaku, menciumi leher dan belakang telingaku. Tangan kirinya merangkulku dan tangan kanannya tahu-tahu sudah meraba vaginaku sementara pelukan Duta mengendur memberi kesempatan. Aduh, gilaa, sentuhan Meta malah melambungkan nafsuku. Kalau tadi aku pura-pura meronta, sekarang aku malah pasrah, menikmati remasan tangan Meta di puting payudara dan di vaginaku.

    Aku dibaliknya menjadi berhadapan, aku didekapnya, dan diciumi wajahku. Dan akhirnya bibirku dikulumnya habis-habisan. Lidahnya masuk ke mulutku, dan aku tidak sadar lagi saat lidahku juga masuk ke mulutnya. Meta menurutku saat itu agak kasar tetapi benar-benar romantis hingga aku benar-benar terhanyut. Sensasinya luar biasa, baru kali itu aku merasakan nikmatnya sentuhan sejenis.

    Tanpa terasa Duta dan aku pun telah telanjang bulat, entah siapa yang melucutiku, mungkin Duta. Kalau situasinya memungkinkan, belaian sejenis ternyata malah menjadi lebih nikmat untuk dinikmati. Aku membalas pelukannya, membalas ciumannya. Kami semakin liar. Tangan Duta menyingkap belahan bokongku dan merogoh ke dalam vaginaku yang sudah basah dari belakang sedang tangan Meta mengerjai vaginaku dari depan.

    Didekapnya clitorisku dan dipijat-pijatnya, diremasnya, dimainkannya jarinya di belahan vaginaku dan menyentuh clitorisku. Kami tetap berdiri. Aku didorong Meta mepet menyandar ke tubuh Duta, penisnya sudah tegang sekali, mencuat ke atas. Tangan kananku dibimbingnya untuk memegangnya. Penis Duta memang lebih besar daripada punya Mas Pujo. Secara refleks penisnya kupijat dan kuremas-remas dengan gemas.

    Duta semakin menekan penisnya ke celah bokongku untuk menerobos vaginaku. Aku paskan di lubangku, dan akhirnya masuk, masuk semuanya ke dalam vaginaku. Duta dengan sangat bernafsu mengocok penisnya keluar masuk sementara kuangkat satu pahaku dan Meta telah merosot ke depan selangkanganku untuk mengulum clitorisku yang juga sudah mencuat. Benar-benar kasar gerakan Meta, tetapi gila, aku sungguh menikmatinya. Sementara penis Duta terasa mengganjal dari belakang dan nikmat sekali. Aku pegang bokongnya dan kutekan-tekankan agar mepet ke pangkal pahaku, agar mencoblos lebih dalam lagi.

    “Duta.. Meta.. Aku ngga kuat.. Aduhh.. Kalian.. Curang..” bisikku dengan nafas memburu.
    “Ooh.. Meet..”

    Cepat kudorong pinggulku ke belakang, sehingga penis Duta bertambah dalam di vaginaku hingga aku mengejat-ngejat menikmati orgasme.

    “Orghh..” Duta melenguh seperti kerbau disembelih pertanda akan memuntahkan spermanya.

    Lalu tangan Meta segera mencabut dan menggenggam penis Duta yang memuncratkan spermanya di dalam mulut Meta hingga sebagian tumpah di lantai dapur. Kami berpelukan lagi sambil mengatur napas kami. Ya ampun, aku telah disetubuhi Duta dan dioral Meta dengan posisi Duta berdiri, sambil mepet ke tembok. Gila, aku menikmatinya, aku berakhir orgasme dengan sangat cepat, walaupun hanya dilakukan tidak lebih dari 20 menit saja. Mungkin ini karena sensasi yang kuperoleh dari permainan dengan sesama jenis juga.

    Pagi itu setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, timbul niatku untuk ganti mengerjai Meta sekaligus memberikan kenangan perpisahan untuknya. Sambil memisahkan pelukan Mas Pujo dengan Meta, aku yang sudah mandi dan masih telanjang bulat menyelinap di antara tubuh mereka.

    “Biar aku yang gantiin peluk Meta Mas..”, kataku pada Mas Pujo.

    Mas Pujo bangun dan langsung ke kamar mandi. Kudekap Meta, kupegang puting susunya yang sebelah kiri sementara tangan kananku meraba vaginanya. Benar saja di memek Meta masih terganjal kontol Duta. Meta terbangun.

    “Aku sayang sama Mbak Rien..”, kata Meta sambil mencium bibirku.
    “Kamu luar biasa deh Met.. vegymu masih bisa pegang.. the big gun”, bisikku sambil tersenyum. Meta juga tersenyum nakal, sambil ganti membelai payudaraku.
    “Punyaku kencang dan keset ya Mas? Mas Pujo suka bilang gitu. Meskipun udah buat lewat anakku”, tanya Meta ke Duta manja. Yang ditanya hanya membuka matanya separuh.
    “Mbak, punya Mbak Rien juga masih oke banget kan, nyatanya Mas Duta selalu ketagihan”, kata Meta lagi. Kami berdua tersenyum dan mempererat pelukan kami.

    Kuciumi Meta dari kening, mata, hidung hingga mulut. Disambutnya ciumanku dengan permainan lidahnya. Lama kami berciuman dan tanganku pun tak henti meremas teteknya yang kenyal. Lalu kubuka bibir vaginanya. Kemudian kususupkan tanganku ke dalam belahan memeknya di antara kontol Duta untuk kemudian jari tengahku kutarik ke atas hingga tepat menekan clitorisnya. Memek Meta telah banjir akibat kelenjar-kelenjar memeknya mengeluarkan cairan karena rangsangan tanganku dan dari kontol Duta yang mulai ditarik keluar masuk.

    “Sshh.. Oohh.. Mbak.. Please.. Sshh.. Don’t stop.. Aahh..” desah Meta.

    Lalu jari telunjukku memainkan clitorisnya yang mulai menegang sementara Duta memompanya dari belakang dan mulutku telah beralih turun ke putingnya. Kuberanikan untuk menyodok-nyodok memeknya dengan dua jari. Agak kasar.

    “Sshh.. Aahh.. Oohh Mbak.. Meta ngga tahann.. Sshh..”

    Meta mulai mengacak-acak rambutku. Aku merosot ke arah selangkangan Meta, kuangkat paha Meta yang kiri dan aku bantalkan kepalaku pada paha satunya. Dengan posisi paha bawah menekuk begini aku dapat leluasa menjilati clitoris Meta dari depan sedangkan Duta tetap leluasa memompa dari belakang.

    “Ohh.. Mbak.. Mas Duta.. Aku mau keluar..” Meta berteriak tidak tahan diperlakukan demikian. Kedua pahanya mulai bergerak akan dijepitkan pada kepalaku sambil terus menggoyangkan pantatnya, tiba tiba Meta menjerit histeris..
    “Oohh.. Mbak bagaimana.. Ini.. Orgghh..” Meta terus mengejat-ngejat dengan ritmis pertanda dia sudah keluar.

    Duta terus menggenjot pantatnya semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memek Meta. Dan.. crett.. crreett.. ccrreett.. Dan keluarlah sperma Duta dari sela-sela memek Meta saat sperma Duta keluar. Aku langsung menyedotnya habis sampai bersih.

    Rupanya Mas Pujo sudah selesai mandi dan begitu Duta mencabut kontolnya dari memek Meta langsung saja Mas Pujo menggantikan posisi Duta dengan tidur miring dan memasukkan kontolnya ke memek Meta dari belakang.

    Mas Pujo mulai mengayunkan kontolnya, walau tampak agak kelelahan tapi Meta berusaha mengimbangi. Setelah agak lama Mas Pujo meminta Meta untuk berposisi menungging dengan tanpa melepaskan kontolnya. Otomatis Meta mengangkangiku dalam posisi 69. Aku terus saja mengambil posisi merengkuh bokong Meta dan mengganjal kepalaku dengan dua bantal agar mulutku dapat pas di clitoris Meta. Mas Pujo langsung mendorong pantatnya.

    Aku terkesiap ketika kurasakan lidah Meta sudah memainkan clitorisku, sambil meremas tetekku yang dari tadi terbiarkan. Aku pun mengangkat pantatku dan menarik pinggul Meta hingga kami berpelukan dengan bantalan tetekku dan tetek Meta. Rasanya jiwaku melayang apalagi saat sesekali aku dapat meraih kontol Mas Pujo untuk kukulum dan memasukkannya lagi ke memek Meta.

    “Aduuhh..,.. Met..” erang Mas Pujo sambil terus laju memompa memek Meta, dan dua buah pelirnya memukul-mukul ubun-ubunku.

    Tiba-tiba ditahannya pantat Meta kuat-kuat agar tidak bergoyang. Dengan menahan pantat Meta kuat-kuat itulah Mas Pujo dapat memompa lebih kuat dan dalam, sedangkan aku dengan susah payah harus melumat clitoris Meta. Rupanya Mas Pujo kuat juga meskipun telah berkali-kali kemaluannya menggocek memek Meta tadi malam tapi masih tetap saja tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelelahan bahkan semakin meradang.

    Kulepas mulutku dari clitoris Meta dan terus kutekan dengan jari tengahku sambil kugosok naik turun seperti bermasturbasi, dan tiba-tiba Meta mengapit kepalaku.

    “Aduuhh.., Mbakk.., Aahh Mas.. Pujo,” kudengar erangan Meta mulai tidak karuan saat aku terus melakukan gosokan pada clitorisnya.
    “Mbak Rien..,.. Aku mau keluar.. Ahhgg..” desahnya lagi.

    Mendengar desahan Metam aku dan Mas Pujo seperti dikomando, semakin gencar melakukan gosokan sambil tanganku naik turun untuk mempercepat rangsangannya dan Mas Pujo mempercepat tempo genjotannya. Dan tak lama kemudian.., seerrtt.., seerrtt kurasakan dua semburan lelehan putih dari bibir memek Meta serta kedua pahanya semakin mengapit kepalaku kuat-kuat. Lelehan warna putih pekat di tanganku kumasukan mulutku, terasa agak manis asin.

    Setelah kedutan-kedutan memek Meta berhenti, kulihat kontol Mas Pujo yang masih tegar kuraih, kuhisap dan kukulum serta kujilat pada kemaluan yang membonggol itu dan hasilnya luar biasa.., aku merasa ukurannya bertambah besar dan mulai bekedut-kedut. Kuhisap lagi berulang kali sampai aku puas. Aku mulai merasakan adanya cairan manis keluar dari ujung kemaluan itu. Aku terus berusaha, mulutku mulai payah. Kugoyang-goyangkan telur kemaluan Mas Pujo.

    “Ahh Rienn..” desah Mas Pujo.

    Creet.. crett.. Saking kuatnya semprotan dari kemaluan Mas Pujo, kurasakan ada air maninya yang langsung masuk tertelan. Kuhisap terus sampai terasa tidak ada lagi air mani yang keluar dari kemaluan Mas Pujo. Kubersihkan kemaluan Mas Pujo dengan menjilatinya sampai bersih. Aku puas merasakannya. Aku bahagiaa. Sebentar kemudian kurasakan kemaluannya mulai mengecil dan melemas. Pada saat telah kecil dan lemas tersebut, aku merasa mulutku mampu melahap kemaluannya secara menyeluruh.

    Kuangkat tubuh Meta tidur ke samping. Kami tidak berpakaian. Meta mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkulku dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku. Meskipun udara Kopeng dingin, tetapi tubuh kami masih kepanasan berkeringat akibat permainan tadi.

    Siangnya pada jam 10.00, kami rapat dengan dihadiri Pak Kidjan penunggu Vila dan memutuskan bahwa pengelolaan usaha yang ada di Jawa termasuk kebun dan villa akan menjadi tanggung jawab Meta. Meta hanya menangis ketika kami sampaikan bahwa kami harus pindah, tapi dengan fasilitas dan keuangan yang ia kelola, Meta akan dapat menyusul kami sewaktu-waktu.

    “Kami tak akan pernah melupakanmu Met..,” itulah kata-kata kami kepada Meta sebelum kami akhirnya terbang ke Bumi Nyiur Melambai.

  • Cerita Sex Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil

    Cerita Sex Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil


    1936 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil, Nama sepupu gue ini adalah citra dan suaminya Budi. gue memanggil sepupu gue itu dengan sebutan mbak citra karena dia lebih tua dari gue. dia adalah pengantin baru dan tengah hamil. gue berangkat ke kota S pada hari sabtu dan langsung menuju rumah mbak citra.

    sampai dirumahnya gue langsung disambut dengan baik. “lama ya gak jumpa” ucap gue. “ya, terakhir kali kita ketemu 1 tahun lalu”. “waahh… sudah hamil mbak?” tanya gue ke dia. “iya nih, udah jalan 5 bulan” jawab dia. “tambah seksi aja mbak” canda gue.

    “hehe.. bisa aja kamu ini”.. “ngomong-ngomong mas budi kemana? kok sepi amat”, tanya gue. “oh.. dia lagi kerja, ntar lagi pulang” jawab dia. “oh ya.. kamar kamu di belakang ya” tambahnya.

    “oke.. aku langsung kekamar ya”.. sampai dikamar, gue langsung tiduran, tiba-tiba setan menghampiri pikiran gue. gue langsung menghayal mbak citra tadi yang lagi hamil, “seksi dan montok banget.. gimana ya rasanya kalau gue entotin dia? pasti mantap” ucap gue dalam hati.

    tak terasa gue ketiduran dan tiba-tiba gue dibangunin oleh mas budi untuk makan malam, kamipun langsung makan malam bertiga. selesai makan gue pamit untuk melanjutkan tidur, karena masih ngantuk habir perjalanan tadi siang.

    gue langsung kekamar untuk tidur. tengah malam gue terbangun karena kebelet ke kamar mandi. setelah selesai dari kamar mandi, gue mendengar suara wanita yang sedang mendesah seperti sedang ML. gue cari sumber suara tadi dan ternyata suara itu berasal dari kamar mbk citra dan mas budi.

    gue langsung lihat apa yang sedang terjadi didalam kamar, gue lihat dari atas pintu yang ada celah kecil sambil berdiri diatas kursi. dan ternyata yang gue lihat adalah mbak citra yang sedang telanjang bulat sedang nungging dan mas budi yang sama-sama telanjang sedang entotin mbak citra dari belakang.

    pemandangan yang sangat indah. gue tontonin mereka berdua yang sedang bersenggama sampai tak terasa jika gue sedang nonton mereka selama 1 jam sambil berdiri. setelah selesai gue langsung ke kamar mandi lagi untuk onani karena seudah tidak tahan lagi dengan yang gue lihat barusan.

    setelah hasrat gue tersalurkan gue langsung tidur kembali. pagi harinya gue lihat mas budi lagi bersiap-siap kerja. tiba-tiba mas budi berkata “di.. titip mbak citranya ya, mas mau keluar kota ada tugas kerja selama 2 minggu” . “oke mas” ucap gue.

    setelah mas budi pergi, gue pun pergi untuk magang didaerah itu. gue pulang sore sampai dirumah gue ketuk pintu karena pintunya terkunci, lama sekali mbak citra membuka pintunya. setelah 10 menit mbak citra membuka pintu dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuh seksinya itu. hal itu membuat gue jadi bengong melihat tubuhya.

    “heh.. liat apa? seksi kan?” tanya mbak citra mengagetkan gue “hehe… iya mbak, seksi banget” jawab gue… sampai di kamar gue masih membayangkan mbak citra yang memakai handuk tadi, gue langsung membuka laptop dan gue tonton film porno yang memenuhi laptop gue.

    gue tonton sambil onani dikamar dan membayangkan gue lagi ngentot dengan mbak citra. malam harinya gue makan malam bersama mbak citra, setelah makan gue langsung ke kamar lagi.

    pada jam 9 gue keluar kamar dan gue pun terkejut banget dengan apa yang gue lihat sekarang. mbak citra lagi telanjang sambil nonton film porno diruang tamu sambil meremas-remas toketnya dan meraba-raba selangkangannya, tampaknya dia sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak menyadari kalo gue sedang asik menonton apa yang dia lakukan.

    gue langsung hampiri dia dari belakang dan gue langsung meremas-remas toket gedenya dari belakang. dia terkejut karena ada yang meremas toketnya dari belakang “di.. apa yang kamu lakukan” tanya dia. “tenang mbak, aku akan memuaskan mbak malam ini” jawab gue sambil meremas toketnya. dan nampaknya dia setuju, karena dia menikmati apa yang gue lakukan.

    gue remas-remas toketnya dan gue pilin putingnya. “ahh…” desahnya. gue langsung pindah kesampingnya, gue langsung melumat toketnya seperti bai yang sedang menyusu. gue melumat toketnya sambil meraba-raba perut buncitnya, sampailah tangan gue keselangkangannya, gue raba-raba dan dia tampak sangat menikmatinya.

    gue pindah ke depannya sambil jongkok gue jilati memeknya, tercium bau khas memek wanita. gue masukkan lidah gue ke memeknya sambil gue remas toketnya. 5 menit gue diposisi itu dan diapun orgasme yang pertama.

    Cerita Sex Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil

    Cerita Sex Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil

    kami beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga. setelah selesai istirahat dia yang gantian menjilati kontol gue, dia masukkan kontol gue ke mulutnya. rasanya seperti melayang diposisi itu. “pindah kekamar yuk mbak?” ucap gue.. “oke, tapi gendong ya?” jawab dia dengan manja.

    Gue langsung gendong dia menuju kamarnya. sampai dikamar gue tidurin dia dikasurnya. gue lumat bibirnya. kami saling melumat bibir. gue lepas lumatan gue dibibirnya dan gue tanya “Sudah siap mbak?” sambil menunjuk kontol gue. dan dia mengerti apa yang gue katakan “oke,, puasin mbak malam ini ya?” jawab dia.

    Gue langsung mengambil posisi, gue angkat kedua kakinya keatas dan gue langsung tancapkan kontol gue yang lumayan besar ke memeknya. blesss… langsung menancap semua diikuti erangan dia. langsung due entot dia dengan tempo lambat. perlahan gue tingkatkan tempo, semakin cepat gue entot memeknya sambil meremas kedua tokenya

    “aahhhh…… hmmmm… lebih cepat sayaaaaangg…” ucap dia… Gue langsung percepat genjotan gue, 5 menit kemudia dia orgasme yang kedua. gue cabut kontol gue, dan suruh mbak citra untuk nungging, karena gue ingin mencoba posisi kesukaan gue “doggy style”.

    dari belakang terlihat semua, pantatnya yang semok banget, anusnya, dan memeknya yang sudah memerah membuat gue bergairah lagi. gue langsung tancapkan kontol gue dari belakang. sambil gue remas toketnya, gue langsung genjot dengan tempo cepat. mbak citra sangat menikmati permainan ini.

    dia hanya mengeluarkan erangan-erangan kenimatan. 30 berlalu kami masih diposisi itu, tampaknya mbak citra sekarang kuat banget. beberapa menit kemudian dia berkata “sayang…. aa…a..aku mau nyampeeekk.. nih…” mendengar seperti itu langsung gue percepat lagi genjotan gue, dan tiba-tiba kontol gue serasa dijepit keras banget dan terasa hangat sekali, rupanya dia orgasme lagi yang ketiga.

    tapi gue masih belum orgasme sekalipun, gue tidak memikirkan mbak citra yang sudah lelah gue masih genjot dia dengan cepat, dan 5 menit kemudian “aahhh….” gue semburin sperma gue semua kedalam memeknya. merasa kelelahan kamipun tidur bersama dalam keadaan telanjang.

    pagi harinya gue terbangun dan mbak citra sudah tidak ada lagi, setelah ku cari ternyata dia sedang didapur menyiapkan sarapan pagi. gue menghampiri dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena ku pikir hanya kami yang ada dirumah ini.

    dari belakang kulihat mbak citra hanya memakai daster tipis transparan dan tidak memakai apa-apa lagi. gue langsung peluk dia dari belakang, gue remas-remas toketnya, gue tempelin kontol gue yang sudah mengeras ke belahan pantatnya, terasa sekali karena dia tidak memakai celana dalam. dari belakang gue cium dia.

    gue angkat daster bawahnya, gue masukin kontol gue dari belakang. kamipun bercinta lagi didapur, gue genjot dia dari belakang dan dia sambil memasak. gue genjot selama 10 kamipun sampai klimaks bersamaan, gue semburin sprema gue ke memeknya lagi. setelah itu kami memutuskan untuk mandi bersama. didalam kamar mandi gue sabunin mbak citra gue sambil gue remas-remas toketnya.

    Setelah mandi kami sarapan bersama. masih dalam keadaan telanjang bulat kami sarapan. jam 8 gue berangkat untuk magang, sebelum berangkat kami saling cium. layaknya suami istri. kami melakukan percintaan ini hampir setiap hari selama 2 minggu. sebelum sarapan pagi, setelah pulang magang, malam hari kami terus melakukan percintaan ini.

    minimal kami melakukannya 2 kali sehari, entah itu diruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar mbak citra, atau dikamar gue. kami melakukannya. sampai 2 minggu dan mas budi pulang dia tidak tahu apa yang sudah kami lakukan selama 2 minggu tanpa dirinya.kadang kami masih melakukannya ketika mas budi dirumah. kami melakukannya secara diam-diam. ketika mas budi kerja atau pada malam hari ketika mas budi terlelap tidur.

    pernah kami melakukannya setelah mas budi dan mbak citra selesai bercinta, karena mbak citra tidak puas dengan permainan mas budi, mbak citra diam-diam ke kamar gue dan membangunkan gue untuk bercinta lagi dengan gue. Gue dirumah mbak citra selama 3 bulan dan selama itu gue dan mbak citra hampir setiap hari bercinta.

    itu juga berguna untuk membantu kelancaran kelahiran bayinya nanti karena wanita yang melakukan senggama saat sedang hamil bisa membantu proses persalinannya nanti. setelah 3 bulan gue pamit pulang ke mereka berdua, tapi sebelum pulang gue minta hadiah perpisahan dari mbak citra untuk bercinta lagi dengan gue.

    Untunglah mas budi kerja sampai malam hari ini jadi, kami bisa bercinta seharian, ketika lelah kami berhenti istirahat lalu melakukannya lagi sampai mas budi pulang malam harinya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Kenangan Indah Bersama Supir

    Kenangan Indah Bersama Supir


    1902 views

    Perawanku – Kisah ini terjadi ketika aku masih SMU, ketika umurku masih 18 tahun, waktu itu rambutku masih sepanjang sedada dan hitam (sekarang sebahu lebih dan sedikit merah). Di SMU aku termasuk sebagai anak yang menjadi incaran para cowok.

    Tubuhku cukup proporsional untuk seusiaku dengan buah dada yang sedang tapi kencang serta pinggul yang membentuk, pinggang dan perutku pun ukurannya pas karena rajin olahraga, ditambah lagi kulitku yang putih mulus ini. Aku pertama mengenal seks dari pacarku yang tak lama kemudian putus, pengalaman pertama itu membuatku haus seks dan selalu ingin mencoba pengalaman yang lebih heboh. Beberapa kali aku berpacaran singkat yang selalu berujung di ranjang. Aku sangat jenuh dengan kehidupan seksku, aku menginginkan seseorang yang bisa membuatku menjerit-jerit dan tak berkutik kehabisan tenaga.

    Ketika itu aku belum diijinkan untuk membawa mobil sendiri, jadi untuk keperluan itu orang tuaku mempekerjakaan Bang Tohir sebagai sopir pribadi keluarga kami merangkap pembantu. Dia berusia sekitar 30-an dan mempunyai badan yang tinggi besar serta berisi, kulitnya kehitam-hitaman karena sering bekerja di bawah terik matahari (dia dulu bekerja sebagai sopir truk di pelabuhan). Aku sering memergokinya sedang mengamati bentuk tubuhku, memang sih aku sering memakai baju yang minim di rumah karena panasnya iklim di kotaku. Waktu mengantar jemputku juga dia sering mencuri-curi pandang melihat ke pahaku dengan rok seragam abu-abu yang mini. Begitu juga aku, aku sering membayangkan bagaimana bila aku disenggamai olehnya, seperti apa rasanya bila batangnya yang pasti kekar seperti tubuhnya itu mengaduk-aduk kewanitaanku. Tapi waktu itu aku belum seberani sekarang, aku masih ragu-ragu memikirkan perbedaan status diantara kami. Judi Slot Online

    Obsesiku yang menggebu-gebu untuk merasakan ML dengannya akhirnya benar-benar terwujud dengan rencana yang kusiapkan dengan matang. Hari itu aku baru bubaran pukul 3 karena ada ekstra kurikuler, aku menuju ke tempat parkir dimana Bang Tohir sudah menunggu. Aku berpura-pura tidak enak badan dan menyuruhnya cepat-cepat pulang. Di mobil, sandaran kursi kuturunkan agar bisa berbaring, tubuhku kubaringkan sambil memejamkan mata. Begitu juga kusuruh dia agar tidak menyalakan AC dengan alasan badanku tambah tidak enak, sebagai gantinya aku membuka dua kancing atasku sehingga bra kuningku sedikit tersembul dan itu cukup menarik perhatiannya.

    “Non gak apa-apa kan? Sabar ya, bentar lagi sampai kok” hiburnya

    Waktu itu dirumah sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku seperti biasa pulang malam, jadi hanya ada kami berdua. Setelah memasukkan mobil dan mengunci pagar aku memintanya untuk memapahku ke kamarku di lantai dua. Di kamar, dibaringkannya tubuhku di ranjang. Waktu dia mau keluar aku mencegahnya dan menyuruhnya memijat kepalaku. Dia tampak tegang dan berkali-kali menelan ludah melihat posisi tidurku itu dan dadaku yang putih agak menyembul karena kancing atasnya sudah terbuka, apalagi waktu kutekuk kaki kananku sehingga kontan paha mulus dan CD-ku tersingkap. Walaupun memijat kepalaku, namun matanya terus terarah pada pahaku yang tersingkap. Karena terus-terusan disuguhi pemandangan seperti itu ditambah lagi dengan geliat tubuhku, akhirnya dia tidak tahan lagi memegang pahaku. Tangannya yang kasar itu mengelusi pahaku dan merayap makin dalam hingga menggosok kemaluanku dari luar celana dalamku.

    “Sshh.. Bang” desahku dengan agak gemetar ketika jarinya menekan bagian tengah kemaluanku yang masih terbungkus celana dalam.

    “Tenang Non.. saya sudah dari dulu kesengsem sama Non, apalagi kalau ngeliat Non pake baju olahraga, duh tambah gak kuat Abang ngeliatnya juga” katanya merayu sambil terus mengelusi bagian pangkal pahaku dengan jarinya.

    Tohir mulai menjilati pahaku yang putih mulus, kepalanya masuk ke dalam rok abu-abuku, jilatannya perlahan-lahan mulai menjalar menuju ke tengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei dan kepala Tohir yang terselubung rokku saat kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir celana dalamku lalu menyentuh bibir vaginaku. Bukan hanya bibir vaginaku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak seperti mau pipis. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya libidoku, apalagi sejak sejak beberapa hari terakhir ini aku belum melakukannya lagi.

    Sesaat kemudian, Tohir menarik kepalanya keluar dari rokku, bersamaan dengan itu pula celana dalamku ikut ditarik lepas olehnya. Matanya seperti mau copot melihat kewanitaanku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi dari balik rokku yang tersingkap. Dia dekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra-ku kemudian meremas daging kenyal di baliknya.

    “Non, teteknya bagus amat.. sama bagusnya kaya memeknya, Non marah ga saya giniin?” tanyanya dekat telingaku sehingga deru nafasnya serasa menggelitik.

    Aku hanya menggelengkan kepalaku dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Tohir yang merasa mendapat restu dariku menjadi semakin buas, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus kemaluanku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra-ku yang sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas payudaraku dengan putingnya yang mungil. Situs Slot Joker368

    Aku merasakan benda keras di balik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Tohir kelihatan sangat bernafsu melihat payudaraku yang montok itu, tangannya meremas-remas dan terkadang memilin-milin putingnya. Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yang kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leher jenjangku terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai cupangan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada dadaku mengencang atau jarinya mengebor kemaluanku lebih dalam. Cupanganya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas.

    Pada awalnya aku menghindari dicium olehnya karena Tohir perokok jadi bau nafasnya tidak sedap, namun dia bergerak lebih cepat dan berhasil melumat bibirku. Lama-lama mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi sehingga bau mulutnya itu seolah-olah hilang, malahan kini aku lebih berani memainkan lidahku di dalam mulutnya. Setelah puas berrciuman, Tohir melepaskan dekapannya dan melepas ikat pinggang usangnya, lalu membuka celana berikut kolornya. Maka menyembullah kemaluannya yang sudah menegang daritadi. Aku melihat takjub pada benda itu yang begitu besar dan berurat, warnanya hitam pula. Jauh lebih menggairahkan dibanding milik teman-teman SMU-ku yang pernah ML denganku. Dengan tetap memakai kaos berkerahnya, dia berlutut di samping kepalaku dan memintaku mengelusi senjatanya itu. Akupun pelan-pelan meraih benda itu, ya ampun tanganku yang mungil tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.

    “Ayo Non, emutin kontol saya ini dong, pasti yahud rasanya kalo diemut sama Non” katanya.

    Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku yang mungil dan merah, uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Sekilas tercium bau keringat dari penisnya sehingga aku harus menahan nafas juga terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain menyepong tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.

    “Uaahh.. uueennakk banget, Non udah pengalaman yah” ceracaunya menikmati seponganku, sementara tangannya yang bercokol di payudaraku sedang asyik memelintir dan memencet putingku.

    Setelah lewat 15 menitan dia melepas penisnya dari mulutku, sepertinya dia tidak mau cepat-cepat orgasme sebelum permainan yang lebih dalam. Akupun merasa lebih lega karena mulutku sudah pegal dan dapat kembali menghirup udara segar. Dia berpindah posisi di antara kedua belah pahaku dengan penis terarah ke vaginaku. Bibir vaginaku disibakkannya sehingga mengganga lebar siap dimasuki dan tangan yang satunya membimbing penisnya menuju sasaran.

    “Tahan yah Non, mungkin bakal sakit sedikit, tapi kesananya pasti ueenak tenan” katanya.

    Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vaginaku. Aku memejamkan mata, meringis, dan merintih menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku yang masih sempit, sampai mataku berair. Penisnya susah sekali menerobos vaginaku yang baru pertama kalinya dimasuki yang sebesar itu (milik teman-temanku tidak seperkasa yang satu ini) walaupun sudah dilumasi oleh lendirku.

    Tohir memaksanya perlahan-lahan untuk memasukinya. Baru kepalanya saja yang masuk aku sudah kesakitan setengah mati dan merintih seperti mau disembelih. Ternyata si Tohir lihai juga, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi. Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihanku mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vaginaku, semakin cepat dan semakin dalam, saking keenakannya dia tak sadar penisnya ditekan hingga masuk semua. Ini membuatku merasa sakit bukan main dan aku menyuruhnya berhenti sebentar, namun Tohir yang sudah kalap ini tidak mendengarkanku, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Aku dibuatnya serasa terbang ke awang-awang, rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh kami.

    “Oohh.. Non Citra, sayang.. sempit banget.. memekmu.. enaknya!” ceracaunya di tengah aktivitasnya.

    Dengan tetap menggenjot, dia melepaskan kaosnya dan melemparnya. Sungguh tubuhnya seperti yang kubayangkan, begitu berisi dan jantan, otot-ototnya membentuk dengan indah, juga otot perutnya yang seperti kotak-kotak. Dari posisi berlutut, dia mencondongkan tubuhnya ke depan dan menindihku, aku merasa hangat dan nyaman di pelukannya, bau badannya yang khas laki-laki meningkatkan birahiku. Kembali dia melancarkan pompaannya terhadapku, kali ini ditambah lagi dengan cupangan pada leher dan pundakku sambil meremas payudaraku. Genjotannya semakin kuat dan bertenaga, terkadang diselingi dengan gerakan memutar yang membuat vaginaku terasa diobok-obok.

    “Ahh.. aahh.. yeahh, terus entot gua Bang” desahku dengan mempererat pelukanku.

    Aku mencapai orgasme dalam 20 menit dengan posisi seperti ini, aku melepaskan perasaan itu dengan melolong panjang, tubuhku mengejang dengan dahsyat, kukuku sampai menggores punggungnya, cairan kenikmatanku mengalir deras seperti mata air. Setelah gelombang birahi mulai mereda dia mengelus rambut panjangku seraya berkata, “Non cantik banget waktu keluar tadi, tapi Non pasti lebih cantik lagi kalau telanjang, saya bukain bajunya yah Non, udah basah gini”. Agen Slot Joker368

    Aku cuma bisa mengangguk dengan nafas tersenggal-senggal tanda setuju. Memang badanku sudah basah berkeringat sampai baju seragamku seperti kehujanan, apalagi AC-nya tidak kunyalakan. Tohir meloloskan pakaianku satu persatu, yang terakhir adalah rok abu-abuku yang dia turunkan lewat kakiku, hingga kini yang tersisa hanya sepasang anting di telingaku dan sebuah cincin yang melingkar di jariku.

    Dia menelan ludah menatapi tubuhku yang sudah polos, butir-butir keringat nampak di tubuhku, rambutku yang terurai sudah kusut. Tak henti-hentinya di memuji keindahan tubuhku yang bersih terawat ini sambil menggerayanginya. Kemudian dia balikkan tubuhku dan menyuruhku menunggingkan pantat. Akupun mengangkat pantatku memamerkan vaginaku yang merah merekah di hadapan wajahnya. Tohir mendekatkan wajahnya ke sana dan menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilat dan mengisap kulit pantatku, sementara tangannya membelai-belai punggung dan pahaku. Mulutnya terus merambat ke arah selangkangan. Aku mendesis merasakan sensasi seperti kesetrum waktu lidahnya menyapu naik dari vagina sampai anusku. Kedua jarinya kurasakan membuka kedua bibir vaginaku, dengusan nafasnya mulai terasa di sana lantas dia julurkan lidahnya dan memasukkannya disana. Aku mendesah makin tak karuan, tubuhku menggelinjang, wajahku kubenamkan ke bantal dan menggigitnya, pinggulku kugerak-gerakkan sebagai ekspresi rasa nikmat.

    Di tengah-tengah desahan nikmat mendadak kurasakan kok lidahnya berubah jadi keras dan besar pula. Aku menoleh ke belakang, ternyata yang tergesek-gesek di sana bukan lidahnya lagi tapi kepala penisnya. Aku menahan nafas sambil menggigit bibir merasakan kejantanannya menyeruak masuk. Aku merasakan rongga kemaluanku hangat dan penuh oleh penisnya. Urat-urat batangnya sangat terasa pada dinding kemaluanku.

    “Oouuhh.. Bang!” itulah yang keluar dari mulutku dengan sedikit bergetar saat penisnya amblas ke dalamku.

    Dia mulai mengayunkan pinggulnya mula-mula lembut dan berirama, namun semakin lama frekuensinya semakin cepat dan keras. Aku mulai menggila, suaraku terdengar keras sekali beradu dengan erangannya dan deritan ranjang yang bergoyang. Dia mencengkramkan kedua tangannya pada payudaraku, terasa sedikit kukunya di sana, tapi itu hanya perasaan kecil saja dibanding sensasi yang sedang melandaku. Hujaman-hujaman yang diberikannya menimbulkan perasaan nikmat ke seluruh tubuhku.

    Aku menjerit kecil ketika tiba-tiba dia tarik rambutku dan tangan kanannya yang bercokol di payudaraku juga ikut menarikku ke belakang. Rupanya dia ingin menaikkanku ke pangkuannya. Sesudah mencari posisi yang enak, kamipun meneruskan permainan dengan posisi berpangkuan membelakanginya. Aku mengangkat kedua tanganku dan melingkari lehernya, lalu dia menolehkan kepalaku agar bisa melumat bibirku. Aku semakin intens menaik-turunkan tubuhku sambil terus berciuman dengan liar. Tangannya dari belakang tak henti-hentinya meremasi dadaku, putingku yang sudah mengeras itu terus saja dimain-mainkan. Gelinjang tubuhku makin tak terkendali karena merasa akan segera keluar, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga penis itu menusuk semakin dalam.

    Mengetahui aku sudah diambang klimaks, tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dan berbaring telentang. Disuruhnya aku membalikan badanku berhadapan dengannya. Harus kuakui dia sungguh hebat dan pandai mempermainkan nafsuku, aku sudah dibuatnya beberapa kali orgasme, tapi dia sendiri masih perkasa. Dia biarkan aku mencari kepuasanku sendiri dalam gaya woman on top. Kelihatannya dia sangat senang menyaksikan payudaraku yang bergoyang-goyang seirama tubuhku yang naik turun. Beberapa menit dalam posisi demikian dia menggulingkan tubuhnya ke samping sehingga aku kembali berada di bawah. Genjotan dan dengusannya semakin keras, menandakan dia akan segera mencapai klimaks, hal yang sama juga kurasakan pada diriku. Otot-otot kemaluanku berkontraksi semakin cepat meremas-remas penisnya. Pada detik-detik mencapai puncak tubuhku mengejang hebat diiringi teriakan panjang. Cairan cintaku seperti juga keringatku mengalir dengan derasnya menimbulkan suara kecipak.

    Tohir sendiri sudah mulai orgasme, dia mendesah-desah menyebut namaku, penisnya terasa semakun berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya.. dengan geraman panjang dia cabut penisnya dari vaginaku. Isi penisnya yang seperti susu kental manis itu dia tumpahkan di atas dada dan perutku. Setelah menyelesaikan hajatnya dia langsung terkulai lemas di sebelah tubuhku yang berlumuran sperma dan keringat. Aku yang juga sudah KO hanya bisa berbaring di atas ranjang yang seprei nya sudah berantakan, mataku terpejam, buah dadaku naik turun seiring nafasku yang ngos-ngosan, pahaku masih mekangkang, celah vaginaku serasa terbuka lebih lebar dari biasanya. Dengan sisa-sisa tenaga, kucoba menyeka ceceran sperma di dadaku, lalu kujilati maninya dijari-jariku.

    Sejak saat itu, Tohir sering memintaku melayaninya kapanpun dan dimanapun ada kesempatan. Waktu mengantar-jemputku tidak jarang dia menyuruhku mengoralnya. Tampaknya dia sudah ketagihan dan lupa bahwa aku ini nona majikannya, bayangkan saja terkadang saat aku sedang tidak ‘mood’ pun dia memaksaku. Bahkan pernah suatu ketika aku sedang mencicil belajar menjelang Ebtanas yang sudah 2 minggu lagi, tiba-tiba dia mendatangiku di kamarku (saat itu sudah hampir jam 12 malam dan ortuku sudah tidur), karena lagi belajar aku menolaknya, tapi saking nafsunya dia nekad memperkosaku sampai dasterku sedikit robek, untung kamar ortuku letaknya agak berjauhan dariku. Meskipun begitu aku selalu mengingatkannya agar menjaga sikap di depan orang lain, terutama ortuku dan lebih berhati-hati kalau aku sedang subur dengan memakai kondom atau membuang di luar. Tiga bulan kemudian Tohir berhenti kerja karena ingin mendampingi istrinya yang TKW di Timur Tengah, lagipula waktu itu aku sudah lulus SMU dan sudah diijinkan untuk membawa mobil sendiri.

  • Cerita Sex Kakak Iparku Tergoda Dengan Body Mulusku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Kakak Iparku Tergoda Dengan Body Mulusku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    2006 views

    Perawanku – Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami.

    Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai.

    Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

    Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.

    Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.

    Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi.

    Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

    Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci.

    Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

    Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini.

    Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

    Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang.

    Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu.

    Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.

    Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.

    “Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

    Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni.

    “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.

    “Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

    “Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.

    “Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku.

    Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

    “Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

    Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

    Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

    Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.

    Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”

    “Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.

    Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.

    Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya.

    Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.

    Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

    Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

    “Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

    Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni.

    Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

    “Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

    Cerita Sex Sedarah,Cerita Bokep Sedarah,Cerita Ngentot Sedarah,Cerita Panas Sedarah,Cerita Hot sedrah,Cerita Kakak Ipar,Cerita Selingkuh Kakak Ipar,Cerita Dewasa Kakak Ipar

  • Cerita Sex Fransisca, Wanita Cantik Yang Kenikmatan Ketika Diperkosa

    Cerita Sex Fransisca, Wanita Cantik Yang Kenikmatan Ketika Diperkosa


    1700 views

    Perawanku – Cerita Sex Fransisca, Wanita Cantik Yang Kenikmatan Ketika Diperkosa, Perkenalkan namaku Fransisca, umur 19 tahun, darah keturunan dan sedang menimba ilmu di salah satu Universitas swasta di Surabaya. Aktivitasq sehari-hari hanyalah menghabiskan waktu bersama teman-teman dan pacar. Sebelumnya aku tidak pernah mengenal dunia malam, karena keluargaku tergolong sangat kaku dengan budaya barat tersebut namun aku berada di kalangan teman teman yang sangat kental dengan dunia malam apalagi pacarku, umurnya sudah dianggap matang untuk memulai sebuah keluarga namun masih saja mengikuti dunia malam.

    Hampir tiap sabtu aku harus pulang terlebih dahulu ketika menghbiskan waktu dengan pacar atau teman, karena orang tuaku memberikan jam malam meskipun di hari sabtu. Apa boleh buat, aq turuti saja kemauan mereka. Hal ini berjalan selama kurang lebih 3 bulan saja, aku mulai curi-curi waktu dengan alasan menonton bioskop midnight padahal aq merasakan kegembiraan di tempat dugem bersama pacar dan teman-temannya.

    Hubungan kami berjalan kurang lebih selama 6 bulan, dia merupakan pengusaha muda yang bergerak pada dunia otomotif. Aku mengenalnya karena teman-teman priaku merupakan anak klub mobil sehingga kami bisa dipertemukan.

    Sejalan dengan waktu aku sangat enjoy dengan gaya hidup tersebut berangkat sore pulang subuh, aku mulai tidak perduli dengan kata-kata orang tuaku. Mereka marah-marah dan aq tetap tidak peduli, aq hanya ingin merasakan kenikmatan dunia malam mulai dari pusing terkena minuman keras yang disuguhkan, berkenalan dengan orang serta musik yang ada .

    Hingga suatu saat pacarku dan teman-temannya membuka sebuah VIP room. Kurang lebih waktu itu pukul 10 malam, dan hanya ada 3 wanita di sana sisanya merupakan pria. Aku merasa sangat gembira karena memang dasarnya aq ingin menjadi terkenal seperti kakakq,dimana dia cukup terkenal dengan kecantikannya di para pria.

    ‘ Akhirnya aku bisa lebih populer daripada cece’

    begitu yang terlintas dipikiranku ketika hampir setengah pria yang di dalam room tersebut meminta pin bbq. Sedangkan pacarku terlihat cuek dengan teman-temannya yang meminta pin bbq.

    ‘ Sayang, kamu ga iri teman-temanmu minta pin bbq ta? ‘ tanyaku. Jawabnya ‘ Ga kog, merekakan teman-temanku. wajar ah ‘

    Sudah kurang lebih 1 jam berjalan, aq mulai sedikit pusing karena aq dipaksa minum secara halus oleh pacarku dan temannya kurang lebih sebanyak 5x. Maklum ya pacarku lebih agresif karena melihat aq menggunakan tank top putih yang ketat dan berdada rendah, matanya terkadang mengarah ke dadaku.

    ‘ Nakal ya matanya ‘ kataku kepada pacarku, Jawabnya ‘ hehehe, perhatiin mataku juga ya. kamu sih menggoda ‘

    Aku mulai pusing dan tidak dapat mengkontrol lagi pikiranku, namun aq merasakan ada hal yang menggelitiku di bagian pinggang. Pacarku sedang merangkul dengan nakal.

    ‘ Sayang, jangann. keri nih ‘ tandasku. Pacarku hanya senyum kecil kepadaku namun tetap dilanjutkan.

    Aku merasakan ada hal yang lain ketika pacarku mulai mencium leherku, adahal yang terasa aneh di kepalaku dan aq tidak mengkontrolnya. ‘ Urgh , sayangg ‘ rintihku. Disaat itu juga temannya mendekatikudan memberikan aku 1 minuman lagi, apa daya ku ketika dipaksa minum.

    Sudah dipastikan bahwa aq mabuk karena aq tidak berdiri tegak dengan baik hanya dapat melihat kecil saja. disaat itu aq merasakan ada yang mengajakku ke arah toilet VIP.

    ‘ Ayo ke toilet, istirahat aja di sana ‘ katanya. ‘ iya ‘ jawabku kecil.

    Namun ketika didalam toilet, istirahat tersebut membuat tubuhku kaku dan semakin menggeliat. Badanku sedang di eksplorasi secara pelan-pelan. Kepalku kembali merasakan hal yang aneh, ‘ ahhh, jangan ‘ aku hanya dapat mengatakan hal tersebut tetapi badanku menikmatinya.

    Ketika aku mencoba membuka mataku, pria tersebut merupakan temannya. Aku kaget dan mencoba meronta, tetapi apa daya dirinya benar-benar memgetahui lekukan tubuhku yang sensitif serta memberikan kenikmatan yang tidak pernah kurasakan.
    Lidah mulai berada didaerah dadaku, berputar-putar keleherku. Aku hanya dapat merintih ‘ Ahhh ‘ .

    Maklum tubuhku belum pernah tersentuh oleh pria, termasuk pacarku. Hanya saja kumpulan teman wanitaku adalah wanita nakal dan sering di’main’in oleh banyak pria. Hingga ada angapan bahwa aku juga sering di’main’kan banya pria padahal hal tersebut tidak pernah.

    Pria tadi sukses melepas semua bajuku, hingga aq sedikit meraskan kedinginan. Tetapi dengan sigap pria tersebut memelukq dan meremas-remas dadaku. rasanya hmmmmmmm, membuatku terangsang. Aku semakin menikmati tubuhku di mainkan oleh pria tersebut, aku mengerti sedang diperkosa tapi nikmat juga ya.

    Hingga aq merasakan ada yang mencoba masuk dalam liang vaginaku ‘ auh, sakit ‘ teriakku tipis, ‘ sakit ko, jangan. ko jangan ko ‘ dia hanya diam saja dan semakin mencoba memasukan batang pedangnya ke liang vaginaku yang masih perawan.

    ‘ kooooo jangannnnnnn ‘ ‘ jangann ko, please..jangan ya..’teriakq.
    aku sempat memangil pacarku tetapi tidak ada jawaban. seakan-akan aku ditinggal sendirian dan dipaksa pasrah serta memberikan badanku kepada pria ini.

    dan pedangnya pun berhasil masuk ke vaginaku. rasanya sakit sekali. ‘ ko sakitt ‘.
    dia menjawab ‘ sudah nikmatin aja, enak nih dapet perawan , hehehe ‘

    ternyata benar, ketika dia bergerak aku secara tidak sengaja mendesah ‘ ahhh ‘. aku sendiri tidak mengerti belajar dari mana suara tersebut. Aku hanya dapat menikmati kegelian yang ada di kepalaku. Dirinya juga sempat mengambil foto telanjangku, aku cuma pasrah dan pasrah.

    Ketika aku digoyang begitu hebatnya , tiba tiba ada yang memasuki toilet . Rupanya bukan pacarku,
    ‘ Bro, gimana mantab? ‘ tanyanya pria yang baru masuk.’
    Wah sumpah enak bro, perawan !! beritau si Deni, terimakasih sudah memberikan pacarnya kepada kita hahahaha ‘ sambil bergerak lebih kencang meng genjot tubuhku
    ‘ Gantian yo ‘ jawabnya
    ‘ okee berooo ‘ .

    Rupanya aku sedang diperkosa, dan pacarku mengkorbankanku untuk teman-temannya.

    ‘ ahh, iya ko…iya ko… enak… enakkk ‘
    ‘ ko, perkosa aq terus ajach ,gpp kog ‘
    ‘ ko, mau pake aq besok ta? kabar2in ya. aku jadi lonte ya gpp. ‘

    Tetapi apa boleh buat, jujur aq merasakan kenikmattan yang luar biasa ketika diajak bersetubuh dengan orang lain.
    dan sejak detik aku. aku dapat mengeluarkan suara-suara nakal yang membuat pria tersebut mengeluarkan cairan di mukaku. Dan aq digilir beramai-ramai oleh teman-teman pacarku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Kisah Ngentot Tante Imel Dan anaknya

    Cerita Kisah Ngentot Tante Imel Dan anaknya


    1991 views


    Perawanku –  Masih ingat sama saya ? Nama saya Vito, 35 tahun, saya yang beberapa waktu lalu bercerita tentang hubungan saya dengan kakak beradik Mirna dan Rere.

    Sekarang saya sudah tidak pernah bertemu mereka lagi, karena sehubungan dengan Andre -suami Mirna- yang dipindah tugaskan ke Jawa Timur, beserta keluarganya tentu saja. Kepindahan Mirna, sekitar 2 bulan lalu itu, tentu saja membawa dampak yang kurang baik bagi saya. Bagaimana Tidak ? selama hampir 5 bulan hubungan kami, saya mendapatkan pengalaman sex yang amat sangat indah dan hebat. Sekarang ? Ya,… saya terpaksa ‘bertugas’ lagi dengan Jenny, istri saya.
    Tapi, saya punya pengalaman unik lagi. Berawal dari hobby saya berenang, kira-kira 3 minggu yang lalu, saya memulai hubungan lagi dengan seorang ibu rumah tangga, kali ini beserta putrinya yang masih kelas 2 SMP. Ceritanya begini,…

    Waktu itu saya berenang di kolam renang milik sebuah Country Club, dimana saya tercatat sebagai membernya. Saat itu sudah amat sore, sekitar pukul 5. Saya baru saja naik ke pinggir kolam renang untuk handukkan. Saya melihat ada seorang gadis mungil bersama anak perempuan kecil, gadis itu kira-kira berusia antara 14-15 tahun.

    Karena gadis itu berdiri tidak jauh dari saya, saya liatin aja dia. Untuk usia segitu, badannya bolah dibilang bagus, wajah manis, kulit putih bersih, rambut panjang, swimsuit yang benar-benar sexy dan sekilas saya lihat bibir dan dadanya yang menantang sekali. Setelah saya perhatikan baik-baik, tiba-tiba ‘adik kecil’ saya bangun, bagaimana tidak,… ternyata dia tidak mengenakan celana dalam. Hal ini nyata sekali dari belahan vaginanya yang tercetak di baju renangnya itu.

    Eh,…ngak disangka-sangka, si anak kecil (yang ternyata adiknya), menghampiri saya, lalu dia bilang “Om, mau main bola sama Grisa gak ?”
    “Eh,… mmh,… boleh,… kamu sama kakakmu ya ?” tanya saya gugup.
    “Iya,… itu kakak !” katanya sambil menunjuk kakaknya. Lalu saya hampiri dia dan kami berkenalan. Ternyata, gadis manis itu bernama Revi, dan juga, dia baru kelas 2 SMP. “Mmh, Revi cuma berdua sama Grisa ?” tanya saya mencoba untuk menghangatkan suasana.
    “Nggak Om, kami sama mami. Mami lagi senam BL di Gym diatas!” kata Revi sambil menunjuk atas gedung Country Club. “Ooo,… sama maminya, toh” kata saya,“Papi kamu ndak ikut Rev ?”
    “Nggak, Papi kan kalo pulang malem banget, yaa,… jam-jam 2-an gitu deh. Berangkatnya pagiii bener” katanya lucu.
    Saya tersenyum sambil memutar otak untuk dapat berkenalan sama maminya, “Mmh, mami kamu bawa mobil Rev ? kalo ndak bawa, nanti pulang sama Om saja, mau ndak ? Sekalian Om kenalan sama mami kamu, boleh kan ?”
    “Boleh-boleh aja sih Om. Tapi, rencananya, habis dari sini, mau ke Mall sebentar. Grisa katanya mau makan McD.”
    “O,.. ya udah ndak apa-apa. Om boleh ikut kan ? Nanti pulangnya Om anterin” Tapi yang menjawab si kecil Grisa, “Boleh,… Om boleh ikut,….”

    Sekitar ½ jam kami mengobrol, mami mereka datang. Dan ternyata, orangnya cantik banget. Tinggi dan postur tubuhnya benar-benar mengingatkan saya pada Mirna, mirip abis. Buah dada yang besar dan ranum, leher dan kulit yang putih,… pokoknya mirip. Singkat cerita, kami pun berkenalan. Revi dan Grisa berebut bercerita tentang awal kami semua berkenalan, dan mami mereka mendengarkan sambil tersenyum-senyum, sesekali melirik ke saya.

    Nama mami mereka Imel, umurnya sudah 29 tahun, tapi bodinya,… 20 tahun. Ngobrol punya ngobrol, ternyata Imel dan suaminya sedang pisah ranjang. Saya dalam hati berkata, wah,… kesempatan nih. Makanya setelah makan dari Mall, saya memberanikan diri untuk mengantarkan mereka ke rumah, dan ternyata Imel tidak berkeberatan. Setelah sampai di rumahnya di bilangan Cilandak, saya dipersilahkan masuk, langsung ke ruang keluarganya.

    Waktu itu sudah hampir jam 8 malam. Grisa yang sepertinya capek sekali, langsung tidur. Tapi saya, Imel dan Revi ngobrol-ngobrol di sofa depan TV.“Mel, suamimu sebenarnya kerja dimana?”, tanya saya.
    “Anu mas,… dia kontaraktor di sebuah perusahaan penambangan gitu,” jawab Imel ogah-ogahan.
    “Iya Om, jangan nanya-nanya Papi.Mami suka sebel kalo ditanya tentang dia,” timpal Revi, yang memang kelihatan banget kalo dia deket sama maminya.Mendengar Revi bicara seperti itu, Imel agak kaget, “Revi, nggak boleh bicara gitu soal Papi, tapi bener mas, aku ngak suka kalo ditanya soal suamiku itu”.
    ”Iya deh, aku nggak nanya-nanya lagi,…” kata saya sambil tersenyum.“Eh Iya,… Mas Vito mau minum apa ?” tanya Imel sembari bangkit dari sofa, “Kopi mau ?
    “Eh,… iya deh boleh,… “ jawab saya.Tak lama kemudian Imel datang sambil membawa 2 cangkir kopi.“Ini kopinya,…” katanya sambil tersenyum. Revi yang sedang nonton TV, dengan mimik berharap tiba-tiba berkata, “Om, malem ini nginep di sini mau ya ? bolehkan mam ?” Imel yang ditanya, menjawab dengan gugup, “Eh,… mmh,… boleh-boleh aja,… tapi emangnya Om Vito mau ?” Merasa dapat durian runtuh, saya menjawab sekenanya, “Yah,… mau sih,… “
    Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan jam ½ 12 malam ketika Imel berdiri dari sofa dan berkata, “Mas Vito,aku mau ganti baju tidur dulu ya ?”
    “Eh, iya,… “ jawab saya, “kamu ndak tidur Rev, kan besok sekolah ?”“Mmh, belom ngantuk,… “ jawabnya lucu.Tak lama kemudian, Imel datang lagi ke ruang TV dengan mengenakan busana tidurnya yang tipis sekali. Di dalamnya dia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan Bra tanpa tali. Revi yang sedang tidur-tiduran di karpet terbelalak kaget melihat maminya memakai baju se-sexy itu.“Ya ampun,… mami,… bajunya itu lho, gak sopan banget.”
    “Gak papa Rev’, mami udah lama nggak pake baju ini. Sekalian nyobain lagi,” kata Imel sambil tersenyum ke arah saya, “Om Vito aja nggak keberatan, masa kamu keberatan sih ?”

    Saya yang masih terkagum-kagum dengan kemulusan body Imel, tidak bisa bicara apa-apa lagi.“ Rev’ kamu tidur sana, sudah malam. Besok terlambat sekolah,… mami masih mau ngobrol sama Om Vito,… sana tidur!” kata Imel.Saya yang memang sudah pingin sekali mencoba tubuh Imel, juga ikut-ikutan ngomong,

    “Iya, Rev’ besok telat masuk sekolahnya,… kamu tidur duluan sana.”Revi sepertinya kesal sekali di suruh tidur, “Aaahh,… mami nih. Orang masih mau ngobrol sama Om Vito kok,…” tapi dia masuk juga ke kamarnya.
    Setelah ditinggal Revi, saya mulai melakukan agresi militer.“Mel, kok kamu pake baju kaya gitu sih ? kamu tidak malu apa sama aku, kita kan baru kenal. Belum ada 1 hari,… kamu ndak takut apa kalo’ aku apa-apain ? “Mas, aku memang sudah lama nggak pake baju ini. Kalaupun toh pake, suamiku sudah nggak peduli lagi kok sama aku. Dia lebih memilih sekretarisnya itu,” kata Imel dengan mimik muka sedih.“Berarti suami mu itu tolol.

    Dia nggak liat apa, kalo istrinya ini punya badan yang bagus, kulitnya putih, bibirnya tipis,… wah, kalo aku jadi suamimu, thak perem kamu ndak boleh keluar kamar,” kata saya bercanda.
    “Dan lagi kamu punya ‘itu’ mengkel banget,…”Si Imel menatap saya dengan wajah lugu, “Itu apa mas ?”“Mmh, boleh aku jujur tidak ?”“Boleh,… ngomong aja ““Anu,… payudaramu itu lho,… mengkel banget, dan lagi aku yakin kalo ‘anu’mu pasti seukuran satu sendok makan” kata saya sambil melakukan penetrasi dengan mengelus pahanya.“Ooo,… ini,” kata Imel sambil memegang buah dadanya sendiri, “Mas Vito mau ? terus apaku yang seukuran…”Belum selesai Imel berbicara, langsung saja aku potong dengan memegang dan mengelus kemaluannya, “Ini,.. mu,… buka dong bajumu !” kata saya asal.
    Imel yang sepertinya sudah setengah jalan, langsung melepas kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sambil mengulum bibirnya yang tipis dan hangat, saya langsung membuka bra-nya. Imel dengan gerakan spontan yang halus sekali, membiarkan celana dalamnya saya lucuti.“Mas, aku sudah telanjang.

    Sekarang gantian ya,…” kata Imel tanpa memberi saya kesempatan bicara, Imel langsung melepas baju dan celana serta celana dalam saya, akibatnya dia shock setengah mati melihat batangan saya yang sudah terkenal itu. Hebatnya lagi, dia tanpa minta ijin, langsung jongkok di bawah saya dan mengulum si ‘adik’ dengan beringas. Sekitar 5 menit kemudian, dia berdiri dan menyuruh saya untuk menjilati bibir vertikalnya. Imel kelojotan setengah mati, ketika lidah saya menyapu dengan kasar klitorisnya.

    Imel saya suruh terlentang di karpet dan membuka kakinya, ‘Veggy’nya yang sudah basah itu, saya hajar dengan gerakan tajam dan teratur. Sambil terus menyerang, saya meremas buah dadanya yang besar, dan menghisap lidahnya dalam-dalam ke mulut saya. Sekitar 10 menit kami melakukan gaya itu, kemudian dia berdiri dan membelakangi saya dengan posisi menungging dan berpegangan di meja komputer didepannya, dia membuat jalan masuk dengan menggunakan kedua jarinya.

    Langsung saya pegang pantatnya dan saya tusuk dia perlahan-lahan sebelum gerakan makin cepat karena licinnya liang surga itu. Tak lama kemudian, Imel bergetar hebat sekali,… dia orgasme, tapi cairan sperma saya belum juga mau keluar. Saya percepat gerakan saya, dan tidak memperdulikan erangan dan desahan Imel, dalam hati saya berkata, dia enak sudah klimaks, aku kan belum. Tak lama kemudian saya sudah ndak tahan.

    Saya tanya : “Mel, aku mau keluar,… dimana nih ?”Di tengah cucuran keringat yang amat banyak, Imel mendesah sambil berpaling ke arah saya, “Di dalam aja mas ! biar lengkap “Benar saja, akhirnya cairan saya, saya semprotkan semua di dalam liang vaginanya. Banyak sekali, kental dan lengket.

    Setelah itu, kami duduk di sofa sambil dia saya suruh menjilati ‘Mr. Penny’ saya. Hisapan Imel tetap tidak berubah, tetap penuh gairah, walaupun bibirnya terkadang lengket di kepala ‘Mr. Penny’ saya.Sekitar 5 menit, Imel menikmati si ‘vladimir’, sebelum dia akhirnya melepaskan hisapannya dan bangun.“Mas, aku ke kamar mandi dulu ya,” katanya, “Aku mau nyuci ‘ini’ dulu,” sambil dia mengelus vaginanya sendiri.“Ya,… jangan lama-lama,… “ kata saya.

    Karena sendirian, saya kocok saja sendiri batangan saya. Tiba-tiba si Revi keluar kamar,… dia berdiri di depan pintu kamarnya sambil memperhatikan saya. Saya kaget sekali.“Loh, Rev… kamu belum tidur ?” tanya saya setengah panik.“Belum.” Jawabnya singkat. Lalu dia berjalan ke arah saya, sementara saya berusaha menutupi ‘Mr. Penny’ saya dengan bantal sofa. “Om, tadi ngapain sama mami ?” tanyanya lagi.“Eh,… anu,… Om sama mami lagi… “ belum selesai saya menjelaskan, Imel masuk ke ruang TV.

    Dia kaget sekali melihat Revi ada di situ. Sambil tangan kanannya menutupi vaginanya dan tangan kirinya menyilang menutupi buah dadanya yang ranum (tidak semua tertutupi sih…),Imel berkata, “Rev kamu ngapain, kok belum tidur ?”Revi berpaling menghadap Maminya, “Aku nggak bisa tidur, Mami tadi berisik banget. Ngapain sih sama Om Vito ?”Akhirnya saya menjelaskan, setelah sebelumnya menyuruh Imel duduk di samping saya, dan Revi saya suruh duduk di karpet, menghadap kami.“Revi, kamu kan tahu, Papi sama Mamimu sudah pisah ranjang selama hampir 4 bulan. Sebenarnya Om sama Mami sedang melakukan kegiatan yang sering dilakukan sama Mami dan Papimu setiap malam. Om dan istri Om juga sering melakukan ini,” kata saya sambil melirik Imel yang terlihat sudah agak santai.

    “Tapi karena sekarang ndak ada Papi, Mami minta tolong Om Vito untuk melakukan hal itu.”Revi terlihat sedikit bingung, “Hal itu hal apa Om ?”Di sini, Imel mencoba menjelaskan, “Rev, Mami jangan disalahin ya,…Revi sayang Mami kan ?”Revi tersenyum, “Iya lah, mi. Revi saayyaaaang banget sama Mami. Tapi Revi mau tahu, Mami sama Om Vito ngapain ?”Saya tersenyum sendiri mendengar rasa ingin tahu Revi yang cukup besar, “Om Vito sama Mami lagi making love.

    Kamu tahu artinya kan ?”“Mmh,… iya dikit-dikit. Jelasin semua dong Om,… Revi mau lihat,” jawab Revi.Wah,… kaget sekali mendengar Revi bicara begitu. Lalu saya melirik Imel, dan Imel mengangguk mengerti. “Revi beneran mau lihat Mami sama Om Vito making love ?” tanya Imel.Revi menjawab dengan polos, “Iya mau. Dan kalau Om Vito mau ngajarin, Revi juga mau diajarin,… biar bisa”. Saya beneran seperti ketiban durian runtuh, “Mmhh, tanya Mami ya ?! soalnya Om tidak bisa ngajarin, kalo Mamimu tidak ngijinin,… Om sih mau aja ngajarin.”Revi merajuk, merayu Maminya, “Mi, boleh ya ?”Imel ragu-ragu menjawab, “Kamu lihat aja dulu deh ya ?!”Sambil tersenyum Revi menjawab, “Iya deh,…,” senang sekali ia.
    Setelah itu, Revi saya suruh mundur beberapa langkah, dia masih duduk dan memperhatikan dengan serius, ketika saya ‘memamerkan’ batangan besar saya. Dan Revi hanya bisa melongo ketika saya mengulum bibir Maminya sambil mengelus-elus vagina yang tanpa bulu itu. Tak lama kemudian, Imel saya suruh untuk melakukan pekerjaan menghisap lagi. Sambil Imel disibukkan dengan pekerjaannya itu, saya menyuruh Revi untuk duduk mendekat disamping saya.

    “Lihat Rev, Mami seneng banget kan ?” kata saya. Sementara Imel melirik kami sambil terus menjilati ‘Mr. Penny’ saya. “Revi sudah pernah ciuman belom ?” tanya saya.“Belum Om.”“Mau Om ajarin ndak ?” tanya saya lagi sambil melingkarkan tangan saya di lehernya.“Mau !” jawabnya singkat.“Ya sudah,… Revi ikutin Om aja ya,… apa yang Om Vito lakukan, diikutin ya ?!”Belum sempat Revi menjawab, saya langsung saja mengulum bibirnya, tegang sekali si Revi. Ketika saya menarik lidah saya dengan lembut di dalam mulutnya, Revi terasa berusaha mengikuti, walaupun dengan gerakan yang tidak beraturan.

    Imel terus menghisap batangan saya, ketika saya melucuti tubuh anaknya yang putih bersih dan mulus itu. Buah dada Revi memang belum begitu besar, tapi untuk ukuran anak kelas 2 SMP, sudah cukup ranum. Puting susunya masih berwarna merah muda dan ketika saya memilin-milinnya, si Revi bergelinjang kegelian. Tak lama kemudian, Imel berlutut di depan saya dan membantu Revi melepas celana dalamnya yang berwarna hijau muda. Revi menurut aja ya sama Om Vito “kata Imel.

    Sementara saya meremas-remas toketnya, Imel menyuruh Revi untuk menggenggam batang ‘Mr. Penny’ saya.“Rev, sekarang kamu jongkok disini ya “ kata Imel, “Kamu hisap ‘Mr. Penny’nya Om Vito, seperti Mami tadi. Jangan dihisap terus, nanti kamu kehabisan nafas, “ Imel tersenyum sayang kepada Revi, “Kadang di lepas, terus di jilat-jilat. Pokoknya kayak Mami tadi. Bisa kan ?”Revi menjawab singkat, “Bisa, mam “Saya mengarahkan si ‘adik’ ke mulut Revi, sambil mengelus rambutnya yang hitam legam. “Pelan-pelan Rev, jangan ditelan semuanya ya !” Revi tersenyum.Imel memperhatikan cara Revi menghisap, kadang dia memberikan instruksi.

    Tak lama setelah itu, saya menyuruh Revi berdiri. Saya tersenyum memandang vaginanya yang masih rapat, tampak bulu-bulu halus menghiasi lubang sempit yang berwarna putih kemerahan itu. Terus terang saya tidak tega untuk menembusnya. Ya sudah, saya ciumi dan jilati saja ‘Veggy’ muda itu. Revi benar-benar kegelian. Akhirnya, Imel menyuruh Revi istirahat. Pekerjaannya dilanjutkan oleh Imel. Tanpa berbasa-basi, Imel langsung menduduki ‘Mr. Penny’ saya, dan mulai melakukan gerak maju mundur, nikmat sekali. Sambil Imel terus mengerjai ‘Mr. Penny’ saya, saya meremas-remas toketnya.

    Setelah itu, kami pindah tempat. Saya berbaring di karpet, dengan Imel masih menduduki si ‘adik’, kali ini dia membelakangi saya. Revi yang hanya diam melihat aksi kami, saya suruh mendekat ke arah saya. Saya menyuruh dia untuk jongkok, dengan posisi ‘Veggy’nya di mulut saya. Sambil saya remas pantatnya, saya tembus liang sempit itu dengan lidah, terkadang, saya sapu dengan jari, sampai akhirnya, setengah jari tengah saya, masuk ke ‘Veggy’nya dan direspon dengan gerakan yang sangat liar. Revi mulai mendesah tidak karuan, sementara pada saat bersamaan, Maminya mendesah keenakkan.

    Saya mulai serius menanggapi Imel. Revi saya suruh menyingkir. Setelah itu, saya membalik tubuh Imel, sekarang dia yang dibawah. Saya lebarkan kakinya dan saya tusuk dengan tajam dan tanpa ampun. Kali ini, Imel bertahan cukup lama, dia sudah mulai terbiasa dengan tusukan-tusukan saya. Akhirnya Imel tidak tahan juga, begitu juga saya. Dia orgasme, berbarengan dengan saya yang kembali memuntahkan sperma ke dalam liang kemaluannya. Setelah melepas si ‘vladimir’, Revi saya suruh menjilatinya.“Mmmhhh,….. Om… kok asin sih rasanya ?“ protes Revi.Imel sambil terengah-engah menjawab, “Memang gitu rasa sperma. Tapi enak kan ? Mami bagi dong ?!”Saya senyum-senyum saja melihat anak beranak itu berebut menjilati ‘Mr.

    Penny’ saya. Pada saat itu, saya teringat Vina (anak Mirna) yang selalu senang dan tertawa ketika melihat ibu dan tantenya berebutan ‘Mr. Penny’ dan menjilati sisa sperma di ujungnya. Begitu juga Imel dan anaknya, Revi, yang seperti mengagungkan batangan saya. Saya memegang kepala ibu dan anak itu, dan dengan maksud bercanda, kadang saya buat gerakan yang memaksa mereka harus berciuman dan menempelkan lidah masing-masing. Mereka tertawa dan tersenyum ceria, tanpa beban.

    Sekali dua kali, kami masih sering bersenggama bertiga. Tapi sekali tempo, saya hanya berdua saja dengan Revi, yang benar-benar telah merelakan keperawanannya saya ambil. Tapi kalau dengan Imel,… wow, jangan ditanya berapa kali, kami sering janjian di sebuah restoran di PIM, dan Grisa, anak bungsu Imel, selalu diajak. Pernah suatu saat, ketika saya dan Imel sedang ‘perang alat kelamin’ di kamar mandi rumahnya (tanpa menutup pintu), Grisa tiba-tiba masuk dan menonton dengan bingung adegan saya dan Maminya yang sedang nungging di bathtub.

    dia bertanya kepada Maminya (walaupun tidak dijawab, karena sedang ‘sibuk’ “Mami diapain Om Vito, kok teriak-teriak ?” katanya. Dan dia pun ikut menyaksikan kakaknya, yang saya senggamai di ruang TV, di samping Maminya yang telanjang bulat, dengan sperma di buah dadanya yang besar itu (bila saya buang di luar, dia tidak mau membersihkan sendiri, selalu menyuruh Revi untuk menjilatinya).
    Kami masih sering melakukan itu sampai sekarang. Untuk yang satu ini, saya tidak mau berbagi rezeki dengan teman kantor saya, tidak seperti sewaktu dengan Mirna dan Rere.

  • Cerita Sex Lepas Jilbab Gara Gara Ketagihan ML

    Cerita Sex Lepas Jilbab Gara Gara Ketagihan ML


    1122 views

    Perawanku – Cerita Sex Lepas Jilbab Gara Gara Ketagihan ML, kenalin gue nando .. gue mau ceritain pengalaman gue yang terjadi 3 tahun yang lalu. waktu itu gue baru lulus SMA .. ciri” gue badan cukup berisi , tampang gak jelek” amat .. kata orang gue cool , dan gue orang nya asik .. ukuran penis gue 12 cm dan diameter 4 cm .. lumayan lah ..

    waktu itu sih masih booming nya sama jejaring sosial Fb .. jadi suatu malam gue ngerasa suntuk banget di rumah .. jadi gue mutusin buka laptop , cuci mata sambil download bokep baru ..

    Iseng , gue coba ngajak cwe chating di Fb , doi namanya Ria .. cwe baik , cantik , tembem , imut banget dah ..
    si doi kayaknya alim banget , soalnya hampir semua fotonya di Fb pake jilbab ..

    asik chating , alhasil gue dapat nomor hp si doi .. setelah kontak beberapa hari deal deh kami berencana ketemuan di salah satu cafe di kota gue itu ..

    sumpah deh doi emang imut banget , pas lah untuk cwe berumur 16 tahun kyak dia ..

    Cerita Sange Lepas Jilbab Si doi emang alim banget .. dia datang ke cafe make jilbab dan dengan pakaian yg tertutup dari bayangan gue ukuran toket si doi skitar 34 .. cukup gede untuk ABG 16 tahun .

    Belum ada pikiran gue ke hal yg negatif .. setelah seharian jalan , pas gue nganterin si doi pulang gue mutusin buat nembak dia .. ternyata dia juga punya perasaan yang sama ma gue .. dan gue di terima , pas doi mau turun mobil gue pipi gue di cium .. itu bikin gue jadi tambah sayang sama dia ..

    Selang beberapa hari , si doi ngebet banget ngajak ketemuan .. kebetulan mobil lagi di service .. gue mutusin aja jemput dia pake motor ..

    Nyampe di rumah si doi nyambut gue dengan senyuman manisnya .. Gue di kenalin sama ortunya sebagai teman sekelas , mklum lah si doi belum boleh pacaran .. Trus gue minta izin deh sama nyokap nya buat ngajak doi keluar bentar ..

    Nasib sial menimpa kami di persimpangan , hujan turun .. berhubungan persimpangan itu gak jauh dari rumah gue , gue ajak aja si doi ke rumah ..

    “emang gpp kita kerumah yank? “katanya . “gpp , aku cuma tinggal sendiri” jawab gue meyakinkan .

    “oke deh” kata doi mengiyakan ajakan gue . mendengar persetujuan dari si doi , langsung aja deh gue terobos tu lampu merah , daripada kehujan ..

    Nyampe di rumah , gue suruh aj doi ngeringin badan dengan handuk yang gue ambil dari kamar ..

    Trus doi juga minta izin mau shalat bentar , untung kamar nyokap gue gak di kunci , jadi gue bisa ngambilin mukena dan sajadah buat dia ..

    Selesai shalat si doi manggil gue .. “yank, ada baju ganti gak? basah banget nih” teriak si doi dari kamar gue ..
    Gue masuk kamar dan bongkar lemari , gue kasih satu baju kaos dan 1 celana pendek buat dia .. “buka aja semuanya dulu, pake ini aja” kata gue .

    Dengan senyuman manis si doi mengangguk tanda menyetujui kata2 gue . Langsung deh gue keluar kamar “aku tunggu di meja makan ya, udah aku bikin teh panas buat kamu” kata gue sebelum nutup pintu ..

    Selang beberapa menit , si doi ngagetin gue yang lagi asik main game di laptop , gue kaget dan ngelirik ke belakang . gue makin kaget lagi ngeliat si doi yang udah make baju dan celana gue .. dia keliatan sexy dan cantik banget , ternyata rambut doi lurus dan panjang sepunggu .. baju gue kebesaran buat dia tapi menghadirkan sensasi yang lain yang bikin birahi gue naik .. konak deh penis gue ..

    “dooorr!!” kata nya ngagetin gue yang lagi asik dengan lamunan gue .. “aku sexy yah? ” tanya si doi sambil ngedipin mata ..

    merasa di pancing gue berdiri dan ngasih kecupan di kening nya .. “iya kamu cantik banget sayang, makin sayang deh” kata gue ngerayu .

    si doi membalas ciuman gue , dan mendaratkan bibir manis nya di pipi gue ..

    Setelah mendapatkan ciuman dari si doi , gue ambil laptop dan ngajak si doi duduk di sofa .. Asik2 cerita sama dia , si doi ngajak gue foto2 pake laptop gue .. abis foto2 dia buka2 folder di laptop gue , dengan usaha mencari dimana hasil foto kami berdua tadi .. sedangkan gue minta izin sama si doi untuk ke kamar mandi ..

    Pas gue balik mau duduk di sofa , gue heran ngeliat si doi bengong plototin layar laptop gue .. Ternyata si doi nonton video bokep hasil gue download .. Gue kaget campur malu sama si doi . “kamu suka nonton ini ya yank? ” tanya doi .. salting , gue jawab aja dan nanya balik “lumayan yank, kenapa emangnya?

    “Gpp sih, aku juga pernah nonton dirumah, hehe” kata nya sambil nyengir . Bahagia banget gue, gue pikir si doi mau marah .. Gue beraniin diri buat ngajak dia nonton bareng “nonton bareng yuk yank” ajak gue . “yuk sini” kata nya sambil senyum ..

    Langsung deh gue ambil posisi duduk merapat dengan dia.. beberapa menit nonton, si doi keliatan gelisah banget pas adegan cwo lagi jilat vagina cwe artis video itu .. Gue elus2 kepalanya , dan merapatkan di bahu gue.. “udah horny ya yank?” tanya gue . Doi cuma senyum dan langsung mendaratkan ciuman nya di bibir gue . Gue balas ciumannya dengan kuluman kecil dan lidah gue yang berusaha mencari lidahnya .. Sampai akhir lidah kami berpagutan yang bikin penis gue langsung berdiri .

    Tangan gue udah mulai liar menjalar ke dadanya , dengan sekali ayunan gue berhasil memegang bongkahan gunung yang berukuran 34 itu .. ternyata si doi gak make bra lagi , mungkin di buka karna basah tadi pikir gue . Merasakan sensai indah di dadanya , si doi makin liar berciuman dengan gue ..

    Cerita Sange Lepas Jilbab Dengan sedikit usaha , gue berhasil mengingkap baju kaos gue yang di pake si doi , dan gue buka sampe si doi bertelanjang dada .

    pandangan indah melihat gunung kembar si doi yang gak ada penutup satupun , putingnya berwarna pink menandakan belum ada yang menjamah dada indahnya itu .

    Si doi tersandar di sofa , dan gue langsung mendaratkan ciuman di dada kirinya , sedangkan tangan kiri gue sibuk meremas dada kanannya ..

    “AAhh .. heeemm .eeehh aaah …eeeenaaakkk yaaankk…..teruuuuusss yyaaank ” hanya itu yang keluar dari mulut doi .

    Puas memberi cupangan di dada kiri si doi, gue ngambil posisi cipokan lagi sama dia dan tangan kiri gue yang belum berhenti meremas dada kanannya .. Tangan si doi juga ikut liar , dengan sedikit usaha tangan kanannya sudah sampai di celana gue .. Dia meremas2 kecil penis gue yang masih terbungkus celana pendek gue itu .. “boleh aku buka yank” katanya si sela2 proses ciuman gue dengannya .

    “boleeh sayaang, itu emang punya kamu kok … aaah” kata gue .. Si doi beranjak dari posisi dan menurunkan celana pendek gue beserta CD gue .. terpampanglah penis besar gue yang udah konak banget dari tadi .. Tanpa pikir panjang si doi mengocok2 penis gue itu .. “aaaahhh…kocok teerruus sayaang … eeennnaak bangeet kocokaan kmuu ” erang gue . Si doi mulai berani mencium2 kepala penis gue di sela2 kocokannya .. di jilatnya dan penis gue akhirnya di kulum nya .

    Mungkin udah cukup belajar dari video yang kami tonton tadi , si doi memberikan sepongan yang yahuuut banget .

    Gue mutusin untuk ngajak si doi pindah tempat “kita kekamar aja yuk yaank” ajak aku sama si doi .

    Dia mengangguk dan tidak lupa senyum sama gue . Langsung deh gue gendong dia dan berjalan ke kamar gue yang berjarak sekitar 3 meter dari sofa tadi .. Sesampai di kamar gue menidurkan si doi di spring bed gue dengan penuh cinta ..

    Gue langsung memberikan ciuman dari kening pipi , bibir , leher hingga ke dadanya .. “geliii saayaang… tapiii eennaakk … teruuuuss yaank” kata si doi . Tidak menghiraukan ceracaunya .. gue memberikan kuluman di puting dada kanannya .. Tangan gue udah mulai menjalar dari paha sampai ke selangkangan si doi , gue elus2 vaginanya yang masih terbungkus celana pendek gue yang di pakainya itu . berusaha gue menurunkan celana itu , dengan sekali gerakan gue berhasil melorotkan celana itu sampai ke pahanya .. vagina indah dengan bulu2 halus khas ABG perawan 16 tahun terpampang di hadapan gue .. gue meneruskan ciuman gue di vaginanya dan terus menurunkan celananya sampai akhirnya si doi bertenjang bulat di depan gue ..

    Tanpa pikir panjang gue buka selangkangan dia sampai akhirnya dia mengangkang .. gue merubah posisi untuk menjilat vaginanya dan membuka baju kaos yg gue pake .. ciuman dan jilatan kecil gue daratkan di klitoris si doi .. “aarrrgghh .. geliii sayaaanggg ” katanya . tidak menghiraukan erangannya , gue terus menjilat vagina yang wangi itu .. 5 menit gue menjilat vaginanya , tubuh si doi mengejang dan mengeluarkan cairan dari vaginanya tanda dia telah orgasme untuk yang pertama kalinya . gue jilat sampai habis tak bersisa cairan itu .. si doi terkulai lemas dan gue merubah posisi berbaring di sebelah kirinya .. dia memeluk gue dan mencium bibir gue . “makasiih sayang.. aku ciinta kamuu” bisiknya di telingaku .

    Setelah beberapa menit istrahat dan merasa tenaganya terkumpul kembali si doi mencium bibir gue , sambil tangannya mengelus2 kenjantanan gue .. Tidak mau kalah gue meremas lagi bongkahan dada montok nya , selang beberapa menit tangan gue menjalar lagi ke vaginanya .. gue elus bagian sensitif itu hingga akhiirnya lenguhan dan erangan kembali keluar dari mulult si doi ..

    Gue kembali berusaha membuka pahanya , dan membuat dia mengangkang lagi . gue merubah posisi bersimpuh di antara pahanya itu .. gue cium bibirnya .. dan gue memposisikan penis gue untuk menyodok vagina indah itu . “jangaaan yank… sakiiittt..” pintanya sama gue . “cuma sakit dikit sayang, nanti pasti enak, janji deh” kata gue meyakinkan . “pelan2 ya yank, ini yang pertama buat aku” balasnya . ternyata si doi belum pernah merasakan penis menerobos masuk vaginanya ..

    Gue elus2in kepala penis gue di bibir vaginanya , dan mencoba memasukan ujung penis gue itu .. sedikit usaha kepala penis gue udah masuk ke liang kenikmatan itu ..

    “aaakkkhhhh yaaankk” pekiknya . aku kembali mencium bibirnya , sambil lidah kami saling bertarung . aku tusuk vaginanya itu sampai semua bagian penis gue tertanam di dalam liang kenikmatan wanita yg gue cintai itu ..”aaaakkhhhh yyaankk sakiiit bangeeett” teriaknya dan airmatanya mulai keluar dari matanya .. gue memaju mundurkan pinggang gue dan gue melihat bercak merah keluar keluar dari vaginanya di sela2 goyangan penis gue di vaginanya .. teriakan si doi akhirnya menjadi lenguhan indah “aaahh uuuhhh eeehhhmm” begitulah yang keluar dari mulutnya 15 menit gue menggenjot si doi , gue mencabut pusaka gue tersebut dan meminta si doi untuk nungging dan mengambil posisi doggystyle .. lalu gue mengarahkan penis gue ke bibir vaginanya .. setelah masuk semua nya .. gue menggenjot lagi seperti menunggangi kuda ..

    Cerita Sange Lepas Jilbab 10 menit gue genjot, si doi teriak “akuuu mauuu keluuaar sayaaanggg aaahhhh” .. “akuu jugaa sayang.. kitaa barengan yaah” kata gue ..

    tak lama tubuh si doi mengejang dan gue merasakan cairannya mengalir keluar dari vagina .. dan crrooott croott crrooott .. gue menumpahkan lahar panas gue di dalam vagina si doi .. si doi jatuh ambrok di spring bed gue , gue pun terkulai di samping nya .. kami tertidur sambil berpelukan ..

    Beberapa lama , sebuah ciuman di bibir gue membangunkan gue dari tidur .. “makasiih sayang… jangan tinggalin aku yaa,, aku cinta banget sama kamu” katanya . “aku juga cinta kamu sayaang” kata gue membalas kata2nya .

    “kita mandi yuk” ajak nya . aku mengangguk dan kami bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi , di kamar mandi kami cuma berciuman di bawah shower .. setelah merasa bersih , gue mengambil handuk dan mengeringkan badan si doi .. dan si doi juga melakukan hal yang sama terhadap gue .. lalu kami keluar kamar mandi dan berpakaian kembali ..

    Setelah kami berpakaian rapi , si doi meminta untuk di antar pulang , jam dinding ketika itu menunjukan pukul 17.15 .. aku mengiyakan sambil memberikan ciuman di bibirnya , kami berciuman beberapa menit .. lalu menggandeng nya keluar rumah dan gue mengantarkan si doi pulang .. sekitar pukul setengah 6 , kami sampai di rumah si doi .. dan mengantarkan dia sampai ke depan rumah .. kedatangan kami di sambut nyokapnya ..

    “asik jalan2 nya hari ini Ndo?” tanya nyokap si doi . “asik tante, Ria nya gak bandel kok” kata aku nyengir sambil nyubit kecil pipi si doi .

    Gue pamit lalu pulang untuk istirahat ..

    Setelah kejadian itu si doi mulai melepas jilbabnya dan sering berpakaian sexy ketika pergi main sama gue .. dan selama setahun lebih kami pacaran sampai si doi lulus dan kuliah di kota gue itu , kami selalu ML di rumah gue .. 2 kali seminggu bahkan 3 kali seminggu kami melakukan hubungan badan ..

    Gue terpaksa ninggalin dia karna gue mau ngelanjutin kuliah di luar pulau .. dan tidak pernah lagi berhubungan dengan si doi . Kabar terakhir yg gue dengar setelah 2 bulan gue pisah dari si doi , ternyata dia mau nikah karena hamil di luar nikah . Mungkinkah itu anak gue atau anak pacar baru nya . Ah entahlah.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Bercinta Dengan Bini Orang

    Bercinta Dengan Bini Orang


    1796 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Bercinta Dengan Bini Orang ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sebagai seorang ibu rumah tangga bekerja pagi itu sudah aku menyelesaikan semua. Aku hempaskan diriku di sofa ruang keluarga untuk melihat acara TV pagi. Setelah aku pindah di sekitar saluran TV ternyata tidak ada acara penonton.

    Akhirnya saya memutuskan untuk berbaring di kamar tidur. Setelah beberapa lam merebahkan tubuhku tidak mau berubah dengan mata tertutup. Rumah besar ini yang merasa sangat kesepian di saat-saat seperti ini. Maklum suami bekerja di kantor kembalinya awal pukul 15.00 WIB, yang kuliah pertama saya di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung.

    Mulut anak saya yang kedua pagi untuk meminta izin untuk pulang sore karena ada acara ekstrakurikuler di sekolah. Sebagai seorang istri saya menetapkan bahwa karyawan BUMN pada usia 45 tahun yang memiliki kesempatan untuk mengurus tubuh.

    Terbaru mesum cerita | Teman-teman saya sering memuji kecantikan dan kesintalan tubuhku. Tapi sering membuat saya tidak nyaman adalah tatapan seorang pria yang tampaknya menanggalkan pakaian saya. Bahkan teman-teman teman-teman saya sering berlama-lama bermain di rumahku. Aku tahu mata mereka sering mencuri pandang ke arahku.

    rumah saya terletak di pinggiran kota S, kawasan yang kami huni tidak terlalu padat. halaman rumah saya luas terutama bagian depan berada di sisi halaman, tetapi ada banyak ditumbuhi warna pepohanan. Kami membuat teras juga di sebelah rumah kami. Rata-rata kamar saya dan suami saya punya balasan jendela langsung menghadap halaman samping rumah kami.

    Namun sempat menutup mata saya, saya mendengar suara dari halaman samping rumah saya. Aku bangkit dan melihat keluar. Aku melihat dua anak SMP di dekat mulut saya. Mereka seem’re mencoba untuk memetik mangga yang berbuah.

    Tentu saja Anda sebagai pemilik rumah tidak laku bahagia dari anak-anak ini. Aku bergegas keluar rumah.Seraya dgn bertolak pinggang aku berkata kepada mereka,

    “Saudara, jangan dipetik sekali ketika Anda memasak pasti Ibu cinta”.

    Tentu saja mereka berdua ketakutan. Aku melihat mereka jatuh di wajah mereka. Aku hendak mendapatkan tadi marah akhirnya merasa kasihan.

    “Tidak apa-apa Sis, Ibu hanya meminta untuk tidak picked’m masih belum matang nanti jika sakit perut bagaimana” aku mencoba menghibur.

    Mereka berani mengangkat wajah sedikit. Dari makeup dan penampilan mereka tampak bahwa anak-anak mereka mampu. Melihat wajah mereka kasihan mereka yang akhirnya saya membawa mereka ke dalam rumah. Aku bertanya-tanya mengapa di jam belajar mereka benar-benar ada di luar sekolah ternyata belajar terserah guru pertemuan.

    Setelah tahu begitu aku memiliki mereka tinggal untuk sementara waktu karena mungkin mereka belum dijemput. Iseng-iseng saya juga punya teman untuk ngobrol. Benar dugaan mereka adalah anak-anak orang kaya, meskipun keduanya masih kecil, tapi aku bisa melihat garis ketampanan mereka yang muncul bersama dengan orang-orang yang membersihkan kulit putih. Yang satu bernama Doni yang hanya lagi disebut Edo.

    Ketika obrolan saya tahu mata mereka sering menyelinap melihat dada saya, saya menyadari bahwa saya tidak punya tombol dasterku waktu kancing., Sehingga bagian atas payudara saya yang terlihat jelas. Saya pikir itu adalah orang yang sama yang hanya dari muda ke mulut tua. Pada awalnya saya tidak suka perilaku mereka, tapi akhirnya ada perasaan lain yang aku membiarkan mata mereka untuk menikmati keindahan payudara. Aku sedang menikmati perilaku mereka kepada saya.

    Bahkan, saya berpikir bahwa lebih gila lagi untuk menggoda mereka, aku sengaja membuka beberapa tombol dasterku alasan hari itu sangat panas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin tidak nyaman. Sekarang mereka bisa melihat secara bebas.

    “Hayoo .. pada ngliatin apa!”, Aku pura-pura mengagetkan mereka.

    Tentu saja itu sangat membuat mereka sangat tidak nyaman.

    “Ti .. DAK .. kenapa .. Bu Heni” Doni membela diri.

    “Aku .. itu acara TV yang baik Bu Heni” tambah Edo.

    “Tidak apa-apa Aku tahu kau melihat payudara Ibu mengakui aja ..” Saya mencoba untuk mendorong mereka.

    “E .. Anu Bu Heni” Edo tampaknya untuk mengatakan sesuatu, namun belum selesai kalimat yang saya diucapkan kembali menimpali,

    “Mama kalian juga harus, pertama kalian netek dari Mama Anda”

    “Aku .. ya Bu Heni,” kata Doni. “Tapi sekarang kita sudah tidak netek lagi, lagian punya lain Mama ama memiliki Bu Heni” Edo tampaknya telah mampu menguasai situasi.

    “Lain apa?” Saya bertanya.

    “Mama Got Bu Heni belum sebesar” jawab Doni.

    Kata-kata ini membuat saya berpikir lebih gila lagi. Semakin meningkatnya gairah yang telah mengatasi norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kontrol yang Anda miliki di depan saya adalah anak-anak yang tidak bersalah yang masih pikiran yang bersih. Aku menarik kursi ke mereka.

    “Doni, Edo Anda mungkin sekarang tidak netek lagi karena Anda memiliki banyak Anda harus benar-benar ..” kataku.

    Tentu saja, kata-kata ini membuat mereka penasaran. “Can melakukan Bu Heni,” kata Doni.

    “Bisa netek ibu yang sama, Anda tidak akan ..?” Aku bertanya, meskipun aku sudah tahu jawaban mereka.

    “E .. ma .. u” kata Edo.

    “Saya akan senang dong” jawab Doni.

    Jawaban mereka membuat saya lebih bersemangat. Saya pikir hari ini saya akan mendapatkan sensasi orang-orang muda. Aku duduk di depan mereka dan kemudian dengan tergesa-gesa sedikit aku membiarkan daster bagian dari saya sehingga sekarang hanya menutupi saya atas tubuh BH krem. Sepertinya mereka tidak sabar lagi terlihat dari tangan mereka yang mulai menggeraygi susu saya. Saya geli melihat perilaku mereka.

    “Kesabaran sayang .. Ibu off bra pertama” kataku sambil tersenyum.

    Setelah saya menghapus bra, tumpahlah isinya, payudara saya sekarang terbuka bebas. Mereka semakin melotot mata menatap payudara saya. Tampaknya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan. “Mari kita mulai mengapa bahkan bingung” Aku sadar mereka.

    Mereka bangkit dari tempat duduknya. tangan mereka tampak berebut untuk memeras. “Jangan melawan dong .. ah .. .. e Doni yang meninggalkan mulut kanan” perintah.

    Birahiku meningkat, sementara Doni sudah mulai menempelkan bibirnya ke puting saya sambil membelai dipilin- Edo masih terdampar puting. Edo mulai mengisap puting saya. Oh betapa aku merasa seolah-olah melayg ke awan, terutama ketika mereka berdua secara bersamaan mengisap napas dalam napas.

    Tanganku membelai kadang-kadang sedikit robek sambil memegang kepala mereka untuk lebih dalam menikmati payudara saya. Mereka semakin menikmati mainan mereka, aku terbawa, saya ingin lebih dari hanya ini. Aku bahkan lupa.

    Ketika nikmat baru kesenangan tiba-tiba isapannya rilis Edo mengatakan, “Bu Heni mengapa tidak keluar susu?”.

    Saya terkejut harus menjawab apa akhirnya Anda menjawab santai, “Edo tidak akan, jika tidak ingin membiarkan Doni hanya .. ingin tidak?”

    “Ingin ..” Edo jawaban langsung.

    Doni mengabaikannya lebih sungguh-sungguh menikmati payudara saya. Akhirnya, saya ingin lebih dari itu.

    “Don .. Edo .. Air .. pertama berhenti ..” tanya saya.

    “Apa Bu Heni?” tanya Doni.

    “Kami ke ruang yuk .. Posisi yang benar-benar buruk di sini” jawabku.

    Lalu aku berdiri saja daster yang saya pakai merosot. Mata mereka menataptubuhku gemuk mulut lapar.

    “Ayo ..” Saya diundang.

    Aku berjalan ke kamarku hanya menggunakan celana dalam hitam yang yang kontras dengan mulut kulit putih. Dipimpin oleh hidung seperti kerbau mereka mengikuti saya. Di ruang aku duduk di sisi tempat tidur. “Don .. Edo .. sayang lepas seragam Anda” Aku memohon.

    “Tapi Bu Heni” Edo masih agak ragu.

    “Ayo ditaati” jawab saya.

    Malu-malu mereka mulai melepas baju seragam dan celana. Lihatlah, penis laki-laki muda telah ngaceng. rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh lebat, sementara batang kemaluannya belum tumbuh benar masih agak kecil. Namun, melihat pemandangan ini libidoku naik semakin tinggi.

    “Bu Heni kecurangan ..” kata Edo.

    “Mengapa menipu bagaimana?” Saya bertanya.

    “Bu Heni tidak melepas celana Ibu!” kata Edo.

    Gila anak ini, aku tersenyum dan kemudian bangkit dari tempat duduk. Lalu aku menghapus celana saya. Sekarang kami bertiga telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. tatapan mereka tetap pada objek yang di bawah pusar saya.

    Bulu yang tumbuh tebal dan hitam yang menarik perhatian mereka. Aku duduk kembali dan agak meringsut ke rangjang lalu meletakkan kaki dan mengangkangkannya saya. Pussy terbuka lebar dan tentu saja terlihat isinya. Mereka semakin dekat dan melihat vagina saya.

    “Ini adalah vagina, yang lainnya dengan Anda” Saya jelaskan

    . “Kau lahir di sini” aku melanjutkan.

    tangan mereka membelai bibir vagina. Ini Touches lezat. “Inilah sebabnya mengapa ada lubang lagi” tanya Doni.

    “Mengapa lubang untuk BEOL” Saya agak geli saat ia menjelaskan.

    jari Doni masuk ke lubang vagina saya dan bermain di dalamnya. Cairan tampak semakin membanjiri liang vagina. Sementara tampaknya lebih tertarik lubang jari Edo duburku. Edo jari yang pada awalnya mengelus anal lubang kemudian muncul untuk memulai berani untuk masuk ke dalam duburku lubang.

    Aku membiarkan kesenangan ini berlangsung.

    “Ouw .. a .. duh .. e .. sekali .. nik nak .. .. mat .. sa .. balas .. Terr .. kita” Aku mengerang.

    Para pemuda di ini agak lama aku biarkan mengobok- obok lobangku lobang-. Memang orang-orang muda yang memberi saya senang. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berbicara hanya mengerang dan terengah-engah yang sengal.Akhirnya saya mendorong mereka aku bangkit dan pergi ke orang-orang yang berdiri di tepi tempat tidur. Aku berjongkok di depan mereka sambil memegang tangan saya diikuti oleh meremas-meremas penis mereka kecil.

    Aku meletakkan wajahku pada penis Doni aku kulum dan menjilat kepala penis laki-laki muda nan ini. lutut Doni tampak senang. Aku memasukkan seluruh batang penis ke dalam mulut saya dan saya membuat gerakan bolak-balik. Doni tangan erat mencengkeram kepala. Sementara tangan-shake untuk mengocok lain satu penis Edo.

    “Bu Heni .. katakanlah .. ya .. ma .. u .. ken .. kucing ..” Doni mengerang.

    Tampaknya anak ini akan orgame aku tidak benar membiarkan ini terjadi karena saya masih ingin ini berlanjut.Kemudian permainan saya beralih pada penis Edo. Tampak penis agak lebih besar dari Doni milik. Aku mulai menjilat dari pangkal sampai ke ujung, menari lidah saya di kepala penis Edo. Saya tusukan-tusukan kecil lubang Edo kemih maka saya memasukkan seluruh batang penis Edo. Edo menarik rambut tegang sekali ketika saya mendapatkan mempercepat kulumanku.

    “Wouw .. a .. aku .. .. mo ga ju .. .. .. ya ken .. cing” Edo mengerang.

    Aku berhenti kulumanku maka saya bangkit dan naik ke tempat tidur dan kemudian aku kangkangkan kaki lebar sehingga vagina yang terbuka lebar. “Siapa bayi pertama, itu tititnya dimasukkan ke sini” aku berkata dengan tangan menunjuk ke vagina lubang yang tampaknya sudah direndam.

    Mereka berpendapat, tampaknya membuat perjanjian. Dan akhirnya pertama Doni yang Sebaiknya menusuk. Doni naik ke tempat tidur dan mengangkangiku tampak penis yang tegang waHeni siap menusuk lubang mengkilap yang pantas menjadi neneknya.

    Saya telah menyebabkan penis masuk ke dalam lubang Doni kesenangan saya. Saya telah menyebabkan pemuda ini melepas keperjakaannya, memasuki kenikmatan penuh cinta. Dan memberkati .. testis berasal Doni lenyap ke dalam vagina.

    “Ah ..” aku mendesis seperti kepedasan

    “Masukkan .. le .. BIH .. da .. lam lagi .. dan genjot .. katakanlah .. ang” aku memberi perintah.

    “Ya .. Bu Heni .. e .. naak .. se .. kali” kata Doni.

    Aku hanya bisa tersenyum, menggigit bibir bawah saya. Doni tampaknya cepat memahami kata-kata saya, dia memompa waHeni ada tua di bawah hati-hati. Genjotannya lebih cepat dan lebih cepat. mulut Edo menunggu hanya tertegun dengan permainan kami. Doni dipercepat genjotan aku Seimbangkan dengan goyganku. Dan tampaknya hal ini membuat Doni tidak lagi memegang sperma yang akan keluar.

    Dan akhirnya

    “Sa .. ya .. mo .. ken .. cing .. la .. gi .. ada .. ta .. han .. la .. gi ..” Doni hampir berteriak.

    Aku melipat kaki saya terus ass Doni. Doni erat memeluk tubuh saya dan .. cret .. cret ser .. .. hangat cairan kewaHenianku membajiri liang. Doni merosot di tubuhku, butir-butir keringat keluar dari tubuhnya.

    “Ini baik .. se .. ka .. li Bu Heni,” kata Doni.

    “Ya .. tapi sekarang giliran Edo dong sayang” kataku.

    Doni mencabut penisnya yang agak kempes dan berbaring lemas di sampingku. “Edo sekarang sayang giliran Anda” Saya berkata kepada Edo. “Kau tusukan ibu dari belakang ya ..” aku memberi perintah.

    Lalu aku mengambil posisi menungging yang vaginanya dalam posisi yang menantang. Edo naik ke tempat tidur dan kembali menusuk dar. Dan memberkati .. penis pria muda yang baik masuk mulut pit seharusnya tidak menjadi kesenangan saya dia merasa sebagai melaygnya keperawanannya.

    Tampaknya Edo agak bisa menggerakkan tubuhnya ke kanan dia melihat permainan Doni. Edo bergerak maju mundur pantat. Saya menyambut dengan goygan erotis. Semakin lama gerakan tidak teratur Edo lebih cepat dan tampaknya klimaks akan dicapai oleh anak ini.

    Dan akhirnya memelukku dari belakang, meremas saya susu Edo eject sperma .. cret .. cret .. lubang vaginanya terasa hangat setelah sperma dikenakan ini..Edo dua anak manis berbaring di sampingku.

    Dua anak mengapitku berbaring lemas setelah memasuki dunia kesenangan. Aku bangkit dan berjalan ke dapur tanpa berpakaian dengan daya makan biarkan mereka sembuh. Setelah berpakaian dan susu, mereka meminta izin untuk pulang.

    “Doni, Edo Anda bisa pulang dan melakukan cerita kepada siapa pun tentang semua ini, Anda mungkin akan diminta lagi setiap saat dan tempat asal memungkinkan” kataku, kemudian mencium dua anak .Saya memberi tunjangan mereka masing-masing 50.000 ribu.

    Dan sampai sekarang mereka telah kuliah, aku masih pergi keluar dengan mereka. Aku mulai sayang dengan mereka.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Adik Ipar Yang Masih Perawan

    Cerita Sex Adik Ipar Yang Masih Perawan


    2630 views

    Perawanku – Aku seorang sarjana malah aku kuga memeliki ijizah S2, tapi aku tidak pandai untuk memanfaatkannya
    dimana aku malah lebih senang menjadi teknisi handpone awalnya si memang iseng iseng tapi lama
    kelamaan aku menikmati pekerjaanku walaupun jurusanku tidak ada sangkut pautnya dengan teknisi.

    Aku bersyukur bisa mengahasilkan teknisi handal, saat ini aku sudah berkeluarga dan sedang
    mengembangkan usahaku, dimana aku dibantu oleh istriku dan adik iparku yang masih SMA, dia kami suruh
    untuk jaga ruko yang kami sewa dengan alasan sehabis pulang sekolah, Bertha adik iparku dibilang
    montok karena pantatnya yang behenol dan payudaranya yang menggunung.

    Tapi dia masih tidak mau menggunakan yang namanya bra.. katanya malu, padahal aku kakak iparnya sering
    sekali menggoda bahkan sempat beberapa kali sengaja ku senggol buah dada yang baru tumbuh itu, tapi
    dia tetap saja masih belum mau menggunakan BH.

    Siang itu seperti biasa aku baru mau mandi dan ternyata mesin air tidak mau hidup, dari pada menunggu
    sampai sore dan yang pasti istriku bakal ngomel kalau mau mandi airnya gak ada terpaksa aku
    memanggilnya

    “ mah tadi pagi mesin air hidup gak..?”

    “Belum ngidupin mesin dari pagi, kan baru kemarin sore torn di isi!”

    “Bertha udah pulang belum? Ngebantu naikin mesin”   Agen Obat Kuat Pasutri

    “udah paling lagi ganti baju”Bertha bantu kakakmu naikin mesin air

    Akupun kebelakang membuka tutup sumur dan menyiapkan peralatan!, buatku memperbaiki semua peralatan
    rumah aku anggap gampang karna memang hobyku sejak kecil utak atik mesin
    cerita mesum perselingkuhan
    “kenapa kak mesinnya” Bertha menggunakan kaos lengan pendek ketat dengan setelan celana leging
    menunjukkan seluruh bentuk tubuhnya dan memang seperti itulah dia yang masih polos..

    “rusak makanya di naikin mau di betulin, dah yuk bantu” kami mengangkat pengait mesin air yang aku
    buat dari besi jadi gampang untuk menaik turunkan kalau ada kerusakan akupun men cek apanya yg rusak
    sementara Bertha jongkok di depanku.
    Sesekali kulirik bagian selangkangannya yg menunjukkan belahan vagina tercetak begitu jelas, spontan
    si dedek di dalam celana menggeliat, dan dia hanya terus memperhatianku yang sibuk memperbaiki mesin
    tanpa merubah posisi jongkoknya meskipun tanpa di sadari aku selalu melirik selangkangannya.

    “udah Bertha, coba tes hidupin dulu saklarnya” aku menyuruhnya

    “ok.. udah matiin lagi”

    “udah bisa lagi kak?”

    “udah yuk turunin lagi”

    “udah Bertha ambilin air pake ember “ setelah ku anggap semua beres aku menyuruhnya mengambil air di
    bak mandi untuk mancing biar gak kemasukan angin.. dia berjalan ke kamar mandi belakang saat itu
    kembali ku lihat bongkahan pantatnya yg begitu menantang membuat adek di selangkanganku semakin
    mengeras tapi otak warasku tetap bertahan, sekembalinya dia menenteng ember yang penuh dengan air aku
    menyuruhnya memegangi pralon dan ku isi dengan air, setelah penuh ku hidupkan mesin tapi air belum
    bisa naik.

    “ini harus tutup dulu pralonnya pake tanganmu”

    “gimana kak”

    “gini” akupun tak sengaja seperti memeluknya dari belakang karna posisi saklar di belakangnya karna
    ingin cepat dan otomatis pada saat itu si dedek menempel ketat di belahan pantatnya.

    Tanpa dia sadari dan akupun tanpa sengaja menggesekan dedekku yg sudah tegang beberapa kali dan dengan
    buka tutup buka tutup telapak tangan pada pralon akhirnya air menyembur dan membasahi dia..

    “aduh kak aku jadi basah semua nih!”

    Cerita Sex Adik Ipar Yang Masih Perawan

    Cerita Sex Adik Ipar Yang Masih Perawan

    “gak papa sekalian mandi” sambil aku menuju ke saklar untuk mematikannya

    Akupun menujun ke sebelah dia untuk menyambung peralon tapi aku ternyata mendapat rejeki saat melihat
    bagian depan Bertha yg basah, teteknya yg tumbuh seukuran genggaman tanganku terlihat jelas karna kain
    t-shirt tipis dan singlet yg di gunakan tak mampu menyembunyikannya saat basah
    Aku yang sudah sangat terangsang sejak melihat belahan yang tercetak di selangkangannya sejak tadi
    langsung berusaha untuk menjaili dia.

    “Bertha itu pentilnya kok masih kecil banget si?”dia tidak menyangka aku akan menekan pentil susunya
    yg sedari tadi di suguhkan untukku

    “ih kakak jahat banget sih”di kaget setelah aku berhasil menekan pentilnya

    “makanya pake BH dong biar kalo basah kayak gini gak nyeplak gitu”

    “bodo amat wek” dia mencibirkan bibirnya karna malu dan aku semakin gemas ingin menggesekkan kontol ke
    pantatnya..

    Iklan Sponsor :

    Akupun mengatur siasat agar dia terangsang saat itu aku menggunakan celana boxer dan aku melangkah
    menuju kamar mandi dan melapaskan sempakku.

    Hanya dengan menggunakan celana boker aku kembali tapi Bertha tidak melihat kontolku yang sudah tegang
    karna tertutup kaosku yang panjang, pralon yang sudah kusambung meskipun lemnya belum kering sengaja
    agar terlepas saat ada air meyembur, ku suruh Bertha menghidupkan mesinnya

    “Bertha udah coba mesinnya hidupin “

    Beberapa saat mesin menyala tanpa ada masalah dan akhirnya rencanaku berhasil, sambungannya terlepas
    dan menyembur ke arahku membuatku basah semua

    “Hia ha ha sukurin.” Dia meledekku karna aku tersembur

    “udah dong cepetan matiin aku basah nih”

    “biarin biar tau rasa” dia meledekku dan pada saat itu istriku membuka pintu belakang

    “ lho kok nyembur kemana mana gini sih pah?”

    “ini sambungan peralonnya lepas, udah Bertha matiin mesinnya, eh depan jangan di tinggal dong”

    “iya iya bawel amat sih” istriku meninggalkan kami kembali sambil menggerutu

    Sementara Bertha hanya tersenyum senyum melihatku yang basah kuyup.

    Dan pura pura sibuk kembali menyambung peralon aku jongkok sedemikian rupa untuk memamerkan besarnya
    kontolku ke Bertha, dia yg awalnya hanya melihatku menyambung peralon akhirnya berhasil terperangkap
    melihat selangkanganku sambil melongo.

    Aku yang mengetahuinya tertawa dalam hati sambil terus pura pura sibuk setelah beberapa saat
    sepertinya dia tidak berkedip akupun mengagetkannya

    “Bertha kamu melongo liat apaan” sambil kulirik selangkanganku yang aku kedut kedutkan

    “ah.. emhhh enggak kok kak” dia nampak gugup dan mukanya memerah

    “ tolong itu dong kunci di bawahmu”

    Aku kembali pura pura sibuk sambil sesekali kulirik dia yang diam diam melihat selangkanganku terus.

    “tadi lemnya belum kering jadi lepas sambungannya” aku menjelaskan ke dia tapi dia seperti tidak
    mendengar

    “eh kamu ngeliatin ini ya” sambil ku genggam kontolku dari luar celana

    “iya eh enggak kok” dia berkelit dan mukanya semakin merah

    “gak usah malu, kamu mau liat? Nih liat” aku mengeluarkan kontolku yang tegang dihadapannya

    “ih kak Deny porno banget sih, serem tau”

    “kamu belom tau sih, ini tuh rasanya enak banget! Kalo kamu udah pernah ngerasain pasti ketagihan
    deh!” aku menggoyang goyangkan kontolku sementara meskipun dia melengos tapi kadang dia melirik

    “akukan suka nyolek tetek kamu Bertha! Sekarang kalo kamu mau nyolek punya kakak silahkan aja, mumpung
    mbakmu di depan sibuk” aku menggapai tangannya untuk memegang kontolku tapi dia menolak.

    “nggak ah kak, serem, takut”

    “kalo gak mau ya udah” akupun memasukkan kontolku kedalam celana dan aku tau dia melirik..

    “ya udah kita terusin kerjaannya dulu Bertha” dia menggangguk dan meneruskan memperhatikanku yang
    merapikan sambungan peralon yang tadi sudah kuberi lem

    Mukanya masih merah dan sesekali dia melirik selangkanganku yang dengan sengaja terus ku kedut
    kedutkan.

    “ok Bertha dah selesai” akupun membereskan peralatanku dan dia ikut membereskan ember dan membawanya
    ke kamar mandi setelah dia menghidupkan mesin air untuk mengisi tower.

    Bertha tidak langsung keluar kamar mandi dia menunggu air untuk mencuci tangannya yang kotor aku yang
    masih bernafsu menyusulnya pura pura ingin melihat airnya sudah bening apa belum

    “Bertha coba buka krannya airnya udah butek gak?” dia sedikit menungging saat itu aku dengan cepat
    menempelkan kontolku ke pantatnya sambil ku kedut kedutkan seolah olah ingin ikut melihat ke dalam bak
    air yang di bukanya.

    “ ih kak roy nempel nempelin gini sih” dia meng goyang goyangkan pantatnya

    “nggak sengaja Bertha, tapi kok pantatmu anget banget sih”aku semakin menekan merapat ke beongkahan
    pantatnya

    “kak udah dong geli nih” dia ingin beranjak

    “eh ntar dulu tanggung enak banget nih”

    “ih enaknya dimana lagi” dia mencibir”

    “loh mosok kamu belum tau kalo bisa enak” aku diam diam mengeluarkan kontolku dari celana boxerku

    “dari tadi gak enak tapi kak Deny berat”

    aku mulai menjepitkan kontolku di tengah tengah selangkangannya, sambil ku gesek gesekan terus
    kontolku tanpa di ketahuinya kalau kontolku sudah diluar celana.Cerita Sex Dewasa

    “kalo sekarang gimana Bertha?” dia sedikit melebarkan selangkangannya dan nampak sudah mulai merasakan
    lain

    “ehm.. geli kak”

    “tapi gelinya enak kan?” aku terus menggesek gesek lembut dan sudah terasa lembab di selangkangannya

    “ihhh.. ya kak. Ehh” dengan nafas yang mulai berat dan tanganku yang sedari tadi nganggur mulai ku
    gunakan untuk meraba perutnya dengan lembut sambil sedikit sedikit bergeser naik dan sudah mulai
    berada di atas teteknya meskipun hanya dari luar tapi sangat terasa kalau putingnya yang kecil mulai
    menegang, dan aku terus meraba lembut teteknya sampai sedikit meremasnya

    “ehmm kak enak kak..ssssst” dia mendesis, aku perlahan menurunkan tanganku mencari pingiran leging
    yang di kenakan, dan dengan cepat ku tarik legingnya turun dan langsung kembali ku jepitkan kontolku
    ke selangkangannya

    “aihhhh kak” dia kaget dan menjepit kontolku, tapi justru sangat nikmat kurasakan dan kembali kugesek
    gesekan, terasa sangat licin karna dia ternyata sudah melelehkan banyak cairan dari memeknya.

    “kenapa Bertha? Lebih enak ginikan?” aku terus mengesek gesekan kontolku

    “ehhhhh iya kak sst. aduh ehhhnaka.. ka”, aduh aku di apain sih kak kok ennnnak ginhnih..”

    “aku ngajarin kamu yang enak enak tapi kamu jangan bilang bilang mbakmu ya sayang” aku membisikan
    lembut sambil ku remas lembut teteknya

    “iyyaaaaa khhhaaaaaak aduh kak” dia menegang melonjak dan berdiri semakin merapatkan kakinya
    menandakan dia telah mencapai puncak pendakian.

    Spontan saat itu kontolku terjepit kencang di selangkangannya dan akupun tak mampu menahan hingga
    hanya hitungan detik saat dia mencapai orgasmenya akupun memuncratkan pejuhku

    Iklan Sponsor :

    “ohhh Bertha enak banget Bertha” crot crococot crot. sekitar 5 tembakan keluar melewati depan jika
    dilihat orang seperti dia yang sedang kencing.

    Akupun lemas sama seperti Bertha, dan aku mengembalikan celananya yang tadi kuturunkan sampai ke lutut

    “inget ya Bertha rahasia jangan sampe ada yang tau” dia tersenyum meninggalkanku sementara aku
    langsung mandi di kamar mandi bawah.

    Sambil mandi aku merasa senang telah berhasil orgasme dengan bantuan adik iparku yang montok meskipun
    tidak sampai melakukan penetrasi tapi aku cukup puas meskipun hanya dengan menggesekkan di luar
    vaginanya yang basah dan licin itu.

    Setelah kejadian siang itu Bertha jadi lebih genit di depanku tentunya saat istriku sedang tidak di
    dekatku, tapi kalau istriku di dekatku dia seperti biasa saja

    Malam itu seperti biasa setelah toko tutup aku tetap masih sibuk di ruang kerjaku, karna memang
    seperti itulah aktiBerthasku, di depan komputer dan mengerjakan handphone handphone yang ku anggap
    rusak berat pada malam hari rasanya lebih tenang, dan setelah adzan subuh biasanya aku baru tidur.

    Kalau jenuh aku browsing, berforum dan download film bokep terbaru. Istriku seperti biasa sebelum
    tidur membuatkanku kopi dan menemaniku ngobrol sambil facebookan menggunakan laptopku sementara Bertha
    biasanya berinternet menggunakan komputer depan alias komputer yang aku sediakan untuk konter

    Saat aku sedang spaneng memikirkan permasalahn handpnone di depanku Bertha masuk ke ruang kerjaku yang
    tidak di tutup oleh istriku, “kak komputer depan kok eror terus sih?”

    “paling kena virus! Dah nanti aku instal ulang” sementara istriku tidak menoleh sedikitpun karna
    spaneng sedang main poker dan Berthapun menyusul istriku.

    “de serius banget si mbak? Pinjem laptopnya dong!”

    “eit nanti dong lagi tanggung nih, yah kalah deh! Kamu punya chip gak Bertha”

    “punya dong, tapi pinjem dulu!”

    Aku hanya mendengarkan mereka sambil terus kerja

    “pelit banget sih nih anak..”

    “udah deh kak yang penting besok udah aku transfer deh”

    “awas lo ya janji”

    “iya suer” Bertha menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya

    Dan istriku berdiri mendekatiku digantikan Bertha yang mengutak atik laptopku
    Sekita jam sebelas istriku pamit “mas aku tidur ya”

    “he eh” dia pergi setelah mencium pipiku

    “eh kamu gak tidur Bertha?” istriku mendorong pelan bahu adiknya

    “ntar dulu mbak baru juga mulai” istriku langsung keluar kamar kerjaku dan naik ke kamar, dia tidak
    mempermaslahkan adiknya yang memang selalu tidur malam

    Karena suntuk memikirkan kerjaan aku berniat memperbaiki komputer konter tapi stelah berdiri dari
    kursiku timbul niat untuk menjaili kembali adik iparku yang montok ini

    Aku kembali duduk dan kurapatkan kursiku kedekatnya..

    “menang gak?”

    “belum kak”

    Aku memperhatikannya bermain poker dan perlahan tanpa di ketahuinya kuremas teteknya

    “ihhh” dia terperanjat dan menepis tanganku

    “idih masih belum juga mau pake BH! Ntar kalo kebasahan kayak kemarin gimana?”seperti biasa kalau di
    ingatkan untuk menggunakan BH dia hanya menjulurkan lidahnya meledek

    Akupun merubah posisi kebelakangnya karna kursiku menggunakan roda sementara dia hanya menggukan kursi
    plastik yang kami sediakan untuk pelanggan konter

    “eh Bertha di laptop itu ada film bagus bagus kamu pengen liat gak?”

    “film jorok ya kak”

    “bukan, aku bosen sama film gituan!” akupun maju mendorongnya untuk menggapai mouse yang ku pasang di
    laptop, dan aku memutarkan film semi action, beberapa saat film berjalan dia terus memperhatikan, dan
    mungkin karna capek dia sedikit bersandar padaku

    “duduk sini sama aku Bertha” dia tidak berkata apa apa dan langsung duduk merapat padaku, dan spontan
    kontolku bergeliat di dalam celana, dan kursi yang dia duduki di jadikan tumpangan kakinya.

    Sampai adegan romatisnya pun keluar dia tetap bersandar padaku tanganku pu mulai meraba pahanya, karna
    saat itu dia menggunakan celana pendek kain model hawai yang longgar, dia seperti terhipnotis saat
    melihat adegan adegan mesra di layar laptopku sehingga membiarkan tanganku yang mulai mengelus ngelus
    memeknya, nafasnya sudah mulai berat.

    “Bertha kita kayak kemarin yuk” dia diam tapi saat ku bimbing untuk berdiri dia menurut akupun
    menurunkan celanaku dan kuturunkan celananyahingga terlepas, dan suruh dia kembali duduk tapi kali ini
    dia duduk di pangkuanku dengan menindihi kontolku yang ngaceng berat.. akupun menggoyang goyangkan
    pantatnya agar maju mundur dengan ku bimbing pinggulnya.

    Hanya sebentar dia sudah menggesek gesekkan sendiri bibir luar memeknya ke batang kontolku, aku hanya
    menikmati sambilku masukkan tanganku kedalam tshirtnya meremas teteknya yang baru tumbuh.

    “enak ya Bertha?”

    “banget kak ehmmm”

    “Kalo di masukin kayak di film itu lebih enak lagi Bertha” mendengar kata kataku dia sedikit
    mengangkat pantatnya dan mencari agar kontolku masuk

    “eh jangan gila kamu, nanti perawanmu ilang, aku gak mau merawanin kamu sayang” sambil ku kembalikan
    posisinya agar menggesek gesekkan memeknya saja, meskipun aku sangat ingin tapi aku tak ingin merusak
    masa depannya.

    Akupun seperti kurang puas dan ku suruh dia berdiri dan kujepitkan kontolku ke selangkangannya, dengan
    terjepitnya kontolku antara kedua belah paha dan mendapat pelumas dari dalam memeknya membuatku merem
    melek memaju mundurkan pantatku.

    Tiba tiba aku sangat ingin menjilati memek adik iparku yang montok itu dan tanpa di ketahuinya aku
    jongkok di belakangnya dan ku renggangkan kakinya lebar kemudia ku jilati lubang memeknya yang sudah
    banjir

    “Sssssssssssuuuuuuuuuhhhhhhhhh kak aku di apai in enak banget ehhhhhh”dia seperti kepedesan saat itu
    akupun membalikkannya dan mengangkat satu kakinya dan kuteruskan mengoral memeknya itilnya tak luput
    dari lidahku dan hanya dalam waktu singkat dia memekik dan seperti kehilangan keseimbangan saat dari
    dalam memeknya menyembur aku menadahi cairan kental dan asin tersebut dengan mulutku seketika itu juga
    kutelan diapun ngos ngosan sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya dan ku biarkan dia beberapa
    saat sambil duduk di kursiku dan mengocok kontolku sendiri, setelah dia membuka mata melihatku
    mengocok dia menggigit bibirnya
    “jangan senyum dong gantian”

    Dia tanpa banyak bicara jongkok di hadapanku dan memasukan kontolku yang hanya berukuran 17cm dan
    berdiameter 3,5 kedalam mulutnya, aku merem melek di buatnya, dia cepat sekali belajar dari film yang
    barusan ku setel untuknya, meskipun sesekali terasa terkena giginya tapi aku membiarkan

    Sampai akhirnya maniku mendesak ingin keluar dan ku tekan kepalanya saat maniku menyemprot, dia
    tersedak dan terbatuk tapi dia menelannya

    “ih kaka jahat asin tau..!”

    “punya kamu juga asin, tapi gurihkan sayang?” dia tersenyum sambil duduk di pangkuanku
    Hari hari berikutnya kami selalu menikmati permainan tanpa di ketahui siapapun dan tanpa aku merusak
    keperawanannya, meskipun dia sangat ingin menikmati dan rela perawannya di jebol olehku tapi aku
    selalu memberi pengertian kepadanya bahwa jangan sampai nantinya suamimu mempermasalahkan
    keperawanannya.

    Dalam hatiku toh untuk menikmati lobang2 memek aku sudah memiliki kakakmu dan ibu mertuaku yang sejak
    istriku hamil tua sering menginap di ruko kami dan aku sudah berhasil menyodok memeknya yang legit

    Menginjak kelas 2 SMU adik iparku semakin mekar dan menggiurkan saja terlebih karna hamper setiap
    harinya dia kulatih bercinta meskipun hanya mengesek gesekan batang kontolku ke bibir memeknyada belum
    pernah sekalipun kumasukan kepala kontolku kedalam memeknya yang merah dan sempit itu.

    Sore itu istriku sedang di bawah dan aku sudah sangat kebelet ingin buang air besar akupun menuju
    kamar mandi di lantai atas, tapi ternyata ada adik iparku di dalam. cerita ngesek perselingkuhan

    “Bertha masih lama gaak.? Udh kebelet nih..”

    “masih kak, baru juga aku masuk..”

    “aduh udah deh bukain aku mau be’ol dulu” diapun membuka kunci pintu dna ku langsung nyerobot masuk
    dan langsung duduk di closed

    “ih kakak gak sabaran banget sih, aku masih telanjang gini juga..!”

    “udah kamu terusin aja mandinya aku be’ol juga gak gak ganggu”

    “ogah ah bau..” dia menutup hidungnya sambil meraih handuk, karna pada saat aku nyerobot masuk tadi
    dia sudah bugil dan baru kusadari saat dia mengenakan handuk ternyata dia mecukur bulu jebutnya hingga
    bersih polos plontos, dan akupun jadi sedikit konak

    “loh kapan nyukurnya tuh.. kok botak..?”

    “barusan..! bagus gak..?” di membuka kembali handuknya dan menunjukkan padaku

    “botak lucu”

    “yey punya kakak tuh yang botak” dia mendorongku, akupun tersenyum dan memutar handle untuk menyiram
    kotoran di closed dan meneruskan hajatku

    “eh Bertha coba sini ku pegang rasanya gimana..?

    “emang kak dian gak pernah di cukur ya kak.?” Aku menggeleng bohong padahal istriku selalu mencukur
    bersih jembutnya, dan niatku hanya ingin menjaili dia, aku meraba permukaan memekya dari atas sampai
    ke bibir memek bawah terus dan

    “shhhhhhhhhh ahhhhhh kk..aaaak ehhnnakh”

    Saat aku memainkan memek Bertha perlahan kontolku menggeliat dan berdiri, akupun segera cebok dan
    menyiram closed sementara Bertha melihatku dengan wajah memerah menahan nafsu, aku langsung membuka
    seluruh pakaianku dan ikutan bugil seperti dia.

    “kita mandi bareng yuk Bertha..!” dia hanya diaam saat aku menariknya ke bawah siraman shower dan
    kuraba seluruh tubuhnya sambil menyabuni.

    “ssshhhh kak geli” dia mendesis seperti ular saat aku meremas teteknya yang montok itu

    “kamu juga sabunin aku dong Bertha” smbil ku tuntun tangannya agar menyabuni kontolku yang berdiri
    kokoh dan siap perang.

    “kak udah tegang banget nih aku jepit kayak biasanya ya biar gak kelamaan nanti ketauan mbak dian” aku
    hanya mengangguk dan dia membelakangiku dan langsung menjepit kontolku di selangkangannya seperti
    biasa yang kami sering lakukan hanya menggesek pada bibir memeknya dan tidak sampai melakukan
    penetrasi

    “okhhhh Bertha memek kamu dah basah banget licin anget ekhhhh” sambil kuremas teteknya yang sangat
    kenyal dan sekarang berukuran 34B

    Selama ini hamper satu tahun kami selalu menikmati gesekan gesekan tpi masih tetap menjaga agar adikku
    tidak kehilangan keperawanannya tapi saat itu aku seperti tak juga dapat menemukan orgasmeku akhirnya
    kusuruh dia nungging.

    “Bertha kamu nugging yah aku mau ngajarin kamu yang baru” diapun langsung menurutiku dank u tempelkan
    kepala kontolku ke bibir memeknya dan kumasukkan kepalanya.

    “ookhhhhsssssssss kak enak banget.!” Dia semakin mendesis tapi tujuanku hanya memasukkan kepalanya
    meskipun dia sudah seringkali berusaha untuk dapat merasakan kontolku masuk kedalam memeknya, tapi aku
    selalu bertahan dan saat itu aku menggapai sabun dan melumuri pantatnya dan perlahan kutuntun kepala
    kontolku ke lubng anusnya.

    “ihhh kak jangan ah jorok”

    “gak papa sayang, dari pada perawan kamu ilang, ini juga enaak kok coba aja dulu ya ntar kalo gak enak
    kamu bilang” sambl terus ku tekan dan kutarik kepala kontolku yang sudah membuka pintu lobang
    pantatnya diapun diam dan mendesis dan

    “ekkkkhhhhmm kak sakit” dia terlonjak saat aku sudah memasukkan setengah batang kontolku kedalam
    memeknya, aku hanya mendiamkan dan menikmati empotan pantatnya yang masih merasa sakit sambil kuremas
    lembut teteknya dan ku mainkan pentilnya yang mengacung tegang.

    Saat kurasa dia sudah mulai relax kupun mengayun pantatku menarik kontolku dan memasukkannya lagi
    secara perlahan dan lembut sambil tanganku berusaha memainkan clietorisnya dan akhirnya seluruh batang
    kontolku sudah mampu di terima seluruhnya oleh lubang anus adik iparku.

    “ssssssssshhhh enak banget pantat kamu Bertha.. ekhhhhngempot nghheeeemmpot”

    “aduh kak akkhhuuuu juga ngerasain eeehhhhnakkkkkk kkhhakh.. mahhuu keluar nih kakkkk”

    “aku juga Bertha barreengg yahekhhhh” aku semakin cepat menyodokkan kontolku yang hanya 16cm kedalam
    anusnya sambil terus ku mainkan memeknya sampai akhirnya
    cerita mesum perselingkuhan
    “ookkkkkkkkhhhhhhhhhhhh Bertha kakak keluar crot crot..”kepala kontolku menembakkan mani sekitar enam
    kali didalam pantatnya yag saat itu juga dia mengalami orgasme yang dahsyat sampai mengalam squirt,
    akupun tidak menyangka hanya dengan mengentot anusnya dik iparku mengalami orgasme yang sedahsyat itu.

    “aduh kak aku enak banget sampe lemesgk kuat diri.”

    “ya udah kamu pakeanduk aku anter kekamartrus istirahat, nantiaku bilang ke mbakmu kalo kamu sakit”

    Dia mengangguk dan setelah aku berpakaian ku tuntun dia ke dalam kamarnya
    “tadi enak banget kak..” sambil dia mencium pipiku sementara aku hanya tersenyum karna aku juga puas.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,