Author: perawanku

  • Cerita Sex Istri Kesepian

    Cerita Sex Istri Kesepian


    1564 views

    Perawanku – Cerita Sex Istri Kesepian, Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong.

    Mataku tertumbuk pada sesosok perempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya ada anak perempuan kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah.
    Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung aja di meja dimana perempuan cantik seksi dan anak perempuan itu duduk. “Boleh gabung kan?”
    Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. “O, silahkan aja pak”. “Cuma berdua saja”, pancingku membuka pembicaraan. “Kan ber 3 dengan bapak”, jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni perempuan, pikirku. “Anaknya?
    Cantik kaya mamanya”. “Bukan pak, bukan anak saya”. “O, kirain anaknya, abis nyulik ya”, candaku. “Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini”.
    Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masih panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu. Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. “Belum punya anak, ato belum nikah?” “Nikah si udah tapi belon dikasih tu ma yang diatas”. “Minta dong”. “Ya sih, minta tapi gak dilakuin”.
    Wah kliatannya mo curhat neh. “Maksudnya gak dilakuin”. “Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan”. “Kok bisa”. “Suami kerja dikapal cargo, jadi seringnya diatas kapal ketimbang dirumah”. “O jadi jablay toh, kasian”. “Orang sedih kok malah digoda”. “Ya udah, aku aja yang membelai gimana”. “Genit ah”.
    Saat suasana mulai mencair, datanglah seorang perempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya.
    Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. “Namanya siapa sih”. “Aku nadya, bapak?” “aku menyebutkan namaku, jangan panggil bapak lah, formal amat”. “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa”. “Maksud kamu”.
    “Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga”. aku tertawa mendengar candanya. “Dah brapa lama nikah?” “ampir 2 tahun mas”. “Wah jablaynya dah lama dong ya. eMangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah”. “Tau si, cuma gak nyangka aja akan kaya gini”. “Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?” “Gak kemana2 mas, Mo jalan ja”.
    Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang merupakan anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu.
    Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. “Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan”. “Gak apa kan, katanya mas blon nikah?’ “Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang”. “Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok”.
    “Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?” “Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?” “ketempatku aja yuk”. “Mo ngapain ke tempat mas?’ “Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2?. “Iya deh”. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.
    Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. “Mas tinggal sendiri ya”. “Iya, mo nemenin?” “Mau si, cuman kan aku dah punya suami”. “Kalo suaminya pergi ya nemenin aku aja disini”. “Maunya”. Kebetulan di tv ada siaran ulang liga inggris. “Kamu suka bola juga ya?” tanyaku. “Sambil lalu ja mas, “Terus komentar kamu?”
    “Sayangnya pelatihnya gak merotasi pemain nya”. “O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya”. “Iya gak kaya mas, mandangnya cuma ke satu tempat aja nih”, katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok.
    “Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen”. Dia tersenyum manis. “Tadi kamu telaten sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami”. “Iya si, cuma ya itu problemnya”. “Iya jablay”.
    Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. “udah gak tahan ya mas”, godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu.
    Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tanganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan memeknya dari luar. “Mas”, katanya, “Aku udah basah mas”. “Udah napsu banget ya nad, aku juga sudah napsu”.
    Rumahnya besar ya mas”. “Iya, dibelakang ada kolam renangnya, mo renang gak”. “Gak bawa baju renang mas”. “bugil aja, repot amat sih”. “Ih si mas, maunya tu”. “Kamu juga mau kan”. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada.
    Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya. Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon.
    Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat
    berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya.
    Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kontolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit.
    Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. “Toketmu kenceng ya Nad. pentilnya gede.”, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku. kontolku yang keras menekan perutnya. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya. “Kita ke dipan yuk”
    Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas.
    Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya. “Isep dong Mas” pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku.
    Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilati dgn penuh nafsu.”Ohh.. Sstt..” erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya.
    Jariku langsung menyentuh belahan bibir memeknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas.
    Gesekanku selalu berakhir di itilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. memeknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam memeknya. “Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!” desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, “Mas, aku udah gak tahan nih”.
    Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus memeknya.
    Aku menyelipkan jariku ke belahan memeknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam memeknya. “Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok itilnya.
    “Aduuh! mas..nakal!” serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kontolku yang sudah keras sekali dari luar CDku.
    toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. “Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengeknya lagi. Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam memeknya yang sudah basah kuyup.
    Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam memeknya. memeknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk.
    Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang memeknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku.
    Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir memeknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir memeknya.
    Kemudian giliran itilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam memeknya, dia benar-benar hampir pingsan.
    Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan memeknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya.
    Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat memeknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. memeknya terus kuusap2, demikian juga itilnya sehingga napsunya bangkit kembali.
    “Terus Mas.. Enak..” desahnya. “Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan”. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap itilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya.
    Aku melepaskan CD, kontolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kontolku ke memeknya.
    Perlahan kumasukkan kepala kontolku. “Enak Mas..” katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kontolku ke memeknya yang sempit. memeknya terasa sesek karena kemasukan kontol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kontol mulai kuenjot keluar masuk.
    “Terus Mas.. kontolmu enak” erangnya keenakan. Aku terus mengenjot memeknya sambil pentilnya kuhisap.
    Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya memeknya ke kontolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya.
    Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus. “Mas.. kontolmu besar, keras banget..”, dia terus menggelinjang diatas tubuhku. “Enak Nad?’ tanyaku. “Enak Mas.. entotin aku terus Mas..”
    Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kontolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya.
    Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, “Aku nyampe Mas” jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku. Aku mengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya.
    Setelah beberapa saat, kontolku yang masih ngaceng dicabut dari dari memeknya. Dia kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali memeknya kujilati.
    Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit memeknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah memeknya.
    Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung itil nya. Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas kontolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari memeknya dengan lahap kuhisap.
    Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir memeknya. lidahku menjulur masuk ke dalam memeknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan memeknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan itilnya.
    Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidung tetap menempel di itilnya dan bibir tetap mengulum bibir memeknya sambil lidah terus mengorek memeknya.
    Dia tak kuasa membendung napsunya. “Oocch!Mas.. Teruu..Uus! Aku nyampe lagi mas”, suaranya semakin parau saja. Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya.
    Dijepitnya kepalaku dengan pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan memeknya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yang ada di sekitar memeknya.
    Aku tetap dengan asyiknya menjilati me meknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya.
    Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku juga semakin naik menuju toketnya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya.
    Kini giliran toketnya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dengan tangan kanan keselangkangannya, menggesek-gesek itilnya hingga memeknya basah lagi, nafsunya naik kembali.
    Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya.
    Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.
    Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kontolku sudah mengarah ke hadapan memeknya. Dia merasakan sentuhan ujung kontolku di memeknya, kepala kontolku terasa keras sekali.
    Dengan sekali dorongan, kepala kontolku langsung menusuk memeknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kontolku terbenam ke dalam memeknya.
    Walau kontol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yang membuat otot memeknya berdenyut, cairan yang membasahi memeknya membuat kontolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam memeknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kontolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..
    Begitu merasa kontolku sudah memasuki memeknya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kontolku yang cukup panjang itu.
    Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kontolku keluar masuk memeknya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngentot dengan posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kontol besarku ke seluruh bagian memeknya termasuk itilnya.
    Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret.
    Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret. “Kita keluar sama-sama..mas”, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya. “Aa.. Aacch!” Dia pun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir memeknya berkedutan hingga meremas kontolku.
    Pejuku dan lendir memeknya bercampur menjadi satu membanjiri memeknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kontolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.
    Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan.
    “Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali2 nyampe, udah gitu kontol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih”, katanya. “memekmu juga nikmat sekali Nad, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kontolku”, jawabku sambil memeluknya.
    Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2.
    Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi. “Kita mandi sama-sama yuk!” ajakku, “Badanku lengket karena keringat”. Kami masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat.
    Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca.
    Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian.
    Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya.
    Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tidak mau kalah, diraihnya kontolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut.
    Ujung kontolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. “Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya nad”, katanya.
    Kuarahkan kontolku ke belahan bibir memeknya. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kontolku ke belahan bibir memeknya.
    Kutempelkan ujung kontolku ke ujung itilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini me meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub.
    Dia kudipangku dengan posisi memunggungiku. kontolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam memeknya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka memeknya menjadi kian sempit saja.
    Awalnya agak sulit juga kontolku masuk kedalam memeknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kontolku berhasil menyeruak ke dalam memeknya yang dibantu dia dengan sedikit menekan badannya kebawah.
    Dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kontolku amblas semua ke dalam memeknya.
    Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kontolku seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga me meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kontolku. kontolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam memeknya.
    Saat dia duduk terlalu ke bawah, kontolku terasa sekali menusuk keras memeknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. memeknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kontolku dalam memeknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku.
    Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kontolku masih tertancap di dalam memeknya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.
    Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan.
    “Aduuh..! Nad. hebat banget empotan memek kamu! Aku hampir ngecret nich!” seruku sambil tetap memilin pentilnya. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutnya sambil mempercepat goyangannya.
    Aku sudah benar- benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kontolku masih menancap di dalam memeknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kontolku keluar masuk memeknya dalam posisi doggy style.
    “Aa.. Aacch!” kini gilirannya yang meracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam memeknya, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding memeknya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi memeknya.
    Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan memeknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga memeknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya.
    Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah memeknya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.
    Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan.
    Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata “Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan”. “aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas”, katanya. “Tapi enakkan?” kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya.
    “Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas”, jawabnya sambil mulai mengupas buah. “So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngentot sampe loyo. Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipinya. “Hati2 ya mas, aku nungguin lo”.
    Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.
    Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang juga aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yang besar turun naik seirama tarikan napasnya.
    Perutnya yang rata dihiasi dengan puser yang seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yang lebat. kontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dah minta diisi.
    Aku membangunkannya dengan mengelus2 toketnya. “Makan yuk”. “Abis itu maen lagi ya mas”. “Boleh aja, asal kamu gak lemes”. “Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dientot seperti sekarang ini. Mas sering2 ngentotin aku ya mas”. “Itu mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi”.
    Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. Sama2 laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi.
    Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenyangan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tapi gak ada acara yang menarik.
    Dia bersender ke aku. “Kamu tu seksi banget deh Nad, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yang merangsang kaya kamu itu”. “Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi”.
    Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya. aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir2 pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras. “Nad. enak nggak diginiin?” sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. “Mas, aah”, napsunya makin meninggi.
    Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yang mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus2, dengan satu tangan masih meremas toketnya.
    Setelah itu memeknya kujilatin dengan lidahku yang kasar. Bukan hanya bibir memeknya aja yang kujilatin, tapi lidahku juga masuk ke memeknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.
    Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celana. Dia diam aja. kontolku yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras.
    Dia hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tangannya. “Dikocok Sin”, pintaku, dia nurut saja dan mengocok kontolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. “Sin diemut dong”, kataku keenakan.
    Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kontol yang ada digenggamannya ke arah mulutnya.
    Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala.
    Dia bertanya “Kenapa mas”. “Enak banget, terusin Nad. jangan berhenti”, ujarku sambil merem melek kenikmatan.
    Dia meneruskan aksinya, menjilati kontolku mulai dari kepala kontolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.
    Aku memegangi kepalanya dengan satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengentoti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat.
    aku menghentikan gerakannya. kontol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kontolku ke toketnya. “Nad. aku mau ngerasain kontolku kejepit toket kamu yang montok ya”. Dia paham apa yang aku mau, dan aku kemudian menjepit kontolku di antara toketnya. “Ahh.. Enak Sin.
    Diemut enak, dijepit toket juga enak.”, erangku menahan nikmat jepitan toketnya. Aku terus menggoyang kontolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya “Aduh Nad, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya”.
    “Jangan mas, dimemekku saja”, jawabnya. Dia tidak ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di memeknya karena dia ngerasain nikmat yang luar biasa.
    Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kontolku ke memeknya. Aku mulai memasukkan kontolku yang besar dan panjang itu ke memeknya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain memeknya digesek kontolku. Aku mulai menggerakkan kontolku keluar dan masuk dimemeknya yang sempit itu.
    Dia mulai merasakan nikmat yang tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kontolku yang keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kontolku di memeknya.
    Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kontolku sendiri yang sedang keluar masuk di memeknya.
    Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kontolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. “Ennngghh…” desahnya tak keruan.
    Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, terasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot memeknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia nyampe lagi “Mas, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya”, jeritnya.
    Aku mengenjot kontolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam me meknya berulang-ulang, banyak sekali. ‘crottt, croooth.., crooootttthh…’
    Dia merasa memeknya agak membengkak akibat disodok oleh kontolku yang besar itu. “Nad. me mek kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku”, kataku sambil terengah2.
    Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya “Gimana Nad?”. “Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, memekku sampe sesek kemasukan kontol mas, abis gede banget sih”, jawabnya. Aku mencabut kontolku yang sudah lemes dari memeknya.
    Kontolku berlumuran pejunya dan cairan memeknya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dimemeknya. “Cape ya Nad”. “Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan”. “Boleh banget, kita bisa ngentot all nite long kan”. “Wah mau dong”.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Aku tertipu rayuan pacar

    Cerita Sex Aku tertipu rayuan pacar


    1060 views

    Perawanku – Cerita Sex Aku tertipu rayuan pacar, Baru pertengahan bulan, tapi habis sudah gajiku bulan ini, hanya tersisa untuk makan dan beli rokok sampai gajian bulan depan yang masih 2 minggu lagi. Haduuuh.., semua karena intensitas chek in di hotel dengan Ita pacar baruku yang baru berjalan 3 bulan..

    Dengan pacar2 sebelumnya pernah tau yang namanya check in.. tapi dengan Ita, baru pacaran seminggu sudah dikasih ML..

    Namaku Mario, aku dan Ita sama-sama berdomisili di pesisir utara Jakarta..
    Jika tanggal tua kami selalu jalan-jalan ke mall, karaoke, atau check in di hotel melati.. Tapi saat sedang tanggal tua, aku ngapel ke rumah Ita dan tentunya  jalan kemana-mana…
    Pemirsa tau kan alasannya ? Hehehehe…

    Kami hanya di rumah saja.. Ngobrol ngalor ngidul tanpa aktifitas sex sama sekali,, maklum ada orang tuanya..
    Tapi malam minggu ini sedikit berbeda, rumahnya sepi…
    “Papa, mama & adik mu pada kemana sayang ? Kok sepi banget ?” Ku tanya Ita untuk memastikan keadaan.
    “Papa & mama lagi ke rumah sodara yang baru melahirkan.. Nengokin bayi.. Kalau 2 adikku lagi main di luar rumah..” Jawabnya singkat.
    “Wah asik dong.., malam ini kita Ъќ perlu sewa hotel…” Kataku sambil mengangkat kedua alisku..
    “Iyaa.., aku sengaja Ъќ ikut papa mama,, dengan alasan jagain rumah dan adik-adikku..”Timpalnya

    Setelah itu kami pun mulai bermesraan di sofa ruang tamu yang berbatasan langsung dengan kamar orang tua dan kamar adikya,, kepala Ita bersandar di pundakku, sedang tangannya mengelus-elus pahaku yg terbungkus celana jeans.. Tanganku membelai-belai rambutnya yang panjang sebahu.. Tak lama kemudian kami saling berciuman., tanganku sudah merambah ke balik bra..

    Gundukan daging di dadanya terasa hangat.. Lama kami berciuman,, Ita yang ternyata sudah horny berat melepaskan ciuman lalu membuka kaus putih dan bra hitam yang dia kenakan.. Toketnya yang tidak terlalu besar kini bebas untuk dijamah.. Bibirku langsung tertuju ke toketnya yg berputing hitam.. Ku isap bagian pinggir puting Ita sambil meremas-remasnya dengan lembut…

    Lalu dilanjutkan memilin putingnya dengan bibirku., Ita tak tinggal diam, dia menekan kepalaku seakan tak ingin isapanku terhenti. Aku dan Ita yang sudah kesetanan oleh nafsu birahi menghentikan sejenak aktifitas untuk melucuti semua pakaian kami. Kini kami berdua telah bugil di ruang tamu, Ita mengarahkan mulutnya ke penisku yang berkepala besar dan sudah tegang dari tadi.. Dimainkan kepala penisku dengan bibir dan lidahnya..

    Lalu dimasukkan batang penisku ke mulutnya, sementara tangannya meraba-raba bijiku. Maju mundur gerakan yang Ita lakukan membuat penis ini makin tegang, dia melepaskan emutan di penis ini lalu meminta aku menjilat memeknya yang sudah basah.. Ita benar-benar sudah horny.. Dia merangkak naik ke badanku yg sedang terlentang di sofa,, dia mengarahkan memeknya ke mulut dan mukaku..

    “Oh My God… Cairan memeknya sudah membasahi jembutnya yang lebat..” Fikirku dalam hati..
    Ku jilati dan ku gesek memeknya dengan kumis tipisku.. Dia mengerang hebat disertai getaran ditubuhnya dan juga cairan memek yang makin banyak menumpahi mulutku… Terasa sedikit asin… Sepertinya dia sudah orgasme..

    Ita merubah posisi, kini dia turun berjongkok dan mengarahkan lubang memeknya ke penisku.. Aku masih terlentang,, Ita melakukan beberapa kali gerakan berjongkok naik turun.. Lalu tengkurep diatas tubuhku.. Kami berciuman,, Ita mengggoyang pantatnya naik turun.. Sungguh lihai permainan pinggul yang dilakukan Ita..

    “Sayaaaang,,, aku Ъќ tahaaaann… ” erang ku menahan nikmat yg luar biasa.. Ita malah bangkit dan lututnya diletakkan ke sofa,, dia menggenjot makin kencang… dan makin kencang…
    Ku pegang pinggulnya untuk memberhentikan gerakannya yang sangat cepat…
    “Stoop dulu.. Aku mau keluar..”Pintaku..
    Dia menghentikan gerakan lalu disambut dengan semprotan air mani dari penisku.. Dan juga cairan dari memeknya…

    Creeet… Creeeet… Creeet…. Seeer…seeeerr… “Aaaaarrrrgghhh….” Kami orgasme bersama…
    Setelah denyutan terakhir dari penisku, memek Ita seperti memeras penisku beberapa kali.. Lalu dia kembali menggoyang pinggulnya… Linu yang terasa dikepala penis ini sungguh tak karuan… Aku coba menahan… Sampai akhirnya Ita berhenti berbarengan dengan cairan orgasme yang keluar dari memeknya. Kami berdua lemas didera kenikmatan..

    Setelah istirahat beberapa saat, kami merapikan pakian dan melanjutkan obrolan sambil bermesraan.. Ita merebahkan kepalanya di pahaku, aku berbincang dan bercanda sambil mengelus-elus rambutnya..kecupan-kecupan kecil pun menghiasi canda kami..
    Saat Ita sedang ke dapur untuk mengambilkan air minum, betapa kagetnya diriku melihat papanya Ita keluar dari kamar yang pintunya langsung bersinggungan dengan ruang tamu tempat dimana kami barusan melampiaskan nafsu…

    “Ooohhh Shiiitt…. Ternyata Ita berbohong,, bagaimana jadinya kalau papanya keluar kamar saat kami berdua sedang asik ML ????” Aku bengong takaruan..
    Ita kembali dari dapur,, aku bertanya rada ngotot..

    “Sayang.. Kamu gila.. Kamu nekat… Tadi bilang papa sedang keluar rumah,, ternyata dia di kamar… Kalau tadi dia keluar saat kita sedang ML, urusan bisa berabe…”Tanyaku sedikit marah dengan suara pelan tertahan..

    “Tenang sayang.. Toh Ъќ terjadi kan ???, kalau aku beritahu kamu papa ada di kamar, kita Ъќ bakal ML… Makanya aku berbohong.. Lagian papa tadi baru pulang kerja.. Dia pasti tidur pulas…aku sudah memperhitungkannya..”Jawabnya sambil tersenyum manis…
    Aku Ъќ tau harus berkata apa lagi,, tapi kejadian ini sungguh menjadi pengalaman ML yang sangat hebat dan tak akan terlupakan…

    Sofa di ruang tamu yang berdekatan dengan kamar papanya Ita menjadi saksi bisu pernah terjadi pergulatan seru dua insan yang sedang dibakar gelora cinta…

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Ngentot Pertama Kali Dengan Seorang SPG

    Cerita Sex Ngentot Pertama Kali Dengan Seorang SPG


    1056 views

    Perawanku – Cerita Sex Ngentot Pertama Kali Dengan Seorang SPG, Namaku Andre . Kedua orangtua ku pengusaha-pengusaha senior di Indonesia. Meski terlalu kecil untuk bersaing dengan Liem Sioe Liong atau Prajogo Pangestu, tapi kami masih cukup punya namalah di Jakarta. Apalagi kalo di lokasi pabrik Papa di Semarang atau konveksi Mama di Tangerang.. Eh, aku lupa. Aku biasa dipanggil Andru, tapi di rumah aku dipanggil A Bee atau Abi.

    Tahun itu, aku baru naik kelas 2 SMP. Umurku saat itu masih 13 tahun dan akan 14 Desember nanti. Mm.. SMP-ku dulu lumayan ngetop, sekarang ngga terlalu.. sekarang cuma tinggal ngetop mahal dan borjunya aja. Aku sendiri termasuk yang ‘miskin’ di sana, abis aku cuma diantar jemput sama ciecie-ku aja sedang yang laen kadang dianter jemput sama sopir pake mobil sendiri (baca: yang dikasih ortunya buat dia)

    Kakak perempuanku yang sulung, Sinta, tapi dipanggilnya Sian buat temen sekolah/kuliahnya. Cie Sian baru-baru aja mulai kuliah. Usianya waktu itu 18 tahun. Sedang kakak perempuanku yang kedua, Sandra, yang biasa dipanggil Sandra atau Apin, baru masuk SMA dan usianya 15. Hehehe.. kalo berangkat aku dan Cie Pin suka nebeng Cie Sian. Tapi kalo pulang, Cie Pin naik bis sedang aku dijemput Cie Sian. Tapi mulai kelas 2 ini aku sudah bertekat pulang naik metro mini atau bajaj sama temen-temen. Cie Sian cuman tersenyum aja aku bilang gitu..

    Cuma gara-gara naik bis itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah dan gara-gara kekhususannya itu kami suka ejek dia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot. Tapi bagusnya, uang sakuku jadi bertambah. Katanya sih buat naik taksi atau makan di jalan kalo laper. Ya, lumayanlah.

    Buat ukuran anak SMP, yang meskipun di sekolahan termasuk yang miskin, tapi uang sakuku yang dua ratus ribu sehari mungkin ngga kebayang sama temen-temenku yang sok kaya. Lagian aku buat apa bilang-bilang.. kalo gini kan ketauan mana yang temen mana yang bukan.. soalnya anak SMP ku itu dari dulunya, juga pada waktu itu, bahkan sampai sekarang. Terkenal matre.

    Well, dan gara-gara kata matre itu pula yang bikin aku bisa ngeseks sama Vonny, anak kelas 3 yang sangat cantik tapi sangat memilih pasangan jalannya itu. Juga sama Mbak Maya, temen SMA nya Cie Pin. Hehehe, untung aja Ci Pin ngga pernah tau sampe sekarang.. pasti heboh waktu itu kalo dia tahu.

    Eh, tapi.. aku pertama kali ngerasain yang namanya ‘ngentot’ bukan sama mereka ini loh.. Pasti kalian ngga pernah kebayang deh sama siapa aku pertama kali ngerasain badan cewek. Oh, bukan sama Tante Vi tadi.. apalagi sama perek atau pelacur (itu sih jijay!hii..) Mau tahu? Sama seorang sales promotion girl bernama Marlena.

    Ceritanya, siang-siang pulang sekolah kami iseng pengen tau seperti apa sih yang namanya Pameran Produk Indonesia (PPI) di silang Monas. Well, kami liat-liat di sana ternyata sepi-sepi aja kecuali di beberapa stand/gedung pameran seperti mobil. Dan di stand itulah saat itu aku tersadar sudah terpisah sendirian dari temen-temenku.. Rese’ nih pada ngga bilang-bilang kalo kehilangan..

    “Siang, Ko.. pulang sekolah ya?” seorang dara putih manis berlesung pipit dan berambut ikal sepundak menegurku dengan senyum yang paaling indah menawan yang pernah kusaksikan seumur hidupku. Aku balas tersenyum pada SPG yang ramah tapi agak sok akrab itu, “Iya Cie..”, Aku panggil dia Cie sebab jelas-jelas usianya lebih tua daripada aku, mungkin 21 atau 22 tahunan. Aku kan masih 13 tahun dan pasti keliatan karena aku kurus, kecil, pendek, dan masi pake celana SMP..

    Ciecie itu tertawa sumringah, “Ih, kamu ini pasti langsung kemari abis sekolah.. bandel, ya?!” candanya dengan senyum menggoda. Aku terkekeh juga, meski rada keki dibilang bandel, “Emang iya. Tapi aku kan udah bilang Cie Sian mau kemari..”, Ciecie itu tersenyum ramah, “Ciecie kamu umur berapa?”, “18..”, jawabnya.

    Dia tersenyum, “Mmh ya bolehlah.. berarti kamu ngga kelayapan..”
    Aku tertawa, “Hehehe ciecie bisa aja.. ”
    Lalu aku menudingnya, “Ciecie ini namanya siapa?”

    Dengan gaya bak peragawati, dia membetulkan posisi nametag-nya yang miring sehingga dapat jelas kubaca, “M-a-r-l-e-n-a.. Namanya cantik, Cie..”
    Dia tersenyum, “Aduh makasih banget, tapinya ngga ada recehan nih.. pake brosur aja ya?”
    Aku tersenyum dan mengambil juga brosur yang ia tawarkan.

    “Wow, ni mobil keren juga, nih..” aku sampai bersiul terkagum-kagum pada barang dagangannya.. (well, saat itu teknologi DOHC baru pertama kali muncul di Indonesia.. wajar dong kalo aku saat itu kagum berat..)
    “Iya, dong.. siapa dulu yang jualan” katanya tersenyum sambil menepuk dada.

    Dan saat itulah aku mulai memperhatikan baju kausnya ketatnya yang menonjolkan buah dadanya yang lumayan besar.. hmm.. dan rok mininya yang ketat tipis sepaha itu, seolah-olah bila kakinya terbuka sedikit lebih lebar maka aku dapat melihat celana dalamnya.. Maka tidak usah ditunggu lagi, aku segera mengikuti kemanapun ia bergerak menerangkan presisi dan kemampuan mobil itu, sambil bersyukur jadi orang pendek.

    Hehehee.. Beneran deh, dengan tinggiku saat itu yang 134 cm, kalian seolah-olah bisa mengintip isi rok mini Cie Lena yang tingginya 170 cm lebih dan pake sepatu hak tinggi pula. Makanya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk duduk di dalam mobil sementara ciecie itu menjelaskan dari luar dengan sebelah kaki menginjak sandaran kaki..

    Tapi aku yakin mukaku menjadi kemerah-merahan, sebab ciecie ini dari tadi bagaikan tertawa maklum dan betul-betul sapuan matanya menyapu wajahku terus-menerus.. sampai tiba-tiba aku bagai tersadar dari lamunan..

    “..gimana? udah keliatan belon?”
    aku terkaget-kaget di tempat duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”

    dia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata pelan, “..celana dalemnya ciecie..”

    nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku saat itu ditembak langsung begitu.. untung dia ngomongnya ngga kenceng. Lalu dia mendekatkan diri padaku dan berkata, “dari tadi ciecie liat kamu berusaha liat dalemannya ciecie, jadi tadi ciecie sengaja angkat kaki sedikit biar kamu engga penasaran.. udah liat, kan? Ciecie pake warna coklat muda..”.

    Aku yakin mukaku semerah kepiting rebus. Tapi Cie Lena tersenyum maklum dan membimbingku bangkit dari tempat duduk sopir dan berkata keras, “Ikut Ciecie ya Ko kecil.. Ciecie akan kasi liat kemampuan ini mobil supaya bisa bilang-bilang sama Papa, ya?”

    Dan seorang pria muda berdasi yang berdiri tidak jauh dari kami tersenyum lebar mendengar ucapannya itu sambil mengacungkan ibu jari. Tapi kulihat Cie Lena cuek aja, malah mengerdipkan sebelah matanya padaku.

    Kami menuju pelataran parkir luar dimana sebuah mobil serupa dipamerkan –dan nampaknya bisa dicoba. Cie Lena memintaku duduk di depan sedang dia sendiri menyetir.

    Gugup juga aku waktu liat dia di kursi sopir duduk agak mekangkang sehingga dengan rok mini super pendeknya aku tahu pasti terdapat celah terbuka yang bila aku duduknya maju sedikit pasti aku bisa melihat.. ehmm.. anunya.. yang katanya coklat muda itu..

    Cie Lena tertawa geli melihatku rada panik. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”

    Aku sangat malu. Tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk menyandarkan kepalaku ke dashboard sehingga bisa mengintip sesuatu diantara kedua paha mulus ciecie ini..

    Dia tersenyum, “Namamu siapa sih, Say?”
    “A Bee.”
    Dia tersenyum, “Nama yang bagus.”
    Lalu dia menoleh menatapku sebentar, “Kamu belum pernah liat cewek telanjang ya, Say?”
    Aku menggeleng pelan.

    “Pengen tau, ya?” dia tersenyum, “Pasti pernah nyoba ngintipin ciecie-mu ya?”
    Kali ini aku mengangguk pelan.
    Dia tertawa.
    “Mau liat Ciecie telanjang ngga, Say?”

    Aku cuma bisa menelan ludah gugup. Ciecie seseksi ini mau telanjang di depanku?
    Dia tersenyum, “Tapi Say, Ciecie boleh minta duit kamu sedikit ya? Ciecie perlu bayar uang kuliah sama beli buku nih..”
    Aku masih terdiam membayangkan dia telanjang di depanku.. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..

    “Kamu boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kamu, abis kamu imut sih..”
    “Ciecie emang butuhnya berapa duit?” aku memberanikan diri bertanya.
    Dia tersenyum dan jarinya menunjuk angka 1..
    “I Pay..”

    Cuma segitu? Yah, kalo cuma segitu sih.. uang sakuku sehari juga lebih dari itu.. Aduh, dengan uang segitu, dia mau telanjang di depanku supaya dia bisa kuliah..

    “Cie..” kataku nekat, gejolak di kepalaku sudah memuncak di napas dan kontolku nih..
    “..tapinya aku boleh cium Ciecie, ya?”
    Cie Lena agak kaget, aku terlalu polos atau kurang ajar, ya?
    Tapi dia tersenyum.
    “Makasih, A Bee Sayang..”

    Lalu, Cie Lena mengarahkan mobil contoh itu ke sebuah tempat di Kota (aku ngga tau namanya, waktu itu kami kan tinggalnya di Pondok Indah sedang sejauh-jauhnya aku main kan cuma di Blok M). Ia memasukkan mobil ke garasi sebuah rumah kecil di pemukiman yang padat dan jalannya ampun deh jeleknyaa..

    Lalu Cie Lena menyilakan aku keluar. Sempat kulihat ia tersenyum pada seorang Empeh-empeh yang lewat, Kudengar ia membahasakan aku ini adik sepupu yang hari ini dititip karena orang tuanya sedang pergi. Wah, kalau sampe sebegitu-begitunya, ini pasti beneran tempat tinggalnya.. Lalu aku mengikutinya masuk ke dalam rumah itu. (Hihihi aku perhatikan ia mengambil anak kunci pintu depan dari balik keset.. Kalo aku maling, habis sudah isi rumah ini..)

    “Ini kontrakan Ciecie..” katanya sambil menunjuk ke ruangan dalam, “Ciecie tinggal berempat di sini.”
    “Yang lainnya kalo ngga kerja ya kuliah..” katanya saat aku bertanya mana yang lain.

    Ia membuka kamarnya dan menyilakan aku masuk sementara ia ke ruangan lain mungkin mengambil minuman. Aku perhatikan kamarnya sangat rapi, mirip seperti kamarnya Ci Sian. Bedanya hanya buku-buku kuliahannya sangat sedikit sedang di kamarnya Ci Sian kemanapun kita memandang isinya buku.. Ah, Ciecie ini memang butuh bantuan banyak.

    Lalu Cie Lena datang membawa minuman. Tersenyum ramah. Meletakkan gelas di meja belajarnya lalu mengunci pintu dan berdiri bersandar di pintu sambil memandangiku. Aku duduk di kursi belajarnya, setengah gugup. Habis ini, aku akan melihat cewek bugil asli-aslian di depanku..

    Nampaknya dia sangat mengerti kegugupanku karena ia lalu berjongkok di sampingku dan memelukku erat-erat. Menciumku pelan. Lalu berkata, “Udah siap liat bodi Ciecie?”, Aku mengangguk perlahan. Dia tersenyum dan berdiri sambil membelai pipiku. Ia mulai berdiri menjaga sedikit jarak agar aku bisa melihat semua dengan jelas.

    Sebetulnya kalo dipikir-pikir saat itu ia melakukannya dengan cepat, kok.. Tapi dalam tegangku, semua gerakannya jadi slow motion. Ia mulai dengan membuka kaus ketat tipisnya. Melemparnya ke tempat tidur. Tersenyum lebar, ia menepuk perutnya yang putih kecoklatan itu sambil membuat gerakan menciumku.. Lalu ia menarik sesuatu di belakang rok mininya sehingga terjatuh ia menutupi jemari-jemari kakinya menampakkan celana dalam coklat muda yang tadi ia katakan..

    Sampai di sini, aku tidak kuat duduk.. batang kontolku menegang dan sakit kalo aku tetap duduk. Ia malah mendekat dan memelukku. Mmmhh.. meski jadi sedikit sesak napas, tapi aku sangat senang.. wajahku kini terbenam di antara belahan buah dadanya.. sedang perutnya menempel pada dadaku..

    Oh, aku tentu saja balas memeluknya.. dan terpeluk olehku pinggul dan pantatnya yang sekel itu.. Dan saat terpegang olehku celana dalamnya, spontan aku masukkan jari-jariku ke dalamnya, membuatnya menjerit kecil.. “Aih.. ngga sabaran banget sih Ko kecilku ini..”

    Spontan ia melucuti celana dalamnya lalu mengangkat kaki kirinya memeluk pantatku sehingga rambut tipis jembutnya menggesek-gesek perutku.. Aduh ciecie ini.. aku kan pengin liat.. Tapi ia menciumku di pipi dan membimbingku ke cermin yang tertempel di lemarinya memperlihatkan seluruh badan telanjangnya kecuali di sekitar tetek itu.. Aku mengerti.

    Aku ke belakangnya dan membuka kaitan BH nya sehingga nampak juga akhirnya puncak gunung yang coklat muda indah itu.. membuatku segera menarik tubuhnya menghadapku.. dan mulai meremasinya buah dada itu.. Ia sedikit melenguh dan terduduk di kursi.. Menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sehingga dadanya membusung sedang posisi pinggul dan otomatis memeknya tersodor bagai ingin disajikan..

    Aku ciumi teteknya itu lalu aku hisap kuat-kuat membuatnya menggelinjang sampai akhirnya dengan satu sentakan ia mendorongku jatuh ke tempat tidurrnya..

    Ia bangkit berdiri setengah membuka pahanya sambil bertolak pinggang menonjolkan dadanya yang masih mancung dan ranum itu..

    Aduh aku ngga kuat lagi. Aku buka celana ku sehingga batang kontolku mencuat keluar dengan bebas mengambil posisi tempur.. kucopot juga bajuku sehingga tinggal singletku. Sementara itu ia hanya tersenyum saja.

    Lalu ia memegang kontolku, yang segera saja semakin tegang dan membesar..
    “Aduh si Ko kecil ini..” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Udah kerangsang, ya?”
    “Iya, cie.. “

    Dia cuma tercekikik, dengan genggamannya menahan kulit kulup ku agar tidak menutupi kepala kontolku, ia menotol-notolkan telunjuknya pada kepala kontolku.. dan setiap kali jarinya menyentuh kulit kepala kontolku, setiap kali itu aku merasa tersetrum oleh rasa geli-geli yang aneh..

    “Hhh..,” aku sampai mendesah kenikmatan, “Cie, ‘maen’ yuk?”
    Dia menatapku geli..
    “Maen petak umpet?”
    Aku menggeleng tak sabar, “Bukaan. Kayak yang di film-film..”
    “Film apa? Donald Duck?”

    “Be Ef, Cie.. Ngentot..” akhirnya keluar juga kata itu dari mulutku..
    Tapi dia malah menowel hidungku, “Anak bandel, ya? Kecil-kecil udah nonton BF. Kamu udah pernah ‘maen’, ya? sama siapa?”
    Aku menggeleng pelan, “Nonton doang. Pengen sama Ciecie..”
    “Tapi ciecie mana puas ‘maen’ sama kamu. Kamu kan masih anak kecil..”
    Lalu dia menunjuk burung-ku

    “Punya kamu itu kekecilan. Lagian kamu orang kan belum pernah ‘maen’, belon tau harus ngapain..”
    Adduuh.. aku udah kepengen banget niih..
    “Cie Len.. boleh dong, ya? aku kasi Ciecie tiga ratus deh..” aku merengek..
    Dia malah tertawa, “Kamu ini mesti anak orang super kaya.. buang duit kayak buang sampah..”

    Adduuh.. tolong Cie.. cepet dong..
    Dia lalu mencium bibirku sehingga batang kontolku tak urung menyentuh daerah sekitar pangkal pahanya..
    “Duit segitu itu separuh uang kuliah Ciecie satu semester, tau nggak?!”
    Adduuh Ciecie ini gimana sii.. aku udah ngga tahan nii..
    “Cie Len.. ayo dong Cie..”

    Cie Lena menghela napas panjang, lalu menatapku sambil menggigit-gigit bibirnya sebelum akhirnya berkata “Sebetulnya Ciecie ngga pengen begini. Tadinya niat Ciecie sama kamu tuh cuma telanjang aja..”

    “Tapi Ciecie memang butuh uangnya..”
    Lalu ia menghela napas panjang lagi, “Tapi kamu ini masih anak kecil. Ciecie ngga mau ngerusak kamu..”

    Aku menatapnya protes. Ia pasti melihat tatapan protesku, tapi ia nampak berpikir keras. Tapi akhirnya ia menggelengkan kepala lalu mencium bibirku. Lalu tubuh telanjangnya itu menelungkup menindih tubuh telanjangku..Ia menciumiku sementara tangan kirinya menyentuh-sentuh kepala kontolku dan ampun deh rasanya luar biasa.. (ternyata butuh beberapa tahun kemudian baru aku sadar kalo orang belum pernah kepegang cewek, cukup disentuh kepala kontolnya rasanya sudah selangit..)

    Aku meronta, menggelinjang keenakan.. sekaligus tidak puas.. aku ingin ngentot! Dan akhirmya ia memenuhi keinginanku.. ia menjejakkan kaki kirinya di atas ranjang sedang kaki kanannya di lantai, dalam posisi setengah berlutut sehingga kepala kontolku (yang mungkin masi terlalu kecil buat dia karena usiaku toh juga masi kecil) sedikit melesak di antara dua bukit berhutan jarang itu.. Lalu.. ia menekan pantatnya sedang ia membusungkan dadanya dan mendongak sehingga pandanganku hanya berisi payudara dan puting susu kecoklatannya itu.. plus bonus ujung hidungnya..

    Slepp.. nampaknya kepala kontolku sudah mulai melesak masuk.. Ia lalu mengambil posisi berlutut, kedua lututnya tertekuk di atas kasur dan pinggulnya menindihku.. Lalu ia sekali lagi mendesakkan pinggulnya.. Bless.. akhirnya masuk juga.. Aku terpesona merasakan gesekan kontolku dengan dinding dalam memeknya.. Ia tersenyum lagi.

    Lalu mulai menggoyang-goyangkan pantatnya.. membuat sensasi luar biasa pada setiap gerakannya yang membuat kontolku bergesekan dengan dinding memeknya.. Ohh.. hh.. Badanku rasanya pelan-pelan terbakar oleh perasaan geli-geli yang menjalar yang dingin..

    Lalu ia semakin mempercepat gerakannya. Membuat jalaran geli tadi semakin melebar ke seluruh permukaan kulit tubuhku dan pada saat nampaknya tak tertahankan lagi.. tiba-tiba..

    Srr.. srr.. srr.. kurasakan aku ‘kencing’ dan perasaan geli itu mulai menguap meninggalkan bekas bergetar dingin pada sekujur badanku.. Gerakan Cie Lena berhenti.. Kontolku sudah terlalu lemas sehingga tidak dapat bertahan lebih lama dalam liang memeknya.. Cie Lena memelukku sekali lagi.. Menciumku..

    “Gimana, Bee..? Kesampaian, ya..?” katanya dengan senyum menggoda..
    “Enak kan ‘maen’ sama Ciecie..?”

    Aku.. aku tidak dapat menjawab. Aku menutup mataku saja sambil tersenyum lebar..
    Dan aku pikir dia puas dengan jawaban itu. Soalnya dia mulai menciumku dan memainkan burungku sekali lagi dengan jemari lentiknya..

    Ah.. Cie Lena.

    Sekarang ini, dia masih belum menikah dan kini bekerja sebagai karyawanku di sebuah kawasan perkantoran di xx.. Ya tentu saja kami masih sering melakukannya.

    Tapi mungkin tidak terlalu sering karena kami masing-masing sudah punya pacar. Hanya saja, ketika kenangan atau gairah itu datang, sedang pacarku tidak ada di tempat, aku tahu ke mana aku bisa menyalurkan hasratku..

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Ngentot Kesemokan Tubuh Pramugari – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Ngentot Kesemokan Tubuh Pramugari – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1629 views

    Perawanku – Aku adalah mahasiswi disebuah universitas swasta di kota “S”, nama initialku Rus, dan aku pernah mengirimkan cerita “Rahasiaku” kepada situs ini. Awal mula aku mengalami Making Love dengan seorang wanita yang mengubah orientasi seksualku menjadi seorang biseksual, aku mengalami percintaan sesama jenis ketika usiaku 20 tahun dengan seorang wanita berusia 45 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin ada dorongan libidoku yang ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan dalam “Rahasiaku.”

    Wanita itu adalah Ibu Kos-ku, ia bernama Tante Maria, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kos-ku, tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Maria sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.

    Hingga suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,
    “Hmm.. ia sudah datang,” gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.

    Lalu pelan pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Maria menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Maria sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Maria, ia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Maria menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Maria menikmati tubuhnya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.

    Dadaku masih bergemuru. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Kupegangi liang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.

    Aku mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Maria memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
    “Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu.”
    Kusorongkan tangan kepadanya untuk berjabat tangan dan ia membalasnya,
    “Hai, cantik namaku Vera, namamu aku sudah tahu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik.”
    Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,

    C

    “Hai, Kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam.”
    Dan ia mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Maria kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Maria, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.

    Tiba-tiba Tante Maria memecahkan kesunyian,
    “Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, dan bila ada telpon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Diana.”
    Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Maria pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,
    “Kak Vera, rupanya sudah kos lama disini.”
    Dan Vera pun menjawab, “Yah, belum terlalu lama, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota “Y”, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.”
    Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 26 tahun. Tiba-tiba ia menanyakan hubunganku dengan Tante Maria. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Maria sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Vera mengakui hubungannya dengan Tante Maria sudah merupakan hubungan percintaan.

    Aku pura-pura kaget,
    “Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,” kataku.
    Vera menjawab, “Entahlah, aku tak pernah berhasil dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, untung aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Maria, walaupun Tante Maria bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.”
    Kini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,
    “Mengapa kakak membocorkan rahasia kakak kepadaku.”
    Dan Vera menjawab, “Karena aku mempercayaimu, aku ingin kau lebih dari seorang sahabat.”
    Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku.

    Ia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksa baju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.

    Kulihat Bra hitamnya menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Maria kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuh Vera menegang dan Vera menjambak rambutku, ia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.

    Ketika sedang asyik kurasakan tubuh Vera, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, dan Tante Maria sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Vera yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Vera secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku. Aku tahu maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Vera mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Vera. Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Vera kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Maria. Vera menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Maria meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.

    Kini giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Vera masih meng-oral klitorisku, sementara Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Vera menjelejah pahaku dan lidah Tante Maria mulai menjelajah bagian sensitifku. Pahaku dibuka lebar oleh Vera, sementara Tante Maria mengulangi apa yang telah dilakukan Vera tadi, dan kini Vera berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yang menindihku dengan posisi 69, dan Vera menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Maria. Vera menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif. Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Vera mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Maria menciumi leherku yang berkeringat, dan Vera dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Maria yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.

    c

    Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Vera, dan wajah anggun Tante Maria, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.

    Pagi datang dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Vera dan Tante Maria. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Vera yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Maria menggarap dari belakang dan aku menggarap Vera dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Maria membelai-belai daerah sensitif Vera. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Vera yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Maria yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.

    Hari-hari berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Vera belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Vera, tetapi setelah seminggu Vera kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan Vera, dan ia pun merasa begitu. Malam sebelum Vera bertugas aku dan Vera menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Vera telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Vera, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Vera bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.

    Entah mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Vera membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Maria, tetapi saat pembayaran kos, Tante Maria tak ingin dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya, dan untuk pengalamanku selanjutnya kuceritakan dalam kesempatan yang lain.

  • Foto Gadis Jepang Lagi Pamer Tubuh Mulus – Foto Bugil Jepang Terbaru 2018

    Foto Gadis Jepang Lagi Pamer Tubuh Mulus – Foto Bugil Jepang Terbaru 2018


    1995 views

    Perawanku –Inilah saatnya untuk memuaskan birahi.  Bila kamu selama ini selalu mengidam-ngidamkan bisa menjamah cewek seperti dalam Foto Gadis Jepang Lagi Pamer Tubuh Mulus.

    Maka sekarang adalah saatnya untuk melepaskan sesuatu yang tertunda tersebut. Segera persiapkan tisu atau lotionmu karena Foto Gadis Jepang Lagi Pamer Tubuh Mulus ini akan membuat agan tak tahan pengen coli. Tak percaya?

    Berikut Kami sajikan buat Para Bos ku Perawanku.com :

  • Cerita Sex Membeli Perawan Gadis ABG SMA

    Cerita Sex Membeli Perawan Gadis ABG SMA


    1153 views

    Perawanku – Cerita Sex Membeli Perawan Gadis ABG SMA, Ini dia Cerita Dewasa yang bercerita tentang Gadis SMA bernama Amalia yang kocokan bikin aku merem melek, waktu itu adalah hari ulang tahun sekolah tempat gue belajar 2,5 tahun belakangan ini. hari jadi sekolah merupakan hari yang sangat bahagia bagi kami siswa siswi yang sekolah disana kerana kami semua ga dapet belajar tentunya dan udah dari 3 hari sebelumnya melakukan berbagai persiapan untuk acara hari itu!

    pada hari jadinya sekolah kami mengadakan berbagai acara yang sangat heboh dan ga kalah seru pastinya sob! mulai dari pentas musik aneka band, aneka lomba2 seperti lomba antar kelas sampai lomba modern dance. Namun lomba modern dance ini tidak diadakan antarkelas, tetapi antarangkatan yang membuat acara ini seru adalah suporter dari masing2 kelas dan angkatan yang saling adu mulut sampai adu jotos untuk team yang mereka jagokan!biasalah anak muda seperti kami egonya lagi tinggi-tingginya

    Ok kembali ke acara ulang tahun sekolah gue ini dimulai dari pukul 9 pagi. Namun gue datang pukul 11 siang!hehe.. maklum lah anak bandel yang suka nyari sensasi dan sengaja gue datangnya telat hanya untuk nonton band2 ibu kota dan menyaksikan lomba modern dance saja. Dan akhirnya saat yang dinanti datang juga.

    Modern dance angkatan kelas 3 yaitu angkatan gue sendiri yang beranggotakan 5 orang. Namun yang gue kenal dekat hanya melia yang memiliki nama lengkap Putri Amelia Candra. ohhh ya gw kok sudah mengenalin orang lain padahal gue aja belom kenalan!he..nama gw ryo sob nama panjangnya ga usah deh ya jelek soalnya

    Acara pun dimulai dari penampilan kelas 1 lalu iikuti kelas 2 dan yang menjadi penutup adalah kelas 3. Mereka mulai masuk ke tengah lapangan. Pakaian yang mereka kenakan cukup seksi. Walaupun di bagian perutnya tidak terbuka. Pakaian yang mereka kenakan cukup ketat pastinya, menonjolkan payudara payudara mereka yang baru ‘tumbuh’.

    Cukup membuat mata murid murid lelaki melotot. Dengan diiringi lagu-lagu techno mereka semua yang muda belia seumuran gue meliak-liukan badannya dengan seksi. Seiring lompatan atau gerakan seksi mereka payudara mereka bergoyang-goyang indah dan bergetar-getar!indahnya serasa dunia saat itu

    Mata saya hanya tertuju pada melia. Selain karena wajahnya yang cantik, ia juga memiliki payudara yang cukup seksi tentunya. Rambutnya yang tergerai panjang menambah seksi tubuh indahnya. Walaupun ada pula teman 1 tim dancernya yang saya pikir cukup bohai juga.

    Mulai dari payudara yang lebih besar dari melia, ia juga memiliki paha yang gempal. Namun perhatian gue tetap tertuju pada melia. Wajar aja gue merhatiin terus, menurut gue dia cewek paling seksi secara fisik maupun non.Setelah mereka bermodern dance ria & membangkitkan gairah pada laki-laki, dengan keringat bercucuran di kening, leher & bagian-bagian lainnya, mereka segera berganti baju.

    melia segera menuju kelas untuk kembali mengenakn seragamnya. Seiring langkahnya berjalan, payudaranya yang baru tumbuh bergoyang-goyang. Kemudian setelah ia mengambil pakaian ganti dari tasnya, ia pun menuju ke wc untuk berganti baju.

    Lalu gue ikutin dia dr belakang. Terlihat, tali branya nyeplak karena keringat yg basah ke tubuhnya. wowww sedapnyo. Setelah masuk itu, ia masuk ke kamar mandi. Tanpa ia sadari bra dan celana dalemnya yg berwarna hitam jatuh di depan pintu kamar mandi.

    Gue pun langsung saja mengambil bra an cdnya yang jatuh tersebut dan langsung gue pegang. Gue pun masuk ke kamar mandi cowo dengan tujuan mau kencing tanpa maksud untuk menyembunyikan ke dua barang tersebut. Di dalam pikiran gue, gue akan berikan setelah gue kencing.

    Setelah gue kencing, gue liat amelia mondar-mandir di sekitar kamar mandi. Langsung aja gue tegor,
    “Nyari apa melia?”
    “Eh lo ryo, ini nih gue nyari bh sm cd gue, lo lyat gak?”
    “Ohhh, ini mksd lo?” Langsung gue tunjukin bra dan cdnya.
    “Iya, ni dia yg gue cari. Ni lo nemu dimana?”
    “Ni tdi jatoh. Lo ga tau…”
    “Oh yawdh, thanks ya ryo.
    “Iya sm2 melia.”
    “Ywdh deh, gue mo ganti baju dulu yah. Gerah banget nih.”
    “Ngapain melia?”
    “Ganti baaajuuu… knp?? Mo ikuuut??” Tanya amelia nakal.
    “Hhhee. Emg boleh melia??”
    “Hmmm…” dia ngeliat ke sekitar. Setelah itu dia langsung nyruh masuk gue untuk 1 kamar mandi dengannya.
    “Ywdh yuk masuk.”
    “melia, gue mo kencing dulu yah. Lo jangan ngintip.” Langsung gue buka clana gue sambil ngebelakangin amelia. Trus kencing. dan Tiba-tiba melia berkata
    “Oh my god. Gede banget ryo barang (Kontol gue) lo” Gue pun kaget.

    “melia, dibilang jangan ngintip. Ko ngintip sih?”
    “Hhehe. Sori ryo, abis gak sengaja… hehee boong ding, gue penasaran aja pengen liat…”
    “Ah, dsar lo melia. Ywdh, ganti baju tadi katanya mo ganti baju?”
    “Ywdah”Gue pun memakai clana gue lagi.
    Amelia pun sibuk membuka baju dancenya. Trus celananya. Trus branya. Lalu cdnya.
    Gue pun merhatiin semuanya.
    “Eh ryo, jgn ngeliatin ke sini dong.” Sambil ia menutupi toketnya yg sekel dengan tangan kirinya. Trus memiawnya juga ditutupin sama cdnya yang baru dibuka.
    “Hehehe. gue penasaran juga melia…”
    “Penasaran??”
    “Iya”
    “Lo juga tadi penasaran sama barang gue kan?”
    “Iya sih” sambil ia senyum-senyum.
    “melia, gue mo remes2 toket lo dong. Boleh ga?”
    “Ha? Tai lo ryo. Emang lo siapa gue!!”
    “Bentar aja melia”
    “Tapi gue juga pegang2 barang lo ya ryo? Biar adil.”
    “Oh yawdah”dan gw pun ngebuka resleting gue. Nyingkap CD gue. Trus ngeluarin Kontol gue.
    Gue dengan semangat ngeremes2 toket amelia yg sekel. Tapi dia agak takut2 buat megang Kontol gue.
    “Knp melia? Pegang dong… gue aja udah megang toket lo nih. Sekel banget sih melia toket lo?”
    “Ihh, gue baru pertama nih megang barang cowo. Hahaha.”
    “Sstt. Jgn kenceng2 ktawanya…”

    dan gue mencoba membawa tangannya buat megang Kontol gue secara pelan2 dan sedikit paksaan akhirnya, Kontol gue pun tersentuh oleh tangan amelia.

    “Oowwhhh… kocok2 dong melia…” Pinta gue.

    Dia pun agak malu2 pas mau ngocok Kontol gue.
    Akhirnya pelan2 dia kocok Kontol gue. gue pun sambil ngeremes2 toket dia.

    “Owwhhh… enak melia… agak kenceng dong megangnya…”
    “Iya… ohh gede bgt sih ryo?? Lo dah ngaceng ya nih??”
    “Iya udah lah. Secara gue ngeremes2 toket lo udah nafsu gini. Pasti dah ngaceng.”
    “melia… gue isep yah toket lo??”
    “Ihh, gila lo ah.”
    “Bentar…”
    “Ywdah… nih…” ia pun menyodorkan toketnya ke mulut gue. Tapi ia ngelepasin kocokannya dari Kontol gue.
    “melia, sambil kocokin Kontol gue juga dong. Jangan berenti…”
    “Uwhh… iya iya… cerewet lo ahh…” Dia pun ngocok Kontol gue agak cepet.
    “Aahhhh… ohhhh… enak meliaa…” suara gue mendesah. Trus gue kenyot2 toketny.
    “Ahhh… yg cepet lagi melia… oohh… uuhhh… ssshhh…” sambil gue kulum lehernya, trus ke bibirnya.
    “melia, sepongin dong sebentar…”
    “Ha?”
    “Sepongiiin… masukin Kontol gue ke mulut lo… trus kocokin pake mulut lo…”
    “Aaahhh!! Gak ahh!! Pake tangan aja yah ryo? Nnti kpn2 deh.” Amelia nolak.
    “Bentar meliaa… pengen nihh…” gue memohon.
    “Ah lo ryo. Ywdah, tp bentar aja ya”
    “iya, sampe keluar…”
    “Ahh, tp peju lo jgn dikeluarin dimulut gue!!”
    “Iya, gak… nnti kalo gue dah mau muncrat gue cabut Kontol gue dari mulut lo…”
    “Yaudah, maen cepet yaa. Takut dicurigain nih gue ntr sama anak2 yang laen.”
    “iya” jwab gue.

    Amelia pun jongkok di depan gue. Mulutnya pas banget udah berhadepan sama Kontol gue.
    Gue pun menyodorkan Kontol gue ke mulutnya. Amelia pun tanpa ragu lagi membuka mulutnya lebar2. gue terus dorong semua Kontol gue masuk ke mulutnya amelia. Setelah itu dia rapetin mulutnya dan mulai menggerakan mulutnya maju mundur sambil skali2 mainin lidah dan bibirnya buat mijet2 Kontol gue.

    Kontol gue kerasa agak2 anget. Trus juga ada rasa2 lembek2 enak yg berasal dari lidahnya.
    Itu semua gue imbangin dengan ikut gerak2in Kontol gue maju mundur.

    “Ooohh… meliaaa… enaaaaaakkk… mmmhhhhhh… ooohhh… sshhhh…” sambil gue belai2 rambutny yg ga terlalu panjang.
    “Mmmhhhhh… mmmmhh… mhhhh…” amelia pun mendesah smbil terus nyepongin Kontol gue.
    “Ooohhhhhhhhh… teeruusss meliaaaa… ooohhh… eeennnaaakkk… terus melia…”
    “Mmhh… mmhhhh…”
    “Cepetin lagii meliaaa…” pint ague.
    “Mmmhhh… mhhhh… mmmhhhhhhmmhhhh…” amelia pun sedkit agak kewalahan nyepongin Kontol gue.
    “Aaahhhh… ooouhhhcchhh… enak meliaaa… oowwwhhhwwwwwhhh… sshhhhhh”

    Amelia pun semakin mempercepat kocokan mulutnya di mulut gue. Gue pun mengimbangin dengan memajumundurkan Kontol gue di mulutnya.
    Saking terasa cepatnya. Akhirnya gue udah ngerasain kalo peju gue mau keluar.

    “Aaohhh… meliaa… gue mau keluar nihhhh…”

    Dengan cepat dia ngelepasin mulutnya dari Kontol gue. Trus dia berdiri dari yg sebelumnya pas nyepongin gue dalam posisi jongkok. Gue pun meraih tangan kanannya. Trus gue tuntun buat megang Kontol gue yang udah ngaceng banget krn mau keluar.

    “Kocokin yang cepet melia…”

    Amelia pun mengocok Kontol gue cepet. Pas dia lagi ngocokin Kontol gue, gue kissing bibirnya yang imut2, sambil kadang2 gue remes2 toketnya yang sekel gak terlalu gede.

    Akhirnya setelah kira2 3 menit dikocokin pake tangannya.
    “Aaarrghhhh… cchhaaaaaa… gue mauuu keluarrrrr nihh…”
    “Uwwhh, ywdah keluarin aja ryo…” dia pun ngarahin Kontol gue ke wc biar peju gue nnti langsung ke buang ke lubang wc tanpa berceceran di lantai.
    “Aaarghhh… oooooooooouhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhh… aaaaah… gue keluar meliaaa…” akhirnya peju gue pun keluar. Peju gue muncrat 7x. dari mulai banyak sampe keluar setetes setetes.

    “Oouhwwww… gila ryo, banyak banget peju lo… duuhh kena tangan gue lagi nih…” amelia pun ngelepasin tangannya dari Kontol gue. Trus dia ngebersihin tangannya yang kena peju gue sedikit pake aer di gayung.
    “Uuffhh… iya nih melia, udah lama sih gue gak colai… tapi akhirnya sekarang gue malah dicoliin sama lo… capek nih melia… melia bersihin dong peju gue nih dikit lagi pake mulut lo…” pinta gue kea ca.
    “Apa?” amelia kaget.

    “Jilatin dikit nih ujung Kontol gue, kan masih ad sisa2 pejunya…”
    “Ih males. Gak ah. Jijik gue.”
    “Yah, tanggung nih melia… dikit lagi”
    “Gak. Nnti aja yah kapan2 ryo…” amelia memberi harapan.
    “Huh. Dsar lo melia. Tanggung juga nih. Ywdah deh.”
    “Nih gue bersihin peju lo yang di sini aja nih.” Kata Amelia sambil nyiramin aer ke dalem wc yang sebelumnya banyak peju gue.

    Setelah nyiramin peju gue yang berceceran di wc, amelia pun kembali berganti baju. Begitu juga gue. Gue pun memakai celana dalem gue lagi kemudian resleting celana panjang gue.
    Gue perhatiin amelia. Ia kleiatan seksi banget. Satu persatu ia kenakan pakaiannya. Mulai dari celana dalemnya yang berwana hitam. Branya yang juga berwarna hitam. Namun ia agak kesulitan saat akan mengaitkan branya. Lalu ia pun meminta tolong gue.

    “ryo tolong pakein dong.” Ia pun membelakangi gue meminta mengaitkan pengait branya.
    “Tapi ada syaratnya yaa…” ucap gue ngeledek.
    “Syarat apaan?”
    “Tebak dong”
    “Hmmm apa ya. Ga tau ah! Udah cepetan pakein!!” ia pun agak sedikit ngotot.
    “Itu tuh.” Gue pun menunjuk ke arah memiawnya.
    “Ohh ini… lo mau ngewe sama gue?” amelia pun bertanya dengan nada agak sedikit kaget.
    “Iaa, gue pengen ngewe sm lo melia… blh ga?”
    “Anjjrriitt lo ryo, apa masih kurang yg skrg?”
    “Kurang laaaah… gue mau nyicipin tubuh lo pake Kontol gue…”
    “Aaaaaaaahhh!”
    “Sssstt, jgn kenceng2 melia… Ayoo dong meliaaaa… kpn2 yaaahh?? Ga sekarang kok…” ucap gue memohon lagi.
    “Gue masih virgin laaahh ryoo.”
    “Ahh yakinnn lo??”
    “IYA!”
    “Kalo dari toket lo yg gue pegang tadi sih kayanya lo udah ga virgin deh…”
    “Hah? Tau dari mana lo???”
    “Ya tau laaahh, kalo toket cewe yang udah ga virgin tuh udah agak kendor sedikit, ga terlalu sekel banget…”
    “Hahhha gila ya lo, kayanya udah ahli banget nih soal beginian”. Sambil dia sibuk merapikan bajunya.
    “Iya dong, makanya kapan2 mau nyoba ngewe sama gue ga?”
    “Hmmm gimana yaaaaa, yaa liat nanti aja deehhh”. Sambil berkaca di cermin kecil sambil merapikan rambut dan poninya.
    “Yawdahhh nnti kpn2 kita coba yaa??” Ucap gue memastikan.
    “Iya ahh, ywdah, gue mau balik ke anak2 dulu nih. Ntr gue dicurigain lagi ganti baju doang kok lama banget.” Dia pun membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.
    “Sipp, ati2 lo. Thankss meliaa atas handjob dan blowjob lo… Hehhhe”“Haahh, bakalan enak nih kalo seandainya nanti gue ML sama dia” Pikir gue.

    dan setelah berapa menit gue keluar dari toilet tersebut perasaan menyesal pun datang menghampiri! biasalah penyesalan selalu datangnya belakangan dan ga pernah duluan! menyesal kenapa ryo? he…menyesal kenapa ya ga gue paksa melia untuk langsung aja ngajakin ngentot!hahahaha…

    sambil ngebayangin seandainya pas didalam toilet cewek tersebut gw ngentot sama melia, tapi gw punya obsesi untuk ngedapetin perawan si melia bagaimapun caranya gw harus yang pertama meniduri dia kalau masih perawan!

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Pemerkosaan Yang Tak Terlupakan Dialami Oleh Cewek Bispak

    Cerita Sex Pemerkosaan Yang Tak Terlupakan Dialami Oleh Cewek Bispak


    1195 views

    Perawanku – Cerita Sex Pemerkosaan Yang Tak Terlupakan Dialami Oleh Cewek Bispak, 6 pasang mata yang terlihat merah karena bir pletok yang mereka beli hasil mengamen itu melihatnya dari atas ke bawah, lalu ke atas lagi, lalu ke bawah lagi, sambil menahan air liur membayangkan kemolekan tubuh Irma yang pada saat itu mengenakan rok selutut dan kemeja warna putih, yang menerawangkan bra hitamnya.

    tiba2 salah seorang dari mereka berkata “eh, ada cewek lewat tuh”. “oke juga tuh tete” timpal yang lain. “kita isep yuk hahahaha” mereka tertawa bersama2. setelah kurang lebih jarak antara mereka dengan Irma 100 meter, tiba2 salah satu dari mereka mengikuti langkah Irma, kemudian mereka membekap mulut Irma, dan menyeretnya ke arah bedeng proyek yang ada di dekat mereka. bedeng tersebut kosong, karena ditinggal pekerja proyeknya selama beberapa hari.

    mereka berenam kemudian menyekap Irma yang meronta-ronta di dalam bedeng tersebut, sambil tertawa2 dengan mulut yang bau alkohol menyengat. salah seorang dari mereka memegangi tangan kanan Irma, yang lainnya memegangi tangan kiri dan menyekap mulut Irma dengan tangannya yang kekar. Irma meronta2 takut apa yang terjadi selanjutnya.

    kemudian salah seorang dari mereka berdiri tepat dihadapan Irma, sambil memandang Irma yang ketakutan dengan senyum kemenangan. “akhirnya malem ini gw bisa ngerasain badan lo”, katanya sambil mengelus leher Irma yang mulai sesenggukan menahan tangis. tangannya mengelus leher Irma yang putih mulus dengan beberapa tahi lalat yang ada disana, sambil kemudian tangannya bergerak menuju payudara kanan milik Irma.

    “ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” teriak Irma tertahan ketika tangan tersebut meremas dengan kencang payudara tersebut. “gile man, kenceng juga nih tete” kata pria tersebut diiringi sahutan tawa yang lainnya. tak lama, pria tersebut sudah asik meremas2 kedua payudara Irma yang memang berukuran besar apabila dibandingkan dengan tubuhnya. Irma orangnya tidak terlalu tinggi.

    dia orangnya sedang saja, berbody tidak gemuk, namun memiliki payudara yang indah dengan perut yang rata. kakinya pun putih mulus, sehingga membuat orang2 di dalam bedeng itu menahan nafas ketika menyaksikan Irma merintih2 karena payudaranya diremas2 oleh temannya.

    kemudian salah seorang diantara mereka lagi ikut mendekat, sehingga keenamnya berada sangat dekat dengan Irma. Irma semakin ketakutan. tetapi dia terus berusaha berfikir positif bahwa tidak akan terjadi apa2 dengan dirinya. tiba2, masih dengan tangan yang terus dipegangi oleh 2 orang, dan mulut disumpal dengan tangan, dia merasakan tangan2 nakal mulai menjelajahi betis dan pahanya.

    dia berusaha untuk berontak dengan menendang2kan kakinya. namun usahanya sia2. terdengar suara tawa puas dari orang2 yang ada di bawah Irma, yang saat ini sedang mengelus2 paha dan betis yang putih mulus milik Irma Adriyatie. rok Irma tersingkap ke atas, sementara pahanya sedang dielus2 oleh 2 orang. sedangkan di bagian atas, payudara Irma sedang diremas2 oleh 2 orang.

    hal ini membuat Irma semakin sesenggukan menahan perasaan yang bercampur baur. “udah man telanjangin aja” kata salah seorang diantara mereka, diiringi anggukan yang lainnya. Irma semakin ketakutan. dia membayangkan akan digilir oleh 6 orang tidak beradab ini. sedangkan selama ini dia hanya berhubungan badan dengan pacarnya.

    maklum saja, jarak yang memisahkan antara dia dan pacarnya ini, membuat pertemuan mereka yang jarang itu menjadi sesuatu yang berharga untuk dihabiskan begitu saja. maka terjadilah gaya pacaran yang semakin lazim di jaman sekarang ini. Irma semakin meronta2 ketika mereka membuka kancing atas kemejanya, dan orang2 di bawah berusaha menelanjangi rok dan celana dalam Irma.

    pria2 yang di bagian atas melucuti kancing kemeja Irma satu persatu. setelah itu menarik kemejanya ke belakang, sehingga menampakkan payudara Irma yang dibungkus bra warna hitam yang semakin terlihat menantang. kemudian kemeja itu pun terlepas dan terjatuh di lantai. Irma saat ini hanya menggunakan bra dan rok saja. kemudian pria2 yang ada di bagian bawah pun gak lama sudah melepas habis rok Irma sehingga terjatuh pula ke lantai.

    Irma hanya menggunakan bra dan celana dalam yang senada berwarna hitam. pria2 tersebut pun tertawa puas sambil melecehkan seluruh tubuh Irma. Irma semakin menangis menjadi2. kemudian tidak lama, bra dan celana dalam Irma pun terlepas oleh mereka. Irma pun telanjang bulat dikelilingi oleh 6 pria yang tidak dikenalnya. hal ini membuat Irma semakin ketakutan dan menangis. “jangan nangis, nanti juga keenakan hahahaha” kata salah seorang dari mereka mengejek.

    Irma berdiri pasrah dipegangi oleh 2 orang dan dibekap mulutnya. pria2 tersebut sedang melumat habis tubuh Irma yang terlihat molek tersebut. payudaranya putih dengan beberapa hiasan tahi lalat, dan puting yang tidak terlalu besar berwarna coklat. kemudian bentuk pinggul yang tidak terlalu besar serta kemaluan yang bulu2nya tercukur halus dan lembut.

    paha sampai betis berwarna putih bersih. membuat semua pria yang melihatnya, walau pun memakai rok, tidak berkedip. di kantornya pun, Irma dikenal sebagai idola. banyak pria yang mendekatinya, namun ia tidak menanggapinya. kalau pun menanggapi, itu pun hanya sekedar untuk main2 saja sambil memenuhi hasratnya karena cowonya berada jauh disana. hal itu dia lakukan karena ia lebih memilih cowonya yang bekerja di luar kota.

    ia lebih memilih cowoknya karena ia telah terlanjur menyerahkan segalanya kepada laki2 tersebut. kemudian 2 orang diantara mereka menyiapkan ranjang darurat dari kardus yang biasa dibuat tidur oleh kuli2 proyek pemilik sah bedeng tersebut. Irma pun diseret ke ranjang tersebut, dan tetap dipegangi oleh 4 orang dari mereka. masing2 memegangi 2 tangan dan 2 kaki dari Irma, sekaligus membekap mulut Irma supaya tidak berisik.

    sesekali Irma meronta2 minta dilepaskan. tetapi siapa yang mau melepaskan tubuh mulus begitu saja? kemudian salah seorang dari mereka, mendekati Irma dari sela2 paha Irma, kemudian meremas2 payudaranya dengan tangan kanan, sambil tangan kiri mengelus2 kemaluan Irma. Irma berusaha mengelak. tetapi tangan kiri pria tersebut tetap mengelus2 sambil sesekali telunjuknya masuk ke kemaluan Irma. keadaan ini membuat Irma semakin terdesak. Irma semakin menjadi2 mengeluarkan tangisnya. Irma begitu takut akan disetubuhi oleh pria2 ini.

    walau pun ia sudah tidak perawan, tetapi ia hanya ingin berhubungan badan dengan pacarnya saja. tidak dengan berandalan semacam orang2 ini. kemudian pria tersebut tampaknya sudah tidak sabar lagi ingin mencicipi tubuh karyawati ini. ia segera membuka baju dan celananya. tampaklah penisnya yang besar, yang membuat Irma seperti berhenti bernafas. Irma sangat takut melihatnya.

    milik cowoknya tidak sebesar itu. Irma pun memejamkan mata dengan ketakutan. tak lama, pria tersebut sudah meletakkan penisnya di pintu masuk kemaluan Irma. Irma semakin ketakutan. tak lama, pria tersebut mendorongkan pantatnya dengan kasar sehingga penisnya bergerak menusuk kemaluan Irma. “ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Irma pun menjerit tertahan. pria tersebut malah keenakan. ia merasa seperti dipijit2 oleh kemaluan Irma.

    “wah, kayanya udah ga perawan nih doi. tapi tetep peret kok hahaha” kata pria tersebut. tak lama, seluruh bagian penis pria tersebut masuk ke dalam vagina Irma dengan sukses. kemudian, pria tersebut menggenjot Irma yang semakin kesakitan. kepala Irma menggeleng ke kanan dan ke kiri menahan sakit. tubuhnya pun mengejang. tapi hal itu malah membuat payudaranya terlihat semakin menarik. tangan2 jahil pun meremas2 payudara tersebut.

    sementara yang satu memperkosa Irma, yang lain memegangi tangan dan kaki Irma, serta membekap mulut Irma. pria yang sekarang sedang berada di atas Irma semakin memperlaju genjotannya. Irma-pun terlihat memejamkan matanya sambil terus menangis. sementara pria2 yang lainnya meremas2 payudara Irma dan meraba2 bagian tubuh lainnya. Irma pun membayangkan dosa2 yang pernah ia lakukan.

    dosa kepada pacarnya karena sering berbohong, dan dosa kepada orang2 yang dia permainkan perasaannya selama ini. ia menyesal sekali telah melakukan itu semua. mungkin ini balasannya. pria yang sedang berada di atasnya tampaknya sudah mulai ingin orgasme. pria tersebut mempercepat genjotannya, dengan tangannya bertumpu pada payudara Irma sambil meremas2nya. tak lama kemudian, pria tersebut mengejan dengan menyemprotkan spermanya yg banyak ke dalam vagina Irma.

    Irma ketakutan. ia takut hamil. kemudian ia pun menangis sejadi-jadinya. tapi hal itu tidak berlangsung lama. pria yang lain maju mendekatinya. “tunggingin dong man” katanya pada teman2nya yang sedang memegangi Irma. mereka pun membalik tubuh Irma menjadi tengkurap, lalu memaksa Irma untuk menungging sambil tetap memegangi mereka. posisi ini membuat payudara Irma menjadi terlihat lebih besar dan menantang.

    hal ini membuat mereka meremas2 kembali payudara Irma. payudara Irma terlihat memerah karena remasan2 tersebut. pacar Irma juga paling senang melakukan adegan remasan2 ini. akan tetapi malam ini Irma harus rela diremas2 oleh orang2 yang ia sama sekali tidak kenal. dalam posisi menungging, orang kedua yang akan memperkosa Irma mendekati Irma dari belakang, kemudian membuka celananya, dan menyelipkan penisnya ke vagina Irma lewat belakang.

    Irma kembali meronta2 kecil, namun tak lama ia melenguh panjang ketika orang tersebut memasukkan penisnya dan memompanya. kekuatan pompanya makin lama makin kuat. ia memperkosa Irma sambil meremas2 payudara dan putingnya. yang lain ada yang mencium2i pipinya, dan termasuk mencium2i bibirnya. Irma sangat tidak berdaya malam itu. dalam posisi menungging itu ia menangis dan berharap semuanya cepat selesai dan mereka membebaskannya.

    namun untuk orang2 itu, tidaklah segampang itu. jarang2 mereka dapat mangsa seperti ini. tak lama kemudian, orang yang memperkosa Irma pun mengalami ejakulasi. dan seluruh spermanya dia masukkan ke vagina Irma. Irma kembali sesenggukan. sudah 2 orang menggilirnya. tinggal 4 lagi. pikirnya seperti itu. Irma sudah pasrah diperlakukan apa saja oleh mereka. terbukti ketika mereka menelentanginya kembali, Irma hanya bisa pasrah.

    ia rasakan kemaluannya sakit sekali. dan Irma merasakan keluar darah dari kemaluannya. walau pun ia sudah tidak perawan, hal ini mungkin disebabkan oleh gesekan2 yang terjadi sebelumnya antar penis pria2 tersebut dan kemaluannya. kemudian salah seorang dari mereka, kembali maju untuk memperkosa Irma. kali ini Irma dipaksa untuk menghisap kemaluan si pria tersebut.

    Irma berontak. ia hanya mau beroral sex dengan pacarnya. kali ini dia lakukan untuk orang lain. Irma mati2an menolak. akan tetapi, apalah daya dari seorang wanita. Irma pun pasrah menghisap kemaluan orang tersebut. Irma hampir tersedak. penis pria tersebut terlalu besar untuk mulut mungilnya. apalagi penis pria tersebut sebesar milik cowonya yang jauh ada disana. Irma semakin menangis.

    kepalanya maju mundur menghisap kemaluan pria tersebut. sampai tak lama kemudian, pria tersebut meringis dan mengejan. Irma berusaha menarik kepalanya dari kemaluan pria tersebut. tetapi teman2 pria tersebut menahan kepalanya, sehingga seluruh spermanya pun tumpah di kerongkongan Irma. Irma terbatuk2 tersedak. sementara pria2 tersebut tertawa puas.

    kemudian Irma pun digilir oleh yang lainnya sampai pagi. selain digilir, Irma pun mengalami pelecehan seksual yang tidak akan pernah dilupakannya. Irma dipangku oleh orang2 tersebut sambil diremas2 payudaranya secara bergiliran. kemudian ia disetubuhi sambil berdiri. dan setiap2 orang disitu mendapat jatah lebih dari 2 kali. Irma mengalami perlakuan yang sangat rendah oleh mereka. Mereka mencumbu Irma semaunya.

    meremas2, menghisap2 putingnya, menggigit2, dan perlakuan2 lain yang diterima Irma sepanjang malam itu sampai pagi. Irma pun lemas kecapekan. sampai paginya Irma tersadar setelah pingsan di dalam bedeng proyek tersebut. Irma merasa badannya sakit2 semua, terutama bagian selangkangannya yang mengeluarkan darah. walau pun itu bukan darah perawan, tapi ia merasa sakit yang teramat sangat di selangkangannya. tubuhnya pun penuh cupang dimana2. payudaranya pun demikian.

    banyak terdapat bekas cupang dan bekas cakaran. Irmapun memakai kembali bra, celana dalam dan pakaiannya yang sudah lecek, kemudian berjalan tertatih2 menuju kost2annya. demikian peristiwa yang terjadi dengan Irma. dia tidak bisa melupakan hari itu. tapi ia tidak akan menceritakannya kepada siapa2, termasuk cowoknya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Kasir Swalayan Perawan Diperkosa Di Pos Kamling

    Cerita Sex Kasir Swalayan Perawan Diperkosa Di Pos Kamling


    1886 views

    Perawanku – Adel ABG cantik yang berprofesi sebagai kasir ini malang sekali nasibnya. Akibat sok berani melawan segrombolan pria mabuk di pos kamling, akhirnya dia diperkosa oleh seorang pria bertato yang tidak lain adalah kepala gerombolan para pemuda mabuk itu.

    Aku gadis SMA yang baru saja lulus sekolah, usiaku 18 tahun. Umur yang sangat rentan dengan pergaulan bebas. Panggil saja aku Adel, seorang gadis remaja yang sedang mencari jati diri. Aku berencana meneruskan ke perguruan tinggi namun aku enggan dan pengennya bekerja saja. Orangtuaku pun tidak memaksa aku untuk melanjutkan pendidikan.

    Aku memutuskan untuk bekerja dan melamar pekerjaan sesuka hatiku. Lulusan SMA ya bisanya jadi pelayan di swalayan atau SPG. Kalau SPG aku belum mahir dan tidak PD karena saingannya cantik-cantik. Sebenarnya aku juga cantik, menarik pula tapi aku tipe orang yang kurang percaya diri. Bekerja di swalayan saja mungkin untuk pengalaman kerja nantinya.

    Sekali melamar aku langsung diterima oleh pemilik swalayan. Aku bekerja di bagian kasir, berhadapan dengan komputer. Satu dua bulan aku dapat melaluinya. Aku juga betah bekerja di situ dengan gaji yang pas menurutku. Dari situlah aku mengenal make up dan berdandan. Cara berpakaianku berubah menjadi semakin rapi, wajahku tampak menor sekali tapi aku tetap terlihat cantik. Link Alternatif DewiFortunaQQ

    Banyak pria yang menggodaku karena melihat kecantikanku tapi aku tipe orang yang cuek. Cara berpakaian dari yang cupu menjadi anak muda kekinian itulah aku. Bahkan aku berani mewarnai rambutku dengan warna pirang. Orang bilang aku sekarang nakal, entah nakal dari segi mana. Yang jelas aku biasa saja hanya merubah penampilanku yang lusuh menjadi menarik.

    Kerja ku system shift pagi siang malam, jadi enak tidak selalu pagi. Aku berangkat kerja dengan mengendarai motor matic. Malam haripun aku berani menerjang malam yang sepi. Padahal di pangkalan itu banyak sekali pria muda yang begadang di pinggir jalan. Terkadang mereka suka rese namun aku berani melawannya.

    Di usiaku yang sudah menuju di angka 19 ini aku memiliki pengalaman pahit dalam hidupku. Aku memiliki rasa gengsi yang sangat tinggi, aku juga tipe orang yang tidak takut jika aku benar. Malam hari aku pulang kerja, karena lembur aku pulang dari rumah jam 9 malam. Aku melewati pos yang banyak kerumunan pria yang sedang bermalam.

    Aku memberanikan diri untuk lewat, waktu itu aku sudah mengucapkan kata permisi.
    Namun mereka tidak mendengar yang ada mereka menyuruhku untuk berhenti.
    “Berhenti neng…..!!!”

    Dengan rem mendadak aku berhenti di depan pria-pria itu.
    Mereka menggodaku dengan rayuan gombal.
    “Cantik sekali neng… kenalan dong….”

    Aku terdiam sambil mataku melotot melihat tingkah mereka.
    Ada salah satu pria yang memegang aku.
    “Jangan pegang-pegang mas!!!“
    “Aahhhh.. galak sekali kamu neng…..”
    “Jangan coba mendekat ya kalian, aku teriak maling lho ini…” gertakku dengan keras.

    Mereka masih saja menggodaku dan ternyata bau alkohol menyengat. Mereka terpengaruh dengan minuman keras. Aku mundur ke belakang, lebih baik aku mengalah daripada mereka bertingkah yang tidak sopan. Namun ada salah satu pria yang menarikku, dia bertato dan bertubuh kekar. Dia pun menyuruh teman-temannya pergi.

    Hanya aku berdua di pos itu, aku ingin berteriak namun kanan kiri tidak ada rumah. Malam semakin larut tidak ada satu orang pun yang lewat karena aku butuh pertolongan orang sekitar. Tampaknya pria ini mabuk berat, dia menarikku di pos ronda. Aku berteriak minta tolong namun tidak ada seorang pun yang mendekati aku.

    “Kalau kamu berani dengan ku, layani aku dengan birahimu…”
    “Apa maksudmu.. jangan sembarangan ya…” ucapku.
    “Kamu cantik, sangat menarik, kamu milikku malam ini…” ucap pria itu dengan sempoyongan.

    Aku berusaha lari namun gagal. Kuat sekali tangan pria ini sehingga aku tidak bisa melepaskan diri. Pria itu memaksa aku untuk terus melayani gairahnya. Dia mengucapkan kata-kata yang membuat kupingku panas. Dia menantang aku dengan terus mengenggam tanganku sangat erat.

    Aku paling tidak tahan dengan tantangan, sepertinya pria itu menguji keberanianku. Di pos itu aku melayani gairahnya, aku yang bersikuku untuk melepaskan tangan akhirnya luruh juga. Aku tidak mau diremehkan oleh pria bertato itu. Dia mendorongku agar berbaring di pos kamling itu.

    “Aawwww.. sakiitt kasar sekali kamu….”

    Pria itu dengan beringas membuka kancing kemejaku, dan langsung menyerobot bibirku yang tipis. Dia menciumi bibirku, aku tidak tahan dengan bau alkohol yang sangat menyengat. Ciuman itu semakin meresap, lama-lama aku membalas ciumannya. Aku mulai menggerakkan bibirku seirama dengan ciumannya.

    Lidahku bergoyang menciumi bibirnya, apalagi si pria bertato itu ciumannya sangat bergairah. Bau alkohol seketika hilang begitu saja, dingin yang mencekam berubah menjadi kehangatan. Kemudian kancingku yang sudah terbuka membuat dia semakin beringas. Kedua payudaraku dimainkannya, payudara perawan yang montok dan besar itu seketika dia remas.

    Pengait bra pun dilepaskannya, kedua payudaraku terbuka lebar. Dia segera menciumi dengan penuh kegairahan, puting susuku yang menonjol dia jilati dengan lidahnya. Tubuhku bergerak dan bibirku mendesah, “aaaahhhhhhh…… aaaaaahhhhh……. ooohhhh……”

    Kedua puting susuku dimainkannya secara bergantian, aku pasrah. Menikmati sentuhan demi sentuhan tangannya, tubuhku serasa mengejang ketika dia terus membelai tubuhku.
    “Oooohhhhh…. aaaaahhhhhh……. ooohhhh……”

    Lalu dia memasukkan putingku ke dalam mulutnya. Dia memutar-mutar putingku dengan sangat nikmat. Tangan kanannya meremas payudaraku yang montok, bibirnya terus mengulum puting susuku tanpa henti. Aku lemas tak berdaya, dia berada di atasku. Wajahnya yang beringas terlihat jelas di depan mataku, “aaaasssshhh….. aaaaaahhhh….. Mas….. ooohhh…..”

    Ketika angin bertiup kencang dia langsung mendekap tubuhku. Aku merasakan kehangatan dari seorang pria yang baru pertama kalinya. Tubuhku bergetar dibuatnya, serasa melayang malam itu. Berawal dari tantangan dan akhirnya aku menikmatinya. Malam semakin mencekam dia menjilati tubuhku dari atas hingga ke bawah.

    Celana jeansku panjang dibuka, akupun telanjang tanpa kain sehelai pun. Pria ini benar-benar memiliki nafsu yang tinggi apalagi pengaruh alkohol yang sangat kuat. Memekku yang masih polos itu dijamah dengan kedua tangannya. Tangannya meraba memekku dari atas hingga ke bawah. Bulu kemaluan yang masih jarang itu membuat pria bertato semakin bergairah.

    Dia membuka kakiku, dia buka lebar hingga aku mengangkang lebar. Kala itu aku nurut dengan semua perintahnya.

    “Oooohhhhh aaaahhhh….. aaakkkkhhhhh….. nikmat……”

    Dia menjilati selakanganku yang mulus, tubuhku terus bergerak merasakan kenikmatan. Memekku dibuka lebar. Dia menjilati bagian demi bagian.

    “Aaaaakkkhh…. ooohhh…. .aaaaaakkkhhhh….. nikmat…… terus mas…… aaaaahhhhhh…..”

    Dia pun seperti kesurupan. Nafsunya yang tinggi membuat dia gemas dan terus menjlati memekku. Memekku mengeluarkan cairan yang sangat banyak. Kenikmatan itu membuat aku semakin tak kuasa.

    “Aaaaaaaakkkhhhh….. oooohhhhh….. aaaaaahhhhhh…..”

    Lidahnya tepat di depan lubang memekku. Dia terus menjilatinya dengan penuh kegairahan. Tubuhku semakin mengejang merasakan kenikmatan. Aku melihat penisnya tegak dan sangat kencang. Tubuhnya penuh dengan tato. Ngeri melihatnya, tapi semua sudah tertutup dengan birahi yang sangat kuat. Penisnya yang besar itu disodorkan ke mulutku, aku bingung apa maksud pria ini.

    Dia pun memaksa memasukkan penisnya ke dalam mulutku. Terpaksa aku mengulumnya, penisnya aku emut keluar masuk ke dalam bibirku. Lalu tanganku mengocok penisnya, penis itu semakin besar.

    “Oooohhh terus sayang… masukkan sayang…. ooohhh aaaahhh…..” desah pria itu. Agen Obat Kuat Pasutri

    Pria itu merasakan kenikmatan ketika penisnya aku sedot, “uuuhhhhh……. nikmat…… aaaahhhhh sedot lagi sayang…… ooohhh…..”

    Dia meminta aku untuk terus menyedot penisnya. Aku terus menyedotnya. Aku pun sangat horni, memekku basah terus kala itu. Dia buru-buru melepas penisnya dari mulutku. Dia langsung menggesek-gesekkan penisnya ke memekku. Aku semakin nggak tahan, “oooohhh…. ooohhh…. aaaahhhhh…. aaakkhhh……”

    Memekku bergetar pengen dijamah dengan bibirnya yang manis. Namun dia terus menggesek-gesekkan penisnya, memekku serasa membuka dan menutup. Geli sekali, “ooohhh…. aaaakkhh…. oooohh…..”

    Lalu dia memasukkan ujung penisnya ke dalam memekku. Aku mengejang, “aaawwww…. sakit…. aaaaaakkhhh…..”

    Saat itu memang sakit sekali, dia terus mencoba memasukkan penisnya. Aku pasrah dan terlentang sangat lemas. Bibirnya mengulum puting susuku dengan lembut, aku horni. Dia terus menciumii leher kemudian puting susuku. Dia terus merangsang gairahku agar aku tidak kesakitan saat dia memasukkan penisnya, “aaaakkkhhhhh….. aahhhhh….. ooohhhh……”

    Jllleeebbbb… “aaaahhhhhh……” Masuklah penisnya ke dalam memekku, seluruh batang penis itu masuk. Aku menjerit merasakan sakit bercampur nikmat. Dia terus menekan penisnya ke dalam memekku, “aaaaakkkhhh….. ooohhh….. aaaakkkkhhhh….. ooohhhh…… aaaakkkhhh…..”

    Dia memintaku untuk menggoyangkan memekku, dan mengangkat ke atas. Aku goyangkan dan aku angkat badanku sedikit, ternyata sangat nikmat. Aku pun ketagihan sesekali aku mengangkat pantatku, rasanya penis itu menancap di dalam memekku. “Oooohhhh… aaaahhhh… aaaahhh terus mas…… aaaaaahhh…..”

    Cerita Sex Kasir Swalayan Perawan Diperkosa Di Pos Kamling

    Cerita Sex Kasir Swalayan Perawan Diperkosa Di Pos Kamling

    Penisnya terus bergoyang di dalam lubang kenikmatanku. Aku tak tahan dengan gerakannya. Dia terus memompa penisnya masuk ke dalam memekku. Aku hanya merintih nikmat saat dia terus berusaha menggairahkan tubuhnya. Memekku kembali mengeluarkan cairan yang banyak membuat jalan kenikmatan semakin licin, “aaaaakkkhhhhh… nikmat…. ooohhh…..”

    Gerakan yang berulang-ulang itu sangat nikmat, dan tak lama kemudian keluarlah cairan sperma itu, “ccccccccccccrrrrrroootttt….. cccrroooooottt…. ccccrrrroootttttt…..”

    Dia masukkan cairan itu ke dalam mulutku, terpaksa aku menelan cairan itu. Lalu aku merapikan pakaianku kembali, begitu pula pria bertato itu. Begitu saja dia meninggalkan aku sendiri di pos. Aku menangis sendiri akibat tingkah ku yang sok berani membuat aku kehilangan keperawananku dengan pria tak dikenal.

    Bahkan dia merenggut keperawananku karena pengaruh alkohol dan di pos kamling dia mengoyak memekku dengan liarnya. Saat itu aku layaknya seorang pelacur yang melayani seorang pria dan kemudian ditinggalkan begitu saja.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Sexy Devoted Wife

    Sexy Devoted Wife


    1882 views


    Writer notes: Cerita kentot semi NTR ini adalah cerita perdana ane di dunia internet. Dibuat tahun 2009, sebelumnya tulisan ini dibuat di forum sebelah yang forum esek-eseknya udah almarhum. Silakan dinikmati, ceritanya sudah diluweskan bahasanya, supaya lebih enak dibaca. Tapi masalah plot, harap maklum, ini cerita kentot perdana ane, jadi simpel.

    Cerita Kentot 2017 – Sexy Devoted Wife

    Perawan – Judul itu terpampang jelas pada satu halaman di Majalah Prestige Indonesia. Bram tersenyum. Ada foto-foto seorang wanita di situ, mengenakan baju santai casual. Patricia Kaunang Wijaya, A Sexy Devoted Wife. Benarkah? Ingatan Bram melayang ke kejadian 4 tahun yang lalu …

    ————-

    Om Akhsan, paman Bram, sudah 1 bulan ini sakit-sakitan. Bram merasa bersalah. Dua tahun dia menumpang di rumah pamannya ini, untuk kuliah di sebuah kursus pendidikan komputer. Istri Om Akhsan, Bibi Ena, menanggung seluruh beban keluarga, dengan Bram dan 3 orang anak mereka yang masih kecil. Sebelum sakit-sakitan, Paman bekerja sebagai supir di keluarga Wijaya. Cukup lama, sekitar 5 tahunan. Bi Ena yang bekerja sebagai buruh cuci pun bekerja ekstra keras untuk sekedar bisa makan. Aku? aku mengandalkan kiriman orang tuaku, lebih tepatnya ibuku karena aku anak yatim, yang tak seberapa dari kampung, juga untuk sekedar sumbangan bagi Paman dan Bibi.

    “Om, boleh ga aku tanya sesuatu?” Bram berkata suatu hari kepada pamannya yang tergolek lesu di ranjang sempit.

    Penyakitnya didiagnosis sebagai pneumonia, dan dia harus istirahat total di rumah, jika tidak, paru-parunya bakal terisi banyak cairan, dan dia bakal lebih lemas lagi. Untungnya keluarga WIjaya baik hati, mereka menanggung seluruh biaya rumah sakit Om. Sayangnya itu berarti Om Akhsan harus berhenti total dari pekerjaannya. Jika tidak, hanya masalah waktu sebelum pneumoninya kambuh lagi.

    “Apa Bram?”

    “Yang gantiin om di rumah pak Wijaya siapa?”

    “Ya, kemarin si Cipto bersedia gantiin, tapi ternyata ga betah. Katanya kebanyakan nganterin, mending bawa kontener katanya” kata Om Akhsan lesu.

    “Kalo aku aja gimana Om?”

    “Maksud lo?”

    “Boleh ga, aku gantiin paman jadi sopir di rumah Wijaya?” tanya Bram.

    “Heh? emang kamu bisa nyetir? ini Mercy lho, sedan, bukan bis.”

    “Emangnya Sumber Kencono, om?”

    Mereka tertawa bersama.

    “Bisalah om, ni liat,” Bram memperlihatkan SIM Anya.

    “Bram, Aku tidak bisa mengijinkan hal itu,” kata Paman dengan berat hati.

    “karena Om udah janji sama almarhum Bapak kan? Aku ga bisa liat Bi Ena terus-terusan kaya gitu Om, dan lagian kuliahku di BSI sudah hampir selesai,” kata Bram lagi.

    Cerita Kentot | Pamannya mengingat perjanjiannya dengan ayah Bram, ketika mereka masih kuliah. Dia berjanji bahwa ketika ada sesuatu terjadi pada ayah Bram, dia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hidup Bram, dan itu berarti bahwa dia tidak akan mungkin memaksa Bram untuk bekerja, membantu rumah tangganya.

    “Paman, aku harus bekerja! Aku benar-benar tidak tega melihat Bi Ena menanggung semuanya sendiri.”

    Sekilas mereka berdua melihat ke arah Bi Ena yang sedang sibuk menyuapi anak terkecil mereka. Istri Om Akhsan memandang mereka, dan bagaimanapun kuat seorang lelaki, pandangan itu meluluhkan hati Om Akhsan.

    “OK, Bram, aku akan menelepon pak Wijaya untuk mengabarkan penggantiku.”

    ————-

    Rumah keluarga Wijaya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sungguh mewah dan sangat luas. Bram hanya bisa terkagum-kagum melihat isi rumah seperti istana itu. Rumahnya punya lobi, seperti hotel, dan sebuah mobil mewah Mercedes ada di situ.

    Bram masuk setelah dibukakan pintu oleh bi Minah. Kikuk dengan suasana yang sama sekali berbeda dengan rumah Om Akhsan, Bram duduk tepekur, sementara Pak Philip duduk di depannya sambil menerima telepon dari seorang rekan bisnisnya. Sebelum itu, Pak Philip berkata bahwa dia sudah tahu mengenai akan datangnya pengganti Pak Akhsan.

    “OK, Bram, kamu mulai bekerja besok pagi. Tugasmu adalah mengantar ketiga anakku dan istriku kemanapun mereka pergi. Kamu boleh menginap di sini, atau kamu boleh pulang pergi. Tapi, kamu harus standby di rumah ini mulai jam 6 pagi, mencuci mobil, dan setelahnya, kamu harus siap kapanpun anak-anakku atau istriku memanggilmu. Itu jika kamu memilih untuk pulang pergi.”

    “Baik, pak. Om menyarankan saya untuk menginap di sini saja pak. Ini juga saya sudah bawa baju gantinya,” jawab Bram.

    “Minah akan mengantarmu ke kamar sopir. Minah!” panggil pak Philip kepada satu-satunya pembantu di rumah besar itu.

    Seorang wanita muda dengan dandanan sederhana kemudian muncul sembari tersenyum manis kepada Bram. “Mari mas Bram, saya bantuin angkat barangnya,” kata Minah.

    ————-

    Hari-hari berlangsung cepat dalam minggu itu. Bram dengan cepat menyesuaikan diri di rumah keluarga Wijaya, setelah sebelumnya berkenalan dengan ketiga anak keluarga Wijaya, yang secara mengejutkan mempunyai kepribadian yang sangat menyenangkan, tak seperti bayangan Bram semula tentang anak-anak orang kaya yang mungkin sombong, pilih-pilih teman. Yang tertua, Sisca, benar-benar pribadi yang mengagumkan. Cantik, pintar, rendah hati, dan humoris. Steven, nomer dua, benar-benar konyol dan seorang penggila sepakbola. Tifanny, si bungsu, benar-benar anak yang manis, penurut, dan lebih suka bermain di dalam dunianya sendiri. Bram belum pernah bertemu dengan istri pak Philip, karena Ibu Patty, panggilan istri pak Philip, sedang berada di Singapura untuk urusan bisnis.

    Bram menjalankan aktivitasnya setiap hari, mengantar ketiga anak itu kemanapun mereka mau pergi, dan harus diakui, pekerjaan itu benar-benar melelahkan. Sisca, seorang siswi SMA Internasional terkenal di Jakarta Selatan, paling sering pergi membawa mobil, tentu saja dengan Bram sebagai sopirnya.

    ————-

    “Mas Bram, nanti tolong anterin Sisca ke hotel P*****n dong, ada pesta Prom Night nih,” rayu Sisca suatu sore ketika Bram sedang duduk santai di teras belakang, ngobrol dengan Minah.

    Sore itu matahari sungguh indah, memancar menjelang tenggelam. Sinarnya berwarna keemasan menyinari sosok Sisca yang sempurna. Kuning langsat, dengan tubuh yang menawan. Dia mengenakan tanktop warna biru muda dengan tali kecil, dengan celana putih super pendek, seperti kebiasaannya. Tali BHnya terlihat di bahunya. Warnanya biru.

    “Gitu aja kok harus nanya sih non. OK deh non, mau jam berapa berangkatnya?” tanya Bram, tampak terlalu semangat.

    “Jam 7 kita berangkat ya mas. aku dah pamit ama papa kok.”

    Cerita Kentot 2017 | Dia kemudian duduk jongkok sambil bermain air di kolam ikan di dekat tempat duduk Bram dan Minah. Bram terpana. Itu bukan pemandangan yang dilihat Bram setiap hari, bahkan seumur hidup Bram. Oh Tuhan, pikir Bram dengan jantung yang berdegup kencang. Tanpa disadari Sisca, posisinya membuat belahan dadanya terlihat. dan itu bukan belahan dada yang biasa. Belahan itu dalam, membentuk jalur yang panjang dari pangkal dada ke arah baju tanktop. Begitu indah, dengan kulit kuning langsat tanpa cela. Belahan dada itu berguncang-guncang mengikuti gerakan lengan Sisca yang bermain air kolam. Bahkan sekilas Bram melihat renda BH Sisca.

    Pemandangan itu sayangnya tidak berlangsung lama. Tiba-tiba Minah beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Sisca masuk ke dalam rumah. Tidak baik anak cewek di luar pas Maghrib, katanya.

    ————-

    “mas Bram, Pak Akhsan gimana kabarnya sekarang?” tanya Sisca membuka percakapan. Malam itu Bram mengantar Sisca ke Prom Night di sebuah hotel berbintang di Jakarta Pusat.

    Sisca mengenakan baju malam yang sangat mewah, dengan model kemben terusan, dan rok sedikit di atas dengkul. Model yang cukup pendek, sehingga setiap orang pasti bisa melihat keindahan kaki jenjang Sisca yang mulus berkilat itu. Bram berusaha tidak melihat fakta itu, mengingat Sisca adalah anak majikannya.

    Lobby Hotel yang gemerlap itu penuh sesak dengan anak-anak ABG tajir yang merayakan Prom Night ketika mereka sampai di sana. Mobil yang disupiri Bram berhenti tepat di depan lobby, setelah ngantri beberapa saat karena semua anak ABG itu diantarkan oleh sopir atau orangtuanya. Bram bergegas keluar, dan membukakan pintu untuk Sisca, sebuah kebiasaan baru yang dipelajarinya dari Om Akhsan.

    Bram sungguh menyukai kebiasaan baru itu, karena ketika dia membukakan pintu Sisca, dia melihat kembali pemandangan indah yang dilihatnya sore itu. Ketika Sisca keluar dari mobil, kaki kirinya melangkah pelan keluar dari mobil. kakinya yang jenjang terlihat jelas ditimpali lampu lobby hotel yang terang benderang. Pahanya sekilas terlihat, benar-benar tanpa cacat cela. Belum lagi pemandangan selanjutnya, benar-benar memukau. Ketika Sisca sedikit membungkuk untuk keluar dari mobil, dadanya yang hanya ditutupi baju malam model kemben membentuk lekukan dalam berbentuk V terbalik. Renda BHnya mengintip dari belahan dada itu. sepertinya BH tersebut tidak kuasa menahan volume bukit indah Sisca.

    Bram masturbasi malam itu, pertama kali dalam sejarah hidupnya …

    ————-

    “Mami, kenalin, ini mas Bram, sopir kita yang baru,” kata Tiffany menyeret ibunya.

    “Saya Bram bu, pengganti pak Akhsan,” kata Bram sambil menyalami Bu Patty.

    “Hallo,” sapanya singkat.

    Oh, jadi ini istri pak Philip, Ibu Patty. Bram sudah pernah melihat foto sebelumnya.

    Bu Patty adalah seorang wanita yang mencerminkan anggapan Bram selama ini mengenai wanita kaya. Glamor, dengan pakaian yang terlihat mewah, perhiasan yang kentara, dengan make up yang luar biasa. Umurnya sepertinya akhir 40an. Yang membuat heran Bram, dengan umurnya, Bu Patty sungguh luarbiasa menawan. Jantung Bram berdegup jencang ketika tangan dia menyentuh tangan bu Patty. Kulitnya sungguh halus, dengan tubuhnya yang begitu harum, membuat Bram terpaku. Seumur hidupnya, belum pernah dia melihat sosok wanita seperti itu. Maklum, orang kampung. Dia mengenakan baju kerja hem ketat warna pink. Roknya pendek sebatas lutut, menampilkan kaki jenjang dengan sepatu hak tinggi.

    Seperti cerita Tiffany, bu Patty baru saja pulang dari Singapura. Bu Patty segera meninggalkan Bram dan Tiffany, menemui teman-temannya di ruang tamu. Bram mengintip dari dapur, mengamati percakapan di ruang tamu. Teman-teman bu Patty tidak jauh beda dari bu Patty. Elegant, glamor, setengah baya, namun super seksi.

    Bram tidak tahu mengapa. Sejak saat itu dia terobsesi dengan wanita setengah baya.

    Bram masturbasi malam itu, sungguh nikmat …

    membayangkan bu Patty dengan segala kelembutannya, keharumannya, membayangkan wanita itu mengeluarkan penis Bram dari celana, mengelusnya dengan tangannya yang lembut …

    ————-

    Sejak bu Patty datang, kegiatan Bram didominasi dengan acara mengantarkan bu Patty kemanapun dia pergi. Ya, dan Bram mendapatkan partner supir baru, mas Yanto yang bertugas mengantar anak-anak.

    Pak Philip mau orang yang bisa dipercaya untuk mengantar bu Patty, bukan orang baru. Bukannya apa-apa, bu Patty sering membawa barang-barang berharga karena pergaulannya. Arisan berlianlah, arisan wisatalah.

    Setiap hari ada saja acara bu Patty, dari mulai bertemu dengan kolega sampai makan malam di restoran atau hotel mewah. Dan sungguh, mengantarkan bu Patty benar-benar membuat Bram kecanduan. Bu Patty mempunyai kebiasaan mengenakan gaun-gaun mewah yang seksi, yang dipastikan selalu menampilkan lekuk tubuhnya, dengan pinggang yang indah, kaki jenjang, dan dada yang membusung indah. Dada bu Patty bisa dibilang istimewa, besar, tampak padat, dan Bram tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengamatinya, baik ketika di mobil ataupun di rumah.

    Pernah Suatu kali ketika Bram mengantar bu Patty ke sebuah pesta, bu Patty mengenakan busana malam warna hitam dengan dengan belahan yang sangat rendah, memperlihatkan hampir seluruh bulatan dadanya. Bram bersumpah, dia melihat sekilas puting susu bu Patty pada saat dia keluar dari mobil. Warnanya merah kecoklatan, dengan lingkaran sekitar puting yang berwarna sama. Bram merasakan penisnya memberontak seketika begitu melihat pemandangan yang mendebarkan itu. Penis itu tidak menyusut sampai malamnya mereka kembali ke rumah Wijaya.

    ————-

    Rumah Wijaya kembali sepi sore itu. Hari yang dingin, dan hujan yang sangat deras. Pak Philip dan ketiga anaknya pergi ke Hongkong untuk berwisata, meninggalkan Bram, Minah, dan bu Patty.

    Bram duduk di kamarnya seorang diri, menonton TV. Tangannya aktif mengelus penisnya yang tegang sedari tadi. Minah sudah terlelap tidur kelelahan setelah seharian membantu packing anak-anak Wijaya. Sejak melihat pemandangan terakhir itu, Bram menjadi terus-menerus terangsang setiap hari, dan selalu akhirnya, masturbasi lah yang menjadi pelarian.

    Petir menggelegar. Bram keluar dari kamarnya dan menuju ruang cucian. Dia perlu pelampiasan setelah terangsang terus-menerus. Entah setan apa saja yang membujuk dirinya, ada sebuah dorongan yang mendorong dia pergi ke tempat cucian. Dorongan kuat yang membuat dirinya sendiri heran. Dia mulai mencari-cari sesuatu dalam tumpukan pakaian. Sesuatu yang bisa dia pakai untuk melampiaskan nafsu birahinya.

    Tidak lama, diapun menemukannya. Tumpukan BH dan celana dalam, yang dia tahu pasti bukan milik Minah ataupun Tiffany, karena bentuknya. Bram mengambil salah satu BH. BH itu berwarna merah dengan bahan sutra, dengan renda-renda di bagian cupnya. Tali bahu dan penahan belakangnya kecil, seukuran 1 cm. Bram mencium BH itu. Bau harum Sisca yang khas langsung merebak. Tangan kiri Bram meraba penisnya yang sangat tegang, sedangkan tangan kanannya memegang BH itu di depan hidungnya. Bram menciumnya. Sedapp sekali.

    Bram benar-benar terangsang. Dia kemudian membuka celana pendeknya, mengeluarkan penisnya dan mulai meremas-meremasnya. Ooh, begitu nikmatnya. Kemudian dia mencari-cari lagi. Sebuah celana dalam seksi, dengan potongan pinggang yang tinggi menjadi pilihannya. Pasti itu milik Bu Patty. Celana itu merah, tipis dengan bahan sutra yang sangat halus. Rendanya benar-benar membuat Bram terangsang. Renda itu berada di bagian depan, dan di bagian elastisnya. Renda di bagian depan mempunyai bagian yang sedikit tembus pandang yang apabila dipakai, hampir pasti menampilkan bulu-bulu lembut vagina wanita. Tangan Bram segera membawa celana dalam itu ke depan hidungnya. Bram mencium bau pesing yang mengherankannya, tidak membuat dia mual, tapi jadi semakin terangsang.

    Bram mulai mengeluskan celana dalam itu ke penisnya yang sangat tegang. Sensasi halus bahan celana dalam itu membuatnya tidak bertahan lama. Sebentar saja, cairan putih lengket menempel di celana dalam itu. Sperma Bram. Lega rasanya.
    Dari pengalaman itu, Bram mengetahui bahwa bu Patty menggunakan BH ukuran 36C, dan Sisca 34B.
    Keesokan harinya Minah mencuci pakaian-pakaian di ruang cuci. Bram beruntung. Minah tidak menemukan celana dalam yang ditempeli sperma Bram.

    —–

    Patty bukannya tidak buta. Sopir baru itu, Bram, masih muda. Tinggi, atletis, sepertinya Bram memang bukan anak kampung kebanyakan. Dari matanya terlihat dia orang yang cerdas. Bram sangat tanggap atas perintah Patty.

    Patty sungguh terkesan dengan segala tingkah lakunya. Pak Akhsan memang benar-benar mendidiknya untuk menjadi sopir yang baik. Bagi Patty, mempunyai sopir yang gentleman menjadi sebuah kebanggaan yang dapat ia tunjukkan ke teman-temannya.

    Tiba-tiba Patty jadi sering memperhatikan Bram. Bukan tanpa sengaja. Patty melihat bahwa Bram pun sering mencuri-curi pandang dia. Kadang jika Patty melihat Bram dengan sengaja, Bram tampaknya langsung malu dan memalingkan muka. Dan entah kenapa Patty merasakan sesuatu yang lain. Ada suatu perasaan yang dia sudah lama tidak rasakan. Perasaan diinginkan. Oleh seorang laki-laki muda. Patty merasakan tubuhnya menggigil. Sendirian. di ranjang super King di kamar utamanya. Bukan karena kedinginan, tapi karena nafsu. Tak tertahankan. Tangannya menyelip saja di dalam hotpants. Mencari pelepasan.

    Hujan deras, dengan petir menggelegar.

    ————-

    Patty keluar dari kamar. Sore itu sungguh dingin, karena hujan yang begitu deras. Dia perlu menghangatkan dirinya dengan secangkir coklat. Panas dan manis. I really need that, pikirnya.

    Baca juga cerita kentot terbaru lainnya: Legitnya Meki Ummi Latifah

    Patty tidak terlalu peduli dengan baju yang dikenakannya. Toh, lagipula tidak ada orang di rumah sebesar itu. Minah dan Bram ada di belakang, dan tidak mungkin mereka berani masuk rumah utama, pada saat Patty hanya sendirian di rumah. Sebuah tank top warna pink, cukup ketat, dengan bawahan hotpants. Patty merasa diri sangat seksi. Kostum wajibnya di rumah, yang dulu selalu disukai Philip. Ya, dulu. Kini tidak lagi. Philip terlalu sibuk dengan acara akuisisi, merger, ekspansi di sektor properti, valuta asing.

    Patty beranjak ke dapur. Dia menjerang air di sebuah teko kecil, sambil mengambil coklat di kitchen set, dekat dengan ruang cucian. Dan dia terkejut melihat pemandangan di tempat cucian. Dari sisi dapur, ruang cucian terlihat jelas, tapi orang yang di ruang cucian pasti tidak bisa melihat siapa yang ada di dapur. Dan Patty melihat sesosok tubuh laki-laki. Apa yang sedang dia lakukan di ruang cucian pada saat hujan deras? Yang pasti bukan untuk mencuci pakaian. Sejenak Patty curiga.

    Ya, itu pasti Bram.

    Patty mengintip, dan merasakan kakinya melemah, ketika melihat apa yang sedang dilakukan Bram.

    Bram sedang memegang celana dalamnya. Tidak hanya itu saja, celana dalam Patty diusap-usapkan, sepertinya ke penis Bram. Patty tidak bisa melihat dengan jelas, karena dia hanya bisa melihat tubuh Bram dari belakang. Dan tubuh itu sungguh tubuh ideal. Patty melihat bahwa Bram mempunyai pantat yang sungguh berotot. Celana Bram turun sampai ke lutut kaki. Ya, Bram sedang bermasturbasi dengan celana dalamnya.

    Ooh, rasa itu muncul lagi. Patty merasakan putingnya mulai mengeras. Tidak tahan melihat pemandangan itu, Patty secara tidak sadar mulai meremas-remas dadanya. Pertama kali dalam hidupnya, dia merasa sangat terangsang tanpa ada seseorangpun di dekatnya. Tangan kanannya menyusuri bagian dalam pahanya, kemudian masuk pelan-pelan ke dalam lubang kaki celana hotpantsnya. Tangan yang tiba-tiba lihai itu mencari sesuatu yang basah di bawah sana, dan mulai masuk ke dalamnya. Oooh, feels great, really great, pikir Patty ketika tangannya mulai beraksi, merangsang tonjolan kecil di vaginanya. Patty semakin cepat merangsang dirinya, sementara di tempat cucian, Bram juga sepertinya semakin mendekati puncak kenikmatan, terlihat dari tangannya yang semakin cepat. Jantung berdegup semakin cepat, mata Patty nanar, dan meledaklah orgasmenya. Satu kali setelah sekian lama. Sepertinya Bram pun hendak mencapai ejakulasinya, tatkala dari jauh, terlihat tubuhnya bergetar hebat.

    Patty berusaha mengendalikan tubuhnya setelah orgasme yang hebat. Dia terduduk di depan kitchen set, dan mendengar Bram beranjak pergi dari tempat cucian. Ketika Bram sudah tidak terlihat, Patty cepat-cepat berlari menuju tempat cucian. Dia mengambil celana dalamnya yang tadi digunakan Bram untuk masturbasi. Celana itu penuh dengan cairan putih bening berbau pandan.
    Tiba-tiba Patty teringat dengan teko airnya…

    ————-

    Bram mengamati bu Patty. Lebih sering dari biasanya. Seakan-akan dunia hanya ada bu Patty. Bram pun merasa bahwa Bu Patty semakin memperhatikan dirinya. Bertanya, berbasa-basi, dan bahkan mengobrol dengan dia dan Minah di belakang rumah. Sebelumnya tak pernah sekalipun bu Patty menyapa dan mengajak ngobrol mereka, paling banter hanya sapaan basa-basi ketika masuk mobil.

    Tidak hanya itu, Bram merasakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Bram pernah berpikir bahwa Bu Patty mungkin menggoda dia. Ketika berjalan di depan Bram misalnya, sepertinya bu Patty melenggok-lenggokkan jalannya secara tidak wajar.

    Bram juga semakin sering diberi pemandangan, pemandangan indah tepatnya, bagian-bagian tubuh bu Patty. Awalnya seperti tidak disengaja oleh bu Patty. Sesuatu jatuh, dan bu Patty mengambilnya, tepat di depan Bram. Cara mengambilnya pun sepertinya lebih lama dari biasanya, memastikan bahwa Bram dapat melihat dengan jelas keindahan payudara besar yang berbalut BH berenda yang sepertinya kekecilan untuk volume sebesar itu. Suatu saat bahkan bu Patty sengaja duduk di kursi, ketika ngobrol bersama Bram dan Minah, menumpangkan kaki. Tentu saja rok mini itu tidak kuasa menutupi keindahan kaki bu Patty. Indah, tanpa cacat, putih, dan berkilat.

    Hingga pada suatu saat …

    Pagi itu Bram selesai mengantar pak Philip ke bandara. Jam masih menunjukkan pukul 9.00. Anak-anak sudah berangkat ke sekolah. Minah sibuk mencuci cucian kotor di ruang cucian, kedengaran suara mesin cuci yang bising. Minah pasti tidak mendengar Bram masuk garasi. Bram bertekad. Hari ini atau tidak sama sekali. Akal sehatnya sudah hilang. Dia bersedia mengambil resiko untuk sesuatu yang mungkin akan dia sesali seumur hidup. Tapi dia harus mengambil resiko itu. Sekali seumur hidup. Dia merogoh sakunya. Dia siap.

    Dia bergegas naik tangga ke lantai dua. Bram tahu pasti, bu Patty belum berangkat kerja. Dengan dada yang berdegup kencang, pelan-pelan Bram mendekati pintu kamar utama, tempat pak Philip dan bu Patty. Pintu itu terbuka sedikit. Bram jongkok dan mengintip. Dilihatnya bu Patty sedang melihat pemandangan kebun belakang dari balkon. Inilah saatnya. Kepalanya seakan melayang, pusing karena degup jantung yang terlalu keras. Telinganya panas.

    Bram pelan membuka pintu, berjalan tanpa suara, dia sudah sampai di belakang bu Patty, menutup mulutnya, sambil menodongkan sebuah pisau kecil ke pinggang bu Patty.

    “Maaf Bu, aku tidak segan-segan melukai ibu jika ibu menolak permintaanku,” kata Bram tegang. Seumur hidupnya, belum pernah dia melakukan kejahatan, sekecil apapun. Tapi nafsu birahi yang begitu tinggi tak tertahankan bagi Bram yang muda itu. Tubuh sintal itu meronta dalam dekapan Bram. Bram menekan kembali pisaunya ke pinggang Bu Patty. Tentu dia hati-hati sekali untuk tidak menekan dengan sisi yang tajam.

    “Bu, ingat, sekali ibu berteriak minta tolong, pisau ini akan menembus tubuh ibu. Ibu paham itu?”

    “IBU PAHAM ITU?”

    Patty mengangguk.

    Bram merasakan tubuh itu melemah dalam dekapannya. dan kemudian gemetar. Tangan Bram melepas mulutnya, dan mulai bergerak membelai bagian dada Patty, perlahan sekali. Tangan itu menyelusup di sela kerah baju kerja Patty yang berbelahan agak rendah.

    “Sudah lama aku membayangkan saat seperti ini bu,” bisik Bram. Tangan kirinya menemukan bongkahan susu yang tertutup half cup bra. Segera saja tangan itu itu liar meremas. Patty mendesah.

    “Bram, kamu mau apa? Jika uang, aku bisa berikan sekarang juga, berapapun kamu mau, tapi jangan …” suara Patty bergetar. Lemah. Seperti tanpa penolakan yang berarti.

    “Ibu tahu persis apa yang aku mau …,” bisik Bram. Bram tiba-tiba saja begitu berani.

    “Bram, kamu ga akan lolos dari semua ini. Kamu bakal masuk penjara lama, aku bisa memastikan hal itu. Oohhhhhhh!!!” Patty masih mengancam, tapi suaranya semakin lemah, terlebih setelah dia merasakan jari Bram memilin puting kanannya.

    “Ibu yakin?”

    Patty tak menjawab. Dia merasakan tonjolan keras yang menempel di bokongnya yang padat. Dia merasakan hembusan nafas Bram yang begitu dekat, ada di belakang lehernya. Bulu kuduk Patty langsung tegak. Kakinya lemas. Tapi dia tahu betul, bukan ketakutan lagi yang menguasai, tapi birahinya. Patty merasakan kegatalan yang luar biasa di vaginanya.

    Bram tampaknya sadar bahwa korbannya sudah menyerah. Pisaunya dia jatuhkan, dan kedua tangannya pun beraksi lebih jauh. Sekarang keduanya meremas kedua bola daging milik Patty, sementara Mulutnya dengan ganas mencium kuduk Patty, dan akibatnya Patty pun mendesah. Kali ini cukup keras. Patty yang awalnya menolak, tak mampu mempertahankan penolakannya itu. Kepalanya berbalik dan menyongsong bibir ganas Bram, dan tangannya menyambut kedua tangan Bram yang agresif menyerang kedua payudaranya. Baju kemeja yang semula rapi itu pun terbuka kancingnya, pula BH yang menutup warna hitam yang ada di dalamnya. Kedua payudara itu pun sekarang tanpa penghalang.

    Tangan Patty bersandar pada teralis beranda yang sempit itu. Otomatis tubuhnya membungkuk, dan Bram seakan paham apa yang dia harus lakukan selanjutnya.

    Pemandangan di depan Bram sungguh mempesona. Sejenak Bram menyadari begitu beruntungnya dia. Rok mini itu tak kuasa membalut kepadatan bokong Patty, juga kaki mulus yang jenjang. Dalam posisi membungkuk itu, garis celana dalamnya tak kelihatan! Apakah Patty tak memakai celana dalam?

    Tangan Bram pelahan menaikkan rok mini itu ke atas, memunculkan bongkahan pantat indah. Tiba-tiba tangan Patty menahannya.

    “Bram …”

    Bram berhenti.

    “Sebaiknya kita berhenti saja …”

    Bram segera menampar pantat bu Patty.

    “Ohhhhh! sakitttt!”

    “Ibu masih mau mundur setelah begitu jauh?”

    “Jangan Bram … kumohon …”

    Tapi sayangnya mulut Patty berbanding terbalik dengan tangannya. Tangannya melepas tangan Bram, dan tangan bram dengan leluasa menaikkan rok mini itu, sekarang di pinggang Patty.

    Bram baru tahu bahwa bu Patty menggunakan celana dalam, tapi kecil sekali, tampak hanya seperti garis di belahan pantatnya. Kelak Bram tahu itu namanya thong. Dengan mudahnya Bram merobak celana dalam itu.

    “ugh,” jerit Bu Patty lirih. air mata menetes di pipinya. Bram tahu dia berkuasa atas tubuh indah ini.

    Bram membuka ikat pinggang celananya, dan kemudian celana dalamnya. Penisnya merasakan udara bebas. Tegak keras mengacung dengan kepalanya yang berkilat. Urat-uratnya tampak jelas. Ketika suara ikat pinggangnya jatuh, spontan bu Patty menengok ke belakang.

    “Ooooh, tii..daakk…itu terlalu besar,” sambil berulangkali menggelengkan kepalanya.

    “Bu Patty, siapa yang menyuruh ibu menengok ke belakang, heh?” Tangan Bram melayang lagi ke pantatnya.

    Patty menjerit kecil.

    Bram mengelus pantat mulus itu, ketika tangannya bersentuhan dengan kulit lembut pantat bu Patty. Tangannya yang kasar serasa sengatan listrik di tubuh bu Patty. Bu Patty gemetar hebat.

    Bram menyentuh bagian dalam paha bu Patty, kemudian naik ke arah vagina bu Patty. Mulut Vagina itu terpampang jelas di depan Bram. Tercukur halus, dengan bukit yang tidak terlalu menonjol. Benar-benar sebuah figur yang sempurna. Tangan Bram membelai vagina itu, jarinya meraih lipatan labia yang sudah basah itu, dan menemukan klitorisnya. Patty menjerit kecil.

    Penis Bram berdenyut kencang, seakan-akan suatu saat bakalan muncrat.

    Bram tidak tahan. Dia harus masuk sekarang. Bram mengarahkan ujung penisnya ke lipatan vagina bu Patty. ePerlahan, penis itu mulai masuk, menerobos ke dalam.

    “Bram, pelannn …”

    Bu Patty menggoyangkan pantatnya. Bram yakin itu. Kepala penis Bram semakin mudah masuk ke dalam vagina yang sudah sangat basah itu. Begitu semuanya masuk dalam vagina bu Patty, Bram berhenti. Dia ingin menghayati momen-momen ini. Mungkin yang terakhir dalam hidupnya, apabila setelah ini dia dipenjara atas tuduhan perkosaan.

    Dia serasa mendengar gelegar petir ketika kemudian mendengar suara.

    “Bram, ayoo,” bisik bu Patty.

    Bram tersadar.

    Pantatnya mulai bergoyang, maju mundur pelan sekali, takut bahwa bu Patty kesakitan dan berubah pikiran. Juga dengan kenyataan bahwa penisnya sudah begitu sensitif setelah tegang cukup lama.

    “Bramm …,” tangan bu Patty meraih pantat Bram. Bram paham bahwa Bu Patty ingin goyangannya lebih cepat.

    Dan kemudian terjadilah. Dua tubuh sempurna bergerak seirama. Bram memegang pinggang bu Patty, dan kedua tangan bu Patty mencengkeram erat kusen jendela balkon. Bu Patty mendesah, dengus nafasnya semakin cepat, seperti halnya Bram.

    Dua tubuh itu bergerak semakin cepat. Bram benar-benar menikmati persetubuhan ini, dan dia merasakan bahwa bu Patty pun juga. Tangan Bram merengkuh kedua payudara gempal itu, dan Patty menyambutnya dengan memegang tangan kekar itu.

    Lenguhan bu Patty semakin cepat dan tiba-tiba, tubuh bu Patty bergetar. Bram merasakan denyutan vagina mencengkeram penisnya. Bu Patty menjerit kecil.

    “Ooh, uhm, uhm.”

    Bram tahu dia terpuaskan. Bram berhenti sejenak sampai denyutan itu melemah.

    “Teruskan Bram, aku tahu kamu belum …,” bisik Patty lemah.

    Cerita Kentot | Bram pun kembali menggenjot, merasakan bahwa dirinya semakin dekat. Tak berapa lama, Bram pun mencapai puncak. Dia ejakulasi. Di dalam vagina bu Patty. Bram menarik penisnya yang sekarang lemas tak berdaya. Bu Patty duduk tersimpuh. Kakinya lemah akibat orgasme yang tadi begitu hebat. Tampak cairan cinta mereka berdua menetes di lantai.

    Mereka duduk terdiam.

    “Thanks Bram. Ini yang pertama dan terakhir …”

    ————-

    Bram tersenyum mengingat memori itu.
    “Mas, sudah selesai mas baca majalahnya?”

  • Cerita Sex Suara Lirih Dalam Kamar

    Cerita Sex Suara Lirih Dalam Kamar


    1831 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Suara Lirih Dalam Kamar ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Saat liburan di sekolah aku di ajak tetanggaku untuk berlibur di kampungnya namanya Pak Sigit dia bekerja sebagai sopir di ketua RT di komplekku, katanaya mas Sigit dikampungnya banyak gadis gadis yang cantik dan manis , sekalian mas Sigit menjenguk istrinya yang tak lama bertemu, karena ingin membuktikan omongannya mas Sigit aku pergi kekampungnya dengan memakai mboilnya ayah.

    Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya sekitar jam 17.00 WIB kami tiba di kampungnya. Rumah Mas Sigit berada cukup jauh dari rumah tetangganya.

    Rumahnya cukup bagus, untuk ukuran di kampung, bentuknya memanjang. di rumah Mas Sigit kami disambut oleh Mbak Irma, istrinya dan Tante Sari mertuanya. Ternyata Mbak Irma, istri Mas Sigit, seorang perempuan yang sangat cantik.

    Kulitnya putih bersih dan bodynya sangat sexy. Sedangkan Tante Sari tak kalah cantiknya dengan Mbak Irma. Meskipun sudah berumur empat puluhan, kecantikannya belum pudar. Bodynya tak kalah dengan gadis remaja. Oh ya, Tante Sari bukanlah ibu kandung Mbak Irma.

    Tante Sari kawin dengan Bapak Mbak Irma, setelah ibu kandung Mbak Irma meninggal. Tapi setelah lima tahun menikah, bapak Mbak Irma yang meninggal, karena sakit. Jadi sudah sepuluh tahun Tante Sari menjanda.

    Sekitar jam 20.00 WIB, Mas Sigit mengajakku makan malam ditemani Mbak Irma dan Tante Sari. Sambil makan kami ngobrol diselingi gelak tawa. Walaupun kami baru kenal, tapi karena keramahan mereka kami serasa sudah lama kenal. Agen Sbobet Terpercaya

    Selesai makan malam Mas Sigit dan Mbak Irma permisi mau tidur. Mungkin mereka sudah tak sabar melepaskan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan. Tinggal aku dan Tante Sari yang melanjutkan obrolan. Tante Sari mengajakku pindah ke ruang tamu. Pas di depan kamar Mas Sigit.

    Saat itu Tante Sari hanya mengenakan baju tidur transparan tanpa lengan. Hingga samar-samar aku dapat melihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sexy. Tante Sari duduk seenaknya hingga gaunnya sedikit tersingkap.

    Aku yang duduk dihadapannya dapat melihat paha mulusnya, membangkitkan nafsu birahiku. Penisku menegang dari balik celanaku. Tante Sari membiarkan saja aku memelototi paha mulusnya. Bahkan dia semakin lebar saja membuka pahanya.

    Semakin malam obrolan kami semakin hangat. Tante Sari menceritakan, semenjak suaminya meninggal, dia merasa sangat kesepian. Dan aku semakin bernafsu mendengar ceritanya, bahwa untuk menyalurkan hasrat birahinya, dia melakukan onani.

    Kata-katanya semakin memancing nafsu birahiku. Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan. Akupun pergi kekamar mandi. Sampai di kamar mandi, kukeluarkan penisku dari balik celanaku. Kukocok-kocok sekitar lima belas menit. Dan crot! crot! crot! Spermaku muncrat kelantai kamar mandi. Lega sekali rasanya.

    Setelah menuntaskan hasratku, aku balik lagi ke ruang tamu. Alangkah terkejutnya aku. Disana di depan jendela kamar Mas Sigit yang kordennya sedikit terbuka kulihat Tante Sari sedang mengintip ke dalam kamar, Mas Sigit yang sedang bersetubuh dengan istrinya.

    Nafas Tante Sari naik turun, tangannya sedang meraba-raba buah dadanya. Nafsu birahiku yang tadi telah kutuntaskan kini bangkit lagi melihat pemandangan di depanku. Tanpa berpikir panjang, kudekap tubuh Tante Sari dari belakang, hingga penisku yang sudah menegang menempel hangat pada pantatnya, hanya dibatasi celanaku dan gaun tidurnya.

    Tanganku mendekap erat pinggang rampingnya. Dia hanya menoleh sekilas, kemudian tersenyum padaku. Merasa mendapat persetujuan, aku semakin berani. Kupindahkan tanganku dan kususupkan kebalik celana dalamnya. Kuraba-raba bibir vaginanya.

    “Ohh.. Don.. Enakk,” desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya yang telah basah. Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya. Kemudian aku berjongkok di belakangnya.

    Kusingkapkan gaun tidurnya dan kutarik celana dalamnya hingga terlepas. Kudekatkan wajahku ke lubang vaginanya. Kusibakkan bibir vaginanya lalu kujulurkan lidahku dan mulai menjilati lubang vaginanya dari belakang, sambil kuremas-remas pantatnya. Tante Sari membuka kedua pahanya menerima jilatan lidahku. Inilah vagina terindah yang pernah kurasakan.

    “Oohh.. Don.. Nik.. mat,” suara Tante Sari tertahan merasakan nikmat ketika lidahku mencucuk-cucuk kelentitnya. Dan kusedot-sedot bibir vaginanya yang merah.

    “Ohh.. Don.. Luarr.. Biasaa.. Enakk.. Sedott.. terus,” pekiknya semakin keras.

    Cairan kelamin mulai mengalir dari vagina Tante Sari. Hampir setiap jengkal vaginanya kujilati tanpa tersisa. Tante Sari menarik vaginanya dari bibirku, kemudian membalikkan tubuhnya sambil memintaku berdiri. Dia mendorong tubuhku ke dinding. Dengan cekatan ditariknya celanaku hingga terlepas, maka penisku yang sudah tegang, mengacung tegak dengan bebasnya.

    “Ohh.. Luar biaassaa.. Don.. Besar sekali,” serunya kagum.

    “Isepp.. Tante, jangan dipandang aja,” pintaku.

    Tante Sari mengabulkan permintaanku. Sambil melepaskan gaun tidurnya, dia lalu berjongkok dihadapanku. Wajahnya pas di depan selangkanganku. Tangan kirinya mulai mengusap-usap dan meremas-remas buah pelirku.

    Sedangkan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku dengan irama pelan tapi pasti. Mulutnya didekatkan kepenisku dan dia mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala penisku. Aku meringis merasakan geli yang membuat batang penisku semakin tegang.

    “Ohh.. Akhh.. Tan.. Te.. Nikk.. matt,” seruku tertahan, ketika Tante Sari mulai memasukkan penisku kemulutnya.

    Mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang besar dan panjang. penisku keluar masuk di mulutnya. Tante Sari sungguh lihai memainkan lidahnya. Aku dibuatnya seolah-olah terbang keawang-awang.

    Tante Sari melepaskan penisku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit. Kemudian dia memintaku duduk dilantai. Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi berhadapan. Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya.

    Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit. Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya.

    Tante Sari mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama gerakkan pantatnya.

    Oh, senangnya melihat penisku sedang keluar masuk vaginanya. Bibirku menjilati buah dadanya secara bergantian, sedangkan tanganku mendekap erat pinggangnya. Semakin lama semakin cepat Tante Sari menaik turunkan pantatnya. Nafasnya tersengal-sengal. Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin keras.

    “Ohh.. Don.. Aku.. Mau.. Keluarr,” pekiknya.

    “Tahan.. Tan.. Te.. Akuu.. Belumm.. Mauu,”sahutku.

    “Akuu.. Tak.. Tahann.. Sayang,” teriaknya keras.

    Tangannya mencengkeram keras punggungku.

    “Akuu.. Ke.. Ke.. Luarr.. Sayangg,” jeritnya panjang.

    Tante Sari tak dapat menahan orgasmenya, dari vaginanya mengalir cairan yang membasahi seluruh dinding vaginanya.

    Tante sari turun dari pangkuanku lalu merebahkan tubuhnya dipangkuan. Kepalanya berada pas diselangkanganku. Tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku. Dan mulutnya mengulum kepala penisku dengan lahapnya.

    Perlakuannya pada penisku membuat penisku berkedut-kedut. Seakan-akan ada yang mendesak dari dalam mau keluar. Dan kurasakan orgasmeku sudah dekat. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkanganku. Hingga penisku semakin dalam masuk kemulutnya.

    “Akhh.. Tante.. Akuu.. Mau keluarr,” teriakku.

    “Keluarin.. Dimulutku sayang,” sahutnya.

    Tante sari semakin cepat mengocok dan mengulum batang penisku. Diiringi jeritan panjang, spermaku muncrat ke dalam mulutnya.

    “Ohh.. Kamu.. Hebatt.. Don, aku puas,” pujinya, tersenyum ke arahku. Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa spermaku.

    Suara ranjang berderit di dalam kamar, membuat kami bergegas memakai pakaian dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Kemudian masuk ke kamar Masing-masing. Beberapa menit kemudian kudengar langkah kaki Mbak Irma ke kamar mandi.

    Dari balik jendela kamarku dapat kulihat Mbak Irma hanya mengenakan handuk yang yang dililitkan ditubuhnya. Memperlihatkan paha mulus dan tubuh sexynya. Membuatku mengkhayal, alangkah senangnya bisa bersetubuh dengan Mbak Irma.

    Sekitar jam 02.00 dinihari, aku terbangun ketika kurasakan ada yang bergerak-gerak di selangkanganku. Rupanya Tante Sari sedang asyik mengelus-elus buah pelirku dan menjilati batang penisku.

    “Akhh.. terus.. Tante.. terus,” gumanku tanpa sadar, ketika dia mulai mengulum batang penisku. Dengan rakus dia melahap penisku. Sekitar sepuluh menit berlalu kutarik penisku dari mulutnya.Kusuruh dia menungging, dari belakang kujilati lubang vaginanya, bergantian dengan lubang anusnya.

    Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya yang basah dan memerah. Sedikit demi sedikit penisku memasuki lubang vaginanya. Semakin lama semakin dalam, hingga seluruh batang penisku amblas tertelan lubang vaginanya.

    Aku mulai memaju mundurkan pantatku, hingga penisku keluar masuk lubang vaginanya. Sambil kuremas-remas pantatnya.

    “Ooh.. Don.. Nikk.. Matt.. Bangett,” rintihnya.

    Aku semakin bernafsu memaju mundurkan pantatku. Tante sari mengimbangi gerakkanku dengan memaju mundurkan juga pantatnya, seirama gerakkan pantatku. Membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Semakin lama semakin cepat gerakkan pantatnya.

    “Don.. Donnii.. Akuu.. Tak.. Tahann,” jeritnya.

    “Akuu.. Mauu.. Ke.. Keluarr,” imbuhnya.

    Kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan menjepit penisku. Tangannya mencengkeram dengan keras diranjang.

    “Ooh.. Oo.. Aku.. Keluarr,” lolongnya panjang.

    Dan kurasakan ada cairan yang merembes membasahi dinding-dinding vaginanya. Tante Sari terlalu cepat orgasme, sedangkan aku belum apa-apa. Aku tak mau rugi, aku harus puas, pikirku. Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kuarahkan ke lubang anusnya.

    “Akhh.. Donn.. Jangann.. Sakitt,” teriaknya, ketika kepala penisku mulai memasuki lubang anusnya. Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku lebih keras hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya.

    Dan kurasakan nikmatnya jepitan lubang anusnya yang sempit. Perlahan-lahan aku mulai menarik dan mendorong pantatku, sambil memasukkan jari-jariku ke lubang vaginanya. Tante sari menjerit-jerit merasakan nikmat dikedua lubang bawahnya.

    “Enak khan Tante?” tanyaku.

    “Hemm.. Enakk.. Banget.. Sayang,” sahutnya sedikit tersipu malu.

    Semakin lama semakin cepat kusodok lubang anusnya. Sambil kutepuk-tepuk pantatnya. Kurasakan penisku berkedut-kedut ketika orgasmeku akan tiba dan crott! crott! crott! Kutumpahkan spermaku dilubang anusnya.

    “Penismu yang pertama sayang, memasuki lubang anusku,” katanya sambil membalikkan tubuhnya dan tersenyum padaku. Agen Judi Bola

    “Kamu luar biasa Don, belum pernah kurasakan nikmatnya bersetubuh seperti ini,” imbuhnya.

    “Tante mau khan, setiap malam kusetubuhi?” tanyaku.

    “Siapa yang menolak diajak enak,” sahutnya seenaknya.

    Sejak saat itu, hampir setiap malam kusetubuhi Tante sari. Ibu tiri Mbak Irma yang haus sex, yang hampir sepuluh tahun tidak dinikmatinya, sejak kematian suaminya.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Tumbal Pengasihan Genderuwo

    Tumbal Pengasihan Genderuwo


    2486 views

    Catatan: (a) Sebagian tokoh dalam cerita seks birahi ini digambarkan memiliki latar belakang (profesi, kelas sosial, suku dll.) tertentu. Tindakan mereka dalam cerita seks birahi ini adalah fiksi dan belum tentu menggambarkan orang-orang berlatar belakang serupa di dunia nyata. (b) Semua tokoh dalam cerita seks birahi ini adalah fiktif. Kemiripan nama tokoh, tempat, lembaga dan lain-lain hanyalah kebetulan belaka dan bukan kesengajaan.

    Cerita Sex Birahi: Tumbal Pengasihan Genderuwo

    Perawan – Malam yang sangat gelap mencekam mengiringi kedatangan sebuah mobil Toyota Kijang memasuki suatu desa yang cukup terpencil. Desa itu bernama desa Cimani Gunderowo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Air Sperma Gunderewo. Suatu nama yang tak lazim untuk suatu desa. Desa itu terletak di suatu pedalaman hutan kota Banten. Kurang lebih 150 KM ke arah barat dari pusat kota. Sangat jauh dari hiruk pikuknya kendaraan, dan sangat jarang terjamah oleh orang luar.

    Terbukti dari akses jalan yang masih sangat minim untuk menuju ke sana. Sandra, Gisti, dan Gilang. Mereka adalah reporter dari salah satu stasiun televisi lokal. Mereka diberi tugas untuk meliput desa tersebut. Karena ada beberapa laporan masyarakat yang masuk pada pihak redaksi tentang desa tersebut.

    Cerita Sex Birahi | Setelah sekian lama berkendara, mereka pun menepikan mobil mereka ketika telah menemukan tempat yang mereka cari. Mereka akhirnya tiba di desa Cimani Gunderewo. Desa itu terlihat sangatlah menyeramkan. Pohon-pohon besar tumbuh mengelilingi desa tersebut. Lolongan anjing sayup-sayup terdengar di dalam kelebatan hutan, memecah keheningan malam. Sungguh, semakin membuat ngeri tempat itu.

    “Lang, anter dong. Gue kebelet pipis nih.” ucap Sandra kepada Gilang.

    “Yaelah, elu. Yaudah deh, yuk gue anter.” balas Gilang.

    “Terus gue gimana guys?” ucap Gisti.

    “Elu diem aja disini Ti. Lu jagain mobil. Siapa tau ada warga yang lewat, lu kan bisa minta ijin sekalian tempat tinggal sama mereka.” ucap Gilang.

    “Tapi gue takut sendirian disini.”

    “Udah tunggu aja Ti. Bentar doang kok.”

    “Ayoo cepetan Lang, gue udah kebelet.” lanjut Sandra seraya menarik tangan Gilang memasuki hutan.

    Mereka pun mulai menghilang di balik pepohonan, meninggalkan Gisti sendirian di dalam mobil. Di suatu desa yang sangat menyeramkan. Gisti, gadis kelahiran Bandung 21 tahun yang lalu. Dia memiliki paras yang cantik khas mojang kota kembang, dengan kulit yang berwarna putih bersih. Gadis ini memiliki tinggi 159 cm dan berat 42 kg. Payudaranya berukuran 36 B, juga pinggul yang semok membuat dia sangat menarik setiap kaum Adam yang memandangnya. Gisti memiliki seorang tunangan yang sudah ia pacari semenjak ia duduk di kelas 2 SMA. Umur mereka terpaut 5 tahun. Namun Gisti sangat mencintai tunangannya saat ini, karena dia tak pernah mau merenggut keperawanan Gisti semenjak mereka pacaran dulu. Paling banter mereka hanya melakukan piting dan Blow Job saja. Pria itu sangat menghormati Gisti sebagai perempuan, dengan tetap menjaga keperawanan gadis ini.

    20 menit sudah Gisti duduk termenung di dalam mobil sendirian. Dia sudah mengerti lagi dengan kelakuan kedua temannya tadi. Mereka pasti tengah bersetubuh di dalam hutan itu. Karena bosan, Gisti pun mencoba untuk berbaring di sana. Namun belum lama dia berbaring, terdengar suara ketukan di kaca samping mobilnya. Dan Gisti pun segera menoleh ke asal suara. Dia mendapati sesosok pria paruh baya tengah berdiri di luar mobilnya. Ki Samad, panggil saja begitu. Lelaki ini berusia sekitar 86 tahun. Seluruh wajahnya penuh dengan kerutan.

    Dia memiliki tinggi sekitar 152 cm dan berat 60 kg. Namun dia masih bisa berdiri tegap dalam usianya yang hampir satu abad itu. Akhirnya Gisti pun menghampiri kakek itu. Dia mengemukakan maksud kedatangan nya dan kedua teman-temannya pada ki Samad.

    Gisti pun meminta sebuah tempat tinggal sementara untuk mereka tinggali selama beberapa hari di desa tersebut. Ki Samad pun mengangguk mengerti, dan mengajak Gisti ke suatu rumah milik warga tak jauh dari mobil mereka. Gisti mengunci pintu mobilnya, kemudian mengikuti ki Samad memasuki sebuah rumah. Meskipun hanya sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu, rumah itu cukup nyaman dan layak untuk ditinggali. Akhirnya Gisti pun berterima kasih kepara ki Samad. Sebuah senyum terlukis indah di bibir tipisnya.

    “Eh maaf Ki, teman-teman saya sudah lebih dari 1 jam memasuki hutan disana. Kalo aki ketemu sama mereka, tolong beri tahu mereka kalo saya ada disini ya ki. Mereka memakai baju yang sama seperti yang saya pakai ini ki. Mohon maaf sebelumnya kalo merepotkan.” ucap Gisti pada ki Samad.

    Ki Samad hanya mengangguk mengerti, seraya menyuguhkan makanan pada Gisti. Lelaki ini tahu kalau Gisti sedang lapar. Dan mereka pun makan bersama malam itu. Meski hanya sekedar makanan yang sederhana, namun cukup membuat Gisti merasa kenyang. Setelah makan, Gisti pun mulai mengambil hand phone nya dan menyeting recorder. Dia ingin mengorek informasi desa ini pada ki Samad. Gisti pun melayangkan beberapa pertanyaan pada kakek itu.

    “Eh ki, maaf sebelumnya. Saya dari stasiun tv XXX dateng kesini untuk mencari informasi dari desa ini. Kalo boleh tau, kenapa desa ini dikasih nama Cimani Gunderewo yaa ki?” tanya gadis itu.

    “Oh itu, jadi ceritanya gini neng. Dulu, banyak orang yang dateng kesini untuk pengasihan. Pengasihan Gunderewo tepatnya. Jadi, setiap orang yang mau kaya dateng ke sini sambil bawa perawan sebagai tumbal.” ucap ki Samad bercerita.

    “Nah, terus perawan itu dibawa ke gua di hutan sebelah sana. Gua itu dipercaya tempat tinggal nya Gunderewo neng.” lanjutnya.

    “Oh gitu ki. Terus para perawan itu di apain lagi ki? Apakah gunderewo itu menampakan diri sama warga disini? Terus, para perawan yang dijadikan tumbal, apakah mereka terlihat kembali?” Tanya Gisti memberondong.

    “Yaa, para perawan itu di letakan di suatu ruangan di dalam gua itu. Terus tumbal itu di ikat kedua kaki dan tangannya membentuk huruf X dalam keadaan telanjang, diatas batu persembahan.” jawab ki Samad Serius.

    “Gunderewo itu gak pernah menampakan diri sama sembarangan orang neng. Dia hanya menampakan diri ke kuncen ataupun gadis tumbalnya saja. Mereka yang dijadikan tumbal pengasihan Gunderewo tak pernah terlihat keluar lagi dari gua itu neng, warga sini percaya kalo gadis yang ditumbalkan itu dijadikan gundik sama Gunderewo disana.” lanjutnya seraya menatap nanar ke Gisti.

    “Oh, iyaa ki. Aki sendiri pernah melihat sosok Gunderewo itu gak?” Tanya Gisti lagi.

    Ki Samad hanya mengangguk, sambil pandangan matanya tak pernah lepas dari tubuh seksi Gisti. Membuat Gisti merasa risih dibuatnya.

    “Kalo saya boleh tau, gimana rupa dari Gunderewo itu ki?”

    “Kenapa neng nanyain hal itu?” jawab ki Samad galak.

    “Maaf ki. Ini info yang sangat penting dalam liputan saya. Hal ini akan jadi berita yang sangat penting buat masyarakat luas. Jadi saya mohon maaf kalo aki merasa terganggu dengan pertanyaan saya barusan.” jawab Gisti tertunduk.

    “Kalo neng bener-bener ingin tahu rupa dari Gunderewo itu, neng harus masuk ke gua itu. Soalnya saya tau kalo neng ini masih perawan kan. Gunderewo itu pasti dengan senang hati menampakan wujudnya sama neng.” ucap ki Samad seraya tersenyum pada Gisti, menampakan susunan giginya yang telah menghitam.

    Gisti nampak terkaget dibuatnya, dia bergidik ketakutaan. Namun tak lama kemudian, Gisti merasa pusing dikepalanya. Seluruh pandangan nya mulai mengabur, dan dia pun jatuh pingsan. Ki Samad tersenyum melihat itu. Semua rencananya berhasil.

    ########################

    Kedua tubuh sedang bergumul di dalam rimbunnya semak-semak. Mereka sedang saling tindih dalam keadaan yang telanjang. Yaa, kedua sosok itu merupakan Sandra dan Gilang. Gilang sedang memacu tubuh montok Sandra dalam keadaan missionaris. Kedua kaki Sandra berada di bahu Gilang, membuat vaginanya terangkat menghadap Gilang. Hal ini membuat penis besarnya keluar masuk dengan lancar divagina Sandra.

    “Aagghh, terus lang. Aggghh, kontol lu enak banget. Agghh,, ogghhh,, yaa terus.. Aggghh..” desah Sandra menikmati genjotan Gilang.

    “Aggghhh, iyaa dra. Memek lu juga enak banget.. Agghhh… Kontol gue berasa di pijet di dalam memek lu.. Agghhh…” jawab Gilang sambil mempercepat genjotannya.

    Sandra hanya mendesah dan mengerang dibuatnya. Kedua matanya terpejam, menikmati gesekan antara kelamin mereka. Sandra seakan terbang ke langit ke tujuh dibuatnya.

    “Aaggghhh,, dra, gue mau keluar.. Aaggghhh… Ooggghh..” ucap Gilang sambil mulai menciumi payudara Sandra.

    Sandra kelojotan dibuatnya. Dan beberapa detik kemudian, dia merasakan cairan hangat yang muncrat di dalam vaginanya. Ternyata Gilang telah mendapat orgasmenya yang kedua malam itu.

    Tubuh Gilang pun ambruk menimpa tubuh Sandra. Sandra masih terpejam menikmati denyutan penis Gilang di dalam vaginanya. Dia memeluk tubuh Gilang dengan erat. Namun dia pun menjerit ketika membuka matanya. Dia melihat ada beberapa sosok yang mengelilingi mereka berdua, Sandra hitung ada sekitar tujuh orang.

    Sandra pun segera membangunkan Gilang, namun tak ada respon darinya. Dia pun menggulingkan tubuh Gilang ke samping, dan memcoba memungut pakaiannya untuk menutupi ketelanjangannya. Sandra menjerit kembali ketika dia melihat kedua tangannya yang berlumuran darah segar. Dia sapukan pandangannya ke arah Gilang, dan menemukan luka sayatan di tubuh Gilang. Ternyata Gilang telah mati di tangan para penduduk setempat.

    “Aaaarrrggghhhh! Siapa kalian?” jerit Sandra.

    “Biadab kalian! Kalian telah membunuh Gilang. Dasar manusia biadab kalian!” Lanjutnya memaki para penduduk tersebut.

    Namun ke tujuh sosok yang mengelilingi Sandra tak mengeluarkan sekecap katapun. Mereka hanya menatap Sandra dengan tatapan lapar. Sebuah senyuman kemenangan mengembang di wajah mereka semua, lalu secara bersamaan mereka menyerang tubuh telanjang Sandra.

    “Tidak! Mau apa kalian semua biadab? Tolong! Tolong! Aarrgghh, lepas kan! Tolong! Tolong!” jerit Sandra ketakutan.

    Namun jeritannya tak berpengaruh apapun pada mereka semua. Dengan sangat bernafsu, mereka mulai menggerayangi tubuh telanjang Sandra. Mereka meremas payudara Sandra dengan sangat kasar, dua orang dari mereka mengoreki vagina Sandra dengan sangat kasar juga. Setiap lekuk tubuh Sandra tak ada yang terlewat dari jamahan tangan nakal mereka. Satu persatu dari mereka mulai melepas semua baju mereka. Dan tujuh batang besar mulai terpampang jelas di hadapan Sandra, minta untuk di puaskan.

    Sandra bergidik ketakutan melihat ukuran penis mereka. Dia tak sanggup membayangkan apa yang akan segera menimpa tubuh seksinya sebentar lagi. Satu per satu mereka mulai mendekati tubuh telanjang Sandra. Dan tanpa menunggu lama lagi, sebuah penis besar menembus vagina Sandra dengan sangat kasar. Sandra menjerit kesakitan. Vaginanya serasa disayat oleh silet. Namun jeritannya tak keluar lama, setelah satu penis besar telah menembus bibir tipisnya. Sandra merasa sangat tersiksa dibuatnya.

    Satu demi satu penis besar telah keluar masuk divagina dan mulutnya. Satu penis yang keluar setelah menyemburkan sperma, segera digantikan dengan penis besar lainnya. Tidak memberi Sandra waktu untuk sekedar menarik nafas. Dia sangat lemah kesakitan dibuatnya. Vaginanya mengeluarkan bercak darah, penis besar para penduduk setempat itu telah merobek vaginanya.

    Sandra mulai mendapatkan kesadarannya kembali dan mulai berontak, ketika dirasa ada sesuatu yang menggesek lubang duburnya. Sebuah penis besar tengah mencoba untuk menembus lubang duburnya dari belakang. Sandra menjerit memohon, berharap mereka akan sedikit tiba pada dirinya. Namun usahanya sia-sia saja. Para pemerkosanya itu sama sekali tak peduli pada Sandra.

    “Mmmhhh,, jangan! Mmmhhh.. Ampun! Mmhhh…” jerit Sandra disela kulumannya.

    Dan “aaarrrrggghhh!” Sandra menjerit, dia melolong kesakitan. Sebuah penis raksasa menembus paksa lubang duburnya yang masih perawan dalam satu sentakan kasar.

    Sandra tak mampu menerima lagi semua itu. Tubuhnya telah mendapat titik maksimal dalam menerima rasa sakit, dia pun jatuh pingsan. Para penduduk masih terus melakukan aktifitas mereka diatas tubuh Sandra. Mereka sama sekali tak peduli pada keadaan Sandra saat itu. Mereka terus menggenjot dan meremasi tubuh Sandra secara brutal. Seluruh lubang di tubuh Sandra terus menerus dijejali penis raksasa mereka tanpa jeda sedikit pun.

    Mereka berniat untuk memberikan luka permanen pada tubuh Sandra. 4 jam kemudian mereka baru selesai dengan tubuh Sandra. Seluruh tubuh Sandra dipenuhi dengan bercak sperma yang mengering. Lelehan sperma masih merembes dari dalam mulut, lubang vagina dan lubang duburnya yang menganga lebar. Bercak darah pun masih nampak jelas di kedua lubang tersebut. Setelah puas dengan tubuh Sandra, mereka pun mengenakan pakaian mereka kembali.

    Tubuh telanjang Sandra yang sudah sangat mengenaskan mereka ikat di pohon pinus. Tak lupa mereka menaruh madu di seluruh tubuhnya, dan menjejalkan bunga pinus di lubang vagina dan duburnya. Sedangkan mayat Gilang, mereka buang ke sungai. Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali ke desa. Meninggalkan Sandra yang masih pingsan di dalam rimbunnya hutan sendirian.

    #################################

    Gisti terbangun setelah mencium bau yang sangat menyengat hidungnya. Dia sama sekali tak ingat dengan kejadian yang dia alami kemarin, kepalanya masih sangat pusing. Dia pun membuka matanya dengan perlahan.

    “Wahai Gunderewo, terimalah tumbal dari kami semua. Dan berikan kami hasil panen yang berlimpah.” ucap seorang lelaki.

    Mendengar itu, Gisti segera mengerjapkan matanya yang masih mengabur. Tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakan. Dia pun mulai melihat kesekeliling, mengamati keadaan. Gisti menjerit sejadi-jadinya, ketika dia tau keadaan nya saat ini.

    “Sadar juga kamu neng.” ucap suara yang tak asing bagi Gisti.

    “Ki Samad! Apa yang aki lakukan sama saya? Saya mau diapakan ki? Tolong! Tolong!” teriak Gisti.

    “Percuma geulis, gak akan ada orang yang bakalan denger kamu disini. Kamu bakalan aki jadikan tumbal untuk Gunderewo.” ucap Ki Samad.

    “Tidak! Apa salah saya ki? Tolong! Saya gak mau jadi tumbal. Tolong!” teriak Gisti.

    Namun tak ada satu pun yang menolongnya. Ki Samad terlihat khusu melanjutkan mantera pemanggilan Gunderewonya. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra. Dan tak lama kemudian, kepulan asap mulai memenuhi ruangan gua tersebut. Gisti meronta, dia mencoba untuk melepas kan dirinya.

    Gadis cantik itu tengah terbaring di atas sebuah batu yang datar. Kedua tangan dan kaki nya di ikat ke setiap sudut batu itu. Tubuh seksinya itu tak tertutupi sehelai benangpun, ia telah telanjang. Vagina dan payudaranya terpampang dengan sangat jelas. Membuat orang ingin segera menyantap dan menjamah bila melihatnya.

    “Siapa yang berani membangunkanku?” sebuah suara geraman menggema di gua tersebut.

    “Ampun Gunderewo. Saya ki Samad.” jawab ki Samad sambil membungkuk.

    “Ah, ki Samad!”

    “Apa gerangan kamu sampai berani mengganggu tidur lelapku? Huh?” lanjut Gunderewo itu.

    “Ampun. Saya bawa tumbal baru buat Akang. Saya cuman minta ditukar dengan hasil panen yang melimpah 2 tahun ke depan.”

    Gunderewo itupun mengalihkan pandangan nya pada batu persembahan. Dia tersenyum lebar ketika melihat sosok gadis perawan berparas ayu terbaring di atasnya. Dia kemudian tertawa dengan sangat menggema.

    “Hahaha… Tumbal yang bagus Samad. Haha… Baiklah, akan ku buat panen warga desa melimpah untuk dua tahun ke depan. Hahaha…”

    “Sekarang pergi lah! Biarkan aku menikmati tumbal ku!” lanjut Gunderewo itu seraya mendekati tubuh Gisti.

    Ki Samad pun meninggalkan gua itu dengan segera. Dia tidak ingin mengganggu prosesi yang akan di lakukan Gunderewo itu pada Gisti. Dia sudah terlalu senang dengan apa yang akan dia dapat di ladangnya untuk dua tahun ke depan.

    Sesosok mahluk tinggi besar menghampiri tubuh Gisti. Tingginya sekitar 2 meter lebih. Badannya berwarna hitan legam, dengan bau yang sangat menyengat tercium di seluruh tubuhnya. Bulu hitam kasar menghiasi seluruh tubuh mahluk itu. Sepasang mata merah yang menyala menatap nanar pada Gisti. Taring tajam pun menghias di bibir tebalnya. Gisti terbelalak tak percaya melihat sosok di hadapannya sekarang.

    Dia berontak lebih keras, mencoba untuk melepaskan ikatan di tubuhnya. Gisti menjerit sejadinya. Meminta pertolongan kepada siapa pun yang bisa mendengarnya. Namun semua usahanya itu nihil. Tak ada seorang pun yang berani masuk ke gua tersebut. Melihat mangsanya terikat tak berdaya, membuat penis Gunderewo itu menyembul keras. Batang penisnya sangat besar dan panjang. Diameternya mencapai 15 cm, dan panjangnya hampir 35 cm. Sungguh penis raksasa.

    Gisti menggidik ketakutan melihat penis Gunderewo itu. Dia tak sanggup membayangkan bila benda sebesar itu menembus liang vaginanya yang masih perawan. Gisti mulai menangis karena saking takutnya pada mahluk itu. Gunderewo itu mulai tak sabar ingin segera menikmati tubuh Gisti. Dia mulai menjamah tubuh telanjang gadis itu.

    Tangannya segera menggerayangi tubuh seksi Gisti dengan perlahan. Mahluk itu mulai merangsang setiap titik sensitif di tubuh Gisti dengan sangat intens. Tangan besar nya meremasi payudara gadis itu dengan perlahan. Sedang kan mulutnya mulai menjilati wajah cantik Gisti. Mahluk itu mencoba mencium bibir mungil Gisti. lidahnya yang panjang dia coba untuk menelusup masuk ke dalam bibir Gisti.

    Namun Gisti tak pernah mau membuka mulutnya. Gisti terpejam, dia tak sanggup melihat sosok menyeramkan di depannya itu. Hidungnya mencium bau yang sangat menyengat di depannya. Dia sampai ingin muntah dibuatnya. Bibirnya dia katupkan dengan sangat keras. Dia tak mau berciuman dengan mahluk jelek nan bau ini.

    Takan pernah! Karena geram, Gunderewo itu pun mencubit puting kiri Gisti dengan sangat keras. Membuat Gisti membelalak kesakitan. Mulutnya terbuka, menjerit sejadinya. Dan pada saat itu lah, Gunderewo ini menesulupkan lidahnya ke dalam bibir tipis Gisti. Mahluk itu mulai mencium bibir gadis itu. Mendapatkan serangan seperti itu, Gisti merasa sangat mual. Ada rasa aneh yang sangat tidak mengenakan di dalam mulutnya.

    Air liur mahluk itu juga berbau menyengat di dalam mulutnya. Dia sampai muntah dibuatnya. Kedua matanya mulai menangis semakin deras. Lidah panjang mahluk itu menggelitik setiap rongga mulut Gisti. Dia ingin membuat Gisti terbiasa dengan rasa dari liurnya itu. Tangan kanannya meremasi payudara kiri Gisti, Sesekali memilin puting payudaranya yang masih berwarna merah muda itu. Sedangkan tangan kirinya, dia gerakan menuju vagina Gisti. Gisti merasakan sesuatu yang sangat kasar menggeseki lubang vaginanya.

    Mencoba untuk men stimulus daerah istimewanya tersebut. Gisti mencoba menahan mati-matian setiap rangsangan tersebut. Namun dia pun hanya wanita biasa. Menerima serangan yang intens, lubang vaginanya pun membasah di jari-jari kasar sesosok Gunderewo. Mengetahui mangsanya sudah mulai terangsang, Gunderewo itu pun segera menurunkan ciuman bibirnya semakin ke bawah. Dia jilati setiap lekuk tubuh Gisti. Mulai dari wajah, telinga, leher, perut, dan kedua bongkahan payudaranya Gisti. Tak ada bagian yang terlewat dari jilatan lidah panjangnya itu.

    Cerita Sex Birahi Terbaru | Ketika pagutan mahluk itu terlepas di bibirnya, Gisti meludah terus menerus. Dia ingin membuang semua air liur mahluk itu yang selalu terasa menempel di rongga mulutnya. Dia juga mencoba untuk menahan setiap rangsangan di tubuhnya dengan sangat kuat. Namun sia-sia saja semua usahanya itu. Gisti pun mulai mendesah dan mengerang, ketika lidah panjang mahluk itu mulai menjilati lubang vaginanya. Gunderewo itu menjilati setiap inchi vagina Gisti dengan sangat telaten. Sesekali dia coba untuk memasukan lidah panjangnya itu ke dalam lubang sempit dihadapannya.

    Lidah itu pun mulai keluar masuk lubang vagina Gisti bak seekor ular. Gunderewo itu menjilati seluruh rongga di dalam vagina Gisti. Menerima itu semua, membuat desahan Gisti semakin menjadi. Mulutnya tak berhenti mengerang dan mendesah. Gunderewo itu sungguh sangat pintar merangsang setiap titik sensitif di tubuhnya.

    Tak lama berselang, Gisti pun merasakan sesuatu yang sangat enak di vaginanya. Sebuah perasaan yang tak pernah dia rasa kan sebelum nya. Ada sebuah dorongan yang ingin keluar dari dalam vaginanya. Semakin dia tahan, semakin kuat dorongannya. Dan tanpa bisa dicegah lagi, Gisti pun mendapat kan orgasme nya yang pertama selama hidupnya itu. Cairan bening nan lengket menyembur deras dari dalam vaginanya. Dan langsung masuk ke dalam mulut Gunderewo itu semuanya. Yaa, Gunderewo itu menghisap habis setiap cairan yang keluar dari dalam liang vagina Gisti. Mahluk itu menelannya habis, tak bersisa. Tubuh Gisti masih mengejang sambil mengejat-ngejat. Dia sungguh sangat tenggelam oleh kenikmatan yang baru dia dapat hari itu. Matanya terpejam, sedang kan mulutnya membuka lebar. Melihat kesempatan itu, Gunderewo segera mencoba untuk memasukan penis raksasanya itu ke dalam mulut mungil Gisti. Dia mendorongnya dengan kasar, membuat Gisti sangat terkejut. Ukuran penisnya yang terlalu besar, tak muat ke dalam bibir Gisti. Hanya sebatas kepalanya saja yang dapat masuk, itu pun tak muat. Hal itu membuat Gisti sangat tersiksa. Mulutnya dipaksakan untuk menganga sampai ukuran maksimal.

    Koleksi Cerita Sex Birahi  | Penis raksasa itu memaksa mulut Gisti untuk membuka sampai ukuran yang sebelum nya belum pernah bisa dia capai. Penis Gunderewo itu seakan ingin merobek mulut Gisti. Kesal karna penisnya tak bisa muat ke dalam mulut Gisti, Gunderewo ini pun mulai memposisikan posisi nya diatas tubuh Gisti. Dia gesekan penis raksasa nya yang bersisik itu tepat di depan lubang vagina Gisti yang masih perawan. Dia menggesek-gesekan nya untuk beberapa saat. Dan saat dirasa sudah tepat di depan vaginanya, dia dorong penisnya merobek vagina mungil Gisti dalam satu hentakan kasar. ‘Breeeettt’ Gisti yang awalnya terbuai oleh rangsangan di vaginanya itu mulai menjerit sejadi-jadinya. Dia merasakan perih yang teramat sangat di lubang kelaminnya itu. Tubuhnya mengejang keatas, menahan rasa sakit yang tak terkira itu.

    Dan Gisti pun jatuh pingsan, tak kuat menerima rasa sakit. Melihat mangsanya sangat lemah, Gunderewo itu sangat marah. Dia mulai menggerakan penisnya itu dengan sangat kasar di lubang vagina Gisti. Dia menggenjot vagina mungil Gisti dengan sangat brutal. Mahluk itu memaksakan vagina Gisti untuk bisa menerima seluruh batang penisnya yang sangat besar dan panjang itu. Dia hentakan pinggulnya dengan sangat keras, seakan ingin mendobrak dinding rahim Gisti.

    Setelah beberapa hentakan yang sangat kuat di dalam vagina Gisti, akhirnya seluruh penis Gunderewo itu pun masuk seluruh nya. Penis yang berdiameter 15 cm, dan panjang 35 cm itu pun bersarang dengan manis di dalam vagina mungil Gisti. Sampai vagina Gisti mengembung dibuatnya. Seluruh otot vagina Gisti seakan meremasi setiap bagian penis Gunderewo itu. Mahluk itu merasa sangat dimanjakan dibuatnya. Dia pun mulai mempercepat genjotannya di dalam vagina Gisti. Penis mahluk itu menghentak dengan sangat kuat mendobrak vagina Gisti. Kemudian dia cabut penisnya dengan sangat perlahan, menikmati setiap gesekan antara dinding vagina Gisti yang lembut dan Penis nya yang bersisik itu. Mahluk itu melakukannya terus menerus, sampai membuat Gisti sadar dari pingsannya.

    “Aaaaawwwhhh,, sakiiitt… Berhentiiii… Sakiiitt,, aku mohon! Awwwhhh…” ucap Gisti mengiba.

    “Diam kau sundal! Mulai detik ini tubuhmu adalah milik ku. Kau sama sekali tak berhak lagi atas seluruh tubuhmu ini.” ucap Gunderewo itu sambil mempercepat genjotannya.

    “Kamu itu sudah dijadikan tumbal untuk ku. Jadi mulai saat ini, kamu adalah budak birahiku. Hahaha…” lanjutku mahluk itu sambil tertawa.

    “Tidak! Aku tidak sudi! Lepas kan aku dasar mahluk menjijikan!” maki Gisti sambil meludah ke arah mahluk yang sedang menggagahinya itu.

    “Dasar kurang ajar kak sundal! Lihat, aku akan menyetubuhimu dengan sangat ganas dari sekarang. akan kubuat kau bertekuk lutut pada kontolku ini.” ucap mahluk itu geram.

    Pompaan di dalam vagina Gisti makin cepat dan kuat saja. Mahluk itu ingin membuat Gisti merasakan multiple orgasme. Gunderewo itu ingin membuat Gisti tak bisa lepas ataupun menolak penis raksasanya lagi. Mahluk itu mulai menyetubuhi Gisti dengan sangat menggila. Penisnya mengeluarkan precum di dalam lubang vagina Gisti.

    Cairan itu mengandung semacam bakteri, yang akan membuat vagina korbannya merasa sangat gatal dan geli dibuatnya. Precum yang Gunderewo itu keluar kan dalam dosis yang cukup banyak di dalam vagina becek Gisti. Rupanya mahluk itu ingin membuat Gisti tak bertingkah lagi. Gisti merasa ada yang aneh di dalam vaginanya. Dia merasakan ada sesuatu yang sangat panas di dalam vaginanya. Gadis itu merasakan vaginanya sangat gatal dan sangat geli, sehingga tanpa dasar dia pun mendesah-desah menerima setiap sodokan penis raksasa Gunderewo itu.

    Mengetahui kalau rencananya berhasil, mahluk itu pun menghentikan gerakan nya di dalam vagina Gisti. Dia mencabut keluar penisnya dalam satu tarikan kuat. ‘Plooop’ suara ketika penisnya keluar. Lubang vagina Gisti nampak menganga sangat lebar. Bercak darah masih menetes dari dalam sana. Gisti tersadar dari lamunannya. Dia merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam vaginanya.

    Lubang vaginanya terasa sangat gatal minta digaruk. Namun benda yang sedari tadi keluar masuk di vaginanya itu telah hilang. Sedang kan kedua tangan dan kakinya terikat dengan keras, membuatnya tak bisa melakukan apapun selain menggesek-gesekan kedua pahanya. Gunderewo itu hanya tersenyum melihat perilaku Gisti. Dia merasa puas dengan apa yang telah dia buat pada gadis alim tersebut. Rupanya dia telah berhasil untuk merubah sifat Gisti, dan membuang semua rasa malu gadis itu. Gunderewo itu telah berhasil membuat Gisti bertekuk lutut pada penisnya. Mahluk itu telah berhasil membuat Gisti menjadi budak sexnya.

    “Aaaaggghhhh… Hmmm… Aggghhh…. Ssshhhh… Aggghhh….” desah Gisti.

    “Kenapa kau menggeliat seperti cacing seperti itu manusia? Huh?”

    “Apakah memekmu gatal ingin di garuk? Apakahmemek mu rindu sama batang penis besar ku? Huh? Jawab!” ucap Gunderewo itu sambil menatap tajam ke arah Gisti. Sebuah tatapan yang seakan merendahkan derajat Gisti sebagai seorang wanita alim.

    “Aaaagghhh,, iyaa tuan… Aggghhh… Tolong berikan kontol besarmu itu… Aggghhh…”

    “Tolong garuki memek gatalku ini tuan… Aaaagghhh…. Setubuhi aku tuan… Aggghhh… Aku adalah budak sex tuan…. Ooouuuuuggghhh….” ceracaunya Gisti makin tak jelas.

    Mendengar itu semua Gunderewo hanya tersenyum dengan bangga. Predikatnya sebagai mahluk bau, jelek, dan menjijikan namun tetap bisa menaklukan wanita muda yang amat cantik tetap melekat pada dirinya. Dia pun tersenyum lebar, kemudian melepas ikatan di kedua pergelangan kaki dan tangan Gisti. Gisti yang merasa bebas, segera mengarahkan tangannya menuju lubang vaginanya. Dia langsung menggeseki vaginanya dengan cepat dan bernafsu. Gisti mulai memasukan satu demi satu jarinya ke dalam vagina nya yang sudah sangat basah itu sambil terpejam. Ternyata semua jarinya mampu masuk ke dalam lubang vaginanya itu. Sekarang dia mengeluar-masukan kepalan tangan nya menggaruki dinding vaginanya yang sangat gatal itu. Gunderewo tertawa dengan sangat keras dengan apa yang telah dia buat pada gadis alim ini. Dia sangat puas melihat Gisti menggeseki vaginanya sendiri dengan susah payah. Gisti terlihat sangat bernafsu saat itu. Dia mencoba segala yang dia bisa untuk menghilang kan rasa gatal di dalam vaginanya. Namun semuanya sia-sia saja. Rasa gatal di vaginanya tak pernah hilang, namun bertambah gatal saja setiap detiknya.

    Frustasi, Gisti pun menangis. Dia merasa sangat tersiksa dengan rasa gatal di vaginanya itu. Dia terlihat sangat tersiksa karena ulahnya sendiri pada vaginanya. Karena kasihan, Gunderewo itupun berbisik pada Gisti.

    “Rasa gatal di vaginamu itu hanya bisa hilang dengan gesekan kontolku saja wahai budak manusia. Rasa gatal itu hanya akan mereda bila bersentuhan dengan sisik di penisku ini. Apa kau mengerti?” bisik mahluk itu ditelinga Gisti.

    “Aaaaghhhh,,, iyaa tuaaan.. Tolong berikan itu pada hamba… Aggghhh….” ucap Gisti sambil terisak.

    “Ada syaratnya!” ucap mahluk itu menatap Gisti tajam.

    “Aaapp,, apa syaratnya tuaann? Aaagghhhh…” ucap Gisti sambil terus mendesah.

    “Kau harus membuatku orgasme terlebih dahulu dengan mulut dan tanganmu itu. Kamu harus menelan habis spermaku terlebih dahulu.”

    “Ba,, baik lah Tu,,, aaagghhhh… Baik lah tuan…. Sssshhh..”

    “Lakukanlah sekarang dasar budak!”

    “Ba, baik tuan.” Ucap Gisti sambil menyerbu tubuh mahluk itu.

    Gisti mulai menggenggam penis raksasa Gunderewo dengan kedua tangannya. Diameternya tak muat dalam genggaman tangan nya itu. Dia kemudian menjilati penis bersisik itu dengan sangat bernafsu. Sesekali Gisti mencoba untuk memasukan benda itu ke dalam mulutnya. Namun sekeras apapun dia mencoba, benda itu tak pernah bisa masuk ke dalam mulutnya yang terlalu mungil itu. Gisti menjilati setiap inchi penis dari mahluk yang paling menjijikan itu dengan sangat telaten. Dia menjilati penis dari mahluk yang telah membuat nya muntah beberapa jam yang lalu. Gisti telah kehilangan akal sehatnya. 15 menit sudah Gisti menjilati penis besar bersisik Gunderewo itu, namun sama sekali belum terlihat jika benda itu akan segera memuntahkan sperma nya. Sedangkan rasa gatal di dalam vaginanya telah mencapai level maksimal. Gisti akhirnya menangis. Dia lalu mencoba memasukan benda besar itu kedalam liang vaginanya dengan sangat bersusah payah.

    ‘Bleeeeesss’ akhirnya penis besar itu menembus liang vaginanya yang sudah sangat basah.

    Benda besar itu langsung menggaruk rasa gatal yang menyerang dinding vaginanya. Gisti pun menggoyangkan pinggulnya dengan sangat cepat diatas tubuh mahluk itu. Gisti memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang batang penis mahluk itu tengah berikan pada vaginanya.

    “Aagggghhh… Enak nya… Ooohhh,, ahhhhhh….” desah Gisti sambil mempercepat goyangan vaginanya.

    Gunderewo itu hanya bisa tertawa dengan sangat lantang melihat aksi Gisti saat itu. Gisti sedang menggerakan tubuh seksinya itu dengan sangat lincah di atas tubuh nya. Gadis cantik itu tengah menunggangi penis raksasanya dengan bersusah payah. Namun wajahnya memancarkan rona kenikmatan yang sangat dahsyat. Wajahnya mendongak ke atas, kedua matanya terpejam, sedangkan mulutnya membuka lebar. Hal itu sungguh sangat membuat mahluk itu terangsang. 15 menit menggenjot penis besar Gunderewo, vagina Gisti pun mulai berdenyut menandakan dia akan segera mendapatkan orgasme kembali. Gadis itu mempercepat goyangan pinggulnya, menghentak penis Gunderewo itu makin keras. Tubuhnya sudah dipenuhi dengan keringat. Kuncir rambutnya telah terbuka sehingga rambut panjangnya terurai bebas dan dahinya juga bercucuran keringat

    “Aaaaaggghhh,, tuan,, kontol tuan nikmat bangeett… Aaagghhhh,, hamba, orgasme lagi tuannnn… Agggghhhh…” jerit Gisti sambil melepas orgasmenya yang kedua hari itu.

    Cairan hangat menyembur dengan sangat deras di liang vaginanya. Gisti bahkan mengalami squirting. Vaginanya mengeluarkan cairan dengan sangat derasnya. Seluruh tubuh Gisti mengejang untuk beberapa saat, lalu ambruk menimpa tubuh besar Gunderewo. Gisti sangat menikmati orgasmenya Kali itu, hingga dia lupa pada tugasnya untuk memuaskan Gunderewo. Gunderewo itupun marah pada Gisti. Dia lalu mengeluarkan kembali cairan precumnya didalam vagina Gisti dengan cukup banyak. Hal ini langsung membuat vagina Gisti sangat gatal dibuatnya. Gisti bahkan sampai menjerit kaget dibuatnya. Dan tanpa menunggu lama lagi, dia pun kembali menggoyangkan pinggulnya menggesek penis besar Gunderewo. Tak beberapa lama kemudian, Gisti mengalami orgasme nya kembali. Lagi, seluruh otot di tubuhnya mengejang lalu ambruk tak bertenaga. Hal ini kontan membuat Gunderewo itu sangat marah. Akhirnya mahluk besar ini mengeluarkan precumnya yang sangat beracun di dalam vagina Gisti. Precum ini mengandung bakteri yang sangat ganas.

    Bakteri yang akan terus menggigiti dinding vagina Gisti, menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat. Bakteri ini takan berhenti menggigit seluruh rongga di dalam liang vagina Gisti, meskipun dia telah mendapatkan orgasme. Bakteri ini hanya bisa hilang oleh cairan sperma Gunderewo saja. Gisti sangat tersiksa dibuatnya.

    Vaginanya makin terasa gatal saja, padahal dia baru saja mendapatkan orgasme. Gisti pun mulai memaksakan tubuhnya untuk bergerak, sehingga kelamin mereka saling bergesekan kembali. Namun gesekan antara kelamin mereka itu hanya membuat vaginanya makin gatal saja. Vagina Gisti sudah sangat membanjir dibuatnya. Peluh beserta keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. Ntah sudah berapa Kali dia mendapatkan orgasme dan squirting hari itu. Namun rasa gatal di vaginanya tak pernah berhenti.

    Gisti sudah sangat lemah, seluruh tenaganya sudah habis terkuras. Namun dia tetap memaksa pinggulnya tetap menggoyang, meskipun tubuh bergetar hebat. Tak lama berselang, Gisti pun mendapatkan orgasmenya kembali untuk yang kesekian kalinya. Tubuhnya mengejang dengan sangat dahsyat, lalu dia pun jatuh pingsan kembali. Melihat mangsanya tergeletak tak sadarkan kembali, Gunderewo itu hanya menatap puas. Dia mencabut penisnya dengan satu tarikan kuat. Mahluk itu lalu merebahkan tubuh Gisti mengangkang. Dia lalu menjilati vagina gadis itu dengan sangat bernafsu. Vagina Gisti yang sudah sangat membasah dijilatnya dengan sangat rakus.

    Lidahnya segera keluar masuk di dalam vagina Gisti dengan sangat lincah. Mahluk itu memasukan lidah panjangnya sangat jauh ke dalam vagina Gisti. Sehingga masuk kedalam rahim Gisti. Mahluk itu lalu menjilatinya gemas. Gisti hanya bisa mendesah lemah dibuatnya. Dia sudah tak memiliki tenaga sedikit pun hanya sekedar untuk membuka mata. Namun vaginanya tak pernah berhenti mengalami orgasme. Cairan cintanya yang bercampur dengan air kencing menyembur setiap kali dia orgasme. Muncrat membasahi lantai gua yang pengap dan lembab itu.

    Setelah puas menjilati vagina gadis tersebut, Gunderewo itu kembali memasukan penis besar nya itu ke dalam liang vagina Gisti yang sudah sangat melar. Mahluk itu kembali menghentak kan penisnya dengan sangat kuat dan keras di dalam vagina gadis itu, membuat tubuh Gisti terlonjak-lonjak. Karena jepitan vagina Gisti sudah sangat melemah, Gunderewo pun membalikan tubuh mangsanya tersebut. Mahluk itu mulai memposisikan tubuh Gisti untuk menungging.

    Lidah panjangnya segera menjilati dan mengoreki liang dubur Gisti. Membuat Gisti kembali menggeliat. Sesekali dia masukan lidah panjangnya itu ke dalam sana, mencoba membuat lubang itu sedikit melebar. Ketika dirasa sudah cukup basah, Gunderewo pun memposisikan penis besarnya di depan lubang dubur Gisti. Dan dengan satu sentakan keras, amblas lah seluruh penis besar nya itu merobek anus Gisti. Gisti menjerit dengan sangat keras. Seluruh otot di tubuhnya bergetar merasakan sakit yang amat sangat. Gisti pun pingsan kembali.

    Cengkraman otot dubur Gisti seakan mencekik penis Gunderewo itu. Mahluk itu kembali merasakan nikmat nya tubuh gadis itu. Sekarang Gunderewo itu sudah tak perduli lagi dengan keadaan Gisti. Dia hanya ingin segera mencapai orgasmenya.

    Dia mulai menyetubuhi dubur Gisti dengan sangat kasar. Tak lama berselang mahluk itu pun mendapat orgasme nya yang pertama saat itu. Dia menggeram sambil menyembur kan sperma panasnya memenuhi liang dubur Gisti. Tangan besarnya meremas kuat payudara Gisti, gigi-gigi tajamnya menggeremet. Dan seluruh tubuhnya mengejang, lalu ambruk menimpa tubuh kecil Gisti dengan penis yang masih menancap di liang dubur gadis itu. Setelah mendapatkan orgasme nya itu, penis besar Gunderewo mengecil dengan sendiri nya. Lalu benda itu keluar dari dalam dubur Gisti secara perlahan. Mahluk itu tersenyum dengan sangat lebar.

    Rona kepuasan tergambar jelas di wajahnya. Mahluk itu pun menghilang ntah kemana. Meninggalkan Gisti sendirian dalam kondisi yang sangat mengenaskan di gua tersebut. Tinggallah Gisti sendiri di gua lembab nan pengap itu. Tubuhnya sudah sangat mengenaskan, dalam posisi yang menungging. Lubang vagina dan dubur nya menganga sangat lebar, bercak darah masih jelas terlihat di kedua lubang tersebut. Gisti mati dengan kedua lubang yang sangat basah oleh lendir dan oleh cairan sperma Gunderewo yang berwarna hitam pekat. Namun roh Gisti dibawa oleh sang empunya sperma ke alam nya. Yaa, roh Gisti dijadikan gundik oleh sang Gunderewo itu di alamnya.

    ######################

    Cerita Sex Birahi  2017 | Dan sejak hari itu, ketiga reporter tersebut tak pernah kembali dari desa tersebut. Di mulai hari itu, Sandra, Gisti, dan Gilang tak pernah terlihat keluar dari desa itu. Yaa, mereka bertiga telah tewas dengan sangat mengenakan di desa Cimani Gunderewo itu. Tanpa ada seorang pun yang mengetahui kejadian itu, kecuali para penduduk setempat. Rahasia dari desa Cimani Gunderewo pun masih terjaga dengan sangat rapat….

    The end

     

  • Keenakan Jahil Dengan Teman Sekelas Ketika Pingsan – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018

    Keenakan Jahil Dengan Teman Sekelas Ketika Pingsan – Cerita Sex Dewasa Terbaru 2018


    3834 views

    Perawanku – Perkenalkan sobat semua, sebelumnya gw mau bilang nama-nama orang dibawah ini hanya samaran, kalau ada kesamaan nama mohon dimaklumi. nama gw Ferdi, cerita ini terjadi saat saya masih kelas 2 SMP tahun 2003 di salah satu kota besar. dulu belum ada istilah modus, cowo dan cewek masih saling percaya, ya kaya belum ada pembatas lah…. saat saya belum tahu-menahu tentang namanya sex. teman saya semua juga belum tau, cuma guru selalu bercerita sebagaimana cewek dan cowok saat masa pubertas. saya dan teman tidak terlalu menghiraukan layaknya masih bocah yg belum tau apa-apa.

    suatu hari saya lupa kapan, teman saya namanya Shelly pingsan di kelas, memang sih saat dia masuk aja udah jaket-an, trus kaya kedinginan gitu (cuacanya gerah banget padahal) pucet. shelly pingsan baru disadari saat guru saya berusaha membangunkanya (saat jam pulang) saat itu saya masih membereskan kelas atau piket, tiba-tiba guru saya manggil saya. “ferdii…tolongin ibu, kayanya shelly pingsan deh”. “wahh gawat tuh bu, saya harus berbuat apa ?” “sudah tolong kamu gendong si shelly ke uks, soalnya mungkin yang lain sudah pulang.”

    “baik bu” saat itu ide setan belum ada di benak saya, yang ada cuma harus membawa shelly ke uks (jujur aja sob, dia orang yang saya sukai di kelas, mau nembak malu mulu). ibu guru saya lalu lapor mengambil kunci uks menyusul saya ke uks, setelah sampai saya baringkan shelly. jujur saja, saat saya menggendong shelly, posisi menggendong saya agak enak, tangan kiri saya di ketiaknya jadi setengah memegang payudaranya dan tangan kanan saya tepat di pantatnya. saya saat itu ga banyak pikir, mau nyentuh apanya yang penting bisa nyelamatin dia.

    begitu di periksa sama guru UKS saya, hanya bilang dia kurang tidur dan kelelahan. selebihnya dia baik-baik saja, biarkan dia istirahat sejenak saja. saat itu juga temen-temen saya datang ke ruang UKS. nina,hendri,lila dan rido. guru uks saya pamit soalnya mau rapat buat tour sekolah kami. saat itu juga hendra ngingetin ada rapat osis “oh ya kan ada rapat, gimana nih ?” (saya dan temen-temen saya tuh masuk Osis sob, bisa dibilang best friend lah kemana-mana bareng, makan bareng belajar bareng). kita bingung juga siapa yang jaga, akhirnya gw disuruh jagain shelly “dah lu aja yang jagain shelly, nanti kita kasih tau kabar selajutnya,” “ocedeh pak boss” saat itu gw ditinggal sendiri buat jaga shelly. gw baca-baca aja koran bekas… tiba-tiba mata gw tertuju pada shelly, sama guru uks, gesper,dasi dan kancing agak dilonggarin, otomatis saya bisa melihat jendolan dadanya dari balik kaos pinknya.

    si dede jadi sakit, kayanya tegang berat sampai-sampai jadi sakit, dan pikiran setan pun muncul, perlahan-lahan saya coba memegang payudaranya dengan 1 tangan dari kursi saya, begitu megang enak banget gitu namun saya belum tau apa-apa. tangan kanan saya pun mencoba memegang yang satunya. dan wow, luar biasa, ukuran normal anak smp bisa terpegang oleh saya. saya coba goyang-goyangkan payudaranya, enak sekali rasanya, trus saya usap-usap. tiba-tiba saya merasa ada jendolan gitu (maklum masih pake miniset bukan BH).

    saya coba usap jendolan tersebut. saya kaget bukan main, tiba-tiba dia seperti mendesah gitu. begitu melihat aman, gw coba sentuh dede gw yg masih di dalam celana sekolah gw di payudaranya (nonjol gede banget dede saya, padahal dah dilapisi pengaman). pelahan-lahan menyentuh dan wow… luar biasa sekali rasanya. saya tekan-tekan penis saya, lalu memutarnya di jendolan pentilnya. setelah itu saya kecup kedua dadanya dan bibirnya. saya akhirnya menonton TV (takut ada orang masuk, ga berani lama-lama). sekitar 30 menitan temen saya balik dan menyampaikan hal-hal osis. dan saat itupula si shelly siuman, setelah siuman saya antar kerumahnya dan pulang masih memikirkan hal barusan terjadi. Fastbet99

    beberapa hari kemudian, disaat sekolah sudah sepi, saya dan shelly masih membereskan ruang osis (piket), setelah selesai, kamipun memutuskan ngerjain pr di ruang UKS (soalnya ada TV, bisa jadi hiburan dan kebetulan kunci uks di kita). saat kami belajar, tiba-tiba si shelly mulai iseng, dia senggol tangan saya sampai kertas kecoret sata lagi nulis, saya bales, lalu jadinya main kelitik-kelitikan, saat saya mengkelitik ketiaknya tanpa sengaja menyentuh puting susunya.

    tiba-tiba dia mengerang “aahhh….” “kenapa ?” “ahh..kok lu kelitik gw dibagian ini malah enak ya ?” sambil nunjuk dadanya, “ga tauh deh…” tiba tiba “lagi dong kelitik gw disini, enak banget rasanya” darah mulai terpompa cepat, saya putusin lakuin hal kemarin aja, saya pegang tuh kedua payudara,

    saya goyang-goyang,usap-usap. dia mengerang kenikmatan. entah kenapa setiap dia mengerang saya menjadi makin deg-degan. si dede ngamuk di dalam celana. saya iseng aja niat setan “coba kalau kamu buka baju, mungkin lebih enak.a” ternyata dia nurut, dia buka baju,minisetnya. dan wow luar biasa indah payudaranya. saya langsung menciuminya dan secara naluri saya menjilatnya juga.terutama dibagian puting. tanpa saya sadari dia telah menanggalkan roknya.

    dan sekarang dia setengah telanjang, hanya menggunakan celana dalam saja.saya buka buka baju saya juga samai CD doang.dia agak malu gitu, saya cium saja dia, dan membisikan, gw suka sama lu, tiba-tiba dia membalas ciuman lebih hot.lalu dia menjatuhkan gw seperti posisi woman on top, dia membuka celana dalamnya dan wow, tanpa bulu masih rapat… saya juga buka baju saya, lalau shelly memegang mencium dan menjilat itu saya seperti professional. diapun mengarahkan dede saya ke liangnya dalam hati saya bergumam “*eeh gila nih perawanin cara WOT*”

    saya sudah tau tentang keperawanan dari guru biologi saya, namun prosesnya agak lama perawaninya. pertama neken-neken,masuk kepala,masuk masuk lalu jleeeb masuk semua, dia seperti nahan sakit, saya remas payudaranya lalu darah menetes ga banyak, saya ambil tisu dan melapnya (agar ga jatuh ke seprei.)dia lalu memompa penis saya, makin cepet trus trus sampai “eh sel gw mau kencing nih” “gw juga fer,…” namun kami ga bisa berhenti dan croott… muncrat semua…

    lumayan banyak cairan saya, buru-buru saya lapyang menetes keluar. setelah itu kita berpakaian lagi dan membereskan uks, secara resmi kita jadian dan selalu melakukanya jika ada kesempatan. END

  • Meraba Bagian Sensitif Tubuh Pasanganku Di Kamar

    Meraba Bagian Sensitif Tubuh Pasanganku Di Kamar


    1216 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Meraba Bagian Sensitif Tubuh Pasanganku Di Kamar ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Cerita ini berawal pada saat aku masih di kuliah di Universitas M, kota X.Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya??

    Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami mulai terasah.

    Aku kenal dengan seorang cewek yang kuliah di fakultas Ekonomi Universitas M, sedangkan aku kuliah di fakultas teknik. Kami kenal secara ga sengaja. Perkenalan dimulai waktu Universitas kami mengadakan Kemah bersama. Wuiihhh, rame banget. Kami kenal saat acara bebas.

    “Hai…” sapaku ke cewek itu, dan dia balas menjawab “Hai juga.”

    “Fakultas Ekonomi ya?” “Kenalkan Rendi.” Aku mencoba untuk tetap PD walaupun sebenarnya sudah mulai ga kuat nahan badan yang panas dingin.

    Tak diduga, dia menjawab “Namaku Sherly, kamu dari Fakultas Teknik kan?”. Aku udah sering lihat kamu kok waktu lewat depan gedung Ekonomi.”

    “Bagus, berarti tahap perkenalan bisa dilanjut nich!!”, aku berteriak dalam hati.

    Selanjutnya, setelah perkenalan itu, kami semakin akrab. Namun, ada hal yang memang masih menjadi penghalangku untuk lebih dekat dan mencoba intim dengan Sherly. Ternyata dia sudah punya gebetan, kebetulan temen dia waktu SMA dulu yang kuliah di Fakultas yang sama.

    “Aduuuuhhhh!!!” Aku protes dalam hati, mengapa aku baru menemukan sesosok cewek yang okey pada saat dia sudah dimiliki orang lain. FYI, cewek itu berbadan proporsional, dengan tinggi badan sekitar 168 cm, dengan ukuran dada + 36B. Waaaaw… keren banget deh.

    Sehingga kami hanya dapat berteman saja. Walaupun begitu, aku sering mencuri – curi melihat dadanya yang ranum dibalik bajunya saat kami bertemu, tanpa diketahui pacarnya tentunya.

    Seringkali pula, aku melihat dia melihat sesuatu di balik celanaku, ga tahu tuh, dia lihat apaan, tapi saat aku tanya, dia selalu menjawab celana panjang lo bagus (hihihihihi, jujur ga sich???).

    Hingga suatu ketika, saat kami pergi berdua untuk cari makan malam (maklum, kami berdua kebetulan anak kost, dan rumah kost kami lumayan dekat), dia bercerita tentang permintaan pacarnya untuk segera menikah. DHUEEERRRR!!!! Kepalaku terasa berat dan mataku terasa pedih.

    Pada saat itu pulalah, aku kemudian memberanikan mengungkapkan perasaanku dan mengatakan menyayanginya. Sebenarnya aku menyangka kalau Sherly akan marah dengan keterusteranganku. Tapi, ternyata… dia malah terharu dan juga berkata, “Gue sebenarnya juga sayang sama elo, tapi pacar gue ga mungkin mutus gue.”

    Waduh, aku jadi kebingungan, dan sementara terdiam, tapi kemudian Sherly tersenyum dan bilang, “Kita jadi temen mesra aja, dan akses bisa bebas, karena pacar gue juga udah bebas akses badan gue.” Nahhh loooo, hati ku berteriak gembira namun juga agak BT juga. Ternyata tubuhnya sudah ada yang nimbrung.

    Tapi sudah lah, aku sanggupi saja permintaan dia, dan mulai saat itu, aku pun bebas mengakses tubuhnya. Pada malam itu pula, kami langsung praktek hehehhe…

    Setelah makan malam, kami pun langsung pulang dan aku mampir ke kostnya. Karena kost Sherly sangat bebas akses dan waktu berkunjung ga pernah dibatasi. Kami pun memiliki waktu yang sangat luas. Kami pun langsung masuk ke kamar Sherly, cepat – cepat dia membersihkan diri di kamar mandi, ternyata ada kamar mandi dalamnya.

    Setelah dia mandi, aku pun bergantian mandi. Aku bertanya dalam hati, kok ga mandi bareng aja ya? Ahh, paling itu kebiasaan dia aja kali ya?

    Setelah kami berdua telah bersih, ternyata dia ga memakai kembali pakainnya. Tapi memakai piyama handuk warna kuning cerah, aduh kaya jeruk aja pikirku . Selanjutnya, aku langsung mendekat ke Sherly dan mulai menciumi wajahnya dan berhenti lama untuk menikmati manisnya bibir Sherly. Wooowww… udah lama aku ingin meraba bibir ini, ternyata aku bisa!!!

    Kami semakin panas, dan secara perlahan aku merasakan tekanan di bagian bawahku, ternyata tangan Sherly udah meraba – meraba bagian luar selangkangan ku. Oooohhh… ahhhhh… kami semakin terangsang dan saling meraba, aku mulai meraba dada kanannya di depan piyamanya, aku goyangkan sedikit dan usap usap.

    Uuuuhhhh, enak… Sherly mulai berkicau… ga berhenti. Supaya ga terlalu mencurigakan, Sherly berhenti sebentar dan menyetel musik Pop Barat, sepertinya lagu kompilasi. Ternyata lagu yang distel justru lebih merangsang libido kami. Tanpa banyak bicara, aku kembali meraba tubuhnya dan mulai melucuti piyama Sherly, tanpa banyak komentar pun, Sherly membuka kaos dan celana panjangku lalu meraba dadaku dan menghisap putingku..

    Ahhhh sensasi yang luar biasa, karena memang aku belum pernah merasakan hal ini. Ternyata Sherly sangat berpengalaman, aku pun berpikir apakah dia sudah sering beginian dengan pacarnya? Pikiran macam ini lah yang kemudian memacuku untuk dapat memuaskan nafsunya.

    Segera aku pegang dadanya, dan aku usap usap putingnya yang berwarna merah muda. Terus aku usap dan kemudian aku hisap.. slurp slurp slurp dan aku gigit sedikit untuk memberi sensasi kepada Sherly. Uaaaahhhh, dia mengerang, “Terus sayang.. isep terus… enak.. ahhhh.” Saat itu juga aku mulai meraba pangkal pahanya, Sherly masih memakai celana dalam warna merah muda. Dengan penuh keyakinan aku mulai mengelus gundukan yang muncul dibagian bawah celana dalamnya. Dia semakin mengerang… dan aku terus meraba, hingga aku rasakan gundukan itu terasa sedikit basah.. Aku bingung juga sich… (maklum… ).

    Sherly pun, tak mau kalah dengan aksi ku, dia mulai menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku, dan langsung meraba Mr. P ku dan mulai meremas dan menarik maju mundur. Aku sangat terangsang.. terasa sesuatu yang bergetar di tubuhku, dan aku semakin berani membuka celana dalam Sherly dan mengusap Mrs.V nya, lama – lama, kami semakin asyik, tanpa sadar aku mulai memasukkan tanganku ke Mrs.V Sherly, penuh dengan kenikmatan yang aku ga tahu seperti apa, Sherly berkata, “Kamu tiduran Ren, aku mau servis kamu…”

    Aku pun langsung tiduran, dan terasa Mr. P ku menjadi hangat dan basah… saat aku lihat.. Wooooowwww… Sherly menjilat dan mengulum P ku dengan penuh semangat.. Ohhhh ahhhh uhhh.. aku mulai meracau ga menentu.. lagu yang diputar sejak tadi semakin menambah romantisme suasana. Setelah Sherly puas menjilat dan mengkulum P ku, aku pun mencium bibirnya lagi, dan menjilat puting susunya.. terus aku lanjutin menjilat seluruh tubuhnya sama seperti yang Sherly instruksikan.

    Saat mendekati Mrs.V nya, aku berhenti sebentar, karena ragu, namun Sherly berkata, “Lanjutin aja Ren, lo bakal keenakan ntar”. Aku pun menjilat Mrs.V nya dan sedikit maju mundur, karena secara naluri seperti itu. Sherly meracau ahhhhh…..oooojjjjjhhhhh… terus Ren…. jangan berhenti…. enyakkkk….

    Aku pun terus menjilati Mrs.V nya, dan tiba tiba aku berpikir, gimana kalo P ku bertemu langsung dengan Mrs.V nya. Aku pun segera meminta hal ini ke Sherly, dia sedikit melihatku lalu, tersenyum dan mengangguk. Wahhhh.. terasa sesuatu yang luar biasa terjadi, aku semakin terangsang. Sherly membantu memegang P ku dan mengarahkan menuju Mrs.V nya. Posisi yang kami pakai adalah Sherly di bawah dan aku di atas. Saat P ku mulai masuk lubang Mrs.V nya, aku merasakan sedikit linu dan geli.

    Tapi semakin kedalam, semakin hangat dan enak.. Ahhh ohhh… uhhh… terus sayang.. terus… jangan berhenti…. ahhhh… Aku pun semakin tergoda untuk terus menyodok. Bunyi srox.. sroxxx…sroxx… mulai terdengar dan kami berciuman dan saling meraba, aku semakin terangsang dan memegang kedua susu Sherly yang besar itu, dan mengusap pentilnya. Sherly pun mencengkeram punggungku dan menarik pinggulku untuk semakin masuk ke tubuhnya.

    Setelah beberapa saat, kami berganti posisi, Sherly berada diatasku dan aku memangku dia diatas ranjangnya. Sherly semakin mudah mengatur posisinya. Srok..srok..srokk..srokk… Sherly meracau… ouch..ah…uh…ach…. Enak… Ren…

    Aku menjilat susunya dan mengulum pentilnya… dan terkadang mencium bibirnya.

    Setelah sekitar 20 menit, aku mulai merasakan sesuatu yang bergetar di dalam tubuhku, dan siap untuk meledak… aku pun merasakan Sherly beberapa kali merinding…. Hingga akhirnya Sherly berteriak kecil dan tubuhnya menjadi tegang dan saat itu pulalah aku juga menegang dan sesuatu muncrat dari P ku di dalam Mrs.V nya… Beberapa detik kemudian kami berciuman dan aku mencium pentilnya.

    Setelah itu, aku berkata kalau ada sesuatu yang muncrat tadi, dan Sherly tertawa lepas.. “Hahahahahha… itu nama sperma Ren”, kamu ga pernah ML ya?”

    “Ya ngga lah..” Aku membalasnya sambil kembali berpakaian, setelah membersihkan diri kami. “Kalau itu sperma, berarti kamu bisa hamil dong Sher? Terus gimana dong?” Aku menjadi takut. Sherly dengan gampang menjawab… “Tenang aja Ren, aku sering kok ML ama pacarku dan sering keluar di dalam. Tapi aku cegah dengan pil KB biar ga hamil, dan sampai sekarang masih efektif kok hehehehe.” Dia terkekeh… aku pun senyum aja, dan mencium bibirnya sebelum pulang.

    Sejak saat itu, kami selalu meluangkan waktu untuk ML, bisa di kamar kost-ku atau di kamar kostnya. Pokoknya di tempat yang kami lihat memungkinkan, tentunya tanpa meninggalkan kesan yang mencurigakan dengan pacar Sherly.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Hanya Mama Yang Mampu Memenuhi Hasratku Sebagai Lelaki

    Hanya Mama Yang Mampu Memenuhi Hasratku Sebagai Lelaki


    2167 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Hanya Mama Yang Mampu Memenuhi Hasratku Sebagai Lelaki ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Sebenarnya aku teramat malu untuk menceritakan kejadian tragis ini, bagaimanapun ini rahasia keluarga, aku dan mama. Waktu itu hari Minggu pagi, pertengahan bulan Desember 2014, ketika liburan sekolah semester ganjil, semester pertama setelah di SMU. Pada hari itu aku diminta mama untuk mengantar ke Solo, katanya ada acara reuni dengan teman-temannya di kota Solo.

    Dengan sepeda motor pemberian mama sebagai hadiah ulang tahun ke-17 juga sebagai hadiah aku diterima di salah satu SMA negeri bonafid di kabupaten, aku antar mama ke Solo, tepatnya di kota Palur.

    Sesampainya di tujuan, sudah banyak teman mama yang hadir. Mereka datang berpasangan (mama sudah menjanda ketika aku duduk di kelas II SMP, papa tertangkap menghamili gadis tetangga).

    Semula aku kira mereka pasangan suami istri atau ibu dengan puteranya sepertiku, namun lama-lama aku menjadi sangsi. Bagaimana tidak, meskipun selisih usianya cukup jauh tapi mereka tampak begitu mesra.

    Bahkan ketika mama memperkenalkan aku kepada teman-temannya sebagai anaknya, mereka semua tidak percaya, malah-malah mereka bilang mama hebat dalam memilih pasangan. Beberapa lelaki, yang semula aku anggap suami-suami mereka, banyak yang memberi semangat kepadaku.

    Menurut mereka, aku merupakan lelaki yang beruntung bisa mendapatkan cewe seperti mama, selain cantik, muda dan tidak pelit namun yang lebih penting duitnya banyak. Sebenarnya aku malu, marah dan kesal. Bagaimana tidak marah, mereka tetap tidak percaya kalau aku anak mama yang sebenarnya. Namun demi melihat mama hanya tersenyum saja, aku tak menampakkan kesemuanya itu.

    Dalam perjalanan pulang mama baru cerita semuanya kalau sebenarnya mereka bukan suami istri atau ibu dengan anak-anaknya, mereka merupakan pasangan idaman lain (PIL). Mama juga cerita mengapa tadi hanya tersenyum waktu mereka bilang aku pasangan mama dan hanya sedikit membela diri bahwa aku anaknya yang sebenarnya.

    Menurut mama susah menjelaskan kepada mereka kalau aku anak mama yang sebenarnya, karena dihati mereka sudah lain. Mama juga cerita kenapa mengajak aku untuk mengantar ke acara tersebut, selain aku libur juga mama akan susah menolak seandainya nanti lelaki (gigolo) yang mereka tawarkan kepada mama jadi datang. Selama ini sudah sering mama diolok-olok oleh mereka. Mama dikata sebagai janda muda yang cantik dan punya uang tapi kuper. Dan jadwal selanjutnya, tahun baru (siang) di yogyakarta, di rumah Tante Ina.

    Dua minggu sejak pertemuan di Solo, Tahun Baru pun datang, 1 Januari 2015. Dengan sepeda motor yang sama aku antar mama ke rumah Tante Ina di yogyakarta. Sengaja untuk acara ini aku minta mama untuk membeli beberapa pakaian, aku tidak terlalu kalah gengsi dengan cowok-cowok mereka.

    Sesampainya kami di di rumah Tante Ina, teman-teman mama sudah banyak yang datang lengkap dengan centheng-centhengnya. Ketika datang kami disambut dengan peluk dan cium mesra.

    Rumah Tante Ina cukup besar dan luas, cukup untuk menampung lebih dari 30 orang. Acara dibuka dengan sambutan selamat datang dan selamat tahun baru dari tuan rumah, dilanjutkan dengan makan bersama dan seterusnya acara biasa “ngerumpi”. Entah usul dari siapa, diruangan tengah menyetel VCD porno. Kata mereka biasa untuk menghangatkan suasana yang dingin karena musin hujan.

    Bisa dibayangkan bagaimana perasaanku, diusia ke-17 dikala tingkat birahi sedang tumbuh menyaksikan kesemuanya ini. Mamapun juga tampak kikuk terhadapku, terlebih ketika Tante Astuti dan pacarnya tampak asyik bercium mesra disampingku dengan tangannya yang gencar menjelajah dan suaranya yang cukup berisik. Dan diantara kegelisahan itu, Tante Ina membisikkan kepada kami kalau mau boleh menggunakan kamar diatas.

    Sambil menyerahkan kunci dia ngeloyor pergi sama pacarnya. Aku dan mama hanya tersenyum, tapi ketika aku toleh di sekeliling sudah kosong, yang ada tinggal Tante Melani dan Tante Yayuk beserta pasangan mereka masing-masing, dimana pakaian yang mereka kenakan juga sudah kedodoran dan tidak lengkap lagi. Dengan rasa jengah mama mengajakku ke lantai atas.

    Di lantai atas, di kamar yang disediakan untuk kami, tidak banyak yang dapat dilakukan. Kasur yang luas dan kain sprei yang berwarna putih polos hanya menambah gairah mudaku yang tak tersalurkan.

    Mama minta maaf, kata mama kegiatan semacam ini tidak biasanya diadakan waktu siang hari, dan baru kali ini mama ikut didalamnya (biasanya mama tidak hadir kalau acara malam hari). Sewaktu akan keluar kamar mama sengaja membuat rambutnya tampak awut-awutan (biar enggak ada yang curiga, katanya).

    Waktu menunjukkan pukul 15.30 wib acara selesai. Pertemuan selanjutnya dikediaman Tante Astuti di Solo, bertepatan hari ulang tahun Tante Astuti yang ke-42. Sejak acara mendadak di rumah Tante Ina, selama dalam perjalanan pulang, mama tak banyak bicara. Kebekuan ini akhirnya cair waktu kami istirahat isi bensin.

    Satu hal yang tak dapat kulupa dari mama, ketika akan keluar kamar atas tidak tampak penolakan mama waktu aku sekilas mencium pipi dan bibirnya serta waktu akan pamitan pulang mama juga tampak santai ketika tanganku sekilas meremas buah dadanya. Ketika aku tanyakan semua ini, mama hanya tersenyum dan mengatakan kalau aku mulai nakal.

    Sehari menjelang pertemuan di rumah Tante Astuti mama tanya sama aku, mau datang apa enggak karena malam hari dan takut hal-hal seperti dirumah Tante Ina yang lalu akan terulang. Karena bertepatan hari ulang tahun Tante Astuti aku sarankan hadir, masalah yang lalu kalau memang harus terjadi yach itung-itung rejeki, kataku sambil berkelakar.

    25 November 2017 di rumah Tante Astuti suasana hingar-bingar. Maklum Tante Astuti seorang janda sukses dengan seorang putera yang masih kecil. Dalam acara hari ini Tante Astuti sengaja mendekorasi rumahnya dengan suasana diskotik. Dentuman musik keras, asap rokok dan bau minuman beralkohol menyemarakkan hari ulang tahunnya. Solaire99

    Setelah memberikan ucapan selamat dan mencicipi makan malam acara dilanjutkan dengan ajang melantai. Sebenarnya mama sudah berusaha untuk tidak beranjak dari tempat duduknya, namun permintaan Tante Susan agar mama bersedia berdansa dengan relasi Tante Susan jualah yang membuat mama bersedia bangkit. Tak tega aku melihat kekikukan mama apalagi relasi Tante Susan tampak berusaha untuk mencium mama, serta merta akupun berdiri dan permisi kepada relasi Tante Susan agar mama berdansa denganku.

    Kujauhkan rasa sungkan, malu dan grogi. Kurengkuh pinggang mama sambil terus berdansa kuajak ke arah taman untuk istirahat minggir dari keramaian pesta. Dibangku taman bukan ketenangan yang kudapat, justru yang ada Tante Vita dan Tante Mitha dengan pasangannya asyik bercumbu mesra.

    Kepalang tanggung mau kembali ke pesta kasihan mama yang sudah cukup lelah selain tak enak sama mereka karena kalaupun kembali ke dalam harus melewati Tante Vitadan Tante Mitha.

    Akhirnya mama memutuskan kami tetap dibangku taman sambil menunggu pesta usai. Supaya Tante Vitadan Tante Mitha tidak merasa jengah, mama memintaku untuk menciumnya.

    Awalnya hanya sekedar pipi dan sekilas bibir namun demi mendengar dengus nafsu Tante Yani, nafsu mudaku pun tak dapat kutahan. Tak hanya kecupan, justru pagutan yang lebih dominan dan tanpa sadar entah kapan mulainya, tangan ini sudah bergerilya di dalam baju mama, memeras, memilin dan ….. hingga teriakan nafsu Tante Mitha menyadarkan perbuatanku atas mama.

    Bercampurlah rasa malu, bersalah dan entah …. pada diri ini, aku mengajak mama untuk segera pamit kepada tuan rumah meskipun Tante Astuti menyarankan kami menginap dirumahnya.

    Sesampainya dirumah kutumpahkan rasa sesalku atas perbuatan tak senonohku pada mama. Lagi-lagi mama hanya tersenyum dan mengatakan tak apa-apa, wajar orang lupa dan khilaf apalagi suasana seperti di rumah Tante Vita yang serba bebas. Sambil iseng aku bertanya mengapa waktu itu mama tidak menolak.

    Kata mama supaya Tante Vitadan Tante Mitha tak terganggu apalagi waktu itu aku tampak bernafsu sekali. Oleh mama aku tak perlu memikirkan yang sudah-sudah dan sambil beranjak tidur mama masih sempat mencium pipiku.

    Namun bagaimana aku bisa tak perlu memikirkan yang sudah-sudah sementara nafsu sudah bersimaharajalela. Karena tetap tak bisa tidur, dengan terpaksa tengah malam (+ 02.00 wib) kubangunkan mama. Dikamar tengah kucumbu mama, kucium, kupagut dan tangan ini tak terhalang bergentayangan disekujur tubuh mama. Namun tangan ini akhirnya berhenti sebelum sampai pada tujuan akhir, tempat yang teramat khusus.

    Pagi harinya tak tampak kemarahan pada wajah mama, sambil sarapan pagi mama malah berkata kalau aku mewarisi sifat-sifat papa yang nakal tanpa menegur kelakuanku tadi malam. Bahkan mama geleng-geleng kepala ketika aku pamit berangkat sekolah kucium bibirnya didepan pintu.

    4 April 2015 genap sudah 18 tahun usiaku, hari itu terasa lama sekali menunggu sore. Hari itu aku menunggu-nunggu hadiah ulang tahun spesial yang telah dijanjikan mama. Dua hari yang lalu, aku ditanya mama ingin hadiah apa untuk merayakan hari ulang tahunku.

    Sudah cukup banyak hadiah ulang tahun yang aku punya seperti : motor atau komputer. Akhirnya aku katakan pada mama, kalau mama tidak keberatan aku mau mama. Sekilas mama terdiam, ada perasaan tidak percaya atau tidak dapat menerima permintaanku. Aku dikira bercanda lagi dan mama bertanya sebenarnya aku mau hadiah apa, aku bilang pada mama kalau aku tidak bercanda kalau aku mau mama.

    Ada terbersit rasa bangga, puas dan plong ketika kutemukan mama tertidur pulas dengan bertelanjang dalam pelukanku. Kucium keningnya, namun ketika aku akan bangun mama menahanku dan dengan kelihaiannya mampu membangkitkan lagi gairah birahiku. Dan pagi hari itupun menjadi pagi yang teramat indah. Sebelum aku meninggalkan kamarnya mama mencium pipi dan bibirku sekilas sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.

    Entah mengapa dengan mama aku bisa begitu bergairah, semenjak kejadian di rumah Tante Vitadi Yogyakarta yang lalu setiap memandang mama selalu timbul birahiku. Di sekolah tak kurang gadis sebaya yang lebih cantik yang tak menolak aku pacari, namun justru dengan mama birahiku timbul.

    Tapi harus diakui meskipun mama sudah cukup umur namun memang masih cantik, putih, tinggi, sintal, supel, luwes, berisi dan semenjak itu, hampir tiada batas penghalang antara aku dan mama.

    Dimana tempat dan dimana waktu, kalau aku mau mama selalu memenuhi. Dengan mama birahiku tak padam-padam. Setiap acara teman-teman mama selalu menjadi acara luar kota yang sangat mengasyikan dan menjadi acara favorit yang selalu aku tunggu-tunggu.

    Sungguh permainan ranjang mama menjadi suatu candu hidupku, sore hari, sebelum tidur, sebelum belajar bahkan sebelum berangkat sekolah pun mama selalu siap. Dengan lemah-lembut, keayuan, kepasrahan, dan naluri keibuannya mama memenuhi hasratku sebagai lelaki.

    Hingga kini, ketika istriku tengah mengandung anakku yang ketiga, dimana istri sedang tidak laik pakai, kembali mama sebagai penyelamat saluran nafsuku dan entah sampai kapan lagi kami masih harus begini.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Kisah Anak SMP jadi Pemuas Birahi Tante

    Cerita Sex Kisah Anak SMP jadi Pemuas Birahi Tante


    2047 views

    Perawanku – Cerita Sex Kisah Anak SMP jadi Pemuas Birahi Tante, Longweekend kemarin saya main di rumah sahabatku yang terletak di Bandung, sekarang saya bekerja sebagai seketariat di perusahaan mobil, saya belum berumah tangga walau umurku sudah 30an tahun saya menikmatinya , tapi jangan salah saya sudah mempunyai cowok juga yang sudah berjalan 1 tahun ini.

    Suatu pagi saya segera bangun untuk bersiap-siap. saya segera menuju kamar mandi. Seperti biasa, saya langsung melepas piyamaku. Setelah tak ada sehelai benangpun di tubuhku, sayapun mulai menggosok gigi. Sambil menggosok gigi, kuperhatikan tubuhku dicermin yang ada dihadapanku.

    Tubuhku memang montok, apalagi di bagian pinggul karena saya hampir tak ada waktu untuk fitness, tetapi toh saya tak perduli, saya bahagia dengan tubuhku ini. Sambil menyikat gigi ku pegang buah dadaku, yang menurutku biasa saja, tetapi tak menurut teman-temanku.

    Menurut mereka buah dadaku seperti mau tumpah, mungkin karena saya selalu memakai bra yang tak menutupi semua buah dadaku. saya terus meraba buah dadaku sambil terus menyikat gigi, rasanya geli…lama-lama saya justru lebih fokus pada remasan tanganku daripada menyikat gigiku. Akhirnya saya tersadar…kuputuskan menghentikan kegiatan menyenangkan diriku itu lalu bergegas bersiap-siap.

    Setelah memasukkan barang ke H…. J…ku (nanti dikira dapet sponsor), saya segera melaju ke arah tol menuju B. Sebelum berangkat saya sempat meminta alamat V, dan ia segera mengirim SMS alamat lengkapnya. Bukan sekali ini saya ke kota B, tetapi Baru dua minggu yang lalu Vina pindah rumah ke daerah CL, dan saya tak tahu sama sekali dimana itu. saya pikir toh nanti bisa tanya sama orang di jalan.

    Sesampainya di B, saya mulai mengikuti petunjuk SMS V untuk menuju ke rumahnya, tapi…jalanan di kota B ini sangat membingungkan. Setelah berputar-putar saya memutuskan untuk bertanya. Di depanku saya melihat kerumunan anak SMP yang baru pulang sekolah, saya lalu meminggirkan mobilku untuk bertanya pada salah satu dari antara mereka.

    “Permisi dik, mau tanya alamat ini”, sambil kutunjukkan isi SMS dari V.

    “Oooh…dari sini lurus terus nanti ada toko CK, tante belok kiri terus belok kanan, nanti belok kanan lagi, terus ambil kiri, terus ada tanjakan belok ke kanan. Naik terus nanti tanya aja lagi sama orang disitu”, ia memberikan penjelasan panjang lebar.

    Diberi penjelasan seperti itu saya langsung kebingungan, tanpa pikir panjang saya langsung minta tolong padanya.

    “Aduh, tante bingung nih! Kamu bisa anterin aja ga? Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku.
    Dia seperti kebingungan.

    Saya pun berkata, “Tenang ga akan diculik kok”, kataku sambil tersenyum.

    Dia makin kelihatan kebingungan.

    “Kalau kamu takut, ajak saja temen kamu”, saya meyakinkannya, karena saya sudah pusing mencari alamat V.

    Akhirnya ia setuju dengan syarat boleh mengjak temannya dan diberi ongkos pulang.

    Dia pun mengajak dua orang temannya. saya menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula saya tak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahan.

    Didalam mobil saya berkenalan dengan mereka. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP.

    Selama perjalanan kuperhatikan mereka semua mencuri-curi pandang tubuhku. Saat itu saya mengenakan tank top biru muda dan hot pants. Yang paling kuperhatikan tentu saja Fariz karena ia duduk didepan.

    Setiap kali kuperhatikan ia langsung membuang muka, karena takut ketahuan olehku. Umur-umur segitu anak cowok memang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Fariz terus saja mencuri pandang buah dadaku yang “luber”. Akhirnya kuputuskan kubiarkan saja mereka melihat toketku, kupikir sebagai bahan masturbasi mereka nanti…Akhirnya sampai juga kami di rumah V.

    Vina langsung menyambutku, tetapi dengan tatapan heran.

    “Siapa itu Cel?”, tanyanya.

    “Oh..mereka guide”, kataku sambil tersenyum pada mereka.

    “Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. “Ga buru-buru kan?”, tanyaku lagi.

    Akupun mengambil tas kecilku. saya dan Vina masuk mendahului mereka.

    Rumah V –menurutku sih villa, bukan rumah- berada didaerah yang elite, sehingga jarak antar tetangga tak terlalu dekat.

    Vina juga hidup sendiri, sama seperti saya. ia editor sebuah majalah wanita.

    Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku.

    Kita ngobrol dibawah yuk, katanya kepada ketiga anak itu sambil turun menuju ruang tamu.

    Aku pun menuju kamarku, ketika baru teringat bahwa saya lupa membawa tas yang berisi pakaian.

    Aku pun memanggil Fariz, “Riz, bisa minta tolong ambilkan tas tante yang hitam di mobil?”.

    Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”.

    “Tau cara bukanya kan?”, tanyaku lagi.

    “Tau kok!”, jawabnya.

    Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya.

    Akupun menuju kamarku. Sesampainya di kamar, saya langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, saya sudah tak tahan menahan pipis sejak di tol tadi.

    Ketika saya baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk.

    Akupun terkejut. Sial, saya lupa mengunci pintu kamar dan lupa menutup pintu kamar mandi karena sudah tak tahan.

    Fariz tampak terkejut melihatku sedang duduk di toilet, “Ma..maaf tante, saya lupa mengetuk pintu”. ia terpaku di depan pintu.

    Cepat-cepat kubilang padanya, “Udah cepet masuk tutup pintunya, tar keliatan orang!”.

    Masih kebingungan diapun masuk dan menutup pintu, matanya masih terpaku padaku.

    “Lihat apa kamu?”, tanyaku menyadarkannya.

    “Eh..ngga liat apa-apa tan”, katanya sambil membalikkan badan.

    Setelah selesai sayapun berkata padanya, “Maaf ya, tante lupa kunci pintu”.

    “Ng…ga pa pa tan, saya keluar dulu”, katanya.

    Busyet polos amat anak ini, pikirku. Tiba-tiba muncul niat isengku, melihatku pipis saja sudah kebingungan bagaimana kalau melihatku bugil?

    “Riz, tante bisa minta tolong lagi ga?”, pertanyaanku menghentikan langkahnya.

    “Bi..bisa tan”, rupanya ia masih shock.

    “Tolong pijitin tante dong, tante pegel nih nyetir dari J”, tanyaku.

    Rupanya permintaanku ini lebih mengagetkannya. Niat isengku semakin menjadi-jadi.

    “Nanti tante tambahin deh ongkosnya”, tambahku lagi.

    Rupanya kata-kataku yang terakhir ini membuat ia tersadar.

    “Bo..boleh deh tan”, katanya.

    Aku pun memanggil V untuk meminta lotion untuk membalur tubuhku.

    “Mau ngapain lo?”, tanya Vina setengah berbisik kepadaku.

    “Mau tau aja”, kataku kepadanya.

    Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku.

    “Bisa aja lo cari variasi”, katanya lagi. “Bisa ikutan dong?”, tanyanya.

    “Tuh masih ada dua lagi”, kataku sambil menunjuk Dharma dan Aziz.

    “Wah cerita baru buat blog gue nih”, katanya bersemangat.

    Diapun memberikan lotion kepadaku.

    Akupun menutup pintu tanpa kukunci, toh tak ada siapa-siapa selain kami berlima dirumah ini.

    “Nih lotionnya”, kataku sambil menyerahkan lotion kepada Fariz.

    Saya pun menuju kamar mandi, lalu keluar lagi dengan hanya mengenakan handuk. saya telah melepaskan semua pakaian dalamku. Perasaan ini mulai membuatku bergairah.

    Fariz tampak terkejut melihatku, karena handuk yang kukenakan benar-benar hanya menutupi toket dan kemaluanku saja.

    Saya pun berbaring telungkup di tempat tidur dan menurunkan handukku sehingga hanya menutupi bagian pantatku.“Ayo..tunggu apa lagi”, kataku kepada Fariz yang tampak tertegun melihat tubuhku yang hampir telanjang.

    Diapun duduk disebelahku dan mulai menuang lotion ke atas punggungku. Fariz pun mulai memijitku.
    Saya berusaha memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian.

    “Kamu sekarang kelas 2 SMP ya. Udah punya pacar?”, tanyaku.

    “Be..belum tan”, jawabnya gugup.

    “Kamu kok grogi gitu? Belum pernah mijit cewek ya?”, tanyaku jahil.

    “Be..belum pernah tan”, jawabnya singkat.

    “Udah..kamu pijit kaki tante aja, soal pegal”.

    Farizpun mulai memijit kakiku.

    “Agak keatas sedikit Riz”, kataku sambil mengarahkan tangannya ke pahaku.

    Dia tampak semakin gugup.

    Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tak terlalu lebat itu.

    “Tetapi kamu pernah masturbasi kan?”, kataku mulai memancing.

    “Mmm….”, ia terdiam.

    “Ga mungkinlah seumuran kamu belum pernah masturbasi”, kataku lagi.

    “Pernah tan”, jawabnya pelan.

    Kamipun terdiam.

    “Agak keatas lagi Riz”.

    Fariz pun memijit dekat pantatku.

    “Udah pernah ML?”, kataku makin tak tahan.

    “Be..belum tan”.

    Wah perjaka batinku. saya pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini saya benar-benar bugil.

    Fariz benar-benar terkejut.

    “Sekarang pijitin pantat tante aja, dari tante duduk nyetir terus”.

    Farizpun mulai memijit pantatku yang montok bersih itu. sayapun makin lama makin melebarkan kedua pahaku.

    “Riz…”.

    “Iya tan”.

    “Kamu mau pegang ‘itu’ tante?”, tanyaku nakal. “Pegang aja Riz, ga pa pa kok”, pancingku lagi.
    Fariz memindahlan tangannya dari pantatku kea rah kemaluanku. ia mulai memegang bulu kemaluanku. Nafsuku makin tak tertahan.

    “Gerakin tanganmu maju mundur Riz”, kataku mengarahkan.

    Fariz pun mulai menggerakkan tangannya di atas kemaluanku. Gesekan antara tangannya dan bulu kemaluannya makin membuat memekku basah. sayapun sedikit menunggingkan badanku untuk mempermudah tangan Fariz bermain di atas kemaluanku.

    “Masukin jari tengah kamu Riz”, pintaku setengah memohon.

    Fariz pun mulai mengerti jalannya permainan ini. ia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan memekku sambil terus menggosok-gosoknya. Sentuhan tangannya sesekali menyentuh klitorisku, dan itu makin membuatku bernafsu.

    Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan.

    “Iya Riz..yang itu. Gosok ‘itu’ tante Riz”.

    “Yang mana tante?”, katanya polos.

    Akupun tersadar, ia masih terlalu polos.

    Lalu saya membalikkan tubuhku, sehingga Fariz kini dapat melihat seluruh rubuhku yang telah bugil dengan leluasa.

    “Kamu mau pegang toket tante?”, tanyaku sambil memgang kedua tangannya dan mengarahkannya ke kedua toketku. saya meremas tangannya sehingga tangannya itu meremas kedua buah dadaku.

    Setelah meremas-remas buah dadaku, saya pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam sayapun makin mendesah tak karuan.“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, saya mulai liar.

    Tanganku tak tinggal diam. saya mulai meraba celana Fariz dan memegang kemaluannya yang saya yakin sudah tegang dari tadi. Tanganku menarik retsletingnya dan mengeluarkan kemaluannya. Tak terlalu besar, hanya sedikit lebih panjang dari genggamanku, mungkin karena ia masih kelas 2 SMP. Tanganku mulai memainkan kejantannya, saya mulai mengocoknya.

    Akhirnya saya berhenti. sayapun duduk dan mulai melucuti seragam Fariz. Kulihat badannya yang masih polos itu. Kemaluannya baru sedikit ditubuhi bulu-bulu halus. saya menyuruhnya terlentang. sayapun mulai melakukan oral kepadanya dalam posisi berlutut.

    “Hmmph…mmph…mmphh”, suara mulutku yang sedang mengulum batang kemaluannya sambil tanganku memainkan kedua bolanya.

    “Aahhhh…ahhhh…enak tan”, Fariz berteriak keenakan.

    Fariz merubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Tangannya kini memainkan buah dadaku. Sesekali saya berhanti mengulum batang kejantanannya untuk menikmati remasan tangan Fariz. Tangan kiriku kini beralih memainkan klitorisku. saya benar-benar menikmati semua ini.

    Tiba-tiba Fariz berteriak,

    “Aa..aa..aaahhhhh, geli banget tan. Aaahh..aaahh…aaahhh…ma..ma..mau kkkelluuaaarrr”, saya makin mempercepat mulutku dan makin menghisap kuat-kuat batang kejantannya.
    Tak berapa lama…..

    “AAAAHHHHHHH…AAAHHHHHH…AAAAHHHHHH”, Fariz mengeluarkan cairan spermanya didalam mulutku. saya sempat terkejut, karena banyak sekali cairan pejuh yang dikeluarkan anak kelas 2 SMP ini. Tetapi itu kupikir karena jarang sekali bermasturbasi.

    Pejuh yang telah dikeluar didalam mulutku ku keluarkan lagi ke atas batang kemaluannya, hanya untuk kuhisap lagi. Fariz terlihat begitu menikmati oral seks ini. Akhirnya kutelan semua pejuh Fariz, dan kuhisap lagi kemaluannya untuk membersihakan sisa-sisa spermanya.

    “Enak Riz?”, tanyaku puas.

    “Enak banget tante. Beda ya sama masturbasi”, jawabnya polos.

    Aku hanya tertawa sambil menjawab, “ada yang lebih enak, mau?”.

    Akupun mulai mengulum kembali batang kejantanan Fariz yang telah terkulai. saya sengaja melakukan oral terlebih dahulu kepada Fariz, supaya nanti saat permainan utama ia tak cepat ‘keluar’. Pelan-pelan saya mulai menjilati kemaluannya.

    Posisi Fariz kini tiduran kembali dengan kedua kaki diangkat, sehingga kepalaku berada dikedua pahanya. Jilatanku mulai berubah menjadi kuluman. Semakin lama semakin cepat, sayapun mulai memperkuat hisapanku pada kepala kontolnya. Sesekali paha Fariz menjepit kepalaku menahan rasa geli di kontolnya. Ketika kontol fariz telah berdiri lagi saya menghentikan oralku.

    “Eh..kenapa tante?”, tanyanya heran.

    “Gantian dong, masa kamu aja yang enak?!”, kataku.

    “Maksudnya?”.

    Saya pun mulai berbaring dan menarik Fariz ke pelukanku. sayapun mulai menciumnya. Mula-mula ia seperti risih, tetetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Kami terus berpelukan sambil berciuman, sesekali kontolnya menyentuh klitorisku dan ini membuatku makin menggila. Puas berciuman saya mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan.

    Nafsuku makin tak tertahan. saya mengangkat kepala Fariz, “Riz, jilatin ‘itu’ tante”.

    “Yang mana tante?”.Aku mengambil posisi bersandar pada pinggiran tempat tidur. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Kedua tanganku memegang memekku, jari-jariku menyisir bulu kemaluan. Setelah terlihat jelas kemaluanku yang telah basah dari tadi, kutunjukan klitorisku dengan kedua jari telunjuk.

    “Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas.

    “Yang ini tante?”, katanya sambil menyentuh klitorisku.

    Sontak saya menggelinjang, sentuhan tangan Fariz pada klitorisku membuat tubuhku seperti melayang.
    Dia tampaknya menikmati hal ini.

    “Yang ini ya?”, tanyanya lagi sambil mulai memainkan klitorisku.

    “Aaaahhhh…ii..iiyyaaa…yang itu. Ka..kha..kamu nakal ya”, kataku mulai terengah-engah.

    “Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….jilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.

    Fariz mulai menjilati memekku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas memek yang telah basah. sayapun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka memekku agar tampak klitorisku oleh Fariz.

    “Jilatin yang ini Riz”, kataku sambil menunjukkan letak klitoris.

    Fariz mulai menjilati klitorisku dengan lidahnya. sayapun memegang kepalanya dan menggerakkan kepala Fariz naik turun di atas klitorisku. Gerakan lidah Fariz yang kasar menari diatas klitorisku membuatku hampir mencapai orgasme.

    Cepat-cepat kuangkat kepala Fariz dan kutarik badannya kearahku. Dengan tisak sabar kupegang batang kemaluannya yang telah keras kembali, kuarahkan ke memekku.

    Cllep…bleessshhh…kontolnya langsung masuk kedalam memekku yang sudah semakin basah.

    “Aaaaahhhh…”, teriakku.

    Saya mulai memegang pinggang fariz dan menggerakkannya maju mundur.

    Plok..plok..plookk…cloopps…clooppss….suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan memekku.

    “Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terus Riz…eennaaak”, teriakku.

    Saya mulai manarik-narik rambutnya, sambil sesekali kuciumi Fariz dengan brutal.

    “Hmmmppph..hmmmppp…aahhhh..hmmpphh…ooohhh….ohhh yyeesss..hmmmppphhhh”.Kakiku kini melingkari pinggang Fariz agar kontolnya bisa masuk sedalam-dalamnya kedalam memekku.

    Tubuhnya menempel dengan tubuhku, kamipun bermandikan keringat. Sensasi bersetubuh dengan bocah polos yang masih perjaka ini benar-benar membuatku bernafsu. Tangan Fariz mulai memainkan kembali buah dadaku. Tak berapa lama saya merubah posisi. saya berjongkok di atas Fariz. Ku pegang kontolnya dan kumasukkan kedalam memekku.

    Plok..plok..plok..memekku berbunyi karena sangat basah.

    Kugoyangkan badanku maju mundur, kontol Fariz melesak penuh kedalamku. Goyangan ini makin menggesek klitorisku.

    “Aaahhhhh…ooouuuhhhhh….eenaaaakkkkkk”.

    Aku tahu sebentar lagi fariz akan ejakulasi yang kedua, sehingga saya marubah posisiku menjadi “doggy style”.

    Tubuhku bersandar pada sandaran temapt tidur. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan kontolnya dengan tak sabar.

    “Ah!” jeritku.

    Fariz makin tak sabaran. ia terus memompa memekku dengan batangnya, batang yang baru sekali ini merasakan nikmatnya dunia. ia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.

    “Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”.

    “Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”.

    “Ahhh…aahhh…kkee…ahh…keeluaarinn aja Riz…aahhhhh”.

    Plok..plook…clooppss….cloppss….

    Akupun mulai bersiap meneriam muntahan pejuh fariz didalam memekku, saya pun mulai mencapai orgasme yang sejak tadi kutahan.

    “Aahhhhh…tteerrruuussss Rizzzzz…tante ju….Ah!..ga mau keeluuuarrr……aaahhhhh…terusss”.

    Fariz terus mempercepat kocokan kontolnya di dalam memekku.

    “aahh…ahhh..AAAAHHHHHHHHH….!!!!”

    Fariz memuntahkan seluruh spermanya didalam memekku. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding memekku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Memekku langsung terasa hangat dan basah oleh cairan spermanya, tetapi saya tak menghentikan goyangannya. Tak berapa lama….

    “Oh…oh…oh…ah..ah..ah..ah..ah..AAAAHHHHHHH!!!!”, sayapun berteriak karena orgasme.

    Memekku makin basah oleh karena cairan kami berdua. saya tak membiarkan Fariz melepaskan kontolnya dari memekku, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.

    “Gimana Riz, lebih enak dari yang tadi kan?”, tanyaku.

    “He..he..he..iya tan, jauh lebih enak”, jawabnya sambil mengikuti goyangan pinggulku.

    Bersamaan dengan mengecilnya kontol Fariz, keluar jugalah cairan spermanya dari dalam memekku. Cairan pejuh itu langsung menempel pada kami berdua. saya langsung berbalik dan menghisap cairan pejuh yang ada pada kontol Fariz.

    Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”.

    “Aku juga ga rugi dianterin kamu”, jawabku singkat lalu kembali mengulum kontol Fariz.

    Setelah kontol Fariz bersih dari pejuh kamipun berbaring terlentang tanpa pakaian, sambil Fariz memainkan buah dadaku.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sek Janda Kembang Yang Suka Ngulum Kontol

    Cerita Sek Janda Kembang Yang Suka Ngulum Kontol


    2546 views

    Perawanku – Peristiwa itu bermula ketika aku berkeinginan untuk mencari tempat koskosan di Surabaya Pada saat itu, pencarian tempat kostkostan ternyata membuahkan hasil. Setelah aku menetap di tempat kost kostan yang baru, aku berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Via.

    Umur Via saat itu baru menginjak 30 tahun dengan status janda Tionghoa beranak satu. Perkenalanku semakin berlanjut. Pada saat itu, aku baru saja habis mandi sore. Aku melihat Via sedang dudukduduk di kamarnya sambil nonton TV. Kebetulan, kamarku dan kamarnya bersebelahan.

    Sehingga memudahkanku untuk mengetahui apa yang diperbuatnya di kamarnya. Dengan hanya mengenakan handuk, aku mencoba menggoda Via.

    Dengan terkejut ia lalu meladeni olokolokanku. Aku semakin berani mengolokoloknya. Akhirnya ia mengejarku. Aku purapura berusaha mengelak dan mencoba masuk ke kamarku.

    Eh.. ternyata dia tidak menghentikan niatnya untuk memukulku dan ikut masuk ke kamarku.

    Awas kamu.. entar kuperkosa baru tahu.. gertaknya.
    Coba kalau berani.. tantangku penuh harap.  Agen Obat Kuat Pasutri

    Aku menatap matanya, kulihat, ada kerinduan yang selama ini terpendam, oleh jamahan seorang lelaki.

    Kemudian,tanpa dikomando ia menutup kamarku. Aku yang sebenarnya juga menahan gairah tidak membuangbuang kesempatan itu. Aku meraih tangannya, Via tidak menolak.

    Kemudian kami samasama berpagutan bibir. Ternyata, wanita cantik ini sangat agresif.Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata ia menyambar handuk yang kukenakan.

    Ia terkejut ketika melihat kejantananku sudah setengah berdiri. Tanpa basabasi, ia menyambar kejantananku serta meremasremasnya.

    Oh.. enaaakkkk.. terssussh.. desahanku ternyata mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh.

    Tibatiba ia berjongkok, serta melumat kepala kontolku.

    Cerita Sek Janda Kembang Yang Suka Ngulum Kontol

    Cerita Sek Janda Kembang Yang Suka Ngulum Kontol

    Uf.. Sshhhh.. Auuhhhh.. Nikmmaat..Ia sangat mahir seperti tidak memberikan kesempatan kepada untuk berbuat tanya.

    Dengan semangat, ia terus mengulum dan mengocok kontolku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memajumundurkan kepalanya.

    Oh.. aduhh.. teriakku kenikmatan.

    Akhirnya hampir 10 menit aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari kontolku.

    Oh.. tahann.. sshhhhh. Uh.. aku mau kkeluaar.. Oh..

    Dengan seketika muncratlah air maniku ke dalam mulutnya. Sambil terus mencok dan mengulum kepala kontolku, Via berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa. Aku merasakan nikmat yang luar biasa.

    Via tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya. Perlahanlahan kejantananku bangkit kembali.

    Kemudian, tanpa kuminta, Via melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadanya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremasremas lembut payudaranya yang semakin bengkak.

    Ouuuhh.. Teruss Rik.. Terusssss.. desahnya.

    Kuhisaphisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celahcelah pahanya. Tanganku mengesek geseknya.

    Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumputhitam yang tidak begitu tebal. Dengan penuh nafsu, aku menciumi memeknya dan kujilati seluruh bibir kemaluannya.

    Oh.. teruss.. Rik.. Aduhh.. Nikmat..

    Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputarputar di kelentitnya seperti ular cobra.

    Rik.. oh.. teruss sayangg.. Oh.. Hhh.

    Desis kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotanku beraksi.

    Srucuupsrucuup.. oh.. Nikmat.. Teruss.. Teruss..

    teriakannya semakin merintih. Tibatiba ia menekankan kepalaku ke memeknya, kuhisap kuat lubang memeknya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari memeknya semakin banyak.

    Aduhh.. Akku.. keluuaarr.. Oh.. Oh.. Croot.. Croot.

    Ternyata Via mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang ia lakukan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari memeknya.

    Cerita Mesum Janda Cina

    Aku menelan semua cairan yang kelyuar dari memeknya. Terasa sedikit asin tapi nikmat. Via masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, aku memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang basah. Bless..

    Oh.. enakk..

    Tanpa mengalami hambatan, kontolku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Via.

    Oh.. Viaa.. sayang.. enakk.

    Batang kontolku sepeti dipilinpilin. Via yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya.

    Oh.. Rik.. Terus.. Sayang.. Mmhhss..

    Kontolku kuhujamkan lagi lebih dalam. Sekitar 15 menit aku menindih Via.. Lalu ia meminta agar aku berada di bawah.

    Kamu di bawah ya, sayang.. bisiknya penuh nikmat.

    Aku hanya pasrah. Tanpa melepaskan hujaman kontolku dari memeknya, kami merobah posisi. Dengan semangat menggelora, kontolku terus digoyangnya.

    Cerita Ngentot Janda Cina

    Via dengan hentakan pinggulnya yang maju mundur semakin menenggelamkan kontolku ke liang memeknya.

    Oh.. Remas dadaku.. Sayaangg. Terus.. Oh.. Au.. Sayang enakk..

    erangan kenikmatan terus memancar dari mulutnya.

    Oh.. Via.. terus goyang sayang.. teriakku memancing nafsunya.

    Benar saja. Kirakira 15 menit kemudian goyang pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar kontolku menghujam lebih dalam.

    Erikkkk.. Ah.. aku.. Keluuaarr, sayang.. Oh..

    Ternyata Via telah mencapai orgasme yang kedua. Aku semakin mencoba mengayuh kembali lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma.

    Kemudian aku membalikkan tubuh Via, sehingga posisinya di bawah. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutarmutarkan pinggulku seperti irama goyang dangdut.

    Oh.. Via.. Nikmatnya.. Aku keluuarr.. Creett.. Creett.. Tttcreett.

    Aku tidak kuat lagi mempertahankan sepermaku.. Dan langsung saja memenuhi liang vagina Via.

    Oh.. Rik.. kau begitu perkasa.

    Telah lama aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih merasakan kenikmatan karena, Via memainkan otot kemaluannya untuk meremasremas kontolku.

    Kemudian, tanpa kukomando, Via berusaha mencabut kontolku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan memeknya.

    Cerita sex, Cerita Dewasa, cerita mesum

    Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala kontolku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lobang memeknya. Via terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala kontolku. Tangan kanannya terus mengocokngocok batang kontolku. Sesekali ia menghisap dengan keras lobang kontolku. Aku merasa nikmat dan geli.

    Ohh.. Via.. Geli.. desahku lirih.

    Namun Via tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok ngocok kontolku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina Via membuatku bergairah kembali. Aku kemudian mengecup dan menjilati lobang memeknya. Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah aku lepaskan dari jilatan lidahku.

    Aku menempelkan bibirku dikelentit itu.

    Oh.. Rik.. nikmat.. ya.. Oh.. desisnya.

    Via menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan.

    Oh.. Terus.. Sss. desahnya sembari kepalanya berdiri tegak.

    Kini mememeknya memenuhi mulutku. Ia menggerakgerakkan pinggulnya.

    Ohh.. Yaahh. Teruss.. Oh.. Ooohh aku menyedot kuat lobang vaginanya.

    Rik.. Akukk ohh.. Keluuaarrrrr.. Ssshhhhssss.. Ia menghentikan gerakannya, tapi aku terus menyedotnyedot lobang memeknya dan hampir senmua cairan yang keuar masuk kemulutku.

    Kemudian dengan sisasisa tenaganya, kontolku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sangat suka sekali dan menikmatinya. Kuakui, Via merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya.

    Cerita sex, Cerita Dewasa, cerita mesum

    Via terus menghisap dan menyedoti kontolku sembari mengocokngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.

    Oh.. Via.. Teruss.. Teruss.. rintihku menahan sejuta kenikmatan.

    Via terus mempercepat gerakan kepalanya.

    Au.. Via.. Aku.. Keluuarr.. Oh.. Croott.. Croott.. Croot.. Maniku tumpah ke dalam mulutnya.

    Sementara Via seakan tidak merelakan setetespun air maniku meleleh keluar.

    Terimakasih sayang.. ucapku.. Aku merasa puas.. Ia mengecup bibirku.

    Rik.. mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin perbuatan ini kau lakukan dengan wanita lain. Aku sangat puas. Biarlah aku saja yang menerima kepuasan ini.

    Aku hanya terdiam. Sejak saat itu, aku sering meniduri di kamarnya, selalu dalam keadaan telanjang bulat, terkadang dia juga tidur di dalam kamar kostku, tentu saja dengan mengendapendap. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Via mengulum penisku.

    Di kala pagi, penisku selalu ereksi, diemutemutnya penisku yang ereksi itu, sementara aku dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang aku jilat kemaluannya karena gemas.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

     

  • Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan

    Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan


    1390 views

    Perawanku – Cerita Sex Pemerkosaan Berujung Kenyamanan, Siang Hari itu matahari bersinar amat terik, ditambah debu yang mengepul dimana-mana. Tampak sekelompok kuli bangunan sedang mengerjakan proyek bangunan ruko, ada yang mengecor, meng-aci adukan semen. Seorang pria berumur 40tahun botak, gemuk berkulit hitam dengan perawakan yang menyeramkan mengenakan kacamata hitam, kaos singlet putih ketat hingga menunjukkan perutnya yang membuncit tampak membentak beberapa kuli yang sedang minum disamping proyek.

    “Hei, bego! Kerja, jangan santai aza lu makan gaji buta! Lu kira gaji lu murah apa?!Ini belum jam makan siang!!” sambil menunjuk-nunjuk dengan jarinya ia berteriak. “Iya, Pak Yunus. Maaf, Pak. Hari ini terik sekali jadi kami turun kebawah sebentar buat beli es teh manis.”kata Kurdi si kuli bangunan yang paling tua.

    Kuli-kuli yang berjumlah 5 orang itu pun kembali naik kelantai 4 untuk melanjutkan pekerjaan mereka, diantaranya ada yang memaki dengan pelan

    “Baru jadi mandor saja, sudah belagu dan kerjaannya tiap hari menekan orang kerja.” Ada pula yang bergumam sendiri “Dasar Batak, rese pasti kalau dapat mandor orang Batak!” lalu dijawab temannya “Tak semua orang Batak seperti itu, banyak pula yang baik tergantung manusianya.”

    “Creeeessssss….Kreeeetekkk…..Kreeeteekkkk “

    gemericik minyak goreng diatas wajan, beberapa potong tahu dimasukkan kedalam wajan. “Isah, kemari bawa bumbu untuk menumis kangkung nanti. Ibu hampir selesai goreng tahu.” Seorang perempuan berumur sekitar 24 tahun berteriak dari arah dapur.

    “Iya, mik. Isah segera bawakan.” Perempuan berumur sekitar 11 tahun itu berlari kearah ibunya, setelah memberikan apa yang ibunya minta. Ia kembali kedepan, untuk melayani para kuli yang mulai berdatangan masuk kedalam warteg.

    Tak lama, Ibu muda tadi muncul dan membawakan sepiring tahu goreng dan sebaskom sayuran tumis kangkung. Warteg tersebut telah penuh oleh para kuli yang sedang mengisi perut dan keadaan sangat ramai oleh candaan dan percakapan antara mereka.

    Tetapi setelah perempuan itu muncul suasana berangsur menjadi sepi, dan para kuli tersebut terdiam dan jakun mereka bergerak naik turun seperti menelan makanan bulat-bulat.

    “Teh Kokom, tahu gorengnya sudah matang? Soalnya panas ya, Teh hari ini? Enak sekali kalo makan tahu goreng dengan teh manis!” goda salah seorang kuli remaja.

    “Ah, anak kecil. Bicara tak nyambung, dasar kecil-kecil sudah genit!” timpal seorang kuli lain yang sudah tua renta sambil diiringi deras tawa dari para kuli yang lain.

    Mata para kuli itu masih menatap Kokom dengan lekat seakan hendak menelanjangi tubuh Kokom, tetapi Kokom tak menyadarinya. Silhuette badannya terlihat dengan jelas karena kaus putih yang ia kenakan telah basah oleh peluh, ketika ia tadi menggoreng tahu dan tampak semakin jelas karena kaosnya sudah cukup longgar dibagian dada.

    Menampakkan dadanya yang penuh kencang berukuran 34B. Kulit Kokom kuning langsat tampak kontras sekali dengan bentuk wajah yang membulat, bibir tipis, rambutnya hitam legam berkilau sepanjang punggung, pinggulnya besar dan pantatnya padat berisi, dan matanya yang berbinar-binar.

    Tubuh kokom sintal berisi seperti penyanyi dangdut, dan kaosnya yang longgar sering turun ketika ia membungkuk untuk mengambilkan sayur dan tampaklah buah dadanya yang penuh dan padat sehingga para kuli terbawa berahi ketika makan sekalipun.

    “Heii, sebentar lagi jam istirahat habis. Cepat selesaikan makanmu, bah!” Yunus berteriak sambil masuk kedalam warteg. “Hey, Kokom. Lekaslah kau ambilkan abang segelas teh manis kalau kau masih mau buka makanan disini..Hahaha!” Ia tertawa lepas, sambil mengebrak meja.

    Kuli-kuli lalu kembali ketempat mereka bekerja, karena lokasi warteg yang agak berjauhan dari proyek.Kokom mengambilkan segelas es teh manis, dan meletakkan ke arah meja tempat Yunus duduk. Ketika ia berbalik, tangan Yunus menjamah dan meremas bokong Kokom.

    Kokom berbalik dan memelototi Yunus, tetapi Yunus terlihat berpura-pura seperti tak ada yang terjadi dan meminum es teh manisnya. Beberapa kuli yang masih ada diwarteg tersebut kebetulan melihat peristiwa tersebut berpura-pura tak memperhatikan apa yang baru saja terjadi lalu cepat-cepat mereka segera kembali ke proyek untuk melanjutkan pekerjaan. Kokom pun melengos kesal, sambil berlalu ke arah dapur.

    “Kringg!” Yunus menyapa di Handphone-nya “Halo, Pak Darma. Baik, pak. Proyek sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya. Progressnya cukup pesat, sekarang ini sudah naik cor di lantai 4. Baik, terima kasih pak.”.

    Setelah mengakhiri pembicaraan di handphonenya, Yunus kemudian beranjak menuju proyek. “Kom, abang jalan dulu ke proyek!Nanti abang balik baru bayar ya?!”. Kokom bergegas keluar dari arah dapur menghampiri Kokom “Bang, tolong dibayarkan dahulu. Hari ini sudah akhir minggu, minggu kemarin tunggakan makan para kuli belum dibayar.

    Ketika saya tagih mereka berkata belum dapat uang makan dari abang Yunus.”. Yunus membelalakkan matanya, menghardik Kokom “Hei, Kokom. Masih maukah engkau berjualan disini?!! Kalau masih mau, tutup saja mulutmu yang kecil itu. Atau mau kusumpal dengan ikan lele dibawah pusarku ini?! Hahaha..! Diam sajalah, kau! Sore ini kulunasi semuanya tagihan yang ada”.

    Yunus menghampiri Kokom, merangkul lalu mengelus rambut Kokom “Kom, kau sudah menjanda cukup lama lebih baik bersama abang saja. Abang juga merantau dan bekerja di Jakarta ini cukup lama, apalagi perbedaan umur 20 tahun denganmu itu pertanda abang sudah matang dan masak dalam kehidupan berkeluarga. Abang juga kesepian, jarang pulang kerumah di Medan.

    Istri abang sepertinya sudah tak perduli lagi dengan abang.” Kokom terdiam sejenak, lalu ia melepaskan diri dari rangkulan Yunus “Bang, kok bisa abang bicara seperti itu? Istri abang pasti sedih mendengar perkataan abang.

    Kokom mau kedapur masakan belum selesai untuk nanti sore, Kokom peringati abang jangan main pegang dan raba-raba Kokom! Kalau abang masih berani ga sopan, saya akan lapor ke koh Ameng!”

    Menjelang maghrib hujan turun dengan deras, jamaludin, usman, dan jaka tak terpengaruh dengan situasi tersebut. Mereka sedang terlibat perbincangan hangat, sambil menikmati kopinya Jamaludin berceloteh “Jadi Pak Yunus enak yah, ga ada yang berani sama dia. Bisa mengomeli kuli, opname gudang, infra.

    Kayak seluruh proyek ini punya dia saja. Kalau lagi kurang uang, hanya perlu jilat-jilat bokongnya cukong! Duit turun deh ke kantong!!”.

    “Hahahaha, tetapi ke kita pelit sekali!Hahahaha, kalau ke perempuan malam dia royal sekali!” usman menimpali. Jaka menyela pembicaraan mereka”Eh, bagaimana pembayaran gaji kita? Sampeyan jangan tenang-tenang saja! Hari ini harus ada kejelasan kalau tak hari senin aku mogok kerja tunggu gajiku dibayar!”.

    “Ya, betul. Sekarang saatnya kita balas perbuatan Pak Yunus ke kita! Kita sudah kerja capek-capek dan mengikuti kemauan dia, kewajiban sudah diberi tetapi hak belum dibayarkan!” Usman menimpali kembali. Di luar warteg, hujan bertambah deras Pak Mamat si petugas gerbang tergopoh-gopoh membukakan gerbang.

    Mobil sedan mewah berwarna hitam, memasuki pelataran parkir proyek. Seorang lelaki kekar berambut cepak turun dan membukakan pintu. Muncullah seorang lelaki berkulit putih yang pendek dan gendut, matanya sipit tetapi mempunyai tatapan yang tajam menyiratkan kelicikan si pemilik tatapan.

    “Bram, panggilkan Yunus kemari! Saya ingin bicara dengan dia! Saya tunggu dibedeng.” Sahut pria gendut tersebut yang ternyata bernama Koh Ameng sambil berjalan ke arah bedeng dipayungi Supir. “Siap, bos!” jawab Bram sang bodyakurd.

    Tak lama muncullah Bram dan mengikuti dibelakangnya Yunus, “Koh Ameng, lama ga ketemu! Baru pulang dari Australia? Enak yah disana,Bos? Kabar cici Silvi bagaimana? Baik-baik saja?Hehehe.” Yunus berkata sambil membungkuk-bungkukkan badannya menyeka tubuhnya yang basah terkena air hujan.

    “Bagaimana jalannya proyek ini, Nus? Slamet laporan ke aku, gaji para tukang dan kenek belum dibayar untuk minggu yang kemarin dan minggu ini? Aku sudah percayakan proyek ini ke tangan lu! Jangan seenak perut lu jalanin proyek!!” BRAKKK!! Koh Ameng menggebrak meja.

    Yunus mundur selangkah karena kaget, lalu berkata “Oh iya, saya lupa bilang sama koh. Minggu kemarin istri saya sakit jadi saya pinjam dahulu uang tersebut!”.

    “Jangan berdalih macam-macam, aku sudah tahu yang sebenarnya! Jangan sampai kuli nanti mogok kerja, lu nanti aku seret ke meja hijau!!Cepat bayar mereka sana!!!Sekalian pesenin aku minuman es teh manis!!Dasar goblok, bisanya korupsi saja!” Koh Ameng berkata sambil menendang kursi didepannya.

    “Baik, koh. Maafkan saya.” Yunus berkata dan kemudian keluar dari kantor proyek terbirit-birit menuju warteg. “Heh, kalian semua!! Siapa yang melaporkan kalau minggu kemarin gaji kalian belum dibayar? Hari ini saya bayar sekalian semuanya.

    Angkat tangan, dan silahkan ambil duitnya. Tetapi besok kalian tak usah kerja lagi disini!!!” Yunus masuk ke warteg sambil berteriak-teriak. Para kuli duduk tertunduk lesu dan pasrah, tak berani meminta hak mereka karena merasa diancam.

    “Heh, semua tak ada yang mau dibayar? Ok lah, dan sekarang kalian makannya tunda dahulu!! Kokom, boss minta es teh manis!! Cepat antarkan ke kantor sana!” Yunus terduduk, menghempas nafas dan memijat sendiri kepalanya.

    Kokom ketakutan lalu berlari ke arah bedeng.

    “Tokk..Tokk”

    “Permisi, pak! Es tehnya?!” Kokom menyapa dari luar kantor.

    “Masuklah sini! Nama lu Kokom? Yunus dimana?” Tanya Koh Ameng. “Yunus di proyek, Pak. Saya tadi disuruh mas Yunus antar teh buat bapak.” Kokom tertunduk menyahut. Ia menggigil kedinginan, karena udara AC menerpa tubuhnya yang basah terkena hujan.

    Mata Koh Ameng tak lepas memandang tubuh Kokom yang sedikit basah terkena terpaan hujan didepan sana. “Sudah sana balik ke warung!” perintah Koh Ameng.

    Koh Ameng gelisah, karena terangsang melihat pemandangan yang baru saja ia saksikan.
    Ia mengusap-usap penisnya sambil membayangkan perempuan tersebut berada diatas tubuhnya yang gemuk. Dan kegelisahannya bertambah ketika Yunus masuk dan memergokinya sedang onani.

    “Yunusss, aku lagi pusing! Gara-gara perbuatan lu semuanya ini!! Lu carikan solusinya!”

    “Siap, Bos! Tetapi diluar masih hujan, bos! Tahan sebentar yah, bos!” Yunus tersenyum.

    “Heh, perempuan yang jaga warung tadi cantik juga yah?” Koh Ameng mengepulkan asap rokoknya. “ Oh, kokom bos?! Dia janda, bos mau sama dia?! Dia orang baik-baik, bos. Tetapi demi bos, saya akan coba deh! Orangnya memang cantik, sintal, kulitnya putih! Masih muda lagi, bos! Cocok deh jadi simpanan, bos! Hehehe…! Saya panggilkan dia sebentar ya, bos!” Yunus keluar dan meminjam payung bersama Bram, ia menuju ke arah warteg. Mereka berlari ke arah warteg, dan melihat warteg dalam keadaan sepi hanya ada 4 orang kuli karena waktu sudah menunjukkan pukul ½ 8 malam.

    Dan para kuli kebanyakan sudah pulang ke tempat tinggal masing-masing karena ini akhir pekan. “Jaka, Kokom dimana? Boss mau beli rokok!” teriak Yunus. “Tadi sih lagi mandi, Bang. Sudah selesai kali. Komm, dipanggil sama Bang Yunus nihhh!! Pak Ameng minta diantarkan rokok ke bedeng.” Jaka berteriak ke arah dapur.

    “Buruan, Kom! Pak Ameng mau bayar tagihan makan anak buah sekalian yang tertunda kemarinnn!! Abang tunggu di bedeng yah?!” Yunus menimpali perkataan Jaka.“Iya, bang. Kokom ambilkan di belakang. Nanti Kokom nyusul” Kokom menyahut dari dalam.

    “Bang Bram, kau disini saja menjaga agar anak buah tak curiga.” Yunus berbisik kepada Bram dijawab dengan anggukan Bram.

    “Mana si janda pemilik warteg itu, Nusss??! Kerja kau tak pernah beres!”Cetus Koh Ameng ketika Yunus kembali dari warteg. “Sabar, Bos. Dia lagi menuju kesini, tadi saya janjikan utang makan para kuli akan boss lunasi.

    Jadi skenarionya begini, Boss jangan mau bayar kalau dia tak mau……..emm…… ya boss tahu lah! Dia lagi butuh uang kalau tak minggu depan warungnya tutup, boss.”. “Ya sudah, beruntung kau memiliki boss seperti aku.

    Sudah lu makan itu duit, masih mau aku tutupin.Sana keluar, mau tunggu apa lagi kau disini!!” Koh Ameng mengusir Yunus dengan gerakan tangannya. “Boss, saya tunggu di depan yah?!” Yunus membuka pintu dan Kokom ternyata baru saja sampai didepan pintu.

    “Koh, ini Kokom sudah datang mau ngambil uang tagihannya.” Yunus berpura-pura. “ Suruh masuk saja, seperti orang lain saja yang datang kau, Nus! Dia kan juga termasuk kerja di Proyek!” Sahut Koh ameng dari dalam. “Bos, saya tinggal dulu yah, mau ngopi dulu diwarung. Kokom terima duit saja dahulu dari Koh Ameng, nanti abang suruh si Isah buatin Kopi!”……..

    “Kokom , mari sini duduk disini! Saya mau bantu kamu mengenai tagihan uang makan para kuli. Saya dengar Yunus sudah mengambil jatah uang makan para kuli. Berapa tagihannya total?” Tanya Koh Ameng sambil ia mengeluarkan calculator dari laci mejanya.

    “Total semua 12 juta rupiah dari 20 orang tukang untuk seminggu karena sudah ada yang membayar langsung ke saya. Ini perinciannya saya tulis di kertas untuk perhitungan Bapak. Saya beruntung ada orang sebaik Bapak, karena selama 1 minggu terakhir ini saya mengambil bahan-bahan mentah tersebut secara hutang dan masih berhutang kepada penjual bumbu dan beras pula”.

    “Sebentar, saya hitung dolo.” Kata Koh Ameng sambil menekan-nekan tombol calculatornya. “Ok, semuanya benar. Saya ambilkan uangnya terlebih dahulu. Sebentar, saya hubungi Bram untuk mengambil uang di mobil!”.

    “Halo, Bram. Kamu kesini, bawakan uang yang ada di dashboard. Saya mau bayar tagihan makan kuli, mau melepaskan penat di kepala saya ini! Cepat yah!!”

    Tak lama Bram muncul dikantor membawakan map kopi yang terbungkus rapi. Koh Ameng mengambil sejumlah uang dari dalamnya, dan memberikan kepada Bram setumpuk uang untuk dihitung setelah pas jumlahnya. Ia meletakkan uang tersebut diatas meja. “Kom, ini tagihannya. Saya harap kamu dapat menggunakannya untuk membayar tagihan berjalan kamu. Tetapi ingat uang ini bukan berarti saya yang membayar tagihan dari Yunus.

    Uang ini hanya saya pinjamkan agar usaha kamu tetap dapat berjalan dan kamu tetap harus meminta penggantinya dari Yunus! Mengerti?!” Koh Ameng tersenyum licik. “ Tapi…Bang Yunus mengatakan kepada saya bahwa Koh Ameng yang akan membayarkan tagihan.

    Dan Koh Ameng bilang mau membantu saya mengenai tagihan!” Kokom mengernyitkan dahinya. “Saya bilang mau bantu, bukan membayari. Bukannya berterimakasih dikasih hati, malah kamu meminta jantung!Kamu kira uang saya turun dari langit sehingga mau membayari kesalahan Yunus!! Lebih enak menjadi kamu, punya tubuh montok tinggal nongkrong di klub malam, lalu menggoda pria seperti saya dan dapat uang!!” Koh Ameng marah dan bangkit berdiri dari duduknya.

    “ Koh, saya memang orang miskin tetapi bukan berarti tak punya harga diri! Kalau saya berniat jadi pelacur, saya juga tak akan mencari Koh Ameng yang jelek dan kasar!!! Terima kasih atas bantuannya! Saya sepertinya menangkap arah pembicaraan Koh Ameng.

    Dan saya tak butuh, lebih baik saya menutup usaha saya sementara dan melaporkan Bang Yunus ke Polisi!” Kokom berdiri dan beranjak pergi. Namun kepergiannya dihadang oleh Bram. “Kom, kamu kurang ajar sekali sama bos.

    Sudah dikasih enak, malah kurang ajar!! Sudahlah, kamu juga sudah lama menjanda. Kenapa tak menikmati saja ajakan Bos??!” Bram menahan tubuh Kokom. “Mas Bram, apa-apaan ini? Jangan sampai saya berteriak yah?!!” Bram lalu mendekap tubuh Kokom dari belakang dan menutup mulutnya “Dasar janda kurang ajar!! Dikasih rezeki tak mau, malah kurang ajar ngancam-ngancam!! Sekarang rasain nihh!”.

    Koh Ameng mendekati Kokom yang dibekap oleh Bram. Tangannya bergerak cepat sekali ke dada Kokom yang masih tertutupi kaus dan BH, meraba lalu meremas.

    “Gila, walaupun sudah punya anak satu. Tetapi dadamu masih kenyal yah?? Coba kau pegang Bram!” Bram lalu menekankan lengannya ke dada Kokom dan mengangguk. “Kohh, bangsssssss….mmmhhh!!
    Mattthhhhhhssssii…auuuuwwwww…yaaaahhh…..!!!” Lalu ia menggigit tangan Bram yang membekap mulutnya.

    “Koh, kalau hari ini ada apa-apa dengan Kokom. Lebih baik Koh bunuh saja Kokom, atau Kokom akan balas dendammmmhhh…..mmmhh…….aaaaauwww!!”Tangan Bram kembali membekap mulut Kokom.

    “Hahahaha, kau tunggu saja Kokom!” Lalu Koh Ameng memasukkan tangannya kebalik kaus Kokom dan mengelus perut mulus Kokom yang rata dan mengusap-usap pusarnya. Disinilah letak kenikmatan, bukan?! Kau nikmati sajalah!!” Tangannya kembali menjelajah naik ke atas bagian dadanya dan mencengkeram toket Kokom dengan kuat sekali sehinga tubuh Kokom terguncang kebelakang dan ia mulai menangis merasakan ketakutan.

    “Auuuuuwwww…chaaaaakhhhhiiiiiiiiitttttt!” Teriak Kokom dibalik bekapan Bram.”Pegang tangannya erat-erat! Aku mau sumpal mulutnya yang sombong itu, Bram!” Koh Ameng mengeluarkan sehelai sapu tangan dan menutup mulut Kokom lalu Bram dengan cepat mengunci tangan Kokom dari arah belakang. Koh Ameng membuka kaus Kokom sehingga tampak toket yang membusung dengan indah ditutupi BH berwarna hitam.

    Sekali lagi Koh Ameng gemas dan mencengkram toket itu dengan kuat. “auuuuwwwhhh! Huuuuu…huhuuuu!” Kokom sesenggukan menahan sakit dan takut. Koh Ameng lalu meraba-raba lembut toket yang membuncah diluar BH hitam Kokom.

    Dengan kasar ia melepas BH milik Kokom, terlihat toket Kokom putih dengan putingnya berwarna merah jambu dan berukuran kecil. Semakin gemas koh Ameng bergumam “Dasar toket ini sialan banget montoknya!!” lalu tangannya menampar toket Kokom dengan keras. Ia menampari toket yang kiri dan kanan, lalu ia cengkrami dengan keras

    ”Auuwwww…..Aahhhhh….auuuwww…ammpunnnn..ammpuuniii saya!!

    Tolooonnnggg..Isahhhhh…tooloonnng mimiiiiik!!” Puting toket Kokom mulai mengeras, karena ditampari beberapa kali sehingga memerah. Dengan kasar sekali Koh Ameng, melucuti jeans Kokom sehingga tubuh Kokom sekarang ini hanya ditutupi oleh selembar celana dalam.

    “Kom, bukankah kau tadi bilang tak akan melayaniku? Kenapa sekarang jemariku bisa meraba kedalam kemaluanmu, haaa???!!!” Koh Ameng menyibakkan celana dalam Kokom dari bawah, dan menusuk-nusukkan jarinya dengan kasar!!!

    “Aaaaaaaauw…auwwww.auuuwwwww…ampuuuunnnn…ampuunnnn!

    Ampunnnn…Kohhhh! Jangan diteruskannnnn!!!Kokom minta maafff!!!”

    Koh Ameng memberi kode kepada Bram, dan Bram mendorong tubuh Kokom dengan kasar hingga jatuh kesofa, dengan cepat ia mengikat tangan dan kaki kanan Kokom ke teralis jendela di atas sofa dan tangan kiri dan kaki kanannya ke kaki sofa dibantu oleh Koh Ameng.

    Sekarang posisi Kokom terlihat berbaring diatas sofa dengan kaki dan tangan yang terikat diantara teralis dan kaki sofa sehingga bagian bawah tubuhnya terbuka.

    “Kohhh, jannggaannnn..mmh.h..hhhmmm” perkataan Kokom terpotong ketika bibirnya dihisap-hisap oleh Koh Ameng. Dengan kasar dan bagaikan seekor anjing, Koh Ameng menciumi, mengendus, dan menjilati seluruh tubuh Kokom.

    Lalu ia menggigit puting Kokom, Kokom yang mencoba berontak terkena tamparan dari Bram. Tamparan itu membuatnya pening dan lemas karena shock. “Bram, sepertinya ia sudah tak melawan lagi. Kau tunggu di pintu saja, aku mau buka baju dahulu!” Koh Ameng berdiri dan bicara tanpa melihat Bram, matanya hanya nanar memandangi tubuh polos Kokom yang terbaring di atas sofa.

    Ketika Bram telah keluar, dengan cepat Koh Ameng melucuti bajunya sendiri dan ia mengesek-gesekkan tubuhnya di atas tubuh Kokom memelukkan tubuhnya dengan erat seakan hendak bersatu. Kokom yang dalam keadaan shock antara sadar dan tak merasakan beratnya tubuh gemuk yang berada diatasnya menimpa tubuhnya yang kecil.

    Crettttt…Kokom merasakan cairan hangat menyemprot dari kelamin Koh Ameng dan membasahi pahanya..“Aaaahhhh, siallll. Kenapa mesti keluar sekarang!! Bangsadddd..!!!”.

    Koh Ameng berdiri dan menghampiri dispenser, ia lalu minum segelas air dan menghampiri Kokom kembali. Ia memainkan toket Kokom dengan kasar, mulai terlihat jejak-jejak bekas kekasaran Koh Ameng ditubuh Kokom yang meninggalkan bilur-bilur membiru.

    Kontol Koh Ameng kembali mengacung tegak, setelah ½ jam berlalu semenjak Koh Ameng merasakan ejakulasi pertamanya. Ia mengambil posisi berlutut diantara selangkangan Kokom, memegang penisnya lalu mengarahkan tepat kearah selangkangan dan kembali memaki Kokom “ Sekarang kau rasakan yah!

    Tadi kau bilang tak mau melayani aku, sekarang penisku bisa berada didalam memekmu!! Apa yang mau kaukatakan, Haaa??!!!” “Aaaauwwww….aaaaaauwww….yaaaaaaahhh…huuuu..huuuu!” Kokom menangis tersedu-sedu dan tubuhnya terguncang-guncang digoyang oleh tubuh gemuk si lelaki tua sialan itu.

    “Hahahaha, kenapa jawabanmu auw..auw dan yaa? Apakah iya maksudnya? Apakah enak? Ini kutambahkan lagi dan kupercepat!!” Koh Ameng semakin kasar dan semakin cepat menggoyangkan pinggulnya.

    Walaupun memek Kokom dalam keadaan kering, ia tak memperdulikannya.

    “Ooohhh..oohhhh Kokom nikmat sekali tubuhmu, biar kuceraikan saja si Nyonya dan kunikahi engkau atau…atauuu…kujadikan saja engkau sebagai istri simpanankuuuuuhhkk…maukkaaaahhh kauuu??” Koh Ameng mulai menceracau tak karuan menikmati saat-saat menjelang ejakulasinya.

    “Oooohhhh…Kokommm, sekarang kita bersattuuuu..mmmh..mmhhh” Koh Ameng membuka mulutnya lebar-lebar dan menjejalkan toket Kokom yang liat itu kemudian digigitnya toket Kokom dengan keras.

    “ Auuuuuuuuuuuuuuuuuwwwwwww!!!!!Auwwwwwwwww” Melihat raut wajah dan Kokom setengah berteriak kesakitan dalam keadaan tersumpal mulutnya, Koh Ameng bertambah cepat lagi menggoyangkan pinggulnya, dan ia menumpahkan air maninya didalam memek Kokom.

    “Huuuu…huuu!” Kokom menangis sejadi-jadinya. Koh Ameng tersenyum puas hingga penisnya mengecil dan keluar dari memek Kokom, “Kokom, ambil saja uang yang saya berikan tadi. Uang dari Yunus kau tagih saja, dan itu akan menjadi bagianmu.

    Ingat peristiwa hari ini, jangan kaubeberkan kepada siapapun. Uangku banyak percuma kaulaporkan kepada polisi, mereka dapat kusuap dengan mudah. Dan bila tetap kaulaporkan, aku pasti akan bebas dengan mudah. Bila kaulaporkan, aku tak akan dendam. Tetapi aku tak dapat menjamin keselamatan anak perempuanmu nantinya.

    Oke, semua kembali kepadamu.” Ia melepaskan sumpalan kain di mulut Kokom, dan ikatan ditubuhnya. Kokom meringkukkan badannya, dan menangis tersedu-sedu ia merasa amat kotor dan jijik dengan keadaannya sendiri.

    Namun, apa daya apa yang dapat ia lakukan melawan orang kaya ini? Sungguh, dunia nyata amat kejam tak seperti di sinetron dimana yang baik akan menang pada akhirnya. Ia merapihkan bajunya, dan menepiskan tangan Koh Ameng yang hendak membantunya mengenakan pakaian.

    Koh Ameng membisikkan sesuatu kepada Koh Ameng, dan Kokom mengacuhkannya. Tetetapi pada akhirnya ia mengangguk.

    Kokom melangkah cepat memasuki mobil Koh Ameng, dibantu oleh Bram. Isah kemudian dijemput oleh Bram masuk kedalam mobil Koh Ameng. Bram mengatakan kepada para kuli bahwa Koh Ameng hendak membayar tagihan kepada Kokom, dan saudara Kokom sekarang dalam keadaan sakit dikampung lalu Kokom harus pulang sekarang.

    Padahal kenyataannya Kokom diungsikan ke hotel beberapa hari, karena sekujur tubuhnya yang penuh luka tentu dapat menimbulkan kecurigaan antara para kuli.

    Kokom menginap di hotel selama sebulan, selama 2 minggu terakhir ia terpaksa melayani nafsu bejat Koh Ameng hingga ia hamil dan melahirkan anak bagi Koh Ameng yang belum dikarunia keturunan dari istrinya.

    Lima belas tahun kemudian, Kokom telah menjadi Nyonya Besar. Ia menggantikan istri asli Koh Ameng, dan mewarisi seluruh kekayaan dari Koh Ameng ketika Koh Ameng dan istrinya meninggal karena kecelakaan. Sungguh, takdir adalah misteri.

    Kokom tak pernah menyangka bahwa perkosaan kepada dirinya terbalaskan dengan manis akhirnya. Kokom sendiri mengganti namanya dengan Yeni. Isah, anak Kokom dari pernikahannya yang terdahulu kini berumur 26 tahun mengganti namanya menjadi Cherry dan telah menjadi komisaris dalam anak perusahaan. James, buah hati yang lahir kecelakaan karena perbuatan Koh Ameng sedang sekolah di Australia menuntut ilmu untuk menggantikan posisi ayahnya….

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Awal Perkenalan Dan Berakhir Ngentot

    Cerita Sex Awal Perkenalan Dan Berakhir Ngentot


    994 views

    Perawanku – Cerita Sex Awal Perkenalan Dan Berakhir Ngentot, Rencana awal adalah berenang Mulamula kami berciuman dengan tangan berdua masingmasing bergerilya pada tempat yang makin membangkitkan nafsu birahi kami, kemudian dia mulai menelusuri bagian selangkangan saya dan menggosokgosokkan tangannya pada kemaluan saya, yang otomatis menimbulkan rasa nikmat yang luar biasa,

     

    Dia mencari klitoris saya dan mulai mempermainkannya dengan jari jempolnya. Karena saya sudah begitu bernafsu otomatis daerah lubang kemaluan saya menjadi lebih dan lebih basah lagi dan itu mempermudah dia untuk memasukkan salah satu jarinya pada lubang kewanitaan saya.

    Bisa dibayangkan bagaimana nikmatnya saya saat itu. Sementara saya pun tidak ketinggalan beraksi, dengan tangan saya, saya juga berusaha memijat, meremas dan mengusapusap batang kemaluannya yang makin lama makin menegang, rupanya dia juga sangat menikmati permainan yang saya lakukan. Kami terus berciuman sambil terus saling meraba dan meremas selama kirakira lima menitan.

    Kemudian dia mengajak saya dan merebahkan saya di atas tempat tidur, tanpa membuang waktu sedikit pun dia langsung meletakkan seluruh wajahnya pada selangkangan saya, yang sudah basah sejak tadi, dia menjilat, menyedot dan menggigit kecil klitoris saya dengan rakusnya.

    Sementara jari tengahnya dimasukkan dan dikocokkocokkan pada lubang kemaluan saya. Saya betulbetul merasa seperti berada pada surga kenikmatan, sebentar saja saya sudah mengalami orgasme dan saya menggelinjang hebat,

    Ooohh.. Im comiing.. dan sepertinya dia tahu, dia malahan tidak melepaskan mulutnya dan malahan semakin agresif mengenyotenyot klitoris saya. Setelah dua kali orgasme dia kemudian berhenti menjilati saya dan berlutut dekat saya dan mendekatkan batang kemaluannya pada wajah saya, yang langsung saya masukkan ke dalam mulut saya, dengan rakusnya saya menjilat,

    Menghisap dan mengulum batang kemaluan pasangan saya dengan nikmat, Hhhmm.. Mulut saya yang mungil terasa sangat penuh, mengingat batang kemaluan pasangan saya cukup besar dan panjang.

    Pasangan saya begitu menikmati semua yang saya lakukan padanya, sambil berseru, Oh yess.. yess.. dan sampai pada akhirnya sepertinya dia sudah tidak tahan lagi, dia langsung mencabut batang kemaluannya dari mulut saya dan langsung memasukkannya pada lubang kemaluan yang sudah sangat basah.

    Mulamula dia menggenjot secara perlahan sambil menikmati remasan lubang kemaluan saya dan saya pun menikmati besarnya batang kemaluan bule yang masuk ke lubang kemaluan saya.

    Ritme goyangannya semakin cepat dan saya pun sudah akan mencapai orgasme lagi, sementara dia pun seperti gunung yang sudah akan meletus, mempercepat goyangannya, majumundur, sampai akhirnya dia berteriak,

    Im comiing.. dan saya pun merasakan spermanya yang hangat menyemprotnyemprot lubang kemaluan saya dan kedutan batang kemaluannya segera membuat saya mencapai orgasme yang sangat luar biasa nikmatnya dan berteriak dengan serak,

    Ooohh.. Im comiing too.. lubang kemaluan saya terus meremas batang kemaluannya sampai akhirnya dia terkulai lemas di ranjang.

    Kami kemudian membersihkan badan di kamar mandi, sekalian memakai baju renang dan pergi ke kolam renang, kami berenang sebentar dan sempat santai ke pinggir pantai untuk menikmati matahari yang sudah akan tenggelam, kemudan balik lagi ke kamar untuk mandi.

    Setelah mandi kami coba istirahat di atas ranjang yang tersedia, dengan maksudnya mau istirahat, tapi kenyataannya menjadi lain begitu dia mulai merabaraba selangkangan saya lagi, mencaricari mulut saya untuk dilumatnya,

    Begitu hotnya ciuman kami, beradunya dua bibir dan lidah yang saling memilin menimbulkan suara kecipakan khas suara orang yang sedang berciuman, dan kami kembali bugil saling melumat bibir dan juga saling meraba dan meremas alat kelamin pasangan kami. Kami berdua menggelinjang penuh kenikmatan.

    Digosokkannya telapak tangannya pada permukaan lubang kemaluan saya, sambil mencaricari klitoris saya dan tak lupa jari tengahnya dimasukkan ke dalam lubang kemaluan saya yang sudah mulai basah dan jempolnya tetap menggosok klitoris saya, hal ini membuat saya melenguh keenakkan, Oh.. yess.. oh.. nicee..

    Sementara itu tangan saya pun sudah menguruturut batang kemaluannya yang sudah semakin besar dan mengeras saja. Pasangan bule saya itu kemudian membalikkan badannya, sehigga posisi kami saat itu menjadi 69,

    Dia mulai menjilat bibir labia saya, mengulum, menyedot klitoris, dan juga lidahnya mencoba masuk ke dalam lubang kemaluan saya yang sudah mulai memproduksi santan yang cukup banyak, sepertinya dia amat menikmati perbuatannya itu dan begitu rakusnya dia menikmati lubang kemaluan saya,

    Hal ini semakin membuat saya menggelinjang kenikmatan, Achh.. achh.. nikmat sekali, terus terang saya memang paling menikmati jika lubang kemaluan saya, dijilat, disedot, dikulum seperti orang sedang makan ice cream saja. Beberapa kali saya mencapai orgasme waktu itu saya tidak ingat,

    Kelihatannya dia tahu benar bagaimana memberikan kenikmatan yang saya inginkan, saya menggelinjang hebat, sampai merasakan ngilu pada klitoris saya karena terusterusan disedot, dikulum dan digigitgigit oleh pasangan saya.

    Sementara saya sendiri pun, begitu melihat ada batang kemaluan yang besar tepat di muka saya. Tanpa menyianyiakan waktu lagi langsung melahapnya, saya kulum, jilat dan saya sedot seperti saya sedang makan es waktu kecil,

    Buah zakarnya terayunayun membuat saya semakin ingin mengulumnya juga, saya jilat, saya kulum dan disertai remasanremasan yang memberikan rasa nikmat, dia juga begitu menikmati apa yang saya kerjakan, terlihat dari semakin besar dan keras batang kemaluan pasangan saya,

    Cairan bening dari batang kemaluannya sudah mulai keluar dan desahan nikmat yang keluar dari mulut kami berdua sudah bercampur. Kami terus saling menghisap, mengulum alat kelamin pasangan kami dan juga saling menikmati sampai kirakira cukup lama berlangsung sekitar 10 menitan.

    Baru setelah itu dia membalikkan badannya sehingga wajah kami saling berhadapan, dengan bantuan tangannya segera diarahkan batang kemaluan besarnya pada lubang kemaluan saya yang sudah amat basah. Terasa penuh batang kemaluannya dalam lubang kemaluan saya.

    Mulamula diputarputarkan batang kemaluannya sehingga seluruh lubang kemaluan saya bisa merasakan nikmatnya batang kemaluan besarnya, saya sudah tak tahan lagi, baru sebentar saja saya sudah mencapai orgasme, dengan erangan nikmat saya,

    Ooohh.. Im comiing.. Setelah tahu saya orgasme, pasangan saya malah semakin semangat menggoyanggoyangkan pantatnya, dengan posisi memutar dan juga maju mundur, bunyi suara batang kemaluannya keluar masuk lubang kemaluan saya yang sudah sangat basah terdengar kecipakan keras sekali.

    Rupanya lamalama dia juga sudah tidak dapat menahan nikmatnya remasan dan jepitan lubang kemaluan melayu, sebentar kemudian dia pun ikut berteriak, Im comiing.. too.. saat itu sperma yang disemprotkan begitu terasa hangat menyiram lubang kemaluan saya,

    Sret.. sret.. sret.. dan kedutan batang kemaluannya masih terasa sehingga membuat saya mencapai orgasme lagi yang kedua kalinya. Orgasme ini benarbenar membuat saya melayang serasa di surga ke tujuh.

    Selanjutnya kami berpelukan dengan lunglai tapi penuh kenikmatan, tertidur dengan bugil cukup lama karena begitu terbangun hari sudah lumayan malam dan perut kami sudah mulai terasa lapar, karena dari siang tidak sempat makan, hanya roti bekal kami yang mengganjal perut saat itu.

    Segera kami bersihbersih dan memakai pakaian untuk dinner di restaurant di bawah. Pada waktu berjalan terasa dengkul saya lemas karena orgasme yang saya capai berkalikali, tapi saya bersyukur karena saya bisa menikmati orgasme yang kata orang suka susah didapat, apalagi kalau pasangan kami tidak perdulian.

    Malam itu sehabis pergi makan malam, saya coba pasang TV yang ada dalam kamar, ternyata tidak ada acara yang menarik, sementara dia pergi ke teras untuk melihat suasana di luar, saya tidak mau ikut ke teras karena perasaan tidak nyaman terus menyelimuti hati saya,

    Saya tahu pasti cerita yang beredar tentang Nyi Roro Kidul, jadi saya coba untuk di dalam kamar saja. Karena acara TV tidak ada yang bagus, saya pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan membersihkan make up saya,

    Sekalian saya ganti baju tidur, eh nggak tahunya dia juga sudah masuk kamar lagi, dan begitu melihat saya sudah memakai celana pendek dan kaos, dia bilang katanya, I think its better if youre not wearing anything.. sambil dia langsung melepas semua pakaian saya, dan juga melepas pakaiannya sendiri.

    Dengan saya masih berdiri tegak telanjang dengan lembut diciuminya semua badan saya dari wajah sampai kaki, dia bilang, You smells good.. Setelah itu baru kami mulai berciuman, mulamula sih dengan lembut,

    Tapi lamalama yang namanya nafsu tidak dapat ditahan lagi, lidah yang saling memilin, bibir yang saling memagut sepertinya nggak ada hari esok, tangannya pun sudah mulai melakukan usapanusapan tangannya ke arah selangkangan saya seperti biasa,

    Dan saya juga sudah mengeluselus batang kemaluannya, jarinya pun sudah dimasukkan juga ke dalam lubang kemaluan saya dan terasa enak sekali dan saya mengeluh dan mendesah, Oooh.. yess.. yess.. nice.. terus ciumannya mulai turun dari mulut terus lagi ke leher, ke perut dan akhirnya mentok pada selangkangan saya.

    Dia mulai menciumi lubang kemaluan saya yang sudah basah, mengulum, menggigit klitoris saya dan sambil jarinya tetap berada dalam lubang kemaluan saya dan dikocokkocok dan diputarputarnya, rasanya begitu nikmat.

    Dalam waktu singkat saya sudah mencapai orgasme dan santan yang keluar langsung disedot sampai habis dengan rakus olehnya, dia bilang, Wow.. kemaluan kamu enak sekali.. Hal itu makin membuat saya makin terangsang, sepertinya dia rakus sekali dengan lubang kemaluan yang terpampang di depannya.

    Kemudian dia menarik saya dan menyuruh saya duduk di pinggir ranjang dan dia berdiri di muka. Saya sudah tahu apa yang diinginkannya, langsung saja saya nikmati batang kemaluan besarnya, begitu besarnya sampai penuh rasanya di mulut saya,

    Mulamula saya jilati batang kemaluannya yang penuh dengan urat, kemudian kepala batang kemaluannya saya kulum, dan saya hisap sambil menggumam, Hmm.. hmm.. sambil tangan saya meremasremas dengan lembut buah zakarnya, dia begitu menikmati, terlihat dari mimik wajahnya dan desahan yang keluar yang keluar dari mulutnya,

    Oooh.. yes.. ooh yess.. Kemudian setelah berlangsung 5 7 menitan dia rupanya sudah sangat tidak tahan dan melepaskan batang kemaluannya, dan mendorong saya tertidur dan langsung menimpa badan saya dan segera memasukkan batang kemaluannya sepenuhnya sepanjang 16 cm itu ke dalam lubang kemaluan saya.

    Terasa penuh dan enak sekali rasanya terutama ketika ujung batang kemaluan menusuk ujung lubang kemaluan saya. Dia kemudian mulai bergerak majumundur perlahanlahan sambil pantatnya melakukan goyangan memutar,

    Sepertinya seluruh bagian dalam lubang kemaluan saya terkena kena sentuhan dan gesekan batang kemaluannya. Saya sudah tidak tahan lagi, sebentar saja rasa nikmat menjalar keseluruh badan saya dan saya mencapai orgasme sampai bergetar rasanya,

    Tetapi pasangan saya itu bukan berhenti atau memperlambat gerakannya, tetapi malah ditambah dengan kocokannya yang semakin cepat, sehingga orgasme lanjutan tak dapat saya cegah lagi.

    Betulbetul luar biasa rasanya, sepertinya dia tahu benar cara untuk memuaskan saya. Baru setelah saya mencapai orgasme yang keempat kalinya dia berteriak, Im comiing too.. sambil disemprotkannya sperma hangat ke dalam lubang kemaluan saya,

    Sret.. sret.. sret.. begitu terasa kedutan batang kemaluannya dalam lubang kemaluan saya. Kami berdua jatuh terhempas lemas, terutama saya merasa lemas sekali karena orgasme yang terus menerus.

    Kami berbaring sambil tetap berpelukan dan dia mengecup saya sambil mengatakan I love you.. Kemudian beberapa lama baru saya ke kamar mandi untuk cucicuci, begitu banyak sperma yang keluar dari lubang kemaluan saya saat saya buang air.

    Setelah itu kami pergi tidur, saya pun tidur hanya memakai kaos tanpa mengenakan celana dalam dan dia pun bertelanjang dengan cuma memakai celana pendek longgar saja, sepertinya tenaga kami sudah sangat terkuras habis, terbukti dari langsung lelapnya kami begitu kepala bersandar di bantal.

    Esok paginya, seperti mimpi, saya merasa seperti ada orang yang sedang menciumi selangkangan saya, ternyata begitu saya buka mata, dia langsung bilang,

    Good Morning, Im having my breakfast now.. katanya.

    Do you want to joint me..?

    Ya, begitulah sekali lagi melakukan apa yang telah dilakukan sebelumnya dan acara bersetubuh pun terulang lagi dan yang berakhir dengan saya orgasme dua kali. Setelah selesai baru kami pergi mandi dan siapsiap sarapan benaran, beresberes barang dan check out, karena takut kemalaman sampai di Jakarta.

    Sepanjang perjalanan saya merasa sperma yang ada dalam lubang kemaluan saya kadangkadang keluar kalau saya bergerak, celana dalam saya sudah mulai terasa basah.

    Ternyata begitu sampai di rumah saya periksa celana dalam saya benaran basah kuyup, bisa dibayangkan banyaknya sperma yang disemprotkan ke dalam lubang kemaluan saya. Selesailah cerita saya di Pelabuhan Ratu, besokbesok saya coba cerita pengalaman saya yang juga cukup seru, mudahmudahan pembaca dapat menikmatinya dan sampai nanti, bye.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Sex Layanan Pijat Pada Penisku

    Cerita Sex Layanan Pijat Pada Penisku


    1237 views

    Perawanku – Cerita Sex Layanan Pijat Pada Penisku, Sebelumnya aku perkenalkan diri, namaku Asep (samaran), 21 tahun, tinggi 171 cm, berat yang ideal. Aku tergolong cowok yang cakep dan banyak sekali yang naksir aku, tapi yah.. gimana ya! aku punya penis yang cukup besar untuk bisa bikin cewek klepek-klepek dan tidak tahan untuk beberapa kali orgasme.

    Kepala batang kemaluan yang besar dan ditumbuhi rambut yang cukup rapi, rata dan tidak gondrong karena nanti bisa mengganggu cewek untuk “karaoke”. Aku mempunyai daya sex yang tinggi sekali. Aku bisa melakukan onani sampai 3 – 4 kali. Hobiku nonton bokep, sehingga aku cukup mahir dalam gaya-gaya yang bisa buat cewek kelaparan sex. Setelah nonton film bokep aku tidak lupa untuk onani.

    Kisah ini berawal dari membeli nasi kuning di pagi hari. Seperti biasa tiap pagi perutku tidak bisa diajak kompromi untuk berunding tentang masalah makan, langsung saja setelah merapikan diri (belum mandi nih) langsung mencari makanan untuk mengganjal perut yang “ngomel” ini. Setelah beberapa lama putar-putar dengan motor, aku ketemu dengan seorang cewek yang menjual nasi kuning yang laris sekali.

    Setelah kuparkir di samping tempat jualannya itu, lalu aku ngantri untuk mendapat giliran nasi kuning. Aku kagum sekali dengan penjual nasi kuning ini. Kuketahui namanya Naning, umurnya kira-kira 25 tahun dan dia memiliki wajah yang natural sekali dan cantik, apalagi dia kelihatan baru mandi kelihatan dari rambut yang belum kering penuh. Dia tingginya 165 cm dan berat yang ideal (langsing dan seksi) dengan rambut yang pendek sebahu. Dia memiliki susu yang cukupan (34), cukup bisa untuk dikulum dan dijilat kok! cerita panas.

    Waktu itu Naning memakai kaos oblong yang agak longgar dan celana batik komprang. Aku mengambil posisi di sampingnya, tepatnya di tempat pengambilan bungkus nasi kuning yang letaknya agak ke bawah. Dari posisi itu aku dengan leluasa melihat bentuk susu Naning yang dibungkus kaos dan BH, walaupun tidak begitu besar aku suka sekali dengan susunya yang masih tegak dan padat berisi. cerita panas.

    Sesekali aku membayangkan kalau memegang susu Naning dari belakang dan meremas-remas serta sesekali memelintir-lintir puting susunya dengan erangan nafsu yang binal, wouw, asik tenan dan ee.. penisku kok jadi tegang! Saat Naning mengambil bungkusan nasi kuning di depanku, aku bisa melihat dengan jelas susu Naning yang terbungkus BH, putih, mulus dan tegak, nek! Aku semakin menegakkan posisi berdiriku untuk lebih bisa leluasa melihat susu Naning yang mulus itu. Weoe.. ini baru susu perawan yang kucari, padet dan putih serta masih tegak lagi.. Ya.. andaikan..! kata hati berharap besar untuk mencoba vagina dan susu untuk dijilati, pasti dia suka dan menggeliat deh. cerita panas.

    Setelah beberapa menit kemudian, pembeli sudah tidak ada lagi tinggal aku sebagai pembeli yang terakhir.

    “Mau beli nasi kuning, Mas?” sapanya mengambil bungkus nasi di depanku, aku tidak langsung jawab karena asik sekali melihat susu Naning menggelantung itu.
    “E.. Mas jadi beli nggak sih..” Sapa Naning agak ketus.
    “Oh.. ya Mbak, 1 saja ya.. sambel tambah deh..” sambil gelagapan kubalas sapaan Naning.

    Aku yakin tadi si Naning mengetahui tingkah lakuku yang memandangi terus dadanya yang aduhai itu, oleh karena itu aku sengaja tanya-tanya apa saja yang bisa buat dia lupa dengan kejadian yang tadi. Dari hasil pembicaraan itu kami saling mengenal satu sama yang lain walaupun sebatas nama dan sekitarnya. Naning ini anak kedua dari tiga bersaudara, dia tidak kuliah lagi karena tuntutan orangtuanya untuk membantu berjualan nasi kuning saja. Aku berniat untuk membantu Naning untuk beres-beres dagangannya, karena aku tahu bahwa aku adalah pembeli terakhir dan nasi kuning sudah habis terjual. cerita panas.

    “E.. boleh nggak kalau Asep bantuin beres-beres barangnya?” rayuku.
    “Jangan! ngerepotin saja,” sambil malu-malu Naning berkata.
    “Nggak kok, boleh ya..” rayuku.

    Sampai beberapa menit aku merayu agar bisa membantu Naning untuk beres-beres dagangannya, akhirnya aku bisa juga. Memang sih, barang-barang untuk jualan nasi kuning tidak begitu banyak, jadi hanya perlu satu kali jalan saja. Aku membawa barang yang berat dan Naning yang ringan. Setelah sesampai di rumahnya, cerita panas.

    “Mas, diletakkan di atas meja saja, sebentar ya.. aku ke kamar mandi sebentar, kalau mau makan nasi kuningnya ambil sendok di dapur sendiri ya..” kata Naning dengan melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.

    Setelah beberapa menit aku duduk-duduk dan mengamati rumahnya, aku terasa lapar sekali dan berniat untuk mengambil sendok di dapur yang letaknya tidak begitu jauh dari kamar mandi Naning. Sesampainya di dapur, terdengar Naning suara pintu dari kamar mandi, eh ternyata Naning barusan saja masuk ke kamar mandi dan kesempatan ini aku tidak sia-siakan saja.

    Aku berjalan pelan-pelan ke depan pintu kamar mandi itu dan jongkok di depan lubang pintu kamar mandi sehingga bisa melihat apa yang ada di dalam sana walaupun memang agak sempit sih. Wow.. wow.. aku melihat Naning yang masih berpakaian lengkap dan mulai dia meletakkan handuknya di tempat samping pintu kamar mandi, lalu pelan-pelan dia melepas kaos longgarnya dan terlihatlah susunya yang putih bersih tanpa cacat yang masih terbungkus dengan BH. cerita panas.

    Dan perlahan-lahan dia melepaskan tali pengikat celana batik yang dipakainya dan menurunkan pelan-pelan dan ah.. terlihat pinggul yang oke sekali putih, dan paha dan betis yang ideal tenan dengan memakai CD yang tengah bawahnya menggelembung seperti bakpaw. Itu pasti vaginanya. Ah.. ayo cepetan buka dong, hati yang tidak sabaran ingin tau sekali isi CD itu.

    Dan akhirnya dia melepaskan ikatan BH dan.. berbandullah susu Naning yang merangsang batang kemaluanku untuk tegang (puting yang coklat kemerahan yang cukup besar untuk dipelintir deh.. ah) dan sialnya, Naning meletakkan BH-nya pas di lubang pintu sehingga pandanganku terhalang dengan BH Naning. Ya.. asem tenan, masak susunya udah ditutup, aku kecewa sekali dan aku kembali duduk di teras sambil makan nasi kuning sambil menutup pintu depan rumah Naning. cerita panas.

    Dan beberapa menit kemudian, Naning keluar dari kamar mandi, Ee.. dia pakai handuk yang dililitkan ke badannya. Handuk yang amat-amat mini sekali deh, panjangnya di dekat pangkal paha, oh.. indah sekali. Dia hanya pakai BH dan CD di dalam handuk, karena terlihat di pantatnya yang padat itu terawah CD-nya dan tali BH yang ada di bahunya.

    “Ee.. Mas Asep kenapa kok bengong?”
    “Oo.. e.. o.. tidak.. kok ini pedas,” sambil melanjutkan makannya.
    “Ya.. ambil saja minum di belakang, aku mau ganti dulu,” saut Naning sambil melangkah ke kamarnya yang letaknya di sampingku dan dia menutupnya tidak penuh.

    2 menit kemudian,

    “Mas Asep bisa bantuin Naning ambilin bedak di kamar mandi, nggak?”
    “Ya.. sebentar!” aku langsung menuju ke kamar mandi dan mengambil bedak yang dia maksudkan.
    “Ini bedaknya,” aku masih di luar pintu kamar Naning.
    “Masuk saja Mas tidak dikunci kok,” saut Naning.

    Setelah aku membuka pintu dan masuk ke kamar Naning, terlihat Naning sedang di depan seperti sambil duduk dan dia tetap pakai handuk yang dia pakai tadi sambil menyisir rambut basahnya itu, sambil mendekat. cerita panas.

    “Ini Mbak bedaknya,” sambil menyodorkan bedak ke arah Naning.
    “E.. bisa minta bantuan nggak!” sambil membalikkan muka ke arahku.
    “Apa tuh..”
    “Bantuin aku untuk meratakan bedak di punggungku dong, aku kan tidak bisa meratakan sendiri,” kata Naning menerangkan permintaannya.
    “Apa? meratakan ke tubuh Mbak, apa tidak..” basa basiku.

    Sebelum kata itu berakhir,

    “Takut ketahuan ortuku ya.. atau orang lain, ortu lagi pergi dan kalau malu ya tutup saja pintu itu,” kata Naning.

    Aku melangkah ke arah pintu kamar Naning dan menutup pintu itu dan tidak lupa aku menguncinya, setelah itu aku balik ke arah Mbak Naning dan woow.. wowo.. wow.. woow.. dia sudah terkurap di atas ranjang dengan handuk yang tidak dililitkan lagi, hanya sebagai penutup bagian tubuh belakang saja. Dan aku menuju pinggir ranjang di samping Naning. cerita panas.

    “Udah, mulai meratakan saja, e.. yang rata lho..!” sambil menoleh ke belakang dan mengangkat kepalanya ke atas bantal.

    Aku mulai dari punggung atas mulus Naning, aku taburkan dulu bedak di sekeliling punggung atas Naning dan meratakan dengan tanganku. Ayy.. mulus sekali ini punggung, batang kemaluanku mulai tegang tapi aku tahan jangan sampai ketahuan deh. Meratakan dari atas punggung, ke samping kiri dan kanan, aku sengaja sambil mengelus-elus lembut, punggung Naning dan terdengar sayup-sayup nafas Naning yang panjang. Aku mulai menurunkan tanganku untuk meratakan ke bagian punggung bagian tengah yang masih tertutup oleh handuk.

    “Mas Asep, kalau handuknya menghalangi ya.. di lepas saja,” kata Naning sambil metutup matanya.
    “Ya.. boleh,” hati berdebar ingin tahu apa yang ada di dalam sana.

    Aku mulai menyingkap handuk dan ah.. wowowo terlihatlah punggung Naning dan pantat yang tegak putih terlihat bebas, batang kemaluanku tambah tegang saja melihat pemandangan yang begitu indahnya, kulit Naning memang sangat mulus tanpa cacat sama sekali. Aku mulai menaburkan bedak di atas punggung Naning sampai di atas pantat Naning yang masih tertutup oleh CD, setelah menaburkan bedak aku mulai meratakan dengan kedua tanganku ini.

    Ah.. aku juga bisa menikmati tubuh Naning yang belakang dengan meraba-raba dan mengelus-elus dengan lembut, aku sengaja tidak membuka kaitan BH-nya ya.. biar dia yang minta saja dibukakan. Sambil menyenggol-nyenggol kaitan BH Naning agar Naning merasa aku kehalangan dengan kaitan BH-nya itu dan..

    “Mas, kaitan BH-nya dicopot saja biar bisa meratakan bedak dengan leluasa,” kata Naning yang masih menutupkan matanya, mungkin agar bisa menikmati rabaan dan elusan tanganku ini.

    Setelah kaitan BH aku buka dan BHnya masih tidak terlepas dari kedua tangan Naning (hanya kaitan BH yang lepas) terlihat olehku tonjolan susu Naning dari pinggir badannya yang mulus itu. Aku pelan-pelan melanjutkan meratan bedak lagi dan sedikit-sedikit turun ke samping badan Naning yang dekat dengan tonjolan susu Naning itu, dengan pelan-pelan aku meraba-raba dengan alasan meratakan bedak. Oh.. kental dan empuk, man! Saat itu juga Naning menarik nafas panjang dan

    “Sesstsst eh..” sambil menggigit bibir bawahnya.

    Aku tahu kalau ia sudah terangsang dan aku teruskan untuk meraba dan meremas sedikit tonjolan susu Naning yang ada di samping badannya itu walaupun puting susunya belum kelihatan, nafas dan erangan lembut masih terdengar walaupun Naning berusaha menyembunyikannya dariku. Aku tidak mau cepat-cepat. Aku melanjutkan meratakan di pinggang Naning, saat aku mengelus-elus di bagian kedua pinggangnya dia mengerang agak keras,

    “Ssts seestt.. ah.. geli Mas jangan di situ ah.. geli yang lain saja,” kata Naning sambil menutup mata dan menggigit bibir bawahnya yang seksi itu.

    Aku mulai menaburkan bedak ke kedua kaki Naning sampai telapak kakinya juga aku beri bedak, selangkangan Naning masih tertutup rapat otomatis aku tidak bisa melihat ke bagian tonjolan vagina yang masih tertutup oleh CD itu. Aku harus bisa bagaimana cara untuk membuka selangkangan ini biar tidak kelihatan, aku sengaja ingin mencicipi vagina Naning, akalku terus berputar. cerita panas.

    Aku mulai meratakan dari pangkal paha Naning, aku mengelus-elus dari atas dan ke bawah berulang kali sambil sedikit-sedikit berusaha melebarkan selangkangan Naning yang masih rapat itu dan lama-lama berhasil juga aku melebarkan selangkangan Naning dan terlihatlah CD Naning yang sudah basah di bagian vaginanya dan Naning sudah mulai terangsang berat, terlihat dari erangan yang makin lama makin keras saja. cerita panas.

    Aku mulai mengelus-elus di bagian paha atas yang dekat dengan pantat Naning masih terbungkus rapi CD-nya. Pelan-pelan aku menyentuhkan ibu jariku di bagian yang basah di CD Naning sambil pura-pura meratakan bedak di bagian dekat pangkal paha. Tersentuh olehku bagian basah CD Naning dan..

    “Ah.. sstt stt.. ah.. eh.. sestt..” Naning makin menggigit bibir bawah dan mengangkat pantatnya sedikit ke atas tapi dia diam saja tidak melarangku untuk melakukan itu semua.

    Aku mulai memberanikan diri dan sekarang aku tidak segan-segan dengan sengaja memegang CD yang basah itu dengan ibu jariku. Aku terus memutar-mutarkan ibu jariku di permukaan vagina Naning yang masih tertutup oleh CD-nya itu, aku tekan dan putar dan gesek-gesek dan makin lama makin cepat gesekan dan tekanan ibu jariku ini.

    “Ah.. oh ye.. sstt ah.. terus.. jang.. an berhenti Sep.. oh.. ye..” Naning mulai terangsang berat dan tidak segan-segan mengeluarkan erangan yang keras.
    “Ya.. tekan yang keras.. Sep.. oh.. ye.. buka.. CD-nya Sep.. please..” permintaan Naning yang masih menutup matanya, sengaja aku tidak mau membuka CD-nya biar dia tersiksa dengan rabaan dan elusan nikmat ibu jari di permukaan vaginanya yang masih tertutup oleh CD-nya itu.
    “Ah.. Sep.. aku.. oh..” Naning menggeliat dan pantatnya naik-turun tidak beraturan ke kanan dan ke kiri dan aku mengerti kalau ini tanda ia mau orgasme pertama kalinya dan sengaja aku berhenti dan..
    “Mbak Naning sekarang berbalik deh..” aku memotong orgasmenya dan dia berhenti menggeliat dan orgasmenya tertunda dengan perkataanku tadi dan sekarang dia berbalik, terlihat wajahnya mencerminkan kekecewaan yang sangat dalam atas tertundanya kenikmatan orgasme yang pertama kali untuk dia.

    Setelah badan Naning dibalikkan terlihat susu Naning yang putih itu walaupun masih tertutup secara tidak sempurna oleh BH yang kaitannya sudah terlepas. Belahan susu Naning terlihat sebagian permukaan susu terlihat tapi putingnya masih tersembunyi di BH. Dan CD yang sudah amat basah dan selangkangan Naning sudah dilebarkannya sendiri sehingga bisa melihat CD yang amat basah itu. cerita panas.

    Aku mulai menaburkan bedak di atas tubuh Naning tapi sedikit sekali. Aku mulai meraba di bagian leher Naning dengan masih menggigit bibir bawahnya dan mata tertutup rapat dan perlahan-lahan turun di dekat bongkahan dada yang aduhai itu dengan sedikit menyenggol-nyenggol BH-nya dan ternyata dia mengerti maksudku dan..

    “Sep, lepas saja semua apa yang ada di tubuhku please, cepet Sep!” kata Naning yang masih menutup mata yang tidak sabaran untuk bercinta denganku karena sudah terangsang berat sekali, apalagi tertundanya orgasme pertamanya.

    Lalu aku pelan-pelan masukkan jari-jariku ke BH Naning, dia semakin mengerang keenakan,

    “Ssstss ah.. ye.. teruss..” kepal Naning ke kanan dan ke kiri apalagi ketika aku memegang puting susunya dan aku segera membuka BH Naning yang dari tadi tidak tahan rasanya aku mau lihat susu mulus Naning.

    Tuing.. tuing.. susu Naning kelihatan jelas di depan wajahku, pelan-pelan aku mulai meraba sekeliling permukaan dada Naning. cerita panas.

    “Ah.. ya.. Sep.. tengahnya Sep.. Sep.. ya.. oh.. te.. rus..” Naning memohon sambil menggigit bibir bawah Naning, aku langsung menjilat ujung puting Naning dengan ujung lidahku dengan sangat pelan-pelan sekali.
    “Ah.. scrut..” aku mencoba rasa puting Naning, aku putar-putar ujung lidahku di atas puting Naning dan di belahan susunya, dia menggeliat sambil mengangkat menurunkan dadanya sehingga menempel penuh di wajahku.

    Kuremas dan tekan susu Naning dengan kedua tanganku, lalu aku pelan-pelan turun ke pusar dengan tetap ujung lidahku bermain di atas perut Naning.

    “Ah.. sstt ah.. oh.. ye.. terus Sep.. ke bawah i.. ya..” aku rasa Naning sudah tidak sabar lagi, tangan Naning mulai memegang batang kemaluanku yang masih di dalam celana, dia meremas-remas dan mengelus-elus.

    Tangan kananku meraba CD Naning dan aku berusaha membuka CD-nya dan Naning membantuku dengan mengangkat pantatnya dan wow.. wow.. vaginanya basah sekali akibat rangsanganku tadi. Vagina Naning dengan bibir yang tipis dan di pinggir vagina tidak ada rambut tapi di atas vaginanya tumbuh rambut yang tipis rapi dengan bentuk segitiga yang pernah kulihat di BF. Aku langsung memainkan klitoris vagina Naning dengan ibu jariku.

    “Ah.. oh.. ya.. sstt terus.. cepat dong.. oh.. ya..” sambil mengangkat pantat dan menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri.

    Aku mulai memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang vaginanya, dan aku terus mengocok lubang itu dengan pelan-pelan dan lama kelamaan kocokanku percepat dan tangan satunya memperlebar bibir vagina Naning dan lidahku memainkan k;itorisnya. cerita panas.

    “Ah.. ya.. ye.. terus.. jangan.. ber.. henti.. da.. lam..” katanya sambil patah-patah, dan 3 menit kemudian gerakannya semakin liar mengangkat pantat dan meremas keras-keras batang kemaluanku, aku mempercepat kocokan jariku di vaginanya.
    “Ah.. Sep.. aku.. tidak ta.. han.. ce.. petin.. ah.. sstt.. a.. ku kelu..” dia mengejang, beberaoa detik lamanya dan..
    “Cur.. cur..” keluarlah cairan kental putih kenikmatan dari vagina Naning dan dia lemas di ranjang akibat orgasme yang hebat.

    Aku lalu menarik jariku dari dalam lubang vagina Naning dan menempel cairan kental itu, aku lalu berdiri di samping ranjang dan melepas seluruh pakaianku kecuali CD-ku. Sambil berdiri di samping ranjang Naning, aku melihat batang kemaluanku sudah berdiri dan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok batang kemaluanku dari luar CD agar tetap dalam keadaan ready. Lalu aku duduk di samping Naning yang masih tergeletak lemas dengan meremas-remas susunya dan melintir-lintir putingnya agar dia terangsang lagi dan tangan satunya mengocok-ngocok pelan batang kemaluanku. cerita panas.

    “Mbak Naning hebat deh..” sambil membisikkan dekat di telinganya.
    “Ah.. nggak.. kocokan kamu yang membuat aku terbang,” Naning terbangun dari kelemasannya.
    “Itu masih tanganku, gimana kalau batang kemaluanku yang mengaduk-aduk vagina Mbak?” sautku sambil tetap melintir-lintir puting susu Naning.
    “Sstt ah.. boleh.. cepet ya.. aku tidak tahan nih.. ah.. ye,” kata Naning sambil menahan rangsangan pelintiran puting dari tanganku.

    Lalu aku melebarkan selakanganku di depan Naning dan pelan-pelan Naning mengelus-elus dan mengocok dari luar CD dan dia tidak sabaran langsung dicopot CD-ku dan tuing.. tuing.. batang kemaluanku “ngeper” dan berdiri tegak di depan muka Naning.

    “Wow.. batang kemaluan kamu besar sekali.. kamu rawat ya..” kata Naning sambil mengocok pelan-pelan batang kemaluanku.
    “Iya.. Mbak biar tetap ready untuk Mbak Naning,” kataku sambil tetap melintir puting susu Naning yang menggelantung karena dia dalam posisi nungging.

    Naning langsung memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya, dia kulum batang kemaluanku dan jilati sampai rata,

    “Ah.. ya.. sstt ah..” erangku sambil meremas-remas susu Naning, tidak hanya batang kemaluanku yang ditelan oleh Naning, kedua “telur”-ku pun dilahapnya,
    “Plok.. plok..” bunyi sedotan mulut Naning di kedua “telur”-ku dan dilepas dan mulai mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan mulutnya lagi.

    Jilatan, gigitan dan sedotan mulut Naning memang membuatku terbang,

    “Ah.. kamu memang hebat, ah.. ses.. ah.. ye..” pujiku ke Naning yang terus mengocok batang kemaluanku dengan mulut binalnya itu.

    5 menit bermain dengan mulut Naning, batang kemaluanku sudah tidak sabaran menerobos masuk vagina Naning yang merah merekah itu. Lalu aku berbaring terlentang di ranjang Naning dan Naning duduk di atas badanku, ternyata Naning mengerti apa mauku, dia langsung memegang batang kemaluanku dan didekatkan ke vaginanya.

    Naning tidak langsung memasukan batang kemaluanku ke vaginanya tapi digesek-gesekkan dahulu di permukaan vaginanya dan selanjutnya.. cerita panas.

    “Bless.. sleep!” masuklah batang kemaluanku ke vagina Naning yang sudah penuh dengan lendir kenikmatan Naning.

    Naning mulai menaikkan pinggul dan menurunkannya kembali dengan pelan-pelan,

    “Aah.. batang kemaluanmu mantep.. Sep.. ah.. ye.. dorong.. Sep yang dalam.. ya!” erang Naning sambil berpegangan dengan dadaku.
    “Oph.. ya.. vagina kamu top.. Ning.. goyang.. te.. rus.. oh.. ye..” kata-kataku patah-patah karena kenikmatan tiada tara dari dinding vagina Naning yang meremas-remas batang kemaluanku, dan sambil meremas-remas susu Naning yang “ngeper” naik turun akibat goyangannya. cerita panas.

    Lama kelamaan goyangan Naning semakin cepat dan binal,

    “Ah.. ye.. kon.. tol.. kamu.. do.. rong.. Sep.. sstt ah.. ye.. oh.. ye..” erang Naning yang sudah tidak karuan goyangannya.

    Lalu aku pun mengimbangi goyangan Naning, aku pegang pinggulnya dan aku mengocok dengan cepat vagina Naning dengan batang kemaluanku dari bawah.

    “Plek.. plek.. plek.. plek..” suara benturan pantat mulus Naning dengan permukaan pinggulku.
    “Oh.. ya.. goyangan.. hebat..” kataku sambil mempercepat kocokan batang kemaluanku di vagina Naning dan sepuluh menit kemudian tubuh Naning menggeliat dan mulai menegang, Naning sedang dalam ambang orgasme yang kedua.
    “Ah.. Sep.. aku.. ti.. tidak.. tah.. aku.. sstt ah.. ya.. ke.. luar.. ah..” kata Naning sambil menempelkan badannya ke badanku dan dia semakin mempercepat gerakan pinggulnya untukmengocok batang kemaluanku dan aku membantunya dengan mengangkat sedikit pantatnya dan mengocok dengan kecepatan penuh.
    “Ah.. aku.. tidak kuat.. lagi Sep.. aku mau.. ke.. luar.. ah.. sesstt.. ah..” dan akhirnya,
    “Ser.. ser..” terasa semprotan cairan hangat di ujung batang kemaluanku yang masih di dalam vagina Naning, tubuh Naning lemas dan aku belum orgasme dan aku ingin menuntaskannya.
    “Mbak aku belum keluar, tuh batang kemaluannya masih berdiri, bantuin ya.. keluarin spermanya!” aku bisikkan di telinga Naning yang masih lemas itu.
    “Kamu memang kuat sekali Sep.. masak kamu belum keluar juga,” kata Naning bangkit dari lemasnya sambil mengocok pelan-pelan batang kemaluanku yang masih tegang dari tadi.
    “Ya.. sedikit lagi nih.. nanggung kalau dibiarkan, entar bisa pusing,” sambil meremas-remas susu Naning.
    “Ya.. udah gimana lagi nih.. vaginaku masih kuat kok menahan kocokan batang kemaluanmu yang nakal itu,” sambil melepaskan kocokan tangannya di batang kemaluanku aku menyuruh Naning untuk nungging

    dan terlihatlah dengan jelas lubang dan vagina Naning yang amat basah dan merahitu. Aku mulai mencium pantat Naning yang semok itu, aku raba-raba di sekitar lubang anusnya dan aku jilati lubang anus Naning, ternyata dia mengerang keasyikan dan tanganku menggesek-gesek vagina Naning dan memasukan jari ke vaginanya.

    “Aah.. stt sstt ya.. Sep.. dimasukkan saja.. a.. aku tidak.. sabar.. manna kontolmu.. ma.. sukin cepat!” Naning tidak sabar sekali dengan kocokan batang kemaluanku.

    Aku mengarahkan batang kemaluanku ke vagina Naning dan aku memperlebar selangkangan Naning agar lebih leluasa untuk kocokan batang kemaluanku dan sedikit tekanan,

    “Bleess.. slleep..” batang kemaluanku langsung masuk ke lubang kenikmatan Naning dengan diiringi dengan erangan Naning menerima batang kemaluanku masuk.
    “Ah.. ye.. goyang.. Sep.. sstt..” Aku langsung mengocok vagina Naning dengan tempo yang sedang.
    “Auggh.. hem.. ye.. te.. rus.. cepat.. ah.. hm..” Naning pun ikut menggoyangkan pantatnya maju-mundur untuk mengimbangi kocokan batang kemaluanku, lalu aku tidak sabaran dan mempercepat kocokan batang kemaluanku.
    “Ya.. ya.. ya.. te.. rus.. ah.. ya.. da.. lam.. Sep.. aku.. ke.. luar..” Naning menggeliat tanda dia mau orgasme yang ketiga kalinya.
    “Ta.. han.. Ning.. aku juga.. mau.. ye.. ah.. ke.. luar..” aku makin mempercepat dengan memegang pinggul Naning.

    Beberapa menit, aku terasa mencapai puncak, terasa spermaku kumpul di ujung batang kemaluan dan mau aku semprotkan. cerita panas.

    “Ya.. kit.. a.. ba.. reng.. ya.. aku.. ke.. luar.. ya..” aku tidak kuat lagi menahan desakan sperma yang sudah penuh dan..
    “Sa.. tu.. Du.. a.. Ti.. g.. crot.. crott ser.. ser..”aku menyemprotkan spermaku di dalam vagina Naning sampai lima semprotan dan Naning jatuh lemas tidak berdaya di atas ranjangnya, aku sedikit mengocok batang kemaluanku dan masih keluar sperma sisa di dalamnya.
    “Makasih ya.. Mbak Naning, vagina kamu cengkramannya bagus kok,” bisikku di telingnya.
    “Ah.. kamu bisa saja.. batang kemaluan kamu juga kocokannya hebat.. kapan-kapan aku mau lagi,” saut Naning sambil meraba-raba dadaku.

    Dan kami tidur bareng saat itu dengan tubuh yang telanjang tanpa apa-apa. Sampai beberapa jam kemudian aku terbangun dari tidurku, dan aku bangun dari tidurku dan melihat Mbak Naning tidak ada di sampingku dan aku keluar dari kamar Naning sambil membawa pakaianku dan aku masih telanjang. Ternyata Naning mandi dan aku sengaja menunggunya di ruang depan sambil mengocok-ngocok batang kemaluanku agar tegang lagi. Dan beberapa menit Naning keluar dan mendekatiku,

    “Lho.. kok tidak dipake bajunya, tuh.. batang kemaluan kamu berdiri lagi,” dan Naning duduk di sebelahku dengan pakai belitan handuk saja.
    “Ya.. Mbak aku mau pulang udah siang nih.. tapi Mbak..” kataku.
    “Apa lagi he..” sambil mengelus-elus pipiku.
    “Keluarin lagi dong, tidak usah dimasukin ya.. oral deh..” rayuku.
    “Ya.. udah.. kamu tenang saja ya..”

    Naning langsung jongkok di selakanganku dan melepas handuknya dan dia sekarang bugil. Langsung dia kulum dan jilati dengan buas sekali, hampir aku tidak tahan menerima perlakuan sepeti ini tapi aku berusaha menahan kocokan mulut binal Naning, dan sampailah beberapa menit aku tidak tahan lagi atas perlakuan Naning dan.. cerita panas.

    “Croot.. croot..” semburan spermaku ke wajah, susu dan rambut Naning.
    “Ah.. ya.. terima kasih ya.. Mbak..” lalu aku memakai bajuku dan..
    “Ya.. kembali, kalau ada waktu datang ya..” kata Naning sambil membersihkan semprotan spermaku di tubuhnya dengan handuk mandinya.

    Lalu aku pamitan untuk pulang. Dan hubungan kami tetap baik, hampir tiap hari aku beli nasi kuning Mbak Naning, kalau memang di rumah sepi aku dan Mbak Naning nge-sex terus, tapi kalau ada orangtuanya mungkin hanya batang kemaluanku di kocok sama tangannya saja. Ya.. gerak cepat tapi puas. Tapi sudah beberapa bulan ini Mbak Naning tidak jualan lagi sehingga nge-sex sama Mbak Naning jadi terganggu.

    Aku harap ada Mbak mbak yang lain yang lebih binal.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Pelampiasan Nafsuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Sex Pelampiasan Nafsuku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1472 views

     

    Perawanku – namaku Vina aku seorang penyanyi cafe yang cukup di kenal. Dan kini aku sudah menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki keluarga juga, umur kamipun terpaut jauh tapi karena aku melihatnya sebagai pria tajir akupun mau menikah dengannya. Dan aku biasa memanggilnya papi Irman, dia begitu memanjakan aku setelah kami menikah meski hanya di bawah tangan.

    Hari-hari yang kami lalui juga penuh dengan adegan cerita sex, aku harus memuaskan nafsu papi Irman hampir setiap hari dia minta di layani. Dan mau tidak mau akupun harus siap melayani permintaannya, dia membelikan aku sebuah rumah lengkap dengan perabotnya. Sungguh hidupku bergelimpang materi karena menikah dengannya, sedangkan aku yang berasal dari keluarga kurang mampu.

     

    Akhirnya begitu menikmati semua yang telah diberikan oleh papi Irman padaku, aku berasal dari kota ini namun aku hidup di lingkungan padat. Dengan memasuki gang-gang sempit setiap harinya. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, kakakku sulungku seorang wanita yang kini sudah menikah dan hidup di kota lain sedangkan adikku seorang cowok yang masih duduk di bangku SMU.

    Sedangkan aku sudah berusia 23 tahun setelah lulus dari SMU aku terus bernyanyi dari cafe ke cafe. Hingga akhirnya aku menikah dengan papi Irman, pria dewasa yang kini sudah berusia 55 tahun. Aku pikir aku akan bahagia dengan banyaknya materi yang dia berikan padaku, tapi ketika aku mengenal sosok mas Bayu seorang pengusaha yang aku kenal di tempat Gym, pikiranku beralih padanya.

    Mas Bayu adalah pria yang masih berusia 27 tahun dengan bentuk tubuh yang atletis di tambah wajahnya yang begitu handsome membuat aku tertarik padanya. Dan akupun sering mencuri perhatiaannya tiap kali berada di tempat fitness yang sama, hingga akhirnya kamipun saling mengenal dan aku tahu kalau mas Bayu juga tertarik padaku, terbukti diapun selalu tersenyum padaku.

    Setiap pulang dari tempat fitness kami selalu pulang bareng, dengan mobilku aku mengantar mas Bayu ke rumahnya. Ternyata dia tinggal sendirian, dan dengan jujur dia bilang kalau itu bukan rumahnya melainkan rumah kontrakannya. Ternyata orangnya begitu supel karena itu aku menjadi lebih nyaman lagi jika bersamanya bahkan aku tidak malu menyatakan kalau aku suka padanya.

    Awalnya mas Bayu tidak menggubris kata-kataku, apalagi dia tahu kalau aku sudah memeiliki suami. Tapi akhirnya aku merasa harus menjebaknya juga, mungkin aku benar-benar menyukainya karena itu dengan segala cara aku ingin memiliki mas Bayu. Meskipun hanya sekedar pelampiasan nafsuku seperti dalam adegan cerita sex, karena bagaimanapun juga papi Irman sudah tidak kuat lagi.

    Malam ini aku pergi ke rumah mas Bayu tanpa sepengetahuannya, aku membawakan dia sebuah makanan yang baru saja aku beli dari salah satu restauran tempat biasa kami makan. Begitu aku keluar dari dalam mobil dan memencet bel, aku terkejut ternyata yang membukakan pintu bukan mas Bayu melainkan seorang wanita muda. Aku pura-pura tersenyum di depannya.

    Tapi dengan cepat aku langsung berpaling sambil memberikan makanan yang ada di tanganku “Ooh.. maaf.. ini..tolong kasihkan ke mas Bayu..” Akupun segera beranjak dari sana tapi begitu sampai di dalam mobil aku lihat mas Bayu setengah berlari menghampiriku “Vin.. tunggu.. ayomasuk dulu…” Tapi aku tersenyum dan berkata “Biar saya pergi saja mas.. cuma mampir..” Kataku.

    Aku tidak menduga kalau mas Bayu akan membuka pintu mobil dan menarikku. Di depan cewek tadi dia bilang “Dik kenalkan ini teman kakak..Vin..kenalkan ini adikku satu-satunya yang baru saja mau balik pulang.. tadi ngantar makanan dari mamaku..” Kata mas Bayu panjang lebar di depanku dan membuat aku malu saja di depan adik perempuannya itu.

    Setelah itu dia pergi dengan mengendarai motor yang di parkir dalam garasi mas Bayu. Kemudian kami berdua masuk ke dalam, baru saja di ruang tamu aku sudah memeluk tubuhnya dari belakang “Maaf.. mas.. tadi aku kira..” Mas Bayu membalikan tubuhnya dan dengan cepat dia mencium bibirku, akupun langsung membalasnya dengan penuh kehangatan.

    Tidak perlu lama bagi kami untuk melanjutkan adegan layaknya dalam cerita sex ini. Aku lumat bibir mas Bayu diapun mulai menggerayangi tubuhku dengan sentuhan lembut tangannya “OOouuggghh… maaas… aaaagggggghh… eeeeeuuummmppphhh… aaaagggghh… eeeeuuuummmpphhh… aaaaagggghhh… aaaagggghh.. ” Desahku karena begitu menikmati sentuhan mas Bayu.

    Sampai akhirnya kamipun sama-sama telanjang bulat, di ruang tamu tersebut. Dan dengan posisi menungging aku menyuruh mas Bayu memasukan kontolnya kedalam lubang memekku, aku yakin diapun pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita sex. Karena dengan penuh kelembutan mas Bayu memasukkan kontolnya dan langsung menancap pada memekku yang terasa penuh aku rasa.

    Kini perlahan mas Bayu bergerak di belakangku dan akupun mendesah di buatnya “OOouuugggggghhh…. aaaaagggghhh… ooouugggghh… aaaaaagggggggghhh….. ooouuugggghh…”Rasa nikmat mengalir pada setiap tubuhku dan akupun berklai-kali menggelinjang menahan rasa nikmat di goyang dari belakang. Dan tidak lama kemudian aku terlentang di atas sofanya.

    Mas Bayu tersenyum dengan tatapan penuh nafsu, dia kembali menancapkan kontolnya pada memekku “OOouugghh… aaaagggghh.. yyyaaaaaaaccccchhhhhh… aaaagggghhh.. aaaaggghh…. aaaggggghh…. “Mas Bayu mengerang bahkan lebih keras dari desahanku, tubuhnya sudah mulai berkeringat bahkan dia memajamkan matanya ketika menekan lama kontolnya dalam memekku.

    Aku tahu dia akan segera mencapai puncak kenikmatan karena itu akupun ikut bergerak di bawahnya. Dan benar saja tidak berapa lama kemudian “Aaaagggghh… aaaaaggghh… aaaggggghhhh… aaaaaaggggghhh.. aaaaggghhh..” MUncrat semuanya dalam memekku dan aku merasakan hangat dalam memekku, bibr mas Bayu langsung menangkap bibirku kembali untuk dia lumat dalam mulutnya.Sungguh permainan adegan cerita sex yang sangat memuaskan aku, belum pernah aku menikmati hal ini bersama dengan suamiku. Tubuh mas Bayu terkulai lemas tapi masih berada di atas tubuhku, dan aku dekap dengan mesranya bahkan ketika dia berbisik “I love you…” Aku merasa seakan aku sedang bermimpi saat ini, aku peluk tubuhnya seolah tidak rela untuk aku lepaskan.

  • Cerita Sex Jadi Bahan Praktek Memijit Teman Kuliah Yang Punya Dada Montok

    Cerita Sex Jadi Bahan Praktek Memijit Teman Kuliah Yang Punya Dada Montok


    1939 views

    Perawanku – Cerita Sex Jadi Bahan Praktek Memijit Teman Kuliah Yang Punya Dada Montok, Perkenalkan nama aku hendra umurku 20 tahun kuliah di kota M jurusan olahraga, badanku tidak terlalu atletis tapi cukup lah heheheheheh. Aku punya teman namanya lusi kuliah di jurusan perawat badannya putih, ukuran dada aku taksir 34b bokongnya bahenol deh.

    Singkat serita aku langsung tancap gas mengendarai sepeda motorku sambil memikirkan lusi. 30 menit ku pacu sepedaku hingga sampai di depan rumah lusi. Ku turun dari sepedaku sampai depan pintu, lalu ku sapa “ assalamualaikum….. sahut aku…. Terdengar suara lusi “ waalaikum salam… masuk dra,

    Saat itu aku di buat ngiler dengan pakaian lusi, pakai jilbab hitam kaos putih dan rok lebar panjang, sepintah roknya tembus gara gara kena sinar matahari…. “heh dra masuk bengong mulu.. sahut lusi. Oh iya hehehehehe aku duduk di sofa sambil buka jaketku. “ mau minum apa dra”.. sahut lusi.

    Ah kagak usah repot repot lus teh dingin aja,… lusi berjalan ke dapur kliatan bokongnya yang aduhai…. Ngiler dah gan aku dibuatnya. Tak berapa lama lusi membawa dua gelas teh dan duduk di sofa depanku,.. “oiya lus tadi mau minta tolong apa sich……

    “Ini dra aku besok di kampus dapat tugas praktek memijat..”
    “Trus apa hubungannya dengan aku…… “
    “Emm anu dra….. tapi kamu jangan marah ya….” Sahut lusi
    “Iya iya apaan sich bikin penasaran aja……..
    “Kamu mau kagak jadi bahan praktek ku……
    “Maksud kamu? q mau kamu pijit… ahh asik kebetulan aku lagi pegel gegel nich… sambil senyam senyum aku berkata

    “Huuh dra…. Gimana mau kan… gratis nich kagak usah bayar…. Sambil memasang wajah serius lusi berkata.
    “ok dah…. Aku harus bagaimana…….?
    “ Sini ikut aku…..

    Aku mengikuti lusi menuju sebuah kamar yang ternyata itu kamarnya… sesampai dikamar lusi aku langsung disuruh berbaring di kasur..

    “ eh lus malu nanti dilihat orang tuamu…”
    “ortuku lagi keluar dra… dirumah kagak ada siap siapa…… alu langsung berbaring muncul lah ide isengku “klu berpakaian lengkap gini ya apa terasa lus…. Aku copot baju ya…

    “Ah jangan dra aku malu, berpakaian gitu aja…
    “Ya klu kgk mau ya udah…… sejenak lusi terdiam seperti memikirkan sesuatu, gadis berjilbab berduaan sama cowo di dalam kamar berduaan dia kelihatan bimbang. Lalu aku bilang “ Udah jangan begong aku pinjam sarung nyokap lo klu ada…. Mau nggak klu kagak aku pulang nich ……

    “Iya dech dra tapi kamu nanti jangan macam macam ya… sahutnya dengan rona penuh tanda tanya, bergegas lusi keluar dari kamarnya untuk mengambilkan sarung. “Ni dra sarungnya….
    “Nah gitu donk, gih keluar dulu aku ganti dulu. Yes ideku mulai lancer ni segera ku lepas kaosku clanaku dan Cd ku, kini ku hanya memakai sarung. Ku tengkuram dan memanggil lusi.. lusi berjalan mendekatiku melihat baju dan celanaku ku lepas lusi kaget,.

    “ Dra ngapain kamu copot clana kamu… sahutnya dengan wajah cemberut…
    “ Ah kgk papa toh aku pakai sarung biara terasa klu dipijit… Pikirku tunggu aja nanti aku kerjain kamu lus, kagak tau dia klu aku hanya memakai sarung heheheheeh. Dia bergegas mengambil buku catatannya sambil memijit pundakku, ah enaknya heheheheh.

    “Lus pakek body lotion biar enak…
    “ah kamu itu aneh aneh aja permintaanya dra…. Sambil berjalan dia mengambil lotion dan mengoleskan ke pundakku.. terasa berdesir darahku pikiran pikiran kotor terus membayangiku sontak penisku perlahan perlahan berdiri.

    Kini lusi memijit kakiku kanan dan dikir ketika dia memijit pahaku aku bilang “ Lus jangan pijit dari luar sarung lah dari dalam lah biar terasa pijitanya. “ Diem ah crewet amat…. Malu tau. “Lo aku Cuma ngasih tau lus pijitan yang benar begitu (bergaya sok tau) napa mesti malu kan tertutup sarung.. lusi akirnya memijit pahaku lalu turun kekaki begitu seterusnya.

    Pijitanya sungguh membuat aku horni, kini dia memijat tanganku tangan kiri dan tangan kanan 15 menit sudah dia memijit bagian blakangku… kini dia menyuruhku berbalik untuk dipijit bagian depan ku. Sontak aku merasa gembira sekali ingin rasanya cepat cepat ngliatin penisku. Sayang saat dia memijit dadaku posisi tubuhnya berada di sebelahku jadi kagak liat penisku yang sudah nongol dari dalam sarung.

    Aku ngelinjangan saat dia memijit bagian depanku, “ Ngapain sih begitu kayak ular kepanasan sahut lusi…. “Geli lus kagak tahan ma gelinya aku. Sehabis dada dia mijit tanganku, 10 menit kemudian dia hendak turun memijit kakiku dia kaget…. “ih dra ngapain itu nongol…. Sambil memalingkan wajahnya” ah kagak papa lus… kan kagak kelihatan dah lanjutin mijitnya. Akirnya lusi memijit kaki ku sambil matanya sering berpaling malu melihat penisku yang berdiri tegak.

    Ke isenganku mulai aku keluarkan ikatan sarungku aku lepas.. kadang kadang aku berpura pura mengaruk penisku… sedikit demi sedikit sarungku aku turunkan…. Kini kepala penisku kliatan deh.. sontak lusi kaget. “ Ah apa apaan dra sambil menarik sarungku ke atas.. lusi melanjutin memijatnya keisengaku aku lanjutkan berkali kali lusi pun berkali kali menyemprotku heheheh sampai akirnya praktek memijitpun selesai.

    Aku bilang ke lusi “ Lus bantuin aku donk… sambil aku keluarkan penisku dari dalam sarung dan memegangnya… sontak lusi memejamkan kepalanya sampil bilang “ Dra kurang ajar banget sich kamu… tutup dra. Aku ber pura pura marah, “Aku udah bantu kamu untuk jadi bahan praktekmu…. Kini giliran aku minta bantuan kamu tolak, teman macam apa kamu lus, orang Cuma ngocok ampek keluar aja kamu kagak mau.. toh kamu kagak kehilangan apa apa” sahutku.

    Terlihat lusi terdiam, melihat dia diam perlahan lahan tanganku memengang tangan lusi kuarahkan ke penisku.. saat dia menyetuh penisku ditarik kembali tanganya, ku raih kembali dan kutempelkan lagi saat mau ditarik lagi aku tekan tanganya sambil bilang,” Ayo lus bantu aku, janji aku kagak minta apa apa. Akirnya lusi pun mau memegang penisku, ku tuntun dia untuk mengocok penisku sambil matanya terpejam… 10 menit sudah berlalu lusi berkata padaku..

    “ Udah kluar belum dra…..
    “belum lus,…. Rangsanganya kurang nich…..
    “ Trus gimana dra, entar keburu ortuku dateng bisa brabe…”
    “ Ijinkan aku memegang dada kamu lus…..’

    “Ah gila ya kamu tadi janjinya Cuma ngocok doank,… sahut lusi dengan nada membentak.
    “Mau cepet selesai pa kagak lus,… sahutku, lusi hanya terdiam pelan pelan aku memegang dadanya… aduh mepuk sekali tangan lusi yang kanan mencoba menepis tanganku tapi tangan ku lebih kuwat memengang kedua susunya.

    Sambil tetep bilang “diam lus, mau cepet selesai pa kagak… 5 menit aku meremas susunya lusi yang montok itu. Aku tau dia mulai terangsang.. dadnya yang semula empuk jadi agak atos.. perlahan lahan aku bukak kancing bajunya satu persatu sampai terlepas semua kancingnya kini terlihat jelas susunya yang gede itu meskipun terbungkus BH.

    Cerita Sex Jadi Bahan Praktek Memijit Teman Kuliah Yang Punya Dada Montok

    Cerita Sex Jadi Bahan Praktek Memijit Teman Kuliah Yang Punya Dada Montok

    Aku menyuruh lusi membuka matanya dengan dalih biar nambah rangsanganku… saat dia membuka matanya dia kaget kancing bajunya terlepas buru buru dia mau mengancingkan kembali, langsung aku memakai jurusku kembali “Mau aku cepat keluar kagak lus… Akirnya dia pasrah…. Ku remas remas dadanya kuangkat BHnya kini terlihat jeas punting susu yang berwarna merah muda sedang menngacung. Ku pintir pintir putting susunya membuat lusi salting.

    Aku bergeser kekiri sedikit dan menyuruh lusi untuk duduk didekatku sambil tanganya tetap mengocok penisku. Kini susunya berada dekat dengan wajahku… aku langsung mengecup puntingnya.. lusi seketika kaget

    “Dra ngapain kamu jagna dra… nanti keterusan..
    “Tenang aja lus aku janji kagak keterusan nanti… nikmati aja sambil ku enyot punting susu sebelak kanan, tangan kiriku meremas susu kirinya. Tanganku mulai bergelirya di pahanya… lusi sempat menolak tapi dengan dalih biar cepet selesai dia diam saja dengan tetap melanjutkan mengocok penisku. Kini tangan kananku sudah berada di ujung pahanya… ku pengang vaginyanya dari luar astaga udahberlendir heheeheh…..

    “Dra yang itu jangan dra…
    “Ah biar sama sama impas lus, kan kamu udah pengang penisku… ni nambah rangsanganku lus… biar cepat selesai…. Sambil tanganku meraba raba vaginanya, kini tanganku mulai masuk ke vaginyanya lewat pinggiran CDnya… astaga rambunya tebel sekali… empuk lagi n lendirnya waw….

    Tanganku memainkan klitorisnya… tak kalah akal aku menyuruh lusi untuk melakukan posisi 69, dengan kini terlihat jelas Cd warna putih dengan vagina yang mengecap. Ku sampingkan Cdnya lalu kujilat…

    “Dra jangan dra plisss geli dra, nanti keblabasan. Tak kuhiraukan kata kata lusi kini lidahku kujulurkan menjilati vaginanya yang berwarna merah merekah 5 menit kemudian aku uruh lusi turun dari kasur, lalu aku duduk nan mengeret tangan lusi untuk mengocok dan menyuruh dia jongkok kini, ku pegang kepalanya kuarahkan ke penisku… lusi melawan… “ Mau apa dra kau…. Aku menyahut “ emut penisku lus,…..

    “Ogah jijik dra…..” aku tetep paksa dia saat bibirnya menempel di penisku dia kgk mau membuka mulutnya. Lalu aku pencet hidungnya oto matis dia membuka mulutnya, lalu ku sodorkan penisku…. Ahhhhh,… giginya lau aku tekan dan aku maju mundurkan.

    Alirnya lusi mau juga mengulumnya, aku tengok kebawah sungguh indah sekali dia mengulum penisku….. saying dadanya kehalangan jilbabnya,….. aku bukak jilbanya ku u urai rambutnya yang lurus dan panjang, ku remas remas susunya

    “Lus petting ya…….
    “Apaan itu dra… sambil wajahnya melihat aku

    “Udah nurut aja nanti kamu tau…. Aku suruh lusi duduk di kasur dan aku berdiri didepanya… aku rebahkan dia dan tekan penisku ke CDnya ku tekan tekan.. membuat lusi horrny… dan dia diam aku sampingkan cdnya ke kiri dengan tangan kiriku…. Sedangkan tangan kananku memengang penisku dan ku arahkan ke vaginanya…. Sontak lusi kaget..

    “Dra jangan dra nanti keblablasan…. Plisss stoop dra..
    “Kagak papa lus,.. Cuma ditekan tekan aja……. Lalu aku tarik Cdnya tangan lusi otomatis memengan Cdnya…. “biar cepet selesai lus.. Cuma di gesek gesek kin… dan aku berhasil mencopot Cdnya…. Kini jelas vaginaya yang merah merekah…. Ku tekan tekan penisku kelihatan ujung penisku masuk…

    “Dra itu masuk dra… plisss jangan dra”
    “Kagak kagak lus ini namanya petting lus…. Cuma di tekan tekan gini…. Saat ujung penisku menekan nekan vaginanya lusi mengejang… dan melenguh.. ahhhhhh uhhhh… Draaa… sambil tanganya meremas lenganku… aku tau dia orgasme….

    Tetap aku tekan tekan…. Semakin licin aja nich vagina… tekananku semakin ku perkuat kini sedikit pangkal kepala penisku sudah masuk… kakinya lusi dua duanya aku angkat ke atas aku sandarkan pada pundakku. Patatku maju mundur…. Ku lihat lusi memejamkan mata sambil mengigit jari sesekali dia bilang “ uddah draa nanti ke blablasan dengan nada terpatah patah…. Antara nikmat dan mempertahankan kesuciannya….

    Diam diam ku pegang pinggunnya lalu aku tarik ke belakang berbarengan aku dorong pantatku ke depan dan Blessss blesssssss ku melenguh ke palaku ke atas….. kulihat mata lusi terbelahak, menjerit.. akkkkkkkkkkkk sakit draaaaaa,…… ndraaaa teegaaaa kamu…… sambil menangis dan mencoba meronta tapi kedua kakinya yang bertumpu di pundakku aku pegang erat erat sambil menikmati denyutan denyutan vaginya…

    “Draaa,…. Itu masuk ndraa…. Tega kamu draaa. Tega…. Sambil menagis lusi nglantur terus ngomongnya…. Lalu aku maju mundurkan pantatku slepp sleeeppp.. aouhhhh nick mat luss… auhh aouhhhh….

    Lusi hanya pasrah ku genjot pelan-pelan menikmati vaginya yang sempit dan denyutan vaginyanya…..aouhh luss aakkkhhhkkk enak lus….. ku cabut penisku…. Ku benamkan lagi kucabut dan kubenamkan emmmm ahhhhhh emmm ahhhhh aku mendesis keenakkan. Lusi pun hanya pasyarh menerima genjotanku…. Ku percepat genjotanku cluppp cluppll slepp sleeppp akkk akkkhhh lusssss nak lusssssss…..ku iringkan kedua kakinya ke kanan, kaki ku kiri ku angkat ke kasir dank u genjot lusi sep slep ku percepat genjotanku….

    Sampai berbunyi ceplok ceplok ceplok….. akhkkk akhkkkk ahkkk spermaku udah di ujung tanduk ku percepat kaki lusi ku kakangkan lebar lebar dan… corottttttttttttttttttttt crooooooooooooorrrrrttttttttttt crrttttttooooooooooooootttttttt spermaku muncrat didinding vagina lusi…. Ku lemas dan merebahkan diriku di atas dadanya dengan penis masih menancap… lusi hanya bisa menangis…

    “Lus makasih ya…. Enak banget…… lalu aku cabut penisku.. sperma ku meleleh dengan di barengi darah segar….
    “Dra tega kamu dra…….
    “tenang sayang aku akan bertanggung jawab…..

    Sambil aku beraringan didekat lusi ku peluk dia,……. Sambil berkata Terima kasih lusi vaginamu enak baget…

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Panas Sepupuku Lisa Yang Kena Entot

    Cerita Panas Sepupuku Lisa Yang Kena Entot


    1765 views

    Perawanku – Ini adalah kisahku sebenarnya. Dalam cerita ini aku buat nama-nama tokoh kisah ini dengan nama yang berbeda, karena aku takut orang yang bersangkutan dengan cerita ini mengetahui, makanya aku buat demikian. Kisah ini adalah pengalamanku sebenarnya yang terjadi sekitar bulan januari 1982 dimana namaku (tokoh) dan tempat kejadiannya kurubah.

    Jika ada di antara pembaca merasa terbawa dalam kisahku ini aku mohon maaf kepada saudara/i. Sebelumnya aku perkenalkan diriku dulu. Namaku Sultan, wajahku lumayan lah. Kata teman-temanku, aku tampan. Itu kata mereka, kalau menurutku, aku biasa-biasa saja. Aku anak dari seorang pejabat. Papaku bekerja di suatu kantor pemerintahan, waktu itu ayah menjabat sebagai wakil walikota.

    Awal kisah ini terjadi sekitar awal Januari, dimana waktu itu aku sedang sendiri di rumah, sedang nonton TV tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara bel berbunyi.Kringg.. kring.. suara bel berbunyi itu membuat aku terkejut.Kemudian aku membuka pintu, aku melihat seorang gadis berdiri menggunakan baju kaos berwarna putih dan rok mini berwarna hijau sampai ke lutut, wajahnya cantik dan sedap dipandang mata.Aku bertanya, Cari siapa dik..?Dia balas dengan bertanya, Benarkah ini rumah paman Rizal..?Aku terkejut, karena nama yang dia sebutkan adalah nama papaku. Kemudian aku bertanya lagi.Adik ini siapa?Dia hanya tersenyum. Senyumannya manis sekali, lalu aku jawab, Benar, ini rumah paman Rizal, sambungku lagi.Dan sekali lagi dia tersenyum, manis sekali, membuat hatiku dag dig dug.Aku bertanya lagi, Adik ini siapa sih..?Sambil terseyum dia memperkenalkan dirinya, Namaku Lisa, kata-katanya terhenti, Aku datang kemari disuruh mama untuk menyampaikan sesuatu untuk paman Rizal.Oh iyah.. aku sampai lupa mempersilakan dia masuk ke rumah. Lalu kusuruh dia masuk.Silakan masuk, kataku.Aku persilakan dia masuk, Kan ngga enak bicara di depan pintu, apa lagi tamu.Setelah berbicara sebenter di depan pintu, dia masuk dan duduk di kursi ruang tamu. Setelah kupersilakan duduk, aku mulai bertanya lagi tentang dia, dan siapa dia bagaimana hubungannya dengan papaku.Kalau boleh tau, adik ini siapa yah..?Hihihi.. dia tertawa, aku jadi heran, tetapi dia malah tertawa.Kalau ngga salah, pasti abang ini bang.. Sultan yah? sambungnya.Aku terkejut, dari mana dia tahu namaku, lalu aku bertanya, Kog adik tau nama abang?Lalu dia tertawa lagi, Hihihi ..tau dong.Masa abang lupa sama aku? lanjutnya. Aku Lisa, bang. Aku anaknya tante Maria, celotehnya menjelaskan.Aku terkejut, ..ah.. jadi kamu anaknya tante Maria? tambahku.

    Aku jadi termangu. Aku baru ingat kalau tante Maria punya anak, namanya Lisa. Waktu itu aku masih SMP kelas 3 dan Lisa kelas 1 SMP. Kami dulu sering bermain di taman bersama. Waktu itu kami belum tahu tentang apa yang namanya cinta/sex dan kami tidak berjumpa lagi karena waktu itu aku pergi ke Australia sekitar 2 tahun. Sekembalinya dari Autralia aku tidak pernah ke rumahnya karena sibuk sekolah. Sudah kira-kira 3 tahun kami tidak berjumpa, sampai aku mahasiswa tingkat 2, aku tidak ingat namanya lagi, kini bertemu sudah besar dan cantik lagi.Lalu kubertanya kembali menghamburkan lamunanku sendiri, Bagaimana kabar mamamu? tanyaku.Baik jawabnya.Kamudian dia mengulangi maksud dan tujuannya. Katanya, papaku diminta mamanya untuk datang ke rumahnya untuk membicarakan sesuatu hal.Lalu aku balik bertanya dengan penasaran, Kira-kira yang akan dibicarakan apa sih..?Dia menjawab sambil tersenyum manis nan menggoda. Sambil tersenyum, aku memperhatikan dirinya penasaran.

    Tiba-tiba dia bicara, Ternyata abang ganteng deh, ternyata mama ngga salah bilang.Aku jadi salah tingkah dan wajahku memerah karena dipuji. Adik ini ada-ada saja pikirku. Kemudian aku sambut kata-katanya, Ternyata tante Maria punya anak cantik juga. dia hanya tersenyum saja.Paman Rizal kemana bang? dia bertanya membuka keheningan.Belum pulang kerja. jawabku.Hmmm gumamnya.Ya udah deh, titip pesen aja gitu tadi, ya bang! memastikan.Iya oke. jawabku pasti.Jangan lupa yah..! lebih memastikan.Iya.. aku tegaskan lagi.Oke deh.. kalau gitu Lisa pamit dulu yah.. ngga bisa lama-lama nih.. mama bilang jangan lama-lama. jelasnya. Pamit yah bang! tambahnya.Oke deh, mengiyakan. Hati-hati yah! sambungku seperti cowok-cowok lain pada cewek umumnya.Dia hanya tersenyum menjawabnya, Iya bang

    Nah, detik itu jugalah momen itu terjadi. Tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menarik tanganku dan mencium pipiku. Bercampur rasa bingung dan asyik di hatiku.Waduh buat apa itu tadi? tanyaku bodoh. Dia hanya tersenyum.Abang ganteng deh, jelasnya sambil melepaskan pegangan tangannya.Nah, itu dia, karena menurutku aji mumpung perlu diterapkan, aku menangkap tangannya dan balik mencium pipinya. Dia menjadi kaget dan aku hanya tersenyum saja, memasang wajah innocent yang jauh dari sempurna. Balas dendam pikirku. Karena kepalang keasyikan dan sudah timbul nafsu. Aku memberanikan diri lagi untuk mencium bibirnya mengusik kediamannya karena kaget pada ciuman pertamaku tadi.

    Mumpung rumah sepi kesempatan nih.. pikirku dalam hati.Aku memberanikan diri untuk lebih lagi dengan meraba tonjolan yang ada di dadanya yang terbungkus bra dari luar.Dia mendesah, ..ahh..hem..Tonjolannya agak lumayan kalau tidak salah taksir, kira-kira 32b besarnya. Karena sudah sangat bernafsu, dan ego kelelakianku meningkat, hasrat itu pun timbul. Aku belai tubuhnya perlahan dan terus menaik sampai ke lehernya. Kubuka baju yang dia pakai hingga terlepas. Dan aku terus meraba bongkongnya yang lumayan juga besarnya kalau tidak salah taksir dapurnya kira-kira 61.Seperti penyanyi saja, gumamku dalam hati.

    Karena keadaan kurang memungkinkan, kugendong dia ke kamarku sambil kami berciuman terus. Kurebahkan dia di kasur dan kutindih dia. Kubuka perlahan-lahan kaos yang dia pakai dan BH-nya aku buka hingga polos. Terpampang di depanku sebuah pemandangan yang indah, sebuah gunung dua yang sangat indah dengan pucuknya berwarna merah ranum. Aku dengan rakusnya meremas dan mengulum kanan dan kiri. Tanganku dengan aktif terus menjalar ke rok yang dia pakai. Perlahan-lahan aku turunkan hingga terbuka semuanya. Aku melihat kodam (kolor,dalam) warna putih dengan berenda bunga. Kubuka perlahan-lahan dengan sabar, hati-hati dan lembut. Tiba-tiba dia menepis tanganku.Jangan bang..! Jangan bang..! dia memohon, tetapi aku yang sudah dirasuki setan tidak ambil pikir.Kemudian kucium bibirnya dan kuremas kembali gunungnya. Dia terangsang. Kucoba mengulang kembali, kutarik kodamnya (kolor,dalam) perlahan-lahan. Dia tidak menepis tanganku, terus kubuka dan kuterpana melihat pemandangan yang begitu indah yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Aku melihat sebuah kemaluan yang masih gundul yang hanya dikelilingi dengan rambut yang masih belum lebat.

    Kusibak hutan yang masih agak gundul. Ada cairan bening yang keluar dari dalam hutannya. Dia sudah terangsang. Kubuka bajuku tergesa-gesa. Pakaianku hanya tinggal kodam (kolor dalam) saja tetapi Ucokku (kejantananku) sudah mau lompat saja, ingin mencari sasaran. Sudah tidak tahan ucokku sehingga aku langsung meraba hutannya. Kusibak (buka) hutannya dan aku menciumnya. Kemudian kujilat semacam daging yang keluar dari kemaluannya. Kujilat terus kelentitnya hingga dia meyilangkan kakinya ke leherku.Ahh.. ohh.. yaa.. desahnya.Kumasukan jari tanganku satu dan kukorek-korek dalam hutanya. Dia semakin merapatkan kakinya ke leherku sehingga mukaku terbenam dalam hutannya. Aku tidak bisa bernafas. Aku terus hajar hutannya.

    Hauhh.. ahh.. yahh.. huhhh.. terdengar suara desahya.Aku terus hisap sehingga timbul suara yang entah dia dengar atau tidak. Kemudian perlahan-lahan kakinya agak melonggar sehingga aku bisa nafas dengan bebas kembali. Aku terus menghisap dalam hutannya. Setelah puas kubermain di hutanya, kuhisap lagi gunung kembarnya, kiri dan kanan.Bang.. aku udah ngga tahan nih.. mau keluar.. desahnya.Kupercepat lagi hisapanku, dia merintih.Ahh.. oohhh.. yahh.. serrrr.. dia lemas. Ternyata dia sudah klimaks.Kubuka kodamku dan kejantananku ini kukeluarkan. Taksiranku, kejantananku kira-kira 18 cm panjangnya kalau sudah tegang. Kubimbing kejantananku (ucok) ke arah hutannya. Kugesek-gesekan kejantananku pada liang kelaminnya, kusodok perlahan-lahan. Awalnya meleset, tidak masuk. Wah, ternyata dia masih perawan. Kucoba lagi perlahan-lahan, tidak juga bisa masuk. Kuberi air ludah ke batang kejantananku agar tambah licin. Kemudian kucoba lagi, hanya masuk ujung kepalanya saja, dia merintih.

    Aduh.. sakit bang.. sakit.. rintihnya.Aku berhenti sejenak, tidak melanjutkan sodokanku, kukulum lagi gunungnya, dadanya terangkat ke atas. Tidak lama dia terangsang lagi, lalu kucoba lagi untuk meyodok (seperti permainan bola billyard). Kusodok terus dengan hati-hati, aku tidak lupa memberi ludahku ke kejantananku. Karena hutannya becek akibat klimaks tadi jadi agak licin sehingga kepala kejantananku bisa masuk dia merintih.Aduh.. sakit bangTahan dikit yah.. adikku manis..`ngga sakit kok.. cuman sebentar aja sakitnya bisikku di daun telinganya.Dia diam saja. Kusodok lagi, akhirnya masuk juga kepala si ucok, terus kusodok agak keras biar masuk semua.Slupp.. blesss.. dan akhirnya masuk juga ucokku. Dia menggigit bibirnya menahan sakit. Karena kulihat dia menahan sakit aku berhenti menunggu dia tidak kesakitan lagi. Ucokku masih terbenam dalam hutannya, kulihat dia tidak menggigit bibirnya lagi. Kusodok lagi ucokku perlahan-lahan dan lembut, ternyata dia meresapinya dan kembali terangsang. Kusodok terus.

    Ahh.. auuohhh.. yahh.. terus bang.. pintanya karena dia teransang hebat sambil mengoyangkan pinggulnya ke kiri kanan. Rupanya dia sudah tidak kesakitan lagi. Semakin kuat kusodok.Auoohhh.. ahhh.. yahh.. uhhh.. terus bang! kakinya dililitkan ke leherku.Ahh.. yaa.. rintihnya lagi, terus kusodok agak keras.Selupp.. selup.. suara ucokku keluar masuk, aku juga merasakan ada denyutan dalam hutannya seperti menghisap (menarik) ucokku. Rasanya tidak bisa dikatakan dengan kata-kata.Yahh.. aouuhh yahh.. suaraku tanpa sadar karena nikmatnya.Bang.. enak bang. kusodok terus.Uohh.. ahhh.. yahh.. terusss bang! Yahh.. yahh.. ngga tahan nih bang.. dia terus berkicau keenakan, oohh.. yahh aouuhh.. yaa.. i coming.. yes.. terus dia berkicau.Entah apa katanya, aku tidak tahu karena aku juga merasakan sedotan dalam hutanya semakin kuat.

    Dia meremas kain penutup tilam sampai koyak. Aku terus meyodok dan terus tidak henti-henti.Aouhhh.. ahhh.. yahh.. yaa.. mau keluar nih bang.. dan, Slerrrr dia keluar, terasa di kepala ucokku. Dia klimaks yang kedua kalinya.Aku terus memacu terus mengejar klimaksku, Yahh.. aouuu.. yahh.. ada denyutan di kepala ucokku.Yahh.. ahhh.. aku keluar, kutarik ucokku keluar, kuarahkan ke perutnya.Air maniku sampai 3x menyemprot, banyak juga maniku yang keluar, lalu kukecup keningnya.Terima kasih.. aku ucapkan.Kulihat ada bercak darah di sprei tilam, ternyata darah perawanya. Lalu kuajak dia membersihkan diri di kamar mandi, dia mengangguk. Kami mandi bersama. Tiba-tiba ucokku bangkit lagi melihat bongkongnya yang padat dan kenyal itu. Kutarik bokongnya dan kutunggingkan. Kusodok dari belakang.Aduh.. gumamnya karena masih agak sempit dan masih terasa ngilu karena baru hilang keperawanannya.

    Dia terangsang kembali, kuremas gunung kembarnya, aku berdengus. Ahh.. aouhhh.. yaaa.Crottt.. croottt.. crottt.. kukeluarkan maniku dan kutumpahkan di bokongnya.Kami terus bermain sampai 3 kali. Aku teringat kalau sebentar lagi mama akan pulang, lalu kusuruh cepat-cepat si Lisa mandi dan mengenakan pakaiannya. Kami tersenyum puas.Terima kasih yah bang, aku tersenyum saja dan aku mencium bibirnya lagi serta membisikkan ke telinganya, Kapan-kapan kita main lagi yah!Dia hanya tersenyum dan, ..iya, jawabnya.Setelah berpakain dan merapihkan diri, kuantar dia ke depan rumah. Dan ciuman manis di bibir tidak lupa dia berikan kepadaku sebelum pergi. Aku hanya bisa melihat dia berjalan pergi dengan langkah yang agak tertatih karena merasakan nyeri di selangkangannya.Oh nikmatnya dunia hari ini. pikirku dalam hati sambil menutup pintu.

  • Cerita Sex Menikmati Vagina Sepupu Ku Yang Sedang Hamil

    Cerita Sex Menikmati Vagina Sepupu Ku Yang Sedang Hamil


    2725 views

    Perawanku – Cerita Sex Menikmati Vagina Sepupu Ku Yang Sedang Hamil, Nama sepupu gue ini adalah Monika dan suaminya Budi. gue memanggil sepupu gue itu dengan sebutan mbak Monika karena dia lebih tua dari gue. dia adalah pengantin baru dan tengah hamil. gue berangkat ke kota S pada hari sabtu dan langsung menuju rumah mbak Monika. sampai dirumahnya gue langsung disambut dengan baik.

    “lama ya gak jumpa” ucap gue.
    “ya, terakhir kali kita ketemu 1 tahun lalu”.
    “waahh… sudah hamil mbak?” tanya gue ke dia.
    “iya nih, udah jalan 5 bulan” jawab dia.
    “tambah seksi aja mbak” canda gue.

    “hehe.. bisa aja kamu ini”.. “ngomong-ngomong mas budi kemana? kok sepi amat”, tanya gue.
    “oh.. dia lagi kerja, ntar lagi pulang” jawab dia. “oh ya.. kamar kamu di belakang ya” tambahnya.
    “oke.. aku langsung kekamar ya”..
    sampai dikamar, gue langsung tiduran, tiba-tiba setan menghampiri pikiran gue. gue langsung menghayal mbak Monika tadi yang lagi hamil,
    “seksi dan montok banget.. gimana ya rasanya kalau gue entotin dia? pasti mantap” ucap gue dalam hati.

    Tak terasa gue ketiduran dan tiba-tiba gue dibangunin oleh mas budi untuk makan malam, kamipun langsung makan malam bertiga. selesai makan gue pamit untuk melanjutkan tidur, karena masih ngantuk habir perjalanan tadi siang. gue langsung kekamar untuk tidur,
    Tengah malam gue terbangun karena kebelet ke kamar mandi. setelah selesai dari kamar mandi, gue mendengar suara wanita yang sedang mendesah seperti sedang ML. gue cari sumber suara tadi dan ternyata suara itu bersal dari kamar mbka Monika dan mas budi.

    Gue langsung lihat apa yang sedang terjadi didalam kamar, gue lihat dari atas pintu yang ada celah kecil sambil berdiri diatas kursi. dan ternyata yang gue lihat adalah mbak Monika yang sedang telanjang bulat sedang nungging dan mas budi yang sama-sama telanjang sedang entotin mbak Monika dari belakang.

    Pemandangan yang sangat indah. gue tontonin mereka berdua yang sedang bersenggama sampai tak terasa jika gue sedang nonton mereka selama 1 jam sambil berdiri. setelah selesai gue langsung ke kamar mandi lagi untuk onani karena seudah tidak tahan lagi dengan yang gue lihat barusan. setelah hasrat gue tersalurkan gue langsung tidur kembali.

    pagi harinya gue lihat mas budi lagi bersiap-siap kerja. tiba-tiba mas budi berkata “di.. titip mbak citranya ya, mas mau keluar kota ada tugas kerja selama 2 minggu” .
    “oke mas” ucap gue. setelah mas budi pergi, gue pun pergi untuk magang didaerah itu. gue pulang sore sampai dirumah gue ketuk pintu karena pintunya terkunci, lama sekali mbak Monika membuka pintunya.

    Setelah 10 menit mbak Monika membuka pintu dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuh seksinya itu. hal itu membuat gue jadi bengong melihat tubuhya.
    “heh.. liat apa? seksi kan?” tanya mbak Monika mengagetkan gue “hehe… iya mbak, seksi banget”

    jawab gue…sampai di kamar gue masih membayangkan mbak Monika yang memaikai handuk tadi, gue langsung membuka laptop dan gue tonton film porno yang memenuhi laptop gue. gue tonton sambil onani dikamar dan membayangkan gue lagi ngentoto dengan mbak Monika.

    Malam harinya gue makan malam bersama mbak Monika, setelah makan gue langsung ke kamar lagi. pada jam 9 gue keluar kamar dan gue pun terkejut banget dengan apa yang gue lihat sekarang. mbak Monika lagi telanjang sambil nonton film porno diruang tamu sambil meremas-remas toketnya dan meraba-raba selangkangannya.

    Tampaknya dia sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak menyadari kalo gue sedang asik menonton apa yang dia lakukan. gue langsung hampiri dia dari belakang dan gue langsung meremas-remas toket gedenya dari belakang.

    Dia terkejut karena ada yang meremas toketnya dari belakang “di.. apa yang kamu lakukan” tanya dia. “tenang mbak, aku akan memuaskan mbak malam ini” jawab gue sambil meremas toketnya. dan nampaknya dia setuju, karena dia menikmati apa yang gue lakukan. gue remas-remas toketnya dan gue pilin putingnya. “ahh…” desahnya.

    Gue langsung pindah kesampingnya, gue langsung melumat toketnya seperti bayi yang sedang menyusu. gue melumat toketnya sambil meraba-raba perut buncitnya, sampailah tangan gue keselangkangannya, gue raba-raba dan dia tampak sangat menikmatinya.

    Gue pindah ke depannya sambil jongkok gue jilati memeknya, tercium bau khas memek wanita. gue masukkan lidah gue ke memeknya sambil gue remas toketnya. 5 menit gue diposisi itu dan diapun orgasme yang pertama. kami beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga.

    Setelah selesai istirahat dia yang gantian menjilati kontol gue, dia masukkan kontol gue ke mulutnya. rasanya seperti melayang diposisi itu. “pindah kekamar yuk mbak?” ucap gue..
    “oke, tapi gendong ya?” jawab dia dengan manja. Gue langsung gendong dia menuju kamarnya.

    Cerita Sex Menikmati Vagina Sepupu Ku Yang Sedang Hamil

    Cerita Sex Menikmati Vagina Sepupu Ku Yang Sedang Hamil

    sampai dikamar gue tidurin dia dikasurnya. gue lumat bibirnya. kami saling melumat bibir. gue lepas lumatan gue dibibirnya dan gue tanya “Sudah siap mbak?” sambil menunjuk kontol gue.
    Dan dia mengerti apa yang gue katakan “oke,, puasin mbak malam ini ya?” jawab dia.
    Gue langsung mengambil posisi, gue angkat kedua kakinya keatas dan gue langsung tancapkan kontol gue yang lumayan besar ke memeknya.

    Blesss… langsung menancap semua diikuti erangan dia. langsung due entot dia dengan tempo lambat. perlahan gue tingkatkan tempo, semakin cepat gue entot memeknya sambil meremas kedua tokenya “aahhhh…… hmmmm… lebih cepat sayaaaaangg…” ucap dia.
    Gue langsung percepat genjotan gue, 5 menit kemudia dia orgasme yang kedua. gue cabut kontol gue, dan suruh mbak Monika untuk nungging, karena gue ingin mencoba posisi kesukaan gue “doggy style”.

    Dari belakang terlihat semua, pantatnya yang semok banget, anusnya, dan memeknya yang sudah memerah membuat gue bergairah lagi. gue langsung tancapkan kontol gue dari belakang. sambil gue remas toketnya, gue langsung genjot dengan tempo cepat. mbak Monika sangat menikmati permainan ini. dia hanya mengeluarkan erangan-erangan kenimatan.

    30 berlalu kami masih diposisi itu, tampaknya mbak Monika sekarang kuat banget. beberapa menit kemudian dia berkata “sayang…. aa…a..aku mau nyampeeekk.. nih…” mendengar seperti itu langsung gue percepat lagi genjotan gue,

    Dan tiba-tiba kontol gue serasa dijepit keras banget dan terasa hangat sekali, rupanya dia orgasme lagi yang ketiga. tapi gue masih belum orgasme sekalipun, gue tidak memikirkan mbak Monika yang sudah lelah gue masih genjot dia dengan cepat, dan 5 menit kemudian “aahhh….” gue semburin sperma gue semua kedalam memeknya. merasa kelelahan kamipun tidur bersama dalam keadaan telanjang.
    Pagi harinya gue terbangun dan mbak Monika sudah tidak ada lagi, setelah ku cari ternyata dia sedang didapur menyiapkan sarapan pagi. gue menghampiri dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena ku pikir hanya kami yang ada dirumah ini.

    Dari belakang kulihat mbak Monika hanya memakai daster tipis transparan dan tidak memakai apa-apa lagi. gue langsung peluk dia dari belakang, gue remas-remas toketnya, gue tempelin kontol gue yang sudah mengeras ke belahan pantatnya,

    Terasa sekali karena dia tidak memakai celana dalam. dari belakang gue cium dia. gue angkat daster bawahnya, gue masukin kontol gue dari belakang. kamipun bercinta lagi didapur, gue genjot dia dari belakang dan dia sambil memasak.

    Gue genjot selama 10 kamipun sampai klimaks bersamaan, gue semburin sprema gue ke memeknya lagi. setelah itu kami memutuskan untuk mandi bersama. didalam kamar mandi gue sabunin mbak Monika gue sambil gue remas-remas toketnya.

    Setelah mandi kami sarapan bersama. masih dalam keadaan telanjang bulat kami sarapan. jam 8 gue berangkat untuk magang, sebelum berangkat kami saling cium. layaknya suami istri.

    Kami melakukan percintaan ini hampir setiap hari selama 2 minggu. sebelum sarapan pagi, setelah pulang magang, malam hari kami terus melakukan percintaan ini. minimal kami melakukannya 2 kali sehari, entah itu diruang tamu, dapur.

    Kamar mandi, kamar mbak Monika, atau dikamar gue. kami melakukannya. sampai 2 minggu dan mas budi pulang dia tidak tahu apa yang sudah kami lakukan selama 2 minggu tanpa dirinya.kadang kami masih melakukannya ketika mas budi dirumah. kami melakukannya secara diam-diam.

    Ketika mas budi kerja atau pada malam hari ketika mas budi terlelap tidur. pernah kami melakukannya setelah mas budi dan mbak Monika selesai bercinta, karena mbak Monika tidak puas dengan permainan mas budi, mbak Monika diam-diam ke kamar gue dan membangunkan gue untuk bercinta lagi dengan gue.

    Gue dirumah mbak Monika selama 3 bulan dan selama itu gue dan mbak Monika hampir setiap hari bercinta. itu juga berguna untuk membantu kelancaran kelahiran bayinya nanti karena wanita yang melakukan senggama saat sedang hamil bisa membantu proses persalinannya nanti.

    Setelah 3 bulan gue pamit pulang ke mereka berdua, tapi sebelum pulang gue minta hadiah perpisahan dari mbak Monika untuk bercinta lagi dengan gue. untunglah mas budi kerja sampai malam hari ini jadi, kami bisa bercinta seharian, ketika lelah kami berhenti istirahat lalu melakukannya lagi sampai mas budi pulang malam harinya.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU

    DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU


    2569 views

    Cerita Sex ini berjudul ” DIBALIK JILBAB IBU RUM TETANGGAKU ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Tadi malam saya lewat rumah ibu dan mendengar suara menarik jadi saya mengintip. Ternyata, saya lihat ibu sedang mencolokcolokkan pisang ke itunya ibu sambil nyetel film BF. Saya sangat terangsang.Kalau ibu setuju, daripada pakai pisang saya juga mau dan penginbegituan dengan ibu.

    Itu kalimat yang kutulis dalam HP dan siap dikirimkan dalam bentuk SMS ke sebuah nomor HP milik Bu Ruminah, tetanggaku. Namun kendati tinggal memencet tombol agar pesan terkirim, aku sempat ragu. Janganjangan nanti Bu Rum (demikian Bu Ruminah biasa dipanggil) ngadu ke ibuku atau ke orangorang tentang SMS yang kukirim, begitu aku membathin.

    Tapi, ah nggak mungkin dia berani cerita ke ibuku atau ke orangorang. Sebab kalau dia cerita, kebiasaannya memuaskan diri dengan buah pisang kan jadi ketahuan. Begitu pikirku lagi. Yakin Bu Rum tidak mungkin menceritakan isi SMS itu ke orang lain, akhirnya kutekan panel tanda OK pada HPku dan terkirimlah SMS tersebut.

    Hanya dalam hitungan menit, reaksi dari SMS yang kukirim langsung kudapat. HP ku berdering dan pada layar terlihat nama Bu Rum memanggil. Tetapi aku tidak berani mengangkat karena pasti ia mengenali suaraku hingga kudiamkan saja panggilannya. Setelah beberapa kali telefonnya tidak diangkat, akhirnya sebuah SMS masuk.

    Tolong jawab. Nomor siapa ini. Demikian bunyi SMS yang dikirimnya dan memacu niatku untuk kembali mengisenginya.

    Pokoknya ibu sangat mengenal saya. Bener lho Bu, pisang saya jadi pengin banget dimasukkan ke itunya ibu seperti pisang yang ibu pegang tadi malam. Ibu pasti puas. Mau kan Bu?. Ujarku dalam SMS yang kukirim berikutnya.

    Huussh .. jangan ngawur. Saya bukan wanita begituan dan saya kan sudah tua. Tolong kejadian itu jangan diceritakan ke orang lain. Tolong banget. Ungkapnya dalam SMS berikutnya. Rupanya dia ketakutan kalau aku menceritakan kejadian yang sempat kupergoki itu hingga niat isengku makin menjadi.

    Beres Bu, Saya tidak akan cerita ke siapasiapa. Tapi sungguh saya sangat terangsang saat melihat memek ibu dicolok buah pisang. Bahkan lebih merangsang dibanding memek wanita bule yang ada di film BF. Jadi soal saya kepengin begituan dengan ibu memang benerbener lho. Kataku lagi dalam SMS yang kukirim selanjutnya.

    Tetapi balasan SMS dari Bu Rum pendek saja. Sudah ya. Saya sangat berterima kasih kejadian itu tidak diceritakan ke siapapun, ujarnya dalam SMS yang kuterima. Setelah itu beberapa kali kukirim SMS dengan katakata yang lebih panas. Termasuk kesediaanku untuk menjilati memek dan itilnya bila ia mau melayaniku. Namun Karena tetap tidak dijawab maka malam itu SMS an dengan Bu Rum tidak berlanjut.

    Bu Ruminah yang biasa disapa Bu Rum adalah tetanggaku. Rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah pensiunan TNI dan pernah menjadi Satpam sebuah bank serta menjabat Ketua RW sebelum terkena stroke dan mengalami kelumpuhan. Sementara Bu Rum di samping menjadi ketua kelompok pengajian ibuibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu juga mengajari ibuibu mengaji termasuk ibuku yang menjadi teman dekat dan sekaligus muridnya.

    Aku yakin orangorang tidak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa Bu Rum ternyata suka melampiaskan hasrat seksnya dengan menggunakan pisang. Betapa tidak, wanita berusia 53 tahun itu, penampilan kesehariannya sangat santun. Selalu berkerudung dan menutup rapat auratnya. Hingga orang tidak akan percaya tentang kebiasaannya yang nyeleneh dalam soal seks terlebih di usianya yang sudah tergolong tua.

    Tetapi aku benarbenar melihat dengan mata dan kepalaku sendiri tentang apa yang dilakukan dia yaitu memuasi diri dengan buah pisang. Bahkan saat itu, terus terang aku sangat terangsang. Terlebih saat ia meremasi sendiri kedua teteknya yang gede dan melihat memeknya yang dipenuhi rambut tebal dicolokcolok dengan buah pisang. Karena selalu terbayang oleh bagianbagian tubuhnya yang membuatku terangsang, akhirnya aku iseng mengirim SMS.

    Karena beberapa SMS ku yang terakhir tidak dibalasnya, aku nyaris nekad dengan mengancamnya bahwa bila ia tidak mau melayaniku akan kuceritakan soal masturbasi dengan pisang itu kepada orangorang. Hanya setelah kupikir, tindakanku itu bisa membuat dia kalap atau melapor ke polisi hingga kuurungkan niatku tersebut. Hanya aku tetap bertekad untuk mengisenginya dengan berkirim SMS kepadanya di tiap kesempatan.

    Hampir tiap hari, terkadang pagi, siang maupun malam, beberapa SMS kukirim kepadanya. Intinya mengungkapkan keinginanku untuk menjadi patner seksnya karena setelah memergoki dia main dengan pisang aku menjadi sangat terangsang dan terpaksa sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan menyetubuhinya. Tetapi ia tetap tidak mau membalasnya. Pernah beberapa kali ia mencoba menelepon tetapi aku tidak berani mengangkatnya.

    Oh ya, dari perkawinannya dengan Pak Kirno, Bu Rum hanya mempunyai satu anak Mbak Lasmi. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Mbak Lasmi tinggal di tempat lain di sebuah kecamatan terpencil karena suaminya menjadi pegawai kecamatan di sana. Jadi status Bu Rum adalah nenek dari beberapa cucu.

    Puncak dari keisenganku mengrim SMS kepada Bu Rum terjadi ketika pengajian ibuibu di kampungku yang dilaksanakan secara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. Karena acaranya berbarengan dengan halal bi halal setelah lebaran, pengajian yang diadakan di rumahku terbilang besar. Hidangan yang biasanya cuma snack kali ini dilengkapi ketupat dan opor ayam. Juga ustazahnya yang biasanya pembicara lokal, kali ini didatangkan dari luar kota.

    Sejak pagi rumahku ramai oleh ibuibu tetangga yang mempersiapkan acara tersebut termasuk Bu Rum. Adanya wanita itu di rumahku membuatku tidak berani mengirim SMS iseng padanya. Hanya secara sembunyisembunyi aku sering mencuri pandang menatapinya.

    Seperti kebiasaannya, saat itu Bu Rum memakai busana muslim dengan hiasan bordir yang apik. Yakni sebuah baju terusan warna krem yang longgar yang tidak menampakkan bentuk tubuhnya dipadu dengan celana panjang warna senada. Dengan kerudung yang tak pernah lepas menutup kepalanya, wanita bertubuh tinggi besar itu nampak anggun dan berwibawa.

    Acara pengajian yang dimulai selepas ashar, baru berakhir menjelang maghrib. Sekira pukul 19.30 WIB, setelah acara beresberes rumah selesai ibu memanggilku. Win tolong ini diantar ke rumah Bu Rum ya.Tadi ia minta disisihkan lontong dan opornya karena katanya di rumah lagi tidak masak, ujar ibuku.

    Setelah beberapa kali berkirim SMS gelap kepadanya, sebenarnya agak grogi untuk berhadapan langsung dengan Bu Rum. Terlebih mengingat katakata jorok dan porno serta ajakan main seks dalam setiap SMS yang kukirim. Tetapi aku juga tidak punya alasan untuk menolak perintah ibu hingga dengan terpaksa kulaksanakannya. Dua buah rantang besar berisi lontong dan opor kubawa ke rumah Bu Rum.

    Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan menunggu agak lama, kulihat seseorang mengintip dari balik korden dan akhirnya membukakan pintu.Ternyata yang mengintip dan membukakan pintu adalah Bu Rum sendiri. Ohkamu Win, ibu kira siapa. Ayo masuk, ujarnya mempersilahkanku.

    Bu Rum yang kalau berada di luar rumah berpakaian muslimah yang rapat,ternyata tidak begitu adanya kalau sedang di dalam rumah. Baju yang dipakainya hanya daster berbahan tipis dan tanpa lengan. Hingga BH hitam dan celana dalam putih yang dipakainya tampak menerawang.

    Saya disuruh mengantarkan ini untuk Bu Rum, kataku setelah berada di ruang tamu rumahnya.

    Tetapi Bu Rum tidak langsung menerima bingkisan makanan yang kusodorkan. Ia kembali membuka pintu dan keluar rumah. Setelah sesaat melihat sekeliling, ia kembali masuk dan mengunci pintu dari dalam. Ia juga mengajakku ke dalam, ke ruang tengah rumahnya. Taruh saja bawaannya di meja Win. Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu, katanya pelan.

    Deg! Serasa berhenti detak jantungku. Pasti ia sudah tahu kalau yang berkirim SMS selama ini adalah aku, pikirku membathin. Gelisah aku dibuatnya. Duduk sini Win. Tidak ada siapasiapa kok. Pak Kirno tadi dijemput Lasmi dan suaminya karena ia ingin banyak menghirup udara gunung yang segar. Mungkin agar bisa pulih, ujarnya lagi.

    Agak sedikit plong mendengar bahwa Pak Kirno suaminya sedang tidak dirumah. Setidaknya kalau Bu Rum marah terkait soal SMS ku itu, suaminya tidak ikut mendengarnya. Hanya aku tetap tidak bisa membuang kegelisahan yang kurasakan. Seperti pesakitan yang menunggu vonis hakim, aku hanya duduk mematung di kursi sofa di ruang tengah rumah Bu Rum.

    Bu Rum duduk di kursi lain yang ada, dekat tempat aku duduk. Baru kusadari, daster yang dipakainya ternyata terlalu pendek. Pahanya yang mulus terlihat terlihat terbuka. Hanya aku tetap tidak dapat menikmati pemandangan yang mengundang itu karena suasana tegang yang terjadi.

    Tadi waktu di pengajian, ibu minta ijin ke ibumu agar kamu mau mengantar ibu ke rumah Lasmi tiga hari lagi untuk menjemput Pak Kirno.Rencananya mau pinjam mobil Pak RT dan kamu yang menyetir. Ibumu setuju dan memberi nomor HP milikmu. Tapi ibu jadi kaget, sebab ternyata nomornya sama dengan nomor yang suka dipakai SMS ke ibu beberapa hari ini. Jadi kamu Win yang suka SMS ke ibu, ujarnya tenang dan disampaikan tanpa emosi.

    Namun meskipun begitu, sempat kecut juga nyaliku. Eeeee.. tieh iya Bu, jawabku terbata.

    Oh syukurlah kalau begitu. Ibu takut banget apa yang kamu sempat lihat diceritakan ke orangorang lain. Ibu pasti sangat malu. Terima kasih banyak ya Win kamu tidak cerita ke orangorang,.

    Ah ternyata ia tidak marah soal itu. Aku jadi merasa plong. Bahkan dengan terbuka, Bu Rum akhirnya bercerita soal kenapa ia terpaksa menggunakan pisang untuk memuaskan dorongan seksnya.

    Diceritakannya, meski sudah tergolong berumur namun kebutuhan biologisnya belum padam benar. Padahal sudah lama Pak Kirno tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami. Bahkan jauh sebelum terkena stroke. Makanya setiap keinginan untuk itu datang ia selalu berusaha memuaskan sendiri termasuk menggunakan pisang. Ibu malu banget lho sama kamu Win. Apalagi kalau kamu sampai cerita ke orangorang. Mau ditaruh dimana muka ibu? Kata Bu Rum lagi.

    Tidak Bu, saya janji tidak akan cerita ke siapa pun soal itu, ujarku meyakinkannya.

    Mungkin saking senangnya rahasianya soal ngeseks dengan pisang tidak akan terbongkar ia langsung berpindah duduk menjejeriku di sofa yang kududuki. Digenggam dan diguncangguncangkannya tanganku. Terima kasih win, ibu sangat berterima kasih, kata Bu Rum.

    Beban yang semula seolah menghimpit dadaku langsung sirna melihat sikap Bu Rum. Hanya kembali aku sulit menjawab ketika ia menanyakan perihal katakata dalam beberapa SMS yang kukirimkan. Kalau ibu boleh tahu, sebenarnya apa yang mendorongmu mengirim SMS itu kepada ibu?

    Eee eee sa sa.. saya.. ee, kembali aku terbata.

    Tidak apaapa Win, jawab saja yang jujur. Ibu cuma ingin tahu,

    Saya mengirim SMS itu karena sangat terangsang setelah melihat ibu, kataku akhirnya.

    Bu Rum kulihat terpana. Mungkin ia tidak percaya dengan jawaban yang kuberikan. Namun sebuah senyuman terlihat mengembang di wajahnya hingga aku tidak takut lagi. Jadi kamu juga benarbenar ingin begituan dengan ibu?

    Eee maksud saya.. ee. Iya kalau ibu bersedia, jawabku mantap.Mendengar jawabanku Bu Rum langsung meraih dan mendekapku. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Wajahku membenam di busungan susunya yang memang berukuran besar. Diperlakukan seperti itu kontolku jadi langsung bangkit. Mengeras di balik celana dalam dan jins yang kupakai.

    Sesaat setelah Bu Rum melepaskan pelukan pada tubuhku, kulihat gaya duduknya makin sembrono. Kedua kakinya terbuka lebar hingga pahanya yang membulat besar terlihat sampai ke pangkalnya. Bahkan kulihat sesuatu yang membukit dan terbungkus celana dalam warna hitam. Aku tak berkedip menatapinya.

    Untuk ukuran wanita seusia dirinya, kaki dan bagian paha Bu Rum masih terhitung mulus. Memang ada lipatanlipatan lemak dan kerutan mendekati ke pangkal paha. Tetapi tidak mengurangi hasratku untuk menatapi bagian yang merangsang itu termasuk ke bagian membukit yang tertutup celana dalam warna krem. Jembut di memeknya itu pasti sangat lebat karena banyak yang tidak tertampung celana dalam yang menutupinya hingga terlihat banyak yang keluar dari celana dalam yang dipakainya.

    Rupanya Bu Rum tahu mataku begitu terpaku menatapi organ kewanitaannya.Mungkin karena telah yakin aku benarbenar mau menjadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu dan melepasnya. Bu Rum sudah neneknenek lho Win. Tetapi kalau kamu pengin melihat memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga sudah lama tidak puas main sendiri dengan tangan dan pisang, katanya.

    Bahkan tanpa sungkan, setelah melepas sendiri celana dalamnya ia duduk mengangkang membuka lebarlebar pahanya. Memamerkan memeknya yang berbulu sangat lebat. Ah tak kusangka akhirnya dapat melihat memek Bu Rum dalam jarak yang sangat dekat.

    Memek Bu Rum lebar dan membukit. Jembutnya sangat lebat dan hitam pekat. Kontras dengan pahanya yang kuning langsat sampai ke selangkangannya. Puas memandangi bagian paling merangsang di selangkangan wanita itu, keinginanku untuk menyentuhnya menjadi tak tertahan. Kujulurkan tanganku untuk menyentuhnya.

    Kuusapusap jembutnya yang keriting dan tumbuh panjang. Jembut Bu Rum benarbenar super lebat menutupi memeknya. Hingga meski telah mengangkang, masih tidak terlihat lubang memeknya karena tertutup rambut lebat itu. Kuusapusap dan kusibak jembut yang tumbuh sampai ke atas mendekati pusar wanita itu dan di bagian bawah mendekati lubang duburnya. Menimbulkan bunyi kemerisik.Untuk bisa melihat lubang memeknya, aku memang harus menyibak rambutrambut yang menutupinya dengan kedua tanganku. Bibir luar memek Bu Rum tampak tebal dan kasar karena sudah banyak kerutan dan warnanya coklat kehitaman. Di bagian dalam lubang memeknya yang berwarna hitam kemerahan, ada lipatanlipatan daging agak berlendir dan sebuah tonjolan. Ini rupanya yang disebut itil, pikirku.

    Tidak seperti ukuran memeknya yang besar, tebal dan tembem, itil Bu Rum relatif kecil. Hanya berbentuk tonjolan daging kemerahan di ujung atas celah bibir luar kemaluannya yang sudah berkerutkerut. Kutoeltoel itilnya itu dengan jari telunjukku yang sebelumnya kubasahi dengan ludah. Ia mendesah dan sedikit menggelinjang.

    Kamu sudah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan?

    Belum Bu, jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobokobok vaginanya.

    Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?

    Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah sayatonton. Memangnya kenapa Bu? Jawabku lagi. Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya.Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya.

    Telanjang bulat tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya dan memintaku untuk melepas semua pakaian yang kukenakan.

    Oooww.. punya kamu besar juga ya Win, kata Bu Rum sambil membelai kontolku yang telah tegak mengacung setelah aku telanjang.

    Bu Rum tidak hanya membelai dan mengagumi kontolku yang telah keras terpacak. Setelah menjilatjilat lubang di bagian ujung kepala penisku,ia memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Aku jadi merinding menahan kenikmatan yang tak pernah terbayangkan. Tubuhku tergetar hebat. Sesekali kurasakan mulutnya mengempot dan menghisap batang kotolku yang kuyakin semakin mengembang.

    Lalu dikeluarkan dan dikocokkocoknyanya perlahan. Ah, teramat sangat nikmat. Sangat berbeda bila aku mengocok sendiri kontolku. Saking tak tahan, tanpa sadar aku memegang dan mengusapusap rambut Bu Rum yang semestinya tidak pantas kulakukan mengingat usia dan sekaligus statusnya sebagai guru mengaji ibuibu di kampungku termasuk ibuku.

    Tetapi Bu Rum tak peduli. Ia terus asyik dengan kontolku. Dikulum,dihisap dan dikocokkocoknya perlahan dengan gemas. Seperti wanita yang baru melihat kejantanan milik pasangannya. Mungkin karena selama ini ia hanya bisa melakukannya dengan pisang setelah kotol suaminya tidak berfungsi.

    Sambil menikmati kocokan dan kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya. Tetek Bu Rum gede dan sudah menggelayut bentuknya. Namun sangat lembut dan enak di remas. Bahkan putingputingnya langsung mengeras setelah beberapa kali aku memerah dan memilinmilinnya.

    Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibuibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku.

    Bahkan saat Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung pelirku dan menghisapi bijibiji pelir kontolku, aku tak mampu bertahan lebih lama. Pertahananku nyaris jebol. Karenanya aku berusaha menarik diri agar air maniku tidak muncrat ke mulut atau wajah Bu Rum.

    Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu, ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku.

    Akhirnya, pertahananku benarbenar ambrol meski telah sekuat tenaga untuk menahannya karena merasa tidak enak mengeluarkan mani di mulut Bu Rum. Sambil mendesis dan mengerang nikmat pejuhku muncrat sangat banyak di rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran keluar dari mulut wanita itu. Tetapi ia tidak mempedulikannya. Bahkan menelannya dan dengan lidahnya berusaha menjilat sisasisa maniku yang berleleran keluar.

    Terpacu oleh kenikmatan yang baru kurasakan dan banyaknya mani yang keluar membuat tubuhku lemas seperti dilolosi tulangtulangku. Aku terduduk menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk. Gimana Win, enak?

    Enak banget Bu,

    Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu, ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.

    Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.

    Mau lagi Win? ujarnya mendekat dan berdiri tepat di tempat aku duduk.Kini memang giliranku untuk memuaskannya setelah kenikmatan yang diberikan padaku.Aku bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa pada Bu Rumkarena memang belum pernah pengalaman dengan perempuan. Hanya dari sejumlah film BF yang sering kutonton, wanita kelihatannya sangat suka kalau memeknya dijilat. Maka aku langsung turun dari kursi panjang dan berjongkok di depan Bu Rum.

    Memeknya yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting lebatnya terlihat basah. Dan Bur Rum, melihat aku hanya terbengong memandangi bukit kemaluannya, langsung mengangkat kaki kirinya dan ditumpukan pada kursi panjang. Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa melihat lubang memeknya yang nampak sudah longgar. Lubang memeknya menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat itilnya yang mencuat di ujung atas belahan memeknya.

    Kembali aku menyentuh dan mengusap memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna coklat kehitaman penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak memerah.Kudengar Bu Rum mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap dan diremasremasnya. Desahannya mengingatkanku pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Aku jadi terangsang. Kontolku kembali menggeliat dan bangkit.

    Sambil mendesah, Bu Rum tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku. Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememeknya. Aku jadi tahu, nampaknya ia tidak ingin memeknya hanya dicolokcolok dengan jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan mulutku dan mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.

    Ternyata selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerutkerut,di luar kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memeknya. Bentuknya nggedebleh mirip jengger ayam jantan. Pengetahuanku tentang bagian paling intim milik wanita memang sangat terbatas dan melihatnya dari jarak sangat dekat baru kali ini mendapat kesempatan.

    Satusatunya memek wanita dewasa yang pernah kulihat adalah milik ibuku. Aku memang sering mengintipnya saat ibu mandi. Atau saat berganti baju di kamarnya dan pernah beberapa kali melihatnya dalam jarak cukup dekat saat dia tidur. Tetapi sepengetahuanku tidak ada jengger ayam di lubang memek ibuku. Jadi terasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek Bu Rum. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya, jengger ayamnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan aku langsung mengulum, menghisap dan menarik nariknya dengan mulutku.

    Ohhh sshhh aahhh enak Win. Aaauuwww ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,

    Aku sangat senang karena ternyata Bu Rum menyukai dan keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu pun tidak membuat surut langkah untuk terus mengobokngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku.

    Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya. Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget, katanya.

    Seperti yang dimintanya, aku naik ke sofa dan tiduran telentang dengan kaki menjuntai. Setelah itu Bu Rum ikutan naik. Tadinya kukira ia akan menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas seperti yang pernah kulihat dalam adegan film mesum yang menggambarkan hubungan seks antara wanita dewasa dan bocah ingusan.

    Tetapi tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa dan sedikit menurunkan tubuhnya. Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di memeknya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak leluasa. Sebab saat memeknya telah berada tepat di depan wajahku, ia langsung membekapkannya ke mulutku.

    Tak kusangka, wanita yang sangat dihormati di kampungku karena selalu berbusana muslimah yang rapat dan menjadi guru mengaji ibuibu, di usianya yang sudah 53 tahun masih sangat menggebu. Pantesan ia suka menyogoknyogok memeknya dengan pisang. Mungkin karena tidak tahan akibat tidak pernah disentuh oleh suaminya yang sudah tidak bisa melayaninya sama sekali.

    Aku sempat gelagapan karena tidak mengira Bu Rum akan membekapkan memeknya ke wajahku. Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya,aku langsung menyambutnya meskipun tidak tahu harus bagaimana semestinya dilakukan. Seperti sebelumnya, kembali kujulurkan lidah dan kembali kujilati lubang memeknya. Namun kali ini dengan lebih semangat.

    Daging jengger ayamnya yang keluar dan menggelambir kukulum. Lalu lidahku menjulur masuk sedalamdalamnya di lubang vaginanya sampaihidung dan wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya.

    Sambil terus mengobeli memeknya dengan lidah dan mulutku, pantat Bu Rum juga menjadi sasaran remasan tanganku. Meskipun sudah melorot, pantat Bu Rum yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan. Bu Rum melenguh dan mendesah. Iya Winaahhh sshhhhaaahhhh ssshh.. enak banget. Terus colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya oooohhhhh. ssshhhh, desahnya tertahan saat aku makin dalam menjulurkan lidah.

    Mendengar rintihan dan desahan Bu Rum, aku jadi makin bersemangat.Hanya karena tidak punya pengalaman, aku hanya menjilat dan mengisap bagian dalam memeknya sekenakenanya. Rupanya karena terlalu menggebu, aku sempat menghisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Tetapi tidak marah dan malah makin keenakan. Ia Win itu itil ibu.. enak bangetsshhh ..aahhh.. aahhh. Terus Win hisap itil ibu aaoooohhh oooohhhh,

    Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogoknyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.

    Udah Win ibu nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang ibu pengin dientot dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan?

    Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,

    Nggak apaapa. Nanti ibu ajarin, ujarnya seraya menggamit lenganku.Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garisgaris.Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan.

    Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.

    Dengan kontol tegak mengacung aku naik ke ranjang. Hanya aku tetap bingung bagaimana harus memulai. Di antara kedua pahanya yang membuka lebar, memek Bu Rum tampak menganga menunggu batang zakar pria yang mau menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang terlihat jadi nggedebleh dan hanya putingputingnya yang hitam kecoklatan terlihat menantang.

    Melihat aku cuma mematung, rupanya Bu Rum menjadi tak sabar. Ditariknya tanganku hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya.Beberapa saat kemudian kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku dan meraih kontolku. Batang penisku yang sudah mengacung dikocokkocoknya perlahan hingga makin mengeras dan membesar.

    Oleh wanita itu, kepala penisku digesekgesekkannya di sekitar bibir kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia berbisik.Tekan Win, biar kontol kamu masuk ke memek ibu, bisiknya lirih di telingaku.

    Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang kontolku yang lumayan panjang dan besar seluruhnya masuk membenam. Mungkin karena lubang memek Bu Rum yang sudah kelewat longgar dan licin akibat banyaknya lendir yang keluar. Bagian dalam memek Bu Rum hangat dan basah. Dan tanpa ada yang memerintah, seperti semacam naluri, aku membuat gerakan naik turun pinggangku hingga kontolku sekan memompa lubang memek wanita itu.

    Iya begitu Win, terus entot sayang. Ah.. aahhh.aahhh.. kamu merasa enak juga kan, Aku mengangguk dan tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai mendesahdesah.Mungkin ia mulai merasakan enaknya sogokan kontolku. Dan bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat dibanding mengocok sendiri. Gesekangesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan.

    Aku terus mengadukaduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliakbeliak dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat kehitaman terasa mengeras di bibirku.

    Iya Win terus hisap sayang aahhh aahhh,Kamu ternyata sudah pinter, ujarnya terus mendesah.Makin lama kusogok dan kuadukaduk, lubang memek Bu Rum kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepokcepok cepok setiap kali batang kontolku masuk menyogok dan kutarik keluar.

    Bosan ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memeknya. Pasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memeknya yang tengah kusogoksogok, pikirku membathin. Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik dan kuposisikan menjuntai di tepi ranjang.

    Tindakanku itu membuat Bu Rum agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya. Namun setelah pahanya kembali kukangkangkan dan kontolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. Kamu pengin ngentot sambil ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa sajapada ibu, katanya.

    Ternyata menyetubuhi sambil berdiri dan melihat ketelanjangan lawan mainnya benarbenar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar masuknya kontol di lubang memek. Saat kontolku kutekan, bibir memeknya yang berkerutkerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik, seluruh bagian dalam memeknya seakan ikut keluar termasuk jengger ayamnya yang menggelambir. Pemandangan itu membuat aku kian terangsang dan kian bersemangat untuk memompanya.

    Teteknya juga ikut terguncangguncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan kontolku di liang sanggamanya. Bu Rum tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliakbeliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerangerang.

    Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol. sshhh aahh sshhh aaakkhhh memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu, ujarku mendesahsambil terus memompanya.

    Tahan sebentar Win. Aaahhh.. sshhh kontolmu juga enak banget,Bu Rum bangkit memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya. Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya dengan kuat. Selanjutnya Bu Rum membuat gerakan memutar pada pinggul dan pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang kontolku yang berada di kedalaman lubang memeknya serasa diperah.

    Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap. Kenikmatan yang diberikan benarbenar makin tak tertahan.Ooohh aahh aahhh.. ssshhh aakkhh enak banget. Saya aaahhh nggak kuat Bu. Ohhh enakkkhhh bangeet,

    I..iiya Win, ibu juga mau nyampe. Tahan ya sebentar ya..aaahhhsshhh.. sshhhhaahhh.ssshh .aaaoookkkh,

    Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggitinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras.

    Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum. Saat aku terbangun, Bu Rum sudah menyiapkan segelas teh panas dan mengajakku menyantap lontong dan opor ayam bikinan ibuku. Kami menyantapnya dengan nikmat. Bahkan dua bungkus rokok kegemaranku telah tersedia di meja makan. Kata Bu Rum, ia menyempatkan membelinya di warung Lik Karni saat aku tertidur.

    Malam itu Bu Rum benarbenar melampiaskan hasratnya yang tertahan cukup lama. Sesudah makan aku diajaknya bergumul di karpet di ruang tengah di depan televisi lalu berlanjut di ranjang kamar tidurnya. Aku bak seorang murid baru yang cerdas dan cepat pintar menerima pelajaran. Ia mengaku sangat menikmati dan merasa puas oleh sogokansogokan kontolku di memeknya yang memiliki jengger ayam.

    Ibu kira udah nggak bakalan merasakan enaknya yang seperti ini lagi. Karena sudah lima tahun lebih sejak bapak kena stroke tidak pernah mendapatkannya. Makanya terpaksa pakai pisang dan kadang kontol karet kalau lagi kepengen, katanya sambil meremas gemas kontolku setelah persetubuhan yang keempat kalinya malam itu.

    Ternyata wanita yang selalu tampil bak muslimah yang taat itu, juga memiliki beberapa koleksi film porno. Ia sempat menyetel sejumlah koleksinya untuk ditonton bersamaku saat istirahat setelah ngentot yang ketiga di depan televisi.

    Namun yang mengejutkan, karena nonton bareng film porno aku jadi tahu kalau ibuku juga penggemar film porno.Itu terlontar secara tak disengaja oleh Bu Rum. Kata Bu Rum yang paling banyak dikoleksi adalah yang menggambarkan adegan incest atau hubungan seks antar anggota keluarga.

    Saat itu Bu Rum memutar dua film. Film pertama menggambarkan adegan seks antara pria muda berkulit hitam dengan wanita tua kulit putih. Sang wanita kulit putih dibuat merintih dan mengerang karena sogokan kontol pria pasangannya yang perkasa. Bahkan akhirnya si wanita merelakan anusnya dijebol kontol panjang sang negro muda.

    Film kedua yang merupakan semi film cerita mengisahkan wanita STW yang bekerja di perusahaan penebangan hutan. Suaminya selalu pergi cukup lama dan hanya beberapa hari tinggal di rumah karena pekerjaannya itu.Si ibu yang sering merasa kesepian saat suaminya pergi, sering mengobelngobel sendiri memek dan itilnya saat hasrat seksnya datang.

    Ulah si ibu sering dipergoki secara diamdiam oleh pria remaja yang merupakan anak sulungnya. Maka di satu kesempatan, saat tengah bermasturbasi dan sang anak tak tahan menahan nafsu ia mendekati sang ibu. Keduanya larut dalam permainan panas di dapur, ranjang dan bahkan di kamar mandi tanpa peduli bahwa sebenarnya mereka pasangan ibu dan anak.

    Usai pemutaran film yang kedua, kukatakan pada Bu Rum bahwa dibanding film yang pertama, adegan seks ibu dan anak yang paling bagus. Tetapi komentarku itu membuat Bu Rum keceplosan. Tanpa sadar ia menyebut bahwa film porno itu dipinjam dari Bu Narsih (nama ibuku). Saat itu ia berusaha meralat. Ia mungkin baru bahwa yang diajaknya bicara adalah aku anak Bu Narsih. Tetapi akhirnya Bu Rum tersenyum dan berterusterang.

    Keinginan manusia akan seks kan manusiwai Win. Seperti ibu dan ibumu,meskipun sudah berumur tetapi kebutuhan akan itu masih belum padam,kata Bu Rum.

    Ibuku memang sudah 3,5 tahun menjada setelah ayah meninggal akibat menderita diabetes cukup lama. Untuk menikah lagi mungkin malu karena cucunya sudah tiga yang diperoleh dari Mbak Ratri, kakak perempuanku.Bahkan salah satu cucunya sudah duduk di bangku SLTP. Maka ia memilih memendam hasratnya dan lebih menyibukkan diri pada usaha jual beli perhiasan berlian yang menjadi usahanya selama ini.

    Menurut Bu Rum, koleksi filmfilm porno yang dimiliki ibuku cukup banyak. Koleksi film seksnya yang berthema hubungan seks sedarah tergolong lengkap. Bahkan Bu Rum mengaku, ia mengenal penis palsu dari karet yang dikenal dengan sebutan dildo juga dari ibuku. Pergaulan ibumu kan luas terutama dengan ibuibu dari kalangan menengah atas. Mungkin dari ibuibu yang menjadi sasaran bisnisnya itu ia jadi mengenal banyak hal, ujar Bu Rum menambahkan.

    Meskipun sangat kaget, tetapi aku tidak mencoba memperlihatkannya di hadapan Bu Rum. Sebab sebagai anaknya aku tidak pernah melihat ibu nonton film porno atau barangbarang berbau seks yang dimilikinya. Di kamar tidur ibu memang ada televisi berukuran besar dan perangkat pemutar DVD.

    Tetapi kebanyakan filmfilmnya adalah film hindustan karena ibu penggemar berat bintang Shah Ruk Khan. Berarti ia memiliki tempat penyimpanan khusus, ujarku membathin.Sekitar pukul 03.00 dini hari, dengan tubuh lunglai aku meninggalkan rumah Bu Rum dengan mengendap agar tidak dipergoki warga lainnya. Ibuku membukakan pintu sambil menggerutu.

    Katanya mengganggu orang tidur.Tetapi wajahnya kulihat tidak seperti orang bangun tidur. Bahkan televisi di kamarnya terdengar masih menyala. Seperti kebiasaanya saat tidur ia selalu mengenakan daster longgar.Tetapi saat itu dasternya kelewat tipis hingga terlihat membayang lekukliku tubuhnya yang aduhai.

    Ternyata ia juga tidak memakai kutang dan celana dalam sampaisampai kulihat tonjolan putingnya pada sepasang buah dadanya yang hampir sama besar dengan punya Bu Rum. Ah bisa jadi ibu bukannya tidur. Tetapi lagi asyik mengocokngocok memeknya dengan kontol karetnya sambil nonton adegan seorang ibu yang tengah ngentot sama anak lelakinya. Hanya karena terlalu kecapaian, aku langsung masukkamar dan tidur.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Ngetot Tak Kuasa Terbendung Kemolekan Tubuh Diana Dan Riana

    Cerita Sex Ngetot Tak Kuasa Terbendung Kemolekan Tubuh Diana Dan Riana


    1292 views

    Perawanku – Pukul delapan tepat saat aku melirik jam tanganku ketika memasuki pintu kantor. Segaris senyuman ramah dari Nina, seorang resepsionis yang sedang KKN di kantorku menyambutku hangat. Ucapan selamat pagi kuterima dari Bramanto, satpam kantor yang bertubuh tinggi besar namun memiliki suara seperti tikus kejepit.

    Kontras sama bodinya. Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. Perusahan tempat aku bekerja ini adalah perusahaan percetakan dan penerbitan terbesar di Indonesia dan aku adalah salah satu manager di situ. Usiaku 28 tahun dan ini adalah tahun keempat aku bekerja di sini.

    Gelar S1 UI dan S2 di sebuah perguruan tinggi di Australia sepertinya sangat menolongku mencapai posisi ini dalam waktu relatif cepat. Cukup cepat sehingga menimbulkan kecemburuan di antara rekan-rekan senior di sini. Well, bagiku itu problem mereka, yang penting aku tidak menginjak kepala mereka untuk menduduki jabatan ini.

    Ruang kerjaku terletak di lantai 4 di gedung milik perusahaanku. Gedung yang cukup besar karena sekaligus menjadi satu dengan tempat percetakan dan penerbitan. Ruang kerjaku tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Cukuplah bagiku untuk bisa melakukan senam-senam kecil di siang hari. Oh iya, itu merupakan salah satu kebiasaanku untuk menghilangkan penat dan merenggangkan otot. Kebiasaan itu terbukti cukup sukses mengurangi stress dalam bekerja.

    “Tok.. tok.. tok..”
    Terdengar ketukan dan sesaat kemudian seraut wajah muncul dari balik daun pintu itu.
    “Hai.. good morning Sar,” ucapan itu muncul dari wajah ganteng milik Hendra asistenku.
    “Eh.. pagi Hen,” jawabku.
    “Wah gimana Sar.. masih ‘hangover’?” Hendra bertanya sambil melangkah duduk di depan mejaku.
    “Thank God nggak tuh.. tadi waktu bangun tidur sih sempet agak pusing tapi sekarang udah nggak lagi tuh.”
    Hendra semalam yang terpaksa mengantarku pulang karena aku sudah terlalu “Hii” buat mengemudi.
    “Sungguh.. aku baru kali itu liat kamu mabuk Sar,” ujarnya sambil sebuah map berisi beberapa berkas yang harus kuperiksa.
    “Oh ya.. aku juga nggak tau tuh bisa kebablasan minum gitu,” aku menjawab dengan enteng sambil membaca berkas-berkas yang disodorkannya.  Agen Obat Kuat Pasutri

    Hubunganku dengan Hendra memang lebih mirip hubungan antar teman biasa. Aku sendiri yang meminta dia agar bersikap informal dalam hubungan kami. Dia baru mulai bersikap formal dengan memanggilku “Bu” apabila dalam situasi-situasi tertentu seperti dalam rapat atau di depan atasanku. Umur kami berdua hampir sama. Aku cuma lebih tua setahun darinya. Hendra sudah berkeluarga dengan satu orang putra balita. Kami biasa bercerita apa saja mulai dari masalah keluarganya atau kantor bahkan sampai masalah seks kami bicarakan dengan gamblang. Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai seks.

    Hendra memang ganteng, tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Kalau bisa dibandingkan, gaya bicara dan tindak tanduknya mirip Syahrul Gunawan bintang sinetron yang kemayu itu. Malahan dalam urusan gosip dia menjadi trend setter di kantorku. Apabila terlihat kerumunan ibu-ibu saat jam makan siang dan suasananya riuh, dapat dipastikan kalau Hendra berada di tengah-tengahnya sedang memberikan laporan up to date-nya tentang gosip hari itu.

    Cerita Sex Ngetot Tak Kuasa Terbendung Kemolekan Tubuh Diana Dan Riana

    Cerita Sex Ngetot Tak Kuasa Terbendung Kemolekan Tubuh Diana Dan Riana

    “Hen, bagaimana tentang nanti siang? Jam berapa Pak Faisal datang?” tanyaku.
    Pak Faisal itu adalah suplier yang akan kutemui siang ini.
    “Oh iya.. dia datang setelah jam makan siang.”
    “Tadi sekretarisnya sudah confirm ke sini,” ujarnya lagi menambahkan.
    “Eh tau nggak Sar tentang desas-desus Mbak Diana dengan si Nina resepsionis itu?” kata Hendra mulai dengan nada “rumpi”-nya.
    Memang akhir-akhir ini di kalangan karyawan di sini tersebar isu yang mengatakan kalau Diana teman kantorku dari bagian finance yang semalam berulang tahun itu seorang lines dan memiliki “affair” dengan Nina resepsionis baru kantorku.
    “Ah masa sih.. Diana khan udah punya suami,” aku menimpali sambil membereskan beberapa pekerjaanku.

    Sebetulnya aku tidak suka ngomongin sesama teman. Apalagi gosipnya termasuk dalam kategori yang aku sukai seperti itu.
    “Tapi kayaknya benar tuh.. akhir-akhir ini mereka suka keluar makan siang berdua dan selalu nggak mau gabung kalau diajak makan bareng sama yang lain.”
    Hendra makin seru dengan gosipnya. Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata,
    “Ada lagi yang lebih parah Sar.”
    Melihat ekspresi Hendra yang serius aku jadi mulai penasaran akan ceritanya.
    “Parah gimana?” tanyaku sambil ikut-ikutan merendahkan nada suaraku.
    “Si tikus kejepit Bramanto.. pernah liat mereka berdua kiss-kissan sambil pegang-pegangan di toilet?”
    Wah, seruku dalam hati. Gosip sih gosip, tapi kalau ternyata memang betul?
    “Pervert banget dong.. si Bramanto ngomong bener tuh?”
    Kini aku benar-benar tertarik. Tak dapat terbayangkan olehku kalau di kantor ini telah terjadi hal-hal yang betul-betul “kinky” itu. Bisa-bisa aku tambah betah di sini.

    “Aku sih percaya omongan dia, lagi pula kamu nggak tau yah kalo semalam Mbak Diana tuh pulangnya bareng Nina. Lagian baru kali ini khan anak resepsionis yang masih baru udah diundang acara-acara luaran kita,” katanya lagi.
    Wah aku tidak sanggup meneruskan bayanganku tentang hubungan mereka itu.
    “Ah that’s enough Hen.. aku sih mending diam ajalah.. kecuali benar-benar ngeliat di depan mata kepala sendiri,” kataku, ingin segera menyudahi pembicaraan ini karena aku merasa bersalah sudah membayangkan Diana melakukan perbuatan itu.
    “Ok, ok terserah kamu deh Sar, moga-moga juga gosip itu nggak bener semua, aku cerita ke kamu aja sih soalnya khan kamu termasuk dekat sama Mbak Diana.”
    Kalimat Hendra seakan mencari pembenaran bagi ke-“ember”-annya itu.
    “Knock it off.. will u..” kataku sambil bercanda dan mengibaskan tanganku seakan aku tidak begitu tertarik dengan gosip itu.
    “I think we better back to work. Ndra tolong kamu siapkan berkas penawaran dari suplier sebelumnya and I want it on my desk before lunch time.”

    Sudah cukup “chit-chat”-nya dan aku kembali ke gaya kantoran lagi.
    “Ok deh Mam, eh kamu mau lunch bareng nggak nanti?” Hendra bertanya sambil melangkah menuju pintu.
    “Mmm.. aku mau makan siang di sini aja.. thanks buat ajakannya,” jawabku.
    “Snip!” Hendra membalas dengan menjentikan jarinya lalu jari telunjuknya mengarah padaku lalu dengan gaya kartunnya yang agak ngeselin dia mengedipkan matanya sambil berucap,
    “See u then.”
    Grown up man! itu yang terucap dalam hatiku melihat tingkah Hendra yang kadang masih kekanakan. Anyway, kalau tidak ada dia aku kesepian juga sih, soalnya dia orangnya easy goingdan asyik saja (kecuali kalau kami lagi serius kerja). Geli juga sih membayangkan bagaimana kelakuan dia di rumah. Kan dia sudah berkeluarga. Gimana cara istrinya menghadapi sifat “rumpi” dan childish suaminya itu?

    Sore itu selepas jam kantor aku masih saja berada di ruang kerjaku. Seperti biasa aku membereskan semua sisa pekerjaanku sekaligus semacam evaluasi pribadi akan kinerjaku hari itu. Itu merupakan salah satu kebiasaanku karena aku tidak mau ada sesuatu yang tercecer atau tertinggal hingga membuatku repot di hari berikutnya. Dan seperti biasanya suasana lalulintas di depan kantorku sangat padat (tidak cuma di depan kantorku sih, di Jakarta memang dimana-mana padat kalau jam pulang kantor). Biasanya aku suka mampir di “Playan” yang kebetulan dekat dengan kantorku dan bersama beberapa rekan kantor “hangout” di Kafe Wien sampai keadaan jalan mulai lenggang baru pulang. Tapi saat itu aku malas beranjak keluar kantor dan iseng browsing di internet sambil minum Capucino. 20 menit kemudian aku merasa harus segera ke toilet dan seperti biasa aku suka menggunakan toilet yang terletak di bagian direksi. Alasanku adalah karena toilet wanita di sana lebih jarang digunakan karena biasa hanya digunakan oleh tamu direksi yang wanita dan para sekretaris direksi saja (lagipula para direksinya adalah pria semuanya).

    Aku melintasi ruang kantor utama yang sudah kosong menuju ke bagian selatan lantai 4 ini. Di bagian direksi sebagian besar lampu sudah dipadamkan sehingga hanya lampu-lampu di koridor saja yang masih tetap menyala. Sebenarnya suasana temaram dan sepi ini agak menyeramkan tapi karena sudah empat tahun bekerja di sini aku sudah familiar dengan suasana gedung ini. Lagipula di lantai satu dan dua di bagian produksi kegiatan tetap berlangsung dan masih ramai dengan pekerja. Aku memasuki toilet wanita yang terletak di tempat paling ujung bagian direksi. Lampunya masih menyala dan tanpa ragu aku melangkah masuk ke dalamnya. Begitu memasuki toilet aku langsung melewati jajaran wastafel di kedua sisi dengan cermin sepanjang dinding kedua sisinya. Ada empat bilik toilet di dalamnya. Di pintu masuk dua bilik pertama tergantung sign “RUSAK/DALAM PERBAIKAN” sehingga aku memasuki pintu ketiga. Ketika aku sedang duduk di toilet itu ada perasaan aneh yang muncul. Perasaan yang mengatakan kalau aku tidak sendiri di ruangan ini. Insting-ku seperti merasakan kehadiran orang lain di ruangan ini. Aku segera mengusir perasaan itu jauh-jauh dan segera setelah selesai buang air kecil aku segera membersihkan diri (tentunya flushing the toilet juga) lalu ingin segera meninggalkan ruangan yang mulai “spooky” itu.

    Belum sempat aku keluar tiba-tiba pintu masuk toilet terbuka dan terdengar langkah-langkah kaki yang tergesa-gesa. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu. Itu suara Diana! rasa ingin tahuku keluar hingga aku perlahan membuka pintu bilik-ku mengintip. Rupanya mereka berada di sisi yang sama dengan jajaran bilik toilet sehingga aku tidak dapat melihat langsung ke arah mereka. Akan tetapi cermin besar sepanjang sisi seberangnya membuatku bisa melihat mereka melalui cermin itu. Dan apa yang kulihat benar-benar membuat kedua lututku gemetar. Diana dan Nina si resepsionis sedang bergelut penuh nafsu birahi! kulihat bibir keduanya saling menempel erat dan desah nafas mereka berdua terdengar keras memenuhi ruangan itu. Perasaan antara jijik dan shock aku rasakan menyaksikan dua orang wanita yang kukenal melakukan hubungan sejenis di depan mataku. Ingin aku memalingkan muka karena muak melihat perbuatan mereka namun rasa ingin tahuku terlalu kuat hingga aku menyaksikan “permainan” mereka dari balik pintu toilet ini.

    Dan apa yang kulihat benar-benar membuat kedua lututku gemetar kesenangan. Diana dan Nina si resepsionis sedang bergelut penuh nafsu birahi. Kulihat bibir keduanya saling menempel erat dan desah nafas mereka berdua terdengar keras memenuhi ruangan itu. Perasaan antara ingin turut ambil bagian dan shock menyelimutiku menyaksikan dua orang wanita yang kukenal melakukan hubungan sejenis di depan mataku. Diana terlihat lebih mendominasi “pergumulan” itu sedangkan Nina lebih tampak sebagai objek pemuas. Tangan Diana tampak begitu rakus dan liar menjelajahi setiap lekuk tubuh Nina. Dua pasang tangan yang halus dan lentik terlihat tergesa-gesa saling mencopot pakaian bagian atas pasangan masing-masing. Sepasang bibir yang sama-sama mengenakan lipstik tampak sangat tidak wajar saling menempel lekat seperti itu. Bahkan bayanganku tentang hubungan lesbian selama ini tidak se-“seram” kenyataan yang terlihat gamblang di depan mataku.

    Aku menarik nafas panjang dan sejenak berusaha menerima fakta di depanku bahwa gosip si Hendra benar dan cerita Bramanto si satpam juga benar adanya. Tapi mengapa harus Diana? mengapa harus teman yang telah kukenal sejak pertama kali aku kerja di sini dan mulai cukup dekat dua tahun terakhir ini. Aku tidak menyebut akrab karena hubunganku dengannya memang hanya sebatas hubungan kantor dan di acara-acara luar kantor yang melibatkan orang-orang dari kantor (such as ultah-nya semalam). Oh iya Diana adalah wanita yang telah berumah tangga, usianya 30 tahun, wajahnya menarik dan memiliki pesona kematangan seorang wanita yang pastinya sangat seksi khususnya di mata pria-pria berpendidikan yang suka dengan wanita yang memiliki intelektualitas dan mandiri. Nina sendiri masih terlihat sangat muda, mungkin sekitar 22-23 tahun umurnya, kulitnya kuning langsat dan wajahnya khas Mojang Priangan dengan kecantikan yang lumayan. Kulitnya tampak kencang dengan payudara dan bagian pantat yang cukup montok. Tubuhnya lumayan jangkung dan jujur saja membuatku iri (padahal tinggi badanku yang 162 cm ini menurut teman-teman sudah cukup tinggi). Tapi tetap saja aku iri dengan tinggi badannya, titik.

    Saling bergantian kedua wanita itu melepaskan nafsu mereka, meremas dan kemudian menghisap, menjilat (etc.. etc segala jenisnya) payudara pasangannya. Kemudian tubuh Nina yang langsing itu tampak beranjak duduk di atas wastafel. Diana dengan sigap menarik celana dalam pasangannya sampai lepas hingga tersangkut di sebelah kakinya lalu melakukan oral. WOW!! Tubuh Diana dalam posisi berlutut. Kepalanya tepat berada di antara paha milik Nina yang kadang-kadang menutup mengejang menahan geli. Kuperhatikan wajah Nina yang sangat “ekspresif” menterjemahkan tiap kenikmatan yang dirasakannya. Matanya yang sayu terbius kenikmatan kadang agak mendelik dan kadang terpejam dalam waktu lama seiring gelombang kenikmatan yang datang menerpanya bagaikan ombak memecah pantai silih berganti. Kedua telapak tangannya yang halus itupun seperti mengikuti irama yang sama dengan ekspresi wajahnya menjelajahi tiap bagian dadanya sendiri. Terkadang tangannya membelai, kadang seperti menggaruk dan memelintir kedua ujung payudaranya sendiri. Dia menikmati itu semua serasa dia hanya sendiri di ruangan ini. Kedua pasangan itu tampak seperti menikmati permainan mereka dengan cara sendiri-sendiri. Kurasakan detak jantungku kian berdentang kencang dan nafasku kian berat. Lambat tapi pasti fantasi memenuhi kepalaku.

    Aku membayangkan kenikmatan saat aku melakukan masturbasi tadi siang. Posisiku yang sedang mengintip menimbulkan semacam sense of privacy yang membuatku makin tenggelam dalam permainan panas yang disuguhkan dua insan sejenis di depan mataku. Aku merasakan ada suatu pesona unik dalam tiap geliat tubuhnya itu. Pesona yang kuyakin dilihat juga oleh partner-partner seks-ku dalam diriku. Sekarang Diana sudah duduk di tepi wastafel di samping Nina mereka berciuman sejenak lalu keduanya merogoh tas masing-masing dan mengeluarkan masing-masing mengeluarkan benda panjang dan lonjong yang sudah sangat aku kenal, dildo! My God.. mereka pasti sudah merencanakan ini, aku terkejut melihat “peralatan” mereka yang cukup lengkap itu (jelas menunjukan niat mereka). Kedua dildo itu berwarna biru muda dan memiliki ukuran panjang sekitar 20 cm (sepertinya dibeli bersamaan di satu tempat melihat model dan warnanya seragam). Aku cukup akrab dengan “mainan” itu karena aku memiliki koleksi-nya di rumah. Aku memiliki dua buah alat stimulasi sejenis. Sebuah Dual-dildo (dildo yang memiliki dua “kepala” sehingga bisa digunakan bersamaan dengan arah yang berlawanan), dan satu vibrator jenis standar yaitu dildo yang mampu bergetar dengan tenaga batere dengan tiga tingkatan kecepatan yang dapat diganti-ganti.

    Diana dan Nina duduk bersandar pada cermin di atas wastafel. Kini giliran Nina yang gencar mencumbui leher Diana yang tampak mengkilat bersimbah peluh. Keduanya menggenggam dildo masing-masing dengan pegangan yang begitu mesra serasa seperti memegang sasuatu yang lain. Sesuatu yang dengan jelas dan eksplisit direpresentasikan oleh bentuk dildo itu. Sekitar 10 menit kemudian ruangan toilet itu dipenuhi suara nafas dan lenguh kenikmatan tatkala sepasang wanita cantik itu mulai menggunakan “mainan” mereka sesuai dengan kegunaannya. Kakiku mulai terasa letih disaat Diana dan Nina mulai melenguh panjang dengan nafas yang menderu saling bersahutan. Makin liar mereka memainkan dildo di tangan mereka yang tersembunyi di dalam rok kerja mereka. Jelas terlihat guratan kenikmatan memenuhi ekspresi Diana. Sedangkan wajah Nina terlihat mulai blushing, merah padam. Sedetik kemudian tubuh mereka berdua mengejang menahan derasnya orgasme yang jelas terlihat menyelimuti getaran tubuh mereka berdua. Mereka bagai hendak menghujamkan dildo itu sampai tertelan semuanya dalam kewanitaan mereka dan tangan mereka yang bebas saling menggenggam erat. Begitu eratnya sehingga baru terlepas perlahan sesaat setelah desahan nafas kenikmatan terakhir mereka berlalu.

    Aku merasa sudah cukup melihat semuanya. Lebih dari cukup buatku menyaksikan suatu pemandangan yang membuatku cukup “shock” sekaligus membawa sensasi kenikmatan dan keindahan tertentu dalam diriku. Yang jelas aku seperti melihat sesuatu yang baru dalam diri kaumku sendiri. Lesbian itu nyata adanya! Aku terduduk lemas di atas tutup closet. Terasa peluh di bagian leherku mengalir hingga ke dadaku. Aku terus diam sampai mereka berdua meninggalkan ruangan dengan hanya memperdengarkan suara pintu yang ditutup perlahan. Lega rasanya bebas setelah terjebak dalam toilet akibat ulah sepasang wanita yang dimabuk “cinta” tadi. Bagiku kata mabuk saja lebih cocok dibanding kata cinta. My God! dalam keadaan mabuk berat sekalipun aku masih cukup waras untuk tidak bercumbu dengan pasangan sejenis. Segera aku keluar dan ketika melewati deretan wastafel aku menyempatkan diri merapikan diri di depan cermin. Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan “emoh” tapi ingin menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka “bermain” tadi. Bahkan aku masih merasakan sisa aura mereka di bagian itu. nonton film dewasa disini klik

    Kejadian itu terus kuingat dan aku sengaja tidak keluar untuk bermain threesome dengan mereka karena aku akan menggunakannya supaya aku dapat merasakan manisnya kemaluan mereka berdua (yang aku akhirnya rasakan) tapi nanti akan aku ceritakan pada para pembaca Rumahseks sekalian.

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Pengalaman Sex Pembantu Bi Eha Guru Seksku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Pengalaman Sex Pembantu Bi Eha Guru Seksku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1671 views

    Perawanku – Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.

    Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.

    Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

    Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah. Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.

    Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.
    “Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”

    Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.

    Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?

    Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?

    “Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.
    “Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.
    Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.
    “Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.
    Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.
    “Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.
    “Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.
    “Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat.. ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.
    “Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.
    “Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.
    “Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran
    “Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.

    Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?
    “Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.
    “Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”
    “Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.
    “Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.

    Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.
    “Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.
    “Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.
    “Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.
    “Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan..,” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”
    “Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.
    “Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa..” kata Bi Eha panik.
    “Kalau gitu boleh dong Andre?”

    Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.
    “Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.
    “Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.

    Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.
    “Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.
    Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?

    Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

    Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.
    “Sakit Bi?” tanyanya.
    “Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”

    Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.
    Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.

    Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.
    “Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan.. ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”

    Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.
    “Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.

    Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.
    “Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.
    Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.
    “Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh!” pekik Andre perlahan.

    Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang memeknya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.

    Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.
    “Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.
    “Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.

    Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.
    “Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.

    Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.

    Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.
    “Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.
    “Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.

    Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang memeknya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.
    “Uugghh.. enak nggak Den?”
    “Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..!” pekiknya.

    Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang memek Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.
    “Auugghh Deenn..uueennaakk!” jerit Bi Eha seperti kesetanan.
    “Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”

    Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.
    “Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.
    “Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.

    Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang memek Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.
    “Crot.. croott.. crott!”
    “Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.
    Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.
    “Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”

    Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.
    “Gimana Den. Enak khan?”
    “Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.
    Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.
    “Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.
    Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.
    “Bibi isep lagi ya Den?”

    Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa.

  • Gelora Gadis Muda

    Gelora Gadis Muda


    1186 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Gelora Gadis Muda ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2020.

    Perawanku – Cerita ini terjadi saat Dino berumur kirakira 22 tahun. Pada masamasanya dimana keinginan mencoba segala hal baru selalu mendorong setiap perbuatan manusia. Hanya logika dan iman yang kuat yang dapat mengalahkan setiap keinginan itu. Dan Dino tidaklah termasuk pada golongan yang disebutkan diatas.

    Pada masa masa itu sepertinya kehadiran seorang teman sangatlah penting. (..masa sich..?) Begitu juga Dino yang memiliki banyak teman itu tak pernah merasa sepi. Ada saja teman yang mendampinginya, baik saat saat mereka bepergian ataupun kumpulkumpul bersama.

    Biasanya yang selalu menjadi obrolan mereka apabila telah suntuk adalah para gadis gadis. Ada saja cerita mengenai gadis gadis yang kadang membuat mereka penasaran, melongo dengan takjub atau tertawa terpingkal pingkal.Â

    Pada suatu sore Dino mendapat telepon dari temannya Dudi, yang tinggal di seputaran wilayah Buahbatu. Dudi memintanya datang sore itu juga.

    Ada apa ya dengan Dudi ini..?tanya Dino dalam hati.

    Tetapi biasanya Dudi ini selalu membuat kejutan. Ada saja hal yang tidak di duga Dino dan teman temannya yang dilakukan Dudi. Tapi sejauh ini halhal tersebut adalah hal hal positif (dari sudut pandang siapa ?he..he..). Tak berpikir panjang Dino menyanggupinya.

    Sabtu sore itu Dino meluncur di jalanan, menggunakan mobil yang dipinjamnya kepada ortu nya dengan berbagai alasan. Mengenakan jeans dan kaos berkrah setelah mandi sebelumnya ( ..rapi sekali..!!). Sambil menyetir mulutnya bersiul mengikuti irama lagu riang yang terdengar mengalun dari Clarion, tape mobil masa itu. Jalanan belumlah seramai sekarang, sehingga tidak harus berkonsentrasi penuh menjalankan kendaraan.

    Berbelok ke kanan pada lampu traffic, terus melaju dengan lancar. Kurang lebih 15 menit melaju di jalan Buahbatu itu kemudian berbelok ke kiri, masuk pada jalan kecil. Daerah itu merupakan tempat kediaman yang cukup strategis. Karena terletak dekat kota dan hamper semua penduduknya merupakan penduduk asli.

    Bangunan yang berdiri di daerah itupun sebagian besar adalah bangunan lama gaya tahun 6070an. Meskipun tidak sebagus bangunan bangunan di daerah jalan dago. Katanya daerah ini merupakan daerah pemukiman pekerjapekerja administrasi pada jaman tersebut.

    Setelah berbelok ke kanan pada ujung jalannya, mobil yang di kendarai Dino berhenti 200 meter dari belokan terakhir. Terlihat Dudi yang sebelumnya duduk di sebuah warung mendatanginya. Menyapanya dengan hangat.

    Nah,datang juga ujar Dudi setelah berada di samping mobil.Santai kan.?tanyanya.
    Ayo ke rumah duluajakn Dudi melangkah menuju arah rumahnya yan masuk ke dalam dari jalan tersebut.

    Setelah mengunci mobil, Dino berjalan mengikuti langkahnya dari belakang. Berbelok ke kanan, terus samapai pada sebuah belokan jalan kecil yang juga merupakan jalan masuk ke rumah Dudi temannya itu.Begitu memasuki pintu,.

    Duduk No, oh ya kenalin ini, Neng Indri, satunya Dian. Ujar Dudi menyilakan.
    Dian itu cewekku.., jangan di ganggukelakar Dudi menambahkan
    Dino
    Dian
    Indri sahut gadis muda yang tengah duduk di kursi di ruang tamu tersebut.
    Ini lho neng., Aa Dino yang Aa ceritakan kemarin itu terang Dudi sambil mengocok sendok pada gelas minum yang tengah ia bikinkan.

    Gadis yang mungil bisikku dalam hati menatap Indri. Manis wajahnya yang masih polos, tapi leluklekuk tubuhnya telah membentuk.

    Sebentar ya., Aa Dudi salin duluteriak Dudi dari kamarnya setelah menghidangkan 3 cangkir teh hangat.

    Dino menyeruputnya, hmm begitu nikmat rasanya di sore ini. Tak lupa sebatang rokok menyelip di bibirnya menemani pembicaraan mengalir diantara mereka. Indri ternyata tidaklah sepolos wajahnya, pembicaraan yang Dino lontarkan dapat di imbanginya dengan baik. Berbeda dengan Dian yang lebih banyak diam.

    Hmm anak ini cukup bagus juga wawasannya..batinku kembali berbisik.
    Yok kita berangkat.ajak Dudi yang telah rapih keluar dari kamarnya.

    Berempat kami melangkah ke luar dari rumah itu setelah pamit pada orang tuanya Dudi.

    Neng di depan ya.?perintah pada Indri.
    Aa mo pacaran di belakang, jangan liatliat yakelakar Dudi sambil memeluk pinggang Dian.

    Dian tersenyum kecil mencubit pinggang Dudi. Mobilpun melaju.

    Kemana kita ni Dud..Tanya Dino melihat dari spion.
    Ohya bisa antar ke teteh dulu kan. Jawab Dudi sambil memberitahu alamat kakaknya itu.

    Mobil pun mengarah ke selatan menuju rumah kakaknya Dudi. Dan sepanjang perjalanan itu Indri berbicara, mengajak ngobrol Dino. Adaada saja bahan pembicaraannya sehingga kekakuan mulai tersa mencair.

    30 menit kemudian mobilpun menepi pada sebuah rumah di sebuah komplek. Dudi keluar sambil menggamit Dian.

    Sebentar ya Noujarnya melangkah memasuki halaman rumah tersebut.

    Entah ada apa keperluannya Dino tak mengerti.

    Biar sajalah..toh ada Indri yang menemaniku ngobrolbatinnya.

    Dan pembicaran mereka berdua di mobilpun semakin hangat. Dino sangat respek pada gadis mungil itu. Kadangkadang mereka berdua tertawa bersama. Celotehannya itu tak ada hentihentinya. Tak lama Dudi pun datang kembali diiring Dian dan tetehnya Dudi.

    Setelah basa basi sesaat merekapun berangkat. Menuju selatan lagi ke sebuah tempat pariwisata seperti usul Dudi. Dino mengilkuti saja, pengen tau apa kelanjutan rencana Dudi teman baikknya itu.

    Adzan magrib berkumandang saat mereka sampai di tepian sebuah danau. Embun sudah mulai turun. Dudi melangkah di ikuti Dian menuju sebuah warung. Langsung duduk bersila.

    No, Indri mo pesan apa..teriak Dudi melongokkan wajahnya di jendela warung.

    Dino menatap pada gadis muda di sampingnya

    .Aa mau pesan kopi dengan jagung bakar, Indri pesan apaTanya Dino.
    Hmm.teh manis dengan itu..tu, gorengan.. jawabnya tersenyum.

    Manis sekali senyumannya..

    Dud, kopi satu, teh manis satu, jagung bakar dan gorenganteriak Dino.
    Ga pakai lama ya..tambah Dino.

    Kembali mereka berdua tenggelam dalam percakapan yang hangat. Saling berkelakar, ataupun berbincang serius. Pesanan pun datang, yang langsung di terima Dino. Meletakkan minuman mereka di dashboard, dan memberikan sepiring gorengan kepada Indri.

    Dan sambil memgunyah makanan mereka masingmasing obrolan pun mengalir kembali. Embun makin turun, sehingga jarak pandang menjadi semakin pendek. Cahaya lampu di warungpun tak cukup menerangi mereka berdua yang berada di dalam mobil.

    Ayo kita pulang.. terdengar suara Dudi mendekat.

    Dino dan Indri serempak terperanjat.

    Bikin kaget aja kamu Dudujar Dino, mengemasi remah remah sisa makanan mereka yang tak habis.
    Ini kembalikan dulu piring dan gelasnya..ujar Dino menyerahkan piring dan gelas yang telah kosong.

    Berlari kecil Dudi menuju warung, menyerahkan benda tersebut ke tangan seprang ibu tua pedagang warung tersebut, lalu kembali menuju mobil di tengah gerimis yang turun.

    Uh..dingin.ujarnya menutupkan pintu mobil.

    Tak kecuali Dian yang telah berada di dalam mobil menggemeletukkan bibirnya.Langsung saja mobil berangkat, merayap pelan, karena pandangan yang terbatas akibat gerimis dan kabut. Setelah sampai di jalan utama mobil langsung Dino arahkan menuju kostannya Dian sebagaimana petunjuknya.

    Aku nginap disini.ujar Dudi mengedipkan mata.Dino melongo, tak bisa berkatakata.
    Trus bagaimana aku dengan Indri gadis muda ini? pik1r Dino.

    Sambil menjalankan mobil perlahan. Bingung tak tau harus bagaimana.

    Indri Aa anterin pulang jam segini ga papa? Tanya Dino harapharap cemas.
    Jangan A jangan kerumah, sudah terlalu malam..sahutnya denganmata bingung.
    Teruss Pokoknya jangan ke rumah aja..ujarnya manja.

    Terus terang, Dino bingung sekali saat itu, uang yang ada di dompetnya saat itu tak mencukupi untuk menginap di hotel. Pikirannya terus berputar .Akhirnya teringat ia pada Nunu, temannya sekomplek yang rumahnya biasa menjadi tempat berkumpul temantemannya. Rumahnya hanya di isi oleh Nunu seorang sebab orangtuanya selalu berada di luar kota.

    Kesanalah mobil Dino mengarahkan mobilnya. Tepat jam 11 malam itu mobil putih dan isinya tiba di halaman rumah kecil tersebut. Kecil tapi cukup resik.Melongok dari celah pintu sebuah wajah lugu temannya itu.

    Ada apa Din, malammalam gini.?tanyanya sambil menyilakan masuk.

    Dino segera mendekat dan mengatakan hal yang membuatnya bingung. Nunu manggutmanggut dan mengerti keadaannya. Lalu ia bergerak ke sebuah kamar yang kosong yang diperuntukkan untuk tamu.

    Setelah mencuci muka dan bersihbersih, mereka bertiga pun ngobrol di ruang tamu dengan hangat. Cukup akrab memang. Tak terasa waktu berlalu hingga Nunu yang tadi telah mengantuk kembali menguap.

    Kalian teruskan saja ngobrol, aku tidur dulu sudah ga kuat.Ujarnya beranjak menuju kamarnya.
    Ok bos.sahut Dino dan Indri berbarengan.

    Kembali mereka tengeelam dalam percakapan hangat, cukup intim malah. Indri bersandar di bahu di dada Dino. Menonton acara TV yang membosankan. Dino mengeluselus bahu Indri memberikan kenyamanan perlindungan.

    Mengharumi rambut gadis muda tersebut. Rasa hangat mengalir dari tubuh yang berdempetan tersebut, menyebar ke seluruh relung tubuh. Kadang mulut Dino mencium ubunubun gadia muda itu, tak ingin kehilangan rasa wangi yang terbersit disana.

    Abisik Indri hamper tak terdengar.Hmm..gumam Dino menanggapi.
    Indri ngantuk.ucapnya perlahan.
    Ya sudah kamu ke kamar saja.., Aa biar disini saja , ga enak sama Nunujelas Dino.

    Indri bangkit dan tibatiba. Sebuah kecupan kecil dijatuhkannya pada pipi Dino dan langsung melangkah mnuju kamar..

    Dino terpana, terdiam, kembali tenggelam pada cara Tv yang membosankan itu. Menunggu kantuknya yang tak datangdatang juga. Akhirnya tak menunggu Dino pun bersiapsiap merebahkan dirinya di sofa di ruangan tengah tersebut Menatiksarung yang diberikan oleh Nunu. Baru saja matanya hendak terpejam.

    A..sebuah bisikan terdengar didepannya.
    Ng, ada apalgi..?tanya Dino .

    Terpaut pandangannya pada wajah Inri yang telah berada di depannya.

    Indri takutga mo tidur sendiri..ujarnya dengan ekspesi meyakinkan.
    Temanin Indri di kamar.ya A..tambahnya lagi sambil menyeret lengan Dino.

    Mau tak mau Dino terpaksa bangkit, mengikuti gadis muda yang menarik tangannya memasuki kamar. Indri menutupkan pintu kamar tersebut perlahan. Gadis itupun berbaring di sebelah kiri Dino memunggunginya. Gelisah ia rupanya. Terasakan dari gerakannya yang menjalar di kasur di ruangan itu.

    Kenapa., ga bisa tidur..?Tanya Dino berbisik.
    Aa belum tidur? Tanyanya.
    Ga tau nih mata ga mo terpejam..tambahnya lagi seraya membalikkan badan, menatap ke arah Dino.
    Dino menundukkan wajahnya menatap mata gadis muda tersebut. Menarik dan mendekapnya hangat.

    Ya, kesini deh lebih mendekat ke Aapinta Dino lembut. Gadis muda itu menggeser tubuhnya, merebahkan kepalanya di dada Dino.

    Mendengarkan debur jantung lelaki itu berdegup bergemuruh. Dino mengecup kepala gadis muda itu dengan lembut, mengirimkan berjuta kedamaian. Indri mengangkat wajahnya, memandang ke arah Dino. Kembali kecupan di jatuhkan Dino, kini pada kening yang di hiasi rambutrambut halus. Perlahan sekali, sangat perlahan..

    Setelah kecupan itu berlalu, Indri membuka matanya dan sambil menatap Dino bergerak keatas mewnjajari wajah lelaki itu. Diiringi kedua bola matanya meredup bibirnya mengecup lembut bibir Dino. Lembut dan segar sekali bibir Indri ini batin Dino.

    Dino bergerak mengambil inisiatif atas kesamaan hasrat yang terbaca sudah. Mengait bibir lembut yang bergerak menjauh. Segera melumatnya dengan hangat. Kedua bola mata Indri terbelalak lalu meredup pelan, ikut larut dalam irama alunan gelora hasrat yang mulai terbersit dalam dirinya. Kini kedua bibir mereka bertautan erat, saling melumat dan mengulum, membangkitkan hangatnya bara asmara dalam kebersamaan.

    Mmmfhh..desah Indri perlahan.

    Lidah Dino kini mencoba lebih intens, menyelusup melalui ke dua bibir lembut milik gadis muda itu, mencoba menemukan pasangannya. Kemudan mengait lidah lancip sang gadis mengajaknya bercengkrama dalam kelembutan basah mulutnya. Indri pun tak kalah hangatnya membalas. Lidah mereka saling berpalun, saling membelit dengan panasnya.

    Tangan kiri Dino menjalar turun. Menyelusur di sepanjang punggung sang gadis, mengirimkan kehangatan di sepanjang perjalanannya. Bibir mereka masih bertaut makin erat, saling melumat tak hentihentinya.

    Tangan Dino terus turun, meluncur di sepanjang kaos ketatnya Indri, terus ke bawah, menaik pada pinggang yang ramping menemukan bongkahan yang masih dilapisi rok tersebut. Meremasnya lembut!!!

    Indri membuka matanya, bergerak perlahan menaiki tubuh Dino. Dan kembali melumat dan menngulum seperti sebelumnya. Tangan kanan Dino bergerak, Menyusuri bagian samping tubuh gadis muda itu , mengelusnya perlahan, terus naik turun , kadang bergerak agak kedepan menyentuh pangkal bulatan dadanya , mengelus denganibu jarinya.

    Uhhhhh.Rintih gadis muda itu perlahan. Tubuhnya sedikit mengangkat memberikan ruang gerak keleluasaan pada jari Dino. Sementara tangan yang sebelah lagi tak hentihentinya meremas dan mengelus di belakang.

    Tak cukup begitu jari Kino menyelusup ke balik kaos yang dikenakan Indri, meraba kehalusan kulit tubuh sang gadis, mengelusnya sambil bergerak naik, menemukan bongkahan dadanya yang masih terbalut bra tersebut. Tangan Dino bergerak terus menyelinap ke balik pembungkus dada tersebut!!!

    Menemukan bulatan padat kenyal berlapiskan kulit halus yang hangat. Merabanya dan mengelusnya dengan lembut, jarinya tak berhenti menaiki bulatan padat tersebut, menemukan putik mungil di puncaknya. Memilinnya perlahan.!!!

    Ouhhhh..Desis Indri menggeliatkan tubuhnya. Rasa geli gatal melanda syarafsyaraf kewanitaannya.
    Terus.A..batinnya menyetujui tindakan Dino. Bibir Indri turun mengecup bola mata Dino, bergerak kesamping melumat cuping telinga Dino dengan ganas

    Dino merasa kegelian atas perlakuan Indri pada telinganya. Langsung di peluknya tubuh mungil tersebut, Ia bangkit hingga terdudukdengan Indri dalam pangkuannya. Menarik lepas kaos gadis muda tersebut hingga lepas.

    Tak ketinggalan dengan bra dan roknya. Indri p[un berbuat sama, melepaskan pakaian Dino Dan kini mereka hanya di lapisi oleh secarik kain tipis yang menutupi selangkangan mereka masingmasing.

    Sambil dalam posisi demikian mereka kembali saling melumat dan mengulum. Lidah Dino menjalari leher gadis muda itu. Menjilati permukaannya di sepanjang perjalannannya, terus menaik menjumpai pangkal telinganya. Menjilati bagian belakang telinga tersebut berkalikali. Terus mengulum cuping teringa tersebut dengan rakusnya.

    Ahhh.erang Indri. Tubuhnya mulai berkelejatkelejat di pangkuan Dino.

    Pinggulnya secara demonstratif bergoyang, mengekspresikan kegeliab dan kegatalan yang melandanya. Akibat goyangan tersebut kewanitaannya yang terlapis oleh kain tipis itu menggerus batang kejantanan Dino yang telah tegak , malah kegelian dan kegatalannya makin memuncak.

    Wajah dan bibir Dino kini beralih pada bulatan padat di dada sang gadis. Mengecup di sekeliling bungkahan kenyal itu, menjilat di sepanjang lingkaran lerengnya. Berputar terus ke atas menuju puncaknya. Mengulum dengan kuat pada putik yang berada di puncak dada tersebut.

    Ouhhhhhh.Aa.erang gadis muda itu.

    Matanya terbeliak sesaat dan kembali meredup. Terdengar napasnya telah memburu. Desah dan rintih tak hentihentinya terdengar meluncur dari bibir munginya. Kadang bibirnya menganga melepaskan keluhan nikmatnya. Dino tak berhenti, bergantian dada kiri dan kanan Indri menerima lumatan dan kuluman yang tak kenal lelah,makin bersemangat dan makin ganas.!!!

    Indri tak tahan. Gelombang demi gelombang yang menderanya menaikkan tingkat birahinya pada titik yang lebih tinggi. Tak cukup hanya begitu,tangan mungilnya menjamah ke bawah. Terasa oleh Dino betapa pinggul gadis muda itu terangkat.

    Tak tau apa yang dilakukannya, hanya tibatiba tangan lentik itu telah berada kemabali diatas dengan menggenggam secarik segitiga satin, yang langsung di lontarkannya di atas kasur. Tak lama kembali terasa kedua tangan tersebut telah berada di pinggang Dino, menarik karet pakaian terakhirnya. Dino mengangkat tubuhnya memberikan keleluasaan pada sang gadis. Mereka kini telah telanjang.!!!

    Langsung tangan mungil itu kembali bergerak, terasa menggenggam batang berototnya yang telah tegak. Menempatkannya pada lepitan basah yang hangat. Pinggulnya bergerak intuitif bergoyang, mengurut dan membelai batang kenyal tersebut naik turun.

    Dino bergerak. Merangkul tubuh mungil gadis muda tersebut. Mendekapnya erat di tengah goyangan dan gerakan erotisnya. Menempelkan tubuh mereka yang telah berkeringat erat ke tubuhnya.

    Merasakan gosokan putik bulatan padat dada Indri pada dadanya. Merasakan api yang mkembakar mereka bergejolak makain membara, siap menghanguskan mereka.

    Kedua tangan Indri berpegangan pada bahu Dino. Pinggulnya tak henti bergerak, menggali semua kenikmatan yang ada di sepanjang batang kenyal lelaki yang ia duduki. Mata indahnya terpejam.

    Tibatiba tangan mungil Indri bergerak kembali ke bawah, menemukan batang berotot Dino yang telah tegak maksimal, menggengamnya dan menuntunya pada muara lepitan kewanitaannya, menggosok kepala membolanya dengan lepitan basahnya. Melumasinya berkalikali.

    Lengannya kembali pada pundak Dino seiring dengan kakinya yang kini berubah tumpuan. Lututnya kini menjadi tumpuan tubuhnya yang berada di pangkuan Dino. Perlahan tumpuan lututnya bergerak, melebar..!!!

    Ahhhh..pekik lirih Indri. Kedua lututnya yang melebar mengakibatkan tubuhnya turun.

    Lepitan basah kewanitaannya ikut turunmenyebabkan lepitan itu terkuak oleh batang tegar Dino. Menelan kepala membola itu dalam jepitan halus basah tetapi liat mencekal. Tubuh sang gadis mengejang sesaat. Kembali pinggulnya bergerak memutar.

    Ohhh. Aarintihnya lirih di sela gerakan tubuhnya di bawah.

    Dino merasakan kedua tangan Indri mencengkram erat pundaknya. Liang hangat di bawah terasa mencekal erat kepala batang tegarnya. Ditambah lagi dengan gerakan memutar pinggul sang gadis membuatnya tak bisa lagi menahan diri.

    Dipeluknya ketat tubuh Indri dengan kedua lengannya, hingga tubuh mungil tak dapat bergerak lagi. Lalu menggerakkan tubuhnya naik. Meneruskan pembukaan yang telah dilakukan sang gadis. Membenamkan batang tegarnya dalam kelembutan liat kewanitaan sang gadis. Mili demi mili batang berotot itu tenggelam,terbenam.

    Sungguh erat cekalannya.batin Dino.Bukan main punya Aa ini.batin Indri.

    Tak tahan oleh geli dan gatal yang melanda, Indri membenamkan giginya pada pundak Dino. Menggigitnya dengan gemas.

    Ahhhhhhh pekik Indri. Napasnya terengahengah seolaholah tengah berlari jauh.

    Akhirnya amblas sudah batang berotot Dino, terbenam utuh dalam kekenyalan liang kewanitaan Indri diringi pekikan kecilnya. Mereka terdiam sesaat, saling berpandangan lekat. Perlahan tubuh mungil Indri bergerak, naik turun dengan pelan.

    Mulai menggali semua kenikmatan yang akan memenuhinya, Makin lama temponya menaik. Terkadang bergerak maju mundur mengayunkan pinggulnya dengan konstan.

    Dino tak tinggal diam, mencoba menambah pasokan birahi dengan kembali melumat dan mengulum putik bongkahan dadanya yang telah mengeras, mengkilat oleh butirbutir keringat di timpa temaram cahaya. Bergerak seirama mengayunkan pimggulnya naik turun bak piston mesin mengebor.

    Gerakan mereka makin cepat. Dengus dan erangan tak hentinya terdengar dari kedua insane yang tengah mendayung perahu birahinya, di selingi kecipakkecipak pertemuan tubuh mereka di bawah. Tubuh mereka telah basah mengkilat dimanamana. Melicinkan gerakan merekan yang makin liar. Puncak makin mendekat.

    Lalu gerakan Indri mengayun pinggulnya berubah manjadi sangat cepat. Melentingkan tubuhnya ke belakang, memejamkan matanya.

    Ahhhh..pekiknya saat keputusan puncak di capainya.

    Kembali bergerak cepat memacu pinggulnya, Kembali sambil melentingkan tubuhnya menjerit terputusputus

    Ahhh, .ahhhhhh, ahhhh.gelombang yang lebih dahsyat menggulungnya,membolakbalikkan emosinya bercampur aduk.

    Melontarkannya ke langit berwarna warni. Tak kuat menahankannya, memeluk ketat bahu Dino seraya giginya telah membenam di pundak Dino. Rengekannya pecah sepanjang gelombang demi gelombang yang melandanya.

    Nggghh.rengek Indri dengan nafas tersengalsengal.

    Terasakan oleh Dino betapa liang tersebut bergerak peristaltik, mengurut dan memijat batang berototnya dalam tempo cepat. Dino tak tertahankan, makin cepat, selain menyempurnakan pencapaian sang gadis juga letupanletupan syarafnya hampir meledak.

    Memompa batangnya terus menerus tak henti. Mengenggam pinggul sang gadis denga kedua tangannya seolah olah tengah memaku sang gadis dengan batang berototnya pada liang yang telah basah di bawah.

    Arghhh..sambil menggeram Dino membenamkan batang berototnya sedalamdalamnya pada liang basah tersebut.

    Ototnya berdenyut sesaat. Bendungan laharnya meledak, berkejaran di sepanjang pembuluh darah batang berototnya menemukan pelepasannya. Menyembur dalam kehangatan liang yang mencekal erat, membasahi dan membanjirinya hingga tak tertampungkan dan mengalir perlahan ke muara liang tersebut.

    Hening sejenak. Mereka tenggelam dalam keletihan yang sangat. Meresapi sisa deburan gelombang yang masih terasa. Diam tak berkatakata

    Makasih..Aujar Indri lirih mengecup bibir Dino.
    Hmmm..gumam Dino tak menjawab, hanya dekapan lengannya makin erat pada tubuh mungil yang berkeringat tersebut.

    Tak dapat ia wujudkan kebanggan perasaannya. mengantarkan gadis muda itu menggapai puncak kenikmatan yang beruntun dalam persetubuhan ini.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah

    Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah


    1393 views

    Cerita Sex ini berjudul ” Cerita Sex Hanya Bisa Mendesah ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cmerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.

    Perawanku – Dengan warna kulitku yang putih dan wajah yang lumayan cantik denga tubuh langsing padat bibir tipis yang sensual, rambut panjang hitam, ukuran payudaraku juga lumayan besar dan pantatku yang padat, aku tergolong orang yang supel dan disekolah aku banyak teman dari kelas dati sampai kelas 3, sekarang aku masih kelas 2 SMA banyak yang suka denganku perempuan maupun laki laki.

    Di kelaspun aku termasuk salah satu murid yang mempunyai kepandaian cukup baik, ranking 6 dari 10 murid terbaik saat kenaikan dari kelas I ke kelas II.

    Karena kepandaianku bergaul dan pandai berteman tidak jarang pula para guru senang padaku dalam arti kata bisa diajak berdiskusi soal pelajaran dan pengetahuan umum yang lain. Salah satu guru yang aku sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dengan bekas cukuran brewok yang aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aku) dan ramping tetapi cukup kekar. Dia memang masih bujangan dan yang aku dengar-dengar usianya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yang sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.

    Suatu hari setelah selesai pelajaran olah raga (volley ball merupakan favoritku) aku duduk-duduk istirahat di kantin bersama teman-temanku yang lain, termasuk cowok-cowoknya, sembari minum es sirup dan makan makanan kecil.

    Kita yang cewek-cewek masih menggunakan pakaian olah raga yaitu baju kaos dan celana pendek. Memang di situ cewek-ceweknya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaku yang cukup indah dan putih.

    Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Lilik (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang, “Selamat pagi Paa..aak”, dan dia membalas sembari tersenyum.

    “Ya, pagi semua. Wah, kalian capek ya, habis main volley”.

    Aku menjawab, “Iya nih Pak, lagi kepanasan. Selesai ngajar, ya Pak”. “Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.

    Aku dan teman-teman mengajak, “Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.

    “OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”!

    Aku dan teman-teman bilang, “Tidak, Pak.”, lalu aku menimpali lagi, “Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu teman-teman yang lain, “Naa..aa, betuu..uul. Setujuu..”.

    Ketika Pak Lilik mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku.

    “Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak”.

    Pak Lilik menjawab, “Ah! Ya, ndak apa-apa”.

    Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku. Tampak Pak Lilik tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf.

    “Sorry, ya Pak”.

    Dia menjawab, “That’s OK”. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Lilik.

    Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Lilik dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersama-sama. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku.

    Ketika tiba di rumah Pak Lilik, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.

    “Eeeh, kamu Et. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?”.

    Aku menjawab, “Ah, nggak iseng aja. Sekedar mau tahu aja rumah bapak”.

    Lalu dia mengajak masuk ke dalam, “Ooo, begitu. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya paké baju dulu”. Memang tampak Pak Lilik hanya mengenakan handuk saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku sekedar menjelaskan, “Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Kok sepi banget Pak, rumahnya”.

    Dia tersenyum, “Saya kost di sini. Sendirian.”

    Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Lilik tanya, “Udah laper, Et?”.

    Aku jawab, “Lumayan, Pak”.

    Lalu dia berdiri dari duduknya, “Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Saya mau ke warung di ujung jalan situ. Mau beli nasi goreng. Kamu mau kan?”.

    Langsung kujawab, “Ok-ok aja, Pak.”.

    Sewaktu Pak Lilik pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Lilik pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam.

    Kulihat koleksi bacaan berbahasa Inggris di rak dan meja tulisnya, dari mulai majalah sampai buku, hampir semuanya dari luar negeri dan ternyata ada majalah porno dari luar negeri dan langsung kubuka-buka. Aduh! Gambar-gambarnya bukan main.

    Cowok dan cewek yang sedang bersetubuh dengan berbagai posisi dan entah kenapa yang paling menarik bagiku adalah gambar di mana cowok dengan asyiknya menjilati vagina cewek dan cewek sedang mengisap penis cowok yang besar, panjang dan kekar.

    Tidak disangka-sangka suara Pak Lilik tiba-tiba terdengar di belakangku, “Lho!! Ngapain di situ, Et. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”.

    Astaga! Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagap-gagap, “Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak”.

    Pak Lilik hanya tersenyum saja, “Ya. Udah tidak apa-apa. Kamar saya berantakan. tidak baik untuk dilihat-lihat. Kita makan aja, yuk”.

    Syukurlah Pak Lilik tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.

    Pada saat makan aku bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?”.

    Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, “Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng”.

    Lalu aku memancing, “Kok, tadi ada yang begituan”.

    Dia bertanya lagi, “Yang begituan yang mana”.

    Aku bertanya dengan agak malu dan tersenyum, “Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok”.
    Kemudian dia tertawa, “Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa”.
    Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Lilik menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya.

    Lalu dia menawarkan diri, “Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk”.

    Akupun langsung beranjak ke sana. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya.

    Begitu tiba di dalam kamar, Pak Lilik bertanya lagi, “Betul kamu tidak malu?”, aku hanya menggelengkan kepala saja. Mulai saat itu juga Pak Lilik dengan santai membuka celana jeans-nya dan terlihat olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan terus semakin kuat sehingga menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih tetapi kutahan.

    Pak Lilik bertanya lagi, “Sakit, Et”. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Semakin lama jilatan Pak Lilik semakin berani dan menggila. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya bisa mendesah”, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh”.

    Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Pak Lilik pun naik dan bertanya.

    “Enak, Et?”

    “Lumayan, Pak”.

    Tanpa bertanya lagi langsung Pak Lilik mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna.

    Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta.

    Pak Lilik berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.

    “Boleh saya seperti ini, Et?”.

    Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Lilik menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.

    Kelihatan Pak Lilik agak susah untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku yang masih rapat, dan aku merasa agak kesakitan karena mungkin otot-otot sekitar vaginaku masih kaku. Pak Lilik memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”.

    Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, “Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Lilik sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Lilik tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan tetapi terasa nikmat dan cukup untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.

    Semakin lama rasa perih berubah ke rasa nikmat sejalan dengan gerakan penis Pak Lilik mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, “Hah, hah, hah,..”.

    Pelukan kedua tangan Pak Lilik semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Lilik semakin memberi rasa nikmat dan terasa di dalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar.

    Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Lilik kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan dengan keras ke atas kasur dan ouwww..,

    Pak Lilik semakin memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas. Semakin kuat dan terus semakin kuat sehingga tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan akhirnya Pak Lilik agak merintih bersamaan dengan rasa cairan hangat di dalam vaginaku. Rupanya air maninya sudah keluar dan segera dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan tampak dia masih terengah-engah.

    Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku,

    “Gimana, Et? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya”.

    Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, “tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini”.
    Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.

    Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Lilik juga tertidur.

    Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Lilik dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tampak olehku Pak Lilik hanya menggunakan handuk dan berkata, “Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?”.

    Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Lilik masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Lilik menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.

    Setelah semua selesai, Pak Lilik membuatkan aku teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Lilik memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.

    Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Lilik untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak Lilik walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran.

    Pernah Pak Lilik menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, tetapi aku belum pernah menjawab. Yang penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bahasa Inggrisku itu.

    Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Pasutri.

  • Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku


    1223 views

    Perawanku – Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku, Sebelumnya kuperkenalkan diri namaku Rudy tinggi 170 cm berat badan 55 kg umurku sekarang 20 tahun asalku dari Sragen sekarang aku telah masuk jenjang perguruan tinggi negeri di kota Solo. Pengalaman seks yang pertama kualami terjadi sekitar 3 tahun lalu, tepatnya waktu aku masih duduk di bangku SMU kelas 2. Karena rumahku berasal dari desa maka aku kost dirumah kakakku.

    Saat itu aku tinggal bersama kakak sepupuku yang bernama Mbak Fitri berusia 30 tahun yang telah bersuami dan mempunyai 2 orang putri yang masih kecil-kecil, namun di tempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada 2 orang lagi adik Mbak Fitri yang bernama Wina waktu itu berumur 19 tahun kelas 3 SMK dan adik dari suami kak Fitri bernama Asih.

    Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu diantara mereka suadah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya woow…terlihat sangat oh…

    Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap bersama Mbak Wina, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aku tidur bersama Mbak Wina maka aku akhirnya tak tahan juga. Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium kening dan membelai rambutnya yang harum.

    Malam berikutnya aku sudah mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang……oh…oh.., aku melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.

    “Ah…..ught…..hhhhhh….hmmmm” desahan Mbak Wina mulai terdengar.

    Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana, ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset. Ia malah berkata,

    ”Dik teruskan….. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja……..”

    Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.

    “Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!”
    “Nggak apa-apa kok dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Wina.

    Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat vagina yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.

    “Cup…cup…sret…. srettttttttttt”, suara jilatan lidahku.
    “Ought……ought….terus dik enak…..!!!”

    Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.

    “Ehmm…oh…ehhhhh…. mmmmhhh”, rintih kakakku keenakan.

    Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.

    “Crot..cret…crettttttt…. crettttttttttt”, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam vaginanya.
    “Oh……”

    Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    Cerita Sex Tak bisa Menahan Nafsu Birahi Gara-Gara Tidur Sekamar Dengan Sepupuku

    “Terima kasih dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?”
    “Ok deh mbak”, sahutku.

    Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.

    Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Fitri dan adiknya Asih bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Wina, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Wina sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.

    “Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach…… sayang….!” pinta Kak Wina.

    Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.

    “Hm…eght…. hmmmmm……. eght…!”

    Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar. Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel.

    Wow……tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho……. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.

    Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.

    Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati payudara gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.

    Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam vagina itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.

    “Ught..ugh…hah oh….oh…..”desahan nikmat keluar dari mulut Kak Wina.

    Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Ah enaknya..

    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,

  • Cerita Sex Selingkuh Ngentot Bu Patty Majikanku Yang Mempunyai Tubuh Mulus

    Cerita Sex Selingkuh Ngentot Bu Patty Majikanku Yang Mempunyai Tubuh Mulus


    1593 views
    Perawanku – Cerita Sex Selingkuh Ngentot Om Akhsan, paman Bram, sudah 1 bulan ini sakit-sakitan. Bram merasa bersalah. Dua tahun dia menumpang di rumah pamannya ini, untuk kuliah di sebuah kursus pendidikan komputer. Istri Om Akhsan, Bibi Ena, menanggung seluruh beban keluarga, dengan Bram dan 3 orang anak mereka yang masih kecil. Sebelum sakit-sakitan, Paman bekerja sebagai supir di keluarga Wijaya. Cukup lama, sekitar 5 tahunan. Bi Ena yang bekerja sebagai buruh cuci pun bekerja ekstra keras untuk sekedar bisa makan. Aku? aku mengandalkan kiriman orang tuaku, lebih tepatnya ibuku karena aku anak yatim, yang tak seberapa dari kampung, juga untuk sekedar sumbangan bagi Paman dan Bibi.
    Cerita Sex Selingkuh Ngentot – “Om, boleh ga aku tanya sesuatu?” Bram berkata suatu hari kepada pamannya yang tergolek lesu di ranjang sempit.
    Penyakitnya didiagnosis sebagai pneumonia, dan dia harus istirahat total di rumah, jika tidak, paru-parunya bakal terisi banyak cairan, dan dia bakal lebih lemas lagi. Untungnya keluarga WIjaya baik hati, mereka menanggung seluruh biaya rumah sakit Om. Sayangnya itu berarti Om Akhsan harus berhenti total dari pekerjaannya. Jika tidak, hanya masalah waktu sebelum pneumoninya kambuh lagi.
    “Apa Bram?”
    “Yang gantiin om di rumah pak Wijaya siapa?”
    “Ya, kemarin si Cipto bersedia gantiin, tapi ternyata ga betah. Katanya kebanyakan nganterin, mending bawa kontener katanya” kata Om Akhsan lesu.
    “Kalo aku aja gimana Om?”  Agen Obat Kuat Pasutri
    “Maksud lo?”
    “Boleh ga, aku gantiin paman jadi sopir di rumah Wijaya?” tanya Bram.
    “Heh? emang kamu bisa nyetir? ini Mercy lho, sedan, bukan bis.”
    “Emangnya Sumber Kencono, om?”
    Mereka tertawa bersama.
    “Bisalah om, ni liat,” Bram memperlihatkan SIM Anya.
    “Bram, Aku tidak bisa mengijinkan hal itu,” kata Paman dengan berat hati.
    “karena Om udah janji sama almarhum Bapak kan? Aku ga bisa liat Bi Ena terus-terusan kaya gitu Om, dan lagian kuliahku di BSI sudah hampir selesai,” kata Bram lagi.
    Pamannya mengingat perjanjiannya dengan ayah Bram, ketika mereka masih kuliah. Dia berjanji bahwa ketika ada sesuatu terjadi pada ayah Bram, dia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hidup Bram, dan itu berarti bahwa dia tidak akan mungkin memaksa Bram untuk bekerja, membantu rumah tangganya.
    Cerita Sex Selingkuh Ngentot Bu Patty Majikanku Yang Mempunyai Tubuh Mulus

    Cerita Sex Selingkuh Ngentot Bu Patty Majikanku Yang Mempunyai Tubuh Mulus

    “Paman, aku harus bekerja! Aku benar-benar tidak tega melihat Bi Ena menanggung semuanya sendiri.”
    Sekilas mereka berdua melihat ke arah Bi Ena yang sedang sibuk menyuapi anak terkecil mereka. Istri Om Akhsan memandang mereka, dan bagaimanapun kuat seorang lelaki, pandangan itu meluluhkan hati Om Akhsan.
    “OK, Bram, aku akan menelepon pak Wijaya untuk mengabarkan penggantiku.”
    Rumah keluarga Wijaya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sungguh mewah dan sangat luas. Bram hanya bisa terkagum-kagum melihat isi rumah seperti istana itu. Rumahnya punya lobi, seperti hotel, dan sebuah mobil mewah Mercedes ada di situ.
    Bram masuk setelah dibukakan pintu oleh bi Minah. Kikuk dengan suasana yang sama sekali berbeda dengan rumah Om Akhsan, Bram duduk tepekur, sementara Pak Philip duduk di depannya sambil menerima telepon dari seorang rekan bisnisnya. Sebelum itu, Pak Philip berkata bahwa dia sudah tahu mengenai akan datangnya pengganti Pak Akhsan.
    “OK, Bram, kamu mulai bekerja besok pagi. Tugasmu adalah mengantar ketiga anakku dan istriku kemanapun mereka pergi. Kamu boleh menginap di sini, atau kamu boleh pulang pergi. Tapi, kamu harus standby di rumah ini mulai jam 6 pagi, mencuci mobil, dan setelahnya, kamu harus siap kapanpun anak-anakku atau istriku memanggilmu. Itu jika kamu memilih untuk pulang pergi.”
    “Baik, pak. Om menyarankan saya untuk menginap di sini saja pak. Ini juga saya sudah bawa baju gantinya,” jawab Bram.
    “Minah akan mengantarmu ke kamar sopir. Minah!” panggil pak Philip kepada satu-satunya pembantu di rumah besar itu.
    Seorang wanita muda dengan dandanan sederhana kemudian muncul sembari tersenyum manis kepada Bram. “Mari mas Bram, saya bantuin angkat barangnya,” kata Minah.
    Hari-hari berlangsung cepat dalam minggu itu. Bram dengan cepat menyesuaikan diri di rumah keluarga Wijaya, setelah sebelumnya berkenalan dengan ketiga anak keluarga Wijaya, yang secara mengejutkan mempunyai kepribadian yang sangat menyenangkan, tak seperti bayangan Bram semula tentang anak-anak orang kaya yang mungkin sombong, pilih-pilih teman. Yang tertua, Sisca, benar-benar pribadi yang mengagumkan. Cantik, pintar, rendah hati, dan humoris. Steven, nomer dua, benar-benar konyol dan seorang penggila sepakbola. Tifanny, si bungsu, benar-benar anak yang manis, penurut, dan lebih suka bermain di dalam dunianya sendiri. Bram belum pernah bertemu dengan istri pak Philip, karena Ibu Patty, panggilan istri pak Philip, sedang berada di Singapura untuk urusan bisnis.
    Bram menjalankan aktivitasnya setiap hari, mengantar ketiga anak itu kemanapun mereka mau pergi, dan harus diakui, pekerjaan itu benar-benar melelahkan. Sisca, seorang siswi SMA Internasional terkenal di Jakarta Selatan, paling sering pergi membawa mobil, tentu saja dengan Bram sebagai sopirnya.
    “Mas Bram, nanti tolong anterin Sisca ke hotel P*****n dong, ada pesta Prom Night nih,” rayu Sisca suatu sore ketika Bram sedang duduk santai di teras belakang, ngobrol dengan Minah.
    Sore itu matahari sungguh indah, memancar menjelang tenggelam. Sinarnya berwarna keemasan menyinari sosok Sisca yang sempurna. Kuning langsat, dengan tubuh yang menawan. Dia mengenakan tanktop warna biru muda dengan tali kecil, dengan celana putih super pendek, seperti kebiasaannya. Tali BHnya terlihat di bahunya. Warnanya biru.
    “Gitu aja kok harus nanya sih non. OK deh non, mau jam berapa berangkatnya?” tanya Bram, tampak terlalu semangat.
    “Jam 7 kita berangkat ya mas. aku dah pamit ama papa kok.”
    Cerita Sex Selingkuh Ngentot- Dia kemudian duduk jongkok sambil bermain air di kolam ikan di dekat tempat duduk Bram dan Minah. Bram terpana. Itu bukan pemandangan yang dilihat Bram setiap hari, bahkan seumur hidup Bram. Oh Tuhan, pikir Bram dengan jantung yang berdegup kencang. Tanpa disadari Sisca, posisinya membuat belahan dadanya terlihat. dan itu bukan belahan dada yang biasa. Belahan itu dalam, membentuk jalur yang panjang dari pangkal dada ke arah baju tanktop. Begitu indah, dengan kulit kuning langsat tanpa cela. Belahan dada itu berguncang-guncang mengikuti gerakan lengan Sisca yang bermain air kolam. Bahkan sekilas Bram melihat renda BH Sisca.
    Pemandangan itu sayangnya tidak berlangsung lama. Tiba-tiba Minah beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Sisca masuk ke dalam rumah. Tidak baik anak cewek di luar pas Maghrib, katanya.
    “mas Bram, Pak Akhsan gimana kabarnya sekarang?” tanya Sisca membuka percakapan. Malam itu Bram mengantar Sisca ke Prom Night di sebuah hotel berbintang di Jakarta Pusat.
    Sisca mengenakan baju malam yang sangat mewah, dengan model kemben terusan, dan rok sedikit di atas dengkul. Model yang cukup pendek, sehingga setiap orang pasti bisa melihat keindahan kaki jenjang Sisca yang mulus berkilat itu. Bram berusaha tidak melihat fakta itu, mengingat Sisca adalah anak majikannya.
    Lobby Hotel yang gemerlap itu penuh sesak dengan anak-anak ABG tajir yang merayakan Prom Night ketika mereka sampai di sana. Mobil yang disupiri Bram berhenti tepat di depan lobby, setelah ngantri beberapa saat karena semua anak ABG itu diantarkan oleh sopir atau orangtuanya. Bram bergegas keluar, dan membukakan pintu untuk Sisca, sebuah kebiasaan baru yang dipelajarinya dari Om Akhsan.
    Bram sungguh menyukai kebiasaan baru itu, karena ketika dia membukakan pintu Sisca, dia melihat kembali pemandangan indah yang dilihatnya sore itu. Ketika Sisca keluar dari mobil, kaki kirinya melangkah pelan keluar dari mobil. kakinya yang jenjang terlihat jelas ditimpali lampu lobby hotel yang terang benderang. Pahanya sekilas terlihat, benar-benar tanpa cacat cela. Belum lagi pemandangan selanjutnya, benar-benar memukau. Ketika Sisca sedikit membungkuk untuk keluar dari mobil, dadanya yang hanya ditutupi baju malam model kemben membentuk lekukan dalam berbentuk V terbalik. Renda BHnya mengintip dari belahan dada itu. sepertinya BH tersebut tidak kuasa menahan volume bukit indah Sisca.
    Bram masturbasi malam itu, pertama kali dalam sejarah hidupnya …
    “Mami, kenalin, ini mas Bram, sopir kita yang baru,” kata Tiffany menyeret ibunya.
    “Saya Bram bu, pengganti pak Akhsan,” kata Bram sambil menyalami Bu Patty.
    “Hallo,” sapanya singkat.
    Oh, jadi ini istri pak Philip, Ibu Patty. Bram sudah pernah melihat foto sebelumnya.
    Bu Patty adalah seorang wanita yang mencerminkan anggapan Bram selama ini mengenai wanita kaya. Glamor, dengan pakaian yang terlihat mewah, perhiasan yang kentara, dengan make up yang luar biasa. Umurnya sepertinya akhir 40an. Yang membuat heran Bram, dengan umurnya, Bu Patty sungguh luarbiasa menawan. Jantung Bram berdegup jencang ketika tangan dia menyentuh tangan bu Patty. Kulitnya sungguh halus, dengan tubuhnya yang begitu harum, membuat Bram terpaku. Seumur hidupnya, belum pernah dia melihat sosok wanita seperti itu. Maklum, orang kampung. Dia mengenakan baju kerja hem ketat warna pink. Roknya pendek sebatas lutut, menampilkan kaki jenjang dengan sepatu hak tinggi.
    Seperti cerita Tiffany, bu Patty baru saja pulang dari Singapura. Bu Patty segera meninggalkan Bram dan Tiffany, menemui teman-temannya di ruang tamu. Bram mengintip dari dapur, mengamati percakapan di ruang tamu. Teman-teman bu Patty tidak jauh beda dari bu Patty. Elegant, glamor, setengah baya, namun super seksi.
    Bram tidak tahu mengapa. Sejak saat itu dia terobsesi dengan wanita setengah baya.
    Bram masturbasi malam itu, sungguh nikmat …
    membayangkan bu Patty dengan segala kelembutannya, keharumannya, membayangkan wanita itu mengeluarkan penis Bram dari celana, mengelusnya dengan tangannya yang lembut …
    Sejak bu Patty datang, kegiatan Bram didominasi dengan acara mengantarkan bu Patty kemanapun dia pergi. Ya, dan Bram mendapatkan partner supir baru, mas Yanto yang bertugas mengantar anak-anak.
    Pak Philip mau orang yang bisa dipercaya untuk mengantar bu Patty, bukan orang baru. Bukannya apa-apa, bu Patty sering membawa barang-barang berharga karena pergaulannya. Arisan berlianlah, arisan wisatalah.
    Setiap hari ada saja acara bu Patty, dari mulai bertemu dengan kolega sampai makan malam di restoran atau hotel mewah. Dan sungguh, mengantarkan bu Patty benar-benar membuat Bram kecanduan. Bu Patty mempunyai kebiasaan mengenakan gaun-gaun mewah yang seksi, yang dipastikan selalu menampilkan lekuk tubuhnya, dengan pinggang yang indah, kaki jenjang, dan dada yang membusung indah. Dada bu Patty bisa dibilang istimewa, besar, tampak padat, dan Bram tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengamatinya, baik ketika di mobil ataupun di rumah.
    Pernah Suatu kali ketika Bram mengantar bu Patty ke sebuah pesta, bu Patty mengenakan busana malam warna hitam dengan dengan belahan yang sangat rendah, memperlihatkan hampir seluruh bulatan dadanya. Bram bersumpah, dia melihat sekilas puting susu bu Patty pada saat dia keluar dari mobil. Warnanya merah kecoklatan, dengan lingkaran sekitar puting yang berwarna sama. Bram merasakan penisnya memberontak seketika begitu melihat pemandangan yang mendebarkan itu. Penis itu tidak menyusut sampai malamnya mereka kembali ke rumah Wijaya.
    Rumah Wijaya kembali sepi sore itu. Hari yang dingin, dan hujan yang sangat deras. Pak Philip dan ketiga anaknya pergi ke Hongkong untuk berwisata, meninggalkan Bram, Minah, dan bu Patty.
    Bram duduk di kamarnya seorang diri, menonton TV. Tangannya aktif mengelus penisnya yang tegang sedari tadi. Minah sudah terlelap tidur kelelahan setelah seharian membantu packing anak-anak Wijaya. Sejak melihat pemandangan terakhir itu, Bram menjadi terus-menerus terangsang setiap hari, dan selalu akhirnya, masturbasi lah yang menjadi pelarian.
    Petir menggelegar. Bram keluar dari kamarnya dan menuju ruang cucian. Dia perlu pelampiasan setelah terangsang terus-menerus. Entah setan apa saja yang membujuk dirinya, ada sebuah dorongan yang mendorong dia pergi ke tempat cucian. Dorongan kuat yang membuat dirinya sendiri heran. Dia mulai mencari-cari sesuatu dalam tumpukan pakaian. Sesuatu yang bisa dia pakai untuk melampiaskan nafsu birahinya.
    Tidak lama, diapun menemukannya. Tumpukan BH dan celana dalam, yang dia tahu pasti bukan milik Minah ataupun Tiffany, karena bentuknya. Bram mengambil salah satu BH. BH itu berwarna merah dengan bahan sutra, dengan renda-renda di bagian cupnya. Tali bahu dan penahan belakangnya kecil, seukuran 1 cm. Bram mencium BH itu. Bau harum Sisca yang khas langsung merebak. Tangan kiri Bram meraba penisnya yang sangat tegang, sedangkan tangan kanannya memegang BH itu di depan hidungnya. Bram menciumnya. Sedapp sekali.
    Bram benar-benar terangsang. Dia kemudian membuka celana pendeknya, mengeluarkan penisnya dan mulai meremas-meremasnya. Ooh, begitu nikmatnya. Kemudian dia mencari-cari lagi. Sebuah celana dalam seksi, dengan potongan pinggang yang tinggi menjadi pilihannya. Pasti itu milik Bu Patty. Celana itu merah, tipis dengan bahan sutra yang sangat halus. Rendanya benar-benar membuat Bram terangsang. Renda itu berada di bagian depan, dan di bagian elastisnya. Renda di bagian depan mempunyai bagian yang sedikit tembus pandang yang apabila dipakai, hampir pasti menampilkan bulu-bulu lembut vagina wanita. Tangan Bram segera membawa celana dalam itu ke depan hidungnya. Bram mencium bau pesing yang mengherankannya, tidak membuat dia mual, tapi jadi semakin terangsang.
    Bram mulai mengeluskan celana dalam itu ke penisnya yang sangat tegang. Sensasi halus bahan celana dalam itu membuatnya tidak bertahan lama. Sebentar saja, cairan putih lengket menempel di celana dalam itu. Sperma Bram. Lega rasanya.
    Dari pengalaman itu, Bram mengetahui bahwa bu Patty menggunakan BH ukuran 36C, dan Sisca 34B.
    Keesokan harinya Minah mencuci pakaian-pakaian di ruang cuci. Bram beruntung. Minah tidak menemukan celana dalam yang ditempeli sperma Bram.
    Patty bukannya tidak buta. Sopir baru itu, Bram, masih muda. Tinggi, atletis, sepertinya Bram memang bukan anak kampung kebanyakan. Dari matanya terlihat dia orang yang cerdas. Bram sangat tanggap atas perintah Patty.
    Patty sungguh terkesan dengan segala tingkah lakunya. Pak Akhsan memang benar-benar mendidiknya untuk menjadi sopir yang baik. Bagi Patty, mempunyai sopir yang gentleman menjadi sebuah kebanggaan yang dapat ia tunjukkan ke teman-temannya.
    Tiba-tiba Patty jadi sering memperhatikan Bram. Bukan tanpa sengaja. Patty melihat bahwa Bram pun sering mencuri-curi pandang dia. Kadang jika Patty melihat Bram dengan sengaja, Bram tampaknya langsung malu dan memalingkan muka. Dan entah kenapa Patty merasakan sesuatu yang lain. Ada suatu perasaan yang dia sudah lama tidak rasakan. Perasaan diinginkan. Oleh seorang laki-laki muda. Patty merasakan tubuhnya menggigil. Sendirian. di ranjang super King di kamar utamanya. Bukan karena kedinginan, tapi karena nafsu. Tak tertahankan. Tangannya menyelip saja di dalam hotpants. Mencari pelepasan.
    Hujan deras, dengan petir menggelegar.
    Patty keluar dari kamar. Sore itu sungguh dingin, karena hujan yang begitu deras. Dia perlu menghangatkan dirinya dengan secangkir coklat. Panas dan manis. I really need that, pikirnya.
    Patty tidak terlalu peduli dengan baju yang dikenakannya. Toh, lagipula tidak ada orang di rumah sebesar itu. Minah dan Bram ada di belakang, dan tidak mungkin mereka berani masuk rumah utama, pada saat Patty hanya sendirian di rumah. Sebuah tank top warna pink, cukup ketat, dengan bawahan hotpants. Patty merasa diri sangat seksi. Kostum wajibnya di rumah, yang dulu selalu disukai Philip. Ya, dulu. Kini tidak lagi. Philip terlalu sibuk dengan acara akuisisi, merger, ekspansi di sektor properti, valuta asing.
    Patty beranjak ke dapur. Dia menjerang air di sebuah teko kecil, sambil mengambil coklat di kitchen set, dekat dengan ruang cucian. Dan dia terkejut melihat pemandangan di tempat cucian. Dari sisi dapur, ruang cucian terlihat jelas, tapi orang yang di ruang cucian pasti tidak bisa melihat siapa yang ada di dapur. Dan Patty melihat sesosok tubuh laki-laki. Apa yang sedang dia lakukan di ruang cucian pada saat hujan deras? Yang pasti bukan untuk mencuci pakaian. Sejenak Patty curiga.
    Ya, itu pasti Bram.
    Patty mengintip, dan merasakan kakinya melemah, ketika melihat apa yang sedang dilakukan Bram.
    Bram sedang memegang celana dalamnya. Tidak hanya itu saja, celana dalam Patty diusap-usapkan, sepertinya ke penis Bram. Patty tidak bisa melihat dengan jelas, karena dia hanya bisa melihat tubuh Bram dari belakang. Dan tubuh itu sungguh tubuh ideal. Patty melihat bahwa Bram mempunyai pantat yang sungguh berotot. Celana Bram turun sampai ke lutut kaki. Ya, Bram sedang bermasturbasi dengan celana dalamnya.
    Ooh, rasa itu muncul lagi. Patty merasakan putingnya mulai mengeras. Tidak tahan melihat pemandangan itu, Patty secara tidak sadar mulai meremas-remas dadanya. Pertama kali dalam hidupnya, dia merasa sangat terangsang tanpa ada seseorangpun di dekatnya. Tangan kanannya menyusuri bagian dalam pahanya, kemudian masuk pelan-pelan ke dalam lubang kaki celana hotpantsnya. Tangan yang tiba-tiba lihai itu mencari sesuatu yang basah di bawah sana, dan mulai masuk ke dalamnya. Oooh, feels great, really great, pikir Patty ketika tangannya mulai beraksi, merangsang tonjolan kecil di vaginanya. Patty semakin cepat merangsang dirinya, sementara di tempat cucian, Bram juga sepertinya semakin mendekati puncak kenikmatan, terlihat dari tangannya yang semakin cepat. Jantung berdegup semakin cepat, mata Patty nanar, dan meledaklah orgasmenya. Satu kali setelah sekian lama. Sepertinya Bram pun hendak mencapai ejakulasinya, tatkala dari jauh, terlihat tubuhnya bergetar hebat.
    Patty berusaha mengendalikan tubuhnya setelah orgasme yang hebat. Dia terduduk di depan kitchen set, dan mendengar Bram beranjak pergi dari tempat cucian. Ketika Bram sudah tidak terlihat, Patty cepat-cepat berlari menuju tempat cucian. Dia mengambil celana dalamnya yang tadi digunakan Bram untuk masturbasi. Celana itu penuh dengan cairan putih bening berbau pandan.
    Tiba-tiba Patty teringat dengan teko airnya…
    ————-
    Bram mengamati bu Patty. Lebih sering dari biasanya. Seakan-akan dunia hanya ada bu Patty. Bram pun merasa bahwa Bu Patty semakin memperhatikan dirinya. Bertanya, berbasa-basi, dan bahkan mengobrol dengan dia dan Minah di belakang rumah. Sebelumnya tak pernah sekalipun bu Patty menyapa dan mengajak ngobrol mereka, paling banter hanya sapaan basa-basi ketika masuk mobil.
    Tidak hanya itu, Bram merasakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Bram pernah berpikir bahwa Bu Patty mungkin menggoda dia. Ketika berjalan di depan Bram misalnya, sepertinya bu Patty melenggok-lenggokkan jalannya secara tidak wajar.
    Bram juga semakin sering diberi pemandangan, pemandangan indah tepatnya, bagian-bagian tubuh bu Patty. Awalnya seperti tidak disengaja oleh bu Patty. Sesuatu jatuh, dan bu Patty mengambilnya, tepat di depan Bram. Cara mengambilnya pun sepertinya lebih lama dari biasanya, memastikan bahwa Bram dapat melihat dengan jelas keindahan payudara besar yang berbalut BH berenda yang sepertinya kekecilan untuk volume sebesar itu. Suatu saat bahkan bu Patty sengaja duduk di kursi, ketika ngobrol bersama Bram dan Minah, menumpangkan kaki. Tentu saja rok mini itu tidak kuasa menutupi keindahan kaki bu Patty. Indah, tanpa cacat, putih, dan berkilat.
    Hingga pada suatu saat …
    Pagi itu Bram selesai mengantar pak Philip ke bandara. Jam masih menunjukkan pukul 9.00. Anak-anak sudah berangkat ke sekolah. Minah sibuk mencuci cucian kotor di ruang cucian, kedengaran suara mesin cuci yang bising. Minah pasti tidak mendengar Bram masuk garasi. Bram bertekad. Hari ini atau tidak sama sekali. Akal sehatnya sudah hilang. Dia bersedia mengambil resiko untuk sesuatu yang mungkin akan dia sesali seumur hidup. Tapi dia harus mengambil resiko itu. Sekali seumur hidup. Dia merogoh sakunya. Dia siap.
    Dia bergegas naik tangga ke lantai dua. Bram tahu pasti, bu Patty belum berangkat kerja. Dengan dada yang berdegup kencang, pelan-pelan Bram mendekati pintu kamar utama, tempat pak Philip dan bu Patty. Pintu itu terbuka sedikit. Bram jongkok dan mengintip. Dilihatnya bu Patty sedang melihat pemandangan kebun belakang dari balkon. Inilah saatnya. Kepalanya seakan melayang, pusing karena degup jantung yang terlalu keras. Telinganya panas.
    Bram pelan membuka pintu, berjalan tanpa suara, dia sudah sampai di belakang bu Patty, menutup mulutnya, sambil menodongkan sebuah pisau kecil ke pinggang bu Patty.
    “Maaf Bu, aku tidak segan-segan melukai ibu jika ibu menolak permintaanku,” kata Bram tegang. Seumur hidupnya, belum pernah dia melakukan kejahatan, sekecil apapun. Tapi nafsu birahi yang begitu tinggi tak tertahankan bagi Bram yang muda itu. Tubuh sintal itu meronta dalam dekapan Bram. Bram menekan kembali pisaunya ke pinggang Bu Patty. Tentu dia hati-hati sekali untuk tidak menekan dengan sisi yang tajam.
    “Bu, ingat, sekali ibu berteriak minta tolong, pisau ini akan menembus tubuh ibu. Ibu paham itu?”
    “IBU PAHAM ITU?”
    Patty mengangguk.
    Bram merasakan tubuh itu melemah dalam dekapannya. dan kemudian gemetar. Tangan Bram melepas mulutnya, dan mulai bergerak membelai bagian dada Patty, perlahan sekali. Tangan itu menyelusup di sela kerah baju kerja Patty yang berbelahan agak rendah.
    “Sudah lama aku membayangkan saat seperti ini bu,” bisik Bram. Tangan kirinya menemukan bongkahan susu yang tertutup half cup bra. Segera saja tangan itu itu liar meremas. Patty mendesah.
    “Bram, kamu mau apa? Jika uang, aku bisa berikan sekarang juga, berapapun kamu mau, tapi jangan …” suara Patty bergetar. Lemah. Seperti tanpa penolakan yang berarti.
    “Ibu tahu persis apa yang aku mau …,” bisik Bram. Bram tiba-tiba saja begitu berani.
    “Bram, kamu ga akan lolos dari semua ini. Kamu bakal masuk penjara lama, aku bisa memastikan hal itu. Oohhhhhhh!!!” Patty masih mengancam, tapi suaranya semakin lemah, terlebih setelah dia merasakan jari Bram memilin puting kanannya.
    “Ibu yakin?”
    Patty tak menjawab. Dia merasakan tonjolan keras yang menempel di bokongnya yang padat. Dia merasakan hembusan nafas Bram yang begitu dekat, ada di belakang lehernya. Bulu kuduk Patty langsung tegak. Kakinya lemas. Tapi dia tahu betul, bukan ketakutan lagi yang menguasai, tapi birahinya. Patty merasakan kegatalan yang luar biasa di vaginanya.
    Bram tampaknya sadar bahwa korbannya sudah menyerah. Pisaunya dia jatuhkan, dan kedua tangannya pun beraksi lebih jauh. Sekarang keduanya meremas kedua bola daging milik Patty, sementara Mulutnya dengan ganas mencium kuduk Patty, dan akibatnya Patty pun mendesah. Kali ini cukup keras. Patty yang awalnya menolak, tak mampu mempertahankan penolakannya itu. Kepalanya berbalik dan menyongsong bibir ganas Bram, dan tangannya menyambut kedua tangan Bram yang agresif menyerang kedua payudaranya. Baju kemeja yang semula rapi itu pun terbuka kancingnya, pula BH yang menutup warna hitam yang ada di dalamnya. Kedua payudara itu pun sekarang tanpa penghalang.
    Tangan Patty bersandar pada teralis beranda yang sempit itu. Otomatis tubuhnya membungkuk, dan Bram seakan paham apa yang dia harus lakukan selanjutnya.
    Pemandangan di depan Bram sungguh mempesona. Sejenak Bram menyadari begitu beruntungnya dia. Rok mini itu tak kuasa membalut kepadatan bokong Patty, juga kaki mulus yang jenjang. Dalam posisi membungkuk itu, garis celana dalamnya tak kelihatan! Apakah Patty tak memakai celana dalam?
    Tangan Bram pelahan menaikkan rok mini itu ke atas, memunculkan bongkahan pantat indah. Tiba-tiba tangan Patty menahannya.
    “Bram …”
    Bram berhenti.
    “Sebaiknya kita berhenti saja …”
    Bram segera menampar pantat bu Patty.
    “Ohhhhh! sakitttt!”
    “Ibu masih mau mundur setelah begitu jauh?”
    “Jangan Bram … kumohon …”
    Tapi sayangnya mulut Patty berbanding terbalik dengan tangannya. Tangannya melepas tangan Bram, dan tangan bram dengan leluasa menaikkan rok mini itu, sekarang di pinggang Patty.
    Bram baru tahu bahwa bu Patty menggunakan celana dalam, tapi kecil sekali, tampak hanya seperti garis di belahan pantatnya. Kelak Bram tahu itu namanya thong. Dengan mudahnya Bram merobak celana dalam itu.
    “ugh,” jerit Bu Patty lirih. air mata menetes di pipinya. Bram tahu dia berkuasa atas tubuh indah ini.
    Bram membuka ikat pinggang celananya, dan kemudian celana dalamnya. Penisnya merasakan udara bebas. Tegak keras mengacung dengan kepalanya yang berkilat. Urat-uratnya tampak jelas. Ketika suara ikat pinggangnya jatuh, spontan bu Patty menengok ke belakang.
    “Ooooh, tii..daakk…itu terlalu besar,” sambil berulangkali menggelengkan kepalanya.
    “Bu Patty, siapa yang menyuruh ibu menengok ke belakang, heh?” Tangan Bram melayang lagi ke pantatnya.
    Patty menjerit kecil.
    Bram mengelus pantat mulus itu, ketika tangannya bersentuhan dengan kulit lembut pantat bu Patty. Tangannya yang kasar serasa sengatan listrik di tubuh bu Patty. Bu Patty gemetar hebat.
    Bram menyentuh bagian dalam paha bu Patty, kemudian naik ke arah vagina bu Patty. Mulut Vagina itu terpampang jelas di depan Bram. Tercukur halus, dengan bukit yang tidak terlalu menonjol. Benar-benar sebuah figur yang sempurna. Tangan Bram membelai vagina itu, jarinya meraih lipatan labia yang sudah basah itu, dan menemukan klitorisnya. Patty menjerit kecil.
    Penis Bram berdenyut kencang, seakan-akan suatu saat bakalan muncrat.
    Bram tidak tahan. Dia harus masuk sekarang. Bram mengarahkan ujung penisnya ke lipatan vagina bu Patty. ePerlahan, penis itu mulai masuk, menerobos ke dalam.
    “Bram, pelannn …”
    Bu Patty menggoyangkan pantatnya. Bram yakin itu. Kepala penis Bram semakin mudah masuk ke dalam vagina yang sudah sangat basah itu. Begitu semuanya masuk dalam vagina bu Patty, Bram berhenti. Dia ingin menghayati momen-momen ini. Mungkin yang terakhir dalam hidupnya, apabila setelah ini dia dipenjara atas tuduhan perkosaan.
    Dia serasa mendengar gelegar petir ketika kemudian mendengar suara.
    “Bram, ayoo,” bisik bu Patty.
    Bram tersadar.
    Pantatnya mulai bergoyang, maju mundur pelan sekali, takut bahwa bu Patty kesakitan dan berubah pikiran. Juga dengan kenyataan bahwa penisnya sudah begitu sensitif setelah tegang cukup lama.
    “Bramm …,” tangan bu Patty meraih pantat Bram. Bram paham bahwa Bu Patty ingin goyangannya lebih cepat.
    Dan kemudian terjadilah. Dua tubuh sempurna bergerak seirama. Bram memegang pinggang bu Patty, dan kedua tangan bu Patty mencengkeram erat kusen jendela balkon. Bu Patty mendesah, dengus nafasnya semakin cepat, seperti halnya Bram.
    Dua tubuh itu bergerak semakin cepat. Bram benar-benar menikmati persetubuhan ini, dan dia merasakan bahwa bu Patty pun juga. Tangan Bram merengkuh kedua payudara gempal itu, dan Patty menyambutnya dengan memegang tangan kekar itu.
    Lenguhan bu Patty semakin cepat dan tiba-tiba, tubuh bu Patty bergetar. Bram merasakan denyutan vagina mencengkeram penisnya. Bu Patty menjerit kecil.
    “Ooh, uhm, uhm.”
    Bram tahu dia terpuaskan. Bram berhenti sejenak sampai denyutan itu melemah.
    “Teruskan Bram, aku tahu kamu belum …,” bisik Patty lemah.
    Bram pun kembali menggenjot, merasakan bahwa dirinya semakin dekat. Tak berapa lama, Bram pun mencapai puncak. Dia ejakulasi. Di dalam vagina bu Patty. Bram menarik penisnya yang sekarang lemas tak berdaya. Bu Patty duduk tersimpuh. Kakinya lemah akibat orgasme yang tadi begitu hebat. Tampak cairan cinta mereka berdua menetes di lantai.
    cerita seks, cerita sex, cerita bokep, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita panas, cerita seks dewasa, cerita sex terbaru, cerita sex bergambar, cerita sex tante, kumpulan cerita sex, cerita dewasa hot, cerita dewasa sex, cerita sex hot, kumpulan cerita dewasa, cerita sex selingkuh, cerita dewasa bergambar, cerita seks sedarah, cerita dewasa sedarah, cerita bercinta, cerita seks terbaru, kisah sex,
  • Cerita Pesta Sex Kelulusan Sekolahku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Pesta Sex Kelulusan Sekolahku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1743 views

    Perawanku – Akhirnya sampailah pada batas bahwa kita mesti mengakhiri suatu hal dan memulai dengan yang baru. Demikian aku dalam sekolah, SMU kulalui dan segera kumasuki Universitas. Meski demikian selalu ada yang membuat kita tak bisa meninggalkan kenangan yang pernah kita goreskan tak peduli dimana, seperti juga disekolahku, teman-temanku, dsb. dsb. Melankolis banget, tapi itu fakta, tak bisa dipungkiri lagi, sorry kata-kata itu aku dapat dari Mas Gigis, teman sekosan di Solo.

    Ceritanya begini, kebiasan sekolah, yang lebih tepat dilakukan sebagai keselaluan, karena selalu dilakukan setelah lulus, yaitu perpisahan sekolah, tak peduli pakai pesta atau tidak, ramai-ramai atau sederhana, pasti sekolah manapun melakukannya. Demikian juga sekolahku, bahkan setelah pesta meriah di sekolah tiap-tiap kelas membikin pesta tersendiri untuk masing-masing kelas. Kelasku lumayan juga rupanya, hanya dengan modal dana iuran kelas yang selalu ditarik tiap bulan dapat digunakan pesta di sebuah Villa, bukan menyewa sih, tapi gratisan milik Vera, temanku yang paling kaya.

    Setelah teman sekelas yang jumlahnya 40, tetapi yang hadir hanya 32 anak itu sudah berkumpul di Villanya Vera Minggu, pukul 14.00, acara pun dimulai, dihadiri walikelas kami, satu persatu acara dilangsungkan. Satu jam pertama diisi dengan acara seremonial yang menjemukan, disusul acara makan dan santai sambung rasa sampai dua jam berikutnya. Kemudian acara hiburan yang khusus dimainkan oleh kami-kami sendiri selama satu jam. Tepat pukul 18.00 istirahat sebentar sebelum acara konyol dan ngocol yaitu perlombaan-perlombaan gila. Ini juga karena sudah pamit pulangnya walikelas, sehingga praktis acara makin bebas karena tidak ada yang mengawasi lagi.

    Begitu acara lomba dimulai sepertinya akan banyak kejadian yang tak terduga yang akan terjadi, wajarlah anak-anak muda. Dan benar saja, acara yang disuguhkan benar-benar gila, seperti cewek-cowok penampilan paling keren, cewek berbibir terseksi, cewek dengan payudara terindah, cewek dengan betis terindah, juga cowok dengan kelamin terbesar, cewek-cowok terseksi dan cewek-cowok dengan adegan paling panas yaitu tarian tererotik.

    Bisa dibayangkan bagaimana suasana yang terjadi saat itu, meski semuanya belum tentu setuju terhadap acara-acara yang berlangsung, tetapi kita sepakat untuk yang terakhir kali bertemu semua bersedia memeriahkan acara demi acara. Bahkan disela-sela acara acara ada saja yang mencuri kesempatan, seperti ciuman atau adegan pelukan mesra bahkan saling meraba atau memang sengaja untuk merangsang membangkitkan gairah karena memang dibutuhkan untuk penampilan perlombaan, sehingga membuat acara benar-benar memanas karena gelora anak anak muda yang sedang bergairah.

    Setelah acara lomba itu sebenarnya adalah pesta kolam renang, tapi sebelumnya diumumkan pemenang perlombaan yang penilaian berdasarkan pilihan terfavorit dari kita-kita sendiri. Lumayan, aku dapat satu gelar, cowok terseksi, cewek terseksi dimenangkan sang ketua, Nova, bibir terseksi dimenangkan Vera, si tuan rumah, cewek-cowok berpenampilan paling keren didapat Deni dan Nita, sepasang kekasih, yang malam itu benar-benar kompak dan serasi penampilannya, cewek dengan betis terindah jadi milik Tika yang masih ada darah bulenya, cewek dengan payudara terindah dimenangkan Desy, dan pemenang kategori cowok dengan kelamin terbesar adalah Fery, yang sampai-sampai celana dalamnya gak muat, sedangkan pemenang lomba paling hot yaitu tarian tererotis dimenangkan oleh pasangan kekasih, Erik dan Sinta yang waktu itu benar-benar gila karena mereka dengan beraninya berduet telanjang bulat menari-nari seiring lagu-lagu latin yang diputarkan. Benar-benar acara yang sangat meriah.

    Bahkan acara pesta kolam renang yang sebenarnya hanya acara santai dengan makan atau sekedar minum di kolam renang sambil ngobrol-ngobrol, jadi seru setelah Nova membacakan pengumuman itu dari pinggir kolam sedangkan yang lain berada di air. Tetapi karena banyak teman-teman yang norak dengan melepaskan pakaian mereka dan berenang tanpa pakaian, sehingga membuat suasana jadi riuh penuh jeritan dan benar-benar gila, Melihat gelagat yang menjurus ke pesta sex, seperti itu sang ketua memberi peringatan dan beberapa persyaratan yang mesti dipatuhi, diantaranya adalah tidak boleh ada pemaksaan seksual, tidak boleh membahayakan teman yang lain, Kalau terjadi hubungan seks sebisa mungkin memakai kondom, dan yang terakir sperma tidak boleh dikeluarkan disembarang tempat lebih-lebih dikeluarkan dalam vagina, jika dilakukan Sang ketua mengancam dengan hukuman berat. Nova pun mengambilkan dua baskom kaca besar dari dalam rumah dan diletakkan di ujung kolam renang sebagai tempat sperma. Setelah itu dia mengatakan merubah acara pesta kolam renang menjadi acara bebas.

    Semua yang diair langsung bersorak-sorai, hingga ada yang melempar CD atau BH mereka keatas, mereka pun ada yang langsung naik dari air untuk mencari tempat yang enak untuk berkencan, bagi yang tak ingin terlibat melakukan seks memilih tetap didalam air atau diatas pelampung sambil minum atau makan atau duduk-duduk dipinggir kolam atau memilih jalan-jalan saja melihat-lihat apa yang teman lakukan, sambil ngobrol ngalor ngidul mengomentari apa yang mereka lakukan, seperti yang aku lakukan sama Fery. Kadang kami juga ikutan menyemangati mereka meski setelah itu bahu kami terangkat tanda aneh saja atas perilaku mereka.

    Tak lama berselang sudah terlihat adegan-adegan porno, yang paling ringan adalah beberapa teman sekadar menari-nari sambil telanjang tidak cewek tidak cowok sama saja atau ada yang berjejeran duduk dipinggir kolam sambil onani bareng-bareng, kadang mereka berganti tangan memegangi kontol sehingga terlihat lucu, tapi itu tak berlangsung lama karena satu persatu berlarian ke baskom megeluarkan sperma mereka.

    Terlihat juga Rio yang tiduran di kursi jemur di oral oleh Tika sedangkan dari belakang Dedy mengocokkan kontolnya penuh semangat di memeknya, tak ketinggalan Nova dan Vera yang memainkan gaya Lesbian, Erik dan Sinta juga tak mau kalah, mereka melakukan seks diatas pelampung, mereka memainkan banyak gaya diatas pelampung ditonton banyak teman-temannya, juga ada Anna yang tergeletak di lantai membiarkan tubuhnya dikerubuti beberapa cowok, tapi Anna tidak memperbolehkan vaginanya dimasuki penis teman-teman cowok, atau Ivan yang bagai seorang Raja, tubuh bulenya dijilati dan digerayangi beberapa cewek, jadi lucu karena baru beberapa menit dia harus berlari ke baskom karena Nina mengocok kontolnya terlalu keras sehingga dia tidak bisa menahan spermanya keluar, bahkan Aldi dan Rendy berani beradegan homo dengan saling menghisap kontol masing-masing dan melakukan seks lewat anus secara bergantian. Atau adegan yang ditunjukkan oleh Rina dengan memperbolehkan teman-temannya yang cowok untuk mencoba vaginanya sampai puas, mungkin ini adegan yang dianggap paling gila, tapi ini tidak berlangsung lama karena dia keburu kelelahan karena melayani lima orang secara bergantian.

    Aku dan Fery hanya berputar-putar melihat yang teman-teman lakukan, sambil geleng-geleng kepala. Pokoknya adegan yang ada di blue film sebagain besar terjadi di Villa itu. Mereka yang melakukan terlihat senang, dan yang melihatpun senang meski kadang sambil berjeritan atau menelan ludah. Tapi akhirnya Fery tak tahan juga melihat Della, gadis imut pujaan hatinya memintanya mengoralnya, Fery pun setuju, setelah memuaskannya nafsunya tak terbendung, dengan setengah berlari dia menuju ke baskom terdekat dan memuncratkan spermanya disana.

    Setelah suasana agak mereda, tak disangka-sangka para cewek berkumpul dan kembali ke pinggir kolam renang dengan membawa dua baskom kaca besar yang berisi cairan sperma. Acaranya adalah adu cepat mengeluarkan sperma bagi cowok dengan dirangsang oleh cewek, pasangan ditentukan dengan cara diundi, bagi yang kalah mendapat hukuman meminum sperma yang ada baskom masing-masing satu sendok makan ditambah meneruskan sampai keluar sperma, wuh gila. Kebetulan banget jumlah kami yang datang pas berpasangan, sebenarnya jumlahnya 40 anak, 16 cewek dan 24 cowok, tetapi karena 8 cowok tidak hadir karena harus mengikuti tes TNI atau sekolah yang lebih dulu tes.

    Undian dimulai, tampil perdana adalah Deni dan Desy lawan Fery dan Cindy, Cindy tak begitu sulit mengeluarkan spermanya Fery untuk mengalahkan Deny dan Desy, karena Deny sudah habis-habisan mengeluarkan spermanya bersama Nita, sedang Fery hanya sekali keluar sperma, alhasil duet Deny dan Desy harus meneguk sperma dari baskom. Disusul Riko dan Nita lawan Erik dan Sinta, Riko menang mudah karena selama pesta dia tidak mengeluarkan spermanya ditambah faktor Nita yang pengalaman, bahkan dengan beberapa kali kocokan saja dari Nita, Riko sudah tidak bisa menahan spermanya muncrat, sementara Sinta meski mengerahkan segala cara kesulitan mengeluarkan sperma pacarnya tersebut, baru sesaat lomba hampir selesai sperma Erik keluar juga.

    Kemudian Ivan dan Nina dan lawan Rendy dan Della, ini merupakan pertarungan paling lama karena Ivan dan Rendy sama-sama sudah mengeluarkan sperma, Ivan keluar waktu kontolnya dikocok sama banyak cewek di kursi sedangkan Rendy saat main sama Aldy tapi akhirnya Ivan memenangi pertarungan meski dalam jarak waktu yang hampir bersamaan, karena Nina yang memang naksir Ivan tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan Ivan, bahkan sesaat setelah tanda dimulai Nina langsung mengulum penis Ivan dan menghisapnya dalam-dalam sehingga Ivan benar-benar mati kutu dan keluar sperma.

    Berikutnya Aldy dan Anna lawan Aku dan Rina, aku jelas yakin menang karena aku selama pesta belum keluar sperma meski kontolku terasa berkedut-kedut terus menyaksikan perilaku teman-teman, makanya aku beri isyarat pada Rina agar santai saja, gak usah pake vagina ataupun dioral penisku pasti keluar sperma dengan cepat sementara Aldy sudah main sama Rendy sedangkan Anna agak merasa jijik terhadap Aldy karena homo, sehingga membuat mereka berdua harus minum sperma dari baskom karena kalah.

    Setelah itu Dedy dan Nova lawan Alfin dan Silvi, seharusnya Alfin dan Silvi yang menang karena Alfin belum keluar sperma sama sekali, tetapi keduanya grogi karena baru pertama kali melakukan yang seperti ini bahkan kontol Alfin sulit tegang meski akhirnya keluar juga tapi mereka harus minum sperma dulu, sementara meski Dedy sudah main dan keluar sperma beberapa kali, tetapi Nova tak kehabisan akal, dari pertama dia langsung tancap gas dengan melakukan oral terhadap kontol Dedy yang hitam itu hingga harus keluar sperma untuk ketiga kalinya.

    Kemudian Tommy dan Tika lawan Rio dan Vera, ini adalah pertarungan yang sangat ketat, karena Tommy dan Rio hanya sekali keluar sperma waktu onani dipinggir kolam, sedangkan Tika dan Vera sama berpengalaman memainkan kontol, sehingga jadi seru, bahkan Tika dan Vera merelakan kontol Tommy dan Rio masuk ke memeknya demi kemenangan, tapi akhirnya Vera memenangkanya dengan gaya berkuda menaklukkan kontol Rio untuk memuncratkan spermanya dan menang, karena Tika yang sudah kelelahan main dengan Dedy dan Rio hanya pasrah menggunakan gaya missionaris yang mengharuskan Tommy yang bekerja keras sendirian, meski keluar sperma, keduanya harus minum sperma, Tommy sempat muntah-muntah saat minum sperma gara-gara jijik, tapi karena sudah ada perjanjian dia terpaksa harus minum.

    Selanjutnya adalah partai cepat karena keempatnya pasangan ini, cowoknya adalah anak-anak baik, sehingga tidak keluar sperma selama pesta. Para laki-laki ini hanya sebagai pemandu sorak saja istilahnya, meskipun ceweknya juga sama sekali belum pernah main-main dengan kelamin laki-laki, tetapi agresifitas merekalah yang membuat menang melawan pasangan lawan, Robin dan Reza menang atas Niko dan Fina, sedangkan Andi dan Ira kalah dari Adi dan Dewi, meski hanya selisih beberapa detik.

    Lomba selesai dan menyisakan kelelahan dipihak cowok dan meninggalkan banyak sperma dalam baskom. Tapi begitu dikatakan selesai oleh ketua, para cowok protes, karena pihak cewek semua sudah tahu dan melihat seperti apa kontol mereka, bahkan pernah memeganginya, tetapi pihak cewek belum tentu pernah mendapat perlakuan sama dari cowok.

    Akhirnya agar adil diputuskan pasangan undian tadi boleh berganti posisi, cowok boleh merangsang balik si cewek sampai puas, dari sini hanya Erik dan Sinta yang tidak melakukannya karena sudah benar-benar kecapekan bermain dengan pacarnya tersebut. Sedangkan pasangan dadakan yang akhirnya melakukan seks adalah Ivan dan Nina, Ivan yang sedianya hanya melakukan oral terhadap vaginanya Nina akhirnya memasukkan juga penisnya karena tak tahan godaan yang dilakukan Nina. Terlihat Nina begitu senangnya, begitu pula Ivan yang terlihat puas meski agak kecapaian.

    Setelah semua kecapekan, satu persatu membersihkan diri dan berkemas. Acara pesta perpisahan itu diakhiri makan bersama, Pukul 23.00 kami membubarkan diri, pulang dengan membawa kenangan masing-masing.

  • Cerita Dewasa Gara Mata Kuliah Terpaksa Ngentot Sama Dosen Inggrisku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018

    Cerita Dewasa Gara Mata Kuliah Terpaksa Ngentot Sama Dosen Inggrisku – Cerita Sex Terbaru Kisah Seks Dewasa 2018


    1661 views

    Perawanku – Cerita Dewasa terjadi saat aku waktu masih kuliah. Cerita Sex yang coba ingin aku bagi kepada kawan-kawan semua adalah pengalaman cerita dewasa dan cerita sex ku dengan dosen kuliahku. Ia mengajar mata kuliah bahasa inggris. Sejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku. Namaku Jack, sekarang aku tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat baik sekali. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja sambil kuliah sehingga aku mempunyai penghasilan tinggi.

    Berawal dari reuni SMA-ku di Jakarta. Setelah itu aku bertemu dengan dosen bahasa inggrisku, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata Ibu Shinta masih segar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan, memakai rok mini yang ketat, kaos top tank sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMA dulu dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah wanita. Cukup lama aku ngobrol dengan Ibu Shinta, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu.
    Tiba-tiba Ibu Shinta teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belas malam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu Shinta pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika Ibu Shinta memanggilku.
    “Kenapa Jack”
    “Ah.. tidak apa-apa”, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merinding itu membuat hasratku bergejolak apalagi ada Ibu Shinta di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar).
    “Ayo Jack kita pulang, nanti Ibu kehabisan angkutan”, kata Ibu Shinta.
    “Sebaiknya Ibu saya antar saja dengan mobil saya”, jawabku dengan ragu-ragu.
    “Terima kasih Jack”.
    Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada Ibu Shinta bahwa aku suka kepadanya, “Oh my God what i’m doing”, dalam hatiku. Ternyata keadaan berkata lain, Ibu Shinta terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik dan berusaha minta maaf. Ibu Shinta ternyata sudah cerai dengan suaminya yang bule itu, katanya suaminya pulang ke negaranya. Aku tertegun dengan pernyataan Ibu Shinta. Kami berhenti sejenak di depan kantornya lalu Ibu Shinta mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, kupikir untuk apa masuk ke dalam kantornya malam-malam begini. Aku semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi Ibu Shinta menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak Ibu Shinta, dengan cepat Ibu Shinta hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, Ibu Shinta menciumku dan aku pun membalasnya.

    Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu Shinta tak mau kalah, ia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang pria. Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang besar, Ibu Shinta terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. Ibu Shinta memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta Ibu Shinta membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam berenda yang modelnya amat seksi.Cerita Bokep
    Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini Ibu Shinta setengah telanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju sehingga badanku yang tegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu Shinta, “Jack kukira Ibu mau bercinta denganmu sekarang.., Jack, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik
    Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu Shinta. Kini aku jongkok di depannya. Menyibak rok mininya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim. Sambil mencium pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas liang senggamanya dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Ibu Shinta menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.
    “Mau apa kau sshh… sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.
    “Ooo… oh.. oh..”, desis Ibu Shinta keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan liang kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.

    Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu Shinta makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. “Aahh… Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh…”
    Tanpa sungkan-sungkan Ibu Shinta mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Ibu Shinta seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya. “Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku tak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.
    “Nggak adil. Kamu juga harus telanjang..” Ibu Shinta pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku. Batang kemaluanku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu Shinta mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.

    “Gantian dong..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya. “Justru di situ nikmatnya.., Selama ini sama suami main seksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya. Ibu Shinta tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri.
    Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Shinta agak gemetar. “Ohh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.
    Tiga menit setelah kugenjot, Ibu Shinta menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. Genjotan batang kemaluanku kutingkatkan. “Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat. “Sekarang Ibu Shinta berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main dong di atas meja ok!” Aku mengatur badannya dan Ibu Shinta menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya. “Gaya apa lagi ini?”, tanyanya.
    Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Ibu Shinta kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.
    “Capek?”, tanyaku. “Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku”.
    “Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.

    “Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi batang kemaluanku. Sekarang Ibu Shinta yang di atas”, kataku sambil mengatur posisinya.
    Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang batang kemaluanku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah. Ibu Shinta tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. Posisinya segera kuubah ke gaya konvensional. Ibu Shinta kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku. “Oh Ibu Shinta.., aku mau keluar nih ahh..” Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya. Ibu Shinta kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu.

    Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan. Setelah itu kami bangun di pagi hari, kami pergi mencari sarapan dan bercakap-cakap kembali. Ibu Shinta harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput.

    Sore telah tiba, Ibu Shinta kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya. Ibu Shinta mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Ibu Shinta makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang. “Uuuhh.., mmmhh..”, Ibu Shinta menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.

    Aaahh..! Ibu Shinta dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH merah dan CD merah. Aku segera mencium puting susunya yang besar dan masih terbungkus dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan. Tangan Ibu Shinta mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tidak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit kemaluannya. Akupun segera membenamkan kepalaku ke tengah ke dua pahanya. “Ehhh…, mmmhh..”. Tangan Ibu Shinta meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.
    “Ooohh.., aduuuhh..”. Ibu Shinta mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku membelai klitorisnya yang membuat tubuh Ibu Shinta terlonjak dan nafas Ibu Shinta seakan tersendak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Ibu Shinta tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Ibu Shinta. “Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”. Ketika Ibu Shinta membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku, kini iapun mulai menyedot. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. “Oouuuh Ibu Shinta.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.

    Ibu Shinta terus mengisap batang kemaluanku sambil tangannya mengusap liang kenikmatannya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan batang kemaluanku yang begitu besar dan perkasa baginya. Hampir 20 menit dia menghisap batang kemaluanku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar. “Ibu Shinta.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, teriakku. Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan liang kenikmatannya, aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu.., “Creet.., suuurr.., ssuuur..”
    “Oughh.., Jack.., nikmat..”, erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kemaluanku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya, kusemburkan maniku ke dalam mulutnya, “Crooot.., croott.., crooot..”, banyak sekali maniku yang tumpah di dalam mulutnya.
    “Aaahkk.., ooough”, ujarku puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, akupun naik ke atas tubuh Ibu Shinta dan bibirku melumat bibirnya.

    Aroma kemaluanku ada di mulut Ibu Shinta dan aroma kemaluan Ibu Shinta di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Ibu Shinta, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Ibu Shinta menekan pantatku dari belakang. “Ohm, masuk.., augh.., masukin”
    Perlahan kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang kemaluannya dan Ibu Shinta semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah halangan itu. Ibu Shinta memekik kecil. Aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau, “Aduhhh.., ssshh.., iya.., terus.., mmmhh.., aduhhh.., enak.., Jack”
    Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Ibu Shinta, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Ibu Shinta sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kemaluanku menancap hingga pangkal di kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu Shinta segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kamipun berlomba mencapai puncak.


    Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Ibu Shinta makin menggila dan iapun membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku. Setelah tubuh Ibu Shinta melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Ibu Shinta tentu merasakan siraman air maniku di liang kenikmatannya, dan iapun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.